High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 5 Life.3

From Baka-Tsuki
Revision as of 09:24, 3 August 2012 by SATRIA (talk | contribs) (Put a nice start!)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to: navigation, search

Bab 3 : Kucing dan Naga!

Bagian 1

“Oryaaaaaaaaaah!”

[Explosion!]

Kekuatan yang ditingkatkan oleh Sacred Gearku mengalir ke tubuhku, dan kekuatan fisikku meningkat dalam sekejap!

“Cobalah menghindari ini!”

Tannin-ossan membuka mulutnya lebar lebar!

Gooooooooooooooon! Doooooooooooooooon!

Aku dengan lincah menghindari bola api yang dia tembakkan berturut turut, dan mengacungkan tanganku ke depan!

Aku membayangkan imej peluru sihir besar! Dan menembakkannya! Dragon Shot!

Don! Aku menembakkan peluru sihir besar dari tangan kiriku! Itu hampir setengah ukuran ossan! Itu pasti lebih kuat dari serangan yang meledakkan gunung sebelumnya! Berkat itu, kekuatan sihirku hampir kosong dengan yang kutembakkan plus peningkatannya! Titik lemahku adalah aku hanya bisa menyimpan sedikit kekuatan sihir! Batas berapa banyak aku bisa meningkatkan kekuatanku juga hanya sebesar ini!

“Hmph! Jadi akhirnya kau memberiku sesuatu yang sedikit layak!”

Ossan berniat menerima peluru sihir dari depannya tanpa mengelak sama sekali!

Dooooooooooooh!

Ossan menangkapnya di depannya dengan lengan tebalnya dan kemudian dengan tangkas menembakkan nafas dari mulutnya!

Doh! Guoooooooooooh!

Peluru sihirku terlempar jauh ke langit kesana hanya oleh satu nafas ossan!

[Reset]

Kekuatanku yang ditingkatkan di-reset dan aku segera tumbang oleh kelelahan.

Ossan menatap kedua tangannya. Kepulan asap tipis keluar dari keduanya. Apa peluru sihirku berhasil membakar tangan ossan!?

“Tembakan bagus. Dibanding pertama aku menemuimu, kekuatan nagamu sudah meningkat. Kekuatan fisikmu juga tak perlu dikritik lagi. kau juga sudah mencapai poin dimana kau bisa terus menerus bermain denganku selama seharian penuh.”

Tak seperti biasanya, ossan memujiku.

Aku bernafas tersengal sengal dan sedang meneguk air dari kantong air yang selalu kupersiapkan di punggungku. Kantong air ini, dan air yang ada di dalamnya, mampu sedikit mengurangi dan menurunkan nafas api ossan dengan meningkatkan kekuatan air melalui kekuatan Sacred Gearku. Yah, aku juga sudah memikirkan beragam metode menyalin untuk itu.

Penampilanku juga compang camping. Jerseyku tak lagi berfungsi, dengan hanya bagian penting tubuhku yang terlindungi, dan tubuh bagian atasku telanjang dan penuh luka. Ya. Dadaku juga menjadi lebih tebal. Dan lemak tak perlu dalam tubuhku juga sudah lenyap.

Aku sudah menemukan tanaman dan hewan di pegunungan, dan sudah memasak serta memakan mereka. Aku sudah mendapat cukup banyak keahlian liar. Aku tak bisa percaya kalau aku sudah hidup seperti kera gunung sepanjang liburan musim panasku.

Berkat bertahan hidup di alam liar seperti ini, aku sudah menguasai sihir api, dan dengan menggabungkannya dengan kemampuan Sacred Gearku, aku bisa melakukan teknik api yang diajarkan padaku oleh ossan. Kekuatan api besar! Kapan kapan akan kutunjukkan pada kalian!

Sehingga, beberapa hari telah berlalu sejak aku membuat janji di kamar Koneko-chan. Pertarungan dengan keluarga Sitri diadakan tanggal 25 Agustus. Hari ini adalah 20 Agustus. Lima hari tersisa. Tepat waktu, kami berada pada periode dimana kami hampir menyelesaikan latihan.

Waktu untuk berkumpul bersama juga sudah dekat. Direncanakan kalau ada hari untuk kami dimana kami akan berkumpul kembali untuk beristirahat. Demi memulihkan pada hari itu dari kelelahan yang terkumpul sepanjang latihan kami.

Setelah itu, sepertinya akan ada pesta yang disponsori oleh Maou-sama sebelum Game, dan keluarga kami serta para Iblis muda lain sepertinya juga diundang. Dengan kata lain, tak ada waktu tersisa untuk latihan lagi.

“Kamu sudah berjuang bagus sampai saat ini. Tapi, sayang sekali. Mungkin kau masih bisa bertahan satu hari lagi. Latihanmu berakhir besok, tapi.........mungkin mustahil.”

Tannin-ossan mendesah. Ya, aku paham. Aku tak mampu mencapainya sepanjang periode waktu itu. aku sudah berkembang dari segi kekuatan fisik dan hal hal lain.—Namun, aku akan menyelesaikan latihanku bahkan tanpa mencapai Balance Breaker.

Aku tak bisa – menyelesaikan target latihanku.


Bagian 2

“Kalau begitu, aku pergi dulu sekarang. Aku juga mau mengikuti pesta yang disponsori maou. Mari bertemu lagi disana, Hyodou Issei. Dan Ddraig.”

Kami saat ini berada di depan kediaman Gremory. Aku sudah kembali dengan menaiki punggung Tannin-ossan. Tidak, punggung monster Naga ternyata cukup nyaman, dan menakjubkan! Itu hanya perjalanan singkat di udara, namun itu adalah yang terbaik!

“Ya. Terima kasih, ossan! Sampai jumpa di pesta!”

[Maaf sudah merepotkanmu, Tannin. Kita akan bertemu lagi.]

“Ya, aku juga cukup senang. Karena aku bisa bekerja bersama dengan Ddraig. Aku benar benar panjang umur. Oh iya, apa kalian mau mengikuti pesta dengan mengendara punggungku?”

“Sungguh? Apa tak apa apa?”

“Ya, itu tak masalah. Aku akan bawa kelompokku dan datang kemari di hari pesta. Aku akan mengontak Gremory nanti untuk lebih banyak informasi.”

Sungguh, ossan memang Naga yang perasa!

“Kalau begitu, aku akan datang lagi kemari besok. Sampai jumpa!”

Setelah mengatakan itu saja, ossan mengepakkan sayapnya dan menghilang ke angkasa.

Aku melihatnya pergi sambil melambaikan tanganku.

[Sungguh Dragon King yang mudah diajak akrab.]

“Kupikir dia orang baik. Saat kami pertama bertemu, dia menakutkan, tapi.....dia Naga yang keren!”

[Aku dan kau juga Naga, tahu?]

Itu benar, tapi........kupikir Naga yang asli benar benar besar dan menakjubkan. Aku dan kau, kita adalah Iblis tereinkarnasi yang pada dasarnya manusia dan merupakan bagian dari Sacred Gear.

[Yah, itu benar]

Benar? Seperti yang kuduga, itulah “DRAGON!”

“Hei, Ise-kun.”

Saat aku menoleh ke arah suara laki laki familiar – Kiba berada disana. Dia mengenakan jersey, namun sudah sobek sobek. Jadi bukan hanya aku saja.

Wajahnya yang keren dan tampan sekarang nampak kucel.

“.....Badanmu jadi tambah bagus.”

Kiba mengatakan itu sambil melihat tubuh bagian atasku. Aku menutupi tubuhku!

“H-Hentikan, ada apa dengan mata itu.......jangan melihat tubuhku dengan mata itu!”

Entah kenapa, aku merasakan bahaya pada tubuhku! Karena, dia terkadang menakutkan, pria ini!

“K-Kejam sekali. Aku hanya ingin berkata kalau ototmu jadi berkembang bagus.”

“Kamu......belum berubah.”

“Yah, karena aku punya tipe tubuh yang sulit menambah daging. Aku jadi iri.”

“Oh, Ise dan Kiba.”

Kali ini suara gadis.—Itu adalah Xenovia. Tunggu, tubuhnya penuh perban!? Dengan seluruh tubuhnya dipenuhi perban, penampilan Xenovia juga compang camping!

“Tapi, k-kamu, ada apa dengan penampilan itu......?”

Saat aku dengan kikuk menanyakan itu, Xenovia melihat penampilannya lagi dan berbicara.

“Ya. Aku menjadi seperti ini karena aku berlatih, terluka dan membalut diriku, dan lalu berlatih, dan terluka dan membalut tubuhku lagi.”

“Kamu jadi seperti wanita mumi.”

“Kasar sekali. Aku tak punya niat terus tampil bagus selamanya, tahu?”

“Bukan itu maksudku!”

Astaga, dia susah dipahami seperti biasanya. Tapi, aku merasa kalau aura disekitar tubuhnya lebih sunyi dan tebal dari sebelumnya. Ngomong ngomong, aura Kiba juga lebih padat.

Hah? Kemampuanku untuk melihat aliran kekuatan sihir juga sudah meningkat dari sebelumnya? Apa ini juga hasil latihanku dengan ossan? Apa inderaku menjadi lebih tajam dari menjadi satu dengan alam di Dunia Bawah?

“Ise-san! Kiba-san, dan Xenovia-san juga!”

Datang dari gerbang istana adalah – Asia dalam busana sisternya. Ah, itu memang Asia!

“Asia, lama tak jumpa.”

“I-Ise-san! T-Tolong cepat berpakaian!”

Asia panik saat melihat ketelanjanganku. Mungkin maksudnya adalah, karena dia malu pada situasiku ketimbang malu oleh ketelanjanganku, jadi aku disuruh mengenakan sesuatu. Ada apa dengan gadis ini, dia sudah terbiasa melihatku telanjang.

“Ara, nampaknya semua orang dalam kelompok sudah kembali.”

Yang muncul berikutnya adalah – Buchou! Lama tak jumpaaaaaaaa! Buchouku! Onee-samaku! Dia masih tetap cantik seperti biasanya!

“Buchooooooou! Aku ingin menemuimu!”

“Ise......kamu jadi kelihatan lebih garang, kan? Dadamu juga lebih tebal.”

Dia memelukku erat erat sambil mengatakan itu. Ah, perasaan Buchou.......Juga, karena hasrat duniawiku tersegel sepanjang pengucilan di pegunungan, level nafsuku semakin meningkat hanya dengan mengendus aroma wanita yang lama kurindukan......sudah kuduga, wanita itu lezat!

“Baiklah, semuanya. Silahkan masuk. Sekali kalian sudah mandi dan berganti pakaian, kita akan bertemu untuk melaporkan hasil dari latihan kita.”

Sepertinya aku sekali lagi tinggal di kota yang sangat kurindukan.

Namun, untuk melaporkan kalau aku belum mencapai Balance Breaker – itu sangat memalukan.


Bagian 3