High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 10 Life.1

From Baka-Tsuki
Revision as of 05:58, 17 October 2012 by SATRIA (talk | contribs) (Created page with "==Life 1 : Persiapan untuk Festival Sekolah== ===Bagian 1=== “Fuuu........” Aku menyelesaikan sebagian besar peranku untuk show, dan saat ini sedang beristirahat di be...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to: navigation, search

Life 1 : Persiapan untuk Festival Sekolah

Bagian 1

“Fuuu........”

Aku menyelesaikan sebagian besar peranku untuk show, dan saat ini sedang beristirahat di belakang panggung.

Hmm, setelah ini selesai, aku harus melanjutkan persiapan untuk festival sekolah di dunia manusia. Kami akan mempersiapkan cukup banyak hal jadi kami kekurangan tenaga, jadi baik Kiba dan aku akan melakukan persiapan terbaik kami hari ini.

[.........Sekarang waktunya untuk acara Pertanyaan Oppai Dragon!]

“ “ “ “ Uooooooooooo! Kucing Neraka-chaaaaaaaaan! “ “ “ “

Sepertinya “teman teman besar” Koneko-chan tengah menyorakinya yang menjadi presenter di acara Pertanyaan. Koneko-chan ternyata sangat populer di kalangan pria pecinta loli. Kudengar ada banyak pemirsa yang datang sekedar agar bisa melihatnya......

Entah kenapa kami menjadi terkenal dengan cara berbeda. Itu sesuatu yang harus membuatku gembira, tapi aku tak pernah menduga “Chichiryuutei Oppai Dragon” bisa sepopuler ini.......Seperti itulah dunia entertainment di Dunia Bawah dan hal hal seperti ini pasti sangat baru bagi mereka.

Persiapan yang Sirzechs-sama lakukan untuk mendongkrak masa depan Dunia Bawah untuk para Iblis bisa dikatakan menjadi kesuksesan besar.

Di media Dunia Bawah, mereka telah menyiarkan tentang serangan Loki dan insiden di Kyoto di berita, dan mereka telah membuat pengumuman besar bahwa kelompok Gremory terlibat dalam insiden tersebut.

Mungkin karena hal itu, saat kami datang ke Dunia bawah untuk event kami langsung dikerumuni oleh orang orang dari media yang mulai mengambil foto kami.

Bagi Dunia Iblis, yang tak mengalami pertempuran yang mencolok, sepertinya insiden yang melibatkan kami sangat baru bagi mereka, dan ternyata itu adalah berita bagus bagi mereka karena banyak hal seperti eksistensi para teroris dan aliansi diantara golongan golongan lain membuat mereka bingung.

[Oppai Dragon! Pencapaian yang lain!]

Seperti itulah mereka menyiarkannya pada anak anak di Dunia Bawah, [Oppai Dragon] di dalam televisi dan aku yang asli dicampur aduk dengan tak karuan. Dengan kata lain, di dalam pikiran anak anak pahlawan mereka dari televisi adalah seorang yang aktif dalam bertarung melawan Loki dan orang orang dari Khaos Brigade.

Aku mendesah, dan menjatuhkan kepalaku.

.......Aku senang, tapi perasaanku jadi tak enak! Tentu saja! Di Dunia Iblis dimana pertarungan seharusnya langka, kenapa hanya kami yang terus terlibat dalam pertarungan menegangkan!? Lawan lawan kami adalah orang orang seperti makhluk legendaris, Maou-lama, dan Dewa, tahu!? Akhirnya, kami bahkan harus menghadapi para keturunan Pahlawan! Berapa banyak pertarungan berlevel gila yang kami alami, saat kesempatan untuk mengalami hal seperti itu sangat rendah!?

Kedamaian! Kedamaian yang terbaik! Tahu tidak, aku hanya ingin hidup dengan damai bersama Buchou, Asia, dan Akeno-san! Hal ha ecchi memang sesekali terjadi, tapi aku menghargai gaya hidup yang ecchi dan mesum! Komedi-Cinta! Aku memiliki impian normal untuk mengalami Komedi-Cinta dalam hidupku!

Tapi kenapa aku mendapati diriku dalam spiral penuh kekerasan iniiiiiiiiiiiii!?

.......Y-Yah, sorak sorai dari anak anak membuatku senang, dan event hari ini juga super menyenangkan.

Namun aku muak dengan semua pertarungan sengit itu. Aku sendiri tak mau mati, dan aku tak mau rekan rekanku terseret ke dalamnya juga. kalau seseorang di kelompok kami sampai mati, Aku pasti akan menjadi sangat depresi.......

Tapi karena kami terus terseret dalam pertarungan seperti itu, memang benar kalau kelompok kami menjadi lebih kuat. Itu terasa sangat rumit. Kami menjadi terbuka satu sama lain juga berkat hal itu. Mungkin demi menciptakan tim terbaik, kami harus melewati semua situasi terburuk bersama......

Seperti dugaanku ini semua adalah ciri Naga......bukan, ciri Naga Langit yang bisa menarik orang orang kuat. Itu memang membuatku sangat cemas.........Mungkin semua insiden ini terjadi karena aku? Perasaanku tentang hal itu meningkat hari demi hari.

Azazel-sensei juga berkata kalau terlalu banyak hal hal abnormal terjadi.

...............

Aku harus berhenti memikirkan hal itu. semakin aku mencemaskan ini, semakin runyam aku jadinya. Aku harus menerima hal hal yang sudah terjadi, dan berusaha keras untuk menjadi lebih baik. Hanya itulah pilihanku.

........Fiuh...........”

Aku harus pergi dan mencuci wajahku ke wastafel. Aku harus menyegarkan diriku.

Saat aku pergi ke koridor dan berjalan selama beberapa menit.......aku mulai mendengar suara berisik.

“Tidaaaaaaak!”

Sepertinya ada seorang anak menangis dengan keras. Saat aku melihat dari balik dinding, aku melihat seorang Ibu dengan anaknya tengah berbicara pada salah satu staff.

“Aku ingin menemui Oppai Dragon!”

Anak itu menginjak injak lantai, dan Ibunya nampaknya kebingungan harus berbuat apa.

“Maaf. Acara jabat tangan dan tanda tangannya sudah selesai.........”

Si staff mengatakan itu sambil meminta maaf. Ah, jadi mereka tak punya tiket untuk dibagikan untuk sesi jabat tangan dan tanda tangan. Sepertinya mereka menyebarkan itu sebelum acara dimulai. Dunia Bawah mengadaptasi ini dengan meniru event bergaya dunia manusia, namun bagi para Iblis yang memiliki gaya hidup dan budaya berbeda dari manusia pasti merasa kalau pembagian tiket untuk jabat tangan dan tanda tangan itu hal baru.

“Jadi begitu........dia bilang sudah selesai.”

Saat si Ibu mengatakan itu pada anaknya, si anak menangis semakin keras dan kemudian berteriak. Di tangannya, dia memegang mainan berbentuk aku dalam wujud armorku. Dia memegangnya dengan penting. Aku tak bisa menahan diriku setelah melihat itu.

“Tidaaaaaak!”

............

Aku memulai penghitunganku, biarpun aku baru saja melepas armorku.

-Apa boleh buat. Setelah melihat anak memasang wajah seperti itu, mana bisa aku menahannya.

Dengan melepaskan cahaya merah, aku memasuki Balance Breaker sekali lagi. Dan kemudian, aku keluar melalui pintu keluar belakang. Aku hanya membuka bagian topeng helmku.

“Apa sesuatu terjadi?”

Si Ibu, si anak, dan si staff menoleh setelah mendengar suaraku.

“Itu Oppai Dragon!”

Anak itu segera menunjukkan wajah senang. Staff kemudian menjelaskan padaku.

“Ah Hyodou-san. Anu, Ibu dan anak ini tak mendapatkan tiket untuk acara jabat tangan dan tanda tangan........”

Setelah memahami situasi yang terjadi, aku menanyai si anak sambil berlutut.

“Siapa namamu?”

“.......Lirenkus.”

“Lirenkus, terima kasih sudah datang menemuiku. Uhm, apa anda punya sesuatu untuk menulis?”

Saat aku menanyai staff.......

“Y-Ya, aku punya......”

Dia mengeluarkan sebuah pena.

“Topi ini. Bolehkah aku menandatangani di topi ini yang memiliki desain diriku?”

Aku menunjuk pada topi anak itu, Lirenkus, dan dia menganggukkan kepalanya tiga kali.

Tulisan Iblisku jelek sekali. Semakin banyak aku menandatangani, semakin aku berpikir “Aku harus berlatih menulis lagi”. Itu karena ada begitu banyak anak seperti dia yang memandangku dengan mata cerah.

Aku mulai merasa kalau aku harus hebat dalam bertarung dan juga menulis.

Aku menandatangani topinya, dan menaruhnya di kepala Lirenkus. Sembari memasang wajah cerah, Lirenkus melepas topinya, dan mengenakannya kembali berkali kali.

“Terima kasih banyak!”

Ibunya mengucapkan terima kasih. Aku meletakkan tanganku di kepala Lirenkus, dan memberitahunya.

“Lirenkus, laki laki tak boleh menangis. Kamu harus menjadi kuat sehingga kamu bisa melindungi seorang gadis tak peduli berapa kalipun kamu jatuh, dan teruslah berdiri.”

Setelah mengatakan itu, aku berdiri, dan meninggalkan adegan bersama staff.

Staff mengatakannya padaku sambil memasang wajah bingung.

“Hyodou-san. Mohon tahan dirimu dari melakukan hal seperti itu lagi. Menangani semua orang itu mustahil.......jadi kalau kamu membuat perkecualian itu terasa sedikit.......”

......Dia benar. Aku juga berpikir kalau aku baru melakukan hal seenaknya. Para staff juga sudah berusaha sebaik mereka, dan mereka mencoba memenuhi impian semua orang namun mereka harus membagikan tiket dengan memahami kalau situasi takkan jadi seperti itu.

Kalau aku membuat perkecualian, maka aku sama saja mengkhianati kepercayaan para staff.

Itu.......sesuatu yang aku pahami sejak awal. Meskipun begitu, aku tak bisa begitu saja mengabaikan seorang anak menangis di depanku.

Tidak, ini salahku.

“Maaf. Aku akan lebih hati hati mulai dari sekarang.”

Aku meminta maaf pada staff dan aku merasa sangat tak enak dengan sikapku tadi. Staff memahami, dan meninggalkan tempatnya tanpa berkata apa apa.

Maafkan aku. Tapi, aku—

“Kamu terlihat hebat, benar benar Ise ku.”

Suara Buchou. Saat aku melihat, Buchou tengah berdiri disana.

Dia berjalan ke arahku, dan kemudian mulai menepuk nepuk pipiku.

“Kamu sedikit sembrono, namun kamu masih bisa melindungi impian anak itu.”

“Buchou.......”

Buchou! Buchou memahamiku lebih dari siapapun! Itu sendiri sudah cukup membuatku bahagia! Ya, wanita ini adalah wanita terbaik yang pernah ada!

Aku tengah emosional terhadap Buchou yang selalu memandangku dengan tatapan hangat, dan kemudian seorang wanita yang aku kenal muncul dari sudut terjauh koridor.

“Ara? Bagaimana kabarmu Rias, dan Issei-san? Sedang apa kalian disini?”

Wanita dengan rambut berwarna kastanye yang terlihat mirip dengan Buchou.

“O, Okaa-sama! dan Milicas! Kalian berdua datang!”

Mungkin Buchou tak menyangka orang ini akan datang, jadi dia membuat suara parau dan terkejut.

Ya, orang ini yang sangat serupa dengan Buchou, tiada lain adalah Ibu Buchou!

“Rias-neesama, Ise-niisama, aku sangat menyukai acaranya!”

Di sampingnya adalah anak laki laki dengan rambut crimson, Milicas-sama. Dia terlihat enerjik dan cerdas seperti biasanya. Dan dia memanggilku nii-sama.........aku sangat terhormat!

Ibu Buchou mengatakannya sambil tersenyum.

“Ya, aku ingin melihat lihat event yang diadakan oleh kelompok Gremory kita dari dekat. Milicas bilang dia juga mau melihat lihat. Ise-san, kamu sudah berusaha dengan keras! Kupikir itu acara yang bagus.”

Oh, jadi mereka menyaksikan show itu ya! Biarpun aku malu, aku juga merasa senang. Keluarga Gremory adalah keluarga yang mengendalikan franchise Oppai Dragon.

“Te-terima kasih banyak!”

Aku mengucapkan terima kasihku. Aku berusaha sopan pada Ibu Buchou, tapi lebih dari itu aku merasa tak bisa menentangnya. Meski dia terlihat seperti bishojo (wanita cantik) dari luar.

Ibu Buchou berjalan ke arah kami sembari membuat suara dengan hak sepatunya.

“Show tokusatsu yang dibintangi Ise-san akan menjadi bisnis penting yang akan mendukung keuangan Gremory. Dan itu juga menjadi sesuatu yang penting bagi anak anak di Dunia Bawah. Bahkan mulai dari sekarang sebagai anggota Gremory, akan sangat membantu kalau kamu berusaha keras demi seluruh Dunia Bawah, keluarga kami, dan putriku.”

“Tentu saja! Okaa-sama Buchou! Aku akan berusaha keras dengan semangat “Funkotsusaishin’ (Berusaha sekeras mungkin)!”

“[Funkotsusaishin], itu frase Jepang kalau kuingat ingat. Jawaban yang bagus. Seperti yang kuduga dari lelaki dari keluarga Gremory kami. Tapi—“

Ibu Buchou membelai daguku dengan jarinya sembari memasang tatapan lembut. Itu sendiri sudah membuat jantungku berdegup kencang karena itu membuatku merasakan aura menggoda dari wanita dewasa!

“Memanggilku “Okaa-sama Buchou” itu tidak pantas. Jangan panggil aku “Okaa-sama Buchou”, kamu harus memanggilku “Okaa-sama” atau “Haha-ue”.”

Itu lagi ya. Apa yang keluarga Buchou minta dariku?

“Ta.....Tapi rasanya itu kurang sopan.......”

“Kamu paham kalau itu bukan tak sopan kan? justru, akan mempermalukan seluruh keluarga Gremory kalau kamu masih memanggilku seperti itu setelah kalian berdua memasuki pesta pesta kelas atas.”

Ekspresi Ibu Buchou mengalami perubahan drastis, dan sekarang dia memasang wajah tegas.

“Rias, bukankah kamu masih kurang mengajarinya?”

Ibu Buchou memelototinya, dan Buchou kemudian mengatakannya.

“Maaf Okaa-sama. Tapi—“

“Kenapa kamu mengucapkan “Tapi”........? Kamu akan membawa laki laki yang akan menyertaimu ke keluarga kita, jadi kenapa kamu tak segera melakukannya? Juga, sudahkah kamu membuat ‘Urutan giliran’? Setidaknya Asia-san dan Akeno-san ada di dalamnya, benar?”

Asia? Akeno-san? Apa yang terjadi?

“Kalau pihak lelaki mengharapkan hal itu, maka tugasmulah sebagai pewaris untuk menanganinya. Kalau jumlahnya terus meningkat, kamu harus mulai bergerak mulai dari sekarang. Akulah yang mengambil kendali Ayahmu. Sudah hal biasa di dunia ini kalau wanita tertarik pada laki laki yang kuat dan mempesona. Sirzechs hanya memiliki Grayfia karena dia seorang Maou, tapi “dia” tak berniat menjadi Maou kan? maka takkan ada masalah.......Atau kamu masih belum mengambil keputusan? Aduh aduh. Kukira kamu mewarisi sikap tegas dariku, tapi kamu justru menjadi lemah di saat akhir dan krusial.......sekali kamu menjalin hubungan, kamu juga bisa mengambil alih kekuasaan dari wanita lain disekitar dia. Rias, tak bisakah kamu membuat kemajuan dalam hubunganmu dengan dia bahkan tanpa melibatkan aku dan Grayfia?”

Sepertinya Buchou malu pada ucapan Ibunya. Aaah, seperti Grayfia-san, Ibu Buchou juga mulai berbicara seperti senapan mesin karena dia merasa tak puas. Sepertinya mereka berdua memiliki semacam ketidakpuasan pada Buchou.

Nampaknya mereka tengah membahas seluruh keluarga mereka......aku....aku juga dimasukkan dalam topik mereka........kan?

H-Hmm.......aku tak paham.

“Ise-san. Kamu juga bersalah. Pertama tama kamu harus tahu cara memanggil orang orang dari keluarga Gremory. Lupakan tentang aku sekarang, namun yang penting adalah tentang Rias. Kamu masih terus memanggil dia “Buchou”........itulah bagian paling penting dan krusial disini.”

Ibu Buchou mengatakan itu sambil mengacungkan jarinya di depan hidungku.

“Apa kamu menyukai Rias?”

“Y...Ya! Tentu saja! Aku mengaguminya dan dia adalah orang yang penting bagiku! Bahkan dengan harga nyawaku, aku akan melindunginya seumur hidupku!”

Aku mengujarkan isi perasaanku dengan jujur. Itu hal yang sudah pasti untuk kulakukan!

Di sampingku, wajah Buchou menjadi merah. Eeeh, aku mengatakan hal yang jelas dan dia jadi seperti itu?

Ibu Buchou menganggukkan kepalanya, dan kemudian melanjutkan.

“Baiklah. Aku memang sudah menyaksikan hubungan majikan-budak kalian yang indah. Maka kalian harus mengambil satu langkah ke depan. Sepanjang saat saat pribadi, apa itu Rias, mohon pikirkanlah lagi masak masak.”

-Bagiku, apa itu Buchou, huh.

Yah, itu sudah jelas. Wanita yang kucintai, seorang yang sangat kusayangi.

Karena itu, aku – ingin melindunginya. Tidak, lebih dari itu......

Aku ingin lebih dekat dengannya, lebih dekat lagi......

-Namun, untuk aku yang sekarang ini, itu hal yang sangat menakutkan untuk dilakukan.......


--- Maukah kamu mati untukku?


Wanita itu yang muncul di dalam kepalaku. Aku menggeleng kepalaku untuk mengusir pikiran itu.

Ibu Buchou pergi dari sini. Milicas-sama melambaikan tangannya padaku, dan aku melambaikan tanganku padanya.

Buchou yang berada di sampingku yang wajahnya memerah membuat batuk batuk.

“....Ja-Jadi, kalau sudah kembali kita harus melanjutkan persiapan untuk festival sekolah, oke?”

“Ya!”

Yang pasti, aku harus menyelesaikan hal hal yang ada di depan mataku. Festival sekolah akan tiba tak lama lagi!

-Oh, masih ada hal penting lainnya yang harus kuselesaikan.


Bagian 2

Esok hari, aku tengah berdiri di depan ruang kelas satu. Ini ruang kelas Koneko-chan dan Gasper.

Hari ini, Ojou-sama dari keluarga Phenex – Ravel, pindah kemari. Ravel itu lebih Ojou-sama daripada Buchou. Ini akan jadi waktu pertamanya mengikuti sekolah untuk siswa siswa biasa.

Akankah dia bisa menyesuaikan diri dengan gaya hidup dalam sekolah ini? Aku cemas dengan hal itu. Aku datang kemari sepanjang istirahat karena aku mencemaskan dia, namun........

“..........Bukankah itu, binatang-senpai dari kelas dua......?”

“......Oh tidak, aku dengar rumor kalau kalian akan terhipnotis hanya dengan ditatap olehnya, dan dia akan melakukan apapun yang dia mau dengan kalian.......”

“Dan dia memakai itu pada semua idola sekolah di sekolah kita untuk menjadikan mereka mainannya........aku takut........”

........tatapan para siswa kelas satu terasa sangat menyakitkan......tidak, ini bukan hal baru! Aku tak perlu mencemaskan itu! benda yang menetes dari mataku ini bukan air mata! Ini hanya keringat dari hatiku!

“Ara, Ise juga datang untuk melihat kondisinya?”

Suara Buchou. Saat aku menoleh, Buchou juga berada disana.

“Bu-Buchou juga?”

“Ya, aku sedikit cemas.”

Saat aku mengecek ke dalam ruang kelas bersama Buchou, Koneko-chan dan Gasper (yang tengah berdiri di tempat dimana dia tak terlihat mencolok) tengah mengobrol di sudut ruangan, dan Ravel sedang......Oh, aku menemukan tipe rambut gulung bornya! Dia ada disana. Heh, seragam sekolah itu nampak cocok untuknya.

“Phenex-san, apa kamu punya buku teks?”

“Phenex sepertinya nama yang langka. Terdengar keren.”

“Aku senang kelas ini menjadi salah satu yang mendapat siswa pindahan luar negeri setelah Gya-kun!”

Seperti itu saja, dia tengah dikelilingi para gadis! Begitu, karena dia baru pindah, apa boleh buat kalau dia akan didekati oleh siswa siswa kelasnya. Kalau Bishojo dari luar negeri datang, maka hari ini dia akan diperlakukan sebagai idola.

[Oh-ho-ho-ho! Tanyakanlah apa saja yang kalian mau! Aku akan menjawabnya untuk kalian!]

Karena itu Ravel yang memiliki sikap kelas tinggi, kupikir dia akan berbicara dengan cara arogan, namun—

Dia sepertinya bingung bagaimana harus merespon mereka dan tengah gelisah.

Dia nampak begitu gelisah sampai dia hanya bisa berkata “U-Umm....” dan “Aaah....”, sebagai balasannya! Tatapannya berpindah kemana mana karena dia sepertinya tak tahu kemana harus melihat.

Kemudian tatapannya tertuju pada aku dan Buchou. Karena Buchou telah datang, para siswi kelas satu yang merupakan fans Buchou mulai membuat keributan, reaksi yang sangat wajar.

Dia kemudian segera bangun dari kursinya dengan berkata “Permisi”, dan mendekati kami.

Ravel mengambil tanganku dan tangan Buchou, dan mencoba membawa kami pergi entah kemana. Dia melepaskan tangan kami setelah kami sampai di belokan koridor......

“A-Ada apa, Ravel?”

Saat aku menanyainya dengan penasaran, wajahnya menjadi merah seolah dia malu.

“.......I-Ini kali pertama aku pindah sekolah, jadi......a-aku tak tahu bagaimana harus berinteraksi dengan semuanya......a-aku Iblis, jadi aku tak bisa menemukan topik untuk diobrolkan dengan semuanya yang merupakan manusia........”

Begitu. Dia adalah Iblis. Selain itu dia adalah Ojou-sama Iblis Kelas Tinggi, dan karena dia pindah ke sekolah di dunia manusia, yang diikuti oleh orang orang biasa, maka pasti akan sulit baginya untuk mencari topik untuk diobrolkan. Kalau kupikir pikir lagi, itu hal yang wajar.

Namun, tak seperti sikapnya yang biasanya arogan, kali ini dia sangat manis.

“Tapi kamu tetap ingin berbicara dengan mereka kan?”

Buchou menanyainya.

“.......Te-Tentu saja. Ba-bahkan aku sudah dewasa! Aku merasa kalau mengenal orang orang yang bukan bangsawan dan mempelajari gaya hidup rakyat jelata itu sangat penting!”

Oh, dia hebat juga. Dia berbeda dari kakaknya Raiser.

Raiser itu menjadi depresi setelah kalah melawanku, tapi setelah itu, kami entah bagaimana membuat dia berdiri lagi setelah Ravel datang berkonsultasi pada kami. Berkat itulah, fobia Naganya sembuh dan dia bisa kembali ke gaya hidupnya semula. Aku juga mendengar kalau dia akan segera kembali ke Rating Game.

Orang itu bukan laki laki biasa. Seperti aku, dia juga orang sukebe.

Oh, aku harus kembali soal Ravel. Hmm, jadi masalahnya adalah dia tak tahu topik apa untuk mengobrol dengan mereka, namun kupikir setelah dia sedikit berbicara dengan mereka mungkin dia akan bisa memahaminya sendiri.......

Aku merenung untuk sejenak, dan kemudian memukulkan tanganku ke telapak tanganku satunya. Ya, hanya ada satu cara.

“Tunggu sebentar, Koneko-chan bisa—“

Hal itu terjadi tepat saat aku hendak menuju ke ruang kelas Koneko-chan dan Ravel.

“.......Apa kamu memanggilku?”

Koneko-chan tengah berdiri di dekatku! Oh, dan Gasper juga. jadi mereka mengikuti kami.

Aku kemudian menanyai Koneko-chan.

“Koneko-chan, aku ada permintaan untukmu.”

“.......apa itu?”

“Jadi teman bicara Ravel........sebenarnya aku ingin kamu membantu dia menyesuaikan dengan gaya hidup sekolah. Kalian berdua di tahun yang sama dan satu kelas, kan?”

Koneko-chan adalah salah satu idola sekolah, dan kudengar dia cukup akrab dengan para siswa kelasnya. Kalau dia mau memulai diskusi memakai Koneko-chan, maka kupikir akan lebih mudah bagi Ravel untuk terbuka pada para siswa kelasnya.

Namun, Koneko-chan kelihatan tak senang. Dia mengedutkan alisnya, dan mulutnya berbentuk segitiga. Dia terlihat manis, namun nampak aneh. Apa aku berkata salah?

Setelah berpikir sejenak.

“................Kalau senpai mengatakan itu, maka aku tak keberatan..............”

Dia menjawab seperti itu! Seperti yang kuduga dari Koneko-chan!

“Jadi begitulah Ravel. Koneko-chan akan jadi......”

“......Hetare Yakitori-Hime (Tuan Putri Ayam Giling Tak berguna).”

Sebelum aku selesai berbicara, Koneko-chan mengucapkan itu.

................................

Sebuah momen kesunyian. Pembuluh darah muncul di dahi Ravel. Dia kemudian mengatakannya dengan suara bergetar!

“Ba-Barusan, bicara apa kamu..........?”

“.......Hetare (Tak berguna).”

Koneko-chan menjawab tanpa jeda! A-Apa yang terjadi!?

Mereka berdua mulai berantem sembari mengabaikan aku yang masih tak memahami situasi yang tengah berlangsung!

“Ka-Ka-Kamu! Berani sekali kamu berbicara seperti itu pada putri keluarga Phenex.......!”

“......Karena kamu berbicara dengan cara seperti itu, bukankah kamu menjadi hetare (tak berguna) di saat krusial? Kupikir kamu datang ke dunia manusia dengan keyakinan kuat........tapi kamu malah menyusahkan Ise-senpai.......Yakitori-Hime payah.......”

SNAP!

Aku mendengar sesuatu tersentak dari Ravel! Ravel memancarkan aura menakutkan! Rambut bergelungnya mulai berdentum dentum!

Koneko-chan juga tak menahan dirinya dan balik memelototi dengan wajah manis!

“Mmmmmmmmmmmm! Aku........Aku sama sekali tak menyusahkan Ise-sama........! Ne-Nekomata ini.........!”

High school dxd v10 027.jpg

“......Yakitori!”

Se...sepertinya kucing dan burung api tengah saling melotot dengan ganas di belakang mereka!

“Auuuuu.....A.....Aku takut—“

Gasper ketakutan oleh kedua gadis, jadi dia bersembunyi di belakang punggungku! Aku sendiri juga takut!

“Hei hei kalian berdua! Kenapa kalian tiba tiba saling memelototi!? Jangan berantem! Kalian berdua kan berada di kelas yang sama!”

Aku berdiri di antara mereka berdua, dan mencoba menghentikan mereka.......namun aku ketakutan karena pertarungan diantara burung dan kucing ini!

Namun aku harus menghentikan mereka. Mereka berdua adalah junior berhargaku.

“Sudah sudah, tenanglah Koneko-chan, Ravel. Aku sama sekali tak direpotkan. Jadi kalian berdua bisa berbicara padaku sebanyak yang kalian mau.”

“ “ Kamu berpihak pada siapa!? “ “

Mereka menanyaiku dengan galak. Bi-Biarpun kalian berkata begitu.....

“......Kamu memang baik hati, Ise.”

Buchou mengujarkan itu dengan pelan di sampingku.......

“Ah.”

Kemudian seorang siswi kelas satu datang dan melewati kami, dan menjatuhkan segebuk lembaran ke tanah! Ah, kamu menjatuhkannya karena matamu melihat ke arah lain!

Aku mencoba membantu memungutnya, namun Ravel membantunya lebih cepat dariku dan mulai memungut lembaran lembaran.

“Kamu baik baik saja? Kalau kuingat ingat, kamu sekelas denganku kan? namamu.......aku masih belum menanyakannya.”

“Te-terima kasih........jadi kamu mengenalku, Phenex-san. Namaku Murota.”

“Ravel saja tak apa apa. Murota-san.”

Oh, kamu baik sekali, Ravel! Alasan kenapa dia membantunya secara alami adalah bukti kalau dia gadis berhati baik. Lebih dari itu, mengingat wajah siswa sekelasmu tak lama setelah pindah memberimu poin ekstra, Ravel! Bahkan gadis lawan bicaranya nampak sangat tersentuh!

Kemudian Koneko-chan dan Gasper mulai membantunya.

Mata Koneko-chan dan Ravel bertemu sembari memungut lembaran.

“ “ Hmph! “ “

Kedua juniorku saling membuang muka.......

....................Hahaha, ini berada diluar bayanganku.

Ini sesuatu yang kudengar setelahnya, namun nampaknya Ravel bisa terbuka pada para siswa kelasnya karena dia membantu memungut lembaran. Aku juga mendengar kalau Koneko-chan mulai mengurusnya dengan baik.

Aku merasa kalau kehidupan sekolah Ravel dimulai dengan awal yang bagus.


Bagian 3

“Baiklah, kita akan memulai persiapan.”

[Ya!]

Sepulang sekolah. Buchou memerintah kami, dan kami membalasnya dengan enerjik.

Kami, Klub Penelitian Ilmu Gaib, mulai mempersiapkan festival sekolah setelah perkenalan diri Ravel saat bergabung dalam klub.

“Hal” yang akan diselenggarakan oleh Klub Penelitian Ilmu gaib adalah........”Mansion Gaib”!

Sudah diputuskan kalau kami akan memakai seluruh gedung sekolah lama, dan menyajikan banyak hiburan. Akan ada Obake-Yashiki (rumah hantu), ruang ramalan nasib, kafe, dan ruang penyajian penelitian ilmu gaib. Jadi seperti itu sudah diputuskan untuk memakai seluruh ide yang para anggota klub kami sarankan.

Klub Penelitian Ilmu Gaib diserahi seluruh gedung sekolah lama, jadi sudah diputuskan kalau kami takkan menahan diri dan memakainya sepenuh hati kami. Ada ruangan yang belum digunakan dan ruangan yang berubah menjadi gudang. Memakai mereka kita bisa membuat rumah hantu, ramalan nasib, dan kafe.

Saat ini kami tengah berada di tengah tengah penataan gedung sekolah lama untuk festival sekolah. Kami bisa membuat perubahan dengan cepat kalau kami memakai kekuatan Iblis, namun Buchou berkata kalau dia ingin melakukannya dengan tangan sebisa mungkin. Kami semua setuju pada opininya sehingga kami bersiap melakukan pekerjaan.

Ini adalah markas kelompok Gremory, namun juga bagian dari sekolah, dan kami adalah siswa. Kalau kami harus memakainya untuk keperluan sekolah maka kami ingin melakukan ini sebagai siswa normal.

Para gadis kebanyakan tengah membuat kostum dan mengubah interior ruangan. Mereka tengah membuat kostum untuk kafe dan rumah hantu, dimana yang lainnya tengah menata ruang kelas tak terpakai untuk pemakaian pribadi. Bagi Ravel, yang baru bergabung dalam klub, ini adalah kali pertama dia ikut serta jadi ini akan baru baginya. Dia cukup terkejut meskipun dia bekerja sangat keras untuk membantu.

Aku dan Kiba tengah melakukan prosedur membangun karena kami punya tenaga laki laki. Kami memotong dan memasang kayu kayu dengan memakai martil dan gergaji.

Yah, para gadis juga Iblis jadi mereka punya kekuatan lebih besar dari manusia dan akan pasti bisa melakukan tugas seperti ini juga. Namun karena kami melakukan ini sebagai siswa, kami mencoba mengikuti prosedur ini sebisa mungkin. Jadi kami, para laki laki, tengah berkeringat banyak sambil memalu dan menggergaji kayu.

“Ise-kun, tolong pegang disini.”

“Ya.”

Seperti itu, aku dan Kiba tengah bekerja dengan kayu.

Azazel-sensei dan Rossweissei-san tengah mengikuti pertemuan para Guru yang diselenggarakan sepulang sekolah. Sepertinya bagian minor dari festival sekolah masih belum ditentukan. Meski kupikir mereka mungkin mendiskusikan poin poin penting untuk para penjaga siswa.

Orang tuaku juga akan datang ke festival. Meski mungkin mereka hanya ingin melihat Asia.

Hal itu terjadi saat festival olahraga, jadi aku penasaran apakah orang tua Buchou akan datang juga? kami takkan bisa bertemu dengan Sirzechs-sama dan Leviathan-sama di saat yang sama.......sepertinya kami harus menyerahkan mereka pada OSIS.

Sembari kami memotong kayu dengan gergaji, Kiba berkata.

“Ngomong ngomong Ise-kun. Apa kamu tahu Diehauser Belial?”

Dia mengucapkan nama seseorang.

Nama itu terdengar familiar. Ada saat saat dimana Buchou dan Akeno-san tengah berbicara tentang orang itu, dan Buchou tengah meneliti tentang dia dengan menonton videonya.

“Hanya namanya. Dia sang Juara kan? Dari Rating Game.”

Kiba mengangguk pada jawabanku.

“Ya, dia berperingkat pertama dalam Rating Game official. Sang Juara saat ini. Diehauser Belial. Dia adalah kepala keluarga Belial, dan monster pertama sejak keluarga Belial terbentuk. Dia adalah Raja sejati dalam Game dan telah berdiri di posisi top untuk waktu yang lama.—Seorang yang dijuluki Kaisar Belial.”

-Kaisar, Belial.

Kaisar huh. Itu titel yang hebat bagi seseorang yang bukan Maou. Kiba berbicara sembari melanjutkan pekerjaannya.

“Peringkat 20 dan dibawahnya dikatakan memiliki kekuatan pada level yang sama sekali berbeda, dan kalau kamu berada di Top 10, maka kamu akan disebut Pahlawan. Diantara mereka, peringkat 5 dan dibawahnya dikatakan sama sekali tanpa tanding. Mereka telah berdiri di posisi top dimana peringkat mereka belum berganti untuk waktu yang lama. Khususnya peringkat 3 Bedeze Abaddon, peringkat ke 2 Roygun Belphegor, dan peringkat 1 Diehauser Belial, mereka adalah para Iblis Kelas Tertinggi yang memiliki kekuatan sebanding dengan Maou masa kini. Namun, mereka bertiga tak mengambil tindakan kecuali perang berskala besar berlangsung. Mereka terus diteliti karena ciri Game mereka, dan mereka diperbincangkan dimana mana. Mereka disebut sebagai “Hasil” yang terlahir dari banyaknya pertandingan.”

Hasil yang tercipta dari Game itu sendiri.—Jadi itu artinya mereka para Iblis yang super kuat.—Tunggu! Mereka punya kekuatan sebanding dengan Maou masa kini!? Apa orang orang seperti mereka diizinkan ikut serta dalam Game!?

Yah, sebenarnya itu takkan aneh. Paman Tannin juga Iblis Kelas Tinggi, dan kudengar dia ikut serta dalam Game sebelumnya, dan dia terus berada dalam Top 10. Dia belum mengundurkan diri, namun kudengar saat ini dia ingin berfokus untuk melatih para naga muda ketimbang Rating Game.

“Abaddon dan Belphegor itu nama nama keluarga yang belum pernah kudengar sebelumnya.”

Aku mengucapkan keraguanku. Aku tak mengingat nama peringkat ke 2 dan 3 itu. mereka bukan nama dari 72 pillar yang ada dalam memoriku. Kiba menjawabku.

“Itu benar. Mereka adalah Iblis Ekstra. Keluarga mereka tak ingin terlibat dengan pemerintahan saat ini, namun diantara para keluarga mereka berdua adalah kasus spesial. Sepertinya mereka berdua memutus ikatan dengan keluarga mereka dan ikut serta dalam Game.”

Hmm, jadi ada para Iblis yang ikut serta dalam Game disertai masalah sekompleks itu. Mereka begitu inginnya ikut serta dalam Rating Game sampai mereka bahkan meninggalkan keluarga mereka. Itu artinya Rating Game memiliki daya tarik yang sangat besar.

Dikatakan kalau kalian bisa memenuhi keinginan apapun yang kalian mau seperti : kekuasaan, kekayaan, wanita, status, atau posisi dengan ikut serta dalam Game dan memenangkannya. Aku merasa kalau Game juga memiliki daya tarik tersendiri.

-Inilah impian yang pemerintahan masa kini berikan pada para Iblis. Ambisi.

“Tapi kamu tahu, kalau Sirzechs-sama dan para Maou lain bisa ikut serta dalam Game, maka peringkat itu akan jadi berbeda.”

“Apa boleh buat. Karena aturan Game, Maou tak boleh ikut serta. Kalau itu para budak Maou maka mereka masih boleh ikut serta, namun masalahnya mereka tak tertarik. Sepertinya impian para budak Yondai-Maou adalah terus menjadi budak dari Maou mereka. Game bisa serupa namun juga berbeda dari pertarungan nyata. Itu adalah Game yang diciptakan untuk mengganti kurangnya pertarungan sejati bagi para Iblis, namun Game itu sendiri punya banyak aturan spesial. Jadi kupikir taktik dan strategi yang digunakan berbeda. Karena itu aku merasa kalau takkan aneh bagi mereka yang kuat dalam pertarungan nyata namun tak mendapatkan apa apa dalam Rating Game.”

Jarang sekali Kiba berbagi pikirannya seperti ini. Apa ini bukti kalau dia sudah terbuka padaku?

Namun seperti yang Kiba katakan, bahwa dalam Game kemungkinan bahwa tim para Juara saat ini lebih kuat dari tim Maou itu sangat tinggi.

“Itu juga Game yang seperti simulasi, karena tak ada perang saat ini, namun itu artinya kita harus memperlakukan Game secara berbeda dibanding saat dalam pertarungan nyata, bukan?”

Kiba menganggukkan kepalanya pada kata kataku. Ya, kami mungkin punya banyak pengalaman bertarung, namun kami belum terbiasa dengan aturan khusus dalam Game sama sekali. Pertarungan dengan Sitri membuktikan poin itu secara jelas. Kalau kami ikut serta dalam Game kami bisa saja menemui aturan semacam itu. itu artinya sangat penting bagi kami untuk memakai cara berpikir berbeda dari saat kami berada dalam pertarungan nyata.

Kiba melanjutkan ucapannya sembari memukul paku dengan martil.

“Yang pasti kamu dan Buchou mengincar posisi sebagai Juara Game di masa depan, Diehauser Belial adalah dinding raksasa yang harus kalian hadapi. Kalau kalian berniat terus naik di Dunia Iblis, maka akan bagus untuk berpikir kalau para peringkat tinggi saat ini adalah eksistensi yang kalian akan harus kalahkan. Aku juga, sebagai [Kuda] Buchou, akan harus terlibat di dunia Rating Game juga.”

Keikutsertaan Buchou dalam Game official adalah setelah dia lulus dari Universitas itu artinya sekitar empat atau lima tahun lagi. Sepertinya masih jauh tapi entah kenapa terasa sangat dekat.

Pada saat itu, sekuat apa kami bisa terus maju? Akankah kami mampu melawan sang Kaisar.....?

-Oh. Aku harus berfokus pada apa yang berada di depanku dulu. Aku menggeleng kepalaku, dan mengangkat gergaji tinggi tinggi.

“Untuk sekarang, mari hadapi pertarungan dengan Sairaorg-san.”

Kiba juga mengangguk mantap. Aku dan Kiba akan berlatih untuk hari itu. para anggota yang lain juga berlatih, jadi kami tak boleh sampai kalah melawan kelompok Bael!

“Sampai poin tertentu informasi kita sudah diketahui oleh mereka. Mereka pasti sudah memahami kemampuan kita melalui video pertandingan para Iblis muda. Informasi yang belum mereka ketahui mungkin adalah teknik baru Ise-kun dan Ex-Durandal Xenovia.”

Video rekaman dibuat terbuka bagi publik, jadi akan wajar kalau lawan kami memahami kemampuan kami.

Jadi Balance Breakerku dan Balance Breaker Kiba pasti sudah diteliti dengan seksama.

“Mereka juga harus mencoba mendapat informasi terbaik yang mereka bisa, kan?”

“Tentu saja begitu. Kalau mereka berkata “Majulah, lakukan sesuka kalian!” tanpa meneliti sebelum Game akan membuat level [Raja] dan “kelompok” mereka meragukan. Untuk alasan itu, kita juga harus menyelidiki informasi tentang mereka......”

Kami juga memakai video dari si Iblis Yankee, pertandingan dengan Glasya Labolas sebagai referensi, dan tengah menyelidiki kelompok Bael.

Kecuali saat ini, mereka takkan berlevel sama seperti saat itu. Seperti kami, mereka adalah orang orang yang melakukan latihan yang sangat langka diantara para Iblis.

Kami setidaknya harus berpikir kalau musuh akan datang pada kami dengan kekuatan yang jauh melampaui saat mereka bertarung melawan Yankee.

“Namun, peningkatan kekuatan Ise-kun pasti sudah ada dalam prediksi mereka. Sepertinya dia juga merasakan sesuatu saat latih tanding denganmu tempo hari. Jadi mereka sangat waspada padamu. Masalahnya adalah saat kamu akan memakai teknik itu. karena karakteristik dari teknik, akan paling efektif untuk menyerang dengan itu selagi mereka belum pernah melihatnya sebelumnya.”

Itu benar, sepertinya Sairaorg-san memahami sesuatu dari latih tanding melawan aku yang diadakan di kediaman Gremory sebelum aku pergi untuk piknik sekolah.

Mungkin sangat jelas bagi dia untuk berasumsi kalau aku membangkitkan kekuatan baru sepanjang piknik sekolah.

Dan juga rincian mengenai seluruh kemampuanku.......

“Ya, tiap tiap bentuk memiliki ciri kuat, jadi sepertinya aku tak bisa memakainya untuk menghadapi Sairaorg-san lebih dari dua kali.”

[Illegal Move Triaina] (Yang kupersingkat dan kusebut Triaina) memiliki baik poin kuat dan lemahnya karena merupakan versi spesial dari tiap tiap evil piece.

[Welsh SonicBoost Knight] memiliki kecepatan super, namun karena armornya tipis, pertahanannya sangat rapuh. Aku bisa menutupi kelemahan pertahanannya dengan [Welsh Dragonic Rook], namun itu akan mempercepat habisnya staminaku. Mengulanginya akan sangat sulit.

[Welsh Blaster Bishop] bisa menembakkan kekuatan Iblis dalam jumlah besar, namun memerlukan waktu lama untuk isi ulang, apalagi tak akan ada artinya kalau serangannya tidak kena.

[Welsh Dragonic Rook] meningkatkan serangan dan pertahanan secara drastis, namun karena armornya menjadi lebih tebal, kecepatannya menurun drastis.

Jadi, seperti itu, tiap tiap dari mereka itu kuat namun memiliki kelemahannya tersendiri. Semakin poin kuatnya ditingkatkan; semakin nampak jelaslah poin lemahnya. Aku bisa menutupi kelemahanku dengan combo, tapi sebagai hasilnya staminaku akan berkurang drastis.

“Kalau kamu melakukan combo kamu bisa menutupi kelemahan tiap tiap bentuk promotion, tapi stamina Ise-kun akan cepat habis. Namun kamu tak akan bisa selamat kalau tak menggunakan combo di saat harus memakainya, jadi lebih baik kamu memakainya, tapi.........bertarung dalam jangka panjang akan sangat beresiko.”

“Ya, teknik itu sendiri lebih seperti pertarungan jangka pendek. Jadi aku harus menghematnya sebisa mungkin.”

Karena itu kontes serangan langsung akan lebih kuutamakan. Alasan kenapa aku bisa menghajar Cao Cao saat pertarungan di Kyoto karena musuh belum pernah melihat teknikku sebelumnya.

Kalau aku menunjukkan meski hanya satu promotion, maka kesempatan bagi lawan untuk memprediksi kemampuan baru dari bidak catur yang lain akan sangat tinggi.

[Ah, kalau itu bentuk terspesialisasi untuk [Kuda], maka ada bentuk terspesialisasi untuk bentuk yang lain juga?]. mereka akan memprediksi seperti itu. Yah, kalau aku menjatuhkan mereka dengan combo sekaligus, maka aku akan bisa memberikan efek yang dahsyat pada lawan itu.

Namun masalah terbesarnya adalah waktu pengisian ulang untuk versi Triaina untuk [Peluncur].

Yang pasti, aku harus menyimpan teknik ini apapun yang terjadi. Tapi, kalau aku berada dalam situasi dimana aku harus memakainya, maka apa boleh buat..........

“Sudah kuduga aku harus menjatuhkan mereka dengan combo.........Tapi aku akan harus menyetel timing pemakaian promotion, dan mensimulasikannya berulang ulang.”

Urutan pemakaian juga penting untuk combo. Aku bisa memakainya di Kyoto, tapi memakai Triaina-Bishop terlebih dulu akan sangat gawat. Itu sangat penuh dengan celah karena aku harus mengisi ulang energinya lebih dulu. Mungkin aku harus menembak dari jarak jauh, lalu mempersempit jarakku dengan lawan memakai Triaina tipe [Kuda], dan kemudian menjatuhkan lawan memakai Triaina tipe [Benteng] saat aku di depan mereka?

Hmmm.......itu akan sama seperti di Kyoto. Aku benar benar tak punya variasi teknik...........

“Aku juga akan ikut serta dalam latihanmu seperti biasanya. Seperti Ise-kun, aku juga ingin mencoba ide ide teknik yang kumiliki.”

Oh? Kamu baru mengatakan hal yang membuatku cemas.

“Teknik baru? Serius? Itu jadi membuatku cemas. Apa kamu sudah cukup menguasainya?”

“Ya, kira kira begitu. Ngomong ngomong, apa Ddraig tak apa apa? Belakangan, aku jadi jarang melihat dia mengobrol denganmu.”

Usai Kiba mengatakan itu, aku membuat gauntletku segera muncul, dan berbicara pada Ddraig yang sudah lama diam.

“.....Ddraig, apa perasaanmu sudah baik baik saja?”

Menjawab pertanyaanku, Ddraig berbicara sehingga Kiba juga bisa mendengarnya. Suaranya terdengar sangat tak enerjik.

[........Ya, belakangan, ada banyak hal yang aku pikirkan.......Haaa........]

Sekiryuutei-dono mendesah panjang.......

Sepertinya Ddraig merasa lesu sejak kembali dari Kyoto. Banyak orang disekitarku berkata kalau Naga Langit menangis adalah perkara serius. Maaf karena menjadi sukebe (orang mesum), partner...

“Oh, percakapan rahasia diantara laki laki. Sekiryuutei tampaknya kelihatan tak bersemangat.”

Seorang yang muncul sambil membuat lelucon seperti itu adalah Azazel-sensei.

“Sensei, jangan bicara begitu. Tunggu, apa pertemuan staf untuk festival sekolah sudah selesai?”

“Aku keluar dengan alasan tak enak badan. Astaga, mungkin karena ada sejumlah siswa luar negeri, tapi aturan di sekolah ini benar benar membosankan. Mereka terus mengatakan “Ini” dan “Itu”. Yah, kuserahkan sisanya pada Rossweisse dan kabur.”

Kejam sekali! Seperti biasanya, Guru ini benar benar seenaknya sendiri dan tak punya rasa tanggung jawab! Meski Rossweisse-san sepertinya orang yang rajin dan bertanggung jawab namun meninggalkannya sendiri di pertemuan itu terlalu.......

Sensei kemudian berbicara pada gauntletku.

“Oh iya, Ddraig. Seperti yang kau minta, aku sudah menemukan penasehat yang cocok.”

[Begitu. Maaf sudah merepotkanmu.......]

Aku membuat suara terkejut usai mendengar percakapan itu!

“Tu-Tu-tunggu sebentar! Apa maksudmu dengan penasehat!?”

Penasehat!? Apa sesuatu yang tak kusadari sedang terjadi!?

Sensei mengatakannya sambil menggaruk pipinya.

“Anu, Ddraig mengirim pesan secara pribadi padaku melalui berlian Fafnir. Katanya dia terus menangis tanpa sadar belakangan ini. Sepertinya jumlah desahannya juga bertambah, dan dia merasa kalau hatinya hancur lebur kapanpun dia mendengar kata “oppai”, “dada”, dan “payudara”.”

Saat aku mendengar itu, aku terdiam membisu..........Apa apaan.......!?

Aku menanyai Ddraig sekali lagi.

“Ap......!? Serius.....!?”

[To be continued]