Difference between revisions of "Toaru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume15 Chapter1"

From Baka-Tsuki
Jump to navigation Jump to search
(references)
Line 1: Line 1:
 
 
==Bab 1: Senapan yang Tak Mungkin Salah, Tidak Terdengar oleh Semua. Compass.==
+
==Bab 1: Senapan yang Tak Mungkin Salah, Tidak Terdengar oleh Semua. ''Compass''.==
 
<br>
 
<br>
 
===Part 1===
 
===Part 1===
Line 133: Line 133:
 
Bangunan nomor dua dari gedung apartemen bagian keluarga.
 
Bangunan nomor dua dari gedung apartemen bagian keluarga.
   
Sebuah kamar 4LDK lapang yang diperuntukkan untuk tempat tinggal. Tapi jika seseorang melihat interiornya, akan jelas terlihat hanya satu orang yang tinggal disana. Siapapun bisa menerkanya hanya dengan mengamati kamar-kamarnya yang tidak ditempati. Bahkan mungkin tetangga-tetangganya merasakan hal yang sama.
+
Sebuah kamar 4LDK<ref name="4LDK">artinya, rumah atau kondominium mempunyai 4 ruangan selain ruang keluarga (Living), ruang makan (Dining) dan dapur (Kitchen)</ref> lapang yang diperuntukkan untuk tempat tinggal. Tapi jika seseorang melihat interiornya, akan jelas terlihat hanya satu orang yang tinggal disana. Siapapun bisa menerkanya hanya dengan mengamati kamar-kamarnya yang tidak ditempati. Bahkan mungkin tetangga-tetangganya merasakan hal yang sama.
   
 
Unabara sedang memeriksanya sambil menggunakan ponselnya untuk bicara dengan Tsuchimikado.
 
Unabara sedang memeriksanya sambil menggunakan ponselnya untuk bicara dengan Tsuchimikado.
Line 191: Line 191:
 
Orang-orang berarmor abu-abu gelap masuk ke dalam kamar dengan tangkas sambil mencari perangkap. Kepala mereka ditutupi oleh penutup muka secara seragam, lima orang yang dilengkapi peralatan yang cocok ini tidak punya kepribadian.
 
Orang-orang berarmor abu-abu gelap masuk ke dalam kamar dengan tangkas sambil mencari perangkap. Kepala mereka ditutupi oleh penutup muka secara seragam, lima orang yang dilengkapi peralatan yang cocok ini tidak punya kepribadian.
   
Berkomunikasi tanpa suara melalui isyarat tangan, mereka berpencar menjadi dua grup dan menginvestigasi sisa-sisa bekas kamar 4LDK yang telah terbakar hangus, yang mana telah bertambah lebar ketika dinding luarnya yang tipis runtuh di atas AC yang telah jatuh dari dinding ke lantai. Tidak hanya fasilitas pemadam kebakaran otomatis yang tidak berfungsi, bahkan alarm api biasa pun tidak. Mereka telah memutus sistem keamanan terlebih dahulu dengan baik.
+
Berkomunikasi tanpa suara melalui isyarat tangan, mereka berpencar menjadi dua grup dan menginvestigasi sisa-sisa bekas kamar 4LDK<ref name="4LDK"> yang telah terbakar hangus, yang mana telah bertambah lebar ketika dinding luarnya yang tipis runtuh di atas AC yang telah jatuh dari dinding ke lantai. Tidak hanya fasilitas pemadam kebakaran otomatis yang tidak berfungsi, bahkan alarm api biasa pun tidak. Mereka telah memutus sistem keamanan terlebih dahulu dengan baik.
   
 
Karena mereka tidak bertukar kata-kata sama sekali, hanya suara kecil metalik yang aneh *kacha kacha* yang menggema.
 
Karena mereka tidak bertukar kata-kata sama sekali, hanya suara kecil metalik yang aneh *kacha kacha* yang menggema.
Line 273: Line 273:
 
"Tepat disini."
 
"Tepat disini."
   
Aslinya sebuah rumah 4LDK<ref>artinya, rumah atau kondominium mempunyai 4 ruangan selain ruang keluarga (Living), ruang makan (Dining) dan dapur (Kitchen)</ref> yang mewah, pertengahan ruangan tersebut telah dihancurleburkan oleh bahan peledak, bahkan furnitur dan dinding dalamnya pun sudah ambruk. Karena itulah, apartemen tersebut sekarang hanya memiliki kurang lebih dua kamar. Seseorang sudah bisa melihat kamar mandinya hanya dengan melewati pintu utamanya.
+
Aslinya sebuah rumah 4LDK<ref name="4LDK"> yang mewah, pertengahan ruangan tersebut telah dihancurleburkan oleh bahan peledak, bahkan furnitur dan dinding dalamnya pun sudah ambruk. Karena itulah, apartemen tersebut sekarang hanya memiliki kurang lebih dua kamar. Seseorang sudah bisa melihat kamar mandinya hanya dengan melewati pintu utamanya.
   
 
"Mereka telah menghancurkan bukti secara menyeluruh. Bahkan membawa mereka yang ahli telepati mungkin tidak membantu."
 
"Mereka telah menghancurkan bukti secara menyeluruh. Bahkan membawa mereka yang ahli telepati mungkin tidak membantu."

Revision as of 17:27, 14 July 2011

Bab 1: Senapan yang Tak Mungkin Salah, Tidak Terdengar oleh Semua. Compass.


Part 1


9 Oktober.

Hari ini, hari kemerdekaan Academy City, adalah hari libur di dalam Academy City.

Suasana riang telah menyelimuti Academy City sejak pagi, bahkan di rumah sakit yang terletak di Distrik Sekolah ke 7. Sang dokter bermuka kodok telah melangkah keluar dari pintu depan, dan sedang berjemur dibawah cahaya matahari pagi yang lembut.

Seorang anak perempuan kecil berdiri di samping si dokter.

Seorang anak perempuan bernama Last Order.

Pada 30 September, dia dibawa pergi oleh Hound Dogs pimpinan Kihara Amata, dan mereka menggunakan Testament untuk menyuntikkan sebuah data spesial ke dalam otaknya. Penghapusan data tersebut telah dilakukan sampai saat ini; karena sudah selesai, dia diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit.

“Tidak ada yang datang bahkan ketika kamu akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit?”

Tanya si dokter dengan nada terkejut, tapi Last Order sepertinya tidak terlalu memikirkannya dan berkata,

"Misaka akan naik taksi sendiri, kata Misaka sambil Misaka mencoba untuk membusungkan dada saat mengumumkannya.”

"Yah, virus di dalam kepala kamu sudah seluruhnya hancur, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yomikawa-san sudah bayar biaya taksinya, jadi kamu langsung menuju ke apartemennya dia ya, oke?”

Saat itu juga, taksi yang dimaksud muncul menuju ke lingkaran rumah sakit.

Si dokter bermuka kodok memberhentikan taksinya, dan mengangkat Last Order yang dibebani barang bawaannya ke jok belakang.

Sambil si supir mengamati mereka, ia mengatakan,

"Penumpang, ingin kemana?"

"Taman hiburan di Distrik Sekolah ke 6! Kata Misaka sambil Misa—"

"Bangunan nomor dua dari apartemen bagian keluarga di Distrik Sekolah ke 7. Jangan lupa ya, oke?"

Dengan dia menghentikan Last Order berkata yang tidak-tidak, si dokter bermuka kodok ternyata memang terjebak untuk mengurus mereka.

Si supir tersenyum masam,

"Dimengerti."

"Apa saya perlu memberitahu detil lokasinya?"

"Tidak pak. Kota ini penuh dengan asrama pelajar jadi apartemen mudah ditemukan. Saya bisa mencarinya dengan navigasi mobil ini jika saya mengetahui nama apartemennya."

Saat dokter bermuka kodok menarik dirinya dari dalam taksi, pintu belakang taksi tertutup secara otomatis. Dengan Last Order—kedua tangannya ada di jendela dan sedang melihat keluar—di dalamnya, dengan hati-hati taksi tersebut bermanuver keluar dari wilayah rumah sakit.

Begitu taksi itu pergi, ia pun kembali ke pekerjaan rumah sakitnya. Berjalan melalui koridor yang bersih, ia memasuki area berkunjung dimana hanya ada sofa dan meja yang simpel yang tertata, dan membeli kopi di mesin penjual minuman terdekat.

Mesin penjual minumannya termasuk jenis yang menggunakan gelas kertas. Kopi cair tidak dituangkan ke boks metal, sebagai gantinya mesin itu menggiling biji-biji yang hampir matang. Butuh waktu lumayan, tapi kekuatan dan rasanya benar-benar baik.

Fuh, si dokter menghembuskan nafasnya,

(Nah, aku sedang menyelesaikan penyesuaian Sisters, jadi aku harus pergi dari sini secepat mungkin—)

Saat itu, pemikiran si dokter bermuka kodok tiba-tiba diinterupsi.

*Poke*

Punggungnya ditekan oleh pistol seseorang.

Si dokter bermuka kodok berhenti bergerak.

Suara nafas yang dangkal dan pelan dari belakang mencapai telinganya; dia terdiam sejenak, lalu berkata,

"Kau sudah kembali dari Avignon?"

"Tch. Jadi kau sudah mendengar beritanya."

Suara yang familiar. Accelerator.

Accelerator bersandar ke tongkat model baru dengan tangan kanannya, tapi mereka berada di kompleks rumah sakit sehingga dia tidak terlalu mencolok. Dan dia menggunakan badannya untuk mencegah orang lain melihat pistol di tangan kirinya.

Si dokter tidak mengangkat tangannya.

Demi pasien yang ada di belakangnya, ia tidak melakukan hal semencolok itu, dan berbisik,

"...Sambutan yang sangat hangat, heh?"

"Aku ingin info. Desain elektrodanya."

Accelerator membicarakan tentang choker[1] di lehernya. Itu terlihat seperti aksesori, tapi kenyataannya sebuah elektrode disisipkan di belakangnya, berkemampuan untuk mengubah gelombang otak Accelerator menjadi sinyal yang berbeda dan memungkinkan koneksi terbatas ke jaringan komunikasi elektronik spesial yang dikenal sebagai Misaka Network.

Si dokter bermuka kodok, orang yang menyiapkan elektroda tersebut, menjawab tanpa perubahan emosi,

"Kenapa kau butuh rencananya? Bukankah kau membiarkanku memperbaiki chokernya kalau rusak?"

"Berikan saja rencananya padaku."

"Last Order ingin bertemu denganmu. Akan lebih baik kalau tadi kau muncul sedikit lebih awal."

"Simpan itu. Ini gak ada hubungannya denganmu."

"Salah. Dan itu karena pasienku ingin menemuimu. Mengaturnya adalah pekerjaanku."

"Tch... Kalau saja aku tahu itu, aku gak akan menunggu momen ini. Bedebah."

Ucap Accelerator, ia terdengar sangat terganggu.

Si dokter bermuka kodok memasukkan tangannya ke salah satu kantung jas labnya lalu mengeluarkan sesuatu seperti tempat isi pensil[2]. Sebuah stik USB. Memegangnya erat-erat, ia menggerakkan tangannya ke belakang.

"Kau sudah siap, heh."

"Itu yang kubilang padamu, kan? Bersiap untuk kebutuhan pasien adalah pekerjaanku."

Kata sang dokter sambil memandang mesin penjual minuman yang melanjutkan operasinya.

"Meskipun begitu, bukankah akan sulit untuk mengaplikasikan isinya? Aku melakukan pembuatan bagian-bagian pentingnya sendiri, mengerti? Kalau kau ingin membuat elektroda yang identik, kau harus mulai dari memproduksi menggunakan peralatan mesin."

"..."

Accelerator mengambil stik USB nya dan pergi dari belakang dokter bermuka kodok tanpa suara.

Si dokter bermuka kodok berbalik.

Sudah tidak ada orang yang berdiri disana. Accelerator telah mengontrol vektor untuk lompat ke tangga terdekat, tidak meninggalkan apa-apa, bayangan sekalipun tidak.

"..."

Sang dokter menatap ruangan kosong tersebut selama beberapa saat.

Terdengar suara *beep* elektronik. Si dokter bermuka kodok menerima kopinya dari slot pengambilan mesin penjual minuman, lalu menghisap cairan pahit tersebut pelan-pelan.


Part 2


Unabara Mitsuki berada dalam sebuah kamar di dalam suatu apartemen di Distrik Sekolah ke 7.

Bangunan nomor dua dari gedung apartemen bagian keluarga.

Sebuah kamar 4LDK[3] lapang yang diperuntukkan untuk tempat tinggal. Tapi jika seseorang melihat interiornya, akan jelas terlihat hanya satu orang yang tinggal disana. Siapapun bisa menerkanya hanya dengan mengamati kamar-kamarnya yang tidak ditempati. Bahkan mungkin tetangga-tetangganya merasakan hal yang sama.

Unabara sedang memeriksanya sambil menggunakan ponselnya untuk bicara dengan Tsuchimikado.

"...Pertama-tama, aku sudah sampai di kamar Management. Aku akan mulai investigasinya dari sekarang. Tempat yang mungkin untuk menyimpan informasi...PC, HD video recorder, dan bahkan konsol game pun dilengkapi dengan media penyimpanan, kan?"

["Sekecil apapun kemungkinannya, ambil saja semuanya. Chip memori dari rice cooker dan mesin cuci sekalipun, bongkar mereka untuk menjaga setiap bit informasi."]

Sepertinya aku mendapat pekerjaan gak penting, gerutu Unabara.

"Oh iya, bantuan bisnis seperti apa sih yang dilakukan Management?"

["Aku sedang mengeceknya sekarang."]

Jawab Tsuchimikado, tampaknya ia bosan.

["Sekitar sepuluh jam yang lalu, sejenis organisasi kriminal telah diorganisir oleh Management. Mereka, sejak awal, adalah jenis yang menutupi kelemahannya. Dan mereka termasuk jenis yang membayar untuk mendapatkan daya serang yang siap dari "luar". Sebentar lagi insidennya pasti akan terjadi. Menginvestigasi dan menghentikan mereka sebelumnya adalah pekerjaan kita."]

"Apa GROUP benar-benar diperlukan untuk ini?"

["Sudah lakukan saja. Aku tahu kau ingin protes, tapi memang semua pekerjaan yang dikirim ke GROUP seperti itu. Bukan apa-apa kecuali sampah."]

Dimengerti, jawab Unabara.

Berjalan melewati kamar yang lapang, ia menempelkan penanda kecil ke alat seperti PC dan video recorder. Ia tidak berniat untuk membawa keluar benda seperti kulkas dan mesin cuci. Untuk sekarang ia akan menempelkan tanda ke bendanya, lalu ia akan menyuruh grup bawahannya untuk membawa benda-benda tersebut nanti.

(Nah, dari semua tempat.)

Hampir selesai dengan tugasnya, Unabara menemukan sesuatu yang mengganggunya.

Uang kertas.

Beberapa tumpuk uang kertas ditinggalkan di atas sebuah rak yang setinggi pinggang.

Sebenarnya itu tidak aneh, tapi ia merasa uang-uang itu disimpan terpisah dari dompet. Unabara memeriksa kamar tersebut untuk beberapa saat, mencari kartu kredit dan buku kuitansi bank.

Susunan barang-barang di dalam kamar tersebut cocok dengan gaya hidup penghuninya. Tetapi, menurut diagnosis Unabara, kemungkinan uang kertas yang ditinggalkan di rak itu tidak wajar. Karena mereka disimpan terpisah dari dompet, kemungkinan orang itu mencegah agar uang kertas yang lain tidak tercampur.

Unabara memandang uang kertas itu lagi, lalu menelpon balik Tsuchimikado,

"Tsuchimikado-san, kau punya peralatan untuk membaca informasi dari chip IC?"

["Memang kenapa?"]

"Aku menemukan lima tumpuk uang kertas. Pastinya, chip IC ditempelkan ke uang Jepang yang dikeluarkan percetakan uang Academy City. Aku yakin kita lebih baik memeriksa uang-uang ini juga."

["Mengerti, aku akan menyuruh mereka menyiapkannya...Tidak ada informasi berharga yang kutemukan disini. Aku akan menyelesaikan ruang kebersihan mal ini, lalu pergi ke—"]

Kata-kata Tsuchimikado tidak terdengar sampai selesai.

    • BOOM!!**

Sebuah roket tiba-tiba terbang masuk, menembus melalui jendela, dan meledak tepat di tengah ruangan.

Beberapa langkah kaki bergema *pit-pat!pit-pat!* dari jalan masuk.

Orang-orang berarmor abu-abu gelap masuk ke dalam kamar dengan tangkas sambil mencari perangkap. Kepala mereka ditutupi oleh penutup muka secara seragam, lima orang yang dilengkapi peralatan yang cocok ini tidak punya kepribadian.

Berkomunikasi tanpa suara melalui isyarat tangan, mereka berpencar menjadi dua grup dan menginvestigasi sisa-sisa bekas kamar 4LDK<ref name="4LDK"> yang telah terbakar hangus, yang mana telah bertambah lebar ketika dinding luarnya yang tipis runtuh di atas AC yang telah jatuh dari dinding ke lantai. Tidak hanya fasilitas pemadam kebakaran otomatis yang tidak berfungsi, bahkan alarm api biasa pun tidak. Mereka telah memutus sistem keamanan terlebih dahulu dengan baik.

Karena mereka tidak bertukar kata-kata sama sekali, hanya suara kecil metalik yang aneh *kacha kacha* yang menggema. Itu adalah suara dari armor keras yang membentur logam karena mereka membawa senjata api sambil bergerak.

(Sial...)

Unabara Mitsuki mengambil napas panjang ketika ia memeriksa situasinya. Dia bersandar ke dinding dapur, mengamati keadaan melalui pintu yang telah bengkok karena gelombang kejut yang merusak.

Ia telah melompat ke dalam kamar di saat yang bersamaan dengan saat roket menabrak jendela.

Seraya mengambil pisau obsidian dari sisinya,

(Dengan kamar yang telah hancur lebur, informasinya pasti telah hancur. Sepertinya orang-orang yang cemas informasi milik Management diperoleh telah keluar untuk menyambut kita.)

Dia di lantai tiga.

Bergerak tanpa suara, ia mendekati sisi jendela yang telah hancur. Melihat dari sini pun, ada sekitar lima belas pria berpakaian hitam. Mungkin lebih di tempat yang tidak terlihat; dia terkepung sepenuhnya.

Tombak sihir penghancur miliknya, Tlahuizcalpantecuhtli, adalah tombak sihir yang sangat amat kuat yang memancarkan cahaya yang menyilaukan, menghancurkan semua yang terkena cahayanya sepenuhnya.

Di sisi lain, ia hanya bisa menyerang satu sasaran di satu waktu.

Pendeknya, sebagai ganti dari "satu serangan, satu terbunuh, sekuat apapun mangsanya", itu menjadi "satu serangan, satu terbunuh, selemah apapun mangsanya".

(Lawanku memiliki mitraliur ringan 9mm dan pistol 9mm. Kalau mereka menembakkannya di tempat sempit ini, aku akan berubah menjadi boneka kain, apapun sihir yang kumiliki.)

Yang paling penting, ucap Unabara,

(Ini terlalu cepat. Banyak ikan teri yang keluar di saat seperti ini benar-benar terlalu cepat.)

Bahkan menerobos kerumunan pria berpakaian hitam dalam sekali jalan dengan cara apapun tidak berarti disebabkan koridor dan pintu keluar masuk apartemen berfungsi sebagai penghalang. Dia akan tertahan karenanya, menyebabkan kemacetan manusia.

Walaupun pihak penyerangnya berjumlah sedikit, sejumlah besar orang yang mengelilingi apartemen tersebut akan menutup segala kemungkinan bagi sasaran mereka untuk kabur. Dan juga, bahkan dalam kasus dimana tim penyerang pertama dimusnahkan oleh sasaran, tim penyerang selanjutnya bisa memilih untuk tidak membentuk formasi dan menyerbu masuk, karena mereka sudah tahu bahwa musuhnya belum terbunuh oleh roket, jadi tahap selanjutnya adalah meledakkan dan menghancurkan blok apartemen sepenuhnya.

(...Mereka terlatih dengan baik, heh? Walaupun misalkan mereka tertahan disini, itu tidak berarti mereka akan menghentikan pengepungannya. Sudah pasti jalan buntu...)

Unabara Mitsuki menggenggam pisau obsidiannya lagi.

Sebelum dia mengetahuinya, tangannya basah kuyup oleh keringat.

(Nah, sekarang gimana?)


Part 3


"Kebakaran di Distrik Sekolah ke 7. Laporan kondisi lima telah terkonfirmasi. Sistem keamanan dan pemadam api otomatis dari gedung sasaran tidak bekerja, pemadam kebakaran diminta segera datang."

Di pusat komunikasi darurat dimana informasi dikirimkan ke Anti-Skill dan Judgment, seorang operator wanita sedang menyiarkan informasi yang terpampang di monitornya ke organisasi yang relevan.

"Sebuah inspeksi Anti-Skill tambahan telah diminta untuk menjadi saksi inspeksi pasukan pemadam api di tempat kejadian. Dan juga—"

Sang operator berhenti menatap monitornya untuk beberapa detik, mencoba mengambil lembar manual untuk insiden kebakaran yang ditempel di dinding stan komunikasi.

Saat itu, respon dari tim di tempat kejadian yang dari tadi telah menunggu instruksi yang konkret datang,

["Dimengerti."]

Suaranya terdengar mengatakan ini, lalu transmisinya berakhir.

"...eh?"

Si operator wanita kebingungan.

Terpampang di layar, seluruh komunikasi yang penting telah dilakukan.


Part 4


Lima belas menit telah berlalu sejak kamar apartemen tersebut dihancur leburkan oleh sebuah roket.

Tsuchimikado Motoharu dan Musujime Awaki berada di dalam kamar apartemen di gedung bagian keluarga nomor 2.

Tidak ada pemadam kebakaran atau Anti-Skill. Disini dan disana, orang-orang terlihat mengelilingi gedung tersebut, tapi tidak seorangpun masuk. Bagaimanapun, ada ledakan. Dan mereka tidak akan berani masuk mengingat bahayanya termasuk api dan reruntuhan.

Apartemen itu dibangun untuk digunakan sebagai tempat tinggal, tetapi ruangan-ruangannya hampir hanya digunakan untuk hidup sendiri. Ditambah lagi, para penghuni apartemen tersebut kebanyakan adalah staf pengajar, bahkan jumlahnya melebihi para murid. Karena Academy City telah mengumpulkan Anti-Skill untuk persiapan perang, dan tugas untuk menyiapkan materi pelajaran dipindahkan ke guru-guru lain, maka kamar-kamarnya kosong bahkan pada libur nasional.

"Tepat disini."

Aslinya sebuah rumah 4LDK<ref name="4LDK"> yang mewah, pertengahan ruangan tersebut telah dihancurleburkan oleh bahan peledak, bahkan furnitur dan dinding dalamnya pun sudah ambruk. Karena itulah, apartemen tersebut sekarang hanya memiliki kurang lebih dua kamar. Seseorang sudah bisa melihat kamar mandinya hanya dengan melewati pintu utamanya.

"Mereka telah menghancurkan bukti secara menyeluruh. Bahkan membawa mereka yang ahli telepati mungkin tidak membantu."

Gumam Musujime saat ia melihat lantai yang telah menghitam.

Orang yang terlambat datang, Accelerator, akhirnya muncul sambil bersandar ke tongkatnya.

"Tch. Saat kupikir kita dipanggil, ternyata cuma pekerjaan memusnahkan sampah yang menyenangkan lagi dari atas."

Tsuchimikado, tanpa melihat Accelerator, berkata,

"Kau sudah selesai dengan urusanmu?"

"Diam."

Sanggah Accelerator setengah hati lalu ia melihat sekelilingnya.

"Ini tempat dimana si idiot Unabara menghilang?"

"Yup. Untuk sekarang, Management adalah tahanan hidup, dan sedang diangkut dalam mobil patroli oleh grup bawahan, tapi tingkat kepercayaanku untuk informasi lisannya rendah. Dan dia cuma merengek dengan aneh dan mengatakan hal seperti "infonya hanya ada di kepalaku." Aku mengirim Unabara ke sini untuk mencari data yang kita butuhkan, tapi kemudian..."

Tsuchimikado, dengan suara bosan,

"Saat itu, dia mungkin diserang dari lantai tiga. Dalam situasi ini, Aku masih belum tahu apakah Unabara yang menjadi target atau informasi milik Management yang menjadi target, tapi kelihatannya, yang belakangan. Laporan dari Unabara sebelumnya mengatakan ada benda seperti PC dan HD recorders, tapi mereka telah menghilang seperti sihir. Semuanya telah dibawa pergi, bahkan perabotan yang dilengkapi AI."

"Setidaknya tampaknya ada perabotan yang ditinggal di sini."

Musujime sedang mengangkat oven microwave yang telah menghitam dengan kakinya. Microwave tersebut langsung berguling ke lantai.

"Mungkin itu termasuk tipe yang tidak dilengkapi AI. Tipe dimana seseorang tidak dapat memasukkan info tambahan ke dalamnya; itu hanya akan dibuang seperti itu."


Menginvestigasi ruangan itu, ternyata ada, sebagai tambahan, sebuah TV rusak dan setrika listrik. Tapi semua benda yang penting sepertinya telah diambil.

Accelerator duduk di atas kasur yang isinya sudah keluar,

Lalu menghembuskan nafas, tampak tidak tertarik.

"Tch, menyusahkan saja. Kita tidak tahu tentang informasi si brengsek Management. Dan kita tidak tahu tentang apa yang terjadi pada Unabara. Sialan, pastikan jika itu pekerjaanmu, sebaiknya kau mengurusnya."

Ia dengan ringan menendang oven microwave yang telah hancur yang sedang menggelinding di dekatnya.

Saat itu juga, pintu yang terbuat dari plastik terbuka dan isinya tumpah keluar.

"...hm?"

Itu uang kertasnya.

Lima tumpuk uang yang ternoda jelaga entah bagaimana dimasukkan ke dalam oven microwave.

"Laporannya mengatakan bahwa kita mencemaskan Unabara."

Musujime, yang telah membungkuk untuk mengambil uang kertasnya, tertawa kecil saat mengatakannya.

"Harusnya ada chip IC anti pemalsuan di dalam uang-uang ini. Mungkin ada sesuatu yang tertulis di dalamnya. Dengan menaruhnya di dalam oven microwave, mereka bisa diisolasi dari sinyal radio. Bahkan kalau, misalkan, si penyerang membawa sensor hanya untuk itu, sensor itu mungkin akan tertipu untuk tidak mendeteksinya."

"...Apa si brengsek sialan itu menyembunyikannya di awal?"

Saat Accelerator menanyakannya, Tsuchimikado, berdiri terpisah dari mereka, meninggikan suaranya saat ia berkata, 'hm?'.

Dilihat dari dekat, mayat seorang pria telah dimasukkan ke dalam kloset yang dibuka Tsuchimikado. Saat diperiksa lebih dekat lagi, kulit betis kanannya telah robek sepenuhnya.

Tsuchimikado menghembuskan nafas dan berkata,

"Ini pekerjaan Unabara."

"Perbuatan yang dilakukan ke kaki tersebut? Apa ini hobi si brengsek itu?"

Musujime meringis ketika mendengar kata-kata ini. Kakinya pernah terluka dalam sebuah kecelakaan saat pelajaran. Traumanya waktu itu belum hilang. Lebih buruk lagi, traumanya sangat parah sampai-sampai ia harus menggunakan peralatan medis vibrasi berfrekuensi rendah untuk mengurangi stres setiap kali ia menggunakan kekuatannya.

Tsuchimikado menggelengkan kepalanya.

"Ia menggunakan kulit manusia untuk membuat sejenis jimat. Kalian tidak tahu sihir jadi aku akan menjelaskan teorinya dengan singkat... tapi intinya, **dia punya kemampuan untuk menggantikan orang lain**."

Sambil memandangi cedera kaki mayat tersebut, Tsuchimikado berkata,

"Si Unabara brengsek itu telah benar-benar bertukar tempat dengan orang ini. Sekarang ia bercampur dengan orang-orang yang menyerang tempat ini, menunggu munculnya kesempatan."

Pendeknya, jawab Tsuchimikado,

"Si penyamar brengsek itu masih hidup. Dan aku tidak tahu dimana dia sedang tertawa sekarang."


Part 5


Apa yang sedang mereka lakukan?, Uiharu Kazari memiringkan kepalanya kebingungan.

Di depannya ada sebuah taksi, berhenti seperti di lampu merah. Di dalamnya, seorang anak perempuan sekitar 10 tahun sedang bertengkar dengan si supir... Lebih tepatnya, si anak perempuan tampak sedang bertengkar satu arah.

Uiharu tidak harus berada dekat dari situ untuk mendengar suara yang keras itu.

"'Misaka bilang turunkan aku disini, turunkan aku disini — kenapa kamu tidak mau melepaskan Misaka!?' kata Misaka sambil Misaka mencoba protes dengan tangan di pinggul dan pipi menggembung!!"

"Yah, begini, saya sudah menerima ongkosnya untuk mencapai tujuan. Berhenti dan singgah itu—"

"'Misaka akan mencoba untuk keluar pada kesempatan saat kamu beralasan!!' Misaka bilang sambil Misaka turun dari mobil dengan kecepatan tinggi dan berlari ke gang belakang!!"

Saat anak kecil itu berteriak, dia sudah memasuki gang sempit yang tampak terlalu kecil untuk sepeda sekalipun untuk melewatinya.

Uiharu menghampiri si supir yang sedang menggaruk kepalanya dan mengatakan 'Aku menyerah.'

"Hm? Oh sayang, apa kamu Judgment?"

Kata si supir saat melihat ban lengan Uiharu.

Judgment adalah organisasi pelajar yang ditugasi untuk menjaga ketertiban di Academy City. Walaupun tugas tersebut utamanya di dalam sekolah, perbedaannya tampak tidak terlalu dimengerti oleh penduduk kota.

Uiharu, dengan wajah bingung,

"Errr, apa ada semacam masalah? Seperti anak itu turun dan pergi ke suatu tempat tanpa membayar?"

"Yang terjadi sebaliknya, sebaliknya."

Si supir, dengan wajah malu,

"Saya sudah mendapat ongkosnya dari seseorang yang sepertinya wali anak itu, dan seharusnya mengantarkan anak itu ke apartemen wali tersebut. Lalu kemudian anak itu turun di tengah perjalanan, dan saya bahkan tidak dapat memberikan kembaliannya."

"Ah. Si penumpang bisa melakukan yang dia suka seperti ini, bisa anda ambil saja kembaliannya sebagai tip?"

"Ongkos taksinya ¥1200. Uang yang diberikan pada saya sebelumnya adalah ¥5000. Untuk mengambil kembaliannya sebagai tip akan melukai nurani saya."

Orang yang sangat baik, pikir Uiharu.

Si supir mengalihkan pandangannya ke gang yang jelas-jelas terlalu kecil untuk mobilnya,

"...Walaupun begitu, sepertinya saya harus keluar untuk mengejarnya."

"Boleh aku mencarinya?"

"Iya tolonglah, saya menghargainya jika kamu mau melakukan itu."

Si supir menggunakan sebuah mesin di dalam taksinya untuk mencetak sebuah kuitansi, menempatkan kembalian di atasnya, lalu memberikannya pada Uiharu. Uiharu sedang tidak dalam kondisi untuk memperhatikan masalah keuangan khusus dikarenakan ban Judgment yang melekat di lengannya.

"Tolong bawa dia kembali."

"Dimengerti."

Uiharu menyimpan kembaliannya di dalam kantong roknya dan bertukar nomor telepon dengan si supir untuk berjaga-jaga, sebelum berputar ke gang yang sempit itu lalu berjalan memasukinya.

Menghadapi tempat yang suram tanpa cahaya matahari itu, dia memanggil,

"Errr, siapa namamu? Umm, Ahoge-chan!?"

"'Nama pengenal Misaka adalah Last Order!!' kata Misaka sambil Misaka—ha!?"

Dengan jawaban yang datang sekaligus, Uiharu berjalan menuju asal suara lalu menangkap si anak kecil.


Part 6


Asap hitam sedang membumbung.

Sebuah mobil patroli telah berhenti, setelah membentur pagar pengaman. Tapi itu hanya bagian depannya. Seluruh badannya telah terkoyak, bagian belakangnya sedang menggelinding di tengah-tengah jalan tol.

Modelnya sama dengan yang digunakan oleh Anti-Skill, tetapi afiliasinya berbeda. Itu adalah mobil patroli yang digunakan oleh eselon bawah dari GROUP. Dibawah instruksi Tsuchimikado, mereka sedang mengangkut seorang tersangka secara rahasia.

"Oww, sial..."

Yang muncul dari kendaraan yang baru saja terbelah dua adalah seorang mahasiswa. Management. Turun ke atas aspal sambil menggoyangkan kedua tangannya yang terbelenggu, ia menyeringai ke arah perutnya sendiri. Tempat yang ditembus peluru telah terbuka dan sekali lagi darahnya mengalir keluar, menodai noda merah tua yang telah mulai mengering.

Meskipun begitu, saat melihat pemuda yang mendekatinya, dia memperlihatkan sebuah senyuman lemah.

"Maaf. Aku membuat kesalahan."

"Jangan dipikirkan, aku yang harusnya mengatakan itu."

Pemuda itu memakai sebuah kacamata metalik di wajahnya. Dan kacamatanya itu berbeda. Tidak hanya menutupi matanya; kacamata itu mengelilingi seluruh kepalanya seperti cincin saturnus. Steker dicolokkan ke dalam seluruh bagiannya, dan kabel yang tak terhitung banyaknya menyambungkannya ke mesin di punggungnya.

Management mengulurkan kedua tangannya ke pemuda berpakaian aneh itu lalu,

"Maaf, tapi bisa kau bukakan borgol ini? Aku mungkin tidak bisa membalasnya, tapi mencari borgolnya terlalu merepotkan. Dan meninggalkan tempat ini lebih awal mungkin baik untuk kita."

Aku mengerti, ucap si pemuda, dengan tangkas ia menggerakkan jari-jarinya seperti sedang menggesekkan kartu.

Seketika itu juga, kedua tangan dan kepala Management remuk.

"A, AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!?"

Management, menggeliat di tempat itu, menengadah ke arah si pemuda dengan mata yang penuh rasa sakit dan heran. Si pemuda, menatapnya, dengan gampangnya memberitahu Management dengan hampir tanpa perubahan nada bicara sambil membidik organ vitalnya.

"Sayang sekali."

Notes

  1. semacam kalung di leher yang mirip gelang
  2. Tau pensil otomatis/ pensil pilot yang isinya mirip jarum kan? Kan isinya dijual dalam bentuk kotak kecil. Itu bentuknya
  3. artinya, rumah atau kondominium mempunyai 4 ruangan selain ruang keluarga (Living), ruang makan (Dining) dan dapur (Kitchen)

'


Back to Pendahuluan Return to Main Page Forward to Bab 2