Difference between revisions of "Dragon Egg Indo:Bab 212"

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search
(Bab 212)
 
(No difference)

Latest revision as of 10:39, 15 February 2020

Chapter 212 - Pedang Suci Radim[edit]

Pahlawan itu terbang semakin tinggi.
Dia mau seberapa tinggi sih?
Melihat kebawah, Haranae terlihat sangat kecil.


Sementara itu, aku menggunakan [Self-Regeneration] sambil terbang.


Luka tebasan di mataku perlahan sembuh.
Aku bisa melihat lagi dengan mata kiriku.
Sudah kuduga itu memang luar biasa. Kalau aku menggunakan [Rest], aku gak yakin luka itu akan sembuh dengan efektif.


Setelah luka tebas diwajahku sembuh, aku fokus pada penerbangan mengejar si pahlawan.
Lalu aku menambah kecepatanku karena butuh waktu bagiku untuk mendekati si pahlawan.


"[Quick]! [Power]! [Quick]!"


Cahaya menyelimuti si pahlawan dan Pegasus-nya.
Kecepatan terbang Pegasus itu meningkat dan semakin menjauh.


Pegasus itu merupakan sayap milik pahlawan, sedangkan si pahlawan berkonsentrasi pada sihir saat mereka bergerak, itu merupakan sebuah keuntungan taktis.
Mereka mau terbang setinggi apa sih?
Aku gak akan kehilangan pandangan terhadap dia semudah itu, dan aku punya pemulihan otomatis.


"[Mirage]!"


Jumlah pahlawan itu menjadi tiga.


"[Luna Lucent]!"


Dia mengangkat pedangnya keatas.
Tembakan cahaya berjumlah banyak melesat kearahku.


Skill itu sendiri biasanya menembakkan sekitar sepuluh cahaya, tapi dengan [Mirage], jumlahnya jadi 30.
Dan bukan cuma itu saja, karena aku sudah meningkatkan kecepatanku, memperlambat kecepatan jadi sulit.
Orang ini menggunakan skill-skill licik diwaktu yang licik pula.


Aku segera menurunkan kecepatanku dan memutar tubuhku ke samping untuk menghindari serangan.
Termasuk ilusinya, aku berhasil menghindari semua serangan itu.


Apa aku sudah memperjauh jarak dengan dia lagi?
Aku menengadah untuk melihat. Tapi, pahlawan itu muncul tepat didepanku.


"Gru~u~a~a~a!"


Panik, aku mengayunkan cakarku pada dia.
Dia gak bereaksi.
Lalu aku menyadari kalau itu hanyalah ilusi dari [Mirage] tadi.


Aku gak boleh berkeliaran sembarangan hanya karena aku kehilangan pandangan dari musuh.
Kalau soal naik atau turun, tentu saja turun jauh lebih cepat.
Cukup sulit terbang keatas dengan tubuh yang berat ini.


Aku memutar leherku dan mencari pahlawan itu sambil meluncur turun.


Dan kemudian, rasa sakit yang tajam menjalar di punggungku.
Pahlawan itu juga melesat turun paralel dengan turunnya aku.
Mengulurkan ekorku dari titik buta, aku berhasil menghindari serangan telak.
Aku sudah terbiasa pada pertarungan udara.


Terbang sambil memperhatikan sekelilingku, sebuah pedang menyerang tubuhku.
Seekor Pegasus yang diperkuat dengan sihir kecepatan, itu keterlaluan cepatnya.
Itu bukanlah sebuah serangan yang fatal, tapi tetap saja susah ditangani karena pahlawan itu terus menerus menyerangku sambil mempertahankan [Mirage].


"Gru~u~o~o~oo!"


Aku menyemburkan [Scorching Breath].
Karena aku gak bisa menangkap mereka, aku menggunakan serangan dengan jangkauan yang luas untuk membuat mereka keluar.
Kupikir serangan itu akan berhasil, tapi dia malah masuk kedalam api itu.
Pedang miliknya muncul dari bawah dan diayunkan keatas mengincar rahangku.


"Gu~u!"


Kepalaku menghadap keatas, mengekspos bagian bawahku yang rentan.
Pahlawan itu gak punya resistensi api, tapi dia memiliki [Spirit Protection] dan [Fairy King's Blessing].
Mungkin karena skill-skill itulah dia bisa menerobos apiku.
Mengetahui skill apa saja yang dia miliki gak akan ada artinya kalau aku gak tau apa saja yang bisa dilakukan skill-skill itu.


"Gak ada gunanya menyerang kalau itu gak mempan, dasar naga bodoh."


Aku menatap si pahlawan, dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Postur itu, aku langsung merasa dia akan melakukan sesuatu yang berbahaya.


"Inilah akhir bagimu! [Skyfall]!"


Sama seperti sebelumnya, serangannya mengenai dadaku.
Sesaat, pandanganku kabur tapi aku tau kalau itu bukanlah sebuah ilusi.
Seolah bagian dalamku terkena tekanan, udara keluar dari mulutku.
Aku bahkan gak bisa berteriak.


Seraya jatuh tak berdaya, si pahlawan melesat kebawah mengejarku. Meski aku berusaha memperbaiki posturku, aku gak bisa menggerakkan tubuhku dengan baik.
Itu mungkin sebuah status ringan, tapi aku tetap gak bisa bergerak. Ini gawat.


Aku harus menyembuhkan luka di dadaku menggunakan [Self-Regeneration] secepatnya.
Aku bisa memutar tubuhku agar aku nggak mendarat dengan punggungku.
Tepat saat aku merasa agak lega, pahlawan itu menyusulku dan menyerang punggungku.


"[Ground Upheaval]!"


Tanahnya terdorong ke segala arah saat kekuatan dari hantamannya meningkat.
Itu seolah gravitasi disekitar kami berlipat ganda. Bangunan disekitar hancur karena tekanan angin dari jatuhnya aku, sama seperti tanah tempatku menabrak, bangunannya hancur.


Kesadaranku memudar.
Aku gak bisa menggerakkan tubuhku. Aku bisa merasakan darah keluar dari punggungku.


"Hah...... hah...... Aku ragu kau bisa selamat dari sesuatu seperti ini......"


"Grua~a!"


Sobat meraung.
Berat badanku semakin ringan.
Aku bisa berpikir jernih lagi. Aku segera menggunakan [Self-Regeneration].


"Gru~owa~a!"


Setelah mendengar suaraku sendiri, aku mengayunkan cakar depanku dan menembakkan [Wind Slash] ke udara seraya berusaha mengangkat kepalaku.


"U ~o!"


Pegasus itu terbang semakin jauh ke langit dan menghindari pisau angin tersebut.
Aku melihat si pahlawan hampir jatuh dari Pegasus itu.


Apakah energi fisik si pahlawan melemah?
Kayaknya pahlawan itu juga berjuang keras untuk menahan dampak dari menggunakan skill-skill yang mengkonsumsi MP yang besar.
Sihir Penguatan Fisik mungkin memang bagus, tapi pasti punya efek samping yang besar jika berlebihan menggunakannya.
Bahkan Great Orangutan tau itu.
Jika demikian, bukankah itu artinya ini merupakan kesempatan yang sempurna bagiku untuk menyerang balik saat dia gak berdaya?


"K-Kenapa?! Kenapa kau gak mati setelah menerima serangan itu?! Sialan!"


Aku sekarang seekor Naga Ouroboros, yang mana memiliki kekuatan fisik yang lebih besar daripada sebelumnya.
Kalau aku memperpanjang pertarungan ini lebih lama lagi, [God's Voice] akan mulai mendingin.
Tetap saja, [Skyfall] dan [Ground Upheaval] milik dia betul-betul berbahaya. Berkat [Self-Regeneration] aku masih hidup.


"Dasar sampah, kau memang menjengkelkan!"


Pegasus itu terbang tinggi lagi dan berusaha melarikan diri.
Aku ingin setidaknya mendaratkan satu serangan berat pada dia sebelum dia pulih dari efek sampingnya.
Aku terbang lagi mengejar pahlawan itu.


"Grua~a!"


Sobat menggunakan [High Rest].
Akan tetapi, damagenya gak sepenuhnya sembuh dan masih terasa. [Self-Regeneration] lebih kuat kalau masalah pemulihan, sedangkan [High Rest] lebih irit MP.
Meski, skill [High Rest] cuma bisa digunakan oleh kepalaku yang satunya.


Aku memposisikan diriku dan menembakkan [Wind Slash] pada kepala pahlawan itu. Dan dengan sedikit mengubah sudutku, aku menembakkan [Wind Slash] kedua kearah kaki Pegasus.


"Hei! Aku hampir kena!"


Setelah mendengar kata-kata si pahlawan, Pegasus itu menurunkan kecepatannya.
Tembakan pertama yang kuarahkan pada si pahlawan meleset dan melesat diatas kepalanya. Setelah itu, tembakan kedua mengenai kaki si Pegasus.


"Hihyiin!"


Pahanya tersayat dalam dan darah muncrat kemana-mana. Lalu aku menembakkan pisau angin ketiga dan keempat menargetkan sayapnya.


"B-Bergerak! Woi! Dasar makhluk gak berguna! Cepat bergerak!"


Kedua sayapnya terpotong oleh pisau angin dan Pegasus itu kehilangan kemampuannya untuk terbang. Pegasus itu jatuh kearahku.


"S-Sialaa~an!!"


Pahlawan itu memegang pedangnya erat-erat.
Tangannya bergetar. Dia masih belum pulih dari efek samping skill miliknya.


Aku terbang lebih tinggi, menangkap punggung pahlawan itu dengan gigiku, dan menjauhkan dia dari Pegasus.
Pegasus itu jatuh sendirian.


"L-Lepas! Lepaskan aku!"


Aku naik lebih tinggi lagi dengan si pahlawan berada di mulutku, berbalik, lalu melesat lurus kebawah.


"B-Berhenti! Lepaskan aku, lepaskan aku! Seseorang bunuh naga jahat ini!"
"[Physical Barrier]! [Physical Barrier]! [Physical Barrier!"


Kepalaku menghantam tanah dengan keras.
Debu beterbangan.


Leherku sakit. Apa aku berlebihan melakukannya hanya karena aku punya sihir penyembuhan?


"Gru... grua~a!"


Damage yang kuterima segera disembuhkan oleh [High Rest] milik Sobat.
.....Kurasa aku mendengar suara tangisan disuatu tempat. Apa itu?


Aku melihat ketempat dimana kupikir si pahlawan mendarat, tapi dia gak ada disana, dan ternyata dia berada agak jauh dariku, terbaring berlumuran darah.
Saat kupikir sudah berakhir, si pahlawan bangun dengan berpegangan pada puing-puing.


"S-S-Sialan kau... g-gimana bisa aku... berakhir seperti ini... h-huh?"


Si pahlawan menatap tangannya, dan kemudian menatap sekelilingnya. Lalu dia menatapku, dan mengerutkan hidungnya. Tidak, tunggu.... dia menatap Sobat?


Aku mengikuti garis tatapannya.
Pedang milik pahlawan itu ada dimulut Sobat.


Holy Sword Radim

Kelangkaan: A+
Attack: +112

Sebuah pedang yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan kegelapan. Banyak iblis yang telah mati karena pedang ini.
Pedang ini disimpan didalam kuil Haranae sejak lama sekali.


Oh, kelangkaannya sangat tinggi... tunggu dulu, kenapa kau punya pedang itu, Sobat?
Kayaknya pedang itu terlempar saat pahlawan itu menghantam tanah.


"I-Itu punyaku! Kembali-....."


Sobat mengarahkan kepalanya keatas dan pedang itu masuk semakin dalam ke mulutnya.
Dan dengan suara tegukan keras, dia menelannya.


........Um, apa nggak apa-apa memakannya?
Bukankah pedang itu menghancurkan kegelapan? Bukankah pedang itu menangkal iblis?


Si pahlawan menatap Sobat dengan mata yang jelas-jelas mengatakan "Aku gak bisa mempercayai apa yang kulihat" atau semacamnya.
Lalu dia mengarahkan tatapannya ke bawah.
Aku menatap kearah yang ditatap di pahlawan dan melihat si Pegasus terbaring berlumuran darah di tanah.


"Kalian semua memang sampah yang gak berguna......"


Si pahlawan berbalik membelakangiku dan mulai berlari.

Sebelumnya Halaman Utama Selanjutnya