High School DxD (Indonesia):Jilid 22 Life.0

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.0[edit]

Akhir Februari———

Lebih dari dua puluh hari telah berlalu sejak pertempuran melawan Qlippoth———khususnya terhadap Trihexa dan pasukan Evil Dragon.

Aku, Hyoudou Issei, saat ini aku sangat terangsang tapi juga sangat bingung saat berada di ranjang besar!

"......Aku sungguh ingin lulus."

Orang yang menatapku dengan mata emosional dan mengatakan itu dengan suara berkilau———Akeno-san yang telanjang ada di atasku!

Itu terjadi beberapa saat yang lalu. Saat aku mencoba untuk kembali ke kamarku sehabis mandi dan menemukan diriku terpikat ke sebuah kamar rahasia yang memiliki suasana yang sama seperti kamar erotis!

Di atas itu orang yang tengah menungguku di dalam yaitu Akeno-san yang mengenakan lingerie yang sangat transparan!

Rupanya pihak Malaikat Jatuh, Grigori, dipengaruhi oleh gagang pintu yang mengarah pada kamar erotis yang diberikan kepada Irina dari Michael-san dan dengan demikian mereka menciptakan gagang pintu baru setelah menerima teknologi dari Surga! Kamar yang Akeno-san dan aku ada di dalamnya ini kamar erotis tipe gagang pintu (versi Grigori)!

Akeno-san memberiku pelajaran sambil ia mulai menanggalkan lingerie-nya......!

Akeno-san yang berada di atasku mulai menanggalkan pakaianku dengan tenang memiliki semacam ekspresi tekad di wajahnya.

Akeno-san yang telah berhasil menelanjangiku sampai celanaku meraih tangan kananku dan———menekan itu ke payudaranya! Lima jemariku tenggelam ke sensasi sangat lembut dari tubuh seorang wanita yang mengirimkan sensasi ini ke seluruh tanganku!

Kemudian, Akeno-san membawa wajahnya mendekatiku lalu memberitahuku dengan suara menggoda.

"......Kumohon, aku ingin mengukirmu di dalam diriku......!"

Akeno-san yang di atasku secara bertahap menyandarkan tubuhnya pada tubuhku.

......Kedua payudara besarnya menyentuhku dengan sensasi lembut yang mengembangkan massa sambil gravitasi menarik ke bawah!

Wajahnya mendekatiku lagi dan tepatnya ketika bibir kami hampir tumpang tindih.

"Aku menemukanmu."

Sebuah suara mendadak! Saat aku melihat ke arah situ aku melihat Rias yang berada di dalam kamar erotis ini tanpa aku memperhatikan kehadirannya!

Rias melihat ke arah sini dengan mata setengah terbuka!

"Ara ara, sepertinya kita ketahuan."

Akeno-san menjauhi dirinya dariku sejenak dan mengatakan itu sambil berekspresi nakal.

"Kamu tidak boleh meremehkan instingku."

Sepertinya dia menemukanku dengan membaca gerakan Akeno-san.

"Akeno, apa yang coba kamu———"

Akeno-san mengambil tindakan sebelum Rias menyelesaikan kalimatnya itu———. Bibir lembut Akeno-san tumpang tindih dengan bibirku.

Ciuman dengan Akeno-san———. Dan dia melakukannya tepat di depan Rias!

Mulutku sedikit terbuka sejak ciuman ini. Dan karena Akeno-san menciumku saat aku masih dalam keadaan lidahnya memasuki mulutku dengan mudahnya. Lidah Akeno-san dan lidahku membungkus satu sama lain. Otakku mulai mencair pada teknik berani dan agresif Akeno-san dengan lidahnya.

Semenit setelah ciuman penuh gairah. Akeno-san menjauhi bibirnya dariku sambil meninggalkan benang saliva yang terhubung di antara lidah kami.

............

......Otakku hampir meledak pada ciuman penuh gairah mendadak kami tadi.

Lalu, Akeno-san memberitahu Rias.

"———Ini upacara kelulusan spesial untuk diriku sendiri."

Rias yang mendengarkan hal itu mulai membuat wajah manis dan jadi marah!

Apa Rias dan Akeno-san bersaing untuk mendapatkan upacara kelulusan berbeda yang juga mirip dengan lulus dari Akademi Kuoh!?

Rias menatapku yang otaknya sudah terpanggang. Dia berjalan menuju ranjang sambil membuat suara saat dia mendekat. Lalu, dia meraih kepalaku dengan erat menggunakan kedua tangannya.

Saat kupikir dia mendekatiku———kali ini, aku menemukan bibirku tumpang tindih dengan bibir Rias!

K-kali ini aku melakukan ciuman dengan Rias!

Lidah kami mulai mengikat di mana itu lebih sayang dan bergairah daripada dengan Akeno-san sebelumnya! Satu menit dilewati dengan mudahnya selama ciuman kami! Kepalaku hampir meledak pada ciuman mendadak ini! Pertama kali Akeno-san menaruh lidahnya di dalam diriku, dan kali ini aku berciuman dengan Rias......!

Rias menjauhi kepalanya dariku lalu bergumam.

"......Kukira aku telah mencuci ciuman dirimu dengan Akeno barusan dengan ini? Aku tidak boleh kalah!"

Rias yang hanya mengatakan itu mulai menanggalkan pakaiannya! Dia menanggalkan bra-nya dengan sangat berani di mana payudaranya yang luar biasa terpental ke depan!

Rias mengambil tangan kananku! Lalu menekan itu ke payudaranya! Kelembutan paling baik itu mirip sebuah puding tak bisa hancur!

Akeno-san bertindak seakan dia takkan kalah dalam pertempuran melawan Rias sehingga dia malah mengambil tangan kiriku dan dia menekan tangan kiriku ke payudaranya sendiri! Perasaan luar biasa dari kelembutan dan kehalusan tengah dikirim dari tangan kiriku ke otakku!

Akhir-akhir ini hanya ada pertempuran hebat jadi aku merasakan rasa nostalgia pada situasi erotis ini! Karena itu, rasanya otakku meleleh jauh lebih cepat dari sebelumnya!

Rias. Dan Akeno-san. Keduanya membawa wajah mereka lebih dekat denganku dengan mata emosional.

"......Untuk menjadi wanita pertama Ise......"

"......Tidak, itu adalah suatu hal yang tak boleh kuserahkan. Sekarang, Ise, datanglah padaku dulu......"

High school DxD Volume 22 illustration 1.jpg

Aku mulai ditekan oleh mereka berduaaaaaa!! Tak ada jalan keluar bagiku!

I-Ini mungkin pertempuran terbesar yang diberikan padaku......!

Aku tidak pernah membayangkan bahwa aku akan harus menangani mereka berdua sekaligus......tapi mungkin ini adalah sesuatu yang dicari dari seseorang yang bermimpi menjadi Harem King!?

Lupakan! Karena sudah sejauh ini aku tidak perlu menahan aliran ini dan hanya bertekad untuk melakukannya......! Tidak, mungkin aku harus membicarakan hal ini dengan mereka berdua dulu......! Tapi kelembutan tubuh feminin dari Rias dan Akeno-san sangat mematikan sampai-sampai mencemari otakku......!

Aku sudah menemukan diriku mulai merasa nyaman dengan aliran ini......tapi ada orang yang memasuki kamar ini.

"Ise-sama! Ise-sama, aku punya berita besar untukmu!"

Itu Ravel! Mungkin dia datang ke sini secara kebetulan atau mungkin dia menemukan sendiri tempat ini. Ravel lalu menegaskan padaku.

"Jadi kamu ada di sini...... ah! S-Sepertinya aku sudah mengganggu apa yang kalian lakukan......!"

Dia menjadi merah saat melihat situasi kami. Aku sendiri dilihat oleh manajerku di situasi ini yang sangat sulit untuk dijelaskan padanya!

Tapi ada lebih banyak penyusup!

Xenovia, Irina, dan Asia juga datang ke kamar erotis (versi Grigori) ini!

Ini adalah apa yang Xenovia dan Irina katakan segera setelah mereka masuk.

"Aku tahu kamar ini akan berubah jadi begini! Aku menerima informasi soal bagaimana Akeno-zenfukubuchou mendapatkan gagang pintu yang dikabarkan dari Grigori! Ku! Aku juga mau!"

"Ya ampun! Ini adalah sesuatu yang kudapatkan dari Michael-sama tapi aku tak pernah membayangkan alat serupa akan dikembangkan segera sesudahnya!"

Asia kemudian mengatakan itu saat ia menatap sekeliling kamar.

"Kurasa sudah tiba waktunya untuk gadis-gadis yang tinggal di rumah ini menerima kamar ini!"

Akeno-san menatap kecil dan tersenyum pahit karena lebih banyak perempuan mulai memasuki kamar ini.

"......Aku berasumsi aku akan membutuhkan kunci untuk kamar ini di kemudian hari."

Rias juga menjauhkan dirinya dariku seakan telah berakhir.

"......Jangan, gadis-gadis di rumah ini akan menggunakan metode apapun untuk membukanya. Kurasa tiap orang akan membutuhkan satu seperti yang Asia bilang......"

Sungguh!? Jadi akan tiba waktunya di mana setiap gadis akan menerima kamar ini!? Aku merasa senang tapi juga gelisah karena aku tak tahu kapan gadis-gadis itu akan menyeretku ke kamar mereka!

———Apakah aku akan kehilangan waktu pribadi untuk diriku sendiri ini mulai sekarang!?

Lalu Rias bertanya pada Ravel sambil meninggalkan aku yang merasa tertekan.

"Jadi, Ravel. Apa alasanmu untuk panik sekali dan datang ke sini......?"

Ravel yang terkejut melihat kedatangan kedua ke kamar erotis mulai ingat alasannya untuk berada di sini pada kata-kata Rias.

"Oh ya, benar juga! L-Lihatlah ini!"

Ravel mengeluarkan tabletnya.

"Ini akan mengejutkan kalian."

"Ini adalah berita besar!"

Xenovia dan Irina tampaknya bersemangat.

Ada video di tablet yang dipegang oleh Ravel. Aku menduga itu televisi, lebih tepatnya berita tv, dari Dunia Bawah menilai dari penggunaan simbol-simbol Iblis.

———Lebih penting lagi, simbol pada video ini......menggambarkan sesuatu yang sangat luar biasa!

Ini adalah apa yang penyiar di video tersebut bilang.

[———Dan, mengenai Rating Game World Tournament ini akhirnya telah diumumkan. Tampaknya diskusi dengan masing-masing mitologi telah selesai dan kami menerima laporan bahwa persiapan untuk turnamen awal telah berlangsung di berbagai lokasi. Dengan ini, hipotesis dari tim yang akan lolos lebih dulu adalah———]

Ini adalah apa yang tertulis di subtitle besar di video berita.

———[Semua Golongan mengambil tindakan! Rating Game World Tournament akhirnya diumumkan!]

Dan isi dari apa yang penyiar itu bicarakan tadi tentang Rating Game bahkan menyiarkan tentang turnamen!

"............R-Ravel, ini......!"

Perasaan erotis yang kupunya sebelumnya menghilang pada pengungkapan yang luar biasa ini jadi aku meminta pendapat Ravel.

Ravel lalu mengatakan dengan terus terang.

"———Ise-sama. Ada konferensi darurat yang diselenggarakan oleh pemimpin masing-masing Golongan sebelumnya. Tahun ini akan ada Rating Game World Tournament dengan semua Golongan berpartisipasi!"

———Rating Game World Tournament......!

Seluruh dunia......seluruh Golongan...... Rating Game!? T-tentu aku ingat bagaimana para petinggi termasuk Azazel-sensei mengatakan betapa menyenangkannya akan melakukan hal ini di masa depan......!

Mata Rias terpaku pada videonya lalu menyempitkan matanya.

"……Aku mengerti. Jadi mereka mengungkit-ungkit hal ini di saat begini...... Apa mereka memenuhi keinginan Azazel dan Onii-sama......? Tidak, apa ini maksud dari Ajuka-sama dan VIP lainnya......"

Rias mulai bergumam sendiri. Sepertinya dia perlu berpikir secara mendalam akan sesuatu.

Lalu Rias mengatakan itu setelah mencium pipiku.

"Ise, sayangnya kita harus melanjutkan apa yang kita lakukan di waktu berikutnya. Akeno, kita akan pergi ke Dunia Bawah dulu untuk memastikan situasi saat ini. Ikuti aku."

"Ya, baiklah. Ufufu, sangat memalukan bahwa kita harus berakhir begini."

Mengatakan itu, Akeno-san juga mencium pipiku dan berubah kembali ke mode [Queen] dan mengikuti Rias.

Rias dan Akeno-san meninggalkan kamar erotis segera sesudah mereka memakai pakaian mereka.

"Sepertinya akan ada Musim Semi yang berisik."

Yang terakhir dan acara terbesar dari kehidupan SMA-ku segera dimulai untukku yang akan menjadi murid kelas tiga segera———