High School DxD (Bahasa Indonesia):EX Bab 1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Sekiryuutei Berambut Crimson[edit]

Bagian 1[edit]

Mulai saat ini, apa yang diceritakan terdiri dari keadaan rahasia yang hanya diketahui sejumlah kecil orang yang sangat penting—.

Meskipun ini adalah keadaan penting, ini adalah sesuatu yang tak perlu diumumkan dengan cara apapun...... waktunya mungkin tiba ketika kebenaran yang terkandung di informasi ini menjadi berguna.

Makanya, dalam suatu kasus yang terjadi padaku, aku sengaja merekam ini untuk bertindak sebagai perantara.

Meskipun aku sungguh-sungguh menginginkan bahwa ini takkan pernah dirilis, aku akan memulai mempertimbangkan.

Bagian 2[edit]

Peristiwa yang mulai menyusul pertempuran sengit dengan 'Khaos Brigade', dan sekitar waktu ketika ketenangan akhirnya telah pulih.

Aku—Azazel, demi membenarkan sesuatu yang telah dilaporkan oleh para muridku, larut malam itu, disertai Rias dan yang lainnya selama mereka dikerahkan pada saat itu.

Aku telah diberitahu tentang hal itu dari mereka.

—Baru saja, makhluk-makhluk aneh sudah sering muncul di wilayah kediaman Gremory.

Itulah yang telah dibahas denganku. Setidaknya makhluk itu bukanlah Iblis Liar.

Ketika pertama kali aku mendengar tentang itu, aku punya harapan yang tinggi bahwa itu adalah 'Khaos Brigade', atau kalau bukan mereka maka pemilik Sacred Gear di sekitarnya yang sudah dipengaruhi oleh 'Khaos Brigade'.

Kebetulan pada larut malam dua hari setelah diskusi itu. Dari Akeno, pada saluran darurat—

'Sensei, makhluk yang kita sebutkan sebelumnya sudah muncul. Untuk kepentingan identifikasi, bukannya Anda seharusnya ada di sini?'

Usai menerima komunikasi itu, aku tiba di lokasi perkiraan yang sudah diberitahu dengan melompat melalui lingkaran sihir tipe transportasi. Dalam diskusi tersebut, Irina juga telah menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam pertempuran melawan musuh misterius ini.

Mengingat segera setelah transportasi aku merasakan kekuatan Iblis Rias dan yang lainnya—gelombang aura mereka, aku menyebarkan sayap dan terbang ke lokasi mereka.

Lokasi itu sebuah rumah kosong di pinggiran Kota Kuoh. Di lokasi yang sepi ini, cahaya dari lampu listrik itu gagal menerangi area tersebut. Sepertinya pertempuran sudah pecah, karena aku bisa memastikan penggunaan serangan kekuatan Iblis.

Saat aku tiba di posisi Rias dan yang lainnya, dia baru saja menyampaikan pidato Gremory-nya.

"Bajingan, mereka yang telah menerobos ke dalam wilayahku. Atas nama Bangsawan Gremory, kalian semua akan musnah! ......Meskipun aku mengatakan ini pada situasi ini aku ragu kalau kalian mampu memahami kata-kataku."

Sebagai hasil dari keputusan Rias, Ise dan yang lainnya menetapkan sikap mereka. Entah bagaimana, tampaknya mereka sudah berdebat sampai tadi. Ise juga telah mengenakan armornya.

Aku memandang ke depan dan ke kiri, di mana diterangi cahaya di bawah lampu listrik——sesuatu dengan tubuh berwarna perak berdiri di sana.......

Itu hampir humanoid. Dengan hampir, maksudku bahwa ia punya empat kaki dan berdiri dengan dua kaki seperti manusia, tapi semua yang bisa dikatakan pada kesamaan antara penampilan mereka. Dia makhluk tak dikenal yang tersusun dari entah apa.

Seluruh tubuhnya berwarna perak, permukaan keras seperti exoskeleton serangga, yang memancarkan kilau cemerlang. Pada pandangan pertama tampak sebuah mesin, tapi kulit luar makhluk itu membentuk lengkungan halus, yang akan membuat kita menganggap bahwa dia adalah makhluk hidup.

Bagian belakang kepala menonjol dari kepalanya sendiri, seperti rumor 'alien bertubuh abu-abu' yang menyebar di antara manusia, ada lima dari apa yang tampaknya menjadi mata makhluk itu (yang mengingatkan pada mata serangga), dan tak ada hidung atau mulutnya bisa ditemukan.

Lebih dari apapun——auranya tak bisa dirasakan sama sekali. Dari makhluk ini, aku bisa merasakan sesuatu yang dikeluarkan dari tubuhnya. Tapi, energi yang kita rasakan darinya, itu jelas-jelas jenis energi yang sama sekali berbeda. Bahkan tak ada indikasi bahwa ia bernapas.

Bersiap-siap melawan makhluk misterius itu, masing-masing anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib sama-sama menunjukkan ekspresi yang sangat rumit, dan bingung dengan tubuh yang ada di hadapan mereka.

......Yah, aku juga bermasalah bagaimana berkomentar usai melihat lawan yang sama sekali tak terlukiskan itu. Untuk memulainya, selama hidupku yang panjang, ini adalah kali pertama aku bertemu makhluk semacam itu.

Benar juga, makhluk itu...... adalah subjek yang merangsang keingintahuan penelitiku.

Ise bertanya soal lawan tak menyenangkan itu.

"......Sensei, makhluk ini, apa itu? Mesin? Iblis?"

Aku menjawab dalam sekejap.

"Aku tak tahu. Ini kali pertama aku melihatnya juga. Ia tampaknya bukan mesin maupun Iblis. Pokoknya...... bukankah kita harus menangkapnya untuk pemeriksaan. Kalian, apa kalian bisa menangkap tanpa merusaknya sebanyak mungkin?"

Menerima instruksiku, Rias agak bingung, tapi mengangguk dalam menanggapi.

"......Menyadari ia sudah menantang kita, tak mungkin kita hanya mengabaikannya saja. ——Koneko."

"……Ya."

Mendengar perintah Rias, Koneko mengambil satu langkah maju.

......Untuk memulainya, ia memilih penyerang ya. Sangat mudah dipahami bahwa ini adalah metode bagus untuk menilai jenis bahannya.

Aku memberikan instruksi tambahan pada Koneko.

"Koneko, berikan sebuah pukulan diisi Touki dengan jumlah yang wajar."

"......Mengerti."

Sementara menampilkan beberapa gerak kaki ringan, Koneko menunggu lawan menunjukkan pembukaan....... lawan tak bergerak sama sekali. Ia tak menampilkan gerakan sekali pun. Itu terlalu menakutkan.

Koneko menutup jarak dan melepaskan sebuah pukulan ke perut lawan.

——Terdengar suara seperti logam dipukul palu bergema di seluruh area.

Benturan logam? Sudah kuduga, itu logam——mesin?

"............"

Koneko melompat mundur, kembali ke tempat kami. Dia menatap lekat-lekat tinju yang baru saja meninju.

Koneko bicara dengan bisikan tenang.

"......Itu mirip dengan benjolan karet."

......Itu, mengejutkan. Suara benturan itu adalah logam yang rasanya seperti karet? Sifat sejatinya bahkan sudah menjadi semakin sulit untuk dipahami!

——Lalu, lawan mulai bergerak. Dengan kepalanya bergetar sedikit——lima mata pucat bergeser ke warna merah yang berbahaya!!

"Itu! Semuanya berpencar! Azazel kamu juga, menghindar!"

Cepat-cepat Rias mengeluarkan perintah kepada semua orang.

Merasakan bahaya untuk diri sendiri juga, aku menyebarkan sayap dan terbang ke langit tengah malam! Menjatuhkan pandanganku ke bawah pada makhluk misterius itu, sambil aku mengamati dengan sabar——saat pola yang sebelumnya tak terlihat mengungkapkan dirinya pada seluruh tubuhnya, beam merah ditembak dari lima matanya masing-masing!!

Orang-orang yang ada di sini, meskipun mereka juga telah melakukan pekerjaan bagus menghindari pembantaian itu, tampaknya tidak memperhatikan serangan setengah hati itu. ——Tapi, beam merah yang telah ditembak, cahaya fleksibel itu membelokkan lintasannya!!

Akeno berteriak.

"Waspadalah! Cahaya itu bisa bergerak bebas seperti cambuk!"

Cahaya merah, yang tampaknya memiliki kehendak sendiri karena bergerak ke kiri dan ke kanan di udara seperti jejak ban membekas di jalan raya, menukik ke bawah pada kami.

"Kuu!"

Menerima satu tembakan, Rossweisse menyebarkan lingkaran sihir pertahanan di depan pukulannya——. Bukan, tak hanya lingkaran sihir Rossweisse tidak memukul beam merah itu, beam itu melewati langsung lingkaran sihir seolah-olah tak mempedulikannya! Beam itu melewati lingkaran sihir pertahanan!? Saat menghadapi lingkaran sihir Rossweisse, setidaknya beam itu pasti sudah dikembangkan dengan langkah-langkah defensif terhadap setiap fenomena. Formula sihir yang dia susun mampu berurusan dengan serangan fisik maupun serangan sihir.

——Dan beam itu menembusnya?

Kalau begitu, beam itu bukan fisik atau sihir, bukankah itu berarti beam itu adalah serangan yang lahir dari sistem yang sama sekali berbeda dari pengetahuan? Tidak tidak, itu mustahil! Terlepas dari sistem sihir Mitologi Norse, tak ada sistem mitologi lain yang maju di area ini. Makanya, untuk beam itu melewati lingkaran sihir Rossweisse yang merupakan seorang elite——.

Rossweisse langsung menggunakan gerak tubuh defensif pada dirinya sendiri untuk menghindari beam merah itu, membentuk jarak agak jauh dari beam itu.

Para anggota lain dari Klub Penelitian Ilmu Gaib bergerak di seluruh langit dengan beam merah lainnya.

"Kuh! Sungguh mengganggu!"

"Mou! Apa ini!"

Xenovia dan Irina menghunus senjata khusus mereka untuk membelah beam merah.

......Serangan dari pedang suci mampu membelahnya?

"Sial! Dragon Shot!"

Ise menembakkan bola ekstra besar dengan kekuatan Iblis yang ditujukan pada lawan. Ditembak pada kecepatan yang luar biasa, serangan dari Sekiryuutei menyerang langsung pada makhluk perak misterius——. Bahkan ia tak mencoba untuk menghindarinya.

Sehingga menimbulkan suara dan asap ledakan, lawan——di tengah kawah yang diciptakan oleh benturan, tersebar menjadi potongan-potongan. Keempat anggota badan sudah terlepas, dan kepalanya putus dari batang tubuh.

......Apa itu berhasil? Tidak, meskipun aku bilang makhluk itu tersebar, tak ada cairan tubuh mengalir darinya. ......Apa-apaan makhluk ini......?

Rias menyipitkan mata tanpa menjatuhkan kewaspadaannya.

"……Dengan ini."

Sambil Rias bicara, makhluk misterius yang seharusnya tersebar——dari tubuhnya, dari anggota tubuh yang putus, banyak objek seperti tentakel tipis meluas. Tentakel dari penampang lengan mendekati mereka dengan memanjang dari penampang batang tubuh——dan menyatu bersamaan!!

Lengan dengan batang tubuh, kaki dengan pinggang, masing-masing diikat berturut-turut ke yang lain, mengembalikan ke tampilan aslinya!

"Kuh!"

Bergegas, Kiba memutuskan tentakel yang menyatu dengan Pedang Suci Iblis-nya——tapi belum lama mereka kembali meregenerasi lagi.

Rossweisse bicara pada saat ini.

"Ini sama seperti sebelumnya. Untuk sementara, ia bisa dikalahkan, tapi kemudian segera hidup kembali. Selain itu, kalau serangan biasa, mereka tak bisa menimbulkan satupun kerusakan pada tubuhnya."

......Meskipun ia pasti menerima serangan Ise, tubuhnya hanya tersebar tanpa luka yang menimpa permukaan, yang masih merilis kepandaian sialan. Nah, kalau orang-orang ini jadi serius tanpa memedulikan sekitar, tampaknya tak hanya makhluk ini, tapi seluruh lingkungan kemungkinan besar takkan mampu bertahan.

Aku bicara pada Rossweisse.

"Bekukan."

Tampaknya memahami instruksiku, Rossweisse melebarkan lingkaran sihir, yang mana udara dingin mengisi lingkungan sekitar, membekukan makhluk misterius itu. Pergerakan tentakel secara bertahap melemah. Kehilangan kecerahan di lima matanya, akhirnya berhenti berfungsi——.

Turun untuk mengelilingi makhluk perak ini, kita melanjutkan rencana perlawanan sambil merasakan firasat buruk.

Ini, untuk kita, adalah kontak pertama kita dengan makhluk misterius——.

Bagian 3[edit]

Sejak menangkap makhluk misterius itu, beberapa hari telah berlalu.

Menampilkan wajahku di ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib, aku memberikan laporanku kepada para anggota. Benar, mereka semua baru saja selesai dengan pekerjaan Iblis mereka.

Menyebarkan lingkaran sihir tipe proyeksi dari tanganku, aku menunjukkan semua orang gambar 3D dari makhluk tersebut. Sederhananya, itu adalah informasi yang selesai pada makhluk perak itu. Yah, sambil masih belum ada yang bisa dikatakan selain belum dikenal.

Ise berbicara sambil menyaksikan proyeksi gambar 3D yang berputar.

"......Makhluk itu, sebenarnya apa?"

Aku menggeleng.

"Entahlah. Bahkan untuk diriku sendiri yang telah tinggal begitu lama, ini adalah kali pertama aku melihat sesuatu seperti ini. Bahkan dari pemeriksaan sederhana, itu bukan makhluk yang berafiliasi dengan sistem agama. Si pak tua Odin dan Zeus pun sudah hampir menyerah. Mereka bilang kita perlu menyerahkan sampel tambahan. Makhluk ini telah menarik perhatian besar lembaga penelitian setiap kekuatan."

Untuk saat ini, fasilitas penelitian Grigori melanjutkan investigasinya. Sebagai bagian dari hubungan yang melibatkan aliansi Tiga Kekuatan Besar, peneliti dari kedua pihak baik surga dan Iblis telah dikirim, dan sedang menyelidikinya bersamaan......tapi karena mereka pun tak bisa memastikan komposisi bahan, mereka semua menyerah.

......Nah, sampai batas tertentu itu bisa ditentukan hanya dari pemeriksaan visual. Artinya, itu bukan zat yang ditemukan di dunia ini.

Lalu Rias bertanya.

"Bagaimana dengan laporan dari Onii-sama dan Ajuka Beelzebub-sama?"

"Sirzechs juga tak tahu apa-apa soal makhluk itu. Ajuka juga...... aku diberitahu dia masih menyelidiki."

Meski aku mengatakan itu tentang Ajuka, kalau Maou itu maka bisa menjadi mungkin dia sudah mengerti apa itu.

"......Makhluk itu seolah-olah perpaduan dari bahan organik dan logam, seperti kombinasi mesin dan organisme......"

Begitulah kata Koneko.

......Memang, persepsi itu tak bisa dibilang salah, tapi mungkin terburu-buru untuk membuat penilaian berdasarkan sudut pandang terbatas kita sendiri.

Sambil aku mematikan proyeksi

"Yah, itulah laporan pada apa yang kita mengerti. Untuk berjaga-jaga, kontaklah denganku kalau kalian menemukan sesuatu seperti itu lagi. Sampai saat itu tak masalah untuk melanjutkan seperti biasa."

Meninggalkan begitu saja, aku meninggalkan ruang klub.


Usai meninggalkan ruang klub, aku melanjutkan jalan kaki ke ruang yang luas didirikan di bawah Kota Kuoh. Ini tempat yang dibuat oleh keluarga Rias. Dirancang untuk kepentingan dalam keadaan darurat, serta termasuk ruangan sangat besar demi memungkinkan kereta lewat bolak-balik ke Dunia Bawah, itu terdiri dari ruang yang tak terhitung jumlahnya dengan berbagai ukuran. Kalau seseorang masuk ke tempat remang-remang ini, tampaknya hampir pasti mereka akan tersesat.

Sama sepertiku, aku hampir tak berhasil mencapai ruang yang satu ini.

Faktanya, malam ini, aku datang ke sini atas permintaan komunikasi tertentu.

'Aku punya urusan dengan orang-orang yang sering ada di kota Anda. Aku akan menunggu Anda di bawah tanah Kota Kuoh. Aku meminta Anda datang sendirian. Untuk lokasinya——'

——Begitulah kata suara dari seorang pemuda yang telah bertransmisi ke jalur pribadiku.

......aku tak memberitahu orang lain selain para pemimpin Grigori jalur rahasia ini. Aku pun tak mengajari Rias dan yang lainnya bagaimana menggunakan jalur ini...... siapa orang ini?

Meskipun aku jadi curiga, aku tengah menunggu di sini. ......Meskipun aku harus bawa 'Slash Dog' sebagai penjaga, aku sendirian seperti yang telah diperintahkan. Terhadap penilaianku lebih baik aku patuh dengan setia. Yah, dalam hal apapun aku selalu bisa melarikan diri melalui lingkaran sihir tipe transportasi yang sudah kupersiapkan sebelumnya.

Usai menunggu beberapa menit——.

Merasakan kehadiran di belakang, aku melihat ke belakang——dan apa yang muncul ada dua makhluk perak itu.

……Jebakan? Ya ampuan, dan aku sudah sangat berhati-hati. Aku sangat bodoh sudah mempercayai jalur komunikasi itu. Mungkinkah ini karena pengaruh Ise dan yang lainnya?

Yah, itu adalah sesuatu yang ditanggung di belakang huh. Aku membentuk tombak cahaya di tanganku.

Sambil aku bersiap melawan mereka, aku merenungkan. ......makhluk-makhluk ini, mereka adalah makhluk-makhluk yang sudah mempelajari jalur komunikasiku? Tidak, itu akan memunculkan siapa pun atasan makhluk-makhluk yang menyadari jalur komunikasiku. Saat jalur komunikasi yang hanya para pemimpin Grigori sadari...... tak ada alasan untuk mencurigai bawahan siapa pun.

Sambil mendesah, telingaku mendeteksi suara aneh.

<GIGAGAGAGAGAGA>

<GUGEGEGEGEGEGEGE>

......Hoh, hal-hal seperti 'suara' tengah dipancarkan. Karena tak ada mulut, aku benar-benar tak tahu dari mana itu keluar.......

Aku menunjuk ujung tombakku ke lawan dan berkata.

"Jadi ia akan cenderung untuk bilang aku sudah ditargetkan secara terpisah. ......Kalian, karena kalian belum bertindak terhadap salah satu sistem mitologi lainnya, tujuan kalian pasti kita, kan?"

Untukku yang bertanya, makhluk-makhluk itu bicara sambil bergetar sedikit sekali.

<Gigagagagaga, Aza, zel, Rias, Gremory, gigagaga>

<Gugegegegege, Hyoudou Asia, Hyoudou Issei Gremory, gugegegege>

Suara itu terdengar mekanik. ......Sudah kuduga, itu mesin? Daripada itu, barusan ia telah mengatakan nama kita. Fakta bahwa mereka menargetkan kita, kini jelas tapi.......Ada sesuatu yang suara itu katakan kini mengkhawatirkanku.

——Hyoudou Asia? Hyoudou Issei Gremory?

Apa aku salah dengar? Atau pihak lain sudah salah paham? Meskipun itu mungkin terjadi.......

Dua makhluk perak, lima matanya mulai bersinar dengan cahaya merah berbahaya. Mereka bermaksud untuk menggunakan serang ringan tentakel sebelumnya!! Mempersiapkan tombakku, aku sedang mempertimbangkan mengeluarkan lingkaran sihir tipe melarikan diri!

——Lalu, pada saat itu. Sebuah suara pihak ketiga terdengar di seluruh ruangan.

"Untuk berpikir makhluk-makhluk itu akan datang sangat cepat ke pertemuan. Apa ini pertanda baik, atau buruk?"

Pada saat itu, salah satu makhluk perak——mulai dari kepala, terbelah vertikal! Penyebabnya adalah pedang suci yang berkedap-kedip dengan aura suci yang luar biasa!

Makhluk yang telah dipotong rapi kini runtuh menjadi dua, dan dari belakangnya seorang lelaki muda menghunus pedang suci terungkap! Tentang pedang suci, bentuknya persis seperti Durandal.

Selain itu suara lain terdengar!

"Sekarang, Zen."

Mendengar suara itu, lelaki muda dengan kepemilikan Durandal melompat ke samping. Pada saat yang sama halilintar dibentuk di atas kepala makhluk perak yang tersisa.

"—Halilintar Suci"

Bersamaan dengan suara tersebut, halilintar suci menyilaukan jatuh pada makhluk perak itu! Sambaran halilintar menghanguskan seluruh tubuhnya! Ketika sambaran halilintar berhenti, semua yang tersisa di sana adalah abu dari humanoid tersebut.

Mereka sangat mudah ditangani orang-orang yang tak mampu kita lukai dengan mudah!

Dua anak lelaki yang telah mengalahkan dua makhluk perak berdiri di hadapanku.

Seiring dengan itu anak lelaki dalam kepemilikan pedang suci, ada seorang anak lelaki yang kurus dengan rambut hitam. ......Mereka masing-masing memiliki wajah yang agak mengingatkan.

Anak lelaki berambut hitam membungkuk padaku.

"Sangat menyenangkan bertemu dengan Anda, Azazel...... Gubernur Jenderal Pendiri-dono."

"Halilintar Suci...... pedang suci menyerupai Durandal. Kalian ini——"

Menanggapi pertanyaanku pada anak lelaki berambut hitam mulai dengan pengenalan diri.

"Gubernur Jenderal Pendiri Azazel-dono, namaku Himejima Kurenai."

Pada saat ini anak lelaki dalam kepemilikan pedang suci melanjutkan.

"Namaku Zen Quarta."

......Aku terkejut melihat nama keluarga keduanya, sementara secara bersamaan aku mulai memahami juga.

Anak lelaki berambut hitam——Himejima Kurenai bicara.

"Kita berasal sekitar tiga puluh tahun ke depan dari sekarang——kita adalah anak-anak dari Sekiryuutei Hyoudou Issei."

Bagian 4[edit]

Aku tidak terkejut dengan pengakuan mendadak dua anak lelaki yang telah bicara padaku, melainkan aku datang untuk mengatasi apa yang mereka bilang relatif cepat.

......Yah, umumnya, takkan jadi aneh kalau 30 tahun dari sekarang kekuatan, sihir, atau teknik Iblis diteliti oleh Grigori dikembangkan membiarkan untuk perjalanan melintasi waktu.

Aku sendiri secara pribadi, takut pemutarbalikan sejarah, akan tidak berlebihan seperti menginjakkan kaki ke bidang seperti itu. Makanya, aku tak pernah serius berusaha untuk mencapainya...... tapi orang yang telah meneliti hal seperti itu, yang tak lain adalah diri masa depanku.

Keduanya telah menyebut diri mereka anak-anak Ise......dalam semua kemungkinan, ibu dari anak lelaki berambut hitam itu Akeno, sedangkan ibu dari pemilik Pedang Suci itu Xenovia, atau itulah setidaknya. Penampilan mereka adalah anak lelaki tampan yang tampak seperti ibu mereka.

Sama seperti aku memikirkan sebanyak ini, aku bertanya pada kedua anak lelaki ini.

"......Soal apa itu, akan lebih baik kalau kalian bisa menjelaskannya dengan singkat."

Anak lelaki berambut hitam——Himejima Kurenai bicara.

"Tadi, makhluk-makhluk misterius yang merajalela tempat ini——mereka adalah makhluk yang datang dari masa depan."

Anak lelaki yang memiliki Pedang Suci——Zen Quarta melanjutkan.

"Mengenai identitas sebenarnya——mereka adalah makhluk dari dimensi paralel. Di antara diri kita sendiri, kita telah menamai mereka sebagai [UL]. Itu adalah singkatan untuk [Underworld's Lifeform]."

......Begitu, jadi begitu ya.

Sama seperti aku sedikit curiga, makhluk-makhluk itu bukanlah dari dunia ini. Kalau seseorang bilang mereka adalah makhluk dari dimensi paralel, itu akan menjadi sesuatu yang amat sangat aku setujui. Dan di atas itu, mereka berasal dari masa depan. Ini juga sesuatu yang bisa aku setujui. Bahwa makhluk seperti itu mendadak mulai muncul dan yang lainnya, ini tak terjadi sama sekali. Karena para Iblis tengah mengamati celah dimensi, aku akan diberitahu kalau ada fluktuasi dimensi.

Itu tidak terjadi di waktu ini——. Makhluk yang anak-anak ini katakan sangat menakjubkan, sampai-sampai aku berpikir mereka akan menimbulkan berbagai argumen kalau orang itu bukan dari diriku sendiri.

"Soal dimensi paralel ini, kebetulan, ada beberapa sambungan ke Chichigami yang Ise temui?"

Aku bertanya seperti itu. Selama pertempuran dengan Dewa Jahat Loki, Ise, melalui penggunaan Pailingual, telah berkomunikasi dengan Seirei dalam pelayanan kepada Chichigami. Karena itu, selain dunia mitologi seluruhnya menyadari kita, itu menangkap kepentingan sekelompok peneliti yang mengatakan 'Apakah ini tidak menunjukkan adanya suatu dimensi paralel yang sama sekali berbeda?'

"Ya, itulah yang terjadi."

——Begitulah jawaban sangat tenang Kurenai.

......Aku tak bisa melakukan apa-apa selain terus membawa tanganku ke dahiku. Apakah ini tak bisa dihindari? Ataukah…….

"Kalian bilang bahwa sesuatu terjadi di masa depan?"

Menggelengkan kepala untuk menarik pikiranku, aku bertanya. Nah, justru karena sesuatu yang telah terjadi di masa depan, tampaknya efek tersebut bahkan mencapai masa ini. Untuk memulainya, aku mungkin harus menanyakan situasinya.

Kurenai mulai bercerita.

"Untuk kepentingan tidak menciptakan terlalu banyak waktu paradoks, aku tak bisa menjelaskannya secara detail, tapi, tiga puluh tahun dari sekarang, pertempuran besar yang disebut 'Perang Dewa Jahat' terjadi di dunia kita."

"......Yah, itu mungkin untuk menebak inti dari maksud utamanya. Hal-hal seperti Dewa Jahat dan Iblis telah bekerja sama dan meluncurkan semacam invasi terhadap kami, aku benar?"

Kataku dengan sarkasme. Zen Quarta juga tersenyum pahit.

Dia bicara sedikit.

"Ya, sebagai hasil dari perdamaian yang telah Anda kumpulkan, masing-masing dari masyarakat masa depan rela bekerja sama dengan masyarakat lain. Tentu, selama masa ini ada juga memutuskan pertempuran biasa tapi...... melalui pengorbanan ayah dan yang lain mereka semua dikalahkan."

Itu......tidak menyenangkan sama sekali. Dari sekarang dan seterusnya aku harus menempatkan semua usahaku ke tindakan perdamaian. Tidak, karena mungkin akan terlalu banyak tekanan untuk mencoba dan mengubah sejarah, aku harus mengeluarkan pikiran seperti itu dari pikiranku.

Kurenai melanjutkan.

"Mereka, orang-orang yang telah mendukung Iblis dan Dewa Jahat dari belakang——adalah Dewa Jahat dari dimensi paralel. [UL] yang Anda temui beberapa saat lalu, mereka adalah prajurit yang diproduksi oleh Dewa Jahat dari dimensi paralel. Anggaplah mereka sebagai makhluk yang merupakan perpaduan dari makhluk mekanik dan hidup."

......Dewa Jahat dari dimensi paralel, huh. Entah bagaimana, tampaknya dunia masa depan punya tumpukan masalah sendiri. Mulai sekarang aku akan direpotkan dengan ini.

Mengangguk, aku bertanya lagi.

"Keadaan masa depan sudah menjadi jelas. Nah kemudian, untuk alasan apa para [UL] dan kalian datang ke masa waktu ini? Bukannya ada alasan?"

Aku langsung ke inti permasalahan. Memang, Insiden dari masa depan sudah dibuat jelas. Tapi, kenapa hari ini juga dipengaruhi oleh itu? Kenapa [UL] dan kalian datang ke masa waktu ini?

Kurenai bicara dengan tenang.

"—Dewa Jahat Loki dari Eropa Utara, disertai dengan [UL], sudah melarikan diri ke masa ini."

......Loki kembali lagi huh. Kubilang, ini adalah masalah yang cukup rumit.

Lalu Zen bicara.

"——Dewa Jahat Loki yang tiga puluh tahun dari sekarang, selama perang, keluar dari penjara melalui celah yang telah ditemukan. Dengan begitu, akhirnya ia bergabung dengan perang di sisi lawan kita. Menggunakan teknik dari dimensi paralel, dia mampu menyeberangi ruang dan waktu, akhirnya tiba di masa ini."

......Singkatnya Loki dari masa depan datang ke masa waktu ini. Soal orang itu di masa sekarang, ia tampaknya masih dikurung di penjara Asgard.

Aku bertanya untuk kali kedua.

"Dalam hal ini, makhluk-makhluk itu——apa alasannya mereka dikirim dari dimensi paralel ke masa waktu ini bersamaan dengan Loki?"

"——Untuk mengubah sejarah. Para Dewa Jahat dari dimensi paralel, para Dewa Jahat dari masa depan, dan Iblis, mereka berusaha untuk mengutak-atik sejarah dimensi ini, kesimpulan keseluruhannya menjadi kematian kita."

Zen bicara.

"Karena itu, rencana orang tua kita, Rias-kaasan dan yang lainnya adalah untuk menulis ulang peristiwa asli, bentuk yang diinginkan."

Lalu Kurenai bicara sambil cemberut.

"Masa waktu kita dari——dunia masa depan, adalah dunia paralel, atau setidaknya itu menurut seseorang yang memiliki kemampuan yang bisa mengamati timeline. Berdasarkan apa yang orang itu bilang, waktu ini tidak terganggu, akan tetapi sejarah jadwal lain sudah berbeda dengan setiap langkah yang Anda ambil ke depan."

"Ada waktu tertentu di mana Seirei dari Chichigami tidak muncul. Karena tak ada kontak dengan Chichigami, tampaknya tak ada dugaan dibuat-buat tentang keberadaan dimensi paralel."

Itu adalah Zen yang mengatakan ini.

Saat aku mengelus daguku, aku berpikir keras tentang semua ini.

"Sejauh ini, ini telah menjadi cerita yang lumayan konyol......."

Si Loki, setelah bertindak keras sekali dalam masa ini, adalah tipe pria yang akan mengubah sejarah tiap timeline. Yah, ia adalah orang yang berusaha untuk membawa Ragnarok nantinya.

Zen bicara dengan ekspresi tegang.

"Meski Anda merasa sulit percaya......itu adalah kebenaran."

Tak peduli seberapa sulit mempercayai itu, aku harus mempertimbangkannya.

Tapi, aku hanya bisa mengangguk dengan tenang.

"Tidak, aku percaya kalian. Tapi aku keberatan setelah melihat wajah tuan muda kalian yang jelas-jelas bahwa kalian adalah anak-anak dari orang-orang itu."

Apa orang-orang ini katakan tentang apa yang terjadi dengan keadaan sekarang, aku langsung merasa bahwa itu cocok. Di atas segalanya, usai merasakan aura gelombang panjang orang-orang ini...... itu pasti mereka. Pada saat ini, tak ada ruang untuk curiga.

Kurenai menghela napas lega.

"Ini sama seperti yang ibu kita bilang. Kalau kita membicarakan hal itu dengan Anda, Anda pasti akan bisa memahami."

Meski ia merasa lega, ada sesuatu yang ingin kutanyakan sedari awal.

"Kebetulan, siapa yang mengirim kalian ke sini? Seseorang yang bisa memanipulasi waktu, bukankah itu lumayan hebat? Mungkinkah itu...... Ajuka, atau sejumlah besar penelitianku menghasilkan mesin waktu?"

Dalam semua kemungkinan, teknik yang mereka punya untuk bepergian melintasi waktu adalah baik dariku maupun Ajuka Beelzebub. Ajuka muncul di pikiran karena potensi tak terbatas dari lingkaran sihir tipe multi guna yang ia gunakan. Kalau bukan dia, maka bisa saja aku untuk alasan yang sama.

Zen merasa malu dengan apa yang kukatakan.

"......Um, Anda berdua sih tapi......"

Kurenai melanjutkan sementara agak mengelak.

"Tentu saja ini adalah teknik persamaan formula sihir Ajuka-sama dan teknik Gubernur Jenderal generasi pertama Azazel tapi, soal menggunakan itu, aku akan bilang itu adalah atasan kita......"

"Aku percaya orang itu mungkin akan datang ke sini tapi......"

Mereka berdua tampak agak malu-malu. Rupanya 'atasan'-nya ini sangat menakutkan.

"Apakah seseorang yang kukenal?"

Kurenai mengangguk pada pertanyaanku.

"Ya. Kurang-lebih, itu adalah seseorang dari keluarga Rias-kaasama."

Keluarga Rias. Kalau begitu.......

"......Waktu, ya. ……Tentu saja tidak."

Aku hanya bisa memikirkan satu orang tapi...... dia menakutkan? Sesuatu yang seperti itu bisa terjadi, hanya tiga puluh tahun ke depan....... Yah, mengingat bahwa orang-orang ini tahu jalur komunikasiku yang hanya para pemimpin Grigori sadari, itu pasti telah disampaikan kepada mereka oleh seseorang di masa depan.

Zen bicara pada Kurenai.

"Kurenai-niisan, soal masalah kita bertemu dengan Gubernur Jenderal generasi pertama Azazel atas kemauan kita sendiri, dia akan marah, orang itu......"

Kurenai mengembuskan napas.

"Begitu ya, Zen. Tentu saja, dia akan menyilangkan lengannya sambil mengatakan, 'Brengsek, bagaimana kalian bisa melakukan sesuatu seperti ini?', Selalu kehilangan kesabarannya sambil *gogogogo* terdengar di latar belakang. Tapi, pasti karena alasan itu, tampaknya boleh untuk dikatakan."

Mengetahui bahwa aku mengamati reaksi lucu dari mereka berdua, Zen dan Kurenai membersihkan tenggorokan mereka. Mengubah topik, Kurenai mulai bicara langsung.

"Kebenarannya adalah, ada masalah lain yang sangat penting, sesuatu yang datang ke masa waktu ini."

Juga berlaku untuk sifatnya, Zen mengenakan ekspresi sambil mengangguk setuju.

"Dari perspektifku itu adalah sesuatu yang tentunya bisa dikatakan baik untuk pihakmu. Sebenarnya adalah——"

Sambil Zen bicara sejauh ini, aku terganggu oleh komunikasi darurat. Sebuah lingkaran sihir tipe komunikasi miniatur digunakan telingaku.

Suara Akeno bisa terdengar.

'Azazel-sensei, sangat penting. Makhluk-makhluk yang biasa, mereka muncul di wilayah Sona-kaichou.'

——!!

......Wilayah Sona, itu berada di distrik yang berdekatan dengan Kota Kuoh. Jadi sekarang [UL] sudah muncul di sana huh.

"Mengerti, aku juga akan menuju ke sana segera!"

Mengatakan tidak lebih dari itu, aku menghentikan komunikasi.

Kurenai dan Zen——sudah penuh dengan semangat.

"Apakah akan baik-baik saja kalau kalian datang?"

Menanggapi pertanyaanku, mereka berdua mengangguk.

"Ya."

"Karena ini adalah rencana kita saat kita datang ke sini."

Wajah keduanya——ekspresi baik pada mereka yang persis seperti ayah mereka. Seolah-olah mereka sudah benar-benar diambil alih oleh hati gairah mereka.

Aku bicara sambil mengangkat satu jari.

"Tapi, akan lebih baik kalau kalian tidak berakhir bertemu orang tua kalian. Kita tak tahu apa yang akan terjadi kalau kalian bertemu."

Pada ini mereka berdua saling pandang sebelum bicara.

"Tentu saja, itu niat kita."

"Tapi, kalau Anda bisa membiarkan kita melihat dari kejauhan. Akan menyenangkan melihat orang tua kita ketika mereka masih muda......"

Yah, itu salah satu kenikmatan nyata perjalanan waktu.

Setelah kita semua berdiri bersama-sama di atas lingkaran sihir tipe transportasi, kita melompat——.

Bagian 5[edit]

Kami terbang melalui langit malam.

Baik sayap Kurenai dan Zen adalah naga. Dari ini akan terlihat bahwa darah Ise kuat dengan mereka. Meskipun kedua wajah mereka mirip ibu mereka. Yah, sejauh menyerupai wajah Ise, itu mungkin hal bagus bahwa itu tidak terjadi.

Berdasarkan korespondensi kedua dari Akeno, aku diberitahu bahwa tim Sona sudah diserang oleh beberapa [UL] dan telah melarikan diri.

Di sisi Kurenai dan yang lain, karena tampaknya ada perangkat yang bisa mendeteksi keberadaan mereka, mereka memegang perangkat kecil didekatnya dan memverifikasi reaksinya.

Menunjuk titik tertentu, Kurenai melaporkan, "Dia ada di sana."

Kita bertiga turun ke daerah terpencil pegunungan yang jaraknya cukup jauh dari Kota Kuoh.

Kita memastikan bahwa ada beberapa benda bergetar di depan kami. Mendekat untuk melihat ——kita melihat batang tubuh [UL] berjumlah sebanyak sepuluh atau lebih——Tampaknya, pertempuran sudah mulai, karena aku bisa merasakan gelombang kekuatan Iblis!

Ada aura crimson yang berasal dari cahaya yang meninggalkan jejak saat bergerak, yang menukik ke bawah pada [UL]!

Sesampainya di dekatnya, aku heran dengan tontonan di depan mataku.

Beberapa [UL], makhluk tanpa emosi tersebut mengeluarkan aura indah dan menakutkan dari pusat mereka, tampaknya menghadapi pendekar pedang yang seluruh tubuh kecilnya melepaskan aura merah saat ia menatap lurus pada mereka. Pendekar pedang itu mengenakan tudung, sehingga wajahnya tak terlihat.

Mengiringi [UL] ......adalah gelombang aura yang tak kulewatkan sama sekali. Memang, itu adalah Dewa Jahat Loki. Bahkan penampilan sepenuhnya belum berubah seperti masa sekarang.

Pendekar pedang bertubuh kecil, mengacungkan sebuah pedang panjang berwarna merah kuno sepenuhnya dibalut aura berwarna merah, pedang itu menyayat dua tubuh [UL] dalam sekali ayunan.

Pendekar pedang bertubuh kecil melepaskan aura merah saat bicara pada Loki.

"BRENGSEK......! SETELAH DATANG KE SINI AKHIRNYA AKU BERHASIL MENGEJAR KETINGGALAN DENGANMU......! ......KAU ORANG YANG SUDAH MEMPROVOKASI KERABAT SANG CRIMSON!"

Pendekar pedang bertubuh kecil tiba-tiba melepaskan tudungnya. Tepat pada saat itu, bulan purnama yang telah disembunyikan oleh awan menunjukkan wajahnya. Diterangi oleh cahaya rembulan, yang berdiri di sana adalah seorang pemuda berambut crimson seorang pendekar pedang——.

Kurenai mengambil langkah maju dan bicara kepada pemuda berambut crimson.

"—Ex, jadi kamu datang ke sini huh."

Pendekar pedang muda yang dipanggil Ex menampilkan senyum tak kenal takut.

"Yo, Nii-chan. ——Karena kalian telat, kupikir aku harus sedikit membersihkan tempat ini."

Mengumumkan itu seperti seorang pemberani, lalu lelaki muda itu sekali lagi memotong [UL] dengan gagahnya!

"Saudara lain——banyak anak-anak Ise datang ke sini?"

Aku bertanya pada Kurenai.

"Ya, kita semua, demi menyelamatkan Asia-kaasan, akan melakukan apa saja."

Untuk kata-kata ini, aku bertanya lagi.

"Asia, ya? Apakah, terjadi sesuatu padanya......?"

Saat aku sedang bertanya, Ex bicara dengan Loki.

"Khusus, aku telah datang jauh-jauh ke dunia tiga puluh tahun di masa lalu untuk menghabisi kalian semua."

Membuat lingkaran sihir didekatnya, Loki menembakkan bola kekuatan Iblis——. Menggunakan pedang merahnya, Ex meniadakan serangan!

Pada hasil ini, Loki menggertakkan giginya.

"............!!! Seranganku benar-benar ditiadakan huh!!"

Aku heran dengan apa yang kulihat dilengkapi pada lengan kiri Ex.

......Bukankah itu gauntlet persis seperti Boosted Gear!?

"Rambut crimson...... gauntlet seperti Boosted Gear....... Lalu, anak itu adalah——"

Kurenai mengangguk mendengar kata-kataku.

"Ya, itulah adik kita——Ex Gremory"

Zen melanjutkan.

"Nama lain Ex di sana adalah 'God Slayer of the Scarlet Blade'—.Orang itu, dia adalah ace muda dari balatentara kesatuan sistem mitologi gabungan, serta pendekar pedang terkuat dari keluarga Gremory. Bagaimanapun juga, guru pedangnya adalah Kiba Yuuto si pedang Suci Iblis, dan untuk guru naganya——"

Menyikat rambut crimsonnya dan membawa pedang crimsonnya, Ex mendekati Loki selangkah sekaligus.

"Loki, maaf saja, tapi aku sudah dilatih oleh Hakuryuukou Vali. Aku tidak selunak ayahku Sekiryuutei. ——Aku pasti menghancurkan lawanku."

Pendekar pedang muda berambut crimson, mempersiapkan pedangnya sambil seluruh tubuhnya melepaskan aura crimson, kebencian yang memenuhi tatapannya pada Loki.

"——Ini adalah balas dendam untuk Asia-kaasan. Atas nama Keluarga Bangsawan Gremory, aku akan memusnahkanmu."

Anak ini, yang memiliki martabat ibunya Rias dan keberanian ayahnya Ise, pastinya anak mereka——