Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Crossover

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Illustrations[edit]

Kata Pengantar[edit]

Prolog[edit]


[Seri Pendahuluan 1]


To Aru Majutsu no Index


Dalam dunia yang terbagi antara sisi ilmu pengetahuan dan sisi sihir, terdapat suatu pertempuran untuk memperebutkan Index, yaitu sorang biarawati yang telah menghafal 103.000 grimoires, dimulai oleh seorang anak SMA biasa bernama Kamijou Touma!

Kamachi Crossover 014-015.jpg

Ketika Kamijou Touma mengingatnya kembali, ia menyadari bahwa hari itu begitu mengerikan sejak awal dimulai.



Untuk beberapa alasan aneh, anak SMA bernama Kamijou Touma tinggal di suatu kamar asrama pelajar bersama dengan biarawati bermata hijau, berambut perak. Dia biasanya tidur dalam kamar mandi yang terkunci. Setelah menyeka semua kelembaban dari bak mandi, ia mengambil selimut dan tidur di dalamnya, tetapi pada hari ini, ia dikunjungi oleh kemalangan sejak saat ia terbangun.


Untuk mempersingkat cerita, yang terjadi adalah seperti ini.


"Ehhhhhhhhhh!? K-kenapa toiletnya jadi seperti air mancur di taman!?”


Begitu ia membuka matanya, ia mendapati negara Jepang sedang kebanjiran air dalam jumlah yang besar.


Dia mengeluarkan kotak alat yang jarang ia gunakan, tapi dia tidak tahu dari mana harus memulai untuk membenarkan ini semua. Dia memutuskan untuk mulai dengan melepas tutup tangki berbentuk kotak dan mengintip ke dalamnya.


"Apa sih yang menyebabkan ini? Ini bekerja dengan baik-baik saja kemarin.”


Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dan dia bahkan tidak tahu bagaimana bentuk benda tersebut dalam keadaan normal.


Dia begitu bingung, akhirnya ia menyerah dan mendongak untuk melihat ke atas.


Bahkan pada saat seperti ini, terdapat langit biru yang sangat jelas dan menyegarkan.


"Hm?"


Dia merasa siap untuk menghancurkan dunia, tapi ia menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres.


Langit biru?


Dia membeku di tempat dan memeriksa sekelilingnya dengan ragu-ragu.


Ia mendapati bahwa ia tidak lagi berada di kamar mandi asramanya. Di atas, ia melihat langit biru yang luas. Di bawah, dia melihat lantai kayu dipoles seperti lantai gym. Konsep tentang dinding tidak berlaku di sini. Dia bisa melihat cakrawala yang terhampar 180 derajat penuh di depannya. Ketika ia berbalik, ia akhirnya melihat sesuatu yang tampak seperti gunung berbentuk rapi. Dia tidak yakin apakah dia bisa menyebutnya segitiga, onigiri, atau piramida. Benda-benda itu adalah satu-satunya objek yang terlihat dalam "dunia" ini, tapi object itu berjarak dua atau bahkan tiga kilometer dari tempatnya berdiri saat ini.


Pemandangan itu tampak begitu sederhana sehingga ia merasa bahwa semua skala yang ada di dunia ini melampaui ukuran normal. Angin lembut meniupkan aroma laut. Aroma ini membuat Kamijou sanggup menjaga pikirannya agar tidak terhanyut dalam suasana.


Di mana dia?


Bagaimana ia berakhir di sini?


Sejak kapan dia berkelana ke dunia yang aneh ini?


Dia mengesampingkan semua pertanyaan itu dan mengeluarkan teriakan.


"Tunggu duluuuuuuuuuuuuuuu!!!??? Aku tidak bisa meninggalkan toilet dalam keadaan seperti itu!! Bawa aku kembali!! Jika airnya membanjiri lantai bawah, mereka akan benar-benar marah!! Jika hal itu menyebabkan cukup masalah, itu bahkan mungkin akan berakhir pada situs berita!!”


Dia harus bergegas.


Setiap detik adalah penting.


Dia tidak tahu rahasia apa yang terkandung dalam tempat ini, tapi dia harus buru-buru kembali ke asramanya. Dia harus melakukan apa pun untuk bisa memastikan itu.


(Ada masalah lain di sini. Misalnya, daerah yang harus kutelusuri ini sangatlah besar dan hampir tidak ada titik tengara. Aku bisa berkeliling jika aku mau, tapi tidak akan mudah untuk kembali ke titik ini atau mencari tahu tempat di mana aku pertama kali muncul.)


Ia mengalihkan pemikirannya. Dia menganalisis setiap masalah, satu per satu.


Dia tidak tahu secara persis, tapi mungkin titik awal memiliki makna lebih khusus jika dibandingkan dengan koordinat lainnya. Untuk memastikan dia bisa kembali kapan saja, ia harus membuat tanda di tanah... atau…. mungkin lebih tepat disebut lantai?


Untungnya, lantainya adalah kayu yang dipoles, seperti di gym.


Memang sedikit terasa sakit di kuku ibu jarinya, tapi ia mampu menggores tanda X di lantai tanpa banyak kesulitan.


(Sekarang, aku bisa bergerak dari sini. Tapi apa yang harus aku cari di dunia yang hanya berisi hamparan lantai ini? Beberapa mesin yang aneh? Orang lain? Apakah mereka adalah orang-orang yang sudah sejak awal berada di sini atau orang yang muncul di sini dari tempat lain, sama seperti diriku?)


Dia hanya melihat beberapa gunung berbetuk segitiga sempurna ketika menengok sekitar, tapi apa boleh buat, dia hanya bisa melihat di sekeliling lagi dan lagi. Mungkin ini seperti seseorang yang mencari suatu oasis di padang gurun.


Dan dia ceroboh.


Dia muncul di sini secara "tiba-tiba", jadi dia harus mempertimbangkan kemungkinan bahwa ada orang lain yang muncul di sini, juga secara "tiba-tiba".


Pertama, ia melihat Index yang sedang salin dalam jarak yang cukup dekat.


Dan kedua, ia melihat Misaka Mikoto yang sedang menonton mereka berdua dari jarak jauh.


"Apakah kau sedang bercanda?"


Udara seakan-akan terasa begitu berat dan cepat ketika Kamijou bergumam pada dirinya sendiri.


Kemudian, dia memberikan teriakan.


"Apakah kau sedang bercanda!? Sungguh, apakah kau sedang bercanda!? Dari perspektif probabilitas, ini sungguh kejam! Bukankah ini begitu mirip seperti bermain Rusia Roulette* sepuluh kali secara berturut-turut dan meledakan otakmu pada tembakan pertama setiap kali mencoba!? Aku tidak peduli apakah aku sedang berada di suatu lokasi sebrang laut untuk syuting sebagai seorang komedian muda atau apakah aku dipanggil ke dunia lain, tapi setidaknya, mohon berikan aku langkah-langkah yang wajar untuk hal-hal seperti itu!!” [Baca NT Vol 4.]


Kamijou memohon dalam dunia yang tidak masuk akal ini, tetapi tampaknya sepasang gadis tersebut sudah tuli.


Gadis-gadis ini berbicara dengan tatapan mata yang teramat mengerikan dan dingin.


"Touma, hanya ada dua pilihan untukmu sekarang: kuliah yang benar-benar panjang atau suatu gigitan yang tidak akan membuatmu sembuh dalam waktu singkat.”


"Benar-benar ada orang-orang idiot yang memiliki kemampuan konyol untuk menghentikan waktu atau merubah dunia, tetapi hanya berpikir menggunakan kemampuannya untuk menyingkap rok seorang gadis.”


Kamijou menatap mereka dengan pandangan kosong.


Tapi kemudian ia menyadari bahwa ia benar-benar akan mati jika ia mencoba untuk melarikan diri dari kenyataan di sini.


"Aku tidak berpikir kalian harus melakukan ini! Ini benar-benar akan menjadi suatu pembunuhan yang kejam!! Tunggu! Seorang boke hanya berhak mendapat satu tsukkomi*! Jika kalian berdua melakukannya sekaligus, aku akan hancur!! T-tunggu, dasar idiot!! Jangan dengan entengnya mempersiapkan Railgun-mu seperti itu!!” [Baca NT Vol 8.]


Banding ditolak.


Kedua gadis mulai berduet maut, di mana Mikoto menembakan koin arcade-nya dan Index dengan segera mengunci rahangnya ke tangan kanan Kamijou.


Tapi sebelum mereka sanggup melakukannya, dampak yang lebih besar mengguncang seluruh lantai di dunia itu.


Seluruh permukaan bumi terasa seperti akan terbalik layaknya perahu. Kamijou dan Index berguling menyusur tanah bersama-sama, dan akhirnya, wajah bocah itu terbenam di dada si biarawati, dan gadis muda yang melihat pemandangan itu langsung saja menendang bola berambut jabrik, yang tak lain adalah kepala Kamijou Touma. Sementara itu, sesuatu yang lain terjadi.


Ini dimulai dengan gemuruh rendah.


Kedengarannya seperti awan guntur tebal yang mendekat dari kejauhan.


"Apa itu?" erang Kamijou sambil samih berguling bersama Index.


Itu adalah bola logam berdiameter 50 m. Seluruh permukaannya penuh dengan berbagai jenis meriam yang biasa ditemukan di kapal perang. Yang mengesankan adalah tujuh meriam utama yang melekat pada tujuh lengan yang membentang dari bagian belakangnya. Benda-benda itu begitu panjang sehingga tampak lebih mirip seperti menara atau jembatan daripada meriam.


Benda itu memiliki perangkat propulsi* terbalik berbentuk Y di bagian bawah, tapi tampaknya itu tidak digunakan untuk ban atau tapak. Benda itu mengambang, walaupun hanya sedikit berada di permukaan tanah. Benda itu menggunakan bantalan udara atau juga listrik statis. Benda itu dibuat dengan menggunakan teknologi konyol dan itu semata-mata digunakan untuk jadi lebih mematikan. Seakan-akan semua kekejaman peperangan dikemas dalam suatu alat atau kristalisasi, yang dilengkapi oleh teknologi negatif buatan manusia. [Propulsi adalah tenaga penggerak.]


Seperti permainan hoki udara, gunungan logam itu meluncur bebas di sepanjang lantai kayu dipoles tanpa merusaknya. Pemandangan mengerikan itu membuat Kamijou merasa bahwa dia sedang bermimpi.


Misaka Mikoto menggosok sepatu kulitnya terhadap kepala runcing Kamijou dan dia pun mengucapkan sesuatu dengan syok.


"Sebelumnya, benda itu tidak ada di sini, kan? Keberadaan benda seperti itu di ruangan selapang ini pasti akan terlihat begitu mencolok bagaikan stadion berkubah. Andaikan saja benda itu sudah ada di sini sejak tadi, pastilah kita bisa melihatnya.”


"Pasti benda itu muncul secara tiba-tiba, seperti kita."


"Sinonim peperangan"* itu menembakkan beberapa meriamnya. Setiap kali ditembakan, guncangan besar merambat melalui bumi dan membuat mereka bertiga terdorong meskipun tembakannya tidak secara langsung menargetkan mereka. [Maksudnya adalah, benda itu sama artinya dengan perang, atau berhubungan erat.]


Tetapi jika meriam-meriam itu menembak, pastilah ada target yang sedang dibidiknya.


Monster yang sedang melawan.


Tapi dengan apa?



Quenser Barbotage dan Heivia Winchell dikenal sebagai duo-tentara-lalai dan pasangan ini baru saja membanting radio mereka ke kaki mereka.


"Sialan!! Tiba-tiba, radio tidak bisa terhubung! Dan di mana kita berada!? Ada langit biru di atas tapi lantai kayu di bawah? Apakah kita sedang berjalan di atas suatu lukisan artis yang kacau!?”


"Mari kita berdoa bahwa ini bukanlah suatu pengalaman-menjelang-ajal setelah dipentalkan oleh peluru Object yang nyasar. Disamping itu!! Makhluk apa yang sedang bertarung melawan Putri itu!? Apakah itu adalah sejenis senjata biologis yang dikembangkan oleh Faith Organization*!?” [Diterjemahkan : Organisasi Keyakinan.]


Dewa penjaga mereka, Baby Magnum, membuat gerakan cepat maju, mundur, ke kiri, dan ke kanan, seperti seorang seniman bela diri campuran, sembari menembakkan sekitar ratusan meriam. Ketika lawan terlalu dekat, benda itu akan menembakan meriam yang lebih kecil, sementara bersiap untuk memantulkan kembali beberapa tembakan. Ketika lawannya berhasil dipukul mundur, benda itu akan berulang kali menembakkan meriam besar utamanya.


Tapi terlepas dari semua itu, kali ini, lawannya tidak akan jatuh.


Pengetahuan mereka sebagai tentara mengatakan bahwa mereka tidak bisa melawan musuh pada tingkat yang sama seperti Object.


Jadi, makhluk apa yang mereka lawan ini?


Ada suatu kata yang tidak akan terlintas di pikiran mereka. Karena kata ini tidak ada pada ranah jargon* militer dan hanya ada di buku-buku cerita bergambar tentang dongengan masa lalu. [Jargon adalah bahasa golongan tertentu, atau logat tertentu. Misalnya, ada seseorang yang ngomong: “Anime ini tidak akan ada season III-nya.” Maka, hanya anak yang biasa mengikuti anime lah yang tahu bahwa maksud dari kata “season” adalah penayangan anime dalam durasi sekitar 3 bulanan.]


Kata tersebut adalah “Naga”.


Seekor naga setinggi 200 m, berwarna hitam-legam terbang melintasi langit dan berada di dekat Object.


"Ini gila."


Quenser sedang bersiap untuk mengangkat tangan di udara dan menyerah.


"Ini benar-benar gila!! Apakah itu naga!? Tunggu, makhluk sialan itu hampir saja mencengkram Object milik Putri! Kita dapat membuang akal sehat jika ada suatu makhluk sebesar itu mencengkram layaknya tikus atau tupai!!”


Makhluk misterius raksasa itu tidak secepat Object. Selagi dua anak laki-laki itu menonton, Object menembakkan beberapa tembakan dari meriam utama pada sayap naga dan mengenai bagian tubuhnya. Namun, seakan-akan makhluk itu berasal dari planet lain, karena daya tahannya begitu luar biasa dan dia terus melawan bahkan dalam kondisi berlumuran berdarah. Ini adalah suatu situasi di mana Baby Magnum tidak cukup kuat melampaui apa pun yang mereka bayangkan.


"Hei, pelajar. Aku tidak peduli apa yang harus kita lakukan, tapi kita akan benar-benar terisolasi jika makhluk itu mengangkut Putri pergi seperti derek pada beberapa permainan kolosal. Kita akan berada dalam kesulitan jika kita tidak melakukan apa-apa, kan?”


"Apa yang harus kita lakukan terhadap makhluk itu!?"


"Adalah tugasmu untuk mencari tahu, Tuan Pemalas!!"


"Bagaimana kalau kau mencoba menggunakan otakmu untuk memikirkan sesuatu daripada hanya mengeluh!?"


Kedua idiot ini benar-benar mengabaikan situasi dan mulai bergulat satu sama lain.


Dan mereka menerima hukuman dewa untuk masalah mereka.


Baby Magnum memiliki suatu meriam utama yang bisa berubah-ubah dan diatur dalam mode railgun. Benda itu menembakkan peluru logam yang ukurannya lebih besar daripada mobil. Peluru tersebut memukul naga hitam pada batang tubuhnya dan berbelok arah karena permukaan tubuh si naga yang begitu kuat.


Peluru meriam utama memantul pada sudut yang tajam dan jatuh ke lantai.


"Ah."


Mereka bahkan tidak punya waktu untuk berteriak "Ya Yesus".


Sesaat kemudian, Quenser dan Heivia tertelan dalam pusaran suara ledakan.



"Hmm."


Sang Putri memiringkan kepalanya di dalam kokpit Baby Magnum.


Dia memiliki rambut pirang pendek dan tubuh yang ramping. Dia adalah sesosok gadis yang terlihat begitu cocok tinggal di rumah, kemudian diantar ke sekolah setiap pagi pada suatu negara yang damai, tapi nyatanya dia adalah Pilot Elite untuk salah satu senjata kolosal yang dikenal sebagai Object. Dia ditekan oleh gaya inersia Gs* yang begitu ekstrim dan melebihi apa yang dialami oleh para pilot dari jet tempur, bahkan gerakan matanya dibaca oleh kacamata khusus untuk membantu mengendalikan mesin. Dan dia adalah otak dari monster logam yang mampu menyapu semua medan perang, yang dilengkapi dengan lebih dari seratus meriam, Baik meriam besar dan kecil. [Gaya Gs inersia adalah sejenis gaya efek dari gravitasi bumi. Ketika pilot pesawat tempur bermanuver, dia bisa menerima gaya gravitasi berkali-kali lipat, dan itu bisa membuat dia tak sadarkan diri jika tidak terlatih dengan baik.]


Namun...


Sekarang, dia telah melalui proses komunikasi radio beberapa kali, tapi tidak ada tanda-tanda mencapai siapa pun.


Dia terus menembaki musuh-berbentuk-naga-asing bahkan saat ia menduga bahwa dia sedang mengalami serangan cyber yang membuat musuh tidak muncul di layarnya.


"Aku punya perasaan bahwa, sesuatu sedang tertangkap dalam baku tembak di sana…...tapi terserah."



"Oh?"


Rambut hitam yang sangat panjang sampai mencapai mata kaki, tubuh glamor yang tidak sesuai dengan namanya*, dan yukata merah melilit tubuhnya. Seorang gadis lebih tua yang terlalu seksi untuk disebut Zashiki Warashi sedang memiringkan kepalanya. [Zashiki Warashi pernah Ciu terangkan di NT Vol 7. “Tidak sesuai dengan namanya” karena Zashiki biasanya dideskripsikan sebagai seorang gadis “pettan” berusia sekitar 5-6 tahun. Sedangkan wanita ini lebih mirip bintang Jav.]


Suara derit logam memenuhi udara.


Tangan rampingnya sedang menahan sesuatu di samping wajahnya.


Telapak tangan itu dengan enteng meraih peluru logam yang ukurannya lebih besar dari mobil. Tidak ada begitu banyak goresan di sisi tubuh Zashiki Warashi. Bagaimana dan mengapa dia mampu selamat dari semassa senjata tersebut? Tidak ada gunanya bertanya hal-hal seperti itu. Youkai* tidak terpengaruh oleh serangan fisik belaka dan hukum-hukum fisika tidak bisa diterapkan padanya. [Baca NT Vol 11.]


Dua bocah tentara berseragam meringkuk di kakinya, tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda peduli.


"Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi sepertinya aku sedang terjebak dalam pertarungan yang tidak perlu. Dan aku benar-benar tipe orang yang tak mau ambil pusing.”


Di dekatnya, anak laki-laki tersebut membalik punggungnya dengan mata berputar-putar. Dia adalah Jinnai Shinobu, yaitu seorang penghuni dari rumah kediaman Zashiki Warashi. Dia tidak terkena peluru ataupun gelombang kejut sekunder, tetapi dia menderita kejutan mental yang cukup untuk mengacaukan kesadarannya.


Yuki Onna* berdada rata sedang berjongkok di samping bocah itu dan menusuk-nusuk pipinya. [Yuki Onna adalah seorang arwah salju. Biasanya, penampilannya adalah mengenakan Kimono putih bersih dengan rambut putih atau perak. Dan tentu saja, dia bisa mengendalikan dinginnya salju.]


Ada kegembiraan aneh di wajahnya.


"Heh... eh heh heh. Dia masih agak sadar, tapi ia tidak bisa bergerak begitu banyak sekarang. Dengan kata lain, ini adalah kesempatanku untuk menciptakan suatu hubungan yang tak terpisahkan diantara kami berdua. Eh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh.”


"Sebelum kau selesai melepas kimono dan nge-seks dengannya, bagaimana kalau kau melihat ke langit?”


"Hmph. Aku tak melihat sesuatu pun yang bisa menghentikanku sekarang.”


"Yeah, tapi kelihatannya makhluk itu juga tampak kegirangan. Aku pikir dia akan menyerang.”


Sesuatu memblokir pemandangan langit.


Seekor naga hitam yang telah menyerang semassa-logam-aneh mengalihkan fokusnya ke arah Zashiki Warashi dan Yuki Onna.


Tapi sebelum itu, kelopak mata Yuki Onna berkedut sedikit.


Hanya itu yang dia lakukan.


Tertiuplah hembusan angin kematian. Angin kematian ini akan membekukan apapun sampai suhu -50ºC. Tidak ada berkas cahaya yang jelas atau deru kebisingan, tapi itu akan membawa kematian tertentu untuk setiap makhluk di planet bumi. Suhu ekosistem lokal diatur-ulang dan berubah menjadi suatu serangan mutlak yang memberikan kematian pada semua eksistensi yang mengandalkan air, udara, dan matahari untuk bertahan hidup.


Dan itu sangat efektif untuk menyerang semua jenis makhluk hidup.


"Tidak peduli seberapa besar makhluk itu, dia masihlah seekor reptil, dan dengan demikian, dia berdarah dingin. Jika dia melakukan kontak dengan udara panas atau dingin, itu tidak akan merepotkan baginya, tetapi dia tidak diciptakan untuk menahan perubahan suhu yang mendadak. Sehingga, makhluk itu dapat dengan mudah dihentikan hanya dengan pendinginan iklim lokal.”


Sebelum dia bisa mengepakkan sayap raksasanya dan sebelum dia bisa menembakkan pancaran cahaya aneh dari rahangnya yang begitu besar, tubuh setinggi dua ratus meter tersebut jatuh tak berdaya ke bawah layaknya pesawat kertas dibuat dengan cara yang jelek. Sebagian dari hamparan-lantai-gym-yang-tak-berhingga tersebut hancur ketika naga hitam menimpanya.


Tekanan dari tumbukan mengirim angin terbang ke segala arah dan membentuk suatu dinding yang seakan-akan terbuat dari sapuan debu. Dinding debu itu menerpa tubuh Zashiki Warashi serta Yuki Onna, dan terus berlanjut.


Yuki Onna memberikan ekspresi penuh kemenangan.


"Heh heh. Siapa pun yang mengganggu cinta seseorang layak untuk dibekukan dalam es.”


"Itu cukup bagus, tapi aku pikir, Shinobu akan memasuki tidur musim dingin di antara kedua kakimu itu.”



Tidak jauh, dua orang menyaksikan pertarungan antara senjata raksasa, naga hitam, dan Youkai dengan ekspresi kesal.


Mereka Anzai Kyousuke dan Higashikawa Mamoru.


Mereka berdua hanyalah mahasiswa Jepang yang benar-benar normal.


"Oh, ayolah. Kali ini, kita terjebak dalam jenis Absurdity apa lagi?”


"Kita tidak terlempar ke suatu taman hiburan aneh, jadi mungkin, kita masih berada dalam kondisi aman. Meskipun jika ini semua akan berakhir menjadi semacam film pedesaan Hollywood, aku hanya akan menyerah dan tidur di sini.”


Beberapa orang yang jelas-jelas bisa mengabaikan hukum fisika bergerak di depan mereka, tetapi mereka tidak berusaha untuk mendekatinya. Mereka hanya ingin hidup damai….jadi….jika kebetulan mereka berpapasan dengan suatu robot raksasa, mereka tidak akan penasaran dan menaikinya. Jika mereka melihat perangkat misterius yang membuat mereka bisa menggunakan sihir dengan menekan suatu tombol, mereka hanya akan melewatinya tanpa penasaran untuk mencoba. Jika ada seorang gadis yang jatuh dari langit, mereka hanya akan meninggalkannya bersama pak polisi.


Namun...


"Oohh, ayolah!! Jangan menyalahkan semuanya pada Karen-chan, si gadis kelinci yang menggoda ☆ "


Ketika suara melengking tepat dari belakang mereka sampai ke telinga, dua orang dewasa ini mulai bersiap-siap untuk lari.


Tapi mereka mempertahankan niat asli mereka.


Jika hal ini tampak berbahaya, mereka akan mencoba untuk tidak terlibat.


Tanpa berbalik, Anzai dan Higashikawa meluncur sambil melihat lurus ke depan.


"Oh, ini begitu kejam!! Kau seharusnya memberikan reaksi terkejut bagus sambil berteriak 'Mengapa harus dia yang keluar!?' atau 'Aku pikir kau sudah mati!! Tunggguuuu!!”


"Tidak baik! Aku bisa mendengarkan boo-boo-menjengkelkan darinya dan suaranya terdengar begitu dekat!! Dia benar-benar sedang mendekati kita berdua!?”


"Jangan berbalik! Kita pasti sudah terlemparkan di dalam suatu dunia di mana melihat kebelakang adalah suatu perbuatan yang dilarang!!”



Satsuki adalah seorang gadis yang juga dikenal sebagai Killer Queen. Nanajou Kyouichirou adalah seorang anak laki-laki yang, entah bagaimana, selalu saja bisa bertahan hidup tidak peduli apa yang terjadi padanya.


Mereka menyimpulkan situasi dengan satu kesimpulan.


"Aku tidak ingin terlibat dalam ini semua."


"Beberapa dari mereka memang manusia, tetapi ada juga beberapa dari mereka yang jelas-jelas bukan manusia. Dan aku tidak menjamin bahwa aku bisa membunuh sesuatu yang dari awal bukanlah manusia.”


"Mengerti. Aku juga tidak ingin terlibat denganmu saat ini juga.”



Suatu suara retak yang luar biasa meledak keluar.


Bahkan setelah menerima beberapa ledakan meriam dari Object dan aktivitas kehidupannya diperlemah pada tingkat sel oleh suhu -50ºC, naga hitam mencoba untuk terus mengamuk sambil berjongkok di tanah.


Yang paling dekat dengan makhluk itu adalah Quenser, Heivia, Zashiki Warashi, Yuki Onna, dan Jinnai Shinobu.


Namun, semua orang yang tersebar di sana melihat apa yang terjadi selanjutnya.


Segaris cahaya tampak menembus dunia tersebut, lantas menghujam ke tubuh naga hitam.


Itu telah ditembakan dari puncak salah satu gunung berbentuk segitiga sempurna aneh yang mirip piramida. Merobek langit, melewati kepala semua orang, dan dengan mudah menikam naga hitam yang masih saja bertahan setelah mendapatkan serangan-serangan sengit sebelumnya.


Makhluk itu bahkan tidak diberi waktu untuk menjerit.


Pancaran cahaya itu dihasilkan oleh sesuatu yang bisa disebut tombak dewa. Cahaya itu membuat naga setinggi 200 m bergulir di sepanjang tanah. Dia bergulung-gulung bersama angin seperti kaleng kosong atau tumbleweed* yang sering dijumpai pada Film Barat tentang koboi. Kamijou hampir saja berada di dalam lintasan cahaya itu, tetapi ia melompat ke sisi dengan sekuat tenaga untuk menghindarinya. Naga hitam terus bergulir tanpa akhir, bergulung-gulung di atas cakrawala beberapa kilometer jauhnya, sampai akhirnya menghilang. Suatu gemuruh rendah mencapai telinga mereka dan ada suatu pilar air naik ke udara (yang tingginya mungkin seperti gunung), sehingga seakan-akan ada sosok yang terbuat dari air di ujung dunia ini. [Tumbleweed adalah tumbuhan di daerah kering yang pecah ketika akhir musim panas, kemudian serpihan tumbuhan ini membentuk suatu bola semak yang bergulir-gulir bersama hembusan angin. Kamus Besar Oxford.]


Suatu muatan listrik berderik lama di udara.


Kamijou Touma menelan ludah, Quenser dan Heivia terjerembab dalam posisi tengkurap, Jinnai Shinobu masih terbungkus es, Anzai Kyousuke dan Higashikawa Mamoru menatap ke langit, dan Nanajou Kyouichirou mulai berpikir bahwa ia harus berhenti mengandalkan kemampuannya yang membuatnya sulit mati walaupun dibunuh dengan berbagai cara.


Mereka semua berbalik menghadap gunung yang jauh, tetapi jaraknya sekitar 2-3 km, tak seorang pun dari mereka tahu siapa atau apa yang berdiri di puncaknya.



"..."


Setelah menghasilkan sejumlah kerusakan yang mengesankan,”gadis itu" diam-diam meninggalkan puncak berbentuk gunung yang begitu rapi.


"Gadis itu" tidak melihat ke belakang.


Armor-nya menghasilkan suara menakutkan karena setiap bagiannya saling gores dan rambut panjang keemasan miliknya menyebarkan aroma bunga lembut dalam arah yang berlawanan.


"Gadis itu" mengajak seorang anak laki-laki pendek sembari "gadis itu" terus berjalan ke tujuannya.



Ini adalah dunia aneh di mana "segala sesuatu" berkumpul.


Ini adalah kisah tentang kesempatan-sekali-seumur-hidup yang bisa memutarbalikan semua kenormalan dan rasa bahaya yang tidak biasa.



Chapter 1[edit]


[Seri Pendahuluan 2]


Satsujin-ki To Deep End


Seorang pembunuh yang metode pembunuhannya mempesona banyak orang dan tidak dapat ditangani dengan penyelidikan normal atau pelaporan normal. Ini adalah kisah yang mengantarkan pembunuhnya menuju kegelapan.

Kamachi Crossover 036-037.jpg



Part 1[edit]


Mereka berkumpul di satu titik aneh pada "bumi kayu" tampak seperti lantai gym yang membentang dan terus menuju ke cakrawala.


Semuanya, yaitu Kamijou Touma, Index, Misaka Mikoto, Quenser Barbotage, Heivia Winchell, Jinnai Shinobu (Status : masih membeku), Zashiki Warashi Yukari, Yuki Onna, Anzai Kyousuke, Higashikawa Mamoru, gadis kelinci, Nanajou Kyouichirou, dan Satsuki.


Mungkin, ini terlihat cukup, tapi sayangnya, Letnan Milinda Brantini alias Putri masih berada dalam Baby Magnum. Sepertinya dia mengalami suatu jenis masalah karena komunikasi terputus dan dia tidak menunjukkan tanda-tanda meninggalkan mesin.


Mereka berkumpul di satu tempat untuk memahami situasi ini, tapi alasan mengapa mereka berkumpul di sana adalah jelas.


Tak peduli apakah seseorang menyebutnya tanah atau lantai, yang pasti, di sana ada suatu lubang berbentuk persegi sempurna dengan sisi sepanjang 1 m.


Kamijou berjongkok dan mengintip ke dalam. Dia melihat tangga kayu yang mengarah ke bawah dan dia pun melihat cahaya lembut yang tampaknya berasal dari beberapa jenis pencahayaan.


Si jabrik berbicara.


"Selamat datang di penjara bawah tanah... aku kira begitu."


Bumi kayu terhampar sejauh mata memandang dan gunung berbentuk piramida nan jauh di sana tampak seperti terbuat dari poligon. Jujur, di manakah tempat ini atau bagaimana mereka bisa terdampar di sini….itu semua masihlah sebuah tanda tanya besar....tapi, jika mereka ingin menyelidiki tempat ini, satu-satunya yang menarik perhatian adalah lubang berbentuk persegi tersebut. Tentu saja, karena tidak ada hal lain yang lebih mencurigakan di hamparan bumi kayu yang terlihat seragam ini.


"Hmm... Sepertinya kita sudah menjadi target suatu pemanggilan, tapi bahkan 103.000 grimoires miliku tidak bisa menentukan sistem pemanggilan apa yang terjadi di sini. Jangan bilang, ini adalah teknik yang hanya bisa diterangkan oleh seseorang pada tingkatan Dewa Sihir.”


"Tunggu," potong Mikoto.”Apa yang gadis ini bicarakan?"


"Bagaimanapun juga, kita harus memerlukan teknik yang sama untuk kembali pulang. Abaikan siapa yang menggunakan mantra ini atau bagaimana dia menggunakannya, kita perlu menyelidiki segala yang kita bisa untuk mempelajari teknik ini."


"Oh tidak. Aku pikir, kemampuannya untuk mengabaikan diriku telah menginfeksinya juga!!”


Quenser dan Heivia terfokus pada sesuatu yang sama sekali berbeda.


"Hei, Sir Knight. Mereka semua adalah kelompok yang terdiri dari pria dan wanita, jadi mengapa kita adalah satu-satunya kelompok yang terjebak di sini dengan beranggotakan cowok semua?”


"Kita punya seorang Putri di sana. Walaupun pertahanannya sedikit kuat.”


"Wow! Sialan kau! Kau hanya akan berdua-duaan dengannya dan meninggalkan aku dalam kesendirian!!”


"Mengeluh tidak akan membantu apa-apa dan kita tidak punya pilihan lain di sini."


"Jadi kita dipanggil ke sini dalam kelompok beranggotakan dua atau tiga orang, kan? Jadi jika salah seorang pria menyalahi aturan itu, tidakkah kau berpikir bahwa kita bisa 'mengambil tempat mereka'….taukah kau apa yang kumaksud?”


"Hah hah! Ide yang hebat! Jadi kau mengatakan kalau kau mati, aku dapat menggandeng 2 wanita cantik dengan kedua lenganku!? Kalau begitu, mari kita lakukan! Ayo, Frolaytia! Atau mungkin, Informasi Aliansi Oh Ho Ho!!”


Ketika Heivia menodongkan pisau perang dan Quenser menjejalkan semacam tanah liat peledak kepada mulut temannya yang hebat itu, gadis kelinci tampak tidak senonoh tersebut mengintip ke dalam lubang persegi, sama seperti yang Kamijou lakukan.


"Suatu benda sebesar ini cukuplah tidak normal, tapi tampaknya, ini adalah benda buatan manusia. Apakah ini semacam reruntuhan? Masuk ke lubang ini tampaknya adalah cara tercepat untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi di sini.”


Mahasiswa Anzai Kyousuke memberikan respon kesal.


"Ya, tapi jika kita masuk ke dalam, sepertinya keselamatan diri kita sendiri tidak terjamin. Kita bahkan tidak tahu apakah ada jendela di dalamnya. Kita akan lenyap jika lampu padam setelah kita berjalan jauh ke dalam.”


Mereka semua saling pandang.


Ini tampaknya menjadi satu-satunya tempat untuk menyelidiki, namun tidak satupun dari mereka ingin masuk.


"Um..."


Orang yang memecah kebuntuan dan mengangkat tangannya sebelum berbicara adalah gadis yang dikenal sebagai Killer Queen.


"Aku mengerti bahwa menyelidiki ke dalam adalah suatu tindakan yang berisiko, tapi bisakah kita benar-benar mengatakan bahwa kita semua akan aman jika terus berada di sini?"


"Mengapa tidak aman?" tanya Mikoto.


Gadis itu menunjuk lurus ke arah langit.


"Itu... apa itu? Akal sehatku menolak penggunaan kata enam huruf yang dimulai dengan 'd'*, jadi aku akan bertele-tele dan menyebutnya reptil hitam besar. Pokoknya, 'makhluk itu' bisa dengan mudah terbang kembali ke sini, bukankah begitu?” [Yang dimaksud kata enam huruf yang dimulai dengan huruf D adalah Dragon = Naga.]


Keheningan tak menyenangkan membuat mereka semua terbungkam.


Tidak semua orang bersedia melawan naga (jika makhluk itu memanglah seekor naga) dan hanya sedikit orang bersedia terjebak dalam ledakan akibat peluru nyasar yang bisa saja ditembakan oleh Baby Magnum. Sebelumnya, mereka bisa selamat berkat seorang penyusup misterius, tapi tak seorang pun tahu apakah hal seperti itu bisa terjadi dua kali. Bahkan, mungkin saja penyusup tersebut akan muncul sebagai musuh.


Keduanya melanjutkan dan tetap tinggal di sini adalah suatu tindakan yang beresiko.


Setelah beberapa pemikiran, Kamijou membuat saran.


"Terlepas dari apa yang ada di dalam, sepertinya, koridornya tidak terlalu luas di bawah sana. Jika sepuluh orang atau lebih menyerbu ke dalam sekaligus, kita hanya akan tersumbat di tengah jalan. Aku tidak ingin berpikir tentang hal itu, tetapi jika bola logam raksasa itu mulai mengejar kita, kita semua akan lenyap hanya dalam satu kali tembakan.”


"Touma, kalau begitu, kita harus tetap tinggal di sini?"


"Tidak. Jika kedua pilihan sama-sama beresiko, aku pikir, kita harus membagi diri menjadi beberapa kelompok, yang mana, satu kelompok masuk ke lubang, dan kelompok lainnya tetap di sini. Secara pribadi, aku lebih suka menanggung risiko dan masuk ke dalam lubang daripada berdiri di sini tanpa melakukan apa-apa. Bagaimana dengan kalian? Apakah kau memiliki suatu keinginan?”


Pertanyaannya tidak mendapat tanggapan.


Akhirnya, Nanajou Kyouichirou menyimpulkan bagaimana perasaan mereka.


"Ikut alur adalah hal yang mudah, tetapi bergerak sesuai dengan kemauanmu sendiri adalah hal yang lebih sulit daripada yang kau pikirkan.”


"Lantas, apa yang harus kita lakukan?"


"Aku sudah bilang padamu: ikut alur adalah hal yang mudah. Jadi, kau lah yang memilih timnya dan kita hanya akan menurutimu. Itu akan lebih mudah. "


Kamijou ragu apakah ide ini akan berkerja dengan baik, tetapi tidak ada yang keberatan. Dan tidak ada seorang pun yang berdebat untuk memutuskan siapa ketuanya.


(Aku tidak sedang menjadi tumbal karena mendapat posisi sebagai pemimpin, kan?)


Ia tidak dapat menghapus keraguannya, tapi ia tidak punya pilihan karena mayoritas orang telah setuju untuk melakukan hal ini.


"Hmm."


Dia menempatkan tangannya ke dagu dan berpikir sejenak. Dia pun memasang wajah serius pada belasan orang yang hadir di sini.


Dia kemudian menunjuk orang-orang yang dipilih sebagai tim pencarian.


Kamijou Touma.


Quenser Barbotage.


Heivia Winchell.


Anzai Kyousuke.


Higashikawa Mamoru.


...


...


...


Setelah dia memilih tim itu, seseorang meraih kerahnya dari samping.


Quenser mendekatinya dengan ekspresi-serius-setengah-mati di wajahnya, ia biasa memasang wajah seperti ini ketika menemukan konspirasi militer sebanyak 300-350 halaman di paruh kedua, Chapter 3.


"(Tunggu sebentar. Taukah kau apa artinya ini, wahai bocah?)"


"Eh? Eh? Apa? Apa???”


"(Kau memiliki wewenang untuk menyusun tim sesuai dengan keinginanmu, jadi, pemikiran bodoh macam apa yang telah merasuki otakmu sehingga kau memilih tim yang hanya berisi pria!? Apakah kau adalah seorang biarawan yang tak boleh kawin atau sejenisnya? Apakah kamu adalah pertapa yang menyingkirkan semua nafsu duniawi!?) "


Darah terpompa ke mata Quenser, sehingga warnanya jadi merah murni.


"(Tidakkah kau paham betapa nikmatnya kesempatan ini? Kau jugalah seorang pria, kau tahu!? Ketika kau dapat memilih timmu sendiri, maka hanya ada satu pilihan! Iya, kan!?) "


Kamijou menata kembali pilihannya.


Index.


Misaka Mikoto.


Zashiki Warashi Yukari.


Yuki Onna.


Gadis kelinci.


...


...


...


(Cengkram!)


"Sekarang, kita semua akan terjebak di sini hanya dengan para priaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!"


"Aku tidak tahu mengapa kau begitu marah!! Ada apa denganmu!?”


Setelah dua anak laki-laki tersebut bergulat sedikit dan saling mendorong wajah lawannya, Mikoto menarik sekeping koin arcade dari saku roknya dan menjentikkan itu ke udara dengan ibu jarinya.


Dia menangkap koinnya ketika jatuh dan membuat suatu saran.


"Ini hanya akan berujung pada kekacauan, jadi bagaimana kalau kita memutuskan dengan menggunakan kepala atau ekor?"


"Suatu lemparan koin, ya? Yaah, aku kira tidak ada yang mempermasalahkan itu.”


"Touma, si rambut pendek tidak akan membuat kecurangan dengan memanipulasi medan magnet, kan??"


"Bfhh? A-a-a-aku tidak akan pernah melakukan itu!!” seru Mikoto.”Kau terlalu khawatir!!"


"Bfhwah!! Index bahkan tidak berbicara denganmu, jadi mengapa kau mencekik aku!?” teriak Kamijou.


Mulai dari sekarang, nasib mereka akan diputuskan oleh koin undian.


Hasilnya adalah sebagai berikut.


Tim Pencari: Kamijou Touma, Misaka Mikoto, Heivia Winchell, Zashiki Warashi Yukari, Higashikawa Mamoru, gadis kelinci, dan Nanajou Kyouichirou.


Tim Siaga: Index, Quenser Barbotage, Milinda Brantini (tidak berada di tempat), Jinnai Shinobu (Status : masih membeku), Yuki Onna, Anzai Kyousuke, dan Satsuki.


Biarawati putih menempatkan tangannya di dagu dan bergumam pada dirinya sendiri.


"Aku merasa seperti sedang ditipu oleh seseorang."


"H-h-hentikan tuduhan tak beralasan itu!!"


Mikoto memerah dan berteriak pada si biarawati, sementara itu, Heivia diam-diam mengepalkan tinjunya.


"Ya! Seorang gadis yang lebih tua dengan bemper monyong dan seorang gadis kelinci! Ini terasa seperti mendapatkan keberuntungan setelah kekalahan beruntun tanpa akhir pada permaianan poker!!”


"Apakah kau yakin bahwa kau harus sebahagia itu?" Tanya Quenser.”Aku merasa, mereka berdua memiliki ketajaman tersembunyi yang berbeda dari Frolaytia.”


Kebetulan, Putri belum meninggalkan Baby Magnum dan mungkin tidak bisa pergi, jadi dia sudah dinyatakan hilang. Jinnai Shinobu juga tidak mampu ambil bagian dalam koin toss karena ia terjebak dalam peti mati es. Yuki Onna sedang meringkuk bersama dengannya sambil meneteskan air liur, tampaknya dia sudah larut dalam kegirangannya sendiri. Dia bahkan mengatakan, "Sekarang aku bisa bersama denganmu untuk selama-lamanya. Eh heh heh heh heh heh heh heh heh.” dia begitu mirip dengan seorang Yandere*. [Yandere adalah tipikal gadis posesif yang akan kehilangan kewarasan jika kekasihnya diganggu.]


Dan dengan itu, akhirnya semuanya telah ditetapkan.



Part 2[edit]


Baterai jam tangan dan perangkat elektronik lainnya masih berfungsi, sehingga mereka tahu waktu. Setelah setuju untuk bertemu kembali dalam waktu dua jam, mereka memulai tur eksplorasi dalam labirin.


"Tapi Touma, tidak mungkin kau dapat menyelesaikan penyelidikan pada reruntuhan ini dalam waktu dua jam."


"Kita hanya harus mencari tahu apakah daerah di sekitar pintu masuk aman untuk dilalui. Setelah itu, kita semua bisa menuju ke bawah dan menggunakannya sebagai markas kita. Bukankah itu lebih baik daripada berkeliaran di sini, di mana tidak ada penghalang sama sekali dan monster itu bisa menemukan kita lagi setiap saat?”


Kamijou Touma, Misaka Mikoto, Heivia Winchell, Zashiki Warashi Yukari, Higashikawa Mamoru, gadis kelinci, dan Nanajou Kyouichirou menuju ke bawah tanah melalui lubang persegi pada lantai kayu.


Mereka menemukan suatu koridor panjang di bawah tangga. Koridornya seukuran lorong sekolah, akan tetapi, lantai, dinding, dan langit-langit, semua terbuat dari kayu dan juga terdapat tikungan yang tak terhitung jumlahnya. Dan bukannya tikungan yang halus, yang ada di sana adalah tikungan-tikungan tajam yang begitu banyak sehingga pada persimpangan terdapat sudut tegak-lurus yang sempurna.


Ada beberapa lampu di langit-langit pada interval yang seragam. Bagian luar lampu tersebut adalah kaca, tapi tidak jelas apa yang terkandung di dalamnya. Benda itu tidak tampak seperti bola lampu atau lampu neon, tapi juga bukan obor atau lampu gas. Itu tampak seperti sekelompok partikel bercahaya atau kunang-kunang yang berkumpul di satu tempat. Secara keseluruhan, mereka menghasilkan cahaya redup yang lembut.


"Aku tidak paham tempat ini."


Heivia pasti tidak menyukai jalan koridor yang dilengkapi dengan tikungan-tikungan rumit tersebut karena ia menarik pistolnya, bukan senapan serbunya.


"Apakah semua ini dibangun untuk mencegah penyusup? Untuk membuat mereka tersesat? Tetapi jika kau hanya ingin membuat mereka buta arah, harusnya dibangun kelokan-kelokan yang berbentuk kurva tidak teratur, itu akan jauh lebih mudah untuk menyesatkan para penyusup. "


"Jangan tanya aku," tambah Zashiki Warashi yang mengenakan yukata merah dengan riang.


"Pokoknya, inilah tangga lain untuk menuju ke bawah. Apa yang harus kita lakukan?”


"Mengapa tidak mencoba untuk menuruninya?"


Saran kasual dari Kamijou menyelesaikan masalah.


Interior di bawahnya tidak berbeda dan sama persis.


"Inilah tangga lain."


"Mari kita coba untuk menuruninya."


Interiornya sama persis.


"Tangga lain."


"Mari kita coba untuk menuruninya."


"Tangga lain."


"Mari kita turun."


"Tangga lagi."


"Turun lagi."


"Tangga."


"Turun."


Setelah beberapa saat, seseorang menyadari sesuatu.


Lebih tepatnya, adalah Nanajou Kyouichirou yang berteriak sambil melihat sekeliling.


"Hei, tunggu! Berapa banyak lantai di bawah kita!? Di mana kita!?”


"Ah."


Kamijou melihat sekeliling lagi, tapi, tentu saja terdapat lantai yan tak terhitung jumlahnya, dan setiap interior lantai bentuknya identik. Tidak ada yang sanggup memberitahu, mereka sekarang berada di lantai ke-berapa.


Mereka dengan panik berlari kembali ke lantai atas, tetapi mereka tidak bisa menemukan tangga berikutnya. Mereka berjalan di sepanjang koridor untuk sementara waktu dan menemukan beberapa anak tangga, tapi mereka tidak tahu apakah ini adalah tempat yang tadi mereka lalui.


"Ini tidak baik," kata Kamijou, terdengar kesal.”Aku bahkan tidak bisa meyakini diriku sendiri sekarang. Aku bahkan tidak yakin di mana tangga turun berada.”


Sementara itu, gadis kelinci memiringkan kepalanya (dengan cara yang tidak pantas disebut lucu).


"Hmm. Apakah tidak ada orang yang menggoreskan sesuatu di dinding, mengikatkan benang pada dirinya sendiri, menjatuhkan remah-remah roti, atau menggunakan perangkat auto-mapping yang praktis?”


"Apakah aku benar-benar terkihat cukup pintar untuk melakukan semua itu?" sembur Heivia padanya.


Namun, Zashiki Warashi menyela pembicaraan mereka.


"Oh? Tapi perangkat genggam yang terikat pada tubuhmu itu, dari tadi berkedip. Maksudmu, benda itu tidak men-download data peta?”


"T-tidak! Ini, um....!!”


"Apa? Kau punya peta militer?” tanya mahasiswa Higashikawa Mamoru.


Kamijou Touma terpaku pada suatu hal lain.


"Maksudmu kau mendapat sinyal di sini!? Ah, sial. Ponselku tidak mendapat sial. Tapi kita masih bisa meminta bantuan dengan alatmu itu, kan!?”


"Tidak, tunggu! Benda ini diisi dengan informasi militer rahasia! Aku tidak bisa membiarkan sembarang orang menyentuhnya!!”


Kamijou dan yang lainnya mengabaikan keluhan Heivia dan merenggut kantong serta pegangan perangkat tersebut. Cahaya transmisi memang berkedip, sehingga ada semacam data komunikasi yang sedang berlangsung.


Bertanya-tanya apa itu, Kamijou mengintip ke arah layarnya.


Benda itu hanya men-download video porno.


"Kenapa!? Betapa sayang!! Bahkan resolusinya begitu tinggi!! Apa-apaan ini!? Durasi videonya hanya 10 menit, namun mengapa ukuran file-nya begitu besar!?”


"Lelaki sejati membutuhkan ini layaknya makanan!... Tidak, tunggu! Jangan membatalkan download-ku, idiot!! Sekarang aku harus menunggu satu jam lagi!!”


"Jangan konyol," kata Zashiki Warashi.”Apakah kau yakin bahwa itu tidak mencoba untuk meneruskan download video haram tersebut?”


"Tidak, dewa download sedang berada di sini hari ini. Perangkatku sedang dalam mood yang baik. Aku...!! Aku menolak untuk menyerah!!”


Heivia berteriak dan menangis sambil mendewa-dewakan beberapa hal, sehingga yang lain memilih untuk mengabaikannya.


Tapi kemudian...


"Hm?"


"Aku bisa mendengar sesuatu. Tapi suara apa ini?”


Kamijou dan gadis kelinci mengerutkan kening ketika suara misterius semakin mengeras secara bertahap. Ada sesuatu yang mendekat, tapi mereka tidak bisa membayangkan benda apa itu. Bukan suara derap langkah kaki, bukan suara kepakan sayap berbulu, dan bukan juga suara ban mobil atau tapak. Yang mereka dengarkan adalah suara seperti es sedang dikerok, tetapi mereka tidak bisa membayangkan apa maksud dari suara ini.


"Ada yang datang," gumam Nanajou Kyouichirou.


Dengan air mata di matanya, Heivia membidikan pistol militer kaliber.50 ke arah koridor.


Zashiki Warashi memiliki kemampuan tidak adil untuk meniadakan semua serangan fisik, tapi dia mendekati tepi koridor seolah-olah mengatakan bahwa ia ingin tidak terlibat dengan semua ini.


Kamijou dan juga Mikoto terfokus pada suara tersebut.


Nanajou Kyouichirou sekali lagi mendesak mereka untuk lebih berhati-hati.


"Ada yang datang! Hati-hati!!”


Mereka berada di dalam penjara bawah tanah yang kompleks dan mereka hanya bisa membayangkan apa yang sedang bergerak mendekat. Pasti ada seseorang yang mendekat dan atmosfir di tempat itu berubah secara bertahap Dan seperti yang telah diperingatkan sebelumnya, sesuatu telah datang. Benda ini datang dari salah satu tikungan-tikungan tajam yang tak terhitung jumlahnya dan menghalang-halangi mereka untuk bisa melihat lebih jauh ke arah koridor.


Dan mereka melihat benda apa itu.


Itu adalah sofa mewah raksasa yang bergerak dengan cepat di sepanjang tanah seperti ice skating.


"Hm?"


"Hm?"


"Hm?"


"Hm?"


"Hm?"


"Hm?"


"Hm?"


Tak satu pun dari mereka tahu bagaimana harus bereaksi terhadap situasi ini.


Bukannya mereka ingin bertemu dengan binatang buas seukuran singa raksasa atau iron maiden* generasi selanjutnya yang bisa bergerak secara semi-otomatis untuk mencari korbannya. Mereka pasti tidak menginginkan hal-hal seperti itu. Tetapi tetap saja. Apakah ini benar-benar mungkin? Apakah musuh mereka benar-benar sesosok sofa yang meluncur dengan cepat? [Baca NT Vol 12.]


Tercengang, Kamijou menggeleng.


"Pasti ada sejenis makna khusus berdasarkan beberapa bagian otentik dari teks, namun, Index seharusnya bisa menjelaskan itu semua dan dia tidak bersama dengan kita! Kita akan memperlakukan ini dengan serius dan kita tidak hanya main-main, tapi adegan ini adalah suatu tragedi yang begitu nyata!!”


"Meskipun kau meratapinya, sofa aneh itu semakin mendekat. Sial, tampaknya beratnya adalah 70-80 kg. Kita tidak bisa menganggapnya enteng. Bukankah ini seperti tertabrak oleh moped*!?” [Moped adalah sepeda motor ringan, yaitu sepeda motor yang kapasitas mesinnya tidak lebih dari 50cc. Kamus Besar Oxford.]


Heivia menarik pelatuk pistolnya berulang kali.


Karena ber-kaliber .50, pistolnya menghasilkan kehancuran yang luar biasa tanpa peluru khusus seperti Dumdum* atau hollow-point*. Seseorang yang tidak peduli tentang perjanjian pelestarian satwa liar bisa membunuh harimau besar dengan hanya satu kali tembakan menggunakan pistol seperti ini. [Dumdum adalah sejenis peluru berujung lembut yang bisa menyebabkan kulit si target jadi robek atau memberikan luka cukup dalam. Kamus Besar Oxford. Sedangkan hollow-point adalah peluru yang pada ujungnya terdapan sejenis lubang.]


Tapi Heivia lupa satu fakta mendasar.


"Huh? Tunggu. Bagaimana mungkin aku membunuh sebuah furniture!? Benda itu tidak memiliki jantung atau tangki bahan bakar!!”


Ledakan terdengar setelah tembakannya bersarang di permukaan sofa, tapi itu sama sekali tidak memperlambat laju sofa tersebut.


"Oh, tidak!" Teriak Higashikawa Mamoru.”Minggir! Jangan tertipu oleh penampilannya! Ini berbahaya!!”


"Ah."


Nanajou Kyouichirou gagal melarikan diri tepat waktu.


Tidak ada seorang pun yang melindungi dia atau mendorongnya keluar dari jalur lintasan. Sebaliknya, mereka tanpa ampun menekankan punggung mereka terhadap dinding.


Sofa itu terbanting pada dirinya.


Tubrukan mengenai bagian bawah lututnya, membuat kakinya terpental dan ia pun terguling. Dia jatuh ke atas sofa dan "musuh" tersebut tidak pernah melambat. Benda itu mempertahankan kecepatannya dan menghilang di tikungan sebelah kanan pada arah yang berlawanan. Dan tentu saja, benda itu menghilang bersama-sama korbannya.


Sampai akhir, situasi ini masihlah aneh.


Tepat sebelum ia menghilang, Nanajou Kyouichirou tampak bermasalah, bukannya ketakutan.


Itu sebabnya Kamijou hanya melihatnya pergi. Membeku di tempat setelah berbalik, ia pun berbicara.


"Apa yang seharusnya kita lakukan?"


"Aku tidak yakin apakah aku harus tertawa atau tidak," tambah Heivia sambil mengangkat bahu dengan pistol di tangannya yang mesih mengepulkan asap.



Part 3[edit]


Untuk Index, Quenser Barbotage, Jinnai Shinobu (Status: masih membeku), Yuki Onna, Anzai Kyousuke, dan Killer Queen, yaitu para anggota Tim Siaga, adalah jelas apa yang harus mereka lakukan terlebih dahulu.


Quenser menunjuk pada senjata kolosal dikenal sebagai Object yang menjulang lebih dari 50 m di kejauhan.


"Mari kita memikirkan cara untuk menghubungi Putri kami. Jika makhluk naga itu muncul lagi, maka akan ada perbedaan besar ketika kita dapat menggunakan Baby Magnum atau tidak."


"Kau mengatakan itu." Anzai Kyousuke mengerutkan kening.”Tapi satu-satunya orang di sini yang tahu tentang radio dan transmisi adalah kau. Aku hanya seorang mahasiswa, jadi aku tidak tahu banyak tentang perangkat keras atau perangkat lunak."


"Tidak perlu khawatir, tidak perlu khawatir. Jika kau seorang mahasiswa, maka kau sama seperti aku. Bahkan, kau berada di atas aku jika kau memang berasal dari perguruan tinggi. Hubungan antara gelombang radio, pantulan gelombang, batang vertikal, material penyusun, adalah hal-hal populer yang dipelajari di jurusan perkuliahan akhir-akhir ini, bukankah begitu? Jadi, bantu aku sekarang.”


"Ini percuma saja. Ada sesuatu yang salah dengan standarmu.”


"Eh? Tapi ini tidak berbeda dari antena TV yang biasa kau lihat di atap rumah.”


"Apapun itu, ini bukanlah sesuatu yang bisa kau lakukan 'saat kau mengalaminya', ini seperti mendapatkan lisensi mengajar. Dapatkah orang lain membantu?”


Anzai melihat sekeliling, tapi Yuki Onna dengan wajah begitu girang, hanya menggosok-gosokan pipinya pada peti mati es dimana Shinobu membeku di dalamnya. Index menggumamkan sesuatu yang begitu berbahaya: "wah, ada serut..." Satsuki membuat suasana jadi 120% lebih berbahaya dengan mengatakan, "Aku tidak punya banyak rincian pengetahuan selain anatomi tubuh manusia.” Situasi ini cukup tragis untuk membuat Anzai bertanya-tanya apakah orang-orang di sini bisa dimintai pertolongan. Dia merasa seperti berada di taman kanak-kanak.


"Radioku tampaknya bekerja tanpa masalah."


Quenser mengotak-atik perangkatnya sembari mendekati Baby Magnum, sehingga anggota lainnya memutuskan untuk mengikutinya.


"Itu berarti, masalahnya mungkin ada di ujung Baby Magnum."


"Bagaimana cara kita memeriksa itu?" tanya Anzai Kyousuke sambil memiringkan kepalanya dengan sangat.


Mesin setinggi 50 m, tubuh utamanya berbentuk bola. Benda itu memiliki perangkat-propulsi-listrik-statis yang melekat di bagian bawah dan berbentuk Y terbalik. Ada juga tujuh senjata dilengkapi dengan tujuh meriam utama yang diperpanjang dari sendi belakang. Bagi manusia lemah yang tingginya kurang dari 2 m, bahkan memanjat benda itu adalah pekerjaan sulit.


Benda itu adalah gumpalan besar baja yang padat. Mungkin saja, seseorang harus menguras habis tambang besi untuk membuat benda sebesar itu.


Killer Queen mengalihkan tatapannya dari tubuh utama berbentuk bola, menuju ke sekitar seratus-meriam-berbagai-jenis yang menjulang ke segala arah.


"Di mana antenanya?"


"Ini adalah jenis khusus, tapi panel armor dan laras meriam juga berfungsi sebagai antena tambahan. Anggap saja, setiap meriam memiliki beberapa kamera pengintai, sensor, dan radar.”


Menghadapi alat perang sungguhan, pembunuh dari negara damai tersebut menyimpulkan bahwa akan lebih baik baginya untuk menyerah dalam memahami spesifikasi monster itu.


Kemudian, dia mengajukan pertanyaan lain.


"Apakah ada suatu hal spesifik yang bisa kami bantu?"


"Aku ingin beberapa saran tentang cara untuk memanjat benda ini."


Dia mendengar suara seperti cambuk yang dihentakkan di udara. Suara itu datang dari Satsuki. Sesuatu seperti sabuk hitam muncul dari tangannya. Itu adalah cincin karet yang bekerja jauh lebih baik daripada ban sepeda. Salah satu ujungnya melilit meriam utama yang panjangnya bagai jembatan di atas kepala mereka.


Sebelum mereka mengeluarkan komentar, Killer Queen menggerakan tangannya lagi.


Muncul lebih banyak sabuk karet dan melilit tubuh Quenser, Anzai Kyousuke, dan yang lainnya di bawah.


"Ap-...?"


Tidak ada waktu untuk protes.


Setelah jeda singkat beberapa saat, karet yang tadinya mengikat erat, kini melepas semua anggota tim sehingga bisa kembali normal. Ini mirip dengan cara kerja ketapel. Keenam orang (salah satu dari mereka berada di dalam peti mati es) terbang ke udara.


Mereka naik 50 m ke angkasa dalam waktu hanya sekitar 1,3 detik.


Quenser merasakan sensasi tak menyenangkan, seakan-akan telinganya tersumbat.


"Ugweh!!"


Hal berikutnya yang dia tahu, dia sudah berdiri di atas salah satu dari tujuh meriam utama.


Dia melihat sekeliling dengan bingung, tapi Satsuki berbicara kepadanya dengan mata tenang.


"Sekarang, lakukan penyelidikanmu."


"Adalah hal yang jarang ketika aku bertemu dengan seorang wanita yang lebih berbahaya daripada komandan kami," gumamnya sembari jogging di sepanjang meriam yang mirip jembatan besi.


Dia berjalan ke pangkal meriam. Dia memiliki suatu toolbox genggam sederhana seperti pisau multi-fungsi, sehingga ia tidak bisa menggunakannya untuk membongkar dan menyelidiki peralatan militer yang sensitif.


Tapi setelah menyentuh dan menyelidiki sensor penargetan meriam utama dengan tangannya, dia mampu mencapai suatu kesimpulan.


"Kamera dan sensornya bekerja. Mereka terfokus pada gerakanku.”


"Maksudnya apa?"


"Kita tidak punya waktu untuk memeriksa semua antena dan sensor. Jika aku melakukannya sendirian, itu akan benar-benar memakan waktu satu bulan. Tetapi jika orang-orang di sini bekerja sama, itu mungkin bukan masalah hardware. Kau bisa mengatakan bahwa sistem kabel di dalam benda ini seperti jaring laba-laba atau dibuat agar bekerja secara pararel atau sejenisnya, tapi tidak berarti jika kita memutuskan kabel-kabelnya, sinyalnya akan masuk. Dalam hal ini, apakah ini adalah masalah internal? Dengan kata lain, suatu masalah pada software-nya?”


"Kau masih belum menjawab tentang apa arti dari semua ini."


"Aku tidak dapat menentukan penyebab atau menemukan cara untuk memperbaikinya. Dengan perangkat genggam yang aku punyai saat ini, akan menghabiskan waktu berhari-hari untuk memindai sejumlah besar skrip kontrol dalam Object. Ditambah lagi, Aku bukanlah seorang spesialis pemrograman.”


"Jadi, tidak ada yang bisa kita lakukan?" tanya seorang Anzai Kyousuke dengan nada kesal.


Satsuki memiringkan kepalanya.


"Bisakah kau membuka lubang palkanya dari luar?"


Quenser mengangkat bahu setelah mendengar itu.


"Seorang tentara maintenance resmi pasti tahu bagaimana caranya, tapi metode tersebut adalah rahasia. Mereka tidak akan memberitahu mahasiswa medan perang tentang hal itu.”


Jelas demikian, tetapi memiliki senjata yang bisa menahan bom nuklir tidak akan berarti apa-apa jika sembarang orang bisa membukanya. Akan menjadi masalah jika benda ini bisa ditendang, kemudian terbuka layaknya kunci sepeda.


"Jadi apa artinya? Apakah kita terjebak?”


Anzai meletakkan tangan di atas matanya dan menatap ke kejauhan. Dia mungkin khawatir karena naga itu bisa saja kembali. Beberapa gunung memotong pemandangan mereka dari cakrawala, tapi itu semua berbentuk piramida sempurna.


Index pasti sudah lapar karena dia telah kehilangan energi, tapi dia mengucapkan sesuatu.


"Tidak bisakah kau melambaikan tanganmu, daripada menggunakan 'radio' itu?"


"Melambaikan tanganku?"


Quenser mengerutkan kening, sehingga Index merentangkan tangannya lurus sempurna dan kemudian menekuknya ke sudut sebelah kanan.


Dia akhirnya menyadari apa yang si biarawati maksud.


"Semaphore*?" [Semaphore adalah metode pengiriman pesan dengan memanfaatkan gerakan lengan, bendera, ataupun tongkat dalam posisi tertentu. Biasanya, gerakan-gerakan kode ini berdasarkan bentuk-bentuk alphabet, sehingga orang lain bisa memahami kalimat apa yang ingin diucapkan oleh si pemberi kode. Kamus Besar Oxford.]



Part 4[edit]


Kamijou dan yang lainnya mencari di sana-sini.


Nanajou Kyouichirou telah diculik oleh musuh-berbentuk-terlalu-aneh, tak lain dan tak bukan adalah sofa yang bergerak dengan begitu cepat, tetapi mereka menemukannya di suatu kamar, di lantai bawah tanah yang sama.


Dia tampak bingung dan poninya berantakan seperti pelawak fisik yang menjadi korban lelucon: 'Pergilah untuk menunggu di ruang ganti sebentar!' → Lantai membuka dan perangkap terungkap → Perjalanan menyusuri tempat yang curam*. [Ya, ini pastilah semacam lelucon yang hanya bisa kita pahami jika sering nonton acara komedi di TV Jepang.]


"Eh? Eh? Ap-apa? Apa yang terjadi?”


"Oh, aku kira dia masih hidup."


Komentar yang mengejutkan dan kejam itu berasal dari Mikoto.


Kamijou Touma, Heivia, dan Higashikawa Mamoru tidak berbicara sepatah kata pun. Mungkin karena fakta bahwa mereka telah gagal untuk menyelamatkan dia. Ini dikarenakan yang diculik bukanlah seorang gadis cantik.


Zashiki Warashi melihat apa yang ada di sekitar ruangan tersebut. Bocah Nanajou itu duduk lemas dengan kedua kakinya runtuh ke samping, tapi ruang tersebut juga berisi tanda pemberhentian bus, sejenis patung gajah yang biasa ditempatkan di depan toko obat, patung Jizou*, dan Shigaraki ware tanuki* raksasa. [Jizou, baca NT 8.] [Shigaraki ware tanuki adalah suatu kerajinan dari daerah Shiragaki, Jepang yang terbuat dari batu. Bentuknya adalah patung-patungan, namun banyak juga yang berupa guci. Yang paling populer adalah kerajinan berupa patung Tanuki. Tanuki adalah sejenis rakun. Wikipedia Bebas.]


"Apakah kau pikir bahwa ini semua sudah diatur? Segala sesuatu yang menyentuh sofa tersebut akan dibawa ke sini?"


"Kamu bercanda. Jadi tempat ini seperti ruangan kegagalan pada peta yang penuh dengan titik-titik menyesatkan atau sabuk conveyer? Kau tahu, tak perduli dimana pun berada, orang-orang akan dikirim kembali ke tempat ini. Itu berarti, kita akan sering mengunjungi tempat ini.”


Kamijou terdengar kesal, tapi menyerah tidak akan memperbaiki situasi.


Mereka tahu bahwa mereka tidak akan menemukan informasi penting atau fasilitas di dekat ruangan kegagalan. Tapi mereka merasa bahwa mereka harus memeriksa setiap hal di balik pintu-pintu ini.


Gadis kelinci mengajukan suatu pertanyaan pada Heivia.


"Apa yang kamu pikirkan?"


"Seperti kelihatannya."


Ruangan ini berisi satu meja, beberapa kursi ditempatkan secara tidak teratur di sekitarnya, dan terdapat cukup piring dan cangkir untuk beberapa orang. Salmon panggang dan kentang yang disajikan pada piring sudah dingin, tetapi sepertinya hidangan-hidangan itu sudah dimakan sebagian.


"Tempat apa ini sebenarnya?"


Higashikawa Mamoru berbicara dari pintu, dan dia tidak memasuki ruangan tersebut.


"Jika kita berada di suatu reruntuhan kuno, aku mungkin berpikir tempat ini adalah kuburan raja atau sejenisnya, tapi terlihat jelas bahwa di sini pernah dihuni oleh beberapa orang. Apakah ini adalah semacam tempat untuk berlindung?”


"Tidak ada cukup bukti untuk mengetahui itu dengan pasti. Dari apa yang kita tahu, mungkin ini adalah ruangan untuk penjaga makam.”


Mereka memeriksa pintu lain di dekatnya dan mereka pun menemukan kamar yang lebih aneh. Pada pandangan pertama, ini seakan tak masuk akal.


Contoh keanehannya adalah, satu ruangan hanya berisi tiga peti harta karun raksasa yang berbaris secara berturut-turut. Zashiki Warashi mendesah dan berbicara.


"Mungkin dugaanku tidak tepat, tetapi apakah kau pikir ada pedang baja dan armor baja di dalamnya?”


"Aku malah merasa bahwa benda-benda ini sengaja ditempatkan agar terlihat seperti itu, namun di dalamnya mungkin ada pegas, sehingga ketika kotaknya dibuka, mungkin akan ada sesuatu yang menerkam kita.”


Contoh keanehan lainnya, suatu ruangan berisi peralatan kasino yang sudah ditelantarkan seperti meja poker dan slot mesin. .


"Hei, mungkin keberuntungan kita akhirnya kembali. Mungkin tidak ada poker atau rolet di sini, tapi sepertinya kita bisa memainkan mesin slot-nya tanpa dikathui siapa pun di sini.”


"Jangan. Benda-benda ini hanya akan mencurangi kita dan memakan segala sesuatu yang sudah kita dapatkan. Lihat, tidak ada tanda-tanda bank atau save-point di mana pun!”


Contoh lainnya, suatu ruangan berisi kamar mandi besar yang hanya terdapat mulut pipa menggantung turun dari langit-langit, seperti yang sering terlihat di penjara atau kolam sekolahan.


Cengkram!!


"(Hei, bocah. Berdasarkan standar yang ditetapkan oleh seluruh umat manusia, kita tak mungkin hanya melewatkan benda-benda ini, kan!?) "


Heivia mencengkeram kerah Kamijou dan memulai beberapa pembicaraan langsung dengan ekspresi yang sama ketika ia mendapatkan sekitar 350-400 halaman dokumen peperangan.


"(Gadis lebih tua yang mengenakan kimono dan gadis kelinci jelas-jelas menyembunyikan tubuh yang benar-benar molek di bawah balutan pakaian mereka, jadi, apa yang seharusnya para pria harapkan ketika gadis-gadis itu melewati suatu kamar yang dilengkapi dengan shower? Iya, kan!? Kau tahu apa yang aku maksud, kan!?)"


"Setelah semua yang telah kita lihat, tidakkah ini terlihat seperti perangkap bagimu? Ubinnya berwarna merah muda dan dinding-dinding itu terbuat dari kaca yang percuma, jadi, tempat ini sungguh-sungguh mencurigakan!”


"Berhentilah berusaha sok pintar, tolol! Aku sudah tahu bahwa kau sama seperti aku, jadi, pasti ada saat-saat ketika kau tahu ada sesuatu yang palsu namun masih membuat orang setuju untuk menganggapnya tidak aneh. Misalnya, seorang gadis di kelasmu mengatakan bahwa dia akan menunjukkan payudaranya jika kau memecahkan 30 buah genteng dengan menggunakan jidatmu, maka kau akan terus melakukannya sampai kepalamu berubah menjadi serpihan daging segar, bukankah demikian!?”


"A-Aku... Kamijou Touma tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan."


"Ketika pilihannya adalah melakukannya dan menyesal atau urung melakukannya dan menyesal, kita adalah orang-orang yang meliuk-liuk dan menerobos diantara gunungan pagar pembatas!! Jadi, berhentilah ragu-ragu! Mungkin ini terdengar klise dan mungkin ini tampak konyol, tapi kita harus tetap berpegang teguh pada prinsip klasik: coba-dan-buktikan. Maka, kita harus melihat adegan showeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrr!!”


Seseorang meraih tengkuk Kamijou dan Heivia dan mengangkat mereka seperti di permainan crane*. [Permainan crane adalah permainan mengambil boneka di dalam etalase kaca yang sudah umum di game center dan supermarket.]


Itu adalah Zashiki Warashi, yaitu makhluk yang memiliki kekuatan besar, disamping itu dia juga bisa mengabaikan semua serangan fisik.


Dia melemparkan dua anak laki-laki tersebut ke dalam kamar mandi dan memutar keran berbentuk roda di dinding, sehingga semprotan air yang dingin turun dari langit-langit.


Kemudian giliran Misaka Mikoto.


Suatu tegangan listrik luar biasa melonjak dari poninya dan badai listrik berwarna putih kebiruan menyelimuti kamar mandi.


"Fwa ha ha ha ha! Apakah hanya ini? Ini seperti hadiah untukkuuuuuuuuuuuu!!”


"Tunggu! Aku! Stop! Apes deeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhhh!”


Ketidakmampuannya untuk protes semakin melengkapi kemalangannya.


Tidak ada yang menunjukkan kekhawatiran pada dua anak laki-laki yang kakinya berkedut seperti katak dalam percobaan sains (bahkan jika salah satu dari mereka telah difitnah berpikiran mesum).


"Kurasa, setiap kamar di sini adalah perangkap, termasuk ruangan yang berisi hidangan-setengah-dimakan," kata Mikoto dengan napas jengkel.”Bagaimanapun juga, andaikan saja ini adalah hari ketiga atau keempat kita melakukan eksplorasi, kita akan mulai membenci satu sama lain dan bahkan berkelahi untuk mendapatkan secangkir air. Kau mungkin khawatir tentang adanya racun pada makanan yang tak tersentuh itu, tapi kau mungkin benar-benar menganggap hidangan-setengah-dimakan itu adalah makanan yang aman dikonsumsi.”


"Dan kita tidak benar-benar tahu apakah mereka memakan hidangan itu, atau hanya mengorek-oreknya dengan menggunakan pisau dan garpu,” tambah si gadis kelinci.


Entah kenapa, dia terdengar sangat, sangat senang tentang hal itu dan Higashikawa Mamoru tampak terganggu oleh tingkah si gadis kelinci.


"Jadi bisa kita mengabaikan semua kamar di sekitar sini?" tanyanya.


Nanajou Kyouichirou melanjutkannya.


"Yah, kita berada di dekat ruangan dimana sofa aneh itu membawaku. Ya, mereka pasti sedang mengumpulkan semua penyusup di suatu lantai, pada suatu titik tertentu, itu sepertinya bisa membuat mereka merasa lebih nyaman, dan kemudian, setiap kamar di sekitar sini memiliki perangkap. Siapa pun yang tiba-tiba dibawa ke sini, pasti akan mulai melakukan pencarian di sekitar mereka untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, jadi jika semua jalur yang ada di sini berakhir pada jalan buntu, tempat ini adalah tempat yang begitu kejam.”


Dengan begitu, mereka melanjutkan perjalanan sembari mengabaikan pintu yang tak terhitung jumlahnya.


Tetapi bahkan jika mereka tahu sejumlah perangkap sudah dipersiapkan, mereka masihlah tidak punya ide tentang apakah makna dibalik struktur bangunan raksasa buatan manusia ini.


Mereka mengira bahwa akan ada semacam lambang keluarga seperti kuburan raja yang biasa ditemukan di piramida.


Kamijou melihat sekeliling dan berbicara.


"Setelah kita melihat sampai sejauh ini, tempat ini terlalu besar jika dibangun hanya dalam kurun waktu satu tahun. Dan tak seorang pun tahu seberapa lama proses pembuatan bangunan ini. Dari sudut pandang keuangan dan sudut pandang usaha, mereka pasti memiliki alasan dibalik pembangunan struktur bangunan yang sepertinya memerlukan tenaga orang satu negara ini.”


Setelah perjalanan sekitar seratus meter menuju ke arah yang tak tentu, barisan pintu mulai berkurang. Pada koridor, mulai terlihat lagi tikungan-tikungan bersudut dan tidak ada pintu-pintu ataupun tangga di sana.


Mulai timbul rasa cemas di benak mereka sembari melalui koridor-koridor yang tak kunjung berakhir.


Mereka khawatir bahwa mereka akan menemukan jalan buntu dan harus berjalan sepanjang jalan yang telah mereka lalui untuk kembali.


Namun, ketakutan itu terbukti salah.


Koridor yang sangat-sangat panjang itu menuju ke suatu pintu tebal tunggal. Pintu itu jelas-jelas berbeda dari pintu-pintu yang telah mereka lewati sebelumnya.


Kamijou menatap dan berbicara.


"Kita tidak membutuhkan Gold Key khusus atau Silver Key untuk membukanya, kan?"


"Jika memang memerlukan benda seperti itu untuk masuk, aku selalu bisa menembak gembok atau engselnya, kok. Apapun masalahnya, kita bisa membuka pintu ini dengan segera.”


Si pria berambut runcing meraih kenop pintu.


Dia takut mendapatkan sengatan listrik bertegangan tinggi begitu ia memutarnya, tapi itu tidak pernah terjadi.


Kenop pintu bisa diputar dengan mudah dan pintu tersebut terbuka ke dalam.


Dan di dalamnya, mereka menemukan...


"Apa…....ini?"



Part 5[edit]


Tinggi “sinonim perang” itu adalah lebih dari 50 m dan bisa menahan hantaman senjata nuklir secara langsung. Generasi Pertama Baby Magnum dari Legitimacy Kingdom’s 37th Mobile Maintenance Battalion*, di dalam sana, ada seseorang bernama Milinda Brantini alias Sang Putri, dia adalah seorang gadis dengan rambut pirang pendek yang mengenakan setelan ketat khusus. [Diterjemahkan : Batalyon Pemeliharaan Bergerak ke-37 milik Kerajaan Berkuasa.]


Sistem kontrolnya adalah: delapan tuas dalam berbagai ukuran, beberapa ratus buah tombol, dan bahkan kacamata khusus untuk melacak gerakan mata si Putri. Orang normal tidak akan bisa mengemudikan benda itu, bahkan mereka tidak akan tahu bagaimana cara duduk di sistem kontrol dengan benar. Tapi itu tidak mengherankan, mengingat tidak adanya desain yang optimal untuk kokpit antarmuka Object dan itu hanyalah satu-satunya. Sang Putri dengan bebas bisa mengendalikan Baby Magnum, tapi bahkan dia pun harus menyerah jika dia disuruh mengemudikan Object lain.


Itu juga merupakan tempat yang paling nyaman baginya (meskipun beberapa orang menyangka bahwa benda itu sudah dirancang agar si Putri berpikiran demikian). Sementara kebanyakan orang akan berpikir bahwa ruang kokpit bagaikan kamar tidur atau kamar mandi baginya, atau lebih tepatnya sebagai tempat untuk bersantai, si Putri akan langsung berpikir bahwa kokpit sebagai senjata yang mematikan.


(Hmm.)


Dia menarik minuman energy, ham dan sandwich berisi salad kentang dari kulkas mini pada kokpitnya dan berpikir dalam benaknya sendiri dengan riang.


(Masih 300 detik lagi sampai sistem komunikasi tersambung. Tapi hal apa yang menyebabkan ini semua? Ini dilindungi terhadap gelombang elektromagnetik, sehingga suara atau gelombang listrik seharusnya tidak merusak perangkat lunaknya.)


Data dari ratusan kamera dan sensor dikumpulkan, windows kecil yang tak terhitung jumlahnya terbuka pada monitor di depannya, dan itu semua menampilkan bar yang menunjukkan sistem recovery. Layaknya gelembung di permukaan air, jendela akan menghilang segera setelah mereka muncul, tetapi jumlah keseluruhan berkurang secara bertahap. Ini berarti, Baby Magnum bukanlah suatu peti mati raksasa yang terbuat dari logam; benda ini benar-benar akan pulih seiring waktu berlalu.


Dan juga, semua radar presisi tingkat tinggi dan sensor dari Baby Magnum telah menuntun pada suatu temuan tertentu, tapi dia tidak mungkin menginformasikan yang lainnya tentang temuan ini.


Komunikasinya terputus dan dia tidak melihat cara untuk bisa pergi dari benda ini.


Dia tidak memiliki claustrophobia* dan mampu dengan riang makan sandwich-nya karena ini adalah tempat di mana dia biasa tinggal. Dia memiliki banyak cadangan air, makanan, dan oksigen untuk saat ini, sehingga dia tidak perlu khawatir akan kelangsungan hidupnya. [Claustrophobia adalah rasa takut tak beralasan pada tempat-tempat yang sempit. Kamus Besar Oxford.]


(Mungkin aku harus bermain golf di perangkat genggamku. Aku ragu bahwa aku bisa memperbaiki skor lagi, meskipun begitu.... Hm?)


Dia melihat sesuatu di luar.


Quenser Barbotage, yaitu seorang anak laki-laki dengan lambang 37th Mobile Maintenance Battalion yang melekat di bahunya, melambaikan tangannya dengan cara yang sistematis. Pada awalnya, itu adalah suatu pengkodean yang terlalu primitif bagi si Putri, sehingga dia tidak tahu apa artinya, tapi program berpresisi tinggi mampu menerjemahkan pemandangan yang dilihatnya menjadi kata-kata yang bisa dengan mudah dipahami si Putri.


Quenser menggunakan semaphore militer ala Legitimacy Kingdom.


Pesan sederhana itu berisi pertanyaan apakah si Putri bisa mendengarnya.


(Semaphore, hm?)


Putri menggunakan senjata meriam utama di sebelah kiri dan membuat gerak tubuhnya sendiri, tapi...


"Dia tidak akan mengerti."


Dia mencibirkan bibirnya sambil menyeruput minuman energy melalui sedotan.


Bukan masalah pergerakan. Quenser dan yang lainnya tidak akan bisa melihat gerakannya dengan benar dari atas Baby Magnum. Jika ada seekor serangga kecil pada wajah manusia, maka serangga itu tidak akan mampu mendeskripsikan raut wajah orang yang dihinggapinya.


Tapi sang Putri tidak pernah berpikir sejauh itu.


Ketika situasi tidak membaik bahkan setelah dia melakukan beberapa upaya semaphore, ia pun jadi sedikit kesal.


(Kode A. Aku memerlukan beberapa jenis kode lainnya.)


Dia mengetuk jari telunjuknya pada konsol kontrol, tapi...


(Kanan. Kode Morse. Itu lebih sederhana dan dapat dipahami oleh siapa pun!)



Dan...


Raungan luar biasa mendorong Quenser dan yang lainnya dari kaki saat mereka berdiri di meriam utama yang seperti jembatan.


"Abah! Ababah! Abababababababababah!?”


Biarawati berwarna putih bersih bernama Index memberikan ekspresi wajah yang tak akan dia tunjukan pada Kamijou Touma.


Setidaknya, Quenser sudah terbiasa dalam berperang, tapi bahkan demikian, ia merangkak dan memegang telinganya.


"Sialan! Apa yang sedang terjadi? Apakah dia melawan musuh lain di suatu tempat!?”


"S-Sepertinya tidak begitu," kata Killer Queen sembari dia meringis dan melihat sekeliling.


Sementara itu, tembakan meriam skala besar terus terjadi.


Dengung kebisingan dan gelombang kejut cukup untuk menggoyang isi tengkorak manusia, tapi secara mengejutkan, ini benar-benar efek meriam terkecil dalam repertoar* Object [Sejatinya, repertoar bisa diartikan sebagai daftar yang berisi lagu, judul sandiwara, ataupun opera yang akan disajikan dalam suatu pementasan. Namun di sini, repertoar juga bisa bermakna “daftar senjata-senjata” yang dimiliki oleh Object milik si Putri.]


Mahasiswa Anzai Kyousuke gemetaran sambil bertahan pada permukaan logam, namun ia masih berhasil berbicara dengan Quenser. Meski begitu, ia tampak ragu suaranya bisa didengar karena gemuruh ledakan begitu kencang.


"Hei!! Hal ini terjadi!! Tepat setelah semaphore darimu!! Bukankah begitu!?”


"Y-ya. Bagaimana menurutmu!?”


"Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi aku punya perasaan bahwa ini tidak akan berakhir sampai kau memberitahu orang yang mengendalikannya untuk berhenti. Cepat lakukan semaphore-mu lagi! Cepat!!”


Quenser mencoba untuk berdiri kembali, tetapi ledakan besar lain menjatuhkannya lagi. Ini adalah getaran yang melampaui daya upaya dan fokus seseorang. Kebisingan mengguncang telinga batinnya secara fisik.


Tapi...


"Eh heh heh. Eh heh heh heh heh. Aku tidak yakin bagaimana harus mengatakannya, tapi kebahagiaan tidak akan berhenti.”


Yuki Onna menekankan tubuhnya terhadap peti es (yang berisi Jinnai Shinobu layaknya permen yang berisi ulat di dalamnya) dan dia menggunakan kemampuan Youkai-nya untuk mengabaikan semua serangan fisik. Dia melakukan ini agar bisa terus bersenang-senang walaupun berada di tengah-tengah kebisingan.


Dan itulah sebabnya dia menyadari sesuatu.


"Huh? Aku pikir kebisingan ini memiliki suatu pola tertentu.”


Yang lain akhirnya menyadari titik-titik dan garis kode Morse. Mereka pun menyadari bahwa si Putri sedang mencoba untuk memberitahu mereka sesuatu hal.



Part 6[edit]


Tidak ada jendela.


Empat sisi dinding dipenuhi dengan monitor dan konsol kontrol. Partisi* transparan melintang di dekat pusat ruangan. Itu tampak seperti papan berwarna putih transparan dan di sana menampilkan titik putih yang tak terhitung jumlahnya dengan makna yang tidak jelas. [Partisi di sini bermakna suatu pembatas mirip dinding. Namun tidak terbuat dari bata dan semen, melainkan semcam papan.]


Ada satu meja di tengah-tengahnya.


Sesuatu seperti peta tersebar di atasnya, tetapi mereka tidak pernah melihat sistem tulisan yang digunakan di atas peta tersebut.


"Tunggu, apakah kita benar-benar dihadapkan dengan kesulitan dalam hal bahasa asing? Maksudku, kita bahkan tidak tahu bahasa apa yang kita gunakan untuk berbicara satu sama lain.”


"Eh? Apa itu? Ada beberapa statis aneh dan aku tidak bisa mendengarmu sama sekali.”


Banyak pipa logam bergerak dari langit-langit dan dinding, tetapi tampaknya itu tidak mengalirkan air atau uap. Zashiki Warashi membuka dan menutup penutup berbentuk lingkaran yang terpasang ke bagian-bagian benda tersebut yang menyerupai bel terompet.


"Tabung pembicara? Aku tidak yakin apakah tempat ini berteknologi tinggi atau berteknologi rendah.”


Tabung pembicara adalah perangkat yang dapat memungkinkan orang di lokasi terpisah berbicara satu sama lain dengan menggunakan prinsip yang sama seperti stetoskop. Itu tidak mirip dengan prototype dari jaringan telepon internal.


Ujung tabung pembicara ditempatkan dalam dinding, sehingga semuanya tampak seperti satu perangkat raksasa mirip pipa organ.


"Apakah ruangan ini adalah inti dari seluruh ruangan bawah tanah?" Mikoto berspekulasi.


Kamar tak terhitung jumlahnya yang diisi dengan perangkap mungkin adalah perwujudan dari usaha gagal untuk mencegah mereka sampai di tempat ini.


Tapi...


"Apa ini?" gumam Kamijou Touma.


Mereka semua pasti merasakan hal yang sama. Semua perangkat di ruang tersebut sangatlah khusus. Atau lebih tepatnya, itu adalah campuran dari teknologi tingkat tinggi dan teknologi tingkat rendah. Jadi ini tidak tampak seperti evolusi teknologi permesinan yang wajar. Sehingga, sulit dikatakan untuk tujuan apa ini semua dibuat. Namun, diantara semua tanda tanya itu, ada satu clue yang terlihat begitu mencolok.


Itu terletak tepat di sebelah meja pusat yang di atasnya dipaparkan suatu peta.


Suatu tumpuan berbentuk persegi naik ke ketinggian di antara pinggang dan dada Kamijou. Benda itu tampaknya begitu sempurna untuk meletakan patung kepala sekolah atau patung yang jelek, tapi sepertinya benda itu tidak diciptakan untuk tujuan demikian.


Yang ada di sana adalah sesuatu yang lain.


Tertempel di dekat sisi bagian atas adalah suatu benda berbentuk roda logam yang berukuran sekitar 50 cm. Ada batang lurus yang ditempatkan di sekitarnya dengan interval yang seragam, sehingga benda tersebut terlihat mirip seperti jeruji sepeda atau mungkin irisan pizza.


Bahkan jika mereka tidak pernah menyentuh benda seperti itu sebelumnya, mereka mungkin pernah melihatnya di TV ataupun foto.


Zashiki Warashi ber-yukata merah menamai benda itu.


"Suatu roda kemudi kapal?"


"Tunggu sebentar."


Heivia melihat sekeliling lagi.


Belum cukup dengan banyaknya monitor dan konsol, ruangan tersebut memperluas tampilan data pada partisi transparan yang membagi ruangan. Dia memandang pada titik-titik cahaya yang tak terhitung jumlahnya dan berbicara.


"Kalau dipikir-pikir, tempat ini begitu mirip seperti ruang pusat komando kapal perang."


Jika ada ruang kontrol dengan roda kemudi kapal, maka kemudi itu pasti terhubung pada sesuatu.


"Apakah itu berarti kita tidak sedang berada di bawah tanah?" gumam Kamijou dengan syok, "Kita berada di suatu kapal yang super besar?”



Part 7[edit]


Ketika si Putri tidak mampu memahami dimana lokasinya berada (karena dia tampaknya sedang "diterbangkan" ke suatu tempat), dia memastikan untuk sesegera mungkin menggunakan sensor masif Object untuk memindai pemandangan di sekitarnya.


Tak lama kemudian, dia mencapai suatu kesimpulan.


Bahkan dari ketinggian 50 m, ia masihlah berada di atas lantai kayu aneh yang terhampar sampai ke cakrawala. Namun, hamparan lantai kayu tersebut memiliki ujung atau tepi. Kanan-kiri-depan-belakang dan semua sudut diantara keempat mata angin tersebut dikelilingi oleh air dan pegunungan berbentuk seperti piramida yang telah ditempatkan di sana menurut suatu aturan tertentu.


Yakni, aturan disain siluman yang sanggup secara drastis menurunkan penampang melintang dari suatu radar.


Sama halnya seperti kapal tempur siluman jadul, kapal ini memiliki sosok yang sepertinya dibangun dari origami.


Bukannya main-main, panjang kapal ini secara melintang adalah 45 km, namun perangkat apapun yang diukur dengan menggunakan gelombang radar hanya akan menampilkan suatu titik dengan ukuran yang tak berbeda dengan ikan teri. Jika Baby Magnum tidak menggunakan gabungan dari beberapa metode, mungkin akan tertipu juga. Rincian dari teknologi siluman ini masihlah sebuah misteri karena bahkan Legitimacy Kingdom tidak sanggup menganalisis ini dengan benar.


(Ini semacam kapal penjelajah siluman besar, tapi aku tidak tahu apa klasifikasi teknis dari benda ini. Aku akan menyebutnya suatu kapal rudal, tetapi juga memiliki peluncur untuk menerbangkan pesawat.)


Secara keseluruhan, ini menyerupai kapal siluman, tapi wujudnya terlalu besar dan telah memperluas fungsi tambahan seperti pisau Swiss Army*. Sehingga, kapal ini tidak cocok dikategorikan dalam jenis kapal perang, kapal induk, kapal pasokan, atau kapal rudal perusak. Bahkan, tidak semua fitur dari kapal ini terpakai dan hanya digunakan sebagai cadangan. Bentuknya memang seperti seperti kapal, namun skalanya mirip dengan pulau buatan. Dengan ukuran sebesar ini, benda ini lebih mirip dengan benteng bergerak ataupun pelabuhan angkatan laut raksasa yang mengambang. [Pisau Swiss Army adalah sejenis pisau lipat yang memiliki banyak alat lain. Pisau ini dilengkapi dengan obeng, pembuka kaleng, tang, dan masih banyak lagi. Semuanya dikemas secara praktis dalam satu gagang. Wikipedia Bebas.]


Sebagai perwujudan ide "pasang saja semua di sana", senjata kolosal ini mungkin diciptakan pada jalur yang berbeda dari evolusi teknologi yang mengarah pada terbentuknya Object.



"Serius? Kita bisa melihat segala sesuatu ke arah cakrawala, tapi ini bukanlah daratan? Aku berasumsi ini adalah semacam reruntuhan buatan manusia yang dilengkapi dengan lantai kayu dan berbagai hal lainnya, tapi aku juga membayangkan bahwa ada sesuatu yang melekat pada permukaan bumi.”


Kode Morse yang diciptakan melalui tembakan meriam akhirnya berakhir.


Yuki Onna adalah satu-satunya orang yang bisa bergerak dengan bebas, jadi Quenser menginstruksikan dia untuk ber-gesture untuk membalas pesan si Putri.


Dan dalam pertukaran pesan, Putri telah memberitahu mereka tentang informasi berikut.


"Ini adalah kapal perang berukuran 45 km? Aku sungguh belum pernah mendengar tentang adanya suatu senjata yang cukup besar untuk membawa Object di atasnya.”


"Bukan itu masalah sebenarnya," potong Index.


Quenser mengerutkan kening, sehingga Satsuki berbicara.


"Jika ini adalah suatu kapal, maka kemana kita akan menuju?"


Itu membuatnya merinding.


Situasi ini tidak terjadi secara kebetulan. Seseorang telah mengaturnya. Dan orang itu memiliki kemampuan untuk membuat kapal ini, mengirimkannya, dan memanfaatkannya. Mereka memiliki kontrol penuh terhadap senjata skala besar yang bahkan bisa membuat Object menjadi mainan, yaitu senjata yang telah menghancurkan era nuklir bersama-sama dengan kekuatan militer yang besar.


"Kita sedang diarahkan ke mana?"



Part 8[edit]


Siapapun dengan pengetahuan yang cukup akan mendapatkan suatu kesimpulan tertentu.


Peluang yang datang untuk menghancurkan mereka berasal dari suatu peristiwa yang mengarah ke pertempuran antara Dewa Petir Thor dan Geirröd.


Dan di antara kapal-kapal para dewa, ada satu kapal dibuat oleh dwarf* yang terampil, bahkan bisa dilipat layaknya kertas dan dimasukkan ke dalam tas, tapi ketika terbuka, wujudnya cukup besar untuk menampung semua dewa perang yang ingin menyeberangi laut (dalam kasus ini, maksudnya adalah bepergian ke berbagai dunia). [Baca NT Vol 4.]


Mitologi itu berpusat pada peperangan, sehingga kapal yang cukup besar untuk menampung semua dewa perang ini bisa dianalogikan dengan kapal perang utama yang berisi setiap jenis senjata di dunia.


Dan kapal ini dikenal dengan nama Kapal Dewa Skíðblaðnir.



Part 9[edit]


"Wanita itu" berdiri di atas suatu gunung tinggi yang setara dengan Kapal Dewa Skíðblaðnir.


Kapal itu ditutupi oleh radar yang membentang ke cakrawala. Sakan-akan, terlihat seperti mata majemuk serangga atau teleskop radio di permukaan tanah. Jika radar berfungsi dengan benar, gelombang elektromagnetik besar yang dihasilkannya akan cukup untuk menggoreng manusia, tapi dalam mode siluman, itu tidak lebih dari suatu gunung dengan pemandangan yang indah.


Suara dentangan logam berasal dari armor hijau yang "wanita itu" kenakan, tapi secara teknis, armornya tidak terbuat dari logam. Armor itu bisa menghentikan taring dan cakar musuh para dewa. Suatu prasasti tua menerangkan bahwa benda itu dibuat dari aurora pada langit malam berwarna yang dipadatkan.


Dekorasi bulu angsa di telinganya bergoyang-goyang karena hembusan angin laut.


"Heimdallr."


"Wanita itu" berbicara pada udara kosong.


"Pemindaian musuh telah selesai. Dari mana mereka berasal dan bagaimana mereka sampai ke sini masihlah sebuah misteri, tetapi menurut pemindaian, orang-orang asing ini memiliki tingkat permusuhan yang rendah. Mereka tampaknya tidak memiliki niat untuk menaklukkan kita. Kita perlu terus memantau manajemen Skíðblaðnir secara diam-diam, bagaimana melewati batas antara dunia, dan gangguan yang pasti akan disebabkan.”


"Mengerti. Ngomong-ngomong, bisakah kau memberi aku lembaran ceklish?”


Suara laki-laki sampai ke telinganya secara langsung.


"Aku sudah mengirimkannya. Aku tidak keberatan asalkan kau mengikuti prosedur resmi.”


"Wanita itu" terus memgang pinggulnya sembari mengamati orang-orang asing yang berkelompok di dalam kapal, dan ada juga kelompok yang berada di atas senjata raksasa (tampaknya begitu kecil dibandingkan dengan kapal dewa ini).


"Mereka tidak pernah memulai suatu perkelahian kecuali untuk membela diri sendiri dan mereka tidak berusaha untuk menjarah atau menghancurkan bagian dalam kapal. Mereka masih bisa mengontrol emosi dan tidak berbuat onar, walaupun mereka berada di dalam situasi yang tidak masuk akal. Beberapa dari mereka tampaknya telah terlatih dalam pertempuran, tetapi mereka dipandu oleh standar ROE* dan tingkat teknologi mereka terlalu rendah untuk bisa menimbulkan ancaman, bahkan jika mereka lepas kendali dan mengamuk. Yang mereka lakukan hanyalah menembakan peluru dengan menggunakan mesiu. Apakah kau benar-benar berpikir bahwa mereka sanggup menimbulkan ancaman bagi kita?” [ROE adalah singkatan dari Return On Equity, atau yang sering disebut rentabilitas usaha. Rumus perhitungannya adalah: ROE = (Penghasilan Bersih)/(Kekayaan Pemegang Saham). ROE sering dipergunakan untuk mengukur selayak apa investasi yang ditanamkan oleh perusahan agar perusahaan tersebut bisa berkembang dengan baik. Angka ROE 15-20% dikatakan bagus. Namun, tentu saja yang dibahas pada paragraf di atas bukanlah tentang ekonomi. Yang dia maksudkan adalah, kemampuan Kamijou dkk berada di bawah standar mereka. Dia menganalogikan dengan ROE karena biasanya hanya perusahaan yang baru saja berkembang, yang mau repot-repot memperlakukan perhitungan ini. Untuk perusahan yang sudah besar, nilai ROE sudah pasti bukanlah suatu masalah. Wikipedia Bebas.]


"Tidak, sungguh tidak. Mungkin ada beberapa kejutan yang tersimpan dalam diri mereka.”


"Jika mereka tidak menunjukkan permusuhan, kita dapat memperlakukan mereka sebagai tamu. Dan jika mereka lemah, melindungi mereka bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Kalau begitu, ini adalah suatu permasalahan yang serius.”


"Kapal ini akan tiba di tepi luar dari dunia raksasa Jötunheimr. Jika kau ingin menghubungi mereka, aku sarankan kau melakukannya sebelum mereka keluar dari kapal dan turun ke daratan dengan sembrono.”


"Kau benar."


"Wanita itu" menghela napas dan dengan lembut mengusap benda yang ada di sampingnya.


Itu adalah kepala seorang anak kecil yang menempel di pinggangnya.


"Sekarang, mari kita pergi. Sudah waktunya untuk menyambut mereka.”



Part 10[edit]


Suatu pancaran cahaya yang luar biasa berlari di langit.


Mereka berada di suatu kapal raksasa. Setelah Tim Pencari dan juga Tim Siaga telah mencapai kesimpulan yang sama, mereka berkumpul kembali di dek kapal. Jika mereka berada di laut, mereka tidak akan pernah menemukan jalan keluar tidak peduli seberapa keras mereka mencarinya. Mereka mulai mendiskusikan apakah mereka harus mencoba untuk memindahkan kapal dengan memanfaatkan ruang kontrol yang penuh dengan lampu berkedip ataukah tidak. Namun, pancaran cahaya itu pun tiba-tiba datang.


Kamijou Touma, Index, Misaka Mikoto, Quenser Barbotage, Heivia Winchell, Milinda Brantini (masih berada di dalam Object), Jinnai Shinobu (Status: masih membeku), Zashiki Warashi Yukari, Yuki Onna, Anzai Kyousuke, Higashikawa Mamoru, gadis kelinci, Nanajou Kyouichirou, dan Killer Queen, semuanya berbalik ke arah suara gemuruh tersebut.


"Selamat datang, orang-orang asing, ke tanah yang membentuk dasar Pohon Dunia Yggdrasil, yang menghubungkan sembilan dunia.”


Mereka melihat seorang wanita mengenakan pakaian aneh yang dikombinasikan dengan armor hijau dan rok mini. Dia memiliki rambut pirang panjang yang berkibar di belakangnya sembari ia mengendarai kuda putih raksasa. Dia menggenggam tombak yang menghasilkan pancaran cahaya, memiliki seorang anak kecil yang duduk di depannya, dan menujukan tatapan matanya yang tampak cerdas ke arah mereka.


"Aku adalah Waltraute, gadis keempat dari sembilan Valkyrie bersaudara. Aku adalah salah satu gadis perang yang menggunakan tombak dewa untuk membimbing jiwa-jiwa manusia dan untuk memukul musuh para dewa.”


Heivia segera membuat komentar yang tidak perlu (di saat yang lainnya masih berpikir dengan tenang).


"Oh, wow. Lihatlah, hei semuanya, aku pikir dia tertarik pada bocah-...”


"Baiklah, orang asing. Karena aku sudah memperkenalkan diri, maka aku akan menunjukkan kekuatan dewa milikku padamu.”


Suatu penjelasan rinci akan membarikan peringatan semacam "kekerasan dan adegan aneh" yang sering terlihat di game zombie, tapi untuk lebih menyederhanakannya, seberkas cahaya melonjak dan si idiot kehilangan salah satu nyawanya yang tersisa.


Kamijou cukup yakin bahwa dia tidak akan mampu makan ayam goreng atau kalkun untuk sementara waktu.



Chapter 2[edit]


[Seri Pendahuluan 3]


Seri Kantan Na


Suatu kumpulan cerita yang sangat, sangat pendek terkait dengan Absurdity. Apakah kau sudah menyiapkan pena dan kertas? Jawaban macam apa yang "kau" pikirkan?

Kamachi Crossover 086-087.jpg



Part 1[edit]


Kapal Dewa Skíðblaðni tiba di pantai dengan aman.


Ruang kontrol telah ditinggalkan dan kapal tidak diarahkan ke daratan, tapi kapal itu naik sampai ke pantai dengan sendirinya. Ya, seperti kapal pendaratan yang dimaksudkan untuk membawa personel atau kendaraan ke darat. Kamijou khawatir kapal ini akan terjebak pada daratan layaknya paus yang terdampar, tapi karena wanita pirang bernama Waltraute itu tampaknya tidak khawatir, ia menduga bahwa ini adalah cara yang tepat untuk mengoperasikan kapal ini. Pasti ada cara untuk kembali ke laut.


Lagipula, ini bukan saatnya untuk mengkhawatirkan hal-hal seperti itu.


"Haaahh, haaahh."


Kamijou terengah-engah seperti orang yang tersesat di tengah-tengah padang pasir.


Mereka telah memutuskan untuk turun dari kapal yang aneh tersebut, tapi itu bukanlah hal yang mudah pada kendaraan sebesar Kapal Dewa Skíðblaðni. Panjangnya 45 km dan lebar struktur-tiga-lambung tersebut adalah 17 km. Sehingga, untuk mendarat saja, diperlukan perjalanan yang panjang.


Quenser seharusnya adalah bagian dari personel militer, tetapi bahkan ia pun kelelahan.


"B-brengsek. Uhuk....Uhukk. Ini tidak benar. Aku tahu bahwa tidak seharusnya aku mengatakan ini, tapi, lebih besar tidak selalu berarti lebih baik!! Perjalanan menuju ke salah satu ujung dan bagian belakang benda ini sudah cukup untuk mengisi material pada blog mingguan, jadi bagaimana mungkin ada orang yang terbiasa dengan semua ini!?”


"Ugh. Ng-ngomong-ngomong, apa sebenarnya 'struktur-tiga-lambung' yang terdapat pada kapal ini?”


"Itu bukan masalah!! Seorang gadis tidak akan menanggalkan sepotong pakaian pun untuk setiap pertanyaan yang aku jawab, jadi, siapapun yang ingin tahu bisa melakukan pencarian sendiri!!”


Pertanyaan sederhana dari Kamijou ditenggelamkan oleh teriakan putus asa dari Heivia.


Waltraute meremehkan kedua pria ini dengan tampilan kasihan di wajahnya, lantas dia pun mengajukan suatu pertanyaan.


"Hanya berjalan-jalan di permukaan kapal ini, dan kalian sudah berisik? Bagaimana cara kalian biasa berjalan-jalan setiap hari?”


"Ukuran kapal ini sebesar kota! Dan aku tidak ingin mendengar apa pun dari orang yang menunggangi seekor kuda!!”


Ketika mahasiswa Higashikawa Mamoru berteriak dengan nyaring, Nanajou Kyouichirou berbisik kepadanya.


"Apakah otakku sudah rusak, karena aku berpikir bahwa gadis dengan kuda itu tampak begitu menggoda di mataku?”


"Jika kau ingin bereinkarnasi, minta saja pada gadis itu, dia akan mengabulkannya dengan senang hati."


Komentar Killer Queen yang tak tertandingi dan tidak kompatibel tersebut sudah cukup baginya untuk meninggalkan pikiran duniawi yang merasuki otaknya.


Setelah cukup banyak upaya, mereka semua tiba di tepi kapal dewa. Kamijou mengintip lurus ke bawah dari pagar tepi kapal dan menyadari bahwa dia kini sedang berada di ketinggian 6-7 lantai. Itu lebih tinggi daripada atap sekolah dan ketinggian itu sudah lebih dari cukup untuk membuat kakinya gemetaran, tapi mengingat ukuran keseluruhan kapal, jarak tersebut relatif lebih "pendek".


Tidak ada perangkat untuk menurunkan mereka ke tanah, misalnya, semacam cahaya yang bisa mengangkut manusia seperti ketika beberapa orang diculik oleh UFO. Sebaliknya, suatu gang biasa muncul dari samping. Seketika, mereka membayangkan bahwa mereka harus menuruni gang yang tingginya setara dengan 6-7 lantai bangunan.


"Ini bukanlah metode diet baru, di mana kita harus kehilangan sejumlah berat badan sebelum kita bisa kembali ke rumah masing-masing, kan?”


"Itu tentu saja akan menjadi masalah. Youkai tidak bisa menurunkan atau menambah berat badan, jadi aku akan jadi seperti ini selamanya.”


Zashiki Warashi ber-yukata merah terdengar kesal, tapi Yuki Onna memekik dengan senang saat ia meluncur menuruni tangga sembari menaiki peti mati es yang berisi Jinnai Shinobu. Itu tampak seperti semacam festival gunung di mana orang meluncur menuruni bukit curam dengan menggunakan gelondongan kayu*. [Namanya adalah festival Onbashira. Setiap enam tahun sekali pada bulan April dan Mei, sekumpulan pria dewasa di Jepang memilih batang pohon terbaik dari daerah Danau Suwa untuk digunakan sebagai peluncur dari lereng gunung yang begitu curam. Banyak orang mati ketika mengikuti festival ekstrim ini karena tergencet balok kayu.]


"Sialan. Andaikan saja seluruh kapal ini tidak terbuat dari kayu, aku pasti bisa menggunakan pengendalian magnet untuk membuat semacam jalan pintas.”


Mikoto mulai kesal dan mengumpat, tapi dia masih berhasil mencapai pantai berpasir di bawah.


Laut! Pantai!! Matahari!! Selagi berada di sini, mari kita semua bersalin untuk memakai pakaian renang!!!!! ... seharusnya mereka meneriakan kata-kata seperti itu di sini, namun itu tidak terjadi. Tidak termasuk Youkai yang staminanya tak pernah habis, mereka semua pingsan karena kelelahan. Jika mereka dibuang ke laut dalam keadaan seperti ini, mereka mungkin sudah pingsan dan tenggelam.


Index mengajukan pertanyaan sambil memandangi Baby Magnum yang melompat turun ke pantai dari kejauhan. Dan aksi bongkahan logam itu membuat mereka dihempaskan oleh taburan dinding pasir.


"A-Aku sungguh kelaparan. Apa yang kita lakukan sekarang? Apa yang akan kita lakukan-wah!?”


Badai pasir membutakan penglihatan mereka, dan mereka hanya bisa mendengar suara tenang dari Waltraute.


"Ada banyak hal yang harus dilakukan, tetapi yang paling penting, aku menganggap bahwa kalian kurang memiliki peradaban sebagai manusia. Aku sarankan, kita menuju ke dunia manusia Midgard.”


"Uhuk......Uhuk...."


Mikoto batuk-batuk kemudian dia pun menggunakan pengendalian magnet dan listrik statis miliknya untuk membersihkan pasir dari rambut dan pakaiannya.


"Dunia manusia? Midgard? Apa itu?”


"Midgard adalah Midgard. Itu adalah dunia di dasar Pohon Dunia Yggdrasil di mana manusia hidup.”


Waltraute membuatnya terdengar jelas, tetapi Quenser dan Heivia mulai saling berbisik.


"(Apa yang kau pikirkan? Kedengarannya itu seperti sejenis tempat di mana kita bisa menemukan toko persenjataan dan toko berbagai peralatan. Tapi aku memiliki perasaan bahwa ini bukanlah 'dunia kita' di mana terdapat Frolaytia dan Oh Ho Ho yang mengobarkan perang sepanjang tahun.) "


"(Aku tidak peduli, selama ada wanita cantik. Jika semisal ada seorang pria kotor mulai berbicara tentang omong-kosong-spiritual-gila ini, yang kau dengar dari Faith Organization, aku akan menguncinya tepat di hidung dan meminta dia untuk menjelaskan semuanya.) "


Sementara itu, Mikoto terus bertanya pada Waltraute.


"Dunia manusia? Jadi kau akan membuat kami berjalan lagi?”


"Kau bisa tinggal di sini jika kau ingin, tapi tanah ini diklasifikasikan sebagai dunia raksasa Jötunheimr. Ada beberapa jenis raksasa, tetapi mereka umumnya merupakan musuh para dewa dan manusia. Kau bebas untuk berkemah di sini, tapi jangan salahkan kami jika para raksasa itu menginjakmu atau membuatmu jadi bahan makanan mereka.”


Gadis kelinci mengerang dengan ringan dan Higashikawa Mamoru menatap gang yang telah mengantarkan mereka turun.


"Jika itu berbahaya, kenapa kita meninggalkan perahu? Kedengarannya seperti, kita akan lebih aman jika berada di perahu.”


"Kau juga dapat melakukannya. Selama aku tahu di mana posisi kalian, wahai para orang asing, kalian bisa lakukan semuanya semaumu. Namun, aku akan pergi bersama kalian yang ingin menuju Midgard, tak peduli apakah kalian semua ingin ikut atau bahkan hanya satu orang saja. Ngomong-ngomong, saat ini, semua persediaan makanan yang ada di dalam Skíðblaðni adalah perangkap. Kalian harus mengumpulkan air bersih dan makanan sesegera mungkin, tetapi jika kalian memiliki cara untuk mendapatkan itu dari air laut, maka jadilah tamuku.”


Tidak ada yang bisa mereka lakukan.


Ide optimis menangkap ikan dengan pancing atau jaring melintas di pikiran mereka, tetapi tidak ada air tawar di sini. Mereka meragukan filter yang terbuat dari kerikil dan pasir akan cukup untuk melepaskan semua kadar garam dari air laut.


Dan Waltraute masih dapat memutuskan apa yang mereka lakukan. Mereka datang ke pantai, namun belum ada gadis-gadis yang berganti ke pakaian renang. Pakaian para gadis dikotori oleh pasir, namun tak ada satu pun dari para gadis yang memutuskan untuk mandi di laut. Kalau begini, Index, Zashiki Warashi, gadis kelinci, dan yang lainnya akan mengambil langkah pertama ke dalam lapangan hijau.


Namun...



"H-hei."


Kamijou memanggil sementara masih roboh dengan posisi wajah tertunduk.


Mikoto menjawab sambil terengah-engah dengan duduk di tanah.


"A-apa?"


"Berapa hari telah berlalu sejak kita datang?"


"Aku tidak tahu. Tiga atau empat hari aku pikir.”


Dia lah yang mengajukan pertanyaan itu, tapi Kamijou jadi emosi pada dunia tak masuk akal ini ketika ia mendengar jumlah hari yang disebutkan oleh Mikoto.


"Oh, ya ampun!! Mengapa!? Mengapa!? Kita berbicara seakan-akan ini adalah suatu perjalanan cepat ke kota berikutnya, tapi kita sudah berjalan dalam waktu yang begitu lama! Dan bukankah suatu insiden seharusnya mulai di pagi hari dan berakhir di malamnya!? Ada sesuatu yang salah ketika kita telah menghabiskan empat hari hanya untuk suatu perjalanan!!”


"Pasti ada suatu hal yang khusus, Touma."


Index mengatakan sesuatu, tapi Kamijou tidak bisa mendengarnya karena ada suatu suara statis yang aneh.


Higashikawa Mamoru menatap ke kejauhan di mana Baby Magnum menunggu.


"Biar kutebak, ada beberapa alasan sehingga kita tidak bisa mengendarai benda itu."


"Benda bermassa 200,000 ton itu mengambang dengan menggunakan listrik statis. Jika manusia yang hanya terdiri dari darah dan daging mendekat, ia akan hancur berkeping-keping,” jelas Quenser. ”Akan beda ceritanya jika kita mendaki ke salah satu meriam utama seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya, tetapi apakah kau yakin mau melakukan hal itu lagi? Benda itu bergerak dengan kecepatan 500 km/jam. Jika semisal Putri kami bersin pada waktu yang salah dan mendorong tuas, kita semua bisa terlempar.”


Satu-satunya yang masih punya energi tersisa adalah Zashiki Warashi dan Yuki Onna, karena mereka adalah Youkai, dan Putri, karena dia naik Baby Magnum. Quenser dan Heivia seharusnya adalah seorang tentara, tapi mereka benar-benar kehabisan napas dan duduk sambil menyandar pada batang pohon yang tebal.


"Ini mengerikan. Sungguh mengerikan. Aku akan menurunkan berat badan jika aku terus berjalan seperti ini. Jika kau memoles pemandangan berkelas dunia ini lagi, itu bisa dengan mudah memulai peperangan baru, sialan.”


"Huh? Apakah ini semacam pawai paksa yang membuat seorang tentara profesional mengeluh? Pantas saja, terlalu sulit bagi kelinci lucu bersepatu hak tinggi sepertiku.”


"Yahh, akhirnya hari pun menjelang malam. Object mengurus pertempuran, jadi, kita dibayar dengan uang pajak hanya untuk menonton dari suatu tempat yang dekat. Siapapun akan menyerah di sini, kecuali para monster dari Zona Terbatas Eropa Utara.”


"Kau mendengar mereka. Jadi, bawa aku, Higashikawa!!”


"Berhenti. Jangan meraihku. Dan sejak kapan kita bergaul dengan baik? Aku pikir, kita mencoba untuk membunuh satu sama lain!”


Ketika kelompok itu terus mengeluh, mereka memutuskan untuk berkemah di sana untuk hari. Namun, mereka hanya memiliki api di bawah pohon yang besar dan bahkan tidak memiliki tenda.


Sementara itu, Nanajou Kyouichirou menggumamkan sesuatu sambil berbaring miring dengan tatapan kosong di matanya.


"Apakah semua ini seharusnya terjadi ketika kau melakukan perjalanan dengan gadis-gadis dari dunia fantasi? Kau tahu apa yang aku maksud. Jika kau mendeskripsikannya sebagai rasa, kau akan menyebutnya manis-setengah-pahit!! Bagaimanapun juga, tidak ada pemandian atau pembagi di sini! Jika kau ingin membersihkan diri, mandi saja di sungai atau mata air!! Dan semua orang tidur dalam kelompok secara bersama-sama tanpa adanya pembagian antara laki-laki dan perempuan!! Tidak bisakah kita memiliki sesuatu seperti itu!? Tidak bisakah kita melihat ke depan untuk hari esok!!!?”


"Kyouichirou, apakah kecenderunganmu untuk bunuh diri sudah kembali?"


"Tidak!! Aku mengeluh karena aku ingin kehidupan yang lebih baik!!”


Nada putus asa yang diucapkan oleh bocah itu membuat semuanya berantakan, tapi Anzai Kyousuke melirik sekeliling dan menyela.


"Tidak, kau tidak dapat memiliki semua itu. Tidak ada yang bagus tentang dunia fantasi. Ini semua berdasarkan Eropa abad pertengahan, kan? Abad kesepuluh? Atau mungkin lima belas? Dan di Inggris, Perancis, atau mungkin Jerman? Nah, jika kau belajar tentang adat istiadat yang sebenarnya pada periode itu, kau tidak akan menginginkan semua itu.”


"Hentikan, mahasiswa. Jangan menghancurkan mimpi seorang anak SMA!”


"Lagipula."


Anzai Kyousuke mengendus lengannya sendiri.


"Suatu fantasi realistis akan diisi dengan bau tubuh yang taj..."


"Nhnnn!!!!!!"


Dia tidak pernah menyelesaikan kalimatnya karena Waltraute menendang perut kuda putih miliknya dan kaki belakang si kuda mengirimkan tubuh si mahasiswa terbang ke langit.


Terdengar suara yang konyol dan menyakitkan ketika si mahasiswa malang terbang ke langit, dan itu cukup untuk membungkam orang bodoh yang ingin membahas tentang hal-hal berbau tabu.


Waltraute kemudian berbicara dengan tampilan segar di wajahnya.


"Fantasi adalah fantasi, dan baunya begitu segar dan fantastis. Setiap aroma dalam fantasi adalah aroma yang fantastis.”


"A-Aku paham lihat."


"Dan karena aku selalu menunggangi kuda fantasi, aku tidak memiliki sedikit pun bau hewan fantasi pada diriku. Bagaimanapun juga, ini adalah fantasi.... Apakah kamu mengerti?”


"Ya!! Sempurna!!”


Nanajou Kyouichirou tidak ingin bergabung dengan bocah fantasi yang kini telah menjadi salah satu bintang di langit, jadi ia menuruti naluri untuk bertahan hidup dan menyatakan persetujuannya.


Satsuki menatapnya seakan-akan dia adalah sampah manusia, tapi dia akhirnya berbalik ke arah Waltraute.


"Seberapa jauh kita harus pergi?"


"Kita hampir mencapai titik tengah, jadi kita akan mencapai Midgard tiga hari lagi."


Kamijou Touma mengerang sambil mendengarkan.


Quenser berbicara padanya sambil menggosok betis.


"Hei, apakah kau berpikir ada sesuatu yang bagus di depan? Misalnya: Pemandian di suatu mata air? Tak sengaja melihat para gadis berganti pakaian? Menghangatkan tubuh kita yang dingin melalui kontak kulit dengan para gadis? Persetan dengan itu semua, tapi jika aku bisa mengistirahatkan kepalaku di pangkuan para gadis dan disuapi makanan dari mulut-ke-mulut, maka aku siap untuk menderita penyakit ringan dan roboh dengan lemas.”


"Mana aku tahu? Jika sesuatu seperti itu terjadi, pasti akan ada ilustrasi gambar pada novel ini. Jika kau tidak melihat satu pun gambar seperti itu, maka aku kira, tidak akan ada yang terjadi.”


"Oh, sialan! Jadi aku harus mengandalkan para malaikat di surga untuk membuang beberapa keberuntungan padaku? Yahh, kau tahu!? Aku percaya dengan sepenuh hati, bahwa setidaknya aku akan melihat baju renang dari lembaran daun di masa depan!!”


Dengan ratapan di dalam hatinya, mereka melanjutkan untuk melintasi sisa perjalanan yang sangat, sangat, sangat panjang.


Seperti itulah yang seharusnya mereka hadapi.


Namun...



Part 2[edit]


Ketika hari ke-5 perjalanan yang melelahkan berubah jadi malam, mulai muncul perbedaan yang tidak dapat terdamaikan di antara Kamijou Touma, Index, Misaka Mikoto, Quenser Barbotage, Heivia Winchell, Zashiki Warashi, Yuki Onna, Anzai Kyousuke, Higashikawa Mamoru, gadis kelinci, Nanajou Kyouichirou, dan Killer Queen. Mereka berkumpul di sekitar api unggun darurat.


Situasi dapat disimpulkan sebagai berikut:


"Apa maksudmu dengan memasak apel!? Apakah kau adalah tipe orang yang makan nanas dengan daging babi-asam-manis*!?”(Heivia) [Sepertinya yang dimaksud oleh Heivia adalah tentang tingkat keasaman masakan tersebut. Apel yang dimasak tanpa tambahan gula akan menjadi asam, sehingga dia menganalogikannya dengan daging-asam-manis yang ditambahkan dengan nanas.]


"Kita tidak memiliki lemari es di sini, sehingga apel-apelnya jadi hangat! Apel-apelnya akan terasa jauh lebih baik jika kita memasaknya!!”(Misaka Mikoto)


Ini mungkin tampak seperti argumen yang sepele, tapi banyak hal yang sudah terjadi sehingga mereka jadi seperti ini. Siapapun bisa berakhir dengan situasi seperti ini setelah dipaksa berjalan selama lima hari berturut-turut. Dan mereka hanya beristirahat dengan tidur di atas rumput atau tanah yang keras.


"Aku tidak mengerti mengapa ada orang yang ingin memasak buah-buahan. Buah cocoknya dijadikan es serut atau es krim, jadi mengapa kau melakukan yang sebaliknya?”(Nanajou Kyouichirou)


"Selai dan pie apel adalah contoh buah-buahan yang dimasak! Ada juga pisang cokelat, manisan aprikot, dan baaaaaaaanyak contoh lainnya!!”(Index)


"Dan menurutku, memasak buah-buahan bukanlah hal yang jarang dilakukan di Eropa. Di Inggris, mereka memasak melon dan menyajikannya dengan daging ayam.”(Zashiki Warashi)


"Tunggu! Jangan membahas makanan dari Inggris Selatan! Aku mungkin menghormati musik mereka, museum, dan wanita cantik, tapi aku tidak pernah bisa menerima makanan mereka!”(Quenser)


"Hei, hei, hei! Jika kita hanya ingin berdebat, maka mengapa bawa-bawa apel segala? Apel adalah makanan penutup, bukan hidangan utama, sehingga itu tidak masalah, kan?”(Kamijou Touma)



Sementara itu, di kokpit Baby Magnum yang dipenuhi dengan bunyi perangkat elektronik.


Putri menggeser pinggulnya di kursi untuk membalik badan, membuka pintu microwave yang menempel di dinding, dan menarik keluar suatu cheeseburger.


Ketika dia membuka penarik pada suatu kaleng minuman dingin, karbonasi soda dengan cepat menggelegak keluar. Ini terjadi karena gerakan kuat dari Object. Dia menempelkan bibirnya ke kaleng dingin tersebut sebelum minuman itu melimpah, kemudian meminumnya.


Setelah memastikan minumannya tidak tumpah, dia menekan kaleng dingin terhadap dahinya, menggigit cheeseburger yang menyembul keluar dari pembungkus, dan bergumam pada dirinya sendiri sembari mengunyah makanan itu.


"Lezatnya." (Putri)



Dengan segera, para pahlawan penyelamat dunia meledak-ledak.


Salah satu cabangnya termakan api.


"Ahh, andai saja ada pembunuh yang sanggup membekukan segalanya berkeliaran di sekitar sini." (Killer Queen)


"..." (Jinnai Shinobu yang masih membeku)


"Ah! Kalau dipikir-pikir, kita punya Yuki Onna!! Kita bisa meminta dia untuk membekukan apelnya atau membuat serbat*, atau apa pun yang kita inginkan.”(Anzai Kyousuke) [Serbat di sini bisa berarti air es.]


"Jangan konyol. Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku akan menggunakan kekuatanku untuk suatu hal pun selain kebahagiaan Jinnai Shinobu?”(Yuki Onna)


"Tidak bisakah kita membiarkan orang-orang yang ingin makan apel dan menyerahkan apelnya pada mereka begitu saja? Aku sama sekali tidak tertarik pada buah-buahan itu.”(Kamijou Touma)



Selain microwave, Baby Magnum juga memiliki sistem game genggam dan sejenis kulkas mini yang biasanya ditemukan di rumah sakit dan hotel. Object adalah suatu mesin yang begitu support pada peperangan, sehingga Pilot Elite yang mengendarainya bisa mengalami suatu kondisi mengerikan akibat pertempuran.


Jadi...


"Hmm. Mengapa ada begitu banyak vanilla? Aku seakan-akan berubah menjadi chocolate chip atau mint hari ini.” (Putri)


Putri mendorong ke samping makanan-makanan beku yang menghalanginya dan mengamati beberapa cup es krim dengan berbagai merk. Akhirnya, ia memilih satu dan menarik keluar cup itu dengan menjepitnya di antara ibu jari dan telunjuk.


"Hidangan penutup hari ini adalah es-krim-rasa-sakura-edisi-terbatas." (Putri)



Berikutnya, Hari Kiamat tiba.


"Aku sudah muak!! Aku tidak akan pernah bisa bergaul dengan dia! Kalau dipikir-pikir, aku tidak suka dia sejak awal!!”(Higashikawa Mamoru)


"Oh, begitu? Yahh, itu sempurna. Kau belum lupa hubungan-sebab-akibat yang telah berputar sehingga aku bisa dibangkitkan, bukan!? Jangan berpikir bahwa Ever Victorious Challenger* milikmu akan menyelamatkanmu selamanya!!” (Gadis kelinci) [Diterjemahkan : Penantang yang Selamanya Menang.]


"Tunggu, tunggu, tunggu!! Mengapa kalian berdua benar-benar mencoba untuk membunuh satu sama lain!? K-Kalau begini, bagaimana jika kita membagi apelnya dan hanya memasak setengahnya?” (Kamijou Touma)


"Bela salah satu sisi atau diam!!!!!" (Semuanya)



Jas khusus Pilot Elite begitu ketat, tetapi masih memiliki ritsleting yang terdapat dari tenggorokan ke pusar.


Di dalam kokpit Baby Magnum, Putri mengeluarkan peralatan militer yang dikenal sebagai handuk pencuci. Sederhananya, benda itu adalah kombinasi dari pembasuh antibakteri dan sabun bubuk yang menyejukan.


Meskipun semua peralatan yang ada di sekelilingnya dikembangkan untuk mensupport pilot dalam peperangan, benda fantastis ini tidak dimaksudkan untuk tentara normal. Dalam lingkungan gurun atau hutan yang murni, hidung seorang musuh yang terlatih bisa mencium aroma gel cukur dari jarak 500 m dan akurasi penciuman anjing militer bahkan lebih tinggi. Menggunakan sabun atau sampo dengan aroma yang khas bisa menjadi kesalahan yang mematikan.


Namun, bukan masalah jika orang tersebut berada dalam armor besi yang cukup kuat untuk menahan ledakan bom nuklir.


Karena hal itu, handuk pencuci dikenal dalam dunia militer sebagai "mandi praktis", "euro-note towel", atau "kemewahan milik para petugas".


Tidak sebaik berendam dalam bak mandi yang dipenuhi busa sabun, tapi tubuh yang bersih memiliki pengaruh yang besar pada kondisi mental dan fisik.


Si Putri juga mengatur fitur kursi pijatnya dalam level "rendah". Lantas dia menyelipkan tangan dalam baju khususnya untuk menghapus keringat yang melekat dan melapisi tubuhnya.


Sementara itu, ia bergumam pada dirinya sendiri dengan tatapan kosong di matanya.


"Hidup relaksasi." (Putri)



Raungan luar biasa memenuhi udara.


Kamijou, Quenser, Anzai Kyousuke, Nanajou Kyouichirou, dan para pria lainnya nyosop ke tanah dengan pantat mencuat ke langit seperti kursi manusia.


"Tidakkah kalian merasa bahwa kelompok gadis yang bersikeras memasak apel itu terlalu kuat?" (Heivia)


"Railgun dan Killer Queen bukanlah gadis biasa. D-dan mereka juga memiliki para Youkai yang dapat mengabaikan serangan fisik." (Quenser)


"T-tunggu sebentar. Uhuk..... Mengapa kau melemparkan aku ke arah mereka?”(Kamijou Touma)


Sementara itu, Shinobu benar-benar terbungkam di dalam peti mati es, tapi bahkan dalam posisi seperti itu, ia juga ikut-ikutan terbalik dan nyosop ke dalam tanah.


Sementara itu, Misaka Mikoto berdiri tegak dan membersihkan debu dari tangannya.


"Berhati-hatilah kalian." (Misaka Mikoto)


"Kita akan mandi, tapi pastikan apel-apel itu sudah tanak pada saat kita kembali.”(Zashiki Warashi)


Setelah menerima pukulan seperti itu, para pahlawan penyelamat dunia itu mencari beberapa cara yang kejam untuk membalaskan dendam mereka.


Pada saat yang sama, seorang dewi yang menunggangi kuda putih datang untuk memeriksa keadaan mereka.


"Apa yang terjadi selama aku pergi? Apakah ketua dewa berjenggot itu menyebarkan perang antara umat manusia lagi?”(Waltraute)


"Hei, para pria kafilah* itu ada di sana. Kita mungkin dapat menemukan beberapa makanan ringan yang langka!” (Bocah laki-laki) [Kafilah (Caravan) di sini artinya adalah sekelompok orang yang bepergian melalui gurun. Kamus Besar Oxford.]


Namun, para pria lainnya tidak akan membiarkan topik damai tersebut menenangkan hati mereka.


"(Itu tidak masalah!! Apa yang harus aku lakukan terhadap kemarahan yang mendidih di dalam hatiku ini? Bagaimana kalau kita mengintip ketika mereka mandi!?) "(Anzai Kyousuke)


"(Tidak, tunggu! Tunggu, kawan!!)" (Quenser)


"(Apa? Tidak ada alasan untuk bertindak sok pintar sekarang!)" (Higashikawa Mamoru)


"(Bukan itu yang kumaksud. Sesuatu seperti : [Kyah! Ecchi! Zap, zap!] akan berlangsung sesaat, tapi itu sudah cukup untuk membuat kita jadi gosong. Kita harus melawan untuk saat ini dan bergerak maju secara diam-diam!! Kita tidak boleh melakukan suatu hal yang klise! Jika kita ingin balas dendam, kita membutuhkan kemenangan mutlak yang memiliki efek permanen!!) "(Quenser)


"(Ada apa, Quenser? Apakah kau punya ide lain yang lebih brilian dalam menghadapi bencana ini!?)" (Heivia)


"(Lihat saja. Pertama, mari kita pergi ke kafilah itu. Kita mungkin bisa memulai suatu perubahan dengan susunan mereka.) "(Quenser)


"(Oke, mari kita lakukan ini! Ini adalah satu-satunya kesempatan kita untuk bertindak dan kita memiliki enam pahlawan penyelamat dunia yang saling bekerja sama. Paling tidak, itu sudah cukup untuk membuat kita berada satu langkah di depan punchline*!!)" (Nanajou Kyouichirou) [Punchline adalah puncak lawakan dalam suatu cerita atau memberikan humor pada klimaks acara. Kamus Besar Oxford.]


"(Eh!? Sejak kapan aku menjadi bagian dari grup kalian!?)" (Kamijou Touma)


Dengan demikian, para pecundang dari kelompok anti-memasak-apel pergi ke kafilah. Kafilah tersebut terdiri dari beberapa gerbong besar dan ditarik oleh empat ekor kuda di setiap gerbongnya. Berdasarkan apa yang para kafilah itu komunikasikan melalui gerakan, tampaknya kafilah ini baru saja menyelesaikan suatu perdagangan besar dan sedang dalam perjalanan kembali ke kota, sehingga mereka hanya memiliki sisa kain dan gesper* rusak. Tak satu pun dari benda-benda itu berguna untuk membalas dendam para para gadis pemasak apel. [Gesper adalah gelangan besi yang biasanya digunakan untuk mengikat sabuk (bagian kepala sabuk). KBBI online. Namun di sini, gesper juga bisa berarti benda terbuat dari logam yang bisa digunakan untuk mengikat sesuatu.]


"Kita tidak punya uang, jadi apa yang harus kita lakukan?" (Anzai Kyousuke)


"Jual apelnya. Bagaimanapun juga, ini semua terjadi karena apel-apel sialan itu.”(Heivia)


Para idiot ini menyelesaikan perdagangannya dan memperoleh potongan-potongan kain dan gesper rusak, tapi apa yang akan mereka lakukan dengan benda-benda itu?


Adalah Quenser Barbotage, yang secara teknis adalah dalang dari aksi konyol ini. Dia pun menjawab pertanyaan itu.


"Hei, Heivia. Sudah waktunya kita sepenuhnya menerapkan keterampilan siluman yang kita miliki. Kita harus mendekati para gadis yang sedang mandi seperti saat kita menyelinap ke markas pemeliharaan Object milik musuh." (Quenser)


"Apa? Jadi, setelah susah-payah melakukan semua ini, aksi balas dendam yang kau rencanakan hanyalah mengintip cewek mandi?”(Heivia)


"Tidak, tidak sesederhana itu, kita juga akan menyembunyikan pakaian mereka." (Quenser)


"Kau benar-benar merencanakan ke level yang lebih tinggi, ya!?" (Nanajou Kyouichirou)


"Tapi jika kita melakukan itu, mereka tidak akan punya pilihan selain menggunakan pakaian ganti yang telah kita persiapkan untuk mereka. Kita mungkin hanya memiliki sisa kain dan gesper rusak di sini, tapi sedikit modifikasi akan dapat mengubah benda-benda ini menjadi sesuatu yang lebih baik. Sebagai contoh, kita dapat mewujudkan fantasi liar dengan membuat armor bikini, baju renang dari cangkang kerang, atau sesuatu semacamnya!!”(Quenser)


Efek petir menjalar di sekitar lingkungan mereka.


Acara RPG Item Mixing* telah tiba. [RPG Item Mixing adalah suatu penggabungan satu Item atau lebih dalam game RPG untuk mendapatkan Item baru yang memiliki kemampuan lebih baik.]


Namun, Kamijou Touma tetap pada pemikirannya yang rasional.


"Tunggu, tunggu, tunggu. Kita tidak bisa melakukan itu! Jika kita lakukan, mereka sungguh-sungguh akan membunuh kita.” (Kamijou Touma)


"..." (Yang lainnya)


"Huh? Hanya aku yang berpikiran begitu? Aku adalah satu-satunya orang yang masih memiliki akal sehat di sini!? Hentikan ini! Ini jelas-jelas merupakan suatu ide yang buruk! Biri-Biri akan memanggang kita semua!! Jika kita beruntung, paling tidak kita hanya akan menjadi steak setengah matang!!” (Kamijou Touma)


Namun, para pahlawan penyelamat dunia menggunakan kesempatan ini untuk menggabungkan kekuatan. Dengan intensitas pada bagian paruh kedua pada Cahpter 4, mereka menyerang si pria berambut runcing dengan beradu muka dan mulai meracik rencananya dengan serius.



Akhirnya, seseorang menyadari ada sesuatu yang salah.


"Hm? Huh!? Seragamku tidak berada di tempat aku meletakannya tadi!!”(Misaka Mikoto)


"Pakaianku juga hilang." (Index)


"Tidak ada kawanan monyet seperti di sumber pemandian air panas, jadi aku pikir, kita tahu persis siapa yang melakukan ini semua.”(Zashiki Warashi)


Mereka menemukan beberapa pakaian lainnya dalam kondisi terlipat tidak jauh dari tempat tersebut.


Ketika mereka membentangkan pakaian-pakaian itu, mereka menemukan potongan-potongan kain yang biasa ditemui di suatu acara pertunjukan tarian erotis. Dan biasanya, ada peringatan “jangan colek penarinya” yang ditujukan pada penonton-penonton yang genit.


"Para pria itu!!" (Killer Queen)


Ketika si ahli bunuh ini marah, suara para pria mencapai telinga mereka dari balik semak belukar.


"Hi, hi. Kalian kesal pada pakaian-pakaian kalian yang begitu erotis, bukan? Suatu rombongan kafilah kebetulan lewat, jadi kami membeli beberapa pakaian baru untuk kalian. Dan ini adalah dunia fantasi, jadi, armor bikini dan jubah telanjang adalah baju yang normal di sini.”(Quenser)


"Berhenti sok bodoh!!" (Misaka Mikoto)


"Tapi karena kita sudah berada di dunia yang aneh, maka mungkin saja ini adalah hal yang normal di sini. Kita bahkan belum melihat cara pakaian para penduduk desa lokal.”(Yuki Onna)


"A-Apapun itu, ini tidak dapat diterima! Kita tidak harus mengikuti aturan lokal, sehingga kita bisa memakai pakaian normal yang biasa kita kenakan sehari-hari.”(Index)


"Wow. Aku tidak tahu mengapa, tapi hari ini, api benar-benar bergejolak dengan mantap." (Heivia)


Wajah para gadis benar-benar berubah jadi pucat.


Bahkan dengan adanya semak belukar yang menghalangi pemandangan secara langsung, cahaya api itu tampak lebih cerah dari biasanya. Nyala api unggun itu begitu bagus, tapi benda apa yang terbakar?


Petunjuk: Benda apa yang hilang?


"Ahhh!! Apakah kau membakar pakaian kami!?” (Gadis kelinci)


"Aku sungguh-sungguh ingin membunuhmu saat ini, tapi aku juga tidak bisa keluar dengan kostum seperti ini" (Zashiki Warashi)


"Apakah kita harus membuat... pengorbanan kecil di sini?" (Misaka Mikoto)


Gadis-gadis itu membentangkan pakaian yang sudah disiapkan oleh para pria sekali lagi dan memeriksa betapa mengerikan bentuknya.


Adalah misteri bagaimana para pria mengetahui hal ini, tapi ukurannya benar-benar pas dengan badan para gadis. Anehnya, ukuran badan para gadis begitu beragam. Sehingga, gadis-gadis itu tidak punya pilihan selain mengenakan pakaian pas tersebut.


Situasinya adalah sebagai berikut:


Index → Terpasang: Jubah Telanjang (Biru)


Misaka Mikoto → Terpasang: Armor Bikini (Merah)


Zashiki Warashi → Terpasang: Pakaian Renang Daun-daunan Tropis (Hijau)


Yuki Onna → Terpasang: Bikini Cabul untuk para budak (Hitam)


Gadis kelinci → Terpasang: Kostum Kelinci (Putih)


Killer Queen → Terpasang: Kostum Penari (Emas)


Setelah mengenakan pakaian dan memerah karena kostum tersebut begitu konyol, Misaka Mikoto mengirimkan percikan berwarna putih kebiruan yang menyebar dari poninya.


“Oke, saatnya mengubah mereka semua jadi arang!!” (Misaka Mikoto)


“Tunggu. Mengapa aku masih saja memakai kostum kelinci?” (Gadis Kelinci)


“Mungkin mereka berpikir bahwa kostummu sudah tepat dan mereka pun memutuskan untuk tidak merusaknya." (Zashiki Warashi)



Setelah sukses membalaskan dendamnya, Quenser Barbotage tertawa sambil memeluk perutnya dan memukul-mukul tanah.


“Ah ha ha ha ha ha ha!! Sukses!! Sukses!! Ini lebih terasa seperti – dbgshah!?” (Quenser)


“Aku lempar kalian!! Kalian semua!! Ke api itu!!” (Misaka Mikoto)


“Tunggu, tunggu, Misaka-chan, tunggu!! Itu akan melebihi steak setengah matang! Itu bahkan akan lebih buruk daripada steak yang matang sempurna!! Dan disamping itu, aku bahkan sempat menentang kemauan mereka untuk melindungimu dari semua ini!!” (Kamijou Touma)


“Dan, adakah yang bisa menerangkan mengapa hanya aku yang memakai kostum-ksatria-autis ini?” (Misaka Mikoto)


“Sekali lagi, bukan aku yang melakukannya! Dan jika mempertimbangkan keseharianmu di kota kita, tokoh yang paling sesuai denganmu adalah tipe-gorila 0 MP*....tidak, tunggu!! Jangan lempar aku ke dalam api!!” (Kamijou Touma) [Yang Kamijou maksud dengan MP di sini kemungkinan adalah Mana Point, yaitu banyaknya kekuatan sihir suatu karakter. Kamijou mengatakan bahwa Misaka ber-MP nol, mungkin karena Misaka sama sekali tidak paham sihir, atau mungkin dia adalah orang yang kekuatan fisiknya tinggi. Karena biasanya, karakter yang tidak sanggup memakai sihir, memiliki serangan fisik yang brilian.]


Kebetulan, baju biarawati milik Index dikenal sebagai Gereja Berjalan dan itu adalah satu-satunya, jadi sepertinya, membakar baju tersebut akan menyebabkan beberapa masalah. Namun, entah kenapa, itu akan bekerja. Distorsi dalam hubungan sebab-akibat dan ketetapan waktu bisa memenuhi segalanya.



Part 3[edit]


Banyak hal terjadi, tapi akhir pun datang dengan tiba-tiba.


Suatu pagar putih berlari dari satu sisi cakrawala ke sisi cakrawala lainnya.


Bukannya pagar yang terbuat dari logam, itu terbuat dari tulang ikan yang begitu panjang.


“Ini adalah batas antar dunia. Dunia manusia Midgard berada di sisi lain dari pagar itu, tapi.....”


“Waltraute-san?” tanya Kamijou Touma dengan gelisah. “Kenapa perkataanmu terdengar begitu ragu-ragu?”


Dewi yang dikenal sebagai gadis ksatria ini meliriknya seakan-akan dia memberikan tatapan mata yang mengerikan.


“Y-Yaahhh, aku tidak begitu memahami kebiasaan para orang asing seperti kalian, tapi apakah kalian benar-benar akan mendekati perkampungan menusia dengan pakaian yang sangat tidak layak seperti itu?”


Sejak Index dan para gadis lainnya memakai “pakaian” itu, Waltraute menggunakan tatapan matanya yang menakutkan agar bocah kecil yang bersamanya bersembunyi di balik tubuhnya sehingga tidak melihat pemandangan memalukan dari gadis-gadis tersebut.


“Waltraute, kalau begini, aku tidak bisa melihat apa-apa.”


“Kau tidak boleh melihatnya!! Hanya para orang asing yang boleh melihat itu. Ampun deh, aku tidak bisa percaya ini! Tak peduli seberapa maju teknologi kami, aku bersumpah tidak akan pernah mengunjungi dunia orang asing!!”


“Lihat, Touma!? Dia baru saja mencemooh pakaian yang kami pakai! 103,000 grimoires milikku tidak memberikan suatu pun alasan yang logis dibalik ini semua!!”


“Aku kan sudah bilang padamu!! Aku sudah berusaha untuk menghentikan mereka!!”


Index mulai memukuli Kamijou, tapi itu hanya seperti respon anjing Pavlov*. Kalau begitu, apakah Kamijou bertanggung jawab atas kelakuan sehari-harinya? [Baca NT Vol 8]


Heivia bersembunyi di titik yang tidak bisa dilihat para gadis super. Dan dia pun menumbalkan pria-pria lainnya, tetapi dia mengintip karena ingin tahu apa yang sedang terjadi.


“Aku berpikir, benda apa itu, tapi itu hanya suatu pagar? Tidak ada gerbang yang besar atau parade penyambutan?”


Tentara preman ini berkata seperti itu karena dia berharap suatu penyambutan yang hangat setelah beberapa hari penuh berjalan dengan susah-payah.


Dia hanya bisa berdoan akan menemukan suatu kehangatan sambutan dari para penduduk karena sebentar lagi mereka akan memasuki dunia manusia.


Mereka melintasi pagarnya, dan menginjakan kaki untuk pertama kalinya di Midgard.



Part 4[edit]


Setelah diangkut di atas kapal berukuran 45 km, Kamijou membayangkan bahwa kota manusia adalah tempat yang begitu futuristik, di mana segala sesuatu dikendalikan oleh AI dan mobil berlalu-lalang di dalam tabung, tetapi semua harapan itu hancur seketika.


Hanya terdapat rumah-rumah log* yang tampak sedikit lebih mewah. Rumah-rumah para raja ataupun tuan tanah hanyalah terbuat dari batu bata atau dinding batu. Tidak jarang terlihat rumah dengan atap yang terbuat dari kubah rumput kotor. [Rumah log adalah rumah yang terbuat dari batangan dan ranting-ranting kayu dari pepohonan yang jatuh atau sengaja dipotong. Kamus Besar Oxford.]


Jalan berbatu hanya dibangun dari pintu masuk kota ke rumah milik orang yang paling berpengaruh. Sisanya, hanya jalan tak beraspal yang diselimuti tanah kotor.


Index, Zashiki Warashi, dan gadis-gadis lainnya juga terlihat bingung setelah melihat keadaan penduduk di tempat itu.


Bahkan, seorang raja memberikan tongkat kayu dan kain jubah pada para gadis. Tampaknya mereka kebingungan, mengapa para gadis ini bepergian hanya dengan menggunakan jubah setengah telanjang dan bahkan ada gadis yang hanya mengenakan daun untuk menutupi tonjolan tubuhnya?


"Lihat!? Lihat, Touma!?”


"A-Aku benar-benar berpikir bahwa kau harus mencoba mengeluh pada orang selain diriku! Kau tidak perlu berusaha keras untuk mengulangi lelucon yang sama, Index!!”


Si gadis berambut perak dan berjubah telanjang itu menyerang si pria yang mengenakan seragam sekolah. Beberapa orang yang lewat tampaknya salah sangka dan menganggap mereka adalah artis jalanan, karena mereka menyerahkan dua biji kenari dan apel sebagai upah atas pertunjukan yang telah mereka pertontonkan.


Makanan itu membuat Index sedikit tenang dan Kamijou pun berhasil melepaskan diri dari serangan sengitnya, sehingga Kamijou dengan cepat kembali mengamati kota tersebut.


"Jadi, ini adalah dunia fantasi yang realistis."


"Hentikan," komentar mahasiswa Anzai Kyousuke sambil menatap ke kejauhan.”Apakah kau ingin berakhir seperti aku, wahai anak muda?”


Waltraute menuntun mereka ke penginapan kota. Tempat itu mirip dengan losmen yang sering terlihat dalam game-gema RPG, di samping toko senjata. Tapi tampaknya, tempat seperti itu cukup langka di sini. Ini karena, suatu komunitas yang berkembang dari masyarakat desa berskala kecil, umumnya tidak menerima kehadiran orang luar.


Heivia menelan ludah.


"Mereka dengan senang hati bersedia menerima sekelompok orang asing yang berpakaian armor bikini dan kostum kelinci? Apakah ini adalah sejenis tempat yang bersedia melindungi segala macam kriminal dan....gyabah!?”


Komentar yang tidak perlu itu membuat pantatnya disengat oleh salah satu tombak petir milik Mikoto.


Sementara itu, mahasiswa Anzai Kyousuke memberi komentar yang cukup serius.


"Tapi kita tidak tahu apakah mereka akan mengerti bahasa kita, kita tidak tahu agama mereka, dan kita tidak memiliki cara untuk membuktikan dari mana kita berasal, sehingga, adalah suatu keberuntungan bahwa mereka dengan baik mau menerima keberadaan kita di sini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika ini benar-benar adalah abad pertengahan Eropa.”


Suatu komunitas yang bersedia menerima orang asing.


Bagaimanapun juga, komunitas ini diberkati dengan kemampuan menyerap teknik dan budaya dari negara luar.


Tentu saja, mereka tidak boleh terlalu bersahabat dengan orang asing dan kehilangan orisinalitas mereka sendiri.


"Kota ini pasti akan menjadi suatu kerajaan satu hari nanti," bisik Waltraute tanpa ada emosi di matanya.


Apa pun itu, penginapan ini adalah suatu bangunan kayu dua lantai dan cukup nyaman bagi Kamijou dan yang lainnya. Mereka juga mendapatkan kamar yang cukup. Kamarnya hanya memiliki satu tempat tidur... atau lebih tepatnya, semacam kotak kayu tanpa per. Tidak ada kamar mandi atau shower, dan juga tidak ada kursi atau meja. Para tamu dipaksa untuk menjadi lebih kreatif.


Setelah memeriksa kamarnya dan menuju kembali ke lorong, Heivia memberikan keluhan kesal.


"Wow! Aku pikir, tumpukan rumput di alam terbuka mungkin lebih nyaman. Apakah kita benar-benar harus membayar untuk semua fasilitas ini?”


"Heh heh heh. Eh heh heh heh heh heh heh. Mari kita membuat ruang es cinta bersama-sama. Sekarang aku bisa bersamamu untuk selama-lamanya. Eh heh heh heh heh heh heh heh heh.”


"Sial, aku berbicara pada orang yang salah."


Bahkan Heivia tidak bisa berbuat apa-apa pada gadis Yandere terobsesi yang bahkan tidak menoleh ke arahnya. Yuki Onna mungkin sedang terangsang karena dia terengah-engah dan menghembuskan napas kristal bagai berlian.


Setelah mendengarkan saran dari Waltraute, Kamijou dan yang lainnya berkumpul di bar / restoran pada lantai pertama.


Si jabrik terpaksa mengucapkan komentar yang tidak perlu, tapi Nanajou Kyouichirou malah mendahuluinya.


"Lagi-lagi kita semua harus berkumpul bersama-sama seperti ini. Kulit para gadis yang terekspose- gugyah!?”


"Dbfh!? L-lagi! Aku sanggup menahan lidahku, jadi mengapa kau masih saja menyerangku!?”


Tombak petir terbang dari gadis ber-armor bikini dan tinju kuat dilepaskan oleh gadis berpakaian daun tropis. Itu cukup menyebabkan bencana.


Mereka begitu kelelahan, tapi mereka masih tidak yakin apakah mereka sanggup tidur di kotak kayu yang disebut tempat tidur itu.


"Ngomong-ngomong! Paling tidak, bolehkah aku memakai kemejamu!?”


"Eh? Kemeja yang membalut armor bikini? Itu sungguh mengerikan. Jika orang memandangmu, kau akan terlihat seperti seorang cabul yang tidak mengenakan apa-apa selain kemeja, namun ketika orang melihat armor di bawah kemejamu, mereka masih berpikir bahwa kau-goguyahhh!?”


Waltraute mengabaikan pria yang terpanggang itu dan berbicara.


"Kapal Dewa Skíðblaðni adalah kapal perang para dewa dan musuh utama dewa yang ada di luar Asgard. Dengan kata lain, itu adalah kapal yang dibuat untuk mengangkut para dewa guna melintasi berbagai dunia.”


Bahkan saat ia dengan tenang memberikan penjelasan, dia masih saja menggunakan tubuhnya untuk menutupi pandangan si bocah laki-laki pendek.


"Mh," kata bocah yang tersembunyi di balik tubuhnya.”Hei, hei. Waltraute.”


"A-apa? Jika kau masih saja protes padaku karena kau tidak bisa melihat, maka aku tidak akan mendengarkanmu!”


"Tidak, bukan itu. Dari tadi bokongmu tertekan padaku.”


"Bfh!!!???"


Sambil tersentak, Valkyrie menyesuaikan kembali jarak tubuhnya terhadap bocah itu.


Bagi seorang Valkyrie, gadis ber-armor hijau itu tampak lebih mirip seperti pencemas daripada prajurit.


"Pokoknya, kendaraan itu hanya dimaksudkan untuk melakukan perjalanan antara sembilan dunia yang didukung oleh The Pohon Dunia Yggdrasil. Kendaraan itu tidak dibuat untuk melampaui batas-batas mitologi Norse. Namun demikian, kalian telah diseret ke sini dari luar batas-batas itu.”


Quenser dan Heivia saling bertukar pandangan dan mengangkat bahu.


Mereka tampaknya sudah menyerah untuk memahami situasi ini, tapi Index terus mendesak Waltraute.


"Lalu apa?"


"Seluruh dunia kita didukung oleh Yggdrasil, baik oleh cabang ataupun akar."


Waltraute menunjukkan jendela di mana terlihat pohon raksasa yang menjulang ke langit. Batangnya tampak cukup besar untuk memuat suatu desa kecil di dalamnya.


"Jika cabang-cabang dan akarnya dipaksa untuk tumbuh dalam arah yang mengabaikan Euclidean* geometri, itu mungkin bisa membuat 'jalan' penghubung ke dunia baru selain sembilan dunia yang sudah kusebutkan tadi.” [Baca NT vol sebelumnya.]


"Hm. Kalau dipikir-pikir, pohon dunia tumbuh dari air sumur kebijaksanaan.”


"Ya, seperti tiga Norn yang memercikkan air sumur untuk membuatnya tumbuh, sementara Naga Hitam Níðhöggr menggerogoti akar agar membuatnya layu. Aku masih tidak tahu persis bagaimana caranya, tetapi teoriku mengatakan bahwa air sumur digunakan untuk mempengaruhi pertumbuhan pohon dunia sehingga cabang atau akar diperpanjang ke arah yang tidak semestinya.”


"Tapi itu pasti akan membuatnya jadi tidak stabil."


"Itulah gunanya Skíðblaðni. Benda itu bisa menyerap kalian dengan kuat ketika kalian melakukan perjalanan antar dunia yang tidak stabil. Dan benda itu juga bisa mencegah kalian agar tidak tersesat di kesenjangan antar dunia.”


"Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu!!" potong Mikoto.”Kau berbicara terlalu cepat! Aku masih tidak mengerti apa yang sudah kau terangkan sejak awal!!”


Anzai Kyousuke bertahan sekuat tenaga agar wajahnya tetap menunjukan ekspresi paham, tapi komentar Mikoto hampir membuat dia menangis. Mungkin orang dewasa adalah orang yang bisa menahan dirinya sendiri sampai batas terakhir.


Index mendesah sebelum melanjutkan.


"Pada dasarnya, ini semua bekerja pada ranah dewa, jadi tidak ada yang bisa kita lakukan."


"Maaf. Itu sedikit terlalu berterus-terang dan sekarang aku sudah kehilangan semua harapan.”


"Tapi kebenaran adalah kebenaran. Mungkin kami adalah kaum dewa, tetapi kami pun masih memerlukan beberapa waktu untuk menentukan rincian dan menemukan cara mengembalikan kalian pulang ke rumah masing-masing. Lagi pula, aku kenal seseorang yang sungguh mencintai tipuan semacam ini, sehingga mungkin saja, akan lebih cepat jika kita menyerahkan permasalahan ini padanya daripada menyelidiki sendiri.”


Waltraute menyimpulkannya dengan menggunakan argumen yang sesuai dengan pertempuran dan penjarahan dari mitologi Norse


"Jadi, kalian bisa menunggu di sini sampai kami menyelesaikan penyelidikan. Aku membawa kalian ke sini karena aku menganggap bahwa kalian akan lebih suka tinggal bersama-sama kaum manusia.”


"Betapa merepotkan."


Meskipun Quenser mengeluh, ia merasa lega di hatinya.


Ini lebih baik daripada tugas pencarian, yaitu menaklukkan benua satu per satu untuk mengumpulkan tujuh harta karun, sehingga mereka bisa kembali ke rumah.


Gadis kelinci bermain-main dengan ujung telinga kelinci palsu yang menempel di atas kepalanya dan dia pun berbicara.


"Lantas, tidak ada hal yang bisa kita lakukan?"


"Tidak ada. Bahkan, jika kalian bergerak dan ikut serta dalam penginvestigasian, itu hanya akan menimbulkan kebingungan-kebingungan lainnya, jadi aku lebih suka jika kalian tinggal di tempat dan menunggu hasilnya,” jawab Waltraute.”Jadi, lakukan apa saja yang kalian inginkan di penginapan ini sampai kalian mendengar kabar dariku.”


"Oh, jadi kita hanya perlu bersantai dan-..."


"Tapi tentu saja, kalian harus mengumpulkan cukup uang untuk membayar kamar dan makanan."


... Hm?



Part 5[edit]


"Ini buruk! Ini benar-benar buruk!!”


Heivia mendesah sambil duduk di atas salah satu kursi sederhana restoran.


"Kau bertanya mengapa aku mengatakan bahwa ini adalah hal yang begitu buruk? Sejak pertama kali datang ke tempat ini, Heivia yang ceria tidak melakukan apa-apa selain mendesah. Pertama, kita harus menelusuri penjara bawah tanah, kemudian, kita harus berjalan selama berhari-hari, dan sekarang, kita harus mengumpulkan uang? Dimana gadis elf berambut pirang dan bertelinga panjang halus atau putri duyung dengan kecapi di satu tangannya? Bahkan jika aku melihat Putri setengah telanjang yang ditangkap oleh gurita raksasa, aku akan menyelamatkannya dengan senang hati.”


Zashiki Warashi berpakaian dedaunan duduk di atas meja bundar, bukannya di kursi.


"Yaahh, di sini tidak ada kartu keluarga dan identitas kita tidak diatur oleh nomor jaminan keamanan sosial, sehingga, menemukan tempat untuk bekerja seharusnya tidaklah terlalu sulit. Tentu saja, jika aku boleh memilih, aku lebih suka tidak bekerja.”


"Kedengarannya begitu, namun kenyataannya tak semudah yang kau kira," potong Mikoto.”Aku bertanya kepada orang yang menjalankan penginapan ini, tapi ia bahkan tidak memberi kita pekerjaan mencuci piring atau membersihkan lantai.”


"Mengapa tidak?" tanya Quenser dengan kening berkerut.


Mikoto mengangkat bahu.


"Mereka hanya menurunkan pekerjaan dari ayah ke anak atau dari bos ke orang yang magang, sehingga tidak ada yang bisa kita lakukan tanpa memiliki garis keturunan atau kenal dengan seseorang yang sudah familiar pada daerah ini. Hirarki mereka benar-benar berkembang dari masyarakat pedesaan. Setiap orang luar tidak akan bisa membeli sesuatu pun dan hanya akan mengering.”


Itu adalah situasi yang tidak mungkin terjadi jika dilihat dari perspektif hukum standar perburuhan atau hukum kesetaraan kerja, namun budaya yang tak berkembang adalah alasan utama mengapa ketidaksempurnaan tatanan ekonomi ini bisa terjadi.


Higashikawa Mamoru mengerang saat ia mengingat apa yang diajarkan dosennya di kelas politik dan ekonomi. Dia mengambil kelas itu hanya untuk mengisi jadwalnya.


"Apakah kamu serius? Jadi kita harus membaur dengan masyarakat desa agar mereka percaya pada kita sebelum kita dapat mulai mencari pekerjaan?”


"Hee hee hee. Dan jika untuk mendapatkan kepercayaan mereka, kita membutuhkan banyak hadiah… maka kita hanya akan kembali ke posisi semula.”


Dia hanya mengikat, tapi entah kenapa gadis kelinci itu mengucapkannya dengan ekspresi wajah cerah.


Lantas, Kamijou dan Index pun memasuki pembicaraan.


Mereka menempatkan beberapa selebaran di atas meja. Alih-alih kertas, selebaran itu dibuat dari sesuatu seperti kulit binatang yang ditulisi dengan tinta.


"Menurut Index, ini adalah jenis-jenis pekerjaan yang bisa dilakukan oleh orang asing macam kita."


Tapi Nanajou Kyouichirou meringis.


"Apa ini? Selebaran ini terlihat seperti alat pemanggil setan jika kau menandatanganinya dengan namamu, menggunakan tinta dari darah. Apa yang dikatakan di ditu?”


"Ini adalah tulisan berdasarkan mantra, tapi dialek atau rinciannya cukuplah unik. Ini menggunakan standar 24 mantra Futhark* ditambah 7 simbol yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Tapi, aku masih bisa mengatakan bahwa...” [Futhark adalah alpabet mantra. Namanya disusun oleh 6 alpabet : f, u, th, a, r, k. Kamus Besar Oxford.]


Index meluncurkan jari rampingnya di atas "tulisan sihir" tersebut dan mengungkapkan informasi tentang lowongan pekerjaan.


"Pergi ke gunung dan potonglah beberapa batu. Rata-rata 13 ton per hari!”


(Rata-rata Angka Kematian Mingguan: 30%)


"Jadilah seorang pendayung pada suatu galley*. Barisan kapal perang kelas atas dan menyeberangi lautan!” [Galley adalah kapal datar kuno yang dilengkapi dengan 1 atau 2 lembar layar dan juga 3 pendayung. Biasanya digunakan untuk tujuan peperangan dan pembajakan. Awak kapalnya biasanya adalah budak dan para kriminal. Kamus Besar Oxford.]


(Rata-rata Angka Kematian Mingguan: 80%)


"Buatlah garam di pantai. Pada malam putih, kau juga dapat mengeringkan air laut sepanjang malam"


(Rata-rata Angka Kematian Mingguan: 50%)!


"Perjalanan ke utara yang membeku. Jika kau runtuh di jalan, maka itulah kuburanmu!”


(Rata-rata Angka Kematian Mingguan: 40%)


(* Semua unit telah dikonversi ke nilai-nilai modern oleh Index)


Anzai Kyousuke mencoba untuk memutar mejanya solah-olah itu adalah meja teh*, tapi Zashiki Warashi menghentikannya karena dia sedang duduk di atasnya. [Ya, meja teh bisa diputar.]


Dia memutuskan untuk berteriak sebagai pelampiasan kekesalannya.


"Ini lebih mirip hukuman kerja paksa!! Dan, tidakkah beberapa jenis pekerjaan pelayanan sosial dari beberapa era dan daerah dikerjakan oleh para kriminal!?”


"Hmm. Itulah masyarakat desa. Dengan asumsi bahwa teknik di daerah ini tidak berkembang dan mereka hanya memiliki peralatan dari abad pertengahan Eropa, semua pekerjaan ini hanya akan membunuhmu karena kelelahan bekerja. Apakah ini jenis-pembunuh-tak-berbentuk model baru?” tanya Killer Queen sembari menggosok pelipisnya dengan jari. ”Dan jika aku boleh memberikan pilihan alternatif, mungkin akan lebih efisien dan lebih aman jika kita mencari beberapa poster, di mana terpampang wajah buronan yang kepalanya dihargai sejumlah uang.”


"Um, bukankah itu merupakan suatu pertandingan kematian di mana orang luar memburu orang luar lainnya?"


Kamijou menunjukkan masalah itu hanya untuk memastikan, tapi Quenser dan Heivia mulai berbisik satu sama lain.


"Dengan bantuan sang Putri, kita bisa meledakan setiap kriminal menjadi berkeping-keping."


"Tapi siapa yang tahu berapa banyak peluru yang masih dia sisakan. Lagi pula, kita tidak bisa mendapatkan hadiah jika si buron mati dalam keadaan mayat hancur berkeping-keping. Senjata mengerikan Putri tidak memiliki pengaturan 'setrum'*.” [Yang dia maksudkan adalah senjata setrum yang bisa melumpuhkan musuh tanpa melukainya, seperti stun gun.]


Namun, mereka tidak bisa hidup di kota ini tanpa mendapatkan cukup uang untuk penginapan dan makanan. Dan kota telah cukup berkembang sehingga mereka tidak bisa hidup seperti di alam bebas, di mana mereka bisa mendapatkan buah-buahan dan ikan segar di sungai dengan gampang.


Bahkan, Waltraute telah membantu mereka selama mereka melakukan long march*, jadi, adalah hal yang tidak realistis jika mereka berharap bisa hidup dengan mudah di alam liar. [Long march adalah gerakan baris-berbaris yang lama dan menempuh jarak panjang. Namun yang dimaksudkan di sini adalah perjalanan panjang mereka setelah turun dari kapal dewa.]


"Yah, sialan. Jadi hanya ini poster yang terdapat di penginapan?”


Seakan-akan, Quenser terdengar seperti mengesampingkan masalah untuk saat ini.


"Aku ragu kita akan menemukan sesuatu, tapi mungkin akan lebih baik jika kita mencari beberapa poster di tempat lain. Jangan berputus asa dulu, bagaimana kalau menunggu sampai kita mencari beberapa iklan lowongan pekerjaan lainnya di seluruh kota?”


Tidak ada yang keberatan. Atau lebih tepatnya, tidak ada yang memiliki keberanian untuk memilih lowongan pekerjaan yang ada di atas meja, karena resiko kematian begitu tinggi.


Jadi tanpa waktu istirahat, Kamijou dan yang lainnya mulai meninggalkan penginapan.


"Tunggu sebentar! Touma, apakah aku benar-benar harus berjalan ke luar dengan pakaian seperti ini lagi!?”


"Jangan khawatir, Index. Kita semua terlihat aneh bagi orang-orang di dunia ini.”


"Lalu, bagaimana kalo kita bertukar pakaian?"


"Seorang pria dengan jubah telanjang!? Apakah kau mencoba untuk memanggil kegelapan tak berujung ke dunia ini!?”


Tapi mereka tidak punya pilihan selain "melepas semua pakaian", sehingga Index, Mikoto, dan gadis-gadis lain harus pergi dengan kondisi seperti ini.


Mereka berjalan menuju luar penginapan, tetapi situasi berubah pada langkah pertama ketika mereka keluar dari bangunan.


"Mwah hah hah!! Orang asing, kalian tampak seperti seseorang yang membutuhkan senjata untuk melawan monster kuat di desa, tetapi tidak memiliki uang untuk beli perlengkapan di toko senjata. Tapi tenang saja, selalu ada bantuan di suatu tempat nanti!!”


Seseorang yang aneh tiba-tiba memanggil mereka.


Orang aneh tersebut adalah seorang wanita tinggi berumur sekitar 20 tahun, memiliki rambut perak panjang yang ikal dan di-rol, kulitnya berwarna setengah putih dan setengah pucat kebiruan, pakaiannya mirip gaun pengantin tetapi transparan layaknya es. Penampilannya itu menghasilkan suatu pemandangan armor bikini yang terbuat dari rantai, kulit, dan logam mulia yang ia kenakan di bawah permukaannya.


Kamijou berbalik ke arah suara itu dan langsung membeku di tempat.


Entah kenapa, wanita ini tidak begitu bereaksi terhadap jubah telanjang milik Index atau kostum penari milik Satsuki, jadi dia jelas-jelas orang yang masuk dalam kategori "aneh".


Bahkan Waltraute pun terganggu oleh pakaian para gadis yang dirancang oleh pria-pria idiot tersebut.


Ketika ia memikirkan itu semua, air mata mulai menggenangi kelopak mata Kamijou Touma.


"Maafkan aku, semuanya!! Sesuatu yang besar mungkin akan terjadi di sini. Bagaimanapun juga, orang aneh - seorang perempuan – muncul begitu saja di depan anak SMA normal bernama Kamijou Touma!!!!!!”


"Jangan khawatir, nak. Dia berusia sekitar dua puluh tahun, jadi kau tidak bisa menyebutnya seorang 'gadis cantik'. Itu berarti, ini tidak mengikuti standar, bukan?”


Quenser mencoba untuk menenangkan Kamijou, tapi Heivia menggumamkan sesuatu yang tak menyenangkan di sampingnya.


"(Kau telah pasti sedang bercanda. Sebagai seorang prajurit, siapapun yang berusia lebih dari dua puluh sungguhlah penting. Jadi apakah ini mengikuti aturan dunia kita? Apakah suatu perang besar antara senjata mengerikan akan dimulai?) "


Namun, wanita bergaun es itu tampaknya tidak peduli.


Dia menempatkan ibu jari dan telunjuknya secara tegak lurus untuk membentuk pistol, mengarahkannya ke kelompok, dan berbicara.


"Kalian mencoba untuk mencari pekerjaan, bukan? Itulah mengapa ada orang-orang seperti aku. Aku menunggu di luar karena masyarakat desa juga akan menendangku jika aku bergaul terlalu dekat dengan para orang asing yang ada di penginapan ini."


"Jadi, apakah kau penengah atau perantara atau semacamnya?"


"Benar, wahai gadis berbaju dedaunan!! Karena suatu alasan, banyak klas prajurit atau petani tidak bisa membaca poster lowongan pekerjaan. Dan penyihir hutan seperti aku perlu membaca dan menulis pekerjaan untuk mencari nafkah. Ini adalah keadaan di mana kita terikat dalam hubungan saling-memberi-saling-menerima, paham?”


"Penyihir hutan?"


Mikoto mengerutkan kening dan wanita aneh itu meletakkan tangannya di pinggul.


"Aku juga sedikit bekerja sebagai penyanyi pengembara, itulah mengapa aku memakai pakaian yang benar-benar mencolok ini. Kau dapat menganggapnya kostum panggung. Tapi, sungguh, aku takut terkena bahan kimia*, jadi aku ingin memiliki suatu pakaian seperti jas hujan untuk menutupi tubuhku.” [Ya, para penyihir seharusnya sering bermain-main dengan larutan kimiawi.]


Mungkin ini adalah zaman sebelum jas lab ditemukan.


Tapi yang lebih penting, dia punya alasan yang sah!


"Uuh... Aku sangat senang menemukan orang-orang seperti kita," gumam seorang gadis SMP yang mengenakan armor bikini, dan dia pun merasa lemas.


Sementara itu, wanita aneh berkostum penyihir panggung menjentikkan jarinya.


"Terang-terangan saja, satu-satunya poster yang tersisa hanyalah untuk orang-orang yang ingin bekerja sendiri sampai mati. Jika kau ingin makan dan tidur dengan benar, aku sarankan untuk mendapatkan beberapa bantuan dari spesialis.”


Dia memiliki kulit putih dan kulit kebiruan yang terpadu dalam pola marmer. Sementara itu, Kamijou dan yang lainnya saling bertukar tatapan sekilas.


"Aku merasa, beberapa hal mulai mengalami kemajuan, tapi apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita pergi bersama dengan mereka?”(Nanajou)


"Aku lebih suka tidak melakukannya. Ini jelas-jelas akan membuat kita berada dalam kesulitan. Dan dokter bermuka kodok juga tidak ada di sini, jadi aku yakin bahwa aku benar-benar akan mati kali ini!! Bahkan, tidakkah aku terlalu sering berakhir di rumah sakit? Kalau begini, aku tidak akan terkejut jika mendapati seluruh tubuhku berubah menjadi cyborg secara bertahap!” (Kamijou)


"Tapi, tidakkah ini terlihat seperti suatu skenario yang dipaksakan? Aku bertaruh jikalau kita memilih 'tidak', kita akan terjebak dalam lingkaran pertanyaan yang tak berujung.” (Heivia)


"Atau jika kita menolak, kita akan beralih dari rute normal dan berakhir pada sesuatu yang lebih aneh, seperti: 'semuanya mati' atau 'serangan alien'. Itu mungkin terdengar gila, tapi jika ini adalah dunia yang memungkinkan terjadinya berbagai macam skenario, maka Absurdity semacam itu bisa dengan mudah terjadi.” (Higashikawa)


Mereka sangat berhati-hati, tapi mereka masih mengabaikan sesuatu.


Penyihir bergaun es bertepuk tangan dua kali dan membuat suatu pernyataan.


"Boo, boo! Waktunya habis! Sekarang kalian akan ikut denganku!!”


"Oh sial!! Aku lengah karena timer digital-nya tidak muncul!!”


Anzai Kyousuke mengoyak rambutnya, tapi sepertinya tidak ada redo*. [Redo adalah kiasan dari “kembali ke titik aman sebelumnya”.]


Kau hanya punya satu nyawa. Kecuali jika kau sanggup menemukan 1-up* di suatu tempat. [1-up adalah penganalogian dengan game, di mana kau mendapatkan 1 kali lagi kesempatan bermain jika terbunuh dalam game tersebut.]


"Oke, oke. Serahkan itu semua padaku. Ini adalah pekerjaan yang bisa dilakukan oleh orang-orang asing sepertimu!!”


Penyihir berkostum panggung menampilkan beberapa informasi lowongan pekerjaan.


"Mari membawa beberapa mayat!" (Rata-rata Angka Kematian Mingguan: 0%)


"Mari menggigit akar pohon dunia!" (Rata-rata Angka Kematian Mingguan: 0%)


"Mari mencambuk orang sakit dan lanjut usia!" (Rata-rata Angka Kematian Mingguan: 0%)


"Mari mengumpulkan kuku orang mati dan membangun kapal raksasa!" (Rata-rata Angka Kematian Mingguan: 0%)


(* Semua unit telah dikonversi ke nilai-nilai modern oleh penyihir berkostum panggung)


"Tahan sebentaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrr!! Ada dua pekerjaan terkait dengan mayat yang tercampur di sana!!”


"Oh, jadi rumor tentang pekerjaan mencuci atau mengumpulkan mayat bahkan telah mencapai dunia fantasi ini, bukankah begitu?”


Teriakan Kamijou dan komentar blak-blakan dari Mikoto saling berpadu, sementara Anzai Kyousuke berkata "Aku sangat senang karena aku tidak membawa Harumi bersama denganku" dengan tampilan yang benar-benar gelap di wajahnya.


Sementara itu, Quenser dan Heivia berbicara.


"Hei, pekerjaan tentang menggerogoti akar pohon itu terdengar akrab di telingaku. Dimana aku mendengar itu sebelumnya?”


"Apakah kau berpikir tentang Island Nation yang pernah memakan-paksa getah di akar pohon untuk POW*? Itu adalah cerita yang mengerikan.” [POW adalah singkatan dari Prisoner of War (Tawanan Perang). Kamus Besar Oxford.]


"Ini disebut gobou*, orang Barat." [Gobou adalah nama akar tanaman yang biasa disebut Burdock. Yaitu tanaman dari keluarga bunga Aster. Daunnya lebar, bunganya berduri, sehingga bisa menempel pada bulu binatang atau kain. Salah satu jenisnya adalah Actrium pubens. Kamus Besar Oxford dan Wikipedia Bebas.]


Di saat Zashiki Warashi yang mengenakan pakaian renang dari dedaunan memberikan koreksinya, gadis kelinci dan Satsuki saling bergumam satu sama lain.


"Tapi jika kita mengabaikan pekerjaan tentang mayat dan akar pohon, tidakkah hanya tersisa satu pilihan terakhir?”


"Di satu sisi, aku berpikir bahwa pilihan pekerjaan terakhir itu adalah yang tersulit bagi kita. Kita mungkin akan berakhir dengan mimpi buruk seumur hidup dengan upah yang sedikit.”


Sementara itu, penyihir berkostum panggung manyun karena semua pilihan pekerjaan yang dia tawarkan ditolak.


"Ayolah, apa-apaan ini? Aku menawarkan pada kalian beberapa pekerjaan dengan sepenuh hati, tetapi kalian tetap saja mengeluh karena tidak cocok? Seakan-akan kalian punya banyak pilihan, padahal tidak.”


"Lain kali, tambahkan nilai untuk kesehatan mental. Semua pilihan yang kau tawarkan itu akan merusak SAN* kami kapan pun.” [SAN di sini adalah kependekan dari Spinal Accessory Nerve, yaitu syaraf tengkorak yang mengontrol jaringan otot di leher dan tengkuk. Syaraf ini juga berhubungan dan berpusat langsung dengan jaringan otak. Wikipedia Bebas]


"Aku hanya memiliki satu pekerjaan layak yang tersisa, tapi itu akan sangat membosankan dan tidak layak dikerjakan. Meskipun begitu, aku tidak bisa membuat jaminan tentang SAN milikmu.”


"Aku benar-benar takut terhadap apa yang kau sebut 'pekerjaan layak' setelah kau dengan gembira memperkenalkan daftar pilihan pekerjaan sebelumnya,” kata Index dengan sedih.


"Baik, tapi ini benar-benar pekerjaan terakhir yang aku miliki," kata penyihir itu sambil mengangkat jari telunjuknya.


"Kumpulkan benda-benda yang jatuh di sepanjang jalan dan kaki tebing." (Rata-rata Angka Kematian Mingguan: 90%)


"Sering kali, para pedagang meminta seseorang untuk mengumpulkan produk mereka yang jatuh dari kereta. Mengambil benda-benda yang jatuh ke kaki tebing adalah pekerjaan yang sulit dijangkau oleh para amatiran. Namun, mengumpulkan benda-benda yang orang lain jatuhkan adalah suatu hal yang dianggap tidak jantan dalam budaya Norse, jadi pastikan tidak ada yang melihat aksimu. Di sini, orang-orang tidak menggali harta karun; mereka melawan monster untuk mendapatkannya.”


Si penyihir terdengar enggan, tapi Kamijou akhirnya setuju dengan salah satu idenya.


"Itu dia! Itu bagus! Tidak ada mayat, tidak ada kelelahan mental, itu tidak akan menyebabkan seseorang pun menderita kesulitan, dan itu akan membuat seseorang bahagia. Ya, akhirnya kita menemukan pekerjaan sungguhan!!”


"Oh, benarkah? Kalau begitu, aku akan memberikan peta lokasinya dan kau dapat melakukan apa yang kau inginkan. Ada seorang klien yang akan langsung membayar setengah upah, tak peduli apa pun yang kau temukan, artinya, kau tidak akan mendapatkan apa-apa jika kau tidak membawa kembali suatu benda pun.”


"(Hei, Quenser. Bukankah itu berarti, kita akan mendapat lebih banyak jika kita menguntit barang-barang yang jatuh itu?)"


"(Aku lebih suka menghindari hal seperti itu sebelum kita tahu dengan pasti bagaimana hukum bekerja di sini. Aku tidak ingin dibakar hidup-hidup.) "


Dengan demikian, kelompok tersebut menuju ke jalan di sisi tebing untuk mendapatkan upah.


Namun...


"Tapi..." Zashiki Warashi berpakaian dedaunan mulai bersuara.


"Hm? Ada apa?” tanya Mikoto.


"Jika hanya mengumpulkan benda yang hilang, mengapa Rata-rata Angka Kematian Mingguan mencapai 90%? (Meskipun itu bukanlah masalah bagi seorang Youkai seperti diriku.) "



Part 6[edit]


Suatu suara bergemuruh mekanik melintasi hutan.


Benda yang menjulang di depan Quenser dan Heivia adalah suatu robot militer setinggi 20 m. Tampaknya benda itu telah dirancang untuk berkamuflase pada lingkungan salju atau es, karena badannya tampak transparan. Di punggungnya terdapat sesuatu seperti sayap atau kristal salju raksasa. Siku dan lututnya tertutup paku yang sangat tajam.


Sesuatu seperti roh tak berwujud mengambang di dekat dadanya dan memancarkan cahaya putih kebiruan. Wajah laki-laki menangis dalam kebencian atau kemarahan bisa terlihat padanya.


"Sialan, benda ini tidak termasuk dalam dunia fantasi!"


"Lihat, aku kan sudah bilang? Dunia ini sama kejamnya dengan dunia kita!!”



Part 7[edit]


Kamijou terus-menerus mendengar desingan suara tembakan sambil berlari melewati pepohonan di hutan.


Robot transparan memaksa Kamijou mundur dengan menembakkan pancaran cahaya putih kebiruan ke tanah. Sekitar 20 pohon konifer tumbang di sekitar lokasi ledakan dan tanah pun terbelah serta berhamburan ke udara.


Dua orang tentara idiot itu tampaknya tidak bisa tenang karena teriakan mereka menggema di seluruh lereng gunung dan sampai ke telinga Kamijou.


"Sialan. Aku hanya punya lima pengisi peluru cadangan, tapi aku lebih suka menggunakan rudal yang aku dapatkan. Bagaimana kabarmu, Pak Ksatria!?”


"Setelah melakukan perkiraan cepat, aku akan mengatakan bahwa aku memiliki sekitar 10 kg Hand Axe. Ini bukan waktunya untuk ragu-ragu. Jika perlu, kita dapat mencurahkan lebih banyak mesiu!”


"Ya, tetapi cobalah untuk menggunakan mesiu dalam bentuk senjata! Atau kau hanya akan berakhir dengan meledakan jari-jarimu sendiri!”


Upaya mereka untuk menembaki robot raksasa transparan tampaknya tidak berjalan dengan baik.


Untuk menghindari terkena tembakan nyasar, Kamijou memastikan ia tidak berada tepat di belakang robot itu dan ia bersembunyi di balik batang pohon tebal untuk saat ini.


Index berdiri di samping Kamijou sembari menggunakan kedua tangannya untuk menggenggam jubahnya erat-erat. Dia harus memastikan bahwa jubahnya tidak terangkat oleh hembusan angin yang dihasilkan dari ledakan.


"Benda apa itu?" tanya anak laki-laki berambut runcing.


"Aku belum pernah melihat desain itu sebelumnya, tapi karena dunia ini didasarkan pada mitologi Norse dan tampaknya benda itu merupakan perwujudan dendam atau pikiran jahat yang tersimpan di dalam dada, aku kira itu adalah prajurit Niflheim. Itu terbuat dari jiwa orang-orang berdosa yang taat pada Hel, si ratu dunia es.”


"Itu tidak penting," gumam Mikoto yang bersembunyi di balik pohon lain, di dekatnya. "Aku akan mengurusnya ini."


Mikoto memegang koin arcade di tangannya.


"Jika kau hendak menahannya di tempat, majulah. Jika tidak, tiaraplah dan tutupi kepalamu. Apapun masalahnya, kita perlu mengarahkannya ke samping.”


Tiba-tiba, robot transparan berbalik ke arah mereka.


Sinar putih kebiruan yang ditembakan dari dada si robot meledakan batang pohon, di mana tempat Mikoto bersembunyi. Seakan-akan itu adalah lembaran kertas tipis.


"Yang benar saja!?"


Mata Kamijou terbuka lebar, tapi ada sesuatu yang tidak benar.


Tepat sebelum tembakan sinar itu mengenai batang pohon, Nanajou Kyouichirou mendorong Mikoto ke samping. Serpihan kayu tajam yang tak terhitung jumlahnya menyebar dengan kecepatan menakutkan dan beberapa serpihan itu menusuk punggung Nanajou, tapi anehnya, dia tidak meneteskan setetes darah pun.


Mikoto tampak bingung.


"A-apa?"


"Oh, ini? Jangan khawatir. Tak peduli apakah truk seberat 10 ton menabrak diriku atau granat diledakan tepat di depan hidungku, entah bagaimana caranya, organ vitalku tidak akan terkena dan aku bisa tetap bertahan hidup. Seperti itulah dunia ini diciptakan.”


"Oh? Suatu kebetulan yang mengherankan.”


Seseorang menghancurkan beberapa ikat rumput dengan injakan kakinya.


Robot transparan menembakkan sinar putih kebiruan berikutnya, tapi Higashikawa Mamoru, yang seharusnya hanya seorang mahasiswa biasa, maju di depannya.


"Kedengarannya cukup familiar. Jadi, aku bukanlah satu-satunya orang yang maju di atas alasan aneh seseorang atau yang lainnya?”


Bukan masalah tentang apa yang dia lakukan.


Tepat sebelum sinar mematikan itu ditembakan, tanah di bawah kaki si robot hancur karena bobotnya yang begitu besar. Robot itu kehilangan keseimbangan dan pancaran cahaya terbang ke arah yang salah.


Seolah-olah segala macam bentuk kebetulan berpihak padanya.


Pancaran cahaya itu malah menuju ke sebelah gadis kelinci, tapi dia hanya bersiul-siul dengan riang sambil berdiri di dekat ranting pohon.


"Seperti biasa, kau begitu terampil, wahai Ever-Victorious Challenger. Bukan berarti kita terbiasa seperti itu.”


Suara cambuk yang berayun datang dari tempat lain.


Itu adalah Killer Queen. Gadis itu adalah "sekumpulan kematian" yang bisa membunuh siapa pun. Ia memutar-mutar tubuhnya seolah-olah menyesuaikan dengan pakaian penari yang dipakainya. Namun, dia tidak memegang pita. Sebaliknya, tali yang terbuat dari karet militer khusus saling bersilangan dan melekat pada cabang-cabang serta batang pohon. Rangkaian karet itu membentuk suatu jaring mematikan dengan tekanan yang besar. Karet-karet itu pun melilit tubuh robot raksasa, anggota badan, dan lehernya, lantas menjeratnya dengan ikatan yang begitu kencang.


Suara bagian dalam mesin yang hancur bisa terdengar, tapi tidak berakhir di sana.


Robot transparan itu melepaskan ikatan karet - atau lebih tepatnya, dia menumbangkan pohon-pohon tempat ikatan karet tersebut ditambatkan - dan dia pun terus bergerak ke depan.


"Cih!"


Masih tiarap di tanah, Mikoto menempatkan koin arcade di atas ibu jarinya.


(Oh, ya ampun! Para tentara tolol itu berada di jangkauan tembakanku! Aku tidak bisa mendapatkan pandangan yang jelas dari sini!!)


Dia melepas gelombang elektromagnetik untuk memindai medan dan kondisi di sekitar. Dia sedang mencari sesuatu yang mungkin bisa digunakan.


Dia menemukan Zashiki Warashi yang mencoba utnuk melarikan diri ke tempat aman.


"Di sana! Boom!!”


Dia tidak ragu-ragu untuk menjentikan koin dengan tiga kali kecepatan suara. Koin itu melecut angin dengan kecepatan yang luar biasa, menumbangkan pepohonan, dan menciptakan garis cahaya lurus berwarna oranye.


Zashiki Warashi tampak terkejut, tapi itu sudah terlambat.


Dengan suara tumbukan yang luar biasa, Railgun menghantam Zashiki Warashi dan memantul darinya. Youkai berambut hitam itu tidak terluka dan seketika menahan baju dedaunan miliknya agar tidak lepas.


Sementara itu, tembakan Railgun menikuk pada sudut yang cukup tajam dan secara akurat menembus tubuh robot raksasa.


Salah satu kakinya robek tepat di pangkal.


Dia runtuh dan tampak membungkuk, tapi masih bisa bergerak.


"Sialan!!"


Nanajou Kyouichirou dan Higashikawa Mamoru yang berdiri di depan Mikoto dan Kamijou Touma menggenggam tangan kanannya ke depan.


Namun...


Sesaat kemudian, “railgun yang berbeda” terbang dari luar hutan dan memusnahkan suatu daerah di sana.


Kehancuran itu mirip dengan kerusakan yang disebabkan oleh semburan seekor naga. Tidak ada yang tersisa, bahkan selembar kulit pohon pun tidak lagi bisa ditemukan pada daerah tersebut. Yang tersisa hanyalah tanah lapang layaknya landasan pesawat terbang. Dan si robot hancur tanpa bekas sedikit pun, seakan-akan lenyap ditelan bumi.


Lebih dari sepuluh orang tersebar di sekitarnya, tapi tembakannya itu dengan lihai menyelinap di antara semua orang.


Kamijou jatuh dalam posisi duduk dan mendengar suara yang familiar.


"Hei!"


Itu adalah mahasiswa Anzai Kyousuke.


Dia pasti telah membuat bendera darurat dari cabang-cabang pohon dan saputangan. Dia pun melambai-lambaikan dua bendera tersebut sebagai suatu sinyal primitif.


"Aku meminta benda bernama Object itu untuk membantu. Apakah itu tidak masalah?”


"Aku pikir, kita harus menjotos orang ini."


Suara rendah dari Heivia mengisyaratkan kelanjutan dari pertempuran ini.



Part 8[edit]


"Oh, ya ampun."


Misaka Mikoto mulai mengeluh dengan segera setelah mereka kembali ke penginapan.


Dia, Index, dan Satsuki berkumpul bersama-sama di kamar mereka.


Dia memutar pinggulnya untuk memeriksa punggungnya. Adalah jelas apa yang sedang dia lakukan.


"Ada tanda di mana-mana.... kau tidak boleh menggunakan logam sebagai bahan pembuat penutup payudara. Aku akui bahwa mereka cukup pintar dalam membuat pakaian-pakaian tolol ini.”


"Dari kelihatannya, gesper itu tidak akan rusak dengan mudah."


"Oh, begitu? Terima kasih. Tapi tidak bisakah kita melakukan sesuatu pada pakaian ini?”


"Aku hanya berharap kita mendapatkan beberapa kabar baik dari mereka berdua yang keluar."


Satsuki memandang jendela dengan tirai yang tertutup rapat.


Gadis-gadis telah dipaksa untuk mengenakan pakaian ini karena adanya konspirasi yang dirancang oleh pria-pria idiot itu, tapi reaksi para gadis terbagi menjadi 2 kategori, yaitu: mereka yang sangat malu dan mereka yang tidak terlalu keberatan.


Kategori yang kedua terjadi pada gadis kelinci, yang pakaiannya tidak berbeda dari pakaiannya semula, dan Zashiki Warashi, yang ekspresinya tidak berubah sedikit pun setelah kostumnya berubah dari Yukata merah menjadi pakian renang terbuat dari dedaunan.


Yuki Onna termasuk dalam kategori 2, tetapi ini dikarenakan dia tidak begitu mempedulikan tentang apa yang terjadi di sekelilingnya dan hanya terfokus pada pria yang tertanam di peti mati es. Dia tampak mengabaikan semua hal di dunia ini sembari merangkul Jinnai Shinobu yang masih saja membeku.


Tak lama, ketukan pintu terdengar.


Mikoto memutar kenop, Zashiki Warashi dan gadis kelinci pun masuk ke kamar.


"Tidak beruntung," kata gadis kelinci dengan segera, sementara dia tidak tampak begitu peduli. ”Kita tidak dapat menemukan pakaian apapun. Tentu saja masalahnya ada pada harga, tetapi mereka juga tidak memiliki alat produksi massal, sehingga semuanya adalah pakaian buatan tangan. Bahkan jika kita memesan pakaian sekarang, akan memerlukan waktu seminggu penuh sampai pesanan kita siap.”


"Ketika pakaian mereka mulai usang, tampaknya mereka hanya akan merobeknya dan menjahitnya kembali. Mungkin ini seperti hubungan antara kimono dan kain kimono. Jika kita benar-benar menginginkan mereka untuk membuat pakaian dari kain perca, kita harus siap menerima beban yang besar.”


Kalau begini, sepertinya mereka bisa mendapatkan cukup pakaian dengan keterampilan yang dimiliki Quenser, Heivia, dan pria-pria lainnya. Mereka terbukti cukup ahli dalam membuat pakaian karena bahan-bahannya hanyalah sisa-sisa dagangan yang diperoleh dari para kafilah. Tapi tampaknya keterampilan mereka hanya bisa menghasilkan pakaian-pakaian dengan model yang memalukan. Tampaknya pria-pria itu hanyalah para idiot yang gemar melakukan hal-hal idiot.


"Dunia benar-benar sudah berputar terbalik, bukan?"


"Ya, Touma sering mengusahakan sesuatu yang sia-sia."


Index bahkan tidak ragu-ragu memasukan nama si pria jabrik dalam diskusi tentang: siapa-yang-memperburuk-keadaan ini.


Zashiki Warashi yang terlihat bosan bersandar di dinding dan berbicara.


"Mungkin, kita masih beruntung karena Shinobu tidak terlibat dalam hal ini. Dia tidak terlalu sering menggunakan kecerdasannya yang bagai setan itu....tapi....sekali dia menggunakannya... dia bisa dengan mudah menyembunyikan celah pada pakaian yang tampak seperti bikini normal.”


Terlepas dari semua itu, tampaknya mereka harus terus melanjutkan petualangan besar ini dengan pakaian yang merupakan hasil kejahilan dari para pria idiot itu.


"Jujur, apakah kalian berpikir bahwa kita bisa membuat pakaian yang lebih baik jika kita mencuri pakaian mereka dan kita robek untuk mendapatkan beberapa kain perca?”


"Tapi, jika kita melakukan itu, kita hanya akan terlihat seperti sekelompok prajurit Amazon yang memerintah sekelompok pria telanjang. Aku rasa, itu cukup memalukan.”



Part 9[edit]


"Itu sangat umum. Jika jiwa mati disegel di dalam armor es, itu pasti adalah pasukan garda depan milik Hel, si ratu alam baka*.” [Alam baka yang Ciu maksudkan di sini adalah Underworld, yaitu tempat kediaman roh-roh orang yang telah mati, dan sering diimajinasikan berada di bawah permukaan bumi. Kamus Besar Oxford.]


Kamijou dan yang lainnya, entah bagaimana, berhasil mendapatkan cukup uang untuk menyewa kamar. Sambil makan sarapan pagi, Waltraute mampir untuk memeriksa keadaan mereka dan dia pun dengan santai menjelaskan apa yang telah mereka lalui (dia masih tampak syok ketika melihat kulit para gadis yang terekspose).


"Mitologi Norse adalah tentang pertempuran, sehingga jiwa orang terampil diyakini bisa menjadi prajurit para dewa yang ahli. Hal yang sama terjadi pada Hel, dia mencoba untuk mendapatkan jiwa yang terampil untuk mempersiapkan pasukannya sendiri.”


Kamijou hampir mengangguk, tetapi dia tidak bisa mengabaikan satu hal.


Dia merobek sepotong roti keras dan bertanya tentang hal itu.


"Tunggu. Apa maksudmu dengan 'sama'? Apakah orang bernama Hel ini bukanlah satu-satunya yang melakukan perekrutan paksa tersebut?”


Dunia fantasi ini tidak diracuni oleh teknologi dan pabrik-pabrik berskala besar, namun tidak berarti bahwa sayur-mayur dan masakan di sini terasa lezat. Rasa masakannya tidak jelas dan terkesan tidak murni.


Zashiki Warashi tinggal di Intellectual Village, dimana tanaman berubah menjadi produk ber-merk dengan kualitas yang sangat tinggi, sehingga dia tidak menikmati makanan ini dan wajahnya tampak murung.


Tentu, Waltraute mengabaikan itu dan terus berbicara.


"Akan lebih tepat jika kita mengatakan bahwa Hel mengopi hal yang seharusnya hanya untuk para dewa secara eksklusif. Ketua dewa berjenggot kami sangatlah buruk. Dia menyebabkan perang di Midgard dan menyatakan bahwa sebab insiden itu adalah karena dia menginginkan jiwa-jiwa yang terampil."


"Kamu bercanda. Satu-satunya hal yang ingin aku perebutkan hanyalah para gadis berpakaian renang. Selain itu, aku sudah memutuskan bahwa aku ingin mati di atas tubuh seorang wanita. Aku tidak ingin terbunuh untuk kepentingan seorang pria berjenggot. "


Ratu alam baka adalah hal yang terdengar menakutkan, namun para dewa juga tidak bisa dipercaya. Para dewa dan makhluk-makhluk yang berkuasa di dunia ini tampaknya begitu buas, sehingga seseorang akan bertanya-tanya....pada siapakah para penduduk di dunia ini harus berdoa.


"Yah, tidak akan membuatku terkejut jika Hel menargetkan jiwa orang asing seperti kalian, tetapi kalian tidak akan tinggal lama di sini. Jika kalian kembali ke dunia asal sesegera mungkin, kalian tidak akan terjebak dalam bencana ini. "


"Apakah kau sudah menemukan cara untuk memulangkan kami?" tanya Satsuki sembari menusukan garpu pada suatu hidangan yang tampak seperti kombinasi antara salad dan tumpukan rumput.


Waltraute meletakkan tangannya di salah satu pinggul sebelum menjawab.


"Selalu saja, tipuan semacam ini adalah karya Loki, tapi ia tampaknya telah lenyap. Tentu saja, menghilang adalah bukti bahwa dia sedang merencanakan sesuatu. Aku harus bisa menemukannya dalam beberapa hari dan menghajarnya sampai kapok. "


Seperti sebelumnya, ia lebih suka menggunakan tinjunya untuk mengorek informasi daripada bernegosiasi dengan percakapan. Sikap para dewa ini cukup mudah ditebak.


Zashiki Warashi mendesah saat mendengar itu.


"Jadi, haruskah kita berasumsi bahwa kita akan terjebak di sini untuk setidaknya beberapa hari lagi?"


"Heh heh heh. Tidak masalah bagiku. Selama aku bersama-sama dengan dia ... "


Yuki Onna berada dalam mode Yandere sembari ia tertawa muram dan mendorong ikan fillet* ke permukaan mulut Jinnai Shinobu yang masih terperangkap di dalam balok es, tampaknya dia ingin menyuapi kekasihnya itu. Dia mungkin akan tetap gembira bahkan ketika seluruh umat manusia telah punah. [Fillet adalah potongan daging dengan ketipisan tertentu dan tanpa tulang. Kamus Besar Oxford.]


Sementara berpura-pura tidak melihat pemandangan menyedihkan itu, Mikoto menyuarakan kekhawatirannya.


"Ngomong-ngomong....ummm...mbak dewa? Aku tidak benar-benar mengerti, tapi bukankah kami harus berasumsi bahwa sisi kalian juga akan menargetkan keselamatan kami saat ini? Aku benar-benar lebih memilih untuk tidak diserang dari dua sisi sekaligus. "


"Oh, tidak perlu khawatir tentang itu," jawab Waltraute dengan mudah.


Index memiringkan kepalanya karena bingung dan si gadis ksatria terus melanjutkan omongannya.


"Yah....uh....para 'petinggi' memiliki masalah mereka sendiri untuk ditangani."



Part 10[edit]


"..."


Dalam Valhalla, aula para dewa, seseorang duduk diam di singgasana dengan wajah benar-benar bengkak. Seseorang akan berasumsi bahwa ketua dewa berjenggot itu telah menempatkan sarang lebah di atas kepalanya sebagai kostum.



Part 11[edit]


Kamijou dan yang lainnya tidak perlu khawatir tentang uang untuk sementara waktu dan mereka tidak harus berpikir untuk mencari-cari pekerjaan seperti yang telah mereka lakukan sehari sebelumnya, sehingga mereka tidak punya alasan untuk pergi hari ini. Namun, mereka dengan ceroboh membayar semuanya di depan, sehingga mereka tidak punya uang tersisa yang seharusnya digunakan oleh para gadis untuk membeli pakaian baru. Heivia mengatakan hal busuk: "seperti yang direncanakan !!" dan itu membuatnya mendapatkan sambaran petir dari si gadis ber-armor bikini.


Mereka hanya harus berbaring di kamar sampai Waltraute menemukan cara untuk memulangkan mereka kembali ke rumah masing-masing (dengan cara yang sangat kejam)


Quenser melirik dengan cemas ke arah pintu masuk penginapan.


"Aku ingin tahu, apakah Putri marah terhadap hal ini."


"Jangan dia !!"


Seseorang berteriak dengan putus asa dan menendang Quenser sehingga jatuh ke lantai. Ketika pria itu bergulung-gulung di sepanjang lantai penginapan, "wanita itu" melangkah ke bagian bar / restoran penginapan.


Itu adalah penyihir berkostum panggung yang kemarin memberi mereka pekerjaan.


Dia melambai-lambaikan tangannya yang memiliki campuran kulit berwarna putih dan kebiruan.


"Kenapa !? Mengapa !? Aku sudah susah-payah mempersiapkan segala macam pekerjaan untuk kalian, jadi mengapa kalian masih ada di sini !? Tidakkah kalian seharusnya memeriksa semua fitur baru yang kalian temukan!? "


"Kami tidak benar-benar mencari kemewahan di sini," kata Kamijou yang agak jengkel karena dia tidak bisa menemukan tusuk gigi di dunia Norse ini. "Dan selain itu, bukankah kau adalah Hel, si ratu nera- ... "


"Uhuk.....Uhuk.....!!"


Dia mencoba untuk menenggelamkan perkataan Kamijou dalam suara batuk yang keras, tapi sudah terlambat.


Perkataan Kamijou tidak bisa ditarik lagi.


"Tidak mungkin kami bisa tertipu oleh caramu ini! Bagaimanapun juga, kau adalah satu-satunya orang yang menunjukan jalannya pada kami!! Maka dari itu, hanya ada satu tersangka, jawabannya sudah jelas sekali bahwa telah terjadi sesuatu!!”


"J-jangan konyol!! Kau telah berpapasan dengan orang yang tak terhitung jumlahnya di kota ini, kau sudah bercakap-cakap dengan orang yang menjalankan penginapan ini, dan seseorang pasti telah membayarkan upahmu atas barang temuanmu kemarin, kan!? Ada beribu-ribu orang, sehingga tidak hanya aku! Jangan mengabaikan setiap orang yang bukan gadis cantik!!”


Index dan Zashiki Warashi bertukar pemandangan tanpa peduli dengan apa yang sedang terjadi.


"Tapi... kau tahu, kan?"


"Ya. Ketika ada seseorang memaksa untuk muncul di hadapan kami, maka tidak mungkin bahwa orang tersebut adalah orang normal. Jika semisal ada seorang janda mencurigakan yang memegang jadwal dengan satu tangan di sore hari, dan mengatakan bahwa sudah waktunya untuk pergi, kau tidak akan berpikir bahwa dia sedang dalam perjalanan untuk memborong benda-benda yang diobral di supermaket.”


Penyihir berkostum panggungyang sebenarnya adalah Hel, si ratu alam baka, benar-benar bingung.


Dia begitu tertekan sampai-sampai kulitnya yang berwarna putih kebiruan, yang terlihat di bawah balutan pakaian transparan, berubah pola. Dan dia mulai tampak seperti seorang gadis dengan pakaian renang sekolahan yang kulitnya berwarna coklat gosong akibat terik matahari.


"P-paling tidak, k-kau menyadari suatu petunjuk, kan? Kau menyadari bahwa hantu ber-armor dan pakaianku sama-sama terbuat dari es transparan, kan? Dan itu merujuk pada Niflheim, yaitu dunia es yang berisikan orang-orang mati!?"


Wanita yang kini kulitnya tampak gosong itu berteriak dengan mata merah.


"Dan pekerjaan yang awalnya kuberikan pada kalian - membawa mayat, menggerogoti akar pohon dunia, dll - terkait dengan Niflheim. Aku melakukan itu semua dengan benar, sehingga kau menyadarinya, kan? Kan!? Kau menganalisis semua petunjuk itu dan akhirnya sampai pada suatu kesimpulan, kan!?”


Hel mulai tertekan, tapi gadis kelinci (secara kejam) menjawab dengan senyum berseri-seri.


"Hm, aku tidak yakin. Aku benar-benar tidak mengerti tentang semua ini, tapi aku pikir, orang bernama Waltraute itu mengatakan bahwa monster robot yang kami hadapi kemarin adalah karya Hel, si ratu alam baka.”


"Ohhhhhhhhh!! Maksudmu ini semua bukan disebabkan oleh pemikiran seketika dari seorang jenius!? Ada seseorang yang membocorkan petunjuk padamuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!?”


Hel, ratu alam baka, jatuh dalam posisi sujud dan mulai meninju-ninju lantai. Penampilannya sudah sepenuhnya berubah, mungkin seseorang harus memberitahu bahwa wanita yang sedang tersungkur itu adalah Hel. Kalau tidak, akan ada orang yang salah sangka dan mengira bahwa dia adalah gadis berpakaian renang sekolah yang terlalu sering berenang pada siang hari. Dia begitu banyak kehilangan martabat dan keagungannya.


Masih merangkak, si ratu mengeluarkan teriakan.


"Tapi!! Karena kalian mengambil jalan pintas itu, aku tidak punya pilihan selain berterus terang, wahai orang asing! Aku bisa menyebutnya sembrono, karena kalian telah menolak kesempatan untuk perlahan-lahan naik level!!”


"Wahai ratu, apa yang dapat kau lakukan selain memberikan kami lowongan pekerjaan?"


Pertanyaan sederhana Kamijou ini pasti menyakiti hati Hel, karena dia menjawabnya dengan titihan air mata.


"Jika kau bersikeras ingin mengetahuinya…..aku beritahu kau...aku bisa memanggil Naga Hitam Níðhöggr."


Ledakan angin muncul di depan.


Bagian depan pintu masuk penginapan terbang ke dalam seperti shuriken dan semua kaca jendela hancur. Ini semua disebabkan oleh aliran angin intens yang diciptakan oleh suatu makhluk raksasa. Dan makhluk itu mendarat dengan menghembuskan angin ke tanah. Jubah Index melambung tinggi (menampilkan pemandangan yang berbahaya) dan gesper pada pakaian penari milik Killer Queen lepas. Dari dalam, Kamijou dan yang lainnya tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi bagi siapa pun yang berada di luar, penyebab semua kekacauan ini adalah jelas. Seekor naga dengan tinggi mencapai 200 m mendarat di depan penginapan.


Seolah-olah seluruh pintu dipenuhi oleh Níðhöggr yang membuka rahangnya lebar-lebar dan Hel melambaikan tangannya untuk memberikan petunjuk sembari masih dalam posisi tersungkur.


"Mwa ha ha ha ha ha!! Aku yakin Waltraute atau mungkin orang lain telah memberitahu kalian bahwa jiwa terampil atau manusia yang langka dapat dimanfaatkan sebagai pasukan militer yang baik, sehingga aku tidak perlu menjelaskannya lagi! Níðhöggr, hancurkan bongkahan daging yang ada di hadapanmu sampai tak ada yang tersisa!!”


Si naga bereaksi dengan cepat.


Gunungan massa berwarna hitam itu menghimpun sesuatu pada rahangnya yang masih menganga, dan tekanan kuat terkumpul di sana. Ketika dilepaskan sekaligus, serangan itu mengandung kekuatan yang cukup untuk menyaingi Baby Magnum. Dan semburan itu tanpa ampun ditujukan pada kumpulan manusia di hadapannya yang hanya terdiri dari daging dan darah.


"Sekarang, waktunya untuk saat-saat klimaks yang mendebarkan, jika dianalogikan pada game RPG yang dibeli di DLC*, ini mirip seperti tulisan: 'Bersambung ke Vol. XX ' yang muncul di saat-saat akhir!! Dan jikalau ini adalah sebuah film, pastikan untuk menontonnya dalam resolusi yang tinggi!! Kaboom!!” [DLC adalah singkatan dari Downloadable content, yaitu konten tambahan di internet untuk me-rilis video game. Wikipedia Bebas.]


Hel tampak tertelan dalam emosinya sendiri, tapi dia telah membuat beberapa kesalahan.


Pertama, tangan kanan Kamijou Touma mengandung Imagine Breaker, sehingga ia bisa meniadakan semua jenis serangan magis hanya dengan menyentuhnya.


Kedua, mulut Níðhöggr diposisikan tepat di depan pintu masuk penginapan, dan Hel masih tersungkur di antara tempat Kamijou berdiri dan pintu masuk.


Ketiga, Níðhöggr terlalu patuh padanya, sehingga si naga memprioritaskan perintah tuannya meskipun posisi ini begitu berbahaya bagi keselamatan Hel.


Tiga poin ini berujung pada suatu kesimpulan tertentu.


"Ah."


Napas hitam legam dengan akurat menghantam Hel yang roboh dalam posisi bersujud.


Jika ada yang mengayunkan sendok kayu sepanjang tulang belakang manusia menuju ke pantat seseorang, mungkin suara yang terdengar adalah sama.


Imagine Breaker meniadakan aliran deras napas hitam si naga yang mengamuk dan Kamijou dengan cepat mengayunkannya ke samping untuk menghindari "proyektil" tertentu.


"Hbrrgbhealoghbrogbrogbrbfobfiwiefbjr!!!???"


Seseorang terbang di udara sembari membungkuk dan kepala mereka menusuk ke dalam dinding di seberang.


Heivia secara refleks berbalik untuk melihat, yang dia temukan adalah pantat bulat dan kaki yang mencuat dari dinding. Rok panjang tersebar di sekitarnya, sehingga pemandangan itu terlihat seperti bunga raksasa.


"Ini adalah suatu keajaiban buatan manusia," komentarnya.



Part 12[edit]


Melepaskan manusia berbentuk bunga Rafflesia* (yang sejatinya adalah ratu alam baka) dari dinding adalah pekerjaan yang sukar. Dia pasti telah terjepit pada sesuatu karena dia tidak bisa lepas, tidak peduli seberapa keras mereka menariknya. Terlebih lagi, si ratu tampak malu karena pantatnya mencuat di depan para pria, dia pun menutupi wajahnya dengan telapak tangan serapat-rapatnya. Ketika mereka terus berupaya untuk menyelamatkan dia, si ratu akhirnya menggunakan kaki rampingnya untuk menjepit tubuh Kamijou Touma seperti kepiting dan mereka pun berusaha menyeret dia melalui sisi lain dinding. [Bunga bangkai.]


Anzai Kyousuke menyimpulkan semuanya dalam suatu teriakan.


"Ini begitu mengerikan!! Ini seperti suatu tanaman karnivora dari daerah tropis!”


"Ini menunjukkan betapa dia menginginkan sejumlah 'jiwa berkualitas tinggi'. Jujur, mengapa para dewa selalu begitu konyol?”


Apapun itu, Hel kalah dalam hal jumlah, sehingga mereka meraih kakinya dan menariknya seperti permainan tarik tambang dan akhirnya dia terlepas dari dinding seperti lobak raksasa yang sering terlihat pada buku gambar anak-anak.


Pelepasan tiba-tiba tersebut membuat mereka semua jatuh ke lantai dan kebahagiaan terlihat pada wajah Heivia. Ini karena gadis ber-armor bikini dan gadis berkostum kelinci berbaring bersama-sama dalam tumpukan manusia itu, dan bercampur aduk. Tapi ternyata, yang menindihnya hanyalah teman tentaranya, sehingga ia dengan setengah-serius menyerang pria itu agar menjauh darinya.


Zashiki Warashi berpakaian daun tropis adalah orang pertama yang merangkak keluar dari tumpukan manusia tersebut.


"Jadi, rencana apa yang hendak kau lakukan sekarang, wahai ratu alam baka yang tampak lebih menakutkan daripada seksi? Kau bahkan telah mengundang makhluk pencakar bumi yang mengganggu itu.”


"Mwa ha ha!!"


Hel bergegas berdiri dan tertawa keras (itu adalah pekerjaan yang sia-sia). Dia mungkin begitu putus asa.


"Aku tidak salah, orang-orang asing yang berasal dari luar sembilan dunia yang didukung oleh Yggdrasil memanglah makhluk langka, jadi, ratu alam baka yang cantik jelita ini tentu saja akan mengambil semua jiwa kalian untuk kepentingannya sendiri!! Aku tidak punya alasan untuk membiarkan kalian pergi. Ini seperti menemukan kotak duralumin* yang penuh berisi uang di dalam hutan tak berpenghuni. Apa? Membawanya ke polisi? Ya, ya. Terima kasih, tapi aku tidak mungkin melakukan itu!!” [Duralumin adalah logam ringan yang terbuat dari campuran aluminium, tembaga dan elemen-elemen lainnya. Kamus Besar Oxfrod.]


Dia duduk di suatu kursi sembari (masih sia) menyilangkan kakinya. Sepertinya, dia ingin membangga-banggakan dirinya untuk menutupi rasa malu luar biasa yang melanda hatinya.


Tapi Kamijou dan yang lainnya tidak mengikuti dia.


Index mengusapkan jari pada pelipisnya dan berbicara.


"Hmm... Adat budaya di sini benar-benar berbeda dengan dunia kita, jadi, mungkin kita tak akan dapat memahami satu sama lain. Aku pikir, kita harus memahami perasaan satu sama lain terlebih dahulu.”


"Apa?" tanya Heivia.”Perkataanmu bahkan lebih membingungkan daripada dia. Sebenarnya kau ingin menyarankan apa?”


Gadis kelinci tersenyum pahit dan memberi komentar sendiri.


"Tentunya, kau tidak menyarankan kita untuk membaca buku tebal tentang hukum yang berlaku di sini."


"Sekarang aku baru sadar, adalah suatu hal yang menakjubkan bahwa hukum Jepang berkumpul di suatu buku tapi tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu rinciannya.”


Tampaknya Kamijou tidak terlalu tertarik pada hal ini, tapi Zashiki Warashi mengalihkan topik pembicaraan ke arah lain.


"Moral, etika, dan peran. Setiap dunia dan setiap era memiliki buku 'instalasi' yang cukup mudah untuk dipahami bahkan oleh anak kecil sekalipun.”


"Buku pencuci otak jenis apa itu?"


"Dongeng, buku gambar, dan cerita lama. Itu semua dimaksudkan sebagai bahan pelajaran untuk anak-anak, kau tahu?”


Ketika mereka mendengar perkataan Youkai berumur 100 tahun itu, Kamijou dan Mikoto saling bertukar pandangan sekilas.


Tampaknya layak dicoba.


Orang sering berbicara tentang kehidupan penuh toleransi dalam suatu masyarakat, tetapi diskusi dan negosiasi lebih diutamakan ketika kedua belah pihak memiliki kedudukan yang setara. Tentu saja, kebanyakan orang mencoba untuk mengubah orang lain, bukannya mencoba untuk memahaminya.


Kamijou mengambil keputusan.


"Nyonya Hel!”


"Aku seorang perawan!! Apakah aku terlihat seperti seorang wanita tua di matamu!!? Ada apa!!?”


"Kau seperti seorang bos yang tersembunyi dalam game RPG, jadi bagaimana aku bisa tahu berapa umurmu? Dan yang lebih penting...”


"Jangan menghindari permasalahan seperti itu! Tapi, ada apa!?”


"Apakah kau pernah mendengar kisah tentang Momotarou?"



Sebenarnya, Kamijou tidak ingat semua rincian tentang kisah Momotarou, tapi dia ingat betul tentang: seorang manusia super yang merangkak keluar dari buah persik, menjinakkan tiga binatang, menyerang suatu pulau setan, dan merampas semua kekayaan para setan.


Dia cukup yakin bahwa kisah aslinya cukup panjang karena diceritakan dalam buku-buku gambar dan gulungan-gulungan, tetapi ketika ia menjelaskan poin-poin utama, dia hanya butuh waktu 10 menit.


Namun...


"Hik, hik. Momotarou adalah seorang pria yang begitu menakjubkan. Dia adalah pahlawan sejati dalam penaklukan dunia luar dan menciptakan kerajaannya sendiri. Itulah apa yang kau sebut dengan lelaki sejati! Wahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!”


"Ehh!? Kau menangis? Aku belum pernah melihat orang menangis setelah mendengar kisah tentang Momotarou sebelumnya!”


Mikoto berteriak dengan kaget, tapi Nanajou Kyouichirou tidak terdengar senang.


"Um, uh. Aku pikir, memang ada perbedaan dalam penafsiran kita di sini, dan aku mendengar adanya beberapa kata berbahaya yang tercampur si sana. Momotarou bukanlah cerita tentang perang dan penaklukan.”


Quenser dan Heivia adalah yang paling terkejut diantara semua orang.


"(Sekarang aku takut. Ada apa dengan Island Nation? Mereka menceritakan kisah seperti itu pada anak-anak!? Jika mereka melihat pembasmian suatu pulau setan pemakan manusia sebagai happy ending, aku bisa paham mengapa mereka sanggup menghasilkan tentara yang begitu menakutkan!!) "


"(Kita perlu memikirkan kembali beberapa hal. Mereka dikenal sebagai bangsa berteknologi, tapi kelihatannya, mereka juga terfokus pada pendidikan perang untuk memupuk semangat tempur!) "


Zashiki Warashi, yang telah menyarankan ide tersebut, dan Yuki Onna, yang masih merangkul Jinnai Shinobu beku, keduanya merinding karena mereka diingatkan pada realitas itu.


"Dari titik pandang 'kami', pastinya itu bukanlah kisah yang ingin kami ceritakan pada anak-anak. Dan masih menjadi misteri tentang siapakah sosok Momotarou yang sebenarnya.”


"Dia adalah seorang mutan yang mengerikan. Serius, 'kita' semua bisa dilenyapkan jika ada lima orang seperti dia muncul di dunia ini.”


Namun, tampaknya itu lebih efektif daripada yang mereka pikirkan.


Hel mencengkeram kerah Kamijou dan menggoncangnya bolak-balik sembari sesekali berteriak padanya.


"Apakah kau memiliki cerita seperti itu lagi!? Aku pikir, pakaianmu sungguh aneh, tetapi jika aku tahu bahwa kalian adalah sekelompok pendongeng, aku akan memberikan kalian suatu sambutan yang hangat! Pokoknya, ceritakan lebih banyak tentang dunia kalian!!”


"T-tunggu! Leherku!? Aku akan mati!”


Suka atau tidak suka, Kamijou hendak dibawa ke alam baka, tapi ia dilepaskan pada detik terakhir.


Setelah menunggu pulih dari Status: Kebingungan, ia terbatuk dan mencoba untuk melanjutkan ceritanya.



"Putri Kaguya adalah kisah tentang..."


"Apa? Siapa yang peduli jika kau harus pergi!! Aku bertaruh pria dan wanita tua itu ingin pergi denganmu, sehingga kau harus menikahinya seumur hidupmu, Putri Kaguyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!”



"Urashima Tarou adalah kisah tentang..."


"Ohhhhhhh!! Bagaimanapun juga, itu adalah kisah tentang cinta yang tragis!? Dan ketika Otohime melancarkan serangan seperti itu, kau harus mengambil tawarannya, Urashima Tarou!! Bagaimana mungkin kau ingin kembali ke permukaan? Kau ini apa, seorang protagonis yang bebal!?”



Ada beberapa perbedaan yang pasti terjadi dalam penafsiran di sana-sini, tapi tampaknya Hel tidak lagi kesulitan untuk memahami ceritanya. Seakan-akan, mereka secara bertahap sanggup memahami hati sanubari si ratu alam baka.


Tampaknya Hel akan merasa senang ketika si protagonis berjuang dan menang.


Tampaknya Hel akan merasa sedih ketika orang dipaksa untuk berpisah.


Tampaknya Hel menyukai ketika hubungan percintaan akhirnya terpenuhi.


Meskipun julukan wanita itu begitu menakutkan, tampaknya dia masih memiliki emosi yang sama dengan manusia pada umumnya.


Pada saat itu, Quenser dan Heivia mulai saling berbisik lagi.


"(Jika ini sudah cukup untuk membuatnya menangis, apa yang akan terjadi jika kita memberinya cerita Shakespeare?)"


"(Tunggu, tunggu. Itu memerlukan begitu banyak pengetahuan, sehingga, dia mungkin saja jadi bingung. Bagaimana kalau cerita Dog of Flanders*? Aku tidak benar-benar yakin tentang pesan moral apa yang seharusnya dipetik dari kisah itu, tapi tidak ada kisah yang lebih memilukan daripada kisah anjing itu.) " [Baca NT Vol 10.]


"Hei, kalian berdua. Aku paham apa yang sedang kalian rencanakan, jadi, jangan bermain-main ketika semua masalah ini hampir selesai.”


Mikoto menghentikan rencana dua tentara tolol itu, tetapi tujuan mereka sebenarnya adalah untuk mencegah Hel bertindak kekerasan. Dongeng yang berhubungan dengan kehidupan dan kematian mungkin bukanlah ide yang buruk.


"Hei, hei," kata Mikoto.”Pernahkah kau mendengar cerita tentang Gadis Korek Api?"


"Kau menegur kami, tapi kau sendiri malah menceritakan kisah semacam itu!? Kisah tentang seorang gadis yang mati kedinginan bahkan jauh lebih buruk daripada fabel!!”


Hel begitu terharu dengan kisah Momotarou dan Putri Kaguya, jadi apa yang akan terjadi ketika dia mendengar cerita Gadis Korek Api yang tidak memiliki hubungan dengan pahlawan super atau sihir?


Mereka mendengarkan dengan perasaan setengah tertarik dan setengah ketakutan.



"Apa? Dia tidak bekerja cukup keras untuk bertahan hidup, jadi tentu saja dia mati.”


Aura kebingungan mengisi setiap inci dari penginapan.


Air mata dan ingus yang tadinya menutupi wajah Hel, kini lenyap seketika.


"Tunggu, tunggu, tunggu!!" Kamijou memotong untuk memeriksa sesuatu. ”Itu adalah... bagaimana aku harus mengatakannya ya? Kau tidak memahaminya? Ini adalah kisah tentang tragedi stereotip dan mengajarkan agar setiap manusia saling membantu ketika mereka melihat ada orang yang berada di dalam kesulitan. Sehingga, tidak ada orang yang bernasib sama seperti gadis kecil penjual korek api tersebut.”


"Apa yang kamu bicarakan? Dia mati sebagai penjual korek api karena dia hanya duduk di sana dan terus menjual barang itu. Dia harus bekerja keras agar keluar dari keterpurukannya, tapi dia malah menggantungkan hidupnya pada orang lain? Ini bukan perkara saling menolong dan saling mendukung, yang terjadi hanyalah: dia terlalu mengandalkan orang lain, kemudian mati begitu saja.”


Mereka tampaknya telah menemukan akar perbedaan, jadi Kamijou berpikir sejenak dan memberikan tes lakmus* yang berbeda. [Lakmus adalah suatu kertas dari bahan kimia yang akan berubah warna jika dicelupkan kedalam larutan asam atau basa. Warna yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kadar pH dalam larutan yang ada. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan. Tentu saja, ini adalah makna kiasan. Kamijou tidak benar-benar melakukan tes pH di sana, melainkan “memberikan suatu percobaan yang berbeda”.]


"Kau tampaknya tidak menyukai cerita yang terakhir, jadi mari kita bicara tentang hal lain."


"Oh, itu kedengarannya hebat! Aku ingin mendengar tentang penebasan naga!! Atau tentang pertarungan intens antara laki-laki macho berotot!!”


"Maaf, tapi tidak ada naga atau laki-laki macho pada cerita kali ini. Kisah ini disebut The Little Mermaid.”


…………………………………………………………………………………………………………………


"Apa? Dia membiarkan beberapa wanita lain mencuri kekasihnya dan kemudian mati begitu saja? Kau pasti sedang melawak.”


Kamijou, Quenser, dan yang lainnya sudah memahami situasinya, tapi Hel tidak menyadari perbedaan tersebut dan terus berbicara.


"Maksudku, cinta adalah dasar yang paling sederhana dari suatu konflik. Jika kau jatuh cinta dengan seorang pria, kau harus terlibat dalam suatu kompetisi dan kemudian merebutnya untuk dirimu sendiri! Kau tidak dapat berbicara? Kau memiliki kaki ikan? Siapa yang peduli!! Jika kau mencintai sang pangeran, maka kejarlah dia sekuat tenaga! Apakah cintamu sungguh berharga, Little Mermaid!? Hmph!!”


"Beberapa hal mulai masuk akal," kata Killer Queen sembari memilih kata-katanya dengan hati-hati.


Ratu alam baka tidak akan mempercantik kematian manusia tidak peduli apapun wujudnya.


Dia begitu membenci orang yang menghindari konflik dan memilih kematian dengan caranya sendiri.


Itu membuat dia tidak bisa menerima cerita yang berakhir dengan tragedi. Dia akan marah dan menyatakan bahwa si protagonis harus membunuh salah satu karakter lain untuk mendapatkan akhir yang bahagia.


Pada pemandangan pertama, itu masuk akal, tetapi ada sesuatu yang salah dengan alasan yang kerap dinyatakan oleh Hel. Mungkin saja, dia sangat memandang rendah orang yang mati sebagai pecundang. Dia berpikir bahwa tidak ada yang istimewa dalam hal ikatan-pengorbanan atau bahkan pengorbanan-diri-sendiri. Dan dia mengkategorikan semua orang yang mati dengan cara seperti itu sebagai "pecundang".


Ada apa dengan pola pikir Hel yang unik ini?


Atau, apakah semua orang di dunia Norse ini berpikiran demikian?


"Selain itu, adalah salah untuk mengatakan bahwa kehidupan setelah mati penuh dengan rasa sakit dan penderitaan." Hel terdengar benar-benar kesal.”Bahkan Niflheim memiliki istana es Éljúðnir. Ngomong-ngomong, itu adalah rumahkku. Setiap jiwa yang bermanfaat diundang ke hall tempat itu dan diterima sebagai tamu. Dewa Cahaya Baldr mungkin sedang nongkrong di suatu tempat, di sana. Setelah kau terseret ke sana, kau akan diberi ruang tamu tergantung pada kemampuanmu. Manusia di Niflheim tidak mengalami penderitaan abadi karena aku kejam. Pertunjukan kekejaman hanya terjadi karena semua orang berdosa yang ada di sana terlalu tak berguna untuk menjadi tamuku.” Hel mendesah. ”Dan benar-benar tidak ada yang membantunya karena aku hanya mendapatkan sisa-sisa setelah Odin mengambil semua jiwa-jiwa yang layak."


"Orang-orang berdosa tidak dapat menjadi tamumu? Dan apa yang kau maksud dengan tak berguna?”


Sepertinya Kamijou penasaran dan Hel melambaikan tangan di depan wajahnya.


"Tak berguna….ini semua terkait dengan Ragnarök. Aku tidak tahu tentang dasar apa yang kalian gunakan untuk membagi dunia antara surga dan alam baka, tetapi itu adalah aturan di sini. Prajurit yang kuat dan berani meninggal dalam kobaran kemuliaan. Penyihir yang didukung oleh sihir dianggap 'berguna'. Si bodoh Odin merekrut mereka dan membawanya ke surga. Jadi, aku hanya kebagian jiwa-jiwa orang sakit, orang tua, dan orang lain yang meninggal tanpa pertempuran. Tidak mungkin aku bisa memenangkan Ragnarök dengan kelompok seperti itu,” keluhnya. ”Bagaimanapun juga, Odin, yang begitu mirip dengan seorang pecandu game, belum memanggil kalian semua sejak awal. Sehingga kalian pasti paham mengapa orang seperti diriku benar-benar menginginkan agar kalian menjadi pasukanku. Tentu saja, sebagai tentara, tetapi pertempuran para dewa adalah suatu pertempuran yang begitu dipengaruhi oleh keberadaan seorang jagoan. Seorang pahlawan tunggal atau dewa perang dapat dengan mudah mempengaruhi seluruh pertempuran. Mungkin kalian bisa menganalogikan itu seperti armada aliansi galaksi yang mencuri selusin petarung jagoan terbaru milik musuh.”


Meskipun dia sudah menjelaskan panjang-lebar, ada satu hal yang masih mengganjal dalam benak Kamijou dan yang lainnya.


Bahkan, penjelasan Hel hanya memancing lebih banyak pertanyaan yang muncul di kepala mereka.


Kamijou bertanya tentang satu masalah mendasar.


"Tunggu. Tunggu sebentar. Kau mengaku sebagai Hel, ratu alam baka, berarti begitu mirip seperti Satan, si raja iblis, atau Enma, si penguasa neraka, kan? Maaf, aku hanya mengetahui hal ini dari game RPG.”


"Yah... Karena terdengar lebih keren, aku sarankan agar kalian memanggilku: ‘orang yang mengatur kejahatan’ bukannya ‘inkarnasi kejahatan’. Tapi apapun itu, tidaklah salah untuk memandangku sebagai ratu yang mengatur tempat terdalam di bumi, di mana jiwa-jiwa manusia berdosa tiba.”


"Nah, itu dia. Sebut saja neraka atau alam baka, tapi kau mengatakan bahwa itu adalah tempat jiwa orang-orang berdosa, kan?”


"Umumnya….iya. Tapi kadang-kadang, ketika jiwa seorang perempuan medium tumbuh menjadi terlalu kuat, jiwanya akan berakhir dan menetap di sana. Seharusnya, mereka akan memberikan gangguan pada sistem patriarkal* Masyarakat Norse.” [Patriarkal adalah suatu sistem kemasyarakatan, dimana bapak atau pria tertua menjadi kepala keluarga. Dan keturunan ditentukan berdasarkan garis keluarga pria. Kamus Besar Oxford.]


"Lalu mengapa ada jiwa orang sakit dan jiwa orang tua di sana?"


Citranya sebagai alam baka tidaklah cocok.


Kamijou tidak sanggup memahami mengapa alam baka berisi jiwa anak-anak yang mencoba sekuat tenaga untuk hidup, tapi akhirnya hanya bisa menghabiskan sisa umurnya di atas ranjang rumah sakit, atau jiwa orang tua yang telah bekerja keras dan menyelamatkan keluarganya.


Jika alam baka adalah dunia seperti yang Kamijou, Quenser, dan lainnya bayangkan, maka apapun itu, jiwa-jiwa tersebut masihlah akan menderita.


Jika jiwa-jiwa tersebut adalah korban dari para pendosa, maka itu tidak masuk akal karena sejatinya mereka bukanlah orang-orang yang bersalah. Tetapi Kamijou dan yang lainnya masih bisa membayangkannya.


Namun jika orang-orang yang tak berdosa itu dianggap dan diperlakukan layaknya pelaku kejahatan, maka itu terlalu tidak masuk akal dan mereka bahkan tidak bisa membayangkannya.


"Eh? Tapi...”


Namun, Hel tampak benar-benar bingung.


Hel memasang wajah bingung mirip dengan orang-orang asing yang baru saja diberi penjelasan. Ini semua begitu ambigu.


Tanpa jeda, dia menjawab.


"Masyarakat tidak akan pernah memaafkan kejahatan besar, yaitu menjalani kehidupan tanpa membunuh seorang pun.”


…………………………………………………………………………………………………………………


Semuanya terdiam.


Setelah mendengar pernyataan itu, adalah hal yang biasa ketika anak SMA “normal” seperti Kamijou Touma dan Nanajou Kyouichirou terdiam dan tertegun. Tapi yang menarik adalah: Killer Queen yang kesehariannya berhubungan dengan pembunuhan, gadis kelinci yang menyingkirkan moralnya untuk perdamaian dunia, Zashiki Warashi yang memandang manusia dari sudut pandang berbeda, Quenser dan Heivia yang mengobarkan perang sepanjang tahun....mereka semua benar-benar lupa bernapas dan pikirannya menjadi kosong beberapa saat.


Hel pun berbicara dengan begitu lancar, seakan-akan hanya dia yang bisa mengucapkan kata-kata pada jeda waktu disaat semua orang tertegun.


"Hm? Apakah ada sesuatu yang salah dengan apa yang aku ucapkan? Jika kau mati tanpa ambil bagian dalam peperangan antar manusia... Tidak, tidak, jika kau mati tanpa ambil bagian dalam latihan awal untuk perang para dewa.... Tidak, tidak, tidak... Yahh, apapun itu. Siapa pun yang tidak bersedia membunuh seorang pun semasa hidupnya, akan dikirim langsung ke alam baka.”


Andaikan saja, Hel mengucapkan kalimat itu dengan penuh rasa kebencian, mereka mungkin mampu menerimanya bahkan jika itu tidak masuk logika. Namun, dia mengatakan itu tanpa ada sedikit pun keragu-raguan dan beban di dadanya.


Itu berarti, Hel adalah makhluk yang merupakan perwujudan dari kumpulan tragedi kemanusiaan dan kemalangan. Dia merusak jalan manusia yang mencoba untuk hidup layak. Sehingga, adalah suatu hal yang lazim ketika manusia normal tidak bisa memahami pola pikir Hel.


Tapi bukan itu masalahnya.


Ekspresi dan nada suara Hel tidak berbeda dari dua orang teman sekelas yang ngobrol pada dua bangku berdekatan.


Dan aturan nyeleneh ini tidak hanya berlaku bagi penduduk alam baka. Itu diterapkan pada semua manusia dan dewa di dunia ini.


Bukan dia yang menciptakan sistem yang tidak masuk akal ini.


Melainkan, memang begitulah cara kerja dunia ini. Bahkan mereka yang menyebut dirinya dewa, tidak mempertanyakan dan keberatan terhadap aturan ini.


"Nah, untuk membuatnya lebih sederhana, kalian dikirim ke surga atau alam baka berdasarkan peringkat. Semakin kuat dirimu, semakin banyak orang yang kau kalahkan, semakin banyak orang yang kau bunuh, maka posisimu akan semakin tinggi di daftar yang dibuat oleh para petinggi. Hanya orang-orang yang berada di daftar teratas yang bisa pergi ke Asgard. Yang lainnya hanya akan dikirim ke alam baka. Oleh karena itu, sudah jelas apa yang akan terjadi pada orang sakit dan orang tua yang tidak bisa menaikan nilai mereka, kan? Jika kau tidak membunuh segerombolan orang, kau tidak akan mendapatkan kehidupan bahagia di surga. Jujur, betapa merepotkan sistem ini.”


"A-apa... a-apaan....ini?" erang Heivia.


Bahkan seorang tentara yang sudah terbiasa hidup dalam lautan senjata api tidak bisa mempercayai ini.


"Aku tahu bahwa aku adalah orang terakhir yang berbicara menentang ini. Aku benar-benar melakukannya. Tapi ini semua jadi kacau. Bukankah yang biasanya terjadi adalah kebalikannya? Bukankah biasanya alam baka adalah tempat untuk menyelamatkan orang yang dibunuh, bukannya orang yang membunuh!?”


"Tanyakan saja itu pada dewa berjenggot yang membuat semua aturan ini. Dia takut terhadap suatu ramalan, jadi dia melakukan ini sejak dia tahu bahwa dia akan dimakan oleh Fenrir ketika Ragnarök berlangsung. Baginya, orang 'baik' adalah pahlawan yang bisa membunuh banyak orang dan orang 'jahat' adalah manusia pasif yang tidak bisa melakukannya.”


"Tidakkah kau berpikir bahwa menuruti semua ini adalah suatu tindakan yang salah?" gumam Misaka Mikoto dengan linglung.”Maksudku, ada apa dengan hal yang kau sebut Ragnarök itu? Apa yang kau perjuangkan? Kau tidak akan mendapatkan kemenangan dengan cara seperti itu. Apa yang coba kau dapatkan dengan melakukan pertempuran dan mengalahkan sesama!? Untuk melindungi orang lain? Jika demikian, tempat yang kau sebut alam baka itu justru lebih mirip suatu kandang dimana jiwa-jiwa yang membutuhkan perlindungan dilemparkan dan disiksa! Itu benar-benar salah!!”


"Eh? Berjuang untuk melindungi? Apa itu?”


Si Elektromaster melimpahkan semua yang ada di benaknya dalam bentuk teriakan, tapi itu semua seakan percuma ketika Hel hanya menanggapinya dengan bingung.


"Tak peduli apakah kita menang atau kalah, Ragnarök dan semua bala tentara yang terlibat di dalamnya, semua yang ada di dunia ini hanya akan dihancurkan. Memang seperti itulah aturannya. Si bodoh Odin tidak ingin menjadi pelindung atau penyelamat dunia. Dia hanya tidak ingin dimakan, jadi dia menggunakan seisi dunia untuk memastikan agar dia sendiri dapat bertahan hidup dalam Ragnarök Hanya itu.”


"Apa...?"


"Ramalan mengatakan bahwa kami, para dewa, dan manusia….semuanya akan tewas dalam Ragnarök. Namun, Dewa Cahaya Baldr dan saudaranya Höðr akan dibangkitkan dari reruntuhan dan menciptakan dunia baru beserta semua umat manusia baru dari ketiadaan. Jadi, pada akhirnya, para dewa akan menutupi dunia baru secara keseluruhan. Itulah sebabnya, memenangkan perang dianggap sebagai makna sebenarnya dari Ragnarök."


Hel melambaikan jari telunjuknya sembari masih duduk.


"Jadi siapa pun yang bisa bertahan dalam peperangan itu, akan menjadi orang yang bisa merubah semua sistem ini. Hanya satu atau dua orang yang muncul pada akhirnya, tetapi jika salah satu dari mereka adalah seseorang yang berasal dari alam baka, kita dapat menutupi keseluruhan dunia baru. Dalam dunia baru tanpa adanya para dewa yang egois, kita dapat membuat surga kita sendiri, dan tidak ada yang sanggup mengganggu-gugat.”


Para dewa dan musuh-musuhnya tidak pernah berpikir tentang melindungi dunia atau menaklukkan dunia.


Semua di dunia ini diatur untuk dimusnahkan. Ini akan menjadi suatu bencana besar yang sudah mereka perhitungkan. Dan mereka akan mendapatkan imbalannya setelah semuanya hancur.


Kalau begitu, apa yang akan didapatkan oleh manusia biasa di dunia ini, yang terperangkap di tengah-tengah pertempuran tersebut?


Mereka tidak memiliki kekuatan untuk mengatasi bencana yang bisa menghancurkan seluruh planet dan mereka tidak bisa berdoa kepada para dewa. Karena para dewa hanya ingin melihat kehancuran dunia. Namun mereka juga tidak bisa menyembah dan berharap pada musuh para dewa. Alasannya tidak berbeda, karena musuh para dewa juga menghendaki hal yang sama, yaitu kehancuran total.


Tidak ada tempat bagi manusia biasa di dunia ini. Dunia ini bagaikan suatu cangkang telur raksasa, yaitu suatu benda yang memang ditakdirkan untuk pecah dan hancur, agar sesuatu yang lebih penting di dalamnya bisa keluar. Itu adalah benda yang dibesarkan oleh kehangatan seekor induk ayam yang mengeraminya, namun pada akhirnya hanya akan pecah dan jadi sampah.


"Ini tidak benar," gumam Kamijou.


"Hm?"


Hel menoleh ke arahnya secara perlahan dan si bocah jabrik terus berkata.


"Jika benar-benar ada dewa, dunia ini mungkin dibuat untuk kenyamanan mereka. Dan jika orang-orang muncul dan mengklaim diri mereka sebagai musuh para dewa, itu semua masihlah berada di dalam kendali para dewa.”


Tapi...


"Jika musuh menggunakan pemikiran itu untuk melawan para dewa dan menang, apa yang akan mereka dapatkan?"


Namun...


"Tak peduli apakah para dewa menang atau musuh-musuh mereka menang, tidak ada perubahan. Bahkan jika kau membuat surga tanpa lawan, surga tersebut hanyalah tempat bagi mereka yang tak peduli pada jiwa orang-orang sakit dan orang tua, walaupun mereka tersiksa dan menderita. Apakah ada perbedaan pada surga yang diciptakan oleh dewa-dewa terobsesi pada perang? Lantas apa yang kalian perjuangkan? Jika dunia berikutnya adalah dunia yang sama, tidak peduli siapa yang menang atau kalah, maka ini semua tergantung pada dewa dari awal hingga akhir.”


"Benar," jawab Hel dengan riang dan tanpa beban.”Tapi si pemenang bisa memilih bagaimana cara kerja dunia yang selanjutnya. Dua orang yang berada di puncak dari sembilan dunia berpikir seperti itu. Mungkin bagi kebanyakan orang ini adalah masalah, tapi jika kau adalah seorang ratu alam baka, maka kau harus siap dibenci banyak orang. Bahkan menurutku, seorang dewa berjenggot yang disembah-sembah meskipun menyebarkan ketakutan dan pembantaian, adalah makhluk yang jauh lebih jahat.”


Tidak ada yang bisa menghentikan ini.


Kamijou dan yang lainnya akan pergi dari sini setelah tinggal beberapa waktu. Setelah mereka pulang ke rumah masing-masing dan tidur di atas kasur yang empuk, orang-orang di dunia ini akan mematuhi aturan dan cangkang telur akan pecah.


Bagaikan mimpi buruk, mereka akan segera musnah dari dunia ini.


Atau...


"Lantas, apa yang harusnya dilakukan oleh orang-orang biasa yang hidup di sini?"


"Itu sederhana." Hel tersenyum.”Menunggu dengan pasrah untuk membunuh atau dibunuh."



Part 13[edit]


Hel, si ratu alam baka, meninggalkan penginapan.


Dia bisa saja menantang Kamijou dkk untuk bertarung pada Ronde 2, tapi dia memutuskan untuk mengakhirinya karena Naga Hitam Níðhöggr mengibas-ngibaskan ekornya seolah berkata, ”Bisakah aku menyikat mereka? Mari kita menyikat mereka semua, bos!!” Namun, bahkan ratu sejati Niflheim tidak akan mampu menanggung malu jika dia berubah menjadi Bunga Raflesia pada dinding untuk kedua kalinya dalam sehari. Satu-satunya orang yang bisa bertahan adalah Dewa Cahaya Baldr, yaitu makhluk yang tubuhnya tak terkalahkan dan bisa menangkis setiap serangan. (Lagipula, Index dan Mikoto memerlukan beberapa perawatan pada pakaian mereka sebelum sepenuhnya hancur.)


Ratu es yang duduk di atas wyvern* hitam adalah suatu pemandangan yang biasanya digambar oleh beberapa pemuda, sehingga citranya di dalam hati manusia tidak akan banyak berubah sejak zaman mitos. [Wyvern adalah seekor naga berkaki dua, bersayap, dan berekor tajam. Kamus Besar Oxford.]


Namun, ada suara yang mencapai telinga si ratu tepat ketika dia hendak terbang.


"Ehhh!? Tapi sandwich salmon pasti akan menjadi yang terbaik!”


"Jangan konyol. Bola-bola daging adalah juara yang tak terbantahkan.”


Dia menengok ke arah suara yang sedang berdebat itu dan melihat seorang bocah pendek menempel di pinggang Waltraute. Dia sedang berdebat dengan raksasa setinggi 4 m.


Raksasa itu adalah Surtr, yaitu makhluk yang seharusnya memimpin tentara besar yang akan menghancurkan dunia bersama Hel.


"Apa yang sedang kamu lakukan di Midgard!?"


"Aku bisa menanyakan pertanyaan yang sama padamu."


"Dan, di mana pedang api milikmu!?"


"Oh, aku membuangnya karena suatu keadaan tertentu."


Hel merasa ingin pingsan ketika mendengar raksasa itu secara acuh-tak-acuh membuang benda berharganya.


Namun entah kenapa, bocah laki-laki yang berdiri di antara Raja Iblis Surtr dan Hel, si ratu alam baka, (suatu posisi tak berguna pada tingkat mitologis) tampaknya tidak merasakan suatu bahaya pun.


"Kita sedang memperdebatkan tentang makanan apa yang terbaik dimakan bersama nasi. Hel, kau juga berpikir bahwa itu adalah sandwiches salmon, kan!?”


"Aku mengakui bahwa salmon adalah hidangan yang lezat, tapi jika kita sudah memakannya bersama dengan roti sandwiches, artinya kita tidak perlu nasi, kan? Bola-bola daging kecil adalah yang terbaik dan kau tidak bisa meyakinkan aku sebaliknya. Tapi bola-bola daging tersebut haruslah kecil! Ketika makanan tersebut dikemas dalam suatu kotak bento, akan terlihat begitu mewah, bukan!?”


"Sandwich salmon bisa cocok dengan nasi."


"Nh. Jangan bilang bahwa kau adalah tipe orang seperti fundamentalis takoyaki!”


Pada awalnya, Hel terlalu terkejut untuk bisa mengatakan sepatah kata pun, tapi entah kenapa, hal tersebut membuatnya jadi kesal.


Pada dasarnya, mengapa mereka tidak menyebutkan pilihan terbaik yang benar?


"Tunggu! Bukankah seharusnya kau makan nasi dengan suatu lauk yang digoreng!? Kau bahkan bisa memakan nasi putih tanpa lauk, kau dapat berbagi dengan semua temanmu, dan kau dapat menukarnya dengan suatu makanan lain, jadi jangan mengeluh tentang ini!! Lauk yang digoreng adalah yang terbaik jika kau bepergian sambil membawa bekal. Ini sangat sederhana, jadi mengapa kau tidak memahaminya!?”


Hel tiba-tiba melepaskan rasa frustrasinya, tapi...


"Ehhh?"


"Lauk yang digoreng? Apakah kamu serius?”


Hel semakin marah karena si bocah dan raksasa itu meresponnya dengan lamban.


"Apa!? Tidakkah seharusnya kalian gemetar dan kagum pada pilihanku yang menakjubkan!?”


"Um, Hel. kau jelas-jelas tidak mengerti bagaimana cara kerja bento makan siang. Lauk yang digoreng benar-benar terasa nikmat ketika baru saja keluar dari wajan, tetapi apa yang akan terjadi ketika kau membiarkannya berada di dalam kotrak bento selama beberapa waktu? Semua kenikmatannya akan lenyap seiring berjalannya waktu.”


"Sama halnya pada Croquettes*. Itu tidak terasa nikmat ketika tidak lagi krispi. Di sini kami berbicara tentang kotak bento untuk makan siang.” [Croquettes adalah hidangan berbentuk bola yang biasanya berisi: sayuran, daging cincang, atau ikan, kemudian dilapisi dengan tepung roti dan digoreng. Kamus Besar Oxford.]


"Eh? I-Itu tidak benar. Ini bukan salah gorengan! Itu karena kau menempatkannya dalam kotak sehingga kelembaban akan membuatnya jadi... Ya, seperti ikan dan bola-bola daging!! Hidangan itu tidak akan kehilangan kerenyahan jika kau tidak menempatkannya dalam kotak lembab itu! Jika kau tidak menggunakan terlalu banyak minyak dan membagi isi kotak bekal makan siang, itu akan baik-baik saja!!”


"Kau tidak bisa memisahkan salmon dan mash-potato*." [Mash-potato atau kentang tumbuk adalah makanan yang dibuat dengan cara menumbuk, menggiling, atau melumat kentang yang sudah direbus. Resep kentang tumbuk muncul pertama kali pada tahun 1747 sebagai bagian dari buku resep The Art of Cookery oleh Hannah Glasse. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan. Daging salmon, biasanya disajikan dengan kentang tumbuk. Keduanya begitu melekat dan serasa janggal jika dipisahkan.]


"Membuang bola-bola daging adalah penghujatan terhadap dunia."


Bibir Hel mulai gemetar.


"Kau hanya tidak mengertiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!"


Níðhöggr mengepakkan sayapnya dan Hel pergi dengan cepat.


Bocah itu melambaikan tangan di bawahnya.


"Oh, kau sudah mau pergi? Da...Daaahh, Hel!”


"Aku tidak akan pernah kembali lagi!! Tidak akan lagi!! Bodo....Bodo....!!”


Hel begitu tertekan karena pendapatnya tentang gorengan ditolak mentah-mentah. Sembari setengah menangis, ia terbang melintasi Midgard dengan menunggangi Níðhöggr. Si ratu segera kembali ke Niflheim, itu adalah dataran putih tak berguna yang terletak pada ujung sembilan dunia. Cahaya matahari pun tidak pernah mencapainya.


Tempat itu sepenuhnya tertutup oleh es dan salju.


Tidak peduli seberapa dalam orang menggali, mereka tidak akan pernah menemukan air atau makanan. Mereka hanya akan mengalami rasa sakit dari dunia alam baka sembari angin dingin mengoyak kulit yang lembut.


Ini bukanlah penebusan dosa untuk apa yang telah mereka perbuat. Tidak peduli berapa banyak pekerjaan yang mereka selesaikan, jiwa mereka tidak akan dibersihkan.


Sistem ini hanya mengatakan bahwa siapa pun yang berakhir di sini, akan menderita selamanya.


Anjing penjaga seukuran truk, Garmr, keluar untuk menemui Hel.


"Oh, maaf telah membuatmu menunggu, Garmr. Kau menjaga tempat ini dengan sangat baik sementara aku bepergian.”


Hel mengangkat tangan dan Garmr menundukan kepala raksasanya, sehingga dia bisa menepuknya.


"Sini....sini."


Sembari menjinakkan anjing penjaga, dia melirik ke samping.


Di balik layar putih tiupan salju, manusia yang tubuhnya dililit oleh potongan-potongan kain berjalan sendirian melintasi salju. Lengan dan kakinya diikat oleh rantai yang menghubungkan dengan orang di depan dan di belakang.


Usia dan jenis kelamin dalam gerombolan itu sepenuhnya tercampur, tetapi jika mereka berada di Niflheim, dan mereka memiliki satu kesamaan.


Mereka tidak melakukan kejahatan atau dosa apapun.


Odin, ketua dewa yang memerintah dunia ini, menganggap mereka begitu saja dan menutup gerbang Asgard rapat-rapat pada mereka.


Seperti itulah yang akan terjadi jika seseorang dikirimkan ke Niflheim, mereka akan selamanya disiksa tanpa adanya sedikitpun pengampunan.


"Jumlah mereka semakin banyak. Sepertinya, beberapa dari mereka meninggal karena kelaparan, penyakit dan usia tua.”


Sembari Hel menggumamkan itu, Níðhöggr mengusap-usapkan kepala raksasanya terhadap Hel, seolah-olah mengatakan "Itu tidak masalah, kepalaku juga ingin ditepuk!! Beri aku imbalan karena sudah berada di lingkungan dingin ini!!” Tak lama, suatu pertarungan sengit pecah antara si naga hitam dan Garmr yang lebih banyak mendapatkan perhatian.


Saat ia menepuk kepala kedua hewan piaraannya itu dengan senyum pahit, ia merasa sensasi menusuk di benaknya.


Rasanya seperti duri kecil, yang baru saja dia sadari.


Para orang asing yang ditemuinya di penginapan itu hanya menceritakan kisah murahan padanya.


"..."


Tapi itu sudah cukup untuk menumbuhkan duri di dalam perasaannya yang terasa sangat mengganggu.


Dia tidak menyadari bahwa duri kecil ini akan tetap ada bahkan setelah dia mengatasi rasa sakit di hatinya.


Atau duri kecil ini... tidak, irisan kecil ini cukup kuat untuk menyumbat beberapa gigi-gigi mesin raksasa.


Tak lama lagi, dunia ini akan berubah.



Chapter 3[edit]


[Seri Pendahuluan 4]


Intellectual Village no Zashiki Warashi


Youkai dapat ditemukan hidup di pedesaan yang bermerk dan berkualitas sangat tinggi dikenal sebagai Intellectual Village. Namun, Package kriminal yang dibangun untuk menggabungkan dan menyalahgunakan kemampuan alami mereka. Pecahkan misteri Package-nya dan serang penjahat yang sebenarnya!

Kamachi Crossover 180-181.jpg



Part 1[edit]


Kalau dipikir-pikir itu, apa yang terjadi dengan Jinnai Shinobu, si protagonis dari Intelektual Village no Zashiki Warashi?


"Tah dah !!"


Dengan teriakan aneh, anak SMA dengan rambut pirang mengangkat kakinya di atas perangkap beruang.


"Maaf karena telah membuat kalian menunggu, hai semuanya! Jinnai Shinobu ☆ kembali !! "


Setelah berteriak dengan lantang seperti ketika memainkan bullet hell game*, ia melihat sekeliling dengan pandangan bingung. [Bullet hell game adalah suatu permainan klasik 2D dimana si pemain harus menghindari hujanan peluru yang begitu banyak dari musuhnya. Game ini pertama keluar di Jepang pada taun 1990. Beberapa orang juga menyebutnya “Danmaku” 弾幕, diterjemahkan: tirai peluru. Wikipedia Bebas.]


Tanah terbuat dari material transparan yang tidak diketahui (jika dianalogikan, itu begitu tampak seperti kaca yang halus), area luas itu ditopang oleh cabang-cabang pohon raksasa, dan terdapat kota yang berposisi di atasnya. Kota tersebut tampak begitu efisien dan futuristik, sampai-sampai seseorang akan berpikir bahwa dia akan dibawa pergi ke Mars.


Jinnai Shinobu bergumam sendiri sambil menatap kosong pada struktur tersebut dari kejauhan. Itu sangat mirip seperti ruang lift.


"Ini gila. Berapa lantai tinggi benda itu? "


"Ruang besar itu saja paling tidak berisi 540 kamar. Kupikir, paling tidak bangunan itu setinggi lebih dari 1000 lantai. Itulah adalah kediaman Dewa Petir Thor, yaitu anaknya si idiot. Dapatkah kau mempercayainya? Pria berotot itu mungkin bisa menjangkaunya dengan mudah, tetapi jika manusia biasa yang mendiaminya, kau akan mati kelaparan di dalam rumahmu sendiri. Hilangnya Dewa Cahaya Baldr benar-benar suatu kerugian yang besar. Dia adalah seorang anak baik yang tidak pernah mengatakan sesuatu pun hal yang bodoh."


Suara wanita tiba-tiba menjawab Shinobu dari belakang.


Terkejut, dia berbalik dan menemukan seorang wanita berjongkok dengan twintails pirang panjang dan pakaian putih longgar. Gaunnya begitu longgar sampai-sampai dua tonjolan di dadanya bisa terlihat jelas. Dan tonjolan itu tidak dia tutupi dengan baik. Hanya beberapa lembar kain yang membalutnya, sehingga benda itu menggantung dan terekspose begitu saja.


Dan Jinnai Shinobu tidak mau menutupi wajahnya dengan telapak tangan dan memalingkan pandangannya.


Dia menatap lurus ke belahan dadanya dengan mata berseri-seri bak perhiasan.


"Siapa kau?" tanyanya.


"Oh, aku paham bahwa kau adalah orang yang jujur terhadap dirimu sendiri. Dan... Fwa ha ha!! Aku adalah Freyja, dewi cinta dan keindahan! Tidak hanya itu, aku jugalah dewi agung yang bebas mengendalikan lebih dari setengah tentara di Asgard ini!!”


"Aku paham, aku paham. Cinta dan keindahan, katamu? Aku mengerti! Jadi kau adalah seorang ahli dalam bidang tersebut, iya kan!? Aku ingin mendengar lebih banyak tentang hal itu! Seberapa jauh kau bisa menahan amarahmu, wahai dewi!?”


"Kau mungkin harus lebih khawatir tentang dirimu sendiri. Kau dibekukan di dalam balok es begitu lama sehingga jiwamu naik ke dunia surgawi Asgard.”


"Eh!? Jadi aku sudah pentil? Jadi itu berarti, aku tidak bisa pentil lagi ke dunia pentil!? Pentil apa yang seharusnya aku pentil-kan??*” [Maaf agak sedikit kotor, tapi memang Shinobu adalah pria laknat, jadi gaya bicaranya terkesan asusila. Inilah terjemahan sebenarnya : “Eh, Jadi aku sudah mati!? Jadi, itu berarti aku tidak bisa kembali lagi!?? Apa yang seharusnya aku lakukan??!” Ini bukan dibuat-buat dan saya hanya ingin menerjemahkan dengan sebaik mungkin untuk menghadirkan kesan dalam setiap kalimat di novel ini. Salam hormat, Ciu.]


"Itu adalah pemikiran remaja one-track*!! Yang aku maksud adalah, tubuh beku-mu tertinggal di permukaan! Kau saat ini sedang mengalami pengalaman-roh-lepas-tubuh dan kau mirip mati suri sekarang!” [Pemikiran one-track (one-track mind) adalah pikiran seseorang yang hanya dipenuhi suatu subyek saja, terutama tentang hal-hal yang berbau seksual. Kamus Besar Oxford.]


"Pentil-pentil-pentil-pentil-pentil-pentil-pentil-pentil-pentil-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til-til!!”


"Wah! Apakah kau mengatakannya dengan terlalu cepat untuk menyesuaikan seluruh kata di sana!? Tenang...tenang. Aku hanya akan memberimu informasi se-minimal mungkin, jadi bagaimana kalau kita langsung menuju ke pokok permasalahan? Dewi Norse tidak akan sungkan-sungkan selama ada keterkaitan. Ini hanya semacam legenda, budaya, dan agama. Dengan kata lain, tidak ada rem yang bisa menghentikannya!! Bagaimana kalau aku memberimu pelajaran secara langsung mengapa aku dikenal sebagai dewi kesuburan, Shinobuuuu!?”


"Pada saat seperti ini, seorang pria biasanya menginjak rem yang bernama “MC* menyedihkan”, tapi jangan “Pembicaraan Kota” Jinnai Shinobu! Malahan, dia akan menginjak pedal gasnya. Mereka mungkin mempunyai hak untuk mati, tetapi mereka tidak memiliki tanggung jawab! Ditambah lagi, ini adalah dunia asing dan dilengkapi dengan para dewi, sehingga tidak ada moral, etika, atau kebajikan untuk menghentikan aku!! Aku juga tidak punya rem, jadi ayo kita memulai semua ini, Nona Freyjaaaaa!!” [MC adalah kependekan dari Main Character atau Tokoh Utama. Di paragraf di atas ada lawakan tentang “rem”, jadi silahkan gunakan imajinasi kalian setinggi mungkin untuk memahami maknanya.]


Layaknya kelopak mawar dan lily yang mulai berhamburan melalui udara, Dewi Pernikahan Frigg membungkamnya seketika dengan tinju.


Menurut legenda, Frigg adalah istri Odin. Dia tidak begitu sering muncul, tapi ia dikenal karena telah meminjamkan kekuatan dan kewenangannya untuk mengontrol pasukan Asgard. Sebagai pengganti dewa perang terhebat di dunia ini, tinjunya tidak bisa dibilang lemah.


Dampaknya cukup kuat untuk membuat suatu kawah yang meliputi keseluruhan Daratan Kantou. Dan itu akan membentuk suatu teluk baru, tapi Freyja tidak menghindarinya. Sebagai dewi kesuburan, dia malah menerima pukulan tersebut secara langsung dengan tubuhnya.


Dia berhasil membuat cerita di novel ini tetap ber-genre komedi.


"Gfhhh!! Heh. Aku tidak akan berada dalam kesulitan jika aku tidak memiliki kekuatan dan kewenangan untuk mengontrol setengah dari tentara Asgard.”


"Mengapa kau menyebutkan itu di depan istrinya? Kau memiliki ketahanan sekuat itu hanya karena kau menjadi kekasih dari suamiku, sehingga kau dapat menyerap beberapa kekuatannya. Dan bisakah kau berhenti berlagak seolah-olah kau adalah titik referensi dewi Norse? Kau adalah satu-satunya orang di sembilan dunia yang tidak segan-segan tidur dengan 4 kurcaci untuk suatu persekongkolan.”


"Eh? Empat kurcaci dan satu gadis!? Tapi itu... um... bagaimana bisa...? Tunggu, jika dia tidur dalam posisi begini, lantas memutarnya “itunya” seperti ini... tidak, tetap saja masih ada 1 orang kurcaci yang tidak mendapat jatah!! Apakah ini sejenis puzzle!? Dan apakah kau punya banyak lubang sehingga batang-batang itu bisa masuk tanpa tersisa!!??”


"Heh heh heh. Jumlahnya memang terlalu banyak, tapi aku punya solusi atas pertanyaanmu, dan “teknik” itu terlalu rumit untuk dipahami oleh seorang siswa SMA biasa sepertimu!”


Frigg mengayunkan kepalan tinjunya lagi, dewi kecantikan akhirnya terdiam dan memegang kepalanya.


Frigg kemudian meletakkan tangannya di pinggul.


"Yah, jiwa yang naik ke tempat ini sebelum tubuhnya hancur adalah suatu peristiwa yang langka, tapi apa yang seharusnya kita lakukan tentang hal itu? Jika jiwamu berakhir di dunia surgawi, maka itu berarti kau memiliki jiwa yang cukup berkualitas, jadi mungkin kita harus memberikan sambutan yang layak kepadamu.”


"Di dunia surgawi? Jadi ini adalah surga?”


"Kau mungkin membayangkan surga dari sudut pandang agama lain, tetapi secara umum, konsepnya sama saja. Ini adalah tempat berkumpul para pemenang setelah hidupnya berakhir.”


"Maksudmu...! Maksudmu...! Perbuatan baikku telah membuatku masuk surga!? Dan kau tidak akan menuntut biaya pada diriku!?”


"(Hmm. Mengapa dia tidak mempertanyakan fakta bahwa dia sudah mati. Dan mengapa dia tidak menangis lantas minta pulang?) "


Ketika tiba di dunia yang dikelilingi oleh beberapa dewi, tentu saja dia ingin bertamasya dan berputar-putar terlebih dahulu di dunia tersebut sebelum akhirnya kembali ke tugas utama.


"Yeeeaahhh!! Aku selalu ingin mencoba berinteraksi dengan para dewa seperti ini! Apa yang akan terjadi? Mereka mengatakan bahwa hanya orang-orang jujur dan telah menyingkirkan nafsunya bisa berakhir di surga atau Tanah Suci atau apalah namanya, tapi secara mengejutkan, tempat ini penuh dengan istana yang terbungkus permata dan dewi-dewi yang indah!! Sekarang, sekarang. Saatnya untuk membiarkan Sommelier* Shinobu menilai kualitas layanan surgawi yang tersedia di sini!!” [Secara harfiah Sommelier berarti pelayan yang menghidangkan minuman anggur beralkohol. Kamus Besar Oxford.]


"O-oke, kalau begitu." Freyja masih menggosok bagian atas kepalanya, tapi ia sudah berhenti menangis. "Paling tidak, aku jamin bahwa kau akan menikmati semuanya sampai mati sekali lagi. Setiap 'mimpi laki-laki' akan dikabulkan di sini. Setiap pria yang berakhir di Asgard akan melalui setiap hari, dari pagi sampai malam, dengan keringat manis yang bercucuran dari tubuhnya.”


"Mengapa para pria begitu suka melakukan hal seperti itu?"


Suatu arus listrik kuat menembus pelipis kanan Shinobu sampai sisi kiri.


Nafsu remajanya mulai meledak-ledak.


"Serius!? Tempat ini benar-benar dipenuhi dengan ke-asusila-an seperti itu!? Ka-kalau begitu, bisakah aku mulai sekarang? Sembari melihat ke kiri-kanan, aku akan menyelinap di sekitar dan menikmati semuanya sendirian!!”


"Jangan khawatir, jangan khawatir. kau tidak harus menyelinap. Semua orang akan menyambutmu dengan tangan terbuka.”


"Serius!? Apa ada yang salah dengan standar di dunia Norse!? (Bukan berarti aku mengeluh.)"


"Oke, waktunya untuk pengumuman! Ketika pria Norse mati, mereka pergi ke Asgard!”


"Dan?"


"Sepanjang tahun, dari saat mereka bangun sampai saat mereka pergi tidur, mereka tidak akan pernah mendapatkan istirahat walaupun hanya sejenak!!”


"Karena!?"


"Karena mereka diberi hak untuk memegang senjata dan bertempur selamanya sampai mati!!"


"Hmm!?"


Shinobu telah menekan tombol "ya" begitu cepat, sehingga dia hampir melakukannya lagi, tapi dia berhasil menghentikan pikirannya pada detik-detik terakhir.


Dia harus kembali sedikit.


"Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu!! Apa!? Jenis layanan neraka macam apa itu!? Tunggu sebentar. Apakah itu layak disebut layanan? Persetan dengan itu semua!”


"Eh? Oh, jangan khawatir. Bahkan jika jantungmu berhamburan keluar atau kepalamu terpenggal, kau akan sembuh seperti tidak pernah terluka pada keesokan harinya. Kau dapat terus bertarung sampai mati selamanya, atau lebih tepatnya, sampai Ragnarök tiba ☆ "


"Aku harus terus bertarung sampai mati, yaitu sampai pertempuran terakhir tiba dan kemudian dilemparkan tepat ke ujung dunia!? Dan bahkan tidak ada waktu untuk istirahat!?”


Frigg mendesah sambil menempatkan tangannya yang elegan di pipinya.


"Mengapa orang-orang begitu menikmati bertarung? Setelah menghabiskan masa hidupnya dan dipandu ke Asgard, harusnya kau berpikir bahwa kau akhirnya memiliki waktu untuk istirahat, tetapi yang mereka lakukan hanyalah menghabiskan hari demi hari dengan menggunakan palu raksasa untuk menghancurkan kepala orang lain dan mereka tampaknya tidak pernah bosan melakukan pekerjaan itu.”


"Oh tidak. Aku hanya seorang pria yang hidup dalam dunia di antara Sadist dan Masochist. Beberapa tentara mengira bahwa mereka tidak dapat menemukan makna hidup selain darah dan asap. Mohon jangan seperti itu! Bagaimana dengan ke-asusila-anku!? Dimana alkohol dan para wanita!?”


"Hm. Menurutku, itu juga bukan dunia yang pantas bagi seorang pelajar SMA."


Tapi kumpulan hawa nafsu bernama Jinnai Shinobu tidak akan membiarkan komentar Freyja mengganggu jalannya.


Nafsu remajanya sudah terlanjur meledak!


"Oh, tapi kalau dipikir-pikir, aku hanya melihat beberapa dewi yang berada di sekitar sini. Apakah ini adalah salah satu dunia di mana seorang pria dikelilingi oleh beberapa karakter wanita? Kalau begitu, ini memang tempatku! Oke! Mari kita memulai latihan pertempuran, di mana aku melawan seorang prajurit perempuan ber-armor bikini atau penyihir berjubah telanjang!!”


"Ke mana perginya para pria, Nona Frigg!??"


"Ratu alam baka akhir-akhir ini semakin aktif, sehingga mungkin dia mengirim para pria untuk berjaga-jaga. Kita hanya harus menunggu dengan tenang untuk berita selanjutnya.”


Hidung Shinobu berkedut sedikit.


"Aku bisa merasakan itu. Ya, aku bisa merasakannya. Menjadi Ratu, bukannya seorang Putri, mungkin terdengar sedikit bermakna negatif, tapi aku masih bisa merasakan kecantikannya yang langka! Siapakah gadis yang sepertinya suka memakai armor bikini hitam (sebagai salah satu gadis di antara empat jenderal)!? Apakah dia adalah teman kalian!? Kalau begitu, berikan aku alamat emailnya!!”


"Hm? Hel adalah si bungsu dari tiga anak Dewa Kejahatan Loki dan Raksasa Wanita Angrboða. Dua lainnya adalah si serigala raksasa Fenrir dan si ular raksasa Jörmungandr.”


"Hmm... Jadi dia adalah sejenis wanita yang badan bagian bawahnya berwujud ular? Ini hanya akan semakin sulit.”


Tapi bagaimanapun juga, dia sudah sering bergaul dengan gadis-gadis Youkai, sehingga Shinobu tidak tergoyahkan.


Tampaknya si mesum sudah siap menerima kenyataan pahit tersebut, tetapi Frigg menolaknya mentah-mentah.


"Dia terlihat seperti seorang gadis yang cantik jelita."


"Lantas, apa lagi yang kau khawatirkan!? Dan jika dia adalah yang termuda dari tiga bersaudara, itu berarti dia adalah seorang imouto dan Ratu. Apa lagi yang kau inginkan!?”


"Namun, setengah tubuhnya masih hidup dan setengah lainnya sudah mati."


"Eh? Jadi dia sejenis zombie atau mumi? Yahh, selama dia terlihat seperti seorang gadis muda yang hanya membalut tubuhnya dengan perban, aku masih doyan! Datanglah! Datanglah!!”


"(Serius?) Umm, menurut gelar yang disandangnya, Hel mengendalikan Niflheim, yaitu dunia alam baka es. Dia memiliki kontrol langsung dari semua roh manusia yang tidak bisa naik ke Asgard. Dia menggunakan mereka untuk membentuk tentara roh-roh jahat yang menentang para dewa.”


"Huh? Apakah hanya seperti itu penjelasan darimu?” keluh Freyja.”Yah, dia mungkin adalah ratu alam baka sekarang, tapi dia tidak memiliki kekuatan sejak saat dia lahir. Setelah si ketua dewa berjenggot membuangnya ke alam baka, ia memperoleh kekuatan untuk memerintah sebagai ratu. Jadi, sifat dan kemampuannya sebelum hal itu terjadi mungkin benar-benar berbeda.”


"Apa-apaan yang sedang kau bicarakan, Nona Penari?"


"Semuanya dimulai dengan adanya ramalan yang mengatakan bahwa tiga anak Loki dan Angrboða akan menentang ketua dewa berjenggot. Selama Ragnarök berlangsung, Fenrir akan menelan Odin seutuhnya sementara Jörmungandr membesar sampai tak terhingga untuk menghancurkan daratan. Akhirnya, dia membunuh dan dibunuh oleh Anak Odin, Thor. Itulah sebabnya Odin perlu melakukan suatu penanggulangan sebelum itu semua terjadi.”


Lalu bagaimana dengan Hel?


Jika ia dibuang ke dasar alam baka, pasti ia diramalkan untuk menyebabkan beberapa bencana yang mengerikan.


Namun, Freyja mengangkat bahu pada saat mendengarkan pertanyaan itu.


"Tidak ada yang tahu."


"Apa?"


"Bahkan sebagai salah satu dari tiga bersaudara pembawa bencana, peramal dan tiga dewi takdir tidak tahu peran apa yang dia mainkan. Yang mereka tahu adalah, dia memiliki tingkat kekuatan yang sama seperti Fenrir dan Jörmungandr.”


"Tunggu sebentar. Maksudmu... maksudmu, dia memiliki kekuatan yang cukup untuk membunuh ketua dewa, namun dia belum ternoda oleh kejahatan. Dia hanya seorang gadis cantik yang ditinggalkan sendirian karena semua orang takut terhadap kekuatannya? Itu luar biasa!! Dia pasti masih perawan! Wahai kalian pria-pria tanpa buah zakar, kalian telah melakukan kesalahan besar karena meninggalkan seorang perawan keren pada Jinnai Shinobu! Gwa ha ha ha ha ha!!”


"Aku benar-benar tidak berpikir bahwa kau akan mendapatkannya dengan begitu mudah," kata Frigg dengan jengkel sembari meremehkan Jinnai Shinobu.”Apapun asalnya, dia benar-benar penguasa Niflheim sekarang. Kamu harus memikirkan dia sebagai ratu yang kejam.”


"Lalu, semua kesalahan bisa dilimpahkan pada pria berjenggot bernama Odin yang kau bicarakan! Jika dia tidak membuang Hel-chan yang malang ke alam baka, dia akan menjadi sesosok heroine yang manis!! Tapi ini masihlah menarik bagiku. Dia memiliki tubuh murni straight-A*, dan kali ini, tubuhnya dibungkus dengan bondage gear* berbulu hitam yang sangat menggoda.” [Yang dimaksud straight-A di sini adalah sesuatu yang sempurna. Sebenarnya ini adalah kosakata perkuliahan. Seorang mahasiswa yang selalu mendapatkan nila A di semua mata kuliah, kemudian memperoleh IPK 4, biasa disebut dengan straight-A. Dan bondage gear yang Shinobu maksudkan tentu saja adalah peralatan BSDM (sesuatu kecenderungan seks yang melibatkan penyiksaan).]


"Aku akui bahwa ia mungkin telah diperlakukan dengan kasar." Frigg melambaikan jari telunjuknya.”Karena Fenrir dan Jörmungandr adalah dua bersaudara yang berbahaya, si pria berjanggut memutuskan bahwa Hel juga berbahaya dan dia membuangnya.”


"Dia tidak melihat mereka sebagai anak-anak Loki. Dia hanya melihat mereka sebagai tiga makhluk yang diciptakan oleh dewa kejahatan. Ini bukan tentang kebaikan dan kejahatan. Dia hanya ingin menyegel kekuatan destruktif tersebut di tingkat terbawah tempat pengasingan. Dan seperti biasa, aku yakin bahwa si jenggot menggunakan logika egoisnya untuk membenarkan tindakannya itu, dan dia pikir, dia sudah menyelamatkan dunia. Dia adalah tipe orang yang tidak pernah ambil pusing untuk memikirkan alasan mengapa ada begitu banyak orang mencoba membunuhnya.”


"Yah, dia adalah tipe orang yang menjuluki dirinya sendiri dengan sebutan ketua dewa tanpa pikir panjang.”


"Apakah kau tak malu jika mengatakan bahwa dirimu sendiri adalah makhluk yang sempurna? Dewa perang, sihir, dan penipuan…itu semua bahkan tidak senilai dengan wanita cantik. Dasar orang macho berjanggut.”


Si ketua dewa kotor berjanggut (yang memproklamirkan dirinya sendiri) telah melemparkan si wanita es cantik ke dalam jurang kenestapaan untuk keselamatannya sendiri. Dan dia melakukan itu dengan santai dan tanpa beban layaknya seorang pria yang memesan bir. Semakin Shinobu mendengar, semakin buruk citra Odin di pikirannya. Pada era Jepang modern, itu sama saja ketika seseorang berteriak pada orang lain untuk berhenti bergosip dan mulai bekerja.


Tapi Jinnai Shinobu tidak terlalu peduli pria berjanggut tersebut.


"Jadi kau mengatakan bahwa Hel-chan benar-benar seorang gadis cantik!? Apakah ada sesuatu yang bisa kita lakukan!? Apakah ada cara untuk mengembalikannya seperti sedia kala!? Itulah masalahnya!!”


Dewi Kecantikan Freyja dan Dewi Pernikahan Frigg bertukar pandangan.


"Yah, aku tidak yakin."


"Tak peduli seperti apa dia di masa lalu dan seperti apa dia sekarang, dia sudah berusaha dengan begitu baik. Dia mungkin tidak pernah menginginkan takdir ini, tapi entah kenapa, ini semua terkesan begitu cocok dengannya, dan dia pun sepertinya sudah terbiasa dengan kehidupan semacam itu. Dan….” tambahnya. ”Seperti yang aku katakan sebelumnya, dia menjadi ratu alam baka setelah dibuang. Sifat asli dan kemampuannya masihlah menjadi misteri. Mungkin saja, dia memiliki sesuatu yang melampaui imajinasi Odin.”



Part 2[edit]


"Halo, semuanya. Bisakah kalian segera kembali ke dunia asal kalian sekarang?”


Saudari keempat gadis ksatria, Waltraute, menanyakan hal itu seketika ia tiba di penginapan.


Kamijou dan yang lainnya sedang sarapan di bar / restoran dan mereka tampak kesal ketika mendengar pertanyaan itu. Satu-satunya yang tanpa reaksi adalah Jinnai Shinobu, karena ia masih saja membeku dalam peti mati es.


Dan karena para gadis sering dibuat jengkel sejak datang ke dunia ini, tampaknya mereka sudah mulai terbiasa mengenakan jubah telanjang dan armor bikini. Adaptasi adalah hal yang benar-benar menakutkan.


"Itu adalah salam yang begitu menyebalkan."


"Aku tidak melihat alasan mengapa orang asing enggan untuk meninggalkan dunia ini. Aku telah menemukan cara untuk mengirim kalian pulang, jadi aku bisa melakukannya setiap saat.”


"Eh?"


Quenser dan Heivia terkejut.


"Tunggu sebentar. Kita sudah harus pulang? Tapi kita belum mengalahkan seorang bos terakhir atau berpetualang dalam suatu perjalanan yang seru.”


"Dan kita belum bertemu Putri Duyung yang duduk di pantai berbatu atau elf yang berambut pirang dan bertelinga panjang! Lantas apa gunanya dunia fantasi ini!?”


Si Dewi Norse berdiri di depan mereka dan dua orang Youkai yang duduk di meja tersebut, tapi dua idiot itu sepertinya tidak memperhatikan. Mereka tampaknya menyamakan semua kejadian di dunia ini seperti sejenis fantasi yang diiringi oleh musik 8-bit*. [8 bit mengacu pada game-game jadul.]


Waltraute meletakkan satu tangannya di pinggul.


"Kita adalah orang-orang yang terjebak dalam situasi tak terduga, sehingga tidak ada alasan untuk membuat orang asing ikut-ikutan mengurusnya. Aku sudah melakukan penyelidikan penting dan mengalahkan musuhnya, jadi, kalian tinggal menerima hasilnya.”


"Hm?" Mikoto memiringkan kepalanya.”Musuh? Jadi ada seseorang di balik semua ini?”


"Yahh, insiden semacam ini hampir pasti adalah karya Odin atau Loki, dan kali ini, Loki lah yang bertanggung jawab.”



Part 3[edit]


Di salah satu sudut Asgard, Waltraute meraih Loki - yang tampak intelektual, menarik, dan mirip anak nakal - dan mengguncang kerahnya.


Mereka berada di ujung tepi Bifröst, landasan pacu pelangi. Biasanya, dewa dan Valkyrie menggunakannya untuk terbang ke permukaan, tapi itu telah berubah menjadi fasilitas penyiksaan cahaya. Sederhananya, Loki dicengkram oleh suatu lengan, tubuhnya dan kakinya menggantung di tepi "tebing".


"-Bbfh-bgbh..."


Ketika si pria berbicara, ia terdengar seperti suara dengusan babi, tapi itu karena Waltraute telah mengalahkan dia sampai jadi bubur seketika ia menemukannya.


"Bffh."


"Ya, aku sudah tahu bahwa kau menggunakan Skíðblaðnir dan Yggdrasil untuk memanggil beberapa orang asing dari dunia lain. Kau menggunakan kemampuan tumbuh pohon dunia ketika menyerap air dari sumur kebijaksanaan. Itu dapat memperluas cabangnya ke dunia selain sembilan dunia milik kita.... Tapi bagaimana caranya aku mengembalikan orang-orang asing tersebut ke dunia asal? Tergantung pada jawabanmu, mungkin aku hanya akan menjatuhkanmu dari sini.”


"Bgh. Bggh.”


"Hm? Cabang-cabangnya masih terhubung ke dunia lain?”


"Bh."


"Air sumur kebijaksanaan membuat pohon dunia tumbuh, tetapi bisa layu ketika airnya tersedot keluar? Sama seperti ketika Níðhöggr menggerogoti akarnya? Jadi kau merusak dasar cabang untuk membuatnya layu?”


"Bffh. Bfh.”


"Jadi jika luka dan 'kebocoran'-nya dihentikan, cabang yang layu itu akan kembali ke posisi semula dan berfungsi sebagai jembatan seperti sedia kala? Jadi jika orang-orang asing itu kembali ke Skíðblaðnir, mereka akan secara otomatis pulang ke dunia masing-masing?”



Part 4[edit]


Ketika ia mendengar itu, mahasiswa Anzai Kyousuke menjadi pucat.


Dia adalah orang yang memahami suatu petualangan.


"Itu tidak akan cukup. Kita harus menyelesaikan beberapa penjara bawah tanah sendirian, mengunjungi desa desa dan kota untuk mengumpulkan petunjuk dari penduduk desa dan warga kota setempat. Kita juga harus menyelesaikan penghalang-tak-tertembus di pegunungan untuk menantang raja setan dalam suatu pertempuran yang adil!! Bagaimana bisa kau hanya memberi jawaban semacam itu pada kami!? Apakah kau tahu bagaimana perasaan si penjahat setelah mempersiapkan ini semua dengan begitu matang!?”


Tapi Waltraute tidak terganggu.


"Yahh, dewa selalu licik."


"Tetap saja, mencapai ending hanya dengan duduk-duduk di penginapan adalah suatu hal yang salah! Semua yang kita lakukan di sini hanyalah makan dan tidur!! Tidakkah seharusnya kita dihukum karena sudah bermalas-malasan seperti itu!?”


"Aku tidak peduli apa yang dipikirkan oleh si penjahat. Sejatinya, setiap pahlawan selalu mencari rute tercepat dan terpendek untuk menyelesaikan misinya. Kebetulan saja, sebagian besar pahlawan hanya memiliki suatu pilihan tunggal, yaitu menyelesaikan tugasnya dengan melakukan suatu petualangan yang besar dan melelahkan. Jika ada pilihan mudah yang benar-benar tersaji dengan sendirinya, kau harus mengambil keuntungan tersebut, bahkan, melewatkannya adalah suatu tindakan bodoh.”


"Yah, aku kira..."


Anzai Kyousuke terus mengeluh, tapi Waltraute mengabaikan dia dan melanjutkan perkataannya.


"Kau tidak memiliki alasan untuk tetap tinggal di dunia ini. Dan apa pun yang Loki rencanakan, kita tidak tahu berapa lama mekanisme keselamatannya akan bertahan. Jika cabang yang sementara waktu masih layu tersebut benar-benar mati dan tidak bisa kembali normal, semuanya akan berakhir. Tidak ada alasan untuk membiarkan kesempatan bagus ini lewat begitu saja. Di sisi lain, itu berarti kalian meningkatkan risiko tidak pernah kembali ke rumah.”


Tentu saja, Kamijou dan yang lainnya sepakat terhadap hal itu.


Gadis kelinci mengangkat tangannya untuk meregangkan punggungnya yang kaku sembari masih duduk di kursi.


"Ahhh!! Jadi kita akhirnya bisa kembali!... Hm? Kalau dipikir-pikir, apa yang akan terjadi padaku ketika aku kembali?”


Quenser dan Zashiki Warashi menambahkan.


"Setidaknya kita tahu bahwa kita memiliki cara kembali. Tentu saja, aku ragu bahwa Frolaytia akan menerima penjelasan logis tentang apa yang sudah terjadi selama ini. Bahkan, aku yakin dia akan memperlakukan kita seperti pembelot dan melemparkan kita ke dalam sel.”


"Ketika Zashiki Warashi meninggalkan rumahnya, seharusnya rumahnya jadi hancur, tapi ini tidak dihitung, kan? Akan jadi suatu hal yang merepotkan jika aku kembali dan menemukan rumahku sudah berubah menjadi reruntuhan bangunan.”


Mereka tidak benar-benar berusaha, tapi semuanya terasa sudah selesai. Meskipun demikian, akhir-akhir ini semakin sedikit orang yang bisa menghargai suatu game RPG panjang. Yaitu game RPG yang memerlukan 50 jam untuk menyelesaikannya. Mungkin saja, Kamijou dkk adalah bagian dari sedikit orang tersebut.


Jadi Waltraute berbicara untuk meringkas semuanya.


"Kami akan mengurus semua kesulitan, sehingga kalian hanya perlu bergegas menuju ke titik pertemuan."


"Hm? Titik pertemuan?” tanya Heivia.


Waltraute menjawab seolah-olah ia telah memberikan pertanyaan yang sangat bodoh.


"Aku bilang, kalian akan menggunakan Skíðblaðnir, bukan? Jadi, kalian harus berkumpul di sana terlebih dulu.”


"Tunggu. Tunggu sebentar.” seakan-akan Mikoto mendengar sesuatu yang tidak bisa dia abaikan.”Skid... atau apalah namanya... itu adalah kapal raksasa yang pernah kami naiki, kan?"


"Apa ada kapal lainnya?"


"Kami berjalan selama hampir seminggu penuh untuk sampai ke tempat ini, tapi kali ini kami tidak harus mengulanginya, kan? Ada benda penolong yang memungkinkan kita menuju ke sana dengan cepat, kan? Atau secara langsung melakukan perjalanan ke desa-desa dan ruang-ruang bawah tanah yang sudah pernah kami lewati, kan!?”


Waltraute menggertakan lehernya sebelum menjawab.


"Tentu saja tidak ada. Kalian harus menyusuri jalan kembali seperti ketika kalian tiba di tempat ini.”



Part 5[edit]


Niflheim adalah dataran tanpa harapan yang sepenuhnya tertutupi oleh salju putih dan es.


Itu adalah lingkungan yang nyaman untuk Hel, si penguasa alam baka. Tapi hal yang sama tidak bisa dikatakan pada jiwa-jiwa manusia yang dilemparkan ke jurang tersebut.


Suara berdenting rantai tebal tidak pernah berakhir.


Bahkan mereka sudah tidak lagi bisa menangis akibat kesakitan, sehingga mereka menderita dalam kesunyian. Para jiwa "berdosa" itu lebih tampak seperti mesin atau boneka daripada manusia.


Ada seorang pria yang roboh karena usianya sudah terlalu tua.


Ada seorang anak dalam keadaan pesakitan, sehingga terlalu mustahil baginya untuk meninggalkan ranjang rumah sakit.


Ada seorang ibu yang meninggal saat melahirkan, tapi setidaknya berhasil membuat anaknya merasakan dunia.


"..."


Hel menatap mereka dalam dunia putih.


Odin, sang penguasa sembilan dunia, telah menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang "jahat". Dia menginginkan prajurit yang gagah berani dan kuat. Setiap jiwa manusia yang tidak berguna baginya dalam Ragnarök, dianggap "jahat".


Hel tidak pernah mempertanyakan hal itu sebelumnya.


Dia menerima semuanya seperti biasa.


"..."


Adalah suatu hal yang aneh, jika dia merasa bahwa ini semua tidaklah adil.


Para "orang berdosa" itu menderita sampai pikirannya pecah dan jumlah mereka tidak ada habisnya. Tidak ada penebusan dosa, tidak ada reinkarnasi ke kehidupan berikutnya, dan tidak ada sistem lain untuk menyelamatkan mereka. Mereka hanya dibuang ke sini dan ditinggalkan selama-lamanya, tapi mereka bahkan telah menyerah dan tidak melihat adanya pilihan lain.


Bagaimanapun juga, seperti inilah adalah cara dunia ini bekerja.


Bagaimanapun juga, semua orang diajarkan bahwa ini adalah suatu hal yang normal.


Bagaimanapun juga, Odin telah memutuskan aturan-aturan ini secara sepihak dan menciptakan sistem tersebut.


Tapi...


"..."


Hel sendiri tidak yakin apakah yang sebenarnya sedang bergejolak di dalam dirinya.


Orang-orang asing pendongeng itu telah menceritakan kisah-kisah moral yang sungguh tidak lazim bagi dunianya. Dan itu telah merusak gigi-gigi mesin di dalam pikirannya.


Atau mungkin penyebabnya adalah orang-orang asing itu sendiri.


Dia mendengar dentingan suara rantai. Ini adalah suara sumbang yang terdengar menonjol diantara suara gemerincing rantai lainnya. Seorang anak kecil telah roboh ke permukaan bersalju.


Kristen memiliki setan dan Budha memiliki oni, namun alam baka Norse tidak punya makhluk yang dikambing-hitamkan untuk menyiksa para pendosa.


Cambuk dan pentung dipegang oleh sesosok orang ber-armor transparan.


Jiwa manusia digunakan untuk menyiksa "para pendosa".


Bagi para dewa dari Asgard, jiwa-jiwa yang tidak bisa ambil bagian dalam perang adalah benda tidak berguna yang sama sekali tidak berkontribusi dalam Ragnarök. Dan Hel menggunakan mereka untuk tentaranya sendiri.


Diantara para jiwa "pendosa" yang semakin ditelan dalam kehancuran hari-demi-hari, hanya yang mampu sajalah, yang ditambahkan dalam bala tentara Hel.


Namun, tetap saja tidak ada pengampunan bagi jiwa-jiwa mereka.


Para pembunuh, yang terbunuh, para penyiksa, dan yang tersiksa....itu semua adalah jiwa manusia yang identik.


Mereka tidak memiliki rasa persaudaraan. Rasa seperti itu telah hancur sepenuhnya ketika mereka menerima penyiksaan abadi atas dosa-dosa yang dituduhkan pada mereka.


Beberapa jiwa menggeliat kesakitan seperti mesin dan yang lainnya menyiksa mereka seperti mesin.


"..."


Dan hal yang sama bisa terlihat sepanjang mata memandang.


Adalah jelas apa yang akan terjadi pada jiwa anak yang roboh itu.


Hantu penyiksa berkumpul di sekitar anak tersebut karena dia mengganggu sistem. Mereka memegang cambuk dan pentungan di tangan mereka. Mereka tidak memiliki suatu buku pedoman yang berisi aturan-aturan tentang kemanusiaan. Jika anak ini tidak berdiri kembali, mereka akan memukulinya sampai ia berdiri. Jika dia tidak taat, mereka akan menghancurkan tubuhnya sampai ia patuh.


Dia hanyalah jiwa orang mati.


Dia hanyalah makhluk abadi yang telah dibuang ke ekosistem tidak normal.


Dia hanyalah sampah yang tidak diselamatkan oleh para dewa.


"... Aku."


Tapi pada saat itu, Hel bergumam pada dirinya sendiri.


Gumaman itu segera berubah menjadi teriakan yang mengguncang Niflheim.


"Kau pasti sedang bercanda, Odiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!"


Dia berjalan menyeberangi salju putih dan es. Dia dengan paksa menendang si hantu penyiksa yang mengayunkan cambuknya terhadap si bocah.


Namun si hantu penyiksa hanya menjalankan tugasnya.


Sejatinya, mereka jugalah jiwa manusia yang dikirim ke Niflheim. Ketua dewa telah menilai mereka sebagai makhluk yang "tidak berguna", sehingga mereka dilemparkan ke dunia penyiksaan abadi. Yaitu dunia di mana rasa sakit akan merusak kemampuan mereka untuk merasa takut atau melakukan perlawanan.


Hel memandangi sekelilingnya sekali lagi.


Tidak ada "pendosa" di sini. Tak satupun dari mereka pernah melakukan kesalahan, baik itu mencuri, berbohong, atau membunuh.


Namun mereka semua dilabeli dengan tuduhan-tuduhan itu.


Itu semua untuk kepentingan Odin dan tidak ada sedikit pun keuntungan yang mereka daptkan. Tapi yang lebih penting, ini semua terjadi karena tindakan Hel, dan dia percaya bahwa sistim yang ditetapkan Odin adalah suatu hal yang benar. Hel benar-benar percaya bahwa korban-korban ini adalah orang "jahat" yang mendapat julukan seperti itu karena mereka tidak berguna bagi Odin.


Tidak ada pengampunan bagi mereka.


Tidak ada yang akan berubah.


Tidak ada yang bisa diubah.


Di dunia ini, para pembawa keadilan dan dewa yang memproklamirkan dirinya berada di sisi kebajikan hanya memikirkan kepentingan pribadi semata. Tidak ada lagi yang bisa diandalkan untuk memurnikan mereka. Dan tidak peduli seberapa busuk atau konyol, Odin dan tentara Asgard yang berada di bawah kendalinya, adalah pihak yang terkuat dan terbesar. Sehingga, semua orang hanya akan setuju dan mengatakan bahwa mereka adalah orang baik dan sanggup melakukan apapun yang mereka inginkan. Bahkan jika mereka salah, tidak ada yang akan berubah. Tidak akan pernah.


Jika Hel tidak mempertanyakan fakta koyol ini, mungkin dia tidak pernah merasakan sakit di dadanya. Menutup mata pada pemandangan menyedihkan di depannya tampaknya adalah pilihan terbaik. Tapi sekarang dia tahu.


Dia tidak memahami apa yang menyebabkan dia merasakan rasa sakit ini, tapi sekarang ia tahu.


Dia tahu ada sesuatu yang salah tentang sistim ini.


Dia menyadari sesuatu yang jelas.


Sederhananya, dia telah tumbuh.


Namun pada dunia tanpa harapan dan hanya berisi pertempuran ini, mungkin akan lebih tepat untuk mengatakan bahwa Hel telah “rusak”.


Dan jika dia bisa menuruti pergerakan gigi-gigi mesin di dalam pikirannya...


"Hancur..."


Dia memohon.


Hel, si ratu alam baka, memohon.


Tapi dia tidak memohon pada para dewa yang hanya peduli dengan keinginan dan kepentingan mereka sendiri. Melainkan, dia memohon pada hatinya sendiri.


"Hancurkan itu semua!! Hancurkan segala yang ada 'di sini'!! Hancurkan sampai potongan terakhir!!”


Sesuatu menggeliat di dalam hatinya.


Dia bukan lagi "Ratu Alam Baka", yang hanya tunduk patuh pada perintah si konyol Odin.


Ada sesuatu yang besar dan telah eksis sejak saat ia dilahrikan. Itu sesuatu yang berbeda dari apa yang dimiliki Fenrir atau Jörmungandr. Itu adalah sesuatu yang tak bisa dipahami oleh peramal dan tiga dewi takdir.



Part 6[edit]


Yang pertama merasakan itu adalah Kamijou dan yang lainnya. Mereka pikir itu hanyalah gempa kecil.


Bahkan mereka tidak perlu merunduk ke bawah dan bersembunyi di dalam kabin solid. Tanah bergetar sebentar dan dengan cepat mereda.


"Apa? Jadi di sini juga ada gempa bumi?” tanya Kamijou sambil terengah-engah karena perjalanan panjang yang merela lalui.


"Dalam mitologi Norse, dikatakan bahwa gempa bumi adalah ulah seorang dewa bernama Loki. Para dewa lainnya menyegel dia di dalam suatu gua untuk menghukumnya. Setiap kali ular beracun menyakitinya, dia mengerang dan menggetarkan bumi.”


"Apakah semua orang di sini Sadist? Apa yang salah dengan masyarakat Norse?”


Karena Loki telah dikalahkan sampai jadi bubur oleh Waltraute, maka jelas-jelas dia tidak tersegel di era ini.


Dan jarak yang cukup jauh, ada dua pria idiot yang kelelahan bernama Quenser dan Heivia. Mereka sedang mendiskusikan sesuatu hal yang berbeda.


"Hei, Quenser. Apakah kau menyadarinya sekarang?”


"Ya. Itu tadi bukan gempa. Itu lebih seperti guncangan dari ledakan yang merambat melalui tanah.”



Orang lain yang merasakan itu adalah bocah manusia yang selalu menempel di pinggang dan punggung Waltraute. Si bocah berpikir bahwa itu adalah hembusan angin besar.


Kebetulan, ia tidak sedang bersama dengan Waltraute hari itu. Dia biasanya magang di toko seorang pembuat madu, tapi sayangnya hari itu sedang hujan. Budaya Norse tidak mengenal jalan yang diaspal. Teknik konstruksi di dunia ini perlu belajar untuk membangun dinding penahan di sekitar daerah sungai, bebatuan, atau tanah yang rawan longsor. Sehingga, adalah hal yang lazim ketika orang-orang lebih memilih untuk mendekam di dalam rumah pada saat cuaca buruk. Bukan hanya petani dan nelayan yang harus khawatir tentang cuaca seperti ini.


Dan juga, budaya Norse tidak memiliki sistem pendidikan berskala besar.


Hanya keluarga para bangsawan dan orang tersohor yang dididik oleh tutor. Bahasa dasar dan keterampilan aritmatika diajarkan oleh orang tua ketika mereka memiliki waktu luang. Tapi sistem ini bisa dengan mudah menghasilkan suatu lingkaran setan kebodohan ketika orang tua bodoh melahirkan anak-anak yang juga bodoh.


Karena alasan itu, dukun desa kadang-kadang pergi berkeliling ke setiap rumah untuk memastikan anak-anak mendapatkan tingkat pendidikan yang layak (atau lebih tepatnya, tingkat pendidikan minimal yang dibutuhkan untuk bertahan hidup) dan akan membantu untuk mengisi kesenjangan. (Para dukun juga tidak pernah lupa untuk menyertakan beberapa ajaran agama agar menjamin posisi mereka dalam hirarki masyarakat desa.)


Pada hari itu, dukun tua muncul di rumah si bocah.


Namun, jarang sekali si dukun benar-benar menyampaikan pelajaran tambahan, jadi pelajaran yang diberikannya lebih mirip suatu perbincangan ramah.


"Para dewa, manusia, roh-roh jahat, dan elf hidup di sembilan dunia yang didukung oleh Yggdrasil. Entah bagaimana, kita semua berhasil hidup berdampingan.”


(Kalau dipikir-pikir, aku dari tadi belum melihat Hel. Aku ingin menggambar bersamanya.)


Bocah itu akhirnya hanya menatap keluar jendela sembari setengah mendengarkan omongan si dukun, tapi orang tua itu tidak marah karena diabaikan.


"Dewa Cahaya Baldr adalah salah satu putra Dewa Odin dan Dewi Frigg. Tidak ada satu pun makhluk atau senjata di sembilan dunia yang mampu melukainya. Jika bukan karena tipu daya Loki, ia tidak akan pernah terbunuh.”


Seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya, inti dari pelajaran ini adalah untuk memastikan tingkat minimum pendidikan di desa, dan untuk mempertahankan pengaruh dukun (sehingga penduduk desa masih menganggapnya sebagai sosok yang penting). Selama dua poin ini tercapai, tidak ada yang perduli apakah si murid memperhatikan gurunya ataukah tidak.


Tapi pada saat yang sama, bocah itu melihat sesuatu di luar jendela.


"?"


Pada awalnya, ia pikir itu adalah angin. Sesuatu yang tak terlihat menimbulkan gemerisik pada daun pohon.


Namun, itu bukan angin.


Semua jendela hancur dengan suara yang berisik dan pintu terbang dari engselnya. Itu adalah gelombang kejut besar yang merambat di sepanjang tanah dalam satu arah.


Harusnya, tubuh kecil bocah mungkin telah berlumuran darah jika terkena gelombang kejut ini, tapi si dukun tua membentangkan jubahnya yang terlalu-besar dan melindungi bocah itu dari bahaya. Karena ini jugalah upaya untuk mempertahankan reputasinya, si pak tua menyeringai di belakang bocah itu.


"Pak, apa itu?"


Bocah itu menunjuk pada jendela yang pecah.


Sayup-sayup, sesuatu yang besar muncul dari kejauhan. Itu begitu besar sampai-sampai seseorang tidak akan sanggup mengukur jarak antara dirinya dan benda itu. Pemandangan itu menusuk ke dalam otak si dukun melalui mata dan saraf optiknya.


Sulit untuk digambarkan. Jika seseorang boleh menduga, maka dia akan mengatakan bahwa itu adalah pohon hitam-legam raksasa yang menjulang tinggi ke langit.


Si dukun baru saja menjelaskan bahwa sembilan dunia Norse didukung oleh pohon dunia, jadi benda apakah ini?


Apakah pohon ini cukup besar untuk menyaingi pohon dunia?


"Itu mungkin adalah Nona Hel."


"Hel?"


"Apakah semassa hitam itu adalah dosa orang-orang mati? Satu-satunya yang bisa memegang itu... tidak, satu-satunya orang yang bisa memegang dan mempertahankan 'inti'-nya tanpa dihancurkan adalah Nona Hel, karena dia sanggup mengontrol dosa secara langsung.”



Yang pertama melihat benda itu secara utuh mungkin adalah Jinnai Shinobu yang berada di Asgard.


Ia berdiri di tepi Bifröst, landasan pacu pelangi yang digunakan para Valkyrie dan dewa saat menuju ke dunia luar.


Suatu pusaran hitam-legam yang mengisi hamparan tanah dapat terlihat di bawah awan. Benda itu begitu besar. Benda itu sangat masif. Itu mirip dengan topan atau badai yang biasa terlihat pada peta cuaca.


Shinobu bisa melihatnya dengan begitu tenang karena benda itu tidak akan mencapainya secara langsung. Alih-alih melihatnya sebagai bencana bagi orang lain, ia malah meremehkan benda itu layaknya topan yang membatalkan kegiatan belajar-mengajar di sekolahan.


"Aku kira mereka memiliki bencana di mana-mana. Topan, angin ribut, badai, angin puting beliung. Aku tidak tahu bagaimana kau menyebutnya di sini, tapi... huh? Apakah awan mendung benar-benar terlihat sehitam itu dari atas?”


Suara Shinobu terdengar tanpa beban, namun para dewa berteriak dan berlari ke kiri-kanan. Ini tampaknya menjadi masalah besar bagi mereka. Seorang pengontrol landasan berotot bernama Heimdallr meneriakan suatu peringatan pada Shinobu.


"Wahai tamu, mundurlah, mundurlah! Kita akan memulai eksitasi* ketapel lepas landas untuk jalur satu melalui tujuh!!... Oh, ya, ya. Aku akan bekerja secepat yang aku bisa! Dan tidak peduli seberapa keras aku bekerja, itu masih membutuhkan waktu. Jika mereka lebih suka melompat sebelum mencapai kecepatan kritis, beritahu pada sembilan-gadis-bersaudara-gila-bertarung itu bahwa mereka dapat pergi duluan. Mereka hanya akan berakhir dengan melambat dan menabrak tanah!!” [Eksitasi adalah penambahan tenaga pada suatu sistem yang mengalihkannya dari keadaan dasarnya ke suatu keadaan dengan tenaga yang lebih tinggi. KBBI online.]


"Eh? Apa yang sedang kau persiapkan? Itu tidak terdengar seperti suatu misi penyelamatan.”


"Nona Frigg, Nona Freyja!! Kalian tidak sedang melakukan apa-apa, jadi berikan penjelasan padanya!!”


Seorang pria Spartan* bertelanjang dada itu menyeret Jinnai Shinobu pergi dan melemparkan dia agar keluar dari Bifröst. [Sparta adalah hal-hal yang berhubungan dengan Sparta, yaitu suatu kota di jaman Yunani kuno. Kamus Besar Oxford.]


Dia melambaikan tangannya untuk memanggil Freyja, yaitu seorang dewi ber-twintail pirang yang tidak akan pernah tumbuh, tidak peduli berapa tua umurnya.


"Apa yang kau lihat di bawah sana bukanlah fenomena cuaca. Kau harusnya tahu akan hal itu karena di sini kita berada pada suatu tempat yang sangat tinggi. Benda itu terlalu besar untuk menjadi topan atau badai yang normal. Bagaimanapun juga, benda itu lebarnya lebih dari 80 km.”


"Apa yang sedang kamu bicarakan? Topan yang benar-benar buruk berukuran sama dengan benda itu, kan?”


"Geh. Yang benar!? Seburuk itukah bencana alam di duniamu!? Apakah dewa cuaca di duniamu sedang marah atau apa?” Freyja tampak kesal. ”Itu memang bencana, tapi bukan bencana alam. Aku kira, itu adalah semua dosa yang ditanggung oleh pendosa yang dilemparkan ke dalam Niflheim. Masing-masing dari mereka mungkin lemah, tapi jika dikumpulkan bersama-sama, kau akan memiliki limpahan kekuatan yang mengerikan!! Kedengarannya seperti serangan khusus, bukan?”


"Apa? Aku tidak benar-benar mengerti, tapi kau mengatakan bahwa benda itu adalah wujud dari kumpulan kebencian dan kedengkian manusia?”


Jinnai Shinobu tidak tertawa pada saat mendengarnya. Baginya, itu tak terkesan aneh karena ia berinteraksi dengan Youkai setiap hari. Jika seseorang menelusuri cukup jauh tentang asal-usul Youkai dalam versi lain, yaitu yang biasa terlihat dalam buku-buku gambar dan dongeng, maka dia akan menemukan suatu cerita berdarah tentang membunuh atau dibunuh.


Namun, Freyja bahkan menolak hal itu.


"Tidak, itu sungguh berasal dari manusia, tapi itu tidak dihasilkan oleh manusia."


"Hm?"


"Adalah kaum dewa yang menilai jiwa manusia. Adalah tugas kaum dewa untuk menulis ulang jiwa mereka. Jika dewa mendakwamu sebagai seorang pendosa, maka kau akan menjadi pendosa tanpa boleh protes. Dengan kata lain, dewa dapat membuat kebaikan menjadi kejahatan dan kejahatan menjadi kebaikan. Jadi, akan lebih tepat jika kau berpikir bahwa benda yang menggeliat dan berputar-putar di bawah itu bukanlah perwujudan dari kebencian atau dendam. Jika kau masih ingin mendefinisikannya dengan tepat, mungkin kau bisa menyebutnya sebagai perwujudan ego yang dipaksakan pada manusia oleh para dewa egois.”


"Maksudmu itu seperti membuang pakaian berlumpur ke mesin cuci dan membuang semua noda sekaligus?”


"Mungkin. Ampun deh, mengapa Hel menanggapi ini semua dengan begitu serius?”


Sekali lagi, pola pikirnya seakan melompat ke depan layaknya “skipping” atau “forward” pada suatu rekaman kaset.


Para dewa memiliki data dari semua waktu dan mereka sudah selesai mempertimbangkan semua kemungkinan. Tapi Shinobu tidak memiliki pengetahuan setinggi itu dan dia tidak mungkin memahaminya walau sudah diterangkan panjang lebar.


"Eh? Eh? Tunggu sebentar. Mengapa kau membawa-bawa nama Hel-chan, si gadis malang?”


"Pertama, apa yang kita lihat ini adalah manifestasi jiwa-jiwa pendosa yang dilemparkan ke dalam Niflheim. Kedua, Hel memiliki kontrol yang kuat terhadap para pendosa. Dan ketiga, hanya Hel seorang yang bisa masuk ke dalam pusaran itu dan keluar tanpa cedera.”


Freyja terdengar jengkel.


"Dan ketika aku mengatakan para pendosa, maksudku bukan jiwa-jiwa di Niflheim yang terdiri dari pendusta, pembunuh, atau pencuri. Siapa pun yang tidak berguna bagi Odin akan dicap sebagai pendosa lantas dikirim ke sana untuk dibuang. Jadi bagaimana jika tuduhan Odin dihapus dari mereka? Jiwa-jiwa itu tidak lagi menjadi pendosa dan mereka mungkin bisa melakukan perjalanan ke Asgard. Dan bahkan jika tidak mencapai surga Asgard, mereka tidak perlu terus menderita di dalam Niflheim. Itulah mungkin apa Hel berpikir demikian.”


Hel mempertanyakan sesuatu.


Dia tidak mampu untuk melanjutkan sesuatu.


Dia mencoba untuk melucuti tuduhan “pendosa” yang melekat pada mereka.


Dia mengubah dirinya menjadi jalan keluar untuk menyelamatkan mereka.


"Tunggu, tunggu, tunggu. Apakah kamu serius!? Kalau begitu, Hel-chan benar-benar seorang gadis yang suci bagai Saint! Siapa yang peduli pada pria berjanggut bernama Odin itu!? Hel-chan lebih layak disembah daripada beberapa dewa arogan yang menciptakan 'pendosa' untuk kenyamanannya sendiri!!"


"Jangan bodoh. Ini tidak semudah apa yang kau kira." Freyja terdengar kesal. "Aku tidak tahu berapa banyak kekuatan 'dewa' yang kau miliki dari duniamu, tetapi judulnya cukup murah bagi kami. Bahkan ada beberapa orang yang kami tidak tahu kekuatan macam apa yang mereka punya dan apa yang bisa mereka perbuat. Kami hanya memperlakukan semua Æsir sebagai dewa. "


Dia menghela napas.


"Baldr disebut sebagai dewa cahaya dan keadilan, tapi bahkan ia telah dibunuh oleh Loki yang licik dan dikirim ke Niflheim. Aku tidak tahu tentang tempat lain, tapi di sini, dewa bukanlah suatu eksistensi yang mutlak. Hel bahkan bukan dewa, jadi tidak ada yang bisa menjamin keselamatan dirinya. "


"Itu berarti?"


"Jiwa-jiwa yang dikirim ke Niflheim secara harfiah akan menderita selamanya. Itu termasuk semua orang karena jatuhnya sejarah tidak dipilih oleh Odin. Menyelamatkan semua penghuni Niflheim dan menanggung semua dosa mereka adalah suatu tindakan yang melampaui pencapaian seseorang. Odin adalah dewa yang paling kuat diantara kami semua. Aku bahkan ragu dia bisa melakukan itu."


"Tunggu sebentar. Tapi Hel-chan tidak mencoba untuk melakukan sesuatu yang lebih dari itu, kan? Dia tidak memiliki motif tersembunyi; dia benar-benar dengan ikhlas mencoba untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang dicap sebagai pendosa, kan?"


"Itulah yang membuat ini menjadi masalah besar." Freyja meletakkan tangannya di pinggulnya. "Hel harus tahu bahwa dia akan meledak jika dia mencoba untuk melakukan ini. Tapi dia tidak tahan melihat para pendosa itu menderita, jadi dia mencobanya meskipun dia tahu bahwa dia tak punya peluang keberhasilan."


"Apa maksudmu 'meledak'? Maksudmu jika dia gagal, bukankah dia hanya perlu beristirahat sebentar lantas mencoba sekali lagi !? '


"Inilah sebabnya mengapa semua dewa luhur di Asgard menjadi panik. Jika Hel meledak sembari menanggung semua dosa manusia, tidak ada yang bisa menebak seberapa jauh kerusakan yang diakibatkan olehnya. Jelasnya, dunia ini telah diramalkan akan terus berjalan sampai berakhirnya Ragnarök, tapi bahkan sang peramal dan tiga dewi takdir mengatakan bahwa mereka tidak tahu detailnya. Tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi, tapi itu adalah hal yang tampak lebih buruk daripada suatu peperangan yang akan menghancurkan dunia. Jadi, kau sekarang paham mengapa kami melihat ini sebagai suatu masalah besar, kan? "


Itulah sebabnya beberapa dari mereka mencoba untuk mengakhiri ini sebelum terjadi.


Mereka akan menangani Hel sebelum ia meledak.


Mereka tahu apa yang Hel pikirkan dan betapa dia menderita.


Mereka tidak menunjukkan penyesalan meski telah menyebabkan semua ini. Yaitu dengan menciptakan para pendosa untuk kenyamanan mereka sendiri.


Hel sendiri bahkan tidak pernah terbukti sebagai orang yang baik atau jahat. Dia hanya dituduh bersalah oleh seorang pria tua berjenggot, berotot, dan mengenakan penutup mata. Lantas dia disegel di kedalaman dunia alam baka.


"..."


Bahkan setelah semua itu, Hel tidak ingin diselamatkan.


Dia berharap untuk menyelamatkan orang lain.


Bahkan setelah begitu banyak haknya dirampas, dia masih saja ingin membantu orang lain.


"Tidak ada yang bisa kita lakukan. Karena niatnya begitu murni, tidak ada intimidasi atau negosiasi yang akan membuahkan suatu hasil. Itu berarti, satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan menggunakan kekerasan. Mungkin kau bertanya-tanya dunia macam apa ini. Bahkan para dewa yang disembah oleh para penduduk bukanlah makhluk yang idealis dan memikirkan kepentingan orang lain. Namun seperti itulah kenyataannya."


"Apa ...?" gumam Shinobu.


Freyja pikir, Shinobu akan marah pada dunia yang tidak masuk akal ini dan mengutuk semua dewa cacat yang memerintah.


Namun, bukan itu yang terjadi.


"Itu sangat menarik!! Jika itu yang terjadi, dia hanya harus memberitahu semua orang, bukannya mencoba untuk melakukan semuanya sendiri! Apa yang salah dengan keinginan untuk menyelamatkan semua orang tidak bersalah yang diperlakukan seperti pendosa? Dan seorang ratu yang memiliki harapan seperti itu, sebenarnya merupakan pahlawan malang yang dilemparkan ke dalam jurang kenestapaan oleh para dewa. Tetapi jika semua orang akan terselamatkan, itu akan membuat suatu happy ending!! Ha ha! Akhirnya aku bisa merasakan suatu fantasi yang nyata. Kau tidak akan dapat menemukan sesuatu yang menarik seperti ini di pedalaman desa yang diatur oleh peraturan ketat!!"


"Tunggu tunggu! Aku mengerti bahwa kau bersimpati pada Hel, tapi mendekati pusaran hitam itu sama saja dengan bunuh diri. Dan adalah salah jika kau berpikir bahwa manusia dapat memecahkan sesuatu hal yang diluar kemampuan para dewa. Jika manusia menyentuh benda itu, dia akan lebur."


"Apakah kau yakin?" Jinnai Shinobu menyeringai. "Dewa tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghentikannya? Manusia tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghentikannya? Aku tahu betul tentang hal itu. ... Tapi sudahkah kau lupa? Aku datang dari dunia lain yang penuh dengan teknik asing. "


"?"


"Package adalah metode penggalian kekuatan atau ciri-ciri dari Youkai dan menggunakannya untuk tujuan kriminal. Jika manusia dan Youkai saling menyerang, manusia akan kalah, tapi Package dapat digunakan untuk mengambil beberapa bagian dari kekuatan Youkai. Terkadang, itu bisa diperkuat atau dikonsentrasi menjadi sesuatu yang lebih dari Youkai asli. Dengan kata lain, manusia dapat memenangkan pertarungan dalam keadaan tertentu.”


Shinobu berhenti sebentar.


"Aku tidak tahu apakah Package dapat digunakan untuk melawan dewa, tetapi itu sungguh bekerja terhadap Youkai dan monster lainnya yang belum cukup sampai ke tingkatan seorang Youkai. Dari apa yang aku dengar, Hel-chan memiliki kekuatan pada tingkatan dewa, tapi dia sendiri belum tentu seorang dewa. Itu berarti dia cocok dengan Package. Jika aku memasukkannya dalam Package, aku mungkin bisa mencapai apa yang tidak bisa dia dapati!!”


Namun, Shinobu hanyalah seorang anak SMA normal dan dia tidak tahu bagaimana cara untuk membangun Package sendiri. Dia harus mendapatkan bantuan dari Zashiki Warashi dan Yuki Onna yang telah hidup selama ratusan tahun.


Freyja jelas-jelas telah tertangkap oleh saran ini.


"Apakah kamu serius? Tidak, tapi tunggu. Kalau begitu... Tidak, tidak. Apakah kau yakin bahwa kau tidak mengabaikan sesuatu? Kupikir, pasti ada suatu efek samping yang mengerikan dibalik benda sehebat itu.”


"Hei, hei, hei! Tidak perlu berhenti sekarang! Kita punya semua yang kita butuhkan. Dan celah kecil telah menjalar melalui dinding labirin-tanpa-jalan-keluar! Jadi, apa yang membuatmu ragu? Jika aku melakukannya sendirian, maka aku tidak bisa berbuat banyak. Retak hanyalah retak, tapi jika aku melebarkan retakan tersebut, aku mungkin bisa menyeret keluar seorang dewa!”


"Oh, benar. Kelompokmu rupanya sedang dalam perjalanan kembali ke dunia asalmu, tapi apa yang terjadi dengan itu? Dan tidakkah kau akan tertinggal jika kau tetap berada di Asgard?”


"Apakah kamu serius!? Kemana para idiot itu akan pergi tanpa aku, si pusat alam semesta!?”



Cahaya warna-warni terlukis di langit.


Waltraute, keempat dari sembilan Valkyrie bersaudara, terbang melalui langit dengan aurora yang mengekor di belakangnya. Dia muncul dengan kuda putih raksasa di depan Kamijou dkk, yang akhirnya sanggup mencapai Skíðblaðnir.


Pusaran hitam, pohon hitam-legam, atau kumpulan dosa semua pendosa, menjulang di atas mereka. Waltraute pun berbicara dari atas kudanya.


"Koordinat tempat tujuan kalian terdistorsi dengan cepat. Aku mendapatkan jalan keluar atas masalah kalian setelah aku mengalahkan Loki, tapi siapa yang tahu berapa lama itu akan bertahan! Kalian hanya memiliki satu kesempatan untuk kembali pulang. Dengan begitu banyak masalah yang menyita perhatianku, aku tidak bisa mengawasi kalian, tapi tetaplah berada di atas kapal Skíðblaðnir apa pun yang terjadi. Itu akan membawa kalian pulang!!”


Heivia berteriak sambil melihat Baby Magnum menggunakan slope-pendaratan-bergerak untuk ke naik kapal.


"Apa-apaan benda hitam itu!? Dan benda itu menuju ke arah sini!?”


"Benda itu tidak menunjukkan tanda-tanda mendekat! Selama Hel tidak bergerak di pusat, itu akan tetap berada di tempat, jadi, kau perlu kembali ke rumah sebelum dia melihatmu. Ada yang keberatan?”


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Mikoto ketika Waltraute menatap benda hitam itu dari kejauhan.


"Aku harus melakukan sesuatu tentang itu."


"Berdasarkan apa yang dikatakan Hel, aku pikir, kau hanya melihat dunia ini sebagai tempat persiapan untuk Ragnarök atau aturan untuk dunia berikutnya,” kata Kamijou.


Ia menerima satu jawaban.


"Apakah kau benar-benar berpikir bahwa semua orang ingin segalanya berjalan sesuai dengan rencana di dewa berjanggut?”


Suara gesekan kertas mencapai bagian belakang telinga Waltraute. Suara seorang Dewi dari kejauhan mencapai pendengarannya.


"Oke, oke. Aku akan mengabaikan pernyataan berbahaya ini satu kali. Ini adalah Freyja, sang dewi kecantikan! Kau harus kembali ke sini. Sembilan saudara Valkyrie adalah landasan pasukan Asgard, maka, akan menjadi masalah jika kau tidak bekerja untuk kami.”


"Dimengerti."


"Dan aku punya satu laporan lagi khusus untukmu. Bocah laki-laki, yang tak lain adalah suamimu, sekarang sedang pergi menuju pusaran hitam itu sambil memegang papan kayu dan satu set lukisan yang terbuat dari pewarna tanaman.”


"Bfh!!"


Ketenangan di wajah cantiknya mulai pecah


Dia membalikan punggungnya dari Kamijou dkk yang tampak bingung. Dia pun meneruskan percakapannya dengan bisikan.


"Apa yang ia coba lakukan!? Dan mengapa ia tetap melakukan hal-hal seperti ini!?”


"Siapa yang tahu. Sepertinya, ia hanya ingin melukis bersama Hel.”


Freyja berhenti sejenak.


"Atau mungkin, dia benar-benar ingin menyelamatkan ratu alam baka."


"Cih."


"Tentara Asgard sedang menunggu waktu yang tepat untuk membombardir benda hitam berputar itu. Dan kami sedang melakukan pertemuan untuk membahas strategi melawan benda itu dan beberapa hal lainnya. Oh, dan tentu saja, Odin bukanlah bagian dari semua ini. Ini hanyalah antara Nona Frigg dan aku, jadi kembalilah ke sini. Jika kau tidak melakukan apa-apa, kali ini, bocah itu benar-benar akan berada dalam kesulitan.”


"Kapan dia tidak berada di dalam kesulitan!? Aku sudah memahami situasinya, jadi aku akan segera ke sana!!”


Setelah mengatakan itu, Waltraute berbalik ke arah Kamijou dkk dengan tatapan wajah yang seolah-olah mengatakan bahwa ia menyesal karena waktu semakin berlalu.


"Maafkan aku, tapi aku telah mengatakan semua yang aku tahu kepada kalian. Bagaimanapun juga, tetap tinggalah di sini tidak peduli apa terjadi. Semua petualangan kalian yang tidak masuk akal akan segera berakhir. Paham!?”


Dengan kilatan cahaya, aurora membuntuti di belakangnya saat ia terbang menuju Asgard dengan kuda putihnya.


Kamijou dan yang lainnya tertinggal di Skíðblaðnir.


Jika mereka tetap tinggal, mereka akan kembali ke dunia asalnya.


Apa pun yang terjadi pada dunia ini setelahnya, tidak akan mempengaruhi mereka sedikit pun.


"Jadi."


Heivia dengan santai menyilangkan lengannya dan mengajukan pertanyaan pengujian.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Yah..."


Kamijou menjawabnya sembari menghela nafas panjang. Dia pun melanjutkan perkataannya.


"Dunia tidak masuk akal ini benar-benar mulai membuatku kesal."



Part 7[edit]


Si Bocah itu berjalan melintasi hamparan tanah yang luas.


Pohon hitam-legam itu terlihat cukup megah, dan itu membebani hati siapa saja yang menatapnya. Tetapi tidak peduli seberapa jauh ia berjalan, ia tidak bisa mencapainya. Rasanya seperti mencoba untuk mengejar matahari atau bulan hanya dengan berjalan kaki. Ini karena benda itu menjulang tinggi dari sekitar Hel, dan skalanya menyaingi ukuran matahari atau bulan.


Meski begitu, ia tetap saja mendekatinya sedikit demi sedikit.


Dia terus menggunakan kedua kakinya.


"Aku akan menyelamatkan Hel."


Dia memeriksa tas di punggungnya dan menghadap ke depan sekali lagi.


"Aku ingin menggambar bersama dengan Hel, jadi aku tidak akan membiarkan dia mengucapkan selamat tinggal."


Kemudian, bocah itu mencapainya.


Dia mencapai bagian dasar benda berputar-putar yang penuh dengan hawa putus asa.


Dia telah melakukan perjalanan ke beberapa tempat di sembilan dunia. Apapun itu, dia adalah seorang petualang yang amat-sangat-baik. Namun kali ini adalah petualangannya yang terburuk.


Bagaimanapun juga, jika dia tidak sampai di sini, dia tidak akan belajar apa yang telah dia lakukan.


Bagaimanapun juga, jika ia menyerah di tengah jalan, ia tidak akan bertemu dengan ini.


"...?"


Kegelapan yang sangat kompleks tersaji tepat di depan matanya. Benda ini mungkin tampak seperti suatu pusaran besar bila dilihat dari langit, tapi jika dilihat dari perspektifnya, itu tampak seperti dinding raksasa yang tak terhingga lebarnya.


Dia tidak bisa melihat seluruh bagian dari pusaran hitam yang terletak di depannya, sehingga matanya terpaku pada sesuatu yang lain.


Jauh di dalam kegelapan, ia melihat sesuatu benda selain angin gelap tersebut. Seakan-akan, dia sedang dilirik oleh mata yang tak terhitung jumlahnya dari balik dinding tersebut. Sesuatu menusuk-nusuk telinganya. Itu terasa seperti telur serangga yang hendak menetas. Rasanya seperti, mereka bisa meledak setiap saat. Dan "sesuatu" yang tak terhitung jumlahnya akan tumpah keluar.


"Apa... kah......ini?" Gumamnya.


Menurut si dukun tua, Hel berdiri di tengah-tengah benda ini.


Tapi si bocah tidak menyadari betapa menjijikkan benda yang menjulang di depan matanya itu.


Bahkan, dukun mungkin tidak tahu akan hal itu. Bahkan, dewa yang mengklaim bahwa dirinya tahu segalanya, mungkin saja belum tentu tahu akan hal itu.


Mereka menyebut benda itu adalah kumpulan semua dosa yang diambil dari para pendosa, yang dilemparkan ke dalam alam baka.


Tapi ternyata tidak.


Atau lebih tepatnya, zat yang berputar-putar di sekitar Hel memang adalah perwujudan dosa terkonsentrasi yang mengalir dari para pendosa. Akan tetapi, apa yang mengintip dari dalam adalah sesuatu yang bahkan lebih gelap daripada itu.


Itu bukan berasal dari dunia ini.


Ini tampaknya datang dari tempat lain.


Itu jauh lebih menjijikkan dan di luar pemahaman akal sehat. Tampaknya, siapa pun yang melihatnya tidak akan sanggup menceritakan pengalamannya tersebut pada orang lain.


"Hel..."


Bocah itu menatap pohon hitam sekali lagi.


Hel berada di dalam. Dia dikepung, dilenyapkan, dan ditelan oleh segerombolan benda aneh.


"Hel!!"


Si bocah tidak punya panah atau perisai.


Si bocah hanya memanggil-manggil namanya dan mencoba untuk masuk dalam pusaran hitam tersebut.


Tapi, cengkraman yang kuat meraih bahunya dari belakang.


Dia ditarik ke belakang dengan paksa agar menjauh dari kegelapan tersebut. Itu terjadi tepat sebelum dia menyentuhnya. Semua orang, bahkan dewa sekalipun tidak punya ide tentang apa yang akan terjadi jika manusia biasa tersambar benda itu.


Dan kemudian, Kamijou Touma perlahan bernapas.


"Maaf karena telah menghentikanmu, tetapi jika kau hendak melakukan ini, lakukanlah dengan benar. Kamu tidak bisa menolongnya tanpa merencanakan sesuatu. Kau hanya akan menerima kegagalan jika tidak mempersiapkan semuanya dengan matang. Hidup Hel berada di genggamanmu sekarang.”


"Eh? Apa?”Bocah itu berkedip kebingungan. ”Aku pikir Waltraute sudah memandu kalian untuk pulang."


"Kami berpikir tentang itu," jawab Quenser.”Tapi rasanya ada yang mengganjal di hati. Kami akan menangani masalah kami sendiri entah bagaimana caranya, tapi gadis bernama Hel itu adalah prioritas utama. Aku melihat kau mencoba untuk masuk ke sana tanpa berpikir dua kali, jadi aku sudah bisa menebak apa yang ada di dalam pikiranmu. Tapi aku masih ingin memeriksanya. Apa yang ingin kau lakukan pada Hel?”


Si bocah laki-laki terdiam sebentar dan kemudian memberikan jawaban cepat.


"Aku ingin menyelamatkan Hel."


"Kedengarannya bagus." Higashikawa Mamoru tersenyum.”Aku tidak peduli jika itu merusak kebulatan tekad Hel. Dan aku juga tidak peduli jika itu bertentangan dengan kehendak dewa di surga. Kita ingin melakukan hal yang sama dan itulah mengapa kita semua berada di sini. Kalau begitu, kita bisa berteman.”


"Tapi ini adalah masalah yang tidak bisa kita pecahkan sendirian," kata Nanajou Kyouichirou. "Kami mungkin memiliki orang yang berhasil mengakhiri Perang Dunia Ketiga, orang yang menghancurkan senjata utama yang dapat menahan serangan nuklir, orang yang menghadapi insiden kejam bahkan saat sedang terombang-ambing oleh Absurdity dunia, atau orang yang terus hidup walaupun menghadapi seorang makhluk yang sudah ditakdirkan untuk menjadi pembunuh. Namun, kami masihlah hanya orang asing di dunia ini. Bahkan jika kami memecahkan setiap insiden yang datang, pada akhirnya, kami masihlah harus pulang. Jadi...”


Zashiki Warashi berbaju dedaunan melanjutkan perkataan itu.


"Jika kita benar-benar ingin menyelesaikan masalah di dunia ini, kita perlu mendapatkan bantuan dari seseorang yang tinggal di sini. Kita dapat membantu, tapi kita tidak bisa mengakhiri ini. Apakah kau siap untuk melakukan itu?”


Bocah itu menatap Zashiki Warashi dan mengangguk.


"Bukannya aku INGIN menyelamatkan Hel," dia langsung menjawab.”Tapi, aku AKAN menyelamatkan Hel."


"Oke." Kamijou mengangguk. "Kalau begitu, kau adalah kartu as terakhir kami. Apakah kau menyebutnya pertandingan awal, pembuka jalan, pembersihan jalan, atau apapun yang lain, kami akan mempersiapkan rute yang kau butuhkan untuk mencapai Hel.”


Kamijou Touma dengan erat mengepalkan tangan kanannya.


Kali ini, Index, gadis yang mengenakan jubah telanjang, membuka matanya lebar-lebar untuk menganalisis musuh.


Demikian pula, Misaka Mikoto, dengan perlindungan minimal yang diberikan oleh armor bikini. Dia menyebarkan listrik sembari menjentikkan koin besar ke udara dengan ibu jarinya.


Quenser dan Heivia yang tidak bermoral mulai mempersiapkan bahan peledak militer atau senapan serbu milik mereka.


Putri yang menyerupai boneka es dengan ringan membelai tuas untuk mengoperasikan senjata kolosalnya.


Zashiki Warashi berbaju renang daun hanya tersenyum dengan tenang.


Yuki Onna merangkul Jinnai Shinobu beku dengan bikini budak nakalnya. Dia pun mulai membekukan lingkungan di sekitarnya dengan tampilan wajah penuh kenikmatan.


Mahasiswa Anzai Kyousuke mempersiapkan diri untuk menghadapi Absurdity dunia.


Higashikawa Mamoru membiarkan kemampuan khususnya berkembang sehingga ia bisa memenangkan pertaruhan apapun.


Gadis kelinci melepaskan kemampuan membunuhnya.


Nanajou Kyouichirou mengucapkan terima kasih pada kemampuannya sendiri karena selalu membuatnya terhindar dari cedera fatal, tidak peduli apa yang terjadi.


Satsuki dengan pakaian penarinya menarik keluar tali karet khusus yang melambangkan kehancuran dan kematian.


Akhirnya, Kamijou Touma berbicara pada mereka semua.


"Oke, mari kita mulai ini."


Musuh mereka adalah ratu alam baka, jiwa semua manusia yang secara tidak adil dijebloskan ke alam baka, dan semua dosa yang mereka tanggung.


Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang ingin menyelamatkan mereka semua, namun dirinya sendiri telah rusak.


"Siapkan dirimu, Hel! Kami akan menghancurkan potongan terakhir dari ilusi itu!!”


Tidak ada figuran di sini.


Dengan protagonis sebanyak ini, apa pun mungkin terjadi.



Chapter 4[edit]


[Seri Pendahuluan 5]


Mitou Shoukan://Blood Sign


Setelah meneliti upacara pemanggilan secara menyeluruh, dunia ini secara tidak sengaja menemukan apa yang mengintai di luar ranah dewa. Shiroyama Kyousuke tidak bisa mengabaikan kata-kata kutukan "tolong aku" dan dia terus melemparkan dirinya ke dalam pertempuran mematikan dengan pemanggil.

Kamachi Crossover 234-235.jpg



Part 1[edit]


13990 Laporan Analisa Intelejen Strategis.


Mengenai tiga senjata biologis yang dibuat oleh Loki.


Tidak ada jawaban yang ditemukan. Analisis lengkap disertakan.


Ditulis oleh Dewa Cahaya Baldr.



(Tambahan)


Klasifikasi: "Frozen" Level 4 - Otoritas menolak permintaan akses disertakan. Dikelola dengan keras.



Sebenarnya, apa itu Hel?


Dia adalah salah satu dari tiga anak Loki dan Angrboða. Fenrir diramalkan akan memakan Odin dan Jörmungandr diramalkan akan tumbuh menjadi sangat besar dan menghancurkan daratan, namun tidak ada yang tahu apakah yang akan dilakukan oleh Hel.


Dan karena kita tidak tahu, dia dipandang sebagai makhluk yang berbahaya.


Odin menyegelnya di kedalaman Niflheim dan itu adalah tempat di mana dia mendapatkan posisi sebagai ratu alam baka.


Tapi jika melihat cerita ini secara rasional, ada beberapa poin yang aneh.


Pertama-tama, mitologi Norse adalah tentang masyarakat pertempuran yang diperintah oleh dewa perang.


Siapapun yang tidak suka, siapapun yang berbahaya, dan siapapun yang mengganggu pertumbuhan atau jalan, akan dibunuh. Tidak ada alasan untuk memaafkan musuh. Itulah budaya dan agama dunia kita. Bentuk yang paling terkenal dari pengadilan adalah pertempuran. Yang di sebelah kanan akan mendapatkan dukungan dewa perang dan pasti akan menang. Dengan kata lain, pemenang sudah dapat ditentukan. Kekuatan mengatur segala sesuatu dalam masyarakat ini karena agama dan dewa jugalah berdasar pada hal tersebut.


Kalau begitu, mengapa ia harus membiarkan Hel hidup?


Jika Odin takut padanya, ia tidak akan hanya dipenjara di alam baka. Normalnya, tidakkah seharusnya dia dibunuh begitu ia lahir?


Tidak ada jawaban untuk pertanyaan ini.


Tapi aku sungguh harus menebak.


Odin tidak memiliki cukup simpati untuk merasa kasihan pada musuhnya, walaupun musuhnya itu masih kecil. Dia pun bukan tipe orang yang suka memberi kemudahan pada siapa saja, jadi, mungkin dia benar-benar tidak membiarkan Hel hidup sejak awal.


Dengan kata lain, itu bukan karena ia TIDAK membunuhnya; melainkan, ia TIDAK BISA membunuhnya.


Pemikiran itu mendukung suatu teori yang sangat menarik.


Sekarang, apakah sebenarnya Hel itu?


Dia adalah ratu yang memerintah seluruh Niflheim, ia adalah malaikat maut yang mengatur jiwa orang mati. Dia memegang salah satu pemicu untuk terlaksananya Ragnarök karena dia adalah satu-satunya orang yang memerintah Níðhöggr untuk menggerogoti akar Yggdrasil, sehingga pohon dunia akan layu dan sembilan dunia akan hancur.


Dan disamping fakta-fakta menakutkan tersebut, dia juga memiliki karakteristik penting lainnya:


Hel telah diberi wewenang untuk memerintah sembilan dunia.


Sederhananya, itu adalah otoritas yang setingkat dengan Odin, dan tidak ada yang tahu mengapa hal ini terjadi. Suatu teori mengatakan bahwa Odin memberinya otoritas tersebut karena ia merasa kasihan padanya setelah secara tidak adil melemparnya ke alam baka. Tetapi seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, seharusnya dewa perang tertinggu tidak punya cukup simpati untuk melakukan hal-hal seperti itu.


Sekarang, biarkan aku menyarankan teori yang tegas.


Seorang malaikat maut yang mengatur jiwa orang mati mungkin terdengar menakutkan, tapi sebenarnya Odin memiliki kekuasaan yang sama persis. Ia mengumpulkan jiwa-jiwa manusia yang datang ke Asgard dan menggunakan mereka untuk membentuk tentara Einherjar.


Apakah itu berbeda dari Hel yang memerintah alam baka dan menciptakan tentara dari jiwa-jiwa orang mati?


Dan seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya, dia memiliki kewenangan untuk memerintah sembilan dunia "untuk beberapa alasan".


Jadi...


Tidakkah ini berarti Hel identik dengan Odin? Tidakkah ini berarti dia adalah ketua dewa kedua?


Jika demikian, ia memiliki kekuatan dan peran yang lebih dari cukup untuk dianggap sebagai ancaman bagi Odin layaknya Fenrir dan Jörmungandr. Namun, tidak masalah jika Hel jahat ataukah tidak. Bahkan, jika Hel memiliki kepribadian yang baik, maka Odin akan kalah pamor.


Hanya boleh ada satu ketua dewa.


Dan orang-orang pasti akan menyembah dewa yang paling adil, baik, dan kuat.


Jika ada dua calon ketua dewa, suasana meriah akan mengisi sembilan dunia dan pemilihan umum akan dimulai. Jika mereka memiliki kekuatan sama persis, maka yang lebih populer lah yang akan naik tahta.


Sekarang, saatnya untuk menanyakan suatu pertanyaan mendasar.


Sebagai dewa tertinggi, apakah itu yang diinginkan oleh seorang Odin?


Dia adalah dewa licik yang takut ramalan, ia mempersiapkan Ragnarök dengan panik. Siapa saja yang tidak membantunya untuk memenangkan pertarungan, akan dilabeli sebagai pendosa dan dilemparkan ke dalam Niflheim.


Sementara itu, Hel disegel di alam baka karena Odin ketakutan dan cemas bahwa dia bisa menjadi dewa tertinggi kedua. Dia masihlah seorang gadis yang murni bagai salju dan dia masih dapat berkembang menjadi orang baik atau orang jahat.


Ketua dewa yang berkuasa saat ini menyandang posisi karena ia adalah satu-satunya yang bisa melakukan pekerjaan tersebut.


Tapi, jika orang lain bisa menggunakan kekuatan yang sama dalam kondisi yang sama, maka siapakah yang akan diterima sebagai pemimpin oleh banyak orang?


Inilah sebabnya mengapa Odin tidak membunuh Hel. Dia memiliki kekuatan yang sama persis seperti Odin, jadi, jika mereka bertarung, hasilnya akan imbang. Odin tidak boleh membuat suatu kesalahan bodoh. Dan jika ia benar-benar mencoba untuk membunuhnya, naluri kelangsungan hidup Hel bisa membangkitkan kekuatan tersembunyi yang terpendam di dalam dirinya. Bisa jadi, itu adalah tanda-tanda tamatnya seorang Odin. Jika kekuatan Hel yang sebenarnya bangkit, maka akan ada dua dewa tertinggi dengan kekuatan yang setara. Tentu saja, Odin tak akan membiarkan dirinya mendapatkan saingan yang sebanding.


Dengan demikian, Odin menyegel Hel di kedalaman Niflheim.


Dengan demikian,”peran" Hel akan ditimpa oleh julukan konyol: "ratu alam baka" dan Hel akan melupakan kekuatannya sebagai ketua dewa.


Tapi, berapa lama kebohongan itu akan bertahan?


Odin sadar betul akan permasalahan ini, tapi dia tidak bisa merefleksikan tindakannya sendiri. Dia bisa menikmati posisinya dengan aman dan nyaman dengan menindas orang lain. Tidak diragukan lagi, dia berjalan terus meskipun telah menelan benih-benih kehancuran kekal.



(Tamabahan)



Dokumen ini telah dijauhkan dari mitologi Norse otentik. Dokumen ini akan mempengaruhi banyak tradisi budaya secara negatif, sehingga Odin secara pribadi telah membekukannya. Untuk mencairkan atau melihatnya, diperlukan izin yang setara Level 4 atau lebih tinggi. Dan juga, harap memperhatikan nama-nama pihak yang melihat dokumen ini. Bahkan permintaan untuk melihat dokumen ini akan secara otomatis dikirim ke Odin.



Part 2[edit]


Tidak ada lagi alasan untuk ragu-ragu.


Kamijou dan yang lainnya berlari ke arah pusaran hitam-legam besar dan terjun ke dalamnya.


Mereka tidak tahu jenis efek apa yang dimilikinya, tetapi jika benda itu didasarkan pada mitologi Norse, dengan demikian, benda itu terdiri dari kumpulan kekuatan supranatural...


"Aku bisa meniadakan itu."


Kamijou mengayunkan lengan kanannya sembari ia berbicara.


Dia tidak bisa sepenuhnya meniadakan pohon itu. Pohon itu akan segera beregenerasi tidak peduli berapa banyak dia hancurkan. Namun, Kamijou masih sanggup menghancurkannya sebagian sehingga timnya bisa masuk.


"Kita bisa melakukan ini! Kekuatan Hel tidaklah seburuk itu!!”


"Hah. Putri berada di pihak kita. Sebelumnya, kita pernah menghadapi salah satu tentara Hel. Robot itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan meriam Baby Magnum. Jadi, tidak ada yang bisa menghentikan kita sekarang!!”


Ya, senjata Baby Magnum berada di pihak mereka.


Sejauh ini, hanya Naga Hitam Níðhöggr yang mampu menahan serangannya. Satu-satunya kebingungan yang tidak bisa mereka tangani sejak dilemparkan ke dunia Norse adalah serangan Naga Hitam Níðhöggr. Sebagian besar pasukan Hel bisa dihancurkan dengan Object generasi pertama. Sekarang, mereka memiliki keuntungan dan mereka berada di atas angin.


Sepertinya, rasa superioritas itu membuat mereka menyerbu ke dalam pusaran tanpa ragu-ragu.


Kebetulan...


"Tunggu... Apa itu?"


Mikoto mengerutkan kening sembari ia berlari.


Dia adalah seorang esper Level 5 yang mampu mengendalikan listrik. Dia bisa menggunakannya sebagai serangan sederhana, tapi dia juga bisa menggunakan magnet dan gelombang elektromagnetik untuk memindai lingkungan di sekitarnya.


Itulah mengapa ia adalah orang pertama yang menyadarinya.


Sosok besar mendekati mereka dari luar layar hitam.


"Kau pasti sedang bercanda," erang Quenser saat ia berhenti.


Yang lain juga berhenti. Rasanya lebih seperti suatu gunung raksasa daripada musuh. Hal paling baik dalam mendeskripsikan ini adalah: "memblokir jalan".


Tingginya lebih dari 50 m.


Tubuh bulat utamanya bisa menahan hantaman langsung dari senjata nuklir dan permukaannya benar-benar tertutup dengan lebih dari 100 unit meriam. Beberapa darinya adalah meriam-plasma-stabilitas-rendah, ada juga meriam sinar laser, beberapa unit railguns, beberapa unit coilguns*, dan beberapa unit meriam laser rapid-fire*. [Rapid-fire adalah jenis senjata yang bisa ditembakan secara cepat dan beruntun.] [Coilgun adalah senjata api yang berkonsepkan Coil, yaitu perangkat elektronik yang terbuat dari kumparan, digunakan untuk: merubah besarnya tegangan listrik, menghasilkan medan magnet, menambahkan induksi pada sirkuitnya. Kamus Besar Oxford. Singkat kata, ini adalah senjata berbasis listrik dan medan magnet.]


Benda itu menggunakan perangkat propulsi dari bantalan berisi udara berbentuk salib dan memiliki tapak berbentuk seperti gergaji untuk propulsi tambahan.


Suatu meriam utama menyerupai jembatan logam melekat pada kedua sisi pijakan berbentuk silang.


Ada juga Gatling gun laser rapid-fire yang dibuat dengan menyatukan 5 laras sekaligus. Dalam pertarungan jarak dekat maupun jarak menengah, malaikat maut dari medan perang ini bisa memberikan tembakan meriam yang cukup dahsyat untuk merusak musuhnya.


Kamijou Touma tidak tahu namanya.


Begitu pula Index.


Tapi Quenser tahu dan dia menyatakan namanya sembari kesulitan bernapas.


"Bukankah itu Object generasi kedua dari Information Alliance? Bukankah itu Oh Ho Ho’s Rush!?”



Hel berdiri di tengah-tengah pusaran hitam-legam atau pohon hitam.


Dia sudah membuang gelarnya sebagai "ratu alam baka" dan kembali ke dirinya sendiri, yaitu "Hel". Dia sadar betul bahwa Kamijou dan yang lainnya sedang mendekatinya. Dan dia mendengar apa yang mereka katakan.


Kegelapan yang mengamuk disekitarnya adalah penyakit yang selama ini menggerogotinya, namun sudah menjadi bagian dari dirinya.


Kegelapan itu juga bertindak sebagai ujung jari, mata, dan juga telinganya.


Jadi, dia sudah menyadari ada orang yang mencoba untuk menyelamatkannya.


Jadi, dia putus asa.


(Mengapa?)


Mereka mencoba untuk menyelamatkannya. Mereka melihat kegelapan yang berputar tersebut sebagai sesuatu yang jahat. Namun mereka masih saja berusaha untuk mengelupas kegelapan itu dari tubuhnya.


Tapi jika kegelapan ini dikelupas dari tubuhnya, itu berarti dia tidak bisa menyelamatkan orang-orang yang dianggap sebagai pendosa. Itu berarti hanya menyelamatkan dirinya sendiri, memaksakan dosa kembali ke orang-orang itu, melemparkan mereka kembali ke dalam Niflheim, dan memulai penyiksaan abadi mereka sekali lagi.


(Mengapa kau tidak bisa menunjukkan kebaikan yang sama pada orang lain?)


Kamijou Touma dan yang lainnya mungkin tidak menyadari bagaimana cara kerja kegelapan ini.


Mereka mungkin tidak tahu bahwa menyelamatkan dia sama saja artinya dengan memberikan penderitaan bagi banyak orang. Mereka mungkin tidak tahu betapa menjijikkan teknik penyiksaan yang diberikan pada jiwa-jiwa pendosa ini.


Tapi itu tidak lagi berarti.


Hel telah memutuskan bahwa dia akan menyelamatkan mereka... menyelamatkan semua manusia.


Dia telah memutuskan untuk menanggung semuanya sendiri dan menjadi dewa yang hebat.


Jadi...


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!"


Dia meneriakan keputus asaan.


Dia meneriakannya pada kegelapan yang berputar-putar di sekitar dan telah menjadi bagian dari dirinya.


Sembilan dunia Norse didukung oleh cabang-cabang dan akar pohon dunia. Tapi Loki telah memutar cabang-cabang tersebut ke arah yang mustahil dan membentangkannya ke dunia lain yang begitu asing. Yaitu dunia tempat Kamijou, Quenser, dan yang lainnya berada.


Apa yang dilakukan oleh Hel mungkin serupa.


Namun, dia tidak menggunakan Yggdrasil.


Beberapa yang melihatnya mungkin melihat hal itu sebagai badai besar. Orang lain mungkin melihat benda itu sebagai pohon hitam.


Dengan kata lain, dewa agung kedua ini telah menciptakan suatu sistem baru dengan nama pohon baru.


Inilah kenapa dia dikatakan memiliki kekuatan yang sama seperti Odin. Inilah mengapa si dewa bermata satu itu menyegelnya bersama dengan rasa takut yang dibawanya.



Summon: //[email protected]_Object "Rush"..



Di suatu tempat, semassa besar muncul layaknya kabut.


Itu adalah senjata kolosal perang yang mampu memusnahkan musuhnya dengan senjata besar, dan dia tidak pernah meggunakan metode yang lebih damai pada era nuklir. Setelah runtuhnya PBB, beberapa kekuatan dunia yang berbeda telah bangkit. Salah satunya adalah Information Alliance dan Object generasi kedua ini adalah manifestasi dari teknologi militer milik mereka.



Summon://[email protected]_Zashiki_Warashi_of_Intellectual_Village.”Hishigami_Mai".



Pohon hitam memandu sosok baru dari suatu tempat.


Itu adalah agen freelance yang telah menetapkan Youkai buatan dikenal sebagai Shikigami. Dia menetapkannya sebagai musuh hipotetis dan dia benar-benar memodifikasi tubuhnya sampai bisa membunuh Youkai, yaitu makhluk yang tidak terpengaruh oleh serangan fisik.



Summon: //[email protected]_Queen_and_Deep_End "Shizuna_of_Electrocution ".



Di tempat lain, seseorang muncul layaknya gelembung yang naik dari rawa.


Wanita itu adalah seorang penjahat berbahaya yang dengan bebas membantai orang-orang. Layaknya bencana alam, dia tetap melancarkan aksinya bahkan setelah ditetapkan sebagai pembunuh terlarang. Dia telah mencapai kegilaan terdalam pada obsesinya. Dia gemar merawat dan mengumpulkan mayat. Dia sering memakai stun gun yang dimodifikasi agar tidak menumpahkan darah setetes pun.



Summon: //[email protected]_Simple_Survey "White_Girl"..



Suatu aliran putih muncul seakan-akan hendak menghancurkan pohon hitam itu sendiri.


Itu adalah manajer yang mengumpulkan setiap Absurdity. Eksistensinya yang luar biasa terhubung ke Prometheus, yaitu seseorang yang memberikan api pada seorang pria dan pada Banshee, yang dikatakan mampu memprediksi kematian seseorang. Suatu organisasi tidak manusiawi tertentu bahkan memandangnya sebagai Philosopher’s Stone.



Summon: //[email protected]_Certain_Magical_Index "Accelerator ".



Dan faktor telah dilepaskan.


Dia adalah Academy City Level 5 # 1. Kekuatannya mengijinkan dia dengan bebas mengubah momentum, panas, listrik, atau jenis vektor lainnya. Dia bahkan telah menunjukkan tanda-tanda memiliki kekuatan di luar ranah ilmu pengetahuan, dan masuk ke ranah sihir.



"Gaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh!! Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!”


Hel memiliki kewenangan untuk memerintah sembilan dunia dan juga seluruh dunia. Dia telah menciptakan pohon hitam baru, mengirim cabang dan akarnya keluar jalur, memanggil sosok-sosok kejam dari dunia lain, dan dia pun terus berteriak. Dia terus-menerus berteriak seolah-olah mengatakan bahwa ini masihlah tidak cukup dan dia tidak akan membiarkan semuanya berakhir di sini.


Kekejaman yang dia lahirkan mampu menyebarkan kehancuran dahsyat.


Para monster itu tidak ragu-ragu untuk menyerang ke arah Kamijou dan yang lainnya.


Tanpa diragukan lagi, bencana ini akan terus berlanjut sampai dia benar-benar diselamatkan.


Tapi mereka semua menyadari sesuatu: ini adalah jeritan sebenarnya dari gadis yang dikenal sebagai Hel.



Part 3[edit]


Saudari tertua Brynhildr.


Saudari kedua Gerhilde.


Saudari ketiga Ortlinde.


Saudari kelima Schwertleite.


Saudari keenam Helmwige.


Saudari ketujuh Siegrune.


Saudari kedelapan Grimgerde.


Saudari kesembilan Rossweisse.


Waltraute, yaitu saudari keempat, termasuk dalam kesembilan gadis itu. Mereka semua membentuk Wagner-style Valkyrie.


Mereka akan turun ke dunia manusia, Midgard, untuk mengumpulkan jiwa-jiwa prajurit yang kuat dan penyihir-penyihir yang bijaksana, dan membawa mereka kembali ke dunia surgawi Asgard guna bergabung dengan tentara dewa Einherjar. Di sana, seluruh jiwa akan disambut dengan pelatihan tempur (biasanya dalam bentuk pertempuran sampai mati), makanan, dan minuman sembari menyiapkan mereka untuk pertempuran terakhir, Ragnarök


Tapi, adalah suatu hal yang salah ketika seseorang beranggapan bahwa mereka mengandalkan jiwa ksatria untuk bertarung.


Valkyrie sendiri sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan musuh-musuh para dewa.


Hubungannya mungkin mirip dengan suatu kapal perang besar atau kapal induk dengan kapal pengawal dan pesawat pemandu.


Saat ini, suara Heimdallr, yaitu seorang manajer landasan pacu pelangi yang disebut Bifröst, mencapai telinga mereka.


"Eksitasi lepas landas ketapel satu sampai tujuh selesai. Kau dapat mencapai kecepatan kritis setiap saat!”


"Dimengerti. Kami akan pergi secara berurutan, membentuk formasi, dan memusnahkan Hel sebelum ia dapat menyebabkan kekacauan yang lebih besar."


Ketika Brynhildr memberikan respon yang mirip jawaban seorang pebisnis, Rossweisse memberikan komentar jengkel sembari mengenakan armor yang terlalu tebal.


"Mengapa Bifröst hanya memiliki tujuh warna, sih? Jika benda ini cukup untuk sembilan bersaudara, kita semua bisa keluar sekaligus tanpa harus saling tunggu."


"Perlambatan turun dimaksudkan untuk menyeimbangkan kekuatan kita. Jika Odin menemukan suatu kekuatan lain yang bisa mengalahkannya, ia pasti akan merubah semua aturan yang sudah ditetapkannya sendiri. Seperti itulah cara kerja dunia ini."


Mengabaikan penjelasan Brynhildr, Gerhilde memberikan komentar ragu.


"Ngomong-ngomong, sepertinya Waltraute tidak bergabung bersama kita lagi."


"Ada sesuatu yang salah dengan dirinya sejak dia berhubungan dengan bocah manusia itu. ... Dan aku tidak mengatakan ini hanya karena aku cemburu atas fakta bahwa adikku menikah terlebih dahulu sebelum aku. "


Tidak ada yang mendengarkan gumaman Ortlinde dan transmisi lain datang dari Heimdallr.


"Nona Grimgerde, Nona Ortlinde, Nona Gerhilde, dan Nona Schwertleite, aku sudah mengonfirmasi koneksi kalian dengan katapel. Aku akan membagi energi dan mendistribusikannya pada ketujuh jalur untuk mempersingkat waktu recharge pada ketiga lainnya. Apakah itu tidak masalah bagi kalian!?"


Rossweisse tertawa sambil menjawab.


"Tentu, tentu. Sebuah garis sedang terbentuk, jadi cepat keluarkan kami dari sini!!"


Tubuh mereka terpecah menjadi partikel-partikel yang berwarna-warni. Gelombang besar partikel tersebut ditembakan di sepanjang landasan pacu dengan aurora yang mengikuti di belakang mereka. Itu tidak terlihat seperti suatu pesawat yang lepas landas, melainkan, itu lebih mirip seperti suatu senjata yang ditembakan dengan pancaran cahaya.


Percepatan ekstrim membawa mereka meluncur pada 87% kecepatan cahaya, tapi metode luar biasa ini hanya berada pada skala fisika Newton, bukannya teori kuantum Schrödinger.


Infrastruktur perang ini memungkinkan mereka untuk dengan segera mengirim kekuatan militer besar ke mana saja, dalam lingkup sembilan dunia. Tentu saja, dalam misi membunuh musuh-musuh para dewa. Namun, sesuatu yang aneh terjadi saat ini.


Ada masalah saat lepas landas.


Waltraute mengganggu dan menghantam saudari-saudarinya dengan serangan yang luar biasa, di saat mereka bersiap untuk lepas landas.


Dia menggunakan Spear of Destroying Lightning*, yaitu senjata pemancar cahaya yang dibuat dengan mengompresi sejumlah besar energi. Senjata proyektil ini bisa mencairkan segala jenis logam dan bisa membakar segala sesuatu sampai tak tersisa. Sekali kekuatannya dilepaskan, tombak itu bisa membakar semuanya sampai ke titik cakrawala. [Diterjemahkan : Tombak Halilintar Penghancur.]


Kali ini, benda itu ditembakan untuk mengoyak landasan pacu pelangi.


Para Valkyrie, yang telah dipecah menjadi partikel-partikel kecil, kehilangan keseimbangannya ketika gangguan tersebut memukul mereka secara tiba-tiba. Mereka berputar-putar di sekitar layaknya kembang api yang rusak dan turun ke permukaan bumi secara acak. Namun, akhirnya mereka bisa pulih.


Brynhildr langsung meraungkan nama adiknya itu ketika gelombang kedua bersiap untuk lepas landas.


"Waltraute !!"


"Aku yakin, kalian melihat ini sebagai bencana yang tidak rasional, tapi sayangnya, suamiku berkata bahwa dia akan menyelamatkan Hel. Itu berarti dia harus menghadapi para dewa beserta Hel. Dan tentu saja, aku lebih suka hal itu tidak pernah terjadi. "


"Apakah kau berencana untuk memulai perkelahian di sini?"


Semua orang mendengarkan pertanyaan tenang dari Brynhildr dan mengabaikan jeritan Heimdallr karena landasan pacunnya rusak.


Namun, Brynhildr tidak terlihat sedang bercanda.


Tentu saja, dia tidak bisa menggunakan kekuatan penuh sembari mempersiapkan diri untuk lepas landas. Prioritas kesembilan bersaudara ini adalah untuk menghentikan Hel secepat mungkin agar kekacauan ini tidak menyebar, bukannya saling bertarung satu sama lain.


Membuang-buang waktu di sini sama saja dengan mengabaikan prioritas mereka, tapi pada saat yang sama, dia tidak bisa memikirkan cara untuk menghindari Waltraute, kemudian lepas landas dengan aman.


Setelah beberapa pemikiran, ia mencapai suatu keputusan.


"Heimdallr, persiapkan kelompok lepas landas kedua seperti yang sudah direncanakan."


"Apakah kamu serius!? Aku pikir kalian akan ditembak jatuh jika kalian memaksakan diri untuk ber-akselerasi!! "


"Itu tidak masalah. Aku tadi sudah melihat akurasi tebakan Waltraute, dan dia tidak bisa menembak jatuh kami semua sekaligus. "


Dia tega memutuskan untuk mengorbankan beberapa rekannya ... yang tak lain adalah adik-adiknya.


"Tidak masalah jika kita membiarkan dua atau tiga orang ditembak jatuh, selama masih ada yang bisa lewat dan menuju ke lokasi. Mengirimkan para Valkyrie kepada Hel adalah hal yang penting di sini. Untuk menghancurkan Hel, kami bersembilan tidak perlu turun tangan secara bersamaan. Kami pun akan membuang-buang waktu jika harus bertarung melawan salah satu adikku di sini. Ini adalah cara tercepat untuk menyelesaikannya.”


Sementara itu, Waltraute dengan santai mendekat ke salah satu landasan pacu. Dia dengan ringan mengayunkan Spear of Destroying Lightning yang dipegangnya.


"Adalah Grimgerde dan Ortlinde yang gagal kukenai. Mereka tidak terlalu menonjol, jadi tidak masalah. Mereka tidak akan mampu berbuat banyak bahkan jika mereka sampai di sana.”


"Um, Waltraute! Komunikasi antara kita terbuka dengan jelas, jadi kami dapat mendengarkanmu dari sini!”


Teriakan jiwa Grimgerde meledak, tapi Waltraute dan Brynhildr mengabaikan keluhannya dan mulai berbentrokan secara langsung.



Part 4[edit]


"Ohhhhhhhhhhhh!?"


Misaka Mikoto mengeluarkan teriakan yang aneh.


Sebagai salah satu dari tujuh Level 5, ia dikenal sebagai Railgun, Academy City # 3.


Namun, bahkan hidupnya berada di dalam bahaya ketika diserang oleh salah satu senjata kolosal yang telah mengakhiri era nuklir.


Dia menaiki Rush, yaitu Object generasi kedua dari Information Alliance.


Meriam utamanya adalah Gatling gun laser rapid-fire yang dibentuk oleh ikatan lima karas. Suatu tembakan saja mengandung kekuatan yang cukup untuk mengubah kapal perang menjadi genangan cairan berpijar berwarna oranye. Benda itu bisa dengan akurat menembakan beberapa ribu laser setiap menitnya.


Senjata laser adalah teknologi militer yang menggunakan pancaran elektron.


Itu adalah kabar baik bagi Mikoto yang bisa mengendalikan semua jenis fenomena listrik. Serangan itu biasanya dapat dihindari olehnya dengan mudah, namun berkas-berkas laser itu membelok dengan "tidak wajar" sebelum mengenai targetnya dan terbang ke arah yang berbeda.


Namun, ini masih jauh dari pertahanan yang sempurna.


"Oh, sialan!! Benda itu lebih kuat dari tembakannya # 4! Kalau begini terus, aku bisa dipukul mundur!!”


Suara berderak yang mencolok mulai terdengar dari gesper di armor bikini miliknya.


Yang menyebabkannya adalah Baby Magnum milik si Putri. Dia merespon ancaman tersebut dengan baik.


Benda yang dikendarainya itu bisa bertahan dari hantaman senjata nuklir, tapi senjata dari Object lain bisa mengirimnya ke kuburan.


Dasar dari lengan meriam utama berputar untuk memilih meriam plasma stabilitas-rendah. Ketujuh lengan bergerak dan senjata yang bisa mengakhiri perang dengan serangan tunggal tersebut melepaskan semua energi yang tersimpan di dalamnya. Serangan ini akan menutup semua celah Rush untuk melarikan diri.


Sinar putih kebiruan yang luar biasa merobek layar hitam, tapi sebelum engenai Rush, lintasannya terbelah dan sosok lain muncul.


Mata Kamijou terbuka lebar ketika melihatnya.


"Ini tidak bagus! Kau harus cepat keluar dari sana!” teriaknya.


Kata-katanya tidak sampai tepat waktunya.


Tembakan plasma itu bersuhu 10,000ºC, tapi Accelerator dengan mudah mengendalikan vektor sebelum tembakan-tembakan itu bisa mengenai targetnya. Serangannya dipantulkan kembali dan menuju ke arah Baby Magnum. Si Putri dengan panik menggerakan mesinnya ke samping, tapi salah satu meriam utama yang terlihat seperti jembatan robek oleh pancaran sinar oranye.


Kemungkinan besar, # 1 hanya bisa dikalahkan oleh tangan kanan Kamijou Touma.


Namun, ia tidak bisa membuat semua jalan sampai ke musuh itu.


"Gh!?"


Cengkraman yang setara mesin derek meraih kerah bajunya.


Dia melihat Hishigami Mai, seorang gadis yang mengenakan tank-top dan hot-pants, langsung berada di depannya. Dia dengan akurat menyerang Kamijou sampai kehilangan keseimbangan tubuh, namun dia juga mengunci pergerakannya. Dia memegang pisau panjang dan tipis di tangannya yang lain. Itu tampak seperti pisau sashimi yang dicelup dalam warna militer.


Dia hendak mengambil kepala Kamijou.


Tepat di saat hawa dingin mulai berlari tulang belakangnya, suara tembakan meledak dari samping.


Heivia menggenggam senapan serbu, tapi Hishigami Mai terus mencengkram kerah baju Kamijou dengan satu tangan dan menggerakan bagian atas tubuhnya untuk menghindari peluru senapan berukuran 5.56 mm tersebut.


"Kau pasti sedang bercanda!!"


Bisakah dia mengubah ini semua jika dia memanfaatkan waktunya lebih baik?


Kamijou mendengar suara pentungan yang berayun ketika seluruh tubuhnya dilemparkan ke udara. Si pria SMA dilemparkan dan menabrak Heivia yang masih berusaha untuk mengarahkan senapannya.


Heivia meronta dan melihat Hishigami Mai mengeluarkan pistol kecil yang dilengkapi dengan penekan, dia pun membuat keputusan selama sepersekian detik.


"Hei, Pak Ksatria!! Melemparkan bom ke sana!!”


Benda yang tampak seperti semassa tanah liat terbang di udara.


Quenser telah melemparkan bahan peledak militer bernama Hand Axe dan, bahkan tanpa mengenai tanah, benda itu meledak tepat di depan wajah Hishigami Mai.


Terdengar suara ledakan yang lebih dari memekakkan telinga. Ledakan itu terasa seperti pukulan ke langsung perut dan rasa sakit menusuk-nusuk kulit Kamijou dan Heivia. Dengan paksa, Index menahan jubahnya dengan satu tangan.


"Apakah itu mengenainya?"


"Belum," kata Zashiki Warashi berbaju renang dedaunan tropis.”Seseorang yang bekerja untuk Hyakki Yakou tidak akan kalah dengan begitu mudah!”


Suatu hembusan angin menyapu debu dan mengungkapkan tubuh Hishigami Mai.


Ada seorang gadis mengenakan kimono pendek yang berdiri di sampingnya. Itu adalah Deadly Dragon Princess*, seorang Youkai buatan - atau Shikigami* - yang diciptakan sebagai musuh hipotetis-nya. Serangan fisik normal tidak akan berarti apa-apa bagi Shikigami. Mai menggunakan dia untuk melindungi diri dari ledakan. [Diterjemahkan: Putri Naga Mematikan.] [Shikigami adalah roh panggilan para dukun kerajaan.]


"Dasar monster! Apakah kau dikirim kembali oleh suatu mesin waktu dengan mengenakan kacamata atau sejenisnya!?”


Namun, keputus-asaan tidak berakhir di sini.


Ketika Index masih bersebunyi di balik jubah, dia membuka kedua matanya lebar-lebar dan langsung membeberkan topeng Shikigami.


"Sumber gambarnya adalah Otohime dari Urashima Tarou. Sifat memikat manusia pada kedalaman telah terdistorsi dan ditafsirkan dengan luas untuk membentuk Shikigami tempur. Oke, tidak perlu khawatir. Itu bukanlah monster tanpa kelemahan!!”


Di tempat lain, celah memenuhi udara.


Itu datang dari White Girl dan tali karet khusus yang melilit lehernya.


Killer Queen berputar-putar layaknya penari. Dia punya senjata yang begitu cocok dengan keahliannya yaitu meremas korban sampai mati. Sederhananya, ia memberikan tekanan yang cukup kuat untuk meremukan leher halus White Girl.


Kepalanya berayun dengan lunglai, tapi tidak ada tanda-tanda rasa sakit atau ketakutan di mata White Girl. Lehernya membengkok secara tidak wajar ke sudut kanan, namun dia masih sempat mendorong ujung jari rampingnya ke arah Satsuki.


Bagian bawah gaun putihnya terlepas, menjadi rol film, dan mengisi seluruh area.


"Dia... tidak memiliki nyawa?"


Killer Queen merinding karena ada sensasi aneh yang dia rasakan melalui senjatanya, tapi menolak pemikiran itu dengan segera.


"Tidak, tunggu. Apa ini!? Ini adalah sesuatu yang bahkan lebih mengerikan. Rasanya seperti, jika aku menyentuhnya, semuanya akan berakhir!!”


"Perubahan Parameter. Meninggalkan struktur tubuh anti-Anzai Kyousuke. Menerapkan 'Horor' pada alur cerita. Mulai saat ini, 'cerita' tidak akan berakhir hanya dengan kematian.”


Gulungan film tak terbatas terus meluas dan menyerang Satsuki dengan mata pisau yang tajam.


Higashikawa Mamoru dan gadis kelinci menghadapi pembunuh lainnya, yaitu Shizuna of Electrocution*. [Diterjemahkan: (kurang-lebih) Shizuna Si Pemberi Hukuman Mati Dengan Setruman.]


Stun gun di tangannya memancarkan suara ledakan yang terdengar begitu menyakitkan.


"Bagaimana menurutmu, wahai musuh terbesar?"


"Aku akan mengatakan bahwa ini adalah Absurd yang luar biasa, tapi tidak seperti kita. Rasanya tidak seperti orang sungguhan diseret ke dunia ini. Rasanya lebih seperti, bayangan dari dunia lain dibawa ke sini.”


"Jadi, kalau kita mengalahkannya, itu tidak akan mempengaruhi orang yang asli?"


"Bukankah dia seorang pembunuh? Bukankah dia akan melawan kita dengan senang jika kita menyerangnya?”


Ketika dua pria itu membahas masalah tersebut, Shizuna mengambil langkah maju dengan santai dan melemparkan sesuatu ke udara dengan satu tangan.


Itu adalah sekrup kecil dalam jumlah yang banyak.


Dan sebelum sekrup-sekrup itu jatuh, si pembunuh langsung menyerang dengan stun gun-nya yang sudah dimodifikasi.


Suatu kilatan cahaya menutupi segalanya.


Petir mematikan menyambar segala sesuatu layaknya jaring laba-laba yang kompleks, tapi...


"Jangan berpikir kau bisa menang dengan cara itu."


"Kami mungkin tidak terlihat seperti itu, tapi kami adalah Unbeatable Emperor* dan Ever-Victorious Challenger. Kami berdua memiliki suatu Absurdity yang membuat kami selalu menang dalam hal perjudian berdasar keberuntungan ☆ " [Unbeatable Emperor diterjemahkan: Kaisar yang Tak Terkalahkan.]


Tidak peduli walaupun peluang menangnya hanya 1 : 1,000,000 atau 1 : 1,000,000,000.


Selama ada celah kecil dalam jaring laba-laba, mereka bisa lolos dengan mudah.


"Tapi..."


Shizuna tertawa.


"Apakah kau lupa? Aku adalah pembunuh yang bertugas memberi hukum mati dengan setruman. Youkai dan dewa adalah suatu pengecualian, tetapi apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku akan kalah dalam pertarungan sampai mati melawan manusia?”


Di tempat lain, mahasiswa Anzai Kyousuke dan anak-tidak-pernah-mati, Nanajou Kyouichirou, meringkuk sembari dikelilingi oleh ledakan dan tembakan.


Sungguh, ini adalah reaksi yang normal.


"Hei! Apa yang harus kita lakukan!?”


"Mencoba untuk melakukan sesuatu dengan dikelilingi oleh semua monster ini hanya akan membuat kita terbunuh. Aku mungkin tidak akan mati, tapi tentu saja aku tidak akan sanggup melanjutkan pertarungan bila salah satu anggota badanku meledak! Jadi mari kita mencoba untuk membantu seseorang yang benar-benar dapat melakukan sesuatu. Mari kita lihat, orang terdekat adalah.......”


Mereka menoleh ke kiri-kanan untuk melihat, tapi tatapan mata mereka terpaku di suatu titik.


Mereka melihat Jinnai Shinobu di dalam peti mati es dan Yuki Onna bergaun bikini-budak-cabul. Yuki Onna sedang menekan-nekankan dada ratanya pada pria yang terbungkus es itu.


"Eh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh.”


"Bagaimana dengan dia?"


"Ya, tidak buruk. Bahkan anak-anak telah mendengar tentang Yuki Onna. Penampilannya memang banyak berubah dari waktu ke waktu, tapi ia pernah menjadi Youkai yang cukup menakutkan melalui cerita dari mulut ke mulut. Dia harusnya menjadi salah satu dari Absurditas terburuk, jadi mari kita coba untuk membuat dia termotivasi agar melakukan sesuatu.”


"Tapi bagaimana caranya? Jika kita mencuri pria beku itu, kita mungkin akan hancur oleh nitrogen cair yang keluar dari dirinya.”


Pada saat itu, Rush telah menembakkan Gatling gun laser rapid-fire pada Baby Magnum. Salah satu tembakan nyasar jatuh cukup dekat dan menyerempet pipi Yuki Onna. Jinnai Shinobu terbungkus dalam es supranatural yang diciptakan oleh Youkai, jadi dia cukup beruntung untuk tidak menguap akibat tembakan nyasar itu.


Namun, ia tidak sepenuhnya luput dari luka.


Peti mati es berbentuk persegi panjang sempurna meleleh seperti es loli yang dijatuhkan di aspal selama pertengahan musim panas.


"Ap-...?"


Ketika ia melihat itu, si Yandere Yuki Onna menggeram. Tampaknya ada yang salah di kepalanya.


Imp* berubah menjadi setan sejati. [Baca To Aru Series ketika membahas Lessar.]


"Kau pikir, apa yang sudah kau lakukan, dasar pelacuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrr!!!!?"


Suatu pusaran putih baru berputar-putar dengan keras di sekitar si Youkai pendek. Kerikil dan pasir mulai mengapung karena suhu menurun begitu rendah. Mineral di sekitar tempat tersebut telah benar-benar menjadi superkonduktor.


Tampaknya mereka berdua seharusnya khawatir tentang suatu hal yang lebih berbahaya daripada nitrogen cair.


Suhu gila -273 muncul di benak si mahasiswa.


Nanajou Kyouichirou mengkonversi angka tersebut ke istilah "absolute zero*" dan itu terdengar seperti nama suatu jurus dalam game. [Diterjemahkan: no mutlak. Absolute Zero adalah suatu nama jurus dalam beberapa macam game, salah satunya adalah Mortal Kombat.]


Kedua anak laki-laki ini sepakat dalam suatu hal.


"Ya, jangan main-main dengan dia."


"Kau benar. Aku tidak bisa membayangkan cara untuk menghindari cedera fatal jika aku terperangkap di dalam badai itu.”



Part 5[edit]


Si Bocah menyaksikan pertempuran itu.


Kamijou dan yang lainnya telah mengatakan bahwa mereka akan membersihkan jalan bagi dia, tapi itu tidak akan berlangsung dengan sempurna. Bahkan, lebih banyak musuh kuat dari sistem yang berbeda muncul. Mereka keluar dari pusaran hitam setiap kali Hel berteriak, sehingga kekacauannya semakin meluas.


Dan kemudian, bayangan besar menutupi bocah itu.


Itu adalah Níðhöggr. Naga hitam setinggi 200 m itu adalah hamba setia Hel . Dia memiliki daya tembak yang setara dengan serangan Baby Magnum, ini terjadi ketika mereka bertarung di kapal dewa Skíðblaðnir.


"Ah."


Jika si bocah terkena serangan dari binatang itu, ia akan lenyap tanpa meninggalkan abu.


Bahkan, ia akan hancur tak berbentuk jika massa besar itu menginjaknya.


Namun, Níðhöggr mendekat sembari membelah permukaan layaknya pesawat yang hendak melakukan pendaratan darurat. Dia berhenti begitu sempurna tepat di depan bocah itu, bahkan orang-orang akan berpikir bahwa makhluk itu menggunakan semacam laser atau gelombang ultrasonik untuk melakukan pengukuran yang begitu presisi.


Wyvern itu kemudian menekankan kepalanya terhadap tanah dan membungkukan lehernya. Seakan-akan, dia mempersilahkan si bocah untuk naik ke atas badannya.


Dia ingin agar si bocah mendaki tubuhnya dan menungganginya.


"Apakah kau membantuku sehingga aku bisa menyelamatkan Hel?"


Bocah itu tidak menerima tanggapan dari si naga.


Níðhöggr tidak dilengkapi dengan organ yang bisa membuatnya berbicara bahasa manusia, tapi tidak berarti dia tidak mengerti emosi manusia.


Naga ini selalu melakukan segala hal untuk membantu Hel. Itu berarti, dia dengan setia melindungi Hel.


Tapi saat ini, si naga berpikir bahwa membiarkan Hel mencapai tujuannya sama saja artinya dengan membuatnya celaka.


"Bawa aku ke Hel sehingga aku bisa membawanya pergi dari benda itu!" kata si bocah.


Si naga menggeram, yang berarti adalah suatu ungkapan persetujuan.


Bocah itu memanjat kepala naga, menyeberangi leher panjang, dan mencapai puncak batang tubuhnya yang besar. Setelah memastikan bocah itu telah mengambil posisi yang mantap, Níðhöggr mengepakkan sayapnya yang seukuran plaza kecil.


Namun, cahaya baru muncul di langit untuk mencegah si naga lepas landas.


Itu adalah kereta raksasa yang ditarik oleh dua kambing. Dia terbang dengan menggunakan kambing layaknya Santa Claus yang terbang dengan menggunakan rusa. Tapi kereta ini tidak diisi dengan harapan dan impian anak-anak atau dengan tumpukan hadiah.


Melainkan, isi kereta itu adalah dewa kehancuran yang memerintah petir, guntur, dan hukuman dewa.


Ini adalah kereta Dewa Petir Thor.


"Aku di sini atas perintah ayahku Odin!! Wahai makhluk najis, pupuskan harapan jahatmu dan serahkan dirimu pada palu dewa!!”


Thor menggenggam Mjolnir.


Dari segi kekuatan destruktif murni, palu itu lebih hebat daripada Gungnir milik Odin. Palu itu begitu berat sehingga hanya ada dua orang dari sembilan dunia yang bisa menggunakannya.


Satu ayunan saja sudah cukup untuk menghancurkan benda seukuran gunung raksasa menjadi berkeping-keping.


Bahkan Níðhöggr tidak akan mungkin menahan pukulannya.


Namun...


Serangan dari pihak ketiga menusuk sisi tubuh Thor.


Makhluk itu lebih mirip dengan naga dari timur* daripada Wyvern barat. [Saya rasa kalian sudah tahu beda naga timur dan naga barat. Di kisah-kisah timur (Asia), naga sering dideskripsikan sebagai hewan buas mirip ular bertanduk yang badannya amat panjang. Hampir tidak ada beda antara leher, perut dan ekor pada naga timur. Sedangkan, naga barat dideskripsikan sebagai sosok yang lebih tegap. Lehernya panjang, bagian badannya kekar, dan ekornya panjang, mirip seperti dinosaurus.]


Makhluk ini terus tumbuh tanpa batas sejak saat kelahirannya. Namun saat ini, tubuhnya tidak cukup panjang untuk mengelilingi sembilan dunia.


Dan selama Ragnarök berlangsung, ular besar ini diramalkan akan membunuh dan dibunuh oleh Thor.


"Apakah kau adalah Jörmungandr!?"


"Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku tidak akan muncul, anak kecil?"


Seseorang mungkin menyamakannya dengan asap yang mengekor pada rudal jika tubuhnya tidak begitu besar.


Mata yang mirip dengan kadal dan tanpa emosi itu terus mendekat. Dia berkomunikasi melalui pikirannya.


"Adik kecilku yang lucu bekerja keras untuk menyelamatkan sejumlah orang dan beberapa temannya telah berkumpul untuk menyelamatkannya. Lantas, apakah kau benar-benar berpikir bahwa kakaknya hanya bisa duduk diam dan menonton?”


"Tunggu, ya begitu."


Dengan mendecakan lidah, Thor tidak menatap pada Jörmungandr yang terus mendekat, tapi sesuatu yang jauh di atas kepalanya.


Dan ia melepaskan raungan saat melotot ke Asgard.


"Apakah Hel hanya umpan untuk membawa pasukan kita turun ke sini, Loki!?"



Part 6[edit]


Kebetulan, setelah dipukuli sampai jadi bubur oleh Waltraute dan hanya mampu berbicara dengan mengendus-endus layaknya seekor babi, Loki mengejek dia (dan juga memanfaatkan kesempatan bahwa dia tidak bisa memahami bahasanya saat ini).


"B-bfh-bgbh..."


(Baik….baik…Aku kalah.)


"Bffh."


(Atau mungkin, kita harus menyebutnya imbang. Aku kalah, tapi aku berhasil menabur benih. Setelah benih-benih kejahatan bertunas, dunia akan memperbaharui dirinya sendiri.)


"Ya, aku sudah tahu bahwa kau menggunakan Skíðblaðnir dan Yggdrasil untuk memanggil beberapa orang asing dari dunia lain. Kau menggunakan kemampuan tumbuh pohon dunia ketika menyerap air dari sumur kebijaksanaan. Itu dapat memperluas cabangnya ke dunia selain sembilan dunia milik kita.... Tapi bagaimana caranya aku mengembalikan orang-orang asing tersebut ke dunia asal? Tergantung pada jawabanmu, mungkin aku hanya akan menjatuhkanmu dari sini.””


"Bgh. Bggh.”


(Yahh, tujuanku baru setengahnya terpenuhi ketika orang-orang asing itu dipanggil ke sini, jadi aku tidak benar-benar peduli apakah mereka bisa kembali ke dunia asal ataukah tidak. Tapi jika kau benar-benar ingin tahu bagaimana caranya, aku akan memberitahu kamu.)


"Hm? Cabang-cabangnya masih terhubung ke dunia lain?”


"Bh."


(Ya. Yang perlu aku lakukan hanyalah membuat Hel menggila. Aku harus merasuki pikirannya dengan moral dan etika dari dunia asing.)


"Air sumur kebijaksanaan membuat pohon dunia tumbuh, tetapi bisa layu ketika airnya tersedot keluar? Sama seperti ketika Níðhöggr menggerogoti akarnya? Jadi kau merusak dasar cabang untuk membuatnya layu?”


"Bffh. Bfh.”


(Dan meskipun ada pengaruh besar dari Odin, budaya Norse masih membenarkan kemarahan ketika salah seorang keluarga tewas. Sekarang, siapakah kakak laki-laki Hel? Si Ular Agung Jörmungandr dan Serigala Raksasa Fenrir.... Aku pikir sudah waktunya untuk serigala itu mematahkan rantai dan melahap Odin.)


"Jadi jika luka dan 'kebocoran'-nya dihentikan, cabang yang layu itu akan kembali ke posisi semula dan berfungsi sebagai jembatan seperti sedia kala? Jadi jika orang-orang asing itu kembali ke Skíðblaðnir, mereka akan secara otomatis pulang ke dunia masing-masing?”



Part 7[edit]


Suatu sungai mengalir melalui Asgard.


Jika seseorang mengikutinya alirannya sampai ke sumbernya, dia akan menemukan suatu penjara yang mengintimidasi siapa saja yang mendekat.


Sungai itu sebenarnya adalah air liur yang meluap dari mulut Fenrir. Binatang buas tersebut diramalkan akan melahap Odin, jadi ada sebilah pedang yang ditegakkan melalui rahang bawah untuk mencegahnya menutup rahang tersebut. Dan dia pun membuka rahangnya sepanjang waktu.


Seluruh tubuhnya terikat oleh tali yang tak dapat diputus bernama Gleipnir. Tali itu dibuat dari beberapa material yang "mustahil didapatkan" dan tidak ada binatang yang bisa merobeknya. Tapi setelah ketidakmungkinan itu berhasil dipecahkan, Fenrir akan dilepaskan ke dunia. Kemarahan dan kebenciannya akan melahap Odin.


Kemarahan dan kebencian pada sumber kekuatannya sudah melampaui titik kritis.


Titik kritis kemarahannya yang seharusnya dilepaskan pada saat Ragnarök, sudah mendidih bahkan sejak saat ini.


Atau mungkin, hari ini adalah akhir dari dunia.


Tujuan Loki adalah membuat Hel, adik Fenrir, menggila.


"Fenrir, kau mengerti, bukan?"


Seorang dewa berdiri di depan penjara tersebut.


Dia adalah Týr, si dewa perang. Sebelum Fenrir diikiat dengan Gleipnir, ia adalah satu-satunya orang yang memahami binatang buas mengamuk dan tak terkendali tersebut. Tepat sebelum terikat dengan Gleipnir, Fenrir mengira bahwa dia sedang diperangkap dan dia meronta. Salah seorang dewa menempatkan lengannya di mulut Fenrir sebelum si dewa mengikatnya. Jika itu jebakan, Fenrir akan menggigit lengannya sampai putus.


Itulah sebabnya Týr hanya memiliki satu lengan.


Týr adalah seorang mantan teman yang tidak punya pilihan selain mematuhi Odin. Di balik nama dewa tempur, dia adalah seorang pria yang telah melakukan semua ini karena desakan dari para petinggi. Dan dia pun tega mengkhianati temannya.


"Kemarahan ini adalah apa Loki inginkan. Itu akan menjadi aib terbesar bagimu yang ingin hidup bebas tanpa terikat oleh siapapun. Jadi, janganlah biarkan Loki memanfaatkan dirimu. Dengan memanfaatkan Hel, Loki inginkan agar kau memakan Odin. Dia ingin mempercepat watu ramalan dan skenario Ragnarök "


"Lalu..."


Meskipun tidak dapat menggerakkan kakinya atau menutup mulutnya, tatapan mata binatang buas itu masihlah menakutkan bahkan bagi dewa sekalipun. Ia menggunakan pikirannya untuk mengajukan suatu pertanyaan pada mantan temannya itu.


"Lalu siapa yang akan menyelamatkan Hel? Kau?”


"Yahh..."


"Tidak peduli seberapa banyak dunia membenci kami, kami adalah keluarga. Kami adalah saudara kandung dan di dalam tubuh kami mengalir darah yang sama.... Jika seseorang sanggup menyelamatkannya, insiden ini mungkin tidak akan pernah terjadi. Tapi tidak ada satu pun orang yang mau menyelamatkannya. Mereka bahkan tidak pernah mencoba. Dan kalian masih berani menyebut diri kalian sendiri dengan sebutan dewa! Apakah kalian tak malu!!?”


Penjara tersebut berderit.


Gleipnir yang seharusnya tak bisa putus, mengeluarkan decitan yang bahkan lebih keras daripada sebelumnya.


"Jika tidak ada orang yang mau menyelamatkan Hel, lalu apa yang salah jikalau kakaknya melakukan itu? Apa yang salah dengan keinginan untuk menyelamatkannya!? Aku tidak peduli tentang skema Loki. Aku akan menyelamatkan Hel dengan kehendakku sendiri. Aku akan menggigit siapa saja yang mengganggu langkahku, tak peduli apakah mereka adalah dewa kejahatan atau bahkan ketua dewa!!”


Apakah alasan terbesar yang membuat orang membunuh sesuatu? Tiba-tiba Týr bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Uang? Kebencian? Kehormatan? Keluarga? Cinta? Kesenangan?


Jawabannya bukan satu pun dari pilihan-pilihan itu.


Dia yakin bahwa keadilan adalah jawaban yang benar. Dia meragukan ada motif lain yang lebih pantas sebagai alasan untuk membunuh.


Jiwa Fenrir dipenuhi dengan kemarahan yang dibenarkan oleh keinginan (atau bahkan klise) untuk melindungi keluarganya. Itulah mengapa ia tidak akan bisa dibujuk dengan mudah. Tidak ada logika yang bisa mengalahkan keadilan. Tidak ada logika yang bisa membantah keadilan. Tidak peduli berapa banyak pertumpahan darah yang dihasilkan, siapa pun yang hatinya dipenuhi dengan keadilan tidak bisa dihentikan. Jika kau ingin menghentikan mereka, maka kau harus bersiap untuk menghancurkan jiwa mereka yang teguh.


Keadilan dan kejahatan adalah dua hal yang berbeda.


Keadilan akan menang.


Itulah sebabnya keadilan adalah suatu hal berbahaya yang harus ditangani dengan hati-hati. Jika mereka lepas kendali, itu akan menghasilkan suatu tragedi yang bahkan lebih besar dari kejahatan tak terbayangkan.


"Biarkan aku memberimu satu kesempatan di sini, Týr."


Seakan-akan Fenrir sanggup memutuskan Gleipnir kapan saja dia mau, tetapi ia berbicara dengan tenang.


"Apakah kau siap untuk memasukkan lenganmu yang satunya lagi ke dalam mulutku? Dapatkah kau bersumpah kepadaku bahwa dewa... tidak, bahwa ada seseorang di dunia ini yang akan berteman dengan gadis itu... yaitu Hel? Jika memang ada, maka aku akan tinggal diam. Jika seseorang akan menyelamatkannya, maka aku akan tinggal di sini. Tapi jika ada satu orang saja yang berbagi emosi dengannya dan menangis untuknya. Aku tidak butuh kata-kata yang terdengar manis. Aku ingin tahu apakah kau sanggup menemukan kata-kata layak untuk mendukung sesuatu yang kau sayangi.”


"..."


Suatu jeda dan kesunyian terjadi, sekan-akan ada kerikil yang terselip di antara roda-roda gigi mesin.


Tapi itu cukup bagi Fenrir.


Benar-benar tidak ada orang yang akan menyelamatkan Hel.


Benar-benar tidak ada orang yang akan menjadi temannya.


Benar-benar tidak ada seorang pun di sini yang bisa diandalkan.


Fakta ini membuat dirinya lebih tenggelam dalam kemarahan dan kebencian. Kekuatan yang dibutuhkan untuk merobek Gleipnir tumbuh semakin besar.


Týr menyadari bahwa mungkin saja dunia sudah berakhir.


Atau bahkan, mungkin saja dunia sudah berakhir sejak sejak dahulu. Ini karena tidak ada makhluk yang bisa mengabulkan harapan seorang kakak yang putus asa.


Namun...


"Tunggu, wahai pria besar. Jika kau ingin seseorang untuk berjanji padamu, aku akan mengambil tantangan itu.”


Suatu suara tiba-tiba mencapai mereka.


Fenrir melirikan matanya dan Týr berbalik ke arah pintu masuk penjara.


Salah satu orang asing berdiri di sana.


Dia adalah seorang anak SMA dengan rambut dicat pirang dan seragam sekolah usang dan tidak rapih.


Itu adalah Jinnai Shinobu.


Secara teknis, dia adalah roh tanpa tubuh, tapi ia masih bisa memutar-mutar lengan kanannya seakan memeriksa apakah bahunya masih bekerja dengan normal.


"Jadi aku hanya harus meletakkan tanganku di mulutmu lantas membuat janji, kan? Kamu ingin tahu apakah ada seseorang yang akan menyelamatkan Hel-chan, kan? Nah, itu benar-benar ada. Tentu saja ada. Jangan meremehkan dunia seperti itu, wahai pria besar. Jika tidak ada orang lain yang mau melakukannya, maka aku akan melakukannya.”


"Apa yang sedang kamu bicarakan?"


"Kau tidak bisa mendengarkan aku!?"


Shinobu beranjak ke depan, mendorong Týr ke samping, dan berdiri tepat di depan Fenrir. Serigala itu seukuran bus atau truk, sehingga rahangnya yang menganga cukuplah besar untuk menelan seorang anak SMA bulat-bulat.


Tapi dia tidak ragu-ragu.


Jinnai Shinobu melemparkan lengan kanannya ke depan dan ke dalam mulut binatang buas itu. "Apakah kau sudah selesai mengeluh!? Aku bilang, aku akan pergi untuk menyelamatkan Hel-chan dengan segera! Masalah bagimu!?”


"...!?"


"Aku tidak tahu berapa banyak yang bisa aku lakukan. Aku akan mencoba semampuku, tapi aku tidak bisa menjamin bahwa aku sanggup menyelamatkannya. Bagaimanapun juga, aku hanyalah seorang anak SMA biasa. Tapi aku akan melakukan semua yang aku bisa. Aku benar-benar akan mempertaruhkan hidupku untuk menyelamatkannya. Apakah itu cukup?”


"Kenapa? Apa Hel bagimu?”


"Mana kutahu? Itu semua tergantung pada apa yang terjadi. Bahkan mungkin kau akan iri padaku, tapi aku tidak peduli jika semuanya tidak berjalan dengan baik. Aku ingin menyelamatkannya, jadi aku akan melakukannya. Apakah aku harus memikirkan lebih dari itu? Hm?”


"..."


"Aku tidak tahu mengapa, tapi Youkai dan makhluk-makhluk sejenisnya benar-benar selalu menyukai aku. Sejujurnya, aku sungguh tidak berpikir bahwa kau akan memakanku di sini. Tapi itu adalah intinya. Ini bukan tentang bentuk, kekuatan, atau atribut. Apa yang menggerakan hatimu dan mengisi tubuhmu dengan kekuatan, adalah sesuatu yang berasal dari tempat lain.”


Taring rakasasa menusuk lengan kanannya saat Shinobu berbicara.


"Jika ada hal yang menyenangkan, kita bisa tertawa. Jika mereka sedih, kita bisa menangis. Seperti itulah seharusnya. Maka, orang akan marah jika ada orang lain yang diinjak-injak di bawah kaki. Ya, aku juga marah. Tapi, biarkan aku meminta ini. Aku meminta agar kau menitipkan kemarahanmu padaku, sehingga aku bisa tampil dan menyelamatkannya. Bisakah kau berjanji tentang hal itu padaku? Aku menempelkan lenganku di mulutmu karena aku pikir kau adalah seseorang yang dapat menjaga janji. Jadi bisakah kau memenuhi harapanku?”


"Baiklah," terima Fenrir.”Tapi aku akan mengawasimu, wahai manusia. Kau telah mengklaim bahwa kau akan mempertaruhkan nyawamu, jadi lakukan semua yang kau bisa. Jika kau mundur dan kau gagal untuk menyelamatkan Hel, aku akan merobek lenganmu seperti yang dijanjikan. Bahkan jika tubuh fisikmu tidak sedang berada di sini, lenganmu tidak akan pernah bergerak lagi jika aku melepasnya dari tubuh spiritual-mu. Itu adalah kontrak yang kita buat.”


"Baiklah, aku tak keberatan."


Shinobu tersenyum dan lengannya meninggalkan mulut si serigala dengan tenang.


Namun, itu bukan karena dia menarik lengannya. Seluruh tubuhnya melayang. Dia terlambat ingat bahwa ini adalah jiwa tanpa tubuh dan tubuh fisiknya berada di tempat lain.


"Sepertinya seseorang akhirnya datang untukku."


"?"


"Tubuhku tidak sepenuhnya mati. Dan tampaknya ada seseorang yang telah meniupkan kembali nyawaku ke dalam tubuhku. Itulah yang menyebabkan jiwaku mengambang seperti ini.”


Shinobu tidak pernah memalingkan pandangannya dari Fenrir saat ia melayang secara tidak menentu untuk pergi.


Dia menatap mata binatang buas tersebut secara langsung, yang bahkan tidak berani dilihat oleh para dewa.


"Kalau begitu, aku akan kembali. Aku akan kembali ke permukaan dan menyelamatkan Hel-chan bersama-sama yang lainnya. Dan aku akan melakukan semua yang aku bisa untuk menyelamatkanya. Kau cukup menonton dari sini. Aku akan melindungi adik perempuanmu dan menepati janji yang telah kubuat denganmu.”


"Hmph."


Fenrir dengan tenang menutup matanya saat tubuh Shinobu mulai meninggalkan penjara dengan cepat.


Tapi sebelum ia melakukannya, Týr menggunakan salah satu lengannya untuk meraih tangan Shinobu.


"Ah."


Bahkan dewa sekalipun tak tahu mengapa si anak SMA biasa melakukan tindakan nekad itu, sehingga Týr mengajukan suatu pertanyaan.


"Apa yang harus aku lakukan? Apa yang membuat anak manusia sepertimu melakukan sesuatu yang seharusnya dikerjakan oleh dewa sepertiku. Ini adalah sesuatu yang harus kumengerti. Jika aku melakukan...!!”


Sementara mengambang dalam posisi terbalik, Shinobu memberikan jawaban yang jelas.


"Pikirkan sendiri. Pikirkan tentang suatu tindakan yang tidak akan membuat orang yang mengerjakannya menyesal. Jangan biarkan dirimu jadi busuk dengan melakukan hal-hal yang orang lain katakan. Itu adalah aib bagi seorang dewa.”


"Heh."


Itu menyelesaikan sesuatu.


Týr membalikan punggungnya ke arah binatang besar yang menutup matanya untuk menolak dunia.


"Suatu hari nanti..."


Ia membayangkan rahang teman lamanya yang pernah mengambil lengannya.


"Suatu hari nanti, aku akan berjanji sembari mengulurkan lenganku di dalam mulutmu lagi. Bahkan jika rantai yang menahanmu telah rusak dan jiwamu tidak lagi dipenuhi oleh rasa kasih sayang, dewa perang dan kemenangan yang ada di hadapanmu ini akan berdiri untuk membantu temannya yang membutuhkan!!”


Týr menggebrak tanah dengan kakinya.


Setelah menyelesaikan itu, Jinnai Shinobu dan Týr terbang ke Asgard layaknya kurcaci yang memegang balon untuk melambung di langit.


Mereka melesat secara lurus menuju tempat di mana tubuh Shinobu berada.


Bahkan pada saat-saat terakhir, Fenrir tidak membuka matanya.


Dia terlihat seperti sedang mendongkol, tapi dia melepaskan suatu dengusan terakhir.


"Hmph."



Part 8[edit]


Tembakan dari Rush melelehkan peti mati es dan Jinnai Shinobu pun kembali hidup.


Secara sia-sia, dia menaruh tangannya di belakang kepala untuk memamerkan tubuhnya.


"Jinnai Shinobu ☆ kembali!! Maaf tentang menunggu, wahai semua orang, tapi kita semua tahu bahwa jagoan utama selalu muncul dengan elegan di…...oh, ya ampun!? Ke-kenapa Yuki Onna menyerang segala sesuatu tanpa pandang bulu dengan pemandangan mengerikan di wajahnya!?”


Si Yuki Onna berdada rata sedang menyerang ke arah Rush dengan wajah yang benar-benar mengerikan.


"Dan mengapa kalian semua hampir telanjang!? Kenapa kalian tidak memanggil aku kembali lebih cepat!?”


Senjata setinggi 50 meter itu telah mengakhiri era nuklir, namun badai absolute zero (Jangan malu! Ini adalah istilah kimia yang legit!) yang berputar-putar di sekitar Yuki Onna tampaknya sudah cukup untuk memberikan dampak buruk pada pergerakan Object tersebut.


Dan ketika seseorang mampu memberikan serangan balik, seluruh jalannya pertempuran berubah.


Pertama, Baby Magnum terbebaskan dari serangan Rush. Accelerator telah robek meriam utama lainnya, tapi Putri bergerak mundur dengan cepat. Tentu saja, orang yang mendarat tepat di hadapan Level 5 #1 untuk menyerangnya adalah Kamijou Touma.


Misaka Mikoto juga terbebaskan dari serangan sengit Rush. Dia menggunakan Railgun kebanggaannya untuk membidik Hishigami Mai. Sekeping koin yang dipercepat hingga tiga kali kecepatan suara ditembakan. Ketika Deadly Dragon Princess sedang sibuk berurusan dengan semua serangan, Quenser dan Heivia menembaki Mai dari arah yang berbeda.


Tidak ada cara untuk mengalahkan White Girl yang menghamburkan film di mana-mana, tapi tampaknya dia bertahan terhadap setiap jenis serangan dengan mengubah parameter untuk menghilangkan kelemahannya sendiri. Jika seseorang terus-menerus menyerangnya dengan teknik membunuh yang bervariasi, maka orang tersebut dapat menahan dia selama mungkin walaupun tidak bisa membunuhnya. Killer Queen meninggalkan White Girl dalam keadaan: "sama saja dengan mati".


Sembari melihat itu semua, Shinobu ditanyai suatu pertanyaan oleh Týr yang ikut turun ke permukaan.


"Apa yang harus kita lakukan!?"


"Aku berjanji pada Fenrir bahwa aku akan melakukan apapun yang aku bisa, jadi aku akan melakukan sesuatu tak peduli itu akan membantu ataukah tidak!! Ngomong-ngomong, apa yang dapat kau lakukan sebagai seorang dewa!?”


"Aku adalah dewa pertempuran dan kemenangan."


"Kalau begitu mari kita gunakan julukanmu itu. Mari kita coba segala sesuatu yang kita butuhkan untuk menang!!”


Setelah meninggalkan peti mati es, Jinnai Shinobu berlari ke arah Zashiki Warashi berbaju dedaunan.


Sementara itu, Týr hanya melihat ke satu-satunya telapak tangan yang dia miliki.


"Dengan nama dewa tempur dan kemenangan sejati..."


Dia mengepalkan tinjunya dan mendorongnya ke langit.


"Aku menjanjikan para petarung ini suatu kemenangan tertentu!!"


Tidak ada ledakan atau kilatan cahaya, tapi hasilnya luar biasa.


Nike dari mitologi Yunani dan Hitokotonushi-no-Kami dari mitologi Jepang dikenal sebagai dewi kemenangan. Sama halnya dengan mereka, beberapa dewa diagung-agungkan karena mereka sanggup mengabulkan "kemenangan" atau "kesuksesan", bukannya sesuatu seperti "kekerasan" atau "kehancuran". Tentara yang berjuang di bawah naungan mereka akan meraih kemenangan atau kesuksesan tertentu. Sehingga, ada legenda yang menceritakan bahwa untuk memperoleh kemurahan hati dewa-dewa tersebut, mereka harus berperang demi tujuan memenangkan peperangan lainnya. Atau, menyelesaikan tes untuk mencapai keberhasilan dalam suatu hal yang lain.


Tidak berbeda dengan Týr.


Dia sendiri tidak bisa menang, tapi ia bisa membuat kekuatan orang lain menjadi selaras dengannya untuk memperoleh kemenangan.


Jadi...


"Oh? Ohhhhh!!”


Higashikawa Mamoru memberikan teriakan yang aneh saat ia bertarung melawan Shizuna of Electrocution.


Gadis kelinci yang berada di sampingnya tampak bingung.


"Absurdity milik kita sedang diperkuat... tidak, ditulis ulang? Oh, ini buru Ini benar-benar buruk. Kita sudah memanipulasi probabilitas untuk sesuatu yang begitu konyol, tapi ini semakin mendorongnya lebih jauh lagi!!”


Pertempuran meningkat dengan cepat.


Seakan-akan, mereka ditransferkan suatu energi yang entah datang dari mana, dan membuat mereka semakin kuat.


Satu-satunya yang tidak memperoleh efek ini adalah, seperti biasa, Kamijou Touma.


Pria berambut runcing mendengar kepakan sayap yang besar, sehingga ia melihat ke atas. Di sana ada Wyvern hitam. Dia tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi, tapi si bocah jelas-jelas sedang duduk di punggung si naga.


Didorong oleh emosinya, Kamijou berteriak padanya.


"Pergilah!! Sekarang jalannya sudah kami bersihkan! Terbanglah ke tempat Hel berada dan selamatkan dia!!”


Seolah-olah mematuhinya, Níðhöggr mulai mengepakkan sayapnya untuk terbang lebih jauh.


Tapi si naga tidak terbang tinggi ke langit. Ini sedang mengumpulkan kekuatan untuk menyerang lurus ke depan layaknya roket atau rudal.


Tapi sebelum itu, Kamijou pikir, dia mendengar suara derik listrik.


Namun, derikan itu tidak sama dengan listriknya Misaka Mikoto atau Shizuna of Electrocution. Suara itu bahkan tidak berasal dari percikan listrik. Sebaliknya, itu berasal dari semassa energi berputar-putar yang berada di dalam pohon hitam besar.


Kekuatan tersebut lepas kendali.


Ini jelas berbeda dengan ketika Object kolosal atau Academy City Level 5 # 1 muncul. Semacam tangan muncul dan melepaskan kekuatan yang menghasilkan suara statis intens yang menyakiti pendengaran mereka. Udara terpecah-belah karena kekuatan destruktif yang dilepaskan oleh tangan tersebut. Perlahan-lahan, ujung jari-jemari merangkak keluar ke dunia.


"Siapa... itu?" erang Kamijou Touma.


Dia adalah seseorang yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dan dia adalah orang yang seharusnya tidak boleh bertemu dengan mereka.


Dan "seseorang" itu perlahan memecahkan layar hitam dan melangkah keluar.


"Siapa itu!?"



Part 9[edit]


Loki telah disingkirkan layaknya sampah di salah satu sudut Asgard, tapi dia telah melakukan segala sesuatu yang sudah direncanakannya. Si dewa hanya perlu menunggu hasil yang akan datang, jadi dia menyeringai ketika menyadari bahwa rencananya sedang berjalan dengan mulus.


"Jadi itu akhirnya di sini."


Banyak dunia yang benar-benar asing eksis di luar budaya Norse, contohnya : To Aru Majutsu No Index, Heavy Object, Zashiki Warashi No Intellectual Village, Satsujin-ki To Deep End, dan Kantan na Enquete desu.


Tapi ada suatu wilayah rahasia lain yang berada di luar itu semua.


"Dunia asli yang tidak akan pernah dibicarakan: ----------"


Itu adalah suatu kota yang sanggup mengabulkan keinginan dari setiap pengunjung tetapi dalam gaya yang aneh. Itu adalah kisah dalam waktu yang sangat singkat ketika seorang anak laki-laki dan seorang gadis saling berpapasan satu sama lain di sana. Dan juga, ketika mereka melarikan diri.


Namun ...


"Tidak, tunggu. Ini salah alamat. "


Untuk pertama kalinya, Loki menyuarakan suatu pertanyaan.


Situasi ini terus berkembang dan melampaui apa yang penipu tersebut bisa kendalikan.


"Kemana cabang hitam itu tumbuh? Aku belum pernah mendengar tentang dunia ini sebelumnya!"


Suatu monster yang belum pernah ada sebelumnya menjawab seruan Hel dan menunjukkan dirinya.



Summon://[email protected] Shoukan://Blood-Sign."Shiroyama_Kyousuke".



Itu adalah nama dari summoner yang dapat bertarung bebas dengan memanggil Materials, dia adalah penghuni dunia lain, dia berasal dari tempat yang begitu asing.


Itu adalah nama anak laki-laki yang menguasai batas kekuatan teratas. Dia adalah seorang anak laki-laki yang bertarung dengan kekuatan tersembunyi para dewa, yaitu Regulation, Divine, dan Unexplored.



Part 10[edit]


Bola cahaya merah yang tak terhitung jumlahnya tersebar di seluruh daerah.


Anak laki-laki yang mengendalikan bola-bola itu tampak tidak berbeda dari pria biasa. Dia mengenakan jaket olahraga ber-merk yang juga dibuatnya sebagai kerudung. Satu-satunya hal aneh pada penampilannya adalah tiang sepanjang 180 cm yang dipegang di tangannya.


Bencana mulai semakin terasa intens ketika seorang gadis bergaun kuil muncul bersama dengan pria itu.


Namun ...


"Apa?"


Sesaat kemudian, gadis itu meluluh. Itu adalah semacam lendir tembus pandang berwarna hijau dan monster sebanyak 700 liter mengelilingi anak itu.


"Apa itu?"


Pada saat mereka menyadari apa yang mereka lihat, bentuknya berubah lagi.


Itu berubah menjadi iron maiden* yang bentuknya seperti jam tua penuh dengan tipuan mematikan. Itu berubah menjadi cumi-cumi besar dengan rantai tebal sebagai pengganti tentakel. Itu berubah menjadi bola besar yang terbuat dari binatang tak terhitung jumlahnya dan kepala naga. Itu berubah menjadi pohon ceri menyeramkan yang hanya tumbuh berkembang setelah menguras nutrisi manusia. [Baca NT 12.]


"Tunggu sebentar. Berapa banyak itu akan berubah!?"


Bentuk monster itu tidak pernah tetap.


Beberapa detik kemudian, monster itu mendapatkan tubuh lain dengan segera.


Kamijou dan yang lainnya dengan linglung melihat monster berpenampilan mengerikan dan berkecepatan tinggi tersebut.


Mereka akhirnya menyadari bahwa reaksi bengong yang mereka tunjukkan bisa dengan mudah menjadi suatu kesalahan mematikan. Namun, Index segera bergumam pada dirinya sendiri sambil memegang jubahnya dengan kedua tangan.


"Apa itu ...? Itu tumbuh ... tidak, itu sedang memperkuat!?"


"Maksudmu, makhluk itu menjadi lebih kuat dan terus memperkuat dirinya!? Kita semua harus menyerangnya sekarang juga sebelum dia tumbuh menjadi lebih besar !! "


Kamijou berteriak pada yang lain, mengepalkan tinjunya, dan menyerang makhluk itu. Yang lain mengikutinya.


Tapi itu sudah terlambat.


Suatu pancaran sinar yang luar biasa ditembakkan.


Jika Baby Magnum tidak segera bergerak maju dan melindungi mereka dengan armor anti-nuklir-nya, semuanya mungkin telah terbakar menjadi abu. Meskipun begitu, armor-nya pun masih mencair dengan warna oranye.


Sembari dilindungi oleh Object setinggi 50 m, Quenser mendongak dan gemetar.


Leher makhluk yang menjadi lawan mereka menjulang ke langit bahkan lebih tinggi daripada Object.


"Yamata-no-Orochi," kata Zashiki Warashi berbaju dedaunan. "Seekor ular sungai, baja, dan api. Ini bukanlah monster yang unik. Apakah pria itu bisa dengan bebas memilih monster dan dewa-dewa yang berbeda dari legenda di seluruh dunia, kemudian memanggil mereka!?"


"Itu naik selangkah. Semuanya adalah pengaturan untuk mencapai titik ini!” teriak Index.


Namun, Týr memelototi ular mengerikan tersebut seolah-olah ingin menantangnya.


"Tapi kalian memiliki dewa kemenangan di sisi kalian. Terus bergerak dan aku akan mendukung kalian bahkan jika aku harus memutar nasib dan hukum-sebab-akibar sehingga kalian bisa menang!!”


Mereka mungkin bisa melakukan ini dengan bantuannya.


Bahkan dalam pertarungan antara dewa, kekuatan dewa "kemenangan" mungkin merupakan bantuan yang menguntungkan.


Tapi sesaat kemudian, Baby Magnum terbalik bagaikan mainan.


"...!?"


Mengapa? Bagaimana? Untuk alasan apa?


"Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh!?"


Tidak ada waktu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu karena Kamijou dan yang lainnya harus menyebar ke segala arah untuk memastikan mereka tidak lumat karena tertimpa benda sebesar itu.


Baby Magnum berguling tiga kali dengan mudahnya.


Entah bagaimana, Object tersebut berhasil membalikkan perangkat-propulsi-listrik-statis berbentuk Y miliknya di atas tanah. Akan tetapi, hampir 100 laras meriamnya hancur dan bengkok. Tak perlu dikatakan, meriam-meriam tersebut dihancurkan oleh berat sendiri Object yang bobotnya mencapai 200,000 ton.


Tapi, apa yang sanggup membalikan benda seberat itu?


Dan juga, apakah itu cukup kuat untuk melakukannya meskipun kekuatan Týr telah mengubah medan perang ini menjadi area kemenangan Kamijou dan yang lainnya?


"Heh heh heh ☆"


Dengan robohnya Baby Magnum yang menghalangi pandangan, si pria summoner itu terlihat sekali lagi. Dan yang berdiri di sampingnya adalah "hasil akhir" dari monster yang telah dia kembangkan sampai saat paling terakhir.


Itu adalah seorang gadis cantik.


Twintails peraknya mencapai pinggang dan dia mengenakan pakaian perak yang dimodifikasi dari gaun pengantin. Dia ditutupi dalam warna putih dan dia bersandar terhadap si pria summoner sembari menekuk lengannya. Dia pun terkesan meremehkan Kamijou dkk.


Apa yang telah dia lakukan dengan lengan ramping itu dan bagaimana cara dia melakukannya?


Kamijou tidak bisa menemukan jawaban, tapi gadis itu berbicara dengan keyakinan mutlak dalam suaranya.


"Dewa? Kekuatan kemenangan? Siapa yang peduli tentang semua itu? Itu hanyalah suatu jenis kedewaan dari begitu banyak mitologi. Unexplored berada luar Regulation dan Divine, tapi aku berdiri di puncak yang bahkan lebih tinggi daripada itu semua. Apakah kalian benar-benar berpikir bahwa kalian sanggup menghentikan satu lembar rambutku?”


Pakaian si gadis berdesis.


Bajunya langsung berubah menjadi tombak besar, kapak, dan pedang. Lantas bena-benda tajam itu dilepaskan ke segala arah dengan kecepatan yang menakutkan.


Senjata-senjata itu menghancurkan setiap jenis material dan bahkan merobek pemandangan.


Senjata-senjata itu dengan mudah menusuk ke dalam armor Object seberat 200,000 ton. Baju si gadis berdesis lebih keras dan membalik ke atas.


Deru angin terdengar seperti kereta yang melewati terowongan bawah tanah.


"Ap-...?"


Yang muncul di hadapan Kamijou dan yang lainnya bukan lagi senjata yang dapat diandalkan dalam suatu perang.


Itu adalah senjata yang jauh lebih primitif dan jauh lebih luar biasa.


Itu adalah suatu memukul raksasa yang bisa menghancurkan setiap rintangan di hadapannya.


Benda itu bergerak secara vertikal, horizontal, dan ke segala arah.


Setiap pukulan mengandung kekuatan tumbukan yang cukup untuk membentuk kawah. Si gadis dengan santai mengayunkannya layaknya seorang anak kecil yang ngambek karena tidak dibelikan mainan.


Semua orang terbalik dalam sekejap.


Rasanya seperti menghadapi Perdana Menteri dalam permainan catur.


"Fwa ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha hahahaha hahahaha!!”


"K-Kau pasti sedang bercanda!!"


Heivia terlalu sibuk berguling-guling dan berusaha melarikan diri untuk mengangkat dan membidikkan senapannya. Jika dia tertegun bahkan hanya sesaat, ia akan tergencet pemukul itu dan berubah menjadi daging tentara cincang.


Kemudian, Quenser memberikan suatu teriakan.


"Tunggu! Jika dia terus menyerang seperti itu, Putri akan hancur berkeping-keping di dalam sana!”


"Hei, Zashiki Warashi! Berhentilah berpura-pura menjadi lemah. Serangan fisik tidak bekerja pada Youkai, jadi pergilah untuk mengambil pemukul itu dan hentikan dia sekarang juga!”


Jinnai Shinobu berteriak padanya dari jarak dekat, tapi Zashiki Warashi hanya terlihat kesal.


"Tubuhku mungkin kuat, tapi refleks-ku tidak lebih baik daripada seorang manusia biasa. Mungkin aku masih bisa berbuat banyak jika benda itu menyerang lurus ke arahku, tapi ketika benda itu bergerak di sekitar dengan cepat dan tak terduga, apakah kau benar-benar berpikir ada sesuatu yang bisa aku lakukan?”


Ratu itu mengayunkan senjata tumpul seberat lebih dari 200,000 ton.


Baginya, itu hanya hiburan di waktu luang.


Tampaknya, si gadis mulai bosan melihat Kamijou dan yang lainnya berlarian di sekitar untuk menghindari senjatanya. Sehingga, dia mulai mengeluarkan serangannya yang sebenarnya, yaitu serangan yang bisa dengan mudah mengakhiri pertarungan ini.


Satsuki meremas tali karet khususnya dengan kedua tangan.


"Jadi apa yang akan kita lakukan? Kita selalu bisa menyerang si pria summoner.”


"Tidak, serangan kita akan dibelokkan oleh lingkaran pelindung miliknya. Tidak ada yang bisa kita tembus kecuali kita menggunakan tangan kanan Touma atau sesuatu yang dapat menghancurkan area irasional di sekitar summoner.”


"Oh?"


Si ratu tertawa dengan ekspresi penuh penghinaan di matanya.


"Tentunya…tentunya....Kalian tidak berencana untuk mengganggu kakak tersayangku di depan mataku. Kalian benar-benar tahu bahwa itu akan menjamin 10,000 kematian bahkan jika itu hanya suatu lelucon April Mop, bukan?”


Pakaian si ratu sekali lagi berdesis dan berubah menjadi senjata yang tak terhitung jumlahnya.


Sesuatu ditembakan ke segala arah dari punggungnya. Seseorang mungkin akan menyebut benda itu sayap atau gunungan pisau, tapi nyatanya, itu adalah sesuatu yang jauh lebih buruk. Apapun itu, benda yang menyebar dari punggung si ratu terlihat seperti suatu lubang yang biasa ada pada gambar Tuhan dalam lukisan keagamaan.


Masing-masing dari kumpulan benda tersebut pastilah memiliki kekuatan yang cukup untuk menembus Object dengan mudah.


Kamijou mendecakkan lidahnya dan berteriak kepada si bocah dan Níðhöggr yang juga telah tertahan karena serangan si ratu.


"Pergilah!! Kita akan melakukan sesuatu terhadap dirinya, jadi, pikirkan saja tentang cara untuk menyelamatkan Hel!!”



Part 11[edit]


"Hel," gumam si bocah dari punggung naga besar.


Níðhöggr semakin kuat mengepakkan sayapnya untuk melesat dan dampak dari kecepatan luar biasa melilit tubuh si bocah. Mereka berdua meluncur dan terus maju seakan-akan membelah langit. Seluruh pemandangan berubah menjadi garis lurus. Mereka merobek dan melalui layar hitam, dan mereka mendekati inti pusat kekacauan di mana Hel menunggu.


"Hel!!"


Kain putih milik si ratu menggeliat dan dengan mudah melanggar hukum kekekalan massa. Dalam sekejap, tercipta lautan kain. Semua kain tersebut berubah menjadi kapak raksasa dan pedang. Dia mengayunkannya ke bawah satu demi satu. Tapi itu terlalu lambat untuk bersaing dengan kecepatan Níðhöggr. Ketika senjatanya meleset, ribuan pedang dan kapak itu merobek tanah di bawahnya, tapi si bocah itu tidak menengok ke belakang.


Dia menatap lurus ke depan.


Dia memandang ke arah gadis yang sedang menangis kesakitan sendirian setelah melepaskan julukan "Ratu Alam Baka" dan mengumumkan bahwa ia akan menyelamatkan semua orang.


(Aku akan menyelamatkannya.)


Dia tidak ragu-ragu dan dia tidak merasa takut.


(Aku akan mencapai Hel dan aku akan membawanya pulang!!)


Pada saat itu, mungkin si bocah memiliki tekad yang sama kuat dengan tekad yang dimiliki oleh Kamijou Touma atau Quenser Barbotage.


Tapi itu jugalah yang menjadi alasan mengapa Hel, sebagai musuhnya, mengambil tindakan untuk benar-benar melenyapkan mereka.


Mari kita kembali pada suatu hal lain.


Hel telah menyingkirkan julukan yang telah diberikan padanya. Dia sekarang hanyalah seorang gadis biasa seperti ketika dia dilahirkan dulu. Namun, kegelapan apa yang berputar-putar di sekelilingnya itu?


Beberapa orang akan menyebutnya badai hitam.


Yang lainnya akan menyebutnya suatu pohon hitam.


Keduanya adalah salah. Itu adalah pohon dunia baru yang telah diciptakan oleh Hel sebagai ketua dewa "lain". Dengan memperluas cabang dan akar yang tak berakhir, pohon itu bisa dengan bebas memanggil pasukan yang tak terhitung jumlahnya dari luar sembilan dunia Norse.


Tetapi pada saat yang sama, pohon itu adalah perwujudan semua dosa orang-orang yang telah dikirim ke Niflheim.


Ini adalah cap yang Odin telah tempelkan pada siapa pun yang dilihatnya sebagai jiwa tidak berguna. Latar belakang dan amal perbuatan orang-orang itu diabaikan, sehingga mereka dilemparkan ke Niflheim dan dipaksa menjalani penyiksaan abadi tanpa harapan keselamatan.


Itulah yang membuat orang dikirim ke alam baka.


Itulah yang merampas semua harkat dan martabat mereka.


Hel berusaha untuk membersihkan semua jiwa dengan melimpahkan semua dosa tersebut ke dalam dirinya sendiri. Dan dosa itu pun meluap ke sekitarnya tanpa akhir.


Dan yang terburuk dari semua itu adalah, seorang bocah tertentu berani melemparkan dirinya sendiri ke pusaran itu untuk menyelamatkannya.


Itu adalah dosa umat manusia, sehingga Youkai, naga, dewa, atau makhluk non-manusia lain mungkin mampu menanggungnya.


Tapi tak ada peluang bagi manusia normal.


Dengan kata lain, itu adalah kematian baginya.


Untuk melindungi Hel, kumpulan dosa masif itu mencegah segala sesuatu yang berusaha menuju ke pusat. Dan itu menyerang si bocah.


"Ah."


Dia bahkan tidak punya waktu untuk menjerit.


Níðhöggr berhasil melarikan diri dari serangan si ratu ketika serangan tersebut mendekat dari jarak jauh, tapi si naga tidak dapat sepenuhnya menghindari serangan tuannya.


Hanya sekejap.


Tubuh bocah itu tanpa ampun terlempar ke dalam wadah dosa hitam dan bencana kematian.


Tidak ada keajaiban yang terjadi.


Jelas apa yang akan terjadi.



Part 12[edit]


“…………………………………………………………………………………………Tidak mungkin.”


Sesuatu yang kecil bentak pada Hel.


Kegelapan itu adalah penyakit yang menggerogotinya, sekaligus merupakan bagian tubuhnya. Sehingga, kegelapan itu juga bertindak sebagai ujung jari, mata, dan telinganya.


Itulah mengapa dia menyadari apa yang sedang terjadi.


Kegelapan itu sendiri telah menghancurkan si bocah.


Hel ingin menyelamatkan semua orang dan dia bersedia untuk menanggung segala dosa untuk mencapai tujuannya itu.


Untuk mencapai keinginannya itu, dia telah memisahkan dosa terhadap jiwa manusia dan melemparkannya ke dalam Niflheim.


Seharusnya tidak berakhir seperti ini.


Kumpulan dosa masif itu telah membentuk pohon hitam dan juga merupakan alatnya. Namun Hel tak pernah menyangka bahwa kumpulan dosa masif itu ternyata memiliki kehendak sendiri dan kini ingin menghabisi nyawa si bocah.


Tapi sekarang, semuanya tidak berarti.


Semuanya sudah terlanjur terjadi.


"Ah."


Bahkan setelah ini semua terjadi, Hel telah mempertahankan beberapa bentuk harga dirinya.


"Ahh..."


Tapi sekarang, harga diri itupun telah hancur.


Sebagai makhluk yang memiliki kekuatan setara dengan ketua dewa, ia begitu membenci Odin yang secara egois memaksakan dosa pada jiwa seseorang dan melemparkannya ke dalam jurang kenestapaan. Dia telah bersumpah bahwa ia tidak akan pernah menjadi seperti dia. Ia akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.


Tapi harapan itu pun juga sudah lenyap.


Pada akhirnya, ia melakukan hal yang sama seperti si dewa berjanggut.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!?"


Kali ini, jiwa Hel benar-benar sudah rusak.



Di Asgard, Waltraute menghentikan pertarungan untuk menghadang saudari-saudarinya agar tetap berada di tempat. Dia malah menatap kosong ke permukaan tanah yang jauh berada di bawahnya.


Dia terpana dan lengah sampai-sampai dia hampir tertusuk oleh tombak milik kakaknya. Tapi Brynhildr menahan Spear of Destroying Lightning miliknya.


"Ha ha."


Seseorang tertawa.


Itu adalah tawa dari seorang dewa laki-laki.


Waltraute menolehkan kepalanya dengan kaku layaknya gerakan robot. Dia memandang si dewa yang berdiri di tepi salah satu dari tujuh Bifröst dengan tatapan mata kosong dan mengerikan.


Itu adalah Loki.


"Ha ha ha ha ha ha!! Selesai sudah! Akhirnya selesai sudah! Hel sudah benar-benar rusak dan mulai menyusuri jalan kehancuran. Ketika kakaknya melihat ini, Fenrir akan mengoyak Gleipnir dan melahap Odin!! Ini semua kulakukan semata-mata agar hal itu terjadi. Ini semua kulakukan untuk membatalkan skenario peramalan Ragnarök yang juga berarti kiamat bagi kita semua!! Dan sekarang tujuan itu telah terpenuhi, wahai semuanya!! Bagaimana kalau kalian bersukacita!?”


"Apa yang akan kamu lakukan?"


Brynhildr menanyai adiknya, bukan Loki.


"Jika kau hendak membunuhnya, aku akan membantu. Katakan saja apa yang bisa aku lakukan.”


"Aku tidak peduli." Loki sepertinya tidak bisa menghentikan tawanya.”Bagaimanapun, bencana akan menyebar tanpa akhir sekali Fenrir dilepaskan. Odin pasti akan terbunuh, tapi aku ragu bahwa aku akan melarikan diri tanpa cedera walaupun aku yang menarik pelatuknya. Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku akan mengubah akhir dunia jika aku tidak siap untuk itu?”


Gerakan baru muncul di hamparan tanah di bawah mereka.


Setelah membungkus bocah itu, kegelapan tebal itu tersebar dan dibersihkan.


Dosa manusia tidak cukup untuk menyakiti Níðhöggr, tetapi bocah yang berada di punggungnya benar-benar sudah lemas tanpa tenaga sedikit pun. Anggota tubuhnya lunglai dan rambutnya terurai seiring hembusan angin. Sekarang, dia lebih mirip benda daripada makhluk hidup. Sekarang, dia hanyalah gumpalan daging.


Tapi ada hal lain yang terjadi pada penonton.


Bocah itu tidak terbunuh oleh kekuatan gaib yang aneh.


"..."


Suatu pisau kecil tertusuk di tenggorokannya.


Kertas masih dianggap sebagai barang berkelas tinggi dalam peradaban Norse. Jadi, para bocah menggambar lukisannya pada papan kayu dan perlengkapan seni lainnya. "Kuas" tampak lebih seperti alat pahat. Ini karena, tulisan mereka dibuat dengan garis lurus, sehingga bisa dengan mudah diukir pada papan kayu atau sebatang tulang.


Benda itulah yang menusuk ke tenggorokan si bocah.


Dia tidak dibunuh oleh senjata seorang penjahat. Melainkan, dia dibunuh oleh peralatan gambarnya sendiri.


"Oh, itu bukan salahku." Loki masih saja mencemooh.”Ha ha!! Apakah rasa sakit dan ketakutan di dalam kumpulan dosa itu begitu kuat!? Sehingga dia bunuh diri sebelum tertelan di dalamnya!!?? Sayang sekali, Waltraute. Dia tidak ditelan oleh dosa, tapi apa bedanya?? Odin tidak akan pernah menerima seseorang yang menghindari pertempuran melalui bunuh diri. Jiwa bocah itu akan dilemparkan ke dalam Niflheim, sehingga kau kehilangan kesempatanmu untuk mengambil dia sebagai Einherjar!!”


Siegrune dan Rossweisse memikirkan hal yang sama: Oh, sayang. Waltraute pasti akan membunuh Loki saat ini. Dia akan merobek Loki jadi dua….belum puas....dia akan merobeknya lagi menjadi sembilan potongan. Dan dia akan menggunakannya untuk menghiasi masing-masing dari sembilan dunia.


Tapi mereka salah.


Waltraute bahkan tidak melihat ke arah Loki. Dia hanya bergumam pada dirinya sendiri.


"Tidak, ada sesuatu yang salah."


"?"


"Apa itu? Tunggu... Inikah kenapa dia menghabisi nyawanya sendiri!?”



Part 13[edit]


Valhalla adalah istana Odin di dalam Asgard. Di ruang tahta, ketua dewa berpenutup mata tersebut duduk diam di singgasananya.


Dia tidak melalaikan tugasnya; singgahsana itu adalah benda sihir dengan kemampuan khusus. Benda sihir itu bernama Hliðskjálf. Dengan hanya duduk di sana, dia bisa melihat semua hal yang terjadi pada sembilan dunia.


Dan ketika simbol kekuatannya, Gungnir, dikombinasikan dengan Hliðskjálf, dia pun tak terkalahkan.


Gungnir adalah suatu tombak lempar. Ketika dilempar, benda itu akan selalu terbang menuju organ vital si target. Benda itu tidak bisa ditembak jatuh atau dibelokkan oleh armor apa pun ketika melayang. Setelah mengenai targetnya, benda itu akan selalu kembali ke pemiliknya.


Yang musuh bisa lakukan hanyalah berdoa agar dirinya tidak menjadi target dari tombak itu dan bersembunyi. Namun karena Hliðskjálf adalah “teropong” yang bisa melihat apa pun di sembilan dunia, maka peluang selamat musuh-musuh si janggut adalah nol.


Selama mereka berada di sembilan dunia, tidak ada yang bisa melarikan diri dari serangan Odin.


"Aku telah menyerahkan permasalahan ini kepada anakku dan yang lainnya, tapi sepertinya ini adalah batas kemampuan mereka."


Masih duduk, ia mengulurkan tangannya ke udara.


Entah darimana, tombak muncul di tangannya dan dia mulai menentukan target berdasarkan pemandangan yang terlihat dari Hliðskjálf.


Rentang Efek / Hel dan pohon hitam yang tumbuh di sekelilingnya.


Maksimum Radius / Tidak disebutkan. Membasmi target adalah prioritas utama.


Tombak itu bisa menghancurkan segalanya. Jika dia melakukan kesalahan, tombak tersebut bahkan bisa menghancurkan dunia itu sendiri, tetapi ia tidak ragu-ragu. Dia tidak terlalu peduli tentang sesuatu yang bisa diperbaiki jika itu hancur. Ia hanya terfokus untuk menghancurkan sumber dari semua kekacauan ini.


"Kenapa kau tidak sadar bahwa kau sedang melakukan kekejaman terbesar?"


Seorang dewi berbicara untuk menentang orang yang berdiri di puncak para dewa.


Itu adalah Frigg. Dia adalah seorang dewi yang produktif menciptakan karya-karya. Itu membuatnya menjadi kebalikan dari si ketua dewa yang hanya bisa membuat karya-karya-tidak-produktif seperti: perang, sihir, dan penipuan. Tapi di sisi lain, dia juga istri Odin.


Namun, Odin tidak mengindahkan perkataannya.


"Menciptakan hal-hal baru adalah suatu pekerjaan yang indah, tetapi ketika hal-hal tersebut terus berkembang tanpa akhir, itu akan membawa kekacauan dan kehancuran. Itulah mengapa seseorang harus mengendalikannya. Ini tidak berbeda dari perlindungan tubuh manusia terhadap kanker melalui penghancuran sel yang terkendali dan presisi.”


"Itu tidak mengubah fakta bahwa tombakmu adalah racun yang kuat bagi umat manusia."


"Tapi pada akhirnya, itu akan menyelamatkan mereka. Tidak, mungkin akan lebih tepat jika aku mengatakan: itu akan mengurangi tingkat kerusakan.... Namun apapun itu, satu lemparan saja akan menyelesaikan semuanya. Semuanya akan dicuci bersih.”


Tidak ada lagi yang Frigg bisa lakukan.


Dia bisa berbicara pada Odin secara sejajar sebagai seorang istri, tetapi statusnya sebagai dewa jelas-jelas berada di bawah suaminya. Mungkin saja, Odin akan meletakkan tombaknya setelah mendengarkan apa yang orang lain katakan. Tapi itu sangatlah jarang terjadi ketika dia sudah bersiap-siap melemparkan benda itu.


Jadi, ketika ia sudah berdiri di atas singgasananya, Frigg tahu bahwa semuanya telah berakhir.


Namun, sesuatu yang aneh terjadi.


"...?"


Odin menatap telapak tangannya sendiri.


Dia menyadari adanya beberapa listrik statis aneh merambat melalui seluruh tubuhnya.


"A-apa ini? Seseorang mengganggu keberadaanku!?”


Dengan efek listrik yang menjalar di seluruh tubuhnya, dewa laki-laki berotot, berpenutup mata, berjanggut panjang tersebut menghilang.


Sedetik kemudian, seakan-akan di-teleport, seorang gadis pendek dengan rambut bergelombang pirang, topi seperti penyihir, dan jubah duduk di Hliðskjálf.


Satu-satunya hal yang tidak berubah adalah penutup mata dan Frigg tersentak saat melihat fenomena ini.


"Dewi".


"Apakah kau Othinus!?"


"Kau sungguh tak sopan. Apakah pantas bagi seorang dewa biasa memanggil namaku tanpa gelar penghormatan?”


Gadis ini adalah bentuk lain dari Odin. Suaranya berubah dan terdengar begitu berbeda.


Aliran listrik terus menjalar di seluruh tubuhnya. Dewa laki-laki berotot dan Dewi berpenampilan penyihir tersebut terus bertukar-tukar tempat, seakan-akan proses teleport belum sepenuhnya usai dan terus terjadi.


Gadis itu memaksa agar wujudnya stabil untuk duduk di takhta.


Frigg memilih dan mengucapkan kata-katanya dengan hati-hati.


"Setelah semua ini, apa yang mungkin anda inginkan?"


"Ha ha, 'setelah semua ini'? Aku tidak peduli tentang tempat ini. Sama seperti pria berjanggut itu, aku tidak lagi tahan hanya duduk dan menonton lebih lama lagi. Tentu saja, yang aku lakukan adalah menghentikan semua tindakannya.”


Othinus mengistirahatkan lengannya dan dengan lembut menempatkan kepalan tangannya pada pipi.


"Aku hanya mengulur-ulur waktu sebelum si dewa-terobsesi-perang itu bisa melemparkan tombaknya. Aku harus memaksakan diriku untuk berada di sini. Ini tidak akan bertahan lama, mungkin hanya beberapa menit atau bahkan beberapa detik. Tetapi, sedikit saja tundaan, akan mampu merubah banyak hal.”


"Apakah anda sedang mengatakan bahwa mereka memiliki peluang untuk melawan dewa... yaitu makhluk yang berdiri di puncak surga dan memutuskan segala sesuatu sesuai kehendaknya?”


"Tentu saja mereka punya peluang. Bocah jabrik yang mengepalkan tinjunya itu mungkin terlihat idiot, tapi dia adalah pria yang pernah sekali menyelamatkan dewa yang sedang berbicara padamu sekarang.”



Part 14[edit]


Index mengangkat kepalanya sambil tetap menekan jubahnya.


"Ini buruk... Ini buruk, Touma!! Tampaknya Odin sudah mulai bertindak. Ketika ia bergabung dalam pertempuran ini, dia akan melempar Gungnir, yaitu benda yang akan menghancurkan segala sesuatu yang telah kita usahakan di sini!!”


"Gung... nir?"


Kamijou Touma menelan ludah, nama itu masih terukir jelas di pikirannya.


Dia pernah menantang seorang dewa lain yang juga memiliki Gungnir.


"Benda itu bisa jatuh dari surga kapan pun. Itu mungkin akan menargetkan Hel, tapi aku juga meragukan keselamatan kita. Jika kita terjebak dalam suatu ledakan yang besar, aku tidak yakin tangan kananmu bisa menghentikannya.”


"Masih ada cara," ujar Mikoto.


Sesaat kemudian, tanah dengan cepat membeku. Ini adalah hasil pekerjaan Yuki Onna yang benar-benar bisa mengubah suhu lingkungan menjadi nol. Seluruh daratan membeku dan meluas sampai ke cakrawala. Suatu kotak tipis yang menyerupai kereta salju melayang-layang di atas rel es.


"Jika benda hitam-legam itu memiliki diameter 80 km, itu berarti kita berada di radius 40 km dari pusatnya, iya kan? Dengan superkonduktivitas suhu rendah dan arus listrik bertegangan tinggi yang bisa kuhasilkan, kita bisa meluncur layaknya roket dengan menggunakan teori kereta-motor-linear. Aku tidak tahu di mana tombak tersebut akan dijatuhkan dan bagaimana efeknya, tetapi, kau harusnya bisa menghentikannya karena kau juga bisa menyegel kekuatanku. Jadi, serahkan sisanya padaku.”


"Itu berarti..."


Semua orang terfokus pada satu titik.


Si ratu ber-twintail yang membalikkan semuanya tersenyum dengan tenang.


Quenser bermain-main dengan bahan peledak tambahan di tangannya.


"Kita harus menghentikannya, bahkan jika itu hanya untuk sesaat!!"


Semua orang kecuali Kamijou dan Mikoto bergegas maju ke depan, tapi ekspresi sang ratu tetap tidak berubah.


"Berapa kali..."


Dia tersenyum saat serangan peluru senapan menghujani dirinya.


"....harus aku katakan..."


Dia meraih leher Killer Queen dengan satu tangan.


"Kalian tidak memiliki kesempatan..."


Dia meraih leher gadis kelinci dengan lengan lainnya.


"Sebelum..."


Setiap bagian dari pakaian putihnya menggeliat dan senjata yang tak terhitung jumlahnya seperti: pedang, tombak, kapak ditembakkan keluar.


"....kalian memahaminya?"


Serangan itu tampaknya meledak ke segala arah. Senjata putih itu menghancurkan material apa pun.


"Touma, cepat pergilah! Jika Odin mengakhiri ini, kita tidak dapat menyelamatkan siapa pun! Jadi...!!”


"Sialan!!"


Kamijou mengertakkan giginya dan dia pun menaiki kereta salju tersebut, dan benda mengambang itu pun meluncur ke bawah.


Tapi ini bukan karena Imagine Breaker.


Yuki Onna lah yang telah menciptakan rel es dan kotak kereta salju itu tertusuk oleh senjata putih yang tak terhitung jumlahnya. Sehingga, dia tidak bisa mempertahankan kekuatannya.


Mereka tidak bisa berhasil tepat waktu.


Mereka tidak bisa tiba tepat waktu.


"Tidak ada gunanya," erang Kamijou.


Dari jarak jauh, ia melihat cahaya oranye yang jatuh tegak lurus dari surga. Senyum elegan ratu ber-twintail terus terpampang di wajahnya. Dia pasti begitu yakin bahwa seorang summoner bakal bertahan walaupun dunia ini kiamat.


Tapi itu tidak benar.


Jika benda itu mencapai permukaan dan mengisi segala sesuatu dengan kehancuran, Kamijou dan yang lainnya tidak mungkin bisa selamat. Hal yang sama juga berlaku pada Hel yang menjadi target dari tombak tersebut.


Namun, tidak ada yang bisa mereka lakukan.


Pertahanan si ratu adalah mutlak. Mereka tahu bahayanya, tetapi mereka tidak bisa mencapai tombak tersebut.


Tangan kanan bocah itu gagal mencapainya.


"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!"



Part 15[edit]


Teknik penundaan yang diupayakan oleh Othinus berakhir tak lama kemudian.


Dia menghilang dan Odin pun kembali.


Dia meraih Gungnir dan diam-diam meninggalkan singgahsananya. Setelah ia tiba di tepi Asgard, ia dengan tenang mengangkat tombaknya.


Dia tidak ragu-ragu.


Dia melemparkan tombak dewanya secara langsung ke pusat pusaran hitam pada dasar pohon kegelapan.


Tombak jatuh ke permukaan sembari dikelilingi oleh cahaya oranye.


Kekuatan dewa ini akan menghancurkan apa saja yang bertentangan dengan kehendak Odin, sehingga seharusnya tidak ada yang mampu bertahan dari serangan ini.


Harusnya, Hel akan tewas, sebagian dari dunia akan hancur, dan segala sesuatu akan usai.


Namun...


"Apa?"


Dengan suara yang memekakkan telinga, suatu telapak tangan menghalangi jalan Gungnir.



"Aku tidak percaya ini."


Mata Waltraute terbuka lebar di Bifröst.


Pemilik telapak tangan kanan itu bukanlah Kamijou Touma.


Kekuatan yang menghentikannya bukanlah Imagine Breaker.


Bahkan Loki menatap dengan tidak percaya pada cahaya besar di permukaan.


"Apa ini? Itu... itu adalah bocah yang tadi bunuh diri, bukan!? Bagaimana dia bisa hidup kembali!?”


"Yang lebih penting lagi, bukankah itu kekuatan milik Baldr?" tanya Brynhildr.”Dikatakan bahwa Dewa Cahaya dapat menangkis setiap serangan. Bahkan Odin tidak dapat melukai dirinya. Tapi aku pikir, dia telah mati karena salah satu rencana busuk Loki.... Tidak, tunggu. Dia meninggal? Dan pergi ke alam baka?”


"Itu benar," kata Waltraute dengan suara bergetar.”Bocah itu tidak bunuh diri karena ia tidak bisa menahan rasa sakit dan penderitaan. Dia sengaja mengakhiri hidupnya sendiri agar bisa melakukan perjalanan ke alam baka dan meminjam kekuatan dewa cahaya yang dipenjarakan di sana!! Dia tahu benar bahwa dia bukanlah jiwa yang berharga. Karena itulah jiwanya dikirim ke Niflheim, bukannya ke Asgard!!”



Beberapa waktu sebelumnya, si bocah (secara teknis, itu adalah jiwanya) tiba di Niflheim, yaitu dunia putih yang berisi salju dan es.


Harusnya, anjing penjaga raksasa bernama Garmr akan memandu jiwa orang mati layaknya anjing gembala, namun tuannya, Hel, telah meninggalkan Niflheim. Itu berarti, perannya sebagai ratu alam baka sudah lenyap.


Untuk membantu Hel, Garmr memandu jiwa bocah itu ke istana es Éljúðnir.


Pada ruangan yang sangat-sangat-sangat-sangat dalam, yang berbentuk seperti sel penjara mewah, ada seorang pria muda yang menunggu di sana.


Dia adalah Baldr.


Kematiannya telah diramalkan tak lama setelah kelahirannya. Jadi, ada suatu kontrak yang telah dibuat untuk memastikan tidak ada benda, fenomena, atau bentuk kehidupan pun yang bisa membahayakan dirinya. Satu pengecualian adalah mistletoe* yang dianggap terlalu muda untuk membunuhnya. Namun, Loki telah membunuhnya dengan menggunakan tombak yang terbuat dari mistletoe dan juga bantuan dari Höðr, yaitu saudara laki-laki Baldr yang buta. [Mistletoe adalah suatu tanaman parasit yang tumbuh pada tanaman berdaun lebar. Tanaman ini menghasilkan buah berry putih di kala musim dingin. Beberapa nama ilmiahnya adalah: Viscum album (Eurasia), Phoradendron flavescens (Amerika Utara), dan banyak lagi. Kamus Besar Oxford.]


Meski begitu, diramalkan bahwa ia akan dibangkitkan layaknya phoenix dari puing-puing yang tersisa setelah Ragnarök berakhir. Lantas, ia akan memerintah dunia baru.


"Oh? Ini bukanlah hal yang biasa.”


Baldr memancarkan cahaya untuk menyambut kedatangan si bocah.


"Di luar begitu tenang dan dosa yang tadinya mengisi Niflheim, kini telah lenyap.... Aku kira, Hel akhirnya kehabisan kesabaran.”


"Apakah kau adalah Tuan Baldr?"


"Ya, itu aku. Tapi biarkan aku menjelaskan sesuatu: jangan berharap terlalu banyak padaku. Aku dipuji sebagai dewa cahaya, tapi aku tidak bisa melakukan apa pun sebelum aku tewas karena salah satu rencana busuk Loki. Saudaraku, Höðr, ditetapkan sebagai pembunuh, jadi dia lah yang merenggut nyawaku. Aku tidak bisa menyelamatkan orang dan bahkan menyebabkan kematian pada saudara kembarku, jadi jangan harap aku sanggup memenuhi semua harapanmu.”


"Nn!"


"Kamu tidak menyukainya? Tapi suaraku tidak akan mencapai Hel. Jika saja aku adalah dewa cahaya yang sebenarnya, kegelapan Niflheim sudah memudar sejak dulu, tapi aku bahkan tidak bisa memenuhi itu. Hel telah pergi, kan? Bukti apa lagi yang kau butuhkan?”


Dewa ini tidak mampu menyelamatkan siapa pun.


Dia telah menjadi penyebab kematian saudara kandungnya.


Mungkin itulah sebab mengapa dia berakhir di alam baka setelah mati. Dia mungkin telah menyegel dirinya sendiri di kedalaman bumi karena malu atas apa yang dipandang sebagai dosa paling besar.


Tapi...


"Itu bukanlah alasan."


"Untuk apa?"


"Aku bilang, itu bukankah alasan untuk menyerah menyelamatkan Hel!!" kata si bocah.”Dia tidak mendengarkanmu, tapi itu bukanlah alasan bagimu untuk berhenti berbicara kepadanya. Dia tidak ingin diselamatkan, tapi itu bukanlah alasan untuk berhenti menyelamatkannya! Jika kau menyerah di sini dan lepas tangan, Hel akan ditinggalkan sendirian. Dia akan kehilangan jalan keluar!! Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Kau mencoba untuk memanggilnya karena kau mengerti, bukan!?”


"..."


Dewa ini memang memancarkan cahaya, namun tampaknya ada hal lain yang membuatnya silau.


Tapi bocah itu tidak menyadarinya.


"Aku ingin menyelamatkannya, aku ingin melihat senyumnya, dan aku ingin bermain dengan dia! Jadi bantu aku. Tidak masalah jika Hel ingin diselamatkan ataukah tidak!! Pinjamkan kekuatanmu untuk memberinya harapan sebelum dia menemui jalan buntu tanpa tau arah pulang!! Lantas, kita bisa membiarkan Hel memilih lagi jalan apa yang ingin dia tempuh! Aku butuh kekuatanmu!!”


"Baiklah."


Hanya itu yang Baldr katakan.


Dia memandang bocah lemah ini setara dengannya, sehingga ia mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.


"Mari kita menyelamatkannya. Pertama, kau harus kembali ke permukaan.... Aku adalah dewa cahaya, jadi aku akan melindungimu selama ada sesuatu yang bersinar di dalam hatimu.”



Part 16[edit]


Cahaya yang kuat melonjak dari telapak tangan si bocah.


Itu adalah cahaya milik Baldr, yang seharusnya tidak mungkin dibunuh dengan cara apapun.


Bahkan Gungnir milik Odin bukanlah pengecualian.


Si bocah mendorong tangan kecilnya ke atas dan Gungnir membenturnya. Tombak itu pun bengkok seperti kail dan kekuatan penghancur tombak tersebut terpancar ke arah lain. Itu gagal mengenai Hel, tetapi memiliki target lain, yaitu pohon hitam yang berputar-putar di sekelilingnya. Kekuatannya menyebarkan kehancuran seakan-akan tujuannya telah tercapai.


Itu semua terjadi hanya dalam sekejap.


Pusaran hitam-legam itu berukuran 80 km, namun benda itu hancur berkeping-keping layaknya balon yang meletus. Itu juga melenyapkan makhluk-makhluk yang dipanggil oleh kegelapan tersebut.


Namun, hanya itu yang berhasil dicapai oleh tombak tersebut.


Tombak itu pun kembali ke orang yang melemparkannya, sehingga, benda itu kembali ke dunia surgawi layaknya sebatang bumerang.


Bayangan di kaki si bocah tumbuh dengan tidak wajar.


Akhirnya, bayangan itu menampakkan wujudnya yang terdiri dari cahaya putih bersinar.


"Ayah benar-benar luar biasa!!" teriak bayangan putih itu sebelum tombak bisa dilemparkan untuk kedua kalinya.”Aku, Baldr, melihat dengan mataku sendiri!! Mencuci bersih jiwa manusia dari dosa dan menyelamatkan Hel dari amukannya sendiri adalah hal yang hanya bisa dicapai oleh Sang Ketua Dewa!! Aku sekarang paham bahwa hanya Odin yang bisa berdiri di puncak para dewa. Dan dengan menyelamatkan Hel, ayah telah membuktikan bahwa tidak ada ketua dewa lain yang setara dengan Odin!!”



"Nhhh!!"


Odin menggerutu saat ia meraih Gungnir dengan satu tangan setelah terbang kembali ke pemiliknya.


Komentar itu membuat dia mengurungkan niat untuk menghabisi Hel.


Sungguh suatu kebetulan, bahwa ia telah meledakkan semua dosa tanpa membunuh Hel (atau paling tidak, itulah yang ada di benaknya), tetapi jika ia melemparkan tombaknya lagi, ia akan merusak hasil yang tak terduga ini.



"Ah..."


Hel menatap cahaya.


Di matanya, ada sosok seorang bocah manusia yang naik di punggung seekor naga.


Dia pikir, tidak ada bantuan yang datang.


Bocah yang menunggangi Níðhöggr perlahan turun ke tanah.


Cahaya terang itu sekarang berada di dalam jangkauannya.


Dia mengira, menyelamatkan dirinya berarti mengorbankan begitu banyak jiwa manusia.


Pada saat ini, siapakah dia?


Apakah dia adalah ratu alam baka, atau ketua dewa lainnya yang menyelamatkan dunia?


Kemungkinan besar, bukan keduanya.


Saat ia melihat ke langit dengan tatapan kosong, dia tidak lebih dari seorang gadis biasa.


Dia mengira, ketetapan hatinya telah hancur karena kematian si bocah.


Namun...


Namun...


Namun...


"Sekarang tidak apa-apa, Hel. Ini semua sudah berakhir, jadi, mari kita kembali ke tempat teman-teman.”


Tidak perlu ada kata-kata indah.


Tidak perlu ada uraian ringkas tentang akhir dari permusuhan ini.


"Tentu."


Hel mendongak ke langit.


Dia dengan ragu-ragu mengulurkan tangan dan memeluk si bocah yang turun dari naga hitam.


"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh!! Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!”


Hel menangis seperti seorang gadis normal.


Dan dengan demikian, pertarungan yang bisa mengakhiri dunia ini, sudah selesai.



Epilog[edit]


[Seri Pendahuluan 6]


Heavy Object


Semua perang ditentukan oleh senjata kolosal yang dikenal dengan sebutan Object, yaitu benda yang bisa menahan serangan senjata nuklir. Tapi, dua orang tentara preman idiot berlarian di antara ledakan-ledakan dan desingan-desingan senapan untuk memutarbalikkan fakta tersebut!!..... Dan mereka tampaknya tak ambil pusing dengan itu semua.

Kamachi Crossover 324-325.jpg

Pada waktu dan tempat yang tidak diketahui, Waltraute berhadapan dengan dewa tertentu: Dewa Cahaya Baldr.


"Nona Frigg bertanya-tanya apakah kau akan kembali ke Asgard."


"Ibu, hm? Tidak, akan lebih baik jika dia menghabiskan waktu dengan berada jauh dari putranya. Bagaimanapun juga, dia hanya perlu melihat kematianku dalam mimpi, kemudian memanggil setiap objek, fenomena, bentuk kehidupan dan berteriak pada mereka semua agar tidak pernah menyakitiku.”


Kekebalan Baldr bisa menangkis setiap serangan, tapi itulah sebabnya. Itu membuatnya terlihat seperti memiliki mother complex* atau ibu yang terlalu protektif, jadi dia tidak bisa membual tentang kemampuannya. [Mother complex adalah suatu tedensi sex dengan ibunya.]


"Dan jika aku membangkitkan diriku sendiri di sana, harusnya aku sudah menggunakan si bocah sebagai batu loncatan. Dewa cahaya tidak boleh naik ke surga dengan menelantarkan seorang anak manusia yang mencari keselamatan. Aku ingin menjadi seorang dewa seperti itu.”


"Aku kira, aku harus berterima kasih padamu. Harusnya, manusia yang menikam lehernya sendiri tidak akan pernah hidup kembali.”


"Aku juga harus berterima kasih pada si bocah. Tak diragukan lagi, adalah tindakannya yang membuat diriku mengingat posisiku sebagai seorang dewa cahaya.”


"Apakah itu yang menyebabkan dirimu mau melakukan hal ini?"


"Yaahh, aku yakin bahwa Niflheim akan menjadi suatu tempat yang benar-benar berbeda ketika semua dosa manusia sudah dibersihkan dari sini. Tetapi jika Odin tidak mengubah kehendaknya, alam baka akan cepat terisi kembali dengan jiwa manusia yang dikirim atas alasan dosa-dosa palsu.... Seseorang perlu untuk memantau progres yang dibuat oleh Hel ini. Dan itu membuatku berpikir. Dewa cahaya... tidak, cahaya itu sendirilah yang diciptakan untuk menerangi kegelapan. Tidak ada yang bisa kulakukan di Asgard, yaitu tempat yang sudah terisi penuh dengan cahaya. Aku telah menemukan suatu tempat yang ingin kusinari dengan cahaya terangku, jadi aku tidak akan kembali sampai aku berhasil menyelamatkan Niflheim.”


Baldr tersenyum kecil.


Seperti biasa, Waltraute mempertahankan ekspresi masam di wajahnya dan dia pun tidak tersenyum. Tapi, sikapnya tidak melunak.


"Aku masih tidak percaya bahwa bocah itu berani mencabut nyawanya sendiri untuk melewati batas antar dunia, dan berbicara secara langsung dengan seorang dewa.”


"Aku setuju denganmu tentang hal itu. Aku harus berbicara padanya nanti. Apa pun alasannya, aku tidak bisa biarkan dia memuliakan tindakan bunuh diri.”



Kamijou dan yang lainnya berkumpul kembali pada Kapal Dewa Skíðblaðnir.


Cobaan dari Hel sudah usai dan mereka akan kembali ke rumah masing-masing.


"Sekarang, semuanya telah berakhir, itu terasa begitu cepat."


Heivia enggan melihat kembali ke permukaan tanah.


"Kita tidak pernah mengunjungi suatu pemandian elf bertelinga panjang, bukan? Yahh, banyak hal telah terjadi dan kita semua hampir saja mati, tapi itu bukanlah liburan yang buruk."


"Setuju," kata Quenser yang terdengar lelah.”Tapi si pria summoner itu benar-benar makhluk lain. Aku tak akan pernah ingin berurusan lagi dengan seseorang seperti itu. Membuat Putri pusing ketika masih berada di dalam Object bukanlah suatu hal yang normal.”


Jinnai Shinobu berlarian karena mencoba untuk meloloskan diri dari Yuki Onna.


"Heh heh heh. Eh heh heh heh heh. Aku memahami perasaanmu karena telah diabaikan. Kau kesepian karena terus membeku sepanjang waktu, bukan? Jadi kali ini, aku akan membekukan kita berdua bersama-sama. Dengan begitu, aku tidak akan pernah selama laaaamanya membiarkan kau kesepian lagi.”


"Tidak ! Tidaaaaaakkk!! Apakah sifatmu sebagai Youkai semakin kuat di sini karena kita sedang berada di dunia Fantasi!? Dan mengapa semua spesies kalian selalu bersifat Yandere!?”


Kebetulan, Zashiki Warashi berbaju renang dedaunan tidak menunjukkan tanda-tanda mau membantu salah satu warga rumahnya. Dia menatap ke kejauhan tapi tidak sedang mengenang sesuatu. Dia hanya berpikir tentang bagaimana dia bisa makan roti normal dan soba lagi.


Sementara itu, mahasiswa Anzai Kyousuke duduk di dek yang super besar.


"Huffff. Jadi petualangan kita dengan ke-Absurd-an akhirnya berakhir.”


"Ngomong-ngomong, gadis kelinci, akankah kau baik-baik saja ketika kita kembali nanti? Tidakkah kau sudah…...”


"Tidak perlu khawatir. Beberapa hal memang harus terjadi di dalam hidup ini.... Dan biarkan aku memperingatkanmu bahwa jangan menjadi lengah dan menganggap aku sudah benar-benar lenyap dari dunia.”


Nanajou Kyouichirou dan Satsuki saling bercakap-cakap sendirian.


"Kau tahu…..aku pikir, aku lebih suka tinggal di sini selamanya jika ketika aku kembali nanti, semuanya hanya dipenuhi dengan pembunuh-pembunuh yang siap merenggut nyawaku.”


"Di sisi lain, walaupun dunia ini tidak dipenuhi dengan banyak pembunuh, namun tampaknya di sini adalah tempatnya peperangan dan kelaparan. Mungkin mereka semua harus bekerja keras untuk bertahan hidup, sehingga mereka tidak punya waktu untuk memikirkan pembunuhan yang cerdas.”


Seluruh bagian kapal yang ukurannya seperti daratan tersebut mulai bersinar dengan samar-samar.


Kamijou benar-benar memperhatikan di mana dia meletakkan tangan kanannya. Dia tidak mau meniadakan sihir yang menggerakkan kapal ini sehingga dia tidak bisa pulang.


"Yah, aku senang karena kita tidak meninggalkan dunia ini dengan perasaan mengganjal di dada. Aku sudah cukup setuju dengan itu.”


"Masih ada banyak hal yang membuatku penasaran, tapi mungkin akan lebih baik bagi kedua dunia, jika aku tidak membawa pengetahuan dari sini.”


"Aku lebih penasaran tentang seberapa lama waktu telah kita habiskan, ketika kita kembali ke dunia asal nanti. Sudah minggu lamanya kita berada di dunia ini. Seminggu penuh. Apakah kau pikir, mungkin saja waktu akan kembali ketika kita lenyap dari dunia ini?”


Waltraute melihat mereka pergi dari daratan sembari menunggangi kuda putihnya, si bocah duduk di depan dia, dan Hel masih saja menunggangi Níðhöggr.


Kamijou melambaikan tangan kepada mereka.


Perubahan terus terjadi dan pemandangan di depan mereka kabur. Atau mungkin, eksistensi mereka lah yang mulai memudar.


Ini adalah akhir.


Semua benda di sekitarnya mulai terurai, tapi anehnya, suara Kamijou Touma masih terdengar dengan jelas.


"Sampai jumpa lagi di lain waktu dan lain tempat."


Dengan kedipan cahaya, beberapa sinar tersebar ke beberapa arah dan melampaui batas-batas antar dunia.



A.E.02: Bukan Waktunya untuk Bergairah pada Kostum Renang 2.0[edit]


[Seri Pendahuluan 7]


Waltraute-san no Konkatsu Jijou


Seorang bocah laki-laki jatuh cinta pada Waltraute Sang Valkyrie. Waltraute ditarik-tarik ke sekeliling oleh si bocah. Harusnya, hanya itu yang terjadi. Tapi hal berikutnya yang Waltraute tahu, dia memanggang Odin dan menghancurkan Ragnarök

Kamachi Crossover 332-333.jpg



Part 1[edit]


Namun, mereka tidak dapat kembali ke rumah masing-masing.



Part 2[edit]


“………………………………………………………………………………………………………”


Kamijou Touma, Index, Misaka Mikoto, Quenser Barbotage, Heivia Winchell, Milinda Brantini (di dalam Object), Jinnai Shinobu, Zashiki Warashi Yukari, Yuki Onna, Anzai Kyousuke, Higashikawa Mamoru, Gadis Kelinci Karen, Nanajou Kyouichirou, dan Satsuki, semuanya berdiri dalam keheningan pada dek Kapal Dewa Skíðblaðnir.


Setelah begitu percaya diri menyatakan bahwa mereka akan pulang, mereka sekarang masih di sini.


Tadi, lingkungan mereka tampak kabur, namun mereka hanya mendapati diri mereka sendiri berdiri di tempat yang sama persis dengan sebelumnya. Beberapa jam tampaknya telah berlalu, Waltraute dan Hel sudah pergi. Tidak adanya kehangatan sambutan seperti sebelumnya, membuat mereka merasa lebih dingin layaknya orang yang terdampar di pulau tak berpenghuni.


Ini adalah perasaan yang sama seperti ketika seseorang mengikuti tes uji nyali pada tempat angker di tengah malam. Kemudian, kau menyadari bahwa ternyata beberapa orang yang bertugas menjadi hantu gadungan tidak berada di sekelilingmu. Sehingga, kau hanya sendirian di tempat uji nyali angker tersebut.


Pencarian pelakunya segera dimulai.


"Inikah apa yang aku pikirkan?" tanya Zashiki Warashi.”Apakah salah satu diantara kita masih memiliki keinginan untuk lebih banyak bersenang-senang di dunia ini dan tidak mau kembali, sehingga mereka akhirnya memutuskan semua prosesnya?”


"Maksudmu ada seseorang yang secara sengaja membuat kita tetap berada di sini?" tanya Misaka Mikoto dengan marah. "Nah!? Aku tidak benar-benar memahami apa yang sedang terjadi di sini, tapi.....para lelaki!! Aku yakin bahwa ini semua adalah hasil dari ulah kalian dan otak-otak kalian yang kotor!!”


"Apa!? Bukankah para gadis yang tidak ingin pulang? Bagaimanapun juga, jika kita kembali, kalian akan berdiri di jalanan tanpa mengenakan apa-apa kecuali armor bikini!!”


"Dan salah siapa itu!? Aku akan memanggangmu!!”


Dimulai dengan Mikoto dan Heivia, kelompok laki-laki dan perempuan kembali bersitegang.


Satu-satunya yang bisa menengahi mereka adalah Mas Kamijou Touma.


"T-tenang," kata si pria sejati berambut jabrik.”Kita semua ingin kembali pulang, bukannya bertarung, kita harus mencoba untuk bekerja sam-...”


"Diam!! Mari kita menyerangnya terlebih dahulu!!!!!!” yang lainnya berteriak.


Setelah mereka baku hantam dalam awan debu tebal yang disertai tanda-tanda bintang melayang, mereka berdiri di sekitar si idiot berambut runcing yang hanya bisa merangkak di sepanjang dek dengan pakaian compang-camping.


"A-Aku benar-benar berpikir bahwa perlakuan ini tidak dapat diterima..."


Tak seorang pun mendengarkan apa yang si jabrik keluhkan.


"Lagi pula, jika kita tidak memecahkan masalah ini dengan cepat, mungkin kita akan terjebak di sini selamanya!" (Index)


"Berhenti mencoba untuk mengambil hikmahnya!! Aku benci ketika ada orang yang mencoba sok alim! Kau dipenuhi dengan kebencian!!” (Anzai Kyousuke)


"Aku tidak suka ketika emosimu berkobar-kobar seperti itu. Haruskah aku mendinginkanmu?” (Yuki Onna)


"Um, hanya perasaanku saja, atau kalian memang lebih terfokus dalam mencari pelakunya daripada menemukan cara kembali pulang?” (Gadis kelinci)


"Aku tidak pernah menyukai tempat ini! Dunia ini seharusnya menjadi dunia fantasi legit, tapi tidak ada tanda-tanda munculnya Penyihir Sabbath* telanjang atau baju renang terkutuk yang membuat setiap gadis mengenakannya jadi terangsang!!” (Quenser) [Penyihir Sabbath adalah para penyihir yang sering berkumpul untuk melakukan praktik perdukunan di abad ke-17, Eropa kuno. Wikipedia Bebas.]


"Aku tak paham sedikit pun tentang apa yang sedang kau katakan, tapi aku bisa berasumsi bahwa kau menginginkan aku untuk membunuhmu, bukan?” (Satsuki)


Babak kedua dimulai.


Beberapa orang mungkin bertanya-tanya tentang sisi mana yang akan menang dalam konflik serius ini, tetapi umumnya, para gadis jauh lebih kuat. Jika diibaratkan dalam permainan catur, para pria seperti pion yang bisa promosi suatu saat nanti, namun para gadis seperti gajah tau perdana menteri yang pergerakannya jauh lebih fleksibel.


Seorang biarawati putih berambut perak dan bermata hijau mungkin adalah sasaran empuk bagi para pria mesum idiot tersebut, namun tak ada yang bisa mereka lakukan ketika Object, beberapa Youkai, Level 5, dan Killer Queen menyerang sekaligus.


Dan setelah 30 detik, semua pria dipaksa merangkak di sepanjang dek dengan pakaian compang-camping.


"Ke-kenapa kalian tidak paham bahwa tak seorang pun mau melihat ini!? Di sinilah seharusnya armor mendapatkan suatu ilustrasi yang bagus!!”


"Dan kalian semua terlalu kuat!! Apakah kalian membuat suatu penghalang kecantikan atau sesuatu sejenisnya!?”


Pemenang tidak akan mendengarkan keluhan dari orang-orang yang jadi pecundang.


Gadis-gadis mulai merencanakan sesuatu sambil meremehkan para pria layaknya kumpulan kumbang kotoran.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Hmm. Apakah disengaja ataukah tidak, aku pikir ada seseorang yang mengganggu proses pulang.”


"Dengan kata lain, kita bisa pulang jika kita menyembelih orang-orang tercela ini?"


"Jika kita membantai semua idiot ini, tampaknya itu terlalu kejam. Bagaimana kalau kita membunuh mereka satu per satu, kemudian melihat efeknya pada proses teleportasi? Jika kita masih saja tidak bisa pulang, maka kita bunuh lagi satu, dan begitu seterusnya.”


Para gadis mulai mempertimbangkan untuk mempraktekan hukuman mati yang biasanya menjadi tontonan warga pada abad pertengahan di Eropa, tetapi sesuatu menghentikan mereka.


Atau lebih tepatnya, masalah yang lebih besar jatuh di atas mereka.


Waltraute, adik Valkyrie keempat, dan Hel, ratu alam baka dan Ketua Dewa Kedua, jatuh ke bawah layaknya meteor sembari saling merobek-robek rambut dan pakaian masing-masing.


"Gwoooooohhhhhhhh!! Menyerahlah, dasar kau pencuri sialan!! Aku sudah tahu bahwa kau melemparkan bocahku ke alam bakkkkkaaaaaaaaaaaaaaaaa!!”


"Apaaaaaaaaaaaaaa!? Aku sudah tahu bahwa kau adalah orang yang menyeretnya ke dunia surgawi, dasar pemmmmmbuuuuunuuuuuuuuhhhhhhhhhh!!”


Kamijou dkk tak tahu sama sekali apa yang sedang dibicarakan oleh kedua gadis, yang sebelumnya tampak rukun tersebut, tapi untungnya, hantaman mereka tidak menyebabkan kawah pada dek Kapal Dewa.


Sebaliknya, mereka merobek dek layaknya pesawat yang melakukan pendaratan darurat.


"Um, aku pikir, ini adalah berita buruk. Pertarungan antara orang-orang yang berada di tingkatan dewa adalah suatu jenis Absurditas yang tidak biasa terjadi!”


"Bukankah mereka berdua akan bertarung dengan serius!? J-jangan mengganggu mereka! Semuanya, menyingkirlah ke sisi kiri dan kanan!!”


Senada dengan instruksi dari Mikoto, Index, Satsuki, dan gadis-gadis lainnya bergegas menyingkir.


Layaknya seperti pin bowling, para pria berhamburan di udara.


Tapi kedua dewi ini tak menghiraukan bencana yang dihasilkan oleh bentrokan mereka.


"Mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati, mati!!"


"Apakah kau ingin memulai Ragnarök lagi!? Iya, kan!?”


Dalam pertempuran para dewa ini, mereka berdua tidak bergerak layaknya para petarung biasa. Namun, mereka berteleport dari satu titik ke titik lain dan berbentrokan dengan dahsyatnya. Gelombang kejut menyebar ke segala arah. Index hanya meresponnya dengan gumaman.


"Hmm. Aku pikir, bukanlah kita penyebabnya. Dewa-dewa yang mengamuk mungkin telah menghancurkan hukum di dunia ini. Pada ajaran politeisme*, pada dasarnya setiap dewa merupakan bagian dari formula dunia.” [Politeisme adalah kepercayaan yang meyakini adanya lebih dari satu Tuhan. Kamus Besar Oxford.]


"I-Index, kau baru saja mengatakan sesuatu yang sangat penting.... Itu berarti kalian menyerang kami tanpa alasan yang jelas, dasar kau gadis berjubah telanjang cabuuuuuuuuullllllllllllll!!”


Sejarah ditulis oleh para pemenang, sehingga Index dan gadis-gadis lainnya tidak mendengarkan keluhan mereka.


Yang lebih penting lagi, orang-orang yang bisa menyelesaikan permasalahan mereka, kini tepat berada di depan mata.


"Jadi, jika kita menghentikan perkelahian mereka, kita bisa kembali ke Academy City?"


"Mungkin ada lebih dari satu penyebab, tetapi pertarungan antara Valkyrie dan Ketua Dewa Kedua pasti adalah salah satu alasannya. Jadi apa pun itu, kita harus menghentikan mereka berdua.”


"Um, apakah itu berarti kita harus menyela di antara dua dewi yang sedang kerasukan setan ini? Bagiku, sepertinya mereka akan mulai menggunakan beberapa serangan dahsyat konyol, yang secara langsung bisa menghancurkan eksistensi masing-masing.”


Adalah suatu pemandangan yang jarang, ketika si gadis kelinci tampaknya hendak melarikan diri, tapi itu menunjukkan betapa berbahayanya situasi ini.


Jadi pria sejati berakal waras yang bernama Kamijou Touma memberikan suatu saran.


"Mengapa kalian menganggap, bahwa bertarung akan menyelesaikan masalah!?"


"Aku tidak ingin mendengar itu dari seorang pria yang mengepalkan tinjunya saat menghadapi suatu masalah!!”


"Tidak, jalan keluar dari segala jenis pertarungan adalah komunikasi!! Jadi, Waltraute, Hel! Apa yang telah terjadi? Jika kalian suka, kalian dapat membicarakannya dengan Kamijou Touma, seorang pria yang mengakhiri Perang Dunia Ke-...”


"Diam, dasar cacing tanah!! Aku akan membunuhmu terlebih dahulu jika kau menghalangi jalanku!!!!!!”


"Diam, dasar cacing tanah!! Aku akan membunuhmu terlebih dahulu jika kau menghalangi jalanku!!!!!!”


Si jabrik diobrak-abrik dan bajunya bahkan lebih compang-camping.


Tidak seorang pun menginginkan itu, untungnya, mereka berdua akhirnya menyadari keberadaan Kamijou dkk.


"Bh... bfh. Bghbfh...”


"Kau benar-benar bodoh. Inilah yang terjadi ketika kau mencoba untuk menilai dewa yang mengamuk dengan standar manusia. Harusnya kau bersyukur karena kau tidak menderita demam aneh yang disebabkan oleh hukuman dewa.”


Namun, tampaknya kedua dewi ini merasa sedikit bersalah karena telah menyerang seorang manusia normal, sehingga mereka pun akhirnya menjadi tenang.


"T-Touma mengorbankan dirinya untuk kita..."


"Kau hanya mengatakan sesuatu yang terdengar bermakna untuk mengalihkan perhatian kami dari hal yang terjadi sebelumnya, kan!? Jika seperti inilah cara dunia ini bekerja, maka aku merasa kasihan pada orang-orang yang tinggal di sini!!”


Waltraute dan Hel sudah cukup tenang untuk bisa memulai suatu percakapan, sehingga mereka menjelaskan apa yang sedang terjadi.


Ternyata, si bocah yang selalu bersama dengan Waltraute telah lenyap.


"Aku mendapat beberapa bantuan dari Hliðskjálf, singgahsana yang memungkinkan kau dapat melihat semua tempat di sembilan dunia, dan juga Norns, yaitu tiga dewi yang sanggup membuat ramalan tak bisa diubah. Para dewi itu telah melihat hasil akhir dari Ragnarök, tapi mereka bahkan tidak tahu di mana bocah itu berada. Itu berarti, ia pasti sedang berada di alam baka, yaitu tempat yang tidak bisa digapai oleh kekuatan para dewa!!” (Waltraute)


"Ya, tapi Niflheim berisi villa pendeta wanita yang bahkan membuat Odin harus membungkuk ketika hendak menanyakan ramalan padanya! Dan dia mengklaim bahwa si bocah tidak berada dalam sembilan dunia sekalipun! Rasanya tidak mungkin para dewa menggunakan kekuatan spiritual yang lebih besar untuk merusak prediksi pendeta!!” (Hel)


Dua dewi ini saling menuduh satu sama lain, dan membeberkan kasus mereka kepada para penonton.


Jinnai Shinobu akhirnya pulih dan bangkit.


"Jadi, kau sedang membicarakan tentang bocah yang selalu menempel di pinggangmu? Di begitu mirip denganku, jadi, mungkinkah dia sedang terjebak dalam beberapa masalah berkaitan dengan sesuatu yang bukan manusia?”


"Uuh!? Bu-Bukannya begitu!!”


"Tapi kau bisa melihat bahwa seluruh dunia ini menggunakan ramalan. Dan mereka memakai semacam perangkat penglihatan untuk memantau apa yang tengah terjadi di dunia surgawi dan alam baka. Jadi, kurasa kalian harus berpikir bahwa si bocah sedang diculik oleh seseorang, atau mungkin dia hanya tersesat.”


Index memiringkan kepalanya sembari berbicara, namun kedua dewi ini saling menusuk pipi dengan telunjuknya masing-masing.


"Tidakkah kau mendengarkan!? Dia jelas-jelas berbohong!!!!!”


"Tidakkah kau mendengarkan!? Dia jelas-jelas berbohong!!!!!”


Zashiki Warashi dan juga Yuki Onna mendesah.


"Apakah semua orang berubah menjadi idiot ketika mereka menjadi dewa?"


"Jika betul demikian, aku ingin menjadi Youkai selamanya."


Tidak jauh, si gadis kelinci mengamati mereka dengan tidak tertarik sama sekali.


"(Yah, kupikir ini semua hanya akan menjadi cinta segitiga yang melibatkan perselingkuhan dua gadis. Hal yang sama mungkin juga akan terjadi pada mereka) "


Bagaimanapun, tampaknya mereka harus melakukan sesuatu tentang si bocah yang tiba-tiba lenyap, sehingga Mikoto bolak-balik mengamati Waltraute dan Hel.


"Um, jika kita mengasumsikan bahwa salah satu atau bahkan kalian berdua sedang berbohong, bagaimana kalau kita coba membandingkan cerita mereka untuk menemukan kebenaran! Setujul?”


"Apakah itu benar-benar bekerja di bawah aturan para dewa?" tanya Satsuki dengan bingung.”Bagiku, tampaknya para dewi tak pernah ini tak pernah mau disalahkan.”


Rasanya cara tersebut tidak akan bekerja, tetapi mereka hanya bisa mencari petunjuk dari apa yang kedua dewi tersebut katakan.


"Aku mendapat beberapa bantuan dari Hliðskjálf, singgahsana yang memungkinkan kau dapat melihat semua tempat di sembilan dunia, dan juga Norns, yaitu tiga dewi yang sanggup membuat ramalan tak bisa diubah. Para dewi itu telah melihat hasil akhir dari Ragnarök, tapi mereka bahkan tidak tahu di mana bocah itu berada. Itu berarti, ia pasti sedang berada di alam baka, yaitu tempat yang tidak bisa digapai oleh kekuatan para dewa!!” (Waltraute)


"Ya, tapi Niflheim berisi villa pendeta wanita yang bahkan membuat Odin harus membungkuk ketika hendak menanyakan ramalan padanya! Dan dia mengklaim bahwa si bocah tidak berada dalam sembilan dunia sekalipun! Rasanya tidak mungkin para dewa menggunakan kekuatan spiritual yang lebih besar untuk merusak prediksi pendeta!!” (Hel)


Satsuki menepuk jidatnya karena ada beberapa hal yang masih tidak dia mengerti.


"Um... Sembilan dunia itu apa sih?"


"Yahh, seluruh dunia Norse ini didukung oleh Pohon Dunia Yggdrasil. Sembilan dunia ada di akar-akarnya, sekitar batangnya, atau pada ujung cabang. Semuanya membentuk dunia Norse.”


"Jika kalian ingin tahu nama-namanya: ada dunia surgawi Asgard, dunia dewa raksasa Vanaheimr, dunia manusia Midgard, alam baka Niflheim, dunia raksasa Jötunheimr, dunia elf Alfheimr, dunia elf kegelapan Svartálfheimr, dunia bawah tanah Niðavellir, dan dunia api Muspelheim. Odin dan dewa-dewa lainnya memerintah itu semua. Tapi pada dasarnya, Surtr dan aku telah meng-hack dan menulis ulang beberapa dunia dengan aturan yang kami buat sendiri.”


"Itulah sebabnya kekuatan para dewa tidak akan dapat menemukan si bocah jika ia disembunyikan di Niflheim atau Muspelheim! Karena mereka sudah merentasnya!!”


"Apa!? Kalian para dewa adalah orang-orang yang memerintah sembilan dunia. Jadi, jika ada bocah yang hilang, kalianlah yang pertama kali harus dicurigai!! Hal ini seperti kekhawatiran terhadap korporasi resmi global spyware!!”


"Aku akan membunuhmu, dasar pencuri!!"


"Diam, dasar istri tua!!"


Kedua dewi mulai memanas lagi, sehingga Index kembali melemparkan Kamijou Touma di antara mereka untuk menengahi. Sampai saat ini, adalah mukjizat jikalau pakaiannya masih menggantung di tubuhnya.


Setelah kedua dewi kembali tenang, Quenser tiba-tiba menyadari sesuatu.


"Hm? Jadi kalian hanya dapat menggunakan kekuatan dalam jangkauan sembilan dunia? Itu seperti memiliki suatu satelit mata-mata yang hanya bisa memindai area tertentu.”


"Hanya? Tapi itu sudah lebih dari cukup.”


"Tapi..."


Quenser menunjuk ke arah tertentu.


Dia menunjuk dari Skíðblaðnir tetapi tidak menuju ke daratan.


Dengan kata lain...


"Berdasarkan apa yang kau katakan, tidakkah mungkin dia sedang berada di laut?"



Part 3[edit]


Situasi ini menyebabkan perubahan yang tak terelakkan.


Ya.


Jika mereka harus mencari seorang bocah di kawasan laut, maka mereka semua harus berubah untuk mengenakan pakaian renang!!!!


Index → Terpasang: Baju renang sekolah (Putih)


Misaka Mikoto → Terpasang: Baju renang olahraga (Hitam)


Zashiki Warashi Yukari → Terpasang: Bikini (Merah)


Yuki Onna → Terpasang: Baju renang sekolah (Biru)


Gadis kelinci → Terpasang: Baju renang one piece* (Ungu) [Yaitu baju renang yang hanya terdiri dari satu potong kain utuh.]


Satsuki → Terpasang: Monokini* (Kuning) [Monokini adalah baju renang one-piece yang setengah bagian bawahnya adalah bikini. Kamus Besar Oxford.]


Waltraute → Terpasang: Dressmaker (Pink)


Hel → Terpasang: Baju renang two-piece (Hijau)


Biasanya, perubahan busana ke pakaian renang akan menjadi hadiah yang indah. Tetapi tragis, pakaian-pakaian renang tersebut benar-benar tampak lebih normal daripada busana yang mereka kenakan sebelumnya.


Tetapi terlepas dari itu semua, gadis-gadis ini segera memprotes pakaian Waltraute.


Dressmaker macam apa itu?


Mikoto lah yang memulai.


"Hei, terminologi wanita tua macam apa itu?"


"A-Aku bukanlah seorang wanita tua!! Ini adalah jenis yang cukup umum di sini!!”


"Dan mengapa orang yang tertua di antara kita memakai baju renang one-piece dengan rok pendek berenda!? Itu adalah jenis baju renang yang biasa orang tua belikan untuk anaknya yang masih kecil, bukan!?”


"Kami tidak memiliki jenis pakaian seperti itu di dunia ini, jadi aku tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah."


"Sensei, karena kau telah menyebutkannya, maka aku ingin tahu perbedaan antara bikini dan two-piece. Keduanya memamerkan pusar, bukan?”


"Diam, wanita tua # 2. Bikini menyangga “barang”-mu dengan tali yang diikatkan melalui pundak. Sedangkan two-piece tidak menggunakan tali, melainkan kain yang melekat pada pundak dan punggung, seperti tank-top. Dengan kata lain, two-piece adalah jenis pakaian yang lebih tertutup daripada bikini. Jika kau ingin lebih menampakkan kulitmu, pakai saja bikini. Paham?”


"Dan monokini adalah?"


"Dari depan, itu terlihat seperti one-piece, tapi dari belakang terlihat seperti bikini. Aku rasa, jenis pakaian itu memiliki efek nude-apron*." [Nude apron adalah celemek, namun tidak ada selembar pun kain di bawah celemek tersebut. Dengan kata lain, itu adalah orang telanjang yang hanya mengenakan celemek.]


"Um, lantas beda baju renang sekolah dan baju renang olahraga adalah..."


"Tidak peduli bagaimana aku menjelaskannya, seseorang pasti akan membantah definisiku dengan penuh semangat layaknya debat antar agama. Jadi, tanggung sendiri resikonya jika kalian ingin tahu jawabannya”


Penjelasan seperti itu justru tidak penting bagi para pria. Sungguh tidak penting.


Apapun itu, mereka sudah selesai berubah bentuk ke wujud baru.


"Oke, sekarang mari kita cari bocah itu. Jika dia di laut, tebakan pertamaku adalah, dia sedang berada di suatu rumah orang tertentu.”


"Oh? Apakah mitologi Norse memiliki sesuatu seperti Ryugu-jo*?” [Baca NT vol 8.]


Zashiki Warashi yang abadi tampaknya tidak ambil pusing, tapi Jinnai Shinobu di sampingnya tampak pucat.


"Um... jika kita pergi ke suatu tempat di dasar laut..."


"Ya?"


"Bagaimana caranya kita sampai ke sana?"


Dengan roknya yang berenda, Waltraute menyentakkan ibu jarinya ke arah lautan. Seakan-akan, dia sedang mengumumkan hukuman mati kepada Shinobu dkk.


"Tentu saja, kita akan menyelam."



Part 4[edit]


Konon katanya, sembilan dunia mitologi Norse diciptakan dari mayat raksasa yang bernama Ymir.


Tidak terkecuali lautan, seharusnya itu terbuat dari darah Ymir.


Laut luas yang mengelilingi seluruh dunia Norse diperintah oleh seorang dewa laut bernama Ægir.


Dan dewi tertentu yang tak lain adalah istrinya bernama Rán.


Ægir adalah penguasa laut tenang, sedangkan Rán adalah penguasa laut badai. Dia akan menggunakan jaring besarnya untuk menangkap orang-orang yang dibuang ke laut dan menyeret mereka ke dasar laut. Mungkin dia bisa digambarkan sebagai dewa jahat yang melahap setiap jiwa manusia. Tapi nyatanya, dia hanya menyeret jiwa yang dia sukai dan memberikannya perlakuan spesial di dalam istananya, di dasar laut.


Jika diibaratkan, mungkin dia mirip seperti Otohime* si predator ekstrim. [Baca NT Vol 8.]


Meskipun begitu, dia masihlah seorang istri.


"Ikan!"


Seorang bocah mengangkat tangannya dalam sukacita di istana bawah laut yang diperintah oleh dewi laut.


"Wow!! Ada begitu banyak ikan!!”


Meskipun disebut istana, tempat tersebut lebarnya adalah beberapa puluh kilometer, sehingga kita bisa saja menyebutnya sebagai dunia kesepuluh yang tidak termasuk pada sembilan dunia lainnya. Ini juga menunjukkan seberapa besar daerah yang disebut orang-orang Norse sebagai “dunia”.


Suatu kubah transparan menutupi seluruh istana. Ada suatu ruang kosong yang cukup luas di antara istana dan kubah tersebut. Itu juga melindungi beberapa konstruksi lainnya yang dibangun dari tumpukan batu berukir besar. Luasnya secara keseluruhan kira-kira adalah 100 km. Tingkat teknologi di daerah tersebut bisa diindikasikan pada saluran air dekoratif yang dibangun di sepanjang jalan ber-paving batu. Meskipun, beberapa telah rusak karena tidak mampu menahan tekanan air laut.


Seorang wanita jangkung berdiri di samping si bocah.


Dia memiliki kulit putih dan rambut hitam yang dipotong sebahu. Dia mengenakan gaun panjang yang sangat tipis, sehingga lekuk tubuhnya bisa terlihat dengan jelas ketika gaunnya disinari oleh pencahayaan yang cukup terang. Beberapa aksesoris yang terbuat dari kerang menghiasi rambut dan pergelangan tangannya.


"Jenis ikan apa itu?"


"Striped beakfish*." [Striped beakfish atau Oplegnathus fasciatus atau barred knifejaw atau “si rahang pisau”. Adalah suatu jenis ikan asli Lautan Pasifik yang berhabitat di lautan berkarang. Beberapa nelayan juga menemukannya di kawasan rumput laut. Warnanya adalah gelap dan terang dengan motif garis-garis. Makanannya adalah hewan-hewan kecil keras seperti invertebrata bercangkang, moluska, ataupun krustacea. Ikan ini cukup tangguh dalam bertahan hidup. Ada yang bisa bertahan hidup sampai dua tahun lamannya di dalam lambung kapal Jepang Sai-shou-maru. Wikipedia Bebas.]


"Itu sangat mengkilap dan keren.... Bruuummmm.....Brummmm! Dan itu begitu cepat!!”


"Itu sangat lezat ketika dipanggang."


"Aku akan sedih jika memakannya, jadi tidak udah repot-repot, terima kasih."


Dalam dunia Norse, jatuh dari perahu dengan pakaian melekat di badan, adalah hukuman mati bagi siapa pun kecuali prajurit paling terlatih. Karena teknologinya kurang maju jika dibandingkan dengan para dewa, sekumpulan manusia yang menamai dirinya sendiri dengan sebutan Viking menggunakan suatu kapal berkecepatan tinggi yang dibuat dengan sangat baik. Tetapi tampaknya mereka kurang memperhatikan kemampuan berenang dirinya sendiri.


Itu membuat mereka jarang melihat berbagai jenis ikan yang berenang dengan bebas di lautan lepas.


Oleh karena itu, tidak mengherankan jika si bocah begitu bersemangat melihat ikan yang berwarna-warni itu.


"Aku tidak pernah tahu bahwa laut begitu cantik. Aku pikir, laut adalah tempat yang menakutkan.”


"Kau tidak salah jika berpikir seperti itu. Laut adalah mulut kematian. Pertanyaannya adalah, apakah kau memiliki teknologi yang dibutuhkan untuk mengatasinya.”


"Aku ingin menunjukkan ini pada Waltraute. Dan juga pada orang tuaku.”


"..."


"Tidak boleh? Apakah ini adalah tempat rahasia?”


"Tidak, laut terbuka bagi siapa saja. Batas-batas antara dunia dan aturan ketua dewa tidak dapat menjangkau kita. Namun, aku ragu bahwa banyak orang mau datang ke sini.”


"Apa yang kamu bicarakan? Semua orang akan senang melihat tempat ini!”


Rán menyipitkan mata dan dengan lembut mengusap kepala si bocah.


"Bisakah aku datang ke sini lagi, Rán?"


"Lagi?"


"Aku harus kembali ke rumah, kalau tidak, orang tuaku akan marah."


"..." dia terdiam lagi.


Ekspresinya hampir tidak berubah, tapi dia tampak agak bermasalah.


"Ada apa?"


"Aku minta maaf, tapi aku pikir, kau harus tinggal di sini untuk sementara waktu."


"Oke! Aku akan pergi memberitahu orang tuaku!”


"..."


"Aku bahkan tidak boleh melakukan itu?"


"Tak lama lagi."


Akhirnya, dia berbicara sambil melihat ke bawah, pada si bocah.


"Tak lama lagi, laut akan menunjukkan taringnya. Mulut kematian akan menelan semuanya. Ini adalah mutasi yang bahkan tidak mampu diprediksi oleh Norns, tapi aku ragu ada perubahan aliran peristiwa sekarang. Kau dan para pahlawan dari dunia asing menghancurkan rencana Ketua Dewa Kedua, sehingga tidak ada seorang pun di dunia Norse dapat menghentikanmu.”


"Rán?"


"Jadi, kau harus tinggal di sini sampai bencana mulut kematian berlalu. Aku, Rán, adalah ratu yang melindungi area kesepuluh, yang tidak terdapat dalam sembilan dunia. Tapi, walaupun aku sanggup melarikan diri dari Ragnarök, semua hakku sudah dilucuti sehingga aku tidak lagi bisa mempengaruhi peristiwa sekelas Ragnarök."


Si bocah tidak memahami cara kerja para dewa.


Dia tidak tahu makna: “lautan adalah mulut kematian”, “lautan akan menunjukkan taringnya”, ataupun “lautan akan menelan semuanya”. Dia sama sekali tidak paham semua yang telah dikatakan Rán.


Tapi...


"Rán, jika semua orang berada dalam kesulitan, kau harus memberitahu mereka!"


"..."


"Rán! Tidak bisakah kita membuat Waltraute dan yang lainnya melarikan diri ke sini!?”


"..."


Ran hanya bisa memberinya ekspresi sedih di wajahnya.


Si bocah tidak menyadari bahwa Rán tidak bisa mempengaruhi jalannya sejarah. Bahkan jika dia tahu bahwa kehancuran akan datang, dia tidak punya cara untuk menghentikannya. Dia hanya bisa menggunakan kekuatannya untuk tidak terlibat dalam semua masalah ini. Layaknya aktivitas ranting yang tidak berdampak pada batang pohon.


Dia bahkan tidak bisa berbicara satu patah kata pun.


Dia tidak bisa mengutarakan kata-kata yang begitu ingin diucapkan olehnya.


Jika kata-kata itu bisa mempengaruhi setiap peristiwa besar, dia bahkan dilarang untuk membuka mulutnya.


"..."


Jadi, hanya inilah yang bisa dia lakukan.


Dia hanya bisa melindungi orang-orang dengan metode yang tidak bisa mengubah sejarah.


Tapi...


(Mereka datang.)


Tanpa bicara sepatah kata pun, dia mengabaikan si bocah. Dia pun mendongak dan melihat jauh ke atas.


Ada suatu kubah transparan besar yang melindungi istana dan bangunan sekitarnya. Ada juga ruang kosong yang tersisa diantara keduanya.


Dan sekarang, Kapal Dewa Skíðblaðnir langsung turun, memecahkan, dan menerobos bagian atasnya.


(Aku tidak bisa secara langsung mempengaruhi sejarah.)


Sembari dia menyaksikan pecahnya pelindung dunia kesepuluh, Rán terdiam dan memberikan suatu senyuman yang sangat tipis.


(Namun, jika ranting-ranting pohon yang kukendalikan berhasil menyeret dewa dan orang-orang asing yang mampu mengubah sejarah...!!)


Tentunya, sesuatu akan berubah.


Namun, si dewi laut mungkin akan ditelan dan dihancurkan oleh limpahan perubahan sejarah.



Part 5[edit]


"Jadi, itulah yang terjadi."


Loki, pria yang dikenal sebagai dewa kejahatan, bersandar pada dinding batu di Asgard dan menghadapi serigala raksasa bernama Fenrir.


Fenrir bisa dilihat sebagai anaknya, karya terbesarnya, atau senjata anti-dewa miliknya.


"Aku lebih sensitif jika kita membicarakan tentang kehancuran dunia. Itu berhubungan dengan bagaimana aku diciptakan. Jadi, tidak ada yang menyalahkannya.”


"Laut adalah batas antara dunia. Laut mengelilingi wilayah kita dan memiliki kekuatan yang memisahkan kita dengan orang-orang asing."


Dunia Norse terdiri dari Yggdrasil dan sembilan dunia, sehingga itu adalah suatu struktur yang begitu sederhana.


Itu hanyalah satu benua dengan pohon dunia sebagai pusatnya. Setelah itu, hanya ada beberapa dunia pada ujung akar dan cabangnya.


Lalu di manakah laut berada?


Sederhananya: laut berada di sekeliling satu benua tunggal. Atau lebih tepatnya, itu adalah suatu samudra luas dengan benua yang mengambang di atasnya.


"Itulah mengapa Odin tidak dapat mengambil jiwa-jiwa manusia yang meninggal di laut. Laut adalah mulut kematian, tapi itu karena orang-orang tersebut tertelan dan diseret ke dalam dunia yang benar-benar asing. Dewi Laut Rán adalah salah seorang yang bertindak untuk mencegah itu terjadi."


"Kau adalah orang yang memanggil para pahlawan dari dunia asing. Apakah kau tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka memutuskan bahwa mereka ingin pulang ke dunia asal. Lantas mereka mencoba lagi untuk menyambungkan dunia kita dengan dunia yang benar-benar asing?"


"Oh, ayolah. Aku adalah dewa kejahatan yang mencoba untuk mengubah hasil Ragnarök. Itu sudah cukup untuk memuaskan aku. Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku telah meramalkan apa yang akan terjadi setelah pertempuran?"


"..."


"Tapi, dari suatu sisi, aku kira, ini bisa digunakan untuk membatalkan Ragnarök," sembur Loki. "Apa yang terletak di bawah lautan? Dan aku tidak berbicara tentang berlayar mengelilingi dunia. Aku sedang berbicara tentang mengabaikan vektor tiga dimensi dan menghubungkan ke dunia yang benar-benar asing. Laut membagi dunia, tapi mungkin saja ada laut yang sama besarnya di sisi lain batas tak terlihat."


"Jadi tidak ada masalah bagi mereka untuk datang ke sini. Tapi, berulang kali membuka lubang dalam periode waktu yang singkat bisa mematahkan katup. Itu berarti laut dari dunia lainnya bisa melimpah ke dalam dunia ini."


Hanya seseorang yang harus berpikir tentang hal itu.


To Aru Majutsu No Index.


Heavy Object.


Zashiki Warashi No Intellectual Village.


Seri Kantan Na.


Seri Satsujinki.


Mereka semua berasal dari planet bernama bumi, namun, sepertinya bumi yang berbeda. Dan apa yang akan terjadi jika lima samudra dari lima dunia yang benar-benar asing berkumpul di satu tempat? Efeknya akan lebih buruk daripada mencairnya es di Kutub Selatan bumi. Bahkan orang yang melarikan diri ke puncak gunung tertinggi sekalipun tidak akan sanggup menyelamatkan dirinya sendiri dari mulut kematian.


Dengan kata lain ...


"Kenaikan ekstrim permukaan air laut. Mulut kematian yang menelan semuanya, hm?"


"Kau tidak sedang berasumsi bahwa kau akan baik-baik saja karena tinggal di dunia surgawi yang terletak di atas awan, bukan? "


"Tentu saja tidak. Kesembilan dunia dilindungi oleh Yggdrasil. Jika pohon dunia menjadi layu, semuanya akan runtuh dan aku pun ragu bahwa Asgard adalah pengecualian. "


Semua dataran akan sepenuhnya hilang. Mulut kematian akan melahap manusia, dewa, dan setiap ras lainnya tanpa terkecuali.


"Ini sama seperti ketika Odin menciptakan sembilan dunia dan menenggelamkan setiap potongan terakhir dari raksasa leluhur Surtr dalam suatu banjir yang besar. Tapi kali ini, tidak ada yang akan bertahan. Sejumlah besar air laut yang melimpah dari dunia asing akan dengan mudah menjebol kapasitas dunia kita. Bahkan mungkin saja, dunia surgawi juga akan tenggelam tanpa terkecuali. "


"Raja Laut Ægir dan ratunya, Rán, akan bertahan hidup."


"Tapi mereka tidak bisa mempengaruhi sejarah, sehingga keturunan mereka tidak akan dapat mengisi kembali daratan. Kita tidak bisa mengharapkan mereka meniru apa yang pernah Odin lakukan."


"Hm." Loki menyangga dagu dengan tangannya. "Aku ingin mengubah hasil Ragnarök, tapi aku juga ingin membuat akhir yang lebih indah daripada yang dibayangkan oleh Odin. Mulut kematian adalah salah satu cara tercepat untuk mewujudkannya."


"Apa yang akan kamu lakukan?"


"Pengaruhi beberapa hal. Tapi mereka akan menjadi orang-orang yang membuat keputusan terakhir."


Ini adalah upaya yang berada di luar kewenangan dewa-dewa Norse, jadi para orang asing yang bukan dewa itulah yang akan menentukan pilihannya.


"Apakah mereka akan kembali ke dunia asal atau tinggal di sini? Mereka memiliki dua pilihan sederhana. "



Part 6[edit]


Bahkan setelah kubahnya hancur, istana bawah laut itu tidak segera dibanjiri oleh air laut. Hal ini tentu saja merupakan masalah hidup atau mati, sehingga beberapa lapisan penanggulangan telah dibuat untuk menangani keadaan yang tak terduga.


Dan keadaan yang tak terduga itu pun terjadi hari ini.


Skíðblaðnir jatuh lurus ke bawah dan berdiri tegak seperti tiang, bukannya runtuh atau hancur berantakan.


Mengenakan baju renang merah muda dengan rok berenda dan sudah dalam mode marah, Waltraute mengangkat Spear of Destroying Lightning, berlari melintasi dek vertikal, dan mendekati Rán secara langsung.


"Aku akan membunuhmu, wahai nenek tua pencuri bocah!!!!!"


"..."


Sementara itu, pandangan tajam mengisi mata Rán.


Dia mengendalikan sejumlah air laut yang mengalir pada saluran di belakangnya, mengaduk-aduknya, dan membentuk dua lengan air raksasa.


Menurut legenda, Rán memiliki dua senjata.


Yang pertama adalah lengan kuat yang bisa mengambil dan membalik kapal jenis apapun.


Yang kedua adalah jaring sihir yang bisa menangkap jiwa tenggelam dengan akurasi 100%.


Oleh karena itu...


"Ap-...?"


Begitu Rán melemparkan jaringnya, tubuh Waltraute terjerat oleh sesuatu dengan erat layaknya stocking.


Sebelum ia kehilangan keseimbangan di udara, sesuatu yang lain terjadi.


Lengan itu bisa mengambil dan membalik semua jenis kapal, jadi kedua lengan tersebut meraih Skíðblaðnir dan tanpa ampun memukul Waltraute layaknya seorang atlet bisbol yang sukses melakukan Homer Run.


Suara tumbukan benda tumpul kencang terdengar di seluruh istana bawah laut yang luasnya puluhan kilometer tersebut. Waltraute melesat, kemudian menembus suatu bangunan batu dan bangunan batu lainnya.


Kamijou Touma dan Jinnai Shinobu bertanya-tanya tentang bagaimana cara mereka akan turun, sembari terus berpegangan pada apa pun di dalam kapal. Mereka terombang-ambing ke sana-sini.


Si bocah berteriak sambil menonton dari samping.


" Rán!! Jangan lakukan itu!!”


"..."


Tapi dewi laut tidak menjawab.


Tidak, dia tidak bisa menjawab.


"Bicara tentang sambutan yang menarik."


Suatu suara datang dari atas.


Di atas Rán, ratu Niflheim memasang pose menakutkan sambil bersedekap.


"Bahkan jika aku kehilangan pohon dunia hitam, aku tak yakin kau sanggup menghadapi Ketua Dewa Kedua!!”


"..."


Rán mengistirahatkan Skíðblaðnir di bahunya dan menatap ke sasaran berikutnya.



Part 7[edit]


Ketika yang lainnya bertebaran di sana-sini, Kamijou Touma merangkak di sepanjang trotoar berbatu dengan sisa-sisa pakaiannya yang masih menempel di badan.


"Oh, Kamijou Touma," kata suara pria yang halus.”Kenapa kau tampak sekarat?"


"Aku akan mati. Aku benar-benar akan mati dengan terjadinya semua ini!! Apakah kalian adalah tipe orang yang bertarung tanpa memikirkan suatu perkelahian yang adil!? Dan siapa pula kau ini!?”


"Kami adalah..."


"Kami!?"


"Kami adalah raja laut, itulah yang diharapkan. Bahkan, adalah suatu hal yang janggal bila kami mengatakan 'aku' atau 'diriku',” kata seorang pria yang tampaknya tidak terlihat berbahaya. "Mari kita kembali ke topik. Kami adalah Ægir, raja laut Norse.”


Dia adalah raja, seperti yang sudah diduga.


Sepertinya dia telah membelah Kapal Dewa yang tadi dinaiki oleh Kamijou dan menyeretnya keluar.


"Ngomong-ngomong, wanita itu adalah ratu kami, Rán. Tapi tidak seperti kami, dia sangat agresif, sehingga setiap kali wanita jahat itu suka terhadap jiwa seorang manusia, ia akan menyeretnya untuk diajak menjadi warga istana.”


"Oh, jadi kalian adalah salah satu pasangan tolol yang beberapa kali terlihat di mitos? Buku mitologi Yunani yang aku baca di perpustakaan sekolah tempo hari sungguh mengerikan! Bagaimana bisa Zeus dan Hera tetap tinggal di atas!?”


"Betapa tak sopan. Rán sedang mencoba untuk menyelamatkan semua orang.”


"Hm?"


"Kau tahu...."


Ægir pasti telah mempersiapkan semuanya dengan baik, karena ia mengeluarkan suatu tangki air dan menempatkan cangkir di dalamnya.


"Laut di dunia Norse seperti cangkir ini. Tetapi, jika kau mencoba untuk kembali ke dunia asalmu, cangkirnya akan pecah. Apa yang akan terjadi kemudian? Air di sisa tangki akan bergegas masuk ke dalam. Dan tahukah kau apa yang akan terjadi pada pulau yang berada di dalam cangkir?”


"........................................................................... Kedengarannya seperti, itu akan berada dalam suatu masalah besar."


"Memang benar, kami akan berada di dalam masalah yang begitu besar." Ægir mengangguk. "Dunia hanya memiliki dua pilihan: (1) Kau bisa meninggalkan dunia kami dan kembali ke dunia asalmu… (2) Kau dapat mengurungkan niatmu untuk pulang ke rumah agar dunia kami terlindungi. Hanya itu pilihannya.”


"Um, jadi Rán-chan di sana sedang mengamuk karena dia mencoba untuk membunuh kami dan melindungi dunia ini?”


"Betapa tak sopan. Seperti yang kukatakan tadi, Rán sedang mencoba untuk menyelamatkan semua orang.”


"Bisakah kau menerangkannya lebih jelas?"


"Hm. Pembungkaman sejarah yang mempengaruhi dirinya adalah lebih kuat pada saat ini, jadi harusnya kita bisa berbicara dengan lebih bebas.... Walaupun itu masih akan menghadirkan beberapa efek.”


Ægir berpikir sebentar.


"Oke deh. Kami akan memberikan jawaban langsung yang harusnya bisa menyampaikan maksud kami walaupun perkataan kami terdengar aneh.”


"Silakan lakukan."


"Rán mencoba untuk mengembangkan dirinya sendiri dengan mengalami pertempuran yang melebihi batas kemampuannya. Dia ingin menjadi 'malaikat maut lautan' yang tidak membunuh dan memiliki kontrol penuh terhadap lautan yang melingkupi sembilan dunia. Tapi jika itu terjadi, dirinya yang dahulu kala akan lenyap dan dia akan berubah menjadi dewa yang sama sekali berbeda, baik secara jasmani dan rohani.”


Ini adalah ide yang konyol.


Kedengarannya seperti membuat pengorbanan manusia.


Memang benar bahwa itu akan melindungi kehidupan semua orang di sembilan dunia. Sementara juga memungkinkan kelompok Kamijou untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.


Tapi...


"Apakah arti dibalik usahanya itu?"


"Tidak ada. Dia berpikir terlalu tinggi pada dirinya sendiri. Kami, para dewa laut tidak bisa mempengaruhi garis besar suatu peristiwa, sehingga idenya pasti gagal sejak awal. Bahkan jika dia berhasil dan bahkan jika dia berubah menjadi sesuatu yang lain, ia masihlah tidak akan dapat melindungi apa-apa.”


"Bukan itu yang aku maksud!! Menurutnya, siapa yang akan terselamatkan dengan cara melindungi seperti itu!?”


"..."


"Aku tidak tahu persis apa yang harus dilakukan, tapi mari kita pergi untuk menyelamatkan Rán. Katakan saja apa yang harus aku lakukan!!”


"Kami adalah raja laut. Kami tidak bisa mempengaruhi sejarah. Sama seperti Rán yang akan gagal, kami juga akan-...”


"Diam!! Bukan itu yang sedang aku bicarakan!!”


Kamijou memotongnya dan menatap langsung si dewa yang terkejut.


"Lantas, buat apa kau berbicara padaku!? Rán-chan adalah istrmu, bukan? Kamu melakukannya sesuatu karena kau tidak ingin berdiam diri dan kehilangan segalanya, kan? Walaupun itu terdengar seperti alasan untuk menyelamatkan dunia dan semua orang yang ada di dalamnya, kan!? Kalau begitu, tetaplah seperti itu sampai akhir. Kau mungkin akan gagal, tapi kami semua akan mengusahakannya!! Apa sih yang ingin kau lakukan sejak awal!?”


"... Yahh..."


Suara Ægir semakin memudar.


Sesuatu menghalangi kata-katanya. Suatu sistem kejam menghancurkan kuncup harapan dan mengatakan kepadanya untuk tidak mengubah sejarah. Dia hanya perlu menonton terungkapnya tragedi tanpa harus berbuat apa pun.


"Yah..."


Tapi tampaknya dia melepaskannya


Harga dirinya sebagai raja laut memungkinkan dia untuk membatalkan aturan dunia untuk sementara.


"Dia adalah istri kami. Semuanya akan percuma jika kami tidak menyelamatkannya."


Keduanya mengukuhkan kakinya di trotoar batu dan berdiri.


Pertama, Kamijou dan yang lainnya harus berkumpul kembali.


Setelah itu, mereka akan bergegas maju ke medan perang intens di istana bawah laut.


"Mari kita coba segala sesuatu yang bisa kita pikirkan. Bahkan jika tidak muncul jawabannya, paling tidak akan ada petunjuk. Dan jika kita mengumpulkan cukup banyak petunjuk, perlahan-lahan pasti jawaban yang sama sekali berbeda akan menampakan wujudnya! Jadi...!!”


"Ya, kami tidak akan lagi menyerah sebelum mencoba. Kami adalah raja laut, sehingga laut adalah tempat kami walaupun tidak tersisa lagi wilayah di dunia ini!!”



Part 8[edit]


Laut itu indah, membawa berkah, dan merupakan ibu dari segala bentuk kehidupan.


Tetapi pada saat yang sama, itu adalah mulut kematian yang menakutkan.


Rán adalah dewi yang ditakdirkan untuk memerintah mulut kematian tersebut.


(Ini masih tidak cukup.)


Dia memegang Skíðblaðnir dengan salah satu lengan air miliknya. Dan dengan lengan rampingnya sendiri, dia meraih jaring-sihir-penangkap-jiwa sembari berpikir tenang.


(Ini masih tidak cukup untuk mengubah kedewaanku!! Aku harus bertarung lebih dan lebih dan lebih!!)


Kalau begini, ia harus bertanggung jawab untuk semua kematian di laut, bahkan jika itu dipaksakan padanya dari dunia asing yang berada di luar kewenangannya.


Dia menamai dirinya sendiri dengan sebutan seorang dewi, jadi dia harus melindungi semua kehidupan dari mulut kematian yang tidak masuk akal.


"Rán! Jangan bertengkar!! Waltraute dan yang lainnya bukanlah orang-orang yang buruk!!”


Si bocah berteriak dengan mata berlinang.


Rán melirik ke arahnya, tapi dia diam saja.


Dia sudah memutuskan bahwa dia akan melindungi mereka semua.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!"


Hel, sang ratu alam baka, berteriak.


Hel mengayunkan lengannya secara horizontal dan menghasilkan pedang es raksasa.


Tapi itu hanya tampak seperti tusuk gigi jika dibandingkan dengan Skíðblaðnir. Pedang Hel menabrak kapal pada ayunan pertama dan pedang es menyeramkan yang berbau kematian dari alam baka tersebut pecah menjadi serpihan.


Namun demikian, tak ada satu serpihan pun yang jatuh ke tanah.


Potongan-potongan es itu mengubah arahnya dan berbalik menyerang si ratu lautan. Dia diserang dari segala arah oleh serpihan es yang tak terhitung jumlahnya layaknya peluru kendali.


Tubuh Rán akan segera diisi dengan ribuan lubang, tapi dia membungkus dirinya sendiri dengan jaring-penangkap-jiwa.


Dia mengayunkan lengan rampingnya di sekitar untuk menyelimuti dirinya dengan jaring dan memblokir setiap pecahan yang berusaha menyayatnya.


Tidak setetes darah pun ditumpahkan.


(Jaring ini memiliki kemampuan untuk menangkap jiwa. Ketika benda ini mengikat jiwa dari luar, tidak ada serangan yang dapat menghancurkan jiwa di dalamnya!!)


Dia menyerang balik dengan melemparkan jaringnya.


Benda itu mengikat seluruh tubuh Hel. Rán berlari meraih benang panjang untuk mengunci jaringnya. Dia mengayunkan si ratu alam baka dan melemparkannya bak meteor ke jarak yang jauh.


Hel bertabrakan dengan Waltraute yang baru saja pulih dan berusaha melakukan serangan kejutan bersama kuda putihnya.


Kedua dewi itu saling bertabrakan dan kehilangan keseimbangan tubuh mereka. Di saat itu juga, Rán menghujamkan Skíðblaðnir dari atas untuk menimpa dan melumatkan mereka berdua.


(Level pengalamanku tidak akan pernah meningkat jika aku hanya bertarung melawan sesama dewa Norse. Untuk mengubah kedewaanku, akan lebih baik jika aku melawan para pahlawan yang berasal dari dunia asing tersebut.)


Suara jejak langkah lain mencapai telinganya.


"..."


(Jadi mereka akhirnya ada di sini.)


Dengan kapal kolosal yang masih digenggam oleh lengan air miliknya, Rán membalikan badan.


Yang dilihatnya adalah para orang asing yang berasal dari dunia lain.


Mereka adalah “puzzle” terakhir yang diperlukan oleh Rán untuk memperoleh pengalaman abnormal. Sehingga dia bisa menyusun ulang tubuh dan pikirannya, menjadi suatu makhluk lain yang sama sekali berbeda dari ratu lautan.


Kamijou Touma, Index, Misaka Mikoto, Quenser Barbotage, Heivia Winchell, Milinda Brantini (di dalam Baby Magnum), Jinnai Shinobu, Zashiki Warashi Yukari, Yuki Onna, Anzai Kyousuke, Higashikawa Mamoru, gadis kelinci, Nanajou Kyouichirou, dan Satsuki….semuanya berkonfrontasi padanya.


Perbedaan jumlah orang tidak berarti apa-apa bagi Ran, yaitu dewi mengerikan yang memerintah badai laut.


Dan kemudian, perpustakaan grimoire berbaju renang berbicara dengan mengandalkan pengetahuan 103.000 grimoires yang tersimpan rapih di otaknya.


"Exorcism 1. Sebagai simbol pengusir tamu tak diundang di kuil, dodecagram* ditampilkan pada lingkaran di kapal yang bepergian melalui bintang-bintang. Itu mengacu pada kumpulan 12 tanda-tanda zodiak dan seseorang yang menginginkan kita kembali melalui langit!!” [Dodecagram adalah gambar 2D yang memiliki 12 sisi tegak dan sudut. Kamus Besar Oxford. Namun, kalimat Index tersebut adalah mantra, jadi jangan terlalu dipikirkan.]


(...?)


Itu adalah serangkaian mantra yang tidak dikenali oleh Rán.


Sesaat kemudian, Skíðblaðnir mulai memancarkan cahaya yang kuat.


Kapal yang menghubungkan dunia Norse dan bumi mulai diaktifkan.


Namun, dewi laut tidak menyadari metode ini.


Mereka membuka potal yang berhubungan dengan dunia asing, tapi mereka tidak menggunakan laut sebagai perantaranya.


"Laut adalah simbol dari batas-batas dunia. Laut adalah simbol 'ujung bumi' yang paling jelas, tapi itu bukan satu-satunya simbol di dunia Norse.” Index menunjuk lurus ke atas.”Ada juga langit. Bahkan para dewa dari Asgard hanya dapat mengontrol jalur matahari dan bulan. Jadi, hamparan luas pasti ada di sana, yang bukan merupakan bagian dari sembilan dunia. Jika kami melewati tempat itu, tidak ada air laut yang akan memasuki dunia ini. Bahkan jika membuat lubang di dunia lain. Dan kau tidak perlu merubah dirimu sendiri!!”



Part 9[edit]


"Di sebelah sini, kakak."


Suara riang dari seorang gadis terdengar di suatu wilayah yang bahkan berada lebih tinggi dari Asgard. Jika dianalogikan, Asgard adalah “langit” dan tempat ini adalah "ruang angkasa".


Gadis kecil memecut kuda indahnya dan keretanya benar-benar menyeret seluruh bagian bulan.


Ada gadis lain yang mengemudi kereta identik. Dia dengan santai mendekat dari sisi langit yang jauh.


Ada gadis lain lagi. Kali ini, dia menyeret matahari.


"Hufff. Hari yang melelahkan.”


"Jika kau berhenti, serigala akan datang dan memakanamu."


"Mengapa manusia seperti kita harus menyeret benda-benda langit? Meskipun begitu, adalah hal yang sangat menakjubkan bila seorang manusia bisa melakukan hal-hal seperti ini.”


"Hei, hei. Peristiwa yang terjadi di bawah semakin berisik.”


"Aku ingin tahu, apakah ada sesuatu yang terjadi."


Kakak-beradik yang menarik matahari dan bulan tersebut dengan santai melemparkan tongkat. Seketika, tirai jatuh dan hari pun berubah jadi malam.


Mereka lebih tinggi daripada puncak pohon dunia.


Ini adalah tanah perawan yang belum pernah dicapai oleh seorang dewa pun, bahkan cabang pohon Yggdrasil terjauh sekalipun belum pernah mencapainya.



Part 10[edit]


"Ah."


Rán menghembuskan nafas yang tak bermakna.


Itu sungguh merupakan suatu desahan yang tak bermakna, sehingga lepas dari mulutnya begitu saja.


Sementara itu, situasi terus mengalami kemajuan.


Kata-kata Index tidak cukup untuk membuat keajaiban, tetapi semua orang asing tersebut sedang berkumpul. Hukum dan kemungkinan yang tidak pernah Rán pahami bertebaran di depan matanya bak bintang di langit.


Jadi...


"Aku menggunakan simbol mawar untuk menyegel nama dunia dan menetapkan jalur kapal! Nama cahaya... oh, ampun deh! Apakah tidak ada sesuatu!? Akan menjadi sempurna jika kita memiliki sesuatu untuk membentuk semcam pusaran cahaya yang bahkan lebih kuat dari matahari!!”


"Kau dapat menyerahkannya pada Putri! Kau tidak perlu susah-susah jika ada JPlevelMHD di pihakmu!!”


"Suatu pintu merah terang tercermin dalam pikiran. Tempatkan suatu jimat di dahi, di dekat matamu, gambarkan itu di dalam hatimu dengan akurat, dan... jeda yang lain!! Untuk memotong aliran kekuatan, aku memerlukan sistem selain mantra!!”


"Kalau begitu, apakah kau pikir kau bisa mengakumulasikannya sebagai suatu Package? Hey, Youkai tak berguna, kau memiliki cukup koneksi dengan Hyakki Yakou untuk mengetahui rumusnya, kan? Serahkan semua variabelnya dan gadis ini akan mengatur sisanya!!”


"Membangun simbol dalam empat arah mata angin dan pintu masuk barat daya akan memanggil kekuatan!! Limpahan kekuatan berputar-putar ada... di sini!! Aku harus membuat jalan keluar yang tidak bisa diungkapkan dengan salah satu arah mata angin!”


"Aku pikir hanya ke-Absurd-an yang dapat memenuhi permintaan kontradiktif seperti itu."


"Kami akan merilis kuk* daging dan naik melalui pintu mental ke langit! Ini menyerupai pemakaman palsu, jadi... yang terakhir!! Aku ingin membuat keadaan kematian, jadi aku perlu simbol kematian yang besar!!” [Kuk adalah kayu lengkung yg dipasang di tengkuk kerbau (lembu) untuk menarik bajak (pedati dsb). Kbbi Online. Hati-hati dengan beberapa ucapan Index di atas. Dia mencampurnya dengan beberapa bahasa mantra. Untuk melengkapi mantranya, sepertinya dia dibantu oleh keahlian beberapa teman lainnya.]


"Lalu bagaimana dengan pengetahuan Killer Queen?"


Suatu cahaya yang luar biasa memecahkan Skíðblaðnir dan menjadikannya aliran besar. Pilar cahaya membentang tanpa henti ke atas dan tampak seperti suatu menara raksasa atau elevator ke surga.


"..."


Rán hanya bisa menatapnya.


Selama batas laut tidak rusak, kehidupan di sembilan dunia tidak akan hilang.


Selama laut tidak digunakan sebagai sarana untuk membuka portal ke dunia asal, maka para orang asing ini tak perlu tinggal di dunia ini lagi. Menahan mereka atas alasan menyelamatkan dunia sama saja dengan mengorbankan mereka.


Dan Rán pun tak perlu bertransformasi.


Ini adalah hasil yang sempurna.


Itu adalah idealisme yang mereka impi-impikan.


Seharusnya, Rán pun menyetujui ending ini. Namun pada saat Rán menghadapi itu, ia merasakan otot-otot kedengkian yang merangkak di lengan rampingnya.


Tangannya yang memegang jaring-penangkap-jiwa menggeliat seolah-olah inign merusak semuanya.


"Ah..."


Pada saat itu, dia akhirnya ingat dengan sendirinya.


Para dewa laut tidak akan terpengaruh oleh Ragnarök, tapi mereka malah tidak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi setiap titik balik dalam sejarah.


Keberadaannya dan tindakannya telah ditakdirkan untuk gagal sejak awal.


Jadi, semakin dia berharap untuk masa depan yang bahagia, maka semakin besar keputusasaan yang dia terima.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!?"


Dia tidak lagi bisa mengendalikan tindakannya. Dia pun mengayun-ayunkan jaring-penangkap-jiwa di tangannya. Seperti bola logam yang diikat pada rantai, ia mulai menghimpun gara sentrifugal untuk kemudian melemparnya.


Ketika para orang asing itu memulai upacara yang tidak akan merugikan kedua dunia, dia malah bersiap-siap untuk menghancurkan semuanya.


Namun...


"Tidak apa-apa, Rán," kata seseorang.


Pertama, seorang pria berambut runcing dan kemudian beberapa orang lainnya berdiri untuk mengganggu jalannya.


Tapi mereka ada di sana tidak untuk melawan.


Mereka ada di sana untuk melindungi orang tersayangnya.


"Ægir menceritakan semuanya. Aku tahu batasan yang mengikat dirimu. Dan aku juga tahu apa yang benar-benar ingin kau dapatkan, jadi, itu tidak masalah bagiku. Kami tidak akan membiarkan kau menghancurkan impianmu sendiri!!”


"..."


Seperti biasa, Ran tidak bisa merespon.


Dia hanya memasang wajah ambigu layaknya anak kecil yang hampir menangis.


Tapi itu sudah lebih dari cukup.


Kedua belah pihak bergegas maju dengan kecepatan penuh untuk memulai bentrokan di titik tengah.


Pertempuran terakhir mulai.



Tidak lagi masalah, apakah mereka telah menghentikan Perang Dunia Tiga, berkeliaran untuk menghancurkan sentaja-tahan-nuklir, atau menghadapi kejahatan mutakhir yang menggunakan kekuatan gaib.


Mereka menyerang hanya karena mereka ingin melindungi martabat dan kebanggaan seorang dewi.


Bisakah mereka mengatasi perbedaan dalam hal kekuatan?


Mungkin Object dan Youkai adalah pengecualian, tetapi beberapa dari mereka hanyalah siswa SMA biasa atau mahasiswa dalam setiap aspek kecuali kinerja pikiran mereka. Tidakkah mereka hanya akan dirobek-robek menjadi daging cincang?


Tak satu pun dari itu adalah masalah.


Lagipula...


"Raja laut memerintahmu sebagai orang yang dapat menenangkan badai dengan memukul gelombang menggunakan dayung.”


Suara itu bukan berasal dari para orang asing.


Itu adalah suara si raja laut.


Rán bisa mengendalikan badai lautan yang menakutkan, sedangkan dewa laut lainnya memerintah laut tenang yang membawa berkah bagi umat manusia.


"Gelombang badai dilarang untuk menyakiti anak-anak manusia! Air harus menyambut senyum manusia dengan damai!!”


Perkataan Ægir dan kedewaannya sanggup menenangkan laut badai.


Kekuatan Ægir dan Ran mungkin adalah berimbang, namun dengan melucuti senjata dan kekuatan Rán, dia melemah sampai ke titik yang bahkan seorang anak SMA biasa bisa melawannya.


Para protagonis asing tersebut menyerang ke depan untuk melakukan hal yang tampaknya mustahil. Mereka ingin menyelamatkan si dewi.


Di belakang mereka, Index mengucapkan kata-kata terakhir.


"Kembalikan semuanya ke tempat yang selayaknya! Kami mengikuti proses pembasimian setan untuk mengusir diri dari tanah ini dan menjadi cahaya di langit!!”


Mereka telah menunda waktu yang cukup lama.


Rán... tidak ada, makhluk apa pun yang mengendalikan Rán saat ini, telah gagal untuk mengganggu upacara Index.


Lantas, tubuh Misaka Mikoto melayang ke udara. Quenser, Heivia, Youkai non-manusia, dan bahkan Object seberat 200,000 ton melakukan hal yang sama.


Semua orang asing berkumpul di aliran cahaya.


Tidak ada lagi yang bisa menjangkau mereka, jadi ini benar-benar suatu perpisahan.


"Ha ha!! Lihat!? Mengubah sejarah adalah hal yang hebat, bukan!?”


Ketika Jinnai Shinobu melayang ke langit, ia mengatur jempol dan telunjuknya untuk membentuk pistol, kemudian menodongkannya ke arah Rán. Dia pun meneriakkan komentar itu dengan lantang.


Sembari mengambang terbalik, Kamijou Touma memberikan komentarnya sendiri.


"Kami harus pergi sekarang, tapi, apapun yang bisa kami lakukan, kamu juga bisa melakukannya. Kamu sekarang mengerti dan melihat ini, kan!? Mulai sekarang, janganlah menyerah pada suatu hal pun!!”


"..."


Rán menatap mereka dengan membisu.


Tidak.


Kali ini, ia bertarung melawan aturan dunia dengan seluruh kekuatannya, dan dia pun akhirnya menggerakkan bibirnya.


Terima kasih.


Segera setelah itu, aliran cahaya mengambil para orang asing tersebut dan meluncurkan mereka ke luar angkasa.


Kali ini, mereka benar-benar meninggalkan dunia Norse.



Part 11[edit]


Bukannya merusak saat-saat bahagia ini, tapi bukankah Kamijou Touma memiliki Imagine Breaker?


"H-huh? Sekarang aku jadi khawatir... Tidak, itu akan baik-baik saja. Kali ini, kita mengkombinasikan Object, Package dan segala sesuatu yang kita punya!! Jadi sepotong tangan kanan tidak akan merusak semuanya, bukan!? Aku benar-benar tidak ingin berakhir dengan kembali ke sana setelah mengucapkan perkataan keren pada Rán!”


Tapi meskipun berteriak seperti itu, dia tidak benar-benar tahu di mana ia berada.


Secara samar-samar, ia tahu bahwa ia sedang bergerak dengan kecepatan luar biasa. Tapi pemandangan yang sepenuhnya berwarna putih membuatnya tidak bisa membandngkan apapun. Sama seperti kecepatan jet tempur atau pesawat ruang angkasa, sulit baginya untuk merasakan seberapa jauh dia telah pergi. Panca indranya sama sekali tidak bisa mengikuti itu.


Tiba-tiba, ia menyadari bahwa Index, Misaka Mikoto, dan yang lainnya sudah pergi.


Dia tidak ingin ditinggalkan sendirian, tapi layaknya dialog Zen*, tempat ini membuat dia sadar bahwa ia hanya bisa memberikan monolog dalam kesendirian. [Zen adalah salah satu aliran Buddha Mahayana. Kata Zen adalah bahasa Jepang yang berasal dari bahasa mandarin "Chan". Kata "Chan" sendiri berasal dari bahasa Pali "jhana" atau bahasa Sanskerta dhyana( ध्यान ). Dalam bahasa vietnam Zen dikenal sebagai “thiền” dan dalam bahasa korea dikenal sebagai “seon”. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan. Aliran Zen dikenal dengan konsep semedhi atau meditasi, shingga yang dimaksud oleh Kmijou mungkin adalah suatu kesunyian yang abadi.]


"Tunggu... Jangan bilang bahwa aku tidak bisa mencapai Academy City, tapi aku juga tidak bisa kembali ke dunia Norse. Kumohon jangan!! Bukankah neraka tidak terhingga* sudah cukup untuk menyiksa aku dalam satu kehidupan!? Dan kalau dipikir-pikir, neraka itu juga berkaitan dengan salah satu dewa Norse!!” [Baca NT Vol 9.]


Ketika dia hampir mulai menangis, suara seorang gadis memasuki kepalanya.


"Aku punya perasaan bahwa ini akan terjadi."


"Birdway?"


“…………………………………………………………………………………………………………………………”


"Ya, ya!! Aku paham!! Kau Othinus, kan!? Suara kalian berdua terdengar begitu mirip, jadi sulit bagiku untuk membedakannya tanpa melihat dengan mataku!!”


"Jika kau melakukannya dengan baik, aku kira, kau akan mengembara dalam kekosongan selama beberapa tahun."


"Jangan! Aku pasti akan menderita beberapa kerusakan pada mentalku!”


"Baiklah," kata suara di kepalanya.”Aku sudah kehilangan kekuatanku sebagai Dewa Sihir, tapi, seperti yang kau sebutkan tadi, aku masih memiliki simbolisme Norse. Aku akan mengatur keberadaanku sendiri sebagai alamat dan menarik tubuhmu keluar.”


"Um... Bagaimana dengan tangan kanan aku?"


"Apa? Aku tidak peduli dengan tangan kanan yang dapat hancur oleh serangan sekelas Dewa Sihir. Aku bisa memaksanya dengan kekuatan yang besar. Itulah sebabnya mereka menyebut kami dewa, kau tahu?”


Sesaat kemudian, Kamijou Touma diarahkan ke jalan yang benar, seakan-akan ada orang yang memegang pundaknya dari belakang.


Dan...



Part 12[edit]


"Ah!?"


Kamijou Touma terbangun.


Dia meringkuk di dalam bak kamar mandi asramanya.


"H-huh? Apakah itu tadi mimpi?”


Tampaknya itu terlalu jelas untuk menjadi mimpi, tetapi apa pun itu, dia terbangun.


Dan kemudian ia menyadari dua hal.


Pertama, toilet telah mampet pada sumbernya, sehingga pancaran air berhenti. Dan kedua...


"Apa ini? Mengapa aku memakai baju renang?”


Dia merasakan suatu sensasi tak menyenangkan yang merambat di sepanjang tulang belakangnya, tapi jika diam saja, masalah tidak akan terpecahkan. Malahan, ia memiringkan kepalanya dan membuka pintu kamar mandi.


Di sana, ia menemukan 15 cm Othinus dan biarawati berambut perak yang sedang menunggunya.


Namun, si biarawati bukan lagi: "yang mengenakan pakaian putih mirip cangkir teh dengan bordiran emas".


Lagipula...


"Index-san, kenapa kau memakai baju renang?"


"Kalau dipikir-pikir, kita belum melakukan suatu hal pun terhadap Gereja Berjalan-ku yang dibakar. Touma? Apa yang akan aku pakai sekarang?”



Jinnai Shinobu dikejar di sekitar rumah beratap jerami oleh beberapa Youkai dan setan.


"Ahhh!! Mengapa semua orang memakai pakaian renang!? Rasanya seperti, semua orang memutuskan untuk pergi berpiknik tanpa mengajak aku! Tapi, tinggalkan bikininya untukku. Seorang succubus yang mengenakan micro-bikini jelas-jelas lebih unggul daripada Zashiki Warashi berbikini normal atau Yuki Onna berbaju renang sekolah!!”


"Kau membawakan aku oleh-oleh, bukan? Aku mencium bau laut, jadi setidaknya, aku berharap kau membawakan beberapa ekor ikan.”


"Salah satu diantara kalian adalah setan global dan yang lainnya adalah Nekomata mematikan. Bahkan jika kalian sedang bercanda, aku bisa dengan mudah terbunuh ketika kalian tak sengaja menggunakan kekuatan berlebih! Tentu saja aku takut!!”



Anzai Kyousuke dan Higashikawa Mamoru terbangun di bangku ruang kuliah universitas.


Keduanya mengenakan pakaian renang yang tidak cocok dengan musim ini. Itu membuat si profesor salah sangka. Dikiranya, mereka terlalu menganggap serius kegiatan klub dan hendak meninggalkan kelas.


Si gadis kelinci tidak sedang berada di sana. Sebenarnya itu bukanlah hal yang mengherankan, mengingat apa yang telah dia lakukan di masa lalu, tapi...


"Rasanya agak sulit menerima fakta bahwa dia tidak sedang berada di sini."


"Hei, hentikan itu. Bahkan berbicara kemungkinan semacam itu, dapat memanggil Absurd.”


"Ya, tapi aku tidak akan terkejut jika dia diam-diam kembali di suatu tempat nanti, entah di mana.”


"Dan aku memberitahukanmu, bahwa menyebutkan itu saja sudah cukup untuk membuatnya jadi kenyataan!!”



Dikatakan bahwa, seorang pembunuh berbaju renang berkeliaran di gang-gang kotor pada malam hari.


"Kyouichirou, sepertinya identitasku telah menyimpang."


"Jangan khawatir. Kau itu sudah cukup aneh- bgh!?”


"Maaf, cukup sulit untuk menahannya."



Dan sangat, sangat, sangat terakhir. Quenser dan Heivia memegang kepala mereka dengan tangan.


Kedua idiot itu terlibat dalam insiden pakaian renang, sementara gadis mereka duduk di pusat sebongkah baja raksasa.


"Kalau dipikir-pikir, Putri kita lolos tanpa cedera sama sekali! Kita bahkan tidak mendapatkan bonus baju renang!! Bahkan tidak ada: 'Kyah! Ecchi!' setelah kita kembali ke dunia kita!! Putri pun sudah sadar. Apa yang sebenarnya terjadi!?”


"Hentikan. Jika kau bertanya tentang hal itu, aku hanya bisa membayangkan Baby Magnum yang mengenakan bikini atau baju renang sekolah raksasa.”


"Tentunya, dunia ini adil. Aku pikir, kita harus lebih jujur pada keinginan kita!!”


"Jika kau kurang mendapatkan filter, aturan dunia akan mulai runtuh."



Masing-masing dari mereka berjalan menyusuri jalannya sendiri.


Mereka semua menghadapi arah yang berbeda, tetapi jika itu perlu, mereka pasti akan bertemu kembali.


Mereka tidak akan segan memutar-balikan semua aturan dan realitas untuk menyelamatkan siapapun yang berdiri di depan mereka.



Kata Penutup[edit]


Lama tak jumpa. Ini adalah Kamachi Kazuma.


Inilah Proyek Khusus Peringatan 10th franchise Kamachi Kazuma!! Aku diminta untuk menulis suatu buku, dimana terdapat sebanyak mungkin cerita yang pernah aku tulis. Ini juga bertindak sebagai iklan untuk semua buku yang telah aku tulis selama 10 tahun terakhir. Jadi jika kau tertarik, pastikan kau keluar dan membeli semua buku itu!!


Apapun itu, aku tahu bahwa aku harus mengumpulkan semua karakter dari beberapa seri yang berbeda. Bukannya menciptakan suatu timeline universal yang khusus terjadi hanya untuk buku ini…kupikir...aku lebih suka menggunakan suatu timeline yang sudah ada untuk mencocokkan cerita-cerita lainnya. Akhirnya, aku memilih dunia Norse dari Waltraute-san no Konkatsu Jijou. Ide itu bagaikan tambang emas yang belum dimanfaatkan dan aku bisa dengan mudah menggunakannya. Ini sangat berguna ketika aku mengalami kesulitan mencari inspirasi.


Aku menulis Waltraute-san no Konkatsu Jijou dengan tujuan pribadi sebagai cerita pendek untuk Dengeki Bunko Magazine. Cerita itu difokuskan pada komedi bukan pertempuran, tapi jujur, aku juga ingin membuat pembaca agar terbiasa dengan mitologi Norse, karena serial Index hendak mencapai ranah tersebut (hal-hal yang berhubungan dengan anti-Othinus). Tentu saja aku berhasil jika kalian membeli buku itu. Tapi kupikir, aku juga berhasil jika tersiar kabar bahwa aku sedang menulis suatu cerita yang berfokus pada mitologi Norse


Alih-alih karakter baru, aku pikir titik utama dalam novel ini adalah ketika para karakter dari seri yang berbeda diizinkan untuk berinteraksi dengan chemistry yang bagus. Tapi aku rasa, aku tidak suka menulis suatu kisah komedi-romantis sederhana tanpa konteks yang nyata. Karena aku menggunakan Waltraute-san no Konkatsu Jijou sebagai baseline, aku memutuskan untuk menambahkan trivia tentang mitologi Norse dan kehancuran dunia. Ini semua untuk menghasilkan suatu chemistry antar karakter yang berasal dari cerita berbeda.


Hel adalah topik misterius yang mengagumkan. Dia adalah salah satu orang(?) favoritku di samping Valkyrie. Mungkin itulah mengapa ada 2 "Hel-chan", dan salah satunya pernah muncul di seri Index.


Dan juga, ketika kau membariskan semua karakter ini, kau dapat mengetahuinya. Entah kenapa, menurutku gadis yang mengenakan pakaian gaun-putih-panjang memiliki kekuatan mistik kuat. Karakter seperti itu sudah sering mencuri perhatian pada beberapa cerita berbeda.... Aku tidak akan menggali terlalu dalam pada psikologiku di sini, jadi mari kembali ke topik. Tapi yang pertama, satu poin lagi. Putri dari Heavy Object memiliki rambut pendek, mengenakan seragam militer, dan mempunyai payudara berukuran sedang (yaitu tidak besar, dan juga tidak tepos). Dengan kata lain, aku sengaja membawanya ke arah berlawanan dari kecenderunganku yang biasa.... Ciri khasnya yang paling menonjol adalah setelan khususnya. Tapi itu sebenarnya adalah ide dari Nagi Ryo-san, sehingga di draft-nya, si Putri mengenakan suatu setelan khusus jet tempur anti-gravitasi. Jika kau mengamatinya, kau mungkin bisa mengatakan bagaimana aku mencoba untuk menuangkan segala sesuatu yang Index tidak punyai untuk membuat seri kedua yang mengikutinya.


Aku berterimakasih kepada semua ilustrator dan editor-ku, Miki-san, Onodera-san, dan Anan-san. Aku pikir, aku tidak akan sanggup merayakan ini semua sendirian jika aku menulis skript-nya seorang diri. Aku benar-benar bersyukur karena mereka telah membantuku terus bekerja selama sepuluh tahun terakhir. Mereka memberiku kebebasan dalam proyek perayaan 10 tahun ini, dan merekalah yang memberikan aku proyek ini.


Dan aku juga memberikan terima kasihku kepada para pembaca. Tanpa diragukan, karena kalian begitu menikmati ceritaku, aku mampu menghasilkan banyak dunia dan karakter berbeda. Aku berharap karakter-karakter itu akan terus hidup di dalam hatimu sampai masa depan.


Dan aku akan mengakhiri ini di sini.


Sekarang, apa yang harus kulakukan untuk ulang tahun ke-20?


-Kamachi Kazuma