Difference between revisions of "Dragon Egg Indo:Bab 215"

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search
(Bab 215)
 
(No difference)

Latest revision as of 10:44, 15 February 2020

Chapter 215 - Penghakiman[edit]

"Seseorang, selamatkan aku! Jangan hanya berdiri saja! Pikirkan berapa kali aku sudah menyelamatkan kalian! Kalau aku mati, maka negara sampah ini akan mengalami kemiskinan lagi! Apa kalian paham itu?!"


Mayoritas orang-orang tetap melarikan diri.
Tapi, masih ada puluhan orang yang tetap tinggal memperhatikan situasinya.
Dan, gak satupun dari mereka yang berani bergerak.
Aku mengangkat cakarku yang satunya diatas cakar yang menahan pahlawan itu.
Aku akan mengakhirinya dengan ini.


"Ee~ek! Hentikan! Kalau aku.... kalau pahlawan mati, maka gak ada yang akan bisa menghadapi Raja Iblis jika dia muncul! Pasti banyak orang yang akan mati! Dan, kau... kau juga akan mati! Jadi, hentikan! Lepaskan aku! Lepaskan aku sekaraaa~ang! Aku adalah pahlawan!"


Nih orang harusnya sekarang udah tau kalau gak ada gunanya melawan.

Skill Gelar [Little Hero: Lv MAX] dan [Relieved Mind: Lv MAX] berevolusi menjadi [Hero: Lv1]

Huh? Apa?

Persyaratan transfer untuk Sacred Skill [Path of Human] sekarang telah terpenuhi.


Sacred Skill?
Oh ya, aku ingat kalau tuh pahlawan juga punya skill yang gak diketahui... apa ini salah satunya?


"A-Apa maksudnya ini?! Beraninya kau! Kau menggunakan aku lagi dan lagi, dan saat kau gak butuh aku, kau menyingkirkan aku?! Dewa macam apa kau ini?!"


Kayaknya dia menerima sebuah pesan dari God's Voice.
Mengangkat tangannya sambil meronta, ekspresinya menampilkan semua kebenciannya.

Sacred Skill [Path of Human] didapatkan.
Level Skill Karakteristik [God's Voice] meningkat dari level 4 menjadi 5
Level Skill Gelar [Laplace's Interference Authority] meningkat dari level 1 menjadi 2

K-Kayaknya salah satu skill punyaku yang gak penting naik level juga.....
Gimana status pahlawan itu sekarang?

Irushia

Ras Earth Hyuma
Status Pendarahan
Level 65/65
HP 18/398
MP 2/355
Attack 272
Defense 214+76
Magic 252
Agility 240+1
Equipment

badan: [Water Dragon Robe: B+]

Skill Karakteristik:

[Spirit Protection: Lv–]
[Elf King’s Blessing: Lv–]
[Grisha Language: Lv6]

[Sword Master: Lv9]
[Stealth Step: Lv7]
[Presence Detection: Lv6]

Skill Resistensi:

[Physical Resistance: Lv6]
[Magic Resistance: Lv6]
[Dark Attribute Resistance: Lv7]
[Illusion resistance: Lv5]

[Curse Resistance: Lv3]
[Petrification Resistance: Lv5]
[Instant Death Resistance: Lv4]
[Paralysis Resistance: Lv3]

Normal Skill:

[Shock Wave: Lv6]
[Ten Point Stab: Lv5]
[Luna Lucent: Lv7]
[Summon: Lv7]
[Mirage: Lv3]

[High Rest: Lv5]
[Quick: Lv4]
[Power: Lv5]
[Mana Barrier: Lv2]
[Physical Barrier: Lv4]

Title Skill:

[Ex-Hero: Lv—]
[Insect King Contract Holder: Lv–]

.....W-Woi, woi.
Skill [God's Voice] miliknya hilang.
Itu adalah sebuah skill karakteristik yang dia miliki, apa itu juga bohongan?
Aku juga gak melihat beberapa skill lain miliknya.
Aku sudah menduga kalau statistik miliknya itu rendah, tapi aku gak menyangka kalau maksimum levelnya juga akan berkurang.
Rasanya aku sudah menebaknya, tapi itu tetaplah gak terduga.
Dia telah dibuang oleh dewa ngaku-ngaku ini semudah itu.


"Cukup sudah! Aku sudah muak! Jawab aku Laplace! Aku akan jadi apa sekarang?! Jawab aku!"


Aku bertanya-tanya apakah aku akan dibuang seperti orang ini juga suatu hari nanti.
......Tidak, gak usah pikirkan itu. Aku akan menanganinya nanti saat aku mengetahui siapa dibalik [God's Voice] ini.


Melihat bagaimana pahlawan itu sekarang, rasanya aku jadi agak kasihan padanya.
Aku gak bisa melihat ini lebih lama. Aku akan mengakhirinya dengan cepat.
Saat aku berpikiran begitu, aku melihat Adofu dibelakang orang-orang yang memperhatikan kami.
Dia pasti kesini untuk melihat apa yang terjadi.


"Gra~a!"


Aku meraung pada Adofu.
Adofu mengangguk pelan dan dengan lembut mengesampingkan orang-orang untuk berjalan kedepan.
Setelah memastikan bahwa itu adalah Adofu, aku mengangkat cakarku.
Pahlawan itu merangkak, dan berdiri sambil mengambil pedang miliknya.


"Ha ha! Aku merasa jauh lebih baik sekarang! Aku masih bisa... aku masih bisa bergerak, kau tau! Wa ha ha ha ha ha~a!"


Saat si pahlawan berteriak begitu, dia berjalan pincang melarikan diri sambil bersandar pada dinding.
Aku keheranan dia masih bisa melihat apa yang ada didepan dengan kondisinya yang seperti ini.


"Negeri ini! Dan kau! Dan dewa menyedihkan itu juga! Aku akan membunuh kalian semia!"


Pahlawan itu berteriak seraya mulutnya berlumuran darah.
Saat Adofu akhirnya berada didepan dia, si pahlawan menyeringai.
Kurasa dia berencana membunuh Adofu dan memulihkan HPnya.


"Dasar lalat pengganggu! Ada urusan apa kau denganku?!"


Pahlawan itu memegang pedangnya.
Sebagai tanggapan, Adofu juga memegang pedangnya sendiri.


"Jatuhkan pedangmu!"


Pedang besar milik Adofu berhenti bergerak.
Kayaknya Adofu masih punya Segel Tahanan pada dirinya.


"Sekarang, kau akhirnya akan mati!"


Adofu merunduk untuk menghindari pedang milik si pahlawan.
Dan kemudian, dia memutar tubuhnya dan bergerak ke belakang si pahlawan, dengan cepat berdiri lagi.


"Ha-, Haah...?"


Dia kehilangan pandangan dari Adofu.
Adofu menjegal dia dari titik buta.
Keseimbangan si pahlawan hilang, dan dia menjatuhkan pedangnya.
Dia berbalik, tapi punggungnya menghantam tanah.


"Ga~a?!"


"Kalau itu adalah orang lain selain aku, mereka mungkin tak akan bisa bergerak, tapi..... kau seharusnya memberi perintah yang jauh lebih baik dari itu."


"Ado~......"


Adofu gak menunggu dia mengatakan hal lain, dan menikam dada pahlawan itu dengan pedang besar miliknya.


Dragon Egg 215.png


Exp sebesar 1040 poin didapatkan.

Skill gelar [Walking Egg] diaktifkan, exp tambahan sebesar 1040 poin didapatkan.

Level Ouroboros Dragon naik dari 58 menjadi 60


Pahlawan itu... akhirnya mati.
Mungkin karena status dan levelnya turun sehingga exp poin yang kudapatkan gak banyak dibandingkan dengan kelabang raksasa.

Skill [Soul Inhabit: Lv1] didapatkan

Aku... Merasa seperti aku barusaja membuka sebuah skill yang amat sangat mengerikan.


"......Terimakasih.... naga."


Adofu melepaskan pedang besar miliknya dan meninggalkannya disana, tertancap pada badan si pahlawan.


"Aku tak lagi punya alasan untuk memegang pedang. Kau boleh memilikinya."

Sebelumnya Halaman Utama Selanjutnya