High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 20 Sangat Marah

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Sangat Marah[edit]

Para anggota [DxD] berkumpul di ruang VIP di lantai atas Kediaman Hyoudou. Setelah pindah dari kamar Ophis ke ruangan ini, aku — Kiba Yuuto, dan teman-temanku melihat di beberapa monitor yang berada di dalam ruang VIP, memeriksa rekaman video tertentu. -itu adalah rekaman video dari apa yang terjadi di ruangan tersebut. Karena itu telur berharga yang mantan Dragon King Tannin percayakan pada kita, dia selalu memantau dalam persiapan untuk keadaan yang tidak terduga. Itu juga langka, sehingga ada juga keinginan untuk merekam momen menetas. Itulah alasan mengapa ada kamera pengintai didirikan di ruang bawah tanah. Rekaman yang telah direkam oleh kamera ini banyak yang saat ini sedang dilihat oleh kami. …Apa yang rekaman itu tunjukkan, adalah seekor Naga Jahat yang tiba-tiba muncul di ruang bawah tanah dengan Ophis, yang kemudian menentangnya. Setelah itu… dia mengalami kekerasan brutal yang tak terbayangkan. …Ini adalah adegan yang sangat kejam. Orang-orang mau tak mau menjauh dari itu. Tindakan tirani Naga Jahat brutal yang berlebihan. …Dengan sisik hitam dan khaki berwarna belly, dia Naga Jahat yang mirip seekor ular ramping. Berdasarkan pada gambar dalam video, dia memiliki tubuh besar yang panjangnya sekitar dua puluh meter. Meskipun penampilannya mirip ular, dia memiliki empat kaki, dan juga empat sayap. Dan belum pasti apakah cairan liur yang menakutkan menetes dari mulut raksasa adalah air liur atau racun. Bersama dengan senyum kaku, itu adalah pemandangan jelek yang mengerikan. Melihat ini, aku ingat bahwa aku mungkin telah melihat dia sebelumnya; Rossweisse-san memegang mulutnya dengan ekspresi jijik saat dia berkata

“[Abyss Rage Dragon[1] — Níðhöggr[2] adalah Naga Jahat legendaris yang telah tinggal di Eropa Utara. Bahkan setelah dihukum, dia adalah Naga Jahat yang sangat bermasalah yang akhirnya hidup kembali. Karena balas dendam yang begitu mendalam, bahkan ketika Ragnarok[3] datang — pada akhir dunia, dia akan bertahan dan tetap tinggal. …Menurut catatan, terakhir kali dia dikalahkan adalah beberapa ratus tahun yang lalu. Apakah dia bangkit sendiri, atau melalui Holy Grail adalah tidak diketahui.”

Níðhöggr, ya. Aku juga telah membaca tentang legenda itu. Di wilayah es Niflheim di dunia Norse, yang mana Níðhöggr tinggal. Itu adalah naga yang penuh keserakahan. Karena sering merasa lapar, dia menelan semua yang tertangkap mata. Níðhöggr terus menyerang Ophis dengan keras sementara dia tidak menunjukkan perlawanan. Dia memakai kaki depannya untuk menendang Ophis beberapa kali, menginjak Ophis beberapa kali, dan bahkan menggunakan mulut raksasa untuk menggigit Ophis. Mengapa Ophis tidak menunjukkan perlawanan terhadapnya sama sekali? Alasannya adalah di kaki kiri Níðhöggr. —Orang tua Ise-kun yang tak sadar sedang dipegang oleh cakar Níðhöggr. Dengan ekspresi pahit, Azazel-sensei mengatakan

“… Bajingan itu, dia menculik orang tua Ise sebelumnya, dan kemudian pergi ke tempat Ophis. Meskipun kita tidak tahu apa yang dia katakan, dia pasti memperlakukan orang tua Ise sebagai sandera….”

Memang, melihat rekaman video itu, ketika Naga Jahat tiba-tiba muncul di ruang bawah tanah dan menghadapi Ophis, dia telah mengatakan sesuatu padanya. Níðhöggr memegang orang tua Ise yang telah ditangkap di depan Ophis, dan Ophis kemudian melepaskan sikap bertarungnya. Dia menyerahkan dirinya pada serangan Naga Jahat.

“…Dia juga menatap telurnya. Sungguh keji …!”

Baik Rias-zenbuchou dan Sona-zenkaichou bergetar dalam amarah karena mereka menyaksikan rekaman video tersebut. Dalam video tersebut, Níðhöggr melakukan serangan tipu terhadap telurnya beberapa kali, dan Ophis kemudian akan berdiri di depan telur itu untuk melindunginya. Pada saat itu —sang Naga Jahat mulai ganas dan berulang kali menyerang Ophis. Melihat Dragon God dengan tekad yang kuat seperti itu, semua orang mulai meneteskan air mata penyesalan. Dia adalah teman Ise-kun. Tak dapat disangkal karena orang tua temannya digunakan sebagai sandera yang dia pasti berpikir ‘jika orang tuanya mati, temanku akan sedih’. Itu juga karena minatnya dengan telur [Spectre Dragon] yang ia rawat dan telah melekat padanya. —Namun, Ini semua digunakan terhadap dirinya oleh Naga Jahat ganas. Bahkan untuk Ophis, meskipun dia pernah memiliki kekuatan besar, saat ini ia terbatas; tanpa kekuatan untuk menahan serangan-serangan tersebut, hal itu tak terelakkan bahwa dia akan kalah.

“… Tapi, bagaimana Naga Jahat menyusup tempat itu?”

Griselda-san bertanya dengan tenang. Mengatur seluruh Kota Kuoh dengan penghalang kuat. Ruang bawah tanah itu dalam penghalang sehingga tidak akan sangat mudah untuk hanya masuk ke dalamnya. …Karena itu, di masa lalu, ada kasus penghalang yang diterobos paksa, atau orang-orang yang bermusuhan yang menunggu di luar penghalang. Aku takut bahwa kali ini, kedua hal itu mungkin terjadi. Selain diterobos paksa penghalang itu, mereka juga telah menculik orang tua Ise-kun yang telah melakukan perjalanan di luar penghalang. Dikatakan bahwa ketika orang tua Ise-kun pergi keluar untuk pergi memancing, mereka memiliki agen khusus yang diam-diam menjaga mereka, tapi mereka sudah disingkirkan ketika insiden itu terjadi.

Sensei menjawab

“…Lilith. Bisa jadi menggunakan semacam link atau hubungan antara dia dan Ophis karena dia adalah bibit dari Ophis. Pokoknya, pihak itu memiliki bibit Ophis… ketika sedang terdesak, mereka akan menghasutnya untuk melakukan apa yang mereka butuhkan. Sekarang, kita menganalisis bagaimana mereka menerobos penghalangnya… ya ampun, meskipun aku tidak perlu mengatakan ini sebagai desainer, itu benar-benar suatu penghalang tak berguna…!”

Dengan tampilan penyesalan, sensei menutup matanya dan meraih rambutnya.

“Di tengah-tengah itu, Níðhöggr merasakan kehadiran Crom Cruach yang mencul di sana, dan segera melarikan diri. Mungkin Crom Cruach memiliki kontak dengan Ophis, dan Crom Cruach muncul ketika ada dua hal yang tidak diharapkan.”

Itu sama seperti sensei katakan. Dalam rekaman video, setelah Crom Cruach muncul di sana, situasi segera berubah. Níðhöggr terheran segera dia melihat Crom Cruach. Dengan ekspresi panik, ia tampak seperti tidak mengharapkan Crom Cruach muncul di sana sama sekali. Dalam rekaman video, Crom Cruach telah melihat perubahan pada Ophis, tetapi pada saat itu ia melihat Níðhöggr kembali, sang Naga Jahat sudah mulai pergi. Adegan terakhir dalam rekaman menunjukkan Crom Cruach bergerak lebih dekat ke Ophis, dan Dulio muncul. Selanjutnya, Dulio membawa Ophis yang terluka ke kamar ini di kediaman Hyoudou.

Namun, berita ini diketahui oleh jaringan intelijen Beelzebub-sama yang telah belajar dari itu bahkan sebelum Azazel-sensei. Itulah seluruh kisah bagaimana Ophis diserang.

“……”

Ise-kun terus menonton video rekaman dengan ekspresi kosong, dan bahkan ketika video berakhir, dia tetap diam.

Memahami situasi sepenuhnya, Ise-kun — dengan diam meluapkan aura merah. Dia terus menerus melepaskan tekanan yang berbeda dari sebelumnya. Kekuatan luar biasa dari tekanan itu menyebabkan semua orang menjadi takut mengucapkan sepatah kata pun; mereka hanya bisa menyaksikan sembari mereka menelan air liur mereka. Orang tuanya yang berharga telah diculik, dan kemudian diperlakukan sebagai sandera. Ophis, yang selalu dia urus dan dia lindungi dengan baik, juga telah terluka parah. —Itu daerah yang benar-benar tidak boleh disentuh; itu adalah sesuatu yang bisa disebut tempat suci. Melihat Ise-kun di depan mataku, aku berpikir dalam-dalam. Qlippoth — Rizevim Livan Lucifer menginjak-injak tempat suci semaunya saja. —Dia telah memicu amarah seekor naga. Jika amarah Naga Langit lepas, apa yang akan terjadi? Dan hasil apa yang akan dia beri pada orang itu? Ise-kun — dengan tampilan kosong di matanya berkata

“…… Jadi begitu ya, Vali. Aku akhirnya bisa memahami pikiran dan perasaanmu dari lubuk hatiku.”

Tiba-tiba, Ise-kun mengalihkan pandangannya ke arah Crom Cruach.

“… Crom Cruach, kenapa kau tidak sampai di sana lebih cepat…”

“Aku hanya pergi ke tempat itu demi mengamati Ophis.”

Ise-kun mendengarkan jawaban ringkas, dan kemudian mendekatinya secara langsung, menyambar dadanya.

“… Kau, bukannya kau selalu mengawasi Ophis? Apa kau tidak ingin belajar apa naga itu dari Ophis … !? Hei, kenapa, kenapa hal seperti itu terjadi…!”

“……”

Menuju pertanyaan Ise-kun, sang Naga Jahat tidak menjawab. Rias-zenbuchou menempatkan dirinya di antara mereka berdua, menyebabkan mereka terpisah.

“Tolong berhenti, Ise. Bahkan jika kamu mencoba untuk mengejar dia sekarang juga, itu tidak akan mengubah apa pun.” Rias-zenbuchou membantu Ise-kun untuk sedikit tenang, tapi aura Ise-kun masih meledak saat dia berteriak

“…Aku tahu itu! Aku tahu semua itu! Tapi, tapi…! Kurang ajar! Tou-san, kaa-san…! Bajingan itu…! Si bajingan Rizevim…!”

Karena amarah Ise-kun, ia mulai kehilangan dirinya. Kami juga bisa memahami perasaannya. Sebagian besar orang di sini telah berada di bawah asuhan orang tua Ise-kun, dan hidup bersama dengan Ophis. Dengan meletakkan hidup mereka dalam bahaya, tentu saja memicu amarah kita. Bahkan aku… juga merasa marah! —tapi, melanjutkan ini tak akan menghasilkan apa-apa. Benar-benar tidak. Jika terus seperti ini, Ise-kun — dia akan menjadi sama seperti dulu. Didorong oleh balas dendam, benar-benar mengabaikan apa yang penting, dan mengabaikan perasaan mereka yang penting baginya. Aku meraih bahu Ise-kun dan berkata

“Tenanglah, Ise-kun.”

Ise-kun menepis tanganku, dan menarik mendekatiku. Dengan wajah penuh amarah, ia meraih dadaku.

“…Kau, apa kau juga memberitahu aku untuk tenang…? Ketika Ophis sudah diserang seperti ini, dan bahkan ketika orang tuaku diculik… !?”

“Itulah mengapa kamu harus tenang. Ini jelas-jelas perangkap musuh. Tidak hanya para sandera, tapi Ophis juga, itu membuat kamu kehilangan ketenanganmu. Kalau kamu terus tetap seperti ini, kamu hanya akan membiarkan musuh berhasil.”

Ise-kun terus memegangku, dan menunduk.

“—Dasar bajingan, aku tidak akan pernah memaafkan mereka.”

… Ya ampun, menjadi seperti ini tidak akan membantu. Aku mengubah situasi dan meraih Ise-kun, kemudian mendorongnya ke dinding ruangan. Menghadapi dia, aku menyatakan “… Aku tidak bisa menggantikanmu. [Pion] Rias Gremory hanyalah kamu. Itu sebabnya aku tidak bisa menggantikanmu. Itu karena temanku yang paling penting berkata begini kepadaku — kamu [Kuda] Rias Gremory. Itu sebabnya aku akan menjadi [Kuda] sampai akhir.”

Itu adalah — masa lalu, sebelum pertempuran melawan prajurit pemberontak Gereja; kata-kata yang Ise-kun katakan padaku ketika aku telah kehilangan ketenanganku. Aku mengembalikan kata-kata ini kepadanya. Menyadari hal ini, Ise-kun terkejut, dan kemudian ia tersenyum masam.

“…kata-kata waktu itu, dikembalikan padaku.”

“Aku tidak akan memberitahumu untuk tidak marah. Tapi tolong kembalilah ke dirimu yang biasa. Kalau kamu lupa pada kata-kata yang awalnya milikmu sendiri, kamu pasti tidak akan mampu megeluarkan kekuatanmu yang sebenarnya. Harga sebenarnya Hyoudou Issei, adalah bahwa ia menahan amarah dalam dirinya, tidak membiarkan mempersempit pandangan, dan mampu menemukan celah pada lawan-lawannya.”

Itu benar, kamu selalu menghadapi lawan yang lebih sulit; bahkan jika kekuatanmu sendiri dikenal oleh lawanmu, kamu masih akan mengarah celah mereka. Hyoudou Issei selalu menghadapi lawan-lawannya langsung, dan selalu mengejar kelemahan lawannya dengan serangan akhir dan pertahanan. —Jika kamu kehilangan kebiasaanmu, itu hanya akan seperti lawanmu inginkan. Tidak ingin melihat dia menjadi seperti itu, aku harus menghentikannya. “Juga, bukan hanya kamu yang merasakan sedih pada orang tuamu.”

Aku mengalihkan pandanganku terhadap Asia. Ise-kun juga mengikuti tatapanku.

Berdiri disana seorang gadis yang menangis tak henti-hentinya.

“…Asia.”

Melihat Asia menangis, mata Ise-kun akhirnya tampaknya telah kembali sedikit berwarna yang biasa. Asia terisak saat dia menceritakan

“… Bagiku, mereka adalah Otou-san dan Okaa-san yang tidak mudah bagiku untuk mendapatkan. Ise-san, aku juga…”

Asia meneteskan air mata. Untuk seseorang tanpa seorangpun keluarga seperti dia, itu pasti tidak mudah baginya untuk mendapatkan ‘keluarga’ di dunia ini. Dia telah memperoleh orang-orang yang bisa dipanggil haha dan chichi. —itu tidak hanya Ise-kun yang merasa sakit dan sedih ketika orang tuanya diculik. Melihat Asia seperti ini, Ise-kun menggeleng dan menutupi wajahnya dengan tangannya.

“… Tentang apa yang aku katakan. Maaf, Asia. Maaf, semuanya…”

Sepertinya ia akhirnya tenang kembali. Ise-kun berbalik dan berkata kepadaku

“—Kiba, ada baiknya memilikimu.”

Itu kalimatku. Kamu telah membantuku lebih dari beberapa kali. Hal yang bahkan tidak dihitung sebagai sesuatu yang signifikan. Itu hanya balasan satu kebaikan kecil dari banyaknya aku berutang padamu. Ketika Ise-kun sudah tenang, seseorang mengetuk pintu. Pergi untuk melihat siapa itu, kami menemukan bahwa itu benar-benar Kuroka dan Le Fay-san.

“Ara, kalian sibuk nya~?”

“Ah, Halo semuanya.”

Setelah ucapan sederhana mereka, Azazel-sensei bertanya pada mereka berdua.

“Kuroka, Le Fay, kemana kalian pergi? Meskipun aku mendengar bahwa kalian bersama dengan Vali…”

Kuroka tidak menunggu sensei selesai bicara dan menyela

“Yah, kami bersama-sama saat itu. Dari sana, setelah kami berhasil meraih beberapa informasi penting, kami bergegas kembali secepat kami bisa nya~”

Kuroka memandang kita semua dan mengatakan

“—Kita kurang-lebih mengonfirmasi lokasi persembunyian mereka, Agreas.”

[“-Apa!?”]

Semua orang terkejut mendengar informasi ini! Persembunyian Qlippoth adalah di kota mengambang Agreas! Tempat itu akhirnya telah ditemukan—. Setelah sensei mendengar laporan ini, ia tidak bisa menahan tawa.

“Saat yang tepat, Kuroka. Seperti kata pepatah, ‘setelah meminjam, harus dikembalikan’. Sekarang giliran kami untuk mengambil tindakan!”

Itu benar. Kita tidak akan membiarkan diri kita diganggu oleh mereka dalam keheningan.

Mulai dari itu, kita mulai pertemuan untuk membahas strategi pertempuran untuk operasi yang akan berlangsung di Agreas—.

Catatan Penerjemah[edit]

  1. hiragana nya adalah Abyss Rage Dragon; kanji nya adalah Extrajudicial Death Dragon.
  2. Níðhöggr adalah naga yang hidup di bawah akar Pohon Dunia, Yggdrasil, dan di dunia orang mati, Niflheim. Níðhöggr memakan mayat mati dan menggerogoti akar Yggdrasil hingga Ragnarok. Itu berasal dari mitologi Norse. Btw, Níðhöggr (bahasa Norse Kuno) atau Nidhogg (keinggeris-inggerisan)?
  3. Juga dikenal sebagai Senja para Dewa, Ragnarok adalah serangkaian kejadian masa depan yang pada dasarnya adalah akhir dari dunia, setelah itu akan diciptakan kembali oleh korban selamat.