CtG -Zero kara Sodateru Dennou Shoujo Indo-:Jilid1 Epilog: Aku akan bermain sampai akhir demi dirimu

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Epilog: Aku Akan Memainkannya Sampai Akhir Demi Dirimu[edit]

Malam itu, Kodzuchi Fuyufu merasa murung di tempat tidurnya.

Alasan kemurunganya terletak pada kotak di depannya. Paket Râmîêl untuk bermain 『CtG』 benar-benar tidak menarik. Baru-baru ini, versi baru dengan peningkatan kualitas dan desain baru telah dirilis sehingga harga barang-barang yang lama turun dan terjual hampir setengah harga. Tapi meski begitu.

Uang saku yang direncanakannya untuk tidak digunakan sampai tahun depan telah hilang untuk membelinya. Kecuali dia mengambil pekerjaan paruh waktu, dia tidak akan punya uang untuk pergi keluar.

“...... Simpananku hancur karena si idiot itu.”

Fuyufu bukan seorang penyendiri sehingga dia biasanya tidak sering bicara sendiri. Bahkan gumamannya itu sebenarnya ditujukan untuk kucing putihnya, Quan. Kucing itu berbaring, meringkuk menjadi bola di atas lutut Fuyufu. Dia mengenakan piyamanya.

Sambil membelai punggung Quan, Fuyufu mengambil paket Râmîêl.

──Dia sangat membenci perangkat itu.

Seperti yang satu ini, ada banyak perangkat game yang dibuatkan game oleh ibu Yuu sebagai judul peluncurannya. Lalu, setiap kali game rilisan terbaru keluar, Yuu akan menghilang dari pandangan Fuyufu. Selalu seperti itu sejak mereka muda.

Yuu sering mengeluh tentang ibunya yang selalu bekerja, tapi dia selalu menantikan hasil karyanya. Itu adalah sifat Kasugai Yuu dulu.

Ketika dia masih TK, tubuh Fuyufu sangat lemah dan dia sering tinggal di dalam kamarnya. Dalam banyak kesempatan, Yuu akan mengunjunginya dan tanpa lelah mengeluh tentang ibunya. Dengan mendengar keluhannya, Fuyufu akan cepat lelah dan cepat beristirahat di tempat tidurnya dan tertidur. Meski begitu, saat ibunya memperkenalkannya game baru, Yuu akan tergila-gila padanya dan akhirnya tidak mengunjunginya.

Aku akan bertanya pada ibuku agar Fufuyu juga bisa memainkan game ini, jadi maukah kau bermain denganku── seperti itu, dia pernah menawarkannya sekali, tapi dia menolak dengan tegas. Dia tidak benar-benar tahu alasan mengapa dia menentang rencana itu, tapi entah bagaimana dia hanya merasa dendam pada rencana itu.

Di kamar Fuyufu, terdapat kenangan dari ibu Yuu, pintu masuk terminal 『Cradle to The Glaive』 .

Setelah bertahun-tahun melihat masalah rumit ibunya, Fuyufu benar-benar mengerti tentang perasaan Yuu untuk 『CtG』. Karena itulah dia berencana membiarkannya memainkan game itu sampai dia puas. Alangkah baiknya membiarkannya sedikit demi sedikit meredakan kesedihannya, dan mungkin lebih baik membiarkannya sendiri untuk sementara waktu. Dia pikir.

Namun, sebagai akibatnya, Fuyufu bertemu dengan seorang gadis meragukan yang bernama Kugimiya Miharu dan seorang anak aneh yang menyebut dirinya Haruha.

Dan gadis-gadis misterius yang entah dari mana tampaknya tinggal di rumah Kasugai.

Itu dia! Menunggu tidak akan ada gunanya. Bahkan jika aku terus menunggu, Yuu tidak akan datang ke ruangan ini lagi.

Dan Haruha anak itu juga berkata── 『Mama dan papa... kau tahu... telah 《menikah》 di dalam game!”』. Dan saat ini, satu-satunya game yang dimainkan Yuu hanyalah 『CtG』. Apapun yang terjadi seharusnya berkaitan dengan game itu.

Jadi Fuyufu membuka kotak Râmîêl yang mirip dengan mitos kotak Pandora. Bencana dan kekacauan mungkin menimpa dunia Fuyufu saat dia membuka kotak itu untuk mencari kebenaran situasi Yuu saat ini. Tapi.

“Dialah yang mengundangku untuk memainkan game ini pada awalnya── Aku pasti akan membuatnya bertanggung jawab untuk ini!”

Dan seolah menyuarakan persetujuannya, kucing itu berteriak “Nya ~” setelahnya.



Malam itu.

Kugimiya Miharu menatap wajahnya sendiri di depan cermin wastafel.

Rumah Kasugai tenggelam dalam keheningan. Untuk Miharu, diam di rumah yang asing membawa rasa ketidaknyamanan yang aneh di seluruh kulitnya.

Ada sosok Miharu yang baru saja mandi dengan rambut kering yang segar. Wajahnya di dalam cermin. Sambil mengelus lembut pipinya dengan telapak tangannya, dia menutup matanya. Seolah-olah untuk dengan tegas menanamkan keputusannya yang dia buat di bak mandi ke tubuhnya.

Tentang ibunya, ayahnya, Haruha, dan Yuu.

Dengan Yuu dan Haruha yang mempertaruhkan nyawa mereka, Miharu juga mengambil keputusan. Tidak peduli seberapa berharganya mereka, hal itu tidak seperti mereka akan selalu bersama selamanya. Secara alami, dia tahu itu tapi dia tidak bisa menerimanya.

Itulah mengapa── seperti itu. Dia membuka matanya, dan sekali lagi melihat dirinya di cermin.

“Agar tidak menyesali ini”

Miharu berjalan menuju kamar Yuu.



Malam itu, Kasugai Yuu sangat lelah.

──Panjang Hari ini pasti hari yang panjang.

Bangun, sarapan yang sederhana, pergi berbelanja, bertemu Fuyufu dan membuat keributan, bermain game dan mati sekali, mendengar cerita konyol tentang komputer manusia, melihat pertarungan sengit Haruha, lalu melawan Memento yang telah menyulitkan Haruha, entah bagaimana bisa melakukan teleport untuk menjauh dari para penonton, dan ketika dia kembali ke dunia nyata dia memakan semangkok ramen untuk makan malam, dan mandi.

Akhirnya, hari panjang ketidakberdayaan Kasugai Yuu telah usai. Hari yang telah membuat jantung dan otaknya menjadi liar, cukup baginya untuk merasa tidak nyaman di kamar tempat dimana dia tinggal selama hampir sepuluh tahun.

“Itu pasti panjang ......”

Di atas tempat tidurnya yang akrab, Yuu mendesah. Dengan rangkaian ketegangan yang akhirnya terputus, tubuhnya yang kelelahan mencoba menyantaikan diri.

Dia sudah tenang sekarang, tapi sebelumnya, tepat setelah dia logout, dia telah memuntahkan segala sesuatu di dalam dirinya karena ketegangan berlebih yang dialaminya, selain itu dia memaksakan kegelisahannya untuk menghiraukan peringatan Haruha. Bahkan menikmati makan malam pun mengambil semua energi yang tersisa; hal itu tentunya tidak terasa seperti dia yang menang.

Dan Haruha, yang akhirnya bisa dilindungi Yuu, sekarang tidur di sebelahnya. Dia meringkuk seperti kucing dan dengan jari-jarinya yang seperti ranting seperti dia meraih baju Yuu. Ketika dia mencoba memperbaiki selimut handuk yang berantakan, dia mengeluarkan suara “Nyuu” yang manis.

──Tidak peduli seberapa panjang hari ini, jika itu berarti dia bisa melihat wajah tertidur yang seperti itu maka hal itu merupakan harga yang murah.

(Aku selalu bertanya-tanya apa gadis ini sebenarnya tapi ......)

Seorang anak aneh lahir dari dalam game ibunya. Orang-orang yang terlibat dengan negara mengatakan bahwa itu adalah produk dari rencana rahasia “untuk menciptakan umat manusia baru”. Dalam hal pembunuhan, mereka adalah makhluk terkuat di dunia virtual.

Mereka menunjukkan fakta bahwa hanya dalam dua hari── Haruha adalah “sesuatu” yang sangat berbeda darinya. Seorang anak, yang tujuan keberadaannya tidak diketahui olehnya.

Tapi, meski dengan mengakui itu, hatinya sudah membuat keputusan. Di sana, ada Haruha, Miharu dan dirinya dan dia merasa itu tidaklah buruk.

Perasaan ini mungkin seperti salah satu hal yang dia lakukan terhadap ibunya sendiri. Meski dia tidak tahu apa-apa tentangnya, bahkan jika dia sering merasa terganggu olehnya, pada akhirnya dia tidak merasa buruk tentang hal itu.

Artinya, dia mencintai Haruha. Dia mencintai ibunya.

Dia akhirnya bisa mengakui hal yang begitu sederhana.

Itulah sebabnya, setelah semua itu terjadi, dia harus menghadapi semuanya secara lugas.

(Aku, yang melarikan diri dari Haruha, tidak mungkin mengucapkan selamat tinggal kepada ibu)

Sambil berbicara sendiri di dalam kepalanya, dia berbicara dengan jari kecil yang memegang kemejanya.

“Maafkan aku Haruha ...... aku benar-benar tidak baik. Meskipun aku mengenalmu sejak kau lahir, aku bahkan tidak bisa memahami perasaanmu.”

“Aku juga.”

Suara itu terdengar dari pintu yang terbuka. Itu Miharu, yang telah meninggalkan Haruha bersama Yuu dan pergi ke kamar mandi untuk bersiap tidur. Memakai piyama yang baru dia beli hari ini, dia tampak lebih gelisah dari sebelumnya.

Terlepas dari itu, piyama yang dia pakai adalah untuk penggunaan musim panas dengan kain tipis. Dengannya yang telanjang dari lutut ke bawah, kakinya terlihat sangat halus dan cerah, dia cantik cukup untuk membuat Yuu malu hanya dengan menatapnya.

“Haruha pasti akan tetap merasa tidak enak setelah kembali dari game, kita tidak boleh membuat suasana lebih buruk dari ini”

Miharu mendekati tempat tidur. Dia tampak ragu-ragu saat meringkuk. Miharu menguatkan keinginannya dan naik ke tempat tidur.

Kebutuhan untuk menegakkan janji “ketiganya tidur bersama hari ini” yang dia buat dengan Haruha menahan perlawanannya sendiri terhadap ide tersebut. Yuu langsung menghormati dirinya dan perasaannya pada Haruha. Tapi meski begitu, sepertinya dia tidak akan terbiasa dengan perasaan memiliki orang lain di tempat tidur untuk sementara waktu.

Setelah mengintip wajah tertidur Haruha, Miharu menutupi dirinya dengan selimut handuk dan berbohong.

“Kalau begitu, aku akan mematikan lampu.”

Setelah menerima suara persetujuan yang samar, Yuu mematikan lampu dengan remote control. Sama seperti kemarin malam, sebuah sungai yang indah[1] tergambar di bawah cahaya bulan yang pucat.

Untuk beberapa saat, hanya terdengar suara nafas Haruha yang tertidur dan suara gemerisik pakaian Miharu yang gelisah. Dari apa yang terlihat, Miharu dan Yuu secara alami tidak dapat tidur untuk sementara waktu.

Sekitar lima menit kemudian, setelah mereka saling merasakan nafas, Miharu bergumam.

“Pagi ini ...... Haruha berkata kepadaku. Papa begitu manja sehingga dia selalu memeluknya saat tidur “

Dia tidak mengharapkan jawaban apapun saat dia berkata dengan bisikan kecil. Yuu menatap wajah tertidur Haruha dan membalasnya sambil tersenyum.

“Terlepas dari apa yang terjadi pagi ini, saat ini, aku hanya merasa sedikit khawatir. Akankah Haruha tiba-tiba lenyap?...... Apa yang akan terjadi mulai sekarang? Mungkinkah terjadi hal-hal yang merepotkan sambil menjaga 『CtG』”

Kali ini mereka memiliki ruang untuk menangani hal-hal yang tidak terduga, tapi ketika hal itu sampai pada masalah yang rumit, bahkan Kasugai Yuu, Clamp si Scarabaeus, sama sekali tidak berdaya saat dia berada di luar kesimpulan. Itulah yang membuatnya takut lebih dari apapun.

“...... Tapi, mungkin, itu wajar saja. Tidak peduli seberapa dekat orang itu, suatu hari mereka akan lenyap ...... itulah sebabnya, kita harus menikmatinya”

Miharu menyebutnya hal wajar── tapi kata-kata itu menembus hati Yuu. Seperti yang telah dia berikan saat mencoba berkomunikasi dan memendam perasaan yang dimilikinya... dan suatu hari ibunya meninggal begitu saja.

Aku tidak menginginkan apapun lebih dari itu. Sambil dengan hati-hati memastikan untuk tidak membangunkannya, Yuu memeluk kepala Haruha.

Meskipun mereka baru menjadi keluarga hanya waktu dua bulan, tikus pemeluk ini membuat hidupnya sesuai keinginan Yuu dan Miharu jadi aku harus melindunginya tidak peduli apapun. Dia hanya berpikir begitu.

Saat dia mencium aroma aneh dan membuka matanya, kepala Miharu ada tepat di depannya. Dia juga ingin memeluk Haruha dan mau tak mau akhirnya mendekati Yuu. Meskipun dia menggunakan sampo yang sama sepertinya, dia bertanya-tanya mengapa baunya enak sekali.

Yuu tidak bisa bereaksi dengan baik, dan Miharu kemudian berbicara.

“……Tidak masalah.”

“Eh? A-apa ......? “

Mengingat situasi yang dialaminya, suaranya terdengar melengking. Miharu telah mengubur wajahnya di bawah rambut Haruha sehingga dia tidak bisa melihat ekspresinya.

“Kalau dipikir-pikir, awalnya aku hanya setengah serius membesarkan anak, jadi aku tidak akan menyalahkanmu lagi mengenai nama Haruha. Aku akan mendukungmu. Hubunganmu dengan Kudzuchi-san”

Dia akan segera menyangkalnya, tapi mengingat kembali perkataan Miharu sebelumnya, dia tidak bisa. Tidak peduli seberapa dekat orang itu, suatu hari nanti mereka akan lenyap......

Wajah teman masa kecilnya yang tanpa ekspresi tapi juga baik dalam mengurus orang lain dengan jelas melayang dalam pikirannya.

Mengesampingkan apakah dia ingin berkencan dengannya atau tidak, Fuyufu benar-benar orang yang berharga untuknya. Ibu mereka adalah teman lama, jadi keduanya selalu bersama sebelum mereka berusia 10 tahun. Dia seperti campuran kakak perempuan, adik perempuan, dan sahabat baik.

Dan sekarang, karena sikap keras kepalanya, hubungan mereka menjauh.

Dia pasti memiliki keinginan untuk lebih dekat dengannya seperti sebelumnya atau mungkin lebih dari itu. Selanjutnya, itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah dia dapatkan jika dia membiarkan kesempatan berlalu.

“Itu sebabnya, jangan khawatir.”

Terkejut dengan bisik-bisik dari Fuyufu dalam imajinasinya, dia kembali menatap Miharu. Miharu mengangkat wajahnya dari rambut Haruha dan menatapnya. Lalu dia berbicara.

“Aku akan merahasiakan ini dari Kodzuchi bahwa kita tidur bersama.”

CtG vol 1 00021.jpeg

Aku bertanya-tanya mengapa.

Saat dia mendengar kata-kata itu. Saat dia merasakan getaran di mata Miharu. Pembagian sederhana tempat tidur untuk beristirahat, entah bagaimana terasa salah. Dadanya sesak dan detak jantungnya berdetak cepat lebih cepat setiap detiknya. Itu menyakitkan.

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, dia tidur siang bersama Fuyufu berdampingan. Ada juga saat dimana dia menginap di rumahnya dan tidur di futon yang sama. Berkat kejadian ini, Fuyufu tertarik dengan Yuu bahkan sampai sekarang. Gadis yang paling dekat dengannya, atau lebih tepatnya yang dulu dekat dengannya, dan ingin mendekatinya. Kodzuchi Fuyufu

Sekarang di tempat di mana Fuyufu dulu berada, ada seorang gadis yang berbeda. Seseorang yang memiliki pernikahan sementara dengannya. “Ibu putrinya”. Pemalu, takut dengan orang asing, sangat waspada terhadap pria, tapi anehnya enak saat diajak bicara. Kugimiya Miharu.

Dan orang yang tidur diantara Miharu dan dirinya adalah “anak perempuan”-nya yang lahir di dunia game, Haruha. Sementara namanya berasal dari Fuyufu, dia adalah penjepit kuat yang menghubungkan Yuu dan Miharu. Manja, tapi terimut sedunia, anggota keluarga baru.

Fuyufu, yang diam-diam suka, Miharu, istri, Haruha, anak perempuan Miharu dan dia.

............

……Apa-apaan ini?

Situasi yang terlalu kompleks. Mulai sekarang, sepertinya Hajime akan berkeliaran di sekeliling rumah, di lingkungan sekitar──, di lingkungan di mana Fuyufu tinggal, tidak aneh bahwa ada rumor aneh yang menyebar ke mana-mana.

Itu benar. Sekali lagi, mereka harus benar menjelaskan hal ini kepada Fuyufu untuk menjelaskan kesalahpahaman. Dia harus memberitahunya── “Entah bagaimana akhirnya aku tinggal bersama putriku yang lahir di dalam game” ── kebenaran gila ini. Dia tidak bisa membayangkan reaksi macam apa yang akan diberikannya (terlalu takut untuk dipikirkan).

Jaraknya dengan Miharu juga merupakan masalah. Masalah besar. Ada juga saat dimana dia tidak bisa menebak apa yang ada dalam pikirannya, dan dia juga tak berdaya. Meskipun dia berkata bahwa dia akan mendukung hubungannya dengan dia, itu tidak seperti kecocokannya dengan Fuyufu buruk. Dan kasus yang berhubungan dengan perpindahan sekolah Miharu juga menarik perhatiannya.

Dan yang terakhir Haruha. Dari apa yang dikatakan Hajime, ada juga rencana agar dia bersekolah di sekolah dasar. Bahkan sampai hari ini, di mana mereka bisa bersama sepanjang hari, dipenuhi masalah. Dia bahkan tidak bisa membayangkan hal seperti apa yang akan terjadi saat dia dan yang lainnya dan Haruha mulai sekolah.

Tentu saja, dengan kasus 『Cradle to The Glaive』 dan Hadzar.

...... Sangat membingungkan.

Sebuah, kematian, kehidupan keseharian yang membingungkan akan dimulai.

Dalam situasi seperti ini, sementara dihibur dengan kehangatan Haruha, Kasugai Yuu mengingat kembali beberapa kata yang diucapkannya.

Itu merupakan salah satu dari sedikit waktu yang dia ingat apa yang ibunya katakan.

『Dengar Yuu. Bahkan jika sesuatu tidak berjalan dengan baik di sekolah, kau jangan menyalahkan Tuhan. Di sisi lain, Tuhan-lah yang memprogram dunia. Tentu saja, jika ada sesuatu yang salah, orang akan menyalahkan-Nya tapi── Tapi tetap saja. Tidak ada program tanpa bug bagaimana pun juga』

── Seperti kaulah satu-satunya yang bicara. Dia berkata dengan tawa seperti anak kecil.


Translator's Notes and References[edit]

  1. Kata ini -> 川 lagi. Sama seperti dalam bab 2.