Editing
Mushoku Tensei (Indonesia):Volume 2 Chapter 6
(section)
Jump to navigation
Jump to search
Warning:
You are not logged in. Your IP address will be publicly visible if you make any edits. If you
log in
or
create an account
, your edits will be attributed to your username, along with other benefits.
Anti-spam check. Do
not
fill this in!
===Sudut Pandang Ghyslaine=== Rudeus mulai mengunci diri di kamarnya sendiri, lagi-lagi dia mencoba untuk melakukan sesuatu, setiap saat, anak muda itu selalu membuatku merasa kagum. Saat pertama kali aku bertemu dengannya, aku merasa kalau dia bukanlah anak muda yang bisa diandalkan, dan Paul yang terlalu berlebihan dalam memanjakan anaknya itu memaksa anaknya untuk datang kemari. Aku punya kewajiban terhadap Paul. Aku tak punya perasaan lain selain itu, tapi aku memiliki kewajiban. Sekalipun dia tidak bisa menjadi guru privatnya Eris-sama, aku akan mengutarakan keinginanku agar dia bisa tinggal di mansion ini. Aku pikir, itulah yang akan terjadi. Tapi dia berhasil mendapatkan kepercayaan Ojou-sama dalam sekejap mata, dan bahkan berhasil mendapatkan posisi guru privat. Rudeus merencanakan insiden penculikan itu sendirian, sekalipun aku dengar kalau si butler yang serakah berusaha untuk memanfaatkan insiden itu. Saat aku bergegas menghampiri lokasi kejadian, aku melihat Rudeus tengah bertarung melawan dua orang yang direkrut oleh si butler. Sekalipun aku tidak begitu yakin, kendati melawan swordman praktisi teknik North-God tingkat advanced, Rudeus mampu menggunakan dua sihir dengan tipe yang berbeda, atau mungkin kombinasi dari dua sihir tersebut, dan berhasil mengalahkan mereka dengan cara yang unik. Walaupun mungkin kedua orang tersebut meremehkan Rudeus karena dia masih anak-anak, namun memiliki naluri bertarung pada usia sekecil itu adalah bakat yang ia miliki sejak lahir. Bahkan aku pun kemungkinan besar akan kalah bila aku memulai pertarungan dengan jarak lebih dari 100 meter. Tidak hanya memiliki kemampuan bertarung, dia juga mampu menciptakan jadwal belajar atau apalah itu namanya, dan secara efektif mengembangkan kondisi belajar Ojou-sama. Pelajarannya juga sangat mudah untuk dipahami, aku bahkan tidak pernah mengira kalau pada suatu saat nanti aku akan bisa membaca, menulis, dan melakukan hitung-hitungan, malahan aku juga mendapatkan sebuah tongkat sihir… Di desa tempatku tinggal dahulu, aku dianggap sebagai anak berandalan. Sebelum aku mencapai usia 10 tahun, aku dibawa pergi oleh seorang pendekar pedang yang sedang berkelana, menjadi seorang Sword Saint, namun dikucilkan oleh kelompokku sendiri. Setelah mengalami banyak kesulitan, akhirnya aku berhasil menemukan sebuah kelompok yang mau menerimaku, namun aku diberitahu oleh seorang pria yang kepalanya penuh dengan ide-ide buruk, bahwa otak di kepalaku ini terbuat dari otot, jadi aku tidak perlu berpikir. Kalau aku kembali sekarang, ekspresi seperti apa yang akan ditunjukkan oleh para penduduk desa? Hanya dengan memikirkan itu saja sudah mampu untuk membuatku tersenyum. Aku tak mengira bahwa aku bisa belajar begitu banyak hal dari seorang anak yang usianya cukup muda untuk menjadi anakku. Setelah kelompok kami bubar, hidupku kembali terasa sulit, aku terus dirampok dan ditipu setiap harinya sampai aku tidak memiliki uang sama sekali. Karena Shishou dengan tegas mengajariku untuk tidak mengambil hak-hak orang lain, maka aku tidak pernah sekalipun mencuri dari orang lain. Tidak memiliki pekerjaan, perut kosong, dan di saat aku nyaris mati kelaparan, datanglah kedua penyelamatku, Sauros-sama dan Eris-sama. Rasa hormat yang aku miliki kepada mereka berdua, kini juga aku rasakan kepada Rudeus. Shishou…… Sword God-sama pasti akan marah dan mengucapkan sesuatu seperti [Apa bocah itu layak untuk dianggap setara denganku!?], jadi aku hanya akan memanggilnya Rudeus-sensei. Rudeus adalah sensei ku yang terhormat. Dia benar-benar memiliki kesabaran yang tinggi, dan dengan tulus dan sungguh-sungguh mau mengajariku. Dan setiap kali dia mengajariku, dia akan menggunakan metode yang berbeda agar aku bisa memahami konsepnya. Berkat usahanya, kini aku mampu menggunakan sihir api dan air tingkat elementary dalam waktu kurang dari 2 tahun. Aku tak yakin apakah itu adalah rencana pendidikan Rudeus, dia tidak langsung mulai mengajari kami sihir tingkat intermediate, namun malah mulai mengajari kami untuk bisa menggunakan voiceless incantation. Seseorang masih bisa menggunakan sihir yang sederhana sekalipun dia sedang berada dalam situasi dimana ia tidak bisa menggunakan kedua tangannya. Itu sangat masuk akal. Jadi itu sangat mudah untuk dipahami, dan setelah aku bisa memahami itu, aku akan bisa menguasainya. Tapi tak peduli seberapa besar usaha yang aku kerahkan, aku tetap tidak bisa melakukan itu. Shishou ku, Sword God-sama, telah berulang kali menyuruhku untuk berpikir secara [Logika]. [Berpikir secara [Logika], itu mengacu kepada pondasi.] Itu adalah nasihat terbaik yang diberikan oleh Sword God-sama (Shishou), melatih pondasi dalam waktu yang lama, secara logika akan membuatku mampu memahami esensi dari teknik dan ilmu pedang yang aku pelajari. Aku yang saat itu masih muda sama sekali tidak menyukai latihan pondasi, namun Shishou ku tanpa lelah terus-terusan melatihku. Dia terus mengulang-ulang nasihatnya agar aku mau latihan. Pada akhirnya aku mendapatkan kekuatan seorang Sword King yang sebenarnya tidak layak untuk aku dapatkan. Pendidikan yang diberikan oleh Rudeus sangat mirip dengan pendidikan yang biasa diberikan Sword God-sama. [Aku ingin menggunakan sihir yang lebih indah.] Aku merasa bahwa ini sudah cukup. Dalam pertarungan sebenarnya, penyihir yang paling bisa diandalkan bukanlah seorang penyihir tingkat advanced yang membutuhkan waktu lama untuk merapal mantera sihir yang kuat, namun seorang penyihir tingkat elementary atau intermediate yang bisa dengan cerdik menggunakan sihir-sihir yang berbeda tergantung pada situasi yang berbeda pula. Aku selalu merasa bahwa seorang penyihir itu tidaklah berguna dalam duel satu lawan satu, namun pikiranku benar-benar berubah setelah aku melihat Rudeus. Bergerak dengan kecepatan tinggi sambil menggunakan sihir untuk menyerang dan menghambat gerakan lawan, lawan seperti itu adalah lawan yang paling sulit dikalahkan bagi seorang pendekar pedang. Aku dengar bahwa ia selalu menghadapi Paul sebagai lawannya, dan si Paul yang kekanak-kanakan itu sudah pasti akan bersungguh-sungguh dan menyerang Rudeus dengan kekuatan penuh saat latihan. Dan hasilnya adalah, Rudeus telah mendapatkan pengalaman yang sempurna dalam hal menangani seorang pendekar pedang. Memang cuma kebetulan, tapi kadang-kadang Paul juga akan melakukan sesuatu yang berguna. Namun, hal itu bisa jadi merupakan sebuah kesalahan, dan Rudeus mungkin akan menganggap bahwa bertarung melawan orang lain adalah hal yang sia-sia, dan pada akhirnya bakat yang ia miliki akan terkubur sia-sia. Dia tidak memiliki bakat untuk mempelajari teknik Sword-God. Dia terlalu banyak berpikir, dan terlalu sering mencari hal-hal yang rasional. Melatih pondasi dengan cara yang rasional, dan mengeksekusinya dengan cara yang lebih rasional, dan pada akhirnya berakhir dengan hasil yang tidak logis. Sekalipun itu bukanlah hal yang buruk kalau dilihat dari sifat yang dimiliki Rudeus, tapi aku khawatir kalau dia berlatih ilmu pedang dengan berdasarkan pengetahuan yang ia miliki tentang ilmu sihir. Tetap saja, itu sangat berbeda dengan inti dari teknik Sword-God, yang segalanya ditentukan dalam sekejap mata, dibandingkan dengan memikirkan kemungkinan yang tidak ada habisnya saat dia mengambil langkah yang pertama. Paul mungkin tidak memberitahu Rudeus bahwa sebenarnya dia paling cocok untuk menggunakan teknik North-God. Sayangnya, aku hanya tahu cara untuk menggunakan teknik Sword-God, jadi aku tidak bisa mengajarinya teknik lain. Tapi dengan koneksi yang aku miliki, semisal 3 tahun kemudian Rudeus masih ingin mempelajari ilmu pedang, aku akan merekomendasikan dirinya kepada seorang pengguna teknik North-God. Satu-satunya hal yang bisa aku lakukan untuk saat ini hanyalah terus mengajarinya dasar-dasar dari teknik Sword-God. Kalau dia memahami teknik-teknik dasar, harusnya dia akan mengalami peningkatan saat dia mempelajari teknik North-God nantinya. Namun pada akhirnya, semuanya akan bergantung kepada dirinya sendiri, apakah dia ingin terus melanjutkan latihan ilmu pedangnya atau tidak. Sekalipun dia tidak belajar dari guru yang terkenal, dia pasti tetap akan sukses sebagai seorang penyihir. Mencapai tingkat God bukanlah sesuatu yang bisa dipahami oleh seorang manusia, tapi dia mungkin bisa mencapai tingkat Emperor. Penyihir bernama Roxy itu pasti menderita saat ia memikirkan tentang bagaimana cara untuk mengajari Rudeus di masa depan. Sekalipun aku pikir kalau dia merasa sangat malu karena melarikan diri dari Rudeus, tapi aku tidak berniat untuk menyalahkan dirinya. Malah seharusnya aku berterima kasih kepadanya, karena berkat dirinya, sekarang aku bisa menggunakan sihir. Belajar dari guru yang bodoh hanya akan menghambat perkembangan si murid. Mungkin suatu hari nanti aku juga akan menderita saat aku mencarikan seseorang yang mau mengajarkan teknik pedang kepada Rudeus. Semakin lama aku berpikir, semakin bingung pula jadinya. Aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh Rudeus. Sekalipun sekarang adalah hari libur, dia berbeda dari Ojou-sama yang tidak memiliki beban, dan biasanya dia akan melakukan sesuatu yang baru. Baru-baru ini dia bilang kalau dia ingin mempelajari bahasa Beast God, dan setelah makan malam selesai dia akan datang ke kamarku sambil membawa buku. Sebuah bahasa yang hanya bisa digunakan di dalam Grand Forest, aku penasaran, apa gunanya sekalipun kamu sudah bisa menggunakan bahasa tersebut? Tapi Rudeus hanya menghabiskan waktu setengah tahun untuk mempelajarinya, memang tidak begitu sulit untuk mengekspresikan dirimu dalam bahasa Beast God, dan dia mungkin sudah bisa melakukan percakapan sehari-hari dengan sempurna. [Dengan begini, aku bisa pergi ke Grand Forest.] Aku bertanya kepadanya, mengapa dia mau pergi ke area yang tertutup seperti itu? [Eh? Um, bagaimana ya cara menjelaskannya? Ah, aku mungkin bisa bertemu dengan gadis-gadis manis, yang punya telinga dan ekor.] Di saat itu pula, aku yakin bahwa anak ini memang benar anaknya Paul, dan mewarisi darah Greyrat. Itu benar, anggota keluarga Greyrat selalu memandangku dengan tatapan aneh. Sebagai seorang wanita, aku tidak akan merasa jengkel sekalipun tubuhku dilirik atau dipandangi oleh orang lain, tapi bukan itu masalahnya. Tempat-tempat yang mereka lihatlah yang aneh. Kebanyakan pria akan melihat dadaku. Pertama-tama mereka akan melihat wajahku, kemudian berpura-pura untuk melihat ke arah lain sambil diam-diam melihat dadaku. Kemudian tatapan mereka akan semakin menurun, sampai ke perut, lalu di antara kaki dan pahaku, dan kalau punggungku sedang menghadap mereka, mereka akan melihat pantatku. Sekalipun aku tidak terlalu memikirkan itu. Namun pria dari keluarga Greyrat itu berbeda. Pada mulanya aku berpikir kalau mereka melihat ke arah wajah dan pantatku. Yah, melihat-lihat saja memang tidak ada salahnya, karena aku tidak mengira kalau mereka akan lanjut ke tahap berikutnya. Paul juga adalah orang yang suka merasa penasaran seperti itu. Sekalipun pada mulanya aku berpikir seperti itu, tapi aku merasa kalau tatapan mereka mengarah ke tempat yang berbeda. Garis pandang mereka mengarah ke tempat yang sedikit berada di atas kepalaku, dan kalau mereka dibilang menatap pantatku, posisi pandangan mereka juga sedikit tidak pas. Aku penasaran, apa yang sebenarnya mereka lihat, dan ternyata itu adalah telinga dan ekorku. Eris Ojou-sama, Sauros-sama, dan bahkan Philip-sama. Sebelum aku pergi untuk menjemput Rudeus, aku bertanya kepada Philip, mengapa mereka suka melihat telingaku, dan dia menjawab tanpa sedikitpun mengubah ekspresinya sambil tetap melihat ke arah telingaku. [Karena keluarga [Boreas] menyukai ras beast.] Dan dia bilang, sekalipun dia tidak mewarisi darah bangsawan, dia berbeda, karena dia adalah seorang [Notus]. Dia menambahkan: [Dia itu anaknya Paul, fakta bahwa dia menyukai gadis cantik tidak mungkin salah.] Pada saat itu, aku juga berpikir kalau situasinya juga akan menjadi seperti itu. Tapi saat aku melihat betapa gentleman-nya Rudeus, aku tidak percaya bahwa dia adalah anaknya Paul. Ditambah lagi, dia adalah anak yang suka bekerja keras yang tidak mungkin bisa ditandingi oleh Paul, dan dia adalah anak yang rajin yang tidak mungkin bisa ditandingi oleh Paul, dan dia adalah anak yang tegas yang tidak mungkin bisa ditandingi oleh Paul............ yang ternyata itu salah. Intinya, aku benar-benar mengira kalau sebenarnya dia mungkin bukanlah anaknya Paul. Tapi sekarang aku sudah mengubah pikiranku, Rudeus sudah pasti mewarisi darahnya Paul. [Kamu memang benar anaknya Paul. Ras manusia dengan bahasa yang sama pun tidak bisa membuatmu merasa puas.] [Hentikan gurauanmu. Tolong jangan mengatakan hal-hal seperti itu.] Tidak, sebenarnya itu bukanlah gurauan. Dia pasti akan menjadi seorang playboy. Belakangan ini tatapan Eris saat melihat Rudeus menjadi aneh. Sekalipun aku tidak begitu memahami hubungan antara pria dan wanita, aku tetap mengetahui itu. Tatapan itu sama seperti yang ditunjukkan oleh Zenith saat ia terpesona oleh Paul. Belakangan ini sepertinya Rudeus telah mempelajari bahasa Demon God. Jadi setelah ras beast, target selanjutnya adalah ras demon? Anak kecil ini berencana untuk menguasai gadis di seluruh dunia. Paul juga pernah mengatakan hal yang sama, dia bilang kalau dia akan menjelajahi seluruh pelosok Central Continent untuk menciptakan harem atau apalah itu namanya. Pada akhirnya dia ditangkap oleh Zenith dan harus mengabaikan impiannya, tapi sepertinya niat itu diwariskan kepada anaknya. Serius deh, sepasang ayah dan anak yang tidak berguna ini......... Tidak, aku harusnya menghormati Rudeus. Satu-satunya orang yang harus aku benci adalah Paul. Rudeus hanya mengutarakan idenya, dan dia masih belum melakukan apa-apa. “Masih belum” melakukan apa-apa. Dia adalah pemuda terhormat. Umu. [Ada apa, Ghyslaine?] Saat aku memikirkan itu, Eris Ojou-sama muncul disampingku, dia sudah tumbuh besar selama 2 tahun ini. Pertama kali aku bertemu dengannya adalah sekitar 5 tahun yang lalu, pada mulanya aku berpikir kalau dia adalah gadis keras kepala yang tidak bisa diatur. Pertama kali dia mengikuti kelas ilmu pedang, aku memberinya banyak [kasih sayang] sampai dia tidak bisa berdiri lagi. Di tengah malam dia mengambil pedang kayu untuk menyerangku. Sekalipun dia tidak berhasil membalaskan dendamnya dan menjadi lebih penurut, selama beberapa bulan berikutnya dia selalu melihatku dengan tatapan tajam dan menunggu waktu yang pas untuk balas dendam. Di masa lalu aku juga merupakan seorang anak yang nakal, jadi aku merasakan adanya sebuah hubungan diantara kami berdua. Dulu aku juga seperti itu. Pada saat dia baru mempelajari ilmu pedang, dia selalu menggerutu tentang [Ini tidak enak], [Aku tak mau melakukan ini]. Tapi belakangan ini dia menjadi penurut. Setelah pesta tahun lalu, pada dasarnya dia tidak akan membuat keributan dan tidak akan mengotori pakaian yang ia kenakan lagi. Daripada mengatakan bahwa dia belajar dari kelas tata krama, aku pikir lebih wajar dibilang kalau dia meniru sikap Rudeus. Apakah Rudeus mengucapkan sesuatu di hari ulang tahun Ojou-sama yang ke-10? Dia pasti mengucapkan kata-kata penjerat hati seperti yang biasa dilakukan Paul untuk menggetarkan hati Ojou-sama. Tapi di hari ulang tahun kesepuluh itu, Eris Ojou-sama memang tidur sekamar dengan Rudeus. Itu tidak mungkin...... Tidak, itu mungkin. Intinya, aku tidak akan terkejut kalau memang ada sesuatu yang terjadi di malam itu. Pria yang mampu menangani Eris Ojou-sama bisa dihitung dengan satu tangan. [Aku berpikir tentang Rudeus.] [Hm? Kenapa?] Eris memiringkan kepalanya dan bertanya. Tatapannya kelihatan sedikit cemburu. Jangan khawatir, aku tidak akan mencurinya darimu. [Aku tidak tahu kenapa dia mempelajari bahasa Demon God.] [Bukannya dia sudah bilang!] Dia mengatakan sesuatu? Aku mencoba untuk mengingat apa yang dikatakan Rudeus, tapi aku tidak mengingat apa-apa, karena dia mendadak mulai belajar bahasa asing. [Apa yang dia katakan?] [Dia bilang mungkin itu akan berguna di masa depan.] Kalau dipikir-pikir, dia juga mengatakan hal yang sama saat dia mencatat harga-harga barang di toko. Pada akhirnya, apa manfaatnya itu? Aku kembali mengingat-ingat kelompokku di masa lalu, dimana si 'pencuri' lumayan familiar dengan harga-harga barang yang beredar di pasaran. Si pencuri itu tiba-tiba menemukan sebuah toko dan berkata kalau toko tersebut menjual obat-obatan dengan separuh harga pasar, dan aku ingat saat-saat dimana aku tertipu dan membeli barang palsu. Kalau aku pikir-pikir, kalau seseorang tidak mengetahui harga pasar, orang tersebut mungkin akan membeli barang murahan dengan harga 2 sampai 3 kali lebih mahal dari biasanya, dan tidak menyadari itu. Pada saat itu aku tidak bisa mengutarakan itu dengan jelas, tapi sekarang setelah aku memikirkan itu kembali, mengetahui informasi yang beredar adalah cara yang terbaik untuk bisa bertahan hidup. Berkat matematika yang aku pelajari dari Rudeus, sekarang aku tidak akan tertipu lagi saat menerima kembalian dari pedagang, tapi di masa lalu aku memang benar-benar sering tertipu. Sekalipun aku sudah mempelajari matematika, aku tetap tidak bisa membayangkan diriku sendiri menjadi seorang pedagang. [Jangan bicarakan hal-hal yang dilakukan Rudeus, kita tidak akan paham sekalipun kita terus memikirkan itu, dan kalau kamu sedang menganggur Ghyslaine, bantu aku latihan ilmu pedang.] Beberapa hari terakhir ini dia sangat memperhatikan kelas ilmu pedang. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi mungkin ada sesuatu yang membuatnya merasa gelisah. Sekarang Rudeus baru berusia 9 tahun, dan bila dibandingkan dengan Ojou-sama, Rudeus yang sekarang tampak jelas lebih dewasa. Lupakan tentang belajar, matematika, dan ilmu sihir, dia bahkan memiliki kemampuan untuk melakukan percakapan dengan orang lain dan memiliki pengalaman dalam bersosialisasi. Sekalipun dia tidak mengikuti aturan-aturan tata krama, namun dia sangatlah sopan. Tindakannya mirip seperti seorang pedagang, dan dia juga suka bercanda. Sekalipun orang lain mungkin tidak akan bisa terbiasa dengan leluconnya yang seringkali menyenggol pelecehan seksual, tapi itu bisa dilihat sebagai daya tarik yang ia miliki. Apa benar dia adalah anak berusia 9 tahun? Bahkan dalam percakapan biasa pun, sangat mudah untuk percaya bahwa dia adalah orang berusia 40 tahun lebih. Kalau tidak salah, kerajaan Dragon King<nowiki>*</nowiki> punya banyak penipu seperti itu. (<nowiki>*</nowiki>ouryuu ou : tdk ada hubungan dengan armored dragon king atau dragon king lainnya) Bandit-bandit yang bisa menulis akan berpura-pura menjadi seorang pemuda bangsawan dan mengirim surat kepada anak-anak bangsawan, dan setelah mendapat kepercayaan mereka dan bertemu di hari yang acak, mereka akan menangkap anak-anak bangsawan tersebut dan menjualnya ke pedagang budak. Aku pikir paling tidak akan ada satu hal dimana Eris-sama unggul dari Rudeus, yaitu ilmu pedang. Aku akan merasa puas dengan itu. [Baiklah, Eris, kita pergi ke taman.] [Oke!] Eris Ojou-sama mengangguk dengan antusias. Eris Ojou-sama adalah orang yang memiliki bakat dalam teknik Sword-God. Kalau dia mau melanjutkan latihannya dengan sungguh-sungguh, dia mungkin akan melampauiku suatu saat nanti. Memang sekarang dia baru mencapai tingkat intermediate, namun dengan hasil dari melatih pondasi teknik selama 3 tahun, hasilnya pasti akan bagus. Saat Eris-sama melangkah dengan cepat dan tajam, tubuhnya sudah diselimuti oleh [Fighting Spirit], dan kalau dia secara sadar mampu menggunakan [Fighting Spirit], maka dia akan mampu mencapai tingkat advanced teknik Sword-God dengan mudah. KALAU dia mampu menguasai Fighting Spirit dengan sempurna, dia akan mampu menjadi Sword Saint. Untuk sekarang, hal itu mungkin bukanlah sesuatu yang terlalu jauh, sekalipun aku tidak yakin sebesar apa peningkatan yang akan dialami Ojou-sama, tapi kalau dia bisa menjadi Sword Saint saat masih belajar dariku, aku akan membawanya untuk bertemu dengan Shishou. Kalau mungkin, aku juga akan mengajak Rudeus. Reaksi seperti apa yang akan ditunjukkan Shishou saat Shishou bertemu dengan mereka? Haha, itu benar-benar membuatku penasaran.
Summary:
Please note that all contributions to Baka-Tsuki are considered to be released under the TLG Translation Common Agreement v.0.4.1 (see
Baka-Tsuki:Copyrights
for details). If you do not want your writing to be edited mercilessly and redistributed at will, then do not submit it here.
You are also promising us that you wrote this yourself, or copied it from a public domain or similar free resource.
Do not submit copyrighted work without permission!
To protect the wiki against automated edit spam, please solve the following captcha:
Cancel
Editing help
(opens in new window)
Navigation menu
Personal tools
English
Not logged in
Talk
Contributions
Create account
Log in
Namespaces
Page
Discussion
English
Views
Read
Edit
View history
More
Search
Navigation
Charter of Guidance
Project Presentation
Recent Changes
Categories
Quick Links
About Baka-Tsuki
Getting Started
Rules & Guidelines
IRC: #Baka-Tsuki
Discord server
Annex
MAIN PROJECTS
Alternative Languages
Teaser Projects
Web Novel Projects
Audio Novel Project
Network
Forum
Facebook
Twitter
IRC: #Baka-Tsuki
Discord
Youtube
Completed Series
Baka to test to shoukanjuu
Chrome Shelled Regios
Clash of Hexennacht
Cube × Cursed × Curious
Fate/Zero
Hello, Hello and Hello
Hikaru ga Chikyuu ni Itakoro......
Kamisama no Memochou
Kamisu Reina Series
Leviathan of the Covenant
Magika no Kenshi to Basileus
Masou Gakuen HxH
Maou na Ore to Fushihime no Yubiwa
Owari no Chronicle
Seirei Tsukai no Blade Dance
Silver Cross and Draculea
A Simple Survey
Ultimate Antihero
The Zashiki Warashi of Intellectual Village
One-shots
Amaryllis in the Ice Country
(The) Circumstances Leading to Waltraute's Marriage
Gekkou
Iris on Rainy Days
Mimizuku to Yoru no Ou
Tabi ni Deyou, Horobiyuku Sekai no Hate Made
Tada, Sore Dake de Yokattan Desu
The World God Only Knows
Tosho Meikyuu
Up-to-Date (Within 1 Volume)
Heavy Object
Hyouka
I'm a High School Boy and a Bestselling Light Novel author, strangled by my female classmate who is my junior and a voice actress
The Unexplored Summon://Blood-Sign
Toaru Majutsu no Index: Genesis Testament
Regularly Updated
City Series
Kyoukai Senjou no Horizon
Visual Novels
Anniversary no Kuni no Alice
Fate/Stay Night
Tomoyo After
White Album 2
Original Light Novels
Ancient Magic Arc
Dantega
Daybreak on Hyperion
The Longing Of Shiina Ryo
Mother of Learning
The Devil's Spice
Tools
What links here
Related changes
Special pages
Page information