High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 3

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Ini adalah gambar Ilustrasi yang disertakan dalam "High School DxD Jilid 3".


Life.0[edit]

Bagian 1[edit]

Halo semuanya. Ini Hyodou Issei. Ini sedikit mendadak........tapi semuanya, sekali atau dua kali, hal hal aneh pernah terjadi padamu di ranjang, kan?

Misalnya : terlambat karena alarm mati atau jatuh dari ranjangmu karena banyak bergerak selama tidur.

Dalam situasiku, sesuatu terjadi padaku yang jauh melebihi setiap prediksiku.

“Un.........”

Aku mendengar suara menggoda. Asalnya dari seseorang di dekatku.

Saat aku menoleh, orang tersebut adalah Onee-sama berambut crimson, Rias-Buchou. Majikanku adalah Iblis Kelas Tinggi.

Sejak beberapa hari yang lalu, dia memaksa dirinya ke rumahku dan mulai tinggal denganku.

Dia sepertinya sudah menyusup ke ranjangku tanpa kusadari........juga........dia telanjang......

Yah, aku sebenarnya tahu soal itu. Buchou bilang dia tidur sambil telanjang dan bahkan pernah melakukan hal yang sama saat aku tertidur di ruang kesehatan sekolah.

Kuu! Aku merasakan sensasi lembut di bagian kiriku!Ia tidur selagi menggunakan tubuh sebagai "guling peluk"

Aroma Buchou begitu merangsangku! Kenapa Buchou bisa beraroma senikmat ini!? Maksudku.........payudaranya benar benar menyentuh tangan kiriku! Tangan kiriku tersangkut di benda yang sangat lembut! Pahanya! Tangan kiriku menjadi "sandwich" diantara pahanya! “Sandwich Paha”! sungguh hal yang luar biasa!

Aku berada dalam situasi dimana aku tak bisa bergerak. Tidak......aku tak mau bergerak! Aku tak ingin menghentikan skenario mengenakkan ini!

Hal seperti ini terjadi hanya beberapa hari setelah dia mulai tinggal denganku! Kupikir akan terasa canggung tinggal bersama Buchou, namun jika hal seperti ini terus berlanjut..........aku tak keberatan! Banzai!

“.......Ara. Kamu sudah bangun?”

“Y-Ya. Sebenarnya, saat aku bangun............sudah seperti ini. Jadi aku tak tahu harus berbuat apa.”

Itulah yang sebenarnya kurasakan. Aku tak yakin harus berbuat apa. Dan karena Majikanku sudah bangun, aku semakin tidak yakin harus berbuat apa.

“Maaf. Aku jadi ingin tidur sambil menggunakanmu sebagai bantal peluk. Aku masuk kesini setelah kamu tidur.”

Hal seperti ini terjadi!? Aku tak memahami perasaan Buchou!? Buchou kemudian mulai memeluk bagian kiri tubuhku lebih erat. Uooooo!

“Kita harus apa? Mungkin akan bagus untuk tetap seperti ini sampai waktunya bangun.........Melakukan hal sedikit nakal mungkin cara terbaik berkomunikasi dengan budakku tersayang.”

Cup.

Buchou mengecup pipiku. Ke........kenapa Buchou begini menyayangiku? Apa hanya perasaanku atau Buchou jadi lebih menyayangiku sejak insiden Raiser!? Aku mendapat mimisan tiap hari........

“Umm Buchou.........aku laki laki...........jadi kalau kamu mengatakan hal seperti itu......”

“Apa kamu mau menyerangku?”

Buchou membalas dengan nada genit. Kenapa Buchou begitu handal dalam menstimulasi!?

“Tak apa apa. Aku akan melakukan apa saja untuk memuaskanmu.”

“.....!”

Terpikat oleh suara seksinya, pikiranku melayang entah kemana.

Ketuk. Ketuk.

Seseorang sedang mengetuk pintu.

“Ise-san! Sudah waktunya untuk latihan pagi!”

Suara Asia terdengar dari balik pintu.......waktu yang tidak tepat! Ini sangat gawat........Tidak. Ini bukan salah Asia!

Setiap pagi aku melakukan latihan rutin karena aku masih Iblis lemah.

Aku masih berlatih dibawah bimbingan Buchou. Asia mensupportku seperti manajer. Terima kasih banyak kalian berdua, Buchou dan Asia.

“Ise-san? Apa kamu masih tidur?”

“Tidak, aku sudah bangun. Tu-tunggu sebentar! Maksudku; bisakah kamu menunggu dibawah!?”

Ya. Aku tak mungkin menunjukkan situasi ini pada Asia. Asia mulai bersaing dengan Buchou sejak Buchou tinggal disini.

Aku tak tahu kenapa Asia bersikap seperti itu pada Buchou, namun Buchou menerima tantangannya. Meski, mereka biasanya mengobrol seperti gadis normal jadi hal itu bukanlah masalah serius. Pokoknya, bisakah kalian berdua akur........aku tak mau melihat dua gadis bertengkar.

“Asia, tunggulah sejenak. Ise dan aku harus bersiap siap.”

“.....!”

Buchooouuuu! Kenapa kamu memperburuk situasi!? Bahkan meski dari sisi pintu, aku bisa membayangkan Asia yang diam membisu.

GACHA!

Pintuku dibuka dengan keras! Asia kemudian melihat aku dan Buchou di ranjang. Mata Asia berair. Dia sepertinya sangat tidak senang........

Buchou memeluk lengan kiriku lebih erat setelah melihat wajah Asia. Umm, Buchou!?

“Selamat pagi, Asia.”

Buchou tersenyum. Asia, yang tampak marah, mulai bergetar. Dia kemudian menggenggam bajunya sendiri. Umm.......Asia-san?

“Aku akan telanjang juga! Aku tak mau ditinggalkan!”

“Asia!?”

Sepertinya hari ini juga akan dimulai dengan sejumlah stimulasi.

Bagian 2[edit]

“Itadakimasu[1].”

Waktunya sarapan. Buchou dan Asia tengah duduk di kedua sisiku.

Aku begitu beruntung bisa duduk diantara dua Bishojo! Itulah yang ingin kukatakan, tapi bukan itu tepatnya yang kupikirkan tiap hari. Bahkan hari ini, Asia nampak bad mood.

Wajar karena Asia, yang mantan wanita religius, melihat situasi itu dia pasti akan berpikir kalau itu “tak senonoh”. Tunggu.......lantas “aku akan telanjang juga!” yang dia katakan terdengar aneh.

Kenapa dia marah? Hmm, perasaan gadis memang susah dipahami oleh pria sepertiku.

Buchou, di sisi lain, sepertinya bersikap biasa saja dan makan dan mengobrol dengan bahagia dengan orang tuaku.

“Hmm, jadi Rias-san bisa memasak hidangan Jepang yang lezat?”

“Terima kasih, Otou-sama. Saya sudah lama tinggal di Jepang jadi saya sudah belajar banyak tentang memasak.”

Ya. Buchou yang membuat bagian sarapan yang tengah kami makan. Seperti telur goreng lezat yang sedang kulahap ini. Memang sangat enak!

“Ise, masih ada banyak. Makanlah dengan pelan.”

“Y-Ya, Buchou........”

Aku menyadari ini setelah Buchou tinggal denganku, tapi Buchou ahli dalam masakan Jepang, masakan barat, dan bahkan masakan Cina. Dia memiliki keahlian memasak yang luas dan bisa memasak dengan kualitas terbaik.

Kupikir dia tak ahli dengan hal hal ini karena dia seorang Tuan Putri. Tapi ternyata kebalikannya.

Dia tak hanya tinggal di Jepang saja,tapi dia bisa memasak, mencuci, dan bersih bersih.

“Aku tak suka kalau orang bilang aku tak bisa melakukan hal seperti ini karena aku seorang Tuan Putri. Aku juga bisa melakukan hal-hal yang aku ingin lakukan.”

Itulah yang dia katakan padaku; memang luar biasa! Aku sangat mengagumimu dari lubuk hatiku! Kamu sungguh hebat Buchou. Majikanku bahkan bisa diandalkan dalam pekerjaan rumah tangga!

Asia, yang memandang Buchou sebagai saingannya, mulai berkonsentrasi pada budaya Jepang setelah menyadari jarak diantara dia dan Buchou.

Tapi Asia juga hebat. Dia mempelajari sastra Jepang dalam waktu singkat. Dia sudah menguasai Hiragana dan Katakana dan sekarang berlatih membaca dan menulis Kanji.

Dia paham cara membaca Kanji dengan kerumitan rendah.

Semua ini mungkin karena kerja kerasnya dan bakatnya dalam belajar. Dia baru mulai sekolah namun dia tak mendapat masalah dengan matematika, sains, dan bahasa.

Juga, dia suka belajar yang menjadi alasan ia menjadi pembelajar cepat. Aku seharusnya menjadi pembimbingnya namun aku begitu menyedihkan.

Asia menyukai bersaing dengan Buchou.

Hmm. Asia hebat dari sudut pandangku karena etos kerjanya.......tapi kalau kalian membandingkannya dengan Buchou.......

Buchou masih beberapa kali lebih hebat. Rasa masakan Asia enak.......namun lawannya juga.......

aku meneguk Sup Miso. Ahh, sup miso yang Buchou buat ini sangat enak! Air mata mengalir di pipiku! Gadis yang jago memasak sungguh memikat hati! Khususnya kalau mereka adalah Bishojo dan Onee-sama maka aku takkan keberatan......

Tug.

Asia, dengan wajah kesal, mencengkeram bajuku dari bawah meja. Itu kebiasaannya yang hanya dia tunjukkan padaku.

Saat dia sedang bad mood, dia melakukan ini tanpa berbicara. Tapi, kebiasaannya ini sangat imut dan manis. Umm.......jadi adik perempuan bersikap seperti ini, ya?

“Oh, benar juga. Ise, semua anggota klub akan datang ke rumahmu hari ini.”

Ujar Buchou.

“Hah? Koneko-chan dan yang lainnya? Apa kita akan melakukan sesuatu di rumahku?”

“Ya. Aku bermaksud mengadakan semacam kegiatan klub disini.”

“Hah? Di rumahku?”

“Ingat? Pernah kukatakan sebelumnya. Ini waktunya sekolah membersihkan gedung sekolah lama. Mereka memanggil pembersih untuk membersihkan.”

Setengahnya bohong. Sebenarnya dia menggunakan familiarnya untuk membersihkan gedung. Dia mengatakan itu karena ada orang tuaku. Intinya adalah kegiatan Klub Penelitian Ilmu Gaib akan diadakan di rumahku.

Buchou membungkukkan kepalanya pada Orang tuaku.

“Maafkan saya, Otou-sama, Oka-sama.”

“Tak apa apa Rias-san. Kudengar kamu sudah mengurus Ise baik baik. Aku senang Ise punya banyak teman wanita.”

Ayah mengangguk oleh ucapan Ibu.

“Dia benar. Aku juga suka Matsuda-kun dan Motohama-kun, tapi kupikir lebih baik punya teman yang lebih aman. Kamu tak bisa menikmati masa mudamu dengan mengurung diri di kamar dan melakukan hal hal mesum.”

“Itu benar Otou-san. Matsuda-kun dan Motohama-kun anak anak yang baik namun mereka punya mata berbahaya. Memang, mereka siswa yang mesum jadi sudah jelas mereka memberi dampak buruk bagi Ise. Karena Asia-san dan Rias-san tinggal disini saat ini, aku tak ingin mereka datang ke rumah ini lagi, para gadis bisa tercemar oleh mereka.”

Mereka mengatakan sesuka hati tentang kalian berdua, Matsuda, Motohama. Aku tak bisa membela kalian karena ucapan mereka benar.

Tapi tahukah Ibu, sangat bagus mempunyai teman laki laki yang bisa diajak mengobrol bebas. Dan bagiku merekalah teman itu; itulah alasan aku masih hidup bahagia sampai sekarang.

“Jadi kita akan mengadakan kegiatan klub disini. Mohon kerjasamanya, Ise.”

aku berfikir bagaimana jadinya seperti ini.

Bagian 3[edit]

“......Dan ini foto Ise waktu dia masih di Sekolah Dasar.”

“Ara ara, jadi dia datang ke pantai sambil telanjang.”

“Hei, Akeno-san! Ibu! Apa yang ibu tunjukkan padanya!?”

Kegiatan klub, kan? Kegiatan klub yang seharusnya diadakan di rumahku hancur berantakan oleh album album yang dibawa Ibuku.

“.......Masa lalu Ise-senpai yang telanjang.”

“Kamu jangan melihat juga, Koneko-chaaaaaan!”

Ini yang terburuk! Itu objek yang membawa masa lalu memalukanku! Uwaaaaa, aku mau mati! Kupikir aku ingat Ibu mengatakan hal ini sebelumnya,

“Saat kamu punya banyak teman perempuan, Ibu akan tunjukkan album ini pada mereka.”

Ibu berpikir itu semua hanya akan berakhir sebagai mimpi karena aku tidak populer. Namun, hidupku berjungkir balik dan jadinya ya seperti ini.......sialan; mimpinya terkabul saat aku tak menginginkannya!

“......Ise kecil.”

Buchou, aku akan malu kalau kamu menatap gambarku waktu kecil seperti itu.......Hah? Umm......Onee-sama, kenapa pipimu nampak bersemu merah?

“......Ise waktu kecil.......Ise waktu kecil........Ise waktu kecil..........Ise waktu kecil.......”

Dia menggumamkan sesuatu dengan nada puas. Buchou, apa gambar masa kecilku cocok dengan seleramu? Apa Buchou seorang shota-con[2]? Aku belum pernah dengar hal semacam itu........

“Kupikir aku paham perasaan Buchou.”

Asia menggenggam tangan Buchou dengan mata berbinar binar.

“Jadi kamu juga paham perasaanku. Aku sangat senang.”

Hei, Hei, mereka berdua pergi ke dunia lain........Bahkan Kiba melihat album sambil tersenyum! Sial, kenapa aku merasa terganggu kalau hanya laki laki yang melihatnya!?

“Oi, Kiba! Jangan lihat!”

Aku mencoba merebut album dari tangan Kiba namun dia mengelak dengan ringan.

“Hahahahaha, jangan terlalu cemas. Biar aku menikmati album ini sedikit lebih lama lagi.”

Unnnnnn! Jangan menikmatinya! Aku melompat ke arahnya untuk merebutnya! Namun dia mengelak lagi seolah itu bukan apa apa! Sial! Dia menunjukkan perbedaan keahlian diantara kami di tempat ini!

Seperti bagaimana Asia memandang Buchou sebagai rivalnya, aku juga menganggap Kiba sebagai rivalku. Seperti bagaimana Buchou adalah sebuah rintangan yang menghalangi Asia, Kiba juga sebuah rintangan yang menghalangiku.

Tapi, suatu hari, aku pasti bisa melampauinya!

Sambil aku mencoba memakai trik baru, Kiba mulai menatap halaman tertentu. Ketimbang menikmatinya, dia sepertinya nampak terkejut. Aku mendekatinya dan melihat halaman yang sedang dia tatap. Itu adalah gambar saat aku masih TK.

Itu adalah gambar aku dan anak laki laki lain yang sebaya denganku bersama Ayahnya. Aku ingat anak ini. Dia anak yang pernah bertetangga denganku saat aku masih TK. Kami sering bermain "menjadi superhero" bersama.

Dia pindah ke negara lain sebelum naik ke kelas 1 Sekolah Dasar karena pekerjaan orang tuanya. Sudah lama aku tak melihatnya.

Tapi.......kenapa Kiba tertarik pada foto ini? Jangan jangan anak ini Kiba......?

Kiba menunjuk pada Ayah si anak di foto. Lebih tepatnya, dia menunjuk benda yang dibawa Ayah si anak itu,

sebilah Pedang.

Kupikir itu pedang palsu, namun Ayah si anak itu memegang Pedang Eropa tua.

“Apa kamu mengingat ini?”

Kiba bertanya dengan serius. Hei, nada suaramu berubah.

“Umm, tidak. Waktu itu aku masih kecil.......”

“Hal aneh terjadi rupanya. Sampai menemukannya di tempat semacam ini........”

Kiba mulai tertawa. Meskipun demikian, matanya berisi kemarahan yang membuatku bergidik. Foto inilah yang memulai insiden tertentu.

“Ini adalah Pedang-Suci.”

Life.1: Klub Penelitian Ilmu Gaib Memanas![edit]

Bagian 1[edit]

[BANG!]

Suara logam bertumbukan terdengar menggema sepanjang langit biru.

“Oke, biar kuambil yang satu ini.”

Aku dengan sukses menangkap bola kasti yang membubung dengan tangan bersarungku.

“Tangkapan bagus, Ise.”

Buchou tersenyum sambil mengacungkan jempolnya. Kami,Klub Penelitian Ilmu Gaib, tengah berlatih bola kasti di halaman belakang Gedung Sekolah Lama dimana tak ada rumput yang tumbuh. Bukan, ini bukan Pekerjaan Iblis.

“Minggu depan adalah ‘Turnamen Bola’ Akademi Kuou. Itu adalah pertarungan antar klub dan kita tak boleh kalah.”

Ujar Buchou dengan suara tegas. Ya, salah satu event terbesar sekolah. ’Turnamen Bola’, sudah dekat. Singkatnya, itu adalah event dimana kami memainkan Olahraga Bola, seperti Bola Kasti, Bola Sepak, Basket, dan Tennis. Pertandingan ini termasuk kontes antar kelas, antar gender,dan sudah jelas, ada juga antar Klub. Entah kamu tergabung dalam Klub atau tidak, itu adalah kontes Klub; Alaminya, Klub Penelitian Ilmu Gaib juga termasuk di dalamnya. Yang akan dimainkan antar Klub akan diumumkan pada hari H-nya. Meski jumlah anggota klub berbeda, pengaturannya sudah dibuat adil,setidaknya dari segi jumlah. Menurut pengumuman OSIS, beberapa Olahraga mungkin memerlukan lebih banyak pemain, jadi kami harus memastikan memiliki pemain cadangan. Dan hasilnya, kami memainkan Olahraga yang mungkin akan diselenggarakan. Hari ini kebetulan Bola Kasti. Memang, meski aku tak benci berlarian untuk senang senang, bagi orang sepertiku yang berlatih keras di pagi hari, staminaku habis sepanjang hari. Latihan pagi hari, Pelajaran di Sekolah, dan Pekerjaan Iblis di malam hari......jujur saja, takkan mengejutkan kalau aku akan tewas......menjadi Iblis adalah satu satunya alasan aku masih hidup sampai hari ini.

“Latihan memukul sudah beres sekarang. Kalau Bola Kasti, maka Koneko akan jadi pemukul keempat.”

“.......Paham.”

Memang alami bagi si gadis bertenaga raksasa, Koneko-chan, menjadi pemukul keempat. Tak perlu protes tentang itu. Bahkan kalau kami mengadakan voting, Koneko-chan akan menang.

“Sekarang! Kita akan mempelajari Knock[3]! Baiklah semuanya! Kenakan sarung tangan kalian dan menyebar!”

Buchou sangat bersemangat. Dia begitu enerjik dan bergairah sampai dia kelihatan seperti terbakar.

“Ufufufu. Buchou suka dengan hal seperti ini.”

Ujar Akeno-san sambil tertawa kecil.

“Kupikir aku paham. ’Onee-sama’ku benci kekalahan.”

“Ya, itu benar. Tentu saja, tak mungkin kita kalah kecuali kalau kita membuat kesalahan.”

Aku setuju. Sebagai Iblis yang pada dasarnya lebih kuat dari manusia, di hari Olahraga kami harus menahan diri. Alaminya, kami tak akan mendapat kesulitan. Disamping itu, kami harus mempelajari aturan dan fitur Bola Kasti. Itulah alasan Buchou menyuruh kami semua latihan.

“Meski otakmu sudah paham, tubuhmu juga harus.”

Ujar Buchou. Semangatnya sangat tinggi. Itulah Buchou kami, secara teori dan praktek. Tak peduli keunggulan fisik kami, hal itu perlu karena kami tak mengetahui apa yang akan terjadi.

“Ini, Asia! Terimalah!”

[KLANG!]

Buchou memukul bola ke arah Asia.

“Haaan! Auuu-auuuu-auuuu........ahh!”

Bola itu lewat sepanjang celah kaki Asia. Tak perlu dikatakan, keahlian Olahraga Asia dibawah rata rata. Kadang kadang, dia bahkan terpeleset tanpa sandungan apa apa.

“Asia! Kalau kamu gagal menangkapnya, kejarlah bola itu!”

“Y-Ya!”

Sejak insiden Raiser, Buchou mulai menaruh perhatian besar pada pertandingan. Dia sepertinya sangat menyesali kekalahannya pada Raiser. Namun, sudah jelas kalau kami kalah unggul. Tapi fakta kalau kami kalah sudah merusak harga diri Buchou.......dia sudah mengatakan kalau dia ingin menang.........kalau saja aku lebih berguna waktu itu.......

“Selanjutnya Yuuto! Ini!”

[KLANG!]

Buchou memukul bola ke arah Kiba. Ini harusnya gampang buat Kiba, dia adalah pelari tercepat di kelompok kami. Dia memang serba bisa—setidaknya itulah yang kupikirkan.....

“.....”

[BUAKK!]

Kiba hanya berdiri di sana seperti orang idiot dan terkena bola. Hei hei hei!

“Kiba! Jangan Cuma berdiri saja!”

Aku meneriaki Kiba. Dia kemudian melihat ke arahku dengan ekspresi kebingungan.

“.......Aah, maaf. Aku kurang memperhatikan.”

Kiba memungut bola dan melemparnya kembali ke Buchou. Buchou menangkap bola sambil mendesah.

“Yuuto, ada apa denganmu? Akhir akhir ini sikapmu aneh. Tak seperti kamu yang biasanya.”

“Maaf.”

Kiba meminta maaf dengan tulus. Buchou benar. Pria ini akhir akhir ini terus berpikir serius. Bahkan sepanjang diskusi Klub Penelitian Ilmu Gaib, pandangan matanya mengarah entah kemana dan tak fokus. Aku juga dengar kalau hal itu menjadi topik panas di ruang kelas, ’Sang Pangeran tengah Berpikir serius’. Para gadis menjadi khawatir dan senang melihat ekspresinya. Mati sana, orang tampan!—itulah yang biasanya kupikirkan......tapi kupikir sikapnya memang aneh belakangan ini. Pria ini selalu tersenyum sampai aku merasa ada yang aneh dengannya.......kalau intuisiku benar, dia mulai bersikap aneh setelah kami mengadakan ‘Aktivitas Klub’ itu di rumahku. Apa soal foto itu? Dalam pertarungan Raiser, suaranya berisi kebencian ketika dia berbicara pada [Kuda] musuh. Mungkin, Kiba menjadi seperti ini karena ‘Pedang Suci’. Tapi itu ya itu; sekarang ini kami harus bekerja keras untuk ‘Turnamen Bola’.

“Hmmmmm......”

Ooh, Buchou membaca manual Bola Kasti. Buchou cenderung membaca saat ada sesuatu. Dia cukup kutu buku juga. Di rumah dia juga suka membaca buku buku rumit.

“Ara ara, ngomong ngomong, Ise-kun, apa kamu tahu?”

Tanya Akeno-san.

“Tahu apa?”

“Akhir akhir ini, Buchou mulai membaca buku petunjuk cinta.”

“......Petunjuk cinta!?”

A-Aku cukup kaget.......sampai Buchou membaca buku petunjuk cinta........apa ini artinya dia menemukan orang yang dia sukai?.......Buchouku.......disentuh oleh laki laki lain.......tidaaaaaak! aku tak ingin memikirkan hal itu! Saat aku menaruh tanganku di kepalaku dalam shock, Akeno-san mulai tertawa.

“Ufufufu, Ise-kun, kamu tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Takkan apa apa. Mustahil Buchou memiliki kekasih selagi kamu tidak ada.”

“A-Apa iya? Aku akan percaya padamu. Ahh, kalau Buchou dapat kekasih maka aku akan mati......”

“Kalau Buchou mendengarnya, dia pasti akan sangat shock. Ufufufu, ini pertamakali baginya. Sepertinya kamu akan sibuk, Ise-kun.”

“?”

Sambil tak memahami apa yang Akeno-san ingin katakan, tak masalah bagiku selama Buchou tak jatuh cinta dengan laki laki lain.

“Oke, kita lanjutkan!”

Buchou mengayunkan pemukulnya sekali, dan latihan dilanjutkan kembali.

Bagian 2[edit]

Istirahat siang, esok hari.

“Turnamen Bola” semakin dekat. Hari ini mungkin kami harus berlatih keras juga. Kami diberitahu untuk datang ke ruang Klub setelah istirahat siang. Mungkin, ini akan jadi pertemuan terakhir kami, Buchou sungguh serius.

“Ke Ruang Klub hari ini juga?” Tanya Matsuda sambil mengunyah roti rasa karenya.

“Iya, latihan untuk turnamen.”

“Hah......Klub Penelitian Ilmu Gaib berlatih memainkan bola. Tapi......semua orang di Klubmu jago Olahraga kan?”

“Iya.”

Bagaimanapun juga kami adalah Iblis. Dibandingkan manusia,kami lebih kuat.

“Ise.Kamu harus hati hati. Ada rumor buruk tentangmu.” Ujar Motohama sambil membetulkan kacamatanya.

“Ap.....apa yang kamu bicarakan?”

“Si Hewan Buas Ise, bermain main dengan Bishojo. Dia bermain main dengan Rias-senpai dan Himejima-senpai. Dia memaksa mereka melakukan tindakan seksual dan jahat melawan kehendak mereka. ’Fufufu, sang Ojou-sama terhormat tengah membuat wajah genit untukku! Dasar babi!’ kemudian kamu melecehkan mereka dengan ucapan dan kekerasan.”

“Heeeeeeeeei! Apa apaan itu!?”

Aku berteriak karena rumor sinting itu. Tentu saja! Apa apaan itu!?

“Ada lagi. Si hewan buas akhirnya mengarahkan taring liarnya pada sang maskot sekolah, Koneko-chan,yang memiliki tubuh loli. Kemudian ia melakukan hubungan seksual yang bisa mematahkan tubuhnya dengan mudah. Ia memangsa tubuhnya yang belum tumbuh. ’Senpai.......tolong hentikan.....’ Namun ucapannya sia sia bagi si Hewan Buas. Hasrat seksualnya kemudian mencapai sang Malaikat yang baru pindah ke sekolah kita; dia menyerang Asia-chan di hari pertamanya. ’Aku akan mengajarimu tentang budaya Jepang dengan pelajaran sepulang sekolah istimewaku. ’ Ia membuat sang Malaikat jatuh ke jurang terdalam.......kamu membawanya ke rumahmu. Neraka tanpa akhir terus berlangsung di ruangan kecilmu. Perburuan Bishojo sang Sadis Ise takkan berakhir......Yaa, anggap saja seperti itu.

“......Apa kamu serius? Jadi semua orang memandangku seperti itu?”

Aku melempar pandanganku ke penjuru kelas. Aku mungkin salah namun aku merasa seolah semua orang memandangku layaknya Hewan bernafsu tinggi.......Ugh! itu hanya imajinasiku! Aku hanya berimajinasi! Sialan! Siapa yang menyebarkan rumor tentangku!?

“Sebenarnya, kami yang menyebar rumor itu.”

“Iya.”

Motohama dan Matsuda mengaku tanpa rasa bersalah. Itu pasti bohong kan!? Orang orang ini adalah temanku!

[BUAKK!][BUGHH!]

Aku memukul mereka tanpa kata kata! Tentu saja! Biang keladi sialan ini!

“Itu sakit, dasar sadis!”

“Ya, jangan melampiaskannya pada kami, hewan buas!”

“Jangan main main denganku! Menyebarka rumor tentangku!? Kalian! Apa kalian ingin mati, yang benar saja!?”

“Hm......kami akan gila oleh kecemburuan kalau kami tak melakukan hal seperti itu.”

“Hahaha! Lebih tepatnya kepala kami sudah dibuat menggila!”

“Menyesallah sedikit! Apa kalian mau menghancurkan kehidupan sekolahku!?”

“Ngomong ngomong, ada juga rumor tentang kamu dan Kiba menjadi pasangan gay.”

“Hasrat seksual si Hewan Buas akhirnya mencapai sang Pangeran Sekolah! Kami menyebarkan itu juga.”

“Dan itu sangat populer di kalangan wanita.”

“Kyaaa! Siapa yang berada di atas dan siapa yang memasukkannya?”

“Mati sana! Pokoknya mati sana!”

Mereka teman terburuk yang pernah ada! Sial! Kalau aku tak lama mengenal mereka, aku akan menghajar mereka habis habisan! Mereka berdua memang sial! Hah......

Setelah makan siang yang menyenangkan dengan teman temanku, aku harus pergi ke ruang klub. Aku pergi setelah menaruh kotak makan siangku di tas. Dimana Asia? Oh,dia sedang makan siang dengan gadis lain di sudut kelas. Aku senang dia sudah kerasan. Dia pernah bilang kalau dia sudah dapat teman.

“Maaf Matsuda dan Motohama, aku harus pergi ke Ruang Klub sekarang.”

“Oh,kamu bekerja keras. Baguslah kalau begitu.”

“Apa kamu menyukai Olahraga?”

“Apa boleh buat. Itu perintah Buchou. Dan karena sudah berlatih, aku pasti akan memenangkannya.”

“Enerjik juga. Belakangan ini kamu hanya bersemangat dengan hal hal porno.”

“Kamu benar benar berubah. Apa kamu salah makan? Apa hidupmu benar benar berubah saat melihat payudara betulan?”

“Memang, berapa kalipun kalian melihat payudara betulan, terasa sangat menyenangkan.”

“Mati sana!”

“Mati sana!”

Hmph! Bencilah aku sepuas puas kalian! Selagi kalian terus menggosipkan aku, aku akan bisa melihat payudara Buchou! Tapi......apa aku memang berubah? Sungguh? Memang.......aku memang berubah menjadi Iblis.

“Hei Asia, selesai makan siang?”

“Asia, kekasihmu memanggil tuh.”

Si gadis berkacamata yang duduk di dekat Asia, Kiryuu Aika, mengatakan itu dengan wajah cabul.

“K-K-K-Kekasih!?”

Gelagapan. Aku belum pernah melihatnya seperti ini sebelumnya. Memang, gadis manapun akan gelagapan kalau seseorang menyebut teman laki laki terdekatnya sebagai ‘kekasih’.

“Eh? Apa aku salah? Tapi kalian berdua selalu bersama, jadi kukira kalian berdua berpacaran.”

“I-I-Itu, auu.......”

Wajah Asia menjadi memerah padam. Kalau kamu mengatakan hal seperti itu di ruang kelas, semua orang akan melihat ke arahmu.......dan aku akan merasa malu!

“Hmmm,apa iya? Kalian terlihat seperti pasangan kekasih. Kalian selalu bersama dan rukun sekali,agak mirip kombinasi. Kalian juga tinggal bersama atas izin Orangtuamu kan? Pria muda dan gadis yang tinggal seatap.Itu akan.......mufufufu. Ngomong ngomong,aku yang memintanya melakukan ‘mandi bersama’! Jadi!? Apa kamu menikmatinya!?”

“Jadi kamu ya! Apa maksudmu kombinasi!? Jangan bicara seolah kami robot yang bisa berkombinasi! Itu tidak sopan! Memang.......aku ingin melakukan hal seperti itu, tapi aku tak bisa melakukannya pada Asia!”

Itu benar! Akulah orang yang harus melindungi Asia! Jadi aku tak boleh melakukan hal seperti itu!

“Hmm. Itu aneh.Asia su......Mugah!”

Asia menutup mulut Kiryuu dengan kedua tangannya.

“Aaaaah! Tolong hentikan itu,Kiryuu-san!”

Asia...? aku belum pernah melihat wajahnya semerah ini......matanya juga berair. Apa Kiryuu memegang rahasia yang Asia tak ingin kuketahui? Hmmm.........itu mungkin obrolan wanita jadi sulit bagiku untuk ikut campur.

“Yang pasti, Asia. Kita disuruh pergi ke ruang Klub jadi ayo pergi.”

“Oke!”

Asia masih belum tenang. Memang, mendiskusikan hal semacam itu terlalu menstimulasi baginya melihat bagaimana cara dia dibesarkan. Bahkan aku akan merasa malu kalau disebut sebagai kekasihnya.........Tapi,kalau Asia memang kekasihku,maka hidupku akan bahagia. Namun,saat ini, aku punya perasaan kuat untuk melindungi Asia. Aku tak bisa melanjutkan hidupku tanpa Asia lagi. Senyum Asia sudah menjadi bagian hidupku. Berpikir tentang hidup bahagia, kami sampai ke ruang Klub.


Bagian 3[edit]

Tak lama setelah sampai ke ruangan, semua orang sudah hadir........dan beberapa yang bukan anggota Klub.

“.....!” aku terkejut oleh orang di kursi tamu.

“Seito-Kaichou[4]......”

Itu benar; di kursi tamu adalah Seito-Kaichou dari Akademi Kuou. Presiden sangat cantik dan langsing dengan atmosfir dingin dan tegas di sekelilingnya. Meski dia sangat cantik sampai tak kelihatan seperti Orang Jepang ,namanya adalah Shitori Souna, siswa kelas 3. Popularitasnya peringkat ketiga di sekolah. Alaminya Buchou dan Akeno-san di peringkat pertama dan kedua. Juga, atmosfir menyeramkannya membuat orang menjaga jarak darinya. Atmosfir itu sendiri disebabkan oleh tatapan hebat dan mata tegasnya. Dia lebih populer diantara siswa perempuan ketimbang siswa laki laki, mungkin melebihi Buchou dan Akeno-san dalam hal ini.

Melihat lebih seksama, ada satu anggota OSIS yang tengah bersamanya.

“Oh, jadi kamu tak menyebutkan kami pada Hyodou, Rias-senpai? Aneh kalau tak menyadari, kalau kita sama sama Iblis.”

Bukankah pria itu yang akhir akhir ini masuk sebagai sekretaris OSIS?

Presiden menjawab dengan tenang pada pria sekretaris itu,

“Saji, apa boleh buat karena kita jarang saling melakukan kontak secara normal. Juga, belum lama sejak dia menjadi Iblis. Jadi reaksi Hyodou-kun itu sudah lumrah.”

A-Apa!? Dari caranya menjelaskan, apa anggota OSIS juga......? selain Klub Penelitian Ilmu Gaib, masih ada Iblis yang lain? Akeno-san kemudian menjelaskannya padaku,

“Sang Presiden, Shitori Souna-sama, nama aslinya adalah Sona Sitri. Dia adalah Iblis kelas tinggi, dan pewaris selanjutnya dari keluarga Sitri.”

I-Iblis kelas tinggi!? Dan keluarga Sitri!? Aku tak yakin apa itu, namun aku tahu kalau itu adalah Keluarga penting seperti Gremory dan Phenex! Wha........aku dibuat membisu. Cukup mengejutkan untuk mendapati kalau ada Iblis lain di sekolah ini!

Akeno-san menjelaskan lebih jauh.

“Keluarga Sitri adalah satu dari 72 pilar yang bertahan dari Peperangan Besar, seperti Keluarga Gremory dan Phenex. Sekolah ini dikendalikan oleh Keluarga Gremory, namun sepanjang pagi menjadi urusan OSIS.........dengan kata lain, keluarga Sitri. Waktu kepengurusan berganti antara pagi dan malam.”

Begitukah.......jadi para anggota OSIS adalah........

Si Pria sekretaris kemudian mulai berbicara.

“Kalian bisa merasakan kehidupan sekolah yang damai karena Presiden dan para budak Sitri bekerja sepanjang pagi. Takkan rugi untuk mengingatnya, tahu? Ngomong ngomong, namaku adalah Saji Genshirou. Siswa kelas 2 dan ‘Pion’ dari presiden.”

“Ooh, kita berdua di angkatan yang sama dan sama sama ‘Pion’.”

Sungguh pertemuan tak terduga! Aku merasa sedikit senang karena ada ‘Pion’ lain yang satu angkatan denganku! Si pria sekretaris, Saji, membuat reaksi tidak senang dan mendesah.

“Sebenarnya........kamu merusak harga diriku. Sampai kamu........satu dari trio mesum adalah Pion sepertiku......”

“A-Apa katamu!?”

Si brengsek ini! Tepat ketika aku berpikir kalau kita bisa saling mengenal!

“Oh! Kamu mau melawanku? Meski aku terlihat begini, aku adalah Pion yang sudah mengkonsumsi 4 bidak Pion. Bahkan meski aku baru tereinkarnasi, aku takkan kalah pada orang seperti Hyodou.”

Saji memprovokasiku namun Presiden memelototinya dengan tajam.

“Saji, hentikan itu!”

“Ta-Tapi Presiden!”

“Alasan kita datang kesini adalah memperkenalkan budak baru kami.......karena kami sesama Iblis kelas tinggi yang menggunakan sekolah ini sebagai markas. Dengan kata lain, ini adalah pertemuan untuk mengenalkanmu pada budak Rias,Hyodou-kun dan Asia-san. Kalau kamu budakku, maka jangan permalukan aku, apalagi.........”

Presiden menatap ke arahku.

“Saji, kamu takkan bisa menang melawan Hyodou-kun saat ini. Dialah orang yang mengalahkan putra ketiga Phenex. Mengkonsumsi 8 bidak Pion bukan hanya untuk tontonan.”

“8 bidak!? Tunggu, jadi dia orang yang sudah mengalahkan Phoenix!? Sampai dia mengalahkan Raiser........kupikir Kiba atau Himejima-senpai yang sudah menyelamatkan Rias-senpai........”

Tunggu, apa? Apa yang mereka sedang bicarakan? Juga, bisakah kamu menatapku dengan mata aneh itu? Aku bukan binatang di pertunjukan kebun binatang.

Presiden membungkukkan kepalanya tanda meminta maaf.

“Maaf, Hyodou Issei-kun, Asia Argento-san. Budakku belum mengalami pertarungan sebanyak kalian berdua, jadi mohon maafkan sikapnya. Kalau tak apa apa,bisakah kalian rukun dengannya?”

Ujar Kaichou pada kami dengan tersenyum. Kupikir kamu akan menganggapnya senyum dingin. Aku tak merasakan hawa permusuhan dari senyumnya jadi dia mungkin tipe orang yang tersenyum seperti ini.

“Saji.”

“Eh? Y-Ya! Mohon kerjasamanya.......”

Saji membungkukkan kepalanya dengan ragu ragu. Dia sepertinya tidak puas.

“Ya.Mohon kerjasamanya juga.”

Asia membalas balik dengan senyuman lebar, sungguh anak yang baik.

“Kalau Asia-chan, maka aku pasti akan senang!” Saji menggenggam tangan Asia dengan sikap berbeda dengan tadi.

Si......si brengsek ini! Aku melepas tangan Saji dari Asia, dan menggenggam tangannya dengan cengkeraman kuat.

“Hahaha! Saji-kun! Mohon kerjasamanya juga! Juga,aku akan benar benar membunuhmu kalau kamu berani menyentuh Asia. Oke, Saji-kun!?”

Ujarku dengan senyuman palsu. Dia kemudian menjawab dengan senyuman dan memegang tanganku dengan lebih kuat.

“Ya! Ya! Mohon kerjasamanya Hyodou-kun! Memiliki Bishojo pirang buatmu sendiri! Kau benar benar sadis-kun! Waw, kuharap ada hukuman dewa datang padamu! Kuharap badai halilintar menghajarmu saat pulang nanti!”

Kami membuat komentar negatif terhadap satu sama lain. Ini pasti kelihatan aneh. Tapi aku tak bisa memaafkan pria ini! Dia berbeda dari Kiba tapi aku tak tahan dengan orang sepertinya! Aku benar benar ingin menghajarnya! Takkan kubiarkan dia hidup kalau berani menyentuh Asia!

“Pasti sulit.”

“Sama juga denganmu.”

Buchou dan Presiden mendesah sembari melihat kami.

“Cih.Anggota OSIS jauh lebih kuat dibanding anggota klubmu.” Ujarnya sambil melepaskan tanganku.

Begitulah anggota OSIS dalam keluarga Presiden sebagai budak........

Kaichou meneguk teh hijaunya dan berbicara dalam suara kecil.

“Aku menyukai sekolah ini. Kupikir pekerjaan OSIS sangatlah penting. Karena itu aku takkan memaafkan siapapun yang merusak kehidupan damai di sekolah ini. Entah mereka manusia atau Iblis. Ini berlaku untuk kalian semua, termasuk Rias.”

Aku segera paham kalau kata kata itu diarahkan pada para Iblis baru: aku, Asia, dan Saji. Dengan kata lain, dia takkan mengampuni siapapun yang mengacau di sekolah ini. Orang ini sangat mencintai Akademi Kuou. Tak mengherankan kalau dia menjadi Presiden.

“Kupikir perkenalanku ini sudah cukup bagi para orang orang baru. Kami mohon pamit. Ada dokumen yang harus kuselesaikan sepanjang istirahat siang.”

Presiden bangkit dan mulai pergi.

“Presiden........bukan, Souna Sitri......sama. Mohon kerjasamanya.”

“Y-Ya! Mohon kerjasamanya juga!”

Asia dan aku membungkuk mengucap salam pada Presiden.

Kami menyapanya sebagai Iblis baru. Dia adalah Iblis kelas tinggi dan kenalan Buchou. Biarpun budaknya seperti “itu”, ini adalah hal yang jelas harus dilakukan sebagai budak keluarga Gremory.

“Ya, mohon kerjasamanya juga.” Kaichou membalas dan tersenyum pada kami. Kaichou berujar pada Buchou sebelum meninggalkan ruangan, ”Rias, aku akan menantikan ‘Turnamen Bola’ itu.”

“Ya, aku juga sama.”

Buchou tersenyum balik dan Presiden meninggalkan ruang. Oh, aku sadar kalau mereka berdua dekat. Dia mungkin sudah membantu kami dalam perseteruan diantara dua keluarga lama.....tapi.....tak segampang itu memahami masalah para Iblis bangsawan. Atau mungkin dia percaya kalau Buchou bisa menyelesaikan masalahnya sendiri?

“Ise, Asia, rukunlah dengan Saji-kun. Kalian akan menemui anggota OSIS yang lain, tapi jangan bertengkar dengan mereka. Kita semua sama sama menikmati kehidupan sekolah, oke?” Ujarnya dengan tersenyum lebar.

“Baik!”

Kalau dia mengatakan itu, maka akan kudengarkan tanpa komplain! Aku takkan bertengkar.......meski pria itu sangat menyebalkan!

Di sisi lain..........sampai ada Iblis yang lain di sekolah ini.......ternyata ada lebih banyak rahasia di sekolah ini dari bayanganku.


Bagian 4[edit]

[BANG!][BANG!]

Suara tembakan menandai dimulainya Turnamen Bola. Menurut ramalan cuaca, sore hari nanti akan hujan. Mohon jangan hujan sampai turnamen ini selesai!

“Tsukamoto-kun dari ‘Klub Penelitian Manga’, Hashioka-sensei tengah memanggilmu. Mohon datang ke ruang Guru segera.”

Sistem interkom terus membuat pengumuman tanpa ada habisnya. Anggota klub kami sudah berganti dengan seragam Olahraga dan dengan sabar menunggu di satu tempat. Pertandingan antar Klub berada di akhir Turnamen. Pertama, akan ada Pertandingan antar kelas. Aku ingat kalau kelasku akan ikut serta dalam Bola Kasti. Asia dan aku juga harus ikut serta. Latihan yang klub kami lakukan sepulang sekolah tidaklah sia sia.

Selanjutnya adalah pertandingan terpisah untuk pria dan wanita. Dan akhirnya, di siang hari akan diadakan Pertandingan antar-klub. Aku tengah melakukan pemanasan ringan, Asia tengah melakukan peregangan dengan bantuan Akeno-san,Koneko-chan tengah duduk diatas tikar plastik sambil membaca buku petunjuk, dan Kiba.......masih memikirkan sesuatu. Dia tampak melamun sambil menatap langit. Buchou sendiri pergi untuk mengecek Olahraga untuk pertandingan antar-klub. Oh, dia sudah kembali. Dia tersenyum lebar.

“Fufufu, kita sudah memenangkan pertandingan ini.”

“Buchou, Olahraga apa?”

“Bola Hindar!”

Entah kenapa aku mendapat firasat buruk.


Bagian 5[edit]

“Buchou! Kamu pasti bisa!” aku menyorakinya dari tribun lapangan tenis.

Kurasa aku mau menangis.Buchou dalam seragam tenis! Rok-mininya menampakkan paha yang sangat menakjubkan! Buchou tengah mewakili kelas seniornya melawan kelas senior lain.

[TOK!]

Buchou tengah mempermainkan lawannya dengan gerakan lembutnya, namun lawannya juga cukup bagus!

“Kaichou-samaaaaaa! Kyaaaaa!”

Para gadis berteriak dengan suara girang. Ya, lawan Buchou tiada lain adalah Presiden OSIS, Shitori Souna-senpai.

“Ufufufu, sungguh hebat kita bisa menonton pertandingan antar Iblis kelas tinggi di tempat seperti ini.”

Akeno-san juga senang menontonnya di sampingku. Seperti yang dia katakan. Aku tak pernah mengira kalau akan ada pertandingan antar Iblis kelas tinggi disini. Dan mereka berdua tak menahan diri. Mereka serius dalam memukul bola dengan raket mereka.

“Aku datang, Sona!”

“Ya,lakukanlah, Rias!”

Mereka berdua saling bertukar kata seperti itu, dan mereka berdua sangat antusias. Terlihat seperti manga komedi-olahraga! Bahkan aku merasa terbakar hanya dengan melihat mereka!

“Kaichouuuuuuuu! Mohon menangkanlaaaaaaaaah!”

Ah, Saji juga menyoraki di tribun berlawanan dariku. Dia bahkan mengayunkan bendera yang tertuliskan “OSIS” padanya. Wow, dia nampak sangat bersemangat!

“Rasakan ini! Bola putar gaya Shitori!”

Bola yang Kaichou pukul menyerbu langsung ke arah Buchou.

“Jangan naif! Rasakan ini serangan balasan Gremory!”

Buchou mencoba memukulnya balik dengan raketnya, namun bola mengubah arahnya dan jatuh! Uoooo! Apa bola itu diperkuat sihir!?

“15-30.”

“Tidaaaaaaak, itu poin Kaichou!”

“Kerja yang bagus Souna. Itulah yang kuharapkan dari rivalku.”

“Ufufu. Rias, kamu belum lupa kalau yang kalah harus membayar udon dengan seluruh toppingnya di Kobashiya,bukan?”

“Tentu saja belum. Akan memalukan kalau kamu mencicipi itu sebelum aku. Karena itulah aku pasti menang! Apa kamu tahu kalau aku punya 108 gaya Bola sihir!?”

“Kuterima tantangan itu! Aku akan memukul balik semua bola yang masuk dalam ‘Zona Shitori’ku.”

Aku tak paham kenapa mata mereka membara.......Tapi Tuan Putri, kenapa hal yang kalian pertaruhkan sangat..........biasa? mungkin itu menjadi selera Buchou dan Kaichou. Mungkin karena mereka sudah lama tinggal di dunia manusia mereka mulai bersikap seperti manusia dan mengadaptasi tradisi mereka.


Pada akhirnya pertandingan antara Buchou dan Kaichou berlangsung begitu lama sampai raket mereka hancur dan mereka berdua menjadi juara pertama. Memang, tentu saja, raket normal akan patah kalau kalian melakukan duel habis habisan seperti itu.

Dan Turnamen berpindah ke Pertandingan antar-Klub........


Bagian 6[edit]

“Bloo........Bloomer.....”

Aku sangat terkejut setelah melihat apa yang Asia kenakan. Itu bukan seragam Olahraga sekolah namun Bloomer! Sebelum awal pertandingan antar klub,Asia mendadak lenyap,dan kemudian dia kembali sambil mengenakan Bloomer.Oooo.......kakinya yang putih........pahanya! Astaga! Dia punya kaki yang bagus seperti biasa! Asia tampak malu malu dengan wajahnya tersipu merah.

“.........Ummm........kudengar dari Kiryuu-san. Kalau seragam yang cocok untuk Bola Hindar adalah Bloomer.......Da.......dan, juga Ise-san akan senang kalau aku mengenakan ini........”

Ki........Kiryuuuuuu! cewek sialan itu! Kenapa dia bisa bisanya mengajari Asiaku yang imut hal menakjubkan.......bukan, maksudku hal memalukan ini! Sial! Kiryuu,juga dikenal sebagai “Biang-Keladi”, tindakannya sungguh mengguncang hatiku!

“Kamu tak menyukainya?”

Asia bertanya padaku dengan suara malu malu sambil melihatku!...........aku merasa ada sesuatu yang terbakar dalam diriku.

“Tidak, tidak. Itu sangat hebat, Asia. Terima kasih banyak. Terima kasih banyak!”

Aku menggenggam tangan Asia dan terus berterima kasih padanya. Tapi Asia sendiri tak paham apa yang sedang terjadi.

“Tingkatkan semangatnya, kalian berdua.”

Buchou masih enerjik bahkan setelah tennis menegangkan itu. Tapi,aku sendiri juga bersemangat!

“Osu! Aku bersemangat dengan melihat Bloomer Asia! Karena itulah, aku tak akan kalah!”

“Balasan bagus,Ise! Aku akan memberimu hadiah kalau kamu bekerja keras!”

.......! Ap..........Apa! Apa kamu serius, Buchou!? Aku merasa ada sebuah kekuatan mengalir dalam diriku.

“Uoooooooo! Oppai!”

Pokoknya aku tak boleh kalah! Payudara Buchou adalah milikku!

INJAK!

“Gyaaaa!”

Aku berteriak. Tentu saja, karena Asia menginjak kakiku.

“Ise-san bagaimana kalau kamu memberikan ‘itu’ pada semuanya?”

Asia mengatakannya dengan nada tidak senang. Saat kutatap wajahnya terlihat cemberut. Moodnya sedang buruk kali. Hiks........Asia-chan sudah belajar cara memakai kekerasan padaku. Dia pasti di usia pemberontakannya. Seperti ucapan Asia, ada sesuatu yang ingin kuberikan pada semuanya. Fufufu,aku membuatnya tadi malam.

“Semuanya! Mari kenakan ini sebagai tim!”

Yang kukeluarkan adalah ikat kepala, yang bertuliskan “Klub Penelitian Ilmu Gaib” padanya. Itu semua buatan tanganku sendiri.

“Ara, kamu penuh persiapan juga.”

Orang pertama yang mengambilnya adalah Buchou.

“Ya, Ise-kun ternyata lebih ahli dari dugaanku. Buatan tangan lagi.”

“Hehehe. Aku diam diam berlatih sendiri.”

Ya, aku memakai waktu luangku untuk berlatih membuatnya. Aku tak ahli dengan kerajinan tangan, namun aku percaya kalau aku pasti bisa asal berlatih hari demi hari. Berkat itulah aku jadi lebih terlatih. Memang, hasilnya kurang bagus dibandingkan hasil orang yang sudah ahli, namun setidaknya masih kelihatan bagus.

“.........Ternyata bagus juga.”

Terima kasih Koneko-chan!

“Ara ara. Kukira tim lain juga mengenakan sesuatu yang menyimbolkan tim mereka. Seperti seragam atau topi.”

“Itu benar Akeno-san! Karena itulah aku membuatnya!”

Semuanya mengambil mereka dari tanganku dan mengikatnya di dahi mereka. Hal itu membuatku senang. Kerja kerasku di malam hari terbayar sudah. Lalu aku memberikannya pada Kiba yang masih bersikap aneh.

“Nih Kiba.”

“........I........Iya.Terima kasih.”

“........Mari berkonsentrasi untuk menang!”

“........Menang, ya. Iya.......menang itu penting.”

Hm? Nadanya seolah dia memiliki makna lain. Dia sepertinya memikirkan sesuatu dengan berat.

[Anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib dan Klub Bola Kasti. Mohon berkumpul di arena.

Pengumuman yang memanggil kami! Pertarungan kami baru akan dimulai!


Bagian 7[edit]

“Incar dia! Incar Hyodou!”

“Uoooooo! Sialan kalian!”

Aku tengah berteriak sambil menangis sembari menghindari bola bola berkecepatan tinggi. Pertandingan antar klub baru saja dimulai! Olahraga yang kami lakukan adalah Bola Hindar dan lawan pertama kami adalah Klub Bola Kasti. Orang orang ini tak bisa menyerang siapapun selain aku dari sudut pandang mereka.

Buchou. Satu dari “Dua Onee-sama terbaik”. Idola sekolah yang populer. Tak mungkin menyerangnya.

Akeno-san. Satu dari “Dua Onee-sama terbaik”. Idola sekolah. Juga tak bisa menyerangnya.

Asia. Malaikat Bishojo nomor 1 dari kelas 2. Dan juga cewek pirang! Tak mungkin menyerangnya.

Koneko-chan. Gadis loli yang juga maskot sekolah kami. Kamu akan menyesal kalau menyerangnya.

Kiba. Musuh semua siswa cowok di sekolah kami, namun para gadis akan membencimu kalau kamu memukulnya. Juga tak bisa menyerangnya.

Aku, Ise. Semua orang berpikir “Aku tak paham kenapa orang itu ada dalam Klub Penelitian Ilmu Gaib” , ”Tak masalah kalau kita menyerangnya. Tidak, kita justru harus menyerangnya. Sialan. Mati sana. Arahkan semua bola padanya! Serang dia habis habisan! Mati, mati kamu hewan buas!

Aku merasa seolah bisa mendengar suara hati mereka! Cara terkejam dalam melenyapkanku! Dan niat jahat semua orang terfokus padaku! Dari semua siswa di sekolah ini!

“Bunuh Iseeeeeee!”

“Asia-chaaaaaan! Bloomer adalah yang terbaik! Iseeeeeeee,matilah kauuuuuu!”

“Ayo! Jatuhkan Hyodou! Demi Rias-Oneesama! Juga demi Akeno-Oneesama!”

“Kau harus membawa Asia ke sisi yang benar!”

“Mati! Matilah! Tidak,hancurkan dia sekalian!”

“Bunuh dia! Mati! Hanya boleh ada satu loli-con,dan itu adalah aku!”

“Kamu takkan harus mati kalau tak menampakkan dirimu!”

Bahkan mereka semua menyuruhku mati saja! Brengsek kalian semua! Semua mata mereka mengirim pesan kematian padaku! Sialan! Kenapa ini terjadi! Firasat burukku berubah menjadi kenyataan!

“Semua bola diarahkan pada Ise! Dari segi strategi, ini adalah ‘Pengorbanan’! Ise, inilah kesempatan kita!”

“Buchouuuuuu! Aku akan berjuang yang terbaik! Sial! Aku tak melakukan ini hanya untuk senang senang!”

Kalau Buchou mengandalkanku, maka aku harus bekerja keras meski artinya harus memakai tubuhku sebagai perisai! Bola yang diarahkan padaku diblokir oleh Koneko-chan, yang kemudian menggunakan bola untuk menjatuhkan lawannya! Ya! Kalau begini kita bisa mendapatkan posisi pertama! Yang tersisa hanya aku harus menghindari bola dan berlari! Saat aku memikirkan itu, satu pria bola kasti berbadan besar datang dan mengincar Kiba!

“Sial! Aku tak peduli meski harus dibenci! Mati kau Tampan!”

Ooou! Pria itu begitu bencinya pada Pria tampan sampai dia mengincar Kiba bukannya aku! Kena saja! Sebenarnya itu yang kupikirkan namun......

“Kenapa kamu hanya melamun saja?”

Aku menuju ke arah Kiba sambil berteriak karena dia masih di dunianya sendiri. Aku berdiri di depannya untuk melindunginya.

“.......Ah,Ise-kun.”

Ah Ise-kun? Gundulmu! Apa saja yang kamu lakukan!? Dan bolanya menuju ke arahku! Apa boleh buat! Aku akan memakai tubuhku untuk menghentikan bola! Saat berpikir seperti itu, bola berubah arah. Bola itu bergerak jatuh seperti Fork-Ball dan menghajar selangkanganku.......

BRAK!!!

“.......!!!”

Serangan langsung......bolaku.......remuk oleh bola.......guhaa.......aku terjatuh sambil memegangi selangkanganku karena rasa sakit tak terperikan.......tak perlu dijelaskan seberapa sakitnya.......rasa sakit yang hanya laki laki ketahui........para anggota Klub datang mengerumuniku.Buchou membantuku berdiri.

“Bu....Buchou......bo......bolaku.......”

“Bola? Sudah kuambil! Kerja bagus,Ise! Sekarang, waktunya memburu mangsa yang sudah menjatuhkan Ise-ku yang manis!”

O......Onee-sama........matamu nampak seram.......tapi.......maksudnya disini adalah bolaku.......aku bahkan tak bisa bernafas........Auaaa auuuuu..........

“Ara ara, Buchou. Kamu salah paham. Sepertinya bola yang berbeda tengah dalam kondisi serius.”

Be.....benar sekali Akeno-san......Buchou sepertinya menyadari situasi dan menjadi diam membisu.

“...! Bagaimana bisa begini! Asia, tolong kemari. Aku akan kerepotan kalau bendanya menjadi tak berguna karena hal seperti ini!”

“Y....Ya. Apa Ise-san terluka........?”

“Ya, lebih tepatnya bagian pentingnya. Bisakah kamu menyembuhkannya di belakang bangunan?”

“Bagian penting? Aku tak terlalu mengerti tapi aku paham!”

“Koneko. Bisakah kamu bawa Ise ke tempat yang tidak ada orangnya?”

“.......Paham.”

.......Sepertinya mereka tengah mendiskusikan sesuatu selagi aku masih merintih kesakitan.

“Bu.....Buchou........maaf kalau aku tidak banyak berguna........”

“Tak apa apa Ise. Kamu sudah berjuang keras. Serahkan sisanya pada kami.”

Buchou membelai lembut pipiku dengan tangannya.

[GREB]

Seseorang menggenggam kerah bajuku.

[SERET]

Aku sedang diseret. Tentu saja orang yang menyeretku adalah Koneko-chan.

“Ise-san! Mohon bertahanlah!”

Asia sedang menghiburku sembari mengikutiku.

“Ini adalah pertarungan membalaskan dendam Ise!”

Aku bisa mendengar suara enerjik bercampur amarah Buchou dari kejauhan. Ucapannya seolah aku sudah tewas........Aaah, kalau Buchou jadi serius maka takkan ada masalah meski tak ada Koneko-chan......seperti ini, aku mundur dari pertandingan untuk sementara dan diseret ke belakang gym.


Bagian 8[edit]

Aku dibawa ke belakang gym dimana tak ada tanda tanda orang lain........selangkanganku masih sakit.....

“Ise-san. Aku akan mulai menyembuhkan. Mohon tunjukkan tempat yang sakit.”

.......! Mana mungkin aku bisa melakukan hal itu........

“T....tidak, aku tak bisa........”

“Kenapa begitu!? Kalau tak memberitahu bagian yang sakit, aku takkan bisa menyembuhkanmu dengan benar!”

Dia sepertinya sangat termotivasi, tapi tetap saja aku tak bisa........

Kita sedang bicara soal ‘bola’, tahu? Bolaku. Dan ‘barang’ku itu yang kumaksudkan.........tak mungkin bisa kuceritakan pada Asia.........

“.........Asia........kumohon...........tolong jangan buat masalah lagi padaku............”

“T.....Tidak! Aku hanya mencoba membantu.........”

Aaaah. Dia malah membuat wajah sedih.

“Asia, jangan menangis.........bisakah kamu memakai kekuatanmu disekitar pinggangku......? kupikir itu bisa menyembuhkan........”

Asia memiliki Sacred Gear “Twilight Healing” yang bahkan bisa menyembuhkan Iblis. Dia juga menjadi penyambung nyawa kelompok kami. Ia memiliki kemampuan penyembuhan tinggi dan dapat memulihkan hampir semua luka dalam sekejap. Aku yakin dia juga bisa menyembuhkan kerusakan ‘ini’ namun tak bisa kukatakan padanya.......terdapat cahaya hangat muncul di tangannya. Di saat yang sama aku bisa merasakan rasa sakit perlahan lenyap.Hebat.......sungguh cahaya yang hangat.......Aaaah, rasa sakit menghilang seolah hanya mimpi..........tak kusangka Sacred Gear Asia juga bisa memulihkan kerusakan pada ‘bola’.......

“........Situasi yang tak bisa kuungkapkan dengan kata kata.”

Koneko-chan nampak mendesah. Jarang sekali dia begitu.

“Ise-san. Mohon istirahatlah sejenak.”

Aku dibaringkan dan Asia mendekatiku dan mengangkat kepalaku........kemudian aku merasakan sensasi lembut dari kepalaku!? Sensasi ini adalah perasaan dari paha! Apa aku mendapat “bantal paha”!? Apa kamu serius!?

“Ise-san, kamu terlihat sangat senang saat Buchou melakukan ini untukmu........mungkin aku tidak cukup bagus.......”

Itu tidak benar! Apalagi dia mengenakan Bloomer, tahu!? Bantal paha, tahu!? Mimpi manis hingga mendapatkan bantal paha dari gadis yang mengenakan Bloomer!

“Hiks......terima kasih.Terima kasih.”

Aku berterima kasih padanya sambil menangis terharu.

“Ufufufufu. Ise-san banyak berterima kasih hari ini.”

[Klub Penelitian Ilmu Gaib menang!]

Berita bagus yang diumumkan barusan juga sampai ke telingaku.


Bagian 9[edit]

HUJAN.

Diluar hujan sangat deras. Kami beruntung karena hujan turun setelah Turnamen usai.

PLAK!

Terdapat suara pahit yang menggema bersama suara hujan. Buchou baru menampar seseorang.Itu bukan aku, namun Kiba.

“Bagaimana? Apa kamu sudah bangun?”

Buchou nampak marah. Untuk Turnamen Bola, kami, Klub Penelitian Ilmu Gaib, menjadi juara 1. Asia, Koneko-chan, dan aku kembali dan memperoleh tempat pertama sebagai tim........namun ada satu orang yang tak bekerjasama. Aku bicara soal Kiba. Dia memang sudah ikut serta namun dia tak melakukan apa apa sepanjang waktu. Buchou marah padanya berkali kali sepanjang pertandingan namun ia sepertinya tak peduli. Aku pasti yang kesal kalau Buchou tak marah padanya. Bahkan usai pipinya ditampar, Kiba masih tak berekspresi ataupun berbicara. Ada apa dengan pria ini.........Apa dia memang Kiba? Karena perubahan mendadak ia jadi terlihat seperti orang berbeda. Dia adalah Pria tampan yang selalu memiliki wajah menyegarkan. Kemudian ia tiba tiba memasang senyum yang biasanya.

“Apa sudah selesai? Turnamen Bolanya juga sudah selesai. Kita tak akan berlatih lagi jadi bisakah aku beristirahat sampai malam tiba? Aku sedikit lelah jadi aku ingin absen dari kegiatan Klub yang biasanya. Maaf untuk sikapku sepanjang hari ini. Sepertinya aku tak merasa baik baik saja hari ini.”

“Kiba, sikapmu akhir akhir ini aneh?”

“Itu bukan urusanmu.”

Aku menanyainya namun Kiba menjawab dingin dengan wajah senyum.

“Bahkan aku merasa cemas padamu.”

“Cemas? Kenapa harus dicemaskan? Kupikir normal bagi Iblis untuk hidup sesuai kehendak mereka. Memang, aku yang salah karena tidak mendengar ucapan Majikanku kali ini.”

Hmmm, mungkin aku harus sedikit menasehatinya. Tapi kenapa aku harus melakukan ini? Biasanya justru kebalikannya. Aku mengatakan hal gila, dan Kiba yang menenangkanku.

“Cukup menyusahkan dalam situasi ini saat kita mencoba membentuk kelompok yang baik. Itulah yang kita rasakan setelah mengalami hal pahit di pertandingan sebelumnya,ingat? Bukankah kita harus saling menutupi kelemahan kita saat ini? Kita adalah teman.”

“Teman........”

Kiba kemudian memasang wajah murung.

“Ya,teman.”

“Kamu selalu bersemangat..........Ise-kun, akhir akhir ini aku mulai mengingat hal hal dasar.”

“Dasar?”

“Ya, benar sekali. Alasan kenapa aku bertarung.”

“Bukankah demi Buchou?”

Itulah yang kupikirkan. Itulah yang sangat kupercaya. Hanya pemikiran pribadiku. Namun ia seketika membantahnya.

“Bukan. Aku hidup demi membalaskan dendamku. Pedang Suci Excalibur. Menghancurkan itu adalah alasan kenapa aku terus hidup.”

Kiba memasang wajah berisi keyakinan kuat. Pada waktu itu, kurasa aku sudah melihat wajah sejatinya.

Ksatria Pembalas Dendam[edit]

Aku tengah berjalan tanpa membawa payung ketika hujan turun sangat deras. Kupikir hujan ini sangat bagus untuk mendinginkan kepalaku.

Aku baru saja bertengkar dengan Buchou.

Aku memberontak untuk pertamakalinya pada Majikan yang pernah menyelamatkan nyawaku. Aku gagal sebagai “Kiba Yuuto”. Namun aku tak pernah sekalipun melupakan dendamku pada Pedang Suci Excalibur. Aku belum lama terbiasa dengan kehidupan sekolah. Aku sudah mendapat teman, mendapat hidup layak, dan mendapat nama. Aku juga menerima tujuan hidup dari Majikanku, Rias Gremory. Meminta kebahagiaan lebih adalah hal buruk. Aku memang buruk. Aku tak bisa terus hidup demi “Teman teman”ku sampai aku mencapai tujuanku.......

[SPLASH]

Aku mendengar suara air yang berbeda dari suara hujan. Terdapat Pendeta di hadapanku. Terdapat salib menggantung di dada mereka dan memberikan hukuman langit atas nama Tuhan yang begitu kubenci. Dia adalah salah satu hal yang kubenci. Sasaran kebencianku. Aku tak keberatan membunuhnya kalau dia adalah Exorcist. Itulah yang kupikirkan.

....! Ada darah mengucur dari perutnya dan dia batuk batuk darah. Dia kemudian jatuh. Apa dia dibunuh oleh seseorang? Siapa? Seorang musuh?

“.....!”

Aku dalam sekejap menciptakan Pedang Iblis setelah merasa ada keganjilan. Itu adalah hawa membunuh!

[KATCHIN!]

Terdapat kilatan logam dibawah hujan yang nampak bersinar. Saat aku menggerakkan tubuhku ke tempat hawa membunuh itu berasal, terdapat seseorang dengan Pedang panjang menyerangku. Pria ini memiliki busana sama dengan Pendeta yang tewas barusan. Jadi dia juga Pendeta. Tapi yang satu ini memiliki hawa membunuh yang berbeda.

“Yahoooo. Lama tak jumpa.”

Aku kenal pria Pendeta yang membuat senyum aneh. Pendeta sinting dengan rambut putih, Freed Zelzan. Dia adalah orang yang kami lawan dalam insiden yang melibatkan Malaikat Jatuh sebelumnya. Dia menunjukkan senyum menjijikkan yang sama yang membuatku kesal seperti biasanya.......

“.......Sepertinya kau masih di kota ini. Apa urusanmu hari ini? Maaf, tapi aku sedang tidak berselera hari ini.”

Aku mengatakannya dengan nada kemarahan namun dia malah tertawa.

“Waktu yang bagus sekali. Luar biasa! Saat ini aku justru merasa bahagia sampai ingin berlinang air mata karena bisa bertemu kembali denganmu!”

Cara bicaranya masih congkak. Dia benar benar membuatku marah. Aku membencinya karena dia adalah Pendeta. Saat aku mencoba membuat Pedang Iblis di tanganku, Pedang panjang yang ia bawa mulai memancarkan aura suci.....! Cahaya itu! Aura itu! Kemilau itu! Tak mungkin kulupakan!

“Aku bosan berburu Pendeta jadi sekarang waktu yang bagus. Bagus sekali. Mari pastikan siapa yang lebih kuat diantara Excalibur punyaku dan Pedang Iblismu, oke? Hyahahaha! Aku akan membalas budimu dengan membunuhmu!”

Ya, Pedang yang dia bawa adalah Excalibur itu sendiri.

Life.2: Pedang Suci Telah Datang[edit]

Bagian 1[edit]

“Proyek Pedang Suci?”

Buchou mengangguk oleh pertanyaanku.

“Ya. Yuuto adalah korban selamat dari proyek itu.”

Asia, Buchou, dan aku kembali ke rumahku setelah menyelesaikan aktivitas klub kami. Buchou dan Asia masuk ke kamarku, dan Buchou mulai bercerita pada kami tentang Kiba.

“Proyek itu diadakan beberapa tahun lalu didalam Gereja Kristen yang ditujukan pada mereka yang mampu menggunakan Pedang Suci Excalibur.”

“......Ini pertamakalinya aku mendengar hal itu.”

Asia tak mengetahui proyek itu. Proyek rahasia semacam itu pasti takkan mencapai telinga gadis yang dipuja sebagai Holy Maiden.

“Pedang Suci adalah senjata terkuat dalam melawan Iblis. Kalau kita, Iblis, tersentuh oleh Pedang Suci maka tubuh kita akan terbakar. Kalau kita tertebas, maka tubuh kita akan lenyap tanpa jejak. Bisa dikatakan senjata terkuat bagi mereka yang percaya pada Tuhan dan memandang Iblis sebagai musuh.”

Pedang Suci......hal itu sering sekali muncul di TV dan Video Game, kan? Aku juga Iblis jadi senjata itu pasti akan sangat berbahaya bagiku.

“Asal muasal Pedang Iblis datang dari berbagai tempat. Tapi kupikir yang paling terkenal adalah Excalibur. Bahkan di Jepang, muncul dalam banyak buku. Ia adalah senjata suci yang diciptakan dengan teknik sihir dan Alchemy bagi mereka yang mencapai wilayah Tuhan. Namun Pedang Suci memilih pengguna mereka sendiri. Kudengar hanya satu orang tiap seratus tahun yang terpilih.”

“Kiba adalah pemilik Sacred Gear yang bisa menciptakan Pedang Iblis kan? Jadi apakah ada Sacred Gear yang bisa menciptakan Pedang Suci juga?”

Itu adalah pertanyaanku. Aku membuat kesimpulan simpel bahwa Sacred Gear yang bisa menciptakan Pedang Suci eksis karena ada juga Sacred Gear yang bisa menciptakan Pedang Iblis.

“Bukannya tidak ada. Tapi kalau kamu bandingkan dengan Pedang Suci yang sudah ada, hal itu banyak kelemahannya. Tentu saja aku tak mengatakannya lemah. Diantara mereka adalah Perangkat Suci yang tergolong dalam “Longinus”, seperti “Boosted Gear” milikmu. Yang paling terkenal adalah Sacred Gear yang digunakan membunuh Yesus Kristus, yakni “Longinus Sejati”. Dikatakan bahwa nama “Longinus” berasal dari itu.”

Longinus. Adalah tipe Sacred Gear yang memiliki kekuatan untuk membunuh Tuhan. Seperti yang kumiliki di lengan kiriku. Jadi, ada perangkat suci yang merupakan Sacred Gear sekaligus “Longinus”......Aku menemukan misteri dibalik sejarahnya entah dari mana. Berbincang pada Iblis Kelas Tinggi bisa sangat mengejutkan.

“Namun, pada zaman ini tak ada Pedang Suci yang sebanding dengan Excalibur, Durandal, atau Ama no Murakumo no Tsurugi karena Pedang Pedang Suci ini terlalu tangguh. Sama halnya dengan Pedang Iblis.”

Hmmmm. Begitu banyak hal yang tak kupahami. Aku mungkin harus mengingat hal hal ini, namun belakangan ada begitu banyak hal yang harus kuingat, susah untuk melanjutkannya.......

“Yuuto menerima perlakuan khusus untuk bisa beradaptasi dengan Pedang Suci, khususnya Excalibur.”

“Jadi Kiba mampu menggunakan Pedang Suci?”

Buchou menggeleng kepalanya oleh pertanyaanku.

“Yuuto tak mampu beradaptasi dengan Pedang Suci. Bukan hanya Yuuto, namun nampaknya semua yang menerima perlakuan sama dengan Yuuto tak bisa juga........”

Bahkan Kiba yang ahli menggunakan pedang dan bisa mengendalikan semua Pedang Iblis itu tak mampu menggunakan Pedang Suci.

“Orang orang Gereja memutuskan memandang orang orang yang tak bisa beradaptasi pada Pedang Suci sebagai “Produk gagal” dan menyingkirkan mereka.”

Menyingkirkan........kata yang terdengar tak mengenakkan. Aku bisa membayangkan apa artinya. Mata Buchou berubah karena dia juga merasa tak nyaman.

“Hampir semua peserta eksperimen dibunuh termasuk Yuuto. Hanya karena mereka tak bisa beradaptasi dengan Pedang Suci.”

“.......Tak mungkin. Itu tindakan terlarang bagi mereka yang percaya pada Tuhan.”

Sepertinya hal ini menjadi shock hebat bagi Asia. Matanya menjadi berair. Normal untuk menangis ketika sesuatu yang kamu percayai mengkhianatimu.

“Mereka, orang orang Gereja, menyebut kita Iblis sebagai eksistensi jahat, namun kupikir niat buruk manusia adalah kejahatan terbesar di dunia ini.”

Buchou mengatakannya dengan tatapan sedih. Buchou adalah Iblis. Namun ia sangat baik hati. Buchou pernah berkata kalau dia memiliki perasaan sama dengan manusia karena sudah lama tinggal di dunia manusia namun aku percaya bukan itu masalahnya. Kupikir sejak awal Buchou adalah wanita yang baik hati. Kalau tidak kamu takkan bisa menjelaskan senyum ramahnya. Ada juga orang orang baik diantara Iblis! Dan itulah kehormatanku sebagai Iblis!

“Saat aku mereinkarnasi Yuuto sebagai Iblis, pria itu bersumpah untuk membalaskan dendamnya bahkan meski situasinya sedang parah. Karena bakatnya dalam menggunakan Pedang Suci semenjak lahir, aku ingin ia memakai bakat itu sebagai Iblis. Bakat berpedang Yuuto akan sia sia kalau hanya ditujukan untuk Pedang Suci.”

Buchou ingin menolong Kiba dengan mengubahnya menjadi Iblis karena ia menjalani hidup menderita karena Pedang Suci. Buchou ingin menyuruhnya untuk tak hanya berfokus pada Pedang Suci dan memakai kekuatannya sebagai Iblis. Namun Kiba......

“Pria itu masih belum bisa melupakannya. Pedang Suci. Juga mereka yang terlibat dengan Pedang Suci. Dan orang orang Gereja.......”

Alasan kenapa ia membenci Pendeta. Alasan kenapa dia terobsesi dengan informasi tentang Pedang Suci. Ia masih tak bisa melupakan mereka. Bukan, hidupnya dipermainkan hingga dia mati. Tak aneh baginya untuk menyimpan dendam. Saat aku dibunuh oleh Malaikat Jatuh, aku juga dendam padanya. Dan hal itu terjadi padanya sejak ia masih kecil sehingga dendam itu pasti sangat menumpuk. Buchou mendesah dalam.

“Yang jelas aku akan terus mengawasinya sekarang. Saat ini kepalanya penuh perasaan yang ia miliki terhadap Pedang Suci. Kuharap dia kembali ke sedia kala.”

“Ah, soal itu, kupikir foto ini yang sudah membuatnya bertingkah seperti itu.”

Aku menyerahkan foto pada Buchou. Kiba bilang kalau pedang dalam foto ini adalah Pedang Suci. Kupikir pasti ada hubungannya..........Mata Buchou berubah tak lama setelah menatap foto.

“Ise. Apa kenalanmu ada yang berhubungan dengan Gereja?”

“Tidak. Tak ada satupun dalam keluargaku.”

Itulah yang Orangtuaku katakan. Aku menanyakannya buat jaga jaga.

“Kecuali saat aku masih kecil, ada anak yang beragam Kristen pernah menjadi tetanggaku.”

“Jadi begitu.........ada Pedang Suci di dekatmu.......Tidak, memang ada Pedang Suci sekitar 10 tahun lalu. Sungguh menakutkan.”

“Berarti pedang ini memang Pedang Suci?”

“Ya, salah satu dari Pedang Suci. Memang tak sekuat Pedang Suci yang kusebutkan tadi, namun ini sungguhan. Itu artinya pria ini adalah pengguna Pedang Suci.........sekarang aku paham. Aku dengar pendahuluku yang mengurus area ini sebelumnya lenyap, tapi akan masuk akal kalau ini alasannya. Tapi kalau kuingat ingat........”

Oh, Buchou mulai berbicara sendiri. Sepertinya ia menyadari sesuatu. Namun Buchou berpikir sejenak dan........

“Sebaiknya kita tidur saja. Biarpun kita terus memikirkannya, bukan berarti sikap Yuuto akan menjadi normal lagi.”

Setelah mengatakan itu, Buchou mulai melepaskan pakaiannya.

“Bu......Buchou! kenapa kamu melepaskan pakaianmu disini!?”

“Kenapa? Kamu juga tahu kalau aku tak bisa tidur kalau tidak telanjang, Ise.”

“Bukan, bukan, bukan! Bukan itu! Maksudku, kenapa melepasnya di kamarku!?”

Aku tak sengaja melihat tubuh Buchou selagi panik. Ngggggg! Berapa kalipun aku melihatnya, dia punya tubuh yang luar biasa! Payudaranya berguncang setelah ia melepaskan bra-nya.

“Itu karena aku akan tidur denganmu.”

Buchou menjawabnya seolah itu adalah jawaban yang sudah jelas.

MIMISAN !

Hidungku mulai meneteskan darah!

Ooooooooh! Sampai ada gadis mengatakan kalau dia ingin tidur denganku!

“Kalau begitu aku tidur disini juga! Aku juga mau tidur dengan Ise-san!”

Hei, hei, hei! Aku senang mendengar itu tapi jangan! Asia tak boleh melakukan itu! Dia tak boleh meniru Buchou!

“Buchou! Sikapmu jadi pengaruh buruk buat Asia! Tolong kenakan pakaianmu lagi!”

Buchou memasang wajah tak senang oleh ucapanku.

“Pengaruh buruk? Ucapanmu kasar sekali, Ise. Kamu tahu kalau aku tidur telanjang kan? Kamu toh sudah berkali kali tidur denganku.”

Kali ini Asia yang merespon kata kata Buchou.

“.......Tidur bersama berkali kali..........? Tidak..........Buchou-san dan Ise-san...........?”

Asia mulai bergetar dan berlinang air mata karena hal itu sangat mengejutkan baginya. Tu.....Tunggu! Situasi macam apa ini!?

“Asia, serahkan Ise untuk malam ini.”

“Aku tak mau........kupikir aku punya hak untuk dimanjakan oleh Ise-san juga. Aku juga mau tidur dengan Ise-san!”

Asia! Kamu begitu inginnya tidur denganku!? Aku merasa bingung namun juga bahagia! Biarpun matanya basah, namun ia sangat teguh. Aku bisa paham dari ucapannya kalau dia takkan mau mundur! Waaaah! Perang akan dimulai di ruanganku! Mari jangan berantem! Mereka berdua saling melotot dan tercipta kilatan cahaya diantara mereka........Aku mencoba bernafas dalam situasi rumit ini. Susah sekali bernafas disini! Sangat susah!

“Kalau begitu biar Ise yang putuskan.”

Buchou kemudia memandangku. Matanya seolah mengatakan “Pilih aku”. Aku bisa merasakan kekuatan dahsyat datang dari matanya!

“Ise-san, kamu akan tidur denganku, kan?”

Asia bertanya dengan mata sendu. Aku merasa ingin menyerah padanya karena dia tak berpura pura. Orang yang tak kupilih pasti akan membenciku. Aku menjatuhkan kepalaku karena ini adalah pilihan tersulit yang pernah kuhadapi.


Bagian 2[edit]

“........Fuuuuu.”

Aku menarik nafas panjang setelah meminum segelas air di dapur.

.........Setelah itu aku menenangkan situasi dengan memilih “Tidur dengan keduanya”. Tentu saja meminta Buchou mengenakan gaun malamnya hanya untuk hari ini. Kalau sudah begini, bisa bisa Asia akan menirunya.........Nampaknya Asia akan menjadi erotis juga karena pengaruh Buchou.......Aku memang akan merasa senang namun juga bingung. Aku harus melindungi Asia. Gadis yang ingin kamu lindungi menjadi erotis........akan jadi hal bagus!

Tapi itu juga hal yang buruk.........Nghhhh. Itu hal yang otak kerdilku tak bisa tangani. Di ranjang, Buchou dan Asia tengah tertidur dimana aku tidur diantara mereka. Itu situasi yang selalu kuimpikan! Ini sangat menakjubkan! Aku tidur sambil dikelilingi dua gadis, tahu!? Itulah situasi terhebat bagi laki laki! Dan kalau aku berpikir berbuat apa apa pada Buchou yang tidur di sisi kiriku, sepertinya Asia akan marah padaku. Kalau aku berbuat apa apa pada Asia yang tidur di sisi kananku, maka kebaikan hatiku akan mati matian mencegahnya.

Ini membunuhku! Sial! Mereka tepat di depanku tapi aku tak bisa berbuat apa apa pada mereka! Aku memegang kepalaku dengan kedua tanganku sambil menangis penuh penyesalan. Tentu saja aku tak bisa tidur karena kelewat kegirangan lantaran ada dua Bishojo tidur di sampingku! Aku menahan hasratku untuk meremas payudara dan paha, dan turun ke lantai bawah saat ada kesempatan. Aku yakin mereka berdua masih tertidur dengan damai.

Sial! Aku ingin berhubungan seks dengan mereka! Bukankah ini waktunya aku menjadi populer dengan wanita!? Bukankah aku harus manfaatkan kesempatan ini untuk mencicipi banyak hal!? Mungkin melakukan hal erotis dengan kita bertiga!? Dalam Harem main bertiga itu normal! Kudengar itu adalah hal dasar! Itu artinya aku tidak cocok memiliki Harem!? Kalau aku memiliki bakat membuat Harem, maka sekarang aku akan membuat Buchou dan Asia merasakan kenikmatan dan menggenggam mereka bersama! Dasar sial! Aku menyadari realita menyakitkan ini! Aku bahkan tak bisa berbuat apa apa saat tidur dengan dua gadis! Maksudku, sepertinya aku bisa menyerang Buchou tapi aku tak bisa! Dan aku tak tega menodai Asia! Apa karena aku tak berpengalaman yang membuatku berpikir seperti itu!? Apa karena aku masih perjaka!? Absurd! Dalam simulasi yang kuputar dalam kepalaku, jadinya seperti ini.........


“Fufufu, jadi gadis mana yang harus kulayani hari ini?”

“Ise-sama! Tolong pilih aku! Kumohon!”

“Apa yang kamu bicarakan!? Aku adalah wanita jalang yang tak bisa hidup tanpa pe**s Majikanku! Jadi mohon pilih aku!”

“Jangan halangi aku! Onii-sama! Aku tak tahan lagi! Tolong datanglah padaku!”

“Hahaha! Hei hei beri aku waktu. Aku hanya punya satu tubuh, tahu? Jadi bergiliran saja! Kita lakukan bergantian. Hahaha, kalian sungguh anak anak kucing yang menyusahkan.”


Dalam kepalaku sungguh sempurna.........namun kenyataan itu kejam. Air mata jatuh di pipiku. Bagaimanapun juga itu semua itu hanya halusinasi yang kubuat dalam kepalaku. Aaaaah, kapan aku mendapat pengalaman seks pertamaku? Kupikir ini waktu yang baik untuk berhubungan seks dengan wanita. Hah? Tak pernah? Mustahil.........Karena aku sudah melihat payudara berkali kali........dan langkah selanjutnya sangat sulit. Hiks........kenapa begini jadinya........?


[Hei Partner, maaf mengganggumu]

.......Aku tak pernah menduga kalau kau akan mengajakku berbicara. Makhluk yang bersemayam di lengan kiriku, Sacred Gear “Boosted Gear”, Welsh Dragon Ddraig. Dia mendadak berbicara padaku segera setelah Rating Game melawan keluarga Phenex. Dan dia meminjamkanku kekuatan, Balance Breaker, yang merupakan kekuatan tertinggi Sacred Gear. Berkat itulah aku mengalahkan Raiser Phenex dan berhasil menggagalkan pertunangan Buchou. Namun waktu itu lengan kiriku berubah menjadi seperti Naga, yakni harga menggunakan kekuatan ini. Sekarang lenganku kembali normal karena bantuan Buchou dan Akeno-san namun kalau aku tak menerima perawatan untuk melemahkan kekuatan Nagaku maka lenganku akan kembali menjadi lengan Naga.

Kamu tak muncul lagi sejak saat itu dan bahkan tak membalas ucapanku saat aku mengajakmu bicara.

[Jangan bicara begitu. Kali ini aku takkan kabur lagi. Mari mengobrol sedikit.]

Aku duduk di sofa di ruang tamu.

“Hmph. Datang entah dari mana.”

[Hei, jangan bilang begitu.]

Apa kekuatan Naga didalamku sudah penuh? Itukah alasan makhluk ini berbicara padaku.......besok adalah hari Akeno-san akan melemahkan kekuatanku. Gufufu, aku tak sabar menunggu hari esok. Hal itu begitu erotis........aku tak bisa menghentikan tetesan air liurku.

[Nampaknya kepalamu penuh oleh hal hal itu seperti biasanya.]

Ddraig mengatakannya sambil mendesah.

“Diam! Aku sudah di usia ini!............dan apa yang ingin kau bicarakan?”

[Aku tak keberatan mengobrol soal lawan jenis.]

“.........Jadi kau mendengarkan?”

[Soalnya aku selalu bersamamu, jadi suka atau tidak suka aku tetap bisa mendengarnya]

Jadi begitu. Ternyata kau bisa mendengar semuanya. Dan bahkan lebih buruk karena dia sepertinya bisa mendengar pikiranku juga.

[Gremory dan budak mereka adalah makhluk dengan rasa perhatian besar diantara kaum Iblis. Majikan dan teman temanmu juga sama. Khususnya rasa cinta yang Rias Gremory miliki padamu sangat dalam..........Nampaknya dia memiliki perasaan khusus padamu.]

“......Ya, aku tak begitu paham kenapa dia sangat menyayangiku.”

Aku menjawabnya sambil tersipu. Itu benar. Buchou sangat perhatian padaku. Kupikir rasa sayangnya padaku semakin besar setelah aku mengalahkan Raiser. Bahkan di depan anggota Klub, di depan budak Iblis lain, dia memelukku........terkadang dia bahkan mengecup pipiku.........Aku senang namun juga malu sampai tak tahu mesti berbuat apa.

[Kukuku. Kau mungkin di usia yang layak mengalami hal hal semacam itu. Kau harus mengalami hal semacam itu sesegera mungkin. Kau takkan tahu kapan si “Orang putih” akan muncul di hadapanmu.]

“......Hei. Aku ingin menanyakannya sebelumnya tapi apa itu “Orang Putih” yang selalu kau bicarakan?”

[.......Naga Putih. Sang Vanishing Dragon.]

......Va.....Vanishing......Dragon? Apa dia berhubungan dengan Ddraig, sang Welsh Dragon? Kalau kuingat ingat Ddraig dijuluki Se-Ki-Ryu-Tei[5]. Berarti si Naga Putih adalah........Ddraig berbicara padaku selagi aku masih memikirkannya.

[Kau tahu kalau ada tiga golongan terdiri atas Tuhan dan Malaikat, Malaikat Jatuh, dan Iblis terlibat perang di zaman dahulu kan?]

“Iya.”

[Pada waktu itu golongan yang lain memberikan dukungan mereka pada pihak tertentu. Peri, Roh, Monster Eropa, Youkai Asia, dan Manusia. Namun Naga adalah satu satunya makhluk yang tak berpihak dengan satupun dari mereka.]

“Kenapa begitu?”

[Hmmm entahlah. Aku tak tahu alasan pastinya. Namun Naga adalah makhluk yang tercipta dari kumpulan energi dan mereka semua bersikap bebas dan seenaknya. Ada juga Naga yang berubah menjadi Iblis atau mereka yang berpihak pada Tuhan. Namun kebanyakan dari mereka sama sekali tak peduli dan hidup dengan bebas.]

Wow, Naga sungguh makhluk yang merepotkan. Mereka hidup sesuka hati mereka.

[Namun sepanjang Perang Besar diantara tiga golongan, terdapat dua Naga bodoh yang mulai bertarung. Dan mereka berdua adalah kelas Naga tertinggi yang memiliki kekuatan sebanding dengan Tuhan dan Maou[6]. Mereka mulai saling bertarung sambil menjatuhkan pasukan dari tiga golongan. Bagi ketiga golongan, tak ada yang lebih merepotkan selain kedua Naga ini. Ketiga Golongan berperang demi mengambil alih kendali dunia ini, dan kedua Naga mengganggu medan peperangan tanpa peduli sama sekali.]

Mereka berdua yang terburuk! Mereka hanya Naga menyusahkan!

“Kenapa mereka berdua harus saling bertarung?”

[Entahlah. Sesuatu yang begitu saja mereka lakukan. Kedua Naga mungkin tak ingat alasan kenapa mereka mulai bertarung. Dan untuk pertamakalinya, para pemimpin dari tiga golongan bersatu padu. “Kita harus singkirkan kedua Naga itu, atau bukan masalah peperangan lagi!” semacam itulah.]

.......Kelompok yang bermusuhan membentuk Aliansi. Dan alasannya karena pertarungan antar dua Naga. Kedengaran rumit.

[Kedua Naga yang pertarungannya diganggu menjadi marah. [Jangan halangi pertarungan kami!] [Tuhan dan Maou tak berhak ikut campur dalam pertarungan antar Naga!]. Mereka memberi jawaban bodoh. Mereka justru nekat menyerbu Tuhan, Maou, dan pemimpin Malaikat Jatuh. Memang, kurasa merekalah yang salah.]

Mereka memang Naga terkuat dan terburuk. Tapi aku paham sekarang. Dua Naga itu adalah.......

[Kemudian kedua Naga dipotong kecil kecil dan Roh mereka disegel kedalam tubuh manusia sebagai Sacred Gear. Kedua Naga yang disegel dalam manusia menggunakan mereka sebagai perantara dan saling bertemu tak terhitung jumlahnya dan bertarung tak terhitung banyaknya. Setiap waktu salah satu dari mereka menang dan satunya mati. Kadang salah satu dari mereka sudah mati sebelum yang lain datang dan mereka tak bertarung. Namun kebanyakan waktu mereka bertarung. Kalau perantaranya, manusia, mati maka Naga berhenti berfungsi untuk beberapa waktu. Jadi Roh mereka tetap ada di dunia ini, manusia dengan kekuatan Naga terlahir. Hal itu telah terulang tak terhitung jumlahnya selama waktu yang panjang.]

“Dan kedua Naga itu adalah kau dan Vanishing Dragon kan?”

[Tepat sekali. Kali ini kau yang menjadi perantaraku. Dan yang membuatmu menjadi Iblis. Selama waktu yang panjang aku seperti ini, ini hal pertama bagiku. Karena itulah aku cukup penasaran. Apa yang akan terjadi kali ini?]

Hei hei,kau masuk kedalamku tanpa ijinku, jadi jangan seenaknya penasaran dan menanti apa yang akan terjadi dalam hidupku. Aku terbatuk kecil, dan berkata dengan suara keras!

“Dengar Ddraig! Aku ingin dipromosikan sebagai Iblis kelas tinggi dan menjadi Raja Harem! Impianku adalah membentuk pasukan Bishojo dengan membuat banyak cewek cantik menjadi budak Iblis pribadiku!”

Ddraig membisu sejenak dan kemudian tertawa.

[Hahaha! Ini juga pertamakalinya aku punya pemilik sepertimu. Kebanyakan pemilikku di masa lalu entah bangga atau takut pada kekuatan kami, dan keduanya sering mengalami hidup penuh kesusahan.]

“Hah? Apa aku abnormal? Apa aku aneh?”

[Kau aneh tapi tidak abnormal. Yang manapun kau adalah Pemilik Naga. Di zaman dan negara manapun, Naga menyimbolkan kekuatan. Kau tahu kalau ada banyak lukisan dan patung Naga meski bentuknya berbeda beda kan? Sepanjang masa manusia mengagumi Naga, menghormati Naga, dan takut pada Naga. Naga menarik hati orang orang disekitarnya tanpa mereka sadari. Atau mereka dengan kekuatan besar berkumpul di sekitar Naga. Kalau banyak orang datang mengagumimu atau menantangmu bertarung, mungkin itu disebabkan oleh kekuatan Naga.]

“......Kedengarannya kekuatan yang menyusahkan. Jadi aku akan diincar oleh banyak orang?”

[Untuk menghadapi lawan kuat yang tertarik pada kekuatan. Itulah jalan bagi mereka yang memiliki Kaisar-Naga. Tapi kau tidak perlu pesimis. Banyak wanita akan datang padamu juga.]

“Apa kau serius?”

[Ya, aku serius. Semua pemilikku dikelilingi oleh lawan jenis. Kukira kau menyebut mereka populer, kan? Mereka sama sekali tak perlu khawatir dengan lawan jenis.]

“Berarti ada beberapa pria yang ber........ber........berhubungan seks dengan wanita?”

[Bahkan ada pria yang tidur dengan wanita berbeda setiap malam.]

Ap......Apaaaaaaa!? Para senpaiku sebelumnya melakukan hal semacam itu!? Sungguh luar biasa! Sungguh indah! U.....Uhyooooouuuuuuuu! aku berteriak kegirangan sendiri! Ini sangat hebat! Sangat sangat hebat!

“Uooooo.........apa kau serius............kau.........bukan, engkau adalah Sacred Gear yang hebat seperti itu!?”

Aku membungkukkan kepalaku dan berbicara dengan hormat. Aku tak tahu kalau Sacred Gear ini adalah item hebat seperti itu. Informasi itu menjadi cahaya harapan bagiku.

[......Kau tiba tiba menaruh hormat padaku dan berbicara dengan hormat juga.......Ini memang pertamakalinya memiliki pemilik sepertimu yang cepat mengubah sikap seperti itu.]

“Apa yang kau bicarakan, Ddraig-sensei!? Aku bukan di posisi untuk mengatakan hal tak sopan padamu! Aaaah sensei, mohon kerjasamanya mulai dari sekarang!”

[.......Kau benar benar pria yang sulit dipahami. Namun nampaknya akan semakin menarik saja. Yang penting kita berdua tak dibunuh oleh Vanishing Dragon, itu saja.]

“Oh iya. Ngomong ngomong, apa Vanishing Dragon itu kuat?”

[Dia sangat kuat. Sejak awal, kami memiliki kekuatan yang bahkan bisa menandingi Tuhan dan Maou. Hanya saja kami diberi kutukan saat diubah menjadi Sacred Gear. Kami cukup kesulitan melepaskan kekuatan penuh kami. Namun, asal kau terbiasa menggunakannya, Iblis kelas tinggi dan Malaikat kelas tinggi bukan apa apa bagi kita.]

Aku paham sekarang. Jadi kalau aku dan pria pemilik ‘Vanishing Dragon’ menguasai cara pemakaian Sacred Gear kami maka kami bisa menjadi sekuat itu. Namun jujur saja aku tak tertarik mengalahkan Tuhan atau Maou. Meski akan sangat hebat kalau menjadi Maou dan dikelilingi cewek cewek. Aku tak menyukai Malaikat Jatuh namun aku tak mau menemui pemimpin mereka........tapi aku pasti akan menemui si ‘Vanishing Dragon’ suka atau tidak suka? Siapa pemiliknya? Sudah jelas itu seseorang yang tak kuketahui. Tapi kuharap dia perempuan. Aku akan menjalani hidupku sesuka hatiku tanpa terseret takdir Naga! Aku juga akan memperkuat diriku sehingga takkan kalah pada si ‘Vanishing Dragon’!

“Pokoknya targetku sekarang adalah Oppai[7] Buchou. Dengan Oppai Buchou, aku akan—“

[Kau akan meremasnya?]

“Bukan, aku ingin mengisapnya.”

[..............]

Kukatakan sejelas jelasnya. Entah kenapa si Kaisar Naga mendadak diam membisu. Apa dia kehilangan suaranya? Aku melanjutkan tanpa mempedulikannya.

“Sensasi Oppai Buchou...........aku masih bisa merasakannya di tanganku. Kalau punya kesempatan lain aku ingin meremasnya sepanjang hari! Bahkan Buchou mungkin akan memberikannya sebagai ‘hadiah’ untuk budaknya. Tapi itu saja tidak cukup! Laki laki harus meminta lebih! Laki laki yang hanya puas dengan meremas oppai adalah pecundang kelas dua! Karena itulah aku harus mengisap Oppainya!”

[........Be.....begitukah? Yah, semoga berhasil.]

Ddraig sepertinya shock oleh ucapanku. Tapi aku serius, Tuan Kaisar Naga.

“Ddraig, aku akan meminjam kekuatanmu.”

[.......Kekuatan untuk mengisap payudara wanita ya........sepertinya aku akan sibuk. Tapi kedengarannya menarik. Memiliki partner seperti ini mungkin tidak buruk juga.]

Dia nampaknya setuju biarpun sambil mendesah. Dia sepertinya memandangku di saat yang aneh.

“Oke! Mari bekerja bersama, partner!”

[Ya, kau benar partner!]

Seperti ini aku dan Kaisar Naga membuat janji guna mencapai tujuan kami di tengah malam.


Bagian 3[edit]

Untuk memecah kekuatan Naga.

Itu adalah menetralkannya dengan membuat kekuatannya dihisap oleh Iblis Kelas Tinggi. Ada sejumlah cara untuk melakukan ini, namun cara termudah dan tercepat adalah mengambilnya secara langsung dari orang itu. Cara aku melakukan hal itu...yah, sebenarnya sangat menstimulasi untuk siswa cabul sepertiku. Satu satunya Iblis Kelas Tinggi yang bisa melakukan itu adalah Buchou dan Akeno-san. Mereka berdua mengambil giliran menghisap kekuatan Nagaku. Hari ini adalah hari kekuatan Nagaku dihisap, dan saat ini aku berada di ruangan di lantai kedua gedung sekolah lama yang digunakan oleh Akeno-san. Dulunya ruang kelas, tapi sekarang ada tatami (lantai Jepang) di lantai, dan terlihat seperti ruang tradisional Jepang. Ada simbol simbol dalam ruangan yang terlihat seperti mantra tertentu dan juga ada perangkat sihir dalam ruang ini. Aku tengah menunggu di tengah ruangan dengan tubuh atasku telanjan Dan aku hanya memakai celana pendek . Pintu terbuka dan seseorang memasuki ruangan. Orang yang masuk adalah Akeno-san dengan pakaian putih. Rambut kuncir kudanya yang biasa dibiarkan tidak diikat . Aku selalu memikirkannya kapanpun melakukan ritual ini, namun Akeno-san dengan rambut tergerai nampak memikat dan memukau! Dia tersenyum sekali padaku, kemudian dia dengan tenang duduk di depanku.

“Persiapannya sudah selesai. Sekarang, kita bisa mulai.”

Um...Ummmm Akeno-san...? kain putih yang menutupi tubuh Akeno-san basah oleh air...! rambut hitam panjangnya juga lengket pada pakaiannya dan nampak seksi! Aku bisa melihat kulitnya! Kalau aku bisa melihatnya seperti ini maka aku bisa melihatnya! Aku bisa melihat menembus pakaiannya! Benda berwarna pink! Aku bisa melihat puting susunya! Tunggu, apa dia tak mengenakan bra!

“Ara ara. Apa terjadi sesuatu? Tiba tiba kamu menjadi tenang...apa ada yang salah dengan pakaianku? Alasan kenapa basah adalah aku menuangkan air yang kuperlukan untuk ritual. Apa ini aneh?”

Akeno-san mulai dengan sengaja menepuk nepuk dadanya. Hal itu merangsang selangkanganku...

“Tidak, tidak! Penampilan itu sangat luar biasa!”

Aku tak bisa apa apa selain menatap dada Akeno-san. Hanya saja pakaian tembus pandangnya terlalu menstimulasi buatku...Hah? apa hanya perasaanku atau dia tak mengenakan apa apa di bagian bawah juga...? Aku kemudian melihat area pahanya...aku dibuat membisu. Dia tak mengenakan apa apa...menurutku. Dia nampaknya tidak malu dan tidak berusaha menyembunyikannya! Seolah olah dia sangat menikmati reaksiku!

“Mari kita mulai, Ise-kun. Tolong berikan lengan kirimu.”

“Y...Ya! Mohon bantuannya!”

Cara untuk memecah kekuatan Naga. Yaitu...

“Aku akan menghisap kekuatan Naga secara langsung dari jarimu. Dengan melakukan itu aku bisa mengeluarkan kekuatan Naga yang terakumulasi dalam lengan kiri Ise-kun.”

Ya. Dengan menghisapnya secara langsung melalui tubuhku, ritual akan selesai. Dalam kasusku, masalahku diselesaikan dengan Buchou dan Akeno-san menghisap kekuatan Nagaku melalui jariku.

CHUP...

Dengan membuat suara air yang erotis, Akeno-san meletakkan jariku di mulutnya.

Akeno-san menghisap jariku sambil dengan sengaja membuat suara erotis.

...!...Ku, ini sensasi yang tak bisa kuungkapkan dalam kata kata. Aku memikirkannya berkali kali namun terasa menyenangkan berada dalam mulut gadis! Terasa licin namun hangat, dan bibirnya terasa begitu lembut...dan hanya dengan jariku diisap seperti ‘chup-chups’...cara aku dihisap benar benar menstimulasiku...! Terasa begitu luar biasa! Aaaah! Mulai jadi pink dalam kepalaku! Hebat! Ini begitu hebat! Tindakan yang melampaui ‘akting’ dalam video porno tengah terjadi di hadapanku!

CHUP-CHUP-CHUP

Akeno-san menghisap jariku sambil dengan sengaja membuat suara erotis, seolah dia menikmati reaksiku! Aku tak bisa bergerak selain wajahku menjadi merah dan merasakan nikmatnya dihisap. Aaaaah, aku pasti akan menyimpan memori ini dalam otakku untuk selama lamanya. Tunggu, kalau dipikir pikir aku akan terus menerima ini mulai dari sekarang!? Uoooooo! Inilah yang terbaik, sangat baik! Aku tak mungkin mendapat perlakuan ini kalau lenganku tak berubah menjadi Naga! Ddraig! Saat ini aku tengah mengalami momen terbaik dalam hidupku! Situasi ini begitu erotis namun aku bisa merasakan gelombang kekuatan dalam lengan kiriku berkumpul di ujung jariku dan lenyap. Dan beban yang kurasakan di lengan kiriku juga hilang. Lengan kiriku menjadi lebih rileks. Rasanya hawa kehadiran Ddraig menipis. Berarti aku benar dengan fakta kalau kekuatan Nagaku menjadi padat maka kesadaran Ddraig juga menjadi padat? Tepat saat aku memikirkan itu.......

JILAT

“Uhee...”

Aku tanpa sadar melepaskan suaraku. Itu karena Akeno-san mendadak menjilat jariku! Dia mulai memutar jariku dengan ujung lidahnya! Tu...tunggu, Akeno-san! Saat kulihat Akeno-san memasang wajah nakal dan kelihatannya kepribadian sadisnya tengah aktif. Jariku yang keluar dari mulutnya memiliki benang yang tercipta dari air liur Akeno-san! Uheeee, ini begitu erotis! “Ara ara, kalau kamu memberi reaksi manis seperti itu, aku jadi ingin memberimu layanan lebih.” “La...layanan?” “Ya. Aku juga berpikirbukan hal buruk untuk lebih menyayangi kouhai(junior)ku.” Akeno-san mulai menhisap jariku lagi dan mendekatkan tubuhnya padaku. Eeeeeeh!? A-Akeno-san!? Tunggu dulu! Apa yang terjadi!? Mengabaikan reaksiku yang kacau, dia tersenyum sambil memelukku! Aku bisa mengendus aroma manis dari rambut hitamlembutnya! Tidak, aku bisa mencium aroma tubuh Akeno-san yang berhasil mengguncang kejantananku! Karena aku tak mengenakan apa-apa di tubuh atasku dan Akeno-san mengenakan baju yang sangat tipis, aku bisa merasakan tubuhnya secara langsung! Terasa dingin karena bajunya basah, namun aku bisa merasakam kehangatan dari suhu tubuhnya! Dan suhu tubuhnya begitu erotis sampai kepalaku nyaris menggila! Tu..Tubuh Akeno-san begitu lembut! Aku bisa merasakan sensasi Oppainya hanya melalui kain itu! BUHAA! Darah mengucur dari hidungku! Tentu saja! Biarpun ada banyak darah yang terus keluar, masih tak berhenti juga! Akeno-san berbisik ke telingaku saat tubuhku masih kaku seperti batu. “Biarpun aku bersikap seperti ini, sebenarnya aku cukup menyukaimu, Ise-kun.” “A....Aku?” “Ya. Awalnya aku hanya menganggapmu junior yang imut. Namun akhir-akhir ini berbeda. Dalam pertarungan melawan Phenex tempo hari, aku melihatmu terus berdiri berapa kalipun kamu dihajar jatuh dari ruang kesehatan. “Dan kamu datang ke pesta pertunangan untuk menyelamatkan Buchou. Kamu bahkan mengalahkan Phenex yang dikatakan abadi. Bahkan aku akan tertarik saat melihat seorang lelaki bertarung gagah berani seperti itu.” “Te...Tertarik?” Akeno-san menatap langsung ke arahku dan mendecak lidahnya. “Ufu. Terkadang aku memikirkanmu dan area di sekitar dadaku menjadi panas. Dan ternyata aku sangat menikmatinya. Tapi saat aku mencoba membuatmu menikmati hal seperti ini, insting penggangu dalam diriku meningkat...apa ini cinta?” Apa ini cinta? Dan aku sedang diganggu!? Ada gangguan seksual semacam ini!? Dunia sungguh besar! “Tapi kalau aku berani menyentuhmu, Rias bisa marah. Orang itu.... benar-benar memandangmu. Ufufu, kamu sungguh laki-laki pendosa, Ise-kun.” ...Dosa? Aku? Aku akan menerima segala macam hukuman jadi biarkan aku melanjutkan sensasi ini! Apa Akeno-san memanggil Buchou’Rias’? Apa mereka saling memanggil nama mereka berdua saja? Akeno-san dan Buchou sepertinya sudah lama saling kenal ketimbang anggota klub lainnya. Kemudian Akeno-san melingkarkan tangannya di leherku! Dan dia dengan sengaja mengekspos tubuhnya! Aku bisa melihat puting susu merah di payudara kanannya! Dia bahkan mengekspos seluruh kakinya! “Apa kamu ingin menjalin hubungan denganku?” “Hu..Hubungan?” Hubungan dengan siapa? Namun kata-katanya benar-benar merangsangku! “Ufufufu. Aku akan tutup mulut tentang apa yang akan terjadi dari sekarang dari Buchou dan Asia-chan. Menyenangkan, bukan? Rahasia diantara kita.” TES TES TES TES Mimisanku masih tak mau berhenti juga, bahkan terus mengalir dari hidungku. “Aku juga ingin mengalaminya setidaknya sekali. Dimangsa oleh pria muda dengan hasrat besar. Aku juga punya sifat masokistik dalam diriku. Kupikir ini waktu yang tepat kalau ada lelaki berada di dalamku sesekali saja.” To...Tolong hentikan....mengatakan serangan penghabisan terus menerus padaku...hah.”Waktu yang tepat”...? Apa itu artinya?.... “Akeno-san,jangan-jangan kamu masih.....?” “Ya, aku masih perawan. Ufufufu, Ise-kun pasti lebih berpengalaman jadi aku akan senang kalau kamu membimbingku.” “Ti....tidak. Aku juga....belum punya pengalaman.” Akeno-san memasang wajah terkejut oleh pengakuanku. “Eh? Mengejutkansekali. Kupikir kamu dan Buchou sudah...” “Tidak, tidak! Kami belum melakukannya! Aku bahkan tak tahu ap aku pantas, menjadi pasangan pertamanya!” “Ara ara. Apa Buchou masih ragu-ragu? Berarti kamu sudah melakukannya dengan Asia-chan?” “Itu bahkan lebih mustahil lagi” Aku tak bisah menyentuh mereka berdua. Dan lain lagi ceritanya kalau kita berbicara soal Asia. Asia adalah gadis yang harus kulindungi dan berani menodainya adalah hal tak termaafkan... Itulah yang kuputuskan dalam pikiranku. “Kalau itu Ise-kun, kupikir Buchou akan memberimu “hadiah besar” setiap malam ...... ini mengejutkan. Tentu saja."

Oooo ...... apa itu "hadiah besar" Kau berbicara tentang? Apakah sesuatu yang mengurangi semua siswa laki-laki adalah hasrat seksual?

"Ise-kun. Apakah kau ingin melakukannya dengan salah satu dari mereka? "

"Aku ingin melakukannya! Aku benar-benar ingin! Aku tetap turun mendesakku untuk mendorongnya ke tempat tidurku! Tapi aku tidak bisa melewati langkah terakhir dan aku selalu berakhir menangis setiap malam! Aku juga Ingin berhubungan seks dengan Buchou dan Asia! "

Aaaaah, akhirnya aku menceritakan perasaanku yang sebenarnya! Tapi mereka berpikir aku jujur. Ini tidak dapat membantu jika anak seusiaku memiliki banyak desakan seksual ketika aku harus hidup dengan dua bishoujo!

"Ara malangnya kamu ...... Ara. Kemudian kamu berdua lambat di hal ini ...... aku yakin kamu bisa melakukannya jika dia bersedia untuk melakukannya ...... Sepertinya aku tidak bisa mengambil kesucianmu tanpa izin. "

Sial....... aku rasa ada yang harus ditarik? Apakah aku mengatakan sesuatu yang tidak perlu? Apakah aku bisa lulus dari keperjakaanku? Tunggu! Tunggu dulu! Apakah aku membuat kesalahan bodoh?

Tiba-tiba pintu terbuka. Ketika kulihat dari arah itu ... Buchou ada di sana menatap dengan mata marah.

"Akeno. Apa artinya ini? "

Buchou mendekati kami dengan suara yang tidak menyenangkan ...... Oh tidak mungkin ...... Dia marah ......

"Ufufu. Aku hanya menyerap kekuatan naganya. "

Akeno-san menjawab dengan tak acuh. Dia tersenyum.

"...... Begitukah? Tapi tidak peduli bagaimana kamu melihatnya ......... tidakkah kamu mencoba untuk melakukan sesuatu di luar itu? "

"Ara ara. Aku tidak berpikir untuk melakukan hal itu. "

"Bahkan jika kamu, ada batasnya. Bahkan aku belum ...... "

"Bukankah itu karena kamu bertindak lambat? Mungkin baik membaca buku tentang itu, tapi itu tidak akan berjalan selancar yang di manual. "

"..............."

"..............."

Mereka tidak saling melotot namun Buchou dan Akeno-san melihat satu sama lain . Entah bagaimana aku bisa merasakan intensitas. U.. Uuummm. Aku tidak tahu bagaimana untuk menggambarkan situasi ini. Aku mengenakan bajuku dengan cepat dan mencoba untuk tidak mendekati mereka. Kemudian Buchou memelototiku dan mencubit pipiku. Aduh!

"Ise. Sepertinya kamu bersenang-senang. Apakah kau merasa dekat dengan Akeno-onee-sama itu yang kau kagumi begitu banyak? "

"Wo ...wow. Aku ...... "

Aku tidak bisa berbicara dengan baik karena pipiku dicubit. Tapi mengarang alasan tidak tampak jantan jadi aku berhenti mengatakan apa-apa. Bahkan aku memasuki suasana, aku sudah tak sabar untuk itu.

"Kemudian melakukan apapun yang kau inginkan!"

Buchou membuat wajah marah dan meninggalkan ruangan.

BANG!

Bahkan cara dia menutup pintu itu dengan kekerasan. Hiks ... Aku berteriak pada Buchou. Kenapa? Apakah karena aku adalah piaraan untuk melakukan sesuatu yang nakal dengan Akeno-san? Akeno-san berbisik kepadaku ketika aku masih bingung.

"Cemburu? Dia lucu. Ufufufu. Ise-kun.Sepertinya kamu membuat kemajuan dalam hubunganmu. "

Apa maksudmu? Hmmmmm. Aku tidak mengerti apa yang dia maksudkan dengan kemajuan. Apakah dia berpikir bahwa aku akan diambil oleh Akeno-san? Aku pelayan Buchou sehingga tidak ada cara itu aku akan menjadi pelayan Akeno-san ...... Tapi kupikir itu tampak lucu ketika Buchou membuat wajah marah seperti Asia.

Bagian 4[edit]

Asia dan aku tengah berjalan pulang ke rumah sepulang sekolah dan menyelesaikan kegiatan klub. Biasanya Buchou ikut bersama kami tapi hari ini tidak. Sepertinya insiden dengan Akeno-san adalah penyebabnya.

“Buchou tidak ikut pulang ke rumah?”

“Aku akan menyusul kalian nanti. Pulanglah tanpa aku.”

Aku menanyainya di ruang klub, tapi bukan hanya dia tak melihat mataku, dia bahkan tak menghadap wajahku. Ada duri dalam ucapannya. Hiks.......apa Buchou membenciku sekarang? Aku sedih.......jadi anjing yang dimarahi oleh majikan mereka merasakan hal ini juga? Terasa begitu kesepian.........dan sedih.......

“Bukankah Buchou-san ikut pulang bersama kita?”

“Hm? Iya..........sepertinya aku sudah membuat Buchou marah.”

“.....Apa terjadi sesuatu?”

Asia bertanya padaku dengan wajah khawatir, tapi tak bisa kuceritakan tentang insiden Akeno-san padanya disini. Nanti urusannya bisa tambah rumit.

“Tidak, itu salahku. Aku akan minta maaf nanti. Asia, kamu tak perlu mencemaskannya.”

“.......Aku paham. Tapi mungkin aku juga salah. Akhir akhir ini aku sering berbicara balik pada Buchou-san.........”

Ujar Asia dengan nada meminta maaf. Asia memandang Buchou sebagai rival namun kurasa bukan itu masalahnya. Penyebabnya pasti karena insiden dengan aku dan Akeno-san.......

“Tak apa apa. Kupikir dia tak marah padamu, Asia. Akulah yang salah.”

Aku memang cabul. Tapi kupikir Buchou tak keberatan kalau aku cabul. Dia bahkan tak mengatakan apa apa saat aku bermaksud menjadi Raja Harem.

Aneh. Belakangan ini Buchou aneh. Apa karena dia punya keinginan memiliki budak untuknya sendiri? Apakah sama dengan orang yang kesal kalau piaraannya dijinakkan oleh orang lain? Biarpun aku sangat disayangi oleh Buchou, aku hanyalah budak baginya. Hiks.......kalau aku kerepotan hanya karena satu wanita seperti ini, maka mimpiku menjadi Raja Harem masih sangat jauh! Sial! Inikah alasan aku tak bisa populer dengan wanita!? Perasaan wanita begitu rumit! Aku terus memikirkan itu sampai akhirnya tiba di rumahku. Saat aku mencoba membuka pintu, aku merasakan firasat buruk.

BERGIDIK......

Apa ini? Rasanya ada sinyal dalam tubuhku yang memperingatkan datangnya bahaya. Aku merasakan perasaan yang sama sebelumnya. Kalau kuingat ingat, sama seperti saat aku pertama kali bertemu Asia dan membawanya ke Gereja. Saat aku melihat Gereja, tubuhku gemetaran.

GREP.

Asia menggenggam tanganku dengan tangannya yang bergetar. Sepertinya Asia juga merasa tidak nyaman. Berarti ini perasaan yang hanya bisa dideteksi oleh Iblis. Ada seseorang dalam rumahku. Bukan, tak mungkin........Ibu! Aku membayangkan Ibuku dalam bahaya dan membuka pintu secepatnya! Aku melepas sepatuku dan berlari lurus ke dapur! Ini pasti bercanda! Ibu! Tidak, tak mungkin! Apa fakta kalau aku Iblis ketahuan!? Oleh siapa? Malaikat Jatuh? Tuhan? Malaikat? Orang orang Gereja? Yang manapun sama sama berbahaya! Mereka akan membunuh dan menghabisi siapapun yang memiliki hubungan dengan kami tanpa ampun! Dalam kepalaku, aku mulai mengingat mayat mayat yang dibunuh oleh Pendeta bajingan Freed itu. Mayat yang dicabik cabik olehnya. Ibuku akan menjadi seperti itu? Sial! Jangan bercanda! Hal semacam itu........! tak boleh terjadi!

Ibu tak berada di dapur. Namun aku mendengar suara tawa dari ruang tamu. Aku menuju ke sana secepatnya dan melihat dua gadis asing dan Ibuku tengah tertawa.

“Dan ini adalah gambar Ise saat masih di SD. Lihat. Ini foto waktu celananya sobek di kolam renang. Dia sangat merepotkan. Dia tetap pergi ke kolam renang biarpun celananya sobek.”

“......I.......Ibu?”

Ibu melihatku ketika dia sadar aku berada di sini.

“Oh Ise. Sudah pulang ternyata. Apa yang terjadi? Wajahmu nampak pucat.”

“Hauuuu. Syukurlah.”

Asia duduk di lantai seolah merasa lega. Setelah mendapati kalau Ibuku masih aman aku menghela nafas kelegaan dan menenangkan diri. Namun aku tak bisa menyingkirkan perasaan tak nyaman ini. Tentu saja. Karena ada dua wanita asing. Mereka berdua orang luar negeri dengan Salib menggantung di dada mereka. Mereka berdua nampak seumuranku. Seorang memiliki rambut oranye dan yang lain berambut biru dengan jumbai hijau dan mata menyeramkan. Mereka berdua cukup cantik. Tapi dari cara mereka bersikap aku bisa tahu mereka bukan orang biasa. Keduanya sama sama mengenakan jubah putih. Apa mereka orang orang Gereja? Exorcist? Ini gawat! Mana bisa aku bertarung di tempat seperti ini!

“Hallo, Hyodou Issei-kun.”

Wanita dengan rambut oranye berbicara padaku. Di sebelahnya adalah gadis dengan jumbai hijau dan ada senjata tertutup kain di sampingnya. Itu dia. Aku bisa merasakan firasat bahaya dari senjata itu. Aku bisa merasakan bahayanya dari kulitku. Mungkin itu senjata untuk melenyapkan kami Iblis.

“Senang bertemu denganmu.”

Aku menyapanya dengan senyum dibuat buat. Namun matanya berubah dan nampak bingung.

“Hah? Kamu tidak ingat? Ini aku?”

.........Hah? si gadis berambut oranye menunjuk dirinya sendiri. Tidak, tidak, aku tak mengingatmu. Ibu memberiku foto karena aku nampak bingung. Itu adalah foto Pedang Suci. Ibu menunjuk pada anak laki laki yang pernah berteman padaku waktu kecil.

“Dia anak ini. Shidou Irina-chan. Waktu itu dia memang kelihatan seperti anak laki laki, tapi sekarang dia gadis yang anggun jadi Ibu terkejut.”

......Permisi?.....gadis ini.......adalah anak laki laki yang bertetangga waktu aku masih kecil dan sering bermain denganku? Eeeeeeeh!? Anak laki laki dalam gambar ini! Dia wanita!? Jadi bukan laki laki!?

“Lama tak jumpa Ise-kun. Apa kamu keliru kalau aku laki laki? Apa boleh buat kalau waktu itu aku suka bikin masalah seperti anak laki laki. Tapi sepertinya kita sudah berubah sepanjang waktu kita tak saling jumpa. Astaga. Kamu tak bisa menebak apa yang akan terjadi saat bertemu kembali.”

Nadanya seolah dia memiliki maksud tertentu. Ya, dia sudah menyadari identitas sejatiku.


Bagian 5[edit]

“Syukurlah kalian berdua tidak apa apa.”

Asia dan aku dipeluk oleh Buchou.

Irina dan rekannya sudah meninggalkan rumahku setelah mengobrol selama 30 menit. Dia sudah lama tidak datang je Jepang. Dia sebenarnya datang kesini karena ini kota tempatnya dibesarkan saat kecil. Dia bilang dia pergi ke Inggris karena pekerjaan orangtuanya. Tapi dipikir seperti apapun, orangtuanya berhubungan dengan Gereja. Asia dan aku mencoba tak terlibat dengan mereka dan menyerahkan pembicaraan pada Ibu. Terutama karena Asia tak ingin menjalin kontak dengan orang orang Gereja. Aku memaksanya melakukan sesuatu dan menunggu dalam kamar. Aku siap bertarung kalau ada apa apa terjadi........tapi syukurlah tak terjadi apapun. Setelah itu Buchou pulang. Seperti kami, dia pulang dengan wajah pucat. Setelah dia mengkonfirmasi keselamatanku dan Asia, dia tiba tiba memeluk kami.

“Apa kamu terluka? Kukira mereka tahu kalau kita adalah Iblis, tapi kurasa mereka tak bisa menyentuh kita di perumahan normal dan khususnya di depan Ibumu yang manusia normal.”

“Ise-san dan aku sudah aman, Buchou-san.”

Buchou memeluk aku dan Asia lebih erat dan menggenggam kami seperti harta berharga.

“Aaah, Ise. Aku senang..........kalau sesuatu terjadi padamu dan Asia, aku.........setelah kegiatan klub normal aku dipanggil oleh Souna dan mendengarkan cerita tentang orang orang yang berkaitan dengan Gereja menyusup ke kota ini. Dan aku juga mendengar kalau mereka membawa Pedang Suci.”

Buchou pulang terlambat karena dia ada keperluan dengan Kaichou. Saat dia mendekati rumahku, dia merasakan hawa kehadiran abnormal dan datang terburu buru kemari. Buchou mengatakan kalau dia berpikir kemungkinan terburuk saat memasuki rumah dan merasakan kekuatan suci yang besar. Sepertinya jantungnya berdegup kencang.

“Kupikir hal terburuk akan terjadi pada budakku yang manis, aku sudah mempersiapkan skenario terburuk, tahu......? kalau aku harus mengucap selamat tinggal pada kalian setelah kita bertengkar, maka aku akan menyesalinya sampai mati. Maafkan aku. Aku harusnya memperlakukan kalian dengan lebih baik lagi.”

[Gremory dan budak mereka adalah makhluk dengan rasa perhatian besar diantara kaum Iblis]

Aku ingat ucapan Ddraig tadi malam. Kupikir ucapannya sangat benar. Buchou mendesah lega dan menitikkan air mata setelah memastikan keselamatan kami. Dia pasti sangat khawatir dengan kami. Itu terjadi setelah dia sedikit bertengkar dengan Asia dan setelah marah padaku. Kami berdua berpikir kalau kami membuat Buchou marah. Buchou sepertinya masih mengkhawatirkan hal itu.

“Buchou-san, maafkan aku juga karena sering berbicara balik padamu. Kupikir Buchou-san akan membawa pergi Ise-san dariku........kupikir aku takkan bisa menang........”

Asia meminta maaf. Buchou tersenyum dan menepuk nepuk kepala Asia.

“Tak apa apa.”

Buchou kemudian memeluk kami dengan cinta. Aaah, aku bisa merasakan cinta Buchou. Mu....mungkin dia juga akan memenuhi permintaan ecchiku......

“Buchou, oppai.”

“Ya, aku tahu Ise. Kamu benar benar anak manja.......”

“Tidak.”

Asia memisahkan aku dari Buchou. Nggggh, itu kesempatan bagus. Buchou mendesah dan melanjutkan berbicara setelah kami bertiga sudah tenang.

“Menurut Souna, yang sudah menemui keduanya tengah hari, mereka ingin bernegosiasi denganku, Iblis Rias Gremory, yang memiliki kota ini sebagai wilayahnya.”

“Orang orang dari Gereja ingin bernegosiasi dengan Iblis?”

Buchou mengangguk oleh pertanyaanku. Ini sungguh mengejutkan. Iblis dan Orang Gereja adalah musuh. Dan negosiasi diajukan oleh mereka, ya.

“Apa itu kesepakatan? Atau permintaan?”

“......Aku tak yakin apa rencana mereka, tapi mereka berencana datang ke ruang klub sepulang sekolah besok. Mereka katanya sudah berjanji pada Tuhan kalau mereka takkan menyerang kita.”

“Bisakah kita mempercayai mereka?”

“Harus percaya. Kita harus percaya pada mereka karena mereka penyembah Tuhan dan mereka datang meminta sesuatu dari Iblis, saat kita seharusnya makhluk jahat bagi mereka. Mereka sepertinya dibawah tekanan dan aku yakin kalau mereka sedang ada masalah. Aku dapat firasat buruk.......dari cerita mereka, para Pendeta yang datang ke kota ini dibunuh satu persatu.”

Mata Buchou menjadi tajam dan ia memasang wajah serius. Kelihatan seram.......bahkan Pendeta sialan Freed yang berpihak pada Malaikat Jatuh juga melawan kami. Kalau betul betul penyembah Tuhan, maka cara mereka memandang kami akan lebih buruk lagi. Sesuatu akan terjadi. Bahkan aku, yang masih baru dalam ‘dunia’ ini bisa merasakan itu.


Bagian 6[edit]

Esok hari sepulang sekolah.

Kami, anggota kelompok Gremory, tengah berkumpul di ruang klub. Di sofa, Buchou dengan Akeno-san dan kedua “tamu” tengah duduk. Anggota lain dari kelompok kami termasuk aku yang duduk di sudut ruangan mendengarkan percakapan mereka. Bahkan sejak keduanya masuk ke ruang klub, kami terus merasakan perasaan ganjil. Insting kami sebagai Iblis mengatakan kalau mereka berbahaya. Buchou dan Akeno-san berbicara pada mereka dengan wajah serius. Tapi yang ekspresinya paling berbahaya adalah Kiba. Dia menatap mereka penuh kebencian. Kalau ada sesuatu terjadi........tidak. Dia kelihatannya masih belum akan melawan mereka untuk sekarang. Mereka adalah penyembah Tuhan yang sangat dibenci Kiba. Kalau kalian tahu masa lalunya, maka kalian takkan tahu kalau dia dikuasai kebencian saat ini. Dibawah suasana ini, orang pertama yang angkat bicara adalah Shidou Irina.

“Belakangan Pedang Suci Excalibur yang disimpan di markas pusat Gereja Katolik Vatikan, Gereja Protestan, dan Gereja Orthodoks Timur dicuri.”

Excalibur dicuri? Dan Katolik, dan Protestan.......? kalau kuingat baik baik, ada pelajaran di sekolah kalau ada golongan berbeda di dalam Agama Kristen. Tapi bagaimana bisa Excalibur dicuri dari Katolik, Protestan, dan Orthodoks Timur? Itu semua satu lokasi kan?

“Excalibur sendiri tidak ada.”

Yang menjawab keraguanku adalah Buchou. Arara, sepertinya Buchou bisa membaca isi pikiranku.

“Maaf. Salah satu budakku belum lama menjadi Iblis, jadi bisakah kita lanjutkan percakapan ini sambil menjelaskan tentang Excalibur?”

Shidou Irina mengangguk oleh pertanyaan Buchou.

“Ise-kun. Excalibur patah dalam peperangan zaman dahulu kala.”

Irina menatapku dan mengatakan itu. Hah? Patah? Pedang Suci? Biarpun itu adalah Pedang super terkenal?

“Sekarang penampilannya jadi begini.”

Wanita dengan rambut biru dan jumbai hijau menunjukkan senjatanya yang terbungkus kain padaku. Yang muncul adalah Pedang panjang.

“Ini adalah Excalibur.”

[MERINDING]

Tepat setelah melihatnya, rasanya setiap pori tubuhku terbuka dan perasaan dingin menyerbu tubuhku. Ketakutan, merinding, kecemasan. Aku ketakutan oleh sebuah pedang. Ini berbahaya. Sangat sangat berbahaya. Bahkan aku paham kalau Iblis akan mati dalam sekejap hanya dengan menyentuhnya! Jadi inikah Pedang Suci? Inikah senjata terkuat dalam melawan Iblis?

“Excalibur patah menjadi beberapa keping di peperangan zaman dahulu. Pecahannya dikumpulkan dan diubah kedalam bentuk baru melalui Alchemy. Dibuat menjadi 7 pedang. Dan inilah salah satunya.”

Berarti Excalibur ini bukan yang asli, tapi pedang baru yang dibuat setelahnya.

“Excalibur yang kubawa adalah “Excalibur Destruction”. Satu dari 7 Pedang Suci yang diciptakan. Gereja Katolik lah yang memilikinya.”

Wanita dengan jumbai menaruh pedangnya dan membungkusnya dengan kain. Kalau kulihat baik baik ada simbol mantra pada kainnya. Apa dia sedang menyegel kekuatannya? Namun tak mengubah fakta kalau itu berbahaya. Irina juga mengeluarkan sesuatu yang nampak seperti tali panjang. Tali itu mulai bergerak seolah olah dia hidup.

......! Tali mengubah bentuknya tepat di hadapanku dan berubah menjadi katana[8].

“Punyaku adalah “Excalibur Mimic”. Aku bisa mengubah bentuknya menjadi bentuk yang kuinginkan jadi mudah dibawa kemana mana. Seperti ini, tiap tiap “Excalibur” memiliki keunikan tersendiri. Yang satu ini adalah milik Gereja Protestan.”

Dia mengatakannya dengan bangga. Aku bisa merasakan takut karena Excalibur itu juga. Benda itu juga berbahaya bagi kami Iblis.

“Irina.......tak ada alasan menceritakan para Iblis ini tentang Excalibur, kan?”

“Ara Xenovia, biarpun mereka Iblis namun kita tetap harus saling percaya dengan mereka dalam situasi ini. Juga, biarpun kemampuan pedangku ketahuan, aku takkan kalah oleh para Iblis disini.”

Shidou Irina mengatakannya penuh percaya diri. Dia mungkin memiliki kepercayaan diri kalau dia takkan kalah pada kami. Namun kedua Pedang Legendaris itu ada disini! Wow, bukankah ini situasi serius!? Kemudian aku menyadari hawa kehadiran datang di dekatku.

Itu adalah Kiba. Dia menatap Excalibur dan kedua wanita dengan wajah menyeramkan yang belum pernah kulihat sebelumnya. Itu benar.......Kiba dendam pada Excalibur. Aku bahkan tak pernah bermimpi akan melihat Excalibur di tempat seperti ini. Kiba mungkin tak pernah berpikir kalau dia akan menemui Excalibur disini. Dan sekarang ada tepat di hadapannya. Pikirannya pasti sedang menggila. Tenanglah. Jangan langsung serbu mereka, Kiba. Buchou tengah berbicara dengan profesional pada musuh. Kalau kamu ikut campur sekarang, bisa runyam! Kondisi terburuk bisa jadi pertarungan. Tak mungkin dia akan diam saja melihat Excalibur di hadapannya.

“.......Lantas apa hubungannya Excalibur yang dicuri dengan negara yang terletak di dunia timur ini?”

Buchou terus berbicara dengan sikap yang sama. Itulah Onee-sama kami. Dia tak gentar meski terdapat Excalibur di hadapannya! Dia nampak tegar! Gadis dengan rambut biru dan jumbai hijau dengan mata seram—kurasa namanya Xenovia—terus berbicara.

“Gereja Katolik memiliki dua Excalibur termasuk milikku. Gereja Protestan juga punya dua. Juga di Orthodoks timur ada dua. Satu yang terakhir hilang dalam peperangan sebelumnya diantara Tuhan, Iblis, dan Malaikat Jatuh. Satu Excalibur dicuri dari tiap tiap Gereja. Orang yang mencurinya kabur ke Jepang, dan membawanya ke kota ini.”

Hei, hei. Jadi si maling Pedang Suci tertarik dengan kota ini? Buchou juga menaruh tangannya di dahinya dan menghela nafas panjang.

“Nampaknya wilayahku penuh dengan insiden. Jadi siapa orang yang sudah mencuri Excalibur?”

“Orang orang yang mencurinya adalah Grigori.”

Buchou melebarkan matanya dalam kekagetan oleh jawaban itu.

“Pedang Suci diambil oleh organisasi Malaikat Jatuh? Itu bukan kesalahan. Selain itu bukti bukti menunjukkan kalau Malaikat Jatuh yang sudah mencurinya. Bagi Iblis yang berada di posisi top, Pedang Suci sama sekali tidak menarik bagi mereka.”

“Kami tahu pelaku yang mencuri Excalibur. Salah satu pemimpin Grigori, Kokabiel.”

“Kokabiel......salah satu pemimpin Malaikat Jatuh yang bertahan di perang lampau sejak zaman dahulu......tak pernah kusangka akan mendengar nama orang yang muncul dalam Injil itu.”

Buchou mengernyit oleh nama itu. Tunggu, pemimpin Malaikat Jatuh!? Bukan hanya Excalibur, namun juga pemimpin Malaikat Jatuh!? Be.....berarti itukah alasan mereka datang kemari? Apa demi bekerjasama.....?

“Kami mengirim pendeta dan Exorcist ke kota ini secara diam diam namun mereka terus dibunuh.”

Xenovia mengatakan itu. Apa kamu serius? Ada insiden mengerikan semacam itu dan kami tak menyadarinya sama sekali.......? berarti ini permintaan kerjasama? Apa mereka datang untuk meminta bantuan Iblis Kelas Tinggi yang menguasai wilayah ini?

Tapi yang kedua wanita itu katakan selanjutnya mematahkan dugaanku.


“Permintaan kami......bukan. Perintah kami adalah supaya tak ada Iblis yang mengusik pertarungan diantara kami dan Malaikat Jatuh untuk Excalibur. Dengan kata lain, kami datang kesini untuk menyuruh kalian tak ikut campur dengan insiden ini.”

Mata Buchou berubah setelah mendengar cara bicara Xenovia.

“Cara bicara seperti itu. Apa itu pengekangan? Apa kamu berpikir kalau kami bekerjasama dengan para Malaikat Jatuh itu? Mungkin kalian berpikir kami bergabung dengan mereka untuk mencuri Excalibur?”

“Markas pusat berkata kalau hal itu mungkin tidak mustahil terjadi.”

Ada kemarahan di mata Buchou. Dia sangat kesal! Ada musuh datang seenaknya ke wilayahnya. Kemudian menyuruhnya untuk tidak turut campur. Juga mereka berbicara seenak perut mereka kalau takkan mengampuni kami kalau kami membentuk aliansi dengan Malaikat Jatuh. Harga diri Buchou sebagai Iblis Kelas Tinggi pasti takkan tinggal diam.

“Atasan kami tak percaya pada Iblis dan Malaikat Jatuh. Kami diberitahu kalau Pedang Suci diambil dari sisi Tuhan maka pihak Iblis akan merasa senang kan? Malaikat Jatuh juga akan untung. Karena alasan itulah tak aneh kalau mereka membentuk aliansi. Sebab itulah kami memberi kalian peringatan. Kalau kalian membentuk aliansi dengan Pemimpin Malaikat Jatuh Kokabiel maka kami akan melenyapkan kalian semua. Biarpun kamu adalah adik perempuan Maou, boss musuh kami.”

Xenovia mengatakannya dengan enteng tanpa mempedulikan tatapan tajam Buchou.

“......Sampai kalian tahu kalau aku adik perempuan Maou, artinya kalian punya banyak koneksi dengan pihak atasan Gereja. Kalau begitu kukatakan saja. Kami takkan membentuk aliansi dengan Malaikat Jatuh. Tak pernah. Dengan nama Keluarga Gremory. Aku takkan melakukan sesuatu yang akan mengotori nama Maou kami!”

Situasi menjadi sangat panas untuk kedua belah pihak. Namun Xenovia tertawa.

“Fu. Mendengarkan itu cukup melegakan. Aku harus memperingatkan kalian buat jaga jaga kalau Kokabiel bersembunyi di kota ini bersama ketiga Excalibur. Kalau sesuatu terjadi maka aku akan dibenci oleh orang orang di markas pusat. Oke, kami takkan meminta kerjasama. Asal kalian membentuk aliansi dengan pihak Tuhan secara sementara, maka takkan mempengaruhi keseimbangan diantara ketiga golongan. Terutama kalau itu adalah adik perempuan Maou.”

Setelah mendengarkan Xenovia, Buchou melunakkan ekspresinya dan mendesah lega. Nggggh. Mereka sejak tadi terus mengatakan hal hal rumit yang tak bisa kupahami sama sekali.

“Dimana orang orang dari Gereja Orthodoks itu diturunkan?”

Xenovia menjawab pertanyaan Buchou.

“Mereka sudah mempersiapkan orang untuk berjaga jaga dalam masalah ini. Mereka berencana melindungi Excalibur terakhir kalau Irina dan aku gagal.”

“Jadi hanya kalian berdua? Kalian akan merebut Excalibur dari tangan pemimpin Malaikat Jatuh hanya berdua saja? Itu sangat nekat. Apa kalian berencana mati?”

Buchou mengatakannya dengan nada tak percaya. Namun Shidou Irina dan Xenovia mengatakannya dengan tatapan tegas.

“Ya.”

“Aku memiliki pandangan sama dengan Irina. Tapi kalau bisa, aku tak ingin mati.”

“......Kalian datang kemari ke Jepang bersiap untuk mati? Seperti biasanya keyakinan dalam ajaran kalian sungguh ekstrim.”

“Jangan berkata buruk tentang keyakinan kami, Rias Gremory. Benar, Irina?”

“Benar. Juga Gereja memutuskan kalau akan lebih baik melenyapkan semua Excalibur ketimbang membiarkannya digunakan oleh Malaikat Jatuh. Tujuan minimum kami adalah menjauhkan Excalibur dari para Malaikat Jatuh. Untuk mencapai itu, kami tak keberatan mati. Satu satunya cara melawan Excalibur adalah dengan Excalibur.”

Sungguh keyakinan kuat! Inikah keyakinan mereka!? Cukup hebat! Sesuatu yang tak kumengerti sama sekali. Orang orang ini begitu patuhnya pada Tuhan!?

“Mungkinkah dengan hanya kalian berdua?”

“Yang pasti, kami takkan mati sia sia.”

Xenovia berkata tanpa takut oleh pertanyaan Buchou.

“Kamu nampak percaya diri. Apa kamu punya senjata rahasia?”

“Mungkin. Kuserahkan saja pada imajinasimu.”

“................”

“................”

Setelah itu, keduanya hanya saling menatap dan percakapan berhenti. Shidou Irina dan Xenovia bertukar pandang dan kemudian berdiri.

“Kalau begitu kami permisi dulu. Ayo pergi Irina.”

“Jadi kalian tak meminum teh kalian? Aku bisa siapkan snack buat kalian.”

“Tidak usah.”

Xenovia menolak tawaran Buchou dengan tangannya.

“Maaf, sampai jumpa.”

Shidou Irina juga meminta maaf dengan tangannya. Mereka tak menerima tawaran Buchou, dan langsung ingin pergi. Kemudian keduanya melihat ke arah yang sama. Yaitu Asia.

“Saat aku melihatmu di rumah Hyodou Issei aku berpikir kalau itu mungkin kamu. Apa kamu si “Penyihir” Asia Argento? Tak pernah kuduga akan bertemu denganmu di tempat ini.”

Ujar Xenovia. Tubuh Asia bergetar setelah ia dipanggil “Penyihir”. Kata kata itu nampaknya menyakitkan bagi Asia. Irina sepertinya menyadari itu dan juga menatap Asia.

“Apa kamu si “Penyihir” dalam rumor itu? Mantan Holy Maiden? Katanya kamu punya kekuatan untuk menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh, kan? Kudengar kamu dikirim entah kemana setelah dikeluarkan, tapi tak pernah kusangka kamu akan menjadi Iblis.”

“...........Ummm...........aku............aku........”

Asia tak tahu bagaimana harus bereaksi pada Irina dan Xenovia.

“Tak apa apa. Takkan kami ceritakan pada atasan kami, jadi tenang saja. Orang orang yang percaya pada “Holy Maiden” Asia bisa shock semuanya.”

“...............”

Asia membuat ekspresi ketakutan oleh ucapan Irina.

“Tapi sampai menjadi Iblis. Seorang yang disebut “Holy Maiden”. Kamu sudah jatuh ke tempat terendah. Apa kamu masih percaya pada Tuhan?”

“Xenovia, tak mungkin dia yang sudah menjadi Iblis, masih percaya pada Tuhan.”

Shidou Irina mengatakannya dengan tatapan tak percaya.

“Tidak, aku masih bisa mengendus “keyakinan” darinya. Ucapanku mungkin abstrak, tapi aku sensitif dengan hal semacam itu. Ada orang orang yang mengkhianati ajaran dan masih merasa bersalah karena mereka tak bisa melupakan ajaran. Aku bisa merasakan hal yang sama darinya.”

Xenovia mengatakannya dengan mata tajam dan Irina bahkan menatap Asia dengan wajah tertarik.

“Apa itu benar? Asia-san, kamu masih percaya pada Tuhan meskipun sudah menjadi Iblis?”

Asia menjawab pertanyaan itu dengan ekspresi sedih.

“........Aku tetap tak bisa melupakannya. Aku percaya padanya seumur hidupku......”

Mendengar itu, Xenovia mencabut pedangnya dari kain pembungkusnya dan mengacungkannya pada Asia.

“Begitukah? Maka aku harus menebasmu saat ini juga. Kalau sekarang, aku bisa membunuhmu dengan nama Tuhan. Biarpun kamu memiliki dosa, Tuhan kami akan mengampunimu.”

.......aku tak bisa menghentikan sesuatu yang terbakar dalam diriku. Xenovia mendekati Asia. Aku berdiri di depan Asia untuk melindunginya.

“Jangan sentuh dia.”

Kukatakan dengan jelas pada Xenovia.

“Kalau kau mendekati Asia, takkan kuberi ampun. Kau sudah memanggil Asia “Penyihir” kan?”

“Ya begitulah. Saat ini dia setidaknya sangat cocok disebut sebagai “Penyihir”.”

Ke.....keparat ini!? Aku menggigit keras gigiku dan membuat suara dengan gigiku karena kemarahanku padanya.

“Jangan melucu! Tak seorangpun menolongnya ketika dia membutuhkan bantuan! Mereka yang tak bisa memahami kebaikan hati Asia adalah sekumpulan idiot! Juga sangat salah karena tak satupun dari mereka mau menjadi temannya!”

“Apa menurutmu sang “Holy Maiden” memerlukan teman? Yang penting adalah memberi kebaikan pada orang lain. “Holy Maiden” tak ada artinya kalau mereka mencari cinta dan persahabatan dari orang lain. Dia bisa saja terus hidup dengan cinta dari Tuhan. Jadi sejak awal Asia Argento tak memiliki hak untuk menjadi “Holy Maiden”.”

Xenovia mengatakannya seolah itu hal yang jelas. Sial! Apa yang salah dengan orang orang ini! Aku tak bisa memahami mereka! Aku tak sudi memahami mereka juga! Bagaimana bisa mereka mengatakan kalau Asia yang salah disini!?

“Jadi kalian seenaknya membuat dia jadi “Holy Maiden” dan mengabaikannya karena dia berbeda dari mereka yang mencarinya? Itu sangat keliru..........sangat sangat keliru!”

Aku sudah tak bisa menahan emosiku lebih lama lagi. Aku selalu........selalu ingin mengatakan ini pada mereka yang berhubungan dengan Tuhan.

“Tak seorangpun dari kalian paham penderitaannya! Tuhan apanya!? Cinta apanya!? Tuhan brengsek itu tak berbuat apa apa saat Asia berada dalam situasi berbahaya.”

Namun Xenovia menjawabnya dengan tenang.

“Tuhan menyayanginya. Kalau tak ada yang terjadi itu artinya dia tak cukup yakin padanya, atau keyakinannya palsu.”

Apa semua orang orang Gereja seperti ini!? Apa Asia tinggal diantara kumpulan keparat ini!? Jangan bercanda........jangan bercanda!

“Kamu ini siapanya Asia?”

“Keluarga, Teman, Sahabat. Karena itulah aku akan menolong Asia. Aku akan melindungi Asia! Kalau kalian berani menyentuhnya, akan kujadikan kalian semua musuhku!”

Xenovia meruncingkan matanya oleh provokasiku.

“Apa itu pernyataan perang pada kami.........semua orang di Gereja? Hal sebesar itu muncul dari Iblis rendahan sepertimu. Gremory. Kupikir kamu tak cukup mendidik orang ini.”

“Ise, cuku......”

Buchou mencoba menenangkan aku, namun Kiba mendadak berdiri di depanku.

“Sungguh waktu yang tepat. Biar aku yang jadi lawan kalian.”

Kiba menenteng pedangnya, dan muncul aura pembunuh luar biasa di sepanjang tubuhnya.

“Siapa kamu?”

Kiba mengernyit oleh pertanyaan Xenovia.

“Aku senpaimu. Meski sebenarnya aku hanyalah orang gagal.”

Dalam sekejap itu tak terhitung jumlah Pedang Iblis bermunculan di ruang klub.


Bagian 7[edit]

Hmmmm. Jadi kenapa situasinya menjadi seperti ini?

Aku tengah berdiri di tempat dimana kami berlatih untuk Turnamen Bola. Kiba berdiri agak jauh dariku. Dan Shidou Irina dan Xenovia tengah berdiri di depan kami. Mengelilingi kami dan sekitar kami adalah perisai dari aura merah. Anggota yang lain tengah menonton kami dari luar perisai.

“Mari kita mulai.”

Irina dan Xenovia melepas jubah mereka dan mengenakan pakaian tipe tempur. Mereka tak menunjukkan kulit mereka namun kelihatan.......erotis......kalian bisa melihat semua lekuk tubuh mereka. Ummm, mereka berdua memiliki payudara dan bokong bagus! Xenovia melepas kain di senjatanya dan memperlihatkan Excaliburnya. Excalibur yang Shidou Irina bawa juga berubah menjadi bentuk katana.

Akan kujelaskan kenapa situasinya menjadi runyam begini.

Selagi aku bertengkar dengan para pengguna Pedang Suci itu, Kiba ikut campur dan situasi memburuk. Buchou juga nampaknya kerepotan mengendalikan situasi karena kamilah, budaknya yang memulai pertarungan. Kemudian Xenovia memberi saran.

“Mungkin menarik untuk menguji kekuatan para budak Rias Gremory. Juga, aku tertarik pada kekuatan pria senpai itu.”

Xenovia menerima tantangan Kiba. Dia juga menambahkan kalau pertarungan ini takkan dilaporkan pada Gereja. Mungkin mereka sedikit memahami posisi kami, jadi mereka tak mempermasalahkannya asal bukan pertarungan mempertaruhkan nyawa. Lokasinya adalah tempat untuk latihan Turnamen Bola di dekat Gedung sekolah lama. Untuk menghindari kerusakan tak perlu dan dipergoki manusia, Akeno-san memasang perisai untuk kami. Dengan ini kami bisa bebas bertarung. Dan aku juga ikut serta dalam pertarungan ini.........kenapa? apa ini pertarungan untuk membunuh waktu setelah pertengkaran? Itu absurd........aku memang kesal karena mereka terus menjelek jelekkan Asia. Tapi tak pernah kusangka akan jadi pertarungan seperti ini. Aku sebenarnya akan berhenti ketika Buchou menghentikanku........ujung ujungnya jadi begini karena Kiba seenaknya ikut campur dalam argumen......

“Biarpun hanya pertandingan, hati hatilah pada Pedang Suci.”

Peringatan Buchou mencapaiku.

“Y.....Ya!”

Aku membalasnya, namun aku gemetaran karena mengingat video “Kumpulan Ancaman Pedang Iblis” yang kami tonton sebelum bertarung. Sepertinya rekaman pertarungan seseorang dengan Pedang Suci melawan Iblis kelas tinggi. Si Iblis yang tertebas Pedang Suci mengeluarkan asap dari luka yang dibuat oleh Pedang Suci. Dan tahukah kalian kalau bagian yang terpotong hilang? Seperti makna kata itu, benar benar lenyap. Iblis akan lenyap kalau mereka tertebas oleh Pedang Suci. Tubuh mereka akan menghilang. Seram. Itu sangat seram! Aku benar benar tak ingin ditebas benda itu! Kiba di sisi lain sudah mengaktifkan Sacred Gearnya dan muncul sejumlah Pedang Iblis di sekitarnya.

“.......Apa kau tertawa?”

Kiba tertawa lepas sampai terasa ada yang aneh. Senyuman yang membuat atmosfir dingin. Tak ada jejak senyum menyegarkan yang biasa dia tunjukkan. Sampai segitunya........apa kamu begitu bencinya pada Pedang Suci.........?

“Ya. Benda yang ingin aku kalahkan dan hancurkan ada tepat di depanku. Aku senang. Fufufu, aku bahkan dengar kalau dengan dekat pada Iblis dan Naga, maka ‘kekuatan’ akan hadir. Tapi sampai aku bisa menemuinya secepat ini......”

Ddraig juga sudah mengatakan hal yang sama. Banyak orang kuat akan berkumpul oleh kekuatan Naga. Jadi ini terjadi karena aku........dan Ddraig? Apa memang begitu.......

“........’Sword Rebirth’ ya. Pemiliknya bisa menciptakan segala Pedang Iblis yang mereka bayangkan di kepala mereka. Itu sangat unik diantara Sacred Gear tipe Pedang Iblis.......kudengar ada ‘subjek’ yang berhasil lolos dari “Proyek Pedang Iblis”..........apa itu kamu?”

Kiba tak menjawab pertanyaan Xenovia. Dia hanya mengarahkan hasrat membunuhnya padanya. Hei, hei, membunuh itu dilarang, tahu? Kiba, kumohon tetap anggaplah ini pertandingan biasa. Kalau sudah melebihi itu, bukankah akan mempengaruhi hubungan diantara Iblis dan Tuhan? Maou-Sirzechs-sama juga akan kerepotan.

“Hyodou Issei-kun.”

Orang yang berdiri di depanku adalah Shidou Irina. Gadis dengan rambut warna oranye. Kupikir dia laki laki waktu masih kecil, tapi dilihat bagaimanapun juga sekarang dia seorang wanita. Aku sedikit ingat waktu ketika masih bermain main dengannya. Apalagi dia seorang Bishojo. Dia juga punya badan bagus, jadi dia mungkin tipeku.

“Saat aku menemui anak laki laki yang lama tak kutemui, dan dia berubah menjadi Iblis........aku jadi shock.”

Dia sepertinya depresi. Memang, aku sendiri tak menyangka akan berubah menjadi Iblis. Tapi aku menikmati hidupku.

“Ummmm Shidou Irina.........bisakah aku memanggilmu Irina? Apa kita harus bertarung? Aku sudah mengatakan semua isi hatiku tentang Asia. Kurasa kita tidak perlu bertarung.”

Itulah pendapatku. Ada hal hal yang ingin kukatakan pada orang orang Gereja tentang Asia. Ada bagian dariku yang merasa lega karena sudah mengatakannya hari ini. Juga, kalau mereka menjelek jelekkan Asia maka aku akan lawan mereka semua. Aku tak sudi orang lain berbicara buruk tentang keluargaku. Namun Irina menatapku dengan pandangan mengasihani. Lebih tepatnya ada setitik air mata jatuh di pipinya.

“Hyodou Issei-kun yang malang. Tidak, aku akan memanggilmu Ise-kun karena aku sudah mengenalmu sejak dulu. Dan takdir sungguh kejam pada kita! Aku pergi ke Inggris karena mengetahui kalau aku bisa menggunakan Pedang Suci, dan kupikir bisa menjadi perwakilan Tuhan. Aaaah, ini pasti ujian yang Tuhan berikan padaku! Tanah yang sudah lama tak kutinggali! Takdir kejam dimana teman masa kecilku sudah menjadi Iblis! Pergerakan waktu sungguh kejam! Namun dengan bergerak maju, aku akan menjadi seseorang yang sangat yakin pada Tuhan! Baiklah Ise-kun! Aku akan memberi pengadilan padamu dengan Excalibur ini! Amen!”

Meskipun Irina menangis, dia sepertinya sangat teguh melakukannya dan mengacungkan pedangnya ke arahku. Hah!? Haaaah!? Ga.....gadis ini mengatakan hal yang susah dipahami! Oooh! Matanya berbinar seperti bintang! Apa dia mabuk oleh keyakinannya!? Apa dia menikmati situasi ini? Wow! Kalian sama sekali tak boleh melibatkan diri dengan cewek tipe ini!

“Aku sama sekali tak paham apa maksudmu. Tapi, Boosted Gear!”

[Boost!]

Aku membuat kilau merah dan gauntlet muncul di lengan kiriku. Ia juga membuat suara kapanpun aku menggandakan kekuatanku. Sacred Gearku memiliki kemampuan menggandakan kekuatanku tiap 10 detik. Juga bisa mentransfer kekuatanku pada orang lain. Aku hanya perlu mengaktifkan Sacred Gearku lebih cepat. Kalau dia melakukan sesuatu sebelumnya maka aku takkan bisa apa apa. Irina dan Xenovia sepertinya kaget setelah melihat Sacred Gearku.

“........”Longinus”.”

“Apakah itu “Boosted Gear”? tak pernah kusangka bisa menemui orang yang memiliki Welsh Dragon di negara timur jauh seperti ini........”

Mereka berdua mengangkat alisnya.

“Kau bisa terluka kalau terus memperhatikan Ise-kun!”

KLANG!

Kiba maju menyerbu ke arah Xenovia. Pedang Suci dan Pedang Iblis membuat kilatan. Xenovia tersenyum setelah melihat serangan Kiba.

“Sacred Gear “Sword Rebirth” dan “Boosted Gear”. Dan juga “Twilight Healing” yang Asia Argento miliki. Mereka semua adalah Sacred Gear terlarang bagi kami. Mungkin sangat alami bagimu berubah menjadi Iblis.”

“Kekuatanku juga berasal dari kebencian rekan rekanku, yang terbunuh sambil terisi penyesalan! Aku akan mengalahkan para pengguna Excalibur dengan kekuatan ini, dan aku akan hancurkan Excalibur itu!”

Jadi Kiba juga bersumpah dendam pada rekan rekannya yang terbunuh dalam proyek itu.

“Aku datang, Ise-kun!”

Irina menyerbu dan mengayunkan pedangnya ke arahku. Bahaya! Dia serius ingin menebasku! Kalau aku tertebas itu, maka Iblis sepertiku akan menerima dampak kritis, kan? Terkena langsung itu gawat. Sangat sangat gawat!

“Aku belum selesai!”

Aku meningkatkan kekuatanku selagi mengelak dari katananya.

[Boost!]

Kekuatan mengalir sepanjang tubuhku. Sekarang kekuatanku digandakan lagi. Tapi masih kurang untuk melawannya! Berapa kali aku harus boost!? Sial! Aku belum berpengalaman dan ini pertamakali bertarung melawan Pedang Suci! Aku hanya perlu menghindari, dan menyerang setelah menggandakan kekuatanku sebanyak yang kubisa! Kalau sudah begini, maka aku harus menggunakannya! Kalau tidak aku tak bisa menenangkan diriku! Tidak, akan sangat disayangkan kalau aku tak memakainya! Aku akan memakai “Dress Break” kalau ada kesempatan! Salah satu teknik kebanggaanku. Kekuatan untuk melenyapkan pakaian, hanya pada wanita, dengan memakai kekuatan sihirku yang ditingkatkan. Irina membuat wajah curiga.

“.........Wajahmu kelihatan mesum. Apa yang kamu pikirkan?”

Fufufu. Aku akan segera melihatmu telanjang.

“.......Mohon hati hati. Ise-senpai punya kekuatan melenyapkan pakaian wanita yang dia sentuh.”

Koneko-chan!? Kenapa kamu mengatakan rahasia kekuatanku pada musuh!? Koneko-chan mengatakannya padaku sambil memasang wajah tak senang.

“.........Musuh semua wanita. Kamu yang terburuk.”

“Aaaah! Kata katamu kasar sekali, Koneko-chan!”

“Sungguh teknik rendahan! Aaah, Tuhan. Mohon maafkan si mesum pendosa ini!”

Irina membuat ekspresi sedih sambil berdoa.

“Jangan melihatku dengan tatapan mengasihani!”

“..........Kamu yang terburuk.”

Maafkan aku Koneko-chan! Maaf sudah jadi pria bernafsu!

“Ise-san! Kalau kamu begitu menyukai tubuh wanita, kenapa tidak memintanya langsung padaku.......! aku takkan keberatan mengorbankan tubuhku demi Ise-san.”

Pengorbanan diri! Sudah kuduga dari mantan Kristen, Asia-san! Tapi bukankah kata katamu itu terlalu nekat!?

“Begitu. Kumpulan hasrat seksual. Kupikir itu cocok bagi kaum Iblis yang memiliki keserakahan tinggi.”

Xenovia mengatakannya sambil mendesah. Namun dia menatapku dengan wajah jijik.

“Maaf.”

Entah kenapa Kiba justru meminta maaf padanya! Kamu tak perlu meminta maaf untukku, tampan brengsek! Kenapa aku yang dijelek jelekkan terus!? Kiba membuat Pedang Iblis di tempatnya berdiri dan memegangnya. Sekarang dia membawa dua pedang dan menyerbu ke arah Xenovia.

“Sekarang mari kita mulai saja! Bakar! Dan bekukan! “Flare Bland”! dan “Freeze Mist”!”

Salah satu Pedang Iblis Kiba menciptakan putaran api dimana yang lainnya membuat udara dingin dan es keperakan. Kiba adalah “Kuda”. Ciri khas kuda adalah kecepatan geraknya. Dia menyerang dengan kecepatan Dewa. Namun Xenovia menghindari serangan Kiba yang datang dari segala arah dengan gerakan minimum.

“Jurus andalan “Kuda”. Pedang Iblis Api dan Es. Tapi kau terlalu naif!”

KACHING!

Satu tebasan pedang Xenovia melenyapkan dua Pedang Iblis Kiba menjadi debu.

“............!”

Kiba dibuat membisu karena Pedang Iblisnya dihancurkan dengan satu ayunan. Sungguh kekuatan hebat! Jadi itukah Pedang Suci!?

“Pedangku adalah kumpulan energi penghancur! Tak ada yang tak bisa ia hancurkan.”

Xenovia memutar pedangnya. Dia kemudian mengarahkannya dan menusukkannya ke tanah.

DOOOOOOOOOOOOOON!

Mendadak tempatku berdiri berguncang dan tanah bergetar hebat! Aku kehilangan keseimbanganku dan berlutut di tanah. Aku tak bisa berdiri! Muncul kabut debu di sekelilingku! Bahkan ada pasir beterbangan ke arahku! Dan menuju ke wajahku! PUAH! PUAH! Aku membersihkan pasir di wajahku sambil memuntahkan pasir dari dalam mulutku.

.........! aku tak bisa mempercayai mataku saat melihat Lapangan Latihan. Kawah!? Ada lubang besar di tempat Xenovia menusukkan pedangnya! Jangan jangan dia membuat kawah itu hanya dengan satu serangan!? Hanya dengan sekali ayunan pedang!? Saat Xenovia menusukkan pedangnya ke tanah, sepertinya dia tak menggunakan banyak tenaga.

“Inilah Excaliburku. Ia mampu melenyapkan apa saja yang diserangnya. Inilah kenapa dia disebut “Excalibur”.”

........”Excalibur Destruction”! jadi kekuatan penghancurnya sangat berlevel tinggi! Sampai sampai Pedang Iblis Kiba juga ikut dilenyapkan! Kiba membuat ekspresi pahit setelah melihat itu.

“.......Kekuatan penghancur tinggi, benar benar Excalibur. Jadi menghancurkan ketujuh pedang itu akan jadi jalan yang sulit.”

Matanya belum kehilanga warna kebenciannya. Kiba berniat menghancurkan ketujuhnya! Satu pedang saja sudah kuat, tahu? Kupikir mengalahkannya akan sulit bahkan bagi Kiba. Yang benar saja, aku jadi muak dengan dunia ini karena ada banyak orang yang lebih kuat dari kita.

[Boost!]

Boost yang ketiga!

“Astaga! Badanku jadi kotor karena kamu menghancurkan tanah, Xenovia!”

Irina membersihkan pasir di pakaiannya sambil menggerutu.

“Tapi, sudah waktunya menyelesaikan ini sekarang!”

Dia mengacungkan pedangnya ke arahku dan melaju padaku! Cepat! Dia menutup jarak kami dalam sekejap! Biarpun dia tak secepat Kiba, dia jelas lebih cepat dariku! Aku harus apa!? Haruskah aku menghentikan Boostku di sini dan mulai menyerang!? Biarpun dia tak punya niat membunuhku, aku akan kehabisan staminaku kalau terus mengelak dari serangannya! Aku setidaknya punya kekuatan untuk bereaksi pada gerakan lawanku! Tapi aku tak yakin bisa mengalahkannya! Aku tak bisa mengaktifkan Sacred Gearku untuk yang kedua kalinya! Karena dia takkan memberiku waktu untuk melakukannya! Aku harus tetap waspada pada Excalibur itu, dan menyerang dia yang hanya manusia normal! Biarpun senjatanya mematikan, dia sendiri tidak! Cara berpikirku mungkin buruk, tapi aku harus mempertaruhkan ini!

“Kerja bagus! Kamu pandai juga mengelak! Sepertinya majikanmu melatihmu baik baik!”

“Ya! Majikanku sangat tegas dalam melatihku! Karena itu aku bisa mengimbangi mereka yang lebih kuat dariku! Misalnya begini!”

[Boost!]

“Ayo maju Boosted Gear!”

[Explosion!]

Aku menghentikan Boostku dan membuat aku bisa bertarung dengan kekuatan yang sudah kutingkatkan sampai sekarang! Kalau aku tak berhenti seperti ini, maka kekuatanku akan jadi tak imbang dan kekuatanku mungkin dimulai dari nol lagi.

DEG DEG!

Ada kekuatan mengalir sepanjang tubuhku. Itu adalah Boost keempatku, tapi aku pasti bisa menjatuhkannya dengan ini! Kalau sudah begini aku tinggal melenyapkan pakaiannya! Ya, aku tak peduli meski dibilang teknik rendahan! Tidak sia sia aku berlatih keras selama ini hingga mengalahkan Raiser! Maksudku aku harus segera menelanjanginya! Kupikir “Dress Break” sangat penting di saat ini! Aku melaju ke arah Irina sembari memiliki kekuatan sihir yang cukup untuk menelanjangi pakaiannya.

“Maaf, tapi aku akan menelanjangimu.”

“Tak senonoh!”

Irina menghindari serbuanku seolah sedang melindungi dirinya dari pemerkosa. Ugh! Dia cepat! Tapi aku belum menyerah! Aku tak peduli harus dibilang mesum! Aku akan hidup sebagai orang mesum!

“Masih belum!”

Aku berusaha mengimbangi pergerakan Irina. Kanan! Tidak kiri! Aku entah kenapa bisa melihat kemana dia akan mengelak karena hasratku untuk melihatnya telanjang bulat!

“Gerakan Ise-kun jadi lebih cepat dari biasanya.”

“........Kekuatan mesum dalam dirinya yang memberinya kekuatan seperti ini.”

Akeno-san dan Koneko-chan berkomentar. Mereka berdua nampak kaget oleh “energi mesum”ku, dan seolah tak percaya. Maaf kalau jadi orang mesum! Tapi tak seorangpun bisa menghentikanku kalau aku sudah bernafsu menelanjangi wanita! Aku bergerak ke arah Irina akan mengelak lagi!

“Apa! Kamu bisa mengejarku!?”

Irina kelihatan kaget. Fufufu. Jangan memandang rendah energi mesumku! Kena kau sekarang! Aku akan menelanjangimu! Aku akan melihat jelas Oppaimu! Aku menutup jarak sambil menggerakkan semua jariku dan memasang wajah cabul. Aku melompat ke arahnya seolah sedang menyelam! Itadakimasu!

Tapi......sebelum aku mencapai Irina.......dia menunduk. A.....apa......aku tak bisa menghentikan tubuhku dan melewati Irina, dan menembus perisai lalu menuju langsung ke arah Asia dan Koneko-chan berada.

Ini, sentuh. Tanganku menyentuh kedua bahu mereka. Kemudian.......

STRIP..........

Seragam Asia dan Koneko-chan meletus. Ya, sampai pakaian dalam mereka. Mereka berdua jadi telanjang bulat. Dress Break sukses! Payudara Asia yang masih berkembang dan dada loli Koneko-chan benar benar terekspos di hadapanku!

TES.......

Darah mengucur dari hidungku. Terima kasih banyak! Tidak, bukan itu maksudku! Ini—

“Tidak!”

Asia menyembunyikan tubuhnya karena sangat malu. Maaf Asia! Tapi kamu punya tubuh bagus seperti biasanya! Onii-chan sangat bahagia karena oppaimu terlihat masih akan terus tumbuh! Koneko-chan justru.......dia masih tanpa emosi namun tubuhnya mulai bergetar dan dia mengayunkan tinjunya. Oh celaka......

“Ko.....Koneko-chan! Kamu salah paham! Ini kesalahan! Memang berhasil! Tapi aku berpikir kalau dada rata itu juga menarik! Hah? Bicara apa aku!? Bukan itu! Itu gara gara Irina menghindarinya! Aku tak mengincarmu dan Asia! Ta......tapi terima kasih banyak! Aku berterima kasih buat jaga jaga.......”

“......Dasar cabul.”

BUAGH!

“Gufuuuuu!”

Aku menerima pukulan keras di perutku dan tubuhku terasa aneh. Uwaaaa! Badanku terbang! Saat aku mendarat dengan keras di tanah, aku terus bergulung di tanah.........uhuk! aku mendapat serangan kritikal! Aku begitu kesakitan sampai susah berdiri......

SENTIL SENTIL.

Irina menyentilku.

“Ise-kun, apa kamu masih hidup? Kupikir itu hukuman Tuhan karena menciptakan jurus seperti itu. Dengan ini seharusnya kamu belajar kalau kamu harus menyegel teknik semacam itu, oke?”

“......Tidak.....ini teknik yang kuciptakan dengan mempertaruhkan segala bakat sihirku kedalamnya......aku akan terus meledakkan pakaian wanita........aku waktu itu kelimpungan untuk memilih antara jurus ini dan jurus yang membuatku bisa melihat tembus pandang pakaian wanita.......”

Aku membuat kuda kuda melawan Irina sambil perlahan bangkit.

“Aku akan terus bertarung sampai aku bisa meledakkan pakaian wanita hanya dengan menatapnya!”

Aku meningkatkan semangatku dan melaju ke arahnya!

“Sampai bisa bertarung dengan tujuan semacam itu. Pasti ada yang salah denganmu.”

“Shidou Irina! Hasrat seksual adalah sumber kekuatan! Itulah keadilan!”

“Amen! Tuhan, pinjamkan aku kekuatan untuk mengalahkan Iblis bejat ini!”

Irina menggenggam Pedang Sucinya dan datang menyerbu ke arahku. Aku merendahkan tubuhku jadi aku bisa menendang Irina untuk menjatuhkannya dari bawah saat dia mengayunkan pedangnya padaku. Irina menyadarinya dan melompat kecil. Aku menendang tanah sehingga aku bisa bangkit dengan cepat! Ini dia jurus berikutnya!

Swing!

Jurusku lolos dari dagu Irina! Irina membuat mata tajam. Dia mengayunkan katananya ke samping, namun aku menghindarinya dengan melompat ke belakang. Irina menatapku dengan ekspresi kaget.

“........Maaf, sepertinya aku terlalu meremehkanmu. Kamu punya pergerakan yang bagus.”

Irina membuat wajah serius. Oh,masih bisakah aku menang? Itulah yang kupikirkan, tapi.......aku jatuh ke tanah.......apa apaan........aku merasa kekuatan meninggalkan tubuhku. Aku masih bisa bergerak sambil menahan rasa sakit. Tapi ini berbeda. Entah kenapa tenagaku hilang begitu saja.......sial......apa yang terjadi sebenarnya.........

Saat aku melihat perutku, ada asap mengepul darinya! Apa ini luka yang ditimbulkan oleh Pedang Suci!? Kapan dia melakukannya!? Apa aku terluka dari serangan barusan!? Dia hanya sedikit menggoresku dan hasilnya jadi begini......

“Itu luka yang ditimbulkan oleh Pedang Suci. Iblis dan Malaikat Jatuh akan kehilangan kekuatan dan sihir mereka dengan menerima serangan Pedang Suci ke tubuh mereka. Kalau tebasannya lebih dalam, kondisimu sekarang pasti akan kritis.”

Padahal hanya sedikit goresan! Apa itu saja mengambil seluruh kekuatanku sampai aku hanya bisa berlutut?

[Reset!]

Waktu pengaktifan Boosted Gearku sudah habis. Aku juga kehilangan kekuatan yang sudah digandakan dalam tubuhku. Kekuatanku kembali jadi normal! Kenapa jadi begini!?

“Kalau kamu melakukan boost lagi, mungkin kamu bisa menghindari serangan tadi. Kita sebenarnya bisa bertanding imbang. Kamu kalah karena memakai Sacred Gear tanpa mengetahui perbedaan kekuatan diantara dirimu dan lawanmu. Kesalahan kecil bisa jadi gawat dalam pertarungan serius.”

.......Sial. ini tak berguna! Tubuhku tak bisa bergerak sama sekali.......aku kalah? Apa aku mempermalukan diriku di depan Buchou dan Asia!? Menggelikan!

“Haaaaaaaaa!”

Kiba menguatkan semangatnya dan mencoba membuat sesuatu di tangannya. Menjadi berbentuk pedang, namun......

“Kekuatan penghancur dari Pedang Iblis itu dan kekuatan penghancur dari Pedang Suci ini! Kita lihat siapa yang lebih kuat!”

Yang muncul di tangan Kiba adalah pedang raksasa. Kiba menggenggamnya dengan kedua tangan sambil melepaskan aura kuat. Besar sekali. Lebih panjang dari tubuh Kiba. Mungkin lebih dari dua meter. Kiba kemudian mengayunkannya kuat kuat! Tebasannya mencapai Xenovia, namun dia hanya mendesah seolah kecewa.

“Sayang sekali. Kamu membuat keputusan salah.”

GACHIN!

Suara logam patah! Pecahan pedang besar beterbangan di udara. Itu adalah pedang Kiba yang hancur. Excalibur Xenovia dengan mudah menghancurkan Pedang Iblis Kiba.

“Senjatamu adalah variasi pedang yang bisa kamu ciptakan dan kecepatanmu. Kamu akan memerlukan banyak tenaga mengayunkan pedang sebesar itu, hasilnya kamu akan kehilangan kecepatan yang sangat kamu banggakan. Apa kamu menginginkan kekuatan besar? Dari gaya bertarungmu, kekuatan bukan hal penting. Justru kecepatan yang lebih cocok untukmu. Tidakkah kamu memahami itu?”

BANG!

Gagang Pedang Suci memukul keras perut Kiba. Itu hanya gerakan simpel namun menciptakan gelombang kejut yang kuat. Apa satu serangan dengan gagang saja bisa sampai sekuat itu!?

“GAHA!”

Kiba jatuh ke tanah setelah muntah muntah di mulutnya.

“Biarpun tak kuserang dengan bilah pedangnya, serangan tadi seharusnya cukup untuk menghentikan gerakanmu sementara.”

Xenovia menatap Kiba sekali, lalu berbalik dan pergi.

“.......Tu.......tunggu.......”

Kiba mengulurkan tangannya padanya, namun semua orang disini tahu kalau pertandingan sudah usai. Akeno-san melepas perisai. Aura merah yang mengelilingi area ini lenyap. Pertandingan selesai.

“Senpai, kusarankan kamu bertarung dengan kepala lebih dingin lain kali. Rias Gremory, aku mempercayaimu soal pembicaraan kita sebelumnya. Juga, kamu harus lebih melatih keras budakmu. Ada batasnya dalam memoles gaya bertarung mereka.”

Kiba menatap Xenovia dengan kebencian. Xenovia kemudian menatapku.

“Kukatakan satu hal saja, “Vanishing Dragon” telah bangkit.”

........apa yang baru dia katakan?

“Kamu pasti akan menemuinya, tapi dalam kondisimu sekarang, jangan harap bisa menang.”

Xenovia hanya mengatakan itu lalu beranjak pergi setelah membereskan barang barangnya.

“Tunggu aku Xenovia. Sudah dulu ya, Ise-kun. Kapan kapan temuilah aku kalau mau diadili. Amen.”

Shidou Irina memegang salibnya dan berkedip padaku. Dia lalu pergi begitu saja. Buchou menutup matanya. Aku yakin dia merasa tak nyaman. Kiba dan aku dikalahkan dengan menyedihkan.


Bagian 8[edit]

“Kamu tak apa-apa?”

Asia meletakkan tangannya di perutku dan menyembuhkan lukaku dengan Sacred Gearnya. Asia mengenakan seragam cadangan yang dia miliki di gedung sekolah lama. Dia mengenakannya karena aku sudah melenyapkan bajunya tadi. Cahaya hangat berwarna hijau dari tangannya mengelilingiku dan menyembuhkan luka lukaku.

“Aku sudah bersikap tidak keren di depanmu, Asia.”

Aku mengatakannya pada Asia sambil ketawa. Namun Asia menggeleng kepalanya.

“Aku senang lukamu tidak parah setelah terkena Pedang Suci. Aku sangat takut karena berpikir kalau Ise-san akan musnah.”

Aaaah. Apa aku membuat Asia khawatir lagi? Aku memang banyak membuatnya cemas.

“Maaf sudah meledakkan pakaianmu.”

Aku meminta maaf setulus hati. Dipikir seperti apapun juga, aku yang salah. Namun Asia hanya tersenyum padaku.

“Ada rencana hebat yang kamu pikirkan bukan, Ise-san? Aku tak keberatan Ise-san melakukan apa saja padaku.”

......Hiks. mataku jadi basah. Asia, kamu begitu percaya padaku!? Tapi tahukah kamu Asia, aku tak memikirkan apa apa selain memusnahkan pakaian wanita. Aaah, senyum Asia begitu cerah......

“.........Kamu mungkin menang kalau melakukan boost lagi dengan Sacred Gear.”

Koneko-chan mengatakannya sambil memijat bahuku. Itu sakit. Itu sakit Koneko-chan. Koneko-chan juga mengenakan seragam cadangan seperti Asia. Tapi itu pertamakalinya Koneko-chan mengatakan hal semacam itu padaku! Aku jadi tersentuh!

“........Tak menyadarinya berarti kamu masih kurang pengalaman dan latihan bertarung.”

Aaah! Kata katamu menusuk sekali! Maaf karena sudah jadi orang payah!

“Tunggu sebentar! Yuuto!”

Aku mendengar suara Buchou. Saat kulihat, ada Kiba yang nampaknya ingin pergi dan Buchou yang marah. Ada apa!? Apa Kiba mau minggat!?

“Takkan kumaafkan kalau kamu meninggalkanku! Kamu adalah [Kuda] dari keluarga Gremory! Aku juga akan kerepotan kalau kamu menjadi [Exiled]. Tunggu dulu!”

“........Aku mampu kabur dari sana berkat rekan rekanku. Karena itu aku harus membalaskan penyesalan mereka dengan Pedang Iblisku..........”

Setelah mengatakan itu Kiba menghilang begitu saja.

“Yuuto........mengapa......?”

Aku tak tega menatap wajah sedih Buchou. Di waktu yang sama aku membuat sebuah rencana.


Bagian 9[edit]

“Aaaaa. Dan? Apa alasanmu memanggilku kemari?”

Pada esok harinya.

Aku memanggil [Pion] Kaichou, di depan stasiun kereta. Saji nampaknya keberatan. Aku entah bagaimana bisa mendapat nomor Hp Saji berkat Buchou.

“..........Dia benar. Kalian berdua mau apa?”

Seorang yang memegang bajuku dan tak mau melepasku adalah Koneko-chan. Aku kebetulan menemuinya sepanjang jalan untuk menemui Saji di depan stasiun kereta. Aku mencoba kabur, namun aku ditangkap dengan mudah. Aku lemah dari segi kekuatan fisik melawan loli shojo ini seperti biasanya. Ya apa boleh buat. Dia nampaknya tak suka karena aku kabur begitu melihat wajahnya. Jadi dia tak melepasku karena ingin mengobservasi. Kupikir dia dendam padaku karena sudah meledakkan pakaiannya tempo hari. Alasan kenapa aku memanggil Saji. Itu.......aku berdehem sekali dan langsung mengatakannya.

“Aku akan meminta izin dari Shidou Irina dan Xenovia untuk menghancurkan Pedang Suci Excalibur.”

Bukan hanya Saji, tapi Koneko-chan juga nampak terkejut sampai mata mereka membulat.

Life.3: Rencana Menghancurkan Pedang Suci![edit]

Bagian 1[edit]

“Ogaaaaaaah! Aku mau pulang!”

Saji berteriak dan mencoba kabur. Koneko-chan memegangnya erat erat dan tak melepaskannya. Saat aku menyarankan penghancuran Pedang Suci, Koneko-chan berpikir sejenak kemudian menyetujuinya.

[Aku akan membantu juga. Ini tentang Yuuto-senpai kan?]

Itulah yang kuharapkan dari Koneko-chan! Saji justru menjadi pucat kebiruan dan mencoba kabur tak lama kemudian. Dan Koneko-chan menangkapnya.

“Hyodou!? Kenapa aku!? Itu masalah kelompokmu kan!? Aku anggota keluarga Sitri! Aku tak seharusnya ambil bagian disini! Tidak sama sekali!”

Saji menolak sambil menangis.

“Jangan bilang begitu Saji. Satu satunya Iblis yang kutahu akan membantuku hanya kau saja.”

“Omong kosong! Mana mau aku membantumu! Aku akan dibunuh! Aku akan dibunuh oleh Kaichou!”

Ooh, rasa takut yang kamu miliki pada Kaichou nampak di wajahmu. Kaichou pasti sangat menyeramkan, ya.

“Majikanmu, Rias-senpai, mungkin galak dan lemah lembut! Tapi kamu tahu apa! Kamu tahu Kaichou!? Dia sangat galak dan GALAK!”

Ya. Buchou galak namun lemah lembut. Begitu kan? Jadi Kaichou sangat galak, rupanya. Baguslah buatmu. Setelah aku meyakinkan diriku, aku pergi mencari Shidou Irina dan Xenovia didalam kota dengan Koneko-chan dan Saji.

“Hei Koneko-chan, kamu tahu kalau Kiba adalah korban dari “Proyek Pedang Suci” dan menyimpan dendam pada Excalibur kan?”

Koneko-chan mengangguk oleh pertanyaanku.

“Saat Irina dan Xenovia mendatangi kita, mereka mengatakan hal ini.”

[Gereja memutuskan kalau akan lebih baik melenyapkan semua Excalibur ketimbang membiarkannya digunakan oleh Malaikat Jatuh. Tujuan minimum kami adalah menjauhkan Excalibur dari Malaikat Jatuh.]

“Jadi dengan kata lain mereka harus menghancurkan Pedang Suci Excalibur atau merebutnya kan?”

“.......Ya. itu benar.”

“Karena itu kupikir kita bisa membantu mereka merebutnya. Dengan menjadikan Kiba sebagai orang utama. Tiga pedang dicuri, jadi mereka takkan keberatan kalau kita merebut atau mematahkan salah satunya kan?”

“.......Kamu ingin Yuuto-senpai menghancurkan Excalibur dan memenuhi harapannya kan?”

Itu benar. Aku menganggukkan kepalaku dengan senyum. Kalau itu terjadi, maka Kiba akan menyelesaikan dendamnya dan semuanya akan baik baik saja. Maka dia akan melanjutkan pekerjaan Iblis dengan kami dengan senyum. Itulah yang kupikirkan.

“Kiba ingin menang melawan Excalibur dan menyelesaikan dendamnya dan rekan rekannya. Xenovia dan Irina ingin merebut Excalibur dari Malaikat Jatuh biarpun mereka harus menghancurkannya. Berarti tujuan kita sama. Yang tersisa adalah melihat apa mereka berdua mau mendengarkan kata kata kita Iblis.”

“.......Sepertinya sulit.”

“Hmmmm iya.”

Seperti yang Koneko-chan katakan. Jujur saja, kemungkinan hal itu terjadi tidaklah tinggi. Selain itu.....

“........Ini rahasia dari Buchou dan anggota klub lain.”

Ya. Seperti yang dia katakan. Kami tak boleh membiarkan Buchou dan Akeno-san mengetahuinya. Buchou pasti takkan setuju.

[Meski demi kebaikan Yuuto, kita tak boleh mengambil resiko dengan mencampuri urusan Malaikat]

Mungkin itulah yang akan dia katakan. Apalagi dia Iblis Kelas Tinggi, jadi dia akan tegas dengan persoalan macam itu. Saat aku pergi menolong Asia, dia juga melarangku. Aku juga harus merahasiakannya dari Asia. Dia tipe yang tak pandai menyimpan rahasia. Selain itu dia juga tak jago berbohong.

“.........Saat kita menemui dan berbicara dengan mereka, mungkin hasilnya bisa jadi pertarungan dan ketegangan diantara kita dan mereka bisa saja memburuk.”

Habislah sudah kalau itu memang terjadi. Aku harus melakukan sesuatu biarpun harus mengorbankan nyawaku. Uooooo. Itu artinya aku akan mati.........

“Karena itulah kalian boleh pergi, Saji, Koneko-chan. Kalian boleh lari kalau situasi berbahaya.”

“Biarkan aku kabur sekaraaaaaang! Itu yang terburuk! Aku akan dibunuh oleh Kaichou kalau aku melakukan hal seperti menghancurkan Excalibur tanpa izinnya! Dia benar benar akan membunuhkuuuuu!”

Sudah sudah. Jangan menangis dan lengket padaku. Kamu boleh pergi kalau situasi berbahaya.

“Mungkin negosiasinya akan berhasil. Kalau itu terjadi, maka kamu harus membantuku.”

“Uwaaaaaa! Itu tak bertanggung jawab! Aku akan mati! Aku pasti akan dibunuh!”

Kamu benar. Tapi tak ada Iblis laki laki lain yang bisa kuajak bicara. Aku mengandalkanmu, Saji.

“Aku takkan lari. Ini demi teman kita.”

.......Koneko-chan mengatakannya dengan tatapan kuat. Gadis ini.........apapun yang dia katakan, dia selalu membara di dalam. Dia juga sangat bersemangat dalam pertarungan melawan keluarga Phenex. Kupikir perasaannya terhadap teman temannya sangat kuat.

Dua puluh menit setelah mencari mereka di kota. Takkan mudah menemukan dua wanita mengenakan jubah putih dalam misi undercover.........

“Mohon berilah berkah bagi umat yang tersesat—“

“Mohon berilah kami derma atas nama Bapa di Surga.”

Kami menemukan mereka dengan mudah. Ada dua gadis mengenakan jubah, tengah berdoa di jalan. Wow, mereka nampak mencolok. Mudah menemukan mereka. Kelihatannya mereka sedang kesasar. Orang orang lewat melihat mereka dengan wajah aneh.

“Kenapa jadi begini? Inikah realita negara berkembang Jepang? Karena itu aku tak menyukai negara yang sama sekali tak memiliki keyakinan seperti kita!”

“Jangan bicara begitu, Xenovia. Kita kehilangan semua uang kita. Jadi kita harus mengandalkan sedekah dari orang orang kafir ini atau kita tak bisa makan, tahu? Aaah, kita bahkan tak bisa membeli sepotong pun roti!”

“Hmm, itu semua terjadi karena kamu membeli lukisan yang kelihatan palsu itu.”

Xenovia menunjuk pada lukisan saint yang gambarnya jelek sekali. Apa apaan itu? Apa mereka ditipu dalam pameran palsu?

“Bicara apa kamu? Lukisan ini memiliki gambar seseorang yang nampak seperti saint! Itu yang orang dalam pameran itu katakan!”

“Lantas apa kamu tahu siapa orang dalam gambar itu? Aku sendiri tak tahu.”

Orang dalam gambar memang kelihatan seperti orang asing dan mengenakan pakaian murahan dan ada sesuatu di kepalanya. Juga terdapat bayi Malaikat di latar belakangnya dengan terompet yang mengapung di udara.

“.......Mungkin.........ini.........saint Peter......?”

“Jangan melucu! Mana mungkin Saint Peter kelihatan seperti ini!”

“Tidak, dia pasti seperti ini! Aku yakin soal itu!”

“Aaah, kenapa partnerku harus orang seperti dirimu...........Tuhan, apa ini juga ujian?”

“Hei jangan turunkan kepalamu. Kamu akan lebih depresi kalau melakukan hal itu, tahu?”

“Diam! Itulah kenapa Protestan dikatakan sesat! Kalian memiliki keyakinan berbeda dari kami Katolik! Tunjukkanlah lebih banyak rasa hormat pada Saint!”

“Apa! Apa yang salah, bukannya Katolik yang masih berkutat dengan aturan lama mereka!?”

“Bicara apa kamu, sesat?”

“Bicara apa kamu, sesat?”

Mereka berdua mulai berantem dengan menubrukkan kepala mereka terhadap satu sama lain.....

GRUUUK.

Kemudian kami mendengar suara perut mereka berbunyi saat kami hanya beberapa jarak dari mereka. Mereka berdua jatuh ke tanah dengan perut keroncongan.

“......Pertama tama, mari lakukan sesuatu untuk mengisi perut kita. Kalau tidak nanti bukan masalah merebut Excalibur lagi.”

“.......Kamu benar. Apa kamu ingin mendapat uang dari orang orang kafir ini dengan mengancam mereka? Kupikir Tuhan akan mengampuni kita kalau kita mengancam orang kafir.”

“Apa kamu berniat menyerang kuil? Atau kamu bermaksud mencuri kotak persembahan? Jangan coba coba. Mari gunakan pedang kita untuk bikin pertunjukan. Itu hiburan internasional yang bekerja di semua negara.”

“Itu ide bagus! Kalau kita bisa memotong buah dengan Excalibur kita, maka kita bisa mengumpulkan uang.”

“Tapi kita tak punya buah. Apa boleh buat, pakai saja lukisan itu.”

“Tidak! Kamu tak boleh memotongnya.”

Mereka berdua mulai berantem lagi. Aku berjalan ke arah mereka berdua biarpun kepalaku jadi pusing sendiri. Yang benar saja. Mereka tak terlihat seperti gadis yang baru saja menghadapi kami tempo hari.


Bagian 2[edit]

“Enak! Hidangan Jepang benar benar enak!”

“Ya, ya! Ini dia! Inilah rasa makanan dari tanah kelahiranku!”

Irina dan Xenovia mulai mengisi perut mereka dengan makanan yang mereka pesan di restoran keluarga. Mereka rakus sekali. Apa mereka memang Assasin yang dikirim dari Gereja?

Saat mereka melihat kami tadi, mereka menatap kami dengan mata lapar.

“Ummm.......kami mau makan sekarang, jadi apa kalian mau ikut kami juga?”

Saat kutanyakan itu, mereka langsung menjawab “Oke”.

[Kita menjual jiwa kita kepada Iblis]

[Ini juga demi menyelesaikan misi kita]

Mereka mengatakan hal semacam itu sepanjang jalan kemari. Aku khawatir dengan dompetku tapi Koneko-chan bilang kalau dia juga akan ikut membayar. Tapi tidak jantan kalau aku membuat gadis membayar! Khususnya karena dia juniorku! Itulah yang ingin kukatakan, tapi setelah melihat betapa rakusnya mereka berdua, aku akan bokek kalau kami tak membayar bersama. I......ini juga demi klub. Ini untuk kepentingan klub kami. Sialan kau Kibaaaaa! Aku melalui semua kesusahan ini buatmu! Pokoknya aku nanti akan minta Kiba mengenalkanku dengan kliennya yang seksi!

“Fiuh, sekarang aku sudah tenang. Dunia pasti berakhir karena kita sampai ditolong Iblis.”

Itulah yang Xenovia katakan.

“Hei. Kami mentraktir kalian makan dan itu yang kalian katakan?”

Ujarku sambil menahan emosiku. Aku tak bisa mengajak bicara mereka dengan ucapan kuat. Kalau tidak kami tak bisa bernegosiasi.

“Fiuuuuuh. Terima kasih untuk makanannya. Aaaah, Tuhan, mohon beri ampun bagi para Iblis ini.”

Ujar Irina sambil memegang salibnya.

[Ugh!]

Pada saat itu kepalaku jadi pusing. Hal yang sama juga terjadi pada Saji dan Koneko-chan jadi mereka memegangi kepala juga. Sepertinya kami Iblis kesakitan karena dia menggunakan salibnya.

“Ah, maaf. Aku melakukannya tanpa pikir panjang.”

Irina tersenyum dengan wajah manis. Mereka berdua nampak seperti Bishojo kalau dilihat secara normal. Xenovia meminum segelas air dan mengambil nafas panjang. Dia lalu bertanya,

“Jadi, kenapa kalian datang menemui kami?”

! tak kusangka dia akan langsung bertanya blak blakan. Oke, dia paham kalau kami tidak secara kebetulan bertemu.

“Kalian berdua datang ke negara ini untuk merebut Excalibur kan?”

“Itu benar. Sudah kami katakan pada kalian sebelumnya.”

Mereka berdua nampaknya tak memberikan hawa permusuhan pada kami karena mereka baru selesai makan. Tak ada artinya bertarung di restoran keluarga ini, dan kalaupun harus bertarung mereka cukup percaya diri bisa mengalahkan kami semua dengan enteng.

“Aku ingin membantu kalian menghancurkan Excalibur.”

Mereka berdua terkejut oleh ucapanku. Mereka juga saling bertukar pandang.

GLEK.

Aku menelan air liurku dan menanti keputusan mereka. Wow, ini seram, sangat seram! Kalau mereka menolak kami maka habislah sudah. Mungkin bisa jadi pertarungan antara Malaikat, Malaikat Jatuh, dan Iblis! Dipikir pikir lagi, Excalibur adalah benda yang penting. Dan menghancurkannya bersama Iblis seperti kami pasti menjadi hinaan bagi mereka, kan? Aku terus khawatir dengan hal itu, sampai Xenovia membuka mulutnya.

“Ya. Mungkin tak masalah menyerahkan satu pedang buat kalian. Asal kalian bisa menghancurkannya, maka tak apa apa. Tapi pastikan identitas kalian tak terungkap. Kami juga tak mau atasan kami berpikir kalau kami berhubungan dengan kalian.”

......Aku hanya membuka mulutku karena tak menyangka kalau dia akan memberi ijin semudah itu. Apa tak mengapa? Apa kamu serius? Masa sih?

“Hei Xenovia, apa kamu yakin? Biarpun Ise-kun, namun dia itu Iblis, tahu?”

Irina nampaknya keberatan. Tapi itu respon yang normal.

“Irina. Jujur saja akan sangat sulit untuk merebut ketiga Excalibur dan bertarung melawan Kokabiel kalau hanya kita berdua saja.”

“Aku tahu itu. Tapi........”

“Tujuan minimum yang harus kita capai adalah menghancurkan ketiga Excalibur atau merebutnya kembali. Kalau Excalibur kita sampai harus dicuri juga maka kita akan menghancurkannya sebelum itu terjadi. Biarpun kita memakai peluang yang terakhir, hanya ada 30 persen kesempatan kalau kita bisa berhasil dan pulang ke rumah dengan selamat.”

“Biar begitupun, kita berpikir kalau tingkat kesuksesannya cukup tinggi saat datang ke negara ini dan bersiap siap mempertaruhkan nyawa kita.”

“Ya. Atasan juga menyuruh kita melanjutkan misi kita juga dan menurunkan kitake Negara ini. Ini hampir seperti pengorbanan diri.”

“Dan bukankah itu yang kita, para pengikut, harapkan?”

“Aku berubah pikiran. Keyakinanku fleksibel. Jadi aku bisa bertindak dalam cara terbaik.”

“Kamu! Aku sudah lama memikirkannya, tapi bukankah keyakinanmu itu yang aneh?!”

“Aku takkan menyangkalnya. Tapi kupikir tugas kitalah untuk menjalankan misi dan pulang dengan selamat. Aku akan terus hidup dan bertarung untuk Tuhan. Apa aku salah?”

“.......Kamu tidak salah. Tapi........”

“Karena itu kita takkan meminta bantuan dari Iblis. Namun kita minta bantuan dari Naga. Atasan kita tak melarang kita meminjam kekuatan dari Naga kan?”

Xenovia kemudian menatapku. Naga.......dia bicara soal aku. Makhluk yang bersemayam di lengan kiriku..........Sekiryutei (Kaisar Naga Merah).

“Tak pernah kusangka akan menemui Sekiryutei di negara timur jauh seperti ini. Biarpun kamu berubah menjadi Iblis, kulihat kekuatan Naga padamu masih ada. Kalau legenda benar, maka kamu bisa meningkatkan kekuatanmu hingga setingkat Maou kan? Kalau kamu mencapai kekuatan Maou, maka kamu bisa mematahkan Excalibur tanpa kesulitan. Aku juga berpikir kalau takdir Tuhanlah yang mengatur pertemuan kita ini.”

Ujar Xenovia bernada senang.

“Me.....memang mereka tak melarang kita meminjam kekuatan Naga........tapi kamu hanya mengatakan omong kosong! Keyakinanmu ternyata memang aneh!”

“Aneh tak apa apa buatku. Tapi, Irina. Dia teman kecilmu kan? Mari kita percayai dia. Kekuatan Naga.”

Irina membisu oleh ucapan Xenovia, namun ekspresinya menunjukkan kalau ia sudah tak keberatan. Oh! Jadi tak apa apa!? Apa kalian serius? Tapi sampai aku meningkatkan kekuatan hingga selevel Maou, aku harus meningkatkan kemampuanku lebih jauh lagi. Namun kalau aku mentransfer kekuatan yang aku gandakan sampai max pada Kiba, dia pasti bisa menandingi Excalibur. Aku yakin kalau kemungkinan itu sangat tinggi.

“Oke. Negosiasi berhasil. Akan kupinjamkan kekuatan Nagaku pada kalian. Kalau begitu bolehkah aku memanggil partnerku untuk kerjasama ini?”

Aku mengeluarkan ponselku dan memanggil Kiba.


Bagian 3[edit]

“.........Aku paham situasinya.”

Kiba meneguk cangkir kopinya setelah mendesah kecil. Kami memanggil Kiba ke restoran keluarga.

[Aku bersama dua pemilik Excalibur itu. Aku ingin kamu datang kemari juga Kiba]

Saat aku mengatakan itu, dia datang kemari tanpa komplain.

“Jujur saja, aku merasa tak puas saat pengguna Excalibur memberiku izin untuk menghancurkannya.”

“Kasar sekali ucapanmu. Kalau kamu adalah “Iblis ter-exile”, maka aku akan menghabisimu tanpa ampun.”

Kiba dan Xenovia saling melotot. Hei, hei, mari jangan bertarung sebelum strategi kerjasama.

“Jadi kamu dendam pada ‘Proyek Pedang Suci’, melawan Gereja dan Excalibur.”

Kiba menajamkan tatapannya oleh ucapan Irina.

“Sudah jelas.”

Dia membalas dengan suara rendah dan dingin.

“Tapi Kiba-kun, berkat proyek itu, penelitian Pedang Suci menampakkan hasilnya. Karena itulah ia menciptakan orang orang seperti aku dan Xenovia yang bisa beradaptasi dengan Pedang Suci.”

“Apa kamu pikir tindakan membunuh semua subjek penelitian karena dianggap sebagai kegagalan itu hal yang bisa dimaafkan?”

Kiba menatap Irina dengan mata penuh kebencian. Membunuh mereka memang kejam. Terlalu kejam. Kupikir itu tindakan tak manusiawi bagi mereka yang meyakini Tuhan. Bahkan Irina tak tahu bagaimana harus merespon. Kemudian Xenovia angkat bicara,

“Insiden itu juga menjadi salah satu kasus terburuk diantara kami dan orang orang mencekalnya. Orang yang menangani proyek pada waktu itu dikatakan memiliki masalah dengan keyakinannya. Sehingga dia dianggap telah sesat. Sekarang dia menjadi salah satu anak buah Malaikat Jatuh.”

“Di pihak Malaikat Jatuh? Siapa nama orang itu?”

Kiba cukup tertarik dan menanyai Xenovia.

“........Balba Galilei. Pria yang disebut sebagai “Genocide Arcbishop”.”

Balba. Jadi itu nama musuh Kiba.

“.......Kalau aku mengejar Malaikat Jatuh, maka aku bisa mencapainya........”

Mata Kiba terisi penuh oleh kepastian. Sekedar mengetahui targetnya sudah jadi langkah besar buatnya.

“Kelihatannya aku harus membagi informasi juga. Tempo hari aku diserang oleh orang yang juga memiliki Excalibur. Pada waktu itu, dia membunuh seorang Pendeta. Orang yang dibunuh mungkin berasal dari organisasimu.”

[!]

Semua orang menjadi kaget. Sudah jelas! Aku tak pernah menduga kalau Kiba sudah terlibat sebelum kami! Lalu kenapa dia terus diam selama ini? Aku yakin ada sesuatu yang dia pikirkan.

“Nama orang itu adalah Freed Zelzan. Apa nama itu terdengar familiar?”

Freed! Pendeta sialan itu! Aku sangat mengingatnya! Dia adalah pendeta edan dari insiden sebelumnya! Dia masih ada di kota ini!? Xenovia dan Irina sama sama meruncingkan tatapannya oleh ucapan Kiba.

“Begitu. Ternyata dia.”

“Freed Zelzan. Mantan Exorcist dari Vatikan. Jenius yang menjadi Exorcist di usia 13 tahun. Dia punya banyak kemajuan karena dia terus melenyapkan Iblis dan hewan mistis.”

“Namun dia sudah berlebihan. Dia bahkan membunuh rekan rekannya sendiri. Sejak awal Freed tak pernah percaya pada Tuhan. Satu satunya hal yang dia punya hanya insting bertarung dan hasrat membunuh monster. Dan obsesi pertarungannya tidak normal. Hanya masalah waktu sampai dia akhirnya dianggap sesat.”

Aah. Jadi kalian juga punya masalah dengannya. Aku paham perasaan itu.

“Begitukah? Freed menggunakan Excalibur yang dia curi untuk membunuh sesama pengikut kami. Sampai kami harus kerepotan karena kelompok yang diterjunkan tak bisa mengurusnya pada saat itu.”

Xenovia mengatakannya penuh kebencian. Freed benar benar dibenci banyak orang. Sudah jelas.

“Pokoknya mari kita susun strategi bekerjasama.”

Xenovia mengeluarkan pen dan memakainya untuk menulis di buku memo. Dia memberi kami rincian kontaknya.

“Kalau sesuatu terjadi, hubungi saja nomor ini.......”

“Terima kasih. Berarti kami juga harus......”

“Kami sudah menerima nomor Ise-kun dan Oba-sama[9].”

“Apa kamu serius!? Ibu!? Dia memberikannya tanpa sepengetahuanku!?”

Dia memberikan nomor anaknya tanpa izinku.

[Kenapa kalian tak menghubunginya?]

Dia mungkin memberinya nomor teleponku karena kami adalah teman kecil!

“Itu saja. Aku akan mengganti uang makannya lain kali, ”Sekiryutei”, Hyodou Issei.”

Xenovia bangkit setelah mengatakan itu.

“Makasih buat makanannnya, Ise-kun! Traktir aku lain kali juga! Biarpun kamu Iblis, Tuhan akan mengizinkan kalau Ise-kun yang mentraktirku makan! tak masalah asalkan itu makanan!”

Irina berterima kasih padaku sambil berkedip. Tak apa apakah kamu bersikap begitu? Kami mengantar mereka berdua sampai ke depan pintu, dan menghela nafas kelegaan.

Fuuuu. Entah kenapa berjalan dengan lancar. Kupikir itu rencana nekat, namun ternyata lebih mudah dari dugaanku. Aku bergidik saat kupikir aku akan dihabisi oleh dua Excalibur kalau aku gagal dalam negosiasi. Bisa saja jadi pemicu perang diantara Iblis dan orang orang di pihak Tuhan.......tindakanku ini kuakui sangat nekat.

“........Ise-kun. Kenapa kamu melakukan ini?”

Kiba menanyaiku dengan tenang. Dia pasti keheranan kenapa aku membantunya membalaskan dendamnya.

“Soalnya kita kan teman. Dan kita juga dalam kelompok yang sama. Dan kamu sudah membantuku sebelumnya juga. Bukannya aku mau membalas budimu, tapi kupikir aku mau meringankan bebanmu sedikit kali ini.”

“Kalau aku bertindak sendiri, maka akan jadi masalah bagi Buchou. Itu juga alasannya kan?”

“Tentu saja. Buchou akan sedih kalau kamu mengamuk tanpa kendali. Yah, fakta kalau aku membuat rencana ini sendiri akan membuat masalah buat Buchou juga. Tapi lebih baik ketimbang kamu menjadi “exiled” kan? Tak kusangka ternyata berhasil, soalnya kita membuat persetujuan dengan orang orang dari Gereja itu.”

Kiba masih tak terlihat puas. Umm, dia susah dipahami. Kemudian Koneko-chan berbicara.

“.......Yuuto-senpai, aku akan kesepian........kalau senpai menghilang.”

Koneko-chan memasang wajah sedih. Dia biasanya tanpa ekspresi, jadi perubahan mendadak itu memberi dampak kuat bagi kami semua disini.

“........Aku akan membantumu........karena itu tolong jangan pergi.”

“.......Yuuto-senpai, aku akan kesepian........kalau senpai menghilang.”

.....Daya tarik Koneko-chan. Oh sial. Biarpun dia tidak mengatakannya padaku, degup jantungku jadi tak menentu. Aaah, aku pokoknya tak boleh mengecewakan kelompok kita. Kalau juniorku mengatakan hal itu padaku, aku takkan menolak! Kiba nampaknya merasa bersalah, namun wajahnya tersenyum.

“Hahahaha. Aku menyerah deh. Kalau Koneko-chan mengatakan itu padaku, maka aku takkan berbuat nekat lagi. Oke, aku akan bekerja bersama kalian. Berkat Ise-kun, sekarang aku tahu siapa musuh sejatiku. Tapi karena kita yang melakukan ini, kita pokoknya akan mengalahkan Excalibur.”

Oh! Kiba begitu yakin melakukan ini sekarang! Koneko-chan tersenyum karena dia merasa lega. Sial! Kamu benar benar imut Koneko-chan! Aku merasa degup jantungku makin tak menentu biarpun aku bukan lolicon!

“Oke! Sekarang kita sudah membentuk kelompok untuk menghancurkan Excalibur! Mari kalahkan Excalibur yang dicuri dan Freed sialan itu!”

Aku sangat bersemangat! Oke! Kita akan lakukan ini! Kupikir kita pasti bisa kalau itu aku, Kiba, dan Koneko-chan! Tidak, kita harus bisa! Tunggu kami, Excalibur, Freed! Tapi rasanya ada satu orang yang ogah ogahan melakukannya.

“........Ummm. apa aku harus melakukannya juga?”

Saji bertanya pada kami sambil mengangkat tangannya.

“Maksudku, ini bukan urusanku kan..........apalagi, apa hubungannya Kiba dan Excalibur?”

Oh iya. Pria ini tak tahu tentang Kiba dan Excalibur. Bagi Saji, dia mungkin tak paham apa yang sedang terjadi pada percakapan yang tadi.

“........Mari mengobrol sedikit.”

Kiba lalu mulai menceritakan masa lalunya sambil menyeruput kopi. Proyek yang Gereja Katolik lakukan secara rahasia. Proyek Pedang Suci. Uji untuk membuat orang orang yang bisa memakai Pedang Suci bertempat di institut tertentu. Ada pria dan wanita yang memiliki bakat menggunakan pedang dan pemilik Sacred Gear. Hari demi hari, mereka melalui eksperimen tak manusiawi. Mereka dijadikan kelinci percobaan dan kebebasan mereka direnggut. Mereka tak diperlakukan seperti manusia dan hidup mereka diabaikan. Namun mereka memiliki mimpi. Untuk terus hidup. Mereka dipaksa percaya kalau mereka dicintai Tuhan, dan mereka hanya menunggu “hari itu” datang. Mereka percaya kalau mereka akan jadi makhluk spesial. Mereka percaya kalau mereka akan menjadi pengguna Pedang Suci. Namun hasilnya adalah “Pembuangan”, Kiba dan rekan rekannya yang tak bisa menggunakan Pedang Suci.

“........Semuanya mati. Mereka dibunuh. Dibunuh oleh mereka yang melayani Tuhan. Tak seorangpun menolong kami. Hanya karena kami tak bisa menggunakan Pedang Suci. Pria dan wanita lain ditempatkan di ruang gas beracun selagi masih hidup. Mereka memberi kami gas beracun sambil mengatakan “Amen”. Kami memuntahkan darah dan menggelepar di lantai. Meski begitu, kami tetap mencari pertolongan dari Tuhan.”

Kiba menceritakan masa lalunya. Kami mendengarkannya dengan tenang. Kiba entah bagaimana berhasil kabur dari laboratorium. Namun gas beracun sudah meracuni tubuhnya. Selain orang orang tertentu, subjek tes yang memiliki kemampuan lebih rendah dari rata rata semuanya disingkirkan karena mereka tak dibutuhkan. Kiba yang berhasil kabur, menemui Buchou yang datang untuk mengobservasi Italia saat tengah sekarat. Dan sekarang dia berada disini.

“Aku ingin membalaskan penyesalan rekan rekanku. Tidak, aku tak ingin membuat kematian mereka sia sia. Aku harus terus hidup di tempat mereka, dan aku harus buktikan kalau aku lebih kuat dari Excalibur.”

.....Sungguh masa lalu menyedihkan. Asia juga punya masa lalu menyedihkan. Namun Kiba sudah menjalani hidup yang sulit dibayangkan....jujur saja, aku tak bisa memahami rasa sakit yang Kiba jalani. Namun akan sulit untuk hidup, hanya demi membalas dendam. Buchou bilang kalau dia menjadikan Kiba budaknya sehingga dia bisa memakai bakatnya pada sesuatu selain mengalahkan Pedang Suci.

“Uuuuuu.....hiks....”

Kami mendengarkan masa lalu Kiba dengan wajah serius, namun kami mendengar seseorang menangis. Itu adalah Saji. Dia menangis keras keras. Air mata tumpah begitu banyak dari matanya, dan menangis tersedu. Hidungnya juga meler........Saji menggenggam tangan Kiba dan berkata,

“Kiba! Itu pasti sangat mengerikan! Itu pasti menyakitkan! Sialan! Tak adakah Tuhan atau harapan di dunia ini! Saat ini aku begitu bersimpati padamu! Ya, itu cerita yang menyedihkan! Aku paham kenapa kamu sangat dendam pada orang orang Gereja itu dan Excalibur!”

Ooh. Lihat bagaimana cara Saji berbicara.

“Jujur saja, aku tak menyukaimu karena kamu pria yang tampan......tapi saat ini berbeda! Aku juga akan membantu! Aku akan menerima hukuman dari Kaichou! Tapi sebelum itu kita harus hancurkan Excalibur! Aku akan bekerja keras! Kamu juga harus terus hidup! Jangan pernah khianati Rias-senpai yang menyelamatkanmu!”

Yang dia katakan sungguh aneh........tapi dia juga sepertiku, dia penuh oleh kehendak! Lebih tepatnya dia orang baik. Ya, dia bukan orang jahat. Aku merasa tak enak sudah menyeretnya ke dalam situasi ini, namun ternyata tak apa apa.

“Oke! Ini waktu yang tepat! Aku ingin kalian mendengar ceritaku! Kalian harus tahu tentangku kalau kita akan bekerja bersama!”

Saji nampaknya agak malu malu, lalu mengatakannya dengan mata berbinar binar.

“Impianku adalah.......membuat Kaichou hamil dan menikahinya! Tapi tahukah kalian.....menghamili wanita dan menikahinya sangat susah bagi pria tak populer sepertiku. Sejak awal juga tak ada gadis yang bisa kuhamili......tapi suatu hari aku akan membuatnya hamil dan menikahinya.......”

........Setelah mendengar pengakuan Saji, ada sesuatu yang membara dalam diriku. Kemudian ada tetesan air mata keluar dari mataku. Tentu saja. Tentu saja idiot! Pria ini! Saji! Dia sama denganku! Dia sejenis denganku! Dia memiliki pandangan dunia yang sama denganku.....aku hampir menangis karena aku tersentuh. Namun aku meletakkan tanganku di mulutku untuk menghentikannya. Aku mengambil tangan Saji dan mengatakan langsung padanya.

“Saji! Dengarkan aku! Tujuanku adalah meremas Oppai Buchou.......dan kemudian mengisapnya!”

“......!”

TES.

Setelah jeda makin banyak air mata mengalir dari mata Saji.

“Hyodouuuuu! Apa kamu paham ucapanmu tadi? Apa kamu paham bagaimana impian itu, untuk menyentuh Oppai Iblis Kelast Tinggi........untuk menyentuh Oppai Majikanmu?”

“Saji. Kamu bisa menyentuhnya. Kamu bisa menyentuh Oppai Iblis Kelas Tinggi.....kamu bisa menyentuh Oppai majikanmu! Aku sebenarnya meraba Oppai Buchou dengan tangan ini.”

Aku mengatakannya sambil menggerakkan tanganku. Saji menatap tanganku dengan wajah kaget.

“Mustahil! Hal semacam itu tak mungkin! Kamu tak berbohong, kan!?”

“Aku tak bohong. Oppai Majikan boleh jauh, tapi bukan berarti kamu tak bisa menjangkaunya.”

“Mengisapnya......!? mengisap O.....Oppai Kaichou......kamu bicara soal putingnya kan....? tempat dimana kamu bisa mengisapnya itu putingnya kan....?”

“Bego! Kalau kamu mau mengisap oppai, maka puting adalah satu satunya tempat yang bisa kamu isap! Ya! Aku akan mengisap putingnya!”

“.....!”

Saji mulai menangis seperti laki laki setelah mendengarkan kata kata hebatku.

“Saji! Kita mungkin “Pion” tak berguna kalau kita sendirian. Tapi lain ceritanya kalau ada kita berdua. Kita bisa terbang dengan kita berdua! Kita bisa bertarung dengan kita berdua! Kita bisa melakukannya dengan kita berdua! Kita bisa menghamili mereka dan menikahi mereka dengan kita berdua! Mari berhubungan seks dengan majikan kita sendiri!”

“Yeah! Ya!”

Tak ada yang mustahil kalau dua pria yang jatuh cinta pada Oppai majikan mereka! Kami saling berjabat tangan dan mengangguk. Rekan. Teman bertarung. Biarpun aku memakai banyak kata, aku tak bisa menjelaskan hubungan diantara kami. Pada waktu itu aku dan Saji merasakan sesuatu dengan semangat kami dan kami saling terhubung.

“..........Ahaha.”

“..........Kalian yang terburuk.”

Kiba dan Koneko-chan yang duduk di samping kami mendesah. Kalau kulihat sekeliling, semua orang di restoran akan menatap kami dengan mata aneh. Tapi aku tak peduli pada mereka. Seperti ini “Pasukan Penghancuran Excalibur” telah terbentuk.


Bagian 4[edit]

Beberapa hari kemudian........

Aku tengah duduk di mejaku di ruang kelas, sambil mendesah. Setiap hari kami berempat; aku, Kiba, Koneko-chan, dan Saji mencari Excalibur. Lawan kami adalah Pendeta Freed sialan itu yang bekerja dibawah Malaikat Jatuh. Katanya, dia terus memburu Pendeta yang dikirim dari Gereja. Jadi kami berkeliling di kota dengan memakai dandanan Pendeta tapi masih tak bisa menemukannya. Sejujurnya aku tak sudi menemuinya lagi. Kami mengenakan pakaian Pendeta yang Xenovia berikan pada kami yang menekan kekuatan sihir kami, namun masih tak bisa menemukannya. Dimana pendeta sialan itu bersembunyi? Aku ingin menemukan dia secepatnya sehingga Kiba bisa menghancurkan Excalibur.......kalau begini, kami akan kepergok Buchou dan masalah tambah runyam. Dia akhir akhir ini mulai curiga pada kami........maaf Buchou. Karena melakukan hal ini tanpa mengatakannya padamu. Aku akan minta maaf padamu nanti. Aku akan bekerja keras juga. Karena itu mohon biarkan kami melakukan ini. Seperti itu aku terus meminta maaf didalam hatiku.

“Wajahmu akhir akhir ini nampak serius, Ise.”

Ujar Motohama padaku sambil membetulkan posisi kacamatanya.

“Eh? Aah, iya juga sih. Bahkan terkadang aku banyak kepikiran.”

“Apa begitu? Apa kamu berpikir untuk meremas oppai Rias-senpai atau oppai Himejima-senpai?”

“Aku selalu bingung memilih itu setiap hari, Motohama. Ngomong ngomong, dari segi ukuran, Buchou menang. Buchou juga unggul dari segi kepadatan. Tapi dari segi kelembutan Akeno-san menang......tidak, Buchou punya lebih banyak daging tapi punyanya Akeno-san punya keseimbangan tepat dengan Oppai dan putingnya. Jadi mengingatkanku dengan sesuatu macam Yamato Nadeshiko[10]! Dari segi hiburan, meremas Oppai Buchou menang. Tapi oppai Akeno-san juga gede.”

“Kalau kamu terus melakukan itu, suatu saat kamu akan dibunuh oleh para pemuja senpai, tahu? Jumlah mereka ada banyak di sekolah ini.”

“Motohama........oppai itu lebih penting dari nyawa.”

“......Dalam sekali. Hatiku terasa shock.”

CUBIT.

Ada seseorang mencubit pipiku. Itu Asia-chan. Dia sepertinya sedang bad mood.

“Ahia-khan afa khang khamu lhakkan?”

“............”

Asia mencubit pipiku tanpa berbicara apa apa. Tapi seperti inilah Asia, karena dia tak mencubitku keras keras. Dia pasti sudah mendengar ucapanku barusan.......

“Sialan! Ise, dasar kau Ero-Daiou[11]. Kamu sudah mencemari Klub Penelitian Ilmu Gaib! Dan bukan hanya itu, tapi kamu juga menerima perlakuan semacam itu dari Asia-chan! Tidaaaaaaaaak!”

Matsuda menumpahkan kemarahannya padaku sambil menjatuhkan kepalanya.

“......Kami tahu, Ise. Sebenarnya kamu sudah melingkarkan lenganmu pada Rias-senpai dan Asia-chan setelah kegiatan klub, kan? Apa kamu mencoba pulang sambil memiliki dua bunga di tanganmu? Kamu harusnya diledakkan ke dimensi lain dan dilelehkan oleh monster licin.”

Tidak, tidak, Motohama. Itu tak sesederhana pikiranmu. Itu karena Buchou dan Asia saling bersaing.....untuk suatu alasan. Karena itu aku merasa canggung karena aku ada di tengah tengahnya.......lebih tepatnya tak ada ruang untuk bernafas saat aku berada di antara mereka! Kapanpun itu terjadi, aku membayangkan hal buruk seperti “Bisakah aku menjadi Raja Harem?” aku pria tak berguna karena bahkan tak bisa mengendalikan seorangpun gadis.

“Ngomong ngomong, Ise. Bagaimana dengan rencana kita untuk karaoke dan bowling?”

Motohama menanyaiku setelah kembali ke dirinya semula. Ya, kami berencana bermain setengah hari sepanjang minggu depan dengan kami bertiga, Asia, dan Kiryuu. Kami juga sudah mengundang Koneko-chan dan Kiba. Asia dan Kiryuu akan datang. Mengejutkannya, Koneko-chan juga tak keberatan ikut. Kupikir dia pasti akan menolak.......masalahnya adalah Kiba. Aku harus bicara padanya, tapi dalam situasi ini.......

“Asia dan Kiryuu akan ikut, begitu pula Koneko-chan.”

“Uoooooo! Asia-chan dan Tojou Koneko-chan! Aku tak bisa menahan diriku lagiii!!”

Matsuda berteriak. Oh, dia bahkan menitikkan air mata......sepertinya dia sangat ingin berbincang dengan wanita. Maaf Matsuda. Aku akan terus maju tanpamu. Itu karena aku menghabiskan keseharianku dengan para Bishojo. Namun ada banyak hal sulit di dalamnya juga.

BUAK!

Ada seseorang yang memukul kepala Matsuda. Itu adalah gadis dengan kacamata, Kiryuu.

“Maaf karena sudah ikut juga.”

Dia memasang wajah tak senang.

“Fu, kamu hanya tambahan Asia-chan. Kita sudah punya orang berkacamata, dan itu adalah Motohama. Tapi tak apa apalah.”

“Sikap macam apa itu, Matsuda? Jangan kelompokkan aku dengan si mesum berkacamata itu. Dia hanya akan mencemari kelompok kita.”

“Wanita ini! Kacamata Motohama spesial karena bisa menghitung BWH[12]! Dia berbeda darimu!”

Tapi Kiryuu hanya nyengir setelah mendengarkan Matsuda.

“Apa kamu pikir hanya dia saja yang memiliki kemampuan itu?”

[!]

Kami semua merasa tak nyaman! Kiryuu kemudian menatap arah selangkangan kami!

“Hmm begitu, begitu.”

Aku merasa ada hal berbahaya jadi aku menyembunyikan selangkanganku dengan kedua tanganku! Saat kulihat, Motohama dan Matsuda juga melakukan hal yang sama! Setelah melihat reaksi kami, kacamata Kiryuu berkilau.

“Fufufu, kacamataku bisa menghitung ukuran “barang” pria. Dari panjang sampai bentuknya.”

Su....sungguh kemampuan mengerikan! Apa itu artinya Kiryuu tahu ukuran semua “barang” laki laki di ruang kelas kami? Aku jadi ketakutan. Tapi Kiryuu menaruh tangannya di bahuku dan nyengir.

“Tak apa apa. Ukuranmu cukup gede. Kalau terlalu besar nanti susah dimasukkan ke wanita, tapi kamu masih perlu ukuran yang sesuai lagi. Ya, Rias-senpai dan Asia pasti bisa terpuaskan.”

Uoooooo! Ini pelecehan seksual! Aku dilecehkan secara seksual oleh wanita!

“Baguslah untukmu, Asia.”

“?”

Asia kebingungan oleh ucapan Kiryuu. Kamu tak boleh mengatakan hal seperti itu padanya!

“Astaga, apa boleh buat. Aku bicara kalau barangnya Hyodou........”

Kiryuu berbisik ke telinga Asia!

“He, hei! Jangan katakan hal aneh pada Asia!”

Aku menarik Asia ke arahku untuk melindunginya. Astaga, aku tak boleh lengah di depan wanita ini. Se.....selain itu, Asia pernah melihat “barang”ku sebelumnya.....

“Pokoknya, semua orang selain Kiba-kun akan ikut kan?”

Kiryuu mengubah sikapnya dengan cepat setelah menyadari kalau dia tak bisa melanjutkan percakapan ini.

“Tidak, nanti kuusahakan Kiba bisa ikut serta juga. Dia sebelumnya bilang kalau dia akan datang.”

Ya. Bagaimanapun juga aku akan mengajaknya. Kita akan menikmati waktu kita bersama!


Bagian 5[edit]

Sepulang sekolah di hari yang sama.

Kami berkumpul di taman dan berganti dengan pakaian Pendeta dan Suster setelah menyelesaikan kegiatan klub normal kami. Salib yang kami kenakan palsu. Kalau pakai yang asli maka kami akan terluka. Kami berjalan mengitari kota dengan pakaian ini. Kami umumnya berjalan di tempat yang sepi manusia. Aku benar benar ingin dapat petunjuk hari ini.

Meski aku memikirkan itu, waktu berlalu dengan cepat dan sekarang sudah sore......kami akan dalam masalah kalau tak segera kembali. Tindakan ini dirahasiakan dari Buchou dan yang lainnya, dan akan merepotkan kalau kami tertangkap oleh OSIS.

“Fuu, tak ada kemajuan hari ini juga.”

Ujar Saji seolah kehilangan gairahnya. Saji adalah yang paling ogah ogahan melakukan ini. Orang ini sebenarnya baik. Pertemuan pertama kami memang buruk sekali, namun sepertinya kita bisa berteman baik. Level mesumnya juga sama denganku. Anggap saja kalau dia adalah versi diriku dalam kelompok Sitri. Aku memikirkan hal itu, namun Kiba yang berjalan di depan kami menghentikan kakinya.

“........Yuuto-senpai.”

Koneko-chan juga sepertinya merasakan keganjilan.

DEG DEG DEG

Sekejap itu aku merasa bergidik. Apa ini hasrat membunuh? Apa diarahkan pada kita?

“Lihat ke atas!”

Saji berteriak. Saat kami semua melihat ke atas, ada pria pendeta berambut putih jatuh membawa pedang panjang!

“Hal semacam perlindungan langit untuk para pendeta ini aye,”

KACHIN!

Kiba mengeluarkan Pedang Iblisnya dengan cepat dan memblokir tebasan Freed.

“Freed!”

“....! apa suara itu kamu, Ise-kun? Heeee, bukankah ini reuni aneh? Bagaimana? Sudahkah kekuatan Nagamu meningkat? Tak apa apakah membunuhmu sekarang?”

Si brengsek ini sikapnya buruk seperti biasanya! Jadi pedang yang dia bawa adalah Excalibur!? Aku memang bisa merasakan aura berbahaya darinya, seperti Irina dan Xenovia. Kami melepas busana pendeta kami, memperlihatkan seragam sekolah kami. Koneko-chan juga melepas busana susternya. Tapi, Suster kecil nampak imut baginya.

“Boosted Gear!”

[Boost!]

Kekuatanku meningkat. Tugasku kali ini adalah mendukung. Aku mentransfer kekuatan boostku pada Kiba. Aku ingin Kiba bisa bertarung semampunya, tapi aku akan membantu kalau kondisi makin berbahaya.

“Rentangkan sambunganku!”

SWISH!

Sesuatu yang nampak seperti lengan kecil kurus meluncur dari tangan Saji dan menuju Freed. Di tangannya, sudah terdapat wajah kadal mungil yang imut. Tali muncul dari mulutnya. Berarti tangan kurus itu adalah lidah dari si kadal!

“Merepotkan sekali!”

Freed mencoba menangkisnya dengan pedang sucinya, namun lidah kadal mengubah arahnya dan menuju ke bawah. Ia melekat di kaki kanan Freed, dan mulai memutari kakinya. Freed mencoba memotong lidah dengan pedangnya, namun lewat menembus lidah seolah tak punya bentuk padat.

“Kau tak bisa memotongnya semudah itu. Kiba! Dengan ini dia tak bisa kabur! Hajar dia!”

Kerja bagus Saji! Begitu, dia menghentikan gerakannya! Freed punya kaki cepat. Ide terbaik adalah menghentikan kakinya. Kamu punya pikiran tajam , Saji.

“Terima kasih!”

Kiba menyerbu dengan cepat! Dia melaju ke arah Freed dengan dua Pedang Iblisnya!

“Cih! Jadi bukan hanya “Holy Eraser”, begitu! Memiliki beragam Pedang Iblis. Apa mungkin kau pemilik “Sword Birth”? Wow, kau sangat bersalah karena memiliki Sacred Gear langka, tahu?”

Freed nampaknya kegirangan, yang berlawanan dengan kata katanya. Jadi dia masih maniak pertarungan seperti biasanya.

“Tapi, Pedang Iblis biasa sama sekali bukan tandingan.......”

KACHIN!

Kedua Pedang Iblis Kiba patah setelah mengeluarkan bunyi krak.

“......Excalibur-chan-ku.”

“Ugh!”

Kiba sekali lagi menciptakan Pedang Iblis. Tapi nampaknya Excalibur itu terlalu tangguh. Ia bisa mematahkan Pedang Iblis dalam sekali ayunan.

“Kiba! Apa kau mau menerima kekuatanku!?”

“Aku masih bisa melakukannya!”

Kiba menolak tawaranku. Sepertinya dia merasa kesal. Tapi itu bisa dipahami. Kiba sudah kalah sekali melawan Xenovia. Harga dirinya mungkin takkan mengizinkannya kalah untuk yang kedua kalinya.

“Hahaha! Caramu memandang Excaliburku sungguh seram. Apa mungkin kau dendam padanya!? Memang aku tak tahu apa yang terjadi padamu! Tapi kalau kau tertebas oleh ini, kau bisa bisa lenyap tanpa jejak, tahu!? Kau akan mati, tahu!? Kau akan mati! Mati saja sana!”

Freed melompat! Kiba mencoba memblokirnya dengan membuat Pedang Pedang Iblis muncul sepanjang area. Namun.....

KACHIN!

Pedang Suci, yang terselimuti cahaya putih kebiruan, mematahkan semua Pedang Kiba dalam satu ayunan! Freed melakukan serangan keduanya tanpa membuang waktu! Itu buruk! Kiba bisa terbunuh! Kemudian aku merasakan keanehan......hah? apa aku terangkat!? Aku melihat kebawah denga gugup, dan ternyata Koneko-chan. Koneko-chan tengah mengangkatku!

“.......Ise-senpai. Tolong bantu Yuuto-senpai.”

LEMPAR!

Aku dilempar sekuat tenaganya! Aku terlempar ke udara oleh loli shojo dengan kekuatan fisik super! Uwaaaah! Koneko-chan! Aku bukan barang! Kamu tak boleh melemparku!

“Uoooooo! Koneko-chaaaaan!”

Aku semakin mendekati Kiba selagi berteriak! Sial! Apa boleh buat kalau begini!

“Kibaaaaaaa! Aku akan mentransfer kekuatanku buatmu!”

“Uwah! Ise-kun!”

Aku mengaktifkan Sacred Gearku saat mendekati Kiba.

[Transfer!]

Ia membuat suara dan kekuatan Naga masuk kedalam Kiba! Aura muncul dari dalam tubuh Kiba! Ada cukup besar kekuatan sihir yang dipancarkan oleh tubuhnya!

“........Aku harus menggunakannya karena sudah menerimanya! “Sword Birth”!”

ZAN!

Pedang pedang bermunculan sepanjang area! Dari tanah! Dari jalan! Muncul pedang pedang dengan bentuk berbeda di tempat tempat berbeda!

“Chiiii!”

Freed membuat kebisingan dengan lidahnya, lalu mulai mematahkan pedang pedang Iblis yang diarahkan padanya.

SWISH!

Kiba lenyap dengan pedang Iblisnya segera setelah ia menemukan celah. Dia memakai Pedang Iblis sebagai pijakan dan bergerak dengan bebas! Wow! Dengan mataku, aku hanya bisa melihat sesuatu bergerak ke kiri dan ke kanan! Kecepatannya memang mencerminkan [Kuda]! Freed mengikuti pergerakan Kiba dengan matanya!

SWISH!

Disertai suara angin, terdapat Pedang Iblis meluncur ke arah Freed! Kiba melempar salah satu Pedang Iblis saat ia memakai Pedang Iblis sebagai pijakan kaki! Tidak! Bukan hanya satu Pedang Iblis! Ada beberapa Pedang Iblis yang menyerang dari segala arah!

“Uhaa! Itu trik sirkus yang hebat! Dasar Iblis busuk!”

KACHIN! KACHIN! KACHIN!

Freed mementalkan semua pedang Iblis satu demi satu dengan ekspresi kegirangan.

“Excaliburku adalah “Excalibur Rapidly”! dari segi kecepatan, takkan kalah dari apapun!”

Pedang Suci yang Freed bawa mulai bergetar di bagian ujungnya, dan kemudian lenyap! Itu artinya Pedang Suci bergerak secepat itu! Freed memusnahkan semua Pedang Iblis dan kemudian menyerbu ke arah Kiba!

KACHIN!

“Itu takkan berhasil.”

Pedang Iblis yang Kiba pegang di kedua tangannya remuk.

“MATI!”

Momen ketika Pedang Freed meluncur ke arah Kiba.....

TARIK!

Tubuh Freed ditarik kebelakang, dan dia kehilangan keseimbangannya.

“Mana bisa kubiarkan!”

Itu adalah Saji! Si kadal menarik lidahnya yang membuat Freed kehilangan keseimbangan! Di saat yang sama, lidah kadal membuat cahaya suram. Kelihatannya datang dari Freed dan menuju ke arah Saji.

“........Ini!? Sial! Apa kau menyerap kekuatanku!?”

Menyerap!? Apa lidah yang keluar dari Saji itu punya semacam kemampuan khusus!?

“Heh! Bagaimana!? Inilah Sacred Gearku “Absorption Line”! selama tali masih tersambung denganmu, kekuatanmu akan terus diserap kedalam Sacred Gearku! Sampai kau kehilangan kesadaranmu, begitulah.”

Sacred Gear! Begitu! Jadi Saji adalah pemilik Sacred Gear juga! Jadi selama tersambung denganmu, kekuatanmu akan terus diserap! Dan kau bahkan tak bisa memotongnya dengan Pedang Suci! Sekarang aku merasa tak ingin bertarung dengan Saji..........

“........Sacred Gear tipe naga kan!? Tipe yang paling menyusahkan. Kemampuan aslinya bukan ancaman serius. Tapi semakin ia tumbuh, kekuatan penghancurnya akan melampaui Sacred Gear lain. Seram! Astaga, benar benar merepotkan!”

Freed mencoba melepasnya lagi dengan Pedang Sucinya, namun bahkan tak ada goresan pada Sacred Gear Saji. Apa itu tipe yang tak bisa dirusak oleh pedang fisik? Dan dia bilang Tipe Naga? Kadal itu adalah Naga? Aku tak memahaminya, tapi itu Sacred Gear yang bagus!

“Kiba! Ini bukan waktunya komplain! Kalahkan saja pria itu! Masalah soal Excalibur pikirkan nanti saja! Pria ini sangat berbahaya! Hanya berdiri di depannya membuat aku gemetaran! Kalau kita biarkan dia saja, dia juga akan membahayakan aku dan Kaichou! Aku akan melemahkannya dengan menyerap kekuatannya dengan Sacred Gearku, jadi jatuhkan saja dia!”

Saji mengusulkan rencana. Itu memang rencana yang bagus. Aku juga berpikir itu metode terbaik. Pria ini benar benar berbahaya. Lebih baik menghabisinya disini. Namun Kiba memasang ekspresi tak suka. Aku tahu alasannya. Dia menyesal karena tak bisa menang dengan kekuatannya sendiri. Tapi Kiba juga seharusnya paham kalau akan lebih menguntungkan menghabisinya sekarang. Kiba menciptakan Pedang Iblis seolah sudah memantapkan hatinya.

“.......Aku merasa ragu, tapi aku juga setuju untuk menghabisimu disini. Masih ada dua Excalibur lain yang dicuri. Kuharap yang dua itu lebih kuat lagi.”

“Ha! Aku lebih kuat dari yang dua itu, tahu! Jadi! Ketika kalian berempat mengalahkanku, tak ada lagi yang bisa menandingi kalian! Apa kalian yakin? Kalau kalian membunuhku, kalian takkan mendapat pertarungan Pedang Suci yang bisa memuaskan kalian!”

Freed mengatakannya dengan senyum menjijikkan. Mata Kiba juga berubah setelah mendengar itu. Nggggg! Dia benar benar menyusahkan! Freed ini!

“Hmmmm “Sword Birth” ya? Itu Sacred Gear yang bisa memiliki jumlah kekuatan tak terbatas tergantung pada pemiliknya.”

Kemudian muncul suara orang lain. Saat kulihat ke arahnya, ada pria tua mengenakan pakaian pendeta berdiri disana.

“.....Apa itu kau, pak tua Balba?”

Semua orang dikejutkan oleh ucapan Freed. Balba!? Bukankah Balba itu pria yang Xenovia bicarakan? Orang yang menyingkirkan Kiba dan rekan rekannya sepanjang “Proyek Pedang Suci”........sama seperti Excalibur, sungguh pertemuan yang ditakdirkan!

“........Balba Galilei!”

Kiba menatap si pria tua dengan mata penuh kebencian.

“Ini memang aku.”

Si pria tua mengakuinya dengan normal. Jadi pria ini adalah musuh Kiba.

“Freed. Apa yang kau lakukan?”

“Pak tua! aku tak bisa kabur karena lidah kadal aneh pria ini!”

“Hmph. Kau masih belum bisa memakai Pedang Suci dengan sempurna. Pakai “elemen” yang kuberikan padamu lebih bijaksana. Aku meneliti karena hal itu. Kumpulkan elemen suci yang mengalir sepanjang tubuhmu ke bilah Pedang Suci. Dengan itu, kau pasti bisa memotongnya.”

“Iya, iya!”

Pedang Suci Freed mulai mengumpulkan aura dan bersinar cerah.

“Seperti ini! Horyah!”

POTONG!

Sacred Gear Saji terpotong dengan mudah, dan satu satunya hal yang menahan Freed sudah lenyap! Ini buruk! Dia akan kabur!

“Aku akan kabur sekarang! Lain kali kita bertemu, akan jadi pertarungan terbesar kita!”

Freed mengatakan itu, tapi......

“Takkan kubiarkan kabur!”

Ada seseorang yang melewatiku dengan kecepatan tinggi!

KACHIN!

Ada pedang yang membentur Pedang Suci Freed sampai menimbulkan kilatan! Itu Xenovia!

“Yaho! Ise-kun!”

“Irina!”

Irina juga ada disini. Ooooh! Partner kerjasama kami sudah datang!

“Freed Zelzan! Balba Galilei! Pemberontak. Aku akan membunuh kalian dengan nama Tuhan!”

“Ha! Jangan katakan nama Tuhan sialan yang kubenci itu! Dasar keparat!”

Freed dan Xenovia saling berbenturan pedang, namun Freed nampak mengeluarkan sesuatu. Itu adalah bola cahaya. Itu kan!? Item yang digunakan untuk kabur!

“Pak tua Balba! Kita kabur! Kita akan melapor pada boss kita, Kokabiel!”

“Tak ada cara lain.”

“Sampai nanti! Aliansi Gereja dan Iblis!”

Freed melempar bola cahaya ke tanah.

PLASH!

Aku tak bisa melihat apa apa! Cahaya menutupi semua tempat dan membutakan mata kami! Saat pandangan kami sudah kembali, Freed dan Balba sudah lenyap! Sialan! Kami datang jauh jauh kesini dan kehilangan jejaknya!

“Kita kejar mereka Irina!”

“Oke!”

Xenovia dan Irina saling mengangguk dan berlari kencang dari sini.

“Aku akan mengejar mereka juga! Takkan kubiarkan kau kabur, Balba Galilei!”

“He....hei, Kiba! Astaga, apa yang terjadi!”

Semuanya berbuat seenak perut mereka! Orang yang masih tinggal disini hanya aku, Koneko-chan, dan Saji. Kami melepas kuda kuda bertarung dan menghela nafas. Kemudian aku merasakan hawa kehadiran seseorang di belakangku.

“Saat kupikir ada aliran energi tidak teratur muncul...........”

“Ini benar benar menyusahkan!”

Aku menoleh setelah mendengar suara yang sangat familiar dan.......

“Ise. Apa artinya ini semua, ayo jelaskan!?”

Buchou dan Kaichou tengah berdiri di sana dengan wajah serius. Wajahku mendadak pucat.


Bagian 6[edit]

“.......Menghancurkan Excalibur. Kalian berdua.........”

Buchou memasang wajah tidak senang dan meletakkan tangannya di dahinya.

Setelah insiden dengan Freed, Buchou dan Kaichou membawa kami bertiga, aku, Saji, dan Koneko-chan ke taman terdekat. Kemudian kami dipaksa melakukan seiza[13] di depan air mancur.

“Saji, kamu melakukan hal semacam ini di belakangku? Kamu memang anak menyusahkan.”

“Auuuu......maafkan aku, Kaichou...........”

Kaichou berbicara pada Saji dengan ekspresi dingin. Wajah Saji menjadi begitu pucat sampai terasa berbahaya. Dia pasti benar benar ketakutan.

“Jadi Yuuto mengejar orang bernama Balba itu?”

“Ya, kupikir dia bersama Irina dan Xenovia.......mungkin dia akan memanggil kita kalau sesuatu terjadi.”

“Apa menurutmu Yuuto yang menjadi pembalas dendam akan memanggil kita dengan normal?”

Kamu sangat benar. Buchou lalu menatap Koneko-chan.

“Koneko.”

“....Ya.”

“Kenapa kamu melakukan ini?”

“.....Aku tak ingin Yuuto-senpai pergi.....”

Koneko-chan mengatakan isi hatinya. Buchou terlihat bingung bukannya marah saat mendengar itu.

“.....Mengatakan ini ketika semua sudah terjadi takkan ada gunanya. Tapi yang sudah kalian berdua lakukan bisa mempengaruhi dunia Iblis. Kalian berdua paham itu kan?”

“Ya.”

“.....Ya.”

Koneko-chan dan aku menganggukkan kepala kami di saat yang sama. Kami sangat memahami hal itu. Tidak, kami paham betapa seriusnya itu. Aku bertindak sambil berpikir kalau akan muncul bahaya. Jadi skala kejadian ini yang Buchou bayangkan dan aku bayangkan itu berbeda. Sepertinya aku terlalu menganggapnya ringan.

“Maaf Buchou.”

“......Maaf Buchou.”

Koneko-chan dan aku membungkukkan kepala kami. Kupikir dia takkan begitu saja memaafkan kami, tapi aku harus melakukannya. Maafkan aku, Buchou.

[PLAK]![PLAK]!

Saat aku melihat ke arah datangnya suara, Saji berada di sana sembari bokongnya ditampar! Ooou, Saji! Sungguh adegan menyedihkan!

“Sepertinya kamu harus bercermin pada kelakuanmu.”

“Uwaaaaaah! Maafkan aku! Mohon maafkan aku! Maafkan aku Kaichoooouuuu!!!”

“Tidak. 1000 pukulan.”

[PLAK!] [PLAK!]

Kaichou melapisi tangannya dengan energi Iblis. Dia ditampar dengan tangan itu! Pasti sakit! Astaga, menerima hal itu saat kamu sudah duduk di bangku SMA pasti sangat menyakitkan!

“Hei Ise, jangan lihat kesana.”

“Aku mengirim familiarku untuk mencari Yuuto. Mari kita temui dia dengan anggota klub lain kalau sudah ketemu. Kita akan putuskan akan berbuat apa dari sana, oke?”

“Ya.”

“.....Ya.”

Koneko-chan dan aku membalas ucapan Buchou.

PELUK.

Buchou menekan kami padanya dan memeluk kami. Aku bisa merasakan kehangatan Buchou.

“......Kalian berdua benar benar bodoh, sampai membuatku begini khawatir........”

Buchou mengatakannya dengan suara lembut sambil menepuk kepalaku dan Koneko-chan. Buchou.....maafkan aku. Sampai membuatmu khawatir pada kami.......Aaaah, aku bisa merasakan kelembutannya. Aku senang jadi budaknya. Sampai memiliki majikan yang baik hati sepertinya.

“Uwaaaaa! Kaichooooou! Mereka selesai dengan suasana yang nyaman!”

“Mereka ya mereka. Kita ya kita.”

[PLAK!] [PLAK!]

Kelihatannya tamparan Saji masih panjang. Nampaknya membuat Kaichou hamil dan menikahinya adalah jalan yang sangat jauh.

“Sekarang Ise, tunjukkan pantatmu.”

.......Hah? Bu-Buchou......bukankah kamu sudah memaafkanku........? Buchou tersenyum dengan tangannya terlapisi aura berwarna crimson.

“Tugas majikanlah untuk mendisiplinkan budaknya. Kamu juga harus mendapat 1000 pukulan.”

Hari itu, bokongku tewas.


Bagian 7[edit]

Ketika aku dan Buchou sampai ke rumah, matahari sudah tenggelam. Sudah hampir malam. Kami berpisah dengan Koneko-chan sepanjang jalan ke rumah. Dia meminta maaf pada Buchou sampai dia pergi. Tapi dia nampaknya tak menyesalinya. Sama juga denganku. Juga Kiba......dia mengikuti orang orang itu tapi dia masih aman kan? .......dan yang lebih penting, bokongku sakit. Aku merasa cinta yang Buchou miliki pada budaknya dengan bokongku sendiri.

“Kami pulang!”

Ketika aku dan Buchou melepas sepatu kami dan hampir berjalan ke ruang tamu, Ibu menampakkan dirinya dari dapur. Dia kemudian melambaikan tangannya pada kami untuk menyuruh kami masuk dengan tenang. Ibu, wajahmu kelihatan cabul. Buchou dan aku saling menatap dan berjalan menuju dapur.

“Datang kemari,Asia-chan.”

“Hauu!”

Asia berjalan kedepan karena didorong oleh Ibuku. Asia mengenakan apron. Itulah yang kupikirkan, tapi ternyata berbeda. Kupikir kulitnya terekspos secara berlebihan.......t.....tidak.......ini kan.....!?

Asiaaaaaaaaaa! Sungguh penampilan menawan...........! bukan, penampilan tak senonoh!

“.....Teman di kelasku yang bilang......kalau kamu tak boleh mengenakan apa apa dibalik apron saat bekerja di dapur di Jepang..........i.......ini memalukan........tapi aku harus terbiasa dengan budaya Jepang..........”

Asia mengatakannya dengan wajah merah.

[TES!]

Darah menetes dari hidungku. Asia mencoba membunuhku........! dia sudah mulai jadi gadis erotis karena pengaruh Buchou! Siapa yang sudah menyuruhnya melakukan hal semacam ini!?

“Asia.......siapa yang menyuruhmu begini?”

“Ya, temanku Kiryuu-san. Tentu saja tak mengenakan pakaian dalam juga.......terasa dingin......auu.”

Dia tak mengenakan pakaian dalam........Asia mengatakan hal yang bahkan tak kutanyakan. Dia pasti jadi gadis erotis yang kikuk! Memang aku berpikir aku bisa melihat bagian pentingnya kalau kulihat baik baik.......tidak! tidak! Aku tak boleh melihat Asia dengan tatapan mesum!

“Ternyata dia! Si cewek kacamata mesum itu!”

Kiryuu brengsek itu! Jadi dia tersangka utama di balik ini........! aku merasa menyedihkan karena ada bagian dalam diriku yang berkata “Good Job”. Tapi aku harus memperingatkannya! Sialan! Kiryuu itu! Rencananya sebagai biang keladi benar benar berdampak bagus! Good Job!

“Ufufufu. Dia terlihat sangat seksi kan? Aku benar benar mendukung hal ini. Aaah, Ibu jadi ingat waktu masih muda dulu.......”

Ibu!? Apa katamu!? Ibu melakukan hal semacam itu dengan Ayah!? Ya, kalian memang orangtuaku! Itu mesum! Tapi aku tak ingin mendengar cerita semacam itu tentang Orang tuaku!

“.......Begitu. Jadi ada Strategi semacam itu.”

Buchou mengatakannya dengan wajah menyesal. Bu.....Buchou-sama......? Apa yang ada dalam pikiranmu?

“Asia kamu bisa menjadi Iblis sungguhan. Kamu benar benar Iblis mesum.”

“Eh!? Aku tak mau menjadi Iblis mesum!”

Buchou nyengir dan Asia membalas dengan suara bingung dan mata berair. Apa yang terjadi disini..?

“Tunggu sebentar. Aku juga akan melakukan hal yang sama, Asia. Kamu sudah berhasil dengan membuat langkah pertama.”

Buchou berbalik dan meninggalkan tempatnya dengan cepat.

“Tunggu Rias-san! Aku juga akan bantu!”

Ibu mengejar Buchou. Hei! Apa yang kalian rencanakan!?

“Ummm, ada apa? Aku tak paham situasinya........”

Aku menaruh tanganku di bahu Asia sambil darah terus menetes dari hidungku.

“Asia. Ya, itu tampak sangat bagus. Akan kukatakan saja. Terima kasih. Terima kasih banyak.”

Aku berterima kasih padanya berkali kali. Asia nampak malu malu. Hmmm, hanya ada kita berdua, jadi aku harus katakan apa yang kuinginkan sekarang.

“Asia.”

“Ya.”

“Biarpun orang orang Gereja itu datang, aku akan melindungimu. Aku akan mengenyahkan semua orang yang menyakitimu!”

Kukatakan isi hatiku pada Asia. Takkan kumaafkan siapapun yang berani menyakiti Asia! Aku tak ingin kehilangan dia lagi.......Asia memelukku dengan tenang. Uoooo, dia memelukku sambil tak mengenakan apa apa dibalik apronnya.

“......Ise-san. Aku tak menyesal menjadi Iblis. Aku juga belum melupakan keyakinanku pada Tuhan. Tapi aku sudah mendapatkan sesuatu yang lebih penting ketimbang perasaanku pada Tuhan.”

“Sesuatu yang lebih penting?”

“Ise-san, Buchou-san, dan semua orang dalam klub. Teman sekolah. Ayah dan Ibu Ise-san. Semua orang sangat penting bagiku. Aku tak ingin kehilangan mereka. Aku ingin bersama mereka selamanya. Aku tak mau sendiri lagi.”

Asia mengatakannya di lenganku dengan suara kecil bergetar. Gadis ini selalu sendirian. Tuhan sama sekali tak menolongnya. Tak ada siapapun yang menolongnya. Takkan kubiarkan Asia sendirian. Takkan pernah kubiarkan dia seorang diri lagi!

“Asia, kamu tak sendirian. Aku takkan pernah membiarkanmu sendirian! Kami akan terus bersamamu. Hahaha. Mungkin ucapanku berlebihan, tapi aku akan terus bersama Asia. Karena itu kamu tak boleh menangis. Tersenyumlah. Senyuman lebih cocok untuk Asia.”

“.......Aku senang sudah datang ke negara ini. Aku bertemu Ise-san. Ise-san........Ise-san...........”

Asia meletakkan wajahnya di dadaku dengan suara manis. Aku juga memeluknya dan.....

“...!?”

Tanganku berhenti. Punggung Asia benar benar terekspos......! tentu saja. Dia hanya mengenakan apron untuk menutupi depannya, jadi tak ada apa apa di punggungnya. Asia-chan, pantat indahmu terlihat jelas! Haaa........kulit putih Asia nampak sangat lembut. Aku ingin sesekali mengelus kulitnya, namun “Kebaikan Hati” didalamku akan segera menghentikanku! Aku harus apa!? Aku bisa apa!? Tanganku gemetaran karena kehilangan posisinya di udara. Bokongnya!? Haruskah aku meremas bokong indahnya!? Aku tak bisa melakukan hal.......sebenarnya aku mau! Rasanya Asia akan mengizinkanku biarpun dia pasti akan terkejut......tidak, tidak. Aku tak bisa memakai Asia, orang yang harus aku lindungi, demi keserakahanku pribadi.........Aaah, tanganku terus bergerak ke arah pantatnya...........

“Aku selesai. Rias-san jadi malu malu............Ah........ara ara...........”

Ibu kembali dan menatap aku dan Asia dengan senyum mesum.

“I......Ibu!”

“Aduh aduh, nampaknya nenek tua ini sudah menghalangi kalian. Tak apa apa, tahu? Dapur juga medan perang. Tak apa apa kalian melakukannya asal setelah itu harus bersih kembali, tahu? Aaaah, Ibu jadi ingin secepatnya mempunyai cucu.”

Uwaaaaaah ! aku tak bisa tetap disini lebih lama lagi jadi aku melepaskan Asia dan segera kabur! Aku tak pernah menyangka akan terasa.......! terasa........begitu memalukan kepergok Orang tuaku dalam adegan semacam itu!

“Ise! Aku juga sudah mengenakannya!”

Aku mendengar suara Buchou, jadi aku menoleh......

[MIMISAN!]

Makin banyak darah mengucur dari hidungku! Buchou muncul dalam apron bahkan lebih erotis dari Asia! Apronnya HANYA menutupi bagian pentingnya. Itu sesuatu yang kamu BISA pahami kalau itu adalah apron!

“Ayo Asia. Kita akan mulai memasak dengan ini.”

“I.....Iya.”

Mereka berdua berdiri di dapur......tapi telanjang dari belakang.......darah........aku kehabisan darah!

Setelah itu, Ayah pulang dari bekerja dan hidungnya juga sama sama mengucurkan darah. Jadilah Ayah dan Anak duduk bersama dengan tisu di lubang hidung mereka.

“Ayah sungguh beruntung. Semua stressku dari kerja sudah menghilang!”

“Ya, aku juga, Ayah. Entah kenapa aku bisa melupakan semua hal menyedihkan sekarang.”

“Kamu harus jadikan mereka berdua istrimu, putraku. Kemudian baik Rias-san dan Asia-chan akan menjadi putriku.”

“Hahaha. Aku akan berjuang yang terbaik, Ayah.”

Kami melakukan percakapan Ayah dan Anak sambil memasang wajah bahagia.


Bagian 8[edit]

Malam itu, Buchou, Asia, dan aku juga tidur bersama. Tapi baik Buchou dan aku terbangun karena tekanan berat yang belum pernah kami rasakan sebelumnya. Buchou melompat dari ranjang dan berdiri di depan jendela. Asia juga bangun setelah merasakan sesuatu. Saat aku melihat dari jendela, ada seseoran sedang menatap kami.......

“........Pendeta sialan!”

Orang yang memasang seringai menjijikkan dan menyebalkan adalah si pendeta berambut putih, Freed. Si brengsek itu! Apa yang terjadi setelah itu!? Apa yang terjadi pada Kiba? Sial! Aku jadi makin penasaran! Dia melambaikan tangannya pada kami.

“........Malaikat Jatuh.”

Buchou mengatakannya dengan suara berisi kebencian dan menjentikan jarinya. Dia dengan cepat mengenakan seragamnya dan membuka pintu ruangan.

“Yaho! Ise-kun! Asia-tan! Sepertinya kalian lagi bad mood. Apa kalian baik baik saja? Ara ara, apa kalian lagi berhubungan seks? Kalau begitu maafkan aku. Tak bisa membaca suasana adalah poin utamaku.”

Saat kami keluar dari rumah, si pendeta sialan berbicara pada kami dengan nada aneh.

“Apa maumu!?”

Aku menanyainya, namun dia hanya mengangkat bahunya sambil tertawa. Apa tekanan tadi datang dari pria ini? Tidak, aku bisa merasakan keanehan dari pria ini, tapi itu saja. Tekanan berat itu terasa melampaui Iblis Kelas Tinggi.

Buchou nampaknya menyadari sesuatu dan menoleh ke atas. Ada seseorang mengapung di langit dengan bulan di belakangnya. Itu adalah........Malaikat Jatuh dengan sayap hitam tumbuh dari punggungnya. Satu, dua, tiga.......dia punya 10 sayap hitam!? Ia adalah pria muda yang mengenakan jubah hitam dengan aksesori detil. Dia tersenyum setelah melihat Buchou.

“Ini pertemuan pertama kita, putri dari keluarga Gremory. Rambur crimsonmu indah juga. Jadi mengingatkanku pada kakakmu yang sangat kubenci sampai aku mau muntah.”

Uoooo! Mendadak ia memberi ucapan provokatif! Aku bisa merasakan kebencian datang dari kata katanya. Buchou juga memasang wajah dingin. Se........seram......

“Senang bertemu denganmu, salah satu pemimpin Malaikat Jatuh, Kokabiel. Dan namaku adalah Rias Gremory. Akan kutambahkan satu hal juga. Kami dan keluarga Gremory adalah makhluk terdekat dengan Maou, dan juga yang terjauh. Kalau kau datang kemari untuk berdiskusi politik denganku, sia sia saja.”

Kokabiel!? Kokabiel yang itu!? Pemimpin Malaikat Jatuh!? Bukankah dia orang sungguhan yang muncul dalam Injil dan buku buku!? Dia begitu terkenal! Sial! Ini sangat gawat! Kalau kulihat lihat, Kokabiel tengah membawa sesuatu. Kulihat baik baik.........manusia? apa dia membawa manusia?

“Ini buat hadiah.”

Dia kemudian melempar manusia yang dibawanya ke arahku.

“Oh!”

Aku segera bereaksi dan mencoba menangkapnya.

TANGKAP!

Orang yang jatuh di tanganku adalah........Shidou Irina! Tubuhnya penuh darah! Dia bernafas tersengal sengal! Seluruh badannya penuh luka! Apa ini terjadi setelah dia menangkap Freed!? Apa yang terjadi pada Kiba dan Xenovia!?

“H....Hei, Irina!”

Berapa kalipun kupanggil, dia hanya bereaksi kesakitan dan tak merespon. Ini gawat sekali!

“Dia datang ke markasku, jadi kuberi dia sambutan hangat. Tapi, yang dua ekor masih lolos.”

Kokabiel mengatakannya sambil tertawa. Dari ceritanya, Kiba dan Xenovia mungkin kabur.

“Asia!”

Aku meletakkan Irina di tanah, dan menyuruh Asia menyembuhkannya. Ada cahaya hijau muncul dari tubuh Asia, yang menyelimuti Irina. Ekspresi Irina mulai melembut dan nafasnya jadi lebih teratur. Dia tak membawa Excaliburnya. Apa yang terjadi padanya? Kokabiel terus berbicara tanpa peduli pada keraguanku.

“Aku takkan lakukan hal bodoh seperti berbicara dengan Maou. Tapi, kalau aku memperkosa dan membunuh adik perempuannya, maka kemarahan Sirzechs akan diarahkan padaku. Tapi itu tidak buruk buruk amat.”

Buchou menatap Kokabiel dengan mata penuh kebencian.

“......Lantas apa urusanmu dengan menemuiku?”

Kokabiel menjawab pertanyaan Buchou dengan nada senang.

“Aku akan mengamuk di kota ini memakai markasmu, Akademi Kuou, sebagai poin awal. Maka Sirzechs pasti akan muncul kan?”

Ap......Apa!?

“Kalau kau melakukan hal seperti itu, perang diantara Tuhan, Malaikat Jatuh, dan Iblis akan dimulai lagi, tahu!?”

“Itulah yang kuharapkan. Kupikir Michael akan memulai perang kalau aku mencuri Excalibur......tapi yang dia kirim hanya para Exorcist gurem dan dua pengguna Pedang Suci. Membosankan. Aku benar benar bosan! Karena itu aku akan mengamuk di markas adiknya Sirzechs, bagaimana? Terdengar menyenangkan bukan?”

Buchou membuat suara dengan lidahnya. Itu adalah bukti kalau Buchou sangat kesal. Tapi, rencana edan macam apa yang dia ingin lakukan!? Bukankah Michael itu Malaikat yang paling penting di sisi Tuhan? Bahkan orang sepertiku yang baru di dunia ini sudah melihat namanya dalam buku. Dia mencoba memulai perang dengan orang besar seperti itu!? Sudah kuduga dari Pemimpin Malaikat Jatuh!

“.......Dasar maniak perang.”

Buchou mengatakannya dalam kebencian. Tapi Kokabiel tertawa kegirangan.

“Ya. Itu dia! Aku bosan dan sangat bosan setelah perang diantara ketiga golongan! Azazel dan Shemhaza tak punya hasrat berperang lagi. Mereka lalu mulai mengumpulkan hal hal membosankan macam Sacred Gear dan melakukan penelitian aneh. Hal tak berguna semacam itu takkan ada manfaatnya buat kami!.......tapi lain ceritanya kalau itu adalah “Boosted Gear” seperti yang dimiliki bocah disana itu.........tapi itu buka sesuatu yang bisa kalian temukan dengan mudah.”

Kokabiel lalu menatapku. Sungguh tekanan dahsyat...........tubuhku gemetar tanpa kendali........aku kemudian mengatakannya dengan suara kuat.

“........Apa kalian juga mengejar Sacred Gearku?”

“Setidaknya aku tak tertarik. Tapi Azazel mungkin saja. Hobi mengkoleksinya sangat gila.”

Azazel? Kupikir dia adalah Jenderal para Malaikat Jatuh, apa dia mengumpulkan Sacred Gear?

“Yang manapun, aku akan memulai pertarungan melibatkan Pedang Suci, Rias Gremory. Untuk memulai peperangan! Sekolah dimana adik perempuan Sirzechs dan Leviathan berkuasa. Pasti akan terisi penuh oleh kekuatan Iblis yang bisa kunikmati dalam kekacauan! Itu juga tempat terbaik untuk melepaskan kekuatan sejati Excalibur! Itu tempat bagus untuk menikmati medan tempur!”

Dia terus berbicara omong kosong! Pria ini sungguh sungguh gila!

“Hyahahaha! Bukankah bossku yang terbaik!? Kegilaannya itulah yang terbaik! Jadi aku juga akan melakukannya! Dia bahkan memberiku hadiah seperti ini.”

Yang Freed tunjukkan adalah Excalibur! Dia membawa satu di setiap tangannya! Dia juga membawa dua di pahanya!

“Yang ada di kanan adalah “Excalibur Rapidly”. Yang di kiri adalah “Excalibur Nightmare”. Yang di pahaku adalah “Excalibur Transparent”. Aku juga menerima “Excalibur Mimic” dari cewek disana itu! Aku juga merasa ingin merebut “Excalibur Destruction” yang dimiliki cewek satunya! Hyaa! Apa aku orang pertama di dunia yang memiliki Excalibur sebanyak ini!? Aku juga menerima elemen dari si tua bangka Balba yang membuatku bisa memakai Pedang Suci. Saat ini aku dalam mode hyper yang membuatku bisa memakai semuanya! Aku tak terkalahkan! Aku luar biasa! Aku yang terkuat! Hyahahahaha!”

Freed tertawa seolah itu semua adalah hal yang lucu.

“Penelitian Pedang Suci Balba. Itu ternyata memberikan hasil menakjubkan. Jujur saja aku sempat curiga saat dia bergabung dalam rencanaku.”

Jadi Kokabiel dan Balba berkomplot.

“Apa yang kau rencanakan dengan Excalibur!?”

Buchou menanyainya. Kokabiel menggerakkan kesepuluh sayap hitamnya dan menggerakkan tubuhnya ke arah sekolah.

“Hahaha! Mari kita berperang! Adik perempuan Sirzechs Lucifer, Rias Gremory!”

FLASH!

Freed mengeluarkan item yang membutakan kami! Ini lagi!? Pandangan kami lenyap untuk beberapa saat, namun ketika kembali Kokabiel dan Freed sudah lenyap!

“Ise! Kita akan pergi ke sekolah!”

“Ya!”

Pertarungan besar melawan pemimpin Malaikat Jatuh hampir dimulai!

Life.4: Maju! Klub Penelitian Ilmu Gaib![edit]

Bagian 1[edit]

“Rias-senpai, kami sudah menutupi sekolah dengan perisai raksasa. Dengan ini, kecuali hal yang terlalu hebat terjadi, takkan terjadi kerusakan diluar.”

Saji melaporkan situasi terkini pada Buchou. Kami, Klub Penelitian Ilmu Gaib dan OSIS, sudah berkumpul di taman yang terletak tepat di depan Akademi Kuou. Hanya Kiba yang tidak ada. Dimana kamu Kiba........Irina yang terluka sudah dibawa ke rumah Kaichou. Dia menghindari skenario terburuk berkat kekuatan Asia. Saji dari OSIS menjelaskan tentang perisai pada Buchou. Mungkin karena tamparan yang kita dapat tadi, dia berdiri secara tak alami. Menurut ceritanya, Kaichou dan Shitori Souna-senpai sudah mengumpulkan semua anggota OSIS dan menaruh perisai raksasa di sekolah setelah mendengar situasinya dari Buchou. Itu jaga jaga untuk mencegah kerusakan menyebar ke arah luar. Lawannya adalah salah satu pemimpin Malaikat Jatuh yang muncul dalam buku Injil.

“Ini untuk menekannya sampai minimum. Jujur saja, kalau Kokabiel bertarung dengan serius, bukan hanya Akademi ini, namun seluruh kota akan lenyap. Selain itu, dia sudah bersiap siap. Para budakku sudah melihat dia melepaskan kekuatannya di wilayah sekolah.”

Wha......! aku dibuat membisu oleh ucapan Kaichou. Apa kamu serius!? Kita sedang membicarakan hal sebesar itu!? Jadi artinya seserius itu........dia benar benar pemimpin Malaikat Jatuh merepotkan! Dia akan menghancurkan kotaku karena dia ingin berbuat semaunya, yakni memulai perang!? Jangan melucu! Jangan main main kau Malaikat Jatuh sialan! Takkan kubiarkan kau berbuat sesukamu! Aku hanya ingin hidup dan menikmati keseharianku di kota ini dengan Buchou, Asia, dan semua orang! Kemarahanku mencapai MAX, dan kaichou terus menjelaskan.

“Budakku dan aku akan terus menempatkan perisai untuk mengurangi kerusakan. Aku ingin meminimalkan kerusakan sekecil mungkin........tapi sulit untuk mencegah sekolah kita mendapat kerusakan. Tapi kelihatannya kita harus lakukan karena pemimpin Malaikat Jatuh yang bergerak.

Kaichou menyudutkan matanya dan menatap arah sekolah dengan mata berisi kebencian. Dia mungkin mengarahkannya pada Kokabiel. Berarti sudah dipastikan kalau sekolah akan hancur lebur. Sekolah.......tempatku belajar........

“Terima kasih Sona, kami akan lakukan sisanya dari sini.”

“Rias, musuh kita adalah monster dengan kekuatan jauh diatas kita. Masih belum terlambat. Kita harus hubungi Onii-sama mu......”

Buchou menggeleng kepalanya.

“Kamu juga tak memanggil Onee-sama mu.”

“Onee-sama ku.......Onii-sama mu sangat menyayangimu. Sirzechs-sama pasti akan bergerak, jadi.....”

“Aku sudah memberitahu Sirzechs-sama.”

Akeno-san mengatakannya pada Kaichou dan Buchou.

“Akeno!”

Buchou mengkritiknya. Tapi Akeno-san memasang ekspresi marah.

“Rias. Aku tahu kalau kamu tak mau membuat masalah bagi Sirzechs-sama. Ini terjadi di wilayahmu. Di markasmu. Dan itu terjadi setelah masalah keluarga. Tapi lain ceritanya kalau pemimpin Malaikat Jatuh muncul. Itu masalah yang sama sekali tak mampu kamu selesaikan. Mari meminjam kekuatan Maou.”

.......Ini pertamakalinya melihat Akeno-san memarahi Buchou. Tapi, seperti yang kuduga, Akeno-san memanggilnya “Rias” sepanjang waktu pribadi dan berbicara normal padanya. Buchou sepertinya ingin mengatakan sesuatu. Namun dia hanya menarik nafas panjang dan mengangguk. Akeno-san tersenyum kembali seperti biasanya setelah melihat Buchou.

“Terima kasih sudah memahami situasinya, Buchou, Sona-sama. Pasukan bantuan Sirzechs-sama akan datang kemari dalam satu jam.”

“Satu jam........aku paham. Dalam waktu itu, kami, OSIS, akan bersumpah untuk terus menempatkan perisai pelindung atas nama Sitri.”

Buchou sepertinya sudah memantapkan hatinya juga setelah melihat ketegasan Kaichou.

“........Jadi satu jam. Sekarang para budakku, kita akan maju ke garis depan. Kita akan masuk kedalam perisai dan mengalihkan perhatian Kokabiel. Tak seperti pertarungan melawan Phenex, ini pertarungan hidup dan mati! Namun, takkan kumaafkan kalau kalian mati! Kita akan bertahan hidup dan terus bersekolah disana!”

[Ya!]

Kami membalas dengan suara enerjik.

“Hyodou! Akan kuserahkan sisanya padamu!”

“Aku paham Saji. Kamu harus lebih mengkhawatirkan kondisi bokongmu.”

“Jangan bilang begitu! Rasanya akan makin sakit kalau kamu mengatakan itu! Bagaimana dengan bokongmu?”

Nggggh! Bokongku mulai terasa sakit setelah dia mengatakan itu!

“Fufufu. Cinta Buchou memang menyakitkan. Tapi situasi saat ini sama saja meletakkan pantat kita diatas api.”

“Tidak, tidak. Aku takkan kuat. Jadi Kiba masih belum disini juga?”

“Ya. Kuharap dia masih selamat.”

“Ya. Aku juga percaya padanya.”

Saji dan aku saling menumbukkan tinju kami dan berdoa untuk misi kami. Ini adalah pertarungan sengit! Kalau jadi serius, maka aku juga........

[Serahkan padaku, partner. Lawan kita adalah Kokabiel. Dia bukan lawan yang tak bisa dikalahkan. Mari tunjukkan padanya.]

Ya, Ddraig. Mari tunjukkan padanya! Kekuatan Naga yang pernah menantang bertarung Tuhan dan Maou!


Bagian 2[edit]

Kami langsung masuk melalui gerbang utama. Ketika aku masuk, aku memakai promotion untuk mempromosi diriku dari [Pion] menjadi [Ratu] sehingga kekuatanku meningkat. [Ratu]ku masih lemah dibandingkan Akeno-san. Karena aku belum lama menjadi Iblis.

......Aku dibuat membisu setelah melihat pemandangan mengerikan. Di tengah tengah lapangan sekolah, terdapat empat pedang yang melepaskan cahaya ekstrim sambil mengambang. Dengan pedang di pusatnya, ada lingkaran sihir yang nampak mencurigakan tersebar sepanjang lapangan sekolah. Ada pria tua terletak di tengah tengah lingkaran sihir. Balba Galilei? Tua bangka itu. Apa yang dia rencanakan dengan lingkaran sihir itu?

“Apa ini.......?”

Aku menyuarakan keraguanku.

“Aku akan menyatukan empat Excalibur menjadi satu.”

Balba mengatakannya seolah itu menyenangkan.

“Balba. Berapa lama lagi waktu bagi Excalibur untuk bergabung?”

“.....!”

Ada suara dari langit! Saat semua anggota klub melihat ke atas, terdapat Kokabiel dengan bulan sebagai latar belakangnya! Dia tengah duduk di atas kursi di langit sambil menatap kami dibawah.......apa kekuatan Malaikat Jatuh yang membuat kursi itu mengapung? Dia menyilangkan kakinya penuh percaya diri!

“Bahkan tak perlu 5 menit, Kokabiel.”

“Begitukah. Kalau begitu kuserahkan padamu.”

Kokabiel memindahkan tatapannya dari Balba ke Buchou.

“Apa Sirzechs yang datang? Atau Serafall?”

“Menggantikan Onii-sama dan Leviathan-sama, kami.......”

SWISH! BANGGGGGGGG!

Setelah suara angin, terdapat suara ledakan yang menggema sepanjang area! Suara datang dari arah dimana ruang olahraga berada. Bahkan tak ada jejaknya sama sekali! Apa ruang itu diledakkan!?

“Membosankan. Tapi ini saja cukup. Akan sangat menyenangkan.”

Ada tiang besar dari cahaya dimana ruang olahraga berada. Apa itu mungkin tombak cahaya? Ka....kau pasti bercanda.......itu terlalu besar! Dibanding wanita Malaikat Jatuh itu, seolah membandingkan tusuk gigi dengan kail pancing! Kalau aku sampai kena benda itu.......

[Apa kau takut, partner?]

Ddraig berbicara langsung padaku. Tentu saja aku akan takut setelah melihat itu! Itu bukan masalah makhluk diluar kita! Itu levelnya benar benar berbeda dari kita!

[Ya. Levelnya memang jauh berbeda. Dia begitu kuat sampai namanya tertulis dalam Injil sejak zaman dulu. Dia adalah salah satu yang bertahan hidup dari peperangan melawan Tuhan dan Maou masa lalu.]

Bisakah kita menang? Bisakah kita mengalahkannya?

[Kalau kondisi menjadi serius, aku akan menghajarnya biarpun aku harus mengubah hampir semua tubuhmu menjadi Naga. Biarpun kau tak bisa mengalahkannya, aku akan memberinya hantaman yang akan membekukannya dalam satu jam. Kau bisa serahkan sisanya pada Maou.]

......jadi dia sekuat itu. Sepertinya aku harus membuat keputusanku juga........tapi, memakai armor akan jadi senjata terakhirku. Itu hanya membuatku kuat selama 10 detik. Kekuatan Balance Breakerku yang mengabaikan batas stamina dan kekuatan Iblisku akan menjadi tak terkalahkan sekali aku mengaktifkannya. Tapi setelah memakai itu, aku tak bisa memakai Sacred Gearku selama tiga hari berikutnya. Memakainya sama saja situasi berenang atau tenggelam.

“Sekarang. Aku akan buat kalian melawan piaraan yang kubawa dari Neraka.”

Kokabiel menjentikkan lidahnya. Kemudian dari dalamnya kegelapan ada suara tanah bergetar seolah datang ke arah kami. Benda itu adalah sesuatu yang jauh melampaui dugaanku. Delapan......bukan, mungkin sepuluh meter tingginya. Dia punya badan besar. Dia punya empat kaki, dan tiap tiap kakinya tebal. Juga cakar yang tumbuh dari tiap kakinya begitu tajam sampai punggungku terasa bergidik. Mata yang bercahaya dari kegelapan berwarna merah. Dari mulutnya, nampak gigi taring berbahaya. Taringnya begitu berdekatan satu sama lain, dan dari celahnya muncul nafas kecil mengembun. Hewan itu setidaknya mirip dengan.........Anjing. tapi anjing tak mungkin sebesar ini! Itu karena anjing tak memiliki tiga kepala!

GROOOOOAAAAARRRRRRRRR!

Raungannya begitu keras sampai tanah di sekitarnya berguncang! Tiga kepala meraung di saat yang sama.

“.......Cerberus!”

Buchou mengatakannya dengan nada jijik.

“Cerberus?”

“Ya. Itu adalah hewan terkenal yang memiliki julukan Anjing Penjaga Neraka.”

Anjing Penjaga Neraka......? jadi anjing ini adalah monster yang terdengar begitu berbahaya!?

“Dia tinggal di gerbang neraka, bukan, dunia bawah. Tapi sampai membawanya ke dunia manusia....”

“Apa itu buruk?”

“Kita harus melakukannya! Kita akan melenyapkannya, Ise!”

Ooou! Buchou! Dia sangat bersemangat! Kalau begitu aku juga harus bersemangat!

“Ya! Buchou, mari kita lakukan! Boosted Gear!”

[Boost!]

Oke Anjing, karena kelihatannya kau belum dijinakkan baik baik, aku akan melatihmu dengan keras! Aku antusias melakukannya, namun Buchou menaruh tangannya di bahuku.

“Ise. Kali ini, kami akan menjadi tamengmu.”

“Jadi aku yang memberinya serangan akhir dengan terus meningkatkan kekuatanku?”

Buchou menggeleng kepalanya oleh pertanyaanku.

“Tidak. Kamulah yang akan mendukung kami. Kamu akan mentransfer kekuatan boostmu pada kami. Boosted Gear adalah Sacred Gear yang memperkuatmu dan juga meningkatkan kekuatan rekan rekanmu dalam pertarungan tim.”

Meningkatkan kekuatan rekan rekanku dengan memakai kemampuan Gift. Kalau aku mentransfer kekuatan Boostku pada Buchou dan Akeno-san yang lebih kuat dari aku yang normal........juga dari segi penyembuhan. Kalau aku meningkatkan kemampuan Asia maka efeknya akan jadi absolut! Jadi aku akan menaruh kekuatan boostku pada anggota kelompok top! Mungkin saja akan efektif melawan Kokabiel!? Biarpun kita tak bisa memberinya kerusakan hebat, kita mungkin punya kekuatan untuk memblokir serangannya.

“Ngomong ngomong Ise. Termasuk kekuatanmu, berapa kali kamu bisa mentransfer kekuatanmu?”

Pertanyaan Buchou. Ya. Sacred Gearku punya batas berapa kali aku bisa memakainya. Sacred Gearku yang bisa menggandakan kekuatanku berada dalam kategori tak tertentu. Jumlah berapa kali aku bisa memakainya tergantung pada pemiliknya, aku. Kalau kupakai terus terusan, Sacred Gear akan berhenti berfungsi. Lalu tubuhku akan kehilangan kekuatannya.

“Saat ini dengan semua staminaku, aku hanya bisa mentransfernya 3 atau 4 kali dengan boost maksimum. Tidak, aku mungkin pingsan setelah yang keempat jadi anggap saja aku bisa melakukannya tiga kali.”

“Begitu. Jadi kita tak boleh membuang buangnya.”

Maaf Buchou. Kalau aku menggunakannya dengan boost lebih kecil maka bisa kupakai lebih banyak lagi. Tapi hasil kekuatannya takkan mencukupi. Entah kenapa rasanya aku berubah menjadi “item” berguna sepanjang hari.......itu juga tak apa apa.

“Akeno!”

Buchou membentangkan sayap dari punggungnya dan terbang ke langit bersama Akeno-san

GAAAAAARUUUUUUUUU!

Cerberus melompat setelah membuat teriakan.

FLAAAAAAMEEEEEE!

Salah satu kepala mengarah pada Buchou yang terbang dan menghembuskan nafas api! Wow! Dia benar benar monster!

“Naif sekali.”

Akeno-san berdiri di depan Buchou dan membekukan api dalam sekejap. Benar benar [Ratu] kita!

“Rasakan ini!”

Buchou melompat dari belakang Akeno-san dan melepaskan kotak kekuatan iblis hitam. Itu adalah ledakan [Power of Destruction]. Kekuatan Iblis Buchou begitu powerful hingga bisa melenyapkan apa saja yang mengenainya.

FLAAAAAAMEEEEEEEE!

Kepala lain dari si anjing monster menembakkan bola api! Kekuatan Iblis Buchou dan bola api Cerberus saling bertabrakan dengan dahsyat! Kemudian kepala yang lain menembakkan bola api! Sial! Tiga serangan berturut turut! Bola api kedua mendukung bola api pertama yang ditekan oleh serangan Buchou! Kekuatan bola api meningkat dan mulai menekan serangan Buchou. Kemudian Cerberus mencoba menembak lagi! Kalau dia lakukan lagi, maka Buchou bisa bisa.......

“Aku sudah menemukan celah padamu!”

BANG!

Koneko-chan yang melompat dari sampingku memberikan pukulan keras di kepala Cerberus! Ia membuat suara keras! Untung bukan aku yang terkena serangan itu, Koneko-chan!

“Rasakan yang ini juga!”

Saat Akeno-san mengacungkan jarinya ke atas, ada halilintar tercipta di angkasa. Dia kemudian mengarahkan telunjuknya pada Cerberus dan........

FLASH!

Setelah satu kilatan, Cerberus diselimuti halilintar dahsyat! Akeno-san memberikan petir ekstra spesial pada si anjing! Serangan Buchou juga memperkuatnya! Tapi tubuh Cerberus tak dilenyapkan dan hanya mengenai sisi perutnya! Ada darah hitam mengucur dari si perut monster anjing. Ada asap mengepul darinya. Namun matanya masih bersinar. Ia masih bisa bergerak biarpun diserang seperti itu!? Dan kekuatanku.......masih belum mencapai puncaknya. Aku sudah dipromosi menjadi [Ratu], tapi aku masih tak sekuat [Ratu]nya Akeno-san! Aku masih kurang latihan. Kondisiku sebagai Iblis masih payah. Aku ingin jadi lebih kuat........aku pasti akan bertahan dalam pertarungan ini! Kemudian aku akan jadi kuat dan akhirnya menjadi “Pion Terkuat” yang Buchou selalu katakan!

GARUUUUUUUUUUU!

Ummmmm, aku bisa mendengar auman berbahaya..........aku menoleh dengan pikiran seram dan.........

“Masih ada satu lagi!?”

Cerberus lain muncul dari kegelapan! Jangan bercanda! Bukan bercanda lagi kalau seekor lagi muncul!

GAAAAAOOOOOOO!

Ia membuat auman dan datang menyerbu ke arahku dan Asia! Sial! Haruskah aku berlari!? Boostku takkan diulang selama aku tak menyerang dan menerima serangan! Aku harus berlari sambil membawa Asia! Tapi sepertinya tak ada tempat untuk berlari di lapangan sekolah seperti ini!

“Ise! Pakai saja Boost itu untuk meningkatkan kekuatanmu!”

Buchou memberiku izin memakai kekuatan yang diboostkan. Itu akan jadi pilihan terbaik. Tapi kalau kugunakan disini, sama artinya hanya digunakan untuk melarikan diri! Tapi apa boleh buat kalau dipakai untuk melindungi Asia! Namun tepat sebelum aku melakukannya......

SLASH!

Salah satu kepala Cerberus yang datang menyerbu kami terbang ke langit. Itu terpotong!? Oleh siapa!? Kiba? Namun orang yang muncul adalah seorang pengguna Excalibur panjang. Ia adalah Xenovia. Kepala Cerberus yang terpotong berubah menjadi abu dan lenyap.

“Aku datang untuk membantu kalian.”

STEP!

Usai mengatakan itu, xenovia melaju untuk menebas perut Cerberus. Cerberus mengaum kesakitan karena kehilangan salah satu kepalanya.

GAAAAAOOOOOOOO!

Perut Cerberus terbelah menjadi dua setelah menerima serangan fatal. Ada asap mengepul, dan Cerberus mulai menguap. Jadi itukah efek dari Pedang Suci?

“Inilah serangan Pedang Suci. Ia memberi dampak kritikal pada Makhluk.”

STAB!

Xenovia menusukkan pedangnya dalam dalam ke dada Cerberus untuk menghabisinya. Pada saat itu, tubuh Cerberus berubah menjadi debu dan lenyap.

Gauntletku mulai bersinar. Ia bahkan belum mencapai batasnya. Tapi fenomena macam apa ini? Aku merasa ragu ketika Ddraig berbicara padaku.

[Ia mengatakanmu kalau ia sudah mencapai tahap kalau Cerberus bisa dikalahkan kalau kau mentransfernya pada Rias Gremory atau Himejima Akeno.]

Apa kau serius? Sejak kapan sistem gauntlet ini jadi sepraktis itu?

[Itu artinya baik kau dan Sacred Gear berevolusi hari demi hari. Dia bergerak sesuai harapanmu. karena kau tak bisa menebak perbedaan kekuatan diantara kau dan lawanmu, kau tak tahu berapa banyak boost yang diperlukan. Ia sudah mulai bisa memberitahumu.]

Aku memang memikirkan itu, tapi dia merespon pada titik lemahku? Jadi artinya dia bisa merespon perbedaan kekuatan diantara aku dan lawanku sekarang. Itu hal yang sangat bagus! Aku berteriak pada Buchou dan Akeno-san yang masih terbang di angkasa.

“Buchou! Akeno-san! Aku punya cukup kekuatan untuk menjatuhkan Cerberus!”

Mendengarkan itu, Buchou dan Akeno-san saling bertukar tatap dan mengangguk. Mereka berdua turun padaku di saat yang sama.

“Ise! Kamu meningkatkan kekuatan salib dan air suci di pertarungan melawan Raiser kan?”

“Eh? Ah, aku memang melakukannya.”

“Jadi mungkin saja bisa meningkatkan kami berdua sekaligus! Tolong transfer kekuatanmu pada aku dan Akeno!”

Ddraig, hal itu begitu mendadak. Tapi apakah bisa?

[Ya. Kalau hanya dua sekaligus pasti masih mungkin. Kecuali aku hanya bisa mentransfer sekitar 70-80 persen kekuatan yang sudah diboost.]

Aku menjelaskannya pada Buchou dan Akeno-san. Mereka berdua nampak tak keberatan.

“Kupikir itu sudah cukup.”

“Ya. Kami bisa melakukannya.”

[Tolong!]

Buchou dan Akeno-san menjawab di saat yang sama. Aku meletakkan tanganku di pundak Buchou dan Akeno-san dan mengaktifkan Sacred Gearku.

“Mari kita lakukan, Boosted Gear!”

[Transfer!]

DEG DEG DEG DEG!

Aliran kekuatan besar mengalir ke Buchou dan Akeno-san melalui tubuhku. Mereka dalam sekejap mendapat kekuatan Iblis berskala besar. Mereka berdua kaget terhadap jumlah kekuatan yang mengalir kedalam diri mereka.

“.......Kita bisa melakukan ini.”

Akeno-san mengangguk pada senyum berani Buchou.

“Akeno!”

“Ya! Halilintar! Bergeloralah!”

Akeno-san mengacungkan jarinya ke langit dan mulai mengendalikan halilintar. Jarinya lalu diarahkan pada Cerberus.

! Cerberus mencoba kabur dari tempatnya seolah sudah memprediksi serangan yang akan datang!

STAB!

Tak terhitung bilah bilang pedang menusuk dari tubuh Cerberus! Pedang bermunculan dari tanah! Ini kan.........

“Takkan kubiarkan kau kabur!”

Orang yang muncul adalah [Kuda] kami! Itu adalah “Sword Birth” Kiba! Orang itu datang di waktu yang tepat!

FLASH!

Petir menyerbu Cerberus setelah ia kehilangan gerakannya karena pedang pedang Iblis. Petir itu begitu besarnya sampai tak bisa dibandingkan dengan yang sebelumnya! Halilintar menutupi hampir setengah dari daratan sekolah!

DUAAAAAAARRRRRRRR!!!!

“!”

Raungan Cerberus kalah keras dengan suara guntur, dan tubuhnya lenyap menjadi ketiadaan dari halilintar. Karena peningkatan kekuatannya, potensi kekuatan Iblis yang digunakan dengan cepat merespon kekuatannya. Biarpun itu Buchou dan Akeno-san, menembak terus menerus pasti sangat sulit bagi mereka. Dalam sekejap tubuh si anjing lenyap. Buchou mengarahkan tangannya pada Kokabiel.

“Rasakan ini! Kokabiel!”

DOOOOOOOOOOONNNNNNNNNN!

Terdapat massa raksasa kekuatan Iblis yang ditembakkan dari tangan Buchou!

“Besar sekali!”

Aku yang mengatakan itu. Ukurannya 10 kali lebih besar dari tembakan Buchou yang biasanya! Ia juga lebih cepat dan menyerbu ke pemimpin Malaikat Jatuh yang tengah duduk di langit! [Power of Destruction] mengenai Kokabiel! Lenyaplah dengan itu! Namun........dia hanya mengacungkan satu tangannya ke depan.

BAANNGGGGGGGGGG!

Dia memblokir serangan Buchou dengan hanya satu tangannya! Kau pasti bercanda! Dia menghentikan serangan raksasa seperti itu dengan hanya satu tangan!?

GUUUNN!!!

Kokabiel menghadapkan telapak tangannya ke langit. Tembakan yang diluncurkan Buchou berubah arahnya dan menuju ke langit kemudian lenyap. Kokabiel menunjukkan senyuman liciknya setelah melihat asap mengepul dari tangannya.

“Begitu. Kekuatan Rias Gremory sampai tumbuh sekuat ini karena kekuatan Sekiryutei. Menarik. Ini benar benar menarik. Kukuku.”

Kokabiel mulai tertawa sendiri seolah semua ini adalah persoalan lucu!

“.....Sudah selesai.”

Suara Balba. Kemudian keempat Excalibur yang ditempatkan di tengah lapangan sekolah mulai mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Apa itu? Kenapa itu terjadi!? Kokabiel mulai bertepuk tangan.

“Keempat Excalibur akan menjadi satu.”

Ia mulai memancarkan cahaya Kedewaan yang menyebar ke seluruh daratan sekolah. Karena begitu silau, kami menutupi wajah kami dengan tangan kami. Saat aku menatap lapangan sekolah, aku melihat keempat Excalibur dalam jarak berdekatan. Excalibur yang pada dasarnya adalah satu. Ia terpecah menjadi tujuh, namun empat darinya menjadi satu. Saat cahaya menyilaukan lenyap, ada satu Pedang Suci di tengah lapangan yang mengeluarkan aura putih kebiruan.

“Karena cahaya yang diciptakan Excalibur saat bergabung menjadi satu, mantra di tanah ini juga sudah selesai. Kota ini akan runtuh dalam 20 menit. Satu satunya cara menghentikannya adalah mengalahkan Kokabiel.”

Balba mengatakan hal mengejutkan! Aku dibuat diam membisu! Tentu saja! Karena kota tempatku tinggal akan runtuh kurang dari 20 menit! Lingkaran sihir menyebar sepanjang lapangan sekolah dan mulai bersinar dan mengumpulkan kekuatan. Apa itu sudah aktif!? Apa kau serius? Kota tempatku tinggal........apa kota yang kita tinggali ini benar benar akan runtuh!? Bohong! Itu pasti muslihat! Kami tak punya waktu mengatakan hal santai seperti “Kita harus menahannya sampai Sirzechs-sama dan bawahannya hadir!”. Ketika Maou-sama dan pasukannya datang, kota ini sudah lenyap!

“Freed!”

Kokabiel memanggil nama pendeta bajingan itu.

“Ada apa, bos?”

Pendeta berambut putih muncul dari dalam kegelapan.

“Pakai Excalibur di tengah lingkaran. Itu akan jadi hiburan terakhir. Bertarunglah sambil memakai Excalibur yang sudah bergabung menjadi satu dari empat Excalibur itu.”

“Iya iya. Aduh, Bosku benar benar memakai orang seenaknya. Tapi, tapi, aku akan merasa terhormat menggunakan Excalibur-chan yang sudah menjadi super luar biasa! Hal semacam itu kan!? Uhehehe! Aku tinggal memotong kecil kecil para Iblis itu!”

Freed tersenyum edan sambil memegang Excalibur yang terletak di tengah lapangan sekolah. Jadi dia bisa menggunakannya. Dia bilang kalau dia menerima “elemen” dari Balba. Xenovia lalu berbicara pada Kiba.

“[Kuda] Rias Gremory, kalau perjanjian kita masih berlaku, mari kita hancurkan Excalibur itu bersama!”

“Apa tak apa apa?”

Xenovia tertawa berani oleh ucapan Kiba.

“Paling tidak, takkan masalah selama aku mengumpulkan “fragmen” dari Excalibur yang bertindak sebagai intinya. Karena Freed yang memakainya, itu adalah Pedang Suci namun bukan Pedang Suci. Biarpun itu Pedang Suci, itu sama saja dengan senjata yang lain. Ia berubah tergantung dari orang yang menggunakannya. Itulah Pedang yang sesat.”

“Kukuku.......”

Seseorang terkekeh kekeh oleh percakapan dua orang itu. Itu adalah Balba.

“Balba Galilei. Aku adalah korban selamat dari “Proyek Pedang Suci”. Bukan, aku adalah orang yang kau bunuh lebih tepatnya. Aku terus hidup dengan bereinkarnasi menjadi Iblis.”

Kiba mengatakannya dengan tenang pada Balba. Namun matanya berisi api kebencian. Tergantung jawaban Balba, bisa saja ini akan menjadi situasi panas.

“Hou. Korban selamat dari proyek itu. Ini sungguh kurang beruntung. Sampai menemuimu di negara timur jauh seperti ini. Sungguh takdir, ufufufu....”

Sungguh cara tertawa yang menjijikkan. Seolah olah dia sedang melecehkan kami semua.

“Kau tahu, aku menyukai Pedang Suci. Aku begitu menyukainya hingga sering muncul dalam mimpiku. Mungkin karena hatiku terpesona oleh legenda Excalibur sejak masih anak anak. Karena itulah ketika aku menyadari kalau aku tak bisa memakai Excalibur, aku jadi putus asa.”

Balba mendadak bicara soal hidupnya. Cerita tentang masa lalu si Tua Bangka, rupanya.

“Aku sangat kagum mereka yang bisa menggunakannya karena aku sendiri tak bisa. Perasaanku itu begitu kuatnya hingga aku memulai eksperimen untuk menciptakan mereka yang bisa memakainya. Kemudian itu sempurna. Berkat kau dan rekan rekanmu.”

“Apa? Sempurna? Kau menyingkirkan kami setelah menganggap kami barang gagal!”

Kiba mengangkat alisnya dalam keraguan. Dari cerita Kiba, Buchou, dan Xenovia kudengar eksperimen itu gagal. Bukankah mereka menyingkirkan mereka karena menganggapnya sebagai barang gagal? Namun Balba menggeleng kepalanya.

“Aku sadar kalau ada faktor penting yang diperlukan untuk menggunakan Pedang Suci. jadi aku memakai nilai “Faktor” untuk menginvestigasi kemampuannya. Kebanyakan subjek tes memiliki “elemen” namun mereka tak memiliki nilai numerik yang cukup untuk memakai Excalibur. Kemudian aku mencapai sebuah kesimpulan. Adakah cara untuk mengeluarkan elemen dan mengumpulkannya?”

“Begitu. Aku paham sekarang. Benda yang dimasukkan kedalam pengguna Pedang Suci saat mereka dilantik sebagai pengguna adalah........”

Xenovia sepertinya baru menyadari kenyataan pahit dan menggeretakkan giginya dengan kebencian. A......apa maksudnya!? Aku masih ragu namun Balba terus saja berbicara.

“Benar sekali, wanita pengguna Pedang Suci. Kami mengeluarkan elemen dari mereka yang memilikinya dan mengkristalkannya. Contohnya yang ini.”

Balba mengeluarkan orb[14] yang memancarkan cahaya. Itu adalah orb yang berkilau. Aku bisa merasakan aura suci dari dalamnya.

“Dengan ini, penelitian pengguna Pedang Suci meningkat. Biar begitupun, orang orang tolol dari Gereja itu mengusirku karena menganggapku sesat dan merebut semua hasil penelitianku. Dengan melihatmu, aku paham kalau proyek berhasil di tangan orang lain. Michael itu. Dia membuatku nampak seperti kriminal dan inikah hasilnya? Tapi kita bicara soal Malaikat. Biarpun dia mengambil elemen dari para subjek itu, dia takkan sampai tega membunuh mereka. Bagian itu saja yang membuatnya lebih manusia dariku. Kukukuku.”

Balba tertawa puas. Begitu. Bahkan idiot sepertiku bisa memahaminya. Saat ini, untuk menghasilkan pengguna Pedang Suci secara buatan, ia memerlukan tumbal. Jadi Kiba dan Xenovia adalah korban dari proyek yang dimulai oleh Balba.

“......Kau membunuh rekan rekanku dan mengambil elemen yang diperlukan untuk menggunakan Pedang Suci?”

Kiba menanyai Balba dengan suara terisi penuh oleh hasrat membunuh.

“Itu benar. Orb ini adalah salah satu hasilnya. Aku sudah memakai tiga yang lain pada Freed sih. Ini yang terakhir.”

“Hyahahahahaha! Orang orang selain aku mati karena tubuh mereka tak bisa bersinkronisasi dengan elemen! Hmmmmmm. Kalau dipikir pikir, itu berarti aku istimewa kan!?”

Kalau memang seperti yang Freed katakan, maka orang lain yang mencuri Excalibur tewas. Cih! Akan lebih baik kalau Freed saja yang mampus! Kenapa justru orang orang macam dia yang kuat!?

“Kamu berpikir kalau orang orang macam aku selalu yang kuat kan, Ise-kun? Tidak, tidak, aku takkan mati dengan mudah, tentu saja.”

Jangan baca pikiranku, pendeta sialan!

“.......Balba Galilei. Berapa banyak nyawa yang sudah kau korbankan untuk eksperimen serakahmu ini........”

Tangan Kiba bergetar dan terdapat aura kemarahan keluar dari tubuhnya. Sungguh aura mengerikan!

“Hm, kalau kau bertanya begitu, maka kuberikan orb ini padamu saja. Penelitianku sudah mencapai tahap dimana mungkin untuk memproduksinya dalam jumlah besar di lingkungan yang sesuai. Pertama tama, aku akan hancurkan kota ini dengan Kokabiel. Kemudian aku akan mengumpulkan semua Pedang Legendaris di seluruh dunia. Kemudian aku akan memproduksi-massal pengguna Pedang Suci dan memulai peperangan melawan Michael dan Vatikan dengan gabungan semua Excalibur. Akan kutunjukkan hasil penelitianku pada para Malaikat tolol dan pengikut mereka yang sudah mengusirku.”

Jadi itukah alasan kenapa Balba dan Kokabiel berkomplot. Mereka berdua sama sama benci Malaikat. Keduanya sama sama menginginkan perang. Mereka pasangan terburuk! Balba melempar orb seolah dia sudah tak tertarik lagi. Ia menggelinding di tanah dan sampai di kaki Kiba. Kiba merunduk dengan tenang dan memungutnya. Dia membelai orb itu dengan sedih, penuh kasih sayang, dan kerinduan.

“........Teman teman........”

Air mata mengalir di pipi Kiba. Ekspresinya terisi oleh kemarahan dan kesedihan. Kemudian itu terjadi. Orb yang Kiba bawa mulai mengeluarkan cahaya terang. Cahaya mulai menyebar dan pada akhirnya menutupi seluruh daratan sekolah. Dari tanah bermunculan cahaya yang mulai mengambil bentuk. Kemudian bentuknya jadi semakin nyata. Berbentuk sekumpulan manusia. Ada anak laki laki dan anak perempuan yang memancarkan cahaya putih kebiruan dan mereka mengelilingi Kiba. Apa mereka mungkin......

“Beragam kekuatan yang berada di medan tempur inilah yang membuat roh roh dalam orb bermunculan.”

Ujar Akeno-san. Hal semacam itu terjadi? Pedang Iblis, Pedang Suci, Iblis, dan Malaikat Jatuh, beragam kekuatan berbeda ada disini. Jadi tidak aneh kalau hal semacam itu terjadi?

Mereka menatap Kiba dengan ekspresi sedih dan penuh cinta.

“Teman teman! Aku........aku......”

Ya. Bahkan aku paham. Mereka adalah anak anak yang terlibat dalam “Proyek Pedang Suci”. Mereka adalah orang orang yang sudah disingkirkan dalam proyek itu.

“......Aku selalu........selalu memikirkannya. Tak apa apakah kalau hanya aku yang selamat.......ada yang memiliki impian lebih banyak dariku. Ada yang memiliki hasrat untuk hidup lebih tinggi dariku. Tak apa apakah kalau hanya aku yang terus hidup sampai saat ini.....”

Kemudian roh seorang anak laki laki tersenyum dan sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. Dia menggerakkan bibirnya namun aku tak bisa memahami apa yang dia katakan karena aku tak bisa membaca bibir. Kemudian Akeno-san membacakannya untukku.

“......[Jangan khawatirkan kami lagi. Setidaknya kamu masih hidup]. Itulah yang mereka katakan.”

Ada air mata jatuh di kedua pipinya karena sepertinya pikiran mereka mencapai Kiba. Kemudian roh roh para anak laki laki dan perempuan mulai menggerakkan bibir mereka seirama. Apa mereka menyanyi?

“.....Lagu suci.”

Asia bergumam.

Mereka menyanyikan Lagu Suci.......Kiba mulai bernyanyi sambil menitikkan air mata. Ketika mereka melalui eksperimen menyakitkan itu, inilah satu satunya hal yang bisa mereka lakukan demi menjaga mimpi dan harapan mereka. Inilah satu satunya pendukung yang mereka miliki untuk melanjutkan kehidupan mereka yang keras. Kiba dan teman temannya memiliki wajah anak kecil yang lugu.

! Tubuh mereka mulai bersinar biru keputihan. Cahaya itu semakin terang, dengan Kiba di pusatnya.

[Kita tidak bisa apa apa sendiri]

[Kita tak punya cukup elemen untuk menggunakan Pedang Suci. Namun.]

[Tak masalah asalkan kita bersama]

Aku juga mendengar suara mereka. Aku juga tahu kalau Lagu Suci seharusnya membuat kami Iblis kesakitan. Mungkin karena mereka adalah tipe kekuatan berbeda di tempat ini, aku tak merasakan sakit sama sekali. Justru aku merasakan kehangatan. Hal hangat yang memikirkan teman dan rekan rekan.........tiba tiba air mata jatuh di pelupuk mataku.

[Kamu telah menerima Pedang Suci]

[Itu tidak menakutkan]

[Bahkan Tuhan melihat kita]

[Hati kita selalu......]

[SATU]

Roh roh mereka naik ke Surga dan mereka berubah menjadi cahaya besar yang jatuh pada Kiba.

[Partner]

Kemudian Ddraog berbicara padaku. Ada apa? Dalam situasi penuh emosi seperti ini!

[“Kuda” itu telah mencapainya]

Aku tanya maksudmu apa!?

[Sacred Gear berubah dan berevolusi dengan menggunakan perasaan pemiliknya sebagai kunci. Namun ada wilayah berbeda untuk itu. Saat perasaan dan harapan pemiliknya melalui perubahan dramatis hingga mengubah aliran dunia ini, Sacred Gear mencapainya. Ya. Ini adalah........]

Ddraig tertawa kegirangan.

[Balance Break!]

Cahaya yang membelah jurang malam terlihat seolah memberikan berkah pada Kiba.

Ksatria Baru dan Rival Baru[edit]

Bagian 1[edit]

Aku hanya ingin hidup. Aku kabur dari laboratorium penelitian seorang diri dan itulah satu satunya hal yang kupikirkan selagi memuntahkan darah dan berlari. Aku keluar ke hutan dan menemui seorang gadis kecil, seorang Iblis Kelas Tinggi, dimana cahaya hidupku hampir menghilang.

“Apa yang kamu harapkan?”

Si gadis berambut crimson memegangku, yang berada di ambang kematian, dan bertanya. Aku hanya menggumamkan satu kata selagi pandanganku sudah kabur. ”Tolong”. Temanku. Hidupku. Masa depanku. Kekuatanku. Bakatku..........

Aku hanya berharap dengan semua pemikiran ini. Itulah kata kata terakhirku saat masih menjadi manusia.

“Untuk hidup sebagai Iblis. Itulah harapan dari majikanku, dan juga harapanku. Aku memikirkan itu, itu tak apa apa, tapi..........aku tak bisa melupakan kebencianku pada Excalibur dan dendam teman temanku..........tidak, aku bisa saja melupakannya, tapi.........”

Aku sudah punya teman teman terbaik saat ini. Ise-kun dan Koneko-chan. Mereka menolongku, yang dikuasai oleh dendam. Aku memikirkannya selagi mencari pengguna Pedang Suci. Ada teman teman yang akan menolongku. Kupikir kalau “Bukankah ini sudah cukup untukku?” Tapi kalau roh mantan teman temanku mengharapkan dendam, aku takkan bisa melepas Pedang Iblisku yang membawa kebencian mereka. Tapi pikiranku baru saja dilepaskan.

[Jangan khawatirkan kami. Setidaknya kamu hidup]

Mantan teman temanku tak mengharapkan aku membalas dendam mereka. Mereka tak mengharapkannya!

“Tapi bukan berarti semuanya sudah terselesaikan!”

Ya, masih belum berakhir. Kalau aku tak menjatuhkan kejahatan di hadapanku, akan ada pengulangan insiden yang terjadi pada kami.

“Balba Galilei. Selama aku tak membunuhmu, akan ada orang orang yang mengalami takdir sama dengan kami.”

“Hmph. Setiap orang tahu kalau penelitian harus selalu disertai pengorbanan. Apa kau belum menyadari hal itu?”

Kau benar benar kejahatan!

“Kibaaaaaaaa! Habisi Freed dan Excalibur!”

........Ise-kun.

“Kamu adalah [Kuda] dari kelompok Gremory dan temanku! Rekanku! Bertarunglah Kibaaaaa! Jangan sia siakan perasaan dan roh mereka!”

“Kamu sudah menolongku. Padahal kamu tak untung apa apa. Padahal bisa saja kamu menerima hukuman dari majikan kita......”

“Yuuto! Lakukanlah! Kamu harus menyelesaikan ini sendiri! Kalahkan Excalibur! Kamu adalah budakku, Rias Gremory! [Kuda]ku takkan kalah hanya oleh Excalibur!”

“Yuuto-kun! Aku percaya padamu!”

Buchou. Fuku-Buchou[15]............Rias-Buchou! Akeno-san!

“........Yuuto-senpai!”

Koneko-chan!

“Tolong berjuanglah!”

Semuanya.

“Hahaha! Kenapa kau menangis? Kau bernyanyi suka ria dengan hantu-chan. Itu benar benar menggelikan. Itu yang terburuk. Kau tahu aku benci lagu itu. Hanya mendengarkannya membuat rambut di kulitku mengkerut! Aku tak sudi mendengarnya lagi. Aku sudah mencapai batasku! Aku akan memotongmu kecil kecil dan menenangkan diriku! Dengan Excalibur terkuat yang merupakan gabungan 4 pedang ini!”

Freed Zelzan. Elemen teman temanku ada di dalam tubuhmu. Takkan kubiarkan kau melakukan kejahatan lagi! Air mataku ini adalah air mata keyakinan.

“.......Aku akan menjadi pedang.”

Teman temanku. Teman temanku yang sudah bergabung dengan jiwaku. Mari kita lakukan ini bersama. Perasaan yang tak bisa kita katakan saat itu! Harapan yang tak bisa kita kabulkan saat itu! Disini juga, sekarang juga!

“Aku akan menjadi pedang Buchou dan teman temanku! Mohon jawablah perasaanku sekarang! [Sword Rebirth]!”

Sacred Gearku dan roh teman temanku bergabung. Ia mulai bersenyawa dan mengambil bentuk. Kekuatan Iblis dan kekuatan Suci mulai bergabung.

Ya, sensasi ini. Sacred Gearku adalah..........teman temanku mengatakannya padaku—kalau ini adalah penggabungan. Ia memberikan cahaya terang dan aura kegelapan. Yang muncul di tanganku adalah sebuah pedang.........sudah sempurna, teman temanku.

“Balance Breaker [Sword of Betrayer]. Kau akan menerima kekuatan pedang ini yang memiliki kekuatan cahaya dan kekuatan Iblis dengan tubuhmu.”

Aku berlari ke arah Freed.

Ciri khasku sebagai [Kuda] adalah kecepatan! Freed mencoba menangkap gerakanku dengan matanya, namun aku lolos dari pandangannya dengan beberapa gerakan gesit.

GINGGGGG!

Biar begitupun, Freed memblokir seranganku. Serius. Dia benar benar berpengalaman, mantan Exorcist. Namun aura yang menutupi Excaliburnya tengah dihapus oleh pedangku.

“! Pedang itu bisa menyaingi Pedang Suci sungguhan!?”

Dia mengatakannya dengan nada terkejut.

“Kalau itu adalah Excalibur sungguhan, maka aku tak mungkin menang melawannya. Namun Excalibur itu tak bisa memotong perasaanku dan teman temanku!”

“Cih!”

Freed mendecakkan lidahnya, dan melangkah mundur setelah mendorongku ke belakang.

“Stretccchhhhhh!”

Excaliburnya mulai berputar seolah olah hidup! Dia bergerak sembarangan dan datang ke arahku dengan kecepatan tinggi! Kemampuan “Excalibur Mimic” rupanya! Ia memiliki empat kemampuan. Kemudian pedangnya membelah menjadi dua di ujung pedangnya, dan mulai menyerbu ke arahku dengan kecepatan dewa. Ini kemampuan “Excalibur Rapidly”. Kalau kuingat ingat, ciri khasnya adalah kecepatan. Ia dengan akurat menebasku dari segala arah, namun aku memblokir setiap serangannya. Hasrat membunuhmu terlalu mudah dibaca. Asal aku tahu dari arah mana hasrat membunuhmu berasal, menangkisnya akan mudah.

“Kenapa!? Kenapa tidak kena juga!? kau seharusnya Pedang Suci-sama tanpa tanding kan!? Bukankah kau seharusnya memiliki banyak legenda sebagai Pedang terkuat yang pernah ada!?”

Freed berteriak. Aku bisa memahami kalau perasaannya berisi dengan kegirangan dan ketidaksabaran.

“Kalau begitu! Kalau begitu aku akan tambahkan ini juga!”

Ujung Pedang Suci menghilang. Feromon transparansi? Ini adalah kekuatan “Excalibur Tranparency”. Kemampuan untuk membuat pedang jadi tak terlihat. Namun selama dia tak mengubah arah hasrat membunuhnya, biarpun aku tak bisa melihat pedangnya.....

GIIN! GIIN! GIIN! GIIN!

Pedang transparan dan Pedangku membuat percikan percikan api. Aku menangkis semua serangannya.

“.....!”

Freed menyipitkan matanya dan membuat wajah kaget.

“Ya. Tahan dia terus seperti itu.”

Xenovia mendadak ikut serta. Dia memegang pedang suci di tangan kiri, dan meletakkan tangan kanannya di udara.

“Saint Peter. Saint Basil the Great. Saint Denis. Holy Mother Mary. Tolong dengarlah suaraku.”

Dia mulai melafalkan sesuatu. Apa yang dia ingin lakukan? Aku merasa ragu, namun ruang di depanku jadi terdistorsi. Xenovia meletakkan tangannya di tengah ruang terdistorsi. Dia memasukkan tangannya, dan mengeluarkan sesuatu dari celah dimensi. Yang muncul adalah sebuah pedang yang mengeluarkan aura suci.

“Dengan nama para Saint yang bersemayam dalam pedang ini, aku akan melepasnya. Durandal!”

Durandal!? Itu pedang yang begitu terkenal sampai dikatakan sebanding dengan Excalibur. Dan kalau kuingat ingat, dari segi tebasan, itu adalah pedang terkuat. Kenapa dia bisa memilikinya!?

“Durandal!?”

“Kau bukan pengguna Excalibur!?”

Bukan hanya Balba, bahkan Kokabiel tak bisa menyembunyikan kekagetannya.

“Salah. Pada dasarnya aku adalah pengguna Durandal. Aku juga terpilih sebagai pengguna Excalibur. Itu saja.”

Xenovia memasang kuda kuda dengan Durandal. Gaya dua pedang bersama dengan Excalibur.

“Absurd! Menurut penelitianku, kami belum mencapai tahap dimana seseorang dapat menggunakan Durandal!?”

“Tentu saja. Bahkan di Vatikan, mereka belum bisa membuat orang yang bisa menggunakan Durandal secara artifisial.”

“Lantas kenapa!?”

“Tak seperti pengguna Pedang Suci biasa artifisial seperti Irina, aku adalah pengguna alami sejak lahir.”

Balba dibuat membisu oleh kata katanya. Tak seperti kami, Xenovia adalah seseorang yang diberkahi menggunakan Pedang Suci secara alami.

“Durandal adalah pedang dengan kemampuan diluar bayangan manusia. Ia memotong apapun yang disentuhnya. Ia bahkan seringkali tak mau mendengar perintahku. Karena itu aku harus meletakkannya di dimensi lain, kalau tidak bisa berbahaya. Bahkan aku, penggunanya, kesulitan mengendalikannya. Sekarang, Freed Zelzan, berkat dirimu, kita bisa lakukan pertarungan penghabisan antara Excalibur dan Durandal. Saat ini, aku merasa bergetar bahagia. Jangan mati dalam sekali serangan, oke? Setidaknya pakailah Excalibur dengan kekuatan penuhnya!”

Bilah Durandal mulai mengeluarkan aura yang lebih suci dari Excalibur yang dibawa Freed. Aura itu! Ia memiliki kekuatan melebihi Pedang Suci Iblisku!

“Apa itu dibolehkan? Kenapa jadi situasi begini! Dasar wanita sial! Aku tak memerlukan setting semacam ini!”

Freed berteriak dan memindahkan hasrat membunuhnya pada Xenovia. Tak bisa kulihat dengan mataku, namun dia mungkin menebaskan pedang transparannya ke arah Xenovia.

GAKIIIN!

Dengan satu tebasan sisi, Excalibur remuk. Karena tekanan yang diberikan oleh ayunan Durandal, muncul lubang besar di daratan sekolah.

“Jadi itu hanya Pedang Suci murahan, rupanya. Dia bahkan tak bisa menandingi Durandalku.”

Xenovia hanya mendesah sambil terlihat bosan. Sungguh kekuatan luar biasa! Bahkan tak bisa dibandingkan dengan “Excalibur Destruction”nya!

“Apa kau serius!? Apa kau memang serius!? Excalibur-chan legendaris hancur berkeping keping!? Menggelikan! Ini amat sangat menggelikan! Kaaa! Apakah salah untuk memakai sesuatu yang sudah rusak sejak awal!? Kebodohan manusia. Ketololan Gereja. Aku ingin hidup sambil sedikit bisa merasakannya!”

Hasrat membunuhnya menjadi lemah, dan aku menyerbu ke arahnya! Dia juga tak bisa merespon! Skakmat! Dia mencoba memblokir Pedang Suci Iblisku dengan sisa sisa Excaliburnya namun.....

BAKIIIIIN!

Suara remuk redam terdengar. Suara dari Excalibur yang hancur berkeping keping.

“Apa kau melihatnya? Kemampuan kami telah melampaui Excalibur.”

Aku menebas Freed segera setelah menghancurkan Excaliburnya.


Bagian 2[edit]

Freed jatuh dengan darah mengucur dari luka yang kubuat dari bahunya sampai ke samping perutnya.

Aku menang.....

Kami mengalahkan Excalibur. Aku menggenggam Pedang Suci Iblis erat erat dan menatap angkasa. Ketimbang merasa menyesal, rasanya kehilangan incaranku selama ini lebih bagus. Rasanya itulah satu satunya alasan aku masih hidup..........satu satunya alasan aku diizinkan hidup.......lenyap.

“Pe.......Pedang Suci Iblis.........? mustahil...........dua hal yang saling berlawanan tak mungkin bergabung..........”

Balba Galilei memasang ekspresi tak percaya. Itu benar. Ini masih belum selesai. Selama aku tak menghabisinya, tragedi akan terulang kembali. Kami tak bisa membiarkan orang lain menemui takdir yang sama dengan kami.

“Balba Galilei. Persiapkan dirimu!”

Aku mengacungkan Pedang Suci Iblisku padanya dan mencoba menebasnya. Sekarang teman temanku. Mari kita selesaikan! Mari selesaikan segalanya!

“......Begitu. Aku paham sekarang! Suci dan Iblis. Maka itu sangat menjelaskan, kalau makhluk yang mewakili dua itu menjadi tak seimbang! Maka bukan hanya Maou namun Tuhan juga......”

STAB

Tombak cahaya menembus dada Balba yang nampaknya baru menyadari sesuatu.

Ini!

BUGH!

Balba jatuh setelah menumpahkan banyak darah. Aku menuju ke arahnya untuk memastikan situasinya. Dan dia sudah mati.

“Balba. Kau sudah bekerja bagus. Alasan kau mencapai kesimpulan sudah membuktikannya. Tapi, aku tak keberatan apakah kau sepihak denganku atau tidak. Sejak awal seharusnya aku melakukan hal seperti ini.”

Kokabiel yang berada di angkasa tersenyum licik. Orang yang membunuh Balba adalah Kokabiel.

“Hahahahahaha! Kahahahahahaha!”

Kokabiel tertawa keras keras dan mendarat di tanah. Tekanannya begitu kuat. Pemimpin Malaikat Jatuh akhirnya berdiri di depan kami sambil memancarkan aura menegangkan dan kepercayaan diri tinggi. Sambil tersenyum lebar dia berkata,

“Tingkatkan kekuatan Sekiryutei dan transfer ke orang lain.”

Dia membuat perintah penuh percaya diri, dan Buchou mengamuk.

“Apa kau mencoba mengasihani kami!? Jangan melucu!”

“Jangan melucu? Hahaha. Kalianlah yang sudah melucu. Apa kalian pikir bisa mengalahkanku?”

Hanya ditatap oleh mata itu rasanya seperti seluruh tubuhku tertusuk tusuk. Seluruh tubuhku diserang ketakutan........inilah tekanan Malaikat Jatuh yang namanya tertulis dalam Injil sejak zaman dulu. Ada keringat mengalir di tanganku yang memegang Pedang Suci Iblis dan perasaan dingin terasa dari setiap ujung jemariku. Rasa takut ini tak bisa dibandingkan dengan saat aku bertarung melawan keluarga Phenex.

......Bertarung sampai mati. Kau tak bisa berdiri di tempat ini kecuali kau sudah siap mati dan kau sudah menerima fakta kalau kehilangan nyawamu bukan hal aneh. Aku harus mengganti motivasiku. Biarpun dendamku selesai, pertarungan ini belum. Teman temanku mengharapkan aku tetap hidup. Aku harus terus hidup. Aku akan melewati pertarungan ini. Aku akan hidup sebagai Iblis, dan sebagai bagian kelompok Gremory! Tolong pinjamkan aku kekuatanmu! Pedang Suci Iblis yang tercipta oleh aku dan perasaan teman temanku!

“..........Ise. Aktifkan Sacred Gearmu.”

Ise menjawab perintah Buchou.

[Boost!]

Disertai suara mekanik, cahaya merah memancar dari Sacred Gearnya.


Beberapa menit setelahnya, kami tak bisa bergerak selangkah pun. Kami tengah menunggu boost Ise-kun sambil tak bergerak sama sekali. Kami bisa saja tinggal menyerang di Malaikat Jatuh kalau dia lengah. Tapi si Malaikat Jatuh tak menunjukkan kesempatan itu sama sekali sambil terus berdiri. Aku hanya bisa membayangkan diserang balik olehnya kalau aku menyerangnya. Jadi kami tak bisa membuat gerakan fatal. Lebih tepatnya, semua orang disini berada pada situasi sama. Aku hanya bisa menunggu kekuatan Sekiryutei untuk meningkat sambil menelan ludahku dan gemetaran.

“......Sudah bisa!”

Gauntlet Ise-kun memancarkan cahaya terang. Boost mungkin sudah mencapai batasnya.

“Sekarang. Akan kau transfer pada siapa?”

Kokabiel bertanya dengan suara tertarik. Orang yang mengangkat tangannya oleh pertanyaan Kokabiel adalah ............Buchou.

“Ise!”

“Ya!”

Ise-kun mulai mentransfer kekuatan oleh panggilan Buchou. Mereka berdua saling menggenggam tangan. Dari tepukan tangan mereka, aku bisa merasakan aura kepercayaan dan cinta tak terucap yang saling mereka miliki. Cahaya pada berliannya ditransfer pada Buchou, dan aura merah yang menyelimuti tubuhnya meningkat drastis.

! aku merasakan aura luar biasa padanya melalui kulitku, dan kekuatan besar tercipta di tangan Buchou. Kekuatan yang nampaknya takkan menyisakan secuilpun debu pada targetnya. Kalau kau sampai terkena serangan itu, kebanyakan orang akan lenyap. Namun lawannya.......

“Fuhahaha! Bagus! Aliran kekuatan Iblis itu! Kekuatan Iblis yang kurasakan sekarang sama dengan Iblis Kelas Tertinggi! Sedikit lagi maka kau bisa mencapai level Maou, Rias Gremory! Nampaknya kau memiliki bakat untuk sebanding dengan kakakmu!”

Si pemimpin Malaikat Jatuh tertawa seolah dia sangat menikmatinya. Ekspresinya nampak kegirangan. Dia merasakan..........kenikmatan berperang!

“Hancurlaaaaaaaah!”

Dari tangan Buchou, jumlah kotak kotak kekuatan Iblis tertinggi ditembakkan, yakni kekuatan [Power of Destruction]!

GOOOOOOOON!

Ia membuat guncangan hebat yang menggetarkan seluruh tempat, dan tembakan kuat diarahkan langsung pada Kokabiel. Dengan tangannya...........tidak, dengan kedua tangannya diletakkan di depannya, dia mencoba memblokir serangan itu.

“Menarik! Sangat menarik, adik perempuan Maou!”

Di tangan Kokabiel, energi Malaikat Jatuh, kekuatan cahaya berkumpul.

DOOOOOOOON!

Kokabiel menerima langsung serangan Buchou! Ekspresinya melampaui yang biasanya dan nampak mengerikan.

“Nuuuuuun!”

Tembakan Buchou mulai dipukul mundur, dan mulai kehilangan bentuknya! Dia tak bisa dikalahkan bahkan dengan kekuatan Iblis sebesar itu!? Tapi Kokabiel juga bukannya tak terluka. Jubah hitamnya sobek sobek, dan tangannya berdarah. Namun kekuatannya untuk memblokir kekuatan Iblis sudah berkurang. Mungkin karena serangan yang baru ia lancarkan, nafas Buchou nampak berat. Mustahil bisa menembakkan serangan yang sama lagi. Juga, karena besarnya kekuatan Iblis yang baru dia gunakan, menembakkan lagi akan..........yang tersisa adalah Ise-kun untuk memboost kekuatannya lagi dan mentransfernya ke orang lain, tapi siapa yang bisa mengalahkan Kokabiel? Akeno-san? Xenovia yang memegang Durandal? Bahkan aku, yang sudah mencapai Balance Breaker hanya memberinya luka kecil. Mungkin lain ceritanya kalau aku terbiasa dengan Balance Breaker ini sedikit lagi. Tapi bagi aku yang baru mencapai Balance Breaker........tidak. Ini bukan saatnya mengatakan itu. Aku tak bisa membiarkan Buchou atau satupun temanku mati! Aku akan terus bertarung sampai tubuhku lenyap!

“Halilintar!”

Akeno-san menembakkan halilintar ke arah Kokabiel yang tengah berkonsentrasi pada serangan Buchou. Namun halilintarnya sirna dengan sekali ayunan sayap Kokabiel.

“Bisakah kau jangan ikut campur? Orang yang mewarisi kekuatan sama dengan Baraqiel!?”

“.......Jangan samakan aku dengan orang itu!”

Akeno-san melebarkan matanya dan marah. Dia terus menggunakan halilintar namun semuanya ditangkis oleh sayap Kokabiel. Baraqiel adalah pemimpin Malaikat Jatuh. Pengguna Halilintar yang memiliki alias “Halilintar Suci”. dari segi kemampuan bertarung dasar, dia dikatakan sebanding dengan Jenderal Malaikat Jatuh, Azazel. Dan Baraqiel adalah Akeno-san..........Kokabiel tertawa keras keras setelah berhasil melenyapkan seluruh serangan Buchou.

“Sampai kau menjadi Iblis! Hahaha! Kau memiliki budak budak menyenangkan, Rias Gremory! Sekiryutei! Barang sisa Proyek Pedang Suci yang mencapai Balance Breaker! Dan putri dari Baraqiel! Kau punya selera aneh, sama persis dengan kakakmu!”

“Takkan kumaafkan kau karena menjelekkan kakakku........Maou kami! Lebih dari itu, hinaan yang kau berikan pada budakku akan kubalas dengan nyawamu!”

Kokabiel tertawa makin lantang oleh ucapan Buchou. Dia kemudian berbicara dengan nada memprovokasi.

“Kalau begitu cobalah kalahkan aku! Adik Maou! Pemilik dari Welsh Dragon! Crimson Hair Ruin Princess! Orang yang kau hadapi ini adalah seseorang yang sudah lama jadi musuh bebuyutan Iblis sejak zaman dulu! Kalau kau tak memandang ini sebagai kesempatan, maka reputasimu akan dilecehkan!”

Kokabiel. Aku tak tahu seberapa kuat Pedang Suci Iblisku bisa menghadapinya, tapi aku harus melakukannya!

STEP!

Sepertinya Xenovia, yang berada di belakangku, bergerak. Saat dia melewatiku, dia bergumam.

“Kita serang dia di waktu yang sama.”

Setelah mendengar itu, aku juga menyerbu maju. Aku memusatkan kekuatan di pedangku, dan maju menebas Kokabiel dengan Xenovia! Seorang yang menebasnya adalah Xenovia. Kokabiel menciptakan pedang cahaya dengan tangannya, dan memblokirnya hanya dengan satu tangan.

“Hmph! Durandal rupanya! Tak seperti Excalibur yang pernah hancur, benda ini masih asli! Tapiiiii!”

“.....!”

BOOOOOOM!

Udara berguncang keras, dan suara bising terdengar memekakkan telinga. Kokabiel meledakkan gelombang udara dari tangannya yang lain dan mementalkan tubuh Xenovia. Kemudian Kokabiel menendang perut Xenovia.

“Ghaa!”

Xenovia terlempar jauh dengan teriakan kesakitan.

“Tergantung pada penggunanya, perempuan! Kau masih belum bisa mengendalikan Durandal! Padahal pengguna sebelumnya dikatakan memiliki kekuatan tanpa tanding!”

Xenovia kembali pada kuda kudanya di udara dan mendarat di tanah. Dia kemudian maju menyerbu Kokabiel sekali lagi. Aku juga terus menyerbunya di saat yang sama!

“Kokabiel! Aku akan melenyapkanmu dengan Pedang Suci Iblisku ini! Aku takkan sudi kalah lagi!”

“Ho! Menyerang di saat yang sama dari Pedang Suci dan Pedang Suci Iblis! Menarik! Sangat bagus! Kemarilah! Kalian takkan bisa mengalahkanku selain melakukan hal itu!”

Kokabiel menciptakan pedang cahaya lagi dengan tangan yang satunya, dan bertubrukan dengan pedang kami! Pedang Suci Iblisku. Durandal Xenovia. Dia menerima serangan kami seolah bukan apa apa. Ugh! Bahkan dari segi pertarungan pedang, Kokabiel melampaui kami!

“Rasakan!”

Koneko-chan menghantamkan tinjunya dari belakangnya..........

“Naif!”

Sayap hitamnya berubah menjadi bilah bilah tajam dan menyerbu tubuh Koneko-chan. Tubuhnya jatuh ke tanah, dengan darah mengalir di sekujur tubuhnya.

“Koneko-chan!”

“Hei, melihat ke arah lain hanya akan membuatmu terbunuh!”

Aku jadi lengah karena melihat kondisi Koneko-chan, dan pedang cahaya Kokabiel datang ke arahku.

GIIIIIN.

“Wha....!”

Retakan muncul di Pedang Suci Iblisku! Ugh! Kepadatan pedang ini tergantung kekuatan pikiranku! Kalau aku kehilangan konsentrasi meski hanya sesaat, maka pada saat itu juga, kepadatan pedangku akan menurun. Dia bisa memahami hal itu hanya dalam sekejap.

DON!

Xenovia dan aku tak berdaya menghadapi gelombang kejut yang tercipta dari tubuh Kokabiel, yang menerbangkan kami. Aku kemudian memasang kuda kuda lagi.........tapi Xenovia dan aku bernafas tersengal sengal.

........Kita tak bisa menang. Itulah yang terlintas dalam pikiranku. Perbedaan kekuatan diantara kami sangat absolut. Biarpun aku sudah mencapai Balance Breaker, perbedaannya masih selebar ini. Pemimpin Malaikat Jatuh. Dia sangat kuat! Tidak! Aku harus singkirkan pikiran itu! Kita harus menang! Kita tak bisa bertahan hidup kecuali kita menang! Asia-san dan Ise-kun bergerak menuju Koneko-chan. Sacred Gear Asia-san aktif dan mulai menyembuhkan luka luka Koneko-chan. Syukurlah. Dengan ini, nyawa Koneko-chan akan selamat.

“Kokabiel! Ini masih belum selesai!”

Aku memusatkan kekuatan di pedangku dan mulai menyerang lagi! Retakan di pedangku lenyap dan aku maju menyerbu ke arahnya tanpa keraguan!

“Hahaha! Masih mau mencoba juga? Baiklah! Kemarilah!”

“Pedang Suci Iblis!”

ZAN!

Aku mengelilingi si Malaikat Jatuh dengan membuat pedang pedang yang terlapisi aura suci dan Iblis. Dengan ini aku membuat lawanku tak bisa kemana mana. Yang tersisa hanyalah menyerangnya!

“Kau pikir bisa menghentikanku dengan ini?”

10 sayap Kokabiel yang membentang mulai berubah menjadi pedang dan menghancurkan pedang pedang disekitarnya dengan mudah. Ugh! Ternyata tidak berhasil! Aku menyerbu ke arahnya dari arah depan. Tapi si Malaikat Jatuh tak berkutik sama sekali, dan dia menghentikan Pedang Suci Iblisku hanya dengan dua jari!

“Ini saja?”

Kokabiel mendesah. Pedang Suci Iblisku yang sudah dihentikan tak bisa digerakkan sama sekali! Aku menciptakan pedang Suci Iblis lain namun lagi lagi dihentikan oleh dua jarinya........masih belum selesai! Aku membuka mulutku lebar lebar, dan membayangkan menciptakan pedang Suci Iblis di depan mulutku. Yang ketiga! Aku menggenggamnya erat dengan gigiku, dan menggerakkan leherku ke samping dengan kasar! Sepertinya dia tak berpikir akan datangnya serangan ketiga. Dia melepaskan pedangku dan melangkah mundur. Apa dia mendapat luka dari seranganku tadi? Saat kulihat Kokabiel, ada sedikit goresan di pipinya. Ada sedikit darah yang mengalir. Bahkan dengan serangan itu, aku hanya bisa memberinya luka sekecil itu. Jadi inikah kekuatan orang orang top dalam Malaikat Jatuh........semua orang disini memasang ekspresi keputusasaan sambil bernafas tersengal sengal. Hanya Kokabiel yang unggul yang tersenyum sinis.

“Tapi. Melihat kalau bahkan setelah kehilangan majikan yang kalian layani, kalian Iblis dan pengikut Tuhan masih bisa bertarung, ya?”

Mendadak Kokabiel berbicara. Apa maksud ucapannya tadi?

“......Apa maksudmu?”

Buchou bertanya dalam keraguan. Kokabiel mulai tertawa keras keras seolah dia baru menemukan hiburan.

“Fuhaha, fuhahahahahahahahaha! Benar juga! Aku jadi lupa! Kebenaran masih belum terungkap pada orang rendahan macam kalian! Kukatakan saja. Dalam peperangan diantara tiga golongan, bukan hanya Yondai-Maou, namun Tuhan juga tewas.”

.......!.......Ap....Apa.......Apa yang baru dia katakan tadi?........semua orang disini begitu terkejut dan tak bisa mempercayai apa yang baru dia ucapkan.

“Wajar kalau kalian tak mengetahuinya. Siapa yang berani bilang kalau Tuhan sudah mati? Manusia hanya sekumpulan idiot. Tanpa Tuhan mereka tak bisa mengendalikan hati mereka dan mematuhi aturan, tahu? Bahkan kami, Malaikat Jatuh, dan Iblis tak bisa menceritakan ini pada bawahan kami. Kalian takkan tahu dari mana informasi tentang Tuhan akan dibocorkan. Bahkan diantara tiga golongan, hanya orang orang di posisi top dan orang tertentu yang mengetahuinya. Meski sepertinya Balba menyadarinya tadi.”

.....Tuhan sudah tak ada lagi? Tidak......itu tak mungkin........itu mustahil...........lantas apa yang kami percayai dalam institut itu.......?

“Setelah peperangan, yang tersisa adalah para Malaikat yang kehilangan Tuhan mereka, para Iblis yang kehilangan Maou dan sebagian besar Iblis kelas Tinggi mereka, dan Malaikat Jatuh yang kehilangan hampir semua pasukannya. Jadi kondisi saat itu sangat susah payah. Semua golongan jatuh begitu rendah, sampai mereka harus mengandalkan manusia untuk melanjutkan generasi mereka. Khususnya Malaikat dan Malaikat Jatuh yang hanya bisa melanjutkan generasi mereka dengan kawin dengan manusia. Malaikat Jatuh bisa meningkat kalau Malaikat mengalami ‘kejatuhan’. Tapi Malaikat murni tak bisa meningkatkan jumlah mereka setelah kehilangan Tuhan. Bahkan Iblis murni juga langka kan?”

“.........Bohong.........itu pasti bohong.........”

Sedikit jauh dariku, Xenovia nampak seperti kehilangan kekuatannya. Dia memiliki ekspresi panik yang membuatku tak tahan melihatnya. Wajar karena dia umat yang masih aktif. Pelayan Tuhan. Orang yang hidup dengan melayani Tuhan sebagai misinya. Kalau eksistensi Tuhan lenyap dan dia kehilangan maksud hidupnya, sangat alami dia akan menjadi seperti itu. Bahkan aku.......aku akan menggigit bibirku memikirkan apa arti hidupku selama ini.

“Kebenarannya adalah peperangan takkan terjadi lagi kecuali kau melakukannya dengan sengaja. Itu artinya ketiga golongan melewati neraka sepanjang peperangan lampau. Semua orang memutuskan kalau melanjutkan peperangan sudah tak ada artinya lagi kalau penyebab semua itu, Tuhan dan Maou, sudah tewas. Bahkan si brengsek Azazel itu menyatakan “Kita takkan berperang lagi!” setelah kehilangan hampir semua orang orangnya dalam perang! Aku tak tahan lagi! Aku benar benar tak tahan! Menurunkan senapanmu sekali kau menembakkannya!? Jangan melucu. Jangan melucu! Kalau kami melanjutkan dari sana, kami pasti bisa menang! Namun dia justru.....! apa artinya Malaikat Jatuh yang hanya bisa hidup dengan mengundang manusia yang memiliki Sacred Gear!?”

Kokabiel menyatakan argumennya dengan kuat. Wajahnya nampak sangat marah. Fakta kebenaran itu memberi kami shock yang tiada terperikan. Asia-san menutupi mulutnya dengan kedua tangannya, membuka lebar matanya, dan seluruh tubuhnya berguncang. Biarpun dia sudah menjadi Iblis, keyakinannya masih belum lenyap.

“........Tuhan tidak ada? Tuhan........sudah mati? Lalu cinta yang diberi olehnya itu......”

Kokabiel menjawab keraguan Asia dengan tawa.

“Itu benar. Wajar kalau tak ada cinta dari Tuhan dan perlindungan langit darinya. Tuhan sudah tiada. Michael sudah bekerja bagus. Dia mengambil alih posisi Tuhan dan mengurus manusia dan Malaikat. Selama “Sistem” yang digunakan oleh Tuhan masih beroperasi, maka doa doa pada Tuhan, berkah dari Tuhan, dan Exorcism masih berfungsi. Tapi kalau kalian bandingkan dengan saat Tuhan masih ada, jumlah umatnya berkurang drastis. Bocah Pedang Suci Iblis disana mampu menciptakan Pedang Suci Iblis karena keseimbangan diantara Tuhan dan Maou lenyap. Kenyataannya, kekuatan suci dan Iblis tak mungkin bisa bersatu. Kalau orang orang yang mengatur kekuatan suci dan Iblis, Tuhan dan Maou, lenyap maka akan banyak fenomena unik terjadi.”

Berarti alasan kenapa Pedang Suci Iblisku tercipta bukan karena kebetulan. Ternyata karena Tuhan sudah tak ada lagi. Sungguh sindiran. Mendengar ucapan Kokabiel, Asia-san jatuh ke tanah.

“Asia! Bertahanlah Asia!”

Ise-kun memeganginya dan memanggilnya. Tak aneh kalau dia jadi shock seperti itu. Hampir seluruh hidupnya dipakai melayani Tuhan. Dia mengorbankan nyawanya karena dia pikir Tuhan ada. Banyak hal pasti berkecamuk dalam dirinya. Biarpun aku tak berontak melawan Tuhan, hampir semua hidupku juga melibatkan keyakinan pada Tuhan. Bahkan teman temanku.........aku merasa rumit.......Mengabaikan kami, Kokabiel mengangkat tinjunya ke langit.

“Mulai dari sini, aku akan memulai peperangan! Aku akan bawa kepalamu sebagai hadiah! Biarpun hanya aku, aku akan lanjutkan dari apa yang kami tinggalkan! Akan kutunjukkan pada Sirzechs dan Michael kalau kami, Malaikat Jatuh adalah makhluk tertinggi!”

.......Lucifer. Michael. Keduanya adalah eksistensi luar biasa yang tercatat dalam Injil. Kokabiel mencoba menjatuhkan orang orang seperti itu. Dia memiliki kekuatan yang begitu besar. Dan kami tengah mencoba menghadapi orang semacam itu.

.......Kami tak bisa menang. Dia benar benar bukan tandingan kami. Motifnya benar benar diluar jangkauan kami. Sejak awal dia adalah orang yang sama sekali tak boleh kami hadapi.......biarpun begitu.......aku mencoba menyerangnya setelah menggenggam pedangku. Namun ada cahaya merah muncul dalam pandanganku........Itu adalah Ise-kun.

“Jangan bercanda! Mana bisa kubiarkan kau menghancurkan kotaku. Teman temanku. Buchou. Dan Asia. Hanya demi motif egoismu! Dan aku akan menjadi Raja Harem! Aku akan kesusahan kalau kau menghalangiku!”

Kamu mungkin ingin bersikap keren, tapi bukan begitu caranya, Ise-kun.

“Kukukuku. Raja Harem? Itukah yang Sekiryuteu harapkan? Jadi apa kau mau ikut denganku? Kau bisa menjadi Raja Harem sekarang juga! Aku akan mengambil semua wanita cantik sepanjang jalan. Kau bisa bercinta dengan mereka sesukamu.”

“...................”

Ise-kun membeku di tempatnya berdiri sambil mencoba membuat pose keren.

“Aku.......aku takkan tertipu oleh kata kata manis seperti itu!”

Ke......kenapa kamu tadi memberi jeda!? Tidak, tak mungkin begitu kan!? Ise-kun!?

“Ise! Ya ampun! Bersihkan ilermu! Kenapa kamu seperti itu di saat begini!”

Buchou juga marah. Tentu saja. Apa yang kamu lakukan, Ise-kun!

“......Ma.....Maaf, kelihatannya aku sangat lemah dengan kata “harem”........”

“Kalau kamu sesuka itu pada perempuan, maka aku akan lakukan semua hal untukmu kalau kita pulang selamat nanti!”

“Apa kamu serius!? Ja.....jadi aku boleh mengisap Oppai!?”

“Ya! Asal kamu bisa menang, itu hanya taruhan murah!”

FLAAAAAASHHHHHHH!

Berlian di Boosted Gear bersinar lebih cerah dari sebelumnya.

“Fufufu. Hisap. Aku bisa mengisapnya. Aku bisa mengisapnya!”

Ise-kun mulai tersenyum senyum.

“Saat ini, aku bahkan bisa memukul Tuhan. Ah, Tuhan sudah tak ada lagi. Hahahaha!”

Cahaya merah menyilaukan yang membutakan mataku. Aku bisa merasakan kekuatan luar biasa muncul dari Sacred Gearnya.

“Yoooooooooooshaaaaa! Aku akan mengalahkanmu untuk mengisap puting Buchou, Kokabiel!”

Dengan alasan semacam itu!? Sacred Gear melepaskan kekuatan dengan menjawab pikiran pemiliknya. Boosted Gear merespon pikiran mesum Ise-kun dan mencoba melepaskan kekuatannya. Apa itu memang tak apa apa “Welsh Dragon”!? Wajah Buchou tampak merona merah dan sepertinya malu karena Ise-kun mengatakannya keras keras. Aku jadi kasihan padanya.

“.......Ini pertamakalinya aku melihat Sekiryutei yang melepaskan kekuatannya hanya dengan berpikir mengisap puting perempuan........siapa kau? Siapa kau sebenarnya?”

Kokabiel bertanya sambil menyipitkan matanya. Ise-kun mengucapkannya keras keras dengan membusungkan dadanya.

“Aku adalah [Pion] kelompok Rias Gremory! Hyodou Issei! Ingatlah itu Kokabiel! Aku adalah pemilik Boosted Gear yang hidup dengan pemikiran ero dan darah panasku!”

Sampai beberapa saat lalu, area ini berisi keputus asaan. Namun setelah mendengar teriakan Ise-kun, secara misterius memberiku energi. Sungguh tak masuk akal! Sejak terlibat dengan Ise-kun, aku mulai mendapat kekuatan entah dari mana. Aku bukan orang berdarah panas sepertinya. Tapi itu juga tak apa apa. Buchou, Akeno-san, Asia-san, dan Koneko-chan yang seharusnya masih terluka namun semuanya berdiri menghadapi Kokabiel. Kami bisa bertarung. Kami masih belum kalah. Ya, bukan berarti kita tak bisa menang! Perasaan semua orang menjadi satu. Kemudian......

“Fufufu. Menarik.”

Mendadak muncul suara dari langit. Bukan dari siapapun disini. Orang pertama yang menyadarinya adalah Wakil Presiden, Akeno-san, yang sangat kuat dalam membaca aliran energi berbeda. Ia tiba tiba menoleh ke atas. Orang selanjutnya yang menyadarinya adalah Buchou. Mereka berdua melihat ke arah langit gelap di saat yang sama. Aku merasa ragu namun kemudian segera menyadarinya.

BERGIDIK...........

Rasa takut dan kegugupan tak diketahui menyebar sepanjang tubuhku. Benda itu yang turun dari angkasa sambil menekan kami dengan hawa kehadiran dan perbedaan kekuatannya, yang membuatku ketakutan.

FLASH!

Ia turun sambil memotong jurang langit dengan memancarkan cahaya putih. Kalau dia turun dengan kecepatan tinggi, maka akan membuat gempa dan kawah besar. Pasti akan menghancurkan tempat ini juga.

Namun itu tak terjadi. Muncul benda putih dalam pandangan kami. Benda putih bersinar yang bahkan tak memiliki bayangan sama sekali di langit malam yang gelap. Ia mengapung beberapa inchi di tanah. Lempengan armor putih. Ada berlian di beberapa tempat armornya. Ia juga memiliki armor di wajahnya jadi kami tak bisa melihat wajahnya. Delapan sayap cahaya tumbuh dari punggungnya yang memancarkan aura kemilau dalam gelapnya malam. Namun aku merasa pernah melihat bentuk armor semacam itu. Warna dan wujudnya memang berbeda, namun mirip.........sangat mirip dengan “Boosted Gear Scale Mail”. Mungkin semua orang selain aku yang berdiri di tempat ini juga memikirkan hal yang sama. Jadi kami semua memahami di saat yang sama. Kami memahami kalau benda di hadapan kami adalah.......

“............Vanishing Dragon.”

Orang pertama yang mengatakan itu adalah si pemimpin Malaikat Jatuh, Kokabiel. Sudah kuduga. Makhluk yang merupakan kebalikan “Welsh Dragon”, sang “Vanishing Dragon”. Seluruh tubuhku gemetaran. Perasaan seolah jantungku diremas oleh seseorang. Di saat yang sama aku terpana oleh penampilan putihnya yang memancarkan cahaya misterius. Begitu indah. Hatiku terpesona padanya dalam sekejap.........Kokabiel membuat suara dengan lidahnya oleh kehadiran si armor putih.

“Salah satu Longinus “Divine Dividing”........kalau kau sudah dalam bentuk armor berarti kau sudah berada pada mode Balance Breaker. “Divine Dividing Scale Mail”. Seperti halnya “Boosted Gear” sama sama menyebalkan.”

..........Vanishing Dragon dalam bentuk Balance Breaker.

“......Jadi kau tertarik pada “merah”. Vanishing Dragon, kalau kau menghalangik......”

Sebelum Kokabiel menyelesaikan ucapannya, sayapnya lepas ke udara. Kemudian ada darah mengucur darinya.

“Itu seperti sayap gagak. Warna yang menjijikkan. Sayap Azazel jauh lebih gelap dan memiliki warna gelap tanpa akhir, tahu?”

Aku tak bisa melihat gerakannya dengan mataku. Aku yakin kalau ada objek tertentu menyerang Kokabiel. Si Vanishing Dragon memegang sayap hitam di tangannya. Dari suaranya, apa si Vanishing Dragon adalah pria muda?

“K....Kau! Sayapku!”

Kokabiel menjadi marah karena sayapnya dicabut, namun si Vanishing Dragon tertawa dengan tenang.

“Itu simbol kalau kau telah jatuh. Tak perlu sayap bagi mereka yang sudah jatuh dan merangkak ke bumi, kan? Apa kau masih berniat untuk terbang?”

“Vanishing Dragon! Apa kau mau melawanku!”

Kokabiel menciptakan tak terhitung jumlah tombak cahaya di langit, namun Vanishing Dragon sama sekali tak terintimidasi dan mengatakannya dengan jelas.

“Namaku adalah Albion.”

[Divide!]

Aku mendengar suara, dan aura disekitar Kokabiel berkurang drastis dengan cepat. Setengah tombak tombak cahaya di langit juga lenyap.

“Salah satu kemampuan “Divine Dividing”ku. Ia membagi dua kekuatan mereka yang kusentuh setiap 10 detik. Kekuatanmu akan menjadi kekuatanku. Kau tak punya waktu! Kalau kau tak mengalahkanku dengan cepat, kau akan menjadi begitu lemah sampai kau bahkan tak bisa mengalahkan manusia!”

.......Seperti dalam legenda. Kemampuan dari Sekiryutei[16] menggandakan kekuatan pemiliknya dan memindahkannya pada orang lain. Kemampuan Hakuryuukou[17] mengambil kekuatan lawan mereka dan menjadikannya miliknya. Dengan sayap yang tersisa, Kokabiel mencoba menyerbu si Vanishing Dragon, Albion. Namun ia tak bisa menangkapnya karena dia tak mampu mengimbangi pergerakan yang dikatakan secepat cahaya. Kemudian salah satu orang top Malaikat Jatuh yang tak bisa kami kalahkan sedang dipermainkan.

[Divide!]

“Sialan kau!”

Dia mencoba menyerang Albion dengan tombak cahaya dan pedang cahaya, namun Hakuryuukou mengayunkan lengannya ke samping dan menguapkan itu semua. Dimana Kokabiel nampak kesulitan bertarung, kekuatannya terus dibagi dua.

[Divide!]

Setelah beberapa suara, pergerakan Kokabiel menjadi begitu lambat sampai aku bahkan bisa menjatuhkannya dengan mudah. Albion mendesah.

“.......Sudah jadi kekuatan Malaikat Jatuh kelas menengah, ya. Membosankan, kupikir kau bisa membuatku lebih senang lagi........”

Albion lenyap dari pandanganku dan menyerbu ke arah Kokabiel sambil menyisakan jejak cahaya.

THRUST!

Tinju Albion melaju kencang kedalam perut Kokabiel. Tubuh Kokabiel terhuyung dan dia muntah di tanah. Dia bahkan tak menyisakan sedikitpun jejak kalau dia adalah lawan yang sudah membuat kami kepayahan........

“.....Mu....Mustahil.......aku.......”

“Apa? Kau menyuarakan gerutu menyebalkan. “Mustahil? Aku?” setelah itu apa lagi? “Ini tak mungkin”? ya kan?”

Albion tertawa seolah menganggapnya menyenangkan.

“Aku disuruh Azazel untuk membawamu kembali dengan paksa. Kau sudah banyak berlagak.”

“Kau! Ternyata seperti itu! Azazel.....Azazeeeeel.......!”

THRUST!

Tinju Albion menghantam wajah Kokabiel.

BRUK......

Kokabiel sudah tak berdaya dan jatuh ke tanah. Malaikat Jatuh dengan 10 sayap dijatuhkan........Albion meletakkan Kokabiel yang telah kalah di bahunya.

“Nampaknya aku harus membawa Freed juga. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya. Kita akan mengurus dia setelah itu.”

Albion berjalan ke arah Freed yang berada di tanah dan membawanya di lengannya. Dia kemudian mencoba terbang sambil membentangkan sayap cahayanya setelah memikul dua orang tersebut.

[Apa kau mengabaikanku, heh, si putih.]

Suara yang kudengar untuk pertamakalinya. Suara itu datang dari Ise-kun. Gauntletnya berkilau.

[Jadi kau masih bangun, si merah.]

Berlian di armor Albion juga bersinar. Apa makhluk yang bersemayam dalam berlian sedang berkomunikasi?

[Kita akhirnya bertemu, tapi dalam situasi semacam ini.]

[Tak apa apa. Takdir kitalah untuk bertarung suatu hari nanti. Hal hal semacam ini sering terjadi.]

[Tapi si putih. Aku tak bisa merasakan hawa permusuhanmu seperti sebelumnya.]

[Si merah. Hawa permusuhanmu juga rendah.]

[Sepertinya kita berdua mendapatkan hal yang lebih menarik ketimbang bertarung.]

[Begitulah. Kita harusnya bersenang senang sendiri untuk sementara. Kadang kadang seperti ini tidak buruk kan? Mari bertemu lagi, Ddraig.]

[Itu juga akan menyenangkan. Sampai bertemu lagi, Albion.]

Percakapan diantara Sekiryutei dan Hakuryuukou. Mereka berdua memberi salam perpisahan, namun Ise-kun melangkah kedepan dengan wajah tak puas.

“Hei! Apa artinya ini!? Siapa kau dan apa yang kau lakukan!? Karena kau aku jadi tak bisa mengisap puting Buchou!”

Ise-kun jadi mengamuk........Hei, hei. Apa bagian itu yang membuatmu marah? Pemilik si Vanishing Dragon pergi, sambil mengatakan hal seperti ini.

“Kau memerlukan kekuatan untuk memahami segalanya. Jadilah lebih kuat, rival-kun, aku akan melawanmu suatu hari nanti.”

Dia berubah menjadi cahaya putih dan terbang ke atas. Semua orang dibuat membisu oleh hasil yang tak pernah diprediksi. Lingkaran sihir kehancuran yang Kokabiel sebar sudah menghilang.

.....Selesai juga. Biarpun seseorang ikut campur, kota ini selamat. Kemudian mayat Balba tertangkap pandanganku. Mungkin masih belum berakhir.........sebab ada seseorang yang mengambil alih penelitian di markas pusat Vatikan. Saat aku melawan orang itu, apa yang akan kulakukan dengan Pedang Suci Iblis ini........aku masih tak tahu. Tapi sekarang.........Ya, untuk sekarang saja........

KNOCK!

Seseorang menonjok kepalaku. Saat aku menoleh, ternyata Ise-kun yang tersenyum.

“Kamu berhasil, Casanova! Hmmm. Jadi itu Pedang Suci Iblis. Tampak indah sekali karena warna hitam dan putih bercampur.”

Dia melihat Pedang Suci Iblisku dengan tatapan tertarik.

“Ise-kun, aku......”

“Oke, lewatkan saja hal hal yang rumit untuk sekarang. Pokoknya, bisa kita anggap kalau semuanya sudah selesai kan? Juga hal hal tentang teman temanmu itu.”

“Ya.”

Terima kasih, Ise-kun. Kamu bertindak dan berpikir untuk orang sepertiku.

“........Kiba-san, kita bisa melakukan kegiatan klub bersama lagi, kan?”

Asia-san menanyaiku dengan wajah khawatir. Dia khawatir padaku, biarpun dia seharusnya sedang gelisah karena Tuhan yang diyakininya sudah tak ada lagi. Aku jadi berpikir kalau dia memang gadis yang baik hati. Saat aku hampir mengatakan “aku baik baik saja”.......

“Yuuto.”

Buchou memanggil namaku. Buchou menyambutku dengan senyum.

“Yuuto. Syukurlah kamu kembali. Juga sampai mencapai Balance Breaker. Aku sangat bangga.”

“.....Buchou. Aku......untuk semua orang dalam klub...........aku sudah mengkhianatimu yang sudah pernah menyelamatkan nyawaku........aku tak bisa menemukan kata kata untuk mengungkapkan rasa maafku.........”

Tangan Buchou menepuk nepuk pipiku. Buchou selalu menghiburku seperti ini.

“Tapi kamu sudah kembali. Itu saja sudah cukup. Kamu tak boleh menyia nyiakan perasaan teman temanmu.”

“Buchou.......aku akan berjanji sekali lagi. Aku, Kiba Yuuto, akan melindungimu dan rekan rekanku seumur hidupku sebagai [Kuda] dari kelompok Rias Gremory!”

“Ufufufu. Terima kasih. Tapi jangan mengatakan itu di depan Ise, oke?”

Saat kulihat, Ise-kun tengah memelototiku dengan tatapan iri.

“Aku juga ingin melindungi Buchou dengan menjadi [Kuda]! Tapi tak ada siapapun yang bisa menjadi [Kuda] Buchou selain kau! Jadi bertanggung jawablah dan penuhi tugas itu!”

Dia mengatakannya dengan wajah malu.

“Ya. Aku tahu, Ise-kun.”

“Sekarang.”

VOOOM

Tangan Buchou terlapisi aura merah yang membuat suara berbahaya.

........Ummm. Ada apa Buchou? Buchou tersenyum padaku yang masih bingung ini.

“Yuuto. Sebagai hukuman karena bertindak sendirian, 1000 tamparan.”

Pasukan bantuan dari Maou datang 30 menit setelah semuanya berakhir. Sepanjang waktu itu, aku ditampar sembari Ise-kun tertawa terpingkal pingkal di tanah. Rasanya menyakitkan, tapi yang penting aku sudah kembali!

New Life[edit]

Beberapa hari setelah insiden dengan Kokabiel. Asia dan aku yang datang ke ruang klub kami terkejut karena melihat seorang gadis asing tengah duduk diatas sofa.

“Hei, Sekiryuutei.”

Gadis dengan jumbai hijau, Xenovia, berada disana mengenakan seragam Akademi Kuou.

“Ke......kenapa kamu ada disini!?”

Aku tak bisa menyembunyikan kekagetanku sambil mengacungkan jariku ke arahnya.

PA!

Kemudian sepasang sayap hitam membentang dari punggung Xenovia! Eeeeeeeeeeeeeeeh!? Itu kan sayap Iblis!? Apa artinya ini!?

“Aku sudah menyadari kalau Tuhan tak ada lagi. Jadi aku memilih menjadi Iblis sebagai pengabaian diri. Aku menerima bidak [Kuda] dari Rias Gremory. Sepertinya bukan aku yang hebat, namun Durandal. Jadi aku menjadi Iblis dengan 1 bidak. Dan aku juga mulai bersekolah disini. Mulai sekarang, aku adalah siswa kelas 2 dan juga anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib. Mohon kerjasamanya, Ise-kun.” Xenovia mengatakannya sambil bernafas dengan hidungnya.

“.......Jangan buat suara imut dengan wajah serius.”

“Aku meniru Irina, tapi kelihatannya tidak mudah.”

“Tapi bereinkarnasi!? Buchou, tak apa apakah memakai bidak yang berharga itu?”

Ya, dia sudah menyadari kalau Tuhan tidak ada. Namun, ini terlalu cepat!

“Tak apa. Memiliki pengguna Durandal terasa bisa diandalkan. Dengan ini, adalah kelahiran dua pendekar pedang selain Yuuto.”

Buchou nampaknya bahagia. Hei, tak apa apakah? Tapi tak memikirkan hal hal kecil memang sifat khas Buchou. Tapi tentu saja memiliki pendekar pedang yang memakai Pedang Suci, Durandal, terasa sangat bagus. Bahkan dalam rating Game, lawan kami pasti Iblis, jadi Pedang Suci akan melepaskan kemarahannya pada mereka. Kelompok Gremory akan jadi lebih kuat lagi!

“Ya. Aku Iblis sekarang. Aku tak bisa kembali lagi. Tidak, mungkin ini hal yang bagus. Hmm, tapi karena Tuhan sudah tidak ada berarti hidupku gagal. Namun melayani Iblis yang pernah menjadi musuhku.........meskipun dia adalah adik perempuan Maou........”

Xenovia mulai memegangi kepalanya kebawah sambil menggumamkan sesuatu. Ah, dia kesakitan karena berdoa seperti Asia. Aku memang tak berhak mengatakannya, tapi dia juga aneh.

“Ngomong ngomong, dimana Irina?”

Kenapa dia disini dan Shidou Irina?

“Irina kembali ke markas pusat membawa mayat Balba dan 5 Excalibur termasuk punyaku. “Fragmen” yang bertindak sebagai inti dikembalikan dalam kondisi itu. Jadi misi pengembalian sudah selesai. Asal mereka punya intinya, mereka bisa memakai Alchemy untuk merakit Pedang Suci lagi.”

Kiba dan Xenovia menghancurkan Excalibur yang tersusun dari keempatnya. Tapi pecahan Excalibur yang asli masih aman.

“Tak apa apakah kamu memberikan Excalibur-mu? Selain itu tak apa apakah kamu mengkhianati Gereja?”

“Aku harus mengembalikan Excalibur buat jaga jaga. Tak seperti Durandal, ada pengguna lain yang bisa dipilih. Durandal saja sudah cukup buatku. Saat kusebutkan ketiadaan Tuhan pada mereka, mereka terdiam membisu. Jadi aku dianggap sesat karena mengetahui ketiadaan Tuhan. Gereja sangat membenci orang orang sesat. Walau orang itu adalah pengguna Durandal sekalipun, mereka akan mengusirnya. Sama persis dengan insiden yang dialami Asia Argento.”

Dia mentertawakan dirinya.......? Apa Gereja sampai berbuat sejauh itu untuk menyingkirkan orang orang yang mereka pandang sesat? Mereka sangat ekstrim.

“Irina masih beruntung. Biarpun dia tak ikut serta dalam pertarungan karena luka lukanya, dia akhirnya tak mengetahui kebenaran. Dia punya keyakinan lebih kuat dariku. Kalau dia tahu Tuhan sudah tak ada, aku tak tahu apa yang akan terjadi padanya.”

Makin berbakti seorang Kristen, makin menyakitkan jadinya saat mereka menyadari kebenaran. Dalam kondisi terburuk, artinya seluruh hidup mereka ditolak. Kalau itu terjadi, kalian takkan tahu apa yang akan terjadi pada manusia.

“Kecuali, dia sangat kecewa karena aku menjadi Iblis. Tak bisa kukatakan padanya kalau ini disebabkan oleh ketiadaan Tuhan. Perpisahan kami terasa sangat canggung. Mungkin kami akan menjadi musuh kalau nanti bertemu lagi.”

Xenovia mengatakannya sambil menyipitkan matanya. Bagaimana perasaan Irina saat kembali ke rumahnya......? Buchou mengkonfirmasi kalau semua anggota klub ada disini. Ia lalu berkata.

“Gereja membuat kontak dengan kita Iblis. Lebih tepatnya pada Maou untuk berbincang tentang insiden ini. Mereka bilang “Kami ingin melakukan kontak denganmu karena tindakan tak jelas dan tak jujur dari Malaikat Jatuh meski kami merasakan ketidakpuasan tentang hal ini”. Mereka juga meminta maaf tentang Balba karena kesalahan mereka yang membiarkannya kabur di masa lalu.”

.......Jadi mereka merasa tak puas. Wajar, bagi mereka kami adalah musuh. Mungkin kami patut merasa lega karena mereka setidaknya meminta maaf tentang Balba.

“Namun sekolah ini sungguh mengerikan. Karena ada saudara perempuan Maou lain yang bersekolah disini.”

Xenovia mengatakannya sambil mendesah. Ada saudara perempuan Maou lain? Tunggu.....mungkinkah......hanya ada dua Iblis Kelas Tinggi yang bersekolah disini. Jangan jangan........Kaichou? Saat aku melihat Buchou, dia mengangguk mengiyakan. Hawawawawa.........hal menegangkan semacam itu benar benar terjadi?

Oh iya. Ruang senam dan lapangan sekolah yang dihancurkan oleh Kokabiel telah diperbaiki oleh para bawahan Maou-sama. Aku harus mengagumi kekuatan Iblis yang bisa memperbaikinya hanya dalam waktu semalam. Kalau dipikir lagi, mereka bisa menciptakan replika sekolah di dimensi lain. Hal itu pasti gampang buat mereka. Tapi sampai mendapat dukungan Maou.........sebenarnya ada apa dengan sekolah ini?

“Kebenaran tentang insiden ini telah dikirim pada pihak Malaikat dan pihak Iblis oleh Jenderal Malaikat Jatuh, Azazel. Pencurian Excalibur adalah tindakan yang hanya dilakukan oleh Kokabiel. Pemimpin yang lain sama sekali tak mengetahui. Dia berencana mematahkan ketegangan diantara ketiga golongan. Karena dia mencoba memulai perang lagi, dia diletakkan dalam Cocytus selama lamanya dalam kondisi beku.”

Buchou menjelaskannya pada kami. Berarti Kokabiel tak mungkin bisa keluar lagi. Baguslah. Aku tak sudi melihat pria liar macam dia lagi. Dia benar benar Malaikat Jatuh maniak perang bodoh.

“Namun berakhir berkat ikut campurnya “Vanishing Dragon”. Mereka menghentikan kekacauan yang dilakukan oleh salah satu dari mereka dengan mengirim seseorang dari organisasi mereka.”

Waktu itu, “Vanishing Dragon” sudah berada dalam bentuk Balance Breakernya saat turun dari langit. Bukan model tak sempurna seperti punyaku. Namun Balance Breaker sempurna.....kalau begitu aku jauh lebih lemah darinya. Eksistensi yang akan kuhadapi suatu hari nanti. Hakuryuukou (Kaisar Naga Putih), Albion. Aku tak tahu nama aslinya, tapi aku ingin memperkecil jarak diantara kami sampai aku menemuinya lagi.........

“Akan ada juga pertemuan antara perwakilan Malaikat, Iblis, dan Malaikat Jatuh. Nampaknya ada sesuatu yang Azazel ingin bicarakan. Kudengar Azazel mungkin akan meminta maaf tentang insiden Kokabiel. Namun akan mencurigakan kalau Azazel meminta maaf.”

Buchou mengatakannya dengan nada jijik sambil mengangkat bahunya. Jadi Jenderal Malaikat Jatuh adalah orang dengan banyak ego. Tapi bukankah akan jadi hal besar kalau perwakilan dari ketiga pihak akan berkumpul? Aku tak tahu apa yang mereka akan bicarakan, tapi sepertinya akan mempengaruhi masa depan dunia ini..........

“Kita juga diundang dalam pertemuan itu. Kita harus melaporkan tentang insiden dalam pertemuan karena kita sudah terlibat di dalamnya.”

“Seriuskah!?”

Aku bukan satu satunya yang kaget oleh ucapan Buchou. Semua orang sama sama berwajah kaget. Itu wajar saja. Siapapun akan kaget kalau mereka disuruh datang ke tempat yang berisi orang orang sangat penting! Apa yang akan terjadi!? Bagi dunia kami itu..........ah, benar juga. Aku menanyai Xenovia sesuatu yang terus menggangguku selama ini.

“.............”Vanishing Dragon” berada di pihak Malaikat Jatuh kan?”

“Itu benar. Azazel terus mengumpulkan pemilik Sacred Gear yang memiliki “Longinus”. Aku tak tahu apa yang dia pikirkan, namun pasti bukan hal bagus. Sang “Vanishing Dragon” adalah petarung top diantara mereka. Kupikir dia terkuat keempat atau kelima dari semua orang orang kuat disana termasuk para pemimpin Grigori. Kalau sudah begini, dia jauh lebih kuat darimu, yang merupakan rivalnya.”

Terkuat keempat!?

........karena itulah dia mampu mengalahkan Kokabiel yang bahkan tak bisa kami hadapi. Sepertinya aku ada dalam situasi serius. Bukankah begitu, Ddraig? Xenovia lalu memandang Asia.

“........Benar juga. aku akan minta maaf pada Asia Argento. Karena Tuhan tak ada, maka cinta dan bantuannya juga tak ada. Asia Argento, pukullah aku sebanyak yang kamu mau.”

Xenovia membungkukkan kepalanya ke bawah. Cara orang Jepang meminta maaf. Ekspresinya tak berubah jadi aku tak tahu apakah dia serius atau tidak.

“...........Tidak. Aku tak ingin melakukan hal seperti itu. Xenovia-san, aku menikmati gaya hidupku saat ini. Meskipun sekarang aku Iblis, aku menemui seseorang.........orang orang yang penting bagiku. Aku senang karena tempatku tinggal sekarang dan orang orang yang kutemui.”

Asia tersenyum seperti Virgin Mary dan ia memaafkannya. Aah, Asia sungguh gadis baik.......onii-chan sangat tersentuh! Kondisi psikologisnya dalam bahaya setelah mendengar ketiadaan Tuhan, tapi karena Buchou dan aku terus bersamanya dia kembali normal lagi.

“.........Jadi hanya kamu dan akulah Orang Kristen yang mengetahui ketiadaan Tuhan. Aku takkan bisa mengatakan hal bernama Hukuman Tuhan padamu sekarang. Jadi kita sesat ya? Aku adalah pengguna Pedang Suci yang dikagumi, tapi sekarang jadi sesat. Aku tak bisa melupakan bagaimana mata dan sikap mereka berubah drastis saat melihatku.”

Pada saat itu, aku merasa ada sekelebat kesedihan di mata Xenovia.

“Kalau begitu aku pergi dulu. Ada banyak hal yang perlu kuketahui sebelum pindah ke sekolah ini.”

Xenovia hampir meninggalkan ruang klub.

“U.....Umm!”

Asia menghentikan Xenovia.

“Minggu depan aku akan bermain main dengan semua orang. Maukah kamu ikut serta, Xenovia-san?”

Asia mengatakannya dengan senyuman. Xenovia melebarkan matanya dalam kekagetan dan tersenyum pahit.

“Lain kali saja. Kali ini aku sedang sibuk. Tapi.........”

“Tapi?”

Xenovia kemudian mengatakannya sambil tersenyum pada Asia.

“Bisakah kamu mengajakku berkeliling sekolah besok?”

“Iya!”

Asia juga menjawab sambil tersenyum. Hmm, kuharap mereka jadi teman baik. Agak susah memahaminya, tapi Xenovia sepertinya orang yang baik.

“Aku akan bersumpah dengan nama Pedang Suciku, Durandal. Aku juga akan bertarung lagi dengan pengguna Pedang Suci Iblis disana.”

“Baiklah. Selanjutnya aku takkan kalah.”

Kiba juga membalas sambil tersenyum. Setelah mengkonfirmasi itu, Xenovia meninggalkan ruangan. Aku bisa merasakan kekuatan dan kepercayaan diri dari tubuh Kiba. Waktu itu di tempat itu, insiden itu telah mengubah sesuatu di dalam dirinya.

KLAP!

Buchou menepukkan tangannya.

“Sekarang. Karena semuanya sudah kembali, mari kita mulai kegiatan klub lagi!”

[YA!]

Semua orang menjawab dengan suara enerjik. Hari itu, kami semua tertawa kembali.


Teman[edit]

[Mari kita serbu! Dragon Ball!]

Di ruang karaoke. Aku tengah menyanyikan lagu anime sambil memegang mikropon di satu tangan.

“Yo! Dragon Ball idiot!”

“Sialan! Kamu harusnya bersama Asia, dasar sadis!”

Matsuda dan Motohama terus meneriakkan ‘huu’ padaku. Asia juga nampaknya senang. Namun Koneko-chan tak ikut menyanyi dan hanya menikmati es krim dan pizza. Si cewek berkacamata, Kiryuu masih memilih lagunya. Kiba sedang.........meminum kopinya dengan elegan. Chi! Si pangeran tampan itu bahkan masih sok bergaya di tempat ini! Hei, apa itu tak apa apa?

Sepanjang hari libur, kami, seperti yang kami rencanakan, mulai bermain selama setengah hari. Kami bertemu di depan stasiun. Motohama, Kiryu, dan aku mengalahkan Matsuda yang datang 30 menit terlambat dan langsung menuju tempat bowling! Kami menghabiskan semua stamina memainkan empat game dan kemudian masuk ke kotak karaoke. Dan kami terus menyanyi tanpa akhir sejak saat itu. Asia dan Kiba masih belum bernyanyi, tapi akan kubuat mereka melakukannya setelah ini. Sebenarnya aku ingin nyanyi duet dengan Asia setidaknya sekali! Nyanyi duet dengan bishojo pirang adalah yang terbaik! Juga, Asia mengenakan pakaian gothic-lolita hari ini! Dia sangat imut! Itu adalah ide Kiryuu. Bagaimana bilangnya ya........jadi sang ‘biang keladi’ bahkan bisa membuat Asia, yang mantan Kristen, memiliki selera berpakaian yang bagus!

“Aku akan mulai dengan menyanyikan himne berdoa.”

Asia nampaknya akan mengatakan itu. Tapi kalau dia melakukan itu, maka Kiba, Koneko-chan, dan aku yang merupakan Iblis akan mati jadi tolong jangan. Aku mengundang Saji tapi dia menolak dengan alasan “Kaichou melarangku bermain dengan lawan jenis!”. Dia pasti ingin datang! Pasti susah menjadi budak Kaichou! Aku meneguk jus untuk membasahi tenggorokanku setelah bernyanyi. Aku menyanyi banyak. Buchou dan Akeno-san yang tak datang hari ini sedang shopping. Sebelumnya, aku menerima foto via pesan yang tertulis “Kami sedang memilih pakaian renang. Aku akan memilih yang kamu sukai” dengan tanda hati. Itu adalah foto yang dikirim dari ruang ganti jadi darah menyembur deras dari hidungku saat itu. Hahaha. Onee-samaku benar benar erotis. Gufufu. Oh iya, kolam renang akan segera dibuka. Menurut Buchou, kami bisa memanfaatkan libur untuk bermain main sesuka kami di kolam renang. Katanya juga dia akan menunjukkan pakaian renangnya padaku. Akeno-san juga! uhyooooooooo! Pakaian renang erotis dikenakan oleh dua Onee-sama dengan tubuh erotis! Air liurku tak mau berhenti! Aaah! Cepatlah datang, musim panas!

“........Ise-senpai. Ada darah mengucur dari hidungmu.”

Ujar Koneko-chan dengan tatapan jijik. Oh, benar juga. Aku mimisan.

“.......Kamu memikirkan hal hal mesum kan?”

Ouch! Ucapan Koneko-chan begitu kena sasaran!

“Oya? Ukuran barang di selangkanganmu jadi............”

Oooooooooooo! Kiryu! Jangan pakai kacamatamu untuk mengukur barangku saat ini!

“.........Apa kamu berpikir tentang Buchou-san?”

Ujar Asia dengan wajah tak suka. Akhir akhir ini dia jadi semakin tajam.........

“Hahaha, bukan apa apa! A......aku mau ke kamar mandi dulu.”

Aku berdiri dari tempat dudukku dan meninggalkan ruangan.


Saat aku keluar setelah membersihkan mimisanku, aku melihat Kiba yang duduk di kursi terdekat.

“Oh, apa sesuatu terjadi?”

“Ya. Sesuatu terjadi.”

Aku juga duduk di kursi di samping Kiba.

“Aaaah, aku capek sekali. Aku terlalu terbawa suasana.”

“Sepertinya kita terlalu kegirangan saat bermain bowling tadi.”

“Mungkin begitu.”

Kami berdua tertawa dalam percakapan normal ini. Lalu Kiba berbicara dengan wajah serius.

“Ise-kun. Aku ingin menyampaikan rasa terima kasihku. Terima kasih banyak.”

Pria ini menungguku di depan kamar mandi hanya untuk mengatakan ini......

“.......Tak apa apa. Rekan rekanmu juga memaafkanmu. Buchou dan yang lain juga memaafkanmu. Karena itu sudah bukan masalah lagi.”

“.........Ise-kun.”

Ugh......jangan memanggilku dengan mata berair! Kamu bikin aku seram!

“Ka.....kalau begitu bisakah kita menyanyikan lagu favoritku?”

“Heeh. Jadi kamu punya lagu favorit, Ise-kun?”

“Serahkan padaku! Aku bisa menyanyikan intro Dragon Ball tanpa henti selama 24 jam!”

“Se.....sepertinya aku harus bersiap siap.”

“Siapa peduli! Ayo lakukan duet antara “Pion” dan “Kuda” dari Klub Penelitian Ilmu Gaib!”

“Iya, iya.”

Kami kembali ke ruang karaoke sambil berbicara hal hal biasa dan mengambil mikropon segera. Kami menampilkan duet membara. Waktu itu aku bisa melihat senyuman sejati Kiba.

Kemudian esok harinya, foto duet antara aku dan Kiba diambil oleh Kiryu dan menyebar sepanjang sekolah! Rumor tentang aku dan Kiba menjadi pasangan gay semakin meningkat! Yang benar saja!


Kata Penutup[edit]

“Ya.......Dengan begitu minumlah “Excalibur”ku (x7).........”

Lama tak jumpa. Ini Ishibumi. Akhirnya sudah sampai Jilid 3. Rasanya cepat sekali. Juga terdengar seperti cerita BL dari awal cerita kali ini hingga adegan terakhir diantara Ise dan Kiba, saya menjadikannya “titel” untuk Jilid ini karena alasan itu. Saya ingin menyingkap plot tentang Kiba dalam Jilid ini. Sekarang Buchou sudah mendapat bidak baru, anggota klub baru. “Ksatria” baru Xenovia! Ksatria wanita! Pengguna Pedang Suci yang berasal dari Vatikan. Seorang pengguna Pedang Suci merepotkan, Durandal. Dia gadis yang menyusahkan karena selalu mengatakan hal yang ia sesali kemudian. Ise mengatakannya sepanjang cerita tapi dia adalah gadis yang takkan bisa kamu “pahami”. Ngomong ngomong dia masih bisa menggunakan Pedang Suci meskipun sudah bereinkarnasi menjadi Iblis. Luar biasa kan dia? Sekarang mari perkenalkan karakter baru. Souna Sitri Kaichou. Pewaris selanjutnya dari keluarga Sitri, yang merupakan Iblis Kelas Tinggi.Saji Genshiro. Anggota dari kelompok Sitri. Dia adalah budak Sona-Kaichou dan “Pion” yang sama dengan Ise. Shidou Irina. Teman masa kecil Ise. Saya membuatnya muncul karena saya ingin memperkenalkan karakter dari pihak Surga/Gereja. Kalau saya dapat kesempatan lagi maka saya akan membuatnya muncul kembali karena dia adalah orang yang berhubungan dekat dengan pihak Malaikat.

Jilid selanjutnya adalah tentang musim panas! Bicara soal musim panas, itu berarti pakaian renang! Kolam renang! Bahkan di bagian akhir cerita, kisah tentang dua Onee-sama membeli pakaian renang erotis demi Ise juga muncul! Jadi kira kira seperti itu. Kompetisi diantara Rias dan Asia untuk merebut Ise. Dan Akeno yang akan mencoba “mencuri”nya kalau melihat kesempatan. Dia akan menggunakan senjatanya sebagai wanita agar bisa mendekati Ise. Ise juga akan mati karena kehilangan banyak darah. Untuk tambahan Xenovia akan ikut serta didalamnya juga! Bagaimana dengan Koneko!? Akhir akhir ini saya, sang penulis, bahkan merasa iri pada Ise. “Sial! Kenapa hanya dia saja yang populer!? Dia bisa meremas Oppai sebanyak yang dia mau!”. Bahkan saya menulis cerita ini dengan berlinang air mata.

Kali ini saya sengaja menahan Ise dari keikutsertaan dalam pertarungan. Biarpun masih belum sempurna, dia mencapai Balance Breaker yang tangguh di Jilid 2 jadi saya memutuskan membuat dia sebagai support kali ini. Jadi saya membuat anggota klub yang lain yang berusaha keras di Jilid 3. Mungkin akan ada hal hebat terjadi pada Ise di Jilid berikutnya. Di Jilid 4, akhirnya bos bos dari tiga kekuatan besar akan menampakkan dirinya. Cerita akan berkembang dari sana. Apa yang akan mereka bicarakan saat sudah berkumpul nanti? Biarpun banyak hal terungkap dalam Jilid ini, Jilid selanjutnya juga akan menyingkap beberapa hal yang masih misterius. Mungkin. Dan sang “Vanishing Dragon” dan Albion yang menampakkan dirinya. Dia memulai debutnya dengan menghancurkan keseimbangan kekuatan dengan menakjubkan. Bagaimana cerita akan berkembang saat dia dan Ise bertemu......Jilid selanjutnya, [Peluncur] kedua Buchou akan muncul! Saya sudah membuat kalian semua menunggu! Ceritanya akan lebih dalam di Jilid 4!

Sekarang untuk ucapan terima kasih. Miyama-Zero-sama. Terima kasih untuk ilustrasinya yang sangat indah! Saya mungkin sudah merepotkan anda karena memunculkan lebih banyak karakter, namun mari bekerja bersama mulai dari sekarang juga! Editor utama H-sama. Terima kasih untuk segala nasehat erotis yang anda berikan pada saya sepanjang waktu! Saya mulai berubah menjadi penulis porno yang hanya bisa memikirkan hal hal tak senonoh! Kalau saya tak disuruh memperbaiki bagian bagian tertentu, maka karya ini bisa bisa mendapat label “Pembatasan Usia”!

  1. Gambar Akeno-FukuBuchou sudah diperbaiki karena sebelumnya terlalu berlebihan.

Pada semua pembaca. Terima kasih untuk dukungan dan surat penggemarnya. Saya sangat bahagia sampai menangis saat saya menerima surat penggemar dengan ilustrasi! Kalau kalian memberi saya lebih banyak lagi, saya, penulis bisa menulis yang lebih erotis...........bukan. Maksud saya, saya bisa menulis DxD dengan lebih bersemangat lagi! Karena itulah mohon nantikan jilid 4 untuk tarian mempesona dari Oppai Buchou dan gadis gadis lain dalam klub.


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Ungkapan terima kasih sebelum makan.
  2. Orang yang memiliki selera aneh pada anak laki laki kecil.
  3. Pukulan satu orang, dimana yang lain menangkap bolanya.
  4. Presiden Siswa/Ketua OSIS.
  5. Kaisar Naga Merah.
  6. Raja Iblis
  7. Payudara.
  8. Pedang Jepang,
  9. ”Bibi”. Atau bisa juga digunakan memanggil wanita yang usianya jauh lebih tua.
  10. Figur wanita ideal di Jepang.
  11. Raja Erotis Besar.
  12. 3 ukuran wanita, yakni Breast (dada), Waist (pinggang), dan Hips (paha).
  13. Posisi duduk sopan dan formal di Jepang.
  14. Bola cahaya.
  15. Wakil Presiden.
  16. Kaisar Naga Merah.
  17. Kaisar Naga Putih.