High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 18 Next Life!

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Next Life.[edit]

Setelah menghilangnya Qlippoth dan kawan-kawannya, Aku akhirnya bisa melepaskan tanda-tanda kelegaan ditingkat keempat Surga. Sekarang hanya ayah Irina yang perlu bergegas dikirim ke fasilitas pengobatan ditingkat kelima Surga. Aku harap racunnya dapat segera ditawarkan secepatnya….. Naga jahat yang muncul bersamaan dengan Qlippoth juga telah menghilang. …..Surga terlihat seperti mengalami kerusakan yang cukup banyak. Tapi untungnya ‘sistem’-nya tampak tidak terpengaruh. Michael-san berterima kasih kepada Cao-Cao.


“Kami sangat memuji akan bantuanmu di Surga.”


“Aku tak pernah membayangkan kalau Aku akan dapat memasuki Surga. —Bagaimanapun juga, Aku masih berdosa. Juga setiap kali Aku melakukan sesuatu, itu berkat informasi dari Hades.”


Semua orang yang mendengarkan berita itu terkejut. …Hades memberikan informasi? Tapi, bukankah Hades jugalah tahu tentang jalur rahasia antara Surga dan Underworld yang digunakan Qlippoth?


“…..Hades berpikir kalau itu akan membuatnya adil. Atau mungkin dia hanya bersenang-senang?”


Rias bergumam sendiri. Michael-san tidak perlu menanggapinya, tapi terus lanjut berbicara kepada Cao-Cao.


“Kau yang merupakan pilihan Holy Spear. Selama kau bukanlah seorang musuh, maka Aku tidak akan memberikan perlawanan.”


“Hohoho, Holy Spear sebelumnya digunakan untuk menikam Yesus. Sebagai Archangel kau sungguh dapat menerima hal itu.”


Cao-Cao berbalik badan untuk pergi.


“Sampai jumpa dilain waktu.”


Melihatnya akan segera pergi, Aku memanggilnya.


“Tunggu!”


Ada sesuatu yang perlu aku pastikan padanya.


“….Apakah kau musuh? Atau apakah kau seorang anggota Khaos Brigade?”


Cao-Cao menengadah menlihat kearah langit dan berbicara.


“….Setidaknya, Aku tidak lagi bagian dari ‘Khaos Brigade’. Saat ini Aku adalah bagian dari pengawal Indra. Tapi, pengawal sebelumnya yang merupakan generasi pertama Raja Kera, dan Aku berada dibalik kejadian. Aku bertanggung jawab didalam beberapa masalah yang mana tidak bisa aku beberkan didepan umum. Aku saat ini tidak berkeinginan melukaimu.”


Rias lalu mengatakan.


“Kau telah melakukan banyak hal yang buruk, namun Indra masih juga mempertahankanmu disisinya. Aku benar-benar tidak tahu apa yang dipikirkannya. Perlukah Aku mendatanya sebagai beberapa bagian dari pelanggaran perjanjian?”


Cao Cao mengangkat pundaknya.


“Tidak ada gunanya memberitahuku. Aku hanya bersama Indra karena dia tak sengaja menyelamatkan nyawaku. …..Aku berpikir itulah posisiku sekarang, Aku tidak bisa menghubungkan ambisi dan impian masa laluku, yang mana secara ironi kalau Aku sekali merupakan anggota dari ‘Khaos Brigade’.”


“Tampaknya kau tidak memahami arti dari refleksi.”


Kiba mengatakannya sambil mengerutkan keningnya. Cao-Cao menarik sebuah nafas dalam-dalam.


“…..Kau mengatakan, refleksi, Dari sudut pandangku, haruskah Aku berefleksi pada sebuah pertarungan melawan makhluk buas? Atau apakah maksudmu Aku harus bersumpah pada diriku sendiri untuk membalas dendam? …..pada sebuah pertarungan antara manusia dan makhluk ‘keadilan’ atau yang ‘jahat’? Saat ini Aku sederhananya hanya terpuaskan, tidak berdaya, dan tidak dapat menjawab pertanyaan apapun, sebuah tempurung kosong belaka.”


…..Dia tidak berubah, dia hanya berbicara hal tak masuk akal. Rias bertanya lagi.


“Bagaimana dengan pengguna Sacred Gear yang lain?”


“Georg dan Leonardo? Hoho, mereka masih bersama dengan Hades. Dia dan Georg…Hoho, mereka berada di Dunia orang Mati meneliti sihir para Grim Reaper. Dia telah dikirim kepada seorang penyihir yang begitu terkenal ketika dia masih hidup, dan dia dengan cepat terpikat kedalam penelitian ilmu sihir.”


…..Dia sekarang menjadi seperti itu. Mereka para pahlawan memang benar-benar orang yang membingungkan.


Cao-Cao lanjut berbicara.


“Dia memberitahuku kalau mereka tidak berencana untuk kembali kesisi sini. Aku benar-benar tidak dapat memahami nilai-nilai dari para penyihir. Leonardo juga tampaknya menikmati atmosfer disana, dia sama seperti Georg dan sedang tidak memiliki keinginan untuk kembali.”


…..Cao-Cao memindahkan tombaknya kepundaknya lalu berbicara menyindir.


“…..Hanya Aku, hanya Aku yang masing ingin berkelana didalam dunia ini, jadi itulah kenapa Aku kembali. —Jika kau ingin menghukumku maka silahkan saja melakukannya. Jika Aku yang sekarang adalah sasaran kebencianmu. Silahkan saja, meski Aku tidak berkeinginan untuk mati dengan mudah…..”


…..Kata-katanya memprovokasi diriku, tapi Aku tahu dia akan melawan dengan kekuatan penuhnya.


“…Bisakah Aku mempercayaimu? Disamping, apa alasan yang kau miliki untuk datang kembali kesini? Kau tidak datang kesini untuk balas dendam atau bertobatkan?


Ketika Aku bertanya, dia berbalik badan untuk melihat kesuatu tempat dikejauhan.


“…..Aku, perlu menjadi seseorang. Untuk alasan apa, Aku terlahir dengan tombak ini? Aku sederhananya hidup untuk menemukan jawaban hal ini.”


Orang ini baru saja mengucapkan sebuah tumpukan omong kosong.


“Pencarian untuk diriku sendiri. Sesuatu yang tidak akan kau lakukan.” “Pada Akhirnya, Aku berharap menemukan diriku sendiri, dan itu akan membimbingku kepada hasil yang aku miliki disini.”


Dia ini hanyalah orang yang benar-benar merepotkan! Aku lebih suka kalau dia tidak menyerang kami!


“Jika kau memutuskan untuk melanjutkan pencarian dirimu sendiri, apa yang akan kau lakukan?”


Mendengar pertanyaan Kiba, dia menggelengkan kepalanya.


“…Tindak lanjut ini…tidaklah ada. Impianku, sudah dihancurkan oleh Sekiryuutei sekali. Impianku selanjutnya adalah—.”


Berbicara hal itu, Cao-Cao berbalik arah kepadaku.


“Untuk mengalahkan Sekiryuutei Hyoudou Issei. Aku memikirkannya, untuk dapat mengalahkanmu, Aku akan perlu kembali bangkit. Hari ini — tidak, sekali lagi, aku tidak yakin soal itu.”


……. Jadi dia bermaksud membuatku menjadi musuhnya. Tapi, jika Aku mencoba menyerangnya, itu akan menjadi hal yang begitu sederhana. Cao-Cao mungkin merasa telah selesai berbicara, dan melambaikan tangannya sambil bersiap untuk pergi.


“Untuk saat ini, selamat tinggal. Indra menyuruhku untuk menyerang para Naga Jahat dan membantumu, jadi kau dapat mengatakan kalau ini adalah takdir hingga kita dapat bertemu lagi.”


Rias bertanya sebuah pertanyaan terakhir.


“Ijinkan aku bertanya satu pertanyaan lagi. Jika, Indra menyuruhmu dan Aku untuk bertarung maka apa yang akan kau lakukan?”


“…..Tepat sekali, Apa yang bisa Aku katakan adalah, Hyoudou Issei, lain kali, ketika kita bertarung. Aku tidak akan menggunakan mata Medusa atau Samael, Aku akan menggunakan kekuatanku sendiri untuk menantangmu.”


“Yah, Aku tidak akan menggunakan apapun seperti racun Samael, dan aku akan pastinya mengalahkanmu.”


Cao-Cao dan Aku tersenyum tanpa rasa takut disaat bersamaan. Dia sekilas menatapku, dan berbalik badan untuk pergi. Melihat kejadian ini, Xenovia mulai berbisik “Hei Irina….Belakangan ini Aku benar-benar serius mulai merasa khawatir dengan jumlah laki-laki yang mengincar Ise…..”


“Yah….untuk masalah ini, itu tidak akan lagi cukup menghitung jumlahnya menggunakan kedua tangan ini….”


Irina mulai menghitung dengan menggunakan jarinya.


“…..Beneran, Aku serius.”


Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa. …..Tidak, dia membuat itu terdengar kalau Aku punya sebuah masalah. Tapi, itu karena laki-laki yang lain juga dengan semangat mengundangku, Aku tak tahu harus apa selain memberikan tanggapan seperti itu! Apakah itu begitu parah!?


Sebuah jawaban yang dalam bisa membuat seorang laki-laki menjadi semakin tertarik lagi denganmu!?— Kali ini, sebuah bayangan bergerak menjauh dari para pasukan Malaikat dan datang kearah diriku. Segera, Crom Cruach bergerak kedepan diriku. Si Naga Jahat perlahan menghadapku dan bertanya.


“….Kau, adalah seekor Naga? Atau kau adalah seorang Iblis?”


…..Orang ini bertanya padaku sebuah pertanyaan yang membingungkan.


“Itu, Aku tidak tahu…..”


Aku hanya bisa menggaruk-garuk wajahku dan menjawabnya demikian. Jadi dia dengan lantang mengatakan.


“Impianku adalah untuk melihat dimana para Naga akan berakhir.”


Dia memegang wajahku, dan dengan serius bertanya.


“Kau, apakah kau adalah jawaban yang aku cari?”


“Tidak, Aku tidak tahu…..”


Aku tidak tahu bagaimana harus menjawabnya, tapi dia tampaknya begitu agresif.


“—- Bertarung melawanku sekali.”


“Huh….? Sekarang, bertarung sekarang?”


Aku benar-benar begitu terkejut! Aku mengatakan demikian, sekarang ini kita telah selesai bertarung! Semua orang menjadi serius lagi pada kemungkinan kalau Crom Cruach dan Aku akan mulai bertarung! Aku sudah kecapaian! —Lalu lagi, akankah Naga Jahat ini mendengarkan alasanku…..? Kita berdua terdiam untuk sementara. Si Naga Jahat lalu yang pertama berbicara.


“…..Tidak, kah?”


“…..Tunggu, Biarkan aku beristirahat untuk sementara, bisa kau melakukannya?”


Jadi, Aku hanya meminta itu untuk sementara…. si Naga Jahat terdiam untuk sementara, lalu dengan tiba-tiba mengubah postur tubuhnya, dan berbalik arah untuk pergi.


“…..Kalau begitu Aku akan pergi.”


…..Tidak mungkin, Dia benar-benar setuju! Melihat tanggapannya, Aku tak tahu harus apa selain merasa terkejut!


“Kau akan kembali ke Qlippoth?”


Aku bertanya, tapi dia menggelengkan kepalanya.


“Tidak, Aku telah kehilangan ketertarikan padanya. Aku mungkin akan memberikan kesempatan pada diriku juga. Aku telah terbiasa dengan dunia manusia.”


Sambil dia selesai berbicara, dia mengembangkan sayap hitamnya, dan terbang pergi kekejauhan. ….Meskipun nyatanya dia telah pergi sekarang itu bagus, tapi siapa yang tahu kemana dia berencana untuk pergi dari Surga. Apapun itu, berdasarkan dari apa yang dia katakan, dia mungkin akan dipaksa untuk mendarat….. Michael-san tidak melakukan apapun mengenai tindakan Crom Cruach yang mana juga membuatku kebingungan, tapi Irina tersenyum.


“Irina, kerja yang bagus. Kau memang benar-benar kartu As-ku.”


Mendapatkan pujian seperti itu dari Archangel yang dia begitu hormati, Irna mulai tersipu malu. Tiba-tiba, tampaknya Irina punya suatu pemikiran, dan dia berbalik kearah michael-san untuk bertanya.


“Michael-sama, meskipun pertanyaan ini mungkin sedikit berlebihan…..”


“Ada apa?”


“— Kenapa kau memilihku untuk menjadi kartu As-mu?”


Itu pastinya sebuah pertanyaan yang cukup menarik. Aku memang selalu penasaran mengenainya. Kenapa Michael-san memilih Irina untuk menjadi Kartu As-nya sendiri?


“Hoho, jadi itu mengenai ini.”


Michael menepuk kedua tangannya. Lalu dia mengacungkan satu jarinya dan bertanya kembali.


“Didunia manusia, ketika kau membuka deck kotak kartu yang baru, Kartu apa yang pertama kali kau lihat?”


“….Kartu As Sekop.”


Koneko-chan yang menjawab pertama. Tepat sekali, kartu pertama yang akan kau lihat adalah kartu As Sekop. Michael-san tampaknya berpikir dalam-dalam mengenainya.


“Tepat sekali. Ideku adalah, kalau orang ini harus mewujudkan reinkarnasi seorang Malaikat — seseorang yang mewakili ‘Brave Saint’. Malaikat Irina, kau memiliki sebuah hati yang murni. Kau sangat jujur dan tulus, dan kau merupakan seorang penganut yang taat dari lubuk hatimu yang paling dalam. Juga, kau juga dapat akrab dengan siapapun. Itulah kenapa kaulah orang yang paling cocok menjadi perwakilan para Malaikat.”


…..Jadi itu memiliki sebuah makna semacam itu. Gelar As, bukanlah hanya karena kepribadian Irina, tapi juga karena ekspektasi Michael-san. Michael-san lalu melanjutkan memberitahu Irina.


“Jika kau berkenan, mulai sekarang dan selanjutnya terus menjunjung tinggi citra dari para ‘Royal User (Brave Saint)’.”


Diberitahukan hal ini, Irina tersentuh hingga meneteskan airmata, dan terus menerus menganggukkan kepalanya.


“Ya! Aku akan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan kesetiaanku! Amin!”


Sekarang semuanya akhirnya selesai. Dulio-san uamg sedang duduk ditanah tertidur lelap. Aku dengar dia telah menggunakan Balance Breakernya melawan Crom Cruach. Dia telah dapat dengan serius bertarung melawan Naga Jahat itu dan dapat pulang kembali, Aku benar-benar mengaguminya. Tidak, meskipun Aku sebelumnya percaya kalau dia akan kembali, Aku tidak berpikir kalau dia akan benar-benar baik-baik saja dan tidak terluka! Meskipun musuhnya tidak tampak terlihat terluka cukup fatal juga. Tapi meski begitu, dia pastinya layak menjadi pemimpin kami!


…..Sebuah gelombang kelelahan tiba menimpaku, dan Aku berbaring dilantai dan melihat keatas kearah langit. Tapi, kekuatan [Penetrated]. Disamping kekuatanku sekarang itu, tidak ada jalan yang lain. Untuk bisa dapat menghantarkan kekuatanku secara langsung. Tapi hanya untuk mengalah Rizevim itu tidaklah cukup….. Akan tetapi, jika kemampuan ini dapat dipindahkan keorang lain, maka itu akan benar-benar mengubah total bagaimana kami bertarung. Aku tiba-tiba berpikir….kemampuan ini, dapatkah digunakan pada sistem malaikat itu? Untuk dapat menembus melalui berbagai lapisan pelindung spesial di Surga. Ketika Aku sedang memikirkannya, Aku mendengar suara wanita paling cantik di Surga.


“Semuanya! Michael-sama! Bagaimana kabarnya?”


Itu adalah Gabriel-san yang telah pergi kedunia manusia untuk perjalan bisnis dan dengan tergesa-gesa bergegas kembali. Dia memiliki daya tarik yang luar biasa karena oppainya yang besar, yang mana kadang-kadang memantul. ….Oppainya! Aku akan begitu bahagia untuk dapat melihatnya! ….Ah! Aku tiba-tiba memikirkannya! Apa yang akan terjadi jika Aku memindahkan kekuatan [Penetrate] untuk digunakan melalui mataku!? Apa yang menunggu disana! Sekarang waktunya untuk mencobanya! Aku memindahkan kekuatan [Penetrate]…dan memusatkannya pada mataku! Kemudian —


Pakaian para wanita didalam jangkauan pandanganku….menjadi transparan! Transparan! Transpaaaaarrrrraaaaaannn!! Oppai Rias! Oppai Akeno-san! Oppai Xenovia! Bahkan Oppai Irina jadi dapat terlihat! Mataku dapat melihat semuanya, tidak ada yang bisa menghalangi antara mataku dan Oppai! Ini, ini adalah kekuatan [Penetrate]!


Ini, Ahhhhhh ini benar-benar terlalu bagus! Aku mengambil keuntungan dari situasi ini, dengan menggerakkan mataku kearah Gabriel-san! Apa yang datang kedalam pandanganku adalah — bentuk, ukuran, warna dari areola, lebarnya, kebulatannya, hanya kebersamaan semuanya bisa membuat seseorang merasakan bagaimana Oppai seorang Malaikat! Ini, Ini….Ini keseimbangan yang sempurna….! Dari semua yang Aku ketahui, ini merupakan salah satu yang terbaik…..tidak, ini sudahlah tidak tertandingi! Ini, oppai ini benar-benar ada selama ini! Aaaaaahhh, Azazel-sensei! Aku, Akhirnya! Aku Akhirnya melihatnya! Oppai paling indah di Surga!


“Hoho, jadi itu merupakan oppai paling indah di Surga! Terima kasih! Terima kasih!”


Sekarang ini Aku hanya dapat berdoa dalam tangisan! Karena Aku merupakan seorang Iblis yang berdoa, meskipun ini buruk, meskipun Aku sakit kepala, itu masih bukan masalah! — Itu, sudah bisa disebut sebagai Dewa para oppai! Tepat sekali! Aku akan melakukannya! Sensei, aku, kemesumanku belumlah menurun! Karena, Aku telah belajar bagaimana menggunakan kemampuan baruku!


[…..Benar sekali.]


Ddraig, apakah kau merasa tak berdaya!? Sambil Aku menangis dalam kegembiraan, untuk terakhir kalinya peralatan Surgawi mulai menyiaga dan mengelilingiku dengan simbol-simbol malaikat didalamnya! Sistem yang mencegah pemikiran-pemikiran saru menjadi aktif lagi! Perhatian semua orang terfokus padaku. …..Mereka pasti berpikir, kalau diwaktu seperti sekarang ini Aku sedang berpikir sesuatu yang mesum.


“………….”


Koneko-chan membuka separuh matanya dan terdiam saja. Semua orang hanya tertawa tak berdaya.


“Koneko-chan….? Tidak, ini bukan, hal ini! Ada alasannya!”


“…..Senpai, kau memang benar-benar orang yang mesum. Ketika kita tiba dirumah kita perlu mengadakan sebuah pertemuan refleksi.”


Ya, Maafkan aku, Koneko-sama…..