High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 4 Festival Selesai

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Festival Selesai[edit]

Saat kami menginjakkan kaki di area sekolah, tentara dari tiga kekuatan besar telah datang dan membereskan semua kekacauan setelah pertempuran.

Mereka membereskan mayat-mayat Penyihir yang tewas, dan terlihat bersih-bersih setelah bertarung.

Saat kami bergerak maju ke tengah lapangan sekolah, Sirzechs-sama, Serafall Leviathan-sama, dan Michael-sama bisa terlihat sedang memberikan perintah pada orang-orang yang sepertinya bawahan mereka.

Saat Sirzechs-sama menyadari kehadiran kami, dia mengangkat tangannya.

“Jadi kalian selamat, syukurlah—Azazel, apa yang terjadi dengan lenganmu?”

Melihat Azazel yang bertangan satu, Sirzechs-sama memberikan perintah pada Asia. Asia menanggapinya dan menerapkan Sacred Gear penyembuhnya pada lubang luka Azazel. Cahaya hijau pucat menyembuhkan luka di lengan Azazel, namun tak mengembalikan tangannya yang hilang.

“Aku tertangkap oleh Cattleya dan nyaris menghancurkan diri bersamanya. Aku tak punya pilihan selain memotongnya.”

“Begitu. Masalahnya ada pada pihak Iblis. Tentang luka itu—“

Sirzechs-sama mencoba mengatakan sesuatu untuk menebusnya dengan cara lain, namun Azazel menolaknya dengan tangannya dan menunjukkan kalau “Hal itu tidak perlu.”

“Aku juga.......membuat masalah dengan Vali.”

“.......Jadi dia mengkhianatimu?”

“Sejak awal, dia hanyalah pria yang hidup dari kekuatan. Kalau dilihat dari hasilnya, masih mungkin dipahami dan mengatakan ‘Begitu’—Namun, tetap saja ini tanggungjawabku karena aku tak menghentikannya terjadi.”

Mata Azazel sepertinya tampak kesepian. Apa dia merasakan sesuatu sepanjang waktunya bersama Vali?

Michael-sama datang diantara Azazel dan Sirzechs-sama.

“Kalau begitu, aku akan kembali ke Surga dan akan mengurus rencana tentang pakta perdamaian dan rencana menghadapi [Chaos Brigade].”

“Maaf, akulah yang sudah mengatur semuanya kali ini. Kami yang menyusun tempat konferensi ini merasa sangat malu.”

“Sirzechs, tolong jangan merasa terlalu bertanggung jawab. Bagiku, aku justru senang karena ketiga kekuatan besar bisa menapaki jalan kedamaian bersama, kan? Dengan ini, jumlah perselisihan juga seharusnya berkurang.”

“Juga, bawahanku yang tak setuju dengan hal itu akan segera pergi.”

Azazel membuat pernyataan sarkastis itu.

“Tak bisa dihindari. Karena kita sudah lama saling membenci. Namun, hal itu harusnya bisa berubah sedikit mulai dari sekarang—Masalahnya adalah [Chaos Brigade] yang tak bisa kita anggap ringan.”

“Kalau begitu mari bekerjasama dan berdiskusi tentang masalah itu.”

Azazel dan Michael-san mengangguk atas saran Sirzechs-sama.

“Kalau begitu, aku akan kembali dulu ke Surga. Aku akan segera kembali, jadi kita akan mengadakan persetujuan kedamaian di saat itu.”

Dan kemudian, aku berbicara pada Michael-san yang sepertinya hampir pergi, meski tidak sopan.

“U-umm, Michael-san.”

“Ada apa, Sekiryutei-kun?”

“Ada satu hal yang ingin saya tanyakan pada anda.”

“Boleh-boleh saja, waktuku sedikit, tapi akan kudengarkan kali ini saja.”

Ada harapan yang aku ingin kabulkan bagaimanapun juga.

“Apakah karena [Sistem] yang membuat Asia dan Zenovia kesakitan saat mereka berdoa pada Tuhan?”

Mereka berdua adalah mantan umat. Kadang-kadang, mereka akan berdoa karena kebiasaan lama tidak menghilang dan mereka akan menjadi kesakitan.

“Ya. Kalau Iblis dan Malaikat Jatuh berdoa pada Tuhan, [Sistem] akan bergerak dan memutuskan memberi mereka kerusakan kecil. Karena ia tetap ada dalam Sistem dengan atau tanpa kehadiran Tuhan, ia akan bergerak secara alami, memangnya ada apa?”

“Bisakah anda membuatnya supaya Zenovia dan Asia tak menjadi kesakitan saat mereka berdoa?”

Itulah harapanku. Aku selalu melihat mereka memaksakan senyum, tapi seperti dugaanku mereka hanya ingin bisa berdoa secara normal. Mereka memang Iblis, tapi kupikir mereka harusnya bebas memiliki sesuatu yang mereka percayai.

“—“

Mendengar harapanku, Michael-san tampak sangat terkejut. Apakah permintaanku aneh?

Asia dan Zenovia yang berada di sampingku juga tak kalah kaget.

Namun, Michael-san justru tertawa kecil dan mengangguk tanda setuju.

“Aku paham. Kalau hanya dua orang, aku pasti bisa melakukan sesuatu tentang itu. Mereka berdua sudah menjadi Iblis dan tak bisa mendekati wilayah Gereja. Asia, Zenovia, biar kutanya kalian. Kalian tahu kalau Tuhan sudah tiada kan? Meski begitu, apakah kalian masih akan berdoa?”

Oleh pertanyaan Michael-san, keduanya mengguncang kepala mereka kemudian mengangguk.

“Ya, aku ingin berdoa meski Tuhan sudah tidak ada.”

“Aku juga. Aku ingin berterima kasih pada Tuhan—bukan, Michael-sama.”

Michael-san tersenyum pada respon mereka berdua.

“Baiklah, aku akan melakukan itu segera setelah kembali ke surga. Fufufu, pasti tak apa-apa kalau hanya ada dua Iblis yang tak kesakitan saat berdoa. Sungguh menarik.”

Baiklah! Dia mengatakannya!

“Dengan ini, kalian bisa berdoa pada Tuhan tanpa masalah, Asia! .....Meski ia sudah tidak ada.”

Mata Asia berkaca kaca lalu ia memelukku.

“Ise-san.”

Sudah, sudah. Aku merangkulnya dengan lembut. Aku turut senang untukmu juga, Asia. Aku akan terus memberikannya kebahagiaan mulai dari sekarang dan selanjutnya

“Ise, terima kasih.”

Zenovia juga mengucapkan rasa syukurnya. Aku dengan lembut mengguncang kepala Asia dan Zenovia.

“Tak apa-apa. Kamu bisa berdoa tanpa pembatasan lagi sekarang.”

Apa pipi Zenovia menjadi bersemu kemerahan karena merasa malu? Hahaha, tak perlu khawatir soal itu!

“Michael-sama, tentang masalah yang didiskusikan sebelumnya, mohon lakukan sesuai ucapan anda.”

Kiba meminta sesuatu dari Michael-san.

“Mengikuti saranmu, aku bersumpah pada Pedang Suci-Iblis yang kamu berikan pada kami kalau aku takkan membiarkan penelitian Pedang Suci menghasilkan lebih banyak korban. Itu semua adalah kesalahan besar kami karena sudah menyia-nyiakan umat yang taat sampai sejauh ini!”

Ooh! Michael-san, jadi anda akan berbuat sejauh itu! Namun, sejak kapan Kiba membicarakan hal itu dengan Michael-san?

“Itu bagus, Kiba!”

“Iya. Terima kasih, Ise.”

Azazel berbicara pada Michael selagi mereka dengan senang melihat obrolan kami.

“Michael, akan kuserahkan penjelasan pada orang orang Valhalla padamu. Karena akan jadi masalah kalau aku yang mengurusnya. Setelah itu, kamu harus menyampaikan apa yang sudah terjadi hari ini pada Gunung Olympus juga.”

“Ya. Karena tak akan ada kekuatan pembujuk kalau Gubernur Malaikat Jatuh atau Maou-sama yang menyampaikannya. Biar aku yang berbicara pada mereka. Selain itu, aku sudah terbiasa sebagai pembawa pesan [Tuhan]”

Tak lama setelah itu, Michael-san memimpin seluruh pasukan besarnya dan terbang menuju Surga.

Azazel menyampaikan pengumumannya pada para pasukan Malaikat Jatuh.

“Aku memilih perdamaian. Malaikat Jatuh takkan bertarung dengan Iblis dan Malaikat lagi mulai dari sekarang. Bagi yang tidak puas kupersilahkan untuk pergi sekarang juga. Namun, aku akan membunuhmu tanpa ampun kalau kita bertemu lagi. Hanya mereka yang ingin mengikutiku datanglah denganku.”

[Kami akan hidup demi Gubernur Azazel sampai hari kematian kami!]

Suara kesetiaan seluruh bawahannya berubah menjadi teriakan. Azazel menyaksikan ini dan mengungkapkan rasa syukurnya dengan ‘terima kasih’ kecil. Sungguh kharisma luar biasa.

Setelah Azazel menyampaikan perintah pada pasukannya, Para Malaikat Jatuh menciptakan lingkaran sihir dan kembali.

Para pasukan Iblis juga sepertinya sudah pergi melalui lingkaran sihir.

Wilayah sekolah yang sejak tadi ramai sesak oleh semua pasukan itu dengan cepat menjadi sunyi, dan hanya sedikit orang yang berkumpul dengan kami tersisa.

Azazel, satu-satunya Malaikat Jatuh yang tersisa, mengeluarkan desahan panjang dan pergi ke arah gerbang sekolah.

“Akan kuserahkan pembersihannya pada Sirzechs. Aku capek, jadi aku mau kembali.”

Ia mencoba melambaikan tangannya dan berjalan kembali, namun ia berhenti sejenak dan mengacungkan telunjuknya padaku.

“Benar juga, Sekiryutei. Karena aku berencana tinggal disini sedikit lebih lama, aku akan membantu [Peluncur] Rias Gremory itu. Karena aku tak tahan, melihat Sacred Gear sebagus itu tak bisa dikendalikan.”

“Eh?”

Itu adalah suara bodohku. Apa yang barusan anda katakan, Tuan Gubernur?

“Untuk merah, adalah perempuan. Untuk putih, adalah kekuatan—Tak satupun dari mereka yang murni sampai terasa mengejutkan.”

Usai hanya mengatakan itu, Azazel pergi sambil bersiul-siul.

Pada saat itu, kukira ucapan Azazel hanya lelucon.


Juli 20XX AD—

Perwakilan Surga Kepala Malaikat Michael, Gubernur Azazel dari organisasi pusat Malaikat Jatuh [Grigori], Perwakilan Dunia Bawah Sirzechs Lucifer, dengan ketiga perwakilan dari ketiga kekuatan besar ini, sebuah kesepakatan telah ditandatangani.

Maka dari itulah, Perselisihan diantara ketiga kekuatan besar sangat dilarang, dengan nama bekerjasama—

Kesepakatan ini mengadopsi namanya dari sekolah kami yang menjadi panggungnya, dan disebut dengan ‘Kesepakatan Kuou’.