High School DxD (Indonesia):Jilid 23 Life.2

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.2 Naga Menarik Naga[edit]

Bagian 1[edit]

Pada hari yang cerah, aku mengunjungi fasilitas penelitian Ajuka-sama setelah akhir bisnis, dan menggunakan perangkat komunikasi khusus untuk berkomunikasi dengan Azazel-sensei yang berada di Isolation Barrier Field. ...Semalam, akhirnya aku bersama Asia, Xenovia, Irina, Ravel, serta Rias dan Akeno; Kami bertiga tidur bersama. ...Dan seperti terakhir kali, aku diusir dari ranjang oleh Xenovia, dan terbangun di lantai yang dingin. Karena ini adalah pertama kalinya kami berbicara dalam beberapa saat, aku memberi tahu semua orang di Isolation Barrier Field tentang semua kejadian yang baru saja terjadi.

"Itu kira-kira bagaimana hal-hal yang dimainkan sejauh ini, dan aku sudah berada di garis kemenangan sejauh ini."

Layar besar menunjukkan Sirzechs-sama, yang menjawab dengan ceria setelah mendengarkan laporanku

[Selamat! Rias juga selalu menang, ah aku bahagia! Dalam hal ini, aku bisa melawan Trihexa dengan tenang!]

—Setelah mengatakan itu, dia mendaratkan pukulan yang menakjubkan. ...Trihexa masih belum bisa dikalahkan meski mendapat serangan yang mematikan, dan itu membuatku sadar sekali betapa luar biasa monster ini. Lalu, Leviathan-sama muncul di layar, dan mengajukan permintaan kepadaku.

[Ceritakan lebih banyak tentang apa yang terjadi dengan Sona-chan! Jika tidak, aku mungkin akan dimakan Trihexa!]

Saat suaranya memudar, dia melempar sepotong besar es.... Tentu saja, aku tidak bisa membayangkan Leviathan-sama sedang dimakan. Di sebelahnya, Azazel-sensei mendesah.

[Astaga, mereka ini sangat gaduh...]

Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menunjukkan senyum masam. Saat itu, Azazel-sensei menatap wajahku dan sepertinya telah melihat sesuatu.

[Ise, kamu terlihat bermasalah. Apakah ini tentang turnamen? Ataukah kamu tidak terbiasa menjadi [King]?]

—Hm. ...Seperti yang diharapkan dari sensei. Dia membaca pikiranku hanya dengan sekilas.

"...Keduanya."

Sensei mengangguk sambil berkata

[Begitu ya.]

Lalu dia bertanya padaku

[Katakanlah, Ise. —Apakah kamu pernah benar-benar menikmati pertempuran sejak kamu menjadi Iblis?]

....

.......

...Aku tidak bisa langsung menjawab pertanyaan itu. lebih tepatnya, karena aku hampir tidak pernah memikirkan hal seperti itu, aku berhenti setelah memikirkannya sebentar. ...Menikmati...bertarung...? ...Ada kalanya aku merasa emosional selama pertempuran. Aku juga mengalami kegembiraan kemenangan yang cukup memberi dampak pada hidupku. Tapi, jenis kemenangan itu jarang, dan sampai sekarang, aku telah dipaksa untuk berjuang karena tekanan 'Aku harus menang'. Bagaimanapun, sebagian besar pertempuranku terjadi ketika teman-temanku dan aku berada dalam sebuah krisis, ketika kami diserang oleh orang-orang yang telah datang untuk menghancurkan kehidupan kita sehari-hari. Aku percaya bahwa Vali adalah seseorang yang menikmati pertempuran. Itulah tipe orang yang menjadi rivalku.

"...kurasa tidak. Setiap kali aku bertarung, aku tidak memiliki perasaan seperti itu karena lawanku selalu lebih kuat dariku, dan aku harus menuangkan semua yang kumiliki agar bisa bertahan. Saat aku berada di bawah bimbingan Rias, ide untuk memberikan kemenangan pasti adalah yang mendorongku untuk menjadi lebih kuat."

Setelah mendengarkan jawaban jujurku, sensei mengangguk dengan pasti, lalu berkata

[Tapi kamu tahu, turnamen yang kamu ikuti saat ini bukanlah pertarungan serius semacam itu — ini hanya olahraga. Meskipun lawanmu lebih kuat darimu, itu masih 'game'. Meskipun 'game' ini disebut Rating Game, bagi Iblis — atau mungkin bagi orang-orang di Dunia Bawah, itu penting. Karena kamu sudah menjadi Iblis Kelas Atas, kamu tidak hanya akan bisa mengabaikan hal ini, kamu juga harus berpartisipasi secara formal di masa depan.]

Memang, jalan untuk berpartisipasi dalam Rating Game profesional pada awalnya tidak terjangkau bagiku, tapi sekarang terlihat jelas bahwa aku telah menjadi Iblis Kelas Atas. Itu bukan lagi mimpi yang tak terjangkau. Sensei melanjutkan

[Kurasa aku juga pernah mengatakan hal ini sebelumnya. Tidak masalah kalau kamu bersenang-senang atau khawatir. Terlepas dari apakah itu cinta, kehidupan sekolah, atau kehidupan sehari-hari, selama kamu mengalaminya, masalahmu akan tumbuh. Rating Game — turnamen mengikuti penalaran yang sama.]

Azazel-sensei menunjuk ke kepalanya sendiri.

[Tubuh iblis tidak bertambah tua, tapi hal yang sama tidak berlaku bagi pikiran. Meskipun kamu adalah Iblis reinkarnasi, tidak mungkin mempertahankan semangat muda selamanya, lho? Jadi, kamu harus memiliki kekhawatiran dan menikmati masa mudamu saat kamu masih muda. Pengalaman ini hanya bisa didapat saat kmau masih muda. Mungkin kamu tidak bisa memikirkan semuanya saat kamu masih muda, tapi begitu kamu bertambah tua, kamu akan menyadari bahwa pengalaman pahit di masa mudamu sangat berharga.]

—Hmm. ...Pengalaman yang hanya bisa didapat saat aku masih muda, ya. Meskipun aku bisa hidup selama sepuluh ribu tahun, hidup seorang Iblis hampir abadi, jadi apa sebenarnya yang dianggap muda? Setelah hidup baru selama delapan belas tahun, itu adalah sesuatu yang tidak dapat kubayangkan. —Tetapi, SMA tidak diragukan lagi merupakan periode paling muda. Jadi, semua pengalaman dan perasaan yang kumiliki sampai sekarang — semuanya kenangan yang sangat berharga untuk masa depanku. Dalam waktu sepuluh ribu tahun, apa yang akan kupikirkan saat mengenang masa SMA-ku? Mungkin setelah beberapa saat, aku mungkin lupa....Itu terlalu lemah untuk kubayangkan, jadi yang bisa kulakukan hanyalah tersenyum. —Pada saat itu, Michael-san tampil di layar, dan sambil menunjukkan senyum cerah, berkata

[Ah, kalau aku ingat benar, Blazer Shining Aura Darkness Blade, kan? Ah, itu membawa kembali kenangan. Saat itu, matamu pun berkilau. Kamu selalu memiliki pose aneh saat kamu bersandar pada dinding sambil bergumam tentang beberapa hal aneh.]

Tampaknya marah soal itu, Azazel-sensei membalas Michael-san

[Diam, Michael! Kenapa kamu harus selalu mengungkit-ungkitnya? Kamu selalu memiliki kepribadian yang buruk seperti itu!]

Namun, Leviathan-sama mengabaikan keduanya, dan dia mulai mengingat kenangannya sendiri.

[Betul. Itulah masa muda! Itu membuatku ingat bagaimana Sirzechs-chan dan Grayfia-chan berada di sisi yang berlawanan sebagai musuh, dan cintanya sangat menyakitkan di tengah...itu sangat menyentuh.]

Melihat Leviathan-sama bertingkah seperti gadis muda, Sirzechs-sama (bentuk pemusnahan) menggaruk dahinya saat dia berkata dengan malu-malu

[Hahaha, sebenarnya, aku mencari celah untuk bertemu secara rahasia, dan sejak saat itu, dia adalah satu-satunya di mataku.]

...Dialog damai mereka selalu membuatnya seolah-olah bukan bertarung. Namun, ada kemungkinan untuk melihat ledakan di bagian lain dari layar, dan serangan hebat melayang ke segala arah! Azazel-sensei menenangkan napasnya, lalu menyimpulkan semuanya.

[Singkatnya, situasi seperti ini juga ada, dan aku khawatir sudah waktunya. Ise, karena begitulah, kamu harus menemukan seseorang yang biasanya tidak kamu ajak bicara dan diskusikan hal ini dengan mereka. Mungkin itu akan memberimu pandangan baru? Meskipun itu juga bisa meningkatkan masalahmu.]

...Seseorang yang biasanya tidak kuajak bicara? Hmm, siapa itu? ...Sebuah pandangan baru ya. Aku relatif khawatir dengan apa yang dikatakan sensei, jadi aku berpikir untuk mencobanya segera.

Bagian 2[edit]

Jadi aku pergi ke dermaga di prefektur tetangga keesokan harinya. Aku mulai memancing di tanggul. Aku tidak datang sendiri sih, aku mengundang dua orang lainnya.

"Aku tidak mengharapkanmu mengundangku memancing."

Orang di sisi kiriku yang berbicara saat mengikat pancingnya adalah — Vali. Tentu, orang ini adalah salah satunya. Aku memutar gulunganku saat aku berkata

"Yeah, bagitulah. Bagaimanapun, Kiba dan Sairaorg-san segera bertanding jadi aku tidak ingin mengganggu mereka."

Tim Kiba — Rias memiliki pertandingan hari ini, dan pertandingan antara Sairaorg-san dan Cao Cao, serta pertandinganku melawan Dulio mendekat dengan cepat. Jadi, itulah mengapa orang-orang yang kuajak bersama tidak bisa diundang untuk memancing kali ini. Dan orang lain yang kuundang adalah—. Orang yang memegang pancing di sebelah kananku adalah—.

"...Meski begitu, kelompok ini terlalu tidak masuk akal, Hyodou....Kebetulan adalah Dua Heavenly Dragon ditambah aku."

Itu adalah Saji! Secara kebetulan, dia datang ke rumahku untuk sesuatu jadi aku mengundangnya secara paksa juga. Aku berkata padanya

"Aku akan memancing, jadi ayo kita bicara di sana."

Dan begitulah akhirnya aku menyeretnya. Dari ekspresinya, Saji tampak agak prihatin dengan Vali. Lagi pula, ini adalah pertama kalinya kami bertiga.

"Hahaha, kamu sebenarnya tidak membenci Vali, benar Saji?"

Setelah mendengar pertanyaanku, mata Saji beralih ke arah Vali.

"Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku membencinya...hanya saja aku tidak tahu bagaimana menghadapinya... *gumam gumam*..."

Saji sepertinya bergumam tentang sesuatu sendiri. Setelah Vali mengangkat ikan, dia berkata

"Karena kau adalah salah satu dari Lima Great Dragon King, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Saji Genshirou?"

"Ara, kamu benar-benar tahu namaku?"

"Untuk saat ini."

"Untuk saat ini, ya..."

Terjepit di tengah antara Vali dan Saji, masih ada tembok unik di antara mereka yang kurasakan. Saji mendesah dan berkata

"Aku... datang untuk menantang Hyodou, tapi aku tidak berharap bisa diajak memancing. Selain itu, Hakuryuukou juga ada di sini, yang sama sekali tak terduga!"

Baiklah, jangan katakan seperti itu. Siapa yang tahu bahwa kamu akan muncul saat aku hendak mengundang Vali untuk memancing denganku? Itu adalah kesempatan langka, jadi aku menarikmu sehingga kita bisa memancing bersama. Kami bertiga memancing dalam keheningan...tapi masih ada suasana aneh antara aku dan Saji. Itu karena Saji datang untuk menantangku. Vali juga sepertinya memperhatikan hal ini dan tersenyum.

"Omong-omong, pertandingan kelompok sudah diputuskan sebelumnya. Tampaknya Hyodou Issei akan bertanding dengan budak-budak Sitri. Ini tepat setelah pertandingan melawan Dulio Gesualdo, bukan?"

—Tentu, pertandinganku dengan tim Sitri akan terjadi setelah itu! Itu adalah pertandingan penting lain yang kuhadapi setelah pertandingan dengan Dulio. Aku selalu ingin melenyapkan penyesalan tahun lalu, dan aku menanti-nanti kesempatan untuk menantang budak-budak Sitri lagi, dan sekarang akhirnya aku bisa mewujudkannya di turnamen ini. Aku tidak membayangkan bahwa aku memiliki kesempatan lagi dengan Sona-senpai — dan Saji untuk pertandingan ulang. Kesempatan balas dendam telah datang dalam jangkauanku begitu cepat...! Meskipun budak-budak Gremory adalah pemenang pertandingan itu, bagiku — itu adalah pertandingan yang penuh dengan kekecewaan dan penyesalan. Lagi pula, aku berhasil menggunakan Balance Breaker-ku, tapi aku terpaksa kalah. Dalam pertandingan melawan Riser, aku membenci kekurangan kekuatanku sendiri, dan setelah penyesalan yang kupegang dari pertandingan itu, aku ingin melepaskan diri dari mereka...tapi akibatnya adalah apa yang terjadi. —Aku dikalahkan oleh Sona-senpai dan Saji. Jadi, aku sangat bersyukur untuk pertandingan ini. Mungkin aku bisa membalas untuk yang terakhir kalinya. Bagaimana mungkin aku tidak bersemangat karena sebuah pertandingan yang akan memberiku kesempatan untuk membalas dendam!? Kata-kata Vali membuatku dan Saji dengan tekanan yang tak terkatakan.

"Yeah, pertandingan itu setelah pertandingan melawan Dulio."

Ekspresi Saji juga dipenuhi semangat juang — tapi dia langsung mengungkapkan senyuman pahit.

"Aku sangat termotivasi saat pergi ke rumahmu. Setelah aku menantangmu dengan keras dan jelas 'Aku tidak akan kalah darimu!', Semua yang kamu balas padaku adalah 'Apakah kamu ingin pergi memancing?'. ...Seluruh iramaku benar-benar hancur, jadi aku tidak tahu harus berkata apa lagi..."

...Jangan terlalu mengkhawatirkannya. Kebetulan saja kamu datang saat aku benar-benar ingin pergi memancing.

"Yah, sebenarnya aku tertarik oleh tantanganmu padaku. Tapi inilah dia, dan begitulah; Aku sudah punya rencana dengan Vali, jadi aku baru saja membawamu ke sana juga."

Setelah mendengar itu, Saji duduk.

"Aku mengerti, itu sebabnya aku bilang 'Oke, ayo pergi', dan aku ikut denganmu."

Itu benar, kamu sangat mengerti, Saji. Dihadapkan dengan Saji seperti ini, aku menjawab tantangan awalnya padaku

"Bagaimanapun, aku pasti akan mengalahkanmu kali ini."

Saji lalu langsung berdiri dan membalasku

"Tidak, orang yang menang adalah aku! Aku tidak pernah menganggap pertandingan tahun lalu sebagai kemenangan atas dirimu. Jadi kali ini, kami akan mengalahkan kalian semua dengan segala yang kami miliki, dan kami akan mengalahkanmu! Tidak peduli apa yang terjadi dalam pertandingan, aku percaya pada majikanku — kemampuan Sona-kaichou!"

"Kamu masih memanggilnya 'kaichou'?"

Mau tak mau aku bertanya. Setelah Xenovia menjadi ketua OSIS yang baru, panggilan Saji pada Sona-senpai masih 'kaichou'. Saji dengan malu-malu menggaruk pipinya saat dia berkata

"Aku memikirkannya untuk waktu yang lama, tapi 'kaichou' istimewa bagiku. Hanya ada satu 'kaichou' di hatiku. Jadi karena itulah aku memanggilnya 'kaichou'. Paling tidak, aku akan melanjutkan ini sampai aku lulus. Tentu saja, bukankah aku tidak mengenali Xenovia sebagai ketua, oke? Xenovia juga ketua yang hebat, dan aku akan mendukungnya dengan baik. Tapi, majikanku adalah Sona-'kaichou'."

"Selama kamu bahagia. Kamu juga harus bergaul dengan Xenovia. Lagi pula, dia salah satu budakku sekarang."

"Tentu saja. Aku akan melakukan yang terbaik untuk mendukungnya. —Tapi aku akan menang dalam game."

"Tidak mungkin, aku akan menjadi orang yang bisa menang."

Saat ini, Vali mengangkat bahu saat berkata

"Hmph, aku akan mengalahkan kalian berdua."

Ooh, kata-kata itu sangat cocok dengan Vali. Tapi, aku benar-benar tidak tahu apakah ucapannya pada saat itu hanyalah sebuah lelucon, atau apakah dia benar-benar serius. Kesempatanku untuk berbicara dengan orang ini meningkat akhir-akhir ini, dan seringkali sulit untuk melihat maksud sebenarnya. Kebetulan, perbedaan antara ketiga tim kami adalah timku menang selalu, Vali juga tak terkalahkan oleh selisih yang hebat, dan tim Sitri telah kalah satu pertandingan melawan makhluk sekelas dewa, tapi itu tidak terkalahkan. Teman-temanku juga tampil cukup baik di turnamen. Vali lalu bertanya padaku

"Nah, kenapa kau mengundangku untuk memancing?"

—Dia bertanya. Terinspirasi oleh kata-kata sensei semalam, aku melewati pertanyaan yang sensei tanyakan padaku pada maniak pertempuran. Vali menolak

"Apa maksud dari apa yang kukatakan sekarang?"

Tapi dia kemudian berkata

"Memang benar kau belum menikmati pertarungan. Tapi, seharusnya kau sudah merasakan kepuasan saat bertarung melawan Sairaorg Bael."

Pertandingan melawan Sairaorg-san ya. Pertandingan itu bisa digambarkan sebagai — satu di mana aku belajar dan mendapatkan banyak, banyak hal. Ini adalah pertama kalinya aku merasakan keberhasilan meraih kemenangan. Apalagi, ini juga pertama kalinya aku menggunakan crimson armorku.

"Nah, itu adalah pertarungan habis-habisan, sehingga perasaan itu bisa dibenarkan. Aku belajar banyak hal dari pertandingan itu."

Tapi kalau kamu harus bertanya padaku apakah aku senang bertarunga... akan sulit untuk dijawab. Aku melihat saat rekan-rekanku terjatuh, dan aku jelas tahu bahwa aku dipenuhi dengan penyesalan dan frustrasi pada saat itu. aku berjuang dengan hidupku sesuai dengan gagasan 'Aku akan menang untuk Rias'.

'Oh, aku menikmati ini' — pernyataan ringan seperti itu tidak cocok untuk pertandingan itu.

"Kalau begitu, apakah kau sudah membicarakannya dengan Sairaorg Bael?"

"...belum. Tapi masih ada sedikit waktu sampai pertandingan melawan Dulio dimulai, jadi aku akan pergi menemuinya. Lagi pula, aku juga ingin menghiburnya."

Aku memutuskan siapa yang akan kulihat selanjutnya. Aku akan berbicara dengan Sairaorg-san sebelum pertandingan. Vali berkata

"Pertandinganmu akan segera tiba. Hmph, kurasa itu bisa dianggap cocok untuk para penonton."

Saji berbicara dengan ekspresi serius

"...Master Sairaorg pasti akan menang."

Seperti aku, Saji juga sangat menghormati Sairaorg-san.

"Yeah, aku juga berpikir begitu."

Vali melanjutkan

"Aku bertanya-tanya berapa banyak penelitian yang telah dilakukan Cao Cao terhadap Sairaorg Bael, tapi kalau aku harus berbicara tentang Cao Cao, jika dia mendapat pukulan langsung dari Lion King itu di tempat yang tepat, maka seluruh tubuhnya akan hancur. Jadi, ini—"

"Bagaimana dia bisa mengatasinya...maksudmu? ...Tapi dia juga akan mengandalkan tekniknya sendiri untuk menemukan atau menciptakan celah."

Mendengarku mengatakan ini, Vali menunjukkan senyum masam.

"Bagaimanapun, kau dan aku telah berada di rahmatnya."

Lawan Sairaorg-san adalah pengguna Longinus yang paling kuat yang telah Vali dan kulawan.... Dengan holy spear yang mampu menghadapi pukulan yang luar biasa pada Iblis, bahkan Sairaorg-san tidak akan bisa menahannya....Pada saat yang sama, Cao Cao akan dikalahkan jika mendapat pukulan langsung dari Sairaorg-san. Dengan kata lain, pertandingan ini akan bergantung pada satu pukulan fatal. Kupikir pertandingan akan diisi dengan ketegangan. Tepat saat aku memikirkan situasi Sairaorg-san, Saji tiba-tiba berkata

"...Tentang pertanyaan tentang 'menikmati pertempuran' yang baru saja ditanyakan Hyoudou. Meski rumit, kurasa aku akan sama dengan Hyodou. Kami berdua [Pawn], dan kami telah berjuang demi kemenangan majikan kami, demi rekan kami, dan untuk promosi kami sendiri. Bukannya mengapa kita mengeluarkan usaha kita untuk berjalan bolak-balik selama pertandingan? Mengalami hasil kerja keras kita, dan menghadapi pertandingan yang sulit. Tidak ada waktu untuk memikirkan apa yang kita nikmati dalam sebuah pertandingan. Jika aku kalah, maka sulit menghadapi rekan-rekanku, dan majikanku; Aku bahkan mungkin berpikir untuk mati. Dan hal ini sama persis dengan pertempuran kita melawan teroris. Kita harus menghadapi musuh dengan tekad untuk mati."

…Memang. Itu persis seperti yang dikatakan Saji. Kami berdua [Pawn] pada saat yang sama, kami berdua berpartisipasi dalam Rating Game dalam mengumpulkan Iblis muda, dan kami juga menghadapi serangan teroris bersama-sama. Seiring situasinya terus berubah, butuh banyak usaha untuk mengikuti...dan tidak ada kenangan akan menikmati pertempuran. Tapi, Saji juga mengatakan

"Tapi kalau aku harus mengatakan apakah ada 'pertempuran yang kunikmati' di benakku, maka itu akan menjadi pertempuran melawan budak-budak Gremory tahun lalu. Aku menerima evaluasi yang sangat bagus, dan aku dikenali oleh seseorang yang memiliki status berpengaruh. Sona-kaichou juga sangat senang karena dia menangis untukku. Aku sedikit banyak merasa bangga, dan aku bahagia. Sederhananya, itu adalah pertandingan yang berarti bagiku, dan ini juga merupakan pertandingan yang mengesankan bagiku."

...begitu ya, pertempuran yang berarti ya. Kalau aku memiliki sesuatu yang setara, maka itu akan menjadi pertempuran yang kuhadapi dengan Sairaorg-san. Rasanya pertandingan itu sangat berarti bagiku... untuk 'menikmati pertempuran', aku tidak dapat memikirkannya. Gagasanku tentang 'menikmati pertempuran' sedikit berbeda dengan Saji....Jika ini terus berlanjut, maka aku akan menjadi semakin bingung oleh keraguanku sendiri... Awalnya aku mengira tidak mungkin pertempuran bisa dinikmati. Aku berencana untuk terus bertanya kepada Vali, tapi saat itu—. Ada seseorang yang tiba-tiba mengobrol dengan kami. Melihat ke atas, aku melihat dua pria berdiri di sana. Salah satunya adalah pria berusia dua puluh satu di Eropa Utara dengan sosok kurus. Dia mengenakan jas putih pas. Dia memiliki rambut putih-emas dan mata emas. Dia juga berjanggut. Dia jelas pria tampan, tapi dia memberikan aura yang agak sembrono. Yang satunya adalah pria berambut keriting hitam dan wajahnya yang tampan. Matanya berwarna oranye langka, dan dia memakai jubah besar...itu namanya chiton, kan? Itu adalah sesuatu yang orang-orang Yunani kuno kenakan. ...Aku tidak memperhatikan mereka berjalan ke arah kita sama sekali...dan tentu saja, aura yang saleh dipancarkan dari sekujur tubuh mereka! aku juga pernah melihat keduanya sebelumnya. Tapi setelah mengatakan itu, penampilan mendadak kedua orang ini mengejutkanku! Bagaimanapun, keduanya muncul dalam siaran dari turnamen dan program terkait lainnya! Saat Vali melihat pria tampan berpakaian putih itu, dia menghela napas dan berkata

"...Vidar ya. Apa yang membawamu ke tempat seperti ini?"

Setelah mendengar itu, pria bernama Vidar tertawa lalu berkata

"Hei, bagaimana kamu harus bertindak terhadap nii-chan-mu? Ya ampun, kamu tidak lucu sama sekali. Baik, mungkin itu yang disukai Ayah tentang dirimu."

Pria tampan di depan kami adalah dewa utama mitologi Norse berikutnya, Vidar! Putra tua Odin! Vidar-san mengulurkan tangannya ke arahku dan Saji untuk menyambut kami.

"Aku — Vidar. Putra Odin dari Aesir. Banyak hal telah terjadi, dan aku akan menjadi dewa utama berikutnya. —Tapi, kalian semua sudah tahu itu."

Vali sekarang adalah anak angkat pria tua itu, dan karena itulah Vidar-san adalah saudara tirinya. Kali ini, pria berambut keriting itu menyambut kami.

"Begitulah, aku Apollon. Aku akan menggantikan Zeus, dewa utama Olympus, dan akan menjadi dewa utama yang baru."

—Dewa utama Olympus berikutnya, Apollon! Aku juga pernah mendengar tentang orang ini...tapi aku tidak pernah menduga bahwa kedua VIP super ini tiba-tiba muncul di depan kita, jadi aku dan Saji tidak bisa menahan diri untuk tidak panik! Suara Saji pun bergetar.

"...Ah woah, Vidar! Apollon! Bukankah kedua dewa agung ini digambarkan dalam legenda...!?"

Saji dan aku tidak bisa tidak gemetar di depan dua nama besar ini, sementara Vali mengenalkannya.

"Vidar adalah dewa Norse, dan dia juga satu-satunya keberadaan yang Fenrir takuti. Dan Apollon di sana adalah dewa yang diberi nama menurut matahari. Pada saat yang sama, dia juga merupakan dewa pelindung seni yang cerdas. Terserah, keduanya sangat berkualifikasi sebagai dewa utama berikutnya."

Setelah mendengar penjelasan Vali, Vidar-san tertawa.

"Untuk benar-benar dipuji oleh Hakuryuukou, mungkin salju akan turun besok? Ayahku dan ayah Apollon, Zeus akan butuh waktu lama untuk kembali. Rupanya mereka juga berpikir tentang pensiun. Bila waktunya tepat, wewenang akan diserahkan kepadaku."

Vidar-san mengangkat bahu dan melanjutkan

"Sebenarnya, kupikir kakakku Thor lebih cocok...tapi dia juga ikut berpartisipasi dalam pertarungan melawan Trihexa....Jadi, turun padaku sesuai perintah."

Vali melangkah maju dan bertanya pada Vidar-san lagi

"Nah, kau kemari hari ini untuk apa?"

Vidar-san mendekati Vali, dan memeluk lehernya dengan akrab. Ekspresi Vali penuh rasa jijik....

"Vali, jangan terlalu dingin. Aku hanya datang menemui adik tiriku sendiri dan — dan Oppai Dragon-kun yang dikabarkan. Juga kebetulan Dragon King-kun juga ada di sini."

Apollon-san mengangguk.

"Karena kalian adalah Dua Heavenly Dragon, kukira kalian akan memiliki banyak pertukaran mulai sekarang, jadi ini juga merupakan kesempatan bagus bagiku untuk melihat sisi lain."

Vidar-san menjauh dari Vali dan menyesuaikan kerahnya saat dia bertanya

"Kami juga berpartisipasi dalam turnamen ini, apakah kalian tahu itu?"

Justru karena itulah aku mengenal keduanya. Aku memeriksa semua makhluk sekelas dewa yang berpartisipasi dalam turnamen sebelumnya. Mereka semua adalah peserta yang sangat terkenal. Awalnya aku mengira akan menemuinya di pentas turnamen...tapi tiba-tiba mereka muncul di hadapanku! Itu benar-benar membuatku lengah. Vali membalas

"Tentu saja, tidak ada orang yang tidak tahu. Tapi kenyataan bahwa dewa-dewa utama Olympus dan Aesir berikutnya berada di tim yang sama menyentuh sebuah masalah."

Tim yang terdiri dari dewa-dewa utama berikutnya dari dua mitologi yang berpartisipasi dalam turnamen dunia secara alami menjadi masalah. Biasanya, kita harus memperhatikan tim mitologi mereka sendiri. Karena itu, hanya untuk turnamen ini, ada baiknya melihat karena kekuatan utama masing-masing golongan yang ikut berpartisipasi! Masalah lainnya adalah — tim yang dimiliki Vidar-san dan Apollon-san. Ketika aku pertama kali mendengarnya, kupikir 'Kau bercanda denganku!?' karena itu terlalu mengada-ada. Vidar-san menanggapi dengan

"Tim kami, yang dipimpin olehku dan Apollon, adalah tim yang terdiri dari makhluk sekelas dewa muda. Yah, umumnya adalah Typhon sih."

Tim yang dimiliki Vidar-san dan Apollon-san adalah — tim dengan King of Monsters, Typhon sebagai [King]. Typhon mengumpulkan banyak perhatian pada upacara pembukaan turnamen karena perawakannya yang menjulang. Di antara semua kekuatan, dia kuat dan mencolok. Selain itu, Vali berspekulasi bahwa dia termasuk di antara sepuluh kelompok terkuat dari semua golongan. ...Aku bertanya-tanya bagaimana turnamen ini akan lanjut. Terlepas dari apakah itu Kaisar Langit atau Typhon, setiap orang yang tampil di panggung sudah terkenal dan mereka semua berpartisipasi dalam turnamen. Bahkan ada beberapa orang yang juga menyarankan agar turnamen ini merupakan kontes antara makhluk sekelas dewa dalam beberapa hal. Juga, karena tim Kaisar Langit memiliki Empat Raja Langit, dan tim Typhon memiliki Vidar-san dan Apollon-san di depan kami, keseimbangan kompetisi telah hancur total. Jenis malapetaka semacam ini yang seharusnya terjadi di film telah berulang kali terjadi, jadi seluruh field telah lenyap berulang kali. Ketika makhluk sekelas dewa diberi kebebasan total untuk mengamuk, field turnamen dihancurkan dengan mudah. Panitia turnamen juga mengizinkan situasi ini...tapi meski begitu, ada banyak tim yang ingin memenangkan turnamen ini. ...Vali dan aku, serta budak-budak Sitri yang mana semua keinginan yang dimiliki untuk dapat menaklukkan tim makhluk sekelas dewa, jadi tidak ada yang akan membicarakannya sekarang. Vidar-san tertawa riang sambil dia berkata

"Sebenarnya, siapa pun bisa menjadi jenderal, tapi Typhon sendiri mengatakan bahwa dia ingin menjadi [King], maka Apollon dan aku memberikannya kepadanya."

"...Dalam mitologi Yunani, bukanlah hal yang buruk untuk bisa berdamai dengan Typhon yang selalu kita hadapi...tapi egoisme Typhon masih belum berubah."

Topik para dewa tiba-tiba naik derajat, dan aku sama sekali tidak bisa bertahan....Ketika Apollon-san melihat reaksi kami, dia berkata kepada kami

"Itu kasar dari kita. Bagaimanapun, bertentangan dengan Vidar, aku datang ke sini karena ada sesuatu yang ingin kukatakan kepada kalian. "

Setelah mengatakan itu, Apollon-san mengangkat jari telunjuknya.

"Pertama, akan kuberi tahu. Saat ini Hades sedang merencanakan sesuatu yang buruk. Kemungkinan besar hal itu mungkin melibatkan kalian. Aku akan memasukkan ini ke dalam laporan formal di masa depan untuk semua golongan."

"""—Apa!"""

Setelah mendengar berita seperti itu, kami bertiga bereaksi dengan keras. ...Hades masih bersikap permusuhan terhadap kita bahkan sekarang. Ketika Azazel-sensei mendekati sisinya, dia menyadari ambisi berbahaya dari raja kerangka itu. Dia berhubungan dengan Apophis si Evil Dragon, dan tampaknya dia memperoleh dari Apophis dan Rizevim semacam senjata atau alat jahat...atau apalah? Informasi dan teknologi yang dipegang oleh Qlippoth telah banyak ditemukan oleh kekuatan dunia, namun masih ada beberapa hal yang belum pernah dilihat.Dewa utama generasi penerus telah menyampaikan pesan ini kepada kami, mungkin untuk mengingatkan kita akan bahaya ini. Itu benar-benar dipenuhi kegelisahan. Vali bertanya pada Vidar-san dan Apollon-san.

"Aku juga mendapat pertanyaan di sini bahwa aku ingin bertanya kepada kalian berdua. Saat ini, di antara berbagai mitologi setelah berakhirnya Perang Evil Dragon, berapa banyak dewa berbahaya yang masih ada? Meski aku bisa menebak berapa banyak, aku ingin tahu pendapat kalian sebagai makhluk sekelas dewa."

"Pertanyaanmu...apakah demi perdamaian dunia? Atau apakah itu untuk ambisimu sendiri...untuk mendapatkan izin untuk berperang melawan dewa?"

"Kemungkinan yang terakhir ini relatif besar...tapi aku juga tidak bisa menolak yang pertama."

Mendengar jawaban jujur ​​Vali, kakak tirinya tertawa.

"Hahaha, sungguh jawaban yang jujur. Sebagai adik tiriku, itu jawaban yang bagus. Baiklah, kalau begitu, aku beri tahu. Saat ini, dewa yang paling berbahaya mungkin adalah Hades. Yang juga berbahaya adalah Indra — Kaisar Langit yang tampaknya ikut serta dalam turnamen di permukaan. Kalau dia mengambil hadiah kemenangan, maka dia pasti akan meminta perang dengan Shiva. Demi tujuan ini, dia mungkin tidak akan mencoba apapun selama turnamen berlangsung."

Jadi yang paling waspada saat ini adalah Dewa Alam Orang Mati, Hades ya. Apollon-san kemudian berkata

"Aku pernah mendengar bahwa dewa Indra menikmati turnamen ini dengan cukup murni. Dia juga senang menyaksikan pertarunganmu—. Dewa itu sangat jujur ​​saat menghadapi pertempuran. Itu sebabnya juga mengerikan....Sekalipun field itu adalah pertandingan yang sangat sederhana dan mudah, Dewa Indra akan mempersiapkan dengan intens, begitulah dewa semacam itu."

...Jadi Kaisar Langit adalah tipe yang suka bertarung. Namun, gagasan dan estetikanya berbeda dengan Vali.

"Ada kemungkinan bahwa dia akhirnya bisa mencapai impiannya yang panjang dalam perang dengan Shiva, jadi secara alami dia termotivasi dan tidak mungkin menimbulkan insiden. Keterampilan komandan Dewa Shiva setelah Perang Evil Dragon juga sangat luar biasa."

...Kaisar Langit benar-benar fokus pada turnamen. Bagaimanapun, hadiah dari turnamen ini adalah kemampuan untuk mewujudkan harapan apapun, jadi jika dia bisa mewujudkan impiannya untuk berperang dengan Shiva, memusatkan perhatiannya pada turnamen adalah keputusan yang bijak dan benar. Apollon-san juga mengangguk setuju

"Shiva-san sendiri juga mempertimbangkan hal yang tidak diketahui...tapi ketika aku memikirkan kelompok yang bertarung melawan Trihexa termasuk ayahku, dewa Olympus dan mitologi Norse lainnya melihat situasinya dengan ketat jika ada yang mencoba menceburkan dunia ke dalam kekacauan."

Kedua dewa utama generasi ini percaya bahwa Shiva-san memiliki niat baik. ...Aku bertemu dengan Shiva-san sekali, dan meskipun dia memberi orang perasaan yang agak menakutkan, dia bukanlah tipe orang yang akan merusak kehancuran dunia tanpa mengedipkan kelopak mata. Vidar-san melebarkan lengannya saat dia berkata

"—Mmm, kira-kira seperti apa situasinya dengan Hades. Akan lebih baik bagi Tim [DxD] untuk tetap waspada. Baiklah, kita sudah berbicara tentang saudara tiri dan Sekiryuutei, dan kita juga sudah bertemu dengan Dragon King-kun secara kebetulan. Apollon, sudah hampir waktunya."

"Mmm, kita benar-benar mengganggu memancing kalian. —Oh, ada satu hal lagi."

Apollon-san sepertinya ingin mengatakan sesuatu, jadi dia mendekatiku dan meraih tanganku saat dia berkata

"Akhirnya, Sekiryuutei-dono, semua lagu tentangmu luar biasa. Sebagai dewa pelindung seni, aku harus memastikan bahwa aku sudah memberitahumu."

"...H-haha, terima kasih."

Aku tidak tahu bagaimana harus menanggapi! Dewa utama berikutnya dari mitologi Yunani yang melambangkan matahari mengatakan kepadaku bahwa lagu-lagu [Oppai Dragon] sangat indah, jadi aku sama sekali tidak tahu bagaimana harus bereaksi! M-Memang, lagu-lagu itu sudah diakui oleh dewa pelindung seni, jadi itu bagus....Azazel-sensei, Sirzechs-sama, Leviathan-sama, lagu-lagu yang kalian nyanyikan telah disampaikan bahkan kepada para dewa....Kukatakan pada mereka bertiga di dalam benakku. Tepat sebelum Vidar-san melanjutkan perjalanan, dia berkata kepada kami

"Jika kita bertemu dalam sebuah pertandingan, aku tidak akan mudah. Aku juga menanti-nantikan untuk bertarung dengan kalian. Jika bukan kompetisi berskala besar dan semarak, kami tidak akan berpartisipasi, jadi kalian harus menikmati kesempatan ini sepenuhnya."

"Meskipun kau adalah saudara tiriku, aku tidak akan kalah."

"Aku juga tidak akan kalah!"

"Aku akan melakukan yang terbaik."

—Seperti ini, Vali, aku, dan Saji memasukkan pemikiran masing-masing ke dalam kata-kata.


Setelah Vidar-san dan Apollon-san pergi, Vali mulai berbicara beberapa saat kemudian

"Vidar dan Apollon ya. Hyodou Issei, kau harus mengingatnya. Kalau kau ingin hidup di era berikutnya, kau mungkin berhubungan dengan dewa-dewa berbagai mitologi. Vidar dan Apollon juga merupakan pemimpin muda di antara para dewa, jadi kau akan bertemu mereka berkali-kali mulai sekarang."

"Ya aku tahu."

Melihat tanggapanku, Saji mendesah.

"Kamu akan memiliki banyak masalah untuk ditangani mulai sekarang. Sungguh lega bahwa Dragon King yang ada di dalam tubuhku."

...Aku juga membenci hal-hal yang merepotkan. Tapi karena aku adalah Iblis Kelas Atas sekarang, tidak mungkin aku tidak terlibat dalam hal-hal ini. Selain itu, mereka akan menemukanku sendiri. Menghadapi kedua dewa utama masa depan saat memancing benar-benar melampaui imajinasi saya. Tiba-tiba, perangkat komunikasi kami berdering pada saat bersamaan. Kami mengeluarkan perangkat kami sendiri saat kami melihatnya. Setelah Vali melihatnya, sebuah senyuman muncul di wajahnya.

"Oh, Hyodou Issei. Itu adalah berita yang sangat menarik."

"Ya, aku juga menerima kabar dari rekan-rekanku. Ini sangat menakjubkan, Hyodou!"

Saji juga terkejut dengan kabar tersebut. Aku juga...melihat berita tersebut dan memperlebar mataku karena terkejut! Vali dengan gembira berkata

"—Aku tidak berharap bahwa tim [Rias Gremory] akan menggunakan [Pawn] misterius itu sekarang."

Memang, berita Ravel adalah tentang itu!

[Rias-sama akan menggunakan [Pawn]-nya di pertandingan berikutnya.]

Itulah isi pesannya!

"Yeah, aku juga menerima berita itu pada saat bersamaan."

...[Pawn] Rias yang merupakan misteri sampai sekarang akhirnya akan melepas tudungnya!? Vali mengungkapkan senyuman yang tulus

"Kalau prediksiku benar...fufufu, sepertinya ini akan menjadi menarik. Kita harus pergi menonton pertandingan bersama."

Saji dan aku saling pandang dan mengangguk saat kami menerima usulan Vali.

Bagian 3[edit]

Setelah Vali, Saji dan aku berhenti memancing, kami segera berpindah ke tempat yang dekat dengan arena sehingga kami bisa menyaksikan Rating Game yang diadakan di Dunia Bawah — game Rias. Kami masuk ke pintu masuk untuk personil terkait, dan kemudian sampai di ruang khusus. Pertandingan dimulai saat kami mengambil tempat duduk kami! Tim Rias dan tim lawannya (sebuah tim yang dipimpin oleh Iblis Kelas Atas sebagai [King]) keduanya hadir bersama di field luas yang sebagian besar terdiri dari laut... satu orang dari tim Rias maju lebih dulu. —Itu adalah pria yang mengenakan mantel hitam yang akrab. Warna rambutnya adalah campuran hitam dan emas, dan aura yang mengelilingi seluruh tubuhnya berwarna serupa! ...J-Jadi orang ini! Orang ini adalah [Pawn] Rias! Adegan yang terjadi dihadapanku membuatku tercengang, dan yang bisa kulakukan hanyalah menatap game. Pria berkulit hitam besar terbang dan menabrak lawan di seberang laut sambil mengulurkan tangan dengan lengannya. ...Diliputi aura yang sangat kuat, dikompres dan dikompres lagi sampai berubah menjadi gelombang kejut yang sangat merusak! Saat melihat pria yang terbang di depan mereka, si penyiar berseru

<<Tak—bisa dipercaya! Siapa yang akan membayangkan bahwa identitas sejati [Pawn] tim Rias Gremory, Mr. Black, yang tersembunyi di balik tudung misterius sampai sekarang benar-benar Crom Cruach! Sepertinya game ini akan layak ditonton sejak Evil Dragon legendaris benar-benar berpartisipasi dalam turnamen ini sebagai [Pawn] tim Rias Gremory!>>

Pria itu — Crom Cruach mengulurkan tangannya dan melepaskan serangan yang luar biasa! Dalam sekejap, area di depannya terbebani oleh sebuah ledakan, dan penghalang khusus besar yang telah dikerahkan di seluruh wilayah laut menjadi pukulan yang sangat menghancurkan. Dengan sebuah serangan yang dilepaskan Crom Cruach — sebuah lubang besar telah terbuka di langit dan tengah laut di mana celah-celah di dimensi itu sendiri dapat diperhatikan. Air laut dari field mengalir ke celah-celah dimensi. Sepanjang turnamen, hanya serangan kelas dewa yang mampu menyebabkan kerusakan konyol seperti itu pada penghalang game field.... Tak perlu dikatakan, lawan-lawan ini tidak hanya memiliki kekuatan untuk melawan, tapi lima di antaranya sudah kalah pada saat itu juga. ...Jadi, [Pawn] Rias adalah... Crom Cruach...! Duduk di sampingku, Saji juga tercengang dan benar-benar kehabisan kata-kata. Sedangkan untuk Vali, tampaknya dia mengantisipasi keikutsertaan Crom Cruach, dan dia tampak senang akhirnya melihatnya tampil. Si penyiar berteriak

<<F-Field-nya telah — hancur berantakan! Itu bisa digambarkan sebagai pukulan dewata! Tidak, tidak berlebihan untuk menyebutnya sesuatu selain itu! Sebagai spesies Naga lainnya, ini mengingatkan pada ledakan meriam Hyodou Issei-senshu yang sangat dahsyat!>>

...Murni dalam hal kekuatan, aku yakin bahwa aku tidak akan kalah dengannya. Masalahnya adalah berapa kali serangan itu bisa digunakan, dan berapa lama tingkat daya tembak bisa bertahan. Ddraig berkata

[...orang itu, Crom Cruach. Dia menghancurkan field dengan sengaja. Pertarunganmu sebelumnya pasti memberinya inspirasi.]

Vali tertawa.

"Fufufu, dia pasti sudah melakukannya dengan sengaja. Aku penasaran apakah Crom Cruach sendiri memutuskan untuk melakukan itu, atau apakah itu perintah dari pemimpinnya. Bagaimanapun juga, sepertinya ada semacam saling pengertian."

"Apakah itu tantangan dari Crom padaku?"

Saat dia mendengarku mengatakan itu, Vali berkata dengan senang hati

"Mungkin bagiku dan kontestan kuat lainnya yang melihat. Ini sangat menarik. Memang begitulah seharusnya. Inilah inti dari turnamen ini."

...Cuma untuk pamer, dia sudah melenyapkan field.

"Ddraig, jawab aku jujur. —Bisakah aku melawan orang itu saat aku seperti ini?"

Menanggapi pertanyaanku, Ddraig menjawab

[Tentu saja, kau akan bisa bertarung dengannya selama kau melakukan Dragon Deification. Ini pasti akan menjadi pertarungan yang bagus. —Tapi.]

...Aku tahu apa yang berikutnya bahkan tanpa itu harus dikatakan.

"Kalau ada batas waktu, maka itu mustahil, ya. ...Sungguh, Rias benar-benar mengambil anggota tim yang tak terduga."

Apalagi, meskipun aku memang melakukan Dragon Deification, mustahil aku mengalahkannya dalam batas waktu. Ddraig melanjutkan

[Rias Gremory agak menyadarimu, partner, itulah sebabnya dia mengambil Crom Cruach ke dalam timnya sebagai [Pawn]. Tentu saja, dia mungkin membujuknya karena hubungannya dengan Gasper Vladi, dan tentu saja sebagai tindakan balasan untuk melawan makhluk sekelas dewa dan Dua Heavenly Dragon. Crom Cruach sendiri dengan senang hati akan menerima usulan ini. Baginya, pengaturan ini akan seperti mimpi.]

Meskipun alasan sebenarnya mengapa Crom Cruach bergabung dengan tim Rias tidak diketahui, pasti ada sesuatu di antara keduanya di mana minat mereka selaras. Rias sendiri bisa sangat persuasif, jadi dia bisa membujuknya untuk bergabung dengan timnya dengan sangat cerdik. Dia mampu menunjukkan potensi penuh setiap orang selama pertempuran awal Klub Penelitian Ilmu Gaib, dan di atas semua itu, ada juga Gasper yang memiliki kekuatan Balor, yang bisa digunakannya sebagai alat bujukan.... Memiliki Gasper dengan kekuatan Balor dan Evil Dragon terkuat, Crom Cruach, ini adalah kombinasi yang sangat mengerikan! —Dan, orang lain memasuki ruangan.

"Ise-sama, akhirnya aku menemukanmu."

Setelah Ravel masuk, dia diikuti oleh Asia, Xenovia, Irina, Rossweisse-san dan Bova (bentuk mini Dragon).

"Ah, Ravel, maaf datang kemari untuk menemui mereka tanpa mengatakan apapun padamu."

"Tidak, tidak apa-apa.... Masalahnya adalah—"

Pandangan Ravel beralih ke Crom Cruach yang mengamuk di layar.

"Ah, apa yang akan kita lakukan tentang ini sekarang, aku ingin tahu."

Melihat layar, aku hanya bisa tersenyum pahit saat Ravel mengerutkan kening.

"Tim Rias-sama tidak hanya memiliki Crom Cruach—"

<< Whoa! Muncul saat ini adalah—! Makhluk hitam yang dirumorkan itu! Dengan kekuatan sang legendaris Evil God Balor, Gasper-senshu telah mengeluarkan kegelapan ke area yang sangat luas!>>

Seiring dengan seruan si penyiar, Gasper berubah menjadi makhluk hitam yang mengerikan dan melepaskan kegelapan yang menyelimuti seluruh lautan, menyebabkan semua serangan lawan ditelan oleh kegelapan. Lalu, beberapa pemain diseret ke dalam kegelapan—. Adegan berikutnya di layar menunjukkan sebuah pulau kecil yang melayang di laut. Di atasnya — seorang gadis yang mirip dengan Freed — Lint Selzan, yang baru saja memasuki pertarungan jarak dekat yang sengit dengan pendekar lawan. Lagi pula, ini adalah budak seorang Iblis Kelas Ultimate, jadi keahlian pedang mereka sangat bagus. Pedang cahaya Lint Selzan menimbulkan pukulan pada lawannya, tapi dia langsung dilukai oleh serangan balik dari lawannya. Lint Selzan kemudian meningkatkan jarak darinya dengan melompat mundur. Orang yang muncul pada posisi itu adalah — Valerie. Di tangan Valerie — dia mengeluarkan Holy Grail, dan cairan putih berkilauan meluap dari piala. Itu mengalir ke luka Lint Selzan — dan lukanya hilang seolah-olah tidak pernah ada sejak awal!

<<Apa yang terjadi!? Kemampuan yang digunakan Valerie-senshu untuk menyembuhkan luka rekannya sungguh menakjubkan—!>>

Si penyiar juga memuji kemampuan Sacred Gear milik Valerie. Memang, itu adalah metode pemulihan baru bagi tim Rias! Valerie menggunakan [Sephiroth Graal] untuk menyembuhkan luka seseorang. Meski tidak mampu bersaing dengan Asia dalam hal kecepatan, sarana pemulihan sangat penting dalam game. Lint Selzan yang telah pulih menghasilkan api ungu dari seluruh tubuhnya, dan pedang di tangannya terangkat. Pedang api ungu melepaskan aura yang menyala menuju pedang pedang lawan! Lawan yang terluka tidak bisa menahan rasa sakitnya!

<<Api ungu Lint Selzan-senshu telah menelan lawannya! Lawannya tidak mampu menahan sama sekali dan sudah kalah!>>

Sama seperti si penyiar katakan, pemain yang terkena api ungu Lint Selzan segera menghilang ke dalam cahaya kekalahan. ...Gadis itu juga memiliki kekuatan Longinus. Gasper, Valerie, Lint Selzan.... Rias telah menambahkan tiga pemain hebat Longinus ke dalam timnya sendiri. Tentu saja, aktivitas tim Rias yang baru meluas melampaui hal itu. Power of Destruction Rias benar-benar menguasai [King] lawan (Iblis Kelas Ultimate). Yang menentang [King] telah terluka oleh pukulan awal Crom Cruach, dan sama sekali bukan tantangan bagi Rias. Di sampingnya, mode Malaikat Jatuh Akeno-san melepaskan petir naga raksasa untuk mengalahkan [Queen] yang menentangnya. Kiba juga telah mengalahkan [Knight] lawan dalam sekejap mata sementara Koneko-chan menggunakan Kasha dalam Shirone mode-nya untuk membakar [Bishop] lawan.

<<Mundur>>

<<Mundur>>

<< Mundur>>

Pemain sisi lain dipaksa untuk mundur satu per satu. Kemenangan tim Rias sudah di buat di batu. Rias sendiri juga mengalami kemenangan berulang, dan tak terkalahkan sejauh ini. Lalu Rias memaksa [King] lawan untuk menyerah. Vali berkata dengan gembira

"Tanpa kalian, tim Rias Gremory tampaknya telah melepaskan kulitnya, dan mereka diterima dengan baik di turnamen ini... mereka adalah kombinasi sempurna antara anggota lama dan anggota baru. Menggunakan karakteristik setiap orang untuk potensi mereka sepenuhnya adalah pendekatan yang berani..."

Tapi meski begitu, motif apa sebenarnya yang membedakan identitas sejati Crom Cruach pada saat seperti ini? Mungkinkah dia ingin menunjukkan kekuatannya yang luar biasa kepada para pemain tragis yang telah ditekan oleh kekuatan makhluk sekelas dewa sehingga bisa mengurangi motivasi mereka lebih jauh? Meskipun demikian, melihat orang-orang ini, serta debut Evil Dragon legendaris akan menyebabkan banyak orang mundur. Padahal, meski turnamen telah berkembang sampai saat ini, ada tim yang absen setiap hari. Aku menundukkan kepala sambil kukatakan

"...Yah, mungkin ide bagus untuk meningkatkan kekuatan tempur kita untuk pertandingan berikutnya juga."

Saat aku bergumam, Ravel berbisik padaku

(Ise-sama, ada sesuatu yang ingin kudiskusikan denganmu mengenai hal itu.)

(Sungguh? Apa maksudmu kita akan menggunakan gadis itu?)

Setelah mendengarkan pertanyaanku, Ravel mengangguk. Hoho, sebenarnya ada kandidat lain selain Elmenhilde.

<<Pertandingan berakhiiiiiiir! Tim Rias Gremory menang! Dalam menghadapi kekuatan yang luar biasa, bahkan Iblis Kelas Ultimate tidak dapat membalas!>>

Itu adalah pengumuman untuk mengumumkan kemenangan Rias. Rias meraih kemenangan lagi. ...Aku juga tidak boleh kalah! Vali tampak cukup puas saat menyaksikan kemenangan tim Rias dan penampilan Crom, lalu bangkit untuk meninggalkan area tampilan.

"Baiklah, aku juga harus kembali sekarang."

"Ah, aku juga akan pergi."

Saji mengikuti Vali untuk pergi.

"Ara, Vali, Saji, kalian berdua pulang?"

Saat aku bertanya, Saji membalas dengan

"Pertandingan sudah usai, dan kami tidak akan kembali memancing lagi, jadi aku tidak ingin mengganggu kalian. Bagaimanapun, kami tim yang bersaing, dan kami akan segera bertanding denganmu."

"Betul. —Saji, aku tidak akan kalah darimu kali ini."

"Hehe, itu kalimatku, Hyodou."

Saji dan aku berjabat tangan. Meskipun kami berteman baik yang bisa pergi memancing bersama, kami harus menjelaskan semuanya ketika sampai pada hal-hal seperti ini. Kali ini, aku pasti akan menang. Vali tersenyum.

"Dengan arus begitu, sepertinya tim Hyodou Issei harus memperkuat kekuatan tempurnya. Itu adalah sesuatu yang akan kusambut."

"Vali, kau akan sampai di final turnamen, kan?"

Setelah mendengar itu, Vali mengangkat bahu.

"Itulah yang seharusnya kukatakan padamu."

Vali melambaikan tangan, lalu meninggalkan ruangan. —Hanya sebelum dia pergi, dia mengatakan satu hal lagi.

"Kami agak terganggu saat memancing.... Tapi aku akan membawa kedua rookie-ku waktu berikutnya. Bikou akan senang saat aku melepaskan keduanya dari tangannya sejak dia merawat mereka."

...Rookie...ah, dia sedang membicarakan Sha Wujing-chan saat ini dan si mesum itu, Zhu Bajie saat ini. Yang terakhir dari mereka adalah orang mesum. Aku juga sangat terganggu bagaimana menghadapi dia. Bagaimanapun, aku tidak menyukai undangannya.

"Yeah, ayo kita pergi ke sungai di pegunungan untuk memancing di lain waktu."

Vali dan Saji mengangkat tangan mereka sesuai dengan usulanku saat mereka pergi. ...Pada akhirnya, jawaban untuk masalah 'menikmati' pertempuran masih belum diketahui, dan aku tidak membongkar terlalu dalam dengan mereka.... Mungkin ini adalah sesuatu yang harus kutemukan untuk diriku sendiri. Meski itu adalah kesimpulan yang agak samar, inilah yang kukatakan pada diri sendiri.

Bagian 4[edit]

Dua hari kemudian.

Sehabis sekolah, kami tinggal di ruang klub kami sampai akhir kegiatan klub kami. Ravel bilang sebelumnya bahwa "Ada kandidat untuk meningkatkan kekuatan tempur kita". Hari ini akan menjadi hari dimana kita bertemu kandidat.... Jadi, semua anggota timku (kecuali Bina-shi) berkumpul di ruang klub, dan kami menunggu dengan tenang. Kiba dan yang lainnya sudah pergi. Karena itu terkait dengan peningkatan kekuatan tim kami, Bova pun hadir di ruang klub. Tentu saja, itu bukan bentuknya yang biasa, tapi bentuk naga mini-nya. Kaa-san sangat memuja bentuk naga mini-nya, dan dia telah berkata "Astaga, dia terlihat sama imutnya dengan Rassei-chan!" sementara dia memperlakukan Bova seperti binatang peliharaan. Aku merasa sangat kasihan dengan hal itu pada Bova. Saat kami menunggu di ruang klub, orang pertama yang masuk adalah Elmenhilde, dia mengenakan pakaian dan tudung gelap karena matahari masih terbit. Ravel mengatakan bahwa masih ada orang lain di perjalanan, jadi kami terus menunggu — dan kemudian, dua orang lagi memasuki ruangan. Salah satunya adalah anggota OSIS baru, Nakiri Kouchin Ouryuu. Di antara Lima Klan Utama, dia adalah pewaris klan Nakiri berikutnya. Dia adalah murid kelas 2 Akademi Kuoh yang sepertinya selalu memiliki suasana ceria tentang dia.

"Maafkan gangguan itu, anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib."

"Yo—, Nakiri — dan Millarca-san."

Orang lain adalah seorang siswi yang mengenakan pakaian cukup untuk menutupi seluruh tubuhnya. Dia memakai tudung dan kacamata tebal. Dia juga memiliki selendang yang melilit lehernya, sebuah jersey diikat di sekeliling roknya, dan memakai sarung tangan di kedua tangan; Hal ini membuat pertahanannya lebih lengkap daripada Elmenhilde. Dia telah mencoba mengekspos kulit sesedikit mungkin. Sebenarnya, Millarca-san adalah vampir berdarah murni yang mewakili pilar utama golongan Carmilla sebagai Ojou-sama dari keluarga Vordenburg! Karena itulah dia mencoba mengekspos kulit sesedikit mungkin. Dia seperti Elmenhilde, jadi dia bukan Daywalker, yang membuatnya sangat berat baginya untuk aktif di siang hari. Tak hanya dia berpartisipasi dalam 'Game' Ajuka Beelzebub-sama, dia juga menyelidiki para pemegang Longinus yang tersisa bersama Nakiri — [Innovate Clear] dan [Telos Karma]. Siswi berpakaian sangat banyak — Millarca-san melompat ke arah Elmenhilde segera setelah dia melihatnya. Sebagai sasarannya, Elmenhilde tampak terkejut dengan tindakan Millarca-san, tapi keduanya tampak saling mengenal.

"M-Millarca? Kenapa kamu di sini?"

"Apakah itu aneh? Aku bersekolah di Akademi Kuoh, bukankah negeri asal mengirim berita tentang hal itu?"

Millarca-san mundur sedikit saat dia bertanya dengan ekspresi yang sepertinya sedikit mengecilkan hati.

"Aku tahu. Aku mengacu pada fakta bahwa ini adalah tempat pertemuan tim Hyodou Issei-sama, bukan? Apakah kamu ikut bergabung?"

Millarca-san dan Nakiri saling pandang, lalu mengangguk.

"Kurasa ini seperti kunjungan? Aku hanya ikut-ikutan saja. Mereka adalah orang-orang yang ingin bertemu Senpai."

Bukan Millarca-san, tapi Nakiri yang ingin bertemu denganku? Tapi, Millarca-san mengatakan 'mereka'. Apakah itu berarti ada orang lain yang datang ke sini selain Nakiri dan Millarca-san? Nakiri menggaruk pipinya dengan ekspresi bingung.

"...Yah aku tak yakin bagaimana mengatakannya, tapi seandainya aku datang untuk mengunjungi Senpai karena ada seseorang yang ingin diperkenalkan padamu.... Pada dasarnya, kami ingin Hyoudou-senpai dan Phoenix bertemu dengan seseorang."

Cara dia berbicara dengan Ravel sebagai 'Phoenix' agak menyegarkan. Jadi teman sekelas laki-laki memanggilnya 'Phoenix' ya. Hmm? Tidak, tunggu. Sejak beberapa saat yang lalu, Millarca-san dan Nakiri mengatakan sesuatu tentang 'ingin bertemu kami' dan 'mengenalkan'. Awalnya, kami datang ke sini untuk mengundang orang lain... tapi pihak lain benar-benar ingin menemui kami dan dirujuk? Saat itu, Ddraig berbicara padaku

[...Aku memiliki perasaan tidak enak tentang hal ini, partner.]

Suaranya agak rendah. Apa yang terjadi denganmu, partner? —Dan kemudian, terdengar ketukan di pintu. Orang lain masuk ke ruangan. Itu adalah wanita cantik dengan rambut biru lurus panjang! Dia adalah wanita cantik yang mengagumkan yang mengenakan rok biru laut yang serasi! Tak perlu dikatakan bahwa orang dengan rambut biru bukanlah manusia; itu jelas seseorang dari sisi okultisme. Seluruh tubuhnya berwarna dengan warna biru tua, dan bahkan irisnya biru tua. Wanita itu melihat ke sekeliling seluruh ruang klub, dan kemudian menatap ke arahku — lebih tepatnya, ke lengan kiriku.

"Lama tak bertemu, Ddraig."

Wanita itu berbicara ke arah lenganku — ke Ddraig di Sacred Gear. Dan kemudian, gauntlet itu muncul di lengan kiriku dengan sendirinya agak alami. Permata itu bersinar terang.

[—Tiamat. Ah sungguh…. Aku mendapat firasat buruk tentang ini, tapi aku tak menduga itu dirimu.]

—T-Tiamat!? Salah satu dari Lima Great Dragon King!? Dikenal sebagai Dragon King terkuat, dan [Chaos Karma Dragon], Tiamat! Aku percaya aku mendengar tentang keterlibatan Tiamat dalam 'Game' Beelzebub-sama.... Bisikku pada Ravel

(Kejadian hari ini... kandidatnya adalah Nakiri dan Tiamat?)

(Aku awalnya mengajak Nakiri-san... tapi ternyata seperti ini karena Nakiri-san mengatakan bahwa ada seseorang yang dia ingin kita temui.)

Begini, jadi Ravel awalnya mengajak Nakiri. Dan kemudian seseorang yang kenal dengan Nakiri ingin bertemu denganku. Apalagi, itu Tiamat—. Aku tak pernah membayangkan bahwa dia akan datang menemui kami secara langsung... tidak, dia datang menemui Ddraig.... Dia juga dalam bentuk manusianya! Wanita berambut biru — Tiamat...san membelai rambutnya yang panjang saat dia menghela napas dan berkata

"Sungguh tak menyenangkan kata-katamu. Kau jelas lolos dariku beberapa kali. Setelah kau menjadi seperti ini, kau selalu meminta pemilikmu untuk melarikan diri begitu kau mendeteksi kehadiranku."

[...N-Ngh.]

"Sayangnya bagimu, kau tak bisa lari lagi kali ini. Lagi pula, aku sudah menguasai metode untuk menekan kehadiranku sehingga kau tidak akan menyadarinya. Sungguh mengherankan hidup begitu lama."

[...J-Jadi karena itulah aku gagal menyadarinya sampai kau datang jauh-jauh kesini...]

Berdasarkan nada suara Ddraig, mungkin saja untuk mengetahui bahwa dia tidak pandai menangani Tiamat-san sama sekali. Tapi akhirnya aku mengerti mengapa Tiamat-san datang berkunjung — dia datang menemui Ddraig!

"...ada apa, Ddraig? Apakah ada sesuatu yang terjadi antara dirimu dan wanita cantik ini?"

Aku bertanya kepada partnerku. —Tetapi orang yang menjawab adalah Tiamat-san.

"Sebelum disegel, Welsh Dragon meminta untuk meminjam barang legendaris dariku. Dia mengatakan itu untuk memperkuat dirinya sehingga dia bisa mengalahkan Hakuryuukou. Setelah meminjamnya, dia memulai pertarungan besar melawan Albion selama Perang Besar antara Tiga Golongan... selama apa yang terjadi kemudian, aku yakin kau juga bisa mengerti sebagai pemilik saat ini, bukan?"

Setelah Tiamat-san duduk di sofa di ruang klub, dia kemudian berkata

"Jadi, Ddraig meminjam sekumpulan harta dariku dan bertindak sendiri untuk dikalahkan bersama Albion, dan kemudian disegel ke Sacred Gear. Karena Ddraig tersingkir, harta yang kupinjam dicuri semuanya oleh pencuri manusia dan tersebar di setiap penjuru dunia."

...Oh, jadi setelah meminjam barang legendaris ini, dia memulai pertarungan dengan Albion dan tidak pernah kembali karena keduanya berubah menjadi bentuk mereka sekarang. Melihat seperti ini, aku merasa kasihan pada Ddraig.

[...Uuu, a-aku minta maaf.]

Ddraig mengakuinya dengan jujur. Tapi di depanku, Tiamat-san mencibir dengan dingin, lalu mengajukan permintaan.

"Aku tidak peduli, kembalikan saja padaku."

[...A-aku sudah dalam keadaan begini, jadi aku tidak dapat mengembalikannya meskipun aku mau!]

Tiamat-san menghela napas dan mengangkat bahu.

"Aku tak mau tahu. Kaulah yang pergi dan bunuh diri dalam pertarungan. Tanggung jawab untuk itu masih milikmu sendiri."

Ah—, jadi Ddraig terus melarikan diri karena dia tidak bisa mengembalikan harta yang dia pinjam, dan merasa dia akan dikejar-kejar. Juga, sangat sulit baginya untuk mengembalikan harta karun legendaris yang telah dicuri setelah dimasukkan ke dalam Sacred Gear. Namun, itu satu masalah, dan ini adalah masalah lain.

"...Baiklah, kau harus mengembalikan barang yang kau pinjam."

Aku membiarkan pendapat jujurku terlepas dari mulutku.

[Ah, kamu juga partner...!]

Terkejut melihat reaksiku, Ddraig sepertinya sedang menderita. Maksudku, tidak baik meminjam barang milik seseorang dan tidak mengembalikannya.... kamu juga yang pergi untuk bertarung.

Melihat interaksi antara aku dan Ddraig, Tiamat-san tertawa setelah menonton sejenak.

"Seperti yang kukatakan pada Ddraig... ah, koleksi berhargaku sekarang terbentang di penyimpanan berbagai golongan..."

Tiamat-san menghela napas. —Namun, dia mengungkapkan senyuman menawan dan nakal saat berikutnya.

"Jadi aku mendapat ide. Karena Ddraig tidak berguna — maka pemiliknya harus mengambil alih pekerjaannya. Dengan kata lain, sesuatu seperti penjamin pinjaman."

Tiamat-san mengarahkan matanya ke arahku. Selain Tiamat-san, semua orang juga mengarahkan pandangan mereka padaku.

.......

.............

...Aku menunjuk diriku sendiri. Tiamat-san mengangguk dengan pasti.

"Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhh!"

Aku berteriak kaget! Ini tidak wajar! K-K-Kenapa kekacauan Ddraig diberikan padaku!? Ini jelas sesuatu yang terjadi sejak lama sebelum aku lahir!

[Partner, aku minta maaf...]

A-A-A-A-A-Apa katamu, Ddraig-san!? Apa yang kamu minta aku lakukan!? Apakah adil bahwa kamu bebas dari hutangmu dan kamu akan menyerahkannya kepada partnermu!? Tidaaaak, apa ini tentang penjamin pinjaman, tidaaaaaaak! Tiamat-san tersenyum.

"Jangan khawatir, biarpun pemilik-kun adalah Iblis Kelas Atas dan orang kaya, aku tidak akan langsung memotongnya darimu, karena itu akan terlalu menyedihkan. Jadi, ada satu syarat bagiku untuk memaafkan Ddraig."

Tiamat-san menunjukku dengan jarinya lalu berkata

"Sebagai imbalan untuk memaafkan Ddraig, saat kamu mendapatkan kemenangan di turnamen, kamu harus membuat keinginanmu sehingga keseluruhan koleksi harta karunku yang telah tersebar di antara golongan dikembalikan. Seperti yang kuingat, sesuai dengan ukuran harapan berharga, jumlah yang bisa diberikan akan berubah, bukan?"

Menanggapi pertanyaan Tiamat-san, Ravel mengangguk.

"Y-Ya. Kalau itu adalah keinginan kecil, maka kamu dapat memiliki jumlah yang sama dengan jumlah anggota timmu, tapi kalau itu adalah keinginan yang menuntut atau berskala besar, kamu hanya akan mendapatkan satu."

Memang, hadiah untuk turnamen — akan menggunakan kekuatan mistik dari semua golongan gabungan untuk memenuhi keinginan sebanyak mungkin. Sama seperti kata Ravel, jumlah keinginan yang diijinkan bisa berubah juga. Karena kami selalu hanya ingin kemenangan di turnamen, kami tidak pernah benar-benar mempertimbangkan keinginan kami, dan tidak memiliki tujuan yang sangat besar.... aku mengerti, Tiamat-san berharap bahwa ketika kita mendapatkan kemenangan, kita akan membantunya mengambil harta yang hilang itu. Sedangkan bagi para manajer, aku tidak tahu berapa banyak yang bisa mereka penuhi... tapi sepertinya keinginan ini berada dalam wilayah kemungkinan. Tiamat-san melanjutkan

"Sementara itu, aku akan melakukan yang terbaik untuk membantumu menang. Kalau bisa, kau juga bisa mengundangku ke timmu, tapi aku juga bagian dari manajemen Rating Game. Tidak baik kalau kau melakukannya, bukan begitu? Jadi, biarkan anak ini bergabung dengan timmu."

Tiamat-san menunjuk Nakiri saat dia bicara. Begitu ya, jadi itu sebabnya Nakiri ada di sini. Ketika Ravel mengatakan bahwa 'Ada kandidat untuk meningkatkan kekuatan tempur kita', sepertinya dia menginginkan Nakiri. Dengan ekspresi yang rumit, Nakiri berkata

"—Setelah itu, begitulah situasinya. ...Aku juga berada di bawah perawatan Tia-san... jadi sulit bagiku untuk menolak permintaannya."

Ooh, terlepas dari apakah itu terkait dengan 'Game' Beelzebub-sama sebelumnya, atau penyelidikan Longinus, tampaknya Nakiri dirawat oleh Tiamat-san dan berhutang padanya. Tiamat-san berkata

"Kalau itu Ryuuta, maka dia harus bisa membantu kalian. Dan sebagai kepala klan Nakiri berikutnya, dia juga bisa mendapatkan beberapa pengalaman berharga. Ini rekomendasi manajer, oke?"

"Apakah Ryuuta adalah nama panggilan Nakiri?"

Aku prihatin dengan nama yang tidak dikenal ini dan memutuskan untuk bertanya kepada orang itu sendiri.

"...Tidak, [Ryuuta] sebelum aku punya nama [Ouryuu]... itu adalah namaku yang sebenarnya. Tia-san sangat menyukai nama itu, jadi karena itulah dia memanggilku dengan itu."

Aku mengerti, jadi nama [Ouryuu] adalah satu-satunya yang diberikan kepada orang yang mewarisi Hewan Suci dari klan tersebut.

"...Entah itu Ryuuta atau Kouchin, kamu sungguh punya banyak nama Nakiri."

Kataku. Setiap kali aku melihatnya, rasanya dia mendapatkan nama baru atau nama panggilan jadi aku bahkan tidak yakin harus kupanggil apa dia sekarang.

"...Nah, inilah nasib seseorang yang lahir dalam keluarga tua dan tradisional. Kamu bisa memanggilku mana yang paling mudah untukmu, Hyoudou-senpai."

Aku akan memanggil dengan [Nakiri] lalu, karena itulah yang termudah untuk diingat. Tanyaku pada Ravel

"Ravel, jadi Nakiri akan bergabung dengan kita?"

Aku sudah konfirmasi dengannya apakah kita bisa menyuruh Nakiri bergabung dengan kami sebagai anggota tim baru? Ravel mengeluarkan sebuah smartphone dari sakunya dan bersiap untuk mengambil foto saat dia mengarahkan kamera ke arah Nakiri.

"Baik sekali Nakiri-san, tolong izinkan aku mengukurnya sebentar."

Dia kemudian memfoto Nakiri. Ini adalah salah satu aplikasi yang diberikan manajemen kepada kami untuk turnamen ini. Dengan memulai aplikasi dan kemudian menggunakannya untuk mengambil foto, mungkin untuk memastikan dengan jelas nilai seseorang sebagai bidak (sesuai dengan patokan turnamen). Bahkan untuk Vampir yang biasanya tak bisa difoto, ternyata masih bisa berfungsi dalam kondisi tertentu. Setelah itu, hasil terpenting Nakiri terungkap dan Ravel tampak agak terkejut saat melihatnya.

"—Apa!? ...Ise-sama, kalau Nakiri-san dievaluasi sesuai tolok ukur turnamen sebagai [Pawn], maka itu [5]! Angka itu jauh lebih banyak dari perkiraanku...!"

"Manusia bisa mencapai [5]!?"

Aku juga sangat terkejut dan mau tak mau berteriak! Menurut tolok ukur [Pawn] World Tournament, ia benar-benar mendapat [5]! Nilai seperti ini bagi manusia sungguh mengejutkan. Aku juga belum pernah mendengar tentang dia yang memiliki Sacred Gear. Memang, dia layak bisa berdiri di pusat kelompok pengguna kemampuan khusus negara ini — pewaris klan Nakiri. Ada juga yang lain yang dikejutkan oleh berita ini — [Pawn] timku, Bova.

"...Anak laki-laki ini sebenarnya memiliki nilai lebih tinggi dariku!?"

Anak Tannin-ossan Bova memiliki nilai [3] ketika dinilai sebagai [Pawn]. Dengan standar turnamen, [3] sudah menjadi nilai yang sangat besar. Bagaimanapun, tolok ukur turnamen menjadi agak aneh setelah masuknya makhluk sekelas dewa.

"Baik Ise dan aku anak di bawah umur tujuh belas atau delapan belas tahun. Kamu tidak bisa menilai orang dengan penampilan mereka tahu, Bova?"

"Hmm, mmm, yang kamu katakan adalah.... [King]-ku, Xenovia-dono, dan semua orang, itu tidak sopan saat itu..."

Xenovia bisa mengatakan beberapa hal yang cukup persuasif. Apa yang dia katakan itu benar. Ravel menulis beberapa hal di buku catatannya saat dia berkata

"Namun, seperti yang dikatakan Bova-san, sungguh luar biasa bagi manusia untuk mendapatkan nilai keseluruhan [5] untuk patokan [Pawn] turnamen. Jika ini dihitung dengan [Evil Piece] normal, maka mungkin akan lebih tinggi lagi."

Sungguh orang yang luar biasa.... Dan kemudian, sekali lagi aku menyadari betapa monster [Pawn] dari tim Rias yang tak terbayangkan, Crom Cruach berada. Jika orang itu dievaluasi dengan sistem [Evil Piece], apalagi sebuah [Mutation Piece], mungkin saja tidak mungkin baginya untuk menjadi pelayan, kukira? Namun, dengan mengenalnya, dia tidak akan pernah menurunkan dirinya untuk menjadi Iblis reinkarnasi.... Apakah kekuatan Crom saat ini sudah jauh melampaui kekuatan Ddraig sebelum dia disegel? Orang itu tidak pernah dikalahkan dan terus berlatih.... Nakiri dengan sungguh-sungguh berdiri di hadapanku dan berkata

"Meskipun aku tidak memiliki rencana untuk bereinkarnasi sebagai Iblis, aku merasa sangat terhormat bisa bertarung di turnamen sebagai anggota tim Hyoudou-senpai. Karena aku bisa menyaksikan pertarungan kalian yang menghancurkan perubahan dari jarak dekat seperti itu, aku pasti akan melakukan yang terbaik sebagai [tinju] dari [Sekiryuutei of the Blazing Truth]."

Nakiri menundukkan kepala untuk menyatakan keinginannya untuk berpartisipasi. Xenovia juga berdiri di samping Nakiri dengan tangannya di bahunya. Dia lalu berkata kepadaku

"Ise, aku sudah pernah bertemu dengannya beberapa kali sebelumnya dan aku dapat mengatakan bahwa keahliannya sangat mencengangkan. Sebagai Ketua OSIS Akademi Kuoh saat ini, aku juga sangat merekomendasikannya."

Nakiri menatap Xenovia saat dia berkata

"...Kaichou, tolong jangan mengisarkanku seperti barang untuk dijual. Juga, tolong berhenti berdebat denganku untuk menghabiskan waktu ..."

...Sepertinya Xenovia merawat Nakiri dengan baik. Millarca-san yang berpakaian berlebihan itu lalu menimpali

"Aku juga ingin Ouryuu bergabung! Meski dia selalu melamun, dia sebenarnya anak yang sangat cakap!"

"...Millarca, hei, itu tidak dihitung sebagai dukungan. Dan bukankah kamu yang melamun?"

Setelah mendengar kata-kata teman sekelasnya, Nakiri tampak gelisah saat ia menekan tangannya ke dahinya. Dari perspektif guru, Rossweisse-san berkata padaku

"Hasil dan sikap akademis bisa Nakiri-kun sangat bagus. Jika bukan itu masalahnya, maka dia pasti sudah bisa menjadi anggota OSIS."

Dia selalu memiliki atmosfer ceria tentangnya, dan dia ahli dalam bidang akademis dan atletik.... Tapi, aku lihat, jadi Nakiri adalah bagian dari timku sekarang. Setelah ini dia harus memberi tahuku apa kemampuannya, meski aku agak senang memiliki pria dan junior lain di timku! Mayoritas timku adalah perempuan, jadi lebih bermanfaat untuk memiliki laki-laki yang dapat kukomunikasikan dengan mudah! Bova... meskipun dia laki-laki, dia bertindak seperti petugas jadi pasti ada jarak antara kita. Dia laki-laki yang baik. Bova dan Nakiri sepertinya berselisih satu sama lain.

"Hei, aku tidak bisa tutup mulut setelah mendengarmu mengatakan itu. Berani-beraninya kamu mendorongku ke samping untuk menyebut dirimu [tinju] dari [Sekiryuutei of the Blazing Truth]."

Agar Bova bisa tenang, aku berkata

"Tidak masalah. Bova, kamu umm ya.... aku akan senang kalau kamu bisa menjadi [taring]-ku. "

Dengan santai aku bilang—.

"—Apa!"

Lalu Bova tergerak untuk menangis! Dia sujud di lantai dengan bentuk naga mini!

"... aku sangat merendah. Mulai sekarang, Bova ini akan menjadi [taring] 'Tuanku' ...! "

...Serius, Bova selalu memiliki reaksi berlebihan terhadap semua yang kukatakan dan lakukan....

"Angkat kepalamu, Bova! Sudah kukatakan berkali-kali bahwa kamu tak perlu seperti ini!"

Di tengah adegan ini, Tiamat-san membenarkan bahwa percakapan kami sudah berakhir, dan kemudian berdiri untuk berjalan menuju pintu.

"Baiklah kalau begitu, aku tinggalkan Ryuuta di tanganmu, Ddraig. Aku menantikan kabar baik dari kalian. Ddraig, kalau kau berani melarikan diri lagi kali ini, aku akan memanggangmu bersama pemilikmu."

[...Kuh.]

Hei, Ddraig. Tiamat-san tadi bilang bahwa dia akan memanggangku juga...! Bagaimana ini akan berakhir!?

[...Maaf, hanya itu yang bisa kukatakan. Aku juga pernah muda...]

...Eh, jadi ini juga nasib yang datang dengan kekuatan Sekiryuutei. Oh yah, aku akan menyeberangi jembatan itu saat kita sampai ke sana.

[Uuu, partner. Maaf, aku sangat menyesal!]

Tidak masalah, aku juga memberimu banyak masalah karena [Oppai Dragon]. Kadang aku membuatmu menangis dan kambuh kembali menjadi anak kecil. Mungkin kesalahanku bahkan lebih buruk darimu.... Setelah Tiamat-san pergi, Ravel mulai melakukan berbagai konfirmasi.

"Nakiri-san, posisi seperti apa yang kamu inginkan dalam tim? Masih ada posisi cadangan [Rook] di tim. Ini cukup mudah untuk membuat perubahan posisi tergantung pada game, jadi bukan berarti itu akan diperbaiki setelah keputusan dibuat."

Ravel menunjukkan Nakiri daftar anggota, dan setelah melihatnya, Nakiri mengungkapkan senyuman tipis.

"Baiklah, aku memilih untuk menjadi [Pawn]. Aku mendengar bahwa Hyoudou-senpai awalnya bermula sebagai [Pawn], jadi, aku juga akan mulai dari sana."

...Hahaha, sebenarnya agak memalukan untuk dihormati seperti itu.

"Ise-sama, bagaimana menurutmu? Aku tidak punya masalah lain."

Aku segera menjawab pertanyaan Ravel.

"Aku juga baik-baik saja, maka, jadilah [Pawn]-ku, Nakiri."

"Ya. Baik! Aku akan melakukan yang terbaik sebagai [Pawn] Hybridou-senpai!"

Nakiri juga tampak bersemangat. Sekarang, aku ingin tahu kemampuan apa yang kamu miliki? Seperti ini, Nakiri menjadi [Pawn] timku. Selama tidak ada perubahan posisi, bidak [Pawn] dari timku terdiri dari Bova [3] dan Nakani [5]. Nakiri dengan sungguh-sungguh menunduk lagi. Dia benar-benar anak yang sopan dan baik.

"Begitulah, senpai-ku, maafkan etiketku, tapi tolong urus aku mulai sekarang."

Dan kemudian semua anggota merespon kali ini.

"Aku tidak pernah mengharapkan anggota OSIS baru bergabung, kami akan mengandalkanmu!"

"Tim ini akan menjadi agak hidup sekarang!"

Rossweisse-san tampak agak bermasalah.

"Sebenarnya ada dua anggota OSIS dalam tim... aku harus melapor kembali ke Keluarga Gremory yang mendukung sekolah nanti."

Karena kepala klan Nakiri berikutnya akan berpartisipasi dalam turnamen ini, itu adalah bonus bagi mereka. Namun, Tiamat-san mungkin akan mengurusnya.... Menyaksikan situasi saat ini, ada orang yang cemas. —Itu adalah Elmenhilde.

"U-Umm! ...A-Apakah aku masih belum bisa?"

Elmenhilde sudah menyatakan keinginannya untuk 'bergabung dengan tim' sebelum Nakiri. Meskipun Ravel mengizinkannya berlatih bersama tim, dia sama sekali tidak setuju dengan membiarkan dia bergabung dengan tim sebagai anggota.

"Elmenhilde-san juga akan dipertimbangkan. Tapi kalau aku tidak mendengar apa niat sejati dirimu, maka keputusan akhir tidak dapat benar-benar dibuat."

Sebagai tanggapan atas ungkapan 'niat sejati', Elmenhilde menjawab

"Demi golongan Carmilla, dan untuk tanah air."

"..."

Ravel tidak mengatakan apa-apa, dan hanya menunjukkan ekspresi terganggu. Ini mungkin hanya sopan santun karena Ravel sudah memastikan bahwa maksud sebenarnya ada di tempat lain. Pada pertemuan pertama kami, dia adalah seorang vampir berdarah murni yang agung, tapi dia hampir berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda pada saat berikutnya kami bertemu, dan bahkan nilainya pun telah berubah. Hal itu membuat orang-orang sangat penasaran ingin tahu apa yang telah terjadi. Ravel ingin memastikan keakraban Elmenhilde — juga tekadnya untuk berpartisipasi dalam turnamen. Sebelum itu benar-benar dikonfirmasi, dia tidak akan diizinkan untuk berpartisipasi. ...Aku juga ingin tahu apa niat sejati dia. Karena dia ingin bergabung dengan tim, aku ingin mendengar apa pendapatnya, meskipun itu hanya sebagian dari keseluruhan. ...Benar, aku harus bertanya kepada Millarca-san karena sepertinya dia kenal dengan Elmenhilde. Dan dengan tenang aku bertanya kepada Millarca-san

(Millarca-san, apakah kamu dan Elmenhilde saling mengenal?)

(Ya. Kami berbagi tanah air kami, dan kami sudah saling mengenal sejak kecil. Tapi aku tidak pernah membayangkan bahwa dia akan berubah banyak setelah tidak melihatnya untuk sementara.)

...Memang, dari perspektif seseorang yang mengenalnya sejak kecil, mereka merasa bahwa kepribadiannya telah banyak berubah. Mata merah di bawah kacamata tebal Millarca-san menunjukkan sedikit kesedihan.

(Niat sejati yang ingin diketahui Ravel-san adalah sesuatu yang masih disembunyikan Elme. Meskipun aku sadar, aku harap kamu bisa mendengarnya dari dirinya sendiri, Senpai.)

...Kukira sesuatu pasti terjadi di tanah air mereka. Dengan begini, sambil memikirkan rahasia yang disembunyikan Elmenhilde, kami menyambut Nakiri Kouchin Ouryuu sebagai anggota baru untuk tim kami pada waktu yang sama—.