Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Jilid NT 05

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Illustrations[edit]


Prolog: Penawaran Terhebat — Question_01.[edit]


Langit di bulan November tampak sangat biru.


Kalender sudah menunjukkan pertengahan bulan Novemeber, saat-saat dimana musim mulai berganti; dimana siang hari terasa sejuk dan pagi hari terasa dingin.


Di sekeliling suatu alun-alun di distrik 7 Academy City ditanami dengan pohon-pohon. Di dahannya masih bergelantungan beberapa lembar daung ginkgo yang menguning. Dikarenakan sedang diadakannya Ichihanaransai, suatu festival budaya yang diikuti oleh setiap sekolah di Academy City, menyebabkan meningkatnya jumlah pelalu-lalang yang bahkan melebihi jumlah pelalu-lalang di akhir minggu. Tetapi, sepertinya alun-alun ini bukanlah tujuan utama dari sebagian besar dari pelalu-lalang itu. Kebanyakan hanya berlalu saja melewati alun-alun itu atau menggunakannya sebagai tempat pertemuan sebelum melanjutkan perjalanan mereka. [Ginko adalah sejenis pepohonan yang besar dengan tinggi mencapai 20 – 35 m, memiliki cabang yang tak menentu. Pohon ini cukup tegap sehingga tahan terhadap hembusan angin kencang dan juga memiliki ketahanan terhadap berbagai penyakit tanaman dan serangga. Sehingga pohon ini berumur cukup lama, bahkan pernah dinyatakan berusia lebih dari 2,500 tahun. Wikipedia Bebas.]


Siang hari itu merupakan siang yang cerah.


Langit biru terbentang luas seakan tiada berujung, berpadu padan dengan udara terbuka yang dingin.


“Touma, apa yang kau lakukan dari tadi?”


Seorang gadis bernama Index berdiri dengan bahasa tubuh yang menunjukan kekesalannya.


Gadis itu memandang kearah lelaki berambut jabrik bernama Kamijou Touma yang duduk dengan posisi seiza di lantai alun-alun itu. [Seiza adalah posisi duduk dengan berlutut di lantai, kedua kaki dilipan kemudian diduduki di bawah pinggul. Jika teman-teman pernah melihat cara duduk orang Jepang ketika ada suatu upacara pemakaman ataupun upacara minum teh, maka seperti itulah posisinya. Wikipedia Bebas.]


Keringat mengucur dari tubuh Kamijou Touma dan matanya memandang ke segala arah kecuali ke arah Index.


“B-begini… Kamijou-san punya beberapa urusan. Setelah insiden di kepulauan Hawaii, aku pergi ke Baggage City di Eropa Timur. Disana aku mendapat beberapa masalah dan keadaan semakin parah karena tanpa sengaja aku bertemu dengan Dewa Sihir dan orang yang seharusnya menjadi Dewa Sihir..”


“Oh?”


Gadis itu menjawab dengan datar. Suara datarnya menciptakan ketegangan seakan dua orang koboi sedang berduel. Suasana yang sangat tegang itu menunjukan jelas bahwa suara sekecil apapun dapat menciptakan pertumpahan darah.


“Baiklah, aku akan menanyakan detilnya nanti. Tapi, Touma, ada satu pertanyaan yang ingin ku tanyakan. Boleh?”


“Apa pertanyaan mu, Index-san?”


Ketika Kamijou mengangguk, gadis yang bernama Index itu mengacungkan telunjuknya ke arah wajah Kamijou.


Tidak.


Secara teknis, Index mengacungkan teunjuknya ke arah belakang Kamijou.


“Siapa gadis yang berada di belakangmu, Touma!?”


Touma tidak memiliki pilihan lain kecuali menjelaskannya.


Dia harus menjelaskan apa yang terjadi saat Ichihanaransai!!!!



Chapter 1: Seketika, Itu Mulai — Open_the_Festival.[edit]

Part 1[edit]


Kamijou Touma terbangun diatas bangku di depan stasiun.


“?”


Dia mengernyitkan dahi ketika mendengar suara kereta yang berlalu di tengah kondisi cuaca November yang cerah, duduk, dan melihat ke sekelilingnya. Suatu stasiun Academy City yang tidak asing terhampar di hadapannya. Orang-orang yang berlalu lalang tidak mengindahkan Kamijou. Kamijou hanyalah bagian dari pemandangan dari Academy City dan yang terlihat olehnya hanyalah pemandangan dari Academy City


Kemudian…


Kamijou Touma tidak mengetahui mengapa dia bisa berada pada suatu tempat yang tidak asing.


(…Huh? Aku ingat aku pergi ke Baggage City di Eropa Timur setelah menangani insiden di kepulauan Hawaii, tetapi setelah itu, apa yang terjadi???)


Dia ingat tangan kanannya di hancurkan oleh gadis dengan penutup mata yang sepertinya merupakan pemimpin dari GREMLIN, tetapi, apa yang terjadi setelahnya? Dia mencoba mengingat-ingat, tetapi ingatannya dikaburkan dengan rasa sakit dan terror. Pikirannya masih terasa kabur, mungkin dia akan dapat mengingat lebih jelas nanti.


Tetapi, keanehan dari situasi itu mulai menyadarkan dia.


Perasaan yang tidak enak menusuknya bersamaan dengan angin dingin yang menyusup ke bawah kulitnya.


Seseorang pasti telah membawanya dari Baggage City.


Hal itu sudah pasti benar.Tetapi itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.


Baggage City berada di Eropa timur, sedangkan Academy City berada di Jepang yang berada hampir di bagian lain bumi dari Eropa Timur. Membawa sesuatu yang mencurigakan seperti seorang bocah laki-laki yang tidak sadarkan diri melewati batas negara adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan.


Juga…


Kamijou sudah berada di dalam Academy City. Kota itu dijaga ketat dengan penjagaan yang berbeda dengan penjagaan lainnya yang ada di Jepang. Beberapa kelompok penyihir telah menyusup masuk ke dalamnya, tapi apa mungkin mereka dapat melakukannya dengan mudah sembari membawa seorang bocah yang tidak sadarkan diri?


Tetapi, mereka jelas-jelas sudah berhasil melakukannya.


Seseorang telah membawa Kamijou Touma setengah mengelilingi dunia dan menghilang tanpa jejak.


“…”


Dia berpikir untuk beberapa saat


(Fiamma of the Right. Dan… Ollerus kah!? Apakah keduanya!?)


Dia melihat sekelilingnya dengan ketakutan, tetapi tidak melihat apapun yang janggal dari pemandangan Academy City yang tidak asing dan sekumpulan laki-laki dan perempuan yang berlalu lalang. Dia tidak melihat sosok dari penyihir yang memulai Perang Dunia III dan menggemparkan seluruh dunia serta umat manusia, atau pria yang telah melakukan hal yang lebih dari memulai perang dunia.


Tiba-tiba, dia mendengar langkah kaki.


Di tempat yang ramai seperti itu, suara seperti langkah kaki seharusnya tidak terdengar. Tetapi suara langkah itu menyusup masuk langsung ke kuping Kamijou dan meluncur langsung ke otaknya seperti setetes air di dalam gua. Sensasi yang dingin mendadak merayapi tulang punggung Kamijou. Suara langkah itu datang tepat dari belakangnya. Seseorang menghampirinya dari belakang bangku tempat Kamijou tertidur.


Siapakah gerangan?


Fiamma of the Right?


Ataukah seorang pria yang bernama Ollerus?


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, membawa Kamijou Touma ke Academy City merupakan hal yang sulit dilakukan. Karena mereka telah melakukannya, kemungkinan mereka memiliki alasan kenapa mereka menjalankan hal itu. Dan alasan itu kemungkinan bukanlah hal yang perlu dirahasiakan.


Kamijou perlahan mengepalkan tangan kanannya.


Ketika tinjunnya telah terkepal sekeras batu, perlahan-lahan dia menghadap ke belakang.


Dan dia melihat…


“Hah? Fukiyose?”


Orang itu adalah Fukiyose Seiri, teman sekelas Kamijou (yang berdada besar) dengan rambut hitam panjang tetapi tidak menutupi kenignya. Gadis SMA itu mengenakan seragam pelaut dengan lengan panjang yang merupakan tipe seragam musim dingin dari sekolah mereka, dan gadis itu menggengam kantung plastik di tiap tangannya. Kantung-kantung itu tidak berisikan makanan dari supermarket atau mini market. Kantung-kantung itu berisikan peralatan tulis menulis dan alat-alat lainnya.


Kamijou mengernyitkan dahinya.


“Kenapa kamu di sini? Sedang apa kau?”


“…apa yang aku lakukan?” ujar Fukiyose dengan suara yang lembut. “Kau yang tidak mengikuti persiapan Ichihanaransai, Kamijou Toumaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!”


“Gbh!?”


Pandangan Kamijou menjadi putih. Fukiyose mengayunkan salah satu kantung belanjaan dan tepat mengenai Kamijou. Anehnya, kantung itu terasa sangat keras dan berat. Ternyata, kantung itu berisikan gulungan besar lakban.


“Tunggu dulu! Fukiyose, benda itu sudah cukup berbahaya untuk dijadikan senjata!! Gbh!? Kepalaku bisa pecah!!”


“Diam!! Ini hukumanmu!!”


Fukiyose mengambil segulung lakban dari planstik itu dan mengambil seutas panjang lakban. Dia kemudian menggunakannya untuk mengikat tangan Kamijou di belakang.


“Aku akan membawamu ke sekolah sekarang!! Kita benar-benar kekurangan tenaga untuk membuat stan kelas kita!!”


“Sekarang?...tunggu dulu, benar-benar sekarang!? Tapi, kan… aku ingin kembali ke asramaku dahulu. Aku ingin melihat bagaimana keadaan Index!!”


Tanpa menghiraukan teriakan protes Kamijou. Sang polwan Fukiyose Seiri menyeret si tersangka untuk menerima hukumannya.



Part 2[edit]


Ruangan itu sangat bersih dan dipenuhi dengan aroma desinfektan. Di dalam ruangan itu terdapat kursi khusus yang dapat diatur sandarannya dan terdapat berbagai macam peralatan disampingnya. Perlatan itu berukuran kurang lebih sebesar pulpen. Tetapi peralatan itu memantulkan cahaya keperakan yang tidak akan dapat dipantulkan oleh pulpen. Peralatan itu memiliki berbagai macam ujung seperti cermin, ujung yang tajam, atau kikir otomatis yang ditenagai listrik. [Desinfektan adalah semacam obat pembunuh kuman.]


Peralatan itu mungkin akan membuat bulu kuduk seseorang berdiri bila orang itu tahu apa fungsi sebenarnya dari peralatan tersebut.


Peraltan itu dapat menimbulkan rasa sakit dalam berbagai tingkat yang mungkin tidak seorangpun dapat menahannya.


“Biar kuberitahu kau sesuatu” bisik seorang pria dengan pakaian putih yang nampaknya terbuat dari bahan yang mirip dengan bahan jas hujan. Rambutnya tertutup dengan penutup kepala plastik dan ia menggunakan masker, rupa pria itu tidak dapat terlihat dengan jelas. Dari penampilannya yang serba tertutup itu, sudah cukup jelas sifat dan apa niatan pria itu.


“Tidak usah melawan. Kau tidak akan mampu menahan ini hanya dengan usaha sendiri. Ini semua terjadi karena kesalahanmu sendiri. Kau tidak mengindahkan peringatan kami. Aku menyesal harus melakukan ini, tetapi kami sudah tidak dapat berlemah hati kepadamu.”Ujar pria dengan mata yang tidak berekspressi seperti lensa kamera tersebut. “Mohon mengertilah keadaanmu. Bila kau melawan, kau tidak akan dapat terbebas, perlawananmu hanya akan memperparah rasa sakit yang kau rasakan. Pilihan terbaik adalah berhenti melawan. Bila kau melakukannya maka ini semua akan selesai dengan lebih cepat.”


Seorang gadis berambut pirang duduk di atas bangku khusus itu. Dua atau tiga lelaki dan perempuan dengan berpakian tertutup mengelilingi gadis itu. Mereka memperhatikan gadis yang “terbaring” di atas kursi itu.


“ah…ah...”


Gadis itu mengerang, tetapi raut wajahnya tidak berubah.


Para lelaki dan wanita yang mengelilingi gadis itu sangatlah professional.


Mereka tidak akan menahan diri walaupun mereka tahu betul seberapa banyak rasa sakit yang akan mereka timbulkan. Mereka sadar bila mereka terbawa emosi dan menahan diri mereka, maka akan ada hal buruk terjadi pada mereka.


“Apa kau mengerti, Fremea Seivelun? Bila iya, kita dapat mulai sekarang. Aku harap engkau menyesali apa yang telah engkau lakukan.”


Mulut gadis itu dibuka dengan paksa dan berbagai macam peralatan dimasukan kedalam mulutnya.


“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!”


Ketika Hamazura Shiage mendengar teriakan bernada sopran dari ruang tunggu dokter gigi, dia sedang membaca majalah mengenai balap motor yang telah using karena sudah dibaca berkali-kali. Di tembok terpampang poster bertuliskan “Gigi yang sehat untuk anak-anak yang baik. Jangan lupa menggosok gigi sebelum tidur!!” [Sopran adalah nada suara wanita.]


Hamazura dengan santai berbicara kepada Takitsubo Rikou, gadis dengan pakaian jaket olahraga berwarna merah jambu yang duduk di sampingnya.


“Aku pikir dokter gigi adalah satu-satunya pekerjaan di Jepang, di mana kau akan mendapat pujian karena ketika membuat gadis kecil menangis.”


“…bukannya ada beberapa yang seperti itu? Seperti rumah hantu dan Namahage.” [Namahage sebenarnya adalah nama dari makhluk mitologi Jepang yang berbentuk iblis bermuka merah, bermata besar melotot, hidung besar, dan gigi besar disertai taring. Pada upacara perayaan tahun baru, ada beberapa pemeran yang berkostum seperti makhluk ini dilengkapi berbagai aksesoris seperti pisau kayu dan genderang. Dia kemudian berkata : Nakuko wa inee gā? (yang berarti apakah ada bocah cengeng di sini?) atau Waruiko wa inee ka? (yang berarti apakah ada bocah nakal di sini?). Yang tentu secara otomatis akan membuat anak-anak kecil ketakutan. Tujuan dari kebudayaan ini adalah untuk melatih seorang bocah agar menjadi lebih berani dan mengatasi rasa takutnya sendiri. Bahkan, beberapa kali, sang orang tua bocah sengaja meminta si pemeran untuk menanyakan hal-hal tertentu. Yaitu seperti : jika orang tua tersebut memiliki anak yang jarang makan sayur, maka beliau akan meminta si pemeran menanyakan : Apakah ada bocah nakal yang benci sayuran di sini? Itu semua untuk kebaikan si bocah. Wikipedia Bebas.]


“Apa kau dibayar untuk melakukannya?”


Fremea sedang menjalani operasi kecil di mulutnya karena dia tidak mengindahkan larangan Takitsubo dan Hamazura dan dia tetap meminum segelas cokelat panas tiap kali dia akan pergi tidur. Karena dia masih delapan tahun, giginya masih gigi susu, tetapi dia masihlah terlalu muda untuk gigi permanennya tumbuh.


Lubang di gigi Fremea dan pengobatannya, keduanya menyebabkan sakit kepala bagi Hamazura.



Part 3[edit]


“U-um… Sebagai gurumu, aku tidak bisa membiarkan absen yang berkelanjutan ini dibiarkan, Kamijou-chan. Bahkan bila aku memberimu kelas pengganti dan tugas yang banyak sekalipun, kau tidak akan dapat mengejar ketinggalanmu.


“Dimenger-h-i.”


“Mungkin absensi bukanlah hal yang wajib untuk dipenuhi, tapi kita masih harus mengejar ketertinggalanmu. Dan aku juga ingin tahu masalah apa yang sedang kau hadapi, Kamijou-chan.”


“Dihengefii…”


“Pertama-tama, aku ingin tahu kenapa wajahmu babak belur begitu Kamijou-chan! Apa kau menabrak sarang lebah!?”


Orang yang sedang berteriak di tengah-tengah gang ruang masuk SMA yang biasa tersebut adalah Tsukuyomi Komoe, seorang guru perempuan berperawakan mungil dengan tinggi 135 cm. Beberapa saat sebelumnya, Kamijou Touma diarak mengelilingi kota dengan tangan terikat oleh teman sekelasnya yang bernama Fukiyose seiri. Karena tangannya terikat Touma tidak dapat menahan dirinya saat dia terjatuh. Wajah Touma terjatuh tepat di bagian sepasang tonjolan lembut besar pada badan bagian atas Fukiyose dan… apa yang terjadi selanjutnya sudah dapat terbayang.


Fukiyose membuka pintu kelas dan melempar Touma kedalam sambil berkata “Aku telah menangkap seorang buronan.”


Setelah berkata demikian, dia berjalan ke posnya.


Kelas itu tidak terlihat seperti kelas pada saat kegiatan belajar mengajar. Meja-mejanya telah dipindahkan ke bagian belakan kelas dan terdapat banyak alat-alat dan papan-papan kayu berserakan. Fukiyose sempat berkata mengenai mendirikann suatu stan, tapi Touma tidak melihat sesuatu yang terlihat seperti stan atau kerangka stan. Sepertinya pekerjaannya terhenti saat mereka sedang membuat suatu papan nama besar.


Papan itu akan dibawa keluar pada saat Ichihanransai dimulai dan di satukan dengan stan. Hal tersebut dilakukan karena ada kemungkinan sekelompok orang-orang yang agresif akan merusak stan pada malam hari bila stan-nya dikeluarkan sebelum acara dimulai. Orang-orang yang akan memeceahkan jendela tanpa alasan yang jelas akan dengan senang hati merusak stan yang tidak terjaga. Di kota dengan populasi sebesar 2.3 juta jiwa dan 80% populasinya adalah pelajar, masalal-masalah kecil seperti ini merupakan hal yang lumrah.


Tsuchimikado Motoharu dan Aogami Pierce mendekati Touma yang terlihat seperti cacing tanah.


Tetapi, mereka tidak menunjukan niatan untuk membuka ikatan Kamijou.


“Bagaimana pendapatmu Kami-yan? Bukankah café atau rumah hantu merupakan hal yang wajib diadakan saat festival budaya? Sesuatu yang berhubungan dengan cosplay lah!! Kalau hanya mendirikan stan takoyaki tidak ada gregetnya! Terasa sangat timpang bila para gadis hanya memasak takoyaki dengan menggunakan seragam maid!! Sangat-sangatlah timpang!!”


“Dan sepertinya kita tidak akan mengadakan kontes kecantikan anak sekolahan juga. Tidak ada baju renang, gadis yang tersipu malu, tidak ada apa-apa. Apa-apaan ini? Apa yang terjadi dengan “budaya” dari festival budaya?”


Kamijou tahu betul bahwa festival budaya yang akan diadakan bukanlah festival mengenai budaya maid atau baju renang, tapi dia sadar kalau mereka tidak akan mempedulikan dia.


Kamijou memelintir pergelangannya yang terikat berkali-kali dengan harapan untuk menghilangkan perekat di lakban yang mengikatnya.


“Ichihanaransai adalah suatu acara internal, kan? Dasarnya, acara ini adalah membuat sekolah menjadi terbuka dan memberikan orang-orang kesempatan untuk mencoba sekolah yang mereka minati. Para guru memastikan bahwa segalanya berjalan menjadi acara pengiklanan besar-besaran. Dengan kata lain, kita diawasi dengan ketat. Kita tidak dapat terlalu “liar” dalam memilih acara, kan?”


“Dasar bodoh!! Mereka mengadakan kontes kecantikan di SMA Eiri!! Dengan baju renang dan segalanya!! Mereka bahkan membolehkan orang luar untuk berpartisipasi, bahkan ada kabar burung bahwa si Kumokawa-Senpai juga akan ikut berpartisipasi!!”


“Dan kita kan sudah jadi murid SMA sekarang!! Seharusnya kebebasan kita saat Ichihanaransai lebih banyak dibandingkan saat SMP dulu!! Apakah kau tidak ingin mengambil langkah selanjutnya dalam jalan keseksian yang hanya dibolehkan untuk anak-anak SMA!?”


“Baik, baik!! Sepertinya memang hanya hal itu yang menjadi penyemangat bagi anak-anak remaja!!”


Tawanan Kamijou Touma akhirnya mengaku. Apa yang mereka butuhkan adalah perhatian sebanyak-banyaknya dari orang-orang diluar sekolah. Untuk mendapatkannya mereka perlu sesuatu yang dapat menarik banyak perhatian. Tapi bila mereka melakukan hal-hal biasa saja yang dianggap patut oleh orang-orang dewasa, maka sekolah mereka akan sepi dari pengunjung.


Aogami Pierce mengangkat jari telunjuknya dan berkata, “Masih belum terlambat. Kita buat saja gadis-gadis yang bekerja di stan mengenakan baju renang!!”


“Baju renang mungkin bagus, tapi itu bukanlah tempat untuk mengenakan baju renang. Mungkin saja baju renang itu rusak terkena cipratan minyak panas. Komoe-sensei harus membuat segunung permintaan maaf bila hal itu terjadi.”


“Bagaimana bila kita hukum siapapun yang tanpa sengaja membuat takoyaki yang gosong dengan menyuruhnya berdiri di depan dengan wajah penuh dengan mayonnaise dan putih telur?”


“Aku tidak yakin itu akan sehebat apa yang kau bayangkan. Telur dan mayonnaise akan menjadi lengket dan berbau. Kedua hal itu akan membuat si gadis menjadi mengerikan. Membuat seorang gadis terlihat menarik dengan sedikit krim kocok di pipinya hanyalah ilusi belaka.”


“Kenapa kau selalu berprasangka buruk!? Dan apa salahnya berilusi!? Apakah kau sedang dalam masa memberontak dimana kau merasa hebat setelah mencemooh ide orang lain!?”


Aogami Pierce mencoba untuk memukuli teman sekelasnya yang terikat dengan keji, tetapi, Kamijou Touma, sang binatang liar dari hutan beton, melompat ke bocah di hadapannya dan menggigit bagian sisinya. Tsuchimikado Motoharu melakukan perhitungan yang lebih presisi dari perhitungan pesawat yang memasuki atmosfir dengan tujuan agar dia dapat terlempar dari perkelahian dan mendarat di salah satu gadis yang ada di kelas saat itu.


Pada saat yang bersamaan, panitia Ichiahananransai, Fukiyose Seiri meledak.


“Hentikaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!! Kalau kalian hanya akan menghambat pekerjaan yang lain, akan kucacah kalian kecil-kecil dan kujadikan isi untuk kue keberuntungan!!”


Bila itu memang terjadi, stan mereka akan segera ditutup dan menjadi berita pada halaman depan di berita internet.



Part 4[edit]


Festival budaya besar-besaran yang diadakan seluruh Academy City dinamai Ichihanaransai. Acara itu berfungsi untuk membuka sekolah-sekolah kepada khalayak umum, jadi mereka dapat merasakan seperti apa sekolah yang mereka minati. Persiapan untuk acara ini dapat terbilang panjang dan biasanya guru-guru sangat toleran terhadap apa yang akan disiapkan.


Karena dia berada di Hawaii dan Baggage City, Kamijou Touma tidak merasakannya, tetapi kegiatan belajar mengajar dihentikan dan waktu untuk meninggalkan sekolah sudah ditiadakan. Ada peraturan tidak tertulis dimana pelajar tidak boleh menginap beberapa hari secara berturut-turut di sekolah, tapi hal itu dapat diakali dengan mengadakan rotasi giliran untuk siswa yang menginap.


Perbedaan terbesar dari festival olah raga besar-besaran, Daihaseisai, adalah Ichihanaransai merupakan suatu acara internal.


Festival Daihaseisai menarik perhatian pengunjung dari seluruh dunia, sedangkan Ichihanaransai hanya ditujukan kepada pelajar dari kota lain.


Daihaseisai ditujukan kepada orang-orang yang tidak mengetahui mengenai teknologi paling mutakhir atau kekuatan psikis, jadi semua orang harus berhati-hati agar tidak terjadi kecalakaan. Sedangkan, orang-orang dapat sedikit bersantai saat Ichihanaransai. Tapi, pada waktu yang bersamaan, bila yang ingin ditarik perhatiannya adalah pelajar-pelajar dari kota lain, teknologi yang mutakhir tidak cukup untuk menarik perhatian para pelajar tersebut.


Pelajar-pelajar yang kebanyakan adalah anak muda yang sudah terbiasa dengan teknologi mutakhir dalam keseharian mereka, dan mereka menganggap ilmu pengetahuan dan kekuatan psikis yang ada di Academy City sebagai hal yang biasa. Butuh sesuatu selain teknologi dan kekuatan psikis untuk mengejutkan mereka.


Karena alasan itulah, Ichihanaransai dapat dikatakan sebagai festival yang paling sulit untuk disukseskan di seluruh dunia.


Hal tersebut tergantung dengan cara pandang masing-masing individu apakah hal itu akan mempersulit mereka atau malah menyemangati mereka.


Di lain pihak…


“Bagaimanapun juga, Kamijou. Kamu harus menginap di sekolah malam ini. Setelah sekian lama kau kabur, kau harus membayarnya dengan menginap.” Ujar sang detektif hebat Fukiyose-sama.


Kamijou mengeluarkan suara teriakan yang terdengar seperti sedang mengunyah.


“Ehh!? Jadi kapan aku bisa kembali ke asramaku!? Jika dia tahu aku sudah kembali ke Academy City tetapi belum kembali ke asramaku, Index akan murka!!”


Sang Gamemaster Fukiyose tidak mengidahkan Kamijou dan tetap melakukan pekerjaannya. Perintah pertamanya setelah membebaskan Kamijou dari ikatannya adalah untuk membeli makanan. Waktu pada saat itu menunjukan tengah hari. Biasanya, mereka membeli makanan di kantin sekolah, tapi membeli makanan di kantin untuk semua teman sekelasnya hampir tidak mungkin dilakukan di bagian sekolah yang sudah menjadi seperti medan pertemtempuran. Berjalan keluar sekolah dan membeli bento atau mie cup dalam jumlah besar dari supermarket masih mungkin dilakukan, tetapi informasi seperti itu mudah menyebar. Ketika sudah tersebar, berbelanja di supermarket tidak akan seburuk berbelanja di kantin sekolah, tetapi tetap saja, membeli makanan di supermarket saat informasi itu telah tersebar sama saja seperti melakukan pertempuran skala kecil. [Gamemaster yang dimaksud di sini adalah semacam wasit atau penengah.]


“Pastikan bahwa jatah tiap siswa kurang dari 200 yen. Bila memungkinkan, tambahkan sayur-sayuran seperti salad. Mengerti?”


“Kalau saja kau naikkan sedikit menjadi 300 yen, kita dapat membeli gyudon ukuran menengah. Kita hidup di zaman dimana hamburger tanpa tambahan apapun dihargai 100 yen sudah termasuk dengan pajak.” [Gyūdon (牛丼?, sapi, mangkuk) atau beef bowl adalah makanan Jepang jenis Donburi berupa semangkuk nasi putih yang di atasnya diletakkan irisan daging sapi bagian perut dan bawang bombay yang sudah dimasak dengan kecap asin dan gula. Sebagai penyedap, di atasnya sering ditambahkan asinan jahe (benishōga), campuran rempah dan cabai yang disebut shichimi, atau telur ayam mentah sesuai selera. Gyūdon berasal dari makanan yang disebut Sukiyakidon (sukiyaki donburi), sehingga sering dijumpai gyudon yang memakai shirataki seperti halnya sukiyaki.]


“Coba hitung menurut nilai gizinya. Contohnya, harga diskon untuk Gyudon Kiritaya ukuran besar adalah 380 yen. Tapi ukuran itu sudah dua kali lipat ukuran yang biasa. Bila tiap porsi kita bagi untuk dua orang, maka harganya sesuai dengan yang dianggarkan. Semua orang sudah mengecek diskon melalui telepon genggam mereka, jadi sudah jelas kita akan berselisih dengan sekolah lain bila kita hanya mencari makanan murah. [Kiritaya kemungkinan adalah merk-nya.]


“Kalau kita akan membeli dalam jumlah besar, bukankah kita dapat menelpon ke tokonya? Mereka tentu akan lebih fleksibel bila kita membeli dalam jumlah besar.”


“Kalau memang begitu, maka tiap restoran di dekat sini akan terlalu sibuk dengan jumlah yang harus mereka penuhi. 80% dari 2.3 juta jiwa sedang kalang kabut mencari hal yang sedang kita cari juga.” Fukiyose memicingkan matanya dan memberi penjelasan.“Akan kuberikan uangnya, tapi jangan berani-berani kau kembali dengan tangan kosong dan berkilah kau terjatuh kemudian membuat uangnya jatuh ke gorong-gorong karena kesialanmu itu.”


“…Sayangya, Aku tidak dapat menjamin yang satu itu.”


“Uangnya ada dalam amplop tahan air. Akan kumasukan telepon genggamku dan mengaktifkan GPS-nya. Apa ini sudah cukup?” [GPS = aplikasi petunjuk arah.]


Kamijou harus membawakan makanan untuk sejumlah besar teman-temannya, jadi menggunakan kantung belanja jelas tidak mungkin. Dia membawa suatu troli kecil yang digunakan untuk membawa peralatan dari sekolahnya dan berjalan pergi.


Walaupun festivalnya masih dalam tahap persiapan, semua orang tampak sibuk kemanapun Kamijou memandang. Dia melihat banyak pelajar berlalu lalang, mungkin karena waktu itu adalah waktu untuk makan siang. Orang-orang yang bernasib sama dengan Kamijou yaitu bertugas memebeli makanan juga berlalu lalang.


(Kurang dari 200 yen dengan sayuran, hm? Mungkin semacam roti isi sudah cukup. Tapi roti isi yang dijual di mini market pasti sudah habis. Mungkin aku perlu memeriksa tempat yang mengkhususkan untuk orang-orang yang rakus. Sama seperti buku, tempat-tempat semacem itu memasang haraga yang lebih murah karena mereka membeli bahan-bahan mentah dalam jumlah besar. Beban yang ditanggung pembeli dapat berbanding terbalik dengan porsi yang ditawarkan di toko-toko semacam itu. Dengan membagi porsi makanan yang kubeli dari situ, aku sudah dapat memenuhi bagian tiap orang di kelas.)


Kamijou lebih suka memasak sendiri, jadi yang terpikir pertama kali olehnya adalah faktor harga bila hanya untuk dirinya sendiri. Tetapi dia harus menyediakan makanan untuk sejumlah besar orang. Sangatlah sulit untuk membuat jumlah yang besar sendrian.


Kamijou tidak cukup terampil untuk memasak makanan di kuali yang besar tanpa membuatnya gosong dan membuat makanan dalam jumlah yang besar dengan peralatan masak yang biasa dapat memakan waktu yang sangat lama.


(Aku selalu berpikir makanan diluar rasanya terlalu kuat atau terlalu mahal, tapi mungkin mereka memiliki semangat profesionalisme mereka masing-masing.)


Setelah memikirkan segalanya matang-matang, Kamijou berjalan menuju suatu toko roti isi besar.


Tetapi, dia mendadak melewatkan sesuatu yang harusnya tidak boleh ia lewatkan.


“…”


Kamijou berhenti mendadak. Suasana sibuk dari persiapan Ichihanaransai mengelilinginya. Walaupun suasana itu terasa tidak biasa atau mungkin “aneh”, tetapi suasana itu masihlah suasana yang baik. Tetapi ada sesuatu yang cukup besar untuk menepis suasana sibuk itu. Kamijou sangat yakin akan hal itu.


Masalahnya adalah…


Sesuatu itu tidak memancarkan niatan membunuh seperti sebilah pedang yang terhunus. Sesuatu itu betul-betul membaur dengan suasana sekitarnya. Mungkin itu alasan kenapa kebanyakan orang tidak memperhatikannya. Walaupun sesuatu yang besar ini sangatlah berbahaya dan terus mendekat.


Kepulauan Hawaii. Baggage City.


GREMLIN.


Kegelapan yang tergelap yang telah menyebar ke isi bumi.


Ada sesuata yang sama, atau mungkin lebih pekat dari itu. merasakan ancaman itu, Kamijou berdiri diam dan secara perlahan melihat sekelilingnya dalam 360 derajat. Dia dengan seksama memeperhatikan sekelilingnya.Tidak lama, dia menyadari asal dari perasaan itu.


Jaraknya hanya 30 meter.


Sesuatu yang mampu membuat keringat Kamijou mengucur deras saat dia berada di belahan bumi yang lain sedang bersandar di pohon yang berada di pinggir jalan pejalan kaki dan mengawasi dia.


Tetapi, dia bukanlah anggota GREMLIN.


Tetapi orang ini mungkin lebih mengerikan dibandingkan mereka.


Dia adalah Ollerus


Dia adalah orang “yang seharusnya menjadi Dewa Sihir” yang pernah ditemui Kamijou di Baggage City.


“Hey”, ujar pria itu menyapa sembari melangkah menuju Kamijou. “Fiamma of the Right dan aku bertaruh apakah kau akan menyadari keberadaanku atau tidak. Sepertinya aku harus mentraktir dia makan malam. …tapi setidaknya kau cukup tanggap untuk menyadari kebaradaanku sebelum waktu yang cukup lama.”


Seorang Dewa Sihir.


Istilah itu tidak merujuk ke sosok dewa maupun setan. Istilah itu merujuk kepada seseorang yang telah menguasai sihir hingga titik tertentu yang membuat mereka selangkah lebih dekat ke dalam ranah dewa. [Dalam istilah Jepang, Dewa Sihir dengan kanji魔神 bisa berarti Magic God (Dewa Sihir) atau Demon God (Dewa Iblis).]


Gelar itu hanya dapat dicapai dengan mempelajari 103.000 grimoires yang tersimpan dalam kepala Index dan dapat menggunakannya tanpa masalah. Tetapi hal lain memasuki benak Kamijou ketika dia mendengar hal itu.


Bukankah itu seperti Level 6?


Hal itu adalah apa yang secar teori mungkin dicapai dan terdapat rumor bahwa seseorang telah mencapainya di suatu titik dalam sejarah pada suatu bagian dunia lainnya, tapi apa benar belum ada seorangpun yang telah mencapainya?


Tetapi, Ollerus telah menapaki ranah itu.


Kenyataannya bahwa dia hanya menyebut dirinya sebagai seseorang yang seharusnya menjadi seorang Dewa Sihir, membuat sepertinya tidak mungkin bila dia hanya membual.


Monster dengan kekuatan yang tidak terbayangkan itu berkata, “Kau sudah kembali stabil sekarang, kan? Sudah waktunya bagi kita untuk bicara. Membicarakan mengenai apa yang tidak dapat kita bicarakan pada saat kita berada Baggage City.”


“…”


“Aku yakin kau menyimpan segudang pertanyaan. Mengenai organisasi yang bernama GREMLIN. Mengenai seorang gadis yang bernama Othinus yang memimpin organisasi itu.Mengenai tujuan utama mereka. Mengenai istilah Dewa Sihir yang dia dan aku sama-sama miliki. Dan yang paling penting…” Ollerus berhenti sejenak sebelum melanjutkan. Ketika dia melanjutkan, dia berbicara dengan sangat jelas. “Mengenai Imagine Breaker. Mengenai kekuatan yang dipendamnya… atau mungkin, mengenai identitas sesungguhnya.”


Pernyataannya langsung menyinggung inti dari permasalahan.


Pernyataan Ollerus seakan menghancurkan bendungan yang telah membendung semuanya dan membuat isi bendungan itu mengalir tidak terkendali.


Kamijou menelan ludahnya dengan suara yang terdengar dan ia butuh beberapa waktu untuk menyadari suara itu datang dari tenggorokannya.


Kenapa harus sekarang?


Dia sedang menolong kelasnya mempersiapkan Ichihanaransai dan dia baru saja merasa kembali ke kehidupan normalnya.


Kamijou memikirkannya untuk beberapa data dan menghembuskan suatu nafas yang panjang.


Dia berlari melewati Ollerus yang tampaknya berniat memulai suatu percakapan yang panjang dan menjengkelkan.

NT Index v05 035.png

Ollerus, pria yang seharusnya menjadi Dewa Sihir tercengang.


“T-tunggu dulu!! Aku kira ini adalah masalah serius! Bukankah kau sangat ingin tahu mengenai identitas Imagine Breaker? Kenapa kau tidak ingin tahu? Apa anak-anak zaman sekarang memang sangat acuh? Tungguuuuuuuuuuuu!!”


“Diam!! Aku lebih takut akan apa yang terjadi bila aku tidak dapat menemukan makanan! Mereka mengira aku melarikan diri dari persiapan festival sampai saat ini, jadi aku tidak bisa menghilang begitu saja saat aku pergi membelikan makan siang untuk mereka!! Aku akan mendapatkan lebih dari sekedar memar-memar!!”


Kamijou tahu betul percakapan dengan seorang “spesialis” akan berlangsung sangat lama.


Kamijou masih belum siap secara mental.


Kamijou memohon untuk diselipkan dua atau tiga adegan komedi percintaan atau adegan fanservice sebelum ia harus menghadapinya.


Orang dengan jadwal yang padat harus melarikan diri atau mereka akan terjebak.



Part 5[edit]


“Dan karena alasan itulah aku memanggilmu ke belakang gedung olahraga” ujar Ollerus dengan santai kepada Kamijou yang telah mengurangi kewaspadaannya setelah berhasil membeli makan siang.


Kamijou Touma sudah menggenggam tangan kanannya dengan bersemangat.


“Apa yang kau inginkan? Menyatakan cintamu? Berkelahi tanpa dilihat orang-orang? Tolong, tolong jangan katakana hal yang pertama aku ucapkan tadi.”


“Sepertinya masa-masa bersekolah di Jepang berada di tengah-tengah dua titik ektrim. Jujur saja, aku kesulitan untuk memahaminya.” Ollerus mengangkat bahunya. “Seperti yang aku bilang tadi, aku ingin bicara.”


“Mengenai apa? Dan dimulai dari mana?”


“Nah, itu dia masalahnya. Dimulai dari mana enaknya?”


Ollerus tampak kebingungan, tapi Kamijou tidak begitu yakin apakah dia memang benar-benar kebingungan. Apakah sesorang yang hampir menjadi Dewa Sihir masih perlu mengkhawatirkan sesuatu?


Seakan menjawab keraguan Kamijou, Ollerus melanjutkan pembicaraannya.


“Yah, bila diatur ceritanya secara runut agar terkesan keren, sepertinya tidak akan mempermudah penjelasannya. Akan kumulai dari inti permasalahnnya dan kita lihat apakah mungkin kau dapat menemukan beberapa pertanyaan. Mungkin ini jalan tercepat untuk menjelaskannya.”


“Inti dari permasalahan?”


“Sang Dewa Sihir Othinus” Ollerus menambahkan gelar Dewa Sihir di nama Othinus walaupun dia mengaku kalau dia adalah orang yang “seharusnya menjadi” Dewa Sihir. “Berbeda denganku, dapat dibilang bahwa Othinus adalah Dewa Sihir yang sebenarnya. Kurang lebih, tidak ada satupun hal yang dia tidak dapat lakukan di dunia ini. Organisasi GREMLIN dikendalikan sepenuhnya dengan kekuatan dia, jadi bila kita dapat mengetahui apa keinginan Othinus kita dapat menebak gerak gerik GREMLIN. Dan juga…” Ollerus berhenti sejenak dan memandang ke arah tangan kanan Kamijou. “Fiamma of the Right memulai perang dunia hanya untuk mendapatkan tangan kananmu, tetapi GREMLIN dan sang Dewa Sihir tidak mengincar Imagine Breaker. Tolong ingat baik-baik. …Kamu tidaklah penting dalam rencana mereka, jadi mereka tidak akan mempedulikan keselamatanmu. Jika kau menghalangi mereka, mereka akan menghabisimu tanpa ragu. Ingat itu baik-baik bila kau ingin menghadapi mereka.”


“…”


Kamijou Touma hanyalah seorang murid SMA, hal tersebut sering kali terlupakan.


Dia mungkin memiliki beberapa pengalaman yang tidak biasa, tetapi dia bukanlah seorang tentara atau ahli bela diri yang sudah menjalani latihan tertentu. Dia juga tidak mampu untuk mendapatkan peralatan bertempur layaknya seorang professional. Bila dia melawan suatu organisasi yang memiliki jaringan operasi dalam skala global, sangat jelas dia berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Pada kenyataannya, niatan untuk melawan GREMLIN adalah suatu “salah langkah” yang dilakukan seorang amatiran yang tidak dapat membandingkan kekuatannya terhadap kekuatan GREMLIN.


Dan lagi, Kamijou sudah tersangkut paut dalam masalah GREMLIN.


Dia pernah bertarung melawan anggota GREMLIN dan mengalahkannya, jadi dia sudah menapaki titik dimana dia tidak dapat kembali lagi. Walaupun Kamijou menarik dirinya, sudah pasti GREMLIN ingin menyelesaikan masalah mereka dengan Kamijou.


Dan setelah ikut campur, Kamijou tidak memiliki niatan untuk menarik diri sebelum menyelesaikan semuanya.


Kalau dia menyerah, kemungkinan besar bukan hanya dia yang akan menderita.


“GREMLIN adalah suatu perkumpulan sihir yang muncul dikarenakan perang dunia ke 3 yang diletuskan oleh Fiamma of the Right,” ujar Ollerus.


Informasi ini kemungkinan hanya diketahui beberapa orang saja, bahkan mungkin para petinggi di Gereja Anglican tidak mengetahuinya.


“Bila dipermudah, ideologi mereka kurang lebih seperti ‘jangan putuskan sendiri bahwa Academy City dan sisi sains yang memenangkan perang itu’. Penyihir yang paling tersohor pada waktu itu sudah jelas Fiamma of the Right. …tapi, masih ada beberapa penyihir yang melebihi dia. Mereka tidak suka bahwa Fiamma mengganggap dirinya sebagai perwakilan dari sisi sihir lantas mengalami kekalahan begitu saja walaupun para penyihir yang melebihi Fiamma belum turun tangan.”


Mungkin itulah alasan kenapa mereka didasarkan atas mitologi Norse daripada Kristiani.


Mereka tidak suka akan kekalahan dari aliansi Roma dan Rusia juga merusak nama baik seluruh budaya sihir termasuk budaya mereka.


“Tapi, bukannya mereka terkesan egois? Mereka tidak ingin ikut campur dalam perang dunia ke-3, tetapi mereka kesal saat sisi sihir kalah?”


“Yah, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa dengan menolong Fiamma. Dan orang-orang yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan FIamma kurang lebih telah menyadari walaupun mereka berhasil, cara yang dipakai oleh Fiamma tidak akan menyelamatkan dunia seperti yang diharapkan.”


Mereka tidak dapat menerima kekalahan orang lain yang ikut merusak nama baik mereka.


Dan sekarang, mereka akan ambil bagian secara langsung.


Dan jika kekuatan GREMLIN terdiri atas mereka…


“Berbeda dengan perkumpulan sihir yang sudah berumur ratusan atau bahkan ribuan tahun, GREMLIN tidak memiliki ideologi yang diatur. GREMLIN merupakan kumpulan dari kekecawaan para penyihir yang merasa dirugikan karena kekalahan saat perang dunia ke-3. Sudah pasti para penyihir itu juga sudah menyiapkan suatu symbol untuk mewakili sisi sihir yang mampu menandingi pemenang perang dunia, yaitu Academy City.”


“…Dan simbol itu adalah sang Dewa Sihir yang bernama Othinus?”


“Sebenarnya ini hanyalah masalah menyeimbangkan kekuatan. Aku tidak tahu apakah Othinus yang mengumpulkan para penyihir atau para penyihir yang mencari Othinus. Bagaimananpun juga, GREMLIN berusaha memperkuat Othinus agar dia mampu memnyeimbangkan kekuatan dengan raksasa yang bernama Academy City. …Untuk mempermudah penjelasan yang tadi, dapat dikatakan bahwa GREMLIN adalah organisasi yang ada untuk memenuhi keinginan-keinginan dari Othinus.”


“Tapi, seorang Dewa Sihir mampu melakukan segalanya, kan? Apa dia masih memerlukan bantuan orang lain?”


“Kemampuannya untuk bisa melakukan segalanya dapat menimbulkan masalah juga.” Ollerus tersenyum sinis seakan dia menganggap lawan bicaranya seperti bawahannya. “Kau mungkin sering mendengar mengenai ‘kemungkinan yang tak terbatas’, tetapi kemungkinan yang dimaksud itu tidak hanya berarti kemungkinan yang positif, tetapi juga termasuk kedalamnya kemungkinan yang negatif.”


“?”


“Mungkin akan sedikit sulit dimengerti bagi seseorang yang masih percaya akan ‘kemungkinan yang tak terbatas’. Coba anggap saja seperti melempar suatu koin. Kemungkinan muncul sisi atas atau sisi bawah adalah 50/50. Itulah yang dimaksud dengan kemungkinan yang tidak terbatas. Ketika kau mengambil suatu tindakan akan muncul kemungkinan apakah kau akan gagal atau berhasil. Tidak peduli seberapa keras kau berlatih, kau masih memiliki kemungkinan 50% kalah melawan seorang anak kecil. Itulah apa yang dimaksud dengan seorang Dewa Sihir.”


50% merupakan kemungkinan yang cukup besar.


Bila dianggapkan pada permainan Russian Roulette, berarti permainan dimulai dengan mengisi revolvernya dengan 3 peluru. [Russian Roulette permaianan hidup mati dengan menodongkan pistol yang sebagian diisi peluru dan sebagiannya lagi kososng. Pucuk larasnya ditodongkan ke pelipis dan ditembakkanlah pistol tersebut sebanyak beberapa kali.]


“GREMLIN dan Othinus berniat melakukan sesuatu yang besar terhadap Academy City, sang pemenang zaman ini. Dan mereka ingin melakukannya dengan kemungkinan yang tak masuk akal itu. Mereka ingin Othinus mampu menggunakan kekuatannya secar sempurna. Mereka ingin Othinus memiliki kemungkinan menang sebesar 100%. Sedikit modifikasi diperlukan untuk mencapainya. Persiapan mereka sudah terlihat dengan terjadinya insiden-insiden di kepulauan Hawaii dan Baggage City.”


“…Insiden-insiden itu hanyalah persiapan?”


“Othinus merupakan cara lain menyebut nama Odin, dewa tertinggi dari mitologi Norse. Mereka kemungkinan akan mengikuti mitologi Norse. Mereka akan memodifikasi sifat dari dewa itu dengan mempersiapkan barang-barang spiritual yang melambangkan sifat dewa itu. …Mitologi Norse adalah mitologi yang berkaitan erat dengan persenjataan. Kekuatan dewa-dewanya digambarkan dengan seberapa kuat senjata mereka. Dengan melihat Mitologi Norse, sepertinya tidak sulit untuk menebak apa yang diincar oleh Othinus.” Ollerus berbicara dengan santai walaupun dia membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan takdir seluruh dunia. “Tombak suci Gugnir. Suatu benda spiritual yang menggambarkan kekuatan Odin sebagai dewa tertinggi. Kemungkinan besar mereka sedang menyisir seluruh dunia untuk menyatukan benda spiritual itu guna mengembalikannya ke bentuk sejatinya.”


Suatu peleburan yang menggunakan tenaga dari letusan gunung di kepulauan Hawaii.


Seorang Dvergr yang mampu menciptakan senjata-senjata legendaris dari mitologi Norse. [Pengertian tentang Dvergr telah dibahas pada volume sebelumnya.]


Pencurian rancangan dari kepala Brunhild Eiktobel, seorang Valkyrie yang pernah berhasil menempa bagian dari Gugnir. [Pengertian tentang Brunhild dan Valkyrie telah dibahas pada volume sebelumnya.]


“Bahkan dengan apa yang telah mereka lakukan, masih tidak mungkin untuk membuat Gugnir dalam bentuk sejatinya dengan teknik-teknik yang ada di bumi, tetapi, insiden di Baggage City mengubah semuanya.”


“?”


“Pengembangan dari esper holistic. Suatu teknik yang tidak ada di bumi ini. Bila mereka berhasil melakukannya, mereka mungkin dapat mencapai kemungkinan yang awalnya tidak mungkin tercapai. Teknik itu akan memungkinkan mereka untuk menyelesaikan Gugnir.” [Pengertian tentang holistic telah dibahas pada volume sebelumnya.]


Dan ketika tombak itu sudah terlengkapi, sudah jelas apa yang akan dilakukan oleh GREMLIN dan pemimpinnya, Othinus, terhadap seluruh dunia.


Semua gangguan berskala besar yang telah terjadi hanyalah pemanasan saja.


Kekuatan yang awalnya masih terbelenggu oleh kemungkinan 50% dapat digunakan tanpa terbelenggu kemungkinan tersebut lagi.


Hal itu sudah jelas adalah suatu masalah yang besar.


Kamijou belum mengerti betul seberapa mengerikan seorang Dewa Sihir. Othinus pernah menghancurkan tangan kanan Kamijou, tapi itu masih kecil dibandingkan dengan kekuatan sebenarnya dari seorang Dewa Sihir. Tetapi, Kamijou menyadari satu hal. Dia hanya perlu menganggapnya sebagai seorang anggota GREMLIN yang pernah dia temui di Hawaii dan Baggage City. Hal itu kemungkinan merupakan hal yang tidak diinginkan seorangpun kecuali GREMLIN.


Tetapi…


Di waktu yang bersamaan…


“…”


Kamijou memandangi tangan kanannya.


Othinus berusaha memodifikasi kemungkinan dia sendiri dan menghilangkan kemungkinan yang 50%, tapi apakah mungkin itu terjadi tanpa bantuan Gugnir?


Contohnya…


Dengan menggunakan Imagine Breaker.


Tangan kanan itu mampu menghilangkan segala bentuk sihir, jadi bila dibentuk dalam kemungkinan, kemungkinan dari Imagine Breaker adalah 0%. Mungkin kemungkinan 0% itu berlawanan dengan kemungkinan 100% yang diinginkan Othinus, tapi pasti ada cara untuk memanfaatkan keberlawanan itu.


Contohnya, bagaimana bila jalan yang dipilih oleh seseorang adalah selalu salah?


Lantas, bukankah mungkin kau memilih jalan yang benar dengan memilih jalan yang berlawanan dengan jalan itu?


Jika kau sadar kau akan selalu gagal, ada banyak cara untuk memanfaatkannya. Sang Dewa Sihir Othinus terikat dengan kemungkinan yang pasti 50%. Hasil dari 50% itu tidaklah selalu sama. Oleh karena itu dia tetap stagnan.


Bila pengemudinya dapat dibelokkan ke arah berhasil atau gagal, Othinus mungkin dapat memanfaatkannya.


Bila begitu…


Bukankah tangan kanan itu dapat dimanfaatkan oleh GREMLIN?


“Kau tidak perlu mengkhawatirkannya,” jawab Ollerus ketika Kamijou menanyakan pertanyaannya. “Imagine Breaker tidak cocok dengan ide Othinus. Walaupun dia mengetahui kalau dia dapat memanfaatkannya, aku ragu dia akan berpikir akan menggunakannya.”


“Apa maksudmu?”


“Aku tidak suka menjawab pertanyaan dengan pertanyaan,” jawab Ollerus tanpa mengubah raut wajahnya.“Tapi bukankah sudah saatnya kita membahas mengenai masalah yang paling mendasar. Apa kau tahu identitas sebenarnya dari Imagine Breaker?”



Part 6[edit]


Ketika bulan November, angin dingin mengurangi jumlah pelanggan yang mendatangi café-café terbuka.


Academy City tengah dipenuhi dengan kesibukan akan persiapan dari semacam festival, tetapi sesuatu yang benar-benar “asing” duduk ditengah-tengah kesibukan itu. Beberapa orang duduk di depan meja dari café dengan udara terbuka yang biasanya sepi. Orang-orang itu terkesan seperti tidak mengerti akan kebiasaan di tempat itu, tapi orang-orang itu sepertinya tidak terlalu mempedulikannya.


Orang yang pertama adalah Marian Slingeneyer.


Dia adalah seorang gadis dengan kulit kecoklatan, memiliki rambut perak yang dikepang dan mengenakan kaca mata dengan frame berwarna merah. Dia mengenakan pakaian yang sangat terbuka yang terdiri atas Overall yang dikenakan langsung diatas kulitnya. Pakaian semacam itu mungkin dianggap tidak cocok untuk bulan November, tapi dia telah melewati Baggage City di Eropa Timur dengan berpakaian seperti itu. Dia tidak terlihat kedinginan sama sekali. [Overall = pakaian tukang cat]


Orang yang kedua adalah mjölnir.


Gadis (?) itu tidak terlihat seperti manusia sama sekali dan terlihat seperti suatu drum hitam setinggi satu meter. Dia adalah orang yang jelas-jelas tidak akan mampu membaur dalam suasanan kota, tapi untungnya, Academy City dipenuhi dengan robot-robot pembersih dan robot-robot penjaga yang berbentuk seperti drum. Dia tidak terlalu menarik perhatian karena orang-orang mengira dia adalah semacam robot.


Dan ada lagi orang ke tiga.


Orang yang ketiga adalah seorang laki-laki berkulit putih yang kurus. Tubuhnya yang kurus dan rambut pirangnya yang sepanjang pinggang membuatnya terlihat feminism. Pakaiannya terdiri atas pakaian yang berwarna hitam dan kuning. Dia mengenakan atasan dan bawahan yang ketat dan syal yang dilingkarkan di kedua bahunya. Diantara ketiga orang itu, anak laki-laki itu terlihat yang paling normal, tetapi, sebenarnya tidak seperti itu.


Laki-laki itu adalah Thor.


Dia disebut sebagai sang dewa petir, dia sangat cakap dalam hal pertarungan secara langsung bahkan bagi seorang anggota GREMLIN, dan dia adalah perwakilan dari anggota tempur GREMLIN.


Thor memiliki kekuatan penghancur yang memungkinkan dia untuk mengadakan perang sendirian.


Tetapi…


“Unyah… , aku tidak dapat mengumpulkan motivasi sama sekali…” ujar Marian Slingeneyer sembari merebahkan tubuh bagian atasnya di atas meja.


Mjölnir yang berbentuk seperti drum drum bergetar di samping Marian seakan dia menunjukan keprihatinannya.


Mereka adalah anggota resmi GREMLIN, suatu organisasi yang menebarkan kekacauan di seluruh dunia, tetapi Thor sedikit kecewa ketika dia memasuki organisasi itu. Walaupun mereka telah melakukan hal-hal yang berskala besar, mereka tidak terlalu mempedulikan hierarki dari organisasi. Masalah terbesar baginya adalah memasuki organisasi itu.


(Yah, kegalauan Marian mungkin disebabkan karena kematian Kihara Kagun.)


Itu adalah tebakan asal dari Thor. Sang Dewa Sihir Othinus masih menggunakan Kihara Kagun sebagai boneka, tetapi boneka tidaklah lebih dari sekedar boneka. Hanya bayang-bayang dari sosok aslinya.


Tetapi Thor menebak keputus asaan Marian Slingeneyer tidak akan hilang bila “aroma” Kihara Kagun yang masih menempel tidak dihilangkan.


Sejujurnya, Thor tidak suka berada dekat dengan orang selabil Marian dalam situasi seperti ini. Dia tidak akan sadar bila keadaan sekitarnya dapat menjadi sesuatu yang sangat memusingkan.


Keahlian Thor adalah berperang.


Mengirimkan orang yang ahli seperti dia dalam pertempuran langsung dapat memicu dimulainya suatu perang.


Walaupun begitu, dia bukanlah orang gila yang bergelora ketika melihat pertumpuhan darah. Dia tidak menyukai film horror sadis dan dia tidak menyukai atraksi rumah hantu.


Jadi, dia inginkan mengirimkan peringatan sebelum mereka memulai.


“Ingat, tidak ada yang menyerang lebih dulu kali ini.”


“Iya, iya…”


“Dan itu juga termasuk memodifikasi orang-orang untuk “persiapan” pertempuran. Kau mengerti?”


“…iya, iya…”


Mereka berada tepat di tengah-tengah kawasan musuh dan jawaban yang didapatkan oleh Thor adalah jawaban setengah hati.


Si gadis (?) dengan bentuk drum hitam bergetar lagi.



Part 7[edit]


Identitas dari Imagine Breaker.


Itu adalah apa yang dikatakan oleh Ollerus. Dan tentu saja itu berarti bahwa dia mengetahuinya.


Dan yang lebih penting…


Apakah dia mengatakan sesuatu yang berada di tangan kanan Kamijou Touma bukanlah berasal dari sisi Ilmu pengetahuan?


“Pasti kau sudah sadar bahwa kekuatan yang berada di tanganmu bukanlah hasil dari teknik pengembangan esper dari Academy City,” jawab Ollerus. “Memang benar terdapat esper-sper alami di luar Academy City yang disebut dengan gemstone. …Tetapi, tidak ada pembuktian bahwa kau adalah seorang gemstone. Kau memiliki semacam kekuatan supernatural yang datang dari luar Academy City. Bukankah itu membuatmu dalam posisi ditengah-tengah?”


“…”


“Kelompok yang kebetulan bernaung dengan dirimu adalah Academy City dari sisi ilmu pengetahuan. Oleh karena itu kau percaya bahwa kekuatanmu dapat dijelaskan secara ilmiah. Sekarang, bagaimana bila kau diasuh dari kecil oleh Gereja Anglikan yang dari sisi sihir? Kemungkinan kau akan menjelaskan keberadaanmu dengan sudut pandang sihir dan percaya bahwa kau adalah bagian dari sisi sihir.”


“Jadi… Apa sebenarnya itu …?”


Kamijou menggenggam dan membuka tangan kanannya.


Ollerus kemudian mengubah pertanyaannya.


“Apa sebenarnya aku?”


“Jawabannya adalah sesuatu yang haru kau putuskan sendiri, tapi akan kuberikan penjabaran dari sudut pandangku.”


Tidak hanya ilmu pengetahuan dan tidak juga hanya sihir.


Seseorang yang melawan Dewa Sihir Othinus yang mengendalikan GREMLIN.


Suatu penjabaran dari Ollerus, pria yang seharusnya menjadi Dewa Sihir.


“Kamu, atau mungkin, kekuatan yang berada di tangan kananmu merupakan kumpulan dari harapan dan rasa takut dari semua penyihir.”


“Apa?”


“Seseorang yang benar-benar menguasai sihir akan menjadi seorang Dewa Sihir. Tetapi masih ada ketakutan bagi seorang Dewa Sihir yang mampu melakukan segalanya. Dan ketakutan itu tidak hanya dikarenakan adanya halangan kemungkinan 50% yang sudah kujelaskan sebelumnya. Rasa takut itu adalah sesuatu yang akan dirasakan oleh orang yang berpikiran waras bila dia sudah memiliki kekuatan yang cukup besar.”


Ollerus tentu sudah pernah merasakan itu, tetapi raut wajahnya tidak berubah.


Mungkin perasaan itu hanya dirasakan oleh orang-orang yang sudah ahli seperti Ollerus, orang-orang biasa kemungkinan tidak akan mampu mebayangkan seperti apa perasaan itu.


“Dulu pernah ada seorang pria yang bernama Terra of the Left. Dia bukanlah penyihir biasa yang merupakan anggota dari Kursi Kanan Tuhan, sama seperti Fiamma of the Right. Secara sistematis, kemungkinan dia adalah orang yang paling hampir mengetahui identitas dari Imagine Breaker. …Mungkin dia telah melebihi Fiamma of the Right. Lagipula, dia memang meneliti mengenai kontradiksi dalam hubungan kekuatan yang memungkinkan sang Anak Tuhan dibunuh dengan tangan manusia dan masih mampu melancarkan mantra Execution of Light dengan sendirinya.”


“?”


“Imagine Breaker dapat memiliki kekuatan yang mampu memutar balikkan legenda dan mengubah suatu zaman.”


Kamijou tidak yakin apa hubungan penjelasan Ollerus dengan apa yang ditakuti Dewa Sihir.


Ollerus meneruskan pembicaraannya.


“Seorang Dewa Sihir dapat mengubah dunia menjadi seperti apa yang dia inginkan. Dia dapat mengubahnya, tetapi dia tidak selalu dapat mengembalikannya ke bentuk semula. Bahkan suatu hal yang konyol seperti mengubah semua air yang mengalir di pipa saluran air adalah sangat mungkin untuk dilakukan. Tapi, semakin banyak perubahan yang dia buat, semakin besar pula bahaya munculnya efek samping. Dan walaupun dia mencoba untuk mengembalikan dunia seperti sedia kala, muncul pula kemungkinan dia sudah melupakan bentuk dunia sebelum dia mengubahnya. Perubahan yang kumaksud adalah perbuahan yang mendasar seperti mengubah standar ukuran meter atau standar ukuran gram.”


“Jadi, bila itu yang ditakutkan, seperti apakah harapannya?”


“Dunia seperti itu jelas-jelas sangat menakutkan bukan? Walaupun kau mampu mengubah segalanya kau pasti menginginkan adanya suatu jaminan, bukan? Untuk lebih mudahnya anggaplah dibutuhkan adanya suatu ‘backup’ atau suatu titik referensi untuk kembali ke dunia yang normal. Dapat dikatakan bahwa tangan kananmu merupakan standar penghitungan Kilogram. Walaupun dunia ini telah diubah sedemikian rupa hingga kau tidak dapat mengingat seberapa panjang satu meter atau seberapa berat satu gram, tangan kananmu dapat menghapuskan segala macam sihir, jadi masih ada suatu titik referensi. Dengan mengukur berat, dan suhu dari tangan kananmu, sesorang yang telah mengubah dunia seberapun besarnya dapat mengingat kembali seperti apa rupa dunia sebelum ada perubahan. Tangan kananmu dapat dikatakan sebagai penyelamat yang memungkinkan dunia kembali ke bentuk aslinya, tidak peduli seberapa besar perubahan yang dilakukan.”


Jadi itu harapannya. Bisa dikatakan bahwa tangan kanan Kamijou bisa membawa dunia kembali ke tatanan seperti sedia kala yang dibuat Tuhan, ketika sudah diutak-atik oleh seorang Dewa Sihir.


Bila terdapat suatu jaminan, kamu dapat melakukan apapun semaumu tanpa mengkhawatirkan segalanya.


Tidak diperlukan adanya pembatas, jadi kau dapat memenuhi segala keinginanmu.


Itu adalah suatu harapan egoistis yang hanya dapat dipandang dari sudut pandang orang yang melakukan perubahan.


“Pernah pula terjadi ketika suatu kekuatan yang mirip dengan apa yang bermenculan disana dan di sini di setiap zaman. Beberapa berbentuk senjata dan menjadi milik dari pahlawan-pahlawan hebat, beberapa berbentuk lukisan dinding dan di kabarkan dapat menyembuhkan segala macam penyakit bila disentuh, dan sebagian lagi berbentuk gua dan berfungsi untuk memberikan ujian kepada siapapun yang memasukinya. …Aku tidak tahu apakah kekuatanmu adalah salah satu dari kekuatan yang bermunculan itu atau mungkin segala harapan itu berkumpul dan membentuk suatu bentuk baru. Aku hanya dapat menebak-nebak, tapi aku belum pernah menguji teori itu. Tetapi, aku yakin akan satu hal. Tangan kananmu dapat digunakan sebagai titik referensi bagi dunia.”


Ollerus berhenti sejenak.


Kemudian dia melanjutkan penjelasannya sekali lagi.


“Othinus ingin mengubah dunia ini dimana Academy City dan sisi ilmu pengetahuan telah menang hingga tak dikenali. Untuk alasan itu, Othinus tidak memerlukan adanya suatu ‘backup’, tapi sebenarnya hal itu adalah halangan terbesar bagi rencananya. Bila masih ada sesuatu yang mampu mengembalikan perubahan yang telah dilakukan, maka sesuatu itu akan berubah dari sebuah harapan menjadi sesuatu yang ditakuti. Karena alasan itulah mengapa Othinus tidak menginginkan Imagine Breaker. …GREMLIN ingin menghapuskan penyelamat itu dan melanjutkan perubahan mereka. Adanya suatu jaminan adalah suatu godaan bagi mereka. Dan kemampuan Imagine Breaker untuk menghilangkan sihir adalah contoh dari jaminan itu.”



Part 8[edit]


Malam telah tiba. Biasanya, pada waktu-waktu seperti ini, siswa sudah harus meninggalkan area sekolah. Tetapi peraturan itu telah hilang dikarenakan persiapan Ichihanaransai. Kamijou Touma terbebas dari sekolah untuk sementara agar dia dapat beristirahat.


“…Apa yang harus kulakukan?”


Index pasti masih berada di dalam asramanya, tapi sepertinya Touma tidak akan kembali ke asramanya dalam waktu dekat. Bukan hanya karena dia harus mempersiapkan Ichihanaransai, tetapi juga dia meresa dia tidak dapat diganggu sampai dia dapat mengetahui apa tujuan utama Ollerus dan memastikan keamanan semua orang.


Academy City dijaga dengan ketat.


Beberapa penyihir telah mampu menyusup beberapa kali, tapi tentu saja hal itu tidak dilakukan dengan mudah. Butuh banyak biaya dan resiko yang tinggi untuk memasuki kota itu. Jadi apa yang ingin didapatkan Ollerus dengan menyusup ke dalam kota? Tentu dia menyusup bukan karena dia ingin menjawab pertanyaan Kamijou.


Udara dingin menusuk kulit Kamijou dan menjalar ke seluruh tubuhnya.


Mungkin dia ingin menjauh dari kesibukan di kelasnya, tapi Kamijou merasakan suatu kehampaan di hatinya. Dia teringat akan banyak hal. Ollerus yang seharusnya menjadi Dewa Sihir dan Othinus yang telah melebihi Dewa Sihir. Dan juga GREMLIN. Seberapa lama hari-hari yang damai dan santai ini akan bertahan? Akankah Kamijou mendatangi dan menghadapi GREMLIN langsung? Ataukah mungkin GREMLIN yang akan datang ke Academy City? Yang manapun yang terjadi, suasana di kota ini tidak akan bertahan selamanya. Mendadak sesuatu terlintas di pikiran Kamijou.


Insiden di Hawaii.


Neraka di Baggage City.


Kejadian itu tidak terjadi karena kebetulan.Kejadian itu terhubung dengan Academy City. Bila tujuan GREMLIN memang ingin menunjukkan ketidak setujuan mereka atas kemenangan Academy City, sangatlah mungkin bila kota ini akan menjadi pusat dari segala insiden.


Seberapa banyak yang Kamijou mampu lakukan untuk melindungi semua orang dari kekejaman yang besar?


Kamijou tidak dapat menjawab pertanyaan itu.tapi jelas sekali dia tidak dapat mengabaikan pertanyaan itu walaupun dia hanyalah seorang murid SMA dari Jepang. GREMLIN dan Othinus menganggap tangan kanan Kamijou dan Imagine Breaker yang berada di dalamya sebagai suatu ancaman.


Kamijou tidak dapat menghindari suatu pertempuran yang dahsyat.


Pertanyaannya adalah kapan, di mana, dan mengapa pertempuran itu terjadi.


“…”


Kamijou merinding ketika dia membayangkan seisi kota yang sedang bersemangat dengan persiapan Ichihanaransai tiba-tiba berubah menjadi sesuatu yang ia saksikan di Baggage City.


Kekalahan yang telak.


Suatu keadaan dimana dia terlambat datang.


Walaupun dia dapat datang tepat pada waktunya sebelum semua berakhir, dia kesulitan membayangkan apa yang akan dia hadapi di tengah-tengah kekacauan yang mengerikan semacam itu.


Dia tidak dapat membiarkan hal yang sama terjadi di Academy City.


Kamijou Touma sangat yakin akan hal itu.


Kemudian…


“Misaka…?” gumam Kamijou ketika dia melihat wajah yang tidak asing di tengah keramaian.


Dia adalah seorang gadis dengan rambut pendek berwarna cokelat seperti teh yang mengenakan seragam dari SMP Tokiwadai yang ternama. Dia mengenakan mantel yang terlihat mahal diatas seragamnya. Kamijou mengira Misaka sedang pergi membeli sesuatu untuk mempersiapkan Ichihanaransai.


Gadis itu adalah Si Nomor Tiga di Academy City.


Dia adalah gadis yang dikenal sebagai sang Railgun yang memiliki kekuatan listrik terkuat.


Mendadak, tatapan mata mereka bertemu.


Ketika Mikoto melihat Kamijou, dia melangkah kearah Kamijou.


Kamijou mengangkat tangannya dan berkata, “Misaka, apa kau sedang mempersiapkan Ichihanaran-…”


Kamijou tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.


Misaka Mikoto mendadak menghantamkan kepalan tangannya dari ke atas kepala Kamijou dengan kekuatan penuh.


Dampak dari pukulan itu terlihat serius.


Pandangan Kamijou sempat kabur dan dia terjongkok dengan mata yang berair.


Mikoto mendengus dan berkata, “Bisa-bisanya kamu menyapaku seperti itu setelah meninggalkanku di Hawaii?”


“A-aghh..”


“Aku tidak tahu bagaimana mungkin kau bisa membayar atas apa yang telah kau lakukan, aku sangat kesal denganmu. Aku berniat akan menghajarmu hingga menjadi bubur dan kubuang kau ke tempat sampah.”


“…A-Aku minta maaf.”


“Maaf saja tidak cukup!! Sama sekali tidak cukup!!”


“Tidak, Kamijou-san benar-benar merasa bersalah saat ini, OK?”


“Mungkin kau bisa berkata seperti itu, tapi jauh di dalam hatimu, kau senang karena aku tidak melihat apa yang terjadi setelah kau meninggalkanku, kan? Kau menganggap dirimu seperti seorang pahlawan, kan?”


“…”


“Setidaknya cobalah untuk menolak perkataanku tadi!! Apa kau tidak pernah belajar!? Dan apa kau tahu? Aku jauh lebih kuat dibanding kau dalam hal kekuatan fisik! Cobalah percaya padaku! Aku berniat membantu jadi biarkan aku membantu!!”


Selagi dia memperhatikan omelan Misaka, Kamijou berpikir.


Bila GREMLIN menyerang Academy City, akankah dia mencari pertolongan Misaka Mikoto?


Kamijou mampu mengatasi permasalahan di Hawaii.


Tapi dia mengalami kegagalan yang besar karena dia tidak mampu melakukan apa-apa di Baggage City.


Apakah itu alasan mengapa dia membutuhkan bantuan Misaka? Atau itu hanyalah suatu alasan agar Misaka tidak ikut terlibat?


Kamijou memutuskan dia harus memutuskan mengenai masalah itu sebelum terlambat.


“Hey, Misaka.”


“Apa?”


“Apa kau ingat apa yang terjadi di Hawaii?”


“…Maksudmu ketika kau melemparku seperti sampah ke laut?”


“Aku serius. Banyak hal mulai kehilangan kendali di sana, tapi bila ada beberapa orang yang berpikir bahwa kekacauan seperti itu hanyalah permulaan belaka, dan orang-orang itu kini sedang menuju ke Academy City, apa kau pikir adalah hal yang benar bila ada seorang pria yang membuat temannya terlibat dalam permasalahan semengerikan ini, bahkan temannya bisa terluka akibat serangan para orang brutal tersebut?”


“…Oh?”


“Jujur saja. Aku juga bingun mengenai masalah ini. Aku ingin mendapat bantuan sebanyak-banyaknya, tapi di saat yang bersamaan, aku pikir akan lebih baik bila aku menghadapinya sendirian ketimbang melibatkan orang-orang yang aku kenal untuk melawan monster itu.”


“Itu pertanyaan yang tidak adil,” jawab Mikoto. Kemudian, “Tetapi sudah sangat sangatlah terlambat untuk mengkhawatirkannya.”


Nada bicara gadis itu mendadak berubah.


Suatu cahaya pucat berpendar dari ujung-ujung jari tangan kanan Mikoto. Sangat terlambat, Kamijou menyadari ada keanehan akan apa yang terjadi sebelumnya.


Terutama, pukulan ke kepalanya.


Misaka Mikoto adalah jenis orang yang secara refleks menembakkan listrik bervoltase tinggi dari rambut poninya, jadi kenapa dia melakukan serangan secara fisik ketimbang menggunakan kekuatannya?


“Kau…!!”


“Kau masih belum sadar juga? Ternyata kau tidak tanggap.”


Kamijou mendengar dentuman yang keras. Itu adalah suara dari udara yang terdorong ketika seseorang mengayunkan suatu pemukul dengan kekuatan penuh. Tapi itu bukanlah bentuk dari ancaman yang dihadapi Kamijou. Ancaman itu adalah cahaya yang berpendar dengan mengerikan dari tangan kanan Mikoto (?).


(Suatu kilatan listrik? Apakah itu las?)


Pandangan Kamijou mengabur.


Dia menurunkan pingganya untuk merendahkan tubuhnya, mendadak suatu kilatan yang seperti pisau melintas di atas kepalanya. Kincir angin dibelakang Kamijou terpotong-potong oleh sesuatu yang terlihat seperti kedipan kamera.


“Wow, hebat. Sejak kapan kau belajar lebih dari sekedar bertahan? Jika kau menahannya dengan tangan kananmu mungkin kita akan saling berdiri untuk beradu kekuatan.”


Kincir angin itu terpotong-potong menjadi beberapa bagian.


Pilar yang menjulang telah teriris-iris seperti lobak yang dicacah oleh orang yang pertama kali memegang pisau. Ini dikarenakan pisau dari kilatan listrik itu memiliki panjang beberapa meter dan menjulang dari tiap ujung jari tangan kanan Mikoto (?).


Serangan semacam itu tidak dapat dilakukan dengan kekuatan yang dimiliki Misaka..


Tetapi, Kamijou berpikir Mikoto akan menggunakan pedang dari pasir besi untuk pertempuran jarak dekat. Sebenarnya masalahnya bukan apakah Misaka mampu melakukannya, tetapi apakah dia akan melakukannya dengan cara dan kekuatannya sendiri.


“Sialan kau…!!”


Selagi Kamijou mengamuk, orang dengan wajah Misaka Mikoto itu mencoba untuk menikamkan tangan kirinya ke kepala Kamijou. Lima pisau kilatan listrik juga terdapat di tangan kirinya. Menghidupkan percikan listrik untuk pisau dan menikamkan tangannya dilakukan dalam satu gerakan yang halus.


Kamijou menggerakan kepalanya ke samping untuk menghindari pisau yang diayunkan dan Kamijou mengayunkan tinju kanannya kearah pergelangan kiri Misaka Mikoto.


Tinju Kamijou mengenai pergelangan Misaka dari bawah, menyebabkan lengan kiri misaka terangkat. Kamijou mengambil langkat ke kiri, mencekik leher Mikoto dengan tangan Kanannya, dan menghantamnya ke suatu bangku.


Selagi menahannya, Kamijou berteriak, “Kau bukan Mikoto, kan!? Siapa kau sebenarnya bajingan!?”


Dia mendengar suara retak.


Kulit siapa pun yang mengambil bentuk Misaka Mikoto itu mulai terbelah di sekitar leher tempat di mana Kamijou mencekiknya. Selagi Kamijou melihatnya dengan syok, celah-celah di kulitnya menyebar semakin jauh dan jauh. Dan itu tidak hanya tersebar di seluruh tubuhnya. Celah-celah menyebar di keseluruhan bentuk Misaka Mikoto, termasuk jas dan dekorasi rambut yang dikenakannya.


"Aku yakin Kau memiliki ide yang cukup bagus," kata orang itu sembari bibirnya bergerak meskipun sebagian bibirnya sudah semakin mengelupas dan hancur membentuk bibir baru.


Pada saat berikutnya, kehancuran pada sosoknya melebihi tingkat kewajaran.


Sosok Misaka Mikoto hancur dan anak laki-laki tinggi, rambut pirang, kulit putih, dan berpenampilan feminin muncul dari dalamnya.


Dia tersenyum tipis dan terus berbicara meskipun tenggorokannya masih dibekap. "Aku kira aku harus memperkenalkan diri sebagai dewa petir Thor. Aku bertanggung jawab sebagai anggota GREMLIN untuk pertempuran jarak dekat. ... Seperti yang Kau lihat, kami sudah ada di sini di kota ini. "



Antara Baris Pertama[edit]


Seorang pendeta yang bijak mengatakan ...


"Bawalah batu untuk membakar gadis ini. Jika dia tidak bersalah, junjungan kita harusnya melindunginya sehingga dia tidak akan terbakar. Namun juka dia memang bersalah, maka ia akan menderita luka bakar, itu berarti dia adalah seorang penyihir. "


Pendeta yang bijak mengatakan ...


"Benamkan gadis ini di bawah air. Jika dia tidak bersalah, junjungan kita harusnya melindunginya sehingga ia akan tidak menderita kehabisan napas bahkan di bawah air. Namun juka dia memang bersalah, maka ia pasti akan memohon untuk diberikan udara di dalam air, itu berarti dia adalah seorang penyihir. "


Pendeta yang bijak mengatakan ...


"Lempar gadis ini ke dalam sangkar burung yang besar dan gantung dirinya pada menara. Jika dia tidak bersalah, junjungan kita harusnya melindunginya sehingga dia tidak akan lapar bahkan setelah menggantung selama satu bulan. Namun juka dia memang bersalah, maka ia pasti akan disiksa oleh kelaparan, itu berarti dia adalah seorang penyihir. "


Pendeta yang bijak mengatakan ...


Pendeta yang bijak mengatakan ...


Pendeta yang bijak mengatakan ...


Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ... Pendeta yang bijak mengatakan ...


"A-ahh ... Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhhhhhhhh !? "


Ketika pendeta yang bijak melihatku, ia jatuh ke posisi duduk dengan mata terbuka lebar. Apa masalahnya? Apakah aku terlihat aneh dalam beberapa cara pandang? Aku cukup yakin aku tidak melakukan sesuatu yang tidak pantas.


"A-apa? Bagaimana? Bagaimana !? "


Suara obrolan yang sedikit kabur terdengar dari alun-alun yang di-paving, di pusat kota yang kecil. Betapa anehnya. Apa yang mereka temukan sehingga ini menjadi begitu aneh?


Saat aku berdiri di sana sembari tampak kebingungan, pendeta yang bijak menunjuk ke arahku dan mulai berteriak-teriak.


Namun, ia tampaknya tidak bisa meneriakkan seluruh kalimatnya.


"K-kau ... kau ... Fraulein Kreutune ... .kau !?"


"Huffff. Apakah ada sesuatu yang terjadi denganku? "


"Kau ... kau !! Bagaimana ... bagaimana kau masih hidup setelah segala sesuatu yang kami lakukan terhadapmu !? Mengapa kulitmu masih bersinar dengan begitu terangnya !? Bagaimana ... bagaimana ... bagaimana ... bagaimana bisaaaaaaaaa !? "


Betapa aneh perkataannya.


Masih tampak bingung, senyum menyelinap keluar dari wajahku.


"Tapi, pendeta yang bijak. Apakah Anda lupa apa yang Anda sendiri katakan? "


"Huh? ... Eh? "


"Jika aku tidak bersalah, junjungan kita akan melindungiku."


"... !!"


Pendeta yang bijak ini menggenggam salib yang menggantung dari lehernya dengan begitu erat sehingga tampak kesakitan. Cairan merah menetes ke bawah dan potongan kecil logam mulai membungkuk di bawah karena tekanan yang keras.


"Beraninya kau ... Betapa lancang monster seperti Kau berbicara tentang junjungan kita !! Kami melemparkan Kau ke dalam Danau dengan lengan dan kaki terikat, kami ikat Kau di atas menara di mana petir bisa saja menyambarmu, dan kami membakar seluruh tubuhmu dengan api! Namun Kau masih bisa tersenyum seperti itu! Kau jelas seorang penyihir !! "


"Oh, pendeta…pendeta…pendetaku yang bijak."


Aku melebarkan lenganku seolah-olah untuk menyambut teman dengan maksud menerima segala sesuatu yang dia emban.


"Apakah Kau kehabisan percobaan untuk menghabisiku? Mari kita lihat, ada satu hal yang aku ingin periksa: sekarang aku telah menyelesaikan semua percobaan ini dengan tanpa menderita suatu kerugian pun, apa yang seharusnya Kau lakukan terhadapku? "



Chapter 2: Siapakah Musuh Sebenarnya? — Secret_Promise..[edit]

Part 1[edit]


Kamijou makan makan malam di suatu toko burger lokal dengan Thor, anggota tempur GREMLIN.


"... Apa ini?"


"Ini adalalah menu baru salsa burger. Ugh, mereka berusaha terlalu keras untuk membuat menunya menjadi unik dan berakhir dengan terciptanya suatu rasa yang terlalu kuat. Dan itu pedas !! Kini aku bisa paham mengapa burger standar yang besar tidak pernah berhenti menjadi menu favorit. " [Salsa adalah suatu bumbu khas Amerika Latin yang terdiri dari irisan rempah dan sayuran segar seperti bawang, tomat, paprika, dll. Kemudian bumbu ini dibiarkan demikian tanpa dihaluskan agar memberikan sensari renyah saat disantap. Dan biasanya ini dibuat pedas sebagai sambal.]


"Bukan itu yang aku maksud, idiot !! Kita berdua! Adalah !! Musuh !! Ada sesuatu yang salah dengan kita berdua yang makan bersama-sama pada satu meja seperti ini !! "


"Apa? Apakah aneh bagi kita untuk ngobrol sebentar? Apakah aku adalah seorang anggota GREMLIN ataukah tidak, aku bertaruh Kau akan memperlakukan aku dengan berbeda jika aku adalah seorang gadis pendek dengan payudara besar yang jelas ingin Kau lindungi. "


"Apakah Kau sedang membanyol?"


"Itu sebabnya aku mencoba untuk membuat semua hal ini lebih mudah dengan menyamarkan diri sebagai seorang gadis yang Kau kenal."


"Kalau dipikir-pikir, bagaimana kau bisa melakukan itu?"


"Kau tidak akan mengerti jika aku membicarakan ke rincian sihir, jadi aku akan mencoba untuk membuatnya simpel. Dalam mitologi Norse, ketika dewa guntur yang senjatanya dicuri, ia akan menyamarkan dirinya sebagai dewi kecantikan, Freyja, untuk memancing keluar pencuri senjatanya tersebut. Aku mengumpulkan mantra menyamar berdasarkan legenda itu, tapi itu berarti aku hanya bisa menyamarkan diri sendiri sebagai sesosok perempuan. "


"... Bagaimana Kau tahu tentang apa yang Misaka dan aku perbincangkan ketika kami berdua berada di Hawaii?"


"Ketika argumen yang terjadi, jaringan pengawasan FCE yang digunakan kamera di seluruh Amerika masih berjalan. Dengan kata lain, itu semua langsung terhubung ke GREMLIN. Aku harus mengatakan, Misaka-chan benar-benar merupakan gadis belia yang enerjik. "


"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !! Masa mudakuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu !! "


Thor tersenyum ceria di saat Kamijou mengangkat kepalanya dan meratap.


"Jangan terlalu dipikirkan. Dengan kehidupanmu itu, Kau tidak mampu untuk terhindar dari rasa malu terhadap hal-hal kecil seperti itu. "


"Bagaimana Kau bisa mengatakan itu !? Apakah Kau mencoba untuk berkelahi setelah semua ini terjadi !? "


"Di satu sisi, aku kira demikian," kata Thor sambil menggelengkan rambut pirangnya yang mencapai pinggang dengan ringan. "Tapi jenis perkelahian yang Kau lihat di Hawaii dan Baggage City bukanlah pertempuran yang sesuai dengan seleraku. Hal seperti itu tidak menyenangkan. Tentu saja, aku kira aku akan menjadi seorang yang jahat jika aku menggunakannya sebagai dasar untuk keputusanku. "


"..."


"Ayo, makan. Jangan hanya duduk di sana. Aku yang bayar, sehingga kau bisa makan sebanyak yang kau mampu, kan? "


Thor sepertinya tidak menyukai makanan pedas karena ia tampaknya membiarkan lidahnya beristirahat, dan dia hanya menggigit salad atau meneguk soda setiap dia mencuil burger salsanya. Karena ia tampak tidak berselera dengan makanan semacam itu, dia mungkin telah tergoda untuk memesan makanan lainnya yang tertera pada menu.


Kamijou meraih serbet untuk hamburgernya sambil memastikan jarinya tidak belepotan saus berwarna merah itu.


"... Jadi apa yang Kau ingin berbicarakan denganku? Apakah Kau di sini untuk membuat deklarasi perang? "


"Ini akan menjadi jauh lebih sederhana jika aku bisa menjabarkannya dengan baik. Bahkan tanpa melakukan itu, situasi di sini sudahlah terjerat dalam kekacauan yang rumit. Pada dasarnya, aku ingin membersihkan kekacauan sebelum membicarakan masalah intinya. "


"Bicara tentang apa?"


"Ollerus."


Thor menyebut satu nama.


Dengan diucapkannya nama itu, Kamijou tahu ia akan sepenuhnya terlibat dalam perbincangan ini.


"Dia bilang beberapa hal tanpa memberikan suatu bukti pun sementara terus menerus meremehkan keberadaanmu, bukan? Dan sekarang Kau telah menjadi agak gugup tentang krisis akan terjadi. Apakah aku salah? "


"... Tanpa memberikan bukti? Apakah Kau mengatakan bahwa dia berbohong? "


"Kamu takut diperalat kemudian dibuat bertarung untuk memenuhi kepentingan orang lain lagi, kan? Seperti yang pernah Leivinia Birdway lakukan terhadapmu di Hawaii atau Kihara Kagun di Baggage City. "


"..."


"Jangan menatapku seperti itu. Kami tahu bahwa kami berada di akar dari semua permasalahan ini. Tapi apakah Kau benar-benar percaya bahwa hanya karena kami berasal dari GREMLIN, maka itu berarti kami adalah penjahat, sedangkan Ollerus adalah sepenuhnya orang yang baik hanya karena dia ikut-ikutan menentang kami? Atau jika aku membicarakannya lebih lanjut, apakah siapa saja yang menyelesaikan masalahnya dengan kekerasan benar-benar bisa dianggap baik dan adil? "


Dia tidak lagi hanya mengacu pada Ollerus. Komentar terakhir tersebut membantah semua tindakan yang Kamijou telah ambil sampai saat ini.


Dan bahkan Kamijou tidak begitu yakin dia salah.


Misalnya, ada Tsukuyomi Komoe.


Misalnya, ada Last Order.


Misalnya, ada Oyafune Monaka.


Orang yang benar-benar baik dan benar-benar mungkin mampu memilih untuk tidak melawan bahkan dalam krisis, namun mereka masih bisa menyelamatkan musuh mereka dengan pilihannya itu.


Itu adalah suatu hal yang jauh dari ranahnya, yaitu orang-orang yang jauh melampaui Kamijou yang hanya bisa mengepalkan tinjunya tanpa berpikir setiap kali masalah terjadi.


"Sekarang, mari kita bicara tentang Ollerus. Mari kita bicara tentang pria yang mengandalkan kekerasan seperti apa yang kita lakukan di GREMLIN, " kata Thor sembari ia menuangkan kecap pada nugget-nya. "Dia tidak datang ke Academy City sendirian. "


"Apa?"


"Dia membawa Saint bernama Silvia, Fiamma of the Right yang merupakan pemimpin sejati Kursi Kanan Tuhan, Valkyrie bernama Brunhild Eiktobel, dan Leivinia Birdway, bos komplotan rahasia sihir bernama The Dawn-Colored Sunlight. Setiap dari mereka sudah cukup menjadi suatu monster yang kekuatannya tidak kalah jika dibandingkan dengan rata-rata para penyihir GREMLIN. Mereka jauh melampaui tingkat pesihir normal. ... Pada dasarnya, mereka mendeteksi gerakan kami dan berkumpul di Academy City untuk menghentikan rencana kami. "


Leivinia Birdway.


Kamijou merasakan perasaan tak menyenangkan di dadanya saat ia mendengar nama itu. Bos dari Dawn-Colored Sunlight. Dia menipu Kamijou dan rekan-rekannya ketika mereka pergi ke Hawaii untuk mengatasi situasi di sana, menciptakan suatu celah besar antara Academy City dan lembaga koperasi. Dia telah menjadi salah satu akar penyebab gangguan di Baggage City.


Tapi ini bukan waktunya untuk larut dalam semua kesalahan itu.


"Bagaimana dengan itu? Bukankah mereka di sini untuk melindungi penduduk Academy City dari orang-orang seperti kamu? "


"Jika demikian mengapa mereka memilih untuk membuat Academy City medan perang?" Balas Thor dengan jengkel. Dia melemparkan nugget ke mulutnya dan melanjutkan, "Jika mereka benar-benar ingin melindungi Academy City dari kami, akan menjadi pilihan terbaik jikalau mereka mengakhiri ini semua sebelum kami menyelinap ke Academy City. Sederhananya, akan menjadi cukup mudah untuk membentuk garis pertahanan di sekitar Academy City daripada menunggu dalam kotanya. Laut di sekitar Jepang atau pegunungan di sekitar distrik Kanto akan bekerja dengan baik sebagai pertahanan terakhir. "Thor menjilat saus tomat dan minyak dari ujung jari sebelum melanjutkan dengan nada yang lebih rendah. "Jadi mengapa mereka menghimpun pasukan besar mereka di dalam Academy City? Mereka tahu betapa berbahayanya kami, para GREMLIN. Tentunya mereka telah mempertimbangkan kemungkinan yang kita miliki ketika sudah membuat jalan sampai pada titik ini. Bagiku, sepertinya mereka sengaja menetapkan segalanya sehingga membuat Academy City jadi terlibat. Tapi apa yang Kau pikirkan? Apakah yang mereka kerjakan ini tampak seperti pekerjaan orang-orang yang suka kedamaian? "


"..."


"Sama seperti kami yang memiliki tujuan kami sendiri dalam GREMLIN, kelompok Ollerus memiliki tujuan mereka masing-masing. Dan mereka akan menggunakan Academy City untuk melaksanakannya. Itulah makna di balik bagaimana mereka mengatur hal ini. Siapa tahu apakah itu akan bekerja atau tidak, tapi mereka ingin konflik pecah di Academy City sehingga pasukan pertahanan kota menuduh GREMLIN yang melakukannya. Walaupun aku ragu para pasukan pertahanan kota itu bisa membunuhku, tapi harus berjuang melawan sisi Ilmu pengetahuan dan kelompok Ollerus pada saat yang sama akan membuat segalanya makin sulit.


" Setiap penyihir individu milik GREMLIN memiliki kekuatan mengerikan.


Tapi itu bukan hal yang paling menakutkan.


Kenyataannya adalah kekuatan-kekuatan yang melawannya dikerahkan sebagai suatu kelompok.


"Jadi kau mengatakan bahwa kelompok Ollerus memilih lokasi ini sehingga semuanya akan menyimpang dari pola standar dan mengganggu kerja sama tim GREMLIN? "


"Itu teoriku juga."


Kamijou menempatkan burgernya yang setengah termakan di atas nampan.


Dia tiba-tiba kehilangan nafsu makannya.


Tindakan mereka memungkinkan api perang menyebar melalui Academy City untuk melaksanakan tujuan mereka sendiri.


Jika itu benar, bagan teman / musuh akan berubah dengan seketika.


"... Apakah Kau apa yang dicari oleh Ollerus?"


"Tidak. Pada akhirnya, itu benar-benar berujung ke pertentangan antara Ollerus dan Othinus. Mereka berdua benar-benar monster yang sudah masuk ke ranah Dewa Sihir. Aku tidak tahu apakah hanya anggota biasa seperti aku akan mengetahui rahasia maksud sebenarnya di balik itu semua. "


"Kau menyuruhku untuk mempercayaimu berdasarkan itu !? Jenis pernyataan seperti inilah yang biasanya dikatakan oleh seorang musuh untuk menghasut dan memperkeruh keadaan !! "


"Aku tidak pernah menyuruhmu untuk percaya padaku, idiot. Aku hanya bilang agar kau tidak terlalu mengandalkan informasi hanya dari satu sisi. Aku yakin Ollerus bilang segala sesuatu macam ini juga. Jadi sekarang dengarkan apa yang pihak kamu katakan. Setelah Kau mengumpulkan informasi sebanyak yang Kau bisa, Kau bisa menarik kesimpulanmu sendiri. Satu-satunya cara untuk terlepas dari menjadi boneka seseorang adalah berpikir untuk dirimu sendiri. Dan jika Kau akan melakukan itu, semakin banyak informasi yang Kau miliki, maka akan semakin baik. Apakah Aku salah? "


"... Lalu apa yang Kau cari? Tidak peduli jalan mana yang aku pilih, aku masihlah akan menjadi musuhmu. "


"Bahkan jika kita adalah musuh dan kami harus berjuang pada akhirnya, aku pikir kita harus memiliki dasar yang mantap sebelumnya sehingga kita bisa bertarung tanpa suatu penyesalan kelak. Sejujurnya, situasi sekitarmu cukup menyedihkan. Semua orang sangat ingin memilikimu seperti monyet yang dilatih sehingga mereka dapat menggunakan kekuatan tangan kananmu untuk keuntungan mereka sendiri. Bertarung denganmu dalam keadaan semenyedihkan ini tidaklah akan menyenangkan. Apa pandanganmu tentang Situasi ini? "Thor terus berbicara saat ia berjuang untuk menghabiskan salsa burger miliknya meskipun tampak jelas ia sudah kalah. "Masalahnya adalah, Ollerus telah berlagak suatu karakteristik aneh beberapa kali. Aku tidak tahu apakah dia selalu seperti ini atau apakah ia menjadi seperti ini karena ia mendekati menjadi Dewa Sihir. "


"...?"


"Dia pada dasarnya adalah seorang dermawan. Jika dia melihat seseorang dalam kesulitan, ia akan menggunakan segenap kekuatannya untuk membantu orang itu. Tapi dia kehilangan kepeduliannya pada lingkungan sekitarnya pada saat itu terjadi. Terang-terangan saja, ia adalah tipe orang yang akan tega menyembelih kekuatan militer yang beranggotakan 1 juta jiwa untuk menyelamatkan satu anak yang belum pernah dia temui sebelumnya. Aku tidak tahu apa yang Ollerus beritahukan tentang dirinya kepadamu, tapi jika dia memang sedang berupaya untuk menyelamatkan sesuatu yang berasal dari luar Academy City, maka adalah suatu hal yang sangat mungkin jika dia tak ambil pusing untuk mengorbankan seisi kota ini dengan serta-merta untuk mendapatkan apa yang hendak dia selamatkan itu. "


Tidak jelas berapa banyak kebenaran yang diucapkan oleh cowok yang terlihat cantik itu.


Namun, itu benar bahwa Kamijou tidak tahu apa-apa tentang Ollerus. Dia telah diselamatkan oleh pria itu di Baggage City, tapi itu tidak cukup untuk mengatakan bahwa Ollerus benar-benar merupakan sekutunya.


Ini benar-benar sama seperti apa yang pernah dilakukan Leivinia Birdway di Lautan Arktik, yaitu bos dari Dawn-Colored Sunlight. Menyelamatkannya….kemudian memperalatnya.


Kamijou mengajukan pertanyaan serius.


"Aku tetap akan mengasumsikan bahwa GREMLIN sedang mengupayakan sesuatu yang tidak baik dan kelompok Ollerus juga bukanlah kelompok yang baik hati hanya karena mereka melawan kalian. Apa yang Kau peroleh dengan menjelaskan semua ini padaku? "


"Oh, itu sederhana," kata Thor dengan ringan. "GREMLIN telah datang ke Academy City karena ada sesuatu di sini yang kami inginkan. Dan Ollerus telah datang ke Academy City untuk menghentikan kami. ... Aku kebetulan tahu cara agar kita benar-benar bisa membuat kedua kelompok ini tercengang sembari mereka terus mengambil tindakan berhati-hati dan ragu-ragu. Tidakkah Kau berpikir bahwa itu akan menyenangkan? "


"?"


"Kita berdua bisa mendapatkan hadiah yang mereka perebutkan."



Part 2[edit]


Operasi di mulut Fremea Seivelun sudah berakhir.


"O-ohh ... Ohhhh ..."


Efek dari obat bius pastinya masih tersisa sampai batas tertentu karena dia mengerangkan beberapa rintihan yang menjelaskan betapa aneh rasa di mulutnya. Dia meninggalkan kantor dokter gigi dengan Hamazura dan Takitsubo yang menemaninya untuk mencegah dia lari.


"Aku pokoknya ingin makan sesuatu!" Katanya kepada mereka.


"Setelah menyelesaikan semua tangisan dan jeritan di meja operasi dokter gigi itu, Kau masih belum belajar tentang memilih makanan yang menyehatkan gigimu!?"


Jalan setapak yang mereka telusuri bersama diselimuti suasana gelisah dari persiapan Ichihanaransai. Karena Ichihanaransai adalah kumpulan festival-festival budaya, banyak stan-stan didirikan di halaman sekolah, namun stan berharga murah untuk para siswa didirikan di sepanjang jalan-jalan dan gang selama periode persiapan. Ini menambah suasana meriah selama persiapan.


Tatapan kosong Takitsubo Rikou melirik ke kiri dan kanan di sekitar lingkungan.


"... Hamazura, apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"Kita sudah melakukan semua yang perlu kita lakukan, jadi pulang saja. Pertama kita perlu mengantar Fremea kembali ke asramanya. "


Hamazura dan Takitsubo kini hidup bersama. Namun, Mugino Shizuri dan Kinuhata Saiai juga tinggal bersama dengan mereka, membuat semua anggota ITEM berkumpul bersama-sama. Mereka tinggal dalam satu atap dengan sederhana dan lumrah, tetapi Hamazura tetap mendapatkan beberapa pengecualian yang khusus, bagaimanapun juga dia adalah satu-satunya lelaki di sana. Walaupun Hamazura sendiri tak yakin bahwa nyawanya akan selamat jika berani-berani “menyerang” salah saru dari gadis-gadis ini. Meskipun begitu, dia cukup sadar diri bahwa ia tidak bisa memaksakan dirinya untuk menggoda Takitsubo di depan gadis-gadis lain. Pada akhirnya, ia dipaksa untuk mempertimbangkan berbagai hal berdasarkan jadwal misterius setiap gadis agar mendapatkan waktu berduaan dengan Takitsubo Rikou. (Dan setiap kali dia melakukan itu, Takitsubo malah asyik menyibukkan dirinya pada permaianan popping bubble warp sehingga dia tidak memperhatikannya.) [Bubble warp sebenarnya adalah pembungkus suatu produk untuk menjaganya agar tidak bergoyang dan lecet. Biasanya, wujudnya adalah selembar plastik yang memiliki banyak bola-bola udara yang berderet. Nah, orang Jepang, atau bahkan mungkin kita, senang sekali meletus-letuskan gelembung-gelembung bola udara ini untuk menghabiskan waktu. Dengan kata lain, jika Takitsubo melakukan hal seperti ini ketika berduaan saja dengan Hamazura, maka artinya dia begitu ingin mencari perhatian lain, ketimbang bermesraan dengan lelakinya itu. Entah itu disebabkan karena rasa malu yang berlebihan atau mungkin memang dia malas bermesraan dengan Hamazura.]


"Hamazura, kita perlu membeli beberapa deterjen sebelum pulang."


"Aku paham."


"Jadi aku perlu menarik beberapa lembar uang dari bank."


"Aku paham."


"Mesin ATM di beberapa toserba memiliki biaya penanganan, jadi kita harus pergi ke ATM Bank sebelum tutup. "


"... Kau tidak ingin menambahkan beberapa kata-kata rayuan nakal pada ajakanmu ini?"


"Hamazura."


Gadis yang mengenakan setelan jaket olahraga merah muda itu menarik-narik baju Hamazura.


Hamazura mengerutkan keningnya.


"?"


"Fremea hilang."


Hamazura dengan panik melihat sekeliling, tapi Fremea Seivelun tak bisa ditemukan.


Namun, ia bisa mendengar suara sopran yang akrab berasal dari tengah kerumunan.


"Nyahh nyahh !! Pokoknya, ini mengatakan bahwa mereka memiliki marshmallow berukuran sekali gigit yang diisi dengan 30 jenis buah yang berbeda! Aku akan terus memakannya sampai aku merasakan semua buah yang berbeda itu !! "


"Anak nakal sialan !! Mengapa dia tidak takut setelah mendapatkan begitu banyak tambalan di giginya !? " teriak Hamazura saat ia berlari untuk pergi melindungi perdamaian dalam mulut gadis itu.


Dia tidak bisa membiarkan Fremea terus larut dalam kegembiraan yang pada akhirnya akan mengantarkannya lagi ke meja operasi dokter gigi. Dia menghampiri bocah pirang itu sambil melewati beberapa makhluk hitam yang dipersenjatain dengan peralatan konstruksi bangunan.



Part 3[edit]


Setelah menyelesaikan sebagian besar burger-nya, Entah kenapa, Thor memesan kopi panas dan cheesecake.


"Omong-omong, apa yang Kau pikirkan tentang kopi pada suatu restoran cepat saji seperti ini? Apakah cukup baik bagimu? "


"Jika Kau tidak suka, ya jangan memesannya ... Secara pribadi, aku bahkan tidak memiliki masalah dengan kopi kalengan, " jawab Kamijou dengan ekspresi kecewa.


Thor dengan gembira meneguk kopi murah dan berkata, "Jadi seberapa jauh kau memahami perbincangan kita?"


"Kau bilang GREMLIN dipimpin oleh Dewa Sihir Othinus dan sekelompok monster lainnya yang dipimpin oleh Ollerus, yang hampir menjadi Dewa Sihir, mencari beberapa jenis hadiah, dan kita bisa mendahuli mereka. " Kamijou menyeka lemak dari jari-jarinya dengan serbet kertas. "Jadi apa sebenarnya wujud hadiah yang mereka cari itu? "


"Apa yang Othinus inginkan adalah seseorang," jawab Thor. "Seseorang yang belum pernah tercelup dalam warna sihir ataupun ilmu pengetahuan dan oleh karena itu, orang ini bisa berpihak pada salah satunya. Tapi melakukan hal itu akan menempatkan beban besar pada tubuh seseorang, sehingga orang ini juga harus memiliki daya tahan yang sangat tinggi sehingga memungkinkan mereka untuk menjalani modifikasi yang akan membunuh orang normal dengan syok. "


"... Apa maksudmu?"


"Siapa yang tahu. Sejujurnya, bahkan kami tidak kita tahu siapakah orangnya secara spesifik. Nama orang tertentu ini tertera dalam catatan perburuan penyihir dari abad pertengahan. Muncul dalam laporan insiden yang sangat aneh, di mana orang-orang suci yang terkenal membunuh siapa pun yang mereka curigai, mereka cemburui, atau bahkan hanya karena mereka tidak menyukai orang ini lantas mereka membunuhnya begitu saja. Karena orang ini begitu tahan terhadap perlakuan para orang suci tersebut."


"..."


Kamijou tidak bisa membayangkan apa yang Thor baru saja sebutkan untuk dapat terhubung ke situasi saat ini.


Apapun catatan-catatan itu, harusnya telah dari sejak ratusan tahun yang lalu.


Dia hanya tidak paham bagaimana itu bisa berhubungan dengan Academy City, yaitu markas sisi ilmu pengetahuan terbesar di Jepang.


Ketika ia menanyakan tentang hal itu, Thor dengan mudah menjawab.


"Ini masih belum berakhir."


"... Apanya?"


"Wanita ini akan terus tersenyum bahkan ketika mereka mencoba untuk membakarnya hidup-hidup atau menghancurkannya dengan beban berat, dan tampaknya bahkan aliran waktu tidak bisa membuatnya usang. Jadi Kau lihat, ini semua terkait. Bahkan jika namanya terlihat dalam catatan dari ratusan tahun di masa lalu, dia masihlah belum mati. Sepertinya saat ini, dia masih tersenyum di suatu tempat di bumi ini. "


"Dia ... masih hidup ...?"


"Tepat. Tentu saja, takutnya, dia adalah beberapa manusia khusus yang tahan lama. Siapapun dia, inti atau sifat sejatinya harusnya berada di suatu tempat lain. Daya tahan tubuhnya mungkin tidak lebih dari satu segi karakteristik khusus wanita ini. "


Thor mencoba untuk mengiris cheesecake dengan garpu plastik tapi secara tak sengaja dia memipihkan kuenya.


"Dan supaya kau tahu, ada kemungkinan bahwa dia ada di sini, di Academy City."


"Kok bisa? Jika dia berada di catatan perburuan penyihir, tidakkah dia memiliki koneksi yang dekat dengan sisi Sihir? "


"Dia hanya kebutulan tertera dalam daftar perburuan penyihir yang berada pada suatu komunitas. Sebenarnya tidak benar-benar jelas dari pihak mana dia berasal. Ada kemungkinan dia tidak berasal dari kedua belak pihak. "


Thor menusuk garpu ke dalam cheesecake pipihnya, tetapi jatuh kembali ke piring ketika ia mencoba mengangkatnya ke mulutnya. Dia kemudian meraih kuenya langsung dengan jari-jarinya dan membawanya ke mulutnya.


"Tapi kita tidak berpikir Academy City membawanya masuk ke kota dalam rangka untuk melaksanakan beberapa jenis eksperimen ilmiah padanya. ... Jika itu terjadi, beberapa hasil penelitian yang sederhana harusnya sudah diumumkan ke muka publik. "


"Lalu apa?"


"Suatu upaya terakhir." Thor tersenyum tipis sambil menjilat ujung jarinya. "Apa pun identitas sebenarnya dari wanita ini, dia telah membuktikan pada pemburuan penyihir kejam di masa lalu bahwa dia tidak dapat dibunuh dengan cara apapun. Dia adalah eksistensi yang bertentangan dengan keinginan pemimpin Academy City, tapi dia tidak bisa ditangani dengan pembunuhan sederhana. Setelah dia menentang semua keinginan pemimpin kota, ia tidak bisa dibunuh atau dibuang. Menurutmu apa yang pemimpin kota akan lakukan untuk mengatasi masalah ini? "


"Dia tidak bisa membunuhnya untuk membuatnya bungkam, tapi dia juga tidak bisa dibiarkan berkeliaran dengan bebas? Juga, Kau mengatakan dia berada di Academy City tapi aku belum pernah mendengar seseorang seperti itu. "Kamijou berpikir sebentar. "Jangan katakan bahwa ... Dia sedang dipenjara di suatu tempat?"


"Tepat." Saat ia baru saja selesai makan kue manisnya, ekspresi Thor menjadi suram sembari ia meneguk kopinya. "Jika Kau tidak bisa membunuh seseorang, cara tercepat untuk mengisolasinya dari dunia ini adalah dengan menyegel mobilitasnya. Kemungkinan besar, dia sedang dipenjarakan di gedung yang paling padat di Academy City. ... Dan itulah mengapa situasi telah berkembang bahkan menjadi lebih rumit.


Bangunan yang paling padat di Academy City.


Kamijou mengerutkan kening saat ia berpikir sedikit. Mungkinkah tempat penampungan di daerah bawah tanah yang luas yaitu Distrik 22? Atau mungkinkah suatu tempat di Distrik yang sangat rahasia yaitu Distrik 2 atau Distrik 23?


Tapi Thor menggeleng.


Ia mengatakan, "Ada jawaban yang sangat jelas."


"?"


"Bangunan tanpa jendela."


Tanpa ragu-ragu, dewa petir Thor menyebutkan nama "jantung" dari Academy City.


"Itu adalah benteng terbesar kota ini. Aleister, ketua dewan direksi kota, menggunakannya sebagai istananya. Wanita itu ... Fraulein Kreutune dipenjarakan di sana. "




Part 4[edit]


Pernah ada suatu proyek yang dikenal sebagai Dark May Project.


Ini telah dilakukan oleh lembaga riset yang bergabung dengan beberapa bagian tergelap dari Academy City. Pola pemikiran Accelerator, esper level 5 terkuat di Academy City, telah dianalisis dan sebagian dari pemikiran-pemikiran itu telah ditanamkan dalam esper lain untuk meningkatkan tingkat kekuatannya.


Sudah ada beberapa hasil yang sukses.


Bahkan beberapa kelinci percobaannya berhasil bertahan hidup sampai hari ini.


Namun ...


"Kau tahu ..."


"Kau Super menggangguku, jadi tolong jangan berbicara kepadaku."


Dua gadis berjalan melalui Academy City di malam hari selama persiapan untuk Ichihanaransai. Mereka berdua selamat dari proyek mimpi buruk tersebut, dan mereka berdua adalah seorang esper Level 4 yang memanipulasi nitrogen di udara. Salah satunya adalah Kinuhata Saiai. Dia adalah seorang gadis berusia sekitar 12 tahun yang mengenakan gaun rajutan berbulu. Rambutnya cokelat dengan model bob. Kekuatannya dikenal sebagai Offense Armor dan khusus untuk pertahanan. Dia menutupi tubuhnya dengan jubah besi yang terbuat dari nitrogen terkonsentrasi pada ketebalan beberapa sentimeter yang memungkinkan dia secara otomatis menjaga keselamatan tubuhnya terhadap serangan yang datang kepadanya. Dia bisa dengan mudah menangani tembakan langsung dari senapan sniper. [Model rambut bob adalah model rambut dipotong pendek dengan sigaran tepi pada atas kepala.]


Yang lainnya adalah Kuroyoru Umidori.


Dia adalah seorang gadis berusia sekitar 12 tahun yang mengenakan tank-top bermodel punk dan celana kulit hitam serta jas putih yang tergantung seperti kerudung di kepalanya. Dia memiliki rambut hitam panjang, tetapi helaian rambutnya yang menggantung ke bawah berwarna kuning di sekitar telinganya. Kekuatannya dikenal sebagai Bomber Lance dan khusus untuk menyerang. Dia bisa menghasilkan tombak yang terbuat dari nitrogen beberapa meter panjangnya dari telapak tangannya. Namun, dia adalah seorang cyborg sekaligus esper, jadi dia bisa menambahkan banyak lengan mekanik ketika dia ingin meningkatkan jumlah tombak yang bisa dia hasilkan.


Mereka berdua anggota sisi gelap Academy City.


Gadis-gadis ini memiliki sisi jahat yang melekat kepadanya sehingga mengesampingkan pandangan bahwa sejatinya mereka berdua adalah korban dari suatu eksperimen yang kejam.


Dan ini adalah alasan mengapa mereka tidak bisa bergaul dengan cukup damai, karena mereka berdua terlibat dalam proyek yang sama. Bahkan, suasana di antara mereka begitu tegang tampaknya mereka akan mengambil jatuh kaca sebagai senjata untuk mulai menikam tenggorokan mereka masing-masing.


Kuroyoru memutar bibirnya dan menyeringai.


"Aku mungkin bukan orang terbaik untuk melakukan ini semua, tapi apa yang Kau lakukan di sini? Aku hanya gagal paham terhadap posisimu di sini. Jika Kau hanya ingin melindungi Fremea Seivelun, apakah tidak akan lebih mudah jika kau membunuhku dan menguburku di suatu tempat? ". Dia mengatakannya karena dia sendiri sadar bahwa dirinya pernah menjadi salah satu ancaman terhadap keselamatan nyawa Fremea.


"Aku pastikan untuk Super membunuhmu jika aku mendapatkan kesempatan. Tidak seperti Hamazura, aku tidak ada niatan untuk super bergaul denganmu, jadi jangan khawatir. "


"Berbicara tentang Hamazura, ada apa dengan dia? Kau membawaku ke suatu tempat atas perintahnya, bukan begitu? Mengapa Kau tidak mengabaikannya saja? Kita berdua memiliki pola pikir monster yang ditanamkan dalam diri kita, jadi aku tidak paham mengapa Kau tidak ragu untuk menolak perintah seseorang yang menyuruhmu. "


"Itu hanya berlaku untuk Kau karena Kau memiliki sisi offensif dari super monster yang ditanamkan ke dalam dirimu. Aku dikhususkan dalam defensif, jadi aku super tidak tahu apa yang Kau bicarakan. Aku melakukan ini bukan semata-mata hanya karena perintah dari Hamazura. Tapi aku kira kau akan sulit untuk memahami hubungan dari setiap anggota pada organisasi kami yang terkait secara vertikal. "


"Kita mau menuju ke mana sih?" Tanya Kuroyoru dengan curiga.


Hal itu menyebabkan Kinuhata Saiai tersenyum.


Namun, senyumnya ini sama sekali tidak bermakna keakraban ataupun simpati seperti senyuman pada umumnya. Mungkin ungkapan terbaik untuk menggambarkan senyuman bocah ini adalah "dark joy". [Dark Joy adalah kesukacitaan terhadap sesuatu yang bernada negatif dan gelap.]


Dan dia memberikan tanggapannya.


"Ini adalah super tempat yang sama seperti Fremea Seivelun barusan dikirim."


"Apa?"


"Tah dah !! Super dokter gigi yang paling menakutkan di Distrik 7, alias Hero’s Cave !! "


Sedikit keributan kemudian terdengar dari dalam.


Itu suara Kuroyoru mencoba untuk mengambil beberapa langkah mundur dan Kinuhata meraih kerahnya untuk menghentikannya.


Kinuhata Saiai menuangkan semua yang ia miliki ke dalam senyumnya.


"Tidak ada super gunanya untuk mencoba bersembunyia. Hamazura super sensitif terhadap perubahan sekecil apapun pada rekan-rekannya. Kita tahu bahwa Kau belakangan ini super menghindari mengunyah makanan dengan menggunakan gigi geraham belakangmu. "


"Rekan !? Apa maksudmu dengan rekan !? "


"Oh, jangan khawatir. aku juga super terganggu dengan kau yang menjadi ‘rekan’-ku. Pokoknya, aku sudah Super dengan sengaja membawa Kau ke dokter gigi yang dikenal sebagai yang paling terampil dan yang paling ditakuti oleh anak-anak di lingkungan ini. " 


"... !!"


"Oh? Apakah Kuroyoru Umidori-chan yang terkenal itu, yang merupakan salah seorang anggota terhormat dari Freshmen, super takut terhadap dokter gigi? Apakah Kau tipe cengeng yang benar-benar mengangkat tangan ketika dokter gigi Super memberitahumu untuk mengangkat tangan Kau jika sakit? "


"AKU AKU ... !! Aku adalah seorang cyborg !! Jika ada cacat pada bagian tubuhku, aku akan mengenyahkannya keluar sebagai bagian tubuh buatan yang tidak penting !! Jadi aku tidak perlu secara efisien merawat kesehatan gigiku !! Aku hanya harus mendapatkan bagian yang benar-benar baru, jadi semua perawatan ini benar-benar sia-sia !! "


"Iya iya. Sekarang yang super masuk ke sana. Aku sangat memiliki kartu asuransimu, jadi jangan khawatir tentang itu. "


"... Berhenti bedebah!! Jika Kau terus mengintimidasiku, aku tidak akan hanya merobek gigimu. Aku akan merobek seluruh tubuhmu menjadi potongan kecil! "


Kuroyoru Umidori menghela napas kecil dan mencoba untuk memancarkan tombak nitrogen dari telapak tangannya yang bisa memutuskan bahkan pelat baja. Tapi ...


"?"


"Super tidak ada yang keluar, bukan?"


"A-apa !? Memangnya ada apa !? "


"Heh. Kekuatanmu super bergantung pada lengan mekanikmu, kan? Nah, tampaknya Hamazura sudah Super menempelkan sedikit permen karetnya di sirkuit pada dalam bagian tubuh cyborg-mu untuk mencegah aliran kontak listrik dari otakmu sehingga kau tidak bisa memberikan super perintah pada lengan-lengan cyborg-mu itu. Tanpa lengan, Kau super tidak dapat menggunakan kekuatanmu. Hah hah hah! Sekarang Kau adalah orang normal yang super tidak berbahaya. "


"Aku tidak bisa membiarkan hal seperti ini !! Apa yang telah kau lakukan padaku saat aku tidur !? Tidakkah menempel beberapa benda asing dalam tubuhku jauh lebih berbahaya daripada sakit gigi!? "


"Haahhhh hah hah! Super apa yang Kau katakan? Sisi gelap Academy City beroperasi pada kebijakan yang paling sesuai dengan ketahanan hidup. Dan jadi mari super pergi ke dokter gigi, wahai ‘Level 0 sementara’. Perlawanan adalah sia-sia, jadi super menyerahlah. "


Air mata benar-benar bisa dilihat pada kelopak mata Kuroyoru di saat Kinuhata Saiai menyeretnya melalui pintu kantor dokter gigi.



Part 5[edit]


Bangunan tak berjendela.


Kastil Aleister, ketua dewan direksi Academy City. Tampaknya wanita yang dikenal sebagai Fraulein Kreutune dipenjarakan di sana. Juga, GREMLIN mencoba mendapatkan dia untuk melaksanakan beberapa tujuan mereka, sementara Kelompok Ollerus bersiap untuk melakukan apa pun guna menghentikan mereka.


Bangunan tak berjendela dikenal karena kuat, tetapi apakah itu akan mampu bertahan untuk penyihir-penyihir sekuat mereka?


Tidak diketahui, mempertahankan lokasinya adalah penting bagi Fraulein Kreutune. Mungkin akan lebih baik baginya jika tidak ada seorangpun yang tahu di mana dia berada. Itulah yang Kamijou dan Thor harus lakukan.


Itu adalah cukup sederhana untuk dikatakan.


Tapi ...


Apa artinya itu ...


"Kita berdua harus membuka jalan ke benteng paling sulit ditembus di Academy City dan menyelinap masuk. Dan kita perlu lakukan itu sebelum apapun yang lain bisa melakukannya, " kata Thor sambil meneguk kopinya yang sudah mulai dingin. "Ini adalah pilihan terbaik. GREMLIN di bawah perintah Othinus tentu saja akan bekerja untuk mendapatkan Fraulein Kreutun. Dan mereka tahu bahwa mereka perlu melakukan sesuatu kepada bangunan tak berjendela tersebut. Namun, mereka tidak akan bergantung pada beberapa trik saja. Jika mereka memutuskan untuk menghancurkan bangunan itu tak perduli apa efeknya, mereka akan menggunakan kekerasan murni untuk meruntuhkannya. "


"..."


"Untuk mendapatkan Fraulein Kreutune, GREMLIN akan mencoba untuk menghancurkan bangunan yang bahkan bom nuklir pun tidak dapat menembusnya. Sementara itu, Ollerus hanya harus memastikan GREMLIN tidak bisa menjalankan rencana mereka padanya. Sangatlah mungkin bahkan mereka tidak akan repot-repot memasuki gedung. Mereka mungkin lebih memilih untuk menggunakan beberapa kutukan untuk membunuhnya dari luar. "


"Katamu tadi dia tidak bisa dibunuh?"


"Itulah yang ditakan dalam catatan sejarah. Tapi karena metode biasa tidak bekerja, tidak berarti monster setingkat Ollerus tidak bisa melakukannya. Aku tidak tahu cara apa yang digunakan Fraulein Kreutune untuk bertahan hidup, tetapi mereka mungkin bisa memperhitungkan cara lainnya untuk membunuhnya jika mereka tahu. Asumsi terbaik saat ini adalah menganggap ada dua bilah mata pisau yang sedang ditodongkan pada tenggorokan Fraulein. "


Di satu sisi adalah GREMLIN yang sangat mungkin telah memiliki senjata yang dibutuhkan untuk menghancurkan bangunan yang bisa menahan bom nuklir tersebut.


Di sisi lain adalah kelompok Ollerus yang sangat mungkin memiliki kemampuan sihir yang dibutuhkan untuk membunuh wanita yang begitu tahan terhadap semua perlakuan yang dilakukan pihak Gereja pada masa lampau, samapai-sampai mereka menyerah untuk membunuhnya.


Kedua belah pihak terdiri dari kekuatan monster.


Kedua belah memiliki kekuatan yang edan.


Tapi ...


Pada saat yang sama ...


"Dapatkah kita benar-benar melakukan ini?"


"Apa maksudmu?"


"Masuk ke dalam gedung tanpa jendela. Itu seharusnya merupakan tempay yang tidak dapat ditembus, kan? Bisakah kita benar-benar berbuat sesuatu? "


"Siapa yang tahu. Aku tahu bahwa, sesuai dengan namanya, bangunan itu tidak memiliki jendela atau sejenis pintu masuk dan keluar. Setiap dindingnya sudah cukup kaut untuk menahan serangan nuklir yang dahsyat, dan segala bentuk infrastruktur secara otomatis beredar di dalam gedung. Pada saat ada seseorang atau sesuatu yang perlu untuk memasuki tempat itu, esper teleportasi dipergunakan, tetapi kita harus tetap mengingat kelemahanmu. "


"Jadi ..."


"Sekuat apapun tempat itu, itu adalah sistem buatan manusia. Dan manusia bahkan telah mendarat di permukaan bulan. Aku punya ide . Sekarang yang tersisa bagi kita adalah meneguhkan pendirian kita? Apa yang akan kamu lakukan? "


"..."


"Hanya mengingatkan lagi bahwa, aku ini bukanlah sekutumu. Harusnya sudah jelas, tapi aku punya alasan sendiri untuk melakukan hal ini. Jadi jangan khawatir tentang keraguan bahwa aku akan mengkhianatimu. Ujung-ujungnya juga aku akan menghianatimu. Namun aku masih meminta bantuanmu. ... Kau bisa meninggalkanku ketika Kau merasa Kau tidak lagi membutuhkan aku. Dengan begitu kita akan seri . " Thor mengguncang cangkir kertas sehingga cairan hitam di dalamnya menjadi pusaran air kecil. "Dan tidak peduli apa yang direncanakan sesesorang, Fraulein Kreutune sendiri tidak melakukan suatu hal yang salah. Itu saja sudah jelas. Adalah suatu hal yang salah jika dirinya dipaksa melalui penyiksaan dari pemburuan penyihir atau disegel di ruangan gelap tanpa jalan keluar hanya karena orang lain tidak suka terhadap keberadaannya. Apakah Kau tidak setuju akan hal itu? Ketika aku bekerja menuju tujuanku sendiri, Kau bisa mengkhianati aku segera setelah kita dengan aman membebaskan Fraulein Kreutune. Sederhana, bukan? "


"..."


"Jangan bengogng saja. Katakan saja ya atau tidak, " kata Thor dengan senyum tipis. "Jadi kau ikut aku atau tidak?"



Part 6[edit]


GREMLIN dipimpin oleh Dewa Sihir Othinus dan kelompok monster yang dipimpin oleh Ollerus memasuki Academy City.


Mereka berdua mencari Fraulein Kreutune, wanita yang dipenjarakan di bangunan tak berjendela yang tak bisa ditembus.


GREMLIN adalah kelompok yang menyebabkan gangguan besar seperti yang terjadi pada Baggage City dan mereka menginginkan Fraulein Kreutune "karena dia tahan lama". Jadi apa sebenarnya yang akan terjadi padanya jika dia jatuh ke tangan mereka?


Namun, belum tentu dia menemui titik akhir yang baik jika dia jatuh ke tangan Ollerus, karena kelompoknya hanya ingin menghentikan konspirasi GREMLIN.


Kedua kelompok akan membuat langkah mereka dengan segera. Mereka tidak punya waktu.


"..."


Otak Kamijou serasa terbelah dua karena keterbatasan informasi yang dimilikinya.


Siapa yang akan menjadi sekutu terbaik dalam situasi ini?


Itu tidak mungkin Ollerus, Thor, atau bahkan Academy City yang telah menyembunyikan informasi apapun tentang keberadaan Fraulein Kreutune, dengan begini, mereka menyembunyikan segala sesuatu tentang tujuan dan motivasi mereka yang sesungguhnya. Kamijou mencoba untuk menggunakan informasi yang dia terima dari masing-masing pihak, entah bagaimana, untuk menentukan apa kebenaran sebenarnya dari situasi yang menyebabkannya tidak bisa membedakan mana yang lawan dan kawan seperti ini.


Dan dia sampai pada kesimpulan bahwa.


"... Aku tidak bisa."


"Kau tidak bisa apa?"


"Aku tidak bisa mendukung informasi yang Kau berikan kepadaku. Jika Fraulein Kreutune benar-benar terpenjara dalam gedung tanpa jendela tersebut, itu tentu saja suatu masalah, tapi Kau belum memberikan suatu bukti pun tentang kebenaran bahwa wanita itu ada di sana . "


"..."


"Juga, aku hanya tidak bisa membuat diriku percaya bahwa Kau akan mengkhianati GREMLIN untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune. Mengapa Kau melakukan itu? Jika Kau bagian dari kelompok, Kau harusnya memiliki tujuan yang sama. Ditambah lagi, jika Kau mengkhianati organisasi seperti itu, Kau bisa dengan mudah berakhir dengan nasib yang mengerikan. Jadi mengapa akan bermain curang di belakang GREMLIN untuk menginformasikan semua ini kepadaku? "


"..."


"Aku setuju dengan Kau bahwa Ollerus bukan orang yang sepenuhnya baik. Tapi apakah itu alasan yang cukup untuk melihatmu sebagai sekutuku? Bagaimana aku bisa sampai pada kesimpulan itu? Tampaknya lebih masuk akal untuk mengasumsikan segala sesuatu tentang Fraulein Kreutune dan serangan terhadap bangunan tanpa jendela itu adalah bohong dan Kau mencoba untuk mengarahkan aku agar aku melakukan beberapa aksi yang akhirnya hanya akan melancarkan rencana kalian itu- ... "


"Hahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ... "


Seolah-olah untuk memotong perkataan Kamijou, Thor menyikat poninya dengan tangan dan mengeluarkan desahan napas panjang namn tetap tenang.


Kamijou mengerutkan kening dan Thor mulai berbicara.


"Aku paham mengapa Kau curiga terhadap sesuatu seperti itu setelah apa yang terjadi di Hawaii dan Baggage City. Aku bahkan merasa simpati dan kasihan padamu. Tapi ... " Dia menyelesaikan sisa kopinya yang sekarang dingin dan menghancurkan cangkir kertas di tangannya. "Musuhku pasti telah menjadi seseorang yang menyedihkan. "


Itu terjadi langsung setelah itu.


Dalam sekejap, pandangan Kamijou Touma kabur.


Itu karena rasa sakit yang tersebar di seluruh wajahnya mulai hidungnya, itu terjadi di saat Kamijou menyadari bahwa Thor telah dengan santai membuang cangkir kertas, meraih rambutnya, dan membanting wajahnya ke meja plastik.


Dia merasakan bahwa ia mendengar suara teredam sedikit setelah itu.


Dia bisa mendengar jeritan berasal dari siswa yang berkumpul di meja bebas rokok untuk istirahat makan malam. Tentunya, mereka menjerit karena melihat suatu adegan seperti dua preman yang akan mengacaukan seisi café.


Tapi Thor tak mengindahkan mereka yang ketakutan itu. Ia berdiri dari tempat duduknya sambil menahan rambut Kamijou. Dia kemudian berbalik seakan memutar pinggulnya untuk membuang anak jabrik itu sementara ia masih bingung dengan rasa sakit yang datang tiba-tiba.


Kamijou berguling di lantai, terbanting melalui dua atau tiga meja yang tampak ditata dengan identik dalam café itu.


Para siswa yang telah duduk di meja tersebut mengeluarkan teriakan dan dengan panik langusng berpindah pergi. Anak lelaki dan perempuan yang sudah cukup merasa tidak nyaman mulai mendecakkan lidahnya pada minuman yang kemudian tumpah berserakan, tapi tenggorokan mereka kembali mengering ketika mereka melihat wajah Thor.


Bagi mereka yang sudah terbiasa melihat perkelahian jalanan, seharusnya tidak terlalu terkejut dengan pemandangan ini.


Namun kekerasan Thor melampaui tingkat seorang pembunuh bayaran.


"Nah, jika Kau terlalu memperdebatkan segala seuatu yang sudah kuceritakan, aku hanya akan pergi melakukannya dengan sendiri."


"Gah ... Gh ... hh ... !?"


"Juga ..."


Apapun yang mungkin dipikirkan oleh orang di sekitarnya, Thor merasa ia masih menunjukkan sedikit ekspresi tenang di wajahnya karena ia mengabaikan penonton dan perlahan-lahan mendekati Kamijou.


"Pembohongan? Rencana rahasia? Aku tidak peduli tentang semua itu. Seorang gadis bernama Fraulein Kreutune sedang dipenjara. Itu harusnya merupakan suatu fakta yang cukup bagimu untuk pergi menyelamatkannya. Apa masalahnya jika memang ada lebih banyak fakta terselubung atau jika seseorang memiliki beberapa tujuan lainnya !? Jika ada seorang gadis yang disekap di beberapa kamar gelap dan diperlakukan dengan kejam, yang harus kau lakukan cukuplah marah dan tanpa pikir panjang menyelamatkannya! Aku pikir orang seperti itulah kau ini, sehingga kau kusebut ‘musuh yang menakjubkan’! Apakah Aku salah !? "


Sebelum Kamijou bisa pulih dari syok dan berdiri, Thor menendang ususnya. Napas Kamijou meledak dari mulutnya, tapi Thor terus menancapkan jari-jari kakinya ke dalam perutnya dua sampai tiga kali lagi.


Tidak ada yang mencoba untuk menghentikan semua aksi premanisme ini.


Dan tidak ada juga yang mencoba untuk melarikan diri.


Jika seseorang mencoba menuju pintu keluar, mereka mungkin bisa mengganggu Thor dan menerima perlakuan yang sama. Itulah mengapa tidak ada yang ingin menjadi yang pertama meloloskan diri dari situasi mencekam ini.


"Ya, Kau mungkin telah diperalat untuk rencana orang lain di Hawaii dan Baggage City. Memangnya kenapa? Apa yang harus dilakukan terhadap Fraulein Kreutune yang menderita sekarang? Apakah pengalaman menyedihkanmu itu cukup sebagai alasan untuk meninggalkan dia dengan senyuman di wajahnya !? Jika Kau benar-benar berpikir begitu, tidak ada harapan untukmu. Satu-satunya alasan yang membuatmu tetap hidup sampai sekarang di batas antara dunia sihir dan ilmu pengetahuan ini adalah kesembronoanmu yang tak pikir panjang untuk menyelamatkan orang tanpa tau apakah tindakanmu nantinya akan berakhir dengan kesuksesan atau kegagalan. Jika Kau kehilangan itu, kepalan tanganmu menjadi tidak lebih dari suatu alat untuk keinginanmu sendiri yang egois!! Apakah Kau tidak mengerti itu !? "


Tendangan berikutnya terdengar teredam.


Kali ini, jari-jari kaki Thor belum mencapai usus Kamijou. Tepat sebelum itu terjadi, Kamijou menahannya dengan kedua tangannya.


"... Diam," kata Kamijou Touma dengan suara yang tampaknya datang dari kesadarannya yang terdalam. "Bagaimana bisa seseorang dari GREMLIN, yang di balik semua ini, mengatakan ini semua sambil terus meremehkanku? Bahkan rencana Leivinia Birdway tidaklah seburuk ini. Jika GREMLIN tidak membuat semua kerusakan ini, maka serentetan peristiwa sampai detik ini tidak akan terjadi! Insiden di Hawaii tidak akan pernah terjadi, kejadian di Baggage City tidak akan pernah terjadi, dan kejadian tentang Fraulein Kreutune ini jugalah tidak akan terjadi !! "


"Apakah Kau tadi mendengarkanku ...?"


Thor dengan ringan mengangkat kaki kanannya yang telah diblokir. Tampaknya dia hanya mencoba untuk melepaskannya dari genggaman Kamijou, dan bukannya mencoba untuk melancarkan tendangan lainnya, ia menginjak kaki di bawah di sisi tubuh Kamijou yang terangkat.


Suara tumbukan terdengar.


"Gh ... bh !? Ghaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !? "


"Aku melakukan semua ini tanpa sepengetahuan GREMLIN untuk menghentikan Othinus dan amukan anggota lainnya !! Pertikaian di Hawaii? Penghancuran di Baggage City? Apakah Kau benar-benar berpikir setiap anggota GREMLIN mendukung hal-hal itu !? "


"Gah ... GFH ..."


"Aku tak habis pikir apa yang Othinus lakukan secara rahasia sementara dia terus membuat aku tidak tahu-menahu tentang semua detail rencananya, dan ternyata dia dengan menyedihkan menyiksa yang lemah. Dengarkan ini. Aku tidak punya rencana besar. Aku hanya inign menghancurkan mereka yang aku tidak sukai. Dan itulah mengapa aku telah mengkhianati GREMLIN !! "


Thor mengayunkan kaki kanannya kembali dan menendang Kamijou tepat pada ususnya dengan gerakan yang mirip dengan menendang bola sepak sekeras mungkin. Kamijou berguling beberapa meter ke samping dan Thor mengajukan pertanyaan lainnya.


"Kau bertindak semua sendirian, tapi apa yang Kau miliki sekarang? Kau terus menyangkal pendapat orang lain dan mencurigainya, tapi apa yang sedang merasukimu? ... Aku tidak tahu apakah Kau sudah muak dengan semua tragedi ini atau Kau hanya berpura-pura untuk menjadi pintar, tapi sekarang kau bahkan tidak bersinar sedikit pun di mataku. Kau menjadi sesosok yang lebih baik ketika Kau sedang ditipu oleh semua orang di sekitarmu, karena kau menjadi seorang yang dengan spontan menolong bahkan seorang gadis menangis yang baru kau kenali. "


"Berapa banyak orang yang menurutmu berada dalam bahaya ketika di Hawaii? Atau di Baggage City? " gumam Kamijou.


Dia meraih tepi meja yang roboh dan perlahan-lahan berdiri.


"Aku juga tidak tau. Lebih banyak orang daripada yang bisa aku hitung terperangkap dalam insiden tersebut. Suatu keputusan dariku bisa saja meningkat atau menurunkan jumlah itu !! Dan ini bukan hanya jumlah yang kita bicarakan. Ini adalah kehidupan nyawa manusia! Apa yang salah dengan keinginan untuk berhati-hati tentang hal semacam itu !? "


"Tapi apakah Kau benar-benar ragu-ragu sehingga Kau dapat membuat keputusan yang terbaik?"


Suatu suara seperti percikan terdengar.


Beberapa jenis pancaran sinar putih kebiruan berasal dari jari si dewa petir Thor.


Ini adalah rujukan dari sebutan namanya.


Ini adalah petir menghanguskan yang mirip dengan busur listrik dan bisa mengiris baja tebal sekalipun.


"Jika kau benar-benar takut untuk memilih ..." Thor berbicara. "Jika itu benar-benar hanya bahwa Kau takut harus berurusan dengan konsekuensi Kau keputusan. "


Thor maju selangkah lebih dekat.


" Jika itu adalah alasan mengapa kau meninggalkan seseorang, maka Kau adalah penjahat yang sebenarnya. "


Itu datang dalam bentuk serangan horisontal.


Sinar cahaya putih kebiruan muncul seukuran pedang dan tanpa ampun terbang ke arah leher Kamijou itu. Cahaya itu secara eksplosif semakin melebar. Cahaya yang tersebar melelehkan meja yang terguling seakan itu adalah keju dan menghanguskan beberapa bungkus burger.


Tapi ...


Busur listrik yang bisa mengiris pelat logam dengan tebal lebih dari 10 cm seakan itu adalah kertas sendok ikan mas tersebut tidak mampu memenggal Kamijou Touma.


Ini adalah berkat tangan kanannya.


Imagine Breaker milik Kamijou Touma melenyapkan pisau cahaya yang Thor telah gunakan.


"Kau terlalu menganggapku remeh," kata Kamijou dengan jelas sambil masih terengah-engah. "Aku juga tidak pernah memiliki rencana menyeluruh seperti itu juga !! "

NT Index v05 100.png

Seketika tampak seperti sinar putih kebiruan yang lain akan muncul dari ujung jari Thor, Kamijou berlari dan menarik pergelangan tangan kanannya. Pisau yang bisa mengiris baja menghilang sebelum bisa membentuk wujudnya sepenuhnya.


Kamijou tidak menunggu.


Sementara Thor kebingungan oleh pisau cahayanya yang lenyap, Kamijou membanting lututnya ke arah usus Thor.


"Gh ... gah !!"


"Semua yang aku dengar hanyalah Kau yang menyemburkan omong kosong semaumu sendiri. Apa yang aku tidak suka adalah ketika aku melakukan apa yang aku inginkan dan orang lain menggunakannya untuk tujuan mereka sendiri yang sama sekali berbeda dengan prinsipku !! "


Dengan lututnya yang ditekuk dan masih terbenam di usus Thor, Kamijou mengayunkan kepalanya ke depan dan mengadukannya dengan kepala Thor.


Suara tumbukan benda tumpul bergemuruh.


"Aku akan berhenti bertengkar. Atau aku akan menyelamatkan seorang gadis menangis. Itu sudah cukup bagi aku, tapi orang lain tidak akan berhenti melaksanakan cara mereka yang tidak pantas dan akhirnya akan mengarah ke beberapa benar-benar kesimpulan yang sungguh berbeda dari makna kedamaian !! Jika 1 ditambah 1 setara dengan 2, tidak akan ada masalah. Masalahnya adalah entah bagaimana berakhir menyamai negatif 5 atau negatif 10 !! Apakah ini benar-benar berakhir dengan terselamatkannya Fraulein Kreutune !? Dengan Baik !? Akankah itu terjadi !? "


Ketika ia melihat penyihir itu goyah pada kakinya, Kamijou melepaskan pergelangan tangan kanannya dan mengayunkan kepalan tinju ke arah hidung si penyihir.


Tapi Thor memblokirnya dengan lengan kirinya.


Pada saat yang sama, Thor mencoba untuk menggunakan kaki untuk menyapu kaki Kamijou dari bawahnya. Sebaliknya, Kamijou malah menginjak di sisi atas kaki dewa petir itu.


"Aku muak mencoba untuk menyelamatkan seseorang dan hanya menyebabkan lebih banyak penderitaan sebagai hasilnya !! Itu mengapa aku sekarang ingin benar-benar bersiap sebelum mengambil suatu tindakan! Mengapa Kau tidak mengerti itu !? "


"Sekarang Kau telah mengatakannya ..." gumam Thor.


Dia meraih kerah Kamijou dengan kedua tangan. Dia mengangkat seluruh tubuh Kamijou.


Kaki Kamijou meninggalkan lantai.


"Apakah itu sebabnya Kau akhirnya tidak pernah mengambil tindakan sama sekali? Karena mereka tidak memiliki suatu nama besar? Karena Kau tidak mengenal mereka sama sekali? Karena Kau tidak tahu mereka? Karena Kau belum pernah bertemu dengan mereka? ... Kau salah, Kamijou Touma. Kau hanya memberikan jawabanmu sendiri. Kau hanya menunjukkan seberapa rendahnya tempatmu menuai masalah. Sadari akan hal itu, dasar kau anak bodoh bangsat !! "


Dia membanting kembali Kamijou ke tanah.


Dalam pertarungan yang intens ini, pernapasan Kamijou berhenti sesaat.


Dan kemudian tinju Thor jatuh pada wajah Kamijou dua atau tiga kali.


Kamijou bahkan tidak tahu berapa banyak pukulan yang dia terima sebelum ia berhasil memutar tubuhnya dan hanya nyaris menghindari pukulan Thor berikutnya.


Setelah itu, situasi tumbuh benar-benar kacau.


Mereka berdua mencoba untuk saling menduduki tubuh lawannya sehingga mereka bisa menjaga lawannya agar tidak bergerak, tapi bahkan teknik seperti itu kadang tidak berjalan dengan baik pada suatu pertempuran yang nyata. Mereka saling memukul, saling menekan, dan terus berbaku hantam. Di saat terus berjual-beli pukulan, semua pikiran mereka yang kompleks mulai meninggalkan akal sehatnya.


Tidak jelas apa sebenarnya penyebabnya, tapi Kamijou dan Thor tiba-tiba menghentikan perkelahian mereka. Sepertiga penglihatan Kamijou sudah memudar. Dia tidak tahu bagaimana nasib Thor, tapi dia adalah seorang anggota dari GREMLIN. Dia pasti bisa menggunakan beberapa sihir yang akan menerbangkan seluruh isi restoran cepat saji ini. Namun, dia pasti punya alasan untuk belum juga melakukan hal itu.


Saat ia menarik napas berat, Thor mengajukan pertanyaan sekali lagi.


" Jadi kau ingin membantunya atau tidak? "


" Jika dia benar-benar menderita , " jawab Kamijou sementara mengabaikan orang-orang yang menonton dari kejauhan. "Tetapi jika Kau mencoba menggunakanku untuk tujuanmu sendiri seperti yang pernah dilakukan Leivinia Birdway dan Kihara Kagun, awas saja kau. Aku akan menyelamatkan Fraulein Kreutune bahkan jika aku harus menghancurkan rencanamu. "


Mendengar itu, Thor tersenyum tipis.


"Lakukan semaumu."


"?"


"Aku akan mulai bergerak malam ini juga. Kau memilih apa pun yang Kau pikir sebagai pilihan terbaik adalah untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune. Tidak masalah bagi aku jika itu membantuku atau menentangku. ... Selama Kau berakhir dengan upaya penyelamatan Fraulein Kreutune, aku tidak peduli dengan apa metode yang akan kau guanakan. "


Thor menempatkan tangannya di atas meja yang masih berdiri dan menulis sesuatu pada serbet kertas menggunakan sinar putih kebiruan. Dia menunjukkan kepada Kamijou tulisan terbakar pada serbet sebelum akhirnya melemparkannya ke samping. Serbet kertas itu lantas hangus begitu saha, tanpa meninggalkan suatu jejak informasi pun yang tertulis di sana. Dia berbalik dari hadapan Kamijou dan berbicara dengan lembut.


"Aku akan kesana. Kau harus dapat menggunakan informasi tersebut untuk keuntunganmu sendiri, tak peduli apakah Kau berencana untuk membantuku atau justru menentangku. "



Diantara Baris Kedua[edit]


Pernah ada suatu masa di Eropa Barat dikala hukuman terhadap seorang kriminal adalah suatu acara tontonan public yang meriah.


Bagaimanapun juga, ini adalah masa sebelum adanya olahraga bola basket dan video game. Buku memang sudah ada pada masa itu, tapi kebanyakan orang tidak tahu bagaimana membaca atau menulis. Mereka selalu bisa menghargai musik dan pertunjukan, namun sebagian besar massa memiliki sedikit kesempatan untuk mengalami hal-hal seperti itu.


Sehingga hukuman terhadap seorang kriminal adalah suatu pertunjukan paling menghibur karena mereka menganggpnya sebagai sarana pelampiasan emosi setelah menjalani kepenatan aktifitas sehari-hari. (Tentu saja, sejarah menuliskan kebiasaan biadab dari para warga ini sebagai suatu ketidak-setujuan mereka terhadap aksi kriminal.)


Dan mereka tidak selalu hanya menonton.


Dalam beberapa kasus, mereka secara aktif akan berpartisipasi.


Berikut adalah salah satu contohnya.


Salah satu hukuman yang mungkin adalah penghinaan publik. Itu adalah salah satu hukuman yang cenderung lebih ramah bila dibandingkan dengan dipenggal dengan kapak atau merusak lengan dan kaki seseorang dengan mengikatkannya pada simpul menggunakan beberapa benda seperti roda raksasa yang diayunkan.


Orang yang sedang dihukum akan dibuat untuk berdiri di tengah alun-alun dengan lengan dan kaki terikat dan kemudian mereka ditinggalkan di sana pada waktu tertentu. Tingkat hukuman penghinaan meningkat seiring beratnya kejahatan yang dilakukan si kriminal. Kadang-kadang orang tersebut akan dirobek pakaiannya sampai terbuka atau dipaksa untuk memakai topeng babi. Pada pandangan pertama, penghinaan publik tidak melibatkan kekerasan secara langsung.


Tidak ada yang dilakukan terhadap si kriminal kecuali tangan dan kaki yang terikat.


Namun, ada pemahaman secara implisit bahwa si penjahat tidak punya cara untuk menghentikan tindakan apa pun yang akan diperlakukan padanya. “Para warga yang ramah” ini akan semakin kelaparan dengan tindakan “apa saja” yang boleh mereka lakukan terhadap si penjahat yang tidak lagi bisa bergerak. Mereka akan melempar batu ke arahnya, memukulnya dengan tongkat, membawa kotoran manusia dari rumah mereka dan membuangnya pada dirinya, dan menikmati "hukuman yang dibenarkan" tersebut. Benar-benar suatu alat pemuas kebutuhan dari masa lalu.


Namun ironisnya, kemampuan investigasi kriminal pada kala itu sangatlah buruk sehingga bahkan seorang penegak hukum bisa saja tidak menyertakan nama seorang penyihir tak terkenal sekalipun pada daftar buronannya. Dan orang-orang yang baik menyadari hal itu. Mereka berpura-pura melakukan apa yang mereka lakukan karena tidak bisa melawan keinginan dari pemerintah, tetapi dapat diduga mereka merasakan sukacita dalam menghukum orang yang tidak jahat tetapi tetangga mereka ingin memperlakukannya sebagai penjahat.


Seperti itulah keadaan berlangsung di masa lalu.


Dalam masa itu, tuntutan pidana dan legenda tentang si kriminal sering ditambah-tambahkan pada fakta yang belum tentu benar.


Ada banyak cerita dari seseorang yang hanya menabrak orang kaya kemudian dipenggal sebagai pencuri besar atau istri yang cemburu dengan suaminya yang dikira selingkuh lantas diberitakan sebagai suatu KDRT akibat kerasukan setan lalu kepalanya dipenggal atau tanaman aneh berbentuk seperti seorang wanita tumbuh dari tanah dimana ada darah yang menetes darinya. Bahkan, cerita ini berhasil masuk ke catatan resmi pemerintahan, sehingga banyak informasi dari zaman itu yang diragukan keabsahannya. [Kekerasan Dalam Rumah Tangga.]


Dan itulah sebabnya legenda wanita yang dikuburkan menjadi lebih terkenal daripada legenda-legenda lainnya.


Fraulein Kreutune.


Wanita itu masih hidup setelah mengalami 308 percobaan penyiksaan yang menjadi dasar dari "Pengakuan dengan penyiksaan", yaitu metode yang kemudian sering digunakan dalam perburuan penyihir.


Tidak peduli apakah dia ditinggalkan dalam bara api besar selama berjam-jam atau dipaksa untuk memegang batu panas terik di tangannya.


Tidak peduli apakah dia dilemparkan ke suatu mata air dengan tangan dan kaki terikat.


Tidak peduli apakah dia diikat ke puncak menara dan disambar petir.


Tidak peduli apakah dia ditinggalkan dalam sel tanpa makanan atau air selama lebih dari sebulan.


Tidak dari satu usaha pun bisa membunuhnya, tetapi ekspresinya bahkan tidak banyak berubah, sama sekali. Identitas sebenarnya dari wanita ini dan trik yang membuatnya bertahan hidup dari semua siksaan itu tidak dapat ditmukan bahkan sampai saat ini, sehingga semua orang sepakat untuk menyebutnya legenda pada masa itu.


Bentuk umum dari penyiksaan-penyiksaan itu adalah dengan menempatkan si terduga penyihir melalui berbagai siksaan. Jika dia bersalah, Tuhan akan meninggalkan dia dan dia akan terluka. Jika dia tidak bersalah, Tuhan akan menyelamatkan dia dan dia tidak akan terluka.


Kemudian, diputuskan bahwa penyiksaan-penyiksaan dengan mendasarkan pada keputusan Tuhan ini adalah sesuatu yang dilarang, sehingga mereka mengubah metode mereka untuk mendapatkan pengakuan dengan penyiksaan. Namun, penyiksaan atas nama Tuhan ini benar-benar menghasilkan suatu peristiwa besar ketika kita membicarakan kasus Fraulein Kreutune.


Ironisnya, para hakim pada saat itu hanya bisa menarik satu kesimpulan.


Fraulein Kreutune tidak terluka dan oleh karena itu, dia tidak bersalah dan tidak lebih dari hanya sekedar manusia biasa.



Chapter 3: Gerbangnya Membuka — Impregnable.[edit]

Part 1[edit]


Pada waktu hari mulai melewati senja dan memasuki malam, Misaka Mikoto menemukan jalan ke SMA mahasiswi tertentu di Distrik 7.


"Jadi ini adalah SMA si idiot itu ..."


Ichihanaransai berfungsi sebagai sekolah terbuka bagi mereka yang ingin memeriksa keadaan di dalamnya, tetapi aturan lokal siswa mengatakan bahwa esensi sebenarnya dari festival ini adalah lebih baik dilihat selama periode persiapan, yaitu pada saat semua pekerjaan sedang dilakukan daripada ketika hari H festival, yaitu ketika semuanya sudah selesai didekorasi dan dipercantik. Tidak ada peraturan resmi untuk mengundang pelajar dari sekolah lain, tapi ada pemahaman implisit bahwa beberapa oran gpelajar tersebut secara diam-diam akan datang untuk melihat sekolah Anda.


Namun, ada juga bahaya mata-mata festival yang berpura-pura melihat pada suatu sekolah, sehingga sekolah lebih bergengsi memiliki keamanan yang sangat ketat.


Meski begitu, beberapa anggota kotor klub pers akan membiarkan semangat jurnalistik mereka mengarahkannya untuk menguji tingkat keamanan di berbagai sekolah. Setelah mempertimbangkan semua itu, ada banyak masalah seputar situasi ini.


Tapi ...


(Hah? Tidak ada yang mencoba menghentikan aku ...)


Misaka Mikoto tampak sangat mencurigakan saat ia melirik dengan hati-hati disekeliling lingkungan dekat gerbang sekolah, tapi tidak ada yang memandang ke arahnya meskipun beberapa siswa membawa kayu atau alat untuk membuat stan dengan bergegas.


Jika dia sudah berada di dalam School Garden, penjaga pasti sudah mengejarnya, walaupun dia hanya berputar-putar di sekitar pagar dengan kamera yang tergantung pada lehernya.


Dia dengan hati-hati berjalan melewati gerbang yang terbuka dan menuju ke halaman sekolah.


Secara keseluruhan, fasilitas di sana berada pada tingkat yang jauh lebih rendah dari School Garden atau SMP Tokiwadai, tapi SMA ini masih tampak seperti dunia yang benar-benar baru untuk seorang gadis SMP seperti dia.


Dia merasa kakinya sedikit gemetar saat ia melihat sekelilingnya.


Para siswa bergegas mempersiapkan Ichihanaransai dengan berbagai perkakas yang ada layaknya para pekerja. Tapi mereka semua mengenakan seragam yang sama. Mikoto melihat ada tanda-tanda siswa lain yang menyelinap dan mengintip seperti dia.


(H-hmm ... Kalau saja ada banyak siswa dari sekolah lain. Maka aku bisa berbaur di antara mereka.)


Tepat setelah dia berpikir seperti itu ...


"Huh? Apa yang kau lakukan di sini? "


Suatu suara sopran tiba-tiba datang dari belakangnya.


Mikoto berbalik dengan kaget dan melihat seorang gadis dengan tinggi sekitar 135 cm berdiri di sana. Mikoto berpikir dia seharusnya adalah siswi dari sekolah lain juga, tapi untuk beberapa alasan dia punya buku absensi untuk guru yang digenggam di bawah salah satu lengannya.


Gadis memperhatikan atas dan bawah pakaian Mikoto.


"Hm? Itu seragam SMP Tokiwadai, bukan !? Apakah itu berarti Kau bukanlah seorang pengunjung resmi !? Kau tidak bisa melakukan itu. Kau akan mendapatkan omelan dari Anti-Skill!! "


"Huffff ... Syukurlah."


"Eh? Apa? "


"Kau pengunjung juga, kan? Aku tak bisa percaya betapa canggungnya aku, aku merasa di sini sendirian, tapi aku tidak bisa membawa Kuroko atau atau yang lainnya pergi bersamaku "


"Tu-tunggu sebentar !! Aku bukan pengunjung! Aku ini guru !! "


"Tapi ... Kau seharusnya berada di sekolah dasar. Bukankah terlalu cepat untuk mengunjungi suatu sekolah menengah? "


"Apakah Kau sedang mengejekku, tapi dengan niat yang sangat baik !?"


Mikoto kemudian mengunjungi berbagai daerah sekolah bersama dengan gadis (?) Yang Dia jumpai itu. Sekolah itu tidak memiliki kesan adanya aturan ketat seperti yang Tokiwadai miliki, tapi perasaan longgar cukup menyegarkan bagi seseorang yang bersekolah di sekolah elit seperti Mikoto.


"Rasanya seperti siswa di sini memiliki kewenangan yang lebih banyak daripada di Tokiwadai. ... Tapi bagaimana mereka tetap bersekolah bersama dengan guru dan peraturan sekolah yang buruk? "

NT Index v05 113.png

"Gu-Gurunya tidak buruk kok !! Aku melakukan pekerjaan dengan sangat baik !! "


"(Tapi ... bagaimana dengan si idiot itu? Aku ingin tahu di mana kelasnya.)"


"??? Apa yang baru saja Kau gumamkan? "


"Tidak !! Jangan khawatir tentang hal itu, wahai gadis kecil. "


Mikoto dengan panik melambaikan satu tangan untuk menyangkal yang dia katakan.


Dan kemudian ...


Seorang siswi dengan rambut hitam panjang dan dada yang cukup berlimpah yang membuat Mikoto merasa tidak nyaman bahkan serasa ingin meledakkan sekolah itu. Dia berbicara dengan seseorang melalui telepon selulernya.


"Sialan !! Dia kabur lagi bahkan setelah aku mengatakan kepadanya kalau ia harus menginap malam ini !? Himegami-san, apakah Kau tahu di mana bajingan Kamijou Touma itu pergi !? "


Mikoto mengejang sedikit ketika ia tiba-tiba mendengar nama itu.


Tapi situasi berubah jauh melampaui apa yang bisa ia ramalkan.


Gadis berdada-besar berbicara dengan seseorang melalui telepon dan mengatakan, "Eh? ... Dia sudah ditangkap oleh Anti-Skill!? "



Part 2[edit]


Dan dia yang yang telah tertangkap basah kemudian ditahan.


Borgol Kamijou Touma dilepas setelah dia mencapai markas Anti-Skill dan dia hanya bisa berteriak di kursi lipat sekarang.


"Ehhh !? B-baik, ya. Aku tidak mungkin berkelahi dalam restoran makanan cepat saji, tapi aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu sekarang!! "


"Apa maksudmu 'melakukan itu'? Sekarang kau sedang beruntung, para saksi mengatakan kepada kita bahwa kau adalah korbannya. Meski begitu, hanya karena semua orang sedang mempersiapkan untuk Ichihanaransai tidak berarti tugasmu sebagai pelajar berubah. Kau tidak bisa bertindak semaunya seperti itu. "


Kamijou telah dilemparkan ke ruang interogasi di mana jendela tertutup dengan batangan besi dan di salah satu dindingnya ditutupi oleh cermin satu arah. Seorang Anti-Skill pria paruh baya itu tengah memberinya omelan panjang. Thor telah berhasil keluar dengan lesatan secepat kilat sebelum pihak berwenang tiba, meninggalkan Kamijou untuk mengurus sisanya.


Pada akhirnya, Kamijou memperlihatkan beberapa akting yang sangat baik seperti "Uuh ... !? Aku memiliki infeksi pada lukaku... !! ", namun entah bagaimana dia berhasil lolos dari markas Anti-Skill (sambil mengambil risiko dengan sumpah palsunya). Hal itu memakan waktu lebih dari yang dia pikir karena malam telah menjadi agak gelap.


Karena persiapan Ichihanaransai ada banyak siswa keluar meskipun jam malam telah terlewati.


(Index pasti telah menjadi amat berbahaya karena aku meninggalkan dia di asrama begitu lama, dan bahaya dari Fukiyose mungkin juga berada dilevel maksimal karena dia kabur ketika persiapan.)


Tapi GREMLIN dan kelompok Ollerus nyaris masuk ke perselisihan tentang ‘bangunan tanpa jendela’ yang merupakan jantung Academy City, tak peduli itu akan dihancurkan ataukah tidak. Dimana kubu Fräulein Kreutune akan memutuskan, Kamijou meragukan hal itu akan menjadi kabar baik bagi dirinya. Dia tidak suka harus melakukannya, tapi ia harus memberikan prioritas utama pada hal itu.


Dan apa yang dia harus lakukan adalah ...


"Oh, jadi Kau tetap datang ke sini setelah semua hal yang terjadi," kata Thor ketika ia melihat Kamijou di lokasi yang telah ditentukan pada pesan melalui serbet.


Mereka berada di Distrik 7.


Mereka berada di daerah yang penuh dengan bangunan kosong yang tampaknya terkubur oleh seluruh gedung pencakar langit di kota itu.


Kamijou terus terang berkata, "Aku akan mengkhianatimu ketika aku melihat itu sebagai hal yang pantas untuk dilakukan."


"Itu bagus," kata Thor begitu riang, itu terdengar seperti ia akan mulai bersiul.


Kamijou melihat ke sekeliling dan mengerutkan kening.


"Apa yang yang kau miliki itu?"


Beberapa macam alat yang biasa di digunakan dalam pekerjaan-mu-sendiri tergeletak di sekitar daerah itu.


Thor hanya menjawab, "Aku mengumpulkan hal-hal yang kita butuhkan untuk menyerang ‘bangunan tanpa jendela’ yang konon tak tertembus oleh apapun juga. Semua orang di sekitar sini tampaknya mempersiapkan semacam festival, sehingga tidak sulit untuk mencuri benda seperti ini. "


Kamijou memutuskan tidak akan ada gunanya untuk mencoba menjelaskan aturan standar masyarakat kepadanya, jadi dia hanya mendesah dan bertanya pada Thor.


"Kita melawan suatu bangunan yang seharusnya mampu menahan ledakan nuklir. Tidak memiliki pintu masuk atau keluar. Bagaimana kita bisa masuk dan menghubungi Fräulein Kreutune? "


"Ada sesuatu yang lain yang perlu kita lakukan sebelum aku bisa memberikan penjelasan rinci. Dengarkan karena aku hanya akan mengatakan ini sekali. "



Part 3[edit]


Mugino Shizuri.


Seorang Level 5 terkuat ke-4 se-Academy City. Kekuatannya di Academy City dikenal sebagai Meltdowner. Elektron selalu muncul baik sebagai partikel atau gelombang, tetapi kekuatannya memungkinnya tetap memancarkan itu sementara tetap dalam keadaan murni yang tidak bisa berubah ke bentuk lainnya. Serangan itu dikenal sebagai Particle-Function Waveform High Speed Cannon yang mempunyai kekuatan destruktif yang bisa memotong motong kapal Aegis. [Aegis adalah sejenis kapal perang milik Amerika yang diperuntukkan menangkal serangan udara.]


Apakah dia memiliki kekuatan seperti itu karena kepribadiannya yang memang sudah brutal sejak awal ataukah dia memperoleh sifat brutal karena dia memiliki kekuatan seperti itu? Mungkin tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu seperti menjawab mana yang lebih dahulu antara ayam-dan-telur, tapi tidak salah faktanya bahwa Mugino Shizuri memang memiliki kepribadian yang cocok dengan posisi terkuat ke-4.


Terus terang, dia adalah seorang gadis yang tidak tahu apa-apa tentang pekerjaan rumah tangga seperti memasak dan membersihkan.


Namun ...


"Hm? ... Apa-apaan ini? Kapan aku memesan ini? Aku telah memesan begitu banyak kue dan biskuit akhir-akhir ini tapi aku sudah kehilangan jejaknya. "


Mugino mengernyitkan pandangannya pada kardus yang dia ditemukan di dalam apartemen tempat dia berbagi tempat tinggal dengan seorang lelaki mantan preman dan beberapa gadis esper lainnya.


Di dalam, ia menemukan tas yang jelas penuh dengan bubuk yang tampak seperti tepung, alat memasak seperti spatula silikon, mangkok cetakan berwarna perak yang biasa digunakan dalam oven, dan panduan seukuran buku catatan.


Dia mengintip ke dalam kardus saat menggunakan tangan kirinya untuk memutar sendok perak yang rupanya digunakannya untuk menakar bahan-bahan.


Jika ruang itu sunyi seperti suatu Aula Musik, maka nyamuk layaknya mekanik band yang dengungannya bisa terdengar setiap kali jari-jarinya bergerak.


Suatu pertarungan sampai mati. Frasa yang mungkin tampak sedikit berlebihan untuk seorang siswi Jepang, tapi Mugino Shizuri pernah mengalami pertandingan seperti itu beberapa kali di masa lalu. Semasa itu, ia telah kehilangan satu mata dan satu tangan. Wajahnya mungkin tampak anggun, tetapi luka bakar dari waktu sebelumnya telah dipulihkan dengan make up khusus dan ia memiliki mata palsu. Juga, lengan kiri dari bahunya telah diganti dengan lengan palsu yang fungsional.


Masalah ini membuatnya menerima perawatan berkala untuk memperbaiki segala kemungkinan eror pada sistem buatan di tubuhnya itu.


Penggunaan terus menerus bagian tubuh mekanik tersebut pasti menyebabkan penyimpangan kecil antara tubuh yang sebenarnya dengan mesin. Untuk memperbaiki hal ini, Mugino harus melakukan latihan kecil untuk menguji gerakan halus jari-jarinya.


Apa yang dia digunakan saat ini adalah perlengkapan yang dipesannnya dengan mail online untuk membuat makanan penutup buatan sendiri.


Dia bisa menulis atau menggunakan sumpit atau sebagainya, tapi memasak adalah pola latihan yang terbaik karena membuat dia menggunakan banyak pola gerakan yang berbeda dalam waktu singkat.


"Yah, itu tidak terlalu penting. Aku hanya perlu memenuhi jatah latihanku. "


Mugino mengambil kotak yang dia tidak ingat telah dia pesan, dan membawanya ke dapur. Ketika mencoba untuk menggunakan tangan kirinya sebanyak mungkin, dia membolak-balik panduan seukuran buku catatan. Dia benar-benar tidak menyadari bahwa rehabilitasi ini adalah faktor lain di samping cokelat panas yang menyebabkan krisis gigi belakang Fremea Seivelun.


"... Apa? Apa? Siapkan air garam dengan konsentrasi 0,9%. Rebus alat yang disertakan untuk mensterilkannya... "


Dibandingkan dengan peralatan lain yang ia gunakan, yang satu ini tampaknya memiliki sejumlah besar peringatan tentang menjaga perkara sanitasi. Tapi Mugino tidak peduli selama dia bisa mengeceknya dengan lengan palsunya. Dia mengikuti petunjuk dalam panduan dengan menuangkan bubuk putih dari kantong bersih ke dalam mangkuk cetakan, mencampurkannya bersama-sama, dan mengaduknya. Dia menuangkan zat yang dihasilkan ke dalam cetakan perak, meletakkan tutup di atasnya, dan memasukkannya ke dalam oven.


"15 menit pada 400 derajat. Aku dapat bekerja pada hal yang berbeda lainnya selama waktu itu. "


Dia mengeluarkan dua wadah yang hanya sedikit lebih kecil dari ukuran bola ping-pong, menuangkan zat yang seperti gelatin dari dalamnya, dan menempatkan mereka di dalam lemari es. Dia menuangkan cairan lengket yang tampak seperti campuran kuning dan putih ke dalam blender.


Lengannya tampak berfungsi dengan baik.


Ketika timer oven berbunyi, Mugino membuka pintu dan mengeluarkan lembaran logam dan apa yang ada di atasnya. Dia menggunakan handuk basah untuk mengambil cetakan perak dan membukanya dari sisi seperti sedang melakukan pembukaan pada kotak pensil.


"Hm?"


Mugino kemudian mengerutkan kening.


Seorang gadis yang normal mungkin menjerit dan menjatuhkan apa yang dia pegang.


"... Apa ini? Sebatang tulang manusia?


Sementara dengan ringan melambaikan di sekitar bagian yang sangat tampak seperti tulang paha manusia, Mugino menyuarakan identitasnya.


Suatu halaman terbalik di panduan ia dibiarkan terbuka.


Halaman baru itu dibuka dan di sana dikatakan sebagai berikut:


"Setelah selesai membersihkan bagiannya. Sterilkan bak mandi dan isi dengan konsentrasi 0,9% air garam. Atur semua bagian sesuai dengan diagram anatomi tubuh manusia, dan tunggu 45 menit setiap bagian supaya menyatu sepenuhnya. "


Dan ...


Lengket, yaitu krim berwarna jernih campurkan dengan hasil jus tadi, wadah bulat yang berukuran hanya sedikit lebih kecil dari bola ping-pong pendingin di lemari es itu adalah bola mata, objek mengepul di presto itu adalah hati, objek yang ia lap dengan handuk kertas untuk menghisap kelembabannya itu adalah lambung, dan pasta seperti benda mentah adalah pembuluh darah dan saraf. Demikian pula, dengan sisa "bahan-bahan memasak" lainnya yang juga bagian tubuh manusia. [Presto adalah alat masak dengan menggunakan panic bertekanan tinggi. Biasa digunakan untuk melunakkan daging sampai ke tulang-tulangnya. Biasa digunakan untuk memasak ikan dengan duri yang benyak seperti bandeng.]


Dengan suara percikan, seorang gadis telanjang bangkit dari dasar bak mandi.


Dia tanpa ekspresi menatap tangannya sendiri dan tampak sedikit bingung.


Dia kemudian berbicara dalam bahasa Prancis.


"Ini lebih kecil dari yang aku duga. Kau tidak benar menggunakan jumlah yang tertera pada buku panduannya. "


Mugino sedang bersandar di dinding ruang ganti dengan tangan bersedekap. Dia mengerti bahasa Perancis, tapi dia berbicara kepada gadis itu dalam bahasa Jepang .


"Siapa kau?"


"Cendrillon."


Gadis dengan rambut pirang lembut dan kulit putih menangkap handuk milik Mugino yang dilemparkan padanya, menyeka konsentrasi 0,9% air garam dari tubuhnya, membungkus dirinya dengan handuk itu, dan meninggalkan kamar mandi.


"Terima kasih karena sudah dirubah menjadi meja oleh Marian Slingeneyer dan kemudian dikembalikan ke wujud manusia, seorang pria bernama Ollerus, sekarang aku mampu membentuk kembali diriku sendiri."


"?"


Mugino awalnya berasumsi bahwa gadis itu salah bicara karena ngomong dalam bahasa Jepang, tapi sepertinya itu tidak begitu.

NT Index v05 123.png

"Kekuatan utama dari GREMLIN telah berkembang lebih aktif. Mereka tampaknya merencanakan sesuatu di Academy City. Aku memutuskan cara yang paling efisien untuk melakukan beberapa pengrusakan terhadap GREMLIN sebagai ucapan terima kasih karena telah mengkhianatiku dan menghubungi kelompok yang menentang mereka di Hawaii. "


Gadis berbalut handuk mandi yang menamakan dirinya Cendrillon meraih kotak kardus yang tampak seperti peralatan masak yang dipesan melalui mail online itu. Kotak itu dibagi menjadi beberapa lapisan yang berbeda dan dia mengambil dan memisakan lapisan yang berbeda itu seperti roti isi atau hamburger.


Di dalamnya, ia menemukan suatu potongan besar kertas yang tipis.


Itu tampak seperti jenis pola yang digunakan ketika membuat pakaian.


Mulai sedikit kesal, Mugino bertanya, "Apakah itu desain untuk gaun?"


"Bisakah aku memintamu melakukan sesuatu?" Tanya Cendrillon tanpa berbalik. "Pertama memasak, lalu sekarang menjahit. Keduanya pelatihan yang sangat baik untuk menjadi seorang istri. "


Sepenuhnya tersinggung, Mugino Shizuri meledakkan salah satu sudut apartemen tanpa peringatan.


Gadis berbalut handuk mandi itu meloncat turun dari balkon dengan kertas berpola di tangannya.



Part 4[edit]


Kamijou menuju pusat Distrik 7.


Bangunan tanpa jendela yang tidak terbuka untuk masyarakat umum dan terus-menerus dilindungi oleh keamanan yang ketat. Namun, itu bukan di tengah-tengah ruang kosong yang besar. Itu masihlah di tengah-tengah kota. Bangunan seperti mal dan hotel dibangun di sekitarnya.


Berdasarkan instruksi yang diberikan Thor, Kamijou akan menuju garasi parkir yang terletak di dekat bangunan tanpa jendela.


Namun ...


"Jika Anti-Skill atau seseorang yang menjengkelkan mendapati kita maka kita akan mengakhirinya dan lari, kita tidak bisa melakukan hal itu. Kita perlu untuk berpisah dan bertemu di suatu titik pertemuan, " itulah instruksi dari Thor.


Tapi Kamijou tidak tau rincian rencana Thor itu. Jika Thor akhirnya tertangkap, Kamijou tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


"Jika itu terjadi, aku akan melakukan apapun untuk dapat menghubungimu. Kemudian Kau bisa melakukannya sendiri. "


Kamijou hanya berharap anak itu akan mengatakan kepadanya apa yang harus dilakukan dari awal.


Kamijou tinggal di Distrik 7, tapi ia tidak akrab dengan daerah sekitar bangunan tanpa jendela. Banyak toko-toko yang terletak di sana, tapi dia tidak punya alasan untuk menjauh dari asrama guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Dia bisa membeli barang-barang yang sama persis di toko-toko yang lebih dekat dengan asramanya.


"Aku tidak yakin apakah akan menyebut daerah ini rapi atau suram," gumam Kamijou sambil melihat sekeliling.


Kawasan itu berjajar dengan toko-toko yang penuh dengan barang-barang untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari atau untuk hiburan, dan tidak tampak luar biasa pada pandangan pertama. Namun, warna tanda-tanda dan lampu, semuanya seragam. Sederhananya, daerah itu diatur agar tidak memenatkan mata seseorang.


Itu terdengar cukup sederhana, tapi itu terserah masing-masing individu memperlakukan properti pribadi mereka. Bahkan banyak keseragaman adalah langka dari berbagai wilayah. Beberapa tenaga administrasi yang bekerja memiliki pengaruh yang cukup untuk mengalahkan selera pribadi.


Dalam hal ini, jelas siapa yang memiliki kekuatan administratif seperti itu.


Ketua dewan direksi Academy City.


Semua pengaturan itu mungkin terlihat bagaikan cahaya diatas puncak gunung es dan lokasi yang mungkin mengatur ketinggian gedung lainnya disekelilingnya dan bahkan aliran orang yang berjalan dibawahnya. Itu semua dilakukan dengan cara yang tak jelas.


"Garasi parkir ... Garasi parkir ..."


Kamijou harusnya dapat dengan mudah menemukan lokasi itu menggunakan peta GPS dari handphone, tetapi mengingat apa yang akan ia lakukan, ia merasa bahwa akan sia-sia bila ia menggunakan layanan yang memungkinkan pihak ketiga untuk menentukan lokasinya.


Dan Kamijou terus menggerakan kakinya sambil melirik pada tanda-tanda disekitarnya yang tidak cukup mencolok agar tidak menarik terlalu banyak perhatian.


Tiba-tiba, ia mendengar suara dari belakangnya.


"Kau bajingan !! Jadi kau berada disini !! "


"?"


Itu adalah suara seorang gadis.


Ketika Kamijou berbalik dengan tatapan bingung di wajahnya, ia menemukan seorang gadis dengan rambut pendek berwarna cokelat teh mengenakan seragam bergengsi SMP Tokiwadai.


Dia adalah Misaka Mikoto.


Atau lebih tepatnya, seseorang yang tampak seperti dia.


Ketika dia melihat wajah Kamijou, dia melangkah semakin mendekatinya dengan segera.


"Kenapa kau tidak di sekolah untuk membantu mempersiapkan Ichihanaransai? Dan aku mendengar Kau ditangkap oleh Anti-Skill. Apa yang Kau lakukan !? Juga, bagaimana bisa kau kembali ke Academy City dari Hawaii !? "


Kamijou mendesah.


Dan kemudian menggeleng.


"Thor, aku muak dengan leluconmu."


"Apa? Thor ??? "


"Hentikan! Apakah benar-benar ada waktu untuk melakukan hal ini? Belum lagi bahwa kaulah yang mengatakan kita harus tetap berpisah sampai kita mencapai titik pertemuan !! "


"Tunggu, aku ingin penjelasan lengkap untuk semua hal lain, tapi apa yang sedang kau bicarakan?"


Gadis itu tampak benar-benar bingung, tapi Kamijou tidak mengindahkan.


Dia dengan santai mengulurkan tangan kanannya dan menyentuh bagian atas tubuh gadis itu dengan telapak tangannya seolah-olah ia memberinya dorongan.


Lebih tepatnya, ia menyentuh bagian tengah dada gadis itu.


"Wha-wha-wha- !?"

NT Index v05 129.png

"Ya, ya, aku akan menghancurkan ilusi itu. IDTI, IDTI. "


"Jangan membuat beberapa singkatan yang tidak masuk akal! Kau pikir bagian apa yang kau sentuh ini !? "


"Ayolah, sebenarnya aku juga tidak ingin menyentuh benda seperti ini!!"


"Sesuatu seperti ini ... !!! ???"


"Jangan membuat upaya sia-sia untuk membuatnya terasa begitu seperti aslinya. Bagaimana cara Kau melakukannya sih? "


"I-In-ini bukan bantalan !!"


Mikoto hanya bisa gemetaran di tempat dengan ekspresi terdistorsi oleh berbagai emosi dan seluruh tubuh berubah menjadi merah.


Kamijou mengabaikannya dan mulai meninggalkannya.


"Aku kira memiliki waktu luang untuk bermain-main adalah hal yang baik, tapi pastikan Kau sampai ke titik pertemuan, Thor. Aku tak bisa berbuat apa-apa tanpa Kau di sana. "



Saat ia telah tiba, Thor melambaikan satu tangan saat ia melihat Kamijou Touma tiba di garasi parkir.


"Hei, kau terlambat. Apakah Kau khawatir akan diikuti? "


"Tidak, itu karena aku harus berurusan dengan leluconmu. Bahkan, bagaimana kau bisa di sini di depanku? "


"Apa?"


Thor tampak bingung, tapi Kamijou tidak melihat.



Part 5[edit]


Kamijou Touma memegang teropong dengan satu tangan.


Bangunan ‘tanpa jendela’ berdiri di pusat Distrik 7. Bahkan bangunan raksasa itu terlihat dari garasi parkir.


Setelah Thor mengkonfirmasi Kamijou telah tiba, ia pergi ke suatu tempat meninggalkan Kamijou sendiri sekali lagi. Tampaknya ia harus mempersiapkan sesuatu.


Meskipun menjadi benteng untuk ketua dewan direksi Academy City, bangunan tanpa jendela menjulang diantara Gedung pencakar langit. Bangunan seperti hotel dan pusat perbelanjaan berbaris di sekitarnya. Kamijou berada di lantai 5 dari suatu garasi parkir, membungkuk di atas pagar pembatas yang dimaksudkan untuk mencegah mobil agar tidak jatuh ke tepi.


Suatu truk kecil berpendingin lewat di belakangnya, menuju turunan.


Kata-kata Thor sebelumnya kembali kepadanya.


"Seperti namanya, bangunan tanpa jendela tidak memiliki jendela atau jenis celah lain seperti pintu masuk atau keluar. Bangunan itu benar-benar tertutup. Tidak ada cairan atau gas yang bisa masuk atau keluar, apalagi manusia. Sinar-X dan gelombang mikro pun tidak bisa masuk. Ini hampir seperti suatu kapal perang galaksi yang mencuat secara vertikal dari tanah. "


Jadi apa yang akan mereka lakukan?


Jawabannya sederhana.


"Jadi jika kita akan menyelamatkan Fräulein Kreutune dari gedung itu, satu-satunya pilihan kita adalah untuk meledakkan dinding sehingga membentuk lubang. Itulah dasar pemikiran kita yang seharusnya bekerja. "


Truk berpendingin kecil lain lewat di belakang Kamijou. Dan itu tidak berakhir di sana. Truk-truk lainnya lewat menuju turunan.


"Segala sesuatu yang akan kita mulai saat ini adalah bekerja menuju tujuan itu. Semuanya merupakan harga yang diperlukan untuk menghancurkan armor dari bangunan tanpa jendela yang tak tertembus. Jangan lupakan itu. "


Sementara mengintip melalui teropong, Kamijou menggunakan tangan yang lain untuk menarik keluar ponselnya.


Dia sedang menonton truk berpendingin pertama yang telah mencapai tanah.


Dia memutar nomor yang telah diberikan untuk memanggil Thor.


"Truk pertama telah mencapai posisinya."


"Tentu saja. Aku menggunakan kamera dan pengontrol untuk mengoperasikannya. Aku bukan memintamu untuk melakukan itu. Bagaimana hal-hal di sekitarnya? "


"Tidak ada seorang pun di sekitar bangunan tanpa jendela. Sama seperti Kau diperkirakan. "


"Baik. ... Hanya untuk memastikan, tetap awasi sampai semuanya siap. Kamera di kursi pengemudi hanya bisa berubah sejauh ini. Aku membutuhkan seseorang yang bisa menonton dari atas. "


"Omong-omong, apa yang dimuat didalamnya?"


"Kau akan segera mengetahuinya. Dan jangan biarkan Kau lengah. Semua truk akan berada di tempat dalam 10 menit. "


Kamijou melihat sekeliling dengan teropong dan melihat truk berpendingin yang identik mengambil posisi di dekat bangunan tanpa jendela.


Dia tidak melihat adanya tanda-tanda orang seperti yang Thor khawatirkan.


Tidak ada orang normal yang berjalan disekitar wilayah, tapi bahkan tak ada tanda-tanda Anti-Skill.


"Tidak adanya penjaga di tempat itu sungguh suatu hal yang mengejutkan."


"Itu karena armor bangunan itu begitu kuat. Ditambah lagi, ia tidak memiliki pintu masuk atau keluar. Bahkan jika ada penjaga, mereka tidak akan tahu bagian mana yang harus dilindungi, " jawab Thor dengan santai. "Dan yang lebih penting, menambah para penjaga berarti memperbesar kemungkinan seseorang yang bisa saja mengkhianatimu atau memungkinkan seseorang untuk menyamarkan diri mereka sebagai salah satu dari penjaga-penjaga lainnya."


"Sepertinya kita tidak bisa melakukannya, tapi tidak bisakah seseorang mencoba untuk menghancurkan tanah di sekitar bangunan untuk membuatnya runtuh?"


"Tidak ada denah resmi bangunan, namun fondasi bangunan tanpa jendela adalah setinggi 15 meter di bawah permukaan tanah dan menyebar keluar sampai jarak tertentu. Pondasi ini mencakup segala sesuatu dengan diameter 3 kilometer ke segala arah. Ada juga beberapa pilar tebal yang ada di bawah tanah, sehingga tidak mungkin bangunan itu dijatuhkan. Paling tidak, mengubur suatu ranjau darat nuklir tidak akan cukup. "


Pada saat itu, lima atau enam truk berpendingin kecil diparkir dekat gedung tanpa jendela.


"Semuanya ada di tempat. Bagaimana kabar di tempatmu? "


"Tidak ada perubahan. Aku tidak bisa melihat siapa pun. "


"Mengerti. Kemudian mari kita mulai ini. "


"Memulai apanya?"


Dia tidak mendapat jawaban.


Sebaliknya, Thor mengambil tindakan.


Tiba-tiba, semua truk berpendingin yang diposisikan di luar gedung tanpa jendela meledak.


"!?"


Bahkan sampai jarak ini, gelombang kejutnya cukup untuk menghempaskan Kamijou ke tanah. Teropong dan ponsel jatuh dari tangannya dan meluncur di lantai garasi parkir. Saat ia melihat asap hitam naik dari permukaan, Kamijou kembali dalam posisi duduk, dan meraih telepon.


"Apa yang kau lakukan !?"


"Tidak bisakah kau lihat? Aku meledakan truk itu. Aku tidak ingin melakukan sesuatu yang akan meninggalkan rasa tidak enak di mulutku, jadi aku ingin menghindari setiap orang normal yang terjebak dalam ledakan itu. "


"Brengsek apa yang telah Kau lakukan." Kamijou meraih teropong, berdiri dengan kaki goyah, dan melihat sekeliling permukaan. "Apa baiknya melakukan hal seperti itu!? Kaulah yang bilang bangunan tanpa jendela dapat menahan ledakan nuklir! Satu-satunya kerusakan yang Kau lakukan hanya akan berdampak pada bangunan dan toko-toko di sekitarnya. Suatu ledakan seperti itu cukup untuk menghancurkan jendela dan melukai orang di dalamnya akibat serpihan kaca!! "


"Oh, sialan. Aku tidak memikirkan akan hal itu. Aku ingin tahu apakah ada yang terluka. "


Thor telah menggunakan kamera di dalam truk berpendingin untuk mengumpulkan informasi tentang daerah terpencil sementara mengendalikan truk. Ledakan itu telah menghancurkan kamera tersebut, sehingga ia tidak bisa lagi melihat apa yang sedang terjadi.


Itulah sebabnya Kamijou melepaskan kemarahannya dan membuat pengumuman.


"Ini terjadi seperti yang aku kira. Aku tidak tahu apa yang ada pada truk-truk itu, tapi itu tidak cukup untuk menghancurkan armor dari bangunan yang dapat menahan ledakan nuklir. Rencanamu gagal !! "



"Armor itu dikenal sebagai Calculate Fortress. ... Untungnya, ini terjadi persis seperti yang aku harapkan. Tahap pertama dari rencana selesai. "


"Apa?"


"Jangan khawatir tentang hal itu dan kembali ke sini. Rencana untuk menyelamatkan Fräulein Kreutune akan baik-baik saja. Oh, dan aku mengirim peta ke ponselmu. Ikuti rute di sana dalam perjalanan kembali. Jika tidak, Kau akan diikuti. Jika itu terjadi, aku tidak akan dapat bertemu kembali denganmu. Mengerti? "



Part 6[edit]


Suatu mantra sihir telah dilepaskan.


Kumokawa Seria dibangkitkan lagi!


"Oh, apa ini, apa ini? Apakah semua keheningan sudah dilenyapkan oleh suatu suasana hati yang meriah? " Kata seorang gadis sambil berjalan di sepanjang jalan setapak di malam hari.


Perkataan itu dibuat oleh Kumokawa Maria, seorang gadis yang mengenakan seragam maid gila berwarna kuning dan hitam yang terlihat seperti motif seekor lebah atau rambu persimpangan di rel kereta api. Dia harusnya mempersiapkan Ichihanaransai seperti yang semua siswa lainnya lakukan karena ia membawa suatu kardus yang penuh dengan makanan yang mudah rusak.


Dia kebetulan adalah adik Seria.


Kakaknya mengenakan seragam sekolah ketinggalan zaman dan ia menggaruk rambut hitamnya dengan kesal sambil menunjukkan tidak ada perubahan nyata dalam suasana hati karena komentar adiknya.


"Tidak, aku belum benar-benar kembali lagi. Hanya saja orang lain tidak akan tutup mulut tentang hal ini. "


"Apakah Kau berbicara tentang kontes kecantikan yang diadakan di berbagai sekolah untuk Ichihanaransai? Apakah Kau yang bertugas memakai baju renang yang paling mengejutkan itu? Dasar kau G sialan! Apakah ‘itu’-mu terus tumbuh!? " [G adalah ukuran payudara. Seberapakah besar ukuran payudara G? Kita tidak bisa jelaskan di sini.]


"Aku tidak masuk kontes kecantikan. Hoaaamm ... Peranku selalu di belakang layar, jadi aku tidak suka berdiri terlalu banyak. Dan apa gunanya masuk event seperti itu sih sih? Si Nomor 5 menyebalkan itu hanya akan menggunakan kekuatannya untuk memanipulasi pikiran para pemilih untuk memilihnya dan dia bisa memenangkan lomba tersebut tanpa keluar keringat. "


"Apakah Kau mencoba untuk mengatakan Kau tidak terlalu menonjol? Lalu berapa banyak dari aura yang kau miliki? "


Tidak dapat bersaing dengan kegembiraan Maria, Seria mengusap matanya mengantuk.


"Aku pikir itu hanya perbedaan ukuran dada."


"Jangan meremehkan aku sementara kau bertindak begitu lelah! Kau G sialan! Orang-orang yang memiliki kelebihan di dadanya menjadi begitu arogan seperti bagaimana mereka memenangkan lotre yang merubah seseorang ... "


"Ya, tapi ada yang salah dengan dunia ini sehingga membiarkan gadis berdada rata dipandang sebagai gadis yang tak-diberkahi."


"Ini sedikit quiz untukmu. Pada zaman Yunani orang-orang tidak punya bra, sehingga memiliki dada rata adalah simbol status. Payudara besar akan melorot dan tidak ada yang mau melihat itu."


"Ya, tapi itu tidak lagi berlaku hari ini. Dan Kau bertindak seperti memiliki dada datar adalah kebajikan, tetapi bekerja seperti Venus de Milo membuat semua jelas bahwa serata apa pun ukuranmu, kau haruslah tetap memiliki ukuran minimal, bahkan pada zaman Yunani kuno. Seletah dipikir-pikir, tidakkah menyenangkan untuk memiliki ukuran yang membuatmu mengeluh tentang betapa terbatasnya pilihan untuk baju renang yang kau kenakan? " [Venus de Milo adalah patung wanita setengah telanjang dari zaman Yunani.]


"Aku sudah mengeluh tentang hal itu sebelumnya. ... Tapi untuk alasan yang sebaliknya. "


"Oh, begitu?"


Ada nada melankolis dalam perkataan Kumokawa Seria karena dia benar-benar tidak ingin melihat inbox pada telepon genggam kesayangannya itu. Itu mungkin penuh dengan masalah menjengkelkan tentang Academy City.


Bahkan, lampu yang menunjukkan email yang masuk terus-menerus berkedip pada saat itu. Kota ini pasti berada dalam beberapa jenis situasi berbahaya lagi.


(Yah, aku tak pernah membuat pengumuman resmi bahwa aku bekerja lagi, jadi aku bisa mengabaikannya.)


"Pekerjaan" normalnya adalah bertindak sebagai otak dari orang tua di dewan direksi. Dia akan mengutarakan berbagai ide dan menyarankan solusi untuk masalah-masalah yang sulit. Namun, dia sangat tidak menikmati pekerjaannya itu. Atau paling tidak, ia tidak menikmati pelayanan kelas atas tanpa memesan sesuatu apa pun.


Dengan demikian, dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengabaikan semua masalah-masalah yang terjadi itu.


"Adikku, tentang Kihara Kagun yang begitu kau cintai itu, bahkan sampai membuatmu mimisan ..."


"A-aku tidak mimisan. Aku tahu bagaimana mengendalikan diri !! "


"Lagi pula, apa yang akan Kau pikirkan jika Kihara Kagun mengumumkan ia adalah kekasih seseorang dengan dada datar dan menolak untuk menerima wanita dengan sepasang dada yang lebih besar dari ukuran B? Bayangkan dia menyatakan hal itu dengan suatu tingkatan keseriusan yang bisa membuatmu mengeluarkan bunyi DON!! dengan keras. "



"..." Kumokawa Maria berpikir kembali ke waktu ketika dia bersama mantan gurunya itu, yaitu ketika ia bekerja sebagai Penjaga Siswa. "Aku tidak ingin dia menerimaku seperti itu. Itu akan melukai harga diriku sehingga aku mungkin akan kehilangan semua kepercayaan kepada orang lain. "


"Kau lihat? Jadi teruslah bekerja disitu, wahai anak muda. "


"Bekerja disana? Tapi aku tidak tahu apa-apa tentang hal yang berbau takhayul. "


"Jangan khawatir. Kau hanyalah bunga yang belum sepenuhnya mekar. Kau masih memiliki sifat yang tepat tersembunyi jauh di dalam dirimu seperti sesuatu dari manga shounen. Atau Sesuatu seperti itu. "


"Hei !! Kau G sialan! Jangan tunjukan itu padaku dengan wajah yang terlihat seperti menggambarkan ekspresi kemenangan!! "


Semua kakak perempuan memiliki kemampuan untuk dengan santai menyisihkan kemarahan adik-adik mereka.


Kumokawa Seria membawa tangan ke mulutnya, menguap keras, menyeka air mata yang muncul di sudut matanya, dan kemudian tiba-tiba menyadari sesuatu.


"Omong-omong, aku punya pertanyaan serius untukmu. Apakah kau benar-benar jatuh cinta dengan Kamijou Touma di Eropa Timur? Jika demikian, sudah waktunya untuk masuk secara penuh ke mode sinetron. "


"It-itu kebongan karakter !! Dari mana Kau mendengar rumor itu !? "



Part 7[edit]


Titik pertemuan baru berada di dasar suatu pusat perbelanjaan dekat gedung tanpa jendela. Itu tidak benar-benar berada di dalam gedung, itu ada di sudut luar yang berjajar dengan mesin penjual.


Pemandangan malam hari diwarnai dengan kedipan lampu merah karena mobil pemadam kebakaran menghiasi daerah tersebut. Salah satunya bahkan harus meminjam peralatan pemadam kebakaran dari pusat perbelanjaan karenanya selang kebakaran tebal terhubung ke katup pompa seperti katup di dinding.


Berbaur dengan beberapa penonton, Thor mendekati mesin penjual otomatis sambil menyeruput sekaleng kopi. Dia tersenyum tipis setelah bertemu Kamijou Touma.


"Apakah negara ini tidak memiliki kopi yang layak?"


"... Jika Kau tidak menyukainya, maka jangan membelinya," kata Kamijou kesal. "Lebih penting lagi, jelaskan. Kau telah melakukan suatu kekacauan, tetapi kau bahkan belum memberikan goresan pada bangunan tanpa jendela itu. Namun Kau mengatakan bahwa itu sukses. Apa maksudmu……"


Thor mengarahkan jari telunjuknya ke bibirnya sendiri untuk memotong Kamijou.


Dia kemudian berbisik, "Mari kita bicara sambil berjalan. Ada alasan sehingga aku tidak mampu memberikan penjelasan yang tepat dari rencanaku. "


"..."


Kamijou dan Thor mulai berjalan menjauh dari kerumunan penonton.


"Dimulai dari, Para petinggi Academy City telah membuat jaringan pengawasan yang memungkinkan mereka untuk memantau setiap hal kecil yang terjadi di setiap sudut kota. Itu mencegahku untuk menjelaskan rencanaku secara penuh. "


"Apakah Kau berbicara tentang satelit dan robot keamanan?"


"Aku tidak tahu berapa banyak proyek yang sedang dijalankan secara paralel di kota ini, tetapi mereka tidak akan cukup untuk menutupi semua titik kota. Aku pikir ada beberapa jaringan pengawasan lainnya yang menggunakan beberapa teknologi jauh lebih mutakhir yang belum terungkap ke publik. "


Identitas sebenarnya dari jaringan pengawasan adalah Underline nanodevices, yaitu perangkat yang berfungsi untuk pengumpulan data yang telah disebarluaskan ke seluruh Academy City, tapi hanya sekelompok kecil orang seperti Accelerator dan Tsuchimikado Motoharu ayng menyadari keberadaannya.


"Tapi," tambah Thor, "Apa pun teknologi ini, kita bukan satu-satunya orang yang tidak suka jika peralatan kepo seperti itu terus berputar-putar untuk mengambil semua jenis informasi yang akhirnya hanya akan membatasi pergerakan kami. ... Dan itulah mengapa kita berada di tempat seperti ini. "


Mengatakan itu, Thor membuka pintu besi yang terletak di bawah jembatan layang. Itu tampak seperti tempat yang dipergunakan untuk toko peralatan kebersihan, kecuali suatu pintu lainnya di dalam. Pintu itu menghubungkan ke suatu lorong yang panjang dan dingin.


Kamijou mengerutkan kening saat ia mengintip ke dalam lorong remang-remang yang diterangi oleh lampu neon berkedip-kedip.


"... Apa ini?"


"Ini milik Freshmen. Atau lebih tepatnya, ini adalah markas tersembunyi dari organisasi sisi gelap yang dihasilkan oleh mereka. Untuk melakukan tindakan gelap mereka di belakang layar, mereka membutuhkan markas untuk melaksanakan maintenance khusus. Ini adalah salah satu tempatnya. Ini adalah tempat kosong dalam jaringan pengintaian Academy City. Namun itu terletak hampir tepat di atas pondasi bawah tanah bangunan tanpa jendela. "


Namun, Kamijou dan Thor tidak melakukan persiapan normal seperti yang Freshmen biasa lakukan. Mereka dengan efektif menghilang dari jaringan pengawasan, sehingga itu bisa membuat seseorang akan dikirim untuk menyelidiki sebentar lagi.


Mereka hanya bisa menggunakan tempat itu selama 20 menit atau lebih.


"Kau dari sisi sihir, jadi mengapa Kau tahu lebih banyak tentang hal ini daripada penduduk kota sepertiku?"


"Freshmen adalah musuh potensial GREMLIN. Kami memastikan untuk menyelidiki musuh kami. Juga, kita memiliki sumber yang sangat baik mengenai informasi tentang kota ini. "


"?"


"Bersi. Sebagai Kihara Kagun, ia pernah menjadi seorang peneliti dalam Academy City, " jelas Thor saat mereka berjalan menyusuri lorong panjang.


Bersi.


Kihara Kagun.


Pria yang menjadi pusat semua kekacauan di Baggage City. Kamijou Touma telah dipandu menuju ke Baggage City oleh pria itu demi tujuan untuk "pembersihan" setelahnya.


Thor tersenyum dan berkata, "Untuk meledakkan beberapa truk berpendingin itupun, aku juga mendapatkan bantuan dari Bersi."


"Apa yang kamu bicarakan? Aku pikir itu adalah…."


"Untuk waktu yang sangat lama, tujuan Bersi adalah untuk membalas dendam kepada seorang peneliti bernama Kihara Byouri," kata Thor, memotong pembicaraan. "Dia juga sudah berencana untuk memeranginya di tempat lain tidak hanya sekedar di Baggage City. Bahkan sangat mungkin dia akhirnya hanya akan melawannya sampai di Academy City dan menciptakan kekacauan lainnya, dia juga sudah merencanakan beberapa trik sebelum meninggalkan kota ini. Aku kira kamu bisa menyebutnya backdoor." [Backdoor bisa diartikan sebagai cara yang rahasia untuk mendapatkan sejumlah data dari beberapa dokumen. Cara ini biasa dipergunakan untuk mengelabuhi suatu sistem keamanan. Ensiklopedia Bebas.]


"…"


"Inilah tempatnya , ayo masuk. "


Thor membuka pintu besi di bawah lorong sebagian dan kemudian mempersilahkan Kamijou masuk ke sana seakan itu adalah rumahnya sendiri. Di dalamnya terdapat suatu ruangan kecil tanpa perabotan. Terdapat suatu stop kontakyang sering terdapat di rumah tangga serta kabel internet yang terpasang di dinding.


Thor menarik suatu perangkat dari sakunya dan menghubungkan kabel ke soket di dinding.


"Armor yang melingkupi bangunan tanpa jendela tentunya dapat menahan ledakan langsung dari bom nuklir. Tapi kekerasan pertahanan Calculate Fortress tidak sesimpel itu. Jika kamu membangun suatu bangunan tinggi dan bangunan itu terdiri dari bahan yang terlampau keras , tentu itu akan menyebabkan retakan selama gempa bumi karena bangunan itu tidak memiliki cara untuk melepas redam getar yang di terimanya. "


"Lalu bagaimana bangunan itu melakukannya?"


"Itu menggunakan gelombang elektromagnetik atau sinar ultraviolet untuk menghitung pola gelombang kejut yang mendekat kemudian pelat baja pada perangkat tersebut akan melakukan getaran secara optimal. Pada dasarnya, kedua gelombang akan saling meniadakan. Itu sebabnya tidak akan ada gunanya untuk mencoba mengalahkannya dengan menggunakan serangan sederhana dalam hal kekuatan. Selain itu, Calculate Fortress juga memiliki penanggulangan lainnya terhadap semua jenis bahan kimia dan perbedaan suhu, baik itu suhu tinggi atau pun rendah. " [Mari kami sedikit bantu memahami kemampuan Calculate Fortress ini. Pada dasarnya, menurut fisika klasik, semua jenis dentuman dan hantaman, termasuk ledakan, adalah suatu fenomena dari getaran yang memiliki panjang gelombang tertentu. Jika ada suatu getaran gelombang lain yang bisa menginterferensi dan meredam panjang gelombang dari serangan itu, maka sebesar apapun serangan tersebut, maka efek perusaknya bisa dihentikan, atau bahasa sederhananya, diredam. Contohnya adalah ketika ada gelombang riak air yang lenyap karena berhempasan dengan riak air lainnya.]


Setelah perangkat genggam milik Thor tersebut terhubung ke jaringan, Thor mulai melakukan sesuatu. Kamijou tampak mengintip ke arah layar tapi dia tidak tahu apa arti dari tampilan layarnya, karena yang dialihat hanyalah deretan angka yang bergulir tak terhitung jumlahnya. Tampilan di layar tersebut jelas tidak dirancang untuk ditafsirkan oleh pengguna umum.


"Tapi pada saat yang sama, bagian dalam Calculate Fortress tidaklah sekuat luarnya. Jika bagian intelektual gagal untuk diaktifkan, ledakan langsung yang sederhana harusnya cukup untuk mengakibatkan suatu lubang di dindingnya. "


"Tapi bukankah, pasokan tenaga bangunan tanpa jendela itu berasal dari dalam …?"


"Ya, sehingga kita tidak mungkin bisa menyebabkan suatu upaya pemadaman listrik," dengan mudah Thor mengakuinya. "Jadi , kita hanya perlu mengatasi masalah ini dengan cara yang berbeda. Itulah mengapa aku meledakkan beberapa truk itu. Sederhananya, aku mengumpulkan beberapa data dari Calculate Fortress tentang bagaimana cara sistim pertahanan ini melakukan perhitungan untuk membatalkan dampak dari suatu ledakan, kemudian dengan begitu, aku bisa memperhitungkan beberapa ‘error’ yang mungkin terjadi pada kinerja mesinnya. Kekuatan serta arah dari masing-masing ledakan itu pun juga berbeda. "


"... Apakah ada sesuatu yang bisa kita lakukan setelah kita mengetahui 'error' ini…?"


"Kita memperhitungkan pola gelombang kejut yang keluar dari armor dan tidak sepenuhnya terlepas. Kemudian jika kita melakukan serangan mengikuti pola itu, kita kemungkinan dapat membuat lubang di gedung yang mana bahkan suatu bom nuklir pun tidak bisa melakukannya. ". Thor sedang membicarakan ‘error’ yang pasti terdapat pada suatu karya ciptaan manusia. dan menggunakannya sebagai kelemahan untuk merusak pertahanannya. Ini cukup logis, karena pada dasarnya, tidak ada suatu ciptaan manusia pun yang sempurna 100%.


"Aku ragu kamu dapat menghitung pola itu hanya dengan menggunakan komputer rumahan."


"Itulah sebabnya aku meninggalkan beban perhitungan berat ini pada beberapa komputer yang lebih besar." Thor dengan ringan melambaikan perangkat genggam yang tampak seperti deretan angka tak terhitung yang bergulir dengan kecepatan tinggi. "Apakah kamu ingat Bersi ... atau lebih tepatnya, backdoors Kihara Kagun yang aku sebutkan? Dia telah memasangkan dan meninggalkan ID superkomputer dari beberapa fasilitas penelitian. Aku sudah menggunakan dan melakukan perhitungan prediksi. Tentu saja, mereka akan segera memblokir kita setelah kita menggunakannya di sini, sama seperti halnya pangkalan rahasia ini. "


Setelah sekitar 15 menit, hasil perhitungan tampil di layar.


Mereka memiliki persentase yang sama untuk dapatmasuk ke Calculate Fortress melalui pelindung bangunan itu.


Dengan data yang didapatkan, Kamijou Touma dan dewa petir Thor menuju ke tahap berikutnya dari rencana.



Part 8[edit]


Kamijou dan Thor melintasi Academy City menggunakan sisa-sisa fasilitas penelitian yang telah ditinggalkan Freshmen, suatu organisasi sisi gelap kota.


Mereka sedang memegang tas yang dipenuhidengan peralatan listrik. Dengan kata lain itu adalah peralatan yang telah di curi Thor.


"Ketua Dewan mungkin sangat bergantung pada keakuratan jaringan pengawasan pribadinya dan juga Calculate Fortress. Karena benda-benda seperti itu tidak akan pernah mengkhianatinya, bahkan dia mempercayainya melebihi manusia. Tetapi tidak ada hal yang sempurna di dalam suatu sistem. Jika kita bisa mendekati bangunan, tanpa terdeteksi dengan benda-benda itu, tentunya kita dapat memberikan pukulan telak bagi sistem keamanannya. "


"..."


"Hm? Jangan khawatir. Aku masih belum lupa tujuan kita. Kita di sini untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune. Tapi jangan lupa bahwa kita hanya mempunyai satu kesempatan untuk mengeluarkannya dari bangunan itu. Masalah utamanya adalah menyembunyikan dirinya dari para penyihir utama GREMLIN dan kelompok Ollerus merupakan bagian tersulit. Jika kita mengambil jalan memutar dari sini, kita hanya akan berakhir menjadi bahan keroyokan dari segala sisi. Jujur, aku sangat sedih karena kita tidak bisa berbuat lebih banyak di sini, tapi ini bukanlah waktunya untuk serakah. "


Kamijou dan Thor berhenti di depan suatu tangga yang menempel di dinding.


Ketika dia melihat lurus ke atas, Kamijou bisa melihat pintu keluar berbentuk bulat.


"Apakah itu suatu lubang?"


"Itu tepat berada di sebelah dinding bangunan tanpa jendela. Namun begitu kita keluar dari sana, jaringan pengawasan ketua dewan akan langsung menemukan kita sekali lagi. Belum lagi ada kemungkinan bahwa dia sudah mulai menyelidiki backdoors buatan Kihara Kagun itu. Jika dia memperhitungkan apa yang telah kita hitung dengan menggunakan super komputer, tentunya dia akan melakukan segala cara untuk menghentikan kita. "


"Berapa lama lagi kamu pikir waktu yang kita miliki sampai itu terjadi?"


"Sepuluh sampai dua puluh menit. tentunya itu waktu yang cukup. Kita masih bisa membuat lubang di Calculate Fortress. "


Kamijou men-cek kembali tas beratnya yang di penuhi dengan alat-alat listrik.


Setelah mereka memanjat tangga dan membuka lubang tersebut, tidak ada jalan untuk kembali.


Dia harus menyadari itu semua sepenuhnya sebelum dia melanjutkannya.


"Mari kita pergi," kata Kamijou.


"Memang harusnya seperti itu."


Apakah ini ada hubungannya antara Fraulein Kreutune dan Kamijou Touma?


Tidak peduli.


Bagaimanapun juga ...


Mereka berjalan menyusuri takdir yang sama sekali tidak akan pernah memberikan suatu ucapan kata terima kasih dari siapa pun.


Mereka hanya ingin menyelamatkan seseorang yang membutuhkan bantuan mereka.




Part 9[edit]



Makan malam hari ini adalah mizutaki. [Mizutaki adalah jenis masakan Jepang yang disajikan pada wadah panas yang dilengkapi dengan kuah dan kompor menyala di bawahnya. Isinya adalah potongan ayam, sayuran yang diseduh, dan disantap dengan saus yang ikut dicelupkan ke dalam baskom panas itu. Wikipedia Bebas.]


"Untuk memasak ayam dengan tampilan mewah, kamu perlu membuatnya dengan nabe," kata Yoshikawa Kikyou saat dia memutar tabung gas kecil untuk kompor portable di tangannya. [Nabe adalah masakan yang disajikan dengan baskom berisi kuah panas, disajikan lengkap beserta kompor menyala di bawahnya. Salah satu jenis Nabe adalah Mizutaki yang barusan dibahas. Wikipedia Bebas.]


Spesialisasinya adalah dalam hal obat-obatan, rekayasa genetika, dan teknologi klon-atau apapun yang berkaitan dengan hal itu , dan dia juga pernah bekerja pada proyek militer Radio Noise project.


Dia tinggal di apartemen guru, tapi apartemen itu tidak disewakan atas namanya. Dia tinggal dengan anggota Anti-Skill perempuan yang dia kenal.


Sangat di sayangkan, Yoshikawa Kikyou saat ini sedang menumpang .


Dan kebetulan, beberapa penumpang selain dirinya juga tinggal di apartemen itu.


Contohnya, di sana ada seorang gadis yang sering di panggil Last Order, berusia sekitar 10 tahunan sedang berayun-ayunan di pengontrol wifi berbentuk seperti nunchaku lalu melompat-lompat di atas sofa. [Nunchaku pernah dibahas di NT Vol 1.]


"Ohhhhhh !! kamu tidak akan bisa memiliki Snow White, kata Misaka sembari Misaka membuat pengumumannya !! Misaka melihat tidak ada bukti bahwa Snow White akan senang jika dia pergi dengan sang pangeran, kata Misaka sembari Misaka- ... !!!!!! "


"Oke, saatnya untuk makan malam."


"Misaka baru saja ke bagian yang baik, kata Misaka sembari Misaka memprotes waktumu! Komunikasi merupakan hal yang penting di dalam jaringan game, sehingga kamu tidak dapat log out di titik yang buruk !! kata Misaka sembari Misaka menjelaskan dasar-dasarnya!! "


"Tapi bukankah daftar akun temanmu tidak ada siapapun kecuali Misaka sendiri. Artinya kamu hanya melebih-lebihkan permainanmu? "


Mantan peneliti Yoshikawa Kikyou tampak bingung saat dia mengingat peran apa yang harus dimainkan oleh espers militer yang diproduksi secara massal dengan menara kontrol mereka.


Selain itu, seni dari gaya dongeng Cute Star dan Heart Effects lumayan bagus di awalnya, tetapi setelah peninjauan lebih dekat menunjukkan bahwa tujuh kurcaci menggunakan alat-alat pertanian seperti kapak dan cangkul untuk memukuli seorang pangeran dari atas kuda putihnya. Yoshikawa bertanya-tanya apakah permainan ini telah diberi motif tertentu sehingga para petani memberontak.


"Hei," kata Yoshikawa mengarahkan perkataan itu ke seorang berambut putih, bermata merah ber-level 5 yang sedang berbaring di sofa lain memposisikan dirinya di sudut kanan dari Last Order yang sedang melompat-lompat .


Namanya Accelerator.


Suatu tongkat modern ditempatkan di dekatnya serta elektroda choker style terpasang dilehernya menunjukkan, bahwa dia tidak dalam kondisi sempurna, meski demikian, dia masih menyandang posisi sebagai yang terkuat di Academy City #1.


Akan tetapi di saat yang sama...


"Aku tidak pernah tahu bagaimana caranya menangani gadis itu. Bukankah kamu penjaganya, harusnya kamu lah yang mengurusinya."


" ...mengapa aku melakukan hal itu? Sudah, kita mulai makan saja, bocah nakal itu akan datang dan bergabung dengan kita dengan sendirinya. Membuatnya merasa ditinggalkan sendiri lebih baikdari pada mencoba untuk mengajak atau memberikannya perintah. "


"Ternyata kamu mengenalnya dengan baik."


"Apakah kamu menginginkan tinjuan tepat diwajahmu?"


Mengabaikan kicauan Accelerator itu, Yoshikawa Kikyou kembali terlihat sibuk menangani kompor gas portabel dan terdiamdi tempat. Dia memutar tuas pengapian dua atau tiga kali untuk menegaskan bahwa cincinapi biru telah tercipta.


Seoranggadis yang biasa di panggil Misaka Worst (dengan tampilan bermata jahat, berpayudara besar) juga menumpang tinggal di sana , tetapi dia seorang gadis nakal yang menyukai kehidupan malam, jadi dia hampir tidak pernah kembali saat makan malam.


Si Nomor 1 itu mengerutkan kening pertanda ketidaksenangan dan bertanya, "Kemanakah kepala rumah tangga ini?"


"Aiho sedang keluar untuk berpatroli di jalan karena patroli sedang diper kuat minggu ini. Pembatasan jam malam untuk sementara dicabut karena Ichihanaransai. "


"... Jadi, apa yang akan kamu lakukan?"


"Melakukan pelatihan untuk menjadi seorang istri!!...Atau itulah yang ingin aku katakan, tapi setiap hari seorang istri memiliki pekerjaan yang harus di lakukan serta pekerjaan lainnya."


"Itu sangat ideal."


"Tidakkah kamu salah bicara," kata Yoshikawa dengan sedikit kesal. "Tapi aku menyadari bahwa aku tidak akanbisa seperti ini selamanya. Tidak seperti anak-anak, aku tinggal dilingkungan dewasa, itu dapat di artikan bahwa kekosongan di dalam hidupku selama ini merupakan sesuatu yang buruk. "


"Jadi, kamu menemukan tempat untuk bekerja?"


"Tidak, tapi aku sedang mempersiapkannya." Yoshikawa meraih amplop berukuran A4 dari lantai dan memperlihatkannya. "Aku telah diundang sebagai dosen di suatu perguruan tinggi khusus dalam bidang ilmu pengetahuan. Meskipun, ini hanya sementara. Aku bisa mengumpulkan sedikit uang dan mempersiapkan diriku untuk kembali keperguruan tinggi."


"Kenapa?"


"Aku ingin menjadi seorang guru yang tidak ada kaitannya dengan hal-hal seperti genetika. Tapi aku juga ragu untuk bisa menjadi seorang wali kelas di sekolah, namun rintangan akan jauh lebih mudah untuk menjadi seorang Penjaga Murid. ...kamu tidak perlu lisensi mengajar untuk pekerjaan itu. Bahkan tampaknya mereka juga menyewa orangdari beberapa perusahaan....Hm? "


Yoshikawa berhenti bergerak secara tiba-tiba.


Dia telah mempersiapkan nabe, dan memperhatikan sekelilingnya, menuju rak dapur yang lebih tinggi, dan mengaduk-adukisinya.


"Kita tidak memiliki daun bawang untuk penambah rasa. Tetapi, kita masih bisa memakan mizutaki tanpa itu. "


" Oh!!!!!!"


Yoshikawa mendengar suara teriakan.


Itu datang dari Last Order saat dia sedang beristirahat setelah melakukan penyerangan bersama kelompok tujuh, memukuli sang pangeran di atas kuda putih, dan mencuri mahkota serta jubahnya.


"Misaka bisa membeli beberapa untuk mu!! Kata Misaka sembari Misaka membuat pengumumannya!!"


"Penjaga, mulailah bekerja. "


"Jangan hanya menyerahkan ini kepadaku..."


Last Order tidak memprogram beberapa bonekauntuk menikmati tugas yang dijalankan. Dia jelas ingin pergi dan melihat Academy City pada saat malam hari serta menikmati dunia yang berbeda dikarenakan persiapan Ichihanaransai.


"Tapi bukankah kamu satu-satunya yang sangat dekat dengannya? Sejujurnya, terkadang aku juga tidak bisa memahami garis pemikirannya di usia ku. "


" Aku memahami dirinya? Apayang kamu bicarakan? Kamu berkata seolah aku anak nakal yang berpola pikir seperti dia juga."


"Oke, sekarang serahkan uang itu kepada Misaka! Kata Misaka sembari Misaka memegang tangannya!!"


"Hmm...Atau mungkin wanita itu yang mengendalikanmu . Jadi, inilah pilihan terbaik, kamu pasti orang dengan koneksi paling dekat dengannya."


"... Terkadang aku merasakan bahwa kamu menginginkan seseorang untuk membunuhmu. Apakah kamu pernah berpikir untuk membalas komentar ejekan orang-orang itu? "


"Kata Miiisaaakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!"


"Kalau dipikir-pikir , apa yang akan kamu lakukan selama Ichihanaransai? Aku berasumsi kamu akan pergi berkeliling dengan gadis itu. "


"Apa maksudmu tentang 'Asumsi '?"


"..."


Accelerator dan Yoshikawa Kikyou baru saja menyadari kalau teriakan Last Order yang lebih keras dari sirene telah menghilang.


Mereka kemudian berbalik dan mendapati tidak ada siapapun di sana. Pintu depan setengah terbuka dan shoehorn tergeletak di lantai, serta sepasang sepatu paling kecil yang biasanya tersusun rapi, kini ada yang hilang. [Shoehorn atau sendok sepatu (kadang-kadang disebut shoespooner) suatu alat yang memungkinkan pengguna untuk memakai sepatu dengan lebih mudah. Alat ini hampir tidak pernah ditemukan di Indonesia karena memang kita tak biasa menggunakan alat ini. Cara kerja alat ini adalah dengan menarik sisi belakang dari sepatu kemudian tumit anda akan lebih mudah di-pas-kan kedalam sepatu tersebut. Ini terjadi karena beberapa sepatu sulit sekali untuk dimasuki tumit. Wikipedia Bebas.]


Yoshikawa Kikyou meletakkan salah satu tangannya di pinggul, menyentuh pelipis dengan jari telunjuk dengan tangan yang lainnya, kemudian memejamkan salah satu matanya, dan mendesah.


Lalu dia berkata, "Hati-hati ya, tuan penjaga."


"Oh, sialan kau !!!!!!"



Part 10[edit]


Lubang terbuka.


Pertama, tas yang di penuhi dengan alat-alat listrik lah yang naik ke permukaan lalu kemudian Kamijou Touma yang muncul.


Thor berteriak dari bawah.


"Cepat! Kita hanya memiliki 10 sampai 20 menit !! "


Mereka tepat berada di sebelah gedung tanpa jendela. Bahkan sebelum Thor bisa merangkak keluar dari lubang itu, Kamijou segera berlari ke dinding bangunan. Dan segera menggunakan pena merah untuk menggambar suatu lingkaran besar di Calculate Fortress.


Seperti yang seharusnya terjadi, bangunan itu bahkan bisa menahan senjata nuklir, dia sempat membayangkan bahwa bangunan itu akan sekeras berlian, tetapi ketika dia menyentuhnya dengan ujung pena besar, itu terasa lebih seperti panel karet yang tebal. Kemungkinan itu untuk menstribusikan atau memlepaskan beberapa gelombang kejut, daripada membelokkannya.


Atau ...


Mungkin Calculate Fortress seakan terasa fleksibel karena gelombang penyeimbang berjalan melewati bangunan itu dan itu benar-benar terbuat dari bahan yang sangat keras sebagai mana itu suatu berlian.


(Thor mengatakan kalau bangunan itu juga mampu menanggulani hal lain seperti halnya bahan kimia atau aliran panas bersuhu tinggi ... tapi bangunan ini tidak di selubungi perangkat nanodevices, bukan?)


Kamijou berbalik dan berteriak. "Aku sudah menandainya!"


"Siapkan jackhammermu! Aku sudah siap menginput pola dampak perhitungan menggunakan Backdoors milik Kihara Kagun !! " [Jackhammer adalah semacam alat pelobang karang atau beton.]


Thor mengeluarkan seluruh peralatan listrik dari tasnya. Dan itu berbentuk seperti suatu senapan mesin, tapi benda itu memiliki ujung runcing di larasnya. Bukannya membuka lubang dengan satu "dorongan", alat ini mampu menghancurkan dinding dengan ratusan atau bahkan ribuan dampak yang berulang.


Memegang jackhammernya, Kamijou menggeser ion baterai lithium danThor melemparnya ke bawah seakan itu adalah majalah. [Ion baterai lithium adalah setipe batrerai yang biasanya ada di HP.]


Thor meletakkan jackhammernya dengan cara yang sama dan berkata, "Tekan ujung runcing alat itu ke dinding di sepanjang garis lingkar yang kamu buat. Lalu kamu hanya perlu menarik pelatuknya. Itu akan mengaktifkan jackhammer tersebut. Kemudian tekan alat itu ke bagian dalam bahkan setelah dinding mulai retak. Dan tarik keluar setelah ujung runcingnya telah sampai ke dasar dan lakukan itu pada titik yang sama sejauh dan sepanjang garis itu. paham !? "


Kamijou dan Thor menekan ujung jackhammers mereka di arah jam 3:00 dan 9:00 pada kelingkaran, dan kemudian menarik pemicu alat itu sehingga memberikan perlawanan bangunannya.


Suara memekakkan telinga terdengar.


Rasa nyeri menusuk di bahu Kamijou dikarenakan menahan efek beban tekanan dari alat itu lagi dan lagi, akan tetapi dia bisa melihat ujung runcing itu benar-benar mulai masuk dan tenggelam ke dalam armor bangunan itu yang mana seharusnya goresan pun tidak boleh terjadi pada bangunan itu.


Tidak lama lagi mereka boleh mengatakannya sebagai momen bersejarah.


Bahkan Accelerator, Level 5 terkuat Academy City, tidak mampu menyebabkan kerusakan seperti ini.


"Alat ini melakukannya !!"


"Tapi kecepatan kita terlalu lambat !! dengan kecepatan seperti ini, aku tidak yakin kalau kita bisa membuat lubang tepatpada waktunya !! "


Selain itu , suara ini juga lebih keras daripada yang Kamijou harapkan.


Thor baru saja meledakkan beberapa truk berpendingin untuk mengumpulkan data. Di saat petugas pemadam kebakaran masih bekerja di wilayah itu.


"Mereka akan melihatnya!! Dan jika pemadam kebakaran sampai ke sini, mereka akan mengganggu!! Kita tidak akan mungkin menyelesaikannya dalamwaktu 10 ataupun 20 menit, jika itu terjadi!!"


"Petugas pemadam kebakaran kemungkinan tidak bisa mendengar suara keras ini dikarenakan suara sirene mobil mereka sendiri . Dan tentunya mereka tidak akan melihat kita dengan mudah!! Tapi yang menjadi masalah utamanya adalah armor ini lebih pintar dari yang aku duga. Sial, bagaimana mungkin bangunan ini masih saja begitu keras setelah kita menghitung dengan penilaian yang begitu teoritis!?"


Kamijou kemudian mendengar suara yang tampak seperti gerigi yang patah.


Thor mendecakkan lidahnya, menghentikan jackhammer-nya, dan mentarik keluar alat itu dari armor. Ujung tebal runcingnya telah patah setengahnya.


"Aku akan mengganti ujung runcing alat ini !! Dan kamu teruslah bekerja. Kita tidak boleh kehilangan waktu lagi!!"


" Apakah kamu memiliki suku cadang!?"


"Aku membawa sebagian suku cadang jackhammer dan tentunya itu juga termasuk untuk bagian runcingya . Tapi itu berarti kita telah memakai cadangan kita. Jangan kamu merusaknya lagi!!"


Bagian yang telah direncanakan tidak berjalan dengan sesuai, dan sekarang mereka juga mengalami kecelakaan yang tak terduga. Kecemasan Kamijou tumbuh dengan cepat.


Apakah semuanya akan berakhir seperti ini?


Ini adalah benteng tempat singgahsana ketua dewan direksi, orang yang bertindak sebagai kepala Academy City. Apakah suatu kesalahan jika hanya dua orang seperti mereka menantang Calculate Fortress yang melindunginya?


Namun demikian, berpaling dan berlari tidak akan membuat keadaannya menjadi lebih baik.


Itu sangat jelas bahwa satu-satunya cara untuk melarikan diri dari keadaan mereka sekarang hanyalah melanjutkannya ke depan.


Kamijou merasakan perasaan yang sama dengan seorang penjudi setelah dia tidak mampu melakukan apa-apa selain menerima kekalahannya, selain itu dia juga tidak mendapatkan jawaban yang lain tidak peduli seberapa kerasdia mencoba untuk melakukannya.


Kamijou terpaksa mengabaikan kegelisahannya dan terus menekan jackhammer lebih lanjut.


Setelah membuat lubang di arah jam 03:00 dan 04:00 di sepanjang lingkaran besar yang telah dia buat, kemudian dia memindah ujung jackhammer kearah 05:00. Tetapi sesuatu terjadi.


"Apa…? "


Pada awalnya, Kamijou berpikir sesuatu telah terjadi pada jackhammer yang dipegangnya. Suara aneh yang baru entah bagaimana tercampur dengan suara memekakkan telinga, bisa terdengar.


"Thor! Ada sesuatu yang salah. Aku pikir mungkin ini rusak!! Apakah jackhammer yang tadi kamu perbaiki, sudah siap !? "


Tapi Thor tidak menanggapi.


Kamijou berteriak lagi yang mana dia masih menghadapi Calculate Fortress.


"Thor !!"


Kamijou berpaling untuk melihat mengapa Thor tidak menanggapi.


Thor seharusnya menukar ujung runcing alat itu, tapi dia malah berjongkok sambil memegangi jackhammer yang rusak itu sambil melihat ke atas. Matanya terbuka lebar, tampak seperti dia sedang mencoba untuk melihat sesuatu di kegelapan langit malam.


Tidak.


Dia tidak hanya memperhatikan sesuatu.


Thor benar-benar melihat sesuatu yang menuju ke tempat mereka dari gelapnya langit malam. Sesuatu yang bisa membalik semua asumsi sebelumnya dan yang membuatnya benar-benar lupa tentang tujuan mereka untuk menembus Calculate Fortress.


"... Ini adalah situasi yang sangat tidak baik."


"Apa itu !? Jackhammer yang aku gunakan mulai mengeluarkan suara yang aneh! Aku tidak tahu apa-apa tentang jackhammers, jadi hanya keahlianmu lah yang mampu mengganti ujung runcing alat ini  !! Kamu bisa memeriksa dan mencari tahu kesalahan apa yang terjadi dengan…- !! "


"Tidak!! Tidak ada yang salah dengan Jackhammermu !! Itu bukan lah suara yang di keluarkan oleh alat itu tapi itu suara yang di keluarkan oleh sekelompok senjata tak berawak Academy City yang sedang menuju kemari !! "


Tanpa pikir panjang, Kamijou langsung melepaskan jarinya dari pelatuk Jackhammer.


Dampak tekanan di bahunya berhenti dan suara memekakkan telingapun juga berakhir.


Akan tetapi, dia masih bisa mendengar suara aneh itu di dekatnya. Dan tentunya suara itu bukanlah berasal dari Jackhammer tersebut.


Kilauan cahaya merah dan hijau tampak menari di udara, tapi Thor melihatnya sebagai sesuatu yang lebih dari sekedar titik cahaya.


"Benda berkilauan itu tentunya versi-level rendah dari Six Wings model. Itu berdasarkan skema penamaannya, atau juga itu adalah Four Wings. Dan sepertinya benda itu juga lebih bisa bermanuver setelah pemangkasan desain pada body nya. "


"Apa yang kamu bicarakan !?"


"Helikopter serang tak berawak. Benda itu menggunakan senjata sonik untuk menghentikan serangan yang di lakukan oleh manusia lalu kemudian menggunakan senapan mesin dan rudal untuk menghabisi mereka. Benda itulah ancaman yang paling mengerikan yang bisa kamu dapatkan !! "


Kilauan cahaya menunjukkan kepada mereka bahwa benda itu jumlahnya lebih dari satu. Bahkan, jika benda itu jumlahnya hanya satu tentunya itu akan menjadi alat yang mematikan bagi Kamijou. Dia tidak berdaya terhadap semua jenis serangan yang tidak ada hubungannya dengan kekuatan supranatural.


"Benda itu benar-benar tidak berawak !? Jadi tidak ada siapaun di sana. Thor! Bisakah kamu melakukan sesuatu menggunakan sihir mu !? "


"Tentu saja aku bisa, tapi ini bukan waktunya untuk mencoba dan bermain-main !! Selain itu, aku tidak ingin GREMLIN atau Ollerus mendeteksinya. Jika kita tidak bisa menembus Calculate Fortress, semua ini akan berakhir dengan sia-sia. Semakin banyak kita kehilangan waktu, semakin cepat situasi seperti ini akan menghancurkan kita. Sekarang kita tidak punya waktu untuk berurusan dengan benda-benda itu !! "


Mereka tidak bisa melakukan apapun selain menjadi bahan target dari tembakan, tetapi mereka juga tidak punya waktu untuk berurusan dengan musuh yang mendekati.


Rute pelarian mereka akhirnya lenyap.


Jika seperti ini terus, Kamijou dan Thor tidak akan bisa menyelamatkan Fraulein Kreutune dan kemungkinan juga akan hancur berkeping-keping. Jalan yang mereka tuju akhirnya malah membawa mereka ke skenario terburuk, tidak ada harapan meskipun itu adalah harapan yang terkecil.


"Thor, jika kita tidak mampu berurusan dengan helikopter itu, kelihatannya kita perlu mundur."


"Tetapi kita akan kehilangan kesempatan untuk mengeluarkan Fraulein Kreutune dari sana! Selain itu, kita juga tidak bisa menggunakan fasilitas bawah tanah Freshmen lagi karena pola dampak dari kelemahan di Calculate Fortress akan ditutupi dengan keamanan program pertahanan !! Kita tidak bisa melakukan hal lain selain terus melanjutkan ini !! ". Thor sedang membicarakan kesempatan sekali seumur hidup yang tidak akan terulang lagi.


"Rencanamu telah gagal! Jika kita terbunuh di sini, tidak akan ada yang tersisa bahkan jika itu hanya suatu keinginan untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune !! "


"Setelah GREMLIN ataupun Ollerus melakukan gerakan untuk mengamankan Fraulein Kreutune, kita sama sekali tidak mempunyai cara untuk mengintervensi. Dia juga tidak akan bernasib baik tidak peduli sisi mana yang mengamankannya !! "


"Sial !!"Teriak Kamijou sambil menarik pemicu dari Jackhammer sekali lagi.


Mereka tidak bisa memikirkan jalan keluar yang lain sekarang.


Situasi telah berubahdan mereka tidak mempunyai kartu yan gtersisa untuk tetap melanjutkan permainan. Kamijou dan Thor hanya bisa mencoba melakukan sebisanya dengan apa yang mereka miliki berharap semua akan berhasil. Situasi melebihi perkiraan, dan mereka tidak memiliki pilihan yang baik untuk diikuti.


Dan...


Saat itu datang.


Kamijou mendengar suara aneh dan kali ini benar-benar datang dari arah Jackhammer di tangannya. Itu terdengar seperti suara retakan yang menjalar dilogam keras.


Dia sempat berpikir kalau ujung runcing itu akan kembali patah seperti yang sedang di perbaiki Thor. Tapi dia salah.


Suatu retakan raksasa menjalar melalui dinding bangunan tanpa jendela itu.


Retakan ini terus menjalar ke arah luar lingkaran garis yang telah Kamijou gambar didinding dengan tinta merah.


Keretakan terus memperlebar jaraknya.


Retakan itu menciptakan bentukan persegi sempurna dengan ukuran lebih dari 10 meter.


Calculate Fortress yang tak tertembus akhirnya retak disepanjang garis patokan yang telah mereka buat. Sedikit karena kehilangan dukungan, dinding raksasa itu runtuh seketika ke arah Kamijou.


"Apa ... !?"


Kamijou segera melepaskan Jackhammer yang di pegangnya kemudian dengan panik melompat ke samping untuk menghindari reruntuhan dinding. Sisa-sisa reruntuhan besar yang masih menempel dinding perlahan jatuh, hancur, dan menimpa Jackhammer yang masih menempel di sana. Dinding yang tersisa terhempas ke tanah dan mengirim debuke udara. Calculate Fortress seharusnya telah hancur, sehingga debu ini pasti berasal dari aspal yang ada di bawah.


(Retakan itu tidak di sebabkan oleh jackhammer yang kita gunakan. Meskipun Itu menjadi hal baik, melampaui apa yang kita inginkan. Jadi apa penyebabnya? Aku pikir bahkan dinding itu bisa membatalkan dampak dari suatu bom nuklir tanpa pengecualian saat kita memperhitungkan pola perhitungan menggunakan backdoors milik Kihara Kagun !)


Tidak ada yang lain selain jackhammer lah yang mampu merusak dinding itu dari luar.


Dan Kamijou juga meragukan kalau ketahanan dari bangunan ini begitu rapuh sehingga memungkinkan bangunan itu retak secara alami yang menyebabkan kerusakan atau lelehnya logam.


Jadi ...


Apakah kehancuran itu datang dari dalam?


Jika demikian ...


Oleh siapa?


"..."


Thor mengalihkan pandangannya ke arah debu.


Dia menatap ke bagian redup bangunan tanpa jendela itu melalui lubang di Calculate Fortress.


Seseorang berdiri di dalam sana.


Siapa itu?


Kamijou dan Thor bisa mendengar jejak langkah kaki dari seseorang yang berdiri di depan mereka. Tapi itu bukanlah suara keras yang di timbulkan oleh sepatu kulit ataupun sepatu bot. Itu suara yang lebih lembut seakan itu berasal dari seseorang yang berjalan melewati suatu meja kaca. Siapa pun itu, mungkin dia sedang berjalan dengan bertelanjang kaki.


Kulit dari orang itu langsung bersentuhan dengan debu yang berterbangan di udara luar.


Orang yang keluar dari gedung.


Itu adalah seorang wanita, tapi dia lebih tinggi untuk ukuran orang-orang pada umumnya. Tingginya hampir 2 meter. Dengan rambut perak yang begitu panjang sampai pergelangan kakinya, dan kepalanya tampak agak merunduk sehingga rambut menutupi ekspresinya. Dia mengenakan pakaian yang terlihat seperti gaun yang terbuat dari serat sintetis yang tipis, tapi dia tidak terlalu khawatir tentang bagaimana akan penampilannya. Celana dalamnya terlihat dengan sempurna melalui bahan tipis yang dia kenakan itu, tetapi dia sama tidak memperdulikkannya. Kulit putihnya menunjukkan kalau dia itu adalah seorang gadis remaja, tapi itu masih sangat sulit untuk mengatakan apakah remaja memanglah usia dia sebenarnya.


Jika kita mengabaikan semua hal itu, dia bahkan tidak tampak seperti seorang manusia.


Dia tidak punya unsur manusiawi yang jelas meskipun dia tidak bertanduk ataupun bersayap. Jika dia bertanya mengapa dia tidak tampak seperti manusia pada umumnya, Kamijou tentu tidak akan mampu memberikan jawaban dengan jelas. Namun, ada sesuatu tentangnya, sesuatu bahkan yang sangat sulit untuk di gambarkan dengan kata-kata. Tidak ada yang akan merasa aneh jika melihat kulit yang putih mengkilap seperti itu pada seorang gadis remaja di sauna. Namun, itu akan menjadi cerita yang sama sekali berbeda jika seorang gadis ditemukan di dalam suatu piramida kuno. Tidak ada yang salah dengan gadis itu, tapi ada sesuatu yang terlihat jelas di udara tepat di sekelilingnya.

NT Index v05 166-167.png

(Siapa dia ...?)


Kamijou menanyakan perihal itu di dalam hatinya.


Namun Kamijou juga bertanya-tanya mengapa dia tidak mampu menyakannya secara langsung kepada wanita itu.


Kemudian, dia menyadari bahwa dia seakan sedang berhadapan dengan seekor binatang karnivora buas yang lolos dari kandangnya. Dia ingin menghindari segala provokasi sebelum dia mengetahui apa yang sedang terjadi.


(Dia keluar dari gedung tanpa jendela... kemungkinan wanita inilah yang menjadi pemimpin misterius Academy City? Apakah orang ini ketua dewan direksi...?)


Tapi dugaan Kamijou Touma ternyata salah.


Setelah melupakan tentang batas waktu 10 sampai 20 menit mereka, akhirnya helikopter serang tak berawak mendekat, Thor menatap wanita itu dengan tatapan kosong.


"... Fraulein...Kreutune...?" Gumamnya.


Segera setelah itu, Thor melirik wanita itu melalui celah rambut peraknya.


Wanita itu memiringkan kepalanya ke samping seolah-olah dia mencoba untuk memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan.


Dan kemudian ...


Suara aneh keluar dari bibir Thor dan seketika itu juga dia jatuh ke tanah bersamaan dengan cairan merah gelap.


Kamijou sungguh tidak dapat memahami apa yang telah terjadi meskipun dia melihatnya begitu dekat.


Bahkan jika itu adalah serangan kejutan yang tidak di ketahui, anggota tempur resmi GREMLIN, yaitu kelompok yang telah menyebabkan begitu banyak kekacauan di Bagagge City, telah jatuh dalam satu pukulan tunggal.


Tampaknya Thor mencoba untuk menggerakkan tangan dan kakinya, meskipun saat ini dia telah jatuh ke aspal, akan tetapi dia telah mencapai batasnya. Dia hanya berhasil menggerakan ujung jari dengan gemetar. Bahkan itu tampak seperti serangga yang mati-matian berusaha untuk memindahkan kakinya yang benar-benar hampir putus.


"Thor !!" teriak Kamijou tanpa berpikir dia langsung berlari ke pria berwajah cantik itu.


Tapi tidak ada yang bisa ia lakukan.


Ia telah mengalihkan perhatian Fraulein Kreutune pada dirinya. Itu saja mungkin adalah suatu kesalahan fatal.


Tidak seperti dengan Thor, wanita itu tidak melirik ke arah Kamijou sama sekali.


Kamijou Touma mendengar suara terredam keluar dari apa yang terlihat sebagai paru-parunya, dan yang ia sadari berikutnya, pandangannya kabur.



Diantara Baris Ketiga[edit]


Ketentuan Khusus File Manajemen Krisis #4431119


Masalah mengenai maintenance dari Fraulein Kreutune.


Tujuan utamanya adalah untuk menjaga efek dari orang yang disebutkan diatas terhadap dunia seminimal mungkin karena ia akan menjadi halangan untuk rencana yang berhubungan dengan Academy City dan seluruh dunia. Tetapi, membunuhnya akan sulit karena sifatnya. Untuk alasan itu, rencana kita ialah mengurungnya seperti kucing, sehingga efeknya di luar kurungan akan menipis setipis mungkin.


Perihal masalah paling penting mengenai rencana ini akan dijelaskan lebih lanjut.


Hal yang mendorongnya dari belakang adalah rasa penasaran dan bukanlah suatu ideologi. Karena itu, kita harus mencegahnya dari menjadi penasaran dengan dunia luar. Karena ia tidak bisa dibunuh meskipun dengan segala cara, ia akan mengejar objek, situasi, tempat, atau orang tidak peduli seberapa banyak itu akan menghancurkan tubuhnya.


Ia dikurung di tempat yang tidak bisa tertembus yang dikelilingi oleh Calculate Fortress, tapi sifat alaminya membuat tempat sebagai itu penjara sementara.


Metoda paling efektif adalah mengelilinginya dengan kegelapan sempurna dan keheningan sempurna untuk menghilangkan kemungkinan sumber rasa penasaran.


Ia tidak memiliki konsep suka atau tidak suka.


Ia akan menampakkan semua tipe penasaran terhadap apapun yang menarik rasa ketertarikannya entah itu untuk kebaikan atau keburukan target tersebut.


Setelah disegel didalam kurungannya, bahkan sedikit cahaya, gelombang, atau bunyi akan kemungkinan besar menimbulkan rasa penasaran didalam dirinya. Kalau satu atau dua insiden sporadis tidak akan menimbulkan ancaman, stimulus apapun yang berlanjut selama lebih dari satu menit akan sangat berbahaya.


Kita tidak boleh sedikitpun memberi perubahan pada lingkungannya.


Ketika ia sudah aktif, ia kemungkinan akan menggunakan daya pikir super cepatnya untuk membangun jalan keluar dari Calculate Fortress.


Selain itu, setelah ia mendapatkan jalan keluar dari Calculate Fortress, tidak ada cara normal yang mampu menghentikan ataupun membunuhnya.


Kalau ia dilepaskan ke Academy City dengan ofensif atau defensif, ia akan diasumsi sebagai ancaman tingkat Kode Merah.



Chapter 4: Perdamaian Yang Terlihat dari Bentuk Yang Aneh — Release_Monster.[edit]

Part 1[edit]


Kamijou Touma mendengar suara sesuatu yang meledak.


Kesadarannya seakan lampu yang berkedip terang dan meredup, tapi suara itu membuat kesadaraannya semakin menguat.


“...Apa?...”


“Apa kau sudah bangun?”


Thor sedang memandangi wajahnya. Ia membatukkan darah sama seperti Kamijou, tapi lukanya tampak tidak separah Kamijou.


Mereka masih disamping bangunan tanpa jendela. Lubang besar yang menembus Calculate Fortress masih disana. Batas waktu mereka seharusnya 10 sampai 20 menit, tapi Kamijou tidak tahu berapa waktu yang sudah terlewat.


Ia tahu apa yang terjadi pada Thor.


“Helikopter penyerang tanpa awak Four Wings berjatuhan semua. Fraulein Kreutune menghancurkan mereka semudah anak kecil merobek sayap serangga karena rasa penasaran. Aku pikir mereka tidak mengirim apapun lagi karena prioritas mereka telah berubah.”


“...Tapi apa yang sebenarnya terjadi?”


“Aku tidak tahu.”


Kamijou perlahan bangun.


Rasanya seperti terjadi sesuatu didalam tubuhnya tepat sebelum ia terjatuh.


Seperti memperkuat ucapannya, Thor berkata, “Kita mendapatkan kembali kendali tubuh kita setelah aku menggunakan arus tegangan tinggi untuk menghancurkan zat asing dalam tubuh kita. Itu seperti penolakan transplantasi organ. Ada kemungkinan ia menyelipkan otot tubuh yang terlalu kecil untuk dilihat mata telanjang kedalam tubuh kita.”


“Bagaimana ia menghancurkan Calculate Fortress?”


“Aku belum punya kesempatan untuk mengeceknya. ...Tapi mungkin saja itu adalah sesuatu yang mirip. Pada dasarnya, ia menghancurkannya dengan mengirimkan otot mikroskopis kedalam target. Kalau targetnya adalah organisme, akan merasakan penolakan. Kalau targetnya bukan organisme, otot itu membesar dari dalam, menghancurkannya. Seperti pipa air yang meledak ketika airnya dibekukan.”


“...”


“Tapi aku tidak punya petunjuk sedikitpun atas masalah dasar tentang apa yang ia kendalikan.”


“Eh? Tapi kau bilang ia mengendalikan otot tubuh kan? Dan bukankah itu menjelaskan bagaimana ia tidak akan mati meski apapun percobaan pembunuhan yang dilakukan padanya? Jadi tidak bisakah ia mengontrol tubuhnya sendiri pada tingkatan yang melebihi manusia normal, sebagai seorang esper?”


“Aku ragu ‘Tidak mati meski apapun percobaan pembunuhannya’ harus dihadapi secara langsung. Pasti ada keterangan lebih tentang itu. Dan kalau ada trik lain, aku ragu itu adalah sesuatu yang begitu sederhana. Ada kemungkinan bahwa identitas asli Fraulein Kreutune adalah sesuatu yang melebihi makhluk abadi. Aku pikir ada sesuatu hukum yang tidak dikenal pada dasar semua itu.”


Itulah Fraulein Kreutune.


Tanpa persiapan atau rencana, ia berhasil menembus pelindung dari gedung tanpa jendela yang seharusnya tidak tertembus oleh serangan macam apa pun, kemudian membuat Kamijou Touma dan dewa petir Thor pingsan, dan menghancurkan senjata pertahanan Academy City.


“Apa kau berpikir kita perlu melindungi makhluk seperti itu ataukah tidak?” tanya Thor mengejek. “Apa kau tidak mau menolong orang kecuali orang itu cukup lemah untuk kau tolong? Apa kau tidak mau menolong orang kecuali kau punya masa lalu spesial dan situasinya dijelaskan padamu? Apa kau tidak mau menolong orang kecuali mereka cukup manis untuk kau beri empati? Apa kau tidak mau menolong orang kecuali kau telah berbicara dengan mereka dan menjadi teman? ...Ayolah, Kamijou-san. Apakah orang seperti itukah yang bernama Kamijou Touma?”


“Kau benar,” sembur Kamijou meski masih merasakan sakit di rusuknya. “Kalau itulah yang kugunakan untuk memilih apakah aku akan menolong seseorang atau tidak, maka aku tidak bisa duduk diam disini untuk khawatir tentang itu. Aku harus buru-buru dan berteman dengan Fraulein Kreutune. Dan tidak penting apakah ia mau memperhatikanku ataukah tidak.”


Kamijou punya banyak hal yang harus dipikirkan.


Tapi perhatiannya tersedot pada gedung tanpa jendela seakan memotong pikiran tersebut.


Lebih tepatnya, perhatiannya tertarik pada kegelapan yang ada di dalam lubang besar pada gedung yang harusnya tidak bisa tertembus tersebut.


Itu menggodanya.


Kamijou sendiri tidak tahu apa yang mengundangnya itu, tapi ia bisa merasakan ada sesuatu di dalam lubang itu.


“Jangan serakah,” ucap Thor yang pandangannya juga mengarah pada lubang itu. “Itu jelas-jelas adalah jalan lain. Itu akan memisahkan kita dari jalan utama yang kita ingini. Aku tidak tahu apa yang ada didalam, tapi itu bukanlah sesuatu yang akan benar-benar terekspos pada cahaya siang hanya dengan melubangi dinding luar bangunan ini. Undangan ini hanyalah gertakan. Kalau kita tanpa hati-hati melangkahkan kaki kedalam, kita akan ditelan.” Thor membicarakan monster lainnya yang mungkin juga menghuni bangunan tanpa jendela yang kini sudah berlubang itu.


“Aku tahu...”


Pada saat itu, dua jalur ada didepan Kamijou dan Thor.


Apa mereka akan pergi meninggalkan gedung tanpa jendela dan mengejar Fraulein Kreutune?


Atau mereka akan pergi kedalam gedung tanpa jendela dan mencari misteri besar Academy City dan kemungkinan juga merupakan misteri seluruh dunia ini?


Untungnya (kalau bisa dikatakan begitu), mereka sudah punya tujuan jelas.


“Fraulein Kreutune adalah tujuan utama kita. Ayo kita kejar dia.”


“Bagus. Dengan begitu kau tidak akan jadi putri didalam dongeng lama.”


Thor lega bukan karena Kamijou yang baru saja selamat dari misteri yang lebih kelam dari bangunan tanpa jendela itu.


Ia tidak yakin apakah ia sendiri bisa menahan godaan untuk tidak membongkar sepenuhnya misteri bangunan itu apabila ia sendirian.


Meskipun ia sadar melangkah masuk akan berujung pada kematian atau takdir yang lebih tragis.


“Ke arah mana Fraulein Kreutune pergi?” tanya Kamijou.


“Kemungkinan ke arah ledakan itu berasal.”


"Apakah Kau pikir GREMLIN dan kelompok Ollerus telah melihat semua kejadian ini?"


"Mereka tidak begitu bodohnya untuk tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi di sini. "


Itu berarti ada satu hal yang harus mereka lakukan.


Mereka harus mengamankan Fraulein Kreutune secepat mungkin.



Part 2[edit]


Sementara itu, Fraulein Kreutune menyaksikan berdiri takoyaki sambil duduk dengan tangan di sekitar lututnya.


Karena persiapan untuk Ichihanaransai, restoran dan kafe yang bertujuan untuk mendapatkan perhatian para siswa tetap buka bahkan ketika melewati jam malam normal. Sebagai tambahannya, restoran normal yang berjajar di pinggir jalan telah di-setting untuk menjual makanan dengan harga selangit. Pada dasarnya, memang begitulah karakteristik toko-toko yang buka ketika ada kegiatan seramai suatu festival.


80% dari populasi Academy City terdiri dari pelajar, berdiri toko-toko itu sedang dijalankan oleh beberapa pekerja paruh waktu yang tampaknya se-usia SMA.


Dan itu berarti ia seharusnya membantu sekolah mempersiapkan Ichihanaransai. Dengan demikian, ia sedang tidak ingin terlihat oleh teman-teman sekelasnya. Siswa-siswi yang melakukan kegiatan demikian selama Ichihanaransai diberi label "pengkhianat".


Cara seorang penjaja menggunakan ujung tajam dari alat yang nampal seperti penusuk dengan cepat dan memutar-mutar makanan bulat pada lembaran logam, pastilah sudah merangsang rasa ingin tahu Fraulein Kreutune. Matanya telah terpaku pada atraksi pengolahan hidangan itu untuk sementara waktu.


Sementara itu, pelajar yang bekerja di stand berpikir pada dirinya sendiri.


(Kalau dipikir-pikir, aku belum pernah melihat takoyaki dengan krim atau cokelat di dalamnya. Apakah tidak ada yang mau revolusi bergaya Taiyaki? ... Si-siapa dia?) [Takoyaki adalah jajanan berbentuk bola berisi daging gurita. Kami yakin sudah pada tahu. Sedangkan Taiyaki adalah jajanan berbentuk ikan, namun sebenarnya adalah roti yang berisi pasta manis di dalamnya. Entah pasta manis tersebuat adalah coklat atau selai kacang merah.]


Takoyaki adalah makanan misterius yang Kau pikir Kau mengerahui semua tentangnya secara menyeluruh dan sederhana, tetapi pengamatan lebih dekat akan mengungkapkan sejumlah kesalahan mengejutkan yang selama ini ada dalam asumsi dan prasangkamu. Pekerja pelajar ini telah lama berpikir bahwa takoyaki dimasak dengan menggunakan satu alat seperti penusuk tersebut (dia tidak tahu istilah yang tepat untuk itu), tapi dia belajar bahwa, yang benar, dua alat seperti itu seharusnya digunakan. Itulah yang dia dapatkan ketika dia mengamati pembuatan takoyaki yang lebih mahir pada beberapa toko di pinggir jalan.


Dia juga bingung pada takoyaki biasa yang diperuntukkan dijual dalam toserba. Dia beranggapan bahwa bagian dalam takoyaki seperti itu seharusnya sudah dimasak dengan matang sempurna. Itu hampir membawanya ke suatu kegagalan besar.


Pekerja pelajar secara alami merasa aneh ketika melihat Fraulein Kreutune yang menatapnya dengan sejuta pertanyaan yang dipancarkan dari sinar matanya, tapi ia tidak bisa menghentikan pekerjaannya selagi takoyaki pada pelat logam hampir matang. Namun, dia memerlukan kepekaan yang ekstra untuk bisa membagi kendali terhadap kegiatan memasaknya dengan rasa penasaran yang terus menginggapi kepalanya karena sesosok gadis aneh berambut perak terus menatap wajannya.


(A-apa? Apakah dia lapar ??? Tapi aku tidak bisa memberinya beberapa masakan ini.)


Membagi-bagikan satu atau dua butir takoyaki tidak akan berpengaruh banyak pada laba yang di dapatkan bosnya pada hari itu, tapi itu akan membuat masalah lainnya. Yaitu jika beberapa orang melihat kedermawanannya itu, mereka akan mengira itu merupakan suatu promosi dan tidak sungkan-sungkan untuk juga meminta gratisan takoyaki.


Tapi kemudian anak itu menyadari bahwa tebakannya telah salah.


Tangan Fraulein Kreutune mulai bergerak sedikit saat ia duduk berjongkok di tanah. Dengan seketika, anak itu menyadari bahwa ia menirukan gerakan tangannya saat dia memutar-mutar takoyaki itu. Pada awalnya, gerakannya terkesan kikuk, tapi secara bertahap berubah semakin mahir dan lebih mahir. Dia tidak benar-benar memegang apa-apa, tapi dia dengan lembut, meniru gerakan ujung jari si pelajar pekerja yang melengkung-lengkung dengan lihai sehingga hampir membuatnya tampak seperti dia memegang alat khusus yang sama dengan si pelajar. Seakan dia mem-pantomim si pelajar.


(Kalau dipikir-pikir, dia ini siapa? Dia berpakaian aneh ... Apakah dia tidak kedinginan dengan pakaian seperti itu ??? Apakah dia sengaja didandani beberapa kostum unik Ichihanaransai?)


Dan kemudian ...


"Hei !! Kau di sana !! " teriak suara laki-laki yang dalam.


Pekerja pelajar melompat dengan kaget, berbalik, dan melompat lagi. Orang yang berteriak itu adalah anggota Anti-Skill yang bersenjata lengkap. Dan dia didampingi oleh 3 orang lainnya. Empat anggota Anti-Skill seperti itu seharusnya sudah cukup untuk menghentikan perampokan toko hanya dalam sepuluh detik atau lebih.


Untuk sesaat, si siswa bertanya-tanya apakah "pengkhianatan" dalam bekerja selama persiapan Ichihanaransai yang di aperbuat ini melanggar beberapa undang-undang, namun ia segera menyadari bahwa ia keliru. Kelompok berempat ini langsung saja mengepung Fraulein Kreutune.


Salah satu anggota Anti-Skill mengeluarkan radio dan menghubungi seseorang. "Ini jelas dia. Kita akan menahannya. "


"..."


Anak laki-laki itu bisa mendengarkan dengan jelas apa yang telah dikatakan di sisi lain dari radio tersebut, tapi dia tidak bisa menyatakannya.


"Apa? Itu bukan di wilayah hukum kita. Mengapa kita akan membawanya ke sana? Jika Kau tidak akan memberikan alasan, kita tidak akan melakukannya! Dia sudah menghancurkan 4 helikopter serangan tak berawak. Akan paling aman jika kita bisa mengangkut dia ke tempat terdekat sesingkat mungkin!! "


"..."


"Tunggu. Mohon tunggu. Dengarkan. Prosedur standarnya adalah membawanya ke kantor cabang terdekat kita. Bisakah kau memberitahu kita mengapa kita tidak bisa melakukan itu? Jika kita tidak mendapatkan jawaban yang bisa diterima, kita hanya akan mengikuti prosedur standar. "


Anti-Skill memiliki aura intimidasi yang tampak seperti aura yang dilepaskan oleh seorang guru olahraga, dan bahkan lebih seram, tapi aura ini tampaknya berubah dua kali lipat lebih seram saat mereka berdebat dengan anggota yang lainnya.


Pekerja siswa mulai bergetar tanpa alasan yang nyata, tapi Fraulein Kreutune tidak terlihat sangat khawatir meskipun dialah targetnya. Dia hanya memiringkan kepalanya pertanda bingung.


(... A-apa? Apakah dia mata-mata industri yang menyamar sebagai diplomat untuk berkunjung atau sesuatu semacamnya?)


Ichihanaransai sejatinya adalah acara yang lebih bertujuan pada mengembangkan seorang siswa secara psikologis, tapi adalah jarang bagi pejabat tinggi dari lembaga koperasi penting untuk mengunjungi kota selagi festival. Memang ada rumor sesekali ada para elit yang menyamarkan dirinya sebagai seorang pelajar, tapi ...


Setelah pikiran anak itu mencapai suatu kesimpulan, ia melihat sesuatu yang ia berharap tidak akan pernah di lihat.


Fraulein Kreutune telah meniru gerakan saat ia memasak takoyaki, tetapi gerakan tangannya telah berubah menjadi sesuatu yang lain. Bukan karena dia begitu buruk dalam meniru gerakan memasak takoyaki tersebut. Itu jelas merupakan gerakan suatu aktivitas lain.


(Tunggu. Itu ...)


Pekerja pelajar menoleh ke arah yang dilihat Fraulein Kreutune sembari ia duduk di sana dengan lutut ke atas.


Dia melihat para anggota Anti-Skill.


Karena beberapa masalah komunikasi, para Anti-Skill yang sudah mahir bersenjata api ini sedang memperdebatkan sesuatu di radio. Sementara itu, Fraulein Kreutune sedang menyerap beberapa jenis informasi sementara mengawasi mereka. Dan dia menampilkan gerakan tangannya.


Suatu gerakan yang mirip memasak takoyaki.


Pada awalnya, gerakannya terkesan kaku dan kikuk.


Tapi perlahan meningkat dalam akurasi pada tingkat yang dipercepat seiring dengan berjalannya waktu.


"Bagaimanapun juga !! Kecuali Kau bisa memberikan penjelasan yang masuk akal atau landasan hukum untuk melakukannya, kita tidak mengikuti instruksi tersebut !! Jika Kau memahaminya, maka mengapa tidak Kau mengirim ahli hukum ke kantor cabang kita? Bagaimana dengan mengundang seorang profesor sekolah hukum? "


(Tidak baik.) Para anggota Anti-Skill tidak melihat perubahan gerakan Fraulein Kreutune itu. Dan dia punya perasaan bahwa perbedaan “sederhana” antara menyadarinya dan tidak menyadari akan hal ini akan menyebabkan perbedaan antara hidup dan mati.


Karena melihat betapa marahnya anggota Anti-Skill ketika berdebat, pekerja siswa ragu-ragu untuk secara langsung mengatakan apakah ia harus mengatakan sesuatu pernyataan ataukah tidak.


Dan akhirnya dia hanya bisa ragu-ragu tanpa mengambil suatu tindakan pun.


"Momozawa, memborgol tersangka. Yashiro, membawa truknya! Kita hanya bisa mengabaikan interupsi aneh ini. Ini adalah …. ... "


Anggota Anti-Skill melemah. Fraulein Kreutune telah diam-diam berdiri. Mereka berempat berada di sekelilingnya, sehingga mereka harusnya mampu meraih bahunya dan menambatkannya ke tanah dengan seketika ketika dia mulai banyak bergerak. Namun ...


"H-hei !!"


Seorang anggota Anti-Skill dengan panik menjeritkan suatu peringatan, tetapi pekerja pelajar merasakan ada yang janggal.


Jeritannya mirip seperti jeritan seseorang yang mengatakan : “Hidup ini indaaaaahhh!!” sambil terjun ke tengah-tengah rel kereta api, di mana, sepuluh meter di depannya ada kereta api yang melaju dengan kencang.


Dengan kata lain, itu adalah tindakan yang dilakukan dengan sangat terlambat.


Suara tumbukan benda tumpul terdengar berulang kali karena tindakan perempuan yang telah menyerap sesuatu kekerasan dari adegan di depannya.



Part 3[edit]


Singkatnya, ia hilang.


Fremea Seivelun melihat sekeliling pemandangan malam hari dari Academy City. Dia ingat bahwa ini semua berasal karena keinginannya terhadap buah marshmallow setelah meninggalkan kantor dokter gigi, tapi itu saja yang dia ingat. Hal berikutnya yang dia tahu, Hamazura dan Takitsubo pergi dan kantor dokter gigi itu sudah jauh dari tempatnya kini berada.


"Ampun deh. Pria setua itu tersesat. Pokoknya, Hamazura harusnya malu! Nyahh! " kata Fremea sementara dia tanpa takut terus menyusuri sepanjang jalan yang diterangi oleh lampu dekoratif.


Dia tak sadar bahwa yang sebenarnya hilang adalah dia sendiri.


Asrama Fremea Seivelun adalah di Distrik 13 yang mana banyak siswa sekolah SD tinggal. Dia tidak punya cara untuk mengetahui hal ini, tapi anggota New ITEM selalu nongkrong di kafe 24 jam di dekat asramanya untuk mewaspadai serangan dari sisa-sisa Freshmen.


Tapi dia saat ini berada di Distrik 7.


Dia tidak sering melakukan perjalanan antara distrik sekolahan, dan ketika dia melakukannya, dia biasanya dipimpin oleh kerumunan temannya sambil memegang sabuk Hamazura. Dia tidak memiliki cukup informasi untuk bisa pulang ke rumah sendiri. Naluri pulang ke rumah seorang manusia sebenarnya cukup baik untuk membimbingnya kembali ke rumah walaupun dalam kondisi mabuk sekalipun, namun Fremea tidak pernah diajari hal-hal mendasar seperti itu.


"Pokoknya, aku lapar ... tapi aku tidak bisa meninggalkan Hamazura sementara ia sedang tersesat di suatu tempat. Aku harus menjadi sosok seorang kakak yang teladan dan pergi menemukannya !! "


Selagi Fremea berupaya untuk usahanya yang sama sekali salah kaprah ini, ia memandang suatu peta Distrik 7 yang diposting di dekatnya.


Tapi peta itu tidak akan menggambarkan di mana posisi Hamazura dan Takitsubo, ditambah lagi, dia bahkan tidak tahu di mana posisinya sendiri. Namun demikian, dia mengangguk dua kali seolah-olah peta itu menceritakan semua hal yang dia perlu ketahui.


Dan kemudian dia membuat pernyataan lainnya.


"Jika aku berjalan dalam lingkaran besar di sekitar daerah ini, aku yakin akan mengarah ke Hamazura !!"


Dia tampaknya berpikir bahwa itu adalah cara tercepat untuk melingkupi area yang luas dari Distrik 7, tapi prasangkanya ini tidak lebih baik daripada ketika seseorang tersesat di hutan Aokigahara, kemudian orang itu hanya berjalan menuju satu arah saja. Jika itu yang akan di lakukan, tersesat akan menjadi suatu masalah yang besar. Juga, Fremea tidak mengetahui apa maksud dari angka yang terdiri dari banyak nol, yang biasa disebut skala peta. [Aokigahara (青木ヶ原) adalah hutan yang terletak di sebelah Barat Laut Gunung Fuji, membentang dari kota Kawaguchiko hingga desa Narizawa, Prefektur Yamanashi. Aokigahara disebut juga "hutan lautan pohon" dan "lautan pohon gunung Fuji". Disebut demikian karena jika angin meniup pepohonan di sana terlihat seperti keadaan ombak di laut. Usia hutan ini diperkirakan sekitar 1200 tahun. Hutan ini dikenal sebagai tempat bunuh diri populer di Jepang. Wikipedia Bebas.]


Dan Fremea Seivelun memalingkan pandangannya dari peta bak peluru kendali dan memulai langkah pertamanya.


Dan di langkah pertamanya, dia bertabrakan dengan seseorang.


"Nyahh !!" "A-apa? Apa? kata Misaka sembari Misaka berteriak kaget. ... Ah !? Misaka menemukan hilang anak !! "


"A-Aku bukan seorang anak hilang !! Nyahh! Aku ini seorang kakak yang dewasa !! "


Kedua gadis ini menerima sekumpulan besar komentar pedas dari Misaka Network, yaitu jaringan data yang secara elektromagnetik dibuat dari amplitudo gelombang otak identik para klon, tapi kedua gadis ini tidak menyadari komentarnya dan bahkan tidak menghiraukan sama sekali.


Gadis yang disebut Last Order melihat sosok Fremea Seivelun naik dan turun dan kemudian membusungkan dadanya penuh kemenangan meskipun dua bocah ini tingginya hampir sama.


"Kau meninggalkan pilihan bagi Misaka. Sebagai orang dewasa, Misaka akan membantumu, kata Misaka sembari Misaka meremehkanmu pada tingkatan yang berlebihan. "


"Pokoknya, aku tidak ingat meminta bantuan dari seseorang yang dengan bangga menempatkan tangannya di pinggul dan mengganggap lebih baik dariku !! Jangan mengejekku !! "


"Misaka tahu bahwa kau adalah seorang bocah dari caramu mencoba untuk berdiri berjinjit pada tumitmu. Seorang dewasa sejati memerlukan seorang bocah, kata Misaka sembari Misaka bertindak seakan dia tahu apa yang dia bicarakan. "


Fremea mengacungkan jari telunjuknya ke arah Last Order dan berteriak dengan cukup keras sehingga semua orang di jalan bisa mendengarnya, seolah-olah dia sedang memainkan kartu truf terbesarnya. [Pada permainan Trading Card Game (TCG), ketika dia berhasil memanggil makhluk kuat yang menjadi andalannya, biasanya dia meneriakkannya dengan keras dan bangga.]


"Aku memakai bra !!"


"Ap - !!! ???"


Last Order menggunakan kekuatan listriknya untuk membuat efek petir sebagai cara mempertegas bahwasannya dia dalam kondisi syok berat. Sementara itu, Fremea tampaknya merasa seperti dia telah kehilangan sesuatu karena dia harus menggunakan kartu truf terbesarnya, jadi dia terus berbicara.


"Dan aku sudah memilih bra-ku sendiri !! Aku tahu department store yang menjual pakaian dalam seksi! Pokoknya, aku berada pada tingkat yang benar-benar berbeda dari bocah seperti kamu!! "


"M-Misaka tidak bisa membiarkan Kau berkata demikian. Itu adalah tantangan bagi genetik karakteristik milik Misaka!! Kata Misaka sembari Misaka hampir menangis !! "


Dia sedang memprotes sumber asli dari gen-nya, yaitu milik Misaka Mikoto, yang agak menyedihkan pada perihal ukuran dada, tapi ibunya, Misaka Misuzu, sangat unggul dalam hal tersebut. Dengan adanya fakta itu Last Order merasa bahwa semua impiannya seakan belum sirna.


"Kau hanyalah seorang anak kecil !!"


"Apa itu, dasar Kau bocah !? kata Misa- "


"Kau sedang beruntung, anak hilang. Aku akan membawamu pulang !! "


"Kau itu yang hilang, sehingga Misaka lah yang seharusnya mengucapkan itu!! kata Misaka sembari Misaka menegaskan bahwa Kau membiarkan dia mengatakan itu semua!! "


Kedua gadis terlibat dalam percekcokan kecil dan mereka saling menyambar rambut masing-masing, tetapi kemudian iklan untuk acara liburan lokal yang dimainkan di layar balon udara besar mengambang tepat di atas mereka pada langit malam.


"Seorang wanita dewasa tidak boleh bingung tentang bagaimana cara untuk menghibur tamu yang tak terduga. Minggu ini, pada Informed Ladies, kita akan menikmati sesuatu yang khusus pada restoran kelas atas yang tersembunyi di Academy City dan tidak memerlukan pemesanan sebelumnya! Untuk detailnya, dengarkan dengan saluran ini di TV kabelmu !! " [Sepertinya Informed Ladies adalah nama program TV tersebut. Artinya kurang lebih adalah “Gadis yang Berpengetahuan Luas.]


"..."


"..."


Fremea Seivelun dan Last Order menatap ke langit malam sebentar. Dan kemudian mereka kembali melihat satu sama lain kemudian mengucapkan suatu hal, yang anehnya, serempak.


"Kita akan melihat siapa yang lebih berpengetahuan luas setelah kita menuju ke restoran terkenal Academy City !! "


"Kita akan melihat siapa yang lebih berpengetahuan luas setelah kita menuju ke restoran terkenal Academy City !! "


Setelah pikiran kedua gadis tertuju pada hal yang sama, Hamazura yang tersesat dan bawang untuk penyedap rasa, kini benar-benar hilang dari benak mereka !!



Part 4[edit]


Sirene meraung dari segala arah.


Kedipan lampu merah mewarnai pemandangan malam hari, tetapi tidak semua lampu berwarna sama. Kebanyakan dari lampu-lampu tersebut berasal dari kendaraan Anti-Skill, namun truk pemadam kebakaran dan ambulans berbaur di antaranya. Langit malam yang gelap di belakang mereka membuat suatu pemandangan yang sulit dilukiskan, dan beberapa helikopter ambulans terbang di sekitar juga. Tapi para pelajar yang berurusan dengan persiapan Ichihanaransai tidak memperdulikannya.


Ini mungkin karena persiapan-persiapan tersebut merupakan kegiatan luar biasa yang di luar kehidupan sehari-hari mereka.


"Apa yang sedang terjadi?"


"Mereka tentu sedang membuat keributan di luar sana. Apakah seseorang membawa alkohol ke sekolahnya atau sesuatu seperti itu? "


"Itu bisa menjelaskan mengapa banyak Anti-Skill dan ambulans, tapi mengapa mereka mengirimkan truk pemadam kebakaran segala? "


"Ini adalah Ichihanaransai, ingat? Para petugas pemadam kebakaran mungkin ingin memamerkan seberapa bergunanya mereka. Mungkin merazia ke dalam sekolah dengan selang kebakaran kemudian memadamkan tempura yang gosong karena terlalu banyak memakai minyak, atau hal bodoh sejenisnya. "


Itu tentu saja omong kosong, tapi itu cukup untuk memuaskan para siswa. Mereka tampaknya keliru karena berpikir tidak mengindahkan ancaman yang ada di dekat mereka, apalagi menghindari ancaman tersebut.


Para pelajar ini terus melanjutkan pekerjaan mereka sampai larut malam atau membawa makanan ayng mereka beli untuk kelas mereka lewat mesin penjual otomatis dan semua pemandangan ini dihiasi dengan banyaknya bangku yang berbaur dengan semua kehiruk-pikukan ini.


Namun semua yang terjadi tak ada hubungannya dengan bangku-bangku dan mesin penjual otomatis.


Ada seorang gadis berkulit sawo matang dengan rambut dikepang berwarna perak yang tergeletak di bangku cadangan.


Dia adalah Marian Slingeneyer.


Manusia termodifikasi berbentuk mirip drum bernama Mjolnir duduk di belakang bangku. Keduanya adalah anggota resmi GREMLIN, organisasi yang memiliki kekuatan yang cukup untuk mengguncang dunia.


"... Semua hal sungguh semakin berisik."


Mjolnir terdengar sedang mengguncang belakang bangku. Dia tampak, entah bagaimana merasa bahagia, tapi ini tidak dikarenakan perubahan situasi. Itu karena Marian Slingeneyer sudah mulai bangkit dari tindakan malas-malasnya dan mulai memperhatikan sekelilingnya.


Jika seseorang mengamati kemana arah kendaraan Anti-Skill menuju, suatu pola akan muncul. Jika informasi ini dianalisis lebih lanjut, tempat yang mereka tuju mungkin merupakan pusat gangguan di kota ini. Dan itu juga akan menunjukkan bahwa “pusat” semua kericuhan ini tidak menetap hanya di satu tempat. “Pusat” gangguan ini membuat gerakan tidak teratur seolah-olah dengan sembarangan berkeliaran di sekitar kota.


Tapi ...


"Menurutmu, apa yang semestinya kita lakukan?"


Suasana sekitar dipenuhi oleh ketidakpedulian karena orang-orang sibuk memilih apa yang dijual antara toko burger atau toko soba untuk menu makan malam, tapi itu semua tidak terlalu bermakna di mata Marian Slingeneyer.


Jika dia bertindak, tidak akan hanya terjadi satu atau dua pembunuhan di sana.


Dia memutuskan apakah tanah, pemandangan, budaya, dan sejarah dari semua festival ini akan dihancurkan ataukah tidak.


Dia sedang memutuskan apakah segala sesuatu yang ada pada pemandangan di sekelilingnya ini akan diubahnya menjadi sesuatu yang aneh dan mematikan ataukah tidak.


Pertanyaan seperti itulah yang ada di otak seorang Marian.


Mjolnir dengan ribut berguncang sebagai pertanda dia sedang merespom sesuatu.


Dia adalah pengecualian bahkan dalam GREMLIN karena dia benar-benar telah diminta untuk dioptimalkan ke dalam bentuk itu. Jadi dia adalah salah satu dari sedikit orang yang merasa tidak berkeinginan untuk melarikan diri ketika dia mendengar Marian Slingeneyer mengatakan hal tersebut. Thor memegang peranan koordinasi serta yang bertanggung jawab atas pertempuran langsung, sehingga pertemuan strategi mereka berdua pasti menuju suatu titik yang bisa membahayakan semua jenis kehidupan.


Marian Slingeneyer seperti sebongkah batu raksasa di atas lereng yang curam.


Jika ada yang memberi batu tersebut sedikit dorongan, maka itu akan mulai bergulir. Dan setelah mendapatkan momentum, tidak ada yang bisa menghentikannya.


Bahkan batu tersebut tidak akan mampu menghentikan dirinya sendiri.


Sementara masih berbaring di bangku, Marian Slingeneyer memasukkan satu tangan ke overall nya. Dia mengeluarkan gergaji yang terbuat dari emas. Alat yang digunakan untuk memodifikasi tubuh manusia. Itu merupakan alat yang biasa dia pergunakan untuk mencacah dan mempermak tubuh seseorang menjadi bentuk yan baru. Sederhananya, itu adalah alat yang digunakan untuk mengiris dan merombak seseorang tanpa membunuhnya.


Karena persiapan Ichihanaransai, tidak ada seorang siswa pun yang melirik ke arah senjata aneh yang dibawa Marian walaupun hanya sekilas.


Dia masih dilihat sebagai bagian dari pemandangan lazim kota yang damai. Namun ...


Hanya sedikit senggolan ke punggungnya dan dia akan mengubah segala sesuatu di sekelilingnya menjadi cairan merah dan hitam.


"... Tidak, itu semua cuma merepotlan saja. Aku masih belum bisa mendongkrak motivasiku untuk melakukan itu. "


Drum itu bergemerincing seakan syok mendengar pernyataannya barusan, tapi Marian Slingeneyer kembali tidur seakan tak ada nafsu.


Para penyihir tidak akan bertindak tanpa ada tujuan yang mengusik mereka.



Part 5[edit]


"Tim Momozawa dan Kakita kalah? Orang-orang idiot !! Apakah mereka serakah !? Jika mereka tidak mencoba mendapatkan semua kredit untuk diri mereka sendiri, ini tidak akan terjadi !! " teriak seorang wanita dalam radionya.


Dia adalah Yomikawa Aiho dari Anti-Skill.


Dia berada agak jauh dari bangunan tak berjendela yang berdiri di tengah-tengah Distrik 7. Sejumlah kendaraan Anti-Skill diparkir di sekelilingnya. Yomikawa dan rekan lainnya dalam Anti-Skill seharusnya menjadi orang-orang untuk menjaga perdamaian dan menyelidiki kejahatan, namun mereka masih tidak diizinkan untuk masuk ke lokasi ledakan.


Pemandangan diwarnai oleh lembaran plastik biru.


Jika mata dan memori Yomikawa itu tidak luput, maka dia pasti telah melihat lubang besar di dinding gedung tanpa jendela sebelum lembaran-lembaran itu menutupinya. Di sana tadi ada lubang di bagian armor dari bangunan tak berjendela yang seharusnya tidak dapat dihancurkan bahkan dengan menggunakan senjata nuklir sekalipun.


"Rincian tersangka yang masih dalam pengejaran ini tidak diketahui, tapi dia mungkin menghancurkan Calculate Fortress dari dalam dan kemudian menghancurkan formasi seluruh helikopter serang tak berawak yang dikirim untuk menangani situasi darurat. Kita tidak tahu apakah ini dilakukan dengan beberapa jenis senjata, semacam kekuatan esper ... atau bahkan dengan kekuatan fisik yang sederhana, jadi jangan biarkan Kau lengah. Asumsikan serangan tersangka ini dapat menembus jaket pelindung kita. Jika kita melihat dia, jangan bertindak sendirian! Apakah Kau mengerti !? "


Kamijou Touma mendengarkannya dari balik mesin penjual otomatis di dekatnya.


Keributan itu telah merebak dengan begitu luas.


Thor mendesah saat ia menyembunyikan dekatnya.


"Mereka mungkin akan mendirikan pos pemeriksaan dengan segera. Dan kita tidak punya waktu untuk berurusan dengan sesuatu seperti itu. "


"Siapa yang GREMLIN kirimkan bersama denganmu?"


"Itu bukan masalah. Mereka jelas belum membuat langkah mereka. Jika ada orang dari GREMLIN yang telah mengambil tindakan, Academy City akan terbenam dalam kekacauan yang lebih parah dari ini. Mereka mungkin memeriksa untuk memastikan bahwa peluang yang tak terduga ini bukan jebakan. " Thor mendecakkan lidahnya. "Kelompok Ollerus itu pastinya juga sedang melakukan aksi sebanyak yang mereka bisa sambil tetap bergerak di balik layar. Pihak mana saja yang mendapatkan Fraulein Kreutune, akan berarti akhir yang tragis. Kita perlu menemukannya dengan cepat. "


"... Tidak." Kamijou diam-diam membantah pernyataan itu. "Jika asumsimu sudah benar, Kelompok GREMLIN dan Ollerus harusnya masih meragukan tentang informasi bahwa Fraulein Kreutune tiba-tiba melarikan diri. Mereka belum membuat kontak langsung dengannya. ... Kita masih bisa menipu mereka. Jika kita dapat mengirimkan beberapa informasi palsu yang mereka pikir itu jebakan dan membuat mereka tetap menjaga jarak, tidakkah itu berarti kita bisa menjauhkan mereka dari Fraulein Kreutune? "


"Aku paham. Apa sebenarnya yang perlu kita lakukan? "


"Jika kita berdua secara langsung memberikan salah satu kelompok suatu informasi, maka mereka tidak akan memepercayai kita. Jadi kita perlu menyebarkan beberapa umpan sebelum mereka mendapatkan informasi yang akurat tentang Fraulein Kreutune. Kita perlu melakukan sesuatu di dekat mereka yang membuat mereka berpikir bahwa itu harusnya adalah perangkap. "


Masalah pertama yang mereka harus pecahkan adalah bagaimana cara melarikan diri di daerah ayng dipenuhi oleh Anti-Skill.


Thor tampaknya semakin tidak sabar dan Kamijou takut dia akan mulai bertindak keras jika mereka tidak melakukan sesuatu segera. Yaitu tindakan yang membuat mereka berada dalam bahaya jika menarik perhatian kelompok GREMLIN atau Ollerus, jika terdeteksi. Jika itu terjadi, semuanya berakhir. Jika mereka dipantau sebelum mereka bisa mengatur beberapa trik, mereka hampir dipastikan tidak bisa membuat jebakan.


Kamijou mengetuk bahu Thor dan menunjuk sesuatu dengan jari telunjuknya.


"Mari kita mengambil rute standar."


"Suatu truk pemadam kebakaran?"


"Pakaian pemadam kebakaran tebal itu akan menutupi wajah kita dan sosok kita. Mereka tidak akan dapat mengetahui siapa kita dan berapa umur kita. Mari kita meminjam dua pakian itu untuk membuat kita melarikan diri. "



Part 6[edit]


Last Order dan Fremea Seivelun tiba di Distrik 10.


Ini merupakan berbatasan Distrik 7, sehingga tidak sulit untuk mencapainya, tetapi distrik itu terkenal memiliki ketertiban umum yang buruk. Ada cerita tentang kurir yang keluar dari jalur mereka untuk melewati daerah yang menghalangi perjalanan ke tempat tujuan mereka. Itu adalah rumor yang tetap bertahan bahkan sampai sekarang, sehingga jelaslah bahwa daerah ini bukanlah tempat yang cocok untuk dua gadis kecil untuk bermain-main pada malam persiapan Ichihanaransai ketika semua siswa tidak lagi terlalu dibatasi.


Jika pada distrik ini ada seseorang yang dengan lantang berteriak "Aku akan menggunakan segala cara untuk menyelamatkan kedua gadis yang tersesat di Distrik 10 yang berbahaya !! ", maka mungkin dia adalah bintang film amatiran yang siap memainkan sebuah film aksi.


Namun, Last Order dan Fremea Seivelun memiliki karakteristik tertentu.


Mereka akan sangat tidak tanggap bila ada bahaya yang menghampiri mereka.


"Heh hehhn. Garasi parkir di sana adalah milik restoran ternama Academy City, Food Stand Spire! kata Misaka sembari Misaka membusungkan dadanya penuh kemenangan. "


"Po-Pokoknya aku tahu itu juga!"


"Lalu taukah kau apa itu restoran paling popular, Food Stand Spire? kata Misaka sembari Misaka bersikeras menginginkan jawaban. "


Cara termudah untuk menggambarkan itu adalah, suatu garasi parkir yang lapang, tidak ada apa-apa padanya selain mobil Van besar dan RV. Kursi dan meja untuk pelanggan juga diatur, sehingga ruang parkir tidak penuh, tapi satu bangunan masih terlihat menjulang di antara 400 dan 500 unit restoran.


Garasi parkir tidak kedap udara, tetapi masih memiliki sejumlah ventilasi yang banyak dan saluran udara untuk memungkinkan untuk mengalirkan udara kotor. Bangunan itu sendiri diterangi oleh lampu LED yang ditempatkan secara acak namun itu menghadirkan suasana seakan lampu-lampu tersebut tidak dipasang dengan sembrono.


Pemandangan stan yang berjajar itu juga terlihat dengan susunan rapih. Ini memberikan kesan yang beraneka ragam bagi siapapun yang memandangnya. Juga, Distrik 10 dikenal karena memiliki ketertiban umum terburuk jika dibandingkan dengan distrik mana pun. Rambut dicat dan kepala petal adalah norma. Para pelanggan memiliki bekas luka dan tato di sekujur tubuhnya, dan itu sewajar seseorang yang memakai kacamata atau lensa di tempat lain.


Sederhananya, tempat itu akan menjadi pemakaman terakhir bagi Last Order dan Fremea hanya dalam waktu 5 detik setelah mereka menginjakkan kaki di dalam gedung. Tapi ...


"Huh? Apa yang dilakukan bocah di sini? "


"Oh, ayolah, orang tua! Kau tidak dapat menempatkan tempat seperti ini di suatu pamphlet untuk kemudian mempromosikannya! Bagaimana jika gadis-gadis kecil tidak bersalah akhirnya dirampok !? "


"Kalian berdua di sini! Aku akan memberikan masing-masing telur rebus gratis jika Kau bertindak sebagai pengawal mereka !! "


"Harusnya rumah mereka jauh dari sini, tapi setidaknya awasi mereka sampai mereka mencapai stasiun besar. "


Anehnya, sebagian besar orang tidak tampak seperti musuh ataupun teman.


Hal itu berkat aturan dasar yang dianut para preman, yaitu :


Kau harus barlaku baik pada kucing yang dibuang dalam hujan dan anak-anak kecil !!


"Pokoknya, restoran-restoran ini harus berubah ketika kami naik ke lantai atas."


"Iya iya. Lantai paling bawah yang dekat dengan pintu masuk harusnya menjadi tempat yang paling menarik pelanggan dan memiliki lebih banyak junk food populer, dan lantai yang lebih tinggi menarik lebih sedikit pelanggan tetapi berfungsi untuk mencari nafkah dengan katering untuk selera yang lebih spesifik, kata Misaka sembari Misaka menjelaskan sistem. " Last Order mengangkat jari telunjuknya. "Tapi ada satu restoran yang menarik banyak orang meskipun pada lantai atas, kata Misaka sembari Misaka memberikan tambahan penjelasan. "


Garasi parkir memiliki lift, tetapi hanya beberapa saja, tidak seperti department store atau hotel. Karena para pelanggan di sana cenderung mengutamakan perkelahian jika mereka menunggu pada antrean Lift yang panjang. Untuk itu, kedua gadis mengikuti pelanggan lain dan berjalan menuju beberapa tangga kemudian menuju lantai paling atas.


Saat mereka menuju ke atas, makanan untuk yang dijual tidak lagi makanan umum yang memenuhi selera semua orang, seperti yang Last Order tadi jelaskan. Pada saat mereka sampai di lantai atas, terdapat restoran seperti kedai kopi yang pemiliknya mengenakan tailcoat dan Kaiseki, disertai para pelayan wanita muda mengenakan kimono aneh yang tidak biasanaya terlihat. Namun, kedai-kedai ini begitu murah sehingga sulit untuk menikmati sajiannya tanpa mencurigai kalau-kalau ada yang tidak beres dengan segala sesuatunya. [Tailcoat adalah jenis pakaian berjas yang mirip dengan tuxedo, namun memliki semacam sepasang terusan di bagian belakangnya, sehingga mirip ekor. Pakaian ini biasanya dijumpai di bar ataupun tempat judi di Texas. Wikipedia Bebas.] [Kaiseki adalah menu masakan Jepang yang terdiri dari paket menu komplet. Hidangan ini lengkap mulai dari hidangan pembangkit seler, hidangan utama, dan pencuci mulut. Bahkan ada minumannya juga. Kaiseki biasanya dibuat dengan teknik memasak yang tinggi sehingga ini adalah hidangan kelas atas.]


Tapi Fremea Seivelun dan Last Oreder benar-benar tidak menyadari hal ini.


Keduanya menuju ke tengah lantai atas dengan Last Order yang memimpin.


Di sana mereka menemukan stan tertentu.


Stan terbuat dari suatu kendaraan truk kecil yang dimodifikasi sedikit, tetapi tidak memiliki ruang dapur seperti yang biasa stan truk lainnya miliki. Beberapa peralatan berkemah tersebar di sekitar truk dan kegiatan memasak dilakukan di ruang terbuka. Itu adalah suatu restoran populer, tetapi saat ini ada banyak kursi kosong karena keberuntungan para gadis ini.


Stan tersebut hanya memiliki satu orang koki, tapi ia ditemani tiga gadis yang tampak seperti mereka tidak tahu apa-apa tentang memasak atau pelayanan. Setelah menghabiskan satu bulan di Distrik 10, akan menjadi jelas bahwa mereka disewa untuk melakukan pekerjaan kotor dengan menyamar menjadi pengawal.


Tapi seperti yang dinyatakan sebelumnya, Last Order terakhir dan Fremea Seivelun tidak menyadari.


Salah satu pengawal memiliki sesuatu di mulutnya dengan LED putih kebiruan yang berkedip pada ujungnya. Itu tampak seperti nikotin dari rokok elektronik gratis, tapi itu benar-benar sesuatu yang jauh lebih mencurigakan. Dua gadis kecil mengabaikan pengawal sembari mereka mendekati koki yang seorang diri itu. Mereka menyingkirkan beberapa meja dan kursi ketika mereka mendekat.


Last Order lalu mengatakan, "Beri aku yang biasa! kata Misaka sembari Misaka mulai bersemangat !! "


"... Yang biasa? Aku belum pernah melihat Kau sebelumnya. Juga, Kau harus mencoba untuk tidak mengatakannya keras-keras di sekitar distrik ini. Kau akan terjebak dalam beberapa transaksi terlarang. "


Suara si juru masak terdengar rendah dan datar sehingga tidak menunjukkan suatu emosi pun.


Fremea duduk di salah satu kursi kemah dan melihat sekeliling.


"Pokoknya, apa jenis restoran ini?"


"Restoran Cina."


"Nyahh. Aku tidak melihat orang-orang Cina di sini. "


"Di negara ini, ramen mentega garam dan minyak cabai ringan memenuhi syarat sebagai masakan Cina."


Last Order juga duduk di kursi, tetapi dia tidak menampakkan ekspresi wajahnya yang menunjukkan dia tahu segalanya.


"Misaka tahu bahwa restoran ini tidak memiliki menu, kata Misaka sembari Misaka mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi. Bagaimanapun juga, restoran ini hanya melayani satu hal !! Kata Misaka sembari Misaka mengacungkan jarinya untuk mempertegas informasi ini !! "


"Hanya satu jenis makanan mungkin," gumam salah satu pengawal dan salah seorang gadis lainnya menginjak kakinya.


Dengan mata tanpa ekspresi, juru masak mengatakan, "Yah, aku akan membuat sesuatu selama Kau mau membayarnya."


Dia kemudian membuka tutup dari panci perak dan menusukkan alat seperti garpu raksasa di dalam.


Hidung Fremea berkedut dan dia mendeteksi bau aneh yang manis.


"... Apa yang mereka jual di sini?"


"Potongan daging raksasa, kata Misaka sembari Misaka segera menjawab." Last Last Order menggembungkan dadanya tanpa ada makna. "Mereka memiliki potongan daging yang besarnya bukan kepalang yang bisa Kau lihat di manga memasak!! kata Misaka sembari Misaka berjalan ke depan dan menjelaskan meskipun dia belum pernah melihatnya !! "


"K-Kau pada dasarnya mengakui bahwa kau belum pernah melihatnya !! Nyahh !! Nyahh !! "


Dan kemudian apa yang Misaka telah jelaskan muncul.


Piring itu cukup besar untuk seluruh pizza besar ukuran keluarga tapi tidak ada lauk di atasnya. Isinya tidak lain hanyalah suatu chashu ayng teramat besar yang terpotong secara horizontal di atas piring. Lebarnya sekitar sedikit lebih besar daripada jelly roll yang dibeli di toko. [Chasu adalah daging babi yang dipotong mirip lembaran dengan dilumuri bumbu yang membuat permukaan kulitnya tampak merah, namun bagian dalam dagingnya masih berwarna original.] [Jelly roll adalah semacam kue yang berbentuk gulungan dengan isian jelly. Biasanya, kue ini tidak hanya diisi oleh jelly. Ada juga jenis yang berisi krim, namun namanya berubah menjadi roll-tart.]


Last Order membuat ekspresi seperti seseorang pelancong yang bisa berbahasa asing sebisanya.


"Lihat !? kata Misaka sembari Misaka matanya berbinar !! "


"... Pokoknya, itu terlihat seperti chashu, tapi memiliki bau yang agak manis. Juga, di luar tampaknya renyah. Apakah ini bahan makanan yang sama ketika kau memakan ramen? "


"Bahan-bahan makana itu secara khusus dibuat agar cocok dengan ramen Jepang. Itu terlalu berminyak untuk dimakan secara polos, " jawab si juru masak yang sedang membuka surat kabar olahraga seketika pekerjaannya sudah selesai.


Fremea tampak bingung.


"Ma-maka, apakah Kau menggunakan pisau dan garpu ...?"


"Ck, ck ck, kata Misaka sembari Misaka menggoyangkan jari telunjuknya sebagai pertanda keunggulan."


"Jika Kau, pokoknya, tetap bertindak sok tahu, aku akan membuang saus chashu ke seluruh pakaianmu. "


"Tunggu, tunggu !! Misaka akan memberikan penjelasan yang tepat, jadi tunggu !! kata Misaka sembari Misaka memohon Kau untuk berhenti !! " Last Orderr dengan panik meletakkan tangannya dan membentuk pertahanan, walaupun itu tak berarti. "Aku mengatakan bahwa benda itu adalah seperti potongan daging raksasa di manga, kan? kata Misaka sembari Misaka melakukan peninjauan ulang. Apakah Kau pernah melihat mereka dengan elegan menggunakan pisau dan garpu untuk makan potongan daging yang besarnya bukan kepalang itu!? kata Misaka sembari Misaka mengajukan padamu suatu pertanyaan penting !! "


"Tapi kemudian, pokoknya, bagaimana Kau memakannya?"


Last Order menjelaskannya dengan tindakan.


Dia meraih kedua ujung potongan daging raksasa dengan tangannya dan mulai mengunyahnya pada bagian tengah.



Part 7[edit]


Kamijou dan Thor berhasil melewati kepungan Anti-Skill dan menuju hotel kelas atas. Mereka melepaskan pakaian pemadam kebakaran dan membuangnya di tempat sampah logam dekat pintu masuk hotel dan kemudian pergi.


Saat mereka berjalan, Thor mengatakan, "Faktor-faktor penting di sini adalah Fraulein Kreutune, GREMLIN, dan kelompok Ollerus. Mereka semua bertempat di dalam Academy City, tapi kita masihlah tidak tahu di mana salah satu dari mereka berada. "


"... Bahkan GREMLIN? Aku pikir mereka rekanmu. "


"Jika kami selalu tahu di mana anggota yang lainnya, aku tidak akan mampu mengkhianati mereka seperti ini, bukan? Jika kita perlu bertemu, aku bisa menghubungi mereka. Tapi mereka akan curiga jika aku terus-menerus meminta untuk bertemu dengan mereka tanpa alasan yang jelas. "


Mereka berjalan di trotoar sebelah jalan utama untuk menjauhkan diri dari keributan. Selagi mereka melakukan itu, mereka melewati beberapa kelompok siswa yang melanjutkan persiapan Ichihanaransai sepanjang malam. Ketika ia melihat Anti-Skill menyelidiki ke atas jembatan penyeberangan, tulang belakang Kamijou menegang, tapi ia tersentak dan kembali sadar ketika Thor menyikut samping tubuhnya. Kegugupan hanya akan menarik perhatian mereka.


"Bagaimana denganmu? Ollerus pernah menghubungimu, kan?


"Ya, tapi kita tidak bertukar informasi kontak atau apa pun juga. Aku tidak tahu di mana dia. Dia bahkan tidak memberitahu aku berapa banyak orang yang dibawanya. ... Jika aku tiba-tiba memintanya untuk berhenti melawan GREMLIN atau bahwa ada jebakan di sekitar Fraulein Kreutune, ia tidak akan percaya padaku. Bahkan, ia hanya akan curiga, dari mana aku mendapat informasi tersebut. "


"Yang berarti ..."


"Perangkapnya harus diatur pada posisi GREMLIN. Kita tahu bagaimana menghubungi mereka dan mereka percaya pada kamu. Jika kita bisa membuat mereka berpikir bahwa kelompok Ollerus dan para elit Akademi City datang, aku ragu mereka akan mendekati Fraulein Kreutune sampai mereka memiliki konfirmasi yang lebih mendukung. "


"Ya, ya," kata Thor, memotong ide Kamijou. "Tapi itu akan membuat kelompok Ollerus bisa bergerak bebas. Memang benar bahwa apa yang akan dilakukan GREMLIN terhadap Fraulein Kreutune bukanlah sesuatu yang berujung pada kebaikan, namun memberikan dia kepada Ollerus juga tidak akan memperbaik situasi. Dia adalah dasar landasan semua rencana GREMLIN dan Othinus. Kelompok Ollerus sangat mungkin untuk berpikir merusak semua rencana mereka dengan membunuh Fraulein Kreutune walaupun kabar menginformasikan bahwa dia adalah makhluk abadi. "


"Jika GREMLIN jatuh pada perangkap kita, mereka secara alami akan meningkatkan kewaspadaan. ... Jika grup Ollerus menyadari perubahan kewaspadaan itu, aku pikir mereka akan mengirimkan pengintai. Itu adalah saat di mana kita dapat mengatur perangkap kedua . Aku tidak tahu di mana mereka berada di kota ini, tapi kelompok Ollerus pastilah akan muncul ketika mereka melihat perubahan itu. Kita bisa melakukan kontak kemudian. "


Dan jika mereka dapat memberikan informasi palsu kepada pihak yang memandu pergerakan kelompok Ollerus, yaitu para pengintai tersebut, seluruh kelompok akan kehilangan kemampuannya untuk membuat keputusan yang tepat.


"Jadi kita membuat GREMLIN berpikir mereka sedang diserang oleh kedua pihak, yaitu sisi Ilmu pengetahuan dan Kelompok Ollerus, dan kita membuat kelompok Ollerus berpikir mereka sedang diserang oleh GREMLIN dan sisi Ilmu pengetahuan? "


Dan kemudian setelah mereka meningkatkan kewaspadaan mereka dan berhenti melakukan pergerakan, Kamijou dan Thor bisa mengamankan Fraulein Kreutune dan menjauhkannya dari ancaman mereka. Itu adalah satu-satunya cara untuk melindungi dirinya.


Thor kemudian berkata, "Itu cukuplah suatu usaha yang menegangkan. Itu berarti kita akan berada pada posisi yang cukup dekat dengan kelompok Ollerus dan GREMLIN secara bersamaan. Jika perangkap tidak bekerja, kita bisa berakhir dengan bentrokan langsung dari mereka secara sekaligus. Dan aku yakin jika Fraulein Kreutune sangat mungkin terlibat di tengah pertikaian itu. "


"Semua ketegangan ini mulai saat Kau menginjakkan kaki di kota. ... Mudah-mudahan, perangkap kita dapat memberi waktu tenggang sehari ataupun paling tidak setengah hari. Menyelamatkan Fraulein Kreutune menjadi prioritas utama, tapi kita juga harus membuat persiapan setelah itu. Jika kita tidak menyeimbangkan semua rencana yang masih belum tentu waktu terjadinya ini, semuanya akan gagal. "



Part 8[edit]


Begitu mereka telah mengisi perut mereka, Last Order dan Fremea Seivelun meninggalkan Stan Food Spire di garasi parkir. Dan kemudian mereka memiringkan kepala mereka pertanda bingung.


"... Jalan yang mana menuju stasiun? kata Misaka sembari Misaka memiringkan kepalanya dengan bingung. "


"Pokoknya, jangan tanya aku. Nyahh, aku pikir Kau tahu segala hal. "


"Misaka memang up-to-date! Misaka hanya menanyai Kau !! kata Misaka sembari Misaka dipaksa untuk menjelaskan setiap hal kecil !! "


Mereka berdua memiliki ponsel yang diberikan kepada mereka oleh pengasuhnya, sehingga mereka bisa menentukan lokasi mereka dengan menggunakan fitur peta pada posel tersebut, tapi orang-orang memiliki kecenderungan untuk tidak memikirkan layanan yang mereka jarang gunakan ketika mereka benar-benar membutuhkannya.


Meskipun Distrik 10 memiliki ketertiban umum yang buruk, di sana masihlah ada cukup banyak rambu-rambu jalan. Ini karena tanah yang ada di sana cukuplah murah dan fasilitas distrik lain ingin menjauh dari distrik 10 tersebut.


Namun, tidak ada jaminan bahwa tanda-tanda ini akurat.


Tanda-tanda tersebut sudah pada bengkok, arahnya tertukar, dan banyak orang iseng membuat agar anak panahnya menunjuk arah yang salah.


Jika Kau bertanya kepada penduduk distrik mengapa mereka melakukan ini, mereka hanya akan mengatakan bahwa mereka tidak punya alasan yang nyata. Itu alasan yang sama ketika orang-orang memecahkan jendela sekolah di malam hari.


Dan ...


"Pokoknya, Distrik 7 adalah ke utara, jadi yakinlah jika kita tak akan tersesat bila mengikuti arah itu. "


"Oh, ide bagus !! kata Misaka sembari mata Misaka berbinar !! "


Kedua idiot ini melaju dengan kecepatan penuh kea rah yang mereka tuju, yang mana, tindakan ini cukuplah sering dilakukan oleh anak-anak ceroboh yang tersesat.


Tapi mereka terlibat ke dalam masalah bahkan sebelum mereka mencapai 500 meter pertama.


Mereka tiba di persimpangan berbentuk T dan tidak bisa melaju lurus ke depan lagi.


"... Apa yang harus kita lakukan? kata Misaka sembari Misaka memeriksanya hanya untuk memastikan. "


"Nyahh! Bila Kau tidak tahu, Kau harusnya meminta bantuan orang lain !! "


Meskipun tidak tahu di mana dia berada, Fremea meroket ke arah acak yang bahkan dia tidak ketahui. Last Order mengikuti setelah dia dan Fremea berbicara kepada seorang wanita tinggi yang tampaknya terlalu gegabah untuk menyebutnya “seorang yang tampak akrab.”.


"Pokoknya, arah mana ke Distrik 7 !?"


"...?"


Wanita itu memiliki rambut perak panjang.


Wanita itu memiliki kulit putih bersih.


Wanita itu bergoyang bolak-balik untuk meniru gerakan Fremea.


Wanita itu sedang dikejar oleh sejumlah besar orang.


Dan ... Wanita itu dikenal sebagai Fraulein Kreutune.



Part 9[edit]


Rencana mereka adalah membuat perangkap antara GREMLIN dan kelompok Ollerus.


Namun, mereka harus membuat beberapa persiapan terlebih dahulu.


Kamijou Touma dan Thor menuju ke sekolah tertentu. Karena persiapan Ichihanaransai, mereka dapat bebas masuk tanpa harus khawatir tentang keamanan meskipun agak larut malam. Dan karena alasan yang sama, daerah itu dipenuhi dengan peralatan.


Biasanya, Kamijou tidak akan pernah membiarkan siapa pun di sekolahnya terlibat dengan GREMLIN. Menciptakan titik kontak adalah terlalu berbahaya. Tapi dengan situasi yang seperti ini, diperlukan beberapa pengorbanan. Dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk mendapatkan apa yang ia butuhkan.


Tapi ... "Huh? Kamijou-chan masih belum kembali? "


Ketika Kamijou hendak melewati gerbang sekolah, ia mendengar suara itu dan berlari ke balik pohon di dekatnya.


Tsukuyomi Komoe, seorang guru wanita dengan tinggi 135 cm, dan Fukiyose Seiri, yaitu seorang anggota komite kelas Ichihanaransai, berbicara pada halaman sekolah.


"Tapi menurut Yomikawa-sensei, ia hanya terlibat dalam beberapa perkelahian, sehingga ia sudah dibebaskan dari markas Anti-Skill. "


"Dia tahu dia harus tinggal semalaman untuk bekerja, tapi dia menggunakan semua kehirupk-pikukan ini untuk menghilang! Seharusnya aku tidak mengharapkan apa-apa dari dia !! "


Daerah itu tampak tersiram dengan begitu banyak minyak sehingga suatu percikan tunggal akan mengubahnya menjadi lautan api. [Makna konotasi tentang betapa marahnya Fukiyose.]


Sembari keringat mengalir dari seluruh tubuhnya, Kamijou yakin akan satu hal. Dia akan berada dalam bahaya serius jika ia tertangkap di sini.


Perkiraan waktu untuk menyiapkan jebakan untuk para monster itu, yang baru saja nyaris berhasil dia bentuk, kini hampir sepenuhnya kacau.


"(... Hey! Hey, Thor !! Apa yang kalukan dengan hanya berdiri di sana !? Cepatlah bersembunyi !!)"


"Eh? Mengapa? Aku tidak punya alasan untuk bersembunyi. "


"(Karena Kau tiba-tiba berkelahi denganku waktu itu, sehingga nama Kamijou-san ini menjadi rendah di mata mereka!!) "


Kamijou memutuskan bahwa tidak bisa masuk melalui pintu depan, jadi dia menyeret Thor di luar lingkungan sekolah meskipun anak lelaki tampan yang cantik itu tidak mengerti apa alasannya. Sementara terus mengawasi apa yang terjadi di sekitarnya, Kamijou mencoba untuk menyusup ke bangunan sekolah melalui pintu belakang fakultas.


Biasanya ada mitos bahwa sekolah akan menjadi horor di malam hari, namun tidak ada hal semacam itu di sekolah. Lampu kelas dan lampu lorong berada di banyak titik dan banyak orang pelajar berlalu-lalang. Setiap kelas sedang mempersiapkan Ichihanaransai semenarik mungkin, sehingga mereka menciptakan berbagai karya seni dari kayu lapis dan itu menyebabkan lorong-lorong seklah sulit untuk dilewati karena banyak benda yang terhampar di sana.


Namun, suasananya berbaur dengan kegembiraan yang unik karena suatu acara besar akan datang.


Thor terlihat larut dalam suasana itu sehingga tampak begitu bersemangat, sampai-sampai Kamijou pikir dia akan mulai bersenandung.


"Bagus, bagus. Tidak buruk sama sekali. Seharusnya aku tadi membawa beberapa cat semprot. Aku merasa seperti ingin menempatkan beberapa grafiti di dinding. " [Grafiti adalah seni mencorat-coret dinding dengan menggunakan cat semprot. Beberapa diantaranya adalah suatu karya seni, namun banyak juga yang hanya keisengan belaka.]


"Jangan terperangkap dalam suasana hati yang aneh-aneh. Lebih penting lagi, apakah Kau siap?"


"Nah, benda spiritual-nya akan dihancurkan oleh tangan kananmu setelahnya. Aku memperbaikinya dengan benda yang aku punya di tanganku, tapi itu mungkin akan membuatku hanya bisa menggunakannya sekali lagi. Tapi aku pikir itu seharusnya cukup. "


"Baiklah. ... Hm? Hanya bisa menggunakannya sekali lagi??? " 


"Kenapa? Apa masalah? "


Jika itu adalah apa yang dikatakan Thor, pasti benar, tetapi hal tersebut entah kenapa membuat Kamijou terasa aneh.


Kemudian dia menyadari perasaan aneh itu.


Dia ingat beberapa jam yang lalu dia bertengkar argumen dengan seseorang yang tampak seperti Misaka Mikoto di dekat gedung tak berjendela. Jika Thor hanya dapat memakai kemampuannya hanya sekali lagi, maka siapa itu tadi?


"Dimana komputernya? Ini adalah sekolah Academy City, jadi kau harusnya memiliki banyak peralatan seperti itu, kan? "


"Laboratorium komputer mungkin adalah jawaban yang tepat. Aku cukup yakin ada beberapa printer mahal kelas atas di sana. "


Kamijou meragukan dia akan tidak akan mengalami masalah selama tidak seorang pun dari kelasnya yang melihat dia, sehingga ia mulai bersembunyi di balik benda-benda yang membuatnya semakin jauh dan menjauh dari kelasnya. Pada saat ia berada di daerah kelas-kelas seniornya, ia bahkan tidak bersembunyi ketika sekelompok gadis-gadis lewat.


"Apa itu tadi? Mengapa gadis-gadis dengan pakaian renang membawa ember mandi? "


"Mereka mungkin menggunakan ruang mandi yang ada di secretariat klub. Rambut mereka basah. " [Secretariat adalah kantor atau “markas” suatu klub ekstrakulikuler.]


"Tempat yang damai ini sangat hebat. Aku berharap aku hidup di suatu tempat seperti ini. "


"Aku tadinya juga hidup di sini! Tetapi orang-orang seperti Kau terus muncul dan sekarang aku dalam bahaya mengulang satu tahun pelajaran !! "


Mereka tiba di lab komputer yang lebih besar dari kelas normal dan memiliki sekitar 40 komputer yang berbaris di dalamnya. Tetapi para pelajar sudah memiliki komputernya masing-masing, sehingga jelas betapa tidak-diperlukannya dana yang dihabiskan untuk semua komputer ini dan perawatannya.


Pintu dibuka dan lampu telah ditinggalkan dalam keadaan menyala.


Ruangannya mungkin tidak dimatikan sehingga siswa bisa mencetak poster untuk Ichihanaransai.


Printer pribadi milik para siswa mungkin lebih akurat, tetapi ukurannya kebanyakan hanya bisa digunakan untuk mencetak kertas seukuran A4 saja. Mesin yang bisa mencetak pada ukuran poster A2 sangatlah sulit untuk ditemukan.


"Lampunya dibiarkan menyala..."


"Tapi tidak ada orang di dalamnya. Ini adalah kesempatan kita. "


Kamijou Touma dan Thor menyelinap ke laboratorium komputer. Langkah pertama dalam rencana mereka selesai.



Part 10[edit]


Marian Slingeneyer menggenggam ponsel sambil bersandar pada Mjonir yang berbentuk drum hitam besar.


"Hmm. Aku menemukan segala macam informasi yang belum dikonfirmasi mengenai Fraulein Kreutune. Aku tidak tahu apakah kemampuan 'modifikasi'-ku akan bekerja pada dirinya, sehingga Kau melakukan sesuatu terhadap hal itu, Thor. ... Aku tidak yakin apakah Mjolnir-ku bahkan bisa menang dalam pertarungan langsung menggunakan daya tembak. "


Drum itu berdentang-dentang pertanda protes, tapi Marian tidak mengindahkannya.


Suara yang berbicara melalui telepon tidak tampak begitu khawatir.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku sudah mulai mengambil tindakan. ... Tapi aku pikir mereka akan menyadari perubahan-perubahan di kota ini juga. "


"Maksudmu kelompok Ollerus itu?"


"Tepat. Kita akan membutuhkan daya tembak terkonsentrasi untuk menangkap target. Aku tak mau siapa pun mengganggu selama waktu itu. Itu sebabnya aku katakan kita menghancurkan siapa saja yang mungkin mengganggu. Kita harus bertemu. "


"Baik, baik," gumam Marian setengah hati sebelum mengakhiri panggilan.


Cara dia bergerak menelusuri kota dengan drum besar-nya mungkin terlihat lucu. Dan pada kenyataannya, ia menarik perhatian sejumlah besar siswa yang berjalan di sekitar dalam persiapan untuk Ichihanaransai. Alasan mengapa tidak ada yang menganggapnya sebagai seorang aneh yang berbahaya pastilah karena semua robot pembersihan dan keamanan yang juga berlalu-lalang di sekitar kota. Bagaimanapun juga bentuk mereka dan Mjonir tidaklah berbeda, sehingga itu adalah suatu pemandangan yang lumrah.


Tak satu pun dari para siswa menyadari identitas aslinya.


Gadis berkulit cokelat ini pada mulanya adalah seorang ahli dalam transformasi bentuk tubuh manusia dan menghancurkannya. Dia bisa dengan mudah mengubah semua keasyikan persiapan Ichihanaransai ini menjadi neraka mengerikan yang berserakan darah dan daging segar.


"Kata Thor tidak ada serangan dini yang dilakukan pihak lain, tetapi ini akan menjadi waktu yang tepat untuk membuat beberapa persiapan. "


Meski tahu betul apa yang akan terjadi jika dia menggunakan kekuatannya, nada Marian Slingeneyer terdengar jelas. Dia bukan orang yang ragu-ragu dalam perihal menghancurkan semua pemandangan damai yang ada di depan matanya. Thor telah memintanya untuk bertemu di alun-alun di depan stasiun Distrik 7.


Tempat itu terkenal sebagai tempat yang ramai akan banyaknya pejalan kaki bahkan setelah kereta terakhir berlalu, tapi distribusi penduduk lebih tersebar selama persiapan Ichihanaransai. Sehingga pada saat ini, tempat itu tidak terlalu padat.


"Pintu masuk Barat, barat pintu masuk ... hm? Harusnya di sini ya. Sekarang mana Thor ...? "


Marian melihat sekeliling dan mengeluarkan ponselnya karena dia tidak bisa menemukan orang ia cari.


Tapi kemudian ia membeku.


Mjolnir terguncang dengan ribut karena dia tidak tahu mengapa tiba-tiba Marian berhenti bergerak. Mata Marian Slingeneyer terbuka lebar dan menatap papan buletin yang didirikan di depan stasiun. Karena sekumpulan festival budaya yang dikenal sebagai Ichihanaransai semakin dekat, maka hampir segala sesuatu pada iklan tersebut berisikan informasi mengenai pementasan-pementasan di suatu sekolah.


Tapi sesuatu yang sangat berbeda ditampilkan secara mencolok di tengahnya.


Yang tertera di situ adalah foto besar wajah seorang gadis tertentu.


Dan terdapat beberapa informasi tambahan yang ditampilkan dalam tulisan kecil di bawah foto tersebut.


Dikatakan:


Marian Slingeneyer.


Tersangka yang berbahaya ini terkait dengan gangguan pada Baggage City. Dia terakhir terlihat pada Bright Stare Hotel. Jika Anda melihatnya, segera lapor pada pos Anti-Skill terdekat.


"... Tidak baik."


Marian Slingeneyer melihat sekeliling dan kemudian menjauh dari papan buletin. Plaza besar seperti itu selalu memiliki stasiun Anti-Skill terdekat, jadi dia meninggalkan sementara plaza tersebut dan memastikan tidak melihat ke arah stasiun.


Dia tidak takut kepada Anti-Skill.


Inti dari permasalahannya terletak di tempat lain.


Sambil ditemani oleh Mjolnir, Marian mengeluarkan ponselnya sekali lagi. Dia menelepon Thor.


"Thor, ini sangat buruk! Informasiku sedang ditampilkan di sekitar Academy City. Jika Kelompok Ollerus melihatnya, kita tidak bisa lagi menggunakan hotel yang kita telah gunakan sebagai tempat persembunyian !! "


"Academy City dan kelompok Ollerus. Berurusan dengan salah satu diantaranya tidak akan menjadi masalah, tapi aku lebih suka tidak berurusan dengan kedua pada waktu yang sama. ... Dan kelompok Ollerus mungkin akan mengambil keuntungan dari waktu yang kita habiskan ketika kita berurusan dengan Academy City untuk mencapai harta karunnya sebelum kita. "


"..."


Jika grup Ollerus telah menyadari betapa pentingnya Fraulein Kreutune, mereka mungkin mencoba untuk menghancurkan rencana GREMLIN dan Othinus dengan membunuh wanita yang seharusnya abadi itu.


Dan mereka belum menemukan pengganti untuknya.


Membiarkan kelompok Ollerus untuk menemukannya terlebih dahulu akan sangat berbahaya.


"Untungnya, aku membawa semua peralatanku. Kita hanya perlu untuk berpindah ke tempat persembunyian yang berbeda. Kita tidak memiliki bukti bahwa semua informasi yang beterbangan di sekitar kota ini bukanlah jebakan. Aku perlu suatu tempat menginap terlebih dahulu, jadi aku memiliki waktu untuk menganalisis semua ini. "


"Mengerti. Kau berdua terlalu mencolok. Pastikan untuk merahasiakan identitas kalian sehingga tidak ada seseorang yang melaporkan informasi tentang keberadaanmu. Bahkan jika beberapa pemabuk mengejar kalian, janganlah coba-coba memulai melawan. "


Marian Slingeneyer menutup telepon dan mendecakkan lidahnya.


Dia hampir melempar telepon ke tanah, namun derap dari Mjolnir berbentuk drum berhasil menghentikannya.


"Tapi bagaimana aku bisa menemukan tempat menginap yang baru? Jika mereka telah menetapkan poster wajahku sebagai tersangka, maka gambarku akan dikirim ke semua hotel. ... Aku kira aku harus mencari bangunan terbengkalai. "



Part 11[edit]


Duduk di kafe department store pada salah satu ujung alun-alun stasiun, Thor menutup teleponnya telepon.


"Dia mulai bergerak."


Thor dan Kamijou Touma telah menyebabkan Marian Slingeneyer bergerak ke alun-alun di depan stasiun Distrik 7, tetapi mereka tentu saja membuat beberapa persiapan terlebih dahulu.


Mereka telah menciptakan poster yang mereka rekayasa di papan pengumuman.


Thor telah menyamar sebagai Misaka Mikoto untuk mendekati Kamijou. Dia telah menggunakan sihir yang sama untuk meniru penampilan Marian. Mereka kemudian mengambil foto dengan kamera ponsel dan mencetak poster menggunakan komputer di sekolah mereka.


Jika seseorang dengan tenang menganalisis poster buatan tersebut, pastilah ada sejumlah cacat dan kesalahan, tapi Marian tidak tahu format gambar di Academy City dengan tepat, jadi itu cukup untuk membuat keringatnya mengucur deras.


Kamijou duduk di kursi yang berlawanan, menonton alun-alun melalui kaca. Ia menarik keluar buku pegangan siswanya.


"Tindakan yang tidak wajar dari Marian kemungkinan besar akan diperhatikan oleh kelompok Ollerus. Dan mereka akan mengirim para pengintai. Ini adalah satu-satunya kesempatan kita untuk dapat mengatur perangkap kedua. "


"Apakah kau benar-benar akan melakukannya?"


"Apakah Kau yang khawatir tentang aku yang akan bekerja seenak perutku sendiri?" Kamijou tersenyum ringan. "Kita perlu perangkap untuk menyesatkan Ollerus dan anggota kelompok lainnya. Yaitu sesuatu perangkap untuk memastikan mereka tidak berpapasan dengan GREMLIN. Jika Kau pergi denganku, Ollerus dan yang lain akan menggunakan semua yang mereka miliki untuk mengalahkanmu. Itu hanya akan memutar balik prioritas kita. Juga, " lanjutnya. "Kau satu-satunya orang yang dapat pulih dari serangan Fraulein Kreutune. Jika Aku menerima serangannya tanpa adanya Kau di sekitar, maka semuanya akan berakhir. Itu berarti Kau adalah kartu truf terakhir kita. ... Pokoknya, berikan aku pena itu. Ini berdasar air, kan? "


Pena telah ditinggalkan di meja untuk mengisi kartu survei pelanggan, tetapi Kamijou menggunakannya untuk menulis sesuatu di buku pegangan muridnya.


"Jika Marian sungguh dalam keadaan panik ketika melarikan diri, dia akan menggunakan sihir untuk menjaga musuh agar tetap menjauh. Setidaknya itu bukan jenis sihir mengerikan yang menggunakan manusia sebagai bahan amunisi seperti di Baggage City, bukan? "


"Kalau dia menyerang, mungkin. Tapi ketika di sedang melarikan diri, dia tidak ingin menimbulkan keributan. Bahkan seseorang yang terobsesi dengan memodifikasi orang sepertinya, dia akan berhati-hati di sini. Memodifikasi tubuh manusia bukan hanya satu-satunya kemampuan khusus Marian Slingeneyer. Meskipun memang itulah kemampuannya yang membuat dia dikenal. "


"Apakah Kau punya perkiraan tentang apa yang mungkin dia lakukan?"


"Mitologi Nordik adalah sihir yang melibatkan beberapa dekorasi yang bisa membuat tubuh penggunanya menjadi tak terlihat. Marian bisa saja menggunakan sesuatu seperti itu karena dia bisa menciptakan senjata para dewa, "kata Thor.


"Dan ada satu faktor umum di antara semua sihir yang membuat penggunanya tak terlihat. Penyihir yang menggunakannya tidak mengetahui apakah dia benar-benar sudah tidak terlihat ataukah belum. ... Sejak dia masuk alun-alun, aku telah menambahkan beberapa 'bumbu' spesial milikku pada daerah di sekitarnya, sehingga itu akan gagal. Itu berarti kau bisa terus mengawasinya. "


"Aku paham," gumam Kamijou sambil menyeka beberapa tetesan air dari tepi luar gelasnya yang berisi kopi dingin dan menggosoknya pada suatu halaman buku muridnya. "Maka aku akan pergi. Jika aku tidak bisa bertemu kembali denganmu, kau lanjut saja duluan. "


Kamijou meninggalkan kafe dan menuruni eskalator. Dia keluar dari department store dan melihat sekeliling.


Dia melihat Marian Slingeneyer yang rambutnya dikepang dan berwarna perak itu.


Dia mengambil napas dalam-dalam dan perlahan-lahan mulai mengikutinya.


Tentu, dia tidak bisa membiarkan Marian melihat dia. Namun tujuan Kamijou bukanlah membuntuti Marian Slingeneyer. Dia benar-benar ingin melihat orang lain yang mengikutinya, jadi adalah situasi yang agak rumit. Yaitu membuntuti seseorang untuk mengetahui siapa pihak lain yang akan membuntuti orang tersebut. Ini mirip dengan melepaskan suatu umpan di kolam untuk mengetahui ikan jenis apa saja yang suka terhadap umpan tersebut.


Sehingga fokus utamanya bukanlah Marian, melainkan sesuatu yang dibelakangnya.


Kamijou mengikutinya sampai keluar dari alun-alun, menyusuri jalan sempit, dan belokan demi belokan. Sementara itu, ia terus fokus pada daerah sekelilingnya.


Jika pengejar Marian menggunakan semacam sihir untuk mengubah mereka jadi tak terlihat atau menyembunyikan kehadiran mereka, usahanya untuk menemukan mereka dengan lima indra normal akan sia-sia, tapi ...


(Ini semua juga akan sia-sia jika Marian Slingeneyer merasakan semacam kekuatan sihir. Aku kira Kelompok Ollerus yang memutuskan untuk menggunakan sihir adalah suatu keputusan yang sangat berbahaya.)


Marian pastinya khawatir atas kemungkinan diikuti oleh Anti-Skill karena dia mengambil rute jauh lebih memutar daripada rute normalnya.


Setelah beberapa putaran yang tidak perlu, bahu Kamijou melonjak.


Sesuatu tampaknya tidak berjalan dengan benar.


Itu dia sadari setelah ia berbelok di tikungan berikutnya. Ia menyadari itu dari penutup yang melindungi isi dari mesin penjual otomatis. Dia telah melihat sesuatu yang tercermin pada penutup mesin penjual tersebut.


Kamijou berhenti mengejar Marian, dia bisa melihat suatu retakan terbuka di pintu belakang suatu bangunan, dan sesuatu menyelinap dari dalam.


Dia dengan diam-diam menutup pintu dan mendengarkan jejak seseorang yang datang dari luar.


Dengan punggung menempel dinding, Kamijou memandang meja di dekatnya. Stan dan panggung untuk Ichihanaransai dibuat di halaman sekolah, tapi toko yang normal juga akan membuat dekorasi khusus untuk acara ini. Itulah mengapa ada kotak-kotak perkakas di atas meja itu.


Kamijou meraih bor listrik yang tampak seperti pistol.


Sementara itu, sesosok yang suara jejak kakinya terdengar itu terus melewati pintu dan melanjutkan untuk mengikuti Marian.


Sebelum suara jejak langkah kaki itu menghilang, Kamijou meraih gagang pintu belakang. Dia perlahan-lahan memutar kenop agar tidak menimbulkan suara dan membuka pintu sedikit.


Dia mengintip ke luar.


Dia melihat sesosok punggung yang mungil.


Dia melihat beberapa helai rambut yang tak asing baginya.


Ia melihat seseorang yang Thor namai sebagai salah seorang anggota kelompok Ollerus.


"... Leivinia Birdway ..."


Meski dia sudah tahu kalau ini akan terjadi, semua pemandangan ini masihlah benar-benar membuat dada Kamijou sesak.


Kepulauan Hawaii. Baggage City.


Dia adalah penyebab lain dari insiden tersebut, meskipun dia bukanlah penyebab langsungnya seperti apa yang dilakukan GREMLIN.


Dia bisa merasakan kesadarannya tumbuh bergoyah dangan anehnya, tapi ia tidak bisa berhenti di situ. Jika Marian Slingeneyer dan Leivinia Birdway bentrok, rencana Kamijou untuk mengelabui setiap kelompok dalam menjauhkan diri dari satu sama lain akan gagal.


"..."


Kamijou memperketat cengkeramannya pada bor listrik.


Dia membuka pintu belakang bangunan lebih jauh dan melangkah keluar ke gang keluar yang sempit.


Dia sudah mengambil keputusan.


Dan dengan cara itu, menangkap gadis itu terlebih dahulu akan lebih baik dari alternatif lainnya.



Part 12[edit]


Distrik 7 ada di sebelah sana.


Jika Kau tidak tahu arah, lihatlah bintang-bintang.


Tidak terlalu jauh untuk berjalan.


"O-ohhhh! Aku mengenali daerah ini, kata Misaka sembari Misaka benar-benar terkesan. Misaka berpikir kita menemukan ratu informasi yang sebenarnya, kata Misaka sembari Misaka terkejut oleh penyusup yang tiba-tiba. "


Last Order melihat sekeliling dengan mata lebarnya ketika ia berhasil kembali ke Distrik 7 berdasar pada petunjuk arah dari Fraulein Kreutune.


Fremea Seivelun meletakkan tangannya di pinggul dan berkata, "Nyahh. Inilah susahnya bersama-sama dengan anak yang hilang. Pokoknya, aku lebih suka kau tidak menyebabkan aku dapat begitu banyak masalah. "


Bahkan sampai sekarang, dia tidak menyadari bahwa dialah yang telah hilang.


Sementara Itu ...


"...?"


Kedua gadis itu meraih tangan Fraulein Kreutune dan menyeretnya bersama mereka.


Last Order menepuk-nepuk Fraulein Kreutune di punggungnya dengan telapak tangan kecilnya.


"Misaka menebak dia harusnya terima kasih, kata Misaka sembari Misaka meremehkanmu sementara dia juga berterima kasih kepadamu! Ngomong-ngomong, siapa namamu? "


"Namaku ..."


Tanpa menggerakkan lehernya, Fraulein Kreutune menatap ke atas dengan hanya menggunakan pergerakan bola matanya. Tampaknya seperti dia mencoba mengingat sesuatu seakan-akan dia sedang melakukan pencarian mekanik untuk sepenggal informasi di antara sejumlah besar data.


"Fraulein Kreutune. Itulah namaku. "


"Oke, sekarang mari kita bertukar alamat email! kata Misaka sembari Misaka berlanjut ke misi berikutnya !! Ternyata, itu adalah upacara untuk mendapatkan teman-teman !! " "...?"


"Nyahh. Pokoknya, apakah Kau memiliki ponsel? "


"... Ponsel ..."


Bola mata Fraulein Kreutune berguling-guling ke beberapa sudut berbeda dengan anehnya, tapi dia tidak tampaknya dapat menemukan jawaban yang memuaskan.


Dan apakah dia menemukan jawaban ataukah tidak, itu bukanlah masalah bagi Last Order ataupun Fremea.


"Pokoknya, apa boleh buat. Nyahh! Kau dapat meminjam ini! "


Mengatakan itu, Fremea menarik perangkat berbentuk telur dari sakunya. Salah satu ujung perangkat tersebut memiliki string dan perangkat logam bulat seperti gantungan kunci terpasang padanya. Itu security buzzer milik anak-anak. [Security buzzer jugalah salah satu perangkat yang jarang ada di negara kita. Pada dasarnya ini adalah suatu alaram yang berbentuk bola kecil, lengkap disertai tali string yang mudah ditarik. Alaram ini populer di Jepang dan selalu dibawa oleh anak kecil, seperti anak TK, untuk dibunyikan dikala mereka diserang oleh para pedofil.]


Hamazura dan yang lainnya telah memberikannya padanya untuk jaga-jaga jikalau Freshmen menyerang. Itu bukanlah suatu benda yang spesial, sehingga akan sia-sia terhadap segala jenis gangguan dari pihak yang sudah ahli, sehingga New ITEM tidak begitu mengandalkan peralatan seperti itu.


Fremea dengan angkuh mulai menjelaskan sesuatu.


"Ini menggunakan sesuatu yang disebut GPS, jadi jika Kau menarik string-nya, ia akan mengirimkan informasi tentang lokasimu saat ini ke ponsel yang terhubung dengan itu! Jika Kau mengambil ini dan melakukan ini dan ini, Kau akan aman! Pokoknya, Kau hanya perlu menarik string-nya jika Kau ingin bertemu dengan kita. Kita akan datang secepat kilat untuk bertemu denganmu !! "


Tentu saja, jika dia bisa menggunakan GPS dengan baik dan benar, dia seharusnya tidak tersesat seperti ini, jadi sangatlah jelas bahwa Fremea tidak benar-benar mengerti bagaimana benda itu bekerja.


"Oh, oh. Tapi jikalau kita ingin bertemu dengannya, benda seperti ini tidak bisa digunakan, kata Misaka sembari Misaka mengajukan keberatannya. "


"Heh heh heh. Ini sebenarnya dapat menerima email yang sederhana tanpa biaya! Pokoknya, ini dapat menerima tapi tidak bisa membalas email di bawah 150 karakter dari ponsel yang terdaftar, sehingga banyak keterbatasan yang mengganggu pada benda ini !! "


"...?"


Fraulein Kreutune memiringkan kepalanya dengan bingung sambil menatap security buzzer yang telah diberikan kepadanya.


Sementara menatap wajah wanita itu, Last Order mengatakan, "Upacaranya sudah selesai, jadi sekarang kita resmi jadi teman, bukan !? kata Misaka sembari Misaka memeriksa untuk memastikan !! "


"... Teman?"


"Nyahh. Pokoknya, aku tidak melihat alasan mengapa kita tidak bisa berteman. "


"... Teman."


Fraulein Kreutune semakin memiringkan kepalanya saat ia terus berpikir. Akhirnya, bola matanya berguling-guling untuk terakhir kalinya.


"Ya, mengerti. Kita adalah teman. "



Part 13[edit]


"Dan di sinilah aku berada."


Leivinia Birdway tampak mengangkat bahunya dengan tangan terulur horizontal dan menengadah ke atas.


Dia terus berbicara tanpa berbalik.


"Kau sudah berubah sejak terakhir kali aku melihatmu. Apakah Kau tidak lagi menggunakan kekuatan kanan tanganmu? Nah, aku akan mengakui bahwa bor listrik-mu ini akan lebih berguna pada waktu tertentu dan dalam situasi tertentu, tapi bisakah Kau berhenti menekankan ujung bor pada bagian belakang kepalaku? "


"Jangan bergerak," kata Kamijou dengan suara yang tenang dari belakangnya. Dia sangat menjaga jarinya dari menekan tombol seperti saklar di bagian bawah “senjata”-nya itu, dan dia bisa menekannya kapan pun. "Aku tahu kau bisa dengan bebas menggunakan kekuatanmu yang cukup konyol itu untuk mengontrol asosiasi sihir. Mungkin tidak ada yang bisa aku lakukan jikalau aku harus melawan kelompok kalian. Tapi aku punya keuntungan di sini. Aku akan mengaktifkan bor sebelum Kau dapat melakukan apa pun. "


"Apakah kau benar-benar akan melakukannya?" Meskipun menghadapi nasib yang jauh lebih mengerikan daripada ditembak dengan peluru, otot Leivinia Birdway bahkan tidak sedikitpun menegang. "Jangan bilang kau benar-benar berpikir bahwa Kau bisa membunuhku dengan sesuatu seperti itu. "


"..."


Kamijou tidak menanggapi dan mengalihkan pandangannya dari Birdway.


Marian Slingeneyer harusnya tidak menyadari keberadaan mereka karena dia menghilang di sekitar tikungan berikutnya.


Birdway mendesah putus asa seperti seorang pemancing yang melepaskan ikan tangkapannya.


"Aku tidak pernah mengira Kau untuk bertindak atas nama GREMLIN setelah semua yang terjadi. Apakah Kau benar-benar memahami apa yang Kau lakukan ini? "

NT Index v05 229.png

"Jika Kau bertanya apakah yang aku lakukan ini benar atau salah, aku tidak tahu. Tapi setidaknya, aku mencoba untuk memikirkan semuanya sendirian. "


"Kau benar-benar sadar bahwa semua tindakanmu ini mungkin merupakan tipu muslihat dari mereka, bukan? "


"Kaulah yang ahli dalam melakukan sesuatu seperti itu."


"..."


Napas Leivinia Birdway berhenti sejenak dengan cepat.


Kamijou terus melanjutkan tanpa menghiraukan itu.


"Aku melihat neraka di Baggage City itu. Setelah melihat itu, aku tidak bisa lagi percaya dengan polos kepada orang sepertimu yang hanya menggunakan aku tanpa mempertimbangkan hasil apa yang akan terjadi. "


"Apakah kau keberatan jika aku memberikan pendapatku tentang hal itu?"


"Apakah kau akan mengatakan bahwa itu semua dimaksudkan untuk membuat kerusakan seminimum mungkin?" Kamijou bisa merasakan tangannya yang memegang bor tersebut mulai bergetar dengan tidak wajar dan dia terus mencoba untuk tetap mengendalikan kegugupannya. "Kau mungkin ada benarnya. Seseorang seperti Kau mungkin bisa melakukan perhitungan yang rumit, yang anak SMA biasa seperti aku tidak bisa lakukan. Kau mungkin bisa menemukan suatu jawaban optimal dalam jangka waktu terpendek. Mungkin semua kekacauan itu akan menyebar ke seluruh dunia yang akhirnya hanya akan mengarah ke masa depan yang jauh lebih mengerikan jika Baggage City tidak berubah menjadi neraka seperti yang sudah terjadi. Itu jawabanmu, bukan? ". Kamijou membicarakan akan suatu kemungkinan yang lebih buruk dan mengasumsi bahwa kehancuran di Baggage City adalah suatu kekacauan “kecil” yang harus terjadi.


"Yahh ..."


"Tapi," lanjut Kamijou, sambil memotong tanpa menghiraukan apakah Birdway hendak melanjutkan kata-katanya ataukah tidak. "Setelah melihat itu, aku tidak bisa mengakui alasanmu itu sebagai jawaban terbaik. Kihara Kagun mati. Kenyataan itu membuat seorang gadis bersedih dan menangis pilu! ... Jika itu terjadi karena ada sesuatu yang tidak beres, maka itu adalah salah. Tapi itu semua bukanlah masalah di matamu!! Aku tidak tahu apa yang Kau peroleh dari menyebabkan semua itu kejadian ini, tapi Kau masih membutuhkan semua kekacauan di Baggage City tersebut demi tujuanmu sendiri. Kenyataan itu tidak berubah !! "


Kamijou mulai mengatakan "Bagaimana aku ..." tapi dia bisa merasakan bibirnya gemetaran.


Dia terguncang.


Mengapa begitu?


Apakah ia tidak mampu mengendalikan amarahnya sendiri? Apakah sakit karena Birdway telah mengkhianati dirinya kembali terasa? Atau dia masih ingin Birdway mengatakan bahwa semua penghianatan yang dirinya terima tidak lebih dari suatu kesalahan yang tidak disengaja? Apakah dia begitu ingin mendengar perucapan ma’af dari Birdway? Apakah ia begitu terguncang karena ia tidak menerima semua perkataan yang dia harapkan itu?


Kamijou dengan paksa melontarkan semua perkataan itu sementara dia masih tidak memahami kondisi mentalnya sendiri.


"... Bagaimana aku bisa tanpa syarat mempercayai seseorang yang melakukan itu !?"


Leivinia Birdway tak bergerak beberapa saat.


Karena dia hanya menatap punggungnya, Kamijou tidak bisa melihat ekspresinya.


Beberapa waktu berlalu.


Akhirnya, Birdway mendesah kecil dan perlahan-lahan berbicara.


"Yah, aku tahu ini adalah suatu kemungkinan."


"... Apa?"


"Hanya mengecek ulang prioritasku. Dan sekarang biarkan aku mengatakan sesuatu yang lain: Pindahkan mainan menyedihkan-mu ini dari belakang tubuhku. Apalagi ini bukan suatu kunjungan persahabatan. Aku tidak akan berbaik hati jikalau ada seseorang asing yang melakukan suatu tindakan seperti ini pada diriku. "


Nada suara Leivinia Birdway tampaknya benar-benar berubah seperti saklar yang dibalik.


Kamijou Touma sebelumnya tidak pernah mendengar nada suara seperti ini yang keluar dari mulutnya.


Itu dingin.


Kedengarannya seperti kematian.


"Kini biarkan aku blak-blakan. Apakah kau sadar bahwa justru kaulah yang menciptakan semua situasi ini, shingga jikalau aku membunuuhmu, mayatmu bahkan tidak berhak untuk protes? Kau telah secara pribadi membuang hal yang memungkinkan Kau untuk bisa membuat permohonan yang mengharukan untuk diampuni. "


Konfliknya tampak tidak dapat dihindari.


Dan Birdway sepertinya menampakkan sesuatu yang belum pernah dilihat Kamijou sebelumnya.


Meskipun memiliki keuntungan luar biasa dalam situasi tersebut, Kamijou merasa tangan kanannya terkaku dengan tidak wajar karena memegang bor listrik. Dia merasa seolah-olah kecemasan dan ketakutan merusak logika di otaknya, sehingga situasi yang seharusnya membuatnya bisa mengendalikan seluruh pilihan, berubah menjadi keterbatasan yang sangat sempit.


Tiba-tiba ada teriakan dari pihak ketiga yang menghancurkan semua ketegangan ini.


"Hei! Sedang apa kalian disana !? "


Suatu cahaya kuat menyapu mereka dan Kamijou berbalik arah tanpa pikir panjang. Beberapa anggota Anti-Skill berjalan mendekatinya. Dan mereka tidak bisa membedakannya dengan seketika, apakah penyihir ataukah esper.


Apa yang tampak bagi para Anti-Skill ini adalah:


Si A sedang menodongkan sepucuk senjata berbahaya pada si B.


"Tidak baik. Turunkan todongan senjatamu ini dan….. !! "


Birdway yang bereaksi pertama kali.


Tapi Anti-Skill mengambil tindakan sebelum dia bisa menyelesaikan perkataannya.


Beberapa tembakan terdengar dan Kamijou Touma merasakan rasa sakit merebak melalui tubuhnya.


Rasanya seperti ada benda panas yang menghanguskan yang merobek tubuhnya.


Semua kekuatan tangan kiri dan kanannya beserta bor listrik jatuh ke tanah. Bahkan saat ia masih tidak mengerti mengapa dia telah kehilangan kekuatan di lengannya, ia bisa merasakan rasa sakit terus menyebar ke seluruh bagian tubuhnya.


Dia bahkan tidak punya kekuatan untuk melihat ke bagian bawah tubuhnya sendiri.


Dan di saat berikutnya, Kamijou runtuh ke aspal. Kesadarannya hilang secara berangsur-angsur dan ia hanya bisa menangkap apa yang terjadi di sekitranya secara terpotong-potong.


Dia mendengar suara-suara orang dewasa yang berteriak dari kejauhan.


"Otak udang !! Mengapa Kau ... mengisi senjatamu dengan amunisi !? "


"T-tapi aku ... !!"


Kamijou merasa ada sesuatu yang penting mengalir keluar dari lubang di tubuhnya seperti udara bocor pada balon. Perasaan tidak nyaman dan berlendir menutupi bagian atas tubuhnya.


Dia mendengar Birdway berbicara.


"Diam kau !! ... Panggil saja ... ambulans! Aku ... hanya…..dapat melakukan…..pertolongan…………pertama…….Bagaimana bisa ... aku percaya ... Kau! "


Matanya berkedip-kedip masuk dan keluar.


Dia mulai mengalami kesulitan mengingat situasinya saat ini.


Pertolongan pertama telah dikatakan, tapi apa yang bisa Kamijou ketahui adalah bahwa ia digulingkan ke belakang. Dia memiliki perasaan bahwa ada seseorang melakukan sesuatu ke pusat tubuhnya, tapi dia tidak bisa membayangkan apa yang mereka lakukan atau apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan dia.


Dan ...


Ia melihat sesuatu yang aneh selama pertolongan pertama.


Dia mendengar seperti suara goresan antar kertas.



Ketika Leivinia Birdway mendengar sirene ambulans, ia menghentikan tangan berdaranya. Apa yang ia mampu lakukan sebagai pertolongan pertama hanyalah menekankan saputangannya pada luka.


Ambulans tidak bisa memasuki gang yang sempit, sehingga berhenti di jalan luar. Sejumlah EMT mendekat, dan mendorong tandu. [EMT = Emergency Medical Technician]


Birdway berteriak pada mereka.


"Peluru itu menghantam sisi kanannya, sampai tembus! Tidak ada tanda-tanda pelurunya melukai arteri atau organ apapun !! Tetapi beberapa fragmen peluru mungkin masih berada di dalam. Jangan hanya berpikir bahwa ketika pelurunya sudah keluar dari tubuh, maka tidak ada benda berbahaya yang tertinggal di dalamnya. Pastikan untuk melakukan pemeriksaan yang tepat !! "


"Mengerti. Serahkan sisanya kepada kita !! "


"Laksanakan saja pekerjaanmu. Itu harusnya mampu menyelamatkannya. "


Anti-Skill mulai memanggil Birdway untuk bertanya tentang situasinya. ... Tapi mereka membeku di tempat ketika dia menatap mereka dengan sinar mata setajam pisau. Jika mereka memanggilnya dengan kasar, mereka mungkin sudah hancur berkeping-keping.


Karena ia telah menggunakan saputangannya untuk pertolongan pertama, dia tidak punya alat untuk menyeka darah merah dari tangannya.


Birdway meringis dan mulai meninggalkan lokasi. Saat itulah dia menarik sesuatu dari saku roknya.


Itu adalah buku pegangan siswa milik Kamijou Touma. Birdway menelepon seseorang menggunakan telepon selulernya, menyipitkan mata, dan berkata, "Ya, ya. Itu benar. Aku bertemu dengan beberapa gangguan tetapi dari sumber yang tak terduga. GREMLIN telah menang dengan memiliki Kamijou Touma. "


Dia membalik-balik buku pegangan siswa dengan tangan yang berdarah.


Birdway tidak melakukan pertolongan pertama itu untuk suatu alasan yang berdasarkan rasa iba dan kasih sayang. Karena ia telah menghapus jejak satu-satunya orang yang bisa didapatkan beberapa petunjuk darinya, dia ingin sumber informasi baru. Dia juga punya alasan logis.


Kamijou Touma telah dikalahkan, tapi ia tahu siapa dalang di balik tindakannya.


Dengan fakta itu di dalam pikirannya, Birdway terus berbicara.


"Kamijou Touma bekerja sama dengan ... Marian Slingeneyer. Dia memiliki informasi kontak yang ditulis dalam buku itu. Meskipun aku tidak bisa membaca angkanya karena terhalang keringat atau sesuatu telah membuat tintanya rusak. Bagaimanapun, tampaknya markas GREMLIN ada di Distrik 12. Jika kita ingin menghancurkan mereka dalam suatu serangan mendadak, ini akan menjadi kesempatan sempurna untuk mengkosentrasikan pasukan kita. "



Setelah EMT menempatkan dia di tandu, pandanga redup Kamijou menyaksikan Birdway menelepon seseorang.


(... Itu tujuannya.)


Kamijou tidak memiliki kontak dengan kelompok Ollerus sehingga dia tidak bisa menghubungi salah satu dari mereka. Dan bahkan jika ia memilikinya dan tiba-tiba datang kepada mereka dengan beberapa informasi yang berguna, mereka hanya akan menjadi curiga.


Itulah mengapa ia tidak memberitahu mereka secara langsung.


Dia telah menulis informasi palsu dalam buku pegangan muridnya, membuat tinta dari pena berbasis air yang mudah luntur, dan kemudian sengaja menghilangkannya.


Mereka tidak akan percaya kalau dia telah mengatakan kepada mereka secara langsung.


Dan ...


Dia sudah merencanakan dengan sengaja agar mereka mencuri informasi dari sakunya.


Dengan membuat mereka berpikir itu adalah informasi yang ia ingin jaga, mereka akan percaya bahwa itu adalah benar.


Namun, ia tidak mengharapkan Birdway lah yang harus berurusan dengannya dan ia pasti juga tidak mengharapkan Anti-Skill campur tangan sehingga membuat dia berada di ambang kematian.


(Sekarang Birdway telah berpikir keliru bahwa aku memiliki koneksi dengan Marian. Fakta bahwa kita pernah bertemu sebelumnya di Baggage City akan semakin mempertegasnya dan membuatnya logis. Jika Birdway melaporkan ini kepada kelompok Ollerus, mereka akan cenderung menuju ke Distrik 12, di mana mereka tidak akan menemukan apa pun.)


Mereka telah mengirimkan kelompok GREMLIN dan Ollerus pada arah yang berlawanan.


Tidak jelas berapa banyak waktu yang akan mereka habiskan di sana.


Tapi untuk saat ini setidaknya, mereka telah menghindari perang habis-habisan dengan Fraulein Kreutune di pusat kota.


(Kumohon, Thor. Fraulein Kreutune kini sudah bebas. Jika dia terus mengamuk, itu hanya akan menarik kelompok GREMLIN dan Ollerus kembali ke padanya.)


"Gh ... bh !? Uhuk!!! Uhuk !! "


"Tenang! Hei, apakah tipe darahnya sudah tercatat !? Jika kita tidak tahu jenis darahnya, kita tidak bisa memulai transfuse darah. Larutan garam hanya bisa memberi sedikit bantuan!! "


Setelah ditempatkan dalam ambulans, pintu belakang terbanting menutup, menghalangi semua pandangannya pada apa yang terjadi.


Pada saat yang hampir sama, kesadaran Kamijou lenyap.


Suara sirine ambulans yang melengking harusnya mengusiknya, tapi dia bahkan tidak bisa mendengarnya.



Epilog: Lapaskan Pengekang-pengekangnya — Install......Completion.[edit]


Hari itupun berakhir.


Persiapan hampir berakhir.


Dan Ichihanaransai akhirnya mulai.


"... Teman."


Setelah berpisah dengan Last Order dan Fremea Seivelun, Fraulein Kreutune berdiri sendirian di tengah malam.


"Teman."


Dia tahu kata tersebut, tetapi tidak memiliki makna baginya. Dari apa yang bisa dilihat pada catatan gelap perburuan penyihir dan laporan analisis ilmiah yang dilakukan pada ya, seseorang bisa menebak betapa lemah arti kata “teman” tersebut dalam hidupnya.


Dia memegang perangkat yang kira-kira seukuran dan berbentuk telur.


Link kecil di tangannya memungkinkannya dia untuk memanggil seseorang agar datang pada dirinya hanya dengan menarik seutas tali.


Setelah berpikir sebentar, bola matanya berguling di sudut yang aneh.


"... Ketemu ..."


Suara seorang laki-laki mencapai gendang telinganya.


Seketika setelah dia mendeteksinya, dia juga mendengar suara udara terkompresi yang dilepaskan dan kontainer berbentuk seperti kaleng minuman terbang di udara dan mendarat di kakinya. Dengan sedikit celah di antara keduanya, tiga atau empat kontainer terbang ke arahnya dari jarak yang agak jauh. Setiap kali benda itu terlempar, tabir asap putih menyembur dari dalam kaleng-kaleng itu. Dalam waktu singkat, tabir asap tebal telah menyebar sekitar 20 meter di sekitar Fraulein Kreutune.


Asap itu mengandung kandungan mematikan yang bisa merangsang selaput lendir wajah sehingga mempengaruhi panca indera dan pernapasan.


Campuran bahan kimia tersebut dirancang juga untuk memiliki sifat anti-mesin dengan menghalangi suara dan cahaya, kecuali sinar ultraviolet pada panjang gelombang tertentu.


Efek asap itu menyebabkan suara-suara di sekitarnya menjadi bergema dengan aneh. Asap-asap itu menusuk ke kepala Fraulein Kreutune dengan bergelombang-gelombang.


"Tangkap dia !! Dia adalah tersangka nomor 1 dalam dakwaan serangan terhadap ketua! Kita tidak punya alasan untuk ragu !! "


Para anggota Anti-Skill mengenakan masker khusus yang membuat mereka terlihat seperti berwarna sedikit abu-abu. Mereka menyerbu ke dalam asap dengan menggunakan sensor khusus yang diselipkan melalui jarak antara efek jeda pada asap itu.


"..."


Fraulein Kreutune tetap diam sementara waktu.


Tangan kanannya masih memegang perangkat berbentuk telur.


Bola matanya bergulir pada arah yang tampak aneh seakan dia baru mengalami tindakan kekerasan.



Beberapa "kegelapan" ada dalam Academy City, dan "kegelapan" ini masing-masing memiliki berbagai jenis kepekatan. Mereka seakan-akan saling menyusun puzzle yang bila dikumpulkan sampai komplet, akan terlihat secara utuh bagaimana wujud dari kegelapan sejati pada Academy City.


Ini akan mudah untuk membayangkannya sebagai sesuatu seperti segerombolan serangga bersayap yang menutupi mayat hewan-hewan yang membusuk.


Dan sebagian dari "kegelapan" itu memiliki posisi yang sangat dekat dengan dewan direksi yang mengontrol pengelolaan Academy City.


Secara resmi, fasilitas itu adalah turbin gas pembangkit listrik yang menyediakan listrik darurat untuk kantor administrasi.


Namun, "ia" berada dalam fasilitas bawah tanah yang luas dan tersebar di bawah Distrik 3 yang rapih.


"Hei, sini. Hei, sini. Hei, sini. Maaf karena telah meninggalkan Kau sendirian seperti itu. Bahkan kita, para Kihara, harus terlibat dalam keributan di Baggage City, " kata seorang wanita sambil melangkah turun dari lift industri.


Dia mengenakan jas lab longgar di atas baju murah yang siap pakai.


Karena itu adalah fasilitas yang digunakan sebagai umpan, lahan yang luas tersebut tidak memiliki peralatan pembangkit listrik padanya. Wilayah tersebut cukup besar untuk bermain sepak bola Amerika dan tidak ada ruang untuk bersembunyi di sana. Biasanya, fasilitas seperti itu hanyalah suatu tempat terpencil yang hanya dihuni oleh satu atau dua orang saja.


Tapi itu tidak terjadi.


Suatu "kehadiran" yang begitu kuat serasa mengisi seluruh area.


Alasannya cukuplah sederhana.


Beton polos pada fasilitas bawah tanah tersebut benar-benar tertutup sesuatu yang berwarna putih.


Itu tampak seperti jaring laba-laba.


Atau mungkin lebih seperti kepompong ulat sutera.


Menutupi setiap inci dari dinding dan lantai sehingga warna aslinya tidak bisa dilihat. Wanita dengan setelan jas lab yang murah sedang berjalan di lantai, tapi lantainya tidak merasa seperti beton. Lantai putih itu bergelombang dengan tidak wajar. Pada langit-langitnya, sejumlah konstruksi berbentuk lengkungan bisa terlihat menggantung dari dinding ke dinding atau dari langit-langit terlihat seperti jembatan gantung yang longgar.


Dan sesuatu ada di tengah ruangan tersebut.


Itu tidak hanya berada di tengah-tengah lantai dua dimensi. Itu berada di pusat ruangan berdimensi tiga.


Suatu bola putih raksasa yang memiliki banyak lengkungan. Konstruksi itu bisa digambarkan mirip seperti sekumpulan jaring laba-laba raksasa ataupun kepompong raksasa. Melalui beberapa celah yang ada di permukaannya, seorang sosok pria tampan bisa diintip.


Kakine Teitoku.


Dark Matter.


Academy City # 2 Level 5.


Kekuatannya tersebar berantakan melalui daerah yang luas, menutupi setiap inci dari area itu, jikalau benda itu bisa diproduksi oleh suatu mesin, seharusnya sulit untuk merajut benda seluas dan serapih itu.


Beberapa waktu sebelumnya, Kakine telah terhubung ke perangkat penunjang hidup karena sebagian besar tubuhnya sudah hancur, dan ia telah digunakan untuk membuat berbagai senjata yang dipergunakan salah seorang Kihara. Namun, hal-hal tersebut telah berubah ketika peralatan yang mampu menciptakan organ tubuhnya sendiri selesai dibuat.


Ketika Dark Matter milik Kakine itu mulai menyebar dengan tak terkontrol dan menyelimuti seluruh laboratorium Kihara, pihak-pihak yang mulai mempertimbangkan fenomena ini dengan serius mulai menyegelnya di dalam.


Wanita itu mengerti situasi itu.


Namun dia mengatakan, "Tampaknya mainan ketua telah melarikan diri. Anti-Skill tidak akan mampu menghadapinya. Informasinya telah diblokir, tapi aku menginginkan bantuanmu untuk mengontrol semua kekacauan ini. "


"..."


Dia tidak menanggapi.


Hanya kedipan matanya bisa terlihat melalui celah di antara jaring laba-laba atau kepompong tersebut.


"Iya iya. Tentu saja aku punya alasan sendiri. Dan membiarkan Kau lepas di kota akan menghadirkan resiko besar lainnya. Tapi aku tidak melihat alasan mengapa aku secara pribadi harus peduli tentang hal itu. Faktanya, jika Kau cukup mampu untuk menghancurkan skenario Kihara, itu akan sangat membantu dalam meningkatkan hasratku untuk melanjutkan penelitiaku. "


"..."


"Sederhananya, lakukan saja apapun yang kau ingini. Itu adalah persetujuan umum di antara para Kihara. Apakah Kau memahami situasinya? "


Dia tidak mendapat jawaban.


Bukannya kata-kata yang menjadi jawabannya, melainkan, tanah di bawah kaki wanita itu bergetar. Tanah putih itu bergelombang dengan tidak wajar, dan mulai menggeliat seolah-olah meniru gelombang ombak laut.


(... Aku paham.)


Wanita itu tersenyum dengan hampa.


(Sekarang ia telah menggerakkan organnya sendiri dengan kekuatannya, Kakine Teitoku tidak lagi membedakan antara tubuh yang sebenarnya dan bagian-bagian yang dibuat dari kekuatannya. Bisa dikatakan bahwa semuanya zat yang mengisi ruang ini sekarang, adalah Kakine Teitoku.)


Di satu sisi, mungkin dia sudah mirip dengan memperoleh keabadian. Atau mungkin harus diartikan sebagai makhluk yang “jiwa” dan “hidup”-nya sudah dilarutkan dalam suatu wadah yang lebih besar.


Level 5 Academy City # 1 bisa dikatakan sebagai esper yang bisa membawa kehancuran sebagai seorang individu, dan rasa ingin tahu wanita itu sebagai peneliti tidak mengenal batas ketika membandingkan antara 2 orang yang menjadi peringkat teratas.


Perusakan dan produksi.


Diantara dua konsep tersebut, # 1 unggul dalam hal penghancuran sesuatu. Wanita yang mengenakan setelan murah dan jas lab itu tidak bisa menahan senyum karena dia merasa seperti bisa melihat beberapa kebenaran tentang esensi ilmu pengetahuan dalam kenyataan.


Sebagai anggota dari sisi ilmu pengetahuan, dia tidak akan dengan santai mengakui keberadaan makhluk gaib seperti dewa atau setan, tapi terkadang, selama sejarah panjangnya dalam upaya penelitian ilmiah, ia merasa seperti sedang melihat lelucon-lelucon mengerikan yang dibuat oleh Dewa. Dia sadar betul bahwa semua penelitian ilmiah itu tidak serta merta ada dengan sendirinya. Pastilah ada yang menciptakan semuanya. Namun kekuatan yang dia peroleh setelah melakukan semua penelitian itu begitu menakutkan, sampai-sampai dia menganggap Dewa pasti bercanda karena telah menciptakan kekuatan yang membuat seorang manusia mendekati posisi Dewa.


"Pokoknya, lakukan semaumu. Kami, para Kihara, sangat menerima produk ilmu pengetahuan sepertimu dengan tangan terbuka. Tidak peduli apa hasil akhirnya. "



Sementara itu, salah seorang dari 2 peringkat teratas Level 5 di kota, yang juga memiliki kemampuan penghancuran yang sempurna, Accelerator, membuat suatu ekspresi cemberut pada wajahnya.


Dia dan Yoshikawa Kikyou telah menggunakan segala cara yang mereka miliki untuk mencari Last Order setelah dia tiba-tiba menghilang. Accelerator bahkan melompat dari bangunan ke bangunan melalui malam yang gelap. Pada akhirnya, mereka belum menemukan apa-apa. Ketika mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen, mereka menemukan Last Order sedang makan cokelat yang sengaja dia sembunyikan sebelumnya di lemari dapur. (Sebenarnya cokelat itu adalah milik Yomikawa Aiho. Dia suka memakan benda manis seperti itu untuk memadamkan kemarahannya ketika masakannya tidak berjalan seperti yang dia inginkan.)


"... Ke mana saja kau?"


"Magh!! Dengar, dengarkan! Misaka mendapat beberapa teman baru-Ow !? kata Misaka sembari Misaka gagal untuk memahami mengapa Kau tiba-tiba menebasnya dengan jurus karate !! "


Setelah melakukan rentetan jurus karate, Accelerator melepaskan tongkatnya dan menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang tamu dengan tampak kesal.


Yoshikawa menarik gelas karton jus sayuran dari kulkas dan bertanya, "Siapa temanmu itu? "


"Misaka bertemu bocah pirang dan menantang dia untuk kompetisi! Kemudian kita bersing untuk mendapatkan makan malam yang lezat. Oh, dan kemudian orang ini menunjukkan kami jalan kembali ke Distrik 7, kata Misa- "


"..."


"..."


Sensor peringatan Last Order aktif, bahkan dia berhenti bicara ketika dia mendeteksi bahwa ada keheningan yang tidak wajar.


"Makan malam apa?"


"... Jadi Kau pergi keluar dan makan sendiri?"


Dua orang pengasuhnya ini bahkan belum menggigit sesuatu pun sebagai makan malam karena menghabiskan waktu mencari dirinya !!



Di sisi lain, Fremea Seivelun masih hilang.


"Ah! Awah! Aku tidak tahu bagaimana cara mencapai Distrik 13 dari Distrik 7 !! "


Namun Fremea masih tidak mengakui bahwasannya dia hilang. Dia menganggap bahwa ini semua adalah kesalahan orang lain karena tidak memberitahukan padanya bagaimana cara untuk sampai ke rumah.


Juga, dia sudah kelelahan.


Saat itu sekitar tengah malam, jadi dia tidak yakin ia pernah merasa selelah ini.


"Nyahh. Aku kira ini akan baik-baik saja."


Fremea berbaring di atas bangku di alun-alun stasiun dan menutup matanya.


Bahkan dia telah memiliki pengalaman yang luar biasa pahit ketika menjadi sasaran Freshmen dari sisi gelap Academy City, namun kecerobohan miliknya masih juga dipelihara, dan itu akan terus mengundangnya pada kesulitan-kesulitan lainnya yang tidak perlu terjadi.



Malam terus larut.


Ketika Hamazura Shiage dan Takitsubo Rikou tahu bahwa Fremea Seivelun masih belum kembali ke asramanya di Distrik 13, mereka terus berlari walaupun malam di Academy City sudah semakin larut. Mereka bahkan tidak tahu di mana, mengapa, atau bagaimana Fremea menghilang.


Dengan pemimpinnya, Kuroyoru Umidori, yang sudah tidak lagi berada di organisasi tersebut, mereka pikir sisi gelap organisasi yang dikenal sebagai Freshmen telah dihentikan, tapi mungkin beberapa sisanya masih aktif dan masih memburu Fremea.


Dan ...


Mugino Shizuri dan Kinuhata Saiai memiliki pekerjaan yang berbeda yang perlu mereka tangani.


Yaitu, mereka membersihkan apartemen.


"Apa yang Kau lakukan sehingga membuat segalanya jadi super berantakan? Setengah dari balkon meleleh. "


"Aku sedang memasak di dapur dan masakanku berubah menjadi manusia. Dia berbicara dengan nyolot, jadi aku meledakkannya tanpa pikir panjang. "


"?"


Kinuhata tidak mengerti apa maksud Mugino, tapi dia tidak ingin menanyakan informasi itu lebih lanjut.


Ada berbagai jenis esper tingkat tinggi, tapi Mugino Shizuri memiliki serangan tingkat tinggi tanpa memiliki kontrol diri yang baik. Dia berada di peringkat # 4 walaupun memiliki lebih besar kekuatan penghancur daripada # 3 karena penerapan kekuatannya lebih rendah.


Namun dengan jumlah kekuatan yang dia miliki, adalah beruntung jika seseorang masih hidup setiap kali ia bersin.


Mugino mendesah. "Yah, aku harus menguji berbagai gerakan jariku untuk pemeliharaan periodik lengan palsuku. Bersih-bersih memiliki banyak gerakan sebaik angkat berat, sehingga pastinya berfungsi sembari tes yang bagus. "


"Kau mengatakan itu, tapi buku masak berukuran Yellow-Pages itu super penyet di sana! Aku tak habis pikir, lengan palsumu super lepas kendali atau kamunya yang super tidak bisa mengendalikan emosi !? "


Kinuhata memutuskan bahwa membiarkan Mugino membantu membersihkan apartemen hanya akan menyebabkan seluruh interior berubah menjadi puing-puing, sehingga dia menyarankan Mugino untuk beristirahat saja.


Mugino membuka kulkas, menyadari bahwa mereka kehabisan air mineral, dan dia langsung saja menuju ke toserba terdekat.


Itu terjadi ketika dia setengah jalan menuju toserba tersebut.


Dia berjalan menuju Academy City yang semakin gelap karena malam semakin larut.


"?"


Pertama kali, dia mendengar langkah kaki.


Daerah itu sebagian besar dikelilingi dengan bangunan apartemen, sehingga tidak diterangi oleh lampu neon biasa. Satu-satunya sumber cahaya selama tengah malam adalah lampu jalan. Itulah mengapa tidak terlalu mengejutkan jika dia tidak bisa melihat siapa yang berjalan menuju arahnya dari depan.


Itu adalah sesuatu yang mengganggu Mugino.


Dan sosok itu mulai menampakkan dirinya, yang mana, semakin membuat Mugino terganggu.


"Apa ini? Apa ini? Pada dasarnya, Kau terlihat begitu berbeda semenjak terakhir kali aku melihatmu. "


[Mari translator sedikit memberi kalian info. Frenda dan Fremea adalah saudara kandung. Mereka berdua sama-sama memiliki cara bicara yang khas. Jika kalian jeli, Fremea sering kali mengatakan “Pokoknya”. Dalam versi Inggris, kata tersebut adalah terjemahan dari “Essentially”. Dan kalian harus ketahui bahwa kakaknya, Frenda, juga punya perkataan serupa, yaitu “Basically”. Jika diterjemahkan secara langsung ke Bahasa Indonesia, keduanya memiliki arti yang mirip, yaitu “Pada dasarnya” = “Basically” atau “Utamanya” = “Essentially”. Namun para penerjemah sepakat untuk memilih kata “Pokoknya” ketimbang “Utamanya” karena lebih terkesan kekanak-kanakan, bagaimanapun juga, Fremea masihlah TK. Nah, ketika tiba giliran percakapan dari kakaknya, Frenda, maka penerjemah lebih memilih mengembalikan ke makna asli dari kata tersebut tanpa ada modifikasi kelayakan.]


Itu adalah suara sopran bernada tinggi.


Itu adalah suara yang dikenali Mugino.


"Apakah banyak yang terjadi sementara aku pergi? Nah, apa pun. Pada dasarnya, tidak masalah bagiku tentang apa yang terjadi selama aku tidak ada. "


Itu adalah suara seorang gadis yang Mugino pernah robek tubuhnya menjadi dua bagian.


Itu suara seseorang yang jelas sudah tidak ada lagi di dunia ini.


"Tapi ..."


Dia memiliki rambut pirang bergelombang panjang. Dia memiliki kulit seputih boneka. Dia memiliki tubuh pendek dan padat. Dia selalu mengenakan topi baret dan suka memakai rok mini, dan memiliki kebiasaan menutupi kakinya dengan stocking.


Itu adalah aksesoris-aksesoris seseorang yang telah hilang.


Dan itu adalah aksesoris orang yang muncul di hadapan Mugino sembari langkah kakinya terus mendekat.


"... Fren ... da ... !?"


"Pada dasarnya, tidak masalah, apakah kau sudah bertobat ataukah belum. Tidak ada alasan yang bisa melenyapkan kemarahanku !! "

NT Index v05 251.png


Cendrillon, seorang gadis yang telah menjadi sedikit lebih kecil karena Mugino Shizuri melakukan beberapa kesalahan ketika menyusun tubuhnya kembali, sedang bersandar pada mesin penjual otomatis di Distrik 7 dari Academy City.


Karena persiapan Ichihanaransai, suara “lakukan sendiri” bisa didengar di seluruh kota. Kostum untuk rumah berhantu dan kafe juga perlu dibuat, sehingga sebagian besar ruang kelas pada sekolahan penuh dengan peralatan yang diperlukan untuk membuat pakaian.


Cendrillon telah menyelinap ke dalam satu sekolah tersebut dan membuat gaunnya sendiri.


Itu adalah simbol kekuatannya.


Itu landasan dari transformasinya.


Ini adalah langkah pertama yang dilakukan seorang gadis kecil tampak normal untuk meminjam kekuatan sihir yang dibutuhkannya guna mengalahkan orang lain.


(Banyak orang masih memburu Kamijou Touma, dan mereka mungkin memberikan semua informasi palsu agar dia memihak pada mereka dan menggunakan tangan kanannya untuk tujuan mereka sendiri.)


Dia tidak menyalahkan mereka untuk itu.


Cendrillon bukanlah sekutu Kamijou Touma.


Dia punya satu tujuan.


Dia ingin memberikan kerusakan parah pada GREMLIN karena telah mengkhianatinya pada waktu kerusuhan di Hawaii.


Dia akan menggunakan orang untuk mencapai tujuan tersebut dan dia akan bersekutu dengan siapa pun untuk mencapai tujuan tersebut.


(GREMLIN tersebar di seluruh wilayah peta dunia, jadi aku cenderung tidak akan pernah menemukan mereka tidak peduli seberapa keras aku mencari. Tapi mereka telah mendekati Kamijou Touma. Kalau Aku ikuti bahwa anak itu, GREMLIN pasti akan bersembunyi di dekatnya.)


Dia berhasil tiba di dalam Academy City dan memperoleh sarana untuk menyerang.


Sekarang sudah waktunya ia mengambil tindakan.



"Aku kira Kau bisa menyebutnya keajaiban. Juga, bahkan pelatihan Anti-Skill ayng terkenal disiplin itu mungkin tidak melatih mereka dalam situasi gawat yang sesulit ini, " kata seorang dokter berwajah kodok kepada perawatnya. Dia baru saja selesai menjalani operasi darurat larut malam. "Peluru itu luput dari daerah vital dan keluar dari tubuhnya tanpa meninggalkan suatu serpihan pun. Nah, selama dia beristirahat, kondisinya harusnya berangsur stabil. Tapi kalau dia mulai bergerak, aku tidak jamin nyawanya akan selamat. "


Kamijou Touma berada di dalam ruang ICU yang dindingnya terbuat dari kaca sehingga setiap perubahan kondisi pasien yang kecil bisa dilihat dari luar dan tidak ada setitik kuman pun bisa masuk ke dalamnya. Tubuhnya ditutupi dengan elektroda, ia memiliki masker di mulutnya untuk memasok tubuhnya dengan oksigen, dan ia memiliki tabung IV yang menempel ke lengan kanan tubuhnya pada sekitar siku. [ICU = Intensive Care Unit = UGD = Unit Gawat Darurat] [Tabung IV = infus]


Grafik perkembangan kondisi vital tubuh yang ditampilkan pada layar menunjukkan kestabilan, namun tanda-tanda yang terlalu stabil belum tentu hal yang baik dalam pengobatan. Itu membuatnya tampak seperti pasien yang masih koma.


"Setelah kondisinya stabil, ia akan diserahkan ke Anti-Skill, jadi semua persiapan ini dibuat untuk tujuan tersebut. Tapi, yah, aku bertanya-tanya apakah ia akan berakhir dirawat sebagai tersangka ataukah korban dalam situasi ini. "


Lampu penerangan semakin meredup, sehingga lorong rumah sakit tampak petang. Ada jejak langkah kaki yang menghilang di lorong itu.


Setelah menunggu untuk memastikan tidak ada seorang pun di sana, Kamijou Touma perlahan membuka matanya.


"..."


Dia ingin segera membuang maskernya, menarik elektrodanya, dan menarik keluar Tabung IV, tetapi dokter akan segera datang dengan berlari ke ICU untuk mengecek apakah ada keanehan pada grafik kondisi vital tubuhnya yang tertera pada komputer. Pertama-tama, ia harus memeriksa untuk melihat berapa banyak dia bisa bergerak.


(Gh ... !!)


Dia mengerahkan sedikit kekuatan ke bagian perutnya dalam upaya untuk duduk, tapi rasa nyeri meledak di sekujur tubuhnya. Rasanya seperti sedang mengalirkan cairan dengan membran yang kecil. Dia merasa seperti ada sesuatu akan meledak dan darah akan mulai mengalir keluar jika ia memaksakan dirinya untuk bergerak.


Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa situasi Fraulein Kreutune masih dalam ketegangan.


GREMLIN, kelompok Ollerus, dan pergerakan Fraulein Kreutune sendiri.


Tak satu pun dari masalah sebenarnya sudah dipecahkan. Dia tidak punya waktu untuk duduk-duduk dan beristirahat.


(Aku tidak berpikir aku bisa membuka lagi lukaku yang sudah kering ... Aku mungkin tidak akan bertahan lama saat ini.)


Napasnya dangkal dalam masker oksigen.


Jika ia meninggalkan ICU, ia menghadapi bahaya yang sangat nyata hanya, yaitu roboh di suatu tempat di kota. Dan tidak ada jaminan bahwa ia akan dibawa kembali ke rumah sakit hidup-hidup. Juga, sedikit konyol jika dia yang masih dalam kondisi sekarat ini memaksakan pertempuran hidup-mati melawan musuh yang bahkan memiliki kekuatan untuk mengacaukan seisi dunia.


Dia memiliki bahaya kematian.


Itu bukan sesuatu yang siswa SMA biasa tangani. Seluruh rasa sakit menyebar dari pusat tulang belakang dan keluar ke setiap inci tubuhnya.


Kamijou menahan napas sejenak.


Dan setelah dia benar-benar berpikir tentang rasa takut itu ...


Dia mengambil tindakan berikutnya.



Pada saat dokter berwajah katak mendeteksi tanda-tanda grafik perkembangan kondisi vital yang abnormal, dia berlari kembali ke ICU, dan menemukan tempat tidur yang kosong. Hanya tabung IV dan berbagai elektroda yang terbaring di tempat tidur.


Pada saat yang sama, bel berbunyi di ruang keamanan rumah sakit yang mengindikasikan bahwa pintu darurat telah dibuka.


Rekaman kamera keamanan menunjukkan sosok yang tampak seperti anak mengenakan pakaian rumah sakit.


Dan gagang pintu berlumuran darah.



Berbagai orang memiliki berbagai motif.


Berbagai orang berada pada berbagai situasi.


Tapi saat itu, semuanya sama.


"Hari ini" berakhir, dan "besok" tiba.


Persiapan untuk Ichihanaransai, yaitu suatu festival budaya terbesar yang dilakukan oleh setiap sekolah di Academy City, akhirnya berakhir. Ini adalah saat di mana semuanya dimulai. Ichihanaransai akhirnya mulai.



Konfirmasi biometrik selesai. Memvalidasi koneksi.


Selamat datang kembali, Aleister-sama.


Membaca Thoth 78 kecerdasan buatan adalah permulaan penginputan tugas.


Memulai diskusi mengenai masalah Fraulein Kreutune.


Identitas Fraulein Kreutune masih belum diketahui secara efektif.


Jika dilihat dari sisi genetis, dia hanya bisa disebut sebagai manusia normal.


Karena manusia dan gorila secara genetik hanya memiliki 2% perbedaan, adalah jika ia dikategorikan sebagai manusia.


Dengan tubuhnya saat ini, tidak akan mengejutkan jika DNA-nya membentuk triple helix.


Secara kategori, Fraulein Kreutune kemungkinan akan dihitung sebagai milik sisi Ilmu pengetahuan, tapi dia milik sistem yang berbeda dari kekuatan psikis yang dikembangkan di Academy City.


Untuk menentukannya, dia bukan esper yang menyebabkan berbagai fenomena menggunakan teori kuantum yang berdasar pada Personal Reality.


Dia adalah bentuk kehidupan yang tidak memiliki Personal Reality yang didukung oleh apa yang dikenal sebagai pikiran atau ego.


Pola pikirnya mungkin mirip dengan jenis yang lebih sederhana dari serangga.


Panas atau dingin. Manis atau pahit. Basah atau kering.


Segala macam kondisi dipindai dan yang mengarah ke situasi yang paling cocok dengan lingkungan kemudian dipilih. Keputusan tersebut ditumpuk di urutan teratas dari pemikiran-pemikiran lain yang telah dia lakukan sebelumnya, dan itulah yang dia sebut dengan "berpikir secara mendalam".


Namun, kekuatan psikis hasil kembangan Academy City tidak dikendalikan hanya dengan kekuatan otak. Seluruh fisik tubuh si esper mengontrolnya.


Pikiran Fraulein Kreutune adalah terlalu disederhanakan dan tubuh fisiknya belum terlalu dioptimalkan. Ketidakseimbangan ini diperkirakan membuatnya memiliki karakteristik yang tidak bisa dibayangkan.


(Link ke topik yang berbeda yang ditemukan. Untuk hasil suatu penelitian yang menunjukkan kehancuran dari manusia dengan pola pikir yang normal tidak menghasilkan efek yang sama, silakan lihat [ini].)


Di sisi lain, tidak ada alasan baginya untuk tetap berada dalam bentuk sifatnya yang sejenis.


Atau lebih tepatnya, diperkirakan bahwa akan secara alami baginya untuk terus berubah untuk menyesuaikan situasi.


Sesuai dengan situasi.


Dengan kata lain, kata kunci yang berkaitan dengan transformasi Fraulein Kreutune diperkirakan adalah "belajar" dengan memindai lingkungan sekitarnya.


Tidak peduli apakah di lingkungan sekitarnya baik atau buruk.


Begitu dia menyerap tingkat informasi tertentu, Fraulein Kreutune kemungkinan akan berubah ke bentuk lain terlepas dari apa jenis informasi yang di dapatnya.


Dengan menerima sejumlah besar informasi, ia akan tumbuh terus menerus dari posisi yang bahkan lebih sederhana dari serangga untuk menjadi lebih kompleks dan mendapatkan proses berpikir fleksibel. Dalam proses pertumbuhan itu, dia kemungkinan akan mengalami perubahan besar.


Kemungkinan besar, dia akan menjadi sesuatu yang melebihi apa yang dapat disebut sebagai "Fraulein Kreutune ".


Mungkin dia bisa diibaratkan seperti eclosion. [Eclosion adalah bentuk lebih dewasa dari pupa atau larva. Kamus Besar Oxford.]


Seperti halnya ada perubahan besar antara larva dan serangga dewasa, Transformasi Fraulein berkemungkinan dapat membalikkan posisi mangsa dan predator.


Jika posisi pemburu dan yang diburu dibalik, pembangunan rantai makanan akan runtuh dan kerusakan yang luar biasa akan terjadi bagi budaya yang saat ini berpusat pada penggunaan ilmu pengetahuan manusia.


Aleister-sama, dengan isolasi Fraulein Kreutune baik secara fisik maupun informasi, Kau telah menghentikannya dari belajar.


Itu bukan kesalahan.


(Link ke topik yang berbeda yang ditemukan. Untuk informasi mengenai bagian hancur dari dinding luar bangunan tanpa jendela dan dinding bagian dalam yang berbentuk sarang lebah berhasil mempertahankan tahapan kedap udara, silakan lihat [ini].)


Namun, dari sejumlah informasi standar tentang Fraulein Kreutune, yaitu kemampuannya untuk dapat mendengar dan melihat, diperkirakan membutuhkan waktu yang sangat, sangat lama baginya untuk mendapatkan sejumlah besar informasi yang diperlukan untuk transformasi tersebut.


Itu akan memakan waktu sekitar 2300 tahun. Mengingat karakteristik abadi dari Fraulein Kreutune, itu bukanlah waktu yang relative panjang, tapi itu bukan masalah mendesak unutk saat ini.


Masalahnya adalah, bahwa masyarakat modern ini memiliki beberapa metode yang berbeda untuk mendapatkan Informasi lebih efisien dari sekedar melihat atau mendengar. Pastikan dia tidak menemukan cara untuk mengakses Bank Data Academy City.


Selain itu, masalah yang lebih mendesak telah muncul dengan sendirinya.


Fraulein Kreutune telah mengalami kontak dengan Last Order, yang sejatinya adalah perwujudan dari menara komando Misaka Network.


Jika Fraulein Kreutune mendeteksi Misaka Network dan menggunakan otak Last Order untuk mengambil kendalinya, waktu adaptasi 2300 tahun dapat dikurangi menjadi hanya 3 detik saja.


Juga, sembari Fraulein Kreutune belajar dari lingkungan dan perubahan sifat yang berdasarkan itu, kemungkinan dia bisa makan otak manusia dan mereproduksi struktur otak dalam dirinya sendiri untuk memperoleh sifat-sifatnya.


Jika dia menganggap bahwa melakukan hal seperti itu adalah sesuatu yang penting, maka diperkirakan akan sulit untuk menghentikannya dari keinginannya menguasai dan mengambil alih apa yang ada di otak orang lain, walaupun itu berarti dia harus memakannya.


Dengan kata lain, dia tidak akan berhenti secara spontan untuk memperoleh sifat baru.


Untuk memperjelas ...


Diperkirakan bahwa Fraulein Kreutune akan mengambil alih semua sifat yang diperlukan oleh dirinya. Dia akan mulai makan .dan menyerap otak targetnya hanya dalam waktu 2 jam dari sekarang.



Kata Penutup[edit]


Bagi mereka yang telah membeli setiap novel satu per satu, lama tak jumpa. Bagi mereka yang membeli semuanya sekaligus, selamat datang.


Ini adalah Kamachi Kazuma.


Ini adalah volume kelima dari seri New Testament. Volume ini adalah cerita tentang Ichihanaransai yang hanya pernah disebutkan di beberapa waktu yan glalu. GREMLIN, Imagine Breaker, bagaimana Ollerus dan Othinus berhubungan satu sama lain, dan banyak lagi. Volume yang satu ini memiliki potongan penjelasan tentang banyak tema-tema utama dari New Testament.


Setelah pengalaman pahit di Hawaii dan Baggage City, buku ini menceritakan Kamijou Touma yang berdiri dalam posisi di mana ia ingin mempercayai orang tetapi tidak bisa begitu saja percaya pada orang tersebut. Ollerus, Birdway, dan Thor. Ada banyak orang di dekatnya yang bisa menjelaskan segala situasi kepadanya, tapi dia kini sadar bahwa hanya mendengarkan apa yang mereka katakan saja tidaklah cukup.


Ketika dihadapkan dengan pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan terhadap orang-orang yang tidak jujur dan malah menipunya tersebut, Kamijou memilih untuk menipu mereka balik.


Jika dia bisa berhasil dalam hal itu, aku kira dia akan memperoleh sifat baru dalam perkembangan karakter pribadinya. Tapi sepertinya metode-metode tipuan biasa tidak akan berhasil pada orang-orang ini. Akankah mereka membiarkan si bocah SMA ini untuk mengembangkan karakteristik pribadinya?



Aku mengucapkan terima kasihku kepada ilustratorku Haimura-san dan editorku Miki-san. Persiapan festival berarti ada banyak alat konstruksi dan potongan kayu lapis yang berbaring di sekitar, sehingga pasti banyak masalah dengan semua rincian kecil di latar belakang dan suasana yang sulit untuk diungkapkan. Aku bersyukur seperti biasa.


Dan aku memberikan rasa terimakasihku kepada pembaca. Apa yang Kau pikirkan setelah ceritanya kembali terpusat di Academy City dengan persiapan festival besar sebagai latar belakangnya? Aku harap Kau akan menanti untuk volume berikutnya juga.


Ini adalah waktu untuk menutup halaman sambil berdoa halaman buku berikutnya akan dibuka.


Dan aku membaringkan penaku untuk saat ini.


Ngomong-ngomong, jangan lupa bahwa tema utama terlihat di prolog.


-Kamachi Kazuma