High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 5 Life.3

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 3 : Kucing dan Naga![edit]

Bagian 1[edit]

“Oryaaaaaaaaaah!”

[Explosion!]

Kekuatan yang ditingkatkan oleh Sacred Gearku mengalir ke tubuhku, dan kekuatan fisikku meningkat dalam sekejap!

“Cobalah menghindari ini!”

Tannin-ossan membuka mulutnya lebar lebar!

Gooooooooooooooon! Doooooooooooooooon!

Aku dengan lincah menghindari bola api yang dia tembakkan berturut turut, dan mengacungkan tanganku ke depan!

Aku membayangkan imej peluru sihir besar! Dan menembakkannya! Dragon Shot!

Don! Aku menembakkan peluru sihir besar dari tangan kiriku! Itu hampir setengah ukuran ossan! Itu pasti lebih kuat dari serangan yang meledakkan gunung sebelumnya! Berkat itu, kekuatan sihirku hampir kosong dengan yang kutembakkan plus peningkatannya! Titik lemahku adalah aku hanya bisa menyimpan sedikit kekuatan sihir! Batas berapa banyak aku bisa meningkatkan kekuatanku juga hanya sebesar ini!

“Hmph! Jadi akhirnya kau memberiku sesuatu yang sedikit layak!”

Ossan berniat menerima peluru sihir dari depannya tanpa mengelak sama sekali!

Dooooooooooooh!

Ossan menangkapnya di depannya dengan lengan tebalnya dan kemudian dengan tangkas menembakkan nafas dari mulutnya!

Doh! Guoooooooooooh!

Peluru sihirku terlempar jauh ke langit kesana hanya oleh satu nafas ossan!

[Reset]

Kekuatanku yang ditingkatkan di-reset dan aku segera tumbang oleh kelelahan.

Ossan menatap kedua tangannya. Kepulan asap tipis keluar dari keduanya. Apa peluru sihirku berhasil membakar tangan ossan!?

“Tembakan bagus. Dibanding pertama aku menemuimu, kekuatan nagamu sudah meningkat. Kekuatan fisikmu juga tak perlu dikritik lagi. kau juga sudah mencapai poin dimana kau bisa terus menerus bermain denganku selama seharian penuh.”

Tak seperti biasanya, ossan memujiku.

Aku bernafas tersengal sengal dan sedang meneguk air dari kantong air yang selalu kupersiapkan di punggungku. Kantong air ini, dan air yang ada di dalamnya, mampu sedikit mengurangi dan menurunkan nafas api ossan dengan meningkatkan kekuatan air melalui kekuatan Sacred Gearku. Yah, aku juga sudah memikirkan beragam metode menyalin untuk itu.

Penampilanku juga compang camping. Jerseyku tak lagi berfungsi, dengan hanya bagian penting tubuhku yang terlindungi, dan tubuh bagian atasku telanjang dan penuh luka. Ya. Dadaku juga menjadi lebih tebal. Dan lemak tak perlu dalam tubuhku juga sudah lenyap.

Aku sudah menemukan tanaman dan hewan di pegunungan, dan sudah memasak serta memakan mereka. Aku sudah mendapat cukup banyak keahlian liar. Aku tak bisa percaya kalau aku sudah hidup seperti kera gunung sepanjang liburan musim panasku.

Berkat bertahan hidup di alam liar seperti ini, aku sudah menguasai sihir api, dan dengan menggabungkannya dengan kemampuan Sacred Gearku, aku bisa melakukan teknik api yang diajarkan padaku oleh ossan. Kekuatan api besar! Kapan kapan akan kutunjukkan pada kalian!

Sehingga, beberapa hari telah berlalu sejak aku membuat janji di kamar Koneko-chan. Pertarungan dengan keluarga Sitri diadakan tanggal 25 Agustus. Hari ini adalah 20 Agustus. Lima hari tersisa. Tepat waktu, kami berada pada periode dimana kami hampir menyelesaikan latihan.

Waktu untuk berkumpul bersama juga sudah dekat. Direncanakan kalau ada hari untuk kami dimana kami akan berkumpul kembali untuk beristirahat. Demi memulihkan pada hari itu dari kelelahan yang terkumpul sepanjang latihan kami.

Setelah itu, sepertinya akan ada pesta yang disponsori oleh Maou-sama sebelum Game, dan keluarga kami serta para Iblis muda lain sepertinya juga diundang. Dengan kata lain, tak ada waktu tersisa untuk latihan lagi.

“Kamu sudah berjuang bagus sampai saat ini. Tapi, sayang sekali. Mungkin kau masih bisa bertahan satu hari lagi. Latihanmu berakhir besok, tapi.........mungkin mustahil.”

Tannin-ossan mendesah. Ya, aku paham. Aku tak mampu mencapainya sepanjang periode waktu itu. aku sudah berkembang dari segi kekuatan fisik dan hal hal lain.—Namun, aku akan menyelesaikan latihanku bahkan tanpa mencapai Balance Breaker.

Aku tak bisa – menyelesaikan target latihanku.


Bagian 2[edit]

“Kalau begitu, aku pergi dulu sekarang. Aku juga mau mengikuti pesta yang disponsori maou. Mari bertemu lagi disana, Hyodou Issei. Dan Ddraig.”

Kami saat ini berada di depan kediaman Gremory. Aku sudah kembali dengan menaiki punggung Tannin-ossan. Tidak, punggung monster Naga ternyata cukup nyaman, dan menakjubkan! Itu hanya perjalanan singkat di udara, namun itu adalah yang terbaik!

“Ya. Terima kasih, ossan! Sampai jumpa di pesta!”

[Maaf sudah merepotkanmu, Tannin. Kita akan bertemu lagi.]

“Ya, aku juga cukup senang. Karena aku bisa bekerja bersama dengan Ddraig. Aku benar benar panjang umur. Oh iya, apa kalian mau mengikuti pesta dengan mengendara punggungku?”

“Sungguh? Apa tak apa apa?”

“Ya, itu tak masalah. Aku akan bawa kelompokku dan datang kemari di hari pesta. Aku akan mengontak Gremory nanti untuk lebih banyak informasi.”

Sungguh, ossan memang Naga yang perasa!

“Kalau begitu, aku akan datang lagi kemari besok. Sampai jumpa!”

Setelah mengatakan itu saja, ossan mengepakkan sayapnya dan menghilang ke angkasa.

Aku melihatnya pergi sambil melambaikan tanganku.

[Sungguh Dragon King yang mudah diajak akrab.]

“Kupikir dia orang baik. Saat kami pertama bertemu, dia menakutkan, tapi.....dia Naga yang keren!”

[Aku dan kau juga Naga, tahu?]

Itu benar, tapi........kupikir Naga yang asli benar benar besar dan menakjubkan. Aku dan kau, kita adalah Iblis tereinkarnasi yang pada dasarnya manusia dan merupakan bagian dari Sacred Gear.

[Yah, itu benar]

Benar? Seperti yang kuduga, itulah “DRAGON!”

“Hei, Ise-kun.”

Saat aku menoleh ke arah suara laki laki familiar – Kiba berada disana. Dia mengenakan jersey, namun sudah sobek sobek. Jadi bukan hanya aku saja.

Wajahnya yang keren dan tampan sekarang nampak kucel.

“.....Badanmu jadi tambah bagus.”

Kiba mengatakan itu sambil melihat tubuh bagian atasku. Aku menutupi tubuhku!

“H-Hentikan, ada apa dengan mata itu.......jangan melihat tubuhku dengan mata itu!”

Entah kenapa, aku merasakan bahaya pada tubuhku! Karena, dia terkadang menakutkan, pria ini!

“K-Kejam sekali. Aku hanya ingin berkata kalau ototmu jadi berkembang bagus.”

“Kamu......belum berubah.”

“Yah, karena aku punya tipe tubuh yang sulit menambah daging. Aku jadi iri.”

“Oh, Ise dan Kiba.”

Kali ini suara gadis.—Itu adalah Xenovia. Tunggu, tubuhnya penuh perban!? Dengan seluruh tubuhnya dipenuhi perban, penampilan Xenovia juga compang camping!

“Tapi, k-kamu, ada apa dengan penampilan itu......?”

Saat aku dengan kikuk menanyakan itu, Xenovia melihat penampilannya lagi dan berbicara.

“Ya. Aku menjadi seperti ini karena aku berlatih, terluka dan membalut diriku, dan lalu berlatih, dan terluka dan membalut tubuhku lagi.”

“Kamu jadi seperti wanita mumi.”

“Kasar sekali. Aku tak punya niat terus tampil bagus selamanya, tahu?”

“Bukan itu maksudku!”

Astaga, dia susah dipahami seperti biasanya. Tapi, aku merasa kalau aura disekitar tubuhnya lebih sunyi dan tebal dari sebelumnya. Ngomong ngomong, aura Kiba juga lebih padat.

Hah? Kemampuanku untuk melihat aliran kekuatan sihir juga sudah meningkat dari sebelumnya? Apa ini juga hasil latihanku dengan ossan? Apa inderaku menjadi lebih tajam dari menjadi satu dengan alam di Dunia Bawah?

“Ise-san! Kiba-san, dan Xenovia-san juga!”

Datang dari gerbang istana adalah – Asia dalam busana sisternya. Ah, itu memang Asia!

“Asia, lama tak jumpa.”

“I-Ise-san! T-Tolong cepat berpakaian!”

Asia panik saat melihat ketelanjanganku. Mungkin maksudnya adalah, karena dia malu pada situasiku ketimbang malu oleh ketelanjanganku, jadi aku disuruh mengenakan sesuatu. Ada apa dengan gadis ini, dia sudah terbiasa melihatku telanjang.

“Ara, nampaknya semua orang dalam kelompok sudah kembali.”

Yang muncul berikutnya adalah – Buchou! Lama tak jumpaaaaaaaa! Buchouku! Onee-samaku! Dia masih tetap cantik seperti biasanya!

“Buchooooooou! Aku ingin menemuimu!”

“Ise......kamu jadi kelihatan lebih garang, kan? Dadamu juga lebih tebal.”

Dia memelukku erat erat sambil mengatakan itu. Ah, perasaan Buchou.......Juga, karena hasrat duniawiku tersegel sepanjang pengucilan di pegunungan, level nafsuku semakin meningkat hanya dengan mengendus aroma wanita yang lama kurindukan......sudah kuduga, wanita itu lezat!

“Baiklah, semuanya. Silahkan masuk. Sekali kalian sudah mandi dan berganti pakaian, kita akan bertemu untuk melaporkan hasil dari latihan kita.”

Sepertinya aku sekali lagi tinggal di kota yang sangat kurindukan.

Namun, untuk melaporkan kalau aku belum mencapai Balance Breaker – itu sangat memalukan.


Bagian 3[edit]

Ini sebenarnya kali pertama semenjak dua minggu dimana kami kelompok Gremory semuanya berkumpul seperti ini.

Setelah kami menerima rencana latihan kami dari Azazel-sensei, aku sudah diurus oleh Naga, namun sepertinya semua orang sudah berpencar setelah itu juga. karena itu ini adalah pengumpulan pertama kami semenjak saat itu.

Jujur saja, ini mungkin kali pertama dimana kami semua harus hidup secara terpisah dari anggota kelompok lain dalam waktu lama.—Lebih tepatnya, kupikir ini kali pertama sejak aku bergabung sebagai anggota. Karena aku tak tahu tentang apa apa sebelum aku disini.

Setelah orang orang yang berlatih diluar aku, Kiba, dan Xenovia sudah mandi dan mengganti pakaian kami, kami semua berkumpul di kamarku. Kenapa kamarku? Aku mendapat keraguan tanpa akhir oleh hal itu, tapi sepertinya karena lebih mudah bagi mereka untuk berkumpul disini. Sepertinya ada masalah dengan berkumpul di kamar Buchou. Apa ada sesuatu yang tak bisa dia tunjukkan pada kami?

Jadi, kami telah berkumpul dan membicarakan tentang isi latihan kami. Kiba menyampaikan penjelasan rinci tentang latihan bersama Gurunya. Xenovia juga mengulas ulang konten latihannya. Aku berbicara tentang gaya hidup liarku bersama Tannin-ossan juga.

Semua orang nampak lebih mudah. Kiba dan Xenovia juga berlatih diluar, tapi mereka nampaknya berlatih sambil tinggal di pondok di gunung dan villa yang merupakan milik keluarga Gremory, dan gaya hidup dengan memburu hewan dan tanaman di pegunungan sambil menghindari hembusan api dari naga sepertinya sama sekali tak terbayangkan bagi mereka.

Hah? Haaaaaaah? Itu aneh. Apa apaan ini!? Mungkinkah hanya aku saja yang menjalani gaya hidup seperti itu!? aku tidur diluar, tahu!? Tanpa selimut, tanpa bantal. Aku harus tidur sambil berbaring di atas daun besar di Dunia Bawah.

“Umm, sensei, bukankah hanya aku yang menjalani gaya hidup kejam......?”

“Aku sendiri kaget karena kamu bisa bertahan hidup dalam kondisi itu. kupikir kamu akan kabur di tengah jalan. Sampai kamu bisa bertahan hidup secara normal di pegunungan juga sama sekali diluar perhitunganku.”

“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!? Apa apaan itu!? A-Aku berburu, menyembelih, memasak, dan memakan hewan seperti-kelinci dan hewan seperti-babi liar di Dunia bawah, tahu? Aku menyimpan air di kantong air setelah merebus dan mensterilkannya di atas panci besi yang kutemukan di pegunungan.......”

“Makanya aku merasa kaget. Kamu tangguh juga. Dalam banyak hal, kamu sudah melampaui Iblis.”

“Kejam sekali! Aku hidup sambil diuber uber kemana mana hari demi hari oleh Naga di pegunungan ituuuuuuuuuuu! Apa anda tahu berapa kali aku nyaris mati!? Ueeeeeeeeeeeeeh!”

Aku menangis sekeras kerasnya! Karena! Karena! Karenaaaaaaaa!

“Aku mau, aku mau menemui Buchou! Aku membungkus tubuhku dalam daun dan tidur sambil mengingat kehangatan Buchou setiap malaaaaaam! Itu sangat sulit! Naga ossan itu tak kenal ampun dan sering menyerangku saat aku sedang tidur! Dia melelehkan batu! Aku diserbu di hutan dengan apiiiiiiii! Aku kabuuuuuuuur! Kalau aku tidak kabur, aku akan matiiiiiiiiiiiiii!”

“Ise yang malang.......kamu sudah berusaha keras, bukan? Ya, Ise. Kamu menjadi lebih kuat.......pegunungan itu tak memiliki nama, tapi aku akan menamainya [Gunung Ise] mulai dari sekarang.”

Buchou menarik kepalaku ke dadanya dan memelukku! Perasaan dada Buchou berhasil menyembuhkan masa lalu sengsaraku!

Telah menahan shock sebesar itu, aku juga memeluk Buchou dan menangis sekeras mungkin! Kejam sekali! Azazel-sensei sungguh kejam! Dia membiarkan aku diculik Naga! Aku masih ingat Buchou melambaikan tangannya di bawahku! Itu penculikan! Dipikir seperti apapun juga, itu penculikan!

“Tidak, meski begitu, kekuatan fisikmu sudah meningkat pesat. Dengan ini, waktu ketika kamu mengenakan armor dalam Balance Breaker sudah hampir tiba.—Tapi, kamu tak berhasil mencapai Balance Breaker, kan?”

Azazel-sensei nampaknya tak kecewa sama sekali meski aku tak mencapainya.

“Yah, kemungkinan kamu tak mencapainya juga berada dalam lingkup prediksiku. Ya, kamu tak menerima shock apa apa, Ise. Maksudku, mustahil mencapai Balance Breaker saat tak ada perubahan dramatis. Kupikir kalau sesuatu akan berubah di dalam dirimu melalui bertahan hidup keras dan melakukan kontak dengan Naga sekelas Dragon King, tapi waktunya tak cukup. Kalau setidaknya dilakukan satu bulan lagi...........”

Mustahil! Kalau aku harus hidup sebulan lagi dalam gaya hidup semacam itu, aku akan mati karena penyakit kekurangan-Buchou! Kalau aku tak bisa merasakan kehangatan Buchou seperti ini secara periodik, aku akan mati!

Aku mengubur wajahku ke dalam dada Buchou dan menggeleng kepalaku tanda menolak! Tidak, tidak! Aku tak sudi pergi ke pegunungan itu lagi! Buchou juga dengan lembut membelai kepalaku! Ueeeh! Buchou!

“Yah, tak apa apa. Pertemuan laporan berakhir disini. Besok ada pesta. Kalian semua bubar untuk hari ini.”

Pertemuan laporan berakhir dengan suara sensei.

Dengan ini, gaya hidup kerasku akhirnya berakhir.


Malam pada hari itu.

Ini waktunya tidur, namun entah kenapa Asia dan Xenovia berada di kamarku. Sudah ditentukan bahwa aku, Asia, dan Xenovia membagi ranjang yang sama.

Tak mampu menenangkan diriku dengan Asia dan Xenovia di ranjang, aku menggeliat di atas ranjang.

Asia sudah tertidur nyenyak. Mungkin karena ranjang yang kami bagi sangat lebar, Xenovia berbaring agak menjauh dariku. Lebih jauh lagi, entah kenapa, dia nampaknya tak bisa tidur karena dia hanya menatap langit langit.

Kalau kupikir lagi, mungkin dia tak bisa tidur sampai larut karena ini adalah malam pertama kami membagi kamar yang sama.

“.......Kamu kenapa, masih tak bisa tidur?”

“....Yeah. kalau kupikir pikir, aku belum terbiasa tidur dengan laki laki. Biarpun tak ada makna seksual di baliknya......aku tegang........”

Hei, hei, hei! Masa sih!? Kamu tegang setelah mengatakan hal seperti itu!?

Yah, bukan berarti aku tak paham.

“I-Itu benar. Biarpun aku sangat senang dan tak bisa tidur di waktu pertama aku tidur bersama Buchou dan Asia. Itu wajar kalau ini waktu pertama laki laki dan wanita yang seusia tidur bersama, tahu?”

“B-begitu. Jadi ini wajar, ya? Tapi, Asia hebat juga. Dia sepertinya tidur dengan nyenyak.”

“Itu karena Asia.......selalu tidur dengan aku dan Buchou di rumah. Awalnya dia masih malu malu, tapi sekarang dia sudah terbiasa. Dengan Asia berbaring di sampingku memberiku rasa kedamaian pikiran yang hebat.”

“....Ise-san, tolong jangan tinggalkan aku.......munya.......”

Asia bergumam dalam tidurnya.......

“Fufufu. Aku paham alasan kenapa Ise dan Buchou menganggap Asia sangat imut.”

Xenovia mengatakan itu sambil tersenyum masam. Iya kan? keimutan Asia adalah yang terbaik.

Dan kemudian, sebelum aku menyadarinya, kesadaranku terasa makin kabur........dan aku tenggelam dalam malam.


Bagian 4[edit]

Saat ini sore di hari berikutnya dan aku tengah mengenakan seragam musim panas Akademi Kuou sembari menanti di ruang tunggu. Itu karena hari ini adalah malam pesta. Aku sudah tidur selama sehari penuh hari ini. Berkat itu, aku merasa sudah memulihkan semua rasa lelah yang menumpuk.

Sudah lama sejak aku terakhir mengenakan seragam ini. Itu karena sampai belakangan ini aku hanya mengenakan jerseyku. Baju ini terasa sangat pas untukku.

Buat jaga jaga, aku juga mengenakan tanda lengan dengan pola Gremory terukir padanya. dengan ini, nampaknya aku sudah oke untuk pesta.

Para gadis telah dibawa oleh semua maid, sambil mengatakan kalau perlu waktu agar mereka bisa siap.

Hmm, Kiba dan Gasper juga sudah pergi entah kemana karena ada urusan tertentu.......

“Hyodou?”

Saat aku menoleh aku melihat pemilik suara familiar itu – Saji berada disana. Kenapa Saji disini?

“Saji, kenapa kamu disini?”

“Ah, Kaichou akan pergi ke tempat pertemuan bersama dengan Rias-senpai dan aku mengikutinya kemari. Jadi, Kaichou pergi menemui senpai dan setelah itu aku akhirnya malah berkeliaran sepanjang mansion, sampai aku tiba disini.”

Kediaman utama ini memang lebar luar biasa. Jadi dia tiba disini setelah kesasar.

Saji mengambil tempat duduk sedikit agak jauh dariku dan berbicara sambil memasang ekspresi serius.

“Game akan diselenggarakan tak lama lagi.”

“Ya.”

“Aku sudah berlatih.”

“Aku juga. Aku terus dikejar oleh Naga di pegunungan setiap hari.”

“A-Apa iya? Kamu menjalani gaya hidup keras seperti biasanya. Yah, aku juga menjalani menu yang berat.”

Begitu. Dia juga sudah berusaha keras dalam latihannya. Itu wajar saja. Itu akan mempengaruhi kemenangan atau kekalahan majikan kami. Aku juga memiliki semangat tempur tinggi. Saji berbicara sambil menggaruk pipinya.

“Hyodou. Apa kamu ingat di saat pengumpulan Iblis satu bulan yang lalu?”

“Ya. Memangnya kenapa?”

“Kami serius.......I-Impianku.......adalah menjadi Guru!”

Tiba tiba, Saji mengatakan itu dengan wajah merah.

“Guru? Apa yang akan kamu ajarkan?”

Biarpun dia merona merah, Saji menjawab pertanyaanku dengan tulus.

“Kaichou mencoba mendirikan sekolah khusus Rating Game di Dunia Bawah. Itu bukan sekolah biasa. Itu adalah sekolah terbuka bagi semua orang dan menerima siswa Iblis tak peduli apakah mereka Kelas Tinggi atau Kelas Rendah, aristokrat atau rakyat jelata. Aku mendengar dari Kaichou kalau hal seperti diskriminasi dan tradisi sudah melunak di industri Iblis sedikit demi sedikit, namun masih ada bagian akar dari itu yang menolak menerima perubahan. Karena itu sekolah rating Game yang ada saat ini hanya menerima Iblis Kelas Tinggi dari keluarga aristokrat. Game harus adil bagi semua orang – inilah yang para Maou-sama saat ini telah putuskan. Meski dibuat adil, jalur untuk Game masih jauh bagi Iblis rakyat jelata Kelas Rendah. Itu aneh, kan? meski bahkan Iblis non-aristokrat bisa dipromosikan menjadi Iblis Kelas Tinggi tergantung kerja keras mereka. Dan kemungkinan itu tidak nol!”

Sambil merasa kaget, aku juga mengagumi opini serius dari Saji.

Orang ini melihat masa depannya dengan sangat serius, huh.

“Kaichou memberitahuku kalau dia ingin melakukan sesuatu tentang itu. Bahwa dia ingin mengajar supaya bahkan Iblis Kelas Rendah bisa ikut serta dalam Game. Karena itu dia akan membuat sekolah yang bisa diikuti siapa saja di Dunia Bawah! Kaichou bahkan belajar di dunia manusia demi hal itu! untuk memberi kesempatan pada mereka yang tak pernah bisa tampil mengemuka! Biarpun hanya 1%! Biarpun hampir nol! Selama tidak nol, siapa saja bisa menjadi Iblis Kelas Tinggi! Hyodou! Bahkan kita mempercayai kemungkinan itu dan mencoba menjadi Iblis Kelas Tinggi, kan?”

“Ya, itu benar sekali.”

Benar sekali. Aku sudah mengincar posisi Iblis Kelas Tinggi. Biarpun kemungkinannya nol, aku memiliki semangat bertarung untuk menjadikannya 100%. Saji membuat deklarasi sambil mengangkat tinjunya.

“K-Karena itu, aku akan bekerja sebagai Guru disini. Aku akan belajar tekun, bertarung dalam banyak Game, dan mempelajari banyak hal. Aku akan menjadi Guru yang mengajar tentang [Pion] dengan itu. Kaichou juga berkata kalau dia ingin membantuku. Bahkan orang sepertiku bisa menjadi Guru sekolah.......a-aku hanya melakukan hal hal bodoh di masa lalu. Aku selalu membuat masalah untuk orang tuaku dan selalu tak disukai orang orang disekitarku. Tapi, kalau ada Kaichou, aku bisa melihat impianku! Aku akan terus berada di sisi Kaichou dan membantunya seumur hidupku! Impian Kaichou juga adalah impianku!”

Saji bebicara sambil merasa malu!

“Hehehe. Aku merahasiakan fakta kalau aku menjadi Iblis dari ibuku, tapi meskipun begitu dia menangis saat aku memberitahunya soal impian masa depanku. [Kamu, menjadi Guru!] dia mungkin mengatakan itu karena itu tak cocok untukku. Tapi, itu tidak buruk. Wajah lega dari Ibuku.”

Jadi itu impian Saji. Ia memiliki jalan berbeda dariku. Karena kami [Pion] yang sama, aku berpikir kalau kami mungkin sama, tapi tiap tiap orang tetap saja memiliki perbedaan. Dia memiliki impiannya sendiri.

Aku ingin menjadi independen dari majikanku di masa depan dan mengincar tujuanku sendiri. Dia berniat melayani majikannya sepanjang hidupnya. Biarpun kami menjadi Iblis di saat yang sama, jalan yang kami lalui ternyata berbeda!

Aku merasa kalau ada sesuatu yang sedikit menakjubkan tentang hal kecil seperti itu.

“Kupikir itu impian mengesankan, Saji. Jadilah Guru yang hebat.”

“Ya, demi impian itu juga kami harus mengalahkan kalian kali ini.”

“Ah, begitu. Sayang sekali ya, karena kamilah yang akan menjadi pemenang!”

“Bukan, tapi kami. Karena kita bertindak begitu bodoh sebelumnya, kita harus membuktikan diri kita dengan hasil kita.”

Meski kami tertawa di saat yang sama, matanya serius. Dia sama sekali tidak bercanda.

Namun, seorang Guru, huh. Aku tiba tiba mengingat Azazel-sensei, tapi.......yah, orang ini mana mungkin menjadi seperti dia, sudah kuduga,

“Ngomong ngomong, Saji.”

“Ada apa?”

Aku menyentil udara dengan jariku.

“Sepertinya puting wanita itu seperti tombol bel saat dipencet.”

“.....A-Apa apaan itu!?”

Oh, Saji mendengarkan dengan sangat tertarik. Sudah kuduga, dia juga mesum sepertiku!

“Aku mendengarnya dari Azazel-sensei. Kalau kemungkinan dari payudara itu tiada batas. Mungkin tidak bagus untuk menuju ke dunia selanjutnya tanpa mendapat pengalaman memerasnya, namun juga melakukan hal hal lain seperti memencetnya. Bicara soal memencet.........”

“.......Hei, Hyodou. Bagaimana dengan aku? Kapan aku akan bisa membelai payudara majikanku?”

Dia mendiskusikan itu dengan serius.

“M-Mana kutahu. Bahkan aku belum pernah membelainya. Setelah seseorang banyak mendapat keberuntungan, baru dia bisa membelainya.”

Saji mendekatiku dengan mata penuh amarah!

“Apanya yang “Keberuntungan”!? Tak satupun pernah datang padaku, tahu!?”

“Tidak, aku sudah bicara berlebihan. Biasanya, kami hanya sampai poin dimana kami tidur bersama dan masuk ke bak mandi bersama—“

Aku hanya berkata sebanyak itu, tapi itu saja cukup. Saji menampakkan ekspresi yang menunjukkan shock yang dia terima dari lubuk hatinya.

Dia dengan gontai menjauh denganku dan duduk dengan keras di atas kursi dengan GAKUN! Dia berada dalam kondisi mengerikan. Matanya terbuka lebar lebar, dan seluruh tubuhnya berguncang!

“......Tidur?.......Mandi?......apa apaan itu....? Aku....aku belum pernah melakukan hal hal itu dengan Kaichou.......”

“S-Saji.....? Hei.....?”

Aku memanggilnya, tapi tak ada reaksi, dia hanya terus komat kamit dengan nada pelan.

“Ise, maaf membuatmu menunggu. Ara, jadi Saji-kun datang.”

Saat aku melihat ke belakangku – Ada Buchou yang mengenakan gaun disana! Dan semua anggota klub yang lain juga!

Luar biasaaaaa! Semua orang mengenakan make up dan berbusana gaun! Rambut mereka juga ditata rapi!

Mereka semua nampak bagai Tuan Putri! Akeno-san mengenakan gaun barat hari ini, juga! Uwaaaaah! Ini gawaaaaaaaat, dia begitu mempesona. Dia begitu cantik sampai mengalahkan bidadari!

Asia juga malu malu, tapi gaunnya nampak sangat cocok baginya. Xenovia nampaknya tak familiar mengenakan busana seperti itu, tapi dia benar benar nampak seperti seorang ojou-sama!

Koneko-chan mengenakan gaun berukuran lebih kecil, namun dia memiliki keimutan yang akan membuatnya diculik oleh lolicon!

Masalahnya ada pada Gasper.

“Kenapa kamu juga mengenakan gaun!?”

Gasper juga berbusana gaun! Nampak begitu cocok sampai aku tak kuasa berkata apa apa! Kupikir dia menghilang karena dia punya keperluan untuk diselesaikan, tapi ternyata untuk hal ini!

“T-Tapi, aku ingin mengenakan gaun juga.”

Anak ini sungguh......kebiasaan berbusana wanitanya benar benar menghebohkan bahkan sampai poin ini.

“Saji. Saji, ada apa denganmu?”

High school dxd v5 179.jpg

Sona-Kaichou yang nampak anggun dalam gaun tengah menatap bingung pada kondisi Saji.

Jadi kamu kaget sampai seperti itu, Saji.........

Saat para gadis yang berdandan sudah keluar, ada suara keras sesuatu yang terbang di taman disertai goncangan lembut di tanah.

Tak lama kemudian seorang butler datang dan memberitahu kami.

“Tannin-sama dan keluarga beliau telah datang.”

Ossan telah datang untuk menyambut kami seperti janjinya!


Saat kami keluar ke arah taman, bagian terbaik ada disana.

Bersama dengan Tannin-ossan, ada sepuluh Naga dengan ukuran sama dengan Ossan!

Besar sekaliiiiiiiiiii! Hebat! Semua anggota kelompok Ossan adalah Naga!

“Aku datang sesuai janjiku, Hyodou Issei.”

“Ya! Terima kasih, Ossan!”

“Selagi kalian menaiki punggungku, aku akan memasang tameng khusus disekitar kalian. Dengan itu, rambut dan pakaian kalian takkan berantakan oleh angin. Karena hal hal itu sangat penting untuk wanita.”

“Terima kasih, Tannin. Kami akan mengandalkan anda sampai kami tiba di tempat pertemuan. Orang orang Sitri juga ada disini, apa tak apa apa?”

“Ooh, Nona Rias. Kamu cantik sekali malam ini. Serahkan saja masalah itu padaku.”

Lalu, kami menaiki punggung Naga dan terbang ke langit Dunia Bawah! Aku naik di puncak kepala Tannin-ossan! Kursi spesial! Aku berpegangan ke sisi dan melihat ke arah langit!

Uwahah! Seperti dugaanku, pemandangan yang terlihat dari punggung Naga itu sangat mengagumkan! Sejak datang ke Dunia bawah, aku tak pernah bosan dengan pengalaman ala fantasi ini! Tapi, itu kalau tanpa menyertakan bagian dikejar kejar Naga.

[Sampai aku bisa melihat pemandangan ini di atas Naga. Ini pengalaman yang tak bisa dideskripsikan.”

Ddraig memasang senyum pahit yang langka. Wajar, karena Ddraig juga awalnya memiliki tubuh seekor Naga.

“Hahahaha, itu pengalaman menarik, Ddraig. Namun, hanya ada tiga Naga terkuat yang masih aktif saat ini termasuk aku. Tidak, karena aku terlahir kembali sebagai Iblis, satu satunya yang masih asli adalah Ophis dan Tiamat. Yang lainnya mungkin tersegel, atau sudah mundur. Yu-Long dan Midgardsomr tak pernah muncul ke permukaan lagi. dan Ddraig, Albion, Fafnir, dan Vritra telah disegel kedalam Sacred Gear.—di semua zaman, Naga kuat terus ditekan. Itu wajar karena Naga kuat adalah eksistensi menakutkan.”

Ossan mengatakan itu dengan nada sedikit kesepian.

“Kalau dipikir pikir, kenapa Naga ossan harus menjadi Iblis?

Ossan menjawab pertanyaanku dengan serius.

“Satu alasannya adalah, di era ini dimana tak ada peperangan besar lagi, kupikir aku akan bisa bertarung melawan orang orang kuat kalau aku ikut serta dalam Rating Game. Dan ada satu alasan lain.”

“Alasan lain?”

“....Apa kamu tahu buah bernama Apel Naga? Itu adalah apel yang Naga makan.”

“Tidak, ini kali pertama aku mendengarnya. Justru, itu nama aneh dan dan asing bagiku.”

“Ada ras Naga tertentu yang hanya bisa hidup dengan memakan apel naga itu. Namun, jenis yang tumbuh di dunia manusia sudah punah karena perubahan lingkungan tiba tiba. Sekarang, buah itu hanya tumbuh di Dunia Bawah. Namun, Naga dibenci di Dunia Bawah. Mereka dikucilkan baik oleh Iblis maupun Malaikat Jatuh. Tak mungkin mereka akan memberikannya dengan Cuma Cuma, kan? – Karena itulah, aku menjadi Iblis sehingga wilayah yang menumbuhkan buah itu bisa menjadi wilayahku. Saat kamu melampaui Iblis Kelas Tinggi, kamu bisa menerima bagian wilayah Dunia Bawah dari Maou. Itulah yang menjadi incaranku.”

“Lalu, apa para naga yang memiliki masalah makanan tinggal di wilayah Ossan?”

“Ya, berkat itulah, mereka terhindar dari kepunahan. Dan aku juga melakukan penelitian tentang bagaimana menumbuhkan apel naga secara artifisial di wilayahku secara sukses. Itu adalah buah spesial, jadi penelitian perlu waktu lama. Namun, asal masih ada masa depan demi ras itu, lebih baik terus melanjutkan.”

Hebat. Jadi dia berbuat sampai sejauh itu demi menolong ras itu. kupikir dia memang layak menerima titel “Dragon-King”.

“Ossan ternyata Naga baik.”

Ossan tertawa keras oleh kata kataku.

“Naga baik!? Gahahahahahahahaha! Ini kali pertama ada yang memberitahuku hal semanis itu! lebih jauh lagi, aku merasa terhormat menerima pujian dari Sekiryuutei! Namun, nak, hasrat untuk melanjutkan ras seseorang itu sama diantara semua makhluk hidup. Itu sama, bagi manusia, Iblis, dan Naga. Aku hanya berpikir untuk menyelamatkan sesama Naga sepertiku. Itulah yang Naga dengan kekuatan lakukan bagi Naga yang tak memiliki kekuatan.”

“.....Hebat. Aku hanya secara mentah mentah ingin menjadi Iblis Kelas Tinggi. D-Dan, aku berusaha terus maju karena aku ingin mengumpulkan harem. Apa sikap mental semacam ini tidak bagus?”

“Hal semacam itu tak apa apa selagi kamu masih muda. Kalau kamu laki laki, wajar jika kamu mengincar wanita dan kekayaan. Berlebihan dalam hal itu tidak bagus, tapi tak masalah selama itu menjadi dorongan yang memberimu semangat. Namun, Hyodou Issei, sangat disayangkan kalau menjadikan harem sebagai tujuan akhirmu. Kalau kamu menjadi kuat, sudah wajar kalau banyak wanita akan mendekatimu. Masalahnya adalah setelah kamu berhasil mendapatkan wanita dan kekayaan.......itu mungkin terlalu sulit untuk dipahami seseorang semuda dirimu.”

Ya, itu mungkin sedikit sulit bagiku.

Namun, karena sejumlah Iblis yang kutemui sejak aku datang kemari, aku mulai sedikit memikirkannya.

-- Semua orang hidup dengan memiliki tujuan.

Ingin memenangkan turnamen, ingin menjadi Maou, ingin menyelamatkan sesama Naga, ingin menjadi Guru.

Mereka semua Iblis, namun yang mereka cita citakan sama sekali berbeda. Bagiku, adalah menjadi Raja Harem.

Itu masih belum berubah, tapi mungkin tak bagus untuk tak bergerak ke arah itu secara realistis dan menjauhi khayalan biasaku.

-- Banyak hal diperlukan untuk menjadi Raja Harem yang kuinginkan.

Dengan itu, setelah aku memikirkan hal hal ini dengan otak kerdilku sambil mengobrol tentang ini dan itu selama sekitar satu jam, cahaya terang mulai menyebar di hadapanku.

Sepertinya kami akhirnya sampai di tempat pertemuan.

Bagian 5[edit]

Hotel megah Kelas Tinggi yang digunakan sebagai tempat perkumpulan untuk pesta terletak di bagian terbuka di dalam hutan lebat yang berada di sudut wilayah Gremory.

Skalanya bukan tidak sempurna sama sekali! Aku bisa melihat seluruh daratan dari kepala Tannin-ossan, namun wilayah ini benar benar luas sampai kotak tempatku tinggal bisa muat dimasukkan ke dalamnya.

Naga yang kami naiki kemudian turun ke tempat yang terlihat seperti daratan yang digunakan untuk pertandingan olahraga. Saat ossan turun dari angkasa ke area pertandingan ini, sejumlah cahaya secara bersamaan disorotkan ke arahnya dari bawah, membuatnya nampak seperti sesuatu yang keluar dari film monster.

“Kalau begitu, kami akan pergi ke ruang tunggu yang eksklusif untuk Iblis berbadan besar.”

“Terima kasih, Tannin.”

“Ossan! Terima kasih!”

Buchou dan aku menyampaikan terima kasih kami pada ossan! Ossan dan para Naga yang lain mengepakkan sayap mereka lagi dan berpindah ke area pesta yang lain.

Kemudian, kami dituntun oleh pegawai hotel yang telah datang untuk menjemput kami di area olahraga......dan kami masuk ke limusin yang kelihatan mahal!.......Hahaha, ini benar benar cara mengejutkan untuk bepergian setelah datang sejauh ini.

Buchou dan Asia yang berbusana gaun duduk di sampingku. Semua orang dari keluarga Sitri duduk di belakang limusin.

Buchou memberi penjelasan sambil membetulkan kerah bajuku.

“Ada juga fasilitas yang terletak di sekitar hotel, dan ada pasukan yang menjaga disana. Jauh lebih ketat disini daripada di area urban, tahu?”

Buchou kemudian mengeluarkan sisir dari tas yang kelihatan mahal dan menyisir rambutku. Sepertinya rambutku jadi acak acakan karena aku naik di kepala ossan bukannya di punggungnya. Meski aku tak merasakan angin kuat berkat tameng yang dia sebutkan.

“Buchou, bagaimana dengan Azazel-sensei?”

“Sepertinya dia akan kemari setelah bergabung dengan Onii-sama dan yang lain di rute berbeda. Karena mereka adalah teman baik, itu wajar......”

Hahaha......jadi mereka sangat serasi satu sama lain sebagai Pemimpin yang kuat.

Aku tengah tersenyum, namun kemudian Buchou memasang tatapan serius.

“Ise, kamu tadi tak mendengar karena kamu berada di kepala Tannin, tapi tepat sebelumnya, aku menyatakan perang pada Sona. –Berkata kalau [Kami akan mengalahkan kalian demi impian kami].”

Jadi hal seperti itu terjadi di punggung ossan! Aku terlalu terlena dalam melihat pemandangan dari udara pada saat itu.

“Sebuah sekolah – Sekolah Rating Game. Demi membangun itu, Sona belajar dengan sistem sekolah di dunia manusia dengan hidup sebagai siswa disana. Sekolah di dunia manusia, yang siapapun boleh masuki, sangat penting bagi Sona.”

Saji juga mengatakan hal yang sama. Bahwa Kaichou belajar di Akademi Kuou demi impiannya.

“Buchou, Saji juga mengatakannya. Bahwa dia akan [Menjadi Guru]. Matanya bersinar saat dia mengatakan itu, tapi itu tujuan yang serius baginya........”

“Meski begitu, kita akan menang. Kita juga memiliki impian dan tujuan kita sendiri.”

Keyakinan Buchou sangat teguh. Dia tak akan lengah terhadap lawannya, meski itu adalah temannya sendiri.

Kalau begitu, aku juga akan menyerang lawan yang ada di hadapanku. Benar kan, Saji? Aku akan datang menyerang dari depanmu.

Sembari aku memikirkan itu, limusin akhirnya tiba di hotel. Saat kami keluar, kami disambut oleh banyak pegawai. Kami kemudian masuk ke dalam, dan setelah Akeno-san mengkonfirmasi kami di meja depan, kami masuk ke dalam elevator.

“Sepertinya pesta diadakan di lantai besar teratas, Ise. Kalau kamu dipanggil oleh orang orang dari keluarga yang lain, pastikan untuk menyapa mereka dengan sopan, oke?”

“Y-Ya. Tapi, Buchou. Pesta malam ini.......dipersiapkan oleh Maou-sama untuk para Iblis muda, kan?”

“Itu pernyataan resminya. Kenyataannya, orang orang takkan bersuka ria bahkan setelah kita memasuki ruangan. Ini adalah tradisi tahunan. Lebih tepatnya, ini lebih seperti perkumpulan semua anggota berbeda untuk bertemu. Kami, kepala keluarga berikutnya, hanya orang orang ekstra, dimana sebenarnya itu adalah pesta untuk orang tua kami. Kenyataannya, membuat pemesanan di fasilitas terdekat sampai waktu pesta keempat atau kelima. Buktinya adalah mereka datang ke tempat pesta yang berbeda dari kita. Mereka mungkin berkumpul bersama sebelum para orang muda tiba dan mungkin sudah menyelesaikan alkohol mereka.”

Buchou menggerutu dengan wajah tak senang. Akeno-san dan Kiba juga memasang senyum pahit.

Haah, Buchou sepertinya tak senang dengan pesta seperti itu......atau lebih tepatnya, dengan tindakan ayahnya dan yang lain. Dengan kata lain, meskipun disponsori oleh Maou, karena itu nampaknya adalah jenis pesta santai yang berbeda dari pesta kelas tinggi biasa, Ayahnya dan yang lain sangat menantikannya, karena itu adalah waktu dimana mereka bisa mengobrol dengan santai.

Pintu elevator terbuka, dan kami melangkah keluar, pintu masuk ke ruang pertemuan juga terbuka.

Kami dituntun ke dalam aula mewah! Di lantai yang amat sangat luas ini terdapat kerumunan Iblis dan sejumlah makanan yang kelihatan sangat lezat! Langit langitnya – seperti yang kuduga, memiliki chandelier besar! Aku tak bisa berhenti melihat lihat pada chandelier disini dan disana.

[Ooh.]

Semua orang menyadari kedatangan Buchou, dan kata kata kekaguman mulai dilontarkan.

“Tuan Putri Rias, anda menjadi semakin dan semakin cantik.”

“Sirzechs-sama pasti sangat bangga.”

Semua orang tengah memandang Buchou. Buchou berkata kalau mereka takkan heboh, namun mereka sangat heboh saat ini! Aku juga merasa agak senang. Selain itu aku juga bangga.

--Akulah lelaki yang sudah menggenggam payudara orang ini!

Fufufu, wajahku menjadi menyeringai barusan. Perasaan superior macam apa ini? Ini mungkin disebut perasaan menyenangkan dimana hanya aku yang mengetahui rahasia wanita yang semua orang nantikan.

“Uuu, banyak sekali orangnya.......”

Gasper berbusana gaun masih lengket di punggungku. Kamu lagi.......bukankah kamu mengenakan gaun supaya dilihat orang lain? Bagaimana bisa kamu masuk kemari dengan semangat hikikomori itu......? Seperti biasa, hobi crossdress-nya masih susah untuk dipahami.

Ah, tapi, dia sudah sedikit berkembang, kan? Biarpun dia terekspos oleh banyak tatapan penasaran semua orang disini, dia tak mencoba kabur. Jadi dia juga sudah terlatih untuk hal ini.

Itu bagus, Gasper. Nanti kamu akan kuberi permen.

“Ise, ini giliran kita untuk sapaan.”

“Hah?”

Aku memasang wajah idiot, namun meskipun begitu, sepertinya fakta kalau Naga legendaris telah menjadi Iblis sangat terkenal dan ada banyak Iblis Kelas Tinggi yang ingin menyapaku.

Untuk alasan itu, aku akhirnya dituntun oleh Buchou sambil kami mengelilingi lantai. Aku jadi kaget tentang bagaimana sikap gentleman yang Ibu Buchou ajarkan padaku jauh lebih efektif dari yang aku bayangkan.

Begitu, karena aku sudah menjadi bagian dari kelompok Buchou, ini kemampuan yang tak ternilai harganya.

Ibu Buchou. Terima kasih banyak! Berkat anda, aku tak memalukan diriku sendiri!


“Ah, aku capek sekali.”

Usai menyelesaikan sapaanku, aku dibebaskan, namun......

Aku, Asia, dan Gasper duduk di atas kursi yang dipersiapkan di sudut ruangan. Buchou dan Akeno-san tengah berada agak jauh sambil mengobrol dengan sejumlah Iblis wanita.

Kiba tengah – dikelilingi oleh banyak Iblis wanita! Brengsek! Mati sana, cowok tampan!

Meski biarpun aku mengatakan itu, karena ini kali pertama aku memasuki pesta seperti ini, aku dan Asia dan yang lain merasa lelah secara mental dan benar benar kelelahan di sudut.

Kadang kadang, ada juga Iblis laki laki yang menyapa si imut Asia. Sudah kuduga, keimutan Asia juga sangat dipahami bahkan di dunia para Iblis. Karena dia amat sangat imut.

“Ise, Asia, Gasper, aku dapat banyak hidangan, ayo makan.”

Xenovia, yang bangkit dari kursinya beberapa saat lalu, dengan handal tengah membawa sejumlah besar hidangan. Semua hidangan itu adalah makanan yang nampak sangat mewah.

“Maaf ya, Xenovia.”

“Tidak, tak apa apa. Jumlah segini sih tak masalah bagiku. Lihat, lebih baik Asia juga ikut minum.”

“Terima kasih banyak, Xenovia-san........karena ini kali pertama aku melakukan hal seperti ini, aku jadi gugup dan kerongkonganku terasa kering.......”

Asia menerima segelas jus dari Xenovia dan mulai meminumnya.

Aku mulai menyantap hidangan yang kuterima......lengkap dengan sumpitnya. Yah, karena ada banyak Iblis tereinkarnasi di samping kami disini, mereka pasti sudah menyiapkan semua cara untuk menikmati hidangan.

Dan kemudian, ada sebuah sosok di hadapanku. Itu adalah gadis berbusana gaun. Dia tengah menatapku lekat lekat. Siapa dia?

Hah? Aku merasa pernah melihat dia sebelumnya?

“Ah, kamu—“

“L-Lama tak jumpa, Sekiryuutei.”

“Adik perempuan dari si brengsek yakitori[1] itu.”

Ya, dia adalah adik perempuan dari mantan tunangan Buchou, Raiser Phenex.

Jadi nostalgia. Sudah beberapa bulan sejak saat itu, kan?

“Itu Ravel Phenex! Astaga, karena inilah Iblis Kelas Rendah begitu lamban dan tak sopan!”

Dia langsung marah marah. Sudah kuduga, dia marah karena drama dari pembatalan pertunangan, ternyata.

“Maaf. Jadi apa kakakmu baik baik saja?”

Saat aku berbicara soal kakaknya, Ravel mendesah.

“......Berkat kamu, mentalnya jatuh drastis. Sepertinya kekalahannya dan kehilangan Rias-sama oleh kamu menjadi shock hebat baginya. Yah, karena dia selalu bergantung pada bakatnya dan kelewat sombong karena itu, itu mungkin bisa jadi pelajaran bagus untuknya.”

Arara, kasar sekali. Jadi dia bisa mengkritik pedas kakaknya juga. Sungguh berlidah tajam.

“Hahaha.......ternyata kamu tak punya ampun. Kamu juga bagian dari kelompok kakakmu, kan?”

“Soal itu, saat ini aku sudah menyelesaikan pertukaran, dan sekarang aku menjadi budak Ibuku. Ibuku menukar bidak yang tak terpakai sebagai penggantiku. Karena Ibuku berkata kalau dia akan menukarku lagi saat aku mendapatkan seseorang yang aku ingin bergabung ke dalam keluarganya, pada dasarnya aku [Peluncur] bebas saat ini. Karena Ibuku tak ikut serta dalam Game.”

“Pertukaran?”

Aku kebingungan oleh kata tak familiar itu.

“Hah? Kamu tidak tahu? Pertukaran. Menurut aturan dalam Rating Game, dimungkinkan untuk menukar bidak diantara kedua [Raja]. Dengan syarat kalau keduanya adalah jenis bidak yang sama.”

Heeh, jadi ada juga hal seperti itu.

“Ng-Ngomong ngomong, Sekiryuutei—“

“Tolong jangan pakai Sekiryuutei. Namaku Hyodou Issei. Kamu seumur denganku, kan? kalau begitu, berbicara dengan normal padaku itu tak apa apa. Semua orang memanggilku [Ise], tahu?”

Ujarku, tapi karena dia Iblis, dia bisa bebas memilih penampilannya, kan? meski dia kelihatan seumur denganku, bisa saja dia lebih tua? Tidak, menilai dari waktu kita saling bertemu sebelumnya, aku mendapat perasaan kalau dia seumuran denganku.

“A-Apa tak masalah kalau aku memanggilmu dengan namamu?”

Eh.....? Ada apa dengan reaksi itu? Dia sedikit senang? Mustahil. Sejak dulu dia selalu memandang rendah aku.

“*U-Uhuk* K-Kalau begitu, aku akan patuh dan memanggilmu Ise-sama tanpa ragu ragu.”

“’Sama’? tidak, tidak, tak perlu memakai itu segala.”

“Tidak, itu penting!”

......hahaha, gadis ini ternyata lebih susah dipahami daripada Xenovia. Nampaknya sulit untuk akrab dengannya. Kemudian, seorang Onee-san yang aku kenal juga muncul.

“Ravel-sama. Teman Danna-sama[2] sedang memanggilmu.”

Kalau kuingat baik baik, orang ini berasal dari keluarga Raiser. Onee-san bernama Isabella, yang sudah melukai wajahku dengan tinjunya. Tubuh telanjangnya yang kulihat setelah pakaiannya kumusnahkan masih tersimpan dalam otakku.

“Aku paham. Ise-sama, lain kali kita bertemu, maukah kamu minum teh bersamaku? D-D-D-Dan kalau kamu tidak keberatan, maukah kamu menikmati kue buatan tangan yang a-a-a-aku persiapkan?”

Ravel tiba tiba mengangkat hem gaunnya, nampak panik dan kemudian pergi.

Entah kenapa, aku tak memahami gadis itu sama sekali.

“Hei, Hyodou Issei.”

Kali ini Isabella-san yang berbicara padaku.

“Kamu Isabella-san dari keluarga Phenex, kan?”

“Ya. Kamu memberiku serangan bagus saat itu. Aku masih mengingat itu. nampaknya kamu menjadi lebih kuat lagi. Saat kamu menjadi lebih kuat dari ini, aku akan bisa menyombongkan ceritaku tentang bertarung denganmu.”

“Umm apa kamu pengawal gadis itu......Ravel?”

“Yah, anggap saja begitu. Karen gadis itu memiliki banyak hal yang tak bisa dia pahami saat kecil, seperti majikan kami Raiser-sama.......sejak pertarungan di pesta pertunangan itu, Ravel terus membicarakan kamu. Dia sepertinya menganggap pertarungan diantara kamu dan Raiser-sama sangat mengesankan.”

“Bukankah dia hanya komplain? Karena aku sudah menghancurkan pertunangan kakaknya, dan membuat pernyataan ngawur juga padanya.”

“....Tidak, justru kebalikannya. Yah, tak masalah. Suatu saat kamu pasti akan memahaminya.”

“? Yang jelas, beritahu dia kalau aku tak keberatan kalau dia mengundangku minum teh.”

“Sungguh? Syukurlah kalau begitu. Ravel pasti senang. Kalau begitu, aku permisi dulu. Mohon nikmati waktumu dalam pesta ini.”

Dengan itu, Isabella-san melambaikan tangannya dan pergi berlalu. Aku benar benar tak paham......

Yah, memusingkan hal itu juga percuma saja, minum teh itu tak apa apa, kan?

“.....Ise-senpai, tak kusangka kamu memiliki banyak teman Iblis..........”

Gasper mengatakan itu dengan tatapan kagum, tapi.......apa aku memang terlihat seperti itu?

Hmm, aku tak tahu. Tapi, aku sudah menemui sejumlah Iblis sejak datang kemari.

Namun, pertemuanku dengan sejumlah Iblis selain Buchou dan teman temanku memiliki nilai berharga untukku. Hal hal yang sekarang kuketahui, seperti masalah diskriminasi dan tentang Naga, sangat banyak. Kupikir aku senang bisa memahami semua hal itu.

Bukan hanya kekuatan, namun hal hal seperti itu mungkin akan sangat penting bagiku untuk mengejar Vali. Tapi, aku yang bodoh ini memiliki kapasitas otak terbatas!.......Hah, kuharap aku terlahir pandai.

Saat aku mendesah tentang itu, bayangan kecil masuk dalam pandanganku.

--Itu adalah Koneko-chan.

Entah kenapa, dia dengan cepat pergi meninggalkan ruangan pesta. Ekspresinya nampaknya tertuju pada sesuatu. Apa ada yang tidak beres? Aku tiba tiba diserang oleh rasa cemas. Aku merasakan firasat buruk.

“Asia, Xenovia, tolong tunggulah disini.”

“Ise-san, ada apa? Sapaan dari Maou-sama akan segera dimulai.”

“Tidak, ada kenalanku disini yang ingin aku temui. Aku akan kembali saat waktu sapaan nanti!”

“Baiklah, kami akan menunggumu disini.”

“Ya!”

Aku membohongi mereka berdua. Aku ingin mereka tetap aman. Kemudian, aku berdiri dari kursiku dan menuju ke arah yang Koneko-chan tuju—

Koneko-chan turun dengan elevator? Apa dia mau turun ke lantai bawah?

Usai aku mengkonfirmasi kalau elevator di lantai sebelah terbuka, aku memasukinya. Kemudian, seseorang juga masuk ke dalam elevator. Saat aku menoleh, itu adalah Buchou!

“Ada apa? Ekspresimu berubah.”

“Aku melihat Koneko-chan pergi seolah sedang mengikuti sesuatu.”

“Begitu, jadi kamu juga cemas. Aku paham, aku juga akan pergi.”

“Ya! Tapi bagaimana kamu tahu kalau aku akan menaiki elevator?”

Pada aku yang bingung, Buchou mengatakan kemungkinan terbaik sambil tersenyum.

“Itu karena aku selalu melihatmu.”


Bagian 6[edit]

Elevator tiba di lantai pertama. Setelah aku dan Buchou melangkah keluar, kami mendeskripsikan Koneko-chan pada para Iblis terdekat dan bertanya apa dia sudah lewat.

Setelah mengetahui kalau Koneko-chan telah dilihat oleh banyak orang baru saja pergi keluar, Buchou buru buru memanggil kelelawar familiarnya dan mengirimnya ke langit. Buchou dan aku menunggu di depan pancuran air yang berdiri diluar hotel sampai kelelawar itu kembali.

“Sudah kuduga, sikap Koneko-chan sangat tidak wajar.”

“Ya. Tapi, apa yang Koneko ikuti sampai jauh jauh kemari?”

Buchou nampak merenung oleh pertanyaanku, namun dia hanya berbicara dengan ekspresi cemas kalau Koneko sudah menjumpai sesuatu yang sangat serius. Lebih tepatnya, sepertinya Buchou baru menyadari sesuatu.

Setelah beberapa saat, kelelawar Buchou kembali.

“Sepertinya dia sudah ditemukan.—dalam hutan? Jadi dia pergi ke dalam hutan yang mengelilingi hotel?”

Hutan! Koneko-chan! Sebenarnya kenapa kamu pergi ke sana!?

Buchou dan aku mulai berlari mengejar si kelelawar.


Setelah kami meninggalkan tempat sebelumnya, Buchou dan aku berlari ke dalam hutan di gelapnya malam. Entah kenapa, meski kami buru buru mengejarnya, aku masih tak kelelahan berlari seperti ini. Berkat hasil dari gaya hidup kerasku, sekarang aku bisa bergerak dengan lebih mudah. Sensei, aku jadi takut kalau aku mungkin sudah tumbuh ke arah yang salah!

Setelah kami terus bergerak sepanjang hutan selama beberapa menit, Buchou menarik lenganku dan menyembunyikan kami di bayangan sebuah pohon. Saat aku sedikit menjulurkan kepalaku keluar, aku melihat Koneko-chan disana!

Koneko-chan tengah gelisah menolehkan wajahnya ke depan dan belakang di tengah tengah hutan seolah sedang mencari sesuatu.

Kemudian, dia menyadari sesuatu dan mengalihkan tatapannya ke arah itu. kami juga mengikuti tatapan Koneko-chan dan melihat.

“Lama tak jumpa, ya?”

Suara yang tak kukenal.

Muncul tanpa membuat suara – adalah wanita berbusana kimono hitam. Entah kenapa, dia nampak mirip dengan Koneko-chan.....Tunggu, ada telinga kucing di kepalanya!? Jangan jangan dia.......

Aku hampir menyadari sesuatu, namun Buchou menarik kepalaku dan menyuruhku agar mengawasi dengan tenang.

“!....Kamu.”

Seluruh tubuh Koneko-chan berguncang denga kekagetan luar biasa.

“Hallo, Shirone. Ini aku, Onee-chanmu.”

Shirone? Ini kali pertama aku mendengar nama itu, tapi mungkinkah itu nama asli Koneko-chan? Aku mengetahuinya dari Ibu Buchou kalau ‘koneko’ adalah nama pemberian Buchou.

“Kuroka-neesama........”

Koneko-chan dengan serak mengucapkan nama itu.

--! Onee-sannya Koneko-chan! Aku merasa itu benar karena mereka sangat mirip! Jadi dugaanku tak salah!

Jadi onee-san nekomata cantik ini adalah “Iblis buangan” yang membunuh majikannya sendiri.......di masa depan, akankah Koneko-chan terlihat seperti kakaknya? Saat aku membayangkannya, aku jadi sedikit bergairah!

Ada kucing hitam yang menggeliat di kaki onee-san itu.

“Onee-chan sangat terkesan kamu datang sejauh ini dengan mengikuti kucing hitam yang menyelinap ke dalam pesta ini—nya[3].”

Begitu, Koneko-chan menemui kucing hitam itu di pesta dan datang kemari mengikutinya.

“.....Nee-sama. Apa apaan ini?”

Ada kemarahan di suara Koneko-chan. Tapi, Kuroka hanya tersenyum.

“Jangan buat wajah seram begitu. Aku hanya punya sedikit keperluan untuk diurus. Kudengar para Iblis sedang mengadakan pesta disini, iya kan? karena itu aku jadi sedikit tertarik, Nyan♪”

Onee-san itu mengibaskan tangannya seperti kucing dan berkedip dengan manis! Manis sekali!

Ooooooow..........tolong jangan mencubit pipiku, Buchou.......

“Hahahaha, mungkinkah kamu adalah anggota dari kelompok Gremory?”

Suara yang pernah kudengar sebelumnya tiba tiba terdengar.—kemudian seorang pria tampan yang mengenakan armor China kuno datang – itu adalah Son Goku Bikou! Rekan Vali! Apa yang dia lakukan disini? Tunggu, dia kan anggota [Khaos Brigade]. Apa mereka merencanakan serangan teroris ke aula pesta?

Tiba tiba, tatapan Bikou beralih dan melihat ke arahku dan Buchou! Jadi dia menyadari kami!?

“Biarpun kalian menghapus hawa keberadaan kalian, itu sia sia saja. Dengan orang sepertiku dan Kuroka yang menguasai senjutsu, kami bisa dengan teliti mendeteksi kalian dengan hanya sedikit perubahan pada aliran jiwa kalian.”

Cih! Kita akhirnya kepergok! Biarpun aku lebih suka untuk tidak bertarung!

Buchou dan aku menyiapkan diri kami dan melangkah keluar dari bayangan pohon. Koneko-chan terkejut saat melihat kami.

“......Ise-senpai, Buchou.”

“Yo, Monyet sialan. Apa Vali baik baik saja?”

“Hahaha, lumayan sih. Kalau untuk kamu.......Heh, sepertinya kamu tambah kuat, ya?”

Hmm? Apa dia memahami kekuatanku hanya dengan melihat tubuhku sedikit?

Sembari aku memikirkan itu dengan bingung, Bikou berbicara sambil tersenyum.

“Bukankah sudah kukatakan? Aku ini ahli dalam senjutsu, dan aku mengetahui aliran jiwamu sampai derajat tertentu. Volume aura di dalam tubuhmu sudah meningkat sejak kita terakhir ketemu.”

......Begitu. Saat orang lain mengatakannya, nampaknya latihanku memang sudah membuahkan hasil.

“Ngomong ngomong Buchou, apa itu senjutsu? Apa itu berbeda dengan sihir dan mantra yang biasa dipakai para Penyihir?”

Sambil mendesah, Buchou memberi penjelasan pada pertanyaanku.

“Ya, senjutsu itu berbeda dari sihir dan mantra. Perbedaan terbesarnya adalah senjutsu menekankan betapa pentingnya sesuatu bernama chakra, aura yang merupakan kekuatan orisinil yang mengalir dalam jiwa seseorang, dengan kata lain energi kehidupan seseorang, dan mengubahnya menjadi aliran konstan. Itu adalah kekuatan yang mirip namun berbeda dengan sihir pada Iblis dan kekuatan cahaya pada Malaikat. Kekuatan destrktifnya memang tak bisa menandingi sihir atau kekuatan cahaya, namun senjutsu bisa memanfaatkan bagian tersembunyi dalam tanaman, hewan, dan orang orang. Untuk contoh, kalau seseorang mempelajari senjutsu, dikatakan kalau mereka akan handal dalam membaca aliran jiwa seseorang, dari aura mereka, dan mereka juga bisa membaca pergerakan target yang jauh sampai derajat tertentu.”

“Kami juga bisa mengendalikan aliran jiwa dan bisa memperkuat baik interior atau eksterior tubuh kami, atau mengontrol jiwa dari pepohonan di sekeliling, membuat mereka mekar, atau membuat mereka gugur, nyan♪. Senjutsu adalah kemampuan yang memanipulasi aliran kehidupan. Kami bisa merusak jiwa lawan kami, dan memicu kerusakan pada energi kehidupan mereka dengan memotongnya. Karena metode memperbaiki energi kehidupan seseorang itu terbatas untuk sihir Iblis dan sihir pada Penyihir sebagai perbandingan, metode serangan ini hampir selalu berdampak pada kematian—nyan♪.”

Onee-san Koneko-chan menjelaskan itu sambil berkedip! Aku heran kenapa dia bisa bersikap begitu riang sambil menciptakan atmosfir berbahaya di saat yang sama........

Aku tak terlalu memahami penjelasan itu, tapi dengan kata lain kekuatannya seperti melengkapi matanya dengan scouter[4], kan? Dan lebih jauh lagi kekuatannya bisa mempengaruhi energi kehidupan lawannya dengan satu sentuhan jari, benar?

Yah, kesampingkan itu dulu, masalahnya adalah kenapa orang orang ini ada disini.

“Kenapa kalian ada disini? Apa ini serangan teroris?”

Aku bertanya blak blakan, namun mereka berdua hanya tersenyum.

“Tidak, kami tak datang kemari untuk hal seperti itu. hanya saja perintah untuk standby telah keluar di Dunia Bawah. Aku dan Kuroka sedang bebas tugas saat ini. Saat perintah diturunkan, Kuroka menyarankan untuk menyambangi pesta para Iblis. Karena dia mungkin tak akan kembali dengan mudah, aku datang menyertainya, oke?”

Dia berbicara seenaknya, monyet-san ini. Tapi, selama dia tak berbohong, aku bisa memahami intinya.

Dengan kata lain, ketika Onee-san Koneko-chan menginspeksi aula pesta dengan kucing hitam familiarnya atau apalah itu, Koneko-chan kebetulan menemukannya dan mengejarnya sampai kemari.

“Bikou, siapa pria ini?”

Onee-san Koneko-chan menunjukku dan menanyakan itu pada Bikou.

“Dia Sekiryuutei.”

Saat dia mendengar itu, mata si Onee-san melebar.

“Sungguh—nyan? Heh~~. Jadi ini Sekiryuutei pecinta payudara saat ini yang mengenyahkan Vali sebelumnya.”

.....Jadi itu caranya dalam memandangku. Yah, tapi ucapannya betul. Sekiryuutei pecinta payudara, heh? Itu juga tak apa apa.

Bikou berbicara sambil menguap.

“Kuroka~, ayo kita kembali. Toh kita kan tak bisa mengikuti pesta itu, buang buang waktu saja disini.”

“Ya, mari kita kembali. Tapi aku akan membawa Shirone bersamaku-nyan. Karena aku gagal membawanya pada saat itu♪.”

“Arara, kalau kamu membawanya seenakmu sendiri, Vali bisa marah, tahu?”

“Saat mereka tahu kalau dia memiliki kekuatan yang sama yang mengalir dalam diriku, baik Ophis dan Vali takkan keberatan, kan?”

“Yah, itu mungkin saja.”

Onee-san Koneko-chan tersenyum lebar dengan menyipitkan matanya. Melihat itu, tubuh kecil Koneko-chan berguncang. Dia ketakutan! – Kalau sudah begini—

Aku melangkah diantara mereka berdua dan berbicara tepat di depan mereka.

“Gadis ini adalah teman penting diantara kami kelompok Gremory. Takkan kubiarkan kalian membawanya pergi.”

Melihat tindakanku, baik Bikou dan si onee-san tertawa.

“Tidak, tidak, kuakui kamu pemberani, tapi apa kamu benar benar berniat menjadikan aku dan Kuroka sebagai lawanmu? Kali ini, kami akan segera pergi setelah mengambil gadis itu, jadi itu tak masalah untukmu, kan?”

Omong kosong apa yang Bikou katakan!? Monyet sialan ini!

Buchou melangkah ke depan dengan ekspresi marah.

“Anak ini adalah budakku. Takkan kubiarkan kalian menyentuh bahkan satu jari padanya!”

“Ara ara ara ara, apa yang kamu bicarakan, nya? Dia adalah adik perempuanku. Aku punya hak menyayanginya. Iblis Kelas Tinggi sepertimu tak memiliki hak seperti itu.”

Biri.

Aku memahami kalau atmosfir di tempat ini telah berubah drastis. Buchou dan onee-san memelototi satu sama lain, dan membawa aspek situasi menegangkan! Onee-san itu berhenti memelototi lebih dulu. Dia berbicara sambil menyeringai lebar.

“Karena kamu merepotkan, aku akan membunuhmu-nyan♪”

--.

Dalam sekejap itu, aku diserang oleh perasaan tak terjelaskan! Apa ini, perasaan seolah aku dipindahkan ke ruang lain? Biarpun pemandangan disekitar kami belum berubah, seolah udara dan suasana disini terasa berubah atau apalah itu......

“.....Kuroka, jadi kamu tidak hanya mempelajari senjutsu, youjutsu, dan sihir Iblis, namun juga kemampuan untuk mengendalikan ruang?”

Buchou mengatakan itu sambil memasang wajah masam.

“Aku tak berlebihan seperti berlatih mengontrol waktu, tapi aku cukup memahami cara mengontrol ruang. Kalau aku memakai teknik perisai yang diperlukan, itu akan jadi sangat mudah. Aku menutupi seluruh hutan ini dengan perisai dan mengisolirnya dari dunia luar-nyan. Karena itu biarpun kita melakukan hal hal menghebohkan disini, tak akan bocor keluar dan para Iblis diluar takkan tahu apa apa. Kamu akan dibunuh dengan tenang disini dan berkata sampai jumpa-nyan♪”

Apa!? Itu artinya kita terkurung di dalam hutan ini!? Parahnya lagi, meskipun kami bertarung, tak seorangpun diluar akan menyadarinya!? Ooh! Jadi orang orang itu tak bisa dikalahkan hanya dengan aku dan Buchou!? Haruskah kita kabur? Tidak, sepertinya mereka takkan membiarkan kita kabur!

Pada saat itu – dari atas langit, sebuah suara terdengar.

“Saat aku menerima informasi kalau Nona Rias dan Hyodou Issei telah masuk ke dalam hutan ini dan aku secepatnya datang untuk melihat, tak kusangka aku akan terkurung dalam perisai ini......”

Suara ini! Saat aku menengadah, disana terdapat—

“Tannin-ossan!”

Si Naga monster! Tannin-ossan! Waktu yang tepat! Uwah, aku sangat senang! Sepertinya dia memasuki tempat ini tepat sebelum onee-san Koneko-chan membentangkan perisainya!

“Sungguh aura mencengangkan. Para tamu ini sama sekali tak cocok untuk pesta ini.”

Bikou terlihat terpana untuk melihat Naga seperti ini di langit.

“Oh, oh, oh! Ternyata itu sang mantan Dragon-King [Blaze Meteor Dragon] Tannin! Jadi kau datang! Ini sudah masalah besar, Kuroka! kita tak punya pilihan selain bertarung sekarang!”

“Kamu kelihatan senang, monyet-san. Baiklah. Kalau kita menjatuhkan dua leher yang berada di atas kelas Dragon-King, Ophis pasti takkan mempermasalahkan hal ini.”

Dua leher!? Jadi aku juga dihitung!? Bukan, bukan aku kan!? Tidak, aku akan mati!

“Kintoun[5]!!!”

Saat ia meneriakkan itu, segumpal awan emas muncul di kaki Bikou dan dia mulai terbang ke langit dimana Tannin-ossan berada!

“Nyoi-bo[6]!”

Sebuah tongkat panjang muncul di tangan Bikou dan melepaskannya sambil mengincar ossan!

“Memanjaaaaaang! Nyoi-Bo!”

Gyuuuuuuuun!

Tongkat itu memanjang dan mencoba mengenai ossan, namun – dia menghindarinya dengan kecepatan yang tak cocok dengan tubuh besarnya!

Cepat! Biarpun dia sangat besar, dia bisa bergerak selincah itu!

“Sekali lagi!”

Bikou menggerakkan tongkat secara horizontal dimana ia masih memanjang dan mengejar ossan yang sudah menghindarinya! Tapi ossan memakai sayapnya dengan handal dan berputar di tengah udara, dan menghindarinya! Ossan yang masih berputar membuka lebar lebar mulutnya!

Gobaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!

Api dalam jumlah besar menutupi seluruh langit! Hebaaaaaaat! Api itu jauh lebih besar dari yang selama ini ia tembakkan padaku! Melihat ke atas, tak ada apa apa di langit selain api!

Itu benar, sensei pernah mengatakannya. Kalau nafas api ossan sama levelnya dengan hantaman meteor.

Yang lebih signifikan adalah kemampuan mengelak dengan tubuh sebesar itu! biarpun dia monster besar, dia bisa bergerak lincah! Benar juga, kalau dipikir pikir, sepanjang Game kejar kejaran denganku, dia bisa bergerak kemana mana dengan gesit meski berbadan besar.

Jadi seorang Dragon-King memiliki spec tinggi dalam setiap jenis kemampuan.

[Tidak, Tannin masih menahan kekuatan apinya disana.]

Serius, Ddraig!? Api sekuat itu, dia masih menahan dirinya!?

[Karena, kalau dia melepaskan hembusan sejatinya, bukan hanya aula pesta, namun kita disini juga akan lenyap. Dia memikirkannya masak masak. Bahkan dengan itu, jumlah orang yang bisa mengalahkan Tannin sangat terbatas.]

Aku selama ini dikejar kejar di gunung oleh orang sehebat itu? itu seram! Setelah semua massa api lenyap, sosok Bikou yang mengepulkan asap dari seluruh tubuhnya muncul di udara.

“Ahaha! Tidak buruk, mantan Dragon-King!”

Dia benar benar tertawa! Armor dan pakaiannya terbakar, namun tubuhnya masih tak apa apa! Dia bertahan hidup di tengah kobaran api sehebat itu! Memang Son Goku!

“Hmph! Aku bertanya tanya orang macam apa Son Goku ini! Kau nampaknya cukup senang karena menerima serangan dari aku, Tannin!”

“Namaku Bikou! Senang bertemu denganmu, Boss Naga!”

“Kukukuku. Kau berbicara seperti monyet sungguhan. Apa kau paham siapa yang menjadi lawanmu saat ini?”

“Aku juga keturunan dari youkai legendaris, tahu? Mana mungkin aku kalah secepat itu.”

“Kalau begitu, biar aku jadi lawanmu, monyet. Sementara itu, Nona Rias dan Hyodou Issei akan mengalahkan kucing itu.—Mereka adalah majikan Sekiryuutei dan sang Sekiryuutei, tahu? Kalian masih harus menghadapi mereka.”

Biarpun anda mengatakan hal seperti itu! onee-san di depan kami ini tak bisa dikalahkan oleh aku dan Buchou!

“Hahahah! Kau besar kepala juga! Aku sendirian tak apa apa!”

“Jangan bicara sok arogan, monyet! Kau hanya seekor monyet. Kau bukan masalah bagiku! Selain itu, apa yang terjadi dengan pertapa babi dan setan[7]? Apa kau berpisah dari mereka?”

“Maksudmu keturunan dari Hakkai dan Gojou[8]? Hahaha! Mereka, termasuk orang orang dari keluargaku, semuanya terlalu konservatif! Mereka semua hanya puas dengan kondisi yang sudah ada! Namun, aku menyukai hal hal yang menyenangkan! Karena itu aku dengan senang hati menerima undangan [Khaos Brigade] dan sekarang beraksi bersama sang Hakuryuukou Vali!”

“Hmph! Temperamenmu mungkin mirip dengan Son Goku generasi pertama, tapi apa yang kau rencanakan dengan Hakuryuukou!? Menurut rumor, hanya unitmu yang diizinkan bergerak terpisah dari yang lain! Aku juga mendengar kalau kalian adalah satu satunya tim yang tak menerima [Ular] Ophis.”

“Kalau kau mau tahu, kalahkan aku dulu.”

“Jaga mulutmu, monyet sialan! Tempat ini adalah Dunia Bawah-seperti Neraka, bernama [Dunia Kematian]! Ketahuilah kalau ini tempat terbaik untuk orang orang kecil sepertimu untuk dimusnahkan!”

Don! Dogon!

Ossan dan si monyet mulai bertarung dengan sengit satu sama lain di udara! Yah, karena sepertinya ossan akan mengalahkan monyet itu, aku lega, namun masalahnya adalah........

“Nyan♪”

Onee-san Koneko-chan! Dia menampakkan senyuman mempesona, namun terdapat aura gelap yang memancar dari sekujur tubuhnya yang bahkan bisa kurasakan!

Aura sensei juga gelap, tapi yang satu ini lebih berisi perasaan jauh melebihi jahat! Yang satu ini benar benar jahat! Aku juga bisa merasakan hasrat membunuh dan permusuhan kuat diarahkan pada kami!

“.....Nee-sama, aku akan ikut denganmu. Jadi tolong lepaskan dua orang ini.”

--!? Koneko-chan tiba tiba mengatakan hal seperti itu!?

“Bicara apa kamu—“

Aku mulai berbicara, namun—

“Bicara apa kamu, Koneko!? Kamu adalah budak dalam kelompokku! Takkan kubiarkan kamu berbuat sesukamu!”

Dalam sekejap, Buchou memeluk Koneko-chan erat erat!

Namun, Koneko-chan menggeleng kepalanya.

“......Tolong jangan. Aku sangat memahami kekuatan Nee-sama. Kekuatan Nee-sama menandingi Iblis Kelas Tertinggi. Bagi Buchou dan Ise-senpai.......bahkan dengan kekuatan sang Dragon-King, aku tak berpikir kalian bisa menangkap kakakku yang handal dalam youjutsu dan senjutsu......”

“Tidak, meskipun begitu, aku takkan pernah mau menyerahkanmu pada orang itu! pada Nekomata ini yang tak mencoba membantu Koneko yang terus menangis!”

Onee-san tersenyum pada kemarahan Buchou.

“Itu karena youkai tak bisa menolong youkai yang lain. Namun, kali ini, aku hanya mau Shirone karena aku menginginkan bidak lain di bawah kendaliku. Aku memahami kekuatan Shirone lebih baik dari Onee-san berambut merah sepertimu, tahu?”

Koneko-chan menggeleng kepalanya oleh kata kata si Onee-san.

“....Tidak......aku tak membutuhkan kekuatan seperti itu.....aku tak mau kekuatan gelap semacam itu.......aku tak butuh kekuatan yang membawa bencana pada orang lain semacam itu.......”

Dia mulai berguncang dan meneteskan air mata. Buchou memeluk Koneko-chan lebih erat lagi.

“Kuroka.......kamu yang telah dibutakan oleh kekuatan menyisakan luka di hati gadis ini yang takkan menghilang untuk seumur hidupnya. Setelah kamu membunuh majikanmu dan pergi, anak ini telah melihat neraka. Saat aku pertama menemuinya, hampir tak ada perasaannya yang tersisa. Koneko dikhianati oleh kamu, yang merupakan satu satunya keluarganya, kehilangan masa depan untuk digantungkan, dan dilecehkan dan dicemooh oleh para Iblis lain, sampai dia hampir dimusnahkan.....dia melihat banyak hal kejam. Karena itu aku akan membuatnya bahagia! Gadis ini adalah Toujou Koneko, [Benteng] dari kelompok Rias Gremory! Budak Iblis berhargaku! Takkan kubiarkan kamu menyentuhnya meski hanya seujung jari!”

Mendengar itu, Koneko-chan – Mulai menangis deras.

Buchooooooooooou! Aku terharu oleh kasih sayang Buchou! Biarpun aku bukan Koneko-chan, aku sangat tersentuh! Karena menerima kata kata yang dipenuhi cinta seperti itu melebihi yang para budak Iblis layak dapatkan! Inilah kenapa Buchou yang terbaik! Wanita yang kusayangi adalah yang terkuat!

“......Aku tak mau pergi......aku adalah Toujou Koneko. Kuroka-neesama, aku tak mau pergi denganmu! Aku ingin hidup bersama Rias-Buchou! Aku ingin hidup!”

Koneko-chan meneriakkan itu! itu pernyataan yang juga bisa dikatakan sebagai caranya dalam memutus hubungan dengan kakaknya!

Baiklah! Karena kamu mengatakan itu, aku juga tak boleh mundur! Aku akan melindungi Koneko-chan!

Setelah mendengar itu, si Onee-san menampakkan senyum pahit, dan kemudian mulai tertawa picik yang terasa membekukan seluruh tubuhku.

“Kalau begitu, matilah.”

Suu.

Zat seperti kabut tipis mulai menyebar dari si Onee-san. Itu perlahan menyebar dan mencapai kami. Dan kabut tak berhenti disitu, namun terus menyelubungi seluruh hutan.

Kabut itu menjadi sangat tebal. Aku bisa mengkonfirmasinya di depanku. Namun, ada udara mengerikan darinya yang membuat bulu kudukku bergidik. Saat kami melakukan kontak dengan kabut—

“—Ah.”

Ton.

Pada momen itu juga, Buchou jatuh berlutut di sebelahku! Eh!? Apa yang terjadi!?

“.....Ini—“

Koneko-chan di sampingnya juga tumbang di atas lututnya sambil menutupi mulutnya! Tunggu, apa Buchou dan Koneko-chan menerima suatu serangan!?

“Hmm, jadi kabut ini tak bekerja padamu karena kamu Sekiryuutei, ya? Itu kabut beracun yang hanya bekerja pada Iblis dan youkai-nyan. Karena kabutnya tipis, kalian akan menderita perlahan lahan sampai menyebar ke seluruh tubuh. Itu tak akan membunuh kalian dengan cepat. Aku akan membunuh kalian dengan perlahan—nyan♪”

Sebelum aku menyadarinya, si Onee-san sudah duduk di cabang pohon tinggi dan melihat kami dari atas!

Selain itu, kabut beracun!? Tunggu dulu, itu cara membunuh yang kejam! Sungguh niat jahat! Namun, hanya aku yang tak terpengaruh. Apa itu karena aku memiliki Ddraig di dalamku!? Aku sama sekali tak memahami alasannya!

Buchou mulai menembakkan peluru sihir api dari sampingku.

Don! Serangan itu kena telak pada si Onee-san! Tubuhnya lenyap!

Kena dia.....atau tidak. Buchou nampaknya tak merasakan ada efek dari serangannya.

“Itu serangan bagus. Tapi sia sia, sia sia saja. Aku bisa dengan mudah menciptakan klon diriku dengan esensi genjutsu.”

Suara si Onee-san menggema sepanjang hutan. T-tiba tiba, banyak sosok tercipta satu demi satu di dalam kabut dan semuanya adalah wanita berbusana kimono! Mereka adalah onee-san Koneko-chan! Klon!? Jadi ini semua ilusi!?

Mereka semua terlihat asli, dan aku tak bisa membedakan mereka! Semua Onee-san ini juga memiliki aura sama pada tubuh mereka!

“.....Kalau kamu tak bisa membaca aliran jiwa, maka kamu tak bisa menghadapi genjutsu yang digunakan oleh praktisi berpengalaman.”

Koneko-chan mengatakan itu sambil terjatuh merangkak. Dia sepertinya kesakitan! Kalau ada semacam metode serangan balik......mungkinkah Asia melakukan sesuatu kalau dia ada disini!? Tidak, kesampingkan luka luka, aku bahkan tak tahu apa dia bisa menyembuhkan racun!

“Boosted Gear!”

Aku membuat gauntlet merah muncul di lengan kiriku, namun tak muncul suara mekanik seperti biasanya! Saat aku melihat, cahaya di berlian nampak redup dan menjadi gelap! Ada apa ini!?

[.....Partner, Sacred Gear tak mau bergerak.]

Apa maksudmu, Ddraig!? Kenapa jadi begini di saat saat krusial!?

[Sacred Gear telah memasuki mode ambigu.]

Ambigu!? Kenapa jadi seperti itu!?

[Dengan latihan keras itu, kau mencapai persimpangan jalan. Kupikir Sacred Gear akan berubah dengan satu dorongan lagi, tapi aku tak tahu apakah perubahan itu hanya sekedar peningkatan kekuatan, atau Balance Breaker.]

Dengan kata lain, Sacred Gearku sudah berhenti sebelum persimpangan jalan, dan sedang berayun ayun diantara peningkatan kekuatan normal dan Balance Breaker!?

[Sederhananya, iya. Dalam situasi dimana ada beragam pilihan berbeda, sistem Boosted Gear sendiri kebingungan harus memilih jalan yang mana.]

Jadi baik peningkatan kekuatan dan Balance Breaker hampir akan terjadi!?

[Iya. Kalau mengalami peningkatan kekuatan normal, maka kau akan bisa mencapai kemenangan dalam sekejap, namun kalau perubahan dramatis tak tercipta di dalammu, kau takkan mampu mencapai Balance Breaker. Tapi ingatlah ini. Saat ini, adalah satu satunya kesempatanmu untuk mencapai Balance Breaker. Sisanya tergantung padamu.]

Biarpun kau memberitahuku hal semacam itu! Aku harus apa.......? Aku tak tahu harus berbuat apa kalau tiba tiba disuruh mengalami perubahan dramatis! Aku harus apa supaya bisa mencapai Balance Breaker!? Sialan! Kalau tahu akan seperti ini jadinya, aku harus bertanya dulu pada Kiba perasaan macam apa yang dia dapat saat mencapai Balance Breaker!

Hei, Ddraig. Apakah buruk kalau aku mengesampingkan peningkatan kekuatan dan Balance Breaker untuk lain kali?

[Kau takkan mampu mendapatkan kondisi ini lagi kapanpun kau mau. Mungkin bisa berbulan bulan atau bertahun tahun sampai kesempatan itu datang lagi.]

Berarti, aku mendapat kesempatan berharga saat ini!? Akan sia sia kalau hanya kupakai untuk peningkatan kekuatan! Aku harus apa supaya bisa mencapai Balance Breaker! Aku tak tahuuuuuuuuuuu!

“Arara, apa Sekiryuutei-chan tak bisa mengaktifkan Sacred Gearnya? Tapi aku akan menembak, Nyan♪.”

Salah satu ilusi si Onee-san mengacungkan tangannya – dan mulai menembakkan sesuatu yang terlihat seperti peluru sihir pada Buchou dan Koneko-chan yang masih terkena efek racun!

Jangan bercanda! Aku menyerbu ke depan dan menghadang untuk menjadi tameng bagi mereka!

Doooooooooooooooooooon!

“Guhah!”

Aku ditembak oleh peluru sihir berkekuatan besar! Itu sakit! Sialan! Itu sangat sakiiiiiiiiiit! Aku ditembak telak dari depan!

Seragamku juga hancur oleh serangan langsung itu! berkat itu, tubuh depanku telanjang! .......Dadaku nampak hangus dan darah mengalir darinya.

“Ise.......”

Buchou mencoba bergerak ke depan, namun karena efek racun, dia tak bisa berdiri!

“Buchou! Tolong jangan bergerak! Racun akan menyebar ke sekujur tubuhmu! Jangan cemas, serangan semacam ini bukan apa ap—“

Doggooooooooooon!

Sebelum aku selesai bicara, aku dihajar oleh peluru sihir lagi! Guhhah......!

Karena itu serangan kejutan yang kuterima sebelum aku siap, rasa sakitnya sungguh menyakitkan......!

Dari serangan kedua itu, aku jatuh di atas lututku......ini gawat. Kalau terus begini, aku takkan bisa menahan lima serangan lagi....

“Lemah amat. Jadi inikah rival Vali? Apa kamu memang berhasil mengenyahkannya?”

Onee-san itu mencibir padaku.....Hehehe, sungguh, berapa kali lagi aku akan terus dilecehkan seperti ini.....aku sungguh payah. Aku tak bisa memakai kekuatanku dalam kondisi terjepit.

--Aku selalu seperti ini.

Aku tak bisa memakai kekuatanku di waktu kritis.

Apa aku menolong Asia? Apa aku menyelamatkan Buchou?

Semua orang sudah memujiku, namun kenyataannya salah besar. Aku tak sehebat dugaan mereka.

--Asia pernah mati.

--Buchou pernah menangis.

Karena aku tak bisa berbuat apa apa di kedua waktu itu, hasilnya jadi seperti itu.

Kekuatan yang tak bisa dipakai untuk menolong teman temanku......itu sangat konyol! Aku sekali lagi mencoba mengulangi hal yang sama......

--Aku tak bisa menyelamatkan Koneko-chan disini dan sekarang!

Aku membuat orang orang yang kusayangi mengalami perasaan mengerikan sebelumnya karena kekuatanku tidak cukup.

Setelah tiap tiap waktu, aku diberi kesempatan kedua untuk menolong mereka berkat bantuan orang lain.

Selama ini terus seperti itu. sungguh sia sia!

--Naga legendaris macam apa yang bahkan tak bisa menolong orang lain!?

“......Takkan kubiarkan kau menyentuh Buchou dan Koneko-chaaaaaaaaaaaan!”

Dooooooooooooo!

Aku dihajar oleh tembakan yang lain! Aku terhempas ke belakang oleh kakuatannya dan punggungku menghantam pohon besar!

Idiot.......terhempas ke belakang......kesadaranku pudar dalam sekejap karena rasa sakit luar biasa......sialan, tubuhku sulit digerakkan!

Tubuhku telah berhenti berfungsi lebih karena shock hantaman di punggungku ketimbang rasa sakitnya......meski aku masih sadarkan diri.......

“Sialan........”

Aku -- berdiri. Aku begitu payah dan menyedihkan sampai air mata mengalir di pipiku. Itu bukan karena rasa sakit.

--Menggelikan sekali.

Tak mampu memakai kekuatan sejatiku dalam kondisi terdesak......biarpun aku tak ingin siapapun terluka, biarpun aku ingin menyelamatkan semua orang, kekuatanku tak bisa menghentikan orang dari terluka lagi dan lagi......

Sambil menangis, aku merangkak di tanah dan mendekat ke tempat Buchou dan Koneko-chan berada.

Saat aku datang ke depan mereka, aku mendorong semangat tempur dalam tubuhku!

“Nuuuuuuuuuuuu!”

Aku entah bagaimana bisa menahan rasa sakitnya dan berdiri dengan gemetar......baiklah, aku masih bisa berdiri.

Namun, air mata frustasiku tak mau berhenti.

“Kau mungkin onee-san Koneko-chan, tapi.......aku takkan mengampunimu karena membuat Koneko-chan menangis.......”

Aku mengatakan itu secara jujur dan terbuka, namun si onee-san hanya tertawa.

“Sampai pria lemah sepertimu mengatakan hal seperti itu.....Shirone juga serius. Tak masalah kalau pangeran tampan dan kuat dengan pedang mengatakan itu, tapi saat seseorang sepertimu yang mengatakannya dengan darah lengket di tubuhmu, para gadis hanya akan kabur—nyan♪. Sungguh menjijikkan.”

“........Ise-senpai.”

Koneko-chan berbicara padaku.

Aku berbicara sambil tersenyum pahit.

“Koneko-chan.......meski aku punya Naga Legendaris dalam tubuhku, aku tak bisa berbuat apa apa......kalau aku lebih kuat di saat dengan Asia dan Buchou, kalau aku bisa menunjukkan kekuatan Nagaku, mereka takkan mengalami hal mengerikan itu.—Aku sungguh Iblis tak berguna dan tak berbakat.”

Aku.......Iblis tak berguna. Aku juga tak bisa menggunakan kekuatan Sacred Gearku dengan baik.....aku sungguh sia sia.

“Biarpun para Sekiryuutei masa lalu mencapai Balance Breaker dalam waktu singkat......entah perlu berapa bulan bagiku. Aku memahami itu. Aku sudah memahami itu dari sejak awal. Biarpun aku memiliki kekuatan Sekiryuutei.......aku tak bisa berbuat apa apa untukmu, Koneko-chan. Kupikir aku setidaknya bisa menjadi tameng untukmu, tapi.......”

Namun, Koneko-chan menggeleng kepalanya.

“.......Ise-senpai bukan tak berguna......apa kamu tahu? Kebanyakan Sekiryuutei masa lalu adalah orang orang yang tenggelam dalam kekuatan mereka sendiri......kupikir mereka terlena dengan kekuatan besar yang mereka miliki......Nee-samaku juga serupa.......Meski seseorang memiliki kekuatan.......kalau mereka tak memiliki kebaikan hati......mereka pasti akan lepas kendali....Ise-senpai adalah Sekiryuutei yang baik hati......biarpun kamu kekurangan kekuatan......itu saja sudah bagus.......kamu mungkin yang pertama diantara para masa lalu yang merupakan Sekiryuutei baik hati. Karena itu—“

Koneko-chan tersenyum biarpun dia tengah menahan rasa sakit dari racun. Itu senyum yang melegakan.

“Mohon jadilah [Welsh Dragon] yang baik hati.......”

Koneko-chan.......aku.......

Setelah mendengar ucapan Koneko-chan, aku merasa seolah aku memahami sesuatu di dalamku.

“—Buchou, kupikir aku sedikit memahami apa yang kuperlukan untuk mencapai Balance Breaker.”

Ya, aku merasa seolah melihat makna sejati dalam kata kata Koneko-chan barusan.

“Aku mungkin akan memerlukan kekuatan Buchou untuk bisa mencapai Balance Breaker.”

Aku akan mencapainya dengan meminjam kekuatan Buchou—

“......Aku paham. Kalau kamu tak apa apa denganku, akan kupinjamkan kekuatanmu! Jadi, apa yang aku harus lakukan?”

Buchou mengangguk meskipun ia masih kesakitan oleh racun. Aku meneguhkan pikiranku, menghirup nafas dalam dalam, dan berbicara.

“—Tolong izinkan aku meraba dadamu.”

“--!”

Oleh permintaanku, Buchou—menjadi terdiam membisu. Namun, setelah berpikir sejenak, dia berbicara dengan tatapan yakin.

“.....Aku paham. Kalau aku bisa menyadari harapanmu dengan itu.......”

--!?.......aku dibuat tercengang oleh persetujuan tiba tiba itu! Mustahil! Apa hal semacam itu boleh dilakukan!? Itu bukan bercanda! Buchou, aku memang ingin memencet putingmu!

“S-Sungguh!? Aku bisa merabanya!? Aku boleh memencet puting Buchou dengan jariku? Apa itu tak apa apa!?”

Burun!

Buchou melorotkan gaunnya dan mengekspos dada depannya dengan kedua tangannya, dan memanggil tetek besarnya! Karena benda yang mengekang mereka sudah lenyap, payudara suburnya berguncang!

Bubah! Sampai membuka pakaian seperti ini, aku hanya bisa bereaksi dengan memuncratkan mimisan!

“.......Tolong lakukan secepatnya. I-Ini memalukan......”

Buchou menjadi pucat oleh racun dan merah oleh rasa malu! Maafkan aku, Buchou! Aku tak berpikir kalau ujung ujungnya akan jadi begini!

“H-Hei! Apa yang kalian lakukan di tengah tengah pertarungan!?”

Dari jauh di atas kabut tipis, Tannin-ossan berteriak dengan keras.

“Ossan! Tolong dukunglah aku saat memencet puting majikanku!”

“Memencet putingnya!? Memencet putingnya, katamu!? Bicara apa kamu!? Apa yang mau kamu lakukan di tengah tengah medan tempur begini!?”

“Kalau aku memencetnya, kemungkinan aku mencapai Balance Breaker akan tinggi!”

“Jadi semua latihan denganku itu sia sia saja!? Kamu benar benar idiot!”

Pada saat itu, Onee-san Koneko-chan memasang ekspresi tercengang.

“Hei, Bikou! Apa itu semacam strategi? Rias Gremory memperlihatkan payudaranya dan berniat melakukan sesuatu dengan Sekiryuutei.”

“Jangan tanya aku! Cara berpikir Sekiryuutei itu ada pada dimensi berbeda dari kita, tahu!”

Dasar monyet tak sopan! Aku serius disini! Kupikir aku tak punya pilihan selain memencet puting Buchou demi mencapai Balance Breaker!

Percakapan dengan sensei telah membawa dampak dahsyat padaku. Perubahan dramatis yang pertama kupikirkan setelah percakapan dengan Koneko-chan adalah – memencet puting.

Karena! Setelah sensei memberitahuku soal itu, hanya itulah hal yang mengisi otakku, dan aku mendapat khayalan liar kapanpun aku hendak memencetnya! Kalau aku memencetnya, aku pasti akan bisa berubah!

--.Dengan payudara Buchou tepat di hadapanku, hatiku goyah.....Oh tidak. Ini gawat.

“O-Ossan! Aku punya masalah besar!”

“Ada apa!? Memangnya ada apa!?”

Kupikir lebih baik bertanya pada mantan Dragon-King disini.

“Payudara kanan atau yang kiri!? Mana yang harus kupencet dulu!?”

“Dasar idiooooooooooooot! Kanan atau kiri, itu sama saja! Pencetlah saja dan capailah Balance Breakeeeeeeeeeeeeer!”

“Jangan bercanda! Kanan dan kiri sama sekali berbedaaaaaaa! Itu penting! Ini adalah tombol bel pertamaku! Ini hanya sekali seumur hidup! Jawablah dengan seriuuuuuuuuuuuuus!”

Entah kenapa, aku dan Ossan malah bertengkar! Sial! Ossan tak memahami! Payudara mana yang akan kupencet adalah perkara penting!

“Buchou! Apa rekomendasimu!?”

Kalau sudah begini, akan kutanyakan langsung pada orangnya saja.

“Huuh! Kamu bodoh! Kalau begitu, kamu hanya perlu memencet keduanya bersamaan!”

“--!?”

Sungguh ide yang menakjubkan! Aku meneteskan air mata oleh jawaban majikanku!

Aku mengarahkan kedua jari telunjukku pada puting Buchou. Ini tak apa apa. Dengan ini, aku takkan terlewat.

High school dxd v5 223.jpg

Tubuhku dalam kondisi buruk karena serangan bertubi tubi dari Onee-san Koneko-chan, tapi situasi ini dimana aku bisa memencet puting memberiku energi misterius!

Kemudian, setelah menelan ludah, aku tiba tiba memajukan jari telunjukku dan mengincar kedua putingnya—Zumuh!

Munyun.

Munyu, munyu, munyuuun.

Dengan elastisitas ini, kelembutan, dan perasaan dari kulitnya, payudara Buchou benar benar yang terbaik!

Tanpa terlalu kasar, aku dengan lembut dan perlahan mengubur jariku dalam payudaranya.

Bubuh!

Melihat payudara Buchou membungkus jariku, aku memuncratkan banyak darah dari mimisanku. Pada saat itu—

“......Iyan.”

Buchou merintih dengan kecil--. Aku tak melewatkan suara itu!

Di dalam diriku, hal revolusioner terasa sedang meletup letup—

Itu menyebar. Sesuatu yang luas—menguasai pikiranku.

Di dalam air mataku yang tak mau berhenti, aku melihatnya.


--Asal mula dari alam semesta.


[--Kau mencapainya. Kau benar benar berhasil mencapainya!]

Ddraig tertawa di dalamku dan melepaskan teriakan girang.

[Welsh Dragon Balance Breaker!!!!]

Cahaya kembali pada berlian, dan setelah itu mulai memancarkan aura merah dalam jumlah besar yang tak kumiliki sampai saat ini! Aura itu lalu menyelimuti seluruh tubuhku!

“.....Kamu yang terburuk. Dasar Sekiryuutei mesum.......”

Biarpun wajahnya nampak kaku pucat, Koneko-chan masih bisa meledekku. Maaf kalau aku Sekiryuutei yang mesum.

Kemudian – aura yang menyelimuti seluruh tubuhku berubah menjadi armor, dan membungkus tubuhku di dalamnya!

“Balance Breaker, [Boosted Gear Scale Mail]! Telah tercapai disini dengan memencet payudara majikanku!”

Douuuuuuuuuuuuuuuuuuuun!

Sekelilingku terhempaskan oleh aura yang kulepaskan! Kawah kecil tercipta dengan aku di tengahnya....Bagus, tubuhku dialiri oleh kekuatan besar! Ini adalah – Balance Breaker!

[Partner, selamat. Tapi kau terlalu kejam. Aku akan benar benar menangis!]

Ddraig memberiku pujian. Namun suaranya seperti hampir menangis.

“Ya, terima kasih. Dan maaf karena bersikap mesum! Jadi, bagaimana kondisiku?”

[Kau bisa mempertahankan Balance Breaker selama tiga puluh menit. Hasil dari latihanmu sudah tercapai. Untuk kondisi Balance Breaker pertama bagi kau yang lemah, itu batas waktu yang cukup bagus.]

Berapa kali aku bisa melakukan penggandaan max?

[Kupikir di tiap tiap kali akan menggunakan lima menit kalau kau melepaskannya sampai max. Kau bisa melakukannya paling banter lima kali. Saat kau menyertakan jurus yang lain, kali keenammu sama dengan kosong. Itu sama saat kau memakai kekuatan transfer juga.]

Jadi kalau aku memakai kekuatan ini baik baik, aku bisa bertarung selama lima belas menit.

[Kau tak perlu selama itu.—Lihat, julurkan tanganmu, dan coba tembakkan peluru sihir api seperti biasa.]

Mengikuti instruksi Ddraig, aku mengulurkan tanganku dan kuarahkan pada Onee-san Koneko-chan.

Doh! Ia tertembak dalam sekejap! Ia lewat tepat di samping Onee-san dan melaju jauh ke dalam hutan.

Doddoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooon!

Gemuruh ledakan terdengar dari kejauhan, dan hembusannya bahkan sampai mencapai kemari.

........Eh?.......Apa? Aku tak bisa bereaksi oleh peristiwa tiba tiba ini.

Kabut beracun mulai buyar oleh hembusan seranganku dan menghilang.

“Hahaha! Sudah lama sejak aku melihat tembakan merah seperti itu! Hyodou Issei! Seluruh gunung yang jauh disana sudah lenyap sama sekali! Juga, perisai yang menutupi area ini juga sudah musnah!”

Tannin-ossan mengatakan itu dari atas langit.

Gunung!? Seluruh gunung sudah lenyap!? Aku bahkan tak menembakkannya dengan kekuatan pengganda!

[Itu tipe serangan yang menembakkan kekuatan yang terkumpul dari seluruh auramu melalui tanganmu. Karena jumlah yang kau simpan masih sedikit, kau tak bisa menembakkannya berturut turut sih.]

“Fuhahahahaha! Akhirnya kau mencapainya! Begitu, begitu! Itu aliran kekuatan dahsyat! Itulah syarat bagi aura yang bagus!”

Ossan juga tertawa keras keras dari atas. Terima kasih, sudah kuduga latihan dengan ossan membuahkan hasil!

Selain itu, perisai di area ini juga sudah lenyap. Orang orang diluar pasti sudah menyadari apa yang terjadi disini dengan seranganku barusan.

“Ahahaha!”

Ada seseorang lagi yang tertawa. Itu adalah Onee-san Koneko-chan – Kuroka!

“Ha! Menarik sekali! Kalau begitu, aku juga akan tunjukkan tembakan campuran senjutsu dan youjutsu!”

Di masing masing tangan Kuroka mulai diselimuti oleh kekuatan berbeda.

Dou!

Seperti itu saja, dia mulai menembakkan dua aliran energi berbeda dari kedua tangannya! Aku menerimanya secara telak!

Dodon!

......Aku merasakan dampak dari serangan itu, namun tak ada rasa sakit. Asap mengepul dari armorku – namun tak ada kerusakan. Armorku masih padat seperti biasa.

“Apa ini saja?”

Ekspresi Kuroka berubah melihat ketiadaan luka padaku dan terkejut.

“Itu tidak bekerja!? Tak mungkin. Aku sudah memberimu kekuatan spiritual yang besar!”

Doh!

Aku melompat ke depan kuat kuat dan menutup jarak diantara aku dan Kuroka dalam sekejap!

“Jangan merasa hebat!”

Kuroka mulai menembakkan sejumlah serangan seperti sebelumnya, tapi aku entah menerima semua itu atau menangkisnya dengan tinjuku, dan mendekat tepat di depannya!

Buuuuuuuuuuuuuh!

Aku mengayunkan tinjuku, namun berhenti tepat di depan hidung Kuroka. udara sekelilingku bergetar dari gelombang kejut ayunan itu, dan tumbuhan di sekitarku berguncang dengan keras. Di depan Kuroka yang ketakutan oleh serangan tinjuku, aku berbicara.

“Jangan buat Kouhai manisku menangis.”

“—“

“Kalau kau mengincar Koneko-chan lagi, lain kali tak akan kuhentikan seranganku. Kau mungkin wanita dan onee-san Koneko-chan, tapi kau adalah musuhku!”

Saat aku menarik mundur tinjuku, Kuroka segera melompat balik dan mengambil jarak diantara kami.

“.......Bocah sialan!”

Kuroka mengutukku, tapi aku melihat rasa takut di matanya. Karena armor yang kukenakan melepaskan aura yang tidak normal. Di saat seperti ini, dampak dan kekuatan armor sekujur tubuhku ini cukup efektif.

Bikou tertawa keras keras setelah melihat itu!

“Hyahahahaha! Ini benar benar menarik! Sekarang ada dua boss Naga! Bohong kalau aku berkata tak menikmati ini!”

Memutar mutar Nyoi-Bo di tangannya, Bikou menunjukkan niatnya untuk terus bertarung. orang ini juga pecinta pertarungan seperti Vali! Astaga, kenapa semua musuhku seperti itu!? Ada banyak hal yang jauh lebih menyenangkan ketimbang bertarung. seperti menjadi populer dengan wanita? Karena nilai standar kami berbeda, aku hanya tak bisa memahami cara berpikirnya!

Tak peduli bagaimana aku memikirkannya, meremas payudara Buchou jauh lebih mengasyikkan daripada bertarung!

Yah, itu juga tak apa apa. Mengalahkan mereka disini sudah bukan masalah lagi.

Dengan empat lawan dua, tak ada yang tak bisa kami lakukan! Tak lama lagi, para Iblis yang menyadari ada keanehan akan datang kemari untuk membantu! – Tapi, tepat saat kami mempersiapkan diri kami, sebuah robekan muncul di ruang di depan kami! A-apa itu!?

Muncul dari dalam robekan adalah—seorang pria. Lelaki muda berbusana jas. Yang dia pegang di tangannya adalah Pedang Suci yang melepaskan aura suci sampai max. A-apa apaan pedang itu......apa itu Pedang Suci!?

“Itu sudah cukup, Bikou, Kuroka, para Iblis sudah menyadari.”

Mengenakan kacamata, si pria mengatakan itu pada Bikou dan Kuroka. Rekan mereka!? Yang benar saja, anggota lain dari [Khaos Brigade] akan ikut dalam pertarungan!

Shutah.

Bikou turun dari angkasa!

“Bukankah kau sedang menyertai Vali?”

Si pria menekan kacamatanya dan berbicara.

“Karena Kuroka lama sekali, aku datang untuk melihat. Dan bahkan Bikou ada disini. Astaga, apa yang kalian berdua lakukan?”

Si pria mendesah.

“Kalian semua, jangan dekat dekat pria itu! benda yang dia pegang di tangannya sangat mematikan!”

Tannin-ossan meneriaki kami!

“Pedang Raja Suci Collbrande. Juga dikenal sebagai Caliburn. Collbrande juga disebut dengan Pedang Suci Terkuat, sampai berada di pihak Hakuryuukou.......”

Tannin-ossan tertawa pahit.

Pedang yang melebihi Pedang Suci!? jadi itu artinya dia lebih kuat dari Kiba atau Xenovia.....?

“Tapi, dua pedang!? Yang ada di sarung pedangnya juga Pedang Suci, kan!?”

Si pria menunjuk sarung pedang di punggungnya oleh pertanyaan ossan.

“Ini adalah Excalibur akhir yang ditemukan baru baru ini, yang terkuat dari ketujuh Excalibur, [Excalibur Ruler].”

--! Excalibur!? Pedang yang patah di zaman kuno dan menjadi tujuh keping itu!? memang, aku pernah dengar kalau satu bagiannya menghilang, tapi.........apa itu memang benar?

“Sampai berbicara seperti itu, kau cukup kalem, bukan?”

Si pria mengangguk oleh pertanyaan Kuroka.

“Ya, sebenarnya aku juga merasa sangat tertarik dengan rekan rekan orang orang ini. Sekiryuutei-dono, bisakah kau sampaikan sapaanku pada Pengguna Pedang Suci Iblis dan Pedang Suci Durandal? Aku suatu saat ingin menghadapi mereka sebagai sesama Pendekar pedang – mengerti?”

--. Sikapnya sopan sekali. Aku penasaran bagaimana reaksi Kiba dan Xenovia kalau mereka mendengar ini.

“Baiklah, mari kita mundur.”

Pria itu menebas udara dengan pedang bernama Collbrande dan robekan ruang lain muncul dan menyebar, sampai cukup lebar untuk dimasuki manusia.

“Sampai jumpa, Sekiryuutei.”

Pria itu pergi setelah meninggalkan kata kata itu dan rekan rekan Vali lainnya juga menghilang ke dalam robekan ruang.

Setelah itu, kami dirawat oleh sejumlah Iblis yang sudah mendeteksi masalah, dan pesta yang disponsori oleh Maou buru buru dibatalkan karena serangan [Khaos Brigade].

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Ayam bakar.
  2. ”Danna” dalam hal ini berarti “Tuan”, seperti pada Raiser Phenex.
  3. ”Nya” atau “Nyan” sama dengan “Meong” dalam bahasa Jepang. Yang sering Kuroka tambahkan di akhir kalimatnya
  4. Maksudnya “Scouter” pada Dragon Ball yang bisa membaca kekuatan dan level energi lawan.
  5. Awan emas yang dipakai Son Goku untuk terbang dalam “Journey to the West”
  6. Tongkat yang digunakan oleh Son Goku, yang bisa memanjang dan memendek sesuai kehendaknya.
  7. Ini mengacu pada rekan rekan Son Goku, Zhu Bajie dan Sha Wujing, dalam cerita “Journey to the West”.
  8. Nama alternatif Jepang untuk Zhu Bajie dan Sha Wujing.