Difference between revisions of "High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 11 Life 4"

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search
(Created page with "==Life 4 : Sebagai Naga Langit== ===Bagian 1=== Aku melihat keluar jendela dari salah satu kamar di dalam hotel. -Ada orang orang menyeramkan mengenakan jubah yang melihat ke...")
(No difference)

Revision as of 08:24, 13 June 2012

Life 4 : Sebagai Naga Langit

Bagian 1

Aku melihat keluar jendela dari salah satu kamar di dalam hotel.

-Ada orang orang menyeramkan mengenakan jubah yang melihat ke arah kami.

......! Aku tak bisa melihat wajah mereka karena ditutupi kerudung. Hanya mata mereka yang berkilau. Hasrat membunuh. Permusuhan. Dan satu hal lagi. Tiap tiap dari mereka membawa sabit besar di tangan, dengan selera asesori yang buruk padanya. Mereka memiliki sesuatu seperti tengkorak atau tangan monster padanya. Hanya sekali tatap dari sabit sudah memberitahumu kalau mereka orang orang jahat.

Grim Reaper. Orang orang yang Hades, Dewa Tengkorak, berjalan bersama. Dan orang orang itu mencoba menyerang kami dengan membantu golongan Pahlawan di ruang buatan ini.

Tak peduli bagaimana aku memikirkannya, Hades sudah bertindak diluar kekuasaannya.

.......Untuk alasan apa dia mengirim pasukannya kemari?

Yah, percuma saja aku memusingkan persoalan politik seperti itu. Saat ini kami harus meninggalkan ruang buatan ini apapun yang terjadi. Sebenarnya ada tiga cara untuk kabur dari ruang buatan yang diciptakan oleh Georg ini. Sensei memberi kami penjelasan.

“Tiga cara itu antara lain : cara pertama adalah si pemilik teknik, dalam hal ini Georg, melepas segel itu sendiri. Ini seperti pertarungan di Kyoto. Cara kedua adalah masuk dan keluar secara paksa. Inilah yang Le Fay, Sun wukong pertama, dan Yu-Long berhasil lakukan. Seperti yang kujelaskan sebelumnya, ini mustahil kecuali kalian adalah penyihir yang sangat berbakat. Saat ini Le Fay hanya bisa melakukan ini sekali lagi dengan membawa jumlah orang terbatas bersamanya. Akan mustahil untuk keluar atau masuk untuk yang ketiga kalinya dengan teknik Le Fay—Georg pasti sudah membuat perisainya lebih kuat sekarang.”

Anggota yang diturunkan untuk pertarungan seketika juga dibatasi. Seperti penjelasan sebelumnya, rencana ini akan digunakan dan orang orang yang pergi untuk mencari bantuan adalah Irina dan Xenovia yang mengawalnya. Dan cara ketiga untuk bisa keluar dari sini adalah.......

“Cara terakhir sangat simpel dan jelas. Kita bisa kalahkan si pemilik teknik atau hancurkan poin sentral yang mendukung perisai ini. Ise menghancurkan perangkat perisai saat Asia tertangkap, jadi seperti itu kita akan menghancurkan perangkat yang bertindak sebagai poin sentral dari perisai.”

Itu sangat simpel dan mudah dipahami! Jadi itu artinya dimensi ini akan runtuh kalau kita hancurkan poin kunci perisai ini! Dan masalahnya adalah mengetahui dimana “poin kunci” itu berada. Saat Asia tertangkap sebelumnya, perangkat yang melekat padanya adalah poin kunci itu sendiri. Momen ketika aku menghancurkan perangkat itu, nampaknya perisai di medan itu hancur.

Sepertinya Kuroka sedang menggunakan senjutsu dan Le Fay memakai sihirnya untuk mencari perangkat itu. Mereka meletakkan kertas di lantai di ruangan ini dengan peta dari hotel ini. Mereka memasang sejumlah blok (berbentuk manusia atau hewan, dan crane dengan melipat kertas) do atasnya, dan mereka bermaksud membuat “mata” diluar sini.

.......Mereka mulai menulis aksara Iblis di peta dan membuat mantra mantra misterius, mereka juga menyebarkan abu misterius untuk menyempurnakan mantra.

Aku tak paham apa yang mereka lakukan biarpun aku melihat mereka. Rias dan Akeno-san menatap mereka dengan wajah tertarik......Le Fay yang memejamkan matanya meletakkan tangannya pada peta. Crane mulai berguncang dan bergerak, aksara Iblis mulai bersinar, dan abu mulai bergerak sendiri, membuat simbol yang belum pernah kulihat sebelumnya. Le Fay kemudian berkata.

“Ada satu di tempat parkir. Lainnya di atap. Dan lainnya di lantai kedua hotel di ruang aula. Totalnya, aku sudah mengkonfirmasi tiga perangkat perisai. Dan mereka memiliki bentuk ular.....bukan. Patung Uroboros yang menggigit ekornya dengan mulutnya.”

Sensei menerima kertas dari Le Fay yang menggambar patung di atasnya. Patung ular yang menggigit ekornya sendiri, memiliki bentuk lingkaran. Sensei lalu berkata.

“Jadi perangkat perisai yang harus kita hancurkan adalah patung Uroboros. Dan jumlahnya ada tiga. Sepertinya ini akan jadi tugas sulit. Ruang buatan ini dibuat khusus untuk menjebak Ophis disini. Ini pasti bukan apa apa bagi Ophis yang normal. Georg pasti menciptakan ruang perisai ini, mengetahui kalau Ophis sudah kehilangan kekuatannya dalam rencana ini. Sekarang Le Fay. Apa yang akan terjadi dengan perangkat? Apa jumlah Grim Reapernya bertambah dari sebelumnya?”

“Ya Gubernur. Ada banyak Grim Reaper berkumpul di semua lokasi perangkat. Lebih tepatnya mereka menyebar dimana mana selain lantai ini. Mereka bahkan ada di koridor.......nampaknya sebagian besar dari mereka berkumpul di tempat parkir. Cao Cao-sama sudah meninggalkan tempat ini, namun Siegfried-sama yang menggantikannya. Georg-sama juga berada di tempat parkir.”

Rias kemudian mengatakannya pada sensei.

“Azazel. Mari lakukan seperti yang kita rencanakan sebelumnya.”

Sensei mengangguk oleh ucapan Rias.

“Ya. Astaga, kamu benar benar memikirkan rencana yang mencengangkan. Ise, wanita yang kamu cintai itu benar benar memahamimu lebih dari siapapun, tahu?”

Sensei mengatakannya sambil tersenyum pahit. Rias juga nampaknya sangat percaya diri.

......Hah? Apa mereka mencoba membuat aku melakukan sesuatu? Aku pikir kita akan berpencar menjadi dua kelompok. Satu naik ke atas dan satu turun ke bawah. Kemudian menghancurkan perangkat dan berkumpul kembali untuk pertarungan terakhir......

Aku merasa ragu, namun Akeno-san berbisik ke telingaku.

“Sebenarnya........”

Ya, ya. Rencana Rias sedang dibisikkan ke telingaku.

.............

.......A.......Apa........!

“Dia sungguh memikirkan rencana yang hebat!”

Itulah kata kata yang meluncur dari mulutku! Itu karena sangat hebat! Sangat hebat bagaimana dia mendapat ide itu untuk menggunakan potensiku seperti itu dalam situasi mendadak ini! Bahkan aku tak pernah memikirkan soal itu! Ta-tapi sepertinya aku bisa melakukannya! Aku pasti bisa melakukannya! Kaaaaa! Wanita yang kucintai sungguh hebat! Aku menatap Rias dengan kekaguman. Sensei kemudian meletakkan tangannya di bahuku.

“Memang sangat hebat. Namun ini rencana yang Rias pikirkan karena dia sangat menggilaimu. Strategi yang benar benar berbeda dari Sona.”

Biarpun begitu tetap saja hebat! Seperti yang kuharapkan dari Rias Gremory! Kandidat nomor 1 yang ingin kujadikan istriku!

“Sekarang, berkumpul disini semuanya!”

Rias membuat semuanya berkumpul di tengah ruangan. Semua orang memusatkan perhatian mereka pada Rias. Rias kemudian mengatakannya dengan senyum berisi penuh percaya diri.

“Sekarang para budakku tersayang! Mari segera keluar dari tempat ini. Akan kujelaskan rencananya sekarang!”

Seperti ini rencana untuk kabur dari sini dimulai!


Di dalam hotel, di lantai yang ditutupi oleh perisai Le Fay. Aku berdiri di koridor di dalam perisai. Di sampingku adalah Koneko-chan, dalam mode nekomata. Dia tengah melakukan seiza[1] sambil menutup matanya. Le Fay, Irina, dan Xenovia, berada di ruangan di dekat kami. Mereka tengah menyiapkan lingkaran sihir yang akan digunakan untuk kabur. Pintu terbuka, dan orang orang lain berkumpul di ruangan yang sama namun dekat jendela. Kuroka yang staminanya masih lemah dan Vali yang masih belum lepas dari kutukannya juga berada di ruangan ini. Semua orang meninggalkan ruangan dimana kami mendiskusikan rencana kami, dan melihat keluar jendela untuk mengawasi tempat parkir.

Perisai yang mengelilingi lantai ini takkan bertahan lama. Para Grim Reaper sudah mulai menghancurkan perisai yang terletak di tangga darurat. Sepertinya sama di jendela di setiap ruangan. Dibalik korden yang tertutup rapat dimana semua orang berkumpul, para Grim Reaper tengah mengayunkan sabit mereka dengan enerjik. Jadi artinya ini takkan ada habisnya kecuali kita membuat langkah terlebih dulu. Aku segera memasuki Balance Breaker dan mengenakan armor. Sekarang rencana akan dilakukan sekali lingkaran sihir Le Fay sudah sempurna.

Koneko-chan yang memejamkan matanya tengah mencari benda “tertentu”. Dia menunjuk arah tertentu di lantai dan atap.

“.........Senpai. Disana dan disana.”

“Aku paham.”

Aku mengangguk. Melihat itu Koneko-chan mencoba memasuki ruangan yang lain. Aku menarik tangan Koneko-chan.

Koneko-chan menyerbu keluar dari kamar Kuroka tadi. Sepertinya dia bertengkar dengan Ravel yang pergi mengejarnya, dan dia kembali agak lega karena hal itu. Pada saat seperti ini, aku sangat bersyukur pada keberadaan Ravel. Sangat penting memiliki teman yang bisa diajak bertengkar. Tapi aku juga harus mengatakan ini pada Koneko-chan.

“Koneko-chan. Aku juga berpikir kalau Kuroka itu orang jahat. Aku bisa paham kalau dia mencari kekuatan dan tertarik pada kekuatan Senjutsu. Tak mungkin dia orang baik karena dia bergabung dalam kelompok teroris.---Namun.........”

Aku melihat ke arah Kuroka berada. Sepertinya dia belum menyadari kami.

“Tapi kupikir bagaimanapun juga dia adalah kakak Koneko-chan. Dia adalah kucing liar dan wanita nakal yang suka melakukan hal hal nakal, tapi dia adalah keluargamu.”

“......Aku mengalami banyak pengalaman menyakitkan karena Nee-sama.”

Tak peduli apapun alasannya, dunia Iblis sangat tegas pada mereka yang menjadi “Iblis buangan” dengan membunuh majikan mereka. Itu juga berlaku pada keluarga mereka. Koneko-chan memikul kejahatan kakaknya yang menjadi buangan, dan yang membuat perasaannya hancur berkeping keping........Itu pasti sangat menyakitkan.

“.......Aku sangat membenci Nee-sama.......Aku benci dia.—Tapi tadi dia sudah menolongku.”

Koneko-chan mengatakannya padaku dengan tatapan kuat.

“Aku berpikir untuk mempercayainya saat ini. Setidaknya sampai kita lolos dari sini.”

.....! Aku terkejut oleh ucapan tak terduga yang keluar dari mulut Koneko-chan........Astaga. Nampaknya tak ada artinya aku berusaha menghiburnya. Gadis ini memiliki hati yang kuat. Dia melihat ke depan dimana dia bisa menemukan jawabannya sendiri sekarang.

“Itu sudah cukup. Kalau Kuroka melakukan hal aneh padamu lagi, katakan padaku. Aku akan membuatnya membayar untuk itu.”

Setelah mengatakan itu, aku menepuk nepuk kepala Koneko-chan. Koneko-chan kemudian memelukku.

“........Aku menjadi lebih kuat berkat senpai. Gya-kun menjadi lebih kuat berkat senpai. Karena itu aku berpikir untuk menjadi lebih kuat lagi........”

“Kamu bisa. Bahkan aku menjadi lebih kuat. Koneko-chan pasti akan jadi lebih kuat lagi.”

“.......Aku mencintaimu senpai........Biarpun Buchou beberapa langkah di depanku. Bahkan kalau Asia-senpai dan Akeno-senpai selangkah di depanku, aku pasti akan mengejar mereka.......Karena itu—“

Koneko-chan menatap mataku secara langsung.

“Tolong jadikan aku istrimu kalau aku sudah besar.”

[[[[[[Eh!? Kamu melamarnya disini!?]]]]]]

Sebelum aku kaget oleh ucapannya, Rias, Asia, Akeno-san, Xenovia, Irina, dan Ravel menjadi panik! Oiiiiii! Sejak tadi kalian mengawasi kami sambil pura pura tidak tahu!? Tunggu, istri!? Istri katamu!? Aku tak pernah menduga akan ditembak oleh Koneko-chan sama sekali! Tapi aku paham perasaan yang gadis ini miliki terhadapku saat dia menghiburku sebelum pertandingan melawan Bael. Tak mungkin aku akan keberatan dengan ini! Kejantanan! Inilah bagian dimana aku harus tunjukkan kejantananku!

“Kalau oppai dan tinggi badanmu lebih besar lagi........aku akan bahagia!”

Setelah berbicara dengan semua yang kumiliki, hanya itu hal yang meluncur dari dalam mulutku! Uwaaaaaaah! Kenapa jadi begini!? Koneko-chan mengatakan hal yang sangat penting barusan, namun aku malah berbicara ngawur! “Kalau oppai dan tinggi badannya lebih besar”. Bukankah itu pelecehan seksual!? Aku menyesalinya sedalam hatiku, namun Koneko-chan menganggukkan kepalanya dengan kuat.

“.........Aku mengerti. Aku akan minum banyak susu. Mohon tunggulah aku senpai. Untuk menjadi istri senpai, aku akan memiliki payudara yang bahkan takkan kalah dari Nee-sama.”

Nampaknya dia sama sekali tak keberatan, dan Koneko-chan nampak bersemangat.......I-Ini tak apa apa? H-Hmmmm, aku penasaran apa ucapanku tadi memang jantan? Aku jadi bingung sendiri!

“---Rumus sudah selesai.”

Sambil kami melakukan ini, Le Fay mengumumkan penyempurnaan lingkaran sihir. Dibawah kaki Le Fay, Irina, dan Xenovia, lingkaran cahaya terbentuk dan lingkaran sihir bersinar. Mereka bukan aksara Iblis, namun lingkaran sihir terbuat dari aksara Penyihir. Dengan ini, mereka bertiga bisa pergi. Bahkan kalau mereka bisa lolos, pasukan pengejar dari golongan Pahlawan akan mengejar mereka. Namun karena Le Fay bersama mereka, mereka pasti mampu melarikan diri.

Koneko-chan juga bergerak mendekati jendela, dan akhirnya rencana dimulai. Aku menatap Rias. Dia menatapku dan mengangguk. Sinyal permulaan rencana kita. Aku mengubah evil piece di dalamku dan berpromosi! Yang akan kupromosikan adalah [Triaina-Bishop]!

“Promosi ke [Welsh Blaster Bishop]!”

[Change Fang Blast!]

Aura merah berkumpul di punggungku dan mulai membentuk ransel untuk menciptakan meriam. Meriam di kedua bahuku! Aku mengarahkan satu meriam ke atas dan satu kebawah, seperti yang Rias katakan padaku sebelumnya! Koneko-chan memakai senjutsu untuk melacak lokasi Grim Reaper di atap dan lantai kedua, jadi aku tahu keberadaan mereka. Aku kemudian berteriak pada teman temanku!

“Ini dia!”

Rencana kami. Yakni menembak memakai kedua meriam [Triaina Bishop] ku ke atas dan ke bawah! Lokasi dimana perangkat berada adalah atap, aula lantai kedua, dan tempat parkir. Menghancurkan perangkat di atap dan lantai kedua secara terpisah lalu berkumpul di tempat parkir akan membuang banyak waktu. Juga musuh akan menghadang kami setelah itu.

Maka kami hanya perlu menghancurkan mereka bersama setelah rencana dimulai! Kalau aku mengincar ke arah lokasi dimana ada banyak Grim Reaper, maka kita bisa menghancurkan mereka bersama dengan perangkat!

“Mari kita lakukan Ddraig! Yang akan kita incar adalah perangkat dari perisai ini dan Grim Reaper di sekeliling mereka! Kita akan menghabisi mereka sekaligus!”

[Yeah!]

DUUUUUUUUU..........

Ransel dengan tenang membuat suara dan aura dalam jumlah besar berkumpul di meriam! Meriam merah diarahkan ke atap! Meriam kiri diarahkan ke lantai kedua! Aku tak perlu memperluas area tembakan! Itu sudah cukup asal memiliki daya tembus besar yang bisa menghancurkan satu poin sekaligus!

“Majuuuuuuu! Dragon Blasteeeeeeeeer!”

ZUOOOOOOOON!

Terdapat aura berjumlah besar meluncur dari kedua meriam! Ke atas dan ke bawah! Aura yang ditembakkan ke arah atap dan aula! Dragon Blaster dengan keras mengguncang seluruh bangunan..........

Aku selesai menembakkan aura, jadi aku melihat ke atas dan ke bawah.

-Ada lubang besar di atap dan lantai kedua!

Le Fay yang memejamkan matanya memberitahu kami.

“Perangkat perisai yang terletak di atap dan lantai sudah hancur! Grim Reaper di sekitar mereka juga! dengan ini, satu perangkat tersisa adalah satu di tempat parkir! –persiapan untuk transportasi juga sudah selesai!”

Kemudian cahaya yang dipancarkan lingkaran sihir meningkat, dan cahaya menyelimuti Le Fay, Irina, dan Xenovia!

“Xenovia! Irina! Akan kuserahkan pada kalian berdua!”

Aku mengatakannya pada mereka berdua yang menghilang kedalam cahaya transportasi!

“Ise! Jangan mati!”

“Kami pasti akan melaporkan ini pada Surga dan Maou-sama!”

Mengatakan itu, keduanya menghilang dari ruang buatan ini. Mereka berhasil lolos!

“Baiklah! Yang tersisa pada kita adalah kalahkan orang orang itu dan menghancurkan perangkat! Ayo anak anak!”

Sensei mengayunkan tombak cahayanya ke sisi dan menghancurkan jendela besar!

“Ya!”

Semua orang meresponnya! Pasukan garis depan sensei, Rias, Akeno-san dan Kiba keluar dari jendela yang hancur dengan membentangkan sayap mereka! Yang berada di depan mereka.......tempat parkir yang penuh oleh Grim Reaper! Para Grim Reaper yang terbang ke langit sambil memegang sabit mereka! Cukup mengerikan melihat orang orang berjubah dan membawa sabit di langit! Rekan rekanku mulai bertarung dengan musuh di udara! Georg yang menciptakan ruang buatan ini pasti sudah menyadari kalau Le Fay dan yang lain telah kabur. Di saat yang sama perisai di ruang ini pasti sudah dia perkuat, dan menjadi mustahil untuk masuk atau keluar dari sini melalui metode yang sama. Namun itu semua akan berakhir sekali kita menghancurkan perangkat perisai yang terletak di tempat parkir!

Orang orang yang masih di ruangan adalah Kuroka, Vali, dan Asia yang menjadi penjaga belakang. Dan Koneko-chan dan Ravel yang tetap disini untuk mendukung Kuroka. Kuroka menciptakan lingkaran sihir pertahanan untuk melindungi para anggota yang masih tinggal dengan melindungi ruangan memakai kekuatannya. Akan mustahil bagi Kuroka yang sekarang untuk memasang perisai di seluruh lantai seperti yang Le Fay lakukan. Namun dia nampaknya bisa melindungi satu ruangan saja. Ada Grim Reaper yang berada di dekat ruangan mereka. Setelah mereka menyadari kalau akan perlu waktu untuk menghancurkan perisai Kuroka, mereka meninggalkan hotel dan terbang menuju ke sensei dan yang lainnya. Ini juga bagian dari rencana kami.

“Aku akan menyembuhkan luka semua orang!”

Asia bertanggung jawab menyembuhkan rekan yang terluka disini. Dia juga bersinar dan sekarang dia bisa membentuk busur dengan aura untuk menembakkan panah penyembuh. Akurasinya juga tinggi. Kalau panahnya mengenai musuh, maka akan lenyap secara otomatis. Kekuatan penyembuhnya bisa menyembuhkan baik kawan atau lawan, jadi faktor ini sangat penting. Seperti dugaanku, Asia sangat berbakat pada hal seperti ini. Koneko-chan dan Ravel mendukung Kuroka dengan memegangi tubuhnya.

“Ara? Shirone........apa kamu mencoba membantuku?”

“.......Aku hanya membalas budimu saat kamu menolongku. Mohon konsentrasilah pada lingkaran sihir pertahanan. Aku akan mendukungmu dengan senjutsu.”

“Kenapa kamu membantuku Ojou-san—nyan?”

Wajah Ravel menjadi merah saat Kuroka menanyainya, dan dia menjadi tsun-tsun.

“A-Aku hanya merasa mau! Kamu harusnya bersyukur!”

Kuroka tersenyum mendengar itu.

“Begitu. Maka aku akan menerima kebaikan kalian.........Shirone, apa kamu ingin kuajari cara memakai senjutsu sekaligus youjutsu dari Nekomata?.......Aku tak keberatan kalau kamu tidak mau.”

Kuroka mengatakannya setengah bercanda, namun Koneko-chan mengangguk dengan wajah serius.

“.......Tidak. Tolong ajari aku. Aku ingin lebih kuat sehingga bisa menolong rekan rekanku. Aku harus menjadi lebih kuat biarpun harus meminta bantuan Nee-sama.........”

Jadi Koneko-chan akan terus bergerak maju. Biarpun itu tak menyambung hubungannya dengan kakaknya, akan bagus asal itu bisa membuatnya lebih kuat. Dan aku pikir Ravel juga akan bersamanya mulai dari sekarang. Kalau Gasper kembali, maka trio kelas satu dari kelompok kami akan lengkap. Aku sangat menantikannya. Juga Vali, yang menjadi penjaga belakang......

“Biarpun aku tidak dalam Balance Breaker........”

DON!

Dia menembakkan tembakan kekuatan Iblis besar dari tangannya dan melenyapkan beberapa Grim Reaper yang terbang di udara! Kekuatan Iblisnya sungguh kuat seperti biasanya! Biarpun kondisinya sangat buruk karena kutukan, Vali tetaplah Vali! Vali melanjutkan serangannya! Para Grim Reaper terus dihancurkan.

“Aku ikut.”

Ophis juga mendukung dari belakang! Kalau Naga yang memiliki kekuatan tertinggi di antara kami bergabung, maka rencana kami untuk kabur akan berjalan lancar—........

KA!

Momen ketika tangan Ophis bersinar terang........

BAAAAAAAAAAAAAAAAAAANGGGGGGGGGGGG!!!

Ledakan terdengar begitu keras dan jelas, dan kehancuran yang sulit dipercaya terjadi di tempat parkir! Bukan hanya Grim Reaper namun tampaknya rekan rekanku juga ikut kena di dalamnya! Dari kepulan asap, Rias, Kiba, dan Akeno-san muncul dan mereka masih selamat! Sungguh kekuatan penghancur yang edan! Kita juga bisa terbunuh kalau dia tak menahan kekuatannya! Aku hampir ingin protes padanya, namun Ophis menatap tangannya sambil memiringkan lehernya.

“........Aneh. Mengendalikan kekuatanku, sangat sulit.”

....! A-Apaaaaa!? Apa dia baru menggunakan kekuatannya tanpa mengendalikannya!? Bahaya! Itu sangat berbahaya! Kalau kita punya penjaga belakang seperti dia, kita takkan bisa bertarung dengan aman! Biarpun dia bertarung sebagai penjaga belakang, kekuatannya tak stabil sehingga kita tak tahu apa yang akan terjadi! Bukankah Ophis saat ini seperti faktor ketidakuntungan!? Sensei kemudian terbang ke arah kami sambil mengepakkan sayapnya!

“Hei Ophis! Kau tidak perlu bertarung! Melihat situasi saat ini, kau mungkin tak bisa mengendalikan kekuatanmu dengan benar karena Samael! Menonton saja! Kalau kau memakai kekuatanmu disini, baik kawan dan lawan akan habis! Kita akan mencarikan jalan agar kau bisa lolos!”

Mengatakan itu, sensei kembali ke medan tempur! Ophis mengangguk dan duduk di sudut. Ah, dia benar benar jujur. Oh, aku juga harus ikut bertarung! Aku berdiri di sisi jendela, dan mengarahkan meriamku ke arah tempat parkir! Aku juga bisa mendukung kawan kawanku seperti ini! Aku adalah tipe-kekuatan yang juga bisa jadi tipe-pendukung! Aku kemudian mengarahkan meriamku ke Grim Reaper yang berada di tempat parkir........

Kali ini aku tak perlu menahan diri! Aku akan menembak dengan niat menghancurkan tempat parkir!

“Sekali lagi! Dragon Blasteeeeeeeeeer!”

ZUOOOOOOOOOON!

Aura dalam jumlah besar yang ditembakkan dari meriamku menghujani tempat parkir.......


Bagian 2

  1. Posisi duduk sopan Jepang.