Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Jilid NT 06

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Illustrations[edit]


???[edit]


Katakanlah ada kekuatan yang bisa mengalahkan raja iblis yang memerintah dunia dengan kejahatan.


Pahlawan yang memiliki kekuatan tersebut mungkin akan senang.


Tapi bukan karena dia lahir dengan kekuatan khusus.


Ini karena dia tahu bahwa untuk apa kekuatannya tersebut dan dunia luas di sekitarnya juga menyadari fakta itu.


Oleh karena itu, ia selalu tahu jalan apa yang akan diambilnya. Tidak peduli seberapa kuat Raja Iblis itu, ia tidak akan pernah takut kepadanya. Dan bahkan jika ia benar-benar mengambil jalan yang salah dan mencoba untuk menjalani kehidupan yang berbeda, sebagian besar orang akan bertindak sebagai pengiterospeksi dan mencegah dia dari kehidupan yang melenceng. Itu mungkin adalah tindakan yang mengekang kebebasannya, tetapi juga bisa dilihat sebagai suatu kontrol yang menjanjikan kepadanya jalan stabil untuk meraih sukses.


Di sisi lain ...


Orang-orang dengan segala sesuatu yang sudah dipersiapkan untuk mereka seperti ini adalah eksistensi yang cukup langka. Mereka memiliki kemampuan dan kondisi yang diperlukan untuk memungkinkan segala hal menjadi siap dan tepat. Tapi kebanyakan dari mereka yang memiliki jenis kekuatan seperti itu, tidak pernah diberitahu untuk apa kekuatan itu dipergunakan atau bagaimana seharusnya itu digunakan.


Mereka tidak memiliki tujuan.


Mereka hanya memiliki kekuatan.


Apa yang terjadi ketika suatu eksistensi seperti itu dibiarkan keluar ke dunia?


Apa yang terjadi ketika orang-orang seperti itu tidak memiliki pedoman atau petunjuk sehingga kekuatannya yang cukup besar untuk membunuh Raja Iblis itu malah dipergunakan untuk membuat kekacauan? Pada akhirnya, hal tersebut adalah tempat di mana cerita ini berakhir.


Ini adalah kisah tentang konflik yang menyebar secara luas dan mendalam di sekitar seseorang yang tidak tahu mengapa dia memiliki kekuatan yang bahkan ditakuti seorang Raja Iblis sekalipun.



Malam Sebelum Festival[edit]


Ichihanaransai adalah festival kebudayaan berskala besar yang diadakan di Academy City. Kamijou Touma terbangun di saat semua pelajar di kota mempersiapkan festival itu.


"Ollerus dan Fiamma of the Right membawa aku ke sini dari Baggage City ...?"



Ollerus, pria yang seharusnya menjadi Dewa Sihir, berbicara kepada Kamijou.


"GREMLIN adalah kelompok yang menolak menerima sisi ilmu pengetahuan memenangkan perang. Menurut mereka, Imagine Breaker hanyalah pengganggu rencana mereka. "



Saat Kamijou mempersiapkan diri untuk pertempuran sengit, seseorang menyelinap ke arahnya. Pemuda itu mengatakan ia adalah Dewa Petir, seorang anggota tempur resmi dari GREMLIN.


"Baik GREMLIN yang dipimpin oleh Othinus dan kelompok berisikan monster-monster yang dipimpin oleh Ollerus, keduanya merupakan ancaman. Bagaimana kita menyelamatkan Fraulein Kreutune dari mereka? "



Catatan masa lalu mengatakan hal berikut.


"Fraulein Kreutune adalah orang yang belum diketahui identitasnya yang telah bertahan dari serangkaian 308 uji coba penyiksaan tanpa menderita begitu banyak goresan yang berarti pada tubuhnya. Namun sistem peradilan di kala itu ironisnya tidak punya pilihan selain membuat penilaian sebagai berikut: Dia tidak terluka karena Tuhan telah menyelamatkannya. Oleh karena itu, Fraulein Kreutune adalah manusia biasa yang tidak memperbuat suatu kesalahan pun. "



Untuk melakukan perawatan pada lengan buatannya, Mugino Shizuri secara berkala harus memasak karena memasak adalah suatu tugas yang melibatkan banyak gerakan berbeda dan beberapa tingkatan kekuatan.


Dia mengikuti petunjuk dari artikel pembuatan kue manis, yang didapatkannya dari dalam suatu kotak kardus yang dia tidak ketahui secara persis siapa pengirimnya. Tapi ...


"Kau ini siapa?"


"Cendrillon. Karena tubuhku dihancurkan oleh seseorang dan kemudian dikembalikan lagi ke normal oleh orang lainnya, maka aku sekarang dapat membongkar tubuhku dan membentuknya ulang. "



Menggunakan truk berpendingin yang dikendalikan dari jauh dan dikemas dengan bahan peledak, markas rahasia organisasi sisi gelap yang dimiliki oleh Freshmen, dan Backdoor yang ditinggalkan oleh Bersi alias Kihara Kagun, Kamijou dan Thor mencoba untuk masuk ke dalam bangunan tanpa jendela yang tak bisa ditembus, di mana Fraulein Kreutune dipenjara. [Pembahasan tentang Backdoor ada di volume sebelumnya.]


Tapi ...


"Apa ...? Itu bukan kami. Panel armor dihancurkan dari dalam !? "


"... Apakah itu ... Fraulein Kreutune?"



Setelah merobohkan Kamijou dan Thor dengan serangan yang tidak diketahui, Fraulein Kreutune menghilang ke dalam malam Academy City.


Sementara itu, Fremea Seivelun dan Last Order yang keduanya kebetulan sedang tersesat, secara misterius bertemu satu sama lain.


"Kau hanyalah seorang anak kecil !!"


"Apa....Kau itu yang anak kecil !? kata Misa- ... "



Gangguan yang disebabkan oleh Fraulein Kreutune menyebar dalam sekejap mata dan baik Kelompok GREMLIN dan Ollerus segera mulai bergerak.


Kamijou dan Thor memutuskan untuk ...


"Mari kita membuat mereka berpikir bahwa informasi ini adalah jebakan. Jika mereka berdua berhati-hati, mereka akan berpikir dua kali sebelum mengambil tindakan bahkan jika mereka mengetahui lokasi Fraulein Kreutune. Sementara itu, kita dapat menyelinap diantara kebingungan mereka dan mengamankan dirinya. "


Rencana mereka adalah dengan menggunakan umpan berupa poster yang berisikan tentang “seorang kriminal yang paling buron”, yang dibuat menggunakan sihir menyamar milik Thor dan komputer sekolah. Mereka sengaja menunjukkannya kepada Marian Slingeneyer yang bersembunyi di dalam kehiruk-pikukan Academy City dan mereka berhasil membuat Marian merasakan kepanikan yang sengaja mereka buat.


"Selanjutnya adalah kelompok Ollerus."


"Jika GREMLIN membuat langkah yang aneh, mereka dengan cepat akan melihat itu. Jika kita mengirim beberapa informasi palsu kepada mereka, mata-mata akan dikirim untuk menginvestigasi situasinya ... "



Ketika Kamijou mengambil tindakan untuk melaksanakan taktik tipuan mereka, ia menemukan seorang pengintai dari kelompok Ollerus. Tapi dia mengenalinya.


"Leivinia Birdway ... !!"


"Enyahkan mainanmu dari belakang tubuhku. Ini tidak lagi situasi di mana Kau dapat memohon untuk keselamatan hidupmu. "



Dan Kamijou ditembak oleh Anti-Sikll ketika mereka ikut campur. Saat Leivinia Birdway melakukan pertolongan pertama kepada Kamijou, dia mengambil buku pegangan murid milik Kamijou.


"Tampaknya Kamijou Touma memiliki hubungan dengan Marian Slingeneyer. GREMLIN berada pada District 12. Ini adalah kesempatan kita untuk menghancurkan mereka. "


"... Dia sudah terjebak."



Ketika sisi gelap Academy City memutuskan bahwa mengamankan Fraulein Kreutune akan menjadi suatu upaya yang sulit, maka diambil keputusan untuk mengirimkan keluar seorang Level 5 tertentu yang disegel dan dijaga dengan ketat.



"Kakine Teitoku-san, kita, para Kihara, sangatlah menyambut ilmu pengetahuan sepertimu. Silahkan lakukan saja semaumu. Lakukan sejauh mungkin usaha untuk menghancurkan skenario yang dibayangkan oleh kami, para Kihara. "


"..."



Fraulein Kreutune secara kebetulan bertemu dengan dua bocah kecil. Last Order dan Fremea Seivelun. Ta Mereka berbicara dengannya.


"Nyahh! Sekarang kita adalah teman !! "


"Kami bertukar informasi kontak kami, sehingga Kau dapat menghubungi kami kapan pun Kau inginkan, kata Misaka sembari Misaka membusungkan dadanya dengan bangga. "



Penyihir bernama Cendrillon yang menyelinap ke dalam Academy City menggunakan metode khusus bertubuh sedikit lebih kecil daripada sebelumnya karena Mugino menyusun ulang tubuhnya dengan menggunakan takaran yang salah, tapi dia masih bisa mengambil tindakannya sendiri untuk membalas dendam melawan GREMLIN.


"Menemukan anggota resmi GREMLIN akan sangatlah sulit, tapi jika aku menemukan Kamijou Touma dan memeriksa sekitar dia ... "



Mugino Shizuri menemukan sesuatu yang aneh di jalanan kota pada tengah malam. Itu adalah gadis yang dia pernah bunuh.


"Fren ... da ... !!"


"Pada dasarnya, itu tidak masalah bagi aku jika Kau telah bertobat ataukah tidak !!"



Membaca Thoth 78, program langsung dibuat oleh ketua dewan, mengatakan hal berikut.


"Dengan berterus terang, agar Fraulein Kreutune dengan seketika mengambil sejumlah informasi secara besar-besaran yang diperlukan untuk berkembang, dia harus makan otak Last Order untuk mendapatkan kendali dari Misaka Network. Dia harus harusnya akan kemampuannya dalam waktu 2 jam. "



Dan ...


Setelah ditembak oleh Anti-Sikll, Kamijou segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah.


Lebih tepatnya, ia melarikan diri dari ICU rumah sakit.


"... Aku telah mendapatkan beberapa waktu. Tapi tidak banyak. Aku perlu untuk mengamankan Fraulein Kreutune segera ... "



Berbagai tujuan yang berbeda dari berbagai pihak terjadi.


Banyak orang berbeda mengambil tindakan berdasarkan tujuan masing-masing tersebut.


Persiapan untuk Ichihanaransai selesai sudah dan festival yang sebenarnya akhirnya dimulai.



Juga, seorang biarawati putih berteriak di suatu tempat tertentu di kota.


"Touma! Siapa sebenarnya gadis yang menempel di punggungmu!? "



Chapter 5: Tentu Saja Keadilan Bisa Ditemukan Di Mana Saja — Black_to_Light.[edit]

Part 1[edit]


Itu setengah jam setelah tengah malam.


Mugino Shizuri berdiri di depan suatu kompleks apartemen di Distrik 7 yang terus buka sampai larut malam untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan dari berbagai apartemen lainnya.


Salah satu kelopak matanya bergetar dengan ketakutan. Pemandangan yang luar biasa nampak tepat di depannya pada kegelapan jalan.


Itu adalah seorang gadis.


Dia memiliki rambut panjang pirang halus, kulit putih, mata biru, tubuh pendek, perawakan ramping. Dia mengenakan topi baret seperti biasanya, stoking seperti biasanya, dan rok mini seperti biasanya.


Dia adalah Frenda Seivelun.


Mugino Shizuri pernah mengiris tubuh bagian atas gadis itu sampai terpisah dari tubuh bagian bawahnya. Dia pernah sekali menjadi anggota organisasi sisi gelap Academy City, ITEM, bersama dengan Mugino. Dia pernah bertanggung jawab sebagai anggota tim dalam bidang peledakan dan produksi senjata api.


"Mengapa kau tampak begitu terkejut?"


Bibir gadis yang seharusnya sudah menjadi bangkai ini terus bergerak.


Suatu napas terengah-engah terdengar diantara suara yang taka sing di telinga Mugino tersebut.


"Tentunya Kau tahu persis berapa banyak keanehan yang dimiliki kota ini. Jadi apakah kau pikir adalah suatu hal yang mustahil untuk memperoleh pengganti organ tubuh yang hilang? Atau beberapa teknologi tidak manusiawi yang bisa memungkinkan seseorang menggunakan kembali tubuh yang jantungnya telah berhenti berdetak? "


"..."


"Pada dasarnya, itulah yang terjadi. Aku menjual diri ke Academy City. Sehingga aku bisa bertahan hidup. Mungkin itu adalah kalimat yang sedikit ekstrim, tapi tubuh ini hanyalah sewaan. Aku harus bekerja untuk Academy City agar terus bisa menggunakannya. Itu saja yang aku tahu. Aku sekarang cuma bisa berasumsi bahwa, hanya dengan bekerja untuk keuntungan seseorang-lah, yang membuatku dapat berdiri tegak di depan matamu seperti ini. "


"..."


"Mengapa kau seakan ingin tahu tentang perasaanku terhadap apa yang sudah terjadi waktu itu? Padahal aku tau betul bahwa kau adalah tipikal orang yang tak akan pernah terbuai dengan perasaan melankolis seperti reuni yang emosional dan akrab atau sejenisnya. Pada dasarnya, memang orang seperti itulah kau. Tampaknya ini adalah waktu yang tepat bagi kota ini untuk menggunakan aku sebagai kartu as. Aku tidak tahu siapa yang akan mendapatkan keuntungan, tapi selama aku bisa memberikan kesusahan kepada Si Nomor 4, aku tidak akan mempermasalahkan segala sesuatunya. "


Dia menyeringai.


Saat dia melakukanitu, Frenda perlahan mendekati Mugino. Dia memegang sesuatu dalam genggaman tangannya. Itu mirip dengan correction tape yang digunakan untuk alat tulis. Itu sebenarnya adalah sejenis peledak yang dapat digunakan untuk mengiris dinding atau pintu masuk gedung. [Correction tape adalah sejenis alat untuk menghapus tinta pulpen yang berupa pita putih. Cara menggunakannya adalah dengan menempelkannya di atas tulisan yang salah, tunggu beberapa saat, kemudian anda bisa menuliskan sesuatu di atas kertas yang telah ditempeli pita itu. ini adalah alat tulis yang cukup umum, tetapi tak sepopuler penggunaan penghapus tinta pulpen yang berbentuk cairan putih.]


Tentu saja, tidak ada penjelasan yang diperlukan tentang apa yang akan terjadi jika benda itu melekat pada manusia dan kemudian diledakkan.


"Jadi apa yang akan Kau lakukan? Apakah Kau mencoba untuk membunuhku lagi? "


Pertanyaannya itu sesakit seperti ketika ada sebilah pisau yang menusuk hatimu.


Dia mengambil satu langkah ... dua langkah ... tiga langkah.


Siapa pun yang tahu tentang kekuatan Meltdowner milik Mugino Shizuri, yaitu si Level 5 # 4, dia pasti tahu tentang seberapa bahaya resiko yang ditanggungnya, ketika mendekatinya. Namun Frenda tidak menunjukkan suatu keragu-raguan atau ketakutan saat ia semakin dekat dengannya.


Seolah-olah dia sudah tahu sejak awal bahwa dia tidak akan diserang.


"Kau tidak kuasa, bukan? Pada dasarnya, ini adalah apa yang dikatakan pada data yang aku baca. Kau pasti telas berubah menjadi pribadi yang lebih lembut dikala tubuhku diregenerasi secara metallic. Di masa lalu, kau pasti sudah membunuhku tanpa ragu-ragu. Fakta bahwa aku berhasil mendekat tiga langkah ke arahmu, menunjukkan bahwa kau sedang berada dalam keadaan ragu-ragu dan takut. "


Mereka sekarang hanya berjarak 50 cm satu sama lainnya.


Frenda mendekatkan wajahnya sehingga hidung mereka hampir bersentuhan. Ada seringai yang seakan merobek wajah Frenda.


"Tapi Kau tidak punya masalah dengan hal ini, kan? Pada dasarnya, kau sekarang bahkan rela jika aku membunuhmu. Hahahahahh. Kau berpikir bahwa sekarang adalah giliranku untuk membunuhmu karena Kau sudah pernah membunuhku, bukan? Bahkan jika kau mempersilahkan aku untuk membunuhmu dengan ikhlas dan senyuman sekarang, itu tidak akan membuat Tuhan menghapus semua dosamu terhadapku. Tapi itu tidak terlalu penting. Tidak masalah bagiku apakah tujuan hidupmu sudah berubah ataukah belum. "


Frenda dengan perlahan mengucapkan kata-kata berikutnya.


Sangking pelannya, dia hampir berbisik.


Tampaknya seolah-olah dia hendak menggigit ke pusat wajah Mugino.


"Kau hanya harus mati."


Dengan kata-kata tersebut, ia menekan alatnya yang seperti correction tape, dan menekan perut Mugino.


Seolah-olah dia sedang menggambar garis horizontal untuk balas dendam.


Dia mencoba untuk meledakkan tubuh bagian atas dan bawah sehingga keduanya terpisah. Persis seperti yang pernah dilakukan Mugino kepadanya dulu.


Tapi sebelum dia bisa ...


Tanpa perubahan ekspresi, Mugino Shizuri tanpa ragu meledakkan lengan Frenda sampai berkeping-keping.


Dia telah menciptakan seberkas cahaya.


Cahaya yang luar biasa ditembakkan dengan kekuatan yang luar biasa pula, dan itu cukup untuk memecahkan kegelapan malam.


Secara teknis, sinar itu terdiri dari elektron.


Kekuatannya memungkinkan dia untuk mempertahankan bentuk murni elektron tanpa memungkinkan elektron-elektron itu untuk menjadi partikel atau gelombang. Dia menciptakan Particle-Function Waveform High Speed Cannon yang tanpa ampun memiliki kemampuan untuk memanggang dan merobek targetnya.


Ini dikenal sebagai Meltdowner.


Ketika dihadapkan secara langsung dengan kekuatan yang membuat Mugino menjadi Level 5 terkuat ke 4 di Academy City, perangkat seperti corrector tape sekaligus lengan kanan Frenda seketika berubah menjadi abu. Frenda menjerit dan berguling-guling seperti gasing di tanah.


Bukan.


Itu salah.



"Gaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !? "


Saat gadis itu menjerit dan menggeliat di tanah, Mugino sedikit mengernyit. Ekspresi wajahnya sama seperti orang yang tiba-tiba mendengar suara elektronik bernada tinggi melalui panggilan telepon yang mengalami gangguan.


"Ahh ... Ahh ... Aku sudah terbiasa untuk itu sehingga aku benar-benar lupa tentang kemungkinan itu."


Titik terang cahaya menghilang dari pandangannya.


Sakit kepala yang sangat seperti ada jarum tajam yang dicabut keluar dari pelipis di kepalanya menyebabkan Mugino meringis.


"Salah satu mataku adalah benda buatan berkinerja tinggi. Kau secara elektromagnetik mengganggu kinerjanya dengan membuat aku melihat sesosok yang tidak benar-benar ada. "


"A-ahbah. Ahbabbabababbababbababaabababaababab. "


"Hmm. Aku tidak paham bagaimana Kau bisa mengganggu pendengaranku, jadi apakah Kau menggunakan beberapa trik bodoh seperti pengganti suara? "


Dia menggunakan tangannya untuk menutupi mata palsu, tapi ilusi tidak hilang. Pada kenyataannya, bahkan ketika ia menutup kedua mata, dia masih bisa dengan jelas melihat Frenda yang mengambang di kegelapan.


Kinuhata Saiai dari sisi gelap kota pastinya mendengar keributan ini karena dia segera datang ke TKP dengan berlari.


Gadis yang berusia sekitar 12 tahun itu mengerutkan kening dan berkata, "Um ... Kenapa kau super bermain-main dengan beberapa pria setengah baya? "


"Oh, jadi wujud sebenarnya adalah orang tua? Mata palsuku telah retak, jadi aku tidak bisa mengidentifikasinya. Sepertinya dia ingin aku melihatnya sebagai Frenda. "


"Yah, aku rasa itu masuk akal. Frenda dulu benar-benar berpakaian dengan mengenakan setelah yang sepertinya super disukai oleh orang tua ini. "


"Sepertinya dia benar-benar seorang kakek cabul yang suka bercinta sambil menggunakan pakaian cewek loli." Mugino terdengar benar-benar kesal. "Tapi ini sungguh menyedihkan. Ini bukanlah tipe kecerdikan yang biasa dilakukan seseorang dari sisi gelap kota. Kamu ini sungguh orang yang tega, karena menampakkan seseorang temanku dari masa lalu ketika aku hampir menang, bukan? "


"Bababababababababbbaaababbahhbah ?!"


Sebagai Frenda (?) dia memegang ujung lengannya yang baru saja lenyap dengan tangan satunya, ia mulai bergeser mundur sementara masih dalam posisi duduk. Mugino masih tidak tahu apakah lengan penyerang itu benar-benar telah hancur ataukah penyerang itu bahkan bernasib terbelah dua seperti Frenda di masa lalu.


Penyerang berteriak dengan suara bergetar dengan interval yang tidak stabil, dan itu terdengar seperti campuran antara suara seorang gadis dan suara seorang pria paruh baya.


"Bbahhbhah !! B-bagaimana? Bagaimana bisa, sialan !? Data mengatakan Kau telah meninggalkan sisi gelap kota ... Ji-jika Kau hidup dengan damai sekarang, Kau ti-tidak akan lagi membunuh seseorang!! "


"Kinuhata, aku tidak yakin apa yang orang ini katakan. Bisakah Kau menerjemahkannya untukku? "


"Nggak bisa. Aku super nggak mengerti perkataan seorang pecundang. "


"K-Kau harusnya sudah bertobat ... Owww ... Kau dibuat bertobat oleh Hamazura. Bhh ... Kau berdamai dengan dia ... Kau memutuskan untuk menjalani kehidupan yang layak dan berjalan di dunia yang sama seperti dia !! Lalu! Kemudian ... !! "


"Capek deh ... Jadi itu saja." Mugino menggaruk kepalanya dengan kesal. "Selama aku punya Hamazura, ini akan baik-baik saja. "


"... Apa?"


"Aku akan mendapat masalah dan berkelahi. Bahkan akan ada perkelahian mematikan. Tapi semua akan bekerja pada akhirnya. Tidak peduli berapa banyak orang yang aku membunuh dan betapa banyak aku menghancurkan, semuanya akan diselesaikan pada akhirnya entah bagaimana caranya, dan kita semua bisa berakhir dengan hidup bahagia. Semua pengalaman masa laluku telah menunjukkan bahwa semua itu akan menjadi kenyataan. "


Atmosfer dan suasana hati secara keseluruhan tiba-tiba berubah menjadi dingin.


Beberapa jenis suasana aneh yang tidak ada di mana saja di bumi ini, menutupi daerah itu.


"Seperti itulah yang terjadi selama pertarungan antara ITEM dan SCHOOL. Itulah cara ketika kami bertarung di bawah tanah di Distrik 23. Begitulah ketika kita bertemu selama pertempuran sengit Perang Dunia 3. Sehingga aku tahu itu akan baik-baik saja selama aku memiliki Hamazura. Tidak peduli apapun yang terjadi, dia akan memaafkan aku pada akhirnya. "


Kinuhata mendesah dengan hampa dari posisinya yang agak jauh dari pandangan Mugino.


Mereka tidak tahu kepada siapa penyerang tersebut bekerja, tetapi ia telah salah membaca situasi pada tingkatan yang sangat mendasar.


Hanya karena akhir yang bahagia tercapai, tidak berarti semua kematian dan kekerasan telah selamanya berakhir.


Bahkan pada suatu akhir yang bahagia sekalipun, suatu pemandangan yang mengerikan dengan balutan warna merah darah masih bisa tercipta.


Dan……


Seharusnya seseorang tidak memikirkan bahwa sensibilitas Mugino Shizuri sama seperti manusia pada umumnya.


Seorang monster adalah seorang monster.


Bahkan jika pertobatan telah tercapai, hal itu tidak berarti sifat dasarnya telah berubah menjadi suatu kepribadian yang bersih dan menyegarkan.


# 4 memberi senyuman tipis.


"Dan yang lebih penting, Academy City memang sudah dipenuhi dengan keanehan."


"...?"


"Setidaknya pastilah ada keanehan untuk memungkinkan seseorang untuk hidup walaupun lengan dan matanya sudah lenyap, seluruh tubuhnya terbakar, dan sebagian organ tubuhnya direbus dari dalam. Jadi jangan khawatir. Empat atau lima ledakan dari Meltdowner-ku harusnya tidaklah cukup untuk membunuh seseorang sepertimu. Setidaknya, selama kalian masih berada di kota ini. "


"B-BGH !! Bababababababababbababababbbbabababbababbababaabababaabbaaababababababab aabababbaabbabababbababbababaabababaaabababa !? "


Mulut penyerang yang menyamar sebagai Frenda hampir berbusa pada saat ia memandang Kinuhata. Suatu permohonan putus asa untuk bantuan dapat terlihat di matanya. Tapi Kinuhata hanya mengangkat bahu seolah-olah dia telah menyerah pada situasi.


Dia tidak bisa memberikan suatu bantuan pun kepada si pria, walaupun hanya sedikit.


"Setidaknya pastikan ia tidak super mati."


"Sayangnya, jika dia masih hidup, aku masih bisa melakukan beberapa kali hal seperti ini lagi kelak. Revolusi teknologi kota benar-benar membuat Kau berpikir demikian, bukan? "


Seberkas cahaya berkelebat.


Diikuti oleh beberapa cahaya lainnya. Itu tampak seperti kamera berkedip atau sambaran petir.



Setelah itu semua selesai, mereka menyeret penyerang babak belur (yang terbaik adalah tidak untuk memberikan rincian mengenai penampilan fisiknya) kepada beberapa fasilitas penelitian yang aneh dan dia ditinggalkan di sana. Dalam perjalanannya kembali pulang, Mugino dan Kinuhata berbicara bersama-sama dengan santai.


"Jadi, siapa dia?"


"Aku mendapatkan perasaan super banyak hal yang terjadi di kota ini."


Keduanya dalam kondisi yang sangat baik seperti biasa.


Tapi karena Hamazura mungkin akan menangis jika ia melihat apa yang terjadi, mereka memutuskan untuk tetap menjaganya sebagai rahasia.



Part 2[edit]


Ada sesuatu yang aneh. Pada saat Yomikawa Aiho dari Anti-Sikll melihat keanehan tersebut, beberapa jam telah berlalu sejak tengah malam.


Dia memarkir kendaraan khusus yang dipinjamkan kepadanya di sisi jalan dan memeriksa kondisi sekitar dengan menggunakan radio pada kendaraannya.


"Sumomo, Kurumi, Hakutou. ... Sudahlah kalian melihat itu atau belum? "


"Ya."


"Haruskah kita mengubah saluran kita untuk berbicara secara pribadi?"


"Hal itu begitu jelas, apakah Kau benar-benar berpikir bahwa itu bisa menyelinap melewati kita?"


Dinding luar bangunan tak berjendela telah hancur dan mereka melacak seseorang yang meloloskan diri darinya. Itu adalah situasi darurat sehingga Anti-Sikll telah dikerahkan. Untuk itu semua informasi yang dapat ditemukan sedang dikumpulkan di sekitar kota dan informasi ambigu yang nyata dan palsu sedang dianalisis di meja kerja para Anti-Skill.


Akan Tetapi ...


"Informasi-informasi tersebut tiba-tiba lenyap dengan cara yang hampir konyol."


"Rasanya seperti ikan hasil pancinganmu meloloskan diri dari kailnya. Atau mungkin seperti ada seseorang yang bersembunyi di bawah air kemudian melepas kail pancingmu. "


"Tunggu, tunggu, tunggu! Ini benar-benar bukan sesuatu yang kita harus diskusikan dengan menggunakan saluran resmi. Kau kira siapa yang bisa melakukan trik seperti itu? "


"Kurumi, kaulah yang mengatakan hal-hal yang paling berbahaya. ... Tapi aku setuju bahwa ini semua seakan-akan ada seseorang di dalam organisasi yang memanipulasi informasinya. "


Secara teknis, informasi tersebut belum sepenuhnya terputus. Semua pimpinan masihlah memerintahkan kita untuk memburu "seseorang".


Tetapi jika kita menggunakan perumpamaan memancing seperti yang barusan dijelaskan, mereka tidak mendapatkan suatu "gigitan" pun.


"Dapatkah Kau menemukan beberapa rekaman dari satelit dan robot keamanan?" Tanya Yomikawa.


"Tidak Ada. Tidak ada sama sekali. Bahkan pada tempat-tempat yang seharusnya ada seseorang di sana, mereka sudah menghilang seperti jerawat di wajah seorang idola yang di-make up. "


"Lalu bagaimana dengan laporan pencarian sampai sekarang?"


"Um, servernya memiliki waktu respon yang sangat lambat ... Apakah Kau pikir ini adalah pertanda bahwa seseorang sedang menghancurkan file dan menyamarkan itu sebagai gangguan pada Server? "


Yomikawa mendecakkan lidahnya.


Dia kemudian menambahkan, "Sumomo, Hakutou. Secepat mungkin menujulah ke stasiun. Amankan kertas laporan. Jika Kau tidak bisa, maka selamatkan mesin-mesin pengkopi. "


"Mengerti, memahami. Tapi aku punya perasaan bahwa, siapa pun di balik ini semua, mereka telah mengaturnya sehingga mereka akan selalu selangkah di depan kita. "


"Kurumi, Kau pergi denganku. Kita akan mencoba untuk mencari tahu siapa mencoba untuk mengganggu Sumomo dan upaya Hakutou. "


"Baik, tapi siapa pun itu, mungkin dia sedang mendengarkan percakapan kita sekarang."


"Kalau begitu mari kita mengejutkan mereka dengan menyatakan perang."


Bersamaan dengan Yomikawa menutup jendela kaca kendaraannya, ia melaju dengan kendaraan khususnya.


Dia meragukan segalanya akan berjalan sesuai rencana.


Tetapi bahkan dengan prediksi tersebut, dia dengan berani menunjukkan taringnya pada pihak yang kemungkinan mengatur ini semua, walaupun dia tahu pihak-pihak ini sepertinya terhubung dengan petinggi - petinggi kota misterius yang bukan tandingannya. Bahkan jika dia sedang didorong ke tepi jurang sebagai seorang karakter yang tak penting, dia masih memiliki hak untuk melawan walaupun itu berarti dia harus masuk ke sarang predator yang akan memangsanya.



Part 3[edit]


Itu hampir fajar.


Suara basah bisa didengar.


"...? ... ??? "


Suatu tangan putih menempel pada dinding beton. Lengan ramping membentang dari badannya dan tubuhnya membungkuk dengan mengerikan seakan tak kuat menopang berat sendirinya. Sumbu di sepanjang pusat tubuhnya bergetar bolak-balik dan dia tampak menyusut seperti balon yang mengempis.


Dia Fraulein Kreutune.


Dia menopang berat badannya dengan tangan yang menahan pada dinding bangunan dan tangannya yang lainnya setengah menutup wajahnya. Matanya menggeliat ke sekitar dengan tidak wajar dan sinar mata keraguan bisa terlihat terpancar dari sorot matanya.


Napasnya panas.


Perasaan sesuatu mengganjal di belakang tenggorokannya terus terasa tidak peduli apa yang dia lakukan.


Setiap tulanng di tubuhnya gatal. Dia tidak bisa menyingkirkan perasaan aneh seperti semua organ tubuhnya dipenuhi dengan jaring laba-laba kecil.


Sesuatu hilang.


Proses berpikir Fraulein Kreutune tidak bekerja sama dengan otak primata miliknya sehingga menghasilkan perasaan yang kompleks. Pikirannya lebih mirip seperti serangga yang memutuskan segala sesuatunya dengan pertanyaan “ya” atau “tidak”. Apakah itu panas ataukah dingin? Apakah itu manis ataukah pedas? Apakah itu basah ataukah kering? Ketika ribuan atau puluhan ribu pertanyaan-pertanyaan saling tumpuk satu sama lain, tampak seolah-olah dia sedang menghasilkan pikiran yang lebih kompleks.


Itu tidak berbeda dari program percakapan tingkat tinggi yang sebenarnya hanya terdiri dari kombinasi angka 1 dan 0. [Ini adalah istilah ilmu pemrograman komputer. 0 adalah tidak. 1 adalah iya.]


. Otak Fraulein Kreutune dipenuhi tumpukan “keputusan sederhana” layaknya suatu organisme yang tidak sempurna, yang hanya memikirkan cara bertahan hidup.


. Sekumpulan jawaban ya atau tidak membawa ide tunggal pada pikirannya.


Sesuatu yang hilang.


Suara basah bisa didengar.


Dia berada di gang belakang di mana dinding dan tanah terkotori oleh beberapa cairan yang aneh. Tangan yang mendukung berat badannya turun dan dia jatuh ke tanah. Sambil berbaring menghadap ke bawah dengan rambut perak aneh panjang yang menyebar di sekelilingnya dengan kusut, keputusan sederhana terus berlanjut.


Mata yang mengintip dari celah di antara rambutnya berputar dengan kecepatan yang luar biasa.


Napasnya terdengar seperti seruling yang rusak.


Dan kemudian ...


"Ku kira tidak terlalu penting, tapi apa yang Kau pikir tentang fakta bahwa anak berusia 8 tahun bisa tidur sampai subuh di bangku alun-alun hanya karena dia lelah !? Ini adalah salah satu negara yang begitu aman !!"



"... Hamazura. Jika dia sering jatuh tertidur lebih awal karena dia terlalu lelah, apakah itu berarti kesehatan giginya masih dalam suatu masalah? "


Seorang anak laki-laki dan perempuan memasuki gang belakang dengan jejak langkah kaki yang keras. ... Tidak, secara teknis, ada orang ketiga yang bersama dengan mereka. Seorang gadis kecil sedang tidur di belakang anak lelaku yang mirip preman itu, dengan rambut dicat.


Hamazura Shiage.


Takitsubo Rikou.


Fremea Seivelun.


Karena kurangnya penerangan, mereka tidak melihat Fraulein Kreutune yang roboh di gang belakang dari tadi.


"Hm? Apa itu !? Seorang pemabuk? "


"Aku hampir menginjak tubuhnya."


Dan itu sebabnya mereka mendekatinya. Mengapa mereka dengan sembarangan mendekatinya.


Ia berbaring telungkup di tanah dengan rambutnya yang terurai di sekelilingnya, jari-jarinya meliuk-liuk seperti kaki serangga. Bibir yang tertutupi oleh poninya gemetaran ... meleleh ... terbuka. Mulutnya berubah menjadi lebih tipis dan lebih tipis, lebih luas dan lebih luas, karena dia mulai menganga. Garis putih gigi di dalamnya tampak berkilauan seperti gergaji.


Tentu saja keberadaan wanita itu tidak dilaporkan kepada masyarakat umum, namun laporannya telah mencapai kelompok tertentu:


Jika Fraulein Kreutune merasa perlu, dia akan makan otak orang lain untuk mengambil alih kemampuan korbannya.


Dia digerakkan.


Seseorang yang hanya bisa digambarkan sebagai monster atau binatang tersebut perlahan bangkit.


Napasnya yang terengah-engah dan hangat terhembus dengan tidak teratur.


Melihat itu semua, Hamazura akhirnya mengerutkan kening pertanda bingung.


Tapi sudah terlambat.


Menggunakan berat tubuhnya untuk melaju ke depan dengan sempoyongan, namun itulah yang disebut “berjalan” bagi Fraulein Kreutune, dan dia pun semakin memperpendek jaraknya ke arah Hamazura. Kemudian dia berhasil mencapai jarak yang hanya bisa disebut "nol".


Dan ...


Sambil menekan dirinya ke dinding beton, ia melewati Hamazura dan yang lain.


Fraulein Kreutune meninggalkannya sambil membuat jejak basah yang terdengar aneh.


"...?"


Hamazura berbalik tanpa berpikir.


Dan kemudian dia menyadari bahwa bahkan dia sendiri tidak tahu mengapa ia berbalik.


Tapi ...


Dahinya ditutupi keringat. Bahkan di udara dini hari yang dingin, beberapa tetesan kristal dari keringat bisa dilihat. Ketika ia merasa tetesan-tetesan keringatnya mengalir ke bawah melewati hidungnya dan dagunya, ia melihat suatu perubahan pada tubuhnya.


Bahunya bergetar.


Lututnya merasa seperti tidak mampu lagi menopang tubuhnya.


Poros tengah sumbu tubuh yang ia butuhkan untuk menjaga keseimbangan telah terguncang dengan mengerikan.


Beberapa puluh detik ketika wanita itu melewati dirinya, napasnya benar-benar berhenti.


Dia berada di kondisi yang sama seperti manusia yang telah dilemparkan ke kandang binatang buas.


"Apa itu tadi ..?"


Pertanyaan memenuhi pikirannya.


Dia bertanya juga tentang identitas wanita yang telah roboh di gang.


Tapi ...


Dia juga bertanya tentang kata-kata yang wanita itu gumamkan dengan napas panas anehnya saat ia berpapasan.


Kata-kata berikut yang menyelinap ke telinga Hamazura adalah.


"... bukankah dia."



Part 4[edit]


"Betapa mengerikan," gumam Saint bernama Silvia dalam suatu bangunan di malam hari.


Jendela telah tertutup sehingga lantai luas tidak memiliki penerangan. Dia adalah seorang wanita misterius yang mengenakan celemek kerja, pakaian kerja tebal, celana, dan kacamata kerja industri di dahinya. Namun, entah kenapa, sosok sepenuhnya dari wanita ini mengingatkan kita pada perawakan seorang pembantu.


Dia berada di Distrik 12, distrik dengan banyak fasilitas keagamaan.


Bangunan itu sendiri adalah suatu bangunan bertingkat tinggi, tapi lantai yang luas pada bangunan itu tidak memiliki batas pintu dan batu-batu kecil ditempatkan di bawah kakinya. Sebagian besar lantai telah berubah menjadi suatu lantai kuil Buddha yang terbuat dari kayu. Namun, seluruh bangunan itu bukanlah fasilitas eksklusif agama Buddha. Lantai yang berbeda bermotifkan kuil Shinto dengan torii raksasa di pintu masuk. [Torii adalah semacam gerbang, atau dalam bahasa Jawa sering disebut gapura, yang khusus hanya ada di Jepang. Terdiri dari 2 tiang dan biasanya berwarna merah dengan disain tertentu di atasnya. Jika kalian pernah melihat kuil-kuil di film Jepang, pasti terdapat tiang ini di pelataran masuknya. Di beberapa kuil, ada yang pelataran masuknya dipenuhi dengan ribuan bangunan Torii.]


"Ini benar-benar mengerikan. Aku tidak percaya aku pernah melihat sesuatu sudah berusaha begitu keras namun tetap saja kehilangan sesuatu dengan begitu buruknya, " kata Silvia sambil shock saat ia mengambil tali laundry panjang dengan hanya menggunakan jentikan jarinya.


"Ini adalah struktur yang tidak menyenangkan," kata Brunhild Eiktobel dengan napas pendek.


Dia mengenakan gaun pendek dengan celana bawah dan pelindung modern yang meliputi lengannya, kaki, dan dada. Sosoknya mirip prajurit berbaju besi dengan dekorasi bulu tambahan di kepalanya, yang membuatnya mengingatkan pada gadis ksatria dari legenda Norse.


Dia adalah seorang Saint juga.


Hanya dua orang ini saja, jika ditinjau dari kekuatan fisik, bisa menghancurkan markas sihir yang telah dibuat dengan mengubah seluruh kota menjadi benteng agama.


"Meskipun tempat ini dengan rumitnya dibangun sampai tahapan mikron, itu tidak benar-benar memiliki simbol sihir satupun. Ini tidak lebih dari suatu model yang didasarkan pada siklus dan pola yang diperlukan untuk secara efisien membawa orang-orang ke sini agar beribadah dan kemudian mengambil uang mereka. "


"Ya, tapi tidakkah Kau pikir ini direncanakan dengan sengaja?"


Silvia mengangkat bahu.


Aksi ini tampaknya tidak cocok dengan kegelapan yang hampa pencahayaan.


"Suatu garis yang jelas telah ditarik untuk membedakan antara wilayah ilmu pengetahuan dan sihir yang saling menyeberang. Anggap saja seperti berlari tanpa alas kaki di ladang ranjau. ... Bukankah tampak paling aneh jika seseorang menyebrangi ladang ranjau tanpa menginjak satu pun? "


"Ada tanda-tanda Marian Slingeneyer?"


"Aku pikir kita semua tahu jawabannya sejak saat kita tidak menemukan suatu perangkap pun dalam perjalanan kita ke sini. "


Baik Silvia dan Brunhild Eiktobel melihat ke arah yang sama.


Berdiri di arah itu adalah seorang gadis dengan rambut pirang pendek.


"..."


Dia adalah Leivinia Birdway.


Dia adalah orang yang telah memperoleh informasi dari buku pegangan siswa ditariknya dari saku Kamijou Touma.


Dia adalah bos dari asosiasi sihir The Dawn-Colored Sunlight, komplotan sihir yang diklaim sebagai salah satu dari asosiasi-asosiasi terkemuka bahkan di negara sihir sebesar Inggris. Teori mendasar mengenai perbedaan antara kekuatan seorang Saint dan seorang manusia normal tidak berlaku untuknya. Bahkan jika dia tidak bisa menang melawan mereka dalam suatu pertarungan langsung, ia memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membuat ide alternatif lain guna mengalahkan mereka.


Silvia dengan santai berbicara kepada monster itu.


"Apakah Kau pikir kita ditipu?"


"... Siapa tahu. Distrik agama tunggal di kota ini terdengar menjanjikan, tapi makanan lilin sampel tidak cukup untuk mengisi perutmu. Namun jikalau anak itu benar-benar telah merencanakan suatu rencana sampai tahapan ini, tentu kepribadiannya sudah berkembang semakin jauh. "


"Ayolah, jangan begitu marah. Setelah menipunya begitu banyak untuk kepentinganmu sendiri, apakah benar-benar kau berhak untuk marah ketika dia menginginkan pamrihmu walau hanya sekali? Tapi aku mengerti mengapa Kau jadi panik. Serangan mendadak ini telah menjadi waktu yang tepat bagimu untuk meminta maaf. "


"Aku harap Kau siap untuk bisa melancarkan tamparan cukup kuat untuk menenggelamkan kapal perang."


Bagaimanapun, informasi dalam buku pegangan siswa Kamijou Touma telah adalah suatu tipuan.


Mereka tidak menemukan tanda-tanda Marian Slingeneyer atau orang lain dari GREMLIN.


Brunhild Eiktobel dengan tenang bertanya, "Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


"Kita sekarang harus mempertanyakan apakah Kamijou Touma memiliki hubungan dengan Marian Slingeneyer ataukah tidak. ... Tapi ia harusnya memiliki alasan untuk membuat kita berpikir bahwa dia memang punya hubungan dengan mereka. Anak itu berbohong untuk menjauhkan kita dari sesuatu. Menurutmu, apa itu? "


"... Jadi kita mulai dengan suatu garis penalaran, hm?"


"Pastinya dia memiliki alasan yang kuat untuk memisahkan kita dengan sesuatu ini. Jika misalnya kita terus mengikuti skenario yang dia inginkan, kita mungkin berakhir dengan menemukan sesuatu yang menarik. "



Part 5[edit]



Jam menunjukkan pukul 08:00.


Itu adalah waktu bebas bagi para pelajar karena Ichihanaransai dimulai. Itu adalah waktu yang sering digunakan oleh sekolah untuk membuka diri mereka dan melaksanakan simulasi percobaan pendaftaran. Semua upaya itu dikatakan bisa memperkirakan dengan baik tentang jumlah calon siswa yang ingin masuk ke sekolah tersebut. Itu adalah waktu yang penting di mana orang tua murid membuat suatu gambaran awal tentang sekolah mana yang membuat mereka tertarik.


"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk !!"


Misaka Mikoto berlari secepat yang dia bisa.


Dia adalah korban kejamnya takdir. Setelah menggunakan berbagai metode untuk lepas dari Shirai Kuroko yang bisa teleport, dia pikir dia bisa dengan sangat aman untuk berkunjung ke sekolah si idiot. Itu adalah suatu rencana yang sempurna agar tidak ada orang yang menggodanya untuk mengunjungi sekolahan-sekolahan SMA lainnya, sehingga dia tidak harus repot-repot menciptakan setiap percikan yang tidak perlu untuk mengusir setiap “sales” sekolahan SMA itu, bagaimanapun juga dia adalah seorang bintang sehingga banyak agen SMA ingin agar dia masuk sekolahnya, tapi rencananya gagal karena satu kebetulan.


Dan apa yang terjadi padanya?


Ketika ia mendekati pintu masuk utama SMA tertentu untuk sidang pendaftaran, ia tiba-tiba lari ke wanita muda yang dikenal sebagai Akademi City # 5



"Kenapa? Mengapa aku harus lari ke tempat # 5 yang mengerikan itu!!! ??? "


  1. 5. Gadis itu memiliki kemampuan Mental Out yang merupakan suatu kekuatan pengendalian mental terkuat. Dia adalah seorang mahasiswa di SMP Tokiwadai seperti Mikoto. # 5 telah membuat geng terbesar di sekolah dan # 3 yang tidak tertarik untuk bergabung dalam geng manapun. Itulah yang begitu membedakan kepribadian mereka.


(Selalu serangan mental yang vs serangan fisik, geng vs kesendirian, rambut panjang vs rambut pendek, atau payudara besar vs payudara kecil !! Semua orang selalu mengatakan apa yang mereka inginkan dan aku hanya benci dengan pemikiran seperti itu! Dan aku paling benci untuk membicarakan perbandingan yang terakhir kali disebutkan tadi!!)

NT Index v06 043.png

Tentu, mereka berdua tidak akur.


Tentu, mereka berdua sering terlibat perselisihan.


Dia adalah seseorang yang akan membuat Mikoto langsung mengadukan kepalanya dan saling memelototi ketika bertemu satu sama lain, sehingga dia bisa menebak apa yang # 5 berbahaya ini akan lakukan jika dia tahu Mikoto dengan gugup berangkat menuju sebuah pendaftaran sidang di sekolah tinggi tersebut.


"Waahhh !! Dia mengendalikan semua orang di sekitar sini untuk mengejar aku !! "


Dengan gerakan samar-samar yang terkesan seperti gerakan serangga, pria dan wanita, baik tua dan muda, mengejar Mikoto.


Seorang pria setengah baya dengan combover yang mungkin seorang pekerja kantor atau guru SMA mulai berbicara dengan cara mendominasi seolah-olah ia adalah suara digital dari suatu perekam yang diputar. [Combover adalah gaya rambut setengah botak, namun masih ada beberapa rambut lurus, dan disisirnya rambut lurus itu di atas botaknya. Ini mirip dengan gaya rambut mayoritas dokter yang sudah tua. Wikipedia Bebas]


"Heh heh heh heh heh heh. Misaka-san, Kau pasti telah menjadi jauh lebih anggun daripada ketika aku terakhir kali melihatmu. Apakah Kau mungkin salah makan? Bagaimanapun juga, Misaka-san, aku tidak pernah berpikir aku akan melihat ekspresi wajahmu yang seperti itu. Hee hee. "


"Aku akan menendang pantatmu, dasar kau orang tua sialan!!" teriaknya, meskipun ia tahu bahwa pria tua itu hanyalah korban.


Dia ingin menangkap Mikoto dan menggodanya agar menjadi malu, tapi sepertinya, dia melakukan perbuatannya bukan karena kehendaknya sendiri.


Proses berpikir mereka benar-benar “beraroma” kemampuan # 5.


Tapi ...


Mikoto tidak punya waktu untuk berurusan dengan kejahilan si nomor 5 dan dia akan menolak bahkan jika dia punya waktu untuk itu semua. Sembari Mikoto mendekati jembatan penyebrangan jalan, ia tanpa ragu-ragu melompati pegangan di jembatan tersebut. Saat ia melakukannya, ia memanipulasi magnet untuk seolah-olah mendukung tubuhnya dengan tali yang tak terlihat dan mengayunkannya secara paksa ke bawah jalan layang.


Itu mirip dengan peluru yang ditembakan.


Itu dapat dilihat mirip dengan aksi melompat dari ayunan, hanya saja, dengan jangkauan ayunan yang ratusan kali lebih besar dan kencang.


Ketika tubuh kecil Mikoto "ditembakan" dari jalan layang, ia meluncur sekitar 200 meter tanpa mendarat. Pada saat itu, ia memanipulasi magnet sekali lagi untuk menurunkan kecepatannya sebelum mendarat. Kakinya akhirnya menghantam tutup tempat sampah logam.


Suatu dentangan keras terdengar.


"Tidak baik, tidak baik ... aku harus keluar dari sini," gumam Mikoto sambil melompat turun dari tempat sampah.


Tapi kemudian ia mengerutkan kening.


(... Huh? Kenapa si # 5 brengsek itu bahkan sudah ada di sini dari tadi ???)


Dia tidak punya jawaban untuk pertanyaan itu.


Jika dia menunggu terlalu lama, ia akan kehilangan jarak yang dia buat dengan serangkaian gerakan akrobatik tadi. Dia harus pergi sementara pengejarnya telah kehilangan dia.



Dan setelah Misaka Mikoto pergi, suara berderit seolah-olah dari pintu yang hampir rusak bisa terdengar.


Itu berasal dari tutup tempat sampah logam, tempat ia mendarat barusan.


"... Apa itu tadi?"


Setelah membuka tutup yang berat, Kamijou Touma melihat sekeliling dengan bingung. Ketika dia meninggalkan rumah sakit, ia mengenakan pakaian pasien rumah sakit, tapi sekarang ia mengenakan kemeja sederhana dan celana.


Kostum yang digunakan untuk kafe atau rumah berhantu tidak selalu dibuat dari kain perca. Kadang-kadang, kemeja dan celana dari toko pakaian murah dibeli dalam jumlah besar dan kemudian diubah untuk membuat kostum.


Tapi tidak semua upaya seperti itu akan berjalan dengan baik. Dan kotak tong sampah dekat sekolah sering dipenuhi dengan pakaian murah yang gagal diubah.


Dia ingin mengejar Fraulein Kreutune, tapi ia tidak bisa membiarkan setiap Anti-Skill dan anggota Judgment menangkapnya dan mencatat semua pelanggaran yang telah dibuatnya.


Dan setelah mengubah dari pakaian pasien rumah sakit ke kemeja dan celana sederhana, Kamijou mencari Fraulein Kreutune atau Thor sementara memperhatikan seisi kotak tempat sampah yang ada di dekatnya. Dia ingin membuat pakaian dari bahan-bahan pembuatan kostum gagal yang tidak terpakai lagi sehingga tampak senormal mungkin agar ia terlihat tidak terlalu mencurigakan.


Dia sudah berada di tengah-tengah tempat itu ketika Biri Biri jatuh turun dari atas dengan menggunakan kekuatan elektromagnetiknya.


Dia baru saja membuka tutup kotak tempat sampah dan mengintip ke dalam, jadi jika dia tidak segera masuk ke dalamnya, ia mungkin sudah celaka karena kejatuhan Mikoto. Dan apa yang terjadi kepadanya, ketika dia kejatuhan tsundere itu dengan posisi pantatnya yang mendarat di mukanya, tentulah sudah jelas.


"Kalau dipikir-pikir, aku bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Fraulein Kreutune. Dia mungkin juga akan menarik perhatian banyak orang."


Kamijou langsung saja meraih jaket olahraga dan keluar dari tempat sampah. Dia melihat sekitar dan menuju jalan yang lebih besar sembari ia mengenakan jaketnya.


(Ow ... Sialan. Darah tidak akan merembes keluar dan menodai pakaian ini, kan?)


Secara kebetulan, ia menuju ke arah yang berlawanan dengan Mikoto.



Part 6[edit]


Last Order menolak untuk makan sarapannya.


"Tuan Penjaga……….."


"... Jangan menyerahkan semuanya kepadaku."


Yoshikawa Kikyou dan Accelerator berbicara dalam ruang makan apartemen. Meskipun tanggalnya telah berganti, pemilik resmi dari apartemen tersebut, Yomikawa Aiho, belum juga kembali. Dia mungkin telah dipaksa untuk menghabiskan sepanjang malam dengan berpatroli berkat semua kehiruk-pikukan Ichihanaransai.


Last Order mendorong piring dengan telur goreng di atasnya menuju Accelerator dan piring dengan roti biasa pada ke arah Yoshikawa.


"Hari ini adalah Ichihanaransai !! Misaka mengumumkan sembari Misaka menempatkan tangannya pada pinggulnya!! "


"Istirahat saja dan makan sarapan sialan-mu."


"Gyahh! Longsoran salad kentang sedang dituangkan ke piring Misaka, kata Misa- ... !! "


"Apa hubungannya Ichihanaransai dengan sarapan? Sekarang bergegaslah dan selesaikan sup jagungmu. "


Teriakan suara sopran terus terdengar dari dalam rumah itu di pagi hari.


Mata Last Order berkaca-kaca saat ia sedikit melihat tumpukan makanan di depan matanya.


" Ichihanaransai adalah ketika mereka menyelenggarakan festival budaya di semua sekolah, kan? Kata Misaka sembari Misaka meminta konfirmasi. Kemudian Misaka ingin pergi berkeliling ke semua stan makanan di sekolah dan mencoba upacara sidang pendaftaran, kata Misaka sembari Misaka mengumumkan rencananya untuk hari! Dan perut Misaka haruslah kosong terlebih dahulu untuk bersenang-senang dengan semua kudapan itu, kata Misaka sebagai Mi- ... "


" Ichihanaransai, hm? Oh, Last Order. Aku pikir aku sudah bilang kepadamu untuk tidak menyingkirkan daging isi bumbu merica milikmu. Sebagai hukuman, Kau mendapatkan daging isi bumbu merica sialan tambahan. " [Referensi mengenai daging isi bumbu merica yang penerjemah dapatkan adalah berupa bongkahan paprika yang dibuang isinya, kemudian diisikan cincangan daging beserta bumbu pedas. Ini adalah hidangan yang mengenyangkan sekaligus menyebalkan bagi yang benci paprika. Karena sama saja anda memakan paprika yang masih utuh beserta kulitnya. Dan kami dengan kebanyakan anak kecil di Jepang benci paprika.]


"Jangaaaan !! Mengapa Kau menyerang Misaka dengan serangan pengenyang-perut-mu itu bahkan setelah dia menjelaskan alasannya !? kata Misaka sembari Misaka mengeluh tentang rasa kenyang yang berlebihan ini !! "


Accelerator mendesah kecil saat ia melirik Last Order yang terus berteriak.


Dia berpikir sebentar dan kemudian berbicara kepada Yoshikawa.


"Hei, Yoshikawa."


"Mari kita tumpukan sejumlah besar hidangan ini dan- ... Hm? Apa ya? "


"Kalau dipikir-pikir, apa yang akan Kau lakukan terhadap wajib belajar yang seharusnya bocah nakal ini dapatkan?"


"Itu pertanyaan yang bagus," kata Yoshikawa dengan napas santai. "Kau dan gadis ini pada dasarnya sama, yaitu seorang individu yang berisikan sejumlah informasi penting yang dijaga kerahasiaannya oleh kota, tetapi Kau masih memiliki identitas publik. Bagaimanapun juga, Kau terdaftar sebagai esper Nomor Satu di Academy City. Di sisi lain, Last Orderr adalah jenis warga yang bahkan tidak memiliki ID Academy City dan keberadaannya tidaklah resmi. Produksi klon manusia dilarang oleh hukum internasional. ... Keberadaannya akan menjadi skandal bagi Academy City, sehingga akan sulit untuk menyekolahkannya melalui proses yang normal. "


"..."


"Tapi sementara Last Order adalah seorang individu, ia juga merupakan bagian dari ego Misaka Network secara keseluruhan. Semua pengetahuan, keterampilan, emosi yang diperoleh dari kehidupan dalam kelompok, dan rangsangan emosional yang biasanya dipelajari orang dalam kehidupan sekolah dapat diperoleh dengan bertukar informasi melalui jaringan, sehingga mungkin saja kewajiabannya untuk menempuh dunia sekolah tidaklah sepenting itu. "


(Kau benar-benar seorang peneliti ketika membahas perihal itu, bukan?)


Meskipun berpikir demikian, Accelerator menahan diri dari mengatakan hal itu.


Accelerator tahu dengan baik tentang bagaimana akhir yang didapat dalam pengejaran efisiensi dan logika. Dia telah menjadi bagian dari "gifted program" di mana ia duduk di satu-satunya meja dalam ruang kelas yang besar. Dalam dunia itu, suara-suara dari anak-anak lain seusianya yang bisa mendengar dari tempat sebelah bukanlah apa-apa selain kebisingan saja. Sederhanya, dia tidak melihat itu sebagai dunia yang bahagia.


Yoshikawa tampaknya ingin meninggalkan bidang penelitian dan banting setir ke bidang pendidikan, tetapi ia juga pernah mengatakan bahwa dia tidak memiliki kualifikasi sebagai seorang guru. Dan dia berada di jalan yang benar. Dia tidak bisa melihat makna di balik hal yang sia-sia dan tidak perlu, bahkan jika dia bisa mengajarkan murid-muridnya untuk mendapatkan skor sempurna pada tes mereka, mungkin saja dia tidak bisa melakukan apa-apa setelahnya.


"Ada apa?"


"Tidak ada," jawab Accelerator. "Tak ada yang perlu dibicarakan. Aku hanya berharap kau siap untuk mengatasi sisi lain dari dirimu sendiri. "


"?"


Yoshikawa tampak bingung, tapi Accelerator bukan tipe orang yang memberikan bantuan lebih dari itu.


Sebaliknya, ia berbicara kepada Last Order.


"Cepat dan makan. Kami akan keluar setelah Kau selesai. "


"Gnyaahhh! Strategi perut kosong Misaka telah gagal ... hm? Keluar? Tanya Misaka sembari Misaka memiringkan kepalanya pertanda bingung. "


"Nggak ke mana-mana. Cuma cari beberapa sepatu musim dingin. Jika menemui sekolah dalam perjalanan ke toko, aku kira kita bisa mampir. "


Last Order dan Yoshikawa, keduanya terdiam.


Keheningan berlangsung selama sekitar satu setengah detik.


Tentu saja Last Order- lah yang mulai bergerak pertama kali. Dia membentangkan tubuh kecilnya lebar-lebar dan berdiri dengan paksa.


"Misaka berlari ke arah pintu sambil mengingatkanmu bahwa burung yang awal-lah yang mendapatkan cacing! kata Misa- ... !! "


"Accelerator, tolong tahan anak itu secepat mungkin !!"


Yoshikawa dan Accelerator buru-buru menahan Last Order sebelum dia bisa berlarian ke jalanan dan hilang sekali lagi.




Part 7[edit]


Dengan sembuhnya tulangnya yang sebelumnya patah, gadis yang dikenal sebagai Misaka WORST tersebut akhirnya sudah bisa mengucapkan selamat tinggal kepada perban-perban dan gips menjengkelkan yang sebelumnya membalut dan membatasi pergerakannya.


Rasa kebebasan itu memberinya kemudahan untuk sepuas hatinya bekeliaran dalam kehidupan malam di kota. Gadis dengan rambut cokelat pendek yang mengenakan aodai berwarna putih bersih dan memiliki bagian negatif dari jaringan informasi yang dikenal sebagai Misaka Network. Yaitu jaringan yang dibuat dengan menghubungkan gelombang otak hampir dari 10.000 jiwa klon. Tentu saja, itu berarti sisi negatifnya keluar lebih kuat. [Ao Dai sudah dibahas pada volume sebelumnya.]


Dan ...


"Kuro-nyaaaaannn. Jika Kau lagi nganggur, Kau dapat bermain dengan Misaka. "


"Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkk!!! ??? " teriak Kuroyoru Umidori, seorang gadis yang berusia sekitar 12 tahun dengan pandangan keji yang terpancar dari sorot matanya.


Ia berjalan melintasi suatu jembatan penyeberangan yang tertutup dengan kerumunan orang, ia memiliki lengan yang terbungkus sampai bahunya seperti habis berkelahi dengan preman.


Kuroyoru adalah Level 4 yang bisa memanipulasi nitrogen dan sebagian tubuhnya telah dimodifikasi secara mekanik sehingga membuatnya menjadi cyborg, tapi mekanisasi itu telah menjadi bumerang karena Misaka WORST bisa memanipulasi listrik. Dia sungguh tidak bisa akur dengan gadis itu.


Dan terlebih lagi, dia terlibat dalam suatu kekonyolan, yaitu seseorang menempelkan permen karet ke sirkuit internal pada lengannya sehingga dia sementara tidak dapat menggunakan jurus Lance Bomber-nya.


Dengan kata lain, dia kini tanpa perlawanan.


"Apa yang kamu makan? Apakah itu beberapa Taiyaki dengan keju di dalamnya? Misaka pergi untuk mendapatkan permen kapas, tapi itu adalah suatu kesalahan. Tangan Misaka lengket semua sekarang. Jajanan yang dimasak oleh para pelajar itu sungguh tidak layak. " [Taiyaki adalah jajanan kue berbentuk ikan dengan sesuatu yang manis di dalamnya.]


"... Kenapa kau berbicara padaku seakan kita adalah teman? Memangnya ada topik pembicaraan yang bisa kita diskusikan, dasar idiot? "


"Eh? Tapi, Kuro-nyan, Kau dan Misaka tidak memiliki teman, kan? Jadi mari kita saling berakrab-akrab ria."


"Jadi kita adalah kelompok gadis yang menyedihkan !? Jangan konyol! Jangan berani-berani kau menempatkan tokoh sentral dari Freshmen dalam kategori yang sama seperti Kau !! "


"Jangan dingin gitu dong, bagaimana kalau kita mencoba ngobrol beberapa topik tambahan untuk memperdalam persahabatan kita? Sebagai contoh, Misaka berpikir dia akan menggosok kepalamu dengan tangannya yang lengket karena permen kapas. "


"Dasar kau monster! Aku tidak melihat apa-apa kecuali kebencian dalam dirimu! "


Acara malam Kuroyoru telah menjadi malapetaka karena Misaka WORST menguap tanpa menutupi mulutnya dan tangannya masih di bahunya.


"Sementara bersenang-senang di sekitar kota di malam hari, Misaka telah mendapat beberapa kenalan lemah untuk menjalankan tugas dan mengantarnya berkeliling, tapi Misaka tidak yakin mereka benar-benar memenuhi syarat sebagai teman. Jadi mari kita mendapatkan beberapa pengalaman hidup bersama-sama. "


"Kau adalah clone militer yang keberadaannya melanggar hukum internasional. Apakah tidak apa-apa jika keluar di depan umum seperti ini? "


"Mengapa Misaka harus pusing memikirkannya? Ini mungkin menyebabkan seseorang beberapa masalah, tapi itu orang itu bukanlah Misaka. "


Saat itulah gadis lain berjalan di sepanjang jembatan penyeberangan.


Gadis itu memiliki rambut pendek dan mengenakan seragam sekolah pengembangan kekuatan psikis trenama yang dikenal sebagai SMP Tokiwadai.


Namun, dia bukanlah Misaka Mikoto yang asli.


Dia adalah klon militer berlabel Sister # 10032 tapi lebih dikenal sebagai Misaka Imouto.


Untuk beberapa alasan dia telah melepas salah satu sepatunya dan memegangnya dengan satu tangan.


Kuroyoru menyembur, "Lihat, kau kini punya teman."


"Misaka membenci, membenci, membenci orang bersih dan rapi seperti dia. Misaka hanya ingin berbicara sama orang dengan tampilan yang jahat di matanya. "


"... Segala sesuatu yang Kau katakan memberitahuku bahwa sebenarnya Kau tidak punya niat untuk menjadi temanku."


Misaka WORST mengabaikan cemoohan Kuroyoru dan melambaikan tangan kepada Misaka Imouto dengan tongkat permen kapas.


"Hey kamu lagi ngapain? Senang melihatmu se-eksentrik biasanya. "


"Misaka melepaskan sepatunya untuk mengistirahatkan kakinya sambil istirahat di bangku dan kucing hitam ini naik dalam sepatu, lapor Misaka. "


Jika dilihat lebih dekat, pada sepatu sekolah milik Misaka Imouto, ada kucing hitam yang menempatinya mirip dengan keong. Bahkan ketika ia membalikkan sepatunya, kucingitu tidak mau keluar. Dia pasti telah merentangkan kakinya dan mencakar bagian dalam sepatunya dengan kuat.


Kucing hitam biasanya bertindak sangat gugup, tapi dia tampak sangat berani hari ini karena beberapa alasan. Seakan-akan dia berkata, "Ini adalah rumahku sekarang! Aku tidak akan membiarkan Kau mengusir aku! "


Dengan tatapan bingung, Misaka WORST mengatakan, "Tak bisakah kau menariknya keluar dengan cakar besi?"


"Pergilah ke neraka, dasar penyendiri, ludah Misaka dalam menanggapi monster berhati hitam ini."


Walaupun keberadaan mereka berdua dikendalikan oleh kehendak tunggal yang besar dari Misaka Network, pendapat seperti itu secara teknis juga ada dalam Misaka Imouto juga.


Mengabaikan respon itu, Misaka WORST mengatakan, "Tiga orang masihlah belum cukup. Apakah tidak ada orang lain di sini yang nganggur? "


Dia melirik di sekitar wilayah dan melihat ekspresi yang tampak jijik terhadap sesuatu.


Ekspresi milik seorang gadis bernama Kinuhata Saiai.


Ekspresi itu lebih diarahkan pada Kuroyoru Umidori daripada di Misaka WORST atau Misaka Imouto.


"Oh? Ohh? Siapakah itu? Dia memiliki pandangan yang sama jahatnya denganmu. Nyahahahah. "


Mereka yang bekerja di kegelapan kota belajar bagaimana cara untuk melacak lingkungan mereka sendiri.


Seseorang yang selalu melirik ke sekitar akan terlihat mencurigakan, seorang ahli akan menghindari itu agar terlepas dari interogasi atau diambil alih informasi berharga miliknya, dan itu akan menjadi masalah bagi mereka. Dan jangkauan pandangan manusia lebih luas daripada rata-rata yang orang pikirkan. Dengan mempelajari bagaimana menggunakan 160 derajat bidang penglihatan dan juga menggunakan hal-hal seperti kaca ponsel, jendela, botol minum, dan kaca spion samping mobil yang diparkir, orang bisa mengumpulkan informasi dari keseluruhan lingkungan mereka dengan gerakan yang minimal.


Tapi siapa pun yang sudah mengenal teknik-teknik itu, akan dengan mudah menyadari keberadaan dia.


Pada dasarnya, Kau perlu mengawasi siapa saja yang memiliki titik fokus yang sedikit aneh pada mata mereka atau orang yang kurang bereaksi terhadap bunyi klakson mobil dan dengungan mesinnya.


Misaka WORST mengacu pada semua karakteristik itu sehingga dia bisa memanggil seseorang dengan istilah “tatapan jahat”.


Kebetulan, para Sister yang normal cenderung tidak mengenali teknik pengenalan daerah sekitar ini karena mereka selalu bisa mengumpulkan informasi dari Misaka Network jika sesuatu terjadi.


Dari sorot mata Kinuhata Saiai, seseorang akan berpikir bahwa dia sedang melihat suatu muntahan pada platform kereta bawah tanah.


"Jadi semua penjahat super menciptakan faksi mereka sendiri?"


"Misaka menyukai bagaimana semua hal ini berlangsung. Dengan orang-orang gelap seperti Kau di sekitar, dia bisa menikmati Ichihanaransai tanpa mau pulang, nyan. "



Part 8[edit]


Fremea Seivelun terbangun saat berada dalam gendongan di punggung Hamazura Shiage.


"Mnyah ... Ah !? Hamazura, di mana saja kau selama ini !! Pokoknya, kau tidak bisa tersesat seperti itu lagi, nyah nyah !! "


"Ow! Jangan tarik rambutku! Bocah 8 tahun yang tersesat sepanjang malam dan akhirnya ditemukan tertidur di bangku alun-alun tidak memiliki hak untuk menguliahi aku !! "


Fremea telah tidur di alun-alun di depan stasiun Distrik 7 sedangkan rumahnya berada di asrama mahasiswa di Distrik 13. Biasanya, mereka akan menggunakan kereta untuk menyeberangi perbatasan Distrik, tapi Hamazura dan yang lainnya masih berjalan melalui Distrik 7.


Gadis yang berjalan di sebelah Hamazura mengenakan setelan jaket olahraga berwarna pink, bernama Takitsubo Rikou, hanya memasang tatapan kosong di wajahnya sampai dia melihat suatu pesawat dengan layar raksasa mendarat di depannya.


"... Hamazura, di sana tertulis bahwa keretanya masih tidak bisa berjalan."


"Jadi apakah beberapa binatang juga trelepas karenanya?"


Tampaknya beberapa sekolah telah mengumpulkan beberapa hewan peliharaan langka yang berbeda untuk membuat kebun binatang sederhana pada salah satu acara Ichihanaransai. Namun, beberapa hewan peliharaan raksasa terlepas dari kandang bergerak pada peron stasiun pagi dan membuat panik semua orang ketika mereka turun ke trek.


"Kita mengikuti treknya saja selagi berjalan, jika begini terus, kita akan mencapai District 13 sebelum keretanya kembali dan berjalan. "


"Aku juga belum melihat adanya bus."


"Aku pikir mereka telah dengan sengaja mengurangi jumlah lalu lintas bus-nya. Dengan begitu orang-orang akan lebih cenderung untuk berhenti pada sekolah-sekolah di sepanjang jalan. "


Tapi kemudian Fremea mengeluarkan suara aneh dari punggungnya.


"Nyahh. Pokoknya, aku lapar. "


"Aku yakin manajer asramamu akan menjadi gila, jadi tidakkah lebih baik kau memikirkan beberapa alasan? Kemudian, mereka mungkin akan marah pada kami berdua juga. Mereka mungkin akan menjadi super marah pada kami. "


"Aku……!! Ingin………….!! Sarapan pagi…………!!! "


"Bo-bodoh !! Jangan metarik rambutku seperti Kau menarik gulma di taman! Walaupun seorang anak di usiaku seharusnya tidak perlu khawatir tentang kulit kepalanya yang mulai botak !! "


Hamazura berharap menghilangkan kelaparannya yang mulai menjadi di beberapa warung sekolah Ichihanaransai, tapi sepertinya mereka belum buka sedini ini.


Dia merasa kalah dari rasa laparnya, sehingga mereka akhirnya menuju ke suatu restoran Gyudon yang melayani sarapan. [Gyudon adalah hidangan Jepang yang berisikan semangkuk nasi dengan taburan lembaran daging dan bawang, kemudian disiram dengan saus yang bercitarasa manis. Nama lainnya adalah “semangkuk daging”. Wikpedia Bebas.]


"Aku ingin salmon panggang! Aku ingin makan salmon panggang !! Untuk taburannya, aku ingin ubi parut, natto, salad rumput laut, parutan lobak jumbo, semangkuk kecil acar sayuran, mangga, dan puding ... Buatlah itu semua mewah, nyah nyah! "


"Fremea, Kau seharusnya memilih hanya satu jenis taburan."


Takitsubo cepat memesan Gyudon bergaya sukiyaki.


Ketika Fremea melihat mangkuk kecil yang dibawa keluar oleh pelayan, matanya terbuka lebar.


"Itu kecil! Betapa menyedihkannya wanita itu! Nyahh !! "


"Mh."


"Pokoknya, ide gadis untuk tidak banyak makan hanyanya ilusi belaka! Jelas-jelas kau mengatur agar perutmu kosong untuk menjaga image-mu! Nyah nyah !! " [Menjaga image-mu maksudnya adalah menjaga kesan seseorang. Ini adalah kata serapan yang sudah umum di perbicaraan sehari-hari sekalipun itu dalam Bahasa.]


"... Hamazura, aku harus melakukan jurus cakar besi pada bocah itu, jadi bergeserlah sedikit."


Di saat Hamazura menahan gadis yang memakai jaket olahraga di restoran yang sibuk itu, Fremea mendengus dengan angkuh dan membuat pengumuman keras.


"Aku ingin nasi, sup miso, dan salad. Buatlah itu semua dalam ukuran Jumbo 3! Nyah! Tiga !! "


Dan 7 menit kemudian, Fremea yang berwajah pucat mendorong tiga mangkuk seukuran semangka setengah iris menuju Hamazura. Saat ia memegang mulutnya seakan dia akan meledak, namun ia berhasil mengeluarkan suara kecil.


"... N-nyah. Pokoknya, sisanya terserah Kau. "


"Bagiku, kau terlihat tidak lebih dari hanya sekedar mengikis lapisan tipis pada permukaan hidanganmu. Kau bahkan tidak memberikan suatu gigitan besar pada menu-mu itu."


Pada akhirnya, Hamazura tidak punya pilihan selain melakukan “pertempuran” konyol dengan mangkuk yang Fremea telah pesan.


Tapi begitu mereka semua selesai makan dan bersiap-siap untuk meninggalkan restoran Gyudon, Fremea tiba-tiba berkata, "Nyah !! Pokoknya, aku lapar lagi. Aku kelaparan! "


"... Hamazura, aku akan hal-hal merah acar jahe di mulut bocah, jadi bergeser lebih."


Hamazura sekali lagi harus menahan gadis mengenakan jaket olahraga pink yang bersikeras hendak mempraktekan jurus cakar besi tersebut. Mereka, entah bagaimana, mereka bertiga akhirnya berhasil meninggalkan restoran Gyudon itu.


Tampaknya waktu bagi para tamu agar datang ke sekolah akhirnya tiba sehingga aliran keramaian manusia jelas berubah dari sebelumnya. Tampaknya mereka telah mengorbankan waktu sarapannya untuk bisa datang lebih awal.


Tapi Fremea tidak peduli sedikit pun tentang perubahan lingkungannya.


"Aku lelah sekarang ... Hamazura, pokoknya, Kau perlu menggendongku."


"Anak nakal ini !!"


"Takitsubo-san! Fremea berada pada usia yang labil !! Lagi pula, mengapa kali ini justru kau yang marah? "


Ketika terlihat kebingungan muncul di wajah Hamazura, kepalanya tersentak dari Takitsubo seperti kucing. Di saat Hamazura tersentak mundur, Fremea dengan santainya naik ke bagian belakang tubuh Hamazura.


"Nyah. Di sinilah tempat tersantai bagiku... "


"Itu adalah tempatku !!"


"T-tunggu, Takitsubo !! Tolong beritahu aku mengapa Kau mengangkat tanda halte bus di belakangmu itu dengan menggunakan satu tangan !! "


Tiba-tiba, kepala kecil Fremea terangkat dari tempat ia menempel di belakang Hamazura.


Tatapanya secara akurat menangkap sesuatu yang dia tidak mampu abaikan.


"Nyah ..."


Dia melihat esper level 5 berambut putih, bermata merah, seorang monster yang menggunakan tongkat dan dikenal sebagai Academy City # 1.


Dia melihat seorang ilmuwan jenius yang telah membantu mengembangkan klon manusia militer yang melanggar hukum internasional.


Tapi sebenarnya Fremea lebih fokus pada gadis yang tampaknya berusia sekitar 10 tahun yang berjalan bersama di antara kedua orang tersebut.


Dia melihatnya. Mereka melihat satu sama lain.


Mereka melihat wajah satu sama lain, menunjuk ke seberang jalan, dan berteriak.


"Anak itu !!"


"Apa!!?? Dasar anak kecil!!!? kata Misaka sembari Misaka mengeluarkan raungan !! "



Part 9[edit]


Kamijou Touma bersandar pada pohon di pinggir jalan, dia dengan santai mengoperasikan ponselnya, dan mendesah.


"... Tidak baik."


Dia telah memeriksa message board dengan harapan akan menemukan beberapa jenis informasi mengenai penampakan Fraulein Kreutune karena dia terlihat berpenampilan sangat aneh, tapi dia belum menemukan apa-apa. [Message Board adalah portal yang berisikan berita pada suatu laman online seperti yang biasa kalian temukan di situs-situs informasi digital.]


Meskipun festival baru saja dimulai, Ichihanaransai merupakan peristiwa besar. Bahkan sekarang, sejumlah besar foto dan komentar sedang di-upload ke internet dengan sangat cepat. Jumlah informasi yang ditampilkan di sana kemungkinan lebih banyak dari rata-rata jaringan kamera keamanan dan itu diperbarui secara langsung, tapi dia tidak bisa menemukan tanda-tanda Fraulein Kreutune.


(Seluruh kota sedang terlebur dengan hingar-bingar festival. Kostum dan cosplay adalah suatu hal yang cukup umum. Apakah seseorang dengan penampilan seperti Fraulein Kreutune menjadi suatu pemandangan yang biasa karena banyaknya orang yang mengenakan kostum cosplay tersebut?)


Kamijou kembali ke halaman atas mesin pencari dan siap untuk menutup browser.


Tapi ibu jarinya membeku di tempat sebelum dia bisa melakukannya.


Halaman atas dikaitkan dengan situs berita, sehingga terdapat beberapa berita yang terdaftar. Tentu saja semua berita itu berhubungan dengan Ichihanaransai, sehingga setiap kejadian yang normal sepenuhnya menghilang.


"..."


Tapi sesuatu mengganggunya.


Kamijou mengklik link berlabel "melihat lebih banyak berita" di bawah berita utama. Selain berita sebelumnya, dia kini menampilkan setiap bagian utama dari berita terbaru.


Dia “scroll” ke bawah dan mulai menangkap sekilas berita normal yang tidak terkait dengan Ichihanaransai seperti perampokan toko dan kasus penggelapan pajak.


Tapi ...


"Tidak ada hal yang berhubungan dengan Frauline Kreutune?"


Armor bangunan tanpa jendela telah hancur dan setidaknya empat helikopter serang tak berawak telah ditembak jatuh. Insiden itu harusnya lebih penting daripada sekedar perampokan suatu toserba.


Belum lagi semua truk berpendingin yang Thor telah diledakkan. Biasanya, itu saja akan menyebabkan kegemparan besar atas serangan teroris yang menargetkan pimpinan Academy City, yaitu ketua dewan.


Jadi apa yang terjadi?


Apakah mereka menekan semua informasi yang berpotensi menghadirkan keributan untuk mencegah kegelisahanan dan kebingungan publik yang akhirnya bisa menunda jadwal Ichihanaransai?


Atau apakah seseorang secara khusus menekan semua informasi online tentang Fraulein Kreutune?


"... Tunggu."


Karena ia tidak menemukan informasi yang mengacu pada Fraulein Kreutune di komentar pada SNS yang normal dan message board, mungkin itu bukan karena tak seorang pun berkomentar tentang peristiwa tersebut. Itu mungkin karena semua komentar seperti itu diblokir sementara dan disamarkan sebagai kesalahan proses upload. [SNS adalah kepanjangan dari Social Networking Service]


Jika itu terjadi ...


(Aku mungkin bisa menggunakan ini sebagai keuntunganku ...)


Kamijou mulai mengoperasikan ponselnya sekali lagi sambil melirik melalui semua komentar yang dibuat oleh beberapa pelajar.


Hari ini adalah Ichihanaransai.


Tak peduli apakah itu berita baik ataukah buruk, potongan-potongan kecil berita dan masalah akan muncul dengan frekuensi yang luar biasa.


Dengan kata lain, sederhananya, kejadian sekecil apa pun pasti diliput dan diberitakan sebagai update-an terbaru dari siaran langsung festival terbesar itu.


Namun ada tempat kosong yang tidak berasal dari apapun juga.


Atau lebih tepatnya, suatu titik tidak wajar yang telah tercipta berkat seseorang menyamarkan informasi tersebut seakan itu tidak pernah terjadi.


"... Ketemu !!"


Kamijou menutup ponselnya secepat mungkin dan melepaskan sandarannya dari pohon di pinggir jalan.


Dia berlari menuruni jalur yang memiliki arus manusia yang menuju ke berbagai tempat untuk menghadiri acara pembukaan sekolah dan uji coba pendaftaran.


Tapi ini bukan sesuatu yang membuatnya gembira.


Jika dia bisa melakukannya, dan juga orang lain.


Dia harus menggapai Fraulein Kreutune sebelum pasukan GREMLIN atau Ollerus yang menemukannya dengan menggunakan metode yang sama.



Part 10[edit]


"Bagaimana dengan maid yang menyajikan sandwich? Apakah ada yang ingin membeli sandwich yang dibuat oleh maid ... atau secara teknis, maid yang sedang sandwich? "


Suara seorang gadis yang duduk dengan gata seiza di atas robot pembersihan berbentuk drum terdengar dalam jalan yang sibuk. [Seiza adalah gaya duduk yang lebih dikenal dengan bersimpu.]


Dia adalah Tsuchimikado Maika.


Dia memiliki rambut pendek dan mengenakan seragam maid dengan rok panjang. Seperti pramuniaga popcorn di stadion bisbol, ia memegang kotak sandwich dalam peti besar yang diikat oleh sabuk lebar yang melilit sampai leher dan bahunya.


Robot, maid, dan pramuniaga paruh waktu. Unsur-unsur yang berbeda tercampur secara bersama-sama dengan begitu mengerikan.


Kumokawa Maria, teman sekelas dari Sekolah Ryouran Maid berjalan di sampingnya, mengeluarkan suara terkejut.


"Ayolah, Tsuchimikado. Desainmu tidak memiliki keseragaman padanya. "


"Seseorang dengan rambut hitam ikal berbentuk rol dan seragam maid rok mini berwarna kuning - hitam seperti lebah tidak memiliki hak untuk mengatakan apa-apa. "


"Terlukanya kebanggaanmu adalah hal yang baik. Sebaliknya, kau tidak akan memperkuat dirimu. ... Tapi akan lebih baik bila tidak mengikuti rute yang tidak memiliki tujuan. Jika Kau melakukannya, Kau dapat merusak dirimu sendiri. "


"Kalau dipikir-pikir itu, Kau tidak memiliki jatah untuk berjualan? Di mana maid sandwich-mu? "


"Dalam produk, label adalah segalanya. Yakisoba yang dibuat secara tidak cakap pada hari festival tampaknya terasa lebih baik daripada seorang pemasak veteran yang telah berada di kaki lima selama 30 tahun. Kamu bisa mengatakan bahwa itu adalah 100% organik, atau produksi terbatas, atau tersedia untuk waktu yang hanya terbatas ... ada banyak metode untuk melakukannya. Semakin banyak stiker yang dapat kau tambahkan, maka akan semakin baik. "


"Maksudmu?"


"Aku memasang stiker bergambar wajahku dengan pesan : seorang gadis maid SMP mencari tuan untuk masa depan ☆' dan itu menyebabkan cukup banyak keributan hanya dalam 10 menit setelah aku mulai. Itu Guruku memukul aku tepat di kepala sebagai hukuman, tapi aku masih berhasil dengan cepat membebaskan diri dari jatahku. "


"... Aku mendapatkan perasaan bahwa Kau ini adalah tipe maid yang akan berpura-pura keracunan makanan untuk mangkir dari pekerjaan."


Mereka tidak puny aide tentang karakter masing-masing dari mereka, tapi di sekelilingnya, banyak orang-orang dengan kostum katak dan beruang saling berpapasan.


Selama festival budaya berskala besar yang dinamakan Ichihanaransai, berbagai macam karya seni aneh bisa dilihat di sekitar seluruh kota. Karena mereka bahkan bisa dilihat di luar jalanan beserta semua emblem identitas sekolahnya, maka seseorang bisa membayangkan pertunjukan macam apa yang diselenggarakan pada sekolah-sekolah mereka.


Ikan mainan bisa terbang melintasi jalan tanpa baling-baling berkat balon yang menggunakan elemen pemanas dan udara. Jika salah satu membuka ponsel mereka, mereka akan menemukan tanda-tanda AR di seluruh tempat. [AR adalah singkatan dari Activation Record.]


Itu semua adalah bentuk upaya untuk menarik tamu ke sekolah mereka.


Sementara Ichihanaransai adalah festival budaya raksasa, itu juga waktu untuk membuka kampus dan percobaan pendaftaran. Karena acara ini secara langsung terkait dengan prediksi jumlah orang-orang yang ingin mendaftarkan putra-putri mereka ke sekolah yang dituju tersebut, para guru sering mengijinkan siswa untuk berbuat sekreatif mungkin.


"Tapi tampaknya anak perempuan lebih baik dalam memikat para tamu daripada mengoperasikan teknologi yang aneh."



"Seorang maid tidak perlu lidah yang tajam seperti itu."


Tiba-tiba, sesuatu melewati dua gadis ini.


Setelah beberapa detik, para maid yang magang dengan cepat berbalik pada waktu yang hampir bersamaan.


Mereka melihat sekilas sesosok rambut pirang di antara keramaian.


"... Apakah Kau melihat itu?"


"Ya, caranya menggerakkan tubuhnya ... Dia mungkin sudah mencoba untuk menyembunyikannya dengan apron kerja dan kacamata tersebut, tapi itu sungguh sesuatu yang brilian... "


"Dia tampak seperti bergaya Inggris bagiku. Apakah dia salah satu dari mereka yang dikabarkan bekerja secara langsung untuk keluarga kerajaan? "


"Apa yang monster seperti itu lakukan di Academy City? Apakah ratu diundang ke sini atau sesuatu sejenisnya? "


Mereka memiringkan kepala pertanda kebingungan, tapi maid yang sebenarnya tidak terlihat di manapun.



Dan Saint Silvia bergumam pada dirinya sendiri dengan kerutan di dahi pertanda bingung.


"Ada apa dengan negara ini? Apakah kata 'maid' berarti sesuatu yang sama sekali berbeda di sini? "


"Itu hanya kostum untuk festival. Jangan terlalu banyak memikirkan akan hal itu, " kata Brunhild Eiktobel yang memiliki karakteristik sebagai Saint dan Valkyrie.


Leivinia Birdway yang sedang berjalan dengan mereka pasti dalam suasana hati yang buruk karena dia tidak mengatakan sepatah kata pun untuk sementara waktu.


Saat itulah suara amatir seorang penyiar swasta datang dari layar raksasa pada suatu pesawat di langit.


"Um, kami di sini berada pada kontes kecantikan yang diadakan oleh Eiri Academy High School. Untuk selanjutnya ... Oh! Di sini kita memiliki sesuatu yang sangat unik! Kami memiliki seorang gadis dengan baju bikini besi!! "


"Ini ... um ... Aku pikir inilah yang disebut dengan motif mitologi Norse," kata suara wanita yang sepertinya adalah seorang kontestan. "Aku pikir ini disebut Valkyrie, tapi aku hanya pernah melihat ini dalam game RPG. Sejujurnya, aku tidak paham bagaimana bisa baju besi ini memberikan segala macam pertahanan dengan bagian perut yang terbuka seperti ini, tapi ini memang tampak seksi. Dan seperti yang Kau lihat, aku datang dari surga dan tempat para dewa. "


Suatu suara tak menyenangkan seperti mobil tua yang hancur oleh penekan raksasa bisa didengar.


Itu adalah suara tiang tanda jalan yang hancur di tangan kanan Brunhild Eiktobel.


"Oh, apa ini? Mereka pikir apa yang mereka lakukan !? "


"Ini hanya kostum festival," jawab Silvia sambil tersenyum, tapi urat-urat di dahi Brunhild itu membengkak sampai seukuran selang air.


"Akan semakin memburuk jika image anak itu dipaksakan kepadaku ... Bahkan, beberapa dari mereka benar-benar eksis di dunia sihir!!! Beberapa gadis petarung yang terus menari sepanjang tahun dengan balutan baju bikini besi erotis itu memang ada !! "


"Tapi aku ragu Valkyrie akan selalu digambarkan sebagai suatu kecantikan jika tidak ada seorang pun yang pernah menganggapnya sebagai seorang wanita yang seksi. Dan mereka menikah prajurit dalam cerita legenda. Belum lagi menyajikan tuak dan menggunakan tarian sihir mereka untuk menyembuhkan hati para prajurit yang mati di- ... Oke oke. Aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi. "


Silvia mengangkat tangannya dengan gurauan ketika dia sadar akan menjadi target dalam permainan whack-a-mole manusia menggunakan tanda jalan sebagai palu. [Whack-a-mole adalah permainan yang biasanya ada di mal atau game center. Ada suatu kotak yang permukaannya terdapat banyak lubang. Nah, dari lubang-lubang itu akan keluar semacam target yang biasanya digambarkan sebagai tikus tanah. Target tersebut keluar secara bergantian dari lubang-lubang dengan acak. Seorang pemain memegang semacam alat pukul, biasanya palu mainan, untuk memukul kepala targetnya. Jika tepat, anda dapat skor.]



Pada saat yang sama, Tsuchimikado Motoharu perlahan menarik tangannya dari sakunya di tempat ia berdiri, yaitu pada ujung jalan yang berdekatan dengan suatu stan popcorn.


Dia adalah seorang siswa normal Academy City serta mata-mata baik untuk sisi sihir dan sisi ilmu pengetahuan, namun situasi saat ini begitu tidak menguntungkan baginya, bahkan jikalau dia harus menggunakan semua senjata di kotak penyimpanannya.


(Ayo, ayo, ayo. Jangan membuat aku berkeringat seperti ini.)


Pistol mesin dan origami sihir miliknya tidak lebih berharga daripada sebuah permen pada situasinya saat ini.


Dia mendesah pelan dan menyaksikan monster-monster dari dunia sihir itu semakin menjauh dari saudari tirinya.


(Dua orang Saint dan seorang bos dari salah satu asosiasi sihir terkemuka di Inggris. Bagaimana mungkin aku bisa mengalahkan mereka dalam suatu pertarungan yang adil.)


Tapi dia adalah tipe laki-laki yang masih akan melakukan semua yang dia bisa untuk membiarkan adik tirinya lolos dari situasi berbahaya itu.



Part 11[edit]


Suara basah bisa didengar.


Ada daerah sempit tertentu yang tampak dihimpit antara dua bangunan di mana tidak ada secercah cahaya pun yang jatuh bahkan hanya selama satu detik di siang hari. Di daerah itu, seseorang menuju jalan utama yang lebar dengan tangan menempel di dinding dan kakinya yang tanpa alas terdengar menghancurkan sesuatu di bawah telapaknya.


Suatu suara siulan dari sesak napas bisa didengar.


Dia adalah Fraulein Kreutune.


Dia pasti telah jatuh beberapa kali sambil berjalan karena gaun putihnya kini terlihat seperti pakaian yang tertutupi lumpur. Rambutnya begitu berantakan. Nafas hangat yang sangat sangat tipis disemburkan olehnya melalui mulutnya.


Nada elektronik buatan terdengar dari belakangnya.


Itu adalah efek suara shutter dari ponsel. Salah satu siswa yang berjalan bersama memutuskan untuk mengambil gambar karena betapa dia tampak aneh. Namun siswa tersebut kemudian mengerutkan kening. Datanya telah rusak selama proses upload dan oleh dengan beberapa keajaiban, master asli dari datanya telah hilang juga.


Hal yang sama terjadi puluhan kali sudah, tapi siswa itu tidak dapat menyadari apa penyebabnya.


Fraulein Kreutune juga tidak bisa mengetahuinya.


Dan tidak masalah jika ia mengetahuiny ataukah tidak.


Tatapannya tertuju pada satu hal.


Hal itu berada di jalan utama yang penuh dengan sinar matahari. Beberapa orang lebih suka berdiri di trotoar sambil berbicara daripada mengikuti aliran manusia yang terjerat dalam hiruk-pikuk festival. Salah satunya adalah, seorang esper berlevel 5, bermata merah, berambut putih dengan tongkat. Salah satunya adalah seorang wanita intelektual yang akan begitu cocok jika dia mengenakan jas putih laboratorium. Salah satunya adalah seorang anak nakal dengan rambutnya dicat cokelat. Salah satunya adalah seorang gadis bermata biru berambut pirang yang menempel ke belakang anak yang beraura seperti seorang mantan preman yang sudah tobat. Salah satunya adalah seorang gadis yang mengenakan jaket olahraga berwarna pink.


Tapi Fraulein Kreutune tidak melihat mereka.


Dia melihat gadis yang bersama dengan mereka, yang memiliki rambut cokelat pendek dan tampaknya berusia sekitar 10 tahun.


"...,kau" Bisik Fraulein Kreutune.


Dia mendengar suara derap.


Itu adalah suara seorang pelajar biasa yang dengan tidak sengaja membantingkan poselnya ke tanah karena jari-jemarinya bergetar sangat kencang.


Apa boleh buat.


"Ketemu kau."


Napas yang sangat sangat dangkal berhembus dari bibirnya.


Dan pinggiran bibirnya dengan senyap meleleh seperti keju. Mulutnya menganga menjadi lebih luas dan lebih luas bersama wajahnya seperti suatu adegan di film-film horor.


Seolah-olah dia sedang mempersiapkan untuk menelan beberapa objek yang besar.


"Ketemu kau."



Part 12[edit]


"... Ketemu kau," gumam sosok yang berbeda dari atap bangunan.


Dia adalah seorang anak laki-laki ramping yang mengenakan jaket dengan merek ternama. Dia seharusnya adalah murni seorang berkebangsaan Jepang, tapi kulitnya berwarna putih aneh. Setiap benda yang melekat pada tubuhnya hanya memiliki warna tersisa, tapi ini tidak lebih dari gradasi warna. Tidak ada perbedaan yang begitu jelas antara pakaian dan kulitnya. Tubuhnya memiliki warna tidak alami, seakan-akan ada sekaleng cat yang ditumpahkan pada badannya, dan cat itu bukannya menempel, namun malah meleleh membasahi sekujur tubuhnya.


Dia adalah Kakine Teitoku.


Dia adalah Academy City # 2 Level 5.


Berkat pertarungan intens di masa lalu dan penelitian mengerikan yang dilakukan setelah itu, ia telah kehilangan lebih dari setengah dari organ internalnya. Tapi dia telah merubah situasi tersebut dengan menggunakan kemampuan Dark Matter untuk emnggantikan semua organ yang hilang.


" Ketemu kau, ketemu kau, ketemu kau. Jadi, itukah Fraulein Kreutune. "


Ketika ia membuka mulutnya, suatu kegelapan dapat dilihat begitu kontras dengan betapa pucat warna tubuhnya.


Suatu warna gelap pekat dan kental bisa dilihat mengisi rongga matanya juga. Meskipun itu semakin memperkaya warna di keseluruhan tubuhnya, tapi itu justru membuatnya semakin terkesan tidak seimbang, dan tak peduli seberapa banyaknya warna itu ditambahkan ke tubuhnya, warna kehampaan tidak bisa hilang darinya.


Jari-jarinya dan kuku terbuat dari warna putih yang sama, sehingga daging di kaki dan tangannya tidak terlalu wajar jika didefinisikan sebagai manusia. Dalam satu sisi seperti itu, ia memegang ponsel.


Tidak seperti kelompok GREMLIN dan Ollerus, Kakine mengejar Fraulein Kreutune sebagai anggota tim ilmu pengetahuan dan bukannya dari sisi sihir. Dia dengan cepat menangkap makhluk yang tadinya telah disegel di gedung tanpa jendela dan kemudian memenjarakannya lagi di tempat dia berasal. Dan ia diharapkan untuk melakukan yang terbaik dalam misinya kali ini.


Akan Tetapi ...


"Itu tidak masalah bagi aku. Aku hanya akan melakukan ini dengan caraku sendiri. "


"Ya, ya," seseorang yang berbicara dengannya melalui saluran telepon menyetujuinya.


Dia adalah seorang wanita yang mengenakan setelan murah dan jas lab. Wanita itu mengaku sebagai Kihara dan dia menjawab dengan cara yang sangat riang meskipun dia menyadari resikonya. Meskipun dia tahu segala sesuatu, dia tidak menunjukkan perhatian dalam tanggapannya.


"Lakukan ini sesukamu. Dan coba untuk menghancurkan hipotesis kasus terburuk, yang kami. para Kihara telah simpulkan. Itulah yang kita harapkan. ... Kerusakan ini pasti memiliki makna yang indah bagi ilmu pengetahuan. Aku yakin itu. "


"Oh?"


Dengan respon yang sewenang-wenang, Kakine Teitoku melepaskan ponselnya.


Ponsel itu dengan mudah hancur ketika menghantam lantai atap.


Tatapannya tidak tertuju pada sasaran prioritas utamanya, Fraulein Kreutune.


Ia melihat sesuatu yang lain di dekatnya.


Dia melihat orang tertentu yang berdiri di tengah-tengah kerumunan. Kakine diam-diam melihat Academy City # 1, yang dikenal sebagai monster terkuat.


Dia adalah esper terkuat yang pernah mengalahkan Kakine Teitoku dan menghancurkan lebih dari setengah dari organ internalnya.


"... Mari kita mulai."


Dia menjentikkan jarinya.


Sesuatu secara diam-diam berdiri pada tempat di dekatnya, dan itu sudah menunggu dari tadi. Ada satu di kanan. Ada satu di kiri. Dan itu tidak berakhir di sana. Sosok demi sosok terus berdiri. Lantai atap bangunan seketika dipenuhi sosok itu.


Tidak.


Bukan hanya itu saja.


Tidak berakhir hanya dengan satu bangunan. Menutupi seluruh area. Seluruh atap bangunan dan di semua tempat sudah dipenuhi dengan sosok itu.


Mereka semua putih.


Mereka memiliki warna yang sama persis seperti Kakine Teitoku ... atau lebih spesifiknya, seperti Dark Matter yang ia \gunakan untuk mengisi tubuhnya yang hilang.


Dia meretakkan lehernya.


Di saat # 2 menatap dunia yang damai di bawahnya, ia menggumamkan kata-kata sekali lagi.


"Mari kita mulai."



Part 13[edit]


Gerbang neraka terbuka.


Di tengah banyaknya semua tujuan dan sasaran, salah satu yang menarik pelatuknya adalah Fraulein Kreutune.


Dia membawa tangannya ke tanah bersama dengan kakinya dan melesat keluar dari gang belakang dengan berjalan seperti binatang karnivora. Dia berkelok-kelok melalui celah-celah di antara orang-orang di kerumunan dan kadang-kadang bahkan merunduk di antara sela kaki mereka sembari ia menyerang dengan akurat di sepanjang jalan ke arah Accelerator, Hamazura, dan yang lainnya.


Dia berada di jalannya.


Itu adalah satu-satunya alasan dia menabrak Hamazura, menyebabkan dia berguling dua kali. Itu bukanlah pukulan atau tendangan; ia hanya serbuan langsung ke arahnya. Suatu jegalan keras menusuknya tepat di pertengahan tubuh dan mengirimnya terbang beberapa meter di udara.


"Nyah ... !?"


Fremea masih berada di punggungnya, sehingga ia tetap terdiam tanpa gerakan di udara untuk beberapa saat seperti lempengan puncak pada permainan Daruma otoshi. [Daruma Otoshi adalah permainan memukul sususan lempengan kayu yang berbentuk tabung datar. Seseorang harus memukul lempengan kayu tersebut dari bawah, yang disusun sedemikian rupa sehingga bagian atasnya tetap berada di tempat dan tidak bergerak.]


Kepala Fraulein Kreutune menengok. Mulutnya yang menganga dengan tidak wajar dan matanya yang berkilauan dengan terang langsung menuju ke posisi yang relatif rendah, sehingga setara dengan kepala Last Order yang lebih pendek darinya.


"Hah ...?"


Last Order mengeluarkan suara kebingungan saat ia menempel di kaki Yoshikawa, setelah wanita yang melangkah maju untuk melindunginya. Dia mengenali wajah yang tersembunyi di balik rambut pandang dan berwarna keperakan itu.


Tapi ...


"Gah !?"


Fraulein Kreutune mengabaikan Yoshikawa yang berdiri di antara mereka dan siap untuk menyerang Last Order seperti laba-laba yang menyerang mangsanya, tapi kemudian ...


Accelerator membenamkan sole sepatunya tanpa ampun ke wajahnya.


Salah satu tangannya berada di lehernya karena ia telah membalik saklar choker elektroda-nya.


Dia telah mengatur kekuasaannya ke mode ON.


"Terbanglah," dia mengatakan satu kata tanpa ampun itu.


Level 5 # 1 bisa memanipulasi setiap dan semua vektor, dan sekarang ia mengambil tindakan untuk mengirim Fraulein Kreutune terbang mundur dengan momentum yang sama dengan ketika dia menyerbu maju barusan.


Tubuh manusia bukanlah hal yang sederhana.


Banyak perubahan yang berbeda bisa dilihat ketika kita menonton bola karet yang menabrak dinding dalam gerakan lambat, beban ekstrim seketika berdampak pada bagian internal tubuh manusia ketika dia mendapat hentakan yang sangat keras. Beban pada tulang belakang bisa menjadi suatu hal yang sangat buruk, dan pertanyaan tentang serangan ini adalah apakah kerusakan hanya akan berhenti di herniated disk ataukah tidak. [Herniated disk adalah bagian dari tulang belakang seseorang. Bagian inilah yang mengisi sela-sela ruas tulang belakang. Terbuat dari tulang rawan yang lunak. http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/]


Tapi untuk Accelerator, ini adalah suatu tanda untuk semakin hati-hati. Dia mundur sedikit.


Jika dia memanipulasi arus listrik pada saraf atau aliran darah di pembuluh darah, ia bisa menyebabkan seorang manusia benar-benar meledak dari dalam.


Akan Tetapi ...


"!!!!!!"


Punggung Fraulein Kreutune berputar tiga kali lingkaran penuh.


Tubuhnya bagian bawah tetap ditempat ketika tubuh bagian atasnya berputar.


Suara mengerikan datang dari dalam tubuhnya, tapi tidak setetes darah pun tumpah dan ekspresinya tidak menunjukkan satu rasa sakit pun.


(... Apa? Dia memaksa tubuhnya untuk berputar guna menghilangkan momentum hasil seranganku!?)


Tubuhnya masih diputar-putar seperti bola mata dalam gaun putihnya.


Dan meskipun dia menerima serangan seperti itu, Fraulein Kreutune tidak begitu melirik Accelerator. Monster # 1 itu bukanlah sesuatu yang harus diperhatikan baginya.


Matanya terfokus hanya pada target-nya.


Dia menatap Last Order.


Bibirnya menggeliat. Kata-kata menyelinap keluar dari rongga mulutnya bersama dengan napasnya yang panas.


"Ketemu kau."


Dan setelah meredam serangan balik Accelerator, Fraulein Kreutune terus menyerbu Last Order terakhir dengan melalui jarak terdekat tanpa menghiraukan apa yang ada di sepanjang jalan itu.


Sorot mata Accelerator berubah.


Kali ini, ia tidak ragu-ragu.


Dia menggunakan segala sesuatu yang membuatnya dijuluki sebagai Academy City # 1 dalam upaya untuk benar-benar membunuh penyerang ini dengan menggunkan waktu sesingkat mungkin.


Tapi kemudian ...


"Tunggu !! Jangan menyakiti teman Misaka itu !! kata Misaka sembari Misaka meneriakkan peringatan !! "


Dia mendengar suara gadis itu.


Dia tanpa sadar melemahkan pergerakannya sendiri.


Ujung jari putihnya nyaris tidak mencapai Fraulein Kreutune.


Dan mulutnya ...


Mulut yang menganga dengan anehnya ...


Terbuka.


Dan segera setelah itu ...


Dengan suara ledakan besar, tubuh bagian atas Fraulein Kreutune membungkuk ke samping sehingga berbentuk L.


Dengan pinggangnya yang berada di pusat, tubuh Fraulein Kreutune membungkuk paksa ke kanan. Karena tubuh bawahnya masih berdiri tegak di tanah seperti sebelumnya, itu benar-benar pemandangan yang aneh.


Beberapa peristiwa itu berlalu secara berurutan.


Rasanya seperti waktu telah berhenti.


Namun akhirnya semuanya mulai bergerak lagi.


Ketika para siswa yang tercengang di sekitar akhirnya menyadari adanya tembakan peluru yang berasal dari celah-celah jalanan di antara mereka, kepanikan tiba-tiba pecah di antara kerumunan. Orang mengeluarkan jeritan tak berarti dan melarikan diri ke segala arah, mereka tidak menghiraukan apakah mereka berada di jalan atau trotoar. Klakson mobil berderang dengan keras dan di beberapa tempat, orang jatuh seperti tumpukan kartu domino.


"..."


Accelerator melepaskan tendangan lainnya terbang menuju Fraulein Kreutune yang masih membungkuk. Kali ini ia tidak bisa menyimpangkan momentum. Dia terpental dan berguling beberapa puluh meter sementara masih dalam posisi tubuhnya yang tidak karuan.


Kemudian Accelerator memandang ke arah peluru itu datang.


Dia mengira sesuatu seperti tank telah menembakkan itu ... tapi dia salah.


Benda itu datang dari seekor kumbang tanduk raksasa berwarna putih yang panjangnya kira-kira 15 meter.


Bentuknya benar-benar tidak memiliki lengkungan, hanya sudut yang mulus dan tajam terdapat di tubuhnya, seperti yang biasa ditemukan di biologi. Permukaannya ditutupi dengan kilaun halus yang sama seperti mobil baru.


Namun, matanya mengeluarkan cahaya hijau menakutkan dan ujung tanduk tebal itu bergetar. Tanduk tebalnya seperti tabung yang bagian tengahnya kosong, sehingga sangat mirip seperti laras bedil. Meski telah menembakkan peluru, tidak ada asap yang bisa dilihat dari laras itu, sehingga benda itu mungkin telah menggunakan beberapa cara khusus untuk menembak.


Benda itu berwarna putih menakutkan.


Warna putih yang tak asing.


Armor kumbang badak terbuka. Sayap tipis raksasa yang dilipat di atas punggungnya menyebar dan mulai bergetar dengan kecepatan tinggi. Getaran yang menghasilkan sesuatu seperti suara.


"Apakah kamu ingat aku?"


Ketika Accelerator melihat material aneh tersebut, melihat cahaya dan suara di sekitarnya terbengkokan oleh suatu vector yang aneh, dan sebagian besar suara yang dihasilkan oleh getaran sayap, ia lantas menyemburkan beberapa perkataan.


"Itu adalah suara yang tidak perlu repot-repot untuk kuingat."


"Yah, itu tidak terlalu penting."


"Aku pikir Kau adalah seorang bajingan dari negeri dongeng sebelumnya, tapi yang kali ini hampir menggelikan."


"Aku tahu itu."


Jeritan baru memenuhi udara.


Accelerator bisa melihat siswa yang mencoba kabur dari jalan utama menuju ke pinggiran seolah-olah mereka sedang dikesampingkan. Mereka diikuti oleh beberapa kumbang lainnya. Mereka muncul dari seluruh tempat. Kumbang badak raksasa berwarna putih bersih menggunakan 6 kaki mereka untuk berpindah ke jalan utama.


"Aku tidak perlu repot-repot untuk bertanya apakah Kau bisa melawan aku sekaligus melindungi teman-temanmu. ... Aku tak peduli kepada siapa pun kecuali Kau. Tidak masalah bagi aku jika ada orang lain yang terjebak dalam situasi ini atau jika mereka hancur berkeping-keping. "


"... Betapa membosankannya bajingan ini," sembur Accelerator.


Jika kumbang melepaskan tembakan dengan peluru mereka dari berbagai arah sekaligus, ia pasti akan melindungi setidaknya Last Order dan Yoshikawa Kikyou. Dia bisa melindungi orang lain di sana dengan menggiring Kakine pergi ke lokasi lain. Dia juga bisa melindungi mereka dari tembakan nyasar dengan mengendalikan seluruh "lokasi" seperti papan biliar, tapi pilihan terbaik adalah tidak membiarkan mereka terlibat dalam pertempuran antara level 5 ini sejak awal.


Dan itu berarti akan lebih baik untuk mengenyahkan para siswa-siswi di sekitar lokasi, memindahkan Last Order dan Yoshikawa ke tempat yang aman, dan kemudian kembali sendirian untuk menghadapi Kakine Teitoku.


Dengan rencana seperti itu dalam pikirannya, Accelerator menengadah ke atap bangunan, mempergunakannya sebagai dinding yang ia butuhkan untuk mengatasi situasi.


Akan Tetapi ...


"..."


"Apakah Kau benar-benar berpikir bahwa cuma ini saja?"


Accelerator bisa melihat sosok manusia berdiri di tepi atap bangunan.


Ada banyak jumlahnya sampai-sampai menutupi seisi lantai atas banunan. Sosok-sosok yang benar-benar identik tersebut menutupi hampir semua atap bangunan sampai ke tepi.


"Jadi, Kau memutuskan untuk melawanku dengan meningkatkan jumlahmu karena Kau tahu Kau tidak bisa mengalahkan aku dalam pertarungan yang biasa? Dalam dunia esper, kualitas lebih penting daripada kuantitas. Sebagai salah satu Level 5, aku pikir kau tahu akan hal itu. "


" Apakah Kau benar-benar berpikir bahwa cuma ini saja??"


Sayap kumbang badak putih membisikkan kata-kata yang sama sekali lagi.


"Apakah Kau pikir aku hanya mengerahkan ribuan boneka yang terbuat dari Dark Matter? Apakah Kau berpikir itu semua ancaman yang bisa kukumpulkan? Ayolah. Ancaman yang ada di depan matamu ini adalah #2. Tentu saja tidak akan berakhir dengan begitu saja. "


"Jangan bilang ..."


Kata-kata itu digumamkan oleh Yoshikawa, bukan Accelerator.


Mungkin pengalamannya sebagai peneliti Academy City membuat dia untuk lebih tajam memahami kemungkinan aneh itu.


Tapi kumbang itu terus berbicara.


Itu terus berbicara kebenaran.


"Aku dapat mereproduksi organ sendiri. Dan tentu saja otak juga. Sehingga tidak sulit untuk membuat suatu implementasi untuk kemampuan Dark Matter-ku. Bagaimanapun juga, otak tidaklah lebih dari satu organ internal manusia. "


Seolah-olah menanggapi suaranya, sayap raksasa muncul di punggung angka yang tak terhitung jumlahnya yang berdiri di atap bangunan.


"Meskipun pada kondisi seperti ini, itu lebih mirip dengan menciptakan semacam cyborg daripada Personal Reality. Dengan memproduksi cloning diriku yang lain, aku bisa mendistribusikan kekuatanku kepada mereka semua secara merata. Dan bahkan jika prinsip dasarnya berbeda, aku masih bisa memproduksi semasa Dark Matter sebagai hasilnya. Kemudian, aku mungkin akan dapat membuat Personal Reality secara penuh dan membuat implementasi dari kekuatan orang lain dengan cepat. "


Beberapa kumbang badak menciptakan lingkaran yang mengelilingi di sekitar Accelerator dan mulai perlahan-lahan mendekat.


Sosok-sosok putih yang tak terhitung jumlahnya di atap mengembangkan sayapnya lebar-lebar dan bersiap untuk segera menghancurkan Accelerator jika ia mencoba mengambil suatu tindakan.


"Sekarang mari kita mulai pertempuran mematikan. Jika hal ini cukup untuk membuat Kau kewalahan, maka memang itulah tujuannya. Jika Kau dapat mendorong mundur mereka, aku akan mendapatkan banyak kemungkinan lainnya. Dan dengan kemungkinan-kemungkinan tersebut, aku akan mengemasnya dalam sebuah bentuk data yang kemudian akan ku analisis. Aku bisa meningkatkan tingkatku dengan mempelajari itu semua . ... Aku ingin tahu kapan rantai kematian kekal ini akan berakhir. "


  1. 1 bisa menghancurkan semua.


  1. 2 bisa menghasilkan semua.


Menyerang dan bertahan.


Seperti itulah jenis pertarungan ini.


Tapi Accelerator memiliki kelemahan. Untuk menggunakan kekuatan esper # 1, ia harus menggunakan choker berbentuk elektroda miliknya untuk menerima dukungan perhitungan dari Misaka Network. Choker berbentuk elektroda yang menghubungkannya dengan Misaka Network memiliki baterai dan baterai itu hanya memiliki batas waktu 30 menit.


Bahaya terbesar baginya adalah membuang-buang waktu.


Ini adalah pertempuran tanpa akhir, namun dia juga tidak bisa mundur.


Itu semacam situasi yang bisa merenggut nyawanya.


"(Hei,)" Accelerator berbisik kepada Yoshikawa Kikyou di sampingnya. "(Aku akan menghancurkan tanah dengan kakiku. Suatu terowongan kereta bawah tanah berjalan tepat di bawah kaki kita. Selanjutnya, Kau perlu menggunakan terowongan dan jalan masuk bagi pekerja untuk melarikan diri.) "


"(Bagaimana denganmu?)"


"(Aku akan tinggal di sini untuk menghancurkan pemandangan yang menyakitkan mata ini.)"


Dia tidak menunggu jawaban.


Dengan gemuruh ledakan, tanah benar-benar hancur bahkan dalam radius 10 meter dari tempat Accelerator berdiri. Yoshikawa Kikyou, Last Order, Takitsubo Rikou, Fremea, dan Hamazura Shiage berada dalam kisaran itu dan mereka jatuh di bawah.


Hanya Accelerator, orang yang telah menyebabkannya, melesat lurus ke atas seperti roket.


Begitu ia mencapai ketinggian yang sama persis dengan atap bangunan terdekat, # 1 dan # 2 bertemu.


Dan kemudian semuanya mulai bergerak.


"Lakukan," kata # 2.


Detik berikutnya, para kloning # 2 yang terbuat dari Dark Matter tersebut bergegas dari segala arah menuju # 1.



Part 14[edit]


"Nyahh !!"


Fremea menjerit pendek saat ia meluncur ke dalam terowongan kereta bawah tanah.


Yoshikawa berdiri dan mengetuk lantai keras dengan kakinya.


"Kau bisa melihat sisi baik dari anak itu, yaitu bagaimana dia memperhitungkan segala sesuatu sehingga pergelangan kaki kita tidak keseleo ketika jatuh dari ketinggian seperti ini. Andai saja ia lebih sering menunjukkan sisi kepribadiannya yang begini. "


Sementara itu, Hamazura tidak bernasib begitu baik.


Dia tidak terluka akibat keruntuhan serpihan terowongan hancur yang disebabkan oleh kekuatan # 1, tapi ia masih mengalami lebam akibat serangan Fraulein Kreutune sebelumnya. Dia masih menderita nyeri akibat hantaman benda tumpul dan itu masih membekas di tulang rusuknya.


"Hamazura, kau baik-baik saja?" Tanya Takitsubo.


"I-Ini sudah yang paling sakit ..."


Fremea juga tampak lebih cemas pada Hamazura, tapi dia kemudian merasakan sentakan pada pakaiannya.


Dia menoleh dan menemukan Last Order yang menggembungkan pipinya.


"Hei, bocah, kata Misaka sembari Misaka memutuskan untuk berbicara denganmu."


"Nyah, ada apa bocah?"


Ketika Fremea menjawab, Last Order beralih ke mode berbisik untuk beberapa alasan.


"Wanita itu adalah Ratu-Up-to-date yang kemarin, bukan? kata Misaka sembari Misaka memeriksa untuk memastikan. "


"Po-Pokoknya, aku tidak berpikir seseorang adalah orang baik ketika dia menyakiti Hamazura !! ... Huh? Nyah, nyah. "


"Perhatian semuanya," kata Yoshikawa sambil bertepuk tangan untuk mengumpulkan perhatian. "Anak itu menanggung resiko sendiri untuk memindahkan kita ke tempat aman ini. Apapun masalah pribadi kita, kita harus untuk melarikan diri dari # 2. "


"Tidak ada argumen di sini," jawab Hamazura sambil menyadari bahwa ada sedikit remah besi di dalam mulutnya yang berasal dari serpihan bangunan. "Itu adalah # 1 dan # 2. Aku secara naluriah tahu bahwa keduanya adalah berita buruk. Apakah mereka sengaja atau tidak, berada di tempat yang sama ketika dua monster itu bertarung sama saja artinya dengan membiarkan tubuh kita dipenyet menjadi kepingan-kepingan kecil. Sudah jelas apa yang akan terjadi jika kita mencoba untuk mendukungnya tanpa rencana yang jelas. "


"Jadi kau mengatakan bahwa kau akan kembali ke medan pertempuran dua psikopat itu jika Kau memiliki rencana yang jelas?" Tanya Yoshikawa untuk konfirmasi, tapi Hamazura dengan tidak bertanggung jawab mengalihkan tatapannya. Walaupun dia adalah seseorang yang sejatinya tidak terlalu mengenalinya , tampaknya si # 1 ini selalu terlibat dalam urusan penting di dalam hidup Hamzura. Dan itu terjadi lagi saat ini.


Bagaimanapun, mereka harus melarikan diri.


Setelah itu, ia akan mengamati dari jauh dengan harapan akan menemukan suatu lubang di pertahanan para # 2 itu dan memberikan dukungan jika ia menemukan jalan keluarnya.


Dengan rencana umum yang masih di dalam pikiran, Hamazura dan yang lain mulai berjalan melalui kegelapan terowongan.


Tapi kemudian mereka mendengar dengung suara aneh yang datang dari dalam kegelapan. Kedengarannya seperti getaran beberapa perangkat besar yang tengah beroperasi. Tapi ternyata bukan itu. Hamazura telah melihat apa yang menjadi sumber suara dengungan bearusan. Itu datang dari sayap raksasa yang membelah udara.


"Kumbang badak !!"


Begitu Hamazura menyadarinya, getaran udara berubah menjadi "Suara" manusia yang bisa dimengerti seakan benda itu adalah radio yang telah disetel ke saluran yang tepat.


"Memeriksa perintah lisan. 'Hancurkan setiap dan semua elemen yang menghalangi misi kita'... Mulai konversi nilai pergeseran untuk perintah taktik otonom. "


Tidak seperti sebelumnya, suara kali ini terdengar seperti berasal dari operator yang direkam.


Dan itu bukan hanya satu-satunya suara.


"Kompilasi perintah taktik otonom lengkap."


"Tujuan utama ditentukan."


"Memeriksa efektivitas alasan untuk melenyapkan tindakan Fraulein Kreutune."


"Medan perang ditentukan, waktu tindakan target ditetapkan, pemakaian amunisi yang ideal ditentukan. Persiapan untuk serangan terhadap Last Order dan penduduk sekitar selesai. Pelaksana taktik perintah otonom dengan mempertimbangkan tingkat kekuatan yang menyebabkan kerusakan seminimal mungkin terhadap lingkungan sekitar. "


Beberapa lampu hijau berkilauan dalam kegelapan.


Saat mereka perlahan-lahan mendekat, sosok beberapa kumbang badak raksasa dapat terlihat. Meriam raksasa berbentuk tanduk tebal membuat suara mirip gesekan gerinda ketika itu menyesuaikan bidikannya.


Dalam terowongan itu, fragmen dan gelombang kejut dari pelurunya kemungkinan akan membunuh mereka semua tidak peduli siapa yang dibidik oleh kumbang itu. Dan si kumbang tidak menunjukkan tanda-tanda mempertimbangkan kematian pihak yang tidak perlu terlibat.


"... !!"


Orang yang menerima kejutan terbesar adalah Fremea Seivelun.


Dia pernah menjadi sasaran powered suit berbentuk aneh yang dioperasikan oleh Freshmen. Pertempuran itu juga berada dalam terowongan sempit sebagai latarnya.


Suatu keringat yang tidak menyenangkan dengan cepat menutupi seluruh wajahnya.


Kakinya gemetar dan semakin melemah, setengah dari penglihatannya memburan seakan TV yang sudah rusak, yang hanya menampilkan kumpulan semut berwarna hitam-putih. Fremea bahkan tidak menyadari fakta bahwa napasnya berubah menjadi tidak menentu.


Meskipun demikian, lima kumbang badak terus mendekat.


Apakah itu benar atau tidak, benda itu akan menggunakan meriamnya untuk meledakkan target tanpa mempertimbangkan kondisi lawannya. Bahkan jika Fremea dan yang lain mencoba untuk berbalik dan lari, jangkauan ledakan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari dengan lari menggunakan kaki manusia. Tak ada yang peduli betapa payah mereka berjuang, mereka tidak bisa melarikan diri meriam kumbang. Ledakan yang pertama akan meledakkan mereka semua menjadi potongan kecil, sehingga yang tersisa hanyalah serpihan tubuh manusia tanpa bisa dibedakan organ tubuh siapakah itu.


Itulah yang seharusnya terjadi.


Tapi ...


"... K-ksh ...?"


Salah satu kumbang badak yang telah menggerakkan mesin dengan akurat mengeluarkan suara aneh. Tampaknya beberapa masalah muncul pada gerakan sayap raksasa yang memproduksi suara buatan sehingga menyebabkan kesalahan dalam konversi suara.


"Apa itu?" Kata Takitsubo Rikou sambil berkedip beberapa kali.


Tidak, tidak ada masalah dengan perangkat kerasnya.


Sumber masalahnya ada pada sinyal perangkat lunak yang menghasilkan suara buatan.


"Mengecek kembali perintah lisan. 'Hancurkan setiap' dan semua elemen yang menghalangi misi kami.... Mulai konversi nilai sementara dengan memecahkan kata demi kata. Mengecek kembali sembari mencari perubahan dalam arti berdasarkan kombinasi kata. "


Meriam kumbang mulai bergoyang sedikit, tidak terkait dengan informasi mengenai targetnya.


Gerakan ini menyerupai manusia yang memiringkan kepalanya dalam kebingungan.


"Fokus pada istilah 'misi'. Meminta bantuan dari semua model yang menyertainya. Lebih banyak informasi yang diperlukan untuk mengatur tujuan strategi otonom. "


Lima kumbang badak mengembangkan semua sayapnya sekaligus.


Mereka menggetarkan sayap mereka dengan kecepatan tinggi untuk menciptakan bahasa manusia.


Bukankah itu jelas?


Kumbang lain tampaknya mengatakan sesuatu dengan siap, dan menjawab temannya yang sedang mal-fungsi.


"Tujuan dari misi saat ini adalah untuk mengalahkan Fraulein Kreutune dan melenyapkan maksud di balik tindakannya. "


"Tujuan dari misi saat ini adalah untuk menghilangkan siapa saja yang menghalangi pertempuran antara Academy City # 1 dan # 2. "


"Tujuan dari misi saat ini adalah untuk mengamankan medan perang."


"Tujuan dari misi saat ini adalah untuk menghilangkan ancaman beruntun pada Academy City dengan melenyapkan semua unsur yang berbahaya. "


"Tujuan dari misi saat ini adalah untuk melindungi semua warga Academy City dan mengantisipasi semua elemen yang berbahaya. "


……………………………………………………………………………………………………………………………….............................................


Kumbang badak berhenti bergerak sejenak.


Tapi mereka mengambil tindakan segera sesudahnya.


Lima kumbang badak berputar sekaligus dengan kekuatan yang luar biasa sambil menghasilkan bunga api oranye ketika terbang dari tanah beton. Kemudian, laras meriam mereka menempel satu sama lainnya, lantas dalam sekejap, mereka saling baku tembak sesama teman sendiri dalam jarak dekat tanpa ragu-ragu.



Part 15[edit]


"Oh?" Seorang wanita dalam setelan jas lab murah mengeluarkan suara bingung sambil memantau Situasi pada laptop. "Ahh, ahh, ahh ... aku kira interpretasi dan pengubahan perintah lisan mereka, semuanya berbeda. "


Bagaimanapun juga, alasan resmi untuk melepas Kakine Teitoku adalah agar ia bisa melindungi ketenangan Academy City. Jika itu dipergunakan sebagai pedoman utama, maka tidak terlalu mengejutkan jika keberadaan # 2 sendiri merupakan hambatan untuk tercapainya tujuan itu. Karena apa yang #2 inginkan juatru sebaliknya, yaitu pemusnahan total.


"Sial. Apakah ini bentuk dari mempersempit ide? Ketika kau ingin berdiet atau pergi belanja, maka otakmu akan mempertimbangkan banyak hal dan akhirnya sampai pada kesimpulan yang paling mencerminkan kepribadianmu. Jika kepribadian dasarmu memang seseorang yang patuh pada peraturan, maka kau akan menunda keinginanmu untuk berbelanja karena kau pasti akan jajan. Tapi jika kau adalah jenis pribadi yang tidak terlalu mengindahkan peraturan, maka saat itu juga kau lebih suka untuk pergi berbelanja dan menghancurkan diet yang sudah kau niati sebelumnya. Sebetulnya ini tidak akan begitu menghalangi Kakine Teitoku. Tapi tetap saja perbedaan interpretasi setiap makhluk bentukan Dark Matter tersebut bisa menimbulkan masalah"


Tetapi pada saat yang sama, wajahnya tidak menunjukkan tanda-tanda cemas.


Ekspresinya malah seperti gamer akut yang sedang menikmati sulitnya suatu permainan.


"... Ini tidak baik sama sekali."



Part 16[edit]


Suatu suara berderit aneh datang dari Fraulein Kreutune ketika ia berbaring runtuh di jalan. Bagian atas tubuhnya telah diputar sekitar tiga kali putaran penuh dan ia telah membungkuk dalam bentuk L berkat peluru dari samping.


Tubuhnya secara bertahap kembali normal.


Dia tampak seperti boneka yang terbuat dari karet atau plastik yang telah dicengkram dalam kepalan tangan seseorang dan kemudian dilepaskan.


"...! Ketemu kau !! " terdengar suara dengan tiba-tiba.


Itu datang dari seorang anak dengan rambut runcing.


"..."


Di saat kekuatan alami tubuhnya perlahan-lahan memutarnya, Fraulein Kreutune menatap ke arah anak berambut jabrik.


"Gh ... bh !?"


Semua oksigen di paru-paru anak itu meninggalkan mulutnya dan semua kekuatan yang tersisa pada tubuhnya lenyap.


Ia tidak mampu menghentikan gaya momentum ke depan yang tercipta karena dia lari, sehingga anak berambut runcing meluncur menuju Fraulein Kreutune sembari ia roboh.


Bibirnya bergerak.


"... Berhenti ... bodoh ... Ini ... bukan waktu untuk melakukan hal seperti ini ... ... !!"


"?"


Suatu tatapan kebingungan terpancar dari sinar mata Fraulein Kreutune.


Ketika tubuhnya diputar lebih lanjut, dia mulai mengalihkan pandangannya dari anak berambut runcing. Dia kelihatannya mulai jengkel karena dia memaksa bagian atas tubuhnya bergerak ke posisi semula.


"... Cepat dan ... kabur ..."


"Poke Poke." [Efek suara menyentuh.]


"... Yang ... memburumu ... akan segera datang ..."


"Sniff sniff." [Efek suara mengendus.]


"... Dan bisakah kau menghentikan semua ini... !?" teriak Kamijou sambil mengayunkan lengannya dengan membabi buta.


Jari-jari tangannya menyentuh baterai mobil yang jatuh dari suatu mobil dan kemudian terlempar ke samping. Untuk lebih spesifiknya, ia menyentuh terminal baterai.


Suatu kebisingan yang tak menyenangkan meraung.


Tubuh Kamijou membungkuk dengan tidak wajar dan dia mengejang selama beberapa detik.


Sehari sebelumnya, Thor telah mengatakan kepadanya bahwa arus listrik tegangan tinggi telah menghancurkan partikel kecil yang menyebabkannya.


"Bwah !!"


Tiba-tiba, mata bocah berambut runcing itu terbuka lebar seakan ia lupa bagaimana menggunakan oksigen yang memenuhi paru-parunya. Selain itu, cara dia jatuh meningkatkan rasa sakit yang melanda sisi tubuhnya, sehingga menjadi kesakitan yang jauhlebih intens. Ia tidak mampu berdiri, sehingga ia hanya menatap ke langit biru.


"Sialan ... Seseorang yang menyebabkan semua keributan ini telah pergi entah ke mana. Aku ingin membantu jika aku bisa. "


"?"


Fraulein Kreutune melihat lurus ke atas.


Hanya pemandangan biasa yang dia dapatkan, anehnya, pertempuran antara si # 1 dan # 2 tak bisa terlihat lagi.


"Pokoknya, mari kita pergi dari sini. GREMLIN, Ollerus ... dan aku kira Academy City, juga? Lagi pula, ada ribuan orang yang mencarimu. Jika Kau tinggal di sini, di mana keributan besar terjadi, mereka akan menemukanmu dalam waktu singkat. "


Dia masih menatap ke langit biru.


Saat ia terperangkap di gedung tanpa jendela yang sangat, sangat panjang, pastinya dia tidak melihat apa-apa selain pemandangan langit yang gelap, sehingga langit biru seperti yang dia pandang saat ini adalah suatu panorama yang langka ... tapi ternyata bukan itu alasannya.


Untuk suatu alasan, Fraulein Kreutune tidak memiliki sistem untuk menciptakan emosi yang tepat.


Dia hanya butuh waktu untuk berpikir.


Akhirnya, dia berbicara.


"Aku tidak bisa pergi."


"Kenapa tidak? Bahkan jika Kau memiliki beberapa tujuanmu sendiri, Kau harus bersembunyi setidaknya untuk saat ini. Taukah kamu betapa bermasalahnya tempat kau berada saat ini? "


"Ini bukan tentang itu ... tingkat itu."


Fraulein Kreutune duduk sambil terus berbicara.


Gerakan kaku dan canggung.


Seolah-olah dia menolak sesuatu.


Seolah-olah dia akan pergi ke suatu tempat.


"Pikiranku ... keputusanku ... Ini bukan ... pada tingkat itu."


"... Apa maksudmu?"


"Fungsi," katanya dengan tenang. Dia seakan sedang berusaha dengan keras menahan suatu jeritan tepat di tenggorokannya. "Aku telah mendapatkan itu ... fungsi. Ini adalah ... sama seperti bagaimana Kau bernapas ... atau berkedip. Aku akan ... makan otak…..gadis itu. Aku telah mendapatkan fungsi ... itu berarti aku harus memakannya ... "


Kamijou mendengar suara aneh.


Itu berasal dari tubuhnya.


Dia gemetar.



Part 17[edit]


Hamazura Shiage menggunakan kedua tangannya untuk menutupi telinganya dengan sekuat tenaga.


Meski begitu, gemuruh di dalam terowongan itu cukup terasa seperti merobek gendang telinganya. Suara peluru tersebut sudah sangatlah keras, tapi jarak dekat dan lingkungan tertutup terowongan membuatnya menjadi jauh lebih buruk. Mengingat keadaan seperti itu, ia beruntung karena tidak ada organ tubuhnya yang terluka.


"Apa ini, apa ini, apa ini, apa ini, apa ini, apa ini, apa ini, apa ini!? Jika mereka mulai berkelahi satu sama lain, mengapa tidak melakukan itu sebelum mendekati kami saja !? Apa yang mereka coba lakukan !? "


"Nyah ... aku merasa pusing ..."


Lima kumbang badak tidak menembaki Hamazura dan yang lainnya.


Hamazura tidak yakin apakah mereka monster hidup atau hanya senjata, tapi mereka telah menembakkan laras meriam mereka terhadap satu sama lain seolah-olah membuat suatu turnamen dan kemudian tanpa ragu mulai menembak berulang kali satu sama lain pada jarak dekat.


Sambil memegang telinganya sendiri seperti yang dilakukan Hamazura, Yoshikawa Kikyou meringis dan mengatakan, "Sepertinya pengidentifikasian teman/musuh dan perintah prioritas penghancuran sudah kacau berkat perbedaan penafsiran atas perintah mereka. Tapi bagai mana itu bisa terjadi? "


Suara-suara ledakan berlanjut.


Salah satu kumbang badak putih yang harusnya memiliki berat beberapa ton terhempas ke tanah dan meledak dengan gerakan melengkung. Ini membuatnya terbalik sehingga permukaan armornya yang terdapat sayap tertekan pada lantai beton dan jalur kereta bawah tanah.


"Wah !!"


"Hamazura, mundur," kata Takitsubo.


Segera setelah dia ditarik mundur oleh tarikan kuat yang menyeret pakaiannya, kumbang terbalik meluncur ke tempat ia berdiri tadi.


Entah karena "pendapat" mereka seirama atau hanya karena mereka inign menghancurkan salah satu musuh, yang terjadi adalah, empat kumbang lainnya secara bersamaan membidik kumbang yang jatuh tengkurap itu.


Di saat enam kaki kumbang badak itu menggeliat, benda itu secara paksa menggetarkan sayapnya yang terjebak antara dirinya dan tanah sehingga menciptakan suara buatan yang bisa didengar oleh Hamazura dan orang lain yang ada di dekatnya.


"... Apa yang aku coba lakukan?" Tanya benda itu.


"Mana ku tahu bangsat !? Jangan datang ke sini jika Kau hanya berakhir dengan kebingungan !! "


"Aku rasa begitu. Aku setuju bahwa ini adalah sesuatu yang harus aku putuskan sendiri. "


Sementara masih telentang, kumbang itu mengepakkan sayap tipis yang tertekan ke tanah kemudian berputar. Dengan menggunakan metode itu, dia menggeserkan tubuhnya dan mengarahkan larasnya secara perlahan dengan akuran ke suatu arah. Targetnya kali ini adalah Last Order yang berdiri di belakang Hamazura.


"Nyah !!"


Fremea segera bergerak maju untuk menutupi Last Order yang sedang merangkul erat kaki Yoshikawa.


Tapi ...


Pelurunya tidak datang.


Sementara masih telentang, kumbang badak menggetarkan sayap tipis untuk menciptakan suara yang lebih banyak.


"Mengaktifkan perintah. Validitas perintah lisan 'menghancurkan setiap dan semua elemen yang menghalangi misi kami' dalam pertanyaan. Tidak ada ancaman yang terdeteksi pada individu yang ditunjuk. Kelanjutan risiko mengarah pada penghancuran seluruh daftar perintah. "


"A-apa? Apa maksudmu? "


"Aku sedang mengatakan bahwa aku akan menyelamatkanmu untuk melindungi daftar perintahku dari kontradiksi yang fatal."


Empat kumbang lainnya mengambil tindakan.


Tanpa menghasilkan api atau asap sekalipun, peluru yang besarnya sekitar lengan manusia dewasa ditembakan dari ujung laras yang tampak seperti tanduk yang tebal tersebut.


Segera setelah itu, kumbang yang dari tadi berbaring terbalik di dekat Hamazura dan yang lain berputar kemudian menembakkan amunisisnya dari posisi itu. Salah satu pilar pendukung terowongan kereta bawah tanah pecah berkeping-keping dan hujanan serpihan material bangunan berserakan sepanjang jarak antara kumbang yang jatuh dan empat lainnya, sehingga mengubah lintasan mereka.


Pada saat yang sama, salah satu kumbang badak menggunakan tembakan pelurunya untuk mendapatkan gaya lontar sehingga melompati kepala Hamazura dan yang lainnya, memutar setengah kali di udara, dan mendarat di tanah dengan enam kakinya yang mencakar lantai beton.


"Melindungi sistim dan menyiapkan posisi baru dari sudut yang berbeda. Memeriksa untuk mengkonfirmasi bahwa tidak ada kontradiksi yang dihasilkan oleh kumbang perang lainnya. " sayap raksasa tipis itu bergetar, menghasilkan suara buatan. " Rhinoceros Beetle 05 sekarang akan melindungi Kau demi tujuan untuk mengoptimalkan urutan lisan dari Kakine Teitoku. "


Dengan suara seperti tabung sinar neon, warna mata Rhinoceros Beetle 05 berubah dari hijau ke merah.


Berubah dari simbol warna keselamatan menjadi warna yang mewakili peringatan.


Itu mungkin tidak lebih dari bug yang diciptakan ketika mengkonversi urutan lisan yang diberikan oleh manusia ke dalam script urutan numerik. [Bug adalah kesalahan dalam pemrograman.]


Itu mungkin adalah kesalahan konversi yang tidak diinginkan oleh Kakine Teitoku maupun wanita Kihara itu.


Tapi ...


Bahkan jika itu berasal dari kesalahan, beberapa bentuk "perintah" telah muncul pada Rhinoceros Beetle 05.



Diantara Baris Keempat[edit]


Lantas sekarang.


Banyak hal telah dikatakan tentang wanita yang dikenal sebagai Fraulein Kreutune, tapi siapa yang tahu jika itu adalah informasi yang benar ataukah tidak.


Mungkin benar. Mungkin tidak.


Bagaimanapun juga, sumber informasi ini adalah dokumen dari ratusan tahun yang lalu.


Sejarah dapat dibengkokkan hanya dengan hal yang sederhana.


Tetapi pada saat yang sama, hal-hal yang dianggap sebagai omong kosong untuk waktu yang lama bisa saja menjadi suatu dasar ilmiah ratusan tahun kemudian.


Apa yang benar?


Apa yang salah?


Apakah hal-hal yang dianggap benar, sejatinya adalah kesalahan?


Apakah hal-hal yang dianggap salah, sejatinya adalah kebenaran?


Wanita yang dikenal sebagai Fraulein Kreutune memang ada.


Dan kelainan-nya telah dibuktikan.


Jadi apa yang layak menjadi perhatian yang besar? Jika semua dokumen tentang dirinya dan semua data dan nilai yang diperoleh mengenai dia dibandingkan, bagian mana yang menonjol dengan aneh?



Ini adalah titik balik.


Mulut monster itu baru saja terbuka.



Chapter 6: Monster, Monster, Monster, Monster — All_Bad_Stars.[edit]

Part 1[edit]


Gedung-gedung pencakar langit Academy City terlihat tersusun dengan rapih. Apakah itu berasal dari 10 tahun lalu, 5 tahun yang lalu, sekarang, 5 tahun ke depan, atau 10 tahun ke depan, orang-orang dari zaman apapun kemungkinan akan terkesan dengan kerapihan kota ini. Dan itu bangunan-bangunan itu harus sering kali dipugar.


Bagaimanapun juga, kota ini dikelilingi oleh dinding dan memiliki lahan terbatas untuk membangun bangunan.


Bangunan itu dipugar ulang agar penggunaan lahan lebih efisien atau hanya sekedar untuk melakukan tes teknologi terbaru. Tentu saja, berbagai jenis teknologi digunakan untuk membuat orang-orang berpikir bahwa kota itu "sedang dibangun" atau "sedang dipersiapkan". Kesan orang-orang terhadap gedung-gedung yang menjulang tinggi itu adalah sesuatu yang "teratur" atau "rapi dan bersih".


Meski begitu, bangunan yang masih dalam proses konstruksi adalah sangat umum.


Pada saat yang sama, beberapa bangunan ditinggalkan dengan memindahkan semua orang dan peralatan untuk mempersiapkan proses konstruksi.


Suatu anggota resmi GREMLIN saat itu sedang berada pada ruang salah satu bangunan di Distrik 7 yang mangkrak.


Marian Slingeneyer bersembunyi di dalam ruang yang berbentuk persegi panjang sederhana, yang bahkan tidak memiliki karpet atau wallpaper. Awalnya dia punya tempat persembunyian di suatu hotel pada Distrik 7, tapi tempat persembunyian itu telah terungkap ke publik melalui poster buronan Anti-Skill, jadi ia pindah ke bangunan yang ditinggalkan untuk mencegah serangan kejutan dari musuh kuat seperti Ollerus.


Pada kenyataannya, Kamijou Touma dan Dewa Petir Thor telah menggunakan beberapa rekayasa pada poster buronan tersebut, dan mengharapkan dia melakukan hal ini, tapi Marian tidak menyadarinya. Dia tidak tahu bahwa sebenarnya poster buronan yang Anti-Skill umumkan telah dibuat-buat oleh Kamijou dan Thor.


"... !!"


Kepalanya terangkat seolah-olah tersentak sesuatu.


Dia mendengar suara ledakan.


Itu adalah yang lebih keras daripada suara tembakan sehingga dia lebih merasa gemanya bergetar sampai perutnya daripada hanya terdengar di telinganya. Itu bukan suara kecelakaan dari kecelakaan lalu lintas yang malang atau kebisingan dari bangunan yang dibongkar. Itu adalah gemuruh suara yang memiliki hawa membunuh yang cukup pekat.


Itu lebih dari cukup untuk membuat dia meningkatkan kewaspadaannya.


Dia memandang ke luar jendela yang tidak memiliki kaca. Bukannya asap putih atau hitam yang dia lihat, melainkan debu putih tipis yang membentang di langit. Itu tidak begitu jauh. Hanya sekitar 500 sampai 700 meter dari tempatnya berada.


Marian menyelipkan tangannya ke sisi overall dan mengeluarkan gergaji yang terbuat dari emas.


Dan dia tersenyum. Itu adalah senyum seseorang yang haus darah.


"Oke, sekarang siapakah itu !? Kelompok Ollerus? Orang-orang Academy City? Atau mungkin kita akan beruntung karena itu adalah Fraulein Kreutune yang datang dengan sendirinya ke sini. Bagaimanapun, ini bukan waktu untuk duduk-duduk !! "


Sebagai tanggapan, seorang gadis (?) dalam bentuk drum hitam bernama Mjolnir dengan ribut berguncang pada salah satu sudut ruangan.


Dan Thor sedang mengertakkan giginya sambil memegang kresek yang penuh dengan kotak makanan dan air mineral, yang dia barusan beli dari suatu toserba.


(Mereka membuat lebih banyak tindakan yang terlihat mengganggu.)


Thor (dan Kamijou Touma) telah memainkan trik pada Marian agar kelompok monster Ollerus dan monster GREMLIN terpisah. Dengan cara itu mereka bisa mencegah kerusakan besar pada kota jika kedua belah pihak ini berbentrokan.


Tidak seperti Kamijou yang hanya bisa meniadakan kekuatan supranatural, dia jelas-jelas tidak bisa melakukan apa-apa jika kedua kekuatan yang begiu besar itu berhadapan satu sama lain.


(Dan setelah kami melakukan begitu banyak usaha untuk memalsukan poster agar membuat dia takut akan dilacak oleh kelompok Ollerus.)


Dewa Petir Thor adalah anggita GREMLIN yang bertugas dan bertanggung jawab atas pertempuran langsung, Marian Slingeneyer menyediakan dukungan dari balik layar dengan berbagai peralatan miliknya, dan Mjolnir adalah “generator” yang selalu melekat pada Marian.


Jika mereka merasakan ancaman yang layak, tindakan yang tepat adalah dengan membiarkan Marian dan Mjolnir untuk tinggal di tempat persembunyian sementara Thor keluar untuk mengumpulkan informasi atau melibatkan musuh dalam pertempuran.


Metode itu telah berhasil sejauh ini.


Tapi ...


"Tidak peduli seberapa rumit tempat persembunyian yang Kau buat, tidaklah baik jika mereka menemukannya. Thor, Mjolnir. Kalian berdua harus membuat kehebohan sementara aku mengumpulkan beberapa orang untuk digunakan sebagai “bahan”! ". Dia selalu mengasumsikan manusia sebagai alat amunisi untuk dirubahnya menjadi senjata.



Seekor tikus yang terpojok akan menggigit kucing.


Marian berhati-hati untuk menghindari bentrokan dengan kelompok Ollerus, Academy City, atau bahkan keduanya pada saat yang sama, tapi itu juga yang membuat ia merasa perlu untuk segera mengambil tindakan jika diperlukan.


Dia yang menyerang pertama kalilah yang menang.


Kenyataan bahwa dia melihat musuh sebagai lawan tangguh membuat dia merasakan suatu keinginan yang kuat untuk menggunakan kekerasan luar biasa daripada menunggu dan mengikuti arus.


Drum hitam berguncang bolak-balik.


Gadis itu (?) Selalu mendukung Marian. Jika tidak ada yang dilakukan, ia akan bekerja bersama dengan Marian Slingeneyer dan menyebabkan beberapa ledakan.


Thor adalah satu-satunya orang yang bisa menentang ide Marian.


Tapi dia juga orang yang telah menipunya. Jika dia mencoba untuk mengubah aliran peristiwa yang telah dia rencanakan ini, itu bisa meningkatkan risiko Marian mencurigai dia. Tidak peduli apakah sejak awal Marian mempercayainya ataukah tidak. Tindakan mencurigakan sekecil apapun akan membuat Thor menjadi tersangka dan mengirimnya ke “skak mat”.


(Ini bukan bagaimana biasanya aku melakukan sesuatu.)


"Hei, Marian. Menurutmu, siapakah itu? "


"Aku tak tahu. Kemungkinan terburuk adalah kelompok Ollerus, tapi pihak lainnya juga sama berbahayanya. Ada kemungkinan bahwa monster yang dikenal sebagai Fraulein Kreutune itu melihat apa yang kita lakukan dan kemudian datang menyerang kita untuk mencegah kita yang hendak mengejarnya. "


"Jika seseorang mencoba untuk menyerang kita, mereka tidak akan menyebabkan keributan sebelum mendekati ruangan ini. "


"Mungkin informasi mereka tidak begitu rinci, sehingga mereka melakukan ini untuk memancing kita keluar."


"Dalam hal ini, bereaksi sama saja dengan menyerahkan diri ke tangan mereka. Mari kita menunggu mereka melanjutkan apa yang mereka usahakan dan kemudian mengambil serangan pendahuluan tepat ketika mereka lengah. Itu akan lebih baik. Aku bertanggung jawab atas pertempuran langsung, jadi dengarkan apa yang aku katakan. Serangan pertama adalah suatu hal yang penting. Kau ini lebih bersifat menyerang atau bertahan? Apakah kau seorang juara atau penantang? Posisimu dalam pertempuran bisa berubah sepenuhnya."


"Ayolah, Thor-chan." Kata Marian sambil memutar-mutarkan gergaji emasnya di sekitar. "Maka dari itu kita perlu bergerak sekarang. Jika kita ingin memulai sekaligus mendapatkan berbagai keuntungan, maka meringkuk dan hanya menunggu di tempat ini adalah pilihan terakhir. Bahkan jika informasi mereka kurang detail, mereka akan mengumpulkan informasi lebih lanjut seiring jalannya waktu. Tidak menjemput bola dan hanya bermalas-malasan di sini bukan berarti musuh akan menunggu pergerakan kita. Lawan-lawan kita kali ini sudah cukup buruk. Kita perlu menghancurkan mereka sebelum mereka memiliki kesempatan untuk menaikkan levelnya. "


Drum itu membuat suara derap seperti sedang bergetar.


Setuju atau tidak, gadis (?) itu hanya akan mendukung semua yang dikatakan Marian.


Thor melirik debu di luar jendela.


"Akademi City memiliki banyak masalah yang berbeda. Hal ini mungkin tidak ada hubungannya dengan kita. "


"Kita akan tahu apakah itu benar ataukah tidak ketika kita pergi untuk memeriksa."


"Dan bagaimana jika ketika kau akan memeriksa situasinya, mereka menemukan tempat persembunyianmu? Tindakanmu itu bisa membuat musuh melengkapi informasi-informasi yang mereka tidak ketahui sebelumnya. "


Marian tidak mengatakan apa-apa lagi. Dengan menjentikkan pergelangan tangan yang dia gunakan untuk memutar gergaji, dia membuat nada mendesing yang seakan membelah udara. Itu adalah nuansa ayng sama ketika dia menjentikkan jari-jarinya atau bersiul. Biasanya, Mjolnir-lah yang menanggapinya pertama kali.


"Thor, mereka tidak memiliki informasi tentangmu. Berbeda dengan aku, yang wajahnya sudah disebarluaskan melalui poster buronan sialan itu, jadi tak ada gunanya aku tetap bersembunyi. Jika Kau masih ingin berbicara agar aku berhati-hati, maka pergilah untuk menemukan tempat persembunyian baru untuk kita singgahi. "


Thor mendesah. Strateginya untuk menghentikannya dengan kata-kata gagal. Rencana menjadikan Marian umpan dari diskusi bersama Kamijou sebelumnya tampaknya cukup mempengaruhi tindakannya.


"Dimengerti."


Thor hanya memberi jawaban yang jujur.


Dia telah menyerah.


Dan kemudian ...


Dia tanpa ragu mengayunkan kakinya dari belakang dan menendang Marian Slingeneyer di sisi kepala.

NT Index v06 111.png

Namun cara dia roboh tidak terlihat seperti cara manusia pada umumnya.


Itu tampak seperti tongkat yang terbanting setelah ditegakkan bagian ujungnya. Sangat jelas bahwa hantaman yang keras merupakan hal yang paling ditakuti Marian karena dia bukan tipe petarung jarak dekat.


Itu adalah tendangan terkuat yang pernah dia terima.


Serangan itu berhasil dilakukan dengan begitu terampilnya, sampai-sampai seakan waktu berhenti seketika Thor melepaskan jurus tendangannya itu.


Dan tentu saja, Mjolnir tidak akan mengabaikan tindakan premanisme ini.


"... !!"


Gadis berbentuk drum (?) tidak bisa menggunakan kata-kata.


Permukaan berkilauan yang gelap memancarkan bunga api berwarna putih kebiruan.


Tubuh Mjolnir mengandung energi yang cukup besar untuk menguapkan sepertiga dari benteng bergerak seukuran kota. [Baca NT Vol 2]


Tapi ...


"Kau bodoh !! Jika menggila di sini, Kau akan menempatkan Marian dalam bahaya!" Teriak Thor untuk menahan tindakan Mjolnir dengan kekuatan kata-katanya.


Gerakan drum itu berhenti seolah-olah terpotong oleh sebilah baji.


"Kau tahu mengapa kelompok Ollerus menargetkan Fraulein Kreutune, kan? Sebagai specimen untuk esper holistik, dia adalah bagian akhir dari rencana Othinus untuk mempersiapkan Gungnir. ... Adalah hal yang lumrah bagi seseorang yang ingin mengganggu rencana Othinus untuk mencoba melenyapkan Fraulein Kreutune. "


Sesuatu melayang di permukaan drum.


Itu adalah bibir.


Dan itu bukan hanya satu pasang. Seolah-olah mewakili ledakan kemarahannya, organ-organ yang bisa mengungkapkan perkataan itu muncul satu demi satu. Itu tampak seperti permukaan air yang mendidih.


"... Dan?" Adalah satu-satunya jawaban yang diucapkan oleh drum itu.


Tidak peduli seberapa logis jawabannya, semua yang ada di sana hanya akan menjadi abu jika pertanyaan drum ini tidak terpuaskan.


"Apakah Kau masih tidak mengerti?" Thor berbicara perlahan dalam menanggapi kemarahan si drum yang hampir bisu itu. "Tujuan utama musuh adalah untuk menghentikan terselesaikannya Gungnir. Jika mereka bisa mencapai itu, tidak ada hal lain lagi yang penting bagi mereka. Hilangnya satu bagian akan menyebabkan keseluruhan rencana Othinus gagal. ... Apakah kau tahu, mereka bahkan tidak perlu membunuh Fraulein Kreutune untuk menggagalkan semua rencana Othinus. Jika mereka membunuh Dvergr yang merupakan satu-satunya makhluk yang mampu menghasilkan senjata para dewa, mereka masih bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. "


Drum hitam terdiam sejenak.


Tapi bibir yang tak terhitung jumlahnya itu belum menghilang.


Sementara mencari kata-kata yang tepat, gadis (?) yang dikenal sebagai Mjolnir ini mengatakan, "Apakah Kau mengatakan Kelompok Ollerus merencanakan itu sejak awal? Tak mungkin. Bahkan jika mereka tahu GREMLIN mengambil suatu tindakan, mereka tidak akan tahu siapa anggota GREMLIN yang dikirimkan ke sini secara sepesifik. "


"Memangnya kenapa? Seseorang yang se-dermawan Ollerus-chan pasti berkehendak untuk menghindari membunuh beberapa orang yang tidak berhubungan seperti Fraulein Kreutune hanya untuk menghentikan rencana Othinus. Mereka lebih suka membunuh seseorang yang jelas-jelas terlibat dalam setiap tindakan kriminal seperti Marian Slingeneyer. "


"Tapi ...!"


"Rencana awal mereka mungkin adalah membunuh Fraulein Kreutune. Mereka mungkin memang tega untuk membunuh monster yang tak seorang pun mampu membunuhnya sejak ratusan tahun yang lalu. "Thor mengangkat jari telunjuknya untuk memojokkan Mjolnir. "Tapi mereka melihat wajah Marian Slingeneyer yang terpampang pada poster buron. Mereka tahu dia terakhir kali terlihat berada di hotel Distrik 7. "


Itu tentu saja merupakan informasi palsu Thor dan Kamijou Touma telah mempersiapkannya, jadi dia tidak tahu apakah Ollerus dan yang lainnya benar-benar melihat poster itu.


"Apakah kamu tidak berpikir bahwa mereka mungkin saja telah mengubah rencana mereka ketika mereka melihat poster itu? Hanya karena mereka memiliki metode teoritis untuk membunuh Fraulein Kreutune, bukan berarti itu akan benar-benar bekerja. Mereka tidak pernah menguji metode mereka. Lantas darimana mereka tahu bahwa dengan menggunakan cara mereka, Frauline bisa terbunuh? Tapi mereka sungguh tahu bahwa Marian adalah manusia biasa, sehingga logikanya adalah : akan lebih mudah untuk membunuh Marian daripada Frauline. Jika kau membandingkan dua hal ini, bahkan seekor monyet bisa membedakan mana yang lebih mudah dan mana yang lebih sulit. "


"..."


"Kita memang mendengar ledakan. Debu beterbangan di udara. Apakah Kau benar-benar berpikir bahwa musuh hanya menunggu kita untuk keluar kemudian menyerang mereka? Apakah Kau benar-benar berpikir bahwa situasinya sesederhana itu? Ledakan dan debu itu mungkin merupakan dua kejadian yang terpisah. Atau mungkin saja mereka memiliki semacam penembak jitu yang siap membidik kepala kita jika keluar dengan sembrono dari tempat persembunyian. Apakah kau benar-benar berpikir kita harus membiarkan Marian menuju keluar sana kemudian beberapa detik kemudian yang kita dapatkan hanyalah mayat Marian dengan lubang dan aliran darah dari kepala? Begitu? "


Untuk sementara, Mjolnir tetap terdiam.


Akhirnya, bibir tak terhitung jumlahnya yang terlihat di permukaan drum menghilang seolah-olah tenggelam di bawah permukaan air.


"Kita perlu melihat seberapa banyak informasi tentang Marian yang kelompok Ollerus miliki dan apa perangkap yang mereka telah siapkan. Aku akan menangani itu. Kau jugalah buat persiapanmu sendiri sehingga Marian dapat melarikan diri jika saatnya tiba. "


Drum berguncang dengan ribut bolak-balik.


Thor menganggap bahwa dia meminta saran lebih konkret, sehingga ia menambahkan, "Jika Kau merasa kondisinya semakin berbahaya, panggang saja seluruh blok di kota ini. Dengan seribu atau sepuluh ribu mayat yang nyaris tidak lagi terlihat seperti manusia, Anti-Skill pasti akan kerepotan dan memakan waktu yang lama untuk mengidentifikasi ID mereka semua. Bahkan jika seseorang memiliki informasi yang pasti bahwa Marian sedang berada di sini, kau masihlah harus menjaga pergerakanmu agar tidak menunjukkan keberadaan tempat ini. "


Inti dari kebohongan itu adalah untuk membiarkannya menjalankan perannya tanpa takut risiko informasi tersebut bocor.


Begitu Thor mundur, semua pengkhianatannya akan ketahuan.



Part 2[edit]


Selama festival budaya berskala besar yang dikenal sebagai Ichihanaransai, sejumlah besar orang terus-menerus bergerak di sekitar lingkungan sekolah. Hal ini tentu menyebabkan kenaikan signifikan pada resiko jumlah anak yang hilang.


Penyebaran anggota Anti-Skill di berbagai tempat tidak cukup untuk melingkupi masalah sampai tingkatan ini, baik besar maupun kecil, sehingga Judgment yang beranggotakan para pelajar dikirim untuk bekerja di kota sebesar ini.


Dan, Uiharu Kazari dikelilingi oleh siswa sekolah dasar di jalan Distrik 7. Dia adalah anggota Judgment pada tahun pertama sekolah menengah yang memiliki begitu banyak bunga hias di rambutnya sehingga kepalanya tampak seperti vas yang penuh dengan bunga.


Di saat anak-anak kecil itu menarik-narik seragam pelaut mainstream-nya, mereka semua berbicara dengannya.


"Ayolah, lakukan itu. Katakanlah : 'ini adalah Judgment' !! "


"Katakan!"


"Kalian kan terkenal."


"Iya iya."


"Ah wah wah wah wah wah," kata Uiharu sembari ia kewalahan oleh banjiran rengekan yang datang dari bocah SD di sekelilingnya.


Namun, anak-anak di sekitarnya tampaknya tidak peduli.


"U-umm, ini sebenarnya bukanlah standar bagi Judgment. Bahkan, Shirai-san juga sering mendapat kesulitan karena kita tidak bisa membiarkan orang-orang berpikir bahwa Judgment itu mengedepankan kekerasan ... "


"Ayo, lakukan saja! Dan lakukan teleport juga !! "


"Eh? Bukankah menakutkan jika tiba-tiba menghilang dan muncul kembali di tempat lain? Bagaimana jika Kau kesasar di suatu tempat yang aneh? "


"Aku tahu bagaimana cara kerjanya. Kau melakukan perjalanan melalui sesuatu seperti terowongan yang Kau sebut wormhole. "


"Tapi apa yang membuat terowongan itu? Berapa panjang terowongan itu ??? "


"Eee!" Uiharu menjerit dengan menyedihkan.


(Aku pikir kemampuan Shirai-san adalah mengubah ruang tiga dimensi menjadi ruang berdimensi 11 yang ketat dan kemudian menggerakkan sumbu yang berbeda, bukannya menggunakan wormhole, tapi teori rinci di balik itu dipelajari pada tingkat universitas mahasiswa pascasarjana. Tolong jangan melihat ke arah siswa sekolah menengah yang biasa ini dengan tatapan ingin tahu akan jawaban pertanyaan se-intelek itu ...)



Di trotoar lain, di seberang jalan, Aogami Pierce sedang dalam perjalanan untuk mengisi tepung yang digunakan untuk memasak pada stan takoyaki milik mereka. Ketika ia melihat bahwa penjaga perdamaian dikelilingi oleh gadis-gadis kecil, ia diam-diam mengepalkan tinjunya.


"Judgment ... !!!!!!"


Pemandangan yang muncul di wajah Aogami Pierce adalah seperti komposer jenius yang telah mendapatkan wahyu secara tiba-tiba, tapi kemudian seseorang menepuk pundaknya dari belakang.


Dia berbalik dan menemukan seorang gadis SMA dengan payudara besar dan kacamata serta gadis SMP dengan dada datar dan twintails. [Twintails adalah model rambut ikat pada sisi kiri dan kanan kepala. Saya ragu yang sering nonton anime tidak mengenalnya.]


Keduanya memiliki gelang berkarakteristik tertentu pada bahu kanan mereka.


"Permisi, kami dari Judgment. ... Bisakah kita berbicara denganmu sebentar? "


"Konori-senpai, tidak bisakah kita menjebloskannya saja ke sel penjara? Aku tidak tahu apakah karena alasan acara tersebut, tapi semua kasus-kasus kecil dan laporan misterius yang sia-sia akan mengurangi efisiensi kerja kita.... Jujur, aku tidak tahu mengapa orang-orang mengatakan ada kumbang badak raksasa yang mengamuk di kota? "


"Kau tidak bisa melimpahkan rasa frustasimu kepadanya dengan semena-mena. Suara ledakan dan asap itu mungkin hanya beberapa atraksi sekolah yang kebangetan untuk menarik perhatian pengunjung. Oh, kami perlu memeriksa barang-barangmu, jadi bisakah kau ikut dengan kami ke sudut di sebelah sana ...?"


"Judgment ..." gumamnya lagi.


Ini adalah ke-43 kalinya Aogami Pierce diinvestigasi oleh suatu otoritas tahun itu, tapi tampaknya pengalamannya akan lebih banyak kali ini.



Part 3[edit]


Dalam terowongan kereta api bawah tanah di District 7,senjata berbentuk kumbang badak putih yang dibuat dari Dark Matter milik Kakine Teitoku tersebut memelototi dan membidikkan meriam mereka satu sama lain.


Mereka saling tembak tanpa ragu-ragu.


Mereka menembak lagi dan lagi.


Empat dari mereka bertindak sebagai pengejar. Satunya adalah pengkhianat yang melindungi Hamazura, Fremea, dan yang lainnya. Permasalahan di sana tidak hanya jumlah kumbang pengejar yang lebih banyak daripada kumbang pelindung, tetapi mereka juga bertujuan untuk membunuh manusia dalam terowongan tersebut. Tidak peduli jika Rhinoceros Beetle 05 bisa bertahan ataukah tidak, para kumbang pengejar bisa menghancurkan organ manusia yang menjadi targetnya dengan mengisi terowongan menggunakan gelombang ledakan dari meriam mereka.


Tapi ...


Hal yang sama bisa dikatakan terjadi juga pada sisi Rhinoceros Beetle 05.


Tidak perlu untuk mengalahkan empat lainnya kumbang. Tujuan utama Rhinoceros Beetle 05 yang adalah untuk membuat Hamazura Shiage, Takitsubo Rikou, Yoshikawa Kikyou, Last Order, dan Fremea Seivelun melarikan diri dari terowongan dan menjauhkan mereka dari hal yang bisa mengancaman nyawa mereka.


Dan ...


"Bersiaplah untuk menerima dampak serangan," kata Rhinoceros Beetle 05.


Suatu serangan simultan dilakukan oleh empat kumbang yang telah memutuskan bahwa membunuh Last Order dan orang-orang di sekelilingnya adalah metode terbaik untuk melaksanakan tujuan mereka, yaitu melumpuhkan Fraulein Kreutune dan segala sesuatu di dekatnya. Mereka tidak bermaksud untuk melakukan tembakan langsung. Sebaliknya, mereka menembakkan peluru di tanah persis di depan target mereka untuk mengisi setiap sudut dan celah dari terowongan dengan gelombang kejut.


Harusnya, gelombang kejut itu bukan sesuatu yang daging dan darah manusia bisa tahan.


Bahkan jika Rhinoceros Beetle 05 bertindak sebagai perisai untuk Hamazura dan yang lainnya, gelombang kejut akan mengisi seluruh area dan menelan mereka kemudian menghancurkan organ mereka dari dalam.


Tapi ...


Rhinoceros Beetle 05 menggetarkan sayap raksasa tipis dengan kecepatan tinggi untuk menciptakan suara buatan. Benda itu tidak mencoba untuk berbicara. Getaran itu tersebar melalui udara kemudian berbenturan datang gelombang kejut dan memaksa mengubah arahnya. [Secara fisika, getaran dan gelombang adalah dua besaran yang identik, sehingga bisa menginterferensi satu sama lain. Inilah yang dilakukan Rhinoceros Beetle 05, yaitu menangkal gelombang kejut mematikan dengan menggunakan gelombang lain yang dibuatnya dari getaran sayap pada frekuensi tertentu.]


"Apa ... apakah kau mengacaukannya? Telingaku tidak terluka. "


"Aku mengirim gelombangku sendiri kepada gelombang mereka. Kau tidak bisa melihat benturan gelombang itu sehingga mungkin sulit untuk dimengerti, tapi gelombang kejut dapat dengan mudah dipengaruhi seperti bola biliar yang men-transferkan kecepatan lajunya ketika berbenturan dengan bola biliar lainnya. "


Beberapa rintangan harus diatasi sebelum teori tersebut benar-benar berhasil dilakukan.


Kumbang dengan akurat mengusir atau menyimpangkan gelombang kejut dan fragmen dari peluru dan tanah, terbentuk karena ledakan. Sehingga itu bisa melindungi obyek yang ingin dia selamatkan.


"Itu adalah tekniknya dia, kata Misaka sembari Misaka berkomentar."


"Dia? Maksudmu Accelerator?" Tanya Yoshikawa.


"Aku menggunakan teori fisika dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan tindakan potensial musuh kita, tapi aku ragu aku akan dapat mencapai tingkat itu. Peluru kami tidak cocok untuk membunuh target dengan menggunakan efek sekunder seperti gelombang kejut tersebut. "


"?"


"Karena tubuhku seluruhnya terbuat dari Dark Matter, aku tidak mungkin menciptakan mesiu yang diperlukan untuk menembakkan atau meledakkan peluru. Oleh karena itu, suatu sistem pegas digunakan untuk menembakkan peluru. Pernah dikatakan di masa lalu bahwa, senjata 'aneh' yang diperkuat dengan kekuatan Dark Matter diciptakan untuk bersaing dengan “peluncur-roket-pundak” di pasaran. Peluru diledakkan dengan menghantam lapisan luar yang keras dengan bantuan spons pegas, sehingga efek akustik hanyalah 36% sampai 50% dari peluru normal. Aku menyimpulkan bahwa inilah alasan mengapa upaya menghindarku berhasil. ... Sementara itu, si # 1 cenderung tidak punya masalah dalam penanganan senjata nuklir. " Rhinoceros Beetle 05 terus menggunakan sayap raksasa untuk menghasilkan gelombang suara di luar kisaran pendengaran manusia untuk mengusir gelombang kejut lawannya sembari terus menggunakan jeda getaran untuk memproduksi suara guna berkomunikasi dengan mereka. "Ada pintu keluar untuk para pekerja yang berada 15 meter di belakang kita. Aku akan membuat dinding pemisah dengan meruntuhkan langit-langit dan di saat itu terjadi, kalian larilah keluar. " [Efek akustik yang dimaksud di sini adalah efek kebisingan akibat vibrasi gelombang.]


Kumbang itu tidak berniat mengalahkan lawan-lawannya.


Sejatinya, semua kumbang badak merupakan senjata aneh yang diciptakan oleh Dark Matter milik Kakine Teitoku. Mereka tidak punya "inti" atau "titik lemah" dan mereka akan secara otomatis menyembuhkan bagian yang hancur. Satu-satunya pengecualian adalah Rhinoceros Beetle 05 yang telah membuat "interpretasi" dengan menentang kehendak Kakine.


Hamazura berbalik untuk memeriksa lokasi pintu logam kecil untuk melarikan diri tersebut.


Bunga api berterbangan dan pintu itu pecah lalu terbuka. Kemungkinan besar, Rhinoceros Beetle 05 telah dengan terampil membelokkan arah gelombang kejut dari peluru musuh kemudian membidikkan pantulan gelombang kejut tersebut dengan akurat untuk memecahkan kunci pintu keluar.


"Sekarang," kata si kumbang.


"O-oke!"


Dimulai dengan suara ledakan yang jelas.


Laras meriam Rhinoceros Beetle 05 bergerak dan menembakkan peluru ke langit-langit. Langit-langit runtuh di sekitar empat kumbang lainnya.


"Hamazura, lari!" Teriak Takitsubo.


Dia dengan refleks langsung membawa Fremea, Hamazura berlari melalui terowongan menakutkan yang masih bergetar di seluruh bagiannya. Last Order juga ditarik sementara masih bergandengan tangan dengan Yoshikawa. Setiap kali Rhinoceros Beetle 05 menembak lagi untuk mengunci pergerakan empat kumbang lainnya, lantai terowongan tangguh itu tampak bergoyang seperti kapal di tengah badai.


Takitsubo-lah yang pertama kali menerobos melalui pintu pekerja, Fremea datang berikutnya sembari Hamazura mendorongnya bersamaan, dan Yoshikawa kemudian Last Order-lah yang terakhir. Takitsubo meraih tangan Last Order untuk membantu Yoshikawa menariknya melalui pintu.


Setelah melihat mereka semua telah dievakuasi, Rhinoceros Beetle 05 berpindah ke belakang untuk menutup pintu pekerja dengan suatu bantingan yang keras.


Tapi pintu itu terlalu kecil.


Dia menghantam pintunya dengan kekuatan yang cukup untuk membuat penyok dinding di sekitarnya, tetapi tidak mampu untuk mempersempit rongga pintu tersebut. Sebenarnya, rencananya adalah meremas pintu itu bersama dengan dinding di sekitanya agar terbentuk suatu sumbat sehingga tak ada yang bisa menerobosnya kemudian.


Mata Hamazura terbuka lebar.


"Apa yang kau lakukan !?"


"Jangan kuatir. Ini adalah bagian dari rencanaku." Dengan bagian belakangnya yang sedikit hancur, Rhinoceros Beetle 05 duduk di ambang pintu seperti batu raksasa yang menghalangi jalan. Kemudian ia kembali menggerakkan sayap tipisnya untuk menghasilkan suara buatan : "Karena aku telah lepas dari kontrol Kakine Teitoku, aku tak dapat lagi memperbaharui Dark Matter-ku yang telah rusak. Dalam waktu dekat, aku akan pecah. Juga, peluru kami mampu menghancurkan sesama kumbang. Satu-satunya cara untuk melarikan diri dari musuh-musuh yang bisa beregenerasi dengan cepat ini adalah dengan memblokir jalan mereka, entah bagaimana caranya. "


(Bajingan ini.)


Hamazura hampir meneriakkan umpatannya itu. Dia seakan tidak terima diselamatkan oleh sebongkah benda buatan.


(Walaupun hanya senjata yang tak bernyawa, dia punya nyali untuk mempertunjukkan jiwa baja seorang ksatria tepat di depan mataku.)


"Cepat cepat! Pelurumu cukup kuat untuk menghancurkan tembok ini, kan !? " teriaknya sebagai gantinya.


"Itu akan memungkinkan kumbang musuh untuk melanjutkan pengejaran. Juga, jika aku bisa menghancurkannya, maka mereka juga bisa. Mereka akan segera membebaskan diri dari reruntuhan. Aku telah memutuskan agar menjadi sesuatu yang lebih berharga, yaitu dengan bertindak sebagai 'dinding' yang menghalangi jalan mereka. "


"... Sial."


"Semoga beruntung. Aku pastikan untuk melaksanakan tujuan utamaku. Hati hati ya. "


"Sialaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnn!!!!!!". Seakan Hamazura merasa frustasi karena dirinya masih saja menjadi seorang yang lemah sehingga sesuatu harus dikorbankan untuk menyelamatkannya. Walaupun kali ini yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkannya bukanlah sesuatu yang bernyawa. Namun itu masihlah terasa menyakitkan baginya.


Seketika Hamazura mengeluarkan kutukan itu, seluruh wilayah terguncang dengan menakutkan. Musuh kumbang badak telah mengenyahkan tumpukan puing-puing yang tadi menyegel pergerakannya. Mereka sekarang mulai menembaki kumbang yang beberapa saat lalu masih menjadi rekannya dengan senjata, karena si kumbang yang satu ini sudah tidak lagi bergerak dan memberikan perlawanan dan hanya bertahan sekuat mungkin untuk memblokir serangan mereka.


Tidak ada jalan keluar.


Tidak akan pernah berakhir.


Menggunakan kemampuannya yang tersisa untuk berregenerasi sampai batas tertentu bahkan ketika dia sudah berada diluar kendali # 2, benda tak bernyawa itu hanya bisa terpaku tanpa perlawanan sembari mendengarkan suara dentuman-dentuman yang terus merusak tubuhnya seperti zombie yang terus berjalan walaupun sudah ditembaki oleh agen pembasmi zombie.


Sendi-sendi bangunan pasti telah terguncang karena bubuk semen turun dari langit-langit.


Yoshikawa menunjuk ke arah tangga dan keluar dari terowongan kereta bawah tanah.


"Kita tidak tahu berapa lama ini akan menghentikan mereka. Kita perlu menuju ke permukaan. "


"Tapi ... !!" Hamazura mulai berkata, tapi Takitsubo meraih tangannya.


Dengan suara tenang tapi jelas, dia berkata, "Mari kita pergi. Benda itu sudah tidak bisa melarikan diri bersama-sama dengan kita bahkan jika kita tinggal di belakang dan membantunya. "


Hamazura mengertakkan gigi.


Tapi adalah suatu fakta jikalau mereka akan terbunuh jika mereka kembali dan membantu si benda tak bernaywa itu.


Sementara masih setengah hati meninggalkan “teman”-nya itu, Hamazura berlari menaiki tangga sempit yang biasa dipergunakan oleh pekerja tersebut. Takitsubo dan Yoshikawa mengikutinya. Di bagian atas tangga logam ada pintu. Itu terkunci, tapi itu hanya dimaksudkan untuk membuat orang keluar. Dengan kata lain, mereka bisa dengan mudah membukanya dari dalam. Setelah melakukannya, mereka menuju keluar.


Yoshikawa mendongak ke langit sambil memegang tangan untuk menutupi cahaya terang dari matahari.


"Sepertinya Accelerator telah memindahkan pertempurannya ke tempat lain."


"Tapi itu bukan berarti kita sudah aman. Sialan, kita perlu memanggil Mugino atau Kinuhata dan ... "


Hamazura melemah.


Takitsubo, yang mengenakan jaket olahraga merah muda, sedang mencari di sekitar dengan ekspresi bingung.


Setelah melihat ke arah apa yang Takitsubo cari, Hamazura akhirnya menyadari sesuatu.


"Tunggu ... ke mana Fremea pergi !?"


"Sepertinya Last Order ... hilang juga."



Pada saat itu, Rhinoceros Beetle 05 putih bahkan tidak mencoba untuk bergerak dari tempatnya yang memblokir pintu terowongan kereta bawah tanah. Bahkan dia terus menerima pemboman sengit dari kumbang lainnya. Error pemrograman yang menyatakan bahwa tindakannya tersebut adalah menyimpang dari perintah #2 terus bermunculan di pikirannya, tetapi dia seakan tidak menghiraukan pemrograman yang seharusnya menjadi penentu tindakannya tersebut dan malah terus melindungi manusia.


Dia masih saja tanpa putus asa menembakkan peluru untuk mendorong kumbang lainnya sembari menggetarkan sayap tipis untuk mengganggu vektor gelombang kejut yang mengisi terowongan.


Tapi itu tidak cukup.


Manusia yang harus diselamatkannya adalah target yang jauh lebih kecil untuk dilindungi daripada seluruh dinding di sekitar pintu. Tapi dia harus tetap membuat seluruh bangunan terowongan itu tegak berdiri untuk mencegah manusia yang melarikan diri di belakangnya agar tidak terkubur reruntuhan. Dan tentu saja, semakin luas daerah yang dia lindungi, semakin sulit dia melakukannya.


Beberapa retakan muncul di permukaan tubuhnya yang berwarna putih halus.


Itu tidak merasa sakit seperti makhluk hidup pada umumnya.


Itu kurang peduli tentang tubuhnya sendiri yang mulai hancur akibat pemboman tanpa henti, dan dia lebih baik melakukan itu daripada memulihkan kerusakan pada tubuhnya yang sudah terlalu parah sehingga memungkinkan kumbang lain melewatinya. Itu tidak ingin memikirkan prediksi tentang keadaannya yang tidak lagi mampu bergerak dan hanya bisa menonton di saat kumbang musuh lainnya melangkahinya dan mengakibatkan bahaya kepada manusia yang kini seharunya sudah melarikan diri.


Tapi dia tidak bisa menghindari kewalahannya.


Di saat kerusakan semakin terakumulasi, kemampuan regenerasinya masih bisa memulihkan itu walau hanya sedikit. Apakah Rhinoceros Beetle 05 menyukainya ataukah tidak, pada akhirnya kemampuannya untuk menyembuhkan diri tersebut akan pupus sedikit demi sedikit dan dinding yang disumbatnya itu pasti akan jebol juga.


Tapi para manusia itu seharusnya sudah lari jauh pada saat itu.


Ancaman kumbang lain tidak akan mencapai mereka.


Kumbang itu tidak bisa menang lagipula tidak ada kumbang musuh yang terkalahkan, sehingga situasinya tidak akan berubah.


Setiap perhitungan akan berujung pada kata "tidak mungkin" sebagai penggambaran dari situasinya saat ini, tapi Rhinoceros Beetle 05 memberikan semua yang dia bisa untuk melindungi pintu itu.


Peluru terus berterbangan.


Di antara ledakan-ledakan yang terjadi, seseorang masih bisa melihat mata merahnya yang menyala.


Dia memeriksa waktu.


Setelah mengetahui jeda waktu sejak para manusia itu melarikan diri. Mereka harusnya sudah tiba di permukaan dengan aman.


Maka itu berarti dia sudah menyelesaikan misinya.


Dia mengakui fakta ini.


Rhinoceros Beetle 05 juga mengakui bahwa tubuhnya akan benar-benar hancur setelah menerima 5 atau 6 peluru hujaman peluru lagi, sehingga untuk memperkecil kemungkinan itu, dia menggali 6 kakinya ke tanah beton untuk mempertahankan posisi bertahannya.


Tapi ...


"Nyah, nyah !! Pokoknya, kita tidak akan membiarkan kau tertinggal di belakang !! "


"Kau juga harus melarikan diri bersama-sama dengan kita, kata Misaka sembari Misaka memanggilmu!!"


Ketika Rhinoceros Beetle 05 putih mendengar suara-suara tersebut, rasanya seperti tubuhnya tiba-tiba menyusut menjadi lebih kecil. Jika saja saat ini dia adalah suatu makhluk hidup dengan fungsi organ tubuh yang normal, dan bagian tubuh yang lengkap, baik itu dalam dan luar, pasti dia sekarang sedang merasakan betapa hancur hatinya.


Dia hanya bisa menunda beberapa waktu yang tak lama.


Hanya sedetik setelah Rhinoceros Beetle 05 menyimpulkan bahwa para manusia itu sudah melarikan diri dengan selamat, gadis-gadis kecil nakal ini seakan merobek-robek hasil prediksinya itu dengan semena-mena.


(Ini belum berakhir !!)


Tidak butuh waktu lama bagi si kumbang untuk mengukuhkan niatannya.


Rhinoceros Beetle 05 memindahkan tubuhnya sedikit menjauh dari pintu. Ini menciptakan cukup celah bagi anak-anak kecil untuk kembali ke terowongan.


"Lewat sini !!" teriak benda itu. "Kita perlu untuk melarikan diri. Cepatlah !! "


Rhinoceros Beetle 05 mengabaikan gadis yang mulai mencoba memanjat naik di atas tubuhnya untuk beberapa alasan yang tak jelas, dia mulai menggetarkan sayap tipis besar, dan mulai mengatur beberapa amplitudo gelombang.


Seketika itu terjadi, tubuh Last Order dan Fremea mulai mengambang di udara.


"Nyawah !? Pokoknya ini adalah seperti di luar angkasa !! "


"Apakah Kau membuat kami mengapung dengan getaran? kata Misaka sembari Misaka meminta konfirmasi."


"Gelombang frekuensi tinggi di luar kisaran pendengaran manusia menyebabkan getaran resonansi pada ruang hampa tambahan di bahan pakaianmu. Mungkin ini lebih mirip dengan cara ikan terbang meluncur melalui udara dengan mengalahkan sirip ekornya terhadap permukaan air, daripada, bagaimana burung atau serangga lalat menggunakan sayapnya. "


Gadis-gadis ini mungkin tidak sepenuhnya mengerti situasinya karena saat mereka melayang di udara, mereka mengeluarkan jeritan yang mirip seorang anak kegirangan sewaktu berada pada komedi putar di taman bermain. Sementara itu, Rhinoceros Beetle 05 mengambil lebih memilih untuk mundur.


Sementara kumbang lainnya meneruskan pemboman jarak dekat mereka, dia bergerak mundur ke terowongan lebih dalam.


Tentu saja, kumbang musuh segera bereaksi.


Mereka bisa melanjutkan pemboman mereka bahkan pada jarak yang cukup jauh. Mereka tampaknya berpikir bahwa melontarkan si kumbang pengkhianat dan menggulirkannya melalui terowongan sudah cukup untuk menghancurkan manusia yang mengambang di atasnya itu.


Tapi mereka tidak pernah benar-benar menembakkan peluru untuk melaksanakan rencana ini.


Berdasarkan getaran sistematis yang mereka rasakan di ujung enam kakinya, mereka segera mengambil tindakan mengelak secara refleks.


Dengan kata lain, mereka telah menentukan bahwa kemungkinan ada kereta api yang segera mendekat.


"...?"


Tetapi bahkan setelah 30 detik berlalu, cahaya kereta api tidak kunjung muncul.


Dan kemudian, kemungkinan lainnya akhirnya terpikir di benak mereka.


Si pengkhianat yang melarikan diri dengan terbang itu mungkin saja bisa menggetarkan rel kereta api dengan pola getaran yang identik dengan getaran kereta api yang hendak lewat.



Setelah bergerak mundur melalui terowongan dengan kecepatan yang luar biasa untuk membuat suatu jarak tertentu, Rhinoceros Beetle 05 memutuskan bahwa sepertinya dia sudah berada cukup jauh dari posisi lawan-lawannya tadi. Sementara masih waspada terhadap kegelapan, benda itu menoleh 180 derajat dan mulai bergerak dengan kecepatan penuh ke arah yang sama seperti sebelumnya.


Kemudian perubahan terjadi pada bagian belakang kumbang.


Anak-anak yang mengambang di atasnya sedang melakukan sesuatu.


Untuk lebih spesifiknya, mereka mulai menggambar sesuatu dengan pena pada permukaan armor si kumbang.


"Nyah, nyah. Pokoknya, ada baaaaanyak temanmu yang serupa denganmu, jadi akan membingungkan bagi kami jika kami tidak memberikan semacam tanda pada permukaan tubuhmu. "


"Apa itu? Pinta Misaka sembari Misaka menunjuk pada corat-coret yang kau gambarkan. "


"Ini adalah tanda dari Brigade Hamazura !!"


Rhinoceros Beetle 05 menghargai perasaan mereka tapi dia lebih berharap agar mereka setidaknya menggunakan sesuatu selain spidol permanen.



Part 4[edit]


Academy City tidak memiliki menara radio raksasa yang bertindak sebagai penanda wilayah. Demi tujuan melindungi informasi teknologi mereka, suatu menara radio yang menyebarkan sinyal terlalu banyak sebenarnya cukup menimbulkan masalah.


Tapi kadang-kadang menara-menara itu dibangun sebagai percobaan teknologi konstruksi bahkan jika sebetulnya keberadaannya tidak terlalu penting.


Suatu menara logam setinggi 50 meteran tertentu yang hanya bisa disebut sebagai miniatur menara radio hampir tampak terkubur oleh gedung-gedung tinggi di sekitarnya. Dan anak laki-laki bersandar pada sepotong kerangka logam yang tebal.


Dia adalah Kakine Teitoku.


"... Tidak semulus apa yang sudah kurencanakan. Aku tidak sangga dia bisa melenyapkan 300 dari diriku hanya dalam waktu 15 menit. Bahkan jika mereka tidak bisa dibunuh, sepertinya dia masih bisa menyegel pergerakan mereka dengan menghancurkan tubuh mereka sampai terbuka atau memampatkan mereka menjadi bentuk bola yang padat. "


Tidak ada nada-nada kecewa pada gumamannya itu.


Dalam pertempuran antara # 1 dan # 2, hantaman yang langsung mengenai tubuh tidak dipandang sebagai suatu teknik bertarung yang penting.


"Penciptaan" milik Kakine Teitoku bisa menggantikan bagian tubuh mana saja yang hancur.


"Penghancuran" milik Accelerator bisa mencegat serangan langsung tersebut dengan manipulasi vektornya.


Apa yang paling penting bagi mereka berdua bukanlah fenomena fisik. Melainkan adalah pola perhitungan, pola pikir, dan Personal Reality yang menjadi dasar dari kekuatan mereka. Analisis rinci tentang apa dan bagaimana cara musuhnya menyerang-lah yang membuat mereka berdua menjadi petarung yang khusus, dan itulah juga yang memberikan mereka banyak kemenangan sampai saat ini.


Dalam pertempuran mereka sebelumnya, Kakine telah menggunakan Dark Matter miliknya, yang tidak ada dalam alam semesta, untuk memantulkan sinar matahari dan gelombang listrik dan membuat serangan yang berdasarkan vektor yang tidak pernah ada di dunia ini.


Permasalahan pertama bagi Kakine adalah menemukan cara untuk menerobos dinding refleksi milik Accelerator.


Jika salah seorang mengamati pertempuran sambil memfokuskan pada hal tersebut, maka dia pasti mengerti pertempuran macam apa yang sebenarnya mereka praktekan.


"Mengenai pola serangan dan logika refleksi-mu, kau menghancurkan 300 diriku seperti bermain suatu permainan konsentrasi. Bahkan upaya yang gagal akan membantumu untuk berhasil pada serangan berikutnya selama Kau menghafal pola dan nilai pada zat Dark Matter-ku. Dan akhirnya Kau akan memiliki suatu informasi yang lengkap mengenai teknikku. "


Sesuatu yang putih dan panjangnya 5 meteran terbang di atas kepala Kakine.


Objek yang melintasi langit sambil menyelinap melalui celah-celah rangka miniatur menara radio eksperimen itu adalah capung raksasa terbuat dari Dark Matter yang digunakan untuk pengintaian.


Tampak seperti sedang menonton pesawat kertas telah dia terbangkan, Kakine bergumam, "Tapi ini akan menjadi suatu akhir yang menyedihkan bagimu bila ujung-ujungnya nanti bateraimu habis dan kau hanya bisa meringkuk sekarat. "



"... itulah apa yang mungkin sedang dia pikirkan," gumam Accelerator di bawah jalan layang raksasa. Dia berada di atas rangka logam kompleks yang menopang jalan layang tersebut. Dia duduk di salah satu bagian dari konstruksi tersebut dengan punggung bersandar pada batangan rangka yang saling berseberangan. Ia dengan ringan menyentuh saklar pada elektroda bermodel choker di lehernya.


Baterai choker elektroda miliknya hanya akan bertahan selama 30 menit.


Dia sudah menggunakan setengah dari itu.


Kakine Teitoku hanya harus menghindari resolusi cepat dan melanjutkan serangannya untuk menahan Accelerator dalam posisi skak-mat dan Accelerator akan terdorong ke dalam situasi yang fatal. Suatu peristiwa tertentu telah menyebabkan otak Accelerator terluka parah, sehingga ia tidak bisa menggunakan kekuatan terkuatnya, atau bahkan berdiri sendiri dengan dua kaki, atau mengerti bahasa manusia tanpa menerima dukungan perhitungan dari Misaka Network lewat choker-nya.


Tapi ...


(Itu bukan batas yang mutlak. Sayangnya baterainya hanya bisa bertahan selama itu. Kalau begitu ...)


Jalan layang ini tampaknya memiliki pipa air dan kabel listrik dan ada juga kabel tebal yang menjulur tepat di sebelah Accelerator. Dia melirik permukaan kabel untuk memeriksa seberapa besar kuat arus dan tegangan yang mengalir melaluinya dan kemudian dia tanpa ragu melepas selimut luar kabelnya dengan tangan kosong.


Dia akan mengisi ulang.


Konsep ini cukuplah sederhana, namun ia tentu tidak bisa menggunakan arus tegangan tinggi yang berjalan melalui kabel listrik tebal seperti itu. Dalam perjalanannya menuju jalan laying itu, Accelerator telah memungut beberapa pelat logam, kabel, dan sejenisnya. Dengan merakit itu semua, ia telah menciptakan transformator darurat.


Jika perhitungan meleset sedikit saja, tidak hanya akan choker elektroda-nya yang terbakar, jari-jarinya yang mengoperasikan trafo bahkan bisa meledak.


Namun ia tidak ragu-ragu.


Dia segera memasang transformator ke kabel listrik dan menggunakan kabel kecil untuk memasok kekuatan untuk baterai elektroda-nya.


(Aku tidak bisa duduk di sini untuk mengisi bateraiku dalam waktu yang lama. Mungkin ini akan membutuhkan waktu beberapa puluh detik.)


Lebih jelasnya, ia mengakui bahwa ia sekarang berada dalam situasi yang merugikan.


Ia menerima fakta itu.


Dan setelah menerimanya, ia melanjutkan.


(Tapi kalau dia yakin aku akan kehabisan tenaga setelah 15 menit, maka apa yang aku butuhkan adalah beberapa detik waktu ekstra. Jika aku bisa melancarkan serangan tambahan selama beberapa detik injury time, aku bisa mencabik-cabiknya.) [Di sepakbola, injury time adalah waktu tambahan yang tak jarang terjadi gol yang menentukan.]


Dia sudah membuat persiapan yang diperlukan untuk itu.


Monster yang dikenal sebagai Akademi City # 1 tidak menghabiskan setengah dari daya baterainya untuk alasan yang tidak jelas.


Setengah dari kapasitas baterainya dia habiskan untuk menganalisis kekuatan #2 terlebih dahulu.


(Nah. Si bangsat itu sekarang harusnya sedang menganalisis pola seranganku yang baru saja kubuat, dan dia semestinya tak tahu bahwa tadi aku sengaja melakukan serangan pengacau tanpa perhitungan yang jelas. Jika dia menganggap serius seranganku tadi dan menganalisis sampai mendapatkan jawaban yang optimal, maka dia masuk dalam jebakanku, dan bahkan aku tak butuh daya tambahan untuk memperpanjang nyawa bateraiku.)



"... itulah apa yang mungkin sedang dia pikirkan," gumam Kakine Teitoku sambil bersandar pada rangka di pusat menara radio.


(Karena baterainya sekarat, ia pasti ingin menyimpan beberapa kekuatan ekstra dan dia tahu bahwa kerentanan refleksinya lebih baik dari siapa pun. Dia tidak akan memberikan celah begitu mudah. Tetapi beberapa keanehan pasti ada. Ada sesuatu yang nyata tersembunyi di antara semua informasi umpan ini.)


Setelah ia menyadari bahwa capung putih yang mengawasi dari langit tidak bisa menemukan target, Kakine Teitoku lantas memfokuskan pencariannya pada daerah-daerah yang tidak bisa dilihat dari langit.


(Bahaya terbesarnya adalah sayap-sayap hitam yang sama sekali tidak bisa dianalisis dengan menggunakan logika tersebut. Sayap-sayap itu mampu melakukan serangan yang melebihi kekuatan Dark Matter. Akan jadi malapetaka jika dia bisa dengan seenaknya mengendalikan dan memakai kekuatan sayap-sayap itu.)


Tapi dia meragukan itu adalah hal yang mudah bagi Accelerator.


(Aku tidak memiliki cukup data tentang sayap hitam itu karena mereka muncul begitu jarang, tetapi mereka selalu muncul ketika emosinya berada pada fase tertinggi atau terrendah. Tidak masalah apakah itu emosi positif atau negatif. Ditambah lagi, sayap itu tidak pernah muncul dan bertahan begitu lama. ... Dengan kata lain, aku hanya perlu menahannya di posisi skak-mat. Itu saja. Aku tidak tahu apa yang sayap-sayap itu konsumsi, tapi seperti dengan kekuatan pada umunya, mereka akan hilang dengan sendirinya jika aku menahannya dalam waktu yang cukup lama.)


Dia punya banyak waktu untuk berpikir semaunya.


Ketika hampir semua organ-organ tubuhnya hancur dan diganti dengan organ buatan dan sementara ia telah digunakan oleh beberapa bagian produksi senjata kotor, ia benar-benar memiliki waktu yang sebanyak dia inginkan.


(# 1 memanglah sangat kuat, tetapi hanya di bidang tertentu. Pasti nanti ada celah. Ini hanyalah masalah waktu dan kesempatan ... untuk menemukan puncak dan lembah dari grafik kekuatannya. Sementara itu, ciptaanku memiliki kekuatan yang sangat stabil. Pertempuran ini akan berakhir ketika dia berada pada titik terendah dari grafik kekuatannya. Apa yang harus aku lakukan adalah terus melanjutkan apa yang semestinya aku lakukan.)



"... itulah apa yang mungkin sedang dia pikirkan,"


"... itulah apa yang mungkin sedang dia pikirkan,"


Dua tempat yang berbeda dari kota, dua monster yang berbeda menggumamkan kata-kata. Mereka terus berpikir lagi dan lagi sembari mereka bergerak semakin dekat dan dekat untuk saling membunuh.


Secara kiasan, pertarungan semacam ini sering disebut sebagai pertarungan yang pemenangnya sudah ditentukan bahkan sebelum pukulan pertama dilayangkan. Mereka berdua sejak awal memang sudah menjadi monster.


  1. 1 menghentikan pengisian baterainya dengan kabel listrik dan dengan tenang meninggalkan jalan laying menggunakan tongkat modern.


  1. 2 tanpa ragu melompat turun dari menara radio seketika ia memutuskan pengawasannya sudah tidak ada gunanya lagi.


Mereka menuju ke pertempuran berikutnya.


Untuk langkah berikutnya.


"Ini akan memutuskan hasilnya."


"Ini akan memutuskan hasilnya."


Suara mereka tumpang tindih seolah-olah seirama.


Mereka melontarkan kata-kata itu bersama-sama sembari mereka menunjukkan punggung mereka dari jauh.


Waktunya akan segera tiba.



Part 5[edit]


"... Fungsi?" Kata Kamijou dengan tatapan bingung.


Sementara hampir membuat suara berderit saat ia gemetar, Fraulein Kreutune memberikan sedikit anggukan dengan rambut panjangnya yang masih berserakan di jalan. Matanya menggeliat tak teratur seakan mengikuti sesuatu yang tidak ada.


"Makhluk hidup yang berdiri di atas dua kaki akan melihat bahwa berdiri dengan menggunakan dua kaki adalah hal yang alami. Tapi apakah benar-benar seperti itu? Jika bayi yang merangkak dibesarkan tanpa diajarkan apa pun oleh siapa pun, akankah ia pernah berpikir untuk berdiri dengan dua kakinya yang goyah itu? "


"..."


Kamijou tahu apa yang dia katakan.


Seorang bayi adalah makhluk hidup yang merangkak dengan keempat angoota geraknya. Itu adalah makhluk hidup yang melihat hal tersebut sebagai suatu yang alami. Apa yang menyebabkan mereka berdiri dengan dua kaki adalah karena mereka diajarkan untuk berdiri dengan bantuan orang tua ataupun menonton orang dewasa yang dengan normalnya berjalan menggunakan dua kaki yang tegap. Apa pun itu, mereka mengubah metode mereka dengan "belajar" dari satu orang ke orang lainnya. Mereka memperoleh cara hidup dengan berdiri di dua kaki berkat rangsangan eksternal.


Dan sekali makhluk hidup belajar tentang cara hidup yaitu berdiri dengan dua kaki, mereka tidak akan pernah kembali merangkak seperti sedia kala. Bahkan jika hidup sambil merangkak dengan empat anggota gerak adalah suatu hal yang mungkin, mereka tida mungkin akan bergerak dengan normal. Sekali mereka mendapatkan fungsi tubuhnya yang mendukung untuk berdiri dengan dia kaki, mereka akan memahami betapa nyamannya itu.


Jadi ...


Bagaimana kalau ...


"Bahkan aku tidak tahu kapan fungsi ini datang kepadaku," bisik Fraulein Kreutune. Bahkan saat berbicara, napas panas anehnya terus terhembus. "Tapi untuk alasan apa pun, aku sudah memperoleh itu. Aku telah memperoleh fungsi untuk mengumpulkan informasi dengan memakan otak manusia. Dan sekarang aku telah memperoleh hal itu, titik acuan dari tindakanku telah berpusat pada fungsi tersebut. Jadi Aku ... "


Itu tidak masalah apakah dia menginginkannya atau tidak.


Itu seperti halnya bagaimana makhluk hidup yang memperoleh paru-paru untuk hidup di darat tidak bisa lagi kembali ke laut.


Itu seperti halnya bagaimana makhluk hidup yang memperoleh sayap untuk terbang melalui langit bisa tidak lagi berjalan di tanah.


Untuk Fraulein Kreutune, tidak memakan otak makan adalah suatu hal yang tidak lumrah seperti : tidak bernapas, berjalan dengan tangan, dan tidak pernah berkedip. Tidak peduli apa yang dia lakukan, dia akan menderita. Dan satu-satunya jalan keluar adalah untuk mengambil tindakan"alami"-nya.


"..."


Kamijou melirik tangan kanannya.


Jika kondisinya terkacau karena fungsinya yang tidak dibutuhkan, ia bertanya-tanya apakah dia bisa menghancurkan fungsi tersebut dengan kekuatan tangan kanannya.


Tapi ...


(Itu akan sesulit melakukan operasi rumit. Dapatkah aku benar-benar melakukan itu? Belum lagi bahwa aku tidak tahu apa yang menjalankan diri Fraulein Kreutune. Bagaimana jika dia hancur secara keseluruhan seketika aku menyentuhnya?)


"Fungsi ... sudah mulai berlaku," katanya sambil menggetarkan giginya. "Mereka bilang aku adalah teman mereka ... tapi aku tidak bisa menghentikannya. Mengapa? Mengapa aku harus mendapatkan fungsi untuk makan otak gadis itu? "


"Tunggu sebentar. Bukankah itu sesuatu yang tidak biasa dilakukan oleh manusia? "


"... Gh ... gh ..."


Kepala Fraulein Kreutune miring secara horizontal. Rambut panjang peraknya jatuh menutupi wajahnya. Kamijou tidak bisa lagi melihat ekspresi wajahnya.


Tubuhnya bergoyang.


Dia perlahan-lahan berdiri dengan sikap goyah yang menyerupai rumput tertiup angin.


"... Tunggu," seru Kamijou, tapi dia tidak menjawab. "Kau mau kemana? Tunggu, dengarkan aku! Ketika Kau mengatakan 'gadis', siapa yang kau- ... !? "


Kamijou melemah karena rasa besi tiba-tiba memenuhi mulutnya.


"Gh ... bh !?"


Tubuhnya tersendat.


Ia pingsan.


Fraulein Kreutune belum melakukan apa-apa. Rasa sakit menyengat terpusatkan di sebelah kanan badannya. Kamijoulolos dari ICU segera setelah operasi darurat itu selesai. Dia tahu lukanya bisa terbuka kembali setiap saat.


Dia bisa melihat kaki Fraulein Kreutune yang bergerak menjauh ketika pandangannya semakin mendekat dengan tanah karena dia mulai roboh.


Sedikit gemetar menyebar dari tulang belakang ke ujung jari dan ia bahkan tidak mampu meregangkan lengannya.


Mulutnya terbuka dan tertutup, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.


(... Apakah aku salah? ")


Fraulein Kreutune mengatakan fungsinya untuk makan otak manusia telah datang kepadanya dengan segera.


Apakah ini semua disebabkan karena dia meninggalkan gedung tanpa jendela?


Kamijou dan Thor telah berusaha untuk menghancurkan armor bangunan, tapi sebenarnya adalah Fraulein Kreutune yang benar-benar menghancurkannya dari dalam. Jika lihat kenyataan ini, maka Kamijou bukan sepenuhnya pihak bersalah yang menyebabkan dia lolos dari penjaranya yang selam ini menyegelnya.


Tapi ...


Mengapa Fraulein Kreutune menuju luar ketika itu? Apakah itu benar-benar suatu kebetulan? Atau apakah tindakan Kamijou dan Thor secara tidak sengaja memicu tindakannya ini?


Jika itu terjadi ...


(Apakah sejak awal aku telah salah untuk mencoba menyelamatkannya?)


Dia mendengar suara gesekan halus.


Itu adalah suara yang tak berdaya, ujung jari menggores aspal dengan gemetaran.


Ketika rasa besi terus mengisi mulutnya, Kamijou mengertakkan gigi dan pemikirannya.


Tidak mungkin itu terjadi.


Fraulein Kreutune mungkin akhirnya akan meninggalkan gedung tanpa jendela bahkan jika Kamijou dan Thor tidak melakukan apa pun. Bahkan jika dia tidak melakukannya, GREMLIN-lah mungkin yang akan menghancurkan armor gedung tanpa jendela. Kelompok Ollerus mungkin menggunakan beberapa metode yang cerdas untuk menculik dia. Dengan semua kemungkinan yang berbeda di sekitarnya, dia mungkin meninggalkan bangunan tanpa jendela dan memperoleh fungsi untuk makan otak manusia, terlepas dari tindakan Kamijou.


Tapi ...


Untuk alasan itu ...


"... Aku menolak ... untuk……menerimanya ..."


Sesuatu mengalir dari sisi kanan tubunya. Selagi itu terjadi, suatu getaran tak menyenangkan melanda seluruh tubuhnya. Namun Kamijou masih menggunakan kekuatan lemah yang tersisa dalam dirinya untuk secara paksa mencengkram tanah. Dia mencoba untuk membuat pijakan kecil sehingga ia bisa berdiri.


Fakta bahwa Fraulein Kreutune telah memperoleh fungsi untuk makan otak manusia memanglah suatu masalah besar. Tapi apakah itu berarti adalah suatu hal yang benar jika dia meninggalkan wanita itu terjebak di gedung tanpa jendela selamanya? Mungkinkah ia benar-benar telah membiarkan hal itu terjadi? Dia tidak bisa hanya menutupi satu masalah dengan yang lain. Adalah benar-benar hal yang salah untuk menerima masalah hanya karena itu lebih kecil dari masalah yang lain.


Dia tidak akan menerimanya.


Dia tidak bisa menerimanya.


Tidak peduli bagaimana Fraulein telah diperlakukan selama sejarahnya yang sangat panjang ...


Bahkan jika dia adalah manusia dengan struktur yang kompleks dan kacau sehingga tidak ada yang bisa menjelaskannya ...


Fraulein Kreutune akhirnya berhasil berada di "luar".


Bahkan jika kini dia berada dalam masalah yang berbahaya dan seisi dunia memburunya, ia masihlah memperoleh kebebasan.


Dan ...


Sekarang dia telah berjalan di bawah sinar matahari secara harfiah untuk pertama kalinya dalam beberapa decade terakhir, dan dunia yang luas menghampar di hadapannya.


Kamijou benar-benar menolak untuk menerima bahwa dunia tersebut harus menjadi suatu mimpi buruk yang diisi dengan darah, kematian, dan kekerasan.


Pelan Pelan.


Kamijou Touma perlahan berdiri. Dia menaruh tangannya di pohon pinggir jalan terdekat untuk dengan paksa mendukung tubuhnya yang bahkan sekarang akan runtuh ke bawahnya. Meski begitu, ia berhasil berdiri.


Dia tidak tahu seberapa lama dia akan bertahan.


Dia bahkan ragu dia bisa bertahan setengah jam.


Tapi itu tidak mengubah apa yang Kamijou lakukan. Dia harus menghancurkan semua belenggu yang mengacaukan itu, mimpi buruk, dan kondisi di sekitar Fraulein Kreutune.


(Ke mana Fraulein Kreutune pergi?)


Dia memandang sekeliling dan diam-diam menjauh dari pohon. Begitu dia melakukannya, dia hampir runtuh ke tanah, tapi entah bagaimana ia bisa bertahan. Dan kemudian ia mengambil langkah lain.


Dia masih bisa berjalan.


Dia masih bisa bergerak.


Setelah menemukannya, senyum kecil muncul di bibirnya, tapi kemudian semua kekuatan tiba-tiba meninggalkan lututnya. Dia mencoba untuk mendapatkan kembali keseimbangan, tetapi tidak berhasil. Bagian atas tubuhnya meluncur ke tanah.


Tapi kemudian ia merasakan sesuatu yang lembut mendukung tubuhnya.


Rasanya seperti seseorang telah mengulurkan tangan dari samping seketika dia akan runtuh.


"...?"


Dia mencoba untuk menolehkan kepalanya, namun tubuhnya menolak untuk melakukan itu.


Dan ...


"... Aku akhirnya menemukanmu," bisik suara seorang gadis, tapi Kamijou tidak bisa memahaminya.

NT Index v06 146.png

Namun, ini bukan karena tubuhnya tidak bekerja dengan benar karena kehilangan darah.


Kamijou Touma tidak pernah bisa memahami bahasa Perancis.


"Kau adalah kunci yang akan mengarahkanku kepada anggota resmi GREMLIN. Kau adalah bagian yang benar-benar aku butuhkan untuk melaksanakan balas dendam aku. Akhirnya. Aku akhirnya bisa memulai hiduku. "


Dia adalah seorang gadis bermata biru berambut pirang, yang tampaknya berusia sekitar 12 atau 13 tahun.


Dan dia mengenakan gaun yang terdiri dari wetsuit dan bahan-bahan serta motif-motif yang jelas membuat seseorang berpikiran bahwa dia adalah gadis pahlawan dari negeri dongeng. [Wetsuit adalah kostum ketat yang terbuat dari bahan pakaian bersifat karet elastis yang biasanya dipergunakan untuk renang dan menyelam.]


Dia adalah salah satu dari mereka yang menciptakan semua neraka di Hawaii.


Dia pernah menamai dirinya sebagai salah seorang anggota GREMLIN.


Penyihir yang dikenal sebagai Cendrillon tersenyum dengan aura gelap dan berbicara dalam bahasa Prancis.


"Jadi, jangan mati dulu. Aku ingin kau untuk membalaskan dendamku. "



Part 6[edit]


Di saat Rhinoceros Beetle 05 putih melayangkan Last Order terakhir dan Fremea Seivelun di atas seperti perangkat pelatihan terjun payung, dia bergerak dari terowongan kereta bawah tanah yang berpotongan secara kompleks, melalui pipa pemanas kota berskala besar dan saluran air serbaguna yang digunakan untuk pencegahan banjir, dan akhirnya menuju ke jalur bawah tanah yang berada di bawah konstruksi. Dari sana, mereka menuju pintu keluar dan menuju ke permukaan yang dipenuhi dengan sinar matahari.


Normalnya, keberadaan kumbang sebesar itu mungkin akan menyebabkan keributan, tapi Ichihanaransai sedang berlangsung. Selama festival itu, sekolah-sekolah di seluruh Academy City menggunakan teknologi canggih kota untuk bersaing dan fokus sehingga menyebabkan lebih banyak siswa menghadiri sekolah mereka masing-masing. Sehingga seseorang akan berpikir bahwa pemandangan kumbang raksasa itu mungkin saja salah satu pertunjukan spesial yang diadakan di luar lingkungan sekolah, namun orang-orang masihlah melihatnya sebagai hal cukup biasa dalam keadaan khusus. (Tentu saja, ketenangan mereka mungkin saja disebabkan karena kumbang pengacau lainnya belum mencapai daerah itu. Akses ke SNSs besar benar-benar sulit pada hari peristiwa besar seperti hari itu.)


Tapi mereka tidak bisa hanya tinggal di sana selamanya.


Pencipta Rhinoceros Beetle 05yang telah menerima dukungan berskala penuh dari Academy City. Kalau dia menggunakan kamera gratis dan sensor di sekitar kota, ia akan bisa melihat kumbang besar bergerak melalui kota.


Kumbang memiliki sedikit pilihan.


Opsi pertama adalah menggunakan suatu keuntungan, yaitu tubuh fisik Last Order dan Fremea yang mungil bisa melarikan diri melalui beberapa daerah kecil seperti saluran ventilasi. Begitu mereka melakukannya, Rhinoceros Beetle 05 bisa pergi ke tempat lain dan menyebabkan keributan sebagai pengalih perhatian.


Pilihan kedua adalah untuk terus-menerus bergerak dengan kecepatan tinggi dan tidak menggunakan satu tempat persembunyian pun. Bahkan jika lokasi mereka dideteksi menggunakan kamera atau sensor, mereka bisa menyembunyikan kehadiran mereka dengan selalu bergerak ke tempat lain sebelum pihak lain dengan bergegas menemukan lokasi mereka.


Rhinoceros Beetle 05 berhenti sementara pada lapangan basket dadakan yang terbuat dari tanah kosong antara bangunan. Sambil tetap menjaga Last Order dan Fremea mengambang di atasnya, kumbang juga mengubah amplitudo sayap raksasa untuk menghasilkan suara buatan untuk guna menjelaskan situasinya.


Kedua pilihan tersebut memang beresiko, tetapi Rhinoceros Beetle 05 putih telah memutuskan bahwa adalah lebih tepat untuk mengambil pilihan yang pertama. Karena, jika menerapkan pilihan pertama, maka anak-anak ini bisa bergerak melalui daerah sempit tanpa tertangkap kamera atau sensor. Sedangkan pilihan terakhir memungkinkan mereka tertangkap kamera karena bergerak dengan makhluk sebesar dirinya.


Tapi ...


"Nyah, nyah! Apakah Kau masih mengatakan itu!? Pokoknya, aku tidak pernah bisa meninggalkan Kau sekarang karena Kau memiliki tanda Brigade Hamazura !! "


"Kita pasti bisa berhasil kabur, entah bagaimana caranya, jika kita tetap bertiga bersama-sama, jadi jangan khawatir, kata Misaka sembari Misaka menampar dadanya untuk menunjukkan tekadnya. "


Rhinoceros Beetle 05 tidak perlu menaggapinya. Mendorong Last Order dan Fremea masuk ke suatu saluran sempit atau tempat sampah akan menjadi tidak berarti jika mereka hanya akan menolak untuk kabur dan kembali lagi mengikuti si kumbang karena mencoba untuk membuat pengalihan.


Bahkan jika itu memiliki resiko lebih, kumbang ini harus bertindak bersama gadis-gadis tersebut.


Rhinoceros Beetle 05 segera mengubah pemikirannya.


"Kalian berdua sedang dikejar oleh beberapa musuh yang berbeda, tapi aku sarankan kita berikan musuh-musuh itu urutan prioritas dan tindakan berdasarkan itu. "


"Nyah, musuh apa?"


"Saat ini, ada dua musuh utama. Yang pertama adalah pasukan yang terdiri dari teman-temanku yang lain ... yaitu, senjata yang diciptakan oleh Dark Matter milik Level 5 # 2... dan Kakine Teitoku yang mengontrol mereka. Tapi walaupun pasukan ini sangat kuat, aku dengan mudah bisa memperkirakan apa tindakan yang mereka akan ambil. Bagaimanapun juga, aku bagian dari mereka. Aku hanya harus berpikir tentang apa yang akan aku lakukan dalam situasi tertentu. "


Namun, itu berarti bahwa musuh-musuh mereka juga bisa melakukan hal serupa, yaitu membaca informasi pada pikiran si kumbang, tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.


Paling tidak, situasi tidak akan berubah menjadi mematikan seketika mereka berpapasan dengan pasukan itu.


Dan sebagai catatan ...


"Musuh yang lebih berbahaya adalah Fraulein Kreutune. Aku tidak tahu seberapa kuat dia atau bagaimana pola perilakunya, sehingga risiko serangan mendadak sangatlah tinggi. "


Hanya data minimal yang ada pada dirinya Rhinoceros Beetle 05.


Butuh informasi perkiraan data derivatif itu untuk mengubahnya menjadi kata-kata.


"Fraulein Kreutune adalah makhluk yang berperilaku seperti kepompong untuk memperoleh informasi. Dia telah menemukan cara mengumpulkan sejumlah besar informasi lebih cepat daripada hanya mengamati dengan panca indra normalnya. Dia ingin menguasai jaringan informasi elektromagnetik besar yang dikenal sebagai Misaka Network. "


"Nyah ???"


Fremea memberikan tatapan kosong, tapi Last Order terpaku dalam keheningan yang mendalam.


"Jaringan itu menggunakan gelombang otak yang sama dan dapat dirasakan selama seseorang memiliki sarana untuk memanipulasi bioelectricity. Sebagai contoh, tubuhku dilengkapi dengan antena organik yang menggunakan struktur yang disebut “ampullae of Lorenzini”, yaitu metode identik yang hiu gunakan untuk menemukan mangsanya. Tapi ... " [Seperti namanya, bioelectricity adalah arus listrik yang dihasilkan oleh makhuk hidup seperti listrik pada belut dan ubur-ubur. Manusia pun sejatinya juga memiliki kemampuan ini dengan mengandalkan tingkat konsentrasi tertentu.] [Ampullae of Lorenzini adalah sejenis organ yang biasa ada di moncong ikan hiu. Organ ini menerima respon gerakan di sekitarnya sebagai gelombang listrik sederhana. Bentuknya adalah seperti pori-pori yang diisi oleh cairan semacam jelly. Wikipedia Bebas.]


"Apakah itu sama seperti bagaimana Kau tetap saja tidak dapat menerima sinyal TV walaupun sudah mengacungkan tiang logam naik ke udara? kata Misaka sembari Misaka meminta konfirmasi. "


"Ya, Kau membutuhkan suatu program yang bertindak sebagai decoder. Orang yang paling cocok untuk itu adalah Kau sembari Kau memainkan peran sebagai menara perintah ... atau lebih tepatnya, dari penghubung antarmuka eksternal. Dengan memakan otakmu, dia berharap untuk bisa mengakses informasi elektromagnetik yang kau kuasai, yaitu dengan menyalin seluruh labirin sinapsis dalam otakmu. Jika dia berhasil melakukan itu, dia akan mengambil kendali dari Misaka Network, dan dengan cepat mencapai bentuk kepompong sempurna dengan menyerap seluruh jaringan informasi. " [Decoder adalah piranti untuk menerjemahkan berbagai kode dan sandi.] [Labirin synapses adalah suatu bagian dari sistim saraf yang bertugas untuk mengoper sinyal atau senyawa kimia. Bagian ini memegang fungsi penting karena cara sistem saraf mendistribusikan informasi rangsangan gerak adalah dengan mengonversinya menjadi muatan listrik sederhana.]


"Mengkonsumsi ... maksudmu memakan? kata Misaka sembari Misaka mengajukan suatu pertanyaan. "


"Nyah! Dia tidak akan pernah melakukan itu! Dia bilang dia adalah teman kita !! "


Rhinoceros Beetle 05 berharap mereka benar.


Tapi si kumbang sekaligus meragukan pernyataan mereka.


Data yang dimilikinya mengatakan bahwa kedua gadis itu berjalan dengan Fraulein Kreutune kemarin malam.


Dan Fraulein Kreutune hanya memperoleh fungsi untuk mengkonsumsi otak setelah tanggal berganti di tengah malam.


Sehingga yang terbaik adalah mengasumsikan bahwa Fraulein sudah berubah sejak terakhir kali bertemu dengan kedua gadis ini.


"Semua yang Fraulein Kreutune lakukan tidak didorong oleh alasan, pikiran, keinginan, desakan, atau naluri ... ini tidak lebih dari suatu fungsi. Dan untuk alasan itu, itu sangat kuat. Sama seperti seseorang yang sering menggunakan kalkulator di ponsel mereka, namun lupa bagaimana cara melakukan perhitungan aritmatika sederhana di kepala mereka dan seseorang yang menggunakan fitur penerjemahan pada posel mereka, tapi lupa bagaimana menulis kanji dasar, fungsi baru ini telah secara paksa mengubah cara hidupnya. Pola pikir Fraulein Kreutune sendiri tidak memiliki konsekuensi. Bahkan jika dia mencoba untuk menghentikan dirinya sendiri, Fungsi ini akan mencegahnya dari melakukan itu. "


Dia adalah seorang manusia yang tidak bisa dibunuh dengan cara apapun selama ratusan tahun.


Sekarang dia hampir menggunakan metode tercepat untuk memperoleh informasi, yaitu dengan melahap kepada seorang gadis kecil tertentu.


Untuk lebih jelasnya, Rhinoceros Beetle 05 telah mengasumsikan bahwa tidak mungkin bisa menghentikan Fraulein Kreutune bahkan jika dia bisa menyerang dengan cara apapun. Menembak peluru yang tak terhitung, menyerang padanya dengan tubuh raksasa, menusuk ke arahnya dengan tanduk tebal ... Si kumbang bisa memikirkan cara-cara yang tak terhitung jumlahnya untuk melakukan kerusakan besar, tetapi tidak bisa menyimpulkan ada cara tepat yang akan menghentikannya.


Kumbang memiliki prediksi bahwa Fraulein Kreutune masih akan terus bergerak bahkan jika dia meledakkan kepalanya, mengahncurkan jantungnya, atau merobek seluruh bagian atas tubuhnya.


Rhinoceros Beetle 05 sendiri merupakan senjata tanpa titik lemah. Dia memiliki kemampuan regenerasi setelah mengalami kerusakan dan mendapatkan kembali kebebasan bergerak bahkan jika itu membutuh beberapa waktu.


Tapi Fraulein Kreutune sedikit berbeda.


Rhinoceros Beetle 05 memiliki perbandingan proporsional yang baik antara jumlah kerusakan yang dideritanya dan waktu yang dibutuhkan untuk regenerasi, tetapi perbandingan tersebut tidak dapat terlihat pada diri Fraulein Kreutune.


Si kumbang tidak akan mampu bergerak untuk sementara waktu jika tubuhnya rusak berat, tapi Fraulein Kreutune bisa melanjutkan serangan bahkan dengan jeda waktu nol detik ketika mengalami suatu kerusakan berat pada tubunya.


Itu perbedaan yang licik, tapi Rhinoceros Beetle 05 mampu memahami betul apa arti perbedaan itu layaknya tukang yang telah mencapai tingkat keterampilan tertentu.


Singkatnya, jauhi saja wanita itu.


Itu adalah kesimpulan Rhinoceros Beetle 05.


Seperti bermain game poker melawan musuh yang memiliki jumlah uang taruhan tak terbatas. Kesalahan sekecil apapun akan menjadikanmu bangkrut. Kamu tak akan pernah bertahan jika Kau terus melakukannya.


Untungnya, Fraulein Kreutune hanya bisa melakukan perjalanan menggunakan empat anggota gerak badannya.


Dia tidak bisa dengan tiba-tiba menumbuhkan sayap atau meludahkan jaring seperti laba-laba.


Ini akan meningkatkan risiko tertangkap oleh Kakine Teitoku dan senjatanya, tetapi dia bisa mengatur rintangan untuk menghalangi jalannya hanya dengan bergerak sepanjang dinding bangunan secara tegak lurus atau bergerak dari atap gedung ke atap gedung lainnya. Si kumbang bisa menggunakan keuntungan berupa kemampuan serangganya untuk terus menjaga jarak dari Fraulein.


Tapi di saat Rhinoceros Beetle 05 memikirkan metode itu ...


"Nyah. Jika itu yang terjadi, kita perlu menyelamatkannya !! "


"Teman kami berada dalam penderitaan, sehingga kita tidak punya pilihan, Misaka setuju sembari Misaka mengangguk."


Pikiran mereka menuju ke arah yang sama sekali berbeda dengan arah pikiran si kumbang.


Pemikiran si kumbang yang telah didasarkan pada banyak pertimbangan yang berbeda telah benar-benar dihancurkan oleh dua gadis nakal itu.


Sembari Rhinoceros Beetle 05 jatuh ke dalam keadaan bingung seperti mesin yang telah kehilangan kemampuan melacak posisi koordinatnya karena gangguan elektromagnetik, kedua gadis ini terus berbicara.


"Bagaimanapun juga, Kau mengatakan bahwa ini semua tidak ada hubungannya dengan pikirannya. Itu berarti semua kejadian ini bukan kesalahnya. Aku tidak paham semua hal sulit ini, yaitu tentang fungsi atau apalah itu, tapi kami tidak bisa mengabaikan jika ternyata dia dipaksa untuk melakukannya. "


"Misaka tahu bagaimana rasanya, kata Misaka sembari Misaka mengingat. Misaka tahu betapa menyakitkannya dipaksa melakukan sesuatu yang Kau tidak inginkan untuk keuntungan orang lain karena program atau virus atau apa pun itu, kata Misaka sembari Misaka mengetuk pelipisnya dengan jari telunjuk. Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi. Jika itu yang terjadi ke teman Misaka, kita harus menyelamatkannya, kata Misaka sembari Misaka membuat pengumuman. "


Karena dia menderita.


Karena mereka ingin menyelamatkannya.


Karena dia adalah teman mereka.


Karena.


Rhinoceros Beetle 05 putih terdiam ketika melihat gadis-gadis yang bertindak berdasarkan suatu alasan kecil yang tidak masuk logika meskipun tahu kehidupan mereka akan dalam bahaya jika mereka benar-benar diserang. Si kumbang menganalisis mengapa proses pemikiran yang diperhitungkan belum valid. Selain proses pemikiran logis yang standar, Rhinoceros Beetle 05 juga telah memperoleh kemampuan untuk menghasilkan pola sinyal model emosi manusia yang sederhana. Dia mulai menyelidiki mengapa tidak dapat memprediksi bagaimana cara kerja pola pikir gadis-gadis ini.


Akhirnya si kumbang sampai pada satu kesimpulan :


Karena gadis-gadis ini memiliki hati yang nyata.


Mereka menempatkan emosi di atas logika. Mereka menempatkan keinginan mereka di atas perhitungan. Bahkan jika itu adalah suatu keputusan yang bodoh, memang seperti itulah cara kerja hati manusia. Bahkan jika itu konyol, itu adalah sesuatu yang berharga yang tidak akan ditertawakan oleh makhluk berhati lainnya.


Dalam hal ini, Rhinoceros Beetle 05 tidak punya pilihan selain mengikuti kemauan mereka.


Jawaban gadis-gadis itu berkonsep pada sesuatu yang berharga, mulia, dan indah. Tetapi pada saat yang sama, itu merupakan keputusan yang kanak-kanak, berbahaya, dan mungkin akan menyebabkan kegagalan. Sesuatu dibutuhkan untuk menjembatani kesenjangan antara idealisme dan realitas. Sebelum Last Order dan Fremea bisa menyelamatkan siapa pun dengan jawaban itu, ada sesuatu yang diperlukan untuk memecah risiko realitas.


Apa yang dimiliki si kumbang hanyalah kendali dari Kakine Teitoku yang ternyata tidak berujung pada masa depan yang jelas.


Nasibnya ditentukan sepenuhnya oleh kendali Kakine Teitoku, yang jika dia tidak mematuhinya, maka dia akan dikembalikan ke kehampaan. Nasibnya kini tak lebih dari sebongkah senjata gagal yang tidak sesuai dengan pemrograman awal, dan dia dicampakkan oleh organisasi tempat dia berasal.


Jadi ...


Si kumbang setidaknya akan memastikan untuk mengembalikan dua gadis ini ke tempat mereka berasal. Jika adalah hal yang normal ketika seorang teman membahayakan jiwanya sendiri untuk menyelamatkan temannya yang lain, maka yang kumbang ini bisa lakukan hanyalah memberikan prioritas terhadap upayanya kedua gadis ini untuk melakukan kehendaknya masing-masing. Sehingga dia kini melihat tugasnya ini tidak hanya sebagai bagian dari kerja, tapi juga merupakan tujuan akhir yang harus dilaksanakan tak peduli apa resikonya.


Walaupun itu berarti dia harus meninggalkan kendali tuannya.


"Dimengerti," kata Rhinoceros Beetle 05 putih menggunakan sayap raksasa sembari dia merasakan tekanan karena dia bisa memprediksi betapa sulit mewujudkan kehendak para gadis nakal ini. "Kitta akan melarikan diri dari kejaran Kakine Teitoku dan juga bekerja untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune. Seperti itu kan?"


"Itulah apa artinya menjadi teman! kata Misaka sembari Misaka menampar telapak tangannya kepada armor-mu sambil terus mengapung di udara! "


"Nyah! Aku tau anggota Brigade Hamazura akan memberikan jawaban seperti itu. Melakukan yang terbaik adalah hal hebat, tetapi jangan pernah lupa bahwa kita semua harus kembali ke rumah bersama-sama dengan selamat !! "


Rhinoceros Beetle 05 tidak memiliki kemampuan untuk membuat ekspresi menggunakan otot-otot wajahnya.


Tapi rasanya inilah yang terbaik.


Dia menghargai janji gadis-gadis itu, tapi dia meragukan bahwa dia masih hidup ketika itu semua terjadi.




Part 7[edit]


Suara berulang beton terkais logam terdengar dari kejauhan. Suara itu berasal dari suatu terowongan bawah tanah, tapi Hamazura masih bisa mendengarnya dari permukaan.


"Kedengarannya seperti kumbang-kumbang itu sedang menuju tempat lain."


"Apakah Kau pikir mereka mengejar Fremea dan gadis lainnya itu?"


Yoshikawa Kikyou mengoperasikan ponselnya sambil melirik Hamazura dan Takitsubo yang membahas masalah ini.


Tapi dia tidak menerima tanggapan.


"Dia tidak menjawab ... Tapi mungkin lebih aman jika teleponnya tidak aktif. Jika ponsel gadis-gadis itu tidak aktif, maka itu akan mengurangi resiko sinyalnya dilacak oleh para pengejar. "


"Kau pikir, apa yang sedang terjadi?" Tanya Hamazura.


"Aku tidak benar-benar optimis, tapi apa yang aku duga adalah kumbang-kumbang itu mengejar dua gadis tersebut. Aku ragu spesifikasi pada teknologi mereka tidak cukup canggih untuk mengejar dua orang gadis kecil, namun mereka masih belum tertangkap. Aku kira kesimpulan paling logis adalah ada seseorang atau sesuatu yang membantu mereka. "


"Seperti itu kumbang yang baik hati tadi?"


Hamazura ingat bahwa ada kumbang raksasa baik hati yang telah memblokir jalan keluar dengan tubuhnya sendiri. Tapi dia memiliki pertanyaan tentang siapa yang telah melepaskan senjata-senjata tanpa awak itu dan atas dasar tujuan apa. Dan jika mereka sedang dikendalikan oleh seseorang, apakah mereka dikendalikan dengan fungsi-fungsi yang membahayakan?


Sebagai contoh ...


Bisakah pemikiran kumbang baik hati itu dilewatkan pengendali jarak jauh untuk suatu prioritas utama?


"Terowongan-terowongan ini dibuat untuk berbagai tujuan: jalur kereta bawah tanah, lorong bawah tanah, saluran air serbaguna, dan meletakkan kabel dan infrastruktur lainnya. Akan tetapi, itu semua semua memiliki satu kesamaan. Tata letaknya adalah berbelit-belit seperti bukit rumah semut. Jika mereka bergerak dengan mengabaikan peraturan lalu lintas, akan sulit untuk memprediksi di bagian terowongan manakah mereka keluar dan siapa yang membimbing mereka. "


"Bahkan jika kita benar-benar mampu mengejar mereka, lalu apa? Para pengejar tidak akan jauh berada di belakang mereka. Para pengejar itu memiliki setidaknya daya tembak sekaliber tank dan mereka memiliki teknik pengendalian vektor untuk secara hati-hati memanipulasi gelombang. Ditambah lagi, mereka dapat beregenerasi dengan waktu yang cukup bahkan jika tubuhnya terbelah menjadi dua. ... Ini bukan musuh yang bisa kita atasi walaupun kita memiliki bazooka sekalipun, " kata Yoshikawa.


"Masih ada sesuatu yang bisa kita lakukan." Hamazura berjongkok dan menggunakan batu kecil yang dia temukan untuk menggambar diagram skematik sederhana di lantai trotoar. "Kita tidak bisa menghancurkan kumbang-kumbang ini. Bahkan, mereka akan beregenerasi bahkan jika kita robek bagian tubuhnya. Tapi bagaimana kalau kita hanya menghalangi mereka? Sebagai contoh, jika kita menusuk mereka dengan menggunakan suatu pasak melengkung tebal yang biasanya dipergunakan untuk membunuh hiu, mereka tidak akan mampu untuk menarik tubuhnya keluar. "


"Hamazura, apakah kau tahu seberapa keras armor mereka?" Tanya Takitsubo.


"Kita melihat ketika mereka berkelahi dengan si kumbang baik hati, ingat? Mungkin mereka memang dibuat untuk bergenerasi, tetapi pastilah armor mereka tidak sekuat material pada level tak bergeming jika dihantam bom nuklir. Jika kita menggunakan sesuatu seperti apa yang dipergunakan tim anti-teror ketika mendobrak pintu, kita pastinya mampu menerobos armor mereka. "


"Aku ingat segenggam bunker yang bisa menghancurkan pintu hampa udara yang cukup tebal pernah dikembangkan pada koper yang dipergunakan sebuah grup bersenjata untuk mengambil alih beberapa fasilitas, " komentar Yoshikawa. "Tentu saja, orang-orang mengatakan benda itu bisa menyebabkan terorisme jika disalahgunakan." [Bunker di sini adalah sebuah bom. Bukannya tempat pelindung bencana.]


Itu adalah jenis bunker seukuran genggaman tangan yang disimpan dalam markas Anti-Skill atau kendaraan atau kotak pencegahan bencana di fasilitas penelitian. Hamazura tidak terlalu bangga dengan fakta bahwa Anti-Skill memiliki senjata seperti itu, tapi dia yakin bisa mempergunakan benda seperti itu karena pengalamannya selama di Skill-Out.


Untuk menembus armor kumbang badak putih, mereka harus membawa senjata kelas berat itu sampai ke hadapan para kumbang badak. Tetapi untuk bertahan pada jarak yang cukup dekat dengan kumbang yang memiliki kemampuan setara dengan tank bukanlah pekerjaan gampang, mereka perlu mengalahkan kumbang sementara berada pada jarak 5 kilometer jauhnya. Mereka tentu saja tidak bisa mempersiapkan cara apapun untuk melakukan itu. Tidak juga pada jarak 5 kilometer. Apakah itu jarak 5 kilometer, 4 kilometer, atau 1 milimeter sekalipun, merek masih akan ditembaki oleh peluru dari laras-laras raksasa mereka, seketika keberadaan mereka terdeteksi.


Mereka hanya bisa berhasil dalam serangan jika mereka memiliki senjata yang cukup kecil untuk dibawa dalam genggaman tangan sehingga dapat melakukan pergerakan bebas tanpa terdeteksi oleh musuh.


Itu akan lebih baik.


"Tapi Hamazura, itu berarti ..." kata Takitsubo.


"Ya, si kumbang baik yang melindungi gadis-gadis kita jugalah tidak sempurna. Jika gerakannya tersegel, mereka tidak akan berdaya. Kita perlu untuk menyelamatkan mereka sebelum itu terjadi. "


Tapi tiba-tiba mereka mendengar suara familiar datang dari samping.


"Hm? Apa-apaan ini? Apa yang terjadi di sini? "


"Mugino?" Kata Hamazura dengan bingung setelah ia berbalik.


Yang berdiri di samping tubuh semampai Mugino adalah Kinuhata Saiai sambil melambai pada mereka.


"Kami diserang oleh beberapa orang yang mengganggu sebelum fajar dan kami mengendus ada yang super mencurigakan terjadi di kota. Tadinya aku hanya super kehilangan si Kuroyoru menyebalkan itu dan tanpa sengaja bertemu dengan Mugino kemudian aku super tiba-tiba melihat kalian berdua. "


"Hamazura, jelaskan situasinya dalam 30 detik."


Karena situasi ini membutuhkan begitu banyak penjelasan, Hamazura mulai berbicara dengan sangat cepat. Mugino mengikutinya dengan cukup sabar pada awalnya, tapi tak lama kemudian ia terdiam dan pemandangan tak senang muncul di wajahnya. Pada akhir penjelasan, dia meraih kerah baju Hamazura.


"Begitukah, Hamazura? Jadi apa yang Kau sedang katakan adalah Kau tidak tahu di mana Fremea berada, Kau telah meninggalkan dia bersama dengan senjata lepas kendali yang mungkin tidak aman, dan Kau tidak tahu mengapa ia sedang diserang atau siapa di balik itu semua? "


"Heh ... Eh heh heh. Aku kira…..Bisa dibilang begitu. "


"..."


"Tunggu, Mugino, tunggu! Ini mungkin tidak menguntungkan, tetapi ma’afkanlah Hamazura ini !! "


"Ya, jika Kau terus menampar Hamazura dengan lengan palsumu, maka kau akan super melepaskan kepala Hamazura !! "


Kinuhata dan Takitsubo dengan panik mencoba untuk menghentikan Ratu Bengis ini setelah mereka melihat kepala Hamazura bergoyang ke depan dan ke belakang dengan suara gemeletak seolah-olah ia adalah metronom manusia. [Metronom adalah alat untuk menyelaraskan ritme sesuatu, yang sering dipergunakan sebagai alat bantu para musisi. Bentuknya seperti segitiga dengan pendulum yang bergetar bolak-balik. Wikipedia Bebas]


Dengan gerakan seperti membuang kaleng minuman kosong, Mugino melemparkan mantan preman seumuran SMA itu dengan hanya menggunakan satu tangan. Dia menabrak pohon di pinggir jalan dan meluncur ke tanah. Sulit untuk mengatakan apakah aksi Mugino barusan mirip dengan melepaskan Hamazura lantas mema’afkannya atau malah memberikan pukulan terakhir untuk mengakhiri hidupnya.

NT Index v06 163.png

"Sejujurnya kau memang memiliki rencana yang bagus, tapi satu hal yang benar-benar tidak masuk akal adalah caramu melawan senjata musuh. Omong kosong apa ini? Kau akan berakhir ketika musuhmu mendeteksimu pada jarak 4 kilometer atau bahkan 1 milimeter. Rencanamu sungguh irrasioanal seperti memutuskan untuk melemparkan ranjau darat karena kau tidak memiliki rudal. Tentu saja berjarak 4 kilometer lebih aman daripada 1 mm. "


Hamazura merasakan keinginan yang kuat untuk membantah pendapat Mugino itu karena dia benar-benar pernah melemparkan ranjau darat pada suatu kendaraan lapis baja di dataran bersalju ketika di Rusia, tetapi membantah Mugino yang sedang emosi sama saja dengan bersedia menerima tamparan mematikan lainnya dari Mugino.


Dan ia lebih suka mengatakan yang sebenarnya daripada membuat alasan yang tidak perlu.


"Tapi kita bukanlah Anti-Skill ataupun organisasi sisi gelap kota yang memiliki dukungan tepat. Dari mana kita bisa menemukan cara untuk menyerang dari beberapa kilometer jauhnya lantas menembus armor keras mereka ... bffaaah !!! ??? "


Hamazura tiba-tiba berteriak karena Mugino tanpa ampun menggunakan tumit untuk menginjak selangkangannya ketika ia masih duduk di tanah.


Mulut Hamazura tampak mulai berbusa karena pusakanya tergencet.


Saat ia mulai gemetar, Takitsubo menatapnya dengan pandangan kosong di matanya dan berkata, "Hamazura, apa yang salah? Mengapa Kau gemetar? "


"Mungkin seluruh tubuhnya super bersyukur karena hadiah tak terduga dari Mugino."


Jawaban sebenarnya adalah bahwa ia tidak mampu memberikan reaksi langsung.


Seketika Hamazura mulai serius untuk menanggapi pertanyaan Takitsubo, dia mendengar suara Mugino.


"Pada dasarnya, Kau hanya perlu senjata yang bisa melumpuhkan tank dari jarak 5 kilometer jauhnya, kan? Itu lebih mudah daripada memutar pena di jariku. Mengapa Kau begitu mengkhawatirkan tentang sesuatu seperti ini, sampai-sampai Kau mempersiapkan diri untuk menyerang sambil membawa ranjau di tangan? Ada-ada saja. "


"... Mugino?"


"Apa? Apakah Kau mencoba untuk mengatakan bahwa Meltdowner milik Level 5 terkuat ke-4 di kota ini adalah lebih rendahan dan lebih sulit digunakan dibandingkan beberapa roket peluncur seharga ¥ 10.000!? Begitu Haaamazuraaa !? "


"Ngaaaaaaaaaaaaaaaaakkk !! Aku tidak tahu apakah Kau mencoba untuk menutupi rasa malumu atau apakah Kau benar-benar marah, tapi berhenti melakukan “denki amma” di depan umum! Dan tumit sepatu boot-mu secara serius akan menghancurkan anu-ku, jadi stoooooooooooooppppppppppppppp !! " [Denki amma adalah suatu jurus dimana seorang wanita menekan kemaluan pria dengan telapak kakinya kemudian ditambahkan dengan sedikit gelitikan dan getaran. Ini memberikan rasa sakit yang sigemari oleh beberapa pria tertentu. http://www.urbandictionary.com/]


Hamazura tidak mampu berbuat apa-apa untuk menghentikan nafsu keremajaannya. Di saat kesadaran semakin samar, ia melihat Yoshikawa Kikyou menelepon seseorang dengan ponselnya. Dia bilang dia tidak dapat menghubungi Last Order, jadi ini mungkin orang lain.


Dan ...


Wanita intelektual yang mungkin akan cocok jika mengenakan jas lab itu tampak berubah sedih saat berbicara. Dia tampak seperti tanaman yang telah ditinggalkan di jendela selama musim panas atau anak yang sedang dimarahi oleh gurunya karen lupakan mengerjakan pekerjaan rumah.


Pada saat ia menutup telepon, suasana hati yang gelap menggelayuti Yoshikawa.


Dengan tatapan melihat jauh ke suatu tempat, ia bertanya, "Sepertinya aku juga akan menjadi dimarahi karena sudah menjadi seorang pengawas yang lalai. Aku ingin tahu apakah aku juga akan menerima denki anma dari esper berlevel 5. "



Part 8[edit]


Setelah tiba di permukaan, Rhinoceros Beetle 05 berhenti sambil berpikir. Dia menurunkan Last Order dan Fremea ke tanah di dekatnya. Dia bisa terus menjaga mereka mengambang di udara dengan menggunakan sayap raksasa tipis-nya, tapi mereka mulai berputar dan terus berputar pada poros tubuh mereka. Itu malah membuat mereka keasyikan dan mengundang anak kecil lainnya mendekat, mereka kira itu adalah semacam komedi putar yang canggih. Kumbang memutuskan bahwa yang terbaik adalah menghentikan itu sekarang juga.


"Apakah Kau tahu tentang Ichihanaransai? tanya Misaka sembari Misaka mengarahkan hidungnya ke arahmu. "


"Um ..."


"Nyah! Pokoknya, berapa kali aku harus memberitahu Kau bahwa aku tidak tahan ketika Kau meremehkan aku seperti itu !? "


"Bisakah kau dengarkan aku sebentar? Halo….halo? "


Pada pandangan pertama, tampaknya Rhinoceros Beetle 05 telah meninggalkan kontrol Kakine Teitoku, tapi dia tidak mampu untuk benar-benar meninggalkan cengkraman # 2. Bahkan sekarang, perintah untuk menghentikan aksi Fraulein Kreutune dengan membunuh Last Order terus-menerus terulang dalam kepala si kumbang (?).


"Tah dah! Misaka memiliki kartu untuk stamp rally, kata Misaka sembari Misaka memamerkannya. Jika Kau tidak memiliki salah satu dari benda-benda ini, Kau tidak dapat menikmati acaranya, kata Misa- ... " [Stamp rally adalah semacam tiket untuk memasuki pertunjukan. Ini berbentuk stempel pada selembar kertas berwarna mirip yang ada di taman bermain macam Ancol, dll]


"Nyah, nyah !! Aku juga memiliki yang kayak gitu! "


Alasan Rhinoceros Beetle 05 tidak benar-benar mengambil tindakan atas perintah tersebut adalah karena dia menggunakan fungsi "mempersempit ide-ide" untuk secara terus-menerus dan sengaja mengubah perintah lisan menjadi interpretasi sendiri. Tapi, itu tidak menolak perintah atau membuat perintah baru. Hubungan tuan dan pelayan masihlah belum berubah.


"Kami berdua memiliki kartu! Pokoknya, kita perlu melihat siapa yang menang di saat kita pergi berkeliling ke stan-stan sekolah! "


"Bagaimana dengan menyelamatkan Fraulein Kreutune !?" tanya si kumbang.


Dan ...


Rhinoceros Beetle 05 akhirnya mneyimpulkan bahwa dirinya sendiri adalah salah satu ancaman terbesar bagi hidup dua gadis nakal ini.


"Heh heh heh. Hanya mengisi kartu Stamp rally adalah hal yang cukup mudah, namun keanggunan dari perubahan kartu ini tergantung pada prangko apa yang Kau gunakan, kata Misaka sembari Misaka menjelaskan situasinya. Jangan berpikir Kau bisa mengalahkan Misaka tanpa mengisi kartumu dengan perangko untuk makanan terbatas untuk 15 pelanggan atau perangko rahasia! kata Misaka sembari Misaka menyatakan kemenangannya. "


Jika Rhinoceros Beetle 05 diberi perintah lisan yang sengaja dibuat agar dia tidak mampu untuk mengubahnya dengan benar, maka dia akan terpaksa membunuh Last Order dan Fremea tanpa ragu-ragu.


"Nyah! Aku harus buru-buru !! Kalau begini terus, Kau akan memborong semua perangko langka untuk dirimu sendiri !! "


"Hnya ha ha ha ha !! Jika Kau pikir perangko langka adalah yang paling berharga, maka Kau tidak punya kesempatan untuk mengalahkan Misa- ... Tunggu, tunggu! Dengarkan Misaka sebelum lari, kata Misaka sembari Misaka- ... !! "


Dan bahkan jika berbagai hal tidak belangsung separah itu, jika informasi yang dikumpulkan oleh panca indera si kumbang dibagikan kepada keseluruhan makhluk yang diciptakan oleh Dark Matter # 2, maka pasukan lainnya akan segera mendatanginya dan melakukan perintah untuk menghabisi Last Order itu.


"Huh? Ke mana gadis-gadis itu pergi? "


Rhinoceros Beetle 05 berhenti berpikir setelah melihat suara bising datang dari tempat yang lebih jauh. Suara itu dipancarkan melalui suara buatan dengan sayap, tetapi tidak mendapat tanggapan.


Ketika melihat sekeliling, ia menemukan dua gadis menyerbu sekolah terdekat dengan stamp rally di tangannya. Kumbang memutuskan gadis-gadis itu telah melupakan semua fakta bahwa mereka sedang dikejar. Dia harus menangkap mereka dnegan segera agar menjaga mereka tetap aman.


Tapi bagaimana caranya?


Dia bisa menggunakan sayap raksasa untuk mengambangkan gadis-gadis itu di udara, tapi teknik itu tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menangkap bocah-bocah nakal yang berlari secara acak ke segala arah.


Rhinoceros Beetle 05 memeriksa ulang spesifikasi pada dua kaki terdepan dari enam kakinya. Kaki-kaki itu dibuat untuk memberikan gerakan berkecepatan tinggi dan menekan mundur ketika menembakkan peluru sebagai peredam gelombang reaksi kejut. Mereka juga memiliki cakar seperti paku di ujungnya, sehingga ada resiko benda tajam itu mengiris gadis-gadis saat dia mencoba untuk menahan mereka dengan kakinya.


Setelah berpikir sejenak, Rhinoceros Beetle 05 menyerah.


DIa tidak bisa memikirkan cara.


"Kalau begitu!"


Beberapa bunga api oranye mulai terbang dari aspal sembari Rhinoceros Beetle 05 mulai mengejar Last Order dan Fremea.


Hari itu adalah hari pertama Ichihanaransai, daerah di sekitar sekolah penuh sesak denga anak murid. Kumbang memahami bahwa tidak mungkin baginya yang berperawakan seperti monster untuk berbaur dengan kerumunan itu, tapi secara mengejutkan, tidak ada keributan besar yang terjadi.


Suatu suara membanjiri telinga ... atau lebih tepatnya, sayap tipis itu tersebar dan mendeteksi getaran di udara.


"Ini berasal dari sekolah terkemuka, kan? Benda ini adalah robot berbentuk kumbang tanduk atau kumbang rusa raksasa yang digunakan untuk atraksi perang-perangan dengan beberapa orang jagoan yang mengendarainya. Anak laki-laki pasti mencintai aksi seperti ini. "


"Tapi apakah mereka memiliki model berwarna putih seperti ini? Apakah ini versi model yang langka atau sesuatu sepertinya ??? "


"Faktanya menyedihkannya adalah, mereka akan kehilangan pendanaan untuk penelitian jikalau mereka tidak menunjukkan progress atau hasil dari penelitian mereka secara berkala dan mereka dituntut untuk menghasilkan suatu teknologi yang dimengerti bahkan oleh seorang anak kecil sekalipun. "


Di saat mereka telah menerima keberadaan si kumbang dengan cara pandang mereka sendiri, mereka tidak melihat alasan untuk mencari-cari keanehan si kumbang. Rhinoceros Beetle 05 sedikit khawatir tentang fakta bahwa senjata aneh seperti dirinya bisa jalan-jalan ke kampus sekolah tanpa suatu izin pun, tapi akhirnya dia bisa menemukan dua gadis yang keluyuran pada stan-stan buatan yang berbentuk labirin.


Tampaknya mereka mampu membayar di muka dengan menyerahkan kartu IC kereta bawah tanah ke gadis sekolah yang menjaga stan tersebut. [Di Jepang, atau mungkin di beberapa negara maju lainnya, ada suatu kartu yang dinamakan “ICC” atau Integrated Circuit Card. Bentuknya seperti kartu SIM yang ada pada ponsel kita, namun fungsinya lebih menyeluruh. Jika kartu SIM kita hanya bisa digunakan untuk membeli pulsa, maka ICC di Jepang ini bisa dilakukan untuk membayar tiket, membeli jajan, masuk ke beberapa fasilitas umum seperti museum, rumah sakit, sekolah, dll. Intinya, ini adalah kartu serba bisa. http://www.thefreedictionary.com/]


"Apa yang kau lakukan?" Tanya si kumbang.


"Nyah, nyah !! Ini adalah stan sharpshooting! Tidakkah kau berpikir memajang perangko langka sebagai hadiah target adalah suatu kecurangan!? Pokoknya, itu terlalu kecil untuk bisa ditembak !! " [Stan sharpshooting adalah stan yang berisikan permainan menembak dengan senapan mainan. Beberapa hadiah ditempatkan pada jarak yang cukup jauh dan si pemain harus menembaknya agar mendapatkan benda yang diinginkan. Ketika targetnya adalah suatu perangko, maka tentu saja kesulitan akan bertambah. Itulah yang dimaksud “licik” oleh Fremea. Stan ini cukup umum ditemukan sewaktu festival musim panas di Jepang.]


"Apakah benar peraturan standar yang harus dilakukan untuk memainkan ini adalah dengan menembak gadis yang menjalankan stan ini? Tanya Misaka sembari Misaka memegang pistol berpeluru gabus dengan satu tangan. "


Rhinoceros Beetle 05 memandang stan tersebut.


Gadis sekolah menengah yang menjalankan stan itu memaksakan suatu senyumen keluar dari mulutnya, tapi senyuman itu mulai berkedut sedikit. Stan itu sendiri memiliki beberapa rak bertingkat yang terbuat dari kayu dengan boneka hewan lucu dan hadiah yang tersusun rapih padanya. Tampaknya, yang menjadi aturan mainnya adalah seseorang harus berusaha untuk menembak hadiah yang mereka inginkan dengan senapan berpeluru gabus.


Rhinoceros Beetle 05 menggoyangkan laras meriamnya dengan sedikit perangai mirip dengan memiringkan kepalanya pertanda dia berada dalam kebingungan.


"Bukankah itu berarti, game ini mengandung sedikit pesan kekerasan?"


"Apa yang kau katakan? Misaka merasa sedikit kasian kepada suatu boneka binatang yang berdiri sendirian di sana, tegas Misaka sembari Misaka memegang pistol gabusnya. Tembakan ini akan melepaskan jiwa boneka binatang ini! kata Misaka sembari Misaka mencondongkan kepalanya di atas meja untuk membidikkan pistol gabusnya lebih dekat dengan target dengan cara yang benar-benar adil dan tidak licik-... Fgyahhh !! "


"..."


Di saat Last Order semakin naik dan memanjat meja, dia hampir jatuh dalam posisi berdiri seperti jungkat-jungkit, jadi gadis sekolah menengah penjaga stan itu dengan panik menghentikannya.


Di saat Fremea menghabiskan peluru gabus demi peluru gabus dalam usahanya untuk menembak perangko langka, dia tiba-tiba berbalik ke arah Rhinoceros Beetle 05.


Untuk lebih jelasnya, ia berbalik untuk melihat tanduk tebal yang bertindak sebagai laras meriamnya.


"Nyah. Kau tidak bisa menggunakan itu. "


"Aku tahu itu."


"Nyah, nyah !! Tidak peduli berapa banyak masalah yang kuhadapi untuk mengenai perangkonya, Kau pokoknya tidak bisa frustrasi dan menggunakannya !! "


"Aku mengalami kesulitan menentukan apakah Kau sedang mencoba untuk menghentikanku atau mencoba untuk menyuruhku melakukannya. Bagaimanapun, aku tidak mau. "


Sambil memberikan respon yang ideal, Rhinoceros Beetle 05 terus menatap boneka binatang yang berbaris pada stan sharpshooting.


Mereka semua tidak lain hanyalah kain berwarna yang diisi dengan kapas dan berbentuk seperti binatang.


Ada yang berbentuk seperti hewan yang dikenal sebagai singa, sehingga disebut singa.


Ada yang berbentuk seperti hewan yang dikenal sebagai jerapah, sehingga disebut jerapah.


Ada yang berbentuk seperti hewan yang dikenal sebagai gajah, sehingga disebut gajah..


Tampaknya, semua adalah permasalahan asumsi manusia, jika manusia biasa melihatnya sebagai singa, maka dinamailah dia singa, jika manusia biasa melihatnya sebagai jerapah, maka dinamailah dia jerapah, walaupun sejatinya mereka semua terbuat dari bahan yang tidak berbeda. Sementara itu, sepatu kulit yang dikenakan oleh gadis penjaga stan itu terbuat dari kulit sapi, namun sama sekali tidak disebut sapi.


Dunia misterius di mana hal yang nyata dan yang imitasi berbaur bersama-sama terhampar di hadapannya dan membuat Rhinoceros Beetle 05 bertanya-tanya apa yang membuatnya menjadi seperti itu.


Apakah dia sering dipanggil kumbang badak karena penampilan luarnya terlihat seperti hewan yang biasa manusia sebut sebagai kumbang badak?


Apakah dia adalah Dark Matter, material yang menyusun dan menciptakan tubuhnya?


Apakah dia hanya sebuah makhluk yang hanya dikendalikan dengan menerima perintah dari Academy City #2?


Apakah dia yang kini menyalahi perintah masih bisa disebut sebagai suatu makhluk ciptaan yang berharga?


"Nyah. Kau mau apa? Yang kayak singa?"


"Apa?"


"Pokoknya, Kau fari tadi menatap singa itu. Jika Kau menginginkannya, katakan saja! Kita dapat bekerja sama untuk mendapatkannya! Nyah, nyah. Jadi bidikkan tandukmu ke arahnya. "


"... Aku bilang aku tidak akan menembak."


"Kau tidak perlu menembaknya, sehingga cepatlah, cepatlah."


Masih bingung, Rhinoceros Beetle 05 hanya melakukan seperti yang diperintahkannya. Ketika itu, Fremea tiba-tiba mulai memanjat sebagian tubuhnya. Dia perlahan-lahan merambat ke ujung tanduk dengan menggunakan pahanya untuk mengapit tanduk tebal tersebut seolah-olah dia merangkak di ujung tebing yang curam.


Ketika dia sampai di ujung meriam menempel ke meja stan, ia mengangkat senjata gabusnya.


"Nyah. Aku tidak boleh luput pada jarak sedekat ini !! "


"..."


Rhinoceros Beetle 05 tidak ingin membantu tindakan licik Fremea, sehingga dia mengguncangkan laras meriamnya ke depan dan belakang.


Si gadis sekolahan yang menjalankan stan masih tidak mengerti situasi macam apa yang sedang terjadi di depan matanya itu, sehingga dia hanya tersenyum untuk menutupi ketidakpahamannya itu.


Tepat setelah itu, suara kecil retak dari dalam tubuh Rhinoceros Beetle 05 bisa didengar.


Konsekuensi karena membantah kendali Kakine Teitoku mulai berdampak pada tubuh fisiknya.



Part 9[edit]


Beberapa pemboman tiba-tiba terjadi di Distrik 7.


Secuil informasi itu telah mencapai penyihir yang telah menyia-nyiakan waktu mereka untuk menuju ke Distrik 12.


Silvia.


Brunhild Eiktobel.


Leivinia Birdway.


"Ada kemungkinan ini adalah suatu pengalihan lain yang hanya akan membuang-buang waktu kita, tapi ini lebih baik daripada tidak. Bahkan sebuah umpan dapat memberikan informasi jika Kau terus menganalisisnya dengan sangat cermat, "gumam Saint bernama Silvia sambil terdengar bosan.


Dia menggigit sandwich dan menyeruput kopi dari restoran terkenal di dunia, kemudian tanpa ekspresi mendorong seluruh piring darinya.


Piring terdorong ke sebelah Brunhild, tapi dia mendorongnya lagi ke samping Leivinia.


"Siapa yang akan kita temukan di tempat pemboman ini, semuanya tergantung pada apakah ini hanya perlawanan untuk mengamankan Fraulein Kreutune yang mengamuk atau hanyalah pengalihan yang dimaksudkan untuk menarik perhatian kita. Jika hanya itu kesimpulannya, ini bisa menjadi pertempuran yang cukup lama, dengan semua pihak yang mencari Fraulein Kreutune berkumpul di satu tempat, " kata Brunhild sambil menggigit hot dog, meringis, menutupi seluruhnya dengan mustard kuning, dan mulai makan lagi. "Dan jika ini adalah pengalihan yang rumit, maka siapa yang mengaturnya? Apakah itu GREMLIN? Apakah itu sisi gelap dari Academy City? Atau apakah itu ... "


"Kamijou Touma?" Kata Leivinia sambil memotong-motong salad kecil dengan garpu tanpa melirik piring yang berada di dekat dia. "Aku ragu dia akan melakukan pengalihan yang akan berdampak dengan kerusakan sebesar itu... atau setidaknya bukan dari kemauannya sendiri. Itu semua tergantung pada dengan siapa ia bekerja sama. Sejujurnya, aku kadang-kadang tidak bisa memprediksi bagaimana pikirannya bekerja."


Silvia tersenyum tipis ketika mendengar Leivinia memuntahkan kata-kata tersebut.


"Jadi, kamu ini sedang dongkol ya? Nah, itu sungguh sesuai denganmu dan aku secara pribadi suka itu. "


"... Apa?"


"Kau tampak seperti seorang gadis yang ditinggalkan kakak laki-laki tertuanya yang selama ini dia andalkan. Kemudian lagi, ia berhasil menipumu meskipun dia ditembak secara tak terduga pada suatu kecelakaan. Jadi, apakah Kau terkejut karena seseorang yang telah kau remehkan, kini mampu memikirkan hal-hal yang bahkan lebih rumit dari prediksimu? Tapi memang seperti itulah manusia. Orang selalu berpikir lebih banyak dari yang orang lain pikirkan. "


"Apakah Kau sedang mengolok-olokku?"


"Aku tidak tahu kau sekarang sedang marah pada siapa," kata Silvia sembari menghindari pertanyaan rekannya itu. "Tapi kemarahanmu salah arah. Kau menipunya sebanyak yang Kau suka untuk tujuanmu sendiri, tapi sekarang Kau tidak dapat menerima fakta bahwa justru sekarang dialah yang mengakalimu? Itu adalah tindakan yang kekanak-kanakan. Kau harus bersiap mendapatkan balasan dari apa yang pernah kau lakukan kepada orang lain. Kau harusnya senang dan merasa beruntung karena dia tidak membalas dua atau tiga kali lipat lebih parah dari apa yang pernah kau lakukan padanya. "


"..."


Restoran menjadi penuh dengan perasaan panas seperti sesuatu yang tak terlihat terbakar.


Di negara lain yang memiliki adat lebih brutal, pelanggan lain mungkin menyadari bahwa hawa restoran itu sedang dilanda nafsu membunuh.


Silvia tentu saja tipe orang yang tahu persis apa itu.


Namun dia mengabaikannya dan terus berbicara.


"Tentu saja, ada banyak alasan yang berbeda untuk menipu orang. Orang sering menjelaskan apa yang mereka katakan sebagai suatu 'kebohongan untuk kebaikan'. Aku kira kau akan sulit menerimanya, jika memang itu maksudmu. Misalnya, jika kebetulan Kau mencoba untuk mendapatkan seseorang tertentu agar keluar dari sengketa dengan GREMLIN ini, sebelum semuanya menjadi terlalu parah dan- ... "


Suatu suara bernada tinggi seperti kaca-kaca pecah meledak keluar.


Tidak jelas apa yang terjadi hanya dengan melihat kejadiannya.


Leivinia Birdway mencengkram lengan ramping Silvia di atas meja dan Brunhild Eiktobel meraih pergelangan tangan Leivinia dengan tanggap untuk melerai.


Silvia masih menyeringai.


Setetes darah merah turun dari sudut mulutnya.


"Tahan dirimu," gumam Brunhild dengan tenang.


Leivinia dengan kasar melepaskan tangan Silvia dan berbicara dengan acuh tak acuh.


"Di mana Ollerus?"


"Sedang mempersiapkan."


Leivinia mendecakkan lidahnya menanggapi respon sederhana Silvia.


Dan kemudian dia berdiri dari kursinya.


"Kalo gitu mari kita mulai sendirian. ... Kali ini, kita akan menghancurkan segalanya begitu menyeluruh sampai tidak ada yang tersisa. "


Dua dari hanya 20 orang Saint di dunia dan bos dari salah satu asosiasi sihir terbesar di Inggris.


Mereka adalah monster yang memiliki kekuatan cukup untuk menghancurkan seluruh negeri yang memiliki pertahanan magis lemah. Dan mereka akan segera mengambil tindakan.



Part 10[edit]


"Rainbow yakisoba !!" Fremea mengumumkan itu saat ia dengan bangga memamerkan hidangan mie yang pewarnaannya jelas terlalu dibuat-buat.


Mereka telah mengunjungi sekitar 13 sekolahan, tapi gadis-gadis itu tidak menunjukkan tanda-tanda lelah. Mengingat susunan jaringan otot mereka, mereka harusnya telah merasa kelelahan, tapi Rhinoceros Beetle 05 menyimpilkan bahwa sekresi kimia pada otak mereka lah yang seharusnya menghambat kesadaran mereka untuk melawan rasa lelah. [Otak memproduksi semacam enzim yang bisa menunda rasa lelah seseorang ketika dia melakukan hal yang digemarinya.]


(Aku harap ...)


Rhinoceros Beetle 05 berpikir sementara suara retak aneh terdengar dari dalam tubuhnya.


(Aku berharap aku bisa menghadapi semua retak ini dengan cara yang sama seperti kinerja otak mereka ...)


Dia dibuat dari Academy City Level 5 # 2 Dark Matter.


Awalnya, Rhinoceros Beetle 05 bisa dengan mudah menahan ledakan dari tank dan bisa beregenerasi hampir seketika menerima ledakan dari kapal perang sekalipun.


Tapi kumbang itu tidak sekeras itu.


Mungkin ini mirip dengan bagaimana kulit yang melindungi tubuh binatang akan membusuk jika tidak dibuat menjadi tas yang kokoh.


Budak tidaklah lebih dari barang yang menguntungkan tuannya. Adalah pekerjaan tuannya untuk membuat dia berguna.


"Nyah? Mengapa kau diam saja? "


"Oh, tidak ada alasan ..."


"Apakah kamu lapar? Pokoknya, Kau dapat memiliki setengah dari pelangi yakisoba milikku! "


"Aku kira aku menolak tawaran itu karena fungsi dari otgan tubuhku berrbeda."


Rhinoceros Beetle 05 berfokuskan pada mengecek kembali kondisi sementara terus menyembunyikan kehancuran internalnya.


Academy City # 2, Kakine Teitoku, dan Fraulein Kreutune pasti tetap mengejar mereka. Si kumbang, melalui analisisnya, meyimpulkan bahwa kemungkinan bahaya akan menjadi lebih rendah jika mereka terus-menerus bergerak daripada jikalau mereka tetap di satu tempat. Dan di atas semua itu, dia telah memutuskan untuk membiarkan jalan mereka ditentukan oleh ide-ide acak dari gadis-gadis, walaupun itu lebih sulit dibaca daripada perhitungan mekanis untuk menemukan rute terpendek melarikan diri.


Kemudian lagi ...


Dia sepertinya telah menyerah karena Rhinoceros Beetle 05 sudah tidak bisa beragumen dengan Last Order dan Fremea yang terus menerus tanpa lelah melesat dari satu tempat ke tempat berikutnya.


"Heh heh heh. Misaka telah mengisi setengah dari seluruh stempel, kata Misaka sembari Misaka terkekeh-kekeh. "


Last Order telah membeli suatu tas penuh berbagai permen gula berbentuk prisma, tapi setelah menyambar hanya dua atau tiga dari biji daripermen-permen itu, ia mengikat tas dengan benang halus sebagai dekorasi.


"Ini adalah hadiah, kata Misaka sembari Misaka menempatkannya di tempat penyimpanan."


Tampaknya "tempat penyimpanan" yang dimaksud Last Order adalah laras meriam milik Rhinoceros Beetle 05. Karena sudah dihiasi dengan benang halus, gadis-gadis telah mengikat tas penuh dengan permen itu ke meriam seperti itu adalah jemuran.


"Menambahkan seekor kupu-kupu akan membuatnya semakin manis, kata Misaka sembari Misaka mengeluh."


"Kau sedang berprasangka. Mohon berpikir tentang hal itu secara rasional. Kau tidak boleh membedakan mereka dari ngengat. "


"Hah hah hah. Ya, tapi kumbang badak dengan warna hitam klimis akan terlihat seperti seekor keco- ... "


Si kumbang menggetarkan sayap tipis raksasa untuk memblokir seluruh komentarnya dengan fase balik gelombang suara.


Ada beberapa hal yang tidak harus dikatakan.


"Um, tidak bisakah kita kembali ke permasalahan kita yang sebenarnya?" Tanya si kumbang.


"Nyah? Apa itu? "


"Komentarmu sebelumnya, yang bilang bahwa berharap untuk mengambil tindakan guna menyelamatkan Fraulein Kreutune, tapi bagaimana Kau berencana untuk melakukan itu? Satu masalah yang jadi pertanyaanku adalah kita tidak tahu di mana dia berada. "


"Hah hah hah. Serahkan pada Misaka! kata Misaka sembari Misaka menggembungkan dadanya dengan bangga! " Last Order lalu berubah sombong tanpa alasan. "Aku memberinya bel keamanan sehingga kita bisa menghubungi satu sama lain! kata Misaka sembari Misaka mengungkapkan rencana rahasianya. Bel itu memiliki GPS di atasnya, jadi kita bisa mengatakan di mana posisinya dengan segera, kata Misaka sembari Misaka menjelaskan lebih lanjut! "


"Nyah, nyah! Itu adalah alaram miliku !! "


"Suara itu ..."


Rhinoceros Beetle akan menyelesaikan dengan "... seperti faktor yang lebih berbahaya", tapi dia tidak menempatkan kalimatnya itu dengan perkataan.


Bahkan seseorang yang tidak punya alasan untuk menargetkan Last Order terakhir atau Fremea langsung bisa menggunakan itu sebagai alat untuk mengejar Fraulein Kreutune.


Juga, Last Order dan Fremea mempercayai "teman" mereka itu tanpa syarat, sehingga mereka tidak puny aide tentang apa yang akan terjadi setelah mereka menemukan Fraulein Kreutune. Si kumbang menyetujui gagasan kedua gadis itu untuk menyelamatkannya, tapi mendekatinya tanpa syarat adalah seperti meminta untuk diserang dengan gratis. Mereka membutuhkan semacam rencana.


"Pokoknya, kami membeli banyak hadiah, jadi mari kita pergi bertemu dengannya sekarang, kata Misaka sembari Misaka mulai berjalan! "


"Aku sudah bilang akulah yang harus berada di depan !! Jangan lari seperti itu! "


Rhinoceros Beetle 05 mendengar suara celah besar terbentuk pada tubuhnya seketika dia mulai mengejar gadis-gadis yang kabur, lagi-lagi, ke arah yang acak.


(Mengukur pola runtuh diri sendiri. Menambahkan beban yang disebabkan oleh metode perjalanan Mengawali simulasi ... Beberapa kemampuan untuk mengendalikan arah kemajuan retak terbukti.)


Rhinoceros Beetle 05 tidak bisa menghindari terbentuknya retak, tapi sepertinya mampu mengontrol di mana retaknya terbentuk dan seberapa cepat menyebar dengan tindakannya sendiri.


Si kumbang memakai sedikit pola taktis dan sampai pada suatu kesimpulan.


(Memotong retak kemajuan menuju permukaan tubuh. Menyesuaikan kembali arah runtuh terhadap bagian dalam tubuh.)


Bahkan jika dia terbuat dari Dark Matter, tidak ada suatu makhluk pun di dunia ini yang mengijinkan struktur dalam tubuhnya digerogoti untuk tetap mempertahankan bentuk luar tubuhnya.


Dan Rhinoceros Beetle 05 juga tidak bisa membiarkannya.


Jika kerusakannya mulai nampak, gerakan acak Last Order dan Fremea akan terbatasi.


Si kumbang telah menemukan salah satu alasan mengapa mereka belum pernah diserang oleh musuh, yaitu karena gerakan mereka yang sangat acak sehingga tidak ada orang dewasa yang bisa memprediksinya.


Itu berarti hal terburuk yang bisa mereka lakukan adalah tinggal di satu tempat.


Si kumbang menganggap bahwa mengendalikan emosi para gadis itu dalam saat seperti ini adalah suatu hal yang percuma.


"Nyah !! Cepat cepat! Pelangi yakisoba akan menjadi dingin sebelum kita bisa memberikannya kepada dia !!"


"Dimengerti," kata Rhinoceros Beetle 05 menggunakan suara buatan yang dibuat oleh a sayapraksas.


Kemudian dia mulai berpikir.


Menurut data yang terkait dengan Fraulein Kreutune yang telah diinput ke dalam memorinya untuk melaksanakan misi ini, Fraulein berusaha untuk mendapatkan sejumlah besar informasi dengan mengkonsumsi otak Last Order.


Setelah ia melihat "target"-nya, dia akan langsung menuju sembari mengabaikan semua rintangan di jalan. Tidak peduli jika ada lava atau dinding beton di antaranya.


Tetapi jika Fraulein Kreutune hanya tahu tentang memburu otak Last Order tanpa memperhatikan keadaan di sekelilingnya, maka apakah mungkin untuk mengatur beberapa jebakan?


Atau apakah bisa sesuatu menyebabkan dia tak lagi melihat Last Order sebagai target sehingga dia menjauh darinya?


(Tapi dalam kedua kasus tersebut, informasi yang aku punyai terlalu sedikit. Dan itu berarti terlalu berbahaya untuk mencoba mengumpulkan informasi di tempat kejadian.)


Si kumbang tentu saja tidak bisa melibatkan Last Order atau Fremea pada suatu rencana yang nekat.


Jika memang terpaksa harus ada suatu kenekatan, Rhinoceros Beetle 05 lah yang akan menempatkan dirinya pada bahaya itu.


Dalam keadaan yang sempurna, Rhinoceros Beetle 05 adalah monster yang didukung oleh kekuatan esper #2 Academy City. Dia mungkin akan mampu memperoleh beberapa informasi saat bertarung dengan Fraulein Kreutune sehingga dapat digunakan sebagai petunjuk.


Tapi ...


Retak yang tak menyenangkan mulai menjalar melalui seluruh tubuh Rhinoceros Beetle 05.


Berapa lama dia akan bertahan adalah suatu nilai yang tidak diketahui.


Dalam kemungkinan terburuk, bahkan dia bisa hancur seperti suatu gelas ketika bentrokan itu terjadi.


(Dari awal, aku tidak mensimulasikan kemungkinan tubuhku yang mulai hancur.)


Rhinoceros Beetle 05 berpikir dengan hampa sambil mempercepat kakinya untuk mengejar jarak dengan Last Orderr dan Fremea.


Dia harus memastikan anak-anak itu tidak mencurigai apa-apa.


(Tapi aku berharap menemukan beberapa metode untuk memastikan keselamatan mereka sebelum aku hancur.)


Dia mendongak ke langit.


Langit November seluruhnya berwarna biru. Coraknya sejelas teori yang dibuktikan secara ilmiah.


Tapi suatu pesawat melintasi langit.


Untuk beberapa alasan, layar besar di samping menunjukkan gambar siswi dengan pakaian renang.


"Kontes kecantikan di Eiri Academy High School menyebabkan banyak kegembiraan di hari pertama Ichihanaransai! Kebebasan menakjubkan yang memungkinkan orang luar untuk berpartisipasi dan memungkinkan para kontestan untuk membawa pakaian renang mereka sendiri telah benar-benar menaikkan tingkat kompetisi! Aku yakin beberapa darimu bertanya-tanya apakah perban benar-benar dihitung sebagai pakaian renang, tapi jangan terlalu khawatir tentang hal itu! Bagi mereka yang mengenakan pakaian renang biasa, ada dua orang peserta yang sungguh mencuri perhatian, mereka adalah Academy City # 5, Shokuhou Misaki-san, dan si terkenal dan misterius Kumokawa Seria-san yang usianya dirahasiakan meskipun dia adalah seorang gadis SMA !! Aku harus mengatakan, mereka cukup menakjubkan !! "


"Aku sampai ke sini hanya karena teman-temanku memaksa aku, tapi mengapa ada orang yang tertarik pada beberapa wanita tua yang menolak untuk bahkan datang ke sini? "


"Aku hanya perlu bertanya: kenapa aku tiba-tiba berdiri di atas panggung dan melakukan hal ini? Dan alasan aku tetap ke sisi berlawanan dari panggung adalah karena aku tidak ingin masukkan wilayahmu, wahai gadis kecil. "


Rhinoceros Beetle 05 tidak ingin anak-anak menatap tontonan itu, sehingga dia membuka potongan armor yang digunakan untuk menyimpan sayap raksasa dan menghalangi mata Last Order dan Fremea.


Setelah memandang panorama langit biru, kemudia langsung menonton kulit manusia adalah suatu hal yang bisa merusak kesehatan mata.



Part 11[edit]


Dia tidak ingin menarik perhatian lebih dari yang diperlukan, sehingga Cendrillon meraih lengan Kamijou saat ia tergelincir ke tanah menopangnya dan menyeretnya ke gang terdekat. Ketika dia menekan bagian atas tubuh Kamijou ke tanah dan dengan paksa menggulung kemejanya, ia meringis.


"Ini adalah ... luka tembak?" Katanya dalam bahasa Prancis, tapi Kamijou tidak menanggapi.


Gadis itu menggumamkan sesuatu dengan napas pelan dan darah mengalir dari luka yang memancarkan cahaya biru pucat tak wajar. Tapi begitu cahaya bergerak untuk menutupi seluruh tubuh Kamijou, cahaya itu tiba-tiba tersebar seperti lilin yang ditiup.


Secara teknis, itu terjadi karena cahaya biru misterius itu mengenai tangan kanannya.


"Jadi, Kau meniadakan bahkan metode penyembuhan yang paling sederhana. Namun, walaupun sederhana, efeknya lebih kuat. Tampaknya akan sulit untuk mengalirkan suatu sihir ke seluruh tubuhmu. "


Setelah memberikan komentar berbahasa Perancis, dia jelas tidak mengharapkan jawaban setelah melihat kondisi Kamijou, lantas Cendrillon pun menarik saputangan keluar dari dalam bajunya. Dia merobeknya menjadi dua, memadatkannya menjadi seperti bola, dan menahannya di tempat untuk menghentikan luka di sisinya dan di punggungnya.


"Ini adalah hal yang paling mendasar yang harus dilakukan, sehingga tidak ada salahnya untuk melakukannya. Aku bisa menahan kain di tempat dengan lakban. "


"Tunggu, jangan meletakkan sesuatu yang Kau temukan di tanah ke atas lukaku !!"


Apa pun yang Kamijou katakan, tampaknya ia tidak berniat menanggapinya dengan apapun selain dalam Bahasa Prancis.


Tetapi dia bertindak dengan begitu kasarnya sehingga jangan terkejut jika dia mencoba untuk menutup lukanya dengan peniti.


"Bertahanlah di tempat," kata Cendrillon sebelum menghilang di suatu tempat. Dia kembali beberapa menit kemudian dengan pot terisi dengan cairan bening, kantong plastik tebal, tabung, dan beberapa benda lainnya.


Wajah Kamijou memucat dan ia membuka mulutnya untuk mengatakan, "Tunggu sebentar ..."


"Aku telah merawatnya dengan air mendidih dan alkohol."


"Menggumamkan sesuatu dalam Bahasa Perancis sudah cukup membuatku ketakutan. Kamu tidak menjelaskan apa-apa! Tolong jangan katakan padaku itu adalah upaya IV yang dibuat dengan orisinalitas. Apakah Kau yakin ini aman-... byaaaahhh !? " [IV adalah singkatan dari intravenous, yaitu upaya untuk memberikan suntikan berupa doping atau obat mati rasa pada pembuluh vena. http://en.m.wikipedia.org/wiki/Intravenous_therapy. Credit : https://www.facebook.com/thatLevel5?fref=ufi]


Kamijou menjerit saat beberapa zat aneh mengalir ke pembuluh darah di lengannya.


Dan kemudian dia menyadari bahwa dia merasa cukup segar untuk berteriak dengan penuh semangat.


"Ini adalah air garam dengan konsentrasi 0,9%. Ini hanya memanipulasi tekanan darahmu untuk menyingkirkan sinyal peringatan dari dalam tubuhmu, tetapi ini dapat membantumu menghindari syok karena kehilangan darah. "


Setelah dirubah menjadi manusia meja dan kembali normal, Cendrillon memperlakukan berbagai hal yang berkaitan dengan tubuh manusia dengan cara yang agak kasar.


"Jika Kau tidak ingin mati, jaga kondisi lukamu dengan baik. Kau masih berguna bagi aku. "


"Uhuk ..."


Kamijou agak khawatir karena ia masih bisa merasakan cairan beraroma besi dalam mulutnya.


Dia telah menghadapi ke gadis itu di Hawaii dan telah menemukannya lagi di Baggage City setelah Marian Slingeneyer mengubahnya menjadi suatu meja. Kamijou dan Ollerus telah mengembalikannya ke bentuk manusia, tapi Kamijou tidak ingat kalau tubuhnya sependek itu.


Ketika Kamijou memandang wajah Cendrillon dengan serius sekali lagi, Cendrillon mengalihkan pandangannya untuk beberapa alasan.


"... Banyak hal telah terjadi," gumamnya dalam bahasa Prancis.



Part 12[edit]


Dewa Petir Thor telah naik di atas tangki penyimpanan air yang terpasang pada atap suatu bangunan. Saat ia melihat sekeliling dan melihat efek setelah terjadi kehancuran, dia bisa melihat siswa panik di sana-sini, lantas dia mengeluarkan erangan kesal.


Dari sudut pandangnya, ia bisa melihat lokasi di mana Fraulein Kreutune berjalan dengan sempoyongan dan di mana Kamijou Touma berbaring meringkuk dengan luka yang terbuka. Tapi dia juga melihat sesuatu lain yang dia tidak bisa abaikan.


"Apakah itu Cendrillon yang aku lihat di laporan? Aku tidak punya hubunga dengan insiden di Hawaii, sehingga dia benar-benar tidak ada hubungannya denganku, tapi aku punya perasaan bahwa akan ada masalah yang benar-benar menjengkelkan jika dia melihat aku. "


Tapi dia tidak bisa membiarkan Fraulein Kreutune pergi dengan bebas untuk waktu yang lebih lama lagi.


Dengan keributan besar yang terjadi, berbagai kelompok yang berbeda dan berbagai orang yang berbeda akan segera menuju ke arahnya. Jika dia tidak melakukan apa pun, dia akan ditangkap atau dibunuh.


Untuk mengatasi masalah tersebut, ia membutuhkan tangan kanan Kamijou Touma.


Thor tidak ingin ada kerusakan besar yang harus terjadi pada Academy City yang hampir tak terelakkan jika musuh-musuhnya yang kuat tersebut berbentrokan. Namun, jika semuanya sedang berkumpul di satu lokasi, mungkin dia masih bisa menghindari kehancuran bahkan jika peluangnya hanya setipis benang. Dia paling khawatir ketika GREMLIN, Ollerus, dan monster dari sisi gelap Academy City mulai pertempuran berlanjut di seluruh kota. Jika itu terjadi, orang-orang yang hanya seperti Thor dan Kamijou tidak akan mampu menghentikan kerusakan yang pasti akan menyebar seperti bombardir ledakan.


(Jika memungkinkan, aku ingin memecahkan setiap masalah satu per satu dengan serangan kejutan dan menghindari sama sekali bentrokan musuh-musuh yang kuat ...)


Jika dipikir-pikir, kemampuan Kamijou adalah meniadakan sihir musuh dan senjata langsung Thor adalah kombinasi yang ideal untuk metode tersebut.


Tetapi jika mempertimbangkan segala hal, yang paling penting adalah waktu.


Sekarang, waktu yang tepat telah berlalu, mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk memainkan kartu yang telah dikumpulkan.


Dia harus mengubah proses pemikirannya.


Untuk menghadapi musuh-musuh yang kuat ketika mereka berkumpul di satu tempat, Thor ingin bertemu dengan Kamijou Touma. Tapi untuk melakukan itu, ia membutuhkan sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian Cendrillon dan kebencian intensnya terhadap GREMLIN. Tapi dia punya beberapa umpan yang tersedia untuknya.


Jika Cendrillon melihat siapa pun anggota dari GREMLIN, dia mungkin akan meledak-ledak.


Itu berarti Mjolnir tidak bisa digunakan. Dan Marian Slingeneyer benar-benar bukan pilihan. Tapi siapa lagi yang Thor tahu?


"... Menemukan seseorang. Aku tahu suatu wajah dari FCE " [FCE sudah pernah diterangkan di NT Vol 3]


Thor meringis sambil melihat sekeliling dari atas tangki penyimpanan air.


Setelah melakukan panggilan sederhana di ponselnya, ia tanpa ragu melompat dari tangki. Dia tidak melompat ke lantai beton atap. Dia melompat melewati tepi atap dan turun menuju tanah di mana orang-orang tampak seperti hanya secercah bintik.


Mengabaikan tekanan angin buatan yang bertiup dari bawah, ia menyiapkan kakinya untuk mendarat.


Tepat sebelum terjadi tumbukan, semacam pisau busur dikeluarkan dengan paksa dari bagian bawah kakinya. Udara dengan keras melebar dan dengan cepat menurunkan kecepatan kejatuhannya.


Dia tidak punya banyak waktu.


Thor mengabaikan kerumunan orang yang mulai membuat keributan karena kemunculannya, mengangkat tangan, dan berseru kepada sasarannya sambil tersenyum.


"Hei, Miko-chan. Bagaimana kabarmu? "


"Kau siapa !? Jangan sok kenal denganku seakan kita ini teman !! "


Gadis yang berteriak dengan percikan putih kebiruan yang terbang dari poninya itu adalah Misaka Mikoto, Academy City # 3 Level 5.


Secara teknis, Thor tidak pernah bertemu dengan Misaka Mikoto, tapi ia benar-benar mengamati pola bicaranya menggunakan rekaman percakapan FCE di Hawaii untuk menyamar sebagai siswi Tokiwadai itu. Tidak akan sulit untuk membuat beberapa topik pembicaraan dengannya agar membuat Mikoto mau melakukan apa yang diinginkannya.


Dan ...


Thor membuka ponsel buatan luar negerinya untuk menunjukkan pada Mikoto layar kecil dan dia segera sampai ke inti masalah.


" Aku kebetulan punya foto temanmu Kamijou Touma-kun yang sedang melakukan kebiasaannya, yaitu dia sedang dirawat untuk alsan kesehatan oleh beberapa gadis pirang kecil misterius. Apa pendapatmu tentang foto ini? "


"Katakan secepat mungkin dimana dia berada."



Monster, monster, monster, monster.


Situasi telah berkembang ke titik di mana orang bisa melihat-lihat dan tidak melihat satu manusia normal.


Beberapa dari mereka datang dari dalam Akademi dan sebagian berasal dari luar kota.


Mereka bersama-sama berkumpul di satu tempat untuk satu pertempuran memperebutkan satu gadis.



Diantara Baris Kelima[edit]


Fraulein Kreutune sendiri telah menjadi legenda selama sejarah panjang dan berbagai teori telah tersebar mengenai darimana asalnya.


Katanya dia adalah seorang penyihir yang asli.


Katanya dia telah mendapat bentuk evolusi manusia baru setelah terinfeksi oleh suatu bakteri khusus.


Katanya dia adalah alien.


Katanya dia hanyalah se-massa daging yang tidak memiliki jiwa.


Katanya dia adalah "bentuk sejati" dari tubuh manusia setelah dia benar-benar dioptimalkan.


Katanya dia adalah ilusi yang tercipta oleh rasa bersalah dari mereka yang melaksanakan perburuan penyihir.


Katanya dia adalah seorang penjelajah waktu yang memiliki teknologi untuk melihat jadwal waktu tersendiri dan bebas bergerak di ruang waktu. (Hal ini sering dikaitkan dengan teori alien.)


Katanya dia bukan individu, melainkan adalah organisasi dengan nama yang sama.


Katanya dia seperti Santa Claus gelap karena itu adalah fiksi yang diciptakan untuk menakut-nakuti anak-anak.


Katanya dia adalah seorang sosok misterius yang telah ditemukan di bawah es tebal.


Katanya dia adalah bagian dari tokoh pada kisah ensiklopedi dongeng yang menjadi nyata.


Fakta bahwa begitu banyak teori berbeda yang berkembang mengindikasikan betapa sulitnya untuk mendefinisikan siapakah sejatinya sosok itu. Misalnya, itu berarti sejumlah besar orang tahu keberadaannya. Di sisis lain, itu juga berarti beberapa orang telah memberikan begitu banyak pemikiran dan belum pernah dapat menemukan jawabannya. Itu juga berarti ia terus mengumpulkan perhatian dan fokus dari banyak orang atas dasar rasa takut dan jijik.


Dan ...


Jika seseorang melihat begitu banyaknya teori yang berbeda dari sudut pandang konspirasi, itu bisa dilihat dengan cara yang berbeda.


Mungkin saja seseorang telah sengaja mengadakan semua informasi palsu untuk menyembunyikan kebenaran di balik identitas sejatinya.


Atau itu mungkin seseorang mungkin saja secara acak memberikan informasi yang begitu banyak tersebut sehingga akan dikumpulkan sebagai rumor, maka jawaban yang salah akan menjadi kesimpulan, dan masyarakat akan secara alami melakukan pendekatan tentang jawaban yang paling pantas. Dengan kata lain, sangat mungkin seseorang berusaha untuk secara otomatis menganalisis identitasnya.


Memang benar bahwa Fraulein Kreutune adalah eksistensi yang menakutkan.


Tapi tidak ada jaminan bahwa dia adalah satu-satunya hal yang menakutkan di dunia ini.



Chapter 7: Seseorang Tidak Perlu Menjadi Tokoh Utama — Girls_Battle_Talk.[edit]

Part 1[edit]


Pertama, ada percakapan.



Part 2[edit]


Suatu jalan layang bertingkat tertentu di Distrik 7 dikenal sebagai sedikit dari bangunan yang digunakan untuk tengara pada Academy City. Karena 12 daerah pelajar dan bundaran bus berskala besar dihubungkan dengan jalan layang tersebut, itu tampak seperti lapangan olahraga yang seluruhnya dibuat dari beton. Juga, tingkat atas yang bisa disebut sebagai "lantai ketiga" dibuat menjadi jalan raksasa dan daerah bawah tanah dipenuhi dengan jalur dengan susunan yang rumit, yang juga bertindak sebagai pusat perbelanjaan. Semua susunan lantai atas dan bawah kompleks itu mirip seperti tempat yang biasa digunakan dalam adegan melarikan diri pada film-film drama kepolisian dan tempat itu juga terkenal untuk dipergunakan sebagai titik pertemuan.


Karena festival budaya berskala besar yang dikenal sebagai Ichihanaransai, rute bus telah sangat dirubah. Sehingga masyarakat bisa menuju ke sekolah yang berbeda dengan lebih efisien, rutenya telah berubah secara khusus untuk pergi langsung dari sekolah ke sekolah. Untuk alasan itu, bundaran bus yang biasanya ramai, kini benar-benar kosong.


Di lantai dua dari jalan layang bertingkat tersebut, Fraulein Kreutune berjalan sempoyongan melalui struktur beton yang entah bagaimana tampak seperti lapangan olahraga, mungkin karena tanaman yang tumbuh di sana-sini, yang dipergunakan sebagai titik tengara daerah tersebut.


"..."


Rasa sakit menyengat seakan melintasi kulit wajahnya. Bukan rasa sakit karena tergores oleh kuku atau cubitan pipi. Itu adalah rasa sakit yang terasa seperti sengatan listrik dan tampaknya datang dari bawah kulitnya yang sangat sangat tipis. Rasa sakit yang menyiiksa kesadaran Fraulein Kreutune itu seperti kaki-kaki serangga yang merangkak di bawah kulitnya.


Maka.


Sering dikatakan bahwa hiu mengikuti bau darah untuk mencari mangsa mereka, tetapi mereka bisa secara tidak akurat melacak sesuatu jika hanya mengandalkan itu. Semua makhluk hidup memiliki bioelectricity dalam diri mereka. Ketika itu tersebar ke dalam air laut, organ khusus bisa menangkap perubahan-perubahan kecil dalam arus listrik untuk menentukan lokasi target.


Organ-organ ini dikenal sebagai ampullae of Lorenzini.


Sesuatu yang mirip dengan apa yang telah tumbuh dalam diri Fraulein Kreutune. Bahkan hewan raja laut sekalipun hanya bisa menggunakannya dalam air laut yang memiliki konduktivitas sangat tinggi, namun dia mampu melakukannya melalui udara.


Secara teknis, dia tidak mengejar arus listrik.


Dia mengejar sinyal elektromagnetik.


Dia mengejar jaringan informasi bioelectromagnetic yang menggunakan gelombang otak identik klon manusia.


Dia mengejar Misaka Network.


Dia tidak dapat membacanya. Dia tidak bisa menulisnya. Dia hanya bisa merasakan sejumlah besar sinyal yang berjalan di sekitar sebagai "tekanan". Dan dia bisa mengestimasi lokasi suatu individu spesial dari jaringan tersebut dengan kenaikan dan penurunan tekanan.


Dengan kata lain, dia bisa melacak target-nya.


Dia bisa melacak lokasi otak milik temannya yang dikenal dengan Last Order.


Ini adalah metode pencarian yang tidak mungkin dilakukan bahkan bagi monster yang dikenal sebagai Academy City #1, yang bisa memanipulasi vektor apapun.


Posisi Fraulein Kreutune sudah semakin mendekat ke tempat itu.


"... Uuh ... kh ..."


Hal ini tentu saja merupakan fungsi yang dia tidak pernah miliki sebelumnya.


Seolah-olah terdapat fakta bahwa tubuhnya yang belum mencium darah atau merasakan daging segar, mendesak dia, mendorong dia, dan menyegel otaknya dari membentuk ide menyerah karena dia tidak bisa mencari targetnya. Dia begitu menginginkannya. Dia menginginkan sejumlah besar informasi. Dia menginginkan persiapan untuk menjadi bentuk kepompong yang lebih sempurna. Dia ingin menyingkirkan semua kehampaan dalam dirinya dan menjadi suatu bentuk kehidupan baru yang sungguh berbeda dengan apa yang dia punyai saat ini.


Ini benar-benar suatu penyimpangan takdir.


Seseorang yang memanggilnya teman.


Dan sekarang ia akan membuang semua itu dan mengenyahkannya.


"Uuh ... !!"


Dia terhuyung-huyung.


Seperti itulah makhluk yang dinamakan Fraulein Kreutune tersebut. Dia adalah makhluk hidup yang tercipta untuk mendapatkan fungsi tersebut. Sama seperti tanaman yang tumbuh ketika ada air dan sinar matahari, dan seperti semut yang berkumpul di sekitar suatu zat yang manis, Fraulein Kreutune adalah eksistensi yang tumbuh menjadi lebih kompleks setelah mengkonsumsi informasi.


Dan ...


Apakah benar-benar ada sesuatu yang salah dengan mengkonsumsi itu?


Apakah aku akan tetap bisa menyingkirkan semua orang yang mencoba untuk menghalangi langkahku?


Jika dia bertanya, tubuhnya pasti akan memberinya jawaban. Tubunya akan mempersiapkan fungsi sebanyak yang diperlukan untuk menuju ke titik tujuan jawaban secepat mungkin. Dan kemudian tubuhnya akan menjelaskan kepadanya secara batin, "Menyerahlah. Memang seperti inilah dirimu, maka ikutilah pedoman dan hanya fokus pada perolehan informasi sebanyak mungkin. Jadilah suatu eksistensi yang hanya melakukan itu. "


Jika dia merasakan sesuatu yang lebih hangat di dalam dirinya ...


Maka dia akan semakin merasa harus fokus pada melindungi hal tersebut ...


Semakin ia merasakan keinginan untuk mengenyahkan sesuatu dari dalam dirinya. Maka dia akan semakin termotivasi untuk membuang hal tersebut jauh-jauh.


Dia sangat menyadari bahwa sejatinya dirinya adalah suatu makhluk yang sia-sia.


Dia sangat lelah.


Kadang dia bertanya-tanya tentang hal apa saja yang sudah pernah dia lakukan di masa lalu.


Tidak peduli seberapa banyak fungsi yang diperolehnya dan tidak peduli seberapa banyak dia bisa melakukan sesuatu yang orang lain tidak bisa lakukan, dia tidak bisa menahan diri untuk melakukan satu hal sederhana ini. Apa yang telah membuatnya?


Dia tidak ingin hidup abadi.


Dia hanya ingin semuanya berakhir.


Dia tidak ingin terus-terusan seperti ini. Dia lebih suka untuk mengakhiri semuanya secepatnya. Dia tidak peduli jika semua yang dia sudah peroleh selama ini dan semua yang ia telah bangun, runtuh seketika hanya karena perbuatan seseorang.


Tapi itu tidak akan berakhir.


Dia tidak bisa mengakhirinya.


Bahkan jika dia dipotong. Bahkan jika dia dibakar. Bahkan jika dia ditembak atau dipukul atau dihancurkan atau ditusuk atau digigit atau digantung atau dikubur atau dibelah atau dirobek atau ditenggelamkan atau dibuang ke cairan lava mendidih atau dikeringkan atau disambar petir atau direndam dalam tong yang berisi cairan beracun atau ditindih diantara roda gigi mesin atau dimakan binatang buas.


Tak satu pun dari metode-metode kejam hasil rekayasa manusia cerdas yang tak terhitung jumlahnya tersebut mampu mengakhiri bentuk kehidupan yang dikenal sebagai Fraulein Kreutune. Dia tahu bahwa keabadian tersebut adalah inti dari keberadaannya.


"... Apakah Kau ingin aku mengakhiri semua ini?"


Tiba-tiba, monster yang dikenal sebagai Fraulein Kreutune mendengar seseorang memanggilnya langsung di depannya.


Dia perlahan-lahan mengangkat kepalanya.


Bola matanya melotot keluar melalui celah-celah di poni panjang untuk menatap orang itu.


Itu adalah seorang gadis yang berusia sekitar 12 yang memiliki rambut pirang dan mata biru.


Kemeja, rok mini, dan stoking-nya menciptakan pemandangan yang memadukan warna hitam dan putih secara kontras, itu memberikannya penampilan mirip seperti seorang pianis kelas atas. Alasan mengapa pakaian yang berkesan klasik itu terlihat cocok dengan si gadis, mungkin karena atmosfir kesombongan yang terpancar dari sosoknya.


Namanya adalah Leivinia Birdway.


Dia adalah bos dari The Dawn-Colored Sunlight, yaitu komplotan sihir rahasia yang memiliki lingkupan dan kemampuan terbesar bahkan di Eropa Barat.


"Aku sebenarnya sedang mengejar GREMLIN, tapi menemukan terlebih dahulu juga tak masalah."


Dia adalah anggota dari sisi sihir, tapi dia benar-benar mengabaikan perjanjian tidak tertulis antara sihir dan ilmu pengetahuan. Itu adalah semacam norma untuk mengumpulkan informasi dan penelitian mengenai kondisi latar belakang orang-orang karismatik dan pemimpin besar yang berada di dasar setiap budaya. Terlepas dari, apakah mereka dari sisi sihir atau sisi ilmu pengetahuan. Dia adalah salah satu bagian dari sisi tersembunyi, yang paling tersembunyi dari dunia.


Hanya dengan berdiri di sana, kecepatan jam tangan seakan bisa berubah dan angin yang berhembus sedetik seakan setahun.


Atas nama kecerdasan dan superioritas yang dimiliki oleh asosiasi sihir rahasia, dia bisa menghancurkan pengetahuan dasar dan asumsi-asumsi.


Dengan kata lain ...


Dia bahkan bisa menghancurkan kondisi mutlak dan terus tidak berujung pada kematian di diri Fraulein Kreutune, tak peduli apa sebabnya.


"Tampaknya sisi ilmu mendeskripsikan kau sebagai makhluk yang berpikir menggunakan pikiran sederhana berturut-turut pada tingkatan serangga, oleh karena itu, kepribadianmu seperti kebalikan dari proses berpikir AI yang kompleks, tapi kami memiliki sesuatu yang sedikit berbeda ketika kami harus mendeskripsikanmu dari sudut pandang sisi sihir. Tentu saja, fakta bahwa kedua belah pihak mempunyai penafsirannya tersendiri tentang keberadaanmu, membuktikan bahwa sebenarnya kami tidak punya jawaban yang pas mengenai makhluk apa sejatinya kau ini, " kata Leivinia Birdway. "Kau adalah keberadaan tanpa titik awal dan titik akhir. Atau mungkin akan lebih baik untuk mengatakan bahwa Kau telah menjalani beberapa macam takdir yang tak terhitung jumlahnya. Kristen adalah agama yang tidak menerima konsepan reinkarnasi, sehingga mereka memiliki titik awal dan tujuan akhir yang jelas. Tetapi pada saat yang sama, Kau dapat melihat manusia sebagai yang pertama melakukan dosa dan diusir dari surge, kemudian mencapai kebahagiaan tertinggi pada saat 'kembali' ke surga. ... Aku kira itu adalah sesuatu yang mirip dengan lari maraton yang diadakan di kota ini. Pada beberapa titik selama perjalanan, yaitu perjalanan yang sulit, Kau berbalik dan kembali ke stadion. Apakah kamu mengerti? " Tanya Birdway.


Poni Fraulein Kreutune bergoyang.


Dia memiringkan kepalanya kebingungan.


"Mungkin Kau adalah seorang Adam Kadmon yang meninggalkan rahim ibunya sebelum mencapai suatu individualitas yang jelas. Atau mungkin Kau adalah eksistensi yang sudah belajar segala sesuatu dan mencapai suatu optimasi ketika masih berada di dalam rahim ibunya. Sekarang Kau seperti strip Moebius yang tidak memiliki awal dan ujung, namun kesimpulannya adalah sama, tidak peduli apa pun itu. Apa yang membuat Kau begitu sangat istimewa sebagai seorang manusia adalah kemurnianmu. " [Adam Kadmon berarti “pria asli” dalam tulisan beraliran Yahudi. Wikipedia Bebas.] [Moebius strip adalah suatu bangun yang tidak punya sudut dan berbentuk gelombang. Awal dan akhirnya terhubung bagai suatu spiral yang didatarkan. Wikipedia Bebas.]


"Ke ... mur……nian?"


Kali ini, Fraulein Kreutune memiringkan kepalanya pada sudut yang tajam sehingga dia tampak hendak mematahkan lehernya sendiri.


Apa yang dimaksud kemurnian?


Apakah pernah ada makhluk yang tidak rasional, menakutkan, dan tidak stabil seperti dia?


Tapi Birdway melanjutkan.


"Ada contoh serupa dalam fisika. Sebagai contoh, air murni, H20, yang digunakan dalam pembuatan semikonduktor. Ketika air dipanaskan dalam oven microwave, mungkin terlihat seperti cairan yang stabil, tetapi airnya akan mendidih seketika wadahnya terguncang, walaupun hanya sedikit. Kau adalah seorang eksistensi dengan keseimbangan yang aneh. "


Dia seperti manusia yang berada dia antara kekosongan dari teori.


Dengan cara itu, Fraulein Kreutune tidak benar-benar jatuh ke dalam tingkat kompleksitas yang biasanya dibicarakan.


Dia tidak bisa mendapatkan posisi #1 ataupun #100, yang dia punyai hanyalah takdirnya yang seperti ini.


"Tapi, untuk mencegah perilaku khusus air murni dan mencegah dari mendidih tiba-tiba setelah dipanaskan dengan merata. Bahkan jika Kau adalah seorang makhluk yang tidak dapat sepenuhnya dijelaskan dari perspektif sisi sihir, teknik sihir saja sudah cukup selama aku hanya perlu untuk mengalahkanmu. "


Bos asosiasi sihir rahasia itu tersenyum.


Senyum yang begitu tipis.


"Hanya menambahkan sejumput pasir akan mengubah air murni menjadi air biasa yang kotor. Itu mencegah dari mendidih tiba-tiba. Dan itu adalah metode yang sangat cocok untuk orang seperti aku. "


Itulah mungkin mengapa organisasi seperti Gereja Anglikan dan Gereja Katolik Roma tidak mampu menanganinya.


Mereka tampil untuk meningkatkan kemurnian manusia dan melihat siapa saja yang menghalangi jalan mereka sebagai orang jahat dan musuh. Dan ini secara otomatis malah menyebabkan metode serangan mereka menjadi bernuansa menghilangkan kesucian.


Leivinia Birdway adalah sebaliknya.


Dia berasal dari asosiasi sihir modern bergaya Barat.


Kelompok-kelompok tersebut berusaha untuk menciptakan cara-cara baru dengan mengambil pengetahuan tentang masa lalu dan meleburnya ke teknik yang mengarah ke masa depan. Mereka memandang kemurnian tidak sebagai apapun kecuali kanvas. Dalam pikiran mereka, ketidakmurnian yang tercampur ke dalamnya adalah kemungkinan untuk membentuk warna baru dan menciptakan karya seni. Mereka tidak pernah menyerah ketika mereka mencoba untuk membuat warna yang lebih indah daripada hanya putih yang sederhana.


[Catatan penerjemah : mungkin beberapa paragraf di atas dan di bawah catatan tambahan ini akan sulit untuk dimengerti. Pembaca harap maklum, karena pada versi novel terjemahan Inggris oleh Js06, ini adalah beberapa paragraf yang bermakna kiasan. Namun penerjemah tidak bisa menggantinya menjadi kalimat-kalimat yang lebih konkret karena akan merusak maksud dari perumpamaan-perumpamaan tersebut. Sangat sulit untuk dipahami memang, tapi jikalau pembaca tidak begitu memahaminya, kami rasa juga tidak masalah karena ini bukan merupakan bagian inti dari ceritanya. Penerjemah telah berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan bahasa Indonesia yang mudah dipahami, dan kami berkomitmen : tidaklah mengapa jika hasil terjemahan melenceng dari versi aslinya, namun jalan cerita sama sekali tidak boleh berubah. Ma’afkan atas ketidaknyamanan ini. Translator]


Dia adalah salah satu dari orang-orang tersebut, jadi dia bisa melakukannya.


Dia bisa melakukannya dengan menggunakan teknik dengan nilai-nilai yang berbeda dan dipandang tidak sebagai apa-apa kecuali standa godaan dan korupsi.


Dengan hanya sejumput pasir ...


Fraulein Kreutune bisa berubah menjadi tubuh yang bisa dibunuh.


(Jika asumsiku benar, ia harusnya mampu melakukan hal ini juga. Mungkin dia ingin menghindari identitasnya terungkap bahkan jika itu berarti dia bisa melenyapkan ketidaknyamanan rencananya.)


"Apa yang akan Kau lakukan?" Tanya Leivinia Birdway. "Jelas, aku tidak melakukan ini secara gratis. Aku memiliki alasanku sendiri. Bagaimanapun juga, suatu pengorbanan yang tidak sedikit dipaksakan padaku untuk mendapatkan informasi tentang tombak itu. Aku akan menggunakanmu sebagai umpan untuk menarik sang Dewa Sihir itu. Tetapi setelah itu selesai, Kau bebas. Aku akan mengakhiri semuanya untukmu jika memang itu yang Kau inginkan. "


Pandangan Fraulein Kreutune goyah.


Itu adalah reaksinya ketika dasar pikirannya mengarah kepada kemungkinan yang tidak biasa.


Dan pada saat yang sama ...


Rasanya seperti sesuatu yang dia telah memegang dalam tangan, kini mengalir keluar. Sesuatu tampak merambat dari pipinya ke telinganya. Fungsi baru yang memungkinkan dirinya untuk dengan mudah menghancurkan tengkorak di antara rahangnya dan melahap otak sedang menunjukkan bentuknya di wajahnya.


Meski begitu, ia tetap berada di tempat.


Dia memaksa dirinya untuk tetap tinggal di tempat.


Dia memastikan lawannya memiliki kesempatan untuk menyerang.


Dan tanda yang nampak di wajahnya menunjukkan bagaimana perasaannya terhadap situasi ini.


"Itu cukup."


Dia mendengar suara sesuatu yang mengiris udara.


Sepotong tongkat sihir muncul di tangan kanan Leivinia Birdway.


"Jangan kuatir. Setelah aku meledakkan lengan dan kakimu, aku akan membekukanmu dalam peti mati bersuhu minus 195 derajat Celsius. Bahkan jika aku tidak bisa membunuhmu sebelum Kau menunjukkan perilaku khususmu, paling tidak sejarah telah membuktikan bahwa Kau dapat disegel. Aku akan membiarkanmu dalam kondisi seperti itu untuk menggunakanmu sebagai umpan bagi Dewa Sihir itu. "


Setelah mengatakan itu, bos asosiasi sihir rahasia terdiam sejenak.


Dengan tongkat sihir yang menggenggam kekuatan cukup untuk membelah anggota badan monster, yaitu kekuatan yang bahkan bisa membelokkan kekuatan esper Level 5 #1 Academy City sekalipun, Birdway akhirnya membisikkan sesuatu lagi.


Suaranya tenang.


Tetapi mantap.


"Semuanya baik-baik saja sekarang. Situasinya tidak akan memburuk. "


Ketika ia mendengar suara itu, wajah Fraulein Kreutune bisa dilihat bergerak sedikit dari celah-celah poninya.


Tampaknya dia tersenyum.


Meskipun dia harus membayangkan nasib akhirnya ... tidak, karena dia memang membayangkan itu.


Ketika Leivinia Birdway akan mulai mencabut nyawanya, ia menyingkirkan semua emosi untuk melaksanakan serangan akhir ini dengan sempurna.


Dan ...


Tepat sebelum dia bisa ...


Beberapa objek raksasa jatuh tepat antara Fraulein Kreutune dan Leivinia Birdway.


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, jalan layang itu memiliki beberapa tingkatan antara bagian paling atasnya dan jalan-jalan terusan di bawah. Susunan jalan di tempat itu saling tumpang tindih dengan jarak yang tidak jauh. Jika salah seorang melompat dari salah satu jalan tersebut menuju ke jalan lainnya, dia tidak akan memerlukan sayap untuk bisa mendarat dengan selamat.


Dan orang yang melakukannya adalah seseorang yang pernah mengkhianati Leivinia Birdway.


Dia adalah seseorang yang selalu berada di tengah konflik antara dunia sihir dan dunia ilmu pengetahuan, tak peduli dia menyukainya ataukah tidak. Ini semua berkat kekuatan khusus yang berada di tangan kanannya.


Itu adalah anak laki-laki berambut runcing.


Itu adalah pahlawan kecil yang akan menjadi sekutu siapa pun selama bukan penghancuran yang menjadi tujuan akhirnya.


"Hei, Birdway. Bagaimana kalau kita bertarung kemudian baikan? "


Itu adalah Kamijou Touma.


Meskipun ia selalu dikelilingi oleh kemalangan, dia akan selalu menghalangi kemalangan orang lain.


Tidak peduli seberapa terluka dia.


Tidak peduli apakah ia sudah dikhianati, ditipu, dan ditembak di samping.


Dia akan selalu mengangkat tangan kanannya untuk melindungi orang lain.



Part 3[edit]


"Kenapa?" Gumam Misaka Mikoto sambil bermain-main dengan rambutnya di jalan pada tingkat atas.


Mungkin disebabkan oleh distribusi keramaian yang tidak biasa dikarenakan Ichihanaransai atau mungkin karena seseorang menyiapkan semacam trik, tetapi volume lalu lintas di tempat itu menghilang ke dengan tidak wajar.


"Mengapa aku harus ikut dengan apa yang Kau katakan? Apakah Kau dengan serius meminta seorang gadis untuk membantumu dalam suatu perkelahian? Kalau dipikir-pikir, aku tidak bisa memikirkan satu alasan kenapa aku harus mengikuti ini semua. "


Seseorang berdiri pada jarak yang agak jauh di jalan tersebut.


Dia memiliki bulu putih sebagai dekorasi rambutnya. Dia mengenakan gaun pendek dengan celana yang dikenakan dengan paksa di bawahnya, rompi antipeluru, dan pelindung yang menutupi siku dan lututnya. Semua aksesoris itu membuatnya terkesan sedang mengenakan armor. Dan di atas itu semua, dia memiliki pedang yang besarnya tidak wajar, yang disebut Claymore, yang menggantung turun dari tangannya. Dia tampak seperti sedang memegang salah satu lembaran baja yang biasa digunakan dalam proses konstruksi bangunan.


Sambil berjalan, ujung pedang ... atau lebih tepatnya, "sudut"-nya terdengar tergores di seluruh permukaan aspal.


Namanya Brunhild Eiktobel.


Bahkan tanpa menyembunyikan niat pembunuhnya atau agresivitasnya, wanita berambut pirang, bermata biru tersebut mengajukan pertanyaan dengan suara datar.


"Apakah kau musuhku?"


"Bagaiamana ya…..."


Mikoto kemudian mendengar suara dari belakangnya.


Dia berdiri saling berhadapan punggung dengan Dewa Petir Thor, yaitu seorang anggota GREMLIN yang bertanggung jawab atas pertempuran langsung.


Dia menghadapi musuh yang berbeda.


"Ayo, Miko-chan."


"Aku sudah bilang untuk tidak memanggilku dengan sebutan itu! Siapa sih kau ini !? "


"Mereka telah membentuk suatu kelompok untuk mengalahkan si pecundang Kamijou Touma, yang sudah ditembak dari samping tubuhnya, dan kemudian menculik seorang wanita bernama Nona Kreutune di depan matanya. Dan mereka akan membisikkan sesuatu ke kuping Fraulein Kreutune, yaitu dia akan bahagia jika mereka menggunakannya untuk tujuan mereka dan kemudian membunuhnya. Jadi apa yang Kau pikirkan, Miko-chan? Apakah Kau menyetujui itu? Apakah Kau menentangnya? Atau akan Kau mengambil rute cerdas hanya dengan berpaling? Sisi mana yang Kau ingin tempuh? "


"..."


Mikoto menghela napas.


Dengan nada kesal dalam suaranya, dia berkata, "Yahh…….seperti biasanya saja deh."


"Kau memang tahu cara melakukan berbagai hal."


"Aku kira dia tidak berubah sama sekali bahkan setelah menghilang di Hawaii dan menyelinap ke Baggage City. "


"Aku dengar itu adalah medan perang yang mengerikan, tetapi tampaknya ia masih berhasil menyelamatkan beberapa nyawa. Aku tidak punya hak untuk berbicara ... pada kenyataannya, Kau bisa mengatakan bahwa akulah yang seharusnya disalahkan ... tapi Kamijou Touma sedang berusaha untuk menyelesaikan hal-hal dengan orang yang bisa kau sebut sebagai penyebab utama dari semua kekacauan ini. Kau akan mendukungnya? Atau kau malah akan mengganggu tujuannya? "


"Tch."


Ada banyak yang ingin dia katakan.


Tapi Mikoto menyerah dan dengan ringan mendecakkan lidahnya.


Dia melakukannya karena dia telah melihatnya. Dia telah melihat tampilan penderitaan pada wajah seorang bocah SMA tertentu setelah insiden di Hawaii berakhir dan Mikoto menyadari bahwa Kamijou telah berbuat sejauh ini untuk tujuan orang lain. Dia telah bertarung, berjuang, kebetulan bekerja dengan senang hati, dan akhirnya berhasil mencapai tempat di mana dia bisa mengakhiri jala mimpi buruk yang ia telah picu sendiri. Ini adalah suatu jenis situasi yang tidak akan pernah datang lagi jika ia membiarkannya lolos di depan matanya.


Jadi, sekarang apa yang harus Mikoto lakukan?


Tidak, apa yang dia ingin lakukan?


Dia bahkan tidak ragu-ragu.


Bunga api putih kebiruan terbang dari poninya.


Dia perlahan-lahan berbalik untuk menghadapi Brunhild Eiktobel yang masih mendekat.


"Kau berutang padaku sekali."


"Bukankah kau seharusnya mengatakan itu kepada Kamijou-kun?"


"Itu memalukan, jadi aku katakan di sini agar dia tak bisa mendengarku."


Dengan sedikit senyum, Thor berbalik untuk menghadapi musuhnya juga.


Musuhnya adalah Silvia. Dia adalah salah satu dari hanya 20 Saint di dunia ini serta seorang elit yang mendapat peringkat tertinggi dari maid kerajaan, sekaligus orang yang menyandang gelar sebagai gadis kuil dan pengawal untuk keluarga kerajaan Inggris. Dia tidak mengenakan seragam maid yang tradisional dan elegan. Dia mengenakan celana kerja, celemek kerja, dan kacamata google dengan tampilan yang "entah bagaimana " menyerupai seragam maid biasa. Senyum yang bisa dilihat terlukis di wajahnya, yang juga menyatakan betapa bersemangat watak wanita ini. [Kacamata google adalah kacamata yang biasa digunakan oleh pilot pesawat di jaman dulu. Di masa lampau pilot menggunakannya karena pesawat zaman dulu tidak tertutup dalam bilik seperti sekarang, melainkan terbuka dengan hembusan angin yang kencang. Sehingga diperlukan kacamata untuk melindungi matanya dari kelilipan dan kencangnya angin. Benda ini mirip dengan kacamata renang.]


"Bagaimana kalau kita mulai sekarang?" Tanyanya.


"Mohon Maaf. Sepertinya aku membuatmu terus menunggu. "


"Oh, jangan khawatir tentang hal itu. Aku harus melihat sesuatu yang indah, jadi aku puas. ... Dan itu benar-benar indah. Aku berharap aku berada di sisimu kali ini. "


"Ini belum terlambat."


"Sayangnya, aku tidak bisa."


Suara sesuatu yang mengiris udara bisa didengar.


Itu datang dari, bundelan panjang panjang tali yang ada di tangan Silvia.


"Aku iri, tapi pasti Kau memahami bahwa ini bukanlah situasi di mana aku bisa bertindak berdasarkan keinginan pribadiku sendiri. "


"Musuhku tentu begitu menyedihkan."


"Mendengarkan itu membuatku pesakitan. Hal yang menyedihkan tentang menjadi maid adalah bahwa kita tidak bisa berjuang untuk kehormatan seperti raja atau kesatria. "


Konflik tidak bisa dihindari lagi.


Pertempuran antara petarung yang kuat akan menyebarkan kehancuran di seluruh wilayah, tak peduli apakah mereka menyukainya atau tidak.


Tetapi jika mereka bertarung di area ini, yang sejatinya hampir kosong, setidaknya akan lebih baik daripada bertarung di daerah kota yang padat sejara beruntun, bahkan jika mereka menyebabkan kerusakan di tengah-tengah keramaian kota, mereka tidak akan sadar seberapa banyak korban tak berdosa yang terlibat dalam dahsyatnya pertempuran mereka, dan ruang lingkup keseluruhannya tidak diketahui.


"Mjolnir ... Lakukan pemeriksaan sambungan terakhir. Setelah itu dilakukan, mulai pasokan. "


Begitu Thor menggumamkan kata-kata itu, warna matanya berubah.


Secara Harfiah.


Rambut dan ujung-ujung jarinya mulai memancarkan cahaya putih kebiruan yang pucat. Itu tampak seperti api St. Elmo yang mengambang di sekitar tiang kapal selama badai di laut. Tidak seperti sebelumnya, kekuatan Thor kali ini secara drastis meningkat karena campur tangan pasokan kekuatan dari pihak lain. [St. Elmo adalah suatu fenomena berpijarnya plasma karena lingkungan yang dipenuhi dengan muatan listrik kuat. Contoh fenomena ini adalah halilintar yang terjadi saat letusan gunung berapi. Wikipedia Bebas.]


Silvia bersiul.


"Aku paham. Jadi Kau biasanya menggunakannya jurusmu seperti itu. "


"Jangan mencoba untuk mengatakan ini tidak adil. Kau juga memiliki dua sumber kekuatan, yaitu sebagai sebagai Saint dan maid kerajaan. "


Saat ia berbicara, Thor dengan ringan melambaikan tangan kanannya.


Berkas cahaya yang mirip dengan pisau melengkung terpancarkan dari ujung jarinya.


Dan itu memanjang sampai 10 meter dengan segera.


Mengabaikan suara ledakan karena udara yang terpanggang, Thor membuka mulutnya untuk berbicara. Dia memasang ekspresi ketidaktertarikan di wajahnya meskipun mengeluarkan senjata yang cukup untuk meleburkan bangunanm hanya dengan melambaikan tangannya seperti sedang mengusir pergi seekor serangga.


Dan ini hanya suatu fragmen dari kekuatannya.


Ini hanyalah suatu percobaan untuk melihat seberapa jauh kekuatannya ditingkatkan.


"Mari kita selesaikan ini dengan cepat. Aku ragu bertarung dengan seseorang yang menyedihkan sepertimu akan menyenangkan. "

NT Index v06 214-215.png



Part 4[edit]


Accelerator dan Kakine Teitoku.


Keduanya adalah monster peringkat atas yang dibuat oleh Academy City dan dikenal sebagai # 1 dan # 2. Mereka sekarang berhadapan di lorong bawah tanah di dasar jalan layang bertingkat.


Konflik mereka tidak berpusat pada Fraulein Kreutune.


Mereka tidak memiliki alasan mulia berada di sana untuk melindungi kota, melindungi perdamaian dunia, atau mendukung atau menghentikan konspirasi seseorang.


Jadi apakah mereka bertindak berdasarkan emosi pribadi seperti kebencian?


Seorang wanita yang Accelerator kenal hampir tewas berkat serangan mendadak yang dilakukan oleh Kakine Teitoku dan kekerasan yang dibuat Accelerator ketika dia berada di batas emosinya pernah menghancurkan seluruh tubuh Kakine Teitoku dan menyudutkannya ke tepi kematian.


Tapi itu tidak cukup untuk menjelaskan semuanya.


Apa yang menjadi akar dari semua ini?


Mereka menatap satu sama lain, saling menatap, dan dengan hati-hati mengamati satu sama lain.


Sambil memegang tongkat modern, Accelerator meludahkan, "Menyedihkan."


"Begitukah?" adalah jawaban Kakine Teitoku dengan jujur.


Agak tidak jelas apakah anak itu benar-benar bisa dipanggil Kakine Teitoku karena lebih dari setengah organ internalnya telah diimitasi dan bahkan warna kulit yang menutupi tubuhnya telah berubah menjadi sesuatu yang tidak manusiawi.


"Ini sederhana. Ini benar-benar sederhana. Aku dipaksa untuk melakukan banyak hal sementara aku tersembunyi jauh bawah tanah. Itu semua memalukan, tapi aku juga mendapat beberapa keuntungan juga. Dan terima kasih untuk itu, aku dapat menggunakan tenaga sendiri untuk mengumpulkan semua yang aku miliki. Ini adalah sesuatu yang aku tidak punya sebelumnya. Ini adalah inspirasi baru. Dan, juga, sekarang aku penasaran. Aku sangat penasaran, dan aku harus ketahui itu. "


Kedengarannya seperti dia berbisik.


Kedengarannya seperti dia membuat perbandingan.


"Sudah sejauh mana aku tadi?"


Kakine Teitoku mengajukan pertanyaan jujur dengan ekspresi wajah seperti seseorang yang telah dirampas semua hak-hak istimewanya oleh sisi gelap organisasi dengan melucuti semua yang dia punyai sekaligus.


"Seberapa jauh Dark Matter milikku melenggang di dunia yang fana ini?"


Ada berton-ton hal yang ingin dia coba. Ada lebih banyak benda yang dia inginkan daripada jumlah bintang di langit. Tapi ada satu masalah yang harus diselesaikannya sebelum melaksanakan semua ambisinya itu.


Itu adalah…… sudahkah Kakine Teitoku melampaui Accelerator?


Tidak ada yang bisa dia mulai tanpa menyelesaikan masalah yang satu ini dan seketika ini selesai, jadi dewa sekalipun dia akan sanggupi.


Tapi ...


Si Nomor Satu hanya mengungkapkan satu kata dalam menanggapi ambisi lawannya ini.


"Menyedihkan. "


"Jika Kau benar-benar telah mempersiapkan segala sesuatu yang Kau tidak memiliki, Kau tidak akan terjebak pada isu itu. "


Apa yang seorang esper dapatkan ketika memperoleh kekuatan psikis Academy City secara ekstrem?


Apa yang seorang esper dapatkan ketika berhasil mengalahkan seseorang dan diklaim sebagai pengguna kekuatan psikis teratas?


Kekuatan bukanlah apa-apa melainkan hanya sarana ... bukan apa-apa selain alat.


Dia berhasil bertahan hidup dari serangan lepas-kendali Accelerator yang berupa sayap hitam berasal dari planet lain, berhasil memperoleh kebebasan setelah disegel di dalam tanah yang gelap dan menyakitkan, dan bahkan berhasil memperoleh kemampuan baru yang tidak dimiliki Accelerator yaitu memungkinkan dia untuk membelah diri dan memproduksi organnya sendiri.


Dia telah berusaha sejauh itu namun monster yang dikenal sebagai Kakine Teitoku ini tidak menemukan siapa pun yang ia ingin lindungi.


Bagaimana jika ...


Bagaimana jika ia menemukan hanya satu orang layak untuk dilindungi?


Bahkan jika itu menyedihkan dan tak sedap dipandang, bagaimana jika ia melihat dunia dengan sudut pandang yang lebih luas dan memperoleh semua itu?


Academy City # 2 adalah monster yang mungkin memiliki kekerasan luar biasa dan menyeramkan kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang tidak lebih dari kekuatan semata.


"Aku sudah muak dengan semua ini," ludah Accelerator dengan nada kecewa. "Kamu boleh saja sudah mengatur beberapa strategi, membuat persiapan, menunggu waktu yang tepat, dan menciptakan setiap mimpi buruk yang kebetulan terjadi sewaktu huru-hara masal kota ... tapi itu tidak ada gunanya. Caramu sekarang bahkan tidak layak mendapat pengujian dariku. Kau begitu menyedihkan. "


"Jangan bilang begitu," kata Kakine Teitoku dengan senyum yang begitu tipis di bibirnya. "Kondisi-kondisi yang Kau bicarakan tadi tidak menyertakan perihal lokasi. Lokasi bisa sangat penting. Aku memastikan untuk menunggumu di sini. Ya itu betul. Aku katakan lagi : pemilihan lokasi bisa menjadi sangat penting. "


"Apa?"


"Apakah tempat ini mengingatkanmu akan sesuatu? Atau apakah Kau bahkan tidak ingat lagi? Aku kira tenpat ini memang hanyalah seberkas memori yang tersimpan di otakmu yang bagai komputer itu. Kau kan orang sibuk yang begitu sering bepergian ke luar negeri seperti Rusia, Hawaii dan tempat-tempat lainnya, maka tidak terlalu mengejutkan jika Kau tidak akan ingat tempat sesempit ini. "


Accelerator tidak mengenali tempat itu.


Dia berada di sana hanya untuk satu hal, yaitu bertarung melawan Kakine Teitoku di kala itu selama konflik antara organisasi sisi gelap kota : GROUP, SCHOOL, dan ITEM. Itu sudah cukup untuk memutuskan pemenang antara # 1 dan # 2. Tapi seingatnya, pertempuran itu tidak terjadi di dalam lorong bawah tanah.


Namun, Kakine Teitoku terus berbicara.


Dia berbicara dengan jelas dan penuh percaya diri.


"Apakah Kau benar-benar tidak ingat? Kau benar-benar bajingan tanpa perasaan. Kau mencabut begitu banyak nyawa namun Kau bahkan tidak mengingat mereka? "


Sesuatu seperti duri kecil menusuk ke dalam pikiran Accelerator.


Tapi sudah terlambat.


Kakine Teitoku yang menguasai kekuatan Academy City Level 5# 2, Dark Matter, mulai melakukan aksi berikutnya.


"Ha ha! Ini adalah salah satu dari panggung-panggung tersebut! Ini adalah salah satu panggung bagi eksperimen berulang tersebut, di mana Kau membantai klon manusia untuk menjadi yang terkuat atau yang tak terkalahkan atau apa pun itu !! "


"Jangan bilang ... !!" teriak Accelerator saat ia ingat bahwa Kakine Teitoku memiliki kekuatan untuk menciptakan sesuatu yang kurang.


Tetapi perubahan sudah dimulai.


Beberapa zat putih yang tidak bisa disebut cairan atau benda padat tiba-tiba tersebar di setiap arah dari posisi Kakine Teitoku berdiri. Permukaan zat itu bergelombang, bangkit, dan membentuk wujud baru.


Accelerator tahu bentuk yang sangat baik.


Bentuknya dimodelkan mirip klon yang juga dimodelkan berdasarkan seorang gadis tertentu.


Para Sisters.


Orang yang Accelerator pernah bunuh dalam suatu percobaan kejam tertentu. Mereka melambangkan dosa-dosanya.


Pandangan mata Accelerator menjadi kabur. Dia tidak bisa menghentikannya.


Beberapa gadis dengan wajah yang sama persis memiringlan kepala mereka dengan bingung, menatap tangan mereka, memindahkan mata mereka yang hampa dan mengandung sedikit emosi, dan sebaliknya memeriksa kondisi mereka.


Dan bibir mereka bergerak.


Mereka bergerak.


"Misaka telah mencicipi makanan yang dikenal sebagai ramen. Jenis terbaiknya adalah tonkotsu dengan mie tipis, Misaka menganalisis. "


"Tidak tidak. Shio ramen dengan mie lembut adalah kelezatan yang sejati. Apakah Misaka harus menendang pantatmu? tanya Misaka sambil meraih kerahmu. "


"Jangan berani-berani keliru antara shio ramen dengan ramen shio mentega, kata Misaka sambil bergabung dengan keributan untuk membuktikan yang terbaik. "


Begitu tidak nyambung.


Cara gadis-gadis tanpa ekspresi tersebut dengan ringan memukul satu sama lain sementara secara tidak sengaja memamerkan pinggang dan membalik rok mereka, memberikan suatu pandangan mengerikan di saraf otak Accelerator.


Mereka bukanlah boneka.


Mereka bernapas, memiliki detak jantung, dan memiliki kehangatan kehidupan seperti orang lain.


Dan dia punya ...


Dia memiliki ...


"Oh, ini tidak seperti ini mereka yang sebenarnya."


Perkelahian gadis-gadis bewajah hampa itu tiba-tiba berakhir seolah-olah beberapa saklar telah diputus.


Kepala mereka berbalik dan lensa mata tanpa emosi mereka menatap langsung ke arah Accelerator.


Sesuatu yang besar telah secara paksa tercampur untuk membuat mereka mengabaikan keyakinan masing-masing.


Seolah-olah ...


Seolah-olah semacam eksperimen telah dimulai.


"Bahkan aku bisa memperbaiki seseorang yang telah benar-benar mati. Aku juga tidak bisa membuat sesuatu yang benar-benar identik dengan mereka, " kata Kakine Teitoku sambil menyeringai. Itu jenis seringai yang tidak akan pernah muncul di wajahnya setelah ia memperoleh apa yang benar-benar ia butuhkan. "Ini adalah alasan mengapa aku memilih lokasi ini. Aku kira Kau bisa menyebutnya 'pemikiran yang tersisa'. Bagaimanapun, aku telah mengambil semua informasi yang tersisa di daerah-daerah dan memberi mereka bentuk. Di sana, ada banyak cara untuk membaca pikiran, tapi bagiku itu seperti kaset atau CD. Aku menjalankan Dark Matter di permukaan bahan bergelombang untuk mendapatkan informasi. Kejadian yang pernah terjadi di sini meninggalkan jejak yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Rekaman vibrasi sisa-sisa memori memungkinkanku untuk memutar ulang saat-saat terakhir mereka. "


Mereka hanyalah imitasi.


Rasanya seperti mengulang suatu rekaman teriakan secara berulang-ulang.


Tapi suaranya asli dan nyata.


Pada akhirnya, itu adalah nyata.


Bahkan jika mereka sedang digunakan untuk tujuan orang lain dan bahkan jika mereka sedang dikendalikan dengan cara yang tak sedap dipandang. Gadis-gadis ini belum terdaftar pada catatan pemerintahan, sehingga tidak ada pemberitahuan tentang kematian yang perlu dicatat, mereka tidak memiliki kuburan atau sisa-sisa mayat, dan bahkan rekaman pada perangkat keamanan kota seperti kamera dan sensor gerk telah benar-benar dieliminasi. Tidak hanya itu, mereka diberi kematian yang irasional, tetapi tidak ada bukti bahwa mereka bahkan pernah hidup. Maka dari itu, yang dipergunakan Kakine ini adalah penggalan bukti yang sangat-sangat terakhir dari keberadaan mereka.


Mungkinkah Accelerator benar-benar menghancurkan mereka lagi?


Bahkan jika ia memiliki kekuatan untuk melakukannya, apakah tepat baginya untuk melakukannya?


Bagaimanapun juga, dia adalah Accelerator, orang yang telah dengan kejam merampok kehidupan gadis-gadis itu dengan tangannya sendiri.


Mungkinkah ia benar-benar sanggup untuk menghapus satu-satunya serpihan terakhir dari bukti keberadaan mereka di dunia ini?


"Heh heh. Sepertinya itu benar-benar bekerja."


# 2 tersenyum, dan tersenyum, dan tersenyum.


Dia benar-benar membuat suatu serangan yang sangat tepat untuk melumpuhkan seoran monster, yaitu serangan yang sungguh merupakan kelemahannya. Bukan serangan fisik yang dahsyat atau ledakan yang mematikan, ini hanya serangan mental.


"Kekuatan esper Academy City dikendalikan menggunakan kemampuan perhitungan tingkat tinggi. Bahkan jika Kau biasanya tidak berpikir seperti itu, Kau masih melakukan perhitungan yang rumit tanpa menyadarinya. Melenyapkan kemampuanmu yang aktif secara otomatis itu bisa sangat berguna. Tidak ada salahnya dimulai dengan ini, bukan? "


"Kau ..."


Bahkan semua ini hanyalah "permulaan".


Dia hanya melakukan ini semua untuk uji coba.


"Nah, Kau akan kehilangan kondisimu yang diperlukan untuk mengaktifkan refleksi-mu? Atau akankah kau mengeluarkan benda itu lagi….yaitu sayap-sayap hitammu? Apa pun itu, ini semua sedang berlangsung, aku tak sabar melihat hasilnya. Aku sungguh berharap Kau setidaknya membuat eksperimenku ini layak untuk menguji kemampuanku! "


"Kenapa kaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu ... !!"



Part 5[edit]


Kamijou Touma menatap langsung ke arah Leivinia Birdway.


Tetapi bahkan ketika dia melakukannya, yang benar-benar dia "hadapi" adalah Fraulein Kreutune.


"Apakah kau serius kematian adalah satu-satunya pilihan untuk menyelsaikan semua penderitaanmu?"


"Aku ..."


"Aku tidak tahu siapa temanmu. Aku tidak tahu persis apa yang sedang kau hadapi. Tapi Kau tidak boleh melakukannya. Jika Kau tidak tahan kehilangan teman, Kau tidak boleh memberikan rasa sakit yang sama kepda temanmu. "


"..."


"Ada seseorang yang ingin melindungimu hanya sebanyak Kau ingin melindungi mereka. Ada seseorang yang tidak ingin melihat kau terluka seperti halnya Kau tidak ingin melihat mereka terluka. "


Musuhnya kuat dan dia tidak bisa melepaskan pandangan mata darinya bahkan untuk sesaat.


Itulah sebabnya Kamijou berbicara dengan punggungnya menghadap ke arah Fraulein Kreutune.


"Jadi jangan terlalu siap untuk mengatakan Kau ingin mati !! Jika Kau hidup, berjuang, dan menderita, maka Kau dapat menemukannya !! Kau dapat menemukan jalan ke akhir di mana semua orang tersenyum! Kau tidak boleh menderita sendiri. Pasti ada orang yang ingin melindungimu dengan begitu kuatnya !! "


Dia tidak bisa terus berbicara lagi.


Leivinia Birdway telah diam-diam mulai bergerak.


Yang dia lakukan hanya tampak seperti sedikit menggoyangkan tongkat sihir yang dipegangnya.


Namun dalam kenyataannya, tongkat sihir itu berubah menjadi pedang di beberapa titik dan hembusan angin yang luar biasa tercipta. Anginnya memotong area antara Kamijou dan Fraulein Kreutune, dan benar-benar memotong jalan layang raksasa yang tampak seperti arena olahraga.


Dengan titik potongan bagai tepi, jalan layang miring dengan masih ditopang pada salah satu sisinya mirip seperti jungkat jungkit. Kamijou dan Birdway meluncur ke permukaan tanah.


"... Betapa bodoh," kata Birdway seolah menyemburkan kata-kata itu. "Fraulein Kreutune bukan manusia seperti yang kau pikirkan. Aku tidak tahu apakah dia cacat sejak lahir atau apakah dia mendapatkan perilaku aneh yang terlalu banyak, tapi setiap dasar dari susunan tubuhnya adalah di luar pemahaman kita. "


"Begitukah?" Potong Kamijou dengan santai. Dan ia melanjutkan lagi. "Kinerja tubuhnya mungkin bekerja pada beberapa teori yang rumit atau sulit untuk dipahami, tapi apa yang aku lihat pada dirinya adalah seorang gadis yang berusaha keras untuk melindungi temannya. Yang aku lihat adalah seorang gadis yang telah menerima banyak rasa sakit begitu lama ketika dia mencoba untuk bertahan dan bertahan lagi sehingga dia tidak hanyut dalam kesengsaraan, dan pada akhirnya dia memutuskan bahwa menyerah adalah cara yang termudah untuk menyelesaikan semua ini. "


"..."


"Dan hanya itulah alasan yang aku butuhkan untuk menyelamatkannya. Terlibat pada konflik antara GREMLIN dan kelompok Ollerus? Bagian akhir penting untuk membuat semacam tombak khusus? ... Aku tidak peduli tentang semua itu. Ada seorang gadis di depanku yang serius mempertimbangkan beberapa ide konyol tentang membuang nyawanya sendiri untuk menyelamatkan teman! Tidak ada alasan lagi yang kuperlukan untuk menyelamatkannya !! "


Saat dia berteriak, Kamijou mengingat apa yang Thor pernah katakan dalam restoran makanan cepat saji tertentu.


Musuhku pasti sudah menjadi menyedihkan.


(Itu benar.)


Kamijou akhirnya mengerti apa yang ia maksud. Memilih untuk tidak melakukan apa-apa karena takut membuat kesalahan dan dikendalikan orang lain bukanlah cara Kamijou biasa menyelesaikan sesuatu. Dia mungkin telah tertipu, diperalat, dan tanpa disadari diarahkan kepada beberap skenario tertentu, namun ia masih memiliki kekuatan kecil saat itu. Bahkan jika semua yang dia bisa lakukan hanyalah diperalat dan mematuhi seseorang yang akan menggunakan kekuatannya untuk kepentingan kelompok, dia masih bisa mengulurkan tangannya untuk menolong tangan orang lain.


Apakah masalah tentang siapa yang menang pada suatu skema besar?


Apa bagusnya hanya memutuskan untuk melihat dari kejauhan walaupun kau berada dalam posisi yang aman?


Apakah dia ingin menjadi seseorang yang menghabiskan begitu banyak waktu melihat gambar besar dan ia bahkan tidak menyadari bahwa kaki raksasanya menginjak-injak orang lain?


"Aku mendengar apa yang dikatakannya. Dia mungkin telah bergumam tentang fungsi dan memakan otak orang lain, tapi jelas aku mendengar itu. Dia bilang dia tidak mau makan otak itu. Maka aku membuat keputusanku sendiri. Ingin mengulurkan tangan untuk membantu adalah sifat manusia. "


"Bagaimana kalau kata-kata itu tidak lain hanyalah suatu yang palsu?"


Perkataan Birdway yang tajam, sedingin es sepertinya menusuk tepat ke hati Kamijou.


Ini adalah kata-kata dari musuh.


Dia benar-benar berusaha untuk menghancurkan inti dari hati Kamijou Touma.


"Kau keliru. Kau keliru tentang inti dari masalah ini. Kau keliru dalam keyakinanmu bahwa Fraulein Kreutune memiliki pikiran seperti yang sedangkal itu dan begitu juga denganmu. "


"Apa?"


"Ini bukan masalah yang baik dan yang jahat atau suka dan tidak suka. Fraulein Kreutune secara dasar sudah berbeda dengan kita. "


Birdway dengan ringan mengayunkan pedangnya.


Di beberapa titik, itu telah berubah menjadi suatu cangkir.


"Dia adalah makhluk yang hanya muncul untuk berpikir. Seperti itulah dia sekarang ini dan seperti itulah dia ketika namanya tercatat dalam dokumen sejarah. Dia selalu seperti itu. "



Makhluk hidup tidak memiliki fungsi untuk melaksanakan pemikiran yang kompleks atau memiliki emosi yang mendalam.


Dia hanya membuat perulangan "pikiran" yang bahkan lebih sederhana daripada seekor serangga. Itu mirip dengan proses berpikir robot yang tidak dilengkapi dengan AI kompleks yang biasa digunakan untuk mengontrol tindakan dan membuat keputusan. [AI (Artificial Intelegence) adalah kecerdasan buatan komputer]


Tempat dingin lebih baik daripada tempat yang panas.


Tempat hangat lebih baik daripada tempat dingin.


Dengan mengulangi keputusan yang hanya memiliki dua kemungkinan jawaban satu demi satu, dia bisa terus menemukan lingkungan yang paling mudah untuk hidup bahkan tanpa kecerdasan atau pengalaman.


Makan makanan yang manis lebih baik daripada makan makanan yang pahit.


Memilih tempat terang lebih baik daripada memilih tempat gelap.


Mengenakan kain lembut lebih baik daripada memakai kain keras.


Ketika ribuan dan puluhan ribu keputusan sederhana dibuat, suatu makhluk hidup mampu hidup di tempat yang optimal, makan makanan yang optimal, dan memakai pakaian yang optimal. Saat ia terus bergerak semakin jauh ke arah yang lebih nyaman, makhluk hidup membuat suatu keputusan tertentu.


Itu terkait dengan makhluk hidup yang dikenal sebagai manusia.


Apakah ia akan meniru mereka ataukah tidak?


Makhluk hidup mengambil keputusan, tapi dia gagal. Dia pergi untuk tinggal di suatu desa tertentu, tapi dia terlalu kuat. Fakta ini tidak merugikan siapa pun, tapi itu cukup bagi masyarakat untuk memperlakukannya sebagai sesuatu yang aneh dan berbeda.


Bahkan saat ia dilemparkan ke dalam sel tahanan dan diperlakukan sebagai penyihir, ia melanjutkan keputusan sederhananya.


Iya.


Makhluk hidup memutuskan untuk meniru orang-orang yang ada di sekelilingnya dan berperilaku seperti mereka sehingga dia akan diperlakukan normal oleh seisi desa, dan itu adalah jalan yang ideal untuk hidup nyaman.


Pendeta yang bijak mengatakan ...


Sekali lagi, makhluk hidup itu tidak memiliki fungsi pemikiran yang kompleks atau fungsi emosi yang mendalam untuk mengisi hatinya.


Dia hanya memiliki fungsi untuk terus membuat keputusan sederhana mengenai fenomena di depan matanya untuk menuju ke arah yang lebih nyaman.


Jadi ...


Pendeta yang bijak mengatakan...


Dari mana citra wanita tersenyum dalam dokumen-dokumen tua tersebut berasal? Dari manakah berasal wanita yang tersenyum dan bersikeras berargumen bahwa dirinya masih tetaplah manusia biasa meskipun tidak menumpahkan setetes darah pun ketika benar-benar disiksa dalam serangkaian aksi penyiksaan dan eksekusi?


Jawabannya sederhana.


Dia tentu saja tidak melakukan apa-apa selain melaksanakan keputusan sederhana nya.


Dalam sel penjara, ia mengamati perempuan lain yang telah ditolak oleh seisi desa dan tanpa alasan yang jelas dituduh sebagai seorang penyihir. Dan ia menirukan perilaku mereka.


Aku seorang manusia normal.


Aku sungguh bukan seorang penyihir jahat.


Matanya yang murni hanya mengamati wanita yang terus bersikeras pada saat-saat terakhirnya.


Jenis makhluk seperti itulah dia.


Seperti itulah Fraulein Kreutune.


Dia tidak membicarakan hal-hal itu karena dia memikirkannya.


Dia bersikeras bahwa tubuhnya yang tetap tanpa luka walaupun telah mengalami serangkaian penyiksaan masihlah bisa disebut tubuh manusia biasa, bukannya monster.


Itu hanyalah keputusan sederhana.


Semuanya tentang ya atau tidak.


Serangkaian nilai nol dan satu.


Perilakunya telah membuatnya tampak berpikir seperti manusia lainnya dan merasakan emosi seperti manusia lainnya. Karena dia telah melihat sekumpulan orang di desa sebelum dijebloskan ke kandang singa, dia lebih memilih tidak meniru perilaku hewan-hewan buas itu agar dianggap normal oleh manusia lainnya.


Terlalu banyak kejadian memilukan dan ironis dalam masa lalunya sehingga orang yang mendengarnya mungkin akan merinding seketika.



"Ketika kau mulai serius memperhatikan itu," kata Birdway sambil menyipitkan mata dan bermain-main dengan cangkir di tangannya, "sebenarnya tidak ada apa-apa dalam dirinya. Tidak peduli berapa banyak kata-kata yang dia gunakan dan tidak peduli berapa banyak ia menggertakan gigi dan menahan air mata, di dalam dirinya tidak ada suatu pendorong hidup yang jelas. Seperti itulah jenis makhluk yang dinamakan Fraulein Kreutune itu. ... Bagaimana kau bisa percaya seseorang seperti itu? Hati manusia pada umunya bisa mengendalikan 'fungsi'. Tapi dia tidak memiliki 'pikiran' yang nyata sehingga dia diperbudak. Jika pola dari keputusan-keputusan sederhana ... dari angka nol dan satu berubah sedikit, dia tanpa ragu akan memakan otak seseorang yang sebelumnya dianggap sebagai teman. Dan itu semua tidak lain hanyalah disebabkan sederhananya pikiran yang membimbingnya ke arah lebih nyaman. "


Tapi ...


"Aku percaya padanya," jawab Kamijou Touma dengan langsung meskipun mendengar semua itu.


Bahkan Birdway menunjukkan nada terkejut pada saat itu.


Kamijou melanjutkan, "Jika jawaban optimal yang diinginkannya adalah bahwa dia tidak ingin menyakiti temannya, tidak peduli proses apa yang menyebabkan keputusan itu. Jika dia adalah jenis manusia yang bisa menyimpulkan ke suatu jawaban yang baik, maka aku bisa percaya Fraulein Kreutune. "


"Apakah Kau mengatakan bahwa Kau bisa secara emosional memahami boneka yang terbuat dari logam dan plastik, yang ekspresinya dikontrol oleh program !? Apakah Kau mengatakan bahwa Kau akan melindungi sesuatu yang hanya memiliki penampilan manusia, bahkan setelah Kau telah ditembak di samping !? "


"Iya. Jika ada sesuatu yang tersenyum seperti manusia, menangis seperti manusia, memperhatikan orang lain seperti manusia, dan mencoba untuk melindungi orang lain seperti manusia, hendak dienyahkan, maka aku akan mengepalkan tinjuku. Tidak peduli dia terbuat dari apa atau program macam apa yang menjalankannya dari dalam. Dia bukan monster atau sesuatu yang aneh dan berbeda. Aku jauh lebih takut dengan orang-orang yang memiliki otak yang dapat memahami orang lain dengan baik tapi masih saja senang menipu dan menyakiti orang lain. "


"..."


Tapi ini bukan hanya masalah hipotetis.


Kamijou telah bertemu beberapa orang dengan keadaan yang kompleks di sekitar mereka. Dia telah bertemu seorang gadis yang dibuat dari sekumpulan bidang difusi AIM dan ia telah bertemu orang-orang yang terdiri dari jaringan klon manusia di mana mereka secara keseluruhan dapat mempengaruhi seorang individu dan seorang individu dapat mempengaruhi keseluruhan.


Tapi apakah itu masalah?


Apakah jika ada fakta bahwa seseorang memiliki bentuk atau sisi luar yang berbeda dari kebanyakan orang lain, berarti dia adalah suatu makhluk yang berbeda secara mendasar dari orang lain?


Apakah bisa disebut manusia jika seseorang mengesampingkan itu semua?


"Dan karena Kau merasakan hal yang sama sehingga Kau tidak menyerang Fraulein Kreutune sekarang ini, bukan? " kata Kamijou sebagai tantangan. Suaranya begtu yakin. "Kau berdiri di hadapannya dan berbicara kepadanya meskipun kau tahu dasar pemikirannya berbeda dari pemikiranmu sendiri. Lantas mengapa Kau memperlakukan dia sebagai suatu individu yang sama? Bukankah itu karena Kau memperhitungkan perasaan hati Fraulein Kreutune sebagai pertimbangan!? "


"Diamlah."


Sejumlah besar air muncul di sekitar Birdway. Air itu menciptakan dinding yang benar-benar mengelilinginya.


Dengan tatapan mata yang dingin, bos asosiasi sihir rahasia mengulurkan senjatanya yang secara simbolis mengendalikan air.


"Bahkan jika dia memang memiliki hati yang berbeda dengan hati kita semua, itu tidak mengubah apa yang harus kita lakukan. Untuk menghancurkan GREMLIN, metode untuk menciptakan tombak itu harus dihentikan. Jika aku membuktikan bahwa aku bisa melakukan itu, seseorang yang menjadi pusat dari kelompok itu akan mengambil tindakan. Butuh banyak pengorbanan untuk mendapatkan informasi ini. Aku harus memancing keluar Sihir Dewa Othinus dan menghancurkan dirinya. Itu adalah prioritas utamaku. "


"Jadi begitu ya tujuan akhirmu," gumam Kamijou sambil mengepalkan tinjunya sekali lagi. "Tapi Birdway, Kau mungkin akan melakukan ini semua dengan metode yang salah."


"... Apa maksudmu?"


"Bahkan jika Kau mengalahkan Othinus dengan mengorbankan Fraulein Kreutune dan bahkan jika GREMLIN benar-benar berantakan tanpa dukungan mental, mengambil jalan tercepat dan terpendek ini, yaitu dengan menipu dan menyakiti orang lain, itu semua hanya akan membuat prasangka saling tidak percaya dan curiga. Tidak ada gunanya jika Kau dan Dawn-Colored Sunlight-mu hanya akan menjadi sekumpulan monster yang bahkan lebih parah daripada GREMLIN. Untuk dunia dan orang-orang yang ingin melindungi sesama, ini hanya akan mengubah nama musuh mereka. Ini tidak akan membawa suatu kedamaian. Dan kemudian, " kata Kamijou tanpa membiarkan kata-katanya berakhir. "Mari kita akhiri ini. Aku akan menghentikan kau di sini sehingga tindakanmu tidak mengarah ke suatu kesimpulan yang mengerikan sehingga kau tidak akan menyandang predikat sebagai penjahat suatu hari kelak!! "



Part 6[edit]


Di lorong bawah tanah, di tingkat terendah jalan layang bertingkat, gadis dengan wajah yang sama dengan yang pernah Accelerator bantai ... atau lebih tepatnya, sesuatu yang putih yang menyerupai bentuk mereka ... menyerang Accelerator. Mereka bergerak secepat sepeda motor dan mereka kadang-kadang menendang dinding atau pilar untuk mempertahankan rangkaian serangan mereka. Hal ini tentu saja sesuatu yang tidak pernah bisa gadis-gadis itu lakukan sebelumnya. Tapi itu masihlah sesuatu yang Accelerator bisa dengan mudah bayangkan.


Jika para Sister telah mendapatkan tubuh yang terbuat dari Dark Matter, mereka sangat mungkin memilih strategi yang tepat.


(Terkutuk Kau ...!)


Pandangannya goyah. Dia bisa merasakan sakit menusuk-nusuk di bagian belakang kepalanya.


Dia langsung melakukan perhitungan untuk mengendalikan vektor yang diperlukan untuk menghadapi serangan di depan matanya. Dia dengan sempurna menangkap gerakan gadis-gadis yang bergerak rendah seakan meluncur di lantai, berputar-putar sekitar pandangannya, atau menendang pilar untuk menyerang dari atas.


Dia berhasil melakukan itu, tapi ia tidak bisa melakukan serangan balik.


Suatu langkah benar-benar tidak sering dilakukan oleh Academy City # 1, yaitu, ia hanya memindahkan tubuhnya ke samping untuk menghindari serangan. Dia mengambil tindakan untuk menghindar dengan tipis berbagai ayunan lengan ramping mereka dari berbagai arah sekaligus.


Dia tidak takut terkena serangan mereka.


Karena mereka terbuat dari Dark Matter, memang benar bahwa tinju mereka menjadi senjata tumpul yang lebih berat daripada palu besar yang dengan mudah bisa menghancurkan wajah manusia. Dan kuku mereka bisa membelah mangsa mereka lebih mudah daripada sepasang kawat pemotong yang bisa mengiris kabel setebal jari. [Beberapa jenis kawat tidak hanya digunakan sebagai pengikat, melainkan juga pemotong karena mempunya sisi yang semakin tajam bila digesekkan.]


Tapi ...


Dia tidak menghindari karena ia takut jikalau tubuhnya sendiri terkoyak.


Itu justru sebaliknya.


Dia takut refeksi-nya akan menghancurkan lengan dan kaki mereka.


Tentu saja, ini bukan situasi di mana ia seharusnya melakukan perlawanan setengah-setengah seperti itu.


Kakine Teitoku memegang tangan kanannya dari depan di tempat dia berdiri agak jauh.


"Pertahananmu sungguh terbuka."


Suatu gemuruh besar meledak keluar.


Seluruh lengan berwarna putih bersih milik Kakine Teitoku berubah menjadi sayap raksasa. Bulu tak terhitung jumlahnya yang membentuk sayap itu berubah menjadi pisau yang tajam. Ditembakan dengan ledakan. Atau lebih tepatnya, berbaring seperti tombak dengan kekuatan yang luar biasa, membungkuk, dan secara bersamaan menyerang Accelerator dari berbagai sudut di sekelilingnya.


Sayap-sayap tajam itu pun tidak repot-repot menghindari tubuh para Sisters.


Malahan, dengan simpelnya menembus tubuh gadis-gadis itu seakan tidak menghargai keberadaannya.


Accelerator tidak dapat menghindar kali ini dan pikirannya yang terguncang membuat kemampuan refleksi-nya tidak konsisten. Salah satu tombak itu merobek luka dangkal di sepanjang bagian atas bahunya. Tubuh Accelerator dilemparkan ke udara dan berputar-putar. Dia berhasil mempertahankan tubuhnya agar tidak roboh ke tanah, dan malahan, dia mampu menjaga keseimbangan dengan menggunakan ujung jari-jari kakinya. Baru setelah itu, ia menyadari ada adegan yang mengerikan terjadi tepat di depan matanya.


Mereka seperti serangga.


Mereka seperti serangga yang menempel di dinding dengan kaki yang panjang, sempit, dan sangat tajam.


"Ah ..."


Dia mendengar suara menggeliat aneh.


Itu adalah suara dari zat-zat yang berbentuk seperti Sister tersebut berulang kali melakukan gerakan mengantisipasi serangan meski telah ditahan dan terkaku di udara karena batang tubuh, lengan, kaki, atau bahkan leher mereka telah ditembus. Mereka tidak menangis kesakitan dan wajah mereka tidak meringis dalam ketakutan. Mereka bahkan tidak menyadari bahwa mereka telah dibuang. Boneka-boneka menyedihkan itu hanya terus setia melaksanakan perintah tuannya.


Wajah Accelerator seakan menggeliat dengan buruknya setelah melihat pemandangan itu, seakan dia ikut merasakan betapa sakitnya itu.


Tidak peduli seberapa keras ia mencoba untuk menekan rasa kepedihannya, dia tidak bisa melakukan apa-apa melainkan teringat masa lalunya yang kelam. Dia teringat gadis-gadis yang pernah diperlakukan seperti binatang percobaan, dan monster terkuat Academy City tanpa ragu mencabiknya sampai habis.


"Kau keparaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttttttttttttttttt!!"


Pandangannya mulai kabur.


Jika Kakine Teitoku hendak mempermainkannya, Accelerator serasa ingin membalas apa yang telah Kakine lakukan pada boneka-boneka itu sampai ribuan kali lipat lebih menyakitkan.


Tapi kemudian Accelerator melihat Kakine Teitoku menarik tombak yang tak terhitung jumlahnya yang membentang dari sayap-sayapnya. Ditusuknya badan gadis-gadis berkulit putih itu, seakan mereka adalah sate. Seolah-olah untuk menyudutkan Accelerator pada posisi “skak-mat”, Kakine Teitoku mengayunkan tombaknya yang ditempeli penuh oleh potongan-potongan tubuh rusak dan tercabik dari para sister, lengkap dengan kepala mereka beserta ekspresi wajahnya yang meringis dan mengerikan.


"Aku melakukan banyak penelitian tentangmu. Bagaimanapun juga, aku punya lebih dari cukup waktu untuk berpikir, " kata monster # 2 dengan tersenyum. "Tidak ada gunanya. Metodemu tidak akan bekerja. ... Kelihatannya Kau telah menebus apa yang pernah Kau lakukan. Model host yang memiliki kehendak keseluruhan dari Misaka Network telah mengampunimu. Tapi itu tidak berarti Kau telah benar-benar dima’afkan. Dan aku yakin Kau tahu fakta itu dengan sangat baik. " [Host di sini bukan berarti pelayan pria. Host di sini artinya adalah individu yang menerima cangkokan organ atau sel dari individu lainnya. Kamus Besar Oxford.]


"... !!"


Saat ia tidak mampu mengalahkan atau bahkan menyerang mereka, yang hanya Accelerator bisa lakukan adalah terus menghindar.


"Bagaimanapun juga, Kau melihat Sister sebagai sesuatu individu yang memiliki keseluruhan kumpulan Misaka Network namun Kau juga tampaknya berpikir bahwa kepribadian individu masing-masing terminal harus diakui. Jadi apakah kehendak jaringan secara keseluruhan akan menerimamu? Jadi, apa? Hanya orang yang tewas bisa memahami bagaimana rasanya kematian. Jika Kau berpikir tentang hal ini, itu harusnya sudah jelas bagimu. "


Dia mengoyak mental Accelerator dengan kata-katanya.


Dia menggali kepribadian Accelerator semakin dalam.


Accelerator pikir dia telah memotong segala bentuk vektor getaran udara, tapi apakah dia menyukainya atau tidak, suara yang penuh dengan kebencian tersebut benar merasukinya, membuka paksa pikirannya, menyelinap masuk dengan terang-terangan, dan menusuk ke dalam hatinya. Duri-duri yang sekali menancap tidak bisa dicabut tersebut mengikis ketenangannya sedikit demi sedikit. Perhitungan yang mengendalikan kekuatan besarnya itu semakin berantakan.


"Dan tidak ada lagi jalan bagimu untuk menentukan apakah Kau benar-benar telah diampuni ataukah belum."


Accelerator benar-benar diringkus dalam trik Kakine Teitoku.


Dia seakan terjebak di kandang yang terdiri dari kata-kata yang lembut.


"Bagian akhir dari memori-memori para gadis itu mungkin ingin menyampaikan ini padamu. Ini adalah potongan informasi pribadi terakhir yang tetap berada di dunia ini. Tapi ... apakah itu benar-benar penting? Jika Kau menghancurkan mereka, meremukkan mereka, dan mengirim mereka ke dalam kegelapan abadi, mungkin saja dosa-dosamu akan menghilang bersama mereka. Kecurigaan akan dibiarkan begitu saja. Jika ini adalah sesuatu yang tidak pernah bisa diketahui, maka tidak ada masalah, bukan? Dan kemudian Kau dapat kembali ke duniamu yang damai dengan semua kenangan pahit yang terlupakan. "


Kesadaran Accelerator telah dijerumuskan ke dalam kekacauan seperti ini, ia hampir tidak bisa memahami kata-kata yang diucapkan lawannya itu.


Dan suara lembut Kakine Teitoku mengoyak sarafnya lagi.


"Tapi bagaimanapun juga ..."


Dia begitu dipenuhi dengan amarah sampai-sampai ia hampir kehilangan keseimbangan. Dan ketika dia benar-benar terpojok, dia akhirnya menyadari sesuatu. Tidak hanya ia mampu mengendalikan kekuatannya, tapi juga ia bahkan tidak benar-benar melaksanakan perhitungan, ia bahkan nyaris menyadari bahwa dia mampu berdiri dan berjalan dengan dua kakinya sendiri dan otaknya yang terluka.



"Hancurlah oleh perwujudan dari dosa-dosamu sendiri dan matilah, dasar cacing."


Gadis-gadis putih dengan bentuk yang sama seperti para Sister bergegas untuk mengambil keuntungan dari peluang tersebut. Lengan yang tak terhitung jumlahnya yang setara dengan daya hancur palu besar dan kawat pemotong menyerbu ke arahnya sekaligus.


Selesai sudah.


Seperti itulah seharusnya.


Akan tetapi ...


Suatu sinar cahaya yang luar biasa terang tiba-tiba menerobos dinding dan meledakkan salah satu gadis berkulit putih.


Kejadian ini terjadi tepat di depan Accelerator yang sempat ragu untuk menyakiti lawannya meskipun ia berada di suatu bahaya besar.


Dia tampak tercengang.


Dia merasa seperti pikirannya telah dipanggang oleh pancaran cahaya putih tersebut.


Sesosok wajah mengintip melalui lubang besar di dinding yang tepi-tepinya masih berpijar berwarna oranye. Di sana ada wajah seorang monster lainnya dari kota ini yang telah dibuat dengan pengembanga nteknologi kekuatan psikis modern seperti Accelerator dan Kakine Teitoku.


Dia adalah Mugino Shizuri.


Dia adalah Academy City # 4. Dia adalah gadis yang juga dikenal sebagai pemilik kekuatan Meltdowner.


Munculnya ancaman baru ini menyebabkan gadis-gadis berkulit putih menghentikan serangan dan merubah formasi mereka mereka untuk berurusan dengan serangan dari kedua belah pihak.


Mugino mengabaikan mereka dan berbicara dengan nada kesal.


"Ayolah # 1. Jika Kau ingin mati, maka cepatlah selesaikan ini. Menunggu giliranku seperti ini membuatku kesal. Seperti yang Kau lihat, aku sudah meledakkan salah satu dari mereka, tapi jangan terlalu kecewa. Salahmu sendiri menghabiskan begitu banyak waktu hanya dengan melawan sesuatu yang seperti ini"


Accelerator merasakan cubitan rasa sakit di kepalanya. Ini menyebabkan dia berteriak.


"Kau ... !!"


"Jangan marah padaku, hey monster kecil. Kau sendiri tahu bahwa kau sedang marah pada orang yang salah, kan? " Mugino dengan ringan melambaikan jari telunjuknya yang terbuat dari teknologi canggih juga dan melanjutkan. "Hanya orang yang tewas, yang bisa memahami rasanya kematian. Dia benar tentang itu. Tapi memori sisa yang dibentuk untuk menjadi wujud baru? Suatu fonograf yang mengulang saat-saat terakhir mereka? Siapa yang peduli? Boneka-boneka yang dia buat itu bukanlah mereka. Dia hanya membuat model manusia dengan menempatkan “tanah liat” di atas tulang mayat. " [Fonograf adalah alat untuk merekam bunyi dari Inggris pada sekitar tahun 1877. Biasanya dipergunakan untuk memainkan musik. Jika anda pernah melihat piringan hitam yang berisi rekaman suatu musik kemudian dimainkan pada semacam alat yang memiliki corong besar dengan jarum yang digunakan untuk menggores piringan hitam tersebut, maka itulah Fonograf. Kamus Besar Oxford]


"..."


"Mungkin ada orang di luar sana yang benar-benar dapat membayangkan bagaimana rasanya mati dan meneteskan air mata karenanya. Mungkin ada orang yang diwarisi beberapa urusan belum kelar dari orang mati, kemudian menyelesaikannya. Mungkin ada orang yang menyelamatkan orang mati dengan cara seperti itu, tapi itu bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan oleh orang seperti kita, yaitu orang yang membunuh orang lain sementara terendam dalam kejahatan. Apa boleh buat, tidak ada yang bisa kita lakukan lagi, " kata Mugino.


Komentar terakhir itu tampaknya menusuk mental Accelerator.


Tapi dia tidak berhenti di situ.


"Orang mati tidak dapat dihidupkan kembali tidak peduli teknologi apa yang digunakan. Jika kita bandingkan dengan CPR, seseorang yang jantungnya telah berhenti dan seseorang yang jelas mati adalah dua hal yang sangat berbeda. ... Kau pasti sedang hidup di dunia yang naïf, jika Kau semudah ini terjebak dalam suatu perasaan yang sentimental. Apakah Kau berpikir seseorang yang Kau telah bunuh mungkin bisa hidup kembali? Bahkan jika mereka bisa hidup lagi, apakah kau pikir dosamu akan terampuni? Aku heran kau masih bisa hidup dengan tenang jika masih saja memiliki pemikiran yang seperti itu. "


Peristiwa itu terjadi sebelum fajar.


Sisi gelap dari Academy City telah menyerang Mugino Shizuri menggunakan seseorang yang tampak persis seperti Frenda Seivelun. Ketika itu terjadi, emosinya tidak kacau dan dia mampu tanpa ragu menghancurkan musuh dengan Meltdowner miliknya. Sehingga bisa dikatakan Mugino lebih cakap dalam mengendalikan emosinya daripada Accelerator, ketika harus berhadapan dengan borok masa lalunya yang kembali disayat.


Orang mati tidak bisa dihidupkan kembali.


Hanya orang yang terbunuh yang bisa berbicara tentang bagaimana rasanya diambil nyawanya. Atau setidaknya, seseorang yang telah menodai tangan mereka dalam kegelapan tidak pernah bisa berbicara tentang mereka.


Bagaimana jika ...


Bagaimana jika sesuatu yang tampak seperti mereka tersebut dikendalikan oleh seseorang yang masih hidup dan menggunakannya sebagai alasan untuk bisa melontarkan kata-kata busuk, yang pada akhirnya hanya akan menyudutkan lawan dan menguntungkan dirinya sendiri?


Itu akan menodai orang mati.


Itu adalah metode yang sangat rendahan, yang bahkan seseorang mungkin tak akan berdosa jika marah dan menghabisi orang tersebut.


"Aku membaca laporan tentangmu dan klon-klon itu," kata Mugino. "Itu sungguh lucu jika dibandingkan dengan aku yang membunuh tanpa alasan sama sekali. Kau masih memiliki beberapa alasan yang rumit dan berbelit-belit seandainya kau tidak mau disalahkan. Kau mungkin akan masuk neraka seperti aku, tapi mungkin ada beberapa hal yang dapat Kau lakukan sebelum Kau pergi ke sana. ... Jadi apa yang akan Kau lakukan? Jika Kau ingin menipu diri sendiri dengan berpikir bahwa Kau benar-benar sudah ikhlas untuk mati dan membiarkan mereka membunuhmu sebagai pembalasan dendam, okelah menurutku. Jika Kau ingin memberikan kembali martabat orang yang sudah beristirahat dengan tenang dari bajingan yang menggali tulang-benulang dan menambahkan daging kepadanya untuk hiburan sendiri, okelah menurutku. Ini adalah kehidupanmu yang menyedihkan. Lakukan apa pun yang Kau inginkan. "


"Aku tahu ..." Kata-kata itu menyelinap keluar dari gigi Accelerator yang dia gertakkan seolah-olah ia mencoba untuk menghancurkan giginya sendiri. "Aku tahu itu. Aku tahu bahwa aku hanya menjilati lukaku sendiri. Aku tahu mereka hanya terlihat seperti kenyataan karena aku membubuhkan lukaku sendiri di atas mereka. Tetapi meskipun demikian ... "


Seolah-olah Accelerator sedang membuka boroknya sendiri dan membiarkan darah gelap mengalir darinya.


Dia memilih untuk menyentuh rasa sakit terbesarnya.


"Mereka adalah ... Mereka adalah bukti akhir bahwa orang-orang yang aku bunuh dulu pernah ada. Tidak peduli betapa mengerikan metode yang memperalat mereka, mereka masihlah bukti akhir bahwa pernah ada nyawa yang kucabut di sini !! "


"... Itu semua hanya alasan," sembur Mugino. "Kau mengatakan bahwa semua yang ada di sini hanyalah sisa. Kau bilang ini semua adalah berkas-berkas kehidupan seseorang. Nah, semua itu telah dicuri, digunakan dan dikendalikan. Jika kau bisa menerimanya ... jika Kau – yang belum mati – menganggap itu adalah sesuatu yang bisa diterima, maka ikhlaslah jika kau terbunuh di sini dan jadilah pencundang sampai kiamat. Aku akan menyelesaikan semuanya setelah itu. "


Dia tidak mengatakan semua ini untuk memperingatkan dia dari jalan yang dia ambil.


Dengan jalan yang telah dia pilih, dia pasti tidak memenuhi syarat untuk melakukan itu.


"Jangan berpikir Kau bisa mengakhiri ini tanpa mengotori tanganmu."


Meski begitu, sesuatu tidak cocok.


Dan Mugino berbicara.


"Kau harus mengotori tanganmu untuk memberikan akhir yang bersih bagi yang telah mati. Hanya pembunuh yang sanggup tahu bagaimana rasanya mencabut nyawa seseorang, tetapi hanya orang hidup yang bisa bertindak berdasarkan perasaannya kepada yang mati. ... Menolak dan melarikan diri adalah dua hal yang tidaklah jujur dan tidak pula berakhir dengan kedamaian. Itu adalah seorang yang pengecut. "


"Ah ...."


Sebenarnya, ia tahu betul akan hal itu.


Bahkan jika dia terluka, runtuh dengan menyedihkan ke tanah, dan telah hidupnya dicabut di sini, tidak ada kematian lagi, sehingga mereka tidak akan memikirkan apa-apa terhadap orang lain. Seluruh alasan pembunuhan itu adalah seperti tabu karena merampok fungsi dasar seseorang.


Dia hanya membutuhkan tekad.


Dia harus memberikan kesangsian baru untuk apa bisa mendukung jiwanya secara mendasar.


Bahkan jika kehendak keseluruhan Misaka Network telah menerimanya ...


Bahkan jika satu unit khusus yang dikenal sebagai Last Order telah memaafkannya ...


Itu tidak berarti semua sudah berakhir.


Tapi ...


Tidak ada alasan untuk mengabaikan sisa-sisa orang-orang mati yang sekarang dipergunakan sebagai mainan.


"... Aku akan menghancurkan mereka," gumam Accelerator. Kekuatan besar mulai memasuki suaranya. "Ini tidak akan apa-apa. Jika Kau membutuhkan sesuatu untuk membuktikan bahwa Kau ada, akulah yang akan menjadi saksinya. Aku akan menggali dunia ini begitu dalam untuk meninggalkan tanda tak terhapuskan yang akan membuktikan bahwa kalian ada di sini sebagai orang-orang yang dikorbankan untuk monster seperti aku. Rekaman-rekaman memori aneh seperti ini tidak lagi dibutuhkan. Aku hanya harus mengembalikan kalian ke tempat di mana sisi gelap ilmu pengetahuan seperti aku tidak bisa menjangkaunya lagi. Aku akan mengakhiri semuanya !! "


"Oh?"


Akhirnya, Kakine Teitoku membuka mulutnya setelah mendengarkan dengan senyuman tipis.


Dia bisa mengganggu perbincangan #1 dan #4 setiap saat, namun ia memilih untuk hanya menonton.


Seperti penonton yang mulai berbicara ketika semua permaianan sudah berakhir dan lampu teater datang.


"Seperti itukah caramu menerimanya? Hanya pembunuhlah yang bisa mengetahui bagaimana rasanya mencabut nyawa, sehingga Kau hanya akan mengklaim bahwa Kau tidak perlu tahu dan berhenti memikirkan semua dosamu? "


"Kau tidak akan pernah mengerti. Kau adalah tipe orang yang menempatkan kata-kata di mulutmu yang busuk untuk keuntunganmu sendiri dan tidak pernah menghadapi bagaimana perasaan orang mati itu sendirii. Mereka mengatakan bahkan kematian tidak dapat menyembuhkan seorang idiot. Nah, sepertinya tidak ada yang dapat menyembuhkanmu wahai pria menyedihkan. Kau kuat, tapi kau menyedihkan. Mungkin lebih baik untukmu jika Kau mati saja saat itu. Dengan cara itu Kau bisa memiliki kehidupan yang berakhir sebagai esper tingkat tinggi yang mengalahkan aku, si # 4. Tapi kau tidak tahu cara untuk berhenti ketika Kau berada di depan, dan sekarang Kau akan kehilangan itu semua. "


Nada Mugino seakan bosan.


Cahaya aneh yang terang keluar dari telapak tangannya.


"Dan bukannya aku tidak punya alasan sendiri untuk berada di sini. Aku diserang oleh Frenda palsu tadi malam. Kau adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kegelapan pada waktu itu dan kaulah yang paling berminat untuk bermain dengan orang mati. Aku tidak tahu apa tujuanmu, tapi aku akan membuat Kau membayar apa yang kau telah lakukan pada Frenda yang sudah beristirahat dengan di makamnya, dasar brengsek. "


  1. 1 dan # 4 memiliki serangan destruktif.


# 2 memiliki kemampuan untuk menciptakan.


Monster-monster ini telah terbagi menjadi dua kelompok dan saling melotot satu sama lain. Pertempuran dimulai pada saat berikutnya.



Part 7[edit]


Di di tingkat atas jalan layang bertingkat yang secara tidak wajar terdapat sedikit mobil, Misaka Mikoto dan Brunhild Eiktobel saling berhadapan.


Ini mungkin adalah suatu peristiwa bersejarah.


Di satu sisi adalah Misaka Mikoto si Railgun, salah satu esper peringkat atas yang dibuat oleh sisi ilmu pengetahuan.


Di sisi lain adalah Brunhild Eiktobel yang memiliki karakteristik bawaan dari Saint yang sangat langka bahkan di sisi sihir.


Mereka akan berbentrokan.


Bagi pertempuran yang kebetulan tersebut, itu akan berdampak efek besar untuk sisi sihir dan sisi ilmu pengetahuan.


Namun, pertempuran itu sebenarnya sangat timpang.


Esper Academy City mungkin memiliki kekuatan yang cukup besar, tetapi Brunhild Eiktobel mewarisi kualitas langka Saint dari ajaran Kristen. Dan di atas semua itu, dia juga memiliki kualitas langka dari Norse Valkyrie. Kedua kemampuan ini saling bekerja sama satu sama lainnya dan batas atas kekuatannya berubah selama periode tertentu seperti terang dan redupnya rembulan. Namun, ia saat ini tampaknya tidak memiliki masalah yang berhubungan dengan itu.


Dan ada masalah perbedaan sepele dalam kekuatan kedua gadis ini.


Brunhild Eiktobel bisa mencapai kecepatan tertinggi yang melebihi kecepatan suara.


Dan dia berkemampuan menggunakan kecepatan tertinggi tersebut dari langkah pertama.


Pada saat suara ledakan terdengar, itu sudah terlambat.


Dari perspektif panca indra tubuh seseorang, Brunhild sepertinya hilang begitu saja. Dan karena dia bergerak lebih cepat dari suara, orang tidak pernah bisa bereaksi tepat waktu berdasarkan suara.


Brunhild Eiktobel menyerang sampai titik tertentu tepat di depan Mikoto dan dengan penuh semangat mengayunkan Claymore yang tergantung menggunakan satu tangan.


Dia juga memutar pergelangan tangannya untuk mengayunkan pedang raksasanya secara mendatar horizontal.


Biasanya, ini merupakan upaya untuk tidak memukul lawan dengan pisau dari pedangnya. Namun, situasi di sini berbeda. Brunhild Eiktobel bisa bergerak dengan kecepatan supersonik dan Claymore yang ia pegang berbentuk seperti pedang raksasa yang dibuat dengan melampirkan pegangan pada lembaran logam.


Dia mengayunkan pedang dengan posisi mata pisau ke atas, seakan-akan dia melakukannya seperti ketika sedang mengibaskan kipas raksasa terbuat dari besi.


Kipas besi yang diayunkan dengan kecepatan supersonik itu memberikan gelombang kejut luar biasa.


Itu akan mengakhiri nyawa Mikoto.


Tidak hanya akan menghancurkan daging dan otot gadis level 5 itu, tetapi gendang telinga, paru-paru, dan trakea miliknya akan pecah dari dalam akibat gelombang kejut luar biasa.


Akan Tetapi ...


"Sialan kamu !!"


"!?"


Dia bereaksi sebelum memukul.


Suara tumbukan benda tumpul datang dari bawah kakinya. Tanah di bawah kakinya berpindah. Jalan layang di tingkat atas terbuat dari balok, termasuk kolom penyangganya. Gadis itu mengendalikan seluruh balok dengan magnet kemudian memiringkannya seperti jungkat-jungkit.


Ini menyebabkan bidikan Brunhild meleset dan terkaman Claymore beserta raungan supersoniknya terbang ke tempat yang jauh. Semua kaca pada salah satu bangunan di sepanjang jalan itu hancur berkeping-keping.


(Penggunaan listrik jangka luas? Jadi apakah dia menggunakan sejenis radar? Tidak, ini adalah ... !!)


Pasir besi tipis tersebar di seluruh permukaan jalan.


Bahkan jika gerakan Brunhild Eiktobel melebihi batas yang bisa direspon oleh indera gadis berambut coklat pendek itu, ia bisa melihat dengan jelas jalan apa yang Brunhild ambil berkat jejak kakinya.


Dan Misaka Mikoto tidak berhenti di situ.


Dia menjentikkan jarinya dan berteriak, "Tertelanlah !!"


Pasir besi menyembul di setiap arah.


Semua pasirnya mulai bergetar dengan kecepatan tinggi untuk menciptakan badai jarum pembunuh dan kemudian ditembakkan menuju Brunhild Eiktobel dari arah 360 derajat penuh di sekelilingnya.


Brunhild meraih Claymore raksasa dengan kedua tangan dan mengayunkannya membentuk lingkaran penuh.


Deru ledakan terjadi sedikit lebh lambat setelah bentrokan pedang dan pasir-pasir tersebut.


Udara di tempat itu tercabik dengan kecepatan luar biasa dan segerombolan pasir mematikan yang dikontrol oleh kekuatan magnet terhantam oleh kekuatan yang lebih besar dari ledakan supersonik. Pasir besi kehilangan bentuk dan meledak tersebar ke segala arah.


Mikoto meloloskan diri dari gelombang kejut dengan mengontrol potongan beton bertulang di jalan layang kemudian, dengan menggunakan material-material itu, dia membentuk dinding beton tebal di depannya. Dia menggunakan magnet sekali lagi untuk mengumpulkan pasir besi yang tersebar dan membidik target berikutnya.


"Pedang itu !!"


Brunhild Eiktobel membidik leher Mikoto dengan Claymore-nya, tapi pedang tersebut berhenti di udara.


Sekali lagi, serangkaian kejadian pertempuran itu bahkan berlangsung dalam hitungan detik.


Seolah-olah membenamkan dirinya ke dalam dinding beton dan dia menariknya keluar, Brunhild mengabaikan kekuatan magnetik besar dan menggunakan kekuatan lengannya yang luar biasa untuk mengayunkan pedang raksasa secara horizontal.


Tapi ...


"Satu detik ... sudahlah cukup !!"


Dia telah menentukan targetnya.


Bunga api putih kebiruan terbang dari poni Mikoto.


Dengan deru ledakan udara, tombak petir langsung menghantam Claymore baja. Bahkan Brunhild tidak bisa menghindari itu. Listrik bertegangan tinggi mengalir dari pedangnya yang terbuat dari konduktor ke pergelangan tangannya dan kemudian menyebar ke sepanjang seluruh tubuhnya.


Sementara itu, Mikoto mengayunkan tangan kirinya. Itu gerakan yang sama seperti yang digunakan pada olahraga bisbol.


Sesuatu yang besar bergerak seakan mematuhi pergerakan telapak tangannya.


Itu adalah semassa raksasa beton bertulang. Itu terbang langsung menuju Brunhild untuk melakukan gencatan yang mematikan.


Brunhild memaksakan pulih dari syoknya akibat sengatan listrik dalam sekejap dan sekali lagi menggunakan Claymore dan kekuatan fisiknya untuk menghentikan massa yang mungkin bisa menghancurkan bangunan dinding.


Dua lawan ini saling menahan sambil membenturkan senjatanya satu sama laim dan saling mengunci pergerakan.


"Dari penampilanmu, Kau hanya mengerti sedikit tentang sihir," kata Brunhild. Pikirnya, mungkin ada baiknya untuk mengenali lawannya kali ini dengan perbicaraan singkat. "Lalu kenapa kau berpartisipasi dalam konflik dengan Fraulein Kreutune lebih dalam? Aku tidak mencoba untuk memulai suatu argumen tentang dari sisi mana dia dimiliki, namun hanya mendekatinya saja, akan meningkatkan risikomu terlibat dalam inti konflik GREMLIN. "


"Aku tidak ingin mendengar itu dari orang yang tiba-tiba bergegas untuk mencoba membunuhku. ... Kalau begini terus, aku tidak tahu atau peduli tentang isu-isu pada gambaran besar itu. Sejujurnya, aku tidak memiliki alasan yang kuat untuk bertarung di sini. "


Saat menggunakan tangan kirinya untuk mengontrol bongkahan beton berbentuk palu tersebut, Mikoto menggunakan tangan kanannya untuk membuat pedang pasir besi.


Dan kemudian ...


"Tapi aku tahu satu hal."


"Apa itu?"


"Kau tidak perlu alasan yang jelas untuk menyelamatkan temanku. Jika Kau ingin menyelamatkannya, ya selamatkan saja.... Aku kenal seseorang yang terus mengatakan hal-hal bodoh seperti itu bahkan ketika ia berada di tepi jurang kematian, dan ia benar-benar menyelamatkan lebih dari 10.000 jiwa pada akhirnya. Dan idiot yang menyelamatkan begitu banyak orang tersebut, hari ini, juga sedang berusaha untuk menyelamatkan orang lainnya yang ke sekian kali, itulah kebiasaannya. Aku tahu aku tidak bisa menghentikan dia. Tidak peduli betapa aku benci ketika dia melakukan sesuatu yang berbahaya, membiarkan seorang pria yang hendak maju ke medan perang dengan memberikan support dari belakang punggungnya adalah tanda-tanda seorang wanita hebat !! "


Suatu suara derik keras datang dari beton tebal.


Sesuatu benda tajam seperti pisau dengan paksa membelah melalui beton dan menahan Claymore.


Pada saat yang sama, Mikoto mengayunkan pedang pasir besi dengan sekuat mungkin sebelum Claymore bisa menambah kecepatan.


Tapi ketika terjadi pertarungan yang melibatkan kekuatan fisik, dia pasti akan kalah.


Dalam serangan pertama, Mikoto melihat pasir besi bergetar dan tidak bisa mengiris baja lembaran yang membentuk Claymore tersebut. Dia segera melepaskan pedang pasir besi.


Sebaliknya, ia mengambil koin yang sudah dia persiapkan sebelumnya dan meletakkannya di atas ibu jarinya. Dia mengulurkan tangannya ke arah Brunhild Eiktobel.


Ini adalah teknik yang sekaligus menjadi julukannya.


Dia hendak menembakkan Railgun.


"Aku punya alasan sendiri. Aku ingin menyelamatkan si idiot itu, jadi aku akan melakukannya dengan caraku sendiri !! "



Suatu kedipan besar cahaya meledak keluar.


Di atas jalan layang yang sama, Dewa Petir Thor menyaksikan fenomena di belakangnya yang menyerupai ledakan dan merasakan getaran menyengat di kulitnya. Sebuah senyuman terbentuk di sudut mulutnya. Itu adalah senyum liar dan agresif seperti yang sering dia lakukan sebelumnyanya.


"Ohh, ohh. Sekarang, mereka sedang bersenang-senang. Aku tidak tahu apakah aku harus memuji Academy City karena kreasinya yang telah mengembangkan kekuatan semacam itu atau pujian pada Valkyrie yang masih saja bisa menjaga kecepatan supersoniknya walau sudah menerima serangan seperti itu. "


"Diamlah, nak."


Saint Silvia tampak di sebelah kanan Thor dengan ekspresi terkejut. Pisau fusi melengkung membentang dengan panjang lebih dari 20 meter dari lima jari-jarinya. Bahkan pada tingkat itu, tidak jelas berapa kekuatan yang diperlukan oleh seorang elektromaster dari sisi ilmu pengetahuan untuk bisa membuat cahaya pijar sepanas itu. [Fusi adalah reaksi dari inti atom cahaya melebur untuk membentuk inti yang lebih berat. Proses ini melepaskan sejumlah energi panas yang secara kasat mata bisa dideskripsikan sebagai cahaya bersuhu tinggi yang berpijar. Kamus Besar Oxford.]


Ekspresi takjub dapat dilihat di wajah Silvia.


Dari semua GREMLIN dan semua Saint, dia adalah wanita yang selalu berdiri paling dekat dengan Ollerus. Namun tingkat kekuatan yang dipertunjukkan Thor cukup untuk membuatnya tampak heran.


Dia sendiri memiliki kekuatan yang besar.


Bahkan, jika mereka tidak sekuat itu, baik Thor ataupun Silvia tidak akan mampu berdiri di tempat tersebut dan melakukan semua duel ini.


"Dengan tingkat kekuatan itu, Kau harusnya mampu menghasilkan 10 kali lebih panjang. Tidak ... Lebih dari itu. Jika Kau benar-benar dinamai Thor, maka sifat sejatimu masihlah belum kau tunjukkan. Kau tidak cocok dalam kategori dewa petir. "


"Meski begitu, aku masih merasa malu." Thor tampaknya benar-benar mengalihkan fokusnya. Dia mengalihkan pandangannya dari menonton pertempuran jauh, menuju ke musuh di depannya. "Aku ingin menghindari hal ini. Sebetulnya ini bukanlah kemungkinan terburuk dari serangkaian rencanaku, tapi masihlah merepotkan, yaaah, sebut saja kedua atau ketiga yang terburuk. ... Ini tidak menyenangkan. Keinginan membubuhku akan melibatkan banyak orang lain dan bahkan bisa memicu perang. Sebenarnya bukan aku yang ingin memulai semua pertikaian ini. "


"Jadi, kau menginginkan sedikit mungkin jatuhnya korban jiwa?"


"Jika memungkinkan, aku lebih suka menghindari bentrokan ini sejak awal," jawab Thor dengan jujur. "Jika aku dan seseorang dengan kekuatan yang hampir setara denganku terlibat dalam suatu pertarungan asli, setengah dari kota bisa saja habis. Jadi jangan khawatir, wanita muda. Aku akan menahan kekuatanku sebanyak yang aku bisa. Aku tidak akan melampaui tingkat dewa petir Thor. Jika Kau mati hanya karena kekuatanku yang sebagian besar masih tersegel ini, itu benar-benar kesalahanmu sendiri. "


"Hah hah. Kau tidak perlu khawatir tentang itu. "


Silvia tertawa dengan sombong.


Itu tawa yang terlalu kuat untuk seukuran seorang maid.


"Aku mungkin adalah seorang penyihir peringkat atas dalam hal itu."


Suara sesuatu yang mengiris udara bisa didengar. Itu berasal dari bundel tali yang Silvia pegang. Dia mengayunkan lengannya, mengayunkan bagian atas tubuhnya di sekitar, dan kemudian berputar di tempat. Pada saat dia melakukan itu, tali yang ditariknya itu membentuk suatu pola kompleks di udara.


Itu adalah kumpulan kompleks loop tali.


Ketika Thor berpikir bentuk tali Silvia itu tampak seperti benang yang digunakan untuk memutar gasing Jepang, sesuatu yang sangat buruk perlahan merasuki pikirannya.


Silvia bergerak.


Dia bergerak lebih cepat dan lebih cepat sampai masuk ranah kecepatan supersonik Saint sembari ia terus menggerakkan talinya yang berdasa dan seakan ingin mencekik lawannya. Saat dia lakukan itu, ada suatu kekuatan aneh yang mengaliri talinya.


Talinya secara paksa ditarik mundur dan banyak loop tercekat kemudian menghasilkan vektor yang seakan memutar obyek di dalamnya.


Tapi tampaknya tidak ada apa-apa di dalam loopnya.


Kecuali ada.


Ada udara.


"Sialan kau !!" Thor segera berteriak.


Ada ledakan.


Silvia meraih udara. Dari perspektif rumus fisika, itu adalah suatu tindakan yang mungkin saja terjadi. Bagaimanapun juga, bahkan udara memiliki beberapa daya aksi-reaksi. Ini bisa menciptakan gesekan. Sehingga adalah suatu hal yang mungkin untuk mengambil udara dan memutarnya seperti gasing Jepang.


Tapi, apakah itu bisa dilakukan dengan tubuh fisik manusia?


Seseorang harus mencengkeram semassa udara, memutarnya dengan kekuatan yang luar biasa untuk mengubahnya menjadi pusaran gelombang listrik, dan mengirimkannya ke sebuah target dari berbagai arah. Siapa yang bisa melakukan teknik liar seperti itu?


Masing-masing mampatan udara itu adalah lebih besar dari bola mesin derek yang bisa menghancurkan bangunan dan mungkin cukup untuk mengubur tempat penampungan bawah tanah yang biasa dipergunakan untuk berlindung dari tornado.


Fenomena ini diciptakan oleh kekuatan fisik yang luar biasa.


Hambatan aksi-reaksi udara yang kecil seharunsya tidak bisa dipergunakan untuk membentuk serangan seberat itu.


(Tapi itu tidak cukup untuk menjelaskannya !!)


Thor segera mengayunkan pisau fusi melengkung di tangan kanannya.


Udara tidaklah lebih dari sekedar udara. Dia mencoba untuk menerbangkan gumpalan gelombang kejut dengan memanaskan udara pada suhu besar sehingga mengembang dengan signifikan.


Tapi itu tidak berhasil.


Setelah dua atau tiga pukulan, pisau fusi melengkung tiba-tiba berhenti bergerak. Pisau-pisaunya berhenti ketika benda sepanjang 20 meter itu hampir saja menggapai tali yang masih menari di udara, yang Silvia putarkan dengan kecepatan tinggi.


"Kemampuan khususku pelindung," kata Silvia sambil melambatkan putaran talinya dan menanamkan kakinya dengan kuat di tanah. Meski begitu, beberapa puluh meter dari tali tersebut masih mengapung di udara seperti pita pada senam ritmik. "Orang-orang selalu marah padaku di Istana Buckingham karena kau sering menghancurkan peralatan istana, dan benda yang kuhancurkan terlalu banyak untuk seukuran kecerobohan penjaga. Jadi aku berpikir dengan keras dan panjang tentang cara untuk mencegah beberapa orang pembunuh yang akan melakukan aksinya di dalam kerajaan tanpa harus menghancurkan segala sesuatu di sekitarku juga. Lantas aku menyimpulkan sesuatu, yaitu aku harus meningkatkan kemampuan pelindungku untuk menekan kekuatanku yang berlebih tersebut. "


"Pola yang terbuat dari satu baris terus menerus dengan basis kekuatan malaikat Kristen ... Jadi itu adalah segel sihir Barat modern. "



"Itu benar."


Itu adalah metode untuk menarik Telesma keluar dari fase yang berbeda di dunia ini dan menyegel itu dalam suatu obyek. Jimat itu diselesaikan dengan referensi suatu pola naik dengan huruf abjad Ibrani yang diatur dalam pola untuk melacak nama malaikat yang ingin dipanggil.


Sepertinya, Silvia tidak berusaha untuk memperoleh Telesma. Dia mungkin ingin sesuatu yang berfungsi sebagai pengarah kekuatan besar di dalam dirinya sendiri.


Dengan kata lain, itu adalah segel untuk upacara pemanggilan.


Teknik itu bertindak bagai material semikonduktor pada suatu peralatan halus. Tai itu akan bergerak ke belakang dan kedepan untuk membiarkan kekuatan mengalirinya. Itu juga membebaskan kekuatan berdasar pada waktu dan situasinya, untuk bisa melepaskan kekuatan yang lebih besar bagaikan aliran arus air yang deras. Teknik semacam ini menggunakan kekuatan yang mengalir pada dunia ini di suatu fase lainnya. Serangkaian proses bekerja teknik ini akan sesuai jika dianalogikan dengan arus listrik yang mengaliri sirkuit untuk melakukan pola perhitungan kompleks.

[Beberapa paragraf di atas membahas persihiran. Jadi, terima saja kalimat-kalimatnya. Begaimanapun juga penerjemah tak pernah belajar ilmu hitam.]

"Aku membuat dinding Telesma di sepanjang tali sehingga membuat bentuk yang seperti 'tangan' tersebut, mengijinkannya bisa meraih udara."


Silvia sekali lagi mulai memutarkan loop-nya pada kecepatan tinggi.


Tali menggeliat di udara seperti mencoba untuk menjerat sesuatu.


Ular besar yang terbuat dari ikatan tali itu berenang di langit seakan hendak memamerkan taringnya.


"Wow ... jangan khawatir. Aku mungkin salah satu orang yang paling terampil di dunia dalam perihal tidak membuat orang lain terlibat dalam perkelahian aku. Tapi maid gila ini justru sebaliknya !! "


(Tidak baik. Dia tidak hanya menggunakan satu nama malaikat. Berubah dari Gabriel ke Raphael, kemudian dari Raphael ke Michael, kemudian dari Michael ke Uriel. Dia berusaha untuk membangun kekuatan masing-masing segel berturut-turut dari kekuatan sebelumnya !!)


Tarot dapat digunakan dalam berbagai cara, tetapi dalam sihir Barat modern, kartu terbalik dapat digunakan untuk mengambil keuntungan dari kedekatan antara empat elemen. Kartu yang ditempatkan di samping kartu lainnya saat ini bisa memperkuat simbolnya atau simbol kartu musuh.


Metode ini berbeda dengan apa yang pernah dipraktekkan oleh anggota Kursi Kanan Tuhan, yaitu hanya berkonsentrasi pada satu bentuk Telesma.


Bahkan jika sihir ini tidak bisa dibandingkan dengannya dalam salah satu dari empat elemen, metode ini berusaha untuk mengalahkannya secara keseluruhan dengan keseimbangan yang luar biasa.


"Jujur, sebenarnya tidak ada yang normal pada diri monster itu !!"


"Dapatkah aku menganggap itu sebagai pujian?"


Bahkan Thor tidak bisa mengikuti gerakan tali itu lagi.


Tapi dia bisa melihat efeknya.


Gerakan sebenarnya tali tersebut tidaklah lebih dari membuat simbol-simbol untuk mengaktifkan sihir. Dia bisa melihat sesuatu seperti debu abu-abu melayang seolah-olah dipandu oleh gerakan tali.


Detik berikutnya, seluruh blok jalan layang di arean itu berputar dengan paksa seperti gasing.


Suatu sosok cakar berwarna abu-abu yang terbentuk dari metode Silvia itu terlalu aneh jika disebut bagian dari tangan. Cakar-cakar itu telah mengambil segmen jalan layang yang panjangnya beberapa puluh meter dan membaliknya seperti meja teh. Tapi kecepatannya begitu luar biasa sehingga jalannya tidak hanya terbalik, melainkan terus berputar di tempat seperti kipas angin listrik.


Penopang jalan layang yang begitu besar itu, kini hancur sudah.


Thor dan Silvia bahkan masih berada di jalan layang yang sudah goncang tersebut.


(Kau pasti sedang bercanda !!)


Thor tiba-tiba terlempar ke langit dengan kaki berpijak pada udara. Kakinya berenang melalui udara mencari suatu tempat yang kokoh untuk mendarat. Sol sepatunya akhirnya mendarat pada sisi jalan yang sudah berputar beberapa kali. Tapi tidak tepat jika itu disebut “pendaratan”. Karena, bahkan jika ia berhasil berdiri di sana, ia akan diputar 180 derajat dan jatuh seketika setelah putaran kedua.


Tapi ada beberapa manusia yang bisa mengendalikan pijakan tak stabil itu.


Para Saint.


Mereka bisa bergerak dengan kecepatan supersonik tanpa bantuan.


Ada perbedaan besar antara apa yang bisa manusia biasa lakukan dan Saint seperti Silvia bisa lakukan dalam tenggang waktu sedetik. Bahkan jika tempat pijakan mereka sama-sama berputar dengan ayunan yang cepat, Silvia masih bisa bergerak untuk menyerang Thor walau dia hanya selama 0,1 detik menempel pada salah satu sisi jalan yang terus berotasi tersebut.


Sementara menjilati bibirnya dan terus mengontrol tali yang menari-nari di udara sambil membentuk beberapa segel, Silvia langsung menuju ke arahnya. Perasaan bahaya yang intens dirasakan oleh Thor. Serasa waktu berhenti pada saat itu, namun Silvia seakan tidak terpengaruh dengan berhentinya waktu dan teris menyerbu ke arahnya.


"Mjöooooooooooooolniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiir !!!!!" teriaknya.


Berkat pasokan kekuatan barunya, cahaya eksplosif melonjak dari anggota badan Thor. Dia tidak menggunakan pisau fusi melengkung untuk mengiris sesuatu. Dia menggunakannya sebagai gaya pendorong berkekuatan listrik untuk memacu kecepatan tubuhnya semakin cepat, mirip dengan roket.


Tubuh Thor berputar bagai gasing.


Dia berhasil menapaki sisi jalan.


Pada saat yang sama Silvia meraihnya.


Bukannya menggunakan tali, dia menyerang Thor langsung dengan tinjunya dua atau tiga kali.


Jika ia mencoba untuk memblokir pukulan-pukulan tersebut dengan lengannya, lengannya akan meledak. Thor dengan paksa memutar tubuhnya ke sekitar untuk menghindari pukulan. Dengan kecepatan seperti itu, gerakannya sendiri bisa saja merobek sendi lengan dan kaki-kakinya menjadi berkeping-keping. Sehingga doa menjaga gerakannya tubuhnya sepelan mungkin, tetapi tubuh manusia tidak dibuat untuk berfungsi dengan baik pada kecepatan tersebut.


"Ghhh ... !!"


Thor mendorong maju pisau fusi melengkung seolah-olah mencoba untuk menyerang Silvia dan tangkisan yang dilakukan pelindung, yang diciptakan oleh pola tali milik Silvia, mengirim dirinya terbang mundur.


Dia pikir dia telah melarikan diri.


Tapi tampaknya rencananya tersebut malah merupakan suatu kesalahan.


Dengan tidak ada pijakan sama sekali, Thor mulai turun ke bumi dengan kecepatan tinggi karena tarikan gaya gravitasi. Thor entah bagaimana berhasil mendarat pada pondasi yang berada di bawah tingkat yang lebih rendah.


Kemudian, rasa ngilu segera merambati sekujur tubuhnya mulai pangkal kaki sampai ujung rambut.


Silvia menempel di blok jalan yang masih berputar di udara. Dia dengan terampil berjalan di atas bongkahan potongan jalan layang tersebut dengan menyesuaikan ritme kakinya terhadap ayunan. Itu mirip dengan akrobat keseimbangan pada bola yang biasa dipertunjukkan seoarng badut di pementasan sirkus. Sembari dia melakukannya, dia memulai gerakan baru pada talinya. Segel baru demi segel baru tercipta dan masing-masing nama malaikat berganti dengan nama malaikat yang lainnya. Selagi melakukan metode pelepasan Telesma ini, kekuatan yang luar biasa berkumpul di sekelilingnya.


Dan kemudian Silvia melompat dari bagian jalan yang masih berputar di udara.


Blok beton bertulang tersebut berputar denan membuat gerakan aneh seakan mengikuti cara Silvia memutar tubuhnya. Seolah-olah dia mengendalikan melalui magnet. Seolah-olah blok itu terhubung ke kaki kanannya oleh sesuatu yang tak terlihat, massa raksasa beton dan aspal mulai berputar secara horisontal dan vertikal ... dan kemudian tiba-tiba turun seperti meteor.


Mata Thor terbuka lebar dengan syok dan dia berteriak, "I-idiot !!"


"Aku juga sering dipanggil seperti itu di Istana Buckingham."


Suatu getaran yang luar biasa mengguncang seluruh wilayah.


Rasanya seperti permainan cup-and-ball. Seolah-olah dia dengan sengaja menjungkalkan potongan blok jalan raksasa itu hingga menancap di jalan lainnya tempat dia mendarat. Blok jalan yang baru saja berputar-putar di udara itu diparkirnya dengan posisi tegak lurus. [Permainan cup-and-ball adalah permainan yang dinamakan “kendama” di Jepang. Mainan ini terdiri dari satu batang palu dan bola yang dihubungan dengan benang. Cara mainnya adalah melakukan “juggling” beberapa kali di udara dan ketika berhenti, bolanya harus tepat berhenti di beberapa bagian dari palunya. Permainan ini memerlukan ketangkasan memutar-mutarkan palu kayu tersebut. Wikipedia Bebas.]


Tentu saja, dia membantingnya ke bawah sehingga akan menjebak Thor di antara berat blok jalan raksasa dan pondasi di bawahnya.


"Nah, itu harusnya melakukannya," gumam Silvia dengan bosan saat ia mendarat di atas jalan yang barusan dia bantingkan ke bawah dan mengambil bundelan talinya dari udara dengan gerakan pergelangan tangannya. "Jika Kau ingin melawan seorang Saint dengan serius, Kau harus mulai dengan mengubah beberapa asumsi dasarmu. Aku dapat meningkatkan kecepatanku menjadi begitu tinggi hanya dengan membutuhkan waktu tak sampai sedetik, dan itu otomatis membuat momentum tumbukan menjadi berkali lipat lebih dahsyat. " [Momentum tumbukan adalah suatu besaran fisika yang merupakan vektor dan merupakan hasil kali antara massa suatu benda dan kecepatan. Berat badan Silvia adalah tetap, namun kecepatannya bisa meningkat dengan signifikan seketika. Sehingga momentumnya pastilah juga besar karena momentum berbanding lurus dengan massa dan kecepatan.]


Silvia kemudian berbalik untuk menghadapi lawannya yang tersisa.


Di arah itu, ada Brunhild Eiktobel yang masih menghadapi gadis berlevel 5 dari Academy City. Tentunya, jika gadis berseragam SMP ternama itu dikeroyok oleh 2 orang Saint, maka semuanya akan berakhir lebih cepat.


Tapi kemudian ...


Tanah bergetar. Silvia awalnya berpikir bahwa guncangan tersebut berasal dari potongan blok berat yang sudah tidak bisa menahan berat sendirinya sehingga mulai runtuh secara berkala, namun dia salah.


Tidak hanya bergoyang-goyang.


Dia bisa hawa seseorang yang bergerak mendekatinya.


"Apakah Kau lupa, dasar sampah ...!!?"


Dia mendengar sesuatu dari bawah.


Saat itulah Silvia akhirnya menyadari apa yang terjadi.


"Jangan bilang ... kau secara paksa mengangkat blok jalan itu dari bawah !?"


"Dewa Petir Thor adalah dewa berkekuatan super. Dalam sejarah mitologi Norse hanya ada dua makhluk yang bisa menggunakan petir palu Mjolnir yang begitu berat. Benda spiritualku termasuk ikat pinggang. Aku menyandang nama dewa perang yang dikabarkan lebih kuat daripada dewa yang mengoyak rahang Fenrir. Apakah Kau benar-benar berpikir hanya sebongkah blok jalan layang akan cukup untuk menghancurkan aku !? "


Pandangan Silvia langsung mengarah pada jarak 15 meter jauhnya dari atas kepalanya.


Tidak ...


Thor telah mengambil blok jalan yang berusaha untuk menghancurkan dia dan dilemparkannya blok itu tegak lurus ke angkasa.


(Jadi dia tipe petaung yang mengkosentrasikan tenaganya pada kekuatan fisik sedangkan memiliki kecepatan yang buruk.)


Silvia dengan tenang berpikir saat terbang di udara.


Dia adalah seorang Saint. Dengan kemampuan fisik luar biasa yang juga dia miliki, seharusnya dia tidak perlu begitu takut. Bagaimanapun juga, dia bisa melompat ke atap gedung di dekatnya dengan mudah sambil bersiulan dengan santai.


Tapi ...


(Tunggu ... 15 meter?)


Alisnya bergerak sedikit.


Dia merasakan bahaya.


Melemparkan benda seberat itu sampai 15 meter di udara adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh otot-otot manusia normal. Tapi berapa panjang pisau fusi melengkung yang membentang dari tangan kanan Thor tersebut?


"20 meter ... sialan! Dia bisa menjangkau aku !! "


Silvia dengan panik mengayunkan talinya sekali lagi untuk menarik keluar segel penghalang. Serangan itu terjadi di detik berikutnya.


Rasanya seperti seorang juru masak yang berjuang melawan lobak raksasa mengerikan dengan pisau dapur di tangannya.


Kelima cakar berpijar itu bergerak tanpa ampun untuk membidik Silvia dan memanggang potongan blok jalan yang mengambang di udara tersebut.



Part 8[edit]


Deru disebabkan oleh pertempuran mereka menyebabkan tanah berguncang dan itu adalah suatu tanda.


Leivinia Birdway adalah yang pertama kali menyadarinya.


Senjata simbolis di tangannya berubah menjadi berbagai bentuk untuk mencocokkan penggunaannya dan elemennya.


Sekarang, itu adalah cangkir.


Sudut empat arah itu mewakili simbol elemen air, bagian belakang, bulan, perempuan, dan warna biru. Juga mengendalikan salah satu kostum pada arcana minor tarot.


Dinding air berputar-putar di sekelilingnya sekaligus membentang ke atas. Setelah mencapai ketinggian tertentu, dindingnya melingkupi berbentuk cakram. Potongan bagian transparan dari dinding air itu berbentuk seperti payung raksasa atau pohon besar dengan ribuan ranting beserta buah-buahnya yang dingin dan tajam.


Waktu panen seakan-akan diwakili oleh hujan deras.


Hujanan belati yang terbuat dari air jatuh ke segala arah di sekitar Birdway. Bentukan seperti payung berada di dalamnya, yang menjadikan kumpulan dinding-dinding air itu senjata bertahan-sekaligus-menyerang yang mematikan.


Dia tahu.


Dia tahu bahwa Imagine Breaker bisa meniadakan kekuatan supranaturalnya, tetapi itu terbatas pada pergelangan tangan kanannya sampai ke bawah. Sehingga jawaban jika ingin mengalahkan Image Breaker bukanlah suatu serangan tunggal terpusat yang mematikan, melainkan adalah suatu serangan besar yang bisa membungkus seluruh bagian tubuh Kamijou Touma, secara beruntun.


Dia mungkin bisa meniadakan satu atau dua dari serangan-serangan tersebut.


Dia mungkin bisa menghindari serangan yang ketiga dan keempat.


Tapi itu akan menjadi yang terakhir.


Ribuan, puluhan ribu, dan ratusan ribu belati yang ditembakkan dengan begitu rapat sehingga tidak meninggalkan ruang yang cukup bagi manusia untuk terselip diantaranya, pasti akan membuat Kamijou Touma kewalahan, bahkan tidak bisa menghindar. Bagian tubuh si bocah SMA jabrik, selain tangan kanannya, pasti akan tersayat lagi dan lagi.


Paling tidak, begitulah seharusnya rencana Birdway bekerja.


Akan Tetapi ...


"... !!"


Suara bernada tinggi terdengar.


Kamijou Touma telah mengangkat tangan kanannya di atas kepala dan meniadakan salah satu dari banyak belati yang mendekatinya dengan ujung jari.


Tapi tidak berakhir di sana.


Di saat belati air tersebut hancur seperti kaca, fragmen yang tersebar ke setiap arah menyinggung belati lainnya di sekitarnya. Ini lintasan bidikannya berubah. Seakan efek domino, pecahan yang saling singgung dan membelokkan belati-belati air lainnya, menciptakan suatu ruang dan sela pada rentetan serbuan belati air tersebut. Terciptalah beberapa ruang yang sebelumnya tidak ada karena betapa rapatnya jarak antara belati-belati air.


Itu adalah fenomena yang hanya bisa terjadi ketika belati-belati air tersebut beterbangan dalam jarak yang begitu erat sehingga tidak ada ruang bagi manusia yang tersisa.


Semua belati air menerpa aspal dan mengirimkan bunga api oranye terbang di seluruh seluruh area. Daerah yang tidak terkena kerusakan akibat tikaman belati-belati air tersebut hanyalah berdiameter sekitar 1 meter di sekitar Kamijou.


Antisipasi.


Setelah begitu terbiasa melakoni banyak pertempuran dengan berbagai macam espers dari sisi ilmu pengetahuan dan berbagai jenis penyihir okultisme dari sisi sihir, Kamijou telah memperoleh naluri seorang petarung yang bisa dengan mudah memprediksi serangan lawannya serta kelemahannya. Ketika ia mencoba untuk memahaminya sendiri, itu hanya permasalahan akurasinya.


Tapi ekspresi Birdway tidak berubah.


"Aku sudah memprediksinya dalam rencana aku, dasar idiot," ia meludahkan perkataan itu.


Dia sudah menunggu saat setelah Kamijou menerobos semprotan belati air dengan hanya menggunakan tangan kanannya dan telah mengalihkan pertahanan menjadi serangan.


Pada titik di dekat sisi kiri Kamijou, secercah kecil cahaya putih muncul.


Di saat berikutnya, seberkas cahaya putih bersih meledak keluar. Itu adalah ledakan berbentuk kubah dengan diameter sekitar 10 meter. Ledakannya merobek langsung tanda-tanda jalan dan aspal. Dia tanpa ragu memamerkan taringnya saat Kamijou masih berpikir untuk bertindak.


Dia menyebutnya : “ledakan panggilan”.


Fenomena supranatural ini tidak disebabkan oleh mempersiapkan candi, senjata simbolik, nyanyian, atau upacara untuk secara kompleks menarik keluar dan menggunakan Telesma. Dia hanya menarik keluar kekuatannya dan membiarkannya begitu saja tanpa memberikan bentuk. Menyederhanakan dan mempercepat prosesnya akan membuatnya terdengar bagus, tapi itu sama dengan menembakkan roket tanpa melalui prosedur pemeriksaan keamanan. Jika seorang penyihir tanpa pengetahuan yang tepat mencoba untuk menggunakannya, mereka hanya akan menjadi korban horor karena mereka akan ditelan oleh kekuatan mereka sendiri yang telah dipanggil keluar.


"GHH ... !!"


Kamijou dengan paksa memutar tubuhnya dan mencoba untuk menekan ledakan dengan tangan kanannya.


Ini menciptakan celah yang lebih besar.


Leivinia Birdway sudah mengubah senjata simbolis ke dalam bentuk pedang yang mewakili angin.


Dia dengan santai mengangkatnya dan mengayunkannya ke bawah.


Serangannya akan memotong langsung melalui salah satu ujung medan pertarungan.


Dan menembus sendi bahu kanan Kamijou Touma.


Anak itu masih di tengah-tengah upaya menggunakan tangan kanannya untuk berurusan dengan ledakan panggilan yang muncul di dekat sisi kirinya. Dia tidak punya waktu untuk mengayunkan lengannya kembali dan memblokir pedang yang kali ini terbuat dari angin. Dan karena dia secara paksa memutar tubuhnya ke sekitar, dia hampir kehilangan keseimbangan dan karena itu tidak bisa melompat kembali.


Dengan kata lain, ini adalah skak-mat.


Birdway khawatir tentang fenomena tidak diketahui yang terjadi ketika lengan kanannya terputus, tapi Kamijou sendiri tidak bisa dengan bebas mengendalikannya makhluk-makhluk yang tersembunyi di dalam lengan kanannya itu. Jika memang harus berakhir seperti itu, tidaklah mengapa. Jika dia mulai mengamuk, itu hanya akan lebih banyak celah pada pertahanannya. Hanya dua atau tiga ayunan dari lengannya akan mengakhiri pertarungan bahkan jika hal itu terjadi. Tidak ada cara dia bisa mengubah situasi di sekitar. Seperti itulah kondisi skak-mat saat ini yang begitu menentukan.


Tapi ...


Akan Tetapi ...


Pedang angin milik Birdway ditembakan ke arah sesuatu yang lain.


Sesuatu itu berwarna putih murni dan bersinar.


Itu adalah cahaya terang ledakan panggilan yang seharusnya menyerang Kamijou Touma.


"Apa... !?"


Kali ini, aksi Kamijou berbeda dengan harapan Birdway. Dia segera mengubah senjata simbolis ke bentuk tongkat dan mengulurkannya secara horizontal.


Sudah tangan kanannya yang menyebabkannya.


Imagine Breaker tidaklah lebih dari kekuatan untuk meniadakan kekuatan supranatural. Itu hanya bisa digunakan untuk melawan kekuatan supranatural, dan tidak untuk yang lainnya. Tapi dia bisa menggerakkan dengan bebas kelima jari dan membuat berbagai bentuk yang berbeda dari tangannya. Dan apakah itu api atau air, kekuatan akan secara alami mengalir di jalur yang paling sedikit memberikan “perlawanan”.


Api akan menyebar ke arah dengan lebih banyak terdapat oksigen.


Air akan mengalir menuruni tempat yang lebih rendah.


Dan ...


Ada banyak teknologi yang diciptakan dengan menggunakan kaedah sifat-sifat ilmiah tersebut.


Misalnya, pistol menggunakan tabung yang terbuat dari bahan kuat untuk mengirim daya ledak mesiu pada satu arah untuk menembakkan peluru.


Misalnya, arah ledakan ranjau menyebar pada sesuatu yang berbentuk kubah agar memberikan kekuatan yang lebih untuk menembus lapisan armor keras dari suatu tank.


Saluran udara, kabel listrik, turbin gas, crane dengan bola besi perusak, lokomotif uap, ski, cerobong asap, pembuat pasta, pompa bahan bakar ... dan semuanya dalam arti yang lebih luas, bahkan jalan yang berisikan arus kedapatan manusia.


Itu semua tidak berbeda.


Dia tidak menggunakan Imagine Breaker untuk meniadakan kekuatan supranatural.


Dia membentangkan kelima jarinya sampai ke batasnya untuk menciptakan "dinding" terkuat dengan menggunakan tangan kanannya. Itu seakan-akan menciptakan semacam jalur rel panduan yang akan membawanya pada titik di mana terdapat " jalur yang paling sedikit memberikan perlawanan " pada daya ledaknya. Dia menggunakannya untuk mengirim ledakan panggilan ke arah pedang angin.


Singkatnya, Kamijou Touma menggunakan Imagine Breakernya untuk menangkis ledakan panggilan tersebut kea rah pedang angin.


"Apakah Kau lupa? Aku bertarung melawan Fiamma of the Right dengan langsung. "


Aksi Kamijou yang tak terduga ini menciptakan celah di pertahanan Birdway karena dia terkejut.


Kamijou menggebrak aspal untuk membuat suatu gaya aksi dorongan pada sepatunya. Atau lebih tepat dikatakan, dia mulai berlari dengan kecang.


"Semenjak pertarunganku dengan Fiamma, aku sadar betul bahwa ada kekuatan dengan tekanan yang cukup besar, yang tidak benar-benar bisa aku tiadakan dengan tangan kananku. Dan seranganmu tadi mirip dengan serangan bertekanan besat tersebut, Birdway !! "


Untuk pertama kalinya, Birdway menggertakkan gigi gerahamnya sedikit.


Dan dia meludahkan, "Apakah tanganmu sering melakukan teknik licik seperti ini? Kau mungkin bisa melancarkan satu serangan terhadapku sekarang, tapi Kau masih bukan tandinganku !! "


Sementara masih memegang tongkat secara horizontal, Birdway memutarnya sekali seperti tongkat baton. [Baton adalah tongkat pemandu musik.]


Api oranye ditembakan di sepanjang jalan. Api tumbuh menjadi tembok raksasa yang menekan ke arah Kamijou.


"Itu hanya selingan !!"


Kamijou menembus dinding tanpa meniadakan api sihir tersebut dengan tangan kanannya.


Alih-alih mencoba untuk menghantamnya secara langsung, ia mengayunkan lengannya ke samping dengan gerakan mendorong untuk mengalihkan dinding api kepada arah yang berbeda.


Segera setelah ia menyingkirkan itu tirai berwarna oranye itu, sekelompok belati abu-abu yang tampaknya terbuat dari batu terbang ke arahnya seperti badai.


Kamijou memutar tubuhnya dengan sekuat tenaga untuk menghindari semprotan pisau, yang kali ini terbuat dari baru tersebut. Suatu jejak darah merah mengalir dari pipinya karena goresan ringan.


Tapi Kamijou tersenyum.


"Pisau itu asli. Bukankah begitu, Birdway !?"


"Hah. Sungguh menarik! "


Jika ia hanya mencoba untuk menerobos semua itu dengan tangan kanannya, ada sebilah pisau asli yang akan merobek tangan kanannya, Birdway sengaja meletakka pisau asli di antara belati-belati yang terbentuk dari sihir tersebut.


Sementara dalam posisi tanggung setelah mengayunkan bagian atas tubuhnya ke sekitar, dia dengan paksa mengayunkan tinjunya dan menghancurkan salah satu dari banyak pisau yang tersisa. Seperti tekniknya ketika dihujani belati air, serpihan belati yang hancur menyinggung belati lain di sekitarnya dan menciptakan semacam celah yang aman untuk dilewati.


Hanya ada jarak beberapa meter antara mereka berdua.


Dia akan meraihnya hanya dengan sedikit usaha lagi.


"Yah, aku kira tidak akan ada alasan untuk begitu terfokus padamu jika Kau hanyalah seorang anak yang mengayunkan tangan kanannya dengan membabi buta. "


Di saat Kamijou melangkah lebih jauh ke depan, Birdway meraih sesuatu dari belakang punggungnya. Itu adalah gerakan serupa dengan pendekar pada film China lawas yang biasa menarik pedang dari sarung di punggungnya, tapi sepertinya dia memiliki sesuatu yang tersembunyi di belakang bajunya.


Kamijou pikir dia akan menarik beberapa jenis kartu yang mencurigakan atau bola kristal.


Tapi ternyata bukan.


"Aku tidak terlalu suka senjata modern seperti rudal dan senapan mesin."


Dia menariknya keluar.


Dia mengulurkannya.


"Tapi pistol flintlock ini adalah hal yang berbeda. Aku pernah katakan sekali sebelumnya, bukan? " [Fintlock adalah pistol bergaya klasik. Pistol ini mempunyai laras yang cukup panjang dengan ornament beberapa ukiran terbuat dari logam yang semakin menambah nuansa elegan padanya. Ada pelatuk di pangkal pistolnya dan metode menembak pistol ini berdasarkan metode tumbukan pada peluru yang akan dilontarkan. Lihat di sampul NT Vol ini jika masih bingung. Wikipedia Bebas.]


Itu adalah pistol kuno yang hanya bisa diisi satu peluru tunggal. Benda itu diwarnai dengan nuansa pohon ek hitam dan warna emas, sehingga tampak seperti sesuatu yang bajak laut gunakan pada masa lalu.


Semua otot-otot tubuh Kamijou menegang.


Kamijou pernah sekali terbukti tidak bisa menghindari serangan senjata fisik. Itu adalah bagian kanan tubuhnya. Di sana ada lubang yang pernah dibuat oleh peluru milik seorang anggota Anti-Skill.


Dengan kata lain ...


Kamijou Touma tidak memiliki kemampuan fisik yang diperlukan untuk menghindari peluru yang tidak memiliki hubungan dengan kekuatan gaib.


"Birdway ... !!"


"Aku menyingkirkan harga diriku."


Mereka hanya terpisah beberapa meter.


Dia hanya harus mengambil satu langkah lagi. Kemudian tinjunya bisa meraihnya. Tapi jari ramping Birdway menarik pelatuk dan melakukan tembakan pada jarak yang begitu sempurna untuk bisa menanamkan peluru di tubuh seseorang.


Dia tidak membidik kepalanya. Bahkan pada saat jarak sedekat itu, ia membidik tepatnya di perut bagian bawahnya, yang merupakan pusat keseimbangan tubuh Kamijou. Yang membuatnya hampir mustahil untuk menghindar. Bahkan jika dia dengan panik mengayunkan tubuhnya keluar bidikan peluru, Birdway masih bisa mengenai di titik lain dari tubuhnya.


Dengan suaranya yang nyaris berbisik, ia menambahkan, "Jadi, ini adalah kemenanganku yang meyakinkan."



Part 9[edit]


Ruang lorong bawah tanah yang terbatas mungkin tidak cukup luas atau kokoh bagi tiga monster yang diciptakan oleh Academy City.


Serangan pertama terjadi di kepala.


Boneka putih dibuat berdasarkan memori sisa dari para Sister menyerang Accelerator dan ratusan bulu sayap yang tadinya adalah lengan Kakine Teitoku, berubah menjadi badai tombak yang memenuhi seluruh daerah dan menyerang tanpa menghiraukan keberadaan para gadis mirip Sister tersebut, dan langsung saja menembus tubuhnya tanpa sungkan.


Tapi ...


Kali ini, hati dan pikiran Accelerator tidak mengganggu perhitungan yang mengendalikan kekuatannya.


Jika ia meneguhkan pendiriannya dan menatap lurus ke depan, ia hanya perlu melihat mereka lenyap.


Dia akan melihat mereka lenyap ke tempat di mana tidak ada yang bisa mencapai mereka lagi dari kota menyebalkan ini, yang secara paksa menahan mereka.


"Gunakan ini," kata Mugino dari sampingnya. "Ini adalah tugasmu."


Detik berikutnya, seberkas cahaya ditembakkan dari telapak Mugino Shizuri dan langsung menuju Accelerator. Itu adalah Particle-Function Waveform High Speed Cannon yang cukup kuat untuk mencincang kapal Aegis menjadi setengah. Jika refleksi # 1 mengalami gangguan, ia mungkin telah berubah menjadi abu tanpa terasa sakit bahkan hanya selama 1 detik.


Tapi itu tidak terjadi.


Ia memastikan hal itu.


"..."


Accelerator dengan akurat memahami vektor serangan itu. Dia menyesuaikan dan memfokuskan vektor untuk memberinya bentuk dan sifat baru. Dan kemudian dia menggunakannya untuk menyerang ketiga gadis yang menyerbu sekaligus.


Suara menghilang.


Hanya ada cahaya.


Cahaya Meltdowner itu tidak hanya menusuk dan memanggang mereka. Mereka lenyap begitu saja setelah terkena. Bahkan tidak ada serpihan 1mm pun yang tersisa dari badan gadis-gadis itu. Mereka benar-benar dimusnahkan.


Accelerator ingin memastikan bahwa tidak ada lagi serpihan dari mereka, sehingga pada suatu saat nanti, sisa-sisa tubuh ataupun memori mereka tidak bisa dimanfaatkan lagi, dengan kata lain dia benar-benar “mengistirahatkan” mereka dalam kedamaian abadi. Gadis-gadis itu harusnya tidak berada di sana, jadi dia mengirimnya kembali ke akherat.


Ekspresi gadis-gadis tersebut tidak berubah bahkan sampai saat-saat terakhir mereka.


Accelerator tidak tahu apa yang mereka mungkin pikirkan ketika ajalnya yang kedua datang.


Tapi itu tidaklah mengapa.


Mungkin benar-benar ada seseorang di dunia ini yang bisa memahami atau menentukan perasaan orang mati dan menggunakannya untuk menyelamatkan hati mereka. Mungkin ada seseorang yang bisa menghormati orang mati dengan membantu menyelesaikan hal-hal yang mereka sesali atau tinggalkan. Tapi itu bukan pekerjaan untuk Accelerator yang telah membiarkan dirinya tenggelam ke dalam kegelapan dan membunuh terlalu banyak orang. Namun, sebelum dia pergi ke neraka, ada hal-hal yang ia bisa lakukan bahkan dengan kekuatannya yang seperti inkarnasi kekerasan dan kehancuran tersebut.


Perasaan orang mati adalah milik orang mati.


Itu tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain.


Untuk memastikan bahwa perasaan itu tidak hancur, Academy City # 1 dengan lembut menyegelnya pergi dan menyaksikan sampai saat-saat terakhir mereka. Dan dia akan berdiri untuk menantang siapa pun yang mencoba mengganggu mereka seperti penjaga kuburan melawan perampok mayat. Karena dia terlalu berbau kematian, dia tidak bisa mengklaim bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang baik, tapi ia masih akan bekerja untuk melindungi hal-hal yang ingin dia lindungi.


Dia sudah selesai berurusan dengan seseorang tertentu dan terfokus begitu banyak kepadanya.


Dia akan mengambil jalan yang berbeda.


Bahkan jika dia tidak bisa melakukan apa yang orang tersebut lakukan, dia masih bisa melakukan hal-hal yang orang tersebut tidak bisa lakukan.


Dia akan menjadi dirinya sendiri apa adanya.


"Oooooooooooooooooooooooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !!"


Dia menyambar sejumlah besar tombak yang mendekat ke arahnya, meraih vektor yang mengalir melaluinya, dan secara paksa membalik aliran vektor itu. Dark Matter tidak mengandung darah, tapi Accelerator bisa merasakan sinyal detakan yang mirip dengan bioelectricity. Sama seperti menghancurkan pusat dengan menerapkan tekanan yang begitu ekstrim, ia menerobos semua tombak yang tak terhitung jumlahnya sekaligus. Tubuh Kakine Teitoku yang menjadi pusat serangan berkedut sedikit.


"Lihat?"


Mugino menembakkan sinar Meltdowner sementara gerakan Kakine Teitoku sempat dihentikan sebentar.


Mayoritas bagian atas tubuhnya meledak.


Tapi ...


"Pada akhirnya ..."


Beberapa zat putih menyebar di sekitar kaki Kakine yang masih tersisa.


Tercecer di lantai, dinding, dan bahkan langit-langit terowongan bawah tanah.


"Aku bisa membuat hampir semua hal, tetapi tampaknya yang terbaik adalah menciptakan diriku sendiri. Spesifikasi yang tertinggi untuk melakukan itu. Tubuh yang asli adalah lebih baik daripada 10.000 klon. Ini adalah versi miniature dari salah satu dari seperangkat aturan di Academy City. "


Sesuatu " berdiri " tegak lurus dari dinding.


Itu adalah Kakine Teitoku yang berwarna putih pucat.


Mugino menatapnya seperti itu adalah beberapa bagian seni yang mengerikan.


"Tubuh utamamu seharusnya memiliki beberapa organ yang tersusun dari daging-dan-darah, yang tersisa di dalamnya. Apakah Kau memindahkan organ-organmu itu ke lantai sebelum aku menyerang? "


"Nah, bagaimana menurutmu? Apakah aku memindahkan organku keluar pada detik terakhir atau apa yang aku lakukan hanya membuat ulang semua organ yang lenyap akibat Meltdowner-mu itu? Apakah ada organ di dalam tubuhku yang bisa meregenerasi organ yang hilang? Apakah di tubuh baruku ini ada organ-organ yang baru, atau justru yang lama terbentuk lagi? Mungkin organ-organku tersebar di seluruh kota dan terhubung dengan sehelai Dark Matter yang tipis. Dan tentu saja, apakah kau pikir ada gunanya jika kau menghancurkan organku yang terbuat dari daging dan darah ini, bahkan jika kau melakukannya berkali-kali?"


Academy City memiliki esper yang bisa mengubah penampilan mereka, tapi ini bahkan lebih baik dari itu. Apakah otak Kakine Teitoku yang menciptakan kekuatannya ataukah kekuatan Kakine Teitoku yang menciptakan otaknya? Apakah ia masih bisa dibilang makhluk hidup ataukah benda mati? Apakah ini mimpi atau kenyataan? Dia adalah strip Moebius yang mencampur aduk semua fakta itu secara bersama-sama. Yang mereka tahu adalah keberadaan yang dikenal dengan Kakine Teitoku masih berdiri di hadapan mereka, entah bagaimana caranya. [Strip Moebius secara kiasan berarti suatu loop atau siklus yang tidak pernah berakhir.]


Mereka bisa menghancurkannya, tetapi akan sangat sulit untuk memastikan mereka telah membunuh dia.


Dan jika mereka tidak bisa membunuhnya, mereka tidak bisa menghentikannya, bahkan jika mereka meledakkan seluruh organ tubuhnya sampai potongan yang terkecil.


Tapi ...


"Siapa yang peduli !?"


Accelerator menyerang langsung ke depan. Ia melangkah ke tengah genangan berwarna putih bersih, yang menyebar lebih dari diameter 10 meter, membongkar tombak yang tak terhitung jumlahnya yang telah ditembakkan, dan membanting telapak tangannya ke titik pusatnya.


Dia menyambar sinyal-sinyal listrik yang mengaliri Dark Matter dan membalikkan arah vektornya.


Suatu suara derik keras terdengar.


Suatu lubang besar dalam bentuk segi enam sempurna muncul di genangan cairan itu. Kerusakannya telah sengaja dipotong sebelum mencapai seluruh sistem milik Kakine Teitoku.


"Tidak ada gunanya. Informasi dipertukarkan menggunakan sistem yang berbeda, tetapi tidak ada koneksi langsung. Sistemnya dapat dengan bebas dihubungkan tanpa kabel secara langsung, sehingga seranganmu tidak bisa mencapai aku. Aku kira itu mirip dengan sistem penyadapan elektronik yang secara tidak sengaja melintasi kabel koneksi asing. Suatu serangan melalui saluran itu tidak akan mengenaiku karena itu tidak benar-benar terhubung. "


"Kalau begitu, aku akan menghancurkan semuanya."


"Di saat kau lakukan itu, aku akan memperluas jaringan sistem koneksiku. Dengan setiap bagian yang melebar pada saat yang sama, itu akan diperluas secara bertingkat. "


"Kalau begitu, aku hanya harus menghancurkannya lebih cepat dari itu !!"


Jika Academy City ditinjau sebagai satu fungsi tubuh manusia yang utuh, ini mirip pertempuran antara sel kanker yang mencoba untuk menurunkan fungsi seluruh tubuh dengan memakan sel antibody tubuh dan menggantinya dengan sel pembawa gen kanker, sehingga mereka bisa merambat ke jaringan yang lebih kompleks dan mempengaruhinya. Di sisi lain, sel antibody akan bertindak untuk meresponnya dengan membuat sel melakukan penghancuran diri untuk mencegah merebaknya sel kanker.


Ini adalah pertempuran antara # 2 yang bisa membuat seseorang menderita dengan menciptakan suatu zat yang tidak menguntungkan dan # 1 yang bisa melindungi seseorang dengan menghancurkan sesuatu.


Mereka menguasai kekuatan besar dalam arah yang berlawanan dan bertolak belakang.


Akan Tetapi ...


"Berapa banyak waktu yang tersisa pada bateraimu?" Tanya Kakine Teitoku mengejek.


Refleksi vektor milik Accelerator dan cahaya masif milik Mugino Shizuri sama-sama merobek-robek tubuh Kakine. Tapi sesuatu yang berwarna putih murni terus menyebar ke seluruh dinding dan langit-langit. Kakine tidak merasa takut karena badannya dihancurkan. Dia pasti tidak lagi memiliki perasaan akan pentingnya menjaga kesehatan dan bentuk utuh anggota tubuh.


"Setelah batas bateraimu terlewati, tamatlah dirimu. Itu mungkin isyarat untuk munculnya sayap-sayap hitam yang tak terjelaskan keberadaannya itu, tapi Kau tidak dapat menggunakannya untuk jangka waktu yang lama atau mengontrolnya secara penuh, kan? Singkatnya, kau sama sekali tidak tau cara mengendalikan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Atau lebih tepat jika aku katakan, Kau tidak punya waktu tersisa. "


Dan ...


"Dan aku tidak perlu khawatir jikalau yang tersisa di sini hanyalah # 4. Aku tidak tahu berapa banyak kemampuannya telah berkembang, tetapi perbedaan mendasar dalam kekuatan kami berdua adalah terlalu besar. Tidak peduli apa yang dia sudah alami dan kalahkan, dia masihlah tidak bisa mengalahkan aku. "


Komentar itu menyebabkan kepala Kakine dimusnahkan, tapi serpihan kepalanya mengabaikan gravitasi dan "jatuh" ke dalam genangan cairan di dinding. Kakine Teitoku baru kini melayang di tempat yang berbeda.


"Ini adalah perbedaan dalam kebebasan kekuatan kita. Dan perbedaan itu tidak dapat diatasi olehmu. Aku bahkan tidak perlu melakukan apa-apa. Aku tidak hanya memiliki pasokan Dark Matter yang tak terbatas. Inspirasiku juga tidak mengenal batas. Tidak peduli berapa banyak kartu yang Kau kumpulkan di tanganmu, aku dapat mengatasinya dengan kekerasan, dan jumlah tidak berarti apa-apa bagiku. ... Apa pun yang kau lakukan, kau tidak akan menggapai bentukku yang sejati. Untuk dapat menggapaiku, Kau harus terlebih dahulu memanjat dinding yang tingginya tak terhingga. "


Rasanya seperti terus memungut sesuatu yang tidak kunjung terkumpul.


Itu seperti ditugasi oleh guru olahraga untuk menguras kolam renang, tapi sedang ada hujan dan baknya terus terisi dengan air.


"Pilih." Bibir Academy City # 2 bergerak. "Apakah kau ingin mati perlahan-lahan karena kehabisan tenaga, atau mati akibat suatu serangan tunggal yang menyakitkan? "


Tombak yang tak terhitung jumlahnya meledak dan bergegas menuju Accelerator dan Mugino Shizuri.



Part 10[edit]


Senjata terakhir yang dia acungkan pada Kamijou Touma adalah pistol flintlock yang sama sekali tidak mengandung sihir.


Bahkan tidak layak bertanya-tanya apakah Kamijou bisa menghindari ke kiri atau ke kanan.


Pistol kuno memiliki daya tembak yang relatif rendah, namun tidak ada jaminan seseorang manusia bisa menahan tembakan pelurunya hanya dengan menggunakan tangan kanan yang berisi daging, tulang dan darah.


Dia bukan pahlawan ber-sempak ketat dari komik Amerika. Dia tidak bisa mengelak peluru yang terbang lurus ke arahnya dan memantulkan peluru tersebut dengan tubuh bajanya yang khayal tersebut.


Dengan demikian, dia hanya punya satu pilihan.


Dia terpaksa mengandalkan naluri pasifnya dan terus menyerang lurus ke depan. Dia hanya beberapa meter di depan Birdway. Hanya satu langkah lagi dan dia akan berada di jangkauan Birdway. Satu-satunya pilihannya adalah untuk menjatuhkan tangan Birdway yang memegang pistol sebelum ia bisa menembak lagi. Jika ia berhasil mengalihkan larasnya hanya sedikit ke samping, peluru akan ditembakkan ke arah yang tidak membahayakan tubuhnya.


(Ayolah ...)


Ketegangan ekstrim seakan menghentikan putaran jarum arloji.


Dia merentangkan lengannya dengan putus asa, dan merasakan pergerakannya semakin lambat dan melambat.


(Ayolah !!)


Birdway terus mengarahkan pistol flintlock padanya dengan tidak ada perubahan ekspresi di wajahnya.


Jari di pelatuknya bergerak lagi.


Potongan kecil logam bernama pelatuk yang ketika ditarik bisa mencabut nyawa seseorang itu kembali bergeser.


"Ooooooooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !!"


Pertama-tama, tangan kanan Kamijou ... atau lebih tepatnya, ujung jari tengah hanya nyaris menyentuh laras pistol yang dihiasi dengan ornamen elegan itu. Bagian bawah jarinya merasakan sentuhan yang sangat tipis dengan benda padat. Itu mirip dengan mengarakan kail pancingmu ke dalam air dan kemudian menggoyangkannya, lantas ada ikan yang “menjilat” ujung kailmu, jadi mungkin kena ikan, mungkin juga tidak. Jika ikan kebetulan bergerak walaupun hanya sedikit, kailny akan lepas dan ikan akan melarikan diri ke dalam air. Maka nelayan itupun akan kehilangan segalanya.


Dia secara paksa mengayunkan tangan kanannya ke samping.


Dia berusaha untuk “menelankan” kail lebih ke mulut ikan yang sudah semakin dekat dengan permukaan air tersebut.


Pada saat yang sama, jari telunjuk Leivinia Birdway menyelesaikan tarikan pelatuknya.


Dia menarik pelatuk.


Laras pistol flintlock melenting ke belakang karena sudah melepaskan pelurunya ke arah Kamijou.


(... Apa?)


Kamijou serasa telah menghindari kematiannya, namun perasaan intens buruk menyebar dari otaknya.


Betul ...


(Dia menarik pelatuk, tapi aku tidak mendengar suara tembakan !?)


"Langkah yang salah, idiot."


Dia bahkan tidak punya waktu ketika suara gadis itu untuk mengirimkan rasa merinding yang mengalir di tulang punggungnya.


Dengan suara tumbukan benda tumpul, pilar batu menjulang dari tanah dan dengan akurat terbanting langsung ke tengah dada Kamijou. Tidak hanya memeras seluruh udara keluar dari paru-parunya, tapi tampaknya menghancurkan ritme detak jantungnya yang normalnya, melakukan kontraksi dan ekspansi secara berkala.


"Gh ... bh ... !?"


Dia dengan panik mencoba untuk memulihkan postur tubuhnya, tapi kemudian semua kekuatan tiba-tiba meninggalkan lutut kanannya. Gangguan dalam aliran darahnya yang dimulai dari jantungnya secara terlambat menyebar seperti gelombang ke setiap bagian dari tubuhnya.


Dia nyaris berhasil menjaga satu kaki di bawahnya untuk menghindari tubuhnya yang roboh total ke tanah.


Suatu tumbukan benda tumpul memukul pipinya.


Tamparan itu terdengar seakan memekakkan telinga, tapi lebih tepat jikalau kita katakan dia sedang ditampar oleh gagang pistol kuno milik Bridway. Rasanya mirip dengan dipukul oleh ujung pegangan palu.


Pukulan mengguncang otak Kamijou dan akhirnya ia jatuh ke samping, ke permukaan jalan aspal.


Gerakannya tampak seperti marionette yang diputus talinya. [Marionette adalah boneka yang terbuat dari kayu atau bahan lainnya, yang dihubungkan oleh suatu string untuk memungkinkan dalang memainkannya.]


"Paling tidak, amatilah bagaimana mekanisme suatu pistol bekerja ... Tapi aku rasa adalah hal yang konyol untuk mengatakan kalimat tersebut pada siswa Academy City Jepang. Tapi Kau setidaknya pernah bertarung di tengah Perang Dunia 3. " Birdway memutarkan pistolnya di sekitar, di depan dirinya, saat dia melihat Kamijou tergeletak dan menggeliat akibat kesadarannya mulai meninggalkan otaknya. "Dengan pistol flintlock, bubuk mesiu dan peluru harus dimasukkan melalui larasnya sebelum melakukan satu kali tembakan. Mekanisme itu dapat dipersingkat dengan menggunakan percussion cap, tetapi kau masih harus menyisipkan pelurunya terlebih dahulu. ... Apakah Kau mengerti sekarang, wahai bocah? Pistol ini tidak bisa ditembakan hanya dengan menariknya keluar. " [Percussion cap adalah sejumput bubuk mesiu yang dimuatkan pada secarik logam atau kertas dan kemudian diledakkan dengan menumbuknya. Kamus Besar Oxford.]


"Gh ... gh ... !!"


"Apa yang aku tunggu dari tadi adalah celah yang memungkinkan aku bisa melancarkan tembakan terakhir. Dan jangan salahkan dirimu sendiri jika tubuhmu secara otomatik bergejolak ketika aku mengacungkan pistol ini kehadapanmu. Bagaimanapun juga tubuhmu masih trauma terhadap tembakan pistol akibat insiden dengan Anti-Skill kemarin, bahkan jika kau tidak menyadarinya. "


Jika Kamijou dengan tenang memikirkan kekurangan dari desain flintlock, ia mungkin telah menyadari itu. Tapi dia tidak punya waktu untuk berpikir dengan tenang. Ketika benda itu tiba-tiba diacungkan ke arahnya di tengah pertempuran supranatural, ia membutuhkan waktu untuk memproses perubahan serangan tersebut di otaknya.


Pilihannya adalah membeku dalam ketakutan atau memulihkan diri seketika secara ajaib kemudian mencuri pistolnya, tapi hasilnya akan sama saja.


Setelah fokusnya telah menunjuk pada pistol bergaya elegan itu, dia telah menggunakan sihir untuk menyerangnya secara langsung.


"Sekarang…..."


Pada saat itu, botol kecil, bola logam seukuran bola pachinko, dan batang tipis seukuran sumpit muncul di jari Birdway. Botol diisi dengan bubuk hitam.


"Aku akan mengajarkanmu cara yang tepat untuk melakukan tembakan dengan menggunakan pistol kuno ini."


Birdway mengacungkan laras pistol elegan itu ke atas, menuangkan bubuk, dan kemudian menjatuhkan bola logam seakan menggunakannya sebagai penutup laras. Terakhir, ia membenamkan batang tipis turun ke laras dan menggunakan sedikit kekuatan untuk memaksa bola dan bubuk agar jatuh ke bawah.


"Kau benar-benar tidak boleh menunjukkan laras pistol tipe ini ke bawah. Tapi yang satu ini bukan benda murahan. Sehingga, pelurunya tidak akan jatuh. " Birdway melemparkan tongkat dan botol kemudian membidikkan pistolnya ke arah Kamijou yang masih berbaring pingsan di tanah. "Serahkan Fraulein Kreutune. Maka aku akan membiarkanmu hidup. Kau telah menunjukkan padaku bahwa Kau bukanlah jenis orang yang menyerah bahkan setelah ditembak tepat di perut. Lalu bagaimana dengan kaki? Sekali Kau kehilangan kemampuanmu untuk bergerak dan kemampuanmu untuk mendukung berat badanmu, maka kau tidak akan bisa melakukan posisi kuda-kuda untuk melancarkan tinjuan tangan kanan yang selama ini menjadi jurus pamungkasmu. Dan kau akan memiliki cukup alasan untuk hanya berbaring di ranjang rumah sakit. "


"Heh ..."


Gejala-gejala gegar otak ringan-nya tampaknya sudah mulai mereda karena Kamijou sekarang dapat melihat Birdway, walau masih dengan pandangan yang kabur. Kamijou menunjukkan sedikit senyum di bibrinya.


"Apakah Kau merasa perlu melakukan semuanya sampai sejauh ini karena Kau merasa sesuatu yang kecil tidak akan menebus kerusakan di Hawaii dan Baggage City? "


"Kalau iya, memangnya kenapa?"


"Lalu Kau sudah mengakui bahwa Kau telah melakukan sesuatu yang mengerikan. Dalam hal ini, janganlah menuju kea rah yang salah. Bahkan jika Kau menangkap Fraulein Kreutune, memancing keluar Dewa Sihir Othinus, mengalahkan dia, dan menghadirkan sesuatu yang kau sebut dengan perdamaian-dunia-mu itu ... persetan dengan itu semua…….bahkan jika miliaran orang berterimakasih padamu, Kau tidak akan merasa puas. "


"Aku muak mendengar curhatanmu."


"Begitukah?" Kamijou memaksakan keluar kata-kata itu sembari ia bernapas dengan tak menentu. "Aku hanya tidak mengerti bagaimana orang bisa mencoba untuk menyelamatkan orang lain dengan tindakan yang didasarkan dari logika dan efisiensi. Itu semua didasari perspektif : ‘tidak peduli’ bukan? Jika Kau menyelamatkan orang lain dengan dasar pemikiran seperti itu, maka Kau kehilangan semua alasan untuk menyelamatkan orang sejak awal. Ada tingkat kejahatan tertentu yang dilakukan para praktisi ekonomi agar peredaran uang tetap berjalan lancer di duni aini. Itu hanyalah masalah ‘sepele’ jika dibandingkan seluruh keuntungan yang akan diperoleh. Bahkan jika manusia punah, hidup yang terbentuk dari berbagai jenis proses pemikiran akhirnya akan memenuhi bumi. ... Hanya dari sudut pandang logika, argumen-argumen itu cukuplah baik . Jika Kau hanya peduli tentang logika, maka Kau tidak perlu menyelamatkan siapa pun. "


Bagi Kamijou, yang masih terbaring tak berdaya di jalan, senjata ber-laras milik Birdway itu adalah ancaman yang mutlak.


Dia tidak akan memiliki kesempatan lain untuk melompat ke depan dan mengamankan pistol elegan itu.


"Sam saja. Kita sama. Kami ingin menyelamatkan mereka, jadi kami lakukan itu. Kau mencari semua alasan logis yang terbaik untuk itu. Tapi kau akan melakukannya dengan cara yang salah. Apa yang Kau lakukan pada dasarnya adalah seperti menyelamatkan orang yang kelaparan dengan mengiris potongan dagingnya sendiri untuk memberi makan dia. "


"Tapi apa yang berhasil kau lakukan?" Birdway menjawab dengan sigap. Kata-katanya menusuk ke inti hati anak itu. "Kau tidak tahu apa-apa tentang susunan organisasi yang dikenal sebagai GREMLIN. Kau tidak tahu di mana markas mereka. Kau tidak tahu siapa pemimpin mereka. Kau hanya bisa mengejar para anggota yang menyebabkan masalah sporadis di seluruh dunia. Dan apa yang sudah kau capai hanyalah dirimu sendiri yang semakin terlibat dalam perkara pelik ini dan di sisi lain korban terus berjatuhan. Mengertilah, hanya itu yang bisa kau lakukan. Dari apa yang bisa kau lakukan selama ini, jika aku boleh menganalogikannya dengan perumpamaan orang kelaparan yang kau utarakan tadi, maka kau hanya membiarkan orang tersebut mati kelaparan. Tentu saja lebih baik tindakanku yang memberi makan orang itu, walaupun harus menggunakan dagingnya sendiri "


"Mungkin tidak ... Mungkin juga kau benar, " Kamijou mengakuinya.


Dia mengakui ketidakberdayaannya.


"Dikatakan akulah yang menghentikan Perang Dunia 3 dengan pertarungan satu-lawan-satu dengan Fiamma of the Right, tapi itu bukan hanya karena kekuatanku seorang. Aku berhasil karena orang-orang di seluruh dunia berjuang bersamaku dan mengurangi sedikit demi sedikit sumber kekuatan Fiamma. Apa yang bisa aku lakukan sendiri adalah benar-benar terbatas, dan hal-hal yang aku dapati dengan pemikiranku sendiri, jarang ada yang membuahkan hasil. "


Tapi meskipun demikian ...


"Tapi, Birdway. Hanya karena alasanku se-naif alasan seorang anak kecil dan kerap salah. Hanya karena argumenku bisa dengan mudah ditipu oleh pemikiran lain yang lebih cerdas dan komplek…….Tidak berarti………..Tidak berarti……….Alasanmu bisa dibenarkan. "


"Apa?"


"Jika satu-satunya cara untuk memberi makan orang-orang kelaparan tersebut adalah dengan memotong dagingnya sendiri, lantas mengapa kau tidak menyumbangkan dagingmu? Bukankah itu lebih tepat dikatakan sebagai suatu usaha ‘penyelamatan’?"


Kamijou menatapnya.


Kamijou Touma menatap langsung ke mata Leivinia Birdway.


Dia menatap sesuatu yang jauh berada lebih dalam pada mata Birdway.


"Aku telah melawan banyak orang yang berbeda di masa lalu. Hanya sedikit lawan yang bisa aku tangani dengan kekuatanku sendiri. Aku telah terlibat dalam banyak bahaya. Tapi ... Alasan mengapa mereka semua mau meminjamkan kekuatan mereka dan alasan mengapa aku masih hidup sampai saat ini…. Itu adalah…….karena aku memotong dagingku sendiri dan ku suapkan kepada orang yang kelaparan itu. Kau tidak melakukan itu bukan? Birdway?. "


"Apakah Kau mengatakan bahwa aku tidak punya hak untuk melibatkan orang lain karena aku membuat keputusan sementara mengesampingkan keberadaan orang lain? Apakah Kau mengatakan aku bisa mempengaruhi kehidupan orang lain selama mereka menerimanya? "


"Mungkin saja…...pada perkembangan tertentu."


Birdway sedikit terkejut setelah Kamijou menjawabnya dengan begitu cepat.


Dia pikir dia akan menjawab dengan beberapa argumen murahan dengan segala keluguannya.


Tapi ...


"Dan cara untuk mendapatkannya mungkin jauh lebih sederhana dari apa yang sudah kau jalani ini, "gumam Kamijou sambil berbaring di tanah. "Tidak harus melibatkan Hawaii dan Baggage City. Tidak harus melibatkan Fraulein Kreutune, sebagai bagian akhir yang dibutuhkan untuk menciptakan Gungnir. "


Suaranya lemah.


"Jika Kau benar-benar membutuhkan pengorbanan ..."


Tapi ada sesuatu yang kuat, yang terdapat pada kalimat-kalimatnya itu.


"Jika kau….Jika seandainya kau berakhir di suatu keadaan di mana permasalahannya tidak kunjung selesai dank au tak punya pilihan selain memotong dagingmu sendiri untuk memberi makan orang yang kelaparan itu…… ... "


Seolah-olah dia sedang menjelaskan sesuatu yang sangat, sangat mendasar kepada seorang anak kecil yang sama sekali belum mengerti apa-apa.


"Pakai saja daging dari tubuhku. Aku tak keberatan."


Kali ini, Leivinia Birdway benar-benar merasa seperti waktu serasa berhenti bahkan jika hanya untuk sesaat.


Kamijou tidak hanya melampiaskan kemarahannya dan mengatakan bahwa Birdway harus mengakhiri semua tragedi.


Dia memahami tragedi yang tak terelakkan.


Anak itu marah karena si gadis kecil bos asosiasi sihir tersebut telah memindahkan tragedi ke arah yang salah.


"Tentunya Kau bisa melakukan sesuatu," lanjut Kamijou Touma. "Kau tidak harus menggunakan Fraulein Kreutune. Kau tidak harus mengorbankan Hawaii dan Baggage City sebagai tumbal. Tentunya Kau bisa menggunakan beberapa cara lain untuk menarik keluar pemimpin GREMLIN atau yang kau sebut dengan Dewa Sihir Othinus itu. "


"Apakah Kau mengerti apa yang Kau katakan?"


"Bahkan jika kita tidak tahu susunan organisasi GREMLIN, di mana markas mereka berada, atau bagaimanakah bentuk pemimpin mereka, kita masih memiliki tangan kananku! Kau bisa setidaknya membocorkan informasi palsu yang menyatakan bahwa tangan kananku ini adalah ancaman bagi GREMLIN secara keseluruhan !! Dengan bantuan Dawn-Colored Sunlight-mu itu, Kau pasti bisa melakukan itu !! "


"Kau bukan monster seperti Fraulein Kreutune. Kau akan mati kehabisan udara jika seseorang hanya menyumbat hidung dan mulutmu. Apakah Kau tahu apa artinya berdiri di tengah-tangah pertempuran dengan GREMLIN, yaitu musuh yang sama sekali tidak menganggap adanya manfaat dengan menyelamatkan orang-orang di sekitamu!? "


"Othinus muncul di hadapanku ketika aku berada di Baggage City. Dia ingin melihat secara langsung kemampuan tangan kanan yang digadang-gadang menjadi inti dari semua perkara ini. Aku dengan mudah dikalahkan, tetapi paling tidak aku membuatnya berpikir bahwa ‘melawan tangan kananku’ adalah suatu hal yang layak dicoba. Mungkin tipis, bahkan setipis benang dan itu mungkin berlaku juga dengan Fraulein Kreutune ... tapi mengapa kau membuat keputusan tanpa menyertakan diriku, padahal ada cara lain yang kau rencanakan!? Mengapa Kau memilih metode yang mengundang kekacauan lainnya !? Mengapa Kau memilih untuk membuat semua pengorbanan ini !? Mengapa kau memilih jalan yang bisa merampok senyuman orang lain !? Bahkan jika ini semua hanyalah keegoisanku dan bahkan jika itu tidak realistis, apakah Kau benar-benar berpikir aku bisa menerima apa yang Kau lakukan !? "


"... Kau gila," gumam Birdway.


Birdway terus menyelidiki para pemimpin dan orang-orang karismatik dari berbagai era dan budaya yang memiliki pola pikir berbeda dengan lingkungan sekitar. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan kata-kata itu tertumpah keluar.


"Kau benar-benar gila. Aku telah melihat sekilas beberapa hal aneh dalam dirimu sebelumnya, tapi ini begitu jelas. ... Mengapa Kau berasumsi bahwa Kau bisa bertahan melawan mereka semua? Mengapa Kau rela dicelakakan demi kepentingan orang lain? Kau bukan tipe orang yang gila akibat perang karena semua kehidupan normalnya dirampas. Tidak pula tipe orang yang hanya melihat perang dari TV kemudian secara sok-sokan mau ikut berjuang tanpa mempertimbangkan kemungkinan buruk yang terjadi di lapangan. Aku tidak tahu apa yang ada dalam otakmu itu! "


"Kau ingin tahu mengapa?"


Kamijou berpikir sedikit sementara masih dalam situasi menyedihkan.


Mengapa ia ambil bagian dalam semua insiden sebelumnya?


Apakah karena ia dikelilingi oleh kemalangan? Apakah ia terus terbungkus dalam insiden yang sebetulnya ia ingin hindari dan terus-menerus terjebak dalam posisi di mana ia akan dibunuh jika ia tidak menyelesaikannya?


Apakah itu karena Tsuchimikado Motoharu, Stiyl Magnus, Gereja Anglikan, atau Academy City? Apakah orang-orang dan organisasi-organisasi itulah yang menciptakan suatu keadaan sehingga dia tidak bisa mangkir dari suatu misi?


Apakah itu karena dia belum bertemu dengan musuh-musuh mengerikan seperti yang ada di anime TV? Apakah itu karena dia enggan untuk mengabaikan semuanya?


Banyak ide-ide yang berbeda datang ke pikirannya. Dan akhirnya ...


Kamijou Touma mengenyahkan semuanya keluar dari kepalanya dan memberikan jawaban.


"Aku pikir itu karena aku tidak pernah punya satu alasan pun untuk meninggalkan mereka."


"... Cukup, aku capek mendengarnya," sembur Birdway.


Dia mengarahkan pistol flintlock ke paha Kamijou.


Kali ini, dia benar-benar akan menembak.


Jarinya berada di pelatuk.


"Aku selalu bertanya-tanya bagaimana caranya Academy City mampu mengendalikan orang sepertimu. Ancaman terbesar yang ada pada dirimu bukanlah kekuatan tangan kanan atau bahkan makhluk yang tersembunyi di dalamnya. Juga bukan kepekaanmu yang Kau dapatkan dari pengalaman bertarung di masa lalu. Bahkan dengan tangan kanan yang bisa meniadakan kemampuan supranatural, orang normal tidak akan mampu mencapai banyak hal sepertimu. Tangan itu sendiri tidak dapat membakar apa pun atau mengumpulkan informasi apapun. Namun Kau telah mendapatkan banyak pencapaian sebelumnya. Kau bersedia terlibat dalam semua kepelikan ini bukan karena tangan kananmu. Itu karena kau memanfaatkan kekuatan yang bersemayam di tangan kananmu itu. "


"Kau baru menyadarinya sekarang?"


"Kalau begitu ..."


Ekspresi wajah Birdway tiba-tiba berubah di sekitar matanya.


Dia memiliki ekspresi mirip seseorang yang mengasihani orang lain.


"... Kau harus berhati-hati mulai sekarang. Apa yang Kau miliki bukanlah hal yang baik atau jahat. Kau memiliki benih sesuatu yang besar, yang tidak dapat dijelaskan dalam istilah-istilah tersebut. Mungkin itu sama halnya dengan orang yang membangun suatu kota baja dan jaringan listrik atau wanita yang tersenyum tipis di kedalaman suatu katedral tua. Atau mungkin itu adalah sesuatu yang bahkan akan menelan bunga raksasa. Jika Kau benar-benar dapat memahami itu, itu akan memberimu kekuatan besar, tetapi jika Kau tidak bisa, maka itu akan menjadi bencana besar yang tak terkira bagimu. "


"Apa yang kau katakan?"


"Kau tidak perlu memahami sekarang. Aku akan memberimu waktu untuk berpikir tentang hal itu. Tapi metodeku mungkin sedikit menyakitkan. "


Kali ini, Birdway benar-benar menarik pelatuknya. Dia tidak seperti sedang menekankan kalimatnya dan lebih mirip berusaha untuk menggagalkan sesuatu sejak awal.


Tapi sebelum dia melakukan itu ...


Beberapa kekuatan menarik tangan kanan Birdway. Laras pistol elegan berpindah ke samping dan pelurunya ditembakkan ke arah yang sama sekali salah.


"Apa?"


"Apakah Kau ingat apa yang aku katakan, Birdway?"


Suatu suara gesekan sedikit terdengar.


Selama percakapan yang sungguh panjang tadi, Kamijou perlahan-lahan pulih dari gegar otak ringannya. Saat ia berusaha untuk berdiri kembali, ia meletakkan tangannya ke tanah dan kukunya menggores aspal.


"Aku telah bertarung melawan banyak orang yang berbeda. Tapi aku tidak melakukannya sendirian. Aku hampir tidak pernah benar-benar berjuang seorang diri. ... Ada orang yang bersedia untuk menemaniku di tengah-tengan semua kesembronoanku. Dan orang-orang ini lebih berhati lembut daripada aku. "


Leivinia Birdway mendongak dan akhirnya menyadari apa yang terjadi.


Pada tingkat atas jalan layang bertingkat, seorang gadis melihat ke bawah dari tepi.


"Academy City # 3 ... Apakah dia mengontrol pistolku dengan membuat medan elektro-magnet atau sesuatu semacamnya !?" teriak Birdway sebelum mengambil langkah mundur.


Pisau fusi melengkung yang sangat panjang memotong langsung daerah di antara Kamijou dan Birdway.


Kali ini adalah Thor.


Mereka bertarung di tingkat atas jalan layang, tapi Kamijou dan Birdway berdiri pada area seluas lapangan olahraga satu tingkat di bawah mereka. Juga, salah satu bagian jalan di atas telah terpotong.


Keduanya sama-sama berjuang melawan Saint yang memiliki kekuatan khusus bahkan di antara penyihir dari sisi sihir. Mereka berada dalam situasi di mana kesalahan seketika bisa mengakibatkan badan mereka remuk, sekaligus bersama tulang dan dagingya, tapi dua orang yang sama-sama bisa menggunakan halilintar ini berhasil membentuk semacam celah kecil di antara susunan jalan layang bertingkat itu untuk melihat keadaan Kamijou dan menyelamatkan Kamijou dari situasi tanpa harapan.


"Banyak orang telah berjuang hari ini. Berbagai macam orang-orang berbahaya berkumpul di sini berkat Fraulein Kreutune. Aku mungkin bahkan bukan tandingan salah satu dari mereka. "


Asap putih terus meningkat dari irisan yang dibuat oleh pisau fusi melengkung. Birdway bisa melihat perlahan-lahan sosok yang berdiri di sisi lain dari tirai asap itu.


"Tapi pada akhirnya, semua yang bisa kau lakukan hanyalah membagi pekerjaanmu. ... Kau hanya dapat berfungsi sebagai individu. "


Ia telah ditembak dari samping, ia telah melemah, bahkan dia terus terjaga ketika seharusnya dia terlelap di suatu kamar rumah sakit dengan dokter bertampang kodok yang memeriksanya secara berkala dan ia bahkan mengalami gegar otak ringan.


Namun Kamijou Touma berdiri.


"Tidak ada yang benar-benar tahu siapa itu Fraulein Kreutune. Dan itulah sebabnya tidak ada yang merasa begitu dekat dengannya. Dia hanya dibebaskan kemarin setelah sekian lama disegel, sehingga tentu saja tidak punya teman dan kerabat. Tetapi bahkan jika kita tidak tahu siapa dia, sebagian dari kita masih ingin menyelamatkannya. Tidak, bahkan ada orang yang berjuang sekarang, yang bahkan tidak tahu apa-apa tentang Fraulein Kreutune. Mereka berjuang untuk beberapa alasan lain selain menyelamatkan dirinya. ... Tapi itu tidak masalah. Bahkan jika mereka tidak tahu situasi yang tepat dan bahkan jika semua kondisi kita tidak begitu cocok, kami masih berhasil bertahan sampai saat ini! Suatu kekuatan besar telah berpindah arah untuk menyelamatkan dia !! "


Tidak diperlukan suatu tujuan besar dari awal.


Tidak peduli jika mereka berjuang untuk alasan yang sama sekali berbeda.


Bahkan jika mereka ...


Setelah semuanya selesai ...


Jika mereka diberitahu bahwa tindakan mereka secara tidak sengaja berakibat pada terselamatkannya seorang wanita, tidak ada yang akan merasa rugi karenanya. Setidaknya, mereka akan merasa lebih baik daripada jika mereka diberitahu tindakan mereka secara tidak sengaja membunuh seorang wanita.


Dan Kamijou merasa bahwa itulah makna sejati hidup seorang manusia.


"Birdway, kau bilang aku gila dalam melakukan apa pun yang aku lakukan, tapi Kau benar-benar salah tentang itu. Sebenarnya, masih banyak orang di dunia ini yang akan dengan spontan menyelamatkan orang lain hanya karena mereka mendengar bahwa orang tersebut kesakitan, tanpa adanya niatan yang jelas !! "


"Kau…………. ..."


"Kami tidak akan kalah." Dia perlahan-lahan dan jelas mengangkat tangan kanannya sambil menatap dan berbicara dengan bos asosiasi rahasia sihir yang kuat tersebut. "Tidak ada satu alasan pun mengapa kita harus kalah dari orang-orang sepertimu yang tidak akan pernah mempertimbangkan sesuatu yang begitu mendasar !! "



Part 11[edit]


Sementara Rhinoceros Beetle 05 mengamati pertempuran intens pada jalan layang bertingkat dari jarak jauh, dia mengonfirmasi lokasi Fraulein Kreutune yang berada pada tingkat tengah dengan mata telanjang.


Fremea Seivelun menggedor permukaan berwarna putih murninya dari tempat ia berdiri di sebelahnya.


Dengan keadaan Rhinoceros Beetle 05 saat ini, bahkan gedoran dari seorang anak TK pun sudah cukup untuk membuat lapisan tubuhnya semakin retak.


"Nyah, nyah! Kami menemukannya !! Kita perlu buru-buru dan menyelamatkannya !! "


"Itu akan meningkatkan risiko terlibat dalam pertempuran mereka yang sedang berlangsung di sana. Bahkan jika orang lain tidak punya niat untuk menyerang kita, kita tidak bisa melarikan diri dari kemungkinan terkena serangan nyasar. Selain itu, tampaknya beberapa dari mereka terlihat ingin mencegah orang dari mendekati Fraulein Kreutune. Akan bahaya jika orang-orang itu melihat kita menganggu dan mendekatinya."


Dan ...


Analisis Rhinoceros Beetle 05 mengindikasikan bahwa tubuhnya tidak akan lagi bisa bertahan jika dia mendapatkan serangan sekali lagi, ini semua pastilah disebabkan karena retak yang semakin menjadi pada tubuhnya.


Tentu saja, jika dia memberitahukan hal tersebut pada para gadis itu, ada bahaya bahwa para gadis itu malah akan merencankan beberapa hal yang lebih konyol. Dengan situasi yang sudah berisiko, si kumbang ingin menghindari keliaran para gadis cilik nakal itu.


"Lalu apa yang akan kita lakukan? kata Misaka sembari Misaka mengajukan pertanyaan. "


"Aku akan menganalisis pola serangan mereka dan menghitung seberapa peluang yang kita miliki untuk menyelinap dan menyelamatkan Fraulein. ... Penglihatan manusia akan semakin tertuju pada suatu hal jika mereka sedang berkonsentrasi melakukan sesuatu. Pada pandangan pertama, jalan layang bertingkat ini tampak seperti ruang terbuka lebar, tetapi sebenarnya seperti labirin yang dengan mulus akan mengubah rute, jadi jika kita bergerak berdasarkan aturan yang ditetapkan, kita bisa dengan selamat- ... "


Rhinoceros Beetle 05 melemah.


Suara buatan yang dibuat oleh getaran sayap raksasa tipis itu tiba-tiba berhenti.


Last Order dan Fremea Seivelun tiba-tiba menghilang untuk yang kesekian kalinya.


Tidak, itu tidak akurat.


Seseorang telah memasuki ke "dalam" pikiran Rhinoceros Beetle 05.


Dalam ruang kosong misterius tanpa warna dan suara, di mana tidak selembar dun pun di sekitar pohon pinggir jalan bergerak, Rhinoceros Beetle 05 terfokus ke depan perhatiannya.


Pada titik hanya 5 meter dari laras meriamnya berdiri seorang pria dengan rambut cokelat dan mengenakan jaket kelas atas.


Di matanya terkandung kegelapan yang hanya ditemukan pada mereka yang terus berjalan menyusuri kehidupan yang tersembunyi. Senyum tipis di bibirnya tampak mengandung semua bentuk kepercayaan diri. Meskipun meriam Rhinoceros Beetle 05 berada pada jangkauan yang begitu dekat, ia tidak melepas tangannya dari saku celana, dan itu menunjukkan betapa santainya dia melihat meriam besar tersebut ditujukan ke arahnya.


Dalam dunia di mana semua warna telah memudar menjadi hitam atau putih, tubuh anak itu sendiri mengandung warna tersebut.


Seakan dia adalah satu-satunya raja di dunia itu.


"Kakine ... Teitoku."


Rhinoceros Beetle 05 tidak dapat mengatakan apakah dia benar-benar menggunakan sayapnya untuk menghasilkan suara buatan atau tidak, tapi dia menggumamkan nama itu.


Dan bahkan saat itu membuat kesimpulan itu, dia membantah kemungkinan itu.


Tidak.


Itu tidak mungkin benar.


Kakine Teitoku yang asli tidak akan menemui makhluk yang semata-mata merupakan pion seperti Rhinoceros Beetle 05. Jika dia ingin, dia bisa membuat ratusan atau ribuan pion yang lebih kuat darinya dalam sekejap.


Namun ...


Monster dengan warna tubuh tak jelas itu perlahan-lahan menggerakkan mulutnya.


"Jadi, apakah aku ini seperti semacam aspirasimu?"


"..."


"Ayolah, jangan hanya duduk di sana. Aku adalah aspirasi yang Kau buat untuk dirimu sendiri. Aku adalah dinding yang secara otomatis akan muncul di pikiranmu ketika Kau memikirkan apa itu Kakine Teitoku. "


Dia memang sungguh tidak tampak seperti #2 yang asli.


Ini mirip dengan seseorang yang mengalami gangguan mental akibat stres besar dan terus bersembunyi di dalam ruangan yang gelap, seakan seorang sniper yang tidak mau lokasinya terdetekni oleh lawan.


"Kau akan betul mengapa sesuatu seperti aku muncul di hadapanmu. Dengan menghitung jumlah waktu yang telah berlalu sejak Kau berpisah dengan Kakine Teitoku, Kau berubah menjadi sesuatu yang lain. Tapi Kau sendiri menolak untuk mengakuinya. Kau takut kehilangan kepribadianmu yang kuat sebagai bagian dari Kakine Teitoku. Kau ragu-ragu untuk kehilangan itu dan Kau terdiam dalam penyesalan. ... Itulah mengapa aku di sini. Aku di sini untuk mengingatkan padamu tentang apa yang hilang darimu. Aku di sini untuk melengkapi gambar data mengenai bagaimana bentuk aslimu sebenarnya. "


Retakan semakin menjalar apda tubuh Rhinoceros Beetle 05 dan si kumbang bisa benar-benar runtuh setiap saat.


Tindakannya untuk memperlambat laju kerusakan tubuh dan untuk mengkompensasi kehilangan data internal mungkin mirip dengan manusia yang memegang luka untuk memperlambat tetesan darah. Tidak peduli apakah tindakan-tindakan tersebut benar-benar akan menyelamatkannya atau tidak. Apakah seseorang telah menerima luka fatal atau seluruh tubuh seseorang telah tertusuk, seseorang pasti secara otomatis berinisiatif untuk melaksanakan tindakan tersebut, dan menganggapnya sebagai pertolongan pertama.


Tapi ...


Jika keberadaan kumbang yang mulai goyah tertolong karena sepenggal data yang dia perlukan untuk memperbarui dirinya sendiri sedang ada di depan matanya ...


"Sepertinya kamu telah gagal membunuh beberapa anak nakal akibat salah-konversi menyedihkan pada sistemmu, tapi itu akan berakhir di sini, " sembur makhluk itu.


Nada suaranya membuat si kumbang menjadi benci dan menyesal karena menjadi bagian darinya, tetapi nada suara makhluk di depannya begitu mirip dengan Kakine Teitoku.


"Kau siapa?"


Pertanyaan itu tergagas dari Rhinoceros Beetle 05.


Mencapai itu.


"Apa yang harus Kau lakukan untuk bertindak seperti dirimu sendiri?"


Pada akhirnya, Kakine Teitoku yang asli tidak berpikir perlu untuk melakukan satu hal meskipun ada fakta bahwa Rhinoceros Beetle 05 telah merusak hubungan yang jelas antara budak dan majikan. Dia tidak melakukan apa-apa dan meninggalkan Rhinoceros Beetle 05 begitu saja yang masih tidak mampu menjelaskan secara logis inkonsistensi pada tindakannya tersebut. Ketika itu terjadi, Rhinoceros Beetle 05 perlu merevisi kembali esensi tentang sendirinya sendiri dalam perannya sebagai budak dan majikan. Dalam proses itu, dia perlu untuk menulis ulang semua memorinya sendiri dengan menggunakan Kakine Teitoku sebagai titik awal.


Bisa dikatakan mirip dengan komputer yang terinfeksi virus kemudian melakukan re-start untuk memulihkan sistem-sistemnya.


Setelah dia melakukan itu, hanya perlu menunggu sampai sistemnya dibekukan. Berlalunya waktu dan penumpukan pekerjaan pada sistem akhirnya akan menyebabkan Rhinoceros Beetle 05 menjadi berada dalam situasi bencana.


"Kau harusnya mengerti ini dari awal," kata seseorang dengan nada mengejek. Dia mengumumkan suatu faktor yang menentukan. "Musuh terbesarmu bukanlah Fraulein Kreutune atau kumbang musuh yang dikirim oleh Kakine Teitoku. Setelah Kau mendapatkan kepercayaan dari targetmu dan berada terus di dekatnya. ... Kau pastinya memiliki kesempatan untuk menjelaskan hal ini dengan target, tapi Kau mengatakan kepada mereka bahwa hanya ada dua ancaman, kan? Mengapa? Itu bukan karena Kau bisa menyangkal kemungkinan ini. Itu karena Kau akan dipaksa untuk berpikir tentang hal tersebut jika Kau memasukkannya ke dalam perkataan. "


Rhinoceros Beetle 05 mencari kata-kata untuk menyangkalnya.


Rhinoceros Beetle 05 mencari kata-kata untuk menyangkalnya.


Rhinoceros Beetle 05 mencari kata-kata untuk menyangkalnya.


Tapi Rhinoceros Beetle 05 tidak mampu berbicara satu kata pun untuk menanggapinya. Tentu saja tidak dapat. Ini bukan permainan di mana beberapa pemain mengungkapkan kartu tersembunyi mereka di atas meja satu per satu. Semua kartunya sudah diketahui dan si kumbang akan mencari jawabannya sendiri.


Sehingga tidak bisa menghentikan kata-kata orang tersebut.


Kata-kata dilanjutkan.


"Cukup mudah untuk mengklaim sebagai orang lain selain Kakine Teitoku. Tetapi siapa sebenarnya kau ini? Dapatkah Kau benar-benar mendefinisikan dirimu dengan beberapa nama lain? Sejauh ini, satu-satunya nama yang layak disematkan padamu adalah 'seseorang yang menentang perintah Kakine Teitoku', 'seseorang yang bekerja untuk terpisah dari Kakine Teitoku ',' seseorang yang ingin menjadi sesuatu selain Kakine Teitoku ', dan' seseorang yang berasal dari Kakine Teitoku '. Tidak peduli seberapa keras Kau mencoba untuk membebaskan dirimu, Kau tidak akan bisa lepas dari nama Kakine Teitoku. Jika Kau memaksa diri untuk menyangkal ini, Kau akan kehilangan esensimu dan bahkan tidak dapat mendefinisikan bentuk tubuhmu secara harfiah. "


Dia melakukannya dengan begitu mudah.


Dia melakukannya dengan begitu pasti.


Dia menghancurkan harapan yang Rhinoceros Beetle 05 telah diperoleh.


"Itulah sebabnya esensi sejatimu adalah seorang budak. Tidak peduli berapa banyak Kau berjuang, Kau tidak bisa merombak dirimu sendiri menjadi seorang majikan. Budak yang diciptakan oleh seorang majikan tetaplah akan menjadi budak "


Jika Rhinoceros Beetle 05 tidak mampu menjadi sesuatu selain Kakine Teitoku, dia tidak akan bisa menolak perintah untuk membunuh Last Order dan Fremea Seivelun.


Tapi tidak peduli seberapa keras dia mencoba, dia tidak bisa sepenuhnya menolak eksistensi Kakine Teitoku.


Oleh karena itu ...


Rhinoceros Beetle 05 tidak bisa melindungi dua gadis kecil itu.


"Ini adalah logika yang sederhana," bisik orang itu. "Selama Kau adalah bagian dari Kakine Teitoku, Kau tidak bisa dengan ragu-ragu membunuh targetmu. Jika Kau ragu-ragu, maka keenggananmu untuk membunuh pasti datang dari bagian yang bukan berasal dari Kakine Teitoku. Ada yang sesuatu yang telah kau peroleh dalam waktu singkat ini ... yaitu, targetmu sudah mempercayaimu sebagai teman. Pada saat Kau memutuskan untuk membunuh targetmu sendiri dalam keadaan terlepas dari kotrol Kakine Teitoku, maka kau mengatakan bahwa kau 'mengkhianati' targetmu."


Ia hendak berbicara pernyataan yang menentukan.


Dia telah membuat awal.


"Jadi bergabunglah kembali pada Kakine Teitoku."


Orang tersebut menyatakan kata-kata itu seperti password untuk melepaskan alat pengaman pada beberapa senjata raksasa.


"Biarkan Kakine Teitoku ini dengan paksa memberikan perintahmu. Bunuhlah targetmu walaupun kau tidak menyukainya. "


Kesimpulannya jelas.


Rhinoceros Beetle 05 tidak bisa menjadi sesuatu selain Kakine Teitoku.


Tidak peduli apa.



Part 12[edit]


Tombak yang tak terhitung jumlahnya ditembakan dari genangan putih yang mengisi suatu bagian dari lorong bawah tanah. Secara akurat meluncur ke arah Accelerator dan Mugino Shizuri. Mereka harusnya akan sulit untuk menghindari semua itu. Dan bahkan jika mereka berhasil, mereka tidak punya ruang yang cukup untuk menghindar. Kemampuan terkuat Kakine Teitoku adalah penciptaan, itu memberinya keuntungan dalam waktu, sumber daya, dan kekuatan fisik seperti yang ia inginkan. Dia adalah musuh terburuk bagi Accelerator dan Mugino Shizuri yang memiliki kemampuan berdaya rusak tinggi, namun terbatas pada tenaga yang tersisa pada tubuh mereka.


Mereka akhirnya akan mencapai batas mereka, mereka akhirnya akan terpojok, dan mereka akhirnya akan kehilangan nyawa mereka.


Kakine Teitoku tidak perlu khawatir tentang kapan atau di mana dua musuhnya ini akan kehabisan energi. Dia hanya perlu menunggu kedatangannya tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan. Dia tidak perlu khawatir tentang konsumsi energinya sendiri. Jika dia hanya menunggu kemenangan datang, dan semua keinginannya akan menjadi nyata. Ini adalah gaya bertarung yang boros, malas, dan najis. Si # 2 telah mendapatkan kemampuan dimana, meskipun dia hanya 'duduk dan menunggu', musuhnya akan berada pada kesulitan yang luar biasa kemudian mati perlahan-lahan. Dia bisa dengan gembira mengatakan : ‘bermalas-malasan tak pernah semenarik ini’. Dia seakan-akan “abadi” untuk saat ini.


Berbicara masalah keabadian, rasa amarah dan frustasi karena tak kunjung bisa membunuh lawannya yang menginggapi Accelerator dan Mugino Shizuri mungkin sama seperti perasaan yang orang-orang di jaman dulu tujukan pada eksistensi Fraulein Kreutune.


Tidak peduli apakah dia benar-benar mampu melakukannya.


Tidak peduli apakah dia punya niat untuk melakukannya.


Orang-orang hanya merasa bahwa Fraulein Kreutune mungkin bisa melakukannya.


Awalnya orang-orang mampu tersenyum dengan lembut, tapi seketika moral mereka hancur, hilang, dan lenyap, semuanya seakan sirna. Hidup dengan seorang yang abadi adalah suatu hal yang terlalu menakutkan untuk menjadi kenyataan.


Jika memang menjadi sesuatu yang abadi adalah hal yang seindah itu, maka milyaran orang pasti dengan senang hati menerima jika dianugerahi kemampuan seperti itu. Namun, apakah hidup abadi akan berujung pada kesenangan?


Dan sekarang seseorang memandang konsep hidup abadi dengan pola pikir yang begitu berbeda.


Orang itu adalah Kakine Teitoku.


Tombak yang dilumuri dengan niat jahat dilengkapi ujung tajam yang siap merenggut nyawa diproduksi dengan massal oleh kemampuan Dark Matter-nya dan tanpa ampun menghujani targetnya. Cukup dengan mengulangi serangan yang tak terhitung jumlahnya tersebut, ia bisa berleha-leha dengan nyaman di tempat lain sembari menunggu tombak-tombaknya menembus lawan-lawannya jika ia menunggu cukup lama.


"Apa gunanya semua itu? Akhirnya pun akan sama saja, aku hanya bertanya-tanya. # 1, # 2, # 3, # 4, # 5, # 6, dan # 7 ... Betapa konyol. Jadi ini hasil akhir dari pengelompokan dengan peringkat itu? Aku kira memang seperti inilah tingkatan masyarakat di Academy City. "


  1. 1 dan # 4 tidak bisa berbuat apa-apa.


Tidak peduli berapa banyak bakat yang mereka miliki atau berapa banyak usaha yang mereka lakukan untuk meningkatkan kemampuan mereka.


"Aku kira kemenangan tidak selalu menjadi hal yang baik. Kemenangan bisa saja mengecewakan. Mencari tahu betapa rendahnya lawan-lawanmu benar-benar suatu hal yang mengecewakan. Aku kira aku akan mempelajarinya dengan membunuh cacing-cacing seperti kalian. "


Dengan mengulangi hal tersebut berulang-ulang, ia akan merobohkan dan menghapus seluruh manusia yang telah dibangun dengan hati-hati.


Atau begitulah seharusnya.


Sistem raksasa yang dikembangkan Kakine Teitoku tiba-tiba berhenti.


"?"


Ekspresi kebingungan muncul di wajah Kakine.


Titik-titik tombak berhenti sebelum mencapai Accelerator dan Mugino Shizuri.


Salah satu alis Mugino bergerak dan dia berkata, "Hei, apa yang terjadi? Apakah ini berarti kau sudah ikhlas aku leburkan menjadi potongan-potongan kecil? Tentu saja, apakah jawabanmu ya atau tidak, aku tetap saja akan mengubah Kau menjadi abu. "


"Apa?" gumam Academy City # 2 dengan pelan seakan-akan dia sendiri tak sadar telah mengucapkan itu.


Tidak ...


Bibirnya tidak bisa lagi membuat gerakan yang lebih besar dari hanya getaran sederhana.


"Tingkat transmisi ...? Tapi ... sinyal sistem dan data material ... belum berubah. Itu harusnya tidak bisa berubah ... "


"..."


Accelerator juga terdiam.


  1. 1 telah terus-menerus menggunakan kekuatannya kontrol vektor miliknya untuk menyerang sistem Kakine Teitoku yang mengendalikan semua ini.


Itu adalah satu-satunya kemungkinan yang bisa terjadi.


"Itu harusnya tidak bisa ... tidak bisa berubah ... namun ... Apa yang kamu lakukan!!???? Bahkan jika Kau mengganggu garis-garis internal Dark Matter-ku... bahkan jika Kau membalik sinyal perintahku, Kau harusnya tidak mampu melewati penghalang-penghalang yang kuciptakan pada sistem pusatku. Namun ... Apa ... apa yang kau….kau…..kau lakukan ... !!!!!????? "


"Oh, aku mengerti." Akhirnya, Accelerator berbicara seolah-olah itu tidak masalah. "Aku kira itu bagian dari kemungkinan-kemungkinan tak terbatas yang Kau bicarakan tadi. Aku paham, aku paham ... Heh heh, ini masuk akal sekarang. Aku merasa sulit untuk dipercaya bahwa fragmen-fragmen seperti itu akan muncul dalam dirimu, tapi Kau sungguh mengatakan bahwa itu tak terbatas. Sesuatu seperti itu pastinya akan tercampur ke dalam jaringan sistemmu. "


"Apa yang kau ... Apa yang kau bicarakan !!!!?????"


"Bukan aku yang melakukannya," jawab Accelerator.


Jawabannya begitu sederhana.


"Akan lebih tepat bila kukatakan, kaulah yang menghentikan dirimu sendiri. "



Saat itu juga ...


"Nyah. Ada apa? "


Rhinoceros Beetle 05 putih, Last Order, dan Fremea menunggu di dekat jalan layang bertingkat sambil mencari kesempatan untuk mendekati pertempuran intens di sana.


Tapi ...


Rhinoceros Beetle 05 tidak dapat menanggapi pertanyaan Fremea.


Kesadarannya terfokus pada penampakan tubuh Kakine Teitoku yang hanya bisa dilihat olehnya.


"... Aku paham ..."


"Itu benar," jawab penampakan itu.


"Jadi ... itu saja ..."


"Jadi apa yang akan Kau lakukan?"


Meriam tebal yang mirip tanduk itu perlahan bergerak. Bidikannya goyah. Sebagai majikan, Kakine Teitoku sedang memberikan perintah untuk Rhinoceros Beetle 05 yang berlaku sebagai budak. Dia memerintahkan untuk dengan cepat membunuh dua gadis yang berdiri di dekatnya.


Satu-satunya cara untuk melarikan diri dari perintah untuk membunuh itu adalah dengan mendapatkan kepribadian di luar kepribadian Kakine Teitoku.


Tapi Rhinoceros Beetle 05 hanyalah seorang budak, sehingga akan hancur dengan seketika setelah lepas dari kontrol Kakine Teitoku.


Oleh karena itu, Rhinoceros Beetle 05 tidak bisa menolak perintah untuk membunuh.


Rumusannya sudah jelas.


Akan Tetapi ...


"Aku tidak pernah menjadi apa pun selain Kakine Teitoku," kata si kumbang.


"Apa ...?"


"Tidak perlu untuk berpikir dengan paksa tentang mendapatkan kepribadian baru."


"Tunggu sebentar. Tanggapan itu bukan dari versi sebelumnya dari Kakine Teitoku !! "


Suara retakan yang menjalar dari tubuh si kumbang semakin menjadi.


Cahaya merah di matanya berkedip-kedip tidak menentu seperti lampu rusak.


"Aku ..."


Celah-celah hasil retakan akhirnya terlihat jelas di bagian luar tubuhnya.


Seolah-olah retakan-retakan itu adahal akibat dirinya yang menahan sesuatu.


Tapi itu tidak berhenti.


Rhinoceros Beetle 05 tidak berhenti berbicara.


"Aku ... !!"


Tiba-tiba, cahaya merah di mata Rhinoceros Beetle 05 benar-benar menghilang.


Benda itu berhenti berfungsi.


Dan muculah dia.


Tidak, bukan seperti itu.


"Namaku ..."


Cahaya di matanya kembali dengan segera setelah itu. Tapi sudah berubah dari warna merah ke hijau. Warna hijau menunjukkan bahwa semua error dalam sistemnya telah lenyap dan semua komponen telah bekerja dengan semestinya.


"Namaku adalah Kakine Teitoku, Academy City Level 5 # 2 dan pengguna Dark Matter."


Beberapa orang yang melihat peristiwa itu mungkin akan mengibaratkannya seperti bunga baru yang mekar.


Celah-celah terus muncul dari dalam tubuh Rhinoceros Beetle 05 putih. Tanpa ragu-ragu dan tanpa ada keraguan, bentuk kumbangnya benar-benar hancur sekarang. Dan apa yang muncul dari dalamnya dengan bentuk serpihan berkilauan adalah ...


Seorang anak putih dengan cahaya hijau di matanya.

NT Index v06 320.png

Suatu suara retak kecil bisa didengar.


Itu datang dari wajah tampan Kakine di lorong bawah tanah yang kinisudah dia kontrol secara penih. Lebih tepatnya, itu datang dari celah kecil yang muncul di sudut mulutnya.


"Jangan ... mengejekku ..."


Dia mengerang.


Dia bergumam.


Ini semua dikarenakan si kumbang sudah benar-benar terbebas dari sistem raksasa yang mengontrolnya. Dan kepribadian Kakine-Teitoku-jahat miliknya telah terbuang entah kemana. Dia menghancurkan semua kekangan pada tubuhnya dan membentuk suatu pribadi baru.


Untuk lebih tepatnya, kekuatan kehendak si kumbang lah yang mungkin menjadi salah satu sebab mengapa #2 baru ini bisa terbentuk.


Mulut indahnya terbuka dan seluruh wajahnya menunjukkan berbagai ekspresi seakan dia adalah robot yang baru diproduksi dan dicek apakah semua sistem dalam dirinya bekerja dengan layak.


"Jangan mengejek kuuuuuuuuuuuu !! I-ini ... ini adalah milikku. Aku adalah aku !! D-Dark Matter adalah hasil produk dari otakku ... dari Personal Reality-ku. Bagaimana bisa ... bagaimana bisa kekuatanku sendiri mengkhianatiku seperti ini !!!!???? "


"Ini bukanlah lagi permasalahan siapakah yang pertama kali dianggap sebagai #2," kata Accelerator seolah-olah ia bersiul. "Sistemmu yang menghubungkan darah dan daging makhluk-makhluk ciptaanmu itu bukanlah lagi menjadi permasalahan di sini. Kau memperoleh kemampuan untuk menciptakan benda yang tak terbatas jumlahnya, sehingga kau tidak lagi membutuhkan hal semacam itu, kan?


"... !!"


Tenggorokan Kakine mengejang.


Mugino akhirnya memahami apa yang terjadi dan mulai melemaskan bahunya.


"Ha ha. Menjadi terlalu kuat adalah masalah tersendiri bagi # 2. Ketika jaringan yang terdiri dari peralatan fleksibel yang bisa tergantikan jadi hidup dan memiliki kepribadian sendiri, maka mereka akan mulai bergerak menurut pikirannya sendiri dan mengisolasi dirinya dari sistem secara keseluruhan, nah, bagian yang terisolasi menjadi jaringan kecil tersendiri. Dan Kau memiliki kemampuan untuk menggantikan bagian tubuh yang hilang seperti seekor planaria. Dengan kata lain ... " [Planaria adalah sejenis cacing yang memiliki kemampuan beregenerasi sangat tinggi. Bahkan, jika bagian tubuhnya terpotong-potong, setiap potongan tubuhnya bisa membentuk cacing-cacing baru.]


"Orang yang menghentikanmu juga bisa disebut Kakine Teitoku. ... Atau mungkin akan lebih baik untuk mengatakan bahwa orang yang menghentikanmu sekarang adalah Kakine Teitoku yang asli," kata Accelerator.


Accelerator tidak tersenyum hanya selama mengutarakan pernyataan terakhir.


Dia menunjukkan rasa hormatnya terhadap seseorang yang belum pernah dia lihat, yang tidak berada di sana pada saat ini.


"Harusnya ada banyak perbedaan yang terdapat pada para Kakine Teitoku tersebut. Dan perbedaan-perbedaan itu biasanya akan terlihat karena adanya kepribadian yang terkonsentrasi dari seluruh sistem. Tapi ketika ada suatu jaringan yang terisolasi, hal-hal yang tidak normal akan nampak. Jika kau mengibaratkannya seperti minuman campur yang ada di café-café, ini seperti sirup yang mengendap di dasar gelas dan kopi dingin yang terangkat ke permukaan. "


"Makan akan nampak sisi pengecutmu, sisi pemarahmu, sisi angkuhmu ... dan sisi lainnya yang terpendam jauh di dalam kepribadianmu. Tapi siapa sangka ada sekelumit sisi baik dari #2 yang menjadi begitu dominan dan mengambil alih semua sistem secara keseluruhan ? "


Keinginan untuk melindungi seseorang telah menang atas keinginan untuk membunuh seseorang.


Keinginan untuk menciptakan sesuatu telah menang atas keinginan untuk menghancurkan sesuatu.


Keinginan untuk menghentikan perkelahian telah menang atas keinginan untuk melanjutkan perkelahian.


"Aku menarik kembali apa yang aku katakan tadi," kata Accelerator tanpa ragu-ragu. Itu adalah sesuatu yang sangat jarang dia katakan. Kekuatan esper #2 Academy City, yaitu Dark Matter adalah salah satu kekuatan bajingan yang begitu sakti. Tapi sungguh percuma karena dimiliki oleh seseorang sepertimu. Dan itu jelas-jelas adalah kekuatan yang terlalu mewah untuk bisa kau kontrol. "


"Ah ... ah ..."


"Kalau dipikir-pikir," tambah Mugino Shizuri dengan tatapan bingung. "Apakah kita punya bukti bahwa yang satu ini benar-benar inti dari keseluruhan sistem? Pikiran # 2 telah tersebar di seluruh sistem, dan yang satu ini adalah yang paling dekat dengan permukaan. Tapi tidak ada yang mengatakan bahwa kepribadian yang muncul ke permukaan ini adalah sifat sejati dari Kakine Teitoku. Bukankah kita hanya bertarung dengan lapisan terluar dari sekumpulan kepribadiannya selama ini? Lagi pula, bahkan melawan kepribadian yang muncul ke permukaan ini bukanlah hal yang mudah, jadi aku kira # 2 benar-benar bukan orang normal. ... Oh, dan tidak pernah membuat kesalahan. Aku tidak memujimu ketika aku mengatakan itu. Aku sedang berbicara tentang dirimu yang asli. "


"Aaaaahhhhh !! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !! "


Setiap kali Kakine memaksa tubuhnya untuk bergerak, retakan yang lebih kecil dan lebih kecil terus terbentuk. Dia mencoba untuk membunuh Accelerator dan Mugino Shizuri dengan cara apapun. Sehingga ia bisa menghentikan mereka yang terus saja berbicara sambil mengejeknya. Sehingga ia bisa mencegah ejekan-ejekan yang semakin menguatkan fakta bahwa caranya kalah ini sungguh konyol..


Tapi ia tidak bisa melakukannya.


Kekuatan terakhirnya tampaknya sudah disedot keluar dari dirinya. Mungkin menguasai kekuatan seperti itu adalah kesalahan sejak awal, bahkan jika sementara.


Suara bernada tinggi terdengar.


Suatu garis tertentu telah menjalar.


Sebagian dari tombak-tombak pecah dan kerusakan terus erlangsung dalam reaksi berantai. Segala sesuatu yang menyusun tubuh Kakine itu mulai hancur. Sama seperti yang anak tumbuh menjadi dewasa dan seperti orang dewasa yang tumbuh menjadi orang tua, sistem raksasa tumbuh menjadi sesuatu yang lebih halus dengan menghilangkan bagian yang belum matang, yang tersisa dalam inti kepribadiannya.


"Aku ... aku ... aku menghilang? Aku ... aku ... Academy City # 2 ... tidak, aku sudah melampaui itu ... Mengapa ini ...terjadi….. untuk suatu alasan yang konyol? "


"Mungkin tidak akan tersisa seberkas pun informasi yang membuktikan bahwa Kau pernah ada di sini," bisik Accelerator. Orang yang terus runtuh dan semakin menghilang itu jelas-jelas mengejang ketika ia mendengar kalimat itu. "Bahkan jika ada sejumlah besar data yang tersisa tentang Kakine Teitoku, data itu tidak akan merujuk kepadamu. "


Itulah kata-katanya.


Itulah kata-kata yang disampaikan seorang yang terus bisa bertahan hidup ke orang yang secara perlahan akan lenyap sepenuhnya dari dunia ini.


"Tapi jangan khawatir."


"Tunggu ... tidak ... berhenti ..."


Tidak ada yang bisa ia lakukan pada saat terakhirnya.


Tetapi Kakine yang akan punah itu tiba-tiba berpikir.


Dia ingat saat di terowongan kereta bawah tanah, ketika Rhinoceros Beetle 05 putih tiba-tiba meninggalkan kontrolnya dan mengambil tindakan yang tidak teratur.


Dia tidak berpikir bahwa kumbang itu adalah suatu eksistensi yang istimewa. Di saat itu bahkan dia tidak menganggap error tersebut sebagai suatu masalah. Sebetulnya, ada masalah lain yang ada bersama dengan error tersebut di tempat yang sama.


Seorang gadis tertentu yang mengenakan jaket olahraga berwarna merah muda.


Takitsubo Rikou.


Dia adalah Level 4 dengan kemampuan untuk melacak bidang difusi AIM orang lain, dan dia juga memiliki kemampuan tersembunyi untuk menggunakan bidang difusi AIM orang lain untuk mendistorsi Personal Reality milik mereka.


Apakah Kakine Teitoku pernah membuat perhitungan mengenai seberapa berbahaya gadia itu?


Dia mungkin suatu hari nanti akan menjadi Level 5 #8.


Kalau begitu ...


Entah sadar atau tidak sadar, orang yang telah membuat perubahan pada “level” Rhinoceros Beetle 05 putih adalah ...


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !! D-Diaaaaaa !! Wanita jalang ituuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu !! "


Monster # 1 mengabaikan teriakan orang yang sekarat itu.


Dia mengatakan, "Jika Kau ingin meninggalkan beberapa bukti tentang keberadaanmu, aku akan membuat semacam tanda untuk mengenangmu."


Seluruh lorong bawah tanah bergetar seakan-akan pondasinya akan hancur.


Lima jari Accelerator menembus pusat zat yang masih saja bersikeras mempertahankan bentuknya itu. Dan dicabiknya “sisa-sisa” Kakine Teitoku jahat tersebut sampai lenyap.


Accelerator meletakkan tangannya ke lehernya sendiri.


Dia membalik saklar elektroda choker miliknya untuk menonaktifkan kekuatannya.


Sementara mendukung berat badannya dengan menggunakan tongkat modern, # 1 melihat ke kiri dan kanan. Dengan tidak adanya perintah yang tersisa, para Dark Matter yang tercecer di seluruh lokasi mulai larut ke udara, tanpa bekas.


"... Jadi ini semua sudah berakhir."


"Apanya yang berakhir?" Kata Mugino Shizuri dengan mengangkat bahu.


Dia berbicara seolah-olah semua pertempuran sengit yang barusan mereka lakoni bukan merupakan apa-apa melainkan hanya sekelebat adegan yang akan menuntun mereka ke takdir selanjutnya.


"Kita masih memiliki jalan yang panjang untuk dilalui. Jalan ke depan akan sangat panjang dan berat bagi calon penghuni neraka seperti kita. "



Part 13[edit]


Kamijou Touma memaksakan tubuhnya yang ngilu dan menyiapkan kepalan tangan kanannya.


Dia menghadapi Leivinia Birdway.


Dia adalah seorang penyihir yang dapat menubah api, air, angin, dan bumi menjadi senjata mematikan hanya dengan mengayunkan senjata simbolis perubah bentuk miliknya yang berupa tongkat sihir. Dia juga bisa mengambil rute tercepat dan dengan paksa mengirimkan massa kekuatan yang diselaraskan dengan elemen untuk membuat ledakan panggilan berwarna putih.


Dia memiliki berbagai variasi serangan dan semuanya memiliki kekuatan destruktif yang besar.


Dalam peristiwa masa lalu, Kamijou telah terlibat di dalamnya, tampaknya ia telah mengatasi kekuatan terorganisir dari asosiasi sihir dan membawanya ke kehancuran dengan menggunakan panggilan ledakan tersebut.


Tapi ...


Pada saat yang sama ...


(Rahasianya Birdway mungkin bukan kekuatan fisiknya.)


Kamijou memahami sedikit tentang sihir, tapi dia telah meningkatkan beberapa informasi yang ada di memorinya selama pertempuran panjang.


Penyihir yang bisa menggunakan sejumlah besar kekuatan tak terbatas dari awal memang benar-benar ada. Sebagai contohnya, para Saint, putri kedua dari kerajaan Inggris yang memegang pedang kerajaan Curtana Original, atau Fiamma of the Right yang memiliki kekuatan untuk menyelamatkan dunia. Penyihir-penyihir itu bisa mengatasi lawan dengan kekuatan murni saja. Mereka mungkin telah menggunakan sesuatu untuk meningkatkan serangan mereka, tapi mereka mampu untuk melanjutkan serangan-serangan besar tersebut ke titik yang mungkin mendekati tak terhingga. Memang seperti itulah kemampuan mereka.


Tapi dia belum pernah mendengar apa-apa tentang Birdway yang ternyata juga memiliki kemampuan identik dengan lawan-lawan besarnya di masa lalu tersebut.


Dia sudah mendengar bahwa dia adalah pemimpin asosiasi sihir raksasa dan dia juga sudah mendengar bahwa sihir digunakan untuk menebus kurangnya bakat seseorang dengan menggunakan teknik alami. Jika Birdway adalah kepala suatu kelompok yang terbentuk karena fakta tersebut, maka ...


(Hal ini berlawanan. Kekuatan Birdway sendiri tidak lebih hebat dari manusia pada umumnya. ... Tanpa sesuatu yang benar-benar gila seperti kemampuan alamiah Saint yang diperoleh sejak lahir atau memiliki senjata pusaka sehebat Curtana, tak ada alasan seseorang bisa meningkatkan kemampuannya sampai level seperti itu. Memang seperti itulah para penyihir.)


Jadi dia harus memikirkannya secara terbalik.


Dia harus mencari tahu bagaimana Birdway bisa menciptakan serangan yang begitu luar biasa dengan tingkat kekuatan fisik yang bahkan lebih lemah daripada seorang pria dewasa. Bagaimanapun juga, Birdway masihlah seorang gadis kecil berusia belasan tahun. Tubuhnya tak akan kuat menahan sihir yang begitu besar.


Dan dalam hal ini, jawabannya sangatlah sederhana.


(Ini adalah trik.)


Itu adalah satu-satunya kata yang bisa dia pikirkan untuk mendeskripsikan fenomena ini.


Ini bukan pertukaran setara sederhana di mana 1 unit kekuatan menyebabkan 1 unit hasil.


Ini adalah trik gila seperti yang dilakukan beberapa kesepakatan keuangan mengerikan yang dilakukan para pakar manipulator ekonomi, yaitu mengambil satu unit bahan mentah kemudian merubahnya menjadi ribuan bahkan puluhan ribu unit produk untuk kemudian dijual dan mengeruk keuntungan absolut.


Seorang prajurit bisa menyerang dengan pedang dan perisai yang terbuat dari perunggu atau prajurit bisa mengoperasikan gadget layar sentuh untuk mengirim peluru kendali yang dilengkapi dengan teknologi GPS. Permasalahannya bukan terletak pada jumlah orangnya, namun tingkat teknologi yang bisa dengan mudah mengubah bentuk serangan menjadi sesuatu yang lebih mengerikan. Penyihir selalu dihubungkan tentang memperoleh kekuatan melalui kecerdasan masing-masing individu, sehingga jika mereka memiliki peringkat, pasti urutan mereka ditentukan dari tingkat kecerdasat tersebut.


Dan contoh yang paling ekstrim adalah ...


Index yang mereka pandang sebagai suatu eksistensi yang sangat berbahaya karena menghafal perpustakaan 103.000 grimoires.


(Dalam hal ini, apa yang dia lakukan? Jika aku dapat menghancurkan sihir apapun yang Birdway lakukan, aku harusnya mampu menggagalkan setiap metode serangannya ... Hal pertama yang patut kucurigai adalah senjata simbolis yang bisa berubah bentuk mirip tongkat sihir itu, tetapi apakah itu benar-benar suatu alat yang sederhana? Jika metode tersebut adalah suatu metode pamungkas miliknya, sehingga dia berani untuk memimpin suatu asosiasi sihir raksasa yang ditakuti di Inggris dan bahkan membuatnya berani melawan dunia, maka seharusnya dia tidak membiarkan metode tersebut dikemas dalam suatu senjata yang sesederhana itu.)


"Apa itu?"


Birdway mengubah bentuk senjata simbolis di tangannya sekali lagi.


Sekarang menjadi pedang.


"Apakah Kau benar-benar siap untuk membunuhku sekarang? Kalau begitu cepatlah. Dan jika Kau menolak untuk menyerang pertama kali, maka akulah yang akan melakukannya. "


Kamijou bahkan tidak punya waktu untuk merespon.


Dia bergerak.


Dia datang dengan menyerang.


Dia memulainya dengan membentuk pedang angin untuk mencoba memotong lengan kanannya.


Kemunculan garis yang merobek permukaan jalan aspal adalah tanda pisau angin itu mulai menerpa, Kamijou berpindah untuk menghindarinya, dan tidak memilih untuk meniadakannya dengan tangan kanannya. Dia memutar tubuhnya ke samping seperti sedang menuju pintu keluar di kereta yang penuh sesak dengan manusia. Dia menggunakan tindakan yang sama untuk mengambil langkah maju dan bergegas menuju Birdway.


(Stiyl Magnus memperkuat fenomena sihir api yang ia ciptakan dengan menempatkan ribuan kartu Rune di sekitar medan perang.)


Senjata penyihir itu sudah berubah dari pedang menjadi tongkat lagi.


Dia memegang tongkat secara horizontal dan memutarkannya sekali lagi. Begitu dia lakukan itu, suatu cakram api tercipta di tempat dia mengayunkan tongkatnya. Semakin meluas dan berubah menjadi dinding pijar yang bergerak menuju Kamijou.


(Yamisaka Ouma menciptakan tali penghalang untuk membuat altar upacara, Sherry Cromwell menggunakan sekelompok simbol untuk menyebabkan pusat perbelanjaan bawah tanah runtuh, dan Biagio Busoni menyiapkan armada besar untuk menghancurkan Academy City.)


Pada saat ia menghancurkan dinding api dengan tangan kanannya, Birdway sudah mengubah tongkat sihirnya menjadi bentuk cangkir. Suatu pohon besar terbuat dari air muncul dengan dia sebagai pusatnya dan sejumlah besar belati tumbuh dari cabang pohon dan menghujani daerah tersebut.


(Pasti ada sesuatu. Sesuatu yang memungkinkan dia agar bisa melakukan semua serangan tak lazim ini! Aku tidak tahu apakah itu soal jumlah atau ruang lingkup, tetapi harusnya ada sesuatu mendukung Birdway !!)


Dia menghalau salah satu belati yang tak terhitung jumlahnya kemudian serpihannya menyinggung kumpulan belati lainnya dan membuka ruang aman baginya.


Dengan terciptanya celah diantara hujan ribuan belati tersebut, Kamijou bisa mendekati jangkauan Birdway.


Dia masih tidak memiliki jawabannya.


Tapi kalau dia harus memilih target apa yang layak untuk dikenai tinjunya, dia akan memilih ...


"Sialan, aku kira aku harus mengenai senjata simbolis itu!!"


"Aku sudah mengira kau akan memilih ini."


Kamijou merasa hantaman benda tumpul dan tinjunya yang membidik senjata milik Birdway seketika terelakkan ke samping.


Senjatanya berubah lagi dari bentuk cangkir ke pedang.


Dan pedang angin yang telah dibuat sekali lagi dikirim pada tangan kanan Kamijou, bukannya tubuhnya.


Itu adalah serangan yang sangat intens, yang menjadi kelemahan Kamijou, yaitu serangan yang terlalu kuat dan tanpa jeda. Sehingga walaupun itu terbuat dari sihir, kecil kemungkinan Kamijou bisa meniadakannya tanpa terluka.


Birdway mengirim sihir yang kuat di tangan kanannya untuk mengubah lintasan.


(Tidak baik ...)


Suatu perasaan merinding tak menyenangkan menginggapi punggung Kamijou.


Tinju kanan andalannya tidak berarti apa-apa di saat itu. Kamijou berlari menuju arah Birdway dan itu juga berarti Birdway bisa menyerang dia dari jarak dekat. Dia bisa mendapatkan hantaman dari serangan sihir maupun yang bukan sihir.


Dan Birdway mengambil tindakan tanpa ragu-ragu.


"Kau masih saja naif. Naif karena menganggap semua orang berhati sebaik dirimu !! "


Dia mengayunkan pedang.


Dia mengayunkannya dari atas ke bawah.


Pisau angin raksasa muncul dan langsung menuju Kamijou.


Kamijou praktis merobohkan diri ke samping untuk menghindarinya dan nyaris kena.


(... Apa?)


Dia selamat. Tapi dia lebih merasa lebih bingung daripada merasa lega.


Birdway pasti merasa lebih aman ketika tinju Kamijou tidak bisa mengenainyaa karena ia mengambil dua atau tiga langkah mundur. Dia pasti telah melakukan semacam upacara seperti yang dia lakukan sebelumnya karena beberapa cahaya putih murni untuk ledakan pemanggil bersinar di sekitar tempat Kamijou berbaring.


Dia dengan panik menciptakan daerah aman dengan menerima ledakan dengan tangan kanannya dan mengirimkan energi ledakan ke ledakan lainnya sehingga ledakan-ledakan itu akan saling meniadakan.. Saat ia melakukannya, pikirannya mengumpulkan pentunjuk tentang teka-teki jurus Birdway dengan semakin cepat.


(Itu bukan berkat kemampuanku sendiri sehingga aku berhasil menghindarinya. Itu karena dia memilih serangan yang pernah kulihat sebelumnya. Tapi kenapa? Dia dapat menempatkan mantra bersama-sama dalam berbagai bentuk yang berbeda, jadi dia seharusnya mampu menggunakan sejumlah serangan yang aku belum pernah lihat sebelumnya. Jika dia melakukan itu, aku pasti sudah tertelan dalam serangannya karena aku tak punya waktu untuk bereaksi !!)


Dinding api dan badai pisau batu menyerbunya kali ini, tapi Kamijou dengan mudah meniadakannya dengan menggunakan tangan kanannya setelah berdiri kembali. Dia juga sudah mengenal pola serangan ini.


Dan itu berarti ...


(Dia seharusnya bisa melakukan variasi serangan yang lain, tapi dia tidak melakukannya. Bukan….Bukan karena itu. Atau apakah memang hanya itu yang dia bisa lakukan?)


"... Aku sudah menemukan jawabannya."


Suara bernada tinggi terdengar.


Itu adalah suara pisau batu pecah ketika Kamijou mengayunkan tangan kanannya secara horizontal.


Dia bukannya tanpa persiapan ketika berurusan dengan mantra yang menyerangnya. Kali ini, ia tahu bahwa itu bukan kebetulan.


"Aku tidak benar-benar tahu apakah itu mungkin terjadi dan aku tidak memiliki bukti nyata untuk mendukungnya, tapi aku menemukan jawabannya. Birdway, ini adalah apa yang menjadi inti dari seranganmu. Ini adalah sumber yang telah merubahmu menjadi seseorang yang berkemampuan luar biasa. "


"Apa yang Kau ketahui, amatir?"


"Apa yang membuat Kau istimewa adalah jumlah. Ini seperti kartu Rune yang Stiyl gunakan." Kamijou sekali lagi dengan akurat menangkis pedang angin. "Kau selalu menggunakan mantra yang sama dengan gerakan yang sama." Itulah jawabannya. "Kau telah berulang kali melakukan hal yang sama untuk waktu yang lama dan itu menyebabkan semua terakumulasi. Dengan membuat gerakan yang sama persis dan cara yang juga sama persis, Kau mengubah gerakannya menjadi simbol sihir untuk mendukungmu! Dirimu tahun lalu, dirimu sebulan yang lalu, dirimu seminggu yang lalu, dirimu sehari yang lalu, dan dirimu sejam yang lalu. Itulah simbol yang Kau gunakan !! "


Tapi itu bukan sesuatu yang semua penyihir akan mampu lakukan.


Gerakannya adalah "sama" pada tingkat yang berbeda sama sekali.


Jika seseorang mencoba untuk menyalin tulisan tangan mereka sendiri dari masa lalu, apakah mereka bisa melakukannya dengan sempurna? Ini adalah teknik yang secara paksa menarik keluar hasil luar biasa dengan mengulang-ulang cara yang sama dan tidak pernah mampu meninggalkan "diri"-nya sendiri tidak peduli seberapa sulit dan merugikannya itu.


Apa dia telah akumulasikan adalah yang membuatnya kuat.


Dia telah mengambil apa yang semua orang pahami sebagai ide atau konsep dan mengangkatnya menjadi bentuk akhir sebagai fenomena yang nyata.


Dia berdiri di bagian paling atas dari mereka yang berusaha untuk mendapatkan kekuatan untuk menguasai dunia dengan memoles dan meningkatkan keterampilan mereka.


"Kau benar-benar menakjubkan. Terutama dalam cara tidak memamerkannya. Kau memasang ekspresi wajah tenang dan berpura-pura meremehkan dunia ini dengan hati yang dingin, tetapi Kau sebenarnya yang paling bersemangat dan yang paling koorperatif. Kau mewujudkan harapan bahwa orang pada akhirnya akan dihargai jika mereka menunjukkan upaya yang cukup. "


Dia melihat sisi lain dari Kamijou Touma yang sedang berbicara dan mendengarkan dengan setengah percaya.


Leivinia Birdway tidak membuat komentar namun menampilkan keberhasilan dengan tindakannya. Dia menunjukkan bahwa orang-orang bisa sampai sejauh itu dengan tidak didasarkan oleh sesuatu pun melainkan usaha mereka sendiri. Itulah yang menyebabkan orang terpesona kepadanya dan secara sukarela memberikan posisi puncak pimpinan asosiasi sihir raksasa kepadanya, tanpa ada yang mau menggantikannya.


Tapi ...


Kalau begitu ...


"Apakah Kau benar-benar berpikir itu jawabannya?" Birdway mengubah senjata simbolis nya dari pedang ke bentuk tongkat dan dengan santai menunjuk ke arah Kamijou. "Apakah Kau berharap untuk menemukan struktur yang begitu sederhana dalam diriku? Aku mengendalikan asosiasi sihir terbesar di Inggris, Dawn-Colored Sunlight !! Aku selalu mencari sesuatu yang baru tak peduli apakah itu dari ilmu pengetahuan atau sihir !! "


Suatu kilatan cahaya melonjak keluar.


Itu adalah ledakan panggilan.


Cara Birdway yang tidak bergantung pada teknik mantra sulit atau upacara, tidak memperpendek serta menyederhanakan teknik, seakan-akan melakukan sihir tanpa persiapan, itu semua adalah tanda betapa mahirnya dia.


Tapi ...


"Pada akhirnya, itu sama saja. Ini adalah pengulangan yang terimprovisasi, tanpa permulaan terlebih dahulu, tanpa persiapan terlebih dahulu . ... Kau membuatnya tampak seperti itu, tetapi sebenarnya semuanya tak lebih dari tindakan yang dihitung secara akurat di mana Kau mengulangi teknik yang tepat sampai terbiasa. Kau mengaturnya untuk menyembunyikan fakta bahwa Kau hanya dapat menggunakan api, air, angin, dan sihir bumi menggunakan tindakan yang direncanakan !! Aku yakin Kau bisa membuat mantra baru jika Kau ingin, tapi kemudian Kau seakan tidak membuat kemajuan sama sekali! Kau tidak dapat menggunakan sesuatu yang baru dalam pertempuran saat ini !! "


Dia bisa menerobos.


Dia bisa menangani semuanya dengan hanya menggunakan tangan kanannya.


Dia bisa menentang serangan yang sama dengan metode yang sama.


Seakan seperti perkebunan raksasa yang sengaja diisi dengan tanaman tunggal melalui pembibitan selektif, kemudian semuanya lenyap hanya karena satu jenis serangga.


"Pisau asli yang tersembunyi di antara pisau batu dan pistol flintlock yang ditarik dari punggungmu adalah caramu menyangkal harapanku, untuk membuat aku berpikir bahwa seakan-akan hanya cukup sampai di sinilah kemampuan dari Leivinia Birdway, tidak lebih! Kau mencoba untuk membuatnya terlihat seperti Kau tidak punya sihir lagi yang bisa dipertunjukkan!! "


Dia tidak gentar.


Ketakutan yang menyebabkannya tidak dapat ditemukan dalam dirinya.


Dia telah menemukan petunjuk yang ia butuhkan untuk meraih kemenangan.


Keyakinan itu memberinya kekuatan untuk mengepalkan tinjunya lebih erat.


"Berapa banyak kartu yang Kau miliki di tanganmu, Birdway?"


"Apakah itu penting bagimu?"


"Apakah 5? 10? 15? 20? Tidak peduli berapapun itu. Kau tidak memiliki serangan yang tak terbatas, Kau memiliki jumlah sihir yang terbatas. Aku ragu aku telah melihat semuanya, tapi aku tidak punya waktu untuk mencari tahu bagaimana cara menangani semua itu. "


"Kau bisa pergi ke kuburanmu dengan kesalahpahaman ini."


Suara besar meledak keluar.


Itu suara Kamijou menghentak permukaan jalan dan berlari menuju Birdway.


Birdway tidak mengambil langkah mundur lebih jauh ke belakang.


Dia akan menghadapinya dengan langsung.


(Tidak ada gunanya, Birdway.)


Hujanan belati air turun, dinding api memblokir jalannya, pedang angin mencoba untuk mengiris melalui seluruh area. Ledakan panggilan muncul untuk mengisi kesenjangan antara serangan-serangan itu. Suatu pisau baja berputar seperti kipas angin listrik raksasa dan serangan listrik terpental di sekitar daerah seperti pinball. Beberapa serangan yang dilancarkannya kali ini belum pernah Kamijou lihat sebelumnya, tapi itu tidak cukup untuk menyudutkan dirinya. Dia menemukan cara untuk berurusan dengannya, dan memojokkan Birdway yang semakin kehilangan kartu dari tangannya setiap kali ia membuat serangan.


(Aku pikir aku tahu jenis orang macam apa kau ini. Kau mencintai usaha dan tidak berpaling dari kerja keras ... Kau bahkan sekalipun tidak mencoba untuk membidik titik lemah di sisi tubuhku, di mana aku ditembak leh Anti-Skill tempo hari. Kau telah membuat terpesona orang-orang yang mendukung suatu organisasi besar dengan sesuatu selain perktaanmu.)


Dia meniadakan berbagai bentuk sihir, ia menangkis banyak mantra yang berbeda, dan dia mengambil keuntungan dari berbagai bentuk serangan.


Sementara itu, Kamijou Touma berlari ke depan.


Pandangannya terbuka.


Kali ini, ia benar-benar meraih Leivinia Birdway.


"Kamu adalah ... !! Kau adalah orang yang mengajarkan begitu banyak orang bahwa kerja keras akan membawa seseorang sampai pada puncaknya! Aku tidak bisa membiarkan Kau terjebak pada pola pikir menyedihkan bahwa menggunakan Fraulein Kreutune adalah pilihan terbaik !! Aku tidak bisa !! "


Maksud serangannya tertuju pada satu misi.


Tapi dia terus-menerus berusaha mencapai tujuan yang tidak nyata, menyentuh sesuatu yang dikatakan mustahil, dan meraih sesuatu yang tidak ada.


Tangannya dan lima jari yang bebas bisa membuat sejumlah bentuk.


Sekarang berupa kepalan.


Itu terjadi segera setelah itu.


Kamijou Touma dan Leivinia Birdway berada di titik yang sama.


Dan kesimpulan tercapai.



Part 14[edit]


"...?"


Pada bagian atas jalan layang bertingkat, Misaka Mikoto mengerutkan kening dan dia berdiri di jalan yang berantakan.


Brunhild Eiktobel tiba-tiba menghentikan gerakan-gerakannya yang berkekuatan mengerikan. Mikoto telah menarik pedang baja raksasa dengan gaya magnet dan dia menggunakan listrik tegangan dan arus tinggi sehingga segala macam benda besi terbang di atasnya, namun wanita itu telah menggunakan kekuatan brutalnya untuk terus mengayunkan pedang raksasa yang massanya diduga seberat beberapa puluh ton. Tapi sekarang ia membeku di tempat.


Tatapannya ber dari lawannya dan menuju ke tempat lain.


Mikoto tidak melihatnya sebagai suatu celah pada pertahanannya. Itu adalah keheningan yang tidak nyaman seperti timer bom yang telah mencapai nol namun tidak meledak. Dia merasakan sesuatu yang membuat dia merasa ragu-ragu ketika sembarangan menyerang, jadi dia memutuskan untuk memanggil wanita kekar itu meskipun itu berkomunikasi seperti itu terhadap lawanmu adalah tindakan konyol dalam suatu pertarungan.


"Apakah ada masalah?"


"Tampaknya satu masalah telah diatasi," jawab Brunhild dengan tenang. "Aku tidak yakin apakah aku harus terus bertarung, bertindak sebagai bala bantuan, atau melihat situasi sebagai hal yang tak menguntungkan dan membuat persiapan untuk penataan kembali. "


Pada area seperti arena olahraga tersebut, satu tingkat ke bawah, Dewa Petir Thor dan Silvia, seorang Saint yang ia hadapi, juga menatap ke tempat lain. Namun, mereka berdua tampak tidak terlalu bingung dan tampaknya lebih pasrah terhadap hasil yang tak terduga ini.


"Hm, apa yang harus dilakukan sekarang?" Kata Silvia dengan nada seseorang yang mencoba untuk memutuskan apakah akan menggantung cucian ketika langit sebagian mendung. "Sepertinya aku baru saja menerima info untuk meninggalkan tugas di sini tapi aku kurang senang melaksanakannya. Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang? "


"Jika dua orang Saint mengejarnya, aku bertaruh Kau bisa berhasil, entah bagaimana caranya."


"Tidak," jawab Silvia meskipun tidak memiliki kewajiban untuk memberikan jawaban yang jujur. "Yang kita butuhkan untuk menculik kekuatan Fraulein Kreutune adalah mantra yang menambahkan sejumput pasir murni ke air yang memiliki perilaku khusus. Tapi Leivinia Birdway adalah pakarnya dalam melakukan hal seperti itu. Dia tidak sepenuhnya mempercayai kami. Dia ingin menjaga rahasia teknik itu, sehingga tidak ada yang bisa kita lakukan ketika dia sudah tak berguna. "


Ini bukan suatu keadaan di mana mereka bisa mengambil Birdway begitu saja dan meneruskan rencana mereka.


Tidak ada yang bisa mereka lakukan ketika satu-satunya orang yang bisa melakukan mantranya telah kehilangan keinginan untuk menggunakannya.


Itulah yang dimaksudkan oleh Silvia.


Dia menggaruk kepalanya sambil menggulung tali panjang dengan gerakan satu tangan.


"Sialan, inilah mengapa aku bilang bahwa aku berharap berada di sisimu saat ini. Sehingga aku bisa bertarung mati-matian sepuasku tanpa harus kebingungan bila ada salah satu bagian penting dari rencana telah gagal. "


Thor menyeringai saat mendengar itu.


"Ini masih belum terlambat."


"Idiot," sembur Silvia dengan sedikit penyesalan. "Aku tidak sepertimu. Aku punya beberapa ikatan dengan beberapa pihak. Aku memiliki ikatan dengan bajingan sembrono yang lalai dan cengeng meskipun dia pernah sangat dekat untuk menyandang gelar Dewa Sihir. "


"Aku sedikit iri tentang hal itu." Jawab Thor dengan jujur. Dia mengangkat bahu sambil mengatakan itu, tapi niatnya adalah tulus. "Aku sudah memberikan segala yang aku punyai dalam berusaha, tapi aku tidak pernah bisa menemukan itu. Dan itulah mengapa aku berdiri di sini. "


Tindakan mereka berdua cukuplah sederhana.


Mereka mengambil langkah mundur satu sama lain.


Itu sudah cukup untuk meninggalkan situasi yang terjalin secara kompleks. Tindakan yang menandakan suatu upaya gencatan senjata, seakan-akan itu adalah permainan catur yang sudah semakin mendekati skak-mat, namun ujung-ujungnya hanya berakhir dengan remis.


Itu adalah perasaan yang hanya bisa dirasakan oleh siapa saja yang sudah berusaha cukup jauh sampai pada suatu tahapan tertentu.


Mereka memberi sinyal tersebut karena mereka tahu musuh mereka cukup kuat untuk mengenalinya.


"Kami akan mundur sekarang," kata Silvia sambil tersenyum kepada orang yang tidak lagi dia anggap musuh itu. "Tapi hati-hati. Jika apa yang aku dengar adalah benar, Fraulein Kreutune adalah sepenuhnya monster yang sudah matang. Dan itu terlepas dari bagaimana Kau mencoba untuk memperlakukannya. Suatu singa di kebun binatang akan tiba-tiba memamerkan taringnya kepada penjaga kebun binatang yang telah di sisinya selama bertahun-tahun. Bahkan jika singa itu tidak berniat melakukannya, naluri kebinatangan dan kondisi refleksnya dapat merusak 'zona aman' yang diciptakan oleh rasa kasih sayang dan pengalaman selama ia belajar. ... Bagaimanapun juga, manusia malah berada pada situasi paling bahaya ketika mereka berpikir segala sesuatu telah aman dan terkenali sesuai rencana mereka. Bahkan jika singa tidak memiliki kebencian atau permusuhan, dia dapat memberikan luka yang mematikan pada si penjaga kebun binatang ketika yang coba ia lakukan adalah meminta makanan atau meminta bermain-main. "


"Aku tahu itu," jawab Thor dengan tenang. Tapi meskipun memahami peringatan Silvia, dia masih menambahkan beberpa perkataan, "Tapi kami adalah orang-orang yang berkumpul karena kami tidak suka memanggilnya binatang liar dan melemparkan dia di kandang. Kami adalah sekumpulan orang yang cukup bodoh untuk menukar saat-saat damai kami hanya untuk menyelamatkan makhluk terlantar seperti dia. Jadi peringatanmu tidak merubah niat kami sedikit pun. ... Kami akan menyelamatkan Fraulein Kreutune. Itulah jawaban kami. "



Part 15[edit]


Dan ...


Sambil melihat kesempatan untuk mendekati Fraulein Kreutune dari dekat jalan layang bertingkat, Rhinoceros Beetle putih ... tidak, Kakine Teitoku “baru yang baik hati” membuka mulutnya untuk berbicara.


"Tampaknya sudah selesai."


"Kalau begitu mari kita pergi !! Mari kita pergi menyelamatkan teman kita! Nyah, nyah !! "


"Itu benar, kata Misaka sembari Misaka menjawab juga."


Tapi dia punya kekhawatirannya sendiri.


"Pertempuran di jembatan bertingkat telah berakhir, namun ancaman pada diri Fraulein Kreutune belumlah berubah. Apakah Kau benar-benar akan pergi? "


Dia adalah makhluk hidup yang sedang berusaha untuk mencapai fase kepompong sempurna dengan merebut kendali informasi jaringan raksasa, dengan metodenya yang mngerikan yaitu makan otak seorang gadis tertentu. Seperti itulah fakta pada diri Fraulein Kreutune. Tidak peduli berapa banyak orang mencoba untuk mempercantiknya, kebenaran itu tidak akan berubah dan fungsi miliknya tersebut tidak bisa diubah.


Beberapa penggemar hewan peliharaan yang lebih suka keanehan akan menjinakkan ular berbisa dan membiarkan si ular membungkus tubuh mereka. Beberapa orang akan hidup dengan binatang buas dan naik di punggung mereka.


Tapi aturan manusia tidak berlaku di sini.


Tindakan-tindakan nekat hanya bekerja ketika ada aturan hewan. Ketika aturan-aturan itu tidak lagi bekerja, binatang buas tidak akan ragu untuk melahap pemiliknya dan ular berbisa akan ragu membenamkan taringnya ke lengan pemiliknya.


Seseorang bisa mencoba untuk berkompromi.


Seseorang bisa mencoba untuk berteman dengan mereka.


Seseorang bisa berjanji bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Tapi kata-kata itu tidak bisa menghentikan fungsi tersebut. Tidak peduli berapa banyak seseorang menghabiskan waktu dengannya, begitu sifat asli yang melekat pada diri Fraulein Kreutune diaktifkan, kemungkinan ia akan mengenyahkan semua kenangan indah yang pernah dialaminya dengan temannya dan mulai menyerang. Itu bukan masalah hati Fraulein Kreutune yang baik ataukah jahat. Itu hanya kebenaran yang sederhana bahwa dia adalah makhluk hidup yang memiliki fungsi tersebut. Itu mengapa hal itu begitu kuat dan itulah sebabnya tidak ada yang bisa menilai dirinya sejak lama. Atau lebih tepatnya, tidak ada yang akan berubah bahkan jika mereka mendakwanya.


Jika Kau menempatkan ular berbisa atau binatang liar di penjara setelah mereka menyerang seseorang, akankah mereka merenungkan apa yang telah mereka lakukan? Dan bahkan jika mereka merenungkan hal itu, apakah seseorang bisa menjamin insting dan refleks kebinatangannya tidak akan memakan korban lagi?


Itulah mengapa ia memperingatkan mereka.


Apakah tindakan mereka memiliki makna?


Dan bahkan jika mereka tidak ... bahkan jika beberapa keajaiban kecil terjadi, bukankah itu seakan-akan adalah perahu kecil di tengah laut yang berbadai? Apakah akan mengarah pada keselamatan?


"Jangan khawatir," kata Last Order. "Dia mungkin adalah sama seperti Kau dan Misaka. Dia mungkin tidak tahu dengan pasti siapakah dirinya atau bahkan siapa yang dia bisa mintai untuk mencari tahu, kata Misaka sembari Misaka menyatakan prediksinya. Tapi itu sebabnya seseorang perlu untuk menyelamatkannya. Kamu bisa tinggal di sini jika Kau ingin, kata Misaka sembari Misaka memberikan kesimpulannya. "


"Pokoknya, apa yang Kau maksud dengan dia yang tidak tahu siapa dirinya sendiri!?"


Fremea meninggikan suaranya meskipun mungkin tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh gadis nakal lainnya.


Meski begitu, kata-katanya tepat mengena di tengah masalah.


"Dia adalah anggota dari Brigade Hamazura dan teman kita! Nyah !! Jadi apa yang Kau bicarakan? Apa lagi yang dia perlu ketahui !? "


Kakine Teitoku dan menara perintah bernama Last Order, terdiam.


Mereka merasa, kemampuan untuk menerima seseorang sebagai teman bahkan dalam situasi yang kompleks seperti ini mengandung semacam makna yang besar.


Kakine Teitoku kemudian meneguhkan hatinya.


Dia mengambil keputusan.


"Mari kita pergi. Kita harus menyelamatkan temanmu. "


"Nyah! Maksudmu teman 'kita' kan!? "


Kakine melangkah di depan Last Order dan Fremea dan terus hati-hati ke depan.


Last Order mengeluarkan ponselnya.


"Pokoknya, apa yang kau lakukan?"


"Mengatakan padanya bahwa kita sedang menujunya, kata Misaka sembari Misaka memberikan jawabannya. Buzzer yang kita berikan padanya dapat menerima email, kata Misaka sembari Misaka dengan cepat menggerakkan ibu jarinya. "



Part 16[edit]


Fraulein Kreutune bersandar pada pagar pembatas di bagian mirip arena pada jalan layang bertingkat. Dia melihat perubahan. Sesuatu mulai bergetar dalam pakaiannya.


Dia mengeluarkan perangkat berbentuk telur kecil.


Tampaknya itu adalah benda yang digunakan sebagai tanda pertemanan oleh beberapa gadis nakal tertentu yang suka tersesat.


"..."


Beberapa kata-kata kecil ditampilkan pada layar.


Cuma itu saja, namun itu penuh dengan sesuatu yang berasa hangat. Benda itu dipenuhi dengan suatu perasaan yang Fraulein Kreutune pernah miliki di hatinya pada waktu yang sudah sangat, sangat, sangat lama dahulu.


Tipis.


Sangat tipis.


Bibirnya bergerak.


Itu mungkin merupakan hal yang paling langka baginya dalam hidupnya. Bahkan jika muncul pada dirinya dengan tanpa makna atau pikiran sementara dia meniru gerakan seseorang sebagai bagian dari pemikiran sederhananya, kemudian dia ulang-ulang pemikiran sederhana itu untuk mendapatkan perasaan yang lebih menyenangkan dalam dirinya, semua prosesnya untuk berevolusi tersebut tidaklah sama dengan perasaan ini. Sangat berbeda, bahkan dia tak akan mendapatkannya jika melakukan peniruan ribuan kali.


"... Terima kasih," gumamnya.


Kata-kata itu secara alamiah tergelincir dari mulut Fraulein Kreutune.


"Terima kasih banyak."


Dia menutup tangannya di sekitar bagian plastik berbentuk telur kecil.


Ada kekuatan dalam cengkeramannya.


Sementara masih menggantungkan kepalanya ke bawah, ia terus berbicara.


Dia berbicara pernyataan yanf jelas.


"Tapi aku masih tidak bisa menahan diriku dari keinginan memakanmu !!"


Dan akhirnya ...


Waktu datang.


Itu sangat sederhana.


Namun tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menghentikan kesimpulan mengerikan itu, yang hampir menguasai seisi tubuhnya.



Part 17[edit]


Kakine Teitoku ... atau lebih tepatnya bekas-bekas kepibadiannya yang “jahat” ... atau hanya menjadi bagian dari lapisan terluar dirinya? Bagaimanapun, orang yang telah menggunakan Dark Matter telah dikalahkan oleh Accelerator dan Mugino Shizuri. Mereka menuju tangga untuk meninggalkan lorong-lorong bawah tanah dan tiba di bagian atas tanah dari jalan layang bertingkat.


"Apakah Kau akan melakukan sesuatu terhadap makhluk yang bernama Fraulein ini?" Tanya Mugino.


"Aku tidak peduli. Tapi tampaknya seseorang yang aku kenal tidak ingin dia mati. Orang ini mempertaruhkan dirinya untuk menghentikan aku ketika aku mencoba untuk membunuh orang Fraulein ini."


"Aku juga. Tidak benar-benar berefek pada siapa saja, jikalau dia diselamatkan atau dibunuh, jadi aku tidak begitu yakin itu penting. "


Ketika mereka berbicara, mereka berjalan keluar menuju ke sinar matahari.


Suara dan getaran pertempuran telah berakhir. Sesuatu pasti telah berakhir. Dan jika ada yang masih membara, mereka akan memadamkannya seketika.


Accelerator telah mencari di sekitar daerah itu, tapi kemudian ia melihat sesuatu.


Dia melihatnya untuk yang kedua kalinya.


Dia melihat sosok tinggi putih.


"... Hei," kata Mugino seolah-olah dia telah melihat sesuatu yang mengganggu. "Apa itu?"


Satu tingkat di atas permukaan tanah adalah jalan layang tidak teratur yang membentang seperti arena olahraga untuk menghubungkan perberhentian busa yang berbeda dengan bundaran besar. Sosok tersebut memiliki rambut perak panjang yang menutupi wajahnya dan mengenakan gaun yang seperti terbuat dari bahan putih tipis. Accelerator mengenalinya. Dia pernah mencekik sosok itu ketika ia mencoba untuk menyerang Last Order.


Sosok itu bukanlah ancaman baginya.


Masalahnya adalah ...


Dia duduk dengan kepala menggantung ke bawah, dia dalam posisi mengepalkan ... dan ia ditutupi oleh sesuatu.


Menutupi tangannya dan dadanya.


Dan itu menutup mulutnya dan giginya.


Apa pun itu, warnanya lebih dekat ke merah muda daripada merah murni. Itu terlalu lembut untuk menjadi daging. Dia bisa mendengar suara mengunyah basah sembari Fraulein Kreutune menggoyangkan rahangnya. Dia menggigit sesuatu, mengunyahnya, dan lantas menelannya.


"Apa……….itu?"


Bahkan Mugino yang pernah membelah seseorang hanya bisa bergumam sembari shock dan tercengang.


Accelerator tidak dapat merespon.


Sesuatu seperti aliran listrik muncul pada satu titik di kepalanya. Dalam waktu singkat, menyebar dan memenuhi setiap inci dari pikirannya.


Dia tidak bisa bergerak.


Dan itu sebabnya ia tidak mampu menghentikan # 4 Kata-kata.


"Aku bukan ahlinya ... tapi menurutku itu mirip dengan otak manusia."


Siapa yang Fraulein Kreutune telah targetkan?


Bagaimana jika itu adalah otak milik target utamanya selama ini?


Jadi ...


Apa yang dia makan itu?


Dimana anak nakal itu?


"Ah ..."


Sesuatu tiba-tiba melebihi kapasitasnya. Sesuatu yang sudah tersusun tiba-tiba benar-benar runtuh akibat pukulan tunggal dan pikiran Accelerator hanya dipenuhi oleh warna merah.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !!!!!! "


Sesuatu meledak.


Accelerator bahkan tidak menyadari tangannya mencapai elektroda choker di lehernya.


Dia menginjak tanah dan mengendalikan vektor untuk langsung melompat ke udara. Pada saat ia mencapai ketinggian tingkat atas yang mirip arena, dia sudah bisa merasakan sesuatu menggeliat di punggungnya. Bentuknya bersayap.


Itu bisa saja sayap-sayap hitam atau putih, tapi sayap yang akan meledak sesaat lagi mungkin akan dicelup dalam warna yang lebih aneh daripada ada yang pernah terlihat sebelumnya.


Dia bahkan tidak merasa sanggup menunggu satu detik.


Begitu # 1 bermata merah itu memusatkan perhatian pada sasaran, ia mulai menggerakkan lengannya untuk mencabik makhluk di hadapannya itu.


Tapi ...


"Tunggu !! kata Misaka sembari Misaka dengan panik mencoba untuk menghentikanmu untuk menyelamatkan temannya !! "


Suatu fenomena aneh menyerang Accelerator.


Otak seseorang tertentu seharusnya sedang dilahap sesosok makhluk di depannya, namun ia bisa melihat gadis yang akrab berdiri di sana saat dia memutar kepalanya. Dan dia tentu saja tidak menunjukkan satu tetes luka pun.


Suatu pertanyaan memasuki kepalanya yang bingung.


Siapa atau apa yang Fraulein Kreutune makan?



Part 18[edit]


Sekarang.


Sebelum pertempuran dan sebelum mereka menuju ke jalan layang bertingkat, ada percakapan.


"Sialan dia..."


Itu dimulai dengan Misaka Mikoto yang dihasut oleh Dewa Petir Thor. Dia mengatakan sesuatu seperti "Hei, Miko-chan, Kamijou Touma sedang melakukan hal yang menjadi kebiasaannya, yaitu sedang dirawat oleh beberapa gadis pirang kecil misterius karena alasan kesehatan. Apa pendapatmu tentang itu?" dan dia langsung saja terseret masuk ke permasalahan si anak jabrik tanpa ragu-ragu.


Dengan bunga api putih kebiruan yang terbang dari poninya, dia berkata, "Pertama kau diam-diam meninggalkan aku ketika lengah di Hawaii, lalu Kau tiba-tiba meraba dadaku ketika kita bertemu lagi, dan sekarang kau menggoda beberapa gadis seperti itu adalah hal yang lumrahl! Apakah Kau pernah berpikir tentang menjelaskan atau meminta atau sesuatu sejenisnya !? "


Saat ia berteriak, ia menembakkan tombak petir dan Kamijou Touma roboh ke samping.


Gadis bermata biru berambut pirang berdiri di sampingnya menggeleng dan mengatakan sesuatu dalam bahasa Prancis.


"Hidup selalu merupakan hal yang tiba-tiba. Mungkin itu bisa berakhir di sini. Tapi aku pikir adalah suatu hal yang adil bila aku sedikit marah jika kebetulan seperti itu terjadi. Ini adalah petunjuk berhargaku untuk menemui GREMLIN. "


"Huh !? Apa itu tadi? Kau biasanya membloknya dengan begitu mudah ... geh !? Kau telah ditembak di perut !? Kenapa kau tidak bilang begitu !? "


Saat ia berbaring runtuh dan kejang-kejang di tanah karena permintaan Mikoto yang terlalu tak masuk akal, Kamijou meminta satu hal pada Mikoto.


Dia meminta Mikoto untuk menerjemahkan perkataan si gadis pirang karena ia tidak mengerti bahasa Prancis.


Darah yang mengalir dari sisi tubuhnya membuat Mikoto merasa cukup iba, jadi dia melakukan apa yang diperintahkan si jabrik sementara masih bingung tentang situasi apa yang terjadi di sini.


"Um ... Apa? Karena tubuhku disusun kembali setelah menjadi meja, sekarang aku bisa dengan bebas membongkar dan merekonstruksi tubuh manusiaku? Ti-tidak !! Itu bukan salah penerjemahan. Itu benar-benar apa yang dia katakan !! "


"A-Aku cukup memahami itu. Aku paham ... tapi itu begitu gila. Bahkan jika Kau harus lolos dari Keamanan Academy City, membongkar tubuhmu seperti itu adalah hal gila ... "


Tampaknya mereka telah masuk beberapa bentuk pemahaman yang aneh.


Suatu ekspresi cemburu muncul di wajah Mikoto, tapi apa yang mereka bicarakan begitu brutal sehingga dia tidak terlalu ingin tahu lebih banyak.


"Bagaimana dia bisa menjadi sekecil itu?"


"Um ...Aku membongkar tubuhku agar bisa masuk ke kotak peralatan memasak, tapi orang yang membentuk kembali diriku tidak mengikuti resep dengan benar sehingga beberapa bahan ada yang tersisa? ... ??? Eh? Tunggu sebentar ... Apa yang kau ...? "


"Tersisa?"


Kamijou mengerutkan kening dan mendengarkan sementara masih roboh di tanah.


Tapi kemudian ia melompat ke posisi duduk.


"Apakah Kau mengatakan ada yang tersisa !? Jadi kita memiliki beberapa bahan untuk membentuk tubuh manusia, yang dapat bebas dibuat menjadi apapun yang kita inginkan, setidaknya sampai batas tertentu? Dan kita juga memiliki orang yang tahu bagaimana caranya menggunakannya. Tunggu ... Kalau begitu !! "


"?"


"Hei, Mikoto! Beritahu Cendrillon ini: Aku ingin membantumu. Dengan bahan-bahan dan keterampilannya, kita mungkin bisa menyelamatkan Fraulein Kreutune dari keharusan untuk makan otak seseorang !! "


"A-apa !? Cendrillon? Tapi bukankah dia orang yang mengamuk ketika kita ada di Bandara Hawaii ... ehh !? Tapi bukankah dia lebih kecil dari sebelumnya ... !? "


"Cepatlah !!"


Di saat Mikoto memberi penjelasan sembari masih bingung, ekspresi muram ada pada wajah gadis pendek misterius bernama Cendrillon.


Mikoto entah bagaimana berhasil menempatkan kata-kata Perancis ke dalam bahasa Jepang.


"Aku ragu rencana berputar itu akan membantu tujuanku. Aku harus membalas dendam kepada Marian Slingeneyer karena sudah menipuku. Dan bahan-bahan tersebut adalah bagian dari diriku. Jika itu digunakan untuk sesuatu yang lain, aku tidak akan lagi dapat membuat diriku kembali normal. "


"Eh?" Kata Kamijou tanpa berpikir. "Marian Slingeneyer? Aku mengalahkannya ketika di Baggage City. "


Mikoto terus menerjemahkannya seakan auto-pilot (Dia merasa seperti pikirannya akan meledak jika dia tidak membenamkan dirinya dalam sesuatu yang dingin) dan Cendrillon kecil tiba-tiba menyambar Kamijou meskipun kata-kata yang dipahami berasal dari perkataan Mikoto. Dia mulai berteriak sesuatu dalam bahasa Prancis, namun anak itu tentu saja tidak dapat mengerti sambil menggeleng-gelengkan kepalanya bolak balik.


"G-GBH !? Mohon penjelasan !! "


"U-umm ... Apa yang telah Kau lakukan !? Itu jelas melampaui tingkatan apa yang seharusnya Kau lakukan !! " "


"Ini hanya begitu saja terjadi! Apa boleh buat !! "


Setelah mencengkram kerah dengan kedua tangan untuk sementara waktu, Cendrillon akhirnya menyadari bahwa itu tidak akan mengubah situasi. Dia mendesah berat dan melepaskannya.


Dan kemudian dia mengatakan sesuatu yang sangat berbahaya dalam Bahasa Perancis.


Mikoto menerjemahkannya.


"Aku paham, jasi target balas dendamku sudah mati. Dalam hal ini, aku kira aku tidak punya alasan untuk tetap terpaku lebih dalam pada rasa benciku. "


"Hm? Apa??? "


Kamijou tidak ingat mengatakan sesatu tentang pembunuhan Marian, tapi ia memutuskan untuk tidak memperbaiki terjemahan Mikoto. Ada beberapa hal yang sebaiknya orang lain tidak tahu.


Cendrillon mendecakkan lidahnya dan berkata, "Tidak hanya Kau menyelamatkan hidupku di Baggage City, tapi sekarang Kau membebaskan aku dari balas dendamku yang akan menodai tanganku. Ugh, Kau seharusnya menjadi musuhku, jadi mengapa aku terus dan terus berhutang kepadamu...? "


"Aku tidak ingin menerjemahkan yang ini," kata Mikoto dan dia mulai ngambek tanpa sebab yang jelas.


"Tolonglah. Itu kan cuma perkataan. "


Kamijou dengan panik membujuk si jagoan dari Tokiwadai ini agar tidak melakukan aksi boikot dan Mikoto akhirnya kembali ke pekerjaannya.


"Dimengerti. Aku akan membayar kembali hutangku dengan ini, " kata Cendrillon dengan perantara Mikoto. "Apa yang harus aku lakukan?"



Tampaknya Cendrillon telah menyelinap ke Academy City dengan bersembunyi di dalam suatu paket. Dia berada dalam bentuk paket bahan-bahan memasak, lantas ia mengirim kotak kardus yang berisikan tubuhnya itu kepada seseorang yang sering memesan berbagai barang secara online.


Diperlukan beberapa usaha untuk memperoleh data itu, tapi sepertinya Cendrillon berhasil mengumpulkan data dari perusahaan di luar Academy City.


Kamijou Touma ingin agar dia menggunakan bahan-bahan sisa tubuhnya untuk sesuatu dan telah meminta dia mengambilnya, tapi ia tiba-tiba menyadari sesuatu saat ia berlari di jalan.


"... Di mana apartemen itu?"


Dia telah dibawa ke suatu apartemen tertentu sementara dikemas dalam kotak kardus, jadi dia sama sekali tidak tahu menahu bagaimana cara sampai ke apartemen itu dan berada di jalan apa apartemen itu berada. Dan ketika dia pergi, dia diusir oleh salah satu esper Academy City yang memiliki kekuatan destruktif gila, jadi ia tidak punya waktu untuk mengingat rute mana yang dia gunakan untuk kabur dari tembakan sinar esper tersebut.


Itu berarti dia harus memulai dengan mencari seseorang yang tahu jalan ke apartemen di mana dia telah meninggalkan bahan-bahan sisa tubuhnya.



Sementara itu, Hamazura Shiage dan Takitsubo Rikou berjalan bersama-sama di samping jalan layang bertingkat. Mereka berakhir di sana berkat omelan Mugino Shizuri ketika gadis itu bertemu dengan mereka berdua.


"Omong-omong, apa yang terjadi dengan buzzer yang pernah kau berikan kepada Fremea? Apakah benda itu tidak memiliki pelacak GPS? "


"Ah."


"Ah."


Suatu berderit tidak menyenangkan datang dari tangan palsu berteknologi tinggi milik Mugino ketika pasangan Hamazura-Takitsubo (yang terkadang sama-sama ling-lung-nya) dengan serentak mengucapkan kata “ah” yang berarti : sudah melupakan sesuatu yang begitu sederhana tapi sangat penting.


"Oh? Jadi kalian lupa, kan? Jadi selama ini aku telah susah-susah berjalan kaki sampai pegal linu dan berputar-putar tanpa ada hasil yang jelas? Haaamazuraaa ... "


"Tunggu, tunggu, aku akan memeriksanya sekarang !! Aku akan memeriksa GPS-nya, jadi simpan dulu jurus tinjuan bajamu itu! Kau bisa membengkokkan rahangku dengan itu !! "


Dan setelah mereka menuju sinyal keamanan buzzer GPS, mereka sampai di bawah jalan layang bertingkat.


Akan Tetapi ...


"Dia tidak ada di sini."


"Satu-satunya orang di sini adalah wanita aneh yang pernah menjegalku tempo hari?" '


Sinyal GPS keamanan buzzer itu menunjuk pada sosok tinggi itu, wanita pucat tinggi, sehingga mereka harus dengan serius berpikir tentang kemungkinan bahwa seseorang telah mencuri benda milik Fremea tersebut. Dan di sana juga ada pemandangan suatu pertarungan yang hendak selesai.


Tapi kemudian seseorang yang benar-benar tak terduga mengganggu.


Seorang gadis muda mulai berbicara dalam bahasa Prancis.


"Oh, jadi kau di sini juga, dasar brengsek. Kau perlu menunjukkan padaku jalan kembali ke apartemen itu. "


"Ini mungkin karena kurang cakapnya aku dalam berbahasa Perancis, tapi kau tadi benar-benar berkata kasar padaku…..kan? "


Suatu berderit berbahaya datang dari Mugino seolah-olah makeup khusus pada wajahnya mengalami kesulitan menahan gerakan otot-ototnya yang mulai menebal akibat naik pitam.


Hamazura tampak bingung dan bertanya, "Apakah Kau tahu dia? ... Sebenarnya, dia terlihat agak tidak asing. Apakah dia adalahadik seseorang yang pernah kutemui sebelumnya? "


Cendrillon mengabaikan mereka dan terus berbicara dalam bahasa Perancis, "Aku meninggalkan beberapa bahanku di apartemenmu. Aku membutuhkannya untuk menyelesaikan masalah besar di kota ini. "


"Tch ... Jadi aku diserang tadi malam oleh seseorang yang berpakaian seperti Frenda karena itu? Apakah mereka mencoba untuk mencegah masalah itu agar tidak diselesaikan untuk kepentingan seseorang? " sembur Mugino. Tapi, "Aku tidak punya waktu untuk itu." Dengan ekspresi yang benar-benar kesal, dia meraih bagian belakang leher Hamazura dan mendorongnya ke arah Cendrillon kecil dengan gerakan seperti seorang anak kecil yang mempamerkan kucing peliharaannya kepada teman satu kelasnya. "Apakah Kau ingin berubah menjadi abu atau Kau ingin anak yang tampak bodoh ini untuk menunjukkan kepadamu jalannya? Itu pilihanmu. "


"Hei, tunggu !! Bagaimana dengan Fremea !? "


Di saat Hamazura mengayun-ayunkan lengan dan kakinya di udara, mereka mendengar suara lain lagi.


Itu adalah suara milik ...



"Aku baru saja menelepon mereka," kata Yoshikawa Kikyou sambil dengan ringan melambaikan tangan yang memegang ponsel. "Gadis milik kami dan milikmu ... siapa nama si pirang itu? Yah, paling tidak kita sekarang tahu kalau mereka sedang bersama sama.... Mereka juga mengatakan tentang sesuatu yang menyerupai kumbang badak, sehingga bagian-bagian dari situasi ini agak tidak jelas. Tapi mereka setidaknya tampak aman dan sehat untuk saat ini. "


"Apa?" Mugino memberi Yoshikawa tatapan mata mengerikan tidak senang sembari ia melemparkan Hamazura menuju Cendrillon dengan satu tangan. "Dan mengapa kau mengatakan kepada kami hal tersebut?"


"Mungkin itu tidak adil bagiku untuk memberikan informasi sebelum mengatakan bahwa aku ingin sesuatu sebagai imbalan. "


Ekspresi Yoshikawa tidak berubah.


Takitsubo Rikou merasakan aroma peneliti pada tingkah laku Yoshikawa, yaitu terlihat jelas pada caranya menangani esper yang memiliki kekuatan besar dan struktur mental yang tak stabil.


"Academy City Level 5 # 2, Kakine Teitoku, bekerja untuk membunuh gadis kami. Dan jika ia berhasil, kemungkinan gadis kalian juga akan dibunuh. Jadi bantulah aku. "


"Dia mencari bocah nakal milik kalian, kan? Tidak masalah bagi kami selama kami bisa mengambil Fremea yang menjadi sanderanya. "


"Bagi Kau, mungkin saja. Tapi bagaimana dengan ... Fremea kan namanya? Aku ragu dia akan senang tentang hal itu. "


"..."


"Tidak, tidak, tidak, tidak !! Mugino! Jangan berasumsi seakan-akan dia mengambil Fremea sebagai sandera! Ini adalah benar-benar sesuatu yang normal. Jika teman Fremea akan dibunuh, tidak ada yang salah dengan bertarung untuk menyelamatkannya juga! " teriak Hamazura.


"Kau memiliki gagasan aneh tentang kata 'normal'," kata Mugino dalam ketidaksenangan setelah memberikan tendangan ke Hamazura yang sudah diserahkannya kepada Cendrillon.


Mugino kemudian meminta informasi yang diperlukan dengan kesal.


"Jadi di mana # 2 berada?"


"Di lorong bawah tanah di tingkat bagian bawah jalan layang bertingkat."


"Bagaimana bisa kau tahu?"


"Jika Kau tahu darimana aku dapat informasi ini ... yah, aku yakin itu akan memulai perkelahian baru. Tapi cobalah untuk menjaga agar daerah yang akan menjadi arena bertarung para Level 5 ini tidak melibatkan orang-orang yang seharusnya tidak terlibat. Aku juga harus berurusan dengan isu tentang Last Order yang akan dimakan. "


Sementara menjaga beberapa rahasia dan tetap melakukan negosiasi dengan seorang level 5 bertempramen buruk, Yoshikawa memberikan sedikit senyum dan memikirkan keselamatan dirinya sendiri.


(Aku tidak ragu untuk membuat para siswa terlibat dalam pertempuran yang sebenarnya hanya karena mereka kuat. Aku mungkin naif tapi aku benar-benar bukan orang baik.)


Tiba-tiba, gadis berbahasa Perancis misterius berbicara.


"Aku tidak tahu siapa yang melindungi siapa, tetapi Kau akan membutuhkan bantuanku untuk menjaga agar gadis itu tidak dimakan. "


"... Apakah kemampuan penerjemahan Bahasa Perancis-ku payah? Tapi kau tadi….mengucapkan kata…..dimakan? "


"Jangan kuatir. Itulah yang aku dengar juga. "


Yoshikawa dan Mugino saling bertukar pandang dan Cendrillon terus berbicara.


"Juga, jika Kau berniat untuk melindungi teman gadis itu, tampaknya Kau juga harus melindungi wanita bernama Fraulein Kreutune, yang sedang dimanipulasi oleh keinginannya untuk memakan gadis itu. ... Jujur saja, itu tidak masalah bagiku. Tapi itulah yang dikatakan Kamijou Touma, jadi aku tidak punya pilihan. "


Hamazura berpikir sebentar setelah mendengar terjemahan setengah hati dari Mugino.


Fakta tentang nama Kamijou Touma yang telah disebut membuat Hamazura berpikir bahwa yang mendasari semua peristiwa ini adalah seorang anak SMA berlevel 0 yang selalu ingin menyelamatkan orang lain dengan daya juang luar biasa tanpa kenal kata mengalah. Persis seperti apa yang pernah dia saksikan di Hawaii. Tapi jika mengesampingkan semua fakta tersebut...


Buzzer keamanan telah berakhir pada wanita berkulit putih tinggi.


Tapi bagaimana kalau itu tidak diambil dengan paksa?


Untuk membuat agar Fremea tidak sedih, mereka harus menyelamatkan temannya, Last Order. Bagaimana jika mereka juga harus menyelamatkan wanita berkulit putih?


"Hamazura."


"... Takitsubo, bolehkah aku benar-benar jujur? Ini begitu merepotkan." Hamazura menepuk jidatnya, tetapi dia tidak berhenti di situ. "Tapi itu berarti kita tidak bisa mengabaikan hal ini."


Setelah Cendrillon (yang tampaknya telah mendengar itu dari orang lain) dengan cepat menjelaskan situasi tentang Fraulein Kreutune, suatu pertanyaan yang jelas melayang di pikiran Hamazura, Takitsubo, Mugino, dan pikiran Yoshikawa.


Yaitu ...


"Bagaimana ... bagaimana kita bisa menghentikan si Fraulein Kreutune ini?"


"Gampang," kata Cendrillon dengan mudah sambil menunjuk dadanya sendiri dengan ibu jarinya. "Dia akan makan otak seseorang tertentu. Dan aku meninggalkan bahan baku yang dibutuhkan untuk digunakan sebagai pengganti otak yang seharusnya dia makan di apartemenmu. "



Akibatnya, Hamazura dan Takitsubo mengantarkan Cendrillon ke apartemen mereka, Mugino menuju jalan layang bertingkat untuk menghancurkan Academy City # 2, dan Yoshikawa Kikyou ...


"Aku tidak bisa benar-benar berkelahi, jadi aku memilih untuk tidak melakukan apa-apa. Analisis data yang biasanya menjadi keunggulanku hanya ada gunanya pada benda-benda di tabung reaksi, dan katakan tidak untuk pertempuran baku hantam secara langsung. "


Dia akhirnya ikut dengan Hamazura dan yang lainnya untuk bertindak sebagai penerjemah Bahasa Perancis untuk Cendrillon.


Dan ...


Mereka menemukan Kinuhata Saiai sedang membersihkan apartemen tempat dia tinggal dengan Hamazura dan yang lain.


"KOK CUMA AKUUUUU!! KOK CUMA AKU YANG MENGERJAKAN BERSIH-BERSIH SUPER INI!!! Bahkan jika aku menyerahkan investigasi itu kepada Mugino, APA YANG SUPER AKU LAKUKAN DI TENGAH-TENGAH ACARA SUPER SETAHUN SEKALI YANG DIADAKAN OLEH BANYAK SEKOLAHAN DI KOTA INI!!!????? " Dia jelas-jelas sedang ngambek.


"Hei, Kinuhata. Mengapa Kau berbicara kepada diri sendiri ketika tidak ada orang lain di sekitar sini? Apakah itu kebiasaanmu? "


Kinuhata, yang telah berteriak untuk menghilangkan stres, tiba-tiba membeku di tempat, perlahan-lahan berbalik, dan melompat ketika Hamazura melihatnya. Dia mengalahkan dia sampai jadi bubur dengan beberapa jurus gulat profesional aneh miliknya.


Cendrillon mengabaikan itu dan menuju ke ruang dapur.


Dia mengeluarkan beberapa peralatan yang dengan acak-acakan disimpan ke dalam kotak kardus.


"Ini dia."


"Dapatkah Kau benar-benar membuat tubuh manusia dari benda seperti ini? Ini sangat tidak masuk akal, dan aku mendapatkan perasaan penerjemah dari Kaitai Shinsho akan datang menghantui kita. "


[Kaitai Shinsho adalah kitab tentang ilmu kedokteran pada jaman Meiwa, yaitu periode sekitar Juni 1764 sampai November 1772, tepatnya pada jaman Edo. Kitab ini berisikan tentang pelajaran-pelajaran dasar pada istilah kedokteran seperti penamaan anggota tubuh, otak, sistem syaraf, jantung, pembuluh darah, otot, dll. Sejatinya, kitab ini berasal dari buku berjudul Ontleedkundige Tafelen karangan orang Belanda. Seorang mahasiswa kedokteran bernama Sugita Genpaku mempelajari buku berbahasa Belanda tersebut, dan kemudian berhasrat untuk menerjemahkannya ke Bahasa Jepang. Namun minimnya pengetahuan Sugita tentang Bahasa Belanda mempersulitnya. Dan di kala itu, sedikit sekali orang Jepang yang benar-benar ahli berbahasa Belanda. Akhirnya dia tetap menerjemahkan buku tersebut dengan kemampuan seadanya. Dan akhirnya selesailah buku Kaitai Shinsho. Namun begitu banyak kesalahan dalam penerjemahan pada kitab versi Bahasa Jepangnya, yang sebenarnya, lebih banyak dikerjakan oleh teman Sugita bernama Maeno Ryōtaku. Akan tetapi Sugita masih bersikeras untuk menerbitkan buku ini dengan harapan ada yang bakal menyempurnakannya suatu saat nanti. Karena kegigihannya ini, dia pun sempat berkata, “Aku sakit-sakitan dan juga tak tahu akan bertahan sampai berapa lama. Tetapi, aku tidak pernah tahu kapan ajalku tiba.” Akhirnya, buku itu pun terbit dengan kerja keras dan di masa kini menjadi rujukan ribuan dokter Jepang. Pembetulan terjemahan pun terus terjadi dan orang-orang mengenal buku Kaitai Shinsho sebagai mahakarya dan kerja keras Sugita beserta temannya Maeno. Nah, maksud Yoshikawa dengan “penerjemah dari Kaitai Shinsho akan datang menghantui kita” kemungkinan adalah metode untuk membentuk tubuh manusia yang akan ditunjukkan Cendrillion adalah suatu hal yang begitu tak mungkin, sampai-sampai arwah Sugita Genpaku akan datang menghantui karena ada yang menyalahi kaidah-kaidah ilmu kedokteran dengan begitu parah. Wikipedia Bebas.]


Yoshikawa melihat peralatan yang berbaris di meja dapur dengan tatapan mata penuh keraguan.


Sembari ia menekan-nekan pipi Hamazura yang berbaring gemetar di lantai, Takitsubo Rikou bertanya, "Apa yang perlu kita lakukan?"


Yoshikawa menerjemahkan pertanyaan itu ke dalam Bahasa Prancis dan Cendrillon menjawab, "Ikuti saja instruksiku dengan menggunakan proporsi yang ditentukan. ... Kami hanya perlu mengadoni secara bersama kelebihan bahan otak hingga menjadi pasta yang memiliki struktur mirip dengan orang yang monster itu cari."


"Oh?" Kata Yoshikawa sebelum menerjemahkan. "Aku ahlinya dalam melakukan pekerjaan itu. Aku tahu struktur otak si bocah ber-ahoge itu cukup baik. " [Ahoge adalah selembar poni yang berdiri ke atas. Lihat gaya rambut Last Order.]


Sementara berbicara baik Bahasa Jepang dan Bahasa Perancis secara bersamaan, ia mengoperasikan ponselnya dengan ibu jarinya. Dia mengirim email tentang rincian rencana mereka ke pada pihak-pihak yang perlu mengetahuinya. Email ke Last Order berhasil dikirim, tapi tampaknya Accelerator berada di luar jangkauan sinyal ponsel karena dia sedang berada lorong bawah tanah.


"Aku tidak benar-benar mengerti, tapi benarkah semua ini atas instruksi Kamijou Touma? Apakah dia mengatakan bahwa dengan memakan otak akan menghentikan wanita itu? " gumam Hamazura sembari wajahnya memucat sedikit.


Cendrillon menjawab, "Aku tidak tahu, tapi akan jadi masalah jika ia makan otak asli targetnya dan meniru efek otak yang sebenarnya. Pasta ini seperti film negatif. Kita akan membuat replika semirip mungkin dengan yang asli tapi terbuat dari permen. Dia akan diberi makan permen yang murni. "



Setelah mengemas apa yang mereka ciptakan dalam kantong, Hamazura Shiage menuju jalan layang bertingkat.


Sambil berjalan di sampingnya, Takitsubo mengatakan, "Hamazura, apakah Kau benar-benar berpikir ini akan bekerja? "


"Nggak tau. Tapi aku pikir ada kesempatan ini akan berhasil. Ini diluar logika, tapi selama bocah SMA itu yang merencanakannya, aku kira masih masuk akal. "


Benda itu terlalu menyeramkan untuk dilihat, tapi itu pastinya memiliki kemungkinan untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune dan juga membuat Fremea tidak kehilangan seorang temannya.


Dengan kata lain ...


Fraulein Kreutune memiliki fungsi yang menuntutnya untuk makan otak Last Order. Maka ini bukan masalah memutuskan untuk atau tidak. Logika berpikir yang sesederhana pembedaan angka 0 dan 1 akan terus membuatnya mengejar mangsanya tidak peduli apa.


Jadi bagaimana jika mereka menggunakan fungsi untuk melawan dirinya sendiri?


Bagaimana jika mereka memberi dia makan replika yang sama sekali tidak berguna dan sangat mirip dengan otak yang digunakannya untuk mengidentifikasi targetnya?


Fraulein Kreutune akan terus melaksanakan perintah itu sampai tuntas.


Tapi bagaimana jika makna kata “tuntas” itu sedikit dimanipulasi?


Jika fungsinya terpuaskan dengan informasi palsu, itu tidak akan pernah bangun lagi.


Fraulein Kreutune akan mampu berdiri di hadapan teman-temannya tanpa harus takut lagi.


"Aku mungkin telah terjebak di belakang layar tanpa melakukan suatu hal yang penting sekalipun," gumam Hamazura dengan pelan. Tapi dia memiliki senyum kecil di wajahnya. "Tapi mendapatkan peran yang menyebalkan bukanlah alasan untuk bermalas-malasan !! "



Ini adalah kemungkinan terakhir, sangat terakhir, yang Kamijou Touma telah capai.


Banyak kekuatan yang berbeda bekerja, berjalan sepanjang hubungan tipis antara orang banyak.


Semuanya terhubung ke saat-saat terakhir.


Mereka semua bekerja untuk, kemenangan tunggal yang sejati.



Part 19[edit]


Dan ...


Kembali lagi ke waktu setelah pertempuran.


"Nyah. Semuanya baik-baik saja sekarang. "


"Semua orang menakutkan itu sudah hilang, kata Misaka sembari Misaka merespon juga."


Fraulein Kreutune melompat kaget saat mendengar kata-kata itu.


Dia menatap tangannya sendiri yang berantakan.


Mungkin hanya replika yang sangat mirip.


Mungkin telah berakhir tanpa ada yang dikorbankan.


Tapi ekspresinya menegaskan bahwa dia merasa, dia adalah makhluk menjijikkan karena tidak mampu menghentikan diri sendiri dari memakan sesama manusia. Dan fakta bahwa orang yang dia coba makan sedang berdiri menyaksikannya, tampaknya membuat beberapa kesalahan fatal pada fungsinya.


Dia merasa seperti penjahat dalam drama kejahatan yang terkena pertanyaan jebakan oleh si detektif dan mengumbar semua tindakan kriminalnya.


Tapi bukan itu.


Situasi ini benar-benar berbeda.


Tidak ada yang mencoba untuk menyalahkan dia.


"Tapi ... aku ... aku tidak bisa berhenti ... aku masih ... memakan ..."


"Kau mungkin makhluk yang mencoba menjadi bentuk kepompong sempurna setelah mendapatkan sejumlah besar informasi, kata Misaka sembari Misaka memberikan estimasinya. Tidak ada yang bisa mengubah itu dan Misaka tidak berpikir itu adalah selalu hal yang baik untuk diubah, kata Misaka sembari Misaka mengulangi perkataannya sendiri. Kau mungkin memiliki fungsi yang membuatmu mengambil rute terpendek, yaitu untuk makan Otak Misaka dan memperoleh banyak informasi dari Misaka Network, kata Misaka sembari Misaka dengan lancar terus melanjutkan perkataannya. Tapi ... " Last Order tidak berhenti di situ. "Bahkan jika keadaanmu sama sekali tidak dipertimbangkan oleh semua orang dan apakah Kau baik ataukah jahat, yaitu dua hal yang semata-mata ditentukan oleh fungsimu, itu hanyalah dirimu semenit yang lalu, kata Misaka sembari Misaka membuat pernyataan yang menentukan. Itu tidak berlaku untuk dirimu yang sekarang. Kau tidak perlu takut sesuatu atau khawatir tentang apakah Kau adalah orang yang baik ataukah jahat, kata Misaka sembari Misaka menjelaskan.... Kau sekarang hanyalah teman kami, kata Misaka sembari Misaka membuat pernyataannya. "


Mungkinkah itu benar-benar diselesaikan dengan begitu mudahnya?


Mungkinkah itu benar-benar berakhir dengan suatu kesimpulan yang indah?


Metode membuktikan bahwa hal itu bisa sangat sederhana.


"Nyah! Aku tidak ngerti tentang hal membingungkan yang disebut fungsi ini, tapi kami hanya harus mengujimu, kan !? "


Fremea menempelkan satu tangannya di bahu Last Order dari belakang dan kemudian dua gadis ini menuju ke arah dada Fraulein Kreutune.


Suatu suara lembut terdengar.


Hanya itu.


Target itu, kepala itu, dan otak yang begitu diinginkannya, kini berada tepat di depannya. Namun dia tidak lagi diperintah oleh fungsi tersebut. Fraulein Kreutune hanya bisa merangkul teman-temannya tanpa harus menyakiti siapa pun.


Dia mendengar suara kecil berasal dari dalam tubuhnya sendiri.


Sesuatu menggeliat dalam dirinya. Tubuhnya mungkin mulai bereaksi terhadap informasi palsu yang terkandung di dalam otak buatan. Suara aneh terus berlanjut dan dia mulai secara bertahap berubah menjadi bentuk baru yang tidak diketahui, ini mirip dengan teka-teki puzzle “temukan perbedaannya” dari dua gambar yang hampir identik.


Bahkan dia sendiri tak tahu apa yang akan terjadi.


Tapi memang seperti itu seharusnya.


Ketika manusia mengusahakan daya upayanya, sebenarnya mereka tidak pernah tahu bagaimana kesudahan dan hasil dari jeri payahnya itu.


Tapi ...


Sudah cukup bisa ditebak.


Dengan menambahkan sesuatu informasi baru pada masa lalunya, ia telah mendapatkan suatu fungsi baru di dalam pemikirannya, yang bisa membuat dia menjadi makhluk baru yang benar-benar berbeda.


Dia bisa berubah menjadi makhluk baru yang jauh, sangat jauh berbeda dari makhluk mengerikan yang hanya bisa mengonsumsi otak orang lain.


"A-ahh ..."


Dia memeluk seseorang untuk pertama kalinya dalam hidupnya.


Kekuatan perlahan tapi pasti memasuki lengan dan jari-jari dan dia mulai memeluk teman-temannya itu.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh!!Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !! "


Seseorang tersenyum hampa ketika ia mendengar teriakan itu.


Dia berpindah kebelakang selangkah.


Semuanya baik-baik saja sekarang.


Masalahnya telah berakhir.


Tidak ada lagi kekhawatiran ketika semua pertempuran sudah berakhir.


Keadaan di sekitar anak bernama Kamijou Touma sangatlah kompleks dan tidak semua yang berhubungan dengan dia adalah teman. Ada beberapa rekannya yang justru merupakan lawannya, dan ada beberapa lagi yang hanya merupakan teman dari temannya.


Tapi meskipun demikian ...


Mereka secara alami akan berkumpul di satu tempat untuk menangani krisis seseorang dan kemudian menghilang setelah semuanya selesai.


Mereka akan kembali ke jalur masing-masing dan kembali ke tempatnya semula tanpa mengharapkan suatu ungkapan terimakasih



.

Chapter 8: Struktur Paling Sederhana Di Dunia — One_on_One.[edit]

Part 1[edit]


"Hei," teriak Dewa Petir Thor.


Dia berada di bagian Distrik 11 Academy City yang berfungsi sebagai pengiriman distribusi untuk rute jalur darat. Sudah mulai gelap dan gunungan besar kontainer menumpuk di sana-sini dengan kombinasi pewarnaan oranye akibat langit senja.


"Maaf karena telah memintamu mengantarkan kepergianku."


Ia berbicara kepada Kamijou Touma. Anak itu telah bertarung dalam pertempuran sengit melawan Leivinia Birdway setelah ditembak di samping, sehingga ia benar-benar harus menuju kembali ke tempat tidurnya di rumah sakit secepat mungkin. Tapi anak itu memiliki suatu alasan dan belum boleh istirahat bahkan setelah masalah utama telah diselesaikan.


Alasan tersebut adalah ...


"Jika aku tidak memastikan bahwa Kau semua sudah meninggalkan kota, aku tidak akan bisa tidur."


"Ha ha. Aku kira tidak. " Thor tertawa ringan. "Marian Slingeneyer dan Mjolnir sudah pergi. Pada saat-saat seperti ini, adalah tugas dari seorang anggota dengan kemampuan tempur langsung sepertiku untuk tetap tinggal di belakang sebagai penjaga. Itulah yang membuatku harus berputar-putar sebentar di tempat ini sebelum pulang. "


"Apakah ini tempat yang Kau gunakan untuk masuk dan keluar?"


"Ketika Kau memperhatikannya, dasar-dasarnya adalah penting. Lebih mudah untuk lewat di daerah yang terdapat kegiatan hiruk-pikuk distribusi barang seperti ini. Kita tentu saja bisa membeli tiket untuk penerbangan kelas wahid di Distrik 23 dan menikmati pelayanan penerbangan yang nyaman, tapi risikonya terlalu tinggi jika kita tertangkap. " Dia mengatakannya sambil mengangkat bahu. "Ditambah lagi, Distrik ini berusaha untuk mengoptimalkan dan mempercepat proses pengiriman distribusi, sehingga semuanya dikerjakan secara otomatis kecuali beberapa staff teknik sebagai operator. Rupanya, pengemudi alat angkut barang yang datang dari luar Academy City hanya perlu memasang perangkat elektronik sewaan kepada truk dan truk akan otomatis menurunkan barangnya selagi mereka menyeruput kopinya dan membaca koran di tempat istirahat di tepi Distrik. Dan hal yang sama berlaku untuk pengemudi dari dalam Academy City. Dan sistem itu memungkinkan kami untuk bisa menyelinap tanpa dipergoki oleh seseorang pun. Itu adalah cara terbaik bagi para penyihir untuk menyelinap masuk. "


Itu adalah kota yang dikelilingi oleh dinding, yang berada di negara yang dikelilingi oleh laut.


Itu adalah fakta yang membuat tempat tersebut adalah salah satu tempat yang paling sulit untuk disusupi di seluruh dunia. Tapi GREMLIN telah menyeberangi begitu banyak batas-batas nasional dan melintasi begitu banyak bagian negara, dan mereka melakukannya dengan mudahnya.


Itu mungkin adalah keterampilan yang luar biasa.


Tapi itu hanya berarti mereka benar-benar tidak mempunyai ruang dan waktu untuk beristirahat.


"Kami akan meninggalkan Fraulein Kreutune di Academy City. Dia makan sesuatu yang aneh dan kemudian sesuatu di dalam kepribadiannya terdistorsi. Aku tidak tahu apakah Kau akan menyebutnya perubahan fisik, kondisi, atau atribut, tapi Kau sudah mendapatkan gambarannya. Dia tidak lagi memiliki nilai apapun bagi GREMLIN. Tapi aku ingin tahu apa yang akan dipikirkan Academy City dalam menanggapi hal ini. Aku kira dia tidak lagi menjadi halangan bagi mereka karena sudah tidak ada lagi bahaya perunahannya ke bentuk kepompong sempurna. Mereka mungkin tidak lagi memiliki lebih banyak alasan untuk menangkap dan menyegel tubuhnya. "


"Bagaimana jika mereka tetap mencoba untuk memenjarakannya lagi?"


"Kita melakukan beberapa kerusakan pada bangunan tanpa jendela, tapi Fraulein Kreutune sendirilah yang menghancurkan dinding tersebut dari dalam. Dan dia kini menjadi penasaran dengan dunia luar. Bahkan jika mereka mencoba untuk mengekangnya lagi, dia akan melarikan diri untuk mengejar rasa ingin tahu yang terakumulasi di dalam benaknya. Gagal menahannya dan menyebabkan insiden yang menarik perhatian khalayak ramai adalah suatu hal yang paling dihindari oleh petinggi kota ini. Dugaanku adalah, dia akan bebas untuk tinggal dengan ... siapa nama mereka? Aku lupa. Oh, benar. Last Order dan Fremea. Dan yang paling penting, " kata Thor. "Aku akan mengatakan bahwa istilah yang paling tepat untuk mendeskripsikan ending ini adalah ‘menyelamatkannya’, bukannya ‘menyeretnya’ ke suatu kehampaan abadi. "


"Aku mengerti."


Kamijou menghembuskan napas dengan lambat.


Dan kemudian dia mengajukan pertanyaan. "Apakah Kau yakin ini adalah apa yang Kau inginkan? Melengkapi tombak adalah hal yang Dewa Sihir Othinus paling inginkan, bukan? Tidak ada jaminan bahwa apa yang terjadi di sini akan tetap menjadi rahasia selamanya. Dan bahkan jika tetap menjadi rahasia, aku tidak tahu hukuman apa yang Othinus akan jatuhkan kepadamu karena rencananya gagal total. "


"Aku dapat mengatasinya," kata Thor dengan sederhana.


Dia tidak ragu-ragu mengatakannya meskipun dia tahu bahwa hukuman Dewa Sihir bukanlah sesuatu yang ringan.


Dia memberikan senyuman dan mengubah topik pembicaraan.


"Nah. Masalah yang berkaitan dengan Fraulein Kreutune telah diselesaikan. Kelompok monster yang dikenal dengan pasukan GREMLIN dan Ollerus telah berlalu. Sisi gelap Academy City sudah ... yaaah, aku sejujurnya aku tidak benar-benar tahu mengenai itu. Tapi seperti yang aku katakan sebelumnya, aku ragu mereka akan melakukan sesuatu yang bisa memancing perhatian publik. Kita telah berhasil mengurus semua masalah yang tertumpuk seperti semacam puzzle game. "


"Thor? Apa yang kau- ...? "


"Aku katakan ..."


Dia menyeringai.


Dewa Petir Thor tersenyum lebih besar, yaitu senyum yang belum pernah ditunjukkannya sebelumnya.


"Sudah waktunya kita masuk ke permasalahan yang sebenarnya, Kamijou Touma."


Kebisingan ledakan terdengar.


Pisau fusi melengkung dengan penuh tenaga ditembakkan dari lima jari di tangan kanan Thor.


"Thor! Kau sedang apa !? "


"Jangan pura-pura kaget. Ingat apa yang aku katakan? Situasi di sekitarmu sangatlah menyedihkan. Semua orang bisa mengarahkanmu sesuka hati mereka, seakan kau ini topeng monyet, sehingga mereka dapat menggunakan tangan kananmu untuk tujuan mereka sendiri. ... Dan dari awal, aku sudah pernah katakan bahwa suatu saat nanti aku pasti akan mengkhianatimu. Aku ingin bertarung denganmu untuk alasanku sendiri. Ini tidak ada hubungannya dengan GREMLIN !! "


Kamijou sempat berpikir telinganya salah mendengar.


Tapi itu tidak.


Salah satu asumsi dasarnya telah salah.


Thor tidak mempertaruhkan nyawanya dalam pertempuran selama hari festival kebudayaan ini untuk menyelesaikan masalah. Dia telah mencoba untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mengganggu dan menjengkelkan ini untuk mendapatkan manfaat yang lainnya.


Kamijou akhirnya mengerti.


Tapi dia menggeleng.


"Aku tidak punya alasan untuk melawanmu. Kita tidak bisa menyelamatkan Fraulein Kreutune tanpa kontribusimu! Maka, aku berutang padamu. Jadi mengapa harus jadi begini !? "


"Kau telah salah paham, Kamijou-chan. Kemarahan dan kebencian bukan satu-satunya alasan untuk bertarung. Ini bukan tentang seorang anak SMA tertentu yang mengepalkan tinju kanannya dan menyerang tanpa pikir panjang. Kau harusnya tahu akan hal itu, sehingga Kau tidak bisa menghentikan aku yang akan melakukan hal ini. Tapi yang paling penting, aku sekarang sedang bersemangat. Mesin-mesin di dalam tubuhku sudah sepenuhnya mengerang sejak aku pertama kali mendengar cerita tentangmu. "


Thor tersenyum sambil mengayunkan lengannya ke arah Kamijou dengan ujung salah satu dari pisau fusi melengkungnya.


Dia hanya tersenyum.


"Ketika dua kekuatan yang sama edannya bertabrakan, kerusakan akan menyebar ke sekitarnya dalam area yang luas. Pertempuranku dapat digambarkan dengan menggunakan kata-kata yang lebih mengerikan seperti : 'perang'. Tapi Kamijou-chan, bagaimana dengan kekuatanmu sendiri? Kau hanya seorang siswa SMA, namun Kau telah menyelamatkan cukup banyak nyawa! Kau bahkan mengakhiri Perang Dunia 3 !! Kau bahkan telah selamat sampai sejauh ini dalam pertarunganmu melawan GREMLIN !! Dan kekuatan luar biasa yang melakukan semua itu adalah kemampuanmu untuk meniadakan segala macam kemampuan supranatural!? Oh, aku tidak sabar menunggu. Waktuku akhirnya….akhirnya tiba !! Aku dapat memiliki pertempuran di tengah-tengah ketegangan menyengat yang membuatku tidak tahu siapa yang akan menang ... dan sebagai konflik antara kekuatan yang luar biasa besarnya dan kemampuan meniadakan kekuatan sebesar apapun, itu bahkan tidak akan menyebabkan banyak kerusakan !! Apakah pernah ada pertempuran yang lebih nyaman atau menguntungkan daripada ini, Kamijou-chan !? "


Apakah itu sebabnya?


Apakah itu sebabnya Thor pernah meledak-ledak di suatu restoran makanan cepat saji dan mulai meninju Kamijou?


Apakah dia begitu kecewa, karena setelah melakukan beberapa pembicaraan dengan Kamijou di suatu resto burger, dia menemukan bahwa Kamijou Touma bukan lagi orang yang tanpa pikir panjang untuk menyelamatkan orang lain? Apakah hanya karena alasan itu dia membuat semua sekenario upaya penyelamatan wanita bernama Fraulein Kreutune ini? Apakah ini semua hanya untuk “memunculkan kembali” semangat Kamijou Touma yang selalu tak pikir panjang untuk menyelamatkan orang lain itu? Sampai separah itukah keinginan Thor untuk melawan Kamijou dalam “mode kekuatan penuh”-nya?


Musuhku ...


tentu telah menjadi menyedihkan.


"Sejujurnya, aku cukup kecewa ketika aku pertama kali melihatmu. Jika Kau tidak ‘sadar’ pada saat-saat terakhir dan memutuskan untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune, aku mungkin telah merubahmu menjadi abu bersama dengan hamburger pedas itu. Tapi Kau memiliki tatapan mata yang tajam dan indah sekarang. Kau sudah mendapatkan kembali tatapan matamu yang ugal-ugalan itu. Tatapan mata yang seperti itulah yang dibutuhkan lawanku yang sempurna. Jenis pertarungan yang memuaskan, yaitu pertarungan ideal yang tidak memperdulikan tentang siapa yang bakal menang akhirnya akan jadi kenyataan. Aku butuh daya juang seperti itu untuk memuaskanku. "


"Kenapa ...?" Tanya Kamijou dengan suara parau. Dan kemudian suaranya berubah menjadi teriakan. "Kamu sungguh marah tentang keadaan yang dialami Fraulein Kreutune, kan !? Kamu melakukan semua pertarungan itu karena Kau benar-benar ingin membebaskan Fraulein Kreutune dari rasa sakit dan penderitaannya, kan!? Jadi kenapa kau berbicara tentang suatu skenario yang menguntungkan dirimu sendiri? Mengapa Kau mencoba untuk memulai lagi pertarungan yang tidak perlu !? "


"Aku bukan tipe orang yang sebaik itu, Kamijou-chan. Aku anggota dari GREMLIN, ingat?" Meskipun tampak mengejek dirinya sendiri, Thor tidak ragu-ragu untuk menjawab. "Pada dasarnya, aku menginginkan kekuatan. Meningkatkan kesaktian dengan berlatih sendirian dan meningkatkan kesaktian dengan melawan orang yang benar-benar kuat adalah dua hal yang berbeda, Kamijou-chan. ... Aku tahu beberapa orang yang lebih kuat dariku, tapi melawan mereka bisa berakhir dengan menghancurkan seluruh kota atau seluruh negara. Aku akan sedih jika itu terjadi. Sudah susah payah untuk menemukan lawan se-ideal dirimu Kamijou-chan. Lihatlah dirimu. Kau kuat. Dan sebesar apapun kekuatan lawanmu, kau hanya akan meniadakannya. Dengan kata lain, sepuas apapun melawanmu, lingkungan sekitar tidak akan ikut-ikutan rusak, bukan?"


Logika berpikir Thor sama sekali tak bisa dipahami oleh Kamijou. Bahkan Kamijou mulai menganggap Thor sebagai orang yang tidak waras karena terlalu terobsesi dengan kekuatan.


"..."


"Apakah aku menginginkan kekuatan agar aku bisa menyelamatkan orang lain, ataukah aku sengaja menyelamatkan orang lain untuk mendapatkan kekuatan? Bahkan diriku sendiri tidak bisa menjawab pertanyaan itu, tapi….yahhh….memang beginilah aku. Aku terus mengulangi siklus untuk mendapatkan lebih dan lebih banyak kekuatan, dan aku bersedia dengan lapang dada untuk menyelamatkan orang lain, selama itu akan meningkatkan level kesaktianku. ... Aku tidak punya kekuatan dari beberapa sumber yang istimewa, tapi aku terus mengupayakannya dan akhirnya membangun lebih banyak kekuatan dalam diriku. Dengan sudut pandang seperti itu, aku memang agak sedikit berbeda denganmu. "


Tapi apakah itu memang alasannya?


Apakah dengan alasan yang begitu berbeda tersebut, lantas dia bisa mendapatkan lawan idealnya?


"Tho ..."


Kamijou mulai memanggil anak itu, tapi dia terhenti.


Tubuhnya goyah.


Nyeri sekali lagi meledak dari luka di sisi tubuhnya, ia hampir lupa jikalau di sana ada lubang.


"... Oh, itu benar, itu benar. Aku pikir Kau bisa menyelesaikan ini dalam kondisi prima, sehingga lebih baik kau pulang dulu dan beristirahat. Terang-terangan saja, kondisimu saat ini adalah halangan dan hambatan untuk mewujudkan impian terbesarku. Itu akan menurunkan jumlah poin pengalaman bertarungku jika aku menantangmu sekarang juga, jadi aku tidak bisa mengabaikannya. "


Kemungkinan bahwa pertarungan bisa ditunda terlintas di benak Kamijou.


Pertarungan ini setidaknya bisa ditunda sampai luka tembaknya sembuh.


Tapi itu tidak terjadi.


Thor “menyarungkan” kembali pisau fusi melengkung yang biasanya menjadi senjata khasnya. Dia mengeluarkan sesuatu yang telah terselip di sabuk celananya.

NT Index v06 383.png

Benda itu lebih mirip plastik daripada logam.


Itu adalah alat untuk membunuh orang.


Itu adalah pistol.


"Aku berhasil menyelundupkan ini dari pemeriksaan staff teknik di pelabuhan. Aku tidak benar-benar tahu banyak tentang senjata, tapi ini adalah kaliber yang sama, kan? "


"Jangan-jangan ... Tunggu, Thor !! Tidak ... !! "


Kamijou dengan panik berusaha untuk merebut pistol itu darinya, tapi dia terlalu jauh.


Sebelum Kamijou mencapai anak itu, Thor menekan laras senjata ke arah sisi dirinya sendiri dan menarik pelatuknya tanpa ragu-ragu.


Suatu tembakan meledak.


Noda cairan merah gelap muncul di bagian atas tubuhnya dan perlahan-lahan menyebar di seluruh pakaiannya. Thor terhuyung-huyung, tapi ia tidak runtuh. Dia tidak lagi membutuhkan pistol, sehingga ia melemparkannya ke samping dan kembali menatap Kamijou.


Dia tampaknya menikmati lukanya sendiri.


Dia tersenyum.


"O-ohh ... ohh ... Menakjubkan. Aku menghindari tembakan pada beberapa organ dalamku yang penting, tapi seluruh tubuhku masih gemetar seperti orang gila. Sulit juga ya bertarung melawan bos asosiasi sihir dengan kondisi seperti ini. Aku sungguh senang karena kau memanglah seorang yang luar biasa, Kamijou-chan. "


"Thor ... Kau bodoh !!"


Ini hanyalah tindakannya untuk merasakan hal yang sama dirasakan lawannya.


Kamijou telah ditembak di sisi tubuh juga, tapi ia telah menerima operasi di rumah sakit dan menerima pertolongan pertama dari Cendrillon untuk menghentikan pendarahan. Lukanya bisa membuka kembali setiap waktu, tapi ia masih dalam posisi yang lebih baik daripada Thor yang baru saja ditembak.


Tapi Thor tampaknya tidak peduli.


Kamijou puny ide mengapa Thor melakukan upaya bunuh diri seperti itu, namun tanpaknya ini semua hanya semata-mata dilakukannya untuk memperoleh pengalaman bertarung.


"Oke, Kamijou-chan. Jangan mencoba alasan apapun yang membosankan seperti : 'Aku menolak untuk melawan jadi aku tidak akan mengepalkan tinjuku' atau 'pukul saja diriku sampai kau puas'. "


Thor mengeluarkan pisau fusi melengkung dari tangan kirinya juga.


Dia menyebarkan sepuluh berkas cahaya seperti sayap.


"Jika Kau perlu alasan, maka gunakan lukaku. Jika aku tidak dirawat segera, aku akan mati. Kau tidak memiliki pilihan selain melawanku dengan serius bahkan jika itu membuatmu meneteskan air mata !! "


Pertempuran terakhir dimulai dengan Dewa Petir Thor sebagai anggota GREMLIN yang bertanggung jawab atas pertempuran langsung.


Atau ...


Mungkin ia tak bisa menjadi apa-apa selain orang yang bertanggung jawab pada pertempuran langsung, karena hanya itu yang dia punyai.



Part 2[edit]


District 11 terletak di tepi timur Academy City dan berfungsi sebagai basis pengiriman distribusi barang untuk jalur darat. Kamijou dan Thor berada di tempat di mana kontainer panjang dan sempit untuk trailer besar yang tertumpuk. Biasanya, kontainer-kontainer itu akan diperiksa untuk legalitas dan keamanan dan kemudian dikemas ulang menjadi ukuran kontainer menengah dan kontainer kecil yang akan diangkut melalui jalan-jalan Academy City.


Mereka telah merubah salah satu bagian dari daerah itu menjadi medan perang.


Tidak seperti bagian lain kota, tidak ada risiko masyarakat tak bedosa terlibat dalam pertarungan itu, sehingga Thor tidak menahan diri dari berteriak keras-keras.


"Ha ha! Mjolnir! Lakukan pemeriksaan sambungan akhir! Setelah itu dilakukan, mulailah pasokannya !! "


Kebisingan meledak-ledak.


Pisau fusi melengkung membentang dari sepuluh jari, dan semakin diperpanjang sampai ukuran lebih dari 20 meter. Itu sudah cukup untuk menyebabkan udara mengembang dan mengirimkan hembusan angin besar.


Thor dengan santai mengayunkan lengan kanannya secara horizontal.


Dia mengiris kontainer yang menumpuk di samping seakan tumpukan benda berat itu adalah potongan-potongan kertas dan serpihannya datang meruntuhi Kamijou.


Tapi ...


Dia tidak punya waktu untuk khawatir kontainer tak terhitung jumlahnya yang runtuh seolah-olah longsoran salju yang mengisi lembah.


(Sial !!)


Kamijou mengutuk, memegang luka di sisinya yang mulai sakit, dan mengepalkan tangan kanannya sebisa mungkin. Lima pisau fusi melengkung bergerak seiring dengan lambaian tangan kanan Thor, dan sudah hampir mengenainya. Dia tidak tahu apakah dia benar-benar bisa meniadakan benda pijar yang diperkuat dengan pisau fusi melengkung tersebut. Dia mungkin akan terpanggang jika dia tidak bisa meniadakannya, tapi kecepatan luar biasa pisau-pisau itu dengan mudah bisa mementahkan tinju Kamijou dan membuat pundaknya terpelintir.


(Lalu aku harus menghin ... !!)


Dia bahkan tidak punya waktu untuk berpikir.


Ketika Kamijou mencoba untuk berjongkok dan menghindar di bawah pisau, Thor mengayunkan lengan kirinya ke bawah secara diagonal. Aksinya ini menyebabkan lebih banyak kontainer terpotong dan 10 pisau fusi semakin mendekat secara horisontal dan vertikal.


Yang berarti ...


"Oooooooooooooooooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !! "


Merunduk ke bawah sudah cukup untuk menghindari pisau fusi melengkung yang menjulang dari tangan kanannya yang sedang diayunkan horizontal, tetapi karena Thor juga mengayunkan lengan kirinya, maka Kamijou terpaksa menggunakan Imagine Breaker untuk menahannya.


Dan ketika pisau berkontak dengan tinjunya, gelombang kejut menggeser tulang pergelangan tangannya. Rasa nyeri langsung menjalar seperti gigi yang dicabut oleh dokter gigi karena keropos. Pisau fusi melengkung tidak menghilang. Kamijou meragukan kekuatan adalah murni milik Thor sendiri tanpa campur tangan pihak lain. Jika Kamijou mengingat-ingat beberapa menit yang lalu, maka dia tau bahwa Thor tadi meneriakkan sesuatu, maka ia pasti menerima pasokan kekuatan dari nama yang diteriakkannya itu.


(Jadi seperti Innocentius !!)


Pada saat Kamijou mengertakkan gigi, Thor telah menghilang dari hadapannya.


Dia mendengar suara ledakan.


Dan kemudian tertawa langsung dari atas.


"Ha ha."


Kontainer yang telah terguling turun seperti tumpukan kartu masih mengambang di atas kepala Kamijou. Sesosok manusia menempel pada kontainer yang masih dalam keadaan meluncur turun itu.


Itu Dewa Petir Thor.


Tanpa repot-repot menghentikan momentum yang ditolak oleh tangan kanan Kamijou, dia telah mengembangkan udara dengan pisau fusi melengkungnya kemudian menggerakkan tubuhnya sendiri. Dia dengan paksa melompat di atas kepala Kamijou dan menempel ke bagian bawah salah satu kontainer yang jatuh seperti longsoran salju.


"Ha ha ha ha ha ha ha !! Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha !! Menakjubkan. Kau begitu menakjubkan! Kau bertahan dari serangan pertamaku tanpa merusak apa-apa !! "


Thor berputar sementara masih meluncur ke bawah.


Sumbu rotasinya tidak stabil seakan seperti kembang api kincir buatan yang jelek. Ini membuat pisaunya memotong segala sesuatu di segala arah. Kontainer yang sedang meluncur jatuh pun teriris, meleleh, hancur, dan tercacah sampai akhirnya berhenti bergerak di suatu tempat.


Dia adalah targetku.


Aku tidak akan membiarkan apa pun menyakitinya.


Itulah yang tampaknya diutarakan di dalam hatinya, tapi pisau sepanjang 20 meter miliknya dengan mudah mencapai tanah. Menuju Kamijou. Sumbu rotasi tidak stabil tampaknya menurunkan "kepadatan" pisau, jadi Kamijou bisa melompat melalui celah-celah di antaranya.


(Sialan !! Daerah jangkauannya jadi lebih besar, kebebasan bergeraknya jadi lebih besar, dan kekuatannya juga jadi lebih besar! Menghentikan serangannya dengan tangan kananku bisa semakin memperparah keadaan pergelangan tanganku, tapi aku tidak melihat cara lain untuk menghadapi serangannya!! Bagaimana aku bisa menghentikan Thor !?)


Tiba Tiba ...


Putaran mematikan itu berakhir.


Tapi itu tidak membantu apa pun.


Sekarang ia telah berurusan dengan semua kontainer tersebut, Thor berhenti bergerak dan menatap langsung ke arah Kamijou. Sorotan matanya setajam burung elang yang hendak menerkan mangsanya. Dia kemudian memijak bagian bawah kontainer tempat ia menempel tadi.


Dia jatuh.


Dia menyerang lurus menuju Kamijou dengan sepuluh pisau fusi melengkung miliknya dengan sigap.


"Sialan !!"


Jika Kamijou mencoba untuk menghentikan pisau fusi melengkung yang mendekat dari atas dengan kecepatan luar biasa, gerakannya akan tersegel. Dan itu berarti serangan berikutnya akan mengiris dia jadi dua.


Dia praktis merebahkan dirinya ke tanah dalam upaya untuk menghindar dengan panik.


Sepuluh jari itu seperti kipas lipat dengan tidak ada kertas yang menempel satu sama lain. Pisau fusi melengkung menyebar dari pergelangan tangannya dan menancap ke dalam tanah.


Adalah keajaiban ketika Kamijou berhasil terselip melalui celah di antara 10 pisau itu.


Kamijou bertanya-tanya apakah Thor memang sengaja membiarkan dia lolos karena dia tidak ingin pertempuran berakhir begitu mudah.


Berdiri akan membutuhkan waktu yang terlalu lama, jadi Kamijou berguling dari Thor dan dengan panik mencoba untuk berpikir.


(Apa yang harus aku lakukan? Jika aku melawan dengan taktik bertahan, aku hanya akan berakhir terpojok. Tanpa sesuatu yang memungkinkan aku mendekatkan kepalanku dalam jangkauan serangan, aku hanya akan lelah dan semakin lelah secara bertahap !!)


Rasa sakit panas menyebar dari pergelangan tangan kanannya. Dia tidak tahu berapa kali lagi dia bisa menghentikan serangan Thor. Dia tidak akan terkejut jika mendengar suara retak dan tulang patah atau dislokasi sendi.


"Apa yang salah, Kamijou-chan?" Dengan senyuman yang tipis dan sangat tipis, Thor mengangkat pisau fusion melengkung yang berasal dari tangannya. "Apakah Fiamma of the Right benar-benar hanya sekuat ini? Apakah Carissa dan Curtana Original miliknya kalah dengan kemampuanmu yang seperti ini? Aku tidak suka melebih-lebihkan orang, tapi pasti mereka jauh lebih kuat dari ini. "


"..."


Kamijou mulai mengatakan sesuatu.


Tapi kemudian ia mendengar suara retak kering.


Itu adalah suara aneh seperti retak yang memasuki papan plastik tipis dan itu berasal dari Thor. Setelah suara terjadi dua atau tiga kali pada interval yang tidak teratur, Kamijou akhirnya menyadari apa itu.


"Tunggu ... Jangan bilang ... !!"


"Apa? Apakah aneh mendengar seseorang meretakkan persendian mereka? Mampu memecahkan tulang buku-buku jari atau lehermu bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan menurut aku. "


"Bisakah tubuhmu menahan beban gerakanmu ... tidak, dengan hasil dari pisau-pisau tersebut!? Jika demikian ... !! "


"Ayolah. Thor-san bukanlah orang khusus yang diberkahi kekuatan konyol sejak lahir seperti para Saint atau kekuatan lengan kanan yang bisa menyelamatkan dunia seperti Fiamma. Dan tidak seperti Othinus, aku bukanlah Dewa Sihir. Jujur saja, aku hanya seorang penyihir. Namun aku mencoba untuk mencapai tingkat yang sama seperti penyihir-penyihir top dunia. Aku harus mendorong diri begitu keras untuk mendapatkan ini semua. "


Dengan menambahkan penguat pada lengan dan kakinya, dia bisa melompat ke atas tumpukan kontainer dengan satu lompatan.


Sebagian besar penguatnya mungkin hanya akan membuatnya bergoyang tanpa arah dengan kontrol yang buruk. Namun, adalah suatu hal yang mungkin jika dia bisa mengendalikan beberapa vektor dengan benar.


Tapi ...


Itu hanya akan menjadi akhir bagi kakinya karena menerima gaya dorong yang kuat. Jika dia dengan halus mengendalikan kekuatan yang luar biasa tersebut dan dengan cepat berpindah pada sudut yang tajam, itu akan memiliki efek mengerikan di bahu dan sendi pahanya. Juga, membuat lompatan yang tinggi dari posisi diam pasti akan mengakibatkan kesakitan pada semua pembuluh darah dan organ dalam tubuhnya.


Dia tidak memiliki penanggulangan atas resiko-resiko itu, seperti tubuh sangat keras misalnya.


Dia juga tidak memiliki trik seperti menggunakan beberapa jenis benda spiritual atau mengenakan setelan anti-gravitasi.


Dan bahkan jika ia melakukannya ...


Itu tidak akan benar-benar menjamin keselamatannya. Dia adalah jenis petarung yang suka meremehkan efek samping dan hanya memikirkan akan keuntungan saja.


"Rasa sakit? Jangan khawatir tentang itu, Kamijou-chan. Ketika aku menikmati pertarunganku, itu semua hanya terasa seperti angin sepoi. "


"Kenapa melakukannya sampai sejauh ini ... !?"


"Karena aku yakin bisa mencapainya."


Dia memiringkan kepalanya dan membuat suara aneh yang muncul dari sendi atau tulang rawannya.


Dia tampak bingung mengapa Kamijou bahkan mau mengajukan pertanyaan itu.


"Jika ada sesuatu yang terlalu jauh untuk pernah mencapai, Kau hanya akan menyerah. Tapi itu tidak terjadi padaku. Dengan menumpuk semua yang aku punya di bawah kakiku, aku bisa membuat suatu tumpukan yang cukup tinggi, yang bisa kupakai untuk meraih bintang-bintang di kegelapan langit malam. Itu memang sedikit berbahaya, tapi itu semudah memanjat meja dan berdiri pada posisi kaki berjinjit. Lalu aku bisa mencapai lemari. Tidak perlu memanggil orang tuaku untuk mengambil mainanku yang ada di atas lemari. Dan ... " lanjut Thor.


Dia mengulurkan tangannya secara horizontal ke kiri dan kanan.


"Sepuluh kali."


Kebisingan tak menyenangkan datang dari pisau fusi melengkung.


"Aku bisa mencapai jarak yang lebih jauh. Sepuluh kali lebih jauh. "


Perubahan yang terjadi di daerah yang penuh dengan tumpukan kontainer tersebut terlalu besar untuk bisa Kamijou lihat dengan mata telanjang. Pisau fusi melengkung diperpanjang ke kiri dan kanan dari sepuluh jari Thor, dan itu membentang sekitar 2 kilometer panjangnya.


"Apakah Kau mengerti sekarang, Kamijou Touma? Inilah aku. Jika aku sedang berkelahi, maka orang-orang akan melihatnya sebagai suatu peperangan, bukannya pertarungan. Aku telah sampai sejauh ini. Dan itu adalah hal yang indah. Tapi ini bukan tujuan terakhirku. Karena sekarang aku dapat melihat tujuan lain yang bahkan lebih jauh dari tujuanku yang semula, yaitu suatu ranah yang belum pernah terpikirkan olehku sebelumnya. "


Ia memiliki kekuatan yang mampu menghancurkan seluruh Distrik hanya dengan ayunan lengannya.


Dia bisa mengadakan perang hanya dengan kekuatan pribadinya.


Dia bertanggung jawab atas pertempuran langsung.


Sementara terus memamerkan kekuatannya yang meningkat, Thor masuk ke inti masalah.


Dia melihat melalui gerakan kecil di tatapan Kamijou.


"... Kau meregangkan lenganmu juga. Mungkin sulit, tetapi jika Kau naik di atas meja dan berjinjit, ujung jarimu akan dapat mencapainya. Adalah hal yang layak dicoba, kan? "


"Bicara apa kau ini?"


"Pistol itu," kata Thor dengan sederhana. "Yang aku tembakkan ke badanku sendiri dari jarak dekat. Aku yakin ide itu juga terlintas di benakmu. Pisauku terlalu panjang. Sedangkan jangkauan tanganmu terlalu pendek. Bagaimanapun juga, ini adalah sepanjang 2 kilometer ... sama dengan 2000 meter. Kau menginginkan sesuatu yang memungkinkanmu bisa mengabaikan jarak. Dan Kau tahu fakta bahwa tubuhku tidak sekokoh itu. Jika Kau menembakkan sebiji peluru padaku, itu tentu akan membuat lubang. Aku tadi juga sudah membuktikannya. "


"..."


"Tapi pertimbangan lain memasuki pikiranmu juga. Suatu pistol adalah senjata yang sangat khusus. Bahkan terlalu khusus. Kau mungkin bisa menang jika Kau menggunakannya, tetapi Kau mungkin akan tidak sengaja membunuhku. ... Kamu ragu, tetapi Kau juga melewatkan sesuatu. Apakah Kau lupa bahwa aku adalah anggota GREMLIN? "


Udara semakin dingin.


Suatu atmosfer yang pernah dia alami di Baggage City, kini seakan terasa kembali.


"Kami tidak bisa lagi menggunakan Fraulein Kreutune. Bagian akhir dari tombak sudah tidak ada lagi, dan itu berarti, yang akan menarik perhatian Othinus juga sudah lenyap. Kau tidak tahu apa yang akan dilakukan seorang Dewa Sihir tanpa adanya tujuan yang jelas. Dan jika dia membuat pergerakannya, ini semua akan berakhir. Hawaii dan Baggage City sudahlah mengerikan, tapi itu semua masihlah kehancuran yang bisa dikendalikan. Tapi bagaimana dengan setelahnya? Akankah dia mulai serangan membabi-buta di manapun dia berada? Atau akankah dia menggunakan data dari FCE untuk menargetkan beberapa teman-temanmu? "


"... Thor."


"Akulah kunci terakhirnya. Apakah Kau tidak menyukai fakta tersebut? "Kata Thor dengan senyuman yang sangat, sangat tipis. Dia menyiapkan alasan baru untuk melawan. "Akulah kunci terakhir untuk menemukan markas GREMLIN. Akulah kunci terakhir untuk memecahkan masalah tanpa pengorbanan lagi. ... Jadi apa yang akan Kau lakukan? Apakah kau akan membiarkanku tetap hidup setelah mendengar peran pentingku ini? "


"Thooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooorrrrrrr !!"


"Kau hanya memiliki satu kesempatan," kata Thor dengan jelas dan perlahan-lahan seolah-olah berbicara dengan turis asing yang baru saja belajar bahasa. "Apakah Kau akan mulai untuk menyerangku dengan lebih brutal atau akankah Kau tetap pada posisi bertahanmu itu dan terus-menerus mengimbangi seranganku? Bukanlah suatu hal yang berlebihan jika aku menyebut keadaan ini sebagai suatu titik balik yang menentukan nasib dunia. Dan jika tidak cukup alasan untukmu, Kau hanya akan berakhir dengan kematian bersama dengan hancurnya dunia ini. "


Itu bergerak.


Suatu "aliran" yang jelas sedang bergerak.


"Ayolah, Kamijou Touma. Tunjukkan tekadmu yang pernah menyelamatkan nyawa 6 miliar orang! "



Part 3[edit]


Kamijou Touma berjarak sekitar 3 meter dari pistol.


Jarak yang cukup dekat untuk melakukan lompatan tunggal ke tanah kemudian bergulung dan menyambar pistol itu layaknya seorang Anti-Skill.


Di sisi lain, pisau fusi melengkus milik Thor sepanjang 2 kilometer. Hanya dengan satu ayunan, dia bisa membelah tubuh Kamijou jadi 2. Hanya satu tindakan saja bisa menentukan siapa pemenang pertempuran kali ini.


Tapi ...


Jika Kau tahu bagaimana lawanmu akan bertindak, maka tidak sulit untuk mengambil inisiatif.


(Sayang sekali.)


Thor tidak punya alasan untuk ragu-ragu.


District 11 hampir sepenuhnya berisi peralatan otomatis untuk mengoptimalkan dan mempercepat pengiriman distribusi barang. Dia sudah menyingkirkan para staff teknik, sehingga ia bisa memotong seluruh Distrik secara horizontal tanpa membunuh manusia selama dia sadar di mana tempat bagi para pengemudi kendaraan dari luar Academy City. Itulah sebabnya Thor akhirnya memilih daerah ini.


Itu adalah panggung yang bisa memuaskan seorang yang gila bertarung sepertinya.


Dia tidak ingin menyia-nyiakan tempat yang semula dipersiapkan untuk pertempuran antara kelompok Ollerus dan GREMLIN.


Dan itulah sebabnya ia merasa sedikit kecewa.


Thor mengayunkan pisau fusi melengkung ke bawah, bukan ke arah Kamijou melainkan pada titik tengah antara Kamijou dan pistol. Dia mengayunkan berkas cahaya turun tanpa ampun sehingga mengiris tumpukan kontainer dan crane bagai puding.


(Jadi Kau akhirnya menuju ke arah sumber dari kekuatannya. Aku berharap Kau mungkin bisa menyimpulkan hal yang berbeda dariku.)


Kalau itu terjadi, pastilah beberapa kesimpulan lain akan terbentuk.


Jika Kamijou langsung meraih pistolnya, dia akan diiris sampai terpisah oleh pisau fusi melengkung. Bahkan jika dia tetap tinggal, dia tidak akan bertahan lama. Dia akan tamat pada serangan berikutnya.


Dia memiliki kekuatan untuk meniadakan.


Itu adalah sesuatu yang berbeda dari kekuatan untuk menciptakan kehancuran.


(Aku berharap Kau bisa menunjukkan sesuatu yang berbeda dari apa yang menyebabkan aku bergabung dengan GREMLIN !!)


Kesimpulannya baru saja hampir tercapai.


Itu adalah kesimpulan sederhana namun membosankan, yaitu seseorang yang menggunakan kekuatan lebih besar dan kekerasan yang lebih besar-lah yang akan bertahan hidup.


Tapi sebelum itu ...


Suara bernada tinggi terdengar.


Itu suara pisau fusi melengkung milik Thor yang ditolak oleh tangan kanan Kamijou.


"Apa ...?"


Jika Kamijou melompat untuk meraih pistol dan mengulurkan tangan kanannya untuk mendapatkannya, ia tidak akan pernah nisa meniadakan pisau fusi.


Tetapi pisau-pisau fusi melengkung besar itu sungguh mengiris bukan hanya kontainer di dekatnya tetapi juga seluruh Distrik.


Yang berarti ...


Pilihan yang Kamijou Touma akhirnya buat adalah ...


"Jangan bilang ... !!"


Dalam keadaan terkejut, Thor bergerak hampir secara refleks. Dia mengabaikan pisau di tangan kanan yang telah ditolak oleh Imagine Breaker dan menyerang dengan pisau fusi melengkung yang memanjang dari lima jari di tangan kirinya. Itu mengiris truk yang secara otomatis dikendalikan dan forklift sembari pisaunya bergerak secara horizontal ke arah tubuh bagian atas Kamijou.


Tapi ...


Sekali lagi ...


Dengan suara bernada tinggi, ayunan kepalan tangan dengan paksa mengubah lintasan pisau melengkung milik Thor.


Setiap kali Kamijou melakukannya, beban yang luar biasa menekan pergelangan tangan kanannya.


"Kau menyerah untuk menggunakan pistolnya !? Tapi Kau hanya bertahan, kau akan mati kelelahan!! "


"... Apakah memang itu yang akan terjadi?"


Kamijou tersenyum sambil kembali mengepalkan tangan kanannya yang berderit.


Kali ini, ia benar-benar tersenyum.


"Pisau-pisau fusi melengkung itu mengikuti pergerakan jari-jarimu. Tapi apakah itu hanya merupakan serangan satu arah? Bahkan ketika aku dengan putus asa memblok pisau-pisau itu, aku bisa melihat apa yang terjadi. Aku melihat lenganmu melenting, sama seperti yang terjadi pada pisau fusi melengkung itu. "


"Sialan kamu ..."


"Pisau itu dapat mengiris benda apa saja. Itu tidak dibuat untuk menangkap suatu. Apa yang Kau lakukan adalah seperti mengambil tongkat baseball besi dan mengayunkannya ke dinding beton dengan kecepatan yang tidak terkendali. Menerima serangan-serangan edan ini akan menggeser persendian pada pergelangan tangan kananku, tetapi hal yang sama berlaku juga padamu! Pergelangan tanganmu sudah sampai batasnya juga, kan!? "


Pisau 2000 meter-nya tidak memiliki makna lagi dalam laga ini.


Baik Kamijou dan Thor terluka pada saat serangan itu diblok.


Kalau begitu ...


"Sebelumnya, Kau bertanya apakah aku benar-benar tidak punya alasan untuk mengambil pistol," kata Kamijou seakan-akan menyemburkan perkataan itu. "Aku akan memberikan jawabanku. Tidak, aku tidak punya alasan. Aku tidaklah sempurna. Bahkan tanpa alasan yang besar, aku akan berpikir untuk mengambil pistol di dekatku jika aku terpojok. Tapi itu tidak terjadi di sini. Apapun alasanmu, kau telah mempertaruhkan hidupmu untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune! Itulah faktanya! Pasti ada cara untuk mengakhiri ini semua tanpa membunuh siapa pun !! "


"... Aku paham."


Thor tersenyum.


Dia telah tersenyum sejak pertempuran dimulai, tapi yang satu ini terasa berbeda.


"Menarik. Kau benar-benar menarik. Bahkan jika Kau berdiri dalam posisi dari mana Kau dapat mencapai bintang di langit malam, Kau akan menunjukkan kepada kami beberapa jawaban yang berbeda. Kamu akan mengikuti jalan yang berbeda dari apa yang telah membuatku bergabung dengan GREMLIN. "


"Thor?"


"Itu benar !! Musuhku setidaknya harus berada pada tingkat seperti ini !! "


Tidak ada sinyal.


Thor dengan santai mengayunkan pisau fusi melengkung ke arah Kamijou, mengiris cakrawala. Kali ini Kamijou tidak bertahan dengan tanpa sebab, Kamijou ingat bahwa Thor juga akan menerima kerusakan pada pergelangan tangannya jika pisau itu dia blok. Pisau-pisau itu menyinggung satu sama lain dan kehilangan sedikit momentumnya. Kamijou menggunakan kesempatan tersebut untuk bergerak maju sedikit dan membantingkan tangan kanannya sekali lagi ke pisau-pisau pijar itu.


Suara berderit tak menyenangkan datang dari dalam tubuh Kamijou.


Hal yang sama terjadi juga pada tubuh Thor.


"!!"


Bahkan jika dia mengendalikan kekuatannya dengan beberap trik halus rahasia dan bahkan jika ternyata dia mendorong momentumnya bolak-balik dengan keterampilan dan kepandaian, itu adalah sesuatu hal lain yang akan memutuskan apakah Kamijou atau Thor yang menang. Di saat rasa sakit diperkuat dengan setiap serangan bertubi-tubi, siapa yang pertama kali akan mencapai batas? Pergelangan tangan siapakah yang akan patah terlebih dahulu? Itulah yang akan menentukan segalanya. Bahkan jika salah satu dari mereka memiliki keuntungan luar biasa dalam berbagai hal, dia akan kehilangan semuanya jika satu titik dibalik. Itulah esensi dari pertarungan ini.


Setelah 5 atau 10 serangan, suara yang benar-benar aneh datang dari tangan kanan Kamijou.


Dia tidak mampu sampai pada serangan yang ke 20.


Dengan suara retak yang menentukan, semua kekuatan tiba-tiba meninggalkan lima jari di tangannya. Perintah yang ia kirim dari otaknya tidak bisa mencapai tangannya, dan pergelangan tangannya jatuh lunglai ke bawah seakan tak punya tulang.


Sendi-sendinya telah terkilir.


"Ha ha."


Tawa Thor bergema di seluruh daerah.


Seakan menanggapi perubahan pada pergelangan tangan kanan Kamijou, dia mengakhiri serangannya.


"Ha ha ha ha. Hahahaha hahahaha. "


Pertempuran itu berakhir.


Kekuatan Imagine Breaker yang bersemayam di tangan kanan Kamijou Touma kemungkinan masih akan berfungsi, tak peduli apakah sendinya terkilir atau tidak. Tapi kalau dia menerima tumbukan luar biasa sekali lagi pada tangan dengan kondisi sendi terkilir, dagingnya akan hancur di sekitar pergelangan tangan dan telapak tangannya mungkin akan lepas.


Dan itu hanya dari sudut pandang anatomi manusia yang normal. Menerima tumbukan pada pergelangan tangan yang terkilir juga akan mengirimkan rasa sakit intens ke sekujur tubuh. Dia bisa dengan mudah pingsan ketika merasakan sakit yang berulang-ulang.


Tapi ...


"... Aka kalah," kata Thor.


"Ya."


"Sialan, dan aku benar-benar berpikir ini akan menjadi skak-mat. Aku kira aku benar-benar tidak bisa melihat apa-apa ketika pisau pijar itu berada di depan mataku. Tapi kurasa memang seperti itulah mantra itu."


Thor mengangkat bahu dan membentangkan tangannya seperti sayap.


Itu adalah sayap yang rusak.


Atau lebih tepatnya, pergelangan tangan Thor yang rusak.


Pisau fusi melengkung milik Thor berkedip beberapa kali seperti tabung neon yang hendak mati, dan kemudian menghilang seakan larut ke udara.


Kamijou tidak tahu sampai mana batas kekuatan Thor. Mungkin dia bisa memancarkan pisau fusi melengkung dari kakinya juga.


Dan ia bertanya.


"Apa yang akan Kau lakukan sekarang?"


"Lanjutkan ini tentu saja."


"Aku juga berpikir demikian."


Dengan tangan kanannya yang masih terkilir dan menggantung ke bawah, Kamijou mengambil langkah menuju Thor. Dia perlahan tapi pasti berjalan ke depan.


"Kita harus menyelesaikan ini."


Akhirnya, berjalan-nya berubah menjadi berlari.


Dan larinya berubah semakin cepat.


Anak SMA berambut runcing tidak berpartisipasi di dalam perkelahian itu karena ia punya Imagine Breaker. Bahkan jika dia tidak bisa menggunakan tangan kanannya, ia masih memiliki tangan kiri, kaki kanan, dan kaki kiri. Jadi dia masih bisa melawan. Dia akan mengakhiri pertarungan konyol yang Thor telah persiapkan dengan begitu matang ini, sehingga setelah semuanya selesai, dia akan membawa Thor yang terluka tembak itu ke rumah sakit, dan dia pun sudah merindukan bantal empuknya di rumah sakit si dokter berwajah katak. Untuk itu, Kamijou menyerang si penyihir untuk terakhir kalinya.


"... Maaf, Kamijou-chan."


Tiba-tiba, Thor mulai bergumam sesuatu.


Tapi Kamijou sudah berhasil sampai ke jangkauan Thor. Dia sudah berada di jarak yang begirtu dekat, yang jadi favoritnya selama ini.


Dan ...


"Thor lebih dari dewa petir biasa."


Sudah terlambat.


Suatu suara tumbukan benda tumpul terdengar.


Tubuh Kamijou melayang di udara dan terbanting paksa ke tanah.



Part 4[edit]


Pikirannya kabur. Pandangannya samar-samar dan hanya ditutupi oleh warna senja yang oranye. Butuh waktu yang cukup lama bagi Kamijou untuk menyadari bahwa ia sedang roboh.


"Thor adalah ..."


Dia mendengar suara yang datang dari suatu tempat.


Suara itu berasal dari suatu tempat di luar jangkauan pandangan Kamijou.


"... Saat ini dikenal sebagai # 2 dalam mitologi Norse dan sebagai dewa perang yang memerintah guntur dan kilat. Namun pandangan yang berbeda dapat dilihat pada legenda lebih awal. Aku rasa Kau bisa mengatakan bahwa dia terlibat dalam pertanian dan pemurnian logam. Dia adalah dewa yang membantu produksi dan manufaktur yang mendukung budaya tersebut. "


Apa yang terjadi pada Kamijou?


Apa yang mengenainya pada saat-saat terakhir?


Kamijou berusaha keras untuk mengumpulkan informasi, tetapi tidak berjalan dengan baik. Kepalanya telah benar-benar terguncang, sehingga ia tidak dapat bahkan memahami pilar pendukung yang diperlukan pada dasar pikirannya.


"Tapi hal-hal berubah berdasarkan keadaan masyarakat. Mengatur adalah jauh lebih mudah ketika dewa di bagian paling atas adalah dewa perang yang melindungi militer, dan bukannya dewa yang melindungi petani dan produsen. Dikenal sebagai dewa yang paling terkenal memegang banyak yang aspek. Jadi pada saat itu, Thor menjadi dewa petir. Awalnya, ia mengendalikan segala bentuk cuaca, musim, dan bencana alam, tetapi ia menjadi dewa yang hanya bisa membanggakan kekuatan destruktif murahannya itu. "


Kata-kata Thor terus berlanjut.


"Apakah Kau mengerti, Kamijou Touma?"


Kata-katanya berlanjut dengan tenang.


"Untuk menserasikan makna asli dari sebuah nama, aku menuju ke jalan tertentu. Jika gadis itu tidak mengambil langkah-langkah konyol seperti mendapatkan pengetahuan bahkan jika ia harus mencongkel salah satu matanya dan menggantung dirinya sendiri, aku bisa saja berdiri di puncak GREMLIN. "


Kamijou tidak bisa mengumpulkan pikirannya.


Dia tidak bisa sampai pada kesimpulan apapun.


Thor berbicara dengan lembut kepadanya.


"Kau mengalahkan Thor sebagai dewa petir ... tapi itu hanyalah informasi sejauh yang Kau punya. Kau tidak bisa mencapai tingkat Thor Yang Mahakuasa. "


Dia telah kehilangan.


Dia telah dikalahkan.


Setelah mendengar kata-kata dari mulut orang lain, Kamijou akhirnya memahami situasi di mana ia berada.


Bahkan dengan pergelangan tangannya patah dan pisau fusi melengkungnya yang tidak dapat digunakan lagi, monster itu sudah dengan mudahnya mengalahkan Kamijou. Dan sekarang dia berbicara dengan nada ringan.


"Tapi jangan terlalu khawatir tentang apa yang akan datang. Aku mungkin telah membuatnya terdengar seperti tidak ada yang tahu tentang apa yang Dewa Sihir Othinus akan lakukan dengan rutenya untuk menyelesaikan tombak hancur, tetapi bukannya aku tidak punya tebakan. Karena aku sudah menang, aku akan bertanggung jawab sebagai seorang pemenang. ... Sejujurnya, Kau berusaha terlalu keras. Kau terlalu sering melindungi dunia semua sendirian. Ambil kesempatan ini untuk beristirahat dan biarkan dirimu rileks."


Pandangan kabur Kamijou berubah menuju sesuatu.


Dia tidak bisa menemukan anak itu di mana saja, pada pemandangan senja yang berwarna oranye.


"Thor ...?" Gumamnya, tapi tidak ada yang menjawab.


Anak itu telah menghilang.


Pada saat itu, kesadaran Kamijou Touma lenyap seketika.



Epilog: Biarkan Pertarungan Berikutnya Mulai — Next_Batter_Circle.[edit]


Suatu peristiwa tidak selalu hanya memiliki satu kesimpulan.


Satu peristiwa bisa memiliki banyak kesimpulan karena ada bebrapa orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut.


Beberapa dari mereka akan diperkenalkan.



"Yah, itu sungguh buang-buang usaha," kata Silvia dengan cukup lantang sehingga orang lain bisa mendengarnya dengan jelas.


Sang Saint menggaruk kepalanya setelah keluar dari dinding yang mengitari Academy City.


Senja telah berlalu dan kegelapan malam mulai menyebar ke seluruh sudut langit. Kedipan-kedipan lampu yang tak terhitung jumlahnya mulai membaur dengan gelapnya malam, baik itu lampu neon atau sejenisnya, mengisi daerah tersebut dan seolah-olah mengatakan bahwa tempat itu adalah Tokyo, ibukota negara Jepang. Namun, Silvia dan yang lainnya berjalan melalui celah-celah gelap, yang cahaya tidak bisa menembusnya.


"Aku terpaksa menjalani suatu pertarungan yang sungguh tidak menyenangkan dan kami pulang dengan tangan hampa. Kami tidak bisa mendapatkan Fraulein Kreutune. ... Dan karena kami tidak bisa mendapatkan wanita itu, kita jadi tidak bisa membuat beberapa metode untuk menanggulangi rencana GREMLIN. "


"Kita tidak bisa mendapatkannya, jadi tidak ada gunanya memikirkan hal itu lagi," jawab Leivinia Birdway.


Dia tampak muda namun dia memiliki keanggunan yang dingin pada penampilannya. Namun, semua penampilan anggun itu seakan dirusak oleh pipinya yang bengkak. Ini mungkin berhubungan dengan prinsip-prinsip yang dipegangnya dengan kukuh, tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda ingin meletakkan es di atas luka lebamnya itu atau mengobatinya dengan cara apapun. Dan itu semakin memperkental suasana tak senang di wajahnya.


"Bahkan jika kita kembali untuk mencarinya lagi, Fraulein Kreutune telah berubah menjadi sesuatu yang lain, yang tidak diinginkan oleh Dewa Sihir Othinus. Kita tidak bisa menggunakannya lagi sebagai umpan untuk Othinus. "


"Apa? Apakah Kau masih mempermasalahkan dirimu yang dipaksa untuk melawan seseorang pada sisi yang sama? Hasil adalah segalanya sesuatu di dunia ini. Bahkan jika Kau tidak dapat menerima bagaimana itu berakhir dan bahkan jika itu didasarkan pada alasan seorang anak lelaki yang tidak dapat kau mengerti, Kau tidak boleh mengeluh setelah Kau kalah. "


"... Kau ingin dapat jotosan?"


"Ngomong-ngomong, hei wanita muda. Jepang memiliki teori yang menarik. Seharusnya, mereka yang memiliki adik perempuan asli tidak pernah bisa membayangkan adik perempuan yang ideal. "


"...?"


"Jadi, jika Kau membaliknya, apakah itu berarti Birdway-chan, yang memiliki adik perempuan tapi tidak punya kakak laki-laki, adalah jenis orang yang suka membayangkan kakak yang ideal? Dan sekarang kau kesal karena Kau dimarahi oleh orang yang Kau pikir akan mendengarkan semua yang Kau katakan dan Kau selalu bisa mengandalkannya ketika Kau berada dalam kesulitan? Tapi ia masih mencoba untuk membicarakan berbagai hal denganmu, bahkan setelah kau melakukan berbagai hal yang tak menyenangkan terhadapnya. Aku akan mengatakan bahwa sepertinya kau memiliki hubungan yang erat dengannya. "


"Aku harap Kau bersiap karena aku akan memperkenalkan padamu satu set lengkap arcana ini. "


"Aku tahu bahwa kau tidak pernah menggunakan itu. Keempat unsur senjata simbolis terkait dengan arcana tarot minor. Jika Kau telah menggunakan 22 kartu dari arcana utama untuk membawa keluar combo dari Fool ke World, Kau sudah bisa meningkatkan secara berkala parametermu dan gerakan supersonik, " kata Silvia dengan cengiran lebar. [Fool di sini maksudnya adalah “badut”, bukannya “bodoh”. Dia sedang membicarakan gambar-gambar simbolis pada kartu tarot arcana.]


"Yang, lebih penting lagi." Nada Brunhild Eiktobel benar-benar serius meskipun dengan kasar menyela pembicaraan. "Dimana Ollerus? Kau mengatakan sebelumnya bahwa ia sedang mempersiapkan sesuatu. "


"Oh itu. Dia sedang berurusan dengan tujuan sebenarnya mengapa kita ada di sini ... yaitu sesuatu yang tidak berhubungan sama sekali dengan Fraulein Kreutune, " jawab Silvia sambil menggertakkan lehernya. "Dia mengatakan bahwa persiapannya sudah lengkap. "



Meskipun dikelola dengan begitu rapih, Academy City punya banyak rumor yang menakutkan.


Truk sampah hitam yang akan membawa pergi anak-anak nakal yang tidak melakukan apa kata guru mereka. Spesimen # 502 yang merupakan sumber erangan aneh, yang terdengar datang dari dalam lubang got tapi tidak boleh diselidiki. Suatu nama terlarang, yang bila diketikkan pada mesin pencarian di internet, maka pemilik nama tersebut akan datang untuk membunuhmu. Tulang manusia berwarna seperti ubin yang dikatakan jumlahnya akan meningkat setelah beberapa orang yang tak nyaman berada di Academy City menghilang.


Dan legenda urban di antara legenda urban lainnya yang mengatakan banyak rumor dikendalikan oleh medan difusi AIM yang disebar di seluruh kota demi tujuan memanipulasi informasi tersebut.


Ada begitu banyak rumor menakutkan sehingga anak-anak tidak tahu apa yang harus dilakukan jika mereka benar-benar bertemu dengan salah satu orang misterius yang dibahas adalam cerita-cerita tersebut dalam perjalanan pulang mereka dari sekolah.


Anak-anak meragukan bahwa mereka akan dapat melarikan diri hanya dengan berlari secepat yang mereka bisa.


Tapi mereka tidak perlu khawatir.


Kelemahan dari orang-orang misterius yang ada pada legenda urban tersebut akan selalu diinvestigasi decara terus menerus.


Sebagai contoh, jika rumor menyebar, dan mengatakan bahwa tidak ada yang bisa melarikan diri dari sosok wanita tertentu yang bisa berlari 100 meter dalam 3 detik, maka entah bagaimana caranya, pasti akan ada rumor lain yang berbeda, yang dibuat untuk melawan rumor tersebut seperti : seseorang akan aman dari wanita itu selama dia memiliki beberapa permen atau pomade. [Pomade adalah semacam parfum yang digunakan di rambut. Kamus Besar Oxford.]


Tentu saja, rumor akan berubah setiap hari, sehingga teori-teori baru akan muncul dan mengatakan kelemahan tersebut tidak bekerja sama sekali.


Misalnya, rumor lain akan menyebar dan mengatakan bahwa permen dan pomade hanya bekerja pada wanita asli, tapi benar-benar tidak efektif terhadap wanita yang mulutnya sudah terbelah melebar.


Mitos-mitos yang menyebarkan ketakutan dan mitos yang mengalahkan rasa takut tersebut akan terus menyebar dan akan terus mengalahkan satu sama lain, dan tampaknya itu tidak akan pernah mencapai kesimpulan apapun.


Tapi ada satu rumor baru.


Itu adalah rumor yang sangat sederhana, sehingga mungkin telah menyebar dengan cepat di antara anak-anak Academy City.


Adalah sebagai berikut:


Segala macam rumor menakutkan menyebar melalui kota ini, tetapi jika Kau berpapasan dengan salah satu orang menakutkan yang dibicarakan dalam mitos tersebut, Kau hanya perlu berteriak sekeras yang Kau bisa.


Berteriaklah, "Tolong aku, kumbang badak!"


Jika Kau melakukannya, Kau akan baik-baik saja.


Academy City Level 5 # 2 yang menggunakan Dark Matter itu akan datang.


Seseorang bernama Kakine Teitoku pasti akan datang untuk menyelamatkanmu.



Accelerator telah kembali ke apartemen bersama dengan Yoshikawa Kikyou dan Last Order. Dia rebahan di kamarnya dengan tanpa pencahayaan lampu. Tidak jelas apakah Yoshikawa akan berbicara tentang apa yang terjadi di hari itu kepada Yomikawa Aiho dari Anti-Skill.


Kakine Teitoku si # 2 sudah ... sebenarnya, itu benar-benar tidak jelas apakah ia harus disebut seperti itu atau tidak. Bagaimanapun, musuh telah dikalahkan.


Dalam pertarungannya kemarin, Accelerator telah menemukan pijakan untuk memecahkan masalahnya sebelum dia bisa menggunakan metodenya sendiri.


Kesimpulannya begitu luar biasa, yaitu, tidak satupun temannya terluka.


Akan Tetapi ...


(Hanya orang yang tewas bisa memahami bagaimana rasanya kematian.)


Kata-kata itu terus terngiang di benak # 1 dan serasa terus menusuk-nusuk ke dalam hatinya.


Itu bagaikan duri kecil, tapi itu seperti kail berduri dan tidak akan mudah dilepas.


Adalah suatu hal yang manusiawi jika satu komentar buruk yang tertinggal akan terasa jauh lebih membekas daripada 100 komentar yang baik.


"Kenapa aku begitu manja ...?"


Apakah ia sudah merasa terpuaskan hanya karena Last Order, yaitu orang yang mewakili seluruh Misaka Network, dan Misaka WORST, yang merupakan perwujudan dari kedengkian Misaka Network, sudah memaafkannya?


Bahkan, sudahkan mereka benar-benar memaafkannya?


Bukankah mereka hanya membiarkan segala sesuatu mengalir ke arah yang lebih nyaman dan tidak menyakitkan?


Dia tidak bisa meminta pengampunan setelah semua upaya pembantaian yang pernah dia lakukan di masa lalu.


Orang mati tidak bisa merasakan sukacita.


Bagaimanapun juga, tindakan pembunuhan sama saja dengan merampok itu dari mereka.


Orang mati tidak bisa merasa marah.


Bagaimanapun juga, tindakan pembunuhan sama saja dengan merampok itu dari mereka.


Orang mati tidak bisa merasakan kesedihan.


Bagaimanapun juga, tindakan pembunuhan sama saja dengan merampok itu dari mereka.


Orang mati tidak bisa merasakan rasa syukur.


Bagaimanapun juga, tindakan pembunuhan sama saja dengan merampok itu dari mereka.


Tidak peduli bagaimana dia menjalani hidupnya dari sini, itu hanya akan untuk kepuasan dirinya sendiri. Dia tahu itu. Tapi pastilah ada sesuatu yang bisa ia lakukan untuk dirinya sendiri sementara dia masih hidup.


Pada dasarnya ...


Apa maksud sebenarnya di balik percobaan yang telah menyebabkan pembantaian lebih dari 10.000 Sisters?


Secara ilmiah diterangkan, bahwa itu adalah untuk mengembangkan Academy City Level 5 # 1 menjadi Level 6, tapi ia sudah tahu bahwa itu bukan tujuan sebenarnya. Percobaan itu tidak dimaksudkan untuk gagal sejak awal atau tujuan sebenarnya pun telah diperoleh oleh beberapa pihak tertentu di kegelapan Academy City, tak perduli apakah proyek tersebut berhasil ataukah gagal.


Dari informasi yang ia peroleh dari pengalaman masa lalunya, tujuan pertama di belakang proyek itu kemungkinan adalah untuk menyebarkan hampir 10.000 Sister kepada lembaga-lembaga koperasi di seluruh dunia, guna menyebarkan efek medan difusi AIM mereka.


Karena makhluk berwujud seperti malaikat telah diciptakan oleh Academy City dengan mengacaukan jaringan otak Last Order, tujuan kedua dari proyek itu tampaknya adalah menggunakan Misaka Network sebagai perangkat acuan untuk mengontrol sekumpulan besar bidang difusi AIM.


Dan ada istilah DRAGON yang dia pernah dengar ketika masih bekerja untuk sisi gelap Academy City. Ada sesosok monster asli bernama Aiwass yang tersembunyi di balik itu semua. Aiwass sendiri telah mengatakan bahwa makhluk seperti malaikat yang Accelerator telah lihat tempo hari tidak lebih dari sekedar cetakan untuk memberikan Aiwass bentuk. Maka, itu adalah tujuan ketiga.


Kalau begitu ...


Apa yang membuat Aiwass komplet?


Makhluk itu memanglah kartu truf yang tidak bisa diganggu-gugat lagi. Bagaimanapun juga, itu memiliki kekuatan yang cukup untuk secara langsung mengalahkan Accelerator, Academy City # 1, hanya dengan satu serangan. Tapi tidak ada catatan bahwa kekuatan yang luar biasa tersebut digunakan dalam Perang Dunia 3. Bahkan di tengah-tengah itu perang tersebut, di mana nasib Academy City berada di ujung tanduk, Aiwass masihlah ditempatkan hanya sebagai cadangan.


Dalam hal ini, Aiwass tidak akan dikembangkan dengan begitu mudahnya sebagai senjata.


Harusnya ada beberapa tujuan yang jelas di balik itu semua, tapi Accelerator tidak tahu apa itu.


Dia tahu Aiwass jelas menakjubkan, tapi ia tidak bisa memikirkan keuntungan konkret yang diperoleh darinya. Mengembangkan teknologi baru harusnya sudah cukup menjadi tujuan di kota itu, tetapi jika itu adalah alasannya, nama Aiwass akan telah harusnya sudah menyebar ke seluruh dunia untuk diklaim sebagai bentuk sejati dari teknologi tercanggih Academy City.


Suatu rencana untuk mendarat di bulan dengan menggunakan pesawat ruang angkasa tidak langsung mempengaruhi kehidupan sebagian besar orang, tetapi "informasi" yang didapat dari ekspedisi semacam itulah yang begitu penting.


Karena pengembangan yang sehebat Aiwass dirahasiakan, pastinya makhluk itu lebih memiliki fungsi yang khusus daripada hanya sekedar alat berteknologi canggih yang dipamer-pamerkan. Dan tidak tertutup kemungkinan bahwa beberapa beberapa pihak berhasrat untuk menghentikan proyek ambisius ini.


Aiwass, yaitu makhluk yang seperti malaikat, Misaka Network, Last Order, Sister, bidang difusi AIM.


Di bagian paling bawah piramida itu adalah siswa yang benar-benar merupakan manusia normal. Apakah mereka terlibat dalam sisi gelap kota ataukah tidak, para siswa ini masihlah memancarkan bidang difusi AIM tanpa sadar. Dan semua itu terkumpul sampai ke Aiwass.


Itu adalah bentuk sebenarnya dari Academy City.


Kekuatan psikis ilmiah.


Bagaimana jika ini semua bukan tentang sekelompok orang yang ingin membentuk sistem kehidupan baru, melainkan hanya sekelompok manusia yang ingin menggunakan sistem tersebut demi kepentingan pribadi?


Bagaimana jika seluruh proyek yang dimulai hanyalah langkah awal untuk mencapai Aiwass?


Dan jika kembali ke akar permasalahannya ...


Sebenarnya apakah kekuatan psikis yang sudah dikembangkan dengan begitu serius oleh Academy City ini?


Di mana rencana ini dimulai dan di mana akhir rencana ini?


"..."


Pada titik ini ...


Accelerator akhirnya merasa seperti telah memahami sesuatu di tepi kegelapan yang besar. Rasanya seperti satu perangkap raksasa yang akan menelan segalanya. Rasanya seperti salah satu bagian dari kerongkongan raksasa yang begitu besar dan bisa menelan apa saja sehingga semua hal menjadi tidak masuk akal. Rasanya seperti tertelan dalam suatu lubang hitam tak terelakkan yang menyedot semua Sister ... mereka adalah klon manusia ... orang-orang yang dia bantai.


Jika Accelerator mengemukakannya dan menyalahkannya, maka dosa-dosanya tidak akan menghilang dengan mudah.


Tapi bagaimana jika ...?


Bagaimana jika para Sister yang telah dibunuhnya mengutuk keadaan kota yang seperti ini dengan segenap jiwanya?


Bagaimana jika mereka telah mengutuk semua yang terjadi sehingga #1 tidak akan lepas dari semua kesengsaraan masa lalunya dan hanya akan terus membunuh dan terus membunuh?


Bagaimana jika orang-orang yang berada di balik semua rencana gila ini berpikir bahwa project-nya sudah “berjalan dengan menakjubkan” sehingga mereka kapan saja bisa memutuskan untuk membuat project-project sejenis dan terus melanjutkannya ke tahapan yang bahkan lebih gila lagi?


Hanya orang yang tewas, yang bisa memahami bagaimana rasanya kematian.


Orang yang hidup hanya bisa berduka cita atas kematian seseorang tanpa perlu repot-repot khawatir jika suatu saat nanti mereka mempermainkan makna kematian tersebut untuk kepentingan mereka pribadi.


Tapi ...


Orang hidup bisa bertindak berdasarkan perasaannya sendiri, yang tetap didasari oleh perasaan yang ditinggalkan mereka yang sudah mati.


Accelerator bertanya pada dirinya sendiri apa yang ingin ia lakukan.


Jika dia bisa melakukan sesuatu bagi mereka, yang nyawanya sudah dicabut, apa yang akan dia pilih?


Sang # 1 kemungkinan akan masuk neraka. Jika kita melepaskan makna kata “neraka” tersebut dari sisi metafora sederhana ataupun sisi religius, dia masihlah tidak akan memiliki akhir yang layak sebagai manusia normal. Tapi jika ada adalah sesuatu yang bisa ia lakukan sebelum ia tiba di neraka itu, hal apakah itu?


"..."


Duri yang menempel ke hatinya adalah kecil, tapi tidak akan terlepas dengan mudah.


Rasa sakit kecil pasti akan menyeretnya ke jalan kejahatan dan pertempuran.


Seolah-olah itu telah diatur sebelumnya.


Seolah-olah itu adalah kode yang disengaja dimasukkan ke dalam dirinya oleh seseorang. Tapi apakah Accelerator sendiri menyadari akan hal itu?


"Kode" ini dimaksudkan untuk memindahkannya dari satu takdir ke takdir lainnya.


Accelerator dengan hampa duduk di tempat tidurnya. Tatapannya mengarah entah kemana. Akhirnya tatapannya terpaku pada jendela kamar. Daerah di luar dicat gelap gulita dengan kegelapan malam. Jendela itu seakan adalah lorong yang akan membawanya ke tempat lain dari takdirnya.


Jika dia menuju ke arah itu, ia akan kehilangan segala yang ia miliki, tetapi ia juga akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan hal-hal yang tidak bisa diperolehnya saat ini.


Dengan pikiran itu dalam kepalanya dan ekspresi serius, Accelerator mulai meraba-raba di sekitar tempat tidurnya untuk mendapatkan tongkat modernnya.


Tapi suatu ketukan tiba-tiba datang di pintu.


Tanpa menunggu jawaban, gagang pintu berputar.


Suatu sosok anak kecil masuk.


Last Order.


Hanya dia.


"Hei, Accelerator / kembali. Ini akan merepotkan, jadi biarkan aku ikut / kembali. "


Sesuatu ...


Ada sesuatu yang salah.


Saat ia melihat gadis yang berdiri tegak dengan mulut bergerak terbuka dan tertutup, Accelerator merasa merinding menggelayuti punggungnya. Ini mengingatkannya pada saat ia dengan paksa harus menjinakkan virus di kepala anak itu atau sesuatu sejenisnya di masa lalu.


Tapi ini berbeda.


"Biasanya, 'Misaka' mengisi jaringan tapi meninggalkan gangguan eksternal untuk tiap unit individu / kembali. Jadi jangan berharap aku akan banyak bicara / kembali. Pikirkan ini sebagai sesuatu yang seperti email / kembali. Asal tahu saja, aku hanya akan menyelesaikan apa yang aku katakan bahkan jika Kau mengajukan pertanyaan / kembali. "


Ini adalah sesuatu dari dalam Misaka Network.


Ini adalah sesuatu yang sangat tinggi bahkan bagi Last Order sebagai menara komando.


Tetapi seharusnya tidak ada yang lebih tinggi dari Last Order pada sistem.


Sang # 1 mulai curiga ini terkait dengan proyek Generasi Ketiga, tempat Misaka WORST berasal, tapi kemudian kemungkinan yang berbeda mulai terpikirkan olehnya. Meskipun memperingatkan dia tidak akan memberikan jawaban, ia berbicara dengan gigi tergerit.


"Apakah Kau adalah kehendak dari seluruh Misaka Network !?"


Ini adalah sesuatu yang diciptakan oleh Academy City namun berbeda dari makhluk seperti malaikat dan Aiwass.


Ini adalah sesuatu yang dia tidak yakin bisa sebut manusia.


Mungkin itu harus menyebutnya "keberadaan ketiga".


"Pada dasarnya, aku berpikir Kau telah berada di suasana hati yang aneh sejak insiden itu terselesaikan / kembali. " Mulut gadis itu digunakan untuk memancarkan suara seseorang seolah-olah dia adalah rekorder yang sedang dimainkan. "Accelerator, kebetulan yang Kau berpikir bahwa Kau bisa mendapatkan akhir yang baik dengan mengakhiri hidupmu yang relatif damai seperti sekarang ini, dan kemudian melemparkan dirimu ke pertarungan untuk mendekati rahasia Academy City / keluar? Atau apakah Kau berpikir Kau akan pergi ke neraka setelah semuanya tertata kembali dengan benar / keluar? Jika demikian, jangan khawatir tentang hal itu, karena Kau telah dituntun untuk memikirkan hal-hal semacam itu / kembali. Dan melakukan hal itu tidak akan membuatmu terlihat keren atau semacamnya / kembali. "


"Apa-apa’an- ..."


"Kau tadi akan mengatakan : " Apa-apa’an yang kau katakan? ", bukan / keluar? Jangan lakukan itu / kembali. Mari kita menyingkirkan semua masalah yang tidak benar-benar diperlukan, Accelerator / kembali. Menyembunyikan malumu seperti itu harusnya akan menjadi hal yang cukup lucu, tapi / mundur itu hanya akan merepotkan sekarang / kembali. Jadi, " siapa pun yang sedang berbicara dengan Accelerator ini, dia terus saja melanjutkan kata-katanya, "biarkan aku langsung ke inti masalah / kembali. Aku tahu apa yang mungkin kau pikirkan / kembali. Kau berpikir bahwa kau telah meninggalkan hal yang seharusnya kau lakukan dengan melakoni hidup yang santai dalam nyaman ini / kembali. ... Tapi / mundur sama sekali bukan itu permasalahannya / kembali. Kau malah seharusnya berpikir sebaliknya / kembali. Kau adalah monster # 1, jadi bukankah ketika kau dengan mudahnya mendapatkan suatu konflik, kau akan dengan mudahnya menggunakan kekerasanmu, dan akhirnya hanya akan dengan mudahnya mendapatkan kemenangan / keluar? Seperti itulah keadaannya / kembali. Kau dikembangkan untuk menjadi monster seperti itu / kembali. Jika Kau menempuh takdir yang paling sedikit mengandung resiko, Kau secara alami akan terjebak dalam takdir yang dipenuhi oleh pertumpahan darah dan bencana, kan / keluar? "


"..."


"Itu sebabnya aku katakan bahwa Kau berpikir sebaliknya tentang hal ini / kembali. Accelerator, Kau merasa ragu tentang keberadaan dirimu sendiri sekarang / kembali. Itu bukan hal yang buruk / Kembali. Tapi / mundur jangan biarkan dirimu hanyut dalam arah yang lebih nyaman hanya karena kepribadianmu sedang terguncang / kembali. Aku tidak sedang meminjamkanmu suatu perhitungan seperti yang biasa kau dapatkan ketika menghidupkan sakelar elektroda-mu sehingga Kau bisa menjawabnya berdasarkan keinginanmu sendiri / balasan. "


Gadis itu mengangkat bahu dengan ringan.


Aksi ini tampak mengerikan dan tak biasa dia lakukan.


"Perjuangan demi seseorang / kembali. Perjuangan dengan cara yang benar-benar sulit bagimu / Kembali. ... Jika aku mau, aku bisa mengeruk data memori dari unit yang mati, yang masih tertinggal pada jaringan dan memberikan jawaban pasti tentang ya atau tidak / balasan. Tapi / mundur melakukan hal itu akan menjadi sia-sia, jadi aku tidak akan melakukannya / kembali. Mari kita anggap bahwa perasaan orang mati hanya diketahui oleh orang mati / kembali. Dan jika Kau mengambil jalan keluar yang mudah dan menjadi monster, Aku akan melemparkanmu ke dalam neraka yang beberapa kali lebih parah dan kejam dari yang Kau bayangkan sebelumnya / kembali. "


Kaki gadis itu terhuyung.


"Dan sementara aku memasrahkan Last Order dan Misaka WORST padamu, aku lebih tertarik memberikan persetujuan pada Kamijou-chan daripada kamu / kembali. Itu adalah apa yang benar-benar aku rasakan / kembali. Dan ia tampaknya berada dalam posisi yang jauh lebih berbahaya / kembali. Jadi aku lebih suka Kau tidak membuatku menggunakan ‘tiket’-ku yang berharga di sini / kembali. " [Jika terganggu dengan cara bicara Kehendak Misaka Network, maka jangan membaca setelah tanda “/”]


Dan itu saja.


"Email"-nya pasti sudah berakhir karena tubuh gadis kecil itu jatuh ke samping.



Seorang wanita dalam setelan murah dan jas lab melirik seluruh wilayah.


Dia berada di ruang bawah tanah yang luas di Distrik 3 yang pernah diisi oleh Academy City # 2 hanya sehari sebelumnya. Tapi kini kosong dan zat berwarna putih murni bernama Dark Matter yang telah secara acak disebarkan di sekitar, kini telah bersih dan menghilang. Temp itu kini tak ubahnya dengan suatu kelas sepi yang kosong.


"Aku hanya tidak terbiasa dengan hal ini. Tidak peduli seberapa sepele hal itu, aku merasa terganggu ketika ada milikku yang hilang. "


Wanita itu menggenggam, objek sempit panjang seukuran dengan wadah permen karet. Itu adalah perekam suara digital. Wanita dalam setelan murahan dan jas lab membawa mikrofon kecil dan menempelkannya pada bibirnya, kemudian terus merekam perkataannya.


"Dark Matter telah menghilang dengan bersih. Seperti yang sudah diharapkan. Telah diminta suatu pengujian untuk mendapatkan sampel yang diambil dari permukaan, total sekitar 40 lokasi yang berbeda pada lantai, dinding, dan langit-langit. Tapi aku ragu itu akan mebuahkan hasil. "


Suatu suara berulang pelan seperti kuku menggaruk sesuatu bisa didengar. Wanita itu menarik perangkat seukuran wadah kartu keluar dari saku di balik jasnya. Dia memandang layar gadget itu dan menemukan komentar yang menumpuk tentang sesuatu hal yang biasa pada papan pesan dan SNSs.


"Aku telah menemukan legenda urban yang berkaitan dengan # 2. Terlalu singkat bagi mereka untuk muncul dengan sendirinya. Dan aku ragu Kakine Teitoku - atau apa pun sebutan bagi # 2 itu - menyebarkannya sendiri. Tampaknya orang lain dari kegelapan Academy City telah merubah perhatian mereka terhadap # 2. Tag topik ini dengan warna kuning, " kata perempuan itu saat ia meletakkan perangkatnya kembali pada saku dalamnya dan berjalan perlahan-lahan melalui ruang yang luas. "Rincian tidak diketahui mengenai # 1. Kebencian diinjeksikan dalam dirinya, tetapi saat ini belum jelas apakah itu akan berkembang menjadi sesuatu. Sebagai bisikan pada kepribadiannya, akan cukup mubazir jika dia membiarkannya begitu saja. Setelah bersenang-senang dengan # 2 yang berubah bentuk menjadi seperti itu, # 1 sepertinya terlalu polos. Akan lebih baik jika ia bisa terus mengeksplorasi sayap-sayap hitam anehnya itu."


Dia kemudian tiba-tiba berhenti berjalan.


"Kemajuan Takitsubo Rikou seperti terlihat pada masalah # 2 adalah sangat baik. Tag ini dengan warna emas, " katanya sambil berdiri di tengah ruang yang luas dan melihat lurus ke atas. "Dan tentu saja, begitupun dengan Fremea Seivelun. Agitate Halation miliknya terkonfirmasi sudah pernah dia gunakan secara tidak sengaja. Itu kemungkinan baru dari Level 0, tag ini dengan warna platinum. Sangat berhati-hati lah saat mengumpulkan data. "


Pada saat itu, wanita yang mengenakan setelan murahan dan jas lab tersebut mematikan perekamnya.


Dia berpikir sebentar.


Dan akhirnya berbalik setelah mendapatkan apa yang menjadi bahan pikirannya.


"Fraulein Kreutune berada di luar kekuasaanku. Aku agak tidak senang tentang itu. ... Tapi dari apa yang aku amati, ia memiliki tubuh tahan lama yang tidak dapat dibunuh tidak peduli apa metode pembunuhannya, dia juga memiliki kepribadian yang cenderung ingin memiliki teman, dan kemungkinan dia sedang dikendalikan tanpa dia inginkan. Karenanya, dia memberiku kesan yang sangat mirip dengan agregasi bidang difusi AIM. Kemungkinan ia digunakan sebagai dasar Kazakiri Hyouka. Jika itu terjadi, ada satu benang yang menghubungkan Fraulein Kreutune, Kazakiri Hyouka, dan DRAGON. ... Mungkin jika terus menelusuri hal ini, aku akan terhubung dengan ketua dewan yang berada dalam perangkat pendukung hidup. Namun menurut hipotesis tersebut, aku kira aku bisa menarik garis penghubung antara ketua dan DRAGON. Bagaimanapun, aku memiliki cukup bahan yang membuat ini semua semakin menarik. "


Dia mematikan perekam.


Dan memutarnya kembali.


Dia kemudian mengulangi proses tersebut beberapa kali.


"Tidak diketahui rincian mengenai beberapa orang yang berhasil menerobos masuk ke Academy City. Beberapa kesamaan telah diidentifikasi dengan fenomena yang disaksikan selama Perang Dunia 3 dan Bagagge City. Hal ini juga di luar kekuasaanku. Aku akan sekali lagi meninggalkan ini ke unit yang berbeda, yang mungkin, sejauh yang aku tahu, tidak pernah eksis ... "


Wanita itu berjalan semakin pelan dengan tatapan bingung.


Dia tetap terdiam untuk sementara waktu.


Akhirnya, dia mendesah dan melepaskan perekam suara digital.


Perangkat kecil tersebut jatuh ke tanah dan dia mengancurkannya dengan injakan sepatunya. Dan kemudian dia berbicara dengan suara yang seharusnya tidak boleh di dengar oleh siapa pun juga.


"Ahh, ahh. Ini tidak seperti Kihara sama sekali ... "



Dewa Petir Thor, Marian Slingeneyer dan Mjolnir sedang menuju ke Teluk Tokyo untuk menyelinap ke salah satu kapal sewaan. Mereka berjalan melalui pelabuhan industri. Mereka tidak pulang dengan perahu, melainkan, mereka menggunakan perahu untuk menuju ke bandara di negara terdekat yang memiliki keamanan buruk.


"Jadi, Kau membiarkan dia lolos dari cengkraman kita. Fraulein Kreutune adalah bagian akhir yang diperlukan untuk menciptakan Gungnir. Kita tidak bisa memperoleh apa-apa tanpa adanya esper holistik, ingat? Apa yang akan kita lakukan sekarang? " kata Marian yang diikuti oleh suara gemerincing. Gadis (?) berbentuk drum sedang memberikan dukungan tak berarti kepadanya seperti biasanya. [Holistik sudah pernah dibahas di NT Vol 4]


Thor mengangkat bahu dan berkata, "Kami memutuskan pembagian kerja dari awal. Aku bertugas untuk melumpuhkan Fraulein Kreutune sambil meminjam kekuatan dari Mjolnir dan Kau akan menggunakan kemampuanmu untuk mengubah manusia guna memastikan dia tidak bisa bertarung. Kemudian kita hanya perlu membawanya keluar dari Academy City. ... Tapi ada lebih banyak keributan daripada yang kita harapkan sebelumnya. Aku bertanggung jawab atas pertempuran langsung dan aku tidak berhasil. Kalian berdua bertugas mengamati dari belakang layar, sehingga bokongmu hanya akan ditendang jika kau memasuki medan perang sebagai bala bantuan. "


"Bahkan jikalau kau adalah versi lama, Kau masih memiliki nama Yang Maha Kuasa. Namun Kau masih saja gagal? "


"Ini adalah Fraulein Kreutune. Dan ingat, kita katakan Maha Kuasa, tapi itu hanya tingkat Maha Kuasa seukuran manusia normal. Aku bukan Dewa Sihir, jadi jangan berharap jenis Maha Kuasa yang melebihi itu, " jawab Thor seadanya.


Marian Slingeneyer mengerutkan kening.


Mereka kemudian mendengar sedikit suara.


Thor membawa pendingin menggunakan tali di bahunya. Lengannya memegang suatu kotak berbentuk persegi panjang.


"Apa itu?"


"Sesuatu yang bisa membuat suasana hatinya menjadi lebih baik. Dengan ini, tombak itu mungkin masih bisa dibuat. "


Thor mulai menjelaskan lebih lanjut, tapi ia berhenti.


Itu terjadi tiba-tiba.


Bukan dia yang berhenti bicara.


Dewa Sihir Othinus.


Seorang gadis yang tampaknya berusia sekitar 14 tiba-tiba muncul dari kegelapan pelabuhan industri.

NT Index v06 431.png

Dia mengenakan topi yang biasanya digunakan oleh penyihir pada beberapa cerita bergambar dan salah satu matanya tertutup oleh penutup mata. Dia mengenakan mantel di atas pakaiannya yang serba terbuka. Di negeri ini, kostumnya ini tidak bisa disebut pakaian. Gadis itu menggerakkan mata satunya untuk melihat Thor.


Thor dan yang lainnya kebingungan.


"Haruskah kau benar-benar berada di sini? Tempat ini tepat berada di depan markas musuh. "


"Jarak tak berarti apa-apa bagiku. Yang penting adalah tidak terlihat. Dan yang lebih penting lagi," kata Dewa Sihir Othinus untuk dengan mudah mengubah topik pembicaraan. "Di mana Fraulein Kreutune?"


"Apakah terlihat kami berhasil?"


"Aku memerintahkan kalian untuk mendapatkan Fraulein Kreutune."


"Jika kau akan melakukannya, lakukan saja," kata Thor acuh tak acuh sambil melemparkan pendingin ke arah Othinus.


Kotak pendingin yang menghantam tanah membuat grendelnya terbuka dengan paksa.


Ekspresi Othinus tidak berubah. Dia bahkan tidak melihat ke dalam kotak pendingin.


Marian Slingeneyer tampak terkesan.


"Apa ini?"


"Academy City # 2."


Thor menunjuk ke arah beberapa tas di dalam pendingin. Yang dikemas di dalam pendingin itu adalah organ internal beku. "Atau lebih tepatnya, bagian daging dan darahnya. Aku bahkan tidak yakin ini bisa disebut Kakine Teitoku. Tapi Kau memerlukan tubuh manusia yang kokoh, kan? Nah, dia lebih kuat daripada Fraulein Kreutune. Kau mungkin bisa mencapai esper holistik dengan menggunakannya. "


Othinus tetap diam.


Marian menyela.


"Aku pikir bahan yang kita gunakan seharusnya adalah seseorang yang tidak tercelup dalam kepekatan sisi sihir maupun ilmu pengetahuan?"


"Ya, mungkin tidak bekerja hanya dengan memodifikasi Kakine. Tapi dia adalah simbol dari penciptaan. Bagaimana kalau kita menggunakan dia untuk membuat boneka dari ketiadaan? "


Marian Slingeneyer memandang Othinus.


Mjolnir tidak bisa melakukan apa-apa kecuali meniru gerakan Marian.


Othinus akhirnya mengakhiri kebisuannya. Dia mengatakan hal yang sama seperti sebelumnya.


"Aku memerintahkan kalian untuk mendapatkan Fraulein Kreutune."


"Cari saja sendiri," kata Thor sambil menunjuk arah Academy City dengan ibu jarinya. "Tapi Fraulein Kreutune telah berubah. Dia telah kehilangan apa yang dibutuhkan untuk membuat tombak. Walaupun kita menangkapnya sekarang, aku kira itu tidak akan bermanfaat sama sekali. "


"Marian," kata Othinus.


Gadis berkulit cokelat mengira bahwa Othinus sedang mengonfirmasi padanya, apakah yang dikatakan Thor itu benar atau salah.


Tapi bukan itu.


Dengan suara tumbukan benda tumpul, lengan kanan Thor tiba-tiba tercecer dari bahunya.


"Gah ...?"


Rasa sakit datang setelah terlambat beberapa saat.


Tepat beberapa detik setelah potongan lengan Thor tergeletak di tanah, dia mengeluarkan teriakan yang memekakkan telinga.


"Gaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !? "


"Bahkan jika manusia bukan spesialisasimu, Kau masihlah terampil memanipulasinya. Hubungkan kembali itu. "


Mengabaikan Thor yang meringkuk kesakitan, Othinus menendang kotak pendingin sampai tertutup, meraih tali bahunya, dan mengambilnya.


Marian Slingeneyer melihat bolak-balik antara Thor dan Othinus, tapi akhirnya berhasil keluar dari kepanikan dan berbicara.


"O-Othinus."


"Apa? Aku tidak punya niat untuk menghibur diri dengan beberapa teori konspirasi, tetapi apakah Kau menyadari bahwa caramu bertindak sangat dekat dengan ketergantungan? "


"Tidak, Othinus !!"


Marian dengan panik menunjuk bahu kanan Othinus.


Sesuatu perlahan kehilangan bentuknya dari bawah mantelnya.


Seakan tidak terhubung dengan persendian tulangnya, lengannya mulai jatuh.


"... Tch. Jadi berakhir dengan negatif 50% dari kemungkinan yang tak terbatas. "


Sebelum lengannya benar-benar terputus, Othinus dengan paksa menahan lengannya itu dengan tangan satunya lagi. Suara menetes basah bisa terdengar. Tampaknya dia kehilangan banyak darah di balik mantelnya itu, tapi ekspresi Dewa Sihir tidak berubah. Bahkan luka yang konyol seperti itu mungkin tidak berlangsung lama.


Dia adalah eksistensi yang bisa mendapat apa pun yang ia harapkan.


Tetapi pada saat yang sama, dia adalah eksistensi yang memiliki 50% kesempatan gagal tidak peduli apa yang dia lakukan.


Seperti itulah Othinus dan tujuannya adalah cukup sederhana.


Penghapusan negatif 50%.


Dengan 100% kemungkinan positif, ia dengan bebas bisa menggunakan kekuatannya.


Dan apa yang dia butuhkan untuk itu adalah ...


"Aku sekarang memiliki bagian terakhirnya. Bagaimana jika kita memulai pembuatan tombaknya? "


Setelah Othinus pergi, Marian Slingeneyer mengambil lengan yang terjatuh dan mendekati Thor.


"... Aku akan melakukannya sendiri."


Thor meraih lengan terputusnya dengan tangannya yang tersisa dan berlumuran darah, itu bisa dia lakukan berkat refleksnya, yaitu memegang lukanya dengan seketika dan menghentikan pendarahan yang lebih parah.


"Tapi ..."


"Maaf, tapi bisakah kau tinggalkan aku sendirian?" Kata Thor dengan hampa dengan gigi yang tergertakkan. "Jujur saja, aku merasa seperti aku akan menangis. Aku tidak ingin membiarkan siapa pun melihat ini. Sialan, Othinus sama seperti biasanya. Dia tidak mengerti bahwa aku mempertaruhkan nyawaku untuk menyeimbangkan semuanya dan tidak kembali dengan tangan kosong. "


"Kau melakukannya dengan baik."


"Tapi aku tidak memberikan keinginan pertamanya. ... Oh, aku mengerti sekarang. Aku tahu mengapa aku merasa ingin menangis. Ini tidak karena rasa sakit atau rasa sedih yang aku alami. Itu karena aku diselamatkan. Aku sangat bahagia karena aku diselamatkan pada detik terakhir. "


"Jangan kuatir. Aku akan sangat ketakutan bila aku ada di posisimu. "


Marian Slingeneyer menjentikkan jarinya dan menuju kapal sewaan bersama dengan gadis (?) berbentuk drum.


Setelah ia yakin tidak ada orang lain di sekitar, Thor mendesah kecil.


Dan ia berpikir diam-diam pada dirinya sendiri.


(... Semuanya berjalan seperti yang direncanakan. Akhirnya aku berhasil menyelinap.)


Thor dengan santai memutarkan lengannya sendiri. Tampak begitu riang, sampai-sampai dia hendak mulai bersenandung setiap saat, ia menekan lengan atas bahunya.


Dia tidak membaca mantra apapun.


Dia tidak bergantung pada kekuatan jimat atau obat sihir.


Tapi fenomena sihir memang terjadi. Lengannya terpasang kembali dengan diiringi cahaya pucat. Jari-jari di tangannya membuka dan menutup sesuai perintahnya.


Ini jelas bukan sihir milik Dewa Petir Thor.


Bahkan, ia sama sekali bukan Thor.


(Menyelinap akan sulit jika aku hanya merubah bentukku menjadi Thor. Aku butuh beberapa alat ampuh untuk menyertaiku. Dan itu bukan Fraulein Kreutune. Setelah ia terkejut karena rencananya hancur, aku perlu untuk membawa pengganti wanita abadi itu. Mungkin saja kejutan besar tersebut mencegah penilaian Othinus bekerja dengan benar.)


Namun, itu saja tidak cukup untuk mengelabui Dewa Sihir Othinus.


Dia adalah eksistensi yang bisa membuat semua kemustahilan menjadi mungkin.


Bahkan jika seorang penyihir normal mencoba untuk menipunya, dia memiliki kekuatan untuk melihat kebohongan itu tak peduli seberapa rapih penyihir itu menyusun tipu muslihatnya.


Dan ...


Itulah sebabnya ...


Butuh seseorang yang pernah mencapai ranah Dewa Sihir untuk bisa menipu Dewa Sihir lainnya.


Orang yang baru saja menyelinap ke GREMLIN tersebut adalah Ollerus.


(Nah.)


Setelah dengan sempurna menghubungkan kembali lengannya, Ollerus sengaja membungkus sepotong kain

tua di sekitarnya.


Dengan tangannya yang masih berdarah, ia menuju ke kapal sewaan yang ditambatkan di pelabuhan industri.


(Aku telah menyelinap. Dan aku telah membuktikan bahwa seseorang dengan kekuatan sebesar Fiamma of the Right bisa dengan bebas bertindak dalam kumpulan orang-orang berkekuatan hebat tanpa terdeteksi. Semua persiapannya sudah selesai.)


GREMLIN.


Dia akan menemukan di mana markas Othinus sembari ia bergegas untuk menyelesaikan tombaknya.


(Sudah waktunya untuk memulai serangan balik. Kami akan terus membodohi satu sama lain tepat di depan mata mereka.)



Sementara itu, Thor yang asli sedang duduk di bangku taman yang letaknya tak jauh dari dinding luar Academy City.


"Sialan. Keduanya rusak. Sekarang aku bahkan tidak bisa menggunakan ritsleting di celanaku. "


Dia mengatur pergelangan tangannya dengan menggunakan cabang yang ia temukan di tanah, di dekatnya sebagai splints dan membungkusnya dengan kain, dengan menggunakan gigitan mulutnya. Dia juga memiliki luka tembak di perutnya, sehingga ia perlu persiapan untuk menggunakan sihir penyembuhan. Dia tidak bisa melakukannya dengan benda yang berada di tangan. [Splints adalah material kaku yang digunakan untuk menyokong tulang yang patah. Kamus Besar Oxford.]


Tapi ekspresinya tidak menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan.


Dia tidak punya alasan yang nyata untuk menyelamatkan Kamijou Touma, tapi dia juga tidak punya alasan untuk membunuhnya. Tujuannya hanyalah mendapatkan pengalaman bertarung. Batu loncatan yang dia telah lampaui tidak lagi memiliki nilai apapun, tapi itu juga berarti ia tidak memiliki keinginan yang gigih untuk menghancurkan batu loncatan tersebut.


Ditambah lagi ...


Semuanya akan berbeda jika anak SMA itu bisa tumbuh menjadi batu loncatan berikutnya.


(Aku kira Ollerus menyelinap ke GREMLIN menggunakan bentukku sekarang. Aku pikir dia gila ketika ia pertama kali mengajukan kesepakatan itu padaku di Academy City.)


Tentu saja, jika Thor menolak, Ollerus kemungkinan hanya akan memaksakan kehendaknya dengan menggunakan kekuatan yang kasar. Kalau itu terjadi, Thor bisa dikubur enam meter di bawah tanah sekarang.


Alasannya untuk menyetujui kesepakatan itu cukuplah sederhana.


Hawaii dan Baggage City.


Rasa setianya terhadap GREMLIN sudah rusak seketika dia melihat semua kerusakan akibat pertempuran di kedua tempat tersebut.


(Tapi apa yang akan aku lakukan sekarang?)


Setelah ia setuju dengan kesepakatan Ollerus, ia berhenti menjadi bagian dari GREMLIN. Tapi dia tidak khawatir tentang di mana ia harus kembali ke atau di mana ia harus menuju.


(Jika aku terus seperti ini, Othinus akan datang untuk membunuhku. Tapi kalau aku mengkhianati Ollerus, dia mungkin akan mencoba untuk membunuh aku.)


Pada pandangan pertama, kedua kemungkinan ini tampak seperti neraka.


Bagaimanapun juga, keduanya penyihir tersebut telah mencapai ranah Dewa Sihir.


Tapi ...


Apa yang Thor perhitungkan untuk sedikit mengubah hal-hal tersebut.


(Nah, kedua orang itu bisa menjadi langkah yang benar-benar menarik, tapi mana yang akan aku ambil selanjutnya?)


Dunia di hadapannya terhampar tanpa batas.


Pilihan yang tersedia baginya terlalu banyak untuk dihitung.



Seseorang pernah sekali bertanya :


"Apa tujuanmu? Apa yang Kau ingin dapatkan dengan bantuanku? "


Seseorang pernah sekali menjawab:


"Tujuanku adalah untuk menyelamatkan Fraulein Kreutune. Sama sepertimu. "


Di satu sisi, tujuan itu telah tercapai.


Tapi hanya tujuan awal itu yang telah dicapai dengan sempurna.


Pahlawan dengan kekuatan untuk mengalahkan raja iblis adalah seseorang yang beruntung. Semua orang akan mengatakan kepadanya tentang untuk apa ia harus menggunakan kekuatannya.


Tapi Dewa Sihir yang memiliki kekuatan besar tidak lagi membutuhkan alasan untuk menghancurkan.


Dan seseorang tak perlu khawatir jikalau dia menggunakan kekuatannya pada tempat yang salah.


Begitulah ceritanya.



Malam Setelah Festival[edit]


Dengan begitu, tampaknya insiden itu berakhir.


Tapi ada pertanyaan awal yang masih belum terjawab.


"Touma! Siapa sebenarnya gadis yang menempel di punggungmu itu !? "


Sekarang adalah bulan November. Biarawati berambut perak bermata hijau bernama Index itu berpose menakutkan di alun-alun sembari seorang anak berambut jabrik duduk dengan gaya seiza di depannya. Jika seseorang memikirkannya secara rasional, perilaku ini tidaklah begitu sopan karena Kamijou adalah pemilik dari kamar asrama dan Index hanyalah tukang bonceng. Tapi anehnya jika keadaannya tidak diperhitungkan dengan matang, sepertinya semua hal tidaklah cukup.


Dan Kamijou Touma pun menanggapi.


"B-baik, namanya adalah Fraulein Kreutune."


"Kenapa dia menempel di punggungmu?"


"Sepertinya dia menyusut dan menjadi lebih muda karena efek dari makan replika yang dibuat oleh Cendrillon! Beberapa jenis perubahan terjadi pada struktur tubuhnya ketika ia kehilangan fungsinya! "


"Kenapa dia menempel di punggungmu?"


"Mungkin karena teman-temannya memeluknya untuk membuktikan bahwa ia telah kehilangan fungsi untuk makan otak, lantas ia memperoleh ide aneh ini !! Pada dasarnya, ia memiliki kebiasaan merangkul orang dengan serta-merta, sehingga dia tidak melakukan tindakan kasih sayang ini khusus pada Kamijou-san saja!! Dia memeluk Misaka sebelumnya, jadi ini sama sekali bukan sesuatu yang harus membuatku merasa bersalah!! "


Kamijou dengan panik mengutarakan kasusnya karena dia punya perasaan dia akan digigit karena alasan yang tidak ada hubungannya dengan fungsi. Index sedikit geram seperti anjing liar, tapi akhirnya dia mendesah seolah-olah dia telah menyerah pada sesuatu.


"Yah, setidaknya aku tahu kau tidak berubah, Touma. ... Dan aku kira ada sesuatu yang aku harus katakan. "


"Apa itu?"


"Selamat datang di rumah."


"Aku kembali, sayang."


Kamijou mencoba menyembunyikan rasa malunya dengan lelucon itu, namun ia menerima gigitan serius segera setelahnya.



Kata Penutup[edit]


Bagi mereka yang telah membeli novel satu per satu: selamat datang kembali. Bagi mereka yang membeli semuanya sekaligus: selamat datang.


Ini adalah Kamachi Kazuma.


Saints, seorang Valkyrie, bos asosiasi sihir rahasia, mantan manusia meja, Level 5 dari # 1 sampai # 4 (Dan # 5 juga?), Dewa Petir, Dewa Sihir, dan Fraulein Kreutune. Ada banyak tokoh di volume kali ini, bukankah begitu? Dengan gadis utama dalam cerita, Cendrillon, dan kumbang badak putih, kali ini aku punya tema yang terbatas pada apa itu "manusia" jika ditinjau dari sisi ilmu pengetahuan dan sisi sihir.


Juga, kekuatan pendorong di belakang Thor adalah jenis yang mirip dengan apa yang mendorong Accelerator ketika ia pertama kali muncul. Dia akan menjadi sesuatu seperti itu jika ia terus tumbuh tanpa meninggalkan jalan kegelapannya.


Di beberapa tempat, karakter yang memiliki sedikit dampak pada cerita dan tampaknya tidak memiliki banyak penampilan pada awalnya, secara mengejutkan sangat terlibat dengan benang cerita tertentu. Jika Kau punya waktu, mengapa Kau tidak mencoba untuk mencari orang-orang yang kumaksud itu?


Aku mengucapkan terima kasihku kepada ilustratorku Haimura-san dan editorku Miki-san. Tidak hanya memiliki banyak pertempuran, tapi semua orang memiliki tipu muslihat mereka sendiri. Aku yakin ini adalah novel yang cukup sulit bagi mereka. Aku benar-benar bersyukur bahwa mereka masih cocok denganku sampai buku ini selesai dibuat..


Dan aku mengucapkan rasa terimakasihku kepada para pembaca. Bagaimana kesan kalian setelah ceritanya kembali menggunkan Academy City sebagai latarnya? Aku harap kalian juga cocok dengan gaya penulisanku sampai detik ini juga.


Ini adalah waktunya untuk menutup halaman untuk saat ini sambil berdoa bahwa halaman buku berikutnya akan terbuka.


Dan aku membaringkan penaku untuk saat ini.


Aku mendapatkan perasaan bahwa Cendrillon akan mudah untuk digunakan dalam banyak cara yang berbeda.


-Kamachi Kazuma