Dragon Egg Indo:Bab 170

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Chapter 170 - Pertemuan Ketiga[edit]

Aku mengamati sekelilingku mencari mangsaku saat aku berjalan di gurun. Awalnya kupikir itu akan mudah, tapi ternyata susah juga. Aku berusaha mengingat lokasi sarang semut merah, tapi dengan keadaan kayak gini, aku sangat beruntung kalo aku bisa menemukannya.


Aku harus terus bergerak. Aku terbang lagi dan melihat sekeliling.


"Guua!"


Setelah berteriak, aku berhenti dan melihat ke belakang. Telinga Ball Rabbit memegang ekorku. Ah, aku lupa kalo Ball Rabbit dan Adofu ada di punggungku. perlahan-lahan aku merendahkan ekorku ke tanah untuk menurunkan Ball Rabbit dan Adofu.


"Pefu...."
(Apa kau betul-betul, akan bertarung?)


Ya.


Untuk mendapatkan exp dengan cepat, aku harus melakukannya. Aku ragu apakah aku punya peluang berhasil, tapi setidaknya aku harus mencobanya. Kalau aku gak bisa menjatuhkan dia maka aku gak punya peluang melawan pahlawan itu.


Tapi setidaknya aku harus mengulur waktu agar Ball Rabbit bisa melarikan diri saat tiba waktunya.


"Pefu...."
(Tapi....)


.....Aku gak mau mengatakannya, tapi dia bukanlah lawan yang bisa kukalahkan. Terlebih lagi kalau aku harus menjaga Ball Rabbit. Itu akan membuatku kuatir saat aku bertarung.


“Pefuu….”


Ball Rabbit gak kelihatan sepenuhnya teryakinkan, tapi dia menerimanya.


Adofu juga punya kemampuan untuk mengalahkan monster peringkat C. Kayaknya dia gak terlalu memperhatikan percakapan. Dia mungkin berpikir tentang pertarungan yang akan segera dihadapi. Aku harus menanyai dia nanti apakah dia mau mengawal Ball Rabbit.


Meskipun aku tau pikirannya lari entah kemana, aku masih harus menanyai dia karena dia masih butuh bantuanku untuk menyelamatkan keluarganya.


Bekerjasama untuk meningkat level akan lebih efesien.


Melihat kondisi Adofu saat ini, kayaknya dia melawan para iblis sendirian, dan itu adalah pertarungan yang berat dilihat dari kondisinya. Kurasa itu gak terbatas pada ras-ras tertentu.


Jika memungkinkan, aku ingin berevolusi menjadi seekor naga yang ramah, tapi saat ini.... aku gak boleh pilih-pilih.... Seekor naga ganas yang kuat gak masalah untuk saat ini.


Karena aku sudah mendapatkan [Rest], itu memungkinkan bagiku untuk menjadi sejenis naga suci nantinya, tapi untuk saat ini itu mustahil.


"Dari tadi, apa yang sedang kau cari?"


Adofu yang berada didepanku karena didorong oleh Ball Rabbit menengok kebelakang padaku dan bertanya begitu.


“Pefu”
(Kelabang gedhe)


Ball Rabbit yang membaca pikiranku bilang pada Adofu. mulut Adofu ternganga seraya berhenti berjalan. Tapi dia di dorong oleh Ball Rabbit.


Itu reaksi yang konyol, tapi bisa dimengerti. Kalau kemarin aku diberitahu bahwa aku harus melawan "kelabang raksasa" lagi, aku akan menunjukkan reaksi yang sama. Karena Adofu berasal dari Harenae, dia pasti tau seberapa menakutkannya kelabang raksasa itu.


"Guoooo!"


Aku menghentak tanah dan terbang keatas. Merentangkan sayapku, aku membuka mataku untuk mengamati area.


Pasir, pasir dan pasir disegala arah.


Aku melihat sebuah danau indah di kejauhan. Tapi, aku gak akan bisa dibodohi lagi.


Meski kami punya Ball Rabbit yang bisa menggunakan [Clean] pada danau itu, dia akan kelelahan menggunakan [Telepathy]. Masih banyak yang perlu dikatakan pada Adofu, jadi aku lebih senang gak membuang-buang energi pada sesuatu yang gak perlu untuk saat ini. Ball Rabbit bisa melakukan apapun tapi MPnya gak akan cukup.


Setelah mencapai titik tertinggi yang aku bisa, aku memperhatikan sekeliling. Aku bisa melihat tanahnya sedikit bergerak di kejauhan.


Apa itu? Aku punya firasat buruk. Seekor monster berwarna sama dengan pasir gurunnya bergerak-gerak. Jadi akhirnya dia keluar.


Ras Giant Sand Centipede
Status Normal
Level 64/80
HP 463/463
MP 244/244
Attack 332
Defense 301
Magic 201
Agility 242
Peringkat B

Skill Karakteristik:

[Myriapod: Lv–]
[King’s Shell: Lv6]
[Earth Attribute: Lv–]

[Auto-HP Recovery: Lv5]
[Presence Detection: Lv4]

Skill Resistensi:

[Physical Resistance: Lv6]
[Magic Resistance: Lv2]
[Fall Resistance: Lv4]
[Poison Resistance: Lv6]

[Paralysis Resistance: Lv2]
[Confusion Resistance: Lv2]
[Drowsiness Resistance: Lv3]

Normal Skill:

[Poison: Lv5]
[Dig: Lv6]
[Sand Breath: Lv4]
[Clay Wall: Lv3]

[Paralysis Bite: Lv2]
[Acid Spit: Lv4]
[Heat Ray: Lv4]

Title Skill:

[King Centipede: Lv–]
[Lord of the Desert: Lv6]
[Determination: Lv4]

[Tenacity: Lv7]
[Chaser: Lv6]
[Final Evolution: Lv–]


Dia ini, bukankah levelnya naik setiap kali aku bertemu dia? Ada kemungkinan dia itu kelabang yang lain, tapi baunya sepertinya dia kelabang yang sama. Yah, meski banyak yang kayak gitu, aku tetap dalam masalah. Jadi dia masih hidup. Kayaknya dia kabur setelah aku melarikan diri.


Kaki-kaki yang seharusnya sudah dimakan tekah tumbuh kembali. Punggungnya kembali ke bentuk asalnya. Dia ini adalah bencana yang berjalan, tapi itu bukanlah misteri kenapa begitu saat mempertimbangkan gelar-gelar miliknya.


Apa kelabang raksasa itu menyadari aku? Dia mengangkat kepalanya.


Ah, mata kami bertemu.


Kelabang itu membuka mulutnya yang besar dan menggertakkan giginya.


Oh, kayaknya dia sangat jengkel.


Jaraknya cukup dekat hingga aku bisa mendengar suara "Gijijijijijijijiji" gak menyenangkan yang dia buat.


Saat itu dimana kepalamu terjebak di lubang semut adalah kesalahanmu sendiri. Aku gak melakukan apa-apa. ....Kau gak punya alasan marah padaku.


Aku gak akan bisa bergerak dengan bebas di udara kalau kelabang itu menggunakan tembakan cahaya miliknya, jadi aku segera turun dan mendarat. Itu adalah pendaratan yabg cepat hingga pasir berhamburan.


"Gua!"


Aku memalingkan kepalaku kearah kelabang itu dan menunjuk dengan daguku.


kelabang itu kayaknya masih ingat aku. Kurasa dia memendam dendam yang mendalam. Para manusia merupakan makanan favoritnya, tapi kayaknya aku adalah prioritas tertinggi miliknya. Kalau aku menyuruh Ball Rabbit dan Adofu pergi kearah yang berbeda, kemungkinan dia akan mengejar mereka.


Ball Rabbit mengangguk dan pergi kearah yanhmg berlawanan sambil menarik Adofu dengan telinganya.


....Akankah satu orang sudah cukup untuk mengamankan mereka? Aku jadi semakin kuatir saat melihat mereka.


Yah, aku harus mengkhawatirkan diriku sendiri terlebih dahulu.


Aku berlari kearah yang berlawanan dengan mereka berdua agar kelabang itu mengikutiku.


Karena ada sebuah bukit besar didepan, aku bisa bersembunyi disana kalau ada jarak yang cukup diantara kami. Kalau aku gak menunjukkan lokasiku, maka dia gak bisa mengenaiku dengan tembakan cahaya miliknya. Aku gak betul-betul harus melihat dari jauh kayak gini, tapi jangkauan tembakan itu sangat gak masuk akal. Kalau kelabang itu bisa terbang maka aku yakin itu akan memungkinkan tembakannya mengenai targetnya yang sejauh satu kilometer.


Sebelumnya Halaman Utama Selanjutnya