Difference between revisions of "Hakomari (Indonesia):Jilid 5 Prolog"

From Baka-Tsuki
Jump to navigation Jump to search
(No difference)

Revision as of 17:01, 6 November 2012

Aku seharusnya tidak pernah bertemu dengan 'Zero'. Aku hanyalah manusia biasa yang bahkan tidak bisa memenuhi keinginannya

sendiri, apalagi untuk orang lain.

Makhluk supranatural dihadapanku hanya tertarik kepada Kazu. Di mata'nya', Aku hanyalah seorang manusia yang dekat dengan

Kazu. Aku hanya bisa mendapatkan kekuatan ini karena 'dia' mencoba mengganggu Kazu dengan mempengaruhi keadaan sekitarnya.

Sementara Aku berpegang pada 'box' yang kuterima seenaknya, Aku seperti seorang pencuri panik yang sedang mengobrak-abrik

tempat sampah, mati-matian untuk mencari makanan yang dapat mencukupi kebutuhanku.

Tetap saja, Aku sudah memutuskan untuk bergantung pada 'kotak' ini.

'Zero' memandangku dengan senyum menawan di wajah'nya'.

"'Zero', ada sesuatu yang tidak kumengerti. Kuakui kalau Kazu adalah seseorang yang spesial. Aku juga tahu kenapa kau ingin

memperhatikan dia. Aku hanya tidak mengerti kenapa makhluk superior sepertimu sangat peduli tentang seorang manusia."

"Apa yang membuatmu heran?"

"Well, kupikir tindakanmu aneh untuk makhluk yang punya kekuatan. Cukup membuat Kazu keluar dengan sendirinya, mengekor

dia, menyatakan tujuanmu, kau merendahkan dirimu ke arah manusia biasa."

"Apa ada masalah dengan itu? Memuja tidak ada akibatnya untukku, jadi aku baik-baik saja berinteraksi seperti ini dengan

Kazuki-kun. Pertama-tama, hanya dengan muncul dihadapanmu dan berdialog seperti ini, pasti aku kehilangan beberapa jarak

dari kemanusiaan."

"Apa maksudmu?"

"Kalau aku menginginkan untuk tetap menjadi yang diluar akal sehat manusia, aku bisa dengan mudah memperlihatkan

kekuatanku tanpa perlu berbicara sepatah katapun. Lagipula, tindakanku membuat alasan dan niat yang jelas menjadikanku

makin terbuka. Setiap kata yang kuucap membawaku makin dekat dengan dunia normal."

Setelah memberiku penjelasan ini, 'Zero' bertanya kepadaku:

"Aku heran: apa kaupikir aku adalah makhluk supranatural? Mungkin kau takut kalau 'kotak'mu kehilangan kekuatannya jika

sifat dari entitas yang mengabulkan keinginanmu ternyata hanyalah trik murahan? Kalau begitu, aku minta maaf jika aku

bukanlah yang kaucari."

"Lalu kau itu apa? Kalau bukan dewa, apalagi?"

Tanpa ragu dengan apapun, 'Zero' memberitahuku kalau 'dia' adalah:

"Sebuah tujuan yang dinamakan 'Zero'."

Aku gagal memahami jawaban terus terang'nya'.

"Sebuah tujuan? Apa maksudmu?"

"Kau hanya bertemu dengan sebagian kecil dari keseluruhanku. 'Zero' sebenarnya merujuk kepada sebuah pecahan dari wujud

raksasaku."

Mendengar tentang 'Zero' yang bukanlah 'Zero' secara tiba-tiba membuatku bingung.

"...Apa itu berarti kau seperti tangan dan kaki di tubuh manusia?"

"Tidak juga sih. Hm... mari asumsikan sebuah kolam raksasa sebagai contoh. anggap air itu adalah 'aku'. Sekarang ambillah

cangkir dan tuang beberapa air kedalam cangkir tersebut. Itulah 'Zero'. Cangkir yang digunakan untuk membentukku ialah tujuan

yang dinamakan dengan 'Zero'."

"...Apa maksudmu dengan tujuan?"

"Sebagai makhluk raksasa, 'aku' tidak punya keinginan dariku sendiri. Well, lebih tepatnya, 'aku' memang punya keinginan,

tetapi kau tidak akan bisa membedakannya. Karena itu, 'aku' tidak mempunyai bentuk sejak awal. Tapi, bila beberapa bagian

dari wujud mengambil nama 'Zero', bagian itu pun mengambil makna khusus. Wajarlah kalau ini membuat suatu 'tujuan'."

"Jadi 'tujuan' tu adalah alasanmu untuk mencurahkan perhatianmu kepada Kazu?"

"Benar sekali. Aku tahu kau akan cepat mengerti."

Ini bukanlah pujian - 'Zero' benar-benar mengejekku.

'Zero' meneruskan ejekannya kepadaku:

"Tapi karena kau cepat mengerti, kau tidak bisa mengontrol 'kotak' mu."

Aku menggigit bibirku. Sementara Aku mengetahui kekuranganku, membuat 'Zero' menunjuk hal itu dengan terus terang sangatlah

sulit untuk ditelan.

"Kau tidak bisa melihat kalau 'kotak' itu adalah 'kotak'. Agar membuat hal itu menjadi sesuatu yang bisa kau mengerti, kau

mengubah hal itu dengan pikiranmu. Apa yang kaupikir sebuah 'kotak' adalah, sebenarnya sesuatu yang benar-benar berbeda.

Ah, satu hal lagi! Kau sepertinya berpikir kalau aku tidak tertarik denganmu sama sekali, tapi kau salah. Berbeda dengan

Kazuki-kun, yang mana mempunyai kekuatan untuk benar-benar menguasai sebuah 'kotak', kau jatuh ke arah batas yang tidak

masuk akal. Dengan cara lain, hal itu membuatmu sebagai seseorang yang menarik juga," 'Zero' berkata dengan senyum lain

yang menawan.

"Aku yakin kalau kau akan menjadi yang pertama untuk mengerti diriku yang sebenarnya."

Diamlah!

Kalau 'Zero' terus memberiku petunjuk, Aku mungkin bisa mendeduksikan siapa dia sebenarnya.

Tentu, 'Zero' bisa mengubah bentuk'nya' dengan bebas. Aku benar-benar tidak tahu apa sebenarnya wujud asli'nya'. Aku bahkan

tidak tahu kalau 'Zero' itu laki-laki atau perempuan.

Tapi Aku tentu punya talenta untuk melihat tipu daya dan sampai ke hal yang sebenarnya. Aku mempunyai terlalu banyak

kekuatan pikiran di area tersebut.

Kalau Aku benar-benar mengerti 'Zero', Aku akan membuat duriku tidak percaya akan kekuatan supranatural dari 'box'ku. Aku

hanya bisa menggunakan kekuatan spesial itu karena 'Zero' adalah sebuah entitas misterius.

Karena itulah, Aku tidak akan mengubah 'Zero' dengan penafsiranku.

Aku akan mengagumi dan menyembahnya.

Dengan menjaga pandanganku tetap berpaling dari kenyataan, Aku akan memenuhi keinginanku.

balik ke Ilustrasi Kembali ke Halaman Utama Lanjut ke Sebelum Pertunjukan Dimulai