High School DxD (Indonesia):Jilid 21 Last.DxD

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Last.DxD Ani dan Otouto —United Front—[edit]

Agar dapat mengejar Apophis, yang mendarat di pulau tak berpenghuni, aku, Hyoudou Issei juga mendarat di pulau itu. Di atas bukit batu pulau itu, aku menghadapi pemuda berkulit coklat yang memakai jubah. Berdasarkan penampilan saja, ia seperti manusia…tapi aura yang kurasakan darinya ini luar biasa kuat. Itu aura unik naga. Apophis tersenyum sambil menyambut kedatanganku.

<<Jadi lawanku itu kau, Sekiryuutei. Ini sungguh suatu kehormatan besar.>>

"Yo—Apophis-san. Kau pastinya salah satu dari Evil Dragon terkuat, kan?"

<<Fufufu, setidaknya, aku jauh lebih kuat dari si barbar Grendel.>>

…Berbicara dengan sikap ini membuatnya sangat mudah untuk dipahami. Dengan kata lain, ia sekuat Iblis Super. Itulah hal yang aku pahami. Toh, dia adalah Evil Dragon yang setara dengan Crom Cruach. Aku tidak membalas dan aku juga tidak punya jawaban sambil kusiapkan sikapku—lalu menyerangnya langsung ke depan! Pertama dengan menyerang tangan atas! Meskipun aku tidak suka cara Xenovia, lebih baik untuk menyerang dari depan sendiri, alih-alih menunggu lawan untuk mempersiapkan langkah pertama mereka! Akhir-akhir ini, lawan yang kulawan selalu monster yang menggunakan teknik sulit, jadi hanya memikirkan menunggu mereka duluan ini yang menakutkan!

Aku menembak Dragon Shot sambil terbang ke arahnya. Apophis tetap diam, dan tidak menunjukkan niat menghindar. Hanya ketika Dragon Shot-ku memukulnya—di saat itu, beberapa jenis kegelapan muncul di depan Apophis. Dragon Shot-ku dan energi sihir yang terpancar dari kegelapan dihilangkan pada waktu yang sama! …Sensei sudah membicarakan hal itu sebelumnya. Apophis bisa memanipulasi kegelapan dan bayangan. Dia mampu memanfaatkan kekuatan penuh di bawah naungan kegelapan. Jika ia mulai mengendalikan cuaca, maka aku harus tetap waspada terhadap hal itu. Dengan kata lain, kegelapan yang muncul di depannya kini menyerap Dragon Shot-ku lalu menghilangkannya.

—Pada saat itu, kegelapan muncul di belakangku, dan di kedua sisi kiri dan kananku. Aura hitam keluar! Aku merasakan bahaya, dan langsung terbang ke udara untuk menghindarinya, tapi…bagian dari sayap nagaku menyentuh kegelapan dan meleleh! Kegelapan ini mampu melarutkan lawannya hanya terkontak sentuhan! Oh, aku sangat tidak ingin menyentuhnya! Setelah itu, aku bergerak menaruh beberapa jarak antara kami. Lalu menembakkan Dragon Shot terus-menerus dari udara. Apophis menyihir kegelapan di depan dirinya, dan melenyapkan semua energi iblisku. Apophis kemudian memanggil gelombang kegelapan untuk mengelilingiku dan menembak proyektil dari kegelapan ke arahku. Aku segera menghindarinya sehingga aku tidak akan terkena apa-apa… Peluru-peluru kegelapan terlarut tanpa syarat secepat menyentuhnya, dan setelah melihat itu, keringat dingin menetes dari seluruh tubuhku. Ini akan menjadi terlalu berbahaya kalau aku menyerang langsung sekalpun. Menggunakan kegelapan untuk membatalkan seranganku, dan menggunakan kegelapan mencairkan semuanya—. Itu adalah kemampuan yang sangat mudah dimengerti. Tapi justru karena ini, itu sangat sulit untuk dihadapi! Melihat sesuatu dari perspektif ini, ia pasti lebih kuat dari Grendel! Kalau itu Evil Dragon yang mengamuk disambar serangan ini, pasti juga akan mencair dan akan tidak ada lagi! Sial! Aku tak tahu lagi! Mengurangi jarak kita menjadi pertempuran jarak dekat… juga sangat berbahaya. Tinjuku mungkin akan tersedot ke dalam kegelapan dan seluruh lenganku akan lenyap! Menyadari bahwa aku berhenti menyerang, Apophis mulai tertawa.

<<Kompatibilitas kita tampaknya sangat buruk.>>

"Yah maaf saja! Pokoknya, kompatibilitasku dengan lawan tipe teknik sangat buruk!"

Menanggapi sindiranku, reaksi Apophis adalah sebaliknya.

<<Tidak, bukan itu maksudku. Apa yang ingin kukatakan yaitu kompatibilitas kita sangat buruk. Aku juga tidak terlalu bagus pada berurusan dengan lawan yang kuat yang menyerangku secara langsung. Jika aku terserang sekalipun, aku pasti akan menderita banyak kerusakan. Itulah sebabnya aku tidak punya pilihan selain menggunakan kemampuan seperti ini untuk melindungi diri dari mengekspos bukaan, dan kemudian melakukan serangan balik.>>

…Perkataan terlalu tenang dan perilakunya mengejutkanku sejenak.

"Aku tidak pernah berpikir bahwa ada Evil Dragon yang tenang begitu."

Itu karena semua yang kutemui si bajingan abnormal seperti Grendel yang mengamuk agresif. Meskipun ada Evil Dragon seperti Crom Cruach, Apophis juga pengecualian.

<<Aku juga jauh lebih bergairah menikmati pertempuran. Tapi, kalau aku dibandingkan dengan rekan-rekan brutal seperti Grendel atau Níðhöggr, maka itu membuatku merasa agak kecewa.>>

Tidak peduli apa yang dia katakan, orang ini sungguh abnormal. Dia mengendalikan Trihexa, dan melakukan perjalanan ke berbagai Golongan untuk menimbulkan masalah. Ini tidak bisa disebut mentalitas normal. Dari perspektifku, cara berpikirnya yang tidak konvensional sudah bisa dianggap sebagai tipe yang sama seperti Grendel. …Jika itu Vali, aku tidak yakin apa yang akan dia pikirkan juga. Apophis bertanya padaku

<<Sekiryuutei saat ini. Kau—apa kau tertarik dengan dunia lain?>>

…Apa sekarang kita mulai membicarakan hal-hal dari dunia lain? Yah, aku berkomunikasi dengan salah satu Dewa di sisi sana sekali. Memikirkannya saat ini membuat kepalaku sakit lagi, jadi aku sungguh tidak ingin memikirkannya dulu….

"Aku lumayan tertarik pada dunia lain ini, tapi aku tidak tertarik untuk membuat sebuah langkah melawan Great Red."

Sejujurnya, aku ingin tahu tentang itu. Itu wilayah yang belum dipetakan, sehingga tentu saja menimbulkan kegembiraan pada siapapun. Tapi aku benar-benar tidak ingin mengalahkan Great Red, yang hanyut dengan bebas dan santai di sekitar di Celah Dimensi. Toh, Great Red adalah salah satu penyelamat hidupku. Walaupun aku tidak yakin apakah ia pernah berpikir begitu…. Setelah mendengar jawabanku, bibir Apophis meringkuk sedikit sambil menyeringai.

<<Begitu ya. Yah, itu hanya masalah waktu.>>

Sambil mengatakan itu, Apophis meletakkan tangannya di depan dadanya.

<<Maaf atas ketidaksabaranku, tapi perkenankan aku untuk mendapatkan kemenangan cepat.>>

Tiba-tiba, area sekitarnya menjadi gelap gulita. Saat aku berbalik dan melihat sekeliling di setiap arah, aku menyadari bahwa seluruh pulau telah tertutup dalam penghalang. Ddraig berkata

[…Ini buruk. Orang ini ingin memutuskan pemenang dalam sekejap.]

…Azazel-sensei mengatakan begitu sebelumnya, bahwa segera setelah cuaca berubah, itu adalah tanda bahaya pertama! Untuk mencegah dia melanjutkan, aku menembakkan Dragon Shot ke arahnya, tapi teknik itu sudah selesai, dan dinding kegelapan yang muncul didepan Apophis menghilangkan energi iblisku lagi.

<<Untuk sebuah pulau kecil seukuran ini, hanya membutuhkan waktu beberapa detik bagiku untuk mengubahnya menjadi duniaku.>>

Seluruh tubuh Apophis—secara bertahap menjadi diselimuti kegelapan. Seakan dalam menanggapi seluruh pulau yang ditutupi oleh kegelapan, kegelapan melayang disekitar tubuh Apophis secara bertahap mulai berkembang, dan perlahan-lahan berubah. Akhirnya membentuk bagian, dan telah menjadi semacam objek besar. Sebuah gerhana matahari melayang di langit di atas pulau, yang mengungkapkan halo tipis cahaya saja. Dan mengaburkan itu adalah Evil Dragon yang sudah berubah dan kini melayang di udara—. Yang muncul di langit untuk mengaburkan penghalang itu naga ular raksasa dengan panjang totalnya melebihi seratus meter. Itu benar-benar berwarna hitam, tetapi juga memiliki permata di tubuhnya yang mengeluarkan keperakan, cahaya berkilauan. Ada tiga mata di kepalanya, dengan masing-masing juga mengeluarkan pencahayaan perak. Jadi ini adalah… [Eclipse Dragon], bentuk sejati Apophis! Sungguh… aura yang sangat buruk! Itu adalah aura mematikan yang berbeda dari Crom Cruach! Setelah merasakan sensasi ini, Ddraig mengatakan

[…Ia juga dilatih sampai ke level yang sama seperti kita…!]

—Dia sebenarnya sekelas Heavenly Dragon! …Ini sungguh sangat merepotkan. Dia lebih kuat dari Rizevim, atau dengan kata lain, mustahil untuk mengalahkan dia menggunakan bentuk True Queen-ku saat ini. Yang berarti—. …Aku tidak punya pilihan selain menggunakan Dragon Deification…. Sebaliknya, jika aku menggunakan Dragon Deification, maka aku pasti akan bisa melawan monster yang berdiri di depanku. Tapi—. Mungkin harganya nyawaku saat ini, dan aku tidak akan mampu menyentuh hal-hal itu lagi…. Terserah, salah satu dari pilihan-pilihan itu sangat menjengkelkan! Aku tidak akan bisa menyentuhnya kalau aku mati. Dan tidak mampu menyentuhnya tidak berbeda dari mati…! …Duh duh oww, itu sakit sambil seluruh tubuhku disambar sakit! Biarpun aku harus bertahan hidup, mungkin seumur hidupku akan berakhir seperti ini.... Ketika aku menjadi lebih kuat dengan Dragon Deification, dapat dikatakan bahwa semua hal yang mewakiliku dicuri. Jadi itu yang disebut pertukaran setara huh…. air hitam perlahan menyerbu ke arah kakiku. Dengan tidak ada jalan itu air laut. Itu jelas merupakan jenis air yang abnormal. Air ini juga terus membengkak, dan meredamkan punggungku. Apakah ini juga merupakan teknik spesial Apophis…? Omong-omong, Sensei menyebutkan bahwa jika Apophis menggunakan air hitam, maka aku pasti harus berhati-hati. Jika aku menyentuhnya, maka aku pasti akan dilarutkan…. Sementara aku masih ragu-ragu, aku menyadari bahwa Apophis tidak menyerang.

"…Kenapa kau tidak menyerang?"

Apophis menjawab pertanyaanku dengan

<<Aku tahu bahwa kau memiliki bentuk lebih kuat. Kau tidak akan menggunakannya?>>

"…Kau akan memberiku waktu untuk berubah?"

<<Aku diizinkan untuk membuat bidang ini. Jadi aku bisa menunggu.>>

…Dia sungguh Evil Dragon aneh. Dia sendiri mengatakan bahwa ia ingin menyelesaikan segalanya dengan cepat, tapi ia bersedia untuk menunggu transformasiku dalam keadaan seperti itu…. Melihat ekspresi bingungku, Apophis menjawab keraguanku.

<<Aku berpikir bahwa ini adalah duel antara naga, mungkinkah kau… tidak berpikir seperti itu? Meskipun benar bahwa aku sedang terburu-buru, aku tidak ingin merusak duel satu lawan satu seperti ini.>>

…….

…Ah, begitu ya. Aku mengerti sekarang kalau dengan kata itu. Orang ini dan Crom Cruach adalah sama. Tidak peduli seberapa berbahayanya pikiran dan ide-ide mereka mungkin, dan tidak peduli betapa berbahayanya tindakan yang mereka libatkan, mereka masih memiliki kebanggaan mereka sebagai naga yang tidak akan mereka buang. Dan kemudian, aku juga memahami sesuatu yang lain. Dia pasti tidak akan bermain bersama dengan rencana Rizevim. Dibandingkan dengan si bajingan itu, Apophis memiliki ambisi yang lebih besar. Dari sudut pandang orang lain, mungkin keyakinan ini terlalu naif, tapi ia masih menganut keyakinan ini. Itu sebabnya dia sangat kuat, amat sangat kuat—. Sairaorg-san, Kiba, Gasper, Saji, Vali, Yang Mulia Strada, dan juga Crom Cruach; mereka semua adalah prajurit yang jujur yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip mereka sendiri. Itu sebabnya aku mengatakan

"…Aku tidak akan menggunakan Dragon Deification. Tapi, aku akan bertarung sekuat tenaga!"

<<Begitu ya, maka mari kita mulai.>>

Jadi mulailah pertempuran yang intens terhadap Apophis yang telah berubah menjadi bentuk naga.

[Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost!!!!!!]

Aku terus meningkatkan jumlah Dragon Shot, sambil aku menembakkan segudang Dragon Shot! —Tapi, kegelapan yang menutupi permukaan tubuh Apophis benar-benar memblokir semua seranganku. Ascalon dikeluarkan dari gauntlet-ku, dan aku mentransfer sejumlah aura naga yang padat.

[Transfer!!]

Aura naga kuat dan aura suci menyatu bersama-sama sambil aku menebas pedangku menuju Apophis, tapi itu masih ditahan oleh kegelapan, dan tidak ada kerusakan sama sekali. Menyadari bahwa tidak ada yang terjadi ketika pedang dari Ascalon menyentuh kegelapan, aku menahan pedang dalam posisi diperpanjang dan mengubah lenganku ke mode Solid Impact! Dengan bilah pedang di depanku, aku menunjuk lurus ke arah Apophis!

[Solid Impact Booster!!!]

Itu Solid Impact versi Ascalon + [Penetrate]!

[Penetrate!!]

Dorongan dari Ascalon dan Impact menghantam Apophis dengan tepat…. Meskipun aku bisa merasakan sensasinya, tiba-tiba, Apophis tetap tidak melakukan serangan balik. —Itu saat aku menyadari bahwa punggung bawahku sudah benar-benar tertelan oleh air hitam! Tingkat di mana laut kegelapan melanda seluruh pulau meningkat dengan cepat. Kalau terus begini, aku tidak lagi punya pijakan. —Mendadak, perubahan terjadi pada air hitam di bawahku. Berubah menjadi gelombang, dan bergegas ke arahku! Air hitam tampak seakan memiliki kemauan sendiri karena mengarah padaku! Dan itu bukan hanya satu gelombang! Cambuk air hitam yang mengarah padaku mulai meningkat satu per satu! Aku terus menghindari serangan saat di udara, tapi Apophis mengambil keuntungan dari kesempatan ini dan mengeluarkan aura gelap dari mulutnya! Dan hanya mengenai bagian kecil dari armorku, tapi bagian yang terkena kontak meleleh! Sejumlah gelombang air hitam mengejarku, selain serangan Apophis sendiri! Aku mengayunkan Ascalon untuk serangan balik, tapi bukaanku akhirnya ketahuan sambil aliran air hitam menabrak empat anggota badanku! …Arrgh sakit! Apophis tidak melewatkan pembukaan ini, dan terus mengeluarkan kegelapan dari mulutnya sementara aku melakukan yang terbaik untuk menghindarinya—. Tapi, apa yang menungguku adalah aliran air hitam yang memasuki perutku tanpa ampun! —Kuh! …Perutku dipukul dengan serangan berat! Aku kehilangan momentum penerbangan, dan jatuh langsung ke bawah. Satu-satunya bagian beruntung itu yaitu tempatku jatuh belum tergenang air hitam. —Tapi air hitam itu menusuk kaki dan perutku yang menyebabkan sakit besar yang mengakibatkan perlambatan gerakanku. Lalu, sensasi tajam dari air hitam berdenyut di seluruh tubuhku!

"Gaaaaaaaaahh!"

Jumlah rasa sakit yang luar biasa menyebabkan aku berteriak kesakitan. …Kalau aku tidak melakukan sesuatu tentang hal ini …Aku akan mati! Aku mengeluarkan Air Mata Phoenix yang telah diberi Ravel—tapi ketika aku melihatnya, aku tak bisa berkata-kata. Air Mata juga telah berwarna hitam, dan telah jelas kehilangan fungsinya. …Apakah kemampuan spesial Apophis mampu menyebar ke Air Mata Phoenix…? Apophis melayang di udara sambil secara bertahap semakin dekat denganku. Semakin banyak air hitam juga lebih dekat denganku. …Sial…. Kenapa selalu ada banyak orang-orang yang amat sangat kuat…. True Queen adalah bentuk yang kuraih setelah menjalani segala macam kesulitan. Namun dalam waktu singkat, lawan yang melebihi itu muncul. …Dengan begitu… Aku tak bisa melindungi siapapun…? Akhirnya, armor crimson terlepas. Aku hanya berbaring di sana, dengan energi iblis dan stamina habis. Mungkin dunia ini adalah satu di mana hanya Apophis bisa bertahan… Aku mengertakkan gigiku dengan penyesalan. Meski begitu, ancaman Apophis masih mendekat—.

…Pada saat itu, aku melihat sesuatu yang jatuh dari seragam compang-campingku. Itu adalah jimat yang ibu beri ketika aku meninggalkan ruang pasien. Tanganku yang gemetar mencapai jimat ibu. Ada dua foto dilipat yang jatuh dari jimat yang rusak. Salah satu foto-foto itu telah terbuka—. Sebuah perasaan tertentu segera menguasai tubuhku. Foto itu ketika aku berumur dua atau tiga tahun, aku mengenakan haori dan hakama, dengan ayah, ibu dan nenek… serta kakek yang masih hidup dulu dalam foto keluarga. Foto tersebut tidak pernah diambil lagi. Ada satu baris kata-kata yang ditulis di bagian belakang foto itu. Aku tidak bisa lagi menekan emosi yang mengalir dalam diriku.

—Issei berusia tiga tahun Shichi-Go-San

—Terima kasih karena bisa tumbuh sampai saat ini dengan selamat

…….

…Ibu benar-benar menyimpan foto ini…. …Foto yang lain juga berlangsung, dan apa yang ditampilkan adalah foto keluarga dengan semua orang yang diambil di dalam kediaman Hyoudou. Di tengah bulan pertama Tahun Baru, itu adalah foto keluarga yang diambil sebagai peringatan. Aku, orangtuaku, semua orang di Klub Penelitian Ilmu Gaib yang tinggal di kediaman Hyoudou, Kuroka, Le Fay dan Ophis. Ditulis di bagian belakang foto itu adalah

—Keluarga yang telah tumbuh lagi

—Setiap hari sangat menyenangkan

…….

…Aku mulai menangis dan meneteskan air mata dengan berat. Aku menetapkan pikiranku. Sementara menahan rasa sakit, aku berdiri. …Ya, kami memiliki banyak anggota keluarga, ibu, ayah. Aku juga… Bersenang-senang setiap hari.

—Tapi, ada hal-hal yang ingin kulindungi.

Rias, Asia, Akeno-san, Koneko-chan, Ravel, Kiba, Xenovia, Irina, Gasper, Rossweisse-san, Le Fay, Kuroka, Ophis, Azazel-sensei… semua orang di sekolah, serta masih banyak lagi, bukan hanya mereka, ada lebih banyak orang yang ingin kulindungi. Ada juga ayah, ibu, dan nenek yang tinggal di pedesaan—. Anak-anak di Dunia Bawah yang terus-menerus mendukungku—. Agar bisa melindungi semuanya, aku—harus menggunakan segalanya untuk bertarung! Aku—dengan tenang mulai melafalkan mantra terlarang.

"—Naga Merah Crimson tinggal dalam diriku, terbangun dari dominasimu"

Sebuah cahaya merah yang mempesona itu dipancarkan dari permata di gauntlet-ku.

[—Crimson Heavenly Dragon yang kumiliki dalam diriku, bangkit untuk menjadi Raja]

Suara Ophis menggema dari permata. Aku harus meminjam kekuatanmu sekali lagi—. Berjuang bersama denganku sekali lagi, Ophis! Temanku! Permata di gauntlet kiriku mengeluarkan aura hitam pekat. Aura hitam legam, tebal, padat, dan kuat.

"—God of Infinity hitam legam"

Sebuah aura crimson yang luar biasa menyelimuti seluruh tubuhku.

[—God of Dreams yang mulia]

Aura infiniti hitam legam kemudian membungkus lagi—.

"[—Menyaksikan keberadaan terlarang yang melampaui batas-batas]"

Armor crimsonku lalu berwarna hitam legam. Kekuatan Dragon God mulai mengalir secara bertahan. Lalu, kita melafalkan ayat akhir.

"[—Kami akan menari seperti cahaya dalam neraka]"

"[<<D∞D!! D∞D D∞D!! D∞D D∞D D∞D!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!! D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D D∞D!!!!!!!!>>]"

Semua permata bergema dengan suara yang mengatakan [D∞D!!] dan meresap melalui jiwa. Sebuah simbol ∞ muncul pada semua permata!

"[<<Dragon ∞ Drive!!!!!!>>]"

Setelah selesai, tubuhku dibungkus dengan armor crimson dan hitam legam.

"—Inilah Dragon Deification yang terakhir."

Aku mengangkat kepalaku saat aku menatap Apophis.

<<…Benar-benar indah. Aura ini sungguh tak bisa dibandingkan dengan yang sebelumnya.>>

Apophis mengatakan hal itu dengan sukacita.

"Ya, dan sekali sudah begini, itu berarti sudah berakhir bagimu. —Persiapkan dirimu."

<<Itu kata-kata yang bagus! Lalu mari kita mulai pertempuran antara Heavenly Dragon dan Evil Dragon!>>

Setelah kita selesai berbicara, aku langsung menyerang, dan langsung melakukan pukulan di wajah Apophis!

"[<<D∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞D!!!!!!!!>>]"

Tinju yang membawa kekuatan infiniti—serangan langsung ini membuat Apophis mundur secara substansial. Apophis tidak dapat menahan pukulanku.

<<Bahkan kegelapanku tak bisa membatalkan kekuatan ini! Menarik sekali!>>

Tanpa ragu, Apophis memuntahkan kegelapan dari mulutnya! Aku menggunakan infinite Dragon Shot untuk melakukan serangan balik—Dragon Shot-ku kembali, dan aku dipukul oleh kegelapan Apophis!—Bagian dari infinite armor meleleh! Apa yang terjadi!? Aku bisa dengan mudah mengalahkan Rizevim dalam keadaan ini, tapi aku masih terkena serangan Apophis !

[Sudah kubilang sebelumnya. Dia sudah sekelas Heavenly Dragon.]

Begitu ya, Ddraig! Dengan kata lain, aku tidak boleh sembarangan! Apophis dan aku melanjutkan serangan langsung di pulau tak berpenghuni yang ditutupi oleh penghalang hitam. Aku menggunakan pukulan dan tendangan, sedangkan Apophis memanipulasi air hitam seperti cambuk untuk melawan seranganku. Dampaknya menyebar tidak hanya ke area dalam armorku, tapi bahkan dagingku terkena. Empat sayap nagaku juga ditusuk oleh air hitam beberapa kali, menyebabkan mereka menghilang, dan sambil diperbaiki secara paksa, aku harus berhati-hati agar aku tidak jatuh ke dalam air hitam di bawahku. Aku menyerang secara fisik dan dengan Dragon Shot, sementara Apophis menggunakan napas kegelapan, penghalang, dan manipulasi air hitam untuk melawan. Tidak heran aku tidak mampu untuk mengalahkan dia menggunakan armor crimson. Dia ini… benar-benar kuat! Bahkan infinite armor ini tertekan! Meskipun demikian, seranganku juga sama-sama efektif melawannya! Itu benar-benar menyebabkan dia kerusakan! Aku berhasil menarik diri darinya, dan membuka empat sayap nagaku yang memiliki meriam! Barel diperpanjang dari dua di atas bahuku dan dua di bawah lenganku! Ryuuuuu…. Mereka mulai berdengung, sambil kekuatan infiniti berkumpul di masing-masing moncong!

<<Sungguh menarik! Mari kita selesaikan ini sekarang juga, Sekiryuutei!>>

Apophis melepaskan bola kegelapan luar biasa besar dari mulutnya! Bahkan aku akan menderita kerusakan besar jika aku terkena itu dalam keadaanku saat ini! Sebuah suara terdengar dari semua permataku.

"[<<D∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞DD∞D!!!!!!!!>>]"

Sebuah simbol [∞] muncul pada semua permata dari armorku, sebagai warna merah dan hitam berkelebat bolak-balik.

"Goooooooooooooooooooooooooooooo!"

"[<<∞ Blaster!!!!!!>>]"

Jumlah aura yang sangat besar diledakkan dari empat moncong meriam; aura merah dan hitam bersatu sambil langsung menuju Apophis!

—Apa!

Aku sangat terkejut oleh pemandangan di depan mataku! —Apophis membuka mulutnya sekali lagi, dan terus memuntahkan tiga bola kegelapan besar! Ada total empat bola kegelapan! Empat bola kegelapan besar bertabrakan dengan Infinity Blaster-ku! …Dengan tidak sepenuhnya hilang! Mustahil! Dia benar-benar tak terbayangkan kuatnya, Apophis! Tidak, dalam hal ini, aku tidak bisa menahan lagi! Aku harus terus berjuang! Aku berkonsentrasi pada perutku. Armor depan dada dan perut mulai berubah. Menggetarkan karena mereka dipisahkan, dan moncong meriam muncul dari sana! Kekuatan infiniti mulai berkumpul di moncong meriam di dadaku. Lalu—.

"Ini sudah berakhir, Apophis!"

"[<<Longinus Smasher!!!!!!!!!!!!>>]"

Selain Blaster dari empat meriamku adalah serangan terlarang—Longinus Smasher juga ditembakkan. Aura merah besar dikombinasikan dengan Infinity Blaster yang sebelumnya, menghancurkan bola kegelapan Apophis, dan akhirnya melanda seluruh tubuh Evil Dragon—.


Setelah terus menggunakan kemampuan tersebut, aku merasa sangat lelah, dan turun ke tanah di mana aju berlutut dan menarik serta menghembuskan napas dengan berat. Meskipun penghalang hitam belum lenyap, air hitam surut secara bertahap, dan pulau kecil mulai kembali ke tampilan aslinya. Seekor Evil Dragon hitam besar berbaring di depanku. Dia menderita luka parah di sekujur tubuhnya, dan ia dalam keadaan di mana ia sudah melampaui segala jenis penyembuhan. Apophis tersenyum sambil berkata kepadaku

<<…Itu adalah pertarungan indah, Sekiryuutei… tidak, Hyoudou Issei. Aku bisa… bertarung dengan pahlawan seperti kau, aku merasa sangat senang… ah, ini adalah sesuatu yang Evil Dragon seharusnya.>>

Melihat Apophis, yang tampaknya sangat puas, aku mengajukan pertanyaanku sendiri.

"Kau jelas naga yang akan melawan duel jujur denganku, jadi mengapa kau melakukan sesuatu seperti ini…"

<<Aži Dahāka dan aku sama-sama Evil Dragon. Akhir Evil Dragon harus timbul dari konfrontasi langsung dengan pahlawan, diikuti oleh kekalahan mereka. Hanya dengan ini tidak adanya Evil Dragon menjadi lengkap. …Itulah mengapa ini baik-baik saja. Pertarungan seperti Rizevim tanpa kemuliaan sama sekali adalah yang terendah dari yang terendah…>>

…Ya, duel satu lawan satu denganku telah memberiku wawasan kebanggaan naga, dan menunjukkan bagaimana Evil Dragon sejati itu. Justru karena ini, sebagai musuh yang harus kukalahkan, kau dan aku bertarung. Dalam saat-saat terakhirnya, Apophis meninggalkan kata-kata terakhirnya sambil dia menghilang

<<…Hyoudou Issei, kembalilah dan lawan aku suatu hari nanti…>>

Tubuh Apophis benar-benar berubah menjadi debu, dan menghilang disapu angin—. Menerima undangan Evil Dragon itu boleh saja, tapi aku menyadari bahwa penghalang hitam tampaknya tidak memiliki tanda-tanda kehancuran sendiri…. Pada saat itu, Ddraig membawa sebuah topik mengganggu.

[…Begitu ya, ada satu lagi yang datang ke sini.]

—Apa! A-Apa yang kau bicarakan…? Aku bahkan tidak punya waktu untuk bertanya, sambil ruang di depanku membuat suara merobek dan terdistorsi. Apa yang muncul dari sana—makhluk humanoid yang memancarkan kecemerlangan putih. Manusia… bercahaya? Tentu saja, itu tidak mungkin…. Karena aura yang sangat tidak menyenangkan itu mengambang di sekitarnya…! Ada sepuluh tanduk di atas kepala. Itu adalah satu-satunya karakteristik yang membedakannya itu…. Tidak, aku sudah familier dengan aura ini.

"Itu kan—"

Sebelum aku bisa menjawab, Ddraig menjawab

[…Ini adalah kesadaran Trihexa. Ini dibentuk oleh kumpulan kesadarannya. Tapi, aku tidak berpikir bahwa ia akan punya penampilan anak laki-laki.]

—Apa!

Cukup dari kehadiran dan suasananya, aku bisa merasakan bahwa makhluk ini memang Trihexa! Itu benar-benar suatu kumpulan dari kesadarannya!? Hei hei hei! Kenapa ada di sini!? Bukankah gerakannya sudah berhenti!? Sambil aku menjadi waspada, perubahan terjadi pada penghalang sekali lagi. —Lingkaran sihir transportasi dengan lambang Lucifer muncul di sampingku. Orang yang muncul dari sana seorang pria berambut crimson—itu Sirzechs-sama!?

"Yo, Ise-kun"

Sirzechs-sama masih menyapaku seperti biasa dengan sikap tenang.

"Sirzechs-sama!? Ke-Kenapa Anda datang ke sini…?"

Melihat kejutan besarku, Sirzechs-sama tersenyum sambil menjawab

"Benar. Sederhananya—aku datang ke sini untuk bertarung bersama denganmu."

"T-Tidak, aku tidak mengerti maksudnya!"

Setelah melihat bahwa aku masih ragu-ragu, Sirzechs-sama menjawabku lagi

"Banyak tugasku yang sudah selesai, jadi aku datang ke sini untuk bertindak sebagai bala bantuan untuk pasukan sekutu di Jepang. Aku kemudian tahu bahwa kamu dan Apophis bertarung di dalam penghalang hitam ini. Kemungkinan besar tak tertembus bagi mereka tanpa kekuatan yang cukup."

Apophis benar-benar sangat kuat. Kecuali seseorang memiliki kekuatan yang cukup, mereka tidak akan mampu menembus penghalang ini. Sirzechs-sama melepaskan jubahnya sambil berkata

"Perubahan telah terjadi pada Trihexa yang awalnya telah berhenti. Ia mengeluarkan inti dari mulutnya. Dan kemudian mengeluarkan sinar terang tiba-tiba, dan menghilang. Sementara aku sedang memikirkan di mana ia menghilang… reaksi terjadi dalam penghalang ini. Oleh karena itu, aku datang ke penghalang ini sendirian."

J-Jadi sesuatu seperti itu terjadi. Gerakan Trihexa dihentikan oleh Rossweisse-san dan teknik yang lain, tapi Trihexa meludahkan intinya. Lalu ia membawa dirinya, dan akhirnya berakhir di sini—. intinya jelas mengeluarkan udara permusuhan terhadapku.

"…Kenapa ia datang ke sini?"

Mau tak mau aku menyuarakan pertanyaan yang ada di benakku. Sudah jelas bisa saja mengamuk saat di luar, tapi sengaja datang ke tempatku…. Sirzechs-sama tertawa.

"Aku yakin itu pasti karena kamu memiliki banyak pesona. …Kurasa mungkin saja bereaksi terhadap Ophis dan Great Red, yang mengapa datang ke sini."

—Apa! A-aku mengerti. Karena aku memiliki kekuatan Ophis dan Great Red, itu sebabnya Trihexa bereaksi…. Masuk akal juga. Hanya saja sebelumnya, aku menembakkan ledakan dari meriamku yang mewujudkan kekuatan keduanya. Dengan aura kuat, pasti menarik perhatian. Sirzechs-sama melihat sekeliling di seluruh pulau. Lebih akuratnya, dia memeriksa penghalang.

"…Hmm, sepertinya kekuatan Ise-kun tidak mampu untuk memecahkan ini, Trihexa pasti menyadari Apophis dari luar, dan mungkin penghalang ini diperkuat. Sepertinya ia benar-benar ingin bersama denganmu."

T-Tolong jangan mengatakan hal-hal keterlaluan! Kenapa monster selalu suka padaku!? …Ketika ia mengatakan seperti itu, akhirnya aku mengerti. Penghalang ini tidak hancur olehku, dan itu adalah hasil dari penguatan Trihexa. Sirzechs-sama kemudian melanjutkan

"Omong-omong, kita berhasil menguasai Holy Grail. Oleh karena itu, Evil Dragon dan Sekiryuutei palsu di berbagai wilayah kini telah dieliminasi."

—Ah!

Oh, itu benar-benar kabar bagus! Gya-suke dan Valerie berhasil menghentikan Holy Grail! Dalam hal ini, Holy Grail kini bisa aman kembali kepada Valerie. Sementara aku merasa lega dengan itu, Sirzechs-sama, yang berada di sampingku, mulai meningkat auranya. —Dia berencana untuk melawan inti Trihexa yang didepan kita.

"Meskipun mengatakan itu, kalau tidak melakukan sesuatu terhadap makhluk di depan kita, Ise-kun tidak akan bisa meninggalkan penghalang ini. Selain itu, melihat keadaanmu saat ini, bentuk Dragon Deification-mu kelihatannya akan segera habis."

Sirzechs-sama tertawa ringan sambil melanjutkan

"Sebagai kakak iparmu, aku sangat ingin punya kesempatan untuk bertarung bersama denganmu. Tapi bagaimanapun juga, ini juga tindakan keegoisanku yang terakhir."

Kata-kata Anda, apa yang Anda—. Aku tidak mengerti arti sebenarnya di balik kata-kata Sirzechs-sama, tapi Maou-sama ini terus meningkatkan aura yang mewujudkan Power of Destruction. Seluruh pulau bergoyang—. Aura melambung lagi, dan energi iblis penghancur menyelimuti seluruh tubuh Sirzechs-sama! Yang muncul di tempatnya adalah konsentrasi padat aura penghancur yang telah berkumpul menjadi bentuk humanoid, keberadaan mutlak. A-Apakah bentuk sejati Sirzechs-sama? Hanya dengan merasakan atmosfer yang memancarkan dari sampingnya, itu membuatku memahami bahwa ini adalah aura besar melampaui segala imajinasi…. Ini adalah Iblis Super. Maou Lucifer! Bahkan Ddraig menghembuskan napas kekaguman saat melihat ini.

[…Ini adalah kakak Rias Gremory. Irregular antara para Iblis. …monster sejati.]

Setelah menjadi inkarnasi dari kehancuran, Sirzechs-sama tertawa.

[Fufufu, aku berpikir bahwa transformasimu juga sangat irregular, benar, kan, Ddraig? —Jadi bagaimana dengan Crimson Maou dan Crimson Dragon Emperor mengentikan monster ini bersama-sama?]

—Apa! …Aku tidak pernah diajak yang lebih menarik daripada ini!

"Ya!"

Balasku ketika aku berbalik untuk menghadapi makhluk humanoid cahaya di depan kita—Trihexa menyiapkan sikapnya! Dalam sekejap, tiga orang diam-diam menghilang dari posisi mereka! Sebuah pertempuran udara kemudian dimulai! Inti Trihexa memunculkan enam sayap dari punggungnya. Mereka adalah sayap burung, naga, kelelawar, dan berbagai binatang lainnya. Aku menyerang langsung dari depan saat terbang di udara, dan membuat inti itu mundur. Inti itu berkibar di udara seperti burung untuk memperbaiki sikap, dan kemudian terbang ke arahku dengan kecepatan tinggi sekali lagi. Aku ingin menendang itu sebagai balasan, tapi sosok inti itu menghilang dari penglihatanku dalam sekejap, dan meluncur tepat di belakangku. Sirzechs-sama kemudian meluncurkan sebuah bola penghancur, yang langsung menghancurkan seluruh tubuh inti itu! Itu lebih dari sekarang—hanya ketika aku berpikir begitu, aku tidak berharap bahwa potongan kecil dari daging itu tetap akan tumbuh dengan momentum kekerasan, memulihkan kembali ke bentuk aslinya. …Kalau sudah seperti ini, itu tidak akan berhasil kecuali kita benar-benar menghilangkannya…! Sirzechs-sama dan aku terkoordinasi, seperti kita berganti serangan jarak dekat dan energi iblis penghancur; inti itu dikalahkan beberapa kali, tapi selalu kembali sendiri ke bentuk aslinya. Inti itu secara bertahap menyesuaikan dan menanggapi setiap serangan kami dengan menggunakan aura untuk mengusir tendanganku dan Sirzechs-sama sebagai inkarnasi dari kehancuran. …Nah, Sirzechs-sama dan aku juga tidak terluka…. Tapi, lawan kita juga benar-benar tanpa cedera. Sementara Sirzechs-sama mengeluarkan ledakan energi penghancur yang cukup untuk menyebabkan lebih dari setengah pulau menghilang, ia berkata kepadaku

[Oh ya, kenapa kamu tidak memanggilku 'gikei-san' selagi kita sedang bertarung?]

"P-Pada saat-saat seperti ini, kenapa Anda bilang begitu…!"

Dia masih memiliki banyak ruang utama yang tersisa saat bertarung, sebab itu Sirzechs-sama masih membuat lelucon!

[Fufufu, baiklah, kukira kamu benar.]

Rasanya seperti Sirzechs-sama benar-benar menikmati bertarung berdampingan denganku. Tapi, ia tidak ragu-ragu terhadap inti Trihexa sebagai lawannya, dan dia terus melemparkan bola penghancur miliknya ke arah Trihexa! Terlepas dari seberapa kuat musuh itu, jika mereka terkena aura padat yang dijiwai dengan Power of Destruction, mereka pasti akan dimusnahkan, namun saat ini musihnya Imperial Beast legendaris. Meregenerasi ulang dengan kecepatan tak terpikirkan, dan mulai menyerang kami lagi, seakan tidak pernah terluka! Energi iblis penghancur yang Sirzechs-sama keluarkan kira-kira seukuran bola basket. Namun, masing-masing dan setiap satu serangan itu terkandung jumlah energi yang sangat kental. Itu mungkin setara dengan [Extinguish Star] milik Rias, atau bahkan lebih unggul. Sirzechs-sama juga dapat memanipulasi dengan bebas, dan ia terus mengejar inti itu. Namun demikian, bentuk ini juga bermasalah. Karena Power of Destruction tengah dibebaskan dari seluruh tubuhnya, setiap langkah yang ia ambil menyebabkan semua di sekitarnya dihancurkan, dan bahkan tanah juga. Itu sebabnya, dalam situasi seperti ini, Sirzechs-sama melayang di udara sepanjang waktu.

Inti itu berusaha untuk berbenturan dengan Sirzechs-sama dalam serangan frontal dan terlibat dalam pertempuran jarak dekat. Terlepas dari kenyataan bahwa tangan dan kaki inti itu terhapus begitu menyentuh Sirzechs-sama, masih terus menyerang. Sirzechs-sama sendiri bagus di pertempuran jarak dekat, sehingga ia mampu merespon pada gilirannya. Sial! Awalnya aku ingin merebut setiap kesempatan yang ada untuk memberikan inti itu salah satu ledakan besarku.. tapi setelah pertarungan intens melawan Apophis, kepalaku masih agak pusing, dan seluruh tubuhku sakit dengan rasa sakit yang luar biasa! Selama aku di bentuk [Diabolos Dragon]-ku, aku memiliki kekuatan infiniti… tapi jika aku benar-benar melepaskan ledakan lain, itu akan mengarah pada kematianku? Aku menyerah pada menggunakan serangan meriam, dan sebagai gantinya mengunakan tinjuku untuk membantu Sirzechs-sama. —Tiba-tiba, Ddraig mulai tertawa geli.

"Hmm? Ada apa, Ddraig?"

[…Si Albion itu. Sepertinya dia menghilangkan kebingungan untuk pertama kalinya di masa lalu selama dua ribu tahun.]

…Menghilangkan kebingungan? Apa itu maksudnya? Ddraig masih terus tertawa, dan kemudian dia berkata kepadaku

[Kukuku… Lalu aku juga akan menggunakan apa yang sudag disegel.]

Hal yang Ddraig pikirkan segera muncul dalam benakku. ……Waa! I-ini! Hal yang Ddraig jelaskan sepenuhnya mengejutkanku! Ddraig mengatakan

[Itu benar, hal barusan yang muncul dalam pikiranmu itu original finishing move-ku. Satu-satunya serangan yang dinobatkan dengan nama—partner! Cepat gunakanlah! Gunakan Welsh Dragon, Sekiryuutei Y Ddraig Goch's ultimate finishing move!]

Dalam menanggapi Ddraig, aku berfokus pada penggabungan semua auraku terhadap perutku! Aku membutuhkannya untuk menjadi persis seperti Tannin-ossan! Menyadari tindakanku, Sirzechs-sama menarik mundur.

—Sekarang!

Aku menghembuskan semua yang menumpuk di perutku dalam sekali napas! Seluruh pulau diselimuti inferno membakar tak berujung dengan inti Trihexa bermandikan di dalamnya! Inti itu dibakar sampai tidak berjejak!

"…I-Itu sangat hebat, Trihexa pun bisa dibakar!"

Ddraig mengatakan

[—[Blazing Inferno of Scorching Flames]. Api ultimate yang dapat membakar apapun. Setelah dinyalakan, api itu tidak akan pernah padam. Bahkan Dewa akan dibakar menjadi abu dalam api tersebut. Dan satu-satunya yang tidak efektif terhadap itu adalah Albion. …Nah, jika itu Great Red, atau Infinite Ophis, mungkin juga tidak efektif.]

T-Tentu, api yang membakar inti itu tidak menunjukkan tanda-tanda melemahnya! Meskipun mampu meregenerasi setelah dibakar menjadi abu, api tidak menunjukkan tanda-tanda menghilang! Untuk berpikir bahwa api ganas tersebut benar-benar ada! Bukankah akan lebih baik kalau kau memberitahuku sedikit lebih awal!

[Itu tidak mungkin. Sampai sekarang—itu disegel dalam Sacred Gear oleh Tuhan dalam Injil. Mampu melepaskan segel di sini juga berkat efek dari Dragon Deification kedua ini. Tentu saja, aku juga melihat perubahan dalam kebulatan tekad Albion.]

A-Aku mengerti! Toh, itu adalah kekuatan yang layak disegel oleh Tuhan dalam Injil. Benar-benar sulit untuk dibayangkan…. Tapi, meskipun inti di depan kami tengah dibakar oleh api Ddraig, semangat juangnya belum berhenti. Hei, ayolah! Api itu belum menghilang, dan terus menyala… tapi masih seakan tidak ada yang terjadi!? Ddraig mengatakan

[Hanya monster dengan daya tahan dan kemampuan regeneratif yang sangat kuat akan mampu berdiri seperti itu. Karena tidak hancur seketika saat tersentuh oleh apiku, itu bisa digambarkan sebagai eksistensi merepotkan yang berada di luar makhluk sekelas Dewa.]

Sungguh monster yang luar biasa! Sirzechs-sama sekali lagi melemparkan bola penghancur menuju inti itu. Inti itu tidak melakukan perlawanan apapun, dan tersingkir bersama dengan bagian dari pulau…. Apa yang menakutkan yaitu sisa-sisa Trihexa hanya terdiri dari bintik debu, namun masih meregenerasi dalam sekejap. …Kalau memang seperti ini, aku akan kehabisan ide…. kemampuan regeneratif yang tampaknya tidak akan melemah sekalipun. Dan aku…tidak tahu berapa lama lagi aku akan mampu mempertahankan bentuk ini. …L-Lebih tepatnya, aku sudah—. Pada saat itu, kesadaranku kabur. Armorku terlepas, dan aku jatuh dengan kedua lutut ke tanah. …Lalu roboh ke tanah, dan tidak bisa kembali lagi. …Darah yang menumpuk di perutku menyembur dan aku memuntahkannya dengan paksa. Sebuah rasa sakit menyerang seluruh tubuhku…! Aaaaaaaaaaaaahhhhh sakit…! Tidak bagus… Aku bahkan tidak punya kekuatan lagi untuk menggerakkan jemariku… atau menggerakkan kakiku….

[Ise-kun, diam di sana.]

Sirzechs-sama terbang ke sisiku… Aku benar-benar tidak bisa bergerak sama sekali. Aku hanya bisa mengatakan 'Maaf…' sebagai kata permintaan maaf yang tidak berguna…. Tiba-tiba, penghalang di sekitar pulau tersebut dicabut. Langit kembali ke warna aslinya. Aku juga bisa melihat lingkungan luar pulau.

[…Penghalang sudah dilepas ya. Tapi, jika ini terus berlanjut…]

Setelah mempertimbangkan situasi saat ini, tampaknya Sirzechs-sama sudah mengukuhkan keputusan tentang sesuatu.

[—Sudah kuduga, rencana itu diperlukan.]

Setelah mengatakan itu, Sirzechs-sama menciptakan lingkaran sihir yang mirip dengan Rossweisse-san, dan diproyeksikan ke arah inti itu. Inti itu tertahan oleh teknik mengikat kuat, dan gerakannya benar-benar disegel. Sirzechs-sama lalu menciptakan sebuah lingkaran sihir kecil dengan tangannya, dan kemudian memproyeksikannya ke tanah. Lingkaran sihir dengan lambang Lucifer kemudian diperluas di tanah, menciptakan gelombang kuat energi. Aura dari itu membengkak, dan apa yang tampaknya ada di sana—adalah budak-budak Sirzechs-sama.

""""""Semua anggota budak-budak Lucifer telah berkumpul."""""

Grayfia-san juga hadir. Semuanya berlutut dihadapan Sirzechs-sama. Sirzechs-sama berpaling ke arah budak-budak itu, dan mengajukan pertanyaan

[Bagaimana dengan tempat di luar penghalang?]

[Bishop] Sirzechs-sama, MacGregor Mathers-san melaporkan

"Ada tanda-tanda bahwa Trihexa diluar mulai bergerak lagi."

[Knight]-nya, Okita Souji-san kemudian menambahkan

"Inti juga telah muncul di wilayah lainnya, dan mereka sedang lepas. Karena kemampuan regeneratif mereka yang luar biasa, mereka belum bisa dihentikan secara efektif. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, teknik yang telah diterapkan pada tubuh aslinya tengah dibatalkan."

…Dengan kata lain, di antara Trihexa yang telah muncul di wilayah berbagai Golongan, inti mereka telah melarikan diri, dan yang telah memungkinkan tubuh asli untuk dapat bergerak lagi…. …Biarpun Holy Grail telah dihentikan, dan Apophis telah dikalahkan, jika inkarnasi dari kehancuran belum kalah, maka ia masih tak berdaya…. ….Jika sesuatu tidak dilakukan terhadap kemampuan regeneratifnya, dunia ini benar-benar… akan…. Sebuah lingkaran sihir komunikasi kecil muncul di samping telinga Sirzechs-sama sehingga ia bisa mendengarkan informasi dari berbagai sumber. Dia kemudian mengatakan kepada budak-budaknya

[Kita perlu melaksanakan rencana tersebut. Tak masalah?]

Semuanya mengangguk. Grayfia-san dan orang lain pikiran memahami Sirzechs-sama, dan setuju. Tiba-tiba, Sirzechs-sama memanggil Grayfia-san.

[—Grayfia]

Sirzechs-sama menghadapi Grayfia-san, yang mengangkat kepalanya, dan kemudian menciptakan sebuah lingkaran sihir yang mengeluarkan beberapa jenis teknik ke arahnya.

"—Huh!? Sirzechs-sama, apa yang coba kamu lakukan!?"

Karena majikannya, dan suaminya, perilaku mendadak Sirzechs-sama menyebabkan Grayfia-san menjadi bingung. —Grayfia-san langsung jatuh ke tanah. Seakan kekuatannya telah tersedot habis, ia kemudian roboh ke tanah. Sirzechs-sama mengatakan

[Ini adalah teknik hipnosis khusus yang Azazel ajari padaku. Aku berpikir bahwa itu akan berguna padamu.]

"…K-Kenapa kamu melakukan hal seperti itu…!"

Grayfia-san merayap lebih dekat pada Sirzechs-sama. Teknik hipnosis telah berefek, dan kelopak matanya perlahan terkulai. Sirzechs-sama saat ini inkarnasi dari kehancuran. Awalnya dia ingin memeluk Grayfia-san, tapi ketika dia melihat bentuknya sendiri, ia menarik tangan yang dia ulur. Ekspresi tubuhnya… tampak sangat sedih. Menghadapi [Queen] dan istrinya yang jatuh tertidur, Sirzechs-sama mengatakan

[Maaf, Grayfia. Aku berharap bahwa kamu bisa tetap di sini.]

"…Kamu…benar-benar…licik, Sirzechs…! …Kita sudah bersumpah…bahwa kita akan bersama selamanya…!"

Kesadaran Grayfia-san secara bertahap memudar, dan dia menangis saat ia menghadapi suaminya, orang yang dicintainya. Sirzechs-sama juga berbicara dengan nada sedih

[Untuk Millicas, pada hari-harinya… Haha dibutuhkan.]

"…Anak itu… sebenarnya, ke arahmu… Sir… Zechs……."

Grayfia-san menyisakan kata-kata yang belum selesai, dan kemudian jatuh ke dalam tidur. Sudut matanya—yang lembab dengan air mata. Okita Souji-san kemudian mengangkat Grayfia-san dan ditempatkan di sampingku. Sirzechs-sama tampak malu terhadap budak-budaknya sendiri saat ia meminta maaf.

[…Maaf, anggota budak-budakku. Aku telah menunjukkan sesuatu yang tak pantas.]

Anggota budak-budaknya menggeleng, dan mereka semua memperlihatkan ekspresi sedih dan masam.

"Tidak begitu, sesuatu seperti itu baik-baik saja, sungguh."

Balas Okita Souji-san. [Rook]-nya, Surtr Second-san tersenyum terus terang.

"Nah, jika Anda tidak melakukan itu, Nee-sama akan bersikeras mengikuti kita."

Akhirnya aku mengerti. —Sirzechs-sama dan yang lainnya berencana untuk pergi ke suatu tempat. Itu juga tempat yang terkait erat dengan Trihexa…. Sirzechs-sama berkata pada budak-budaknya

[Maaf semuanya, tapi bisakah kalian menemaniku sampai saat terakhir?]

""""'Ya, hidup kami adalah milik Anda pada perintah Sirzechs-sama—""""

Anggota budak-budaknya menanggapi dengan cara yang seragam. Pada saat itu—aku melihat perubahan di sekitarnya. Sebuah distorsi dimensi besar terjadi di atas kami, dan terus tumbuh, sampai menjadi lubang besar. Budak-budak Sirzechs-sama berkumpul di sekitar inti yang telah disegel, dan mengaktifkan teknik tertentu. Aku mengerti lubang besar yang muncul di langit di atas itu. —Itu adalah tubuh asli Trihexa. Tubuh asli Trihexa ditutupi dalam formasi sihir yang bersinar dengan cahaya suci. Lalu, di beberapa tempat dekat Trihexa, aku juga merasakan aura Serafall Leviathan-sama. Aku ingin tahu apakah ia juga akan bertarung. Sirzechs-sama memperluas lingkaran sihir di depan dirinya, dan tampilan diproyeksikan. Pada layar ada Leviathan-sama dan Falbium Asmodeus-sama.

<<Sirzechs-chan, semua persiapan sudah selesai di sini.>>

<<Kita siap mentransfer setiap saat.>>

[Aku mengerti, Serafall, Falbium. —Sudahkah kalian selesai mengatakan perpisahan untuk orang yang kalian cintai?]

Setelah mendengar pertanyaan Sirzechs-sama, Leviathan-sama menunjukkan ekspresi sedih.

<<…Aku terganggu tentang hal itu sampai akhir. Anak itu pasti akan menangis, dan aku tidak ingin melihat wajah anak itu menangis. Jika tidak, aku pasti akan ragu-ragu… >>

Di sisi lain, Falbium Asmodeus menjawab agak sinis

<<Aku tidak pernah punya seseorang seperti itu di sisiku. Lagi pula, aku juga meninggalkan sebagian hal-hal penting dalam urusan [Queen]-ku di sini.>>

[Begitu ya. Aku juga sudah melakukannya, Serafall, Falbium, dan aku sudah meninggalkan [Queen] di sini untuk masa depan. Jadi Grayfia akan tetap di sini.]

<<Begitu ya, kamu meninggalkan Grayfia-chan. Kurasa itu lebih baik.>>

<<Ini karena masing-masing [Queen] para Maou adalah harta Dunia Bawah.>>

Sirzechs-sama dan dua Maou-sama lainnya terlibat dalam percakapan.

"……Sirzechs-sama…? …Apa yang terjadi…?"

Tubuhku tidak bisa bergerak, tapi aku masih bertanya pada Sirzechs-sama.

[Ini ya. Ini adalah cara terakhir bagi kami para petinggi. Menurut perhitungan kami, mengalahkan Trihexa akan membutuhkan sejumlah besar waktu. Tentu saja, benar-benar bisa menutupi itu akan menjadi yang terbaik, tapi…tapi sangat disayangkan bahwa itu juga akan mengambil banyak waktu dan tidak pada akhir yang kami perlukan.]

Budak-budak Sirzechs-sama menerapkan teknik kepada inti itu, dan terbang ke arah lubang di langit—. Sirzechs-sama melanjutkan

[Terlepas dari apakah kami mengalahkannya atau menyegelnya, metode tersebut memakan waktu lama. Sementara Trihexa akan melanjutkan kehancurannya. Kalau itu terus berlanjut, dunia akan hancur. Kekuatan tempur kami juga terbatas. Sekali, dua kali, kami mungkin dapat menahannya, tapi akan datang hari—ketika kekuatan kami habis. Sama seperti sebelumnya, kamu menyadari kekuatan monster itu, kan, Ise-kun. Ini adalah monster sungguhan yang benar-benar akan diperbarui tidak peduli bagaimana kamu mencoba mengalahkannya.]

Sirzechs-sama mulai bergerak menjauh. Sementara terbang ke atas, dia terus mengatakan

[Serafall, Falbium dan aku, serta budak budakku akan berangkat dari sini ke 'Isolation Barrier Field' yang diciptakan oleh Azazel dan yang lainnya khusus untuk digunakan melawan Trihexa. Kami juga akan menyegel tubuh asli dan intinya dalam bidang itu. Dan disegel bersamaan dengannya. Para petinggi dari Golongan lain juga telah menyetujui rencana ini. Azazel, Michael-dono, Odin-sama, Zeus-sama, dan Dewa-Dewa lainnya juga akan melaksanakan rencana ini di wilayah masing-masing pada waktu yang sama.]

……Apa! …Rencana mustahil mereka meninggalkan kepalaku dalam keadaan linglung. …Operasi besar yang Sensei bicarakan sebelumnya sebenarnya untuk menyegel para petinggi dari setiap Golongan bersamaan dengan Trihexa di medan terisolasi…! Sirzechs-sama mengatakan

[Sampai kami mengalahkan Trihexa, kami akan terus berjuang di sana. Aku tidak tahu berapa tahun, tapi sementara kami bertarung di sana, kedamaian akan datang ke berbagai Golongan dunia. Ini… diperlukan. Ini adalah sesuatu yang bahkan lebih penting bagi kami yang berada di tempat tinggi. —Seperti ini, akhirnya aku bisa memenuhi kewajibanku sebagai Maou.]

Sirzechs-sama memandang ke kejauhan.

[Tadi, aku telah menerima beberapa informasi baru. Penerus sejati dari Lucifer telah muncul, dan itu membuatku merasa lebih senang. Vali Lucifer, dia adalah pewaris sejati dan penerus Lucifer. Bagi Iblis, Lucifer adalah keberadaan yang diperlukan. Hakuryuukou Vali, ia berbeda dari Rizevim.]

Sirzechs-sama bergerak semakin jauh dariku dan Grayfia-san.

[Tapi, mulai sekarang, Maou lainnya akan dibutuhkan. Ise-kun. —Aku tidak berpikir akan ada masalah kalau kamu menjadi Maou.]

—Mmn. Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi aku tidak lagi punya kekuatan untuk berbicara, dan kesadaranku surut. Meski begitu, Sirzechs-sama masih menyampaikan kata-katanya, emosinya, dan kehendaknya kepadaku.

[Jika kamu, maka kamu pasti akan bisa menjadi Maou agung. Meskipun saat ini ada banyak kekurangan… tapi dalam waktu dekat, pasti, Ise-kun, kamu—. Akan menjadi harapan setiap Golongan]

Suara Sirzechs-sama secara bertahap menjadi lebih jauh.

[Rias, Millicas, dan—Grayfia. Aku meninggalkan mereka dalam penjagaanmu untuk beberapa waktu. Berkaitan dengan Grayfia, dia akan benar-benar menjadi sangat kesepian, bahkan lebih dari Rias. …Ketika aku tidak ada, aku berharap bahwa kamu bisa menjadi teman bicaranya.]

…Anda terlalu licik, Sirzechs-sama…. …Aku masih memiliki begitu banyak hal yang ingin kuberitahu pada Anda, dan juga banyak hal yang ingin Anda beritahu padaku, dan juga banyak, banyak hal yang ingin kulakukan bersama dengan Anda…. Kata-kata terakhir Sirzechs-sama mencapai telingaku

[—Ise-kun, Dunia Bawah harus ditinggalkan dalam penjagaan Rias, Sona, Sairaorg, dan yang lain. Berikutnya adalah generasi Millicas, dan generasi yang mengikuti, jadi harap menjaga mereka atas namaku. Nah, selamat ting—]

Sampai sini, aku kehilangan kesadaran.