Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Jilid NT 01

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Illustrations[edit]

Prolog: Orang-orang yang Menjadi Protagonis Karena Suatu Kesalahan — Perang[edit]

<bɾ> “Quenser! Orang yang sama muncul kembali! Itu adalah Objek! Senjata aneh itu ternyata memang ada! Apa yang bisa kita lakukan sekarang, bisakah peluru anti – tank mempan terhadap senjata aneh itu?”

“Bukankah itu sudah jelas , Heiva? Kita hanya bisa melakukan itu!!”

“Oke... oi oi!! Bagaimana kalian bisa menyimpulkan seperti itu?Semua orang bisa bilang itu bodoh!! Musuh kita adalah monster dengan tinggi lebih dari 50+m dan lebih dari 100+ semua bentuk meriam! Lagipula , mesin tersebut tidak bisa dihentikan dengan satu atau 2 serangan langsung dari bom nuklir! Senjata itu akan menghancurkan segalanya hanya dengan berjalan walaupun kita menembaknya ataupun tidak!!”

“ Kau tahu meriam utama? Meriam tersebut tipe meriam ion berstabilitas rendah yang sangatlah besar. Di dalam meriam tersebut sangatlah hampa udara, dan panas akan dihasilkannya jika wilayah magnetik tidak terlindungi... jadi kalian bilang kepadaku tidak ada cara? Cara untuk mengacaukannya dari dalam meriam utama!?”

“Oh? Aku tiba tiba memikirkan sesuatu yang bagus. Aku hebat! Tunggu , apakah aku jenius!?”

“Sekarang apa , Heiva?”

“Sempurna. Ini sangatlah sempurna!! Jika kita bisa melakukannya , Quenser dan aku akan pasti terselamatkan!!”

“CEPAT DAN KATAKAN SAJA!!”

“Pergi ke dalam medan perang dan berpura- pura mati.”

“ TERINJAK - INJAKLAH KAU SAMPAI MATI , DASAR SIALAN!!!”

“...”

Menatapi layar besar, Tangan Hamazura sedang memegangi popcorn secara tidak sengaja gemetaran.

Dia membuat pilihan yang salah.

Film bodoh ini tidak dimaksudkan untuk di tonton oleh sepasang kekasih.

“ Yaa , itu hanya gaya film Kinuhata yang Kinuhata rekomendasikan.”

Seseorang yang berada di sampingnya yang disebut “kekasih”.

Namanya adalah Takitsubo Rikou.

Meskipun itu adalah kesempatan kencan untuk menonton film di bioskop, dia tetap memakai jaket sport pinknya. Dia akan selalu memakainya walaupun untuk acara upacara pernikahan ataupun pemakaman.

Untuk Takitsubo, yang terpenting dipikirannya tentang memilih pakaian yang nyaman. Walaupun, Hamazura jujur mengharapkan pakaian renang sexy dan pakaian kelinci untuk menggantikan jaket sportnya.

Rikou, dengan tatapan yang terlihat sudah kehilangan minat dengan filmnya, berkata,

“Hamazura, apa yang kita lalukan selanjutnya?”

Sayangnya, mereka tidak mempunyai banyak “waktu” lagi setelah makan ; mereka harus bertemu dengan Mugino dan Kinuhata. Mereka harus menyelesaikan “kegiatan terakhir” apapun yang terjadi.

Setelah kencan, Hamazura merenung.

Di pikirannya tidak terfokus ke adegan pertarungan di layar depan, tetapi perang “sesungguhnya” yang dia ketahui.

“... Entah bagaimana berhasil bertahan hidup dari perang dunia ketiga.”

Adapun pelaku yang sering ada, tidak ada cara untuk memberitahunya. <bɾ> <bɾ>

Chapter 1: Academy City yang Damai Tanpa "Dirinya" — City.[edit]

Part 1[edit]


Academy City.



Ini adalah sebuah tempat yang dibagun disebuah daerah di bagian barat Tokyo.



Ukurannya 1/3 dari Tokyo dan sebuah pemisah yang tingi mengelilinginya.



80% dari populasinya yangberjumlah 2.3 juta orang adalah pelajar.Disamping menjadi puncak dari sebuah kota akademi dan tempat untuk memelajari sains dan teknologi, ada sisi lain dari tempat itu- institusi pengembangan esper yang dicapai dengan proses sains dan buatan.



Diperuntukan bagi pelajar, “kekuatan” yang dihasilkan berbeda tergantung dari setiap orang.Setiap kemampuan kemudian dibagi berdasarkan nilai dari kemampuannya, kekuatannya, dan kegunaannya ke dalam 6 level berbeda: orang-orang tanpa kekuatan (Level 0), orang berkekuatan lemah (Level 1), orang dengan kekuatan tidak biasa (Level 2), orang dengan kekuatan yang kuat (Level 3), orang dengan kekuatan luar biasa (Level 4), Orang denga kekuatan super (level 5) dan sebagai catatan, Hamazura Shiage adalah level 0.



Jika bicara terang-terangan, dia masuk kedalam kategori tingkatan “kekuatan yang tidak bisa dilihat dengan mata telajang, tapi sepertinya dia masih bisa menggunakan sedikit kekuatan itu”akan tetapi, itu bukanlah sesuatu yang bisa kita ucapkan. Tampak seperti sebuah keberadaan yang tidak jelas dimana level 0 berada.



Tapi masih terlalu cepat untuk putus asa seperti ini.



Pria ini memiliki pengalaman langka dengan melewati daerah yang paling intens dalam perang dunia ketiga.Dan juga pengalaman mengalahkan “Meltdowner” salah satu dari 7 level 5 esper di Academy City sendirian.Dia berhasil hidup melalui pertarungan dan kekacauan demi gadis yang dia cintai dan untuk sekarang, dia telah memiliki status yang lebih daripada hanya sekedar “Siswa sma biasa”.



Pria yangmelindungi sebuah desa dalam sebuah zona perang yang intens, menghadapi pasukan Rusia, melawan balik sejumlah pembunuh bayaran dari Academy City, dan kembali dari daerah pertarungan dengan hadiah luar biasa.



Akan tetapi bagi Kaisar Akhir Jaman Hamazura untuk kembali ke kehidupan dia yang biasa sehari-hari…



“HAMAZURA!!BERAPA LAMA WAKTU YANG KAU BUTUHKAN UNTUK MEMBELI MINUMAN ITU?”



Teriakan gadis yang terdengar di seluruh restoran itu menyebabkan Hamazura Shiage, yang memegang beberapa gelas ditangannya, untuk meurunkan pundaknya tiba-tiba.



…tidak,tidak ada yang berubah sama sekali!! Hal-hal seperti itu benar-benar terjadi, akan tetapi hidupku tidak berubah sedikitpun.



Walaupun Hamazura mengeluh ketika dia kembali menjadi pesuruh, inilah hidup.Tidak peduli seberapa banyak pengalaman bertarung yang dia dapatkan, seorang karakter kecil hanya bisa bergerak sebagai sebuah karakter kecil.



Dan sebagai catatan, orang yang memesan minuman itu adalah Mugino Shizuri.



Akan butuh waktu yang lama untuk membicarakan cerita mengenai dia, akan tetapi, dia berada di peringkat 4 diantara 7 level 5 di Academy City. Dia adalah gadis yang tinggi dan langsing dengan rambut berwarna the.Satu per tiga dari wajahnya merupakan buatan menggunakan kosmetik dan salah satu dari bola matanya palsu.



Dan ada dua gadis lannya duduk di sana.



Salah satu dari mereka adalah Kinuhata Saiai.Gadis pendek, berambut pendek menggunakan pakaian dari Wol.Dia adalah gadis yang dengan penuh semangat ingin menunjukan pahanya, dan sering kali meneliti cara-cara untuk tanpa sepengetahuan akan tetapi menujukan pahanya.



Dan yang lainya dalah Takitsubo Rikou, gadis yag pergi menonton film dengan Hamazura sekarang. Salah satu karateristiknya adalah, rambut hitam dia yang mencapai pundak dan jaket olahraga berwarna pink yang selalu dia pakai.



Kinuhata tampaknya sedan melihat sebuah forum dari telepon gengam miliknya, akan tetapi dia menjadi bosan dengan cepat dengan hal seperti “Pembangunan kembali daerah yang terkena dampak perang di Rusia”. Dia melepaskan telepon genggamnya dan kembali memakan kentang goreng pesanannya yang berada diatas sebuah piring besar.



Kinuhata memasukan kentang itu kedalam mulutnya dan kemudan dengan tangan lainnya dia dengan halus menyentuh makeup spesial diwajah Mugino.



“…aku bahkan tidak bisa mengetahuinya walaupun berada begitu dekat seperti ini. Lupakan mengenai lukanya; aku bahkan tid bisa meliha kantung matanya.Operasi kosmetik macam apa ini? Ini seperti mengedit sebuah foto.Aku bahkan super tidak mengetahui perbedaanya.



“Karena aku tidak berkeringat, pori-poriku tidak akan berubah secara normal.Warna kulitku tidak akan berubah seiring dengan perubahan temperature, dan bulu kudukku tidak akan berdiri. Aku dapat merasakan perbedaanya hanya dengan berada disekitar sebuah tempat ang normal.Walaupun itu sangat menyegarkan, ini tetap sesuatu yang tidak dapat dirasakan walaupun dekat sepert ini… seperti kataku, kenapa kau berbicara tentang kosmetik spesial?”



“Hmmm, di era sperti ini yang menggunakan efek CG untuk membuat luka gores atau sayap atau tanduk, sangat menakjubkan dimana mereka bahkan bisa menggunakan kosmetik spesial untuk membuat efek seperti itu. Darahku yang meluap-luap sebagai seorang penggemar film telah mencapai titik didihnya!! Aku bisa merasakan darahku terbakar menonton film mengenai orang-orang aneh mengejar orang lainya.



…aku benar-benar tidak ingin berada di dekat mereka…



Hamazura berpikir, jika hal ini terus terjadi, seseorang akan benar-benar melepas makeupnya dan menjadi pembunuh maniak.



Akan tetapi, dia tetap membawa minumannya.



“Terlalu lambat, Hamazura!!Dan apa ini!? Taruh esnya dengan benar! Minumannya tidak akan tetap dingin ketika kau membawanya!? Sudah menjadi hal biasa untuk kau mengambil yang baru!!”



“Ma, jangan begitu, Hamazura super adalah Hamazura.Selain itu, akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengulangnya, kau harus menikmati apa yang sudah ada untuk sekarang.”



“Tampaknya aku dicerca habis-habisan.”



“Karena mereka punya banyak hal untuk dipermasalahkan, mengenai hal itu, tuan putriku yang tidak mengkomplain apapun adalah partner terbaikku, benar bukan, Takitsubo?Takitsubo?”



Hamazura kelihatannya sedang mencari harapan terakhirnya.



Akan tetapi, matanya terbelalak, tak bergerak sama sekali.



“…Dia tidur…”



“Ti-tidur!?Kencan seharian pasti membuatmu lelah bukan!?”



“Yah, karena dia pergi dengan Hamazura, itu Super tidak bisa ditolong kan? Akan lebih aneh jika dia tidak merasa bosan.”



“ITU KARENA KAU MEMBERI SARAN MENGENAI FILM ITU! KAU BENAR-BENAR MEMBERIKAN FILM YANG BODOH!!”



“Pada bagian klimaks sebelum bagian terakhir, sebuah adegan dimana sebuah gajah indian melompat bersama dengan seluruh anggota lainnya Super terbaik. Benar bukan , Hamazura?”



“Itu adaah bagian yang paling sulit dimengerti…”



Penyuka film yang tidak masuk akal Kinuhata sepertinya tidak bisa mengerti perasaan Hamazura.



Kiuhata meminum minuman yang dibawa Hamazura, dan berkata dengan 100% ketidak puasan.



“…Seperti yang Mugino Super katakan, suhu minuman ini melebihi suhu sebuah minuman. Aku Super menganjurkan untuk memberikan hukuman kepada Hamazura.” Setelah itu,Mugino dengan pelan mengambil peralatan makan disebelahnya yang memiliki salmon goreng mentega diatasnya (seperti sebuah penggorengan ) dan berkata dengan suara yang lucu seperti seseorang sedang menjual Kucing.



“Kalau begitu~ bagaimana dengan kita masing-masing mengambil giliran untuk menghantam wajah Hamazura?”



“BERHENTI MEMBUATKU MENDENGAR SUARA YANG SANGAT MENGERIKAN ITU!!SELAIN ITU AKU TRAUMA HANYA DENGAN MENDENGAR SUARAMU YANG DINGIN ITU! KAU MEMBUAT SELURUH TUBUHKU MERINDING!!”



Hamazura secara tidak sadar berteriak dengan penuh keputus asaan, akan tetapi , melihat itu Kinhata hanya menghela napas.



“Tidak mungkin.Itu hanya akan menjadi pujian Super untuk Hamazura. Pria itu hanya akan berpikir tentang membuat orang mengenakan celemek tanpa pakaian apapun atau apapun yang Super menstimulasi keinginan seksualnya.”



“INI ADALAH SEBUAH KELUARGA YANG MENGGERIKAN!! KALIAN BERDUA, AKU AKAN MERINDING JIKA MENDEGAR KATA KELUARGA LAGI KALIAN MENGERTI!?SELAIN ITU SANGAT SULIT MEMIKIRKAN TENTANG TUBUH TELANJANG DALAM KONDISI ITU!!”



Duduk di bagian yang berlawanan, Kinuhata menutup telinganya dengan ekspresi kesal di wajahnya sebagai respon terhadap teriakan Hamazura.Akan tetapi karena sikunya menyentuhnya, tiket film yang berada dimeja jatuh ke paha Kinuhata dan kemudian jatuh ke lantai.





“SUPER HAMAZUUURRRRAAA!!!!” “Kenapa itu salahku lagi!!?... baiklah aku mengerti aku akan mengambilnya , okay!? Jadi tolong jangan gunakan kekuatan esper level 4 mu di tempat ini!!”



Tuan pekerja paksa Hamazura Shiage menghela napas sembari menuju ke bagian bawah meja.Dia menemukan targetnya, sebuah tiket tipis, dengan cepat.Ada tulisan “Wildman’s N Zombie EscapeMadness".Apakah ini sebuah judul orisinal atau sebuah terjemahan kata asing yang acak?Tidak tertarik dengan film ini sama sekali, Hamazura memalingkan matanya dari tiket film itu.



Dan pada saat ini, adalah absolute frontal.Pemandangan tentang paha Kinuhata Saiai yang ditutupi rok mini dari wol dan sebuah potongan kain yang imut menutupi bagian terdalamnya tepat berada di hadapan Hamazura.



Di bagian ini,jika seorang pria yang menikmati hidupnya, baik itu pekerjaan atau kehidupan pribadi, seorang pria yang bisa dengan sempurna menagansi beberapa hal yang tidak terkiri di dalam hidupnya mungkin hanya akan sedikit terhibur mengenai menyentuh paha orang lain.



Dengan rasa kaget yang luar biasa, Hamazura melompat keatas.



“Kinuha-Owww!!”



  • BAM* dengan suara yang sangat kuat, si bodoh itu membenturkan kepalanya ke meja.

Korbannya adalah Mugino Shizuri yang memegang minumannya dengan satu tangan , dan Takitsubo Rikou, yang tidur dengan mata terbuka.



Untuk lebih akurat mendeskripsikan keadaan itu adalah, minuman milik Mugino terjatuh ke Takitsubo.



Takitsubo membelakakan matanya dan mengumpulkan fokusnya perlahan-lahan.



“…Hamazura…”



“Dia tidak berhasil mengumpulkan cukup informasi dan dia tidak kelihatan mengantuk sama sekali.Sepertinya dia berpikir aku adalah pelakunya.Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini?”



Berdiri terhuyung-huyung setelah mengambil tiket dibawah meja ,Hamazura menyaksikan sesuatu yang mengagetkan.



Basah seutuhnya, Takitsubo berkata, “Benarkah,” sambil dia membuka jaket olahraganya.Dibalik jaket olahraga itu ada dua bukit yang ditahan oleh sebuah pakaian dalam.



“…Seperti yang kuduga mereka besar.”



“…Tidak, jika mengenai keseluruhan, figur tubuhku Super lebih bagus.”



“…Oh tidak, harus menenangkan diri.”



Hanya Takitsubo yang melihat sekeliling dengan matanya yang masih kabur.



Tanpa ekspresi dia berkata,“Sudah saatnya kita pergi , bukan?”



“Ye…begitulah.Kita sudah menyelesaikan hal kecilnya, sudah saatnya kita ke Super poin utama segera.”



“Mm.”Mugino tampaknya bosan, menjawab dengan suara yang tampaknya tidak cocok untuk pribadinya.



Hamazura berdiri.“Jadi, kau tahu dimana tempatnya?”



“Mengenai hal itu, aku Super mengeceknya sebelumnya.Tapi jika bicara mengenai yang mana, itu Super berada di distrik 10.”



“Kalau begitu sudah saatnya kita berangkat bukan?”



Mereka awalnya adalah anggota dari sebuah kelompok kecil yang dipanggil “ITEM”, akan tetapi sekarang, kelompok ini tidak lagi lengkap. Satu orang yang seharusnya berada disini hilang.



Seperti ingin menegaskan kedamaian dengan ketidakhadiran orang itu, Mugino berkata dengan pelan, “…Ayo kita bergegas dan menyelesaikan kunjungan kita ke Makam Frenda.”





Part 2[edit]



Pada saat mereka bertemu kembali, dia pertama memberinya sebuah pukulan. Dan setelah itu dia memeluk dia dengan erat.



Esper level 5 terkuat yang balik dari zona perang perang dunia ketiga, Accelerator, dijaga dengan perasaan seperti itu.



Sebagai catatan, yang memukulnya dan memeluknya adalah guru wanita yang menggunakan pakaian olahraga yang dipanggil Yomikawa Aiho.



Untuk sekarang, Accelerator sedang tinggal di apartemenya.



Rambutnya berwarna putih yang unik itu tidak memiliki warna apapun, dan mata dia yang berwarna merah membuat dia seperti sebuah hewan buas.Tubuhnya yang kurus, dan ditopang oleh tongkat, mungkin menyebabkan kenapa dia dianggap kurus oleh siapapun yang melihatnya.



Ini adalah tubuh dari sesuatu yang dilatih dengan pengaruh sains terbaru, sebuah senjata yang disebut sebagai esper.



Tidak peduli baik itu memukulnya atau memeluknya, hanya ada segelintir orang yang dapat melakukan hal manusiawi seperti itu kepadanya di Academy City.



Dan juga, ada beberapa dari “segelintir orang” itu di dalam apartemen yang besar itu.



Contohnya,“Ah!! Kenapa ada serangan yang intens dari depan, belakang, kiri , kanan, atas, bawah, segala arah !? ucap Misaka, sambil Misaka bergetar melihat stereo yang mengerikan ini!!”



Gadis yang kelihatannya berumur 10 tahun itu, Last Order, meneriakan sebuah kata-kata aneh sambil memegang gamepad dengan kedua tangannya.



“Kukuku, laser ini adalah kartu andalan Misaka untuk menghentikanmu dari melarikan diri…Large Laser!!”



Gadis itu memiliki wajah yang mirip dengan Last Order, akan tetapi dia tumbuh sebagai pelajar sma dan intinya dia adalah dia versi yang lebih gelap, Misaka WORST.



“…Apakah ini sebuah clone lain yang diproduksi tanpa sepengetahuanku…?



Melihat dengan tatapan terkejut dengan keberadaan Misaka WORST adalah peneliti wanita Yoshikawa Kikyou.



Dan, karena beberapa hal yang terjadi, tanga Misaka WORST retak.Tapi untuk sekarang, dia memegang pegangan gamepad hanya dengan satu tangan sambil dia terus menerus menyerang Last Order bertubi-tubi yang memegang gamepad dengan kedua tangannya.



Ini adalah performance solo dari Misaka WORST, yang untuk beberapa alasan mengenakan aodai berwarna pinkputih.



“Ohh,kalau begitu, Misaka akan menggunakan jaringan yang dibuat menggunakan gelombang otak Misaka untuk memberikan perintah ! ucap Misaka sambil Misaka mencoba untuk melakukannya, akan tetapi kenapa tidak berhasil!?”



“Fufufu, generasi ketiga memberikan berbagai macam mekanisme kedalam tubuh Misaka untuk menolak perintahmu.”



Merka berdua melanjutkan perbincangan mereka.



“dan oh iya, darimana kau mendapatkan baju itu?Tanya Misaka sambil Misaka mencoba mencari tahu.”



“?Really?apakah ingatan Misaka tidak tersipan di dalam MISAKA network karena pemblokira perintah?”



“Aku memberikan itu kepadanya.”



Si peneliti Yoshikawa menjawab untuk isaka WORST yang sepertinya tidak ingin menjawab dengan senyum jahat diwajahnya.



“Aku memenangkan itu di lotere, tapi ukurannya tidak cocok untukku.”



Karena itulah kenapa Misaka WORST, yang memiliki tampang jahat dan meremehkan diwajahnya, memakai pakaian pink dan putih itu.Akan tetapi bukan itu hal yang ingin dikomplain oleh Last Order.



“…Dan dia memperlihatkan dada wanita dewasa, ucap Misaka sambil Misaka mencoba untuk tetap waspada.”



“Aku tak berbicara mengenai hal itu; aku hanya berbicara mengenai semua factor yang ada, termasuk pinggang dan bokong.Dan sementara kita berbicara mengenai hal ini, jika kita berbicara mengenai lingkar dada, bukankah milik anak itu lebih besar?”



Last order kemudian mengalihkan perhatiannya dari layar game dan dengan diam menatap gadis yang menggenakan aodai disampingnya, Misaka WORST.



Dia kemudian berkata,“Mari kita berharap begitu, ucap Misaka sambil Misaka mengepalkan tangannya.”



“Tidak, Misaka dibuat menggunakan rencana produksi generasi ketiga, karena itu hormon pemercepat pertumbuhannya seharusnya berbeda , bukan?



  • Clack clack clack clack clack!!* Last order dengan marah membanting gamepad itu, akan tetapi karakter didalam layar terus dihajar.



Melihat kedua gadis itu berbicara satu sama lain dengan tidak akur, Yomikawa mengkerutkan dahinya.



“Jadi siapakah anak sma itu? Apakah dia kakak perempuan bocah itu?”



“Tidak.”



Yang menjawab bukanlah Accelerator, tapi Misaka WORST.



Sambil menunggu hasil dari pertarungan di dalam layar, gadis itu melihat kearah yomikawa dan menutup satu matanya.



Menggunakan nada yang sepertinya mencemooh semua orang dia berkata,“Tidak peduli apapun yang orang lain katakana, Misaka adalah adik perempuan bocah itu , bukan?”





Part 3[edit]



"Parameter List".



Benda ini memiliki data yang dikumpulan oleh Hamazura Shiage, yang bertarung melawan sisi gelap Academy City dan orang-orang disekitarnya. Hamazura berpikir seberapa besar kerugian yang dapat terjadi jika benda ini digunakan dengan cara berbeda, akan tetapi pada saat yang sama, dia tahu dia tidak dapat lari jika melakukannya.



Ada perbedaa 20-30 tahun perbedaan teknologi antara Academy City dan daerah di luarnya, dan ada banyak informasi mengenai institusi penelitian yang tidak ingin disebarluaskan di dalam Academy City.



Jika seseorang mengumpulkan informasi itu,system tentu saja akan mengambil tindakan yang ekstrim .



Akan tetapi Hamazura tidak inggin melakukannya.



Tujuan dia bukanlah menjatuhkan Academy City, akan tetapi tinggal dengan damai disini.



Untuk memastikan keamananya, dia memiliki pilihan untuk meninggalkan Academy City.



Akan tetapi untuk sekarang dia tidak dapat melakukannya.



Gadis yang sangat berarti baginya, Takitsubo Rikou, sedang melewati pengobatan di Academy City karena sebuah insiden.



Ada banyak peralatan dan fasilitas di Academy City yang tidak dimiliki kota-kota lainnya.



Ada generator listrik bertenaga angina di setiap tempat dikota,robot pembersh dan penjaga keamanan berpatroli dimana-mana dan pabrik pembuat makanan dapat terlihat dimana-mana.



Akan tetapi ada perbedaan lainya juga.



Di kota ini, hanya ada satu makam.



80% dari populasi kota ini adalah pelajar yang meninggalkan orang tua mereka untuk tinggal di asrama. Jika mereka mati (karena kremasi, tidak mungkin untuk mendapat verifikasi DNA), jasad mereka biasanya dikembalikan ke orang tua mereka.Dengan kata lain, tidak diperlukan makam di tempat ini.



Satu-satunya makam di Academy City terletak di distrik 10, dan bentuknya mirip dengan parkiran mobil elevator.



Tempat ini menggunakan tenaga listrik untuk secara otomatis menunjukan batu nisa dengan sebuah tempat untuk menaruh bunga.Dan pada saat sistem mendeteksi mikroba berlebihan dalam jumlah tertentu maka benda itu akan dibuang dari tempat itu.



Seperti yang disebutkan sebelumnya, sangat jarang untuk menemukan abu dari seorang pelajar disini.



Dengan katalain, kemungkinan besar orang yang berada disini tidak memiliki nama sama sekali.



Kriminal, anak-anak yang ditelantarkan “Child Errors” dan orang-orang dari sisi gelap yang dilenyapkan dari “permukaan”.



“…Mugino sangat lambat.”Gumam Shiage.



Mereka tidak memasuki menara “Makam”, akan tetapi mereka duduk di dekat pintu masuk, yang tidak memberikan perasaan sentimental sedikitpun. Sepertinya itu adalah tempat untuk orang-orang merokok, akan tetapi asbak yang tidak digunakan disitu menambah perasaan kesepian disitu.


Mugino satu-satunya yang masuk ke “Makam”.



Seseorang yang membunuh Frenda secara personal adalah Mugino sendiri.



Kelihatannya, ada banyak hal untuk diucapkan.



Tanpa memiliki maksud untuk mendengar yang dia katakana, dan tidak ada maksud untuk mengintip wajah itu.



Hamazura dengan bosan melihat ke langit dan berkata,“Frenda, seperti apa ketika dia masih hidup?”



“Mackerel”



Yang menjawab adalah Takitsubo yang duduk disebelahnya.



Kinuhata juga menghela napas,“Dia kelihatan sangat suka memakan makanan kaleng.Dia tidak pernah mengalami kesulitan mengenai uang.”



Masih ada perasaan tidak nyaman jika mendeskripsikan orang dengna kata lampau. Apakah mereka ingin atmosfir ini menghilang atau tidak?



Untuk Hamazura yang masih belum terlalu dewasa, hal itu masih terlalu awal untuk dia putuskan.




Part 4[edit]



Permainan itu berakhir dengan kemenangan telak Misaka Worst, dan Last Order mengambek sambil melepaskan gamepadnya.



Last Order, yang memiliki penampilan seperti anak berumur 10 tahun, berguling-guling di lantai.Dia menunjuk ke sebuah bagian tubuh Misaka WORST dan berkata,“Payudara itu mengalihkan perhatian Misaka, ucap Misaka sambil Misaka mencoba untuk menganalisa alasan kekalahannya.”



“Oya, mengejek kelebihan seseorang ununtuk melepaskan kekesalanmu, Misaka merasa bahwa komandan adalah salah satu dari Misaka.Kepribadianmu benar-benar gelap, sangat gelap☆”



Walaupun Misaka WORST memancingnya, Last Order tidak mempedulikannya.Saat ini dia melihat kearah Yoshikawa Kikyou disampingnya.



“Tolong katakana kepada Misaka apa yang perlu Misaka makan untuk tumbuh besar seperti itu, ucap Misaka sambil Misaka menginginkan sebuah laporan.”



“Setiap orang makan makanan yang sama, itu semua dimasak oleh Aiho.”



Aiho, yang juga pemilik Apartemen ini, adalah guru olahraga Yomikawa Aiho.


Walaupun dia bukanlah seroang wanita yang glamour, bagi Last Order , orang-orag tidak perlu melihat bagian tubuh yang lain jika wanita yang dilihat memiliki payudara yang besar dan dianggap memiliki bentuk tubuh yang bagus.



“Itu sangat tidak beralasan…, ucap Misaka sambil MIsaka terkesima bahwa nutrisi tidak bisa menjelaskan mengenai perbedaan ini.”



“Oh, ini adalah hasil dari semua oran makan makanan yang sama. Tidakah itu berarti kau jga memiliki kesempatan yang sama?”



“…!?!?”



“Karena itu tidak ada alasan bagimu untuk khawatir.Kau telah tumbuh dengan kecepatan yang berbeda dari manusia biasa.Jika kau mendapat cukup waktu, aku yakin kau akan memiliki tubuh yang indah.”



Ucapan Yoshikawa membuat Last Order memperlihatkan ekspresi seperti dia sedang bermandikan cahaya penyembuh.



Dan pada saat itu



  • Thomp*, sesuatu jatuh dari tangan Yoshikawa.



Sebuah produk kesehatan dengan bentuk yang aneh.



Alat itu adalah alat yang menyerupai ikat pinggang yang melingkari tubuh, akan tetapi pada permukaanya, kelihatannya ada sesuatu yang didesain untuk mengubah bagian tubuh tertentu wanita dengan paksa.



Dengan kata lain, benda itu terlihat mencurigakan.



“…”



Telah melihat sisi gelap dari dunia orang dewasa, Last Order memperlihatan wajah yang suram.



“…Kau baru saja mengatakan hal tentang tubuh yang indah yang didapat secara ‘natural’ bukan? Tanya Misaka sambil Misaka ingin memastikannya.”



“Ho,hohoho. Sesungguhnya, ini adalah sebuah alat milik temanku di universitas, dia memintaku untuk mengeceknya, karena aku adalah peneliti.Tampaknya alat ini adalah produk palsu.”



“AKU TIDAK AKAN TERTIPU DENGAN KEBOHONGAN ORANG DEWASA SEPERTI INI!! UCAP MISAKA SAMBIL MISAKA MENCOBA UNTUK MENGGAPAI BENDA ITU.”



“Tidak, kau tidak boleh, Last Order!!Itu adalah benda berbahaya yang akan meledakan dadamu jika bukan wanita dewasa yang menggunakannya!”



“ITULAH KENAPA MISAKA TIDAK AKAN TERTIPU DENGAN KATA-KATA ITU!! UCAP MISAKA SAMBIL MISAKA MENCOBA MENGHENTIKANMU! JIKA KAU MEMILIKI TUBUH WANITA DEWASA, KAU TIDAK MEMERLUKAN BENDA SEPERTI ITU BUKAN!?”



Ditinggalkan sendirian, Misaka Worst berbicara kepada Accelerator yang tidur di sofa, “peneliti bologi itu dengan tidak diduga tertarik dengan benda mencurigakan itu.Dan ,bukankah akan lebih baik jika menghentikan mereka ?”



“Menyebalkan…”



Kekhawatiran pertamanya adalah kebisingan ini sambil dia mencoba untuk tidur lagi.Kemudian, sepertinya sebagai seorang mediator, pemilik rumah berdada besar, Yomikawa Aiho masuk di antara Yoshikawa dan Last Order.



“Baiklah,baiklah, hentikan hal ini. Bukan kah ini benda yang dikomplain Kikyou karena tidak bekerja?Dan juga bukankah , ada juga alat pengurus badan yang bisa membuah tubuh berubah. Sudah saatnya aku menghentikanmu dari kebiasaan burukmu ini-janyo.” Setelah mengatakan hal itu, Yomikawa mengambil alat pembesar dada yang Last order dan Yoshikawa perebutkan.



“ORANG YANG PALING TIDAK MEMBUTUHKAN BENDA ITU TELAH MENGAMBIL CAHAYA HARAPANKU!!UCAP MISAKA SAMBIL MISAKA MENGAMBEK!”



“Tidak,Kau tidak boleh, Aiho! Jika payudaramu ditingkatkan dengna mesin itu, dunia ini akan runtu- WA!!”



Akan tetapi situasinya berkembang kea rah yang tidak mereka duga.



“…Eh?Aku tidak melakukan apapun, kenapa ada asap yang timbul tanpa peringatan-janyo?”



“Mungkin sisa dari kekuatan payudara mengalir kea rah sebaliknya, sambil Misaka gemetar ketakutan didepan fenomena yang misterius ini!!”



“Apakah ini tidak ada dalam sains!?!Bagaimana hal ini bisa terjadi!? Akan tetap jika itu adalah Aiho, atau itu!!”



Yoshikawa mulai goyah kepercayaanya terhadap sains karena adegan yang mengejutkan itu.



Dan sebagai catatan, diantara para wanita, hanya Misaka WORST yang tidak tertarik dengan alat itu.



Accelerator tetap berbaring di sofa dan bertanya,”Kau tidak ikut bersama mereka?”



“Aku akan tertarik jika bahkan kau bisa mendapat payudara yang besar dari benda itu.”




Part 5[edit]



Distrik 10, di depan kuburan di Academy City.



Sambil Hamazura,Takitsubo, dan Kinuhata berbincang-bincang, pintu menuju ke “kuburan” terbuka. Hamazura dan yang lainnya melihat kearah Mugino yang berjalan kearah mereka.



Ekspresinya tidak berubah.



Tiak ada tanda-tanda dia menangis, dan matanya bahkan tidak kelihatan merah.



Akan tetapi sesuatu pasti terjadi di dalam.



Dan untuk apa yang terjadi dia tidak ingin Hamazura dan yang lainnyamengetahuinya.



“Apakah sudah berakhir?”



Melihat kearah Hamazura yang bertanya, Mugino hanya menjawab “Oh”.



“Sudah Berakhir.”



Dalam kenyataanya, tidak ada yang berakhir.



Akan tetapi mugino menambahkan kata-kata itu.



Itu tampanknya seperti ingin menutupinya.



Dan seagai catatan, walaupun tidak tepat bagi mereka untuk mengungkapkan kenapa mereka tetap diam, tanah di distrik 10 adalah yang termurah di Academy City, dank arena itu tempat ini terkenal memiliki keamanan terendah. Kuburan satu-satunya yang terletak disini membuat banyak perusahaan menolak membuka took disini dan pada akhirnya tempat itu menjadi seperti ini.



Dan, karena dia kelihatan seperti membawa 3 gadis muda (sebenarnya, pada kenyataannya hal yang terjadi adalah sebaliknya), Hamazura Shiage menjadi sasaran bagi para preman yang sedang berkumpul.



“Mana yang lebih cepat:Bus atau Kereta?”



Pada saat Hamazura berbicara kepada mereka, 5 orang muncul dihadapan mereka dan mengahalangi mereka.Satu-satunya pria di grup itu, Hamazura membuat ekspresi yang menantang, mungkin untuk membuat mereka mengurungkan niat atau agar dia dapat bicara.



“Tahannnnnnn disitu , bocah berduit. Kami sedang bekerja sekarang, dapatkah kau membantu kami?Pekerjaan kami adalah untuk menghajar orang dan menyelesaikan hutang, hanya itu.”



“Apapun yang kau katakana dan yang tidak kau katakan,walaupun kau memberi kami uang, kami tetap akan menghajarmu, walaupun kamu lari atau memohon ampun, kami akan tetap menghajarmu.Kau mengerti keadaannya sekarang?”



Sialan … ini benar-benar masalah besar.



Walaupun orang-orang ini menganggap kematian sebagai hal yang biasa, Hamazura sendiri bukanlah pahlawan super, tubuhnya bergetar hebat.Salah seorang di dalam kelompok itu kelihatan berbahaya, dari tampangnya dan dia melakukan pemanasan , dia tampaknya professional dalam hal ini. Untuk bertarung dijalanan, dimana tidak ada bantalan yang empuk untuk jatuh, akan sangat berbahaya jika dia dilempar ke jalanan, atau dicekik jika dibandingkandengan para amatiran yang menggunakan senjata tumpul atau pisau. Hamazura mengetahui hal ini dari pengalamannya.



Walaupun begitu, Hamazura cukup lega dengan hal ini.Karena mereka tidak mengandalkan teknik bertarung, tampaknya orang-orang ini menjadi preman karena alasan sepertinya yaitu karena mereka tidak memiliki kemampuan.Jika mereka adalah orang-orang yang memanipulasi gravitasi untuk meningkatkan kekuatan dari lemparan gulat 10 kali lipat, mereka tidak bisa dianggap sebagai “yang paling menakutkan di Academy City”, bukan?



Walaupun begitu, Takitsubo,Mugino dan Kinuhata, juga bersama dia sekarang, adalah jenis-jenis yang paling menakutkan di Academy City.



Mugino adalah Esper Lvl 5 dan Kinuhata adalah Lvl 4.Tidak peduli jika musuhnya bisa melakukan gerakan gulat atau seorangmaster judo yang bisa melempar beruang, mereka tidak akan menang bagaimanapun caranya melawan Mugino dan Kinuhata.



“…Oi, jangan seperti ini.”



Hamazura menasihati para preman itu yang mencari masalah itu.



“Bocah, aku mengatakan ini untuk kebaikan kalian sendiri, jadi coba ingat apapun yang aku katakana, atau aku tidak bisa menjamin kalian akan tetap hidup… di dunia ini, ada sesuatu yang tak bisa kau gangu.Kalian sudah sangat dekat dengan hal itu.Dan satu langkah maju lagi kalian akan menyesal. Jika kalian bisa mengetahui mengenai hal itu , sebaiknya kalian cepat-cepat lari dari sini.”



Akan tetapi,untuk beberapa alasan, Mugino dan Kinuhata bertukar tatap mata satu sama lain.



“Ah, Menakutkan sekali~ tolong aku , Hamazura.”



Asal dari suara yang merdu itu tidak diketahui.



Kemudian, Mugino dan Kinuhata memegang tangan Hamazura.



Mengetahui apa yang mereka ingin lakukan, Hamazura tiba-tiba merinding.



Akan tetapi, 5 preman dan Takitsubo Rikou tampak percaya dengan acting itu, tanpa mengetahui jika itu benar atau tidak.Gadis yang menggunakan jaket olahraga itu juga tampaknya tiba-tiba merasa tersaingi dan tiba-tiba memeluk leher Hamazura dari belakang, menyebabkan Hamazura menggendongnya.



“…Jangan melakukan NTR, Hamazura, kau adalah milikku.” [NTR = Netorare, iya, NTR yg itu :D]

NT Index v01 039.jpg

Dan pada saat itu, Hamazura Shiage dapat mendengar dengan jelas ada bagian yang meledak di dalam otak beberapa orang, dan itu berasal dari 5 preman itu.



“uh-oh.”



Setelah beberapa saat, seorang dari para preman itu yang membuka setengah mulutnya karena kaget berkata”OOOOOOOHHHHHHHH!! APA YANG KAU COBA LAKUKAN DISINI? APAKAH KAU MENCOBA UNTUK BERMAIN SEBAGAI PLAYBOY ,BANGSAT?”



Teriakan itu terdengar seperti seekor anjing laut atau berang-berang, akan tetapi sudah jelas jika kemarahan orang itu sudah pada batasnya. Tampaknya dia benar-benar akan mendekat dan secara personal akan menghajar Hamazura.



Dan pada saat itu, Mugino, yang memegang tangan Hamazura, menggerakan badannya.Dan karena rasa sakit yang timbul dari bagian sikunya, Hamazura harus mengikuti gerakan Mugino dan berputar seperti dia adalah sebuah pintu putar.



Dan kemudian, preman yang menargetkan kepalanya meleset.



Dan serangan itu mengenai bahunya.



Dan kelima jari yang dia gunakan kebetulan berada dalam bentuk untuk menangkap sesuatu.



“YAAAAHHHHH,SAKIT SEKALI, SIALAN!!”



“Kyah~Hamazura super~keren~”



Mugino menggeluarkan suara yang terdengar bodoh sambil memegang pergelangan tangan Hamazura, yang berhenti di tengah , dan kemudian menendangnya di pinggang. Hamazura kemudian terlempar ke tengah para preman itu. Dan pada sisi lainnya, Kinuhata menimpa Takitsubo yang sedang menempel di punggung Hamazura.



“A-Apa…?”



Sebelum dia menangkap apa yang terjadi, sepertinya para preman itu menyadari sesuatu.



“INI SAATNYA SERIUS, EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEHHHHHHHHHHHHHH!?!?!?”



“KAU HARUSNYA MENGATAKAN SESUATU KEPADA IBLIS WANITA ITU, EEHHHH!?!?!?”


Hamazura hanya memiliki satu pilihan.


Melarikan diri. Dia memutuskan untuk menyebarkan beberapa tanah dari petak bunga untuk menghalangi penglihatan para penjahat dan menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri.



Part 6[edit]


Perokok berdada raksasa itu bernama Yomikawa, dan Yoshikawa kembali ke rumah untuk mengatur perekam videonya sementara.


Saat ini, ada sebuah siaran langsung di TV dalam ruangan, dan Yomikawa memperhatikan bahwa dia ingin merekam drama yang ingin dia tonton. “ini akan menjadi hebat jika ada penerima televisi yang dapat menyampaikan beberapa saluran pada saat yang sama,” gumam Yoshikawa.


TV menayangkan acara seperti itu.


Kemungkinan besar, host dan kru produksi tidak bisa bahkan aroma dari garis depan.


“...Terlepas dari kenyataan bahwa Perang Dunia III berakhir dalam dua belas hari, setelah perang usai, ada sejumlah besar laporan saksi mata tentang fenomena supranatural para ahli mengatakan ini merupakan sindrom Perang ketiga. Ini merupakan masalah psikologis umum yang terjadi karena stres yang diciptakan oleh lingkungan zona perang, mirip dengan fenomena yang terjadi selama ’Insiden Malam Halloween yang tidak Normal’ yang terjadi selama isis politik di Inggris. Beberapa ahli merasa bahwa mereka harus diberikan penghargaan dengan gagahnya, dan sesegera mungkin.”



Dan Accelerator kini hanya bermalas-malasan.


Dia hanya berbaring di sofa merasa bahwaada perasaan sesuatu yang berada di luar.


Dengan melihat lebih dekat, Last Order menyelinap ke sebuah sofa kecil.


“...Apa yang kau lakukan?”


“Misaka ingin tidur, kata Misaka sambil Misaka menjelaskan dengan jelas.”


“oi.”


“....tidur.”


Sebelum Level 5 yang terkuat di Academy City bisa mengeluh, gadis yang tampak sepuluh tahun sudah tertidur.


Sebagaimana Accelerator terperangah, suara lain datang dari tempat lain.


“Bagaimana perasaanmu menganai mengambil kembali kedamaianmu?”


“...Apa yang kau katakan?”


“Tidak ada.”


Dia menggunakan nada yang jelas menyiratkan sesuatu.


Di masa lalu, ada sebuah keberadaan ‘kegelapan’ di dalamnya.


Academy City. Memiliki kekuatan yang luar biasa, tetapi karena alasan tertentu, orang-orang yang terlibat di dalamnya akan merasa sulit untuk mengintegrasikan diri ke dalam masyarakat. Tak jarang, sebagai ganti kelangsungan hidup mereka sendiri, mereka akan menggunakan teman-teman mereka sebagai perisai, menawarkan hal-hal seperti buku atau informasi Tzu bahkan status mereka, atau bahkan tanggung jawab beberapa ‘jobs’. ... itu dalam macam dunia. Acccelerator juga telah menjadi bagian darinya.


Namun sistem ini telah dihancurkan tidak oleh orang lain, tapi oleh Accelerator di akhir Perang Dunia III.

TsucimikadoMotoharu.


Musujime Awaki.


UnabaraMitsuki... itu nama palsu.


Telinga Accelerator mendengar suara-suara dari komentator yang menikmati kedamaian yang membosankan.


“... Antara ini, hal itu diketahui apakah benar-benar ada fenomena supranatural, tetapi pada dasarnya, ada bukti cincin emas besar dan sesuatu seperti tulang tertinggal di kota-kota di seluruh dunia- tidak, itu tidak begitu akurat untuk menggambarkannya seperti emas. PBB melemparkan potongannya ke dalam beberapa bagian dari Samudra Pasifik yang kekurangan oksigen, dan meskipun mereka memprosesnya, menggunakannya untuk mengubah suplai oksigen di lautan, dan juga menghidupkan kembali pasokan ikan dan jenis lain dari seafood, aku pikir bahwa ada motivasi lain bagi mereka untuk membuang mereka tanpa menyelidiki mereka...”


Adapun anggota lain dari ‘GROUP’, yang pernah bekerja sebagai sekelompok empat dalam ‘kegelapan’, bagaimana mereka sekarang?


Accelerator tidak benar-benar jelas mengenai ini, tapi kemungkinan bahwa ada di kota keparat ini, mereka akan bekerja keras untuk ‘stabilitas’ mereka.


Bagaimanapun juga, ada sesuatu yang kurang.


Dia merasa ada sesuatu yang kurang.


Setelah perang, Accelerator memotong semua hubungan dengan ‘kegelapan’, dengan demikian, dia tidak akan dapat mengakses informasi yang diperlukan mengenai sisi gelap dari Academy City. Tentu saja, ada cara untuk ‘menguping’, hanya saja dia tidak mau terlibat dengan ‘kegelapan’ lagi.


Jadi, tidak peduli apakah itu sebuah berkah atau sebuah kutukan, dia tidak akan mampu menjangan keamanan orang lain.


Di antara orang-orang yang mengambil bagian dalam perang, siapa yang dapat diabaikan?


Kemungkinan besar, ‘pria’ yang telah di bagian terdalam dapat kembali dengan selamat, kan?


“...Juga, layak senang bahwa di sisi Academy City tidak ada korban, tetapi Academy City juga terkena semua keahlian teknis dan risiko militer. Mengenai hal ini, Academy City telah menyatakan...”


Tidak perlu untuk melihat ke depan acara TV yang mengutarakan omong kosong itu.


Tapi jika demikian, apa yang bisa dipercaya?



Part 7[edit]


Pernah ada program kloning yang menggunakan sel-sel dari peringkat tiga esperLevel 5, MisakaMikoto.


Pada hasilnya, itu adalah sebuah kegagalan. Tidak dapat membuat spesifikasi yang dibutuuhkan, hal itu di akhiri. Namun teknik kloning ini digunakan untuk eksperimen lain, menciptakan sejumlah massa klon.


Para Sisters.


Last Order adalah komandan dari sekitar 10.000 Sister yang tersisa, dan Misaka WORST diciptakan setelah melalui Rencana Produksi Ketiga yang tidak lazim.


Otak raksasa yang dibentuk oleh jaringan elektronik dari hampir 10.000 otak membentuk MisakaNetwork ini. Jaringan yang menghubungkan semua informasi yang para Sisters miliki, dan jaringan ini juga bekerja untuk sebuah ‘tujuan tertentu’.


Last Order, yang di ciptakan sebagai ‘human interfencecommander’ dan Misaka WORST, yang memiliki ‘pikiran dan perasaan jahat’ tertanam dalam dirinya untuk beberapa ‘tujuan tertentu’.


Jadi...


“Pergi membeli sesuatu?”


Accelerator, yang sedang tidur di sofa, bertenya terkejut, dan guru perempuan dalam jaket olahraga, YomikawaAiho menganggukkan kepalanya.


“Aku tidak peduli apa kau kembali dari medan perang atau tempat lain, karena kau kembali, kau sebaiknya mulai bertindak seperti anggota masyarakat dan hidup.”


“jadi kau membicarakan tentang melakukan sesuatu hal yang membosankan?”


“Oya?”


Yomikawa bertindak seperti dia bingung dan merenung sementara, sebelum melanjutkan.


“dalam masyarakat, hal yang paling menyakitkan adalah ‘tidak mampu untuk menolong orang lain dan tidak dibutuhkan oleh orang lain, kan?”


“Cheh!”


Tidak dapat mengatakan apa-apa, Accelerator bangun.


“Kau tidak perlu sampai pada beberapa pengenalan yang memutar tentang psikologi, kau guru sialan!”


“tidak, aku tidak punya niat untuk memberikan konseling kehidupan. Pada dasarnya, aku akan menyelesaikan setiap masalah yang muncul dengan tangan besiku.”


“Jadi, apa yang harus kubeli?”


“Makanan. Mereka yang ku lingkari merah di dalam daftar.”


“...Hal semacam itu lagi. Benar-benar mengingatkanku pada sesuatu yang tidak cocok dengan kematianku.”


“Jika begitu, bekerja keraslah dan gunakanlah.”


Diminta oleh Yomikawa, Accelerator dengan berat hati meraih tongkatnya, dan berdiri.


Dengan demikian, Last Order, yang telah mendapat rasa sakit permainan pesawat ruang angkasa (dia terbangun setelah tidur siang untuk menantang Misaka WORST lagi), melihat ke arah Accelerator.


“Misaka ingin pergi!! Misaka ingin pergi!! seru Misaka sambil Misaka ingin menjadi asistenmu karena kamu tidak akan merasa nyaman akan sendirian!!”


“Kau begitu berisik!! Bukankah masa depan dariku sudah benar-benar berbeda!?”


DisampingLast Order, yang berteriak, “Misaka ingin pergi, Misaka ingin Pergi”, Misaka WORST tampaknya sedikit meneganag karena beberapa alasan.


Sebenarnya, dia, ada pertempuran lain selam pertempuran komputer.


Itu adalah pertempuran yang nyata.


Disebutkan sebelumnya bahwa Misaka WORST memiliki perasaan kuat dari pemikiran rasa sakit yang hebat dan perasaan yang ditambahkan dari ‘aspek tertentu’ dari MisakaNetwork.


Hal ini dapat di ekspresikan tidak hanya melalui kemarahan dan kebencian.


Misalnya, rasa cemburu.


Dia iri terhadap Yomikawa, yang selalu berbicara dengan Accelerator. Dia juga ingin seperti itu.


Misaka WORST, yang biasanya tidak akan menerima perintah dari komandannya, Last Order, pasti akan terpengaruh.


Untuk alasan ini,


....UWAAH!? Aku ingin,aku ingin pergi berbelanja!! Sialan, tidak ada Accelerator dalam urusanku, tetapi Network, Network yang memberikan panjang gelombang emosional yang tak tertahankan, UUWWWWWWAAAAHHHHHHHHH!!


Nonononononononononononononon--!!!!


Misaka WORST mencoba yang terbaik untuk melawan kekuatan kekuatan gelombangnya, tapi pada akhirnya dia masih tidak dapat menahannya.


Patut dipertanyakan mengapa,


Meskipun dia mencoba menarik niat jahatnya keluar, dia masihlah Misaka WORST (sehingga dia tidak bisa mengatasinya).


  • DANG!* sebuah kontak pendek MIsaka WORST bangkit, dan bergegas ke Last Order yang menarik-narik celana Accelerator, memukul dia pergi.


“Misaka, Misaka, juga! Misaka ingin pergi keluar dan berbelanja!!!!”


NT Index v01 049.jpg


Beberapa menit kemudian.


Setelah menerima dompet dari Yomikawa, Accelerator mengajukan pertanyaan yang sangat sederhana untuk Misaka WORST, siapa yang dia lamunkan.


“Apa yang kau lakukan sebelumnya?”


“...Misaka tidak mengerti dirinya sendiri...”



Part 8[edit]


Untuk menjauh dari para penjahat, Hamazura berlari secara acak.


Bergantung pada targetnya, situasi yang dapat menyebabkan variasi metode, tapi sebelum itu, satu hal yang penting adalah untuk terus berubah di antara jalan dan gang-gang. Untuk mengulanginya, kita harus membuat keputusan ketika tidak mungkin untuk menggunakan mobil atau sepeda.


Lebih penting lagi, jika seorang pnjaga yang bersenjata atau semacam penjaga keamanan, kita harus mencari tempat di mana ada beberapa orang. Adapun penjahat yang mengabaikan hukum, itu adalah pilihan yang lebih praktis untuk memilih tempat ramai.


Pengaturan ini juga saka satu alasan untuk menggunakan orang-orang, melihat, dan dilihat umum di sekitarnya untuk menahan pengejar.


Setelah mempertimbangkan hal ini, penting untuk melarikan diri pada garis yang lurus. Bahkan jika itu adalah sudut terkecil, dengan menjalankan sekar beberapa kali, sangat mudah untuk menyebabkan pengejar kehilangan pandangannya.


Hal ini efektif alam mengibaskan para pengejar, tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan.


Sialan...! Aku terbiasa dengan distrik 10!! Apakah aku lari ke utara!?


Ada risiko tersesat jika berlari dan membuat putaran dengan alasan yang tidak sesuai.


Bahkan jika dia ingin melarikan diri, ada kemungkinan bahwa dia berlari U-turn dan dengan demikian kemungkinan bahwa dia akan berakhir kembali ke tempat pengejarnya.


Untuk mencegah hal ini, sebagai taktik, dia akan memutuskan di mana untuk menjalankan, dan kemudian dia berputar dengan sudut yang minimal. Hal ini seharusnya efektif baginya untuk terus berlari ke arah yang sama.


Kemudian, meskipun pemikirannya jelas, di bawah situasi ini di mana dia di kejar oleh penjahat, jika dia daoat membiarkan tubuhnya mamatuhi pikirannya bahkan ketika dia berlari dengan kecepatan penuh, itu tidak akan begitu sulit.


“Ha!! Ha!! ...Sial, Sialan. Mugino dan Kinuhata,,, aku akan membuat mereka mengingatnya. Gadis-gadis itu, aku akan memukul pantat mereka 100 kali setelah ini. Dan jika Takitsubo melepas pakaiannyam akan ada sentuhan yang agak bagus.”


Saat berlari dengan kecepatan penuh, pahanya mulai terasa sakit, dan paru-parunya tidak dalam keadaan normal. Hamazura berhenti dan melihat sekitarnya.


Dia tidak menemulan para pengejarnya sekarang.


Dia melihat tanda di sekitarnya, ini adalah Distrik 7.


Sepertinya dia menyeberangi distrik.


Sesaat, hanya untuk sesaat, Hamazura berpikir tentang Mugino dan yang lainnya, tapi rasa khawatirnya dengan cepat menghilang. Semua penjahat yang mengejarnya sekarang, dan bahkan mereka semua menuju Mugino dan yang lainnya, tidak mungkin bagi kombinasi Level 5 dan Level 4 gagal.


Haruskah aku memberi tahu mereka bahwa aku baik-baik saja?


Hamazura merenungkan tentang situasinya layaknya memuji.


Tidak,tidak, jika mereka tahu bahwa aku baik-baik saja, aku akan berakhir dalam beberapa hal konyol lagi. Lebih baik aku bertindak seperti aku hampir mati...


  • Dong!*, Bahu Hamazura menabrak seseorang.


Itu adalah gadis yang terlihat seperti siswa SMP dengan rambut pendek dengan warna seperti teh.


“Ma-Maaf.”


Hamazura dengan sadar membungkuk dan meminta maaf, tapi gadis itu tidak menjawab.


Dengan kecepatan yang tidak menentu, gadis itu menghilang ke dalam kerumunan.


...Apa itu? Itu seragam SMP Tokiwadai, kan?


Hamazura melihat ke arah di mana gadis itu menghilang.


Sepertinya sesuatu yang besar terjadi padanya... baik, itu juga bukalah urusanku.


Bahkan jika dia terus mengkhawatirkannya, dia tidak bisa membantunya pula.


Awalnya berniat untuk mengirimkan pesan, Hamazura memasukkan ponselnya kembali ke dalam sakunya. Seperti dia melihat sekelilingnya dan berpikir tentang mendapatkan minuman dingin untuk memuaskan dahaganya,


“Oi, Hamazura. Ada apa denganmu?”


Sebuah suara datang dari sampingnya.


Mengatur nafasnya, Hamazura melihat ke atas. Itu adalah wajah yang sangat dia kenal.


“...Hanzou?”



Diantara Baris Pertama[edit]


Nama seluruh kelompok ini disebut Skill-Out.


Itu adalah sekelompok pemuda yang berkumpul bersama setelah mereka tersingkir dari program ‘Pengembangan Esper’ yang membentuk dasar dari kurikulum sekolah Academy City.


Sejujurnya, nama Skill-Outseperti’mafia’ atau ‘geng motor’, mereka tidak benar-benar sebuah organisasi, melainkan istilah kolektif. Kelompok-kelompok ini akan saling bertentangan, dan mereka juga akan bekerja dengan satu sama lain, itu adalah kelompok yang rumit. Tetapi untuk dunia luar yang tidak mengetahui kebenarannya, mereka hanya di cap sebagai ‘orang-orang yang tidak berguna di sekolah dan menyebabkan banyak masalah.’


Sebenarnya, itu adalah kesan yang salah.


Tidak peduli di mana mereka lahir, tidak peduli apa yang mereka lakukan, mereka semua adalah aktivis moral yang akan melawan masyarakat. Tentu saja, mereka akan melakukan hal-hal yang tak terkatakan seperti menjadi rumah bagi orang lain.


Di antara semua Skill-Out, cara untuk menentukan seorang pemimpin, kapasitas kepemimpinan, dan manajemen memiliki perbedaan.


Pernah, dalam kelompok tertentu, ada seorang anak yang dikenal dunia.


Namanya KomabaRitoku.


Seorang anak yang meninggal pada Oktober ini.

Chapter 2: Apa Yang Ada Di Depan, Apa yang Seharusnya Dipilih — Dream.[edit]

Part 1[edit]


Hamazura dan Hanzou memasuki restoran yang di atur di mana segala sesuatu selain harga layak untuk dikeluhkan. Mereka duduk di meja di salah satu sudut restoran, dan Hanzou memesan banyak makanan yang dibumbui sehingga terasa seperti hal itu membutuhkan beberapa bir untuk melengkapinya.


Ketika Hamazura berada di Skill-Out, dia, Komaba, dan Hanzou sering pergi ke restoran itu bersama-sama.


Sebuah TV layar datar di atur di sudut restoran. Hamazura iseng menonton sebuah alk Shaw yang terjadi di reorganisasi Gereja Katolik Roma yang termasuk posisi teratas dari Paus bergeser dariMatthaiReese ke PietroYogdis. Hanzou kemudian mulai berbicara.


“Apa kau tidak memesan sesuatu, Hamazura?”


“Aku sebenarnya hanya makan di sebuah restoran keluarga,: respons Hamazura sebelum memesan beberapa tusuk yakitori asin. “...Kau selalu memesan makanan Jepang, bukan? Dan kau tidak peduli apa jenis restoran dimana kamu didalamnya.”


“Apakah aku benar seperi itu?”


“Kau adalah tipe orang yang akan memesan ikan di restoran yakiniku.”


Setelah makanan tiba, Hanzou berfokus pada makanannya sebentar. Sepertinya dia belum makan siang sama sekali. Hamazura membagi ayam tusuk dan memakannya satu per satu setelah berhati-hati menghilangkan kulitnya.


Sambil Hanzou terus memakan makanannya, Hamazura melihat dia bertanya.


“Ada apa denganmu? Apa kau tidak sarapan sama sekali?”


“Oh, akhir-akhir ini aku sibuk, jadi sementara aku belum bisa makan makanan yang tepat. Aku hanya tidak punya waktu, jadi aku makan hal-hal semacam jelly dan daging sapi. Sudah lama sejak aku bisa duduk dan makan.”


“?”


“Hei, aku belum mendapatkan satupun kabar darimuHamazura. Di mana saja kau?”


“Aku Kaisar Abad Terakhir kembali dari medan perang.”


“AHn?”


Sekarang giliran Hanzou tampak bingung.


Setelah itu, Hamazura dan Hanzou mulai bertukar informasi hal-hal yang bisa saja benar-benar mereka lihat dan bisa saja hanya rumor. Salah satunya adalah tentang pelanggan yang sangat marah pada pengaturan mesin slotpachinko yang pelit dan dia menabraknya dengan truk sampah. Lainnya adalah tentang peningkatan keamanan pada ATM yang dibuat bahkan dengan mengelilinginya dan menghancurkan sarana mesin penjual yang lebih baik untuk mendapatkan uang.


“Heh. Jadi kau mendapatkan seorang gadis, Hamazura.”


“Yah, seperti tulah. ... Tapi jujur, aku sedikit geledah mengenai itu,” kata Hamazura sambil menusuk kulit ayam yang dikelupas dengan tusuk daging. “Kau lihat, dengan cara yang selalu aku lakukan, aku bisa menyerang, tapi aku tidak bisa melindungi. Aku tidak ingin ini menjadi hubungan yang dapat berakhir dalam beberapa bulan. Jadi, pada akhirnya aku harus memikirkan berbagai hal dengan lama ketika aku sedang beraksi.”


“Masalah uang?”


“... aku pikir mungkin saja aku menggunakan kemampuan membuka kunciku. Tidak untuk mencuri barang-barang dari mobil, tetapi untuk memberi pelayanan di mana aku membukakan pintu untuk orang-orang ketika kunci mereka terkunci di dalam mobil atau apapun. Jika aku bisa memperkuat kemampuan mencuriku ke arah itu, aku dapat menggunakannya untuk melindungi juga.


“Nee Ana,” Hamazura tertawa malu.


Dia mengeluarkan sebuah buku referensi kecil yang terlihat seperti rangkaian koresponden dari sakunya, dan menempatkannya di atas meja.


“Aku tidak berpikir bahwa menampilkan kemampuanku ke level praktik akan mudah. Aku mencoba membaca sebuah majalah yang membicarakan tentang keamanan, tapi aku tidak tahu hal-hal mengenai kunci elektronik.”


“...Yah, setidaknya kau tahu apa yang kau inginkan, benarkan? Seperti dengan memilih di antara seni rupa dan pengetahuan, kau harus memilih apa yang dapat kau lakukan dengan baik. Paling tidak, tidak ada cara itu akan berakhir menjadi usaha yang sia-sia. Semua pekerjaan di mana kau di dalamnya akan bertambah.”


“Aku tidak begitu yakin.”


“Hei, kau pria yang memiliki alat berat yang kami butuhkan untuk mencuri ATM dan berlari dalam dua menit. Aku katakan memberikan pembuka kunci adalah keputusan yang baik.”


Pada saat itulah sebuah ponsel mulai berdering.


Hanzou menarik ponsel dari sakunya, melihat ke layar, dan kemudian menaruhnya begitu saja.


Dia mengambil tagihan dan berdiri.


Hamazura tampak terlihat bingung.


“Apa itu?”


“Sebuah peluang untuk menghasilkan uang,” kata Hanzou sambil tersenyum pahit. “Tapi ini adalah apa yang kau sebut sebuah ‘serangan’. Kau tidak bisa melindungi seseorang dengan ini. Tidak ada untungnya bagimu sekarang.”


“Aku mengerti.”


“Baik, aku harus cepat. Sampai jumpa, Hamazura.”


“Hei, aku yang akan membayarnya.”


“Bukankah aku sudah memberitahumu bahwa ini adalah kesempatan untuk menghasilkan uang? Biarkan makanannya padaku.”


Selesai berbicara, Hanzou berbalik ke Hamazura dan menuju ke kasir.


Hamazura merasa sedikit ditinggal karena tidak diajak bersama, tapi kemudian...


“Oh...? Kasirnya tidak ada di sini. Aku bisa membuat mengahncurkannya!!”


“Kau breeennggggseekkk!! Jangan makan dan meninggalkanku di belakaaangg!!”


Dia kemudian menghilangkan rasa pusingnya dalam saus Worcestershire.



Part 2[edit]


Mereka pergi untuk membeli bahan makanan untuk makan malam di sebuah supermarket di dekatnya.


“...”


“...”


Accelerato dan Misaka WORST berdiri mendengarkan musik pop usang yang membuat orang bertanya-tanya, “kenapa mereka memilih ini?”


Mereka merasa seolah keluar dari tempat seperti seseorang yang pergi ke pertandingan bisbol dan akhirnya sengaja duduk di Base ketiga di mana tim lawan menyoraki timnya.


“apa ini upaya untuk mengarahkanmu dan orang normal di sebelah Misaka untuk mengetahui seberapa kita tertarik?” tanya Misaka WORST sambil mendorng keranjang belanja dengan satu tangan.


Accelerator menanggapi suara yang terdengar kesal.


“...Mereka mencoba untuk menarik kira dan menggunakannya untuk adegan damai.”


Ini mungkin terdengar seperti ide yang konyol, tetapi memang benar tidak ada yang lebih penting bagi orang-orang yang telah kembali dari medan perang. Jika mereka tidak dapat menyingkirkan perasaan tidak nyaman dan tidak mampu beradaptasi dengan hari-hari kedamaian yang kosong, mereka akan berakhir menjauhkan dirinya dari perdamaian yang mereka bawa dan akan hanya bisa hidup di pertempuran terus-menerus.


Sampai saat ini, Accelerator dan Misaka WORST telah menjadi pusat kejahatan yang dibuat oleh berbagai orang.


Mereka tertutup dalam kotoran yang merangkak dalam dunia di mana darah yang ditumpahkan adalah norma dan kepintaran dari aturan yang ditetapkan untuk hidup yang diperlukan.


Mereka telah memperoleh jenis kekuatan dari pengalaman-pengalaman, tetapi mereka juga memiliki risiko menjauhkan diri dari perdamaian.


Monster.


Target ketakutan.


Mereka yang menemukan hal tak berharga jika mereka tidak membunuh seseorang.


Jika mereka tidak ingin menjadi seperti hal itu, mereka harus membawanya ke tempat di luar atmosfer. Mereka harus sampai ke titik di mana tempat semacam itu adalah norma.


Tapi...


“Hei, Heri, Tuan murid yang terhormat.”


“diam.”


“iklan penjualan itu tidak masalah. Ini gratis jika kau mencuri semuanya.”


“...Kau ingin aku memukulmu?”


“kenapa? Lagipula. Mereka nerhati-hati untuk memastikan orang tidak mengambil apapun dari kedai di toko-toko manisan, tapi apakah itu tidak tampak seperti mereka belum memikirkan ide untuk memakan semuanya di dalam kedai dan meletakkan pembungkus kosong di antara raknya?”


“kau benar-benar curang, bukan?”


“sebenarnya, Misaka tidak percaya bahwa orang-orang benar-benar pergi menjalani proses jumlah pembayaran pada harga yang ditentukan untuk mendapatkan sesuatu. Tidak mendapatkan segala sesuatu dengan murah dan mudah mungkin dasar dari bisnis?”


“ini bukan bisnis jika kau tidak membayarnya.”


“oh! Bagaimana kalau kita makan beberapa contoh dan kemudian berpura-pura keracunan makanan?”


“jika kau melakukannya, aku akan memakanmu hidup-hidup.”


Sambil dia mengeluh, ekspresi bingung datang ke wajah Acclerator.


(...Bagaimana bisa aku menjadi satu dengan perasaan yang biasa saja?)


Hal ini tampak jelas dari tempat baginya, namun, pada saat yang sama, itu tidaklah benar.


Memang benar bahwa menginformasikan orang lain apa hal masuk akal yang di perintahkan, keluar dari tempat baginya.


Bagaimanapun juga, dia memutuskan bahwa menjadi kebal terhadap akal sehat mengenai hal yang sulit di bual.



Part 3[edit]


Setelah meninggalkan restoran di Distrik 7, Hamazura merasakan ponsel di sakunya bergetar.


Dia menariknya keluar dan melihat layar yang menampilkan ‘TakitsuboRikou’.


Namun, ketika dia menekan tombol ‘menghubungkan’ dan meletakkannya di telinga, yang dia dengar bukanlah suaranya.


“Hamazuraaaa! Kau lambat untuk seseorang yang seharusnya baru saja melakukan pekerjaan yang aneh! Ke mana kau lari!?”


“Ugh, siapa yang peduli; aku berpikir untuk membuang beberapa waktu dengan menendang orang-orang idiot itu, tapi mereka semua lari setelah kau datang. Dan karena kau mengambilnya untuk kembali, dan ini akan menjadi malam sebelum kau kembali ke sini, kami akan menemukanmu sebagai gantinya.” Tambah Mugino.


“A-Aku mengerti. Baik, aku—“


“tidak,tidak,” Mugino memotongnya untuk beberapa alasan. “aku bosan, jadi aku berpikir untuk membuat encarianHamazura menjadi sebuah permainan.”


“?”


“ini akan menjadi pertandingan hukuman di mana Kinuhata, takitsubo, dan aku akan mencarimu dan siapapun yang menemukan pertama kali mendapatkannya untuk menghukum yang terakhir menemukanmu. Mari kita lihat, hukuman yang akan...”


“itu hanya akan membuat yang kalah memakai pakaian kelinci, kan?”


“apa!!!!????” Hamazura bereaksi.


“Hamazura, akhir-akhir ini kau terlihat suram dan itu membuatku bertanya-tanya mengapa Takitsubo tetap bertahan denganmu.”


“...Jangan khawatir. Hal baik Hamazura terletak di tempat lain...”


(Hub!? Dia mengabaikan bagian kelincinya!?)


Hamazura mulai gemetar saat dia merasakan bahaya mulai meningkat, tetapi dia tidak meminta rinciannya. Dia bersumpah dalam hatinya dia akan berbicara dengan dia sendirian nanti.


“oke, kompetisi mencari Hamazura Ana di mulai. Ready, Go!”


Dengan bunyi klik sambungan telah terputus.


Hamazura menatap layar LCD kecil ponselnya itu.


Dia mungkin tidak bisa pergi ke jalan yang sama dengan Hanzou. Dia mungkin tidak dapat kembali ke Skill-Out.


Meskipun dia telah mengatasi Perang Dunia III, Hamazura masihlah bawahan yang tidak dapat melakukan apa-apa kecuali hanya berlari, para berandalan sehari-hari datang setelah dia.


Kecuali dia masih memiliki hubungan dengan orang lain.


Dengan Mugino, dengan Kinuhata, dan dengan Takitsubo.


Frenda mungkin telah tiada, tapi Hamazura dan yang lain telah kembali terhubung dengan ITEM.


Ada orang yang akan datang mencarinya jika dia menghilang.


Itu sangatlah tidak luar biasa, tapi itu membantu mendukung di kedalaman hati Hamazura.


Dia menyadari itu semua sekali lagi.


(...Aku tidak bisa melarikan diri terus.)


Pertarungan dalam dunia yang damai tidak akan diputuskan dengan hasil pertarungan tinju. Dan dia tidak bisa memaksa mengambil kemenangan orang lain. Sebaliknya, dia harus menjadi seseorang yang bisa melindungi orang-orang yang penting baginya. Itu akan menyelesaikan segalanya.


Sambil Hamazura terus berpikir tentang semua itu, dia mempunya pikiran lain.


(...hah? Takitsubo dan yang lainnya mengatakan mereka sedang mencariku, tapi apa yang harus kulakukan?)


Mungkinkag dia bergerak melakukan apapun yang dia inginkan atau dia harus tinggal di mana dia berada?


Permainannya telah di mulai tanpa perincian peraturan yang jelas. Dengan demikian, Hamazura tidak bisa pergi, tidak bisa kembali, dan takut terjebak di mana dia seolah-olah adalah sepotong seni yang konyol.


“Oh?”


Sebuah suara memanggil ke objek pemalu yang berjudul “Hamazura”.


Itu adalah sura seorang gadis.


Dia berbalik dan melihat,,, sulit untuk menggambarkan gadis itu. Dia mengenakan yukata pendek aneh (?), memiliki rambut cokelat, mengenakan makeup tebal, dan memiliki asesoris di sekitarnya. Gadis itu merasa seperti hasil dari meminta seorang pria tua yang tidak pernah melihat gadis kota SMA untuk menggambarkannya.


Dia mengenal gadis itu.


Dia tidak tahu nama keluarganya, tapi nama yang diberikan adalah Kuruwa. Rantai yang melilit bahunya, tubuh, dan kakinya berderak saat gadis itu mendekatinya.


“Oh, Hamazura-shi. Apa yang kau lakukan di sini?”


“aku adalah ‘Kaisar Akhir Abad’”


“?”


Dia menyembunyikan poin utamanya, tapi dia memberikan senyuman cerah daripada menjelaskan lebih jauh.


“apa yang kau lakukan, Kuruwa? Mencari Hanzou lagi?”


Sejauh yang Hamazura tahu, Kuruwa memiliki obsesi yang kurang menguntungkan dengan segala sesuatu tentang ninja dan Hamazura pikir Kuruwa mengejar Hanzou dengan berbagai cara.


Apakah itu ada hubungannya dengan itu atau tidak, dia tampaknya memiliki beberapa perubahan dalam berbicara, dia lebih sopan daripada sebelumnya.


“tidak, tidak. Tuan Hanzou tampaknya agak sibuk sekarang, jadi aku melakukan sesuatu yang lain.”


“benarkah?”


“ya. Jika aku serius mengejar tuan Hanzou, aku bisa menggunakan teknik menggodaku untuk mendapatkan semua informasi yang kau miliki, Hamazura-shi.”


“teknik.... menggoda....?”


Itu mengkin menjadi sesuatu normal bagi dia senang untuk mendengarnya, tapi nafasnya terengah-engah karena dia telah tertangkap basah oleh salah satu teknik mereka sekali.


(mendengar Kuruwamengataka bahwa ada sebuah tanda bahaya,) pikir Hamazura sambil membuat dirinya waspada.


Kuruwa seharusnya tidak menyukai ekspresi wajah Hamazura, karena dia tampak tersinggung dan memindahkan tangannya ke obi kimononya.


“kau terlihat seperti kau tidak mempercayaiku. Mungkin aku harus menunjukkannya padamu sekarang.”


“tu-tunggu!! Jangan telanjang!! Pakai pakaianmu!! Menggunakan teknik menggoda tanpa tujuan tidaklah lebih dari neraka erotis yang tak ada habisnya!!”


Kuruwa pasti merasakan sesuatu dari Hamazura yang gemetar ketakutan, karena dia memindahkan kembali tangannya dari obinya.


“aku ingin bersama tuan Hanzou lebih Kam, tapi aku tidak ingin mengganggunya.”


“oh, ya. Dia mengatakan bahwa dia sedang mealkukan sesuatu. Dia terlihat benar-benar sibuk dan bahkan mengatakan tidak punya waktu untuk makan.”


“tuan Hanzou melakukannya?”


“aku melihat dia hanya sebentar di restoran itu. Seperti biasa, dia memesan selain makanan Jepang yang murah.”


“Bahn dia adalah tipe orang yang akan memesan sayur goreng yang normal di sebuah restoran Cina.”


“atau ikan di restoran yakiniku.”


Mereka berdua tertawa bersama membayangkan Hanzou dan sedikit semangat darinya.


“jadi apakah kau mendengar tentang apa yang terjadi pada tuan Hanzou?”


“sedikit. Dia mengatakan itu adalah peluang untuk menghasilkan uang.”


“Hmm. Itu tak terdengar seperti apa yang kukerjakan.”


“apa yang kau kerjakan, Kuruwa-chan?”


“oh, itu hanya masalah tuan Hanzou yang terlibat dalam hal aku menempelkan hidungku. Tapi apakah dia benar-benar mulai bekerja pada sesuatu yang lain saat dia masih terlibat dalam hal itu?”


“?”


“Nah, kau sudah mendengar tentang hal itu, jadi aku bisa membicarakannya denganmu.”


“tentang apa?”


“Oh, kau tahu. Hal tentang....”



Part 4[edit]


Accelerator dan Misaka WORST meletakkan barang-barang ke dalam keranjang belanja sesuai dengan barang-barang yang tertera pada brosur belanja.


“Furikake, tsukudani iri, ikan teri, mentaiko, dan umeboshi...”


“Misaka mungkin bukan orang yang baik untuk megatakan ini karena dia hanya pernah memakan makanan sintetis, tetapi bukankah ini terlalu banyak untuk menaruh beras?


"Dia hanya mencoba untuk berhemat. Ini jelas bukan apa-apa selain makanan beku”


"Misaka akan menganggap makanan beku itu sebagai makanan bahkan makanan mewah."


Setelah itu, Misaka WORST yang sembrono menghentikan pidatonya.


Accelerator berhenti bergerak dengan item yang tidak ditandai pada selembaran di tangannya. tutup pada bagian atas botol furikake memiliki hadiah boneka ,yang pastinya itu boneka maskot. [furikake adalah sejenis abon, yaitu bahan makanan yang berupa serbuk dan bisa ditaburkan di atas nasi sebagai lauk, Wikipedia]


Jika boneka itu adalah selera Accelerator, tertawa terbahak bahak akan menjadi satu-satunya respon yang tepat, tapi dewa tawa tidak tersenyum pada Misaka WORST sebanyak itu. .


Namun, itu tidak menghentikan seringai di wajah Misaka WORST


"sebuah mascot gadis kecil itu pasti adalah suatu hal yang klise ... Pak, apakah hadiah  itu untuk Last Order?"


"Selera bocah ini benar-benar payah," sembur Accelerator sambil dengan ringan mengguncang botol furikake. "... Sebagai bagian dari Misaka Network, kau berada di bawah pengaruh darinya, kan? Jadi seleramu pasti hampir sama, kan? "


"Kau tahu, Misaka mungkin menerima beberapa gangguan dari jaringan, tapi itu dikhususkan hanya untuk hanya niat jahat dan bagian-bagian gelap dari jaringan. Misaka lebih suka kau tidak memperlakukannya seperti gadis kecil yang naif. "


"..."


"Pengaturan Misaka adalah untuk menginjak-nginjakmu agar lebih efektif untuk menghancurkanmu . Misaka akan berpikir kau telah mengetahuinya di dataran salju Rusia. Misaka hanya tidak tertarik dengan mascot yang tidak berharga---”


Accelerator dengan diam-diam mengayunkan botol furikake ke sisi dan tatapan Misaka WORST mengikutinya.


Dia mengayunkannya kembali kearah yang lain dan tatapan gadis yang mengenakan aodai memindahkan tatapannya ke arah itu.


"Kau tertarik dengan boneka mascot ini"


“Kh !!" Misaka WORST tampak kecewa. "... M-Misaka tidak percaya kau ingin melihatnya sama seperti Last Order dan kau berniat untuk bermain- main dengan ketidak seimbangan antara tubuh dan pikiran... "


"Menurut penomoran, kau adalah adik Last Order."



Part 5[edit]



Accelerator dan Misaka WORST selesai berbelanja dan meninggalkan supermarket. Mereka memiliki satu item yang tidak ditandai pada selebaran: furikake.


"Ahh, Misaka mengalami sesuatu yang tidak diketahui dan dia tidak membayangkan itu akan terjadi. Hari yang damai jauh lebih melelahkan daripada Misaka prediksi. "


"..."


Accelerator tidak tertawa karena kata kata Misaka WORST itu.


Apakah ini benar-benar baik-baik saja?


Perjalanan Shopping sudah sangat melelahkan, jadi apakah dia benar-benar bisa bergaul dengan dunia ini?


Adalah mudah untuk menghapus kedamaian yang hangat ini sebagai sesuatu yang bukan hanya untuknya.


Dia pernah berpikir bahwa menjadi penjahat membuatnya benar-benar keren.


Tapi apa yang dia lakukan setelah itu?’

Jika dia berbalik dari itu, adakah sesuatu yang bersinar lebih cerah menunggu dia di tempat lain?


Jika dia ingin menjadi monster yang tidak memiliki nilai dengan melakukan pembunuhan, ia hanya harus melanjutkan menyusuri jalan itu. Tapi itu bukan jalan yang Accelerator ingin ambil. Semakin ia menghapus perdamaian yang bukan untuknya ,semakin jauh ia menjadi dari apa yang ia inginkan.


Mungkinkah ia benar-benar melakukannya?


(... Apa yang dia lakukan?)


Seorang bocah Level 0 datang ke pikirannya.


Anak itu mungkin telah bertarung di bagian dunia yang lebih kelam, dari dunia gelap yang pernah Accelerator, Si Nomor Satu, geluti. Dan tentu saja, anak laki-laki itu memiliki tempatnya sendiri. Apakah ia kembali ke tempat itu? Apakah dia merasa dia keluar dari tempatnya?


Jika dia terus-menerus berpindah-pindah antara batas terjauh dari medan perang dan kedamaian, ia akan jauh lebih menakjubkan daripada Accelerator yang terus terjebak dalam kegelapan.


, Accelerator berhenti sejenak karena tubuhnya kelelahan, tapi kemudian Misaka WORST mulai menarik-narik lengan bajunya.


Dia memandangnya dengan ekspresi bingung.


"Apa?"


"Mari kita beli beberapa permen dan kemudian memakannya, Misaka telah mendengar bahwa itu adalah dasar untuk menjadi orang yang buruk. "


"... kau pasti mendapatkan aspek-aspek negatif dari banyak tempat yang berbeda, bukan?"


Yah, dia mengumpulkan aspek negatif dari seluruh Misaka Network, sehingga keinginan Last Order pasti berada di dalam pikirannya juga.


Jadi, karena desakan Misaka WORST, mereka berdua membeli es krim di warung berjalan yang ada di mobil van.


"Haruskah Misaka menggunakan lidahnya yang menggodamu saat iamenjilati es krim ?"


"Kau ingin merangsang siapa dengan melakukan tindakan kotor seperti itu? Dirimu sendiri? "


"Yah, begitulah. Apakah itu akan menghancurkan hubunganmu dengan Last Order,Misaka akan membiarkanmu menyentuh payudaranya dan pantatnya, tapi melakukannya sekarang akan sia-sia. "


"Katakanlah apa yang kau suka, aku tidak mendengarkan," jawab Accelerator dengan muak.


Dia memegang Es Krim di tangannya , ia dengan  santai melihat ke arah kerumunan orang dan tiba-tiba terhenyak.


Dia melihat seorang biarawati berambut perak mengenakan pakaian biarawati putih.


Kelelahan dan ketidak-sabaran bisa dilihat di wajahnya .


( dia...?)


Accelerator mengenali wajah itu.


Namun, suasana nya cukup berbeda dari ketika ia bertemu dengannya sebelumnya. Beberapa detik kemudian, dia menghilang di kerumunan.


(Kemana perginya? Yah, aku tidak punya alasan untuk panik dan pergi mencarinya. Dan jika dia terlibat denganku , dia bisa mengirim hidupnya ke arah yang jauh lebih buruk.)



Gadis dengan tampilan tidak bersahabat di matanya duduk di samping Nomor Satu yang tampaknya tidak melihatnya.


"Misaka tidak terbiasa dengan ini." Perasaan jujur Misaka WORST menyelinap keluar saat ia menjilat permukaan es krim vanila. "Misaka tidak terbiasa dengan situasi ini, berjalan di bawah sinar matahari menjilati es krim. Ini hanya tidak benar dan tidak normal. Tidakkah kau merasa tidak nyaman karena tidak ada yang terjadi? Menganggur seperti ini….Misaka harap semua ketenangan ini malah merupakan awal dari huru-hara yang besar. "


"Apakah kau ingin sesuatu terjadi?"


"Siapa yang tahu. Mungkin iya. Mungkin tidak. Misaka tidak berpikir seseorang secara akurat

mengetahui pikiran mereka  sendiri. Bahkan ketika seorang psikolog melakukan tes tersendiri, ia memberikan perkiraan lebih lembut pada dirinya sendiri. Jika ada seseorang yang sepenuhnya  dan  secara sempurna bisa memahami pikiran mereka sendiri,orang itu akan menjadi gila dengan cara mereka sendiri. "


Misaka WORST tersenyum.


"Bagaimana denganmu?"


"Aku tidak peduli," jawab Accelerator setengah hati. "Aku mengambil kembali semua yang aku butuhkan dari perang itu. Aku sekarang memiliki semua yang kubutuhkan. Dan jika itu diperlukan untuk menjaga hal-hal tersebut , aku bersedia melakukan hal-hal yang tidak biasa. "


"Misaka berpikir jalan keluar yang kau temukan itu hanya mengantarmu ke kehidupan yang kau tidak terbiasa melakoninya. "


"’Ahn?"


"Apakah suasana ini adalah perwujudan dari kedamaian sejati ataukah kau hanya ikut damai karena semua orang sudah tenang, kau tidak pernah tahu."


"... kau ini apa? anak nakal? "



"Misaka berpikir bahwa ini bukan sesuatu yang harus ditertawakan. Misaka berpikir bahwa kau harus menyadari betapa terbatasnya suatu makna kedamaian jika hanya berada di sekumpulan orang dan lingkungan yang tentram. Maka kita harus merobek-robek semua batas yang tidak perlu. Apakah kau dan Misaka adalah tipe orang yang tidak biasa dalam dikendalikan oleh perasaan orang lain? " Misaka WORST seakan mengingatkan kembali masa-masa dimana mereka selalu berada di bawah kendali Para Petinggi Academy City untuk melakukan apa pun yang mereka rencanakan.


"Ubah caramu berpikir." Tidak ada gejolak pada perasaan Accelerator ini."Seseorang berpikir bahwa kita tidak bisa melakukan itu. Seseorang berpikir bahwa binatang seperti kita bisanya hanya hidup dalam lautan darah. Dalam hal ini, apakah kita harus selau menunjukkan pertentangan ketika hidup di suatu dunia yang terpengaruh oleh orang lain, bahkan jika pengaruh orang lain itu menciptakan suatu kedamaian? "


"Ah-ha. Misaka menyukai itu. "Misaka WORST terus menjilati es krim vanilla-nya dan mengunyah corong es krim yang terbuat dari semacam wafer. "Tapi apakah kau tidak mencium sesuatu yang buruk di sekitar sini? "


"?"


"Misaka bahkan akan mengatakan ini sebagai : bau nostalgia."


"..."


Mendengar kata-katanya, Accelerator menyipitkan matanya. Sambil masih memegang tongkat, ia memandang sekeliling daerah lagi.


Gedung-gedung pencakar langit yang biasa berjajar di sekitarnya seakan tidak menunjukkan suatu hal pun yang aneh.


Namun, semua hal yang berjalan seperti semestinya ini justru menghadirkan suatu kesan mencolok ketika ada sedikit saja hal yang tidak beres. Meskipun hawa dan keberadaan mereka berbaur dengan sempurna pada lingkungan sekitar, seseorang sekaliber Accelerator yang telah makan asam garam dunia kegelapan, masihlah bisa merasakan kejanggalannya. Ini mirip seperti ahli reptil yang bisa menemukan seekor bunglon, walaupun bonglon itu sudah menyamar dengan baik.


Jauh di ujung sana adalah ...


Itu adalah bus wisata.


"Ya, itu bisa menjadi kendaraan yang sedang melakukan penyamaran," kata Misaka WORST sambil tersenyum. "Academy City tidaklah pernah berubah. Oh? Tapi ini aneh. Misaka pikir seorang jagoan pincang yang bertongkat telah mengenyahkan organisasi-organisasi kegelapan Academy City dengan mengancam mereka untuk tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan haram lagi, yang melibatkan nyawa sebagai perisainya. "


"..."


“Kita memiliki dua jalur yang bisa kita ambil di sini." Misaka WORST mengayunkan ibu jari dan jari tengah di depan Accelerator. "Menyingkirkan mereka untuk menghindari bahaya yang bisa mereka timbulkan atau abaikan saja mereka, toh tampaknya mereka hendak pergi dan sebisa mungkin menghindari keributan. "


"Jawabannya sudah jelas," sembur Accelerator sebagai tanggapan. "kita hancurkan mereka di sini. mereka melanggar akhir perjanjian mereka. Aku harus memberi mereka peringatan tentang kegelapan yang masih berkeliaran. Aku tidak suka campur tangan dalam bisnis orang lain, tetapi itu adalah cerita yang sama sekali berbeda ketika melibatkan sisi gelap kota. "


Misaka WORST bersiul.


"Nah, sekarang kegelapan telah mulai bergerak, seseorang pasti akan terluka dan hidupnya akan berada dalam bahaya. Tampaknya Si Nomor Satu adalah anak kecil yang baik yang hanya ingin membantu orang lain. "


"... Jangan bertindak seolah olah kau tahu apa yang kau bicarakan. Jadi apa yang akan kau lakukan? "


"Misaka tentu saja akan memilih rute yang lebih berbahaya. Kedengarannya lebih menyenangkan. "



Part 6[edit]


Hamazura Shiage menekan punggungnya ke dinding.


Dia meluncur turun dan duduk di tanah.


Kuruwa sudah pergi.


Percakapan dia dengannya membuat dia kembali mengingatnya .


"Oh, kau tahu. tentang Hanzou-sama yang melindungi seorang gadis kecil. "


Sebenarnya, Hamazura Shiage tidak dalam posisi di mana ia bisa menikmati hidupnyanya di Academy City.


Ketika ia meninggalkan kota dan terlibat dalam Perang Dunia III, ia pernah berada dalam pelarian karena dia adalah "elemen yang tidak penting yang tahu terlalu banyak tentang sisi gelap dari Academy City ".


Selama perang, Hamazura sudah menguasai bagian tertentu dari data.Itu dikenal sebagai Parameter List dan cukup mengguncang Academy City pada intinya.


Tapi itu tidaklah sempurna.


Dia berhasil menyeimbangkan suatu timbangan, tetapi jika timbangan ini melewati suatu titik tertentu, sisi gelap Academy City yang terdalam pasti akan mengumpulkan cara untuk menyingkirkannya.


"aku tidak tahu detailnya, tapi tampaknya gadis ini sedang menjadi target oleh para petinggi Academy City. Seolah-olah dia hanya akan berakhir dengan dibunuh jikalau dia berjalan-jalan dan berkeliaran di sekitar tanpa ada yang menjaga. "


Mungkin, kini timbangan yang sudah susah payah diseimbangkan oleh Hamazura, sedang tidak stabil lagi.


Jika mereka menerima kejutan besar lainnya, mereka bisa pindah dalam satu arah atau arah yang lain


Untuk mencegah hal itu, bersembunyi adalah yang terbaik .


Dia memerlukan waktu untuk memperkirakan apakah timbangan ini telah condong ke suatu kondisi dimana dia perlu untuk sekali lagi mempertaruhkan nyawanya, guna menyeimbangkan posisi timbangannya lagi.


Pada dasarnya, ia tidak perlu menimbulkan masalah.


Dia hanya harus meninggalkan Hanzou dan meninggalkan gadis yang menjadi sasaran tersebut. Hidupnya bahkan tidak akan berubah sepersen pun jikalau dia meninggalkan mereka. Apakah mereka berdua akan berakhir dengan kematian ataukah selamat, sebenarnya itu semua tidak berhubungan dengannya.


"Ah, aku tak bisa ingat namanya."


Kemungkinan besar, alasan itu tidak salah.


Jika dia ingin menjamin keselamatannya, itu satu-satunya pilihan yang tersisa.


Dia telah bersumpah untuk melindungi Takitsubo Rikou.


Dia ingin menjaganya sebisa mungkin. Dia ingin menghindari dia yang ditelan oleh kegelapan Academy City


Jadi keputusan untuk meninggalkan mereka itu tidaklah salah.


Itu tidaklah salah.


Tapi ...


"aku namanya adalah ... Fre ... Fre ... mea? ... Ya, dia adalah Fremea Seivelun. Umurnya sekitar 10 tahun dan memiliki rambut pirang lembut. Dia secara emosional memanggilnya Komaba-shi, bukan? "


Ketika Meringkuk di gang, Hamazura mengertakkan giginya.


Komaba Ritoku adalah pemimpin Skill-Out yang pernah berjuang melawan kegelapan kota demi kepentingan sekelompok besar Level 0 dan dia pun rela mati untuk itu.


Fremea adalah gadis, yang membuat Komaba telah berjuang sampai sangat, sangat akhir untuk melindunginya. Hanzou kemungkinan besar melindungi Fremea untuk mewarisi keinginan Komaba.


Fremea adalah Level 0 yang tidak ada hubungannya dengan Skill -Out.


Tidak membuatnya terlibat dengan sisi gelap kota mungkin adalah salah satu cara Komaba dalam melindunginya.


Dan juga, Hamazura Shiage tidak asing dengan nama keluarga Seivelun.


Sampai saat itu, ia tidak tahu nama keluarga gadis yang dekat dengan Komaba itu. Bahkan Komaba, orang yang paling dekat dengannya, hanya memanggilnya "diimpor"


karena itu telah menjadi kesan pertamanya setelah mendengar nama tersebut.


Namun, Hamazura tidak bisa menipu dirinya lagi.


Sekarang ia tahu ini, dia harus menghadapi ini.


"... Frenda Seivelun," gumam Hamazura.


Ada jeda singkat sebelum ia terus berbicara.


"Jadi dia adalah adiknya ... !!"


Frenda pernah menjadi salah satu anggota utama ITEM yang telah berjuang bersama Mugino Shizuri, Kinuhata Saiai, dan Takitsubo Rikou.


Dia tidak tahu secara rinci bagaimana Frenda datang ke dalam sisi gelap kota dan menjadi bagian dari ITEM.


Itu mungkin Frenda sendiri menikmati pertempuran itu. Tapi ...


Mungkin juga semuanya yang telah terjadi dimulai dengan Fremea.


Apakah benar-benar suatu hal yang salah dengan meninggalkan saja semua perkara ini?


Temannya Hanzou saat ini sedang berjuang dengan sisi gelap kota.


Membiarkan Fremea meninggal adalah sama dengan menginjak-injak perasaan Komaba Ritoku dan Frenda.


Dengan semua itu, apakah benar-benar salah jika meninggalkan mereka?


(... Itu benar.)


"Tidak ada sesuatu yang salah dengan itu," gumam Hamazura.


Dia telah memberikan meneguhkan pikirannya untuk memperkuat pandangannya.


Suaranya secara bertahap semakin keras.


"Tak ada yang salah dengan itu. Tidak mungkin ada sesuatu yang salah dengan menjaga Takitsubo dan ITEM !! Aku mengatasi semuanya dalam perang itu. Aku mungkin berlumuran kotoran, tapi aku akhirnya meraih kehidupan baru ini dengan kedua tanganku sendiri !! persetan! Aku bisa mengaibaikannya , Aku akan melindungi apa yang telah aku peroleh sendiri ,tidak peduli apapun yang akan terjadi!! "


Masih meringkuk di gang, Hamazura meraih kepalanya dengan tangannya.


Itu benar.


Ketika ia memikirkan hal itu secara rasional, cara yang paling efektif untuk melindungi dirinya sendiri, Takitsubo, dan yang lainnya adalah meninggalkan Hanzou dan Fremea disini. Pilihan yang memiliki resiko minimal dan memungkinkan dia untuk melindungi orang-orang peduli dengannya.


Ketika ia membiarkan ketidak pedulian meresapi pemikirannya, ia tahu waktunya untuk membuat keputusan semakin singkat.


Dia akan memilih.


Dia harus memilih.


Sekarang.


Hamazura mendecakkan lidah dan mencakar-cakar kepalanya.


"Persetan !! Bagaimana aku bisa meninggalkan mereka !! "


Dia meletakkan tangannya ke dinding dan berdiri sekali lagi.


Dia berlari menuju bayangan di kedalaman gang sempit yang melambangkan sisi gelap kota.


Dia berlari untuk menyelamatkan temannya yang sedang menghadapi krisis mematikan.


Dia berlari untuk melindungi perasaan orang yang sudah mati.


Dia tidak menghubungi Takitsubo dan yang lainnya.


Ini adalah masalah Hamazura.


Selama keseimbangan timbangan tidak stabil, ia tidak bisa membiarkan gadis-gadis terdekat dengannya terlibat dalam hal ini.


Dia berlari untuk memastikan bahwa ia akan kembali.


Hamazura Shiage berani berlari ke kedalaman kegelapan.



Diantara Baris Kedua[edit]

.

Komaba Ritoku.


Banyak orang gemetar ketakutan ketika mereka pertama kali bertemu, anak laki-laki berotot sebesar itu , tapi dia pribadi tidak suka berbagai jenis konflik.


Ketika ia menjadi pemimpin Skill-Out, sebuah perkumpulan level 0 yang telah di-drop out dari sekolah program pembangunan kekuatan psikis, ia mencoba untuk memberikan beberapa pendidikan moral ke dalam kelompok tersebut sedikit demi sedikit.


Dia memerintahkan agar mereka menghindari kekerasan yang tidak perlu, tidak secara khusus menargetkan yang lemah, dan tidak lagi melakukan kejahatan yang hanya akan mengundang Anti-Skill dan Judgement. Dia malah ingin mereka agar secara diam-diam melindungi orang orang yang bahkan tidak bisa meminta bantuan.


Tentu saja, kenyataannya tidaklah begitu indahnya dan menguras air mata. Seperti biasa, mereka memiliki fakta bahwa mereka telah dikucilkan oleh Academy City dan persepsi warga pada keberadaan mereka tidaklah lebih dari sekelompok preman yang akan merebut permen dari anak kecil sekalipun. Warga hanya akan minta agar segerombolan level 0 ini ditempatkan di suatu lokasi tertentu yang jauh dari mereka agar bisa melakukan hal-hal semaunya tanpa mempengaruhi lingkungan sekitar.


Namun, memang benar bahwa Komaba telah menyebabkan masalah.


Bagi mereka yang pernah menjadi korban Skill -Out, itu mungkin terdengar seperti tidak lebih dari suatu alasan belaka, namun sesuatu semanis pesan moral benar-benar bisa dipetik dari kejadian itu.


Ini memberikannya kesempatan.


Sesuatu yang terjadi mempengaruhi nasib mereka.


Mungkin itu seperti menempatkan bola salju besar di atas bukit dan menyuruh seseorang untuk memberi dorongan.


Ini bukanlah suatu hal yang bergerak sepelan suatu perubahan ataupun pertumbuhan alamiah.


Dan sebenarnya itu mengerikan .


Satu demi satu, Level 0 diserang oleh esper kuat.



Chapter 3: Sedikit Margin dan Sebuah Firasat yang Terhubung ke Selanjutnya — Girl.[edit]

Part 1[edit]


"Lewat sini."


Hanzou memberi isyarat dan seorang gadis berusia sekitar 10 tahun yang mengikutinya. Mereka menuju pintu masuk mall bawah tanah.


Perbedaan antara anak nakal dan gadis seperti boneka pada bocah itu sudah sampai level seperti memesan sushi dan kopi. [Di Jepang, memesan minuman seperti kopi atau softdrink di saat memakan sushi bisa jadi suatu kelancangan karena kau bisa merusak rasa alami dari sushi tersebut, minuman yang dianjurkan ketika memakan sushi adalah ocha/teh hijau]


Fremea Seivelun, berpakaian sangat khas. Pakaiannya berwarna putih dan merah muda dan pakaiannya sangatlah lembut ,penuh dengan hiasan dan berenda. Bagian bawah pakaiannya sangat polos dibandingkan dengan rok mini dan tebal, celana ketat berwarna anggur merah. Dia tampak seperti seorang idol, tapi bukan idol yang manggung itu; melainkan adalah idol yang ada di video game.


Dia memberi kesan bahwa baju-baju yang dipakainya olehnya itu diatur oleh orang-orang ayng berada di sekelilingnya berdasarkan penampilannya, bukan apa yang ingin dia pakai sendiri. Dengan kata lain, ia memiliki postur yang memang cocok dengan baju-baju itu.


Lengan dan kaki ramping, rambut pirang lembut, kulit putih, dan dia mempunyai mata biru transparan, membuat dia tampak seperti boneka. Sederhananya, sepertinya apa yang dipakainya akan menjadi tren kelak, jikalau dia menyanyikan suatu lagi di panggung.


Jikalau dia hidup dengan damai, perawakannya ini pastilah sudah menjadi suatu hal positif yang mungkin bisa membuatnya jadi artis suatu saat nanti.


Tapi itu tidak pernah terjadi di kehidupan yang dialaminya sekarang.


Dalam upaya pelarian seperti ini, bisa jadi semua kebolehannya itu malah menjadi suatu petaka baginya.


Hanzou memahami betul akan hal ini.


Bahkan untuk seseorang dalam kelompok berandalan Skill-Out, dia sangat terampil dalam berbaur dengan orang lain.


Alasan ia membawa Fremea ke mall bawah tanah adalah jelas.


Itu karena pengejar Fremea telah menemukan di mana dia berada .


Awalnya, Hanzou memiliki banyak tempat persembunyian. Kau bahkan bisa mengatakan bahwa mengoleksi tempat persembunyian adalah hobinya. Dia akan mempersiapkan tempat persembunyian di waktu luangnya. Dari rumah kardus sampai apartemen kelas tinggi, ia akan mempersiapkan tempat untuk menghabiskan malam di seluruh kota, ia akan mencari warung internet yang biasanya kosong yang ia bisa gunakan untuk mengumpulkan informasi, ia akan menyembunyikan sepeda murah dan mobil di sekitarnya, dan ia akan mempersiapkan identitas yang berbeda. Semakin dia punya banyak ide untuk bersembunyi, itu semakin baik. Memiliki ide yang terlalu sedikit bisa menjadi masalah, tetapi memiliki ide terlalu banyak akan membingungkan . Setidaknya, itulah yang dia pikirkan ...


(Aku mengacaukannya.)


Itu kesimpulan jujur Hanzou.


(Mereka menemukan tempat persembunyianku dan membuntutiku dari sana. Sialan. Itu benar-benar menghancurkan tujuanku yang sudah aku susun!!)


Baik itu sebuah apartemen kelas tinggi atau rumah kardus sekalipun, mereka akan menemukannya jika ia tinggal dalam tempat persembunyiannya dalam jangka waktu yang lama. Untuk menjaga hal itu terjadi, ia akan secara berkala mengunjungi tempat persembunyian lainnya, tetapi para pengejar telah melihatnya saat ia melakukannya.


Dia tidak tahu berapa banyak pengejar yang telah mengamatinya , tapi dia tidak bisa lagi menggunakan tempat tempat persembunyiannya.


Dengan demikian, Hanzou dan Fremea tidak berjalan-jalan ke mall bawah tanah untuk mencapai tempat persembunyian lain.


Bahkan, Hanzou tidak punya tujuan yang jelas dalam pikiran.


Hanzou memiliki ponsel di tangannya, tapi ia mengubah sedikit komponen di dalam ponselnya sehingga sekarang dia juga dapat mengambil gelombang elektromagnetik .


Misalnya, dia bisa mengambil sinyal radio dari Anti-Skill, para guru yang dilatih untuk melanjutkan patroli guna melindungi ketenangan kota.


(Mereka sedang memeriksa mall bagian bawah. Jika kita pergi di sini,orang-orang dari kegelapan di belakang kita akan menyudutkan kita !!)


Hanzou mungkin terlalu naif dalam pemikirannya. Jika pengejar mereka adalah penjahat, metode yang paling tepat adalah menyingkirkan mereka


. Dan jika ia bisa memotong rute yang mereka ambil, kemungkinan kesempatan untuk kabur dari mereka cukup tinggi.


Namun ...


Atap mall bawah tanah tiba-tiba runtuh dan pengejar mereka segera turun melalui itu.


Hanzou sedang melawan kumpulan orang yang bahkan tidak akan menghiraukan campur tangan petugan keamanan sekelas Anti-Skill sekalipun. Dan bahkan mungkin bos merekalah yang membayar para Anti-Skill tersebut.


Awan besar debu terbang ke udara. Pengejar itu jatuh sekitar 300 meter dari Hanzou dan pengejar tersebut tidak memiliki bentuk manusia.


(Apa itu ...?)


Sosoknya bisa dilihat bahkan melalui debu yang tebal, bentuknya seperti bagian atas serangga besar dengan bentuk manusia yang terhubung di bagian atasnya. Dan benda itu besar. Tingginya sendiri hampir menyentuh langit-langit mall bawah tanah itu.


Dalam pikiran Hanzou, gerakan halus makhluk itu menunjukkan bahwa itu adalah suatu makhluk hidup, tapi dia menyadari segera setelahnya bahwa dia salah.


Itu adalah Powered Suit.


Powered suit itu berkaki 8 dan tidak punya kepala. Lensa dan sensor ditempatkan langsung pada tubuh powered suit. Tampaknya seperti bagian pinggang bisa berputar 360°. Hanzou tidak tahu bagaimana benda itu dioperasikan atau bagaimana cara gerakan anggota badan manusia bisa mengendalikannya , tetapi, karena tinggi powered suit itu lebih dari 5 meter, pilot kemungkinan besar berada dalam ruang di suatu bagian tubuh dari mesin itu.


Namun, bagian yang paling menonjol dari armor itu adalah lengannya.


Lengan yang kiri dan yang kanan berbeda ukuran. Lengan kiri sekitar dua kali ukuran lengan manusia sedangkan lengan kanan 4 kali lebih lebih besar. Dan juga, kedua lengan berbentuk silindris di bawah siku. Dekat ujungnya, pergelangan tangannya terpisah, melekat seperti bayonet. [Bayonet (dari bahasa Perancis baïonnette) adalah pisau, belati, atau senjata tajam lain yang dirancang untuk dipasang pada moncong senjata api laras panjang. Dengan ini, senjata api dapat berfungsi seperti tombak, dan dapat menjadi senjata jarak dekat atau senjata pertahanan terakhir. Wikipedia]


Lengan kiri memegang senapan mesin.


Lengan kanan memegang ...


"Sebuah senjata smoothbore !?" [Smoothbore adalah suatu senjata api yang memiliki laras, tapi tanpa senapan]


Itu adalah jenis senjata yang digunakan untuk senjata utama tank.


Ketika Hanzou berteriak, cahaya meledak dari laras.

NT Index v01 093.jpg

Dia bahkan tidak punya waktu untuk mendorong Fremea untuk menghindar.


Peluru menghantam dinding yang tidak terlalu jauh dari mereka dan ketika gelombang kejut meledak keluar. Sepersekian detik kemudian, Hanzou mendengar suaara. Dia berpikir bahwa gelombang kejut bisa menghancurkan indra pendengaran, tetapi suara yang lebih besar menyerangnya lebih jauh.


Namun, ia tidak punya waktu untuk mengeluh tentang rasa sakit yang dirasanya. Tubuhnya terpental beberapa meter di udara sebelum akhirnya jatuh ke tanah.


Dia kemudian benar-benar kehilangan kesadaran.


Dan 3 detik kemudian, dia sadar.


Alasan untuk ini sangat jelas.


(... Sepertinya Shield AED yang secara otomatis memberikan sengatan listrik ke dadaku pada saat tingkat kesadaran otakku sudah mulai pudar, benar-benar membantuku.) [AED adalah kepanjangan dari Automated External Defibrillator, yaitu suatu alat elektronik yang bisa memberikan suatu setruman ringan ke jantung agar bisa terus berfungsi, setruman ini diberikan ketika jantung berada pada suatu keadaan lemah akibat alasan tertentu.]


"Gah ... GFH .... !! F-Fr-Fremea ... !! "


Hanzou tidak bisa bangun karena ledakan dan ia melihat ke sekitar wilayah dengan matanya yang dalam keadaan suram . Sejumlah besar pelajar sedang berlari berteriak untuk keluar.


Suara nyaring dan gemuruh jejak kaki mereka mengirim rasa sakit ke kepala Hanzou. Anti-Skill tampak benar-benar tercengang selama beberapa detik, tetapi mereka segera mulai bergerak. Mereka menembakkan pistol mereka ke arah Powered Suit berkaki 8, tetapi setelah mereka menyadari peluru mereka hanya memantul dari baju besi benda berkaki 8 itu, mereka mengubah taktik mereka. Mereka berusaha untuk meminimalisir jumlah korban serendah mungkin dengan secepatnya mengevakuasi para pelajar.


Itu mengagumkan bahwa mereka bisa mengambil keputusan dengan begitu cepat, sesaat seketika suatu taktik tak bekerja, dan mereka tidak hanya tercengang menghadapi lawan yang berlevel jauh di atas mereka , tapi Hanzou dan Fremea masih terancam . Anti-Skill tidak bisa melakukan apa-apa selain menyuruh orang-orang untuk mengungsi, sehingga mereka akan dengan mudah dibunuh jika Powered Suit berkaki 8 dengan serius menyerang mereka.


(Dimana Fremea! Sial !!)


Merangkak di tanah, Hanzou terus mencari gadis itu.


Dinding sudah hancur dan gelombang kejut telah menghancurkan beberapa pilar dan kaca. Dia melihat tubuh kecil tergeletak di tengah reruntuhan.


Itu dia.


Dia berada 10 meter dari Hanzou .


Dia tidak tahu apakah dia baik-baik saja dari tempatnya tapi setidaknya, dia masih terlihat utuh tanpa ada bagian yang terpisah. Mereka berada dalam situasi yang jauh lebih baik karena senjata smoothbore secara ajaib tidak mampu membidik dengan benar.


Suara beberapa ledakan terdengar di telinga Hanzou.


Powered Suit berkaki 8 itu menembak untuk menahan pergerakan Anti-Skill.


Setiap tembakan, senjatanya menjatuhkan tempat pengisi peluru yang berbentuk piringan, yang sudah tidak berisi, dan lengan kirinya yang lebih kecil terus mengisi ulang benda yang berbentuk piringan itu, begitu seterusnya. Tampaknya powered suit ini mengambil pengisi peluru berbentuk piringan itu dari bagian di belakang tubuhnya yang mirip ransel.


Benda itu tidak langsung membidik ke arah Anti-Skill; powered suit berkaki 8 tersebut menembakkan pelurunya di lantai di depan mereka. Mungkin ini adalah karena pilot mempunyai konsekuensi dan hanya ingin menyerang orang-orang yang dia kejar atau mungkin bahkan dia memiliki prinsip bahwa menyerang seseorang yang tanpa powered suit adalah memalukan, sehingga dia hanya menyerang dengan serpihan-serpihan material yang berhamburan, yang merupakan hasil dari tembakan senjatanya. Namun, mengapa dia menyerang seorang bocah dan preman yang jelas-jelas tanpa senjata?


Rompi pelindung Anti-Skill dan pelindung lainnya menahan serpihan-serpihan material itu tetapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa ketika ada gelombang kejut yang menerpa mereka. Anggota Anti-Sklil kehilangan kesadaran satu per satu seolah-olah mereka disirami dengan air garam di atas kepala mereka, kemudia disetrum.


Lengan kanan Powered Suit berkaki 8 mengeluarkan piringan metal pengisi peluru dari daerah sikunya bersama dengan beberapa abu api. Itu adalah bagian dari senjatanya yang sudah tidak dia perlukan lagi.


"Uuh ..."


Fremea, yang telah terpental oleh gelombang kejut, dan mengerang . Dia sadar ... atau, lebih tepatnya, dia telah dipaksa untuk bangkit .


Kekuatan akhirnya kembali ke lengan dan kaki Hanzou.


(Sebelum menghantam target, bagiannya menghantam dinding atau langit-langit ... Apakah peluru yang ditembakkannya menggunakan sistim APFS ... atau apa pun namanya. Tipe ini menggunakan sejumlah besar tekanan untuk menembus armor dan bukannya menggunakan bubuk peledak. Dan ini memiliki struktur beberapa lapis. Setelah menembus baju besi, peluru macam ini akan mengirimkan gelombang kejut intens yang bisa melewati beberapa lapis logam pun.) [APFS yang merupakan kepanjangan dari Acquisition Planning Forecast System adalah suatu sistim berbasis piranti elektronik yang bisa memberikan prediksi berupa perencanaan dan penerkaan suatu tindakan secara otomatis.]


Itu adalah peluru yang tidak dimaksudkan untuk langsung digunakan pada mausia. Peluru macam ini dimaksudkan untuk menembak tank atau kendaraan lapis baja lainnya dan membunuh orang-orang di dalamnya. Daya rusak dari serpihan dan gelombang kejut itu sangat besar.


"... Fremea. Kau bisa berdiri, Fremea !? "


"..."


Gadis itu bergerak sedikit tapi tidak memberikan respon yang tepat. Hanzou berlari mendekatinya .


Powered Suit merespons.


Powered Suit menggunakan 8 kakinya untuk mendekati dan tanpa ampun mengarahkan senjata yang ada pada lengan kanannya ke arah mereka.


Hanzou mendekati Fremea dengan meluncur di lantai yang dipenuhi dengan runtuhan bangunan, meraih dan memeluknya, kemudian menghilang di sudut gang.


Ledakan itu terjadi.


Gumpalan besi kematian berkaki 8 itu menuju Hanzou lebih cepat dari suara dan menghantam dinding antara dia dan Powered Suit.


Tapi itu tidak berakhir di sana.


Gelombang kejut dari peluru menghantam salah satu sisi dinding menembus tepat melalui dinding dan tersebar dalam pola radial di sisi lain dinding. Bangunan itu sendiri berguncang seperti speaker raksasa.


Sebuah ledakan yang luar biasa mencapai Hanzou dan telinga Fremea ini.


"Bhhh! Ghoh !? "


Mereka jatuh ke tanah. Dinding tidak mampu menahan getaran dan serpihan kecil yang panjangnya beberapa milimeter menusuk kulit Hanzou. Dia memeluk Fremea untuk melindunginya .


(Sebuah senjata non-lethal berupa adhesive air stun gun!?) [Senjata non-lethal adalah tipikal senjata yang dengan sengaja diciptakan untuk tidak membunuh targetnya, melainkan hanya melumpuhkan tubuh atau panca indra-nya saja. Contoh dari sejata macam ini adalah : gas air mata, semprotan air (yang biasanya digunakan untuk membubarkan kerusuhan), gas tidur, bom cahaya, cairan pelengket, dll. Yang digunakan pada kali ini adalah tipe stun gun, yaitu alat yang akan melemahkan tubuh target, membuatnya mati rasa, dengan setruman arus listrik. Sedangkan adhesive air stun gun yang dimaksud adalah semacam stun gun yang bisa mengirimkan arus listrik melalui udara bebas (biasanya stun gun digunakan dengan ditempelkan ke tubuh target), sepertinya ini adalah senjata berteknologi tinggi yang merupakan fiksi ilmiah dari Academy City.]


Hanzou terlihat lebih mirip orang yang kebingungan dengan ribuan pertanyaan di kepalanya daripada terlihat seperti orang yang bersyukur karena nyawanya selamat secara ajaib.


(Dia bisa menembakkan lebih dari satu jenis peluru??? Jadi dia bisa mengubah-ubah pelurunya!!)


Senjata smoothbore terbaru bisa menggunakan peluru kendali dan rudal anti -pesawat dengan senjata yang sama, sehingga mungkinlah bila Powered Suit ini bisa menggunakan senjata yang bisa mengejar musuhnya dengan otomatis.


(Tidak, baru-baru ini ...)


Hanzou berpikir sementara ia dengan lamban berdiri dan memastikan Fremea aman dalam pelukannya.


(Senjata Smoothbore Academy City dapat mengenai target dari kejauhan berjarak 5000 meter dengan keakuratan lebih dari 95% bahkan senjata tersebut bisa menembak dengan cepat dalam keadaan bergerak. Hanya karena kami adalah target yang relatif berukuran kecil, tidak berarti bahwa kami aman dari tembakan, jika jaraknya sedekat ini.)


Tentu saja, si pengejar tidak punya alasan untuk mundur .


Dan tidak mungkin Powered Suit memiliki spesifikasi yang lebih buruk daripada tank normal


Pasti ada sesuatu di sana.


Pasti ada alasannya yang menyebabkan Powered Suit ini, sampai detik ini, gagal membunuh 2 orang manusia yang hanya terdiri dari daging dan darah seperti mereka, yang hanya berjarak kurang dari 300 meter di depannya.


(... Sebuah mall bawah tanah ...)


"Jadi begitu ya."


Hanzou mengangkat kepalanya.


(Dia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk membidik secara tepat , itu tidak akan menjadi suatu permasalahan bila digunakan pada sebuah medan perang terbuka di lapangan yang luas. Namun lingkungannya sekarang adalah tempat dimana terdapat banyak gelombang elektromagnetik pengganggu yang terpancarkan dari segala penjuru. Bagaimanapun juga, ini adalah Academy City yang memiliki lusinan alat elektronik yang terdapat di mana-mana.)


Dalam situasi seperti ini, powered suit dengan model seperti itu akan mengalami kesulitan dalam membidik.


Powered Suit ini nampaknya adalah model yang dimodifikasi untuk di bawa ke medan perang selama Perang Dunia III di Rusia. Yaitu daratan luas yang hanya terdapat salju. Sehingga tidaklah cocok bila digunakan pada lingkungan Academy City sekarang.


Jika itu terjadi ...


(Jika aku punya sesuatu yang aku bisa gunakan untuk dengan sengaja memantulkan sinyal atau sesuatu yang bisa mengirim sinyal elektromagnetik yang kuat kepada sensor penerimanya, aku pasti bisa menang melawan senjata otomatis itu.)


Ini adalah salah satu kesempatan untuk membalikkan keadaan atau malah menjadikan keadannya berubah semakin buruk.


Mendengar Powered Suit mendekat, Hanzou memutuskan untuk pergi dari sana . Dia tidak tahu apakah dia bisa mengalahkan powered suit militer itu bahkan jika ia punya mobil, tapi dia mungkin bisa menggunakan ukurannya yang besar untuk melawan benda itu.


( Hanya berputar-putar di sekitar mungkin akan berakhir dengan ditembaki oleh senjata mesin yang ada di lengan kiri. Benda itu pasti disesuaikan untuk dapat diarahkan pada manusia.)


Namun, dia juga akan tamat bila membiarkan si kaki 8 itu mendekatinya terus.


Melewati jalan setapak biasanya merupakan strategi yang standar, tetapi selama senjata dengan laras mulus itu mampu membuka jalan, strategi itu tidak bisa dibilang benar-benar aman.


(sebuah jalan keluar…)


Hanzou mendekap Fremea dalam pelukannya dan perlahan berdiri.


(kalau saja ada pintu keluar yang tidak biasa, aku bisa menjebaknhya untuk mendekati ku…)


Tentu saja sebuah jalan keluar tidak akan muncul begitu saja. Berbagai jalan keluar yang telah dipersiapkan Hanzou di mall bawah tanah muncul dalam benaknya.Dia akhirnya memilih pilihan yang paling mudah untuk ditebak oleh musuh tetapi tidak memerlukan banyak langkah untuk mencapainya.


Kemudian…


Lutut Hanzou melemas.


Dia jatuh berlutut dan tidak mampu menahan tubuh mungil Fremea. Hanzou tidak jatuh terjerembab tetapi dia tidak mampu berjalan lurus, apalagi menghindari powered suit armor militer.


Alasannya sudah jelas.


Ledakan yang mengenai Hanzou dan Fremea mungkin tidak cukup untuk membunuh mereka tetapi menimbulkan kerusakan yang signifikan.Gelombang kejut yang ditimbulkan ledakan itu telah menghilangkan kekuatan dari tubuh Hanzou dan mengacaukan keseimbangannya.


(oh…sial)


Ketika dia mencoba menarik nafas, Hanzou menyadari bahwa rahangnya telah mati rasa.


(aku bahkan tidak menyadari kerusakan di tubuhku?)


Tangga keluar dari mall bawah tanah hanya berjarak beberapa meter di depannya tetapi terasa begitu jauh.


Dia sudah tidak dapat melarikan diri.


Dia hanya mampu bergerak secepat ulat, jadi dia tidak akan dapat kabur dari powered suit armor. Membayangkan bagaimana benda itu menyerang Anti-Skill dengan tenang, sepertinya ridak mungkin bagi benda itu untuk menyerah walaupun telah berada di tempat umum.


Sang pengejar berniat untuk membunuh Fremea.


Hanzou dapat mendengar 8 kaki yang bergerak.


Sembari menghancurkan puing-puing di bawah kakinya, sesosok raksasa muncul dari sebuah sudut. Hanzou merinding melihat cara bergeraknya yang tidak biasa.


Tentu saja mereka tidak saling bertutur kata.


Sang powered suit armor hanya membidikkan tangan kirinya kearah Hanzou dan Fremea.


Daripada menggunakan senapan dengan laras halus di tangan kanannya, ia menggunaka senapan mesin di tangan kirinya yang memang didisain untuk target manusia.


(Kh…!!)


Sebenarnya Hanzou tudak perlu melindunginya sampai sejauh ini.


Gadis itu hanyalah gadis yang ingin dilindungi oleh Komaba Ritoku.


Tapi itu hanyalah alasan sentimental saja.Tidak ada yang memaksa Hanzou untuk melakukannya.Menurut logika nya, dia harus meninggalkan segala sesuatu yang mengurangi kemungkinannya untuk selamat.


Tetapi…


Dia menyadari bahwa dia tidak akan menang melawan senapan mesin dengan kaliber kurang lebih 18mm, tetapi Hanzou melompat dan melindungi Fremea. Kenapa dia melakukannya?Apa yang ingin ia capai? Dia tidak memiliki waktu untuk memikirkan pertanyaan itu.


Segera, powered suit armor itu melepas tembakan dengan senapan mesinnya.


Dengan akurat.


Tanpa ampun.


Tetapi dia tidak membidik ke arah Hanzou atau Fremea.


Dengan suara yang keras, mobil dengan 4 pintu datang dari arah tangga keluar dari mall bawah tanah.


Kaliber 18mm berukuran lebih besar dari senapan anti-armor. 50 peluru ditembakkan dalam waktu 10 detik, jadi tidak perlu ditanyakan apa yang terjadi dengan mobil keluarga dengan 4 pintu itu.


Pada saat mobil itu telah mencapai dasar tangga, kapnya remuk, mesinnya bocor dan minyaknya tersambar api.


Mobil itu meledak seketika.


Mobil itu tidak dapat mencapai Hanzou, apalagi mencapai powered suit armor.


Yang mampu mencapai Hanzou hanyalah panas, asap, dan hembusan angin.


(idiot macam apa itu? percobaan bunuh diri yang benar-benar mengganggu!)


Tetapi mobil itu terus melaju walau hanya tinggal rangka nya saja.Percepatannya membuat roda mobil it uterus berjalan.


Benda dengan 8 kaki itu menyiapkan senapan dengan karas mulus nya.


Walaupun mobil itu berhasil menabrak armor itu, dengan kecepatan seperti itu tidak akan mampu melukai operator armor yang ada di dalamnya. Sang pilot mengkhawatirkan akan kebaradaan peledak di dalam mobil itu.


Armor itu menembak tanpa ada keraguan.


Dengan letupan, peluru terbang diatas kepala Hanzou dan Fremea dan meledakan sisa-sisa dari mobil itu.mobil itu sudah berhenti total. Ledakannya cukup kuat untuk meluluh lantak kan sisa-sisa dari rangka mobil itu.


Ledakan itu cukup kuat hingga membuat Hanzou terguling di lantai.


Kerusakan yang diciptakan memaksa Hanzou menutup matanya.


Dia takut membayangkan apa yang terjadi pada supir mobil itu.


Tetapi…


(…apa…?)


Dia tidak melihat sosok apapun di bangku pengemudi dari mobil itu.awalnya dia piker si pengemudi sudah hancur berkeping-keping, tetapi bukan itu yang terjadi.


(Tidak ada seorangpun di dalam…?)


Api di mobil itu semakin membesar dan udara panas menerpa wajah Hanzou. Secara instingtif dia memalingkan wajahnya.


Mungkin itulah alasan mengapa dia menyadarinya.


Hanzou kebetulan memalingkan wajahnya dari pintu keluar ke arah Powered suit armor itu.


Dan dia melihat sesuatu mendekat dari belakang powered suit armor itu.


Itu adalah Hamazura Shiage.


Dia membawa peralatan Anti-Skill dan mengendap-endap ke arah powered suit armor.


Biasanya, powered suit armor dengan 8 kaki dapa mengumpulkkan informasi dari segala arahnya dan tahu seberapa banyak orang yang mendekat dan lokasi mereka secara tepat tidak peduli seberapa tenang mereka mendekatinya.Powered suit armor itu dapat dengan mudah mendeteksi kendaraan dan orang.Lagipula mereka hidup di zaman dimana kendaraan dikendalikan dengan remote control dipersenjatai dengan roket dan hanya sebesar beberapa sentimeter. Powered suit armor dengan 8 kaki itu didisain untuk mendeteksi ranjau yang dapat bergerak dengan ukuran sebesar kotak bento, jadi tidak seorangpun akan mengira seorang anak SMA amatiran dapat mendekatinya tanpa terdeteksi.


Tetapi, ada suatu pengecualian.


(hentakan dan gelombang kejut…setelah dia menembakan sejatanya…!?)


Itu adalah tujuan dari mobil kosong itu.


Mobil itu memberi kesempatan kepada Hamazura untuk mendekati Powered suit Armor itu.


Hamazura menggenggam sebuah alat yang sepertinya dia ambil dari kelompok Anti-skill yang telah dikalahkan di Mall bawah tanah.


Alat itu disebut HsLH-02


Benda iru merupakan alat pendobrak yang digunakan untuk mendobrak pintu baja.


Sekilas benda itu terlihat seperti bazooka, tetapi di dalamnya terdapat pancang dengan ujung yang rata.Hamazura mengayunkannya sekali seperti pendulum dan mengantam powered suit armor itu dengan larasnya.


Tidak perlu ada tarikan pelatuk.


Kejutan yang terkena di laras alat itu meluncurkan pancang raksasa seberat 20 Kg di dalamnya dengan kecepatan subsonic.


Suara logam yang beradu dengan logam menggema.


Hamazura mengarahkannya ke salah satu kaki powered suit armor itu. terutama kaki yang menekuk karena menopang beban powered suit armor itu. Hantaman itu menyapu kaki powered suit armor itu dan merusak kwswimbangannya.


Bahu powered suit armor itu bergerak dengan tidak beraturan.


Terlihat jelas bahwa itu adalah gerakan seseorang yang sedang marah.


Tetapi Hamazura tidak tinggal diam.


Powered suit armor itu membidikkan senapan mesin di tangan kirinya ke arah Hamazura dalam waktu yang bersamaan dengan Hamazura melemparkan asbak berbentuk kotak ke udara dan menghantamnya dengan alat pendobrak.


Asbak itu dibuat cukup berat agar tidak mudah dicuri dan asbak itu remuk saat dilontarkan dengan kecepatan tinggi. Asbak itu mengenai pergelangan kiri dari powered suit armor itu dan mengacaukan bidikannya.


Tembakan peluru yang awalnya ditujukan ke arah Hamazura tertembak ke tembok.


Dalam selang waktu itu, Hamazura memasukan kembali pancang seberat 20 kg ke dalam laras alat pendobrak itu. kemudian dia mengayunkannya ke arah atas.


Pukulan uppercut yang didorong dengan daya electromagnetis itu menghantam bagian bawah powered suit armor dimana sensornya terletak. Radar yang sudah diatur sedemikian rupa dan sensitif itu rusak bera.


Hamazura sudah membuat si pengemudi marah.


Salah satu dari 8 kakinya mengayun ke atas dan mengenai alat pendobrak milik Hamazura dari bawah.Pukulan itu membuat alat pendobrak milik Hamazura terlepas dari tangannya dan terpental ke langit-langit.Powered suit armor itu menggunakan kendali elektroniknya untuk secara akurat mengendalikan kuda-kudanya dan menggerakan tangan kanannya sekali lagi.Mungkin meriam di tangan kanannya sudah tidak berfungsi, tetapi tangan kanannya adalah sebongkah armor komposit yang dapat diayunkan dengan kekuatan yang besar.


Tubuh Hamazura tertekuk.


Serangan itu lebih mirip bantingan daripada pukulan dan tubuh Hamazura terpantul beberapa kali sampai akhirnya dia berhenti.


“Gaaaaaaaaahhhhhhhhhhh!!”


“Hamazura!!”


“Geh…bh..lari. Hanzou kita bisa kabur sekarang…!!”


Hamazura jatuh di dekat Hanzou, tetapi dia masih mampu berdiri, meraih lengan Hanzou karena ia masih terduduk, dan mulai bergerak. Hanzou menyadari bahwa Fremea hampir terlepas dari pegangannya.


“Hama…Zura. Ambil…Fremea.”


“apa maksudmu?! Kamu juga ikut!!”


Mereka berlari melalui udara panas tanpa keraguan selagi mereka melewati mobil yang terbakar dan menuju ke tangga keluar.


Powered suit armor itu menggerakan tangan kanannya.


Powered suit armor itu mulai menembakkan senapan mesinnya.


Tetapi, dia tidak dapat membidik menggunakan sinyal elektromagnetisnya dan udara panas mengacaukan peralatan infrarednya. Alat bidik manualnya juga tidak dapat digunakan dengan efektif karena asap tebal.


Pada akhirnya, mereka selamat dikarenakan oleh keberuntungan.


Hamazura, Hanzou, dan Fremea berlari menyusuri tangga ke atas.



Part 2[edit]


Sang pilot memeriksa keadaan dari lengan kanan powered suit armor itu dan kembali melanjutkan pengejaran.


Kemudian dia menerima transmisi.


“sudah cukup, Silver Cross.”


“apa itu sudah cukup?”


“kau sudah memenuhi tujuanmu.”


“Hey, hey, aku kira hanya mereka berdua yang diperlukan.” Sang pilot meragukan pada kata-kata dari orang yang mengirimkan transmisi. “seharusnya Frenda Seivelun dan Hamazura Shiage. Yang ketiga tidaklah diperlukan.Memebiarkan pelindung yang tak diperlukan hanya akan mengacaukan semuanya lagi.”


“yang kau lakukan sudah cukup. Aku yakin mereka tidak akan terpisah lagi.” Orang yang mengirim transmisi membuang nafas yang terdengar seperti tertawa yang menghina. “menjadipihak yang seharusnya dikalahkan sulit, ya?”


“betul sekali. Aku sudah bisa menyelesaikan semuanya bila aku menggunakan peluru canister.”


“bukankah model yang kau gunakan tidak cocok untuk pertempuran semacam ini? Powered suit armor itu menggunakan sinyal elektromagnetis luas untuk mencari sasarannya karena powered suit armor itu didisain untuk bertempur di dataran terbuka di Rusia, jadi ketepatannya berkurang bila digunakan di kota. Pasti sulit untuk tidak membunuh mereka dengan kekuatan yang begitu besarnya.”


“membuat sebuah kesan juga penting. Model ini, Enemy Blaster, sangat cocok untuk membuat suatu kesan.Dan aku adalah orang yang mengerti bagaimana melakukan sesuatu dengan benar.“ dia menyerah untuk mengembalikan daya di lengan kanan powered suit armor itu, “aku akan kembali sekarang, tapi bagaimana dengan keadaan di luar sana? Kalau bagian itu tidak bergerak semua ini akan sia-sia saja.”


“jangan khawatir.”


Mendengar itu, sang pilot menghubungi kelompok pembantu yang menunggu di atas tanah. Dia tidak mungkin berjalan dengan powered suit armor. Dia akan menggunakan kendaraan khusus yang disamarkan menjadi sebuah bis tur untuk menyatu dengan pemandangan kota.


Tetapi, ketika dia melakukannya…


“jawab, ada apa Chameleon? Jawab. …Sialan, apa yang terjadi?”


“aku sudah katakana, tidak usah khawatir. Bagian yang lain sudah mulai bergerak.” orang yang berada di ujung transmisi meledek “menjadi pihak yang harus dikalahkan sulit, ya?”

“bagaimana pendapatmu?” gumam Misaka WORST.


Sekitar 200 meter darinya, asap hitam membumbung dari pintu masuk ke mall bawah tanah bagaikan sebuah cerobong asap. Tetapi, Misaka WORST tidak merujuk ke pertanda suatu insiden, tetapi ke arah bis besar di depannya.


Secara teknis, bi situ adalah kendaraan penyamaran untuk sisi kelam Academy City.


Kendaraan itu sudah dibereskan dalam waktu yang singkat.


Accelerator dan Misaka WORST memandang ke kendaraan yang sudah tidak berdaya itu.


Sekilas, kendaraan itu terlihat seper bis turis dengan kaca film yang gelap, tetapi, didalamnya kosong dan dilengkapi dengan mesin dan suspense untuk mengangkut tank.


Beberapa pria dengan seragam tergeletak dan terdapat alat-alat khusus, beberapa jenis peluru, lempengan armor, kotak-kotak besar baterai, dan barang-barang sejenisnya. Sepertinya kendaraan itu diperuntukan untuk mengangkut sesuatu yang besar karena terdapat beberapa pengikat di lantai, sisi, dan langit-langit yang mungkin digunakan untuk mengikat barang yang diangkut agar tidak terbalik dalam perjalanan.


Dari bentuk pengikat-pengikat itu… “sebuah powered suit armor” bisik Accelerator.


Sudah jelas bahwa ini bukan powered suit armor milik Anti-Skill. Mereka tidak perlu menyembunyikan peralatan mereka.


Accelerator memandang ke orang-orang yang telah dia kalahkan dan kepulan asam hitam di kejauhan dan menjetikkan lidahnya.


“…Sepertinya akan ada masalah lagi.”


“uuh…”


Dia mendengar sebuah rintihan.


Salah satu pria yang telah terkapar di dalam kendaraan penyamaran itu yang membunyikannya.Pria itu bisa tetap sadar bukan karena dia memiliki kekuatan yang luar biasa; tetapi karena Accelerator dan Misaka WORST dengan sengaja membiarkannya tetap sadar.


“Aku kira sisi gelap telah dimusnahkan,” ujar Accelerator ke pria itu. “semua sandera dan barang-barang negosiasi yang mengikat para anggota seharusnya sudah dibereskan pada akhir perang. Aku sendiri yang memastikannya.Jadi, siapa kalian semua?”


“…Freshmen.”


“ahn?”


“kau akan tahu sebentar lagi.”


Kaki dan lengan pria itu melemas setelah mengucapkannya.Matanya masih terbuka, tetapi dia telah kehilangan kesadaran.


Misaka Worst tertawa kecil dan berkata.


“ada bekas luka di kepalanya. Sebuah chip telah membuatnya kehilangan kesadaran. Itu adalah sebuah metode anti interogasi.Kalau kita “membangunkannya” dengan paksa, kita mungkin dapat menyadarkannya.Bagaimana?”


“kita biarkan saja dia.”


“jadi, waktunya menggunakan spidol permanen?”


Sepertinya Misaka WORST siap mengubah pria menjadi seperti Hoichi si tak berkuping yang penuh dengan kata-kata yang tak dilarang disiarkan di televise, tetapi Accelerator tidak mengindahkannya.


Accelerator memandang ke sisi dari kendaraan penyamaran itu.


Terdapat beberapa peta di sisi mobil itu dan terdapat beberapa gedung dan jalan yang ditandai.Sepertinya mereka sedang mengintai seseorang.


Accelerator menyobek peta dan foto yang berada di depannya.


Foto-foto itu dicetak menggunakan kertas khusus untuk mencetak foto dan foto itu menunjukan seorang gadis cilik berumur 10 tahun dengan rambut pirang dan mata berwarna biru.


Namanya tertulis di samping wajahnya.


Fremea Seivelun.



Part 3[edit]


Hamazura dan yang lainnya melewati gang-gang sempit dengan jalan rute yang berputar.


Mereka sengaja mengambil jalan yang memutar untuk mengecoh powered suit armor yang mungkin masih mengejar mereka. Mereka berhenti hanya karena mereka sudah kehabisan tenaga.


Ketiganya bernafas dengan tersengal-sengal.


“Hamazura…”


Hanzou memanggil temannya dengan suara yang kecil.


Hamazura membalasnya dengan tersenyum, tetapi Hanzou menggengam kerah Hamazura dan mendorongnya ke tembok.


“Apa-apaan!? Kenapa kau mendadak muncul di sana Hamazura!? Kenapa kau ikut campur juga!?”


Hanzou menggemeretakkan giginya.


Dia tidak marah kepada Hamazura.


Dia marah kepada dirinya sendiri karena dia membuat Hamazura terlibat.


“…kau telah mendapatkan apa yang kami tidak dapatkan di Skill-Out.” Hanzou mencoba menahan suaranya tetapi suaranya menggelegar. “kau memiliki seorang kekasih! Kau sudah memikirkan mengenai masa depan kalian! Kau sudah menapaki jalan yang jujur!! Kau belajar untuk membuka sebuah bengkel!! Kenapa kau kembali!? Kau…Kau bisa saja menghancurkan mimpimu!! Apa kau mengerti itu, Hamazura!?”


“…Aku tidak peduli…”


Tidak ada kepastian di mata Hamazura.


Dia hanya menggeleng secara perlahan.


“aku tidak ingin ikut campur.”


Dia tidak mencoba terlihat tegar.


Setiap kata yang meluncur dari mulutnya benar-benar menggambarkan perasaannya.


“tetapi aku tidak dapat meninggalkan kalian.”


“ketika aku mendengar bahwa kalian berada dalam keadaan yang buruk dan Fremea Seivelun juga ikut terlibat, aku jadi teringat wajah bos Komaba…dan beberapa hal yang sulit dijelaskan mengenai nama Seivelun…”


Masih terdapat hal lain dalam pikirannya, tetapi Hamazura menghentikan ucapannya.


Dia berhenti mencurahkan perasaannya dan menekankan pada bagian terpenting.


“…Aku tidak dapat meninggalkan kalian.”


“Sialan,” sembur Hanzou sembari melepaskan kerah Hamazura.


Dengan punggunnya masih tertempel ke tembok, Hamazura terduduk.Dia menatap wajah Hanzou dan bertanya.


“Apa yang akan kita lakukan sekarang?”


“kemungkinan semua tempat persembunyianku sudah tidak dapat digunakan. Kalau aku menghubungi Kuruwa, dia mungkin dapat melakukan sesuatu, tetapi kita perlu mencari tempat yang aman untuk menunggunya. …Hamazura, apa kau tahu tempat dimana kita dapat bersembunyi untuk sementara waktu?”


“maksudmu tempat persembunyian untuk para preman…?”


Mendadak, Hamazura mendapatkan sebuah ide.


“tunggu, aku tahu.”


“dimana?” Tanya Hanzou.


Hamazura memiki kineksi dengan organisasi yang bukan preman.


ITEM.


Grup itu sedang tidak bertindak sebagai bidak Academy City, tetapi beberapa anggotanya masih tersisa.


Salah satu tempat persembunyian ITEM adalah…


“sebuah salon private di Distrik 3. Agak sedikit mahal, tapi mungkin kita dapat menggunakannya.”



Part 4[edit]


Accelerator dan Misaka WORST menggeledah seisi kendaraan penyamaran tersebut, tetapi mereka tidak menemukan informasi lagi. Mereka tidak menemukan informasi mengenai pemilik Powered suit armor atau organisasi apa yang menggunakan perlengkapan itu.


Keduanya saling bercakap-cakap setelah meninggalkan kendaraan itu.


Misaka Worst mengibaskan foto yang mereka temukan di dalam bis.


“sepertinya mereka berencana menyerang bocah ini. Yah, itu bukanlah urusan kita.”


“…”


(gadis ini…)


Accelerator mengenali gadis di dalam foto itu.


Dia pernah melihatnya di telepon selular milik Komaba Ritoku, seseorang yang pernah ia habisi sebagai seorang musuh yang mengganggu kedamaian kota.


Komaba telah mengusik Academy City demi melindungi sejumlah besr level 0 dari kekerasan.Ada satu orang yang terus dia lindungi mati-matian.


“kenapa mereka menggunakan sebuah powered suit armor untuk membunuh seorang bocah cilik? Misaka mengerti betul bahaya yang dapat ditimbulkan seseorang kadang tidak sesuai dengan penampilannya di kota yang penuh dengan kekuatan psikis ini, tetapi seharusnya ada laporan mengenai kekuatannya dan cara menanggulanginya. Rasanya seperti dia hanyalah seorang level 0 dan mereka menjadi sangat berhati-hati…Hm? Ada apa nomor satu?


“kau pulang saja duluan tanpaku.”


Accelerator memberikan kantong belanjaan kepada Misaka WORST dan meneliti daerah-daerah yang ditandai di peta yang mereka ambil dari kendaraan penyamaran.


“aku akan mengejarnya.”


“hey, tunggu.”


Misaka WORST melepas nafasnya dan menggelengkan kepalanya.


Dia menunjukan kepada si nomor satu foto dari Fremea Seivelun.


“gadis yang kita anggap sebagai level 0 bukanlah Last Order.”


“Lantas kenapa?” sembur Accelerator. “memang aku tidak memiliki alasan untuk melindunginya, tapi tidak ada alasan untuk membiarkannya mati.”


“Coba lihat dirimu dasar mesum!! Kau melindunginya karena dia kecil!! Dasar kau lolicon!! Kau mematahkan lengan Misaka tanpa ada keraguan!!”


“…susunan dari sisi gelap Academy City sudah berubah dan aku belum mengerti apa yang terjadi. Dan aku tidak suka ucapan si bajingan itu mengenai Freshmen. Ada kemungkinan mereka juga akaj mengusik kita, jadi aku perlu memeriksanya juga.Apa kau tidak cukup pintar untuk mengerti tanpa perlu dijelaskan?”


“setidaknya kita tahu bahwa sisi gelap cukup kuat untuk mengerahkan sebuah powered suit armor. Misaka penasaran kenapa mereka mengincar si bocah Fremea itu.”


“aku tidak tahu, tapi aku akan tahu setelah aku memeriksanya.”


Accelerator berjalan dengan alat bantu jalan modernnya.


Misaka WORST merapihkan isi kantong belanjaannya dan menyisakan seidkit ruang di kantung itu, berjalan ke belakang Accelerator, dan mengarungi kepala Accelerator untuk menahannya.


“tunggu dulu.”


“Gmmh!!”


“maaf sudah membuat mu menjadi perampok dari zaman Showa dengan panty hose di kepalanya.”


“…”


Accelerator menjetikkan tombol di electrode berbentuk choker di lehernya.


Dalam kesehariannya, Accelerator tidak mampu berjalan tanpa alat bantu, tetapi ketika dia memencet tombol itu, dia dapat menggunakan kekuatan psikis terkuat di Academy City.


Dia menggunakan kekuatan yang mengerikan itu untuk memanipulasi berbagai macam vector dari gaya untuk menghancurkan kantung plastic yang menutupi kepalanya.


“…apa kau ingin bernasib sama dengan kantong plastik itu?”


“Hehh, ketiika kau melewati batas antara baik dan buruk, ternyata kau asik juga.”


“Apa maumu?”


“apa kau punya alasan untuk berbuat sebegini banyaknya?” Tanya Misaka WORST dengan seringai di wajahnya. “kan sudah kukatakan, Fremea Seivelun bukanlah Last Order.”


“Apa kau benar-benar bodoh?” sembur Accelerator. “tujuan ku adalah mencari tahu seberapa besar bahaya apa yang ada. Masa bodoh dengan bocah itu.tapi tentu saja aku akan memanfaatkan bocah itu jika memang perlu.”


“ha ha. Baik hati sekali kau.”


“lantas, apa yang akan kau lakukan?”


“ehh? Misaka lebih suka bila semuanya 10 kali lebih buruk.Apa yang kau lakukan bila misaka bilang misaka ingin membantu musuh dengan sengaja?”


“akan kupukuli pantatmu 100 kali.”


Entah mengapa, Misaka membalas perkataan Accelerator dengan menutup mulutnya dan menggiyangkan pinggangnya maju dan mundur.


“…Dan, bagaimana bila Misaka bilang Misaka tidak masalah dengan itu walaupun dilakukan dimuka umum?”


Accelerator tidak mengindahkannya dan mulai berjalan.


Accelerator berjalan mencari locker pendingin yang dioperasikan dengan koin untuk menaruh belanjaannya dan Misaka WORST mengejarnya dengan terburu-buru.



Part 5[edit]


Salon Privat merupakan salah satu aspek dari industry jasa yang ada di Academy City.Sebenarnya salon privat itu tidak lebih dari kotak karaoke yang mewah. Pelanggan akan menyewa kamar berdasarkan waktu dan melakukan apapun yang mereka inginkan didalamnya.


Delapan puluh persen penduduk Academy City merupakan pelajar dan kebanyakan tinggal di asrama yang diawasi dengan ketat.


Berada selalu dalam pengawasan orang dewasa dapat membuat stress.Salon privat memberikan tempat persembunyian yang dapat dibayar.


Salon privat terkadang digunakan sebagai tempat untuk kejahatan sexual, jadi salon privat bukanlah tempat yang benar-benar terpuji. Tetapi menjual suatu tempat yang memberikan kebebasan merupakan lambang seperti apa keadaan sosial psikologis dari Academy City.


Kamar-kamar dengan angka dalam suatu gedung besar dijadikan komoditas.


Hamazura dan yang lainya melarikan diri ke salah satu ruangan itu.


“…”


Hamazura mentapa ke layar telepon selulernya.


Di dalamnya tersimpan nomor dari Takitsubo, Kinuhata, dan Mugino.


Mereka bertiga pasti dapat membantu dalam melawan musuh yang tidak diketahui dibandingkan kumpulan level 0.


ITEM tentu saja tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi mereka sedang menceari Hamazura yang pencariannya terkesan seperti sebuah permainan, jadi (walaupun harus mengulan permainannya), bila dia menunjukan pemecahan dari permainan tersebut, tentu mereka semua akan berkumpul.


Tetapi…


(…Aku tidak dapat begitu saja melibatkan mereka.)


Hamazura menggemeletakkan giginya dan mematikan telepon selulernya.


Fremea Seivelun adalah Adik dari Frenda, jadi ini masih ada sangkut pautnya dengan ITEM.Tetapi hal ini juga masih terkait dengan sisi kelam Academy City, dan itu mengubah segalanya.Hamazura tidak ingin melibatkan mereka hanya untuk melindungi dirinya sendiri.


Kemudian Hanzou berbicara kepada Hamazura tanpa menyadari apa yang terpikirkan olehnya.


“Hamazura, bila kau ingin menelpon, gunakan kartu SIM palsu.Aku punya beberapa bila kau perlu.”


“Tidak usaha, terima kasih.”


Hamazura menggelengkan kepalanya.


Dia menatap Fremea yang sedang mengutak-atik TV besar dengan remote control. Hamazura berbisik kepada Hanzou.


“apa yang akan kita lakukan sekarang? Kita tahu Fremea sedang diincar oleh sisi kelam Academy City, tetapi kenapa dia sampai diserang oleh orang-orang yang sangat berbahaya?”


“Sebenarnya, aku kurang mengerti mengenai detilnya,” jawab Hanzou dengan suara yang parau. “sepertinya ini bukanlah mengenai dia. Sistem pemindaian sekolah menunjukan bahwa dia adalah seorang level 0, jadi DNA dia tidak terlalu berharga dan aku tidak yakin dia mampu menghubungi sisi kelam. Yang aku tahu, dia memiliki kontak dengan ku dan bos Komaba.”


“…”


“jadi, aku menganggap ini semua da hubungannya dengan Skill-Out dan bekas pemimpinnya, Komaba Ritoku.”


“seperti yang kau ketahui, mereka hanyalah sekelompok berandalan.”


Fremea sedang mengganti-ganti saluran televise, sepertinya dia belum menemukan acara yang dia sukai. Kebanyakan Talk show membahas mengenai berita yang serius mengenai negara-negara di dunia menerima Academy City walaupun tindakannya yang telah membuat meletusnya perang dunia ke-3. Hal ini dikarenakan Academy City telah membayar uang ganti rugi dalam jumlah yang besar setelah perang usai.


“apa ada seseorang di jabatan tinggi Academy City yang ingin membunuh seseorang?”


“mungkin kau sudah tahu, ketika bos Komaba memimpin Skill-Out, dia memiliki rencana skala besar untuk memberontak melawan Academy City. Aku memiliki peran yang besar dalam rencana itu.hasilnya sudah jelas, gagal.”


Nampaknya Fremea tidak tertarik dengan komentar mengenai teori konspirasi mengenai Academy City mengubah keseimbangan kekuatan dalam bagaimana mereka mengatur keuangan yang mereka keluarkan.Teori Konspirasi itu langsung terpotong ketika Fremea mengganti salurannya.


“ada kemungkinan bos Komaba menggunakan rencana cadangan. Rencana yang berhubungan dengan titik lemah di kota yang berbeda dengan yang kita gunakan.”


“lalu…”


“Para petinggi ingin menyelesaikan masalah itu, kan?Dan Fremea berada dibawah asuhan Komaba.Mungkin mereka berpikir kalau Komaba memberik sedikit petunjuk kepada Fremea untuk berjaga-jaga.”


“Tetapi rencana utamanya telah berhasil digagalkan dengan mudah.Bila rencana cadangan ini sangat hebat, mengapa Komaba tidak menggunakannya saja?”


“mereka tidak peduli dengan rencana kita. Mereka hanya ingin menutup segala titik kelemahan yang ada di kota ini.”


Itu adalah asumsi yang ada hubungannya dengan Komaba Ritoku.


Tetapi, Hamazura mengenal salah satu kontak dari Fremea Seivelun.


Frenda.


Dan Frenda merupakan anggota dari ITEM.


Grup itu beranggotakan seorang level 4 dengan kemampuan bertempur yang efektif, salah seorang dari tujuh level 5, dan seorang gadis yang berpotensi menjadi level 5 ke delapan. Mereka merupakan organisasi yang telah dipersiapkan oleh sisi kelam Academy City untuk menangani segala jenis gangguan di dalam kota ini.


Karena Fremea merupakan adik dari Frenad, ada kemungkinan ini semua memiliki hubungan dengan ITEM.


(Frenda merupakan salah satu anggota dari ITEM. Tapi aku tidak tahu betuk apa saja yang telah mereka kerjakan. Ada kemungkinan mereka juga terlibat dalam proyek-proyek lain.”


Dia tidak memiliki informasi yang cukup.


Kenepa mereka mengincar Fremea?Seberapa besar organisasi yang mengincarnya?Seberapa kuatkah mereka?Kalau Hamazura mengerti alasan kenapa mereka mengincar Fremea, mungkin dia dapat menyusun suatu rencana untuk bertahan hidup.


“…Fremea tidak mengerti betul apa yang mereka incar darinya, tapi sudah jelas bahwa sisi kelam telah menggunakan sebuah powered suit armor untuk mengejarnya. Kita harus memeriksanya lagi selagi kita menghindari mereka.”


“kita akan melawan setelah kita memastikan bahwa Fremea benar-benar aman,” ucap Hanzou selagi melangkah ke jalan keluar.


“mau kemana kau?”


“aku akan menghubungi Kuruwa. Aku tidak terlalu merasa aman di tempat ini.Ini hanyalah tempat singgah bagi kita.Kita akan menggunakan jaringan Kuruwa untuk menemukan tempat persembunyian.”


Apakah sudah aman untuk menghubungi Kuruwa?”


“aku sudah bilang. Aku akan menggunakan SIM palsu di telepon ku. Walaupun mereka menyadap nomorku, mereka tidak akan mengetahui keberadaan kita.”


Hanzou memutar knop pintu selagi berbicara.


Dia berbalik sembari membuka pintunya.


“Hamazura.”


“apa?”


“kau telah menyelamatkan kami tadi. Tapi aku tidak senang dengan perbuatan mu.”


Hanzou langsung meninggalkan ruangan sebelum Hamazura dapat berucap.


Hamazura merasa sedikit tidak nyaman dan matanya memandang ke segala arah sampai tatapannya bertemu dengan tatapan Fremea.


Dia adalah gadis yang yang dilindungimati-matian oleh Komaba Ritoku.


Dia juga merupakan adik dari Frenda, salah satu anggota inti dari ITEM.


“Lama tidak jumpa.”


Saat Komaba masih hidup, Hamazura dan Hanzou pernah berbincang dengan Fremea.Tetapi mereka belum mengetahui namanya.


“apa kau ingat aku?”


“iya, kamu kan salah satu anak buahnya Komaba-oniichan.”


Hamazura tersenyum setelah mengetahui bahwa Fremea mengingatnya.


Dia hanya bisa membayangkan Komaba di masa lalu.


Tetapi dia tidak bisa memberi tahu Fremea semua yang telah terjadi.


“betul sekali. Aku Hamazura Shiage. Senang bertemu dengamu lagi.”


“aku Fremea. Fremea Seivelun.”


Hamazura langsung mengenali nama keluarga Fremea, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa.


“keadaan agak sedikit kacau tado. Kamu tidak apa-apa kan? Ada yang sakit?”


“aku baik-baik saja. Kupingku agak sakit tadi, tapi aku sudah baik-baik saja sekarang. Nyah”


(…di bagian mana Jepang kah dia mengetahui kata “Nyah”?)


Ia tidak ingat kalau dia berkata seperti itu ketika sebelumnya ia telah berbicara dengannya.


Hal itu menimbulkan sebuah pertanyaan di pikirannya, tapi menanyainya tentang itu tidak akan membantu apapun.


Ia cukup beruntung dia bisa berbahasa Jepang.


“Pada dasarnya, apa yang akan kita akan kita lakukan sekarang?”


“Hanzou sedang memanggil seorang teman, jadi kau tidak perlu khawatir.”


“Dimana Komaba onii-chan?” Fremea melihat kearahnya dengan kedua mata birunya. “Aku belum melihatnya akhir-akhir ini. Ia tidak menjawab teleponnya dan aku belum melihatnya di jalanan yang biasa ia datangi. Apa kau tahu pada dasarnya kemana ia pergi sebenarnya?”


Hamazura mencoba untuk menjaga suaranya agar tidak tersangkut di tenggorokannya.


Ia tidak yakin kalau ia bisa.


“Dia, jadi begini...”


Ia mampu memasang senyum.


Tapi kedua mata birunya melihat menembus dirinya lebih baik daripada sebuah alat pendeteksi kebohongan.


“Ia bukan orang yang sangat pintar. Aku tahu orang sepertiku tidak pantas berkata seperti itu, tapi ia benar-benar bukan orang yang sangat pintar. Jadi ia terjebak oleh kelas tambahan di sekolah. Kalau dia tidak melakukannya, dia akan di tahan. Bisakah kau menjaga rahasia ini untuk sementara?”


“...Iya,” Kata Fremea dengan sedikit mengangguk.


Suaranya tenggelam, tapi hanya sampai pada tingkat dimana seseorang mengingkari janjinya untuk datang bermain di hari libur.


“Pada dasarnya aku mengerti.”


Fremea merebahkan diri ke sofa yang terlalu besar untuk dirinya.


“Mh.”


“?”


“Perutku hampir berbunyi, tapi tidak jadi.”


Hamazura mengerutkan keningnya.


“....Apa kau ingin makan sesuatu?”


Sama seperti ketika berada di tempat karaoke, salon pribadi memperbolehkanmu memesan makanan lewat jalur telepon dalam. Ada juga sebuah kulkas besar di ruangan luas tersebut.


Hamazura tidak tahu seperti apa makanan yang disukai Fremea, jadi ia memutuskan untuk memesan berbagai macam makanan lewat jalur telepon dalam. Ketika Hamazura sedang berbicara melalui telepon di dinding, Hanzou kembali.


“Kuruwa akan tiba disini sebentar lagi. ...Apa yang kau lakukan, Hamazura?”


“Memesan beberapa makanan.”


“Kita baru saja makan.”


“Ini untuk Fremea.”


“Oh, kalau begitu sekalian pesankan beberapa satsuma age.”


Diperlukan waktu sekitar 10 menit sampai makanannya tiba.


Bukannya menu utama, makanan yang ada terdiri dari makanan ringan seperti kentang goreng dan stik sayuran.


“...Satsuma agenya tidak terlihat cocok dengan makanan lainnya.”


“Diam. Aku akan memakan semuanya, jadi itu tidak masalah.”


Hamazura dan Hanzou memindahkan beberapa makanan dari piring besar ke piring kecil mereka, tapi Fremea bersikap aneh.


Ia mengambil beberapa kanitama ke piring kecilnya, tapi ketika ia melihat kacang polong berwarna hijau di dalamnya, ia menyerahkan piring kecilnya ke Hamazura.


“Kacang polong hijau,” katanya.



“A-apa? Kenapa kau memberiku sekumpulan kacang polong?”


Fremea mengeluarkan kacang polong hijaunya dengan akurat dan memberikannya pada Hamazura


“Oh begitu. Jadi kau tidak suka kacang polong hijau,” respon Hamazura.


“Nyaaoohhn”


“Tapi kau terlalu tua untuk bersikap seperti itu. Kau harus tahu bahwa dunia tidak selalu bersikap baik. Ambil kembali kacang polong hijaumu.”


“Fgyaaaaaaahh?” teriak Fremea karena sekarang ia memilki segunung kacang polong hijau yang dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya.


Setelah itu, Hamazura berkelahi dengan Hanzou ketika Hanzou menaruh garam langsung ke dalam piring besar yang berisi kentang goreng dan meributkan apakah stik sayurannya harus diolesi mayonnaise atau dibalut sepenuhnya dengan mayonnaise, tapi atmosfir gelap yang ada sudah hampir lenyap seluruhnya. Mereka baru saja diserang oleh powered suit berkaki 8, tapi sepertinya Fremea tidak mengalami syok apapun.


Mungkin saja perasaan itu belum mencapai dirinya.



Part 6[edit]


Sementara itu, ada beberapa orang yang merasa bahwa tindakan Hamazura dan yang lainnya janggal.


Mugino Shizuri dan anggota ITEM yang lain.


Mereka telah berpencar untuk berkeliling di kota mencari Hamazura, tapi mereka mendapatkan jejak bau kegelapan yang cukup familiar.


Ambil Mugino sebagai contohnya.


Ia bersandar di dinding untuk mendapatkan informasi.


Lebih tepatnya, ia terhubung ke kamera pengintai gedung melalui sebuah kabel panjang tipis yang terhubung dari mata palsunya yang terpasang di penutup matanya. Tentu saja, dia tidak tertarik pada gedungnya itu sendiri; kamera tersebut hanyalah sebagai gerbang masuk. Melalui kamera itu ia memasuki jaringan keamanan perusahaan tersebut dan melewati arsip jejak untuk melihat apakah Hamazura bersama mereka.


Otaknya terhubung secara langsung ke mata mekaniknya, tapi ada sebuah maksud lain.


Maksudntya adalah ia bisa menerima informasi secara langsung dari mesin tersebut.



Tentu saja, informasi itu harus diterjemahkan ke dalam sebuah informasi yang bisa dideteksi oleh manusia, jadi itu tidak sempurna dan ia lebih mengandalkan gambar-gambar yang melalui sistem mata palsunya. Namun, ia bisa melakukan hal-hal yang mustahil dilakukan oleh program interface normal.


Ketika sebuah pencarian gambar sedang dijalankan pada kecepatan tinggi dibalik dahinya, Mugino menggunakan tangan satunya untuk mengoperasikan handphonenya.


Handphone itu berada dalam “Chat Mode” dimana handphone itu bisa berkomunikasi pada beberapa jalur dalam satu waktu.


“Sebuah powered suit menggila di dalam sebuah mall bawah tanah di Distrik 7. Dalam beberapa jam, para petinggi mungkin akan merevisi rekam jejak dan menghilangkan rumor yang ada sehingga membuat hal itu ‘tidak terjadi’.”


“Aku mendapatkan informasi itu super cepat dengan menyusup ke dalam radio Anti-Skill. Aslinya, seorang laki-laki dan seorang gadis sedang diincar. Kemudian, seorang laki-laki lain super bergabung masuk. Mereka bertiga super melarikan diri dari powered suit tersebut dan lari ke permukaan. Apa kamera-kameranya mendapatkan wajah mereka?”


“Dua orang yang pertama bukan dia. Orang yang datang kemudian adalah... Aku tidak tahu. Asapanya berkumpul di atap, jadi aku hanya tahu bahwa ada seseorang disana.”


“Oh, jadi kau bahkan super mencari info semua orang yang Hamazura kenal? Yandere bisa menjadi super menakutkan.”


“...Kinuhata, aku bisa melihat sekitarmu. Apa kau bisa mengambil benda tebal disana dan menusukkannya ke dalam pantatmu?”


“Aku super tidak tertarik pada besar dan ketebalan, jadi tidak terima kasih. Bagaimanapun pula, ayo kita lanjutkan super pencarian Hamazura. Hee hee hee. Ayo lihat apa yang bisa mendapatkan super jawaban yang benar lebih cepat: kamera keamanan atau informasi radio.”


“Ahn? Pada titik ini, bukankah Takitsubo yang akan menjadi kelinci hukuman?”


Ketika Mugino menanyakan pertanyaan jujur tersebut, gadis kelinci Takitsubo Rikou berbicara untuk pertama kalinya di dalam percakapan mereka dengan suara yang gemetar.


“...Sebuah sinyal datang dari utara-timur laut... Aku merasa bahwa Hamazura sedang bermesraan dengan gadis lain...!!”


“Mugino, aku paling khawatir dengan super perantara yang tidak jelas itu. Kita harus bersikap total jadi kita tidak akan berakhir menjadi sebuah super kelinci yang menjijikkan di didepan si idiot itu.”



Part 7[edit]


“Kuruwa benar-benar lama ya,” kata Hanzou sambil menyandarkan punggungnya di sofa salon pribadi tersebut.


Hamazura dan Fremea sedang memeriksa apa yang ada di dalam ruangan luas tersebut. Ada permainan kartu dan permainan papan di beberapa rak dan ada video game yang terpasang di dekat TV besar. Sepertinya TV tersebut juga bisa digunakan untuk membuka internet.


TV itu juga memiliki sebuah koneksi satelit, jadi disitu terdapat lebih dari 300 saluran untuk dipilih. Ini berarti bahwa untuk menemukan sesuatu untuk ditonton walaupun kalau ada sesuatu yang kau ingin tonton akan memerlukan waktu yang lama. Fremea sudah menyerah untuk mencari sesuatu yang ingin ditonton dan Tvnya dibiarkan dengan siaran berita tentang akhir dari Perang Dunia III. Berita itu menyiarkan sesuatu tentang senjata-senjata yang tidak diperlukan sekarang karena perang telah berakhir sedang dipindahkan ke Distrik 2 dan 23.


Hamazura langsung menyerah mencari-cari siaran di TV, duduk di sofa, dan mulai melihat-lihat buku referensi pelayanan jalan, tapi kemudian seseorang memegang ujung pinggir bajunya. Ia menengok dan melihat Fremea yang terlihat kebosanan.


Atas permintaannya, ia mulai mencari sebuah permainan multiplayer.


Karena tipe fasilitas yang mereka tempati, ada banyak jenis permainan pesta yang bisa dimainkan oleh banyak orang.


Mungkin tidaklah bijaksana untuk melakukan hobi dan gadget-gadget pembunuh waktu pada saat seperti itu, tapi mungkin itu adalah bentuk reaksi defensif pikiran mereka. Kalau mereka hanya duduk diam dan mulai menggila, mereka akan kehilangan segalanya. Mereka akan menang dengan cara kembali dengan selamat ke kehidupan sehari-hari mereka. Benda berkaki 8 itu bukan bagian dari nasib mereka.


“Hamazura, aku pada dasarnya ingin bermain itu.”


Fremea memanjangkan kedua tangannya, tapi ia tidak bisa meraih incarannya yang berada di rak atas.


Rak tersebut berisi beberapa video game yang berjejeran.


“Ini?”


“Bukan. Bukan sesuatu yang pada dasarnya membosankan seperti itu.”



“Yang inikah?”


“Ke kanan. Ke kanan. Kanan lebih jauh. Bukan kiri. Pada dasarnya disitu.”


Hamazura menggerakkan jemarinya di rak selagi ia mendengarkan Fremea, tapi kemudian ia merasakan sesuatu yang berat di punggungnya. Fremea menggunakan dirinya sebagai pengganti tangga untuk membuat badan kecilnya ke rak tersebut.


“Ini,” katanya sambil menarik sebuah game dari rak tersebut.


“...Tidak, itu...”


“Aku ingin bermain Darah & Hancurkan.”


“Judul macam apa itu? Itu membuatnya terdengar seperti game yang penuh dengan hal-hal menakutkan! Lihat, screenshot-screenshot di belakang bungkusnya hampir semuanya berwarna merah darah!!”


Game itu terlihat seperti sebuah game shooter dimana seorang pria berwajah suram menembak banyak zombie. Game itu pada dasarnya meneriakkan “Untuk pasar asing!!” Ketika ia membaca instruksinya dengan hati-hati, sepertinya sang protagonist adalah orang yang menjadi pengunyahnya. Tagline game tersebut adalah “Ayo kita singkirkan sekutu-sekutu keadilan!!”


Hamazura memilih kata-katanya dengan hati-hati.


“L-lihat, bukankah game yang ada hewan-hewan peliharaan ini terlihat seru?”


“Darah & Hancurkan.”


“Bagaimana dengan Jalan-Jalan Dengan Putri Duyung?”


“Darah & Hancurkan.”


“Padang Rumput-“


“Aku ingin bermain itu!!”


Fremea memegang bungkus berwarna merah darah di tangannya, menyembunyikan mulutnya dengan bungkus itu, dan menatap dirinya.


Hamazura terdiam untuk beberapa saat.


“...Aku tidak akan membiarkanmu, tapi bolehkah aku mengambil gambar dari itu?”


“Gyaaoohhh!!”


Mereka berdua bertengkar dan Hanzou bangkit dari sofa.


“...Kuruwa terlalu lama. Aku akan mencoba mengontaknya lagi.”


Ketika Fremea melihat ke arah layar ponsel, Hamazura memberi isyarat tubuh pada Hanzou dengan jarinya.


Isyarat tersebut mengatakan bahwa mereka tidak bisa berdiam disitu lebih lama lagi.


“Aku tahu,” gumam Hanzou yang terdengar hampir seperti sebuah desahan. “Aku tahu itu.”



Part 8[edit]


Sebuah kursi pengemudi truk sampah raksasa tertentu lebih tinggi daripada lantai dua dari sebuah gedung.


Bagian belakangnya berukuran sebesar sebuah kolam renang dan terlihat dipenuhi oleh batu-batu hitam, tapi semua itu hanyalah sebuah samaran. Bagian luar dari kubah terdalam dibuat untuk terlihat seperti itu.


Di dalamnya terdapat sebuah area maintenance.


Sebuah area maintenance untuk sebuah powered suit.


Suara pegas kimia yang berderit juga bisa didengar.


Pegas-pegas tersebut berada di dalam powered suit dan biasanya berderit seperti itu ketika benda itu melakukan apapun. Hal ini mirip seperti suara gemerisik dari baju, tapi ada sebuah rumor yang mengatakan bahwa hal itu memiliki pengaruh pada pikiran orang-orang yang tidak terbiasa mendengar suara seperti itu kalau mereka mendengarnya terlalu lama.


“Silver Cross”


“Aku siap, tapi bukankah ini sedikit tidak langsung?”


“Pada titik ini, akan ada terlalu banyak garis. Akan lebih baik kalau kita memotong beberapa cabang lagi.”


“Kuroyoru, bukankah itu berarti...?”


“Ya, aku akan pergi keluar.”


“Kalau kita membatasi garisnya, bukankah lebih baik jika kau memulainya dengan menghancurkan ITEM?”


“Menghancurkan berbagai hal secara satu per satu dengan berurutan adalah cara yang tercepat. Juga, kau gagal sebelumnya. Perubahan pada arah cabang-cabang yang sedang berkembang tersebut akan menjadi masalah.”


“Kupikir kau sudah berniat untuk mundur untuk hal itu.”


“Bahkan tanpa itu, semuanya akan baik-baik saja. Keadaannya juga tidak begitu sempurna dari awal.”


“Aku tahu. Dasar dari pemangkasan yaitu pilihlah cabang yang paling tebal dan kuat. Dengan cara itu, cabang itu adalah yang paling tebal tapi mudah untuk ditangani.”


“Jadi kau berkata pertumpahan darah dan bahaya akan menjadi air yang membuat cabang-cabang tersebut tumbuh.”


“Mari kita periksa ulang rencana kita. Aku akan bergerak menuju Hamazura Shiage. Kau akan membantuku dengan ‘lebah-lebah’. Kita bisa meninggalkan Accelerator sendiri untuk sekarang. Semakin sedikit resiko yang ada semakin baik. Sisi yang lain sudah mulai bergerak. Sesaat setelah paritnya terisi, semuanya akan terhubung secara alami seperti magnet.”


“Apa ini benar-benar oke? Akan lebih aman untuk mengalahkan ITEM dulu dengan sebuah serangan kejutan. Setelah Hamazura ikut terlibat karena penyerangan pada Fremea Seivelun, mungkin mereka akan muncul.”


“Aku tidak keberatan kalau itu terjadi. Hal itu akan membuatku tidak perlu mencari mereka.”


“Kuroyoru.”


“Silver Cross, apa kau khawatir tentang Mugino Shizuri? Ataukah khawatir pada Kinuhata Saiai?”


“Aku khawatir pada si Dark May Project.”


“Hmph. Kinuhata? Tidak perlu cemas. Kau hanya mencemaskan sesuatu yang tidak penting.”


Apa yang terlihat seperti kebiasaan seseorang yang ada di ujung transmisi lain, ia merespon dengan sedikit cemoohan yang tercampur di dalamnya.


“Lagipula, aku berada diatasnya dalam hal kekuatan serangan sejak dari awal proyek itu.” Gadis itu berbicara dengan cepat. “Dan sekarang aku telah berada jauh diatas kerangka seorang esper biasa.”


“Oh begitu?”


“Bukankah kau sedikit terlalu patuh dari sebelumnya? Bahkan kalau kau hanya menjadi pendukungku, kau belum menggunakan versi yang 2 kaki beberapa waktu ini.”


“Seperti yang kukatakan sebelumnya: Aku adalah jenis orang yang mengerti bagaimana melakukan hal yang tepat di waktu yang tepat.”


Powered suit tersebut merespon dengan deritan dari pegas kimianya.


“Aku mendapatkan hasil, kan? Ini sama. Ini bukan tentang mana yang lebih baik. Ada saatnya ketika waktunya untuk menggunakan Penghancur Musuh dan ada juga saatnya untuk menggunakan Peluncur Lebah.”


“Jadi kita bergerak sesuai dengan yang direncanakan?”


“Ya.”


“Fremea Seivelun lah.”


Orang yang berada di ujung transmisi memberikan pujian dengan kata-kata cemoohan.


“Bocah itu benar-benar cukup berguna.”



Diantara Baris Ketiga[edit]


Alasan para Level 0 mulai diserang adalah karena Skill-Out.


Merekalah yang pertama kali menyerang para esper.


Walaupun begitu, sebenarnya mereka tidak sampai mengalami adu tinju. Hal itu lebih terlihat seperti argumen ringan. Namun, seiring dengan berkembangnya Skill-Out, sisi kenakalan mereka bertambah kuat.


Tapi pembalasan dendam untuk itu tidak hanya berhenti dengan Skill-Out saja. Kalau seorang Level 0 sedang berjalan di kota dan para esper tidak menyukainya, Level 0 tersebut akan berakhir sebagai incaran. Dampak kerusakan yang muncul tidak jatuh pada kelompok bersenjata dari Skill-Out. Dampak tersebut akan sepenuhnya merugikan para Level 0 yang tidak bersalah.


Kejadian itu berlangsung mulai dari siswa sekolah dasar sampai dengan mahasiswa. Tidak ada diskriminasi dalam incaran-incaran mereka. Dan penyerangannya sangat mengenaskan. Tindak kekerasan tersebut menyebar cepat tanpa jeda waktu.


Sebuah jasa panggilan untuk “Pembalasan Dendam” diberikan secara online dan menarik beberapa respon yang setengah serius. Seiring dengan memburuknya situasi, sejumlah esper kuat dalam jumlah yang besar mengumumkan bahwa mereka akan ikut bergabung. Hal itu tidak berkaitan lagi dengan orang-orang yang asli. Itu hanyalah sebuah keinginan untuk bersikap kasar dan menyerang orang tanpa resiko dan bebas dari rasa bersalah. Itu hanyalah cara untuk menghilangkan rasa stres. Hanya untuk itu, sejumlah besar orang mulai diserang secara tiba-tiba.


Dan ditengah semua kekacauan itu, ada satu post di BBS.


“Aku menemukan sebuah sekolah idiot. Semua siswanya adalah Level 0. Karena sekolah seperti itulah semua orang menjadi kasar. Kita harus menghancurkan reinkarnasi kejahatan ini. Aku membutuhkan orang untuk membantuku membuang sampah tersebut.”


Sekolah yang dimaksud adalah sekolah dasar yang bisa kau temukan dimana saja.


Para siswa yang menghadiri sekolah tersebut tidak punya hubungan dengan Skill-Out.


Tapi logika seperti itu tidak dimengerti oleh para penyerang. Mereka semua tidak bisa mengabaikan fakta bahwa mereka pernah diperdaya oleh para Level 0 sebelumnya. Dengan poin itu, para penyerang tersebut bahkan tidak begitu tahu siapa yang mereka serang sebenarnya.


Komaba Ritoku tidak menyukai konflik.


Tapi...


Untuk alasan itulah...


Ia memutuskan untuk bahwa mereka harus bertanggung jawab dengan tangan mereka sendiri.



Chapter 4: Hak untuk Menjadi Orang yang Baik dan Hak Untuk Menolaknya — Black.[edit]

Part 1[edit]


“Mereka terlambat...” gumam seorang Yomikawa Aiho yang kesal di dalam kamar apartemennya yang terlalu mewah untuk sebuah gaji guru. “Berapa lama untuk berbelanja di supermarket dekat sini?”


“Tidak ada yang salah dengan bermain keluar,” kata Yoshikawa Kikyou, seorang mantan peneliti yang merebahkan diri di sofa empuk sambil menonton siaran ulang sebuah acara drama. “Bagaimanapun juga mereka itu masih anak-anak.”


“Ya, iya, tapi...”


“Mmhhh.”


Tidak seperti dua orang dewasa yang galau tersebut, Last Order terlihat cukup kesal. Ia berjalan mondar-mandir di antara jendela yang menuju ke arah balkon dan TV.


“...Misaka punya firasat buruk tentang ini, kata Misaka selagi Misaka memikirkan baik-baik masalah ini.”


“?”


“Misaka yang baru selalu menganggu dan siapa yang tahu apa yang bisa ia lakukan terhadapnya sekarang...Ah, jangan-jangan Misaka kehilangan jam tayangnya diambil olehnya!? Kata Misaka selagi Misaka mengekspresikan rasa syoknya!!”


“Kikyou, bagaimana menurutmu tentang ini?”


“Kau tidak boleh meremehkan keadaan otak sebelum pembentukan karakteristik seksual sekunder, Aiho. Pelebaran dan diskontinuitas jalan pikiran bukanlah kebiasaan kalau begitu.”


“Tapi Misaka tidak berniat untuk mewarisi aspek-aspek menyedihkan itu dari yang asli! Kata Misaka selagi Misaka bertindak cepat!! Misaka siap untuk menemukan solusinya kapan saja!!”


Sebuah suara dentuman besi metal mencapai telinga Yomikawa.


Perlu satu detik untuk menyadari bahwa itu adalah suara pintu yang dibuka dan ditutup.


“...Huh?”


Ketika dua orang wanita berjalan menuju pintu masuk dan melihat sepasang sepatu kecil menghilang, mereka memulai pencarian dengan panik.



Part 2[edit]


“Aneh.” Hanzou menurunkan pandangannya ke ponselnya dengan kesal. “Sudah berapa kali aku mencoba dan sudah berapa cara berbeda yang kucoba, aku tidak bisa mengontak Kuruwa.”


“Hei, apakah itu berarti...?”


“Mereka tahu aku lari dengan Fremea. Mungkin mereka sudah mendeteksi semua orang yang mungkin menolongku.”


“Kita harus mencoba untuk menemukannya.”


“Bagaimana?” respon Hanzou. “Kita tidak akan menemukannya kalau kita hanya lari berkeliling secara acak. Juga... bahkan kita tidak tahu apakah ia masih hidup.”


“Kalau begitu...!!” kata Hamazura seolah-olah ingin menyelanya. “Kalau begitu kita harus mencarinya sekarang. Hanya karena kau tidak bisa mengontaknya bukan berarti nasib Kuruwa-chan sudah ditentukan. Bisa jadi ini adalah momen yang kritis. Mungkin ia terlalu sibuk menghadapi mereka dan tidak bisa menjawab teleponnya. Apapun yang terjadi, kita harus melakukan sesuatu. Kalau kita tidak melakukan apapun, tingkat keselamatannya tidak akan bagus.”


Tapi bagaimana caranya mereka akan menemukannya?


Hamazura berjalan perlahan disekitar salon pribadi sambil berpikir.


“Apa kau punya ide dimana ia akan pergi? Seperti sebuah toko yang sering ia datangi misalnya.”


“Kalau ia benar-benar dalam bahaya, ia akan menghindari tempat seperti itu.”


“Pasti ada sesuatu yang bisa kita gunakan untuk menemukannya... GPS, kamera keamanan, robot keamanan, apapun. Apakah ada suatu sistem yang bisa kita gunakan?”


“Kuruwa selalu berjalan keliling memilih rute yang tidak akan dideteksi hal-hal semacam itu.”


“Itu dia!” Hamazura membuka sebuah peta di meja. “Jalur yang tidak dideteksi oleh apapun sebenarnya sangat jarang. Terutama dengan para robot keamanan. Hanzou, tariklah beberapa garis di peta dengan spidol. Kita akan mempunyai kesempatan yang lebih baik jika kita mencari disekitar garis-garis tertentu daripada mencari di seluruh bagian kota.”


“Walaupun tidak begitu banyak, ini seperti lubang-lubang di sebuah jaring. Tidak akan mudah...”


“Para robot keamanan berpatroli mengikuti sebuah pola. Tergantung waktunya, lubang-lubang yang ada jaring akan tertutup. Ketika aku melihat dirinya sebelumnya, Kuruwa-chan berada di Distrik 7. Kalau kita menandai jalur-jalur yang aman di Distrik 7 dan distrik-distrik di sekitarnya, kita bisa melihat jadwal robot keamanan untuk menandai jalur-jalur yang tidak bisa digunakan pada waktu tersebut.


“Aku mengerti. Aku mengerti,” kata Hanzou sambil menarik garis di peta.


Fremea melihat ke arah Hbamazura selagi ia menarik garis di peta.


Hamazura meilihat ke arah peta yang ditandai.


“Apa yang harus kulakukan?”


“Tidak.” Hanzou menggelengkan kepalanya. “Kau tetap disini. Keselamatan Fremea harus diutamakan.”


“Tapi kau perlu bantuan, kan!?”


“Kita tidak bisa meninggalkan ia seorang diri! Dan membawanya keluar ke dalam bahaya bersama kita sudah jelas tidak boleh dilakukan!”


Dua lelaki tersebut saling menatap tajam satu sama lain untuk beberapa saat, tapi akhirnya Hamazura memalingkan pandangannya.


“Sial,” ujarnya dan melihat-lihat di sekitar ruangan. “... Kita tidak bisa diam disini lebih lama lagi.”


“Aku pergi sekarang. Jagalah Fremea selama aku pergi. Lantai ini memiliki tiga pintu keluar. Hamazura, jika waktunya tiba, bawalah ia pergi dan kabur.”


“Aku akan melakukannya. Aku janji.” Angguk Hamazura. “Kau harus pastikan untuk membawa Kuruwa-chan kembali bersamamu, oke?”


Mereka saling sedikit memukulkan tangan mereka bersama dan Hanzou pergi meninggalkan salon pribadi tersebut.


Setelah pintunya tertutup, rasanya kesunyian mulai membaur di udara.


Kesunyian itu memberika Hamazura penglihatan mereka yang menghilang satu per satu.


Kuroyoru Umidori adalah seorang gadis yang sedikit mencolok.


Ia berusia sekitar 12 tahun. Rambut hitamnya tergantung sampai sekitar bahunya, tapi rambut tersebut ditekankan sedemikian rupa sehingga rambut di dekat telinganya diwarnai dengan warna pirang.


Untuk pakaian, ia memakai sebuah mantel putih hanya dengan sebuah penutup kepala diatas kepalanya. Lengan-lengannya tidak berada di dalam lengan mantelnya. Dibawahnya... mungkin bisa dideskripsikan sebagai punk. Postur kecilnya pas ketat dengan pakaian yang terbuat dari kulit berwarna hitam dan beberapa kancing.


Pakaiannya terlihat lebih cocok untuk seseorang yang akan tampil di sebuah panggung daripada seseorang yang berjalan keliling kota.


Boneka lumba-lumba plastik di bawah lengannya berada di vektor yang sangat berbeda daripada pakaian anehnya dan terasa sangat asing.


Ia tidak mengendap-endap.


Ia berjalan dengan terang-terangan ke dalam gedung salon pribadi lewat pintu masuk utama.


Ia naik ke escalator menuju lantai kedua. Ia mendatangi meja resepsionis yang lebih terlihat seperti front desk di sebuah hotel dan memberikan pria muda yang sedang bekerja paruh waktu disana sebuah pertanyaan.


“Aku sedang mencari beberapa orang. Hamazura Shiage dan Fremea Seivelun. Aku tahu mereka memakai tempat ini. Aku ingin tahu ruangan apa di lantai apa yang mereka sedang pakai.”


“Mbak...”


Pertamanya, si pria muda tersebut membuat senyum palsu, tapi, ketika ia melihat ekspresi Kuroyoru yang tidak berubah, ia kembali berpikir ke panduan untuk situasi semacam ini.


“Fasilitas kita mempunyai tanggung jawab untuk melindungi informasi pribadi para l=pelanggan kita. Aku sangat menyesal, tapi aku tidak bisa memberikan informasi yang terkait dengan pemakaian kamar.”


Ini adalah hal yang paling dasar dari bisnis khususnya karena salon-salon pribadi tersebut adalah markas rahasia yang digunakan untuk membebaskan diri dari pengamatan para orang dewasa. Kalau mereka membeberkan informasi mengenai kegiatan apa yang dilakukan orang-orang disana, hal itu akan membuat percuma tujuan datang ke sana.


Namun, Kuroyoru hanya tersenyum.


“Tidak apa-apa. Mereka mungkin menyewanya dengan nama palsu, tapi kupikir aku akan bertanya untuk memastikan saja.”


“O-oh begitu.”


Pria muda tersebut tidak tahu apakah ia harus memastikan atau menolak kemungkinan itu.


Kemudian Kuroyoru melanjutkan perkataannya.


“Tidak peduli apakah jawabannya ada disini atau tidak tidak mengubah apa yang harus kulakukan.”


“?”


Si pria muda tersebut tidak punya kesempatan untuk mengeluarkan pertanyaannya.


Sesaat setelah itu, sesuatu ditembakkan tepat disamping wajahnya dengan kecepatan tinggi dan menabrak dinding dibelakangnya. Sesuatu itu adalah sebuah telepon usang yang telah dipasang sebelumnya untuk keadaan darurat.


Telepon itu dtembakkan dengan kecepatan tinggi sehingga telepon tersebut hancur berkeping-keping dan sebuah lekukan besar sedalam beberapa sentimeter tercipta di dinding kuat tersebut. Tembakan itu punya tenaga yang cukup untuk membuat hidup seorang manusia berada dalam bahaya kalau mereka terkena serangan tersebut.


“Ee...”


Pria muda tersebut kebingungan, tapi ia tahu bahwa bukan gadis tersebut yang melemparnya.


Pelanggan yang lain tidak panik. Mereka tidak bisa panik. Aura berbahaya yang dipancarkan oleh gadis tersebut dan fenomena asing tersebut telah menyegel pergerakan mereka.


Sesuatu yang aneh melayang di belakang gadis tersebut. Sesuatu itu adalah sebuah mesin berbentuk cincin dengan diameter sekitar 70 cm. Didalam cincin tersebut terdapat sebuah kipas yang berbentuk mirip dengan sebuah topi keramas. Kipas itu memberikan daya angkat dan daya dorong. Sebuah bilah yang mirip dengan gergaji mesin mengelilingi bagian luar cincin tersebut.


Benda-benda akan terperangkap pada bagian-bagian yang menonjol dari pedang tersebut dan membangun sebuah daya sentrifugal. Kemudian benda-benda tersebut bisa ditembakkan dengan daya hancur yang besar kalau dilepaskan dengan pemilihan waktu yang baik.


Seakan-akan untuk menjelaskan bagaimana cara kerjanya, bilah dari mesin tersebut “menangkap” sebuah tong sampah besi dan mulai memutarnya dengan kecepatan tinggi. Dalam beberapa detik saja, tong sampah itu bergerak dengan sangat cepat sampai-sampai hanya bisa terlihat sebagai sebuah afterimage.


Namun, pria muda tersebut tidak punya waktu untuk berteriak.


Dari belakangnya, suara mengerikan dari gerigi-gerigi yang saling menghubungkan bisa terdengar. Tidak, suara itu bukan seperti itu. Secara teknis, suara itu adalah suara dari beberapa bilah gergaji mesin yang merobek dinding.


Merobek.


Benda itu terlihat lebih merusak dibandingkan memotong.


“A-ap--!?”


Bahkan ia tidak diperbolehkan untuk memutar.


Sebelum ia bisa melakukannya, gergaji-gergaji mesin muncul dari beberapa arah yang berbeda dan berhenti dalam jarak beberapa milimeter dari lehernya.


Karena ia mempunyai 4 dari piringan pembunuh mengelilinginya dan mengincar lehernya, ia bahkan tidak bisa pingsan dengan ceroboh. Ia hanya beberapa langkah saja dari pemenggalan.


“Jangan bunuh ia dulu,” kata Kuroyoru dengan suara yang membuat ia terdengar kebosanan.


Ia lebih terlihat sedang berbicara dengan seseorang yang mengontrol mesin-mesin tersebut ketimbang kepada mesin-mesin itu sendiri.


(Sekarang, kurasa aku harus membuat ini lebih mudah dimengerti sebaik mungkin.)


Kuroyoru memutuskan secara acak untuk menendang sebuah rak tempat peluru besi yang kira-kira setinggi dirinya. Perlengkapan besi tersebut hancur berkeping-keping dan ia menarik sebuah potongan yang berbentuk seperti tangkai dari kumpulan bagian tersebut. Ia mengetukkannya dengan halus terhadap salah satu dari piringan pembunuh yang berada di dekat leher pria muda tersebut.


“E-eeee!!”


Sebuah jeritan yang menyedihkan keluar dari bibirnya, tapi piringan pembunuh tersebut tidak bergerak. Pasti ada sebuah cara yang membuat mereka bisa menjaga posisinya, karena gergaji-gergaji mesin tersebut stabil seperti dipaku di sebuah bidang. Bagian besi berbentuk tangkai yang dipegang Kuroyoru tersebut mengeluarkan percikan-percikan dan sebuah suara potongan yang bisa terdengar saat sebagian dari besi tersebut terpotong rapi secara diagonal.


Ia menodongkan ujungnya yang saat ini ditunjukkan seperti sebuah bambu runcing ke arah di antara kedua matanya.


“Kau sepertinya salah paham, jadi biarkan aku memperbaikimu. Ini bukan seperti adegan penyiksaan yang sering kau lihat di film atau siaran drama. Ini bukan situasi dimana aku harus mendapatkan informasi dengan cara apapun.”


Keringat muncul dari pria muda tersebut karena tekanan dan rasa takut. Dari lantai yang berada diatas ia bisa mendengar jeritan dan derap langkah kaki. Gangguan juga terjadi di tempal lain. Piringan-piringan pembunuh tersebut bisa terbang di udara dan memotong dinding dan jendela dengan bebas., jadi benda-benda tersebut bisa langsung masuk ke lantai-lantai atas.


“Apakah kau berbicara atau tidak, aku tetap bisa mendapatkan jawabanku.” Kuroyoru berbicara dengan tenang. “Apa yang akan kau lakukan? Apapun yang kau pilih tidak akan masalah. Apa kau akan memilih untuk mati dengan sia-sia?”


Ia tidak hanya mencari nomor kamarnya, tapi ia juga memberikannya kunci utama karyawan.


Dengan hasil yang tidak mengherankan tersebut, Kuroyoru membuang batang besinya dan meninggalkan meja resepsionis dengan mood yang bagus. Ia mengambil boneka lumba-lumba plastik dibawah lengannya dan melemparnya ke atas kepalanya. Boneka itu pasti memiliki semacam pengikat terpasang padanya atau sesuatu, karena boneka itu tergantung di bagian belakang mantelnya.


Ia melebarkan kedua tangannya yang kosong.


“Baiklah. Sekarang kurasa sudah saatnya masuk ke dalam bisnis.”


Dengan suara kecil, tombak yang transparan dan tak berwarna ditembakkan dari telapak tangannya.


Ini adalah senjata yang dikenal sebagai sebuah kekuatan supernatural yang hanya diberikan kepada para siswa di kota tersebut.



Part 4[edit]


Mugino Shizuri berhenti di tengah jalan.


Sebagian alasannya karena ia hanya memiliki sedikit petunjuk untuk membantunya dalam Pencarian Hamazura. Ia telah membuat sebuah permainan hukuman yang memalukan dengan anggota ITEM lainnya.


Namun, ada alasan yang lebih mendesak.


Seorang gadis yang berusia sekitar 10 tahun sedang menggenggam mantelnya.


Gadis tersebut memiliki rambut pendek berwarna cokelat terang.


Ia memiliki wajah yang terlihat bersemangat.


(...Sepertinya aku pernah melihatnya sebelum ini. Dimana ya itu? Kupikir itu ada di sebuah laporan...)


“Apa?”


“Hentikan bunyi itu, kata Misaka selagi Misaka meminta permintaannya. Dari awal bunyi itu adalah sebuah sinyal lemah, jadi itu hanya membuatnya lebih sulit untuk dicari, kata Misaka selagi Misaka menjelaskan situasinya.”


“,,,?”


Alis Mugino menurun dengan ekspresi kebingungan.


Itu bukan karena ia tidak mengerti apa yang gadis tersebut katakan.


(...Bagaimana ia bisa tahu tentang mata buatan dan lengan buatanku?)


Suara beep beep beep beep! Tidak ada lagi beep beep beep beep!”


Mugino semakin kesal dengan mantelnya yang digenggam, jadi ia mematikan mata buatannya. Jarak pandangnya sedikit menyempit dan ia kehilangan persepsi dalamnya, tapi itu tidak cukup untuk menjadi hambatan di kehidupan sehari-hari.


Gadis kecil misterius tersebut menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan secara perlahan selagi antena rambut di atas kepalanya bergoyang karena angin.


“Oke, Misaka mendapatkannya, kata Misaka selagi Misaka mendapatkan lokasi targetnya. Benar-benar, melakukan pencarian untuk seseorang yang tidak punya akun jaringan yang layak itu sulit, kata Misaka selagi Misaka mengatakan sesuatu yang seperti kontroler.”


(Apa ia memiliki sebuah kekuatan yang berjenis pencarian seperti Takitsubo?)


Namun, Mugino tidak sampai berada di jalan buntu yang membuat ia ingin meminta bantuan gadis tersebut.


Sebaliknya...


“...Mantelmu itu cukup bagus. Woah, apa ini? Mantel ini dilapisi dengan bulu yang tebal.”


“Hee hee hee. Mantel ini dibuat di Aliansi Negara-Negara Independen Elizalina, kata Misaka selagi Misaka memamerkan mantelnya. Tapi mantelmu terlihat cukup hangat, juga. Itu adalah tipe bahan anti-dingin super ringan yang menangkap udara di pembuluh-pembuluh kecil, bukan? Kata Misaka selagi Misaka bertingkah seperti seseorang yang tahu segalanya.”


Last Order juga menggenggam ujung rok Mugino bersama dengan mantelnya dan ia mengayunkan keduanya ke atas dan ke bawah seperti sedang mengepakkan sayap.


Kemudian ia menyadari sesuatu.


“Tapi celana dalammu terlihat dingin, kata Misaka selagi Misaka mengekspresikan rasa terkejutnya.”


“Itu karena mereka tembus pandang. Menjadi bagian yang dominan di sisi keseksian dari berbagai hal juga mempunyai kesusahannya sendiri.”


Setelah perbincangan yang aneh tersebut, mereka berdua berpisah.


Mereka berdua sedang mencari seseorang.


Siapapun yang dulunya mengenal si Nomor Empat seperti dirinya yang dulu akan terkejut dengan kejadian ini, tapi itu hanyalah perubahan sikap di dalam kepribadian seseorang yang dikenal sebagai Mugino Shizuri.


NT Index v01 157.jpg



Part 5[edit]


Sudah beberapa menit sejak Hanzou telah meninggalkan ruangan.


Suatu jenis ketidaknyamanan yang pernah terjadi sedikit menusuk saraf Hamazura. Setelah berpikir tentang benda ini sejenak, ia menyadari itu karena suatu kegaduhan. Ruangan kedap suara ini cukup baik, tapi ia bisa mendengar apa yang terdengar seperti sejumlah orang yang menggunakan Raket. Dan itu bukan hanya dari satu arah. Kedengarannya seperti dia dikelilingi oleh kebisingan tersebut.


"Hamazura."


"Tidak apa-apa," Ia menanggapi suara gelisah Fremea.


Tentu saja dia tidak punya bukti.


Dia sadar betul dia masih memiliki pulsa untuk telepon dan terdapat juga nomor anggota ITEM lainnya di ponselnya, tapi ia menahan keinginannya untuk meminta bantuan kepada mereka.


Dia tidak bisa membuat mereka terjebak dalam masalah besar ini.


"Hanzou akan mendapatkan seseorang untuk bisa membantu kita. Setelah dia di sini, situasinya akan berbalik. Jadi tidak apa-apa. "


Tentunya Hanzou akan menemukan Kuruwa dalam keadaan aman dan sehat dan membawanya kembali. Dia mempunyai banyak tempat persembunyian yang Hamazura dan Hanzou tidak ketahui, sehingga tidak ada alasan untuk takut akan mereka yang terkejar. Mereka tidak tahu bagaimana cara untuk "menang" dalam situasi ini dan bahkan tidak jelas apa yang diperlukan untuk "menang", tetapi, apakah mereka hanya akan terus bersembunyi atau melakukan serangan balik, memiliki tempat yang aman merupakan langkah yang paling tepat dalam situasi seperti ini. Dengan demikian, mereka bisa mengubah situasi menjadi lebih baik jika mereka bisa bertemu dengan Kuruwa.


Itulah bagaimana Hamazura melihat situasi ini, tetapi suara tiba-tiba mengoyak telinganya. Sebuah suara keras seperti gigi raksasa merobek dinding datang dari sisi lain dinding salon pribadi ini. Itu tidak terdengar seperti beberapa mesin berjalan di lorong. Pintu itu jelas bergetar.


"A-apa !? Apa yang sebenarnya terjadi ... !? "


"Kembalilah !!" Hamazura segera berteriak dan berpindah ke depan Fremea, tapi dia tidak bisa memikirkan benda lain yang dapat dilakukan.


Dia bahkan tidak yakin apa yang sedang terjadi. Namun, situasi ini masih berlanjut.


Dengan suara yang menggelegar, pintu runtuh ke dalam.


Itu bukan terbuka; itu runtuh.


Hamazura menyadari dua engsel dan deadbolt dekat tombol telah dipotong setelah dia melihat benda yang terbang di dalam ruangan melalui pintu.


Sebuah suara menggedor udara yang terdengar seperti suara akup lebah yang diperkuat beberapa ribu kali.


Dan kebisingan kisi roda gigi dan rantai berbaur menjadi satu. Sumber-sumber kebisingan ini rupanya adalah suatu benda berbentuk piringan.


Itu memiliki radius sekitar 70 sentimeter. Pada bagian dalam sekat logamnya terdapat dua set baling-baling yang tampak seperti topi sampo. Baling-baling ini memberikan daya angkat padanya tanpa adanya alat penggerak. Pusat sumbu baling-baling itu benar-benar kosong. Sebuah pemancang tunggal mungkin telah ditusukkan ke tengah-tengah alat itu ketika disimpan.


Itu adalah perangkat tak berawak yang dikendalikan dari jarak jauh sekaligus dengan menggunakan AI.


Jika hanya itu kemampuannya, itu tidak akan begitu buruk. Masalahnya adalah dengan "sekat" pada awaknya.


Sumber kebisingan itu adalah gigi roda dan rantai gergaji yang melingkar di sekitar sekat. Nama mesin dicetak pada bagian atas sekat tersebut, Edge Bee, memberi Hamazura perasaan aneh tentang bagaimana sebetulnya cara mesin ini bekerja.


"Sialan!?"


Tiga dari alat penggergaji ini terbang ke arahnya. Bukannya melesat seperti peluru, benda-benda itu berhenti di udara dan kemudian perlahan-lahan melayang di sekitar Hamazura. Pergerakannya ini mirip dengan lebah yang hendak menangkap mangsanya.


Bahkan di Academy City, sebuah kota yang dibanjiri dengan robot pembersih dan robot keamanan, tidak satu pun diantara robot-robot umum tersebut yang terlihat seberbahaya yang satu ini.


Hanya satu kemungkinan yang muncul dipikiran Hamazura.


"Para pengejar ...? Tapi bagaimana mereka menemukan kami? "


Kemudian ia menyadarinya.


(Apakah Hanzou pergi untuk mencari Kuruwa-chan? Mereka mengambil gambar Hanzou yang berjalan di kota melalui kamera keamanan dan robot kemudian menelusuri dari mana dia datang!! Itu berarti benda-benda milik Kuruwa-chan adalah palsu. Mereka tidak perlu mengambil resiko menangkap dia. Mereka mungkin hanya perlu memblokir transmisi kami !!)


Tentu saja, melakukan hal itu tidaklah mudah.


Mereka dengan bebas menggunakan jaringan video pengawasan dan komunikasi jaringan kota, setelah mereka menemukan target dengan menggunakan ponsel, mereka hanya perlu memblokirnya. Mereka kemungkinan besar menggunakan perangkat pemandu tak berawak untuk melindungi daerah yang tidak terdeteksi jaringan.


Pengejar harusnya adalah orang-orang yang memiliki koneksi kuat dengan orang-orang dari Petinggi kota dan dengan begitu mereka jelas bisa menggunakan fasilitas kota secara bebas.


"Po=Pokoknya, apa yang akan kita lakukan?"


"Lari, tentu saja. Kita tidak akan mendapatkan apa-apa hanya dengan bermain-main dengan mainan berbahaya ini. "


Ini adalah senjata pembunuh yang bisa bebas terbang di langit dan mereka menggunakan gergaji mesin untuk memotong pintu dan dinding.


Hamazura tidak cukup bodoh untuk berpikir dia bisa menghancurkan gergaji gila itu dalam pertarungan yang adil.


Melawan mesin-mesin itu tidak akan berakhir pada sesuatu pun selain dirinya yang terluka.


(... Pintu keluar.)


Hamazura melihat seluruh daerah di sekitarnya.


(... Kita harus keluar dari ruangan ini !!)


Salon pribadi hanya memiliki satu pintu, tapi salah satu Edge Bees melayang disekitarnya, jadi mereka tidak bisa mendekati pintu tersebut.


Mereka mungkin tidak bisa melewatinya ketika mesin tersebut menyerang.


Mereka mungkin tidak dapat melarikan diri, apalagi menang.


(Perangkat pemandu tak berawak ini menggunakan baling-baling berputar untuk mempertahankan posisinya dan untuk memberikan daya angkat kepada awaknya sendiri. Itu berarti kelemahan mereka adalah ...)


"Dengar, Fremea. Ketika aku memberikan tanda, kamu harus berlari dengan kecepatan penuh untuk keluar. "


"Tapi ..."


"Jangan khawatir."


Hamazura memandang lampu lantai sambil menjaga pergerakan Bees Edge di lingkungan sekitar. Gergaji mesin terus berputar dan membuat kebisingan.


"Aku akan menarik perhatian mesin-mesin itu. Jadi kamu langsung keluar menuju pintu pada saat piringan disk itu meninggalkanmu untuk mengejarku. Mengerti? "


Fremea memberi anggukan kecil.


Hamazura perlahan mendekati meja dan meraih sebuah gelas plastik.


"Sekarang !!"


Saat ia berteriak, Hamazura melemparkan gelasnya kea rah Edge Bee yang melayang dekat pintu keluar. Gelasnya membentur dinding di sebelah Edge Bee, tapi Edge Bee masih bereaksi. Mereka segera mengambil tindakan yang seakan-akan berlebihan.


Penggergaji itu bergerak untuk memotong Hamazura.


"Larilah!!"


"Tapi ... apa yang akan terjadi padamu !?"


"Pergilah saja!! Aku akan pastikan untuk menemukanmu nanti !! "


Hamazura meraih lampu lantai dengan kedua tangan dan Fremea berlari ke pintu keluar seolah-olah dia didorong oleh teriakannya.


Setelah memastikan dia telah berhasil keluar, dia mengalihkan pandangannya kembali ke senjata. Dia melemparkan lampu lantai ke Edge Bees sekeras yang dia bisa.


Kali ini, benda yang dilempar Hamazura mengenai salah satu dari mesin-mesin itu, tapi hanya itu sajalah yang terjadi. Seperti yang Hamazura harapkan, Edge Bee sama sekali tidak terpengaruh akan usahanya itu. Faktanya, lampu itu hanya tertempel di salah satu sisi mesin penggergaji itu.


"Ap-?"


Hamazura memandang dengan heran pada lampu yang berputar dengan kecepatan tinggi. Seperti gaya sentrifugal. Dan kemudian benda tumpul itu secara akurat kembali padanya.


Kecepatannya menyaingi kecepatan anak panah.


Hamazura memutar tubuhnya dengan sekuat tenaga dan nyaris berhasil menghindarinya. Lampu itu membentur dinding dan menusuk ke dalam seperti tombak.


(Pisau-pisau gergaji itu dapat diubah menjadi alat penggenggam dan pemotong!!)


Ketika Hamazura memikirkan tentang hal itu, ia menyadari bahwa bekas pintu yang terpotong oleh gergaji itu tidaklah terlalu rapih. Itu hanya terlihat seperti pintu yang telah terpotong oleh gergaji biasa yang terkoyak akibat gesekan beribu cakar tajam dan juga terlihat seperti terkoyak oleh ribuan jari-jemari.


Hamazura meraih payung hias di dekatnya, tetapi ia tidak bisa sembarangan membuangnya.


Tiga Edge Bees tidak perlu menunggu. Mesin-mesin itu mungkin benar-benar berniat untuk mengalahkan Hamazura karena dia benar-benar menyerangnya.


Hamazura menahan pendirian hatinya yang goyah dan nyaris berhasil menerobos ke depan.


Edge Bees bergerak jauh lebih cepat dari yang ia bayangkan dengan melayang-layang di udara. Itu adalah tempat di dekat lampu yang telah dilemparkan, tapi pergerakannya kali ini justru lebih cepat dari sebelumnya.


Mesin-mesin itu bergerak cukup cepat sehingga seseorang yang terkena bagian badannya tanpa gergaji saja sudah cukup untuk dibawa ke rumah sakit. Dan jika gergaji-gergajinya mengenai target, dagingnya akan terkoyak dan kemungkinan korbannya akan terpisah menjadi dua dengan rapih. .


Sangat penting bagaimana mesin-mesin itu memotong pintu ketika masuk.


Masalah ini bukan mengenai seberapa rapih gergaji-gergaji itu memotong targetnya.


Persoalannya adalah waktu yang diperlukan masin-mesin itu untuk melancarkan serangannya.


Itu berarti ...


(Apakah masin-mesin itu menabrak dinding atau mendapati sesuatu yang menghambat di gergajinya, masin-mesin itu tidak akan kehilangan keseimbangan di udara. Masin-mesin itu harusnya menggunakan gyros, analisis citra, gelombang ultrasonik, atau sesuatu semacamnya untuk membantu memastikan posisinya.) [Gyro di sini kemungkinan adalah kependekan dari Gyroscope, yang merupakan peralatan yang digunakan untuk menghasilkan kestabilan untuk tetap menjaga posisi tetapnya. Alat ini terdiri dari semacam roda atau cakram yang berputar pada sumbunya pada kecepatan tertentu dan membuatnya bebas untuk mengubah arah geraknya, Kamus Besar Oxford]


Adalah memungkinkan jika ia bahkan tidak akan mampu mengalahkan salah satu diantara mesin-mesin tersebut jika ia melemparkan payung yang ada pada genggaman Hamazura padanya. Mesin-mesin itu hanya akan menghindarinya atau bahkan mementalkannya kembali kembali.


Namun ...


Selama mesin tersebut memiliki baling-baling yang berputar dengan berlawanan, mesin tersebut masihlah memiliki kelemahan.


(Tidak peduli seberapa tinggi kinerjanya, mesin tersebut akan jatuh jika baling-balingnya berhenti bergerak !!)


"Hamazura! Lihat !!" Teriak Fremea dari pintu keluar


. Edge Bees secara bersamaan menyerang Hamazura dari tiga arah yang berbeda.


Tepat sebelum salah satu pisau yang berputar cepat sampai kepadanya, ia menunduk.


Itu tidak cukup untuk menghindari Edge Bee.


Namun, sebelum mesin tersebut bisa memperbaiki lintasannya, Hamazura menempatkan ujung payung yang dibawanya itu ke tengah-tengah badan Edge Bees, seolah-olah dia menusuknya.


Dia berusaha untuk menghalangi dua baling-baling yang berputar ke arah yang berlawanan.


Kebisingan mengerikan dari bingkai payung logam yang terkoyak bisa didengar. Namun, Edge Bee tidak rusak sama sekali. Bunga api oranye dihamburkan keluar, baling-balingnya patah, dan yang paling penting, mesin itu berhenti bergerak. Serangan payung mendadak yang dilancarkan Hamazura tampaknya benar-benar merusak sistem baling-baling pada bagian penggerak mesinnya.


The Edge Bee berputar-putar tanpa kendali di lantai.


Mesin tersebut memantul dan memukul salah satu Edge Bees lainnya datang menyerang Hamazura dari arah yang berbeda. Baling-balingnya akhirnya berhenti, tapi gergaji itu masih berfungsi. Dua bilah gergaji Edge Bees terhantam satu sama lain dan dua mesin terbang ke berbagai penjuru ruang seperti bola biliar.


Hamazura meggunakan kesempatan ini untuk berlari menuju pintu keluar di mana Fremea menunggu.


Satu mesin yang tersisa masih bisa menuju kearah punggung Hamazura, tapi Hamazura menendang potongan pintu yang tergeletak di lantai dan mengarahkannya ke mesin terbang itu. Ia meraih kedua sisinya dengan kedua tangan, berbalik, dan membantingnya dengan kekuatan penuh.


Dia mengayunkannya ke bawah.


Ia tidak hanya mencoba untuk memukul mesin dengan kekuatan maksimal. Namun dia benar-benar menggunakan kekuatan brutalnya seakan seorang bocah yang ngambek dan membanting mainannya yang sudah tidak berfungsi lagi.


Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, Edge Bees menggunakan baling-baling yang berputar berlawanan untuk terbang dan menjaga keseimbangannya di udara. Itu berarti mesin tersebut tidak bisa melayang bila piranti yang digunakannya untuk membentuk angin buatan guna menjaga keseimbangannya itu tak berfungsi.


Untuk membuat piranti gerak mesin tersebut berhenti berfungsi, seseorang bisa memberikan penghalang dengan menggunakan semacam papan besar untuk kemudian memblok perputaran baling-balingnya.


Setelah membenamkan mesin penggergaji yang terakhir ke lantai, Hamazura melompati potongan pintu yang digunakannya tadi untuk menghantam dan membanting Edge Bee tersebut. Dia melompati potongan pintu yang menutupi seluruh badan Edge Bees, dan menggunakan segenap berat tubuhnya untuk semakin membenamkan mesin itu di lantai. Dia terus melakukan gerakan menginjak-injak itu untuk memastikan setiap piranti elektronik dari Edge Bee terakhir itu berhenti bekerja.


Tentu saja, senjata militer dibuat dengan material dengan kekerasan tertentu, namun, jika baling-baling yang terdapat pada piranti penggerak mesin tersebut bengkok, walaupun hanya bengkok sedikit, maka sekeras apapun material mesin itu, mesin itu tidak akan bekerja lagi dengan benar seperti sedia kala. Malahan, jika seseorang memaksa mesin yang sudah cacat itu untuk tetap bekerja, itu akan menghancurkan mesin tersebut dari dalam.


"Oke, sekarang ..."


"Cepat !! Hamazura, lari !! "


Dia berlari keluar ruangan dan bertemu dengan Fremea.


Saat itulah suara gergaji lainnya datang ke telinganya.


Ketika ia melihat kembali ke dalam ruangan, ia melihat Edge Bee pertama dengan baling-baling yang hancur bangun dari sudut ruangan. Bagian terluar cakram Edge Bee mendorong lantai untuk mempertahankan keseimbangan.


Edge Bee kemudian mulai bergulir ke arah Hamazura menggunakan gergajinya sebagai roda. Bergerak dengan kecepatan yang luar biasa.


(Sial !! Jenis sistem pemulihan macam apa yang mesin itu miliki ?!)


Hamazura melangkah mundur karena takut, tapi dia memukul dinding koridor. Menyebabkan kakinya terpeleset dan pantatnya jatuh ke lantai.


Saat itulah ancaman lain menyerang.


Dinding di punggungnya teriris secara diagonal.


Tombak yang terbuat dari udara yang dikompres dan panjangnya sekitar 3 meter muncul. Mengiris melalui dinding dan menghancurkan Edge Bee serta lantai di sekitarnya.


Namun, ini tidak membuat Hamazura senang.


Serangan seakan membantunya hanya karena dia sedang dalam posisi duduk. Jika dia berdiri, pasti dadanya sudah ikut teriris oleh tombak udara itu karena letak tubuh Hamazura berada pada lintasan tembak dari tombak udara itu.


"Hamazura, tidak !! Dindingnya runtuh !! "


"Aaaahhhhh !?"


Dia dengan buru-buru berguling ke samping pada waktu yang sama saat dinding di dalam koridor runtuh.


Seorang sosok tunggal muncul di sisi lain runagan, saat debu yang menutupinya mulai tersibak.


Tombak transparan ada di tangannya.


"Tch. Silver Cross, pastikan tindakanmu sesuai. Itu adalah biaya yang tak perlu. "


Sosok tersebut adalah seorang gadis berusia sekitar 12 tahun, tapi pada awalnya Hamazura merasakan sekilas semacam lendir menutupi tubuhnya. Dia memiliki aura seorang pembunuh dan pengacau. Dia berbau kegelapan dan dia tidak mencoba untuk menyembunyikannya. Dia adalah tipe yang berbeda dari Hamazura atau Hanzou. Dia adalah kegelapan yang luar biasa.


Hamazura berdiri dan bernapas dengan tidak menentu.


Tombak yang berasal dari tangannya memungkinkan dia untuk dengan mudah merusak dinding atau lantai disekitarnya, dan itu dia lakukan dengan hanya melakukan goyangan sedikit pada senjatanya itu. Entah kenapa, kemampuan esper ini terlihat tak asing di mata Hamazura.


"Kekuatan itu ..."


"Oh. Ini adalah Bomber Lance, tombak yang terbuat dari nitrogen. Apakah itu tampak seperti kekuatan milik temanmu ?" Gadis itu tersenyum tipis sambil mengayunkan tombak dan mengiris dinding terdekat. "Ini kurang lebih sama dengan APFSDS, salah satu jenis peluru yang dipunyai oleh smoothbore gun milik Silver Cross’s Enemy Blaster. Ini bisa memotong suatu objek menggunakan tekanan besar. Itulah hal yang kau harus pikirkan. "


Kata-kata gadis itu tidak menimbulkan ketegangan atau bahkan permusuhan.


Namun tombak itu terangkat dengan daya rusak yang luar biasa.


"Apakah kau benar-benar masih memiliki waktu untuk terfokus padaku? Masih ada lebih dari 30 unit dari Edge Bee milik Silver Cross yang terbang ke sini. Atau apakah Kau tidak keberatan jika bocah bule itu menjadi daging cincang untuk isian sosis di depan matamu? "


"!? Fremea, melarikan diri melalui tangga darurat sebelah utara !! "


"... Hmm."


Gadis Bomber Lance menoleh dengan setengah hati dan melihat seorang gadis pirang kecil bersembunyi di balik pilar.


"Terima kasih untuk memberitahuku di mana posisinya. Aku pikir kalian berdua telah berpisah setelah dia turun dari ruangan. "


(... Ini seperti ketika mereka dengan sengaja membiarkan Hanzou pergi sehingga mereka bisa menemukan tempat ini ... !!)


"Pergi, Fremea !!"


Hamazura sudah memutuskan bila menghadapi gadis 12 tahun di depannya ini adalah hal yang mustahil.


Ia melompat tinggi ke atas.


Dia meraih tepi fire shutter seolah-olah ia hendak melakukan slam dunk. Dia menempatkan semua berat badannya ke fire shutter tersebut untuk memaksanya turun.


Ini menuju ke bawah untuk mendapatkan kepala si gadis seperti layaknya seorang algojo pemenggal.


Dia menatapnya.


Fire shutter tersebut meledak terpisah seperti spons yang berisi sejumlah bubuk mesiu.


Itu karena Bomber Lance.


Hanya dengan mengangkat tangannya, dia telah menghancurkan benda tumpul tebal yang diraih Hamazura tersebut. Tombak itu sendiri tidak langsung mengantamnya, tetapi fragmen logam terbang dan menghantam tubuh Hamazura dan membuatnya jatuh terpental.


"Ghah !!"


(Ini buruk. Dia bukan seseorang yang bisa aku hadapi tanpa senjata yang tepat !!)


"Hamazura !!"


"Pergilah, Fremea !! Cepat !! "


Fremea mencoba lari ke Hamazura, tapi bahunya menyusut karena ketakutan. Dia ragu-ragu di tengah-tengah koridor, tapi dia akhirnya berbalik kembali dan berlari ke tangga darurat. Melihat itu, gadis Bomber Lance memberi komentar singkat.


"Silver Cross."


"!!"


Hamazura segera mencoba untuk melompat pada gadis itu, tapi si gadis dengan dingin mengayunkan lengannya beberapa kali sebelum dia bisa.


Dengan itu, lantai koridor dipotong menjadi beberapa bongkahan material dan jatuh ke lantai di bawahnya. Terbentu suatu celah di kaki Hamazura seperti tebing yang mencegahnya untuk bergerak.


Menyerang seseorang seperti dia adalah percuma.


Dengan kekuatan penghancur yang jauh di atas batas manusia biasa, gadis itu bisa saja langsung membunuh Hamazura dan kemudian fokus pada pencarian Fremea.


Gadis itu jelas sedang bermain-main dengan Hamazura.


"Aku pikir lebih baik jika aku mengejarnya sekarang. Jika aku tidak menemukannya, aku akan beralih ke taktik menjerit. Menonton kamu yang terkapar kelihatannya lebih menyenangkan daripada sekedar membunuhmu."


"Sialan !!" Hamazura mengutuk dan gadis itu berbalik kembali mencari Fremea.


Dia harus mengambil jalan memutar untuk bertemu dengan Fremea dan ia membutuhkan senjata yang lebih kuat untuk menghadapi Edge Bee dan gadis Bomber Lance.



Part 6[edit]


Disetiap distrik jalan memiliki ruang kosong.


Sebuah Powered Suit berada disekitar lautan bangunan berbentuk persegi di Distrik 3. Itu daerah di mana bangunan telah dihancurkan dan tidak ada pembangunan. Pemiliknya bisa saja mempertahankan bangunan-bangunan tua ini dengan membayar uang sewa, tapi tampaknya pemilik lebih ingin memiliki tanah ini tetap bertahan sampai nilai tanah berubah sehingga ia bisa membuat keuntungan dari penjualannya kelak.


Powered Suit Silver Cross ini memiliki sensor kubah raksasa di kepala, 2 lengan, dan 2 kaki. Penampilan powered suit-nya ini agaknya cukup kalem untuk seleranya.


Namun, ada 12 tiang logam yang membentang dari punggungnya. Ada lebih dari 10 Edge Bee yang tersimpan pada tiang-tiang itu. Sepuluh unit dari mesin penggergaji itu muat hanya pada satu tiang, sehingga armor itu mampu membawa lebih dari 100 keping dari Edge Bees dalam waktu yang bersamaan. Lebih dari setengah dari mesin-mesin penjagal itu tidak berada bersamanya.


Tiap tiang logam ditempatkan 2 Edge Bees dan antena dengan presisi tinggi.


Powered Suit adalah armor pengintai yang mengkhususkan diri dalam mengumpulkan informasi.


Kemudian, benda itu menerima informasi video dari banyak Edge Bees yang tersebar di seluruh penjuru kota, menyadap sinyal-sinyal dari robot pembersih dan robot keamanan, dan kabel yang membentang dari dalam armor lapis baja secara langsung mengumpulkan informasi dari jaringan komunikasi bawah tanah.


Tujuannya adalah jelas.


"Nah. Aku pikir aku sudah memotong semua rute pelarian mereka."


Tentu saja, rencana tersebut untuk menangkap Fremea Seivelun di dalam salon pribadi, tapi dia telah mengerahkan Edge Bees di sekitar bangunan dan memperoleh informasi dari kamera keamanan terdekat untuk memperkecil kemungkinan bahwa dia akan kabur.


Dari ukuran bangunan dan jumlah pelanggan yang berada disana, ia tahu bahwa aksinya ini akan menyebabkan kepanikan massal, tapi ia tidak akan kehilangan wajah sasarannya di antara kerumunan orang.


(Entah Kuroyoru akan menangkapnya pertama kali atau justru dia yang akan jatuh ke tanganku. Dari jalan manapun, ini adalah akhir dari Fremea Seivelun.)


Karena Hamazura Shiage berada di gedung, muncul pemikiran bahwa kemungkinan ITEM akan datang, tapi itu hanya akan berarti bahwa sudah waktunya dia untuk mengeluarkan kekuatannya-yang-dahsyat-tapi-tidak-rumit.


"Kekuatan".


(Mungkin aku harus beralih dari armot pengintaian seperti Edge Bee Launcher ke armor pertempuran.)


Pemilik Powered Suit ini tidak hanya memiliki sati macam armor saja.


Mottonya adalah tidak bersikeras bergantung pada satu senjata tunggal, tapi memilih jenis senjata yang yang paling cocok untuk situasi khusus, dan itu adalah tindakan yang paling efektif. Dengan demikian, ia tidak setuju dengan pepatah bahwa ada suatu senjata yang terkuat yang bisa mengalahkan segala jenis senjata lainnya. Dan dia juga tak begitu buta untuk percaya bahwa ada suatu senjata yang bisa melakukan apa saja. Semua ada situasi dan kondisinya.


(Tidak, jika target bergerak selama waktu itu, aku akan kehilangan dia. Itu akan menyebabkan prioritasku terhambat. Jika aku melakukan itu ...)


Saat ia berpikir, Powered Suit bergetar sedikit.


Dia telah memperingatkan sebuah ancaman melalui sejumlah Edge Bees yang dikerahkan di kota untuk menggunakan armor pengintai. Dia berpikir dengan cepat. Dengan kata lain, ia sedang panik dan ia tidak bisa menghentikannya.


(Ini buruk.)


Ada adalah seseorang yang benar-benar tidak terpengaruh langsung oleh "kekuatan" dan itu adalah apa yang dia khususkan di dalam dirinya. Dan kini orang itu hendak ambil bagian di dalam permainan ini.


Biasanya, Kuroyoru Umidori yang akan menangani tipikal orang seperti ini.


. (ITEM tidak bisa dibandingkan dengan orang yang satu ini. Metodeku sangatlah tidak cocok menangani pria ini!!)



Part 7[edit]


Hamazura Shiage berlari menuruni tangga darurat sebelah selatan.


Dia masih berpisah dari Fremea.


Dia membutuhkan senjata untuk menyelamatkannya dan itu sepertinya tidak akan ditemukannya di dalam salon pribadi yang isinya hanyalah anak laki-laki kaya dan perempuan dari kalangan atas yang manja. Maka, jika ada fasilitas di dalam bangunan ini yang menawarkan kepemilikan suatu senjata api, itu adalah suatu hal yang sangatlah aneh.


Namun kenyataannya, ada. Terdapat suatu area lapangan tembak indoor di bangunan itu.


Tentu saja, senjata yang terdapat di area itu bukanlah tipe senjata api berat yang bisa menghancurkan tank-tank atau powered suit seperti apa yang telah dijumpainya di Rusia. Namun paling tidak, mereka memiliki berbagai senjata proyektil yang tidak melanggar peraturan di Academy City. Mereka memiliki crossbows, longbows, blowguns, dan senapan bolt action yang berisi peluru karet.


Hamazura melihat tanda di dinding dan berlari keluar dari tangga darurat menuju ke koridor lantai. Berbeda dengan lantai lain, yang satu ini tidak dilingkupi oleh sejumlah pintu seperti yang terdapat di hotel atau ruang karaoke. Lantai besar terpisah dengan koridor dalam bentuk 4 kamar besar. 4 kamar terdapat ruangan boling, lapangan tembak indoor, dan fasilitas lain seperti itu.


Namun, Hamazura tidak bisa tiba di lapangan tembak dengan begitu mudah. Sebuah Edge Bee muncul di koridor depan.


Dia harus buru-buru dan menuju ke lapangan tembak.


Dia harus mendapatkan senjata yang tepat dan melawannya.


Tapi pikiran Hamazura terbatas.


Sebuah perasaan takut yang sangat kuat datang disekujur tubuhnya dan dia tidak bisa berhenti gemetar setelah itu.


"Ahhh ... Gaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh !!!!!!"


Keadaannya yang tanpa senjata mumpuni, dan fakta bahwa dia telah terpisah dengan Frema, ditambah lagi musuh dengan kekuatan manusia super beserta kawannya yang punya koleksi senjata canggih mengerikan. Semua ini membuatnya frustasi. Dan dia tak bisa memendam kefrustasiannya sehingga melepaskan suatu teriakan yang mungkin bisa membuatnya sedikit lega.


Dia merasa takut akan kematian. Ia membayangkan gambar daging dan tulang yang robek oleh gergaji mesin. Hamazura kehilangan kekuatan di dalam tubuh dan pikirannya yang semakin terbenam dalam kekacauan.


Meskipun apa yang dia alami, meskipun seberapa pintar otaknya, dan meskipun ada fakta bahwa ia adalah salah seorang yang selamat dalam Perang Dunia III, jauh di lubuk hatinya dia masihlah siswa SMA bego yang pengangguran di Academy City.


Dia bukan seorang prajurit profesional yang dilatih untuk membunuh selama bertahun-tahun.


Tanpa adanya keterampilan yang bisa diandalkannya, adalah aneh bila manusia semacam Hamazura tidak ketakutan dalam menghadapi situasi seperti ini.


(Kenapa ...?)


Hamazura berusaha untuk tetap berdiri dengan semua kekuatannya.


(Mengapa? Mengapa semua omong kosong ini selalu terjadi padaku !? Perang sudah usai. Senjata-senjata macam ini sudah tidak diperlukan lagi !! Apa yang bisa membuat seseorang benar-benar bernafsu untuk memburu suatu makhluk yang hanya terdiri sari darah dan daging ini !?)


Namun, Edge Bee tidak menunggu.


Bergerak ke arah Hamazura untuk mengiris tubuhnya menjadi dua.


Hamazura segera meraih alat pemadam kebakaran didekatnya.


"Oooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !!"


Dia mengayunkannya secara horizontal.


Pemadam kebakaran menyentuh gergaji dan meledak. Gas pemadam api di dalamnya tersebar ke segala arah layaknya asap yang disemburkan suatu roket. Sebagiannya tertempel di langit-langit.


Namun, Edge Bee bisa dimentahkan.


Mesin itu tertempel pada alat pemadam kebakaran, sementara gergajinya yang masih berada dalam mode "potong" dan beberapa gelombang kejut mungkin telah membuatnya terbang kebelakang. Sistem yang menjaga stabilitas tubuhnya menggunakan semacam perangkat elektronik image processing, sehingga bubuk dari alat pemadam kebakaran mungkin telah mengacaukan image processing itu dan membuatnya tidak stabil lagi.


Edge Bee mencoba untuk mendapatkan kembali kendalinya, tapi kemudian menabrak dinding. Lebih khususnya, tiang bendera dekoratif diagonal yang mencuat dari dinding menembus baling-balingnya yang berputar berkebalikan. Baling-baling pisau yang dibutuhkan untuk bergerak itu pecah dan suara retakan terdengar dari dalam mesin. Hamazura melihat Edge Bee menggantung pada dinding, seperti topi yang dicantelkan di dahan, dan diapun menelan ludah.


(Aku melakukannya ...?)


Saat itulah LED di sebelah kamera Edge Bee berubah warna disertai dengan bunyi bip.


"Sial !!"


Wajah Hamazura mulai memucat. Dia membuka pintu di lapangan tembak dan melompat.


Setelah itu, terjadi ledakan.


Kebisingan memberikan tekanan besar pada gendang telinganya. Dan juga, bukan hanya ledakan yang menyebar keluar. Rasa sakit yang tajam terjadi di lengan Hamazura. Yang merobek melalui lengan bajunya menuju ke lengannya adalah sejenis kail yang sering digunakan untuk umpan. Benda itu terbuat dari kait berbentuk huruf J.


Terdapat bahan peledak dan ratusan kait pemancing dalam tubuh Edge Bee tersebut. Tidaklah suatu hal yang biasa ketika kuku atau bola logam dimasukkan ke dalam mesin terbang berbentuk cakram seperti itu untuk meningkatkan kerusakan, tetapi menggunakan kait pancing adalah sangat kejam.


Karena kait pancing memiliki bagian yang melengkung, yang akan sangat sulit dilepas ketika sudah melukai seseorang. Dan dengan tiga kait bersama-sama, sangatlah susah untuk melepaskannya.


"~ ~ ~ !!"


Hamazura terpaska mengigit tutup kepala di mulutnya untuk memastikan dia tidak menggigit lidahnya karena rasa sakit yang dialaminya dan kemudian dia memaksa benda-benda itu keluar dari tubuhnya sambil memegang saputangan di antara ibu jari dan telunjuknya. Rasa sakit dari ujung kail yang merobek langsung di saraf menyebar ke seluruh lengannya dan keringat membanjiri wajahnya.


(Benda ini tidaklah normal ...)


Dia membungkus sapu tangan di lengan yang terluka dan dengan goyah berjalan ke lapangan tembak indoor. Sejumlah senjata proyektil besar berdiri di belakangnya. Biasanya, seorang karyawanlah yang mengelolanya, tapi tidak ada seorang pun di meja admin karena keributan.


(Kekejaman mereka tidak seperti orang-orang dari kegelapan Academy City yang pernah kulihat sebelumnya. Mereka tidak berpikir tentang apa akan menguntungkan bagi mereka dan mempertahankan kekuasaan mereka. Mereka berpikir tentang apa yang bisa membuat kami menderita dan menggunakan segala yang mereka miliki untuk menyiksa kami ...Betapa terkutuk.)


Dia naik di atas meja dan melihat senjata yang berbaris.


Dia ingin mempersenjatai dirinya dengan senjata sebanyak yang dia bisa, tapi semua senjata yang ada di sana hanya memiliki panjang sekitar 1 meter. Pembatasan ukuran senjata ini entah disebabkan apakah karena bila senjatanya terlalu panjang, daya hancurnya akan juga besar, sehingga melanggar peraturan, ataukah alasannya hanya karena senjata dengan ukuran sekecil itulah yang diinginkan dan populer oleh para pelanggan. Mau tak mau, dia hanya bisa membawa salah satu dari senjata-senjata itu.


Dia mencari yang terkuat di sana, tapi ia juga ingin tipe senjata yang seseorang amatiran seperti dia bisa menggunakannya.


Setelah waktu singkat kebingungan akhirnya dia memilih ...


(... Sebuah blowgun yang diperlengkap dengan sistem penyengat listrik.)


Blowgun itu panjangnya sekitar 110 cm dan telah dimodifikasi untuk digunakan guna keperluan olahraga. Dibuat dari jenis yang sama dari plastik yang digunakan pada pisau dan pesawat terbang.


Biasanya, Blowgun tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melukai atau membunuh seseorang. Benda ini menggunakan panah yang tidak lebih dari panjangnya jarum dan menggunakan pendorong pada panah itu untuk menembus paru-paru manusia.


Suku tertentu bisa menangkap binatang besar dengan mengunakan alat itu, tapi itu karena racun pada panah bukan karena kekuatan penghancur proyektil itu sendiri.


Namun, yang satu ini menggunakan listrik.


Ketika seseorang meniup ke dalam pipa, sensor meresponnya dan mengirimkan ledakan berupa udara yang termampatkan oleh suatu mesin kompresor. Membuat tiupan nafas manusia sebagai gaya penggerak, sedangkan sebenarnya ada mesin yang bisa dengan mudah melakukannya, semua metode ini pastilah suatu akal-akalan agar senjata tersebut mendapatkan ijin yang sah dari Academy City. Panah itu didorong oleh nafas yang diperkuat puluhan kali, sehingga bisa menembus sepotong kayu tebal beberapa sentimeter.


Sebuah laser penunjuk arah digunakan untuk membantu membidik, sehingga pemakainya bisa lebih mudah menggunakan senjata ini.


Hamazura meraih seluruh kotak yang berisikan amunisi anak panah, yang memiliki ekor mirip dart. Tampaknya ekor-ekor yang terdapat pada peluru ini digunakan untuk menstabilkannya ketika ditembakkan dan melayang di udara.


Bahkan setelah memiliki senjata macam ini, tangan Hamazura tidak berhenti bergetar.


Tekadnya kembali setelah dia memegang suatu benda yang paling tidak bisa membuatnya sederajad dengan lawannya, walaupun jaminan akan kemenangan masihlah setipis kabut.


(Ini tidak menjamin aku bisa mengalahkan para Edge Bees itu dan aku bahkan tidak yakin bisa melawan seorang esper Bomber Lance itu. Meski begitu, benda itu membuktikan perbedaan yang besar. Setidaknya, aku dapat menggunakannya untuk memungkinkan Fremea melarikan diri !!)


Saat itulah ia mendengar suara gemerincing.


Dia segera berjongkok di belakang meja sementara ia membuka area sekitar 40 cm dari lubang senjatanya untuk meniup dan memasukkan panahnya ke dalam. Tapi kemudian tangannya berhenti bergerak. Kebisingan tidak disebabkan oleh Edge Bee atau esper yang tidak diketahui namanya itu.


Kebisingan itu disebabkan oleh seorang pria paruh baya.


Dia mengenakan setelah pakaian usang dan dasinya bengkok. Keringat yang disebabkan oleh ketegangan dan ketakutan membasahi wajahnya dan kemejanya.


Hamazura berdiri dari belakang meja dan berbicara.


"... Kau tidak terlihat seperti seorang karyawan. Apakahkau pelanggan? "


Academy City adalah sebuah kota khusus dengan 80% dari penduduknya adalah pelajar, tapi masih ada 20% dari penduduknya yang merupakan orang dewasa. Hamazura tidak tahu apakah orang dewasa ini ingin menyewa "tempat persembunyian rahasia", tapi tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak bisa menggunakan salon pribadi.


Hamazura meraih busur dari belakang meja dan melemparkannya ke arah pria paruh baya itu.


"Jika kamu tidak ingin mati, kamu harus keluar dari sini. Mereka dapat menghancurkan pintu dan dinding dan mereka mencari mangsa pada setiap ruangan. Mereka mungkin tidak mencari kamu, tetapi kamu akan menghinggapi mereka jika kamu tetap tinggal di sini. Dan para gergaji pembunuh itu tampaknya memiliki bahan peledak di dalamnya. kamu harus keluar dari dari sini, jika kamu bisa."


"..."


Pria itu perlahan memasukkan tangannya ke busur tersebut. Tampaknya dia lebih seperti hendak mengambil sesuatu yang ada di hadapannya, daripada bersiap untuk bertarung. Terus terang, tindakannya begitu kaku.


Tatapan pria itu perlahan-lahan bergerak dari busur menuju ke arah Hamazura.


"... A-apa yang akan Kau lakukan?" Tanya pria itu.


"Tentu saja, lari. Tempat ini adalah kesalahan. Ada gergaji pembunuh terbang diseluruh tempat dan bahkan ada seorang esper gila yang hanya dengan mengayunkan tangannya, dia bisa menciptakan udara yang bisa mengiris baja sekalipun, semuanya sedang menuju kemari. Jika aku tinggal di sini, aku pasti dibunuh, jadi aku akan melarikan diri bahkan jika itu menyedihkan. "


Hamazura menarik beberapa panah untuk blowgun dan mengikatnya di belakang ikat pinggangnya.


Dia bergegas dan tangannya gemetar, tapi ia tidak punya waktu untuk membiarkan dirinya bersantai.


"Tapi sebelum aku melakukan semua itu, aku harus menyelamatkan seorang gadis bernama Fremea. aku tidak berpikir aku bisa menang dalam perkelahian melawan monster-monster itu, tapi aku setidaknya harus membantu gadis itu melarikan diri dengan aman."


"Kenapa?" Pria itu menggeleng seperti anak kecil. "Dengan segala kegaduhan ini, Anti-Skill yakin pasti segera datang. Bahkan jika mereka mencari melalui setiap ruangan, bangunan ini memiliki ratusan kamar! Jika kita bersembunyi di sini, mereka akan menghabiskan waktu mereka untuk hanya mencari. Seseorang akan datang untuk menyelamatkan kita pada waktu itu !! Bergerak di sekitar tidak akan menyelamatkan kita; maka pilihan paling baik adalah bersembunyi!! "


"Itu mungkin benar."


Dengan asumsi Anti-Skill memiliki kekuatan untuk mengatasi situasi.


Dan juga dengan asumsi musuh tidak akan menggunakan puluhan kamera terbang milik mereka secara efektif.


Dan juga dengan asumsi musuh akan menerima kegagalan dengan membiarkan mereka pulang dengan ledakan kemarahan.


"Tapi itu mungkin juga tidak benar. Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku harus membiarkan Fremea melarikan diri dari bangunan ini. Dia hanyalah bocah yan berusia sekitar 10 tahun. Dia jelas akan lebih mudah mati daripada kita. Tidak ada jaminan dia akan mendapat dukungan untuk hidup. Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian. Jika aku berlari, maka aku hanya akan membiarkan kematian ke arahnya. Jadi aku harus menunda kematiannya sebanyak yang aku bisa."


"... Kenapa ...?" Gumam pria itu lagi.


Hamazura tidak memaksa pria itu untuk membantunya.


"Maaf. Aku tidak menyuruhmu untuk ikut campur dalam permasalahanku. Ini hidupmu. Kau harus memutuskan apa yang harus kau lakukan. Tapi, jika kau memutuskan untuk bersembunyi, kau harus menemukan tempat lain. Ketika aku datang ke sini, aku menghancurkan Edge Bee. Penggantinya mungkin akan datang, sehingga setidaknya kau harus pergi ke ruangan yang berbeda. "


"Tidak Bukan itu. "


Pria itu menggeleng berulang kali.


Hamazura menyadari orang itu gemetar karena sesuatu yang lebih dari sekedar rasa takut.


"Bagaimana kau bisa berpikir tentang orang-orang di sekitarmu dalam situasi seperti ini ...?" Orang itu bergumam, tapi kemudian suaranya semakin keras. "Aku datang ke sini mencari putriku yang lari dari rumah. Aku tidak tahu detailnya, tapi dia berusaha untuk menyelesaikan hal yang sangat berbahaya, dia berada di situasi di mana dia tidak bisa mengandalkan Anti-Skill ataupun Judgment sekalipun. Dia tidak ingin seluruh keluarga terperangkap di dalamnya, jadi dia menggunakan salon swasta sebagai tempat persembunyian rahasia. Aku putus asa memikirkan hal ini dan kuputuskan untuk mencarinya. Aku sudah siap untuk melakukan apa pun. Aku bekerja begitu keras dan bertekad untuk membawa anakku kembali sebelum dia terjebak dalam kesulitan yang tidak bisa diselesaikan. "


Dia berbicara seolah-olah ia hendak memuntahkan darah.


"Tapi diriku yang sebenarnya adalah berbeda. Ketika aku dihadapkan dengan bahaya, semuanya habis sudah. Aku hanya bisa memikirkan tentang diriku sendiri. Setelah itu, aku bahkan tidak bisa membayangkan bahwa aku bisa menggunakan busur ini demi putriku! Tidak peduli benda apa yang ada di tanganku, aku hanya bisa berpikir menggunakannya sebagai alat untuk menyelamatkan diriku sendiri!! ... Bagaimana aku bisa menjadi seperti Kau? Benda ini tidak begitu sederhana. Ketika aku melihat apa yang terjadi, aku tidak bisa memikirkan apa yang ada di sekitar ku !! "


Itu adalah ketakutan yang tak terelakkan yang datang dari kehidupan pribadinya.


Itu adalah pelampiasan tentang betapa tidak bergunanya dia di masa lalu, namun kini dia ingin merubah segalanya.


Manusia paruh baya itu telah merasakan betapa pahitnya menjadi orang yang hanya bisa memikirkan tentang dirinya sendiri dan hanya bisa terjebak dalam ketakutan ketika ingin menyelamatkan orang lain.


"... Apa yang kau katakan?"


Tapi wajah Hamazura Shiage ini tidak menampilkan ekspresi penghinaan.


"Kau menggunakan kekuatanmu sendiri untuk mendapat kanseorang istri, menciptakan rumah tangga yang sesuai, giat dan panic bekerja untuk melindungi semua itu.Kau mempunyaicukup uang untuk putrimu untuk keperluan salon pribadinya sehari-hari, karena kau bekerja untuk keluarga mu. Kau tidak meletakkannya pada rel dan mengumpulkan semuanya semata-mata karena semua orang di sekitar mu.Ketika putrimu menghilang dan rumah tanggamu tampak seperti akan berantakan, kau bertindak untuk menyelamatka nkeluargamu bahkan jika itu harus melanggar aturanmu sendiri. "


Itu bukanlah kata-kata penghibur.


Itu bukanlah kata-kata lembut yang dimaksudkan untuk tidak menyakiti. "Setiap orang memiliki hal-hal yang tidak aku miliki.Tidak peduli betapapun aku berjuang, aku tidak bisa mendapatkan merekanamun aku masih memiliki tujuan akhir yang ingin kuambil tidak peduli apapun itu. "


Kerinduan.


Karena kerinduan yang murni, Hamazura memamerkan hatinyadi sini. "Berbanggalah, pahlawan. Kau adalah apa yang aku impikan. "


Pria paruh baya itu menunduk dan tetap diam untuk sementara waktu. Ia memikirkan apa yang Hamazura katakan tadi.


Akhirnya, tubuhnya berhenti gemetar. Manusia yang pernah kalah tadi mengangkat kepalanya dan berbicara.


"... Aku akan pergi juga.Tidak bertindak tidak akan membantu situasi ini. "Apakah kau baik-baik saja dengan itu? ".


"Sama seperti kau membiarkan gadis Fremea itu pergi, aku harus menyelamatkanputri ku."


"Apakah kau tahu di mana putrimu di tengah semua kekacauan ini?"


"Dia seperti ku. Dia Kemungkinan besar tidak bergerak dan aku tahu ruangannya, jadi aku akan menemuinya di sana. "


"Aku mengerti," gumam Hamazura.


Dia mengambil blowgun itu lagi.


"Kalau begitu aku akan menarik perhatian mereka sebanyak yang kubisa. Jika kau tahu di mana yang kautuju, itu sederhana. Kau hanya perlu lari kesana. "


"Menarik perhatian mereka ...? Apakah kau tahu apa yang kau katakan !? Bahkan dengan senjata, itu tidak mungkin. Jika banyak dari mereka terbang pada mu sekaligus ... !! "


"Ini salahku," kata Hamazura memotong perkataan pria tersebut. "Kekacauan ini, kawanan Edge Bees berujung, dan esper aneh menghancurkan semua dinding di sini karena aku. Aku tidak cukup kuat untuk mengatasi itu semua. Aku melakukannya begitu banyak. Tapi biarkan aku melakukannya. Aku hanya dapat melakukan itu, tapi biarkan aku melakukan apa yang kubisa!! "


Mendengar suara yang tak terkendali, Hamazura meninggalkan ruangan dan berjalan ke koridor.


Pada saat yang sama, gadis Bomber Lance menghancurkan dinding yang berbeda dan datang melaluinya.


" jadi , Pertemukan aku dengan Fremea dan kau hanya perlu membawa ku ke sana."


"... !!"


"Atau harus kita lakukan sebaliknya? Jika aku membuat mu berteriak dengan kerassehingga bisa terdengar di seluruh gedung, mungkin dia akan datang ke sini atau takut dan melarikan diri? "


Sakarang tidak perlu mendengarkan kata-katanya.


Dia mempunyai sebuah senjata sekarang.


Hamazura meletakan blowgundi kedua tangannya dan mempusatkan titik merah dari laser pointer pada tubuh gadis itu. Dia kemudian meniupkan semua nafas ke dalamnya. Kompresor elektronik diperkuat puluhan kali kekuatan napas.


Sebuah suara berisik tebal terdengar.


Itu bukanlah suara tertembak. Sama halnya seperti dengan busur, suara pendaratan pukulan itu jauh lebih keras dari suara itu. Namun, itu juga bukan suara daging esper yang tercabik . Juga bukan suara yangmencermin kan kekuatannya. Gadis itu hanya memutar tubuhnya sedikit dan panah berbentuk darthanya sempat membentur dinding koridor di belakangnya.


Ekspresinya tetap tenang.


Tapi Hamazura telah belajar sesuatu.


Dia menghindari panah bukannya menangki sserangan itu. Itu berarti dia telah memutuskan bahwa dia akan hancurjika mengenai nya. Dia juga memutuskan bahwa dia tidak bisa menghalangi itu, jadi ia menghindarinya. Esper yang hanya bisa membuat tombak nitrogen. Dia tidak bisa membuat dinding yang bisa menghalau serangan di setiap arah sekelilingnya.


Dengan kata lain ...


(aku bisa memenangkan ini jika aku mengenainya!!)


Dalam proses untuk tembakan yang kedua, Hamazura membuka area 40cm dari lubang tiup dan kemudian memasukan salah satu anak panah dari sabuknya.


Kemudian gadis Bomber Lance itu membuat gerakan.


Dia menciptakan tombak dari kedua tangannya dan bergerak dengan kecepatan tinggi menuju Hamazura dengan mengiris dinding dibagian kiri dan kanannya dengan terlihat senang.


(Sial, bisakah aku menembak pada waktunya!?)


Sebelum gadis itu bisa mencapainya,Hamazura telah selesai mereload dan menutup bagian yang terbuka dari blowgun tersebut.


Tetapi pada saat ia mengangkatnya, gadis itu telah membunuh jangkauannya.


Dia menyingkirkan tombak yang berasal dari salah satu tangannya dan menutupi ujung blowgun itu dengan tangan yang sama.


"Bagaimana kalau aku meniup melalui ujung yang salah?"


   … "!?" 


Hamazura segera melepaskan blowgun itu dan mengayunkan paksa kepalanya ke samping.


Segera setelah itu, tombak nitrogen muncul dan langsung menusuk bagian dalam blowgun tersebut. Seiring dengan ledakan blowgun itu pun ikut hancur, tombak ini juga menyerempet pipi Hamazura. Fragmen plastik Tajam memberinya goresan cahaya.


Kejutan memukulnya jatuh.


Di tanah, Hamazura menarik panah berbentuk dart dari sabuknya.Dia berniat untuk melemparkannya, tapi gadis itu menginjak lengannya sebelum ia bisa melakukannya.


"Gah !?"


Kaki kecilnya turun di antara pergelangan tangan dan siku, menjepitkannya ke tanah.


Lalu ia menggenggam telapak tangannya ke bawah menuju dada. Telapak sama yang bisa membuat tombak mematikan.


"Fremea Seivelun," terus terang katanya. "Haruskah aku mencoba memanggilmu ke sini dengan jeritannya seperti yang direncanakan?"


Tapi kemudian...


"Kuroyoru." Gadis itu tampak tidak memiliki ponsel, tapi ada suara ganguan statistik yang berasal dari sakunya. "Kami memiliki masalah. Hentikan itu dan segera ke luar.Aku akan mengambil alih di dalam gedung. "


"Pemilik ITEM datang?"


"Tidak Ini jauh lebih buruk. Kekerasanku tidak membantu menangani masalah ini. Dan berurusan dengan nya seharusnya diserahkan kepadamu. "


"Aku mengerti." Gadis itu melepaskan injakannya dari lengan Hamazura .


"Waktu yang sangat tepat. Aku akhirnya mendapatkan tempo yang bagus. "


"Gh ..."


Hamazura meletakkan tangannya di dinding dan berusaha keras untuk berdiri sehingga ia bisa menghentikannya. Namun, gadis itu melakukan sesuatu yang tidak diharapkan. Dia mengiris dinding terdekat dengan tombak, berjalan melalui itu, dan kemudian menerobos jendela tebal dengan mengirisnya.


Dengan suara bernada tinggi dari jendela yang terbelah, tubuh mungilnya terlempar keluar melalui jendela. Lantai mereka berada ini pun cukup tinggi.


Namun, dia tidak terjatuh.


Dia merentangkan tangannya keluar horizontal dan tombak nitrogen yang berasal dari mereka menahannya ditempat. Tombaknya tidak hanya memiliki kekuatan destruktif. Dia memanipulasi arus udara dengan membuat arus berputar-putar di punggungnya.


"Kau menyebutkan ITEM." Hamazura menyeret tubuh nya yang terluka hanya untuk bertanya pada gadis yang berhenti diudara itu. "Jawab aku. Dan bukan hanya tentang Fremea. Apakah kau berencana untuk melakukan sesuatu kepada mereka?"


"Jangan terlalu terburu-buru. Terserah kau menginginkan nya atau tidak, kau akan segera tahu. "


Setelah mengatakan itu, gadis itu berhenti memancarkan tombak dan jatuh lurus ke bawah dengan punggung ke tanah. Tentu saja, ia berniat mendarat, bukan menabrak nya. Dia kemungkinan besar akan menahan dirinya lagi dengantombak didekat tanah.


"Sialan ..."


Hamazura berpikir sebentar lalu kemudian menuju tangga darurat.


Sepertinya gadis Bomber Lance itu sementara ditarik, tapi masih ada berton-ton Edge Bees bertepi berkeliaran di sekitar gedung.



Part 8[edit]


Kuroyoru Umidori mendarat di tanah.


Keributan di dalam gedung salon pribadi itu telah menyebabkan banyak orang pergi keluar dari bangunan dan banyak penonton berkumpul di sekitar gedung, sehingga ada beberapa orang di area itu.


Sebagai bagian dari sisi gelap kota, dia tidak peduli dengan keributan itu.


Ekspresinya tenang. Seorang pelajar yang bermain game di ponsel karena bosan akan memiliki ekspresi yang lebih serius di wajahnya.


"Tch. Silver Cross. Kau mengatakan ada permasalah mereka memiliki bala bantuan , tapi di mana?’’


Dia melihat ke sekeliling, tapi tidak melihat siapa pun yang tampak seperti itu. Satu-satunya orang yang ia lihat hanyalah beberapa bawahan yang tertangkap melihat nya dan siap bertindak untuk melindunginya.


Kuroyoru duduk di dekat kursi di sebuah kafe yang terbuka, kumpulan boneka lumba-lumba plastik tampak menempati kursi kosong di meja untuk 4 orang itu, dan memesan apa yang tampaknya di rekomendasikan di teh kafe hitam ini.


Dia membawa cangkir teh yang khusus diberikan untuk bibirnya.


(... Aku yakin seseorang di suatu tempat kehabisan akal untuk ini. Nah, melakukan hal-hal dengan cara yang begitu mencolok adalah sempurna untuk memiliki akar pertemuan.)


Tentu saja, penduduk kota melihat segerombolan Edge Bees berujung terbang melalui langit dan salon pribadi telah di serang. Tapi tidak ada yang benar-benar melakukan apa-apa untuk menghentikan kejahatan. Bahkan jika itu tampak aneh, mereka tidak bisa menjaga situasi yang terus berubah.


Mereka tinggal di dunia yang berbeda.


Kegelapan tidak bisa berfungsi sebagai kegelapan jika tidak lebih kuat dari permukaan. (Sekarang, aku harus memastikan tidak ada bala bantuan menghalangi sampai Edge Bees berujung Silver Cross mengepung Fremea Seivelun. Aku berharap dia setidaknya akan mengatakan di mana ada bajingan aku harus berhenti.)


Saat itulah ia mendengar langkah kaki.


Seringai jahat muncul di bibir Kuroyoru Umidori .


Dia bisa mencium baunya.Bau seseorang yang tidak pada tingkatan ini.Ini adalah bau seseorang yang sedang berusaha untuk bercampur dengan orang-orang yang lewat namun jelas gagal. Sederhananya, ini adalah bau dari orang-orang yang terendam dengan kegelapan.


"Oh?" Ujar Kuroyoru pada waktu yang sama dengan selembar kertas menyelinap ke meja.Sebuah foto tunggal sekarang disertai teh di atas meja tampaknya populer.


Foto Itu dari Fremea Seivelun.


"... Rupanya laporan tentang keberadaan mu di sini memang akurat. Kau tidak harus benar-benar menunjukkannya sampai sedikit kemudian, "Kuroyoru memanggil ke sisi lain dari meja dengan senyum di wajahnya.


Dia adalah Level 5.


"Sialan, dan Nomor empat akan menjadi jauh lebih sederhana." Ya.


Itu si Nomor Satu, Accelerator.


Accelerator telah melemparkan foto dari Fremea ke meja dan melihat reaksi gadis itu.


Dia telah berhasil mendekat dan menandai peta dengan referensi beberapa informasi lebih lanjut, tetapi faktor terbesar adalah ledakan dan banyaknya perangkat pengintai tak berawak. Jika ia tidak melewati daerah itu, ia mungkin akan menuju bangunan atau titik asal perangkat pengintai tak berawak itu.


Sudah kebetulan bahwa ia telah berhenti dan memandang ke kafe terbuka. Gadis itu sangat mudah dikenali.


Semua yang di lakukan Accelerator hanyalah melihat si idiot yang berbau kegelapan ini dengan santai bersama sejumlah bawahan yang menyatu dengan daerah sekitarnya.


"Bagaimana kalau kau duduk?" Tanya gadis itu dengan senyum tipis dan terlihat berbahaya di matanya. "Ini adalah teh café yang di rekomendasikan.Ini disebut...nnn...aku tidak ingat. Itu adalah nama yang cukup panjang. Lagi pula, bagaimana jika kau mencobanya? Meskipun itu sangat tidak baik. "


Accelerator duduk di kursi di seberang gadis itu dan meminta salah satu teh yang direkomendasikan.


Itu tampak tidak terlalu baik.


"... Aku pikir tidak ada salahnya."


"Itulah kehidupan mu."


"Dan siapa kau?"


"Apakah kausungguh berpikir aku akan memperkenalkan diri?"


"Kau Kuroyoru Umidori."


"... Tch. Kau hanya meminta untuk memverifikasikan itu. "


Dia memperhatikan sekeliling dan melihat 2 atau 3 dari bawahannya telah menghilang. Mereka tidak terlalu penting baginya apalagi untuk mengingat nama atau tampang mereka, tampaknya mereka telah diseret ke suatu tempat.


Di tempat mereka, seorang wanita mengenakan aodai tengah melemparkan pembalut lengan padanya.Tidak terjadi apa-apa tetapi cemoohan terlihat jelas di senyum wanita itu.


(bukan trik yang luar biasa, tapi mengagumkan bahwa mereka berhasil di tarik keluar tanpa aku menyadarinya.)


Kuroyoru menyerah dan berbicara.


"Benar.... kau memotong beberapa jarinya? "


"Kami melemparkannya ke dalam perangkat pembuangan limbah dari dapur otomatis di gang dan bertanya apakah ia ingin berbicara atau merubahnya menjadi pupuk."


"Eh? Itu semua yang diperlukan untuk membuatnya berbicara? Aku kira aku perlu juga memotong beberapa jarinya kemudian. "


"Tapi itu tidak cukup," kata Accelerator memotong pembicaraan. "Kami tidak mendapatkan banyak informasi. Sungguh semua yang kita punya hanyalah nama mu, nama Silver Cross , dan istilah 'Freshmen'.Oh ..., dan mengingat berapa banyak kebanggaan konyol yang ada dalam hal ini Freshmen, itu harus lah sesuatu yang cukup penting. Dia mengatakan kepada kami tentang nama mu, tetapi ia tidak akan mengatakan apa-apa selain itu. "


"... Mungkin aku perlu memotong kaki beserta semua jari-jarinya," sengaja mengganggu komentar Kuroyoru saat ia menyombongkan pipinya.


Dia menggunakan tangannya untuk memukul boneka dolphin plastik di kursi sebelahnya mungkin itu telah menjadi cara untuk membiarkan beberapa stresnya.


"Jadi apa yang kau lakukan di sini?"


"Itu pertanyaan ku," sembur Accelerator. "Kegelapan harus pergi. Aku akan mengeliminasi nya. Aku menghapuskan struktur organisasi gelap yang mengikat kota ini bersama-sama. Pada akhir perang yang mengganggu, aku membuat itu terjadi. Aku bersama orang – orang pengguna level atas merilisnya. Jadi mengapa orang yang begitu jelas bagian dari itu semua seperti mu lakukan berada di sini? "


Pada akhir Perang Dunia III, dia mengatakan hal ini kepada seorang utusan tingkat atas:


(Jangan kirimkan perintah untuk menggunakan anak nakal itu atau suster sebagai perisai. Bekukan Program Musim Ketiga. Jangan bermain dengan kehidupan mereka untuk tujuan mu sendiri, baik itu membunuh mereka atau berbuat lebih banyak.)


dan:


(Lepaskan orang lain yang berpikiran sama dengan ku. Aku tidak akan membiarkan mu menggunakan siapapun atau apapun sebagai tameng hanya untuk memaksa orang melakukan pekerjaan kotor mu dalam dunia kegelapan. Jika aku menemukan bahkan cuma satu contoh, aku akan menujukan taring ku ke arah mu. aku akan membrutali kehancuranmu sebanyak yang dibutuhkan.)


"Cukup benar." Kuroyoru membawa cangkir yang berbau teh ke mulutnya, berbau lagi, menciumnya lagi, dan kemudian tampak bingung atas ke tidak mampuan nya membedakan ini dengan teh biasa. "Di sana sebuah pemberitahuan. Semua sandera dan fungsi rantai telah di singkirkan. mungkin beberapa orang bahkan berselebrasi. Meskipun semuanya merasa hal seperti itu masih kurang namun karena atasan yang takut padamu dan itu lebih seperti Mereka menghadiahi mu karena melaksanakan peran yang tepat dalam perang. Aku kira prestasi mu dalam perang lah yang membuat mu berutang. "


"..."


"Ada sesuatu yang ingin ku pertanyakan apakah aku pernah bertemu dengan mu. Aku sungguh benar-benar lupa tentang hal itu, tapi aku ingat ketika aku melihat wajahmu. Jadi ku kira ku akan bertanya padamu sekarang. "


Kuroyoru menutup matanya dengan cangkir masih di tangannya. Lalu ia membukanya. Dan dia berbicara.


"... Kau sungguh sialan berpikir semua orang di dunia ini bisa bersama?" Segera setelah itu, meja teiris ditengah dengan di iringi suara ledakan.

NT Index v01 199.jpg

Accelerator memeiringkan kepalanya sedikit ke samping.


Cangkir di dekat mulutnya telah teriris dua seperti hal nya meja dan cairan di dalamnya ikut melayang di udara.


Dia esper terkuat Academy City, tapi dia memiliki kelemahan dalam ketidakmampuan untuk menggunakan kekuatan jika ia tidak menekan saklar pada elektroda choker style di lehernya.


Jadi ia menghindari serangan pertama.


Dia tidak memerlukannya untuk serangan kedua.


Saat ia menggunakan tangan kosongnya untuk menekan saklar di lehernya, teh hitam murahan mengenai bagian atas tubuhnya dan tentunya langsung tertolak. Tidak ada luka bakar yang tertinggal di kulitnya. Dan serangan kedua Kuroyoru menemukan nasib yang sama.


Itulah adalah refleksi.


Kuroyoru terpaksa berdiri sambil memukul kursinya ke belakang dan memutar seluruh tubuhnya ke samping hanya untuk menghindari serangannya mengenai dirinya sendiri. Cangkir di tangannya teriris. Hanya pegangan lah yang berada di tangannya kemudian dia melemparkannya ke tanah. Sebagai gantinya, ia meraih boneka lumba-lumba plastik.


Dengan teh, meja, dan kursi dari lawannya yang telah terpental, Accelerator duduk dengan nyaman di kursi yang tersisa satu-satunya.


"... Begitu kah cara berbicara ... Tidak, itu pola perhitungan ..."


"Oh, jadi kau menyadari itu? aku mengira kau akan melakukannya, bukannya begitu? Ini adalah bagian dari pola mu yang ditanam dan diperkuat, setelah semuanya. "


"The Dark May Project."


Accelerator tertawa mengejek.


Itu adalah salah satu proyek tidak manusiawi yang dilakukan di bagian sisi gelap dari Academy City. Mereka telah menganalisis 5 Level terkuat dengan pola pikir kota ini dan secara paksa memasukkannya ke sebagian orang . Dalam pertukaran untuk sedikit stabilitas dalam kepribadian mereka, orang-orang telah menerima peningkatan pesat dalam kekuatan mereka.


"Kau hanyalah anak kecil dengan porsi paksaan yang ditanam dalam diri mu sedangkan aku adalah bukti nyata. Apakah kausungguh– sungguh bodoh kau tidak tahu siapa yang lebih kuat tanpa melalui itu? "


"Mungkin itu aku, kau sangat sial."


"Inilah pemicu." Accelerator mengetuk sandaran tangan kursi dengan jari telunjuknya. "Jika aku berdiri dari sini, kau akan mati. Apakah kau benar-benar ingin membuat ku berdiri?"


"Memang benar bahwa aku tidak memiliki banyak kesempatan dalam pertarungan berhadapan-langsung. Itu sebabnya aku menunda urusan itu dengan mu. Namun, "Kuroyoru menambahkan," sebuah kemenangan di sini bukan tentang pertarungan berhadapan-langsung. "


"..."


"Kekuatan mu memang luar biasa untuk menghancurkan, tapi tidak begitu besar untuk melindungi, kan? Ini sama hal nya bagi ku !!"


Saat ia berteriak, Kuroyoru horizontal mengayunkan lengan tanpa boneka lumba-lumba plastik di bawahnya.


Dia tiba-tiba mengayunkan ke arah penonton yang bergejolak itu dari kejauhan.


Dia menggunakan kekuatan yang telah mengiris setengah meja tadi ke arah daging-dan-darah manusia.


Pada saat yang sama, Accelerator melompat dari kursinya. Serangan itu mirip dengan angin. Accelerator masuk di antara Kuroyoru dan para penonton serangan itu berhamburan seperti tombak atau panah.


"Itulah pemicu." Dia memukul dadanya dengan kata-kata peluru seperti itu."Dan kau telah menariknya. Sekarang terima nasib mu . "


Kuroyoru Umidori tersenyum.


Potongan meja dan jalan permukaan,ia terpesona terbang ke udara. Dia menunjuk ke arah sebuah foto yang tengah mengambang di antara itu semua yang telah teriris setengahnya.


"Dia memang di sini."


"Siapa?"


"Fremea Seivelun."


Monster terkuat Academy City alisnya berkedut sedikit.


"Mari kita bersenang-senang, Nomor satu."


"..."


"Anak nakal itu mendekat. Mari kita bermain game. Jika aku bisa memenggal kepala seperti di foto itu, aku menang. "


Dan kemudian ...



Part 9[edit]


Hamazura Shiage berlari keluar dari gedung salon pribadi.


Hal gila telah terjadi dalam gedung. Itu sudah seperti neraka beberapa dari Edge Bees berujung menghancurkan dan terbang melalui jendela dan pintu setiap kali ia penjaga turun ke bawah, tapi ia masih berhasil menuju jalan keluar.


Selama kau tidak goyah di mata gergaji di sekitar disk, ada beberapa cara untuk menangani mereka. Kau bisa melemparkan spraypencuci-topike baling-baling, kau bisa menghancurkan lensa kamera mereka dengan alat pemadam kebakaran, dan kau bisa menyalakan rokok di dekat baterai mereka dan kemudian memukul mereka dengan sebotol wiski.


Edge Bees memang bisa menangkap benda, mempercepat gaya dengan sentrifugal, dan melempardiri mereka, tapi itu bisa ditangani dengan memukulsesuatu ke mereka dari sudut tema gergaji yang tidak bisa di capai menggunakan pecahan botol dengan "meraihnya".


Dia beruntung karena mereka hancur sendiri ketika mereka berhenti berfungsi dengan cara lain. Jika mereka meledak setiap dengan tepat, Hamazura tidak akan mampu bahkan hanya untuk mendekati mereka.


(Dimana Fremea !? Apakah dia sudah di luar? Atau dia masih di dalam !?)


Hamazura menerobos penonton yang berkumpul setelah mendengar keributan dan mencari gadis itu di sekitar area, tapi dia kemudian mendapat perasaan aneh yang tidak nyaman.


Ada sesuatu yang janggal.


Itu tidak masuk akal.


Sudah menjadi keberuntungan bahwa dia telah mampu melalui kawanan besar Edge Bees berujung dan keluar. Ini tidak berarti bahwa dia tidak ingin ke luar. Dia telah berjuang mati-matian berharap untuk melakukan hal itu.


Tapi ...


Dia benar-benar merasa bahwa ini terlalu mudah.


Bahkan jikadiamemiliki koleksiberaneka ragampengalaman, Hamazuramasihhanyalah seorang anaknakal. Dia bahkan tidak bisamenggunakansuatu jenis kekuatankhusus yangdiperlukanuntuk melewatisituasi seperti itu. Ini adalahsenjatapembunuh; merekasecara khususdirancang untukmembunuhdanmembunuhadalah hasilyang jelasdariberjalannya kesatuan mereka.Tidak ada caraseharusnya mengapa dia mampumelewatinya.


Satu atau duamungkinbisa di kategorikan sebagai keajaiban.


TapiHamazuratelahmelewatilebih dari 10Edge Beesberujungdantentunya adalebih banyakdari merekatersebardi seluruh bangunan.


Bagaimana diabertahan? Apakahituhanya kebetulan?


Atauseseorang telahsengajaikut campur tangan untukmewujudkannya?


"Fremea !!Apakah kau ada di situ!?"


Tapi dia tidakpunya waktu untuk terlalu berpikirmengenai hal itu.


Diahanyaberhasil melarikan diridarisegerombolanEdge Bees.Mereka sama sekali tidakhancur. Belum lagi bahwamereka hanyaperangkatpengintaitak berawak. Jikadugaanitubenar, ancamansesungguhnya berada di balikmereka dankemungkinan itu jauh lebih buruk daripadagadisesperataupowered suit armoryangpernah ia lihat sebelumnya.


Saat itulahHamazuramendengarsuaraakrab gadisitu sambil memandangiseluruh wilayah. "...Pokoknya...!!Di sini, Hamazura...kemari...!!"


"Fremea !!"


Diatampak panikberbalik, tapi adaterlalubanyakpenonton. Itu tidak membantubahwaFremea itucukup pendek. Diamungkin telahtersembunyi di balik kerumunansemua orang.


Dia tidak bisamenemukannya.


Dia tidak bisabertemudengannya.


Kepanikannyabertambahmenyebabkankemampuannya untukmenemukan seseorangdi tengahsemua kebingungan itumenjatuhkannya.Dansaat dia bergerakdalamkebingungan, bencanaberikutnya datang.


Dengansuara yangbesar,sebuah giant powered suit armormunculmenendangsebuah mobil menjauhdi tempat parkir.


Armor itutampak sangatasingdiCityscape.Perasaan yang di keluarkan di tempat itu menyebabkanHamazuramerasakan aromayang samaseperti hal nyamaldi bawah tanahmeskipun diatidak memilikibukti.


Itumemiliki 2lengan dan2kaki.


Dibandingkan denganberkaki8membawa satu pistolsmoothbore, yang satu inimemilikidesain yang lebihtenang, tapi itu masihterlalubesar. Lengan dan kakiseseorang tidak mungkin bisaberada dibagiananalogdariarmor itu. Harusnya adaruangterbukadi dalam tubuh. Hanya sejumlah pilarsempitdi punggungnyadan itudilakukan olehEdge Bees.


Parapenontonmenatap kosongitu.


Mereka tahubahwaAcademy Citybisamembuathal-hal seperti halnyaarmor itu, tapimereka tidaksering memilikikesempatan untuk melihatnya denganmata mereka sendiri.


Di sisi lain, powered suit armor itu sama sekalitidak ragu-ragu. Bahkan benda itutidak peduliakan adanyasaksi.


Giant armor itu hanyamemusatkan serangannya padatarget bukan kepenonton. Dengan kata lain, memusatkanpenghancuran padaFremeaSeivelun.


"... !!! ???"


Sejumlahjeritan, baik pria maupun wanita, terdengar.


Mengabaikanorang-orangyang panikberusaha untuk melarikan diri, armor itumenujulangsung. .Hamazuratidak bisa bergerak. Untuk perawalan, dia masih tidaktahu persis di manaFremea .Namun faktoryang lebih besaradalah bahwa itu tidak seperti halnyaEdge Beesberujung,perasaan negatifyang luar biasadan mengerikandatangdi atasnyamenembuskulitdanmenyebabkan dia terjeratsehingga iatidak mampu bergerak.


Inilahyang di maksudpembunuhmakhluk hidup.hanya sebuah mesin biasatidakmungkin bisamemancarkanini.


SementaraHamazurabenar-benarmembeku , powered suit armor itumenghantammobildi parkiranke udara. Hal itu membuattigaputaran di udarasebelumkembali menujuketanah.


Hamazuratampakketakutan berurusan dengan benda itu.


FremeaSeivelun di sana.


Dia terjatuh saat penonton lain mencoba melarikan diri. Wajahnya tertunduk ke jalan. Di dekatnya adalah kereta dorong yang ditinggalkan. Entah karena orangtuanya panik dan kabur meninggalkannya atau kereta dorong ini telah terpisah dari orang tuanyakarena keadaan yang membingungkan ini . Di kereta dorong itu ada seorang bayi yang cukup muda sehingga itu sulit untuk mengetahui apakah dia laki-laki atau perempuan.


Hamazura akhirnya berhasil membebaskan kakinya dari rasa takut. Dia mulai berlari ke arah Fremea.


Tapi sudah terlambat.


Dia berteriak padanya untuk segeralari.


Fremea tampak bolak-balik di antara mobil dan mendekat dariatas kereta dorong.ItusedikitmeragukanMewujudkankecilnya peluanghidupdi bawahnol


Mobil pun jatuh.


Bayi di kereta dorong tentu tidak memahami situasi ini. Dia membentangkan tangan kecil polos ke arah sisi cermin yang memantulkan sinar matahari dari mobil itu ketika berputar di udara.


Segera setelah itu,sebuah suara penghancuran bisa didengar.


Momentum, panas, listrik. Suara itu tidak lain disebabkan oleh lelaki yang bisa mengendalikan semua vektor ini, Accelerator, ketika dia menghantam mobil secara horizontal dengan tendangan terbangnya.


Accelerator mampu menembakan itu lebih dari kecepatan yang luar biasa, tapi ia tetap diam di udara untuk sebuah second short. Sementara itu, mobil yang telah menerima semua energi dari gerakannya tersingkir jauh akurat ke arah tanpa ada penonton. Seperti di biliar, momentum telah ditransfer.


Accelerator hampir melayang turun dan mendarat ringan di dekat Fremea.


Suara keras akhirnya menyebabkan sang bayi berpikir dia dalam bahaya, karenanya dia mulai menangis keras. Accelerator tidak berpaling ke arah itu.


Powered suit armor itu.


Kuroyoru Umidori.


Mengawasi lokasi dari ancaman langsung, Accelerator berbicara.


Dia mengucapkanperkataan seolah-olah itu kata-kata pujian yang diarahkan ke Fremea yang tidak mampu untuk melarikan dirinya di akhir.


(... Ini seharusnya menjadi yang tersialperan Level 0 , bukan milikku.)


Apakahmonster ituberkatabisamenggunakankeduanyabaik untuk dirinya sendiri ataupun gadis itu.


"Kau hanya tidak cocok untuk menjadi pahlawan,kau sangat sial."

Pada saat itu, Hamazura Shiage bingung.


Mengapa level5terkuat Academy City muncul di sana?


Level 0 seperti halnya Hamazura dan Fremeapraktis kebalikan dari Level 5 ini yang memerintah bagian teratas dari program pembangunan kekuatan psikis. Hamazura tahu itu konyol, tapi dia tidak berpikir Level 5 akan menyelamatkan Level 0 di kota tanpa sebuah alasan yang benar-benar baik. Dia merasa bahwa mereka tidak memiliki cukup "nilai" untuk melakukan sebaliknya.


Tentu saja, dia bersyukur Fremea telah diselamatkan.


Permasalahan Hamazura sekarang adalah bahwasituasi itu telah memberinya titik di mana Level 0 bisa melalui itu dengan datangnya ide bagus.


Dia telah bertemu Accelerator di area pertempuran sengit selama Perang Dunia III seperti Rusia dan Aliansi Negara Independen Elizalina. Accelerator lah orang yang bisa mengalahkan senjata terbaru dari kedua tentara Rusia dan Academy City dengan tangan kosong. Akan sangat meyakinkan bila memiliki bantuannya.


Namun, Hamazura teringat sesuatu yang tidak menyenangkan.


   Itu sama seperti ketika dia memiliki "keberuntungan" lolos dari segerombolan Edge Bees berujung. 


(... Dapatkah aku menggunakan nya?)


Si Nomor Satu telah melindungi Takitsubo dari teroris di masa lalu, tapi Hamazura memiliki kesan buruk tentang dia untuk alasan yang berbeda.


Tapi dia tidak dalam posisi di mana dia bisa memilih.


(... Segalanya akan baik-baik saja selama kita keluar dari situasi ini. Diaorang yang mengerikan yang mana telah membunuh Pemimpin Komaba, tapi alasan itu sendiri baginya untuk memperjuangkan Fremea !!)


Pada saat itu, powered suit armor menerima sebuah transmisi gembira dari kawannya.


"Di sini kita pergi! Di sini kita pergiiii !! Silver Cross !! Koneksi telah dibuat. Hanya satu dorongan lagi dan baris akan diterapkan !! "


"Ada kemungkinan mereka sudah tahu apa yang kita cari."


"Mereka tidak bisa berbuat apa-apa meskipun mereka punya. Itulah mengapa Fremea Seivelun setengah-matiuntuk melakukannya! Setelah datang sejauh ini, arus ini tidak akan dapat diubah. Mereka tidak bisa dihentikan !! Jika kami menggunakan nya, itu akan segera di terapkan. Ini lah skak mat, Silver Cross !! "


Suara seseorang mengklik lidah nya bergema di seluruh bagian dalam powered suit armor.


Dia adalah tipe orang yang tahu bagaimana melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat.


"Sialan. Model ini tidak cocok untuk pertempuran !! "dia mengutuk dan powered suit armor itu bergerak maju.


Pelindung rel dan fire hydrant di jalan tersingkirdari sana seolah-olah itu menggunakan peralatan konstruksi.


Pada saat yang sama, Kuroyoru berada di kejauhan menonton serangangiant powered suit armor Silver Cross ini.


Mungkin itu adalahcostum armor, tetapi itu tidak akan bisa mengalahkansi Nomor satuAcademy City.


(... Itu tidak menjadi masalah.)


Suara keras dari logam yang pecah bisa terdengar.


Powered suit armorbergerak untuk menangkap Fremea dari tanah dengan jari-jari baja yang lebih keras dari mesin-mesin berat dan Accelerator menggunakan kekuatannya untuk menghentikan itu.


Serangan kejutanmerangkak naik seperti akar dan merobek mematahkan lengan, retakanmenjalar melintasi kulit terluar, dan kerusakan besar didapatkan mesin yangmembuatpowered suit armor itu bergerak.


Biasanya, itu akan menjadi sesuatu yang lebihdi sana.


Tapi ini berbeda.


(... Kemenangan dan kekalahan di sini tidak ditentukan oleh kekuatan sendiri !!)


Silver Cross Alpha "mengenakan" powered suit armor tebal.


Itu berarti ...


Tiba-tiba, bagian depan powered suit armor terbuka bahkan saat sedang dihancurkan.


Hal ini memungkinkan Silver Cross untuk keluar.


Namun, bukanlah daging-dan-darah manusia yang keluar.


Itu adalah powered suit armor yang tidak begitu kecil terbuat dari baja armadillo yang tampak seperti armor.


Ini harusnya menggunakan beberapa jenis peralatan atau sensor untuk kontrol sikapnya. Armadillo itu membuat momentumdan segerameninggalkan giant armorkemudianberputar di udara.


Dan melewati Fremea terbalik.


Tidak, armadillo benar-benar merenggut bagian belakang leher dengan satu tangan.


Kuroyoru berteriak tegas ke radionya.


"Silver Cross !! Lari dengan nya! Itu akan mengakhiri ini !! "


Accelerator berpikir semua akan berakhir ketika dia telah menghancurkan armor yang lebih besar, jadi dia terlambat dalam bereaksi.


Langkah berikutnya datang.


Seiring dengan beberapa teriakan, kerumunan orang di area ituterbagi di kiri dan kanan.


Sebuah powered suit armor dengan baling-baling raksasa di punggungnya meluncur melalui celah di keramaian. Model itu dimaksudkan untuk melakukan perjalanan dengankecepatan tinggi dan bisa "meluncur" dengan 4 kakinya pada kecepatan 800 kilometer per jam. Terakhir kakinya bisa menyemburkan cairan yang dikenal sebagai Slip Oil yang membuatnyaberjalan lancar, tapi Slip Oil ini sangat mudah menguap dan tidak meninggalkan tanda-tanda yang memungkinkan untuk dilacak.


Gerakannya sangat monoton, tapi ini berarti Silver Cross bisa memiliki armor pribadi yang bergerak otomatis berdasarkan program.


Sebuah lubang tebal terbuka di bagian depan.


Silver Cross tengah berputar lagi sambil menahan Fremea dan masuk ke dalam model berkaki empat itu.


ruang besi penyimpananitutertutup. Transfer itupun selesai.


Dia adalah lelaki yang mengetahui bagaimana melakukan hal yang benar pada saat yang tepat.


Dengan kata lain, dia telah melihat situasi dan menggunakan model yang memungkinkannya untuk pergi secepat mungkin.


Baling-baling dibelakangnya meningkatkan kecepatannya.


Dan menciptakan ledakan angin. Powered suit dengan segera berakselerasi sebelum Accelerator memiliki kesempatan untuk meraih armor tersebut.


Tangannya bertemu dengan udara.


Pada saat itu, powered suit telah memotong melalui jalan-jalan bagaikan peluru.


Kuroyoru Umedori menyembunyikan diri dan berbaur dengan keramaian.


“Kami menang” ujarnya lewat pemancarnya.


Yang tersisa hanyalah tangisan bayi di kereta dorong.


Suara itu diprovokasi oleh emosi primitif manusia, tapi hal itu tidak mencapai kegelapan.



Part I0[edit]


Dia tidak memiliki waktu.


Setelah melihat apa yang terjadi dari awal hingga akhir, Hamazura Shiage mengambil pipa logam rusak-yang merupakan bagian dari powered suit yang hancur-untuk membela diri dan berlari menuju Accelerator.


Dia akan melakukan apapun yang dia bisa untuk bertambah kuat.


Tidak seperti Takitsubo, Mugino, ataupun Kinuhata, dia tidak memiliki alasan untuk tidak melibatkan sang “Nomor Satu” dalam semua ini.


Sekarang Fremea Seivelun telah ditangkap, dia tidak bisa menundanya lebih lama lagi.


Accelerator telah membunuh komaba, orang yang ingin melindunginya.


Itu memberinya alasan untuk melindungi Fremea.


Kuroyoru Umedori tertawa kecil saat ia berjalan melewati kerumunan.


(Fremea Seivelun tidak memiliki daya, dia hanyalah bocah Level 0, biasanya, tidak akan ada alasan untuk melibatkannya dalam kegelapan kota ini).

“Nomor Satu!!” Hamazura berseru, tapi Accelerator tidak berbalik.


Hamazura tidak mengetahui apa yang membuat Accelerator lebih mirip seperti monster daripada Mugino, tapi dia mengacungkan pipa logam rusak tanpa peduli.


“Kita tidak punya waktu, bekerjasamalah denganku. Kita bisa menemukan dia lebih cepat jika bersama daripada jika melakukannya sendiri-sendiri. Jika kau bahkan memiliki keinginan sekecil apapun untuk menyelamatkannya, bekerjasamalah denganku!!. Jika kau tidak tahu siapa dia, aku akan memberitahumu. Setelah kau tahu, kau akan mengerti bagaimana harus menyelamatkannya.. Dia adalah...”


“...”


Accelerator melambaikan tanganya dengan perlahan.


Disaat kedua tangannya menyentuh pipa logam di tangan Hamazura, situasi berbalik.


Dengan bunyi rendah, tidak hanya pipa logam yang terbang dari tangannya, tubuhnya pun terbanting. Accelerator menekan tombol dilehernya dan membungkuk ke arah tubuh Hamazura yang runtuh.


Dia mencondongkan tubuh diatas Hamazura dengan maksud untuk benar-benar melumpuhkannya.


Paling tidak, dia akan membuat kedua lengan Hamazura terkilir sehingga dia tidak dapat melawan sama sekali.


Tidak ada aturan yang menyebutkan musuh dari musuhmu adalah temanmu.


Padahal keduanya memiliki motivasi yang sangat berbeda yang membuat mereka menyelamatkan orang-orang dan terus bertindak.

Kuroyoru memeriksa kembali kemajuan rencananya sementara mantel putih dengan tudung yang dikenakannya berayun bolak-balik.


(… Yang penting adalah hubugan pribadi mereka, Fremea memiliki hubungan dengan Accelerator karena dia membunuh Komaba Ritoku dan dia memiliki hubungan dengan Hamazura dan Mugino dari ITEM melalui Fremea Seivelun).


(Aku meremehkannya.)

Hamazura menggertakkan giginya saat terbaring di tanah.


Tangan Accelerator menjangkau lehernya.


Jika Accelerator mencekik Arteri Karotid Hamazura, dia akan segera kehilangan kesadaran. Hamazura tidak dapat membayangkan bagimana situasi akan memburuk jika ia kehilangan banyak waktu karena sekarang Fremea telah tertangkap). [Arteri karotid adalah pembuluh darah utama yang memasok darah beroksigen ke kepala dan leher, sumber : kamuskesehatan.com]


Dia harus membalikkan keadaan bagaimanapun caranya.


(.. Aku hanya memerukan sesuatu, apapun itu, agar bisa membuat dia menjauh dariku).


Dengan tangannya dia meraba secara acak dan merasakan sesuatu yang keras di tangan kanannya. Itu adalah pistol yang jatuh, mungkin terjatuh oleh seorang anggota Anti Skill yang terjebak dalam semua kerusuhan ini.


Tapi itu tidak cukup.


Ini adalah monster yang telah menghancurkan Powered Suit raksasa dengan satu tangan. Hamazura ragu menembakkan peluru 9mm secara langsung akan berefek kepadanya.

Kuroyoru mengeluarkan perangkat genggamnya dan memeriksa pertukaran yang tidak teratur oleh para petinggi.


(Itu benar, Hamazura Shiage dan Accelerator, kedua orang itu adalah tokoh penting yang berhubungan satu sama lain, seakan terdapat suatu benang tebal diantara mereka).

Tiba-tiba Hamazura merasakan perubahan pada tatapan Accelerator, dia tidak lagi melihat ke arahnya. Tidak peduli seberapa sepelenya dia, dia meragukan Accelerator akan memindahkan perhatiannya dari orang yang sedang diurusnya.


Masih dalam keadaan terbaring Hamazura memandang target dari tatapan Accelerator.


Itu adalah seorang di antara keramaian.


Itu adalah seorang gadis kecil.


Hamazura tidak tahu siapa dia, tapi gadis itu disebut Last Order.


(… Bisakah aku mengunakan ini...?)


Sekali lagi dia merasakan berat pistol yang ada di tangan kananya.


Nomor Satu memang benar-benar monster.


Tapi kemampuan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain adalah dua hal yang berbeda,


Jika gadis itu merupakan seseorang yang dia tahu, mungkin Hamazura bisa menggunakanya sebagai sandera.


Bahkan ditengah kerumunan penonton, Hamazura memiliki jarak tembak yang jelas ke arah gadis itu. Dia berjarak 12 meter dari gadis tersebut. Jika dia membidiknya dengan hati-hati pasti dia bisa mengenainya. Dengan mengancamnya dia bisa bernegosiasi dengan monster tersebut.


(...Apa yang harus aku lakukan?).


Tidak ada cara baginya untuk berurusan dengan monster tersebut menggunakan metode normal.


Dan setiap detik sangatlah berharga apabila dia ingin lebih cepat menyelamatkan Fremea.


(..Apa yang harus aku lakukan?)


Tangan kanan Hamazura mengejang.


Tapi sebelum dia bisa melakukan gerakan yang pasti, Accelerator melakukan serangan balasan.


Dengan bunyi rendah, sebuah getaran yang sama mengalir ke tangan Hamazura dari pergelangan tangan ke siku.


Accelerator telah mematahkan tulang tangan Hamazura dengan menggunakan seluruh berat badannya.

Kuroyoru puas karena sepertinya para petinggi juga merasa bahaya yang sama sesuai dengan skenario yang diprediksi.


(Ya, tentu saja, pada akhir Perang Dunia III, baik Hamazura dan Accelerator bernegosiasi dengan petinggi Acadeny City. Mereka tidak tegas dalam hal itu. Meskipun dia berbahaya dan meskipun dia sesuatu yang buruk. Mereka tidak bisa mencampuri karena negosiasi).

Gah...?.


Setelah memastikan pistol telah meninggalkan jari Hamazura, Accelerator menggunkan satu tangan untuk mencapai tombol electrode.


“Begitu aku menekan tombol ini, seluruh darah ditubuhmu kan berbalik aliran dan kau akan mati,” Accelerator menginformasikannya dengan suara dingin. “Tapi jawab aku satu hal dulu”.


“apa?”


“Kenapa kau ragu, kau punya cukup waktu untuk membidik bocah itu dan menembaknya. ...meskipun mungkin kau tidak akan mengenainya.”


Tentu, jika hal itu terjadi, dia akan membunuh Hamazura tanpa ampun. Baik Hamazura mengenainya atau tidak, Hamazura akan mati secepatnya begitu jarinya menarik pelatuk tersebut.


Hamazura bahkan tidak melihat pistol yang sekarang telah berada diluar jangkauannya.


Dia menatap lurus ke arah mata Accelerator.


“... Aku tidak memiliki alasan.”


“Apa?.”


“Aku hanya berurusan denganmu. Gadis itu tidak terlibat. Aku tidak punya alasan untuk melibatkanya.”


“Kau sendiri, apa yang membuatmu terlibat pada peristiwa ini??”


“Komaba Ritoku”


Alis Accelerator bergerak seidkit setelah mendengar hal itu.


Hamazura terus berbicara tanpa menghiraukan.


“Seseorang yang ingin dilindungi Pemimpin Komaba sampai akhir adalah Fremea. Kau seharusya tahu kenapa Pemimpim Komaba berjuang melawan kegelapan Academy City. Itulah kenapa kau pernah bertarung untuk Level 0 yang tidak memiliki hubungan denganmu. Tapi itu tidaklah cukup. Jika kau benar-benar mengerti apa permintaan terakhir Pemimpin Komaba. Maka kau memiliki alasan mengapa kau harus menyelamatkan Fremea.”

Sebuah email masuk ke perangkat komunikasi dfi genggaman Kuroyoru.


Email yang sama kemungkinan besar telah sampai pada Powered Suit milik Silver Cross.


Itulah sebabnya kami menggulingkan semua kesetabilan ini.

“Tch, Accelerator mendecakkan lidahnya.”


Dia memindahkan berat tubuhnya dari Hamazura, berdiri, dan mengumamkan sesuatu.


Dia tidaklah berbicara dengan seseorang dari masa lalu.


Dia sedang berbicara dengan seseorang yang telah merencanakan strategi yang sekarang dia terjebak di dalamnya.


Bukan hanya penilaian aku sendiri, tapi permintaan terakhir dari Komaba?. Sial, jadi itu triknya?

Kuroyoru memandang karakter dilayar.


Karakter-karakter tersebut menjabarkan keputusan yang dibuat para petinggi.


(Hamazura Shiage dan Accelerator, ketika mereka bertindak secara terpisah dengan kelompok mereka sendiri-sendiri, Academy City tidaklah akan banyak terbebani. Karena itulah mereka membiarkan keduanya bergerak semau kehendak mereka walaupun hanya sementara. Tapi bagaimana kalau kedua pemberontak itu bergabung? Bagaimana bila mereka menjadi faksi tunggal? Para petinggi tidak lagi dapat membiarkan negosiasi mereka berlanjut. Mereka akan tidur di malam hari dengan beban pikiran yang berat jikalau terus membiarkan hal ini terjadi. Keduanya tidak akan lagi hanya sebatas diamati; tapi sudah layak untuk dibunuh.)

“Apa?.”


Hamazura tampak bingung, tapi Accelerator tidak memberikan respon yang jelas.


Mereka tidak dapat menghentikan aliran peristiwa ini.


Pada saat itu mereka tidak punya pilihan selain bertindak persis seperti keinginan Kuroyoru Umedori dan keinginan seluruh siswa tingkat 1.

Mereka mempunyai izin untuk menyerang.


Dia telah memiliki beberapa keraguan kecil tentang prosesnya. Namun tingkat ancaman sangat jelas.


Accelerator, Hamazura Shiage, anggota, dana, dan toko darurat yang dimiliki keduanya harus dihancurkan secepatnya.


Izin untuk menggunakan kekuatan mematikan jika diperlukan telah diberikan.


Perintah sederhana itu persis seperti apa yang Kuroyoru inginkan dari para petinggi.


(Hamazura itu idiot, tapi aku yakin Accelerator telah menyadarinya, kan!?. Tapi kau tidak akan bisa menghentikannya sekarang!!. Tidak masalah bila kau menyadari ini jebakan atau bukan, Fremea akan dibunuh didepan matamu!!. kau tidak punya pilihan lain selain datang, dan karena itulah mengapa kau akan marah besar, kau terlalu optimis Graduates.)


“Heh heh. Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha!!”


Kuroyoru tertawa keras sampai lupa diri kalau dia berada diantara kerumunan.


Orang-orang disekitarnya terfokus pada dirinya sambil bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.


“Ini adalah kata sambutan dari Freshman.” Kuroyoru Umedori bergumam pelan mengabaikan orang-orang sekelilingnya . “ jadikan ini menyenangkan, Graduatee.”

Jadi Accelerator menggunakan telepon genggamnya untuk mengirimkan email kepada Misaka WORST. Email tersebut berbunyi kalau dia mengetahui apa tujuan dari musuh dan mungkin musuh akan menarget Yomikawa dan Yoshikawa jadi dia harus membawa Last Order kembali ke apartement dan melindungi semua “Orang yang Baik”.


Dia bergumam sesuatu ketika email tersebut terkirim.


“Baik, aku akan menuruti mereka. Bukankah menghancurkan sesuatu tanpa sebab merupakan cara bajingan itu untuk menyelesaikan masalah?.



Part 11[edit]


Hamazura bertanya-tanya sudah berapa mobil yang telah dicurinya.


Dia telah meninggalkan area didepan parkiran salon dan baru saja membuka kunci mobil sport 2 pintu yang terparkir di garasi . Ada sdikit trik untuk menjalankan mesinnya tapi dia cukup mahir dalam hal itu.


“Ayo Masuk!!” Hamazura memanggil dari dalam mobil dan Accelerator pun naik ke dalam mobil dengan perasaan kesal.


Mereka dengan cepat melaju di dalam mobil.


“...Jadi musuh bukannya mengincar Fremea. Mereka mencoba untuk membuat kita menggabungkan kekuatan demi tujuan untuk memberikan semacam ancaman pada para Petinggi Academy City,” gumamnya sambil mengingat kebenaran yang telah dikatakan Nomor Satu saat dia mencuri mobil.


Accelerator dengan praktis mangatakan hal berikut.


“Mereka mencoba untuk memicu kericuhan di petingi kota, kejadian ini bukanlah apa yang para petinggi inginkan. Ini dilakukan oleh bajingan gila yang suka bertarung yang telah kembali dari kegelapan bahkan ketika diberi kesempatan untuk menghindarinya.”


“Ada sesuantu yang salah dengan mereka … aku tidak bisa merasakan kenyamanan apapun dari mereka.”


“Masalahnya bukan seberapa kacaunya mereka, akan sangat mungkin bahwa mereka akan melibatkan orang lain selain kita dalam faksi pemberontak ini. Dengan kata lain, begitu para petinggi mengetahui bahwa pasukan kita telah terbentuk, mereka mungkin menyerang apartemen milik seseorang yang aku kenal. Tentu saja mereka juga akan menyerang orang yang kau kenal.


“... Akankah Takitsubo, Mugino, dan Kinuhata akan terlibat lagi dalam semua ini?”


“Ini adalah perang habis-habisan. kita tidak bisa kompromi. Karena kita tidak tahu seberapa jauh hal ini akan menyebar dan mempengaruhi orang-orang terdekat kita. Kita harus benar-benar menghancurkannya sebelum terjadi banyak kerusakan.”


Hamazura mengambil ponselnya saat ia melaju menuruni lereng zig-zag tanpa melambat sama sekali.


Kalau harapannya benar, Hanzou dan Kuruwa akan baik-baik saja.


Sebelum serangan dari Edge Bee ketika mereka kehilangan kontak dengan Kuruwa, hubungan antara mereka belumlah terbentuk. Jadi mereka tidak memiliki dasar untuk membunuhnya.


Yang diincar oleh musuh adalah Hamazura dan Accerelator.


Musuh mereka.


Freshman.


“Hanzou, kau dimana!?” Katanya dengan cepat ketika teleponnya tersambung.


Mobil sport telah berhasil keluar dari garasi parkirnya.


“Aku berhasil menemukan Kuruwa bagaimanapun caranya. Tapi ini aneh. Kurawa tidak tertangkap atau bahkan diserang. Hanya saja layanan telponnya dihentikan oleh perusahaan telepon. Hey, Hamazura apa yang-??.”


“Fremea ditangkap.”


Karena mereka tidak mempunyai waktu. Hamazura mengabaikan pertanyaan Hanzou.


“Dia dibawa ke timur dari salon pribadi di distrik 3! tapi aku tidak tahu secara spesifik dimana. Hanzou, dimana kau sekarang? bisakah. kau memotong untuk mendahului mereka!?.”


“Seperti apa penampilan mereka?”


“Bajingan dalam Power Suit, yang satu ini mempunyai 4 kaki dan Baling-baling raksasa dibelakang. Tapi aku benar-benar ragu dia akan langsung pergi ke tempat persembunyiannya dengan memakai itu. Dia pasti memiliki sebuah trailer atau kendaraan besar untuk menyimpannya.”


“Jadi sebuah kendaraan besar khusus bukannya mobil normal mungkin kami mungkin masih bisa melacaknya.”


“Apa?”


“Ada banyak cara untuk melakukanya.”

Segera setelah ia mendengar bahwa Fremea tertangkap, Hanzou bernafas dengan berat. Ini karena dia telah menyadari mengapa telepon Kuruwa terhenti.


Kuruwa sedang menangis dengan kedua tangan menutupi wajahnya. Dia telah diperalat oleh musuh.


“Bagaimana mungkin aku, yang merupakan keturunan ninja, telah ditipu dengan menginformasikan kepada musuh keberadaan gadis itu...”


“Ini adalah dunia menipu atau ditipu, jadi kemungkinan ninja tertipu adalah 50/50, benar...”


“ Tidak seorang ninja seharusnya....kau tahu, menjadi penguasa dari trik-trik intelektual yang mengagumkan. Sekelompok ninja harus menjadi kelompok elit yang bisa menipu gubernur jahat yang dikawal oleh samurai tak bertuan dan pengawal pada setiap kesempatan!!.”


“Ninja merupakan pekerjaan ketinggalan jaman mulai saat gubernur prefectur mulai berkuasa selama Periode Edo,” jawab Hanzou.


Dia menggerakkan tangannya dari balik punggungnya dan menarik selembar kertas tebal berukuran 30 cm dari kantong jaketnya. Kertas tersebut tahan air seperti sendok hadiah dari yogurt 100 yen dan memiliki garis yang menunjukkan lipatannya.


Dia melipat kertas tebal tersebut dan itu menjadi pesawat kertas yang tampak rumit.


Pada beberapa bagian, Dia menempelkan beberapa motor seukuran kuku jari kelingkingnya, ditambah dengan sirip kecil dan kemudi. Dan melengketkan kamera dan alat pemancar dibawahnya.


Itu adalah MAV. Sebuah Micro Air Vehicle.


“Jika kau bisa membuat benda sekeren ini hanya dengan gabungan dari beberapa rongsokan dari suatu toko murahan, maka kau adalah seorang ninja,” ujar Hanzou secara berlebihan dan meluncurkan MAV tersebut hanya dengan tangan kanannya.


Ninja keadilan jarak jauh tersebut terbang untuk menyelamatkan Fremea.


“Hamazura aku telah megirimkan kamera terbang jarak jauh kearahmu, aku akan mengirim rekaman langsung ke ponselmu. Seharusya tidak banyak kenderaan yang cukup besar untuk membawa Powered Suit tersebut dan akan sangat mudah untuk melihatnya dari udara.”

“Sebuah pesawat mainan ya?”


Hamazura sedang memegang kemudi. Dia menghidupkan pengeras suara ponselnya, dan melemparkannya ke Accelerator. Dia masih menginjak pedal sejauh yang dia bisa, jadi ini bukanlah waktunya untuk berkemudi dengan hanya menggunakan satu tangan.


“Secepat apakah pesawat mainan tersebut?”


“150 kph. Jika benda itu disetel seperti mobil balap F1 mereka bisa hilang kendali. Tapi aku tidak dibatasi oleh jalan. Aku dapet mengirimkannya langsung di jalur lurus tanpa dipegaruhi oleh medan.”


“Sudah kutemukan,” gumam Accelerator sambil menatap layar ponsel di pangkuannya. “5 km didepan. Powered Suit tersebut berpacu bersama dengan truk sampah raksasa disampingnya. Truk itu kosong, sepertinya penuh dengan bijih besi, tapi itu palsu. Kemungkinan besar truk itu memiliki area perawatan besar didalamnya. Ada sebuah terowongan didepannya, sepertinya Powered Suit tersebut akan masuk ke truck dengan serempak.”


Hanzou binggung dan terdiam setelah mendengar jawaban dari suara baru yang tiba-tiba memotong percakapannya, tapi dia berbicara lagi tak lama kemudian. Dia sadar ini bukan saatnya bertanya.


“Itu tidak bagus, MAV mengamati objek dari udara dan hanya meenggunakan sinyal mainan sehingga tidak akan bisa menjangkau sejauh itu, kau harus cepat mengejarnya, semua akan hilang bila mereka berhasil lari.”


Hamazura memandang Accelerator sebentar.


“... aku tahu ini bukan posisiku untuk bertanya karena aku sudah melibatkanmu dalam semua ini, tapi apa anak kecil itu baik-baik saja?”


“Siapa yang kau bicarakan? Rasanya akhir-akhir ini aku lebih banyak berurusan dengan anak kecil.”


“Umm... Hamazura membayangkan gadis kecil yang telah dia lihat sebelumnya di lokasi kejadian dan mencoba menggambarkannya. “Dia tampak sekitar 10 tahun, memiliki rambut coklat pendek, dan tampak sembrono... atau mungkin telihat sedikit bodoh ghwhf!?”


Hamazura tiba-tiba mengeluarkan suara aneh karena hidungnya dipencet dan diputar sedikit oleh Accelerator.


"... Kau tidak usah khawatir tentang bocah nakal itu. Aku punya seseorang dibelakang untuk mengurusnya."


"U-uh tuan? Kau tidak tahu kalau Saya sedang mengemudi disini?"


Accelerator mendecakkan lidah dan melepaskannya.


"Terowongan, ya?"


"Kau mempunyai kemampuan paling kuat di Academy City, benar? Bukankan ini hal yang mudah bagi Kau untuk mengurusnya?"


"..."


Accelerator tidak ingin memberitahukan informasi yang tidak dibutuhkan, tapi dia memutuskan untuk memberitahu Hamazura karena sepertinya dia tahu sejak pemimpinnya, Komaba yang pernah bertarung dengannya mengetahui kelemahannya. Dia menunjuk ke elektrode yang melingkari lehernya.


"Jikalau aku mau, Aku bisa mengejar jet tempur, namun jika ada bahaya yang bisa mengganggu sinyal ini bisa menyebabkan diriku lepas kendali atas kekuatanku. Aku tidak suka ide tentang terowongan itu. Semakin banyak kekuatan yang kugunakan, semakin banyak pula resiko aku kehilangan kendali.


(..... Aku melihat sedikit apa yang dia bisa lakukan di Rusia, tetapi seberapa besar kekuatannya?)


Dulu dia adalah orang yang mengusir peringkat Mugino Shizuri menjadi peringkat ke empat. Dia mesti punya sesuatu kemampuan yang menakjubkan.


"Jadi, maksudmu kau tidak bisa mengandalkan kekuatanmu?"


"..... Aku hanya bilang aku tidak menyukai itu."


"Sama aja." ban-ban mobil berdecit ketika Hamazura banting stir untuk masuk ke jalan besar. "Kita cuma akan mengejar mereka dengan ini!!"


Dengan suara decitan karet semakin membesar, mobil sport itu melaju cepat. Mobil itu menyalip diantara mobil keluarga yang melaju sesuai batas kecepatan yang berlaku dan menyalip dan mendahului didepannya, mereka melihat target mereka.


"Mereka akan masuk kedalam terowongan." Accelerator memberitahukan ketika target mereka masuk kedalam gua besar yang terbuat dari beton yang diperkuat.


Dengan tertinggal beberapa detik dari target, Accelerator dan Hamazura mengikuti mereka.


Penglihatan mereka dipenuhi oleh cahaya oranye.


Accelerator sedikit gemetar di kursi penumpang. Dia kelihatannya sedang menahan sesuatu. Hamazura mulai melihat ke arahnya, tetapi Accelerator menghentikan gemetarnya dengan sebelah tangan.


".... Itu mungkin kosong, tetapi truk itu 10 kali lebih berat daripada beban kita."


"Iya, jika kita menabraknya secara langsung, cuma kita yang akan terpental."


"Kau tahu cara untuk menghentikannya?


"Ya, meskipun cara ini tidak keren sama sekali."


Belakang truk sampah itu terbuka didepan mereka, itu bukanlah kargo yang berisi bijih material terbuka atau kontainer besar dibelakangnya. Itu adalah sebuah celah yang muncul disepanjang titik yang dirasa cukup menggelikan dan itu terbuka dari sana. Itu kelihatan seperti trompe l'oell.


Truk sampah dan powered suit menyeimbangkan kecepatan dan proses memuat dimulai. Ketika satu dari 4 kaki armor dimasukkan kedalam truk sampah. Hamazura maju kedepan dengan mobil sportnya.


Memang benar kalau mobil 2 pintu tidak berpengaruh apa-apa jika ditabrakan ke truk sampah dengan beban 10 kai lipatnya. Itu hanya akan di tahan dan mobil itu tamat riwayatnya.


Meskipun begitu


Tidak peduli seberapa besar truk sampah itu. Benda itu hanya memiliki 4 poin yang kontak dengan jalanan, mendapatkan kekuatan dari roda yang berputar dalam kecepatan tinggi, dan lebih pentingnya lagi, melaju ke depan. Tentu saja berarti tidak semua arah yang diterapkan berbuah hasil yang sama.


Contohnya, truk sampah adalah senjata baja yang melaju secepat 200kmh, tetapi powered suit berkaki empat itu bisa menyamai kecepatannya dan sukses meletakkan kaki didalam truk itu.


Waktunya kuis: Perubahan apa yang akan dihasilkan oleh mobil 2 pintu jika mobil itu menyerempetnya dari serong belakang kanan?


Suara decitan ban pun berbunyi.


Truk sampah itu telah berjalan dengan keseimbangan yang cukup seperti roller coaster yang di bantu oleh relnya, tetapi tiba-tiba keluar sedikit dari jalurnya.


Hamazura tidak menabraknya dengan kekuatan penuh.


Malahan, dia menyamai kecepatannya sebisa mungkin, sedikit demi sedikit mencapai samping badan metal truk itu, kemudian "mendorongnya"


Ini seperti trik mengemudi Anti-Skill yang digunakan untuk memaksa berhenti mobil yang lepas kendali.


Alasan kenapa Hamazura tahu bagaimana melakukannya itu simpel.


"Wanita Anti-Skill yang memakai jersey dan berdada gede itu biasanya melakukan ini padaku setiap waktu!!"


Dia tidak butuh kekuatan yang besar.


Truk itulah yang menyediakannya untuknya. Cukup hanya sedikit guncangan pada kekuatan itu, truk itu akan lepas kendali dengan sendirinya.


Jika ini adalah tengah kota, mungkin bakalan ada kerusakan sekunder, tetapi.disini hanya ada beton tebal di kanan-kiri terowongan.


Percikan listrik keluar.


Truk sampah kehilangan kontrol dan sedang menyerempet tembok. Powered suit baru masuk kedalam truk mesti keluar dari truk ke jalanan karena goncangan tersebut.


"Ini kesempatan kita!"


Powered suit yang raksasa itu masih melaju bersama mereka dengan jarak dekat sekali seperti mereka bisa menyentuhnya jika mereka keluar dari jendela.


"Lihatlah kedalam bagian ruang di tangan itu, Nomor Satu! Jika kau bisa menemukan sesuatu untuk ditulis kedalam peta, hancurkan pintunya menjadi dua bagian dan buka paksa lubang palkanya!! Jika kau bisa menutup lensanya, benda itu tidak akan bisa berjalan lagi!!


"Kelihatannya itu tidak akan terjadi."


Accelerator menunjuk kedepan dan Hamazura tidak percaya apa yang dia lihat ketika dia melihat kedepan lagi.


Pengendara truk yang mengendarai truk itu yang sedang bergesekan dengan tembok berjuang mati-matian membanting stir seperti melawan balik ajal truk itu.


Sebuah tembok baja mendekati mereka.


Tahu kalau mobilnya akan hilang keseimbangan, Hamazura menginjak remnya. Raksasa besar lewat didepan mereka dan bemper mobil mereka terkoyak, tetapi mobil itu sendiri selamat. Hamazura dan Accelerator nyaris saja tidak selamat.


Tapi mobil mereka tidak satu-satunya yang kehilangan keseimbangan, setelah diayunkan dengan badan besar itu, truk sampah itu kini sepenuhnya kehilangan kontrol.


Truk itu sekarang bergerak diagonal di terowongan yang lurus.


Bahkan dari luar, itu sudah jelas bahwa sang pengemudi berusaha untuk membenarkan lintasan truk itu dengan panik memutar-mutar stir itu seperti mencoba untuk menyetir dalam bentuk huruf S besar


Akan tetapi, ban bagian depan truk itu sudah mengambang di udara.


Truk besar itu sepenuhnya roboh ke pinggir terowongan. Bahkan ketika Hamazura menginjak pedal rem mobilnya, itu sudah jelas yang mana kendaraan yang melambat lebih dulu. Ban mobil 2 pintu yang sedang berputar-putar dan truk sampah itu menyerempet tembok dan jalanan.


Mereka akan menabrak truk itu.


Hamazura memutar kemudinya dengan bermaksud menabrak truk itu dengan bagian pinggir mobilnya,


Dia tentu saja memilih bagian penumpang yang ditabrak dan Accelerator menyalakan elektrodenya untuk memantulkan kembali vektornya kepada Hamazura meskipun itu akan menyebabkan bahaya kehilangan kendali mobilnya.


"Tch!! Brengsek. Apa kau ingin menaruhku kedalam taruhanmu!?"


"Apa? Powered suit berkaki empat itu akan berhenti oleh cara ini sebanyak yang kita--!!"


Hamazura bengong dan menelan kembali kata-katanya.


Disana ada ruang antara truk yang roboh dan langit-langit.


Kendaraan biasa tidak mungkin bisa melalui tempat itu, tetapi benda berkaki empat itu lompat melalui tempat itu seperti truk itu adalah pagar.


"Kau pasti bercanda...." gumam Hamazura tercengang.


Truk dan mobil 2 pintu pun bertabrakan. Kecepatan mereka telah seimbang karena tingkatan injakan remnya, namun goncangannya tidak berhenti sampai disitu. Meskipun hanya bagian pinggir mobil yang tertabrak oleh truk, stir pun meledak dan mengeluarkan kantong angin. Itu sukses membutakan


Hamazura dan membatasi gerakan tangannya.


Dua kendaraan itu masih terus meluncur.


Mereka meluncur keluar dari terowongan.


Setelah meluncur terus sampai beberapa puluh meter, mereka akhirnya berhenti.


Udara mulai keluar dari kantong angin dan Hamazura memukulnya untuk mempercepat prosesnya. Dia lalu berteriak ke Accelerator.


“Kejar dia, Nomer Satu!!”


“...”


“Kita sudah keluar dari terowongan. Sinyalmu bagus sekarang, jadi tidak ada yang bisa menghentikanmu sekarang!!”


Kursi bagian penumpang sudah remuk tertimpa truk sampah, jadi itu tidak bisa dibuka secara biasa.


Tetapi itu tidak menghentikan monster itu.


Dia menekan tombol di lehernya.


Suara ledakan nyaring bisa terdengar.


Si Nomor Satu Academy City mengoyak seluruh atap mobil dan mengejar powered suit yang melarikan diri.



Part 12[edit]


“Ya, ya. Itu benar. Kelihatannya tadi ada kecelakaan di dekat pintu luar terowongan. Hah? Yes, yes. Itu baik-baik saja. Tidak ada yang sebenarnya terjadi disini. Kita hanya terjebak di dalam terowongan. Kita tidak bisa maju ataupun mundur.”


Petugas pemeliharaan berumur paruh baya sedang berbicara dengan telpon genggamnya sambil bersender di pinggir trailer besar dan jengkel kepada lampu jingga dan bau knalpot.


Trailer dibelakang dia bukan sebuah kontainer besar. Itu hanya terbuat dari rangkaian metal, jadi kargo bisa dilihat dari luar rangka berbentuk kotak tersebut.


“Aku rasa ini akan memakan waktu yang cukup banyak untuk memasukkan kargo kedalam. Yah, ini jalan tiga jalur, jadi motor bisa berjalan diantara mobil-mobil. Kalau saja aku mendapatkan izin untuk mengeluarkannya secara langsung... Tidak bisa,kan? Ya, itulah yang kumaksud.”


Sebenarnya, dia hampir terlihat menyambut penundaan itu.


Dia menutup teleponnya dan meraih radio yang di gantung di pinggangnya.


Dia sedang menghubungi pengemudi trailer besar itu.


“Aku telah memberitahu mereka tentang keterlambatanya. Mereka hanya berkata mereka ingin kita mengganti rute transportasinya sedikit.”


“Ya, itu tidak masalah sedikitpun oleh mereka.” sembur si pengemudi. “Ini tidak akan pernah digunakan lagi. Sebenarnya, Aku kira ini tidak akan pernah digunakan sejak dari awal. Benda ini akan disegel kedap udara dan tidur abadi di suatu gudang. Kemudian, mungkin akan dikeluarkan untuk penelitian derivatif, dibongkar, dipelajari, dan dikembalikan ke tidur abadinya lagi. Ini seperti contoh serangga. Tidak ada alasan untuk cepat-cepat. Mereka hanya akan menertawakannya meskipun kita telat setengah tahun sekalipun.”


Mendengarkan ocehan si pengemudi, Jousawa melihat isi trailer yang dia kendarai sebelumnya.


Kendaraan itu sepenuhnya terpasang oleh puluhan peralatan berbahan metal dan sabuk karet yang diperkuat.


“Bukankah itu bagus jika itu tidak digunakan?” dia berkata.


“Yah, itu adalah hal bagus benda itu tidak perlu digunakan dalam perang.”


Benda itu bernama HsSSV-01 Dragon Rider


Benda itu adalah monster terakhir dari motor militer yang sudah dijadwalkan akan dibawa kedalam Perang Dunia III.


Karena perang telah berhenti lebih cepat dari yang diharapkan, model itu kehilangan kesempatan untuk digunakan dalam pertempuran.


Berita yang tersebar adalah senjata perang yang sudah tidak digunakan dalam perang akan dipindahkan ke gudang besar di Distrik 2 dan Distrik 23.


“Tapi tentu saja ada cara lain untuk bisa menggunakannya.” Tambah si pengemudi. “Dragon Rider awalnya bertujuan untuk motor patroli Anti-Skill yang baru bagaimanapun juga. Itu diambil alih untuk Perang Dunia III, menghabiskan waktu selama perang untuk direnovasi. Dan sekarang benda itu akan tidur abadi di gudang tanpa pernah dipakai sama sekali. Aku yakin kalian semua mengembangkan benda itu untuk ini terjadi.”


“Motor adalah gaya yang beda, tapi apakah itu membuatmu marah sebagai pengemudi?”


“Bagaimana perasaanmu menjadi salah satu orang yang membuatnya?”


Kecepatan tertinggi benda itu adalah 1050km/h.


Motor besar yang berada didalam kerangka berbentuk kotak itu mempunyai mesin jet yang dimasukkan kedalam seperti menempel disepanjang bodinya. Mesin linear terpasang didalam ban sepenuhnya dilindungi oleh baja yang melingkar, lengan berbentuk sayap terentang dari kiri dan kanan bagian roda depan, pendorong yang memberikan tenaga bantuan dan kekuatan kemudi.


“Yah...”


Benda itu juga mempunyai gyro untuk keseimbangan, sepenuhnya dikontrol oleh komputer suspensi anti guncangan, dan sayap dibelakang menjaga mesin tetap menginjak tanah secara aerodinamis. Semua alat ini dibutuhkan untuk menjamin mesin bergerak di atas tanah secara benar saat melaju dengan kecepatan penuh.


“Seperti yang kaubilang, Aku tidak menginginkan benda ini digunakan untuk perang.”


Speknya sudah dibentuk untuk pemikiran agar mampu bisa terbang disepanjang gurun Rusia diatas kecepatan 1000kmh dan menanjak jurang dengan tingkat kemiringan 70 derajat diatas 300kmh.


Masalah terbesarnya adalah bagaimana cara untuk menjaga agar monster tetap berdiri diatas tanah ketika benda itu terbang diatas langit jika kau tidak melakukan sesuatu untuk menghentikannya.


“Aku tidak peduli bagaimana caranya, Aku hanya ingin benda itu berguna untuk seseorang satu kali saja.”


Si pengemudi diam sebentar setelah mendengar perkataan itu.


Dia akhirnya menanyakan pertanyaan lain kepada petugas pemeliharaan tersebut.


“Apakah mereka memberitahumu kenapa mereka ingin kita mengganti rute transportasi?”


“Jangan mengalihkan pembicaraan. Aku tahu kau marah.”


“Aku bertaruh sisi Gelap sedang membuat gerakan lagi. Sisi gelap yang sama itu mengambil benda ini dan tidak membiarkan orang lain menggunakan ini walaupun hanya sekali.”


Jousawa sudah mendengar sebagian dari itu melalui pembicaraannya di telepon, tetapi si pengemudi sepertinya sudah dihubungi oleh petugas resmi melalui radio kendaraan.


“Mengeluh tentang itu tidak akan menyelesaikan apa-apa.” balas Jousawa dengan sedikit mengejek diri sendiri. “Aku yang bertugas merawat dan kau adalah orang yang bertugas mengantar itu. Kita adalah orang yang membentengi tempat Dragon Rider. Kita tidak bisa berharap untuk mendapatkan posisi pahlawan yang terlihat gagah mengendarai itu.”


Itu adalah ketika Jousawa mendengar suara gaduh. Suara itu seperti sesuatu yang masuk dari luar trailer. Ketika dia pergi kesana untuk mengecek, dia melihat seseorang. Anak laki-laki seumuran SMA sedang menaikkan dirinya diatas kerangka baja.


Jousawa mengira dia antara orang yang mengalami kecelekaan yang menyebabkan kemacetan ini atau dia hanya tidak enak badan karena terjebak didalam terowongan terlalu lama.


Dia salah.


Bocah laki-laki itu sebenarnya memanjat rangka itu. Dia tiba-tiba berbicara.


“Ooh, ini bagus. Biarkan aku meminjamkannya.”


“Hah?”


“Motor itu.”


“Oi, oi,” gumam Jousawa pelan.


Bocah SMA itu berlutut disamping Dragon Rider saat benda itu diikatkan ke rangka baja dengan puluhan tali karet yang diperkuat. Sepertinya dia sedang mencoba untuk mencari lubang kunci motor itu.


Jousawa sudah berjaga-jaga, tetapi dia rileks kembali ketika dia melihat aksi amatiran tersebut.


“Menyerahlah. Kau tidak bisa menyalakan benda itu hanya dengan memasukan kabel kedalamnya.”


“Oh, aku mengerti. Aku mengerti.”


“Hei!! Siapa kau, bagian tim sekuriti!?”


“Aku mempelajari untuk bekerja di perawatan jalan.”


“Ini lebih tinggi tingkatannya daripada itu!!”


Untuk mencegah peretasan elektonik, benda itu menggunakan kunci analog yang sangat rumit. Meskipun begitu, benda itu bukan sesuatu yang bisa diurusi oleh bocah SMA.


Anak itu jingkrak-jingkrak disamping Dragon Rider sementara benda itu masih terikat oleh karet yang diperkuat.


“Apakah kau orang yang ingin mengantar ibu hamil yang ingin melahirkan ke RS?”


Jousawa berkata itu sebagai lelucon, tetapi balasan yang dia dapatkan sangat serius.


“.... Ini lebih serius daripada itu.”


“Begitu.” Jousawa menunjuk ke arah karet yang diperkuat. “Tetapi penahan dan baut-baut itu menahan Dragon Rider didalam dan tidak bisa dilepaskan oleh tangan kosongmu. Kau butuh perlengkapan spesial dan paling sedikit 2 orang dewasa untuk melakukannya. Dan pelajar sepertimu tidak akan tahu bagaimana caranya menggunakan perlengkapannya meskipun aku memberikannya kepadamu.”


“...”


Anak itu menangkap tali karet yang diperkuat itu, mulai mengatakan sesuatu, berhenti bicara, terlihat kesulitan, dan pada akhirnya mulai berbicara.


“... Apakah kau melihat powered suit berkaki 4 yang melewati terowongan ini tadi?”


“Tidak. Panjang jalanan ini adalah 3 kilometer. Bagaimana aku bisa melihat sesuatu yang tadi ada didepanku didalam terowongan ini?”


“Suit itu menculik seorang gadis kecil.”


Alis Jousawa berkedut ketika dia mendengar hal itu.


“Dia berumur sekitar 10 tahu. Dia diculik sebagai peringatan. Mereka akan membunuhnya secara kejam sebisa mungkin untuk membuat kita marah. Untuk itu kita bergabung bersama. Alasan mereka tidak membunuhnya tadi sepertinya ingin memberikan kami aib karena dia lolos dari pengawasan. Mereka akan menggunakan waktu mereka untuk membunuh dia sekarang.”


“Apa?”


Tetapi dia tidak mendengar sebanyak itu.


Jousawa tidak diinformasikan bahwa gadis kecil itu akan dibunuh.


“Mungkin mereka akan mengirim gadis itu kembali ke kami dipak kedalam kantong plastik atau mungkin mereka akan mengirimi kami siaran langsung. Aku tidak tahu bagaimana mereka akan melakukan itu. Aku tidak ingin memikirkan tentang itu. Jadi Aku mesti mengejar mereka lagi sebelum kita kehilangan mereka lagi.”


Jousawa mendengar sedikit suara statis datang dari radionya.


Itu adalah tkau konfirmasi darurat. Jika dia tidak menjawabnya, itu akan dianggap sesuatu ada yang salah dan is pengemudi akan menjalankan aksinya. Dan si pengemudi membawa senapan laras pendek untuk menjaga rahasia militer.


“Tunggu.”


Mesikpun begitu, Jousawa bermaksud menekan lebih jauh ketika situasi terselesaikan dengan sendirinya dengan keheningan dia.


Tidak ada balasan datang dari radionya.


Bocah SMA itu berputar balik.


“Apa?”


“Beritahu aku nama gadis kecil itu.”


“Kenapa?”


“Katakan saja!! Itu akan menyelesaikan semuanya!!”


“Namanya adalah Fremea! Fremea Seivelun!! Dia berumur kira-kira 10 tahun, mempunyai rambut pirang lembut, dan bermata biru! Apakah itu cukup? Kau masih mau tahu lagi!? Haruskah aku memberitahumu kalau dia senang bermain game penuh dengan darah muncrat kemana-mana dan dia benci kacang hijau!? “ Anak itu berteriak pusing. “Tolong, Aku perlu meminjam ini untuk menyelamatkannya!! Aku tahu kau tidak percaya dengan cerita ini, tetapi dia benar-benar akan dibunuh jika aku tidak melakukan apa-apa!! Gadis yang tersenyum beberapa saat lalu akan mati dan tidak akan pernah membuka matanya lagi....!!”


Akan tetapi Jousawa tersenyum.


Informasi yang berasal dari Kegelapan bukan suatu hal yang mudah didapatkan. Dan anak ini tahu nama


Fremea Seivelun dan cukup banyak informasi yang bukan didalam dokumen dan itu membuatnya seperti dia benar-benar mengenalinya.


Dia sesungguhnya bagian dari ini.


Tidak seperti kebanyakan petugas pemeliharaan dan pengemudi yang bekerja diluar, bocah ini bisa menghindari tragedi dengan Dragon Rider.


Memikirkan tentang hal itu, Jousawa membuat keputusannya.


“Tunggu. Kau tidak bisa naik keatasnya seperti itu.”


“Kau tidak berpikir kalau aku harus membaca kertas kerja resmi, bukan begitu?”


“Ini adalah sesuatu yang lebih simpel daripada itu. Kau tidak bisa mengontrol kuda hitam itu dengan dirimu sendiri.”


“.... Aku tidak punya waktu untuk mendapat pelatihan olahraga dari profesional sekarang ini.”



"Bukan itu maksudku. Bahkan 10 pembalap legendaris jalanan tidak akan mampu mengemudikan atau memiliki daya tahan untuk mendorong benda itu." Jousawa menunjuk ke arah komputer lain yang berbaring di sudut trailer.


"Ini harus digunakan bersama dengan powered suit armor khusus."


HsSSV-01 dikembangkan sebagai model baru powered suit armor.


Desainnya tidak jauh berbeda dengan tampak tubuh manusia.


Dengan kata lain, itu bukan motor yang dibuat untuk dinaiki powered suit armor, melainkan powered suit armor-nya lah yang termasuk bagian dari motor tersebut.


Hal itu dimaksudkan untuk menjaga mobilitas yang luar biasa dalam segala cuaca dan dalam semua lingkungan, serta menekan penyebaran pasukan musuh yang cepat.


Hal itu dimaksudkan untuk berkemudi pada kecepatan lebih dari 1.000 kilometer per jam di daerah kritis, bukan hanya pada sirkuit yang jalannya halus. Benda itu bisa menaiki tebing setinggi 30 meter pada kemiringan 70 derajat. Tampak seperti akrobat motor jalanan dan bisa menyeberangi sungai dengan lebar 20 meter.


Kekuatan mesin didukung oleh kekuatan fisik seseorang dan memiliki pengendali elektronik yang menyeluruh untuk menjaga keseimbangan, jadi sangatlah memungkinkan untuk mengemudi dengan satu tangan sembari tangan yang satunya menggunakan Gatling gun atau senapan smoothbore, bahkan jika melaju pada kecepatan tinggi. Jika benar-benar berhasil maju ke medan perang, mungkin benda ini benar-benar mengubah sejarah perang. [Gatling gun adalah senjata dengan lebih dari satu pucuk laras, senjata ini bisa menembakkan banyak peluru dengan kumpulan larasnya yang berputar ketika melepaskan peluru-pelurunya. Smoothbore adalah jenis senjata berlaras yang larasnya itu sendiri tidak mirip dengan senapan.]


"Tidak buruk, kan?" Jousawa memanggil Hamazura Shiage yang sedang "berubah" di balik kotak kayu di sudut trailer yang menempel ke lantai. "Powered suit armor itu memberikan Kau kekuatan, daya tahan, dan asupan oksigen yang Kau butuhkan untuk mengoperasikan Dragon Rider. Armor itu sendiri tidaklah sesuatu yang seperti monster. Bentuknya sangat mirip dengan tubuh manusiamu sehingga pusat gravitasi tubuhmu tidak akan bergeser dan berat sendirinya juga lebih ringan. Nah, Kau dapat selalu menempatkan armor itu untuk berbagai keperluan. " [“berubah” di sini maksudnya adalah Hamazura yang sedang mengenakan powered suit armor itu dan penampilannya kini tampak seperti seseorang yang ber-armor, sepertinya kata ini adalah terjemahan dari kata “henshin” yang biasa diteriakkan oleh seorang jagoan di film Toku Kamen Rider]


Hamazura membuka dan menutup tangannya untuk memeriksanya.


Seluruh bagian benda itu nampak sangatlah kecil. Berbeda dengan model yang tampak seperti armor versi barat yang tebal, yang satu ini lebih seperti armor pengendara motor dengan helm yang menutupi seluruh wajah. Itu berwarna abu-abu dengan pelindung hitam yang melekat di bagian yang memerlukan perlindungan.


Armor ber-armor itu tidak jauh lebih besar daripada tubuh manusia, sehingga tubuh Hamazura membentang dengan pas di seluruh armor termasuk ujung lengan dan kaki.


"... Rasanya aneh karena pakaian ini hampir sempurna cocok dengan tubuhku."


Suara Hamazura itu teredam karena helm seluruhnya ditutupi kepalanya.


Tidak ada bagian-bagian yang transparan pada helm. Penglihatan dan semua informasi lainnya diperoleh dengan perangkat elektronik dan ditampilkan di dalamnya. Meski begitu, itu tidak terasa aneh dan ia hampir merasa seperti sedang melihat segala sesuatu dengan matanya sendiri. [jika teman-teman pernah menonton armor besi Tony Stark pada film box office Iron Man, maka kira-kira seperti itulah tampilan bagian dalam helm powered suit armor ini]


Itu hampir membuatnya takut, jangan-jangan ia tidak akan pernah dapat menggunakan penglihatan normal lagi jika ia menggunakannya terlalu lama.


"Kau akan mengemudi pada kecepatan subsonik tinggi pada medan yang tertutup banyak halangan. Kecepatan akan merasa berkali-kali lebih tinggi dari pada jet tempur, sehingga Kau tidak akan mampu mengendalikannya tanpa peralatan seperti itu. "


"... Serius?"


"Jangan khawatir. Secara teori, Kau harusnya akan baik-baik saja bahkan jika Kau mengeluarkan kecepatan tertinggi."


Sopir yang dari tadi hanya menonton mereka berdua akhirnya berbicara.


"Apakah ini benar-benar baik-baik saja?"


"Kau membantu melepaskan Dragon Rider dari pembatasan nya, bukan?"


"Jika yang ada di pikiranmu hanyalah gagasan menyelamatkan gadis ini, apakah ini semua tidak terlalu jauh?"


"Permintaan maaf tertulis dan sedikit pembayaran di pelabuhan bernilai cukup baik dalam menyelamatkan nyawa seseorang."


"..."


Jousawa mengabaikan si sopir yang terdiam dan kembali menatap Hamazura yang sekarang mengangkangi Dragon Rider.


"Berjanjilah padaku."


"Aku akan mencoba untuk membawanya kembali tanpa rusak, tapi mungkin akan sulit untuk tetap menjaga benda ini dalam keadaan tanpa gores."


"Gunakan spesifikasinya dengan sepenuhnya. Jika Kau akhirnya menggoresnya, itu akan baik-baik saja. Maka, mari kita lihat ... " Ekspresi Jousawa tiba-tiba berubah menjadi serius dan suasana tiba-tiba beranjak dingin karena tatapan mata orang ini. "Pastikan Kau menyelamatkan gadis itu."


"... Oh, jangan khawatir."


Dragon Rider dengan hati-hati berpindah dari trailer ke terowongan jalan.


Dia mulai ngebut.

NT Index v01 252-253.jpg

Dengan raungan keras, Dragon Rider mulai melaju di antara mobil-mobil yang terhenti di seluruh terowongan.


Jousawa tertawa saat ia melihat api dari mesin jet yang bergemuruh.


Dia tidak peduli bagaimana caranya.


Dia hanya ingin menjadi orang yang berguna bagi sesama setidaknya sekali seumur hidup.


"... Nenek. Cucu yang lucu kami akhirnya pergi untuk menyelamatkan seseorang. "


"Semuanya akan ditentukan pada hasil akhir. Hanya dengan nekat pergi untuk mencoba menyelamatkan seseorang tidaklah cukup. "



Part 13[edit]


Jika mau jujur sejujur-jujurnya, Hamazura Shiage tidak mampu mengendalikan Dragon Rider sebagaimana ia duga sebelumnya.


Bahkan, penglihatannya menjadi terdistorsi sesaat setelah motor itu dipercepat.


"Gah ....!?"


Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di depannya atau di belakangnya. Dia akan melaju begitu cepat sehingga ia tidak bisa mengikuti pengolahan informasi visual yang ditampilkan sistem computer di dalam helmnya. Pada saat dia telah mengetahuinya, dinding mulus terowongan mulai mendekati dari samping, dia hampir saja menyerempetnya.


"Persetan dengan ini. Nggak mungkin aku bisa mengendalikan benda seperti iniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii !! "


Penglihatannya gelap.


Semua suara menghilang.


Tenggorokannya pergi benar-benar kering.


Tapi ...


"Hah?"


Hamazura berada di kekacauan yang komplet, tetapi dia masih belum jatuh dari kuda besi itu.


Tubuhnya, tangannya, dan jari-jarinya bergerak sendiri.


(... Apa ...?)


Alih-alih merasa lega bahwa ia tidak jadi mati, Hamazura merasakan kegelisahan yang tak bisa dinyatakannya, merayap di punggungnya.


(... Sebenarnya ini terlalu lancar. Aku bahkan tidak tahu banyak tentang motor ini. Apakah ada sesuatu yang mengendalikan gerakanku dari luar ... !?)


Powered suit armor yang Hamazura kenakan menggunakan motor dan cairan kimia untuk meningkatkan gerakan orang yang menaikinya.


Biasanya, benda itu akan bergerak dalam menanggapi kehendak Hamazura, tapi itu bisa saja terjadi berlawanan.


Dengan kata lain, powered suit armor itu akan menuntun dia dengan membantunya bergerak secara otomatis.


Hal ini menyebabkan tubuh Hamazura Shiage bergerak dalam kondisi prima.


Pada pkaungan pertama itu tampak nyaman, tapi ...


(Ohhhh !? I-ini seperti mengemudi motor dalam Ninin-Baori !! Bagaimana aku bisa tenang !?) [Ninin-Baori adalah komedi Jepang di mana dua orang memakai mantel besar yang sama (haori) dan berpura-pura menjadi satu orang. Satu orang adalah "wajah" dan yang lain adalah "lengan". Humor muncul dari lengan dan wajah yang tidak bisa berkoordinasi dengan baik. Seperti inilah keadaan Hamazura ketika mengendarai motor tersebut, dimana dia tidak bisa mengendalikan kendaraannya walaupun menaikinya dengan serius.]


Tubuh dan pikirannya mulai terpisahkan.


Distorsi itu disebabkan oleh gerakan lain yang menuntunnya saling berbentrokan dengan gerakan yang dia ingin lakukan.


Seseorang bisa saja keliru dan mengira Hamazura sedang melakukan atraksi yang menakjubkan di atas kendaraan yang bergerak sebegitu cepat, tapi itu hanya membuatnya merasa seperti dia terjebak dalam tubuhnya sendiri yang bergerak di luar perintahnya.


"Sial !! Ini terasa salah. Pertama senjata di Rusia dan sekarang ini! Kenapa aku selalu dikelilingi oleh mesin-mesin gila !? "


Jousawa mengatakan motor itu dimasukkan "perasaan buatan" secara paksa.


Dragon Rider tidak perlu dioperasikan dengan cara yang rumit.


Dasar-dasar mengendalikan motor ini justru lebih mirip dengan menaiki skuter daripada motor. Hamazura hanya harus memindahkan jari-jarinya di setang yang benar-benar tertutup dalam baju besi. Tidak ada konsep pergantian gigi atau kopling. Benda itu hanya memiliki katup penutup dan rem. Dengan kata lain, motor itu hanya bisa dipercepat dan diperlambat. Kedua hal tersebut dapat dikendalikan dari pegangan pada setangnya, sehingga mengendalikannya dengan satu tangan tidaklah masalah. Motor itu memiliki mesin jet, penguat tambahan, dan mesin linear, namun berbagai kekuatan pendorong yang menggerakkan motor itu dikontrol secara otomatis untuk mencapai kecepatan yang dibutuhkan.


Namun, bahkan semua itu tidak cukup bagi seseorang untuk dengan sempurna mengendalikannya pada percobaan pertama kali.


Omongan Jousawa yang menyatakan mesin ini tidak mirip monster tampaknya keliru.


Dragon Rider memiliki mesin jet yang disisipkan melalui tubuh utama dan bagian depannya dibuat meruncing untuk mengurangi gesekan dari udara. Itu adalah motor besar dan berat, sehingga mengemudikannya tetaplah merupakan hal yang tidak mudah.


Dan meliuk-liuk di antara mobil yang tengah berada dalam kemacetan lalu lintas akan membuat tingkat kesulitannya melonjak naik. Membuat motor sebesar itu lolos melalui mobil yang berjajar adalah hal sulit bahkan bagi seorang instruktur kemudi.


Namun Dragon Rider bisa melewati di antara mobil-mobil yang berhenti itu. Ketika Hamazura menatap kecepatan yang ditampilkan sistem komputernya, dia tersedak. Dia sudah melebihi 400 kilometer per jam. Untuk mobil normal, tidak akan mengejutkan jika meterannya telah rusak ketika melaju sekencang itu.


Tentu saja, Hamazura itu tidak seterampil itu.


Mungkin mustahil bahkan untuk seorang peran pengganti professional, yang ada di film-film laga, melakukan mmaneuver halus seperti itu.


(... Kalau dipikir-pikir itu, powered suit armor adalah alat untuk memperkuat kemampuan manusia dari luar.)


Powered suit armor tidaklah hanya mesin yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan lengan seseorang ataupun kakinya.


Setelah yang dibuat di Academy City.


Itu sungguh membantunya secara eksternal dengan keberadaan motor dan cairan kimia, tapi keanehannya tidak hanya itu.


Biasanya, ia akan menjadi sangat panik jika melaju pada kecepatan itu.


Dia akan terlalu takut untuk berpikir. Dia tidak akan mampu untuk berpikir tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.


Namun, itu tidak terjadi. Hamazura menganggapnya sebagai hal yang sedikit mengganggu, tapi ia memberikan perintah kepada powered suit armor itu dan mesin itu menghitung apa yang pengendara inginkan dan hal terbaik apa yang seharusnya dilakukan. Hamazura hanya perlu tenang untuk semua hal yang sedang terjadi.


Kemungkinan besar, armor itu membantu dia secara internal juga.


Armor memiliki metode untuk menghubungkan manusia ke mesin dengan menerapkan stimulus listrik dan mendistribusikan suhu pada otak.


Ada juga informasi yang bisa mengubah kinerja kelima panca indranya secara bergantian. Penglihatannya secara khusus menjadi kabur. Semuanya tampak seperti agregasi kurva yang tampak seperti sinar laser dari shooting game.


Meski begitu, Hamazura telah memperoleh informasi darinya.


Dia tidak melihat itu dalam gerak lambat; tetapi ia mendapatkan informasi yang bergerak seperti garis yang mengalir. Dia tidak melihat benda tunggal yang trediam di suatu tempat. Dia benar-benar merasa seperti berada di dunia yang seisinya bergerak mengalir secara cepat.


Setiap pengetahuannya telah berubah.


Mungkin bisa dikatakan itu mirip dengan bahasa. Alfabet tampak seperti sesuatu yang terdesain aneh bagi mereka yang tidak tahu, tapi mereka yang tidak tahu secara alami bisa mengambil makna darinya.


Indranya berubah di dalam dan luar.


Pikirannya mungkin bergerak lebih cepat daripada ketika ia duduk di meja belajar.


Dia berada 1cm dari tabrakan dengan benda di sekitarnya, tapi ia masih mampu melakukan suatu acrobat dengan maneuver yang keren.


Dragon Rider mulai meninggalkan terowongan.


Hamazura melewati halangan-halangan yang mengganggunya sepanjang jalan.


Segera setelah itu, ia merasa shock.


Lengan motor untuk penguat tambahan yang terlipat di kedua sisi depan roda, kini mulai membuka, motor tersebut seakan hendak “henshin” lagi. Kebisingan meningkat secara terus menerus dan gelombang kejut, yang terbentuk sebagai energi yang diciptakan oleh mesin pembakaran internal, melesatkannya jauh ke depan.


Ini adalah bentuk sejati dari motor itu.


Speedometer melompat ke garis 900 kilometer per jam.


Pada kecepatan ini, daging-dan-darah manusia harusnya tidak akan mampu menghirup oksigen dan bahkan membuka mata adalah hal yang sulit karena akan mengalami gaya gesek friksi udara yang sangat panas. Ini adalah dunia di mana orang akan mampu menyentuh objek yang jaraknya ada di kejauhan 250 meter di depan setelah hanya satu detik. Mobil-mobil di sekelilingnya harusnya juga bergerak dengan cukup cepat, tetapi mobil-mobil di kanan dan kirinya bahkan terlihat sedang terhenti secara relatif. Itu tampak seperti mobil-mobil tersebut sedang terbang ke arahnya.


Dia dengan paksa mengemudi dengan dikendalikan oleh pergerakan yang dibuat oleh powered suit armor itu.


Bahkan kemudian, dia mulai tidak bisa merasakan rasa takut yang ditimbulkan karena tubuhnya yang bergerak sendiri itu. Dengan kata lain, dia mulai menyatu dengan mesinnya.


Sama seperti mesin yang dia kendarai, pikirannya bergerak hanya ke depan saja.


Dia tahu persis di mana letak setiap kerikil kecil dan kaleng kosong di jalan itu dan dia bisa menghindari rintangan sekecil itu tanpa khawatir.


Dia mengabaikan beberapa rambu lampu lalu lintas dan menghindari kemacetan dengan mengambil beberapa jalur alternatif yang juga disarankan oleh Dragon Rider tersebut.


Namun ...


Dia memiliki perasaan bahwa motor luar dan cairan kimia itu mengoreksi pergerakan tubuhnya dan dia bisa memberitahu armor itu mengganggu pikirannya dari dalam juga.


Itu membantu dia, tapi rasanya seperti kesadaran dirinya akan hancur jika dia menggunakan motor itu untuk jangka waktu yang panjang.


(... Teleponku…….)


Dia mengenakan rompi militer yang menyelimuti powered suit armor sehingga berbagai benda bisa disisipkan di dalamnya. Ponsel yang ada di situ.


Dia mulai mempertimbangkan apakah akan baik-baik saja baginya untuk melepaskan satu tangan dan tetap mengemudi dalam kondisi seperti ini.


(... Jika aku tidak melihat data dari MAV Hanzou, aku tidak akan tahu di mana posisi targetku berada.)


Sebelum ia bahkan bisa mengeluh dalam hatinya, ada sesuatu yang berubah.


Di tepi penglihatan Hamazura, yang merupakan tampilan yang di-setting-kan oleh computer, ada windows kecil yang muncul begitu saja.


Tak perlu dikatakan, itu berisi data dari ponsel Hamazura.


(Bagaimana benda ini bisa menampilkan apa yang ada di ponselku!? Aku bahkan belum menyentuh ponselku sama sekali!! Aku hanya mulai berpikir untuk melihat petanya!!!)


Seperti biasa, senjata militer buatan Academy City adalah suatu peralatan yang tidak normal. Dari apa yang baru saja terjadi, Hamazura memutuskan bahwa teori konspirasi tentang mesin yang memiliki kemampuan memata-matai pikiranmu tidaklah lagi suatu hal yang layak ditertawakan.


Tampilan yang diberikan oleh data ponsel menunjukkan bahwa dia berada di posisi yang cukup jauh dengan targetnya. Sesuatu tidak jelas bergerak jauh di gambar, tapi bentuk dari benda bergerak itu tidak bisa dibedakan. Tampak seperti akan lebih mudah untuk mencari sebuah gedung di dekatnya atau papan reklame yang digunakan sebagai tengara.


(Sepertinya MAV Hanzou tidak akan begitu berguna ...)


Itu sudah terlalu jauh.


Jika ia membiarkan musuh melakukan apa yang mereka inginkan lebih jauh lagi, maka kesempatan untuk mendapatkan kembail Fremea hidup-hidup semakin tipis.


(Nggak.)


"Tunggu," gumam Hamazura.


Dia mendongak sementara masih melesat dengan kecepatan tinggi. Di penglihatannya, langit tampak seperti kumpulan benang berwarna yang gemerlapan. Dalam pkaungannya yang bercampur-baur dengan bentuk gedung-gedung tinggi itu, sulit untuk melihat benda yang berada pada kejauhan 200 meter di depan, tapi apa yang terlihat di langit adalah berbeda.


Tidak ada benda yang menghalangi pkaungannya dan tidak ada yang tersembunyi di balik cakrawala, sehingga ia bahkan bisa melihat hal-hal yang besar pada jarak jauh.


Bahkan jika dia tidak bisa melihat powered suit armor berkaki 4 yang telah menculik Fremea, ia akan mampu menemukannya, jika ia bisa melihat sesuatu yang mengejar armor itu.


Tentu saja, ia tidak bisa benar-benar melihat sebuah MAV yang sejauh 10 km. Bahkan dengan powered suit armor yang mampu memperkuat indra seperti ini, mencari MAV seukuran pesawat kertas bukanlah suatu prestasi yang kecil.


Tapi Hamazura mengikuti sesuatu yang lain.


Level 5 Terkuat di Academy City bisa mengejar jet tempur jika dia ingin.



Part 14[edit]


Silver Cross Alpha sedang berlari.


Rencananya seharusnya sudah lengkap.


Sasarannya, Hamazura Shiage dan Accelerator, telah bergabung bersama untuk melindungi Fremea Seivelun. Sekarang mereka telah menjadi kekuatan kelas atas yang tidak bisa diabaikan begitu saja, tujuan Silver Cross sebagian besar sudahlah lengkap. Rencana yang tersisa adalah untuk membunuh Fremea dengan sedemikian rupa sehingga “aliansi-bentukan-Accelerator-dan-Hamazura Shiage” tersebut akan memamerkan taring mereka kemudian balas dendam melawan sisi gelap dan Para Petinggi Academy City.


Tidak peduli apakah mereka benar-benar akan menentang kota.


Rasanya seperti memantik ledakan ke dalam tumpukan besar mesiu. Apakah orang tersebut benar-benar ingin meledakkannya ataukah tidak, itu urusan nanti. Dengan demikian, Lulusan harusnya dibasmi.


Itu adalah bagaimana rencananya seharusnya berjalan.


Jadi kenapa dia masih belum sampai ke daerah yang aman?


Jika dilihat, powered suit armor berkaki 4 ini sama sekali tidak memiliki bentuk manusia. Dengan demikian, lensa yang bertindak sebagai mata tidak dipasang hanya di bagian depan.


Salah satu lensa pada model ini telah melihat siapa yang memburunya dari belakang.


Nomor Satu.


Academy City terkuat.


Itu adalah sosok berambut, berkulit, dan berbaju serba putih yang disebut Accelerator.


(Hal ini tidak normal.)


Napas Silver Cross tercekat di tenggorokannya dan shock ketika ia melihat speedometer menunujukkan angka 750 kph.


Dia dekat dengan batasan kecepatan tertinggi yang bisa dilakukan kendaraan di atas tanah.


Namun monster itu masih tepat berada di belakangnya.


(Kecepatannya bukan lagi berada di kendaraan yang berjalan di tanah, melainkan kendaraan udara.)


"Monster itu !! Aku tahu dia adalah monster, tapi aku tidak pernah berpikir ia mampu untuk menyaingi Highway Cheetah!! "


Silver Cross mendongak.


20 meter di atas.


Pemburunya memiliki 4 angin puyuh di punggungnya dan secara harfiah mengiris melalui sambil terus memburu Silver Cross.


"Silver Cross."


"Aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa kehilangan dia bahkan dengan kecepatan Highway Cheetah. Menggunakan beberapa kendaraan penyamar mulai terpikirkan olehku, tapi aku hanya bisa memakainya ketika aku sudah meninggalkan si pengejar, jadi itu tidak berguna sekarang !! "


Powered suit armor-nya bukanlah mobil. Dengan melipat-lipatkan kaki-kaki powered suit armor-nya ke tanah, benda itu bisa melaju di berbagai keadaan jalan, mulai dari jalan menanjak ataupun menurun, bahkan dia bisa melalui gang-gang sempit.


Namun ia tetap tidak bisa lolos.


Bagaimanapun, lawannya masih berada di ukuran manusia, yang berarti, dia bisa bergerak lebih leluasa daripadanya. Bahkan jika powered suit armor berkaki 4 miliknya bisa menyelinap ke dalam berbagai gang, masihlah sulit untuk menemukan tempat yang pas dengan ukuran powered suit armor-nya.


"Jika Fremea berhasil mereka dapatkan kembali, ini semua akan sia-sia. Haruskah aku membuang dia sekarang? "


"Jangan menganggap Kau akan kalah. Kau masih punya beberapa cara. "


Suara Kuroyoru yang tenang itu terdengar seperti dia tidak peduli tentang situasi yang dihadapinya. Yang mungkin telah terjadi.


"Accelerator memiliki kekuatan besar, tetapi mengapa ia tidak mengeluarkannya semua sejak awal? Ketika ia pertama kali mengejar kendaraan yang menyamar sebagai truk gandeng, ia hanya bisa mengendarai mobil yang dicuri Hamazura. Pikirkan tentang hal ini, Silver Cross. Dalam situasi seperti ini, dia tidak akan melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas."


"... Aku paham." Dalam powered suit armor tebalnya, Silver Cross duduk dalam benda yang berbentuk Armadillo kecil dan tertawa. "Sinyal gangguan ... terowongan !!"


Sekarang ia telah menemukan jawabannya, sisanya adalah mudah.


Silver Cross berpindah ke jalur kereta bawah tanah yang berada di samping jalan. Untuk mengurangi kebisingan, itu adalah daerah yang satu langkah lebih rendah dari permukaan jalanan di sekitarnya dan berbentuk seperti sungai, tapi terbuat dari beton.


Tentu saja, jika ditinjau lebih jauh, itu adalah kelompok kompleks terowongan yang terdiri dari berbagai lini. Tata letak terowongan itu mengingatkan pada jaring laba-laba.


Lensa powered suit armor itu bisa melihat bibir Accelerator bergerak dengan menyemburkan suatu umpatan. Tak begitu jelas apa yang dikatakannya, namun itu pastilah kata-kata semacam “bajingan”, “keparat” atau sejenisnya.


Tak lama kemudian, langit ditutupi oleh beton tebal.


Dia telah memasuki terowongan.


Tentu saja, hanya terowongan semata tidaklah cukup untuk benar-benar menutup gerakan Accelerator ini. Jika demikian, ia pasti telah dibunuh sejak awal. Gangguan ini hanya sesuatu yang mungkin terjadi. Itu berarti kekuatannya bisa diperlemah sampai pada suatu tingkatan tertentu.


Namun, jika ia kehilangan kendali kekuatannya bahkan untuk beberapa detik, sementara daerah di sekitarnya dikelilingi oleh beton dan ia sedang mengejar seseorang yang berkecepatan lebih dari 700 kilometer per jam, ia akan mati. Menggores dinding beton dengan melaju pada kecepatan setinggi itu sudah cukup untuk membuatnya menjadi daging cincang.


Dia tidak bisa melanjutkan pengejaran.


Jika ia bersedia untuk menghancurkan dan merobek bagian atas terowongan yang juga bagian dari kota, ia bisa melanjutkan pengejarannya, tapi dia kemungkinan besar tidak akan melakukan itu. Jika dia adalah seorang penjahat yang asli, ia mungkin melakukannya, tapi akungnya Si Nomor Satu tidak lagi berada di kegelapan yang sejauh itu.


Sederhananya, ia tidak akan mengorbankan orang lain untuk memenuhi tujuan sendiri.


Bahkan dia akan melakukan hal yang serupa bila menempatkan nyawa orang yang dilindunginya dalam bahaya.


"Kuroyoru. Aku sudah berhasil melarikan diri. Terowongan ini dibagi oleh sejumlah baris. Sejumlah besar rute yang terhubung di sini dibuat untuk menghemat waktu pada konstruksi. Mereka tidak akan dapat melacak jalur melarikan diri-ku dari udara sekarang. "


"Kekuatan Nomor Satu ini tergantung oleh baterai elektroda di lehernya. Kita tidak tahu batas waktu yang tepat, tapi aku ragu dia akan tetap menggunakannya kekuatan penuhnya saat ia tidak memiliki tujuan yang jelas. Dia pasti akan mematikan elektrodanya setidaknya untuk saat ini. Buat suatu jarak yang cukup jauh dengannya saat dia terjebak di sana. ... Ada juga persoalan yang datang dari 'mereka'. Kita tidak dapat menunda sesuatu pun pada tahap ini. "


"Mengerti. Sekarang aku telah kehilangan dia, semuanya bisa berjalan seperti ap- "


Silver Cross melemah.


Itu aneh.


Dia merasakan sesuatu yang kuat di belakangnya.


Terowongan itu gelap. Tidak seperti sebuah terowongan untuk mobil, lampu tidak diperlukan bagi kereta untuk menghindari lekukan-lekukan, karena sudah ada rel. Terdapat lampu-lampu neon yang berjajar pada suatu jarak tertentu, dan ini membuat terowongan tersebut menjadi gelap pada beberapa bagian.


Namun, ini tidak masalah bagi powered suit armor berkaki 4. Banyak lensa yang membuatnya mendapatkan informasi bahkan dalam kegelapan yang begitu pekat.


Wajah Silver Cross menegang ketika ia melihat jendela yang menampilkan rekaman penglihatan lensanya.


"Apa ...?"


Itu bukanlah Accelerator.


Sebuah motor raksasa misterius itu mendekat dari belakang. Seolah-olah motor itu menantang lensa powered suit armor berkaki 4 miliki Silver Cross dengan menyalakan beberapa mesin pendorongnya.


Dengan raungan, dia menyibak kegelapan.


Selain Accelerator, hanya ada satu orang yang mungkin mengejar Silver Cross untuk melindungi Fremea Seivelun.


"Tidak mungkin preman ingusan itu ... !!"



Part 15[edit]


Raungan besar mengelilingi tubuh Hamazura.


Terowongan bawah tanah itu baru dibuat sehingga pekerja konstruksi bisa berjalan melewatinya. Membangun trek dengan efisien menjadi prioritas, sehingga tanah ditutupi ubin beton bergelombang.


Biasanya, mengemudi melalui jalan bergelombang seperti itu dengan kecepatan beberapa ratus kilometer per jam akan sama saja dengan bunuh diri.


Tapi itu tidak masalah.


Hamazura memutar tuas katup dan melepaskan tiga alat penggerak motor tanpa ragu-ragu.


(Aku bisa melakukan ini ... Dragon Rider memiliki kecepatan yang lebih !!)


Masalahnya adalah bagaimana cara menghentikan powered suit armor yang terbuat dari baja tebal itu dan menyelamatkan Fremea setelah dia menyusulnya. Entah bagaimana, menghancurkan pisau baling-baling mungkin akan bekerja, tapi ...


"Jika Kau kekurangan senjata, gunakan saja booster tambahan dari motor itu," kata suara dari pekerja pemeliharaan konstruksi. "Jika beberapa hal menjadi semakin buruk, ada mekanisme untuk mengeluarkan beberapa bahan bakar guna mengurangi kerusakan. Jika Kau melakukannya dengan benar, Kau membuat ledakan bersuhu 3500 derajat. Namun, Kau hanya dapat menggunakannya sekali dari masing-masing sisi. "


"Tunggu. Aku tidak tahu bagaimana melakukan jurus rahasia seperti itu ... "


"Kau bisa. Sementara Kau terhubung dengan informasi pengendali powered suit armor, Kau dapat men-transfer pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. "


Dia menggigil.


Sebelum ia tahu itu, Hamazura telah belajar bagaimana melakukan pelepasan darurat roket bahan bakar. Itu memang kurang mirip seperti menghafalkan hafal buku tebal dan lebih mirip seperti belajar bagaimana menaiki motor. Dengan kata lain, pengalaman-pengalaman yang selama ini dia jalani, terakumulasi menjadi suatu kebiasaan, dan dia bisa menggunakannya dengan lebih pasti untuk menghadapi suatu kondisi yang tidak menentu.


Dia merasa bahwa hidupnya akan jauh lebih enteng jika pelajaran sekolah dan belajar keterampilan layanan jalanan adalah semudah itu. Tetapi itu juga membuatnya takut. Dia tidak tahu apa yang bisa ditambahkan kepalanya tanpa dia ketahui. Dia memutuskan bahwa hal-hal yang dia dapatkan dengan belajar sendiri adalah yang terbaik.


(Aku tidak punya waktu untuk berpikir tentang hal ini terlalu banyak sekarang.)


Hamazura sadar, dia harus menjauhi pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting itu dan fokus pada target depan dia.


(Aku memiliki metode untuk menyelamatkan Fremea. Itu cukup !!)


Booster tambahan adalah benda berbentuk sejenis lengan dan bisa mengubah sudutnya sesuai yang diperlukan. Namun, lengan-lengan ini adalah suatu mesin yang diperuntukkan menambah kecepatan laju, sehingga ujungnya menghadap ke belakang, benda ini juga bisa digunakan untuk membuat suatu belokan tajam dengan diarahkan ke samping. Bagaimanapun juga, ini adalah mesin pendorong yang berfungsi seperti knalpot tapi bisa menembakkan api powered suit roket. Sehingga, benda ini tidak bisa ditujukan ke depan.


Yang berarti ...


(Aku harus setidaknya berada di sampingnya dan menyemprotkan apinya, sehingga dia terbungkus di dalam ledakan!!)


Itu adalah ketika perubahan terjadi pada pergerakan powered suit armor berkaki 4 yang melaju di depannya.


Kaki kanan bagian belakang tiba-tiba berpindah seolah-olah menendang seperti kuda.


Beberapa peralatan pencahayaan telah jatuh ke tanah dan armor itu menembakkan sisa-sisa bagian belakangnya ke Hamazura dengan kecepatan tinggi.


"... !!"


Itu adalah sebongkah logam dengan berat sekitar 3 kilogram. Dia tidak tahu bagaimana Dragon Rider akan mampu menahan benda seperti itu, tapi ia tidak bisa membiarkan beban yang tidak perlu merusak keseimbangan motornya.


Dia dengan lincah berkemudi di antara sela-sela benda berat yang berjatuhan itu dan menghindarinya. Dragon Rider lebih baik dalam hal kecepatan. Jika tidak ada hambatan, menyamai kecepatan powered suit armor berkaki 4 adalah hal yang gampang.


Tapi kemudian Hamazura melihat sesuatu yang tidak biasa.


Tepat di depannya, cahaya terang datang dari kegelapan.


(Sebuah kereta bawah tanah ... !?)


Rasa dingin mengalir di tulang belakang Hamazura.


Semassa besar benda itu melesat menuju Dragon Rider.


Di saat massa besar benda tersebut melewati terowongan, hal ini menyebabkan angin kencang, raungan yang menggema, dan getaran keras. Operator kereta api harusnya telah melihat dia sesaat sebelumnya. Kereta menginjak rem dan suara mengerikan terdengar seperti roda logam tergores di sepanjang rel, tetapi terlambat. Dengan mandi bunga api, kereta meluncur dengan jarak 300 meter.


Powered suit armor berkaki 4 dengan tenang melewati ke samping.


Mungkin karena powered suit armor bukan kendaraan biasa, benda itu menancarkan hawa gembira karena pengejarnya telah mendapati halangan yang besar.


Tapi kemudian Silver Cross melihat motor yang besar di sisi lain dari kereta melalui salah satu celah antara mobil.


Itu adalah HsSSV-01 Dragon Rider.


Hamazura telah terjebak di ruang kecil antara kereta bawah tanah dan dinding.


Dia berlari bersama motornya dengan kecepatan tinggi untuk menjaga dirinya agar tidak memukul dinding.


Seperti dikatakan sebelumnya, Dragon Rider lebih baik pada perihal kecepatan daripada powered suit armor berkaki 4 itu.


Sekarang kendala sudah pergi dan lawannya telah menurunkan penjagaannya, tidak ada alasan dia tidak bisa mengejar ketinggalan.


"Cih ... !!"


Silver Cross memutuskan untuk membanting ke arah Dragon Rider sendirian.


Dengan kata lain, ia akan menggunakan perbedaan berat kedua kendaraan tempur itu untuk menghempaskan pemburunya ke samping.


Tapi Hamazura lebih cepat.


Ada perbedaan antara seseorang yang segera bereaksi dan seseorang yang sudah siap.


Lengan booster tambahan berpindah ke samping dan sejumlah besar bahan bakar roket itu dikeluarkan. Ketika tersebar di angin, ada partikel tersembur dari booster dan bunga api oranye terbentuk.


Ada kurang dari sepersepuluh detik diantara ejeksi dan kontak.


Bahan bakar meledak.


Semua suara tenggelam dan gelombang kejut meledak membentuk apa yang tampak seperti dinding transparan.


Booster tambahan sebelah kiri terbungkus ledakan yang disebabkannya sendiri dan robek dari bagian Dragon Rider. Motor besar dengan sempurna mempertahankan keseimbangannya menggunakan pengendali elektronik meluncur ke samping.


Powered suit armor berkaki 4 tidak jatuh dengan mudah.


Benda itu telah bermandikan dalam bahan bakar roket setelah ledakan. Ledakan tidak berhasil menghancurkan baling-balingnya, tapi armor besar itu terpental beberapa meter ke sisi dan memukul dinding terowongan. Bunga api oranye diciptakan pada saat armor itu berusaha untuk terus berjalan ke depan.


Tapi ada sesuatu yang salah.


Kerusakan dari panas yang sangat tinggi dan gelombang kejut agaknya terlalu riskan untuk diabaikan. Kedua kaki kanannya tidak bergerak dengan benar. Itu masih bisa meluncur dengan benar, tapi telah kehilangan fungsi untuk mengurangi guncangan oleh tumbukan dengan tanah. Jika benda itu terus berjalan seperti itu, guncangan besar akan menyebabkan kerja internal armor tersebut mati.


"Aku paham."


Suara Seorang pria asing tiba-tiba sampai ke telinga Hamazura.


Itu adalah transmisi.


"Aku bertanya-tanya bagaimana Kau berhasil mengejarku, tapi tampaknya jawabannya adalah sederhana. Itu bukan motor yang dibuat untuk dinaiki powered suit armor. Melainkan motornyalah yang bagian dari powered suit armor itu sendiri. Itulah salah satu ide tentang bagaimana mengatasi persendian di tubuh manusia….... Aku tidak pernah berpikir aku akan menemukan model dari seri yang sama. "


Yang pasti, mengapa mereka mampu berkomunikasi.


Saat ia mengendalikan motor besar, Hamazura berbicara dengan tenang dan jelas.


"Kau akan memberikan Fremea kembali padaku."


"Dan jika aku menolak?"


"Kalau begitu aku akan membuat ledakan lain."


Dragon Rider telah kehilangan salah satu booster tambahan dan beberapa keseimbangan, tapi powered suit armor berkaki 4 itu mengalami kerusakan yang bahkan lebih parah dan telah kehilangan beberapa kecepatan normalnya. Armor itu tidak lagi bisa bergerak dengan normal.


Menanggapi Hamazura, Silver Cross tersenyum tipis.


"Aku memiliki sandera. Apakah Kau tidak menyadari bahwa aku berada di posisi yang lebih menguntungkan? "


"Kau tidak dapat melakukan sesuatu padanya," Hamazura dengan jelas menyangkal Dia. "Itu bukanlah sebuah mobil atau tank; itu adalah powered suit armor. Aku tidak tahu bagaimana semuanya terbagi, tapi setiap gerakan lengan dan kaki secara langsung terkait dengan gerakan powered suit armor itu. Jika Kau membuat suatu gerakan yang tidak perlu, itu akan membuat efek di luar. Jika Kau benar-benar ingin menyakiti Fremea, Kau harus menghentikan powered suit armor dan keluar. Nyatanya, Kau harus membuat Fremea tidak sadarkan diri sehingga gerakannya tidak memiliki efek luar. Apakah aku salah? " Hamzura coba menyatakan bahwa ada kemungkinan bagi Silver Cross untuk tidak melukai Fremea pada kondisi seperti ini.


Teori itu sendiri sejatinya hanyalah asumsi dari Hamazura, tapi dasar pengetahuan yang mendukung pernyataan itu datang dari tempat lain.


Dia bahkan tidak punya waktu untuk secara sadar berpikir tentang apa yang ingin ia lakukan. Pikirannya yang lebih dalam sedang membaca dan mencari informasi di database offline dan menempatkan pengetahuan yang dibutuhkan dalam otaknya.


Apakah asumsinya itu terpercaya dan apakah itu tidak melenceng dari kenyataan, semua kemungkinan itu membuat Hamazura menggigil, tapi ia tidak sempat mengkhawatirkan itu.


"Benar," Silver Cross dengan singkat menjawabnya.


Meski begitu, Hamazura tidak berpikir Silver Cross hanya akan menyerahkan Fremea begitu saja. Dia pastinya memiliki sesuatu yang lain sebagai cadangan. Hamazura terfokus ke segala arah. Dia tidak tahu bagaimana ini bekerja secara internal, tetapi mesin itu kemungkinan besar meninjau ulang dan memperkuat keadaan ini.


"Memang benar bahwa ini bukan situasi yang baik. Aku sebenarnya di sisi yang merugikan. Karena itu, kukira…….aku akan memastikan keselamatanku sendiri terlebih dahulu, bahkan jika itu berdampak pada berubahnya rencana secara keseluruhan. Karena ... 'Mereka', aku tidak bisa membiarkan diriku, salah satu Freshmen, lenyap. Sederhananya, aku akan melarikan diri tidak peduli apa yang terjadi. Untungnya, ini Life Armor memberiku daya tahan untuk bisa melakukan itu. "


Segera setelah itu, lubang palka bagian depan powered suit armor berkaki 4 dibuka dan, armor mirip armadillo keluar dari sana.


Fremea masih berada di dalam powered suit armor berkaki 4.


Dan armor masih bergerak dengan kecepatan lebih dari 500 kilometer per jam.


"Kau ... bajingan !!" Hamazura berteriak, tapi armadillo itu sudah meringkuk menjadi bola dan berpindah ke arah yang berlawanan sementara benda itu menyerap gelombang kejutnya.


Lubang palka bagian depan tebal pada powered suit armor berkaki 4 tertutup lagi.


Tanpa pilot, armor itu hampir pasti berakhir di kecelakaan yang fatal.


"Apakah aku setiap waktu harus fokus? Untuk menghormati keinginannya, aku melepas 'Chip' dadakannya. Tapi Highway Cheetah tidak memiliki 2 lengan dan 2 kaki. Dia tidak akan dapat dengan benar mengendalikannya. "


Pada dasarnya, jika Fremea terbangun maka dia akan panik. Hamazura terdengar seperti sedang menyeringai di transmisinya.


"Aku tidak suka melepaskan garis pengikat antara Kau dan Accelerator, tetapi membiarkan dia mati di sini, akan 'menetapkan' hal itu. Perintahnya sedikit berbeda dari rencana semula, tetapi ini mengarah pada petinggi kota yang akan memperlakukan Kau, para Lulusan, sebagai target. "


"Persetan !!"


Hanya berfokus pada armadillo itu tidak akan banyak membantu.


Dia harus menggapai lubang palka bagian depan powered suit armor berkaki 4 yang terbuka dan menyelamatkan Fremea secepat mungkin.


Dia tidak tahu bagaimana cara pekerja pemeliharaan kontruksi memantaunya, tapi pekerja itu berbicara dengannya lagi.


"Lengan armormu itu hanya dibuat untuk mengendalikan motor. Itu tidak cukup kuat ketika digunakan untuk memaksa membuka lubang palka. "


"Lalu apa yang harus aku lakukan !? Apakah Kau mengatakan bahwa aku hanya menonton !? "


"Kikis itu."


Tanggapan pekerja pemeliharaan konstruksi cukup singkat tapi tepat.


Bahkan saran itu lebih berguna dari komputer yang berisikan pengetahuan dan pengalaman untuk Hamazura.


"Powered suit armor berkaki 4 itu sedang tertekan ke dinding, kan? Dorong benda itu secara diagonal sehingga tepi lubang palka bagian depannya menyerempet ke dinding dan terus pertahankan posisinya seperti itu. Jika powered suit armor-nya terlihat akan lepas dari dinding, tendang lagi bagian tepinya agar kembali tertempel atau lakukan sesuatu semacam itu, pokoknya benda itu harus tetap menyerempet ke dinding. Jika baut lubang palka itu terbuat dari paduan tungsten, maka lubang palka itu harus terus dikikis pada dinding tersebut sampai perjalanan sepanjang 7 kilometer, tentu saja masih dengan kecepatan setinggi itu."


"... !!"


Hamazura menyesuaikan katup Dragon Rider untuk mencocokkan kecepatan motornya dan mengikuti petunjuk si pekerja. Tanpa Silver Cross di bagian kendali dan dengan posisi powered suit armor berkaki 4 yang sudah miring, mendorongnya secara diagonal harusnya adalah pekerjaan yang tidak begitu sulit. Dia akan terus maju bahkan pada tahapan ini.


Powered suit armor berkaki 4 telah ter-kontak dengan dinding, dan itu membuat suara bising akibat gesekan yang sangat mengganggu dan menciptakan sebuah kumpulan percikan api berwarna oranye. Namun, kakinya mempertahankan keseimbangannya sehingga postur mesin itu terlihat aneh. Benda itu mulai bergerak ke atas dan ke bawah dengan tidak wajar.


(Aku kira posisinya yang seperti itu tidak akan bertahan lama dengan stabil di jalanan yang tidak rata ini.)


Powered suit armor itu terguncang dengan hebat.


Tanpa pilot di dalamnya, gerakan kecil saja sudah cukup untuk membuat armor itu terpental dan bertolak meninggalkan dinding.


Masih mengangkangi Dragon Rider, Hamazura menggunakan satu kaki untuk menendang paksa tubuh powered suit armor berkaki 4 itu. Dorongan dari bagian bawah kaki membuat armor itu tetap menempel dan tergesek di dinding beton.


Kebisingan akibat goresan benda logam dan beton terdengar nyaring dan memekakkan pendengaran.


(Ini bekerja.)


Dia tidak punya bukti, tapi Hamazura yakin. Mungkin karena pengetahuan dia diberikan dari luar.


Baut penyokong lubang palka akan segera terkikis. Kemudian ia bisa menyelamatkan Fremea dari dalam.


Tapi kemudian sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Salah satu kaki yang telah sebelumnya terbungkus dalam ledakan dari booster tambahan milik Hamazura, tiba-tiba bengkok ke bawah. Itu mengingatkan pada bahunya yan bergeser. Ledakan besar dan getaran yang disebabkan oleh kontak dengan dinding secara terus menerus menyebabkan kerusakan mesin dari dalam.


Keseimbangan mesin itu menjadi sangat labil.


Hamazura tidak bisa menopang mesin itu sendirian.


Untuk menghindari ditimpa oleh benda sebesar itu, ia sementara memindahkan Dragon Rider-nya pergi. Sendi untuk kaki depan dan belakang kanannya pecah dan mulai menyeret sebagian tubuh mesin itu ke tanah. Armor membuat ber-ton-ton percikan bunga api dengan tanah, akhirnya ujung kakinya berhenti berkontakan dengan tanah.


Jika itu memperlambat pergerakan armor tersebut, itu adalah hal yang baik.


Karena ujung-ujung kakinya tidak menyentuh tanah, hal itu akan mengurangi kecepatan ke batas tertentu. Bahkan jika armor itu tidak benar-benar berhenti, Fremea masihlah akan aman berada di dalamnya karena mesin itu perlahan-lahan menurunkan kecepatannya.


Tapi kemudian ...


(Kau pasti sedang berckau.... !!)


Di saat Hamazura mengamati, lubang palka kuat itu mulai bergetar dengan tak wajar. Getaran itu menggores dan mengoyak bagian armor, dan itu jelas membuat baut tebal tersebut rusak.


Lubang palka akan membuka dan Fremea Seivelun akan terlempar keluar.


Armor akhirnya mulai melambat, tapi masih berlari dengan kecepatan antara 300 dan 400 kilometer per jam.


Jika manusia manusia yang terdiri dari daging dan darah jatuh dari benda yang bergerak secepat itu, ia akan ditumbuk seperti sebuah lobak.


"Persetan dengan itu !!" teriak Hamazura sambil membuka katup Dragon Rider lagi.


Satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan Fremea adalah menggapai powered suit armor berkaki 4 itu sendiri.


Dia mengemudikan motornya agar sejajar dengan kaki kanan depan armor yang masih bergetar. Dia meraih kaki powered suit armor itu dengan tangannya dan perlahan berdiri dari joknya.


Jika dia berpindah ke powered suit armor berkaki 4, ia akan kehilangan motor.


Dia ragu-ragu untuk sesaat, tapi segera mengambil keputusan.


Dia meraih kaki benda itu dengan kedua tangan dan kakinya, bergerak dari motornya, dan berpindah ke powered suit armor yang masih melesat dengan kecepatan tinggi itu.


Setelah kehilangan pengemudinya, motor jatuh ke samping dan terjebak antara tanah dan kaki kanan belakang armor tersebut. Sejumlah besar percikan bunga api berwarna oranye terbang keluar.


Hamazura bergerak melintasi baju besi di kaki kanan depan.


Dia bergerak ke arah depan sesuai.


Dia bergerak menuju satu tempat di mana terdapat empat kaki yang terhubung.


(Kumohon, masihlah sempat ...!!)


Hamazura dengan paksa meraih pegangan di palka.


Biasanya, ia akan memiliki kesempatan ini untuk membukanya.


Namun, baut tebal yang menyolongnya masihlah hampir pecah.


"Buka, sialan Kau !!"


Dia menggunakan semua kekuatan armor yang ia kenakan dan ia mendengar ada sesuatu yang rusak dalam armor berkaki 4.


Bagian depan lubang palka terbuka lebar.


Jika ia tidak melakukan apa-apa, Fremea akan jatuh dan ke tanah.


Tapi Hamazura menunggu di depan pintu palka dan menangkap tubuh kecilnya dengan satu tangan.


Mereka hanya dipisahkan selama sekitar setengah jam, tapi ia merasakan kelegaan cukup kuat ketika Hamzura kembali bisa mendapatkan tubuh bocah kecil itu dengan selamat.


"... !? Ap-apa !? Pokoknya apa - !? "


Fremea tidak bisa melihat wajah Hamazura, jadi dia pasti berpikir dia adalah orang jahat lainnya.


(... Yah, tak apalah bila aku dikira om-om yang jahat, paling tidak aku sudah mencegahnya jatuh ke tanah. Sekarang aku hanya perlu bertahan sampai armor ini berhenti.)


Saat itulah masalah baru terjadi.


Mesin yang menggerakkan baling-baling yang membuat armor berkaki 4 bisa berlari dengan kencang itu mulai memuntahkan asap hitam.


Itu mungkin dikarenakan ledakan atau getaran sesudahnya.


Itu juga mungkin adalah fungsi self-destruction*. [penghancuran diri sendiri, trans]


Namun, dia juga tidak bisa menunggu sampai armor tersebut berhenti sepenuhnya karena ada kemungkinan meledak sebelum semua itu terjadi.


"Sialan ..."


Namun, armor itu masih bergerak pada kecepatan 300 atau 400 kilometer per jam. Dragon Rider mungkin mampu menahannya, tapi Fremea tidak akan bertahan. Jika Hamazura jatuh ke tanah dengan dia, itu akan menghancurleburkan si gadis kecil.


"Apa yang harus aku lakukan !?"



Part 16[edit]


Accelerator telah mendarat di pintu masuk ke terowongan kereta bawah tanah.


Hanya beberapa menit sebelumnya, kakinya belum menyentuh tanah. Dia telah menciptakan 4 angin puyuh di punggungnya dan menggunakan kekuatannya untuk terbang dengan kecepatan yang luar biasa.


Namun, ia tidak bisa menggunakan kekuatan itu di dalam terowongan karena ada gangguan yang kuat terhadap gelombang elektromagnetik yang mempengaruhi kinerja eletrodanya.


Dia hanya kehilangan targetnya beberapa menit, tapi itu pastinya menjadi kerugian yang cukup besar, mengingat kecepatan powered suit armor yang dikejarnya sangatlah tinggi.


(Dia harusnya keluar dari terowongan di suatu tempat, tetapi ada terlalu banyak pilihan. Banyak kereta bawah tanah yang menggunakan terowongan ini, sehingga ia bisa berpindah ke hampir semua bagian kota melalui jalur-jalur itu.)


Accelerator bisa "terbang" dengan rute perjalanan terpendek, mengabaikan kecepatan dan tata letak jalan, jadi dia memiliki pilihan untuk secara acak akan memeriksa setiap jalan keluar dari terowongan ini, tapi itu akan memakan daya baterai-nya. Kekuatannya adalah kartu truf terbesarnya ketika diperlukan untuk menyelamatkan Fremea Seivelun. Dia tidak bisa menyangkal bahwa dia harus menghemat penggunaan kekuatannya sebisa mungkin untuk berjaga-jaga jikalau terjadi suatu kemungkinan yang terburuk.


Dia berpikir sebentar dan kemudian mengeluarkan ponselnya.


Dia menghubungi Misaka WORST.


"Bagaimana dengan bocah sialan itu?"


"Misaka sudah tahu kalau ‘Bagaimana dengan bocah sialan itu?’ adalah tipe pertanyaan yang pertama kali ditanyakan seorang bapak kepada anaknya, ya kan? Kami telah berhasil kembali ke apartemen. Kami sedang digelontori pertanyaan oleh Yomikawa, si ibu kos. "


Yomikawa adalah bagian dari Anti-Skill dan dia adalah tipe orang yang akan bertindak di luar apa yang dikatakan normal. Dia mungkin telah melihat sekilas tentang jenis masalah apa yang sedang dihadapi anak-anak asuhny ini meskipun sebenarnya ada kegelapan besar yang tersembunyi di balik informasi ini.


"Apakah Kau melihat ada tanda-tanda Freshmen?"


"Hanya dua orang. Tapi mereka tidak terasa seperti anggota utamanya. Mereka kemungkinan besar hanyalah pengintai. Mungkin mereka berencana menculik target untuk semacam perang psikologis jikalau Kau bekerja terlalu keras dan mencampuri urusan mereka. Tapi Misaka sudah mengenyahkan mereka semua. "


"Mengatur sensor dan kamera di sekitar wilayah dan mempersiapkan sejumlah rute melarikan diri, tapi jangan biarkan sesuatu pun yang salah. Jika Kau mencoba untuk pindah ke tempat persembunyian yang siap, mereka akan menargetkan Kau dalam perjalanan dan Kau tidak bisa membiarkan Yomikawa menangkapnya. Jika kedua kelompok ini masih hidup, ancam saja mereka dengan pisau. Pastikan mereka terus melaporkan bahwa tidak ada yang salah pada bagian-bagian rencananya. "


"Itu saja? Misaka telah melakukan semua itu. Dia mengikat mereka di daerah terlindung dengan radio dan perangkap yang dipasang di sebelah mulut mereka. Misaka mungkin tidak melihatnya, tapi dia adalah tipe yang menyelesaikan pekerjaan rumah musim panasnya lebih awal. "


Accelerator mengabaikan lelucon nya.


"... Entah bagaimana caranya, kita harus membuat Yomikawa atau yang lainnya tidak mengetahui apa yang sedang terjadi ini, aku minta Kau mendapatkan semua informasi yang Kau dapat pada terowongan kereta bawah tanah ketiga. Powered suit armor yang menculik bocah bernama Fremea Seivelun berjalan di sana dan aku ingin tahu jalan keluar mana yang diambil oleh si penculik. "


"Entah bagaimana, ya? Seberapa jauh Misaka boleh melakukannya? Apakah meninju mereka adalah termasuk pilihan yang boleh aku lakukan? "


"..."


"Hei, jangan diam seperti itu pada Misaka. Baik, baik, Misaka tau. Dia akan menyembunyikannya dengan damai."


Suara Misaka WORST tanpa ketegangan dan itu membuat seseorang bisa membayangkan bahwa dia memiliki senyum di wajahnya. "Tapi, yang jalan keluar mana yang ia ambil, apakah itu benar-benar informasi yang cukup? Kau tahu betul seberapa kelam sisi kegelapan dari kota ini bekerja. Ada kemungkinan si pengejar akan membuat suatu rencana berdarah di salah satu ujung jalan keluar terowongan sementara dia masih berada di dalam terowongan tersebut. "


"Tidak ada yang bisa menangani kemungkinan ini sampai 100%. Bahkan, kemungkinan aku akan gagal, jika aku hanya mengamuk membabi buta dan menghancurkan terowongannya, cukuplah tinggi. Dan juga, ada powered suit armor berbeda dengan mengendarai motor masuk ke terowongan setelah aku berhenti tadi. Jika si pengendara motor itu adalah seseorang yang aku pikirkan, bajingan itu tidak akan memberinya kesempatan untuk menyentuh Fremea. "


"Oh, kini kau mengandalkan orang lain? Tumben sekali." Kata-kata Misaka WORST penuh dengan ejekan. "Tapi bukankah akan lebih cepat untuk langsung menanyai orang di dalam terowongan itu tentang apa terjadi? "


"Apakah Kau benar-benar berpikir aku sempat bertukar nomor telepon dengan si Kamen Rider itu?"


"Tidakkah kita hanya perlu mendapatkan nomor teleponnya denganm beberapa cara lain itu?"


"Jangan fokus pada hal sepele macam itu. Mungkin sinyal tidak akan menjangkaunya di terowongan itu. Lebih baik mendapatkan berbagai sumber informasi. "


"Kau bebas untuk memerintah Misaka, tapi pastikan Kau juga bekerja dengan mengumpulkan informasi lainnya, oke? "


Atmosfer tegang terus terjadi sampai dia menutup telepon.


Dalam suatu pertempuran, kemenangan tidak sebegitu mudahnya diperoleh dengan membiarkan si terkuat mengamuk dan membantai semua musuh. Sekali-kali tidak.


Mendapatkan pemahaman tentang keadaan yang terjadi adalah bagian penting dari suatu pertarungan.



Part 17[edit]


Di saat Silver Cross Alpha menuju ke kedalaman terowongan gelap sambil mengenakan powered suit armor yang berbentuk seperti armadilo, ia mendengar ledakan.


Dia tertawa dan keluar ke permukaan melalui salah satu pintu keluar yang biasa digunakan pekerja konstruksi, dan bukan pintu keluar yang biasa digunakan salah satu stasiun kereta bawah tanah pada umumnya.


Jelas, armornya adalah salah satu rahasia militer. Ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan pada mesinnya itu setelah mengalami rusak parah dan akan jatuh ke tangan musuh. Bagian penting mesin dan sirkuit akan dilarutkan dengan asam kuat dan kemudian armor itu dipantik untuk menyalakan bahan bakarnya.


Sebuah layar dalam armor armadillo menampilkan tingkat kerusakan powered suit armor berkaki 4.


Itu tidak sama pada tingkatan motor besar dengan mesin jet dan roket pendorong, tetapi powered suit armor berkaki 4 milik Silver Cross ini tidak menggunakan bensin normal. Dan bahan bakar telah benar-benar dinyalakan.


Armor itu kemungkinan besar tidak lagi memiliki bentuk aslinya.


Sepertinya itu sudah tidak lagi memiliki banyak sirkuit tersisa yang masih berfungsi dan ikon-ikon yang berisi informasi tentang cara untuk membuangnya dan menjaga agar musuh tidak menculik serpihannya berbaris di layar.


(Semuanya sudah berakhir.)


Perasaan Silver Cross asli mulai nampak.


(Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Hamazura Shiage mati bersama Fremea Seivelun ataukah tidak. Bahkan jika mereka berdua meninggal, Accelerator masih dapat dengan mudah membuat ancaman yang cukup besar dengan membuat tindakan yang segera. Jika kita mengendalikan Mugino atau Kinuhata dari ITEM dan membuat mereka berbentrokan dengan Accelerator, mungkin cara itu akan berguna.)


Silver Cross mulai membuka jalur komunikasi yang terhubung ke Kuroyoru Umidori di dengan tujuan untuk melaporkan apa yang terjadi.


Sebelum dia bisa melakukannya, dia terkaku.


Dia telah melihat sesuatu. Dia melihat dari jarak jauh melalui salah satu lensa kamera pada powered suit armor berkaki 4 yang tidak berfungsi dengan baik lagi. Sesosok berdiri di kobaran api. Sosok itu sedang memegang seorang gadis kecil dalam pelukannya.


"Hamazura Shiage ... !!"


Silver Cross tidak menyadari sesuatu.


Hamazura berdiri pada motor Dragon Rider yang telah terjebak di antara powered suit armor berkaki 4 yang rusak bagian kaki kanannya. Dia kemudian menggunakan semua kekuatannya untuk mengangkat patahan kaki tersebut sampai beberapa sentimeter dan kemudian berselancar di motor yang jatuh tersebut setelah terpisah dengan kaki powered suit armor yang patah.


Tapi Silver Cross tidak bisa percaya akan apa yang dilihatnya.


(Bagaimana? Bagaimana dia bisa selamat? Dan itu Fremea Seivelun. Tidak seperti Hamazura, dia bahkan tidak mengenakan suatu armor pun !!)


Dia ingin mendapatkan rincian lebih lanjut tetang kemunculan sosok dari dalam kobaran api tersebut dan powered suit armor berkaki 4 yang sama sekali tidak tampak mampu menyulitkannya, sehingga ia langsung menghubungkan powered suit armor mirip armadilo dengan kabel ke jaringan keamanan kereta bawah tanah, agar ia bisa menggunakan akses kamera keamanan.


Itu menjadi bumerang pada dirinya.


"Kau ada di sana, bukan?"


Sebuah suara menusuk ke dalam telinganya.


Sebuah tatapan berbalik ke arahnya.


Gambar di monitor dan suara yang datang dari speaker, dengan akurat menusuk langsung kedalam armor milik Silver Cross.


(Apakah dia menghitungnya dari peralatan komunikasi di powered suit armornya? Tidak, bukan itu. Ini adalah ... !!)


Sebuah kabel yang membentang dari lengan Hamazura saat ia menatap langsung pada lensa kamera keamanan yang digunakan oleh Silver Cross.


Dia berdiri di depan kamera keamanan untuk menunjukkan dirinya dan menyebarkan “net” elektronik-nya kemudian menunggu Silver Cross membuat pergerakan selanjutnya.


Tentu saja, dia kini berada di level yang berbeda dengan seorang preman ingusan biasa.


Tapi Silver Cross tahu bahwa pengetahuan dan keterampilan yang digunakannya sekarang adalah hasil input secara paksa dari powered suit armornya, sehingga dia bisa mendapatkan suatu pengalaman tentang cara bertempur dengan cepat.


Dia membawa tangannya ke daerah tulang belakang dari armadilo.


(... Dia mendapatkan dukungan informasi yang ditransferkan dari powered suit armor miliknya, seperti aku !!)


Itu semua adalah bersifat sementara. Setelah ia menanggalkan powered suit armor-nya, dia akan kehilangan semuanya. Tapi selama dia terus memakai armor, pengetahuan dan keterampilan itu bisa dia gunakan sesuka hatinya.


Sosok di kobaran api itu bergerak.


Orang lain muncul di tempat itu, dia pasti telah memasuki terowongan melalui stasiun kereta bawah tanah atau melalui pintu masuk konstruksi seperti yang Silver Cross telah lakukan. Itu bukanlah Accelerator. Itu tampaknya adalah preman lainnya yang telah melacak Hamazura dan Fremea sejak mereka bersembunyi di salon pribadi.


Hamazura menyerahkan Fremea ke preman itu


Dia masih hidup dan, jika dia diserahkan, rencana Silver Cross dan Kuroyoru akan berakhir dengan kegagalan.


Tapi dia tidak punya waktu untuk khawatir tentang hal itu.


Dia memiliki sesuatu hal lain untuk diutamakan sebagai prioritas.


Dia harus bertahan hidup.


Kapan ia berakhir dalam situasi di mana ia harus serius mempertimbangkan itu?


"... Aku yakin aku tidak perlu memberitahu Kau apa yang akan aku lakukan."


Dengan kata-kata, kamera keamanan hancur dan gambar diganti kumpulan semut. Pada saat yang sama, transmisi suara terputus.


Pada saat itu, posisi siapa yang mengejar dan siapa yang dikejar, sudah berbalik.



Part 18[edit]


Takitsubo Rikou, seorang gadis yang mengenakan jersey merah muda, berdiri dengan tatapan kosong di depan pinggir jalan mesin penjual otomatis.


Dia memegang minuman tidak normal yang terdapat di tangannya. Dia punya es teh yang berasal dari toko teh terkenal. Setidaknya seperti itulah teh itu diklaim. Teh itu terdiri dari banyak susu, gula, dan madu yang dicampur, sehingga rasa teh alaminya telah hilang. Rasa manis minuman itu berada di tingkatan susu strawberry.


(... Kakiku sakit. Aku lelah berjalan.)


Takitsubo ada di sana untuk alasan yang sangat sederhana.


Tiga anggota ITEM masih terlibat di permainan bodoh “Cari Hamazura”, yaitu suatu permainan yang mereka buat dengan mempertaruhkan kostum kelinci memalukan sebagai hukumannya, tapi, tidak seperti Mugino dan Kinuhata, Takitsubo tidak memiliki dasar yang begitu kuat untuk membuatnya berpartisipasi dalam permainan itu dan lantas mencari Hamazura. Dan karena ia memiliki kemampuan untuk merasakan bidang difusi AIM milik orang lain, ia membuat "intuisi"-nya lebih banyak berperan daripada pemikirannya.


Untuk sepenuhnya menggunakan kekuatannya, dia harus menggunakan bubuk Body Crystal yang memiliki sisi negatif begitu kuat pada pemakainya, tapi dia masih bisa dengan samar-samar merasakan kekuatan lemah yang secara sadar dipancarkan oleh seorang esper, bahkan tanpa menggunakan bubuk illegal itu. Namun, karena itu hanya rasa samar-samar, dia tidak bisa mengatakan apa jenis kekuatannya, siapa yang menggunakannya, atau di mana dia berada. Itu benar-benar tidak berguna.


Dengan demikian, " kekuatan tak terlihat " yang mendukung dia, yang mendasari semua tindakannya , benar-benar hanya sesuatu yang samar-samar dan tidak pasti, maka dari itu dia menyebutnya "intuisi" semata.


Karena ia berhasil melalui kegelapan Academy City dengan aman, hanya menggunakan intuisi-nya, mungkin itu adalah sesuatu yang layak untuk diteliti.


"Nn ..."


Takitsubo dengan tatapan kosong memandang ke udara.


(Sebuah sinyal datang dari arah timur laut ... Dengan begitu, aku pikir.)


Kemudian ponselnya berdering.


Sementara dia berjalan di sepanjang jalan, dia mengambil ponsel dari saku dengan tangan kecilnya.


Itu adalah panggilan dari Kinuhata Saiai. "Yahoh. Apakah Kau sudah menemukan Super Hamazura ataukah belum? "


"Nnn."


"Mugino terlibat ke dalam masalah mengendalikan perusahaan keamanan dan mendapatkan video dengan Data yang super sulit baginya, jadi aku kira aku akan menjadi yang super pertama menemukan Hamazura."


"Kinuhata, kau tahu di mana Hamazura?"


"Ya, iyalah." Suara itu datang dari nada telepon yang jatuh. "Tapi aku melihat seseorang yang Super mengganggu di dekatnya. "



Part 19[edit]


Kebetulan, wajah Silver Cross Alpha telah dibakar sebagai hukuman tindakannya di masa lalu.


Dia telah mengalami langsung bagaimana tak bergunanya omong kosong tentang makna kepentingan dalam diri seseorang.


Sejak itu terjadi, ia telah menghabiskan hidupnya untuk mencoba mendapatkan kembali wajahnya. Saat ia menyelesaikan berbagai "pekerjaan", berbagai macam teknologi Academy City telah digunakan untuk memperbaiki wajahnya sedikit demi sedikit, seolah-olah itu adalah segumpal tanah liat yang terus ditambahkan dengan potongan lainnya agar bentuknya semakin mendetail. Rasanya seperti permainan fukuwarai yang mengerikan. [Fukuwarai (福笑い?) adalah permainan tradisional yang dimainkan saat tahun baru di Jepang. Permainan dilakukan dengan menggunakan gambar wanita berwajah lucu (disebut okame atau otafuku). Namun gambar bagian-bagian wajah, seperti alis, mata, hidung, dan bibir berada pada guntingan-guntingan kertas yang terpisah. Permainan ini serupa dengan permainan Tempel Ekor Keledai. Dengan memakai kain penutup mata, pemain berusaha meletakkan bagian-bagian wajah pada tempatnya. Peletakan bagian-bagian wajah di tempat yang bukan semestinya, kemungkinan dapat menghasilkan gambar lucu yang mengundang tawa. Pemenang permainan ini adalah pemain yang dianggap membuat gambar paling lucu, atau pemain yang berhasil meletakkan bagian-bagian wajah di tempat yang benar. Sumber : Wikipedia]


Tapi dia menyadari sesuatu ketika ia akhirnya mendapatkan kembali bentuk wajah anggunnya.


Meskipun begitu banyak uang dan teknologi yang ia telah gunakan untuk membentuk kembali wajahnya, aib yang ia rasakan ketika wajahnya hangus dibakar seakan terus menutupi penampilannya, sehingga menjadi sesuatu yang tak sedap dipandang.


Akibatnya, Silver Cross pada dasarnya tidak memiliki rasa estetika terhadap tubuhnya sendir.


Kebiasaannya berganti-ganti memakai berbagai powered suit armor, sebagian besar disebabkan oleh kenyataan bahwa dia ingin mengatur ulang pola pikirannya sehingga ia tidak lagi tertarik dengan penampilan luarnya, wajahnya, ataupun wujudnya.


Untuk mengontrol powered suit armor berkaki 4, ia harus menjadi hewan berkaki 4.


Untuk mengontrol powered suit armor 8 berkaki, ia harus menjadi binatang berkaki 8.


Bahkan jika beberapa pengendalian powered suit armor bisa dipasrahkan kepada program komputer, yang kemudian mengatur dan mempermudah semua tindakannya, pada akhirnya, itu hanyalah semata-mata tindakan yang dihasilkan dari benda yang tak bernyawa. Bahkan, membiasakan bergantung pada sebuah mesin untuk mengatur semuanya, hanya akan membuatnya semakin tidak mirip dengan manusia.


Jelas, jika kau adalah manusia yang sempurna, maka berjalan dengan 2 kaki saja adalah suatu hal yang sudah lebih dari cukup, mengendalikan monster dengan 8 kaki hanya membuatmu tak berbeda dengan monster itu. Jika dia terbiasa untuk menggerakkan 8 kaki, maka suatu saat mungkin dia akan lupa tentang bagaimana caranya berjalan dengan 2 kaki secara sederhana, semua perintah di otaknya hanya akan berakhir dengan kebingungan.


Hanya dengan meninjau masalah kaki, perbandingannya sudah begitu mengerikan.


Maka semakin jelaslah betapa menakutkannya dampak yang diterima seseorang bila otaknya dikendalikan dan seluruh tubuhnya dimanipulasi oleh suatu mesin.


Apa bentuk sejati dari tubuhku? Bagaimana cara menggerakkannya?


Semua orang yang menggunakan powered suit armor dengan fasilitas pentransfer pengeahuan pasti tahu akan hal-hal ini dan tidak punya masalah dengan konsekuensinya. Silver Cross bisa menganalisis hal-hal tersebut di pikirannya setiap kali. Setidaknya dia masih bisa lega karena powered suit armor dengan sistem seperti ini belum diproduksi secara massal, sehingga paling tidak masih banyak manusia yang mengendalikan mesin, bukan mesin yang mengendalikan manusia.


Orang yang meninggalkan tubuhnya sendiri pasti punya pikiran yang tidak beres seperti ini


Dia sedang melihat orang yang berdiri di tengah kobaran api dan memegang Fremea Seivelun.


Dia melihat adegan di tempat dimana orang itu berdiri.


Dia berpikir bahwa ia tidak akan mungkin pernah bisa berdiri di tempat seperti itu, tidak peduli apa model powered suit armor yang ia gunakan.

Mengejarnya adalah pekerjaan yang sederhana.


Hamazura telah kehilangan motor Dragon Rider, tapi masih jauh lebih mudah untuk bergerak di dalam powered suit armor dibandingkan dengan tidak mengenakan apa-apa. Dia berjalan melalui terowongan bawah tanah. Dia tidak bisa menghindari staminanya yang semakin terkuras yang disebabkan oleh pergerakan anggota tubuhnya sendiri, tetapi ia senang bahwa dia bisa bergerak lebih cepat daripada berlari dengan menggunakan kedua kakinya.


Mencari sesuatu baginya adalah pekerjaan sederhana.


Dia menggunakan data powered suit armor untuk memancarkan elektronik "net" dan data Silver Cross telah tertangkap di dalamnya. Dia berada tidak jauh. Dengan kakinya yang ditopang kekuatan mesin, Hamazura bisa mengejar dia dengan segera.


Membaca pergerakannya adalah hal sederhana.


Silver Cross memiliki dua pilihan pada saat itu.


Pertama, ia bisa lari secepat dia bisa, bertemu dengan rekan-rekannya, dan berganti ke armor yang lebih kuat. Tapi dia tidak akan memilih itu. Titik lemah terbesar dari seorang pilot powered suit armor adalah ketika ia berada pada tenggang waktu antara pergantian armor-nya, ia bisa diserang sewaktu melakukan pergantian itu, dan itu bagai seorang prajurit yang tidak memakai baju besi namun harus berhadapan dengan meriam. Karena ia tidak tahu kapan Hamazura akan mengejar dia, Hamazura ragu dia akan melakukan kontak dengan salah satu markas “berjalan” miliknya.


Oleh karena itu, Silver Cross akan memilih pilihan lain.


Dia tidak akan merubah armor-nya ke model yang lebih kuat, melainkan dia akan berusaha untuk menangkap Fremea Seivelun secepat yang dia bisa menggunakan armor-nya yang mirip armadillo itu saat ini juga. Adalah fakta bahwa nyawa Fremea dapat digunakannya untuk melakukan “skak-mat” pada pergerakan Hamazura dan Accelerator. Dan, dengan menggunakan kamera keamanan, Silver Cross telah melihat Hamazura yang telah mengoper Fremea ke tangan Hanzou yang tidak memiliki armor sama sekali di tubuhnya. Dia juga tahu bahwa Hamazura telah berpisah dari Hanzou dan Fremea untuk mengejar Silver Cross lebih jauh.


Silver Cross yakin untuk berpikir bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya.


Jika dia bisa menyelinap melewati Hamazura, menyerang Hanzou yang tak berdaya, dan menculik Fremea, dia masih bisa mengubah situasi ini berbalik 180°.


Karena itu, mendapatkan serangan mendadak pada Hanzou adalah hal sederhana.


Silver Cross yakin untuk menggunakan terowongan lagi guna mendapatkan Fremea kembali secepat mungkin.


Dan karena ia ingin menyelinap melewati Hamazura, dia tidak akan menggunakan jalan terpendek.


Dia membutuhkan jalan yang memutar untuk melewati Hamazura yang berada di posisi yang lebih menguntungkan, dan kemudia sampai di tempat Fremea dengan Hanzou-nya yang tak berguna.


Itu tak akan lama.


Setelah Hamazura telah bekerja dengan semua itu, ia hanya harus menunggu Silver Cross tiba di armor-nya yang seperti armadillo.


Dengan suatu bentrokan, Hamazura melompat dari belakang dan memukul bagian belakang armadillo dengan tendangan terbang.


Armadillo itu tersentak ke tanah dan memantul lima atau enam kali. Model itu akhirnya berhenti ketika menghantam dinding yang melengkung dan kemudian perlahan-lahan berdiri.


Dia telah berhasil dalam serangan kejutannya, tapi Hamazura masih merasa tidak tenang.


(... Aku menggunakan waktu yang paling tepat dan memukulnya dengan semua berat badanku ketika dia lengah, namun dia masih bisa bergerak. Dia benar-benar sulit untuk dikalahkan.)


Armadillo itu, pada pertarungan sebelumnya, tanpa ragu melompat keluar dari powered suit armor berkaki 4 yang berlari pada kecepatan lebih dari 500 kilometer per jam dan dia masih saja bisa mempertahankan bentuk normalnya. Benda itu pastinya menjamin melindungi nyawa pengendaranya. Sepertinya itu lebih dari sekedar powered suit armor yang terlihat kokoh secara struktur. Mungkin juga memiliki semacam mekanisme kontrol elektronik yang membuat pengendalinya terbebas dari suatu gelombang kejut.


Hamazura mengenakan armor pengendali untuk Dragon Rider, suatu perwujudan dari teknologi "resmi" yang semula dibuat sebagai motor patroli Anti-Skill.


Silver Cross mengenakan bagian dari koleksi powered suit armor miliknya yang juga merupakan perwujudan dari mesin dengan teknologi yang serupa dengan apa yang dipakai oleh Hamazura, namun bedanya, milik Silver Cross berasal dari sisi gelap Academy City.


Mereka berdua harus saling mengalahkan denga menggunakan teknologi yang berada di level yang sama, suatu pertempuran yang adil tentunya.


Kontrol armor Hamazura dan armor armadillo Silver Cross tidak bertukar kata-kata.


Langkah pertama diambil sebelum mereka bisa.


Tinju mereka saling berbentrokan.


Suara berderit keras terdengar.


Itu bukan suara tubuh yang terdiri dari daging-dan-darah yang saling bertumbukan. Tapi itu juga bukan hanya suara armor powered suit armor yang menghantam satu sama lain.


Tinju kanan Hamazura telah menangkis tinju Silver Cross.


Dia telah menyerang lengan Silver Cross yang lebih rendah secara paksa untuk mengubah lintasan tinjunya.


Hamazura melemparkan pukulan dengan tinju kirinya sebagai respon.


Itu adalah suatu pukulan “uppercut”.


Armadillo dengan sengaja memindahkan bahu ke arah tinjunya untuk menjaga agar tubuhnya menerima kerusakan serendah mungkin.


Tentu saja, ini bukan teknik milik Hamazura Shiage.


Dan juga bukan teknik milik Silver Cross.


Komputer di dalam powered suit armor sedang mencari pengetahuan dan keterampilan dan memperkuat mereka berdua dengannya. Mereka menggunakan itu secara penuh dalam pertarungan jual-beli pukulan itu, yang kekuatannya bahkan lebih dahsyat daripada tembakan senapan. Mereka memprediksi pergerakan lawan mereka masing-masing, menghitung lintasan dari tangan mereka, menangkis, dan kemudian mulai serangan mereka selanjutnya. Dan semua proses ini dilakukan pada kecepatan 3 kali dalam satu detik.


Motor dan cairan kimia mengoreksi vektor momentum tinju mereka untuk menciptakan kekuatan penghancur setingkat tembakan senjata api.


Silver Cross mengendalikan senjata yang berbentuk manusia itu, dengan diperkuat dengan kekuatan mesin, dia bisa membuat serangan dengan daya hancur yang lebih besar.


Suara-suara pukulan yang kuat dan bunga api berterbangan terus dan terus.


(... Hanya mengadu armor tangguh kita satu sama lain dan terus-menerus seperti ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Kedua armor diciptakan untuk sulit dihancurkan. Sebuah serangan frontal hanya akan membuang-buang waktu.)


Hamazura berpikir sementara ia mengendalikan armor yang terus memperkuat tinjunya sampai ke tahap kekuatan yang bisa membengkokkan mobil sekalipun.


(Tapi lawannya bukanlah tank atau mobil lapis baja. Mereka hanya powered suit armor yang cocok dengan pergerakan tubuh seseorang dan mampu memperkuat momentum. Kelemahan itu bisa aku gunakan untuk menghentikan gerakannya.)


Dengan kata lain, ia harus menghentikan manusia yang ada di dalamnya, dan bukannya powered suit armor keras yang ada di luar.


Hamazura tidak terlihat terganggu ketika terus menghindari tinju armor armadillo sementara dia terfokus memikirkan rencana yang bertujuan untuk menghancurka sensor gerak lawannya. Hamazura menahan lengan Silver Cross dengan membungkus tubuhnya dengan kedua tangannya.


Lengan powered suit armor berbeda dari lengan mesin biasa. Sepasang lengan manusia asli berada di dalam lengan powered suit armor itu.


Itu berarti jika seseorang menggunakan berat badannya untuk merusak lengan pada bahu dan siku powered suit armor itu, maka lengan manusia yang berada di dalamnya juga akan hancur.


Tentu saja, Hamazura tidak benar-benar mengetahui jurus mengunci persendian seperti yang sering dipertunjukkan pada seni bela diri.


Dia tidak tahu bagaimana cara untuk merusak persendian seseorang ketika mereka masih berdiri dengan penjagaan penuh.


Itu semua karena perkuatan mesin.


Rasanya seperti mendorong dan mengongkek rel kereta api.


Anggota tubuhnya bergerak cepat dan ia mematahkan lengan lawannya dengan gerakan yang lebih tenang daripada yang biasa dia lakukan ketika berada di situasi segmenting ini.


"Gaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh !!"


"Judo dan gulat memang menakutkan, ya? Aku tidak ingin bertarung dengan jurus-jurus itu di jalanan tanpa pengawasan wasit!! "


Powered suit armor terdiri dari mesin dan bisa mengubah arah pergerakan dari persendiannya. Itu mungkin tidak bisa rusak bahkan jika benda itu terbengkok sampai melingkar.


Tapi lengan manusia yang berada di dalam adalah cerita lain.


Dan karena armor powered suit dioperasikan dengan cara mencocokkan gerakan manusia, suatu cedera pada manusia akan sangat mempengaruhi pergerakan dari powered suit armor secara keseluruhan.


(Aku tidak perlu merusak kedua lengannya dan kedua kakinya. Kalau aku bisa mematahkan satu kaki saja, dia tidak akan bisa bergerak lagi ... !!)


Saat itulah ia mendengar suara aneh. Lengan kanan armor armadillo yang diduga Hamazura telah rusak mulai bergerak dengan tidak wajar.


Benda itu terlihat seperti sedang berubah ke bentuk baru atau sejenisnya. [seperti yang terlihat di film robot “Transformer”.]


"Jangan meremehkan akuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!"


"!?"


Silver Cross menggunakan kekuatan tangan kirinya untuk merobek bagian bawah siku dari patahan lengan kanan yang masih dipegang Hamazura.


Hamazura kehilangan keseimbangan dan Silver Cross menghadiahinya tendangan kuat ke arah perutnya.


Punggung Hamazura menerpa dinding beton dan retak tipis muncul di sepanjang dinding.


"Gah !?"


Kemudian datang pukulan kedua.


Dan ketiga.


"... !!!!!!"


Bahkan saat mengenakan powered suit armor, itu sudah cukup untuk menekan angin keluar dari dirinya. Saat ia berjuang untuk bernapas, ia melepaskan lengan kanan armor armadillo itu.


Itu tidaklah normal.


Tentu saja, serangan seperti itu akan merusak tubuh asli Hamazura, tapi rasa sakit yang diterima seseorang ketika lengannya dirobek seharusnya lebih besar. Itu tidaklah mengejutkan jika seseorang menggigit lidahnya sendiri karena shock ketika hal itu terjadi.


Hamazura menatap lurus ke depan dengan pandangan yang mulai meredup dan melihat sesuatu yang tidak biasa terdapat pada armor armadillo.


Armor itu runtuh seolah-olah terbuat dari lumpur.


"... Kau salah jika berpikir Kau bisa menghentikan armor dengan menghancurkan apa yang ada di dalamnya. "


Sesuatu sejenis minyak hitam kental dan sesuatu seperti sepotong sabuk berbentuk karet terurai keluar dan mulai membungkus di sekitar lengan armadilo yang jatuh ke tanah. Kemudian lengan yang seharusnya terpotong secara paksa itu kembali disambungkan ke tempat semulanya dengan menggunakan minyak dan sabuk tersebut, seakan-akan itu perekatnya. Lengan powered suit armor-nya lebih tampak seperti sesuatu yang hidup, daripada mesin.


(... Ini seperti cangkang kepiting. Dia menggunakan cangkang itu untuk menghubungkan lengan robek ...!)


Saat armor lepas dari wajahnya, suara Silver Cross menjadi lebih jelas.


Suaranya seindah dentang lonceng.


"Sekali armor powered suit melampaui suatu titik tertentu, pada dasarnya, benda ini akan sama dengan cyborg. Hanya saja perbedaannya adalah dengan adanya perkuatan atau tidak sama sekali."


Dengan suara seperti air, “cangkang” Silver Cross kembali berubah. Di dalamnya ada seorang pria muda dengan rambut panjang dan wajah anggun. "Cangkang"-nya berubah sehingga dia tampak seperti mengenakan jubah kotor.


Dia sama sekali tidak terlihat seperti robot yang dilingkupi oleh baju besi tebal seperti aapa yang tampak selama ini.


Setengah dari tubuh Silver Cross ditutupi oleh otot buatan yang secara paksa memperkuat tubuhnya dari luar, tetapi sosoknya ini tampak seperti manusia setengah mesin yang belum jadi.


Serat menggeliat dari cairan kimia dan langsung dapat terlihat.


Pada bagian permukaan tubuhnya yang tidak rata, nama modelnya, Emergency, ditampilkan dengan huruf merah.


"Oleh karena itu, menghancurkan tubuh di dalam armor adalah sia-sia. Itu masih bisa diperkuat oleh cangkang. Jika Kau menghancurkan tulang, otot-otot lengan dan kakiku, menghancurkan pembuluh darahku sehingga aku kehilangan darah, atau bahkan merusak atau menghentikan organ internalku, armor ini dapat memotong semua itu dan memungkinkan aku untuk terus melawan. Bahkan ... "


Sebuah suara yang terdengar seperti gigi yang berderit bisa didengar dan sejumlah lengan tebal panjang dan terbungkus, dengan ujung yang mencuat dari bagian sisi kanan dari tubuhnya yang tertutupi oleh mantel, mulai nampak.


"Otakku."


Rasa dingin mengalir di tulang belakang Hamazura.


Pengetahuan dan keterampilannya dilengkapi oleh sistem komputer.


"... Kekuatan ini seharusnya digunakan untuk melawan 'mereka', jadi tentu saja ini bukanlah senjata yang normal."


Hamazura tidak tahu berapa banyak kerusakan yang bisa dihadirkan oleh armor itu, tapi perkelahian ini jelas telah melampaui level pertempuran antara dua manusia yang terdiri dari daging dan darah. Pertempuran tidak lagi bisa diselesaikan dengan menanamkan peluru ke tubuh lawanmu.


"Sadarilah itu dan kemudian kita bisa menikmati ini. Aku akan menunjukkan kepada Kau betapa menjijikkannya menjadi makhluk yang sudah tidak lagi mirip dengan manusia. "


Pada kenyataannya, taktik Silver Cross telah mulai sebelum ia merubah sosok armor itu, sebelum lengan kanan armor mirip armadillo itu robek, dan bahkan sebelum baku hantam pada tingkat ledakan senapan tadi dimulai.


Ini telah memulai seketika ia terkena tendangan terbang kejutan beberapa waktu yang llu.


Itu datang dari pengalaman yang berbeda. Silver Cross Alpha telah menggunakan segala macam jenis powered suit dalam jangka waktu yang lama, jadi dia tahu hal apa yang penting dalam sebuah pertempuran powered suit armor dan ia tahu apa yang harus lakukan untuk mengalahkan musuh saat mereka muncul.


Dia tahu hal yang paling penting.


Itu bukanlah perihal armor atau persendian luar mesinnya dan bukan juga baterai atau motor. Ada sesuatu yang harus dipahami terlebih dahulu sebelum hal-hal tersebut.


(Memperkuat dan melengkapi pengetahuan dan kemampuan dengan komputer.)


Tidak peduli seberapa kuat pukulannya, itu tak akan berarti jika tidak mengenai targetnya. Tidak peduli seberapa padat armor-nya, itu tak berarti apa-apa jika terdapat suatu celah padanya.


(Tak satu pun diantara kita yang ahli dalam pertempuran atau seni bela diri. Pikiran yang disesuaikan oleh komputer tersebut menghitung pola serangan yang paling efektif berdasarkan tingkat pengalaman. Jadi ... jika Kau dapat mengetahui bagaimana data perkuatan musuhmu, Kau dapat membidik kelemahan musuhmu dengan akurasi 100%.)


Oleh karena itu, Silver Cross telah menempatkan modus kamera untuk kecepatan tinggi dan mulai menganalisis dari sesaat sebelum pertempuran dimulai. Dia melawan Hamazura dan membuat komputernya bekerja pada saat yang sama.


Dan ia mendapat jawaban.


Ketidaktentuan yang tak terbatas telah dipersempit ke pilihan yang terbatas.


Jelas, Hamazura Shiage memiliki pola serangan yang jumlahnya hampir tak terbatas yang bisa dia dengan bebas gunakan. Tapi dia hanya memiliki 5 pola serangan pada langkah pertama. Silver Cross terlebih dahulu menghancurkan penyebaran kemungkinan serangan dalam waktu 0,1 detik. Jika dia menciptakan situasi di mana ia bisa mengantisipasi setiap kemungkinan serangan yang hendak dilakukan Hamazura, kemenangannya akan terjamin. Itulah mengapa dia mengubah sosok armornya. 7 lengan melengkung dengan ujung runcing siap untuk menembus melalui celah pada armor milik Hamazura, di bagian ketiak, paru-paru, dan jantungnya serta juga merusak komputer pada punggungnya. Lengan-lengan tersebut sudah siap untuk mengantisipasi setiap gerakan yang Hamazura hendak rencanakan.


Hamazura tidak menyadari hal ini. Itulah mengapa ia mengambil langkah terakhir maju untuk menyerang Silver Cross.


Dia tidak tahu bahwa serangan terakhirnya bisa membuat dadanya tertembus.


(... Jadi dia mempersiapkan suatu serangan penghancur yang diujukan pada tamengku.)


Hamazura berada di situasi yang disebut kemungkinan.


Apa yang ada di depannya adalah jalan buntu.


(Bersiaplah hadapi kematianmu, hai Level 0 !!)


Suara tumbukan benda tumpul terdengar.


Itu adalah suara dari tubuh manusia yang dihancurkan oleh suatu serangan melalui celah-celah pada sendi dari armor powered suit.


Pada saat itu, 7 lengan tajam telah secara akurat meng-intersep 5 kemungkinan pergerakan Hamazura. Lengan-lengannya mencegat setiap kemungkinan tindakan Hamazura, menembus jantungnya, dan menghancurkan komputer yang mengendalikan armor powered suit-nya sehingga itu tidak bisa lagi memberinya perintah.


Namun secara mengejutkan itu tidak pernah terjadi, Hamazura menyelinap melewati serangan lengan-lengan itu.


7 lengan tersebut luput.


Hamazura mengirim tinjunya ke tubuh Silver Cross Alpha dengan kekuatan yang luar biasa, dan serangannya ini bukanlah serangan yang termasuk ke dalam 5 kemungkinan yang telah diprediksi oleh komputer lawannya sebelumnya.


(Ap-?)


Napas Silver Cross tercekat, tapi kemudian ia menyadari apa yang terjadi.


(Dia mematikan sistem komputer yang sejak tadi membantunya menggerakkan powered suit itu dan juga mengirimkan sejumlah informasi mengenai pengetahuan dan keterampilan bertempur, pada detik terakhir.)


"... !?"


Dia segera mengayunkan 7 lengannya, tapi sudah terlambat.


Senjata-senjata itu telah dikerahkan sehingga bisa memberikan serangan penghancur maksimal dalam jarak yang ia sudah tetapkan. Namun kini semua kenyataan yang terjadi sangatlah berbeda dengan rencana teoritis. Lengan-lengan itu tidak lagi dapat mencegat pergerakan Hamazura karena si mantan preman berhasil mendekati lawannya pada jarak yang begitu dekat dan diluar jangkauan perhitungan lawannya.


Ujung runcing lengan itu dengan ringan mengoyak armor Hamazura.


Tapi itu tidak cukup untuk menghentikan si mantan preman.


Lengan-lengan itu tidak bisa menghentikan pergerakannya dan Hamazura langsung saja melayangkan tinju yang bisa mengoyak pintu mobil sekalipun kepada Silver Cross.


Hamazura memutar tinjunya ke samping sekali lagi dan memukul tubuh Silver Cross untuk yang kedua kalinya.


Kali ini serangan si pejuang Perang Dunia III itu mengenai baterai dan komputer lawannya.


Suara yang seperti mesin parut itu terdengar dan semua bagian armor Silver Cross yang bisa bergerak, kini berhenti. Powered suit-nya yang digadang-gadang bisa membuat seorang anak culun sekalipun berubah menjadi ksatria bertopeng, kini tidak lebih dari rongsokan logam berharga mahal.


"... Jadi kau ..." Silver Cross tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya dan ia terjebak dalam armornya yang terbungkuk. Dia hanya bisa bergerak mulutnya. "... bisa mengetahui bahwa aku membaca pola seranganmu ... "


"Ngomong apa kau, bajingan?" Sembur Hamazura sebagai jawaban. Dia masih benar-benar tidak tahu apa yang Silver Cross dari tadi rencanakan. "Aku baru sadar bahwa bertarung itu adalah hal yang tidak perlu diatur oleh siapapun atau sesuatupun. Bahkan oleh komputer canggih yang disisipkan ke powered suit seperti ini."



Part 20[edit]


Silver Cross Alpha telah dikalahkan.


Dia tampaknya masih sadar, tetapi komputer pengendalinya telah hancur, sehingga semua sendi-sendinya telah membeku dan dia bahkan tidak bisa keluar dari armor itu sendiri. Dia terjebak dalam armor yang sudah tidak berfungsi.


Hamazura memeriksa kondisi lawannya untuk memastikan itu dan setelah semuanya aman, dia bersandar pada dinding terowongan beton. Dia menarik napas lega.


Setengah jam terakhir, dia telah terlibat dalam suatu pertempuran yang intens.


Tubuhnya masih bermandikan keringat dingin dan panas akibat pertarungan tadi.


"Hamazura !!" Hanzou datang dengan berjalan dari kejauhan terowongan gelap tersebut. "Apakah kau masih sehat? Tak kehilangan suatu bagian tubuh pun?"


"Nggak tau deh ..." Sambil berbicara, Hamazura membuka dan menutup tangan powered suit armor-nya. "Tapi armor ini sungguh merepotkan. Benda ini tidak dapat memperkuat momentum seranganku lagi dan informasi yang diberikannya bergantung pada kekuatan itu. Jika aku mencoba mengikuti apa yang armor ini sarankan padaku, aku hanya akan berakhir dengan menghancurkan tulang-tulangku sendiri. ... Benda ini sekarang benar-benar tak lebih dari armor untk mengendarai motor."


Dia senang bahwa tubuhnya tidak berakhir dengan membeku seperti apa yang terjadi pada Silver Cross. Dan itu masih lebih keras dari pakaian normal bahkan jika tidak bisa memperkuat momentum serangannya.


Dia melepas helm dan menghirup udara secara langsung sebelum mengajukan pertanyaan.


"Di mana Fremea?"


"Dekat kok. Sepertinya dia mengira bahwa Kau adalah Kamen Rider."


"Hei, kalau aku bisa mengatasi semuanya hanya dengan menyembunyikan wajahku seperti itu, aku akan mencobanya."


Mereka mendengar suara berderit dan langsung mengarahkan mata mereka kepada bagian gelap dari terowongan.


Jauh di terowongan kereta bawah tanah yang gelap, mereka mendengar sedikit suara. Itu bukan suara alam. Itu terdengar seperti suatu pegas tebal yang berderit.


Hamazura segera memakai helmnya kembali dan beralih ke mode “penglihatan malam”. Dia berhenti bernapas setelah ia melakukannya.


"... Oh, sial ..."


"Ada apa, Hamazura? Apa yang Kau lihat? "


Semassa logam.


Kaki yang merayap.


Lensa yang menyorotkan pandangan mata yang dingin.


"Lagi……..Sebuah powered suit lainnya."


"Bukankah kau baru saja mengalahkan orang ber-powered suit!?"


"Bukan hanya ada 2 atau 3. Ada lebih dari 10 benda terkutuk seperti ini. Bukan hanya Siver Cross yang bisa memakainya!! "


"Jadi begitu ya ..." gumam Silver Cross sementara ia masih membeku di dalam armor rusak-nya. Suaranya diwarnai dengan ejekan kepada dirinya sendiri. "Gadis itu mengirim koleksiku dari hanggarku tanpa izin."


Melihat ancaman baru muncul, Hamazura mundur selangkah dan Hanzou langusng ambil langkahseribu walaupun dia belum bisa melihat sosok mengerikam apa yang hendak datang. Kemudian kedua preman ini mulai berlari. Rasa lega karena baru saja mengalahkan seorang musuh tangguh seakan lenyap secepat kilat.


"Ayo temui Fremea! Kau bilang dia berada di sekitar sini, kan !? "


"Aku meninggalkan dia dengan Kuruwa. Dia memiliki tempat persembunyian di dekatnya, jadi mari kita menuju di sana! Tapi kita tidak bisa menangani sekelompok powered suit seperti itu. Apa yang akan kita lakukan, Hamazura !? "


"Itu harusnya jelas ..."


Dia tidak bisa menggunakan armor Dragon Rider-nya lagi.


Musuh terus mengirimkan lebih banyak pasukan yang membuat seolah-olah kekuatan mereka tampak tak terbatas.


Suatu jalan buntu mulai nampak.


Seberapa jauh mereka harus berlari? Bisakah mereka terus berlari? Apakah berlari merupakan pilihan yang paling tepat?


Hamazura dikejar-kejar lagi, tapi ia menatap ke depan dan memberikan jawabannya.


"Kita harus mencegah mereka untuk menyelamatkan Fremea !!"



Diantara Baris Keempat[edit]


Mereka sementara akan melumpuhkan komunikasi kota sehingga laporan tidak dapat dikirim ke Anti-Skill atau Judgement dan kemudian menyerang sebagai sebuah kelompok untuk melumpuhkan target pada daftar esper berbahaya.


Rencana itu berjalan dengan baik. Skill-Out terdiri dari sejumlah kelompok, tetapi tindakan mereka haruslah berdasarkan pada laporan dan masing-masing amggota harus menyetujui rencana tersebut.


Orang, uang, bahan. Komaba dan anak laki-laki serta perempuan di sekitarnya bisa mengatakan bahwa mereka telah mengumpulkan hal-hal tersebut dengan cukup untuk melaksanakan suatu rencana dan mereka pun bersukacita.


Tapi, pada saat yang sama, Komaba Ritoku punya pikiran: Ini tidak akan mudah.


Bahkan jika mereka mengepung esper kuat dengan sejumlah besar pasukan, itu tidak menjamin bahwa mereka bisa mengalahkannya. Dan mengalahkan esper itu sekalipun tidak akan menjamin bahwa si esper akan lumpuh total. Yang paling penting, mereka telah menyebarkan semangat juang Level 0 yang dengan gagah beraninya melawan esper. Dan juga, para petinggi dari Academy City yang kuat cukup untuk tetap menjaga berjalannya kota dan mereka mungkin akan mengambil tindakan untuk menghalangi Komaba dan rencana lainnya.


Langkah lain dibutuhkan.


Dia harus menciptakan situasi di mana serangan terhadap Level 0 akan berhenti tak peduli apakah rencananya berhasil ataukah gagal dan tidak peduli apa hasil yang terjadi.


Tapi ia tidak bisa menggunakan langkah tersebut.


Sementara ia berusaha untuk melakukannya, semuanya dimulai.


Para Petinggi Academy City kemungkinan telah mengirimkan pembunuh terburuk untuk menghentikan rencana Skill-Out. Dia dikenal sebagai Accelerator. Dia adalah Level 5 terkuat di Academy City. Dia berjuang untuk melindungi kota dari sudut padang yang sama sekali berbeda dari Komaba.


Setelah melihat dia dan berkelahi dengan dia, Komaba Ritoku akhirnya tersenyum sedikit dalam hatinya.


Dia telah menemukan langkah terakhirnya.


Dia telah menemukan potongan terakhir yang diperlukan untuk memecahkan masalah Level 0 yang diserang, terlepas apakah rencana itu berhasil ataukah gagal.


Aku menang.


Itu hal terakhir yang ia gumamkan dalam hatinya terhadap Academy City, ketika pertempurannya berakhir. Ia bersyukur bahwa ia cukup beruntung untuk menemukan seseorang yang bisa dipercayai oleh perasaannya.



Chapter 5: Bahkan Jika Dia Tidak Menjadi Seorang Pahlawan — Knight(s).[edit]

Part 1[edit]


Kuroyoru Umidori berdiri di atap apartemen.


Jika dia menggunakan kemampuannya, bahkan jika tidak ada lantai di bawahnya, itu tidak akan mempengaruhi pergerakannya. Meskipun dia tidak bisa terbang lurus seperti pesawat, jika hanya bergerak dari satu atap bangunan ke atap yang lain, dia bisa melakukannya dengan cukup nyaman.


Dia menuju ke arahnya 'tempatnya bekerja'.


Para bawahan dari 'Freshmen' telah melacak Hamazura dan Fremea, dan telah menegaskan bahwa mereka bersembunyi di dalam bangunan yang ditinggalkan.


Mereka berhenti di tengah jalan karena dia menyadari bahwa telepon di tangannya sedang berdering.


Dengan kerudung kepala mantel berwarna putih-nya yang menutupi rambutnya, Kuroyoru Umidori meraih telepon. Dia menempatkan boneka lumba-lumba di samping kakinya dan melangkah di atasnya, sehingga keluarlah suatu suara mendecit.


"Ya, itu benar. Bawakan aku 'harta karun terpendam' dari tempat Silver Cross . Ini adalah saat yang kritis sekarang. Orang itu sudah tidak berguna. Adalah membuang-buang uang untuk menyelamatkan harta itu. Sudah waktunya bagi mereka untuk menunjukkan barang-barang mereka."


Orang yang berada di sisi lain sambungan telepon adalah seseorang yang bekerja di bawah naungan Silver Cross. Yaitu orang yang bertugas mengaktifkan powered suit.


"Di bawah kendali otomatis, gerakannya secara abnormal adalah sederhana, sangat mudah bagi musuh untuk melihatnya."


"Tidak apa-apa jika musuh tidak memiliki cukup senjata untuk menembus baju besi. Kita bisa mengandalkan jumlah kita di sini ... selain itu, jika kita tidak menggunakan benda itu, harta karun itu akan berkarat. "


"……………......."


"Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus maju, ini adalah spesimen yang sempurna untuk standar dasar pada 'Teknologi mutakhir'. Hal inilah yang kita hadapi sebagai 'Freshmen'. Jika Kau memahaminya, cepatlah dan kirim itu. Perkara Silver Cross, jangan peduli dia mau berkata apa, kirimkan saja."


"Tapi model yang ..."


"Aku paham, itu adalah satu-satunya model tanpa pengendali otomatis AI, kan? Apakah itu merupakan atribut yang begitu unik pada suatu powered suit? Rasanya seperti sebuah driver komputer yang meng-input-kan algoritma tertentu ke dalam otak manusia untuk meningkatkan kemampuannya."


Kuroyoru merenungkannya untuk sementara waktu,


"Yah, apa boleh buat."


"Jadi, kita tidak menembakkan FIVE_Over?"


"Sebaliknya. Sisipkan Silver Cross yang sudah tak berdaya ke dalam FIVE_Over. Itu dapat bertindak sebagai kode algoritma, kita hanya perlu kode saraf."


Betapa dingin perkataan itu.


Seakan-akan ingin menghancurkan semua kecakapannya dalam berbicara.


"Kalau begitu, mari kita pastikan itu. Sebagian besar powered suit berjalan dengan otomatis. Dengan Silver Cross di dalamnya, FIVE_Over akan diaktifkan melalui prosedur pra-install ... karena tidak memiliki kesadaran. Dan di bawah kendali otomatis, gerakan itu hal akan menjadi sesuatu yang sangat sederhana. Dan juga, kita tidak bisa menjalankan sedikit penyesuaian pada operasi pertempuran yang kompleks. Dengan kata lain ... "


"Jadi Kau tidak bisa menjamin apakah Fremea Seivelun akan tetap hidup?"


Kuroyoru mendengus.


"Tidak masalah, tidak apa-apa jika kita membunuhnya. Para Petinggi telah mengasumsikan bahwa Hamazura Shiage telah bekerjasama dengan Accelerator, dan mereka membentuk semacam aliansi baru. Misi anak itu sudahlah selesai. Bahkan jika kita membunuhnya, aku tidak akan dimintai suatu pertanggung jawaban pun ... cepat dan selesaiakn itu sehingga kita bisa menangani 'mereka'."


Dia menutup telepon dan meraih cokelat batangan dari saku bagian dalam mantelnya. Itu adalah jenis coklat yang dalam iklan dikatakan bisa dimakan sebagai pengganti menu sarapan.


(Dan, kalau begitu, sekarang, kami berhasil merealisasikan rencana sampai sejauh ini, untuk perihal Hamazura dan Fremea. Titik utamanya masihlah Accelerator, ya?)


Dia memakan sedikit cokelatnya yang dicampur dengan madu dan krim.


(Meskipun orang itu merupakan 'pengalihan' yang dapat menahan serangan senjata nuklir sekalipun, prinsip di balik kekuatannya yang besar itu hanyalah teori pengubahan arah vektor. Ada contoh seseorang yang mirip dengannya di masa lalu yang juga menggunakan kemampuan dengan prinsip sama, yaitu dengan menarik kembali suatu gaya pukulan, sebelum suatu tinju bisa mengenai permukaan wajah targetnya, dan dia menggunakan 'pengalihan' itu untuk menyerang Accelerator langsung ... dan sekarang, melalui 'Dark May Project', aku bisa melakukan sedikit konsep dari kemampuan itu. Dengan kata lain, aku punya waktu di pikiranku.)


Berpikir tentang ini, Kuroyoru dengan tidak sengaja mendongak ke atas.


"Ampun deh ... coklat ini terlalu manis. Manisnya sudah melewati batas asupan gula yang dibutuhkan oleh otak. Bukankah produk ini berarti mempermalukan suatu merek kesehatan?"


Saat ia mengatakan ini, dia dengan sengaja menguatkan suaranya, dia jelas-jelas berusaha untuk membiarkan orang mendengarnya.


"Kami tampaknya saat ini sedang membersihkan apa yang kami lakukan di masa lalu. Bagaimana kalau mencoba ini? Aku katakan, tak peduli apakah kau makan atau menunggu seseorang, adalah sangat menjengkelkan ketika tidak ada yang muncul bila Kau membutuhkannya, bukan?"


Menyeringai, Kuroyoru memalingkan kepala ke samping.


"Kinuhata Saiai-chan?"


Mendengar kata-katanya, tanpa kata-kata, Kinuhata berjalan ke depan.


Dia tidak memegang apa-apa pada kedua tangan mungilnya, namun baginya, hal yang paling dapat diandalkannya dalam suatu perkelahian adalah ‘pertempuran tangan kososng’. Pergelangan tangan ramping itu berisi 'kekuatan' yang mampu mengangkat mobil sekalipun.


"Ampun deh, bertemu dengan orang bermasalah ketika aku harus super mencari Hamazura. Aku kira Kau Super mengerti mengapa aku datang ke sini. "


"Waktunya tidak terlalu bagus, tapi aku bersyukur bahwa Kau bisa datang ke sini. Hal ini menjelaskan jaringankomunikasimu yang rumit. Ada baiknya jika kau mampu mendapatkan ‘ITEM' uang kau, Mugino dan yang lainnya telah dirikan, karena Kau berhubungan dengan Accelerator dan Hamazura Shiage. Kami mendapati 'kelompok besar' yang terkenal, dan ketika Para Petinggi sudah menurunkan titahnya, maka waktunya untuk memusnahkan semuanya."


"Kau bisa melakukan Super apapun yang Kau inginkan, aku-"


"Kinuhata-chan."


Suara Kuroyoru yang penuh nada penghinaan mengalahkan apa pun yang Kinuhata hendak katakan.


"Maafkan aku, tapi aku bersenang-senang ketika harus ngoceh sendirian. Jujur, Kau tidak memiliki suatu hak istimewa pun untuk berbicara, kau tahu? Hak isimewa. Kau tidak mengerti arti kata sederhana ini, kan? "

NT Index v01 319.jpg

"'Freshmen' ..."


Kinuhata tidak sengaja bergumam.


"Apakah kau sangat senang bergabung dengan kelompok baru?"


"Aku sudah mengatakan itu sebelumnya; Aku tidak berharap untuk berbicara denganmu. Nah, itu saja. Aku tidak benar-benar senang atau apalah itu, hanya saja aku kembali ke tempatku sebelumnya. Ini adalah di mana aku berada. Jadi, aku ingin menghancurkan, aku ingin membunuh."


Kuroyoru tidak gelisah sama sekali.


Tidak ada yang bisa mengahalanginya.


"Meskipun aku mengatakan ini, penyesuaian yang Para Petinggi buat tampaknya dipaksakan oleh situasi. Mengapa 'mereka' akan mengambil tindakan? Oh ya, 'mereka' yang kumaksud tidak mengacu pada Hamazura Shiage ataupun Accelerator dan para kerabatnya. "’Mereka’ adalah murni ancaman dari luar ... dengan kata lain, ‘mereka’ adalah orang-orang 'dengan hukum yang berbeda dari kami', jadi kita tidak bisa mengendalikan ‘mereka’. Untuk ini, kami mengatur ulang orgnanisasi kami. Namun, tampaknya Kinuhata-chan ini tidak paham situasinya ini ketika dia tidak bisa dipanggil."


"... Seorang siswa buruk yang bahkan tidak bisa mendapatkan 'nilai' masih memiliki masalah yang tidak beralasan dan melebih-lebihkan apa yang pernah terjadi."


"Hah? Apakah Kau berbicara tentang 'Dark May Project'?"


Sambil tertawa dan mencaci istilah itu, Kuroyoru menendang boneka lumba-lumba menggembungnya.


Tidak diketahui apa yang menyebabkan boneka lumba-lumba itu bisa menempel ke bagian belakang jas berwarna putihnya.


Kemudian,


"Aku seorang individu 'terdekat' ke elemen serangan. Nah, karena kekuatanku begitu banyak yang meluap, pada akhirnya aku membunuh para peneliti dan menyebabkan proyek bangkrut. Untuk 'anjing' yang ingin ku pertahankan dalam kondisi baik, mereka adalah siswa rendahan, bukankah itu benar, wahai siswa Freshmen kehormatan Kinuhata-chan?"


Tiba-tiba, nadanya suaranya berubah.


BOOM !! Sebuah ledakan terjadi.


Kuroyoru meluaskan tangannya, dan 'Bomber Lances' sepanjang 3m masing-masing mencuat dari tangannya.


Melihat ini, Kinuhata menutup matanya, dan perlahan-lahan membukanya lagi.


"... Seorang bajingan yang super lemah yang hanya bisa menembak dari telapak tangannya, apakah Kau berpikir bahwa Kau bisa mengalahkan aku?"


Nadanya berubah. Seolah-olah dia tertegun dengan hawa kekejaman yang dipancarkan tubuh Kuroyoru.


Tidak ada fenomena alam yang begitu luar biasa pada lingkungan di sekitar Kuroyoru, tetapi nitrogen di sekitar Kinuhata mulai membentuk dinding. Jika itu hanya setingkat serangan tombak, dia bisa melakukan 'Offense Armor' sepenuh 360°.


Kesamaan mereka berdua adalah perihal 'Dark May Project'.


Sebuah rencana yang meningkatkan kemampuan esper ini dengan menanamkan sebagian dari proses perhitungan yang dimiliki oleh esper terkuat di Academy City.


Dalam arti tertentu, proyek ini yang menginjak-injak kepribadian seseorang dan memberikan kedua gadis ini kekuatan.


Namun, meskipun kekuatan mereka dari jenis yang sama, sejatinya mereka berbeda.


Mereka adalah perwujudan versi ideal dari kemampuan perhitungan Si Nomor Satu. Ketika bagian mental 'bergerak dan tidak termasuk' dihapuskan, rincian kemampuan mereka juga akan berbeda.


Salah satunya menyerang.


Dan yang lainnya bertahan.


Keduanya adalah Level 4 esper yang memiliki kemampuan untuk 'memanipulasi nitrogen di udara', dan ada perbedaan yang jelas antara Kuroyoru Umidori dan Kinuhata Saiai.


Tapi apakah itu saja perbedaannya?


Atau apakah mereka sudah memikirkan hal-hal yang berbeda jauh sebelum kepribadian mereka berubah akibat proyek sisi gelap Academy City itu?


Mereka berdua telah berhasil bertahan melalui eksperimen mimpi buruk, tidak berniat untuk berbicara satu sama lain dan mencari cara untuk menghindari kekerasan.


Itu hanyalah sebuah serangan frontal, tetapi merupakan kehancuran total.


Hal ini disebabkan oleh bertabrakan tekanan nitrogen satu sama lain ketika Kinuhata dan Kuroyoru benturan secara frontal.


Tapi dalam hal menyerang, Kuroyoru memiliki keuntungan.


Tangan kanan dan tangan kiri; yang Bomber Lances ditembakkan keluar dari kedua telapak tangan melewati celah di pergelangan tangan Kinuhata dan menusuk ke arah dada dan perut.


Serangan itu benar-benar diarahkan dan memiliki kekuatan yang cukup untuk menembus tank.


Tapi setelah terpukul oleh serangan langsung, Kinuhata hanya menarik napas dalam-dalam, dan tertawa.


"... Aku super terampil dalam pertahanan."


Bomber Lances dibelokkan ke samping.


Tombak-tombak tak kasat mata itu dibelokkan oleh dinding nitrogen di sekitar tinju Kinuhata.


Setelah itu, ada suatu aliran yang deras bisa dirasakan Kinuhata.


"Kinuhata-chan!"


Tombak di satu sisi, dan kepalan tinju di sisi lainnya. Melihat ini, sudah jelas bahwa Kuroyoru memiliki keuntungan. Meskipun kekuatan Kinuhata cukup kuat, dia hanya bisa mencakup sekitar beberapa sentimeter pada area di dekat tinjunya. Sebaliknya, tombak Kuroyoru panjangnya sekitar 3m. Jika tinju Kinuhata dapat digambarkan sebagai senjata yang bahkan bisa menyaingi senapan Gatling-gun jarak dekat, maka tombak Kuroyoru adalah seperti miniature rudal jelajah jarak jauh. Dampak terbesar serangannya bukanlah kemampuan menancapnya, namun ledakan yang bisa mengubah gundukan bukit menjadi serpihan kerikil. Namun, karena serangannya masih dalam tahap pengembangan, sangat sulit bagi Kuroyoru untuk mengendalikannya meskipun dia adalah seorang ahli dalam serangan langsung. Namun,


"Super menyedihkan."


Menurunkan tinjunya yang dapat menghancurkan sebuah mobil menjadi besi tua, Kinuhata mendengus.


"Saat Kau tidak bisa membunuhku, pemenang sudah diputuskan. Pertahananku adalah pada lingkupan 360° penuh, dan itu bisa teraktifkan secara otomatis tanpa ada perintah dariku. Jika Kau tidak dapat menembus armorku, tidak peduli berapa kali Kau mencoba. Tidak peduli apa metodenya, seberapa miring sudutnya, Kau tidak akan bahkan melukai bola mata super lembutku ... metode menggunakan sejumlah besar nitrogen untuk menembus target seperti kertas basah dapat bekerja jika targetnya adalah baja biasa, tapi bagiku, baja sekalipun adalah benda yang super lemah, ketika dibandingkan dengan armor-ku, karena itu juga terbuat dari nitrogen.


Pada saat yang sama,


"Kau Super fokus pada serangan, dank au benar-benar mengabaikan pertahanan sama sekali, sehingga semua kekuatanmu hanya berkumpul di sekitar kedua pergelangan tanganmu. Jika tubuhmu adalah target super, Kau tidak mungkin mendapatkan serangan langsung ke tubuhmu sendiri, bukan? Super Pertanyaan tentang siapa yang memiliki keuntungan tidaklah ada ... seberapa besar perbedaan, aku akan memberitahumu dengan tanganku ini. "


Bahkan jika seseorang memahami, dia tidak akan berhenti.


Bahkan jika dia akan diserang dari segala arah melalui cara-cara yang berbeda, dia akan aman bahkan jika dia tidak mengambil tindakan sekalipun, karena tidak akan ada hantaman mengenai tubuhnya yang berakibat fatal.


Tapi Kinuhata Saiai tidak akan berhenti sampai dia menghancurkan musuh di depannya.


"Hihahaha, Kau tidak berubah sama sekali, Kinuhata-chan."


"Lantas apakah Kau sendiri memiliki perubahan super?"


"Aku punya."


Sementara melambaikan tangannya, namun Kuroyoru mengungkapkan ekspresi mengejek, meskipun tangannya adalah satu-satunya senjata dalam serangannya.


"Aku punya, aku punya, aku punya, Kinuhata-chan. Sebenarnya, itu lebih seperti aku yang sangat tertarik karena Kau masih pada tingkat ini. Kau harus berubah, ada begitu banyak kesempatan bagi Kau untuk melakukannya, jadi mengapa kau tidak berubah sama sekali? Mengapa kau tidak bisa melangkah keluar dari dasar dasar yang esper perlukan untuk menggunakan kekuatannya guna bertarung?"


"..."


"Apakah Kau berpikir bahwa rahasia esper adalah hanya tentang kekuatan? Tentang apa kekuatannya, apa jenis pola serangannya dan apa jenis kelemahannya? Apakah Kau benar-benar berpikir bahwa memahami ini akan memungkinkan Kau untuk mengontrol pertempuran? Yang seperti itu sudahlah usang, Kinuhata-chan. Biarkan aku ulangi ini sekali lagi, Kinuhata-chan. Jika Kau memiliki hati, Kau dapat berubah kapan saja Kau mau. Sama seperti aku."


Segera, Kinuhata menjadi waspada, waspada jikalau Kuroyoru memiliki senjata selain kekuatannya itu ... misalnya, pistol atau bom.


Dalam keadaan tertentu, itu adalah benar, namun dalam arti lain, itu adalah salah.


Hasilnya adalah,


Boneka lumba-lumba plastik menggembung yang menempel pada mantel putihnya meledak.


Semacam lengan mencuat keluar dari dalamnya.


Lengan ini seakan memperlengkap bentuk tubuh Kuroyoru, masih menempel di sisi kanan atas tubuhnya.


Meskipun itu adalah lengan, bentuknya masihlah sekecil lengan anak muda. Dalam arti tertentu, ini adalah sesuatu yang tidak memiliki keseimbangan. Tapi itu adalah lengan yang panjangnya tidak lebih dari 1m. Benda itu terasa seperti produk yang terbuat dari polietilen ataupun proteleum, dan itu adalah benda-benda keras dan kokoh yang bisa benar-benar bergerak tanpa persendian, semacam itulah sifat benda yang keluar dari bonekanya. Kulit yang berwarna seperti manusia, mengkilap, keras dan bersinar seperti benda buatan pabrik. Benar-benar berbeda dengan istilah-istilah itu. [polietilen adalah benda yang terbuat dari bahan buatan sintetis]


Sejumlah lengan melengkung seperti tabung terus menempel pada tubuhnya, seakan-akan mengikuti perintah dari Kuroyoru sembari telapat tangannya menunjuk ke arah Kinuhata.


Tentu saja, itu adalah benda yang tidak bisa dipelajari dengan biologi.


Dan kemudian pada saat yang sama, Kinuhata mengingat sesuatu.


Kuroyoru Umidori adalah seorang esper yang dapat menembakkan Bomber Lances dari telapak tangannya.


BOOOMM- !! Sebuah ledakan meraung-raung.


Sejumlah besar Bomber Lances diciptakan, dan semuanya berkumpul di satu tempat. Tombak-tombak transparan ini memiliki kekuatan dahsyat yang besar karena sembari terus menyudutkan Kinuhata, yang terus menjaga dirinya dengan kedua tangannya, dia terbang mundur, beberapa meter ke belakang.


Kinuhata melihat ujung lengan sweaternya yang rusak.


Luar biasa, 'Offense Armor' miliknya dapat ditembus.


"Senjata buatan ... armor ... tidak, benda super ini bukanlah sesuatu yang seperti itu. Ini adalah ... !? "


"Sebuah robot biokimia yang telah melewati suatu tingkatan tertentu tidak jauh berbeda dari Unit ber-armor, Kinuhata-chan. Sebaliknya adalah benar juga."


Clack klak, sejumlah lengan ramping pada tubuh Kuroyoru ini mulai bergerak lagi.


Benda-benda itu berbentuk tabung yang tidak sempurna; tampaknya ada beberapa tulang pendek yang terpasang, memberikan seseorang perasaan sakit ketika memandang bentukan-bentukan tulang yang dipindahkan itu.


"Kau cukup benar ketika menyebutkan hal itu tadi, tapi sekarang, mereka masih belum menemukan cara menggunakan logam untuk diproses menjadi seorang manusia, dan mereka masih harus menggunakan sesuatu bahan organik. Ini akan menjadi lebih pelik jika mereka menggunakan bakteri dan mikroorganisme lainnya untuk membuat bagiannya secara rinci. Ini akan menakutkan seperti pembuatan roti tanpa ragi."


"Sebuah buatan manusia ... meningkatkan, super esper, mesin ... !?"


"Model terbaru yang baru saja diperbarui lagi, kau tahu. Sepertinya robot biologis terus dikembangkan dengan penelitian yang dibiayai oleh Keluarga Kihara dan dikembangkan lebih lanjut."


Terdengar sebuah tawa yang mengejek.


Bahkan jika didirikan, teknologi ini tidak memiliki alasan untuk muncul.


Terlalu berbelit.


Adalah hal yang terlalu berbelit jikalau Para Petinggi yang rusak akhlak itu akan menyembunyikan ‘mainannya’ seperti ini hanya karena alasan takut kerusuhan sosial.


"Namun, apakah ini benar-benar sesuatu yang layak membuatku terkejut? Itu sudah diisyaratkan pada waktu lama sebelum ini. Seperti otak Accelerator yang ditanamkan semacam chip untuk menggunakan jaringan eksternal guna membantu dia melakukan perhitungan, Musujime Awaki menggunakan alat terapi frekuensi rendah untuk menstabilkan pikirannya ... tidak perlu begitu terkejut pada bagian seseorang. Teknologi mentransfer kekuatan dari mesin eksternal untuk tubuh manusia sudah lama diterapkan. Bagi aku, itu alah sebaliknya. Aku tidak menggunakan kekuatan eksternal, hanya menggunakan output kekuatanku untuk sesuatu benda buatan."


Kuroyoru Umidori adalah esper yang dapat menembakkan Bomber Lances dari tangannya.


Seorang manusia hanya memiliki dua tangan, sehingga ia hanya bisa menghasilkan 2 tombak.


Kemudian, apa yang harus dia lakukan untuk meningkatkan kekuatan serangnya hanyalah menambah jumlah lengannya.


Ketika ia meningkatkan jumlah tombaknya 20 atau 30 kali lebih banyak dan dipusatkan pada suatu titik di satu tempat, maka kerusakan yang ditimbulkan kekuatannya akan secara drastic meningkat.


"Dan kemudian,"


Suasana berisik mengelilingi Kinuhata.


Hal ini tidak dibuat dari mesin, tapi ‘sosok’ yang dimiliki seorang manusia.


"Tubuhku bisa memilikinya sebanyak yang aku inginkan. Benda-benda yang terdefinisikan sebagai milikku ini adalah sesuatu yang tak terhingga."


Pada empat sudut atap bangunan.


Sesuatu merangkak keluar dari dalamnya, benda-benda ini seperti 'tangan' yang melekat pada tubuh Kuroyoru; sesuatu yang bagiakan air terjun raksasa meliuk-liuk bagai ular. Ratusan, ribuan dari benda-benda itu, semua mesin ini melekat pada 'tubuh' Kuroyoru Umidori, dan masing-masing dari bend aitu memiliki kemampuan untuk menembakan Bomber Lances.


"Lengan yang tersembunyi di dalam boneka lumba-lumba menggembungku adalah remote kontrol ... melekat pada tubuhku dan bekerja seperti antena. Budakku ini mengontrol suatu program tertentu, tetapi sekarang, mereka mengikuti sinyal yang diberikan oleh tuannya, dan dengan demikian menjadi bagian dari 'tubuhku'. Aku kira aku tidak perlu menjelaskan jenis budak apakah itu, kan? "


Kuroyoru sepertinya dia tidak bisa menahan tawa saat ia mengatakan,


"Sekarang, apa yang akan Kau lakukan selanjutnya, Kinuhata-chan?"


"... !!"


"Pertahanan Kau adalah kemampuan 'Redirection' dari Accelerator, dan seranganku adalah 'Vector Kontrol ' milik Accelerator. Rentang tombaknya hanyalah 3m, tapi setelah tumpang tindih satu sama lain, aku dapat membuat yang lebih besar, lebih lama dan lebih kuat yang daya hancurnya sudah tidak bisa kuimajinasikan lagi, kau tahu itu?"


Tidak peduli apakah mereka memiliki kesempatan untuk menang, situasi pertempuran ini adalah terus berubah.


Kuroyoru Umidori tidak menunggu.


Dan Kinuhata Saiai tidak punya waktu untuk berpikir.


Beberapa ribu tembakan dilancarkan pada saat yang sama, menyebabkan atap bangunan tempat mereka berada berubah drastis.


Kinuhata ingin menyelesaikan ini dengan pukulan, tapi dia tidak punya ruang untuk bergerak maju.


Tombak yang mampu membelah seluruh atap mengirimkan tubuh Kinuhata terbang pergi.


Ch-DONG !! Suara suatu tumbukan dapat didengar.


Membanting tubuh Kinuhata ke dalam tanki air di bangunan tersebut yang berjarak beberapa ratus meter jauhnya, dan sejumlah besar air membentuk badai yang seakan hendak mencerai-beraikan seluruh tempat.


Kuroyoru memandang dengan tajam ke arah tanki air yang rusak.


"Cheh. Untuk beberapa alasan, penglihatanku agak memburuk ... waktu untuk 'merubah' itu. Yah, aku tidak bisa benar-benar mengatakannya, tapi dengan ini saja, ia harusnya nyaris tak bernapas. "


Zozozozozo, datang sejumlah besar 'tangan', dan Kuroyoru berdiri di tepi atap untuk melihat ke gedung sebelah.


"Kinuhata-chan. Aku akan membunuh semua orang yang berhubungan dengan Accelerator dan Hamazura. Apakah Kau berpikir bahwa akan ada suatu gangguan pun?"


Tidak ada emosi pada nada suara Kinuhata.


Dia pada dasarnya hanya berbicara pada dirinya sendiri.


Hanya untuk memuaskan dirinya.


"Memang benar bahwa aku tidak dapat melampaui esper seperti Mugino, tapi itu akan berubah saat aku menggunakan 'Alat' itu. Seorang juara seni bela diri tidak mungkin bisa mengalahkan jet tempur. "


Powered suit milik Silver Cross Alpha.


Robot biologis milik Kuroyoru Umidori.


Meskipun konsep di balik aplikasi ini adalah kekuatan yang berbeda, dalam hal dasar-dasar, mereka telah mencapai tingkatan yang sama. Jadi, ketika mereka menggabungkan, pro dan kontra semua 'terkait' satu sama lain.


"Maka, mari kita lanjutkan seperti ini. Seharusnya menjadi tugas koleksi powered suit milik Silver Cross yang mengatasi Hamazura, dan aku harus mengurus Accelerator."


Meski begitu, dia tidak goyah meski kalah dukungan.


Sama seperti cara dia mengenyahkan Kinuhata Saiai.


Itu sebabnya dia adalah seorang penjahat.


Dia tidak akan ragu-ragu, hanya demi mendapatkan kepercayaan dari Para Petinggi.


"Betapa merepotkan. Mari kita membunuh Hamazura sebelum beralih ke Accelerator, mari?"


Dalam makna tertentu, dia lebih sulit untuk diatasi daripada Silver Cross.


Dalam makna tertentu, monster ini siap menjajah seisi Academy City dan menantang yang terkuat sekalipun.



Part 2[edit]


Hamazura melangkah keluar dari pintu masuk staf kereta bawah tanah dan menuju ke permukaan. Ini adalah distrik ke-19. Sepertinya ia sedang dikejar oleh Silver Cross, ia tanpa sadar datang dari distrik ke-3, terlibat dengan berbagai masalah (lagi), dan akhirnya sampai ke sini, suatu perjalanan panjang yang terasa bahkan hanya sekejap.


Ini adalah sebuah distrik yang gagal dalam pembangunan. Banyaknya bangunan diatur di sisi kiri dan kanan tampak begitu sunyi, pintu pada semua toko-toko tampak tertutup. Tapi di sisi lain, ‘teknologi yang tidak akan terlihat di pasar mana pun saat ini’ sedang diteliti dan dikembangkan di sini, seperti pipa vakum dan uap mesin, walaupun ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan teknologi terbaru ... sumber dari pemikiran ini sudah berada pada distrik ini yang terisolasi sejak lama, dikabarkan bahwa tempat ini adalah fasilitas riset untuk teknologi lama.


Seperti yang disediakan oleh Kuruwa, Hamazura, Hanzou dan Fremea bersembunyi di dalam sebuah gedung di distrik ini.


Awalnya tempat itu adalah supermarket. Terdapat sejumlah besar terowongan dan lift. Produk-produk yang semula dijajakan, kini tampak ditaruk kembali, dan rak-rak yang tertutup debu masih bisa terlihat.


Hanzou mengatakan dengan tegas,


"Ada terlalu banyak jalan keluar ... tidak mungkin untuk memblokir mereka semua."


"Kita melarikan diri ke sini karena sudah ada lebih banyak pilihan untuk dipilih."


Mengenakan mini-yukata, Kuruwa membalas.


"Dibandingkan dengan itu, jika kita tinggal di sini, apa kemungkinan kita bisa menang? Dasar-dasar mempertahankan diri adalah mengulur waktu. Sangat jarang untuk menggunakan cara ini untuk untuk keluar dari situasi ini. Jika kita bersembunyi terus, bagaimana peluang keberhasilan kita?"


"'... Accelerator.'"


Hamazura melontarkan nama itu dari mulutnya.


"'Kita tidak bisa melakukan apa-apa, jadi jika ada monster itu di sini, powered suit sebanyak dan sekuat apa pun akan tersapu bersih. Ini adalah alasan bagi kita terus bersembunyi. Kita dapat memastikan bahwa Fremea masih hidup. Meskipun aku tidak tahu di mana orang itu berada, dia akan datang bergegas setelah kita menghubunginya. Lupakan tentang kita, orang ini sendirian sudah cukup untuk menyelamatkan Fremea.'"


"HAMAZURA !!"


Hanzou berteriak dengan ekspresi tak percaya di wajahnya.


"Tapi orang itu adalah monster yang ... !!"


Sebelum Hanzou bisa meneruskan perkataannya, Hamazura menggeleng.


Ada alasan mengapa kelompok preman yang dikenal dengan Skill-Out berhasrat untuk melawan si esper terkuat. Monster ini tampaknya memiliki beberapa sejarah dengan Komaba, dan mereka tidak bisa membiarkan Fremea mendengar ini.


"'Sekarang, Fremea adalah prioritas kita. Lupakan soal dendam pribadi.'"


"…………..."


Meskipun Hanzou tetap diam, sepertinya dia tidak bisa menerimanya.


Fremea tampak agak tidak nyaman saat ia melihat suasana di sekeliling Hamazura, Hanzou dan Kuruwa.


Kuruwa berbicara pada Hanzou.


"Lalu, Hamazura-shi, apakah Kau memiliki cara untuk menghubungi Si Nomor Satu ini?"


"'Apakah Kau pikir kita berdua sangat akrab sehingga dengan begitu mudahnya saling bertukaran nomor ponsel?'"


Hamazura mencoba untuk bertindak santai dan berkata,


"'Namun, tampaknya orang itu memiliki jaringan independen sendiri. Omong-omong, aku tidak tahu bagaimana caranya orang seperti dia terlibat dalam situasi ini. Mungkin sesuatu terjadi di jalanan dan orang itu hanya kebetulan terlibat pada maslaah ini. Ini akan menjadi bagus jika kita bisa melakukan 'sesuatu' untuk membuat gedung ini tampak tidak begitu senyap. "


"Harusnya cukup sederhana jika kita pergi ke atap dan memantik cahaya atau sesuatu sejenisnya."


"Tambahkan sesuatu yang lebih; Sebuah kode yang setiap orang dapat mengerti.'"


Hamazura merenungkan sementara waktu, dan kemudian melepas miniatur helm powered suit-nya.


Dia kemudian mengoperkannya ke Kuruwa


"Tempatkan itu dekat perapian. Siapa pun yang memata-matai melalui satelit pengawasan atau menelusuri jejak kita, dapat mengidentifikasinya ... jadi setidaknya ini adalah cara terakhir untuk mengujinya. "


"Mengerti."


Kuruwa mengambil helm, menghantamnya dengan begitu antusias, dan berkata,


"Senjatanya disimpan di kotak koin di sisi timur dari tingkat ketiga. Kuncinya tampaknya sudah dirubah tetapi, dengan keterampilan Hamazura-shi, tidak perlu menemukan kunci aslinya. "


"Terima kasih. Juga, maaf karena telah melibatkanmu dalam hal ini. "


"Tidak masalah. Ini mengagumkan. Bukan untuk uang atau ketenaran, melawan beberapa Petinggi yang tidak diketahui otoritasnya hanya demi menyelamatkan nyawa seorang anak adalah pekerjaan yang menarik bagiku, kini aku sudah mirip dengan ninja sungguhan yang ada di fil drama! "


"Hanzou."


"Aku mengerti !! Tidak peduli apa itu, apakah kita bergerak ataukah tidak. Aku tidak punya niat untuk sekarat di sini."


Kuruwa menuju ke atap untuk mengirim pesan ke Accelerator, sementara Hamazura dan Hanzou menuju ke mesin penyimpanan koin di sisi timur pada tingkat 3. Meskipun Fremea tidak ada hubungannya, adalah menakutkan baginya untuk sendirian di tempat seperti ini, jadi dia dengan gemetaran membuntuti Hamazura dari belakang.


Biasanya, kotak penyimpanan koin mini tersebut berukuran sekitar dua kali kotak surat, dan yang lebih besar dapat digunakan sebagai tempat untuk menyimpan alat pembersih. Seperti apa yang dikatakan Kuruwa, kuncinya jauh lebih rumit daripada kelihatannya, tapi sepertinya masih bisa dibuka dengan beberapa kawat dan keterampilan seseorang yang sudah lama berpengalaman menjadi preman yang suka mencuri mobil.


Setelah membuka sedikit demi sedikit, sepucuk senjata akhirnya jatuh dari dalam.


"... Ini tidak seperti ninja sama sekali."


"Seorang samurai harus bisa menggunakan senjata matchlock sekalipun." [matchlock adalah pistol kuno yang masih menggunakan kunci pada sumbu untuk memantik bubuk mesiunya, Kamus Besar Oxford]


Tapi, senjata-senjata tersebut tidak terlihat seperti dapat menembus powered suit berlapis baja.


"Bagaimana dengan ini?"


Di dalam kotak terbesar, ada senapan otomatis yang bahkan lebih lebar dari tulang punggung Hamazura. Hanzou membaca kata-kata yang terukir di senjata api itu.


"Me…ta…le…a….ter, Me-Metaleater M5!! ... senapan otomatis anti-tank, huh? Serius? Awalnya adalah sebuah MX, hanya dengan modifikasi senjatanya agar lebih mudah dipegang dan dibidikkan, dan penambahan cairan pendingin padanya. Ini sudah bisa digunakan dalam perang secara resmi. Hebat benar."


Bukannya pistol, lebih baik menyebut senjata yang mereka temukan ini sebagai batangan logam yang buas yang membuat orang ingin menggunakannya sebagai senjata tumpul untuk menghantam sesuatu.


"Memang benar bahwa alat ini pasti akan menyebabkan beberapa kerusakan pada powered suit itu, yang recoil-nya jelas tidaklah biasa. Jika dipakai oleh seorang amatiran kemungkinan besar ia hanya akan berakhir dengan menghancurkan pundaknya sendiri. "


"Lebih baik daripada tidak sama sekali."


Mengambil sebuah pengisi peluru yang setebal tumpukan beberapa kamus, Hamazura mengatakan,


"Setidaknya membuat kebisingan sampai membuat telinga mereka tuli adalah lebih baik dari pada menyerah begitu saja dan babak belur."


"Kau benar."


Mendengar tawa Hanzou, Hamazura menempatkan pistol ke dalam sabuk celananya, menggenggam selempang dari senapan semi-otomatis dan meraih Metaleater itu. Menggunakan semua senjata yang ia dapat gunakan, Hamazura berkata kepada Hanzou, yang ada di sampingnya.


"Mengenai pertahanan, apa yang harus kita gunakan untuk barikade kita?"


"Ada terlalu banyak jalan keluar, dan mengingat bahwa musuh kita memiliki cukup amunisi untuk bahkan membobol dinding sekalipun, tidak ada gunanya untuk mengatur setiap barikade."



Hanzou memindai peta supermarket yang Kuruwa serahkan.


"Daripada itu, kita harus menemukan lokasi yang penting bagi kita untuk membuat jalan. Kita harus mengatur tempat untuk bertahan ketika kita terkepung dan harus bergerak ke dalam, dan dengan demikian kita perlu menggunakan tembakan untuk mencegah musuh yang terus maju ... Untungnya, masih ada Metaleater. "


"Dan bagaimana jika musuh meledakkan dindingnya?"


"Saat itulah kita bergerak secara horizontal, tetapi ketika kita bergerak secara vertikal, hanya ada satu jalan yang sudah tersedia di sana sejak awal. Tangga, eskalator, lift akses; ruang di sini sangatlah terbatas, dan juga, jumlah powered suit yang dapat melewatinya, jugalah terbatas. Jika kita berkemah di sana dan men-sniper mereka, kita harus mampu untuk mencatat jumlah mereka. "


Melewati beberapa tingkatan untuk bertemu dengan Kuruwa, Hamazura dan Hanzou menemukan tempat yang seharusnya adalah suatu bank. Namun, yang ada hanyalah benda-benda seperti sofa dan bangku; mestinya tidak ada uang sama sekali di sana, benda-benda berharga seperti ATM atau mungkin emas sudah pasti telah dipindahkan.


Namun, mereka meninggalkan sesuatu yang tidak bisa dipindahkan.


Tempat penyimpanan emas besar yang dikelilingi oleh dinding logam tebal.


Hamazura dan Hanzou melirik satu sama lain.


"... Sekarang apa??"


"Kuruwa membuat aliran listrik terhenti, dan pasokan listrik cadangan dari tempat penyimpanan emas adalah dalam 'kotak besar'. Sekali itu terkunci, tidak akan terbuka bahkan jika kita memotong aliran listriknya, kecuali kita menggunakan kode khusus."


Namun, Hanzou menambahkan sesuatu lagi.


"Tidaklah mustahil bila mereka bisa membuka tempat penyimpanan emas itu dengan kekuatan paksa. Dan selain itu, tidak ada jalan keluar jika kita terperangkap di dalamnya. Sehingga jika kita bersembunyi di dalamnya, dan akhirnya mereka bisa menjebol masuk, tidak ada cara untuk melarikan diri, kita akan terjepit ... kita hanya bisa mengulur waktu. Kita tidak bisa menyelesaikan masalah dengan seperti ini."


Kemudian, Hamazura dan Hanzou melihat Fremea.


Bersama-sama bersembunyi di dalam ruangan lapis baja tebal itu bukanlah ide bagus, tetapi mereka juga tidak bisa meninggalkan anak di bawah umur ini pada medan perang yang bakal penuh baku tembak. Musuh pasti menargetkan pada Fremea.


(Itulah yang terburuk ...)


Hamazura terdiam.


Dia merenungkan sesuatu.


(Kemungkinan terburuknya adalah, kita berlindung di dalam ruangan penyimpanan emas lapis baja ini, dan menunggu si Nomor Satu datang. Tapi lagi-lagi tak ada yang menjamin si esper terkuat itu datang tepat waktu sebelum mereka menemukan Fremea.)


Jari Hamazura gemetaran dengan tidak wajar karena firasat ini, dan hanya bisa mendesah jauh di dalam hatinya, tapi dia tidak bisa menunjukkan kefrustasiannya ini kepada siapa pun, karena secara tak resmi, dia adalah pemimpin di sini sekarang, dan seorang pemimpin tidak boleh terlihat putus asa. Terutama di depan Fremea Seivelun, adalah penting bagi mereka untuk terus menyembunyikan perasaan putus asa tersebut.


"Dengar, Fremea. Kau akan bersembunyi di dalam lemari besi penyimpan emas ini. Dinding dan pintunya adalah benda yang cukup tebal, sehingga tidak mudah bagi siapa saja untuk membuka ini. Tempat ini pasti aman bagi Kau untuk menyembunyikan dalam. "


"Pokoknya, bagaimana dengan kalian, Hamazura?"


"Setelah ini, kita akan melawan satu pertempuran yang dahsyat ... tidak apa-apa, Fremea hanya perlu tinggal dengan tenang di dalam tempat penyimpan emas ini. Masuklah, dan percayalah ketika Kau keluar dari tempat tidak nyaman itu nanti, pertempuran akan berakhir dan semuanya akan baik-baik saja. Kami….Kami….Kami pasti akan melindungimu. "


"... Nggak……."


Fremea tiba-tiba mengatakan ini.


Dia gemetaran dengan kencang, lengannya memeluk pinggang Hamazura.


"TIDAK !! POKOKNYA, AKU MASIH BISA KATAKAN BAHWA KAU ADALAH PEMBOHONG! KAU PEMBOHONG YANG BESAR !! AKU TAHU TATAPAN MATA HAMAZURA ADALAH TATAPAN MATA SESEORANG YANG HANYA AKAN BERAKHIR DENGAN TRAGIS !! "


Dia berteriak dengan gila.


Tapi ada sesuatu yang secara proporsional berbeda dari segala sesuatu yang lain.


"BUKTINYA KOMABA ONII_CHAN TIDAK PERNAH DATANG KEMBALI! KAKAK PEREMPUAN FREMEA JUGA SAMPAI SEKARANG TAK PERNAH KEMBALI!! MEREKA BERDUA PERNAH MEMILIKI TATAPAN MATA YANG SAMA PERSIS DENGAN TATAPAN MATA HAMAZURA SEKARANG !! SELAMA INI AKU TERLIHAT TAK ACUH, TAK MENGHARAPKAN MEREKA UNTUK BERSEMBUNYI, NAMUN SEBENARNYA AKU BENAR-BENAR TAHU KEADAAN MEREKA, KEMUDIAN MEREKA DENGAN BEGITU SAJA LENYAP DARI HADAPANKU !! "


Memang ironis rasanya, jika melihat fakta bahwa orang-orang yang dia sebutkan tadi sekarang sudah tiada.


Orang-orang itu memiliki hubungan yang mendalam dengan Fremea.


Karena Fremea berada dalam posisi dimana tidak seharusnya mengetahui suatu kebenaran yang pahit, Fremea selalu membawa beban selama hidupnya sampai detik ini. Pada saat yang sama, dia takut memiliki orang-orang penting baginya menghilang. Namun kali ini, tampaknya dia sudah tidak tahan melihat satu lagi orang baik dalam hidupnya akan menghilang, sehingga dia tak bisa menahan emosinya dan meledakkannya begitu saja.


“Tidak.”


Teror terbesar.


Rasa sakit itu, kegoyahan hati yang ditunjukkan Hamazura dan Hanzou, menyebabkan dia berekasi dengan sangat keras. Akting Hamazura begitu buruk, dan beban yang ditanggung Fremea selama ini bukanlah sesuatu yang bisa ditipu dengan kata-kata manis dari aktor murahan macam Hamazura.


"AKU TIDAK INGIN LAGI MEMBIARKAN SIAPAPUN MENGHILANG !! AKU AKU SUDAH BOSAN !! POKOKNYA, TIDAK PENTING TENTANG APA YANG TERJADI PADAKU !! JADI KUMOHON, JANGAN PERGI KEMANAPUN JUGA !!"


Hamazura terdiam.


Komaba Ritoku.


Frenda Seivelun.


Berpikir tentang orang-orang yang telah tiada ini, pada saat ini, ia menyadari sesuatu. Mungkin, ini adalah takdir yang seharusnya bukan untuk Fremea. Mengapa bukan masa depan yang cerah dan dipenuhi kegembiraan di sekolah saja yang ditakdirkan kepada anak malang ini?


Ya.


Itu semua karena Hamazura terlalu lemah.


Di masa lalu, dia ... tidak, Hamazura saat ini adalah bajingan terburuk yang pernah lahir. Dia tidak memiliki kemampuan apapun untuk menangani masalah yang menghadang di depannya.


Dan juga, apa yang terjadi pada Komaba dan Frenda terkait dengan bagian terdalam dari 'kegelapan' Academy City. Sejujurnya, itu adalah masa lalu yang bisa dia jalani. Jadi bahkan jika Hal yang sama terjadi lagi, sepertinya, tetap sulit untuk mendapatkan hasil yang ‘happy ending’.


Tapi Hamazura berada di sana.


Ketika Komaba Ritoku dan Frenda Seivelun 'menghilang', Hamazura menyaksikan semuanya dengan jantungnya sendiri.


Berbeda dengan Fremea, yang tidak tahu apa-apa bahkan setelah semua orang menghilang dan bahkan tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu, sebenarnya Hamazura berada di posisi yang bisa mengubah semua kepedihan ini, jikalau…..jikalau….tentu saja jikalau dia memiliki kekuatan yang lebih besar. Bahkan jika itu lemah, sedih, bahkan memalukan, jika ia mengubah pilihannya, mungkin mereka bisa terus hidup.


Hamazura menggertakkan giginya.


Seolah-olah ada hal yang menyakiti Fremea, yang membuat dia takut bukanlah Silver Cross dan yang lainnya.


Meski begitu, Hamazura tidak bisa benar-benar menyembuhkan luka batin Fremea. Setelah mengetahui 'yang awal dan yang akhir ', ia memahami bahwa ia tidak mungkin menciptakan mukjizat yang indah.


Ini bukan tentang yang tertinggi, bukan tentang yang terhebat, dan bukan tentang yang paling sempurna.


Namun, Hamazura bukanlah seorang yang hatinya terbuat dari es sehingga tidak bisa merespon pada apa-apa.


(... Komaba Ritoku tidak lagi bersamanya. Frenda Seivelun juga tidak lagi bisa datang kembali. Bagi anak seumuran Fremea, orang yang paling penting baginya sudah lenyap tepat di depan matanya. Ini adalah fakta yang tidak bisa lagi diubah, juga tidak bisa dikembalikan lagi.)


Mencari.


Hal-hal yang bisa ia lakukan.


Bahkan jika semuanya berakhir, ada banyak hal yang bisa ia lakukan.


(... Itu sebabnya aku tidak akan membiarkan suatu kerugian terjadi lagi. Hal-hal yang Fremea Seivelun tidak mau kehilangan, aku pasti tidak akan membiarkan itu menghilang. Tidak peduli apakah itu 'kegelapan' Academy City atau Para Petinggi, aku tidak akan membiarkan kalian membuat anak ini menangis lagi, tidak ada peduli siapa musuhnya, apa pun yang terjadi.)


Gemetarnya berhenti.


Tidak peduli bahkan jika itu adalah kelompok rahasia dengan powered suit, Hamazura tidak lagi takut. Adalah percuma untuk memutuskan menang atau kalah seperti ini. Jika mereka tidak bisa menang, mereka hanya akan harus menciptakan kondisi menang. Masalahnya berubah menjadi masalah yang bisa diusahakan. Tidak perlu mengikuti jawaban model yang ditetapkan oleh pemeriksa, dan tidak peduli apakah itu logika membingungkan ataukah tidak. Ini bukan masalah tanpa solusi, sehingga tidak perlu untuk pusing dan menemukan jawabannya lagi, lagi, lagi dan lagi.


"Heyo."


Hamazura menempatkan Metaleater besarnya di dinding, membungkuk badannya sehingga setinggi wajah Fremea.


"Dengar, Fremea. Orang-orang yang begitu kau rindukan kehadirannya, Komaba onii-chan dan Frenda adalah orang-orang hebat yang begitu baik, mereka melakukan banyak hal yang aku tidak bisa. Dan si bodoh ini hanya bisa melakukan hal-hal seperti mereka di dalam mimpi saja. "


"Itu bukan masalahnya."


Fremea menggeleng.


"Hamazura tidak meninggalkan aku sendiri sampai mati. Pokoknya, dia akan datang menyelamatkan aku setiap kali Aku ditangkap. "


"Meski begitu,"


Untuk sesaat, Hamazura merasa perkataan Fremea itu tepak mengenai lubuk hatinya, tapi ia segera menyangkal pujian Fremea terhadap dirinya.


"Sejujurnya, aku hanya tokoh sampingan. Aku bukan tipe orang yang akan dapat tinggal di panggung dengan sorotan lampu yang terang. Kemungkinan besar, jika ada Komaba onii-chan dan yang lainnya di sini, mereka akan segera melakukan hal-hal yang seharusnya mereka lakukan tanpa berpikir dua kali. Mereka tidak akan peduli tentang apa yang menjadi batas kekuatan mereka, itulah sebabnya mereka orang-orang yang luar biasa. "


Mungkin perkataannya ini hanyalah melebih-lebihkan, karena faktanya Komaba Ritoku jugalah seorang preman seperti dia dan Frenda menjadikan rekan-rekannya di ITEM sebagai umpan ketika dia terdesak. Namun, mereka pasti tidak kalah. Itu karena mereka memiliki hal-hal yang harus mereka selesaikan tak peduli bagaimana cara mendapatkannya.


Hamazura tidak bisa melakukan yang seperti itu.


Tidak peduli apa yang dia putuskan, dia akan segera menyerah ketika pistol diacungkan ke kepalanya. Tidak peduli apa yang ia pilih, dia hanya akan menjadi orang yang lari dari kenyataan dan membenar-benarkan apa yang sudah dia kerjakan, tak peduli itu baik atau buruk.


Dia adalah orang semacam itu.


Dia pasti tidak akan menjadi pahlawan.


Namun,


Tapi,


"Tapi aku di sini."


Lalu, sekarang saatnya untuk Hamazura meyakinkan Fremea.


Sesuatu yang hendak dijadikan jaminan terhadap seseorang, adalah sesuatu yang paling khusus dan tidak mungkin dimiliki orang lain selain dia.


Untuk mengingat mereka yang menyangkal hal ini, Hamazura lagi mengatakannya melalui mulutnya sendiri.


Kali ini, pasti.


Dia tak perlu lagi menjadi aktor dadakan untuk membuat seorang anak kecil tersenyum.


"... Kita tidak akan 'menghilang' dengan mudah. Tentara tidak selalu berakhir dengan naik ke Surga. Bahkan jika semuanya hilang, kita bisa tersenyum sampai akhir. "


"Benarkah?"


Gemetar, Fremea mengulurkan tangannya dan bertanya,


"Benarkah, Hamazura tidak akan menghilang?"


"Tidak"


"Ini janji."


Mengatakan ini, Fremea mengulurkan jari kelingkingnya.


Masih ada cara, Hamazura baru saja menyadari hal ini.


"... Ya."


Tampaknya malu, Hamazura juga mengulurkan jari kelingkingnya.


Kedua jari kelingking itu saling terikat bersilangan.


"Ini adalah janji."


Jari kelingking yang saling bersilangan itu pun terpisah, dan Hamazura tampaknya merasa beban berat yang dari tadi membebani pundaknya, kini lenyap seketika, saat ia mengirimkan Fremea ke dalam lemari besi nyimpan emas yang besar. Fremea terus menatap mata Hamazura sampai Hamazura menutup pintu dengan benar.


Setelah menutup pintu dan memutar kunci pintu, Hanzou mengatakan,


"Kunci pintu ini terbuat dari sekitar 20 batang titanium, maka itu adalah kunci magnetik. Bahkan ada ruang kosong yang diletakkan dalam celah pintu. Selama 12 jam, pintu itu tidak akan beroperasi setelah tertutup. Hal yang sama berlaku untuk kode kita, akan menjadi tidak efektif ketika memasukkan kodenya selama tenggang waktu tersebut."


"..."


"Tempat ini akan jadi berantakan setelah baku tembak dimulai. Bahkan jika monster Nomor Satu itu tidak datang, polisi yang berpatroli di jalan-jalan akan segera bergegas ketika mereka mendengar suara tembakan. Semakin lama berlangsung, maka akan semakin sulit bagi kita untuk bersembunyi; jadi kita akan tetap dengan rencana semula dan terus mencoba mengulur waktu ... oi, Hamazura, apa yang salah?"


"Itu tidak akan bekerja."


Hamazura dengan hampa berkata.


"Berpikir untuk menunggu bala bantuan datang agaknya terlalu beresiko. Memang benar bahwa kita harus melindungi Fremea. Mungkin Fremea akan terselamatkan, tetapi ketika kubah penyimpanan emas terbuka lagi, dia akan mulai menangis setelah melihat mayat kita. Akan ada air mata percuma lagi di wajahnya. Itu tidak akan bekerja, itu tidak lagi bisa disebut suatu kemenangan. " Hamazura sadar bahwa bebannya kini semakin bertambah. Tak hanya menjamin keselamatan si gadis kecil, kini dia juga harus menjamin keselamatannya sendiri, karena bagaimanapun juga dia sudah berjanji untuk tidak mati di hadapan Fremea.


"... Jadi, apa yang harus kita lakukan?"


"Kita harus menang."


Mengangkat Metaleater M5, preman ini menjawab tanpa ragu-ragu.


"Aku, Hanzou, dan Kuruwa, kita tidak bisa kehilangan satu jiwa pun di sini. Kita harus menghabisi setiap powered suit, tarik keluar orang-orang yang mengoperasikan mesin-mesin itu dan habisi mereka. Tidak perlu bagi Fremea untuk terlibat dengan 'kegelapan'; tidak ada alasan untuk itu sejak pertama kali. Itulah mengapa kita harus mengirim anak itu kembali ke tempatnya yang sedia kala. Sebuah dunia yang normal tanpa situasi yang mengancam kehidupan, yang setiap orang dapat tersenyum dengan ramah kepadanya tiap hari. Pastinya. "


Yang benar saja ... Hanzou menggumamkan ini.


Sebaliknya, Hamazura berkata kepada temannya yang dari tadi mengawasinya dari belakang.


"Tidak perlu untuk mengikutiku. Saat ini, Fremea dan aku harusnya adalah yang menjadi targetnya, dan mereka tidak akan benar-benar mengejar Kau dan Kuruwa bahkan jika kalian melarikan diri. Kalian berdua bisa hidup untuk melihat senyum Fremea lagi, itu barulah suatu kemenangan."


"MELARIKAN DIRI MEMANG TERDENGAR MANTAP!!! JIKA KAU BENAR-BENAR BERPIKIR DEMIKIAN, APAKAH BISA KAU MENEMUKAN TEMPAT DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MELIHATMU, YAITU TEMPAT DIMANA AKU BISA HIDUP TENANG TANPA DIHANTUI RASA BERSALAH KARENA MENINGGALKANMU!!!!??? YATU TEMPAT YANG TIDAK BISA DIHAMPIRI OLEH ARWAHMU JIKALAU KAU MATI NANTI!!!?? HA!!?? ADA TIDAK TEMPAT SEPERTI ITU!!??? AIR MATA SEORANG ANAK KECIL BENAR-BENAR MERUPAKAN ANCAMAN YANG KUAT !! "


"Untuk benar-benar membuat keputusan ini; seperti yang kukira sebelumnya, Kau sudah menjadi seperti Pemimpin Komaba, Hanzou, kau sudah melewati batas seorang figuran, kau adalah pemain utamanya sekarang."


Mereka tidak bisa membiarkan Fremea Seivelun menangis lagi.


Setelah menegaskan tujuan mereka sekali lagi, dua preman ini mengangkat senjata anti-tank dan menuju ke depan untuk menghadapi musuh.


Meskipun mereka tidak bisa menjadi pahlawan.


Hamazura Shiage harus melindungi senyum Fremea Seivelun.



Part 3[edit]


Pertempuran terakhir untuk mempertahankan segalanya berada pada tingkat 3, kubah penyimpanan emas yang besar yang dahulunya adalah Bank.


Hamazura dan yang lainnya mengatur perangkap di jalan menuju ke kubah penyimpanan emas yang besar itu, bersiap-siap untuk melawan balik dengan suatu penyergapan.


"Siap!"


Berjalan menuju Hamazura yang memiliki Metaleater M5 di depannya, Kuruwa mengatakan,


"Ini sudah tehubung dengan kabel, sehingga tidak perlu khawatir tentang interferensi elektronik."


"Ini adalah lantai 3, bukan? Meskipun kubah penyimpanan emas besar tidak mungkin bisa diledakkan dengan mudah, tidak akankah benda itu jatuh ke bawah jika lantai penyangganya hancur? "


"Sebuah kubah penyimpanan emas seperti itu pernah digunakan untuk menyewakan benda-benda berharga seperti drive data dan barang antik, sehingga harusnya keamanannya lebih mendetail. Kemungkinan besar, bahkan jika seluruh tingkat 3 runtuh, pasti ada sebuah paduan pilar alloy yang menopangnya."


"Mereka datang."


Seolah-olah memotong kata-kata Hanzou.


Sebuah ledakan dapat didengar di belakang.


Dengan ledakan ini, di bawah saluran udara, sejumlah besar debu berguguran ke lantai 1.


"Tiba-tiba mereka menghancurkan dindingnya, dan tidak masuk melalui jalan yang semestinya, itu cukup mengejutkan."


"Bersiaplah, Hamazura. Kaulah yang memutuskan untuk melawan."


Tidak ada waktu untuk bahkan bersiaga di sekitar.


Di tengah ledakan debu, sesosok bayangan besar muncul. Berbeda dengan yang sebelumnya, kali apa yang harus dihadapi Hamazura adalah powered suit berkaki dua. Tangan kanan tampaknya memegang perisai yang lebih besar dari tubuh utama. Perisainya sangatlah besar dan tebal, terlihat seperti bahkan powered suit itu tidak bisa mengangkatnya. Ada sudah roda di bawah perisai, dan ada lubang di tengahnya, terdapat meriam dengan laras sebesar lengan manusia dewasa menyembul melalui lubang itu. Dan juga, meriam itu membidik Hamazura, yang ada di koridor.


Tembakan terus berderang.


Senapan mesin it uterus melubangi lantai di depan Hamazura, dan kemudian bergerak ke arahnya seakan itu adalah mesin pemotong rumput.


"Hamazura-shi !!"


Kuruwa meraih bagian belakang leher Hamazura dan dengan tegas menarik dia dari tempatnya semula. Powered suit tampaknya seperti mencoba untuk menghancurkan seluruh lantai, bukan hanya bertujuan pada sasaran bergeraknya, karena mereka terus menembaki daerah di sekitar. Dikejar oleh serpihan beton bertulang yang terus berhamburan, Hamazura, Kuruwa dan Hanzou berlarian di koridor.


(Bajingan itu, itu sungguh tembakan-tembakan yang serius!!)


Berlari sambil melihat ke koridor di bawah, Hamazura melihat miniatur powered suit bergerak naik eskalator.


"Kuruwa-chan! Eskalator no 3!"


"Aku tahu!"


Ledakan berturut-turut terjadi pada setiap ujung eskalator, dan eskalator berubah menjadi air terjun yang mengalirkan puing-puing bangunan. Powered suit yang telah naik dari tingkat 2 ke tingkat 3, runtuh ke tingkat 1 bersama dengan air terjun puing ini.


Namun, hal ini tidak akan cukup untuk menghancurkan powered suit tersebut.


Hamazura terus berjalan sambil mengayunkan senapan anti-tank besarnya.


Ia membidik pusat mini powered suit di bawah, tepatnya di tengah-tengah gundukan sampah puing bangunan itu dan meremas pelatuknya.


Sebuah ledakan berderang.


Gelombang kejut mengerikan menembus bahu kanannya, namun Metaleater M5 berat itu masih menghadap ke atas. Meskipun ia memikirkan ini, adalah Hamazura yang terpental karena dampak tumbukan dengan recoil itu, walaupun dia berada pada posisi yang benar, dan dia berakhir dengan tubuhnya yang tertangkap di tangan Kuruwa.


"Kuruwa ..."


Tidak hanya bahunya, nyeri luar biasa menyebar ke seluruh bagian tubuhnya. Bahkan jika dia adalah Hamazura, yang memegang senapan serbu di Rusia selama Perang Dunia III, dia masihlah tidak tahu bagaimana memegang benda tersebut dengan benar. Senjatanya kali ini tidak dirancang untuk menjadi senjata yang harus ditetapkan di tanah.


Dia tidak memiliki keyakinan sama sekali ketika memukul lawannya.


Tapi dia bahkan tidak punya waktu untuk pulih dari rasa sakit dari tumbukan recoil itu atau mengkonfirmasikan situasi di bawah.


Pada saat dia melakukan aksinya tadi, tembakan menyapu terus berlanjut.


Hamazura tidak dapat berdiri. Dia terus tetap di lantai sambil merangkak menjauh untuk menghindari tembakan meriam dan lantai yang runtuh, kemudian melarikan diri di koridor.


Ketiga orang itu menuju ke bayangan pilar melingkar.


Karena itu adalah persimpangan antar baja tangguh dan tebal, ini adalah satu-satunya tempat yang dapat menahan serangan meriam itu.


"Cheh, apa itu?" Hamazura memeriksa situasi dari dalam bayangan pilar.


Tembakan besar yang ia menembakkan pasti menembus miniatur powered suit. Namun ... Ini aneh. Karena gelombang kejutnya mampu menerobos bagian logam, kabin tebal tempat pilot terbuka dengan paksa, namun tidak ada pilot di dalamnya dan kabin itu menganga begitu saja.


Ledakan tersebut mengganggu pikiran Hamazura.


Di sampingnya, Hanzou jongkok dan mengejar mini powered suit, tapi karena benda itu tidak sepenuhnya memiliki sistem autopilot, Hanzou menghindari satu demi satu serangannya.


Peluru kemudian benar-benar menghancurkan kabin terbuka, dan seperti ini, mini powered suit tersebut berhenti sama sekali.


"Sepertinya pasukan powered suit ini sudah diprogram. Kemungkinan besar, mereka menggunakan sesuatu seperti yang dimiliki oleh Silver Cross. "


Clack klak klak, beberapa suara logam memukul lantai dapat didengar.


5 powered suit baru muncul dari bawah lubang ventilasi.


Hanzou dengan panik bersembunyi di balik suatu penghalang.


"... Pilar kokoh ini tidak akan membantu."


"Musuh tampaknya tidak memiliki alasan untuk tetap berada di sana. Sejak eskalator hancur, mereka akan menemukan cara naik ke sini. Dari tingkat dan Lift yang lain ... "


Saat dia mengatakan ini, Hamazura merasakan sesuatu.


Tepat di belakangnya.


Di sisi lain dari jendela yang terbuka, di ruang yang seharusnya kosong, bayangan besar mengambang di sana. Benda itu lebih mirip dengan bentuk belalang sembah (toroket/cengcorang – trans) dengan panjang sampai dengan 5m. Benda itu tidak berdiri di atas 4 kaki dengan 2 sabit, tetapi dua sabit, dua lengan, dan dua kaki yang berdiri sekaligus. Sayap transparan melebar dari armornya, dan dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh penglihatan Hamazura, dia bergerk sambil meninggalkan bayangan di belakangnya.


Berbeda dengan sayap burung.


Biasanya, tidak mungkin bagi sebuah benda besar seperti memiliki sayap yang begitu kecil.


(... Apakah dia menggunakan gelombang ultrasonik untuk mencampur udara di sekitarnya dan memakainya sebagai sayap tambahannya ...?)


Ini tidak seperti sayap kupu-kupu atau ngengat yang bekerja dengan gerakan mengipas, dan dengan pergerakan sayap aneh itu, aliran udara berubah menjadi seperti efek pusaran air, yang akhirnya menciptakan lebih banyak daya untuk membuatnya mengapung di udara. Kemungkinan besar, sayap si powered suit berbentuk belalang sembah ini menggunakan konsep terbang yang seperti itu.


Hamazura segera mengayunan Metaleater M5.


Tapi ini adalah batasnya.


Powered suit besar bergegas melewati jendela yang pecah sebelum Hamazura bahkan dapat menekan pelatuk senjatanya.


Hanzou dan Kuruwa berguling ke kiri sementara Hamazura ke kanan.


Ada sebuah benda berbentuk silinder yang besar di bagian belakang robot belalang sembah, itu adalah benda yang digunakan untuk menyimpan banyak peluru meriam. Dan juga, ada sudah perisai di sisi kaki depan, menggantikan sabit yang telah dilipat, dan ada senjata buatan ditempatkan di antara kedua perisai.


Tiga laras senapan saling tumpang tindih satu sama lain, tampak seperti bisa diputar.


Dan bahwa mereka tidak perlu mesiu untuk menmbak.


Menggunakan dasar elektromagnetisme untuk menembakkan peluru logam.


Ada beberapa benda lagi pada sisi perisai kaki depan.


Gatling Railgun.


"-shi!"


Rasa takut mulai membungkus pikiran mereka.


Hamazura meremas pemicu senapan anti-tank sebelum ia bahkan dapat membidik dengan benar. Dia tidak berniat untuk menghancurkan si belalang sembah raksasa ini, namun mencoba untuk menggunakan yang rekoil untuk mementalkan tubuhnya sendiri ke belakang.


Ini bukan pergerakan yang bisa membuatnya mengalahkan si powered suit berbentuk cengcorang itu.


Namun itu masihlah suatu keputusan yang tepat.


Setelah ini akan terjadi suatu badai baja.


shshshshshshshshshs - !!! Suaranya lenyap.

NT Index v01 355.jpg

Ini seperti kekuatan penghancur besar dari meriam raksasa dalam aksi tembak-menembak.


Sebuah jalur dipotong dengan sempurna melalui tempat Hamazura berdiri, dan kerusakan meninggalkankan lubang berdiameter 1m. Larasnya menyemprotkan lebih dari 4000 peluru dalam satu menit, menembus dari lantai 3 sampai lantai 1, dan merubuhkan seluruh bangunan.


Jika seseorang mengambil ukuran larasnya sebagai bahan perhitungan, sebetulnya benda tersebut tidak dapat disebut 'meriam', tetapi lebih tepatnya, sebuah 'pistol'. Namun, daya hancurnya tidak juga tepat bila dibandingkan dengan pistol.


Ada beberapa powered suit yang berada di sepanjang wilayah jangkauan dari tembakan brutal itu, dan mereka langsung berubah menjadi rongsokan besi.


Mereka tidak sebanding dengan level si belalang sembah.


Dia jauh berada di atas mereka.


Hamazura mendengar suara retak, dan setelah beberapa saat, menyadari bahwa ia menggertakkan giginya. Dia membelalakkan matanya dan melihat perut belalang sembah ini dengan sayapnya yang terlipat.


FIVE_Over.


Modelcase_ "RAILGUN".


Jurus robot itu kali ini mengacu pada Si Nomor Tiga dari hanya tujuh orang esper Level 5 di Academy City, yaitu Railgun. Kemungkinan besar, powered suit ini meniru kemampuan siswi SMP Tokiwadai itu, sehingga benda itu diciptakan sepenuhnya dengan didasarkan pada filosofi 'menggunakan teknologi untuk membuat sesuatu yang melebihi aslinya'.


Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, dan teknologi terbaru kemarin mungkin tidak lagi dapat unggul saat ini.


Sebuah mesin terbang saja sudahlah sangat menakutkan, dan ditambah lagi monster ini dapat menembakkan beberapa ribu kali peluru dalam satu menit; sekali lagi terror ilmu pengetahuan terungkap.


(... Nomor Tiga.)


Itu adalah sesuatu yang diatas Si Nomor Empat, Mugino Shizuri.


Powered suit yang melampaui Si Nomor Tiga.


Model terbaru yang mengerikan itu menggerakkan kepalanya, dan mesin pembunuh ini mulai memindai lingkungan, mencari keberadaan targetnya.


Dia tidak bisa menggerakkan kakinya.


Tubuhnya mulai gemetar, tak bisa bergerak sama sekali.


Hamazura akhirnya menyadari bahwa pandangan matanya mulai redup.


"PERGI DARI SANA, HAMAZURA !!"


Dia mendengar Hanzou yang berteriak padanya, sepertinya Hanzou dan Kuruwa berjalan ke arah yang berbeda. Hamazura melihat sekeliling, dahinya meneteskan keringat dingin karena ia berpikir bahwa ia akan mati, dan kemudian,


Dia melihat pistol yang diikat.


Hamazura segera meninggalkan Metaleater M5 dan melompati pagar dari 3 koridor tingkat 3 tanpa ragu-ragu.


Sebuah ledakan tersebar, dan peluru Gatling railgun yang sedikit menyerempet, sudah bisa membuat lantai dan dinding di sisi lain koridor menjadi debu.


Hamazura bergelantungan pada pagar di tingkat 2 dan dengan panik membalik dirinya.


Hujan serpihan material bangunan yang hancur membanjiri dirinya.


Koridor tingkat 3 ada di atasnya dan koridor tingkat 2 ada di bawahnya, tembus tertembak. Hamazura melompat menuju toko CD di depannya dan jatuh ke arah tingkat 1.


(... Daya tembus peluru itu tidaklah normal, tetapi tampaknya akurasi tembaknya tidak begitu baik. Apakah mereka sengaja memperbaiki bagian berputar dari senjatanya untuk mencegah terkena dampak gelombang kejut yang dikeluarkan oleh medan elektromagnetik?)


Jika ia terus melakukan beberapa gerakan kecil, mungkin dia bisa menghindari bidikan musuhnya.


Tapi apa yang terjadi selanjutnya menghancurkan pemikirannya yang naïf ini.


Punggungnya.


Sebelum ia bahkan bisa merasa takut, FIVE_Over sudah berdiri di sana. Dia mengambang di udara, mengabaikan fakta bahwa peluru telah menghancurkan seluruh koridor. Gelombang ultrasonik mengumpulkan udara terus men-suplai daya pada sayap transparannya.


"'... Hua ... keke ...'"


Hamazura tampaknya mendengarkan sesuatu.


Itu adalah suara dengan maksud yang begitu ambigu, tapi hawa dingin tampaknya mulai merambati tulang belakang Hamazura.


"... Kriiiiitttt ... zz ... zzzack ..."


(Silver Cross ... !? Orang itu seharusnya tidak mampu berdiri. Ia harusnya memiliki cedera yang akan membunuhnya jika ia tidak pergi ke rumah sakit, jadi bagaimana mungkin dia bisa berada di sini?)


Mekanisme powered suit adalah kinerja mesin yang mampu memperkuat tubuh yang terluka secara eksternal.


Jadi dia berhasil kembali menggunakan benda itu?


Atau ada pihak ketiga yang berpikir bahwa dia masih bisa digunakan dan lantas menyeretya ke medan perang dengan paksa? Memeriksa atmosfirnya, seseorang dapat mengatakan bahwa tidak ada suatu hasrat dibalik nada bicara Suara Silver Cross, jika dibandingkan dengan pertarungan sebelumnya.


Namun, tidak ada waktu untuk merenungkan ini terlalu jauh.


Kak !! Dengan suara mekanik, laras yang dibundel bersamaan itu menyebar karena mulai bergerak sendiri-sendiri.


"Ap- ..."


Meski begitu, senjatanya teteplah Railgun.


Pelurunya yang dapat menembus 3 atau 4 unit mobil sekaligus itu, mulai kehilangan kemampuan tembakannya dengan cepat setelah mampu menembus tingkat 2.


(Sialan ...! Ada apa dengan metode reload ini !!?)


Biasanya, pistol Gatling mengisi laras dengan secara cepat memutarnya, tapi railgun Gatling memakai metode yang benar-benar berbeda dari cara tradisional seperti itu, sehingga tampaknya ini adalah versi mesin yang sudah disempurnakan.


Berpikir bahwa berhenti sejenak tidak ada artinya. Hamazura mencoba untuk melarikan diri sebelum hujan peluru menusuk dagingnya yang masih dialiri darah. Kemudian dia menemui lubang yang radiusnya beberapa meter, dan dengan memasukinya, Hamazura dengan cepat mendarat di lantai 1.


Rasa sakit menusuk melalui tubuhnya, meremas keluar semua oksigen dalam tubuhnya.


"Ku ... ha ... !!"


Oksigen dalam paru-parunya telah habis, sehingga ia tidak bisa berteriak.


Meski begitu, harusnya dia agak serius. Jika dia memiliki powered suit armor Dragon Rider, dia mungkin akan mampu bertahan dengan anggota tubuhnya yang masih utuh.


Melihat-lihat di ruang dan menyapu debu di sekelilingnya, Hamazura berdiri di tumpukan puing bahan bangunan dan merenungkan sesuatu.


(Apa yang harus aku lakukan sekarang ...?)


Dia tidak memiliki waktu untuk peduli pada darah yang mengalir di mulutnya.


(Jika aku tidak berurusan dengan orang itu, aku tidak akan punya waktu untuk melawan powered suit lainnya. Tapi seperti apa usaha yang harus aku lakukan, aku tidak bisa menembak jatuh orang itu seperti biasanya. Selain itu, aku juga sudah kehilangan pistolnya.)


Dia hanya memiliki dua batang pengisi peluru yang tebalnya seperti kamus.


Bahkan jika powered suit itu memiliki peluru yang kuat, itu tetaplah tidak bisa merusak apa-apa jika Silver Cross tidak menembakkannya.


Ada kekuatan, tapi sulit untuk menciptakan suatu tembakan dalam situasi kritis seperti ini. Jika dia menggunakan sesuatu yang rendahan sebagai penggantinya, ledakan akan meniup Hamazura sampai berantakan jika ia mencoba untuk menembak.


Tentu saja setiap senjata selain Metaleater M5, seperti pistol atau senapan semi-otomatis, akan benar-benar tidak berguna.


(FIVE_Over menggunakan sensor yang berbeda untuk memindai medan perang sepanjang waktu. Sesuatu dapat digunakannya sebagai senjata, sesuatu dapat digunakannya untuk menembak balik, mungkin si cengcorang ini tau setiap letak musuh yang bersembunyi.)


Bagaimana Hamazura akan melawan balik?


Hamazura terus memutar otaknya, tapi musuh tidak akan menunggunya sampai dia punya ide.


"...?"


Setelah menghembuskan napas, Hamazura memiliki keraguan.


FIVE_Over tidak mengejarnya.


Dia pasti tidak bisa bergerak, dalam keadaan di mana seseorang dapat menangani dia dengan pukulan terakhir.


(Mengapa bisa begitu...)


Berpikir tentang hal itu untuk sementara waktu, Hamazura mulai menyadari sesuatu.


Prioritas utama musuh bukanlah Hamazura Shiage, tapi Fremea Seivelun. Sensornya mungkin tidak mampu mendeteksi sesuatu yang tersimpan di dalam kubah penyimpanan emas besar, tapi begitu AI bertanya-tanya 'kenapa tidak ada tanggapan dari Fremea ', maka hanya tinggal menunggu waktu sampai dia menemukan adanya kubah tersebut. Dan logika bahwa tak ada tempat persembunyian lain yang sebaik itu, di gedung yang sudah porak poranda, akan semakin mempermudahnya untuk memfokuskan semua pelurunya ke kubah penyimpanan emas itu.


Apakah pintu raksasa kubah penyimpanan emas itu mampu menahan puluhan tembakan Railgun?


"ASEM!!!"


Menahan tubuhnya yang sakit semua, ia mencoba untuk mendukung dirinya, Hamazura menyeret tubuhnya ke depan.


Bahkan jika ada risiko pihak yang menguping, Hamazura masih harus meng-kontak Hanzou melalui handphone.


"Hanzou !! Masihkah Metaleater itu bekerja? FIVE_Over ... Gatling railgun itu mencari Fremea !! Lakukan sesuatu untuk menghentikannya !! "


"'Sebuah senapan anti-tank mungkin berguna, tapi itu akan sulit untuk mengalahkan orang ini, Hamazura. '"


Hanzou mengatakannya dalam kesulitan.


"Tidak bisakah senapan raksasa itu melakukan sesuatu !?"


"" Harusnya akan berguna pada jarak dekat, namun kecepatan dan kekuatan orang ini terkait secara langsung. Semakin besar kecepatan awalnya, semakin dekat targetnya, semakin besar juga kerusakannya. Jadi apakah kau masih berpikiran ingin mendekatinya? Jika dia terus-terusan melanjutkan tembakan yang mirip angin topan itu, kami bahkan tidak akan mengenali wajah mayatmu. '"


Hamazura membanting tinjunya ke dinding pertanda depresi.


Jika dia ingin semua selamat tanpa suatu pun luka yang parah, dia harus menghancurkan FIVE_Over, tapi jika dia ingin menghancurkan FIVE_Over, dia harus mempertaruhkan nyawanya.


Memegang pengisi peluru seukuran kamus, Hamazura merenungkan ini.


Dan kemudian mendongak.


Sebuah kabel listrik terurai turun dari langit-langit yang runtuh.


"... Hanzou, kita tidak perlu untuk benar-benar menghancurkan FIVE_Over. Bisakah kita setidaknya membuatnya berhenti bergerak?"


"" Itu adalah AI tak berawak. Maka jangan ragu-ragu untuk menghancurkannya, tak ada manusia di dalamnya.'" [AI merupakan kepanjangan dari Artificial Intelegence yang diartikan ke dalam Bahasa sebagai “Kecerdasan Buatan”. Sesuai namanya, AI memungkinkan suatu eksistensi untuk bisa berpikir sendiri dengan bantuan suatu program. Pada mulanya, nama AI diambil dari suatu film fiksi ilmiah Holywood pada tahun 2001. Namun karena para ilmuan menilai AI adalah suatu proyek yang sangat mungkin terjadi dan dikembangkan di masa depan, akhirnya AI menjadi suatu cabang study penting dalam disiplin ilmu perkomputeran. Dikutip dengan menyimpulkan dari Wikipedia]


"Berapa lama waktu yang dibutuhkan?"


"'Cheh, jika kita mempertahankan pertempuran ini dan melawan dengan rencana, sekitar 10 menit; tapi kita akan habis jika powered suit itu dibari perintah ‘hancurkan saja semuanya sampai jadi debu’. '"


"Itu sudahlah cukup. Pergilah, tapi lakukan sebanyak apa yang Kau bisa. Jika Kau menemukan ada sesuatu yang salah, cepatlah melarikan diri. " 


"" Dan apa yang kita lakukan setelah kita mencegah laju orang itu? Dalam situasi saat ini, bahkan Metaleater M5 tidak bisa menghancurkan robot belalang sembah itu. Tidak ada yang kita memiliki yang bisa melebihi kemampuan senjatanya. '"


"... Jika itu yang terjadi, kita hanya bisa menggunakan semua senjata yang kita miliki sekarang."


Sekarang, mereka harus memutuskan lokasinya.


Hamazura menatap langit-langit, dan kemudian melihat di depan.


"Kita akan menghentikan FIVE_Over itu di sini."


"'Bagaimana caranya?'"


"Jika ini adalah tempat persembunyian, apa pun selain senjata akan dikumpulkan di sini juga, kan? Selimut, makanan, apapun itu. Biarkan Kuruwa-chan berurusan dengan itu. Karena gas dan listrik dapat bekerja, kulkas dan tempat penyimpanan makanan dapat bekerja juga, kan? "


"Terus kenapa?'"


"Cahaya? Kulkas dan kompor induksi memilikinya, dan Kau tidak bisa mengatakan bahwa lampu kecil tidak memilikinya. "


"'Ada banyak LED di lantai utama! Terus kenapa? Apakah Kau akan membutakan mata musuhmu itu dengan cahaya terang?'"


"Itu benar."


Menjawab leluconnya sendiri, Hanzou tidak bisa mengatakan apa-apa.


Tapi Hamazura terus melangkah maju,


"... Kita akan menggunakan teman-teman kita dari peralatan rumah tangga untuk menghancurkannya."



Part 4[edit]


FIVE_Over.


Modelcase_ "RAILGUN".


Powered suit yang disebut dengan julukan itu telah menghancurkan hampir semua bangunan di koridor lantai tiga bahkan struktur di bawahnya sekalian. Awalnya, kemampuan terbang yang sangat tinggi ini diciptakan untuk mempersiapkan memungkinkan powered suit tersebut untuk menghindar ketika dia harus berdiri di tanah yang tidak rata, yang disebabkan penghancuran oleh Gatling railgun miliknya sendiri. Tidak peduli apakah itu ruang sempit atau badai di luar rumah, dia bisa tetap mengapung di udara seolah-olah berdiri di atas sesuatu yang tak terlihat.


AI telah mencari seluruh bangunan 5 kali, namun tidak bisa menemukan tanggapan apapun dari Fremea Seivelun.


Radar tersebut tidak bisa memindai hanya di beberapa tempat saja, sehingga seseorang dapat menandai tempat manakah saja itu, dan itu berarti kemungkinan jumlah tempat persembunyian telah berkurang drastis.


Tempat pertama yang harus diperiksa adalah kubah penyimpanan emas besar di tingkat 3.


Tak apa-apa bahkan jika Fremea tidak ada di sana.


Jika dia tidak ada di sana, itu hanya berarti dia sudah menandai tempat itu dan hanya perlu mencari tempat lain yang radarnya tidak bisa deteksi. Jika dia terus melakukan cara ini, dalam waktu yang relatif singkat, targetnya pasti akan ketemu.


Bahkan jika targetnya berlari menuju tempat persembunyian lain, gerakannya akan ditemukan oleh 'pencarian menyeluruh' yang sudah diatur dan diaktifkan.


Dengan kata lain, bukannya sia-sia, jika terus bekerja seperti ini, dapat menemukan targetnya dalam waktu dekat.


Proses ini memiliki metode 'menyelesaikan segala sesuatu dari awal sampai akhir' dan, meskipun kondisi-kondisi yang rumit tidaklah berguna dalam melakukan hal-hal yang halus, itu masihlah sangat efektif dalam menghancurkan sesuatu.


FIVE_Over melewati tingkat 3. Untuk mencegah situasi 'menggunakan terlalu banyak peluru ', AI diatur untuk menampilkan semua tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Tanpa ini, kemungkinan besar, mesin ini dengan simpelnya akan memilih tindakan : ‘hancurkan saja semua penghalang yang menutupi pandangan’, toh hasilnya juga akan sama, yaitu target yang berubah jadi mayat.


Dan kemudian, ada suatu hambatan.


Lebih tepatnya, saat melaksanakan 'pencarian menyeluruh', cengcorang ini menemukan beberapa orang yang bersembunyi di sudut-sudut bangunan.


Mereka berjumlah 2 orang.


Salah satunya memegang senapan anti-tank.


Tingkat ancaman halangan ini berada pada level : ‘bunuh saja sampai tanpa bekas’. Bagi AI, adalah sama apakah itu Hanzou ataukah Kuruwa, yang hendak menyerang.


Namun, Hamazura tidak mencoba untuk menembak berturut-turut.


Dari suatu titik buta, dia hanya memperluas laras senjatanya dan, setelah menembak dari sudut yang serendah mungkin, benda itu menghilang lagi ke sudut. Meskipun ia tampaknya khawatir bahwa sulit untuk menggerakkan pistolnya sementara mendekat dengan dinding, tidak ada indikasi kesalahan apapun, asalkan rekoil menakutkan Metaleater M5 itu tidak melukai tubuh.


Siapa pun melihat itu akan terkagum-kagum, tapi AI tidak memiliki tingkat kepekaan sampai sedetail itu.


Mengingat untuk menghemat amunisi dan mengikuti rute yang diprogramkan kepadanya, AI menyimpulkan,


Dia menusuk dinding tanpa ragu.


Target yang tampaknya menyadari pergerakan sabit si belalang sembah ini, mulai berpaling dari tempatnya.


Sosok di sisi lain dinding, dengan panik mulai menurunkan tubuhnya, dan pada saat yang sama, Gatling railgun mulai ditembakkan. -zuzuzu-zuzu-zuzuzu !! Dengan hantaman supersonik, halangan berupa tembok lemah itu mulai berhamburan.


Meskipun tidak menetralisir target, AI terus bekerja.


Tanpa halangan, akan lebih mudah untuk mencapai targetnya.


Jadi tidak perlu untuk mengubah tujuan.


Ini adalah AI yang akan bersikeras 'mampu menyelesaikan tujuan dengan tindakan sederhana' tidak peduli apapun. FIVE_Over bergerak maju, dan dibandingkan dengan humanoid- modern yang mencari senjata, benda ini lebih mirip seperti sebuah rudal homing yang multifungsi.


Pikiran yang paling cocok untuk mesin ini adalah rasa tanpa belas kasihan.


Dengan tidak sanggupannya berpikir fleksibel, siapa pun bisa memprediksi betapa bengisnya orang yang mengendalikan FIVE_Over ini.


Dan respon FIVE_Over kepada orang-orang yang secara sukarela berlari keluar dari tempat persembunyiannya adalah semprotan Gatling railgun.


Tidak ditujukan pada mereka.


Memperkirakan jalan dan target yang akan bergerak menuju, mesin langsung menyerang dinding dan lantai, berniat untuk memotong jalan mereka. Sehingga pada dasarnya, adalah tidak mungkin untuk menghindari Gatling railgun.


Kemudian,


Dia akan menyelesaikannya berikutnya.


Tujuan akhirnya dicapai dengan 'mampu menyelesaikan tujuan dengan tindakan sederhana'.


Sabit kanan belalang sembah ini membidik targetnya secara akurat.


Pada saat ini, 'pencarian menyeluruh' miliknya mendapati respons lain. Tepat di belakangnya, ada seseorang yang berada pada jarak beberapa meter. Orang itu mendorong kereta troli ke depan, dan kereta troli ini bergerak dengan kecepatan seperti mobil, ada 2 kotak dengan ukuran yang berbeda ditumpuk di atasnya.


Ada kemungkinan itu adalah bahan peledak.


Setelah memutuskan bahwa ada ancaman risiko mendekat, AI dengan cepat mengarahkan FIVE_Over miliknya ke sekitar. Gatling railgun itu meledakkan semua benda yang mencurigakan di dekat kereta troli. Lebih tepat untuk menggambarkan meriam logam tersebut 'meledakannya'.


Ada buah yang terdapat di dalam kotak.


Sebagian besar buah berbentuk seperti bola itu adalah apel dan jeruk dan langsung saja menjadi ekstrak, dan beberapa buah yang beruntung, berubah menjadi jus di dalam kotak itu. Mungkin karena ada peluang bahwa ada bahan peledak pada kotak itu, AI luput dalam membuat tembakan yang dapat memunculkan isinya keluar.


FIVE_Over terus menganalisis tingkat ancaman dari benda-benda di sekitarnya.


Semua ampas-ampas buah yang menggelinding ke luar kotak, teriris di tengah dan ini terlihat begitu mencurigakan. Namun, program yang dirancang untuk menentukan apakah ada bahaya tingkat tinggi ataukah tidak, hal ini pastilah dianggap sepele dan layak untuk diabaikan.


Ada 'hal-hal aneh' lainnya di sekitar, yang juga memiliki tingkat ancaman sangat kecil.


Meriam FIVE_Over beranjak dari kereta troli ke orang yang mendorongnya.


Itu adalah Hamazura Shiage.


Pada saat itu, dia tersenyum. Proses berpikir AI tidak dapat memahami apa makna dibalik senyuman itu, tetapi dia memahami sesuatu yang lain, yaitu si target yang membawa benda asing lainnya, sesuatu yang menghubungkan arus bertegangan 100V ke peralatan rumah tangga.


Semassa logam.


Itu terbentuk oleh banyak LED yang digunakan untuk menyalakan permukaan.


Lebih tepatnya, itu adalah tumpukan benda yang digunakan untuk menyalakan gedung bertingkat itu.


Perangkat cahaya elektromagnetik.


Eksterior yang terlihat seperti semassa logam itu, jelas menunjuk ke depan.


Pada akhirnya,


Namun,


Ini adalah penilaian tingkat ‘ancaman’. Gelombang elektromagnetik yang kuat akan merusak alat listrik pada sistemnya, namun puluhan ribu LED tidak akan dapat merusak bagian FIVE_Over, yang siap untuk menghadapi hal-hal seperti. Biasanya, karena FIVE_Over menggunakan 'railguns kuat sebagai senjata', benda itu terus-menerus diliputi dalam medan magnet yang kuat dan juga gelombang elektromagnetik.


Ini menghilangkannya satu per satu.


AI menentukan bahwa itu hanyalah 'hasil' yang mungkin terjadi akibat suatu tindakan tidak sengaja. Dasar membuat keputusan ini adalah alasan mengapa FIVE_Over adalah senjata.


Dengan demikian, FIVE_Over AI tidak tahu apa itu.


Awalnya.


Manusia yang memiliki rasa takut dan niat untuk hidup akan benar-benar berpikir untuk mengambil Gatling railgun seolah-olah itu senjata lelucon, apa yang menyebabkan mereka berpikir seperti ini?


Dengan kata lain, mereka percaya bahwa mereka bisa menang.


Tidak mungkin bagi manusia untuk sengaja berdiri di depan monster ini tanpa senjata.


FIVE_Over menghancurkan semua kotak di depannya, dan ada sejumlah besar buah yang teriris di dalamnya. Setelah itu, sesuatu yang 'aneh' terjadi. Senapan anti-tank Metaleater M5 menembak ke arahnya.


Sistem memutuskan bahwa ada berbahaya sekarang, karena tembakan pistol.


Meskipun setengah dari jumlah buah itu sudah terperas, masih ada yang tersisa, tersebar di seluruh tempat.


Tentu saja, tubuh bagian atas dan bawah FIVE_Over tertutupi oleh jus buah-buahan yang meledak karena senapannya sendiri.


Dan kemudian, ada benda-benda yang secara khusus disisipkan ke dalam buah-buahan tersebut, dan itu adalah sejenis benda yang digunakan sebagai 'hulu ledak' yang bisa melambungkan korbannya ketika terkena.


Ini adalah apa yang dikatakan Hanzou.


Metaleater M5 hanya bisa menghancurkan powered suit berbentuk belalang sembah itu dari dekat.


Tetapi bahkan jika tidak mendekat, adalah percuma jika seseorang tidak menembakannya jikalau ada peluang.


Omong-omong.


Mengenai bahan peledak, kebanyakan orang pasti akan berpikir bahwa itu adalah benda yang bisa memancarkan api bila dipantik.


Tapi yang kali ini mereka gunakan, adalah bahan peledak yang tidak hanya sebatas itu.


Sebagai contoh, gelombang elektromagnetik yang dengan kuat dapat memicu ledakan yang benar-benar sensitif.


Lebih cepat daripada sabit FIVE_Over, lebih cepat sebelum Gatling railgun dapat meledakkan tubuh Hamazura.


THOMP THOMPTHOMPTHOMPTHOMP !!! Suara mengejutkan keras yang cukup mengguncang menyebar melalui udara dari telinga Hamazura sampai perutnya.


Di tengah-tengah buah yang telah teriris itu, pada ujung potongannya, terdapat peluru. Tentunya, sejumlah besar peluru kini sedang menghadap ke atas.


Hampir setengah dari jumlah buah yang dihancurkan oleh Gatling railgun, kini mulai menembak ke seluruh tempat.


Inilah taktik para mantan anak buah Komaba Ritoku itu, mereka tahu benar bahwa sistem AI memiliki keterbatasan dalam mengenali targetnya, walaupun itu mempunyai tingkat kesensitifan yang begitu baik dalam menentukan apakah obyek tersebut berbahaya ataukah tidak.


Mereka menyisipkan semacam material yang bisa dengan mudah bereaksi terhadap medan magnet berskala tinggi. Inilah yang mereka sebut dengan ‘peledak’ tersebut. Dan tidak perlu susah-susah mencari sumber yang bisa memantik ‘peledak’ ini, karena senjata FIVE_Over adalah sumber dari medan magnet berkekuatan tinggi karena efek samping dari penembakan Railgun. Bahkan, medan magnet yang dihasilkan FIVE_Over tidak akan hilang selama beberapa menit setelah terjadinya tembakan, dan ini tentu merupakan keuntungan bagi Hamazura dan yang lainnya.


Setelah medan magnetnya bereaksi, tentu saja benda-benda yang terbuat dari logam di sekitarnya akan bergerak menujunya, prinsip kerjanya mirip dengan magnet yang dijatuhkan ke tumpukan paku. Bagaikan tawon yang masuk ke sarangnya, ratusan peluru, yang juga Hamazura sisipkan ke kulit buah, mulai melekat ke tubuh powered suit berbentuk belalang sembah itu. Namun itu saja belum cukup untuk membuat ledakan maut yang bisa meleburkannya.


Jawabannya ada pada bubuk mesiu yang tertinggal di masing-masing peluru itu, dan dengan sekali tembak yang dilepaskan oleh Metaleater M5, lengkaplah sudah semua taktik penghancuran FIVE_Over yang dilakukan secara bertahap ini. Tembakan terakhir dari Metaleater M5 menjadi pemicu yang kedua, kali ini bukan lagi memicu medan magnet, tetapi memicu bubuk mesiu yang menempel pada peluru-peluru itu, yang juga, menempel pada tubuh si cengcorang baja tersebut. BAM, seakan melemparkan putung rokok ke tabung LPG 3 kilo-an yang bocor, badai api terjadi dengan sekejap mata.


Dari bagian kanan bawah FIVE_Over, ke segala penjuru.


Ini seperti ledakan yang sebenarnya, itu adalah badai kehancuran seluruh tempat.


"Sialan !!"


Target yang memegang perangkat cahaya elektromagnetik dengan panik menurunkan pegangannya.


Tapi FIVE_Over tidak memiliki waktu untuk mengejar.


Bunga api oranye terbang keluar dari armornya.


Program penilaian ancaman dihentikan sebelum itu bahkan sebelum semuanya selesai, dan sistem perhitungannya pun telah rusak.


Tanpa laras untuk menyesuaikan ledakan bubuk mesiu, kekuatan peluru sangatlah lemah; tapi jarak tidaklah penting lagi, karena penembakan dari jarak dekat bisa membuat sejumlah kerusakan yang mengancam dirinya sendiri.


Celah muncul di permukaan armor-nya, dan powered suit mengeluarkan suara berderit ketika mencoba untuk bergerak, dan langit-langit tiba-tiba runtuh dari atasnya. Peluru FIVE_Over yang meleset menyebabkan kerusakan yang signifikan ke langit-langit.


Kali ini, akhirnya,


FIVE_Over berhenti.


Powered suit yang secara teknis melampaui si Nomor Tiga.


Robot itu mengeluarkan suara mesin yang merupakan tanda proses berpikir AI tersebut masih menyimpulkan sesuatu yang tidak ia mengerti.


Dengan kata lain.


Itu adalah sebuah suara manusia yang memiliki emosinya sendiri.


"... Si Nomor Empat yang aku kenal bahkan lebih menakutkan daripada ini."



Part 5[edit]


Kinuhata Saiai bergelantungan di suatu gedung kantor.


Di saat tangki air baja dihancurkan dari dalam, suatu lubang besar terbentuk pada sisi atap. Sebagian dari sweater wol-nya terkoyak oleh tepi tajam dari puing-puing struktur.


Meskipun ia memiliki kemampuan 'Offense Armor', dia tidak bisa meniadakan kerusakan sepenuhnya. Seolah-olah perutnya dipukul beberapa kali, dan dampaknya juga mengenai sampai ke tulang belakangnya menyebabkan semua kekuatannya menghilang. Namun, ini agaknya merupakan skenario terbaik. Jika dia tidak memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri, ia kemungkinan besar akan hancur menjadi serpihan.


(... Meskipun adalah super beruntung bahwa tidak ada seorang pun di dalam gedung, ini pasti pekerjaan yang 'Petinggi')


Tapi Kinuhata tidak berpikir lebih jauh.


Pintu lift yang menghubungkan atap ke dalam terbuka.


Yang muncul bukan pekerja kantor atau penjaga gedung.


Melainkan, seorang pria muda yang tampak dengan ekspresi yang sangat mengancam.


"... Si, Nomor Satu ...?"


Esper berambut putih dan bermata merah bersandar pada tongkat yang terlihat berteknologi modern. Accelerator tampak agak tidak sabar saat ia menatap Kinuhata yang menggantung dari puing-puing tangki air.


"Freshmen pasti akan melakukan yang terbaik untuk mencegah terlibatnya Anti-Skill. Partner-ku mendengar akan hal ini, Kuroyoru Umidori atau Silver Cross Alpha, siapa yang terkait dengan siapa? "


"Dan tujuan utamamu adalah?"


"Orang-orang yang merencanakan ini. Freshmen menargetkan seorang bocah tengiik bernama Fremea Seivelun. Aku akan ingin membuat beberapa tindakan pencegahan sebelum dia tertangkap. "


"Seivelun ...? Sialan, si cengeng itu pasti akan meronta-ronta karena hal ini? "


"Apakah Kau tahu ke mana mereka pergi?"


"Karena Kau terlibat pada pesan rahasia Freshmen, tidakkah seharusnya kau sudah mengerti? "


"Saat ini, mereka sudah mengaturnya menjadi suatu rahasia sesuai dengan situasi pertempuran. Mereka semua berbicara tentang uang tidak peduli apa isi pesan itu. Karena semua pesan yang terkait pada suatu organisasi adalah rahasia, membuang-buang waktu untuk menekan mundur mereka ... lagi pula, Freshmen sepertinya tidak tampak memiliki dukungan lengkap dari para Petinggi. "


"Aku super paha,."


"Lalu, ada petunjuk lain?"


"Ehhmmaa."


Samabil bergelantungan terbalik, Kinuhata mengangkat bahunya.


"Seharusnya petunjuk yang kau minta tidak jauh dari sini."



Part 6[edit]


"Hamazura !!" Hanzou menunjukkan wajahnya dari sisi lain bangunan.


"Kita melakukannya, oi, kita benar-benar membenamkan FIVE_Over itu !! ... aku katakan, apakah tidak apa-apa jika aku mendekatinya sekarang? Benda ini tidak akan mengamuk lagi, kan? "


"Tidak masalah, cengcorang itu sudah menembakkan semua amunisi nya."


Hamazura mengumpulkan sejumlah besar lampu LED dan meletakkan perangkat lampu elektromagnetik di tangannya sebelum berjalan menuju Hanzou dan Kuruwa sedang berlari menuju ke arahnya.


"Cepatlah! Berapa banyak peluru yang kita miliki? Peluru Metaleater M5!! "


"Apa yang kau bicarakan, Hamazura, powered suit berbentuk belalang sembah itu sudah ..."


"Apakah kau sudah lupa?"


Hamazura meraih bahu Hanzou dan menggoncangnya dengan keras.


"FIVE_Over ini bukan satu-satunya powered suit yang ada di sini. Beberapa dari mereka hancur dalam baku tembak barusan, tapi masih ada beberapa lagi yang tersisa !! "


Dan mereka tidak akan hancur tanpa senjata Metaleater M5.


Namun, Hamzura dan yang lainnya akan berakhir jika beberapa mesin itu berkumpul dan menyerang, atau mungkin bahkan bisa lebih buruk lagi jika ternyata ada lebih dari satu unit FIVE_Over.


Hanzou dengan panik mengecek kembali jumlah peluru yang tersisa. "...


Kita memiliki 7 longsong peluru, tapi aku tidak bisa menjamin ini semua bisa bekerja, dan berdasarkan ketangguhan musuh, mungkin diperlukan beberapa longsong lagi. Terlalu sulit untuk menggunakan peluru-peluru sisa ini untuk menghancurkan semua musuh !! "


"Tapi tidak ada lagi yang dapat melumpuhkan para powered suit tak berawak itu."


Sebagai pemilik tempat ini, Kuruwa tahu betul tentang barang apa disimpan di sini.


"Senapan mesin ringan dan senapan serbu, ini akan dipentalkan tak peduli berapa banyak senjata yang kita gunakan. "


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Hamazura? Apakah Kau berpikir bahwa jika kita membuat perangkap lagi seperti tadi, akan bekerja? "


"Aku punya rencana."


Crak crak crak, suara gemuruh langkah sejumlah benda mencurigakan dapat didengar dari berbagai arah.


Bermaksud untuk mengelilingi mereka.


Tidak ada waktu yang tersisa.


Satu-satunya hal yang dapat menyelamatkan mereka adalah 'aturan' yang Hamazura tetapkan.



Part 7[edit]


PATAPATAPATAPATAPATAPATA !!!


Gemuruh tembakan terus menerus berderang pada telinga Kuroyoru Umidori. Saat ini, banyak jendela dari bangunan yang ditinggalkan telah hancur, dan bangunan itu sendiri mulai bergetar.


Meskipun dia kurang - lebih menghabiskan cukup banyak usaha ketika melawan Kinuhata Saiai, pada situasi saat ini, koleksi benda Silver Cross masihlah sangat berguna. Sudah 10 menit sejak kawanan powered suit itu masuk, jadi mereka harusnya sudah menghancurkan semua yang ada di dalam, kan?


"... Sudah waktunya, nya?" [“nya” bukan salah ketik atau terjemah, itu adalah gaya berbicara Umidori Kuroyoru]


Dia bergumam pada dirinya sendiri. Kesan yang tertinggal begitu mendalam pada dirinya adalah mesin pertanian besar yang menargetkan manusia sekarang. Mesin-mesin ini dapat dengan mudah mengerti pergerakan dari satu titik ke titik lain tanpa merasakan dilema betapa seriusnya perasaan manusia. Apakah perbedaan yang sangat mendasar antara hidup dan mati, sehingga mereka memiliki pemikiran untuk menghancurkan daging musuhnya 'untuk memastikan bahwa mereka sudah mati'.


(... Ini sudah era mesin bergerak tak berawak, apakah kita tidak bisa hanya menyerahkan pekerjaan seperti ini kepada mesin-mesin itu?)


Memang benar bahwa Silver Cross dan Kuroyoru memiliki sikap yang agak ambigu dalam hal membedakan 'Manusia' dan 'mesin', tapi dia tidak keberatan dengan itu sama sekali.


Meskipun demikian, jika mereka tidak memeriksanya, daging manusia mungkin dihancurkan menjadi Bologna. Mungkin ada perlunya juga untuk memastikan mayat mereka masih 'dapat dibedakan melalui mata manusia ', untuk memungkinkan orang untuk mengidentifikasi mereka dengan mudah. [Bologna di sini bukan merupakan nama kota besar di Itali yang ada tim sepakbolanya, yang pernah bermain di Serie-A itu. Bologna di sini adalah daging asap seperti sosis yang berasal dari Amerika Utara, yang biasanya terbuat dari daging sapi, babi, atau anak lembu, sumber : Kamus Besar Oxford]


Namun, kemungkinan dia akan tertembak dengan tanpa sengaja jika dia ikut campur pekerjaan kawanan powered suit yang sedang melakukan operasinya itu.


"Yah, aku akan menunggu sampai mereka selesai."


Kuroyoru lagi-lagi menekan-nekan boneka lumba-lumba terus menggembung itu.


"... Mereka itu hanya seperti mainan mekanis, aku bisa merobek mereka menjadi puing dalam waktu 10 detik jika aku mau. "


ZOZOZOZOZOZO ... suara gema yang tidak diketahui terdengar di seluruh kegelapan.


Sesuatu memperkuat dirinya.


Sebuah cyborg.


Sejumlah besar benda mirip tangan bayi terlihat berkembang biak seperti segerombolan besar belalang, tampak lebih mengancam dan mengintimidasi karena mereka mengerumini Kuroyoru sampai terlihat seperti jubah belalang.


Ini semua diatur untuk kemampuan Kuroyoru ini, baterai.


Mengumpulkan lebih dari ribuan benda-benda itu, 'titik tembak'-nya tidak lagi merupakan 'Bomber Lances', tetapi merupakan gangguan pada' segala sesuatu yang mengalir dalam wilayah tertentu '. Ini adalah hal yang sama dengan menciptakan tombak nitrogen besar, ini adalah untuk menciptakan ruang guna menyerap nitrogen, agar memungkinkan manipulasi dengan mudah suatu ledakan setelah semua nitrogen itu terserap.


Kekuatan ini tidak lagi berada pada ranah kemampuan esper Level 4.


Selain itu, Kuroyoru sendiri tidak lagi tertarik pada sistem peringkat kekuatan esper yang sudah jadul itu.


"... Aku dikritik karena melakukan hal-hal yang tidak membedakan tentang siapa yang sekutu dan siapa yang musuh. Kali ini, entah kenapa ini merupakan suatu kekalahan bagiku, yaitu untuk mendapatkan uang dalam pertukaran nyawa, sehingga sisi mana yang akan marah? "


Untuk membuat situasi lebih kacau, si ratu muda ini menuju bangunan itu.


Pada saat ini, dia tiba-tiba berhenti.


Sebuah geraman mengejek muncul di wajahnya.


"Yah, lebih baik bagi Kau untuk tidak ikut campur saja."


Sesosok putih bersandar pada tongkat modern muncul saat ia berdiri di seberang.


Accelerator.


Si Nomor Satu di Academy City ; dalam hal peringkat, dialah yang teratas di antara ke - 7 esper Level 5.


Kuroyoru tiba-tiba tertawa,


"Tapi kau lebih berhati-hati daripada yang aku kira, atau apakah perang itu mengubah kepribadianmu? Mencari informasi dengan begitu teliti, hanya untuk membuat perencanaan yang matang dan menghemat daya di baterai-mu, ini pastilah hal berbeda dari proses berpikirmu yang aku tahu selama ini, kenapa kau tidak mengamuk saja dan meluluh-lantahkan semuanya, dengan tak mempedulikan apapun termasuk baterei elektodamu itu. Aku pikir Kau akan membuang-buang energimu... yaaahh, terima kasih kepadamu, aku mungkin tidak mampu mengejar ketinggalanku selama ini dari esper-esper lainnya. "


Sebuah ejekan yang jelas.


"Kau ingin melindungi Fremea, kan? Atau malah Hamazura? Nah, apapun itu, aku bisa menjamin bahwa mereka akan 'mati' di dalam. 'Kalian', termasuk Hamazura yang mati itu, hanya secuil kelompok yang melawanku, 'Petinggi' tidak akan marah bahkan jika kita membunuh kalian. "


Tapi Accelerator tidak keberatan dengan kata-kata ini, tetapi sebaliknya dia malah berfokus pada Kuroyoru.


"... Apakah ini yang terjadi ketika Kau mencoba untuk menambal semua ketidakmampuanmu?"


Gumaman dari isi hati Si Nomor Satu itu tidak menciutkan nyali Kuroyoru.


"Meskipun waktunya tidak bagus, aku benar-benar mengumpulkan semua kondisi yang diperlukan, kan?"


Orang lain dengan kekuatan yang luar biasa.


Setiap Level 0 yang menghalangi Kuroyoru pasti akan mati, siapapun yang mencoba untuk mengganggu rencananya, setidaknya masih memiliki kesempatan untuk bertahan hidup jika mereka melawan.


"Omong-omong, bahkan jika kita meninggalkan mereka sendirian, mereka pasti akan hancur sampai menjadi puing di dalam. Haha, atau haruskah aku bertanya apakah mereka masih berbentuk manusia ataukah tidak? Semua orang harus berbentuk manusia jika mau dikuburkan, bukan?"


"... Apakah Kau bahagia?"


"Ah?"


"Apakah Kau benar-benar senang dengan hidup di tempat seperti itu?"


Tempat itu.


Sarang kejahatan.


Seorang Level 0 tertentu bahkan masih menatapku dengan mata tajamnya itu sampai sekarang, Accelerator berpikir.


Tentu saja, Kuroyoru tidak sadar tentang pemikiran ini.


Tanggapannya terhadap pertanyaan Accelerator adalah cukup sederhana.


Nadanya berubah.


"Bukankah sudah jelas? Aku pasti senang. AKU BENAR-BENAR BAHAGIA DI SINI !! INI ADALAH PUNCAK DUNIA. UNTUK DAPAT BERADA DI TEMPAT DIMANA AKU BISA MELEPASKAN SEMUA AMARAHKU. INILAH SEMUA YANG AKU INGINKAN !! TIDAK PEDULI SEBERAPA BANYAK UANG YANG DITAWARKAN, AKU TETAPLAH AKAN MEMBUNUH. ADA BANYAK ORANG YANG MENGANGKAT DAGUNYA SEMBARI MEREKA MELIHAT KE BAWAH. DAN DENGAN CYBORG INI, TUBUHKU, CARA AKU HIDUP; INI BAHKAN LEBIH DARI LUAR BIASA DARIPADA ORANG LAIN YANG TINGGAL DI ACADEMY CITY !! AKU HARUS BAHAGIA TENTANG INI, BUKAN !!? "


"…………..."


Perkataan Kuroyoru ini secara khusus ditujukan pada bagian tertentu dari kepribadian Accelerator, dimana itu merupakan bagian dari diri Accelerator yang sangat disukai oleh Petingi Academy City, yaitu bagian dari diri Accelerator yang membuatnya sebagai monster yang selalu bisa dikendalikan untuk melengkapi percobaan-percobaan tak berperikemanusiaan lainnya dari Academy City. Ini bagi Accelerator, agaknya seperti percakapan dengan dirinya sendiri.


Sekarang kebencian diri Kuroyoru seakan sedang diarahkan ke diri Accelerator sendiri.


"Jangan bilang Kau berpikir bahwa hanya karena Kau adalah Level 5 terkuat di Academy City, Kau yakin tidak akan kalah dalam pertempuran yang murni melibatkan kekuatan? "


Dia terus melanjutkan kata-katanya ejekan.


Mainan lumba-lumba menggembung miliknya mulai berubah bentuk dari dalam.


"Tidak mungkin, harusnya tidak seperti ini, kan !? 'Orang-orang' yang aku kendalikan di belakangku tidak hanya diurutkan berdasarkan kekuasaan atau kerusakan yang mampu diciptakannya, tetapi adalah cyborg !! "


Sejumlah besar lengan muncul dari boneka lumba-lumba yang kini sudah terkoyak, menempel ke tubuh bagian kanan atas Kuroyoru.


Senjata-senjata ini awalnya dimaksudkan untuk dikembangkan sebagai 'barang buatan yang dimaksudkan untuk menggantikan fungsi tubuh seseorang'.


Benda-benda yang nyaris mirip dengan makhluk hidup ini bisa mengabaikan sosok tubuh manusia dan memperluas ke bagian tubuh tertentu.


"Meskipun kau adalah si Nomor Satu di Academy City, kau pernah merasakan kekalahan sebelumnya. Misalnya, Kihara Amata, yang menggunakan kemampuan 'redirection' milikmu untuk melawanmu sendiri dan dengan sadar menarik tinjunya tepat ke depan mukamu untuk membiarkan ' redirection'-mu memukul wajahmu sendiri. "


Accelerator tahu apa yang dia ingin katakan.


Sejumlah lengan di belakang Kuroyoru bergerak seperti layaknya gelombang.


"Tapi 'lengan'-ku ini adalah cyborg, ini adalah mesin, benda buatan yang dikendalikan oleh angka!! Aku bisa menyerangmu balik dengan menggunakan perhitungan Kihara Amata ini !! "


Menghadapi ancaman dari masa lalunya.


Nada itu, cara berpikir seperti itu adalah cara yang sempurna untuk menghancurkan Accelerator.


"Lalu, hai Tuan Nomor Satu, apa yang sekarang kau rencanakan? Kihara Amata hanya menggunakan tinju manusianya, jadi jika itu adalah 'Bomber Lances'-ku, ini akan selesai hanya dengan sekali pukul. Jika kau tidak ingin mati, maka majulah. Aku akan mengalahkan kamu dan menguburmu hidup-hidup. "


Crak crak crak !!! Beberapa ribu 'lengan' bersiap-siap ke posisinya masing-masing.


Setiap lengan dapat membuat 'Bomber Lance' dengan bebas, dan dalam suatu kelompok, mereka benar-benar bisa mengendalikan semua aliran udara di sekelilingnya.


Ada puluhan ribu cara untuk menyerang. Dengan menetapkan input ke 'perhitungan Kihara Amata' yang cukup bisa membuat Accelerator kesulitan, dia pasti bisa mengalahkannya dengan 'redirection'.


Tombak – tombak itu mulai menyerang dari segala penjuru.


Kemanapun Accelerator mencoba untuk sembunyi, tidak ada zona aman di udara. Bahkan jika 'Bomber Lances' sendiri tidak bisa menyentuhnya, dalam kelompok besar seperti ini, benda-benda itu dapat memanipulasi udara di langit.


Tidak mungkin untuk bertahan atau menghindar.


Jika demikian, Accelerator membuat keputusan sendiri.


Pada saat ini, esper Level 5 terkuat di Academy City membuat pergerakannya.


"Huh ...".


Menghembuskan napas sedikit, ia bergerak ke samping, seolah-olah dia membuka suatu jalur di samping tubuhnya.


Pada saat itu, Kuroyoru Umidori tidak mengerti makna sesungguhnya di balik tindakan Accelerator itu. Itu karena dia punya cara berpikir tertentu, yang ditanamkan dalam dirinya, bahwa dia tidak dapat merespon suatu perasaan abnormal. Dalam situasi ini, tidak, apa pun yang terjadi, monster itu pasti tidak akan 'membuat jalan'. Pasti ada trik di balik perherakannya ini. Bahkan peralatan cyborg Kuroyoru tidak bisa memikirkan mengapa ia akan melakukan hal ini.


Atau mungkin,


Kuroyoru terus tetap berada di jalan kejahatan.


Dan Accelerator meninggalkan jalan tersebut.


Apakah ini yang membuat mereka berbeda?


"Kenapa? Bagaimana ... "


Karena itu, Kuroyoru meragukan sesuatu.


Pada saat ini, Accelerator bergumam,


"Kau salah." "...?"


"Karakteristik pertama dari senjata mekanik adalah tidak sepenuhnya dikontrol oleh jumlah. Senjata tidak memiliki pikiran atau keyakinan pribadi. Semuanya diputuskan oleh kehendak si pengguna. Jika Kau berpikir liar, Kau hanya akan berakhir dengan hasil yang liar juga; jika ada seorang idiot serius yang menggunakannya, mungkin akan berakhir dengan hasil yang serius pula ... yaah, 'menggunakan senjata' adalah berbeda dengan menguasai."


"Apakah Kau mengatakan bahwa aku tidak bisa mengendalikan cyborg seukuran ini?"


"Itu sebabnya aku bergerak ke samping."


Tanpa menjawab pertanyaan musuh, Accelerator tampak seperti tidak peduli, sembari ia terus berkata dengan nada tidak sabar,


"Pertama-tama izinkan aku mengatakan ini, ini tidak ditujukan kepadamu."


GASHYAN! Pada saat ini, sesuatu yang berderang.


Sesuatu sepertinya terbang keluar dari jendela di tingkat 3 dan meninggalkan bangunan., mendarat di lantai dan terpental sekitar beberapa kali sebelum bergulir ke kaki Kuroyoru ... ini adalah salah satu koleksi Silver Cross yang hancur ... dengan kata lain, benda yang menyela pertempuran mereka itu adalah sebuah powered suit.


Tembakan berhenti.


Dan apa yang tampak di jendela adalah objek tertentu, yang bisa dikatakan cukup berharga ...


(FIVE_Over ...?)


Apakah tembakan yang terhenti tadi menunjukkan bahwa penindasan yang dilakukan kawanan powered suit itu telah berhenti?


Mengingat ini, Kuroyoru menyadari ada sesuatu yang tidak berjalan dengan benar.


Ada celah besar pada powered suit itu.


Lubang palka pada kursi pilot bengkok, meninggalkan sebuah lubang.


Seolah-olah itu dirobek oleh manusia.


Setelah itu, Kuroyoru segera ingat bahwa peralatan Dragon Rider milik Hamazura Shiage jugalah diciptakan oleh Academy City. Dengan kata lain, benda itu dioperasikan dengan cara yang sama dengan FIVE_Over.


Dengan kata lain.


(Tidak mungkin ... !?)


Sudah terlambat baginya untuk meneteskan keringat dingin.


Alasan mengapa Accelerator bergerak kesamping adalah karena Kuroyoru memiliki sesuatu.


Api besar ditembakkan ke arah Kuroyoru Umidori.


Tembakan ditujukan padanya pada kecepatan 4000 tembakan per menit, masing-masing ditembak cukup untuk melampaui kekuatan tembak Si Nomor Tiga, Railgun dari Tokiwadai.


Kedua Gatling railgun pada kedua sisi powered suit berbentuk belalang sembah menembaki lengan Kuroyoru dari belakang. Itu adalah sabit kematian, dengan satu ayunan yang memiliki kekuatan yang cukup untuk memotong lengan-lengan cyborg Kuroyoru bagaikan memotong rumput.


Lintasan tembak railgun menuju kepada Kuroyoru dari kedua sisi.


Kekuatan sabit itu bisa disejajarkan dengan alat pemenggal sekalipun.


"Sialaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!"


Jika dia sepenuhnya siap, bahkan jika dia harus melawan FIVE_Over, Kuroyoru masih akan menang berdasarkan kemampuan sendiri. Namun, ia bereaksi dengan lambat. Jarak waktu beberapa detik itu mampu menghancurkan sejumlah besar lengan-lengan cyborg yang menjadi perkuatan senjatanya.


Meski begitu, menghadapi lawan dengan dua sabit tersebut, Kuroyoru segera merespon.


Dia memindahkan beberapa ratus 'lengan' tersisanya akan membuat sejumlah besar 'Bomber Lances'. Badai yang diciptakan oleh manipulasi atmosfer membelokkan peluru, dan sejumlah besar tombak dibentrokan langsung dengan railguns dan menyebabkan kehancuran yang luar biasa, menghasilkan banyak badai. Kuroyoru bahkan menganggap bahwa hanya menggunakan udara saja tidak akan banyak membantu, jadi dia menempatkan sejumlah besar 'lengan' di depannya untuk bertindak sebagai perisai.


(Hal ini pasti bekerja.)


Meskipun dia bertahan, Kuroyoru masih berpikir tentang menyerang balik.


Pada dasarnya, itu masihlah merupakan suatu serangan baginya.


(Gatling railgun akan menggunakan sejumlah besar listrik dan menciptakan daya panas. Benda itu tidak mungkin selamanya menembak. Fitur keamanan akan membuat suatu periode pendinginan mesin untuk beberapa waktu, jadi jika aku menyerangnya pada periode itu, tidak sulit untuk menghancurkan FIVE_Over ...)


"Kau memainkan kartu yang salah."


Seolah-olah dia mencoba untuk mengganggu pikiran Kuroyoru, Accelerator bergumam dengan dinginnya.


Dasar dari proses berpikir itu.


Suara dari seorang yang tahu bagaimana menggunakan kekuatan itu dengan baik.


"Jika Kau ingin melawanku secaea defensif, paertama kali kau harus menggunakan 'redirect'. Pengendalian vektor dengan berkonsentrasi pada area yang lebih kecil tidak mungkin bertahan terhadap sebuah serangan berjangkauan luas, kan? Untuk benar-benar mengenyahkan perisainya dan menggunakan tombak untuk memblokir hujan peluru itu, Kau terlihat seperti sedang ber-juggling (menimang-nimang sesuatu di udara seperti yang biasa dilakukan penyaji minuman di bar – trans) dari sana"


"……………..... !?"


Tidak untuk menyerang, tapi untuk bertahan.


Bukan Kuroyoru Umidori, tetapi Kinuhata Saiai.


"Jika Kau ingin mengkhususkan seranganmu, kau harusnya sudah benar-benar menghancurkannya. Jika Kau memiliki kekuatan yang bisa membuatmu begitu bangga, itu harusnya bermanfaat bagimu untuk dengan cepat menyerang untuk mencegah serangan-serangan lain yang diarahkan kepadamu. "


Efek samping ini tidak mampu dilewatinya.


Juga dikenal sebagai guncangan terhadap kehidupannya.


Hal ini mengacu pada naluri dasar makhluk hidup, untuk dengan sadar memilih membela diri terhadap ini sosok kehancuran yang dikenal sebagai Gatling railgun.


Accelerator dengan sabar mengkritik semua tindakannya,


"Betapa riskan, dasar kau setengah cyborg."


Sejumlah besar 'lengan' hancur, dan peralatan mekanik itupun meledak.


Kuroyoru Umidori telah terjatuh ke lantai dan dihujani dengan pecahan peluru.


Pemenangnya sudah ditentukan.



Part 8[edit]


Hamazura Shiage menaiki FIVE_Over saat ia berjalan keluar dari bangunan yang ditinggalkan. Benda itu harusnya dapat menggunakan sayapnya untuk terbang dengan cepat, tetapi ia tidak menggunakan teknologi yang cara kerjanya tidak begitu dipahaminya. Hamazura langsung bergerak dari tangga ke tingkat 1, melewati pintu masuk utama.


Powered suit yang muncul di depan Accelerator membuka lubang palkanya, dan wajah Hamazura muncul dari dalam.


"Apakah ini sudah berakhir?"


"Antek-antek mereka yang tersisa sudah diurus oleh clone yang menyebalkan itu (Misaka WORST – trans). Namun, Kau mengalahkan dua orang yang paling penting, jadi hanya masalah waktu untuk melumpuhkan seluruh komplotan ini. Jika Kau dapat menggunakan itu, itu berarti yang aslinya terbuang percuma. "


"Itulah yang terjadi. Saat ini, Kuruwa-chan ... si gadis ninja itu memegangnya. "


Accelerator memandang tajam ke dalam interior powered suit.


Ada kabel yang terpasang di antara armor khusus yang Hamazura pakai dan yang ada di dalam ruang. Kemungkinan besar, ia menghancurkan sistem utama FIVE_Over dan melekatkannya pada peralatan khusus pakaiannya untuk membuat perhitungan yang jauh lebih baik.


Itu bekerja karena prinsipnya sama, dan itu diaktifkan selama saat yang kritis.


"Apakah Kau masih dapat memproses informasinya?"


"Mana yang menurutmu lebih baik, memikirkan cara untuk melakukannya atau melakukannya secara menyeluruh dari awal? Ngomong-ngomong, bagian yang terakhir harus menata ulang semua sistem mekaniknya. "


"... Ini seperti meninggalkan beberapa peralatan masak untuk seorang wanita yang tahu benar cara memasak dan mengharapkan meja yang penuh dengan makanan rumahan, kan? "


Mengabaikan penghinaan Accelerator ini, Hamazura menurunkan kepalanya.


Kuroyoru Umidori tergeletak di lantai. Dia dihantam oleh banyak 'pecahan peluru', dan kehilangan cukup banyak darah, tapi setidaknya ia masih memiliki anggota tubuhnya yang utuh. Menghadapi semua tembakan beruntun itu, dia benar-benar tidak terkena sebutir peluru pun secara langsung. Benar-benar seorang esper tingkat tinggi Academy City, dia bukan hanya musuh yang dapat berjuang dengan menggunakan akal sehatnya.


"Jadi keributan 'Freshmen' sudah berakhir, kan?"


"Mana si bocah Fremea Seivelun itu?"


"Di dalam kubah penyimpanan emas yang besar. Benda itu akan terbuka setelah setengah hari kemudian karena pengontrol waktunya. "


"... Betapa merepotkan. Aku hanya perlu menggunakan kekuatanku untuk memaksanya terbuka."


"Aku juga ingin begitu, tapi kita perlu menyembunyikan semua senjata berbahaya ini sebelum Anti-Skill tiba, atau kita akan merepotkan Kuruwa-chan, bagaimanapun juga, ini adalah tempatnya. "


Sementara berbicara, dua orang ini dengan sengaja mengabaikan Kuroyoru Umidori.


Ini adalah bencana.


Mereka masih tidak dapat memahami sifat dari hal yang mereka lawan.


Cyborg.


Mesin.


Itu semua pecah berantakan menjadi banyak potongan ketika Gatling railgun menembakinya, tapi mesin tidak bisa bekerja jika ada bagian yang hilang. Pada saat ini, meskipun menghubungkan bagian A, bagian B dan bagian C, itu tidak dapat membuat 'bagian D'.


Dengan kata lain,


Bahkan jika dihancurkan, 'lengan' ini mungkin tidak sepenuhnya dinetralkan.


"... Ha."


Sebuah desahan napas.


Hamazura melihat Kuroyoru yang roboh di lantai dan meregangkan tangan kecilnya ke depan.


Pada saat yang sama,


Sekitar lebih dari 100 'lengan' yang hampir menambal satu sama lain, mulai bergerak.


Targetnya bukanlah Hamazura Shiage maupun Accelerator.


Itu adalah Fremea Seivelun.


"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA !!!"


Boom !! Suara ledakan bisa didengar.


Sejumlah besar udara bercampur bersama untuk membentuk tombak raksasa yang panjangnya beberapa ratus meter. Namun bidikannya juga tak begitu akurat; Fremea jelas-jelas berada di tingkat 3, tapi tombak Kuroyoru ini ditujukan ke tanah, seolah-olah itu mengarah pada permukaan tanah.


Tapi ini sudah cukup.


Begitu dia mengayunkan tombaknya secara horizontal, itu cukup untuk meruntuhkan bangunan di atasnya. Cukup sulit untuk menyatakan apakah kubah penyimpanan emas benar-benar dapat bertahan ketika pondasi bawahnya dihancurkan, dan ketika kubah penyimpanan emas itu jatuh dari ketinggian tingkat 3, keamanan manusi yang ada di dalamnya juga dipertanyakan, ini mirip ketika ada insiden lift yang mancet kemudian jatuh. Orang di dalamnya pasti terkoyak, walaupun kubah-nya tidak mengalami kerusakan yang berarti.


Ini adalah standar kegelapan Academy City.


Sebuah penyimpangan akal sehat yang ada di suatu kota, yang ironisnya, berisi orang-orang berilmu dan cerdas.


"TERIMA INI, HARAPAN TERAKHIRKU !! INI, INI, INI ADALAH KEGELAPAN ACADEMY CITY YANG TAK TERTANDINGI, WAHAHAHAHAHAHAAHAHAHAHHA !!"


Sebuah ledakan dapat didengar.


Tombak itu berayun.


Pada saat itu,


Hamazura Shiage menyesal. Dia menyesal karena berpikir bahwa itu sudah berakhir dan dia keluar dari powered suit-nya; ia menyesal melihat Kuroyoru Umidori yang sudah dalam posisi tak berdaya namun dia melupakan bahwa Kuroyoru masih bisa meluncurkan serangan fatal pada anak itu; ia menyesal bahwa ia sebenarnya bisa menyelesaikan ini tanpa membunuh begitu banyak orang dan belum memilih metode yang berlebihan; ia menyesal bahwa dia bukan orang yang berakhir dalam bahaya, tapi justru Fremea, yang begitu percaya kepadanya.


Accelerator sudah melampaui batas kesabarannya, begitu marah karena ia mengejek Kuroyoru yang bimbang tentang rasa hidupnya. Pembicaraan itu justru mengembalikan sifat Kuroyoru yang sebenarnya, dan di bawah situasi ini, Accelerator benar-benar disajikan pilihan untuk melakukan 'serangan' padanya. Dia hanya bisa merasa marah tentang hal ini.


Mereka berdua sama.


Mereka tidak membuat pilihan akhir yang tepat.


(... Sialan ...)


Hamazura menggertakkan giginya dan bermaksud untuk menghentikan Kuroyoru, tapi sudah terlambat. Selain itu, bahkan ketika ia mengenakan armor aneh itu, sulit bagi Hamazura untuk bertindak sebagai perisai tanpa FIVE_Over.


(... Jadi pada akhirnya, karakter pendukung seperti aku tidak mampu menyelesaikan segala sesuatu seperti layaknya seorang pahlawan !!)


Dia bergerak untuk memblokir semua 'tombak'-nya.


Tidak peduli apa, Hamazura hanya peduli untuk maju menyerang ke depan.


Sebuah badai menghempaskan semuanya.


Dia hanya bisa menatap dan menonton kesempatan terakhir yang lewat di depan matanya. Dia terserap ke gelombang kejut dari badai itu, dan perlahan-lahan menutup matanya.


Warna putus asa menggelayuti pandangannya.


Dia merasa semua yang telah dilakukan sampai sekarang benar-benar hancur oleh satu serangan saja.


Fremea Seivelun tidak dapat terselamatkan lagi.


Dia memilih kemenangan yang salah dan kalah pada kondisi yang terakhir.


Ini bukan lagi bisa disebut kemenangannya meskipun ia mengalahkan Silver Cross dan Kuroyoru.


Dia benar-benar lupa bahwa tujuan sederhananya adalah melindungi nyawa Fremea Seivelun dan senyumnya akan menjadi suatu kemenangan yang nyata. Mengalahkan FIVE_Over, mengalahkan Kuroyoru, singkatnya, ini semua tidaklah berguna.


Ia berpikir bahwa ia bisa melindunginya.


Dia berpikir bahwa Fremea akan aman setelah ia mengalahkan musuh yang kuat.


Tapi pada akhirnya ...


"SIALAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNNNNN !! "


Jeritan penuh keputus-asaan.


Tapi pada saat ini,


Hamazura menyadari suatu hal.


Suara tombak yang sedang diayunkan.


Tapi tidak hanya itu.


Suara bangunan runtuh tidak terdengar.


(Apa ...?)


Dengan gemetaran, ia membuka matanya.


Sebuah adegan yang aneh.


Sesungguhnya, 'tombak' itu benar-banar ada. Panjangnya beberapa ratus meter, dan dibentuk oleh udara yang terkompresi bersamaan dengan tidak wajar. Suatu serangan tak manusiawi pasti menembus gedung tersebut.


Namun,


Pada kenyataannya, bangunan tempat Fremea bersembunyi benar-benar tanpa goresan.


Itu tidak jatuh.


Apa yang menghentikannya? Kenyataan ini menyentak Kuroyoru Umidori yang telah mempertaruhkan semuanya pada setangan terakhirnya?


Itu adalah si bocah SMA.


Lebih tepatnya, itu adalah tangan kanan bocah SMA.


Kamijou Touma.


Anak laki-laki dengan Imagine Breaker tersembunyi di dalam tangan kanannya menghentikan 'Bomber Lance '.


Kesimpulan datang dengan cepat.


Tangan kanannya menyentuh tombak nitrogen yang memiliki begitu banyak kekuatan supranatural di dalamnya, dan Kuroyoru, yang melemparkannya dengan 'harapan terakhirnya' kehilangan itu. Dia benar-benar tidak sadar saat itu.


Keheningan.


Sebuah dunia tanpa bahaya.


Dia dengan mudah mengayunan tangan kanan yang mengandung kekuatan yang paling tidak bisa dijelaskan di dunia ini dan berkata kepada Hamazura dan Accelerator dengan santainya.


"Lama tidak berjumpa."



Epilog: Perayaan Sederhana dan Awan Kegelapan yang Diundang — Witch.[edit]


Maka berkumpulah mereka bertiga.


Hamazura memutuskan bahwa mereka belum benar-benar lolos dari bahaya, jadi mereka mengambil Fremea Seivelun keluar dari kubah penyimpanan emas, Accelerator menggunakan kekuatannya untuk merusak mekanisme pintu lemari besi yang tetap menjaganya tertutup sebelumnya.


Pada awalnya, Fremea panik saat melihat pintu yang dibuka paksa dari luar, tapi dia langsung terlihat lega setelah dia melihat wajah Hamazura. Akhirnya merasa lega setelah berada dalam keadaan gugup yang begitu lama, menyebabkan Fremea sedikit pusing dan lantas roboh tapi Hamazura menangkapnya. Dia mulai menangis, dan memegangnya erat-erat.


"Maaf karena mencampuri urusan kalian dengan begitu tiba-tiba, tapi apa yang sudah terjadi di sekitar sini?" Tanya Kamijou.


Accelerator bersandar pada tongkat modern miliknya dan mengerutkan kening pertanda kesal sebelum akhirnya berbicara.


"Jadi kau tidak datang ke sini karena Kau mengawasi situasinya?"


"Aku akhirnya kembali ke Academy City setelah sekian lama, dan banyak hal tampak begitu berisik, jadi aku memutuskan untuk memeriksanya. "


"Cih," Si Nomor Satu mendecakkan lidahnya.


Termasuk wataknya yang akrab dengan kesialan, Accelerator memiliki perbedaan yang cukup besar dalam hal sudut pandang secara fundamental dengan pria itu, tapi Kamijou tidak bisa membaca apa yang ada jauh di dalam pikiran Accelerator.


Hamazura menjawab sebaliknya.


Wajah Kamijou berubah menjadi suram saat mendengar penjelasan tersebut.


Sebaliknya, Hamazura tampak cukup tertarik pada tangan kanan Kamijou, karena ia terus melihatnya.


"Jadi, perkara tangan kananmu itu. Dapatkah kau menolak setiap kekuatan khusus yang dimiliki seseorang dengan menggunakannya? "


"Oh, itu benar. Namun terhadapmu, itu hanya akan menjadi suatu adu jotos antar esper berlevel 0, sehingga pantas saja kau tidak mengetahuinya. "


"Siapa yang peduli?" Ujar Accelerator, mengganggu mereka. "Kau muncul di saat seperti ini. Dan kau aktif di bagian dunia ini, yaitu dunia yang bahkan jauh lebih kelam daripada kegelapan Academy City. Apa yang membuatmu begitu bersemangat terlibat di dunia seperti ini? Mengapa Kau kembali ke Academy City sekarang? Apakah ada hubungannya dengan kejadian ini? "


"... Aku pikir tindakan dari para Freshmen yang menyerang Kau hanyalah satu langkah dari sebuah persiapan yang besar. "


"'Persiapan'?"


"Persiapan untuk melawan musuh baru ... Tidak, itu sebenarnya lebih pada fase di mana kami harus melakukan investigasi untuk melihat apakah Perang Dunia III sudah benar-benar berakhir dan apakah musuh ini benar-benar “anak” baru. "


Ekspresi wajah Accelerator dan Hamazura Shiage berubah pada saat itu.


Sama seperti Kamijou, mereka berdua pernah terlibat di garda depan pada peperangan yang melelahkan itu.


"Academy City membuat persiapan untuk melawan 'mereka'. Kota ini meningkatkan persiapan militernya, tentu saja, mereka juga memperkuat struktur kota sendiri dan menggesernya ke arah yang lebih mudah untuk bisa dilawan. Kau dapat menganggap semua itu sebagai bukti betapa khawatirnya Academy City terhadap kedatangan 'mereka' ... Kota ini telah menetapkan bahwa 'mereka' bukanlah musuh yang dapat ditangani dengan santai-santai. "


"Siapakah yang kau sebut dengan 'mereka'?" Tanya Hamazura. "Satu-satunya musuh Academy City yang aku ketahui adalah Rusia, karena mereka memulai perang itu, tetapi mereka tidak menunjukkan niat untuk memulai pertempuran lagi. "


"... Ini mungkin terdengar seperti omong kosong, tapi akankah kau percaya padaku?"


Kamijou terdiam sejenak, dan membuka mulutnya lagi setelah memikirkan tentang apa yang harus dikatakan.


"Bagaimana jika aku katakan bahwa ada suatu hukum yang bisa membuat fenomena supranatural dan benar-benar berbeda dari kekuatan psikis yang dikembangkan secara ilmiah yang selama ini digunakan oleh Academy City? "


"Apa?"


"..."


Pertanyaan Hamazura dan reaksi Accelerator adalah berlawanan.


Kamijou melanjutkan.


"Orang-orang yang dengan bebas bisa mengontrol hukum ini, telah menciptakan beberapa organisasi, yang melakukan segala macam hal di sisi gelap dunia, dan menentang Academy City ... Dapatkah kau percaya itu? Dapatkah kau percaya bahwa Academy City bukan hanya satu-satunya pihak yang bertanggung jawab di belakang setiap Fenomena misterius di dunia ini? "


"Sihir, ya?" Gumam Accelerator.


Kamijou terkejut ia tahu itu, tapi dia melanjutkan.


"Aku tidak tahu detailnya. Sebenarnya, aku juga orang Academy City; Aku tahu orang-orang di 'luar', tapi aku bukan bagian dari mereka. "


Kamijou mulai mengatakan lebih banyak, tapi dia tiba-tiba berhenti.


Alasannya sederhana.


Sepasang kaki kecil telah berdiri di belakangnya dan secara paksa membenamkan dirinya sendiri ke tempat di antara kedua kakinya.


Lebih tepatnya, dia menyentuk Kamijou tepat di selangkangannya.


"B-bah ... !?"


"Kau terus mengoceh, bukan? Sebelum kau mulai berbicara dengan begitu egois, Apakah kau tidak punya tanggungan untuk berlutut pada siapa saja yang perlu kau mintai ma’af? Ampun deh, kau pikir sudah berapa banyak orang yang kau buat menangis meratapi kepergianmu ini? "


Hamazura dan Accelerator melihat ke belakang Kamijou.


Seorang gadis kecil berdiri di sana. Gadis berambut pirang yang terlihat berumur sekitar dua belas tahun yang ditemani oleh sejumlah besar orang mengenakan pakian hitam. Penampilannya, dia mengenakan gaun, rok, dan kaus kakinya membuatnya terlihat seperti piano tua.


Gadis pendek itu menatap Kamijou yang dibuatnya membungkuk, dan berkata kepadanya,


"Aku akan menjelaskan sisanya. Dan kau, jabrik, kau pikirkan saja cara meminta ma’af pada orang-orang yang sudah mengira kau mati. "


"O-Orang-orang ini adalah ... o-orang-orang yang menarik aku keluar dari Lautan Arktik ... Sebenarnya, ini semua berkat orang-orang lain di sana, yang telah bersembunyi di Rusia, bukan yang pengecut walau berada di tengah medan perang. "


"Dia memiliki aura seperti adikku," gumam gadis itu sambil menunjuk ke arah Fremea. Dia kemudian melihat Hamazura dan Accelerator yang telah mendengar apa yang dikatakan Kamijou.


"Aku Birdway," dia memperkenalkan dirinya. "Leivinia Birdway dari Dawn-Colored Sunlight. Seperti yang kau lihat, aku bos dari asosiasi sihir ... Selamat datang di pintu masuk ke dunia baru, anak-anak yang telah dibuat bodoh oleh ilmu pengetahuan. "



Kata Penutup[edit]


Baik mereka yang mengambil salah satu bukuku untuk pertama kalinya dan mereka yang mengambil semua bukuku sampai sejauh ini: selamat datang.


Ini adalah Kamachi Kazuma.


Ini adalah buku pertama dari penomoran baru. Buku pertama ini hanya membahas tentang ilmu pengetahuan dan Index tidak benar-benar muncul, tapi jangan khawatir tentang itu. Teori yang normal akan diabaikan sedikit dari sekarang, jadi pastikan Kau memeriksa bagaimana hal tersebut di jilid pertama ini.


Tema kali ini adalah teknologi yang melampaui garis ilmiah tertentu, dan buku ini pada dasarnya membahas tentang powered suit dan cyborg yang mengamuk. Dunia di seri dibagi antara sisi ilmu pengetahuan dan sisi sihir, tapi Academy City berada di luar garis definisi manusia karena dua alasan. Pertama, masalah mereka adalah berskala terlalu besar. Kedua, setelah memenangkan perang, mereka telah menghancurkan keseimbangan dunia.


Sekarang tentang FIVE_Over. Aku merasa bahwa itu adalah sesuatu yang bertentangan dengan teori dari cerita pertempuran.


Tapi, seperti yang dijelaskan dalam novel, ilmu pengetahuan dan teknologi terus maju, jadi apa yang canggih kemarin, mungkin tidak canggih lagi hari ini. Aku memutuskan untuk memasukkannya ke dalam suatu demonstrasi.


Saat ini, FIVE_Over memiliki senjata yang lebih kuat daripada Si Nomor Tiga, tetapi, jika mereka berdua benar-benar dipertemukan dalam suatu pertarungan, Si Nomor Tiga akan menang karena pengalaman bertarungnya.


Tapi itu tidak mutlak, karena ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus maju.


Di sisi lain, Nomor Tiga memiliki dinding yang disebut Daftar Parameter.


Aku kira aku bisa mengatakan bahwa ini menjadi dunia yang didasarkan pada mesin vs kecerdikan manusia. Yang lebih kuat, dan berapa lama superioritas satu sisi ini akan bertahan? ... Sekarang, aku bertanya-tanya berapa lama Si Nomor Tiga dapat terus unggul.


Cyborg mungkin sedikit berbeda dari apa yang kau, para pembaca, bayangkan, tapi dia seperti itu karena proses desain ini : aku dengan bebas mendesain tubuh fisik -> aku dengan bebas menambahkan sayap burung, insang ikan, atau apa pun yang aku inginkan -> aku memutuskan karakteristik yang paling aku ingin bawa ke Academy City.


Strategi pertempurannya, pada dasarnya adalah mengajukan pertanyaan "Mana yang lebih kuat: satu Level 5 atau ribuan Level 4? "


Tapi sumber kekuatannya bukan hanya satu orang, sehingga itu menguras kekuatannya cukup besar.


Ngomong-ngomong, aku pikir penampilan perdana cyborg, bukan hanya tangan palsu atau pengungkit di dunia ini, adalah cerita pendek dari Narita Ryougo-san yang berada di volume khusus To Aru Kagaku No Railgun.


Saat menulis cerita utama, aku sudah beringin untuk menceritakan tentang cyborg, tapi aku khawatir adanya cyborg yang berjalan di sekitar Academy City akan mengacaukan keseimbangan, tapi berkat dia, aku membuat keputusanku. Aku memutuskan bahwa tidak apa-apa insiden seperti ini terjadi di kota yang terdapat Nayuta-chan di dalamnya, jadi aku punya cyborg yang telah diubah untuk perang untuk melawan niat pencipta cyborg.


Terima kasih banyak, Narita Ryougo-san.


Salah satunya adalah cyborg yang mengubah sosok luarnya dan daerah kekuatannya bisa digunakan sambil menata ulang bagian dalam tubuhnya, dan yang lain adalah powered suit yang mengubah bagian luar tubuhnya dan mengoptimalkan pikirannya. Seperti telah dikemukakan dalam novel itu sendiri, agak sulit untuk menarik garis yang jelas antara keduanya. Mana yang kau, para pembaca, rasa akan sulit untuk diterima?


Aku berterima kasih kepada ilustratorku, Haimura-san dan editorku, Miki-san. Dengan seorang gadis yang membawa ribuan lengan padanya dan seorang pria seksi yang memakai hal yang benar di waktu yang tepat, aku merasa bahwa ada banyak konsep baru merepotkan saat ini, tapi kalian berdua selalu bersabar terhadap keegoisanku ini, jadi terima kasih banyak.


Aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Narita Ryougo-san untuk membawa cyborg ke dunia ini dan Akitaka Mika-san untuk merancang powered suit.


Dan terima kasih besar untuk semua untuk pembaca. Penomoran novelnya mungkin telah diatur ulang ke angka 1 dan mungkin aku sedikit terbawa suasana sehingga membuat volume pertama terlalu menceritakan cerita sampingan, tapi aku pikir aku diizinkan untuk melakukan hal ini karena dukunganmu semua. Aku berencana untuk melakukan apa pun yang aku inginkan setelah dari sini, jadi teruslah membaca.


Dan sekarang Kau akan menutup halamannya.


Aku berdoa agar Kau akan dapat membuka penutup dari volume berikutnya.


Dan Aku akan merebahkan penaku untuk saat ini.


Akhirnya, Birdway bergabung dengan cerita utama ... !!


-Kamachi Kazuma