Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1 Soal Kesembilan

From Baka-Tsuki
Revision as of 17:19, 12 May 2012 by Yurihime (talk | contribs) (Created page with "Pertanyaan ke Sembilan Jawablah pertanyaan berikut ini: Sebutkan lima nutrisi dasar yang dibutuhkan manusia. Jawaban Himeji Mizuki: "1. Lemak, 2. Karbohidrat, 3. Protein, 4...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to navigation Jump to search

Pertanyaan ke Sembilan

Jawablah pertanyaan berikut ini:

Sebutkan lima nutrisi dasar yang dibutuhkan manusia.


Jawaban Himeji Mizuki:

"1. Lemak, 2. Karbohidrat, 3. Protein, 4. Vitamin, 5. Mineral"

Komentar Guru:

Tepat sekali, Himeji!


Jawaban Yoshii Akihisa:

"① Gula ② Garam ③ Air keran ④ Air hujan ⑤ Mata air"

Komentar Guru:

Bukannya cuma kau yang bisa bertahan dengan semua ini?


Jawaban Tsuchiya Kouta:

"Itu disebut menarche, periode pertama sejak wanita dilahirkan. Dalam bahasa medis, periode ini disebut periode menstruasi. Menarche sering dihubungkan dengan faktor usia dan berat badan. Biasanya ini muncul saat berat badan si wanita mencapai 43 kg, tapi faktor usia bisa berbeda-beda tergantung individu masing-masing. Di Jepang, rata-rata usianya 12 tahun. Ada juga faktor lain selain berat badan, seperti ras, cuaca, dan lingkungan sosial yang akan mempengaruhi waktu terjadinya menarche..."

"Menarche bisa terjadi sebelum si wanita berusia 10 tahun, yang biasanya disebut menarche prematur. selain itu, menarche yang terjadi setelah 15 tahun disebut menstruasi yang terlambat. Juga, jika menarche tidak pernah terjadi sampai umur 18 tahun disebut promaru amenorrhea..."


Komentar Guru:

Mohon maaf, aku hendak menginformasikan padamu bahwa ujian kesehatan sudah lewat sejam yang lalu.



Sesudah itu, aku pergi ke ruang guru untuk mengikuti pelajaran privat dengan mereka. Lalu aku pulang ke rumah dalam keadaan lelah dan langsung tertidur begitu aku menyentuh ranjang. Aku benar-benar kecapaian dan jatuh ke alam mimpi seperti selembaran kain kumal.

Esok paginya kami menghadiri rapat setelah mengikuti ujian mengisi kembali skor kami.

Rapat itu adalah rapat diskusi taktik yang terakhir sebelum kami menghadapi lawan terakhir, Kelas A, dan mengucapkan selamat tinggal pada ruang Kelas F.

"Pertama-tama, aku ingin mengucapkan terima kasih pada semua orang yang telah membantu Kelas F sampai sejauh ini. Aku benar-benar bersyukur untuk semua bantuan yang kalian berikan."

"Yuu...Yuuji, apa yang salah denganmu? Tidak biasanya kau mengucapkan sesuatu seperti itu!"

"Yeah, kupikir juga begitu, tapi kata-kata itu berasal dari lubuk hatiku yang paling dalam."

Aku tersentuh dengan perkataannya. Siapa yang pernah mengira kami, murid-murid Kelas F, bisa mencapai sebegini banyak dalam perang ini...

"Karena kita sudah sampai sejauh ini, kita harus menghalalkan segala cara supaya bisa memenangkan perang melawan Kelas A. Kita akan membuktikan pada para guru bahwa hasil ujian bukanlah segalanya, oke?"

"YEAH---!"

"ITU BENAR---!"

"Hidup bukan berarti belajar!"

Sebelum pertarungan terakhir, aku merasa hati kami semua bersatu.

"Terima kasih banyak. Mengenai perang dengan Kelas A, aku berencana menantang mereka berduel."

Aku tidak terkejut karena aku sudah mendengar hal itu tepat sebelum rapat. Namun, mereka yang baru pertama kali mendengarnya terlihat sedikit terkejut; ruangan ini dipenuhi ketegangan.

"Apa artinya itu?"

"Siapa yang bakal mewakili kita dalam duel?"

"Kau yakin kita bisa menang?"

"Tenang semua! Biar kujelaskan rencanaku sekarang."

Yuuji memukul meja untuk menenangkan semuanya.

"Yang akan berduel, tentu saja, Kirishima Shouko dan aku."

Ketua Kelas A adalah Kirishima Shouko dan ketua Kelas F adalah Sakamoto Yuuji. Jika perlu seseorang untuk ditunjuk mewakili kelas dalam duel, tentu saja ketua kelas wajib dipilih.


Aku mengerti semuanya sampai titik ini.

Tapi, aku tidak mengerti bagaimana Yuuji akan bisa menang.

Musuhnya adalah Kirishima. Dia bukan hanya pemimpin seluruh murid, nilainya juga lebih tinggi dari Himeji, yang sudah terlalu bagus bahkan jika dibandingkan dengan murid Kelas B. Meskipun ini terdengar jahat, tapi----

"Si bodoh Yuuji tidak akan pernah menang melawan--- WAH!"

Sebuah pisau Stanley mendadak melesat melewati pipiku. Sialan kau Yuuji, kau mau membunuhku?

Kurasa dia tidak sekejam itu. Sejelek apapun Yuuji, dia tidak akan pernah sengaja berpikir untuk membunuh temannya sendiri...

"Lain kali targetnya adalah telingamu."

Sepertinya aku bukan temannya Yuuji.

"Tapi seperti yang Akihisa bilang, Shouko sangat kuat. Kalau aku menantangnya secara langsung, aku tidak mungkin punya kesempatan untuk menang."

Karena kau mengakui kau tidak bisa menang, tidak perlu melempar pisau Stanley itu padaku kan?

"Tapi bukannya itu sama saja seperti pertarungan kita melawan Kelas D dan Kelas B? Kita pasti akan kalah kalau kita berhadapan langsung dengan mereka."

Tapi kami terus menang sampai sekarang.

"Kali ini tidak akan sama seperti waktu itu. Aku harus mengalahkan Shouko dan Kelas F akan mendapatkan ruang Kelas A. Kemenangan akan menjadi milik kita."

Yuuji telah memimpin kami meraih kemenangan dalam Perang Tes Pemanggilan yang semula kami pikir tidak bisa kami menangkan, jadi meskipun rencana Yuuji kedengaran tidak terlalu meyakinkan, tidak ada seorangpun di kelas yang tidak setuju dengan rencananya.

"Serahkan semua padaku! Aku akan memperlihatkan pada kalian semua kekuatan dari mantan 'Anak Jenius'."


"OHHHH----"


Kelihatannya tidak perlu menanyakan pendapat tiap orang. Kami semua percaya pada Yuuji.

"Sekarang, biarkan aku menjelaskan detail taktiknya... Aku berencana menantang Shouko dalam beberapa bidang yang terbatas."

"Bidang yang terbatas? Pelajaran apa saja yang mau kau pilih?"

"Sejarah Jepang."

Sejarah Jepang? Kalaupun Kirishima kurang mahir dalam Sejarah Jepang, aku tidak pernah mendengar nilai Sejarah Jepang Yuuji bagus. Kenapa dia mau memilih pelajaran itu?

"Tapi aku mau membatasi cakupan ujiannya. Level kesulitannya setingkat dengan level sekolah dasar dan skor maksimal adalah seratus. Syokanju tidak akan dipakai dan hasilnya hanya bergantung pada skor ujian."

Ujian setingkat sekolah dasar dengan nilai maksimal seratus?

Dengan kondisi ini, umumnya bisa dipastikan keduanya akan mendapat nilai seratus dan orang pertama yang membuat kesalahan akan kalah. Kalau begitu, tantangannya menjadi seberapa fokus mereka. Sepertinya kesempatan kami untuk menang bakalan lebih tinggi dibanding bertarung langsung melawan mereka.

"Tapi kalau kalian berdua dapat nilai yang sama, kalian akan diberikan pertanyaan lain kan? Kalau begitu pertanyaannya mungkin akan makin sulit. Bukannya itu akan jadi kerugian bagi Yuuji, yang sudah berhenti belajar beberapa lama?"

"Yeah, Akihisa benar."

Mekipun kelihatannya kami bisa menang dengan rencana ini, ini juga merupakan pertaruhan yang berbaya. Dan kunci dalam rencana ini adalah Yuuji?

"Hei, jangan meremehkan aku. Soalnya taktik yang hanya mengandalkan hoki bukanlah taktik sama sekali."

"Apa? Yuuji, kau tahu bagaimana membuat Kirishima kehilangan fokus dalam ujian?"

"Tidak. Aku tidak berpikir cewek itu akan kalah dalam pertanyaan level SD hanya karena kehilangan fokus."

Itu benar. Selain itu, teknik-teknik yang bisa digunakan dalam ujian yang diawasi tidak pernah bisa mempengaruhi Kirishima. Kalau begitu apa yang bisa dia lakukan untuk menang?

"Yuuji, berhenti merahasiakan rencanamu! Sudah waktunya kau mengatakan kartu as-mu!"

Semua orang dalam kelas mengangguk setelah Hideyoshi berkata demikian.

"Ah, maaf. Pidato pembukanya ternyata lebih panjang dari yang kuduga."

Yuuji menggelengkan kepalanya, dan mulai berkata lagi.

"Hanya ada satu alasan yang membuatku memilih duel macam ini. Itu karena aku tahu cewek itu pasti akan salah menjawab satu pertanyaan."

Satu pertanyaan? Pertanyaan macam apa itu?

"Pertanyaannya adalah ---- 'Pembaruan Taika'."

"Pembaruan Taika? Pertanyaan seperti kapan siapa melakukan apa? Memangnya pertanyaan itu akan keluar?"

Meskipun kurasa sekolah tidak akan menyiapkan pertanyaan macam begitu, tapi sekolah yang mendukung murid-muridnya untuk belajar sebanyak-banyaknya mungkin akan mengeluarkan soal seperti itu.

"Tidak, bukan pertanyaan selengkap itu. Pertanyaannya jauh lebih simpel dari itu."

"Kau bilang simpel, mungkin pertanyaan soal tahunnya?"

"Oh Hideyoshi, BINGO! Seperti yang kau bilang barusan, kalau pertanyaan tentang tahun berapa itu keluar, kemenangan akan menjadi milik kita."

Tahun berapa Pembaruan Taikan terjadi? Pertanyaan mudah seperti itu, apa si pintar Shouko akan salah menjawab? Bahkan aku tahu bahwa 'Nightingale menangis. Pembaruan Taika'[1], bahkan aku ingat tahunnya dengan kalimat ini!

"Pembaruan Taika terjadi di tahun 645. Pertanyaan ini begitu mudah yang bahkan Akihisa pun bisa menjawabnya dengan benar."

Tolong... Jangan... Lihat aku...

"Tapi Shouko pasti akan salah menjawab dan kita akan menang. Pada waktu itu kita bisa mengucapkan selamat tinggal pada kelas butut ini sesuai rencana."

Ngomong-ngomong, ada sesuatu yang membuatku penasaran untuk waktu yang lama---

"Errr----Sakamoto."

"Eh? Ada apa, Himeji?"

"Kau...akrab dengan Kirishima?"

Tepat sekali. Yuuji menyebut Kirishima dengan sebutan "cewek itu" atau "Shouko". Kalau mereka tidak akrab satu sama lain, dia tidak akan menggunakan sebutan-sebutan itu.

Tidak mungkin, cowok di hadapanku ini... Bukan cuma Himeji yang menyukainya, bahkan Kirishima yang pintar dan cantik tidak berdaya menghadapi pesonanya?

"Yeah, Shouko adalah teman masa kecilku."

"Semua, LAKUKAN!"

"Apa? Kenapa semua mematuhi perintah Akihisa dan siap melempar sandal?"

"Diam, kau musuh semua pria! Kami akan mengorbankanmu sebelum kami mengalahkan Kelas A!"

"Apa salahku?"

Tidak perlu bertukar kata lagi. Semua laki-laki di kelas mempunyai pendapat yang sama. Aku merasa diberkati bisa belajar di kelas yang kompak seperti ini.

"Apa itu kata-kata terakhirmu? Tunggu, Sugawa, masih terlalu dini melepas kaos kakimu. Kita harus menjejalkan senjata terlarang itu ke dalam mulutnya setelah kita menangkapnya."

"Mengerti!"

Musuh para lelaki, nikmatilah empat-puluh-tujuh pasang kaos kaki bau milik kami!

"Err, Yoshii."

"Eh? Ada apa, Himeji?"

"Apa Yoshii menyukai Kirishima?"

"Ah, lumayan! Soalnya dia sangat cantik!"

"..."

"Eh? Himeji, kenapa kau siap menyerangku? Dan Minami, kenapa kau mengangkat meja guru dan menargetkannya padaku?"

"Semuanya tenang!"

Hideyoshi menepuk tangan dengan keras untuk mencegah situasi bertambah buruk; dia benar-benar kalem.

"Humph, Hideyoshi, kau tidak benci Yuuji?"

"Tenanglah dan pikirkan lagi, kalian semua. Kita semua sedang membicarakan Kirishima Shouko kan? Kurasa dia tidak akan pernah tertarik dengan pria seperti Yuuji."

Oh, benar juga.

"Sebenarnya, dia mungkin tertarik pada orang lain..."

"Kau benar."

Kami semua mendadak fokus pada seseorang.

"A-Apa? Apa aku melakukan kesalahan?"

Himeji mulai panik. Jangan khawatir, kau tidak melakukan kesalahan apapun. Walaupun kau tidak berbuat apa-apa, kemungkinan besar orang itu akan melakukan sesuatu padamu.

"Apapun itu, Shouko dan aku adalah teman masa kecil, dan aku sengaja memberitahu jawaban yang salah tentang pertanyaan itu waktu kami masih kecil."

Meski aku masih meragukan hubungannya dengan Kirishima, aku akan membiarkannya untuk saat ini karena Kirishima hanya menyukai wanita.

"Cewek itu tidak akan melupakan semua yang sudah dia pelajari karena dia adalah murid terbaik."

Otak pintar yang dengan mudah mengingat segala sesuatu akan menjadi kunci kegagalannya kali ini.

"Aku akan menggunakan fakta ini untuk mengalahkannya, dan mengganti meja-meja kita dengan----"

"Meja-meja kelas atas!"