Date A Live (Indonesia):Jilid 5 Bab 1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 1: Rencana DEM[edit]

Bagian 1[edit]

"------jadi, aku akan mengumumkan hukumanmu."

Seorang pria bersuara dengan tenang tapi bernada berat bergema di telinga Origami.

Saat ini, di dalam salah satu ruangan pasukan JGSDF, beberapa pria sedang duduk berbaris, dan melihat ke Origami, yang berada di tengah ruangan. Tampaknya seolah-olah

mereka menyalahkan Origami untuk sesuatu.

Tapi, itu wajar.

Lagi pula, sebuah interogasi sedang diadakan sekarang, jadi dengan begitu Origami bisa mempertahankan dirinya dari tindakan tercela sebelumnya.

Seorang pria yang berdiri di depannya----Jendral Kiritani, melanjutkan pembicaraannya dengan sikap yang sopan.

"Sersan mayor Tobiichi akan ditegur dan dihukum. Pikirkan itu kalau kamu tidak akan menyentuh Realizer kedua kalinya."

"........................"

Kata-kata inilah yang Tobiichi duga. Tanpa mengubah ekspresinya, dia menghela dengan lemas.

Hasilnya adalah sesuatu yang telah lama diputuskan bahkan sebelum interogasi dimulai.

Melalui pro forma, meskipun pembelaan secara langsung dari pengawas terbaik Kusakabe Ryouko hadir, dia tidak memberikan banyak usulan. Ini, pada akhirnya, salah satu

proses yang diikutinya dalam menghukum Origami.

Meskipun begitu, itulah mengapa situasinya kacau seperti yang Origami sebabkan. Ini wajar. ----------Dibandingkan itu, tindakan yang telah Origami perbuat meskipun tahu

konsekuensinya.------------

Bahkan jika itu adalah Spirit. Andaikan Origami sanggup mengalahkan Spirit <Ifreet> yang membunuh kedua orang tuanya, dia tak akan lama peduli jika dia tidak harus

bertarung lagi dan menarik pelatuk dari seragam tentara pemusnahan.

Kesalahpahaman Origami..................<Ifreet>, Itsuka Kotori, bukanlah target balas dendam untuk orang tuanya.

Tidak------faktanya belum pasti. Tapi Origami juga tidak bisa menyalahkan kata-kata Shidou yang dikatakan padanya setelah mempertaruhkan nyawanya sebagai kebohongan

belaka.

Jika apa yang dikatakan Shidou kebetulan benar, bahwa 5 tahun yang lalu di tempat itu, ada lebih dari satu Spirit yang muncul, maka Origami akan kehilangan kesempatan

untuk mengejar pelaku sesungguhnya disini dan sekarang.

Karena fakta itu, Origami tidak merasa gelisah pada apapun yang tidak bijak, terasa seperti hatinya sedang tertekan dengan sesak.

Tapi------pada saat itu.

"..................?"

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka, dan semua orang yang duduk berbaris di ruangan menaruh perhatian pada arah itu.

"Apa ini, ada interogasi yang diadakan sekarang. Siapa yang menyuruh kau untuk masuk------"

Di saat yang sama saat Kiritani mengatakan itu sambil cemberut, dia juga menolehkan wajahnya untuk melihat penyusup itu, dan menghentikan kata-katanya saat tengah

berbicara.

"---Tuan Westcott?"

Melihat wajah ketidaknyamanan dan suara kebingungannya, Origami berbalik ke belakang dan melihat sekilas.

Disana, seorang pria sedang berdiri, ditemani oleh seorang wanita yang berpenampilan seperti sekretaris.

Dia adalah pria tinggi yang mengenakan setelan hitam. Rambutnya berwarna abu-abu gelap, dan dia memiliki sepasang mata yang tajam bagaikan pisau yang digunakan untuk

membelah di wajahnya. Umurnya kira-kira sekitar 30 tahun, namun, dia adalah orang misterius yang menunjukkan hawa tentang menjadi veteran berpengalaman.

Melihat wajah pria itu, dan mendengar Kiritani menyebutkan nama orang itu, Origami menggerakkan sedikit alisnya.

Direktur manajer perusahaan DEM, Tuan Isaac Ray Peram Westcott.

Dia adalah pengusaha terbaik yang hanya satu-satunya mampu memproduksi Realizer di seluruh dunia.

"------aah. Kelihatannya kalian semua tengah membicarakan sesuatu. Maaf untuk ketidaksopanannya."

Saat Westcott melihat ke sekitar ruangan, dia sedikit mengangkat bahunya sambil mengatakan itu dalam bahasa jepang dengan lancar.

"Meng, mengapa seseorang sepertimu berada di tempat seperti ini..................?"

Kiritani mengatakan itu dengan kebingungan dan mengarahkan matanya pada Westcott.

"Yah kau tahu, meskipun aku mengatur kehadiranku untuk kalian semua,<White Licorice>, Aku mendengar bahwa Mana sakit. Dan sejak aku berencana untuk datang ke jepang

juga, jadi sementara aku disini aku pikir aku akan datang untuk memberikan beberapa dorongan pada kalian tapi........................sesuatu yang menarik mencapai

telingaku sepanjang perjalanan."

"Sesuatu yang menarik?"

Ketika Kiritani memiringkan kepalanya, Westcott mengangguk dengan berlebihan.

"Apakah anggota AST yang mengaktivasi <White Licorice> dan bertarung dengan Spirit disini?"

".........uh........."

Dari perkataan Westcott, Kiritani menelan ludah.

Itu mungkin reaksi yang biasa. DW-029 <White Licorice>, baju tentara pemusnah yang Origami gunakan secara sembrono, adalah unit percobaan DEM. Itu adalah kristalisasi

dari teknologi rahasia. Sebelum membicarakannya dikatakan bahwa ini sulit untuk penggunaan latihan, juga bahwa perlengkapannya hanya diijinkan untuk mentransfer

perkerja DEM 'Mana' saja untuk diaktivasi.

Westcott mungkin menduga pikiran Kiritani dan menggelengkan kepalanya dengan sikap seolah-olah dia sedang bermain.

"Kau seharusnya tidak tergesa-gesa untuk langsung menyimpulkannya. Ini tidaklah seperti aku sedang berencana, untuk menyalahkanmu atau menggunakan tindakan tercela ini

sebagai pelindung untuk membuat seseorang terpaksa menuruti permintaanku."

"............? Lalu mengapa?"

"Ini hanyalah keingintahuan yang wajar. Meskipun dia bisa mengendalikannya hanya untuk beberapa saat, Aku penasaran dengan seseorang seperti apa yang mengendalikan

Wizard itu, yang mampu mengendalikan benda gila itu, akan menjadi. Yah-----"

Sambil mengatakan itu, Westcott menolehkan perhatiannya pada Origami.

"Aku tak berpikir bahwa dia adalah seorang gadis yang lucu dan cantik sepertimu."

"....................."

Di pandangannya, Origami merasakan perasaan aneh dan mengerikan dan *Gulp* dia menelan ludah di tenggorokannya.

Dia mungkin berpikir bahwa dengan melakukan itu dia telah membagikan pemikirannya, dan tersenyum masam sambil mengangkat bahunya.

Dan, seolah mencoba mengganggu pembicaraan itu, Jendral Kiritani terbatuk dengan sengaja.

"Mohon biarkan kami meminta maaf dengan baik nantinya mengenai masalah ini. Aku juga sedang berencana untuk memberikan hukuman kepada Letnan Pertama."

"Apa yang kau maksud dengan hukuman?"

"Kami menyimpulkan bahwa ini pantas untuk memberinya sebuah pemberhentian disipliner diikuti dengan perlakuan terdahulunya."

Ketika Kiritani mengatakannya dengan jelas, Westcott menghela nafas dengan panjang.

"Apa yang kau katakan? Diluar sana tidak ada banyak Wizard yang berada pada tingkatan itu yang mampu mengendalikan benda tersebut, kau tahu?"

"............Bukan itu masalahnya, Tuan. Ini adalah hukum pasukan."

"Ooou............"

Dari perkataan Kiritani, Westcott berpose berlebih-lebihan dengan meletakan tangannya di dahinya, dan menghela nafas dengan lemas.

Dan lalu meletakkan tangannya di meja Kiritani, dan memajukan wajahnya tanpa ragu-ragu sebelum membuka mulutnya.

"Apakah kau masih tidak mengerti, meskipun aku berkata sebanyak ini?"

".........uh........."

Dari perkataan Westcott, semua perwira militer yang duduk berbaris terengah-engah disaat yang sama.

Ini pasti karena dia memiliki banyak pengaruh tapi------bukan itu masalahnya.

Isaac Westcott adalah direktur manajer perusahaan DEM. Yang berarti, meskipun dia adalah pria yang menguasai semua Realizers di dunia, dia bukanlah pria yang banyak

bicara.

30 tahun yang lalu, beberapa orang memperoleh teknologi ajaib.

Sebuah pecahan dari [Magis] yang dapat membuat banyak angan-angan menjadi kenyataan.

Meskipun ini tidak secara resmi diumumkan ke publik, Realizers telah disebarkan pada setiap organisasi negara besar.

Jika kebetulan, karena perlakuan perusahaan DEM, situasinya berubah menjadi mereka tidak menyuplai Realizers ke negara-negara tertentu, kemungkinan ada kesempatan bahwa

negara tersebut akan menderita penurunan besar dalam kekuatan mereka.

Suara telanan ludah Jendral Kiritani dapat didengar. Sebagai tambahan, JGSDF saat ini telah membuat banyak utang dengan perusahaan DEM. Jika dia membuat kesalahan dalam

keputusannya dan membuat kesalahan mengenai suasana hati Westcott, maka ada kemungkinan tidak menyalahkan hal itu akan mengganggu.

Tapi, ketika Kiritani menggertakan giginya, dia memukul meja dengan tangannya.

"............Jangan meremehkanku, kau perusahaan swasta. Aku tidak akan mengubah keputusan. Letnan pertama Tobiichi mendapat pemberhentian disipliner."

Dia mengatakannya, dan melototi Westcott.

Untuk sementara, suara seseorang yang menelan ludah bisa terdengar tapi----tidak ada orang yang ingin mengajukan keluhan.

Itu adalah hal biasa yang dilakukan. Hal-hal hak utama seperti eksekutip JGSDF memberikan permintaan kepada perusahaan luar negeri, tidak bisa dibuat ditempat seperti

ini.

"Bagus."

Westcott yang sedang berhadapan pandangan dengan Kiritani menjadi sunyi untuk beberapa saat, dan menghela nafas.

Dia lalu mengambil ponsel dari kantong didalam jaketnya, dan lalu mulai memanggil seseorang dengan itu.

"--Aah, senang bertemu denganmu. Lama tidak berbicara. Ya, tapi kenyataannya ada sesuatu yang ingin aku diskusikan denganmu............."

Dan setelah pembicaraan beberapa kata di sisi lain, Westcott menyerahkan ponselnya pada Kiritani.

"..........?Siapa yang kau----"

"Kau akan mengerti jika menjawabnya."

Sementara Kiritani sedang mengubah keraguannya, dia lalu mengambil ponsel Westcott.

Dan lalu, setelah beberapa saat.

"............Menteri pertahanan Saeki......?!"

Kiritani menggetarkan bangkunya dengan gemerincing, sementara wajahnya terkejut.

"Ha.........tapi. ----t,tidak, tidak mungkin kalau hal seperti ini........."

Sementara keringat Kiritani menetes keluar dari dahinya, ada kerutan besar terpampang diantara alisnya.

Kiritani menyelesaikan telfonnya dan melempar ponselnya kembali ke Westcott.

"Ooototo. tolong dijaga dengan baik, karena ini adalah model terbaru."

"............Kau bajingan."

"Fufu, kekuasaan Siberian sungguh sistem yang sangat hebat, kan. Tanpa menggunakan kekuatan fisik untuk menjatuhkan lawannya, semua hal bisa diselesaikan dengan menjadi

sedikit akrab dengan seorang pria."

Westcott lalu menaruh ponselnya ke kantongnya, dan mengarahkan pandangannya kembali ke Kiritani sambil mengangkat bahu, Westcott lalu menunjukkan telapak tangannya

seolah mempercepat pengusulan.

Kiritani mengerang, jengkel, meraih gulungan yang ia pukul dan, membantingnya di meja.

"............Letnan Pertama Origami, akan dikenakan sanksi tahanan rumah untuk jangka waktu 2 bulan......!"

"............!?"

Dari pengumuman itu, semua eksekutip yang berderetan melebarkan mata mereka. Tahanan rumah----dengan kata lain, larangan menggunakan Realizer.

Dari hal yang Origami ketahui, ini adalah sebuah hukuman ringan yang tidak mungkin.

"Jendral. Itu adalah-"

"............Diam. Aku sudah memberitahumu apa hukumannya. Interogasinya berakhir disini. Cepat dan bubar!"

"Tapi..."

Ketika Origami sedang mencoba mengatakan sesuatu, Ryouko panik dan memegang tangan Origami.

"Ma, maafkan aku!"

Dia mengatakannya dan menghormatinya, dia kemudian membawa Origami dan berjalan keluar ruangan dengan langkah cepat.

Pada saat itu, Westcott mengangkat tangannya sedikit, menunjukkan sebuah tindakan seolah dia adalah teman tapi, Origami membalasnya hanya dengan memandang kembali, dia

lalu berjalan melewati pintu sementara ia masih sedang ditarik oleh Ryouko.

Ryouko lalu melanjutkan membawa Origami dan berjalan sedikit ke depan dari ruangan, dan setelah mencapai jarak dimana suara mereka tidak bisa didengar, Ryouko berkata

lagi.

".........Origami, apa yang ingin kau coba katakan saat ini?"

".........Tak masalah jika itu tidak langsung atau tidak, bagi JGSDF memberikan permintaan kepada sebuah perusahaan luar negeri itu----"

Disaat yang sama dia mengatakan itu, Origami *SUPAN*!, pukulan di kepalanya.

"Apa yang kau lakukan?"

"Harusnya aku yang bicara begitu. Apa yang akan kau lakukan jika kau mengatakan sesuatu yang pandang bulu dan mendapat hukuman lagi!"

".........Itu adalah masalah."

Ketika Origami mengatakannya, Ryouko menggaruk kepalanya dan menghela.

"Lalu, bukankah baik seperti ini? Entah atau tidak ketepatan ini, memikirkannya seperti Tuhan mengirim seorang malaikat dengan wajah mengerikan untuk menolongmu.

............Kau ingin membalas dendam, untuk orang tuamu kan?"

"....................."

Mendengar perkataan Ryouko, Origami mengangguk sambil menggenggam gulungan dengan erat.

Wajah Ryouko melemas dan merendahkan kepalanya seolah dia puas.

Dan.

"............Hmm?"

Pada saat itu Rouko tiba-tiba mengerutkan dahinya, dan mengarahkan pandangannya jauh ke jalanan kecil.

Setelah bertukar pandangan dengan Ryouko, mereka berjalan dengan diam ke tempat itu, dan,

"Wa!"

Ketika Ryouko mendadak berteriak, 2 kepala mengejang dan jatuh satu sama lain.

"Ou, ouch ouch............Untuk apa tadi itu ?"

"Mugyuu, ber, berat, Mike, kamu berat!"

2 orang yang ada disini adalah gadis yang usianya sekitar antara belasan tahun. Satu dari mereka adalah seorang gadis dengan rambut yang dikuncir menjadi 2, dan

memiliki seragam SMA Raizen di badannya. Gadis yang satunya, mengenakan sebuah jubah putih yang sedikit besar di baju kerjanya dan mengenakan kacamata, dia adalah gadis

dengan mata biru dan rambut pirang.

Prajurit Kelas-Kedua Takamine Mikie dan perwira Kelas-Kedua tanpa jabatan Mildred F.Fujimura. Mereka memiliki perbedaan kepribadian bertarung dan mekanis tapi, dua

sejoli itu adalah anggota AST seperti Origami dan Ryouko. Karena dua anak ini dekat dengan Origami mereka dengan aneh menempel padanya.

"Mikie dan Mily. Kalian............Apa yang sedang kalian lakukan ditempat seperti ini?"

Sambil melipatkan tangannya, Ryouko menanyai mereka dengan mata setengah tertutup. Kedua gadis itu membenarkan sikap mereka, dan mulai tergesa-gesa mengayunkan tangan

mereka.

"Ahh, err, Yah itu maksudnya, ehhh, apa itu tadi, Mily?"

"Ueh!? ini mengganggu bahkan jika kau mengayunkannya ke Mily---"

Melihat keadaan dua gadis ini, Ryouko menghela nafas dengan panjang.

"Kemungkinan ini sesuatu seperti mengkhawatirkan tentang Origami lagipula............serius."

"A, Auuuu........."

"Aku minta maaf."

Ketika Mily dan Mikie mengatakannya dengan beribu maaf, mereka mengangkat bahu mereka dengan tanpa harapan.

Tapi Mikie langsung mendongakkan wajahnya dan mengarahkan pandangannya ke Origami.

"J, jadi...............Bagaimana urusannya berlangsung, Origami-san!"

Ketika Mikie berteriak dan mengatakannya, Mily mengikutinya dan datang ke depan. Dilihat dari keadaan kedua gadis ini, [Dengan serius] Ryouko bersikap seolah sedang

menyerah lagi dan menghembuskan helaan panjang. Setelah itu, [Menjawab mereka] dia merendahkan dagunya ke Origami seolah olah memberitahunya.

Setelah Origami menjawab kembali pada Ryouko dengan merendahkan sedikit kepalanya, dia membuka mulutnya.

"............Aku diberitahu dan diberikan jangka waktu 2 bulan sebagai tahanan rumah."

"Ah, aah............"

Di saat dia mendengar kata-kata itu, Mikie kehilangan kekuatannya pada lututnya dan terjatuh ke bawah.

Tapi dia langsung menggelengkan kepalanya, dan mengeluarkan surat berwarna coklat dengan tulisan [Surat pengunduran diri] dari kantongnya, dan membantingnya di lantai.

"Tidak, sekarang hal itu berakhir seperti ini, aku juga akan berhenti dari pekerjaan ini~kyuu!"

"Mike, kamu tidak mengatakannya dengan baik."

Mily membelai punggung Mikie seolah-olah dia sedang menjinakkan seekor hewan.

"Maksudku, tenang dan ulangi perkataan apa yang Origami barusan katakan."

"Eh.........? Ini karena Origami-san mendapat 2 bulan tahanan rumah............Eh?Arere? Tahanan rumah?"

Mikie mengusap air matanya dengan lengan bajunya dan berdiri.

"Ta, Tahanan rumah, yang mana berarti kamu tidak harus berhenti kan!?"

"Ya."

Pada saat itu, wajah Mikie yang mana sedang dalam keadaan putus asa langsung menjadi ceria.

"It, itu bagus............!Jika Origami-san dipecat maka aku............aku.........uh..."

Air mata yang telah terbersihkan, sekali lagi menetes di mata Mikie. Mikie, lalu dikuasai dengan emosi, melebarkan tangannya dan melompat ke Origami.

"Origami- Saaaan!"

Tapi Origami tidak menjawabnya dengan benar, dan supaya mencegah sosok kecil itu datang ke arahnya, dia dengan segera membalikkan badannya, dan karena perbedaan

ketinggian, dia mampu menyikut belakang kepala target yang mendatanginya.

Meskipun ia tidak bermaksud untuk menyerangnya tapi, perasaan yang terukir di dalam dirinya, hanyalah sebuah tindakan berlebihan pada lawannya yang datang kepadanya.

"Hebuuu!?"

Dia berteriak dengan aneh, *Slam*! Mikie dengan wajah bersemangatnya membentur jalan.

"O, Origami-saan............"

"...............Aku akan terkejut jika kamu mendatangiku secara tiba-tiba seperti itu."

"T, Tidak mungkin.........Barusan, bukankah tadi sebuah adegan emosional yang baik......"

Mikie mengusap hidung merahnya dan dahinya sementara, dan menyedot ingusnya.

Dan, sementara melihat Mikie itu dengan lirikan sekilas, Ryouko membungkuk dan mengambil surat coklat yang ada di atas lantai koridor.

"Fu-un..................Jadi kau ingin keluar berhenti dari AST. Aku pikir tak ada pilihan. Meskipun ini menyakitkan karena kita kehabisan pertolongan, karena kau cukup

sopan untuk menyiapkan sesuatu seperti ini, aku pikir aku tidak bisa tanpa kasihan menolak penawarannya huh."

Dia membuat gerakan berlebihan dan mengangkat bahunya, lalu menunjukkan helaan nafas seolah terselesaikan dengan kegunaan.

"Heh!?"

Seseorang yang bersuara histeris itu pastinya Mikie. Matanya berubah menjadi berputar-putar dan lalu berlari ke Ryouko dengan panik.

"Ah, err! Itu adalah......!"

"Hmm---?Ya~. Ada apa mike?............ Aah, maaf karena memanggilmu dengan terlalu akrab, Takamine-san. Jangan khawatir, jika itu adalah kau, kau pasti kemungkinan

sering melakukannya dengan baik dalam kehidupanmu mulai dari sekarang.

"Kapten, it-itu sebuah kesalahan! Itu sebuah kesalahaaann!"

Mikie mengulurkan tangannya untuk mengambil kembali surat pengunduran dirinya. Tapi, baru saja ketika dia mau mengambilnya, Ryouko mengangkat surat pengunduran diri

tinggi-tinggi dengan tangannya.

"It-itu adalah suatu kesalahpahaman! itu adalah sebuah rencana organisasi jahat!"

"Kesalahpahaman huh..................Meskipun disini tertulis olehmu."

*Hop**Hop* Mikie menyamakan saat-saat waktu untuk melompat, sementara Ryouko mengangkat surat pengunduran diri itu ke atas setiap kali dia melompat

untuk menghindarinya demi mengambil itu.

Jelas kalau dia bermain-main. Meskipun itu adalah sebuah tindakan yang jarang bagi Ryouko yang terlalu serius tapi.........Ada kemungkinan dia banyak mengalami stres

sekarang, jadi dia hanya melepaskan semua kelelahan itu dengan menggoda Mikie dengan seluruh tubuhnya.

Dan, ketika Origami memperhatikan Ryouko seperti biasa, *ahaha* Mily tertawa bersemangat.

"Yah, kalian berdua, ini adalah sebuah hal yang membahagiakan kalau Origami tidak akan dipecat...............tapi ini menakjubkan bagaimana kau menanganinya hanya

dengan menjadi tahanan rumah selama 2 bulan. Terus terang, Aku tak berpikir apapun mungkin selain pemecatan."

Origami, merasa ragu untuk memulainya dari mana, dan memiliki masalah untuk menjelaskannya. Mili langsung mulai gemetaran.

"!, Jajajajajajajangan bilang padaku............"

"Mildred?"

Berpikir kalau dia aneh, Origami memanggil namanya. Tapi Mily sepenuhnya tak menyadari itu dan memerah; keringat bercucuran di dahinya.

"Jika dipikir secara normal, tindakan itu adalah sebuah hukuman tingkat tindakan tercela..................tapi, hukuman apa yang diberikan pada Origami adalah tahanan

rumah............hukuman itu tidak biasanya ringan............di dalam sebuah ruangan gelap............dan senyuman penuh nafsu dari atasan perwira............[Kau

tidak ingin dipecat kan? Maka kau harusnya tahu apa yang dilakukan untuk menghindarinya benar?]...............Ah~, Origami lalu disuruh untuk mengenakan pakaian yang

memalukan dan merendahkan dirinya di bawah, dan lalu bagian keperawanannya yang tak pernah dilihat seorangpun----"

Date5 023.jpg

"Hey!"

"Gyann!"

*Bam* Dan tinju Ryouko berayun di kepala Mily.

"Ap, untuk apa tadi itu! otak Mily adalah harta bagi semua orang kau tahu!"

"Diam! semua hal yang kau pikirkan terdengar keluar dari mulutmu."

"It, itu keluar..................Jangan katakan padaku kau memaksa bersandiwara keterlaluan padaku!?"

Sekali lagi, tinju Ryouko berayun di kepala Mily.

"Ouch ouch ouch...............mouu, apakah Ryouko akan bertanggung jawab jika aku bodoh---!?"

"Ini sudah terlanjur menjadikanmu Mimidoshima[5A 1].”

Ketika Ryouko dalam keadaan pasrah dan melepaskan tangannya, Mily mengusap kepalanya.

Dan disaat itu, dari koridor, suara langkah dari 2 orang menggema.

Ketika mereka membalikkan pandangan mereka ke arah itu, mereka melihat seorang pria dengan setelan hitam, dan seorang gadis yang memakai kacamata hitam. Dia adalah

sekretaris Isaac Westcott.

"....................."

*merendah* Origami menundukkan kepalanya. Melihat apa yang dilakukan Origami, yang lain kelihatannya telah menyadari keberadaan Westcott. Pada saat

itu, mereka mengunci mulut mereka, berhenti bercanda dan berdiri tegak.

"---Aah."

Westcott mendapati perkumpulan itu dan menggerakkan alisnya, dan disaat dia melewati samping Origami, dia menempatkan tangannya dibahunya.

"Aku memiliki harapan untukmu, Wizard muda. Jika itu adalah kau, kau pastinya akan menjatuhkan Spirits."

"...................................."

Origami meneguk.

Ini bukanlah seperti dia merasa permusuhan atau maksud membunuh. Tapi, jantung Origami berdetak bukan main lagi dan lagi yang mana seolah-olah tidak mungkin. Ini

seperti------dia merasa sesuatu seperti ketakutan dari pria itu yang melewatinya beberapa saat yang lalu.

"Berikan dia itu."

Ketika Westcott mengatakannya, sekretarisnya mengeluarkan sebuah kertas dari kantongnya, dan menyerahkannya pada Origami.

"Pergilah."

Dia mengambilnya tanpa mengatakan sepatah katapun. Disitu tertulis namanya I.R.P Westcott, sebuah daftar nomor yang kelihatannya seperti nomor ponsel dan sebuah alamat

e-mail tertulis disitu.

"Jika kau merasa ada yang mengganggumu, kau bisa memanggil kami kapan saja yang kau mau. ------DEUS. EX. MACHINA , tidak akan segan untuk berupaya membantu masalahmu."

"............Aku berterimakasih."

Dia mengambil kartu bisnis itu dan menjawab dengan lembut. Tapi secepatnya, dia tak bisa lama-lama melihat padanya.

Ya atau tidak dia menyadari keadaan seperti apa yang Origami alami, setelah Westcott tersenyum, dia lalu kermbali berjalan ditemani dengan sekretarisnya.

"E, errr.........Siapa orang yang barusan lewat?"

"Siapa?"

Mikie dan Mily bertanya, memiringkan kepala mereka bertepatan disaat yang sama. Ryouko yang berekspresi gugup sekarang menggaruk kepalanya seolah dia telah menyerah,

dia lalu menghadapi mereka berdua dengan mata setengah tertutup.

"Dia adalah pemilik perusahaan DEM Mr.Westcott. Kau belum melihatnya di televisi atau majalah?............Ini dapat dimengerti Mikie tapi Mily, Bukankah kau pindahan

dari DEM disini? Bagaimana bisa kau tidak mengetahui itu?"

Perusahaan DEM adalah satu-satunya perusahaan didunia yang mampu mengatur Realizer, unit-CR bagian penting.

Karena itu, negara-negara organisasi militer atau tentara yang disediakan dengan Realizers, akan memiliki staf pengawas atau pemeliharaan yang disebarkan oleh

perusahaan DEM. Mily juga adalah salah satu dari personil-personil itu.

[Ah] Mily memegang dagunya dengan jari-jarinya setelah mendengarkan perkataan Ryouko.

"Sekarang aku memikirkannya, mungkin ada seseorang yang seperti itu---"

"Sekarang aku memikirkannya..................Bukankah dia adalah bos ditempatmu?"

"Ahaha, itu karena jarang ada kesempatan untuk pekerja mekanik dan manajer untuk bertemu saling berhadapan--. Lagipula siapapun akan puas jika pimpinan golongan tetap

tenang sambil mengirim uang ke Mily dan lainnya---"

"Kau berkata-kata dengan berbahaya begitu mudahnya."

Ryouko tersenyum, tapi Origami tidak banyak mendengar percakapan-percakapan itu.

Dia melihat pada kartu bisnis yang ada di tangannya seolah menatap ke kata-kata dan nomor yang tertera disitu------lalu menelan ludahnya, sekali lagi.

Suara langkah kaki Westcott bergema di koridor, sementara menghela nafas dengan lemas.

"----Apa kau melihatnya, Ellen? Semua orang yang ada disana tidak tahu betapa dalam masalahnya. Semua orang bodoh yang tidak berkompeten bergabung bersama, cukup aneh

untuk menyalahkan seorang jenius dalam perbandingan 1 banding 10,000."

"Saya kira itu benar."

Dia berjalan di belakang Westcott sedikit jauh sementara gadis itu----Ellen menjawabnya dengan tenang.

"Tapi, untuk seorang Wizard tak terbersihkan untuk menggerakkan <White Licorice>.... Jika ada kemungkinan bahwa Kiritani masih tidak ingin menarik hukuman Tobiichi

Origami, mungkin lebih baik aku mengundang Origami ke perusahaanku. Artinya, akan menjadi sedikit disesalkan jika menyerah dengannya."

"Pada DEM?"

"Aah. Jika perlakuan magis dengan hati-hati dilakukan, dibandingkan dengan Mana atau Artemishia, dia mungkin bahkan akan menjadi seorang Wizard yang mampu melampaui

Wizard terkuat di dunia, Ellen Mathers.

"........................"

Westcott mengatakannya sambil menyipitkan matanya sementara Wizard terkuat dunia tetap diam. Meskipun dia bermaksud bercanda, dia mungkin menjadi sedikit cemberut.

Westcott berpikir kalau dia lucu tak tertahankan, dan mengangkat bahunya.

Tapi Ellen tiba-tiba teringat sesuatu dan berbicara.

"--------Ngomong-ngomong, ada satu laporan."

Dia mengatakannya, Ellen membuka berkas yang di pegangnya di tangannya.

"Laporan?"

"Ya. Spirit AAA kode-nama <Princess> yang sering muncul di sekitar Kantou, telah ditetapkan berhenti muncul sejak 3 bulan yang lalu, Aku mengatakan ini padamu

sebelumnya beberapa hari yang lalu."

"Aah, Aku tahu, tapi bukankah itu sangat jarang kan?"

"Ya. Tapi, lihatlah ini."

Ellen mengambil sebuah gambar foto, dan menunjukannya pada Westcott.

Ada dua gadis di foto itu. Salah satu dari mereka adalah Letnan Pertama Tobiichi Origami yang mereka temui sebelumnya. Jika dipikirkan sekarang, Westcott mendengar

kalau dia adalah seorang anggota cadangan untuk AST sementara bersekolah paruh waktu.

Tapi------masalahnya adalah gadis yang satunya.

Dia adalah gadis dengan sosok yang ramping, mengenakan seragam yang sama seperti Origami. Dia berpenampilan cantik, dengan rambut hitam gelap yang sampai pinggulnya.

Sepasang mata indah seperti kristal, yang jika sekalinya dilihat oleh orang lain, mungkin tidak akan pernah melupakannya untuk seumur hidupnya.

Tidak ada kesalahan. Tidak mungkin salah. Itu adalah,

".....<Princess>?"

Sementara Westcott mengatur jantungnya yang telah berdetak cepak, dia bersuara lembut dan mengatakannya.

Ya. Seseorang yang ditunjukkan disitu adalah, Spirit <Princess> yang mereka bicarakan.

"Apa maksudnya ini? Apakah kau mengatakan bahwa Spirit menggunakan keahlian tingkat tinggi untuk menghadiri sekolah?"

Ketika Westcott mengatakannya sambil cemberut, Ellen membuka mulutnya.

"Gadis ini namanya Yatogami Tohka. Kelihatannya dia adalah murid perempuan yang pindah ke Kota SMA Raizen, sekitar waktu ketika sosok <Princess> menghilang."

"Apa tindakan JGDSF?"

"Nampaknya Letnan Pertama Tobiichi melaporkan seorang murid perempuan yang mirip Spirit tapi karena hasil observasi menunjukkan tak ada tanda-tanda Spirit yang terbaca

darinya, dia di klasifikasikan sebagai orang biasa."

"Bagaimana dia diamati?"

"Pengamatan luar oleh DS-06."

"Itu tidak mungkin."

Mendengar nama mesin pengamatan yang digunakan, Westcott menempatkan tangan kanannya di dahi dan menghela nafas.

"Mereka cuma menggunakan kendaraan ber-akurasi rendah tipe DS-06 dan mereka memutuskan kalau dia hanya orang lain yang baru saja menyerupai Spirit, seperti itu saja?"

"Sepertinya begitu."

"Ellen, dengan ini aku tegaskan. Seorang idiot pecinta-kedamaian lebih mengerikan daripada seseorang dengan akal pendek."

"Aku akan segera meminta untuk investigasi ulang."

".........Tidak, tunggu."

Tapi, Westcott mengulurkan tangannya untuk menahan Ellen untuk melakukan tindakan itu.

"Jika kita menyerahkan urusan semacam itu pada JGSDF VIP, hal terbaik yang bisa mereka lakukan adalah pemeriksaan fisik dengan hasil yang sama."

"Lalu---"

"-----Yah, kita akan menangani masalah ini dengan tangan kita sendiri. Dengan begitu, kita pastinya bisa menyelesaikan ini dengan lebih cepat dan mudah."

"Tapi......"

Dia menghentikan Ellen berbicara lebih lanjut. Dia mengerti apa yang akan Ellen katakan.

Selama nona Yatogami Tohka berpeluang menjadi Spirit, penting untuk menyiapkan tenaga pertempuran yang diperlukan untuk menghentikannya jika dia menunjukkan jati

dirinya yang sebenarnya.

Tapi, untuk memiliki cukup personil dan perlengkapan untuk menghentikan Spirit tingkat AAA dan menggunakannya pada kejadian, sangat sulit untuk disembunyikan dari AST.

Intinya, situasinya sekarang seperti makan-makan besar yang ditempatkan di depanmu, tapi tanganmu tidak bisa mencapainya. Westcott juga memikirkan tentang permintaan

ulang kepada AST untuk membiarkan Ellen masuk JGSDF lagi.

"............Bisakah kau membiarkanku melihatnya sedikit lebih lama?"

"Ya."

Westcott menunjukkan jarinya ke tangan Ellen, dan setelah mengucapkan jawaban singkat, Ellen menyerahkan berkas padanya.

Westcott lalu membalik buku itu dan-----------ujung bibir Westcott sedikit naik.

"Houu.........Bukankah ini waktu yang tepat............Hei Ellen, bukankah tubuhmu menjadi lemah akhir-akhir ini karena tidak ada Spirit yang menjadi lawanmu belakangan

ini?"

"....................."

Dia mengatakannya, dan Ellen mengejangkan pipinya.

Spirit muncul di tempat dan di saat yang tidak terduga dari pergerakannya. Ada batas untuk menyiapkan tenaga tempur terkuat ketika dia mencul kapanpun itu, jika

kebetulan mereka dapat menyerang dan memojokkan Spirit, tak akan menjadi berarti lagi bila [Menghilang].

Tapi, jika mereka tahu keberadaan Spirit, caranya mudah.

"Aku serahkan urusan ini padamu Ellen. ------Ellen. Ellen Mira Mathers. Wizard terkuat yang tiada duanya. Jika itu kau, pastinya kau akan mampu menyelesaikannya. Tidak

peduli siapa lawannya, bahkan jika itu menjadi penyebab kekejaman dari menghancurkan dunia."

Ellen menepuk tangannya sekali sebelum menjawab.

"Itu adalah pujian. Tidak peduli siapapun lawannya, Aku tidak akan pernah kalah."

Itu adalah jawaban yang diduganya yang cocok dengan harapannya. *hmhm* Westcott tersenyum senang.

Bagian 2[edit]

Menghirup nafas pendek, Takamiya Mana dengan lambat membuka matanya.

Mungkin karena dia telah lama tidak menggunakan matanya untuk waktu yang lama, tapi penglihatannya tidak jelas seperti mosaik.

Dia tidak bisa menggunakan kekuatan tubuhnya dengan baik, dan seluruh tubuhnya kesakitan.

"Dimana.......aku...........?"

Di suatu saat, suara yang ia keluarkan dengan tenggorokannya, terdengar seperti seseorang yang tidak dikenalnya. Tenggorokannya yang kering dan dengungan di gendang

telinganya. Faktor-faktor itu cukup baginya untuk mengenali suaranya sendiri. Yang tersisa hanyalah pikirannya, yang mana bisa jadi tidak dapat mengenali suaranya

sendiri. Pemikiran bodoh itu melintas di kepalanya.

Mengambil waktu sejenak, Mana memeriksa indranya, dan memastikan situasi yang dialaminya saat ini.

Ruangan putih. Sebuah tempat tidur yang besar. Seluruh tubuhnya dibaluti dengan perban, tangan kirinya di infus dan mulutnya terpasang masker oksigen.

Ada elektroda yang terikat di dadanya, dan Elektro-Kardiogram yang dipasang dengan detak jantung Mana berbunyi dengan teratur.

Mana tanpa sengaja tersenyum pahit. Tak peduli bagaimana ia melihatnya, dia adalah seorang pasien dengan kondisi kritis.

"Kenapa ak, aku, seperti...........?"

Dia mengatakannya begitu, dan Mana membuka lebar matanya. Dia melepas masker oksigennya, dan mendapat kesakitan di seluruh tubuhnya.

Dia lalu menoleh, dan mengarahkan pandangan matanya ke jam dinding yang berada di rak.

---14:00 7/5 Rabu.

"Juli............lima.......!?"

Melihat tanggal yang terpampang disitu, Mana menghela nafas.

Baik jamnya yang rusak atau seseorang ingin menipu Mana dengan tanpa sengaja mengubah tanggalnya, jika bukan itu masalahnya.

Hampir sebulan terlewat sejak hari dimana Mana bertarung dengan <Nightmare>-----Tokisaki Kurumi di atap Sekolah SMA Raizen.

Ya. pada saat itu, Mana dikalahkan dan di singkirkan oleh Kurumi yang asli yang telah menunjukkan angelnya.

Satu-satunya orang lain yang berada di tempat itu dengan Kurumi dan Mana, adalah Shidou, Tohka dan Origami hanya mereka bertiga. Dia pikir begitu, mungkin tidak ada

yang mampu mengatasi situasi itu. Yaitu yang berarti................

"Onii-sama........!"

Mana dengan paksa mencabut elektroda yang berada di dadanya dan infus yang tertusuk di tangan kirinya. Setelah dia melakukannya, Elektro-Kardiogram menjadi tidak

teratur dan *Piiiiii* dan seperti itu suara bunyinya.

Dan akhirnya pada saat itu, Mana menyadari sesuatu penting.

"Mengapa ak...............aku, tidak mati..............?"

Tentu saja karena bahwa tubuhnya sakit. Penglihatannya menjadi kabur. Sulit dikatakan bahwa seluruh indra tubuhnya dalam kondisi sempurna.

Tapi-----Dia masih hidup.

Dia tidak berdaya, pasrah, pada pemakan manusia itu <Nightmare>, namun dia masih selamat.

Yang berarti, situasinya tak penting untuk tidak dapat dimengerti. Sewaktu Mana kehilangan kesadaran, situasi pertarungan pada keadaan yang mungkin paling buruk.

Di atas atap sekolah, di bagian paling terdalam dari duplikasi Kurumi, Angelnya yang mengendalikan waktu di abadikan disana.

Itu seperti suasana keputus-asaan yang bisa orang lain lihat hanya dengan sekali pandang. Kemungkinan tidak ada kekuatan bertarung yang ada di dunia ini, yang bisa

mengalahkan monster itu.

Tapi jika itu masalahnya, masih tidak bisa di jelaskan mengapa dia masih hidup. ----Kecuali jika wanita sesat itu memutuskan untuk tidak membalas dendamnya, dengan

sebuah alasan seperti tingkah lakunya yang memilih untuk tidak melakukannya.

Mana menempatkan tangannya di kepalanya yang sakit. Bahkan jika dia masih hidup, dia tidak tahu, entah benar atau tidak yang lain telah aman dari bahaya. Apa yang

sebenarnya terjadi dengan semuanya pada saat itu?

"....................Eh?"

Dan-----Mana, membenamkan dirinya dalam pikirannya, membuat suara yang tak terduga sambil menaikkan alisnya.

Pintu kamar sakit terbuka, dan beberapa orang yang mengenakan setelan hitam masuk.

"--------Takamiya Mana, benar?"

"..............Siapa kalian semua? Kalian terlalu hitam untuk seorang dokter atau perawat."

Mana menatap dengan tajam, dan pria berbaju hitam itu tak bergerak sedikitpun.

"Kau akan ikut dengan kami. Meskipun kami tidak ingin mengambil jalan kekerasan, jika kau menolak, maka kami tak punya pilihan lain."

"...........Aah?"

Wajah mana berubah menjadi murung, dan menatap pria yang mengatakannya.

"Apakah kau tahu dengan siapa kau berbicara? Mengambil jalan kekerasan? Terhadapku? Haa, Cobalah jika kau mau."

Dia mengatakannya dan berdiri, dan memutar pergelangan tangannya untuk melegakan tubuhnya.

"Takamiya-san, apakah ada sesuatu yang salah?"

Perawat membuka pintu kamar sakit ----dan terdiam ditempat.

"Eh..........?"

Dia melihat Elektro-Kardiogram Takamiya Mana dan datang untuk memeriksa tapi............ruangannya saat ini, kosong.

Di atas tempat tidur yang acak-acakan, ada masker oxigen dan elektroda, jarum infus yang berserakkan dimana-mana, dan sebuah jejak tertinggal di kasur seolah seseorang

baru saja sedang tidur di atasnya beberapa saat yang lalu.

Tapi, entah dia memalingkan kepalanya ke kiri atau ke kanan, atau bahkan di bawah kasur, dia tak bisa menemukan pasien yang seharusnya tak sadarkan diri di ruangan.

Perawat berlari menuju ke sebelah bantal dari kasur, dan menekan tombol untuk memanggil perawat.

Bagian 3[edit]

"Ini berakhir------"

Di saat yang sama ketika bunyi bel yang biasa terdengar di daerah sekolah bergema, Itsuka Shidou melemaskan dirinya di meja setelah ia menggunakan semua energinya.

Mungkin ada asap yang keluar dari kepalanya.

Tapi itu wajar. Itu karena Shidou saat ini, telah menyelesaikan ujian akhir semester, salah satu musuh dari kehidupan-sekolah yang berat.

"Oke Oke, jangan malas dulu. Tolong kumpulkan lembar jawaban mulai dari belakang."

*clap* *clap* guru berkacamata yang berdiri di meja guru bersuara dan menepukkan tangannya. Dia adalah walikelas kelas itu, Okamine Tamae, Panggilan

Tama-chan.

Murid-murid mengangkat tubuh mereka seperti zombi dan memberikan lembaran mereka ke bangku di depan mereka secara berurutan.

Meskipun Shidou merasa kalau mode zombi dari teman kelas lain lebih kuat dari rata-rata tapi, itu juga wajar.

Sebagai tambahan fakta bahwa ini adalah sebuah ujian dengan topik luas yang bervariasi, baru beberapa hari yang lalu semua murid di sekolah ini dikirim ke rumah sakit

sekali.

Di akhir bulan, ada kasus dimana, murid dan anggota staf yang berada di sekolah Raizen, semuanya jatuh tidak sadarkan diri.

Setelah investigasi yang teliti dari pipa gas sekolah menuju alat-alat bangunan, dan zat asing yang keluar dari gas, penutupan sekolah sementara dibatalkan

tapi..........tiada ampun, jadwal untuk ujian akhir semester tak bergerak bahkan satu hari.

"................hmm?"

Dan,sewaktu dia menempatkan lembar jawabannya di tumpukan lembar jawaban lain dan diberikan ke depan, dia lalu melihat gadis yang duduk di samping kanannya. Seperti apa

yang Shidou lakukan disaat sebelumnya, *terjatuh* di meja, dia merebahkan diri di meja.

"Tohka, kamu tidak apa-apa?"

"u, umu............"

Ketika Shidou mencoba berbicara dengannya, Tohka menganggukkan kepalanya dengan pusing.

"Bagaimana hasilnya?"

"mu.......muu, tidak apa-apa"

Dengan ekspresi lelah, Tohka merentangkan tangannya.

Sebelumnya di ujian tengah semester, dia adalah gadis yang hanya sembrono dalam menjawab lembar jawaban (Reine membuat persiapan rahasia untuk memastikan Tohka tidak

mendapat nilai merah) tapi, setelah mendengar arti dari ujian, dia mengatakan bahwa dia mau melakukan sebisanya dan mulai belajar. Tampaknya begitu, dia tidak menyukai

fakta kalau Shidou sedang belajar sementara dia tidak berbuat apa-apa sama sekali.

Begitu juga di <Ratatoskr>, mereka juga ingin kalau Tohka dengan sukarela mengambil tindakan, ada sebuah kerja kelompok yang direncanakan di rumah Itsuka sebelum ujian

tapi......................seperti yang diduga hampir semua energinya terkuras karena melakukan sesuatu yang tak perlu.

Kenyataannya, satu jam menuju pertemuan kerja kelompok dia mulai demam. Itu adalah sebuah demam asli yang membawa dorongan pertumbuhan kecerdasan.

"Oke, kalau begitu, semua mata pelajaran dalam satu ujian akhir semester, telah berakhir. Kerja bagus semuanya."

Kata Tama-chan. Dan suara sorakan dan helaan nafas terdengar di dalam kelas.

"Tapi, karena ada sesuatu yang tersisa hari ini, kalian semua harus tidak pulang?"

Tama-chan mengatakannya untuk memastikannya dan menyusun tumpukan lembar jawaban sebelum meninggalkan kelas.

Dan, bersamaan dengan itu, Tohka dengan goyah berdiri dari tempat duduknya dan kehausan.

"Shido...........berikan aku, air"

"O, Ou. Apakah kamu tidak apa-apa?"

"Umu...........jangan khawatir. Aku cuma sedikit kelelahan."

Kata Tohka dan tersandung di pintu kelas dengan langkah kaki kelelahan, dia lalu membuka pintunya dan berjalan menuju koridor.

"Haha........yah, lagipula dia sudah berusaha keras"

Shidou menghela setelah melihat belakang Tohka, dan lalu bersandar kembali di bangkunya---------*mengejang* dia lalu mengejangkan alisnya.

Alasannya sederhana. Karena sosok murid perempuan duduk di samping kirinya dan memasuki penglihatannya.

Dia adalah seorang gadis dengan rambut putih yang panjangnya sampai ke bahunya. Dan karena kepalanya menoleh ke kiri-----dan melihat ke jendela, meskipun dia tidak bisa

memandang wajahnya tapi, Shidou bisa membayangkan kalau tidak ada satupun tanda-tanda ekspresi di wajahnya.

Tobiichi Origami. Dia adalah teman sekelas Shidou dan anggota dari AST, sebuah organisasi yang memburu Spirits.

"...........u"

Meskipun Shidou tidak melakukan apa-apa sama sekali, ada rasa sakit di hatinya. Dia tanpa sengaja memalingkan wajahnya.

Setelah kejadian di akhir bulan, Shidou tidak pernah berbicara pada Origami sama sekali.

Entah mengapa, jika dia membiarkan kesempatan ini pergi, dia merasa kalau dia akan melewatkan kesempatan untuk bercakap-cakapan dengannya.

Shidou mengumpulkan keberaniannya dan membuka mulutnya.

"O...........Origami"

Ketika Shidou memanggil namanya, Origami sedikit kaget sebelum berbalik arah ke Shidou.

"------apa"

Dan lalu, dengan suaranya yang biasa dan logat rendah, dia menjawab.

Shidou heran kenapa, tapi dia sedikit lega melihat keadaan Origami.

Tapi, setelah dia berhenti berbicara, ada kecanggungan antara Shidou dan Origami.

"e,errrr"

Tidak heran jika dia ingin tetap diam seperti ini. Shidou mencoba bertanya padanya tentang apa yang terjadi setelah pertistiwa terakhir itu.

Tapi, seperti yang diduga dia tidak bisa bercakap-cakapan di dalam kelas dimana teman kelas yang lain bisa mendengar mereka.

Untungnya masih ada waktu yang tersisa sampai pelajaran dimulai, dan Tohka melangkah keluar dari bangkunya. Setelah Shidou menelan ludahnya di tenggorokannya, sekali

lagi dia membuka mulutnya.

"Origami. Bisakah kita pergi ke tempat dimana kita berdua bisa sendirian sebentar?"

".........................."

Saat Shidou mengatakannya, Origami menggerakkan alisnya.

"Sebuah tempat, dimana kita berdua--------bisa sendirian?"

Dan untuk beberapa alasan, dia mengatakannya dengan kata-kata yang terpisah dari satu ke yang lainnya.

"Aah. Kamu tahu, mungkin di tangga dimana kita berbicara untuk terakhir kalinya akan ba------"

"----Ayo"

Origami berdiri tegak, dan seperti itulah dia menggenggam tangan Shidou dengan seluruh kekuatannya dan berjalan keluar.

"O, oi, Origami"

Bahkan ketika Shidou memanggil namanya dia tidak menjawab. Bahkan tanpa melihat ke tangga yang menuju ke atap, langkah mereka menggema di bagian terdalam dari bangunan

sekolah dimana tidak ada siapapun di sekitar.

Dan seperti itu, Origami berjalan menuju toilet perempuan yang terletak di pojok bangunan sekolah.

"Tidak, tunggu sebentar!"

"Apa?"

Disaat Shidou selesai berbicara dan mengayunkan tangannya, Origami memiringkan kepalanya dengan penasaran.

"Karena tempat ini cukup jauh dari kelas, tidak akan ada seseorang yang datang selama waktu ujian"

"Tidak, mungkin itu masalahnya tapi meski begitu!"

"Jangan khawatir"

"Tungg, berhen--------tidak serius, apa yang sedang kamu rencanakan padaku!?"

Tidak ada gunanya melawan. Dengan ditariknya tangan Shidou, dia lalu dibawa menuju toilet kecil terjauh seperti itu, dan *Kachin* pintunya terkunci.

"...........errrr"

Dia menghadapi Origami di dalam tempat yang benar-benar tidak seharusnya lebih dari 2 orang, keringat bercucuran di pipi Shidou.

Dan, di ujung penglihatannya, tampaknya Origami mulai bergerak.

"Origami, apa yang kau-----"

Katanya dan sambil gugup.

Tapi itu wajar. Ketika dia berpikir kalau Origami menggunakan kedua tangannya dan memasukannya ke dalam bagian roknya, dan seperti itulah dia melepas pakaian dalamnya

setengah dari kakinya.

"Tu, Tunggu sebentar! BERHENTI! Aku akan menunggu di luar jika kamu mau melakukan urusanmu!"

"....................?"

Tapi Origami memiringkan kepalanya dan berekspresi kalau reaksi Shidou diluar dugaannya.

Dan lalu *Pon* dia menepuk tangannya bersamaan, dan menarik kembali pakaian dalamnya ke atas, kali ini dia merangkak. Dan lalu dia merentangkan tangannya ke pinggang

Shidou, *Kachin**Kachin* dia lalu mengendorkan sabuknya.

Hii! Dengan terengah-engah, dan dia memegang kedua tangan Origami dengan panik untuk menghentikannya.

"Apa yang kamu lakukan! Apa yang kamu lakukan!"

".............? Lalu, mengapa kamu membawaku ke tempat seperti ini?"

"Kan kamu orang yang membawaku kesini Origami-san, benar!?"

Teriaknya sambil hampir menangis, tapi entah mengapa dia berusaha mengatur pernafasannya.

"Aku.........hanya ingin, bicara tentang masalah mengenai bulan lalu"

"...........aah"

Ketika Shidou mengatakannya, seolah Origami sedang ada di masa-masa itu tapi, dan untuk beberapa alasan dia berwajah menyesal.

"............Apa yang kamu pikirkan tentang yang kulakukan?"

"Itu"

"Seperti yang diduga kamu tidak perlu mengatakannya, maafkan aku"

"Aku tahu"

Origami berdiri tegak dan melihat wajah Shidou, dan dengan diam membuka mulutnya.

"----Hasil dari interogasi, aku dihukum 2 bulan sebagai tahanan rumah"

"Eh?"

"Ini tentang sesuatu setelah kejadian itu"

"Tahanan rumah.............yang berarti, kamu tidak harus berhenti dari AST!?"

Ketika Shidou berbicara dengan suara terkejut, Origami menundukkan kepalanya ke depan dengan diam.

"Aku tahu.............kamu tidak dipecat huh"

Shidou menempatkan tangannya di dadanya, dan bernafas lega. Ketika dia melakukan itu, Origami menggerakkan alisnya.

"Kenapa kamu bersikap seperti itu?"

"Ah, tidak...................pastinya, kalau itu benar. Aku juga heran kenapa"

Kata Shidou, dan menggaruk kepalanya, sambil gelisah.

Shidou sebenarnya tidak ingin Origami bertarung dengan Spirits. Jika mungkin begitu, dia ingin kalau Origami akan keluar dari AST, tapi meski begitu.

Untuk beberapa alasan, saat dia mendengar perkataan itu dari mulut Origami, dia sedikit lega.

"--------ini bukanlah seperti aku berhubungan dengannya"

".................uh"

Mendengar perkataan Origami, dia menghembus nafas.

Ini mungkin karena dia menebak apa yang akan Origami katakan secara langsung.

"Spirit api, <Ifreet>. Kamu mengatakan kalau dia bukanlah Spirit yang membunuh kedua orang tuaku. -------Akan tetapi, tidak ada, fakta pasti yang membuktikannya"

"................, itu........."

Untuk membunuh Spirit yang membunuh orang tuanya, Origami mendaftar di AST.

Bulan lalu. Origami akhirnya menghadapi Spirit yang diduganya sebagai target balas dendamnya. Dia adalah adik perempuan Shidou---Kotori.

Dan tentu saja, Origami membuang segalanya dan bahkan melanggar hukum dan peraturan, hanya untuk menyerang dan membunuh Kotori.

Tetapi pada saat itu, Shidou teringat masa lalunya. Kenang-kenangan yang ia miliki dari 5 tahun yang lalu. Gambaran kota yang tertutupi dalam api. Dan ke---kehadiran

dari Spirit yang lain.

"Ini benar kalau mungkin itu masalahnya. Tapi.......... Aku ingin kamu mempercayaiku. Aku tidak akan pernah berbohong juga-----"

"Jangan salahkan aku. Ini bukanlah seperti aku tidak percaya apa yang Shidou katakan. Aku ingin percaya, pada apa yang kamu katakan. ----dan juga, jika aku harus

mengatakan demikian, aku pikir aku ingin apa yang kamu katakan benar"

"Eh...........?"

"Jika mungkin aku juga tidak ingin membunuh adik perempuanmu"

"Origami..............."

Setelah Shidou melebarkan matanya secara langsung, Origami menggenggam erat tangannya dan sedikit menundukkan kepalanya.

"--------Terimakasih, Origami"

"Harusnya itu perkataanku"

Origami, sekali lagi mengalihkan pandangannya, dan mengatakannya. Tanpa mengetahui maksudnya, Shidou berwajah pucat.

Setelah dengan lambat Origami mengatur kembali pandangannya ke semula, dia berbicara dengan sedikit keraguan.

"Aku berterimakasih. ..............untuk, berbicara padaku seperti biasa"

".................tidak, kamu"

"Aku manusia yang mencoba membunuh adikmu. ------Tidak, bahkan sebelum 3 bulan lalu, aku hampir mau membunuhmu"

"............................."

Shidou berwajah masam seolah dia sedang mengunyah sesuatu, dan menggaruk kepalanya yang kacau.

"Jangan khawatirkan itu..................dan aku tidak bisa mengatakan sesuatu seperti itu. Tapi-----meski begitu, Origami, apakah berpikir untuk berbicara padamu

seperti yang biasa kulakukan-----itu tidak baik?"

Ketika Shidou bertanya, untuk sejenak, Origami menunjukkan sesuatu seperti keraguan sebelumnya, *Berayun**ayun* mengayunkan kepalanya ke samping.

"Un"

Shidou melipat tangannya bersama dan sekali lagi menundukkan kepalanya ke depan.

"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau segera kembali ke ruang kelas. Pelajaran akan segera dimulai juga"

"-----tunggu. Ada satu hal terakhir lagi yang ingin kutanyakan padamu"

"Hmm, apa itu?"

Ketika Shidou membenarkan sikap badannya dengan berbalik berhadapan ke belakang dan mengatakannya, Origami menatap Shidou.

"-----Shidou. Apakah kamu, manusia?"

"...................uh"

Shidou tanpa sengaja memendekkan kata-katanya. -----tapi, dia telah memprediksi benar pertanyaan itu.

"Dari sebelumnya, aku merasa kalau ini sedikit aneh. Pada saat itu, tidak ada kesalahan kalau aku menembakmu. ................akan tetapi, setelah beberapa hari, kamu

datang ke sekolah bahkan tanpa satu lukapun. Dan juga----- sewaktu itu di taman hiburan"

Ya. Di hari Origami menyerang Kotori. Shidou menyegel kekuatan Spirit Kotori, dan di atas menunjukkan Origami kemampuan regenerasinya, dia juga mengatakan itu padanya.

---Kotori sekarang manusia, dan kekuatan <Ifreet> ada denganku.

---Itulah mengapa; jika kamu akan mengincar seseorang, maka sebagai gantinya incarlah aku.

"Guh........"

Memikirkan tentang itu, Shidou sungguh sembrono pada waktu itu.

Meskipun tidak ada pilihan lain selain menyakinkan Origami, dia telah menunjukkan rahasianya padanya, seorang anggota AST yang melawan Spirits.

Origami mungkin menebak pikirannya dengan melihat ekspresinya; dia membuka mulutnya tanpa menunggu perkataan Shidou.

"Tenang. Aku tidak akan melaporkannya pada atasan."

"Uh, begitukah?"

Ketika Shidou menanyainya, Origami hampir mengangguk pada saat itu.

"Tapi, mengapa harus............."

"Aku tidak bisa menyebarkan informasi yang tidak pasti dan menyebabkan kebingungan diantara anggota regu. Dan juga, jika kebetulan kamu ditetapkan sebagai Spirit, ada

kemungkinan kalau akan ada perintah penindasan terhadapmu"

"..............uh!"

*Detak Jantung*Jantungnya berdegup keras. Perintah penindasan. Hanya ada satu hal yang menjadi arti dari kata itu. Yang berarti-----AST akan, Wizard

modern yang dilengkapi dengan armor mekanis, menggunakan seluruh kekuatannya untuk datang membunuh Shidou.

Tapi, masalah itu wajar. Itu karena, dia bisa menyegel kekuatan Spirit, dan meskipun itu hanyalah bagian yang kecil, dia mampu menggunakan beberapa dari kekuatan itu.

Tidak mengejutkan kalau akan disimpulkan bahwa dia adalah Spirit.

Akan tetapi-----

"Aku...........manusia. Setidaknya, aku berpikir begitu."

Shidou tanpa sengaja mengekspresikan apa yang Kotori biasa katakan tapi, tidak ada cara lain untuk mengatakannya.

"Aku tahu"

"..............kamu tidak meragukannya?"

"Aku katakan padamu sebelumnya, aku ingin percaya perkataan yang kamu bilang"

Dia sedikit menolehkan leherkan untuk mengintip wajah Shidou, dan kemudian melanjutkan.

"Suatu hari, jika waktunya datang dimana kamu merasa seperti mengatakan padaku yang sebenarnya, aku harap kamu akan mengatakannya padaku dengan lebih jelas."

"..........Maaf. Terimakasih."

Ketika Shidou mengatakannya, Origami membuka pintu toilet dan kemudian keluar dari sana.

Sesaat kemudian, Shidou menyadari kalau dia ditinggal sendirian di sebuah zona berbahaya yang tak bisa dipercaya, sementara tak peduli sambil melihat-lihat sekitar

untuk memeriksa lingkungan itu, dia tergesa-gesa dan berlari keluar dari toilet. Tapi, ketika mau kembali ke ruang kelas, dia mengikuti Origami dan berjalan di koridor.

"............Shido?"

Mendengar suara Tohka yang meragukan datang dari belakang, Shidou mengejangkan bahunya sambil terkejut.

"To, Tohka........"

Tampaknya Tohka telah selesai minum dan dengan curiga melihat antara Shidou dan Origami, dia melanjutkan berbicara sambil berwajah cemberut.

".....................Mengapa Shido dan Tobiichi Origami, keluar dari toilet perempuan?"

"guh!"

Dengan langsung, keringat menetes keluar dari wajahnya. Mereka telah benar-benar dikepung.

"T, tidak, itu........errr............"

Shidou mencoba menjelaskan situasi padanya tapi, sudah ada tatapan dari murid lain yang muncul disekitarnya. Dia tidak bisa mengatakan apapun yang tak bijaksana.

"........................."

Dan, sementara diam, Origami memberi arti isyarat mata pada Shidou.

"Apa itu barusan! Apa yang kalian berdua lakukan!?"

"Bukan memberitahu. Ini adalah rahasia diantara kami berdua"

"Ap, Apa kau bilang!?"

Origami mengangkat jari telunjuknya dan menempatkannya di depan hidungnya. Melihat gerak-isyarat lucu yang tidak biasa dari Origami, Tohka melebarkan matanya dan

berteriak. Langsung, dia menatap tajam ke arah Shidou.

"Shido! Apa yang kalian berdua lakukan!"

"Eh!? Tidak..........errr, ini tentang"

Shidou dengan tidak nyaman menggaruk kepalanya. Meskipun dia tidak memikirkan untuk memberitahukannya dengan Tohka tapi............mendapat 40 murid lemah yang

berkumpul di jendela ruang kelas, dia enggan melanjutkan pembicaraan barusan.

"...........Maaf, Aku akan bertemu lagi denganmu nanti"

"!!"

Dengan tanpa pilihan lain Shidou menundukkan kepalanya, dan Tohka berekspresi terkejut dan jatuh ke lantai setelah efek dramatis [Gan!] muncul dibelakangnya.

"To, Tohka!"

"Uu, uuuuuuuuuuuu..................mengapa, mengapa Tobiichi Origami baik, tapi aku tidak............."

Dia merintih dengan frustasi, dan menggertakan giginya.

"Te, tenang! Nanti! Aku akan memberitahumu semuanya nanti!"

"Su, sungguh..........?"

"Sungguh! Sungguh!"

Kakinya terlipat dan jatuh di lututnya, ketika Shidou memohon padanya dengan memegang tangannya sambil panik, entah bagaimana dia berusaha untuk mengangkat wajah Tohka

yang cemas, tapi.

"............tidak bisa dikatakan. Ini karena aku telah diciptakan untuk melakukan sesuatu seperti itu"

Dari perkataan Origami, mata Tohka melebar sambil terkejut.

"Shi, shido..............? Apa yang, kamu.........."

Pada saat yang bersamaan, Shidou bisa mendengar suara bisikan yang datang disekitarnya.

[Ee--.............Itsuka-kun yang terburuk] [Ini pertama kalinya aku melihat Tobiichi-san berwajah seperti itu.................] [Apa yang kau lakukan di sekolah pada

sore bolong ini] [Meskipun kau memiliki seseorang seperti Tohka-chan kau masih....................] [Sialan............sialan.............] [Hey apakah racun masuk ke

dalam kelompok asam atau khlorin?] [Cepatlah dan minta hymne nomor 13]

"Tidak, Aku tidak melakukan apa-apa padanya! Dan yang setengah kedua! Apa yang coba kau lakukan!"

Dia mendapat suara-suara yang dipenuhi dengan penyesalan. Akan tetapi, pandangan terus-terusan yang datang dari sekitar tidak sepenuhnya berhenti.

Dan, pada saat itu, Shidou mendengar suara pintu ruang kelas terbuka dari belakangnya, dan Tama-chan muncul.

"Oke, oke, tolong kembali ke tempat duduk masing-masing. Pelajaran akan dimulai"

"!, Li, lihat Tohka! Kembali ke tempat dudukmu sekarang! Oke!? Semua orang juga!"

Itu adalah sebuah bantuan dari surga di atas. Shidou berteriak dengan tak ada guna, dan mengambil inisiatip dirinya sebelum duduk di bangkunya.

Semua orang memiliki sesuatu untuk dikatakan tapi, mau bagaimana lagi karena guru telah datang, jadi mereka kembali ke bangku masing-masing.

Tohka [.............kamu harus memberitahuku dengan detil nanti] mengatakan itu sebelum duduk di tempatnya.

Setelah melihat situasinya, Tama-chan terkikih.

"Ara---, kelihatannya kamu sedang bersenang-senang. Apa yang kamu lakukan dengan semua orang?"

"Tidak ada, jangan khawatirkan itu................."

Shidou mengatakan itu dengan keringat yang menetes keluar, Tama-chan {Ara ara] tertawa senang sebelum berdiri di bangku guru.

"Baiklah kalau begitu, Aku akan memulai pelajarannya sekarang. Tapi sebelum itu, ada sesuatu yang harus kita putuskan dahulu"

"Ya~ apa yang akan diputuskan?"

Tonomachi mengangkat tinggi tangannya, dan bertanya. Tama-chan sedikit mengangguk sebelum melanjutkan.

"Menentukan kelompok kelas untuk perjalanan sekolah, dan penyusunan tempat duduk di pesawat"

"...................ah"

Saat Tama-chan mengatakannya, Shidou berbicara.

Ngomong-ngomong, pertengahan Juli-----sebelum liburan musim panas, ada perjalanan sekolah ke Okinawa menunggu mereka.

Dari insiden pingsan masal menjelang ujian akhir semester. Dan karena bermacam persoalan mengenai Spirits, dia sepenuhnya melupakan keseharian kehidupan sekolahnya yang

terbaik.

Meski begitu, tampaknya Shidou bukanlah satu-satunya. Sekitar sepertiga dari kelas, [Ahh--..........sekarang kamu menyebutkannya] mengangguk seperti Shidou.

"fufufu, semuanya begitu pelupa huh~. Sekarang, ayo cepat dan-----oh, yeah"

Dan, Tama-chan, mengangkat alis matanya seakan dia teringat sesuatu, dan mengeluarkan hasil print komputer ke dalam buku kehadiran.

"Sebelum itu. -----lokasi untuk perjalanan sekolah kali ini telah diganti"

""Eh?""

Suara-suara di dalam kelas dengan serempak bersatu.

Itu wajar. Itu karena hanya ada setengah bulan tersisa sebelum perjalanan sekolah. Dengan tiba-tiba mengganti lokasi perjalanan di menit terakhir yang belum dikenal.

"Hmm............yah tampaknya itu akan menjadi masalah"

"errrrr, jadi, kemana lokasinya akan diganti?"

Sekali lagi, Tonomachi bertanya.

Ya. Meskipun dia sedikit ingin tahu sebagaimana lokasinya diganti begitu tiba-tiba tapi..............persoalan yang paling penting bagi semuanya adalah lokasinya.

Itu karena tujuan aslinya adalah Okinawa. Bepergian untuk menjumpai surga dengan batu koral, lautan biru dan pasir putih pantai, dan sementara mengunyah manisan Okinawa

dan Saatandagi[5A 2] . Mungkin ada banyak perempuan yang telah membawa baju renang model baru untuk

kesempatan ini. Jika lokasinya diganti ke daerah tak-berpantai di Jepang, lelucon disamping keributan mungkin terjadi.

Kemungkinan merasa gelisah oleh suasana dengan kulitnya, Tama-chan melanjutkan dengan suara gugup.

"Jang,jangan khawatir. Mereka juga mengganti lokasinya, ke tempat yang luar biasa juga"

"Itulah mengapa pada akhirnya, dimanakah lokasi itu?"

"Err..........Itu adalah Pulau Arubi"

Ketika Tama-chan menyebutkan nama itu, sekitar setengah murid dari kelas bersuara [ahh----........]Dan menjawab "Aku tahu", dan setengah lagi yang lainnya memiringkan

kepala mereka.

"Berbicara tentang Pulau Arubi.................Itu menuju ke arah Izu kan?"

"Apa, ternyata daerah yang dekat. Kelas rendahan huh"

"Tidak, kau tidak bisa bilang kalau itu benar. Tidaklah seburuk itu jika dilihat-lihat"

"Oke, oke! Tolong tetap tenang"

Dengan maksud menenangkan kegaduhan kelas yang mendadak, Tama-chan menepuk tangannya.

Di setiap pojok kelas, [Yah katakan saja kalau lautan menghilang untuk sekarang..................] dibawah ide sedemikian rupa, semuanya mengikuti instruksi guru dengan

tenang.

"Kamu bisa membaca petunjuk yang telah di revisi ulang dengan penjelasan untuk sedetilnya sendiri setelah selesai, untuk sekarang ayo putuskan bagaimana kelas akan

dibagi. Tolong buat kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 dengan orang yang kamu suka"

Ketika Tama-chan memberi perintah itu, semuanya mengalihkan pandangannya dan memeriksa sekeliling sebelum, *Gata gata* berdiri dan membuat kelompok dengan teman

terdekat mereka.

Dalam kasus Shidou juga, Tonomachi sedang berjalan padanya.

"Ou Itsuka, kelompok kelas----"

"Shido!"

Tapi suara Tonomachi telah, terpotong oleh teriakan yang datang dari sebelah kanan Shidou.

Tohka berdiri ke depan dari meja dengan mata yang berkelap-kelip.

"Kelompok kelas atau apapun itu, ayo berkelompok bersama!"

"Eh..........eeh?"

Shidou tanpa sengaja menjadi pucat, dan tiba-tiba bersuara histeris. Tapi Tohka, memiringkan kepalanya dengan penasaran, tak mengetahui mengapa Shidou terkejut.

"Nu? Ada apa?"

"Tidak, seperti yang diduga hal semacam itu tidak baik"

"Mengapa begitu? 5 orang di dalam kelompok kan? Maka tidak ada masalah sama sekali"

"K,kamu tidak bisa Yatogami-san. Tolong pisahkan kelompok laki-laki dari perempuan!"

Mungkin mendengar percakapannya, Tama-chan berteriak dari meja guru.

"Muu........mengapa begitu? Aku pikir aku lebih suka untuk bersama dengan Shidou"

"K,kenapa begitu..........err"

Wajah Tama-chan berubah menjadi merah seperti buah ceri dan *Komat-kamit**komat-kamit* menggumamkan sesuatu.

Shidou menghela nafasnya dan menjelaskan kembali pada Tohka.

"Jangan memberi masalah pada sensei terlalu banyak. Lagian, tidak baik jika kelompok tidak terpisah antara laki-laki dan perempuan"

"Nu...............Aku tahu"

Bahu Tohka terjatuh lemas ke bawah dengan kekecewaaan. Tapi, dia langsung mengangkat kepalanya.

"! Aku tahu!"

Tohka mengatakannya, dan berlari keluar dari ruang kelas. Dan setelah menutup pintunya dengan keras,*Gata**gata* suara dari sebuah lemari sekolah dari koridor bergema.

Setelah sekitar satu menit, pintu ruang kelas terbuka lagi, dan Tohka masuk.

--Tohka mengenakan kaos sebagai pengganti untuk rok, dan rambutnya diikat.

"............Tohka?"

"Salah. Aku------Aku, To............ou, ya, Touru"

Ketika Shidou memanggil namanya untuk beberapa alasan Tohka sengaja menjawab kembali dengan nada rendah.

Shidou menebak apa yang dimaksud Tohka, itu adalah...................

"Jadi karena itu. Tama-chan sensei. Aku adalah laki-laki mulai sekarang. Tidak ada masalah dengan itu kan?"

"Ya jelas ada!"

Tama-chan berteriak dengan perasaan tidak sepenuhnya mengumpulkan.

"Muu..........ini masih tidak baik huh.............."

Dengan wajah kelelahan Tohka membungkuk dengan kecewa. Dan,

Date5 057.jpg

"--------tunggu"

Dan di saat itu seseorang yang tak diduga datang membantu Tohka. Dia adalah Origami.

"Saya ingin guru menyetujui permintaan Yatogami Tohka. Tolong mudahkan dan dukung dia"

"Eh.....eehhh!?"

Karena ucapan seseorang yang memiliki hubungan tegang dengan Tohka, guru Tama-chan berekspresi terkejut. Tidak, sensei bukanlah salah satunya. Teman kelas yang lain

yang biasa melihat mereka bercekcok, juga wajahnya terkejut.

"Kau...........apa tujuanmu?"

"Aku telah mempelajari kesan dibalik semangat pantang menyerahmu itu. Kau memiliki hak untuk masuk ke kelompok laki-laki"

Untuk sejenak, Tohka sedang melihat ke Origami dengan pandangan setengah tertutup untuk berjaga-jaga tapi, setelah beberapa detik, *Fuun* dia menghembuskan nafasnya dan

mengalihkan pandangannya.

"..............Aku, Aku tidak akan bilang terimakasih"

"Tidak perlu"

"Tungg, tunggu tunggu! Kenapa kalian berdua melanjutkan pembicaraan ini! Itu tidak baik kan!?"

Guru Tama-chan langsung menghantam meja guru, untuk mengendalikan situasinya.

Tetapi, Origami melanjutkannya tanpa menunjukkan banyak perhatian yang mengganggu tentang itu.

"----Akan tetapi, selama kau menghadiri sekolah sebagai laki-laki, kau harus bersiap dengan baik mengikuti aturannya"

"Aturan?"

"Ya. Entah itu toilet atau memasuki kamar mandi, semua itu akan kau masuki bersama dengan laki-laki"

"Ap...............!"

""Oooh..............""

Tohka menghembus nafas dan wajahnya merah merona, disaat yang sama dengan semua laki-laki mulai bersamaan menjadi senang. Bagi para laki-laki, kelompok perempuan yang

lain dengan tenang melihat mereka.

"Tentu saja, entah jika badanmu sedang dilihat atau, merangsang sesuatu, itulah hukumnya. Itu karena kau adalah seorang laki-laki"

"Whawhawhawha.............."

Tangan Tohka gemetaran, dan menatap Origami dengan tampang hampir menangis.

Tapi, Origami tak begitu memperdulikannya, dan mengalihkan perhatiannya ke arah Shidou.

"------Akan tetapi, karena satu gadis telah menjadi laki-laki ini telah menyebabkan ketidakberesan yang serius. Ada kekosongan yang membutuhkan penempatan ulang"

"Huh......? Apa yang kamu maksud dengan............."

"Sejak ada jumlah laki-laki yang bertambah, tidak ada orang lain kecuali Shidou untuk menjadi seorang gadis"

"Tidak aku tidak mengerti maksudnya!"

"Ayo mandi bersama, Shidomi"

"Apakah itu namaku!?"

Shidou tak bisa menanganinya dan berteriak. Teman sekelas di sekeliling membuat raut wajah, karena murid terhormat Origami mengatakan ini jadi harusnya ini benar,

seperti yang diduga [Hmm?] mereka juga seperti memiringkan kepalanya dengan heran.

Dan disaat itu Tohka, untuk beberapa alasan menempatkan tangannya ke dagunya seolah sedang berpikir, dan melebarkan matanya.

"Tunggu sebentar! Jika Shido menjadi seorang gadis, bukankah itu membuat kami menjadi tidak bisa mengadakan kelompok!"

"Kau bisa menjalani hidupmu yang keras sebagai seorang laki-laki. Aku mendukungmu"

"U, Unuuu, kau menipuku, Tobiichi Origami!"

"Ah sudah tenanglah! Lagipula, laki-laki dan perempuan akan berkelompok secara terpisah! pergantian jenzais kelamin juga dilarang!"

Ketika Shidou mengeluarkan suara teriakan yang telah dilakukannya, mereka berdua akhirnya terdiam.

Setelah melihat mereka tenang untuk berjaga-jaga, guru Tama-chan menepuk dadanya dengan lega. Tapi-----

"Ba, baiklah, meskipun kalian tidak bisa berada di kelompok yang sama tapi, susunan untuk bangku pesawatnya bebas. Jika itu masalahnya, tidak apa kan untuk kalian duduk

bersama?"

Di saat Tama-chan mengatakan sesuatu yang tak penting, mata Tohka dan Origami keduanya bersinar lagi.


Translation Notes and References[edit]

  1. (耳年増)yang berarti: seorang wanita muda dengan banyak of pengetahuan-pengetahuan tentang sex, etc
  2. (さーたーあんだぎー)adalah sejenis tofu goreng di Okinawa