High School DxD (Indonesia):Jilid 24 Life.5

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.5 Dewa Kematian dan Teknik Payudara Keluarga Hyoudou[edit]

Bagian 1[edit]

Aku—Hyoudou Issei, menunggu kedatangan orang itu di dalam penghalang yang dibuat Rossweisse-san dan Bina-shi. Lokasi kami adalah area hutan belantara yang jauh dari [Fafnir Stadium]. Usai mendengarkan rencana strategi Ravel, aku datang ke sini. Rencananya sangat sederhana. Jika kita terus mengalahkan Grim Reaper yang melayani di bawahnya, Thanatos akhirnya akan masuk sendiri sebagai pemimpin. Dengan mengincar saat dia muncul, kita bisa menggunakan teknik lingkaran sihir transportasi yang mampu mengirim Loki pergi. Akan menimbulkan banyak masalah jika Grim Reaper yang legendaris mengamuk di dekat area pertunjukan, jadi kami memutuskan di area padang gurun di mana tidak masalah seberapa banyak kehancuran yang disebabkan. Rossweisse-san yang ahli dalam teknik penyegelan didampingi oleh Bina-shi, tapi mereka tidak akan melangkah maju kecuali aku dikalahkan. Ini adalah strategi pertarungan yang telah Ravel pikirkan untuk melindungi para penonton yang menonton pertandingan, dan juga untuk melindungi sahabatnya, Koneko-chan. Adapun tahap terakhir dari strategi ini, setelah memastikan serangan para Grim Reaper, kami akan mengirimkan tim bantuan kepada Sairaorg-san dan Dulio. Akan sangat membantu untuk Sairaorg-san dan Dulio ikut dalam pertempuran melawan Thanatos, tapi mereka tidak dapat segera bergegas, jadi Ravel meminta dukungan dari berbagai Golongan. ...Jika keduanya tiba, pertempuran ini akan jauh lebih mudah...aku ingin tahu apakah mereka bisa tepat waktu? Mereka sudah cukup sibuk mencoba menghadapi kerusuhan yang disebabkan oleh Iblis Misterius di wilayah mereka….Aku melengkapi armor crimsonku, dan setelah menunggu beberapa saat—sebuah lingkaran sihir transportasi muncul di hadapanku. Orang yang muncul dari lingkaran sihir adalah seorang Grim Reaper dengan aura yang luar biasa, dan jubah yang dihias dengan indah. Grim Reaper—Thanatos melihat sekeliling di sekitarnya sambil mengenakan topeng tengkoraknya, lalu mengarahkan matanya kembali ke arahku lagi.

<<Pemindahan paksa…. Tentu, aku mendengar bahwa hal yang sama terjadi pada Loki. Ini teknik yang cukup pintar.>>

Sebilah sabit muncul di tangan Thanatos. Bilahnya memancarkan aura kuat—. Aku bertanya dengan tenang

“Kenapa kau melakukan sesuatu seperti ini?”

<<Alasannya—ada lebih dari satu.>>

Thanatos secara bertahap memperpendek jarak di antara kami saat dia menanggapi pertanyaanku.

<<Pertama-tama, untuk mencegah kebocoran data penelitian Iblis Super buatan, itu harus dihancurkan.>>

“Serahkan saja itu pada kami, tapi tampaknya kau belum puas dengan itu. Apa karena ada yang salah dengan kami mencari tahu tentang penelitian?”

<<Aku ingin sepenuhnya menghilangkan semua bukti penelitian sebelum Hades-sama mengetahuinya.>>

...Bukankah itu untuk Hades?

“…Kenapa?”

Aku bertanya lagi.

<<...Ini seperti pihak Iblis, Sekiryuutei. Kami tidak sepenuhnya bersatu. ...Tapi, semua yang kulakukan adalah demi masa depan Alam Baka yang kubayangkan.>>

Tidak sepenuhnya bersatu ya. Terlepas dari apakah itu Orcus-san dari faksi konservatif atau Thanatos di sini, Alam Baka tampaknya memiliki masalah yang rumit sendiri.

“...Apa alasan lainnya?”

<<Oleh karena itu, perlu untuk menghilangkan semua orang yang membawa data penelitian itu. Untuk mencegah Hades-sama mendapatkan informasi yang relevan sama sekali.>>

Jadi itulah kenapa...itulah alasan mengapa dia menargetkan Koneko-chan...!

“Aku tidak akan membiarkanmu mengganggu Koneko-chan dan Kuroka.”

<<Itu tidak masalah. Itulah mengapa kau adalah Sekiryuutei pada era ini.>>

Thanatos menegakkan jari telunjuknya.

<<Alasan lain...sangat sederhana. Rekanku, Pluto, dikalahkan di tangan Hakuryuukou. Kurasa dia puas dengan itu. Dia mampu menyentuh kekuatan Heavenly Dragon yang bahkan bisa mencapai Dewa—. Sejauh yang kuketahui, aku juga ingin merasakan kekuatanmu, karena kau dianggap sebagai Sekiryuutei Terkuat dalam Sejarah.>>

......Pada akhirnya, sepertinya kita tidak bisa terus berbicara seperti ini. Tidak hanya menargetkan Koneko-chan, kau juga berharap untuk melawanku. Aku, tidak, kami hanya ingin melindungi kedamaian! Aku menyiapkan posisi bertarung.

“Biarpun kau adalah Dewa—aku akan menghancurkanmu. ini bukan permainan. Akulah [Sekiryuutei of the Blazing Truth], dan aku juga [Pawn] dari [Crimson-Haired Ruin Princess].”

<<Silakan coba untuk memenuhi permintaanku, Hyoudou Issei. Biarkan Dewa Kematian ini menyaksikan kekuatan penuhmu.>>

Thanatos mengayunkan sabit besar. Ini menandai awal dari pertarunganku melawan Grim Reaper Kelas Ultimate. Saat aku menyerang, aku menembakkan Dragon Shot pada saat bersamaan! Thanatos meninggalkan bayangan hitam dan biru saat dia menghindar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Aku membenarkan arah Dragon Shot-ku, dan aku terus menembakkannya ke arah Thanatos saat aku mendekat! Tembakan energi iblisku mendaratkan serangan langsung—tapi Thanatos tidak terluka saat dia terus mendekatiku! Jadi serangan pada level Dragon Shot bahkan belum cukup untuk melukainya huh! Walau aku melepaskan wyvern-ku, pasti akan dikalahkan dengan mudah. Thanatos mengayunkan sabitnya, dan aku menghindarinya dengan cepat...sabit memotong permukaan tanah. Setiap kali Thanatos mengayunkan sabitnya, bekas besar akan tertinggal di permukaan tanah. Dia memiliki kekuatan luar biasa sehingga setiap gerakan sabitnya sudah cukup untuk mengubah bentuk medan—. Jika serangan biasa miliknya memiliki begitu banyak kekuatan, maka dia jauh lebih kuat dari Pluto! Untuk bergerak dalam serangan jarak dekat, aku menyerang ke arah Thanatos, dan aku mulai memukulnya ketika kami hampir berhadapan. Namun, rasanya seolah-olah aku memukul udara, dan tidak ada sensasi atau umpan balik yang kuat bahwa aku benar-benar memukulnya. Dan tanpa sepengetahuanku, Thanatos telah berputar di belakang dan dia bersiap untuk mengayunkan sabitnya. Apa yang kupukul benar-benar menjadi bayangan setelahnya! Aku mengaktifkan meriam Crimson Blaster di sayapku dan menembak pada Thanatos! Ketika aku berputar untuk menyesuaikan posisiku, aku memunculkan Ascalon dari lengan kiriku dan mendorongnya ke arah Thanatos. Sebelum dia bisa menghilang dan meninggalkan bayangan di belakangnya, aku menggunakan kekuatan [Penetrate]!

[Penetrate!!]

Kemampuan yang memungkinkanku untuk melewati objek apapun telah dimasukkan ke dalam Ascalon. Berpikir bahwa akan gawat jika dia terkena itu, Thanatos segera mundur. Aku langsung bereaksi dan terbang ke depan—Aku terbang di atas Thanatos dan kemudian melepaskan ledakan meriamku.

“Crimson Blasterrrrrrrrr!”

Serangan tembakan aura yang luar biasa turun menuju Thanatos yang berada tepat di bawahku. —Tapi, itu meleset, dan sekali lagi, Thanatos berputar di belakangku! Aku mengepakkan sayap naga untuk membalikkan tubuhku, dan Thanatos menggunakan sabitnya untuk menangkis Ascalon! Ketika bilah kami bentrok, Thanatos tertawa

<<Kau sangat kuat. Tapi sudah sangat jelas setelah pertemuan singkat ini. —Dalam bentuk ini, kau tidak punya peluang untuk menang.>>

......Itu adalah sesuatu yang sudah kuketahui sejak awal! Tapi, kalau bentuk itu, maka...! —Bagaimana aku bisa mentolerir provokasi seperti itu? Aku terbang menjauh dari Thanatos untuk membuat jarak di antara kami. Hei, Ddraig. Melanjutkan seperti ini hanya akan membuang-buang stamina, kan?

[Benar, dan kalau kamu tidak merespon dengan cukup baik, kau bisa menderita kerusakan yang serius. True [Queen] tidak setara dengannya sama sekali. Itu tidak akan membuat banyak perbedaan biarpun kau menggunakan Dragon Deification parsial.]

Lalu, biarpun ada batas waktu, aku harus memutuskan hasilnya di sini. Dan sangat sulit untuk menunggu Sairaorg-san dan Dulio tiba. Aku mengambil napas dalam-dalam, lalu melafalkan kekuatan.

“—Crimson Red Dragon tinggal di dalam diriku, terbangun dari dominasimu”

Cahaya crimson mempesona memancar dari permata gauntlet kananku.

[—Crimson Heavenly Dragon yang kumiliki dalam diriku, bangkit untuk menjadi Raja]

Aura hitam pekat dilepaskan dari permata gauntlet kiriku.

“—God of Infinity hitam pekat”

Aura crimson yang sangat besar menyelimuti seluruh tubuhku—.

[—God of Dream yang agung]

Aura hitam pekat yang melambangkan infiniti lalu terbungkus di atasnya.

“[Menyaksikan keberadaan terlarang yang melampaui batas-batas]”

Armor crimsonku kemudian bercorak dengan pola hitam pekat. Kekuatan Dragon God yang mewujudkan inifinite telah dilepaskan.

“[—Kami akan menari seperti cahaya dalam neraka]”

“<<[D∞D!! D∞D D∞D!! D∞D D∞D D∞D!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!]>>“

Semua permata bergema dengan suara [D∞D!!] yang menembus jiwa. Simbol ∞ muncul di semua permata!

“[<<Dragon ∞ Drive!!!!!!>>]”

Setelah mengaktifkan Pseudo-Dragon Deification, aku menyerang lurus ke arah Thanatos, dan setelah itu menyebabkan semua pemandangan sekitarnya menjadi terhempas. Aku menusukkan tanganku yang dilapis aura! Thanatos hanya meninggalkan bayangan setelah dia menghindari seranganku—tapi tinjuku yang menembus udara kosong menyebabkan tanah di bawahnya runtuh. Setelah menonton adegan itu terungkap di depan matanya, Thanatos tertawa kecil

<<Kekuatan ofensif yang tak terbayangkan! Jika aku menerima serangan langsung, maka aku pasti akan lenyap!>>

“Aku akan mengatakan ini dulu—Aku marah! Kau mengganggu gadis-gadis yang menjanjikan masa depan mereka padaku, dan juga pertandingan penting dari rival seumur hidupku!”

Setelah mengatakan itu, aku mulai mengejar Thanatos, dan memukul serta menendangnya dari jarak dekat sambil bergerak dengan kecepatan seperti dewa! Aku tidak merasakan sensasi memukulnya, tapi tidak seperti sebelumnya, lawanku tidak lagi memiliki ruang untuk bernapas. Jubahnya robek parah selama usahanya untuk menghindar, dan sabitnya pun berubah bentuk. Setelah Thanatos mengambil sabit baru entah dari mana lagi, dia berkata

<<Jadi kau melindungi bukan hanya para wanita, tapi Hakuryuukou juga! Sungguh menarik! Apakah ini yang disebut persahabatan?>>

“Ini adalah Game antara wanita yang kucintai, dan juga pria yang kuhargai sebagai rivalku. Aku sudah menantikan pertandingan ini jauh lebih banyak dari orang lain. —Setelah aku mengalahkanmu, dan memotongmu, aku akan menonton pertandingan. Sesederhana itu!”

Thanatos bergerak dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga sisa bayangan yang dia tinggalkan mengepungku. Mungkinkah itu klon? Klon Thanatos mengayunkan sabit mereka ke arahku dari segala arah, tapi aku menggunakan tinjuku untuk melenyapkan mereka semua. Namun, klon sepertinya memiliki koordinasi sempurna, dan aku dipotong oleh mereka sekaligus. Dalam benakku, aku tiba-tiba teringat pada pengetahuan bahwa sabit Grim Reaper bisa memotong jiwa juga. Tapi meskipun aku telah dipotong, armorku baik-baik saja, dan tubuhku juga sama sekali tidak terluka. Thanatos merasa heran dengan ini.

<<—Apa!? Aku memotongmu dengan sabitku, tapi aku tidak bisa memotong jiwamu!? Mungkinkah jiwamu juga memiliki kekuatan Ophis!?>>

...Benar, kekuatanku adalah manifestasi dari kekuatan Ophis. Karena Ophis mewakili infinite, kukira tidak mengherankan bahwa kekuatannya dapat memberikan tingkat perlindungan ini. Terlebih lagi, tubuhku sendiri ada berkat Great Red dan Ophis, dan itu terbentuk dari kombinasi kekuatan mereka.

[5!]

—Gawat! Hitungan mundur tidak menunggu siapapun! Bentuk ini hanya dapat dipertahankan selama sepuluh detik. Untuk memutuskan hasilnya dengan cepat, aku membuat persiapan untuk menggunakan ∞ Blaster. —Tapi pola yang tidak diketahui muncul di keempat meriamku.

<<Ketika kau menyerang, aku menggunakan teknik penyegelan pada meriammu! Meskipun aku tidak bisa menutup itu sepenuhnya, aku tidak berpikir kau akan dapat menghilangkannya sebelum hitungan mundur berakhir!>>

Kuh! Dia menggunakan teknik semacam itu juga! Aku mulai mencoba mengumpulkan auraku dan mengarahkannya ke arah laras meriamku—tapi aku tidak dapat mengirim kekuatan drakonik ke dalamnya!

[8! 9!]

Sementara mencoba yang terbaik untuk menggunakan meriamku, hitungan mundur terus berdetak! Dengan waktu segini, tidak akan cukup bagiku untuk membuka armor di dadaku untuk menggunakan Longinus Smasher! Dibiarkan tanpa pilihan lain, aku meningkatkan aura di lenganku hingga batas maksimal!

“<<[D∞D!! D∞D D∞D!! D∞D D∞D D∞D!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!]>>”

Aura yang luar biasa berkumpul di tanganku, dan aku melepaskannya ke arah Thanatos sekaligus! Crimson Dragon Shot besar ditembakkan ke arah Thanatos. —Tapi, Thanatos sudah terbiasa dengan gerakan berkecepatan tinggi, dan dia bisa menghindarinya! Jika Dragon Shot-ku yang menghindari tabrakan ke penghalang yang dibuat Rossweisse-san, maka semuanya akan menjadi buruk. Aku tidak punya pilihan selain membuat Dragon Shot runtuh ke dalam dirinya sendiri. Sisa-sisa aura merah itu tersebar di udara.

[10!]

Begitu hitungan selesai, Dragon Deification lenyap, dan aku kembali ke armor crimsonku. ...Gelombang kelelahan memukulku. Itu adalah dampak dari Dragon Deification. Staminaku hampir sepenuhnya habis...! Api absolut yang bisa membakar dewa menjadi abu—Aku tidak bisa menggunakan [Blazing Inferno of Scorching Flames]. Aku mungkin bisa menetapkan superioritas jika aku menggunakan gerakan itu... tapi jika Thanatos mendekati Rossweisse-san atau Bina-shi dengan nyala api itu dan menyebarkan api yang tidak bisa dipadamkan ke tubuh mereka, maka....

[Itu benar, justru karena itu adalah api pamungkas, ada batasan dalam penggunaannya. Terutama dalam keadaan di mana kau memiliki sekutu, tidak dapat digunakan secara bebas. Jika api menyebar pada sekutumu, maka tidak akan ada gunanya.]

...Justru karena api itu teramat kuat sehingga ada sisi menakutkan bagi mereka. Tidak, bahkan dengan Dragon Deification, jika aku tidak mengendalikannya dengan benar, maka itu bisa berdampak signifikan pada dunia, jadi perlu berhati-hati saat menggunakannya. Aku terengah-engah ketika Thanatos mendekatiku.

<<Kau bisa bertarung dengan pijakan yang setara melawan Dewa, dan satu-satunya kelemahan yang saat ini kau miliki adalah batas waktumu. Jika kau sudah sekelas Dewa...tidak, walau kau sudah sekelas Maou, kau akan dapat mengesampingkan hitungan mundur sepuluh detik itu. Kalau tidak, tidak mungkin bertarung seimbang melawan Dewa hanya dengan armor crimsonmu.>>

...Itu memang kelemahanku. Tapi itu saja yang bisa kuandalkan saat ini untuk bertarung. Thanatos mulai menyerangku! Karena aku telah mengonsumsi stamina yang sangat besar, gerakanku menjadi lambat, dan Grim Reaper Kelas Ultimate mampu memukulku dengan mudah. Dia menebasku dengan sabitnya! Sebagian dari armor crimsonku hancur saat perutku terkena serangan langsung. Rasa sakit yang luar biasa menyerang seluruh tubuhku…. Tapi di dalam tubuhku—tidak terasa seolah jiwaku telah rusak. Thanatos sekali lagi merasa terkejut dengan hasilnya di depan matanya.

<<...Bahkan ketika Dragon Deification telah lenyap, sepertinya aku masih belum bisa memanen jiwamu. Tubuhmu mengandung kekuatan yang menakutkan, dan ini adalah bukti terbaik dari itu. Jika mustahil menghancurkan tubuhmu bersama dengan jiwamu, maka mustahil untuk mengalahkanmu.>>

Jadi bahkan dalam kondisi ini, kemampuan spesial Grim Reaper masih tidak berlaku bagiku huh. Ddraig berkata

[Benar partner, jiwamu memiliki kekuatan yang menyaingi kutukan rival Ophis. Biarpun itu adalah teknik dari makhluk sekelas Dewa, itu tidak bisa menyentuh jiwamu, partner. Jadi sejak awal, sabit Grim Reaper tidak berpengaruh padamu. Semua itu bisa digunakan untuk kerusakan fisik.]

Sejak kapan efek ini dimulai? Apakah itu terwujud pertama kalinya aku mengaktifkan Dragon Deification?

[Belum tahu, tapi kekuatan yang mengalir dari Ophis sudah pasti menguatkannya. Kemunculan Lilith di sisimu juga, dan itu membuat efeknya semakin luar biasa. Ini hanya spekulasiku, tapi orang itu... Dragon God of Infinity ingin menjadikanmu Dragon God ketiga, partner.]

Jadi, apakah hal yang sama berlaku untuk Vali? Bukankah Maouification-nya juga meminjam kekuatan Ophis?

[Mungkin Two Heavenly Dragon akan mencapai sekelas Dragon God pada saat yang sama.]

Begitu ya...meskipun tampaknya Dragon God di rumahku bertindak bebas dan tidak banyak pikiran, aku tidak membayangkan bahwa dia memiliki rencana yang begitu mendalam. Karena itu, situasi saat ini masih cukup sulit untuk dibatalkan…. Rossweisse-san juga melihatku dengan khawatir, dan Bina-shi juga telah menyatakan bahwa dia akan bergabung dengan pertempuran jika sesuatu menjadi terlalu berbahaya…. Apakah kita tidak punya pilihan selain melepaskan penghalang sehingga kita bertiga dapat bertarung melawan Thanatos bersama-sama? Tapi untuk Thanatos, prioritasnya adalah menjauhi dirinya sehingga dia bisa menyusul Koneko-chan—.Tujuan asli dari penghalang ini adalah untuk menutup gerakan cepat Grim Reaper ini. Biarpun kami memberi tahu dia di mana hiasan rambut itu disimpan saat ini, Thanatos sudah mengatakan bahwa dia akan melenyapkan semua orang yang terkait dengan penelitian, jadi itu akan menjadi tidak berarti. Sama sepertiku memeras otakku dalam kesusahan tentang apa tindakan terbaik selanjutnya, Thanatos tiba-tiba berkata

<<...Aku bisa merasakan tiga jiwa di dalam tubuhmu. Ada kau dan [Welsh Dragon] Ddraig...jadi siapa yang lain?>>

Grim Reaper-sama ini baru saja menyebutkan beberapa kata yang tidak bisa dimengerti! Baik Ddraig maupun aku tidak bisa mengerti, tapi sebuah suara tiba-tiba bergema dari permataku.

[Ise, ini Jii-chan.]

…….

….

...Pemilik suara itu begitu tak terduga sehingga pikiranku kosong, dan aku membeku dalam keheranan. Namun, suara itu berbicara lagi.

[Ise, ini aku. Kakekmu.]

—Benar, itu Jiiiii-chaaaaan!

“Jii-chan!?”

[Kakekmu!?]

Ddraig juga terkejut! Fakta bahwa suara kakekku telah keluar dari permatanya sendiri mungkin sangat mengejutkan! Meski begitu, biarpun Ddraig tidak bisa menduga ini, sepertinya itu sangat menakjubkan!?

[Ini mustahil! Jenis kemampuan apa yang kamu gunakan untuk memasuki Sacred Gear-ku ketika kita berbicara!?]

Nada suara Ddraig diwarnai dengan terkejut, tapi Jii-chan menjawab dengan tenang

[Aku meminta Shaka-sama yang agung, dan dia melakukan sesuatu. Tentu saja, Dragon God-sama juga bilang bahwa dia ingin membantu.]

Ddraig mengeluarkan suara yang tersiksa.

[Shaka dan Ophis!? Yah, tentu saja mereka bisa ikut campur!]

Apakah itu mungkin!? Aku juga terkejut! Aku tidak bisa mengikuti kecepatan ini sama sekali! Jii-chan berkata

[Sepertinya kamu terjepit. Ise, kudengar kamu sangat bagus dalam mengembangkan teknik payudara.]

“Tidak, dibilang aku bagus...meskipun aku telah mengembangkan beberapa, apa yang harus dilakukan dengan ini!?”

Dress Break dan Pailingual keduanya terbatas pada wanita, dan karenanya tidak berpengaruh pada Thanatos!

[Ise, sekarang adalah waktunya untuk mewujudkan impian waktu itu. Itu yang sering kita bicarakan ketika kita biasa bermain dengan model plastik robot dan kapal luar angkasa.]

Seperti yang dia katakan itu agak tiba-tiba, kekuatan meluap Jii-chan menyebabkan permata armorku bersinar terang!

[Biarkan aku membantumu mengingat kenangan masa kecil yang kamu habiskan bersamaku!]

Detik berikutnya, aku dipaksa untuk menghidupkan kembali kenangan masa kecilku—.


Saat berada di rumah Jii-chan di pedesaan, aku pergi dengan Jii-chan ke toko model terdekat untuk membeli model plastik robot dan pesawat ruang angkasa bersamanya. Jii-chan sering membeli model dan tokoh karakter wanita yang muncul di waralaba…. Dia akan selalu memesannya dari toko model di mana dia akan hati-hati mengambilnya—. Aku iri dengan figur yang dibeli Jii-chan. Aku sangat menginginkannya, Japi Jii-chan berkata

“Kalau kamu belum dewasa, kamu tidak boleh membelinya.”

Mengutip itu sebagai alasan, dia tidak membelinya untukku. Di koridor dekat halaman rumah, Jii-chan dan aku bermain dengan model—. Tepatnya, kebanyakan model itu dibuat olehku, dan aku merasa terpesona oleh robot keren dan kapal luar angkasa. Aku mengacu pada buku petunjuk saat aku mengumpulkannya, sementara Jii-chan melihat majalah eronya di sampingku sambil menyentuh figur eronya…. Aku melihat dengan bangga prestasiku, sementara Jii-chan berkata

“Antara model Ise dan figur Jii-chan, mari kita lihat mana yang lebih kuat.”

Aku menempatkan robot ke posisi dingin untuk menyerang, dan Jii-chan memindahkan tubuhnya untuk meresponnya.

“Rasakan ini, Jii-chan. Meriam gelombang!”

“Sayang sekali! Penghalang oppai figur Onee-san ini memungkinkannya untuk membelokkan meriam gelombang!”

“Eh! Jii-chan, itu tidak adil! Apa itu penghalang oppai!?”

“Kamu akan mengerti suatu hari nanti! Apapun jenis serangannya, dan seberapa kuat musuhnya, dua hal itu tidak akan pernah mengalahkan oppai. Kamu juga suka oppai, kan?”

“Mmhmm! Aku suka!”

Setelah mendengar jawabanku, Jii-chan menunjukkan senyum puas saat dia menggosok kepalaku.

“Oppai mengandung kekuatan pamungkas. Karena itulah, ketika robot dan pesawat luar angkasa menyerang, mereka harus mengumpulkan kekuatan oppai untuk menyerang. Oppai beam! Meriam gelombang oppai! Seperti itu. Dengan begini, terlepas dari apakah kamu telah membangun robot atau pesawat tempur luar angkasa, kamu akan dapat mengalahkan figur ero Jii-chan, Ise.”

“Itu mengagumkan, Jii-chan! Kedengarannya sangat keren, tapi aku tidak mengerti sama sekali!”

“Hahaha! Kamu tidak mengerti ya! Sejujurnya, aku juga belum terlalu memahaminya! Tapi, oppai adalah yang terkuat. Selama kamu memiliki kekuatan oppai, kamu akan dapat mengatasi kesulitan apapun, tidak peduli apapun itu! Oppai!”

“Oppai!”

“Baiklah, Ise. Cepat gunakan senjata robot itu untuk menembakkan oppai beam. Dengan itu, kamu mungkin bisa mengalahkan figur ero jii-chan.”

“Oppai Beam!”

“Ugyaaahh! Aku—telah—diserang—ah—”

Jii-chan dan aku terus bermain-main dengan model dan figur menggunakan serangan oppai sampai matahari tenggelam di bawah cakrawala—.


Akhirnya aku ingat kenangan masa kecil itu. Air mata mengalir dari mataku saat aku menangis.

—Aaaaaahhh, ini adalah kenangna brutal! Mengapa jii-chan membuatku mengingat hal semacam ini di saat yang genting seperti itu, Jiiiiiiii-chaaaaaaaaan! Tapi, Jii-chan berkata.

[—Persiapkan meriam gelombang.]

Pada saat itu, ekor armorku—itu mulai bergerak seolah-olah memiliki kehendak sendiri. Itu tidak sesuai dengan kemauanku, juga bukan niat Ddraig. Ekor itu sepertinya mengarah pada sesuatu. Ekorku—itu diperpanjang! Dan langsung menuju ke arah Rossweisse-san!

“Eh!? Apa yang terjadi!?”

Ekor armorku tiba-tiba membentang, dan Rossweisse-san bahkan tidak punya waktu untuk bereaksi ketika ekorku mencapai oppai Rossweisse-san. Ujung ekornya terbuka, dan kemudian menutupi oppai Rossweisse-san yang menempel! Dokun dokun ….Ekorku mulai berdenyut.

“...Ahm! Aaahh!”

Rossweisse-san mengeluarkan erangan sensual. Ekorku yang terhubung dengannya sepertinya menyerap sesuatu dari dadanya! Jii-chan berkata

[Kumpulkan kekuatan oppai, lalu keluarkan yang besar! —Benar juga, meriam gelombang!]

Meriam armorku secara otomatis mengarah kepada Thanatos dengan kepercayaan diri yang jelas!

[Jangan khawatir, Jii-chan ada di sisimu untuk membantu. Aku sadar sekali akan keinginan eromu.]

[A-Apa ini!? P-Partner! Di dalam diriku, bagian dalam Sacred Gear sedang digunakan oleh kakekmu!? Apakah ini sesuatu yang bahkan bisa dilakukan kakekmu!?]

“…Dia kan kakekku. Tidak mengherankan jika dia adalah asal dari sifat eroku...”

[Apa kamu serius!? Kamu hanya akan menerima ini!? Apa aku juga harus menghadapi kenyataan ini!?]

Ddraig terperangah—. Itu tak terelakkan. Meskipun aku tidak terlalu yakin tentang hal-hal itu, kelihatannya Jii-chan berputar-putar di dalam Sacred Gear. Tentu, dia adalah asal mula sifatku…. Sejujurnya, aku cukup bingung juga! Apa sebenarnya yang dilakukan Jii-chan!?

[Aku mengumpulkan kebajikan saat di Surga. Aku yakin Shaka-sama yang agung juga akan senang.]

Apa Jii-chan yakin!? Apa ‘kebajikan’ yang Jii-chan bicarakan ini!? Lagipula, bagaimana ini terkait dengan Shaka-sama!?

“Tidak ada kesalahan. Ini adalah permintaan Siddartha—Shaka Nyorai.”

Suara misterius lainnya keluar!

“Sekiryuutei yang mengendalikan payudara. Aku Kannon Bodhisattva. Setelah mendengarkan permintaan kakekmu Hyoudou Juuzou, aku datang untuk membantumu.”

Kannon-sama!? Apa yang sedang terjadi!? Apanya apanya!? Apa yang sudah terjadi!?

[Bahkan Kannon Bodhisattva telah keluar!? Apakah sistem mitologi bekerja seperti ini!?]

Ddraig berteriak. Kannon-sama berkata

“Lagumu telah membuat banyak orang tersenyum sampai di Surga. Orang-orang yang telah meninggal dapat bernyanyi dan menari dengan lebih gembira di Surga, dan kami berterima kasih kepadamu karena telah melahirkan lagu seperti itu. Ini adalah tanda terima kasih yang kecil dari para Buddha.”

Laguku... sebenarnya memiliki pengaruh yang sangat luas...! Kali ini, giliran Thanatos merasa terkejut.

<<I-Ini tidak mungkin! Shaka Nyorai...dan Kannon Bodhisattva juga membantu Sekiryuutei!?>>

Thanatos mengangkat sabitnya, dan kemudian bergegas ke arahku—Kannon Bodhisattva menciptakan lingkaran cahaya di belakangku, dan Thanatos kemudian bermandikan dalam cahaya itu!

<<Guuaah! Cahaya yang kuat sekali!>>

Thanatos tampaknya takut pada cahaya yang dilepaskan oleh Bodhisattva-sama dan dipaksa mundur. Sementara itu, aliran energi (?) diambil dari oppai Rossweisse-san, dan aura yang luar biasa mulai berkumpul di meriam armor crimsonku. Jii-chan berkata

[Berkat kekuatan Kannon-sama, kekuatan oppai gadis muda berambut perak itu telah diubah menjadi energi iblis.]

Aku tidak lagi yakin apa yang harus dikatakan tentang situasi di depan mataku, tapi meriamku sudah mengumpulkan kekuatan yang mampu menyaingi kekuatan ∞ Blaster-nya Dragon Deification.

“...Mmn, aaahh!”

Saat ekorku terus menghisap oppai Rossweisse-san, tubuh Rossweisse-san terus bergetar tanpa istirahat dan dia mengeluarkan erangan penuh gairah! Di permataku—nomor 96 muncul! Jumlah ini persis sama dengan ukuran payudara Rossweisse-san!

[Ayo, Ise. Siap-siap. Namanya—kamu akan memutuskan nama meriam gelombang sendiri.]

Dia memberiku masalah lain yang sulit. ...B-Baik, aku sudah menyebutkan beberapa teknik yang berbeda, jadi aku akan menunjukkan kepadamu....

“—Bagaimana dengan Nyuutron Beam Cannon (Super Breast Wave Cannon)…”

[Hmm, meskipun aku tidak tahu apa itu ‘nyuutron’, tidak apa-apa asalkan kedengarannya bagus.]

Apa yang Jii-chan keluhkan!? Ini adalah nama yang bagus yang harus kuhadirkan saat itu juga, jadi seharusnya Jii-chan memberikan rasa hormat yang lebih besar! Jii-chan berkata pada Rossweisse-san

[Kamu Rossweisse-san, ya? —Demi masa depan, tolong tahan rasa malu ini untuk saat ini. Ini peranmu sebagai seorang wanita.]

“—Mmm. ...Rasanya aku mengerti, tapi aku tidak mengerti pada saat yang sama...tapi aku bisa mendengarnya di dadaku.”

Rossweisse-san!? Apakah kamu hanya akan menerima itu!? Bukankah kamu sedikit bingung tentang perkembangan yang kacau ini!?

[Ise, ledakan meriam ini akan bergantung pada ukuran payudara wanita, dan kekuatannya akan bervariasi berdasarkan itu. Rossweisse memiliki payudara yang bagus dan besar, jadi kamu bisa mendapatkan kekuatan yang luar biasa. Tapi, jika nomor itu dalam tiga digit, kamu bahkan mungkin bisa mendapatkan kekuatan yang jauh lebih tidak masuk akal.]

B-Berdasarkan ukuran payudara, kekuatannya dapat berubah. —Oppai dalam tiga digit. Dalam benakku, aku membayangkan Akeno-san….

[Sudah siap menembak!]

Dengan teriakan Jii-chan, moncong meriam juga mengunci Thanatos sepenuhnya!

“Thanatos!”

Aku meneriakkan nama Grim Reaper saat aku bersiap menembakkan meriam. Thanatos mengangkat sabitnya, dan mulai menjauh dariku. Jelas baginya bahwa mengambil serangan langsung dari ini tidak akan baik.

“—Kau harus dikalahkan di sini.”

Tapi, Bina-shi jelas mengerti bahwa hasil pertempuran akan diputuskan pada saat ini, jadi dia berhenti membantu Rossweisse-san untuk menahan penghalang, dan dia bergabung dengan pertempuran sambil melepaskan energi iblisnya. Untuk menghentikan Thanatos, Bina-shi melepaskan ledakan aura yang sangat besar. Karena itu adalah serangan Kelas Maou, bahkan sebagai Grim Reaper Kelas Ultimate, dia ingin menghindari serangan langsung, dan dengan demikian dia buru-buru mundur darinya. Aku sekali lagi mengoreksi sudut lintasan meriamku, dan bertujuan untuk momen di mana Thanatos akan mendarat—.

“—Nyuutron Beam Cannon, tembaaaaaaak!”

Sebuah aura pink—yang sangat besar keluar dari moncong meriamku. Berkilau dengan pancaran kekuatan oppai, itu menelan Thanatos tanpa ampun. Ledakan yang setara dengan ∞ Blaster melenyapkan seluruh lanskap dan area sekitarnya—.


Setelah ledakan meriam selesai, padang belantara telah mengalami perubahan yang luar biasa, karena kawah besar ditinggalkan di gurun…. Thanatos telah runtuh di dasar kawah. Saat aku mendekatinya, Thanatos berkata kepadaku

<<...Pe-Pertarungan hebat, Sekiryuutei...>>

Itu adalah kata-kata pujian untukku.

<<Dalam waktu dekat, kurasa kau mungkin menjadi penghalang yang dapat menghancurkan mereka yang mana makhluk sekelas Dewa...fafafa!>>

Mengungkap ekspresi yang rumit, Thanatos terus tertawa puas

<<...Fafafa, Hades-sama...kau mengutuk Tiga Golongan lebih dari yang lain...kau telah dipenjara jauh lebih dari yang lain...Alam Baka...tidak akan pernah menjadi apapun selain Alam Baka...>>

Hanya menyisakan kata-kata itu, Thantos kehilangan kesadaran dan pingsan—.

“Maaf sudah menunggu!”

“Maaf sudah lama sekali.”

Beberapa saat kemudian, Sairaorg-san dan Dulio akhirnya tiba sebagai hasil dari negosiasi Ravel... tapi mereka berdua sangat terkejut melihat bahwa aku hampir mengalahkan Thanatos. Kami... dengan bantuan Jii-chan dan Kannon-sama telah menghentikan ambisi Thanatos—.

Bagian 2[edit]

Setelah mengalahkan Thanatos, kami menyerahkan lawan kami yang kalah pada Sairaorg-san dan Dulio sehingga mereka bisa memindahkannya ke unit interogasi Beelzebub-sama melalui lingkaran sihir. Kami mengkomunikasikan berita bahwa kami telah mengalahkan Thanatos kepada teman-teman kami, dan dari apa yang bisa kami dengar, tampaknya para Grim Reaper di sisi lain juga telah menyerah karena tuan mereka telah dikalahkan dalam pertempuran.

“Seperti yang diharapkan darimu, Ise-sama!”

Untuk menyelidiki situasi pasca-pertempuran, Ravel bergegas ke sisiku. Dia juga mulai berhubungan dengan berbagai pihak lainnya. Dengan pertempuran sekarang, aku berbalik untuk melihat Rossweisse-san. —Kekuatan oppai-nya telah diserap, dan dengan demikian oppai-nya menjadi datar sementara. Itu sama seperti ketika aku meminjam kekuatan dari Rias di masa lalu, karena oppai-nya telah menjadi datar juga. Aku masih ingat kesedihan mendalam yang kurasakan saat itu, dan aku tidak pernah mengira bahwa fenomena yang sama akan dipicu lagi kali ini. Air mata mengalir perlahan di pipiku. Aaahhh, oppaaaiiiiii cantik Rossweisse-san!

[Jangan khawatir, oppai akan kembali ke ukuran aslinya lagi, jadi tenanglah.]

—Jii-chan berkata padaku...Kannon-sama pergi setelah itu, tapi sepertinya Jii-chan masih di sini. Yah, karena insiden ini berakhir dengan damai, aku ingin memberi tahu Koneko-chan dan yang lainnya, tapi mereka masih di tengah-tengah pertandingan. Aku harus memberi tahu mereka setelah pertandingan selesai. Sambil pikiran itu mengalir dalam benakku, Jii-chan berbicara kepadaku lagi

[Tidak, kamu mungkin bisa berbicara dengan mereka. Saat itu, aku mencoba menginstal berbagai fitur menarik ke dalam Sacred Gear-mu. Ise, bukankah kamu memiliki kemampuan yang disebut Pailingual? Aku mencoba menambahkan sesuatu ke dalamnya.]

Apa yang Jii-chan bilang!?

[Nnn, tidak, bukan apa-apa...]

Ddraig tidak lagi berniat menyuarakan keberatannya! Apakah dia sudah menyerah!? Jii-chan berkata

[Melalui oppai, kamu bisa berkomunikasi dengan oppai yang jauh. Meskipun sepertinya ada banyak kondisi yang harus dipenuhi, gadis-gadis dalam permainan seharusnya bisa mendengar suaramu.]

Biarpun Jii-chan mengatakan itu...berbicara dengan oppai yang jauh, apa yang Jii-chan lakukan? Setelah menanyakan Jii-chan tentang metode spesifik, aku memanggil Ravel ke sisiku.

“Ise-sama, ada apa?”

Ravel menatapku dengan ekspresi bingung.

“Ravel, biarkan aku meminjam oppai-mu. Aku ingin mengatakan beberapa hal kepada Koneko-chan.”

“...I-Ise-sama, tolong katakan padaku sedikit lebih detail.”

Aku menjelaskan situasinya pada Ravel yang kebingungan—dan untuk suatu alasan yang aneh, dia sepertinya mengerti, dan dia mulai mengangguk dalam-dalam!

“Aku mengerti. Silakan coba.”

Ravel dengan cepat mengungkapkan dadanya yang telanjang, dan oppai-nya yang menyegarkan terpental di depanku! Ravel!!!! Aku senang sekali melihat oppai indah dengan mataku, tapi apa kamu tidak terlalu percaya dengan kata-kataku!? Tidak, kukira kamu memiliki kepercayaan besar dalam teknik payudaraku...! Situasi yang terbentang di hadapanku sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Aku mengikuti instruksi Jii-chan untuk membayangkan orang yang ingin aku ajak bicara dalam pikiranku, sementara aku menggunakan tangan kiriku untuk menekan payudara kanan Ravel yang indah. Sensasi yang sangat menyenangkan mengalir di tanganku! Aku mulai berpikir tentang Koneko-chan dan Kuroka.

“…Ah.”

Sebuah gumaman sensitif keluar dari mulut Ravel. Lalu, setelah memiliki kemauan yang kuat untuk terhubung dengan mereka, aku memindahkan tangan kananku ke puting kirinya—dan menekan! Jariku digoda dengan sensasi pamungkas!

“...Iyaan!”

Napas Ravel terasa panas. Setelah melepaskan jariku yang ditekan, aku berbicara dengan oppai-nya.

“Koneko-chan. Koneko-chan. Kuroka juga. Bisakah kalian mendengarku?”

Sejujurnya, ini adalah situasi di mana aku berbicara dengan oppai... tapi apa yang kuterima adalah respon yang mengejutkan

<<...Ise-senpai? Apakah Ise-senpai?>>

—Itu adalah suara Koneko-chan! Aku benar-benar mencapai dia! Aku ingin tahu apa yang akan terjadi pada teknik payudaraku…. Aku bahkan tidak bisa memahami ini sendiri lagi, jadi itu sangat menakutkan.

<<Sekiryuutei-chan? Apa ini? Aku juga bisa mendengar suara Shirone, dan sepertinya kita sedang berbicara dengan jiwa kita...>>

Aku juga bisa mendengar suara Kuroka. Sepertinya aku berhasil menjalin hubungan dengan mereka berdua. Jii-chan mengatakan bahwa ini adalah keterampilan yang memungkinkan dialog langsung antara jiwa yang jauh dariku (wanita saja). Ini adalah teknik baruku yang lain—[Pai Phone]. Jii-chan benar-benar luar biasa. Dalam rentang waktu yang singkat, dia benar-benar mengungkapkan begitu banyak kemungkinan baru...! Mungkin Jii-chan adalah spesialis yang dapat menarik bakatku di bidang ini! Tawa Jii-chan ditransmisikan keluar dari permata

[Kakaka, aku tidak sehebat itu. Semua yang kulakukan adalah mengingatkanmu tentang mimpi dan ambisi yang kamu miliki sejak kecil, Ise. Mimpi dan tujuan yang kamu bayangkan sebagai seorang anak kecil dapat dengan mudah menjadi pilar fondasi sepanjang hidupmu.]

...B-Begitu ya. Aku pasti berpikir itulah saat fondasiku mulai…. Aku segera memberi tahu Koneko-chan dan Kuroka tentang teknikku dan berita bahwa Thanatos telah dikalahkan. Saat ini mereka berdua terlibat dalam pertarungan sengit. Mereka terus berbicara kepadaku dalam pikiran mereka saat bertarung. Meskipun aku merasa sedikit bersalah karena mengganggu duel mereka, aku masih harus menyampaikan kepada mereka bahwa mereka aman, dan kemudian menutup telepon. Tiba-tiba, Koneko-chan bertanya dengan heran.

<<Ise-senpai, kamu menggunakan payudara Ravel untuk memanggil kami, kan?>>

Ravel juga bisa mendengarkan, dan dia menjawab

“Tidak, sekarang, saat ini aku hanya telepon untuk mempertahankan hubungan spiritual antara Ise-sama dan Koneko-san. Aku baik-baik saja seperti telepon.”

<<B-Bagaimana mungkin...>>

Setelah mendengar kesiapan temannya, Koneko-chan sepertinya agak terkejut. Pada topik itu, kecepatan komunikasi dan status koneksi juga berbeda tergantung pada oppai. Setelah serangkaian penyelidikan berikutnya, oppai Ravel ditemukan sebagai payudara yang paling cocok untuk komunikasi.

<<Sejujurnya, aku ingin memutus panggilan telepon ini...>>

Kata Koneko-chan, tapi Kuroka sepertinya sangat tertarik.

<<Dalam hal ini, mari putuskan pemenang selagi Sekiryuutei-chan mendengarkan, Shirone!>>

Kuroka mengeluarkan tantangan.

<<Orang yang menang akan menjadi pengantinnya. Bagaimana dengan itu?>>

<<—! Aku...akan menjadi pengantin Ise-senpai! Aku tidak akan mundur pada ini meskipun itu Nee-sama!>>

Dua nekomata bersaudari sedang memperebutkan aku huh. ...Aku tidak bisa menahan diri lagi, dan aku membiarkan semua emosi yang terbungkus dalam hatiku keluar.

“...Tidak, itu tidak akan berhasil.”

Koneko-chan sudah mengatakan bahwa dia ingin menjadi pengantinku. Kuroka mengatakan bahwa dia ingin memiliki anak-anakku, berada di sisiku, dan untuk menjadi keluargaku—. Aku harus menanggapi mereka. Sebagai Sekiryuutei! Sebagai Hyoudou Issei! Aku harus memberi mereka tanggapan yang bagus!

“Aku—tidak peduli siapa yang menang, aku akan membuat kalian berdua menjadi pengantinku! Kalau kalian akan memutuskan siapa pengantinku dengan hasil seperti ini, maka aku tidak akan menjadi Harem King sejati! Koneko-chan!”

Aku membuat pernyataan yang jelas dan sederhana.

“Aku menerima lamaranmu! Tolong jadilah pengantinku!”

<<—Mmm. ......Ya.>>

Aku mendapat jawaban. Dan dengan aliran itu, aku terus berbicara kepada yang lain!

“Dan, Kuroka!”

<<W-Wah, nya!?>>

Usai mendengarkan lamaran untuk adiknya, dia masih terkejut dan belum sadar kembali, jadi dia mengeluarkan gumaman lamban. Tapi aku tidak peduli karena aku terus meminta

“Apakah kamu jatuh cinta padaku? Sungguh?”

Kuroka menjawab dengan nada tulus

<<...Pada awalnya, aku hanya menganggapmu sebagai pengganti Vali. Rival Vali. Ketika aku bersama denganmu, hatiku berdetak dengan ritme yang menyenangkan, dan menyenangkan hanya untuk bergaul denganmu. Aku hanya ingin anak-anak di saat dulu, anak-anak Heavenly Dragon... Aku hanya ingin gen yang kuat. Jika Vali tidak bisa, maka aku akan memilihmu. Tapi, semuanya berbeda sekarang. ...Kamu benar-benar bodoh, dan sangat jujur. Meskipun kamu orang mesum, dan idiot... meskipun kamu hanya bersikap lembut terhadap Shirone, kamu juga merawatku dengan baik... kamu memberi kami tempat yang damai untuk hidup…. Jika aku bersama denganmu... maka aku merasa nyaman. Ketika aku melihat senyummu, hatiku dipenuhi dengan cinta...>>

Suara hati Kuroka—termasuk air mata yang tulus.

<<...Untuk orang-orang seperti kita, kamu pergi dan melakukan pertarungan yang bodoh. Tentunya, tubuhmu dipenuhi luka, bukan? Meskipun lawanmu adalah Dewa... meskipun mereka adalah Dewa, kamu akan melindungi kami dari tangan mereka, jadi bagaimana mungkin aku tidak menyukai pria seperti itu!? Mmm, benar juga, sejak lama sekali, aku amat jatuh cinta dengan pria bernama Hyoudou Issei...Aku mencintaimu.>>

Setelah mendengarkan pengakuan Kuroka, aku menjawab blak-blakan.

“Aku mengerti. Aku juga mencintaimu, lho? Bagaimana mungkin aku tidak menyadari itu dari seorang gadis yang akan memintaku untuk memberinya genku? Meski begitu, menonton kehidupan biasa kamu... meskipun aku sedikit khawatir, kamu memastikan bahwa adik perempuanmu Koneko-chan selalu datang duluan, dan aku pikir seorang kakak yang lembut seperti itu pasti akan menjadi wanita yang baik.”

Kuroka adalah kucing yang benar-benar nakal, dan pertemuan pertama kami adalah yang terburuk. Dia telah melepaskan kabut beracun itu. Dia biasanya malas, dan suka main-main.... Tapi, jelas bagiku dia wanita yang baik hati. Dia adalah seorang gadis yang melihat adik perempuannya sebagai keberadaan yang lebih penting daripada orang lain. Dia adalah seorang gadis yang berdoa untuk kedamaian lebih dari orang lain. Aku tahu semua ini!

“Apa kamu mau denganku?”

Kuroka segera menjawab pertanyaanku.

<<Tentu. Sekiryuutei-chan...tidak, Ise! Aku ingin memiliki anak dengan dirimu yang jantan!>>

Karena itu yang terjadi, aku akan memutuskannya. Aku menghadapi oppai Ravel, dan berteriak

“Kalau begitu, bersama dengan Koneko-chan—jadilah pengantinkuuuuuuuuuuuuuuu!”

Di tengah-tengah padang gurun, aku berteriak seruan cinta pada sepasang oppai—.

Bagian 3[edit]

Setelah pertempuran melawan Thanatos, kami kembali ke [Fafnir Stadium]—kami menuju ke area penonton. Semua teman-temanku berkumpul di pintu masuk ke area penonton, dan mereka menyaksikan aliran siaran langsung yang diproyeksikan di udara. Aku bertanya pada Xenovia yang terdekat

“Bagaimana permainannya!?”

“Ise! Cepat lihatlah! Ini sangat intens!”

Ada layar terpisah untuk setiap adegan, tetapi di salah satu layar, pertarungan antara Koneko-chan dan Kuroka mendekati klimaksnya! Koneko-chan dalam mode Shirone-nya mengeluarkan Kasha api putih menuju Kuroka, sementara Kuroka menggunakan berbagai teknik Youkai, iblis, dan senjutsu-nya secara terampil untuk meniadakan semua serangan Koneko-chan. Melihat ini, Koneko-chan mulai menggunakan teknik fisik bersamaan ketika dia mendekati Kuroka, lalu memulai serangan pukulan dan tendangan dari jarak dekat dengan tubuh dilapisi touki-nya. Serangan liar Koneko-chan tidak memberi Kuroka waktu untuk beristirahat, dan kekuatan fisik Koneko-chan sudah jauh melampaui kakaknya. Kuroka menggunakan teknik transportasi skala kecil pada dirinya sendiri untuk mencoba meningkatkan jarak antara dirinya dan Koneko-chan, tapi Koneko-chan sudah memperkirakan kalau kakaknya akan menggunakan teknik ini, jadi dia memprediksi tempat di mana kakaknya akan muncul, dan segera bergegas ke arahnya. Dia sekali lagi terlibat dalam pertempuran fisik jarak dekat dengan kakaknya, dan kakaknya akhirnya terluka. Karena mereka biasanya hidup bersama sepanjang waktu dan melakukan berbagai hal bersama-sama, wajar saja dia bisa memahami bagaimana kakaknya akan berpikir dan bertindak. Kuroka melihat sosok adik perempuan yang berhasil menyusulnya—dan tersenyum. Dengan senyum senang di wajahnya, Kuroka berkata

[Shirone! Pemenangnya—dapat memimpin dalam mendapatkan malam pertama dengan calon suami kita, Ise! Ini adalah pertempuran antara saudari untuk malam pertama!]

[—!]

Koneko-chan terkejut! Aku juga terkejut! Pertempuran antara dua bersaudari itu sebenarnya telah bertaruh untuk hal yang penting! Koneko-chan segera menganggapnya serius dan mempersiapkan posisinya.

[……Aku mengerti. Aku menerima tantangan itu!]

Ini memprovokasi komentator.

<<Umm! Saya tidak begitu mengerti...malam pertama dua bersaudari…? Itu dipertaruhkan dalam pertempuran ini! Sepertinya ini telah menjadi pertarungan untuk memutuskan siapa yang akan mendapatkan malam pertama dengan Oppai Dragon...engkau sungguh membuat saya iri, Oppai Dragon!>>

Uh, karena aku berada di dekat area penonton, itu tidak mungkin bahwa banyak orang akan memperhatikanku, tapi aku masih malu dengan itu! Ini akan dipublikasikan di surat kabar, dan media akan bergosip tentang itu juga! Pertarungan antara Koneko-chan dan Kuroka semakin intensif, dan pada saat itu, Jii-chan berbicara padaku dari permata Sacred Gear-ku lagi.

[Baiklah, Ise. —Ini hampir waktunya bagiku untuk mengucapkan selamat tinggal padamu.]

—Apa! Perpisahan mendadak itu. Tidak, Jii-chan sudah lama meninggal, meskipun aku sudah berbicara dengannya melalui Ungaikyo baru-baru ini!

“Jii-chan!? K-Kenapa!? Kamu hanya akan memasuki Sacred Gearku tanpa izin, dan pergi seperti itu juga?”

[Aku akan merasa tak enak untuk Ddraig jika aku terus tinggal di permata selamanya. Aku tidak bisa terus tinggal di dunia ini dan memata-matai adegan erotis cucuku dan para wanita muda itu. Apa kau setuju?]

“B-Benar, itu pasti akan sangat memalukan.”

Ddraig akan merasa lelah, dan aku tidak ingin Jii-chan melihat semua hal ero yang kubangun dengan gadis-gadis itu! Jii-chan melanjutkan

[Kamu adalah Iblis dari Injil, dan aku harus kembali ke Surga Buddhisme. Mitologi kami tidak selaras. Mungkin tidak ada kesempatan lagi bagi kita untuk saling bertemu.]

Setelah mendengarkan kata-kata kesepian Jii-chan, aku berkata

“...Kita akan bertemu lagi. Ada cermin itu, meskipun kita tidak bisa menggunakannya terlalu sering.”

Setelah menggunakan Ungaikyo sekali, itu akan membutuhkan waktu lama untuk melihat orang yang sama di lain waktu. Dalam banyak kasus, setiap orang terbatas pada satu waktu.

“Aku bisa hidup untuk waktu yang lama sekarang, jadi aku mungkin memiliki kesempatan untuk menggunakan Ungaikyo lagi...Aku akan membuat namaku semakin terkenal di Surga, sehingga para Dewa di sisi sana akan mengundangku untuk berkunjung!”

Jii-chan—meskipun aku tidak bisa melihat wajahnya, aku yakin dia sangat puas. Jii-chan meninggalkan kata-kata terakhir untukku

[Ise! Harem! Kamu harus menyadari harem-mu! Ketika kamu bertemu dengan seorang gadis cantik, lamarlah dia! Jika kamu dilamar oleh gadis imut, kamu tidak boleh ragu untuk menerimanya!]

Jii-chan akhirnya berteriak.

[Cucuku—adalah Oppai Dragon terbaik!]

Dan percakapanku dengan Jii-chan kemudian terputus di sana—. …Dia pergi ke permata sendiri, dan membantuku mengembangkan teknik baru tanpa meminta…. ...Jii-chan, terima kasih. Meskipun itu cukup berantakan, berkat Jii-chan aku bisa melindungi Koneko-chan dan Kuroka—. Meskipun kepergian Jii-chan cukup mendadak, pertandingan yang berlangsung di depan mataku menjadi semakin panas—. Baik Koneko-chan dan Kuroka agak lelah. Koneko-chan menarik napas berat saat dia berkata

[Kuroka-neesama, ayo selesaikan ini!]

[Ya, datanglah padaku dengan yang terbaik!]

Menggunakan serangan energi iblis, Kasha api hitam, tendangan, dan pukulan yang dikombinasikan dengan senjutsu dan touki, Kuroka tanpa ampun menyerang adiknya dengan segala yang dia keluarkan. Koneko-chan melepaskan kasha—dan kemudian melepaskan mode Shirone-nya dan kembali ke bentuk normalnya saat dia terus mengelilingi tubuhnya dengan touki! Lalu, itu terjadi! Ekor Koneko-chan—berubah menjadi tiga! Sejumlah touki menyelimuti Koneko-chan! Bahkan saat ini, Kuroka hanya mampu memanifestasikan dua ekor! Pada saat kritis ini, Koneko-chan berevolusi memiliki tiga ekor. Mata Koneko-chan bersinar dengan cahaya keemasan! Gerakan Koneko-chan berakselerasi ke titik di mana sulit melihat dengan mata telanjang, dan dia jauh melebihi kemampuan Kuroka untuk mengikutinya! Sulit bagiku untuk melihat dengan jelas! Kasha yang bergerak cepat yang Kuroka lepaskan tidak lagi mampu mengejar gerakan kecepatan-ultra-tinggi Koneko-chan—. Akhirnya, kecepatan Koneko-chan meningkat ke titik di mana langkah kakinya menjadi diam saat dia menyerang tubuh Kuroka. Pada saat Kuroka menyadari, tinju Koneko-chan sudah menuju perutnya. Pow! —Suara yang jelas dan bergema dari antara dua bersaudari itu. Setelah beberapa saat, tubuh Kuroka bergetar. Saat tubuhnya bergetar, Kuroka memeluk Koneko-chan dengan penuh cinta.

[...Sepertinya ada perbedaan besar dalam kemampuan fisik. Kamu telah menjadi lebih kuat, Shirone…]

Tubuh Kuroka diselimuti cahaya kekalahan. Kuroka mengelus pipi Koneko-chan.

[Sepertinya kamu baik-baik saja tanpaku. Kamu sudah sangat kuat...]

Memegang tangan kakaknya saat dia akan menghilang, Koneko-chan mengeluarkan air mata.

[...Tidak, biarpun aku menjadi lebih kuat, aku masih membutuhkan Kuroka-neesama. —Karena kita bersaudari.]

Kuroka—memudar menjadi cahaya.

<<Dari tim [Hakuryuukou of the Morning Star], satu [Bishop] telah kalah.>>

Pengumuman untuk menegaskan kemenangan Koneko-chan disiarkan di lapangan—.


Koneko-chan telah mencapai kemenangan untuk dirinya sendiri, tapi permainan belum berakhir. Di layar lain, Yang Mulia Vasco Strada masih bertarung melawan Arthur. Kedua pendekar pedang itu memegang pedang suci yang diselimuti aura suci—. Setiap kali pedang mereka berbenturan, gelombang aura suci dilepaskan, menyebabkan kerusakan pada keseluruhan area sekitarnya. Jalan di mana mereka berdua berdiri berada di ambang kehancuran, dan semua bangunan di dekatnya runtuh. Terakhir kali—dalam pertempuran di mana para prajurit Gereja memulai pemberontakan, Arthur mengakhiri pertempuran mereka secara prematur karena perbedaan dalam kekuatan fisik mereka…. Kali ini, Yang Mulia Strada telah kembali di usia lima puluhan—gerakan Yang Mulia di masa jayanya sangat halus, dan serangannya yang tak kenal lelah dan ganas terus bergerak menuju Arthur. Arthur menggunakan Collbrande untuk memblokir serangan, tetapi dia dipaksa untuk berlutut setiap kali dia memblokir serangan. Meskipun dia melakukan yang terbaik untuk mundur dan lari dari situasi yang buruk, dia masih terus kewalahan di bawah kekuatan menakutkan Yang Mulia. Arthur menggunakan pedang sucinya untuk menembus lubang di angkasa, dan kemudian menaruh pedangnya ke dalamnya. Itu adalah teknik utama yang digunakan pada jarak dekat dan membiarkan ujung pedangnya menembus dekat lawannya, tetapi Yang Mulia masih bisa menghindar dan meniadakannya. Bahkan di dalam tubuh seorang pria yang relatif tua, dia masih bisa menghindari semuanya! Arthur juga menjadi jauh lebih kuat sejak pertempuran itu! Arthur terus menggunakan portal spasial untuk menyerang dari titik buta, tapi monster itu masih—Yang Mulia Strada masih bisa menghindar! Sama seperti Arthur menembus ruang, aura pedang sucinya dilepaskan untuk serangan pada saat yang sama, tetapi Yang Mulia mempertahankan jaraknya dan menghindari setiap serangan. ...Jika itu aku, maka aku tidak akan tahu tentang waktu serangannya, dan aku akan dipukul! Sama seperti terakhir kali, Arthur mencoba menghindari serangan langsung dari pedang mereka sebanyak mungkin. Sudah jelas baginya bahwa dia tidak dapat menandingi kekuatan Yang Mulia di masa jayanya. Meskipun Arthur bermaksud untuk menghindar, Yang Mulia tidak mengizinkannya untuk melakukannya dengan mendekat dan memulai pertarungan jarak dekat. Bahkan dalam pertarungan jarak dekat antara mereka berdua, bakat Arthur dalam ilmu pedang bisa dilihat, tapi Yang Mulia sangat kuat dan memaksa Arthur kembali dengan setiap ayunan Durandal—. Di tengah benturan pedang yang buas, Arthur tiba-tiba melompat mundur dan menarik diri. Yang Mulia berkata

[Kamu memang ahli pedang yang hebat. Aku mengagumi fakta bahwa kamu adalah bakat yang langka. —Tapi, ada beberapa ketidakdewasaan teknis yang dapat dilihat dari waktu ke waktu.]

Arthur tidak berbicara, dan terus bernapas berat. Sepertinya Arthur akan menjadi yang pertama kehabisan stamina saat ini. Yang Mulia melanjutkan

[Setelah mengandalkan bakatmu sendiri di atas medan perang yang tak terhitung jumlahnya yang telah kamu lalui, teknikmu telah tercemar oleh sedikit rasa kesombongan. —Meskipun ada beberapa teknik yang efektif, mustahil menghancurkan Durandal milikku.]

Arthur tersenyum ironi.

[...Ketika Anda mengatakan itu, aku tidak memiliki balasan apapun.]

Namun, Arthur masih belum menyerah, dan dia menyalurkan aura suci ke pedangnya lagi! Dia melepaskan sebuah gelombang suci dari jauh! Aura suci Collbrande bersinar dengan cahaya mempesona dan memiliki ukuran yang sangat besar! —Tapi, satu-satunya tindakan yang dilakukan Yang Mulia Strada adalah dengan menegangkan lengan kirinya, menyebabkan otot-ototnya yang besar membengkak lebih banyak lagi. Aura suci Collbrande dengan cepat mendekat, dan sebaliknya, Yang Mulia mengulurkan tinjunya untuk melepaskan aura darinya! Aura suci yang dilepaskan oleh Collbrande bertabrakan dengan aura suci yang dilepaskan oleh tinjunya—dan tersebar oleh kekuatan Holy Fist! Momentum Holy Fist tidak berhenti begitu saja, dan melaju lurus melalui gedung tinggi yang berdiri di belakang! Penyiar itu meraung

<<Itu muuuunnnnccccuuuuuul! Holy Fist! Asal-usul Holy Fist yang Malaikat Rereinkarnasi, Captain Angel Nero Raimondi-senshu gunakan!>>

Komentator itu juga tercengang.

<<...Kekuatannya lebih besar beberapa kali lipat. Sampai ada tinju yang mampu dengan mudah menjatuhkan seluruh bangunan...!>>

Ketika Yang Mulia Strada datang ke Kota Kuoh, Xenovia, Irina, dan aku telah meminta Yang Mulia. Bagaimana kita bisa menjadi sekuat itu? Apa yang harus kita lakukan untuk menutupi tinju kita dengan aura suci? Yang Mulia mengepalkan tinjunya saat dia berbicara kepada kami

[Dengarkan baik-baik, anak-anak. Bahkan sebelum aku menjadi remaja, aku bersumpah di dalam hatiku bahwa aku akan menjadi prajurit Gereja. Aku terus berdoa, aku terus berpikir, dan aku terus berlatih tiap hari tanpa berhenti. Ya Tuhan. Tolong berikan tinju rahmat Ilahi ini. Bertahan, bertahan, bertahan, bertahan... tidak ada hari kendur karena aku terus berlatih selama berjam-jam setiap hari. Bahkan ketika aku pergi ke pengasingan, aku tidak mengabaikan apapun sama sekali.]

Yang Mulia mencengkeram salib yang tergantung di depan dadanya saat dia melanjutkan

[Ketika kamu mendapatkan semangat untuk percaya bahwa keajaiban akan terjadi tanpa keraguan, ketika kamu memiliki hati yang tak tergoyahkan dan adil, dan tubuh yang terus-menerus terlatih, saat itulah tinjumu akan dipenuhi dengan belas kasihan.]

Kekuatan Yang Mulia tidak disebabkan oleh mukjizat; sebaliknya, kekuatannya menyebabkan keajaiban. Itulah yang kupahami pada saat itu. Wajah Arthur dipenuhi keringat, dan dadanya menghela napas dengan kasar setiap kali dia berkata

[Mungkin aku akan kalah...tapi meski begitu, izinkan aku untuk bertarung sampai saat terakhir. Aku akan bertahan selama keajaiban bisa lahir dalam sekejap, dan itu karena aku adalah pria yang bertarung bersama Hakuryuukou.]

Yang Mulia menunjukkan senyum tak kenal takut ketika dia menerima undangan Arthur—.

[Ya itu benar. Kepasrahan adalah apa yang membunuh seorang prajurit.]

Yang Mulia menegakkan tangan saat mereka terus bertarung. Di sisi lain, Kiba dan Bikou masih bertarung. Bikou telah membuat kloning dirinya sendiri, sementara Kiba menciptakan Dragon Knight untuk melawan mereka. Klon dan Dragon Knight bertikai, sementara dua orang asli saling berhadapan juga. Kiba memegang Gram dan Bikou menggunakan Ruyi Bang saat mereka saling bertukar serangan dengan kecepatan yang sangat cepat sehingga tidak terlihat oleh mata telanjang. Setelah Kiba menjalani latihan ketat dengan Yang Mulia, cara dia menggunakan Pedang Iblis Gram dalam pertarungan jarak dekat telah berubah; dia melepaskan aura dalam jumlah besar dalam sekejap dampak pedang untuk mengkompensasi kurangnya kekuatannya. Itulah mengapa Bikou—ditekan oleh tebasan terus menerus Kiba! Bikou mundur dan memperpanjang Ruyi Bang-nya dari jarak jauh untuk menyerang, tapi Kiba bergerak seperti seberkas cahaya dan langsung berlari di belakang Bikou, lalu mengayunkan pedang iblisnya! Dia sesekali menggunakan sandanzuki-nya, yang jauh melebihi kemampuan Bikou untuk menghindar! Akhirnya, Ruyi Bang Bikou terpecah belah!

[Tongkatku!? Sial!]

Namun, Bikou meraih ke telinganya dengan jemarinya dan mengambil Ruyi Bang kedua. Setelah Kiba mengambil napas dalam-dalam, dia memposisikan kembali posisinya dan membiarkan Dragon Knight menghilang. Pedang Suci Iblis yang tak terhitung jumlahnya kemudian muncul dari tanah di area itu! Bikou menghindar paksa, tapi Kiba langsung mengecilkan jarak mereka dan mengayunkan Gram sementara itu dilapisi aura pedang suci-iblis! Pada saat terjadi tabrakan, kekuatan yang luar biasa dilepaskan, dan Bikou tidak dapat melakukan apapun kecuali bertahan! Bikou berteriak

[Cih! Bagaimana orang sepertimu belajar menggunakan kekuatan seperti itu!?]

Kiba tertawa tanpa takut.

[Bagaimanapun, pelatihan Yang Mulia sangat luar biasa. Untuk melatih kekuatan dan stamina, kamu perlu mengubah pola makan dan kehidupan sehari-hari! Berkat semua itu, aku bisa memberikan output kekuatan yang lebih baik pada saat hantaman pedangku!]

Seperti yang Kiba katakan, dengan menggunakan metode ini, kekuatan serangannya hanya diperkuat saat momen tabrakan. Ini adalah keterampilan yang sangat cocok untuk Kiba yang memiliki penekanan pada teknik. Dia biasanya menggunakan tekniknya, tetapi ketika sampai pada pukulan terakhir, dia kemudian bisa menggunakan kekuatan—. ...Dengan bimbingan Yang Mulia, teman dan rivalku telah berevolusi melampaui apa yang kuharapkan! Sepertinya pertempuran antara Yang Mulia dan Arthur, serta pertarungan antara Bikou dan Kiba akan berlanjut untuk sementara waktu! Di tempat lain—ada perubahan luar biasa. Di taman, api ungu terbakar tak henti-hentinya, dan Malaikat raksasa berangsur-angsur tumbuh besar! Apakah itu...Balance Breaker Lint-san!? Saat guntur meraung dengan keras, Akeno-san mengeluarkan Holy Lightning Dragon besarnya ke arah taman yang berada di bawahnya! Le Fay menggunakan lingkaran sihir pertahanan yang kuat untuk melawan! Pertempuran yang terjadi di taman juga sangat intens! Dan di tempat lain, Vali bertarung melawan Crom Cruach, dan pertempuran antara keduanya telah menyebabkan kehancuran besar ke lapangan. Ini adalah pertama kalinya aku melihat Maouification milik Vali, tapi...kualitas auranya tidak bisa dipercaya! Ledakan hanya dari energi iblisnya sudah cukup untuk menghempaskan semua yang menghalangi! Semua bangunan di sekitar mereka sudah lenyap, dan medan perang mereka telah menjadi dataran terbuka yang luas! Maouification milik Vali sepertinya lebih kuat dari Dragon Deification!?

[Meskipun ada aspek di mana kamu tidak akan kalah dengan Vali, Vali tampaknya menjadi lebih kuat secara keseluruhan.]

—Ujar Ddraig. Selain itu, serangan Crom juga sangat ganas! Mengandalkan pada serangan fisik dan api serta aura naga saja, dia mampu menghasilkan dampak yang luar biasa di lapangan. Vali tidak punya pilihan selain menahan serangan ganas Crom. Saat pertempuran mereka semakin intensif, aku bertanya-tanya apakah mereka akan dapat memutuskan pemenang lebih dulu, atau jika lapangan akan runtuh pertama sebagai akibat dari kehancuran yang disebabkan oleh pertempuran dua naga—. Namun, pandangan permainan telah bergeser di tempat yang berbeda. Penyiar itu berteriak lagi

<<Apa! Rias-senshu menutupi tubuhnya dalam kekuatan Gasper-senshu...tapi kain gelap itu berangsur-angsur terkelupas!>>

Melihat ke atas, makhluk hitam yang bertarung melawan Fenrir raksasa adalah...Rias? Baru sekarang aku menyadari bahwa makhluk itu sebenarnya Rias! Apa yang terjadi!? Meskipun itu memiliki aura kegelapan, itu juga diselimuti oleh aura merah kehancuran pada saat yang bersamaan, dan itulah mengapa aku bisa mengenali bahwa itu adalah Rias. Mata ketiga di dahinya—mungkinkah itu Gasper?

“Dia membentuk Gasper...Balor ke tubuhnya sendiri!”

Setelah mendengar kata-kataku, Asia menjawab

“Ya, rupanya itu teknik baru Rias-oneesama...kelihatannya juga dia telah mencapai batas waktunya.”

Rias, yang telah berubah menjadi makhluk hitam terengah-engah. Aura hitam terus menerus bocor dari tubuhnya, dan itu sangat jelas bahwa kekuatannya terus melemah. Tubuh raksasa Fenrir juga telah diliputi cedera akibat pertarungannya melawan Rias, dan darah telah membasahi bulunya, tapi ia masih berniat bertarung. Xenovia berkata dengan getir

“Kerusakan bisa disembuhkan oleh Sacred Gear Valerie...”

Irina lalu berkata

“Tapi itu tidak bisa menambah stamina. Akan berbahaya jika stamina Rias-san habis.”

Rias turun ke atap sebuah bangunan yang belum runtuh, dan dia mencoba mengumpulkan energi iblis ke tangannya. Di langit yang jauh, ada sesuatu yang terbang di atas—. Melihat lebih dekat, itu tampaknya golem, itu adalah Gogmagog! Golem kuno menembakkan mesinnya saat terbang menuju Rias dengan kecepatan tinggi! Komentator menjelaskan

<< Oooooohh! Gogmagog-senshu sudah dirusak pada tahap awal permainan, tetapi kembali bergabung dengan pertarungan! Senjata kuno memiliki kemampuan untuk memperbaiki dirinya sendiri, dan itulah mengapa ia mampu mengejar titik kritis dalam permainan!>>

Gogmagog menembakkan sinar laser ke arah Rias. Rias berencana menggunakan energi iblis di tangannya untuk membalas—. Tapi Fenrir melolong dan kemudian menggigit pipa besi di dekatnya dan melemparkannya. Pipa besi menembus dinding bangunan besar yang ada di dekatnya. Aku tidak tahu apa tujuan dari itu —tetapi Gogmagog mengeluarkan sinar laser yang kuat ke gedung di mana pipa besi itu telah ditikam! Tiba-tiba, jeritan Gasper bergema!

<<Valerie!>>

Sinar tanpa ampun mengebor lubang besar di gedung! Detik berikutnya, pengumuman dari wasit disiarkan.

<<Dari tim [Rias Gremory], satu [Bishop] telah kalah.>>

—Itu adalah pengumuman kekalahan Valerie. Begitu, Rias menyembunyikan Valerie di salah satu bangunan besar dalam keadaan darurat. Tapi Fenrir memperhatikan itu, dan mampu mengkomunikasikan hal itu dengan Gogmagog. Kerja tim antara golem dan serigala itu ternyata bagus! Kerjasama diam luar biasa antara monster dan senjata dari tim Vali membuat kami semua terkejut! Penyiar berteriak

<<Sinar cahaya ganas! Setelah berhasil sejauh ini dalam permainan, Valerie Tepes-senshu telah kalah! Kini Tim Rias Gremory kehilangan alat pemulihannya!>>

Setelah mengalahkan Valerie, Gogmagog terbang di udara dan kemudian mengarah pada Rias. Fenrir juga mengikuti dengan seksama dan matanya terus terpaku pada Rias. Sepertinya mereka berdua masih memiliki kapasitas untuk bertarung. Aku merasa khawatir saat menyaksikan adegan ini.

“Tidak peduli seberapa kuat Rias saat ini, menghadapi Fenrir dan Gogmagog pada saat yang sama itu—”

Jika ini terjadi, dia akan kalah—sama seperti aku memikirkan itu, seseorang melompat di antara bangunan dan tiba di sisi Rias.

[Putri! Aku datang membantu!]

—Itu Yang Mulia Vasco Strada! Bukan aku saja, tetapi seluruh tempat mulai penuh dengan kegembiraan!

<<Dia akhirnya tiiiibaaa! Vasco Strada-senshu berhasil!>>

Perkembangan seperti itu benar-benar terjadi! Yang Mulia telah tiba tepat ketika Rias dalam keadaan darurat! Uwah, bahkan aku tidak bisa menahan perasaan emosional ketika seorang pendekar pedang tua tiba ketika pacarku dalam keadaan darurat!

“Apakah ada pengumuman tentang kekalahan Arthur!?”

Aku bertanya. Fakta bahwa Yang Mulia mampu bergegas ke sisi ini berarti bahwa pemenang pasti telah diputuskan, tapi—

“Tidak, aku tidak berpikir dia sudah kalah—”

Setelah ini, Xenovia melihat ke layar dimana Arthur berada. Arthur terjatuh di jalan, dan sepertinya dia tidak bisa bangun. Staminanya sudah benar-benar habis. Sepertinya dia tidak bisa lagi bergerak satu jari pun. Arthur benar-benar menjadi kelelahan secara fisik. Yang Mulia turun ke atap gedung pencakar langit untuk melindungi Rias. Dia memandang Fenrir dan Gogmagog saat dia berkata

[Serigala atau golem. Ataukah keduanya?]

Yang Mulia mengangkat pedang suci di tangannya—. Tapi aura kegelapan—Gasper terpisah dari tubuh Rias. Dari bentuk kegelapan itu, Rias kembali ke bentuk biasanya...dan Rias langsung terjatuh ke atap. Napasnya sangat terganggu, dan sepertinya dia tidak dapat berdiri juga. Gasper yang gelap berkata

<<Rias-oneesama...[King] kita sudah mencapai batasnya. Kurasa kamu harus mengumumkan kekalahanmu.>>

Gasper mengusulkan agar mereka menyerah. Menanggapi hal ini, Rias mencoba protes. Warna wajahnya...juga terlihat sangat buruk.

[...Gasper, apa yang kamu katakan...]

Gasper yang gelap menggelengkan kepalanya.

<<Teknik ini...akan berbahaya untuk terus digunakan. Memperhitungkan masa depan Turnamen ini, semuanya akan sia-sia jika kamu tidak mundur sekarang….Kumohon, Rias-oneesama, kalau diteruskan...>>

Gasper memohon. Saat ini Rias dalam situasi yang sangat berbahaya, dan itu jelas bagi semua orang yang sedang menonton.

[……Kuh...]

Rias mengerang menyesal. Setelah terengah-engah dan bernapas kira-kira selama sepuluh detik—

[…Aku menyerah.]

Rias—menyerah, dan menyatakan kekalahannya sendiri. Penyiar berteriak

<<Apa apa apaaaaaaaaaaaa!!!! Rias-senshu telah memilih untuk menyatakan kekalahannya sendiri!!!!!>>

Sebuah siaran dari suara wasit juga segera terdengar

<<Rias Gremory-senshu tentang penyerahan diri diterima. Permainan selesai! Pemenangnya adalah tim [Hakuryuukou of the Morning Star]!>>

—Hmm. ...Kami juga kehabisan kata-kata. Xenovia dan yang lainnya menutup mata mereka dengan tenang. ...Arthur telah dipukul ke titik di mana dia tidak lagi mampu bergerak, Kuroka telah dikalahkan, Bikou sangat tertekan, Gogmagog telah hancur sekali, dan true Fenrir telah terluka cukup berat…. Sungguh pertandingan yang luar biasa. Tim yang dipimpin oleh salah satu yang dikenal sebagai Hakuryuukou yang paling kuat telah dipukul begitu keras. Aku—bertepuk tangan! Teman-temanku juga mengikutinya dan bertepuk tangan. Ini tersebar di seluruh area tempat duduk penonton, dan seluruh tempat segera dibanjiri tepuk tangan. Penonton memberi mereka tepuk tangan meriah! Di layar, Vali dan Crom benar-benar babak belur, dan pertempuran mereka tiba-tiba berakhir. Dengan armornya yang rusak di berbagai tempat, dada Vali menghimpit dalam gerakan besar sambil dia berkata

[...Sampai berakhir begini. Kukira inilah yang disebut permainan.]

Crom menyeka darah yang mengalir dari dahinya saat dia berkata

[Hmph, ada beberapa hal yang masih belum terpecahkan, tapi itu juga benar bahwa aku belum bisa menikmati sesuatu seperti ini untuk waktu yang lama. Jangan khawatir, Turnamen masih memiliki jalan panjang. Bisakah kau menang jika kita bertemu lagi?]

[Ya, benar. Itulah prinsip dari Turnamen ini. Biarpun Turnamen ini belum cukup, selalu ada yang berikutnya. Dan selain itu, jika kau hanya ingin sparing, maka pasti akan ada kesempatan.]

Crom tertawa bersemangat menanggapi ini.

[Fuhahahaha! Ini adalah era yang bagus! Aku sebenarnya bisa bertarung secara terbuka melawanmu, Sekiryuutei, naga lain, dan bahkan dengan Dewa. Ketika ini pertama kali dimulai, kupikir itu hanya lelucon...tetapi untuk orang-orang sepertimu dan aku yang berharap untuk pertempuran seperti itu, tidak ada Turnamen yang lebih baik daripada ini. ...Meskipun peraturannya sedikit mengganggu.]

Vali mengangkat bahu.

[Yah, itu hanya masalah kebiasaan.]

Vali mendekati Crom dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan—Crom tersenyum sambil menyisihkan tangan Vali dan terbang ke arah Rias. Vali melihat usaha jabat tangannya yang ditolak dan tertawa riang sendiri—.

Bagian 4[edit]

Usai pertandingan berakhir, kami pergi mengunjungi kantor medis. Rias telah dibawa ke sana karena kondisi fisiknya yang buruk. Rias kembali ke ruang medis setelah pemeriksaan medisnya selesai. Laporan itu menyatakan bahwa itu adalah efek setelah menahan kekuatan Balor milik Gasper. Akibatnya, semua stamina dan energi iblisnya telah habis, dan itulah sebabnya dia pingsan. Berbaring di ranjangnya, Rias cemberut.

“...Kekalahanku dilihat oleh Ise dan yang lainnya...”

Aku memegang tangan Rias.

“Tidak apa-apa, meskipun itu adalah teknik gabungan dengan Gasper, itu mengagumkan sampai kamu bisa melakukan pertarungan sengit melawan Fenrir sampai akhir.”

Itu adalah kata-kata hatiku. Untuk melawan Fenrir tahun lalu, kami menginvestasikan banyak upaya. Dengan pemikiran ini, teknik baru Rias sangat fenomenal. Meskipun dalam hal itu, Fenrir raksasa mungkin hanya delapan puluh persen dari kekuatan aslinya. Kebetulan, Kuroka dan Valerie yang telah kalah sebelumnya berbaring di ranjang tetangga. Valerie tidak memiliki luka eksternal yang jelas karena dia dibawa keluar dalam satu tembakan, tetapi dia beristirahat hanya untuk berada di sisi yang aman. Kuroka telah bertarung melawan Koneko-chan, dan akan lebih baik jika dia tidur dengan nyenyak untuk mengembalikan kekuatan fisiknya sesegera mungkin, tapi—. Saat ini dia tergantung di punggungku, dan main-main denganku.

“Bahkan aku sudah menjadi salah satu calon istrimu nyan ♪ Ise Ise, setelah itu, ayo cari tempat untuk upacara pernikahan kita, nya.”

Koneko-chan meninggalkan sisi Kuroka dan berjalan menuju Rias.

“Rias-neesama. Ada sesuatu yang sudah kuputuskan.”

Dengan ekspresi tekad, Koneko-chan menghadapi majikannya, dan pada saat yang sama, dia juga berbicara dengan Rias seolah-olah dia adalah kakaknya

“—Aku berencana mengubah namaku kembali seperti dulu...menjadi [Shirone].”

[—!]

Selain aku, semua orang yang hadir sangat terkejut dengan ini! Bahkan Kuroka terkejut dengan pernyataan yang tiba-tiba ini. Rias adalah satu-satunya orang yang menerima ini dengan tenang, dan dia mengangkat bagian atas tubuhnya di ranjnag saat dia berkata

“Aku mengerti, jadi akhirnya kamu sudah memutuskan.”

Koneko-chan bertanya dengan tenang

“Aku berencana untuk menggunakan [Shirone] sebagai nama asliku, dan [Koneko] sebagai nama lain. Apakah kamu setuju, Rias-neesama?”

Dengan ekspresi lembut, Rias menjawab

“Tidak perlu meminta persetujuanku. Selama itu yang kamu inginkan, maka itu baik-baik saja. Itu yang terbaik untukmu. —Shirone.”

Rias menarik Koneko-chan mendekat saat dia memeluknya. Koneko-chan tersenyum gembira saat dia dikubur di dada Rias.

“Terima kasih, Rias-neesama.”

Koneko-chan melanjutkan

“Tapi, aku tidak akan membuang nama yang aku terima darimu, Rias-neesama. Jadi itu sebabnya namaku menjadi [Toujou Shirone] mulai sekarang.”

Toujou Shirone—. Itu nama yang bagus. Pada saat itu, Kuroka mengangkat tangannya

“Lalu, bisakah aku meniru itu dan menjadi nama [Toujou Kuroka] mulai sekarang? Aku juga harus memiliki nama keluarga, nyan.”

Rias tersenyum sambil berkata

“Ya ya, seperti yang kamu inginkan.”

Namun, Kuroka menjulurkan lidahnya saat dia berkata

“Tapi, [Hyoudou Kuroka] kedengaran bagus juga, nya ♪.”

Koneko-chan—tidak, Shirone-chan berpaling untuk berterima kasih kepada Ravel kali ini.

“—Terima kasih, Ravel. Sudah melindungi permainan kami. “

“Tidak masalah. Bahkan, aku merasa bangga bisa membantumu. Kone…Shirone-san.”

Shirone-chan memegang tangan temannya.

“Shirone saja tak masalah. Lagipula kita adalah teman.”

“—Mmm. …Mengerti, Shirone.”

Aku juga bertanya pada Shirone-chan

“Apakah akan lebih baik jika aku juga memanggilmu Shirone-chan?”

“Aku tidak keberatan kamu memanggilku Koneko-chan seperti biasa, Ise-senpai. Koneko juga namaku. Tapi—”

Dia berbicara dengan agak malu

“...Di depan umum, dan dalam upacara, tolong panggil aku dengan nama asliku Shirone...”

“Aku mengerti. Kamu adalah Shirone-chan dan Koneko-chan!”

Dia Shirone-chan dan Koneko-chan! Dia Koneko-chan dan Shirone-chan! Mungkin sesekali aku membuat kesalahan, tapi tidak peduli yang mana itu, dia masih sama antara Koneko-chan dan Shirone-chan. Meskipun tim Rias telah dikalahkan, mereka masih mendapatkan rasa kepuasan dari suatu tempat. Yang Mulia Strada juga telah kembali ke usia aslinya, dan dengan riangnya meminum sebotol sport drink di sudut ruang medis. Lint-san juga sangat kelelahan, dan saat ini dia tidur di ranjang yang kosong. Omong-omong, setelah insiden itu selesai, tim Ikuse-san bergegas ke berbagai tempat untuk melaporkan dan menjelaskan situasinya. Mereka sibuk seperti biasanya. Lalu, Ravel tiba-tiba berkata

“Ise-sama, bertarung untuk melindungi seseorang. ...Meskipun aku telah menonton pertempuranmu begitu dekat, aku masih melupakan sesuatu yang sangat penting, Ise-sama.... Setelah bertarung untuk melindungi Shirone dan Kuroka-sama, rasanya hal yang penting di hatiku yang aku lupakan telah bangkit kembali.”

Menanggapi hal ini, Bina-shi berkata

“Ravel-san, aku percaya ini adalah pertarungan yang akan dikategorikan dengan [Kingship/Kerajaan]. Ini adalah jalan mulia yang [King] kami jalani—. Karena kamu berdiri di sisi Oppai Dragon—Hyoudou Issei-san, kamu tidak boleh melupakan ini.”

Merasa sangat tersentuh oleh apa yang Bina-shi katakan, Ravel mengangguk dengan ekspresi emosional.

“...Bina-sama....baik!”

Pertempuran dengan Grim Reaper telah terjadi di belakang layar permainan, dan sepertinya Ravel telah membuat kemajuan besar karena itu. —Saat aku menunjukkan senyum puas pada pertumbuhan dua juniorku Koneko-chan dan Ravel, Koneko-chan tiba-tiba berdiri di depanku.

“Ise-senpai, tolong bungkuk sedikit.”

Aku melakukan seperti yang Koneko-chan katakan dan berjongkok. Mataku menjadi sejajar dengannya.

“Seperti ini, jadi—”

Bibir Koneko-chan menyentuh bibirku—. Itu ciuman—dari dia. Sensasi bibirnya begitu lembut, Koneko-chan... Wajah Shirone-chan berwarna merah yang paling terang.

“Ciuman pertamaku.”

Kuroka berteriak!

“Ah—itu licik nyan!”

Kuroka menarik wajahku dan menciumku dengan paksa! Dia bahkan mendorong lidahnya juga, tapi sebagai hasilnya, Shirone-chan menarikku menjauh dari Kuroka dan berteriak!

“Kuroka-neesama terlalu agresif!”

Setelah mengatakan itu, Shirone-chan menciumku lagi! Kuroka kemudian menarikku kembali dan mencuri bibirku! Asia dan yang lainnya lalu bergegas!

“Kamu tidak bisa terus mencium Ise-san!”

Irina dan Xenovia juga memprotes!

“Ya! Itu sudah lebih banyak daripada aku dan darling!”

“Kalau begitu, kita bisa meningkatkan jumlah ciuman kita dengan Ise di sini!”

Aku ditarik bolak-balik antara lima orang! Rias juga melihat kami dan terjebak dalam situasi itu.

“Jika Ise dan aku berciuman, aku mungkin bisa pulih sedikit lebih cepat.”

Setelah mengatakan itu, Akeno-san juga—

“Ara ara, kurasa aku juga akan ikut serta nanti.”

Ada sepasang lagi yang juga ingin sekali ciuman! Aku sangat bahagia, tapi tubuhku tidak tahan! Ada tujuh orang, tujuh! Meskipun aku bahagia sekali, aku hanya memiliki satu tubuh! Tiba-tiba, kata-kata yang dijawab oleh Jii-chan menggema dalam benakku.

—Ise! Harem! Kamu harus menyadari harem-mu! Ketika kamu bertemu dengan seorang gadis cantik, lamarlah dia! Jika kamu dilamar oleh gadis imut, kamu tidak boleh ragu untuk menerimanya!

Untuk Jii-chan di Surga—. Aku akan mencoba yang terbaik untuk menjadi Harem King, jadi tolong tetap di sana dan awasi aku!