Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Jilid NT 11

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Illustrations[edit]

Prolog: Suatu Jalan Masuk Tertentu — No.05_Open.[edit]


"Hei, Zashiki Warashi pemalas. Hi no Enma itu apa?"


"Aku kirakau bisa menyebutnya succubus* Jepang. Itu adalah monster penghisap darah, tapi itu sebenarnya adalah musuh agama Buddha. Dengan kata lain, itu adalah Youkai* perempuan yang menggunakan pesona tubuhnya untuk mengganggu para pertapa." [Succubus adalah setan betina yang melakukan hubungan intim ketika seorang pria tidur. Kamus Besar Oxford.] [Yōkai (妖怪?) adalah kelas obake, makhluk dalam cerita rakyat Jepang (dengan banyak asal dari Tiongkok) yang terdiri dari setan oni sampai kitsune atau wanita salju Yuki-onna. Beberapa merasuki binatang dan bagian fitur manusia (seperti Kappa dan Tengu). Yōkai umumnya memiliki kekuatan spiritual atau supernatural. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan.]


"Oh, succubus katamu? Aku paham, aku paham. Seorang succubus!? Maksudmu ada seseorang yang memakai bikini ketat dan tinggal di loteng kita!?"


"Jangan berkata seperti itu, Shinobu. Itu mengganggu. Dan aku percaya bahwa makhluk ini juga menghancurkan hubungan suatu keluarga."


"Itu sebabnya aku sangat marah !!"


"Tapi aku ingin tahu bagaimana mereka memasukkan Hi no Enma ke Paket kriminal. Terutama dalam Paket untuk menarik semua gadis di sekitarmu. "


"Kedengarannya konyol, tapi itu bukan untuk ditertawakan. Pasar terhadap orang-orang yang ingin menjadi populer sangatlah besar. Dalam arti luas, itu mencakup fashion. Dalam arti yang lebih dalam, ada operasi plastik. Dan jikakau ingin masuk ke hal-hal yang lebih tak jelas, ada batu berkekuatan yang dapatkau beli di internet. Jikakau memasukkan lagu-lagu cinta dan film yang dapat memuaskan keinginan itu, mungkin pasar tersebut akan menjadi pasar terbesar di dunia. "


"Tapi Hi no Enma adalah Youkai perempuan dan mengganggu pertapa laki-laki secara khusus."


"Maksudmu dia tidak akan membuat gadis jatuh hati seperti yang dilakukan Paket tersebut?"


"Itu benar. Dan aku mungkin menyebutnya monster pengisap darah, tetapi dia tidak dapat mengubah orang lain menjadi vampir atau sejenisnya. "


"Jadi apakah mereka menggunakan fakta itu untuk membuat Paket agar menciptakan lebih banyak Hi no Enmas? Artinya, akankah ada beberapa gadis yang dibuat identik dengan succubus Jepang?"


"Dibuat identik? Maksudmu, daripada menyuruh Hi no Enma menyerang mereka, target justru akan ditarik dengan perlakuan yang sama dengan makhluk itu?"


"Hi no Enma ... succubus Jepang ... Musuh agama Buddha ... Mengganggu para pertapa ... Menghisap darah ... Hm? Tunggu."


"Ada apa?"


"Kau mengatakan bahwa dia adalah monster pengisap darah, tapi apa definisi darah dalam artian ini?"


"Tentu saja darah manusia. Aku ragu dia makan steak daging sapi muda."


"Tapi bagaimana kalau dia menghisap segala sesuatu selama itu adalah darah manusia. Bukan hanya sekedar A, B, AB, dan O. Ada juga darah buatan. "


"Shinobu, jangan bilang ..."


"Menyebutnya darah buatan sepertinya sedikit berlebihan. Itu tidak lebih dari beberapa mineral dan elektrolit yang ditambahkan garam. Kalau begitu, kita sudah melihat darah buatan yang mereka telah sebar di sekitar."


"Minuman olahraga dan cairan rehidrasi* oral." [Rehidrasi adalah penyerapan kelembaban setelah terjadi dehidrasi atau kekurangan air. Kamus Besar Oxford.]


"Paket populer ini merubah gadis-gadis yang meminumnya menjadi succubus dan membuat mereka menuruti semua kehendakmu. Tapi tidak perlu khawatir sekarang, karena kita sudah tahu triknya. Ayo, mari kita membuka kedok mereka! " [Cerita singkat sebelum prolog ini berasal dari Light Novel Kamachi yang lainnya.]



Prolog: Suatu Jalan Masuk Tertentu — No.05_Open.[edit]


"Mereka benar-benar sudah mengembangkan kemampuan siaran restoran ini," gumam Shokuhou Misaki.


Dia adalah salah satu dari tujuh orang Level 5 di Academy City, sekaligus salah seorang dari dua Level 5 yang bersekolah di SMP Tokiwadai. Kaki panjangnya terbungkus stoking dengan border motif laba-laba dan kakinya terjuntai turun pada bangku yang berada di dekat kolom penyangga. Meja kedai mengkilat yang berwarna krem itu memantulkan bayangan wajahnya yang mungil, dan rambut panjang manis miliknya. Orang-orang akan sulit mempercayai bahwa proporsi tubuhnya adalah mirip dengan gadis SMP dan suatu tonjolan yang menggoda mendorong blazer* seragam SMP Tokiwadai yang dikenakannya. Dia secara tidak sopan meletakkan sikunya di atas meja dan melirikkan tatapan matanya yang terkesan bosan ke arah layar monitor datar yang dipasang di atas kepala karyawan. [Blazer adalah sejenis jaket, rompi, atau mungkin sweater yang bercorak dan bersimbol suatu sekolah tertentu.]


Di masa lalu, sudah umum ketika suatu pertandingan bisbol profesional atau pacuan kuda disiarkan di toko ramen atau restoran makanan, tapi itu secara teknis melanggar hukum. Itu bisa menyebabkan permintaan program TV yang bisa disiarkan oleh restoran tersebut tanpa mengandalkan siaran TV yang resmi. Namun, hal ini hanya akan membuat para pemirsa menjauhi acara TV, jadi sebenarnya tidak ada pihak yang benar-benar diuntungkan.


(Apakah monitor itu dikendalikan secara magnetis? Bukannya warna RGB*, mereka malah menggunakan CMYK*. Aku sudah mendengar itu tidak menghasilkan cahaya biru dan dapat menampilkan resolusi yang lebih tinggi daripada 4K8K* untuk siaran-siaran seperti liputan museum seni dan perkenalan suatu pertunjukan seni lainnya, tapi tragisnya, adegan-adegan tersebut tidak pernah tertangkap karena sinyal siarannya tidak support.) [RGB adalah suatu model warna yang terdiri atas 3 buah warna: merah (Red), hijau (Green), dan biru (Blue), yang ditambahkan dengan berbagai cara untuk menghasilkan bermacam-macam warna. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan.] [Cyan Magenta Yellow Key, atau sering disingkat sebagai CMYK adalah proses pencampuran pigmen yang lazim digunakan percetakan. Tinta process cyan, process magenta, process yellow, process black dicampurkan dengan komposisi tertentu dan akurat sehingga menghasilkan warna tepat seperti yang diinginkan. Bahkan bila suatu saat diperlukan, warna ini dengan mudah bisa dibentuk kembali. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan.] [4K8K adalah suatu TV beresolusi tinggi yang pernah dikembangkan oleh pusat penelitian NHK (Nippon Hōsō Kyōkai Hōsō Gijutsu Kenkyūjo) dan sudah diakui oleh ITU (International Telecommunication Union). 4K setara dengan 2160p, dan 8K setara dengan 4320p. Wikipedia bebas.]



Jika mereka memiliki layar seperti itu di sini, sepertinya ada seseorang di restoran ini yang mencintai gadget.


Namun, apa yang biasanya dimakan oleh seorang gadis berkelas tinggi?


Ada berbagai jawaban, tetapi Shokuhou Misaki tidak pernah menyentuh suatu makanan pun di toko-toko atau restoran keluarga yang daftar menunya begitu monoton seperti "Salisbury Steak". Di sisi lain, bagi gadis kaya, makan di restoran Perancis yang membutuhkan reservasi terlebih dahulu tampaknya merupakan pilihan yang lebih murah, walaupun itu membuatnya terlihat seperti seorang paruh baya yang sangat mencintai steak.


"Maaf telah menunggu. Ini dia cheeseburger-mu, kentang goreng, tujuh sayuran salad, dan jus jeruk. Apakah kau suka hiasan bawangnya?”


"Terima kasih ☆"


"Kami akan menyiapkan custard* puding pie mini untuk pencuci mulutmu." [Custard adalah sejenis puding yang terbuat dari telur, gula, dan susu.]


"Terimakasih."


Dia tersenyum dan menatap baki di meja.


Semuanya tampak seperti makanan yang biasa ditemukan di restoran cepat saji, di seluruh dunia dan tidak ada yang begitu mahal. Namun demikian, dia memiliki alasan kenapa memilih semua “kemewahan” ini.


Semangkuk daging sapi, hamburger, hot dog, nasi, sandwich, ramen, nasi kari, soda, dan es krim.


Itu semua adalah menu utama dari banyak restoran di seluruh Jepang, tetapi bagaimana jika itu dibuat secara alami oleh seorang juru masak profesional yang menggunakan bahan-bahan alami? Restoran adalah jawabannya. Bahan-bahan itu berharga murah, sehingga tidak ada risiko. Tetapi pada saat yang sama, restoran tidak menaikkan harga semata-mata untuk meningkatkan citra mereka. Kata “mewah” dikesampingkan dan mereka membuat sesuatu yang begitu alami, sehingga orang-orang yang paham akan kemurnian bersedia untuk makan di tempat mereka dengan senang hati.


Restoran seperti ini tersembunyi di sekitar Academy City, dan hanya mereka yang tahu daftar resto bermutu lah yang bisa menghindari makanan-makanan tidak sehat dan menikmati makanan alami setiap hari. Di Academy City, sebagian besar restoran menggunakan daging kloning dan sayuran yang ditanam di dalam bangunan pertanian, sehingga menemukan bahan-bahan alami yang lebih baik dari itu adalah tantangan yang cukup sulit. Sebotol air dan makanan penutup yang Shokuhou makan setiap hari jugalah merupakan hasil mahakarya chef yang tersembunyi di antara makanan-makanan biasa lainnya.


Namun, mungkin ada alasan lain yang benar-benar berbeda tentang mengapa dia begitu sering memakan makanan-makanan alami tersebut.


Bahkan di antara para ahli, masihlah ada beda pendapat mengenai kenapa orang-orang begitu pilih-piih dalam menentukan makanan. Salah satu teori mengatakan bahwa ada ikatan yang mendalam antara indera perasa dan memori. Menyukai rasa masakan ibumu adalah bukti bahwa kau tumbuh dalam suatu rumah tangga yang bahagia. Sebaliknya, anak yang tidak terlalu memiliki memori indah dengan keluarganya cenderung gemar menikmati makanan cepat saji yang biasa dijual di toko-toko. Lantas apa yang akan dikatakan teori ini ketika melihat fakta bahwa banyak orang di penjara bisa menyantap makanannya dengan begitu lahap?


Orang-orang sering mengatakan bahwa selera berubah ketika mereka tumbuh dewasa, tapi itu bisa ditafsirkan sebagai usaha untuk mengatasi memori yang tidak menyenangkan seiring dengan berjalannya waktu.


"Nyam ♪"

NT Index v11 016.jpg

Shokuhou Misaki meraih serbet kertas besar dari meja, membungkus cheeseburger-nya, dan menyelesaikan burger tersebut, itu tampak begitu aneh karena ukuran makanannya berkali-kali lipat lebih besar daripada ukuran mulut si gadis. Sorot matanya yang tenang menggambarkan bahwa pikirannya dipenuhi dengan kenyamanan ketika ia mengecap kombinasi daging juicy*, keju meleleh, selada renyah, irisan tomat, dan rempah-rempah halus. Ini sudah cukup untuk menetralkan rasa-rasa lainnya. [Juicy di sini maksudnya adalah sari pati daging yang menetes keluar ketika digigit. Ini hanya bisa terjadi ketika daging tersebut dimasak pada tingkat kematangan yang pas.]


Dia begitu menikmati makanan alami tersebut.


Tidak perlu berlebih-lebihan dan dia tidak ingin keeleganannya sebagai gadis kelas atas merampas semua kenikmatan ini.


(Kalau dipikir-pikir ...)


Dengan memegang cheeseburger raksasa pada satu tangan, dia melihat ke samping.


Ini adalah daerah yang diperuntukkan bagi para pelajar dan pada lantai pertama bangunan ini, terdapat toko. Tapi dari jendela lantai dua, dia bisa melihat suatu hal kecil yang menyinpang.


(Itu adalah persimpangan di mana aku pertama kali bertemu dengannya, bukan?)


Dua orang yang sama sekali tidak punya hubungan sebelumnya, pernah sekali bertemu di sana.


Kini, jalan mereka telah berseberangan.


Itu bukanlah lokasi yang sangat indah dan itu juga bukanlah tempat bertemu yang terkesan romantis, yang sering terlihat di drama-drama TV.


Namun, itu adalah suatu peristiwa spesial bagi seorang gadis yang bernama Shokuhou Misaki.


Bahkan jika itu semua sudah berakhir dan jalan mereka tidak akan pernah bertemu lagi, itu adalah suatu peristiwa yang begitu mempengaruhi kehidupannya dan kemana dia melangkah sejak saat itu.



Shokuhou Misaki masih ingat sampai sekarang.


Saat itulah ia pertama kali bertemu dengan anak berambut runcing bernama Kamijou Touma.


Bulan Agustus pada tahun lalu adalah periode dalam hidupnya yang paling membahagiakan.



Chapter 1: Kenang-Kenangan >> Ruangan Depan — Episode_“the_Girl”.[edit]

Part 1[edit]


Ketika dia mengingat kembali seluruh kejadian, pertama kalinya Shokuhou Misaki secara kebetulan bertemu dengan Kamijou Touma, adalah suatu permulaan yang salah.


Sering kali, seperti itulah suatu realita bekerja.



"Kyah !?"


"M-maaf !!"


Derikan keras belalang dan suhu pertengahan musim panas yang begitu menyengat, memenuhi suatu persimpangan biasa pada suatu distrik biasa.


Ketika seorang anak berambut runcing berlari melawan arus manusia dan menabrak Shokuhou Misaki, yaitu seorang gadis pendek dan langsing yang masih tumbuh berkembang, isi tas mereka tersebar di seluruh permukaan aspal. Alat tulis dan benda-benda lainnya yang baru dia beli setelah memasuki sekolah menengah, berserakan ke mana-mana.


Anak laki-laki yang berlari ke arahnya, kemungkinan besar berusia dua atau tiga tahun lebih tua dari dirinya.


Dia berjongkok, kemudian merangkak sambil mengumpulkan semua barang milik si gadis dengan cepat. Lantas si pria menjejalkan semua barang itu ke lengan si gadis.


"Aku benar-benar minta maaf, tapi aku sedang terburu-buru. Kau tidak terluka, kan? Dah!”


"Eh? Apa? Tunggu !!”


Dia bahkan tidak punya waktu untuk marah.


Pria berambut runcing lari dengan memeluk barang-barangnya sendiri, kemudian lampu hijau penyeberangan mulai berkedip. Namun, si gadis terkejut karena suara klakson dari mobil pelayan masyarakat dengan tulisan “ambulans” di atasnya.


Lampu hijau telah menyala, sehingga dia pikir mengejar kembali si pria kurang ajar itu dan menunggu sampai lampunya hijau berkedip lagi adalah suatu tindakan yang bodoh, jadi dia dengan cepat menyebrangi jalan tersebut.


"Hah?"


Dia menemukan suatu benda asing tercampur dengan barang-barang dalam pelukannya.


Itu adalah satu unit ponsel murah.


Layarnya terkunci dengan password, sehingga dia bahkan tidak bisa mencoba untuk menemukan nama pemiliknya. Namun, tidak perlu melakukan itu. Dia tahu siapa pemiliknya tanpa melihat data pada ponsel tersebut.


Salah satu benda milik si pria tercampur dengan benda miliknya.


Dia berbalik, tetapi aliran mobil memblokirnya karena lampu trafik sudah mulai berganti jadi merah dan anak berambut runcing itu sudah tidak lagi terlihat di tempat tadi.


"Apa yang seharusnya kulakukan terhadap benda ini?"


Dia tidak punya kewajiban untuk mengembalikannya dan mencari anak itu sepertinya adalah suatu tindakan yang merepotkan.


Namun, ia merasa setidaknya dia harus menyerahkannya pada Anti-Skill atau Judgement nanti.


Bahkan jika itu adalah ponsel murahan, perangkat elektronik masihlah memiliki harga yang berbeda dari penghapus pensil. Dia ragu-ragu untuk membuangnya begitu saja, jadi dia tidak yakin apa yang harus dilakukannya dengan benda itu.


"Jika ini adalah trik baru untuk berkenalan dengan para gadis, maka ini cukup berlebihan."


Hanya itu yang dia katakan sebelum meninggalkan persimpangan.



Pertemuan itu pasti hanyalah suatu kesalahan dan itu benar-benar tidak berarti.


Bahkan, dia tidak menghitungnya sebagai suatu pertemuan.


Kalau begitu, Academy City # 5 pasti mengalami pertemuan lain yang tidak bermakna besar.


Pertemuan dalam hitungan detik itu adalah suatu pertemuan yang begitu berarti bagi Shokuhou Misaki dan Kamijou Touma.



Part 2[edit]


Belum sampai beberapa hari setelah adegan saling tabrak di persimpangan, ada beberapa hal yang mulai terjadi secara perlahan.


Mungkin ini adalah suatu pertanda, tapi hari dan waktu itu bermakna sangat besar bagi Shokuhou Misaki.



Dia tidak ingin bertemu dengan siapa pun.


Pada malam hari dengan panas yang menyesakkan, ia terhuyung-huyung melalui daerah pelajar yang biasanya dan terus berjalan sejah yang dia bisa untuk menghindari manusia. Dia selalu memilih tempat yang lebih tenang dan arah yang lebih sepi. Saat dia melakukannya, dia menyeberang ke distrik lain, meninggalkan aspal dan pemandangan penuh yang dengan beton, dan memasuki jalan kecil berbukit yang dikelilingi oleh pohon hutan yang gelap. Itu adalah Distrik 21. Wilayah perbukitan itu memiliki sejumlah tanaman alami langka yang diawetkan untuk pusat perkotaan seperti Academy City. Daerah itu penuh dengan observatorium dan sumber daya air berharga seperti bendungan atau danau buatan.


Tapi meskipun begitu, dia terus bergerak.


Dia tidak bisa menerimanya.


Dia berjalan dan terus tanpa akhir dan akhirnya mendapati dirinya sendiri berada di puncak salah satu dari beberapa bukit. Di sana ia menemukan suatu danau buatan yang melingkar dengan diameter lebih dari lima puluh meter.


Sesuatu seperti suatu menara besi mncuat dari tengah danau, dan tepi danau itu seluruhnya terbuat dari beton. Dari angkasa, daerah itu mungkin tampak seperti reruntuhan aneh, tapi itu sebenarnya merupakan pembangkit listrik panas bumi eksperimental yang memiliki beberapa batang penghantar panas, dan ditanam hampir seribu meter ke dalam tanah.


Matahari telah sepenuhnya tenggelam, dan bulan sudah menampakkan wajahnya.


Waktu sudah jauh melewati jam malam asramanya, sehingga manajer asrama atau orang sejenisnya mungkin akan menyebabkan kegemparan jikalau dia pulang.


Tapi Shokuhou Misaki sudah bosan dengan “itu semua”.


"Ahh, ahh."


Masih mengenakan seragam musim panas baru yang dia dapatkan setelah menginjakkan kakinya pada masa-masa tahun pertama SMP, dia rebahan di samping danau buatan yang melingkar dengan sempurna. Tidak ada orang lain di sekitar, jadi dia dengan enaknya membuka kakinya walaupun menggunakan rok pendek.


Seseorang bisa saja salah sangka dan mengira gadis ini sedang menggoda iman seseorang, tapi dia menarik remote TV dari tasnya dan mempermainkan benda itu dengan tangannya. Dia menimang-nimangnya layaknya seorang koboi yang memainkan pistol pada film barat dan”sedikit pemikiran" mulai tumbuh lebih besar dan lebih besar di dalam kepalanya. Pemikiran itu semakin membesar layaknya salju yang makin menumpuk dan membentuk bongkahan yang lebih besar.


Dia sudah menetapkan masalah yang melibatkan **** raksasa untuk meningkatkan **** yang sangat penting baginya. [Jangan salahkan Ciu. Itu memang sengaja disensor dari sononya.]


Insiden yang melibatkan **** bernama Dolly yang telah tersembunyi di suatu gedung tinggi, juga sudah selesai untuk sementara ini, walaupun dia begitu benci mengakuinya. Waktu yang cukup lama telah berlalu sehingga emosinya pun sudah mendingin.


Mungkin itu adalah alasannya.


Apakah ia akhirnya bisa santai atau apakah tubuhnya melemah?


Itu pada saat ini, ketika beberapa waktu telah berlalu setelah semua masalahnya ditangani, hati gadis ini mulai “membusuk”, ini agaknya adalah suatu masalah serius bagi seseorang yang hanya beberapa hari menjalani sekolah di masa-masa SMP. Dia adalah seorang esper yang bisa mengontrol pikiran manusia, sehingga beberapa orang mungkin akan menganggap aneh jikalau dia terjerat dalam suatu masalah yang membuat pikirannya terbebani, tapi dia tidak punya banyak kesempatan untuk menggunakan kekuatannya pada pikirannya sendiri.


Dan ini mungkin adalah salah satu kesempatan langka itu.


"Aku tidak tahu apakah kau menyebutnya keletihan penggunaan kemampuan atau apa pun itu, tapi aku sudah muak dengan semua ini."


Memori yang menyakitkan.


Hubungan yang menyakitkan.


Semua hal yang menyakitkan.


Dia berhenti memutar-mutar remote TV miliknya dan menekankannya pada pelipisnya sendiri, seakan-akan dia hendak bunuh diri dengan menggunakna pistol.


Dia adalah salah satu dari hanya tujuh orang Level 5 di antara 2,3 juta penduduk Academy City, sehingga dia sudah terbiasa dimanfaatkan untuk kepentingan orang dewasa, percobaan, atau sebagai bagian dari semacam konspirasi. Dan selama dia terlibat dalam konspirasi berkepanjangan itu, ia tidak punya waktu untuk berpikir tentang hal semacam ini.


Andaikan saja, dia berpikiran seperti saat ini dikala melakoni semua percobaan dan konspirasi itu, mungkin dia sudah meraih remote-nya dengan beringas dan melenyapkan semua kasih sayang palsu yang diberikan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Walaupun itu beresiko merubah kerpibadiannya sendiri.


Seseorang bisa tahu bahwa gadis ini sedang mengalami despresi berat.


Tubuhny melemah dan dia semakin lengah.


Namun, dia tidak pernah tahu apa yang dia sedang lakukan.


"Mengapa aku tidak me-reset segala sesuatu di dalam kepalaku? Apakah itu bisa membebaskan aku dari semua pikiran berat ini?”


Berbicara dengan suara keras mungkin adalah suatu metode untuk meyakinkan dirinya sendiri tentang apa yang ia katakan.


Ini akan menjadi tugas yang sederhana.


Sangat, sangat sederhana.


Dia hanya harus memindahkan ibu jari dan menekan tombol pada remote yang sudah ditempelkannya pada pelipisnya. Itu akan segera mengaktifkan Mental Out, yaitu kemampuan pengendalian pikiran terkuat sepanjang sejarah umat manusia, dan me-reset semua memori. Dia akan melupakan semua yang sudah dialaminya sampai saat ini tanpa adanya perubahan fisik pada bentuk kepala atau anggota tubuh lainnya, tapi dia pasti akan berubah menjadi orang “tak berdosa” yang aneh.


Dia merasa seperti ada sesuatu yang menahan ibu jarinya, tapi keinginannya untuk melarikan diri dari pikiran aneh yang membebani dirinya, begitu kuat.


Ibu jarinya bergerak-gerak dan kemampuannya hampir saja diaktifkan.


Namun dalam saat itu, sesuatu yang lain terjadi.


"Huh? Apa yang sedang kamu lakukan di sini?”


Dia mendengar suara laki-laki


Awalnya, dia berpikir bahwa itu adalah suara seorang pekerja di pembangkit listrik panas bumi yang keluar untuk berpatroli di daerah tersebut, tapi suara itu terlalu muda. Dia menyimpulkan bahwa itu adalah suara seorang pelajar yang senasib dengannya, yaitu tipe pelajar yang berani melanggar jam malam dan memasuki kawasan dengan tanda “TAK BOLEH MASUK”, dan dia begitu ingin duduk bersama seseorang seperti itu, kemudian membagi seluruh kepenatan pikirannya.


"Memangnya kenapa?"


"Aku benar-benar tidak berpikir kau harus melakukan itu."


"Apakah kau dari Judgement?"


"Tidak, tapi ..."


"Lantas, memangnya kenapa jika aku lakukan ini?"


"Oh, eh ... Tapi aku benar-benar tidak berpikir kau harus melakukan itu. Walaupun ku pikir, aku tidak punya kewajiban untuk mengingatkanmu.”


Pria ini berbicara dengan sangat tegas.


Dia mempertanyakan apakah ini adalah beberapa metode baru untuk berkenalan dengan para gadis, tapi pria ini terus berbicara sebelum si gadis bisa duduk dan melihat begaimana wajah si pria.


"Maksudku ... Ketika kau berbaring dengan posisi telentang seperti itu, aku bisa melihat isi rokmu dari sini. kau benar-benar harus menutupinya.”


……………………………………………………………………………………………………………………………


Seketika…benar-benar seketika…wajahnya langsung memerah dari ujung hidung sampai ujung telinga, tetapi sebagai seorang wanita cantik dan elegan, dia tidak melakukan tindakan mainstream dan murahan seperti menjerit dan menutupi roknya dengan segera.


Sebaliknya, ia duduk dengan perlahan dan tenang, melepas remote TV dari pelipisnya, dan mengarahkannya ke pria yang berdiri tak jauh darinya.


"Hapus memorinya!!" teriaknya.


Ibu jarinya bergerak dan kepala pria berambut runcing itu bergoyang. Mental Out tak pernah gagal, sehingga ingatan tentang warna bunga di taman yang ada di dalam roknya telah dibuang ke kegelapan abadi.


Paling tidak, seperti itulah yang dia kira akan terjadi.


"?"


Kaki anak itu bergerak dengan sempoyongan seakan semua anggota tubuhnya melemah, sehingga ia menggelengkan kepalanya dan memegangnya dengan tangan kanannya.


"Hm? Aku paham bahwa kau begitu malu, tapi mengapa kau berpikir tindakanmu itu akan menghapus memori seseorang?” katanya dengan ekspresi bingung di wajah.”Dan aku tak punya ide tentang siapa yang akan tertarik denganmu dan dada ratamu itu, tapi aku janji tidak menceritakannya pada siapa pun, jadi berdirilah dengan segera. "


"Apa !?"


Dia tidak menunjukkan tanda-tanda kehilangan memori.


Jika ada, dia seakan-akan hanya menambah-nambahkannya.


Hanya untuk memastikan, si gadis mengajukan pertanyaan.


"K-kebetulan, apakah kau dapat mengingat warna apa yang kukenakan hari ini?"


"Kenapa harus memakai pola jaring laba-laba? Pernahkah kau berpikir tentang sesuatu yang lebih cocok pada usiamu sekarang? Apakah berpenampilang seperti itu sungguh penting bagimu?”


"Hapus!!"


Tapi tak peduli berapa kali ia mencoba, tak ada efeknya. Itu hanyalah suatu siklus yang terus berputar, yaitu : hapus → pusing → meletakkan tangan kanan ke kepala → tatapan mata kebingungan.


Setelah kegagalan kekuatan yang begitu diandalkannya dan perasaan tidak nyaman karena tampaknya si pria mulai terobsesi dengan celana dalamnya, Shokuhou Misaki melepas semua aura keanggunannya dan membentakkan suatu teriakan.


"Aku sudah menghapus memorimu sebanyak kau tiga puluh delapan kali sekarang, jadi mengapa mata kau masih terpaku pada pakaian dalamku!? Seberapa tinggi tingkat kemesumanmu!?”


"Hm? Tunggu. Jangan bilang kau benar-benar memiliki kekuatan seperti itu! Itu adalah tindakan yang sedikit berlebihan untuk memori tentang celana dalam, kan!?”


Dia menatapnya dengan bingung sembari ia menyaksikan anak berambut runcing itu mundur ke belakang dengan segera. Dia merasa seperti sudah mengenalinya dari suatu tempat.


"Kau adalah orang yang menabrakku di persimpangan jalan sambil menggigit roti."


"Aku tidak pernah menggigit roti. Kalau dipikir-pikir, berarti kau adalah orang yang memberikan ponselku ke Anti-Skill. Terima kasih untuk itu.”


Dia menjadi curiga saat si pria menarik ponsel murah dari sakunya dan melambai-lambaikannya.


"Jadi ini semua benar-benar merupakan suatu cara untuk berkenalan dengan seorang gadis?"


"Oh, aku mengerti sekarang. Itu adalah seragam Tokiwadai itu, bukan? Aku pernah menabrak seorang gadis kikuk, kan?”



Part 3[edit]


Saat ini, Shokuhou Misaki tertawa tanpa sengaja.


Sembari tertwa, payudara besar yang menonjol pada seragam musim dinginnya bergetar naik-turun.


Dia telah selesai makan dan mulai kembali ke asrama pelajarnya di Scool Garden, tapi ia dengan sengaja memilih berjalan melewati gang bawah tanah yang hangat pada mall bawah tanah.


Alasan dia suka mall bawah tanah mungkin karena lorong-lorong rumit bagaikan jaring laba-laba tersebut mengingatkannya pada suatu labirin dalam cerita buku bergambar. Dia menikmati perasaan ketika tidak tahu di mana dia berada atau tidak tahu ke arah mana dia menuju, meskipun di berada di wilayah yang setiap hari dilaluinya, tapi dia juga ingat apa yang telah terjadi ”dahulu”.


Itu adalah suatu pertemuan yang mengerikan.


Namun di kala itu, pikirannya bagai tumpukan bongkahan es. Ketika seseorang merasa nyaman jika mengingat kembali masa-masa lalu karena ada kenangan bahagia, Shokuhou Misaki tidak bisa melakukannya. Ini karena masa lalunya tak lebih dari suatu pengalaman kelam yang lebih baik dilupakan. Dan pertemuannya saat itu bagai suatu palu yang memecahkan tumpukan es yang membeku di kepalanya.


Ada saat-saat ketika kata-kata indah dan kata-kata mutiara tidak bisa menenangkan pikiranmu.


Ada juga saat-saat ketika kau dengan kasar menolak sesuatu, hanya karena hal itu berasal dari orang tua atau gurumu.


Kadang-kadang manga gag* atau drama komedi murahan yang sama sekali tak berharga, justru dapat menguatkan jantung seseorang yang sedang melemah. Dan fakta bahwa Shokuhou Misaki telah sampai sejauh ini tanpa me-reset memorinya, adalah karena pertemuan yan mengerikan itu. [Gag adalah cerita lucu tentang tindakan si pelawak. Kamus Besar Oxford]


Apa pun itu….Itu tidak lebih dari hanya sekedar pertemuan biasa.


Mereka berdua bahkan tidak saling memperkenalkan diri.


Dan dia pun akhirnya menyadari bahwa pertemuan itu adalah awal suatu hubungan yang lebih pasti.


Mall bawah tanah inilah yang menjadi saksi bisu pertemuan itu.



Part 4[edit]


Itu rupanya dikenal sebagai Program Pencegajan Banjir Kota Musim Panas.


"Uuh ... Apa apa itu?"


Academy City Distrik 7 adalah kota beraspal dan berbeton yang Shokuhou Misaki sebut sebagai rumah dan dia sedang berdiri di sana sambil mengenakan pakaian renang sekolah yang didisain untuk balapan. Ini adalah musim panas tahun pertamanya di sekolah menengah, sehingga baju renang adalah merek baru.


Sederhananya, acara ini menggunakan kota sebagai sarana pelatihan bencana.


Itu adalah uji coba berskala besar untuk memastikan bahwa peralatan drainase mall bawah tanah bekerja dengan baik dan jendela darurat bisa menahan tekanan air.


Lorong-lorong bawah tanah yang bagaikan jaring laba-laba dan beberapa jalan di atas tanah, dengan sengaja dibanjiri oleh air sungai yang sudah melewati alat pemurnian. Seperti itulah garis besar dari event ini.


Pada dasarnya, semua rute jalanan di kota dirubah menjadi kolam renang yang terus mengalir, dan para siswa berenang di sekitar lokasi dengan membawa dompet dan alat tulis mereka dalam suatu tas tahan air.


"Mari kita bermain-main dengan ini! Jika kita menyelam, itu pasti akan sangat menyenangkan!!”


"Eh? Mengapa kau berpikir bahwa tenggelam itu menyenangkan?”


"Kau akan paham setelah kau menyelam!"


Anak-anak kecil berlarian dan berteriak dalam kegembiraan.


Tak peduli apakah itu laut, sungai, atau kolam renang, siswa remaja akan menggila selama mereka merendam tubuhnya di air pada hari yang begitu panas, sehingga acara ini sungguh mereka nantikan dan tidak akan dilewatkan. Atau setidaknya, tidak ada yang mengeluh tentang hal itu.


Kecuali untuk kelompok minoritas seperti Shokuhou Misaki.


(Uuh ... aku harus memakai baju renangku karena pada usiaku saat ini, aku tidak bisa lagi beralasan : “Aku tidak bisa berenang”. Dan itu berarti, aku tidak bisa lagi menutup-nutupi “kekurangan”-ku. Apa yang harus kulakukan sekarang…..??)


Dia bisa bergerak dari satu ujung kota ke ujung lainnya tanpa masuk ke mall bawah tanah, tapi lorong bawah tanah adalah rute terbaik jika dia ingin mengambil jalan terpendek dan menghindari lampu merah yang sangat panjang di jalan-jalan utama dan penyeberangan kereta api.


Dan juga, lorong-lorong bawah tanah dilengkapi dengan AC yang melindunginya dari panas matahari. Itu adalah suatu oase perkotaan untuk orang-orang seperti dia.


(Suhunya 38 derajat di sini. Aku tidak akan meleleh seperti es krim sebelum kembali ke asrama, kan?)


Tapi sekarang dia telah terlanjur mengenakan baju renangnya, dia tidak ingin menggunakan kereta atau bus. Dia tidak sebodoh itu untuk memberikan umpan empuk pada para “hentai”.


Pada hari liburan musim panas ini, toko-toko telah berubah menjadi neraka hidup. Tidak seperti gadis-gadis normal penuh semangat yang berjalan pada tangga suatu mall bawah tanah sembari membawa float* dan bola pantai, Shokuhou merasa gelap seolah-olah dia berada di suatu tanpa cahaya. [Float adalah minuman ringan yang di permukaannya terdapat satu sekup es krim yang mengambang. Kamus Besat Oxford.]


Saat itulah ia mendengar suara langkah kaki.


Meskipun banyak orang di sekelilingnya, herannya, langkah ini terdengar begitu keras di telinganya.


"Huh? Kenapa kau terkulai layu seperti itu di tengah jalan? Kau tidak sedang menderita serangan jantung, kan?”


"Kau orang yang menabrakku di persimpangan dengan roti di mulutnya dan kemudian mencoba untuk merayuku di perbukitan itu ya.”


"Namaku Kamijou Touma, wahai gadis berwarna emas."


"Aku adalah Shokuhou Misaki yang agung!!"


Gadis muda dari SMP Tokiwadai ini segera berteriak habis-habisan untuk menolaknya karena dia takut julukan aneh itu melekat padanya selamanya.


"Shokuhou? Kedengarannya seperti dieja dengan beberapa karakter yang luar biasa. Dan mengapa kau layu seperti itu? Apakah kamu tersesat?”


"Kau hanya bersikeras mengejekku, bukan? Bisakah kau tinggalkan aku sendirian? Aku sedang mengalami masa-masa yang sulit dalam hidupku dan aku ingin kembali ke asramaku sembari melalui matahari jam dua siang yang sangat terik.”


"Eh? Mengapa kau melakukan itu? Gunakan saja lorong-lorong bawah tanah. Tempat itu telah berubah menjadi aliran kolam ber-AC sehingga kau akan selalu berasa dingin.”


"Kh !?"


Bahunya melonjak karena terkejut.


"Dan jika kau tidak mau berjalan melalui terowongan bawah tanah, mengapa dari tadi kau berjalan-jalan dengan menggunakan baju renang?”


Ini tidak baik.


Dia lebih suka mati daripada memberitahunya bahwa dia mengenakan baju renang hanya untuk pamer dan menunjukkan dia bisa berenang. Namun mengatakan bahwa dia berkeliling kota dengan mengenakan baju renang tanpa alasan hanya akan membuat dia tampak seperti gadis cabul.


Ini benar-benar, sangat buruk.


"Ho ... ho ho ho. Apa yang kamu bicarakan? Aku baru saja hendak menuju ke sana dan menunjukkan semua kebolehanku!!”


"Aku tidak mengerti mengapa kau terdengar begitu menantangku, tapi kenapa kau tidak pergi saja?"


"Aku akan pergi!"


"Baik."


"Aku benar-benar akan pergi!!"


"Baik? Mengapa aku merasa déjà vu? Apakah hanya perasaanku saja, atau suasana ini sungguh mirip ketika kau hendak masuk ke suatu permandian air panas yang mendidih?”


Shokuhou Misaki berjalan dengan kaku ke arah tangga mall bawah tanah seakan-akan dia bersiap-siap untuk melakukan bunuh diri. Dia ingin sekali berbalik dan lari, namun pria berambut runcing penuh misteri yang bernama Kamijou Touma terus menatapnya dengan pandangan penasaran. Dia berpikiran positif, mungkin si pria menatapnya terus karena pinggulnya begitu indah, tapi itu tidak akan menyelesaikan masalah, dan dia tidak berhenti. Dia tidak bisa berhenti sekarang.


"..."


Pintu masuk menuju jalan bawah tanah berbentuk persegi menunjukkan tangga yang dibanjiri oleh air di bagian bawahnya, tapi baginya, itu lebih mirip seperti rahang suatu monster raksasa yang siap menelannya hidup-hidup.


Rasa merinding berlari dari ujung kakinya sampai ke belakang lehernya, tapi aura gadis kelas atas yang terus terpancar dari dirinya membuatnya menolak untuk menyerah.


(Ini ...)


Dia bergerak dengan gemetaran tapi dia mengumpulkan kekuatan dalam perutnya sehingga orang di sekitarnya tidak akan tahu bahwasannya dia sedang ragu-ragu. Saat ia melakukannya, ia mendengar jeritan suara anak SD yang kegirangan, mereka berlari menuruni tangga dan menceburkan diri ke kolam labirin di bawah tanah.


"Pistol air ini menakjubkan! Itu sungguh hebat!! Lihatlah!!”


"Ah, tunggu aku!"


Sementara itu, Shokuhou Misaki diam-diam menggertakkan giginya dan mencoba untuk memotivasi dirinya sendiri.


(Tidak apa-apa. Bahkan anak-anak bisa tertawa dan bermain di sini! Tidak masalah jika kau tidak bisa berenang! Ketinggian air tidak sampai 5 m atau bahkan lebih dalam. Kau dapat berjalan di sepanjang koridor seperti orang normal dan mencapai pintu keluar seperti biasa. Kemampuan berjalan manusia normal sudahlah lebih dari cukup di sini.)


Tapi apa pun yang disugestikannya, nyatanya dia lebih dari panik, jadi dia mengabaikan suatu fakta kecil.


Seorang anak SD yang tertinggal dari kelompoknya melewatinya dan berteriak ”Tunggu aku!"


Dan sesaat kemudian, si anak terlambat ini menabrak punggungnya.


Tanpa ada waktu untuk berteriak, wajahnya menghantam permukaan air dengan percikan yang luar biasa.


Dalam keadaan takut, dia mulai mengkhawatirkan tentang nyawanya.


Di bawah air, semuanya berkilauan dengan terang dan dia bahkan tidak tahu cara untuk muncul ke permukaan.


"U-Uhuk!?"


Dia memukul-mukul air di sekitarnya, tapi itu tidak membantu sama sekali. Dia seperti hamster yang berjalan pada sangkar roda. Sementara itu, oksigen di dalam tubuhnya diubah menjadi sesuatu zat yang lain dan panas yang aneh melilit pikirannya.


"Oh, ya ampun!!"


Dia pikir, dia mendengar suara dan gelembung udara besar meledak di dalam air, di dekatnya. Ada seseorang yang menyambar lengan rampingnya yang terus memukul-mukul air dan kemudian orang itu menyeretnya ke permukaan.


Orang itu adalah anak berambut runcing bernama Kamijou Touma.


"Uhuk! Uhuk !!”


Ia berteriak dengan gaya mirip gadis sok cantik yang diselamatkan oleh seorang penjaga kolam sembari terus batuk.


"Di sini, kedalaman airnya bahkan tidak sampai 1 meter!! Apakah kau tipe orang yang selalu merepotkan pria penjaga kolam karena tenggelam di kolam bermain anak-anak!?”


"Di-diam."


Sekelompok anak-anak, termasuk anak yang menabraknya dari belakang, melihat mereka dari jarak dekat dengan pandangan gugup. Shokuhou lah yang seharusnya menjadi korban di sini, jadi mengapa dia merasa begitu bersalah?


"Dan jika kau tidak bisa berenang, itu bukanlah masalah. Tapi mengapa kau begitu tersinggung dan memaksakan diri untuk mencebur ke kolam? Jika kau benar-benar tidak enak badan, aku bisa memanggil ambulans sekarang juga.”


"Aku katakan, diam !!"


Dia berteriak dengan putus asa dan wajahnya benar-benar memerah, bahkan bagian paling atas kepalanya basah kuyup, tapi kemudian ia meraih lengan Kamijou Touma.


"Apa-apaan yang sedang kamu lakukan?"


"Hmph. Apa hebatnya bisa mengapung di air? Apakah kau benar-benar harus berenang dengan gaya dada seperti katak untuk menjadi orang sukses!? Jika orang-orang yang tinggal di darat tidak memaksakan diri untuk menciptakan teknik bergerak melalui air, orang-orang seperti aku tidak harus berpura-pura!”


"Iya, tapi kenapa kau harus meraih lenganku!?"


"Sekarang sudah terlanjur jadi seperti ini, aku tidak punya pilihan selain menjaga kebangganku, dan itu artinya aku harus melewati kolam yang tadinya merupakan jalur bawah tanah ini. Tapi aku tidak bisa membiarkan siapa pun melihat aku mengandalkan pelampung, jadi aku perlu cara alternatif yang lebih elegan.”


Pada dasarnya, ia takut orang-orang di sekitarnya akan menyebarkan desas-desus tentang Nona Shokuhou Misaki hampir tenggelam di kolam yang dalamnya kurang dari 1 meter, jadi tujuannya adalah melenyapkan rumor tak sedap itu dengan fakta bahwa dia bisa melewati kolam tersebut dengan elegan.


Dan bukannya menggunakan tangan dan kakinya untuk berenang melalui kolam, akan tampak lebih elegan jika dia berjalan melewatinya sambil memegang lengan seorang laki-laki.


Namun ...


"Itu-mu menyentuh lenganku! Kau sepertinya terlalu keras menekankan itu-mu pada lenganku!!”


"Kau benar-benar…benar-benar harus menutup mulutmu! Aku memiliki hal-hal yang lebih penting untuk dipikirkan!!”


"Tidak peduli seberapa sederhana, payudara seorang gadis tetaplah payudara!"


"Apa yang kau-bgh?"


Ketika dia hendak membelakangi pria itu, bola pantai menghujam wajahnya.

NT Index v11 041.jpg

Pada jarak yang cukup dekat, beberapa gadis yang mengenakan pakaian renang terlihat panik karena bolanya menghujam wajah si gadis dengan telak dan kata-kata Kamijou Touma semakin memperkeruh keadaan.


"Jangan lagi. Ini seperti masalah yang tadi kau sebabkan tadi, yaitu ketika kau tidak menyadari ada seorang anak yang menabrakmu dari belakang. Itu salahmu, karena kau tidak melihat bola itu datang, padahal bola itu tepat berada di depan wajahmu. Apakah ini terjadi tidak hanya ketika kau mau berenang? Apakah kau adalah gadis tanpa kemampuan atletik sama sekali?”


"Heh heh heh heh heh ... heh heh. Heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh heh.”


Shokuhou Misaki tidak lagi peduli tentang penampilannya.


Dengan tawa gelap, dia menyelipkan tangan ke dalam tasnya, kemudian mengeluarkan salah satu dari banyak remote kontrol yang dia simpan di dalam tasnya, dan mengarahkannya ke segala arah.


"Aku akan menghapus memorimu!! Aku akan menghapus setiap memori tentang diriku yang memalukan!!”


"Tunggu! Tidakkah itu sedikit kurang adil!?”


Kebetulan, Kamijou Touma termasuk dalam targetnya, tetapi karena pusing, pria itu memegangi kepalanya dengan tangan kanannya, dan itu membuat semua perintah Shokuhou digagalkan.


Sementara itu, si gadis terus melalui kolam yang mengalir dari gang sambil menyeret seorang pria yang masih tercengang. Dia gunakan pria itu sebagai pelampung hidup.


"Aku punya perasaan bahwa aku sedang dipaksa terlibat dalam suatu masalah yang merepotkan."


"Hmph. kau memiliki hak istimewa untuk menemani sang Mental Out, Shokuhou Misaki, yaitu salah satu dari tujuh orang Level 5 Academy City, jadi setidaknya bersyukurlah karena sudah mendapatkan pengalaman ini di antara pengalaman-pengalaman musim panasmu yang suram.”


"Level 5?"


"Itu benar."


"Mental Out?"


"Itu benar! Apakah kau memiliki masalah dengan itu !?”


"K-Kau pasti sedang bercanda. Tapi rumor mengatakan bahwa Level 5 yang menguasai kekuatan mental terkuat adalah seorang wanita muda dengan tubuh yang luar biasa !!”


"Aku adalah seorang wanita muda !! Aku selalu jadi yang paling dewasa di kelasku!”


Tapi entah kenapa, Kamijou Touma memberinya tatapan kasihan.


"Shokuhou-kun. Shokuhou Misaki-kun. Sebelumnya, aku mungkin telah mengatakan bahwa, tidak peduli seberapa sederhana payudara seorang gadis, itu tetaplah sepasang payudara.”


"Me-memangnya kenapa?"


"Dengar, gadis kecil. Ketika aku mengatakan “seorang wanita muda”, maksudku adalah seorang wanita yang mengelola asrama pelajar dan memiliki toleransi untuk memberikan nasihat pada siapa pun jika mereka menginginkannya. Dan jika kau memperhatikan dengan seksama, ada satu hal yang kurang dari dirimu. Apakah kau tahu hal apa itu, gadis kecil?”


Tak mungkin dia tahu, jadi dia menatapnya dengan pandangan bingung dan si pria pun memberikan jawabannya.


"Adalah ukuran payudara yang menyebabkan dirimu tidak masuk dalam kriteria seorang wanita muda. Menyerahlah dan coba lagi nanti.”


"Apa!!!???"



Part 5[edit]


Saat ini, Shokuhou Misaki menepuk jidat dengan tangannya.


Sebagai pelajar di sekolah para gadis, dia tidak begitu memiliki hubungan dengan seorang pria, sehingga dia tidak tahu seperti apa “wujud” seorang pria normal, tapi dia masih bertanya-tanya apakah pria berambut runcing itu adalah contoh nyata dari pria terburuk di dunia.


(Yah ...)


Sementara merenungkan kata-kata bodoh, ia menurunkan tatapan matanya.


Dengan suara getaran aneh, dua massa daging yang besar mendorong seragam musim dinginnya dari dalam.


(Sepertinya, aku benar-benar tumbuh bahkan lebih dari yang diperlukan berkat ☆)


Dia bertemu lagi dengannya beberapa kali di sekitar kota, tetapi mereka tidak pernah bertukar nomor ponsel atau sesuatu seperti itu.


Tampaknya, dia kini begitu menghargai pertemuan yang tidak disengaja itu.


Dan dia telah mentapkan suatu prinsip yang bahkan dia sendiri tak boleh ingkari : dia tidak akan pernah melihat isi hati pria itu dengan menggunakan Mental Out.


Mengapa ia memutuskan itu?


Dia pasti memiliki beberapa alasan yang berharga.


Dia menaiki tangga dan meninggalkan mall bawah tanah.


Dinginnya udara akhir November menusuk kulitnya dan dia tidak merasa ada tanda-tanda musim panas yang sedang berlangsung.


Dia kemudian berjalan sepanjang jalan besar untuk sementara waktu.


Mungkin karena keterbatasan lahan, semua bangunan di daerah ini cukup tinggi, tapi sesekali ada kesenjangan di antara gedung-gedung tersebut.


Salah satunya adalah pintu masuk taman.


Dia tiba-tiba berhenti, kemudian berbalik ke pintu itu dan ada tiang yang mencegah masuknya mobil.


Sisa-sisa memori dapat ditemukannya di sini dan di sana. Taman ini juga merupakan salah satu saksi bisu serpihan memori itu.



Part 6[edit]


Suatu hari, Shokuhou Misaki menemukan anak laki-laki berambut runcing sedang duduk di bangku taman. Apakah itu memiliki efek ataukah tidak, yang pasti, pria itu memilih bangku di tempat teduh untuk menghindari panas. Si gadis bisa bilang bahwa pria itu sedang membaca sesuatu, tapi itu tidak cukup tepat. Dia sedang menelusuri sesuatu pada buku catatannya, tapi ia tidak memegang suatu alat menulis pun.


Apa yang dia lakukan?


Penasaran, ia menanyainya dan inilah jawaban dari si jabrik.


"Hipnotis! Aku bisa membuat siapa pun melakukan apa yang aku katakan dengan cara itu!!”


"Hipnotis?"


"Siswa senior sungguh menakjubkan. Gadis-gadis SMA bisa melakukan apa-apa! Mereka bisa naik sepeda motor, bekerja paruh waktu, dan dengan santai menjawab apa pun yang kau minta. Naik kelas dari SMP ke SMA benar-benar menakjubkan. Dia sungguh dewasa!!”


"Apa!? Apakah kau mencoba untuk membuatku kesal!?”


Shokuhou baru saja memasuki zona SMP tahun ini, jadi dia tidak suka terdengar teori itu. Hal itu membuatnya merasa beberapa tingkat di bawahnya.


Tetapi pada saat yang sama, ia melihat pria itu begitu memuji seorang gadis SMA. Kalau begitu ...


(Hm. Mungkinkah dia belajar psikologi agar bisa berbicara lebih lanjut denganku?)


Sepertinya bukan itu masalahnya, tapi mengapa itu tidak membantu usahanya?


Si gadis duduk di sampingnya dan pria itu melanjutkan kesibukannya dengan buku catatan di tangannya.


"Tapi tidakkah Kurikulum Academy City menggunakan sugesti hipnosis?"


"Yaah, ada beberapa anak-anak yang menggunakan abreaksi*, hypermnesia*, hipnotis diri, dan berbagai cara yang bertindak sebagai pemicu atau keamanan, tapi aku benar-benar ragu bahwa itu adalah tindakan yang melibatkan gantungan plastik pendulum dari string, kemudian melambaik-lambaikannya, atau sejenisnya.” [Abreaksi adalah ekspresi dan pelampiasan emosi yang diperoleh dari sugesti atau hipnotis. Kamus Besar Oxford.] [Hypermnesia adalah kekuatan memori yang tak biasa dan terjadi pada kondisi tidak normal seperti trauma dan penyekapan. Kamus Besar Oxford.]


"Ayolah, sekali ini saja! Aku hanya ingin mencobanya sekali! Aku hanya akan mencoba sedikit!!”


"Baik, tetapi jika kau berhasil, maka giliranku. Aku akan melakukan padamu apa yang kau lakukan kepadaku.”


Peringatan si gadis membuat pria itu terlalu takut untuk membalas dendam dan memberikan perintah yang tidak pantas.


Dengan mengingat hal itu, si gadis menatapnya sembari memegang pendulum batu di depan matanya.


Sementara itu, si pria melihat ke bawah, yaitu pada buku catatannya, bukannya ke arah si gadis.


"Oke, ini dia. Um ... Pertama-tama, tatap pendulumnya.”


(Akan benar-benar menakutkan jika ini sudah cukup untuk bermain-main dengan pikiran seseorang. Ini seperti melakukan operasi tanpa mengetahui apa yang akan kau lakukan.)


Si gadis mengikuti instruksi si pria dan dia terus berusaha menjaga pikirannya agar tidak terekspresikan pada raut wajah.


"Dan sekarang….serangan mendadak!!"


Pria itu bertepuk tangan tepat di depan wajahnya. Itu sebenarnya adalah cara untuk merangsang kondisi hipnosis dengan tindakan yang tak terduga. Misalnya, kau bisa menggosok pungung orang-orang yang sedang terhipnotis ketika mereka terfokus pada gerakan jarimu.


Tapi itu adalah hal yang sia-sia ketika metodenya berlangsung dengan mudah ditebak.


"Apakah itu bekerja?" si pria bertanya kepada gadis yang terkejut.”H-harap rileks."


(Pengendalian orang tidaklah semudah ini!!)


"..."


Dia meneriakkannya di dalam hati dan terus mengikuti instruksi si pria. Dia membiarkan matanya berkaca kaca dan bahunya melemas. Pria berambut runcing idiot memanggilnya dan melambaikan tangannya di depan wajah si gadis untuk menguji reaksi, tapi akhirnya dia tampak percaya pada kekuatan sendiri.


"Ini benar-benar bekerja. Menakjubkan. Buka catatan kakak kelas sungguh hebat! Dia benar-benar ahli, bahkan seorang amatiran sepertiku langsung bisa mempraktekkan metodenya. Gadis-gadis SMA bisa melakukan apa saja! Mereka benar-benar orang dewasa!!”


(Apa !? Mengapa semua usahaku ini justru membuatnya semakin memuji wanita tua itu!?)


Gadis SMP ini bermaksud untuk menyudahi semua sandiwara ini dan menyerang si pria secara langsung, tapi dia memutuskan bahwa merusak kegembiraan si pria tidaklah menyenangkan, sehingga dia meneruskan pura-puranya. Sekarang Kamijou seakan telah memperoleh kemampuan untuk mengendalikan orang lain dengan bebas, dan ia ingin tahu perintah apa yang enaknya diberikan pada gadis sok cantik ini.


"Um, oke. Waktunya untuk perintah pertama.”


Dia menatap buku catatan berjudul ”Buku catatan Hipnotis Milik Kumokawa Seria ☆".


Dan kemudian dia mengatakan sesuatu.


"Kau memiliki keinginan yang kuat untuk berdiri dan mengangkat rokmu dengan kedua tangan."


"... !!! ???"


Dia pikir jantungnya akan melompat ke tenggorokannya.


(He ... he ... he ... Dia benar-benar larut dalam keinginannya setelah dia pikir dia berhasil, bukan!?)


Si gadis mulai gemetar, tapi Kamijou tidak memerhatikan.


Si pria menatap wajahnya dengan bingung, memiringkan kepalanya, dan melihat kembali ke buku catatan.


"Aneh. Ini tidak bekerja. Tetapi di sini jelas tertulis bahwa aku harus melakukan tes ini terlebih dahulu.”


"...?"


Shokuhou hanya memindahkan bola matanya untuk melirik ke bawah pada buku catatan yang duduk di pangkuan si pria.


Seseorang telah menggunakan stabilo di seluruh halaman, tapi satu bagian yang terkesan begitu mencolok dan ditetakankan daripada bagian-bagian lain dalam catatan itu.


Rasa malu merupakan parameter penting untuk menunjukkan perlawanan manusia. Untuk memeriksa apakah mereka berada di bawah kendalimu atau tidak, kau harus terlebih dahulu menguji perintah yang akan menyebabkan mereka malu besar. Misalnya, kau bisa meminta mereka untuk mengangkat rok mereka.


(Gadis itu hanya mengada-ada!!)


Nyatanya, buku catatan palsu tersebut ditulis untuk mengarahkan semuanya ke hal-hal yang berbau mesum, tak peduli apa yang terjadi.


Kemungkinan besar,”kakak kelas" itu menyadari bahwa Shokuhou terlibat ketika Kamijou membuat permintaannya. Dalam kecemburuannya, dia menciptakan buku panduan berisi omong kosong ini dan memberikannya kepada Kamijou. Metode seperti itulah yang sudah diduga oleh si gadis pada si ”wanita tua".


Lain kali mereka bertemu, ia bersumpah untuk mengendalikan wanita itu dengan Mental Out, kemudian mendadaninya dalam baju renang yang sedikit cabul, dan menyuruhnya berjoget pada karnaval tarian samba, tetapi apa pun itu, yang lebih utama adalah mengatasi situasi ini terlebih dahulu.


"T-tapi ini tidak baik. Bukankah buruk jika aku menghipnotisnya, kemudian menggantungkannya seperti ini!? Oh sial. Apakah ada cara untuk menghentikan hipnotis ini!? Seperti saklar pemutus atau sesuatu sejenisnya!?”


Apa yang harus si pria rencanakan jika itu nyata adanya?


Si gadis jadi kesal dan semakin kesal saat si pria membalik-balikkan halaman demi halaman, tapi ia menyadari bahwa ia memiliki hal lebih besar yang perlu dikhawatirkan.


Yakni, halaman di mana si pria menghentikan pencariannya.


"Ini dia! Mari kita lihat, mari kita lihat. Melepaskan hipnotis darurat. Jika hipnotis gagal, itu bisa menyebabkan kerusakan pada memori atau kepribadian mereka, jadi jangan sedikitpun ragu saat melakukan pelepasan hipnotis darurat ini. Namun, berteriak kepada mereka atau menampar mereka tidak akan banyak membantu. Rasa malu mereka adalah pengganggu perintahmu, sehingga kau harus meningkatkan rasa malunya secara maksimal.”


(Eh? Tunggu.)


"Misalnya, dengan melepas celana dalam mereka."


"Apppppppppppaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! ???”


Si gadis kehilangan kendali dirinya dan menusukkan sudut tasnya ke tengah-tengah kepala berambut runcing si pria.



Part 7[edit]


“……………………………………………………………………………………………………………………”


Shokuhou ingin sekali memegang kepalanya yang pening dan menggeliat kesakitan, tapi dia menggunakan semua kekuatannya untuk menekan keinginan tersebut.


Itu tidak sepenuhnya merupakan kesalahan si pria berambut runcing.


Ini semua adalah salah si ”wanita tua" dan si pria hanya tertipu oleh triknya.


Akan menjadi suatu hal yang menyakitkan jika saja si pria mengerti kalau isi catatan itu hanya tipuan dan memanfaatkan untuk bermain-main dengan si gadis, tapi si gadis tak yakin bahwa si pria adalah orang selicik itu, bagaimanapun juga, dia hanya seorang idiot.


Dia berada di dalam taman dinginyang tertutup daun kering coklat. Taman itu menyimpan rekaman-rekaman memori mereka berdua lainnya.


Sebagai contoh ...



Part 8[edit]


Shokuhou Misaki tidak bisa lagi mendengar teriakan jangkrik keras.


Ada alasan sederhana untuk itu.


Pada hari musim panas, dia sepenuhnya tertutupi dalam kumpulan burung merpati.


"..."


"Wahh, wahh, wahh !!"


Si pria berambut runcing dengan panik mengayunkan tas sekolahnya ke sekitar untuk mengusir sekitar lima puluh ekor burung merpati yang mengerubungi si gadis.


Semua popcorn dalam wadah kardus sudah lenyap dan dia hanya berhasil makan dua atau tiga potong saja.


"Aku memalingkan muka sesaat untuk mendapatkan beberapa minuman dan ini sudah terjadi! Apa yang kau lakukan sampai jadi begini!?”


"Tapi ... aku ... Itu bukan salahku! Akulah korban serangan merpati taman!!”


"Kemampuan altetikmu begitu payah."


"Apa !?"


"Mengapa kita begitu sama? Apakah kau memiliki kecenderungan disukai oleh kesialan, sama sepertiku?”


"T-tidak, sama sekali tidak. Seorang ratu sempurna seperti aku tidak akan pernah memiliki kemampuan negatif yang tampak oleh mata!”


Lantas, si pria merogoh sesuatu di dalam tasnya dengan tatapan mata kasihan.


Dia mengeluarkan suatu peluit perak yang masih terbungkus plastik dan memberikannya kepada gadis langsing yang masih ditempeli bulu pada seragam musim panas dan rambutnya. Itu mirip dengan jenis peluit yang digunakan untuk pertandingan sepak bola dan sejenisnya, tapi mungkin telah disesuaikan penggunaannya untuk keadaan darurat. Si gadis bisa menggunakannya untuk memberitahu orang lain jaikalau dia sedang terdampar atau terkubur hidup-hidup.


"Aku mendapatkan ini setelah menjalani beberapa jenis pelatihan, ambilah. Kau harus membawa sesuatu seperti setiap saat. Atau aku akan khawatir.”


"Apa maksudmu"


"Gunakan jika kau berada dalam kesulitan. Itu akan memberiku banyak kesempatan untuk menyelamatkanmu.”


Setelah si gadis mengambil ”karena si pria menyuruhnya", dia menyadari bahwa dia sudah dijinakkan oleh si pria. Meskipun dia tidak akan pernah mengakui hal itu.


(Ampun deh, ini bukan seperti menempatkan lonceng di leher seekor kucing.)


Meskipun mengkilap bagai perak, setelah melepaskannya dari tas, si gadis tahu bahwa peluit itu terbuat dari plastik atau sesuatu sejenisnya. Itu produk murah dengan yang dicat dengan warna perak dan itu mungkin bernilai kurang dari ¥ 100, tapi peluit mungkin telah diberikan kepada semua siswa di sekolah dan dianggap sebagai barang murahan, walaupun benda itu masih memiliki fungsi.


Si gadis dengan santai mulai menempatkannya di mulutnya, tapi kemudian dia membeku.


(Tunggu. Mengingat benda ini adalah benda bekas, apakah ini berarti aku sedang berciuman dengannya secara tak langsung?)


Wajahnya memerah dengan cepat, tapi Kamijou hanya menguap. Dia tiba-tiba begitu ingin menjotos di pria, tapi dia urungkan niatan itu. Si pria menyerahkan benda itu kepadanya dalam keadaan masih terbungkus dalam kantong plastik. Si pria mungkin mendapatkannya setelah menjalani beberapa latihan tentang penanggulangan bencana alam dan kemudian tidak pernah menggunakannya. Si gadis merasa bahwa dirinya seakan-akan dipergunakan layaknya tong sampah, dimana orang biasa membuang benda yang tidak diinginkannya, walaupun benda itu masih baru.


Itu sedikit membuatnya jengkel, tapi amarahnya akhirnya mereda dan menempatkan peluit itu di mulutnya.


"Apakah hal ini benar-benar membantu?"


"Siapa tahu. Tapi itu pastinya lebih mudah digunakan daripada berteriak. Aku pernah mencoba untuk meniupnya sekali dan suaranya benar-benar keras.”


Si gadis terlanjur meniup peluit yang ternyata sudah pernah dipakai oleh pria itu. Dia menjerit sembari meniup peluit itu. Suara ratapan berbaur dengan pekikan peluit mengisi seluruh taman.


Ciuman tak langsung tetaplah suatu ciuman tak langsung.



Part 9[edit]


Saat ini, Shokuhou Misaki menghela napas.


Peluit itu masih ada di dalam tasnya.


Dia tidak pernah perlu menggunakannya, tapi ia juga tidak punya alasan untuk membuang benda itu.


Pada akhirnya, ia tidak memotong hubungan masa lalu dengan pria itu, walaupun hubungan itu sangat menggantung.


Siapa pun bisa mengatakannya, tapi ada perbedaan antara: siapa dia ingin menjadi dan siapa dirinya sebenarnya.


Dan pria itu adalah salah satu sosok yang membuat dia mengakui fakta tersebut.


(Kalau dipikir-pikir...)


Di dalam taman yang hampir kosong karena dinginnya cuaca, wajah seorang gadis tertentu muncul di pikirannya.


Gadis itu adalah Misaka Mikoto.


Dia adalah seorang siswi SMP Tokiwadai seperti dirinya, dan juga seorang Level 5, namun dia adalah peringkat ketiga.


Mereka berdua seperti minyak dan air. Bahkan, mereka hampir tidak sebanding.


Apa pun itu, setiap kali dia berkomunikasi dengan gadis itu, ujung-ujungnya hanyalah suatu percekcokan argumen.


(Dan memori ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa gadis ini tidak tahan menghadapi wanita itu.)


Seorang pria yang lebih tua dan seorang wanita Tokiwadai.


Kekuatan khusus pengendalian pikiran si gadis tidak bekerja pada pria tersebut.


Suatu ciuman tidak langsung.


Jalan yang ditempuh oleh si gadis dan si pria sungguh mirip dari segi apa pun juga. Jika tidak ada masalah dengan ingatan si pria, Shokuhou mungkin sudah berada di sisinya selalu.


Si gadis tahu bahwa dia benar-benar harus menyerah, tapi dia juga tidak akan menempel remotenya sendiri pada kepalanya lagi.


Dia sudah menyingkirkan keinginan untuk melupakan segalanya.


"Betapa merepotkan."


Dia melintasi yang taman hampir kosong tersebut dan berjalan menuju pintu keluar. Rok pendeknya sedikit tersingkap karena hembusan angin.


Dia berjalan lebih jauh melalui banyak gedung-gedung tinggi di kota.


Gang-gang sempit yang tak terhitung jumlahnya bisa terlihat dalam kegelapan remang-remang antara bangunan.


Dia tiba-tiba berhenti di depan salah satu dari gang-gang tersebut.


Inilah tempatnya.


Tidak semua memori dengan Kamijou Touma menyenangkan. Beberapa atmosfer gelap dan mencekam mengisi gang sempit itu.


Dan ini mungkin merupakan jalan lain yang Misaka Mikoto tempuh bersama dengan pria itu. Dia tahu benar jalan apa itu, karena dia pun seharusnya bisa menempuh jalan itu bersama si pria.


Sederhananya, dia telibat dalam suatu insiden. Insiden ini terjadi karena dia adalah seorang Level 5.


Dan dia menantangnya bersama dengan si pria.



Part 10[edit]


"Hah….hah……hah…..!!"


Kamijou Touma terengah-engah seperti seekor anjing liar kelelahan saat ia berlari melintasi malam yang panas di Academy City.


Dia tidak sendirian. Tangannya menggandeng tangan Shokuhou Misaki yang memakai seragam musim panas merek baru.


Secara teknis, si gadis sedang diicar oleh sesuatu.


Mereka berlari melewati tanda di dasar turbin angin, dan itu adalah tanda tentang pembunuhan yang baru-baru ini terjadi. Mereka berdua berbelok dan meninggalkan jalan utama.


"T-tunggu! Mengapa kau berbelok dan justru memilih untuk masuk ke suatu gang kosong seperti ini!?”


"Karena kecepatan mereka, jalan lebar lebih berbahaya! Ketika mereka bergerak secepat itu, mereka harusnya tidak mampu menikung dengan tajam!!”


Ide itu mungkin tidak salah, tapi kemampuan pengejar ternyata melampaui harapan mereka.


Kata-kata pada tanda yang baru saja dilaluinya terbersit di pikiran Shokuhou.


Telah terjadi pembunuhan baru-baru ini dan satu saja kesalahan di sini bisa membuat mereka berdua mengalami nasib yang serupa.


Dia mendengar suara roda membakar tanah di bawah mereka.


Pengejar mereka adalah seorang laki-laki yang mengenakan setelan pembalap merah dan helm yang menutupi seluruh bagian wajah. Namun, ia memiliki roda kecil yang berjajar bagai roda skate-board dan roda-roda itu terpasang di lebih dari lima puluh titik pada sekujur tubuhnya: bagian bawah kaki, lutut, siku, bahu, pergelangan tangan, pinggang, punggung, dada, dan lain-lain


Terlebih lagi, dia memiliki dua mesin jet kecil di punggungnya. Lebarnya sekitar 20cm dan panjangnya sekitar 55cm.


Si pengejar menyerang ke arah mereka sembari mencondongkan tubuhnya ke depan seperti seorang skater.


Dia bahkan tampak tidak menjejakkan kakinya ke tanah.


Lebih tepatnya, dia menjejakkan kakinya ke dinding.


"Sialan!!"


Kecepatannya melebihi dua ratus kilometer per jam. Itu kecepatan yang luar biasa dan bisa menyaingi roller coaster, dia juga bisa mengubah dinding atau bahkan langit-langit menjadi sarana untuk meluncur.


Jika seorang dengan kecepatan setinggi itu menabrak benda seukuran tubuh manusia, maka hasilnya akan fatal.


Berita buruk lainnya, pria itu memiliki sesuatu yang menyerupai bazooka di atas bahunya. Itu benar-benar suatu pile bunker* berjalan. [Pile bunker adalah semacam senjata yang dilengkapi dengan batangan jarum besi besar dan dimaksudkan untuk menembus suatu armor kelas berat.]


Jika mereka berpapasan dengannya, Shokuhou dan Kamijou akan lenyap hanya dengan sekali sarangan.


Secara keseluruhan, peralatan yang dikenakannya dikenal sebagai Queen Diver. Sesuai dengan namanya, sistem senjata ini khusus diciptakan untuk menghancurkan Shokuhou Misaki*. Kecepatannya sungguh luar biasa, sehingga Mental Out tak akan sempat membidik target bergerak ini. Semua perencanaan ini dimaksudkan untuk membunuh seorang Level 5, walaupun itu berarti ada resiko kematian bagi si penyerang. [Shokuhou sering dijuluki sebagai Queen of Tokiwadai.]


Shokuhou mengayunkan remote TV-nya tanpa tertuju pada arah yang jelas, tetapi metode itu memiliki kelemahan tertentu. Aturan main remote itu adalah membagi kemampuan Mental Out-nya yang terlalu kuat agar lebih mudah digunakan. Dan aturan itu mengharuskan dia untuk membidikkan remote-nya dengan tepat.


Ketika musuh bergerak berputar-putar dengan kecepatan tinggi, penargetannya jadi melambat.


Bahkan ketika dia yakin telah membidik ke arah dan timing yang tepat, gerakan musuh masihlah tidak berhenti.


(Apakah helm itu bisa mendeteksi kemampuan gelombang otak yang abnormal dan mengubah kendali pakaiannya melalui suatu program!?)


Mental Out mungkin adalah kemampuan pengendalian kepribadian yang paling kuat, tapi itu tidak bekerja pada benda yang sepenuhnya terbuat dari mesin atau hewan. Peralatan ini jelas dibuat khusus untuk menghadapi dirinya.


(Dalam masalah kekuatan, ini adalah pertandingan yang buruk. Dan aku tidak punya waktu untuk melepas "limiter itu" ketika dia bergerak begitu cepat. Mereka telah bersusah payah untuk membuat suatu peralatan yang tidak bisa diatasi oleh kekuatanku!!)


Sembari dia berpikir dan menggertakkan giginya, Kamijou menyambar remote dari tangannya.


"Tung- ..."


Sebelum dia bisa protes, anak berambut runcing melemparkan remote tersebut pada pengendara berkostum merah itu sekeras yang dia bisa.


Ini sungguh mubazir, tindakan Kamijou seperti melempar pistol tanpa menarik pelatuknya, tapi ternyata itu efektif.


Begitu remote memukul helm, pengendara berkostum itu kehilangan keseimbangan sembari terus menempel ke dinding dan dia masih mencoba untuk menembus tubuh Shokuhou. Setelah ia kehilangan kendali, keseimbangan tubuh pengejar dengan kecepatan bak roller coaster itu mulai tidak stabil.


Dia terbalik dan jatuh ke tanah.


Ketika dia terseret di tanah, ia membajak segala sesuatu di tanah dengan kecepatan dua ratus kilometer per jam. Dia melewati Shokuhou dan Kamijou, kemudian menabrak sepeda tua dan beberapa tong sampah yang tersisa di gang.


Saat itulah Shokuhou mendengar ledakan dan melihat cahaya oranye berpijar.


"Kamu bercanda."


Bahkan Kamijou, orang yang dianggap telah mengalahkan pengejar, begitu tercengang sampai-sampai ia berhenti berlari.


"Apakah dia jatuh bersama-sama gaya dorongan yang setara dengan mesin jet!? Betapa berbahaya alat yang dia gunakan itu!!”


Tampaknya pengejar tersebut tidak terlalu mengutamakan keselamatan dirinya sendiri.


Mereka mendengar suara seperti botol soda yang terbuka, tapi lebih keras puluhan kali lipat. Sesuatu seperti uap putih mengelilingi kostum Queen Driver yang ketat itu. Itu mungkin semacam gas yang mudah terbakar.


Pengejar mungkin telah dibungkus dalam api kurang dari sepuluh detik, tetapi suhu pembakaran bahan bakar jet sangatlah tinggi. Tidak jelas kostum itu terbuat dari material apa, tapi mungkin telah membuat kulit pria itu meleleh bak keju.


Suatu Efek Doppler* mencapai telinga mereka karena ada ambulans yang melintasi jalan-jalan utama. Suatu atmosfer kematian dan kekerasan menghiasi semua kekacauan ini.


Kemudian, ketika Kamijou mulai berjalan ke depan untuk menolong penjahat yang telah membahayakan nyawa mereka, ada sesuatu yang membuat dia terhenti.


Lebih banyak Queen Drivers mendekatinya.


Suara tidak menyenangkan keluar dari roda mereka yang menggores tanah, mereka memblokir si pria dan si gadis dari depan, belakang, dan bahkan atas.


Mereka semua mengenakan pakaian balap merah dan helm yang menutupi seluruh bagian wajahnya, mirip dengan pengejar yang baru saja dilumpuhkan, tapi sosok mereka tidak jelas apakah laki-laki ataukah perempuan. Berdasarkan ketinggian badan dan lebar bahu, kita masih tidak bisa menyimpulkan berapa usia mereka.


Kamijou memegang tangan Shokuhou sembari membentak dengan kesal.


"Itu temanmu, kan!? Apakah kau tidak khawatir sama sekali terhadapnya!?”


"Tim paramedis hanya akan mengganggu jalan kami," jawab suara laki-laki.”Kami memiliki sesuatu yang lebih penting untuk ditangani.”


Mereka semua menyembunyikan wajah mereka di balik helm yang bisa memblokir serangan mental sampai pada batas yang tidak diketahui, dan mereka semua membidikkan pile bunker-nya pada si pria dan gadis.


"Matilah Level 5."


Suatu kebisingan mengelilingi mereka ketika para pengejar menyiapkan senjata mereka.


Kebencian manusia menciptakan ketakutan yang lebih parah daripada senjata.


"Matilah Level 5."


Kata-kata mereka saling bersautan, dan itu terdengar seperti suara para pengikut ajaran sesat yang sedang menjalankan suatu ritual aneh.


Suara-suara mereka sunggu mengganggu telinga siapa pun yang mendengarkannya, dan itu menunjukkan betapa sesat jiwa mereka.


"Matilah Level 5 yang telah mengambil segalanya dari kami."



Part 11[edit]


Saat ini, Shokuhou Misaki mengingat peristiwa-peristiwa itu sambil menghadap pintu masuk gang diiringi oleh hembusan angin dingin.


Mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi bahkan di luar kota ini, adalah suatu hal yang biasa ketika kau menemukan pertunjukan dimana terdapat kostum balap yang dipenuhi dengan roda, atau kostum khusus yang menggunakan mesin jet untuk melaju pada kecepatan di atas seratus kilometer per jam.


Kelompok yang menggabungkan hal-hal seperti itu dan memanfaatkan sistem elektronik agar semakin menstabilkan penggunaannya sebagai senjata disebut dengan Queen Diver.


Nama kelompok berkostum balap merah tersebut terbesit ke pikirannya.


Deadlock.


Kelompok yang menggunakan kata dalam Bahasa Inggris sebagai nama tersebut sejatinya adalah kumpulan pelajar yang pengembangan kekuatan psikisnya sudah tidak lagi menghasilkan progres karena beberapa alasan tertentu.


Mereka berasal dari beberapa sekolah dan angkatan yang berbeda.


Beberapa dari mereka adalah wanita kelas tinggi dan yang lainnya hanyalah pria-pria nakal.


Ideologi yang mengikat para Deadlock ini sangatlah sederhana dan tindakan mereka benar-benar melampaui batas.


Shokuhou menginjakkan kaki di gang itu untuk pertama kalinya setelah sekian lama.


Dia biasanya tidak pernah melewati daerah tersebut (dan dia tidak bisa membiarkan seorang pun pelajar Tokiwadai tahu tentang tempat yang membuatnya jadi begitu gugup), tapi dia sedang dalam mood baik hari ini.


Sepeda bekas dan tong sampah dari saat itu tentu saja sudah tidak lagi ada di situ, tapi secara keseluruhan, lokasi tersebut tidak banyak berubah.


Di tengah gang, dia berhenti dan menatap lurus ke atas.


"Iya, iya. Di sini.”


Langit luas seakan-akan terbingkai jika dilihat dari gang sempit itu, dan di sana ada suatu tangga darurat berkarat yang menjuntai ke bawah.


Ada suatu pintu penghubung kecil di bordes tangga itu, dan dia bisa dengan mudah memanjat tangga itu jika mengabaikan rok pendeknya.


Sembari menginjak setiap anak tangga berkarat yang berwarna merah dan setiap saat bisa roboh, dia menaiki tangga darurat itu.


Dia tidak tertarik pada pintu-pintu di atasnya.


Dia sedang dalam perjalanan ke atap gedung yang sering disewa banyak pihak itu.


Di atas, ada suatu lokasi akhir.


Lokasi terakhir dimana ia dan Kamijou Touma pernah melarikan diri.



Part 12[edit]


Mereka melompat dari gedung ke gedung, dan dari atap ke atap.


Menggandeng Shokuhou Misaki bersama-sama dengan rok merek barunya yang berkibar-kibar sembari melarikan diri adalah suatu kerugian bagi Kamijou Touma. Si gadis sudah mengakuinya sekarang, bahwa dia memang tidak punya suatu kemampuan atletis pun. Selama tes atletik pada bulan April tahun itu, hasil buruk telah didapatnya. Itu memaksanya menggunakan kekuatannya untuk menghapus memori semua orang tentang hasil tes tersebut. Dia harus berupaya keras untuk membangkitkan keberaniannya dan dia harus mengambil ancang-ancang yang cukup agar bisa menyeberangi ”jurang" antar gedung yang lebarnya bahkan tidak sampai 1 meter, sehingga Deadlock dan Queen Driver-nya tidak lagi bisa membuntuti mereka.


Namun, mereka dikelilingi pada setiap sisi.


Deadlock pasti sudah berkomunikasi melalui telepon atau sejenisnya karena beberapa pelajar berpakaian balap ini tiba dari rute-rute yang berbeda. Lebih dari tiga puluh orang telah berkumpul di atap. Shokuhou bisa menggunakan remote-nya untuk mengadu domba diantara mereka dan Kamijou bisa mengepalkan tangan kanannya, tetapi jika Deadlock menyerang ke depan dan mereka sudah bersiap diri tertelan dalam ledakan mesin jet, mereka berdua pasti akan terluka.


Salah satu Queen Driver merah berbicara kepada Kamijou, bukannya Shokuhou.


"Apakah kau yakin ingin begini terus?"


Dia mengatakan pada Kamijou bahwa ia akan diselamatkan jika ia mundur sekarang.


Tapi ...


"Tentu saja aku yakin."


Kamijou Touma tidak ragu-ragu untuk menjawab.


Shokuhou Misaki yang berlindung di balik punggungnya, tidak bisa mengerti apa yang ia katakan.


Dia kenal si pria hanya dari tabrakan yang tak disengaja.


Mereka bukan teman masa kecil dengan satu dekade sejarah, mereka juga bukan keluarga yang terpaut hubungan darah, mereka tidak berpacaran, dan mereka tidak punya hubungan khusus lainnya. Jadi mengapa ia menjawabnya dengan begitu mudah? Apakah yang mendorongnya melakukan itu?


Tampaknya pria yang mengenakan kostum balap lainnya juga memiliki pertanyaan yang sama.


"Kau pastilah seorang esper yang kuat, sehingga kau berani mengatakan jawaban seperti itu. Tapi jangan remehkan kami hanya karena kami mengandalkan peralatan. Bahkan ada banyak Level 4 dalam kelompok kami.”


"Aku tak punya sesuatu pun yang luar biasa," sembur anak itu.”Aku Level 0. Ya, seorang Level 0. ... Tapi masih ada hal yang aku tidak bisa biarkan. Dan ketika hal-hal itu terjadi di depan mataku, aku siap untuk mengepalkan tinjuku.”


"Aku mengerti. Jadi kau adalah salah satu dari kami.”


Pria yang mengenakan Queen Driver ini tidak mengejeknya setelah melihat fakta itu.


Bahkan, ketenangan dalam suaranya langsung lenyap. Entah kenapa, nada suara pria penyerang tersebut seakan menunjukkan bahwa mengalahkan si pria Level 0 adalah suatu hal yang lebih berharga daripada mengalahkan si gadis Level 5..


Mungkin mereka punya alasan.


Dia mengangkat tangannya untuk menghentikan rekannya yang mulai tak sabar dan kemudian berbicara.


"Apakah kau tidak merasa aneh?"


"Apanya yang aneh?"


"Semuanya."


Pria berkostum balap sama sekali tidak terlihat sedang bersandiwara.


Itu artinya, dia jujur.


Dia langsung menuju ke pokok persoalan.


"Dari kenyataan bahwa kau telah memutuskan untuk melindungi Shokuhou Misaki dalam situasi tanpa harapan ini, sepertinya, kau sudah berada dalam pengaruh Mental Out-nya gadis itu, ya?”



Part 13[edit]


Saat ini, Shokuhou Misaki merasakan angin dingin di atap bangunan berbentuk persegi empat yang biasa disewa oleh banyak pihak.


Dia tidak akan melompat dari gedung ke gedung. Dia menyadari kurangnya kemampuan atletik pada dirinya sendiri dan ia mengenakan seragam musim dingin dengan rok pendek.


Sebaliknya, dia berdiam diri di sana dan berpikir sendirian. Dia bahkan merasa bahwa dirinya yang sekarang tertinggal begitu jauh dari dirinya yang dahulu.


"..."


Ada hal seperti Bidang Difusi AIM.


Itu adalah, kekuatan yang secara tidak sadar dipancarkan oleh para esper. Pada esper Pyrokinesis, bentuknya panas. Pada esper Psikokinesis, bentuknya tekanan. Pada esper Electromasters, bentuknya listrik. Itu selalu cocok dengan jenis kekuatan yang esper pakai dan itu begitu lemah, sehingga hanya bisa dideteksi dengan bantuan mikroskop atau suatu alat pengukur yang begitu presisi.


Tapi tak peduli betapa lemah itu, kekuatan adalah kekuatan.


Kekuatan itu pasti dipancarkan.


Dan apa kekuatan milik Shokuhou Misaki?


Dalam kasus Mental Out, kekuatan macam apa yang secara tak sadar dia pancarkan ke seluruh dunia?


Adalah kelompok yang bernama Deadlock yang memiliki motif untuk mengawasi para Level 5 dan sesekali menyusun rencana bunuh diri untuk menghancurkan mereka.


Beberapa orang tega memutar-balikkan dunia agar menjadi tempat yang nyaman bagi mereka.


Mereka kemungkinan adalah esper yang kuat, sehingga mereka secara alami akan menjadi orang-orang kelas atas.


Keadilan di dunia telah diputar-balikkan untuk kepentingan orang-orang dan ketidakadilan dipaksakan pada orang lain.


Terlebih lagi, orang memutar-balikkan dunia untuk keuntungan mereka sendiri. Bahkan jika itu berarti menghasilkan kemalangan dan tragedi yang besar. Ironisnya, mereka bahkan tidak menyadari apa yang sedang mereka lakukan itu.


Karena mereka tidak menyadari, kompromi dan negosiasi tidaklah mungkin. Mereka tidak bisa berhenti bahkan jika mereka mencoba, sehingga satu-satunya cara untuk membawa keadilan kembali ke dunia ini adalah dengan membunuh mereka.


Deadlock telah mengajukan beberapa pertanyaan pada si gadis.


Pernahkan kau berpikir bahwa hidupmu terlalu baik?


Pernahkan kau berpikir bahwa status wanita kelas atas yang kau miliki dan pertumbuhan kekuatan yang ada padamu, adalah hasil dari pengorbanan beberapa orang?


Ya.


Salah satu contoh nyatanya adalah, Kamijou Touma yang tanpa segan membahayakan dirinya untuk menyelamatkan si gadis.



Part 14[edit]


"Ah."


Shokuhou Misaki mengeluarkan suara tenang sementara si pria melindunginya meskipun dikelilingi oleh Queen Driver dari setiap sudut, di atap suatu bangunan tertentu.


Keraguan menghasilkan kekhawatiran.


Kekhawatiran menghasilkan ketakutan.


Apakah kekuatan si gadis menyebabkan hidup orang lain berantakan?


Tidak hanya itu, apakah kekuatan si gadis menyebabkan kematian bagi orang lain?


Seandainya itu terjadi tanpa si gadis sadari?


Seandainya itu terjadi tanpa si gadis bisa kendalikan?


Papan pemberitahuan tentang pembunuhan di pintu masuk gang tadi lagi-lagi terbersit pada pikiran si gadis. Sirene ambulans terus mendengung lagi dan lagi.


"Ahhhhhhhhhhh! Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh !?”


Si gadis bukanlah orang suci.


Dia tidak pernah punya masalah dengan menggunakan kekuatannya untuk memanipulasi pikiran orang. Dia sungguh tidak melihat suatu hal pun yang salah dengan penggunaan kekuatan jenis itu.


Tetapi pada saat yang sama, dia merasa harus memanfaatkan orang sebaik mungkin ketika mereka berada di bawah kendalinya.


Jika seseorang yang dikendalikannya meninggal atau membunuh orang lain, ia harus dihukum karena telah menjadi dalangnya. Dia memiliki begitu banyak tekad dan martabat.


Tapi bagaimana jika itu semua tak berarti?


Bagaimana jika dia menguasai banyak orang tanpa disadari dan itu menyebabkan mereka kehilangan kekayaan, kehilangan masa depan, atau bahkan kehilangan nyawa mereka?


Jika dia bisa hidup dengan bebas dan damai setelah melakukan semua itu ...


Dia melihat sekelilingnya.


Semuanya adalah orang-orang berkostum balap merah dengan helm yang menutupi seluruh wajah. Jika benar, kesuksesannya adalah hasil pengorbanan dari orang-orang berhelm ini. Dan jika benar, si gadis telah merampas semuanya sampai-sampai orang-orang ini tak lagi punya kepercayaan diri untuk menunjukkan wajahnya. Lantas, monster macam apa gadis ini sebenarnya? Dia selalu bisa menganggap bahwa dia tidak tahu-menahu, dia selalu bisa mengelak bahwa mereka tidak sedang dia kendalikan, sehingga semuanya bukanlah kesalahannya, lantas….siapakah yang akan menyelamatkan korban-korbannya?


"Betapa lucu."


Tapi, meskipun Shokuhou Misaki berada dalam situasi yang berbahaya seperti saat ini, si pria berambut runcing mengucapkan sesuatu yang memecah kesenyapan atmosfir di tempat itu.


"Apakah menyenangkan…menyalahkan orang lain atas kegagalan kalian sendiri? Semakin sulit kalian membuktikan sesuatu, maka semakin sulit pula membantah hal-hal itu. Kalian semua hanya membuat-buat alasan yang membenarkan semua kegagalan kalian. Dengan begitu, kalian hanya perlu menyalahkan gadis ini, kemudian semua urusan kalian selesai, dan kalian bisa enak-enakan tidur di rumah. ... padahal kalian tahu betul bahwa semua kemunduran yang kalian derita bukan sepenuhnya salah gadis ini.”


"Mungkin," kata salah satu Queen Divers merah. Dia benar-benar tenang dan tidak menunjukkan kemarahan.”Bahkan aku bertanya-tanya apakah melakukan ini semua adalah hal yang benar. Setiap kali aku berpikir tentang menyerang Level 5 bernama Shokuhou Misaki, aku merasa ada suatu kata hati yang berdenyut di dalam diriku. Kau boleh saja mengatakan bahwa semua tindakan kami adalah perwujudan dari monster yang selama ini bersemayam di dalam hati kami yang kelam, dan gadis bernama Shokuhou Misaki itu tidaklah terlibat dengan ini semua.”


Tapi dia lagi-lagi menolak segala sesuatu yang baru saja dia katakan.


"Tapi tidakkah kau merasa itu semua aneh?"


"..."


"Kau tidak dapat menyangkal kemungkinan bahwa kata hatiku yang berdenyut ini dibuat untuk kepentingan orang lain.”


Harusnya, ini semua hanyalah khayalan.


Itu hanyalah ocehan gila seseorang yang tidak bisa mengendalikan hatinya sendiri.


Tapi bagi gadis ini, hal itu mungkin. Dengan Mental Out, itu mungkin. Dan dia bisa menghadapi dunia dengan tingkat kesadaran penuh, namun, dia sendiri bahkan tidak yakin bahwa dirinya sedang memancarkan suatu jenis kekuatan tertentu.


"Itulah sebabnya aku tidak akan menyebut kemarahanmu sebagai hal yang salah."


Pria yang mengenakan kostum balap tersebut menyiapkan pile bunker di bahunya dan melihat Kamijou Touma sebagai musuh yang nyata, tapi suaranya menunjukkan bahwa ia masih menganggap si pria sebagai sesama manusia.


"Tapi itulah mengapa kau harus bertanya-tanya dari mana emosi itu berasal. Bersedia mati karena hal macam ini adalah kesalahan. Jika kau tahu itu, kau masih saja berdiri untuk melindunginya, itu tidaklah masuk akal. Jadi apa yang salah dengan pikiranmu? Berpikirlah tentang siapa yang membuatmu termotivasi untuk berdiri di sini dan kenapa kau melakukannya.”


Pastilah Shokuhou Misaki penyebabnya.


Tidak peduli berapa banyak si gadis mencoba untuk menyangkal, kata-katanya tidak akan pernah mencapai Kamijou Touma. Si gadis bahkan tidak sanggup membebaskan dirinya sendiri dari keraguan, sehingga kata katanya tidak akan pernah sampai kepada seseorang lain.


Dan jika si pria meninggalkannya, itu semua berakhir.


Si gadis bisa mengendalikan Queen Driver dengan remote-nya, tapi jika mereka menyerang ke arahnya dengan kecepatan dua ratus kilometer per jam dari tiga puluh arah yang berbeda, akankah mengayunkan satu remote cukup untuk menghadapi semuanya? Bahkan jika dia bisa memanipulasi otak musuh dan mengadu domba mereka, itu tidak akan mudah. Mereka akan diambil alih oleh program komputer ketika pikirannya terkontaminasi oleh kekuatan si gadis.


Deadlock siap untuk mati selama mereka bisa mengalahkan Mental Out.


Bahkan jika mereka menabrak dengan kecepatan yang akan menghancurkan tubuh mereka dan bahkan jika mereka menyebabkan ledakan besar ketika bahan bakar jet JP-5* bocor, itu semua akan mereka lakukan, selama mereka bisa mengalahkan gadis Level 5 ini. [JP-5 adalah bahan bakar berbasis kerosin kuning yang dikembangkan pada tahun 1952 dan dipergunakan untuk menggerakkan kapal pangkalan udara. Wikipedia Bebas.]


Dengan demikian, semuanya berakhir sudah.


Si gadis akan terkoyak oleh pile bunker atau terpanggang dalam ledakan bahan bakar jet. Apapun yang terjadi, kemungkinan hidupnya yang tipis akan lenyap seketika Kamijou Touma menyerah.


Itu adalah masa depan yang menantinya.


Namun ...


"Itu sama sekali tak masalah bagiku."


Si gadis mendengar suara yang tenang.


Pada awalnya, dia pikir itu adalah ilusi yang disebabkan oleh jantungnya yang lemah.


"Teori konspirasi gila yang kau sebutkan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal ini. Dengar, dasar preman. Itu tidak masalah jika perasaan ini datang dari hatiku sendiri atau hasil manipulasi dari kekuatan si gadis Level 5. Tidak masalah jika aku benar-benar memikirkan hal ini atau jika aku sedang ditipu dan dikendalikan oleh orang lain.”


"... Eh?"


Suatu suara serak keluar dari tenggorokannya, tapi si pria tidak berpaling ke arahnya.


Si pria akan terus berada di sana sehingga ia bisa melindungi gadis bernama Shokuhou Misaki, dan si pria juga akan terus mencoba berbicara agar kata-katanya bisa mencapai pria berkostum balap itu. Bahkan saat dikelilingi oleh senjata mematikan yang tidak terhitung jumlahnya, ia dengan erat mengepalkan tangan kanannya. Ia melakukannya meskipun tahu bahwa ia tidak akan mungkin mengatasi orang sebanyak ini.


Dan si pria berbicara tanpa menoleh ke arah si gadis.


"Selama aku bisa berdiri di sini dan melindungi seorang gadis dengan mata berkaca-kaca, itu sudah cukup bagiku.”


Tampaknya ada suatu hal yang berubah dalam hati si gadis. Suatu hal yang sangat mempengaruhi pola pikir dan perasaannya.


Di saat itulah, sang gadis dengan kekuatan pengendalian pikiran terkuat ini menyadari bahwa di dalam hatinya yang dingin, masih tersimpan perasaan yang begitu hangat.


"Heh."


Di sisi lain, pria dengan kostum balap berwarna merah tertawa.


Tapi itu bukanlah tawa yang mengejek atau menghina.


"Ha ha! Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha !!”


Dia telah menerima seseorang yang bernama Kamijou Touma.


Kata-kata yang diucapkan oleh si pria berambut runcing tampaknya menunjukkan padanya tentang sesuatu yang tidak bisa tiru. Dan itu berbeda dengan rasa amarah mereka terhadap si gadis Level 5.


Setelah melihat mereka tertawa, Kamijou juga tertawa dengan tenang.


Bahkan dari belakangnya, Shokuhou bisa melihat bahunya bergetar.


Seakan-akan, suasana sudah mereda, dan pertikaian akan segera berakhir. Sepertinya, mereka sudah mendapatkan kesimpulannya.


Namun, suasana yang tampaknya semakin membaik ini seketika dihancurkan oleh kata-kata dari Queen Driver di dekatnya, yang terdengar begitu dingin..


"Kalau begitu, bersiaplah, dasar badut sialan."


"Tentu saja. Aku juga berharap kalian sudah bersiap untuk mati, lalu datanglah padaku dengan segala yang kalian punyai.”


Dengan gemuruh besar, Deadlock menyerbu si pria dan si gadis dari tiga puluh arah yang berbeda sembari memegang pile bunker-nya.


Mereka telah mengakui kelapangan hati si pria, tapi mereka masih saja ingin membunuhnya.


Rasanya seperti pertarungan antara teman yang sudah saling lama kenal dan memahami satu sama lain, yaitu seperti pada film-film kesatria jalam dulu.


Seperti itulah jenis pertarungan ini.



Part 15[edit]


Saat ini, Shokuhou Misaki menghela napas kecil.


"Huffff."


Semuanya berakhir.


Karena ia dan Kamijou Touma masih hidup sampai saat ini, tampaknya tidak perlu membicarakan tentang hasil pertempurannya dengan para pelajar yang menyebut diri mereka Deadlock.


Dan setelah beberapa insiden lainnya, mereka berdua berpisah.


Adalah kebohongan, jika si gadis bilang bahwa dia tidak menyesalinya.


Tidak ada gunanya menanyakan apakah si gadis telah menerimanya.


(Aku mulai merasa sedikit sentimentil.)


Dia menyadari akan hal itu, tapi dia tidak berusaha untuk melawan dorongan dalam dirinya.


Dia meninggalkan atap bangunan itu dan mulai berjalan melintasi pemandangan Academy City. Dalam perjalanan, ia memasuki stasiun kereta bawah tanah dan menaiki kereta untuk bepergian ke distrik lainnya. Dia tahu ke mana dia akan pergi. Itu adalah salah satu tempat kenangan yang belum dia kunjungi hari ini.


Itu adalah Distrik 21 dan di sana ada danau buatan yang melingkari suatu fasilitas pembangkit listrik tenaga panas bumi. Dan ada beberapa bagian yang menonjol layaknya bukit di tempat itu.


Ini adalah tempat di mana segala sesuatu di antara mereka dimulai dan di sana jugalah dia mendapatkan dukungan pada kepribadiannya.


"Aku pikir, aku tidak akan sepenuhnya mengelilingi tempat ini di kala itu," gumamnya sambil berjalan di sepanjang jalan berbukit yang berkelok-kelok.


Seluruh badannya sudah terendam oleh keringat dan itu sungguh tak cocok dengan penampilan elegannya.


"Ampun deh! Mengapa aku harus bersusah payah seperti ini? Apakah aku juga berjalan dengan susah payah ketika melewati tempat ini dulu!?”


Dia sendiri yang memulai tour penuh kenangan ini, tapi setelah sampai sejauh ini, ia enggan untuk kembali. Agar tidak kelelahan, dia hendak menggunakan remote-nya untuk menyesuaikan kekuatan fisik tubuhnya, namun dia dihentikan oleh prinsipnya sendiri. Sehingga apa boleh buat, dia terpaksa berjalan di tanah berbukit-bukit itu dengan terengah-engah.


(Ampun deh. Aku bahkan tahu bahwa melakukan semua ini tidak akan mengubah suatu hal pun.)


Pada saat ia mencapai puncak, matahari terbenam dan malam pun menyelimuti daerah tersebut.


"Hah….hah…..hah….."


Dia membungkuk, meletakkan tangannya di lututnya, dan dengan panik mencoba untuk menarik napas.


Dia benar-benar kelelahan, tapi dia mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa ini semua demi bernostalgia dan mengingat kembali masa-masa itu.


Akhirnya, ia mengangkat kepalanya untuk melihat daerah tersebut dan mulai menggali kenangan yang ada di memorinya.


Mengabaikan pertemuan awal yang lebih mirip kecelakaan, bagaimanapun juga, ini adalah lokasi yang indah di mana ia bertemu dengan Kamijou Touma.


Awan yang menutupi bulan sepertinya sudah tersibak sehingga dia bisa melihat lokasi itu dengan begitu jelas tanpa menyesuaikan matanya pada cahaya redup.


Dan dia melihatnya sekali lagi.


“…………………………………………………………………………………………………………………Huh?”


Sesuatu perlahan membasahi punggungnya.


Itu mengerikan, sungguh mengerikan, perasaan yang tak terlukiskan dan membuatnya merinding.


Ini sungguh terasa tidak nyata.


Dia larut dalam kebingungan yang begitu besar sehingga ia bahkan tidak lagi merasakan tarikan gaya gravitasi.


Memang ada pembangkit listrik tenaga panas bumi di sana.


Tapi itu memiliki desain yang sama sekali berbeda dari yang ada di ingatannya.


(Apakah aku salah tempat?)


Danau itu jauh lebih besar dan menara di tengah memiliki warna, tinggi, dan bentuk yang berbeda. Namun, hanya ada satu jalur berkelok-kelok untuk mencapai tempat itu, jadi dia tidak tersesat. Belum lagi, hanya ada satu puncak bukit. Tidak peduli rute mana yang dia ambil, dia akan berakhir di tempat ini. Tidak mungkin salah.


Kalau begitu, apa ini?


Pemandangan apa yang tersaji di depan matanya itu?


(Apakah pembangkit listrik itu dihancurkan dan dibangun kembali?)


Dia memikirkan berbagai kemungkinan, tapi sepertinya tidak mungkin begitu. Menghancurkan fasilitas sebesar itu akan sangat merepotkan, belum lagi urusan dengan ledakan-ledakan akibat panas bumi. Getaran yang disebabkan akan mempengaruhi bendungan dan teleskop radio yang terletak di bukit yang sama. Jika getaran tersebut menimbulkan lumpur dan kotoran yang terakumulasi di bagian bawah bendungan, standar proses pemurnian tidak akan terpenuhi. Tapi Shokuhou tidak pernah mendengar pembatasan air berskala besar untuk menghentikan pencemaran air di kota.


Dan setelah menolak setiap kemungkinan lainnya, hanya ada satu penjelasan kenapa semua ini terjadi.


Dia sangat tidak ingin memikirkan kemungkinan terakhir ini, sehingga dia menempatkannya di urutan terakhir.


Bahwa ...


"Aku salah?" Gumamnya dalam keadaan linglung.”Memoriku salah? Memoriku dengan Kamijou Touma tidak pernah ada?”


Dia mengucapkan kemungkinan itu dengan ragu-ragu, dia sampai merinding ketika memikirkan kemungkinan tersebut dan itu begitu terasa menjijikkan baginya. Layaknya tercabutnya kartu paling bawah pada tumpukan piramid kartu, seluruh memorinya kini roboh dan hancur berkeping-keping.


Tidak.


Tidak mungkin.


Sungguh tidak mungkin.


Setelah mengingat sesuatu, dia dengan panik menyisipkan tangannya pada tasnya. Bercampur dengan remote yang dia digunakan untuk mengontrol kekuatannya, dia lantas menarik suatu peluit darurat murah yang dicat perak.


Pria itu secara pribadi memberikan benda ini padanya, bersama dengan kata-kata berikut:


"Gunakan jika kau berada dalam kesulitan. Itu akan memberiku banyak kesempatan untuk menyelamatkanmu.”


Jika dia memiliki peluit itu, harusnya memori si gadis masih akurat.


(Tapi).


Dia ingin percaya itu, namun dia menolak harapan sendiri.


(Bagaimana jika ada pihak ketiga yang tidak kuketahui, dan mereka memberiku benda ini bersama dengan memori palsu? Kemudian peluit ini sama sekali bukan barang bukti tentang memoriku dengannya.)


Penderitaannya terus berlanjut.


Karena ini menyangkut memori yang tak berbentuk, sulit untuk menetapkan titik akhir dan menarik kesimpulan.


Namun, apakah hal seperti ini mungkin terjadi pada seorang master pengendali memori?


Bisakah orang lain memanipulasi memorinya sehingga dia tidak menyadarinya dalam kurun waktu yang panjang?


Dia punya kekuatan Mental Out Level 5, sehingga tidak ada yang bisa menyamai dirinya dalam hal pengendalian memori. Dia tidak akan pernah membiarkan seseorang untuk main-main dengan memorinya sendiri dan kalaupun itu terjadi, dia pasti sudah menyadarinya dengan seegera.


Terlebih lagi, memori ini adalah yang paling penting baginya dan memori spesial ini berasal dari hatinya yang paling lembut.


(Tapi ...)


Penyimpangan besar antara memori dan pemandangan di depan matanya begitu mengguncang pikirannya. Dan dia berusaha untuk melawan keraguan ini.


(Bagaimana jika seseorang benar-benar telah melakukannya?)


Siapa pun orangnya, dia pasti menggunakan suatu metode yang benar-benar aneh dan tidak biasa.


Ini adalah hal yang berada di luar jangkauan kemampuan Deadlock, bahkan si gadis tak yakin bahwa kelompok itu masih eksis. Dia tahu tentang kegelapan terdalam kota ini berkat Dolly yang terkait dengan produksi massal ****** militer dan Proyek ******* yang menciptakan versi raksasa dari otak seorang Level 5 tertentu, tetapi dia meragukan orang-orang yang terkait dengan insiden tersebut bisa menipunya dengan begitu sempurna.


"Me ..."


Kalau begitu, jika pemandangan ini benar dan memorinya salah, itu berarti ada pihak-pihak yang lebih kuat dari mereka, telah menyerangnya.


"Memoriku ..."


Dia menempelkan tangan ke kepalanya dan bisa merasakan sesuatu meledak di dalam dadanya.


Itu adalah amarah.


Kemarahannya diarahkan pada orang yang telah menginjakkan kaki di dalam bagian yang paling penting dari dirinya dan menginjak-injak segala sesuatu di sana.


"Apa yang telah kau lakukan pada memoriku?"


Dia melepas sarung tangan yang menutupi ujung jarinya, menarik keluar perekam digital jarak jauh, dan menekankannya pada pelipisnya sendiri.


"Kategori 044 / Ekstrak memori tahun lalu dari obyek yang aku sentuh dengan tangan kananku.”


Ini adalah jalan yang pernah dilaluinya, tetapi tidak ada informasi apa-apa yang tersimpan pada pagar pembatas yang berada di kiri dan kanan jalan tersebut.


Dia tidak menemukan apa-apa, bahkan setelah menggunakan kemampuan pembacaan memori melalui benda.


"Apa yang telah kau lakukan terhadap memorikuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!?"


Bahkan sekarang, senyuman pria berambut runcing itu masih melintas di pikirannya.


Kehangatan senyuman anak itu hanya membuatnya semakin syok.


Apakah memori itu nyata ataukah tidak?


Apa yang sebenarnya terjadi pada hari-hari itu?


Pertempuran bagi Mental Out telah dimulai, Level 5 peringkat kelima, yang kini sedang diliputi penderitaan yang mendalam.


Dia akan berjuang untuk menemukan musuh yang tak terlihat ini dan memahami kebenaran.



Diantara Baris Pertama[edit]


Suatu golden retriever* tertentu tidak suka kafe hewan peliharaan. [Baca NT Vol 6]


Atau mungkin ia harus disebut sebagai peneliti yang bernama Kihara Noukan.


Secara resmi, itu adalah tempat penyambutan yang menyuguhkan banyak hidangan khusus dirancang untuk hewan peliharaan sehingga pemilik bisa bersenang-senang bersama dengan hewan peliharaan mereka, tapi ketika ia benar-benar melewati ambang pintu, ia mendapati bahwa manusia diperlakukan lebih tinggi. Atau lebih tepatnya, hewan hanya diperlakukan sebagai bawahan. Setelah dipertimbangkan semuanya, rasanya seperti ia sedang dipermainkan.


"Lihat, lihat, sensei. Kue anjing ini rendah lemak dan rendah gula, tapi masih berasa manis. Ayo, katakan 'aaaaaah'. Ayo, ayo. Katakan 'aaaaaaaah'.”


"Ahhh!? Apa-apaan segumpal benda yang terbuat dari pemanis buatan ini!? Jujur, itu membuatku kesal!!”


Pelanggan sekitarnya tampak terkejut ketika suara halus pria setengah baya muncul dari sosok yang jelas-jelas seekor anjing, tapi ini adalah Academy City. Yaitu tempat di mana terdapat teknologi-teknologi yang tidak akan ditemukan pada belahan bumi manapun. Bahkan, perkembangan teknologi di kota ini hampir menyamai tingkat keyakinan agama. Orang-orang mulai salah sangka dan berdiskusi tentang: “Wow, ban leher anjing itu keren, itu bahkan bisa menghasilkan suara.” atau “Di situs mana aku bisa mendapatkan yang seperti itu?”


Tapi wanita yang mengenakan setelan murah dan jas lab tidak menghiraukan mereka semua.


"Ayolaaaah. Aku sudah memesan kue yang baik untuk tubuh anjing, jadi makanlah. Kau selalu mengatakan bahwa membuang-buang makanan bukanlah hal yang baik, kan?”


"Jika kau ingin membelikanku sesuatu, belikan saja cerutu. Meskipun begitu, aku tidak akan menerima apapun yang lebih rendah dari Kuba Kelas Wahid*.” [Maksudnya adalah cerutu kelas atas dari Kuba.]


"Itu tidak terdengar seperti benda yang biasa didapatkan oleh penduduk Academy City, dimana semua hal diproduksi dari gedung-gedung agrikultural.”


"Yuiitsu-kun."


"Ada apa, sensei? Oh, kau ingin agar aku menyikat bulumu!?”


"Langsung saja ke intinya. Kafe seperti ini cukup aneh bagi para lelaki.”


"Makan dulu kue anjing…… Maaf, aku terbawa suasana. Lagi pula, sepertinya Shokuhou Misaki telah menyadarinya. Dan tampaknya 'semut' memandang gerakan 'lebah' sebagai pemicu, karena dia juga sudah mulai bergerak.”


"Itu berarti dia akan ..."


"Ya, dia sudah menunggu waktu yang tepat. Aku sudah kehilangan kontak dengan seluruh bagian, jadi, sepertinya dia sudah menghancurkannya dari dalam. ... Dia adalah ratu semut sekarang.”


"Sama seperti semut samurai, hm?"


"Benar. Itu adalah jenis semut yang menyerang koloni lain untuk memperbudak mereka, bukan?”


"Artinya, keadaan akan menjadi kacau untuk sementara waktu."


"Ah hah hah! Bukankah itu sempurna untuk pekerjaanmu?”


"Yuiitsu-kun." Suara golden retriever terdengar lebih dalam.”Ini mungkin merupakan komentar yang tak bertanggung jawab dan sama sekali tidak mirip komentar yang biasanya diucapkan para Kihara, tapi aku tidak terlalu suka sisi ke-Kihara-an-mu.”


"..."


"Kita sungguh-sungguh dapat melakukan suatu kerusakan jika diperlukan, tapi aku tidak suka suatu kehancuran yang tidak berguna. Tentu saja, ini merupakan masalah suka atau tidak suka, bukannya perkara baik atau jahat.”


"Aku benar-benar tidak memahamimu."


Kihara Yuiitsu memasang ekspresi cemberut layaknya anak-anak.


Dia kelihatan seperti anak yang berpura-pura menjadi seorang pelajar nakal untuk mendapatkan perhatian si guru.


"Bagaimanapun juga, itu berarti kau bersedia untuk menempatkan ribuan atau bahkan jutaan orang di meja pembedahan selama itu diperlukan, bukan? Apanya yang berbeda?”


"Seperti yang aku katakan, ini adalah masalah suka atau tidak suka, bukannya baik atau jahat. Dan sayangnya, realita kadang-kadang mengakibatkan situasi seperti itu. Dan itulah sebabnya akan selalu ada tempat bagi individu yang mengerikan seperti diriku.”



Chapter 2: Kertas Kosong >> Labirin — Broken_road.[edit]

Part 1[edit]


Shokuhou Misaki mengeluarkan suatu pita tipis. Dia menyelipkannya pada pengikat peluit darurat, membentuk lingkaran besar, dan memakainya sebagai kalung. Dia kemudian menyelipkannya ke dalam seragam, dan menyimpan benda itu di antara belahan dadanya. Dia memperlakukan benda itu bak harta karun.


Dia bahkan tidak pernah mempercayai tentang harta karun, apakah itu nyata ataukah palsu, namun benda itu adalah satu-satunya penghubung memorinya dengan hari-hari musim panas di masa lalu yang begitu berharga. Jika kenangannya itu nyata, peluit itu adalah bukti hubungannya dengan si pria. Jika kenangannya itu tidak nyata, itu adalah petunjuk yang ditinggalkan oleh pelaku misterius.


Apa pun itu, dia tidak bisa membiarkannya pergi.


Dia tidak bisa membiarkan “pencopet” itu hidup dengan tenang di luar sana.


"Sekarang….."


Setelah semuanya siap, ia harus kembali mengamati informasi tersebut.


Pemandangan yang tersimpan di dalam kenangannya tidak bisa ditemukan di dunia nyata. Di lokasi yang seharusnya terdapat kenangan-kenangannya ini, ia telah menemukan struktur yang sama sekali berbeda. Dia telah mencoba untuk mencari di daerah sekitar dengan kemampuan membaca pikiran miliknya, tapi ia tidak menemukan satu pun residual memori.


Lalu, pemandangan apa yang terlukis jelas di ingatannya tersebut?


Di manakah memorinya dengan Kamijou Touma yang seharusnya terpapar di tempat ini?


"..."


Dia adalah salah satu dari hanya tujuh orang Level 5 di Academy City dan ia memiliki Mental Out, yaitu kemampuan pengendalian pikiran terkuat.


Tidak peduli kekuatan, teknik, atau perangkat apa yang digunakan seseorang, harusnya, hampir mustahil untuk mengalahkan dia dan kemampuan memanipulasi pikiran miliknya. Itu tidak berbeda dengan menantang Misaka Mikoto # 3 dalam suatu kompetisi hacking, atau bertarung dengan gadis berambut coklat mirip teh itu dengan hanya menggunakan stun gun*. [Stun gun adalah senjata penyengat listrik yang bentuknya seperti kotak seukuran genggaman tangan orang dewasa, dan ujungnya dialiri listrik dengan tegangan yang bisa melumpuhkan si target.]


Bukannya mustahil, tetapi, orang biasa yang tidak memiliki begitu banyak keterampilan, menghadapi seorang Level 5 dengan kemampuan khusus tertentu, itu sama saja dengan bunuh diri.


Tetapi jika ada seseorang yang berhasil menangani perlawanan seorang Level 5 hanya dengan menggunakan keunggulan kekuatan, maka siapakah orangnya?


Siapakah orang yang bisa menggunakan “skill” murni untuk melawan seorang Level 5, sambil senyum-senyum tanpa rasa takut?


"Itu benar," keluh Shokuhou Misaki di perbukitan malam Distrik 21.”Hanya ada satu orang yang bisa melakukan semua ini, sekarang aku mengingatnya. Si Otak Dewan Direksi, yaitu orang yang bisa berdiri sejajar denganku!! Seorang Level 0 yang sama sekali tak membutuhkan satu pun kekuatan khusus untuk melawanku!!”


Hubungan si gadis dengan orang itu mungkin mirip dengan hubungan antara Misaka Mikoto dan Uiharu Kazari*. [Baca Volume SS2. Di sana ada cerita tentang Uiharu yang mengalahkan Misaka dalam suatu pertarungan hacking. Padahal Misaka adalah esper Level 5 yang bisa mengendalikan program komputer dengan kemampuan listriknya.]


Mereka sejatinya adalah kawan dekat, sekaligus musuh.


Dia adalah seseorang dengan masa lalu mirip seperti si gadis, dan dia memiliki keterampilan untuk memutar-balikkan fakta.


Dan namanya adalah ...


"Kumokawa Seria !!"


Berteriak seperti itu mungkin bisa mengubah suasana menjadi lebih dramatis, tapi dia masih berada di perbukitan Distrik 21 dan ia harus berjalan menyusuri jalur tadi untuk mencapai kosnya di Distrik 7.


"Hah….hah….hah…."


Sembari bernapas dengan berat, si gadis terus mencucurkan keringat yang merusak penampilannya sebagai gadis papan atas. Ia terus berjalan menuruni jalan bukit yang berkelok-kelok.


Seakan besi yang terkelupas dan berkarat, si gadis semakin lelah bukan hanya karena jalan berkelok-kelok yang dilaluinya. Keadaan mental juga semakin memperparah keadaannya. Ini karena dia syok setelah melihat perbedaan antara pemandangan yang ada di dalam kenangannya dan pemandangan di dunia nyata.


"Tunggu saja!" teriaknya dengan putus asa.”Aku bersumpah, aku akan menghajarmu dengan tanganku sendiri!!”


Sepertinya, bahkan dalang di balik semua ini tidak akan siap untuk menerima ledakan emosi si gadis yang kenangan manisnya telah dirampas.



Part 2[edit]


Asam laktat*. [Asam laktat adalah zat yang mengakibatkan kelelahan otot. Ketika kalian kelelahan, maka kadar asam laktat di dalam otot-otot kalian sangatlah tinggi.]


Ketika mendengar istilah itu, yang ada di pikiran kita adalah suatu zat yang sehari-hari diproduksi oleh tubuh. Ya, karena kelelahan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, kelelahan yang dialami oleh tubuh Shokuhou Misaki saat ini lebih dari sekedar disebabkan oleh efek asam laktat.


Dia sama sekali lupa bahwa transportasi umum Academy City berhenti berjalan setelah jam malam tiba. Dia begitu bingung saat melihat gerai pada pintu masuk stasiun kereta bawah tanah sudah pada tertutup.


Sembari berjalan dengan susah payah melintasi tiap distrik dengan berjalan kaki, ia menarik ponselnya dari saku roknya.


Dia bukanlah ahli mengoperasikan perangkat elektronik seperti itu, tapi dia melakukan login ke SNS sederhana yang pernah join dengannya.


Dan dia memposting suatu pertanyaan singkat.


"// Queen Bee*: Apakah kau familiar dengan danau buatan di bukit Distrik 21?" [Queen Bee (diterjemahkan Ratu Lebah) adalah nama akunnya di internet. Nama Shokuhou bisa diartikan sebagai “Lebah”, baca NT Vol 8.]


Bahkan tidak sampai satu menit, ratusan reply sudah di dapatkannya. Cukup banyak, tapi menurutnya, itu masihlah jumlah yang mengecewakan.


Dia adalah Ratu geng terbesar di SMP Tokiwadai dan dia juga memiliki banyak koneksi di luar sekolah.


Ini disebabkan karena begitu banyak orang masih setia mengikutinya di account SNS tersebut. Walaupun Shokuhou hanya membuat account itu karena terpaksa join, dan dia sudah lama tidak membuka account tersebut.


"// Shigu-nyan: Aku minta maaf aku tidak bisa memenuhi harapan kau, dan aku tak tahu."


"// Matsu: Apakah maksudmu adalah fasilitas percobaan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang disebut Ground Geo? Aku browsing di internet dan mendapatkan situs resminya. "


"// Cat Claw: Apakah ini pertanyaan dari PRmu? Aku bisa mencarinya jika kau mau.”


"// Bunny 44: Hah!? Ratu, apakah kau sudah memutuskan untuk menjadi seorang gadis pemandu tour pabrik!?”


"// Eternal Beginner’s Luck: Jika memang benar demikian, area pabrik di Distrik 17 adalah tempat lebih tradisional yang bisa kau pilih.”


Dll, dll


(Tidak banyak yang tau, ya?)


Dia menghela napas dan berpaling dari ponselnya.


Dia memang tak pernah berbagi cerita tentang tempat itu pada semua orang, dan tampaknya itu kini menjadi bumerang baginya. Mereka semua mengatakan bahwa mereka tidak tahu atau hanya pernah dengar dari internet. Dan juga, semua informasi yang mereka temukan tidak cocok dengan memorinya. Ini membuatnya semakin terpojok, dan saat ini, dia berusaha seorang diri.


Dia memikirkan kembali rencananya dan mengajukan pertanyaan yang berbeda. Kali ini, ia melampirkan foto yang diambilnya dengan menggunakan kamera ponsel.


Foto itu adalah peluit darurat murahan yang dicat perak.


"// Queen Bee: Apakah kau tahu perusahaan apakah yang membuat benda ini?"


Sekali lagi, kolom komentar terisi penuh hanya dalam waktu singkat.


Mendadak, statusnya menjadi sibuk layaknya sarang lebah.


"// June Bride: Aku hanya browsing dan menurutnya itu dibuat oleh PM General Security, yaitu suatu perusahaan yang membuat pentungan polisi dan senjata bius.”


"// Blatant Lie: Sepertinya tidak dijual di toko-toko. Mereka bekerja sama dengan Anti-Skill untuk mendistribusikan benda seperti itu di sekolah atau fasilitas umum.”


"// Chiffon: Rupanya ada banyak variasi yang berbeda. Dari segi warna, ada dua puluh tiga jenis. Yang perak didistribusikan di Distrik 7 dan beberapa kolektor mencoba untuk mendapatkan satu set lengkap.”


"// Red Riding Hood: Tapi, menempatkan benda dengan cat seperti itu di mulut, sepertinya tidak baik bagi kesehatanmu.”


"// Bamboo Leaf Panda: Ratu, ruang fakultas di sekolah kita memiliki beberapa kotak berisi benda seperti itu dengan tulisan "Silahkan mengambil satu'."


Dll, dll


(Di sini juga, tidak ada petunjuk yang berguna.)


Mendengar fakta bahwa benda berwarna perak itu didistribusikan di sekolah-sekolah pada Distrik 7 terdengar seperti suatu informasi yang penting, namun Tokiwadai dan juga sekolah pria itu berada di distrik yang sama. Dalam kasus terburuk, mungkin saja ada pihak yang dengan sengaja mengatur agar gadis ini berpikiran bahwa pria itu memberinya peluit tersebut, padahal bisa saja gadis ini mendapatkan benda seperti itu dari sekolahnya sendiri.


Tak satu pun dari informasi ini bisa membuat dia bersantai.


Dia melakukan log out dan menempatkan ponsel kembali ke saku roknya.


Dia merasa seolah-olah semua kelelahannya ini adalah percuma.


Pada saat dia berhasil kembali ke kostnya di Distrik 7, ia merasa benar-benar kelelahan, baik secara fisik maupun mental.


Dia duduk di bangku taman dan terengah-engah sambil memijat pahanya dengan kedua tangan. Seorang gadis SMP dengan tubuh yang begitu bagus melakukan hal seperti itu, mungkin tampak sedikit tidak pantas, tapi apa boleh buat, dia harus mengurangi asam laktat yang menumpuk di kakinya sedikit demi sedikit.


Kurangnya olahraga mungkin menjadi penyebabnya karena paha dan betisnya berkedut secara tidak wajar.


"A-aku akan mati. Aku akan mati bahkan sebelum semua konspirasi melakukan sesuatu padaku.”


Setelah menghabiskan dua puluh atau tiga puluh menit, dia akhirnya bisa melemaskan tonjolan otot yang kaku di kakinya dan dia berdiri dengan gemetaran dari bangku itu.


"Uuh ... Sekarang…..."


(Kumokawa Seria akan bergerak dari satu kubu ke kubu lainnya atas dasar keselamatan, tetapi apakah dia masih berada di tempat terakhir itu?)


Sejauh yang Shokuhou tahu, Kumokawa Seria adalah satu-satunya orang yang bisa mengalahkan Mental Out dan memanipulasi pikirannya, tanpa menggunakan suatu kekuatan esper pun.


(Apakah dia adalah orang di balik semua ini, apakah dia bekerja untuk orang lain, atau apakah seseorang mempelajari atau mencuri tekniknya? Apa pun itu, sepertinya aku perlu berbicara dengan dia.)


Dia meninggalkan bangku itu dan menuju pintu keluar taman, tapi dia berpapasan dengan mesin penjual minuman otomatis yang gemerlapan dalam perjalanannya.


Dia mengenal beberapa botol soda yang ada di dalamnya.


Dulu, pria berambut runcing selalu ingin meminum botol soda seperti itu, tapi si gadis selalu menghentikannya. Dia seharusnya tersenyum ketika mengingat masa-masa itu, tapi kali ini tidak.


Dia tidak bisa mengandalkan suatu memori yang belum pasti apakah itu nyata ataukah tidak.


Setelah memutuskan itu, dia meninggalkan mesin penjual otomatis.



Part 3[edit]


Bukannya masuk ke asrama pelajar di Distrik 7, Shokuhou berjalan ke suatu apartemen kompleks untuk fakultas sekolah. Kumokawa Seria sering menggunakan metode itu ketika memilih tempat persembunyian. Namun, suara yang sedikit tak terduga mencapai nya dari samping.


"Ratu."


Suara itu milik gadis cantik berambut ikal dari geng Shokuhou. Dia adalah salah satu siswi elit dari Tokiwadai.


Shokuhou mengerutkan kening.


"Aku tidak yakin sudah memberimu perintah."


"Tidak perlu. Kami memiliki jaringan informasi independen sendiri. Dan tentu saja kami akan berpikir ada sesuatu yang salah ketika kau tiba-tiba mengajukan pertanyaan samar pada account yang tidak pernah lagi kau sentuh sejak lebih dari tiga bulan yang lalu. Sekitar sepuluh relawan lainnya menunggu perintah. Kau tidak perlu menjelaskan detailnya dan kami bisa pergi tanpa mengetahui inti masalahnya. ... Bisakah kau memberitahu kami apa yang harus kami lakukan?”


"..."


Dia tidak menentang menerima”perintah".


Shokuhou terkejut karena cukup sering menemukan orang yang begitu terpuji seperti si gadis itu.


Untuk sesaat, dia memikirkan pria yang sekarang hanya ada di memorinya. Apakah memori-memori tersebut nyata ataukah tidak? Dia masih tidak tahu, tapi dia tersenyum kecil.


"Aku akan melakukannya jika aku membutuhkanmu, tapi sekarang bukan waktu yang baik. Semakin banyak orang bersamaku, maka semakin besar bahayanya.”


"Aku mengerti. Kapan kau membutuhkan kami? Setidaknya, bolehkan kami membuat alibi untukmu karena telah meninggalkan asrama, Ratu?”


"Silahkan. Mohon lakukan!”


Setelah permohonan jujur tersebut, Shokuhou mengambil satu langkah menjauh dari gadis itu.


Si gadis berambut ikal mengkerutkan keningnya dengan penuh pengertian.


"Ratu?"


"Ini adalah permintaan dan bukan perintah," kata Shokuhou Misaki dengan senyum lembut.”Tinggalkan aku sendiri untuk saat ini. Orang yang akan aku temui adalah orang yang sama berbahayanya denganku. Semakin banyak orang bersamaku, maka akan semakin bahaya. Karena dia akan semakin leluasa menggunakan kemampuan manipulasi kepribadian miliknya”


"Dimengerti."


Gadis geng ini tidak begitu kasar memprotes.


"Berhati-hatilah."


"Terima kasih ☆"


Shokuhou memasuki gedung apartemen fakultas sendirian. Dia berhasil melewati pintu yang terkunci dengan mengendalikan manajer asrama untuk memberikannya kunci utama.


Dia mencapai lantai tujuannya dengan menggunakan lift, berhenti di depan pintu ruangan Kumokawa, dan siap untuk memasukkan kunci utama di lubang pintu. Tapi di saat itulah dia terhenti. Dia melepas sarung tangannya, menelusuri permukaan pintu dengan menggunakan ujung jarinya, dan menekankan perekam digital terhadap pelipisnya sendiri.


"Kategori 044 / Ekstrak memori penting selama dua puluh empat jam yang lalu pada banda yang kusentuh dengan tangan kananku.”


"Aku benar."


Dia melepaskan tangannya dari pintu dan membuka pintu ruangan di sebelahnya.


Dia berputar-putar di sekitar balkon, memanjat pembatas sederhana yang bisa hancur dengan satu kali tendang jika terjadi kebakaran, dan masuk ke kamar Kumokawa melalui jendela balkon.


Dia memandang ke arah pintu masuk dari ruang tamu kosong dan melihat hal yang sama dengan informasi yang barusan dia peroleh tadi.


Beberapa sensor melekat pada bagian dalam pintu. Itu mungkin saja adalah sensor untuk mengaktifkan alarm sederhana atau bahkan sensor yang lebih ekstrim, yaitu sensor yang bisa meledakkan seisi ruangan jika diaktifkan, tapi bagaimanapun juga, dia tidak akan menyentuh benda-benda beresiko seperti itu.


(Sekarang, tidak ada tanda-tanda keberadaannya bahkan setelah aku menerobos masuk dengan cara seperti ini, jadi dia benar-benar tidak sedang berada di rumah? Atau dia bersembunyi di lemari dan berharap untuk membuat serangan mendadak?)


Saat itulah ponselnya bergetar.


Dia menjawab panggilan itu dan mendengar suara yang familiar.


"Ayolah, bukankah kunjungan ini sedikit mendadak? Apakah semua gadis Tokiwadai bersifat seperti ini?”


"Aku lebih suka jika kau tidak membanding-bandingkan kami, tapi, apakah aku boleh berasumsi bahwa kau memiliki suatu rasa bersalah karena kau repot-repot menggunakan kemampuan melarikan dirimu yang cepat itu?”


"Aku tidak mengerti mengapa orang-orang masih saja ingin berada di dekatmu, padahal kau dapat menggunakan remote-remotemu itu kapan saja.”


"Lalu bagaimana kau bisa memprediksi aku akan datang?"


"Karena aku sudah menyebarkan kamera di seluruh wilayah untuk membuat jaringan keamanan pribadi. Kau memanglah kuat dalam perihal mengendalikan pikiran manusia, tetapi lemah terhadap penggunaan mesin. Meskipun berada dalam posisi seperti itu, kau masihlah seorang gadis SMP bodoh yang tak akan ragu meminta tolong ketika hendak menancapkan kabel video yang berwarna-warni.”


Kemudian hal lain terjadi, dan itu terjadi secara diam-diam.


Suatu titik merah kecil dari ujung jari kecilnya mencapai pusat dadanya.


(Sebuah laser pointer*!? Tapi aku tidak menemukan informasi apapun tentang ini.) [Yaitu suatu laser yang digunakan untuk membidik sesuatu seperti yang sering digunakan para sniper.]


"Oh, ayolah. kau tidak benar-benar bergantung sepenuhnya pada kemampuan pembacaan pikiran itu, kan? Jika aku berlarian di sekitar dan menyentuh semua benda dengan acak, maka aku bisa dengan mudah menipu kemampuan supermu itu.” ya, tentu saja. Shokuhou bisa membaca memori yang bahkan tersimpan dalam benda mati. Tapi itu berarti, dia membaca semua memori tersebut secara keseluruhan tanpa bisa membedakan memori mana yang palsu dan memori mana yang asli.


Gadis itu terdengar mengejek sekaligus terkejut.


Gengnya yang terdiri dari gadis-gadis esper berlevel tinggi dari Tokiwadai sudah menunggu di luar, tetapi mereka tidak akan berhasil datang tepat waktu bahkan jika Shokuhou menghubungi mereka sekarang. Tarikan jari pada pelatuk sniper akan lebih cepat.


Dia secara refleks melihat ke luar jendela.


"Aku cukup yakin bahwa kau tidak memiliki kemampuan sniper. Apakah kau memiliki hewan peliharaan baru?”


"Seorang pembunuh bodoh yang mengenakan kacamata hitam memiliki beberapa kecurigaan yang tak beralasan terhadapku, sama seperti kau sekarang. Seekor binatang buas yang seharusnya sudah kulenyapkan ternyata masih berkeliaran di sekitar, jadi aku menggunakan dia, dan sebagai gantinya, aku menjanjikan suatu kehidupan sekolah yang damai. Oh, dan asal kau tahu, pria ini sungguh merepotkan.”


Suara Kumokawa Seria sama sekali tak terdengar gembira, dan dia terus berkata-kata.


"Ngomong-ngomong, sensor di pintu masuk itu bisa mengaktifkan bom deterjen yang akan menyebarkan gas klorin, dan pemanas air dimodifikasi untuk mengisi tempat dengan karbon monoksida jika kau terlalu sering menyentuhnya. Aku cukup yakin Academy City # 5 tidak akan bisa melucuti semua itu sekaligus.”


Jika dia ingin membunuh Shokuhou, dia bisa melakukannya setiap saat.


Tapi nyatanya, Kumokawa dari tadi hanya memberikannya peringatan dan belum juga melaksanakan eksekusinya.


"Apakah ini artinya kau masih bersedia untuk bernegosiasi denganku?"


"Aku bisa mengatakan hal yang sama padamu. Kau selalu saja memanfaatkan banyak orang tanpa perduli apakah mereka terluka ataukah tidak, dan jika kau terus melakukan itu, aku tidak akan lolos tanpa cedera.”


Ketenangan Kumokawa tidak pernah goyah.


"Sekarang, bagaimana kalau kita sudahi ini semua, lantas bernegosiasi? Apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan? Terang-terangan saja, aku sedikit terganggu karena kau memasuki tempatku tanpa melepas sepatu. Apa pun jawabanmu, mungkin aku harus beli sofa baru.”


"Musim panas tahun lalu," Shokuhou Misaki memulainya.”Semuanya hanya antara aku dan dia, tapi ternyata kau sedikit ikut bermain-main dan masuk ke sela-sela hubungan kami. Aku ingin mendengar semua tentang itu sekali lagi.”


"..."


Kumokawa Seria terdiam sebentar.


Shokuhou membenci fakta bahwa mereka berdua sangatlah mirip. Terutama soal anak laki-laki itu, mereka berdua akan cepat naik darah ketika masa lalu yang berhubungan dengan pria itu terusik.


Akhirnya, gadis itu memberikan tanggapannya.


Dan tanggapannya datang dalam bentuk sosok baru yang berdiri tepat di belakang Shokuhou.


"!?"


Merasakan kehadiran seseorang di belakangnya, ia dengan panik berpindah.


Kumokawa Seria mengakhiri panggilan telponnya, menghapus senyum di bibirnya, dan berbicara.


"Kalau begitu, mari kita lakukan ini secara pribadi. Ini bukanlah suatu topik yang santai.”


"T-Tidakkah kau bilang bahwa kau begitu benci berada di dekatku?"


"Ya, tapi aku tidak punya pilihan. Sama sekali tidak, itu karena kau telah menyebutkan nama pria itu.” Nada bicara Kumokawa terdengar benar-benar kesal.”Ngomong-ngomong, aku sudah memberikan perintah untuk menembak dengan segera jika aku mulai bertindak aneh. Dan pria ini tampaknya tidak menyukai aku, jadi, jarinya pasti sudah gatal ingin menarik pelatuk senjata sniper laras panjangnya. Oleh karena itu, jika kau punya pikiran untuk membuatku jadi sandera, itu adalah ide buruk karena dia sama sekali tidak melihatku sebagai orang yang berharga untuk diselamatkan.”


"Itu tidak masalah. Aku tak akan melakukan apa pun sampai kau berbicara sesuatu.”


Kumokawa menunjuk ke arah sofa dan Shokuhou menjatuhkan dirinya ke sofa tersebut dengan memantul-mantul.


Dan si gadis pemilik ruangan itu duduk di ujung.


"Sekarang, apa yang ingin kau dengar tentang pria itu?"


"Semuanya. Memang cukup memalukan, aku kini tengah ragu-ragu dan tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah memoriku masih akurat. Tapi jika aku memiliki beberapa bukti dari orang lain yang berinteraksi dengan dia pada masa lampau, mungkin itu akan membantuku untuk membuat penilaian tentang masa lalu.”


"Aku mengerti. Jadi itulah mengapa kau mencurigaiku.” Kumokawa menyilangkan kakinya dengan kesal.”Tapi pertanyaan itu tidak ada artinya. Kami memang pernah menghabiskan waktu dengan pria itu di masa lalu, tapi kami hanya menganggap dia sebagai kenalan biasa. Kami tidak pernah mencampuri urusan pribadi masing-masing.”


"..."


"Kau tidak tahu apa-apa tentang kejadian yang kualami dan aku tidak tahu apa-apa tentangmu, sehingga sebenarnya, kita tidak benar-benar membandingkan sesuatu di sini.”


Shokuhou mendecakkan lidahnya dan menarik peluit perak pada pita di dadanya.


"Apakah kau mengenali ini?"


"Mereka membagikan benda itu di mana-mana pada Distrik 7. Dan bukan hanya di sekolah. Kau dapat menemukan benda seperti itu di perpustakaan, rumah sakit, dan jenis fasilitas umum lainnya. Mereka membagikannya setiap tahun selama pelatihan bencana, sehingga jumlahnya begitu banyak dan terletak di mana pun. Benda itu tidak berbeda dengan kotak tisu yang bisa dimiliki oleh siapa saja, dan ironisnya, benda itu tidak benar-benar berguna dulu.”


Ini adalah bukti bahwa peluit tersebut tidak memenuhi syarat sebagai bukti material.


Siapa pun bisa memiliki benda ini jika mereka ingin.


"Itu berarti satu-satunya orang yang bisa kuandalkan adalah pria itu sendiri. Tapi ...”


"Ya, itu juga tak ada gunanya. Kau pasti tahu benar apa yang sudah terjadi pada memori pria itu.”


Kamijou Touma telah kehilangan ingatannya.


Si gadis tidak bisa mengandalkan Kamijou atau Kumokawa yang telah berbagi masa lalu dan si gadis juga tidak bisa mempercayai memorinya sendiri, jadi dia mulai berpikir bahwa tidak ada cara untuk membuktikan masa lalu yang telah ada.


"Bagaimana kalau mencoba ini dari sudut pandang yang berbeda?" tanya Kumokawa.”Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu, tetapi ini adalah suatu hal yang lebih cocok dikerjakan oleh Academy City #5, bahkan kau tidak akan menyadarinya dalam kurun waktu yang cukup lama. Tapi cara ini akan memerlukan teknologi tingkat tinggi.”


"Aku pikir kau adalah orang di balik itu."


"Apa yang akan kuperoleh dengan mengutak-atik kepalamu?"


"Kau pasti akan merebut pria itu," jawab Shokuhou dengan segera.”Tentu saja, itu akan masuk akal jika aku masih berhubungan dengan dia.”


Kumokawa terdiam.


Namun, Kumokawa tidak gemetaran karena marah akibat tuduhan palsu itu.


"Kau benar. Aku bisa melakukan itu. Sial. Mengapa aku tidak pernah memikirkan itu !?”


"Tunggu."


"Tapi, tentang hal ini." Kumokawa menempatkan kepala di tangannya.”Agar berhasil, kau memerlukan suatu teknologi yang cukup canggih, sehingga apa pun alasanmu, itu haruslah suatu hal yang layak untuk didapatkan. Apakah kau tahu, memori apa yang dipalsukan oleh mereka? Dan mereka ingin mengarahkanmu untuk melakukan apa? Jika demikian, siapa yang diuntungkan dari semua konspirasi ini? Jika kita tahu itu, kita bisa mempersempit ruang gerak pihak yang berada di balik semua ini.”


"Siapa yang diuntungkan, katamu?"


Memori tentang Kamijou Touma adalah sesuatu yang selalu memanjakannya dan memberikannya dukungan.


Apakah ada seseorang yang telah mengatur ini semua?


Pria itu sama sekali tidak memiliki teknologi yang berharga, sehingga apakah ada pihak ketiga yang mencoba untuk mengendalikan keduanya seperti dalam Proyek Agitate Halation*? [Baca NT Vol 7.]


"Satu-satunya petunjuk lain yang bisa kupikirkan adalah penggunaan teknologi aktual. Apakah itu kekuatan esper, teknik, perangkat, atau apa pun itu, cara ini pastilah suatu metode yang sudah dirancang dengan begitu khusus untuk menipumu. Jika ada suatu jejak yang tersisa, aku mungkin bisa menemukan dari mana asalnya.”


Shokuhou mengibas-ngibaskan satu tangannya.


"Tidak mungkin kekuatan esper. Tidak ada kekuatan esper pengendali pikiran yang bisa mengalahkan Mental Out.”


"Kau mungkin benar tentang hal itu. Dan aku sudah menunjukkan titik lemah terbesarmu ... atau lebih tepatnya titik butamu. Apakah kau ingat apa itu?”


"Apa?"


Shokuhou tampak bingung, tapi Kumokawa melanjutkannya.


"Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, kau kuat dalam hal pengendalian pikiran manusia tapi sangat-amat lemah terhadap mesin. Apa yang akan terjadi jika seseorang menggunakan mesin yang bisa memanipulasi pikiran manusia?”


"..."


Dia telah lengah.


Shokuhou tak lagi bisa berkata-kata dan Kumokawa hanya menghela napas panjang dengan jengkel.


"Beberapa esper dengan spesifikasi dasar yang tinggi bisa melakukan apa saja dengan kekuatannya, sehingga mereka biasanya lalai untuk memeriksa celah kecil pada kekuatan mereka. Itulah tipikal esper yang selalu bisa dikalahkan oleh pria itu.”


Setelah mengatakan itu, Kumokawa berdiri dari sofa.


Entah kenapa, ia mendesak Shokuhou untuk berdiri juga.


"Baiklah. Aku akan membantu, jadi ikutlah denganku.”


"Bantuan apa?"


"Seperti yang aku katakan tadi, kita mungkin bisa menemukan jejak pada perangkat yang kau gunakan. Mungkin ada sesuatu yang tertanam di dalam dirimu atau sesuatu yang disuntikkan ke dalam kulitmu. Ayo, kau dapat menggunakan kamar mandiku, jadi sudah waktunya untuk pemeriksaan secara menyeluruh.”


"Tunggu! Kamar mandi!? Tunggu tunggu! Aku bisa melakukan ini sendirian!! Aku bilang tunggu!!”


"Mereka sudah mengacaukan kepalamu, jadi mungkin mereka memiliki sistem keamanan yang membuat kau melewatkan beberapa keanehan dalam dirimu sendiri. Jujur, bukannya aku ingin melihatmu telanjang.”


Titik merah di tengah dada Shokuhou telah lenyap.


Pada saat yang sama, Kumokawa Seria dengan kuat menyeretnya menuju ruang ganti.


Mereka menutup pintu dari dalam.


"Hanya untuk memastikan, apakah kau lebih suka melepas pakaianmu sendiri atau apakah aku harus melakukannya?"


"Oh, ya ampun! Aku bisa melakukannya sendiri, jadi, lihatlah ke arah yang lain!!”


Wajah Shokuhou dan seluruh tubuhnya berubah jadi merah sembari dia membentak senpainya itu, tapi Kumokawa tidak menurutinya.


Setengah putus asa, Shokuhou melepas blazer-nya. Dia hampir berhenti ketika tangannya mencapai kemeja putih, tapi mengejar misteri tentang memorinya adalah sesuatu yang lebih diutamakan sekarang. Dengan mengingat fakta itu, ia dengan cepat melepas semua bajunya.


Sekarang dia hanya mengenakan bra berwarna putih (dengan pola renda bermotif jaring laba-laba yang renggang-renggang) dan rok yang dilipat, lantas ia mengajukan pertanyaan sederhana.


"R-roknya juga?"


"Aku tadi bilang bahwa ini akan menjadi suatu pemeriksaan secara menyeluruh, bukan? Jujur saja, kalau aku jadi kau, aku sudah merasa risih ketika ada seseorang yang tidak kukenal menanamkan sesuatu di dalam tubuhku, dan bahkan aku tidak menyadarinya. Beberapa jejak mungkin saja masih tertinggal”


Dia menurunkan ritsleting samping dan roknya pun jatuh ke lantai.


Dia akhirnya hanya mengenakan celana dalamnya, sarung tangan panjang, dan kaus kaki stocking sampai lutut.


"Um, pakaian dalam juga?"


"Oke, oke. Cukup sampai situ saja. Tapi jika aku masih belum bisa menemukan apa-apa, kau tak punya pilihan selain melepas itu juga.”


Entah kenapa, Kumokawa bertindak sok jago dan itu sangat menyebalkan.


Hanya mengenakan dalaman, Shokuhou menarik rambutnya dengan satu tangan dan menatap ke kejauhan.


"Hufff. Jika mereka memanfaatkan tubuhku yang begitu mempesona ini, kurasa mereka tak salah.”


"Kedengarannya otakmu sudah busuk. Pikirkan apa yang kau inginkan, dan tetap berpose seperti itu, sehingga aku dapat memeriksa bagian punggung.”


"Baik."


"Omong-omong, apakah kau benar-benar siswi SMP?"


"Tidak bisakah kau melakukan pengecekan ini secara digital!? Aku bisa merasakan segala macam hawa panas yang terkumpul di dalam tubuhku!!”

NT Index v11 114.jpg

Bahkan saat ia berteriak untuk protes, Shokuhou entah kenapa berhasil melaksanakan tugasnya dengan luwes, layaknya seorang model majalah dewasa.


Secara khusus, ia melihat ke bagian bawah tubuhnya dan menyentuh bagian tubuhnya dengan menggunakan telapak tangan. Dia menelusuri bagian tubuhnya kalau-kalau ada sesuatu yang terasa aneh.


(Tidak ada apa-apa.)


"Hm. Kulitmu jauh lebih bersinar daripada yang kuduga.”


"Ah? Tunggu!”


"Benda apa yang kau gunakan? Ini bukan minyak. Apakah ini sejenis lumpur?”


"Tung- ...! Jangan meraba bagian punggungku dengan jarimu seperti itu!!”


Dia berteriak marah dan mencoba untuk berbalik, tapi Kumokawa dengan erat meraih lehernya, mengabaikan # 5 yang terkejut, dan berbicara.


"Ini dia."


"A-Ada apa?"


"Sesuatu yang melekat pada bagian belakang lehermu. ... Tidak, apakah benda ini sudah dari dulu menempel di lehermu? Jangan bergerak.”


Setelahnya, Kumokawa meraih sesuatu, atau setidaknya terasa seperti itu.


Apakah ada sesuatu yang menempel pada dirinya?


Setelah mendengar itu, Shokuhou membayangkan suatu kait kecil seperti kaki serangga atau pin IC* yang ditanamkan pada kilitnya. [IC = Integrated Circuit]


Namun, Kumokawa cukup lama menarik benda itu, itu artinya benda tersebut cukup panjang. Rasanya geli dan itu sempat membuat bulu kuduknya berdiri.


Itu lama. Sangat lama.


Rasanya seperti ada sehelai rambut yang telah dibenamkan ke belakang lehernya.


"Dapat."


Setelah mendengar konfirmasi dari Kumokawa, lantas Shokuhou berbalik.


Dia memegang suatu objek di antara ibu jari dan telunjuknya.


Bagian utama benda itu terbuat dari plastik dan panjangnya hanya beberapa milimeter.


Tapi sesuatu yang lain ada di bawahnya.


Suatu serat yang lebih tipis dari rambut dan dia memperkirakan panjangnya lebih dari 20 cm. Apakah benda itu diperpanjang ke atas atau ke bawah bagian belakang lehernya? Apa pun itu, benda tersebut membuatnya merinding.


"Kenakan pakaianmu. Dasar cabul.”


Kumokawa memberikan komentar itu dengan acuh tak acuh sembari ia melirik objek aneh yang terselip di antara jari-jarinya tersebut dan dia mulai meninggalkan ruang ganti.


"T-tunggu! Itu adalah petunjuk penting untuk memecahkan misteri memoriku!!”


"Sabarlah nona, aku Si Otak Dewan Direksi, akan menganalisis benda ini dengan segenap kemampuanku. Lagipula, apa kau bisa meneliti benda yang kelihatannya berteknologi tinggi ini? Apa kau mau browsing di internet untuk mencari informasi tentang benda sekelas ini? Menurutmu, posting di situs bersangkutan akan mendapatkan jawabannya dengan segera?”


Setelah mengatakan itu, Kumokawa Seria benar-benar meninggalkannya sendirian.


Shokuhou ingin mengejar dia sekarang juga, tapi dia tidak bisa melakukannya dalam kondisi telanjang. Dia buru-buru mengenakan seragamnya dan langsung saja membuka pintu untuk keluar dari ruangan tersebut.


Kumokawa sudah menghubungkan perangkat genggamnya ke komputer di ruang tamu dan menyelesaikan semacam proses otentikasi untuk mengakses database yang tidak sembarangan orang bisa masuki.


"Kau kelihatannya cukup percaya diri, tetapi dapatkah kau benar-benar mengetahui benda apakah ini?"


"Setiap saat, orang menggunakan peralatan modifikasi ilegal. Bagaimanapun juga, membunuh seseorang dengan senjata yang terdaftar hanya akan membuat para anggota Anti-Skill mendobrak pintu rumahmu dengan segera. Tapi selalu ada teknologi yang tidak mereka ketahui sehingga fakta itu bisa dielakkan. Jika aku mengecek penelitian yang sesuai dengan bahan, penampilan, dan fungsi, aku pastinya akan menemukan sesuatu.”


Dia tampaknya bangga dengan dirinya sendiri, tetapi jari-jarinya tidak mengetik keyboard dengan lihainya seperti seorang hacker dalam suatu film. Dia rupanya menggunakan beberapa jenis program sebagai agen. Shokuhou merenung, Academy City adalah kumpulan lembaga penelitian yang tak terhitung jumlahnya, sehingga terdapat sejumlah besar hak paten dan makalah akademis. Meskipun jumlah dokumen-dokumen itu luar biasa banyak dan terus menumpuk setiap tahunnya, pasti ada suatu sistem khusus untuk mencari dan menemukan dokumen tertentu dengan cepat.


"Ini dia."


Bahkan dengan pemindaian Paper* otomatis, terdapat lebih dari tiga puluh item di sana. [Paper di sini artinya bukan kertas. Paper di sini artinya adalah semacam essay atau makalah ilmiah.]


Kumokawa membuang yang tidak cocok dan menampilkan pilihan terakhir yang dirasanya sesuai.


"Mungkin ini dia. Ini disebut Strobila. Nama tersebut tampaknya berasal dari salah satu tahapan dalam siklus hidup ubur-ubur. Ini tentang teori penelitian dasar pada pengendalian mental berakurasi tinggi tanpa mengganggu otak yang sangat erat kaitannya dengan pengembangan kekuatan esper.”


"Oh, jadi begitu."


"Pikiran manusia tidak hanya terdiri dari aktivitas otak. Selain dipengaruhi oleh bahan kimia, pikiranmu juga dipengaruhi oleh berbagai hormon yang disekresikan* oleh organ lain. Dalam kasus Strobila, itu merangsang hati untuk mengubah keseimbangan hormon sekresi sehingga dapat memanipulasi pikiranmu tanpa pernah menjamah otak. Kalau begitu, serat ini pasti telah menjalar ke seluruh bagian kelenjar hatimu.” [Sekresi adalah kegiatan kelenjar tubuh dalam memproduksi bahan kimia seperti hormon, enzim, atau substansi-substansi kimiawi lainnya.]


Bagian akhir dari Paper tersebut menyarankan bahwa itu dapat digunakan sebagai metode penahan baru pagi para esper yang lepas kendali atau metode efisien untuk mengendalikan esper dalam masa-masa remaja yang sering memberontak, tetapi sepertinya fungsi-fungsi tersebut sudah disangkal saat ini. Para peneliti umumnya tidak ingin repot-repot berkompromi dengan masyarakat kecuali jika mereka mendapatkan pendanaan.


"Lihat? Bukan aku kan penyebabnya?” kata Kumokawa.


"Salamu sendiri, kau sering kali menyelinap untuk memata-mataiku. Bahkan pria itu menyebutmu wanita tua yang misterius dan menyeramkan, yang memakai terlalu banyak make up dan memiliki benjolan lemak yang menjijikkan.”


"Apa!? D-d-dia mengatakan itu? Kau hanya menipuku, kan!? Dan juga, saat ini, aku tidak punya alasan untuk mempercayai memorimu yang sedang cacat itu!!”


Ternyata semudah itu membuat Si Jenius Kumokawa Seria menangis.


Dia akhirnya pulih dari syok dan kembali menjelaskan spesifikasi dari perangkat aneh tersebut.


"J-jika kau menginvestigasi orang-orang yang terhubung ke lembaga penelitian pengembang Strobila atau siapa pun yang bisa mencuri data, kau pasti bisa mendapatkan pelaku di balik semua konspirasi ini.”


"Mungkin. Aku benar-benar berterima kasih untuk ini,” kata Shokuhou.


Namun, nada suaranya Shokuhou sama sekali tidak mengandung kemarahan karena sudah dipergunakan sebagai alat.


"Tapi kapan benda ini melekat kepadaku?"


"Yaahh, aku tidak suka mengatakan hal semacam ini, tapi ..."


"Lanjutkan saja."


"Karena kau memiliki Strobila atau perangkat yang bisa memalsukan suatu ingatan, maka akan lebih baik jika kau tidak terlalu mempercayai memorimu sendiri.”


"Aku mengerti."


Shokuhou mundur sedikit dan menempatkan tangan ke kepalanya.


Mengapa ia ingin mencari kebenaran? Dia tidak harus memburu pelaku menyeramkan yang sudah mengatur semua konspirasi ini, kemudian menghukumnya. Tapi dia harus mengetahui apakah memorinya tentang pria itu akurat dan apakah kehangatan yang selama ini dirasakan dalam dadanya adalah suatu kenyataan.


Tapi jalan itu telah dipotong.


Semua memori di dalam hatinya adalah kebohongan.


Masa lalunya dengan Kamijou Touma tidak pernah ada.


Mungkin saja dia bisa menemukan pelaku di balik ini semua, mengungkapkan konspirasi mereka, menghancurkan seluruh rencana mereka, dan membuat mereka merasakan siksaan sekejam neraka.


Tapi, apa yang akan didapatkan si gadis setelah melakukan itu semua?


Apakah perasaannya begitu sepele sehingga dengan mudahnya bisa dihapus dan digantikan?


"Apa yang akan kamu lakukan? Sekarang kita telah melepas Strobila, sehingga si pelaku pasti sudah menyadari bahwa kau telah mengetahui eksistensinya. Mereka mungkin akan mentargetkan kau lagi, tapi untuk saat ini, kau telah lolos dari ancaman terbesar. Apakah kau akan melanjutkan atau tidak? Itu terserah padamu.”


"Kau benar."


Suara Shokuhou Misaki terdengar lelah dan layu saat ia menjawabnya.


"Aku akan memutuskan apa yang harus kulakukan setelah ini."



Part 4[edit]


Pada saat Shokuhou Misaki meninggalkan apartemen fakultas tempat Kumokawa Seria tinggal, malam sudah semakin larut


"Huffff."


Dia tak bisa berhenti mendesah untuk sementara waktu.


"Ratu."


Seorang anggota gengnya diam-diam muncul dan berbicara padanya.


Itu adalah gadis berambut ikal dirol yang tadi berbicara dengannya. Shokuhou hanya meminta bantuan ketika waktu dibutuhkan, tapi ia tampaknya telah menunggu sejak tadi.


"Kau tidak tampak begitu bahagia. Apakah ada masalah?”


"Tidak, aku baik-baik saja."


"Jika kau tengah dirundung beberapa masalah, kau hanya perlu memberitahu kami tentang apa yang harus kami lakukan."


"Ya, tapi sayangnya, bekerja sendiri adalah yang terbaik untuk saat ini. Jika aku benar-benar membutuhkanmu, aku tidak akan ragu-ragu untuk memberikan perintah.”


Setelah mengatakannya, Shokuhou menghilang ke jalan-jalan gelap.


Memori yang telah mendukung dirinya tidak lebih dari buatan seseorang untuk memanfaatkannya. Terus mengejar kebenaran hanya akan meningkatkan risiko bahaya dan dia tidak akan menemukan apa yang dia inginkan di sana. Harapannya akan benar-benar sudah dikesampingkan.


Dia telah meninggalkan Strobila pada Kumokawa Seria.


Itu sudah cukup untuk mengatakan pada gadis itu bahwa Shokuhou telah benar-benar lelah.


(Ampun deh. Apa yang harus aku lakukan sekarang?)


Pertanyaan itu tidak hanya ditujukan pada situasinya sekarang.


Pada skala yang lebih besar, ke mana arah yang dituju si gadis sekarang? Apakah ia terus menyimpan memori tentang Kamijou Touma yang tidak nyata tersebut, atau ...


(Atau?)


Tas yang tergantung pada bahunya dengan rantai tipis itu adalah gudang senjatanya, isinya hanyalah remote kontrol, tapi rasanya sangat berat sekarang.


Apakah ada gunanya menyimpan suatu memori palsu?


Jika seseorang telah mengada-ngada suatu memori kemudian memanipulasi dia, tidakkah lebih baik jika dia membuang memori hasil rekayasa itu?


Si gadis hanya perlu menekan satu tombol.


Dia hanya harus menempatkan remotenya pada pelipisnya seperti bunuh diri dengan pistol.


Itu akan me-reset segala kepahitan ini.


“…………………………………………………………………………………………………………………………”


Dia merasa seolah-olah ada angin keputus-asaan berhembus dan melewati tubuhnya.


Saat ia berdiri di sana, ia merasa seolah-olah, kali ini, dia benar-benar akan melupakan itu semua. Dengan hilangnya memori yang selama ini mendukungnya, dia tidak harus memutuskan apa lagi.


Mengapa tidak melakukannya saja?


Itu sama saja dengan berbohong, tapi mengapa tidak berbohong saja?


Dan jika dia membuang memori spesial itu, maka itu berarti, tak ada lagi memori yang lebih berharga di otaknya.


Dia memikirkan posisinya sebagai Ratu Tokiwadai, pemimpin geng terbesar, esper pengendali mental terkuat, Dolly, mantan Proyek *****, sebelum dia datang ke kota ini, dan sebelum kelahirannya.


Bahkan jika semua itu penting, apakah benar ketika seseorang membuang sesuatu yang penting dari dirinya?


Kalau begitu, apakah dia benar-benar perlu untuk menjaga memori tersebut?


Bukankah akan lebih membahagiakan jika dia menghapus segala sesuatu yang masuk dalam katagori "tidak perlu"?


Dia biasanya hanya akan menertawakan pertanyaan semacam itu, tapi sekarang dia tidak bisa menyangkalnya.


Dia tidak lagi memiliki apa yang diperlukan untuk melakukan itu.


"..."


Dia berdiri dan terdiam untuk waktu yang sangat lama.


Dia bahkan tidak ingat lagi sudah berapa lama dia berdiri di sana.


Namun, perubahan akhirnya datang dari luar.


Dia mendengar suara decitan ban di tanah dan station wagon* berwarna putih berhenti di dekatnya. Di atap mobil itu, terpasang lampu merah yang berkedip, pintu belakang yang biasanya jadi jalur keluar-masuknya barang bawaan, kini terbuka ke atas, dan beberapa orang yang mengenakan jas putih keluar sambil mendorong tandu. [Station wagon adalah suatu mobil dengan tenaga besar, yang biasanya dipakai untuk mengangkut barang. Kamus Besar Oxford.]


Ini mengingatkannya pada ...


(Suatu ambulans?)


"Apakah kau adalah Shokuhou Misaki dari SMP Tokiwadai?"


Salah satu pria berjas putih berbicara padanya saat si gadis menonton dalam keadaan linglung.


"Aku Yamakawa dari Unit Emergency Aid*. Apakah aku perlu menjelaskan situasimu dan tugas kami?” [Diterjemahkan : Unit Bantuan Darurat.]


"Emergency Aid?" ia mengulangi kata tersebut sambil merenungkan maknanya.”Oh, kalian dari ambulans warga sipil itu. 119 terbebani dengan banyaknya laporan palsu, sehingga bantuanmu akan sangat dibutuhkan dalam pekerjaan ini. Apakah kau pernah mengembangkan kemampuanmu untuk mengangkut esper-esper lepas kendali yang tidak lagi bisa ditangani oleh rumah sakit sekolahan? Bagaimanapun juga, jika sekolah tidak menelepon 119, tidak akan ada catatan resmi esper yang dibawa ke rumah sakit.”


"Kami tidak menggunakan istilah 'lepas kendali'. Ketika obat-obatan, elektroda, sugesti, dan metode lainnya yang digunakan untuk merangsang otak pada pengembangan kemampuan esper tidak lagi stabil karena pengaruh hormon remaja, maka sejumlah insiden pasti akan terjadi.” orang yang menyebut dirinya Yamakawa terus mengocehkan penjelasan ini. "Kami tidak yakin bahwa kami akan sanggup menangani kasusmu, tetapi mengingat jenis dan ruang lingkup kekuatanmu, kami memutuskan bahwa kami tidak bisa mengabaikan hal itu. Kami telah menghubungi sekolahmu dan kau akan diangkut ke fasilitas School Garden, jadi jangan khawatir.”


"Hanya ingin tahu, apa yang memicu semua kejadian ini?"


"Ketika kau berjalan-jalan di sekitar kost pelajar lain, semua yang ada disekitarmu beresiko mendapatkan bahaya.” dia membahas tentang bidang difusi AIM milik Shokuhou yang terus terpancar tanpa dia sadari. Beberapa esper yang sensitif tampaknya terkena dampak Mental Out, walaupun lemah.


Seperti yang sudah dibahas, bidang difusi AIM seorang esper akan terus diradiasikan dari dirinya tanpa esper tersebut sadari, ini mirip sekali dengan alam bawah sadar. Bidang difusi AIM seorang esper pengendali listrik adalah muatan listrik. Bidang difusi AIM seorang esper pengendali api adalah suhu panas. Bidang difusi AIM seorang esper pengendali es adalah suhu dingin. Bidang difusi AIM seorang esper pengendali angin adalah hembusan udara. Dan, bidang difusi AIM seorang esper pengendali pikiran, tentu saja adalah suatu gelombang otak yang bisa mempengaruhi orang di sekitarnya. Mungkin inilah yang menyebabkan Shokuhou disukai banyak orang. Yaitu, dia tanpa sadar mengendalikan kepribadian orang-orang dengan pancaran bidang difusi AIM miliknya. Inilah takdir Shokuhou sebagai pemilik Mental Out, yaitu kemampuan mental terkuat.


Ketika ia mendengar itu, ia menyerah.


Bahkan kemungkinan Kumokawa Seria telah melihat semua kelainan ini dan mengaturnya.


"Apa pun itu, silakan masuk ke dalam. Jika memungkinkan, kami lebih memilih untuk tidak menggotongmu dengan menggunakan tandu.”


"Terima kasih atas perhatianmu."


Apapun masalahnya, ia harus melakukan sesuatu terhadap memori yang ditanamkan dalam dirinya melalui Strobila.


Tidak peduli apakah si gadis harus menghapusnya dengan remote-nya atau melalui perawatan tingkat tinggi oleh spesialis dari Emergency Aid.


Sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal pada memori-memori palsu ini.


Ini adalah waktu yang tepat.


Si gadis tak sudi menyimpan memori palsu tentang seorang pria. Dan dia bukanlah gadis yang cukup romantis untuk mengagumi seorang pria dari memori palsu tersebut


Didorong oleh pemikiran-pemikiran tersebut, dia siap untuk memasuki station wagon putih.


Tapi sesuatu terjadi padanya sebelum dia melakukannya.


"Nama anda Yamakawa-san, kan?"


"Ya. Ada apa?”


"Kau bilang pemicunya adalah karena aku berkeliaran di sekitar daerah ini beberapa jam yang lalu, kan?”


"Ya?"


"Tapi itu tidak masuk akal."


Dia menundukkan kepalanya sembari berbicara.


"Jika kau tahu aku berlalu-lalang di sekitar, itu berarti kau tahu dari awal tempat aku berada atau kau memiliki kemampuan untuk mendeteksi lokasiku. Tapi setelah menyelinap ke tempat gadis itu, aku menghabiskan beberapa jam untuk diinvestigasi sebelum meninggalkan apartemennya. Lihatlah, bahkan malam sudah sangat larut.”


"Shokuhou-san."


"Itu berarti kau pasti muncul lebih awal dari ☆ ini. Karena kau tidak, aku bisa menganggap bahwa bukan akulah pemicunya. Mungkin itu adalah-...”


"Shokuhou Misaki-san. Teori konspirasi dan delusi adalah gejala umum. Kami benar-benar tidak membuatmu jadi pusat perhatian layaknya tontonan warga, jadi harap tenang.”


"Mungkin penyebab kau datang ke sini adalah….kau kehilangan kontak dengan Strobila yang tertanam di leherku, sehingga kau bergegas keluar dari sarangmu dan menuju ke sini. Dengan cara itu kau bisa menanamkan Strobila yang baru sementara menyamar orang yang melakukan perawatan padaku.”


Suatu suara tumbukan keras memenuhi daerah tersebut.


Salah satu pria berjas putih telah menyelinap di belakang Shokuhou Misaki, mengayunkan senter panjangnya seperti tongkat, dan membantingnya ke tengkuk si gadis.


Atau….seperti itulah yang dirasakan si gadis.


"Gah!?"


Namun yang terjadi sebenarnya adalah, orang itu menyerang Yamakawa sampai tak sadarkan diri.


Si gadis telah mengendalikan pikiran dan mengubah persepsi orang-orang disekitarnya.


Bahkan, semua empat atau lima orang yang mengaku berasal dari Emergency Aid telah dimanipulasi otaknya agar menganggap Yamakawa adalah Shokuhou Misaki.


Si gadis memutar-mutar remote-nyadan bergumam dengan nada kesal.


"Yah, aku tidak akan mempermudahmu."


Dengan beberapa suara mirip pentungan yang menggebuk karung gandum, Shokuhou mengadu domba mereka dan jumlah mereka pun semakin berkuran. Setelah mengkonfirmasi mereka tidak lagi bergerak dan tidak ada bala bantuan yang datang, si gadis menyelipkan tangannya ke dalam tasnya.


(Aku benar-benar tidak ingin menyelam ke pikiran orang-orang berbahaya ini. Aku kira aku akan mulai dengan bertanya pada pihak luar.)


"Kategori 081 / Shokuhou Misaki adalah Direct Superior A."


"Bangun. Ayo, bangun. Cepat.”


Si gadis berbicara perlahan dan tetap merendahkan suaranya, tapi itu sudah cukup bagi orang yang bernama Yamakawa untuk memaksa membuka matanya sendiri. Dia tidak bisa berdiri tegak di jalan, tapi dia mengerang dan menatap mata Shokuhou.


Tampaknya atasannya benar-benar telah melatihnya dengan keras.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


"M-m-m-maaf! Shokuhou adalah ... Sialan, ke mana dia pergi !?”


"Ini bukan waktunya bengong. Apa yang sudah kutugaskan padamu? Ulangi kembali.”


"Tentu saja. Aku diberitahu untuk dengan segera menghubungi Shokuhou Misaki dan melampirkan pengganti Strobila yang berhenti berfungsi.”


"Apa itu?"


"Aku tidak tahu. Kau bilang bahwa aku tidak perlu tahu.”


Si gadis merasa begitu kosong ketika berbicara pada orang ini.


Memori dari Kamijou Touma benar-benar tidak ada. Semakin dalam dia menggali informasi, yang ditemukannya hanyalah penjahat-penjahat kelas teri yang tak tahu apa-apa. Dan itu semakin menjauhkannya dari memori indah dengan si pria.


Apa gunanya dia melakukan ini?


Perasaan pahit tumbuh di dadanya dan dia memutuskan untuk mengakhiri semua upaya ini, tetapi si pria bernama Yamakawa ini melanjutkan perbincangan tepat sebelum si gadis hendak menyerah.


"Tapi ada satu fakta aneh tentang Strobila yang kau berikan. Apakah kau yakin Strobila-nya sudah ditanamkan dengan benar?”


"Apa maksudnya?"


Si gadis langsung saja menanyakan pertanyaan itu.


Dan saat itulah orang menyebut dirinya Yamakawa menjatuhkan bom.


"Tidak ada data di dalam Strobila tersebut. Bahkan jika kami berhasil memasangnya, aku tidak berpikir itu akan berfungsi.”


“……………………………………………………………………………………Apa?”


Kali ini benar-benar terjadi.


Situasi benar-benar melampaui apa yang si gadis kira.


Strobila diberikan kepada Yamakawa dan orang lain yang menyamar sebagai anggota Emergency Aid, belum berisi data apapun. Bahkan jika mereka diam-diam memasangnya, itu tidak bisa merubah pikiran atau memori si gadis.


Lalu bagaimana dengan yang Kumokawa Seria telah lepaskan?


Tujuan mereka tampaknya adalah menggantikan Strobila yang sudah terlepas itu, sehingga tidak masuk akal jika mereka menanamkan Strobila yang berdata kosong, padahal, Strobila sebelumnya berisi sesuatu. Itu berarti si gadis harus mengasumsikan bahwa Strobila yang Kumokawa lepaskan dari tubuhnya juga tidak terdapat data sama sekali dan orang-orang ini hanya akan menanamkan Strobila kosong lainnya.


Tapi apa untungnya mereka melakukan itu?


Mengapa mereka menyamar dan untuk memasang perangkat yang tak berguna pada tubuh si gadis?


"T-tunggu! Apa maksudmu? Mengapa Strobila itu tidak memiliki suatu data pun di dalamnya!?”


"Eh? Jadi itu benar-benar kesalahan besar!?”


"Katakan fakta-fakta sejelas yang kau bisa!"


"T-tentu saja. Strobila yang kau berikan pada kami tidak memiliki data dan begitu pun yang ada di cadangan. Aku mengirim pesan untuk menanyakan apakah ini adalah kesalahan, tapi misi ini dimulai sebelum aku menerima jawaban dari pertanyaanku itu.”


Bukan hanya satu Strobila yang tidak memiliki data, dan pertanyaan pria ini juga belum sempat terjawab.


Itu berarti ...


(Itu bukanlah suatu kesalahan. Ini sudah ditetapkan sejak awal?)


"Aku mengerti."


Shokuhou menepuk jidatnya.


Penuh dengan keyakinan, dia merubah pertanyaannya.


"Menurutmu, apakah rencana untuk memanipulasi Shokuhou Misaki dengan menggunakan Strobila ini memiliki peluang sukses? Dapatkah Mental Out sepenuhnya dikendalikan dengan kekuatan mesin sederhana?”


"Selama kau memberikan perintah, aku bahkan akan..."


"Katakan yang sebenarnya."


"Perhitungan awal menunjukkan kemungkinan sukses kurang dari 30%. Dan bahkan jika ini berhasil, ini akan mengalami kesulitan yang berlangsung dalam jangka panjang.”


(Aku tahu itu.)


Dia mencapai kesimpulannya dengan ekspresi mirip orang yang menelan ludahnya sendiri.


(Strobila adalah umpan dan rencana mereka adalah menipuku. Mereka membuat aku berpikir bahwa memoriku adalah palsu jadi aku akan menghapusnya sendiri dengan remote-ku. Itu adalah bagaimana cara mereka memanipulasi pikiran dari esper pengendali mental yang paling kuat. Aku tidak bisa memikirkan alasan lain mengapa mereka menanamkan Stroblia kosong di dalam tubuhku.)


Mengetahui tujuan musuh tidak berarti apa-apa baginya.


Fakta yang jauh lebih penting terbentang di depan matanya.


(Memoriku dengan Kamijou Touma benar-benar nyata. Jika tidak, mereka tidak mungkin susah-susah merancang skenario ini, yaitu skenario agar aku menghapus memoriku sendiri!!)


Sesuatu menggenang dalam hati gadis itu. Awalnya terasa seperti, setitik cahaya kecil, tapi dengan cepat itu meledak dan dia tidak dapat lagi mengendalikannya.


Pertama, dia merasa otot-otot wajahnya gemetar secara tak wajar dan kemudian mengendur.


Getaran itu merambat ke bawah tulang punggungnya dan menyebar ke seluruh tubuhnya, tapi dia memeluk tubuhnya sendiri untuk menekan getaran ini.


Namun, ia gagal melakukan itu dan dia akhirnya terbaring di tanah, lantas berguling-guling ke sana kemari.


"Hee hee ☆"


Dia menggeliat di sekitar seperti seorang gadis yang memegang boneka binatang di tempat tidurnya dan membayangkan tentang kekasihnya.


"Ha ha ha. Ah ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha !!”


Dia mengeluarkan peluit darurat perak yang sudah dimodifikasinya menjadi suatu kalung dengan menggunakan pita tipis. Dia membungkus plastik murah di telapak tangannya untuk memastikan benda itu ada di sana.


Sekarang sudah jelas bahwa benda itu memang pemberian si pria.


Permintaannya untuk menggunakan benda itu jika dia berada dalam kesulitan, sebenarnya sudah berlalu.


Perasaan manusia adalah sesuatu yang tidak berwujud.


Dari perspektif fisika, perasaan manusia tidaklah lebih dari sekedar sinyal-sinyal listrik dan reaksi kimia.


Namun, orang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan itu.


Ada makna yang dalam dibalik hal tak berwujud itu.

NT Index v11 135.jpg

"Sekarang, aku sudah membalik asumsi utama dan memutarnya 360 derajat sehingga aku sampai di titik awal lagi ♪ Tapi apa sih artinya ini semua?”


Dan juga, fakta ini benar-benar mengubah gambaran konspirasi ini secara keseluruhan.


Pada mulanya, masalah ini berawal dari perbedaan antara pemandangan yang ada di dalam benaknya dan pemandangan nyata yang dilihat matanya di danau buatan. Yaitu tempat pembangkit listrik tenaga panas bumi yang berbukit-bukit di Distrik 21.


Fasilitas sebesar itu tidak bisa dibangun kembali atau dihancurkan dengan mudah. Itu akan memiliki efek yang besar pada bendungan dan observatorium terletak di bukit yang sama. Shokuhou secara refleks berasumsi bahwa semua memorinya yang berkaitan dengan Kamijou Touma adalah palsu.


Tapi bagaimana kalau dia benar?


Bagaimana jika memori dengan Kamijou Touma memang benar-benar ada?


(Itu berarti, danau buatan tersebut yang salah.)


Dia tidak tahu apa artinya, tapi ia merasa seolah-olah konspirasi di sekitarnyanya langsung terhubung dengan pembangkit listrik buatan dan danau.


Dia berpaling ke pria berjas putih yang mengaku bernama Yamakawa.


"Siapakah aku?" tanyanya.


"Aku tidak tahu namamu," ia langsung menjawab.


"?"


"Kamu siapa?"


"Tunggu. Aku adalah atasan langsungmu, jadi kita harus saling lihat satu sama lain pada ...”


"Kau- kaaauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu-kau-kau-kau-kau-kau-kau-kau-kau."


"Oh, ya ampun!!"


Setelah kemampuan berbicara orang itu rusak, si gadis dengan panik merogoh tasnya, mengeluarkan remote jenis lain, seperti remote televisi atau AC, dan menjajarkannya di jalan.


Dia akan merawat orang-orang yang dikendalikannya. Itu adalah aturan yang si gadis tetapkan untuk dirinya sendiri.


Si gadis memeriksa bagian belakang leher orang itu, tapi dia tidak memiliki Strobila yang terpasang. Namun, reaksi tak wajar pria ini menegaskan bahwa dia memiliki semacam”bom" yang telah dipasang dan diaktifkan oleh kode tertentu.


Dan jika itu bukanlah mesin ...


(Apakah ada esper lain dengan kekuatan sepertiku? Aku tidak bisa mengintip ke dalam pikiran terkontaminasi seperti ini, tapi aku tidak punya pilihan.)


"Kategori 005 / Menemukan 'bom' yang diatur dalam individu yang ditunju."


Selama sekitar sepuluh detik, dia membaca pikiran pria itu seakan menelusuri suatu bacaan dengan menggunakan jari telunjuknya.


"Kategori 401 / Mengembalikan pikiran individu yang ditunju ke keadaan sebelum 'bom' diaktifkan.”


Dia mengembalikan pikiran orang tersebut yang sudah rusak seperti menggunakan sistem pemulihan komputer.


"Kategori 030 / Jadikan individu ini tak sadarkan diri selama dua puluh empat jam ke depan."


"Uuh, ah? Apa? Kau adalah Shokuho- gwah !?”


"Terima kasih atas kerja samanya."


Pria itu kemudian menjadi tak sadarkan diri dengan damai.


Senjata terbesar Mental Out adalah kekuatan dan banyaknya aplikasi penggunaannya. Tentu saja, kekuatannya yang besar itu membuat si gadis tidak mampu memanfaatkannya secara penuh, jadi dia harus menggunakan remote itu untuk membagi-bagi kekuatannya. Dan gadis ini pun memiliki pantangan-pantangan yang tidak boleh dilanggarnya.


"Membantu seseorang yang tidak pernah berterimakasih padamu memanglah terasa hampa."


Dia tidak tahu berapa banyak pikirannya telah terkontaminasi, jadi dia menghindari untuk menyelam lebih dalam pada pikiran pria itu, guna mencari nama pihak-pihak yang terlibat dalam konspirasi ini.


Tapi meskipun dia tidak menyelidiki dengan kekuatannya, ia masih bisa membuat beberapa tebakan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya.


Yamakawa ... tidak, semua orang yang mengaku berasal dari Emergency Aid mungkin telah dikendalikan oleh satu individu. Mereka diberi identitas palsu, mereka telah menerima perintah palsu, dan mereka telah mengambil tindakan yang salah.


Itu berarti pengamatan Yamakawa tentang tidak adanya suatu data pun di Strobila, bukanlah suatu informasi yang bisa dipercaya. Semuanya dikembalikan ke keadaan kosong.


Meski begitu, dunia tampaknya telah berubah dari keadaan sebelumnya.


Sebelumnya, situasinya adalah 50/50. Memori tentang Kamijou Touma berada di tengah-tengah batas nyata atau khayal, tapi dia telah menemukan sesuatu dari penyelidikannya.


(Itu adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi dan danau buatan di Distrik 21.)


Si gadis memiliki tujuan yang jelas dan dia menghadap ke depan lagi.


(Tempat itu adalah pusat dari seluruh distorsi ini. Jika ingatanku masih akurat, harusnya ada sesuatu di sana. Dan jika tidak ada apa pun di sana, itu akan membuktikan bahwa memoriku telah salah. Apa pun itu, jika aku mengecek di sana, aku bisa menyelesaikan ini sekali dan selamanya.)


Dia akan menggunakan segala sesuatu.


Dia akan habis-habisan kali ini.


Dengan mengecamkan itu dalam kepalanya, dia mengeluarkan ponselnya sekali lagi.


Dia menelepon seorang anggota gengnya. Si gadis cantik berambut ikal dan dirol tidak terdengar marah karena perintah dari Sang Ratu datang begitu terlambat.


"Apakah kau perlu kami sekarang, Ratu?"


"Ya."


Monster Level 5 peringkat ke 5, sekaligus Ratu Lebah dari Academy City ini tidak ragu-ragu untuk menjawab.


"Aku sekarang akan menggunakanmu sepenuhnya dan semata-mata untuk ♪ keuntunganku sendiri. Dapatkah kau mengumpulkan semua orang yang bersedia untuk menjadi bidakku?”


Itu saja.


Yang dilakukan si gadis saat ini adalah mengumpulkan semua anggota gengnya, yaitu para siswi Tokiwadai yang masing-masing adalah esper berlevel tinggi dan memiliki kemampuan berbahaya.



Diantara Baris Kedua.[edit]


Peninjauan Ground Geo (Untuk PR* eksternal) [PR di sini bukan kepanjangan dari Pekerjaan Rumah yang biasa diberikan oleh Bu Guru. Melainkan, adalah kepanjangan dari Proportional Representation.]


Klasifikasi: geothermal Experimental pembangkit listrik.


Output: 2.027.000 kW.


Metode: Galian magma konduksi panas.


Lokasi: Distrik 21 New Mountain.


Fasilitas ini jauh melampaui output dari stasiun pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi karena energinya langsung diambil dari magma di bawah tanah, fasilitas ini tidak memiliki efek terhadap lingkungan dan sangat bersih.


Kekuatan diekstraksi dengan menggunakan metode yang sebelumnya telah dipertimbangkan dalam teori. Yaitu, batang konduksi panas sepanjang 1000 meter ditempatkan secara vertikal ke bawah dari puncak bukit dan panas magma ditransfer melalui cairan yang mengalir dalam batang tersebut.


Kami hanya akan mencapai apa yang wajar-wajar saja. Kami harap kau akan melihat ini sebagai kepercayaan tinggi dalam desain dan konstruksi.


Masalah utamanya adalah terjadinya gempa bumi yang sangat samar dan terlalu lemah untuk bisa dirasakan oleh manusia, tetapi itu tidak akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari dengan cara apapun.


Rencana untuk menempatkan batang penghantar panas di bawah tanah adalah suatu percobaan yang mengarah pada pembangunan elevator ruang angkasa di masa depan, dan kami menjamin bahwa ini adalah suatu upaya penelitian yang sangat berguna kelak.


Keganjilan terbesar fasilitas ini adalah kontrol komputer tingkat tinggi. Semua pengoperasian normal dilakukan secara otomatis.


Setiap bagian dari fasilitas akan dipantau oleh sensor dengan jumlah total 32,000 unit dan penyimpangan sedikit apa pun akan segera dilaporkan.


Namun, fakta bahwa fasilitas ini telah berjalan selama lebih dari tiga tahun tanpa masalah, membuktikan betapa fleksibel sistem ini.


Sementara, pembangkit listrik tenaga panas bumi yang sebelumnya harus dibangun di pegunungan berapi aktif yang tidak stabil setiap saat. Metode batang penghantar panas yang diterapkan, memungkinkan fasilitas ini bisa dibangun di daerah perkotaan datar atau bahkan dasar laut.


Sama seperti turbin angin di Academy City yang menjadi faktor utama penggerak kota, fasilitas ini bisa secara bebas dibangun di mana saja dan aplikasinya tidaklah terbatas.



Chapter 3: Alasan Sesungguhnya >> Galeri — Another_Answer.[edit]

Part 1[edit]


Apakah dia benar-benar harus kembali ke sana?


Kejengkelan mengisi dada Shokuhou Misaki saat ia membayangkan kejadian masa lalu di pembangkit listrik dan danau buatan, pada perbukitan Distrik 21. Hanya sekejap ..... benar-benar sekejap, ia dengan serius mempertimbangkan untuk mengendalikan dua puluh orang dan menciptakan tandu mewah untuk dirinya sendiri, tapi dia menolak gagasan itu pada detik terakhir. Di usianya yang sekarang ini, dia bahkan masih memiliki ide memalukan dan tidak tepat seperti itu.


Sembari terengah-engah di jalan bukit berkelok-kelok dan gelap gulita, dia menempelkan ponsel ke telinganya.


"Aku menginvestigasinya lagi sejak kau pergi, tapi Ground Geo memang seperti itu adanya," kata Kumokawa Seria.”Aku memeriksa rencana disain konstruksi, foto yang terlampir pada gambaran dasar, dan bahkan buletin kantor pemerintah yang tak sembarangan orang bisa melihatnya, tapi semuanya cocok dengan keadaan sekarang. Atau setidaknya, semua catatan resmi menggambarkan seperti itu.”


"Hm? Itu aneh.”


"Terlampir tanggal ‘terakhir kali dimodifikasi’ pada semua dokumen yang aku temukan. Sepertinya semua data tentang fasilitas itu sungguh up-to-date. Apa pendapatmu tentang itu?”


"Bagaimana ya."


Beberapa hari yang lalu, ia mungkin terlalu larut dalam kegembiraan.


Dia melihat konspirasi yang dilakukan oleh orang-orang berjas putih sebagai bukti bahwa memorinya sungguhlah akurat.


"Jika mereka bisa mengubah-ubah tanggal tersebut, kita tidak bisa memastikan tentang apa yang kau katakan 'benar-benar' terjadi, ya kan? Di masa lalu, ada kemungkinan seseorang menambahkan data dengan settingan waktu masa depan ☆”


"Benar."


"Selain itu, kita tidak bisa mengatakan bahwa mengubah data adalah hal yang sama dengan mengubah kebenaran. Mereka mungkin bisa menulis ulang data sebenarnya dengan data baru yang sama-sama identik. Dengan begitu, aku menganggap bahwa data ini palsu dan aku menemukan bukti bahwa mereka memiliki kewenangan untuk mengubah-ubah sesuatu.”


Dia sudah melihat Strobila dan Emergency Aid.


Dia masih tidak tahu siapa dalang di balik ini semua atau ruang lingkup insiden itu, tapi dia harus mengakui bahwa hanya sebatas inilah pengetahuannya tentang situasi ini.


Jika kau menganalisis suatu fakta dengan memutar balikkan fakta, kemudian membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi, membalikkannya lagi….apa yang terakhir kau dapatkan? Apakah bentuk original dari fakta tersebut? Ataukah hanya kebalikan yang tak berujung?


"Bagaimanapun juga, pengubahan file adalah informasi rahasia kelas S*. Siapa pun mereka, mereka dapat dengan mudah mencapai dan merubah informasi yang tidak diketahui oleh masyarakat umum . Mereka sudah jelas memisahkan diri dari kesetiaan terhadap Dewan Direksi. Aku tidak tahu apakah ini adalah sungguhan atau gertak-sambal, tapi…yang bisa kupastikan, mereka adalah sekumpulan orang yang punya kekuatan dan apa yang mereka lakukan ini hanyalah tahap awal dari suatu persiapan yang lebih besar. Kau harus berhati-hati terhadap orang-orang ini.” [Kelas S sering diidentikkan dengan peringkat tertinggi.]


"Aku sudah tahu itu." Shokuhou dengan elegan menyeka keringat dari keningnya dengan saputangan.”Selain itu, mereka benar-benar berhasil mengungguli kemampuan prediksiku. Dan mereka juga tahu tentang informasi dalam memoriku yang paling pribadi, yaitu tentang pria itu. Mereka memanfaatkannya untuk memberikan serangan padaku. Walaupun akhirnya berhasil ku-intersep, usaha mereka masihlah harus aku puji. Aku tidak akan cukup bodoh untuk menyepelekan orang-orang seperti ini.”


"Aku tidak benar-benar peduli tentangmu atau apalah itu, tapi pria itu pasti tak sanggup melihat kematianmu. Jadi, lebih baik kau jangan mati. Jika kau mati, aku akan menghias makammu dengan indah, jadi jangan lupa untuk menghubungiku.”


"Kau juga ☆"


Dengan tertawa tenang, Shokuhou Misaki mengakhiri panggilan telepon itu.


Dia kemudian menatap ke tempat kosong dan bergumam dalam hatinya.


(Sejak kapan dia menjadi tsundere seperti ini?)


Berpikir tentang hal itu tidak akan memberinya jawaban dan dia benci terlalu terlibat dengan urusan senpainya itu. Baginya, gadis itu hanyalah tsundere berdada besar tua renta yang menolak untuk tumbuh dewasa. Shokuhou pikir, akan menghabiskan waktu jika dia berlama-lama membahas senpainya itu. Jadi, dia mulai memikirkan hal yang lain.


Dia bisa melihat danau buatan dan tower dari posisinya saat ini.


Fasilitas ini begitu besar sehingga terlihat dari mana pun. Harusnya, mustahil untuk melenyapkan fasilitas sebesar itu tanpa mempengaruhi lingkungan di sekitarnya. Fakta bahwa bangunan itu sungguh tampak berbeda dari bayangannya di masa lalu, membuat suatu misteri tersendiri bagi memorinya.


Fasilitas itu seharusnya terus dipantau oleh kamera dan sensor yang tak terhitung jumlahnya, tetapi apa yang dilihatnya dari luar adalah pagar logam yang mengelilingi danau dan gerbang yang tersegel dengan rantai serta gembok.


Apakah itu telah berubah bentuk ataukah tidak, itu masihlah menjadi tanda tanya besar baginya.


Meskipun mengenakan rok mini, dia memanjat pintu gerbang dan masuk ke dalamnya.


Di sana, ia berjalan di sepanjang pesisir beton.


"..."


Bahkan ketika berjalan di sana, dia masih saja merasakan perbedaan yang intens antara bayangan dan kenyataan.


Secara keseluruhan, tempatnya sama….hanya saja, masalahnya adalah, dia tidak bisa menemukan detail yang sama dengan apa yang ada di dalam memorinya.


Begitupun dengan danaunya. Ketika ia menoleh dan turun dari puncak bukit, tampak jelas bahwa bentuk hutan gelap dan perbukitan tersebut benar-benar salah (atau mungkin memorinya yang salah). Lokasi dari permukaan bebatuan yang naik dan pohon-pohon tinggi, semuanya jelas-jelas berbeda.


(Tentu saja, tanah longsor dan pengembangan lahan dapat dengan mudah mengubah pemandangan alam, sehingga tidaklah aneh jika tampilan yang sekarang berbeda dengan memori masa lampau.)


Dia melepas sarung tangannya dan menelusuri tanah dengan jari-jarinya, tapi dia tidak menemukan informasi yang menghubungkannya ke hari itu. Kemampuan pembacaan pikiran miliknya tidak lagi bisa diandalkan.


Meski begitu, dia menghadap ke depan lagi.


Dia melihat ke danau melingkar yang dikelilingi oleh beton dan menara logam yang berdiri di pusatnya.


Saat itu, ini adalah tempat ia tergeletak di tanah.


Ini adalah tempat di mana ia bertemu dengan anak laki-laki bernama Kamijou Touma.


Tapi tempat ini juga tidak sama seperti apa yang terlukis di memorinya.


"Ini juga berbeda," gumamnya dengan suara keras.


Pada akhirnya, tidak ada suatu titik pun yang sama dengan memorinya. Perbedaannya begitu menyeluruh, sampai-sampai dia serasa ada di tempat yang lain.


Dia mencoba berbaring seperti pada hari itu.


Tidak hanya danau dan hutan yang berbeda, tetapi lokasi bintang-bintang jugalah tidak sama.


(Yah, di kala itu adalah musim panas dan sekarang adalah musim dingin, sehingga rasi bintang tentu saja berbeda.)


Dia memikirkannya dan kemudian mencapai suatu kesimpulan.


Ketika ada sesuatu yang tampak berbeda, pasti ada alasan untuk itu. Perbedaan antara memorinya dan realitas tidak akan terjadi tanpa alasan. Apakah memorinya yang salah ataukah pemandangan di depan matanya yang salah? Dan apakah itu disengaja atau kebetulan? Jika mengesampingkan itu semua, dia tahu ada penyebab mengapa ini semua terjadi.


Dia kemudian duduk tegak.


Dia meraih kantong plastik murah dari toko berdiskon yang dia bawa bersama tas tangannya. Isinya adalah benda-benda yang dibelinya tadi.


Itu adalah 12 set obeng.


Selain Phillips Head* dan Flathead*, ada juga obeng yang biasa dipakai untuk melepas bingkai, yang menyerupai suatu penusuk. Dia mengeluarkannya dari kotaknya. [Phillips Head adalah jenis obeng bermata 4 yang bagian tengahnya sedikit bulat.] [Flathead adalah jenis obeng yang ujungnya pipih.]



Dia menyapu tempatnya tadi rebahan dengan telapak tangan.


Dia merasakan sensasi beton yang keras. Beton itu menyerap dinginnya udara malam di perbukitan dan menghilangkan kehangatan kehidupan makhluk alam lainnya.


Dan kemudian mengayunkan penusuk obeng dengan gerakan memalu.


Harusnya, hanya dengan sebatang obeng, ia tidak akan pernah mampu menembus beton yang dibuat untuk membendung air pada danau buatan tersebut. Bahkan jika dia membanting palu terhadap obeng tersebut, yang rusak terlebih dahulu pastilah obengnya.


Tapi pergelangan tangannya merasakan sensasi aneh seperti sesuatu yang hancur.


Rasanya seperti sensasi pasir mengeras yang hancur.


"Aku tahu itu," gumam #5.


Inilah yang benar-benar sudah menipunya dan memenuhi dirinya dengan kebingungan. Namun, ini adalah satu-satunya metode yang dia bisa pikirkan.


Dia mencubit pasir hancur dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya, kemudian menggerusnya dengan kedua jari tersebut untuk merasakan kekasaran pasir itu. Sementara itu, ia melihat pemandangan di seberang danau.


Dia melihat struktur beton raksasa, hutan gelap, dan perbukitan di sekitarnya.


Dia melihat semua itu.


"Itu benar. Seluruh pemandangan yang terlihat dari sini tampak berubah. Dan semuanya tertutupi dengan benda ini.”


Dalam perihal teknologi, ada suatu persaingan yang serupa dengan ini. Dan itu kadang-kadang terjadi di industri televisi.


Suatu teknologi tertentu bersaing dengan OLED* sebelum diam-diam menghilang dari panggung. [Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau diode cahaya organik adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik. OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. Teknologi ini terkenal fleksibel dengan ketipisannya yang mencapai kurang dari 1 mm. Wikpedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan.]


Teknologi itu adalah monitor yang dikendalikan secara magnetis.


Apakah itu CRT* ataukah LCD*, televisi standar digunakan untuk sistem warna RGB atau ditambahkan pada komposisi empat warna. Di sisi lain, monitor yang dikendalikan secara magnetis menyusun gambarnya dengan menggunakan struktur CMYK. [Tabung sinar katode (bahasa Inggris: cathode ray tube atau CRT), ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi dan oskiloskop. CRT dikembangkan dari hasil kerja Philo Farnsworth yang dipakai dalam seluruh pesawat televisi sampai akhir abad 20, dan merupakan dasar perkembangan dari layar plasma, dan bentuk teknologi TV lainnya. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan.] [Penampil kristal cair (Inggris: liquid crystal display; LCD) adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan di berbagai bidang misalnya dalam alat-alat elektronik seperti televisi, kalkulator ataupun layar komputer. Kini LCD mendominasi jenis tampilan untuk komputer meja maupun notebook karena membutuhkan daya listrik yang rendah, bentuknya tipis, mengeluarkan sedikit panas, dan memiliki resolusi tinggi. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan.]


Ide dasarnya adalah sederhana. Suatu serbuk halus yang diberi warna dasar, dicampur dalam tangki air yang sangat tipis dan magnet dipergunakan untuk memanipulasinya, lantas terbentuklah gambar.


Karena metode tersebut, cahaya biru tidak dapat terbentuk dan itu bisa lebih akurat mereproduksi warna cat air atau warna lukisan minyak daripada televisi tradisional, sehingga mereka bisa menayangkan program pendidikan dan program pengantar seni rupa dengan sangat baik. Namun, biaya untuk satu unit peralatan itu sangatlah mahal dan produsen serta distributor sudah terbiasa menggunakan warna RGB tradisional, sehingga mereka kalah dalam kompetisi untuk menjadi metode standar televisi nasional. Kebetulan, teknologi televisi yang tidak umum tersebut telah digunakan dalam bidang lain, yang sama sekali berbeda.


Yakni, kamuflase militer.


Pola bisa berubah secara nyata seperti televisi dan warna-warna cerah yang tidak memerlukan pencahayaan latar seperti LCD, sehingga inilah teknologi kamuflase tinggkat tinggi untuk masa depan.


"Benda itu ditempatkan dan menutupi semua pemandangan yang kulihat dari sini," gumam Shokuhou Misaki setengah jengkel.


Bahkan kekuatan pembacaan pikiran miliknya tidak menemukan apa-apa tentang memori di hari itu. Walaupun dia sudah menelusuri di daerah tepi danau dan pagar pembatas. Tapi ini semua bukan disebabkan oleh kenyataan yang berubah. Itu serbuk monitor magnetis yang menutupi segala sesuatu.


Bahkan jika infrastruktur untuk produksi massal didirikan dengan pabrik berskala besar, dikhawatirkan satu televisi yang besar akan menelan biaya lebih dari satu juta yen. Namun, dengan menebarkan komponen dasar televisi di seluruh perbukitan, biayanya akan jauh lebih murah.


"Mereka bertindak sampai sejauh ini hanya untuk mengacaukan memori seorang gadis. Yaah, mereka sepertinya tahu betapa berharganya #5.”


Bagaimanapun, memori si gadis tidak pernah salah.


Setelah semuanya tersibak, danau itu tampak persis seperti yang diingatnya. Dia hanya berpikir bahwa pemandangannya telah berubah karena ditimpa oleh sejumlah besar zat kamuflase.


Namun, ini tidak akan terjadi dengan sendirinya.


Seseorang telah melakukan ini.


Dan apakah mereka akan tinggal diam setelah kebenaran yang asli tersibak?


Jawabannya tentu saja tidak.


Ini hanyalah permulaan sesuatu yang lebih besar. Musuh akan segera menghampirinya karena rencananya mulai dikacaukan oleh si gadis.



Part 2[edit]


Seperti yang Shokuhou Misaki terka, seseorang mulai bergerak.


  1. 5 kadang-kadang diejek bahwa tubuhnya tidak menyerupai gadis SMP, tetapi hal yang sama bisa dituduhkan pada orang ini.


Namun, dalam hal yang sebaliknya.


Napas yang berat terdengar dari suatu kendaraan.


Kontainer sepanjang empat puluh kaki ditarik oleh suatu truk besar. Di Barat, truk seperti ini sering kali dimodifikasi untuk dijadikan tempat tinggal. Truk itu sepertinya dimanfaatkan untuk terus memantau Ground Geo di Distrik 21 dan daerah sekitar pembangkit listrik, dan sosok gadis yang berada di dalamnya sungguh menyesakkan napas.


Berat badannya mungkin sekitar tiga ratus kilogram.


Dia mengenakan seragam SMP Tokiwadai yang terlihat sangat ketat dan hampir robek.


Tidak ada pembatas antara wajah dan leher, bahkan tidak jelas mana yang wajah dan mana yang bahu.


Napasnya terdengar begitu sesak karena dagingnya sendiri yang menghancurkan saluran pernapasannya.


"Hee hee. Doo hoo hoo. ... Ahh, ahh. Jadi dia akhirnya melintasi garis akhir. Sekarang aku tidak bisa mundur lagi.”


Ada beberapa berita dari Negeri Barat bahwa seseorang yang terlalu gemuk tidak lagi bisa keluar dari rumahnya karena tidak cukup melewati celah pintu, dan beberapa orang harus menolongnya.


Gadis ini sungguh cocok dengan berita itu.


Dengan suara dari suatu benda basah yang menetes, gadis ini menjilati bibirnya. Sambil terus mengalami kesulitan bernapas meskipun tidak ada yang mencekiknya, dia tertawa dan itu menggetarkan semua gumpalan gading di sekitar wajahnya.


Dia meraih headset dengan tangan berkeringat dan meletakkannya pada satu telinga. Tingkahnya ini menyerupai seorang DJ jadul, tapi ia tidak punya pilihan lain karena peralatan itu terlalu kecil untuk kepalanya.


"Hufff…Huffff ... Bagaimana dengan sinkronisasi OS?"


"Hal ini berjalan dengan lancar."


"Dan yang lainnya?"


"Penangkapannya agak terburu-buru, sehingga akan memakan waktu sedikit lebih lama untuk menguji dan memastikan bahwa beberapa sensor tidak menimbulkan konflik.”


"Berapa lama lagi? Uhuk uhuk.”


"Perkiraanku adalah, paling tidak empat puluh menit."


"Kalau begitu ... uhuk ... itu bagus. Tapi cobalah lebih cepat dari jadwalnya.”


Setelah itu, ia melemparkan headsetnya samping.


Matanya beralih ke salah satu dari sekian banyak monitor pada dinding kontainer.


Gambar Shokuhou Misaki ditampilkan di sana.


Gadis yang baru saja kembali menemukan makna hidupnya dan wajahnya terlihat lebih cerah daripada mentari.


"Kau telah mencuri 'aku'."


Dia menggunakan pita suaranya yang sepertinya sudah setengah hancur untuk menghasilkan suara yang sangat, sangat rendah dan hampir tidak bisa didengar oleh manusia.


"Jadi sekarang saatnya kau dihukum, Nona Lebah."



Part 3[edit]


Ketika Shokuhou Misaki menyadari ada sesuatu yang aneh, ia berpikir mungkin itu hanyalah angin sepoi-sepoi. Itu karena gelombang udara menyapu daerah itu seperti angin yang meniup bulir gandum.


Tapi itu tidak benar.


Ini bukan ladang yang diisi dengan gandum; ini adalah pesisir beton tebal yang membendung danau buatan.


Angin tidak akan cukup untuk membuat gelombang di sana.


Akal sehatnya menolak adegan yang disaksikan oleh mata-kepalanya sendiri, namun otaknya segera berpikir bahwa mungkin akal sehat tidak berlaku di sini.


Pemandangan di sekelilingnya secara teknis adalah sekumpulan serbuk monitor magnetis. Yang si gadis bisa lihat di depan matanya adalah suatu monitor berukuran raksasa, yang bisa menampilkan suatu gambar apa pun.


"... !! Mereka sudah ada di sini!!”


Dia mengambil beberapa langkah, membuang satu set obengnya, dan meraih tas tangan di bahunya. Dia memilih remote andalannya.


Lawannya menanggapi.


Dengan suara hamburan bunga api, sebagian dari pemandangan meledak. Berjarak kurang dari sepuluh meter di depan Shokuhou, berdiri apa yang tampak seperti semassa daging raksasa.


"Bahh," kata sosok itu dengan bercanda.


Shokuhou tidak ragu-ragu untuk menarik remote dari tasnya.


Seperti adu tembak koboi pada film Barat, ia menggunakan ibu jarinya untuk memutar dial volume audio pada remote-nya.


"Kategori 330 / Mencegah individu yang ditunjuk untuk bisa mendeteksi target selama kurun waktu enam puluh menit .”


Tapi ...


"Itu tidak akan bekerja ☆"


Dia mendengar suara, tapi itu datang langsung dari belakangnya.


"Apa !?"


(Apakah sosok yang mendekat dari depan hanyalah gambar!? Dapatkah serbuk kamuflase itu membuat suara dan bunyi dengan saling gosok layaknya sayap belalang!?)


Dia dengan panik berbalik dan semassa daging yang sepertinya adalah seorang wanita itu sudah memenuhi pandangannya.


Tapi itu bukan hanya karena sosok itu begitu dekat.


Orang ini bobotnya pasti sekitar dua ratus atau bahkan tiga ratus kilogram. Si gadis meragukan apakah dia bahkan bisa berjalan sendirian dan dia mengenakan seragam Tokiwadai yang sama seperti milik Shokuhou, tetapi seragam itu tampak seperti balon yang mengembang sampai hampir meletus. Pada awalnya, Shokuhou tidak mengenali seragam yang dikenakan oleh monster berdaging ini.


Melihat fakta itu, Shokuhou yakin bahwa dia setidaknya pernah mendengar tentang keberadaan orang ini, bahkan walau dia berasal dari kelas atau angkatan yang berbeda.


Sehingga, si gadis langsung saja mengajukan suatu pertanyaan.


"Apakah kau benar-benar siswi SMP?"


"Heh heh heh. Aku bisa menanyakan hal yang sama padamu."


Anehnya, Shokuhou merasa nada dan gaya bicara makhluk ini begitu mirip dengan dirinya, sehingga perasaan yang tidak menyenangkan muncul di kepalanya.


Dia mengambil beberapa langkah mundur dengan sempoyongan.


Dia bergerak tanpa berpikir.


Makhluk apa ini?


Academy City # 5 sekali lagi menunjukkan audio set remote pada targetnya.


"Aku sudah bilang bahwa itu tidak akan bekerja," kata suara tersebut sambil mengejek.”Jika remote-mu itu bisa bekerja padaku, aku tidak akan keluar dari sarangku, kan?”


Shokuhou mendengar suara aneh seperti listrik statis atau CRT TV* yang diaktifkan.


"Apa?"


Lengan kanan si gadis berubah warna hingga bahu.


Sarung tangan dan lengan pada blazer musim dingin juga berubah. Suatu pola hitam mengkilap menutupi lengannya seolah-olah seseorang telah menyiram suatu minyak lengket gelap pada kanvas.


Selanjutnya,”itu" tiba.


Gemuruh rendah menyerupai suara listrik statis yang tadi terdengar, tapi itu adalah sesuatu yang lain.


Itu adalah suara sayap serangga yang tak terhitung jumlahnya.


Itu adalah segerombolan lebah raksasa yang bisa menyerang sebagai suatu kelompok dan bahkan membunuh beruang besar untuk melindungi sarang mereka. Ada seribu atau mungkin lebih dan mereka menyerang ke arah Shokuhou seperti badai pasir. Secara khusus, mereka menyerang ke arah lengan kanannya.


"Tahukah kau? Hfh gfh. Bahkan anak-anak tahu bahwa lebah raksasa akan berkumpul di benda berwarna hitam.”


"Kau ... !!"


"Dan Mental Out hanya akan bekerja pada manusia. Kemampuanmu itu tak berguna terhadap anjing militer atau segerombolan serangga. Bukankah begitu?”


Sementara itu, kawanan lebah seukuran ibu jari mendekat untuk menyelimuti dirinya.


Tapi sesaat kemudian, cahaya oranye melintas di langit malam.


Sekumpulan api berkobar di langit malam dan menyapu serangan lebah itu. Kawanan serangga itu terpanggang dalam sekejap dan mayat mereka terjatuh bagaikan kelipan bunga api.


Namun, bahkan Mental Out milik Shokuhou tidak mungkin menghasilkan kekuatan penghancur seperti ituhanya dengan menekan tombol remote-nya.


Jadi apa yang terjadi?


"Doo hoo hoo. Ketemu satu di hutan.”


Massa daging ini tertawa.


Shokuhou mengikuti tatapannya dan melihat seseorang berusaha bersembunyi dengan menyelipkan diri di antara pohon-pohon yang bergoyang dalam angin malam. Namun, sebagian hutan yang gelap berubah menjadi neon berwarna pink. Cahaya-cahaya merah muda tersebut membentuk lingkaran dengan radius lima meter. Itu seperti penanda yang terbuat dari lampu.


"Aku percaya kau hanya dapat secara akurat mengontrol sekitar empat belas orang sekaligus. Semua bidak tersembunyi milikmu adalah esper yang kuat, bukan? Sekarang, di mana yang lainnya tersembunyi? Setelah aku memotong semua lengan dan kakimu, aku hanya akan menyisakan kepalamu. Hanya otak yang akan kusisakan, dan kau bahkan tidak bisa merangkak di tanah.”


"Kategori 330 / Mencegah individu yang ditunjuk untuk bisa mendeteksi target selama kurun waktu enam puluh menit .”


Shokuhou mengabaikannya dan membalik dial remote.


Kepala bulat raksasa musuhnya bergetar kedepan dan kebelakang.


Tapi ...


"Aku sudah bilang," lanjut suara itu.”Itu tidak akan bekerja ☆"


"Kamu bercanda."


(Orang ini bukanlah gambar yang dibuat oleh monitor magnetis. Aku benar-benar sungguh sudah mengaktifkan remote-ku ke arahnya. Apakah itu berarti ... kekuatanku benar-benar tidak bekerja padanya!?)


Sebelum dia bisa memikirkan sesuatu, keanehan berikutnya menyerangnya.


Suatu gerombolan serangga kecil merangkak naik dari kakinya dan menuju lehernya. Suatu rasa jijik merambat dari ujung-ujung jarinya sampai ke tulang belakang.


"Tidak, ini hanya cat yang dibuat agar terlihat seperti itu!"


"Yah, ketahuan. Tapi ada suatu rasa takut yang tidak dapat kau hindari bahkan jika kau tahu bahwa yang kau lihat tidaklah nyata. Deskripsi dari halusinasi dapat digunakan untuk menganalisis 'pola ketakutan' umum seorang manusia.”


Segumpal daging yang bisa berbicara ini berguncang dengan aneh.


Sesaat kemudian, suatu bola mata raksasa muncul di daging bengkak tersebut.


Tatapan matanya menembus si gadis, dan Shokuhou hampir berhenti bernapas. Dia merasakan gerakan diafragmanya semakin melambat akibat serangan mental ini.


"Ah ... kah ... !?"


"Semua gadis seumuranmu begitu menyukai mitologi Yunani yang lebih dikenal dengan astrologi, tapi, sosok Medusa juga termasuk dalam mitologi itu. Kau tahu, monster ular betina itu dikenal karena matanya yang menakutkan.”


Orang yang”berubah-ubah" dengan sengaja tersebut memberikan senyuman yang sangat, sangat tipis.


"Tapi itu bukanlah awal cerita tentang bola mata dengan kekuatan misterius. Medusa adalah bekas seorang gadis cantik yang dikutuk oleh Dewa dan diberikan wajah yang terlalu mengerikan untuk bisa dilihat. Ketakutan melanda siapa pun yang melihatnya dan mereka akan membeku seolah-olah berubah menjadi batu. Tapi itu terlalu membosankan, sehingga cerita tersebut dilebih-lebihkan. Dan lahirlah cerita seram, yaitu ketika orang melihat matanya, dia akan benar-benar menjadi batu.”


Ide seorang wanita dengan wajah mengerikan atau gadis cantik yang melambai-lambaikan rambutnya dengan kemarahan adalah salah satu ”pola ketakutan" bagi siapa pun yang membaca cerita tersebut. Di Jepang misalnya, ada seni tradisional Noh*, termasuk topeng yang disebut Hannya*. Itu contoh lain cerita yang mengisahkan keindahan dan kecantikan seorang gadis, namun berubah seketika amarah dan kebencian merasuki tubuhnya. [Noh atau No (Jepang:能 Nō) ialah bentuk utama drama musik Jepang klasik yang telah dipertunjukkan sejak abad ke-14. Noh tersusun atas mai (tarian), hayashi (musik) dan utai (kata-kata yang biasanya dalam lagu-lagu).Pelakon menggunakan topeng dan menari secara lambat. Zeami Motokiyo dan ayahnya Kan'ami membawa Noh kepada bentuk terkininya selama masa Muromachi. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan.] [Hannya adala topeng setan yang dipakai dalam Noh. Wujudnya adalah wajah merah manusia yang bertanduk, bermata lebar, dan bermulut menganga disertai 2 gigi taring yang menjulang. Wikipedia Bebas.]


Ini adalah gambaran ekstrim dari hal itu.


Ketakutan visual yang ada di dalam hati seseorang ditarik keluar dengan menggunakan teknologi canggih, kemudian diwujudkan dalam bentuk senjata untuk mengalahkan orang tersebut.


"Hah…..Hah……Hah!?"


"Keh heh heh. Ha ha ha ha!! Aku paham, kau akhirnya berbicara seperti aku, Nona Lebah.”


Shokuhou mengabaikan tawa mengejek itu.


Dia menggertakkan giginya dan membulatkan tekadnya.


Raungan meledak sesaat kemudian.


Gelombang kejut yang luar biasa melanda seluruh wilayah, termasuk Shokuhou dan musuhnya.


Rasa sakit menjalar dari kakinya dan menyebar ke tulang-tulangnya serta daging sekitarnya. Ini adalah sengatan listrik. Untuk sesaat, serbuk monitor magnetis itu kehilangan kendali. Dengan suara seperti sekarung pasir yang isinya bocor, serangga yang merangkak di sekujur tubuh Shokuhou dan bola mata raksasa, semuanya hilang.


"Gyah!? Keh heh heh. Tapi sekarang aku telah menemukan yang kedua.”


Musuh menghasilkan suara basah sembari tubuhnya gemetaran.


Bagian lain dari pemandangan alam di tempat itu berubah menjadi neon berwarna pink yang bersinar dengan tak wajar.


"Berapa banyak lagi? Selama aku tahu di mana mereka berada, aku bisa pergi untuk menghancurkan mereka. Kamu boleh mengendalikan orang dengan arogan, tetapi kau tidak akan sanggup melihat mereka mati, kan? Sekarang, berapa lama lagi kau dapat mempertahankan kendali bidak-bidakmu itu?”


"... !!"


"Oh? Apakah ekspresi khawatir yang kau pasang di wajahmu itu berarti kau telah menyuruh mereka untuk mundur? Kalau memang begitu, justru aku yang diuntungkan.”


Shokuhou Misaki hanya bisa bertanya-tanya siapakah musuhnya kali ini.


Bahkan setelah menghadapinya sampai sejauh ini, dia masih tidak tahu siapakah gadis ini.


Bahkan dengan semua teknologi yang telah disaksikannya, mengalahkan Mental Out pada suatu pertempuran psikologis bukanlah sesuatu yang normal. Sepengetahuan Shokuhou, hanya Kumokawa Seria yang bisa menandinginya. Itulah mengapa dia terus mengamati gerak-gerik gadis itu. Dia tidak tahu jenis kehidupan apa yang dilakoni oleh orang ini, jika memang dia adalah salah satu siswi Tokiwadai, gengnya pasti sudah menemukan orang dengan keahlian seperti dia.


Dan juga, musuh ini terlalu akrab dengan masa lalu pribadi Shokuhou dan dia juga tahu celah yang terdapat pada kekuatan si gadis. Apakah dia adalah seorang penguntit yang terus mengamati si gadis setiap waktu atau ...


"Apakah kau punya suatu hubungan denganku?"


"Heh heh heh hah hah!! Uhuk, uhuk. Tentu saja aku punya. Geh heh heh. Jika tidak, aku tidak akan memiliki alasan untuk membencimu!!”


"Tapi aku belum pernah melihatmu. Aku tidak tahu siapa dirimu.”


"Doo hoo hoo !! Tentu saja kau tidak tahu. Jika kau pernah bertemu denganku, aku mungkin tidak bisa menahan diri untuk tidak membunuhmu.”


Kehidupan mereka yang terkait dengan erat, tetapi mereka belum pernah bertemu sebelumnya.


Mereka belum pernah melihat satu sama lain sebelumnya, tapi kebencian intens telah tumbuh dalam diri gadis ini.


Setelah mengecek semua informasi yang tersedia, Shokuhou punya suatu kesimpulan.


"Kau benar-benar tak waras."


"Gyaaa ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha !! Itulah masalahnya! Itulah masalahnya, wahai Ratu Lebah! Orang-orang seperti aku ... Orang-orang seperti kami mudah memanipulasi pikiran orang, jadi siapa yang bisa membuktikan bahwa kami masih memiliki pikiran selain kami sendiri!?”


Shokuhou tidak ingin repot-repot mendengarkan semua ocehannya.


Dengan remote di tangannya yang sudah tidak lagi berguna, ia menghadapi buntelan daging yang tepat berada di depannya.


Tentu saja, musuhnya menyadari bahwa si gadis hendak menyerang dan dia dengan tenang mulai mengubah monitor magnetis di sekitarnya.


Tapi pertama-tama, Shokuhou melemparkan remote ke arah semassa daging ini dengan seluruh kekuatan yang dia miliki.


"Ap- ... !? Abhah !?”


"Kenapa kau terlihat begitu terkejut? Padahal kau sudah menginjakkan kaki di memoriku dengan dia, jadi harusnya kau tahu bahwa remote ini dapat digunakan dengan cara seperti ini.”


Shokuhou mendekat sembari terus berbicara.


Dia merogoh tasnya, mengeluarkan remote lain, dan melemparkannya. Sebenarnya, Shokuhou bahkan mengalami kesulitan ketika melemparkan botol plastik ke tempat sampah, tapi dia berhasil dengan baik saat sini. Itu karena targetnya sangatlah besar.


Ketika terdengar suara tumbukan, massa daging tersebut berteriak pendek dan mencoba untuk menutupi wajah dengan tangannya. Ini mungkin adalah pertarungan yang begitu menyedihkan dari sudut pandang pertempuran profesional, tapi Shokuhou tahu betul bahwa seseorang dengan kemampuan mengendalikan orang lain tak perlu repot-repot melatih fisiknya dengan keras. Sementara itu, ia terus memperpendek jarak dengan musuhnya itu.


Dia tahu apa yang harus dia lakukan.


(Bahkan jika sesuatu tampak misterius pada pandangan pertama, itu sejatinya bukanlah suatu fenomena yang mistrius dan samar-samar. Sama halnya dengan danau yang ditutupi oleh serbuk kamuflase, pastinya ada alasan mengapa kekuatanku tidak bekerja pada dirinya.)


Lawannya berbobot sekitar tiga ratus kilogram. Pada kasus olahraga tinju, kelas-kelasnya dibagi berdasarkan berat badan paraetinju, ini berarti bobot seseorang sangat mempengaruhi kuat-lemahnya serangan. Namun, Shokuhou tidak ragu-ragu. Dia meragukan gadis kembung yang berdiri di depannya tersebut bisa mentransfer berat badannya menjadi kekuatan yang destruktif.


(Dan aku sudah melihat suatu teknologi yang bisa memberikan perlawanan pada Mental Out-ku, bahkan jika peluang suksesnya rendah.)


Tujuannya adalah leher dari semassa daging itu.


Lebih tepatnya, bagian belakang leher.


Dia dengan akurat meraih setitik plastik kecil yang melekat seperti larva ubur-ubur.


" Strobila. kau mencoba menjebakku dengan menggunakan ini, kan!?”


Dia menariknya dengan sekuat tenaga.


Benda itu tampaknya melekat langsung ke kelenjar hatinya, tapi Shokuhou mengalami hal yang sama dan dia tidak menunjukkan kepedulian terhadap lawannya.


Dan ...


"Kategori 011 / Individu yang ditargetkan harus menjawab secara akurat semua pertanyaan."


"Ah ... gah !?"


Semassa daging ini menjerit dengan nada suara pendek, tapi hanya itu yang bisa dia lakukan.


Dia berhenti bergerak dan matanya mulai memutih.


Itu adalah tanda bahwa musuh yang masih belum diketahui identitasnya ini akhirnya jatuh di bawah kendali Mental Out.



Part 4[edit]


Shokuhou Misaki memutar-mutar remote televisi di tangannya.


Gadis berbobot tiga ratus kilogram berdiri terpaku di depannya. Si gadis bergerak maju-mundur di depan musuh sembari terus mencoba untuk berpikir.


Tapi si gadis tidak kunjung bisa memahami situasi ini.


Semua yang musuh katakan tidaklah masuk akal sama sekali.


"Aku kira aku akan membuatmu membeberkan padaku beberapa bocoran informasi tentang segala sesuatu yang tidak kumengerti ☆"


Dia menghentikan putaran remote-nya, menunjuk ke depan, dan mengajukan pertanyaan sambil menekan tombol.


"Apakah kau adalah orang yang berada di balik semua konspirasi ini? Atau ada pihak lain lagi yang ada di balikmu?”


"Tidak, akulah pimpinannya. Akulah yang….Uhuk!! Uhuk!!....memberikan perintah.”


Sepertinya, batuknya begitu asli dan tidak dibuat-buat.


"Apa yang menjadi tulang punggung kekuatanmu?"


"Aku bekerja sendiri. Aku hanya mengendalikan orang yang tampak berguna dari organisasi bawah tanah yang berharga, lembaga penelitian, sekolah bergengsi, dan sejenisnya, untuk memberikan ilusi pada suatu organisasi.”


"Dan bagaimana caramu mengendalikan mereka?"


"Five Over OS."


"Spesifiknya?."


"Five Over adalah teknologi militer yang dapat menghasilkan kekuatan Level 5 dari teknologi industri. Namun, OS adalah singkatan dari Outsider, jadi, itu adalah suatu metode yang tidak biasa. Sederhananya, metode ini menggunakan teknik yang sangat berbeda untuk menghasilkan fenomena yang menyerupai kekuatan Level 5.”


(Aku paham. Jadi konsep di balik monitor magnetis berskala besar ini adalah suatu metode untuk menggunakan aku dengan cara yang benar-benar berbeda.)


Shokuhou Misaki secara langsung memanipulasi struktur internal otak manusia.


Namun,”pengetahuan" dalam kategori yang lebih besar pada ”kepribadian" seseorang, didefinisikan oleh sesuatu yang dapat beradaptasi pada lingkungan asing. Ada laporan yang terdengar lebih mirip suatu mitos, yang mengatakan bahwa, jika seseorang ditempatkan dalam ruangan gelap gulita dan kosong, kepribadiannya akan lenyap dalam waktu hanya beberapa hari saja.


Itu adalah kebalikan dari kasus Shokuhou.


Bukannya mengendalikan pikiran dari dalam, musuhnya mendekorasi dunia luar menjadi suatu pemandangan yang benar-benar berbeda. Ini menyebabkan si gadis berpikir bahwa memorinya adalah salah.


Itulah kenapa Shokuhou melihat danau buatan tersebut dalam tampilan yang sungguh berbeda dari ingatannya.


"Kenapa kau melakukan ini?"


"Untuk balas dendam. Untuk menghukummu karena sudah mencuri 'aku'.”


"Spesifiknya?"


"Aku kira, aku tidak bisa lagi mengambil alih 'aku'. Aku hanya bertarung untuk memuaskan diri sendiri.”


Responnya terlalu abstrak.


Tetapi jika pikirannya memang seperti itu, maka tidak ada lagi informasi yang dapat ditarik darinya.


Dan juga, Shokuhou lupa untuk menanyakan pertanyaan yang paling penting.


"Kamu siapa?"


"Aku ..."


Kekuatan Shokuhou dapat membuat musuhnya menjawab secara akurat setiap pertanyaan yang diajukannya. Itu tidak akan bisa dilawan oleh tekad yang keras dan Strobila dari tubuh si gadis pun sudah dicabut.


Itu berarti, tidak mungkin bagi musuhnya untuk berbohong.


Selanjutnya ...


"Aku adalah Shokuhou Misaki. Aku di sini untuk membalas dendam padamu karena telah mencuri aku.”



Part 5[edit]


Si gadis tidak mengerti apa artinya itu.



Part 6[edit]


Kaki dan pikiran Shokuhou Misaki mulai goyah.


Gadi raksasa berbobot tiga ratus kilogram masih berdiri di depannya dan dia memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Shokuhou Misaki. Mereka tampak tidak sama dan jika ada seseorang yang menanyakan apa perbedaan antara Ratu Tokiwadai dan buntelan lemak itu, orang tersebut pasti dianggap bercanda, tapi Shokuhou tahu benar bahwa jika ada seseorang yang sudah berada di bawah kendali Mental Out, orang tersebut tak mungkin bisa berbohong.


Kalau begitu, apa yang dia maksud?


Jawaban apa itu?


"Tunggu! Tunggu sebentar! Kau adalah Shokuhou Misaki? Apakah kau benar-benar berpikir demikian?”


"Ya."


"Lalu siapa aku? Aku yakin benar bahwa aku adalah Shokuhou Misaki!!”


"Aku tidak tahu. Aku pikir, aku akan mengungkapkan identitas aslimu di sini.”


"Tapi ... tapi kau tidak bisa menjadi Shokuhou Misaki. Shokuhou Misaki jauh lebih indah dan imut darimu!! Shokuhou Misaki adalah gadis yang ujung rambut sampai ujung jarinya bisa membuat gadis-gadis lain iri!!”


"Bukanlah kesalahanku, aku berakhir seperti ini. Ini adalah kejahatan dari pihak ketiga yang telah merubah aku menjadi bentuk seperti ini.”


"..."


Dia tidak bisa memikirkan hal lain untuk bertanya.


Apa ini?


Si gemuk berada dalam pengaruh yang mengharuskan dia menjawab semua pertanyaan dengan akurat, jadi dia tidak bisa berbohong. Ini bukan bohong, tapi jawaban yang keluar dari mulutnya adalah khayalan yang jauh dari kenyataan. Lantas, apakah si gadis benar-benar percaya pada khayalan ini?


Atau ...


Atau ...?


(Tidak, tunggu! Tunggu, tunggu! Jangan biarkan orang ini menipumu. Atau lebih tepatnya, jangan tertelan dalam khayalannya. Makhluk seperti ini tidak boleh berubah menjadi Shokuhou Misaki. Selain itu, aku punya Mental Out. Ini adalah kekuatan Level 5 #5 Academy City 5 dan tidak bisa diproduksi secara massal. Ini membuktikan bahwa akulah Shoukuhou Misaki yang paling asli.)


Tapi apakah itu benar?


Bagaimana jika Strobila yang terpasang di lehernya bukanlah metode untuk menghindari serangan dari Shokuhou, dan itu digunakan oleh pihak ketiga untuk menahan kekuatannya?


Dan sudah terbukti bahwa Strobila atau FIve Over OS bisa mengendalikan pikiran manusia tanpa bergantung pada kekuatan Level 5.


Bagaimana jika ada beberapa teknik aneh yang digunakan tanpa sepengetahuannya?


Tidak.


Bagaimana jika si gadis berada di bawah kontrol teknik tersebut dan itu membuat si gadis merasa sudah berhasil mengendalikan orang lain, padahal belum?


“…………………………………………………………………………………………………………………………”


Apa itu?


Jawaban macam apa itu?


Yang manakah Shokuhou Misaki yang asli? Apakah ada cara obyektif untuk membuktikan keasliannya, sedangkan di sana hanya ada dua orang? Dia tentu saja benar-benar percaya bahwa dia sendirilah Shokuhou Misaki, tapi ketika dihadapkan dengan suatu teknik tingkat tinggi yang bisa memanipulasi pikiran manusia, seberapa yakinkah kepercayaan itu? Jika dia memutar-balikkan semua asumsinya, bisakah ia mengatakan siapa dirinya yang sebenarnya?


Rasa keraguan tentang siapakah dirinya yang sebenarnya mengambang-ngambang di atas kepala si gadis.


Tapi kemudian suatu suara yang seharusnya tidak mungkin mencapai telinganya, terdengar.


"Hanya bercanda."


Suatu suara mengejek yang datang dari seonggok daging yang tak lagi bergerak, terdengar oleh telinga si gadis.


Itu saja sudah cukup untuk membatalkan semua asumsi Shokuhou, tapi hal berikutnya yang ia tahu, sesuatu yang panjang dan tebal, namun jelas bukan tali, membungkus erat tubuhnya.


"Apa!?"


"Ah ha ha ha ha ha !! Gefh, geheh. Aku sudah bilang! Aku sudah biiiiiiiiiiilang padamu! Berapa kali aku harus mengatakan itu? Kekuatanmu tidak akan bekerja padaku !!”


Tekanan yang besar memeras organ tubuh Shokuhou.


Dan saat ia berusaha untuk bernapas, dia melihat sesuatu.


Daging berbobot tiga ratus kilogram itu terbelah di bagian pergelangan tangan dan ada sesuatu yang terbang keluar. Secara keseluruhan, itu adalah benda berwarna krem. Benda itu terlihat tidak memiliki persendian, dan ada lengan yang bisa digerakkan dengan fleksibel, ada juga semacam penghisap yang tak terhitung jumlahnya, bentuknya sangat mirip dengan tentakel gurita atau ubur-ubur.


Five_Over (Out_Sider).


Modelcase_”MENTAL_OUT".


Wajah Shokuhou membeku saat melihat kata-kata yang ditulis di sisi berwarna krem tersebut.


"Desainer Gel. Itulah nama lemak buatan daur ulang ini.”


Shokuhou lupa suatu hal.


Five Over OS membutuhkan unit dasar seperti powered suit.


Pasti itu disembunyikan di suatu tempat.


"'Tinta' yang disemprotkan padamu itu jugalah bagian dari diriku, kau tahu?"


Dengan suara lengket, sesuatu memisahkan diri dari gadis berbobot tiga ratus kilogram. Itu adalah objek berwarna krem kekuningan yang jauh lebih tinggi dari orang dewasa. Tentakel yang tak terhitung jumlahnya memanjang dari bagian bawah bola raksasa tersebut, sehingga tampak seperti gurita buatan.


Ini adalah Five Over OS - Modelcase Mental Out.


Permukaan tubuh yang tampak seperti kepala bulat tersebut memiliki bola mata besar pada permukaannya. Mungkin dengan menggunakan monitor magnetis, bola mata tersebut tampak bergulir-gulir dan berkedip-kedip.


Shokuhou masih tertahan oleh salah satu tentakel, tapi ia terfokus pada sesuatu hal selain teknologi aneh itu.


Dia terfokus pada gadis gemuk ... tidak, pada gadis yang telah memakai lemak buatan itu.


"Heh heh."


Seragam Tokiwadai yang terlalu besar itu jatuh ke pergelangan kakinya dan terlihat suatu pakaian khusus yang mirip baju renang. Pakaian itu tampak seperti karet tipis yang begitu ketat, sehingga semua lekuk tubuh manusia bisa terlihat.


Tapi selain itu, gadis yang berdiri di hadapannya adalah Shokuhou Misaki. Gadis itu memiliki rambut pirang panjang bagai madu, payudara menonjol yang membuatnya tidak layak disebut sebagai siswi SMP, pinggang sempit, kaki panjang, dan segala sesuatu bagian tubuh lain yang biasa dilihatnya di cermin setiap pagi hari.


Ketika “Shokuhou Misaki” itu memandanginya dengan tatapan mata linglung, tiba-tiba wajahnya mencair.


Rasanya seperti ada sekelompok lintah raksasa atau siput yang bergerombol dan membentuk wajah seseorang. Sembari menonton wajahnya sendiri mencair dan menetes ke tanah, Shokuhou membentaknya dengan syok.


"Siapa kau iniiii!!!!????"


"Kau masih tidak tahu?"


Setelah menjawabnya, daging yang berjatuhan itu tiba-tiba berhenti.


Serbuk monitor magnetis yang menempel pada tubuh gadis ini meledak dan jatuh dalam sekejap.


Kali ini, wajahnya yang sebenarnya terungkap.


"Eh?"


Shokuhou Misaki berbicara dalam kebingungan.


Wajah asli gadis itu sama sekali tidak menyerupainya. Rambutnya yang berwarna cokelat mengembang bagai permen kapas, dan itu merupakan kebalikan dari rambut lurus pirang bak madu milik Shokuhou. Payudara Shokuhou memang lebih besar, tapi kaki gadis ini jauh lebih indah. Kakinya lebih dari sekedar panjang dan ramping. Jujur, Shokuhou pun merasa bahwa kakinya kalah indah jika dibandingkan dengan kaki si gadis.


Secara keseluruhan, dia adalah orang asing yang tak pernah dikenalnya.


Namun dia merasakan sesuatu yang familiar pada gadis ini, dan dia tak pernah merasakan ini pada gadis-gadis lainnya sebelumnya.


Si gadis tidak bisa menyebutkan hal apa itu dan bahkan dia juga tak bisa memahami hal apa itu.


"Kau sama."


Si gadis mengucapkannya dengan gelisah.


"Kau sungguh sama."


"Tentu saja."


Gadis lain menjawab dengan sedikit tersenyum.


"Kekuatanku adalah Mental Stinger. Aku terjebak di Level 3 sampai sekarang, tapi awalnya aku diplot untuk mencapai Level 5.”


"Eh?"


"Ada suatu file rahasia yang dikenal sebagai Daftar Parameter. Ini adalah dokumen internal yang digunakan untuk memilih siapakah yang terfavorit. Data ini memberitahu mereka tentang kekuatan siapa yang masih bisa berkembang dan kekuatan siapa yang sudah tidak lagi bisa berkembang, demi keuntungan, demi mengembangkan umat manusia, dan demi apa yang orang-orang dewasa itu inginkan. Pernahkah kau mendengar tentang hal itu?”


Shokuhou ingat apa yang gadis ini katakan.


Mereka belum pernah bertemu, tapi ia membenci Shokuhou sampai-sampai ingin membunuhnya.


Mereka belum pernah melihat satu sama lain sebelumnya, karena jikalau dia pernah bertemu dengan Shokuhou, saat itu juga dia akan membunuh si gadis.


"Aku Mitsuari* Ayu, semut yang tidak bisa menjadi lebah." [Dalam kata Mitsuari, terdapat huruf yang bermakna semut. Dan seperti yang sudah sering kali dijelaskan sebelumnya, Shokuhou juga bisa berarti lebah.]


Itulah yang terjadi di sini.


Kadang-kadang, seseorang bisa saja merenggut kehidupan orang lain bahkan tanpa pernah bertemu sebelumnya. Contohnya : juara satu dan runner up pada suatu kontes bakat, pemenang lotre dan orang yang mempunyai nomor undian mirip dengannya.


Apakah gadis ini telah terjebak dalam situasi yang sama?


"Dan adalah buah lain yang dipotong dari cabang untuk membiarkan kau tumbuh*." [Dalam beberapa kasus pada ilmu pertanian, itu sangatlah mungkin. Yaitu ketika ada buah yang lebih bagus dibandingkan buah yang biasa-biasa saja. Buah yang biasa akan dipetik terlebih dahulu agar semua nutrisi dialirkan pada buah yang lebih bagus. Dan buah yang sudah dipetik tersebut hanya akan dilabeli “KW II.”

NT Index v11 181.jpg



Diantara Baris Ketiga.[edit]


Laporan Rahasia.


Untuk Dewan Direksi.


Aku telah menerima laporan sementara tentang Shokuhou Misaki dan Mitsuari Ayu, jadi aku akan mengirimkannya padamu.


Teori lama yang menyatakan bahwa mereka mengendalikan bioelectricity* telah terbukti salah. Kami telah mempelajari bahwa mereka benar-benar memanipulasi kelembaban untuk menghasilkan berbagai fenomena. [Baca NT Vol 6.]


Terutama, mereka mengendalikan sekresi bahan kimia di otak target dan juga mengontrol distribusi darah, cairan cerebrospinal*, dll. Bukannya mengendalikan bioelectricity secara langsung, tampaknya mereka mengubah efisiensi konduktif dengan mengendalikan cairan yang bertindak sebagai katalis untuk mengalirkan listrik. [Cairan cerebrospinal adalah segala macam cairan, termasuk enzim dan hormon, yang dihasilkan oleh kelenjar otak dan sumsum tulang belakang. Kamus Besar Oxford.]


Dengan demikian, tampaknya ada kasus-kasus ketika kekuatan mereka tidak berfungsi melawan esper yang bisa secara langsung memanipulasi bioelectricity, seperti Electromasters misalnya. Namun, beberapa orang berspekulasi bahwa mereka akan sanggup memaksa untuk menerobos pertahanan tersebut dengan meningkatkan kekuatan.


Metode pembacaan pikiran tanpa bergantung pada otak orang lain, mungkin juga terkait dengan kelembaban.


Berdasarkan informasi genetik dan konseling sekolah mereka, kami tidak bisa menemukan titik umum antara tubuh atau pikiran mereka. Namun demikian, teori dasar dan ruang lingkup kekuatan yang telah dimanifestasikan pada tubuh mereka, hampirlah identik dan Tree Diagram telah memberikan asumsi bahwa mereka berdua bisa mencapai Level 5.


(* Catatan Penting: Pada hal ini, terdapat kemungkinan yang menjungkirbalikkan ide dasar meneliti otak untuk mengembangkan kekuatan esper. Otak adalah komponen yang sangat diperlukan, namun mungkin ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada itu. Aku harap kau memperlakukan bagian ini dengan sangat hati-hati.)


Dengan adanya situasi yang sangat unik ini, mereka berdua hanya akan berakhir di sekitar Level 3 jika mereka diberi Kurikulum standar.


Kita harus memangkas salah satu dari mereka dan fokus hanya pada satu orang saja.


Kita harus membuat keputusan sebelum mereka memasuki fluktuasi hormon remaja yang labil, untuk memastikan bakat mereka tidak hancur.


Untuk memutuskan antara Shokuhou Misaki atau Mitsuari Ayu, silahkan merujuk pada Daftar Parameter yang telah kami lampirkan.


Dan siapa pun yang kalian pilih sebagai master, aku sarankan menggunakan yang tak terpilih sebagai budak. Jika misalnya sang master mati, peralatan dan pendanaan yang difokuskan pada dirinya dapat diinvestasikan ke budak untuk mendapatkan kesempatan kedua dalam pengembangan Level 5 di bawah kondisi yang sama.



Chapter 4: Kesempatan Bertemu >> Diantara Penonton — Duel_in_the_Mind.[edit]

Part 1[edit]


Lebah dan semut.


Mereka berdua dikenal sebagai serangga dengan hirarki masyarakat tingkat tinggi yang berpusat pada Ratu (meskipun banyak lebah menjalani hidup menyendiri), tetapi kehidupan antar spesies benar-benar terkait dengan sangat erat. Secara teknis, mereka berdua adalah golongan Hymenoptera*. [Hymenoptera adalah golongan serangga dengan sayap transparan. Kamus Besar Oxford.]


Tapi itu tidak berarti mereka bisa hidup secara berdampingan.


Lebah ganas atau tawon akan menyerang semut dan spesies lebah yang lebih pintar bahkan akan membaringkan telur mereka di daerah koloni semut bawah tanah. Di sisi lain, semut akan tanpa ampun menyerbu kawanan lebah yang kehilangan kekuatan dan jatuh ke tanah. Mereka akan membawa mayatnya kembali ke koloni mereka untuk disantap.


Kedua gadis ini mungkin serupa dengan kehidupan dua jenis serangga itu.


Five Over OS terdiri dari lemak buatan yang disebut Desainer Gel. Itu dpt dipakai sebagai senjata yang menyerupai gurita raksasa berwarna krem, dan salah satu tentakelnya membungkus seluruh tubuh Shokuhou Misaki.


"Hubungan kita mungkin mirip dengan Shirai Kuroko dan Musujime Awaki," kata gadis bernama Mitsuari Ayu itu.


Dia tersenyum, dan itu sama sekali tidak cocok dengan penampilannya. Lantas, dia mengeluarkan smartphone yang seukuran telapak tangan, seakan-akan mempersiapkan suatu trik kartu.


"Bukanlah Strobila atau Five Over OS yang membelokkan kekuatanmu. Kekuatanku mungkin lebih lemah darimu, tetapi prinsip kerjanya sama saja. Yang perlu kulakukan hanyalah menggunakannya untuk menghalangi gangguan yang disebabkan oleh kekuatanmu ☆”


Saat ia berbicara, jumlah smartphone miliknya meningkat.


Itu seperti remote yang Shokuhou gunakan.


"Jadi itu sebabnya kau mengarahkan semua kebencianmu untuk menggangguku?"


Shokuhou merintih sembari diremas oleh tentakel raksasa yang tampaknya memiliki kekuatan yang cukup untuk meremukkan satu unit mobil bagaikan kertas tisu.


"Semuanya dipilih berdasarkan beberapa file yang disebut Daftar Parameter dan masa depan kita diputuskan berdasarkan apa yang orang-orang dewasa itu inginkan, sehingga kau adalah korbannya dan aku adalah pelakunya?”


"Bagaimana?"


Shokuhou bertanya-tanya, hal apa lagi yang bisa dia lakukan dalam kondisi terbalik seperti saat ini.


Bagaimana rasanya jika ada orang asing yang belum pernah ditemuinya, menggunakannya sebagai batu loncatan dan mencuri setiap kesempatannya?


Bagaimana jika bakatnya telah hancur?


Bagaimana jika dia tidak pernah diizinkan bersekolah si SMP Tokiwadai?


Bagaimana jika dia tidak pernah menjadi Level 5?


Setelah mempertimbangkan itu, gadis bernama Shokuhou Misaki berbicara.


"Apakah kau idiot? Itu hanya alasanmu untuk memilih hidup sebagai seorang penjahat seperti sekarang ini.”


Mitsuari tetap tersenyum.


Dan sambil tersenyum, ada suatu kerutan yang berkedut di antara pipi dan pelipisnya. Seolah-olah ada serangga kecil yang berlarian di bawah kulit gadis itu.


Shokuhou mengabaikannya dan terus berbicara.


Dia mampu mengabaikannya.


"Keberhasilanmu dicuri olehku? Kau memiliki bakat, tetapi tidakkah kau meletakkannya pada tempat yang tepat? Kau dapat menemukan situasi yang sama seperti dirimu di mana saja.”


"..."


"Apakah kau pikir setiap negara dapat memberikan pendanaan dan peralatan yang sama pada setiap atlet Olimpiade? Menurutmu, berapa banyaknya negara yang ingin pergi ke ruang angkasa tetapi tidak dapat melakukan pengembangan ilmu astronomi? Tidak semua kompetisi dipengaruhi oleh kemampuan dan keterampilan setiap individu yang terlibat di dalamnya. Bersaing di lingkungan dan kondisi yang sama persis hanya bisa kau lihat di taman bermain anak-anak, dimana para orang tua selalu mengamati seiap saat, dan ketika mulai ada yang tidak adil, orang-orang tua itu hanya akan membawa anaknya pulang dan menghiburnya agar tidak menangis. Itu hanya berlaku pada tes sekolah, dan tak akan pernah kau temukan di kehidupan yang sebenarnya.”


Kata-katanya menusuk pada hati si gadis pirang.


Kata-katanya mengejek gadis yang tersesat.


Dia terus melanjutkan perkataannya.


"Tetapi, sudah menjadi sifat manusia, mereka hanya ingin mencari siapa pemenangnya, tak peduli apakah kompetisi itu adil ataukah tidak. Jika melakukan segalanya dengan benar tidak cukup untuk membuatmu jadi pemenang, para pemenang akan bekerja dua atau bahkan tiga kali lebih keras. Mereka akan memamerkan apa yang bisa mereka lakukan dengan metode yang tidak dipikirkan oleh pesaing lainnya. Itulah kenapa atlet yang berlatih berlari melintasi padang gurun bisa mengungguli atlet yang hanya berlatih di dalam ruangan teduh bersama-sama dengan peralatan-peralatan canggihnya. Jika kau ingin pergi ke ruang angkasa, maka buatlah suatu teknologi peluncuran yang realistis, walaupun jika itu berarti meninggalkan negara asal kau. ... Namun, ketika para orang dewasa itu berkompetisi, tindakan kekanak-kanakan akan mulai mengambil alih idealisme mereka. Memang betul mereka tetap ingin mempertahankan harga diri dan kehormatan kompetisi tersebut. Namun di saat yang sama, mereka akan menghalalkan segala cara agar bisa memenangkan pertandingan dan memutar-balikkan prediksi tentang siapa yang terbaik”


Jadi tidak ada alasan untuk merasa rendah diri.


Ada alasan mengapa si gadis pirang terpilih.


Mitsuari Ayu tidak berbeda dari orang-orang yang tanpa malu minta ditraktir oleh seorang pemenang lotre. Dia bahkan bukan kenalan lama Shokuhou…dia hanyalah orang yang belum pernah bertemu dengan Shokuhou.


Shokuhou tidak akan membiarkan orang seperti itu mengambil segala sesuatu darinya.


Hilangnya kesempatan untuk menjadi yang terbaik tampaknya telah merubah Mitsuari menjadi seorang dewasa yang idealismenya telah diambil alih oleh kekanak-kanakannya. Dan dia tidak akan pernah bisa menerima fakta bahwa dia tidak memiliki kekuatan tertinggi di Academy City, yaitu Level 5.


"Kebetulan, aku juga tahu sesuatu hal lain."


Shokuhou terus menantang gadis itu bahkan saat perutnya diperas oleh tentakel kuat tersebut.


"Aku kenal dengan seorang pria yang lebih tua dariku dan dia sama sekali tidak punya masalah, walaupun dia membusuk di level terdasar, yaitu Level 0. Pada saat itu, dia pernah berbicara sambil membalikkan punggungnya padaku, dan dia berhasil melindungiku. Dia bahkan bisa mengungguliku yang hanya memiliki kekuatan Level 5 payah ini. Bukan masalah seberapa tinggi kemampuanmu. Memperhitungkan segala sesuatu dengan cermat jugalah sia-sia. Setelah pria ini mengukuhkan pendiriannya dan berjalan ke arahmu, tidak peduli berapa banyak argumen yang kau persiapkan, kau hanya akan dikalahkan olehnya. Aku sangat akrab dengan seorang Level 0 seperti itu ☆”


Kenapa Mitsuari melakukan semua ini?


Tidak berhasil menjadi Level 5?


Alasan itu tidaklah pernah cukup untuk ditukar dengan semua pri-kemanusiaannya.


Apakah semua kesempatannya dicuri oleh orang-orang dewasa itu?


Jika ia menyerah hanya karena alasan itu, apakah dia sudah berusaha dengan benar sejak awal?


Apakah itu berarti setiap kejahatan miliknya bisa dimaafkan?


Mitusari sama saja menganggap semua esper Level 3 atau dibawahnya, layaknya aib atau makhluk yang tak pantas hidup.


"Kau lemah," ucap Shokuhou Misaki.”Jika kau menggunakan semua alasan itu untuk membenarkan tindakanmu, maka kau sama saja dengan menganggap remeh semua orang yang tidak seberuntung dirimu. Kau tidak menyadarinya, kau takut memperhatikannya, dan kau menghancurkan segala sesuatu yang bisa membuat kau perhatikan fakta-fakta tersebut, maka itu sama artinya dengan membuat dirimu sendiri menjadi makhluk paling hina. Dengan prinsip hidup seperti itu, kau tidaklah akan mendapat kesuksesan, walaupun kau berhasil mencapai Level 5.”


"Heh."


Pada saat itu, Mitsuari Ayu berhenti mendengarkannya, lantas tertawa.


Dan ekspresi gilanya belum berubah.


"Heh heh heh. Heh heh heh heh. Heh heh heh heh hah hah. Ahh, ahh. Kedengarannya seperti kau sudah bertemu dengan seorang pria yang indah ya, Nona Lebah. Apakah kau mengatakan itu semua agar aku menyerah? Apakah kau ingin mengatakan : “Jika kau bertemu dengannya, jalan yang berbeda mungkin telah terbuka untukmu”"


"...?"


Hanya seperti itulah tanggapannya.


Itu bukanlah ekspresi kemarahan setelah seluruh identitasnya ditolak.


Ada sesuatu yang lebih dalam di sana.


Apakah ada niatan Mitsuari Ayu yang masih tersembunyi?


"Tapi itu tidak akan berhasil di sini."


Semut berdiri di samping lebah dan si ratu semut memainkan kartu terakhirnya dengan senyum tenang.


"Bagaimanapun juga, aku juga sudah berbicara sedikit dengan Kamijou-kun."


“………………………………………………………………………………………………………………….Eh?”


Kali ini, pikiran Shokuhou benar-benar jadi hampa. Dia cukup terpukul setelah mengetahui fakta bahwa kemampuan Mental Out Level 5 yang diperolehnya adalah hasil pilihan orang-orang dewasa, dan bukan sepenuhnya hasil kerja kerasnya, namun yang dia rasakan saat ini jauh lebih hampa daripada itu.


"Aku sudah bilang, bukan?"


Senyum lenyap dari wajah Mitsuari.


Gadis yang terus tersenyum walau takdir yang sudah dijalaninya ditolak oleh Shokuhou, kini terdiam.


"Aku membalas dendam untuk mengambil kembali apa yang sudah kau rampas dariku. ... Bagaimana perasaanmu jika kau ada di posisiku saat ini? Bagaimana jika ada seseorang yang bahkan tidak kau kenal, mencuri orang yang kau banggakan?”


"..."


"Saat itu, aku juga ada di sana."


Dia mendekati Shokuhou yang tubuhnya masih terikat. Dengan smartphone di masing-masing tangannya, ia dengan lembut meraih sisi kepala Shokuhou.


Dinginnya layar LCD menyiksa pikirannya.


Dan kemudian kata-kata yang menentukan terdengar.


"Itu mungkin adalah suatu masa lalu yang indah bagimu, tapi aku tidak diselamatkan oleh Kamijou-kun. Itulah sebabnya aku bisa mengatakan bahwa kau mencuri segala sesuatu dariku. Jika bukan untukmu, pria itu tidak akan berhasil tepat waktu.”


Dia menempatkan wajahnya begitu dekat sehingga Shokuhou tidak bisa memfokuskan matanya.


Dan sesaat kemudian, Shokuhou merasakan sensasi yang aneh melewati pikirannya. Rasanya seperti ada kabel yang tak terlihat menjalar melalui kepalanya, kemudian berkumpul, dan tiba-tiba ditarik keluar dari dahinya.


Sambil menekan dahi mereka bersama-sama dan menempatkan smartphone di kedua sisi kepala Shokuhou, Mitsuari berbicara tanpa sedikitpun tersenyum.


"Ini adalah Mental Stinger. Dalam kasusku, aku menetapkan target dengan kamera dan ujung jari aku.”


"Ah ... kh !? Tapi dengan jenis kekuatan yang sama, gangguan apapun dapat dibelokkan, tak perduli betapa kuatnya itu!”


"Itu hanya terjadi jika kita berdua menolaknya."


Dengan sensasi rasa yang aneh, pandangan luar Shokuhou menjadi terdistorsi.


Warna-warna cerah menari-nari di depannya.


"Tapi bagaimana kalau aku menerima itu semua? Bagaimana jika aku dengan sengaja membuka port dan mengijinkan pertukaran paket berformat sejenis?”


"Ini ... bukanlah kekuatanmu."


Shokuhou akhirnya mengerti apa yang sedang terjadi.


"Ini merupakan kontak yang membuat aku kehilangan kendali atas Mental Out-ku!?"


"Bagus. Aku bisa menyeretmu ke dalam kepalaku dengan menggunakan kekuatanmu sendiri. Selamat datang di kehidupan penuh keputus-asaan dan kepasrahan. Sudah saatnya kau mengalami apa yang aku alami ketika kau mencuri semuanya dariku.”


Setelah itu, semua indera Shokuhou Misaki merasakan sesuatu yang jauh melebihi ambang batas dunia nyata.



Part 2[edit]


Seorang gadis berdiri sendirian di tepi danau yang melingkari pembangkit listrik tenaga panas bumi.


Kesadarannya telah terseret ke dalam pikiran orang lain. Itulah yang telah diberitahukan padanya, tetapi mungkin yang dilihatnya adalah gambar yang dibentuk oleh memori Mitsuari Ayu. Ini seperti seorang anak yang mendengarkan dongengan dari buku bergambar sebelum tidur.


Namun, nuansa tempat itu tiba-tiba berubah. Sejumlah besar air berubah menjadi soda berwarna hijau seperti melon, perbukitan yang gelap berubah menjadi semassa krim, pohon-pohon besar menjadi kue berbentuk seperti kartu, dan bahkan struktur beton pembendung air yang melingkar digantikan dengan sejumlah besar coklat.


Itu tampak seperti kerajaan permen.


Memori di danau buatan ini layaknya semut dan lebah yang berebut nektar manis. Seperti inilah mungkin bagaimana ”dia" menggambarkan latar tersebut.


Aroma yang begitu manis membuat seseorang merasa kenyang walaupun belum memakan sepotong pun benda-benda tersebut, dan itu bahkan merangsang keinginan untuk muntah.


Garam dan juga gula memanglah diperlukan dalam makanan, tapi terlalu banyak menambahkan kadarnya, akan berakibat fatal*. [Ada cerita bahwa para bangsawan Cina kuno bunuh diri dengan mengkonsumsi garam dalam jumlah besar.]


Apakah memori ”dia" telah mencapai dosis yang mematikan?


"Aku ..."


Suara itu datang dari belakang.


Shokuhou berbalik dan melihat Mitsuari Ayu mengenakan seragam SMP Tokiwadai. Dia mengenakan seragam musim panas meskipun kini tengah musim dingin.


"Aku meninggal di sini. Aku memasukkan banyak batu-batu besar ke pakaianku, berdiri di pesisir beton ini, dan melompat ke danau dengan tangan terikat seperti menyelam ke dalam kolam renang. Dan aku tenggelam. Ini terjadi hanya tiga hari sebelum kau mencoba untuk menghancurkan memorimu sendiri, tanpa pikir panjang.”


Suara ini datang tiba-tiba, tetapi Shokuhou tidak menyepelekannya.


Memorinya sendiri menolak untuk mengabaikan hal ini.


Pada malam ketika ia bertemu dengan ”si pria" di danau ini, ia tergeletak di tanah dan menekankan remote-nya ke pelipisnya seperti orang yang hendak bunuh diri dengan menggunakan pistol. Tapi adegan itu kini ditampilkan dengan sajian warna yang benar-benar berbeda.


"Tunggu sebentar. Maksudmu ... alasan pria itu datang ke pembangkit tenaga listrik selarut itu adalah untuk ...”


Dia merasa aneh.


Mungkin, si gadis pirang bertemu dengan si pria secara tak sengaja.


Tapi Distrik 21 berada jauh dari Distrik 7, tempat di mana mereka tinggal, dan juga begitu jauh dari perbukitan. Ground Geo berada di puncak bukit, sehingga si pria tidak akan sampai ke perbukitan hanya dengan berjalanan semalaman.


Jadi, saat itu, kenapa Kamijou Touma ada di sana?


Mengapa si pria dan si gadis bisa bertemu di sana?


"Dia tidak datang tepat waktu."


"Dan untuk meratapi kenyataan itu, ia bunuh diri?"


Dia ingat apa yang Kumokawa Seria pernah katakan.


Shokuhou dan Kumokawa pernah menghabiskan waktu dengan Kamijou pada saat yang sama, di masa lalu, tapi satu-satunya hubungan antara dua gadis ini hanyalah pertemanan biasa. Mereka sama sekali belum melangkah ke ranah yang lebih pribadi.


Kumokawa tidak tahu tentang insiden Shokuhou.


Shokuhou tidak tahu tentang insiden Kumokawa.


Bagaimana jika?


Bagaimana jika ada individu lain, yang juga telah menghabiskan waktu bersama si pria dan memiliki insiden lainnya?


"Aku tidak benar-benar peduli tentangmu atau apalah itu, tapi pria itu pasti tak sanggup melihat kematianmu. Jadi, lebih baik kau jangan mati. Jika kau mati, aku akan menghias makammu dengan indah, jadi jangan lupa untuk menghubungiku.”


Bagaimana jika kata-kata kasar dari Kumokawa tersebut mempunyai makna yang sungguh berbeda?


"Dan ketika pria itu tiba, ia melihat gadis lain yang mengenakan seragam Tokiwadai sama seperti gadis lainnya. Dia tidak tahu apa yang si gadis coba lakukan, tapi ia melihat seorang gadis muda yang tengah dirundung oleh suatu keputusasaan. Apa boleh buat, pria itu hanya bisa memanggilnya. Dia tidak ingin mengulang kegagalan sebelumnya.”


Shokuhou mengingat bahwa pria itu sering kali menghabiskan waktu dengannya ketika bertemu di beberapa tempat pada Academy City. Dan anehnya, itu terjadi setelah insiden di danau.


Dia telah memutuskan untuk tidak mengintip memori si pria.


Tapi apa alasan si gadis tidak mau melakukannya? Apakah si gadis tidak ingin menemukan alasan atau motif di balik pertemuannya yang bak keajaiban itu? Apakah si gadis ingin terus beranggapan bahwa pertemuannya dengan si pria adalah murni suatu kebetulan?


Kamijou Touma mungkin khawatir padanya.


Dan dia mungkin membandingkan si gadis dengan orang lain.


"Jadi menurutmu, mengapa pria itu tidak datang tepat waktu untukku?"


"Apa ...?"


"Dia tidak memiliki kekuatan esper, ia tidak memiliki kekuatan super, dan dia tidak terlalu pintar.... Tapi entah kenapa, dia sudah menyelamatkan lebih banyak orang daripada pria manapun juga di dunia ini. Aku setuju dengan itu. Namun, mengapa keajaiban itu tidak terjadi padaku?”


“……………………………………………………………………………Jangan bilang………”


"Kejanggalan itu bukanlah tanpa alasan."


Setelah mengucapkannya, kerajaan permen hancur.


Seluruh danau soda berkedip-kedip seperti layar raksasa dan menampilkan gambar suatu persimpangan jalan. Itu adalah persimpangan jalan yang begitu umum dan dapat ditemukan di mana saja pada Academy City.


Suatu guncangan intens memenuhi pikiran Shokuhou.


Namun si gadis pirang mengenali persimpangan itu.


Itu adalah persimpangan di mana dia bertabrakan dengan Kamijou Touma layaknya suatu awal pertemuan yang salah. Mereka hanya bertabrakan, bahkan nyaris tidak bertukar kata-kata, kemudian melanjutkan ke tujuan mereka masing-masing. Pertemuan awal tersebut tampak seperti semacam kesalahan.


Tapi sesuatu pasti terjadi kemudian.


Sesuatu yang tak pernah dilihat oleh orang asing seperti dirinya, tetapi hal itu sama sekali tidak bisa diabaikan.


"Pria itu sengaja memberiku sesuatu nya," gumamnya dalam keadaan linglung.”Ada suatu ponsel murahan yang tak kukenal, bercampur dengan barang-barang bawaanku.”


"Ya."


Mitsuari Ayu setuju sembari memasang suatu ekspresi wajah yang sulit dilukiskan.


Wajahnya tampak marah dan hampir menangis. Namun wajahnya juga tampak lega karena akhirnya suatu kebenaran dapat terungkap.


"Itulah sebabnya dia tidak datang pada saat yang sangat-sangat terakhir. Karena pria itu tak lagi memiliki ponselnya, komunikasi kami jadi terputus, dan dia melewatkan kesempatan untuk menyelamatkan suatu kehidupan gadis lain.”


Kemudian Mitsuari melompat ke dalam danau.


"Aku bukan satu-satunya yang menderita akibat Daftar Parameter," katanya seolah-olah mengingatkan Shokuhou pada sesuatu yang sudah berakhir.”Kau menyaksikan insiden itu dengan mata-kepalamu sendiri, bukan? Deadlock. Mereka adalah para pelajar gagal yang percaya bahwa medan difusi AIM milik seorang Level 5 tertentu menyebabkan semua usaha yang mereka lakukan jadi tidak pernah berhasil.”


"..."


"Tapi itu bukan alasan yang benar. Mereka mungkin membenci orang yang tepat, tapi membunuhmu tidak akan banyak merubah jalan hidup mereka. Sama seperti aku, mereka hanyalah buah yang dipotong dari cabang. Ini semua berkat Daftar Parameter yang telah dibuat orang-orang dewasa itu.”


Ketika mengalami suatu dilema, orang-orang hanya memiliki dua pilihan: penghancuran eksternal atau penghancuran internal.


Mereka bisa menyalahkan kegagalan yang mereka dapati pada masyarakat dan lingkungan sekitar. Dan mereka akan mulai menusuk atau menembak orang-orang di sekitarnya secara acak atas nama balas dendam.


Atau, mereka bisa melimpahkan semua tanggung jawab atas kesalahannya pada diri mereka sendiri. Bahkan, mereka mungkin akan menanggungnya sampai akhir hayat, atau yang lebih sering disebut dengan, bunuh diri.


Para penyerang dari Deadlock telah membuat satu keputusan.


Gadis bernama Mitsuari Ayu juga telah membuat suatu keputusan.


"Oh."


Dengan begitu, memori cerah milik Shokuhou Misaki, kini terkontaminasi dalam suatu warna yang sungguh berbeda.


Dia teringat percakapannya dengan si pria di danau buatan.


"Kau adalah orang yang menabrakku di persimpangan jalan sambil menggigit roti."


"Aku tidak pernah menggigit roti. Kalau dipikir-pikir, berarti kau adalah orang yang memberikan ponselku ke Anti-Skill. Terima kasih untuk itu.”


Apa yang sesungguhnya Kamijou Touma pikirkan saat itu?


Ketika si pria mengatakan itu, dia harus tahu bahwa hilangnya ponsel membuat dia gagal menyelamatkan suatu kehidupan.


Entah secara kebetulan atau tidak, si gadis pirang menjadi akar penyebab kegagalan untuk menyelamatkan seorang gadis lainnya. Jadi perasaan apa yang ada di dalam hati si pria ketika dia melihat seorang gadis pirang yang hendak bunuh diri dengan menempatkan suatu remote di pelipisnya?


Si pria seharusnya berteriak padanya.


Dan si gadis pirang pun harusnya tidak protes, bahkan jika si pria memukulnya.


Jadi kenapa si pria terkesan menyembunyikannya? Mengapa ekspresi si pria tidak sehisteris itu ketika melihat si gadis pirang hendak bunuh diri? Bahkan, si pria lebih memilih untuk mengomentari celana dalam si gadis pirang.


Apakah si pria adalah seorang makhluk yang diciptakan tanpa rasa emosi sama sekali?


"Aku ingin diselamatkan," kata Mitsuari.


Dia langsung menyatakan keinginannya sendiri.


"Bunuh diri mungkin terdengar tidak bertanggung jawab dan egois, tapi meskipun demikian, aku benar-benar ingin diselamatkan.”


Tidak jelas seberapa serius maksud Mitsuari tentang bunuh diri.


Apakah dia benar-benar bermaksud untuk mati ataukah dia melakukan itu hanya karena ingin orang lain mengasihaninya?


Dia menunggu munculnya seorang pahlawan, tapi Kamijou Touma tidak kunjung muncul.


Si pria tidak pernah datang.


Maka kemudian, gadis paling sial di dunia ini memutuskan untuk melemparkan dirinya sendiri ke kedalaman air yang gelap. Dan dia melihat itu adalah satu-satunya pilihan untuk jalan hidupnya.


(Oh.)


Mitsuari mengatakan bahwa dia membalas dendam pada Shokuhou karena telah mengambil segala sesuatu dari dirinya.


Menurut dia, Shokuhou telah memutar-balikkan seluruh hidupnya meskipun mereka belum pernah bertemu. Dan ia menghindari untuk bertemu dengan Shokuhou karena dia akan membunuhnya sektika dia melihatnya.


Semuanya akhirnya terungkap.


Mereka telah berbagi waktu yang sama di masa lalu, tetapi mereka juga tidak memiliki hubungan nyata.


Meski begitu, setiap hal selalu berhubungan dengan Shokuhou: Daftar Parameter yang membuatnya bunuh diri, kehilangan ponsel sehingga dia tidak bisa menghubungi si pria, dan bahkan tempat si gadis pirang bertemu dengan Kamjou Touma adalah tepat di dekat tempat dia bunuh diri.


Namun, bagaimana jika situasi mereka terbalik?


Shokuhou mungkin mampu menangani masalah Parameter List.


Tapi bagaimana dengan insiden kehilangan ponsel?


Lantas mengapa si gadis tidak mencari si pria dan terus berada di dekatnya?


(Aku mungkin tidak bisa memaafkannya. Mungkin ada banyak hal lain yang terjadi, namun itu saja sudah cukup untuk tidak memaafkannya.)


Saat ini, yang berada di hadapan Shokuhou adalah gadis yang bernama Mitsuari, dia masih hidup dan sehat. Sehingga, sepertinya, aksi bunuh dirinya berakhir dengan kegagalan. Dan begitu dia terbangun, dia menyadari segalanya. Itulah yang membuat hatinya diisi dengan kegelapan. Itulah sebabnya dia memutuskan untuk mendekam di kegelapan terdalam Academy City dan mengumpulkan kekuatan yang cukup untuk mendapatkan Strobila dan Five Over OS.


"Jawablah aku tentang suatu hal dengan jujur, Ratu Semut."


"Hanya satu, apa itu Nona Lebah?"


"Mengapa kau memakai Five Over OS? Unit yang terbuat dari Desainer Gel itu dapat bergerak dengan sendirinya, kan? Maka kau tidak perlu menyamar menjadi gadis raksasa berbobot tiga ratus kilo.”


"Lebih mudah untuk mengamati seseorang ketika orang tersebut meremehkanmu, jadi aku merusak penampilanku menjadi .....”


"Tidak, bukan itu."


Shokuhou memotongnya.


Lebah dan semut adalah serupa.


Dia mengajukan pertanyaan, padahal sudah menyadari apa jawabannya.


Dan tampaknya Mitsuari juga sudah menyadarinya karena nada bicaranya terdengar ragu.


"Aku sungguh tidak bisa membiarkan diriku terlihat seperti ini."


Dia ditutupi oleh kotoran kebencian yang begitu gelap gulita.


Dan pada celah-celah kebencian tersebut, sekilas terlihat gadis yang dulu sempat menjadi pribadi yang bersemangat.


"Aku bilang, aku ingin membantu orang. Aku benar-benar mengatakan itu ketika aku menghabiskan waktu dengan pria itu. Namun ... ini adalah satu-satunya jalan yang tersedia bagiku. Aku tidak pernah bisa membiarkan pria itu tahu bahwa Mitsuari Ayu yang dia kenal masih hidup. Pria itu bisa berubah setelah melihat fakta itu.”


Shokuhou mendengarkan kata-katanya.


Dia menegaskan pikirannya sendiri.


Dia telah memahami inti dari jiwa gadis ini.


Dan sekarang si gadis irang tidak bisa meninggalkan dia.


Shokuhou Misaki akhirnya menemukan satu-satunya hal yang menjadi dasar pemikirannya.


Dia mengalihkan cara berpikirnya.


Asumsinya kali ini sudah berubah.


Ini sama sekali tidak merubah hal yang telah dilakukan Mitsuari. Mitsuari adalah seorang penjahat yang telah tenggelam dalam sisi gelap Academy City, mengubah segala macam dokumen, menyerang Shokuhou menggunakan orang-orang yang menyamar sebagai Emergency Aid, menggunakan Strobila dan Five Over OS untuk menghancurkan memori atau kepribadiannya, dan bahkan sekarang mencoba untuk mengambil nyawanya.


Tapi meskipun demikian, ada sesuatu yang berubah dalam diri Shokuhou.


Mungkin hal yang sama terjadi pada pria itu. Si gadis pirang telah menjadi akar penyebab dia bunuh diri, ia telah menjadi orang yang secara tak langsung mendorongnya ke dalam danau, dan dia bahkan telah mencemarkan tempat bunuh diri tersebut, tapi si pria mungkin telah menemukan sesuatu hal yang lain dalam diri gadis ling-lung itu.


Pasti ada suatu hal.


Hanya ada satu hal yang membuat si gadis pirang tak ingin membunuhnya.


"Hei, Mitsuari Ayu."


"Apa?"


"Ini mungkin sudah terlalu terlambat dan tidak ada lagi yang bisa kuubah dengan kekuatanku ini." Shokuhou Misaki mengatakannya seakan menantang gadis tersebut.


"Tapi aku masih akan menyelamatkanmu ♪ Karena aku tahu itulah yang akan pria itu lakukan."


Si pria telah menyelamatkan dia dengan cara seperti itu.


Dia bisa berdiri di sini, pada hari ini, karena keputusan yang dibuat si pria.


Dan tidak peduli seberapa menyedihkan, konyol, atau tidak berarti untuk orang lain, dia tetap akan menerima pengampunan tersebut.


Tidak peduli apa yang terjadi.



Part 3[edit]


Dia memikirkan kembali asumsi dasar.


Shokuhou Misaki dan Mitsuari Ayu berdiri di dekat suatu danau buatan yang melingkari kerajaan permen yang dibangun dari krim dan soda melon. Sebenarnya, kekuatan Mental Out #5 telah digunakan untuk menyeret pikiran Shokuhou ke dalam dunia mental Mitsuari.


Namun ...


(Bahkan jika kau memiliki metode untuk melakukan itu, aku adalah seorang Level 5 yang menguasai kemampuan pengendalian mental yang terkuat. Tidak ada yang coba mengekspos pikiran mereka kepadaku.)


Shokuhou mencari serpihan-serpihan kecil kemungkinan untuk memutar-balikkan keadaan ini menjadi kemenangannya.


(Kalau begitu, ia harusnya memiliki alasan mengapa dia menggunakan strategi ini. Misalnya, apa yang terjadi pada tubuhku sekarang? Jika dia telah memprogram Five Over OS, mesin itu bisa saja menyeret tubuhku ke suatu tempat lain, kemudian menanamkan sesuatu di dalamnya, atau benda apa pun yang dia inginkan.)


"Hee hee. Aku bisa membaca semua itu."


Shokuhou dengan panik berbalik dan melihat semua pikirannya tertulis dalam lelehan tinta coklat di perbukitan krim.


"Semuanya sudah selesai. Bahkan jika kau mulai melawanku sekarang, tidak ada peluang kau bisa membalikkan keadaan ini.”


"Apakah begitu?"


Begitu dia berbicara, kata-katanya muncul di perbukitan permen.


Layaknya suatu film yang dilengkapi dengan substitle, apa pun yang dipikirkan dan dikatakan oleh Shokuhou berubah bentuk menjadi wujud yang solid.


"Andaikan saja kau benar-benar memiliki banyak waktu, kau tidak akan mengungkapkan segala sesuatu tentang masa lalumu yang memalukan itu padaku. Itu mungkin berharga bagiku, tapi itu sungguh tak berarti bagimu. Kalau begitu, artinya kau sedang mengulur-ulur waktu. Pasti ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai dengan rencanamu.”


"Tapi itu tidak mengubah apa pun."


"Aku akan memastikan hal itu."


(Apa yang coba dia lakukan dengan Five Over OS miliknya? Membunuh aku sementara kesadaranku berada dalam dunia penuh permen ini? Tidak, dia bisa melakukan itu sejak awal dengan tentakel-tentakel kuat yang bisa meremukkan mobil itu. Kemampuanku tidak bisa bekerja pada mesin, sehingga Mental Out tidak akan menjadi masalah jika dia memprogram alatnya itu dengan benar. Yang lebih penting lagi, aku bahkan tidak bisa merasakan sakit ketika pikiran dan tubuhku dipisahkan. Aku yakin dia sangat ingin menyiksaku, sehingga situasi ini agaknya tidak cocok dengan tujuan awalnya.)


Meskipun pikirannya bocor keluar dan berubah wujud menjadi tulisan bertinta yang bisa dibaca, dia terus berpikir secepat yang dia bisa.


Bukit-bukit ini sudah terisi penuh dengan tulisan tinta cokelat dan itu mulai menutupi seluruh wailayah.


(Jadi dia harusnya mencari hal selain itu.)


Tinta-tinta cokelat yang merupakan perwujudan dari pemikirannya mulai membenamkan Shokuhou, tetapi dia tidak goyah.


Dia menatap dunia ciptaan Mitsuari ini.


(Dia pasti punya pikiran tentang hukuman yang lebih kejam dari hanya sekedar membunuhku. Tapi apa itu? Bagaimana cara dia menggunakan Five Over OS tersebut?)


"Kau tidak akan menemukan jawabannya."


Suatu suara mengganggu pikirannya.


Tapi itu membuat Shokuhou menyadari sesuatu: suara itu tidak seharusnya ada. Shokuhou semakin cepat memikirkan berbagai hal, sehingga musuhnya semakin susah mendapatkan informasi darinya.


Namun Mitsuari mengucapkan kata-kata yang tidak diperlukan.


"Seperti halnya kata-kata dan pikiranku yang akan berwujud menjadi tinta coklat seiring jalannya waktu, apakah kau tidak bisa berbohong dalam pikiranmu sendiri?”


"Itu benar.Namun apa pun itu, kau tidak akan berhasil tepat waktu. Itu sudah ada di sini.”


"Sudah ada di sini? Bukannya masih dalam perjalanan?”


"Itulah sebabnya kau tidak akan tepat waktu."


Dia menggunakan bentuk lampau lagi*. [Maksudnya, Mitsuari tidak yakin betul dengan apa yang dikatakannya.]


Sesaat kemudian, kejutan besar terjadi pada dunia mental buatannya ini. Kerajaan permen, krim dan cokelat mencair seolah-olah sinar matahari yang intens melelehkan semuanya.


(Ini tidak baik. Dia hendak menghancurkan dunia mental buatannya sendiri. Itu berarti dia tidak lagi memiliki alasan untuk berlama-lama berada di sini dan di dunia nyata, dia telah menempatkan tubuhku dalam posisi skak mat!)


"Aku ingin membuat masa lalu untukku dan hanya milik diriku sendiri."


Ekspresi Mitsuari Ayu tetap dan tidak berubah, bahkan ketika dia juga ditelan oleh aliran lelehan dunia yang diciptakannya itu.


"Itulah sebabnya memorimu tidak lagi diperlukan. Dan jika aku tidak bisa mengubahnya dengan Five Over OS, aku harus membawa mesin dengan tingkatan yang lebih tinggi.”


"Jangan bilang ..."


Five Over OS adalah mesin jahat yang menulis ulang pemandangan di sekitar target dan mempergunakan informasi terdistorsi tersebut untuk secara tidak langsung mempengaruhi ingatan dan kondisi mental lawannya.


Jika ada mesin yang benar-benar unggul, itu pasti ...


"Tidak mungkin!"



Part 4[edit]


Itu mirip lebah atau tawon.


Namun, itu bukan lebah madu atau lebah raksasa yang menciptakan sarang dan hidup dalam suatu kelompok. Itu adalah spesies lebah yang menyendiri.


Itu adalah tawon kalajengking.


Seperti crane terbang, itu memiliki enam kaki aneh panjang dan perut ramping. Fitur yang paling menonjol adalah penyengatnya yang dibentuk oleh tabung halus dengan panjang lebih dari tiga kali panjang tubuhnya. Biasanya, penyengat hanya digunakan untuk menembus ke dalam pohon dan kemudian bertelur di dalamnya.


Senjata ini dirancang berdasarkan tawon parasit aneh tersebut, panjang tubuh utamanya adalah empat meter, dan ada sayap tipis yang membentang sepanjang dua kali ukuran tubuhnya. Perutnya adalah perangkat transparan yang diisi dengan cairan lengket. Jika ada orang yang melihatnya, mereka mungkin akan membandingkan benda itu dengan peti mati karena itu jelas dimaksudkan untuk mengangkut tubuh manusia.


Itu adalah Five Over Modelcase Mental Out.


Benda itu menggunakan teknologi industri murni untuk mereproduksi fenomena kekuatan Level 5 dan, tidak seperti OS, benda ini menggunakan teori dasar yang sama seperti kekuatan Level 5. Terlebih lagi, benda ini diplot untuk melebihi kekuatan Level 5 yang sesungguhnya.


Ini adalah kartu as terakhir bagi sang semut untuk menantang si lebah.



Part 5[edit]


Suatu struktur raksasa berdiri di tengah dunia mental yang meleleh dan membentuk suatu pola bagai kaca kelereng.


Itu adalah senjata aneh yang panjang dan ramping, serta tampak seperti tawon.


Mungkin karena senjata tersebut, Shokuhou dan Mitsuari mampu”membandingkan jawaban” dalam dunia tanpa kebohongan.


"Five Over ...?" Gumam Shokuhou Misaki dengan bingung.”Aku pernah mendengar model seperti ini setelah si bodoh # 3 diproduksi secara massal, tapi aku tidak pernah tahu ada Five Over yang dibuat berdasarkan kemampuanku. Bahkan, aku sempat berpikir bahwa para peneliti belum tahu secara pasti tentang bagaimana cara Mental Out bekerja.”


"Hee hee. Sejujurnya, ini melanggar aturan. Aku ragu Para Petinggi sepakat untuk mengembangkan benda seperti ini.”


"?"


"Bagaimanapun juga, benda ini tidak memproduksi kekuatan esper melalui teknologi industri. Sehingga, benda ini tidak sesuai dengan definisi dari Five Over.”


Shokuhou tidak mengerti.


Itu berarti, benda ini tidak lebih dari powered suit terbang yang berbentuk seperti serangga.


Tapi dia menolak gagasan itu.


"Tidak…tidak mungkin ada senjata lemah yang kau munculkan. Semuanya pasti memiliki kemampuan spesial ."


"Benar sekali. Untuk memperbaiki apa yang kau katakan sebelumnya, aku percaya bahwa mereka memahami proses umum penggunaan Mental Out, tetapi detail pendistribusian kekuatannya masihlah merupakan suatu misteri. Meskipun kau memiliki kulkas yang penuh dengan bahan makanan, kau tidak dapat memasak makanan ala restoran tanpa adanya resep. Ini adalah sama.”


Suara Mitsuari memenuhi dunia yang tengah mencair.


"Itu sebabnya aku akan menempatkan kau di dalam mesin."


"..."


"Aku tahu itu sungguh menyedihkan, tapi itu adalah satu-satunya jawaban yang benar. Five Over itu dijejali oleh delapan ribu perangkat output. Dengan menempatkan tubuhmu di dalamnya dan memaksamu mengaktifkan kekuatanmu, aku dapat memantau penggunaan dan cara kerja setiap device. Dengan hanya sekali mengambil sampel data dari Level 5 sungguhan, kami dapat memproduksi kekuatan Level 5 tersebut secara massal.”


Hanya sekejap, Shokuhou membayangkan suatu dunia di mana Mental Out bisa diperjual-belikan pada setiap counter ponsel, seperti aplikasi smartphone.


"Kau benar-benar gila." "Ha ha! Tuhan memberimu kemampuan itu, tapi tidak bagi orang lain kan? Tidak akan ada yang mendengarkanmu bahkan jika kau mengatakannya.”


Mitsuari sama sekali tidak memikirkan masa depan.


Dia tidak berpikir tentang apa yang akan terjadi pada dunia bahkan tiga hari kemudian.


"Dan sedikit terlambat jika kau terkejut dengan ini semua. Ini sudah diuji pada waktu yang cukup lama.”


"Apa?"


"Mari kami bicara tentang masa lalu lagi. Ingatkah kau tentang Deadlock, kelompok pelajar yang menyerangmu dengan alasan yang salah, dan membenarkan amarahnya? Apakah kau ingat salah satu unsur yang aneh pada sistem senjata Queen Driver milik mereka? Itu benar. Mereka memakai helm yang bisa memblokir serangan mentalmu dengan memanfaatkan program komputer ketika gelombang otak mereka mulai diambil alih.”


"Apakah kau mengatakan bahwa mereka melakukan hal yang lebih dari itu? Apakah mereka benar-benar men-scan struktur otak orang yang aku mengendalikan dan mengirimkan kembali data ingatan pada otaknya?”


"Pada akhirnya, informasi itu gagal diterapkan pad Five Over. Sehingga, aku tidak tahu apakah itu masalah teknis sederhana ataukah orang-orang dewasa yang mengendalikan proyeknya hancur berkeping-keping karena ledakan besar yang tak disengaja.”


Mitsuari berbicara dengan acuh tak acuh.


Berdasarkan itu, Shokuhou memutuskan bahwa para orang”dewasa" tersebut bukanlah pihak yang Mitsuari kenal dan gadis itu kemungkinan besar tidak terlibat dalam kecelakaan tersebut.


"Dan orang-orang yang tersisa memutuskan bahwa mereka tidak akan mendapatkan suatu hasil pun bahkan dengan memiliki data dari puluhan ribuan korban. Mereka menyadari bahwa mereka tidak akan pernah membuat benar Five Over tanpa data dari pelakunya sendiri. Itu berarti mereka membutuhkan sistem untuk memaksa kekuatanmu keluar darimu dengan menggunakan elektroda atau sesuatu seperti itu.”


Semuanya dibangun di masa lalu, tapi setiap hal terkait dengan”hari-hari itu". Seolah-olah, rasanya seperti masa lalu tersebut adalah lengan raksasa yang menyeret Shokuhou ke suatu kegelapan.


"Aku akan menyelesaikan Five Over-mu."


Apakah itu adalah balas dendam dari Mitsuari Ayu?


Apakah ia akan mengisi dunia dengan Mental Out dan membuat Shokuhou Misaki menjadi tidak berharga?


Tidak.


Shokuhou tahu bukan itu tujuannya.


Inti dari niatan Mitsuari bukanlah segala sesuatu yang dibanding-bandingkan dengan Shokuhou. Ada hal lain yang jauh lebih dalam.


"Aku tidak punya masa depan dan aku tidak peduli pada siapa pun juga sekarang. Tapi ... di masa lalu ... pada hari-hari itu, aku memainkan peran utama. Aku akan mengambil kembali itu. Kau tidak diperlukan dalam memori tentang dia, jadi aku akan menghapusmu. Aku akan menggunakan Mental Out-mu sendiri untuk menghancurkan memorimu jadi berkeping-keping.”


Pada siapakah sesungguhnya dia mengarahkan balas dendamnya?


Shokuhou Misaki? Pria itu? Academy City? Seluruh dunia?


"Hari-hari itu harus menjadi milikku dan hanya milikku sendiri. Kau sudah tidak lagi diperlukan.”


Tiba-tiba, Mitsuari lenyap.


Dunia yang terus lebur dan mencair ini adalah dunia mental hasil ciptaannya, jadi dia mungkin telah meleleh bersamanya.


Shokuhou telah kehilangan jejak targetnya.


Dia sudah muak dengan seluruh bau sakarin* ini. [Sakarin adalah pemanis buatan.]


Hanya suara Mitsuari yang memenuhi suara dunia bermotif kaca kelereng tersebut.


"Ini sudah berakhir. Aku hanya perlu menempatkan tubuhmu di dalam Five Over, sedangkan kau masih tidak sadarkan diri. Setelah aku melekatkan elektroda-elektroda itu pada tubuhmu, dan kekuatanmu ditarik keluar dengan paksa, ini semua akan benar-benar berakhir. Kau hanya akan tenggelam di dalam dunia ini dan mencair bersamanya.”


"Apakah kau benar-benar berpikir aku akan membiarkan kau melakukan itu?"


"Tidak ada yang dapat kau lakukan. Pemikiranmu lepas dari tubuhmu dan terjebak di dalam kepalaku, sehingga kau tidak bisa menggerakkan tubuhmu di dunia nyata. Kau bahkan tidak bisa berkedip. Sementara itu, Outsider dan juga Five Over diprogram untuk bergerak sendiri. Dan jangan lupa kau sedang terperangkap oleh OS tentakel, sehingga kau tidak bisa melakukan apa-apa bahkan jika kau bisa bergerak. Hanya masalah waktu sebelum kau dibawa dalam Five Over secara otomatis.”


Shokuhou mendengarkan itu sambil berpikir dalam kondisinya yang tanpa harapan.


Namun, kata-kata selanjutnya bertentangan dengan itu.


"Apa kamu yakin?"


Suatu kejutan yang luar biasa berlari terjadi pada dunia bermotif kaca kelereng.


Ini sangat berbeda dari aliran coklat yang mencair pada dunia yang dipenuhi dengan manisan tersebut.


Pemandangan aneh ini terjadi dalam dunia mental buatan Mitsuari, sehingga perubahan di dalam tempat itu, juga terjadi pada dirinya.


"Apa?"


"Aku akan men-sugestimu agar mengembalikan kita secepat mungkin ☆" kata Shokuhou dengan nada mengejek.”Aku bukanlah orang yang suka menahan diri, sehingga aku bias saja membunuhmu jika kau tak beruntung.”


"Kssshhh !? Apa….......kshhhh!.........yang terjadi di sini? Apa yang kau- ...?”


"Apa yang kamu pikirkan?"


"Bagaimana bisa kau menyerang tubuhku yang berada di dunia luar!?"


"Bagaimana menurutmu?"




Part 6[edit]


"Ghah !!"


Seakan-akan mendapatkan sinyal peringatan bahaya pada tubuhnya, Mitsuari Ayu bangun di pesisir danau buatan.


Ada sesuatu yang salah dengan organ tubuhnya. Dia kejang-kejang dan dia tidak bisa bernapas dengan benar.


Untuk menemukan sumber keanehan tersebut, ia melihat ke bawah perutnya.


Barulah kemudian dia menyadari apa yang tengah terjadi.


"O ... S?"


Suatu tentakel gurita raksasa berwarna putih-kekuningan terbenam ke dalam perutnya seakan-akan melakukan menusuknya.


"Agh !? Mengapa ... Mengapa aku kehilangan kendali Five Over OS?”


Dia hampir saja muntah, namun dia berhasil mengatasi rasa mualnya dan perlahan-lahan mendongak.


Di sana ia melihat # 5 yang tengah diperas begitu erat, sampai-sampai seharusnya dia memuntahkan organ dalam tubuhnya dari mulutnya. Namun, gadis itu berhasil meloloskan diri dari perasan tentakel raksasa.


Bahkan, Outsider raksasa itu telah berubah posisi untuk melindunginya.


"Kau ... bisa menguasai itu? Tapi ... itu tidak mungkin. Mental Out-mu seharusnya tidak berguna terhadap teknologi murni!!”


"Itu benar ♪"


Shokuhou memutar-mutar remote-nya di tangannya.


"Jadi, inilah pertanyaannya. Kau menggunakan berbagai metode untuk menemukan bidak-bidak yang telah aku sembunyikan di sekitar tempat ini dan aku memerintahkan mereka untuk lari agar nyawa mereka tidak berada dalam bahaya. Tapi tahukan kau, kemana sebenarnya aku mengirim esper-esper kuat tersebut?”


"Jangan bilang ..."


"Ketika aku berpikir tentang hal itu, itu tidak masuk akal."


Gadis # 5 ini tersenyum dan suatu kelelahan intens terlihat jelas pada ekspresi wajahnya.


"Aku mengerti mengapa Five Over yang mewakili kekuatanku tidak bisa diproduksi secara massal. Bagaimanapun juga, itu adalah produk cacat yang tidak memiliki inti kekuatan Mental Out, sehingga benda itu tidak layak diproduksi secara masaal. ... Tapi bagaimana dengan Five Over OS? Efektivitasnya telah terbukti dan memiliki prototype murni, jadi mengapa benda itu tidak disiapkan untuk kemiliteran?”


Dengan kata lain ...


"Five Over OS adalah prototipe yang masih menyisakan banyak masalah dan belum terselesaikan. Misalnya, benda ini tidak bisa secara sempurna menggambarkan ulang pemandangan dari sudut pandangmu. Bagaimanapun juga, kau menggunakan monitor magnetis untuk mengatur ulang semua pemandangan di sekitar pembangkit listrik tenaga panas bumi ... atau lebih tepatnya, seolah-olah membuat kamuflase yang terlihat sangat nyata. Untuk mewujudkan suatu pemandangan yang benar-benar terlihat asli tanpa adanya sedikit pun hal yang mencurigakan, kau perlu memonitor daerah sasaran dari beberapa sudut untuk memeriksa apakah ada kelainan.”


Mitsuari menatap smartphone-nya sendiri.


"Maksudmu, kau sudah melakukan sesuatu? Apakah kau menemukan orang-orang yang mengendalikan tampilan Five Over OS, menyerang mereka, dan mencuri lensa mereka!?”


"☆ Benar" Shokuhou tertawa.”Jadi. Bagaimana jika kami mengambil alih semua lensa yang membentuk jaringan yang begitu lebar tersebut? Bahkan jaringan itu sampai melintas ke distrik lainnya. Bagaimana jika kami menggunakan lensa milik mereka untuk memberikan umpan balik yang berbahaya terhadapmu? Dengan begitu, apakah kami tidak bisa mengambil alih mainan berhargamu ini bagaikan boneka yang dikendalikan oleh senar?”


"..."


"Selain itu, kemampuan kita seperti dua gambar dalam satu koin. Maksudku, walaupun berbeda, dasar kekuatan kita adalah sejenis. Sama sepertiku, kekuatanmu sangatlah kuat dalam mengendalikan pikiran seseorang, tapi begitu lemah dalam pengendalian mesin. Kau tidak memberikan perintah detail ke Five Over OS, kan? Setelah data yang dikirim dari seluruh daerah berkumpul, kau akan memberikan petunjuk dengan gerakan kecil dan mesinmu akan mengurus sisanya. ... Kalau begitu, dapatkan seseorang yang begitu payah dalam pengendalian mesin membenarkan suatu kesalahan dalam sistem mesinnya? Bahkan jika kau tahu apa yang tengah terjadi.”


"Kau tidak mungkin berhasil melakukannya. Aku memiliki tiga puluh sembilan 'sudut pandang' yang berbeda, dan itu telah membaur pada pemandangan kota dengan sempurna. Apakah kau sedang meyakinkanku bahwa kau sanggup menemukan posisi, menyerang, dan mengalahkan mereka semua untuk mengendalikan OS tanpa bisa kusadari?”


"Berpikirlah semaumu," kata Shokuhou dengan serius.”Namun….kami disebut geng terbesar dari SMP Tokiwadai karena kami bisa melakukan hal semacam itu ☆”



Part 7[edit]


Seorang gadis berambut model twintails hitam berlari di antara pepohonan dengan kecepatan yang luar biasa. Dia mengabaikan jalan bukit yang berkelok-kelok dan berlari menyusuri lereng curam hutan lebat dengan momentum mirip mobil balap.


"Target sudah dilumpuhkan. Tolong beri aku target berikutnya.”



Di suatu ruangan yang jauh, seorang gadis berrambut bob* menekankan jari telunjuknya di sepanjang peta sambil menutup matanya [Model rambut bob adalah model rambut mirip Kinuhata Saiai.]


. "Selanjutnya. Distrik 7, keluar A2 of Western Mountain Station. Targetnya adalah seorang pria bertopi rajutan yang sedang duduk di bangku.”



Seorang gadis berrambut ikal dirol dengan tenang berdiri di belakang seorang pria bertopi rajutan yang sedang membaur dengan orang-orang di sekitarnya sambil bermain-main dengan smartphone miliknya.


"Dimengerti. Aku sekarang akan melumpuhkan dia.”



Bagi gadis-gadis ini, tidak masalah apakah pikiran mereka sedang dikendalikan ataukah tidak.


Mereka tidak peduli apakah tindakannya tersebut hanya akan menguntungkan seseorang.


Mereka mungkin belum cukup kuat untuk disebut Academy City # 5 atau # 3.


Mereka mungkin belum cukup kuat untuk disebut seorang Ace atau Ratu.


Tapi jangan pernah lupa bahwasannya mereka adalah gadis-gadis dari SMP elit Tokiwadai.


Itu berarti mereka bukanlah orang-orang yang memainkan peran sampingan.


Mereka adalah......


Tentara-tentara lebah yang siap sedia berkorban dan melindungi Ratunya. Dan mereka sanggup beterbangan di mana saja sesuai kehendak Sang Ratu.



Part 8[edit]


"Sekarang," kata Shokuhou.”Sepertinya, aku akan mengambil mainanmu ini ♪"


Seluruh pemandangan berubah. Layaknya mematikan televisi, semuanya berubah menjadi danau buatan berwarna abu-abu suram di malam hari. Pemandangan ini sungguh cocok dengan memori milik Shokuhou.


Dan tentakel mesin gurita raksasa menyerang ke arah Mitsuari.


"Sekarang, bagaimana kalau kita menikmati ini !?"


"... !! Five Over !!”


Begitu Mitsuari Ayu berteriak, Five Over yang menyerupai tawon kalajengking bertabrakan dengan mesin OS imitasi.


Kedua gadis tidak memperhatikan senjata mereka yang saling bentrok.


Mereka berdua menujukan remote TV dan lensa smartphone terhadap wajah mereka masing-masing.


Mereka tidak memiliki apa-apa lagi untuk mengelabui satu sama lain.


Tidak lagi ada kebenaran yang tersembunyi di antara mereka berdua.


(Ketika bertarung dengan menggunakan kekuatan murni, aku harusnya memiliki keunggulan karena kemampuan fisikku sudah meningkat. Tapi dia tahu betul bahwa dirinya sendiri lemah dalam pertarungan fisik, maka dari itu, dia pasti memilih cara bertarung lain!)


Dengan suara tumbukan benda tumpul, tawon kalajengking Five Over menabrak gurita Outsider. Ketika itu terjadi, tabung tebal panjang yang menyerupai ovipositor* tawon kalajengking terhentak layaknya cambuk dan menghantam punggung Mitsuari. [Opovistor adalah organ hewan untuk meletakkan telur, bentuknya seperti selang dengan ujung yang runcing. Wikipedia Bebas.]


Tumbukan itu membuatnya sulit bernapas dan mementalkannya beberapa meter.


Saat ia terbang di udara, ia menatap Shokuhou secara langsung.


(Dia meladeniku dengan pertempuran fisik, bukannya psikologis!?)


Deadlock pernah menyudutkan dirinya dengan cara yang sama.


Untuk membunuh si gadis pirang sebelum ia bisa mengendalikan mereka, mereka bergerak dengan begitu cepat sehingga si gadis pirang tidak sanggup membidikkan remote-nya. Mereka bahkan rela bunuh diri bersama-sama Queen Driver milik miliknya.


Mitsuari dengan erat mencengkeram smartphone dan mengayunkan tinjunya ke arah wajah Shokuhou.


Gadis itu berteriak ke arahnya.


"Kau ... !?"


Shokuhou berteriak sambil secara paksa memblokir tinju dengan menggunakan kedua tangannya.


Gadis pirang sekali lagi mencoba untuk membidikkan remote-nya ke arah kepala gadis tersebut, tapi gadis itu menyambar lengannya tepat di pergelangan tangan dan memaksanya keluar dari mesin.


Dan sekarang si gadis pirang berada dalam posisi tanpa perlindungan, gadis itu mengayunkan kepalan tangan yang menggenggam smartphone ke wajahnya.


Akibat serangan itu, seseorang bisa menjadi tak sadarkan diri.


Suatu stun grenade* dikenal sebagai senjata tidak mematikan yang membutakan orang dengan kilatan cahaya dan suara keras, tapi penjelasan itu tidak cukup tepat. Dengan menjejalkan sejumlah besar informasi yang tak sanggup ditampung oleh pikiran, mereka bisa menjadi linglung selama beberapa puluh detik. Suatu tinju ke wajah bisa menghasilkan fenomena yang sama. [Stun grenade adalah bom cahaya. Yaitu sejenis granat yang bisa memancarkan cahaya intens untuk membutakan lawan selama beberapa waktu. Wikipedia Bebas.]


Dan Shokuhou adalah seorang tuan putri rumahan yang tidak terbiasa menahan rasa sakit seperti itu.


Kesenjangan antara Level 3 dan Level 5 adalah jelas, tetapi siapa yang bisa memprediksi hasilnya ketika ada seorang Level 3 yang menyerang seorang Level 5 pada jarak begitu dekat.


Tapi ...


(Jika kau berpikir bahwa satu-satunya senjataku adalah remote ini, kau sangat keliru!)


"Outsider !!"


Bukannya memberi perintah pada mesin, dia berbicara kepada gadis-gadis dari gengnya yang telah mencuri hampir lebih dari 40 unit smartphone. Yaitu smartphone yang mengirimkan sejumlah besar data untuk merubah pamandangan sekitar.


Sesaat kemudian, suatu bola mata yang menyerupai huruf hieroglif melekat pada tubuh Shokuhou. Ini adalah metode yang sama dengan Mitsuari gunakan. Salah satu sumber ketakutan yang pernah diceritakan dalam mitos masa lalu adalah seorang wanita yang marah dengan rambut berombak. Ini adalah serangan berdasarkan pada rasa takut mencekam dari para warga yang pernah melihat sosok wanita dalam legenda itu.


Setelah Mitsuari terjebak dalam ilusi ini dan gerakannya melemas, Shokuhou bisa menggunakan remote-nya.


Namun, Shokuhou melihat dia menahan smartphone di telapak tangannya untuk menutupi matanya.


Mitsuari melihatnya dengan menggunakan kamera yang sudah dijalankan pada suatu filter tertentu, dan bukannya menggunakan matanya sendiri.


"Ah."


Shokuhou ingat bahwa Mitsuari pernah menceritakan kisah tentang Medusa dengan memakai metode seperti ini.


Dalam cerita itu, tidakkah perisai yang dipoles sampai seperti cermin digunakan untuk menghindari tatapan mata si Medusa?


"Kamu akan ..."


Tangan Mitsuari yang lain mencengkeram rambut pirang Shokuhou yang mirip madu.


Dia menariknya ke bawah untuk memaksa mata Shokuhou menatap ke suatu arah tertentu.


"Kau akan menjadi orang yang mengalami ketakutan akibat ilusi digital ini!!"


"Oh tidak ..."


Seluruh tubuh Shokuhou menegang.


Segera setelah itu, Mitsuari yang masih menggenggam smartphone melayangkan suatu tinju padanya.


Tinju itu menusuk pipinya secara langsung, mengguncangkan kepalanya, dan membuat pikirannya kosong selama beberapa detik karena ada rasa sakit intens dan getaran yang mengoyak bagian dalam telinganya.


(Tidak baik.)


Mitsuari menunjukkan lensa smartphone ke arahnya.


Wajah si gadis pirang langsung lebam dan membengkak. Kemungkinan besar, dia gagal melepaskan diri dari ilusi rasa takut yang diciptakan OS.


Dia menggerak-gerakkan tangannya seolah-olah meronta karena hendak dimakan oleh seekor hewan buas.


Dia ngoytot.


Masa depan, masa lalu, bahkan masa sekarang dari gadis pirang ini hanyalah berisi suatu tragedi dan kenestapaan. Tapi dibalik itu semua, di dalam lubuk hatinya yang terdalam, dia masihlah mempunyai suatu memori manis yang begitu berharga dan tak akan dia lupakan seumur hidupnya.


Dan saat ini, memorinya yang begitu berharga itu melampaui semuanya.


Mitsuari mengaktifkan smartphone miliknya dan pandangan Shokuhou langsung dipenuhi dengan kegelapan.



Part 9[edit]


Sedang berada di manakah dia sekarang dan apa yang barusan saja terjadi?


Untuk sementara, Shokuhou Misaki tidak mengerti apa-apa.


Kemampuan kognitif-nya lenyap ketika dia setengah tertidur. Dia tidak bisa berpikir scara logis, bahkan panca indera dan rasa gravitasi bumi telah kabur. Semua hal di sekelilingnya goyah dan ia tidak lagi bisa merasakan perubahan suhu.


Setelah beberapa detik, pikirannya kembali dengan segera. Saat itulah dia menyadari bahwa kelima panca inderanya yang tidak bekerja dengan normal bukanlah suatu ilusi sama sekali.


Dia kini tergeletak bagai boneka di dalam peti mati transparan. Dia ditempatkan dalam perut raksasa sebuah mesin tempur yang penampilannya menyerupai tawon kalajengking. Dan benda itu disebut Five Over Modelcase Mental Out.


Pandangannya kabur, dia tak lagi bisa merasakan gravitasi bumi, dan dia juga tidak sanggup membedakan mana yang panas dan mana yang dingin. Itu semua karena ada cairan berwarna merah pucat yang mengisi peti mati tersebut.


Peti mati itu terlihat jelas berada di belakang punggung tawon. Dan Shokuhou tidak mengalami kesulitan bernapas walaupun di terbenam dalam suatu cairan lengket.


Dia mendengar suara gelembung-gelembung udara yang aneh, dan suara Mitsuari samar-samar terdengar dari luar tabung berisi cairan transparan tersebut.


"Kau benar-benar luar biasa."


Mitsuari memujinya, tapi sama sekali tidak ada nada sanjungan dari kalimat tersebut.


"Bagaimanapun juga, semua persiapan telah rampung, bahkan beberapa kebetulan sangatlah membantuku, aku hanya perlu membuatmu menjadi tak sadarkan diri. Dan kau terbangun hanya tiga detik setelahnya. Jika kau terbangun lebih cepat, aku hanya perlu menjambak rambutmu dan menghantammu sekali lagi sampai kau pingsan.”


"..."


"Tapi itu sudah berakhir."


Dengan suara menggelegak, tangan Mitsuari tenggelam ke dalam cairan merah.


Tangannya menjamah beberapa bagian tubuh Shokuhou. Dia meraih mantel Tokiwadai si gadis pirang, bahklan meraih bagian dalam roknya, tapi #5 tidak punya daya untuk melawan.


Alasan mengapa dia melakukan ini adalah sederhana.


"Sialan, ujung jariku kesemutan. Aku paham mengapa cairan ini mengandung sedikit efek mati rasa, tapi mengapa itu tidak bisa melalui kostumku?”


Mitsuari menempelkan kabel-kabel elektroda peralatan medis pada tubuh Shokuhou.


Alasan mengapa dia menenggelamkan badan si gadis pirang dalam cairan adalah agar tubuh serta pikirannya tidak bisa berontak, dan elektroda akan memberikan perintah khusus untuk menarik keluar kekuatannya.


Seperti itulah cara mesin ini memproduksi Mental Out buatan, entah kenapa, usahanya ini bisa dibilang sukses besar.


Tapi Mitsuari punya niatan lain.


Shokuhou akan dipaksa untuk menggunakan delapan ribu perangkat output. Dan Mitsuari akan mengamati setiap proses tersebut untuk mendapatkan resep terperinci dalam mengendalikan pikiran seseorang. Dengan mengirimkan resep ke dalam mesin, dia akan meniru kekuatan # 5 dengan menggunakan teknologi industri murni.


Dan setelah dia mendapatkan kekuatan tersebut, dia akan menggunakannya untuk sepenuhnya menghapus memori Shokuhou tentang Kamijou Touma.


Kekuatan Shokuhou sendirilah yang akan menghancurkan memori termanis miliknya.


"Selesai."


Akhirnya, Mitsuari melepas tangannya dari cairan merah yang lengket.


Kalimat dengan nada puas tersebut membuat Shokuhou secara bertahap memahami apa yang tengah terjadi pada dirinya.


"Sekarang, saatnya mengakhiri balas dendam konyol ini. Kau akan kehilangan segalanya, setiap potong memorimu akan dirubah, dan kau tidak akan punya bukti tentang keberadaan hari-hari berhargamu itu. Satu-satunya orang yang akan menyimpan memori itu adalah aku. Jika kau menemukan sebongkah permata, maka kau hanya akan menutup dan menyimpannya dalam suatu kotak tanpa boleh dilihat orang lain.”


"..."


Dia benar.


Shokuhou Misaki telah kehilangan sesuatu yang bahkan lebih berharga daripada permata yang paling mahal sekalipun.


Itu berarti dia akan menghabiskan sisa-sisa umurnya tanpa mengingat suatu hal yang begitu berharga. Itu sangat menyedihkan, dia tidak berbeda dengan seorang nenek yang sudah pikun walaupun umurnya masih jauh dari kata tua.


Ya.


Jika dia dan Mitsuari hanyalah dua orang di dunia ini yang memiliki memori manis tersebut, seperti inilah yang akan terjadi.


"Jujur, itu sulit dipercaya."


Dia tidak yakin apakah suaranya benar-benar mencapai Mitsuari yang berada di luar permukaan cairan itu, tapi Mitsuari mungkin mampu membaca sesuatu dari ekspresi dan gerakan bibirnya.


"Selalu saja seperti ini. Jika terjadi skak-mat, orang yang kalah selalu mempertanyakan kesalahannya, tapi kemudian seseorang muncul dan menolak semua fakta itu.”


"Apa ... yang sedang kau bicarakan?"


"Kau tak tahu?"


Gadis dalam cairan tidak bisa menggerakkan tangan atau kakinya, tetapi ada sesuatu yang melayang dari dadanya. Benda itu adalah peluit darurat murahan berwarna perak yang melekat pada pita tipis dan dikalungkan pada lehernya.


Bahkan jika dia bisa menempatkan benda itu ke mulutnya, tak akan ada suara yang dihasilkan karena dia sedang berada dalam penjara cairan merah lengket.


Dan bahkan jika dia bisa menghasilkan suara tiupan dari peluit, itu tidak akan mencapai siapa pun.


Dia tahu itu, tapi dia masih mencoba untuk menempelkan bibir kecilnya pada satu-satunya benda yang menghubungkannya pada masa lalu berharganya.


Dia teringat kata-katanya.


"Gunakan jika kau berada dalam kesulitan. Itu akan memberiku banyak kesempatan untuk menyelamatkanmu.”


Bahkan ketika rasa nyeri kesemutan menyengat ujung lidahnya, dia masih bisa tersenyum di dalam peti itu.


"Mungkin kau tidak akan tahu apa yang sedang kulakukan ini, karena pria itu tidak pernah menyelamatkanmu tepat waktu. Pada saat seperti ini, dikala ada seorang gadis yang menghadapi suatu kesulitan sampai-sampai dia lupa caranya menangis, pasti akan datang seorang pria yang bergegas menyelamatkannya.”


Mitsuari menatap si gadis pirang dengan ekspresi begitu bingung karena dia tahu tidak akan ada suara yang bisa dihasilkannya.


"Tidak akan ada bantuan yang datang."


"Ya, pasti ada ☆"


"Mana mungkin!! Pria itu tidak memiliki suatu informasi pun tentang keberadaanmu di sini!!! Selain itu, ia benar-benar telah kehilangan ingatan akibat suatu kejadian yang tidak masuk akal, jadi dia tidak tahu siapakah Mitsuari Ayu atau Shokuhou Misaki!! Dia tidak ingat tentang kita berdua!!! Dia bahkan tidak bisa menggambarkan wajah kita!! Jadi ... !!!!!”


"Apa pun itu, dia tetaplah akan datang," kata Shokuhou.”Ini tidak ada hubungannya dengan apakah ia mengenal kita ataukan tidak. Dia tak perlu kursus untuk meningkatkan kemampuannya dalam meramalkan sesuatu, dan dia tak perduli apakah tindakannya itu menguntungkan baginya ataukah tidak.”


Pria itu tidak memiliki kemampuan atletik yang luar biasa.


Pria itu tidak memiliki kecerdasan atau keterampilan yang super jenius.


Pria itu tidak memiliki keberuntungan yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu negara.


Pria itu tidak memiliki kemampuan deduktif untuk menyelesaikan insiden apapun.


Pria itu tidak memiliki keindahan yang bisa menghiasi suatu negara dengan senyuman.


Pria itu tidak memiliki kekuatan politik untuk mengubah sejarah dengan menjentikkan jari-jarinya.


Pria itu tidak memiliki kekuatan yang luar biasa seperti seorang Level 5.


Tapi ...


Namun demikian ...


"Dia adalah pahlawanku."


Shokuhou menatap lurus ke arah wajah lawannya yang tampak bergelombang.


Dia yakin bahwa wajah lawannya yang tampak bergelombang itu tidak hanya disebabkan oleh efek mati rasa dari cairan lengket berwarna merah yang merendamnya.


"Aku tidak peduli bagaimana cara orang lain memandang pria itu. Dia juga bisa menjadi pahlawan bagi orang lain. Baginya, mana yang benar dan mana yang salah bukan lagi masalah. Tak peduli apakah dia sudah hilang ingatan atau apakah semua ingatannya tentangku sudah lenyap, dia tetaplah menjadi pahlawan pribadiku. ... Jadi, dia pasti akan datang. Bahkan jika sudah ada gadis lain yang berada di sisinya saat ini…..sekali ini saja.......ini adalah giliranku ☆”


"Dia tidak akan datang," gumam Mitsuari.


Sesaat kemudian, dua lengan menusuk ke dalam cairan merah yang lengket disertai dengan ledakan gelembung-gelembung udara.


"Dia tidak akan datang. Dia tidak akan muncul seperti itu! Bagaimanapun juga ... dia tidak tidak pernah menyelamatkanku. Dia tidak pernah menggapaiku. Dia tidak pernah datang padaku tepat waktu!! Menjadikannya sebagai pahlawan, tidak akan membuatnya menjadi seorang Dewa Yang Mahakuasa. Jika kondisinya tidak tepat, dia tidak akan muncul. Karena dirimu!! Karena dirimu!! Karena dirimu, pahlawanku tidak pernah muncul!!”


Kedua tangan ramping Mitsuari melilit leher Shokuhou.


Dia memeras leher gadis pirang dengan kekuatan yang luar biasa.


"Gah ... gh ... !?"

NT Index v11 236.jpg

Dia mencoba untuk menghentikan napas Shokuhou, bahkan jika itu berarti merusak seluruh rencananya.


Mitsuari ingin Shokuhou merasakan rasa sakit yang sama dengannya pada waktu itu, yaitu terbenam di dalam air sembari menunggu pahlawannya yang tak kunjung datang.


Dia mencekik gadis pirang yang terus saja menunjukkan suatu keyakinan di wajahnya.


Pita tipis di leher Shokuhou putus dan benda yang menghubungkannya dengan pria itu lepas dari mulutnya.


Peluit murahan berwarna perak yang merupakan simbol hubungannya dengan si pria, melayang dan menjauh darinya dalam larutan merah lengket.


"Kau tidak akan pernah diselamatkan! Tidak akan ada bantuan datang! Ini bukanlah waktu yang tepat!! Sama sepertiku. Kau akan bernasib sama sepertiku, yaitu kehilangan segala-galanya. Satu-satunya takdir yang tersisa bagimu adalah kehancuran, selama pahlawanmu tidak datang untuk menyelamatkanmu!!”


"Lantas ..."


Dengan pembuluh darah di lehernya yang tercekik dan wajahnya yang semakin memerah, Shokuhou masih sanggup merintihkan suatu kalimat.


Dia mengucapkannya.


".......siapa itu ...?"


“…………………………………………………………………………………………………………… …………”


Tekanan pada lehernya lenyap.


Dengan tangan yang masih tercelup di dalam cairan merah, Mitsuari menoleh untuk melihat sesuatu.


Tidak.


Bukan sesuatu..........itu adalah seseorang........seseorang pria tertentu.


"Tidak mungkin."


"Kenapa tidak?"


"Karena kita sekarang sedang berada di Distrik 21. Tempat ini sangatlah jauh dari Distrik 7, dan tidak akan ada seorang pria yang rela datang ke tempat sejauh ini hanya dengan berjalan kaki!!!”


"Itulah yang kulakukan."


"Kita berdua telah lenyap dari ingatannya, dia tidak akan pernah berpikir untuk datang menyelamatkanmu, dan ia harusnya sama sekali tidak punya cara untuk mengetahui bahwa kau sedang berada di sini.....tidak.... dia bahkan tidak mungkin membayangkan dalam pikirannya bahwa insiden ini pernah terjadi!!”


"Dia tidak harus mulainya dari awal. Muncul di tengah-tengah suatu insiden untuk menyelamatkan seseorang bukanlah suatu hal yang baru baginya.”


"Dia tidak pernah muncul tepat waktu bagiku. Dia tidak pernah datang karena ia telah kehilangan satu-satunya petunjuk tentang keberadaanku.”


"Tapi ..."


"Tapi ..."


"Dia memliki sesuatu yang lebih."


"Tapi mengapa ... Mengapa kali ini dia bisa datang tepat waktuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!!????"


Suatu suara yang luar biasa meledak dan Shokuhou dengan jelas melihat pemandangan di sekitar Mitsuari terdistorsi.


Secara teknis, mereka bisa memanipulasi pikiran orang dengan mengontrol kelembaban cairan di dalam otak targetnya. Perubahan pada otak tersebut terjadi pada tahapan mikroskopis, sehingga normalnya, mata telanjang tidak akan bisa mendeteksi fenomena tersebut.


Tapi dia membalik asumsi tersebut dengan kemarahannya.


Fenomena ini mirip dengan korosi musim dingin*. Dan Mitsuari menyebarkan demonic territory ke segala arah.


[Mari Ciu sedikit jelaskan mengenai apa itu korosi musim dingin. Ada suatu gaya yang disebut Gaya Ledak Es, atau yang sering disebut Frozen Force. Di beberapa negara sub-tropis, terdapat 4 musim yaitu musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Musim dingin adalah musim yang paling buruk bagi bangunan di negara-negara tropis. Seperti kalian ketahui, bangunan pada umumnya terbuat dari beton ataupun kayu. Nah, material bangunan adalah zat padat, namun masihlah terdapat banyak lubang-lubang mikroskopis di dalamnya. Ketika lubang-lubang ini terisi air, maka air akan menetap di dalamnya selama beberapa waktu. Air tidak akan menguap karena pada musim dingin cahaya matahari tidak cukup panas untuk bisa mengubah molekulnya menjadi gas. Dan ketika suhu turun drastis sampai di bawah nol, maka secara otomatis, molekul-molekul air tersebut akan membeku seketika. Sewaktu berubah menjadi es, air akan mendesak lubang-lubang mikroskopis material bangunan tersebut ke segala arah. Ini terjadi karena perubahan air dari wujud zat cair ke zat padat selalu melepaskan sejumlah energi. Lubang-lubang mikroskopis ini jumlahnya banyak sekali. Sehingga ketika setiap lubang menerima gaya desak akibat perubahan air ke wujud es, maka material itu akan dihancurkan dari dalam. Yang dilakukan Mitsuari adalah memanfaatkan prinsip Gaya Ledak Es ini. Namun konsepnya sedikit berbeda. Mitsuari mengendalikan kelembapan zat cair yang tertinggal di dalam suatu material, kemudian dia meneyedot keluar zat cair tersebut sehingga lubang-lubang mikroskopis pada material menjadi kosong. Ini mirip dengan tulang yang keropos, sehingga material itu akan hancur dengan sendirinya. Lubang-lubang mikroskopis yang bisa membuat suatu material jadi keropos itu disebut dengan nama : demonic territory.]


Monitor yang dikendalikan oleh serbuk-serbuk kamuflase berubah menjadi putih sambil menghasilkan suara meledak dan bunga api. Seketika, seluruh pemandangan berubah warna.


Shokuhou bisa selamat karena dia terendam dalam larutan khusus pada Five Over, tapi bagaimana dengan orang yang berada di luar peti mati tersebut?


"..."


Dia perlahan-lahan memiringkan kepalanya, kemudian berhasil memahami apa yang terjadi di luar peti mati.


Pandangannya yang masih kabur melihat seorang pria tertentu. Lengannya terbungkus gips dan dia menggantungkannya dengan semacam perban di bahunya. Demonic territory hasil ciptaan Mitsuari mendekatinya. Monitor magnetis menjadi putih dan serbuk-serbuk kamuflase itu membungkus tubuh si pria.


Namun, si pria membalasnya dengan tindakan sederhana.

NT Index v11 240-241.jpg

Pria itu mengayunkan lengan kanannya ke samping.


Dan lengan kanannya melakukan kontak dengan demonic territory.


Pembungkus gips hancur, tangan kanannya terkena, dan serangan itu lenyap dalam sekejap.


Itu adalah tanda bahwa pria berambut runcing bernama Kamijou Touma kembali.


Kemungkinan besar, ia tidak tahu apa-apa.


Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di sini, dia tidak tahu siapa saja yang terlibat dalam insiden ini, atau dia tidak tahu perasaan kedua gadis yang ada di sana.


"Gunakan jika kau berada dalam kesulitan. Itu akan memberiku banyak kesempatan untuk menyelamatkanmu.”


Dia bahkan tidak akan ingat janji kecil yang ia telah buat ketika memberi si gadis pirang suatu peluit perak murahan. Dia juga tidak akan pernah mengingat sesosok gadis kecil yang begitu lega ketika janji tersebut diucapkan.


Namun demikian, ia akan menyelamatkannya.


Dia tidak akan pernah mengabaikan seorang gadis yang menderita di depan matanya.


"..."


Shokuhou melihat bibir Mitsuari mengucapkan kata ”mengapa".


Dia itu adalah gadis yang tidak pernah diselamatkan oleh si pria bahkan ketika dia begitu membutuhkannya. Bagi si gadis, ini adalah adegan yang sudah sangat-sangat-sangat lama dia tunggu. Dan Shokuhou rasa, dia mendengar apa yang gadis itu ucapkan bahkan dari sudut pandang sebagai musuh.


(Aku telah cukup diselamatkan.)


Itu adalah perasaan jujur Shokuhou saat itu.


Dan ...


"Ini adalah pekerjaan rumah untukmu."


Dia tanpa ampun mengucapkan kalimat itu seolah-olah memberikan dorongan pada punggung si gadis yang sekarang sedang gemetaran.


"Pergi dan dapatkan bantuan darinya. Rasakan pertolongan dari pria itu sampai kau puas dan menerima semuanya kal ini.”


Sesaat kemudian, ada bentrokan.



Epilog: Suatu Jalan Keluar Tertentu — No.05_Closed(and_Next_Door).[edit]


"Aku mengerti. Jadi, Touma, kau melepas gisp-mu meskipun kau bukanlah seorang dokter dan itulah sebabnya kau sekarang begitu kesakitan? Kedengarannya seperti, itu sepenuhnya adalah kesalahanmu sendiri.”


"Kenapa kau begitu dingin!?"


"Hei, jangan memberikan perhatian kepadanya. Dia adalah tipe orang yang gila kebajikan. Kita perlu memperbaiki perilakunya sebelum menjadi suatu kebiasaan. Sederhananya, abaikan saja dia.”


"Kau benar-benar berdarah dingin, Othinus!"


"Aku tidak perlu menahan diri lagi, kan? Aku boleh menggigitnya sekarang juga, kan?”


"Aku harap kau tidak meremehkanku sekarang, walau tinggiku hanya 15 cm. Apakah kau ingin tahu apa yang akan terjadi jika aku mengayunkan lengan dan kakiku ini ke mata atau telingamu?”


"Tunggu! Stop! Terutama kau, Othinus! Itu akan menjadi siksaan yang sebenarnya!!”


Setelah badai berlalu, Kamijou Touma melarikan diri ke halaman rumah sakit sambil gemetaran seperti seorang tua bangka. Pada akhir November, halaman rumah sakit hanya diisi oleh hawa dingin walaupun ada cahaya matahari yang bersinar, tapi tampaknya itu masih berfungsi sebagai tempat penyembuhan. Dia melihat beberapa orang lain di sana-sini.


Saat ia duduk di bangku dan mendesah dengan berat, seseorang dengan lembut duduk di sampingnya.


"Lama tak jumpa ☆"


"...?"


Kamijou mengerutkan kening ketika ada seorang gadis berambut panjang berwarna pirang layaknya madu berbicara kepadanya. Entah kenapa, dia duduk begitu dekat dengan Kamijou. Sangat-sangat dekat. Kamijou dengan ragu-ragu menggeser sedikit posisi duduknya dan mengajukan suatu pertanyaan.


"Um, siapa kamu?"


"Ah ha ha. Jangan khawatir. Itulah adalah tanggapan yang normal. Kau akan segera melupakanku.”


"Hm? Itu kan seragam SMP Tokiwadai, sama seperti yang selalu dipakai Misaka. Tunggu, apakah kau benar-benar seorang gadis SMP???”


"Hehn Heh. Kau boleh mengamati tubuhku secara seksama bila kau mau. Aku cukup bangga karena sudah tumbuh seperti ini.”


Entah kenapa, gadis itu menanggapi tatapan tak sopan Kamijou dengan mengibaskan rambut dari bahunya dan dia membusungkan dadanya. Kamijou tak tahu apa yang sedang dilakukan oleh si gadis.


Namun ...


"Hmm, apakah kita pernah bertemu di suatu tempat sebelumnya?"


"..."


"Yaah, mungkin kau tidak ingin mendengarkan ini, tapi ... aroma apa yang tercium dari rambutmu ini? Bau mirip aroma madu ini, entah kenapa, terasa tak asing bagiku.”


"Ah ha ha. ... Hufffff. Itu tidak adil. Seharusnya aku sudah tak lagi memiliki kesempatan, tapi perkataanmu itu seakan-akan memberiku harapan baru.”


"Apa?"


"Hanya berbicara sendiri. Seseorang yang kau kenal mungkin menggunakan parfum atau shampo yang sama.”


"Begitukah?"


Kamijou memiringkan kepalanya, tapi gadis itu pindah ke topik berikutnya.


"Apakah kau ingin menanyakan sesuatu tentang Mitsuari Ayu?"


"Mitsuari? Oh, gadis yang kemarin. Tapi kenapa kau tahu tentang itu?”


"Hufffff. Kau selalu saja mengingat semua musuhmu, tapi tidak ingat sama sekali pada orang yang telah kau selamatkan. Itu benar-benar suatu kemampuan memori yang aneh.”


Gadis itu terdengar jengkel.


"Five Over dan prototipe Outsider telah hancur total dan aku baru saja membersihkan data-data desainnya. Itu berarti Mental Out tak mungkin lagi bisa diproduksi secara massal dan disebarkan ke seluruh dunia, jadi jangan khawatir ☆”


"Mental Out? Oh, benar, benar. Orang itu terlibat dalam insiden ini! Hah? Tapi, orang seperti apa sih dia?”


"Tidak apa-apa jika kau tidak tahu. Adapun bagi Mitsuari Ayu, dia secara resmi dikirim ke pusat penampungan bagi para remaja kriminal, tapi siapa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, aku benar-benar tahu bahwa dia mengabaikan rencana organisasinya, bertindak sendirian di luar batas, dan mengumpulkan kekuatan serta peralatan dari berbagai posisi yang berbeda, jadi…....mungkin saja sejumlah pembunuh bayaran akan dikirimkan untuk menghabisinya. Kita mungkin harus terus mengawasi dan melindunginya agar dia tidak kembali terbenam dalam sisi gelap kota. Tapi serahkan itu semua padaku. Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu.”


"Begitukah?" gumam Kamijou.


Gadis itu tampaknya menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan Kamijou dan entah kenapa….si gadis seakan-akan kesal karena Kamijou tidak begitu menanggapi usahanya itu.


"Ngomong-ngomong."


"Apa?"


"Semalam, kenapa kau bisa tiba-tiba muncul di Distrik 21, tepatnya di sekitar danau buatan?"


"Oh itu."


Kamijou menatap hamparan langit biru di atas kepalanya.


"Seorang kakak kelas mengatakan kepadaku bahwa “sekarang adalah hari ulang tahunnya, jadi bagaimana jika aku menyusun suatu karangan bunga untuknya”. Aku tidak tahu apa maksudnya, jadi aku pikir, aku akan mengunjungi perbukitan untuk menemukan itu.”


"Aku mengerti."


Entah kenapa, tatapan mata gadis itu dipenuhi dengan kedamaian.


Itu adalah suatu tatapan mata yang aneh. Mirip seperti seorang penonton yang dengan ikhlas memberikan tepuk tangan pada seorang pesulap, bahkan ketika pesulap itu sudah membeberkan rahasia trik sulapnya.


"Jadi, kau ini siapa sih?"


"Kau hanya akan melupakannya, jadi agak sulit bagiku untuk mengungkapkan namaku yang sebenarnya. Jadi sebaiknya.................”


Ketika Kamijou mendengarkan kalimat terakhir dari si gadis, wajahnya mendekat ke kening Kamijou. Dan sesaat setelahnya, Kamijou bisa merasakan lembutnya kecupan bibir si gadis di dahinya.


"A-a-a-apa yang kau lakukan !?"


"Ah ha ha. Jangan khawatir. Kau akan melupakan semua tentang hal ini dengan segera.”


Gadis dengan rambut pirang layaknya madu tersebut meledeknya, namun entah kenapa, ada suatu tatapan mata sedih yang bercampur dengan senyumannya.


Dia mengatakan satu hal tanpa berbalik.


"Aku adalah seorang gadis yang pernah kau selamatkan. Anggap saja seperti itu ☆”



Sebenarnya ada sedikit kelanjutan kisah masa lalu antara Kamijou Touma dan Shokuhou Misaki.


Kelompok pelajar yang disebut Deadlock menyerang mereka dengan menggunkan Queen Diver. Yaitu suatu kostum balap yang dilengkapi dengan roda tak terhitung jumlahnya dan mesin jet untuk menghasilkan kecepatan luar biasa. Mereka menawarkan kebebasan bagi Kamijou jika ia meninggalkan Shokuhou, namun pria itu jelas bersikeras berjuang untuk melindungi si gadis. Namun, si pria tidak bisa mengakhiri semua pertarungan itu tanpa terluka.


Shokuhou membantunya dengan menggunakan remote nya.


Si gadis berhasil mengurangi jumlah penyerang dengan memanipulasi pikiran mereka agar menyerang satu sama lain atau memutar pemahaman sehingga mereka menyerang ke arah yang salah.


Tapi itu belum cukup.


Kamijou Touma terpaksa menggunakan tubuhnya sendiri untuk menahan mereka yang gagal dikendalikan oleh Mental Out.


Shokuhou masih ingat ketika hidungnya dipenuhi dengan bau suatu cairan yang mirip aroma besi berkarat.


Setelah semua itu berakhir dan sirene ambulans berderang sepanjang malam, lengan dan kaki pria itu kejang-kejang dengan guncangan yang hebat. Dan si gadis tak pernah melihat penderitaan seperti itu sebelumnya.


"Mundur! Sial, dia mengalami syok berat. Serahkan ini semua pada kami!!”


Para EMT itu membentaknya dengan suara yang dipenuhi dengan ketegangan. Suatu kekhawatiran terlihat jelas pada tatapan mata mereka walaupun mereka sudah sering terlibat dalam upaya penyelamatan orang-orang dari suatu pertarungan berdarah.


"Serpihan tajam dari tangki bahan bakar yang pecah merobek perutnya. Setidaknya, kau harus melakukan sesuatu!”


"Aku tahu! Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Dia kejang-kejang akibat syok berat, sehingga setiap upaya pengobatan hanya akan membuka lukanya lebih lebar!”


"Tapi jika kita membawanya ke rumah sakit, dia bisa mati di tengah perjalanan!! Tak bisakah kau menggunakan semacam obat bius!?”


"Dia mengalami syok karena penurunan tekanan darah. Menggunakan obat bius hanya akan membuatnya tak sadarkan diri dan itu bisa dengan mudah membunuhnya! Kami tidak bisa melakukan sesuatu yang berbahaya seperti itu!!”


"..."


Para anggota EMT telah menggunakan radio untuk menghubungi rumah sakit terdekat, tapi tampaknya mereka hanya mendapatkan kabar buruk. Mereka telah diberitahu untuk menggunakan rumah sakit yang berbeda.


Mereka tidak akan tepat waktu membawanya sampai ke rumah sakit dan dia akan mati.


Shokuhou menggertakkan giginya dan membuat suatu saran.


"Jika ada cara untuk menghilangkan rasa sakit tanpa menggunakan obat bius, bisakah kau memberinya perawatan darurat di sini?”


"Apa maksudmu ...?"


"Aku punya Mental Out, suatu kekuatan pengendali mental Level 5. Aku bisa melenyapkan rasa sakit dengan menggunakannya. Itu harusnya memiliki efek yang sama dengan obat bius tanpa menurunkan tekanan darahnya lebih jauh.”


Para anggota EMT tampak ragu-ragu.


Menyelamatkan suatu nyawa dengan mengandalkan pada metode darurat yang tidak ada di buku panduan adalah suatu perjudian besar bagi seorang paramedis. Dan tangan seorang anak SMP akan ternodai dengan darah jika ini semua tidak berhasil. Banyak permasalahan dan efek negatif lain yang berputar-putar di kepala para anggota EMT ini.


Tapi karena mereka tak kunjung menemukan cara yang tepat untuk menyelamatkan nyawa si pria, akhirnya mereka meletakkan radio mic-nya dan berbicara pada si gadis.


"Jika metodemu masih memiliki kesempatan sukses, maka mari kami lakukan."


Ada satu fakta yang Shokuhou belum ceritakan pada anggota EMT tersebut.


Kekuatannya bisa mengendalikan pikiran orang lain dengan memanipulasi kelembaban di otak targetnya. Dia tidak memiliki jaminan kekuatannya akan bekerja dengan baik ketika tekanan darah seseorang turun begitu drastis seingga kelembaban di otaknya tidak seimbang.


Pernah suatu saat, seorang dokter tertentu mengatakan kepadanya tentang hal-hal berikut:


"Kekuatanmu tidak benar-benar merusak memori. Kau hanya merusak sebagian proses pembentukan memori. Bahkan jika pria itu dapat berbicara berbagai hal tentangmu, dia tidak akan mampu mengingatmu secara utuh. Jika otaknya menyimpan memori tentang raut wajahmu, maka sebagian besar wajahmu akan kabur dan tidak lagi berbentuk, sehingga dia tak akan mengingat lagi mukamu. Ku kira, kau tidak akan bisa membetulkan kembali memori di otaknya tentang wajahmu, bahkan jika kau menggunakan lagi kekuatanmu.”


Tapi ketika dia melakukannya, Shokuhou tidak mempertimbangkan hal seperti itu.


Dia hanya khawatir tentang nyawa si pria.


Dia tidak berpikir ada hal yang lebih penting daripada nyawa pria itu, dan dia pun bertindak begitu saja.


"Jika ..."


Di suatu tempat tertentu, di waktu tertentu.....si gadis pernah melantunkan perkataan ini.


Karena si pria hanya akan melupakan perkataan ini lagi dan lagi, maka rincian kejadiannya tidaklah penting.


"Jika suatu hari nanti kau sungguh berhasil memutar-balikkan ekspektasi para orang dewasa itu.....dan kau sanggup mengingat tentang diriku ...”


Kapan pun itu terjadi, tidak menjadi masalah.


Mungkin di masa lalu, mungkin juga di masa depan.


Apa pun itu, Shokuhou Misaki meneruskan perkataannya.


"Di saat itu............Marilah berbicara denganku tentang suatu hal yang penting.........Yaitu suatu pembicaraan yang sangat, sangat, sangat, sangat penting, manis, dan baik.”


Si gadis tahu bahwa saat itu tidak akan pernah datang.


Dia tahu bahwa dirinya mengungkit kembali suatu hal yang seharusnya sudah sejak lama berakhir.


Tapi ...


Meski begitu ...


Selama ada secercah harapan itu akan terwujud......Si gadis akan terus menunggu keajaiban kecil itu sendirian.

NT Index v11 253.jpg


Seekor golden retriever tidak begitu menikmati jalan-jalan di malam hari.


Menurut pikirannya yang kelam, berada di dekat tempat kerja justru merupakan cara terbaik untuk bersantai. Berbeda dengan para Kihara lainnya, ia tidak membedakan antara bekerja dan bermain, tapi dia juga bukanlah seorang pecandu kerja.


Saat ini, dia tengah berada dalam perjalanan ke Distrik 15 yang juga dikenal sebagai distrik hiburan.


Mereka mungkin terlihat seperti seorang wanita mengenakan setelan jas lab murahan yang sedang berjalan-jalan dengan anjingnya tanpa tali, tapi hubungan mereka sepertinya adalah kebalikan dari itu.


"Sensei, kapan pun kau siap."


"Benar."


Mereka berhenti di depan suatu gedung bertingkat tinggi yang tertutup kaca. Itu adalah suatu akuarium raksasa yang disebut yang Celestaquarium. Namun, kurang tepat jika menyebut tempat itu sebagai fasilitas untuk mengamati kehidupan air atau beberapa aktivitas akademik lainnya. Itu lebih mirip tempat untuk membangun jalinan kasih antar muda-mudi.


Golden retriever memiliki pekerjaan yang harus dilakukannya di sini.


Dan tentu saja, itu adalah pekerjaan sebagai seorang Kihara.


"Noukan-sensei."


Dia berbalik ke arah suara itu dan melihat Kihara Yuiitsu yang sedang melipat kedua tangannya di sekitar pusar, menekankan kedua tumitnya dengan sopan, dan menurunkan kepalanya posisi yang tepat layaknya seorang maid terlatih. Dia berbicara dengan suara bermartabat seakan-akan mengantar anjing besar tersebut pergi ke medan perang.


"Semoga berhasil."


"Benar. ... Kau tunggu saja di suatu tempat yang agak jauh dari sini. Aku punya perasaan bahwa ini akan sedikit berantakan.”


Golden retriever berpisah dengan wanita muda itu dan menyelinap di dalam gedung sendirian. Kunci elektronik dan alarm sama sekali tidak bisa menghentikannya, dan dia melewatinya begitu saja.


Dengan semua lampu dimatikan, akuarium terasa lebih mencekam daripada suasana di rumah sakit pada malam hari.


Dia naik lift yang terletak di tempat tersembunyi dan tak seorang pengunjung normal pun bisa menemukan lift tersebut. Berdiri dengan menggunakan dua kaki belakangnya, dia berhasil menekan tombol dengan kedua kaki depannya.


Ketika terjadi pertempuran dalam ruangan, seseorang biasanya tidak akan pernah menggunakan lift. Lagipula, kau bisa terkunci di dalamnya atau bisa juga jatuh dari lantai atas. Fakta bahwa dia mengabaikan kemungkinan berbahaya tersebut, menyatakan bahwa si anjing sepertinya sudah melakukan “sesuatu” pada bangunan ini.


Dengan nada elektronik yang pelan, pintu lift terbuka.


Ini adalah lantai atas.


Suatu dunia berwarna biru mengisi seluruh ruang. Selain tangki air raksasa yang berbentuk donat, terdapat kaca yang menutupi seluruh langit-langit dan sejumlah besar air laut menutupi semua pemandangan. Cahaya lampu-lampu kota dan cahaya bulan bertabrakan dalam air lantas menciptakan karya seni sinar yang spektakuler. Majalah fashion rendahan mungkin akan membuat artikel yang mengatakan bahwa tempat ini lebih efektif bagi para pasangan yang ingin bermesraan daripada menggunakan aphrodisiacs*. [Aphrodisiacs adalah zat perangsang birahi.]


"Aku harap kau mengijinkanku untuk kunjungan larut malam ini."


Golden retriever berjalan ke tengah lantai.


Dia cukup besar untuk seukuran anjing, tapi ia tampak kecil dibandingkan dengan kehidupan makhluk-makhluk di air. Makhluk yang terletak di balik kaca tebal, tepat di hadapannya adalah ikan paus pembunuh raksasa yang panjangnya lebih dari lima meter.


Itu adalah seekor raja laut yang tidak memiliki musuh alami.


Golden retriever sekali lagi berbicara kepada makhluk putih dan hitam yang sedang bermain air.


"Apakah kau pikir kau bisa menipuku dengan bertindak seperti binatang? Seseorang yang menyebut dirinya Kihara telah muncul di hadapanmu. Itu saja seharusnya memberitahu padamu tentang seberapa serius situasi ini.”


Setelah beberapa detik, makhluk itu akhirnya menatap mata si anjing.


Ketika mulut raja laut itu bergerak, speaker akuarium menghasilkan suara halus bagai seorang pria paruh baya.


"Oh, ya ampun. Aku pikir dia akan sedikit berguna, tetapi sudahkah dia tertangkap?”


Ini adalah percakapan antara anjing besar dan ikan paus pembunuh.


Itu mungkin terdengar seperti suatu cerita dari buku anak-anak, tapi apa yang tersembunyi di antara mereka adalah sesuatu yang jauh berbeda.


Itu adalah sisi gelap kota.


Mereka dikelilingi oleh atmosfer berbahaya yang begitu pekat.


"Berapa banyak pengorbanan yang dibutuhkan untuk mencapai otakmu saat ini?" Tanya golden retriever yang mengaku bernama Kihara.


"Cukup banyak. Gajah dan ikan paus tidak bekerja. Kapasitas otak mereka jauh melebihi manusia, tetapi mereka mengalami kesulitan menerimaku. Di sisi lain, gorila atau simpanse terlalu membosankan. Mereka memiliki kecerdasan, tetapi strukturnya tampak lebih rendah dari apa pun. Namun, aku menetap di tubuh paus pembunuh karena alasan anatomi dan juga karena ketertarikan pribadiku. Tidak mempermasalahkan wujud fisik sungguh membuatmu menjadi tidak mirip seperti manusia, bukankah begitu?”


Perbedaan besar antara manusia dan hewan adalah terletak pada struktur otaknya.


Itu adalah suatu fakta yang bahkan anak-anak bisa memahaminya tanpa belajar tentang anatomi atau zoologi. Tapi, mungkin itu dikarenakan mereka tidak bisa memikirkan hal lain mengapa manusia lebih unggul daripada hewan.


Tetapi, tidakkah itu tampak aneh?


Mengapa otak manusia bisa lebih unggul daripada makhluk lainnya? Pada anatomi perspektif murni, otak gajah jauh lebih besar jika dibandingkan dengan otak manusia. Tubuh para gajah juga lebih besar daripada manusia, jadi itu tidak mengherankan. Bahkan jika semua kerutan di otak manusia ditarik dan dilebarkan, ukurannya masihlah kalah jauh jika dibandingkan dengan otak gajah.


Namun demikian, tingkatan intelektual manusia jauh melampaui gajah.


Tidak ada hewan yang memiliki kecerdasan atau emosi seperti manusia. Mengapa begitu? Itu karena hewan-hewan tidak memiliki ”sesuatu" yang manusia miliki.


Jadi bagaimana jika kekurangan itu dipenuhi?


Lebih khususnya, bagaimana jika otak manusia dipecah menjadi bagian-bagian terkecil, dan serpihan-serpihan kecil itu dilekatkan pada otak hewan, kemudian pertukaran sinyal bioelektrik dijalankan?


Seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya, banyak hewan memiliki otak dengan kapasitas yang lebih besar dari otak manusia.


Jika menanamkan bagian-bagian terpenting otak manusia ke otak makhluk-makhluk lainnya adalah suatu hal yang mungkin, maka apakah itu berarti suatu makhluk super dengan kecerdasan seorang manusia bisa diciptakan?


Persis seperti itulah apa yang sedang terjadi di sini.


"Shundou Toshizou. Kau adalah perwakilan dari orang-orang dewasa yang pernah melacak para Deadlock dan meminjami mereka Queen Drivers. Benda itu kau peroleh di tempat lain untuk mencuri Mental Out milik Shokuhou Misaki dan kau sama sekali tak peduli konsekuensinya bahkan jika Shokuhou Misaki terbunuh. Kau adalah salah satu dari orang-orang yang mengabaikan rencana 'kami'.... Kau seharusnya tewas dalam ledakan di masa lalu seperti yang lain. Aku harus mengakui bahwa setidaknya aku sedikit terkejut karena kau bisa mengumpulkan serpihan-serpihan otakmu dan menanamkannya pada seekor monster seperti ini.”


"Ha ha. Menurutku, seseorang yang berhasil memperoleh sejumlah besar kecerdasan dengan mengembangkan otak seekor anjing, lebih pantas disebut monster. Dan aku belum pernah mendengar ada anjing yang berumur delapan puluh tahun.”


"Aku ragu bahwa si gadis semut itu menyelesaikan semuanya sendirian. Kau adalah orang bertindak di belakang layar tanpa dia pernah sadari, bukan?”


"Mengapa aku harus peduli jika kau tahu itu!? Apa yang bisa dilakukan anak anjing sepertimu?”


"Tampaknya kau tidak mengerti posisi apa yang kusandang dalam keluarga Kihara."


"Apa itu? Apakah kau seorang pembunuh yang bisa mengibas-ngibaskan ekornya?"


Suatu suara yang luar biasa meledak.


Kedengarannya seperti deru mesin jet dan itu berasal dari suatu benda berbentuk lingkaran berdiameter 2 meter yang berputar dan berada 4 pintu masuk di ruangan tersebut. Masing-masing beratnya lebih dari satu ton, tetapi bola-bola itu bisa melayang di udara menggunakan dorongan mesin jet kuat yang berasal dari tiga puluh dua lubang di seluruh permukaannya.


Massa-masaa bola raksasa tersebut mengelilingi si anjing dalam waktu singkat.


"Ini disebut Molar Teeth*, tetapi kau dapat menganggapnya seperti bola perusak yang terbang di sekitar tanpa menggunakan derek. Bola-bola ini hanya dapat digunakan sebagai senjata, ini dapat digunakan untuk memblokir peluru, dan cukup baik juga untuk menggencet musuh. Secara keseluruhan, ini cukup berguna.” [Diterjemahkan : Gigi Geraham.]


"..."


"Semuanya ada 30 buah. Jadi, apa yang bisa seekor anak anjing lakukan terhadapnya? Hm? Kau dapat memecahkan tangki air jika kau suka, tapi itu hanya memperburuk keadaan karena aku bisa menggunakan kekuatan fisikku sebagai raja laut.”


"..."


"Ada apa? Terlalu takut untuk berbicara? Atau apakah kau berharap datangnya bala bantuan? Berkatmu, aku harus meninggalkan tubuh ini, tapi aku selalu dapat mentransfer otakku ke wadahyang baru. Jika aku membunuhmu, tak seorang pun di Academy City akan mampu menangkapku, sehingga kau harus mati.”


"Aku hanya bisa bilang bahwa ini semua adalah suatu kegagalan. Aku tadinya benar-benar berharap untuk bisa menggunakan peralatanku, tapi tampaknya itu hanya akan menjadi bumerang.”


Golden retriever menyipitkan matanya sedikit.


Hanya itu.


Sesaat kemudian, tangki air raksasa yang menutupi seluruh lantai hancur berkeping-keping.


"Apa !?"


Si raja laut tidak terkejut dengan kaca-kaca yang pecah. Mengingat jumlah air yang begitu banyak pada fasilitas tersebut, memecahkan kaca hanya akan mengubah lantai itu menjadi kolam raksasa. Dan jika ia menyerang anjing dengan tubuh paus pembunuh, ia bisa membunuhnya seketika.


Namun, ada sesuatu yang aneh.


Itu adalah air laut.


Seketika, pergerakan Shundou Toshizou tersegel layaknya ikan yang kehabisan air.


"Ada suatu lubang di dinding luar?"


Suara tercengang itu terdengar dari speaker.


Air laut itu menghilang begitu cepat karena mengalir ke luar.


"Jangan bilang kau menembaki bangunan ini dari luar!"


Pada saat itu, suara paus pembunuh berhenti.


Beberapa tumbukan menghantamnya dan beberapa kontainer raksasa menusuk lantai di sekitar tempat golden retriever duduk. Kontainer-kontainer itu terbuka. Mesin, peluru, senjata, amunisi, armor yang tak terhitung jumlahnya muncul dan mengelilingi si paus.


Semua persenjataan militer itu mengepung si paus pembunuh dan siap untuk menembakinya sampai jadi sarden.


Dengan suara mirip pengering rambut, gunungan senjata itu melayang beberapa sentimeter di atas lantai.


Tidak ada suatu robot ataupun powered suit yang mengendalikan tumpukan senjata tersebut. Hanya ada beberapa penyangga dan ketika pelatuknya ditarik, maka selesailah semua.


Terlebih lagi, bongkahan bola yang disebut Molar Teeth telah hancur saat kontainer- kontainer itu diterbangkan masuk ke dalam gedung. Bola-bola raksasa itu bisa bertindak sebagai perisai, bahkan bisa memblokir tembakan meriam tank, tetapi itu tak ada harganya di hadapan senjata-senjata ini.


"Apa itu!?" teriak si raja laut yang sudah kehilangan airnya.


"Semua bocah laki-laki suka sekali merakit mainan robot. Belajarlah untuk menghargai itu, wahai anak muda.”


Senjatanya terdiri dari pistol, meriam, pedang, tombak, rudal, laser, penyembur api, pemancar nitrogen cair, dan bahkan getaran molekul pemancar gelombang elektromagnetik. Dan di antara senjata-senjata yang tak terhitung jumlahnya tersebut, ada lengan kecil yang bergerak dan memberikan sebatang cerutu ke mulut si anjing.


Ya.


Bahkan setelah dihempaskan oleh berliter-liter air, ia masih berhasil menyalakan cerutu.


"Tidak, bukan itu! Mengapa aliran berliter-liter air tidak menyapumu!? Malahan, ada semacam lingkaran udara yang melindungimu dari hempasan air tesebut!!”


"Oh itu."


Si anjing hanya mengucapkan komentar santai disertai dengan kepulan rokok yang beraroma vanilla manis.


"Cyborg Esper Rensa diciptakan untuk menghancurkan ketujuh Level 5 jikalau mereka semua memberontak dan melawan Academy City sekaligus. Peranku adalah serupa dengannya, tetapi sayangnya, targetku bukanlah esper-esper rumahan itu.”


"Lalu ... apa targetmu?"


"Ladylee Tangleroad*, Fräulein Kreutune, dan Codename : DRAGON." [Lihat To Aru Majutsu No Index The Movie.]


"..?"


"Oh, apakah terlalu sulit bagimu? Bagaimanapun juga, aku adalah seorang penyelamat pada suatu ranah yang sama sekali tidak akan digapai oleh orang sepertimu. Biasanya, aku tidak harus berurusan dengan pekerjaan aneh seperti ini.”


Suatu gemuruh yang luar biasa meledak.


Wilayah golden retriever hanyalah suatu lingkaran kecil di sekitar tumpukan mesin-mesin besar, tapi itu meluas dengan cepat. Air lenyap, dan Shundou Toshizou yang meminjam tubuh seekor paus pembunuh terlempar ke lantai yang kering.


"Dengan begini, mungkin pria itu jadi marah."


Pemandangan itu seperti seekor raja laut yang ditempatkan pada suatu telenan.


Dan seorang koki yang memegang senjata besar berbicara dengan dingin sambil mengisap cerutu.


"Apakah kau pernah mendengar ada suatu jenis powered suit khusus yang disebut Anti-Art Attachment?"



Beberapa menit kemudian, golden retriever meninggalkan gedung raksasa dan melihat wanita yang mengenakan jas lab murah menunggu di antara kerumunan penonton sambil memegang payung.


"Aku sudah bilang agar kau menunggu di tempat lain."


"Heh heh heh. Ya, tapi apa boleh buat.”


Mereka berdua meninggalkan lokasi tersebut tanpa menghiraukan orang-orang yang berkumpul karena kekacauan di sekitar gedung. Bahkan jika ada potongan bulu anjing dan seonggok daging segar yang tersisa di atap gedung, mereka tak akan mengira bahwa semua ini adalah hasil pekerjaan si anjing. Sebagai binatang, ia tinggal di luar undang-undang yang berlaku bagi manusia.


"Jam berapa ini?"


"Ini sudah jam empat. Bagaimana kalau makan malam sekarang, sensei?”


"Itu akan memberikanku gangguan pencernaan, jadi aku lebih suka melewatknnya. Mungkin aku tidak terlihat seperti itu, tapi aku benar-benar seekor anjing tua.”


"Tidaaaak, kau adalah seorang pria pesolek!! Aku tidak ingin mendengarkannya lagi!!”


"Aku kadang-kadang sulit membedakan apakah kau sedang memujiku atau justru meledekku. Apa pun itu, bisakah kau berhenti menarik leherku seperti itu?”


Sembari mereka berbicara, golden retriever mengirimkan permintaan komunikasi melalui kepalanya.


Suatu hotline segera terhubung pada Bangunan Tanpa Jendela.


"Boo. Sensei, seseorang yang sepenting dirimu tidak harus menjilat pada pria itu.”


"Aku menghargai pujianmu padaku, tapi kau salah. Selain itu, Kihara tidak bisa mengalahkan penguasa kota ini.”


"Oh, maksudmu karena Archetype Controller? Itu sungguh curang!”


Archetype adalah istilah psikologis untuk pemahaman umum atau nilai-nilai yang dikembangkan oleh setiap anggota ras atau grup. Mereka berurusan dengan masalah identik dengan menggunakan cara yang sama. Contohnya adalah konsep-konsep agama seperti istana para dewa yang berada di atas awan dan penjara bagi orang berdosa yang berada di bawah bumi. Dalam pengertian yang begitu luas dan dangkal, contoh Archetype bisa juga dianalogikan seperti orang Jepang yang suka nasi, dan orang Amerika yang suka burger.


Tetapi bagaimana jika kau bisa mengendalikan Archetype?


Bagaimana jika kau bisa membuatnya, mengirimnya ke dunia, dan bahkan menghancurkannya?


"Dia adalah seseorang yang menggunakan istilah Academy City, esper, dan sisi ilmu pengetahuan, lantas melemparkan itu semua di dalam kerangka kerja yang bisa disebut sebagai pemujaan manusia terhadap ilmu pengetahuan. Jika kita membicarakan itu lebih lanjut, Kihara juga adalah salah satu contohnya. Itulah sebabnya kita tidak bisa mengalahkan penguasa yang satu ini. Jika dia ingin, dia bisa membuat kita terputus dari dunia luar dengan menggunakan Archetype ilmu sesat. Itu menyebabkan keberadaan kita di dunia lenyap bagaikan uap air di udara. Kita mungkin bisa bertahan, tapi kita hanya akan menjadi pengecut yang tak berguna. Dan aku tidak perlu menjelaskan apa yang akan terjadi jikalau ada hewan buas yang sudah dijinakkan atau bahkan kuku dan giginya dipotong, lantas dibiarkan hidup di hutan rimba.”


(Terlebih lagi, ia memberikan kemenangan pada Archetype Sihir Barat Modern dalam masa Periode Emas. Dan sampai sekarang pun, dia masih mempengaruhi itu semua dengan begitu kuat. Dia selalu bisa menggunakan Archetype untuk mempengaruhi setiap pondasi sihir di jaman ini.)


Sembari menjaga koneksi hotline, anjing besar berbicara dengan seorang pria di ujung sana.


Dia berbicara kepada penguasa kota, yaitu Ketua Dewan Aleister.


"Aku yakin kau sudah memata-matainya dengan menggunakan Underline, tapi aku berurusan dengan seorang Shundou Toshizou. Itulah yang terakhir dari tujuh puluh dua permintaan yang sudah kau buat. Semua pihak yang menghimpun kekuatan di luar kendalimu dan menolak untuk bekerjasama kembali telah dikalahkan. Apakah kau sudah puas dengan pekerjaanku?”


"Ini tidak lebih dari suatu awal."


"Apakah kau menemukan sesuatu untuk menebus apa yang sudah terjadi?" Tanya golden retriever sambil berjalan dengan Kihara Yuiitsu.”Melakukan kontak dengan para dewa sihir sungguhlah suatu kesalahan yang besar. Apakah kau akhirnya memetik suatu pelajaran setelah sembuh? Bahkan tubuh ketigamu terbakar dengan begitu buruknya.”


"Apa pun itu....itu adalah suatu hal yang penting."


"Semua perkataanmu selalu saja terdengar rasional, bahkan ketika kau menangani semuanya secara emosional.”


"Para ilmuwan haruslah romantis dan mereka harus selalu bekerja untuk memenuhi mimpi setiap insan. Aku yakin bahwa itu adalah perkataanmu sendiri.”


Golden retriever mendesah karena pria itu menguak hal tersebut.


Jika pria itu menjelaskannya dengan ekspresi mirip manusia biasa, mungkin dia kini sedang tersenyum.


"Kau benar. Romantisme adalah penting. Itulah yang membedakan antara seorang pria dan binatang buas.”


"Apakah aku salah?"


"Bagaimana kalau bertanya pada doktermu, bukannya aku? Tapi jikalau aku harus memberikan jawaban dari perspektif seorang Kihara, jika ada 2 sisi yaitu kejahatan dan kebaikan....itu pasti jatuh ke sisi kejahatan. Tidak hanya itu…itu adalah suatu kejahatan yang teramat hambar.”


Anjing itu menatap langit berbintang saat ia berbicara.


Kedipan-kedipan cahaya misterius memenuhi langit malam kota sebagai simbol astrologi. Mirip seperti okultisme yang sama sekali tidak bisa digapai oleh logika ilmu pengetahuan.


"Tapi sepertinya itu akan jatuh ke sisi “suka” ataupun “tidak suka”. Tampaknya, aku masih mempunyai hati..”


Warna-warna fajar menyela dan memenuhi langit di depan mereka.


Warna ungu pada langit yang merupakan simbol dari misteri, perlahan berubah warna menjadi oranye.


"Aku sekarang telah mengembalikan tatanan agar sesuai dengan aturanmu, seperti yang kau minta."


Ilmuwan ini berbicara sambil menghadap sinar matahari keemasan.


Seakan-akan mereka menggunakan akal manusia untuk menantang sisi irasional dunia.


"Sekarang, bagaimana kalau kau menggunakan kekuatan yang telah kukembalikan padamu. Gunakan itu untuk menghancurkan semua ketidakpastian yang disebut dengan sihir.”



Kata Penutup[edit]


Jika kau membeli setiap volume satu per satu, selamat datang kembali. Jika kau membeli semuanya sekaligus, selamat datang.


Ini adalah Kamachi Kazuma.


Mari kami mulai dengan beberapa informasi dari dalam! Seri ini jadi begitu berat sejak adanya pertempuran global yang berpusat pada Othinus pada akhir volume yang lalu, jadi volume ini dimaksudkan sebagai koreksi untuk menyeimbangkan kembali semua hal. Itulah sebabnya, topik dalam volume ini sepenuhnya mengenai sisi ilmu pengetahuan dan pertempuran hanya menyelesaikan masalah yang sangat pribadi, tidak peduli siapa yang menang atau kalah. Pada dasarnya, aku berusaha untuk memutar balikkan cerita pada dua volume terakhir dari novel ini.


Dan protagonis kali ini adalah Shokuhou Misaki. Aku benar-benar telah merencanakan cerita tentang masa lalu gadis ini jauh-jauh hari sebelumnya, namun ternyata aku sadar bahwa menggunakannya tidaklah begitu mudah. Namun, aku memutuskan bahwa akan jadi sia-sia jika aku tidak menggunakan ide yang pernah kupikirkan, jadi aku bekerja keras untuk merekonstruksi cerita tersebut.


Shokuhou (seperti halnya Mikoto) adalah seorang karakter yang sulit untuk digunakan karena dia hampir sempurna, tapi setelah terobosan pribadi yang kubuat pada New Testament 9, aku memutuskan bahwa aku bisa menangani pertempuran psikologis rumit dengan menggunakannya dan bahkan dia benar-benar ikut campur pada pertarungan fisik kali ini.


Sebelumnya, dia hanyalah mirip dengan seorang gadis dari keluarga lain yang mengunjungi Dengeki Bunko sementara Mikoto tetap berada di Dengeki Daioh, sehingga ia lebih terasa seperti tamu, bukannya keluarga yang sebenarnya, tapi mungkin volume ini telah merombak itu semua.


Namun, aku pikir para pembaca akan kecewa dengan cerita yang seluruhnya terjadi di masa lalu, setidaknya ini adalah suatu flashback. Aku membuat Shokuhou mengejar ”hari-hari" itu dan dia takut bahwa masa lalunya akan berubah. Aku sengaja membuat masa lalu Shokuhou terasa begitu samar dan bahkan dia tak tahu apakah itu nyata ataukah tidak. Kuharap itu adalah suatu hal yang mendebarkan bagi para pembaca.


Adapun bagi karakter musuh, yaitu Mitsuari Ayu, aku benar-benar menggunakan suatu cerita dari masa lalu kelam Shokuhou yang Haimura-san pernah sampaikan. Aku pikir sosoknya sebagai seorang gadis yang begitu membenci Shokuhou karena semua miliknya dirampas adalah suatu hal yang begitu cocok bagi seorang lawan dari masa lalu yang kelam. Aku benar-benar bersyukur.


Namanya berarti”madu semut" karena ada sejenis semut yang terkenal karena mengumpulkan begitu banyak madu manis dalam dirinya sendiri sehingga dia membengkak seperti bola dan tidak bisa berjalan sendiri. (Perutnya terlihat transparan, jadi dia sungguh terlihat cantik seperti bola kaca.) Aku menamai dia seperti itu karena dia pertama kali muncul sebagai bentuk seorang gadis berbobot 300 kg, dia mengisi dirinya sendiri dengan begitu banyak emosi sehingga dia tidak bisa bergerak. Dan aku memberinya nama “semut” karena dia bertindak sebagai lawan Shokuhou.


Mengenai Shokuhou, awalnya aku ingin memberinya nama keluarga yang bermakna ratu lebah, namun aku berpikir bahwa hal itu sudah sering digunakan. Pada akhirnya, aku memberinya nama keluarga dengan ide : dia memakan semua struktur sosial dan bukan hanya ratu di pucak hierarki. Aku minta maaf kepada siapa saja yang terkejut ketika pertama kali melihatnya dengan nama yang berarti ”lebah pemakan", tapi aku sungguh mempertimbangkannya dengan matang-matang.


Adapun Shokuhou dan Mitsuari diberi nama yang berarti ”mengendalikan dan berdoa" dan ”cinta dan sukacita”, kau mungkin bisa melihat sekilas bahwa hati mereka berdusta dan mereka memiliki beberapa perbedaan jika dibanding-bandingkan.


Keduanya mengontrol pikiran orang, tapi tak satu pun dari mereka meremehkan pemikiran atau isi hati orang lain. Sesekali, mereka akan mempertaruhkan nyawa untuk memperjuangkan berbagai hal atau memilih jalan yang sesat karenanya. Aku ingin menulis cerita tentang gadis-gadis seperti itu.


Aku mengucapkan terima kasih aku kepada ilustratorku Haimura-san, editor aku Miki-san, Onodera-san, dan Anana-san, untuk pertama kalinya, semua staf Dengeki Daioh dimulai dengan Fuyukawa Motoi-san. Aku mengandalkan banyak orang untuk menyempurnakan apa yang tidak lebih dari sekedar baris teks dalam plot dan akhirnya menciptakan karakter tercinta bernama Shokuhou Misaki. Tanpa semua bantuan mereka, aku tidak akan pernah menyelesaikan cerita yang berpusat pada Shokuhou Misaki ini. Aku benar-benar bersyukur.


Aku juga mengucapkan terima kasihku kepada para pembaca. Seperti yang sudah kubilang, aku tidak akan mendapatkan lampu hijau untuk menulis cerita ini tanpa keberhasilan yang sudah aku dapatkan pada New Testament Vol 9. Dan jika itu tak terjadi, mungkin cerita ini akan selamanya menjadi konsep dalam catatan-catatanku. Aku berterima kasih dari lubuk hatiku yang terdalam karena kalian telah memberiku dorongan yang aku butuhkan.


Ini adalah waktu untuk menutup halaman sambil berdoa bahwa halaman buku berikutnya akan dibuka.


Dan aku akan membaringkan penaku untuk saat sementara.


Tetapi hubungan antara Kumokawa Seria dan Kamijou Touma masihlah menjadi sebuah misteri!


-Kamachi Kazuma.