Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia: Road to Endymion

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Ilustrasi[edit]

Chapter 1[edit]

Part 1[edit]


Suatu kota berada di sisi barat Tokyo berluaskan sepertiga dari area metropolis itu.


Itu dikenal dengan nama Academy City.


Kota itu adalah sekumpulan ilmu berteknologi canggih. Itu adalah titik pusat dari pengaruh kuat pada seluruh dunia dengan menggunakan kepentingan, dominasi, semacam kepercayaan dan keyakinan tertentu yang termaktub dalam kata: "ilmu pengetahuan".


Delapan puluh persen dari penduduknya adalah pelajar.


Oleh karena itu, kota tersebut dibuat untuk menonjolkan citra keamanan dan kepercayaan, tetapi informasi itu secara ketat dikendalikan dari “bawah permukaan”. Banyak sistem yang ditata di seluruh kota demi mencegah pendekatan dari setiap teroris atau mata-mata, baik itu ancaman dari pihak independen ataupun bekerja untuk pemerintah suatu negara.


Salah satu area pada kota memiliki fokus yang sangat kuat pada sisi tersebut.


Di kawasan itu, seorang pria barat tiba di suatu "penginapan bertingkat tinggi" diperuntukkan bagi pelancong dari luar kota.


"Aku mencoba untuk tidak begitu terkejut, tapi ini sangatlah gila."


Dari luar, itu hanya tampak seperti suatu bangunan persegi panjang biasa.


Tapi interior-nya secara misterius dibangun sehingga pada setiap lantainya terdapat penginapan Jepang berkelas tinggi lengkap beserta, taman dan semua fasilitas penunjang lainnya. Itu mirip seperti beberapa diorama bangunan Jepang yang saling tumpuk.


Desain itu mungkin dibuat karena kurangnya lahan, atau mungkin memang seperti itulah “akal sehat” di Academy City sebagai “alam” yang berbeda dari seluruh dunia dalam hal teknologi.


Apapun itu, orang dari luar kota tidak terbiasa melihatnya.


Setelah memastikan bahwa pelayan paruh baya yang menunjukkan kamarnya telah pergi, orang itu menarik suatu komputer kecil. Tanpa khawatir tentang keamanan atau risiko terlacak, ia terhubung ke jaringan dengan memasukkan kabel ke port yang disediakan di ruangan.


Saat ia download beberapa file yang tersimpan secara online, tanda voice chat menyala.


Dia mengkliknya agar terhubung, dan suara wanita yang tenang mulai terdengar.


"Apakah sudah terkirim?"


"Aku sedang melakukannya sekarang." pria itu sedikit mengerutkan keningnya. "Ketika kau mengatakan kepada aku tentang password download, kau harusnya menentukan apakah surat-surat itu besar atau kecil. Jika aku tidak melihatnya dan salah masuk beberapa kali, aku pasti sudah terkunci. "


"Tentunya kau bahwa itu bukanlah bidang keahlianku."


"Dungu juga ada batasnya."


Dia tahu bahwa mengatakan itu tidak akan menyelesaikan apa-apa, tapi ia tetap saja mengatakannya.


Dan seperti yang ia harapkan, wanita itu tidak menunjukkan tanda-tanda peduli.


"Aku mengikuti instruksimu," katanya. "Aku ragu Academy City akan mendeteksi hal seperti ini. Internet adalah teknologi yang baik, tetapi mereka benar-benar mengendalikan bidang itu. "


"Academy City secara naluriah memonitor semua data demi menangkap mata-mata independen. Jika kau mengisi teks normal dengan kata-kata berkode berbahaya, peralatan mereka dapat menganalisanya segera." pria itu membuka file yang telah selesai didownloadnya. "Tapi hanya itu bidang mereka. Mereka tahu sedikit tentang sisi sihir. Kota ini telah benar-benar dioptimalkan. Jika kau mencoba untuk menyembunyikannya, mereka pasti akan menemukan itu. Mencoba menyelinap di sekitar seperti itu hanya akan membuat kau lebih cepat tertangkap. Itulah mengapa kau bahkan tidak harus mencoba untuk menyembunyikannya. "


File-file itu berisi diagram yang beraneka macam.


Itu adalah diagram lingkaran sihir.


Dengan peralatan pencetakan Academy City, mereka bisa dengan cepat menggandakannya secara massal tanpa menghancurkan simbol-simbol magis.


"Lingkaran-lingkaran itu tidak disebutkan dalam pertemuan dengan ‘mereka’."


"Aku ragu metode ‘setengah-hati’ seperti itu akan cukup."


Orang barat ini mengakses peta situs dan browsing beberapa studio foto. Munculnya kamera digital telah menempatkan mereka semua dalam situasi krisis, tapi pria ini menginginkan peralatan cetak untuk secara akurat menghasilkan lingkaran sihir yang akan digunakan olehnya.


Biasanya, lingkaran sihir adalah masalah rahasia, sehingga ia harus mengendalikan orang yang mengoperasikan mesin cetak agar menjadi “boneka” untuk sementara waktu.


"Jika aku mencoba untuk melakukan sesuatu di dalam Academy City, aku akhirnya hanya akan tertangkap. Itu berarti, aku perlu membuat rencana di mana mereka akan terlalu lambat untuk menyadarinya dan mengungkapnya. Jika aku beraksi, sembari mengambil beberapa kerugian yang sudah kurencanakan sejak awal, aku harusnya bisa mencapai kebebasan pada tingkat tertentu, bahkan di dalam kota optimal ini."


"Hanya untuk memastikan bahwa kau tahu: ada kemungkinan kau tidak akan dapat kembali hidup walaupun tujuan kita tercapai. "


"Aku juga telah mempertimbangkan itu di dalam rencanaku."


"..."


"Dan itu telah diberikan persetujuan secara diam-diam. Bukan oleh Academy City, tapi oleh para petinggi kami. Kita tidak ingin keseimbangan antara sihir dan ilmu pengetahuan runtuh. Setiap orang menyadari bahwa masalah itu jauh lebih penting daripada alasan ‘resmi’ apapun. Oleh karena itu, aku berharap situasi ini tidak akan seburuk yang mereka katakan. Namun, aku ragu itu akan begitu mudah sehingga aku bisa melarikan diri tanpa cedera. "


Setelah mengambil semua informasi yang ia butuhkan untuk lingkaran sihir, orang barat ini memutuskan jaringan komputernya.


Dia kemudian menuju suatu studio foto.


Pekerja di studio adalah orang biasa, tapi dia akhirnya akan terlibat dalam sihir walaupun hanya sedikit. Tidak peduli seberapa hati-hati orang itu, beberapa risiko akan menetap pada si pekerja malang itu, sehingga dia terus terlibat semakin dalam pada dunia tersembunyi di alam semesta ini.


Tapi pria itu melanjutkannya tanpa peduli.


Ini menunjukkan betapa mendesak situasinya.


"... Aku akan membuatmu ‘membayar’ suatu hari nanti karena telah memaksaku untuk melakukan pekerjaan kotor semacam ini."



Part 2[edit]


Academy City dikenal sebagai kota ilmu pengetahuan tercanggih dan lembaga pengembangan kekuatan psikis, tapi tidak ada yang begitu aneh atau mencolok pada seorang siswa biasa yang berjalan ke sekolah di pagi hari.


Harusnya sih tidak ada yang aneh. Tetapi pada pagi ini ...


"Komunikasi error. Kau saat ini tidak dapat memasuki Venus Probe Project Race*. Mohon coba lagi nanti."

[Diterjemahkan: Proyek Balap Probe Venus.]

"..."


Seorang bocah laki-laki bernama Kamijou Touma berdiri di tengah-tengah jalan.


Dia memegang ponsel di tangan kanannya, dan suatu halaman proyek pada SNS populer bisa dilihat di layar kecil itu.


"…Apa yang sedang kamu lakukan?"


Seorang gadis memanggilnya dari belakang.


Dia adalah Misaka Mikoto. Dia adalah Ace SMP Tokiwadai yang bergengsi, dan juga Academy City Level 5 # 3. Dia mengenakan blus lengan pendek putih, sweater musim panas beige*, dan rok lipat abu-abu. Dia memberikan pertanyaan bingung ketika menyadari bahwa orang yang menghalangi aliran siswa menuju sekolah adalah seseorang yang dikenalnya.

[Beige adalah sejenis warna antara abu-abu dan coklat.]

Orang tersebut, Kamijou Touma, yang sedang gemetar.


"Halaman entri untuk SNS proyek balap telah dibekukan karena terlalu banyak orang yang mengaksesnya. Tapi batas waktu berikutnya adalah 10 menit! Aku tidak punya waktu untuk menunggu!!"


"Itu adalah proyek terkait dengan Venus Probe Contest, kan? Dengan begitu banyak probe tanpa awak yang diluncurkan ke ruang angkasa, kau harusnya bisa memprediksi tim mana yang akan membuat penemuan pertama, kan?”


"Jika kau memilih probe mana yang akan berhasil membuat penemuan, kau bisa mengadakan undian untuk menentukan siapa yang berhak menamai penemuan tersebut!!"


"Yeah, tapi walaupun kau bisa memasukkan undian, itu masih jauh dari 100% kemungkinan mendapatkan nama tersebut. SNS memiliki hampir 1,5 juta orang yang mencobanya, dan itu masih jumlah user dari Academy City saja."


"Tapi aku ingin memberikan nama Kamijou Touma pada suatu asteroid!!"


"Bukankah kontes ini tentang probe yang dikirim ke Venus?"


"Aku ingin menjadi bintang di langit malam !!"


"Itu malah terdengar seperti kau sudah mati dan namamu diabadikan pada suatu benda." tapi kemudian tatapan bingung muncul di wajah Mikoto. "Sebenarnya, aku heran bahwa kau mau bermain dengan sesuatu seperti ini. Aku pikir, kau tidak terlalu tertarik pada hal semacam ini. "


"OS ponselku diperbarui secara otomatis akhir-akhir ini, dan SNS itu muncul kemudian. Dua perusahaan pasti telah memiliki beberapa jenis perjanjian. "


"A-Aku paham. Ngomong-ngomong, berapa banyak teman yang kau miliki di situs itu? J-jika kau memberitahuku nomor registrasimu, aku bisa mengirimkan permintaan ... "


"?"


Kamijou mengerutkan kening karena dia tidak cukup paham apa yang sedang digumamkan oleh Mikoto.


Dan kemudian, ada sesuatu yang merubah pikirannya ke arah sungguh berbeda.


"Touma!! Lagi-lagi kau lupa untuk menyiapkan makan siang untukku!!"


Suara keras itu datang dari seorang biarawati putih bersih yang menyela pembicaraan.


Namanya Index.


Dia menarik banyak perhatian dari para pelajar yang sedang berangkat menuju ke sekolah, tapi dia mengacuhkan mereka dan terus ngoceh ke arah Kamijou dan Mikoto.


"Jujur saja, kau selalu melakukan hal ini, Touma! Makanan adalah dasar hidup yang layak!! Apa yang seharusnya aku lakukan jika kau menolak untuk membuatkanku suatu makan siang!?”


"... Tidak bisakah kau memasak menu makananmu sendiri?"


"Orang-orang yang tahu cara memasak tidak akan mengerti keadaanku!!"


"Menurutku, kau tidak harus menyerah hanya karena kau tidak tahu bagaimana caranya memasak! Dan untuk jaga-jaga, aku selalu meninggalkan makan siangmu di lemari es!! Karena kau tidak dapat menggunakan microwave, aku sengaja membuatkanmu sayuran raksasa dan salad daging babi yang tidak perlu dipanaskan!!"


"Snack itu sudah kumakan berabad-abad yang lalu!!"


"Bisakah kau menjelaskan kepadaku mengapa kau terlihat begitu bangga akan hal itu!?"


Sekarang, Mikoto benar-benar tanpa ekspresi untuk sementara waktu.


Dan kemudian dia mengajukan pertanyaan dengan kepala miring karena bingung.


"Um, maaf mengganggu, tapi kenapa seakan-akan normal bagimu untuk membuatkannya makanan dan menjaganya?"


"Fgh!? O-oh, um ... !!"


"Dan aku benar-benar ingin tahu mengapa lagi-lagi kau membuatku begitu sebal ‘tanpa alasan yang jelas’!!"


"Aku juga ingin tahu mengapa kau tiba-tiba mulai ber-biri-biri!!"



Part 3[edit]


"Semuanya enak dimasak sebagai tempura! Apa alasan misterius di balik menghilangnya kepahitan suatu bahan makanan!?”


"Mereka bahkan akan makan Okra* dan paprika! Aku tidak percaya bahwa anakku yang sudah terbiasa makan paprika cincang pada nasi goreng, kini sedang menyantap paprika yang hanya diiris setengah! (Ibu rumah tangga berusia 39 tahun)"

[Okra adalah tumbuhan dari keluarga Mallow yang memiliki biji polong panjang dan keras. Contohnya adalah Abelmoschus esculentus, yaitu biji polong muda dari tanaman Okra yang dimakan sebagai sayuran. Asal tanaman ini adalah Afrika Barat. Kamus Oxford.]

"Itu adalah pengaruh individu, dan hasil yang sama tidak dapat dijamin pada semua orang."


Setelah mengalami kesulitan dalam perjalanan ke sekolah, Kamijou telah berpisah dengan Index dan Mikoto, dia pun dengan damai duduk di kelas untuk mendengarkan pelajaran. Sekarang, kelas telah usai, dan dia duduk di bangku taman sambil membaca email iklan yang dikirim ke ponsel melalui SNS cukup populer akhir-akhir ini.


Anak SMA biasa bernama Kamijou Touma itu sedang mendesah dengan tenang.


"Itu adalah Bible yang tidak kita perlukan di tempatku."


Bagaimanapun juga, teman sekamarnya bukanlah orang yang pilih-pilih makanan. Gadis itu akan mengunyah mie ramen instan yang masih keras, 3 menit sebelum matang sempurna, dan dia tampak begitu senang dengan itu. Rumah tangga Kamijou lebih menilai kuantitas daripada kualitas. Yang ia inginkan hanyalah informasi obral yang memungkinkan dia memperoleh sejumlah besar makanan murah.


Tapi gadis yang duduk di sampingnya tidak tampak senang.


Index mengintip pada layar ponsel dari samping.


"Mh, Kau tidak dapat melakukan ini, Touma! Makanan adalah salah satu fondasi dari kehidupan manusia. Kau harus selalu berusaha untuk memperbaiki dirimu sendiri!!"


"Lalu kenapa kau tidak mencoba untuk memperbaiki diri sendiri dengan belajar bagaimana caranya memasak!?"


"Omong-omong, apa yang kita miliki untuk makan malam?"


"Eh? Aku pikir udon yang aku simpan di dapur semakin dekat dengan tanggal kedaluwarsa. Jika aku menambahkan beberapa bahan makanan selingan secara acak, dan mendidihkan semuanya sekaligus dalam panci ... "


"Kita sudah makan itu tiga hari yang lalu!"


"Lalu bagaimana dengan udon dingin? Itu akan sangat pas untuk musim panas."


"Itu sama persis dengan apa yang kita santap untuk makan siang lima hari yang lalu!"


"Oh, ayolah!! Jangan menggunakan memori sempurnamu untuk mengingat hal-hal seperti itu!!"


Gadis bernama Index itu memiliki bakat khusus, yaitu tidak pernah melupakan apa yang ia pelajari. Kemampuannya telah digunakan untuk menghafal setiap baris dan karakter 103.000 grimoires dari seluruh dunia. Dia sekarang difungsikan sebagai perpustakaan grimoire berjalan.


Namun, Kamijou mengangkat kepalanya dengan bingung.


"Tapi jika kau dapat mengingat semuanya dengan sempurna, tidak bisakah kau ingat rasa dari sukiyaki mewah seharga ¥ 8.000 ketika kau makan udon dingin, lantas menjadi bahagia?"


"Me-mengingat kebahagiaan kosong macam itu tidak akan memuaskan perutaku!"


"Kalau begitu, tidak bisakah kau mengingat bagaimana rasanya ketika kau kekenyangan ...?"


"Itu akan membuatku menjadi orang sedih seperti si penebang pohon yang bersukacita karena peri menipunya dengan menganggap bahwa serbuk gergaji dan daun adalah tumpukan emas. Aku tidak ingin-... "


Index tiba-tiba terhenti.


Hal ini disebabkan karena kilatan cahaya putih terang.


Cahaya terang itu melonjak dari satu area Academy City, dan secara vertikal menjulang ke langit.


Cahaya itu ditembakkan lebih tinggi dari bangunan, kemudian menembus awan.


"Hyah!? Me-mengapa hal seperti itu masih saja terjadi!?"


"Itu adalah roket. Dilihat dari terangnya cahaya, kau tidak akan berpikir bahwa benda itu diluncurkan dari Distrik 23."


Cahaya yang disebabkan oleh proses peluncuran begitu cerah, pemberitahuan telah dikirim untuk memperingatkan agar para pengemudi berhati-hati. Baru-baru ini, benda seperti itu telah ditembakkan sekali setiap 10 menit.


Jalur asap yang tak terhitung jumlahnya tercipta oleh peluncuran. Dari kejauhan, asap itu terlihat seperti tower putih yang menusuk angkasa.


"Seharusnya, peluncuran tidak hanya berasal dari Academy City. Ada desakan untuk meluncurkan roket dari fasilitas seluruh dunia. Aku mendengar ada sekitar 400 roket berpartisipasi pada Venus Probe Contest. Siapapun bebas untuk berpartisipasi, pada proyek-proyek yang disatukan oleh Uni Eropa dan kelompok lain terdiri dari beberapa negara. Ini adalah upaya regional yang dijalankan oleh distrik perbelanjaan lokal. "


Tapi tak ada satupun yang berharap bisa menyaingi Academy City dalam hal teknologi.


Bagaimanapun juga, tingkat teknologi dari dalam dan luar kota dikatakan memiliki perbedaan sejauh 20 sampai 30 tahun.


Negara-negara lain melihat apakah mereka bisa menggunakan kuantitas untuk mengalahkan kualitas teknologi besar yang dimiliki oleh Academy City. Sepertinya, rencana yang tersisa bagi mereka hanyalah taktik-kurang-cerdas itu.


Namun meski begitu ...


(Apa yang mereka dapatkan jika mereka menang?)


Ada hak untuk memberikan nama asteroid baru yang ditemukan atau gunung di Venus, tapi siswa SMA amatir seperti Kamijou Touma tidak bisa memikirkan prestasi membanggakan yang bisa mereka capai, selain tercatat sebagai orang pertama yang menemukan itu. Dia bertanya-tanya apakah mereka akan memberikan nama toko untuk beriklan.


Proyek ini mungkin tidak memiliki tujuan jelas seperti pengambilan beberapa material baru dan misterius yang akan merevolusi teknologi bumi, atau melakukan kontak dengan beberapa alien bersembunyi di balik batu.


Tampaknya, salah satu upaya yang paling penting adalah menemukan bahan yang diubah oleh minyak. Tubuh makhluk hidup akan pecah di dalam tanah untuk membentuk minyak, sehingga penemuan itu akan membuktikan bahwa pernah ada makhluk hidup yang tinggal di sana pada masa lalu. Namun, Kamijou tidak yakin apa yang orang-orang peroleh dengan menemukan orang-jejak makhluk hidup di masa lalu. Menemukan beberapa butir nasi di mangkuk tidak akan membuat nasinya datang kembali.


(Akan lebih mudah untuk dipahami jika aku bisa melihat sesuatu yang jelas-jelas didapatkan oleh orang-orang itu, daripada hanya membuat suatu penemuan bersejarah.)


Lagipula, jika beberapa keuntungan sesungguhnya ditemukan, mungkin bidang eksplorasi ruang angkasa akan berganti. Yang semula adalah percintaan spektakuler, menjadi suatu persaingan sengit.


Ketika Kamijou memikirkan semua itu, gadis di sampingnya yang tidak memiliki pengetahuan ilmiah apapun mulai gemetar.


Dia mengatakan, "M-maksudmu sisi ilmu pengetahuan mulai merebut sebagian dari pendahuluan yang terletak pada dasar sihir bergaya Barat modern!? Jika komposisi planet berubah, itu akan menghancurkan fondasi dasar sihir ... Tapi kami pasti akan berubah untuk memenuhi tuntutan usia ini!! Kami akan menangani ini seperti Jepang menangani kedatangan ide dari barat!!”


"Um, halo?"


Kamijou mencoba untuk mendapatkan respon dari dia, tapi Index tampaknya menanggapinya dengan lambat, jadi dia hanya terus gemetar.


Kamijou memutuskan untuk membiarkan dia terus gemetar. Dia menatap kosong ke langit ketika beberapa roket lainnya diluncurkan.


"Tapi, apakah mereka benar-benar meluncurkan 400 unit? Sepertinya puing-puing ruang angkasa akan menjadi masalah. Jika ada energi yang dipancarkan dari Venus, apakah itu tidak ditolak oleh gunungan serpihan ruang angkasa?”



Part 4[edit]


Pada akhirnya, masalah terbesar yang harus segera ditangani adalah apa yang akan disantap untuk makan malam.


"Tak ada satu pun orang yang berencana untuk pergi makan keluar ketika dia bisa membeli bahan makanan di supermarket, lantas memasaknya. "


"Masalahnya adalah kau terlalu ceroboh, Touma. Jika kau memiliki memori yang sempurna seperti aku, kau tidak akan perlu menghemat isi buku rekeningmu untuk biaya rumah tangga!”


"Lantas, bagaimana kalau kau benar-benar menggunakan memori yang sempurna milikmu itu!? Jika kau melakukannya, kau akan paham bahwa masalah sebenarnya adalah kau melahap bahan makanan apapun yang coba aku simpan untuk persediaan!! Itulah sebabnya aku hanya bisa membeli bahan-bahan untuk sehari, dan habis di hari yang sama!!”


Kamijou dan Index memasuki supermarket yang namanya terlalu lancang, yaitu "Untuk Tipikal Atletis!!”


Biarawati putih itu dikenal di seluruh tempat sebagai "pelahap", sampai-sampai para wanita tua yang menjaga area sampel makanan mulai mundur ketika mereka melihatnya masuk. Namun, tampaknya Index tidak tertarik pada mereka.


"T-Touma! Benda yang terbang itu mengatakan bahwa acara pemotongan tuna sirip biru telah dimulai!”


"Jangan harap!! Kita tidak boleh ke sana!! Setiap jenis makanan yang disiapkan di supermarket akan menghancurkan anggaran keuangan kita. Dan apa-apaan yang dimaksud atletis!?”


"DHA*! Aku ingin DHA malam ini !!”

[Asam dokosaheksaenoat (juga sering dikenal sebagai DHA) merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang golongan omega-3, yang banyak dijumpai di otak dan retina mata, sehingga sangat penting untuk fungsi penglihatan. DHA dibuat dari senyawa induknya yaitu asam linolenat atau ada yang menyebutnya sebagai ALA (alpha linolenic acid). Manfaat DHA antara lain membantu pertumbuhan otak dan serabut saraf serta fungsi penglihatan pada 6 bulan pertama kehidupan. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan. Salah satu sumber DHA adalah daging laut, itulah kenapa Index menyebut DHA ketika minta makan tuna.]

"Jika itu yang kau inginkan, makan saja suplemen!! Bahkan, apakah kau benar-benar tahu apa itu DHA!?”


Index mencoba lari melalui toko, tapi Kamijou meraih kerah di belakang lehernya untuk menghentikannya. Jika ia membiarkan gadis itu meluncur ke sana, dia mungkin akan terjebak dalam suatu acara, dan dia harus memecahkan misteri bagaimana bisa tuna sirip biru raksasa menghilang dari ruang yang benar-benar disegel.


"Index, kita berada di sini untuk mendapatkan bahan makanan untuk malam ini. Kita tidak sedang mencari sesuatu untuk dimakan sekarang."


"Aku paham! Jadi kau menyuruhku untuk menemukan sesuatu yang bahkan lebih lezat daripada tuna sirip biru!?”


Karena Kamijou tidak tahu penafsiran apa yang ada di otak si biarawati, Kamijou pura-pura mengelus-elus kepala Index, lantas menguncinya dengan jurus cakar besi.


Dia kemudian menyeretnya ke bagian toko yang memberikan penawaran dengan harga khusus pada hari itu.


"T-Touma, mengapa area ini tampaknya terisi dengan bau yang berbahaya!?"


"Sayangnya, itu adalah harga ‘non-moneter’ yang harus dibayar untuk mendapatkan kesepakatan baik. Jika kamu ingin sesuatu yang 'terjamin', kau harus menuju ke toko organik!!”


"T-tapi lihat ini: 'Ruang Wortel’! Kenapa tiba-tiba nutrisiku harus berubah menjadi karoten*! Tidakkah itu terdengar sedikit menyebalkan!?”

[Karoten adalah pigmen berwarna dominan merah-jingga yang ditemukan secara alami pada tumbuhan dan buah-buahan. Wikipedia Bahasa Indonesia tanpa perubahan.]

"Ya, itu memang tampak sedikit tidak adil untuk menyebutnya 'perubahan yang tiba-tiba'. Aku bahkan tidak yakin apakah lebih dari itu, kurang dari itu, atau apakah struktur karoten-nya sendiri telah berubah. Tapi lihatlah harga yang indah ini! Hanya produk aneh yang didanai oleh uang penelitian lah yang bisa memasang harga begini murah!!”


"Kata 'penelitian' membuatku takut! Dan kau baru saja mengakui bahwa itu adalah benda yang aneh, bukankah begitu, Touma !?”


"Jika itu tampak persis seperti wortel dan rasanya persis seperti wortel, maka aku harusnya mengatakan bahwa itu terbuat dari komponen-komponen yang sama persis seperti wortel. Dengan kata lain ... yahh, pada akhirnya semuanya sama di dalam perutmu!!”


"T-tunggu, Touma! Apa yang harus aku lakukan jika rasanya seperti melon!?”


"Kalau begitu, kau akan mengetahuinya tak lama lagi."


"?"


"Perubahan mengejutkan menjadi karoten."


"Aku tidak ingin kejutan!"


Tapi Kamijou meragukan sayuran bisa menjadi sesuatu yang terlalu berbahaya jika hanya ditanam pada stasiun ruang angkasa.


Kamijou memandang beberapa bahan makanan lain sementara mengabaikan Index yang gemetar, sambil melihat ke dalam keranjang belanja.


Itulah yang ia temukan.


"T-Touma. Apakah kau membaca ini!? Di sini tertulis: 'Selada yang Dikembangkan Secara Genetis # 3. Tiga ratus serangga yang berbeda menolak untuk mendekatinya. Maaf tentang # 1 dan # 2!!' Aku tidak bisa percaya bahwa ini adalah teknologi baru dari Academy City! Apa artinya jika bahkan para serangga tidak bersedia untuk memakannya? Sungguh, apa artinya!? Aku ingin tahu apa sebenarnya yang membuat para serangga lari darinya!! Dan fakta bahwa # 1 dan # 2 telah dilenyapkan dari sejarah adalah suatu petunjuk jelas adanya kesimpulan yang sangat berbahaya!!”


"..."


Meski begitu, bantuan penelitian membuat harga cukup menarik.


Inti dari suatu perjalanan mencari bahan makanan adalah untuk menyeberangi tali yang membentang antara keselamatan dan anggaran.


Sembari terus memikirkan itu, apa yang harus Kamijou lakukan di sini?



Part 5[edit]


Akhirnya, Kamijou dan Index lepas dari neraka kecil yang disebut supermarket.


"Kita akan makan mizutaki* malam ini."

[Mizutaki adalah sejenis sup kaldu ayam yang kuahnya kental. Cara memasak Mizutaki juga unik. Ayam direbus dalam kuah kaldu selama lebih dari lima jam. Keduanya direbus dengan perlahan sehingga mengeluarkan cita rasa dan kolagen yang baik untuk kesehatan kulit. Muzitaki disajikan dalam nabe atau hot pot dari keramik yang diletakkan di tengah meja makan. http://blogjapanesefood.blogspot.co.id/2013/07/sup-ayam-khas-jepang-mizutaki.html ]

"A-aku bisa tahu dari semua bahan makanan yang sudah kau beli, tapi aku masih merasakan sensasi yaminabe*..."

[Yaminabe adalah sejenis nabe (masakan dalam panci hangat) yang isinya masih diharasiakan, biasanya Yaminabe dihidangkan sebagai tanda penyambutan.]

Anehnya, si biarawati putih tampak berkecil hati meskipun mereka sedang membicarakan topik tentang makanan. Ini adalah situasi yang sangat jarang terjadi, tapi Kamijou tidak terlalu keberatan.


Dan kemudian…


"Huh? Apa yang kau lakukan di sini?”tanya seorang gadis SMP.


Itu adalah gadis yang Kamjiou telah temui pagi ini.


Dia mengenakan seragam SMP bergengsi Tokiwadai dan merupakan salah satu dari hanya tujuh orang Level 5 di Academy City. Dia adalah # 3.


Dialah Misaka Mikoto.


"Kalian berdua berjalan bersama-sama sembari membawa tas belanjaan dari supermarket ...? Apa sebenarnya yang kalian berdua lakukan !?”


"Kau tidak tahu!?"


"Jadi maksudmu, yang terjadi adalah persis seperti apa yang sedang aku lihat!? Itu kan maksdumu!? Dan pagi ini kalian juga pergi bersama-sama!!”


"Kami sedang mendiskusikan apakah wortel yang tumbuh pada ruang angkasa dan selada yang tidak disukai serangga, aman untuk dimakan! Tinggalkan kami sendirian, gadis kecil!!”


"Eh? …Apa? Jadi ini seperti suatu proyek penelitian???” Mikoto agak bingung, jadi dia hanya memberikan pendapat sendiri tentang masalah tersebut. "Ketika mereka mengatakan bahwa serangga tidak mau mendekati sayuran tersebut, itu terjadi bukan karena pemancaran insektisida dari daunnya. Yang terjadi hanyalah trik untuk menipu serangga dengan memancarkan bahan yang mirip seperti zat feromon. Zat itu bisa meningkatkan dan menurunkan tingkat kelaparan serangga. Para peneliti hanya memperkuat mekanisme pertahanan yang sudah dimiliki oleh selada itu."


"O-ohh ..." Index mengerang dengan tampilan kebingungan di wajahnya.


Mikoto melanjutkan, "Dan bahkan makanan tidak diciptakan dalam tabung reaksi setelah genetikanya diubah dalam bentuk pembiakan selektif. Anggap saja segumpal daging sapi bermerek ternama dan nasi. Bahkan, adalah suatu hal yang sulit untuk menemukan makanan yang belum mengalami penyilangan dalam berbagai kondisi. Jika kau mengabaikan semua itu, dan hanya memikirkan perubahan genetik sebagai hal yang buruk, itu artinya kau telah meninggalkan dunia ilmu pengetahuan. Itu akan lebih menjurus ke masalah filsafat atau agama.”


"R-Rambut pendek, aku punya perasaan bahwa kau telah benar-benar ‘termakan’ ideologi dan dogma ilmu pengetahuan.”


Tapi kemudian ponsel Mikoto berdering.


"Eh? Kuroko? …Apa? Tunggu, itu benar-benar buruk!”


Dia dengan cepat menutup telepon dan menoleh ke arah Kamijou.


"Jam malam akan segera datang, jadi kau harus kembali ke asramamu segera!!"


"Apa?"


"Dengar, ‘kembali sekarang dan jangan meninggalkan ruanganmu’! Mengerti!?"


Setelah mengatakan itu, Mikoto lari entah kemana.


(Untuk apa?)


Kamijou memiringkan kepalanya karena bingung.


"Yah, seperti biasanya, dia selalu bertindak aneh. Hei, Index. Mari kita pulang.”


"Hm ...?"


Index memandang ke arah yang berbeda, seolah-olah dia baru saja melihat sesuatu.


Kamijou melihat ke arah yang sama, tapi dia tidak melihat hal-hal yang menarik. Dia hanya melihat pemandangan biasa Academy City.


"Ada apa, Index?"


"Huh? Aku pikir, aku melihat hal yang sama sebelumnya.”


"Ya iyalah. Turbin-turbin angin itu selalu terletak di seluruh kota.”


"Tidak, bukan itu. Hmm ... Huh? Itu aneh. Memang benar bahwa 'turbin-turbin' itu selalu tersebar di seluruh penjuru kota, tapi ... huh? Ini berada di luar bidangku, tapi entah kenapa, aku merasa sepertinya itu terhubung ke pengetahuanku ...”


"Pengetahuanmu?"


Itu berarti, ada hal yang terkait dengan sihir, bukannya ilmu pengetahuan, tapi Kamijou meragukan turbin yang mendukung kekuatan Academy City berhubungan dengan teknik-teknik sihir.


"Aku mungkin bisa memikirkan sesuatu jika aku memeriksa 'turbin' yang aku lihat sebelumnya. T-Touma, kau pulang saja duluan!”


"Eh? Tunggu sebentar, Index!”


"Dan aku tidak akan marah jika kau makan semua makan malam yang mencurigakan itu sendirian!!"


"Ah, tunggu! Jangan bilang kau berencana untuk makan burger di jalan! Kau tidak membawa uang !!”


Kamijou meragukan dia bisa mengejarnya dengan tas belanja yang beratnya beberapa kilogram di kedua tangan. Dia memandang sekeliling, dan melihat loker koin dengan fungsi pendinginan yang ia bisa gunakan untuk menitipkan barang belanjaan. Untuk menghindari biaya yang tidak perlu, atau kesulitan pada masyarakat, ia siap untuk mengejar Index. Tapi kemudian…


"?"


Dia melihat suatu kilatan di bawah sinar matahari.


Itu berasal dari dasar pilar turbin angin.


"Ini adalah…?"


Ketika ia mendekatinya, dia menyadari betul apa itu. Beberapa jenis film tipis yang jelas telah melekat pada permukaan pilar bulat. Itu adalah filter optik berbentuk persegi panjang yang seukuran dengan majalah. Ketika ia menatapnya dari dekat, ia mampu melihat pola aneh yang tergambar di atasnya dengan sedikit perbedaan warna.


Tidak jelas apa artinya, tapi itu tidak terlihat seperti semacam diagram dan denah yang biasa Kamijou lihat di kehidupan sehari-hari.


Namun, Kamijou masih bisa tahu bahwa pola yang tergambar di sana memiliki semacam makna walaupun ia tidak bisa menentukannya secara spesifik.


Ideologi, agama, dogma.


Ini mengingatkan Kamijou pada istilah-istilah yang didengarnya barusan.


(Tapi ...)


Kamijou tampak curiga pada turbin angin, dan dia pun memeriksa film yang jelas melekat padanya.


(Aku punya perasaan bahwa filter ini tidak berfungsi seperti filter pada umumnya. Aku merasa seperti ada sesuatu yang lain di sini.)


Apakah keberadaan filter itu sudah menstimulus pengetahuan Index? Ataukah itu adalah "hal lain" yang Kamijou rasakan secara samar-samar?


(Apapun itu, filter ini jelas-jelas mengandung sihir!)


Kamijou memfokuskan pikirannya pada benda kecil di depannya.


Dia mengulurkan tangan kanannya.


Dia membentangkan Imagine Breaker.


Imagine Breaker hanya sebatas pergelangan tangan kanan sampai ke ujung jari, tetapi itu sudah cukup untuk menghancurkan semua jenis kekuatan supranatural, baik dari sihir maupun psikis.


Jari telunjuknya menyentuh film yang bening itu.


Di saat berikutnya, filter plastik tampak pecah berkeping-keping menjadi serpihan kecil yang tak terhitung jumlahnya, disertai suara meledak kecil.


Sesuatu telah hancur.


Itu berarti, film bening tersebut memang mengandung semacam sihir.


Dan ketika pemikiran itu masuk ke kepala Kamijou ...


Beberapa pilar api tiba-tiba meraung di sekitar Kamijou.


"... Eh?"


Kamijou mengucapkan suara bingung, tapi situasi tidak akan menunggunya untuk memahami apa yang sedang terjadi. Api yang telah ditembakkan mulai menghujani dari atas.


(Sial ... filter itu adalah pemicu!?)


Jika dilihat dari samping, bentuknya seperti rahang raksasa.


Dan tubuh anak itu menghilang ke dalam api, seolah-olah ia sedang dimakan oleh rahang tersebut.



Part 6[edit]


Suatu helikopter tiba-tiba mendarat di jalan, sementara mengabaikan semua peraturan mengenai heliports. Dan pilotnya adalah kaki-tangan "kerjasama terbatas" dari Academy City. Pendeta berambut merah yang melangkah keluar mendesah sembari ia memahami situasi.


Namanya adalah Stiyl Magnus.


Dia adalah seorang penyihir yang dikirim oleh Necessarius, paroki* 0 Gereja Anglikan.

[Baca Index SP]

"... Jadi itu sudah gagal," gumamnya.


Kemudian, tiba-tiba meledak lautan api dengan suara besar. Ketika Kamijou Touma muncul dari dalam, ia benar-benar tanpa cedera.


"Apa yang sedang kau lakukan!? Apakah api-api itu adalah hasil perbuatanmu!?”


"Aku tidak akan menyangkal itu, tetapi kau bukanlah sasaran yang dituju. Dan sekarang aku harus mengajukan pertanyaan yang sama padamu: apa yang sedang kamu lakukan?" Stiyl menjepit rokok di antara jari-jari tangan kanannya, dan dia menunjuk ke titik di mana terdapat turbin angin yang baru saja disentuh oleh Kamijou. ”Seberapa banyak yang kau tahu tentang apa yang terpasang di sana?”


"Maksudmu filter bening yang kau pasang? Tapi yang lebih penting-... !!”


"Tidak Cuma itu saja," kata Stiyl, menyela perkataan Kamijou. ”Aku menggunakan filter yang baru sebagai lingkaran sihir di atas lingkaran sihir lain yang sudah ada di sana.”


"... Sudah ada di sana?"


"Kau tidak bisa melihatnya?" Stiyl terus berbicara sementara Kamijou mengerutkan keningnya karena bingung. ”Yah, itu tidak digambar dengan menggunakan tinta. Musuh mungkin menggunakan sinar ultraviolet yang kuat. Ini sama seperti bagaimana sinar matahari menyebabkan poster memudar. Mereka menggambar lingkaran dengan menyebabkan cat pada pilar memudar sedikit. Tentu, metode ini melanggar perjanjian antara sihir dan ilmu pengetahuan.”


Kamijou memandang lebih dekat pada turbin angin, tapi ia masih tidak bisa melihat apa yang Stiyl maksudkan. Pasti mereka telah membuat lingkaran sihir dengan “perubahan” yang sangat kecil, sehingga seorang amatir tidak bisa melihatnya.


"Dan kenapa kau berpikir bahwa aku melekatkan lingkaran sihir yang terbuat dari tinta khusus pada material bening? Itu mengganggu ... atau lebih tepatnya, menimpa lingkaran sihir milik mereka. Dengan menambahkan lingkaran sihirku sendiri di atasnya, aku bisa menghancurkan pola mereka. Dan ketika terjadi perubahan pola, efeknya pun juga akan berubah. Jika aku mengubah efek yang si pembuat lingkaran inginkan, mereka akan mencoba untuk menghapus filter yang aku pasang. Kemudian ketika perangkap diaktifkan, aku bisa menangkap orang misterius ini ... seperti itulah yang seharusnya terjadi.”


"Tunggu sebentar. Apakah kau mengatakan ada orang selain dirimu yang melakukan sesuatu pada turbin angin ini?”


"Ya. Lantas?”


"Dan perangkap yang tadinya kau atur untuk menangkap mereka, kini diaktifkan sia-sia ..."


"Itu semua berkat dirimu."


"Bukankah itu berarti penyihir ini sekarang menyadari adanya perangkap yang disiapkan untuknya?"


"Kau baru saja memahami fakta itu?" gumam Stiyl sambil melemparkan rokoknya.


Suatu pedang api mencuat dengan paksa pada sepanjang “garis” rokoknya.


"Tapi itu adalah kesalahanku sendiri, karena aku tidak melenyapkan ‘kekhawatiran yang aku kenal’. Aku tahu ada risiko datangnya seorang amatir bodoh yang mengacaukan segalanya.”


"Stiyl ... !?"


"Situasi ini mendesak. Dan tindakanmu di sini telah menjadikan semuanya semakin mendesak," kata pendeta berambut merah dengan nada ringan, meskipun dia memegang senjata yang bisa dengan mudah membunuh orang. ”Aku tidak punya waktu atau keinginan untuk menangani elemen tidak pasti sepertimu. Sungguh, mungkin seharusnya akau membunuhmu begitu saja, tapi tampaknya aku hanya akan melumpuhkanmu.”



Part 7[edit]


Imagine Breaker milik Kamijou Touma hanya terbatas pada tangan kanannya, tetapi itu bisa meniadakan sihir atau kekuatan psikis apapun. Ini tentu saja berfungsi sebagai “musuh alami” bagi mereka yang memiliki kekuatan supranatural seperti itu, tapi tingkat bahayanya berubah tergantung pada, apakah itu adalah pertarungan pertama melawan musuhnya atau “pertarungan lanjutan”.


Sederhananya, sekali musuh tahu tentang kemampuannya, mereka bisa menyiapkan strategi lain untuk mengalahkan Kamijou.


"Pertama, aku tidak akan masuk daerah yang menjadi kisaran tinjumu." Stiyl mengambil langkah mundur. ”Dan aku akan mengulangi serangan yang akan menyebabkan ‘kerusakan pasti’ sehingga kau semakin lelah sedikit demi sedikit.”


Ia mengayunkan pedang api dan menyebabkan ledakan untuk mengirim hamburan gelombang kejut.


Tentu, kerusakan yang terjadi akan lebih besar jika semakin dekat dengan pusat ledakan. Menggunakan serangan pada jarak seperti itu akan mengurangi kekuatan destruktif dan sulit untuk dikendalikan secara efektif.


Tapi dia tidak peduli.


Dia akan membuat Kamijou lelah sedikit demi sedikit, sampai ia tidak bisa lagi melawan.


"Cih. Jadi kau punya kartu Rune* yang tersembunyi di sekitar turbin sejak awal !?”

[Baca Index SP.]

"Jika aku tidak melakukannya, ini tidak akan menjadi perangkap yang begitu efektif. Gelombang pertama menahan si target agar tetap diam tempat, sementara aku bergerak dengan cepat ke lokasi kejadian. Kemudian, aku akan menghabisi si target, ketika gerakannya melemah.”


Kamijou menduga Stiyl pasti telah memikirkan banyak pertimbangan dalam penempatan rune. Tempat di mana Stiyl berdiri saat ini, dan rute yang hendak dia lalui, keduanya memiliki suatu arti.


Jika Kamijou mencoba untuk menyerang ke arahnya begitu saja, sesuatu seperti barikade mungkin akan muncul untuk memblokir jalannya.


"Bertarung di atas ‘panggung’ yang sudah kau persiapkan terlebih dahulu sungguh menempatkan aku dalam situasi yang merugikan."


"Lalu, apa yang akan kau lakukan?"


"Lari," jawabnya dengan segera.


Kamijou Touma kemudian berbalik dan berlari secepat yang dia bisa.


Ini mungkin tampak bodoh pada awalnya, tapi itu adalah pilihan yang layak dalam menghadapi pertempuran melawan Stiyl. Sihir si pria perokok itu berada pada kondisi paling efektif di suatu area, di mana sejumlah besar kartu Rune telah terpasang, jadi jika Kamijou meninggalkan area yang sudah “disiapkan” itu, Stiyl tidak lagi bisa menggunakan kekuatan penuhnya. Itu saja tidak cukup untuk mengalahkan Stiyl, tapi itu akan memberinya kesempatan yang dia perlukan untuk menyerang.


Namun ...


"Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku tidak mempertimbangkan itu ketika menyiapkan perangkap ini?"


Kamijou mendengar deru api “memakan” oksigen ketika pilar api ditembakkan ke atas hingga memblokir jalannya. Dia dengan panik berhenti ketika pilar api itu berubah bentuk menjadi manusia raksasa.


Itu adalah Innocentius.


Mantra ini memiliki daya perusak paling besar dari semua mantra milik Stiyl Magnus. Pada suatu area yang dipenuhi dengan kartu Rune, massa api bersuhu 3000 derajat itu bisa dengan segera beregenerasi dan menyerang, tidak peduli berapa kali itu hancur.


Tangan kanan Kamijou Touma bisa menghancurkannya, tapi itu hanya akan beregenerasi kembali secepat dia menghancurkannya. Jika Innocentius menghentikan Kamijou di sini, Stiyl dengan bebas bisa bergerak untuk menyerang.


Tapi ...


"Bukankah sedikit terlalu cepat untuk menggunakan teknik terhebatmu?"


"?"


"Bagaimanapun juga." Kamijou Touma menyeringai. ”Jika kau tidak menempatkannya di antara kita berdua, aku bisa meniadakan semua sihir yang kau gunakan, sembari aku berjalan lurus ke arahmu.”


Apa yang Kamijou takutkan sejak tadi adalah Stiyl yang selalu bisa kapan saja menggunakan "Teknik Terhebatnya ".


Tapi sekarang itu sudah digunakan, ia bisa menemukan jalan di sekitarnya.


Lagipula…


"Aku tidak pernah mendengar kau bisa menggunakan lebih dari satu Innocentius pada waktu yang sama.... Kau tidak membuat kemajuan sejak terakhir kali kita bertemu, kan?”


"!?"


Stiyl dengan panik mencoba untuk memberikan petunjuk lebih lanjut pada makhluk api ciptaannya, tapi sudah terlambat.


Kamijou berbalik 180 derajat dan segera berlari lurus ke arah Stiyl. Innocentius mengejar Kamijou dari belakang, tapi api itu tidak cukup cepat untuk bergerak di antara Kamijou dan Stiyl. Tidak peduli perangkap apa yang mungkin terletak di antara mereka, Kamijou bisa meniadakan semua perangkap itu dengan tangan kanannya selama tidak ada satu pun perangkap yang “sekelas” Innocentius. Pendeta berambut merah meledakkan pedang api lagi dan lagi untuk menahan anak itu agar mundur, tapi gelombang kejut sedekat itu tidak cukup untuk sepenuhnya menghentikan Kamijou.


Dan ...


Pada saat Kamijou berada di kisaran efek penuh gelombang kejut dari pedang api, tangan kanannya bisa mencapai si pendeta. Dia melemparkan tinjunya ke arah ayunan pedang api yang juga menuju ke arahnya, dan meniadakan sihir itu.


Dan itu berarti ...


Kaki Kamijou terbanting dengan kuat ke arah bawah-kanan di depan Stiyl.

INDEX Endymion 034.png

Dia memusatkan berat penuh tubuhnya pada kepalan tangan kanannya yang menggenggam dengan erat. Untuk mengimbangi serangan pedang api, tinjunya terbang dengan tegas pada rahang pendeta jangkung itu.


Tapi kemudian…


Kebisingan besar dan tumbukan yang Stiyl telah duga, tidak kunjung datang.


"... Kenapa kau berhenti?"


"Apakah benar-benar ada alasan bagi kita untuk bertarung?" jawab Kamijou dengan segera.


Tinju itu berhenti tepat di depan wajah Stiyl, lantas Kamijou menggerakkan lagi tinjunya untuk menepuk rahang Stiyl dengan ringan.



Part 8[edit]


Index pergi cukup lama, mungkin dia memerlukan waktu lama untuk menyadari adanya gangguan, atau mungkin juga dia dihadang oleh beberapa jebakan. Namun yang jelas, ketika si biarawati kembali, semuanya telah berakhir.


"Touma! Mengapa kau melawan penyihir lagi ketika aku sedang pergi untuk menyelidiki lingkaran sihir di dasar 'turbin' itu!?”


"Betul. Berkat gangguan dari anak ini sekali lagi, kami dari Necessarius bahkan lebih sibuk daripada sebelumnya.”


"Aku juga marah padamu! Kau adalah seorang penyihir ahli, jadi bagaimana bisa kau habis-habisan ketika menyerang seorang amatiran seperti Touma!?”


Ketika Index membentaknya, Stiyl dengan cepat berbalik dan mengangkat bahu.


Karena ia telah berbalik, Kamijou tidak bisa melihat ekspresi apa yang dia pasang di wajahnya.


Dan Kamijou tidak yakin ingin tahu.


Lantas, dia sengaja mengubah subyek pembicaraan.


"Stiyl, siapakah penyihir yang sedang kau cari? Apa yang mereka coba lakukan di kota ini?”


"Apakah kau merasa bertanggung jawab karena kau telah menghancurkan perangkapku?"


"Tidak, idiot. Ini adalah kota kami.”


Stiyl mendecakkan lidahnya.


Stiyl pasti telah berhasil menenangkan dirinya sendiri karena ia berbalik, sebelum akhirnya berbicara.


"Musuh kali ini adalah asosiasi sihir rahasia yang menggunakan mitologi Hindu. Mereka dikenal sebagai Gate of the Gods Come from the Heavens*. Mereka adalah organisasi kecil yang hanya beranggotakan sekitar 50 orang, tapi itu berarti, ideologi murni dari seorang anggota tidak akan membuat seluruh kelompok berada dalam kekacauan. Dengan kata lain, akan sulit mengajak salah satu dari mereka untuk berkompromi, dan itu berarti mereka cukup berbahaya. ... Sifat karakteristik mereka adalah metode pelatihan tubuh fisik sampai pada batas tertentu, seperti: latihan ekstrim, puasa, dan sejenisnya. Dan itu juga merupakan salah satu alasan di balik konflik mereka dengan Academy City.”

[Diterjemahkan: Gerbang Tuhan yang Datang dari Surga.]

"?"


"Metode pelatihan ilmiah Academy City telah berkembang sampai pada tahap penghitungan optimal: nilai makan, olahraga, dan istirahat. Untuk asosiasi sihir yang memandang ‘rasa sakit abnormal’ sebagai jalan bagi tubuh untuk melebihi batas-batasnya, Academy City mungkin terlihat seperti kelompok pengecut yang mengambil rute mudah untuk memperoleh kekuatan.”


"Jadi orang-orang ini mempunyai masalah dengan Academy City, lantas menyelinap ke dalam kota untuk menggambar lingkaran sihir pada turbin angin di semua tempat? ... Itu bisa jadi sangat buruk.”


"Tidak jelas seberapa jauh mereka telah berkembang, tetapi kemungkinan besar mereka menggunakan Agni’s Festival Fire. Itu adalah metode sama yang digunakan untuk menyerang gym olahraga besar di New Delhi dua tahun yang lalu.” meskipun nada bicaranya santai, Stiyl memberitahu mereka tentang sesuatu yang sangat, sangat buruk. ”Agni terkait dengan kebakaran dan petir, mereka menggunakannya sebagai simbol. Sederhananya, mantra itu memungkinkan mereka untuk mengubah output dari gelombang elektromagnetik yang biasanya terbang ke segala arah. Mereka dapat menggunakannya untuk menyebabkan bencana berskala besar. …Jika mereka mengaktifkan Agni’s Festival Fire pada skala ini, Academy City akan berubah menjadi open microwave raksasa.”



Chapter 2[edit]

Part 1[edit]


Penyihir bernama Stiyl Magnus mengatakan, "Suatu asosiasi sihir rahasia Hindu telah memasuki Academy City. Namanya adalah Gate of the Gods Come from the Heavens. Karena mereka memperjuangkan ideologinya, mereka ingin menentang kota ini.”


Kamijou Touma perlahan membuka dan menutup tangan kanannya.


"Benda apa yang kau katakan tertempel pada pilar turbin angin tadi? Agni’s Festival Fire?”


"Apa yang telah mereka pasang pada turbin itu tidak lebih dari secuil bagian dari seluruh mantra Agni’s Festival Fire. Jaringan yang bakal tercipta oleh lingkaran tak terhitung jumlahnya, dan saling hubung bersama-sama, adalah identitas sebenarnya dari Agni’s Festival Fire.” Stiyl jelas-jelas tampak kesal karena Kamijou masih bingung. ”Kau bisa mengatakan bahwa efeknya akan sangat memperkuat output dari gelombang elektromagnetik yang terus beterbangan di lingkungan kota ini. Jika mantra diaktifkan, area dengan ‘kisaran efektif’ akan berubah menjadi oven microwave raksasa. Sampai saat ini masih tidak diketahui seberapa luas ‘kisaran efektif’ tersebut.”


Stiyl menunjuk wajah Kamijou.


Dan tanpa ragu-ragu, dia mengatakan hal sebagai berikut:


"Dan tangan kananmu telah menghancurkan perangkap yang aku pasang untuk menangkap mereka. Asosiasi sihir rahasia kemungkinan telah mendeteksi bahwa sesuatu sudah terjadi.”


"Lalu aku hanya perlu menggunakan tangan kananku untuk menghancurkan barang-benda spiritual yang membentuk Agni’s Festival Fire!!”


"Kataku, masih tidak diketahui seberapa jauh mereka telah menyebarnya," kata Stiyl dengan santai. ”Satu-satunya alasan mereka tidak melakukan apa pun, adalah karena mereka perlu persiapan lebih lanjut untuk menghancurkan seluruh Academy City. Tapi mereka dapat menggunakan Agni’s Festival Fire setiap saat jika mereka sudah puas dengan ‘hasil tak lengkap’ ini. Dan tergantung pada seberapa banyak mereka telah menyiapkan lingkaran-lingkaran sihir tersebut, mungkin saja 'hasil tak lengkap' yang aku sebutkan dari sudah cukup untuk memanggang satu atau dua Distrik. Asosiasi sihir rahasia ini belum juga melancarkan aksinya karena mereka serakah dan menginginkan sesuatu yang lebih dahsyat. Mereka pikir, mereka masih bisa memperolehnya. Jika simbol Agni’s Festival Fire dihancurkan satu demi satu, mereka mungkin akan memutuskan bahwa ‘hasil tak lengkap’ akan lebih baik daripada tidak ada hasil sama sekali.”


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Kalau kita sudah tahu bahwa Agni’s Festival Fire masih menyebar bahkan sampai sekarang, kita tidak bisa hanya duduk diam dan tidak melakukan apa-apa.”


"Metode yang paling efektif sudah gagal berkat tangan kananmu. Tapi itu tidak berarti, aku tidak punya petunjuk yang tersisa. Keakuratan informasinya jauh lebih rendah, tapi aku tidak punya pilihan selain bergantung pada itu.” Stiyl mendecakkan lidahnya sebelum melanjutkan. ”Sebetulnya aku cukup khawatir tentang penampilannya pada saat seperti ini. Aku tidak menyukainya, tapi aku akan menggunakanmu sebagai ‘salah satu kartu pada dekku’.”



Part 2[edit]


Dan hari berikutnya pun tiba.


"Karena Venus Probe Contest, roket diluncurkan satu demi satu dari berbagai negara di seluruh dunia.”


"Tapi hidrazin* digunakan untuk bahan bakar sangatlah beracun, jadi aku khawatir tentang kecelakaan yang bisa saja terjadi di Academy City ketika bahan bakar sedang dimuat atau diangkut di depan kontainer.”

[Baca Index SP.]

"Semua pengemudi harus berhati-hati karena cahaya yang kuat dari peluncuran roket. Direkomendasikan kau memakai kacamata hitam.”


Waktu selalu mengalir layaknya sungai, jadi hari ini akan datang tidak peduli apa yang terjadi kemarin. Kamijou tidak bisa duduk-duduk mengantuk dan menonton TV selamanya. Dia harus memasak sarapan dan pergi ke sekolah.


Tetapi walaupun jadwalnya terus stagnan seperti biasa, kondisi mentalnya tidaklah selalu sama.


"Um, aku yakin kalian semua tahu perbedaan antara ESP dan PK, tapi kita menghadapi ujian tengah semester tak lama lagi. Aku ingin menjelaskan salah satu area yang sering bercampur banyak orang di sana.”


Guru perempuan setinggi 135 cm bernama Tsukuyomi Komoe membentangkan tubuhnya setinggi yang dia bisa untuk menulis di papan tulis, tapi Kamijou mengabaikan dan menayap tangan kanannya.


(Menurut Stiyl, mereka dapat menggunakan Agni’s Festival Fire setiap saat jika mereka mengabaikan tujuan utama yang sedang mereka upayakan bahkan sampai saat ini.)


"Sekarang, ini tentang Thoughtography. Adalah suatu kekuatan yang memungkinkanmu untuk mempelajari sesuatu dari jarak jauh, atau peristiwa masa depan, tampaknya itu akan dikategorikan di ‘bawah’ ESP seperti Precognition*. Namun, kekuatan yang mempengaruhi film adalah jenis kekuatan fisik, sehingga itu merupakan kekuatan yang mempengaruhi obyek eksternal dengan kekuatan diri sendiri. Untuk alasan itu, Thoughtography secara teknis tidak bisa diklasifikasikan sebagai ESP, tetapi sebagai PK seperti telekinesis dan penciptaan api! Itu adalah salah satu kasus yang sering digunakan sebagai pertanyaan jebakan, jadi berhati-hatilah! Ketika ada suatu kekuatan yang berada pada perbatasan antara ESP dan PK, PK lebih diutamakan dalam perihal klasifikasi !!”

[Baca To Aru Kagaku no Railgun manga chapter 74.]

(Distrik tempat kami hidup sehari-hari bisa menjadi lautan api setiap saat. Semua orang bisa terpanggang sampai mati. Aku punya cara untuk menghancurkan barang-benda spiritual yang terpasang pada turbin-turbin angin itu, jadi mengapa aku hanya duduk-duduk di sini dan menunggu datangnya kesempatan yang lebih baik?)


Kamijou tidak tahu ke mana si pendeta berambut merah itu pergi, tapi Stiyl telah memberinya ponsel prabayar. Dengan kata lain, Kamijou sedang menunggu telepon dari Stiyl. Tampaknya si pendeta lebih baik mati daripada bertukar nomor telepon dengannya.


"Dan juga, kamera analog yang menggunakan eksposur film telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir karena kehadiran kamera digital. Hal ini telah menciptakan masalah, apakah esper yang sanggup menampilkan masa depan pada kamera digital harus diperlakukan sebagai jenis yang sama dengan Thoughtography! Seperti yang baru saja aku katakan, hal utama Thoughtography bukanlah aspek masa depan tetapi bagian foto itu sendiri. Jadi jika metode mengambil dan menampilkan foto benar-benar berbeda ...”


(Tapi asosiasi sihir ini sedang berada di Academy City ... apa namanya kemarin? The Gate of the Gods Come from the Heavens, iya kan? Stiyl mengatakan ia akan menemukan mereka, tapi bagaimana? Bagaimana jika dia tidak bisa menemukan mereka…?)


"U-um ... Kamijou-chan? Kamijou-chan!”


"Uwah?"


"Itu lebih parah daripada tidak menggurbis gurumu! Aku telah mencoba untuk memberikan review akhir sebelum paruh waktu, tapi ... wah! Bel berdering !?”


Pada saat yang sama ketika bel berbunyi yang menandakan akhir kelas, pintu kelas terbang terbuka.


Pintu membuat suara begitu keras, dan kemudian seorang biarawati putih berteriak.


"Komoe, Komoe!! Aku ingin agar kau mengajariku sesuatu yang disebut 'gelombang elektromagnetik'!!"


"Kenapa kau datang jauh-jauh ke sekolah, suster-chan !? Ahh! Sekarang aku punya perasaan bahwa aku tidak akan dapat memperpanjang waktu kelas sedikit demi sedikit ... !!”


Index tidak bisa berbicara tentang asosiasi sihir dan Agni’s Festival Fire di kelas, jadi dia mendorong Kamijou dan Komoe-sensei keluar ke lorong.


"Kamijou-chan! Kau bertanggung jawab untuk mengawasi tindakannya! Dan mengapa aku diperlakukan sebagai anggota pada suatu misi yang aneh!?”


"Itu tidak masalah! Aku hanya perlu agar kau menjelaskan perihal 'gelombang elektromagnetik' ini padaku! Mengapa benda itu bisa membuat TV menjadi zap zap zap dan membuat ledakan-ledakan dalam oven microwave!?”


"Televisi tidak zap-zap dan oven microwave tidak membuat ledakan-ledakan!"


"Aku paham," komentar Kamijou.”Aku pikir kau selalu bungkam mulut tentang hal yang berhubungan dengan sihir. Aku kira, kau sama sekali tidak paham ketika mendengar sihir yang bisa mempengaruhi output gelombang elektromagnetik.”


Ketika dasar masalah kali ini terkait dengan ilmu pengetahuan, grimoires di kepala Index mungkin tidak akan cukup untuk memahaminya.


"A-Aku merasa seperti tertinggal jauh di belakang!" seru Komoe-sensei. ”Dan aku hanya membayangkan sedikit bahaya yang tersembunyi di balik kata-katamu!?”


Tapi seperti Index yang terus mengganggu dia, Komoe-sensei mulai menjelaskan gelombang elektromagnetik dan oven microwave. Kamijou yakin bahwa gurunya adalah orang yang benar-benar peduli karena mau repot-repot menjelaskan suatu hal yang seharusnya sama sekali tidak berguna dari sudut pandangnya.


"Pada dasarnya, gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang tak terlihat. Itu memiliki satuan amplitudo, sehingga dapat menyebabkan getaran yang stabil di objek pada tingkat mikro. Suatu oven microwave adalah perangkat yang memberikan panas pada makanan, dengan menggetarkan kelembaban di dalamnya pada kecepatan tinggi.”


"Menggetarkan kelembaban udara membuatnya jadi lebih panas!?"


Index tampak benar-benar kagum. Dia memutar keran untuk minum air mancur di lorong, dan mulai menampar air yang mengalir keluar, dan sebagainya.


Tapi kemudian ekspresinya berubah jadi murung, dan bibirnya cemberut.


"... Tidak jadi hangat kok."


"Eh? Um, suster-chan? Bukan itu yang aku maksud.”


"Huff. Aku tidak kira bahwa kau sebodoh ini, Komoe. Aku datang jauh-jauh untuk minta bantuan dan kau tidak ada gunanya sama sekali ...”


"K-Kamijou-chan!? Semua yang aku katakan adalah benar, kan!? Tolong benarkan si suster yang salah sangka ini!!”


Komoe-sensei memohon bantuan, tapi Kamijou rasa, pilihan terbaik untuk menangani situasi ini hanyalah diam dan melihat semuanya berlalu begitu saja, daripada memaksakan kehendak pada si biarawati putih.


Tapi Kamijou benar-benar memberikan satu komentar.


"Dengan kata lain, 'zap zap zap' dari microwave adalah sejenis petir. Tapi itu membakarmu, bukannya mengejutkanmu. Akan menjadi buruk jika itu terjadi kepada semua orang di kota ini, sehingga kita harus menghentikan mereka.”


"Aku paham!! Aku kira, kau akan terbakar jika kau tertabrak petir! Sekarang aku tahu itu, aku dapat menemukan banyak deskripsi serupa pada 103.000 grimoires milikku!! Kau benar-benar cerdas, Touma.”


"Huh !? Aku pikir, kau hanya akan ngoceh saja tanpa mengoreksi kesalahanmu yang tadi! Dan Kamijou-chan, aku pikir, kau dengan santai mengatakan hal-hal yang lebih berbahaya ...!”


Karena ia tidak ingin repot-repot menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Kamijou secara batin tidak mendengar ocehan Komoe-sensei.


"Tapi Stiyl masih belum menelpon. Aku tidak yakin bahwa aku tidak bisa melakukan apa-apa meskipun mampu menghancurkan sihir itu dengan tangan kananku.”


"Hei, Touma."


"Apa?"


"Kalau dipikir-pikir, apakah si pria bernama Stiyl ini benar-benar jenis orang yang suka menjaga perkataannya, dan memanggil hanya jika sesuatu terjadi?"


(... Huh?)


Fisik Kamijou Touma membeku di tempat sejenak, tapi akhirnya dia meremas ponsel prabayar di tangan kanannya dengan erat.


"Bajingan itu!! Apakah dia sengaja membuatku menunggu telepon darinya agar aku tidak melakukan hal-hal yang menurutnya tidak diperlukan!?”


"Dia pernah mengatakan bahwa tangan kanan dan kecenderunganmu untuk mengambil tindakan secara gegabah, hanyalah menghalang-halangi jalannya."


"Dia keluar sendirian, di saat kita bahkan tidak tahu seberapa banyak musuh yang ada! Ini bukanlah waktunya untuk khawatir tentang perbedaan antara seorang profesional dan amatiran! Index, bantu aku di sini. Kita perlu mencari tahu di mana bajingan itu berada!!”


"Touma, menurutku kau tidak memiliki hak untuk mengeluh tentang seseorang yang sedang menuju bahaya karena kehendaknya sendiri.”


"Eh ... um ... Kamijou-chan? Kamijou-chaaan!! Dari tadi kau mengatakan sesuatu yang kedengarannya sangat berbahaya! Dan bagaimana bisa kau meninggalkan sekolah tepat di depan mata dan hidung gurumu!? Tunggu!!”



Part 3[edit]


Stiyl Magnus mengejar asosiasi sihir rahasia yang dikenal dengan The Gate of the Gods Come from the Heavens.


Dia mungkin harus terus-menerus sendirian melawan kawanan penyihir yang jumlahnya tidak pasti. Dan jika pertarungan ini dianggap tidak menguntungkan bagi pihak musuh, mereka bisa mengaktifkan Agni’s Festival Fire yang telah dipasang di sekitar Academy City untuk mengubah seluruh kota menjadi oven microwave raksasa.


Kamijou berlari keluar dari sekolah, tapi ...


"Argh, di mana bajingan itu berada!? Index, dapatkah kau gunakan pengetahuan magis untuk mencari tahu di mana mereka mungkin berkumpul?”


"Hmm ... mungkin cara tercepat adalah menyelidiki lingkaran sihir yang membentuk Agni’s Festival Fire. Jika dua kekuatan bentrok, itu akan berada di sekitar mereka.”


"Tapi lingkaran-lingkaran itu dipasang pada turbin di seluruh kota, kan? Bagaimana kita harus mencari tahu mana yang mereka fokuskan?”


"Meskipun memiliki semua lingkaran-lingkaran sihir itu, jumlah pengguna sihirnya terbatas. Pasti ada orang yang menjadi pusat pengendali semua lingkaran itu, dan penyihir-penyihir lainnya hanya berfungsi sebagai terminal. Dan siapapun yang ingin menggunakan atau menghancurkan Agni’s Festival Fire akan menuju ke pusat.”


"Jadi, apakah itu sesuatu seperti host server?"


"Host?"


Index tampak bingung.


Tetapi jika semua lingkaran sihir yang dipasang di sekitar kota dikendalikan oleh titik pusat tunggal, setiap terminal lainnya perlu terhubung ke titik pusat itu. Mereka mungkin dapat menemukan lokasi pusat ini dengan menyelidiki terminalnya.


"Tapi ini bukan seperti internet. Bagaimana cara pusat mengirim perintah ke terminal?”


"... Biarkan aku menyelidiki benda spiritual yang bersangkutan."


Index menatap tajam pada dasar pilar turbin angin.


Suatu lingkaran sihir seharusnya sudah digambar di situ dengan menggunakan efek memudar dari sinar ultraviolet. Kamijou tidak bisa melihat perbedaan sedikit pun, tapi tampaknya Index bisa.


"Dia mengatakan bahwa ini adalah asosiasi sihir rahasia Hindu, dan tampaknya hal ini terkait dengan Shiwa sebagai akarnya."


"?"


"Shiwa dikatakan sebagai dewa tarian yang menciptakan segala sesuatu mengalir melalui semesta. Dikatakan bahwa, kekuatan besar yang mengganggu alam semesta inilah yang menyebabkan bintang bergerak.”


"Jadi, apakah Agni’s Festival Fire menggunakan beberapa jenis cahaya atau kekuatan yang berhubungan dengan alam semesta sebagai sinyal komunikasi? Atau berhubungan dengan matahari dan bulan? Mungkin menggunakan gravitasi atau angin surya. Skalanya terlalu besar, bukan?”


"Tidak, Shiwa adalah dewa yang berkuasa atas segala sesuatu yang mengalir, tidak peduli apakah itu besar atau kecil. Dia bahkan terkait dengan segala sesuatu di sekitarnya seperti air dan asap.”


"Hal-hal yang mengalir di sekitarnya ...?"


Kamijou berpikir sebentar, kemudian melihat ke atas.


Pada benda apakah asosiasi sihir rahasia telah menggambar lingkaran sihir Agni’s Festival Fire?


Turbin angin.


"Apakah itu menggunakan aliran angin !?"


"Ya. Gerakan dari semua 'turbin' yang berbaris di sini sedikit berbeda. Dan Shiwa memiliki hubungan yang kuat dengan Rudra, yaitu dewa angin yang menderu. Si pusat dan para terminal kemungkinan menggunakan aliran angin untuk berkomunikasi.”


"Index, dapatkah kau menentukan lokasi pusat dari pergerakan turbin?”


"Serahkan padaku."



Part 4[edit]


Kamijou mengikuti ke mana arah Index melaju, dan mereka sampai pada distrik perbisnisan, yaitu Distrik 7. Namun, ini bukanlah tempat yang terdapat barisan bangunan raksasa, di mana kegiatan keuangan dari seluruh dunia berkumpul. Sebaliknya, itu adalah tempat yang cukup kumuh, dan penuh dengan bangunan-bangunan kecil sewaan.


"Beehive*, hm? Ini adalah tempat yang sempurna untuk persembunyian.”

[Diterjemahkan: Sarang Lebah.]

"?"


"Secara resmi, kawasan ini seharusnya disewakan sebagai fasilitas bisnis, tetapi proses review penyewaan sangatlah lemah. Gadis yang lari dari rumah menggunakan tempat ini sebagai apartemen murah, orang menggunakannya sebagai kandang untuk hewan peliharaan besar dan berbahaya, orang menggunakannya sebagai lokakarya untuk menciptakan perangkat penyadapan dan sejenisnya, dan aliran-aliran kepercayaan yang tidak diakui sebagai organisasi keagamaan menggunakannya sebagai markas mereka.”


Orang-orang datang dan pergi dari tempat itu terus-menerus, dan sewa dapat diperoleh hanya dengan mengunjungi suatu website. Seharusnya, orang yang menjalankannya tidak benar-benar tahu siapa yang menggunakan kamar atau bagaimana latar belakang pelanggannya.


Ditambah lagi, orang-orang tanpa aturan juga bisa masuk ke kamar kosong, lantas menggunakannya tanpa sewa.


"Jadi, Index, apakah kau tahu lebih khusus, di mana pusat Agni’s Festival Fire?"


"Y-ya. Itu ada di gedung kuning sebelah sana.”


Begitu Index menunjuk bangunan, api oranye meledak dari jendela.


Kamijou berdiri pada jarak yang cukup jauh dan aman, tapi ia masih merasakan imbas pada wajahnya seperti dia baru saja ditampar. Suara kaca pecah terdengar berulang kali di sekelilingnya.


Tentu saja, dia akan berada pada kondisi yang jauh lebih buruk jika ia berada di pusat ledakan.


Tapi apa sebenarnya yang terjadi?


"Api ...? Apakah Stiyl yang melakukan ini!?”


Begitu ia mengatakan itu, Kamijou ingat bahwa Agni’s Festival Fire bisa menghasilkan efek mirip seperti oven microwave.


Sisi mana yang telah melakukan ini?


Dia tidak bisa memastikan itu.


"Gawat. Kita harus bergegas, Index !!”


"Y-ya !!"


Selama Kamijou berlarian sejauh beberapa puluh meter untuk menuju gedung itu, beberapa ledakan lanjutan terjadi dalam gedung yang sama. Dia hampir saja terpental ke tanah, tapi entah bagaimana ia berhasil mencapai bangunan lantai 1.


Suara seseorang berjalan melintasi logam bisa didengar dari tangga darurat.


Kamijou dengan panik melihat ke arah itu, tapi siapa pun yang tadinya berada di sana, sekarang sudah pergi.


Tetapi hanya sesaat, ia melihat helaian kain hitam panjang menghilang di tikungan.


(... Stiyl?)


Itu tampak seperti pakaian, tapi ia tidak bisa memastikan.


Kamijou mengalihkan pandangannya dari sudut, di mana sosok itu telah menghilang, dan kembali menuju tangga darurat.


"Dia melarikan diri dari sana?"


Siapa itu tadi? Dan di mana orang tersebut telah pergi?


Kamijou melihat kembali menuju jalan utama, tapi kemudian ia mendengar suara berderit dari atas kepalanya. Dia mendongak dan dengan panik melompat menjauh dari jalan.


Suatu tanda dibungkus api terjatuh.


Dengan benturan berat, bunga api terbang ke segala arah.


Kemudian, Kamijou mulai berpikir sekali lagi.


Haruskah ia menuju ke arah jalan utama untuk mengejar sosok yang barusan menghilang, dan berhenti mencari petunjuk di sini?


Atau haruskah ia menuju ke dalam gedung untuk mencari petunjuk “kecil” yang bahkan mungkin tidak ada?


(Aku tidak tahu apakah ada orang di dalam gedung.)


Pada pandangan pertama, tampaknya ia memiliki pilihan kedua.


(Tapi jika dilihat dari sisi lain, itu berarti masih ada seseorang di sana!)


Kamijou mengambil keputusan dengan segera.


Dia berbicara kepada Index yang baru saja memahami situasinya.


"Aku akan menuju dalam! Aku tidak tahu seberapa jauh api telah menyebar. Kau tunggu saja di sini, Index!!”


"Apa yang kamu katakan!? Kau tidak memiliki pengetahuan magis, sehingga kau tidak akan tahu apa yang penting jika kau pergi sendirian, Touma !!”


Pada akhirnya, mereka berdua menyerbu masuk ke dalam gedung.


Dari luar, itu hanya tampak seperti api oranye yang datang dari jendela. Tapi dari dalam, adegan itu benar-benar berubah. Udara seakan membakar kulit, seperti di sauna, dan lebih dari setengah penglihatan mereka ditutupi oleh asap hitam. Api melahap dinding tipis interior dan langit-langit, sehingga tata letak tidak lagi cocok dengan denah pada dinding.


"Uhuk.... Uhuk!!"


"Index! Kau harus kembali !!”


"Tapi, percuma bagimu untuk pergi ke sana sendirian!!"


"Kalau begitu, berjongkok lah dan tutup mulutmu dengan sapu tangan. Cobalah untuk menghindar agar tidak terjebak dalam asap!!”


Mereka berdua diduga berada di dalam bangunan yang cukup kecil, tapi kepekaan terhadap arah dan jarak begitu kabur, sehingga rasanya seperti berjalan melalui hutan yang gelap gulita. Tidaklah jelas apakah mereka sedang menuju lebih jauh ke dalam, atau malah kembali menuju pintu keluar.


Salah satu keberuntungan yang terjadi di sana adalah, tampaknya tidak ada seorang pun yang tertinggal di dalam api.


Apakah memang tak ada siapapun kecuali orang-orang dari asosiasi sihir yang berada di gedung tersebut sejak awal? Apakah mereka, atau mungkin juga Stiyl, sudah menggunakan mantra pembersih orang si sekitar?


"Ada kartu Rune," kata Index tiba-tiba.


Tepat pada arah yang ditunjuk oleh Index, sesuatu meleleh pada dinding. Sisi lain dari dinding sudah menjadi lautan api, dan dindingnya mungkin semakin memanas layaknya wajan. Sembari memastikan untuk tidak menyentuhnya, Kamijou mengutarakan apa yang ada di pikirannya.


"Jadi, apakah berarti Stiyl lah yang melakukan ini?"


Sepertinya dia punya jawaban, tapi itu tidak mengubah situasi.


Kamijou dan Index menuju tangga.


Asap mengalir ke atas, sehingga asap hitam mengembang lebih tebal dan semakin tebal karena mereka mendekati lantai tujuan. Panas juga tampaknya meningkat. Ini jelas-jelas suatu lingkungan sangat panas, di mana manusia tidak bisa tinggal lebih lama.


"Touma, itu ruangnya!!" teriak Index sambil menunjuk suatu pintu yang setengah terbuka.


Itu sepertinya adalah tempat ledakan terjadi.


Kamijou menendang pintu sampai terbuka sambil mempersiapkan dirinya untuk menghadapi lautan api yang menunggunya di sisi lain, tapi ia menemukan sesuatu yang sama sekali tak terduga ketika ia melihat ke dalam.


"Apinya ... masih belum merambat ke sini?"


Dinding, lantai, langit-langit, dan ruangan itu sendiri masih asli. Tidak hanya tidak ada tanda-tanda sulutan api, asap pun juga tidak ada. Bahkan hal-hal seperti tas plastik yang mencair dengan mudah, masihlah memiliki bentuk utuhnya.


(Setidaknya tidak ada yang gagal melarikan diri dan terjebak dalam kobaran api. Tapi apa-apaan ini?)


Kamijou mengerutkan kening dan memasuki ruangan tersebut, tapi tangan kanannya menghancurkan benda ketika dia menyentuh sesuatu.


Sejumlah besar asap tiba-tiba memasuki ruangan.


"Wah!?"


"Touma, aku pikir ledakan itu juga terjadi di ruangan ini. Tapi karena Agni adalah dewa api dan petir, mereka menggunakan properti-properti untuk mengenyahkan api itu dari ruang ini! Apinya dikirimkan ke ruangan lain di tingkat yang sama dan juga keluar jendela!! Mereka mungkin telah menggunakan beberapa jenis kutukan pengelakan atau semacamnya!!”


Dan dia telah menghancurkan itu.


Itulah mengapa api dan asap sekarang memasuki ruangan tersebut.


"Sialan. Tempat ini tidak akan berlangsung lama.”


Sepertinya tidak ada orang yang bersembunyi di dalam ruangan kecil itu.


Tempat ini bahkan tidak memiliki sedikit furnitur. Hanya terdapat meja dan beberapa kursi lipat. Dan di salah satu sudut ada benda berbentuk persegi mirip seperti mesin cuci.


Bukannya dilapisi oleh furnitur lain, dindingnya benar-benar hanya tertutupi oleh kertas. Bahkan beberapa kertas hanyalah memo kecil, dan ada juga yang seukuran poster A2. Salah satunya adalah peta Academy City dengan coretan titik-titik merah di atasnya, ada yang memiliki beberapa jenis tulisan nomor di atasnya, dan ada juga gambar yang tampak seperti hieroglif begitu rapat dan datar.


Memo itu tidak tertulis dalam huruf kanji atau alfabet umum. Sebaliknya, itu tertulis dengan beberapa jenis naskah yang melengkung mulus. Kamijou tidak bisa membacanya, tapi dia menganggap itu adalah sejenis tulisan yang digunakan di India.


Dia berbalik ke Index untuk meminta bantuan.


"Apakah peta Academy City itu terkait dengan letak turbin angin?"


"Beberapa di antaranya adalah gambar dewa Hindu. Tapi ini ...”


Ketika Index mengulurkan tangannya ke arah secarik kertas di dinding, kertas tersebut menghitam.


Tidak ada kekuatan gaib aneh yang diaktifkan.


Panas telah melewati sisi luar dinding, dan menghanguskan poster itu beserta potongan-potongan kertas yang melekat padanya.


Sebelum Kamijou punya waktu untuk berpikir, dinding pun terbakar.


"Gawat! Api akan melahap ruangan ini!!”


"Touma, apa yang harus kita lakukan? Aku dapat menggunakan memoriku yang sempurna untuk menyalin informasi pada secarik kertas itu nanti. Jika tidak ada hal lain yang kau inginkan di sini, kita harus melarikan diri secepat mungkin!!”


"Tunggu." Kamijou berpikir sejenak.”Ini adalah pusat Agni’s Festival Fire, kan? Jika kita menghancurkannya, asosiasi sihir rahasia tidak akan dapat mengaktifkan mantra. Aku ingin memastikan bahwa aku meniadakan itu! Dapatkah kau memberitahuku, benda apa yang menjadi pusatnya!?”


"Dinding di sisi lain! Ada versi kecil dari 'turbin' di sana. Benda itu memiliki simbol yang sama seperti yang pernah digunakan untuk Agni’s Festival Fire!!”


"Aku paham. Kipas ventilasi!”


Kipas ventilasi hampir tidak berfungsi karena adanya asap hitam. Kamijou meraihnya dan menempelkan tangan kanannya ke dalam.


Dia merasakan sesuatu telah hancur berkeping-keping di dalam.


"Aku menghancurkannya!"


"Touma, kita harus keluar dari sini!"


Kamijou mulai menuju pintu keluar sembari terus didesak oleh Index, tapi kemudian ia berhenti.


"Touma!"


"Tunggu."


Kamijou melihat kembali ruangan yang hendak ditinggalkannya.


Tatapannya tertuju pada benda kotak mirip mesin cuci di sudut ruangan.


Tentu saja, karena benda itu belum terbuka, memori sempurna milik Index pun tak akan sanggup menebak apa isinya.


Mereka berdua akan pergi tanpa mengerahui ke mana anggota Gate of the Gods Come from the Heavens telah melarikan diri.


Kamijou ingin informasi yang mereka bisa dapatkan, dan mungkin bisa membantu untuk mengejar asosiasi tersebut.


"Tidak, Touma! Kau tidak dapat membawa sesuatu yang besar seperti itu! Jika kau serakah, kau tidak akan dapat melarikan diri dari api dan asap!!”


"Aku hanya perlu mengeluarkannya tanpa kugotong atau sejenisnya."


Kamijou meraih tepi benda itu dengan kedua tangan dan mencoba untuk mendorongnya.


Benda itu sangat berat, tapi tidak ada semacam gerendel anti-gempa yang menahan benda itu di sana. Mengabaikan kerusakan yang mungkin terjadi pada lantai, Kamijou memindahkan benda kotak itu dengan menyeretnya.


Dia tidak menggerakkannya ke arah pintu.


Dia menuju jendela.


"Bagus. Di bawah tidak ada orang.”


"Touma, apa yang kau lakukan !?"


"Tentu saja menjatuhkan ini dari jendela!!"


Jarak dari lantai ke jendela hanya sekitar 70 cm, tapi 70 cm tersebut tampak seperti neraka. Kotaknya begitu berat, sampai-sampai dia pikir jarinya hendak robek. Tulang pinggang dan punggung bawah Kamijou terasa seperti akan meledak. Sementara itu, asap terus mengisi ruangan.


Dia, entah bagaimana, berhasil menaikkan kotak ke jendela kemudian mendorongnya. Setelah kotak itu terungkit dan bobotnya lepas dari gravitasi, benda itu pun jatuh dengan sendirinya dari jendela.


Suatu suara kehancuran yang luar biasa terdengar.


Kamijou dan Index berlari ke pintu.


"Ayo kita pergi, Index!"


Mereka tentu saja tidak bisa menggunakan lift. Mereka menuju ke tangga yang tampaknya telah berubah menjadi cerobong asap raksasa. Namun, mereka tidak bisa bergerak dengan begitu cepat karena mereka tidak bisa melihatnya dengan baik. Jika mereka salah langkah dan terkilir atau patah pergelangan kaki, mereka tidak akan mampu melarikan diri dari api.


Itu adalah saat-saat yang mengerikan.


Itu bahkan seharusnya tidak berlangsung selama 10 menit, tapi rasanya seperti bertahun-tahun lamanya.


Tapi mereka berhasil melarikan diri hidup-hidup.


Mereka berdua langsung saja jatuh dari pintu masuk utama ke luar gedung.


Rasanya seperti bertahun-tahun sejak mereka terakhir kali menghirup oksigen dalam jumlah yang tepat.


"Uhuk, uhuk ... Sialan. Berapa banyak kemalangan yang kulalui kali ini!?”


Akhirnya, mereka mulai mendengar sirene dari truk pemadam kebakaran di kejauhan.


"Touma, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Kita periksa kotaknya."


"Apakah kau tahu nomor kombinasi kuncinya? Apakah aku perlu menuliskan semua angka yang sudah aku lihat pada poter di ruangan itu?”


"Tidak."


Kamijou mendekati tempat di mana kotaknya mendarat.


Itu adalah kotak gaya lama yang memiliki dial* dan tuas. Dia mencoba untuk memutar dialnya, dan benda itu pun berputar dengan mudah. Terlalu mudah. Tampaknya bagian dalamnya sudah rusak.

[Dial adalah sejenis lempengan berbentuk lingkaran yang biasanya digunakan untuk memilih sesuatu. Contohnya, tunner radio, lingkaran di telepon jadul untuk memilih nomor, alat penunjuk satuan pada benda penelitian (dial gauge), dll.]

"Benda ini cukup keras, tetapi itu tidak cukup untuk menahan tumbukan yang keras."


Dia menarik tuas.


Kotaknya pun terbuka.


"Isinya masih di dalam, Touma!"


"Serangan itu pasti terlalu mendadak, sehingga mereka tidak sempat untuk mengambil kotak ini."


Setelah meraih catatan dan dokumen di dalamnya, Kamijou dan Index akhirnya bernapas dengan lega.


"Jika dokumen-dokumen ini menentukan tempat persembunyian lain atau metode melarikan diri, kita mungkin bisa bersantai dan menunggu mereka.”


Walaupun Agni’s Festival Fire tidak lagi digunakan, penyihir-penyihir berbahaya itu masih berada di dalam kota. Dokumen-dokumen ini dibutuhkan untuk menangani masalah, walaupun itu menghabiskan beberapa waktu.


Tapi kemudian Index mengatakan hal yang paling tidak diharapkan oleh Kamijou.


"... Touma, lihatlah 'turbin angin' itu."


"Ada apa?"


"Itu bergerak berdasarkan suatu aturan tertentu. Agni’s Festival Fire masih aktif!!”


"Tapi aku baru saja menghancurkan pusat di dalam kipas ventilasi tersebut, kan!?"


"Itu mungkin dapat beralih ke mode pusat cadangan, atau mungkin terdapat benda spiritual yang berfungsi untuk menulis ulang titik terminal lain sebagai pusat baru. Bagaimanapun juga, menghancurkan itu tidak cukup untuk menghentikan Agni’s Festival Fire!!”


"Gawat ..." gumam Kamijou. Suaranya segera berubah menjadi teriakan. ”Secara fisik, Stiyl melacak dan memojokkan asosiasi sihir rahasia. Dan para penyihir musuh kemungkinan besar sudah mendeteksi bahwa aku menghancurkan pusat Agni’s Festival Fire. Mereka tidak akan memiliki waktu luang yang tersisa. Mereka mungkin memutuskan untuk mengaktifkan Agni’s Festival Fire bahkan dalam keadaan tidak lengkap seperti saat ini!!”


Dan bahkan kondisi tidak lengkap mungkin bisa memanggang dua Distrik atau tergantung pada berapa banyak progress yang telah mereka buat.


Kamijou dan Index tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal lain secara perlahan-lahan.


Sewaktu mereka menjelaskan situasinya kepada petugas pemadam kebakaran sebagai saksi dari kebakaran, mungkin beberapa Distrik kota bisa dimusnahkan.


"Mari kita pergi, Index," kata Kamijou saat ia dengan dipaksa menggerakkan tubuhnya yang lelah. ”Kita tidak memiliki waktu! Jika kita tidak mengalahkan Gate of the Gods Come from the Heavens, situasi akan semakin memburuk dan tidak akan kembali normal!!”


"Pergi ke mana, Touma !?"


"Ugh."


Kamijou menyebarkan dokumen dan catatan yang dia pegang ke seluruh permukaan jalan. Itu adalah dokumen yang berasal dari kotak tersebut. Itu mungkin berisi informasi yang berkaitan dengan asosiasi sihir rahasia, tetapi tulisannya tidak menggunakan kanji atau alfabet. Kamijou tidak bisa menemukan petunjuk bagaimana cara menguraikan dan menerjemahkan simbol-simbol asing itu.


"Index, bisakah kau ceritakan apa yang tertulis di sini?"


"Instruksi dalam keadaan darurat, pilihan untuk rute pelarian, dan sarana bercak pengejar ... Beberapa simbol yang berbeda terdapat di sini. Tampaknya mereka menggambar ini sambil dalam pelarian untuk menginformasikan orang lain ke mana arah pergi jika komunikasi normal tidak lagi dapat digunakan.”


"Jadi, jika kita mengikuti simbol-simbol ini, maka kita akan menuju langsung ke tempat penyihir itu!?"


"Tidak, tunggu! Ada juga simbol yang mengatakan apakah sesuatu adalah perangkap atau tidak, sehingga terlalu berbahaya untuk mengikuti petunjuk di situ begitu saja!” Index dengan cepat membaca tulisan pada salah satu catatan. ”Mereka memiliki tiga tahap untuk kehilangan pengejarnya. Jika pengejar mulai terlalu dekat, mereka akan menuju ke kerumunan dan menyebabkan gangguan sehingga terbentuk ‘dinding manusia’ di arah yang mereka inginkan.”


Suatu suara ledakan meraung dari kejauhan


Kamijou dan Index bertukar pandang dan mulai berjalan ke arah itu.



Part 5[edit]


Ketika mereka bergegas ke arah ledakan yang mereka dengar, Kamijou mengajukan suatu pertanyaan pada Index.


"Pihak mana yang melakukannya!? Apakah asosiasi sihir rahasia melakukan ini!?”


"Mungkin telah Gereja Anglikan," kata Index dengan hati-hati.”Mantra pembersih orang di sekitar hanyalah mencegah datangnya orang-orang. Orang luar masih bisa melihat dan mendengar ledakan, tetapi mereka tidak dapat mencapai lokasi yang sebenarnya. Mantra versi ini kemungkinan dibuat untuk meminimalkan beban sehingga dapat digunakan untuk bergerak dengan bebas!”


Tapi dengan pengetahuan Index dan tangan kanan Kamijou, mereka bisa membatalkan efek dari mantra pembersih orang di sekitar.


Bagaimanapun juga, mereka harus menuju ke arah ledakan.


Tidak jelas arah mana yang Stiyl akan tuju setelah menyebabkan ledakan, tapi pertemuan dengan dia sesegera mungkin adalah prioritas utama.


Sembari memikirkan itu, Kamijou dan Index berlari sepanjang jalan aspal.


Tapi sesuatu terjadi bahkan sebelum mereka bisa berlari sejauh 300 meter.


Itu dimulai dengan suara.


Itu adalah suara kecil dari sesuatu meledak.


Pertunjukan yang sebenarnya terjadi segera setelah itu.


"Wah !?"


"Awas!!"


Api raksasa tiba-tiba menyebar di atas kepala mereka, di sekitar ketinggian dari bangunan lantai ketiga. Rasa sakit menyengat dan tersebar di kulit mereka, tapi bukan itu yang membuat mereka khawatir. Kerusakan menyebar di luar dugaan. Jendela di gedung-gedung yang berada di sepanjang jalan hancur. Hujan pecahan kaca membanjiri orang di bawah.


Menghentikan lari dan berusaha menahannya bukanlah suatu pilihan yang bijak.


Kaki Index kram, jadi Kamijou meraih lengannya dan memaksa dia melaju. Tempat yang baru saja mereka pijaki, kini ditelan oleh api dan serpihan kaca tajam.


"Apa itu? Suatu ledakan? Siapa yang menargetkan kita!?”


Kamijou akhirnya berbalik setelah ia menemukan jalan ke area yang aman.


Tapi mereka tidak punya waktu untuk santai mendiskusikan penyebabnya.


Mereka mendengar suara yang sama seperti sebelumnya.


"Sial !!"


Kali ini datang dari gang di samping. Api tiba-tiba dimuntahkan dari area yang seharusnya kosong, lantas meledakkan ember plastik dan robot pembersih menjadi berkeping-keping.


Itu adalah serangan kuat, tapi itu tidak langsung mempengaruhi Kamijou dan Index seperti sebelumnya.


"Apakah serangan mereka memang tidak begitu akurat?"


Dan sesuatu yang lain telah menarik perhatian mereka.


Tepat sebelum ledakan ...


"Touma, aku melihat semacam kilat putih kebiruan!"


"Jadi meskipun bisa menyebabkan kebakaran, metode ini berbeda dari yang Stiyl pakai? Apakah ini adalah ulah asosiasi sihir rahasia yang memperkuat gelombang elektromagnetik!?”


"Ada suara seperti kembang api lagi, Touma! Ini adalah Agni’s Festival Fire!!”


"Sialan. Kita harus terus berlari!!”


Api meledak keluar lagi dan lagi dengan hanya jeda sejenak diantara ledakan-ledakan tersebut. Akurasi serangan itu tidaklah tepat, tetapi mereka tidak memiliki cara untuk memprediksi di mana serangannya selanjutnya akan datang. Tampaknya akan sulit untuk melindungi diri dengan memanfaatkan berbagai benda sebagai perisai, sehingga satu-satunya pilihan mereka adalah berlari secepat yang mereka bisa, untuk menjauh dari ledakan-ledakan beruntun itu.


"Touma, sumber ledakan semakin dekat dan lebih mendekat ke arah kita, itu berarti akurasi serangan mereka semakin membaik daripada serangan sebelumnya!!”


"Jika ledakannya mencapai kita, maka semuanya selesai ..." suatu perasaan yang tidak menyenangkan merambat di tulang punggung Kamijou sembari ia terus berjalan.”Lawan yang menyerangmu secara langsung seperti Stiyl adalah cerita lain, tapi bagaimana musuh ini bisa menargetkan kita dengan begitu baik!? Kita dapat saja mengejar mereka, tetapi seharusnya mereka bahkan tidak tahu siapa kita!”


"Touma, kau menghancurkan pusat Agni’s Festival Fire di gedung itu. Jika ada informasi yang secara otomatis dikirim ke pihak musuh, maka masuk akal jika mereka menganggap bahwa melenyapkanmu adalah prioritas utama! Aku tidak memiliki informasi yang cukup untuk menentukan apakah mereka hanya diberitahu tentang bahaya ini, atau apakah ini adalah mantra auto-intercept yang tidak perlu diaktifkan oleh seorang pengguna sihir secara manual!!”


"Kau pasti sedang bercanda ... Tapi penyihir musuh itu lari dari kejaran Stiyl, sehingga bagaimana mereka bisa mencari lokasi ki- ...?”


Kamijou melemah karena tiba-tiba dia memikirkan sesuatu.


Gedung terbakar yang mereka telah masuki sebelumnya adalah markas asosiasi sihir rahasia.


Kalau begitu…


"Mereka mungkin memiliki beberapa jenis benda spiritual yang dapat difungsikan sebagai remote control. Jika mereka menggunakannya untuk memantau situasi kita ...”


Suatu ledakan terjadi di atas kepala mereka.


Benda yang tercampur dengan debu beton yang menghujani mereka, adalah sisa-sisa dari beberapa jenis kain dan tongkat kayu.


Bagian yang Kamijou lihat, membuat dia menebak bahwa itu adalah serpihan dari suatu model pesawat buatan tangan.


"... Apakah penyihir jaman sekarang bisa menggunakan UAV*?"

[Baca Railgun SS2.]

"U ... A ...? Aku tidak tahu apa itu, tapi ini mungkin merupakan benda spiritual pengintai yang menggunakan simbol-simbol dewa Garuda!”


"Dan aku tidak tahu siapa atau apa si Garuda ini!"


Bahkan setelah benda spiritual pengintai milik musuh hancur karena ledakan yang mereka buat sendiri, ledakan-ledakan berkala itu terus mengejar Kamijou dan Index.


Tampaknya benda spiritual itu tidak lagi diperlukan ketika musuh tahu di mana posisi mereka.


Sementara mereka terus berlari karena tidak diberik kesempatan untuk tetap diam, Kamijou hampir mengerang saat ia mengatakan, "Mereka terus menargetkan kita, tidak peduli ke mana kita berlari. Dan akurasi ledakan semakin baik dan lebih baik. Kalau begini terus, kita akan terpojok!!”


Tampaknya Stiyl dan penyihir lain masih bertarung di beberapa tempat lain, karena ledakan yang berselang-seling terdengar di kejauhan. Dan tampaknya pertarungan itu semakin mendekat ke arah Kamijou dan Index.


"... Apakah penyihir musuh diarahkan ke tempat kita berada?"


"Touma, kita tidak akan dapat melepaskan diri dari ledakan dalam waktu 20 menit dalam keadaan ini. Kita perlu menemukan dan mengalahkan penyihir musuh sebelum itu terjadi!”


Mereka tidak punya waktu untuk hanya berpangku tangan.


Ini adalah persimpangan “jalur” yang mungkin menjadi kesempatan pertama dan terakhir mereka.


Dari intensitas ledakan pada kejauhan yang mereka bisa rasakan, sepertinya itu disebabkan oleh Stiyl, dan ledakan itu semakin mendekati mereka tak lama lagi. Kamijou bertanya-tanya apakah orang lain bisa mendengar ledakan yang terjadi di dekat dia dan Index.


Mereka saling mendekat tanpa bisa melihat satu sama lain.


500 meter.


400 meter.


300 meter.


200 meter.


100 meter.


Dan ...


"Di sudut itu!!"


Kamijou dengan erat mengepalkan tangan kanannya sekali lagi, dan menyerang ke sudut jalan itu.


Saat itulah sesuatu yang tidak terduga terjadi.


"Kyah !?"


Dia bertabrakan dengan seorang gadis berambut perak seusia pelajar SMP yang meneriakkan suatu pekikan bernada tinggi. Dia mengenakan seragam pelaut lengan pendek berwarna putih dengan rok pendek berlipat dan berwarna biru. Baik kemeja maupun roknya sangat pendek. Kamijou pikir, perut coklat dan pantat si gadis akan terlihat walaupun dia hanya berdiri tanpa berjongkok ataupun bergerak. Perempuan itu segera menarik kembali tubuhnya, dan menjatuhkan kantong kertas yang dia pegang dengan kedua tangannya.


(Gawat. Dia akan terlibat dalam peristi ...!)


"Tidak, Touma! Orang biasa tidak pernah bisa bertindak secara normal dalam lingrkupan mantra pembersih orang sekitar milik penyihir Anglikan!!”


"Eh ...?"


Kamijou bisu seribu bahasa, kemudian ia melihat Stiyl mengejar gadis itu dari belakang.


Pendeta berambut merah pasti menggunakan mantra pembersih orang di sekiar pada area di mana dia bertarung. Jika si gadis berkulit coklat tidak terpengaruh oleh mantra itu ...


"Maafkan aku."


Kamijou mendengar suara ledakan yang tidak menyenangkan.


"Tapi ketika kau menjadi musuh, perbedaan antara ahli dan amatir bukanlah masalah.”


Detik berikutnya, Kamijou ditelan oleh suara ledakan.



Part 6[edit]


Kamijou segera memasang tangan kanan di depan wajahnya, tapi ia tidak memiliki rencana yang pasti. Dia bahkan tidak tahu apa yang harus ia tiadakan ketika berhadapan dengan suatu ledakan yang tiba-tiba muncul dari udara tipis. Jika ledakan disebabkan oleh gelombang elektromagnetik diperkuat, yang sejatinya tidak lebih dari suatu fenomena fisik, bukannya disebabkan oleh hasil dari mantra apapun, tangan kanannya pasti akan ikut meledak.


Namun, Kamijou selamat.


Tapi bukan karena tangan kanannya telah meniadakan ledakan yang disebabkan oleh penyihir musuh.


Ledakan yang terjadi tepat di depannya tidak disebabkan oleh si gadis berkulit coklat. Itu datang dari pedang api yang dipegang oleh Stiyl Magnus, sembari dia mendekat dari belakangnya.


Dia akan mengalahkan musuhnya.


Dia telah diberikan prioritas itu, dan dia pun mengirim gelombang kejut untuk menyerang Kamijou dan juga penyihir musuh.


"Gaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh !?"


Dia bahkan tidak punya waktu untuk mengajukan pertanyaan.


Kamijou dan gadis penyihir tersingkir ke aspal. Kamijou terguncang begitu keras, sementara dia tidak dapat tahu arah dengan benar, atau mengingat apa yang baru saja terjadi. Tapi dengan pandangan pada sisinya, ia berhasil melihat gadis itu berdiri sebelum ia sanggup berdiri.


"Tunggu!!"


Dia segera mengulurkan tangan untuk meraih kaki gadis itu, tapi si gadis menginjak bagian belakang tangannya dengan kaki yang lain. Suatu teriakan singkat terlepas dari mulut Kamijou, tapi usahanya belum sepenuhnya membuahkan hasil.


Si gadis pasti telah mencurahkan begitu banyak kekuatan dalam serangan itu, karena ada sesuatu yang jatuh dari sakunya. Itu adalah perangkat elektronik yang mungkin merupakan ponsel ataupun terminal data.


Gadis itu kembali menatap perangkatnya yang jatuh sesaat.


"Cih!!"


Tapi kemudian dia memandang area sekitar dengan tatapan mata hati-hati, lantas lari begitu saja. Dia berlari secepat yang dia bisa, meninggalkan Kamijou yang masih roboh di tanah.


Ia akan pergi.


Begitu Kamijou memikirkan itu, Stiyl berlari melewatinya tanpa berbicara sepatah kata pun. Pendeta itu memperlakukan dia tidak lebih berharga daripada seekor serangga, tapi andaikan saja Stiyl tidak menyerangnya tadi, Kamijou pasti sudah terkena mantra si gadis. Kamijou mungkin sudah berubah menjadi abu jika itu terjadi.


"Touma!!"


Ketika ia mendengar suara Index berlari dengan panik, Kamijou akhirnya merasa indranya kembali normal.


"Kita harus bergegas, Index. Keakuratan ledakan masih meningkat. Jika dia berhasil lolos, kita semua akan berakhir!”


Ketika Kamijou menempatkan tangan ke tanah untuk menopang kakinya, ia merasa sesuatu di bawah telapak tangannya.


Dia melihat ke bawah, dan menemukan perangkat terbuat dari plastik di antara telapak tangannya dan tanah. Itu adalah terminal data yang tadi.


(Karena si gadis tidak berusaha untuk mengambilnya, dia mungkin bisa mengaturnya dari jarak jauh. Aku harus mendapatkan informasi sebisaku, mulai dari sekarang!!)


Sembari memikirkan itu, Kamijou menekan tombol power. Tapi dia tidak bisa melanjutkan penyelidikannya karena muncul suatu windows yang meminta konfirmasi password.


Namun ...


Suatu foto muncul di belakang layar password sebagai gambar background dari perangkat tersebut.


Kamijou membeku di tempat ketika melihatnya.


Perasaan buruk tersebar di seluruh tubuhnya.


Dia merasa seperti telah membuat suatu kesalahpahaman yang besar.


Dia tidak memiliki bukti nyata, dan itu tidak lebih dari dugaan pribadinya sendiri, tetapi Index tampaknya setuju ketika dia melirik ke layar kecil itu.


"Touma, apa yang kau pikirkan mungkin benar. Entah kenapa, aki pikir, penyihir ini tidak akan mendapatkan apa-apa jika dia berpisah dari kelompoknya dan melakukan semuanya sendirian. Dan huruf Hindi yang tertulis pada foto itu artinya ...”


Ketika Index menjelaskan dengan suara yang tenang, layar perangkat itu tiba-tiba menjadi hitam. Suatu diagram pie* muncul di tengah layar dan memenuhi tampilannya, perangkat itu pun tampaknya sudah menyelesaikan beberapa Task. Itu tidak akan berhenti tidak peduli Kamijou menekan tombol apapun. Setelah diagram pie sepenuhnya terisi dengan warna merah, semua cahaya menghilang dari layar kecil itu. Bahkan menekan tombol power pun tidak akan berefek apa-apa pada perangkat itu.

[Diagram pie adalah suatu diagram yang berbentuk bulat dengan penyajian prosentase data berupa potongan-potongan mirip pizza atau kue pie.]

(Jadi datanya sudah dihapus dari jarak jauh.)


Kamijou mendecakkan lidahnya dan mengenyahkan terminal data yang sekarang tidak lebih dari sepotong plastik tanpa guna.


Index mengatakan, "Pusat Agni’s Festival Fire dipindahkan ke tempat lain karena kau menghancurkan salah satunya, yaitu yang berada pada kipas ventilasi di bangunan tadi, tapi penyihir itu tidak menggunakannya. Dia lah yang menyebabkan ledakan-ledakan berskala lebih kecil dengan menggunakan terminal yang dipasang pada 'turbin' itu, tetapi tampaknya dia buru-buru memasangnya. Itu adalah hal yang aneh, seakan-akan dia telah melakukan langkah yang salah dengan hanya menggunakan sebagian Agni’s Festival Fire, padahal jika dia menggunakan itu secara komplet, seluruh kota bisa dia panggang dengan mudah.”


"Gate of the Gods Come from the Heavens adalah nama dari asosiasi sihir, kan? Tidak ada info yang mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya anggota asosiasi yang berada di dalam Academy City. Mungkin ada orang lain.”


"Dan jika anggota lainnya juga memiliki kontrol terhadap pusat Agni’s Festival Fire ..."


"Lantas, dia hanya umpan?"


Begitu Kamijou mengatakan itu, ekspresi wajahnya semakin pahit.


Index mengangguk dan berkata, "Jika pasukan utama dari asosiasi sihir itu terus bergerak, sementara kita hanya mengejar gadis itu, mereka akan memiliki kontrol penuh atas Agni’s Festival Fire. Kalau itu terjadi, seluruh kota bisa terpanggang!!”


"Tapi ..." Kamijou menyela dengan ragu-ragu.”Apakah seorang ‘umpan’ benar-benar bertindak sejauh ini? Gadis ini hampir saja tertangkap oleh lawan, dan dia bisa saja ikut terpanggang bersama kota ini jika rencana rekan-rekannya berhasil!”


"Aku tidak tahu rincian situasinya, tapi mungkin seperti itulah takdir gadis tersebut," kata Index.”Bahkan sulit bagiku untuk menganalisis struktur mantranya karena terkait dengan perihal 'gelombang elektromagnetik' yang bukan berasal dari bidang keahlianku, tapi Agni’s Festival Fire bukanlah sesuatu yang sembarang orang bisa kendalikan. Jika ada seorang penyihir yang mengganggu mantranya dengan paksa seperti apa yang dilakukan si gadis, penyihir itu pasti akan merasakan sakit seperti ada kobaran api merambat melalui sarafnya. ... Namun dia masih saja melakukan itu. Dia pasti sudah matang-matang mempertimbangkan hal ini, namun tampaknya dia tak punya banyak pilihan.”


Untuk melindungi Academy City dari bencana besar ini, mereka harus mencari pasukan utama asosiasi sihir rahasia tersebut.


Tapi Kamijou dan Index tidak memiliki petunjuk mengenai lokasi pasukan utama Gate of the Gods Come from the Heavens. Satu-satunya pilihan mereka adalah menangkap si gadis yang menjadi umpan hidup tersebut, dan membuatnya bicara.


Dengan kata lain…


"Gawat. Jika Stiyl tidak menyadari apa yang sedang terjadi, ia mungkin mencoba untuk menyelesaikan ini dengan membunuh si gadis umpan!!”


"Tidak hanya itu, Touma. Tidak peduli apakah si penyihir ini akan dibunuh oleh Gereja Anglikan, atau dia akan menggunakan Agni’s Festival Fire terlalu banyak sehingga menghancurkan dirinya sendiri, hanya kedua pilihan itulah yang dia dapati. Apapun itu, dia akan mati tanpa memberitahu kita sepotong info pun. Asosiasi sihir rahasia sengaja mengatur situasi dengan cara seperti itu untuk memastikan keuntungan mereka!!”


"Sialan semua orang-orang ini," erang Kamijou. Suaranya langsung mengeras menjadi teriakan.”Bagaimana bisa mereka menentukan nasib orang lain untuk mati atau dibunuh dengan begitu mudah!? Ini tidak ada hubungannya dengan alasan apapun. Dilihat dari segi manapun, ini adalah suatu kesalahan! Kita bisa berpikir tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya setelah kita menyelamatkannya, Index !!”


Apa yang Kamijou telah lihat di terminal data bukanlah sesuatu yang rumit dan teknis. Itu juga bukanlah sesuatu yang hanya diketahui dan sanggup digunakan oleh seseorang dengan pengetahuan sihir mumpuni.


Itu hanyalah suatu foto sederhana yang bisa ditemukan di mana pun.


Itu tidak lebih dari suatu foto gadis tersenyum bersama dengan wanita lain.


Menurut Index, kata-kata yang tertulis di atasnya memiliki makna sebagai berikut:


Dengan begini, kita memiliki kekuatan untuk melindungi satu sama lain.



Part 7[edit]


Kamijou dan Index terlambat, namun mereka mulai mengejar gadis penyihir seperti yang dilakukan oleh Stiyl. Ledakan masih sesekali terjadi di sekitar mereka. Tidak jelas bagaimana gadis itu menujukan serangannya, tetapi jelas sekali bahwa ledakannya semakin akurat.


"Suatu terowongan kereta bawah tanah ...?" gumam Kamijou ketika ia melihat ke mana gadis itu melarikan diri.


Itu adalah suatu jalan tunggal yang lurus, jadi sepertinya mustahil jika dia ingin menghindari kejaran musuh di dalam tempat seperti itu. Terlebih lagi, tidak ada kerumunan manusia pada tempat itu, shingga si gadis tidak bisa membaur dengan lingkungan sekitar. Di pasti sudah terpojokkan sehingga tak bisa menemukan tempat lain untuk lari.


Atau ...


Mungkin dia sengaja menciptakan situasi yang tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri, sehingga rekan-rekannya bisa “aman” ketika dia celaka.


"Ayo cepat, Touma."


"Ya."


Mereka tidak memiliki alat pencahayaan karena mereka tidak mengharapkan situasinya berakhir seperti ini, tapi apapun itu, mereka tetap saja melanjutkan kejaran. Kamijou dan Index menginjakkan kaki di dalam terowongan yang terdapat angin hangat mengalir, itu mungkin karena ada kereta besar yang melaju melaluinya.


Mereka tidak tahu kapan kereta akan datang, sehingga mereka sebisa mungkin tetap mendekati dinding.


"Ini pada dasarnya adalah jalan buntu. Seakan-akan, dia sengaja memilih untuk berlari ke tepi tebing.”


"Aku meragukan penyihir musuh akan bertindak sampai sejauh ini, tapi ..."


Tapi situasinya berubah dalam sekejap.


Ini terjadi karena mereka melihat sosok-sosok lain di dalam kegelapan.


Mereka mengenali orang yang duduk dan bersandar ke dinding.


"Stiyl !!" teriak Kamijou sambil mendekat, tetapi Stiyl hanya bergerak sedikit.


Kamijou hanya bisa melihat sosoknya dalam kegelapan. Dia tidak bisa melihatnya dengan detail, tetapi tampaknya si pendeta telah terluka cukup parah.


"Mun ... dur."


Kamijou menganggap itu adalah penolakan yang biasa dilakukan oleh pendeta itu terhadap dirinya.


Tapi ternyata tidak.


Suatu suara meledak kecil seolah-olah dari kembang api bisa didengar.


Suatu ledakan muncul tepat di depan Kamijou dan Index, seolah-olah menciptakan dinding pembatas.


Ledakan itu menciptakan dinding penghalang di seluruh terowongan. Tingkat akurasi ledakan itu jelas berbeda dari ledakan yang dilepaskan oleh gadis penyihir dan tidak mampu mengenai Kamijou sebelumnya. Ledakan kali ini jelas-jelas dimaksudkan sebagai dinding pembatas. Itu adalah suatu peringatan. Seolah-olah, gadis itu sedang mengatakan pada mereka bahwa jika dia ingin, dia bisa menelam mereka semua dalam ledakan kapanpun.


"Akurasinya tiba-tiba menjadi semakin baik!?"


"Ini adalah angin," kata Stiyl denagn lemah.


Dia telah kalah dari penyihir pengguna api lainnya. Fakta itu membuat Kamijou semakin merasakan bahaya.


"Terminal tak terhitung jumlahnya yang membentuk jaringan Agni’s Festival Fire menggunakan metode komunikasi Shiwa. Yakni, angin. Penyihir itu mengganggu titik terminal untuk memperoleh kekuatan serangan pada tingkat individu. Itulah sebabnya dia harus menggunakan angin untuk mendapatkan informasi penargetan.”


"..."


"Aliran angin sangatlah tidak akurat di jalanan yang dikelilingi oleh susunan bangunan kompleks. Itulah yang menyebabkan kesalahan pada bidikannya. Namun dalam terowongan lurus tunggal ini ...”


"Hanya ada satu jalan untuk angin, sehingga keakuratan mantranya berada pada level maksimal!!”


Kamijou sudah salah sangka sejak awal.


Musuh tidak memilih terowongan ini untuk sarana melarikan diri.


Penyerang itu diam-diam mengawasinya dari dalam kegelapan.



Part 8[edit]


Sudah sering dikatakan bahwa dia buruk dalam memahami berbagai macam trik.


Ketika ia membangun mantra, mantranya tidak optimal dan memiliki banyak bagian yang tidak perlu. Banyaknya “jalur” tidak berfungsi sebagai langkah-langkah keamanan untuk mencegah kegagalan. Sebaliknya, beberapa tanda-tanda dan simbol akan saling berbentrokan, dan menyebabkan mantranya berjalan di luar kendali.


Bahkan ketika melakukan penyusupan ke Academy City, ia telah gagal sejak awal.


Tidak peduli seberapa sempurna teorinya, situasi yang tidak direncanakan “tertanam”, kemudian “mekar” ketika event sebenarnya berlangsung. Dan karena dia tidak memperhitungkan berbagai hal secara matang, benda spiritual yang dimaksudkan agar dirinya tidak terdeteksi oleh sistem keamanan, telah gagal berfungsi. Bagi Gate of the Gods Come from the Heavens, mungkin dia adalah satu-satunya anggota asosiasi sihir yang sudah dipergoki oleh sisi ilmu pengetahuan.


Namun, fakta bahwa dia sangat sering gagal adalah alasan mengapa dirinya tidak pernah tinggal diam, bahkan setelah tersandung berkali-kali.


Dia menerima kerusakan pada level terkecil sekalipun. Dengan mencoba lagi dan lagi dari beberapa cara yang berbeda, dia mendapatkan sesuatu yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya. Dia sudah terbiasa dengan tersandung, lantas bangkit kembali. Dia akan bekerja sekeras mungkin untuk menuju kesuksesan, tapi tetap saja, pada akhirnya dia akan gagal. Situasi tidak akan pernah maju dengan ideal. Itu karena dia sadar betul bahwa dia akan mendapatkan sesuatu bahkan jika di tersandung dan gagal lagi.


Seorang pembunuh dari Gereja Anglikan telah tiba sebelum mereka selesai menyiapkan Agni’s Festival Fire.


Jika mereka hanya duduk dan menonton, mereka akan dikalahkan sebelum mereka bertindak. Benda spiritual untuk Agni’s Festival Fire akan dihancurkan satu demi satu dan Gate of the Gods Come from the Heavens akan telah hancur.


Dalam situasi itu, “kartu terbaik pada dek” organisasinya adalah dirinya.


Karena dia sudah terbiasa gagal, maka peran terbaik yang akan dimainkannya adalah “umpan”, karena seorang umpan memang diharapkan untuk membuat kesalahan dan “dicaplok” oleh musuh. Dia sangat “berguna” dalam keadaan ini karena berhasil menggiring musuh pergi dari suatu hal yang lebih penting.


Itulah mengapa dia memilih untuk melakukannya dengan suka rela.


Para petinggi asosiasi sihir mungkin hanya bisa menepuk jidat dalam menanggapi keputusan yang dia ambil, namun pada akhirnya, tentu saja mereka merestui keputusannya itu.


(Ini akan baik-baik saja.)


Dia berpikir diam-diam di dalam terowongan kereta bawah tanah.


(Yang paling penting adalah keuntungan yang akan kami petik nanti. Setiap “hutang”ku akan terbayar pada akhirnya nanti. Itulah mengapa aku akan memberikan segalanya di sini untuk menciptakan kesempatan yang berujung pada keuntungan besar.)


Kemungkinan besar, pada akhirnya nanti dia hanya akan terpojok dan mengalami kekalahan, walaupun dia berhasil memenangkan pertarungan di sini. Pertempuran mencolok hanya akan menyebabkan serangan oleh pasukan penegak hukum Academy City yang bersenjata lengkap. Dan walaupun dia sanggup menghancurkan pasukan modern Academy City, pembunuh dari sisi sihir lainnya pasti akan datang.


Memang itulah takdir yang harus dia hadapi ketika identitasnya ketahuan.


Sekarang, sudah jelas bahwa dia tidak bisa melarikan diri tanpa cedera, apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan keuntungan terbesar? Ini adalah tahap di mana ide sekecip apapun diperlukan.


Dia tidak bisa berkumpul kembali dengan rekan-rekannya.


Dengan tidak ada bala bantuan, dia pasti akan berakhir.


Kalau begitu, bagaimana caranya “mati dengan kondisi paling terhormat”?


Dia diperlukan untuk melindungi rekan-rekannya.


Dia diperlukan untuk melindungi kakaknya.


Jika memang dia dilahirkan untuk menjadi umpan, dia akan membiarkan dirinya dikalahkan tanpa ragu-ragu.


(Semakin lama aku dikejar-kejar oleh mereka, semakin lama juga kakakku dan yang lainnya bisa bergerak bebas.)


Sejak awal, Agni’s Festival Fire bukanlah sesuatu yang bisa dia kendalikan.


Namun, ia tahu bahwa musuh telah mengganggu mantranya dengan menambahkan lingkaran sihir mereka sendiri di atas benda spiritual miliknya.


Dia belajar dari kesalahannya.


Dia mengambil keuntungan dari setiap situasi yang tidak direncanakan.


Ironisnya, semakin tidak teratur usaha yang dilakukan oleh musuh untuk mengalahkan kelompoknya, maka semakin “berguna” dirinya, dan itu memberinya semacam kekuatan.


(Jika aku benar-benar dikalahkan setelah aku menunda waktu sebanyak mungkin, petunjuk apapun yang mengarah ke kakak dan yang lainnya, akan menghilang. Yang pada akhirnya, itu akan menyebabkan kemenangan pada kelompok kami. Harus seperti itu!!)


Dia berasumsi bahwa kekalahannya sendiri akan datang, tapi pilihan terbaik untuk saat ini adalah mengalahkan musuh saat berkumpul. Dia berfokus pada Agni’s Festival Fire.


Dia menggunakan angin untuk membidik.


Dalam struktur kompleks kota, aliran angin sangatlah kacau. Itu telah memperburuk bidikannya, tapi sekarang itu tidak lagi menjadi masalah.


Di terowongan tunggal dan lurus ini, aliran angin sangatlah stabil.


Bidikannya akan menjadi sempurna.


Ketakutan terbesarnya adalah jikalau musuh-musuhnya berpikir seribu kali untuk memasuki terowongan ini. Jika musuh menyegel semua pintu masuk, dan menginjeksikan beberapa jenis gas atau bakteri berbahaya ke dalam terowongan, maka tidak ada lagi yang bisa dia lakukan.


Tapi risiko itu sudah dihilangkan.


Mungkin musuh-musuhnya sudah lengah dan menganggapnya remeh karena bidikannya yang payah tadi.


Tapi dia melakukan itu secara sengaja.


Tapi dia akan menggunakan kesalahan itu untuk keuntungannya.


Dia tahu betul itu, tidak peduli apa yang akan terjadi, orang terakhir yang berdiri akan menjadi pemenang.


"Kau tidak memiliki pilihan tersisa."


Dia tahu benar lokasi pembunuh saat ini.


Suatu tembakan tunggal sudah cukup untuk mencacah manusia yang hanya terbuat dari daging-dan-darah. Dan jika itu belum cukup, ia bisa menembak lagi dan lagi. Dia bisa menciptakan ledakan yang sama setiap beberapa detik, dan dia secara akurat bisa menyerang ke mana pun musuh berpindah. Tidak masalah keterampilan tersembunyi apa yang dimiliki oleh musuhnya, mereka tidak akan bisa bertahan melawan mantra ledakannya dalam akurasi sempurna.


"Tak peduli apakah kau akan terus maju, atau mundur kembali, kau akan hancur berkeping-keping!!"


Dia tidak ragu-ragu.


Saat ia menggumamkan mantra dengan pelan, ledakan tanpa ampun menyerang musuhnya.



Part 9[edit]


Angin yang bertiup melalui terowongan tunggal dan lurus, tidak akan berhamburan ke berbagai arah.


Dan jika gadis penyihir ini menggunakan angin stabil tersebut untuk membidik, Kamijou tidak akan bisa melarikan diri dari ledakan Agni’s Festival Fire.


Dia meragukan bisa menggunakan Imagine Breaker tepat waktu untuk meniadakan setiap ledakan yang tiba-tiba muncul dari udara tipis.


Dan tubuh Kamijou tidak diperkuat oleh sihir atau sebaliknya, jadi jika satu saja ledakan menghantam tubuhnya, pasti dia akan berubah menjadi potongan-potongan kecil.


Situasi ini tanpa harapan.


Terlebih lagi, si musuh tidak punya alasan untuk ragu-ragu.


Suatu ledakan meraung dalam terowongan.


Hantaman akhir itu terlalu mudah datangnya. Bahkan dengan keuntungan yang luar biasa, musuhnya tidak akan membuat si gadis gentar. Dia sedikit pun tidak membiarkan lawannya mendapatkan kesempatan untuk melancarkan serangan balik. Ini adalah serangan dari seorang ahli.


Kamijou seharusnya sudah mati.


Tidak ada hal yang bisa Kamijou lakukan. Dia seharusnya sudah tertelan oleh ledakan.


Namun ...


"A-apa?" ucap seorang gadis yang wajahnya terungkap dari kegelapan terowongan akibat pencahayaan yang dihasilkan oleh ledakan.


Meskipun seharusnya bidikannya adalah sempurna, ledakan api itu luput dari targetnya.


Kamijou Touma masih berdiri.


Dia sekali lagi menggunakan Agni’s Festival Fire yang telah diganggunya. Tapi ledakan ini juga tidak mengenai lawannya.


Itu bukan karena Kamijou memiliki semacam pertahanan rahasia.


Ledakan api yang seharusnya tidak pernah luput, muncul pada titik yang salah. Bidikannya yang seharusnya akurat 100%, telah nyasar.


"Apa yang sudah kau lakukan…? Tidak ada tanda-tanda intervensi lain pada mantraku. Dan.... seharusnya tidak ada kesalahan pada bidikannya ... !!”


"Aku tidak melakukan apa-apa pada mantramu. Bahkan jika aku ingin mengganggu mantramu, aku tidak tahu cara melakukannya," kata Kamijou dengan senyum kecil, dan tangan yang dia letakkan pada dinding terowongan.


Sikap Kamijou yang terkesan “masa bodoh”, telah membuat si gadis berambut perak murka dan kehilangan kesabaran.


"Lalu mengapa…!?"


"Kau akan segera tahu."


Dan dia benar.


Suatu perubahan terjadi pada aliran debu yang terlempar ke udara oleh ledakan tersebut. Harusnya, debu itu mengalir secara stabil sepanjang jalan dari terowongan kereta bawah tanah, tapi ternyata tidak. Debunya berputar-putar di sekitar, dan tersedot ke arah dinding dekat langit-langit.


"Apa…? Jangan bilang ... ventilasi asap jika terjadi kebakaran!?”


"Ini mungkin memang suatu terowongan, tetapi bukanlah terowongan tambang. Tentu saja, para perancang terowongan ini mendisain langkah-langkah penanganan untuk keadaan darurat.”


Kamijou melepaskan tangannya dari dinding.


Tombol darurat untuk ventilasi asap muncul dari balik tangannya.


"Tidak peduli seberapa kuat seranganmu, semuanya percuma jika serangan itu tidak mengenai targetnya. Aku tahu betul bahayanya seranganmu, karena gelombang kejutnya saja sudah cukup untuk membuat tubuhku berubah menjadi potongan-potongan kecil.”


"Kh!!"


Gadis itu mengirim suatu ledakan lain, bukan pada Kamijou, tetapi pada dinding di dekatnya.


Kamijou segera memahami apa yang dia cari, tapi dia berjalan maju tanpa bergegas.


"Percuma. Ini adalah sistem darurat jika terjadi kebakaran. Ini dibuat sedemikian sehingga saluran listrik dan kabel tidak dapat dihancurkan dengan begitu mudah. "


Langkah Kamijou semakin cepat, sampai akhirnya dia berlari.


Dia menyerang maju.


Gadis itu segera mencoba untuk bergerak mundur, tapi ia dengan cepat menyadari bahwa itu adalah rencana yang bodoh. Suatu terowongan tunggal dan lurus adalah tempat terburuk untuk melarikan diri. Tanpa ada penghalang, itu hanyalah suatu aksi kejar-mengejar yang ditentukan pada kekuatan kaki siapakah yang bisa berlari lebih cepat. Dan dia pun bisa menebak bahwa pria itu bisa berlari lebih cepat darinya karena posturnya yang lebih baik.


Bahkan setelah mendapatkan keunggulan seperti itu, si gadis tidak akan bisa menang kali ini.


Gadis itu dengan cepat menyadari bahwa dia sedang terdesak. Dia mengulurkan tangannya pada punggung dan menarik pisau berwarna emas dari blusnya.


Tapi Kamijou tidak berhenti berlari.


Kamijou tidak lagi ragu-ragu dan berhati-hati, karena itu justru memberikan kesempatan pada musuhnya untuk melakukan gerakan lebih banyak.


Sembari dia menyerang, Kamijou berkata, "Aku tahu apa yang kau lakukan."


"!?"


Tubuh gadis itu menegang, dan ia mencoba untuk menekankan pisau pada tenggorokannya sendiri. Menang atau kalah di sini, adalah masalah kecil. Yang penting bagi gadis itu adalah menunda cukup waktu agar pasukan utama kelompoknya bisa melarikan diri, dan menghilangkan petunjuk yang mengarah pada mereka.


Kamiijou tahu betul akan fakta itu, dan dia pun tanpa ragu berbicara.


"Aku tahu apa yang kau lakukan. Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku tidak akan!!”


Gadis itu benar-benar mampu menusukkan pisau ke batang lehernya sendiri, sebelum Kamijou bisa menghentikannya.


Dia sanggup menusukkan ujung runcing pisau itu pada permukaan kulit di lehernya.


Tapi hanya itu yang dia bisa.


Detik berikutnya, tangan kanan Kamijou meraih senjata emas di tangan gadis itu. Dan seketika jari besarnya menyentuh itu, pisaunya hancur. Pisaunya hancur sebelum menikam lebih dalam ke leher si gadis.


Kamijou mencengkeram kerah gadis itu dengan kedua tangan, dan membanting punggungnya secara paksa pada dinding di dekatnya.


"Maukah kau mengaku kalah di sini, ataukah aku harus memukulmu terlebih dulu? Itu adalah pilihanmu," kata Kamijou di saat gadis itu kesulitan bernapas.”Apapun yang terjadi, kau tidak akan mendapatkan kesempatan untuk mengakhiri ini hanya dengan bersedia mati. Camkan itu di kepalamu sembari kau menentukan pilihan.”



Part 10[edit]


Stiyl menahan gadis itu dengan sihir. Dia menempatkan beberapa kartu Rune di tubuhnya, yang dapat mencegah si gadis memulihkan kekuatan sihirnya.


"Dia mungkin adalah umpan yang dimaksudkan untuk menghabiskan waktu," kata Kamijou ketika Stiyl telah menyelesaikan kerjanya.”Pasukan utama asosiasi sihir rahasia berada di tempat lain. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Untuk saat ini, kita perlu menyusun rencana guna mencegah dia melarikan diri, atau diselamatkan oleh rekan-rekannya. ... Tentu saja, metode paling sederhana adalah membunuhnya di sini.”


"Kita tidak bisa melakukan itu!"


"Jika kau punya alasan kenapa aku harus mendengarkan omonganmu, maka kasih satu saja alasan itu padaku."


"Aku lah yang memenangkan pertarungan ini. Jika kau meneruskan pertarungan ini, kau harusnya sudah mati. Apakah aku salah?”


Stiyl mendecakkan lidahnya.


Dan kemudian dia berbicara secara acuh tak acuh.


"Maka, kita perlu menyegel dirinya di suatu tempat yang berbeda. Karena dia sudah disegel dengan sihirku, kita tidak harus menjebloskannya pada fasilitas penahanan khusus, tapi kita tidak bisa membiarkan dia pergi dengan bebas. Kita juga perlu untuk mendapatkan informasi tentang Gate of the Gods Come from the Heavens darinya.”


"Bagaimana kalau kita melaporkannya ke Anti-Skill?"


"Ini adalah hal pertama yang ingin dilihat oleh asosiasi sihir itu. Jika mereka tahu bahwa gadis ini sudah ditangkap, mereka mungkin akan menyerang.”


"Jadi, selama asosiasi sihir itu tidak memeriksa tempat penahanan gadis ini, kita bisa memenjarakannya di mana saja?"


"Ada ide?"


"Tempatku."


Stiyl melepaskan desahan keras saat mendengar itu.


"Yahh, jika kau bersedia memberitahu tempat tinggalmu pada seorang penyihir yang berencana memanggang kota ini, aku sih tidak masalah. Mungkin ini sama saja seperti menggali kuburan sendiri, tapi aku pun masa bodoh dengan itu.”


"..."


Kamijou punya perasaan bahwa dia baru saja memberikan saran yang konyol, tapi ia tidak bisa memikirkan kemungkinan lain.


Sambil memastikan untuk tidak menyentuhnya dengan tangan kanan, Kamijou meraih gadis yang tersegel itu dengan tangan kirinya. Dia mengangkat tangannya yang lain. Dia bisa melihat taksi yang berlalu-lalang di sepanjang jalan, tapi hampir semuanya sudah penuh.


"Kupikir, tutup mulut justru akan memperburuk keadaan. Terlebih lagi, aku tidak mengerti satupun hal-hal teknis.” Kamijou berbicara dengan gadis itu sambil menunggu taksi.”Ada foto di ponselmu. ... Aku tidak tahu siapa itu, tapi dia adalah seseorang yang penting bagimu, kan? Aku tidak akan mengatakan apa-apa tentang itu.”


"..."


Gadis itu tidak memberikan respon.


Akhirnya, taksi kosong melihat mereka dan melaju. Pintu belakang dibuka secara otomatis, sehingga Kamijou mendorong gadis itu masuk ke dalam.


Ketika ia melakukannya, ia bergumam, "Aku ingin melindungi kakakku." Suaranya terdengar lemah. "Apakah itu begitu salah?"


"Ada banyak cara untuk melakukan itu," jawab Kamijou.”Paling tidak, ada banyak cara yang lebih baik daripada caramu saat ini.”


"..."


Gadis itu mengangkat kepalanya sedikit.


Dia mulai menggerakkan bibirnya seolah berkata sesuatu.


Tapi kemudian…


Suara ledakan kecil tak menyenangkan bisa terdengar.


"Apa…?"


Itu terjadi begitu tiba-tiba, Kamijou tidak punya waktu untuk bereaksi.


Suatu ledakan oranye terjadi tepat di sebelah gadis itu.


Semua kaca di taksi hancur, dan salah satu sisi mobil penyok secara mengerikan. Kamijou dan juga si gadis terlempar ke tanah. Karena kerusakan yang terjadi pada mobil, suara klakson mulai menggelegar. Sopir berteriak sesuatu, tapi Kamijou tidak memperhatikannya.


Masih di tanah, ia berteriak pada Stiyl.


"Apa yang terjadi!? Aku pikir kau sudah menyegelnya!!”


"Efek penyegelan masih aktif! Dia tidak bisa mengembalikan kekuatan sihirnya. Tidak mungkin dia bisa menggunakan mantra!!”


"Touma, bukan dia yang melakukannya! Penyihir lain mencoba menggunakan Agni’s Festival Fire untuk membungkam gadis itu!!”


Kamijou merasakan cairan tebal di telapak tangannya.


Noda merah tua bisa dilihat di sana, tapi itu bukan darahnya.


"Sial!!"


Dia dengan panik bangun sehingga ia bisa memeriksa kondisi si gadis, saat ia berbaring di tanah, tapi Kamijou hanyalah seorang amatir. Yang Kamijou tahu hanyalah, ada darah segar mengalir dari kepala si gadis, dan itu bukan suatu goresan kecil.


Gadis itu tergeletak di tanah tanpa adanya sedikitpun kekuatan yang menopang tubuhnya, tapi dia masih sanggup berbicara.


"Bagus ..."


Senyum kecil muncul di wajahnya.


Dia tersenyum meskipun sudah dikhianati oleh sekutunya, yaitu kelompok yang telah dia lindungi dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri.


"Ini pasti akan melindungi kakakku ... Bagus ..."


"Itu tidak benar," kata Kamijou sambil menggertakkan giginya.”Aku baru saja mengatakan bahwa ada banyak cara untuk melakukan hal itu! Melaksanakan rencana konyol itu bukanlah satu-satunya cara untuk melindungi dia!! Mengapa kau begitu yakin bahwa cara untuk menyelamatkan orang lain hanyalah tentang dibunuh dan membunuh!?”


Meskipun Kamijou berteriak dengan marah pada jarak yang begitu dekat, gadis itu hanya menganggapnya sebagai suatu hal yang membosankan.


Kamijou bahkan tidak yakin jika kata-katanya mencapai si gadis.


Dia membanting tinjunya terhadap tanah dan mengeluarkan ponselnya. Dia tentu saja akan memanggil ambulans, tapi kemudian Stiyl berbicara.


"Kau bebas melakukan apapun yang kau suka, tetapi kemungkinan besar mereka akan mengirim seorang pembunuh jika mereka tahu bahwa ledakan tadi gagal menghabisinya. Terus terang, setiap upaya untuk menyelamatkannya kemungkinan akan sia-sia.”


"Artinya kau hanya perlu menangkap si pembunuh atau siapa pun yang mereka kirim. Kau boleh melihat ini sebagai perangkap, dan dia adalah sanderanya! Sementara itu, aku akan fokus untuk menyelamatkan nyawanya!!”


Sambil menunggu teleponnya yang masih berdering, Kamijou melihat ke bawah, pada si gadis yang masih roboh di tanah.


Dia memandang luka di kepalanya, meringis, dan meludahkan beberapa kata.


"Kau pasti bercanda, kan. Bagaimana bisa hasil seperti ini kau sebut ‘bagus’?”



Chapter 3[edit]

Part 1[edit]


Setelah dibawa ke rumah sakit, gadis penyihir itu diberi pertolongan pertama.


Tentu, mereka menyembunyikan fakta bahwa dia adalah seorang penyihir. Para dokter tidak akan paham, bahkan jika mereka mencoba untuk menjelaskan itu padanya, dan itu hanya akan menyebabkan masalah, jadi tidak ada gunanya membahas hal itu.


Kamijou dan Index naik bersama di suatu mobil ambulans, sementara Stiyl mengejar pasukan utama asosiasi sihir rahasia. Gadis itu hanya menjadi umpan yang dimaksudkan untuk menghabiskan waktu, artinya, mereka tidak memiliki waktu luang jika pasukan utama sedang bekerja untuk mendapatkan kontrol penuh dari pusat Agni’s Festival Fire.


Kamijou berbicara dengan Index di ruang tunggu.


"Mereka mengatakan bahwa kondisi gadis itu tidak seburuk kelihatannya. Dia menderita kehilangan darah dan gegar otak ringan. Jika dia cukup istirahat, dia pasti kembali normal dalam waktu beberapa jam ke depan.”


"Touma, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Kita tidak punya waktu," katanya dengan cepat.”Ketika ada seorang pasien yang terluka akibat suatu insiden, maka pihak rumah sakit akan menghubungi Anti-Skill. Mereka pasti akan datang kemari tidak lama lagi. Kita harus berbicara dengannya sebelum itu terjadi.”


Mereka menuju kamar pasien di mana gadis itu dirawat.


Si gadis penyihir telah disediakan suatu kamar pribadi. Dia berbaring di tempat tidur tunggal pada ruang tersebut, dan dia tidak mengenakan baju pasien rumah sakit. Itu mungkin dikarenakan lukanya tidak cukup serius sehingga dokter memutuskan bahwa dia tak perlu bersalin untuk mengenakan pakaian pasien, atau mungkin karena mantra penyegel milik Stiyl mencegah terlepasnya pakaian si gadis.


Ketika Kamijou dan Index masuk, gadis itu melirik dan berbicara dengan suara tanpa emosi.


"Apa yang kamu inginkan?"


"Kami akan mengeluarkanmu dari tempat ini." Kamijou langsung menyatakan tujuannya.”Rumah sakit akan menghubungi Anti-Skill tak lama lagi, sehingga mereka pasti akan segera datang. Tetapi Stiyl tidak ingin kau tertangkap oleh mereka. Ia mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk jika kelompokmu mengetahui tempatmu berada saat ini. Aku tidak ingin berpikir tentang kemungkinan terburuk, mungkinkah kau diserang lagi jika kami menyerahkanmu pada mereka?"


"Bagaimana jika itu benar?" gadis itu berusaha duduk tapi kemudian terjatuh kembali ke tempat tidur.”Memang seperti itulah yang harus terjadi. Mereka gagal untuk membunuhku sebelumnya, tetapi mereka akan berhasil kali ini. Itulah takdirnya. Setidaknya, itu adalah 100 kali lebih baik daripada menyerahkan informasi penting pada pihak Academy City atau Gereja Anglikan.”


"Aku paham."


Tiba-tiba, mereka mendengar beberapa derap langkah kaki di lorong.


"Touma!"


"Cih, jadi Anti-Skill sudah ada di sini. Kita bisa bicara lagi nanti. Kita tidak bisa lewat lorong, jadi kita akan menggunakan jendela.”


"Hei, tunggu sebentar. Apa yang akan kamu lakukan!?"


"Kami akan mengeluarkanmu dari sini!"


Gadis penyihir mengerutkan kening.


"Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku bersedia pergi."


"Maaf, tapi kau memang tidak perlu mengatakannya. Aku akan mengangkutmu jika perlu.”


Kamijou mendekati jendela dan membukanya. Dia melihat ke bawah dan menyadari bahwa dirinya sedang berada di tingkat tiga. Ada bagian atap canopy yang menonjol keluar, dan pipa saluran yang menjulur secara vertikal ke bawah, sehingga ada banyak benda yang bisa digunakan untuk pegangan dan pijakan.


"Ayo. Mereka mengatakan bahwa tidak ada tulangmu yang patah, sehingga kau dapat menggunakan lengan dan kaki, kan?”


"Kau boleh melindungi diriku jika kau mau, tetapi tidakkah aturan kota ini menempatkanmu pada posisi yang kurang menguntungkan jika kau terus melakukan ini?”


"Walaupun memang begitu adanya, tidak ada alasan untuk meninggalkanmu."


"Bahkan jika aku menolak bantuanmu? Kau tidak akan mendapatkan apa-apa dari ini.”


"Itu juga bukan alasan," jawab Kamijou sambil memeriksa untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun di bawah.”Ini sama saja ketika kau mencoba untuk menyelamatkan kakakmu, kan? Tidak ada yang memaksamu untuk melakukannya.”


Gadis itu mendecakkan lidahnya.


Dengan kepala tertunduk ke bawah, ia berkata, "Kau bilang asosiasi mungkin akan menyerangku jika kau menyerahkanku pada Anti-Skill.”


"Y-ya. Memangnya ada apa?”


"Kalau begitu, kau bisa saja mengancam untuk menyerahkanku kepada mereka, jika aku tidak bekerja sama. Kau bisa saja mengatakan bahwa aku harus memberitahumu semua yang aku tahu tentang asosiasi. Jika tidak, kau tidak akan membiarkan aku melarikan diri. Lantas kenapa kau tidak melakukan semua itu?”


Tanggapan Kamijou adalah sederhana.


"Aku tidak pernah memikirkan sesuatu seperti itu."


"... Kau bodoh." begitu dia menggumamkan itu, gadis itu menjulurkan kakinya keluar dari tempat tidur, dan menginjak lantai.”Namaku Sozty."


"Apa?"


"Namaku adalah Sozty Exica. Siapa kau?"


Kamijou tersenyum sedikit.


"Kamijou Touma. Dan dia adalah Index.”

Pada saat Anti-Skill memasuki ruangan, tidak ada seorang pun yang tertinggal di dalam.


Mereka segera memulai pencarian, tetapi tidak pernah menemukan siapa pun.



Part 2[edit]


Kota ini memiliki banyak “titik buta”.


Tetapi orang-orang yang tidak terbiasa dengan sisi ilmu pengetahuan dan Academy City, sering kali tidak dapat memanfaatkan titik buta tersebut. Orang-orang seperti itu cenderung berkumpul pada suatu fasilitas yang juga sering dijumpai di luar Academy City.


Dalam kasus ini, itu adalah tempat pembuangan mobil bekas.


Titik buta modern ini benar-benar dikelilingi oleh dinding logam yang tebal. Ini adalah jenis tempat yang bisa ditemukan di mana saja, namun orang-orang berjalan melewatinya masihlah tidak tahu-menahu tentang apa yang terjadi di dalam. Walaupun ada manusia sedang dicincang menjadi potongan bola-bola daging di dalam, tak ada seorang pun yang tahu.


Sejumlah besar kerangka kendaraan berkarat menumpuk. Terdapat juga tumpukan ban-ban bekas yang menjulang tinggi. Bemper dan baterai sudah terlepas dari mobil, dan menggunung di area lain pada tempat itu. Area itu terkesan begitu berantakan, tetapi orang-orang yang menggunakannya, cukup terorganisir.


Gate of the Gods Come from the Heavens.


Suatu asosiasi sihir rahasia beraliran Hindu.


Sekitar 20 anggota asosiasi berkumpul di tempat pembuangan mobil tersebut. Satu-satunya anggota yang hilang adalah Sozty Exica.


"Sozty berhasil melakukannya. Dia memberikan waktu yang sangat berharga pada kita. Jika kita mengambil kendali pusat Agni’s Festival Fire yang telah kita pindahkan ke sini, kita bisa mengubah kota ini menjadi lautan api beserta para pengejar dari Anglikan.”


"Tapi Sozty memberikan gangguan pada Agni’s Festival Fire dalam upayanya menunda waktu. Mungkin saja jaringannya telah rusak.”


"Jika kita mengambil sikap pasif di sini, waktu yang berharga ini akan sia-sia."


"Tapi membuat suatu langkah besar tanpa jaminan keberhasilan, dapat menyebabkan kegagalan fatal.”


Mereka menyadari bahwa diskusi ini tidak akan membuahkan suatu hasil pun, dan semakin mempersulit keadaan mereka. Namun mereka hanya bisa melakukan ini. Tidak peduli seberapa banyak mereka memanjatkan doa, hasilnya tetap tidak berubah, tak seorang pun dengan mudah bisa menarik pelatuk pada permainan Russian Roulette*.

[Baca NT Vol 4.]

Seorang wanita dalam kelompok itu mendesah.


Dia memiliki rambut perak panjang dan kulit coklat. Semua orang mengalihkan fokus ke arah wanita tersebut, itu artinya hanya dia lah yang memiliki ketenangan untuk bisa memecahkan situasi tegang ini.


Seseorang dalam kelompok itu berbicara padanya.


"Haruskah kita melanjutkan ini, atau mundur saja? Bagaimana menurutmu?"


"Pertanyaan yang bagus." senyum tipis muncul di bibirnya sebelum ia melanjutkan perkataannya.”Bagaimana dengan ini?”



Part 3[edit]


"Hei ... um, kau bilang namamu Kamijou, kan? Seberapa jauh kau ingin kita berjalan?”


"Sejauh yang diperlukan untuk menjamin keselamatanmu. Sozty, beritahu aku jika ini terlalu berat bagimu, bagaimanapun juga kau habis cidera.”


Setelah melarikan diri dari rumah sakit, Kamijou dan yang lainnya menuju ke suatu distrik perbelanjaan di dekatnya. Academy City memiliki kamera CCTV di mana-mana, dan robot keamanan berpatroli pada beberapa rute, sehingga hanya ada sedikit titik buta. Mencoba menyelinap pada rute yang sepi hanya akan membuat mereka lebih cepat tertangkap daripada membaur dengan kerumunan orang.


Ketika Kamijou melanjutkan berjalan sembari memimpin mereka, ia merasa ingin mendesah ketika melihat pakaian yang dikenakan oleh Sozty.


"Mengapa penyihir selalu memakai pakaian yang mencolok layaknya pohon Natal?"


"Apakah ini aneh? Yahh, aku kira itu masuk akal, bagaimanapun juga kotamu dikelilingi oleh dinding tinggi, dan pulau ini juga dikelilingi oleh lautan pada semua sisi. Pantas saja kau agak kasar pada orang luar.”


"Bukan itu yang aku maksud."


Sozty mengenakan seragam pelaut putih lengan pendek dengan rok lipat warna biru. Itu bukanlah suatu pakaian yang begitu aneh, namun bagian atas dan bawah bajunya sangatlah pendek. Perut coklatnya yang sehat bisa terlihat bahkan ketika ia tidak meregangkan punggungnya, dan Kamijou merasa bahwa pantatnya juga akan kelihatan jika dia mengayunkan roknya.


"Apa itu? Suatu pakaian cheerleader? Pakaian macam apa itu seharusnya???”


"Ini adalah kota aneh di mana 80% penduduknya adalah pelajar, bukan? Dan aku telah mendengar bahwa siswi Jepang berpakaian seperti pelaut. Jadi aku pikir, ini akan menjadi suatu penyamaran yang baik.”


"... Lantas kenapa celana dalammu kehilatan beberapa kali ketika rokmu berkibar?"


"Siswi Jepang memang suka seperti itu, kan?"


Jawaban itu membuat Kamijou sangat ingin tahu jenis referensi apa yang dia gunakan untuk mendeskripsikan budaya Jepang. Mungkin Kamijou harus bersyukur karena dia tidak muncul dengan berpakaian seperti wanita Geisha Fujiyama yang aneh.


Sementara itu, anggota lain dari grup Kamijou juga cukup mencolok.


Biarawati putih bernama Index mengatakan, "Touma, apa yang akan kita lakukan sekarang?"

INDEX Endymion 103.png

"Jika memungkinkan, aku ingin menuju ke asramaku, tapi aku tidak yakin kita bisa. Mungkin lebih aman untuk bersembunyi di suatu kafe manga.”


"Apa itu kafe manga?"


"Singkat cerita, itu adalah suatu perpustakaan prabayar."


"Apa!? Itu gila! Perpustakaan seharusnya milik umum!!”


"Tapi kau dapat memesan sajian seperti kopi dan kari. Beberapa kafe bahkan memiliki bar salad dan hidangan prasmanan. Dengan kata lain, kau boleh memakan semua itu.”


"Yahoo!! Ini adalah zaman keemasan bisnis baru, bukankah begitu, Touma!?”


Pendapat Index banyak berubah karena sumber informasi utamanya adalah talk show. Sozty menempelkan tangannya ke kepala ketika dia melihat biarawati itu bergembira.


"Apakah kau sudah lupa bahwa kita seharusnya sedang melarikan diri? Mengapa kau menarik perhatian yang tidak perlu?”


"Mungkin ini tidak masalah. Tiga orang yang berjalan di sekitar distrik perbelanjan sambil memasang ekspresi muram akan lebih mudah dipergoki oleh orang lain.”


"... Apakah begitu?" gumam Sozty.


Kamijou melihat di sekitar pada tanda-tanda yang terpampang di jalanan, dia mencari suatu restoran yang akan mengijinkan pembayaran di muka. Dengan cara itu, mereka tidak akan kelabakan jika ada beberapa anggota Anti-Skill muncul ketika mereka tengah makan. Dan mereka bisa keluar lewat pintu belakang kapanpun tanpa khawatir tagihan yang belum dibayar.


"Hmm ... Suatu jalan utama di dekat stasiun mungkin adalah tempat terbaik. Di sekitar sana ada pemberhentian, taksi, bus, dan kereta bawah tanah. Hei, Inde ... hm?”


Kamijou melemah karena tangan kecil Sozty menarik-narik pakaiannya.


"Ada apa, Sozty? Apakah kau melihat seorang penyihir yang kau kenal, atau sejenisnya?” ia bertanya, tapi si gadis berkulit cokelat tidak melepaskan pakaiannya.


"Tidak ... Tidak ada makna mendalam pada ini."


"?"


"Kau bilang bahwa kita tidak boleh terlihat muram dan terdiam sepanjang waktu, kan? Maka ini akan menjadi suatu kamuflase yang baik.”


"Hei, tunggu sebentar. Ini bukan untuk berbaur ke lingkungan sekitar, kan? Kau hanya tertarik dengan gemerlapnya distrik perbelanjaan, kan ... gwep !?”


Ketika si pria sejati bernama Kamijou mencoba untuk dengan tenang menunjukkan apa yang terjadi, ia merasakan rasa sakit tajam yang menusuk punggungnya. Itu mirip seperti seekor jaguar yang mencengkram batang pohon dengan kuku tajam untuk memanjatnya. Dia tidak bisa berbalik untuk melihat apa yang telah terjadi karena sesuatu menempel pada punggungnya, tapi Kamijou bisa menebak dengan baik berdasarkan apa yang dia dengar.


Meskipun lebih pendek darinya, dia mendengar suara Index yang datang dari atas kepalanya.


Si biarawati jelas-jelas memanjat punggungnya.


"Touma, apa ini yang kau sebut dengan mengambil keuntungan dalam situasi seperti ini?"


"Tunggu sebentar, Index! Mari kita mulai dengan fokus pada inti dari percakapan ini!! Aku pikir, seorang biarawati yang menempel di punggung pria tak bersalah adalah suatu pemandangan yang sangat mencolok lebih dari apapun di planet ini!!”


Tepat sebelum Kamijou mendapati luka parah, nada elektronik sederhana terdengar dari saku celananya. Itu adalah ponsel prabayar yang Stiyl telah berikan sebelumnya. Index sangat buruk dengan mesin, jadi dia tersendat sedikit karena mendengar suara itu. Kamijou memanfaatkan celah itu sebaik-baiknya. Kamijou menggoyangkan Index dari punggungnya dan menjawab panggilan telepon dari Stiyl.


"Stiyl!? Ampun deh, kau hanya memanggil jika ada perlu ya. Jangan merahasiakan nomormu! Aku tidak bisa menyimpannya, sehingga aku pun tidak bisa menelpon balik!!”


"Kau sudah bertindak di luar batas."


Suara yang datang dari telepon terdengar marah.


Baginya, mengandalkan pendapat dan informasi dari Kamijou adalah pilihan terakhir.


"Kau membawa gadis itu keluar dari rumah sakit, kan? Aku perlu beberapa informasi dari dia. Hal ini terkait dengan pendapat dan motif Gate of the Gods Come from the Heavens.”


"Apa? Aku pikir kau sedang mengejar pasukan inti asosiasi tersebut.” Kamijou tampak bingung.”Dan apakah kau tidak perlu tahu tentang rute pelarian atau tempat persembunyian mereka?”


"Aku bukan idiot. Aku sudah menemukan dan memasuki tempat pembuangan mobil yang digunakan oleh asosiasi itu.”


Kamijou mendengar beberapa suara statis listrik.


Stiyl mungkin sedang mendesah atau meniup asap rokok, sehingga membuat ponselnya sedikit terganggu.


"Tapi ..."


"?"


"Mereka sudah dihancurkan ketika aku sampai di sana. Dari jumlah jejak kaki yang aku temui, tampaknya beberapa dari mereka telah menghilang, tapi masih ada salah satu anggota yang belum ditemukan. Semua informasi pada tubuh mereka telah dihancurkan dengan sihir, jadi aku tidak bisa mengambil apapun dari otak ataupun roh mereka. Penganalisisan dengan cara apapun mungkin akan sia-sia.”


"Un ... belum ditemukan ...?" gumam Kamijou.


Sozty mulai mendekati Kamijou karena ingin tahu apa yang sedang terjadi.


Kata-kata Stiyl terus berlanjut tanpa ampun.


"Dari jejak kehancurannya, aku ragu ini adalah serangan dari luar. Dengan kata lain, ini adalah suatu pertikaian dalam organisasi itu sendiri. Itu sebabnya aku ingin informasi dari penyihir lain yang juga berasal dari kelompok sama. Aku perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam asosiasi sihir rahasia mereka.”



Part 4[edit]


Kipsila Endinia terengah-engah sambil berlari melintasi area yang penuh dengan asrama pelajar. Sedikit darah yang mengalir dari pelipis dan lengan kanannya, menetes secara tidak wajar sampai pada bahunya yang lemas. Senja telah berubah menjadi malam, tetapi area berisikan restoran untuk para siswa pasti berada di dekat situ, karena beberapa orang keluar di jalanan. Tentu saja dia menarik banyak perhatian. Tapi ia tidak khawatir tentang situasi itu.


"S-sialan dia ... !!"


Kakinya tersandung, seolah-olah ia sedang berada pada suatu kapal di tengah badai. Waktu demi waktu, ia berlari ke dinding beton atau turbin angin. Meski begitu, ia terus berlari. Dia terus melarikan diri. Dia tidak tahu seberapa jauh harus berlari sampai situasinya benar-benar aman.


Hal itu terjadi dalam sekejap.


Walaupun itu adalah suatu serangan yang berasal dari sekutunya sendiri, jumlah kerusakannya terlalu besar. Kendali Gate of the Gods Come from the Heavens sepenuhnya dipegang oleh Kipsila dan beberapa orang lainnya. Walaupun seseorang dari "sisi luar" telah mengamuk, kerusakan tidak akan pernah mencapai Kipsila. Anggota lain akan bertindak sebagai perisai untuk mengurangi kerusakan. Dan selama waktu itu, Kipsila dan beberapa anggota lain akan melancarkan serangan balik tertentu. Itulah kekuatan organisasi. Itulah yang seharusnya terjadi.


Tapi ...


Pada kenyataannya ...


"Apa…? Hasil macam apa itu!?”


Serangan itu menembus langsung semua orang yang bertindak sebagai perisai. Serangan itu langsung mencapai Kipsila dan anggota penting lainnya. Serangan itu berhasil menghentikan persiapan untuk melancarkan serangan balik, kemudian serangan berikutnya telah memusnahkan semuanya. Ketika para “perisai” dan anggota penting telah roboh, organisasi itu hanyalah suatu gangguan kecil. Para anggota asosiasi sihir rahasia mulai jatuh satu demi satu, namun musuh terus menyerang tanpa ampun.


Sebagai seorang individu, tidak masuk akal jika dia memiliki kekuatan sebesar itu.


Kerusakan yang disebabkan olehnya benar-benar melampaui titik toleransi yang seharusnya masih bisa mencegah pengkhianatan dan persetruan antar teman.


Ditambah lagi, wanita yang sudah menjadi musuh mereka adalah orang yang seharusnya syarat akan kegagalan. Suatu proyek yang bisa membuat kekuatan dia menjadi spesial, sudah dibekukan sejak lama.


Dan lagi…


"Gah ... !?"


Pria itu berlari ke tiang turbin angin lain. Dia tidak tahu berapa kali itu terjadi sampai saat ini. Tapi kali ini, pria itu benar-benar terhenti. Dia tidak bisa melanjutkan upaya melarikan diri. Saat ia bersandar pada pilar yang lengket dengan darahnya, Kipsila mendesahkan napas berat.


Bukannya dia kehilangan kekuatan pada kakinya, sehingga dia tak bisa berlari lagi.


Seseorang berdiri di depan, lampu jalanan di tempat itu tidaklah begitu banyak, sehingga kesan remang-remang membungkus area itu.


Itu adalah seorang wanita.


Dia memiliki rambut perak panjang dan kulit coklat.


Dia hanya mengenakan semacam bra, celana panjang berwarna kuning dan oranye, namun ada beberapa pola hitam di sana-sini. Kombinasi itu menghadirkan suatu sosok orang yang berpakaian tanpa pengikat.


Dia menyeret sesuatu dengan kedua tangannya.


Itu tampak seperti boneka mainan pada awalnya, tapi ternyata bukan.


Dia membawa dua di tangan kanannya dan tiga di tangan kirinya. Kipsila mengenali wajah orang-orang yang dia seret sepanjang jalan, dengan memegang kerahnya. Mereka adalah orang-orang yang mengendalikan asosiasi sihir bersama dengannya.


Bagaimana bisa situasi yang mengerikan ini terjadi?


Mereka telah menghadapi sedikit kesulitan, tapi Gate of the Gods Come from the Heavens telah berhasil mengendalikan situasi. Mereka seharusnya dapat menggunakan waktu yang diberikan oleh Sozty Exica melalui kerja kerasnya sebagai umpan. Dan mereka seharusnya bisa menggunakan itu untuk pemulihan.


"Apa ...?" erang Kipsila.


Tidak jelas apakah dia berniat menjawab ataukah tidak, wanita berkulit sawo matang dan berambut perak itu mengendurkan tangan kanan dan kirinya. Dengan suara tumbukan mirip seperti karung pasir yang terlempar ke tanah, dia meletakkan begitu saja “hasil buruannya” ke permukaan jalan.


Hal selain luka-luka di sekujur tubuhnya, membuat Kipsila merasa pusing.


"Kau kehilangan segalanya pada kegagalan itu! Proyek itu telah dibekukan!! Jadi bagaimana bisa kau menggunakan kekuatan sebesar itu!?”


"Oh ...? Semua yang kulakukan hanyalah untuk menjawab pertanyaanmu.”


"Apa?"


"Pertanyaan 1: apakah ada cara yang paling efektif untuk merusak Academy City dengan kekuatan yang saat ini kita miliki?” kata perempuan berkulit coklat dengan senyum tipis.”Jawabannya adalah sederhana: kita sudah menyerah pada metode Agni’s Festival Fire ".


"Ap- ...?"


"Bagaimanapun juga, kita telah memberikan terlalu banyak petunjuk pada ‘rencana-pesakitan’ ini. Baik Gereja Anglikan maupun Academy City sudah mengejar kita. Ini seperti suatu perahu yang terbuat dari lumpur. Jika kita mencoba untuk memaksakan perahu itu berlayar lebih jauh, kita semua akan tenggelam.” wanita berkulit coklat meneruskan omongannya sembari menyeringai. Dia sedang memberitahu bahwa dia akan menghancurkan Kipsila yang sekarat.”Tapi perahu lumpur itu adalah satu-satunya hal yang para pengejar ketahui tentang kita. Jika aku menyingkirkan Agni’s Festival Fire dan juga Gate of the Gods Come from the Heavens, kemudian mulai dengan rencana baru, aku dapat ‘memoles’ rencanaku, sementara para pengejar terus ‘mengunyah makanan sisa yang hampir busuk itu’. Dan semuanya sudah terlambat ketika mereka menyadari rencanaku yang sebenarnya.”


"Kamu.... bodoh.... Hal lain apa yang bisa kau gunakan ... untuk menghasilkan kerusakan lebih dari ... Agni Festival- ... !?”


Kipsila melemah.


Ini karena wanita berkulit coklat perlahan-lahan membuka dan menutup jarinya yang penuh darah.


"Jangan bilang kau ..."


"Andaikan saja aku mengatakan bahwa aku akan menggunakan ini sejak awal, kau pasti tidak akan memberiku izin. Bahkan, kalian mungkin akan mencoba untuk mengeroyok dan menyerang aku sekaligus.”


"Harusnya kau adalah orang yang paling paham mengapa proyek itu dibekukan. Itu bukan karena hasilnya tidak bisa tercapai! Yang terjadi malah kebalikannya!! Astra murni ... !!”


"Aku paham bahwa itu membuatmu takut." wanita itu memiringkan kepalanya sedikit.”Tapi tentunya kau tidak berpikir bahwa Astra milikku masih tetap seperti yang dahulu.”


"... !!"


Itu berarti Agni’s Festival Fire hanyalah umpan yang dimaksudkan untuk menarik perhatian Anglikan dan Academy City.


Itu berarti, Kipsila dan para petinggi lain yang menganggap Sozty Exica sebagai umpan, kini juga tak bernasib berbeda dengan gadis itu.


Itu berarti, rencana yang Kipsila telah susun selama ini hanyalah umpan agar The Gate of the Gods Come from the Heavens mengambil tindakan yang sebenarnya.


Itu berarti, Gate of the Gods Come from the Heavens juga tidak lebih dari umpan untuk memastikan kebebasan wanita tersebut.


Itu berarti, itu berarti, itu berarti !!


"Yah, apapun itu ..."


Wanita berkulit coklat mengambil langkah untuk semakin mendekat.


Kipsila secara refleks mencoba untuk mengambil langkah mundur, tetapi kemudian ia menyadari sesuatu. Semenjak dia lari, Kipsilia sudah mengambil banyak perhatian orang-orang di sekitarnya, tapi ia tidak bisa lagi merasakan pandangan siapapun yang ditujukan padanya. Bahkan, tidak ada satu orang pun di sekitar.


Suatu sihir telah dilepaskan sebelumnya tanpa dia sadari.


Dan itu berarti, si wanita berkulit coklat akan melakukan sesuatu yang tidak ingin disaksikan oleh orang lain.


Lingkaran sihir Agni’s Festival Fire dipasang pada pilar turbin angin yang berdarah.


Tapi Kipsila bahkan tidak berpikir tentang menggunakannya.


Jari-jari berdarah.


Senyumnya.


Ketakutan yang luar biasa perlahan menginggapi dirinya.


"Bisakah kau menjadi umpan yang baik, dan pergi sekarang, ketika peranmu telah usai?"



Part 5[edit]


Kamijou dan yang lainnya akhirnya memasuki suatu kafe manga. Mereka menyewa tiga kamar pribadi (menggunakan uang saku Kamijou), tetapi mereka semua berkumpul pada salah satu dari tiga kamar tersebut.


Stiyl telah mengirimkan sejumlah besar data gambar ke ponsel prabayar.


Itu semua adalah foto-foto wajah para anggota asosiasi sihir rahasia yang telah ditaklukkan dan ditinggalkan oleh penyerang misterius.


Ketika Sozty Exica memeriksa gambar-gambar tersebut, ia pun bertanya, "Apakah hanya ini?"


"Sepertinya begitu. Sudahkah kau menemukan sesuatu?”


"... Tidak ada cukup banyak orang," katanya setelah melihat foto-foto itu beberapa kali untuk memastikan.”Aurodasa Ginzhana, Kereelty Tanabrook, Sumtalak Shandeva, Kipsila Endinia, Pancavani Uddasala, dan Slasoma Anruda. ... Yah, aku bisa mengerti mengapa keenam orang ini menghilang. Mereka adalah para pengambil keputusan dari organisasi rahasia tersebut. Jika seseorang diserang, beberapa anggota lain akan memposisikan diri untuk membiarkan mereka melarikan diri terlebih dahulu.”


"Itu saja?"


"Totalnya ada tujuh orang yang hilang," gumam Sozty Exica. Dia menyebutkan nama baru sambil menggertakkan giginya.”Ureapaddy Exica. Kakak perempuanku. Tidak ada alasan dia dilindungi oleh anggota-anggota lain. Jika para penyihir lain dilenyapkan untuk membiarkan keenam orang tersebut melarikan diri, seharusnya kakakku juga termasuk di dalam kelompok yang dilenyapkan.”


Kamijou menatap wajah Sozty dari samping.


Dia terus menatap layar kecil itu, bukannya melihat wajah Kamijou sembari terus melanjutkan omongannya.


"Dan ... luka tersebut. Itu sangat mirip seperti luka yang disebabkan oleh Astra yang digunakan oleh kelompok kami.”


"Astra?" ulang Kamijou dengan bingung.


Index menjawab, "Itu adalah senjata para dewa dalam mitologi Hindu."


"Itu berbeda sedikit dari makna aslinya, namun asosiasi kami menggunakan Astra sebagai istilah yang merujuk ke semua kekuatan dan senjata menggunakan simbol-simbol dari karakteristik para dewa," kata Sozty dengan suara rendah "Itu mengacu pada apa yang aku gunakan untuk melawanmu sebagai Astra Agni. Namun, itu harus dikecilkan sedikit untuk manusia agar bisa digunakan. Astra yang kami gunakan hanyalah efeknya saja. Misalnya tombak Astra. Kami dapat membuat luka tusukan dengan itu, tapi kami tidak dapat menghasilkan bentuk tombak itu sendiri.”


Itu berarti, istilah Astra bisa merujuk ke banyak hal yang berbeda. Tidaklah keliru untuk menganggap ada Astra berbeda pada setiap jenis elemen yang sudah disiapkan oleh para dewa, seprti: api, air, angin, dan bumi


Kalau begitu…


Elemen Astra apa yang digunakan oleh Ureapaddy secara diam-diam untuk membawa Gate of the Gods Come from the Heavens pada kehancuran?


"Kakakku seharusnya menggunakan Astra Shiwa, tapi dia awalnya ahli dalam penggunaan berbagai garis Astra yang berbeda.”


"?"


"Proyek itu seharusnya sudah dibekukan. Itu bukanlah Astra yang skalanya sudah diperkecil, sehingga para penyihir bisa dengan aman menggunakannya tanpa dampak . Melainkan, itu adalah Astra murni yang diubah menjadi bentuk senjata untuk menciptakan luka tusukan. Proyek itu dimaksudkan untuk menarik keluar kekuatan penuh Astra, meskipun beban yang dihasilkan begitu besar.” Sozty menggertakkan giginya dan tampak mengucapkan itu dengan paksaan.”Pada akhirnya, Astra itu sendiri sudah berhasil, akan tetapi dianggap gagal karena penguatan penyihir yang menggunakannya tidak berjalan dengan baik. Sebagian besar relawan yang menggunakan Astra hancur berkeping-keping karena dampaknya, dan kakakku pun terluka parah. Itu seharusnya mengacaukan tubuh fisiknya terlalu parah, dan tidak ada pertahanan yang tersisa!!”


"Apa…? Apa jenis Astra yang kakakmu miliki?”


"Astra yang dimiliki oleh kakakku, Ureapaddy Exica, adalah ..."



Part 6[edit]


Wanita berambut perak dan berkulit cokelat bernama Ureapaddy tersenyum.


Dia menyeka darah merah gelap pada permukaan jalan tidak jauh darinya, di mana mantan petinggi asosiasi, Kipsila Endinia, roboh dengan menghadap ke bawah.


Mata Kispila tidak lagi berbalik ke arahnya.


Kepalanya miring pada sudut yang aneh dan tak bergerak.


Namun bibirnya masih bergerak-gerak.


"Apakah balas dendam ini untuk menata kembali Astra-mu ...? Apakah ini untuk 14 orang yang dihancurkan...?”


"Tentu saja tidak, tentu saja tidak. Kematian mereka secara resmi dikatakan sebagai kecelakaan, dan kita semua sepakat untuk itu. Kita mengumpulkan orang-orang dengan afinitas Astra terbesar, 15 orang itu rohnya disatukan, kemudian 'rata-rata' itu didistribusikan kembali ke dalam tubuh ke-15 orang tersebut. Benar?”


Senyum tenang muncul di wajah Ureapaddy.


Ekspresinya berubah dengan damai, lembut, sopan, dan akurat.


"Tapi distribusi kembali satuan roh itu tidak begitu berhasil. Sama halnya dengan hati dan jantung, struktur fisik otak berbeda pada setiap orang. Rohnya melekat bukan hanya pada otak, tapi juga seluruh tubuh. Jika roh yang disuntikkan dari luar tidak memenuhi persyaratan, maka semuanya akan berantakan. Dan tidak ada cara yang bisa mengontrol Astra dalam keadaan tidak stabil. Tapi kegagalan-kegagalan itu adalah kegagalan kita bersama. Adalah suatu hal yang salah jika kita membenci asosiasi sihir ini atas alasan tersebut.”


"Lalu ..."


"Hal ini cukup sederhana."


Senyum Ureapaddy tidak menghilang.


Senyum itu terlalu sempurna, sehingga siapapun yang melihatnya mungkin akan merasa bahwa itu adalah suatu senyum yang tidak wajar.


"Walaupun tidak lengkap, aku dapat menggunakan Astra itu. Tetapi itu hanya akan terjadi jika aku mengabaikan kerusakan yang akan terjadi pada diriku sendiri dan orang lain. Jika aku memiliki alat yang dapat membantuku, mengapa aku tidak menggunakannya? Aku memiliki senjata yang lebih besar daripada efek dari Agni’s Festival Fire, sehingga sangat masuk akal untuk menyerang Academy City dengan cara itu. Walaupun itu berarti, aku harus menggunakan Agni’s Festival Fire sebagai batu loncatan.”


"... Apakah Kau benar-benar akan menggunakan itu?"


"Aku sudah menggunakannya. Itulah mengapa kau bisa kukalahkan dengan mudah. Sama seperti orang lain. Apakah tidak sedikit terlambat untuk terkejut?”


"Aku tidak berbicara tentang level kekuatan mengejutkan yang kau miliki ketika menumpas kami! Aku menanyakan apakah kau akan menggunakan Astra pada tingkat output yang setara dengan ketika proyek itu dibekukan!! Jika ... jika kau melakukan itu ... !!”


"Efeknya akan menyebar ke luar Academy City?"


Ureapaddy menebak apa yang akan ia katakan dan menyangkalnya.


Tapi kesimpulan yang juga dimengerti olehnya, tidaklah salah.


Yang salah adalah asumsi sebelumnya.


"Ini semua terjadi karena asosiasi sihir yang kau tangani tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Kau pikir, aku hanya akan melanjutkan rencana yang sudah hancur 5 tahun lalu? Sudahkah kau lupa bahwa kemampuanku telah berkembang seiring dengan berlalunya waktu? Pada saat ini ...” dia mengucapkan suatu nilai konkret tanpa membuat perhitungan apapun.”Aku mungkin bisa menghasilkan output 509.000 kali lebih baik daripada level seragan yang telah gagal kau capai sebelumnya.”


Napas Kipsila benar-benar berhenti sejenak.


Dalam atmosfer yang benar-benar serius, ia mengalami kejutan besar pada otaknya, sampai-sampai dia lupa caranya bernapas.


"Kau akan menghancurkan kita semua."


"Mungkin."


"Jika nilai itu akurat, tidak akan ada area aman yang tersisa di planet ini! Tak peduli apakah seseorang melarikan diri ke tempat tertinggi pada atmosfer, atau ke tempat terdalam pada palung lautan, semuanya akan menguap tanpa bekas!! Bahkan tidak ada yang menjamin bahwa planet ini akan berputar pada orbitnya dengan tepat seperti sedia kala!!”


"Tapi bukankah itu hanya jenis Astra yang aku miliki? Lagipula…"


Ureapaddy berhenti berdetak.


Dan kemudian…



Part 7[edit]


Di suatu tempat, adiknya berbicara.


"Ini adalah senjata pamungkas milik Gate of the Gods Come from the Heavens."


Di suatu tempat, kakaknya berbicara.


"Suatu senjata yang melambangkan dewa pemerintah alam semesta. Setidaknya itu cukup untuk menghancurkan alam semesta.”


Anehnya, mulut mereka bergerak secara bersamaan sembari mengucapkan nama itu.


"Astra Brahma."



Part 8[edit]


Stiyl menelpon ponsel prabayar Kamijou. Seperti biasa, nomornya selalu dirahasiakan, tapi dia pasti mengharapkan beberapa jenis informasi ketika memanggilnya dengan begitu cepat.


Kamijou melangkah keluar, meninggalkan Index dan Sozty Exica di kafe manga.


Dia melaporkan bahwa ini semua kemungkinan besar adalah ulah penyihir bernama Ureapaddy Exica yang telah menghancurkan asosiasi tersebut. Dia juga melaporkan bahwa penyihir itu memiliki benda spiritual berskala besar yang disebut Astra Brahma.


"Aku paham," jawab Stiyl.”Aku pikir, adalah hal yang aneh ketika lingkaran sihir Agni’s Festival Fire di sekitar Academy City tiba-tiba berhenti berfungsi. Ureapaddy pasti telah memotongnya, layaknya ekor kadal. Dan dia memiliki sesuatu yang cukup kuat untuk bisa menyingkirkan Agni’s Festival Fire.”


"Itu adalah Astra Brahma yang Sozty telah sebutkan, kan?"


"Kau bilang bahwa Ureapaddy saat ini menggunakan Astra-Shiwa, benar? Shiwa adalah dewa angin, tari, perang, dan kehancuran. Dia memiliki banyak wajah yang berbeda. Dan itu semua bisa dikatakan sebagai atribut Shiwa. Dewa dengan banyak atribut yang berbeda bisa dengan mudah memiliki banyak Astra yang berbeda pula.”


"Dan Astra Brahma adalah salah satu darinya?"


"Itu bukan Astra-Shiwa. Itu terkait dengan dewa Brahma. Ketika seseorang memiliki Astra Brahma yang tidak cocok dengan Shiwa, maka pasti ada suatu arti khusus.” Stiyl berbicara dengan lesu melalui telepon.”Dalam mitologi mereka, aku pikir wujudnya seharusnya adalah busur dan anak panah khusus. Sihir panah memiliki bulu angin dan panah matahari. Setelah ditembakkan, maka akan secara otomatis membidik targetnya. Itu akan menembus melalui semua rintangan, dan pasti membunuh targetnya. Setelah target mati, itu akan kembali kepada pemiliknya seperti bumerang sehingga musuh tidak dapat menangkapnya. Itu adalah kemampuan penuh sihir mereka yang seakan-akan begitu licik, namun kita sudah terbiasa dengan hal seperti itu.”


Di manakah letak dan posisi orang ini?


Tidak jelas siapa atau apa yang menjadi target Ureapaddy, tetapi jika itu benar-benar eksis, maka tidak ada gunanya melawan serangan itu.


"Tampaknya proyek ini diperlakukan sebagai sangat rahasia bahkan dalam asosiasi itu sendiri, sehingga Sozty pun tidak tahu rinciannya. Namun, dia benar-benar mengetahui bahwa kondisi penggunaan Astra Brahma tersebut sangat terkait dengan bintang jatuh. Itu hanya dapat digunakan ketika tiga bintang jatuh berkilauan di langit secara bersamaan.”


"Sepertinya diperlukan sesuatu untuk membenarkan bidikannya. Dewa Brahma memiliki hubungan yang mendalam dengan luar angkasa. Pasti itu bertindak seperti GPS, dan secara akurat memperhitungkan koordinat target dari posisi bintang jatuh yang berada tinggi di atmosfer. ... Tunggu sebentar.” Stiyl berhenti sesaat.”Aku baru saja menerima laporan dari unit Anglikan yang bekerja di India. Itu bukanlah markas Gate of the Gods Come from the Heavens, tetapi mereka menemukan sisa-sisa percobaan sihir berskala besar.”


"Apakah mereka menemukan sesuatu yang berhubungan dengan Astra Brahma?"


"Mungkin. Mereka telah menemukan kawah dengan radius sekitar 50 meter. Tetapi komposisi permukaan kawahnya sangat mencengangkan. Tepat 3 mm ke bawah, tanahnya telah mengkristal.”


"...?"


"Itu bukanlah ledakan yang normal. Tidak jelas efek apa yang menyebabkan itu terjadi, tetapi tampaknya, semua benda yang berada di dalam kawasan kawah itu telah habis.”


Jika itu benar, ini bukan lagi candaan yang garing.


Dibandingkan dengan Agni’s Festival Fire yang bisa memanggang seluruh kota, tingkat kekuatan penghancur mantra itu jelas-jelas berada pada level yang berbeda. Namun, itu tergantung pada target apa yang dituju. Jika kerusakan dengan radius 50 meter itu diberikan pada dinding luar solid fasilitas penelitian Academy City, penyihir dari luar kota bisa masuk ke dalam dengan bebas.


"Tampaknya ada beberapa situs ledakan yang berbeda, termasuk suatu titik berdiameter 500 meter di bawah tanah. Tanah telah tercongkel keluar dalam bentuk kubah sempurna.”


"…Apa maksudmu?"


"Tampaknya itu terjadi setelah melewati rintangan apapun yang menghalanginya, dan kerusakan separah itu terbentuk setelah serangan mengenai targetnya. Dengan kata lain, bersembunyi di tempat penampungan bawah tanah tidak akan berguna.”


Tentu saja, penyihir bahkan tidak perlu repot-repot menyerang fasilitas penelitian Academy City. Jika dia langsung mencoba untuk membunuh para petinggi kota, penjaga keamanan sebanyak apapun tidak akan membantu. Begitu dia menembakkan Astra Brahma, semuanya akan berakhir.


Stiyl tampaknya begitu menahan diri agar suaranya terdengar tenang.


"Tapi satu hambatan yang merepotkan adalah, kebutuhan akan adanya tiga bintang jatuh secara simultan. Jangkauan dan akurasi Astra Brahma mungkin masih belum diketahui, tapi untungnya syarat keberhasilan mantra ini sangatlah merepotkan. Jarang sekali ada bintang jatuh. Melihat tiga kali bintang jatuh sekaligus di suatu malam, adalah hal yang hampir tidak pernah terjadi. Selama syarat keberhasilan mantra ini tidak terpenuhi, kita seharusnya dapat menyelesaikannya tanpa banyak - ...”


"... Tidak, tunggu."


Kamijou memotong perkataan Stiyl karena ada sesuatu yang menarik di pikirannya.


Ada sesuatu yang tidak bisa dia abaikan.


"Tak peduli apapun tujuan utama Ureapaddy, mungkin itu ada hubungannya dengan Astra Brahma. Tapi, walaupun dia bisa memprediksi dengan begitu akurat, apakah masuk akal jika dia bergantung pada hal yang begitu tidak pasti, seperti jatuhnya tiga bintang sekaligus?”


"Mungkin saja dia hanya terlalu percaya diri pada prediksinya sendiri. ... Tapi jika Ureapaddy berencana untuk mengkhianati rekan-rekannya sejak awal, rasa-rasanya aneh jika dia mengandalkan fenomena alam yang datangnya tidak bisa diduga. Penyihir seperti itu seharusnya sudah mengatur rencananya sematang mungkin tanpa adanya cacat sedikit pun.”


"Dia mungkin telah menciptakan ‘lingkungan’ di mana suatu kebetulan berubah menjadi hal yang lebih pasti."


"Aku tidak yakin bahwa aku mengerti maksudmu."


"Sebenarnya, apa itu bintang jatuh? Pada jaman sebelum umat manusia mencapai luar bumi, mungkin satu-satunya definisi tentang bintang jatuh adalah potongan bijih seukuran telapak tangan yang terbang pada jarak yang jauh dari bumi. Tapi lain dulu, lain sekarang. Ada begitu banyak puing-puing benda kosmik yang menumpuk di orbit bumi. Pada jaman ini, bintang jatuh juga bisa diasumsikan sebagai cahaya dari satelit rusak atau bagian roket yang memasuki atmosfer! Bagaimana jika ‘bintang jatuh modern’ ini bisa memenuhi syarat penggunaan Astra Brahma!?”


Dan acara internasional tentang peluncuran roket dari bumi, sekarang sedang berlangsung.


Suatu kontes probe tak berawak yang dikirim ke Venus.


Sekitar 400 organisasi dan lembaga baik besar maupun kecil mengambil bagian dalam acara itu, sehingga roket-roket akan diluncurkan dari seluruh dunia.


Kemungkinan besar, bintang-bintang jatuh itu akan “diwakilkan” oleh bagian-bagian roket dan pesawat luar angkasa yang lepas dari induknya di angkasa. Untuk beberapa hari ke depan, frekuensi bintang jatuh akan naik secara drastis.


Pada jaman dahulu, Astra Brahma hanya dapat digunakan sekali setiap beberapa dekade, atau sekali setiap beberapa ratus tahun. Namun saat ini, jeda waktu itu bisa dipangkas dengan adanya kemajuan teknologi.


"Tapi itu masih sedikit tidak pasti," kata Stiyl setelah Kamijou menjelaskan situasi kepadanya. "Itu hanyalah suatu permulaan. Ureapaddy tidak akan bergantung pada kebetulan untuk membidik target yang sebenarnya. Dia mungkin memiliki beberapa trik yang telah disiapkan, semisal kebetulan itu tidak terjadi.”


"Misalnya?"


"Dia bisa saja mengatur sesuatu pada roket yang belum diluncurkan. Jika dia meledakan roket di ruang angkasa, dia bisa membuat bintang jatuh menurut jadwal yang dia kehendaki.”


Kamijou tidak tahu hal apa yang coba dicapai oleh musuh.


Untuk itu, dia tidak bisa duduk manis di sini, dan menunggu serangan lawan dengan Imagine Breaker miliknya.


Dan sekali Astra Brahma ditembakkan, hampir pasti targetnya akan hancur lebur.


"Setelah itu ditembakkan, semuanya sudah terlambat," kata Stiyl.


"Tapi Ureapaddy akan perlu menghampiri fasilitas peluncuran roket sebelum memulai serangannya. Dia perlu mempersiapkan jaminannya.”


"Ini adalah kesempatan terakhir kita. Jika kita tidak bisa menghentikan Ureapaddy di sini, kekuatan destruktif setara dengan dewa kehancuran akan menyapu Academy City."


Academy City hanya memiliki satu fasilitas peluncuran roket.


"Distrik 23. Itulah tempat yang Ureapaddy akan tuju!!"



Part 9[edit]


Kamijou, Index, Sozty, dan Stiyl berkumpul di Distrik 18. Itu adalah distrik yang berdekatan dengan Distrik 23.


Walaupun tidak terbiasa, Kamijou bertindak sebagai pemandu mereka di kota ini.


"Distrik 23 diisi dengan informasi rahasia, sehingga kau tidak bisa bebas masuk dan keluar seperti pada bagian kota lainnya. Ditambah lagi, gerbang hanya akan dilalui pada saat malam ini.”


"Dengan kata lain, kita harus mengasumsikan bahwa kita akan mampus jika menyeberangi pagar itu?” tanya Sozty dengan kesal.


Index mengerutkan kening dan berkata, "Tetapi jika apa yang Touma katakan akurat, Ureapaddy sedang menuju Distrik 23, kan?”


"Adalah pilihan terbaik jika kita bisa mencegatnya sebelum ia masuk ke dalam," kata Kamijou dengan percaya diri, tapi Stiyl pesimis terhadap itu.


"Dia tidak memiliki alasan untuk menunggu. Sampai sekarang, ia harus berpura-pura kerjasama dengan anggota sisa dari Gate of the Gods Come from the Heavens, jadi dia menundanya sampai nanti. Tapi, dengan hilangnya pembatasan itu, dia akan langsung menuju ke Distrik 23. Kita harus berasumsi bahwa dia sudah ada di dalam.”


"... Aku tidak begitu yakin," gumam Sozty.


Yang lain berbalik ke arahnya.


Sebagai adik, Sozty pastinya memiliki informasi yang paling akurat tentang Ureapaddy.


"Distrik 23 adalah target prioritas tinggi bahkan bagi Gate of the Gods Come from the Heavens. Namun Agni’s Festival Fire tidak pernah dipasang di sana. Alasannya adalah sederhana: asosiasi kami tidak punya cara untuk masuk ke dalam tanpa diketahui oleh pihak penjaga."


"Apa…?"


Stiyl mengerutkan kening.


Sozty menatap sesama penyihir itu.


"Kita bisa masuk, tapi hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Lebih dari itu akan memicu konflik langsung dengan pasukan pertahanan Academy City. Waktunya tidak cukup untuk menyempurnakan dan mengatur benda spiritual secara benar. Rencana kami adalah menghancurkan beberapa distrik penting dengan menggunakan Agni’s Festival Fire, memanfaatkan kebingungan untuk langsung menyerang Distrik 23, dan melarikan diri dari Academy City setelah menghancurkan fasilitas lain yang ada.”


Walaupun rencana itu gagal, mendengarnya saja masih membuat bulu kuduk Kamijou berdiri.


Namun Kamijou menyadari suatu hal lain.


Namun tampaknya, sekarang bukanlah saat yang tepat untuk membahas hal itu, sedangkan masih banyak permasalahan yang saat ini sedang dipecahkan, sehingga Kamijou memutuskan untuk menundanya sampai nanti.


Ia pun bertanya hal lain, "Jadi, apakah itu berarti Ureapaddy belum masuk Distrik 23?"


"Jika dia menuju ke sana segera setelah menghancurkan asosiasi kami, bunyi alarm pasti sudah berdering sejak tadi. Dengan asumsi dia tidak punya trik lain untuk mengatasi bunyi alarm, tentu saja kita bisa bilang bahwa dia belum berada di dalam.”


Setelah mendengar pernyataan tak menyenangkan dari Sozty, Stiyl dengan ringan mengetuk sepatunya pada tanah.


"Jika perkiraan kita benar, Ureapaddy berencana untuk menyabotase roket yang akan diluncurkan di waktu tertentu, sehingga dia bisa meledakkannya di luar atmosfer bumi, dan membuat bintang jatuh buatan yang dia butuhkan untuk memenuhi syarat mantra Astra Brahma. Aku ragu bahwa itu adalah suatu hal yang bisa dia capai dalam waktu hanya 10 menit. Sabotase adalah hal yang lebih rumit daripada menghancurkan.”


Namun mereka mengabaikan sesuatu.


Jika Ureapaddy telah meramalkan situasi ini sejak awal, dia pasti sudah tahu bahwa menyusup ke Distrik 23 adalah pekerjaan yang mustahil dilakukan oleh penyihir seperti dirinya. Oleh karena itu, dia akan menyiapkan semacam penanggulangan untuk mengatasi masalah ini.


Kamijou dan yang lainnya mengabaikan suatu faktor yang harusnya ikut diperhitungkan.


Apakah dia memiliki cara untuk menyabotase roket dalam waktu singkat?


Apakah dia memiliki mantra yang memungkinkan dia untuk menyelinap melewati pertahanan Distrik 23 dalam periode waktu yang lama?


"... Tunggu," gumam Kamijou.”Itu dia. Itu dia! Sebenarnya ini sangatlah mudah. Dia hanya membutuhkan cara untuk menyabotase roket tanpa memasuki Distrik 23!!”


"Touma, apa maksudmu? Apakah kau mengatakan bahwa dia memiliki sesuatu mirip seperti kutukan yang dapat digunakan untuk melintasi batas nasional? Sesuatu yang dapat mengubah benda bernama 'roket' itu dari jarak jauh?”


"Tidak. Jika dia memiliki sesuatu yang menguntungkan dan lebih mudah digunakan, dia bahkan tidak perlu memasuki Academy City sejak awal.”


"Lalu apa?" tanya Sozty dalam kebingungan.


Tanggapan Kamijou adalah sederhana.


"Berpikirlah sebaliknya."


"?"


"Sozty tidak melakukan sesuatu pada Distrik 23 dari luar. Jika roket itu sendiri akan terbang dan meninggalkan Distrik 23, petugas keamanan Distrik bukan lagi masalah.”


"Dan bagaimana cara dia bisa melakukan itu?" kata Stiyl sambil mengejek.”Aku mungkin tidak terlalu paham tentang hal-hal mengenai aerospace, tapi aku tahu betul seberapa besar roket itu hanya dengan memandangnya dari sisi pagar seperti sekarang ini. Jika roket seukuran menara radio itu bergerak sedikit saja, orang-orang pasti akan menyadarinya."


"Belum tentu," kata Kamijou dengan ringan.”Sebagian besar roket itu memang dibangun di Distrik 23. Bahan bakarnya bahkan dimuat di sana. Tapi ada suatu bagian yang tidak berasal dari tempat ini. Yaitu kontainernya. Di dalam kotak kontainer itu, terdapat kapsul untuk probe, bukannya satelit. Bahan bakar penguat tambahan yang digunakan untuk mengontrol ketinggian roket, dimuat di Distrik 10.”


"Kenapa?"


"Bahan bakar cair yang mereka gunakan disebut hidrazin. Tidak hanya sangat mudah meledak, tapi itu juga beracun. Tidak banyak distrik di Academy City yang sanggup menangani hidrazin. Namun, ditrik terbesar yang sanggup menanganinya adalah Distrik 10. Suatu acara talk show baru-baru ini membahas bahwa penanganannya sangatlah merepotkan. Orang-orang pun bertanya-tanya, mengapa penanganan hidrazin tidak dilakukan pada Distrik 23 saja, bukankah akan sangat fatal akibatnya jikalau kontainer pengangkut hidrazin tersebut mengalami kecelakaan saat mendistribusikannya dari distrik 10 ke distrik 23.”


"Kalau begitu, kita perlu mencari setiap rute transportasi dari Distrik 10 sampai Distrik 23. Ureapaddy pasti sedang menunggu di salah satu rute tersebut.”


"Tunggu," kata Kamijou ketika Stiyl hendak mulai bergerak.”Walaupun ini hanya kontainer yang terpasang di bagian atas roket, skalanya masihlah sangat besar. Truk yang mengangkut obyek tersebut, pasti panjangnya lebih dari 20 meter. Artinya, truk tersebut tidak bisa berputar dan berbelok pada jalanan normal. Maka, truk tersebut pasti akan mengambil rute dengan jalan terpendek, terlebar, dan terlurus.”


"Touma, jika kita menelusuri sepanjang rute itu ..."


"Kita pasti akan bertemu dengan Ureapaddy."



Part 10[edit]


Suatu kendaraan pemandu satelit raksasa diparkir di sisi jalan pada jembatan Distrik 7. Ukurannya sebesar tiang listrik bertegangan tinggi. Benda sebesar itu dipenuhi dengan hidrazin cair beracun, supir yang mengemudikan truk itu pun mempertaruhkan segalanya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun, sopir kendaraan-kendaraan pemandu yang berada di sekeliling truk pengangkut tangki tersebut, tidak menunjukkan kehati-hatian sama sekali...


Seolah-olah.......


Seolah-olah tidak satupun dari mereka menyadari adanya kendaraan pemandu satelit raksasa yang berada di sana.


"Ureapaddy!!"


Seorang anak laki-laki tiba-tiba berteriak dan membuka pintu sisi pengemudi kendaraan untuk mengintip ke dalam. Wanita berkulit sawo matang dan berambut perak itu mengerutkan kening. Dan kemudian dia menyadari apa yang sedang terjadi.


Kesediaannya untuk menanggapi anak itu dengan kata-kata, menunjukkan bahwa dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi.


"Oh? Jadi kau telah mengetahui namaku. Tapi itu tidak terlalu mengejutkan karena gadis yang berdiri di sana itu wajahnya serupa denganku.”


Meskipun sedang diejek, Sozty mengambil langkah maju.


Dia mencoba mengatakan sesuatu yang emosional, tapi kata-katanya terjebak di tenggorokan. Kamijou sulit mendeskripsikan wajah gadis itu sembari dia membeku di tempat dan menahan semua emosinya.


Gadis itu akhirnya berhasil berbicara dengan kakaknya.


"... Apakah benar kau adalah orang yang menghancurkan asosiasi kita?"


"Jika maksudmu adalah asosiasi rahasia-mu, ya memang aku yang melakukannya."


Bibir Ureapaddy bergerak dan mengucapkan perkataan yang terdengar begitu jelas.


Dia berbicara dengan begitu mudah.


Sangat berbeda dengan Sozty yang harus berusaha keras untuk menahan emosinya, ada sesuatu yang membara di dalam hatinya sebelum dia sanggup melantunkan itu dalam bentuk ucapan. Namun di sisi lain, ekspresi Ureapaddy tetap tidak berubah karena dia tidak terlalu peduli pada situasi ini. Dia terlihat begitu acuh, seakan-akan tubuhnya diselimuti oleh bongkahan es.


Kakak dan adik.


Suatu perbedaan yang jelas ada di antara keduanya.


"Mereka tidak lain hanyalah beban, dan aku tidak lagi berguna bagi mereka. Rencana mereka selalu disusun dengan buruk, dan skala ide-ide mereka terlalu kecil. Namun mereka selalu menganggapku remeh, jika aku mencoba untuk melakukan sesuatu pada proyek yang sudah dibekukan itu. ... Lantas, apakah mereka lebih bermanfaat dari pada sampah buangan?”


"Kalau begitu, apakah itu juga berlaku padaku?"


"Berpikirlah semaumu. Memang benar bahwa insiden yang melibatkanmu, membuatku sedikit terpengaruh.”


Apakah yang dia maksud adalah insiden di mana Sozty tertangkap, lantas hendak dibungkam dengan ledakan yang dikimkan oleh orang-orang dari asosiasi sihir?


Kalau begitu, mungkin masih ada secercah cinta kasih di antara Sozty dan Ureapaddy.


Tapi ...


"Bagaimanapun juga, itu benar-benar menghancurkan rencana yang sudah menyedihkan sejak awal. Tidaklah mudah untuk memperbaiki ulang pengkhianatanku yang sudah aku rencanakan dengan matang.”


Sozty telah mempertaruhkan hidupnya sebagai pengalih perhatian.


Dia sudah siap untuk mati sehingga kakak dan anggota asosiasi lain bisa melarikan diri. Namun dia hanya mendapatkan jawaban dingin dari orang yang membuatnya mempertaruhkan nyawa.


Pada saat itu ...


Kamijou benar-benar memahami arti keheningan sejati.


Kamijou mengingat senyum pada foto yang pernah dilihatnya pada ponsel milik Sozty.


Stiyl adalah seorang ahli dalam membuat keputusan berat seperti ini, namun kali ini dia hanya bisa mengambil napas panjang.


"Sialan kau ... !!" teriak Kamijou sambil mengepalkan tinjunya, tapi Sozty merentangkan tangannya untuk menahan laju Kamijou.


"Aku harus bertanya. Mungkin ini hanyalah sebagian dari roket, tetapi masihlah terdapat kumpulan teknologi rahasia pada benda ini. Dan ini juga terisi penuh dengan bahan bakar beracun. Kendaraan ini pasti memiliki beberapa kendaraan pengawal. Apa yang terjadi dengan mereka?”


"Aku melenyapkan mereka."


"Apa yang terjadi dengan pengemudi kendaraan ini?"


"Aku melenyapkan dia."


Fakta bahwa wanita itu tidak menerangkan secara detail apa yang telah dia lakukan terhadap kendaraan-kendaraan pemandu satelit, memberikan firasat buruk pada Kamijou dan yang lainnya. Baik kendaraan pengawalan maupun sopirnya, keduanya telah lenyap. Hanya itu yang Kamijou dan rekan-rekannya ketahui. Mereka hanya bisa berdoa agar orang-orang tak berdosa itu selamat.


Sementara itu, Ureapaddy tersenyum dan berkata, "Ya, ya. Mengajukan pertanyaan adalah tindakan terbaik yang bisa kau lakukan, karena kau bahkan tidak menyadari betapa buruk rencana itu. Dan biarkan aku berterus-terang tentang satu hal: tindakan yang dioptimalkan itu kehilangan semua keindahan dan keanggunannya".


"Apakah kau benar-benar berhak bicara tentang keanggunan?" kata Sozty dengan nada keras layaknya batu. ”Kau menusuk rekanmu sendiri dari belakang untuk mewujudkan tujuan pribadimu, dan berencana menghancurkan Academy City tanpa sebab yang jelas. Itu semua kau lakukan hanya untuk memamerkan Astra Brahma milikmu yang seharusnya sudah dibekukan sejak lama. Bagiku, dirimu lah yang seharusnya disebut sampah karena mengejar pengoptimalan yang terlalu jauh."


"Jika kau masih punya pertanyaan, bisakah kau lebih cepat sedikit?"


"Apa yang kau cari?" Sozty menikamkan suatu pertanyaan singkat. Kemudian, dia melanjutkan, "Rencana keseluruhan asosiasi tidak lebih dari suatu umpan bagimu. Dalam hal ini, kau tidak memiliki alasan untuk melanjutkan itu dengan tujuan menghancurkan Academy City. Aku tidak bisa melihat alasan mengapa kau menggunakan Astra Brahma di sini. Tentunya, menggunakan Astra Brahma bukanlah satu-satunya tujuanmu, kan?”


"Aku tidak memiliki kewajiban untuk menjawabnya. Tapi apa yang akan kau lakukan, jika aku mengatakan bahwa itulah satu-satunya tujuanku?”

INDEX Endymion 137.png

Ureapaddy memiringkan kepalanya sedikit.


Kakak dan adik.


Namun Sozty menjawab tanpa ragu-ragu.


"Aku akan membunuhmu. Kau adalah aib.”


Kamijou merasa pusing setelah mendengar dia mengatakan itu dengan begitu jelas. Mungkin hanya karena ia kehilangan ketenangannya sehingga dia mengucapkan perkataan sedingin itu pada saudarinya, tapi Kamijou masih merasa bahwa kalimat itu keterlaluan. Atau mungkin ini adalah hal biasa bagi kelompok makhluk yang disebut penyihir.


Dia melirik Stiyl, tapi ekspresi si pendeta tertutup oleh rambutnya yang panjang.


"Kita ... asosiasi kita menargetkan Academy City karena itu diperlukan. Tidak peduli seperti apa sejarah akan mencatat perbuatan kita. Kita memutuskan bahwa tidak punya pilihan selain melancarkan serangan itu.” Sozty meludahkan perkataan berikutnya.”Dan sekarang, kau mengatakan bahwa target itu tidak penting? Kau hanya ingin menggunakan mantra milikmu yang pernah dibekukan? Kau akan menghancurkan satu juta jiwa pada kota ini hanya untuk mewujudkan itu? Sekarang aku paham mengapa asosiasi kita menjaga kewaspadaannya terhadapmu. Ide-ide yang muncul dari kepalamu harus dilemparkan ke dalam lubang gelap dan disegel dengan batu penutup yang besar.”


"Sozty. Apakah Kau benar-benar memahami apa yang sedang kau bicarakan?”


"Aku paham," kata Sozty dengan acuh.”Setelah melihat tindakan orang sepertimu, aku pun akhirnya menyadari kebenaran. Aku akhirnya tahu seperti apa perbuatanku, dan apa yang aku coba lakukan dari luar. Aku sendiri geram pada pembenaran yang aku anggap segala-galanya.”


"Sozty ...?" bisik Kamijou, tapi dia tidak berpaling ke arahnya.


Dia melanjutkan tatapannya pada musuh, dan meneriakkan suatu pengakuan.


"Aku telah salah!! Apa yang coba kita lakukan adalah salah, tidak peduli apapun alasan yang kita miliki. Memaksakan hal ini tidaklah berbeda dari membuat pengorbanan yang sia-sia. Keberadaan alasan itu jugalah tidak ada bedanya!! Dan jika alasannya saja sudah salah, maka aku tidak akan membiarkanmu melakukan sesuatu tanpa dasar yang benar!!”


"Oh." Ureapaddy memberikan senyum tipis yang menampilkan ketidaktertarikan dari lubuk hatinya yang terdalam.”Jadi kau sudah berpikir sampai sejauh itu. Kalau begitu, aku kira mengatakan ini tidak akan berdampak banyak padamu, bukankah begitu, Sozty?”


"...?"


"Apa kau tidak merasa aneh?" lanjut Ureapaddy dengan suara tenang dan mengalir.”Rencana asli para petinggi menyedihkan dari asosiasi kita adalah menggunakan Agni’s Festival Fire untuk menghancurkan beberapa Distrik, memanfaatkan kebingungan untuk menuju ke Distrik 23 yang dijaga ketat, kemudian menghancurkan fasilitas di dalamnya. Benar begitu?”


"Lihatlah sekarang, rencana itu membuat aku ingin muntah. Bagaimana dengan itu?”


"Oh? Dan bukankah rencana ini dilaksanakan karena asosiasi berusaha mendapatkan tubuh yang melampaui batas dengan menggunakan metode pelatihan ‘abnormal’. Sehingga munculah pertikaian dengan metode pelatihan optimal yang Academy City gunakan?”


"Ah ..." gumam Kamijou, bukannya Sozty.


Ureapaddy tersenyum gembira.


"Tampaknya pelajar di sana itu telah menyadarinya. Apakah kau tidak merasa aneh, Sozty? Kita menentang metode pelatihan pikiran dan tubuh milik mereka, namun tujuan utama kita adalah menghancurkan Distrik 23. Yaitu area yang berisikan teknologi kedirgantaraan, dan seharusnya itu tidak ada hubungannya dengan tujuan awal kita.”


Sozty tampak benar-benar tercengang saat ia bergumam, "Apakah asosiasi memiliki informasi yang dirahasiakan kepada kita?”


"Alasan sebenarnya mereka menyerang Academy City adalah suatu hal yang berbeda. Aku berharap fakta ini benar-benar mengejutkanmu, yaitu fakta yang akan mengungkapkan bahwa pembenaran yang selama ini kau taati tidaklah lebih dari gurauan belaka, tetapi tampaknya kau sendiri sudah sadar akan hal itu. Aku ingin kau tahu bahwa aku cukup kecewa karena kebenaran yang aku sampaikan ternyata tidak cukup untuk membuatmu syok. Apakah kamu mengerti sekarang?"


"..."


"Jika kau sudah tahu alasan yang melatarbelakangi ini semua, maka itu berarti kau sudah mencapai ‘kegelapan’ yang sama sepertiku," kata Ureapaddy.”Tapi cukup sampai di sini. Aku tidak memiliki waktu luang. Persiapanku sudah lengkap, jadi aku akan pergi sekarang.”


Terdengar suara keras seperti beberapa logam yang bertubrukan secara simultan.


Entah dari mana, busur emas raksasa muncul pada tangan Ureapaddy.


Suatu busur.


Atau mungkin itu harus disebut Astra yang dimiliki oleh dewa Brahma.


Setelah ditembakkan, itu pasti akan merobek struktur terkeras sekalipun dan menciptakan lubang beradius 50 meter.


"Apakah itu Astra Brahma !?"


"Jangan khawatir, wahai pelajar. Waktunya belum tiba. Ditambah lagi, mengapa aku harus menembakkan panah yang selalu bisa mengenai targetnya dari jarak dekat? Dari pertarunganmu melawan Sozty, tampaknya kau memiliki beberapa cara ampuh untuk menghancurkan sihir.”


Lalu apa yang dia bidik?


Apa yang dia lakukan?


Begitu pertanyaan-pertanyaan itu muncul dalam pikiran Kamijou, Ureapaddy menjawabnya dengan membidikkan panah dan busur miliknya.


Dia membidik kendaraan pengawal satelit.


Lebih tepatnya, ia membidik kontainer roket yang berisi hidrazin beracun.


"Melarikan diri adalah prioritas utamaku hari ini."


Dia memegang panah logam normal pada busurnya.


Tapi itu sudah cukup.


"Jadi, untuk hari ini, sampai di sini saja."


Dengan suara tumbukan, panah menusuk ke sisi kontainer.


Suatu suara mendesis seperti karbonasi yang dilepaskan bisa didengar. Suatu cairan bening yang jelas berbeda dari air, mulai mengalir ke permukaan jalan.


"Gawat! Itu hidrazin!!” teriak Kamijou.


Ureapaddy tersenyum dan melangkah mundur. Dia kemudian siap untuk melarikan diri. Dia tidak akan membiarkan mereka mengikutinya. Tampak jelas bahwa itu adalah niatnya.


Index kemudian berbicara kepada Stiyl.


"Kau dapat menggunakan mantra bergaya Anglikan, kan? Ledakkan itu dengan menggunakan apimu!!”


Perintah si biarawati terdengar gila.


Tapi sebenarnya tidak juga.


Dia menambahkan, "Jika aku benar, dasarnya adalah api dan artinya adalah hukuman, tetapi tambahkan pemurnian pada kata-kata ke 3 dan 5, kemudian ulangi itu sekali lagi. Dalam bahasa Inggris, inisialnya adalah P, A, dan R. Itu akan menetralkan racun targetnya*!!”

[Yak, dia membahas sihir, maka silahkan pakai imajinasi tertinggi anda untuk menerjemahkan apa maksud si Index. Karena saya juga bukan dukun \ :v /. Tapi kalo Ciu boleh sedikit menduga, ini pasti berhubungan dengan mantra Rune yang pernah dibahas pada Index SP. Dan Stiyl adalah seorang ahli dalam menggunakan mantra Rune, yaitu mantra yang bisa merubah sifat suatu zat.]

"…Aku paham."


Apa yang Stiyl rasakan setelah mendengar "saran" itu?


Apakah yang dirasakan penyihir itu ketika dia mengembalikan posisi suatu zat ke bentuk normalnya?


Tanpa berbicara banyak, Stiyl Magnus dengan cepat mengambil tindakan.


Deru api yang membakar oksigen meledak.


Suatu pedang api muncul di tangan kanan si pendeta berambut merah.


Untuk pertama kalinya, sedikit gugup muncul di wajah Ureapaddy.


Dia mungkin khawatir bahwa ia sendiri akan terjebak dalam ledakan tersebut.


"Betapa indah ekspresi itu."


Dengan bibirnya yang terpelintir menjadi senyuman, Stiyl mengayunkan pedang api itu tanpa ragu-ragu.


Bentuknya roboh dan menembak langsung pada hidrazin yang bocor.


Detik berikutnya, ledakan besar menyeka kegelapan malam Academy City.



Part 11[edit]


Ureapaddy mungkin telah melepas mantra yang ia telah pasang ketika ledakan terjadi. Atau mungkin daya ledak telah menghancurkan mantra. Apapun itu, orang-orang di sekitarnya akhirnya menyadari terjadinya gangguan pada jalan layang.


Kamijou dan yang lainnya bergegas menuruni tangga darurat dan turun ke bawah karena mereka mendengar sirene mobil pemadam kebakaran yang mendekat.


"Aku pikir Ureapaddy telah lolos. Aku merasa tidak ada perlawanan," kata Stiyl.


Sozty kemudian berbicara dengan bingung.


"Tapi tunggu. Tunggu sebentar. Kakakku berusaha menyabotase kontainer roket yang sedang diangkut, sehingga dia bisa menggunakan Astra Brahma, kan? Kalau begitu, mengapa dia begitu mudah meninggalkan kontainer tersebut?”


"Setelah kita tahu roket mana yang hendak dia sabotase, kita tidak akan pernah membiarkan benda itu diluncurkan. Dan dia pun seharusnya tahu akan hal ini, jadi dia tidak punya alasan untuk menahannya.”


"Touma, apakah itu berarti Ureapaddy akan menargetkan 'roket' lain dan menunggu kesempatannya untuk menyerang?"


Jika demikian, masalah ini sederhana.


Mereka tahu sasaran musuh mereka, sehingga mereka bisa meletakkan perangkap. Atau mereka sementara waktu bisa menghentikan urusan dengan roket, kemudian menghentikan rencana Ureapaddy terlebih dahulu. Jika mereka bisa menemukan dia saat dia terhenti, mereka akan memiliki kesempatan untuk menyerang.


Namun ...


"Aku tidak berpikir bahwa Ureapaddy akan begitu mudah meninggalkan kontainer roket tersebut, jika dia mengerti bahwa kita tahu apa yang coba dia lakukan. Dia pastinya sudah tahu bahwa kita akan menjaga semua roket lain setelah insiden tadi, sehingga setidaknya itu bukanlah keputusan yang mudah, " kata Stiyl. ”Dia pasti akan mencoba untuk membuat kontainer itu meluncur bersama-sama dengan roket, tidak peduli apapun konsekuensinya, atau dia akan mencoba untuk membunuh kita. Situasi ini adalah faktor penentu apakah rencananya akan berakhir dengan keberhasilan ataukah tidak, jadi seharusnya, meninggalkan kontainer adalah suatu kerugian besar baginya. Dan lagi…"


"Jadi, kalau dia meninggalkan kontainer itu begitu saja, artinya dia memiliki cara lain untuk mewujudkan rencananya ...?”


Seketika Kamijou mengatakan itu, ia melihat sesuatu yang tidak menyenangkan di sudut pandangannya.


Itu adalah tempat normal di setiap distrik Academy City. Itu bisa disebut bagian dari standar latar belakang pemandangan. Itu adalah suatu pesawat. Monitor raksasa di sisinya yang bertindak seperti papan reklame, menampilkan berita dunia.


"Venus Probe Contest berjalan dengan cukup baik. Komite Industri Antariksa Uni Eropa telah berkomentar bahwa tingkat keseluruhan teknologi milik mereka mungkin lebih rendah, tetapi mereka memiliki semangat juang dan keterampilan ahli pada pekerjaan hasil kerajinan jam, atau sejenisnya. Mereka mengatakan bahwa hasil kerajinan tersebut akan menjadi kebanggaan dunia. Proyek pribadi dalam industri roket memiliki ...”


"Tunggu ... tidak mungkin ..."


"Biar kutebak apa yang kau pikirkan," kata Stiyl dengan ekspresi sangat senang. "Ureapaddy sudah menyabotase beberapa roket dari luar, sebelum tiba di Academy City. Roket-roket yang ada di dalam kota hanyalah suatu cadangan jikalau rencana tidak berjalan dengan baik. Roket yang telah dia sabotase akan mengikuti jadwal waktu ketat, dan akan diluncurkan pada waktu yang sesuai dengan rencananya.”


Tidaklah jarang ketika waktu peluncuran roket sedikit tertunda karena keterlambatan persiapan atau kondisi cuaca.


Jika seseorang ingin memastikan bahwa roket diluncurkan pada waktu tertentu, orang tersebut akan memberikan pengamanan dengan mempersiapkan beberapa roket untuk diluncurkan pada saat yang sama di beberapa tempat berbeda.


"Apakah itu sebabnya ia bisa mengabaikan kontainer itu dengan mudahnya?" gumam Kamijou sebelum beralih ke Sozty.”H-hei, Gate of the Gods Come from the Heavens bermarkas di India, kan? Jalan mana yang kau lalui untuk mencapai Academy City!?”


"Kemungkinan terburuk. Aku baru saja berpikir tentang hal itu.”


"Bisakah kau lebih spesifik!?"


"Kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan bertemu di Tokyo. Aku bersama dengan kakakku. Kami bepergian dari India ke Rusia, terbang ke bandara Jerman, bepergian melalui jalur darat ke Prancis, melintas Inggris, terbang dari sana ke Amerika, dan akhirnya menuju ke Jepang melalui Australia. Sialan. Semua negara-negara yang pernah aku lalui ikut serta dalam Venus Probe Contest !!”


Wajah Sozty memucat sembari ia berbicara.


Perancis dan Inggris tidak memiliki fasilitas peluncuran, tetapi mereka bisa menggunakan pulau-pulau di Pasifik, dan juga mengirimkan satelit ke atmosfer dengan menggunakan roket dua-tingkat yang ditembakkan dari pesawat sipil yang terbang sangat tinggi. Kamijou pernah mendengar tentang proyek-proyek tersebut di berita dunia TV, karena negara itu telah memastikan untuk membuat pengumuman menyeluruh, agar tidak ada tuduhan mengenai peluncuran pesawat pembom yang terisi dengan rudal penjelajah.


Tentunya, mereka tidak bisa menyangkal kemungkinan bahwa dia telah menyabotase roket saat transit di tanah, seperti yang telah dia coba di kota ini.


"Tidak seorang pun tahu berapa banyak roket yang telah disabotase oleh kakakku. Karena itu melibatkan begitu banyak kelompok yang berbeda, tidak ada satu otoritas pun yang dapat menghentikan semua peluncuran! Venus Probe Contest sedang berlangsung. Tak seorang pun akan mendengarkan perintah yang memberitahu mereka untuk berhenti. Orang-orang yang tidak memahami situasi hanya akan melihatnya sebagai upaya campur tangan!!”


"Masalah sebenarnya adalah kekuatan destruktif dari Astra Brahma," kata Index sambil berpikir. "Itu adalah benda spiritual yang dinamai sesuai dengan senjata Dewa Brahma. Dan menurut Ureapaddy, benda itu memiliki akurasi yang sangat tinggi. Aku tidak tahu seberapa akurat benda itu dibuat berdasarkan legenda, tetapi jika mereka mencoba untuk mencocokkan dengan aslinya, mereka pasti mencoba untuk meningkatkan kekuatannya sampai ke batas optimum.”


"Artinya?"


"Sangat dimungkinkan, Astra Brahma milik Ureapaddy secara paksa diberikan kekuatan destruktif, sehingga layak disebut sebagai senjata paling ampuh dari Gate of the Gods Come from the Heavens. Tidak hanya memiliki akurasi yang sempurna, tetapi juga menciptakan ledakan luar biasa ketika mengenai targetnya. Menurut data terakhir, itu bisa menghancurkan segalanya dalam kawasan radius 50 m, tapi siapa yang tahu seberapa jauh kekuatannya telah ditingkatkan. Dan jika sesuatu seperti itu ditembakkan di Academy City ...”


Perasaan yang tidak menyenangkan meremas dada Kamijou.


Tujuan Ureapaddy masihlah belum diketahui, tetapi dari aksi yang dia lakukan sebelumnya, tampaknya ia tidak mungkin membiarkan kesempatan ini lewat begitu saja, setelah membuat semua persiapan yang begitu matang.


Dia pasti akan menembakkan senjata itu.


Kamijou tidak bisa membayangkan berapa banyak kerusakan yang akan disebabkan oleh panah dewa kehancuran.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sozty.”Kakakku sudah memiliki Astra Brahma. Dia dapat meledakkan roket dari jarak jauh untuk membuat tiga bintang jatuh sehingga syarat mantranya terpenuhi. Tak seorang pun tahu di mana roket-roket yang telah disabotase itu berada. Kalau hanya ini informasi yang kita dapat, tiba-tiba roket itu akan meluncur tanpa bisa kita cegah!!”


"Berpikir tentang roket yang telah disabotase adalah suatu hal yang percuma," jawab Kamijou. Dia dengan erat mengepalkan tangan kanannya yang bisa meniadakan sihir apapun.”Jadi satu-satunya pilihan kita adalah menghancurkan Astra Brahma milik Ureapaddy. Tidak ada cara lain untuk melindungi Academy City.”



Chapter 4[edit]

Part 1[edit]


Meskipun sangat antusias, Kamijou dan yang lainnya tidak bisa menemukan tanda-tanda kemunculan Ureapaddy, tak peduli seberapa lama mereka mencari di sekitar Academy City.


Dia sudah menghancurkan Gate of the Gods Come from the Heavens untuk menghilangkan petunjuk yang mengarah padanya. Sozty memiliki informasi yang paling akurat, tapi bahkan informasi dan pengalaman itu tidaklah berguna jika Ureapaddy melarikan diri atau bersembunyi dengan menggunakan metode yang berbeda.


Fajar mulai menyingsing.


Sembari ia menarik napas dalam-dalam, Stiyl mengatakan, "Cih. Kita kehilangan kesempatan. Ureapaddy sudah benar-benar bersembunyi dan sama sekali tidak menampakkan dirinya sedikit pun. Tidak ada lagi kesempatan berpapasan dengannya walaupun kita mencari secara acak.”


"Apakah kita benar-benar punya waktu untuk santai dan memikirkan rencana baru? Jika salah satu roket yang dia sabotase diledakkan di atas kepala kita, dia akan dapat menggunakan Astra Brahma.”


"Aku telah menerima kabar dari Academy City." Stiyl dengan ringan melambaikan ponselnya.”Kontainer roket yang Ureapaddy coba untuk sabotase lantas dia hancurkan kemarin, dijadwalkan akan diluncurkan pada 09:00, tiga hari dari sekarang. Kemungkinan, ketika dia menyabotase roket-roket dari luar kota, dia memilih roket yang akan meluncur pada tanggal sama, yaitu tiga hari setelah hari ini. Apakah kamu mengerti apa yang aku katakan?”


"Maksudmu Ureapaddy tidak dapat menggunakan Astra Brahma tanpa menunggu tiga hari dari sekarang?"


"Kamu benar-benar seorang pemikir brilian. Aku senang melihatmu dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang begitu ‘sulit’, bahkan anak kelas kedua ‘bisa’ menjawabnya, " kata Stiyl sembari mengejek.”Kalau begitu, pikirkan suatu rencana yang efektif untuk menyudutkan Ureapaddy. Itu akan lebih baik daripada membuang-buang waktu kita dengan berkeliaran secara acak. Kau harus mengambil kesempatan ini untuk beristirahat, sehingga otakmu yang tidak berguna itu tidak kecapekan dan mengantuk di saat dibutuhkan nanti.”


"Dan apa yang akan hendak kau lakukan?"


"Aku tidak ingin memberikan Ureapaddy kesempatan untuk memulihkan kekuatannya. Aku akan meninggalkan ‘tanda-tanda aktivitas’ di sekitar kota, yang hanya bisa dilihat oleh seorang penyihir. Jika berjalan dengan baik, dia pasti tidak akan sempat tidur. Sihir adalah pertempuran kecerdasan, sehingga faktor-faktor kecil bisa sangat berpengaruh pada hasil serangan akhir.”


"Aku paham. Terima kasih.”


"Jika kau memiliki waktu untuk meresponnya dengan caramu yang tidak berguna itu, maka pergilah ke suatu tempat di mana tidak terlihat oleh orang lain," kata Stiyl.”Dan juga, saat ini aku tidak memiliki akses pada peralatan untuk menyegel Sozty Exica. Berikan dia makanan dan tempat untuk tidur, sehingga kalian saling percaya satu sama lain, bagaimanapun juga kalian adalah tim untuk saat ini. Kau mungkin juga bisa mendapatkan beberapa informasi tentang Ureapaddy yang Sozty masih sembunyikan.”


Itu mungkin hanya "alasan resmi" yang Stiyl harus berikan sebagai wakil dari Gereja Anglikan. Kamijou mengatakan bahwa ia sanggup melakukannya, kemudian dia pun menghampiri Index dan Sozty.


Tidak mengherankan, Sozty menentang usulan untuk tidur di suatu tempat. Dia ingin mengejar kakaknya sesegera mungkin. Tetapi mereka tidak punya petunjuk yang jelas, dan mereka memiliki jeda tiga hari.


Apa yang akan menjadi cara paling efisien untuk memanfaatkan jeda tiga hari ini?


Setidaknya, jawabannya adalah tidak secara acak berlarian di sekitar kota berisikan 2,3 juta jiwa, sembari berharap "mungkin saja" berpapasan dengan seorang wanita tertentu.


"Tidak ada seorang pengejar pun dari Gate of the Gods Come from the Heavens, dan Ureapaddy Exica tidak memiliki alasan untuk keluar dari tempat persembunyiannya lantas memburu kita. Tapi Anti-Skill akan mengawasi asramaku setelah kita menyelinap keluar dari rumah sakit.” Kamijou terdengar sedikit kesal pada saat itu.”Nah, jika kita hanya perlu tidur, suatu toko yang buka 24 jam non-stop, pastilah cukup. Kita bisa menggunakan kafe manga, toko hamburger, atau restoran keluarga.”


"M-m-maksudmu, kita akan tinggal di suatu restoran selama 24 jam!? Touma, itu terdengar seperti surga bagiku! Mari kita pergi sekarang!!”


"Tapi, dalam kasus seperti ini, kau harus memastikan satu cangkir kopi bisa bertahan selama mungkin!! Jika kamu makan segala sesuatu yang kau lihat dengan matamu, biayanya akan melebihi penyewaan kamar pada suatu hotel!!”


Karena waktunya adalah pagi hari, mereka ingin menghindari restoran yang sibuk selama waktu sarapan. Jika restoran tersebut sangat sibuk, para pekerja akan mulai memelototi siapa saja yang tertidur di salah satu meja.


Dan karena insiden anak yang lari dari rumah adalah suatu hal cukup umum pada kota berisikan 80% pelajar, Anti-Skill memiliki petugas khusus untuk menangani hal semacam itu. Kamijou dan yang lainnya harus memastikan agar mereka tidak tertangkap oleh salah satu dari para petugas yang berpatroli.


Sozty mendesah.


"Aku tidak mengerti aturan lokal Academy City. Dapatkah aku hanya menyerahkan semuanya padamu? Menurutku, hampir setiap restoran 24 jam memiliki beberapa hidangan pagi yang istimewa.”


"Kita bisa menggunakannya untuk keuntungan kita," jawab Kamijou dengan simpel.”Tim Anti-Skill yang menangani anak kabur dari rumahnya akan menganggap bahwa mereka tidak akan menuju ke restoran yang sibuk dengan menu makan pagi. Tapi tidak setiap restoran memiliki bisnis yang begitu besar. Jika kita memilih restoran yang menyajikan hidangan makanan pagi, tapi tidak terlalu sibuk, maka kita bisa tinggal untuk jangka waktu yang panjang tanpa mendapat masalah, sedangkan Anti-Skill tidak akan menghampiri restoran tersebut untuk melakukan pemeriksaan.”



Part 2[edit]


Lokasi yang dipilih oleh Kamijou dan yang lainnya sebagai penginapan darurat adalah, restoran ramen 24 jam. Restoran itu memiliki jam tersibuk pada waktu siang hari dan larut malam, jadi tempat itu cukup kosong selama pagi hari. Kebanyakan orang mungkin beranggapan bahwa ramen adalah menu yang terlalu berminyak untuk dimakan pada pagi hari setelah bangun tidur.


Restoran itu hampir benar-benar kosong, tetapi mereka pasti telah merancang siklus keuntungan sedemikian rupa sehingga para pegawai bisa digaji dengan layak, dan tidak mengundurkan diri. Faktanya, mereka tampaknya merasa beruntung karena memiliki bisnis kecil tersebut.


"Setengah porsi nasi goreng."


"Edamame*."

[Edamame adalah kedelai Jepang.]

"Satu chashu* ukuran super ultra-deluxe yang mengingatkan pada gelembung-gelembung!!"

[Chasu adalah irisan lemak daging babi yang dipanggang atau direbus. https://sukacoretcoret.wordpress.com/2015/04/26/mengenal-macam-macam-ramen-dan-toppingnya/]

"Apakah kau adalah orang rakus yang sudah benar-benar lupa bahwa kita seharusnya menahan diri di sini!?” teriak Kamijou, tapi biarawati putih itu pura-pura tidak tahu.


Mereka berencana untuk tinggal dalam jangka waktu yang panjang, sehingga mereka tentu saja tidak bisa makan semua hidangan yang segera disajikan. Setelah dengan sengaja menyisakan setengah dari makanan mereka, Kamijou dan Sozty cepat meletakkan kepala mereka di atas meja. Hanya Index saja yang terus menghajar mangkuk besar seukuran piring yakiniku.


Dengan pipinya menempel meja, Sozty berbisik, "Ini adalah suatu kesalahan."


"Apa?"


"Meja ini benar-benar lengket. Itulah nasib setiap meja yang menyajikan makanan Cina, ini merupakan pilihan yang buruk sebagai bantal.”


"Jangan meremehkan anak-anak yang melarikan diri dari rumahnya. Apakah kau berharap memiliki selimut bagus dan bantal yang terbuat dari bahan empuk?”


Entah karena Jepang adalah negara yang aman, atau karena keinginan untuk memanfaatkan segala sesuatu secara efisien, orang-orang di negeri itu bisa tidur di kereta yang penuh sesak, atau di meja ruang kelas yang begitu kecil.


"Aku sih tidak masalah dengan ini, tapi lengket ini mengingatkanku pada sesuatu."


"?"


"Aku belum mandi sejak kemaren. Karena seseorang cenderung tidak peka terhadap aroma tubuhnya sendiri, maka aku bertanya padamu apakah bau tubuhku sudah mulai tidak sedap?”


Mata Kamijou tiba-tiba terbuka lebar.


"Kamu bodoh!! Jika kau pikir bisa mendapati adegan seperti di tempat pemandian umum, maka kau salah besar!!”


"…Apa?"


"Aku tidak akan tertipu dengan trik itu lagi! Apakah kau pikir aku senang ketika kepalaku digigit oleh biarawati pelahap itu setiap saat!?”


"Aku tidak yakin apa yang sedang kau katakan, tapi tenanglah. Kita mencoba untuk tetap tersembunyi.”


Dengan tanda tanya mengambang di atas kepalanya, Sozty mencoba untuk membuat Kamijou tetap tenang.


Dia kemudian menempatkan lengan atas ke arah hidungnya.


"Tapi, mungkin akan sulit untuk tetap tersembunyi jika aku mencium bau yang tak sedap. Hei, aku tidak bisa menilai aroma tubuhku sendiri, jadi tolong beritahu aku."


"Ehh?"


Sozty menyodorkan bagian atas tubuhnya ke arah wajah Kamijou.


... Dia berbau seperti gadis normal.


"... Aku tidak yakin apa yang harus dikatakan."


"Apa itu? Apakah seburuk itu?”


"Bukan itu maksudku ..."


"Jika kau ingin bilang sesuatu, ya katakan saja. Aku pun tidak bisa memutuskan apa yang akan aku lakukan selanjutnya.”


"... Touma?"


Index pasti sudah menangkap “aroma berbahaya” di udara, karena gigi taringnya mulai berkilauan.


Kamijou meletakkan kepalanya kembali di atas meja, untuk berusaha menipu Index. Namun tampaknya itu sia-sia.


Kamijou harus mengubah arah pembicaraan.


"Ngomong-ngomong, menurutmu apa yang Ureapaddy sedang lakukan?"


"Aku tidak tahu. Dia mungkin duduk-duduk di lantai atas suatu hotel resort, atau dia mungkin sedang berusaha keras untuk menyamar dengan menyembunyikan dirinya di dalam kotak kardus, di jalanan. Kakakku adalah seseorang yang menyimpang dari pola asosiasi kami, sehingga semua informasi yang kuketahui sekarang tidaklah akurat. Aku tidak punya cara untuk mengetahui apa yang mungkin dia sedang lakukan.”


"Tidak harus sesuatu yang spesifik. Pasti ada kondisi lain yang membuat Astra Brahma lebih mudah digunakan. Menurutmu, tempat apa yang mungkin digunakan oleh kakakmu untuk melepaskan mantra itu?”


"Seperti yang aku katakan: Aku tidak tahu. Entah kenapa, kami tidak memiliki cara untuk menghitung jangkauan atau kekuatan. Tapi itu bisa dilakukan dengan menggunakan bintang jatuh, jadi aku kira dia akan memilih tempat di mana bintang-bintang terlihat jelas.”


"Itu akan menjadikan Distrik 21 sebagai tempat yang mencurigakan, karena distrik itu khusus digunakan untuk fasilitas pengamatan astronomi.”


"Kita tidak akan memiliki begitu banyak masalah jika dia berada di suatu tempat yang begitu jelas."


Kamijou setuju dengan pendapat si gadis berambut perak.


Mereka tidak bisa menebak apa yang Ureapaddy pikirkan. Dia telah menyabotase beberapa roket di dalam, dan di luar Academy City. Roket-roket itu akan diledakkan secara bersamaan, sehingga membuat sejumlah besar bintang jatuh buatan. Ide keseluruhannya cukuplah mudah dimengerti, tetapi Kamijou memikirkan suatu hal lain.


Jika dia mampu mempersiapkan beberapa rencana cadangan tanpa harus memasuki Academy City, lantas mengapa ia merasa perlu untuk mencari roket yang ada di dalam kota?


Bukankah akan lebih aman bagi Ureapaddy untuk menyelinap ke Distrik 21 sejak awal, dan hanya menunggu waktu yang tepat untuk menggunakan Astra Brahma?


"Dia mungkin telah sengaja menyimpang dari rute termudah dan tercepat untuk membuat informasi yang aku miliki menjadi tidak berguna," kata Sozty sambil meletakkan kepalanya di atas meja.”Tapi itu berarti, dia meningkatkan resiko yang semakin membuat dirinya berada dalam keadaan tidak menguntungkan. Jika kita bisa secara efektif meningkatkan kecurigaan kakakku, dia mungkin akan memberi kita semacam petunjuk.”



Part 3[edit]

Kursi yang sempit, meja yang lengket, dan kebisingan dari penyajian makanan yang tak pernah berakhir, sehingga itu bukanlah lingkungan yang kondusif untuk tidur. Namun demikian, Kamijou dan yang lainnya tidur sampai ngorok sampai hari menjelang siang.


Itu berarti, si Kamijou Touma lagi-lagi bolos sekolah, tapi ia tidak khawatir tentang situasi itu.


"Aku masih belum mendapat informasi mengenai Ureapaddy," kata Stiyl melalui ponsel prabayar. "Karena serangan pada kendaraan pemandu satelit, dia secara resmi diperlakukan sebagai saksi penting oleh Academy City. Dia mungkin telah menggunakan semacam mantra untuk menghindari pemeriksaan Anti-Skill. Jika aku dapat menemukan jejak itu, aku mungkin dapat menemukannya.”


"Dimengerti. Lantas apa yang harus kita lakukan?"


"Tidak ada. Tanya saja Sozty tentang kemungkinan tempat untuk menggunakan Astra Brahma, dan pergi berkeliling bersama-sama.”


"Tidakkah itu berarti bahwa kami hanya memeriksa tempat yang kemungkinan besar akan dihindari oleh Ureapaddy?”


"Itu tidak masalah. Kita hanya perlu memberikan kesan, bahwa kita sedang melacaknya sedikit demi sedikit. Informasi Sozty dan pengetahuan luas Index, harusnya sudah memberikan tekanan mental pada Ureapaddy. Walaupun kita tidak pernah menemukan jawaban yang tepat, dia mungkin membuat kesalahan jika dia berpikir bahwa kita tidak mendapatkan apa-apa.”


"Jadi tidak peduli apa yang kita lakukan, kita masih harus menunggunya untuk membuat suatu gerakan?"


"Kelihatannya seperti itu. Tapi ini akan ditentukan oleh seberapa banyak kita dapat membatasi kebebasan dan pilihan Ureapaddy selama tiga hari ke depan. Walaupun itu hanyalah gertak sambal, kita harus menutup 'jalur besar' sesegera mungkin. Dengan cara itu, jika Ureapaddy merasa bahwa dia telah mencapai jalan buntu, dia akan dipaksa untuk mengambil beberapa tindakan ‘berani’. Ketika dia melakukan itu, suatu petunjuk penting pasti akan muncul dengan sendirinya.”


Jika mereka tidak bisa melakukan suatu hal pun, kecuali menunggu pergerakan Ureapaddy, maka situasi ini tidak akan berkembang. Kemungkinan besar, mereka hanya akan terjebak dalam ketidakpastian ini selama tiga hari ke depan.


Dan Ureapaddy tentu saja tidak ingin ditemukan. Ini bukanlah kegiatan pramuka di mana satu regu berusaha mencari regu lain pada suatu bumi perkemahan, jadi dia tidak akan meninggalkan jejak di belakang secara jelas, atau petunjuk berupa catatan berisikan teka-teki yang harus dipecahkan untuk menemukan tempat persembunyiannya.


"Jadi, kita hanya bisa berharap bahwa musuh kita akan terpojok dan frustasi."


"Tepat."


Panggilan dengan Stiyl berakhir.


Kamijou dan yang lainnya meninggalkan restoran ramen yang mereka telah gunakan sebagai tempat penginapan sesaat, dan siap untuk mengikuti instruksi Stiyl. Sozty tampak kesal karena tidak ada rencana serangan secara langsung, namun dia juga tidak punya cara alternatif lain untuk melakukan serangan.


Dia mengatakan, "Seperti yang aku katakan sebelum tidur siang tadi, dia mungkin akan memprioritaskan area di mana dia bisa menyaksikan bintang-bintang secara jelas, karena mantranya memanfaatkan bintang jatuh. Akan lebih baik jika kita pergi ke tempat-tempat seperti itu, dan memasang benda spiritual pengawasan di sana.”


Index berbicara dari samping.


"Touma, kita harus fokus pada pengaturan sejumlah besar benda spiritual. Bukannya berharap untuk benar-benar menangkap Ureapaddy dengan menggunakan benda spiritual, kita bisa membuatnya khawatir dengan mengatur benda spiritual berlevel rendah.”


"...? Tapi Index, benda-benda spiritual pengawasan ini ... fungsinya seperti kamera, kan? Bukankah akan lebih baik jika kita menemukan Ureapaddy dengan memanfaatkan ‘kamera-kamera’ itu?”


Index mendesah mendengar pertanyaan Kamijou itu.


"Jika kita habis-habisan dalam pembuatan benda spiritual, kita hanya dapat membuatnya begitu banyak. Dan jika Ureapaddy tahu kita semakin serius, dia akan menyadari bahwa hanya inilah yang sanggup kita lakukan. Tetapi jika kita buat benda spiritual yang sangat sederhana...”


"Jika kita buat benda spiritual yang sangat sederhana, kita tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk membuatnya, dan kakakku pun akan kesulitan menganalisis kekuatan kita yang sebenarnya jika dia menemukan salah satu dari benda-benda spiritual buatan kita itu. Yang akan kita lakukan adalah, kita dengan sengaja membuat benda spiritual sederhana sehingga dia menemukannya, dan ketika itu terjadi, kita pasti tahu arah mana yang sedang dia tuju.”


"Aku paham," kata Kamijou dengan anggukan.


Tujuan mereka adalah untuk membuat Ureapaddy menjadi khawatir. Untuk mewujudkan itu, mereka mengusahakan cara yang sedikit “bertele-tele”, itu lebih baik daripada mencari Ureapaddy secara langsung dan terang-terangan.


"Yah, aku kira, tempat yang jelas untuk memulai pencarian kita adalah Distrik 21. Itu adalah area seperti pegunungan yang sering digunakan untuk fasilitas pengamatan astronomi.”


Kamijou memikirkan tentang bus dan peta rute kereta untuk memandu Index dan Sozty.


Tapi kemudian…


"...?"


Suatu suara yang menyakitkan, menggelitik di gendang telinga Kamijou.


Kedengarannya seperti listrik statis televisi.


Kamijou melihat sekeliling dengan bingung. Kemudian ia melihat itu. Itu adalah layar besar di dinding sisi suatu department store. Layar itu menampilkan peringkat penjualan lagu baru, tapi kemudian menghitam setelah memancarkan listrik statis.


"Apa?"


Tidak berakhir di sana, layar yang biasa menampilkan tujuan bus di dekatnya berubah menjadi kacau, lampu lalu lintas mulai berkedip secara tidak wajar, dan memancarkan lebih dari satu warna, ponsel di saku Kamijou mulai membunyikan nada elektronik sangat berbeda dari ringtone yang sudah diatur sebelumnya.


"Wah, wah! Touma, segala sesuatu di sekitar sini menjadi gila!”


"Layar balon udara zappelin juga kacau. Tampaknya kekacauan ini semakin menyebar.”


Index dan Sozty tampak benar-benar dikejutkan oleh situasi ini.


Untuk sesaat, Kamijou semakin meningkatkan kewaspadaan karena ia ingat bahwa Agni’s Festival Fire dapat memanggang manusia dengan memperkuat output dari gelombang elektromagnetik, tapi situasi sekarang tidaklah separah itu. Semua perangkat elektronik dan perangkat lain yang menggunakan sinyal elektromagnetik mulai rusak, tapi hanya itu yang terjadi.


Dia tidak tahu apa yang menyebabkan itu, tapi Kamijou menarik ponsel dari sakunya.


Ponsel itu masih membunyikan nada elektronik konyol seperti ketika seseorang secara acak menekan tombol keyboard, tapi sepertinya ia menerima telepon dari seseorang. Kamijou hanya bisa bilang bahwa "seseorang" sedang meneleponnya, karena layar itu menampilkan teks yang berantakan, dan tidak dapat dibaca.


Di antara semua keanehan yang terjadi, ini adalah satu-satunya hal yang kelompok Kamijou bisa tanggapi.


Biasanya, menjawab panggilan dari orang yang tidak dikenal, menghadirkan berbagai risiko seperti penipuan telepon. Namun, situasi saat ini memiliki resiko lebih besar daripada penipuan konyol tersebut. Kamijou menekan tombol "menerima panggilan" dengan ibu jari untuk sedikit meredakan “tekanan” yang diterima batinnya karena kekacauan di sekeliling area terus berlanjut.


Dia kemudian mendengar suara orang yang tak terduga.


"... Ksshh ... Kuroko, ada ... nada statis, tetapi dapatkah ... mendengar aku? ... Aku tidak tahu ... berapa lama ... panggilan telepon ... berlangsung, jadi ... dengarkan. Aku ... tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaan ...”


"Misaka?" gumam Kamijou dengan syok, tapi sepertinya suaranya tidak didengar oleh Mikoto.


Bahkan, ia meragukan bahwa panggilan telepon ini untuknya.


Kamijou cukup yakin Mikoto tidak tahu nomor teleponnya.


(Apakah beberapa sambungan telepom ikut kacau karena suatu hal sehingga menyebabkan nada statis aneh ini?)


Tampaknya Misaka Mikoto tidak menyadari hal ini.


Dia terus berbicara.


"Kuroko, kalian semua mungkin ... menyadari ... tapi lembaga koperasi ... Australia ... menembakkan peluru balistik ... menggunakan mass driver*. Itu berada ... luar atmosfer dan ... jatuh lurus ke bawah, menuju Academy City. Tampaknya ... kota berencana untuk ... alat yang disebut Debris Storm ...”

[Baca NT 13.]

"Apa…?"


Beberapa hal aneh tercampur dengan suara statis listrik yang berasal dari telepon. Namun Kamijou yakin bahwa telah disebutkan kata "Debris Storm".


"Perangkat itu memanipulasi aliran angin surya untuk ... semua puing-puing ruang angkasa di sekitar ... planet. Jika ... berhasil, puluhan ... ribuan puing-puing ... pada beberapa kilometer per detik. Sesuatu seperti badai pasir ... akan terbang di sekitar di ruang angkasa untuk ... benda mencurigakan. Apakah ... UFO atau rudal balistik ... ditembak jatuh dengan akurasi yang sempurna. Ini seperti suatu ... jaringan pertahanan rudal pada ... skala dunia ...”


Suatu perangkat yang memanipulasi puluhan ribu puing-puing mengambang di sekitar orbit planet.


Perangkat yang bisa merubah setiap serpihan menjadi bintang jatuh, dan jika itu digunakan dengan benar.


"Gawat! Kau pasti sedang bercanda!!”


"Tapi ... itu hanya ... tahap prototipe. Semua ... interferensi elektromagnetik kemungkinan ... efek samping dari tabrakan antara ... angin dan puing-puing tidak berkembang sesuai ... diharapkan. Jadi Kuroko ... tidak ada jaminan bahwa Debris Storm akan ... dengan benar. Kita harus…"


Nada statis semakin intens. Tidak peduli betapa keras Kamijou berteriak, Mikoto tidak merespon. Sampai akhirnya, sambungan telepon benar-benar berakhir. Bahkan ketika ia mencoba untuk memanggil ulang, dia tidak menerima pesan penjawab otomatis.


"Ada apa?" tanya Sozty, tapi Kamijou tidak menanggapi sedikit pun.


Jika informasi itu benar, maka asumsi mereka telah hancur sampai ke akarnya.


Dengan kata lain…


"Mungkin tidak akan pernah ada batas waktu tiga hari ..."


"Apa maksudmu, Touma?"


"Kita berasumsi bahwa Ureapaddy berencana membuat tiruan bintang jatuh dengan meledakkan roket yang telah disabotase ketika sudah diluncurkan. Tapi dia tidak pernah melakukan itu. Sudah ada puluhan ribu potongan-potongan sampah kosmik disebut puing-puing ruang angkasa yang mengambang di sekitar planet ini. Dan jika Academy City memiliki teknologi yang dapat memanipulasi itu semua ...”


Mulanya, serangan Ureapaddy pada kendaraan pemandu satelit Academy City tampak tidak masuk akal. Jika dia sudah menyabotase beberapa roket di luar kota, mengapa dia mengambil risiko besar untuk menyabotase roket yang berada di Distrik 23?


Tapi situasi berubah jika ia tidak pernah membutuhkan roket-roket itu sejak awal. Jika dia tidak memerlukan roket itu sendiri, mengapa Ureapaddy menyerang kendaraan pemandu satelit?


"Peralatan dan fasilitas yang berkaitan dengan ruang angkasa terkonsentrasi di Distrik 23. Debris Storm yang dapat memanipulasi puing-puing ruang angkasa sepertinya juga terletak di sana. Harusnya, dia tidak akan bisa dengan mudah menyusup ke Distrik itu. Tetapi komputer pengendali ketinggian untuk kontainer di bagian atas roket secara langsung terkait dengan sistem kontrol di Distrik 23. Jika dia bisa menggunakannya untuk mengendalikan peralatan Debris Storm ...”


"Akankah kakakku mampu menciptakan puluhan ribu bintang jatuh sesuai dengan keinginannya?”gumam Sozty dengan syok.


Puluhan ribu puing-puing ruang angkasa.


Dengan itu, skalanya akan menyebar di luar langit Academy City.


Hal terbaik adalah menganggap bahwa langit di atas setiap bagian dari planet ini akan diisi dengan bintang jatuh.



Part 4[edit]


Kamijou tidak tahu kenapa, tapi gangguan elektromagnetik yang disebabkan oleh Debris Storm akan meningkat dan menurun seiring berjalannya waktu. Pada suatu jeda waktu yang relatif tenang, Stiyl menelepon ponsel prabayarnya.


Dia tampaknya ingin mendengarkan pendapat Kamijou sebagai orang yang berasal dari sisi ilmu pengetahuan tentang gangguan tersebut, tapi nada bicara Stiyl berubah menjadi galau ketika mendengar keterangan dari Kamijou.


"... buruk sekali."


"Tapi Debris Storm adalah sistem Academy City. Dan itu masihlah dalam tahap prototipe. Aku meragukan ada seseorang dari luar kota yang memiliki keterampilan pengolahan data cukup baik untuk mengontrol perangkat itu.”


"Rinciannya tidak diketahui, tetapi akan lebih baik untuk tidak bergantung pada alat itu. Ureapaddy pastinya akan menyadari tingkat kesulitan pengendalian alat tersebut ketika dia menyusun rencananya. Pihak Academy City juga masih belum memberikan keterangan apapun padaku mengenai Debris Storm ini. Mengapa kau berpikir seperti itu?”


"Mengapa?" Kamijou berpikir sejenak.”Mereka mungkin tidak berpikir bahwa alat itu memiliki hubungan dengan permasalahan yang tengah kita hadapi. Atau mungkin, nilai informasi itu terlalu berharga untuk diberitahu padamu. Atau ...”


"Atau situasinya terlalu berbahaya, dan mereka tidak mau bertanggung jawab dengan menjelaskannya," sembur Stiyl.”Teknologi yang dapat dengan bebas memanipulasi puluhan ribu serpihan antariksa akan mampu menembak jatuh rudal, roket, satelit, stasiun ruang angkasa milik setiap negara dan organisasi di planet ini. Dan tidaklah masalah jika peralatan penghancur itu digunakan untuk tujuan militer atau perdamaian. Mengungkapkan adanya alat seperti itu akan mengundang suatu resiko berbahaya, sehingga bahaya yang lebih besar akan muncul ketika dunia tahu bahwa ada seorang wanita berasal dari asosiasi tertentu yang sanggup mengendalikannya. Jika memang itu yang ditakutkan oleh pihak Academy City ...”


"Lantas, pihak Academy City takut bahwa Ureapaddy akan mengambil kendali sistem tersebut...?"


"Seperti yang kau katakan, tak ada seseorang pun yang berasal dari luar Academy City memiliki keterampilan untuk menerobos sistem keamanan Debris Storm. Sehingga timbul kemungkinan bahwa Ureapaddy bekerja sama dengan seseorang dari dalam kotamu.” Stiyl membuat suasananya menjadi hening seketika.”Yang perlu menjadi perhatian kita adalah, keuntungan yang Ureapaddy bisa dapatkan, yaitu mengaktifkan Astra Brahma dengan memanfaatkan bintang jatuh tak terhitung jumlahnya dari Debris Storm. Sudahkah kau mendapatkan informasi lain dari Sozty?”


Kamijou memindahkan ponsel prabayar jauh dari mulutnya dan memandang ke arah Sozty. Dia berpikir sebentar setelah mengajukan suatu pertanyaan.


"Yah ... Jika bintang jatuh mengisi langit di seluruh dunia, sepertinya dia bisa menetapkan target serangannya ke koordinat mana saja di belahan dunia lain. Dengan kata lain, orang atau apapun yang menjadi target bidikan kakakku akan menemui ajalnya segera setelah ia menembakkan panah itu, tidak peduli di mana dia berada pada planet ini. Dan juga," tambah Sozty.”Tentu, asosiasi rahasia kami pernah melakukan percobaan dan tes untuk memperkuat kekuatan Astra Brahma. Namun, aku tidak pernah mendengar apa-apa tentang eksperimen yang berhubungan dengan sejumlah bintang jatuh. Ini juga tampaknya aneh, mengingat pembangunan mantra dari Astral tersebut.”


"Kau mengatakan bintang jatuh diperlukan untuk membidik dengan tepat, kan? Jadi, itu dapat meningkatkan akurasinya?”


"Sejak awal, panah itu tidak akan luput dari targetnya, jadi seharusnya dia tak perlu meningkatkan akurasinya. Aku hanya bisa memikirkan satu manfaat yang bisa dia peroleh dengan mengubah cara membidik mantra itu.” ekspresi Sozty menjadi suram.”Membidik sembari melepaskan beberapa tembakan simultan. Menaikkan jumlah tembakan panah yang bisa dilepaskan secara bersamaan. Astra Brahma bisa ditembakkan ketika tiga bintang jatuh sekaligus ada di langit. Membagi 'puluhan ribu' dengan angka tiga, kita dapat menghitung berapa kali panah tersebut bisa ditembakkan, dan itu tentu saja adalah standar baru. Namun, ada juga yang bilang bahwa satu kali tembakan panah bisa dilepaskan jika ada tiga bintang jatuh di langit yang membentuk segitiga. Nah, jika langit dipenuhi dengan bintang jatuh, bisakah kau menghitung jumlah segitiga yang terbentuk di langit? Aku yakin jumlahnya berkali-kali lipat lebih banyak daripada ‘puluhan ribu’ dibagi tiga.”


Ureapaddy memiliki panah yang tidak akan pernah luput ketika dilepaskan.


Dia bisa menembaknya ke lokasi mana saja, di dunia ini.


Dan dia bisa menembakkan puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu anak panah secara bersamaan.


Tak peduli apakah seseorang bersembunyi di bawah tanah, atau terbang melintasi langit dengan pesawat terbang, serangan itu akan menembus semua rintangan yang menghalangi, lantas menghancurkan segala sesuatu dalam radius 50 meter di sekitar target.


"Ini melampaui Academy City," kata Stiyl.”Dia dapat menargetkan para pemimpin setiap lembaga koperasi di seluruh dunia, dan masih banyak tembakan tersisa yang bisa dia lepaskan. Dia bisa dengan mudah membantai seluruh pemimpin sisi ilmu pengetahuan.”


Terbunuhnya para pemimpin dunia akan menjadi masalah besar, tapi sistem aktual masyarakat masih bisa pulih bahkan setelah itu terjadi.


Tapi bagaimana jika mereka semua tewas sekaligus?


Semua pihak yang dimaksudkan untuk membantu pemulihan kondisi masyarakat akan lenyap. Infrastruktur air dan listrik, penegakan hukum, dan segala hal lain yang mendukung masyarakat akan terhenti. Kerusakan akan melampaui argumen politik di TV; itu akan dengan cepat meledak dalam bentuk kejahatan dan kerusuhan. Jika itu terjadi, tidak mungkin memprediksi seberapa jauh kerusakan akan menyebar di seluruh dunia.


Beberapa orang akan melampiaskan bentuk ketidakpuasan dan kekesalan mereka, beberapa orang akan memperebutkan posisi untuk berdiri di puncak organisasi-organisasi dan sistem, beberapa orang akan mencoba untuk melindungi orang lain dari para perusuh, beberapa orang akan menjarah, beberapa orang akan mencoba untuk mengembalikan kekuatan militer dan polisi pada posisi tertinggi, dan akhirnya beberapa orang akan saling tembak karena kerusuhan dan ketidakpastian yang tidak kunjung usai.


Tembakan panah mematikan itu akan memulai reaksi berantai yang bisa menumpahkan darah lebih banyak daripada jika Astra Brahma milik Ureapaddy digunakan secara langsung untuk membunuh orang lain.


"Kami tak mungkin mengetahui kapan Ureapaddy akan menggunakan Debris Storm untuk menciptakan bintang jatuh. Jika info yang kita tahu hanya sebatas ini, mungkin saja dia memulainya sekarang juga.”


"Tidak, tunggu," kata Sozty tiba-tiba. ”Jika kakakku sedang mencoba menggunakan Debris Storm untuk menembakkan sejumlah besar anak panah sekaligus, bagaimana bisa dia mendapatkan kekuatan sihir yang cukup untuk melakukan itu?"


"... tolong jelaskan lebih simpel daripada itu."


"Bintang-bintang jatuh itu akan muncul nan-jauh di atas kepala kita. Aku tidak tahu persis seberapa tinggi letaknya, tapi dia tidak bisa menggunakan Ley Lines atau sejenisnya untuk mentransfer kehendaknya pada tempat setinggi itu. Jika dia hanya mengirim tenaga sihirnya ke udara begitu saja, tenaga tersebut akan semakin menipis seiring dengan letak yang semakin tinggi. Walaupun dia berhasil menembakkan satu atau dua panah dengan cara seperti itu, melepaskan puluhan ribu atau ratusan ribu tembakan sejenis dengan cara yang sama adalah pekerjaan mustahil. Dia akan memerlukan beberapa jenis bahan ‘konduktif’ untuk mencegah pelemahan, tapi aku tidak bisa membayangkan ada suatu benda konduktif yang menjulang tinggi dari bumi menuju ke langit.”


Stiyl pasti bisa mendengar pernyataan yang diucapkan oleh si gadis berambut perak, karena Kamijou mendengar dia sedang mendesah.


"…Ada satu benda seperti itu di kota ini."


"Apa?"


"Pengemudi kendaraan pengantar satelit itu selamat. Aku berbicara dengan dia, sembari diam-diam mengangkutnya ke rumah sakit. Aku tidak mendapatkan petunjuk tentang lokasi atau tujuan Ureapaddy, tapi aku mendengar sesuatu yang sangat menarik.”


"Dan hal apakah itu?"


"Suatu proyek elevator ruang angkasa."


Napas Kamijou tercekat di tenggorokannya ketika ia mendengar jawaban yang hampir seperti lelucon itu.


Stiyl terus berbicara.


"Si sopir mengeluh bahwa ia tidak akan terlibat dalam pekerjaan berbahaya dan merepotkan itu, andaikan saja elevator ruang angkasa selesai dibangun. Asal kau tahu saja, ceritanya cukup bisa dipercaya. Sebagai penduduk Academy City, aku yakin bahwa kau tahu tentang Venus Probe Contest.”


"Y-ya. Sekitar 400 kelompok ambil bagian pada kontes tersebut.”


"Tampaknya kontes skala besar itu hanyalah kamuflase untuk mengangkut sejumlah besar bahan ke ruang angkasa. Bahan-bahan itu diperlukan untuk membangun pelabuhan antariksa di atas elevator ruang angkasa.”


Mereka tentu punya alasan untuk melaksanakan proyek itu secara rahasia.


Negara di seluruh dunia menghabiskan sejumlah besar uang untuk membiayai proyek teknologi roket. Untuk alasan itu, jumlah roket yang diluncurkan terbatas. Namun, suatu elevator ruang angkasa yang bisa mengangkut sejumlah barang ke luar atmosfer bumi hanya dengan menekan suatu tombol, akan memutar balikkan metode yang selama ini diupayakan oleh dunia.


Dan teknologi itu juga dapat digunakan untuk tujuan militer.


Apa yang akan terjadi jika sejumlah besar bahan peledak diangkut ke ruang angkasa dengan lift tersebut, lantas dibuang pada orbit? Setiap lokasi di bumi bisa dibom dengan begitu mudah, layaknya melemparkan kaleng minuman kosong.


Lift yang bisa dengan mudah mengangkut sejumlah besar bahan peledak ke orbit, akan memungkinkan peletakan rentetan barrage* yang padat, atau “ladang” ranjau yang bertujuan untuk mencegat rudal milik negara musuh. Ini mungkin tidak cukup untuk ide pencegahan nuklir, tetapi setidaknya akan sangat mengubah “keseimbangan kekuatan” antar bangsa.

[Barrage adalah suatu metode untuk mencegat serangan udara, yang juga menggunakan bahan peledak. Mekanismenya adalah, beberapa altileri dikirimkan ke angkasa saat serangan udara terjadi. Kemudian, mereka akan saling tabrak di udara, meledak, dan permukaan daratan pun selamat dari hujaman serangan udara.]

"Ini bukan hanya masalah bagi sisi ilmu pengetahuan," kata Stiyl.”Situasi ini juga bisa mempengaruhi keseimbangan antara sisi sihir dan ilmu pengetahuan. Banyak mantra yang kita gunakan memiliki fokus kuat pada pengaturan dan kekuatan bintang. Kami tidak pernah ingin langit malam terisi dengan satelit dan puing-puing kosmik. ... Dan lift ini seakan-akan adalah suatu cerobong asap raksasa yang memuntahkan segala jenis material pengganggu dan polusi ke angkasa. Mengingat pemberitahuan sebelumnya, kita akan mencoba untuk menghancurkan benda itu secara diplomatis.”


Saat ia mendengarkannya dari samping, Sozty menghela napas dan berkata, "Dan juga, Ley Lines sangat dipengaruhi oleh tatanan pemandangan alam. Bahkan di negeri ini, sudah banyak diketahui bahwa Kyoto awalnya dirancang dengan mematuhi prinsip-prinsip Feng Shui. Suatu struktur yang besar berada pada tingkat mitologis. Tidak peduli apakah itu diciptakan dengan pengetahuan magis ataukah tidak, itu akan sangat mengubah aliran kekuatan sihir.”


Karena mereka tahu semua hal ini, mereka pun hanya bisa diam.


Mereka tidak mengatakan apa-apa, sampai terlalu terlambat untuk menghentikan pembangunannya.


"Gate of the Gods Come from the Heavens menganggap Distrik 23 sebagai puncak prioritas sasaran, kan? Namun, Distrik itu tidak begitu terkait dengan alasan mereka melakukan serangan. Apakah mereka sudah tahu tentang proyek pembangunan elevator ruang angkasa?”


"Mungkin. Mengingat nama asosiasi sihir rahasia tersebut, mereka mungkin melihat masalah astronomi sebagai suatu hal yang penting. Sebenarnya ini tidaklah penting lagi, karena mereka telah dikalahkan.” Stiyl dengan cepat mengubah topik pembicaraan ke masalah aktual yang mereka hadapi saat ini.”Bagaimanapun juga, kita tahu bahwa Ureapaddy bisa menembakkan puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu panah Astra Brahma secara bersamaan, ketika dia menciptakan sejumlah besar bintang jatuh dengan memanfaatkan Debris Storm. Dia juga perlu menggunakan poros elevator ruang angkasa untuk dengan efisien mengirimkan kekuatan sihirnya ke ruang angkasa secara konduksi. Waktunya tergantung pada program yang Ureapaddy telah tetapkan, dan mungkin saja dia sudah menetapkan itu semua.”


"Tapi jika Ureapaddy menggunakan poros elevator ruang angkasa, dia harus berada di landasan yang terletak di dasar lift.”


"Apakah kau tahu di mana tempat itu berada?"


"Kali ini, semuanya sudah jelas, itu adalah Distrik 23," kata Kamijou dengan yakin.”Dia mungkin tidak bisa masuk secara normal, tapi gangguan elektromagnetik ini akan berdampak pada sistem pertahanan. Dia mustinya bisa masuk dengan bebas sekarang.”



Chapter 5[edit]

Part 1[edit]


Mereka tidak punya waktu.


Kamijou dan yang lainnya menuju ke suatu mal penuh dengan restoran yang sering dikunjungi oleh pengemudi truk. Tentu saja mereka tidak berencana untuk makan apa-apa. Mereka malah mencari truk yang hendak menuju ke Distrik 23 dari semua truk yang terparkir di sana.


"Kendaraan pemandu satelit memiliki stiker yang menunjukkan bahwa mereka telah mendapat izin khusus. Ini dia."


Kamijou dan yang lainnya membuka pintu kontainer di belakang, dan bersembunyi di dalamnya. Bus dan kereta Academy City berhenti berjalan setelah jam malam, sehingga mereka harus menggunakan sedikit kecerdikan untuk bergegas ke lokasi jauh.


Setelah menyelesaikan makannya, pengemudi melajukan kendaraan pergi tanpa menyadari ada penumpang gelap di kontainernya.


Stiyl berbicara di dalam kontainer.


"Kita akan menggunakan truk ini untuk berangkat ke Distrik 18 yang bersebelahan dengan Distrik 23. Setelah itu, kita harus menyusup masuk. Satu-satunya harapan adalah dengan memanjat pagar dan masuk secara paksa.”


"Sistem keamanan sedang berantakan berkat kekacauan yang disebabkan oleh gangguan gelombang elektromagnetik, sehingga seharusnya kita mendapatkan kemudahan.”


"Satu-satunya masalah tersisa adalah kakakku," tambah Sozty sambil bersandar di pintu kontainer.”Bahkan di dalam asosiasi kami, proyek yang melibatkan kakakku adalah proyek spesial. Seluruh tubuhnya benar-benar dirombak ulang untuk memenuhi persyaratan penggunaan Astra Brahma. Aku tidak paham tentang kapabilitas yang mungkin dia miliki saat ini.”


Index memiringkan kepalanya karena bingung, dan bertanya, "Kau sudah menyebutkan itu tadi, tapi bukankah itu berarti dia telah dikhususkan untuk menggunakan Astra Brahma, sehingga dia tidak dapat menggunakan mantra lain?”


"Tidak juga. Ketika aku bekerja bersama kakakku pada suatu misi di masa lalu, aku melihatnya menggunakan Astra lainnya. Dengan kata lain, dia bisa menggunakan mantra serangan lain. Karena percobaan itu gagal, ia beralih ke penggunaan Astra yang terkait dengan Dewa Shiwa. Tetapi itu tidak semurni Astra Brahma. Astra Shiwa berada pada level yang juga bisa aku gunakan.”Sozty menundukkan kepalanya ke bawah, sekan-akan mencoba untuk mengingat sesuatu.”Trishula, Gandiva ... Itu semua terkait dengan Shiwa, yaitu si dewa kehancuran. Jika kita mempertimbangkan Astra Brahma sebagai kasus khusus, itu mungkin menjadi suatu hukum yang mengatur senjata yang biasa dia gunakan.”


"Tapi kita tidak bisa melupakan bahwa Ureapaddy telah sengaja mengatur apa yang dia ungkapkan kepadamu untuk menipumu. Dia mungkin telah sengaja mempersempit informasi yang dia berikan kepadamu, sehingga kau menganalisis dengan cara yang salah.”


"Tepat sekali. Kita perlu berasumsi bahwa ada kesempatan yang datang secara tiba-tiba, shingga dia bisa menggunakan Astra Wisnu, Brahma, atau dewa-dewa lainnya. Dengan kata lain, tidak ada gunanya untuk berpikir tentang hal itu. Kita bisa jatuh ke dalam perangkap miliknya.”


Apapun itu, seorang amatir seperti Kamijou tidak bisa memperhitungkan struktur sihir yang tepat. Dia juga tak tahu cara menetralisir atau melawannya, sehingga ia memutuskan untuk tetap berpikiran positif. Dia harus waspada terhadap serangan dari segala arah, dan mencegat itu dengan tangan kanannya. Dengan kata lain, seorang amatiran seperti Kamijou hanya perlu menonton dan menangkis semuanya dengan Imagine Breaker miliknya. Itu saja. Seperti biasanya.


Stiyl mengerutkan kening sedikit dan berkata, "Karena Ureapaddy sedang mencoba untuk menggunakan Debris Storm untuk menutupi dunia dengan puluhan ribu bintang jatuh, targetnya kemungkinan lebih dari sekedar Academy City. Dan tidak ada yang tahu kapan serangan itu akan terjadi. Dalam hal ini, kecepatan adalah hal yang paling penting. Perpustakaan grimoire dapat tetap diandalkan sebagai cadangan, tapi Kamijou Touma, Sozty, dan aku harus bersiap untuk menerima beberapa luka.”


"Aku mengerti," kata Sozty dengan gigi terkatup.”Dia membenarkan hal-hal itu dengan beberapa harapan konyol, tapi kakakku mempertaruhkan semua yang dipunyai dalam hidupnya untuk rencana hari ini. Jika dia sudah mempersiapkan segalanya dengan matang, maka aku pun juga harus bersiap untuk celaka dan terluka.”


"Tapi ini jauh lebih parah daripada hanya sekedar terluka," kata Kamijou seolah memotong perkataan si gadis berambut perak. Ia melanjutkan omongannya ketika perhatian semua orang terfokus pada dirinya.”Aku tidak akan membiarkan siapa pun mati. Bukan kita, bukan Ureapaddy, dan bukan orang-orang yang ditargetkan oleh Astra Brahma.”


Stiyl mendecakkan lidahnya.


Saat itulah, truk yang mereka tumpangi pada akhirnya berhenti. Alasannya bukan karena hambatan dari lampu lalu lintas; melainkan mesinnya sudah dimatikan oleh si sopir itu sendiri. Mereka menganggap bahwa mereka telah mencapai tujuan, yaitu Distrik 23.


Dan mereka tidak salah.


Namun, ketika Kamijou dengan hati-hati membuka pintu kontainer untuk mengintip luar, ia mendapati suatu tempat parkir raksasa diterangi oleh lampu besar yang biasanya ditemukan di lapangan bisbol.


Dan ...


"Apa?"


Suara hentakan yang bising menyiksa gendang telinganya.


Itu datang dari derap langkah sekelompok besar Anti-Skill. Mereka dipersenjatai lengkap, dan bahkan memegang senjata di tangan mereka dengan siap. Kamijou awalnya beranggapan bahwa mereka terlibat pada suatu insiden, tapi dia salah. Begitu tatapan matanya berhadapan dengan orang-orang dari Anti-Skill itu, semua senjata diacungkan padanya.


"Sial!!"


Dia dengan panik melarikan masuk kembali ke dalam kontainer, ketika beberapa tembakan meledak di udara. Bunga api oranye terbang dari pintu besi.


"Apa yang sedang terjadi!?"


"Kita mencoba menggunakan kebingungan ini untuk menyelinap ke Distrik 23. Apakah mengherankan jika mereka memperlakukan kita sebagai orang-orang berbahaya?” jawab Sozty dengan kesal.


Tapi Stiyl mulai protes.”Tapi bagaimana mereka mendapatkan informasi ini? Sozty, perpustakaan grimoire, dan aku bisa dibilang penyihir profesional. Aku ragu para penegak hukum biasa bisa mendeteksi aksi kita.”


"Kalau begitu ada apa ini?"


"Untuk membantu mengurangi ‘gesekan’ antara sisi sihir dan sisi ilmu pengetahuan, aku memberikan laporan tentang aksiku secara berkala. Tentu saja aku tidak menyertakan beberapa informasi yang tidak perlu, tapi aku yakin bahwa mereka menggunakan informasi yang aku berikan. Jika aksi-aksiku bisa dibilang ‘legal’ dan aku tidak melakukan satu pun kesalahan yang berarti, maka bisa disimpulkan bahwa para petinggi kota ini benar-benar melindungi eksistensi elevator ruang angkasa itu, dan tidak menginginkan kita mendekatinya.”


"Kenapa? Astra Brahma dapat diaktifkan setiap saat! Jika itu terjadi, tidak akan ada sihir atau ilmu pengetahuan lagi di muka bumi ini. Semuanya akan hancur!”


"Telah terjadi banyak pertempuran antara sihir dan ilmu pengetahuan tentang siapa yang memiliki hak untuk ‘menduduki’ ruang angkasa. Kau bisa menyebutnya ‘demam emas’ pada zaman modern," sembur Sozty.”Walaupun kakakku berencana untuk menggunakan Astra Brahma, dan tidak peduli berapa banyak kerusakan yang akan terjadi, kita dapat menggunakan ini sebagai kesempatan untuk menyabotase elevator ruang angkasa. Mungkin seperti itulah tuduhan mereka pada kita.”


"Apa yang harus kita lakukan!? Ini bukan saatnya dua kelompok pelindung saling berkelahi satu sama lain!!”


Kekuatan Imagine Breaker di tangan kanan Kamijou tidak akan berpengaruh terhadap peluru normal. Dan mereka adalah sekelompok profesional yang tugasnya sehari-hari adalah menekan penjahat memiliki kekuatan esper supranatural. Mereka bukanlah lawan yang bisa dia terobos dengan mudah.


"Mereka berfokus pada pintu tunggal di kontainer ini. Aku akan mengiris dinding lain dengan menggunakan pedang apiku, sehingga kita bisa melarikan diri. Setelah itu, kita semua akan lari melalui rute yang berbeda," saran Stiyl. ”Setidaknya salah satu dari kita harus terus menuju ke Distrik 23. Karena situasi Ureapaddy dan Astra Brahma sangatlah mendesak, maka kita tidak boleh mundur di sini. Kamijou Touma, dapatkah kau memperkirakan rute untuk menuju ke sana?”


"Distrik 23 sebagian besar terdiri dari ruang yang terbuka lebar untuk landasan pacu. Mereka akan dapat mengetahui di mana posisi kita, hanya dengan melihatnya sekilas. ... Seharusnya seperti itulah yang dipikirkan oleh Anti-Skill. Mereka tidak perlu repot-repot memeriksa suatu tempat tersembunyi karena area itu sangatlah lapang. Oleh karena itu, jika kita berhasil menemukan tempat yang cukup tersembunyi, maka kita akan aman dan bisa terus melaju.”


"Kalau begitu, katakan rute mana yang paling berbahaya untuk dilalui. Sozty dan aku dapat menggunakan sihir penyembunyian sehingga luput dari pengawasan para Anti-Skill. Mereka tidak akan menyadari keberadaan kami karena efek sihir tersebut, lagipula mereka yakin bahwa tidak ada orang cukup bodoh yang mau melewati rute seperti itu. Dan kalian berdua, carilah rute yang paling tersembunyi.”


"Mengerti. Tapi, akan semakin baik jika kalian membuat semacam pengalih perhatian sembari kalian melaju.”


"Urusi dirimu sendiri."


"Baiklah kalau begitu."


Dengan suara yang tidak menyenangkan, Stiyl mengiris dinding tebal kontainer. Kamijou dan yang lainnya keluar ke tempat parkir besar, dan saling berpencar, sembari mereka menyelinap melalui celah-celah antara kendaraan besar yang berbaris di sana.


Kamijou melihat beberapa senjata Anti-Skill ditujukan ke arahnya.


(Gawat.)


Begitu ia berpikir itu ...


Lampu yang mirip penerangan stadion bisbol itu tiba-tiba mati.


Tiba-tiba, kegelapan menutupi area itu.


Kamijou tidak tahu apa yang menyebabkan pemadaman tersebut, tapi ini adalah kesempatan mereka


Kamijou berbalik ke arah Stiyl dan berteriak, "Matikan apimu! Kita bisa melarikan diri sekarang!!”


Peluru Anti-Skill menyebabkan hamburan percikan api di dekatnya, tapi untungnya, bahkan keterampilan mereka sebagai seorang profesional sekalipun belum cukup untuk membidik dengan akurat pada jarak dan situasi seperti ini.


Tidak jelas apakah Anti-Skill memiliki peralatan penginderaan malam ataukah tidak, tapi Kamijou dan yang lainnya masih bisa menjauh sementara mereka sibuk memakai peralatan tersebut.


Kamijou Touma, Index, Stiyl Magnus, dan Sozty Exica.


Keempatnya tersebar ke area-area yang berbeda, sembari menuju ke suatu tujuan tunggal.



Part 2[edit]


Wanita berkulit sawo matang, berambut perak, bernama Ureapaddy Exica berdiri di dasar “menara".


Secara resmi, benda itu dikenal sebagai menara pengendali lalu lintas udara berskala besar. Pada saat dunia menyadari bahwa peran sesungguhnya benda itu adalah landasan pada bagian dasarnya, elevator ruang angkasa pada bagian tubuhnya, dan stasiun ruang angkasa pada bagian ujungnya... semuanya sudah terlambat. Lift itu bisa mengirimkan sejumlah besar material ke luar angkasa dengan murah, handal, dan cepat. Telah datang suatu masa di mana wilayah di seluruh dunia harus takut pada bahan peledak yang menghujani dari langit, dan ladang ranjau yang bisa diletakkan di ruang angkasa. Benda-benda tersebut memiliki kepadatan tinggi sedemikian rupa sehingga benar-benar bisa mempertahankan dirinya dari serangan ribuan atau bahkan puluhan ribu rudal balistik yang ditembakkan untuk menghancurkan tower mengerikan ini.


Academy City akan memonopoli ruang angkasa.


Resiko ini terlihat pada kenyataan bahwa tidak hanya sisi ilmu pengetahuan yang meluncurkan roket dan pesawat ruang angkasa. Dalam bidang-bidang seperti astrologi, sisi sihir sudah memanfaatkan ruang angkasa jauh-jauh hari sebelum sisi ilmu pengetahuan melakukannya.


Itu sudah merupakan proyek berbahaya sejak awal.


Andaikan saja Ureapaddy tidak datang, sesuatu yang lain kemungkinan akan terjadi.


"Pembangunannya sudah mencapai tahap ketujuh. Pembangunan kabel untuk pekerjaan awal telah selesai," gumam Ureapaddy.


Aspek yang paling sulit dari membangun suatu elevator ruang angkasa adalah kabel tunggal yang menjulur dari ruang angkasa sampai permukaan bumi, untuk menghubungkan stasiun ruang angkasa dan landasan. Dari apa yang ia dengar, proses itu memakan waktu beberapa tahun lamanya.


Pembangunan kabel tunggal hanya bisa dilakukan dengan mengandalkan metode lama, yaitu meluncurkan roket demi roket untuk mengirimkan kabel dari dasar sampai ke ujung. Tapi setelah itu selesai, kecepatan pekerjaan akan meningkat secara drastis.


Suatu menara pencakar ruang angkasa.


Normalnya, bahkan beberapa dekade pun tidak akan cukup untuk membuat sesuatu seperti itu.


Namun, Academy City telah memberikan fungsi mobile robot tak berawak pada setiap blok menara itu. Ratusan juta atau bahkan miliaran blok itu akan bergerak sepanjang kabel lift dari dasar sampai ujung untuk menciptakan bagian eksterior menara.


Tidak perlu adanya perancah*.

[Perancah adalah bambu (papan, besi, aluminium, dsb) yang didirikan untuk tumpuan ketika suatu bangunan (rumah dsb) sedang dibangun. KBBI online.]

Tidak perlu adanya crane.


Tidak perlu adanya pemeriksaan keamanan.


Metode itu memungkinkan suatu konstruksi yang tahan lama dibangun dengan kecepatan luar biasa, bahkan dalam lingkungan Antartika di mana air pada suhu kamar akan membeku secara langsung.


Sementara memberikan daya tahan pada menaranya, metode ini juga menghubungkan sendi di antara masing-masing blok, sehingga konstruksinya dapat "menekuk" sedikit jika diperlukan.


Suatu bangunan raksasa biasanya akan memerlukan lebih dari 100 tahun untuk menyelesaikannya, tapi teknik konstruksi ini memungkinkan bangunan tersebut selesai hanya dalam beberapa hari saja.


Sehingga elevator ruang angkasa itu juga bisa dipergunakan untuk fungsi militer.


Itulah betapa mengerikannya ancaman teknologi dari Academy City.


"Bagian dalam menara itu mencakup lebih dari satu kabel. Pada akhirnya, beberapa ikatan karbon nanotube akan dibariskan di dalamnya.”


Tapi Ureapaddy tidak perlu menunggu segalanya sampai lengkap. Dia hanya membutuhkan sesuatu yang akan membawa kekuatan sihirnya dari permukaan bumi sampai ke ruang angkasa, tanpa “penipisan”. Selama kabel awal terhubung, dia bisa menggunakan puluhan ribuan bintang jatuh Debris Storm untuk mengaktifkan Astra Brahma.


"Kalau begitu. Aku sedang menunggu beberapa informasi, tapi sekarang sudah waktunya aku mengakhiri semua ini.”


Ureapaddy tersenyum tipis.


Hal paling ditakutinya adalah sesuatu yang akan mengganggu di tengah-tengah mantra, ketika dia menyelesaikan persiapan Astra Brahma yang membutuhkan kehalusan dan ketenangan. Bagaimanapun juga, ini adalah suatu mantra berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Contoh bentuk gangguan paling sederhana adalah kabel lift tersentak sementara kekuatan sihir sedang dikirim melalui itu.


Karbon nanotube itu lebih kuat dari baja dan tahan terhadap panas, sehingga tidak mudah hancur. Namun, benda itu juga luar biasa lemah terhadap arus tegangan listrik tinggi. Jika Academy City telah membangun suatu sistem untuk memutuskan kabel, mereka mungkin akan melakukan itu seketika mereka menyadari tujuan Ureapaddy.


Jadi, dia telah menunggu.


Dia telah memberikan musuhnya jeda waktu yang cukup untuk menggunakan sistem tersebut.


Tapi dia tidak melihat tanda-tanda kabel elevator ruang angkasa yang tersentak. Maka jelaslah apa yang sedang dipikirkan oleh para petinggi Academy City.


"Mereka tahu risikonya, tapi mereka pasti tidak ingin kehilangan keuntungan elevator ruang angkasa yang akan didapatkan. Jika mereka memotong kabel, lantas proyeknya tertunda, seluruh dunia mungkin akan mendeteksi kegunaan sesungguhnya dari elevator tersebut, dan mulai menyusun serangan balik. Jika ruang angkasa tertutup sebelum proyeknya selesai, mereka mungkin akan kesulitan untuk meneruskan pembangunan elevator ruang angkasa. Sehingga, mereka ingin cepat-cepat menyelesaikan lift, sementara proyeknya masih tersembunyi.”


Ini persis seperti apa yang ia harapkan.


Para petinggi sepertinya tahu mantra macam apa yang akan dilepaskan oleh Ureapaddy, namun mereka masih saja membiarkan itu terjadi. Bagi Ureapaddy, itu mirip seperti cemoohan.


"Betapa bodohnya keputusan itu. Jika dunia ini hancur, keuntungan apapun tidak akan berharga.”


Beberapa individu sering membuat kesalahan, tapi mereka memutuskan sesuatu dengan cepat.


Organisasi membuat beberapa kesalahan, tapi mereka membuat keputusan yang lamban.


Kedua belah pihak memiliki kelebihan dan kekurangan, tapi semua itu malah menguntungkan bagi Ureapaddy saat ini. Musuh Ureapaddy mungkin mampu menghentikannya bahkan pada saat ini juga, tapi situasi itu memimpin mereka pada kehancuran.


Itulah kenapa Ureapaddy tidak punya alasan untuk mundur.


Dengan tak ada satu pun pihak yang sanggup menghentikannya, dia hanya harus meneruskan rencananya. Selama tidak ada yang berusaha menghalanginya, bola yang bergulir menuruni bukit secara alami akan mencapai tujuannya. Dan Academy City telah mengambil semua dinding yang menghalangi jalur bola tersebut.


Paling tidak, seperti itulah yang dia kehendaki.


"Oh?"


Ureapaddy Exica mengerutkan kening sedikit.


Dia melihat suatu "dinding" kecil.


Namun, dinding itu bukanlah sistem pertahanan khusus yang dibangun di dalam elevator ruang angkasa, yaitu konstruksi terbesar yang pernah dibangun oleh umat manusia.


Itu adalah sesuatu yang berdiri tepat di depannya.


Berbagai jaringan pertahanan kota terganggu karena keinginan para petinggi, dan juga ada gangguan dari sistem angin surya. Maka, "dinding" terakhir yang mungkin menghadang wanita itu adalah seorang manusia menyedihkan.


Itu adalah bocah laki-laki.


Seorang bocah dengan rambut runcing dan kepalan tangan yang mencengkeram begitu erat.


"Ketika aku memprediksi datangnya gangguan macam ini, aku pikir adikku lah yang akan datang."


"Dia akan segera datang. Aku sampai sini sedikit lebih dulu daripada yang lainnya.”


"Itu tidak masalah. Jumlah musuh bukanlah lagi kendala bagiku. Aku sudah punya Astra Brahma di tanganku.”


"Mengapa kau bertindak sejauh ini?" tanya si bocah lelaki dengan tenang.”Apa tujuanmu di sini? Dengan level kekuatan destruktif setinggi itu, kerusakan akan menyebar ke luar Academy City. Kamu harusnya mampu menargetkan seluruh orang dari sisi ilmu pengetahuan ... atau sisi sihir jika kau ingin. Kau mungkin dapat menghancurkan kedua belah pihak hanya dengan menggunakan panah itu. Lantas sebenarnya apa yang coba kau hancurkan!?”


Kalimat itu membuat bibir Ureapaddy sedikit tersenyum.


Rambut perak panjangnya melambai karena tertiup angin.


"Ide itulah ..."


"...?"


"... yang harus aku hancurkan. Itulah yang sedang aku lawan.”


Pada awalnya, tanggapannya tidak masuk akal. Tapi dia terus berbicara. Alasan Ureapaddy semakin jelas, sedikit demi sedikit.


"Kau pikir, mengapa sisi ilmu pengetahuan menggunakan metode yang penuh dengan kehati-hatian untuk membangun konstruksi raksasa ini? Suatu metode transportasi yang lebih murah dan lebih aman daripada roket, suatu bisnis mengirimkan satelit dan probe untuk benda-benda langit lainnya, suatu titik awal untuk memperoleh sumber daya dari bulan, suatu awal produksi senjata orbital yang mengalahkan rudal balistik ... Mereka memiliki banyak tujuan 'resmi' yang berbeda, tapi semua kembali ke satu hal: konflik antara ilmu pengetahuan dan sihir. Ini adalah salah satu langkah dalam persiapan untuk memenangkan konflik itu.”


Posisi dan jalur bintang-bintang di langit, digunakan dalam mantra penyihir, sehingga elevator ruang angkasa raksasa adalah suatu ancaman. Mereka harus berpikir tentang efek menara itu sendiri pada "langit malam", jika sejumlah besar sumber daya diangkut dengan menggunakan lift untuk membuat stasiun ruang angkasa pada skala yang belum pernah dilihat sebelumnya, “bola dunia harus digambar ulang”.


Artinya adalah, mungkin saja lift itu dapat menyebabkan mantra penyihir yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia, diaktifkan tanpa peringatan.


"Dan para penyihir sepertiku, yang telah dimodifikasi atau ‘dibangun’ terhadap mantra khusus tertentu, kurang-lebih akan mengalami hal serupa. Adalah suatu hal yang jelas jika keahlian kami diambil, kami akan mengalami suatu keadaan yang sangat tidak menguntungkan. Alasan mengapa asosiasi sihir bersikeras untuk fokus pada satu bagian sihir, cukuplah sederhana: mereka inginkan kekuatan militer berskala besar yang dapat digunakan untuk menentang bahaya sisi ilmu pengetahuan.”


"Itukah alasanmu melakukan semua ini? Karena kamu dipaksa melakukan suatu perubahan yang tidak kau inginkan?”


"Memang, reorganisasi Astra bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Aku hanyalah suatu eksistensi yang dibuat dengan mengambil sekitar 15 orang berkemampuan 'tepat'.... sebagian 'tepat' rohnya diambil lantas digabungkan kembali... dan akhirnya dimasukkan roh buatan. Secara teknis, roh buatan dimasukkan pada ke-15 orang, tapi aku satu-satunya yang sanggup bertahan. Rohnya dioptimalkan, akan tetapi karena adanya perbedaan tubuh fisik, itu menyebabkan roh buatan tersebut ditolak oleh masing-masing penerima. Aku hanya kebetulan mendapatkan suatu kecocokan. Namun berkat optimasi itu, sepertinya aku ‘bukan’ lagi bisa disebut Ureapaddy Exica.”


Kata-kata itu diucapkan dengan begitu mudah, dan itu menyebabkan pundak si pria jabrik menegang.


Tampaknya, percobaan itu cukup membuat Kamijou menjadi syok.


Itu hanyalah pintu masuk untuk menuju Astra Brahma. Asosiasi rahasia itu telah berubah menjadi sekelompok manusia yang menganggap hal seperti itu hanyalah “pintu masuk”.


"Namun. Hanya itulah alasanku hidup. Aku tidak begitu sombong untuk berpikir bahwa aku adalah orang tersial di dunia karena mendapati tragedi tersebut. Jenis tragedi yang sama terjadi di seluruh sisi sihir, dan aku yakin bahwa hal serupa juga terjadi di sisi ilmu pengetahuan. ... Tidakkah itu semua tampak begitu konyol?”


"Jangan bilang ..."


"Sihir berusaha untuk menjadi lebih kuat sehingga dapat mengalahkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berusaha untuk menjadi lebih kuat sehingga dapat mengalahkan sihir. Dan dalam proses tersebut, terbentuk ketabuan yang rusak tanpa akhir. Reaksi berantai apa ini? Andaikan ada seseorang yang mengakhiri ini, semua tragedi mungkin bisa dihindari. Namun skala kekacauan terus berkembang di saat seseorang mengayunkan pedangnya ke dalam kegelapan, tanpa mengetahui dengan siapa mereka bertarung. Setelah perlombaan senjata ini melewati titik tertentu, akan lahir kekuatan yang cukup besar untuk menghancurkan dunia.”


"Jadi, kau ingin menghancurkan segala sesuatu untuk mengakhiri reaksi berantai itu!?"


"Tidak, bukan itu. Yang penting adalah mengumpulkan perhatian.” Ureapaddy tersenyum tipis. ”Suatu stimulus besar diperlukan untuk menghapus kegelapan yang disebarkan oleh sisi ilmu pengetahuan dan sisi sihir. Setelah aku selesai, Astra Brahma kemungkinan besar akan menjadi simbol ketakut bagi sejumlah besar orang. Tapi ketakutan itu akan menghapus kegelapan, tak peduli apakah mereka suka ataukah tidak. Mereka akan ingin tahu apa yang telah terjadi, siapa yang harus disalahkan, dan bagaimana menghentikannya. Dan karena mereka menyelidiki, mereka akan menyadari bahwa ada suatu ‘dunia’ yang eksis di balik kegelapan itu.”


Bocah itu mengertakkan gigi. Ia mungkin sudah menyadari adanya fakta lain.


Itulah alasan kenapa Ureapaddy tidak hanya mengandalkan sihirnya sendiri. Dengan elevator ruang angkasa dan Debris Storm, ia memasukkan teknologi mutakhir dalam rencananya yang membuatnya mengorbankan nyawa.


Pada awalnya, sisi ilmu pengetahuan dan sisi sihir mungkin mencoba untuk saling menyalahkan satu sama lain.


Tapi karena mereka menyelidiki insiden yang sangat terlibat dengan kedua sisi tersebut, orang-orang akan menyadari sesuatu. Mereka akan menyadari betapa banyaknya musuh yang mereka harus lawan. Mereka akan belajar dalam hal tertentu, bukannya menyebarkan ketakutan dan delusi tanpa henti.


Setelah mereka tahu, kegelapan bisa disibak.


Insiden Astra Brahma mungkin sementara waktu memperburuk pertentangan antara sihir dan ilmu pengetahuan. Tapi "pemahaman" yang menyertainya juga akan membantu untuk mengakhiri rantai reaksi negatif yang tampaknya menyebar tanpa henti.


"Saat aku berdiri di garis depan pertarungan dengan ilmu pengetahuan, aku benar-benar mengalami reaksi berantai tanpa akhir itu. Dan aku juga semakin mempercayai ilmu pengetahuan, setidaknya sampai tahapan di mana aku mau mengorbankan hidupku untuknya," kata Ureapaddy sembari rambut perak panjangnya tertiup angin.”Jika tak satupun dari kedua pihak tersebut saling melihat satu sama lain, maka aku hanya perlu mendekatkan mereka sampai cukup dekat. Walaupun itu berarti ‘leher mereka harus saling bersilangan’. Tidak masalah jika itu dimulai dengan permusuhan dan pertikaian. Selama akhirnya mengarah pada pemahaman, kita dapat menghentikan konflik ini.”


Ini semua untuk menghentikan konflik yang besar.


Ini semua untuk menghentikan inflasi beresiko yang tidak perlu.


Ini semua agar masyarakat dunia bisa terus tersenyum.


Ini semua untuk keadilan.


Ini semua untuk perdamaian.


Dan Ureapaddy Exica akan memegang kekuatan penuh yang dimilikinya untuk mencapai itu.


"... Aku paham," gumam bocah berambut runcing. ”Jadi kau bahkan tidak paham apa yang menjadi alasan dan motivasimu memulai semua ini.”


"Apa?"


"Aku telah menemukan orang-orang sepertimu beberapa kali sebelumnya, jadi aku memiliki pemahaman yang cukup baik terhadapmu. Manusia tidak bisa bertarung dengan tujuan besar seperti itu. Walaupun mereka mengklaim bahwa itu adalah suatu tujuan yang besar, namun sebenarnya mereka berpikir bahwa hal kecil akan terselamatkan bila ini bisa diraih.”


Ureapaddy bingung dengan kata-kata anak itu, tapi dia tidak tertarik untuk menanyainya.


Rambut peraknya gemetar sedikit.


Dia mulai menggeserkan tubuhnya.


Hanya itu yang dia lakukan, dan suasana di sekitar langsung berubah seketika. Angin yang mulanya terasa sepoi-sepoi, kini berderu dengan kencang seakan-akan menyayat kulit.


Namun, bocah itu dengan erat mengepalkan tinju kanannya dan berbicara.


"Jika kau tidak tahu apa yang sedang aku bicarakan, maka aku akan mengingatkanmu. Kamudian, bahkan orang sepertimu akan mengerti. Walaupun tujuanmu bisa tercapai dengan sempurna, metodemu tidak akan pernah menyelamatkan hal yang coba kau lindingi!!”



Part 3[edit]


Ureapaddy Exica.


Senjata utamanya adalah Astra Brahma menggunakan bintang jatuh yang akan segera mengisi langit, tapi Sozty mengatakan bahwa dia juga menggunakan beberapa Astra-Shiwa. Dia dengan mudah telah mengalahkan anggota asosiasi sihir rahasia, yang merupakan kelompoknya sendiri dengan serangan mendadak. Dia juga sudah menetralisir kendaraan pemandu satelit, sehingga Astra bukanlah sihir yang bisa dianggap remeh.


Di sisi lain, Kamijou Touma punya Imagine Breaker.


Itu hanya terbatas pada pergelangan tangan kanannya sampai dengan ujung jari, tapi kekuatan itu sudah cukup untuk benar-benar meniadakan segala bentuk kekuatan supranatural, tak peduli kuat atau lemah. Itu adalah kartu as untuk melawan mereka yang menggunakan benda-benda tak biasa dan menghasilkan kekuatan aneh.


Itulah sebabnya Kamijou tidak terlalu khawatir dengan apa yang sudah dimiliki oleh Ureapaddy.


Dia bisa membalikkan keadaan.


Dia bisa mewujudkan hasil yang tak terduga.


Kamijou dengan tenang menganalisis bahwa peluang menang masih ada.


Dan mungkin, dia tidak salah.


Mungkin, dia benar-benar memiliki peluang itu.


Namun ...


Mungkin adalah suatu hal yang salah ketika kau puas terhadap sesuatu yang belum pasti.


Dia telah naif.


Serangan sengit yang datang di detik berikutnya mengajari tentang kejamnya kenyataan pada Kamijou Touma.


"Gandiva," bisik Ureapaddy.


Tangannya bergerak seperti sedang menarik busur dan panah putih kebiruan muncul dari udara tipis.


Suatu ketegangan intens merambat di bagian bawah perut Kamijou, tapi jarak tidak berarti apa-apa ketika melawan musuh yang menggunakan senjata proyektil. Semakin pendek radius lingkaran, maka semakin pendek pula diameternya. Jika ia ingin menghindar dengan berlari melingkari lawannya, ia akan lebih mudah melancarkan serangan ketika berada pada jarak dekat dengan musuh.


Tetapi target Ureapaddy dengan mantranya yang bernama Gandiva, bukanlah Kamijou. Dia membidikkan panah lurus ke atas, dan melepaskan tali busur dengan kencang, seolah-olah dia sedang berusaha untuk menembak langit.


Dengan suara gemuruh, garis yang terbuat dari cahaya putih kebiruan merobek kegelapan malam.


Sesaat kemudian, lebih dari 10 anak panah cahaya menghujani area tersebut.


"... !!"


Kamijou segera menengadahkan tangan kanannya ke arah cahaya dan suara yang luar biasa itu, tapi kemudian ia melihat sesuatu. Panah jatuh dan merobek ke dalam tanah di dekatnya, tapi tidak satupun dari panah-panah tersebut menuju langsung ke badannya.


(Gawat! Sepertinya serangan ini dimaksudkan untuk menahan aku di tempat!)


Serangan itu dimaksudkan untuk menutup semua celah meloloskan diri.


Hujan panah layaknya kurungan itu dimaksudkan untuk menjebak si mangsa.


Dan Kamijou melihatnya.


Itu tepat di depannya.


Ketika Ureapaddy tersenyum tipis, cahaya emas datang dari tangan kanannya. Itu adalah tombak. Entah kapan terjadinya, namun ia sudah mengalihkan Gandiva pada bentuk mantra lainnya. Dan ujung tombak itu menunjuk langsung ke arah Kamijou.


Seolah-olah dia menempel beberapa pisau tajam melalui celah-celah kurungan.


Suatu serangan jitu datang.


"Trishula."


Bisikan itu mengiringi suatu bencana yang besar.


Suatu suara ledakan terdengar.


Ujung emas tombak itu menusuk langsung ke arah Kamijou Touma. Ureapaddy hanya menggunakan serangan jitu tersebut setelah semua celah Kamijou untuk melarikan diri sudah tersegel. Kekuatan destruktif itu cukup besar untuk membelah dan mencairkan aspal, dan sekarang tombak itu tanpa ampun menusuk tubuh manusia yang hanya terbuat dari daging dan darah.


Itu mirip petir.


Andaikan saja serangan petir itu menghantam sisi kapal selam, kapal selamnya akan menguap lebih dari setengah bagian.


Namun ...


Ketika kilatan petir berlangsung, Ureapaddy Exica melihat sesuatu.


Dia melihat telapak tangan kanan tertentu menerima cahaya luar biasa yang muncul dari tombaknya. Dan di detik berikutnya, tikaman Trishula meledak bersamaan dengan suara udara yang menguap.


"Aku paham." Ureapaddy tersenyum tipis sambil mengulangi gerakan menarik busur untuk menciptakan mantra yang disebut Gandiva.”Jadi kau benar-benar memiliki kekuatan yang pantas untuk membuatmu ikut campur dalam urusan di dunia sihir.”


Kamijou menarik napas cepat, kemudian menyerang ke arah Ureapaddy dengan kecepatan penuh.


Jika tinjunya dapat mencapai ...


Jika ia bisa mendapatkan jarak yang cukup dekat ...


"Tapi." bibir Ureapaddy memutar menakutkan.”Pashupata."


Kamijou mendengar suara berderit tak menyenangkan. Tapi suara itu tidak terjadi di telinganya. Dia mendengarnya langsung melalui getaran di tulang-tulangnya.


Suara itu langsung berubah menjadi rasa sakit yang parah.


Seakan-akan, dia lupa posisi semua tulang rawan di dalam tubuhnya, dan badannya terbungkus dalam suatu rasa sakit seperti gigi belakang yang diparut kikir.


"Ghabhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!"


Dia jatuh ke tanah, meronta-ronta, dan membungkukkan punggungnya seperti busur. Ureapaddy melihat ke bawah sambil menyeringai.


"Itu adalah intersepsi Astra. Meskipun begitu, aku pernah diperingatkan untuk tidak menggunakannya pada manusia.”


Saat ia berbisik, cahaya keemasan Trishula yang menyerupai tombak tiga cabang muncul di tangannya.


Dia akan menyerang dari jarak dekat.


Suara udara yang terpanggang bergema melintasi area itu.


"Oh? Jadi kau masih bisa bertahan terhadap serangan dari jarak sedekat ini? Ya ampun. Dan bahkan kau masih bertahan setelah aku menggunakannya secara berturut-turut. Ya ampun.”


Petir menyambar lagi dan lagi.


Bahkan ketika roboh di tanah, Kamijou mengayunkan tangan kanannya untuk meniadakan halilintar yang terus menghujaninya satu per satu. Jika satu kali sambaran saja lolos dari pertahanannya, tubuhnya akan meledak menjadi potongan-potongan kecil.


"Hm? Jadi kau dapat melenyapkan Pashupata yang ada di dalam dirimu hanya dengan menekankan tangan kanan terhadap tubuhmu? Betapa praktis tangan kanan itu. Praktis, tetapi tampaknya kau masihlah membutuhkan tangan untuk melakukannya. Kalau begitu…"


"!?"


Kamijou segera berguling ke samping.


Di saat berikutnya, Ureapaddy menghujamkan Trishula lainnya. Tapi tidak pada Kamijou, melainkan pada kakinya. Dia sengaja tidak mengenainya. Aspal meleleh akibat panas tinggi sehingga bocah itu diselimuti oleh cairan lelehan hitam.


Kamijou berhasil menghindar, dan tubuhnya hampir saja tergoreng oleh “minyak panas”.


Rasa sakit merambat pada lengan atas Kamijou, di mana beberapa tetes cairan hitam mendarat, tapi dia tidak punya waktu untuk khawatir terhadap hal itu. Setelah mendapatkan sedikit jarak, ia menghentakkan kakinya.


"Parashu."


Ureapaddy tidak memegang apa-apa di tangannya, namun semassa beban berat seolah-olah berasal dari kapak, bisa terlihat turun ke bawah.


Dia dengan ringan mengayunkannya secara horizontal.


Dengan suara yang luar biasa, aspal meleleh di kaki Ureapaddy telah teriris menjadi dua.


Ureapaddy perlahan berjalan melalui celah yang ia ciptakan.


"Sepertinya aku menggunakan begitu banyak Astra karena aku menikmati teknik penghancur baru." tangannya meletakkan panah transparan berwarna kebiruan yang disebut mantra Gandiva pada busur. "Namun, aku menggunakan begitu banyak teknik untuk menjamin ketahanannya. Jadi, aku akan mengulangi cara sama, sebanyak yang dibutuhkan. Aku akan mengulangi seranganku yang telah terbukti efektif.”


"!!"


Kamijou tidak punya waktu untuk mengatakan sesuatu.


Ureapaddy membisikkan nama demi nama.


"Gandiva."


"Parashu."


"Pashupata."


Dia menutup jalan Kamijou untuk melarikan diri, memaksa dia menggunakan tangan kanannya untuk bertahan melawan serangan yang akan membunuhnya, kemudian menggunakan mantra intersepsi untuk menggerogoti tulang-tulangnya. Metode serangan itu hampir sama persis seperti sebelumnya. Tapi Kamijou tetaplah tidak bisa mengatasinya. Sebelum tubuh Kamijou bisa roboh ke tanah karena rasa sakit yang menyiksa seluruh tubuhnya, Ureapaddy mengulurkan tangan untuk meraih lehernya.


"Gah ... gh ... !!"


"Oh, benar. Kau meniadakan Pashupata dengan tangan kananmu, bukan? Bisakah kau membuktikan padaku bahwa hanya itu yang dapat kau lakukan? Setelah itu, semua persiapan sudah selesai. Kemudian, aku pastikan bahwa aku bisa membuatmu kelelahan, sampai akhirnya aku kalahkan kau dengan melakukan serangan yang sama berulang-ulang.”


"Begitukah ... sialan !!"


"Sudah, sudah. Jangan memaksakan diri. Memilih cara yang berbeda ketika kau tidak lagi memiliki pilihan, itu hanya akan membawamu menemui jalan buntu lebih cepat. Aku mengubah rincian serangannya, tetapi responmu sama saja. Jika kisaran serangan yang dapat kau lenyapkan dengan tangan kananmu cukup lebar, maka akan sulit bagimu untuk menghindar dari alur yang telah aku tetapkan.”


Dia melemparkan Kamijou ke aspal semudah melempar kaleng kosong.


Dan serangan berikutnya datang.


"Gandiva."


"Trishula."


"Pashupata."


Rasa nyeri menyebar. Kelelahan terakumulasi. Ketika itu terjadi, Kamijou kehilangan ketenangannya dan kesadarannya semakin buram dan terus memburam. Namun dia masih harus meniadakan semua serangan itu, jika tidak, Trishula dan Parashu Astra akan mencabik tubuhnya menjadi serpihan kecil.


"Harusnya seperti itu. Sekarang kita telah melihat kemampuan masing-masing, maka yang harus kita lakukan selanjutnya adalah menyudahi ini semua. Ayo kita mengakhiri ini. Jika kau memiliki kata-kata terakhir, katakan saja sekarang.”


"..."


"Jika tidak punya, ya tidak apa-apa." Ureapaddy menyeringai ketika rambut perak panjangnya tertiup angin. "Ini adalah pengorbanan yang tak berarti, tapi bersyukurlah karena kau akan menjadi dasar perubahan yang diciptakan oleh Astra Brahma. Mungkin saja, aku akan mengenangmu karena sudah memainkan peran itu.”


Dia tidak ragu-ragu.


Suara kehancuran yang luar biasa bergema di seluruh Distrik 23.



Part 4[edit]


Karakteristik utama Astra bernama Parashu adalah ketajaman yang luar biasa. Dalam legenda, ketajamannya tersohor karena telah memenggal begitu banyak musuh.


Tentu saja, itu bisa dengan mudah melepas kepala manusia yang hanya terbuat dari daging dan darah.


Ureapaddy menciptakan “siklus” stabil yang berupa serangan-serangan terdiri dari beberapa cara, tujuannya adalah memberikan rasa sakit dan kelelahan yang akan memburamkan kesadaran musuh shingga tidak bisa berpikir dengan baik. Setelah musuh benar-benar tidak bisa merespon serangannya, bahkan tidak bisa melakukan beberapa gerakan sederhana, ia akan melepaskan serangan pamungkas yang akan merenggut nyawa musuhnya sebelum dia bisa menghindar ataupun bertahan.


Itu cukup sederhana.


Itu adalah pekerjaan seorang ahli untuk menyederhanakan cara-cara yang sulit.


Atau, paling tidak itulah yang seharusnya terjadi.


Namun ...


Kamijou Touma bahkan tidak mencoba untuk menggunakan tangan kanannya.


Dia menghindari serangan Parashu yang mematikan dengan memutar bagian atas tubuhnya, sehingga terlepas dari bidikan mantra itu.


"?"


Ureapaddy sedikit bingung dengan perubahan pola tindakan musuhnya. Dia kini menghindari, bukannya terus bertahan dengan menggunakan tangan kanannya. Kedengarannya cukup sederhana dalam kata-kata, tapi sihir Ureapaddy adalah serangan yang bisa mengiris tubuh manusia menjadi dua, bahkan jika “hampir” kena sekalipun. Ketika dihadapkan dengan sihir semacam itu, dan ketika Kamijou memiliki “perisai” sempurna yang efektif, memilih untuk tidak menggunakan tangan kanan adalah suatu tindakan yang bisa dibilang bodoh. Dan tentu saja itu adalah suatu keputusan yang sulit.


Ureapaddy telah menyudutkannya, membuat dia kelelahan, dan “merampas” kemampuannya untuk berpikir, sehingga harusnya ia tidak akan mampu membuat keputusan seperti itu.


Kamijou Touma melakukan gerakan-gerakan yang hampir mustahil dilakukan oleh seseorang dalam kondisi pikiran yang semakin memburam.


Lantas, darimana pemikiran itu berasal?


"... Pinakapani."


"Apa?"


"Orang yang memiliki Pinaka. Itu adalah salah satu dari banyak nama alternatif milik Dewa Shiwa. Itu adalah Astra yang mengandung makna begitu besar dan wujud sebenarnya belum diketahui secara pasti. ... Atau, kau bisa mengatakan bahwa itu dapat “cocok” di tempat yang tersedia, tidak peduli apapun bentuknya.”


Itu benar.


Kamijou benar.


Namun situasi saat ini sangatlah tidak menguntungkan Kamijou, sehingga mustahil baginya untuk memberikan jawaban benar.


"Tunggu. Tunggu sebentar. Apa yang sedang terjadi di sini? Mengapa bisa salah!? Memang benar bahwa kau berhasil bertahan sampai sejauh ini, tapi aku tidak mendeteksi adanya tanda-tanda sihir pada dirimu!! Jadi bagaimana?"


Ureapaddy menembakkan Gandiva.


Beberapa panah cahaya menghujani dari langit untuk menghentikan gerakan bocah itu, karena semua celah untuk melarikan diri telah tersegel.


Tapi anak itu tidak berhenti.


Dia terus maju tanpa peduli.


"Dan ..."


Siklus itu telah rusak


Situasi telah berada di luar kendali.


"Nataraja. Dewa Tarian yang juga merupakan nama lain untuk Shiwa. Kau dapat menggunakan berbagai mantra dengan mengekspresikannya dalam bentuk tarian. Itu adalah bentuk sejati dari Astra-mu. Walaupun tubuhmu, lengan dan kakimu tidaklah bergerak, kau selalu menari saat kau menggunakan sihir. Kau masih bisa menari. Lagipula…"


Kamijou Touma diduga adalah seorang amatir dalam perihal sihir.


Ureapaddy tidak tahu detailnya, tapi seharusnya pria jabrik itu hanyalah manusia biasa yang kebetulan saja sering berada di antara para penyihir profesional.


Bahkan tanpa mengetahui secara spesifik, dia bisa tahu hanya dengan melihat cara Kamijou berdiri.


Dan lagi…


"Bagaimanapun juga, para dewa dari mitologi Hindu tidak memerlukan penggunaan dua lengan dan dua kaki. Dewa dengan begitu banyak mata atau lengan, tidaklah biasa. Kau memodelkan mantramu berdasarkan legenda itu, sehingga tidak ada alasan nyata bagimu untuk selalu menggunakan dua lengan atau dua kaki. Misalnya ...”


Dia tahu terlalu banyak.


Dia telah sepenuhnya menganalisis mantranya.


Seolah-olah, ada dewa yang berbisik di telinga Kamijou dan memberitahu segalanya.


Bagaimana bisa seorang bocah amatiran menganalisis dan mengungkap mantra tingkat tinggi yang digunakan untuk menipu penyihir profesional? Harusnya, si bocah berambut runcing tidak memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk memecahkan mantra serumit itu. Bagaimana seseorang bisa memecahkan masalah matematika tanpa mengetahui rumus dasarnya? Bagaimana bisa dia mengetahuinya?


"Rambut panjang itu. Kau memiliki lengan tarian sihir yang tersembunyi di sana. Itulah benda spiritual-mu yang dikenal sebagai Pinaka, dan itu adalah titik tunggal yang mengontrol semua Astra-mu!!”


Dia punya alasan untuk menyembunyikannya.


Ureapaddy mengendalikan berbagai Astra dalam bentuk tarian, jadi jika ada orang yang bisa melihat tarian tersebut, dia mungkin bisa juga melihat jenis, sasaran, dan waktu serangannya akan datang.


Itulah kenapa Ureapaddy menyembunyikan kartu as-nya itu.


Ureapaddy menyembunyikan itu di rambutnya.


Sekarang ia sudah tahu lokasi Pinaka, bisakah bocah itu meramalkan serangan Ureapaddy dan menghindarinya?


Itu cukup sederhana untuk dikatakan.


Tapi ...


"Kau tidak bisa melakukannya," gumam Ureapaddy. Akhirnya suara wanita itu berubah menjadi bentakan di tengah-tengah kebingungan ini.”Walaupun kau tahu di mana Pinaka-ku berada, dan walaupun kau langsung dapat mengamati tarianku! Hanya penyihir ahli yang bisa menafsirkan mantra apa yang akan aku gunakan dan bagaimana caranya!! Jadi bagaimana? Bagaimana!? Bagaimana bisa seorang amatir sepertimu dapat memahami mantraku yang begitu konkret!?”


"... Bukankah sudah jelas?"


Sebagai tanggapan...


Bocah laki-laki bernama Kamijou Touma memaksakan tubuhnya bergerak meskipun rasa sakit dan kelelahan menyiksanya, dan dia pun mengangkat kepalan tangan kanannya.


"Ini bukan hanya kekuatanku sendiri. Aku jelas-jelas mendapatkan bantuan!!”


Setelah mendengar itu, Ureapaddy akhirnya paham.


Dia melihat sekeliling dan menyadari adanya lampu berkedip di kejauhan. Cahaya itu berkedip pada interval yang konstan; itu jelas adalah suatu kode yang memiliki makna tertentu. Itu adalah kode yang memungkinkan terjadinya komunikasi berdasarkan lamanya kedipan cahaya.


Dan dia mengenali cahaya itu.


Itu adalah Astra yang digunakan secara paksa oleh adiknya, walaupun tubuhnya menanggung beban sangat berat.


Itu bentuk dasar dari Agni’s Festival Fire, yaitu Astra Agni.


Di satu sisi, Astra dapat digunakan sebagai serangan untuk menghancurkan musuh-musuh dewa dengan wujud petir dan api intens. Di sisi lain, dewa yang menguasai Astra memiliki karakteristik cahaya yang mengandung makna simbolis ... yaitu, api festival.


Dan cahaya telah diberikan pada Kamijou Touma adalah pengetahuan sihir yang tidak pernah dia memiliki sebelumnya.


"... Dia tidak bisa."


"Tidak bisa apa?"


"Tidak mungkin dia bisa. Dia bahkan tidak bisa menggunakan Agni’s Festival Fire berskala besar yang telah disiapkan oleh asosiasi sihir rahasia. Jadi jika dia mencoba menggunakan Astra Agni dengan tidak adanya perubahan atau dukungan ...”


"Lantas yang ada di sana itu apa?" tanya Kamijou dengan tenang. Kemudian dia memberikan jawabannya. "Bahkan ketika saat itu dia tidak mendapatkan hasil yang dia inginkan, dia tidak menyerah. Dan dia menemukan cara untuk menggunakan Astra Agni dengan metode baru. Aku tidak dapat berbicara tentang permasalahan yang lebih sulit, seperti konsep tentang kebaikan dan kejahatan, tapi aku lebih suka cara dia menanggapi situasi ini. Bukannya menyapu segalanya dengan kekerasan luar biasa, yang dia lakukan adalah mendukung sekutunya.”


"..."


Ureapaddy begitu terfokus pada musuh di depan matanya, sehingga ia telah melupakan kemungkinan itu.


Dia mengira, Kamijou melakukan ini semua dengan usahanya sendiri.


Tapi ternyata dia salah.


"Stiyl menarik perhatian Anti-Skill, sementara yang lainnya menuju ke sini. Aku berhadapan denganmu secara langsung, sedangkan Index melihat dari jauh untuk menganalisis apa sebenarnya yang kau lakukan. Dan kemudian, Sozty mendapatkan jawaban itu padaku.”


Jika Ureapaddy sudah tahu tentang tim analisis yang mensupport lawannya, menghancurkan mereka terlebih dahulu adalah cara yang paling masuk akal.


Tapi dia tidak pernah memikirkan bahwa metodenya akan terungkap.


Itu adalah pembagian peran yang sederhana.


Namun ...


"Sozty."


Senyum Ureapaddy membeku di wajahnya.


Tatapan matanya begitu tenang, namun nuansanya berubah ketika dia menyebutkan nama adiknya.


"Sozty Exica!!"


"Itu adalah alasanmu, bukan?"


Tiba-tiba ...


Kata-kata bocah itu tampaknya telah memotong aliran peristiwa hingga saat itu.


Tapi Kamijou tidak melihatnya seperti itu.


Baginya, ini lebih penting daripada metodenya atau cara mengalahkan dia. Ini mungkin adalah pertanyaan yang Kamijou paling ingin mendengar jawabannya.


"Kau tidak akan memandang orang asing dengan tatapan mata seperti itu. Jika asosiasi sihir rahasia meneruskan percobaannya, anggota lain mungkin telah ambil bagian dalam proyek serupa, dan bahkan mendapati hal lebih buruk daripada yang kau alami. Jika konflik antara ilmu pengetahuan dan sihir semakin memburuk, setiap orang yang kau kenal mungkin sudah terlempar ke dalam perang tanpa harapan. Sehingga kau mencoba untuk menghentikannya. Menggunakan segala cara yang kau inginkan.”


"..."


"Aku tidak mencoba untuk mengatakan bahwa itu adalah pemikiran yang salah. Tapi ini tidaklah berarti apa-apa. Jika kau menggunakan Debris Storm untuk menyebarkan Astra Brahma di seluruh dunia, itu akan sangat mempengaruhi orang yang coba kau lindungi! Kau menjadikan dunia sebagai musuhmu untuk melindungi orang itu, jadi mengapa kau malah berusaha menghancurkan dia dengan tanganmu sendiri!?”


"Tunggu. Kau tidak masuk akal. Itu bukan tujuanku. Dia telah berusaha untuk menjauhkanku dari tujuan yang ingin kucapai, dia telah menentangku, dan dia telah datang untuk melawanku sampai mati.”


"Bagian mana yang salah?" tanya bocah itu dengan ekspresi layaknya seseorang menggigit sesuatu yang terasa pahit. ”Apakah ketika kau memutuskan untuk menyerang Academy City? Apakah ketika kau memutuskan untuk melakukan serangan kejutan pada anggota kelompokmu sendiri? Apakah ketika kau memutuskan untuk menyerang sisi ilmu pengetahuan dan sisi sihir dengan Astra Brahma? ... Apakah saat kau menyadari bahwa kau harus lakukan ini untuk melindungi adikmu? Apakah ketika kau tidak tahan untuk mengambil begitu banyak nyawa guna menyelamatkan hidup seseorang? Apakah ketika kau memutuskan bahwa kau ingin melindungi keluargamu?”


Itulah sebabnya dia telah berubah dan merusak segala tatanan.


Banyaknya nyawa yang akan dia cabut dengan Astra Brahma tidak lagi dimaksudkan untuk melindungi adiknya.


Sekarang yang dia lakukan hanyalah merusak keseimbangan antara sisi sihir dan ilmu pengetahuan dengan membunuh beberapa orang penting menggunakan Astra Brahma miliknya.


"Tapi itu tidak mengubah apa pun."


"Tunggu."


"Kau akan mengorbankan segalanya untuk menyelamatkan satu nyawa saja, sehingga tidaklah terlalu penting apakah itu besar atau kecil secara relatif!!”


"Tidak, itu tidak masuk akal. Hal ini tidak logis. Aku hanya ingin menyelamatkan dunia! Aku akan mengakhiri perlombaan senjata sia-sia antara sihir dan ilmu pengetahuan ini. Hanya itulah yang aku inginkan. Tidak lebih dari itu- ... !!”


"Kemarahanmu terhadap adikmu bukan karena dia telah mengganggu rencana yang sudah kau susun!!”


Bocah itu berjalan langsung menuju Ureapaddy.


Parashu, Gandiva, Trishula, Pashupata. Dia menembakkan Astra demi Astra, tapi tidak ada yang bisa menghentikan Kamijou lagi.


Keberanian dan dukungan dari rekan-rekannya, membukakan jalan baginya.


"Itu karena, satu-satunya orang yang ingin kau lindungi lebih dari apa pun telah menempatkan dirinya dalam posisi di mana ia akan terbunuh oleh Astra Brahma!! Itu karena kau akan menyakitinya dengan tanganmu sendiri!! Apakah aku salah? Jika kau marah, lampiaskan saja semuanya padaku. Tapi kau melampiaskannya ke arah Sozty yang begitu jauh, bukannya aku. Musuhmu tepat berada di depan matamu. Itu berarti terdapat beberapa alasan di balik kemarahanmu!! Apakah aku salah, Ureapaddy Exica!?”


Tangan kanannya dijulurkan.


Dia meraih benda spiritual yang tersembunyi di balik rambut perak panjang.


"Mari kita akhiri ini. Kau tidak perlu alat untuk membunuh! Pasti ada beberapa pilihan yang jauh lebih baik!!”


Ureapaddy tidak dapat menghindarinya.


Atau mungkin dia tidak ingin menghindarinya.


Seakan merobeknya, tangan kanan bocah itu menghancurkan lengan tipis seperti boneka yang tersembunyi di balik helaian rambut perak.



Part 5[edit]


Sekejap berlalu.


Tapi itu semua belum berakhir.


Gandiva, Trishula, dan Astra lainnya yang dikendalikan oleh benda spiritual Pinaka tidaklah lebih dari sub-Astra dimaksudkan untuk melindungi Astra “primer”.


Astra Brahma.


Itu adalah Astra terbesarnya ... benda spiritual terbesarnya. Kemurniannya adalah jauh lebih tinggi daripada Astra lainnya.


Dan ...


"Ureapaddy !!"


"Ini seharusnya benar-benar tidak mengejutkanmu. Tidak seperti Astra-ku lainnya, Astra Brahma adalah terkait dengan Dewa Brahma. Sementara Sozty dan yang lainnya bisa menggunakan Gandiva atau Parashu, hanya akulah yang dapat menggunakan Astra Brahma. Apakah kau tidak menyadari ini adalah jenis yang sama sekali berbeda dari Astra lain? Aku bisa menggunakannya dengan atau tanpa Pinaka.”


Wanita berkulit cokelat memegang busur raksasa yang terbuat dari emas di tangannya.


Tidak seperti Astra Shiwa sebelumnya, senjata ini terkait dengan Dewa Brahma.


Itu adalah Astra tertinggi dalam asosiasi sihir tertentu.


Tapi ...


"Tidak, bukan itu yang aku maksudkan!! Mengapa kau memanfaatkannya!? Jika kau terus melanjutkan rencanamu di sini, kau akan menghancurkan segala sesuatu yang ingin kau lindungi!!”


"Kalau begitu." Ureapaddy Exica tersenyum tipis.”Pada akhirnya, apakah tujuan aku? Aku masih berharap untuk melindungi dunia. Namun, aku juga memahami bahwa itu akan melenyapkan segalanya. Tapi ...”


"Tapi apa!?"


"Tapi aku tidak bisa lagi menghentikannya."


Walaupun dia tahu bahwa dia salah, namun dia tidak bisa mengubah jalan yang telah dipilihnya. Pengalaman stabil dan banyak keberhasilan pada masa lalunya, membuat dirinya menolak ide untuk mengalihkan rencana awal kepada rencana lain yang tidak diketahui hasilnya. Semua pengalaman masa lalu itu mendorongnya untuk terus melanjutkan pilihan awal yang sudah dia ambil. Walaupun kebenaran telah “bengkok”, dan pilihannya itu belum tentu yang terbaik, dia tetap saja melanjutkannya.


Itu adalah ilusi.


Tindakannya benar-benar tidak berarti, tapi ilusi itu seakan-akan memberikan dia makna sejati.


"Nak, aku tidak pernah bertanya siapa namamu."


Bintang-bintang menjadi terlihat.


Tapi itu bukanlah bintang yang normal. Langit hitam dipenuhi dengan cahaya tidak wajar yang seseorang tidak akan pernah lihat pada bola dunia buatan atau planetarium manapun.


Itu adalah bintang jatuh palsu yang diciptakan dari benda-benda buatan manusia. Dan semuanya tertuangkan ke bumi.


Batas waktu yang ditetapkan oleh Debris Storm telah habis. Cahaya itu memenuhi persyaratan untuk mengaktifkan Astra Brahma dan memperluas pengaruhnya tanpa henti.


"Nak, siapa namamu?"


"... Kamijou Touma. Memangnya kenapa?”


"Aku paham."


Ureapaddy Exica mendongak ke langit.


Suatu kesepian bisa dilihat di matanya sembari dia menyaksikan banjir cahaya tidak wajar yang telah dia ciptakan sendiri.


"Kalau begitu, Kamijou Touma. Aku tidak bisa menghentikan Astra Brahma-ku sendiri. Pastikan kau memahami itu.”


Dia menarik tali busurnya ke belakang.


Dia belum menempatkan panahnya, namun suatu panah emas muncul entah dari mana.


Ketika dia membiarkan panah itu terbang, dunia akan berakhir.


Seperti itulah kekuatan destruktif yang terkandung pada benda itu.


"Dan, Kamijou Touma. Sebagai pemenang, kau harus mengakhiri ini semua dengan tanganmu sendiri.”


Ketika ia mendengar kata-kata itu, Kamijou Touma diam-diam tersenyum.


Dan dia menjawab.


"Ayo. Aku akan menghancurkan setiap ilusimu menjadi serpihan!!”


Ureapaddy mengubah targetnya.


Panah para dewa yang seharusnya menyerang setiap tempat penting di dunia ini, kini difokuskan pada satu titik pada Distrik 23 Academy City Jepang.


Badai panah menghujani dari langit, hampir tampak seperti tornado.


Dan ...


Apa yang bocah itu lakukan adalah sangat-sangat sederhana.


Dia berdiri tegak dengan dua kaki, dan merentangkan tangan kanannya ke arah langit.


Dengan kilatan cahaya yang luar biasa, babak final antara serangan dan pertahanan dimulai.

INDEX Endymion 218-219.png



Part 6[edit]


Setidaknya, dunia tidak jadi berakhir, Academy City tidak hancur, dan Kamijou Touma tidak mati.


Tampaknya orang tersibuk setelah insiden ini berakhir adalah Stiyl Magnus, tapi Kamijou bahkan tidak bisa menebak apa yang terjadi di “balik layar”.


Ureapaddy Exica telah menghilang.


Itulah yang telah terjadi.


Karena luka dan juga kelelahan akibat pertempuran terakhirnya, serta menerima beban penuh dari serangan Astra Brahma yang seharusnya menyebar ke seluruh dunia, Kamijou Touma membiarkan Ureapaddy melarikan diri. Karena kebingungan pada sistem keamanan dan gangguan dari Anti-Skill, Stiyl serta yang lainnya juga tidak bisa mengejar dia.


Tampaknya, kedua saudari perempuan itu telah meloloskan diri dengan aman.


Dunia ini lebih kokoh daripada yang orang pikirkan.


Meskipun terjadi insiden besar, dunia akan terus berputar dengan normal seakan-akan tidak pernah ada orang yang berusaha menghancurkannya. Bahkan, eksistensi elevator ruang angkasa di Distrik 23 telah diumumkan ke muka publik. Itu masih resmi dikatakan: "masih dalam tahap pembangunan", tapi para petinggi Academy City pasti telah menganggap bahwa konstruksi itu berada pada tahap pembangunan yang tidak bisa dihentikan.


Masalah mengenai Ureapaddy Exica telah diselesaikan, namun bahaya elevator ruang angkasa masihlah tersisa.


Berapa banyak kekacauan yang akan terjadi jika konstruksi itu digunakan untuk tujuan militer?


Venus Probe Contest sebenarnya hanyalah kedok dari pembangunan lift itu, namun sejumlah besar roket masihlah diluncurkan ke ruang angkasa. Mungkin saja mereka menyimpan tujuan selain pembangunan lift tersebut.


"Touma." Index memanggil nama pria jabrik. ”Kau belakangan ini sering menatap ke arah elevator itu. apakah terjadi sesuatu?”


"Tidak," kata Kamijou sebagai balasan.”Tapi jika sesuatu terjadi, aku akan menghancurkannya juga."