User:Hiwatari

From Baka-Tsuki
Revision as of 08:30, 19 July 2015 by Hiwatari (talk | contribs)
Jump to navigation Jump to search

Chapter 1 – A Suatu Hari yang Normal di Little Garden

PART 1

Era yang berbeda.

Dunia yang berbeda.

Sepucuk surat misterius dan menakjubkan dikirim tertuju pada tiga remaja seorang laki-laki dan dua perempuan yang tidak seharusnya memiliki pemahaman yang sama di kehidupan yang normal.

Dan, isi surat itu adalah sebagai berikut:

“Pemuda pemudi dengan bakat mengagumkan dan menyusahkan, aku mengundangmu! Jika kalian ingin menguji bakat kalian, maka singkirkan teman kalian, harta kalian, dunia kalian dan datanglah ke Little Garden kami.”

Dalam sekejap mata, cakrawala tempat mereka berada terbentang dengan aneh.

Dan keadaan sekeliling berubah drastis, mereka terjatuh dari tempat setinggi kurang lebih 4000m.

Pemandangan yang terbentang didepan mata mereka terdapat tebing yang terlihat seperti ujung dunia.

Di tanah, kota – kota diselimuti oleh tudung super besar dan itu menimbulkan kesan proporsi yang aneh dari ukuran yang sesungguhnya.

Dunia tempat mereka terpanggil adalah sebuah dunia lain yang sempurna.


PART 2

– Waktu itu siang dan bertempat di jalanan sebelum dinding luar dari gerbang luar nomor 2105380 dari Little Garden.

Dengan kata lain, itu adalah pintu, diapit pahatan patung batu berbentuk singa, yang menghubungkan kota dengan dunia luar.

Para pedagang yang membawa ransel besar dan para lelaki dengan kacamata besar yang terlihat percaya diri dengan kemampuan bertarung mereka berjalan menyusuri jalan yang menuju pusat kota.

Dan seorang gadis, yang menggunakan miniskirt yang super provokatif, stoking bertali dan sepasang usagimimi [1], berteriak.

“baka! Kalian baka! Kaliaaann... super duper baka!!!”

Teriakannya menggema seolah bisa mencapai surga.

Gadis ini, yang usagimiminya tegak penuh amarah, tidak lain adalah penjaga yang memanggil ketiganya dari dunia lain – Sakamaki Izayoi, Kudou Asuka dan Kasukabe Yoo dengan surat undangan.

Dan saat ini, gadis itu sedang memberi ceramah kepada mereka bertiga.

“Belum satu jam sejak kalian berangkat dari kota dan Kuro Usagi sedang berpikir kapan kalian akan kembali.......Ah~ mo~ sekarang, bagaimana bisa jadi seperti ini.....?!”

Kuro usagi sedang memegang kepalanya yang tampak seperti dia sedang sakit kepala sementara di depannya ada tiga orang dari dunia yang berbeda yang berpura-pura tidak tahu apa-apa.

Mari kita ulang cerita kembali ke satu jam yang lalu.

Tepatnya di sebuah kota di Little Garden, di depan Fountain Plaza dimana batu tersusun rapi di Perribed Avenue. Izayoi dan temannya yang sedang duduk di kafe dengan atap terbuka, dengan banner [Six Scars] berkibar tertiup angin, memiliki sebuah pertanyaan untuk perkataan Kuro Usagi.

“Seluruh game........akan ditunda?

"Semuanya yang ada di area ini?”

“YA! Ini adalah keadaan darurat!”

Kuro usagi menegakkan usagimiminya saat menjawab.

Apa yang diketahui sebagai “Gift Games” adalah permainan sihir istimewa yang dimainkan di dunia Little Garden untuk item, “Gift”, keberuntungan dan lainnya. Terbagi menjadi beberapa kategori Host dan Player, kedua kelompok akan mempertaruhkan imbalan dan hadiah mereka demi keberuntungan, negeri, kekuatan, kepopuleran, orang yang berbakat......dan kristal ajaib yang ‘diberikan’ dalam pertarungan.

Dan pelaksanaan ‘Gift Game’ benar-benar ditunda.

Anak laki-laki yang menggunakan seragam sekolah berkerah tegak dan headphones di lehernya – Sakamaki Izayoi, bertanya kepada Kuro Usagi dengan nada kecewa.

“Apa-apaan ini? Menghentikan ‘Gift Games’ sama aja menghentikan seluruh transaksi finansial bukan? Meskipun ada beberapa perdagangan yang dilakukan dengan uang, bukannya sebagian besar perdagangan diputuskan dengan menyelenggarakan game?”

Izayoi sedikit memiringkan kepalanya saat berkata demikian. Sementara itu sang gadis, yang menggunakan gaun formal berwarna merah, Kudou Asuka menyimak percakapan dengan ekspresi tegang.

“Mungkinkah.....Demon lords telah muncul?”

Mendengar komentar Asuka, Kuro Usagi menggelengkan kepalanya dengan takut.

Gadis lain yang duduk di sisi yang lain, Kasukabe Yoo, mengejutkan kucing Calico yang tidur di pangkuannya saat ia bertanya.

“Ada ketegangan di jalanan kota. Alih-alih perasaan takut, ini lebih terasa seperti mereka sedang mengkhawatirkan sesuatu?”

(“Ya. Ini terasa seperti semua orang sedang melarikan diri dan mondar-mandir dalam kepanikan.”)

Kucing Calico mengeong.

Fountain plaza di depan Peribed Avenue biasanya adalah tempat yang jarang dilalui orang tetapi saat itu terlihat banyak pedagang berlalu-lalang serta penduduk yang berusaha keras menghentikan pedagang itu sehingga terlihat seperti mereka hendak menangkap pedagang-pedagang itu saat ini. Untuk sebuah tempat yang biasanya sepi dan hanya dilalui oleh orang-orang yang berjalan santai, pemandangan ini memang langka dan mencurigakan.

“YA! Meskipun ini bukan ancaman setingkat Demon lords, ini – tidak diragukan lagi – adalah situasi yang membuat orang merasa tidak nyaman. Sebenarnya, ini adalah tentang berita drought yang akan berpindah dari wilayah selatan Little Garden menuju ke wilayah Timur.”

Hha? Mereka bertiga menyuarakan kebingungannya.

Asuka dan Yoo mengerutkan alis mereka dan bertanya kepada Kuro Usagi.

“....apa maksudnya? Apa mungkin drought bisa menumbuhkan tangan dan kaki untuk berlari ke sini?”

“YA! Lebih tepatnya, hanya penampakan seperti tangan dan kaki.”

“Apa-apaan itu? Aneh!”

Asuka dan Yoo semakin bingung.

Tetapi Izayoi sangat terkejut dan berkata,

“Sebuah drought memiliki tangan dan kaki untuk berlari.....KanBatsu [2]? Mungkinkah Batsu yang itu telah muncul?”

“YA! Sudah kuduga Izayoi yang banyak membaca pasti tahu. Lebih tepatnya, itu adalah burung aneh yang ditemukan di ujung pohon silsilah. Burung aneh itu selalu memberikan wilayah selatan panas menyengat lebih dari matahari dan sepertinya telah menyebabkan kerusakan yang lumayan parah di wilayah itu.”

Sementara perkataannya diakhiri dengan gumaman “ini benar-benar masalah serius,” Kuro Usagi melanjutkan penjelasannya.

– Batsu muncul dari cerita dongeng cina dan disebut monster kekeringan. Memiliki keturunan darah yang sama dengan sang raja, Batsu juga dapat memerintah matahari serta dapat menggerakkan angin dan awan.

Selama bertarung melawan Chiyou Demon Lords, Batsu yang telah menggunakan kekuatannya terkontaminasi oleh miasma sehingga tidak dapat kembali ke surga.

Beberapa tahun telah terlewati dan keturunan Batsu yang telah menunggu selama beberapa generasi untuk dapat kembali ke surga, telah berubah sedikit demi sedikit bentuknya menjadi burung yang aneh dan sejak itu dia berkeliling di dunia Little Garden.

Mendengarkan penjelasan Kuro Usagi, Izayoi terdiam sejenak.

“.....Perseus dalam mitologi Yunani dan kelinci bulan dalam fraksi buddha, dan sekarang Batsu dari dongeng Cina yang muncul. Ha! Sudah kuduga dunia Little Garden memiliki semuanya.”

“Baiklah Izayoi-san, kali ini kau salah. Baik Kelinci Bulan maupun Perseus, kami semua diundang dari dunia luar sebagai pengakuan atas prestasi kami. Sama seperti istilah ‘Blessing (Gift)’, itu mewakili berkah yang diturunkan Tuhan kepada kami! Dan dalam situasi ini, ketika istilah ‘keturunan’ digunakan, itu sama halnya dengan mendapatkan ‘penghargaan!’” kata Kuro Usagi sambil mengepalkan genggamannya.

Memiliki kesamaan dengan KanBatsu, Kuro Usagi adalah keturunan dari Kelinci Bulan yang dipanggil oleh Indra ke Little Garden.

Sebagai pembawah berita Indra, salah satu pencipta Little Garden, keturunan dari Kelinci Bulan juga dikenal sebagai Keturunan Bangsawan Little Garden.

“........Yaaah, meskipun ini bukan hanya Batsu yang dipanggil ke Little Garden untuk alasan seperti itu, kehadirannya juga dipastikan akan membawa gelombang sinar matahari yang kuat sehingga membuatnya menjadi eudemon menyedihkan yang tak seorangpun bersedia menyambutnya. Setelah terkontaminasi oleh miasma, dia tidak hanya kehilangan sifat dewa nya, tetapi juga secara perlahan kehilangan kekuatannya. Sejauh ini kontaminasinya menyebabkan seluruh kewarasannya hilang, meninggalkan kulit yang terisi kerinduan terhadap kampung halaman yang diturunkan dalam beberapa generasi......” mengatakan hal itu, pandangan Kuro Usagi mulai menerawang ke tempat yang jauh. Dia mungkin memikirkan tentang kurangnya keadilan, keinginan yang kuat terpendam selama beberapa generasi telah memberinya sayap di generasi saat ini meskipun itu merubah penampilannya.


Tapi yard tetaplah yard. Mereka yang berada dalam situasi dimana makanan untuk esok hari tidak dapat dipastikan mungkin tidak dapat bertahan hanya dengan mengharap belas kasihan.

Ekspresi Kuro Usagi berubah menjadi ceria.

“Topik kita sedikit melenceng! Baiklah, kesimpulannya, kelompok dalam Gerbang Luar 2105380 sudah sibuk mempersiapkan untuk kedatangan drought! Dan ini akan menjadi kesempatan besar bagi kita untuk membereskan hal besar!”

Kuro Usagi melambaikan tangannya dengan gembira.

Menyadari maksud yang tersembunyi di balik perkataannya, Izayoi dan lainnya tersenyum kecil.

“Jadi, kita punya sumber persediaan air yang besar karena adanya ‘water tree’, meskipun kita tak tahu pasti berapa banyak persediaan air yang dimiliki kelompok lainnya... Aku kira kebanyakan dari mereka tidak memiliki persediaan yang cukup, kalau dilihat dari ekspresinya.”

“Ya, memiliki sumber air untuk mencukupi kebutuhan kita sendiri tampaknya akan sia-sia. Mengambil kesempatan ini untuk membuat beberapa kontrak jangka panjang dengan kelompok lain untuk menjamin pemasukan yang stabil memang ide yang bagus.”

“Mhm. Lagi pula, agak sedikit menyedihkan kalau membiarkan ruang harta yang besar itu kosong.”

Melihat ekspresi Asuka, Yoo dan Izayoi yang tertawa keras, Kuro Usagi hanya tersenyum masam sembari menganggukkan kepalanya.

“Sebenarnya, Kuro Usagi tidak ingin menggunakan cara ini, yang lebih terkesan seperti memeras mereka yang kurang beruntung, dia ingin menggunakan cara yang legal untuk mendapatkan kontrak.... tapi kita kan komunitas “No Name” dan ‘bendera’ karena telah dicuri oleh Demon Lords dan tidak ada jalan lagi bagi kita untuk membuat iklan yang layak. Jika kita menunjukkan bahwa kita memiliki sumber air selama masa kekeringan, maka seharusnya orang-orang akan muncul dengan keinginan untuk membuat kontrak dengan kita! Selanjutnya, Kuro Usagi mau kalian bertiga untuk menyelidiki keadaan Batsu dan mengumpulkan informasi tentangnya.”

Mendengar itu, ketiganya menganggukkan kepala tanda setuju dengan permintaan Kuro Usagi.

“Yaaa~ lagi pula saat ini nggak ada game. Anggap saja sebagai cara yang bagus untuk menghabiskan waktu.”

“Ngomong-ngomong soal mengumpulkan info tentang eudemons, tentu Kasukabe akan senang menjadi bagian dari bidang ini. Kalian harus berusaha keras ok?”

“Mhm. Aku akan konfirmasi ulang detailnya. Dia adalah burung aneh yang hanya memiliki satu lengan dan kaki..... apa aku benar?”

“YA? Meskipun mungkin memiliki proporsi yang berbeda, tetap saja dia burung aneh dengan karekter unik karena memiliki ‘proporsi anggota tubuh yang berbeda’. Jika kau menggunakan deskripsi seperti itu untuk mencari, mungkin akan mudah untuk menemukannya. Lagi pula, dia seharusnya memiliki suhu tubuh yang tinggi sepanjang waktu dan mungkin akan menjadi ide yang bagus untuk mencari di tempat yang memiliki kabut panas [3] .... tapi, tolong berhati-hatilah. Jika kalian merasa bahaya kapan pun itu, tidak masalah untuk kembali secepatnya.”

Lalu Kuro Usagi melepas mereka bertiga yang dari dunia lain pergi dengan ekspresi khawatir dan mereka juga berangkat menuju daerah pinggiran kota dengan pakaian dari dunia mereka.

Mereka bertiga sedang dalam misi penyamaran untuk menyelidiki informasi tentang monster hebat (Batsu) yang sedang bersembunyi di wilayah sebelah.

Dan setelah satu jam sejak mereka berangkat,


– kembali ke saat ini.

Ketiganya sedang duduk dalam posisi seiza sebelum pilar batu gerbang luar yang dihiasi patung pahatan singa yang terbuat dari batu.

Ada banyak orang di sekitar mereka. Faktanya, bisa dibilang terlalu banyak kerumunan orang di sekeliling mereka.

Meskipun dilihat banyak orang, Kuro Usagi cukup marah untuk tidak menghiraukan tatapan mereka. Seorang Kuro Usagi, dengan telinga dan rambut panjangnya yang dicat warna pink menyala, sedang memarahi mereka bertiga.

“Apa – apakah kalian mendengarkan apa yang Kuro Usagi katakan tadi?! Yang Kuro usagi katakan adalah untuk mempersiapkan drought yang akan datang dan berharap kalian akan mengumpulkan informasi yang berguna tentang Batsu!! Dan yang aku maksud informasi berguna adalah dimana sarangnya, ukuran badannya dst dst! Tapi kenapa!! KENAPA......?! siapa yang menyuruh kalian pergi mengalahkan Batsu!!!?”

“””Kami melakukannya saat marah dan kami sedang merenungi kesalahan kami”””

“Diam!!!”

  • Pak! Pak! Pak!*

Melihat ketiga orang itu meminta maaf tanpa tanda-tanda ketulusan, Kuro Usagi menggunakan kipas kertasnya untuk menyerang mereka dengan serangan secepat kilat bertubi-tubi.

Ya. Ini adalah masalah. Alih-alih mengatakan bahwa kerumunan itu memandangi mereka berempat, akan lebih tepat dikatakan jika dikatakan bahwa mereka melihat ke arah hasil buruan yang mereka bawa.

Terbaring di sebelah mereka adalah burung raksasa yang terikat, dengan penampilan yang aneh, panjang sekitar 20m.

Kedua anggota tubuhnya memiliki ukuran yang berbeda, dan tampak seperti sebuah kesalahan dan berubah menjadi tangan dan kaki tunggal. Tubuh Batsu yang menyimpan panas masih memancarkan gelombang panas meski tak sadar.

– Batsu adalah salah satu monster yang dapat mengontrol matahari. Meskipun telah terkontaminasi oleh miasma dan kekuatannya berkurang dalam beberapa generasi, dia tetap musuh yang tak kan bisa dikalahkan manusia normal.

Tapi ketika berhadapan dengan mereka bertiga, semua itu terabaikan. Karena mereka lah yang paling unik dan spesial.

Dan Kuro Usagi telah melupakan satu hal saat memberi mereka misi ini.

Mereka bertiga yang dia panggil dari dunia lain – adalah kelompok anak-anak terkuat yang jumlahnya dapat dihitung dengan jari satu tangan.


PART 3

Haaaaahhhh~~

Setelah menghela napas panjang, Kuro Usagi menjadi seperti mayat hidup.

“Uuuuh… ini sungguh menyedihkan. Dan di sini Kuro Usagi telah berpikir akan mengambil sebuah langkah besar untuk menghidupkan kembali komunitas kita… kenapa siih, kalian ingin mengalahkannya….?”

“Hukum fana.”[4]

‘Hukum rimba.”[5]


“Hati manusia.”

“Maksudku, bahkan jika ingin membuat alasan, paling tidak kalian diskusikan sebelumnya!”

Telinga Kuro Usagi tegak mengarah ke langit dalam kemarahan tetapi mereka bertiga malah melihat ke arah yangberbeda tanpa ada niat untuk mengutarakan alasan.

Dan karena mereka tidak dapat meninggalkan Batsu yang telah mereka tangkap, mereka berempat bergegas menuju toko untuk menukarnya dengan uang.

Meninggalkan jalanan dalam bayang-bayang deretan pohon yang berjajar di Fountain Plaza dan menyeberangi jembatan yang terbentang menyeberangi jalur air yang juga beraspal, mereka berjalan menuju toko dengan hiasan dewi kembar tergantung di depannya. Toko kelompok ‘Thousand Eyes’.

Setelah berjalan sepanjang 20 meter dengan burung aneh di atas kepala mereka, yang lengannya dilempar oleh Izayoi ke pintu masuk dengan suara yang keras saat terjatuh saat dia menyapa penjaga toko.

“Tukar.”

“Kembalilah.”

“Tidak akan. Aku akan menukarnya dengan uang."[6]

“Tolong jangan mempermasalahkan hal ini. Toko kami tidak menerima pengunjung dari komunitas ”No Name”, berapa kali aku harus mengulangnya sampai kau mengerti?”

Penjaga toko perempuan mengangkat sapunya seraya menunjukkan taringnya, berusaha mengintimidasi mereka. Dan mereka hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.

Komunitas itu tidak akan dapat diusir begitu saja. Demi anak-anak anggota komunitas mereka yang tidak ada jaminan ketersediaan makanan, menukar barang untuk uang akan menjadi persoalan antara hidup dan mati.

Mengela napas diam-diam, Kuro Usagi tersenyum sinis saat tertawa.

“Hmph.. Hm~? Apa tidak masalah menolak kita di sini? Jika senpai-mu marah karena hal ini, bukan urusan kita loh ya?”

“Hmm, kupikir kau akan berkata yang lebih buruk lagi. Bukankah itu hanya bantahan ringan karena putus asa akibat tidak disambut dengan ramah?”

“Ya, Kuro Usagi tahu kita ditolak! Tapi cobalah lihat dulu burung aneh yang sudah kami tangkap ini! Karena kalian adalah komunitas pedagang kelas satu, ‘Thousand Eyes', harusnya tahu betul harga burung ini hanya dengan sekali pandang bukan?”

Kuro Usagi tersenyum simpul. Tiba-tiba, ekspresi penjaga toko berubah saat melihat dan berjalan ke arah Batsu yang tidak ia hiraukan sebelumnya. Dia mengangkat alisnya dan melihat lebih dekat.

Dengan setiap helai bulu berukuran seperti kepala manusia normal dan menghembuskan angin hangat ke arah mereka berempat yang berdiri di pintu.

Ekspresi penjaga toko berubah.

“..... Keturunan Batsu? Tidak. Tidak mungkin. Komunitas berlevel rendah tidak mungkin punya kekuatan sebesar ini,”

“A a, coba percayalah pada matamu huh? Burung besar aneh ini adalah topik utama di jalanan, penyebab utama kekeringan! Monster istimewa Batsu yang mengendalikan cahaya matahari!”

Hnghng~ Kuro Usagi menghela napas sambil menegakkan telinganya.

“Batsu yang dapat mengumpulkan panas untuk selamanya bisa saja menjadi barang penting dan sumber energi yang berharga untuk kelompok jika diproses dengan benar. Dan semua orang tahu itu! Kelompok baru dengan level yang lebih rendah masih menggunakan kayu bakar untuk mendapatkan panas. Harusnya banyak yang mau bayar mahal untuk ini, ya kan?”

“.....Yaah, aku rasa itu betul. Tapi apa benar Batsu itu kalian yang menangkapnya?”

Penjaga toko perempuan memandang penuh keraguan ke arah Izayoi dan temannya.

Mengerti maksud Kuro Usagi, Izayoi meringis dengan bangga dan menganggukkan kepala.

“Apa? Itu bukan masalah besar. Hanya saja kekeringan sudah bikin pusing komunitas lain dan kita hanya berpikir kita harus mengalahkannya untuk membantu yang lain. Itu saja.”

“Hmph... sungguh alasan yang mengharukan dari komunitas “No Name”. Itu juga akan menjadi masalah jika dibiarkan begitu saja. Tuhan tahu berapa banyak komunitas yang mau menawar dengan harga tinggi dan berbagai Gift Games untuk itu.”

“Hati nurani, kau juga harus ingat itu. Melihat orang kesusahan akan membuatmu ingin mengulurkan tangan untuk membantu.”

Izayoi tertawa keras tapi meragukan dan penjaga toko perempuan itu tetap memandangnya curiga.

Bagaimanapun juga, bisa dibilang sekarang tidak perlu lagi memikirkan kekeringan.

Dan ini juga keadaan yang menguntungkan untuk 'Thousand Eyes'.

Enggan, tapi menyerah, penjaga toko perempuan itu menghela napas dan membuka pintu.

“Nah, aku hanya akan menganggapnya pengecualian spesial. Perlindungan keamanan komunitas level rendah seharusnya menjadi tanggung jawab pemilik toko kami. Jika kalian dianggap sebagai agennya yang ditugaskan untuk mendukung pekerjaan kami, mungkin siapapun tidak akan mempertanyakan keberadaan kalian di toko ini.

“Maaf sudah merepotkan kalian.”

“Tentu saja.... tolong tunggu sebentar. Aku akan memanggil shop’s appraiser over."

Begitulah, penjaga toko perempuan itu menyelipkan sapu bambu di bawah lengannya dan berjalan memasuki toko.

Merasa sedikit lega, Kuro Usagi meregangkan bahunya dan berbalik ke arah trio anak-anak.

“Bagus sekali, Izayoi-san.”

“Sebenarnya aku tidak bohong. Benar kan, Tuan Putri?”

“Iya ka? Aku merasa itu tadi hanyalah bualan belaka. Kasukabe-san, gimana menurutmu?”

“Hmm... tapi sisanya benar kan?”

Ya, sepertinya memang begitu. Ketiganya saling pandang sambil tersenyum masam.


PART 4

Saat mereka berempat dalam perjalanan kembali dari toko, bangunan telah dihiasi cahaya matahari terbenam.

Ketiga anak bermasalah itu kemudian langsung menuju area kediaman. Sementara Kuro Usagi menuju tempat pemimpin, kediaman Jin Russel untuk konfirmasi akhir daftar persediaan dan makanan untuk ditukar dengan “Thousand Eyes”.

Dan yang berlari dari Aula Besar untuk menyambut mereka adalah salah satu grup senior, gadis dengan kitsunemimi[7] dan memainkan apron khas Jepang.

Gadis rubah tersenyum lebar, menyapa Izayoi dan temannya.

“Selamat datang, Izayoi-sama, Yoo-sama.... eh? Dimana Asuka-sama?” Dengan penuh semangat, gadis rubah kesana kemari mencari Asuka. Izayoi dan Yoo mengangkat bahunya dan menjelaskan.

“Dia mandi duluan, sudah banyak berkeringat katanya.”

“Pasti kepanasan karena dekat-dekat dengan Batsu. Ngomong-ngomong, hebat sekali “Thousand Eyes” mau membelinya dari kita.”

“Beli.....? Ah! Jadi gitu? Selamat!”

Menegakkan kitsunemiminya dengan semangat, itu respon yang mudah dimengerti dari orang yang banyak mengharapkan keberhasilan Izayoi dan temannya. Tapi, merasa pikirannya terlalu realisitis, kitsunemiminya memerah dan terkulai.

Telinga itu ekspresi yang mudah dipahami, Izayoi dan Yoo hanya bisa bertukar senyuman masam.

“Tenang saja. Kami sudah mendapatkan buruan yang besar kali ini jadi nggak perlu khawatir soal persediaan makanan.”

“Kita sudah menyiapkan pesanan besar dari “Thousand Eyes” dan akan dikirim besok. Jadi, kau akan direpotkan dengan penerimaan pesanan dan pengaturan penyimpanan.”

“Ba, Baiklah! Jadi, apa rencana kalian? Jika kalian ingin makan, aku akan siapkan segera.”

“Tidak, aku akan menunggu Tuan Putri selesai mandi untuk makan bersama. Gimana, kasukabe?”

“Akuuu.... mm.”

Kata-katanya terhenti tiba-tiba.

Yoo, dari tadi pandangannya terpaku ke arah dapur, memiringkan kepala dan bertanya.

“Aku kenal aroma ini. Mungkinkah ini aroma ekstrak lye dari abu rebung?”[8]

Aye? Setelah tebakan Yoo, si gadis rubah terpaku.

“Eee... soal itu.... I, Iya benar. Aku mendengar Yoo-sama bergumam soal ‘aku sangat merindukan masakan laut Jepang’.... jadi aku ingin memberimu kejutan dan membuat banyak banyak persiapan.”[9]

“Yeah?”

Berpikir “Ya ampun, mati aku!”, Yoo agak muram dan memalingkan muka.

Karena indra penciumannya yang superior jika dibandingkan dengan orang normal, tidak aneh jika dia tau apa yang terjadi di dapur.

Kemampuan yang dia miliki, Genome Tree, telah membuatnya bisa berkomunikasi dengan anjing, kucing, lumba-lumba, kelelawar dan banyak hewan lainnya. Dan jika ada ikatan yang terjadi di antara mereka, dia akan memliki kemampuan hewan itu. Diantaranya adalah kemampuan yang dibawa oleh eudemon seperti Gryphons.

Sepertinya dia baru saja terkejut dan suasana kemudian menjadi canggung.

Tidak sanggup melihat situasi ini lagi, Izayoi mencoba membantu.

“Jadi, apa menu utamanya?”

“Y, Ya. Karena bahannya adalah daging ayam yang lembut, rebung dan beberapa sayuran yang tumbuh liar di gunung, aku membuat tempura dari itu. Memisahkan lye dari rebung yang baru dipetik, maka rasa manis yang segar dari rebung akan keluar. Menggunakan rebung untuk tempura dan dengan menambahkan sedikit garam maka rasanya akan berimbang dengan aroma manis dari rasa musim semi.... ah, juga ada sayuran lain yang dipetik dari kebun di belakang rumah yang digunakan sebagai isian bersama dengan intisari sayuran"

“Maaf ya Izayoi, aku makan dulu.”

“Tidak masalah, aku juga mau makan.... ngomong-ngomong, apa ada sisa rebung yang belum dipakai? Kalo belum, aku mau takenoko gohan.”[10]

“Ha.. itu ide yang bagus. Boleh kah?”

“Ba...baiklah! Akan aku segera aku siapkan!”

Melihat respon mereka yang penuh pengertian, si gadis rubah sedikit lega dan menjadi ceria.

Memainkan kedua ekornya, dia tampak senang dan kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan.


Part 5

Di sisi lain, Kuro Usagi berkeluh kesah saat duduk di kantor Jin di blok yang berbeda. Jin sedang pergi mengecek gudang untuk memastikan jumlah barang setelah melihat daftar pesanan.

Sementara Kuro Usagi, yang sedang menunggu Jin kembali, terlihat tak bersemangat, membenamkan diri dalam kursi dan membiarkan kepalanya terkulai di punggung kursi.

Meskipun pertukaran Batsu membuat kas mereka sedikit bertambah, komunitas yang mereka jalankan adalah salah satu yang ditinggali seratus dua puluh anak. Sumber pemasukan yang stabil akan dibutuhkan jika mereka ingin mengembangkan komunitas.

Gadis yang berpakaian seperti pelayan, duduk disebelah dan menghibur Kuro Usagi yang sedang depresi setelah kehilangan kesempatan langka.

“Jangan murung gitu. Menjual sumber air bukan satu-satunya cara yang kita punya.”

“Yaa, kau bisa saja bilang begitu.... jadi, saran apa yang bisa diberikan Leticia-sama?” Kuro Usagi bertanya sambil sedikit mengangkat kepalanya.

Rambut Leticia yang halus dan lembut bersinar bagai helaian emas saat tergerai melewati hidung Kuro Usagi.

Terlihat seperti berusia tiga belas atau dua belas tahun, kostum pelayan yang ia gunakan dihiasi renda bermotif teratai yang indah. Jika dilihat dengan perspektif yang objektif, sehalus apapun, baju itu terlalu bagus untuk pekerjaan pelayan.

Tapi tidak ada yang lebih pantas saat dia memakainya.

Gadis mungil dengan kepala dihiasi rambut pirang panjang tergerai dan wajah yang cantik. Meskipun bajunya sekilas terlihat sedikit aneh, terlihat jelas bahwa tuannya sangat memperhatikan keindahan pakaian. Melihat point ini, itu menunjukan sikap Leticia yang serius tentang pekerjaanya.

Dan gadis serius ini sekarang tersenyum usil seperti merasakan adanya kejahilan saat ia bertanya pada Kuro Usagi.

“Ara, aku hanya pelayan rendah yang tidak punya hak untuk berbicara. Saat di hadapan ahli strategi komunitas, dan bangsawan Little Garden, akan tidak pantas bagiku untuk memberikan saran untuk Tuan putri Kuro Usagi......”

“A a.... jangan bicara seperti itu. Tolong berbagilah pengetahuan denganku.”

Mendengar perkataan Kuro Usagi, Leticia mengangkat bahunya dengan sedikit kesal.

“Hmm.... untuk meningkatkan kekuatan komunitas kita, kita perlu menambah uang. Sampai di situ kau mengerti bukan?”

“YA. Tapi saat ini, komunitas kita tidak punya kelebihan untuk disimpan.....”

“Ya memang itu benar. Bahkan para tamu pun juga mengerti, saat ini sepertinya hanya akan mencapai keseimbangan dan tidak ada sisa untuk disimpan. – Jadi, kenapa begitu? Apa karena seratus dua puluh anggota tidak dapat memberi kontribusi yang cukup untuk komunitas? Betul kan?”

Kuro Usagi terpaku sejenak.

Karena ada sesuatu yang ia tahu betul dan dia menyadari dia ingin menghindarinya.

Namun Leticia memandangnya dengan tatapan dingin tanpa maaf seperti bukan dia yang biasanya dan melanjutkan berbicara.

“Seperti yang sudah kukatakan sebelumnya, tamu kita telah bekerja dengan baik. Sejak kedatangannya ke Little Garden, mereka terus meraih kemenangan berturut-turut dalam game. Tapi kehidupan di komunitas ini tidak menunjukkan adanya peningkatan. Dan kenapa bisa begitu? Karena kita adalah organisasi yang penuh tanggung jawab. Dan tanggung jawab terbesar dalam komunitas ini...... adalah anak-anak itu. Apa aku salah bilang begitu?”

“..............”

Kuro Usagi perlahan menjadi tanpa ekspresi saat menatap mata Leticia. Agar dapat mengetahui maksud sebenarnya di balik perkataan itu, dia melanjutkan mencari jawabannya di dalam irisnya yang berwarna merah anggur.

Jika tujuan sebenarnya di balik perkataan itu adalah mengabaikan tanggung jawab..... maka itu tidak akan sejalan dengannya.

– Normalnya, Sumber daya manusia yang mendukung kebutuhan sehari-hari di komunitas dapat dibagi menjadi dua grup utama.

Yang pertama adalah mereka yang khusus dan bertanggung jawab berpartisipasi dalam Gift Games dan mendapatkan Gift seperti Water Tree atau bahkan hadiah uang dari yang lain. Pemilik bakat yang mendukung komunitas, seperti Izayoi, game player.

Yang kedua adalah grup pendukung yang membantu hal lain agar para player dapat memasuki game dalam keadaan terbaiknya. Anak anak dalam komunitas hanya dapat menikmati Gift yang sama yang didapat sebagai hasil kerja saat mereka membantu Izayoi dan lainnya mengumpulkan makanan, menyapu dan menjaga kebersihan tempat serta menjaga seluruh aspek kehidupan mereka.

Tapi struktur sumber daya manusia dalam komunitas “No Name” ini agak tidak seimbang. Sebelumnya hanya terdiri dari tiga orang hingga akhirnya menjadi seratus dua puluh. Jika dibandingkan dengan Izayoi dan lainnya yang harus menghabiskan waktunya dalam kompetisi, pekerjaan anak-anak ini hanya menyiapkan makanan, mencuci pakaian, menyapu, dan semacamnya, tidak ada yang lain.

“.............”

Seratus dua puluh anak merupakan tanggung jawab komunitas. Kuro Usagi hanya dapat menundukkan kepala dan memalingkan pandangannya karena ia tak bisa membantah kata-kata Leticia. Faktanya, ada sesuatu yang juga ia pikirkan. Bahkan karena insiden Batsu hari ini, seharusnya menjadi hadiah untuk Izayoi dan temannya tanpa harus dibagi dengan yang lain. Bahkan jika keadaannya tidak sesuai rencana, seharusnya dia tidak punya alasan untuk berkomentar tentang tindakan mereka.

Tetapi, mereka memberikan semua miliknya pada komunitas tanpa komplain – dan itu bisa dibilang kebaikan dari mereka.

Semakin dipikirkan, semakin menyakiti hatinya dan usagimiminya terkulai, dia terlihat lebih depresi dari sebelumnya.

Memandang sekilas Kuro Usagi, Leticia menghela napas dan menatap langit.

“Coba pikirkan sebuah rencana agar tanggung jawab itu bisa menjadi sumber bagi komunitas. Jika kita dapat melakukannya, komunitas pasti dapat lebih maju.... ini adalah sesuatu yang diinginkan anak-anak juga.”

“Eh?”

Kuro Usagi terkejut dan mengangkat kepalanya.

Leticia memandang Kuro Usagi dan tersenyum ramah.

“Sesuatu terjadi sore ini. Setelah persiapan makan siang tadi, anak-anak dari grup senior datang untuk membicarakan masalah ini"

“ – Sejak Izayoi-sama dan Asuka-sama datang, kita jadi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih lagi, kita juga dapat cukup air dari sumber air jadi kita nggak perlu jauh-jauh mengambil air di sungai. .... Tapi apa kita sekarang tidak bisa memenuhi kewajiban kita terhadap komunitas ini. Apa ada yang punya ide bagus ?”

– seperti itu. Mereka pasti sudah menyadari keadaan saat ini jadi mereka membuat permohonan semacam itu dan sepertinya mereka sudah berpikir sebelum datang padaku dengan ekspresi yang begitu serius, kau tahu?”

“Be... Benarkah?”

Kuro Usagi berkedip karena terkejut.

Mungkin karena akhir-akhir ini dia sibuk sejak kedatangan Izayoi dan teman-temnnya, Kuro Usagi jadi tidak punya banyak kesempatan untuk berbicara dengan anak-anak. Tanpa mengetahui bahwa mereka juga memikul rasa bersalah yang sama seperti yang lain rasakan. Ini tak terduga olehnya.

Melihat ekspresi Kuro Usagi, Leticia tertawa dan melanjutkan.

“Tepat sekali. Jika saja kita bisa berhasil dalam bisnis penjualan air, pastinya kita punya pemasukan yang stabil sekarang. Tapi perlu rencana yang lebih baik untuk pengaturan sumber daya yang lebih efisien. Meskipun mereka masih anak-anak, tetap saja kekuatannya seratus dua puluh. Untuk melibatkan seluruh anggota dan mencari jalan terbaik agar mendapat hasil terbaik adalah tugasmu bukan, Kuro Usagi?”

Hasil konseling dengan Leticia menancap di hati Kuro Usagi.

“Cara untuk memanfaatkan air dan anak-anak.... tidak hanya untuk tugas rumahan tapi juga memberi mereka tugas yang lebih produktif....”

Bagi Kuro Usagi yang telah mendukung sendiri komunitas ini selama tiga tahun, saran ini belum pernah terpikir olehnya. Itu karena di mata Kuro Usagi, anak-anak itu bukanlah teman yang mendukung komunitas, tapi sebagai orang yang harus dirawat dan dilindungi. Tetapi, dalam tiga tahun setelah serangan Demon lords, grup anak-anak senior telah mencapai usia sepuluh tahun.

Demi mendukung komunitas – mungkin waktu bagi mereka untuk ambil bagian telah tiba.

Usagimimi yang tadinya terkulai kini tegak dengan *Pi!* saat Kuro Usagi berterima kasih pada Leticia dengan semangat baru.

“Terima kasih banyak! Akhirnya aku bisa melihat ke depan berkat kau.”

“Benarkah? Syukurlah.”

“Yeah~ ... dan Kuro Usagi benar-benar menyesal telah terlalu bergantung kepadamu. Meskipun mereka telah merusak rencana saat mengalahkan Batsu, itu tidak mengubah kenyataan bahwa mereka telah memberi keuntungan yang besar bagi komunitas. Sepertinya Kuro Usagi sudah bersikap tidak sopan pada Izayoi dan teman-temannya...”

“Kurasa juga begitu. Meskipun dengan teman terdekatmu, kau juga harus bersikap sopan. Ketika kau mengingat ini, minta maaflah pada mereka. .... Yah, kalau dipikir-pikir, para tamu mengalahkan Batsu, apa alasannya ya. Itu tidak seperti cara mereka yang biasanya.”

Ara? Keduanya memiringkan kepala dan saling pandang.

Saat ini, ada suara seseorang berlari dengan panik di sepanjang koridor.

Dengan “Bang!” Jin membuka pintu terburu2.

“Kuro, Kuro Usagi!! Ini gawat, cepatlah kemari!!”

“Tu...Tuan Muda Jin? Apa yang terjadi?”

Yang berlari dengan tergesa-gesa adalah pemimpin muda, Jin Russel, dan sebelum dia punya waktu untuk mengambil napas, ia menarik tangan Kuro Usagi, “Aku tidak mungkin melakukannya sendirian! Jadi, ikut dan bantu aku menerjemahkannya!”

“Menerjemahkan?”

Keadaan jadi membingungkan saat ini.

Dan saat Kuro Usagi masih kebingungan, Jin menarik tangannya dan berlari menuruni tangga.

Saat tiba di pintu masuk bangunan lain, Kuro Usagi hanya dengan melihat tamu mereka akhirnya mengerti.

“Ah! Kau..... adalah unicorn yang aku temui sebelumnya kan?” {“Ya, itu aku. Lama tak jumpa, Kelinci Bulan.”}

Ya. Yang mengunjungi wilayah komunitas “No Name” adalah Eudemon yang telah ia temui saat mengejar Izayoi.

Badan tertutup bulu putih kebiruan yang berkilau serta tanduk panjang di dahinya. Itu adalah kuda yang lebih dikenal sebagai unicorn.

“Ini sungguh mengejutkan....! Tidak hanya menjumpai unicorn di wilayah timur tapi juga di wilayah yang dihuni manusia?! Berita kau meninggalkan wilayah selatan saja sudah aneh... Yah, karena kita ada di cabang, kita tak bisa memberikan banyak untuk penyambutan. Jika kita ada di gedung utama, kami punya ruang tamu spesial bagi Eudemon! Jika kau tak keberatan, kita bisa kesana....”

{“Tidak, kau tidak perlu memberi sambutan kepadaku. Aku kesini hanya untuk berterima kasih. .... Maaf, tapi bisakah kau membantuku menurunkan bingkisan yang ada di punggungku?”}

Sang unicorn mengarahkan ujung hidungnya ke punggung. Di kantong yang terlihat seperti sadel di punggungnya, hanya ada satu benda. Setelah membuka kancingnya, Jin melepas kantong itu dari punggungnya dengan hati-hati dan menaruhnya di tanah.

Begitu melihat bendanya, Kuro Usagi dan Jin tak dapat menyembunyikan kekagetannya.

“Mungkinkah ini.... tanduk unicorn?!”

{“Benar. Aku ingin memberikannya pada kalian.”}

“Bagaimana mungkin?!! Kami tak bisa menerima gift yang begitu berharga!! Terlebih lagi, kau adalah unicorn dan kau pun yang memberi gift horn dari jenismu.... ini tak bisa dibayangkan!!”

Kuro Usagi sekali lagi bingung. Ini juga menjelaskan betapa tidak biasanya situasi ini

– Ketika seseorang bicara tentang tanduk unicorn, itu merupakan pusaka terkenal yang memiliki kemampuan membersihkan dan menyembuhkan luka. Dan di dunia ini, Little Garden, telah banyak sejarah perburuan unicorn karena banyak manusia yang menginginkan tanduknya.

Sejarah ini juga lah yang menjelaskan mengapa mereka terkejut melihat seekor unicorn memasuki wilayah manusia.

Tak perlu dikatakan , pemberian tanduk unicorn kepada orang asing adalah sesuatu yang tak pernah terdengar sebelumnya.

{“Aku dapat mengerti mengapa kalian begitu terkejut. Tapi temanmu telah melakukan hal baik sehingga layak untuk mendapatkan tanduk ini. Mereka tidak hanyak menyelamatkan nyawaku hari ini – mereka juga membalaskan dendam temanku yang telah dikalahkan oleh monster Batsu yang juga adalah musuh kami! Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa tidak diragukan lagi itu adalah pembalasan dendam untuk temanku yang telah gugur! Sebagai perwakilan dari seluruh penghuni wilayah selatan yang telah lama mederita akibat kekeringan, kuharap kalian bersedia menerima gift ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kami yang terdalam...!”}

Suara unicorn terdengar sangat tulus dan penuh terima kasih. Tetapi reaksi Kuro Usagi juga menjadi kejutan lain yang tak tertandingi.

“Mungkinkah... bahwa alasan Izayoi-san dan temannya mengalahkan Batsu adalah untuk menyelamatkanmu....?”

{“Ya, kau benar tentang itu. Aiya, mereka benar-benar manusia spesial. Hanya dengan mengingat kejadian itu saja darahku mendidih penuh semangat! Meskipun dikatakan telah terkontaminasi oleh miasma dan kekuatannya berkurang, dia tetaplah keturunan monster istimewa.

– Tetapi hanya dengan satu serangan! Ia terkapar hanya dengan satu serangan! Jika kuungkapkan, memang sesuai yang diharapkan, sebagai teman dari Kelinci Bulan. Itu benar-benar suatu serangan yang membuat hatiku berdegub senang...!!!}

Napas sang unicorn mulai tak beraturan seiring dia menjadi lebih bersemangat dengan ceritanya. Tetapi dia tidak menceritakan kejadian yang memicu pertarungan itu.

– Telah dikatakan sebelumnya bahwa Batsu sedang beristirahat di Area Selatan Little Garden.

Kekurangan air akibat panas berkepanjangan telah menyebabkan kerusakan pada tanaman dan makhluk lainnya di Area Selatan. Terutama bagi unicorn yang hidup dekat dengan air, ini adalah masalah antara hidup dan mati karena tidak hanya lingkungan mereka saja yang rusak tetapi juga banyak teman yang mati karenanya.

Meskipun unicorn adalah ras yang berani dan unggul dalam pertempuran, musuh mereka akan kabur karena perbedaan kemampuan yang terlalu besar. Teman yang sudah pernah menghadapinya juga hanya kembali dengan segenggam bulu.

Sesaat ketika mereka akan dibasmi, lewatlah sebuah keajaiban yang berhasil mengusir Batsu keluar dari Area Selatan dan menyelamatkan mereka dari ancaman kepunahan.

{“Seperti yang kita dengar dari Herald, dewa air, tinggal di Area Timur, di sisi luar gerbang no 2105380, aku datang kemari untuk mendapatkan Gift darinya. Dewa naga yang tinggal di dekat air terjun Tunisa itu cukup populer.”}

“Oooh, aku mengerti. Jadi itulah alasan kita bertemu di sana.” {Ya, tapi kalian telah mengalahkanku di tantangan yang dibuat oleh dewa naga. Meskipun begitu, dewa naga yang memahami situasiku telah mengarahkanku pada tantangan dari peri air. Berkat itulah aku berhasil mendapatkan Gift.”}

“Itu berita bagus.”

Kuro Usagi mengusap dadanya karena merasa lega.

Tetapi sang Unicorn tiba-tiba merendahkan suaranya sedikit.

{“Tetapi di perjalananku kembali pulang. – Aku menemukan musuk rasku! Aku tak tahu jika Batsu mengarah ke Area Timur, aku juga tak menyangka akan bertemu dengannya! Selanjutnya semua kabur karena aku hanya fokus untuk mengejarnya. Kami para Unicorn memang sangat bersemangat dan tak akan berhenti ketika semangat kami berkobar!”}

“……”

Meskipun itu terdengar seperti sedang bercanda, Kuro Usagi dapat menghubungkan dengan perasaan Unicorn.

Jika dia lah yang bertemu dengan Demon lords yang juga musuhnya..... dia pasti akan mengejarnya tanpa banyak berpikir panjang.

{“Aiya Aiya.... itu adalah pemandangan yang memalukan. Tak hanya serangan balas dendamku tak berhasil, aku juga mundur saat kembali sadar. Karena hatiku memberitahuku aku harus membawa Gift yang aku dapatkan kembali ke rumah. Saat itu pikiranku juga cukup tenang untuk memikirkan bahwa ini sudah terlambat. Tepat saat dia akan mengoyakku dengan cakarnya, rekanmu datang dan menyelamatkan nyawaku dalam waktu yang singkat....!”}

Bisa dibilang itu terjadi dalam sekejap mata.

Di saat cakar besar dari langit akan menyerang Unicorn yang telah meninggalkan kota, menyusuri bukit dan hutan untuk mendapat Gift, Kudou Asuka meneriakkan kata ini untuk Batsu.

“Berhenti sekarang!”

Tak perlu dikatakan, Batsu tiba-tiba membatu.

Selanjutnya, Kasukabe Yoo segera membuat angin puyuh untuk mengangkat Izayoi ke udara.

“Sisanya terserah padamu, Izayoi.”

“Kalau begitu serahkan padaku!!!”

Tertawa “Yahohohoho!” saat ia membumbung di langit dengan jungkir balik, dia mendaratkan tendangan pada Batsu. Tak dapat menahan serangan itu, Batsu terkapar di tanah.

{“Aiyaa... itu sangat spektakuler. Meskipun sangat memalukan saat aku memalingkan badan, tetap saja membuat hatiku senang! Sungguh... aku sangat berterima kasih kepada kalian.”}

Sang Unicorn membungkuk.

Terpaku di tempatnya berdiri, Kuro Usagi juga sedikit menundukkan kepalanya untuk alasan yang aneh.

{“Tanduk ini adalah peninggalan dari salah satu dari kami yang telah gugur dalam pertarungan terhadap Batsu. Pada mulanya, ini adalah item yang dipersiapkan untuk negoisasi jika aku gagal dalam Gift Game..... tapi ini akan kuberikan kepada kalian, kurasa akan lebih pantas. Kuharap kalian bersedia menerima pemberian dariku.”}

“...... Aku paham sekarang dan akan kuserahkan tanduk ini kepada Izayoi dan teman-temannya. Berhati-hatilah di jalan.”

Setelah menyerahkan tanduk kawannya kepada Kuro Usagi, sang Unicorn berbalik pulang.

Tetapi tiba-tiba seolah mengingat sesuatu, ia menengok ke bekalang dan bertanya, {“Aaaah, iya. Ada satu lagi yang ingin kutanyakan.”}

“Dan apakah itu?”

{“Kudengar komunitasmu menyebarkan kata-kata “Mengalahkan demon lords” saat melakukan kegiatan apakah itu benar?”}

Sejenak, Kuro Usagi menelan kembali kata-katanya.

Melihat ekspresi Jin, kemudian ia menepuk dadanya dan mengangkat kepalanya untuk menjawab pertanyaan,

“–YA! Tidak hanya Demon lords saja, tetapi juga semua masalah yang disebabkan olehnya. Kami akan menerima itu semua, lho?”

{“Hoho.... Ya, jelas terdengar sangat bisa diandalkan! Dibandingkan kenyataan bahwa kalian “No Name”, ambisi kalian cukup kuat untuk terukir di hatiku. Jika memungkinkan bagi kalian, datang dan bergabunglah dengan Gift Game yang akan diadakan saat Festival Panen di Area Selatan dua bulan lagi. Meskipun para Unicorn masih dalam proses pemulihan dan tak dapat menghadiri komunitas, One Horn pasti akan menyambutmu!”}

Setelah itu, Sang Unicorn meringkik keras lalu meninggalkan wilayah “No Name”.


PART 6

Kembali ke kantor bersama dengan Jin, Kuro Usagi menceritakan seluruh cerita kepada Leticia dan menunjukkan tanduk Unicorn kepadanya. Ketika Leticia melihat tanduk berharga yang panjangnya sekitar satu meter, ia menganggukkan kepalanya, tampak begitu mengagumi, dan ia berkata.

“Oooh... Hoho, ini benar-benar gaya para tamu kita. Tak memberitahu alasan hanyalah bagian dari rasa malu mereka bukan? Atau barangkali menjadi masalah memberi alasan unicorn kabur.”

“Tapi, tapi jika mereka memberi tahu aku yang sebenarnya, aku juga akan bisa memaklumi tindakan mereka.”

Kuro Usagi sedikit mencibir.

Tetapi dalam hatinya ia berpikir berbeda. Kuro Usagi mengayunkan tanduknya ketika mengenang awal pertemuan dengan Izayoi dan lainnya.

"Ngomong-ngomong, meskipun Izayoi-san dan lainnya adalah anak-anak bermasalah.... tapi masalah yang mereka buat adalah hal yang bisa ditertawakan sebagai gurauan. Masalah ini jelas berbeda dengan gaya mereka biasanya. Kuro Usagi harusnya menyadari bahwa ada alasan di balik itu semua dari awal....”

“Kau benar soal itu. Meskipun mereka memberikan beragam alasan, mereka pada dasarnya adalah anak yang jujur. ...... Meskipun kita tak bisa menyangkal bahwa kadang mereka payah juga dalam beberapa hal.

Saling bertukar pandang, mereka pun tertawa.

“Kembali ke topik, kami dengar dari Unicorn-sama Area Selatan akan mengadakan Festival Panen dan Gift Game dua bulan lagi.”

“Ho... Festival Panen di Area Selatan? Fufu, mengenang masa lalu.”

“Leticia-sama pernah ikut sebelumnya?”

“Yap. Banyak orang dari berbagai ras dan komunitas berkumpul. Kenangan semua orang menjadi berisik dan bersemangat dalam kerumunan adalah hal yang kuingat jelas.”

Leticia menerawang jauh seolah dia telah memasuki memorinya saat berpertisipasi dengan kawan lama.

Mendengarnya, Kuro Usagi tampak separuh senang separuh menyesal.

“Benarkah..... Meskipun kita telah diundang menghadiri festival, mungkin akan susah bagi kita untuk dapat kesana tanpa menabung terlebih dahulu. Jika kita akan kesana dengan cara normal, akan menjadi perjalanan yang saa.......ngat jauh.”

“Hoho, benar juga. Tetapi Festifal Panen di Area Selatan sangat menyenangkan. Akan ada Dewa Bumi yang terkenal serta komunitas peri yang akan membawa benih hasil bercocok tanam dari wilayah mereka –“

Percakapan terhenti secara natural dan mereka berdua menahan napas.

“Hasil panen komunitas.... baik. Kuro Usagi, bagaimana keadaan pertanian komunitas kita?!”

“Tanahnya sendiri masih berantakan karena serangan dari Demon Lords tiga tahun yang lalu, tapi lahannya masih ada! Jika kita bisa merekrut Dewa bumi yang terkenal dari Festival Panen, kita akan dapat menghidupkan kembali lahan!”

Jika lahan dihidupkan kembali, anak-anak juga bisa membantu bercocok tanam. Kita juga menemukan cara baru untuk memanfaatkan sumber air yang tak terbatas. Dan jika komunitas dapat membangun sendiri kemandiriannya, masalah finansial pun tidak akan jadi masalah lagi.

Tetapi saat mengingat kata-kata yang keluar dari mulutnya, Kuro Usagi menundukkan kepalanya seolah dia kempes.

“Ah... tapi ada masalah dengan biaya perjalanannya,”

“Kita akan mulai berhemat dari makanan.”

Jin yang sedang memastikan jumlah yang ada dalam daftar inventaris dan daftar pesanan tiba-tiba menyela pembicaraan.

Meskipun mungkin dia tidak tahu isi dari percakapan mereka, tapi dia mengerti dari beberapa kata-kata mereka.

Menyisihkan dokumennya, Jin mengangkat kepalanya dan melihat mereka berdua saat memberi saran.

“Jika kita tak punya cukup uang untuk biaya perjalanan, maka kita akan mulai dengan mengurangi pengeluaran untuk makanan. Jika kita mengurangi biaya makanan hingga 30% dan melihat dari rata-rata penghasilan yang didapat dari Izayoi dan yang lainnya, mungkin dalam dua bulan kita dapat mengumpulkan cukup uang untuk keberangkatan sekelompok beranggotakan enam orang. .... Ah, tapi mungkin hanya akan cukup untuk perjalanannya saja. Jika kita ingin yakin rencana ini akan berhasil, mungkin lebih aman jika mengurangi hingga 40%. Dan mengingat kita harus mengutamakan makanan untuk Izayoi dan temannya agar mendapatkan porsi yang tetap, aku akan menghitung ulang persediaan kita.”

“Ta, Tapi jika 40% maka pengurangannya hampir setengah bukan?”

“Hoho, bukankah itu bagus? Ini benar-benar ide yang bagus.”

Kuro Usagi yang khawatir dan Letticia yang setuju.

Jin mengangguk dengan semangat dan menjawab.

“Mhm. Aku yang akan mengumumkan tentang perubahan ini pada semuanya. Lagipula kita terbiasa dengan kelaparan dan ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Hanya untuk dua bulan. Ini mudah. Terlebih lagi, jika Izayoi dan temannya, ..... mereka pasti akan mendapat imbalan untuk menghidupkan kembali lahan kita.”

Jin mengepalkan tangannya saat mengatakan hal itu.

Kuro Usagi dan Leticia saling pandang sebelum merencanakan tugas mereka nanti.

“Dan, tak hanya pengeluaran untuk makanan. Kita juga harus mencegah adanya pengeluaran untuk hal yang tidak perlu. Leticia-sama silakan gunakan posisimu sebagai pelayan untuk mengarahkan anak-anak senior akan tugasnya.”

“Mengerti. Kuro Usagi, aku ingin melihat situasi lahan pertanian terlebih dahulu, jadi ikutlah denganku nanti.”

“Baiklah! Aku mengerti!”

Kuro Usagi mengacungkan jempolnya dan nada cemas telah hilang dari suaranya.

Setelah mengerti jelas perannya untuk komunitas, semangatnya terlihat meluap-luap.

“Aah, ya, soal pengeluaran untuk makanan, rahasiakan itu dari Izayoi dan temannya, ok? Jika mereka tahu, mereka pasti akan bilang, ‘Ayolah, jangan terlalu memikirkan hal kecil dan membosankan seperti itu.’ Atau semacamnya.”

“Aku tak mengerti apakah ini hanya keangkuhan atau hanya sisi lembut mereka.... memiliki orang-orang yang tidak meminta hak istimewa di tempat seperti ini. Jika kita ingin semua berjalan lancar, sepertinya lebih baik merahasiakannya.”

“Mhm. Jika kita membuat mereka marah, mungkin akan mengerikan.”

Mereka bertiga saling tersenyum pahit.

Dengan demikian, rahasia rencana menabung untuk perjalanan menuju Festival panen yang akan datang telah diluncurkan. Untuk tujuan jangka panjang menghidupkan kembali pertanian, sang pemimpin muda, pembuat strategi yang tidak dewasa dan sang pelayan meyakinkan kembali tekadnya untuk menghidupkan kembali komunitas mereka.


PART 7

– Keesokan paginya.

Kuro Usagi dan anak-anak bermasalah telah sampai pada Gerbang Luar 2105380 dimana dia menyapa mereka dengan penuh senyuman.

“Baiklah, semuanya, Gift Game telah dilanjutkan dengan normal! Kalian harus berusaha yang terbaik untuk itu ok?”

“Ya, itu bukanlah hal besar, tapi apakah kau yakin ini akan menjadi game yang menarik?”

“YA! Ada sebuah komunitas yang datang ke wilayah ini untuk tujuan komersial, sub divisi ‘Yaouyorozu no Kami’ dan mereka sedang mengadakan kontes juga!” jawab Kuro Usagi.

Kali ini, giliran Izayoi yang menggunakan nada kagum untuk bergumam.

“...... Buddha, dewa mitologi yunani, mitologi cina dan sekarang dewa dari fraksi Shinto.”

“Hal ini tampaknya kurang jika dibadingkan dengan festival tahun baru dan akhir tahun di Jepang. Ngomong-ngomong, karena ini Yaoyorozu no Kami, maka akan ada sesuatu tentang Omikami kan? Oi!”[11]

“Hnghng. Kita akan tahu nanti. Apapun masalahnya, Yaoyorozu no Kami adalah komunitas skala besar yang dapat menandingi ‘Thousand Eyes’! Tingkat antisipasinya akan lebih besar jika dibandingkan dengan yang sebelumnya, kau tau?”

“Benarkah? Meh, kita bicara soal tingkat antisipasi, dan ini benar-benar skala besar?”

“Meskipun aku tak tahu acara apa yang kau bandingkan dengan antisipasinya, kedengarannya bisa diharapkan,”

Kuro Usagi, yang agak frustasi dengan komentar Asuka dan You yang tanpa ampun, menegakkan usagimiminya sebagai tanda dia tak mau kalah.

“Baiklah, ayo! Gift Games adalah permainan untuk dewa dan iblis! Jadi pasti akan ada banyak keajaiban dan Gift yang disiapkan untuk memenuhi hasratmu!”

Mengatakan hal itu, Kuro Usagi berputar dan roknya berkibar karenanya saat ia tersenyum cerah.

– Ya. Ini adalah Little Garden, tempat para dewa tinggal. Jika ada yang menginginkan keajaiban, yang perlu dilakukan hanyalah meraih kemenangan.

Dengan tekad untuk menghidupkan kembali komunitasnya yang hancur dan mengalahkan Raja Iblis yang membara dalam hati, mereka melanjutkan perjalanan menuju tempat pertarungan Gift Games hari ini.

  1. Mungkin saja kau lupa, Usagi = Kelinci; Mimi = Telinga.
  2. Dalam bahasa Jepang, Drought(Kanbatsu) terdengar sama seperti Kan Batsu, dan dalam bahasa Cina disebut HanBa. KanBatsu (Drought Demon), didapat dari kata Kan = Kekeringan/kemarau; Batsu = Iblis.
  3. Kabut panas adalah fenomena ketika ada lapisan udara panas di sekitar benda yang kita lihat. Ini menyebabkan ilusi yang membuat benda tersebut terlihat samar. https://en.wikipedia.org/wiki/Mirage#Heat_haze .
  4. Segala hal pasti akan berakhir. Tak ada yang abadi..
  5. Yang kuat berkuasa, yang lemah ditindas..
  6. Dalam Bahasa Jepang, kata 'kembali' dan 'tukar' memiliki pengucapan awal yang sama..
  7. Kitsunemimi, Kitsune = Rubah; Mimi = Telinga..
  8. Lye yang dapat dimakan adalah cairan yang didapat dari abu yang dilarutkan sehingga menghasilkan larutan alkali kuat yang dapat digunakan untuk mengawetkan makanan..
  9. 'banyak banyak' bukan kesalahan tulis..
  10. Takenoko = Bambu muda/rebung, Gohan = Nasi. Nama makanan khas musim semi di Jepang..
  11. Yaoyorozu no kami, secara harfiah adalah delapan juta dewa di agama Shinto. Omikami mengacu pada Amaterasu omikami..