High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 6 Life.4

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 4 : Aku Mencintaimu![edit]

Tempat dimana kami tiba adalah........kuil yang terletak di ujung terdalam. Saat kami masuk kedalam, terdapat sesuatu yang nampak seperti perangkat raksasa.

Itu adalah perangkat melingkar yang terukir di dinding, terdapat banyak berlian di beberapa bagiannya, ia juga memiliki tulisan dan simbol simbol padanya.

Apa ini mencerminkan semacam lingkaran sihir?

Kemudian aku berteriak setelah melihat pusat dari perangkat itu.

“Asiaaaaaaaaaaaaaaaa!”

Asia tengah terikat di bagian tengah perangkat! Menilai dari kondisinya, nampaknya dia tidak terluka! Pakaiannya juga sepertinya tak ada yang sobek! Aku senang! Syukurlah dia tak mengalami luka!

“Kalian akhirnya datang.”

Seorang yang muncul dari balik perangkat adalah Diodora Astaroth. Senyum lembutnya meningkatkan kemarahanku! Aku memulai penghitungan Balance Breakerku! Saat penghitungan berakhir, aku akan menghajar Diodora! Dalam kecepatan penuh! Aku akan menembus wajah orang itu!

“.........Ise-san?”

Asia memandang kemari setelah mendengar suaraku.—Matanya bengkak. Dia tengah menangis. Dan matanya begitu merah sampai memberitahuku kalau dia sudah meneteskan banyak air mata. Saat aku melihat itu, aku memikirkan sebuah kesimpulan.

“.........Diodora, apa kau sudah memberitahu segalanya pada Asia?”

Hal hal yang Freed katakan pada kami sebelumnya. Sesuatu yang tak boleh Asia dengar. Namun Diodora hanya tersenyum oleh pertanyaan yang kuajukan.

“Ya. Aku memberitahu segalanya pada Asia. Fufufu, aku ingin menunjukkannya padamu juga. momen saat dia memasang ekspresi terbaik. Wajah yang Asia tampilkan saat menyadari segalanya berjalan sesuai rencanaku adalah yang terbaik. Lihat, bahkan aku sudah merekamnya di video. Haruskah aku memainkannya? Dia memasang wajah menakjubkan. Ekspresi wanita yang berhubungan dengan Gereja saat terpuruk, tak peduli berapa kalipun aku menontonnya, aku tak pernah merasa bosan.”

Asia mulai terisak.

“Tapi kupikir itu saja masih kurang. Asia masih menyimpan harapan di dalamnya. Ya, aku berbicara soal kalian. Khusunya Sekiryuutei menjijikkan disana. Karena kau menolong Asia, rencanaku menjadi gagal. Wanita Malaikat Jatuh itu........Reynalle. Aku seharusnya muncul dan membunuh Reynalle, setelah dia membunuh Asia dan aku berencana mereinkarnasi dia menjadi budakku. Kupikir kau takkan menang, biarpun kau ikut campur. Kemudian aku menyadari kalau kau adalah Sekiryuutei. Itu kebetulan yang sangat menarik. Berkat itu rencanaku tertunda, namun dia akhirnya kembali padaku. Sekarang aku bisa menikmati Asia.”

“Diam!”

Bahkan aku tak bisa percaya betapa rendahnya nada bicaraku. Aku menganggapnya penjahat. Sesuatu yang kalian anggap instingku. Ini ekspresi kabur, namun aku merasakan hal sama yang kurasakan dari Raiser juga datang darinya.

Tidak, bukan itu. Dia bukan penjahat, tapi sampah yang jauh lebih buruk dari penjahat! Bukan, dia cecunguk! Bajingan seperti ini berbicara soal cinta pada Asia!

Aku bahkan lebih marah ketimbang waktu saat Vali berkata dia akan membunuh orangtuaku. Bahkan saat aku sudah di batas ketahananku, Diodora tak menghentikan kata kata memuakkannya.

“Asia masih perawan, kan? Aku suka melatih mereka dari perawan, dan aku benci kalau dia sudah “digunakan” oleh Sekiryuutei.”

Orang ini........

“AH, tapi mungkin akan menyenangkan untuk NTR dari Sekiryuutei.”

Aku tak bisa menenangkan diriku kecuali aku menghajar orang ini habis habisan........

“Mungkin akan bagus untuk berhubungan seks secara paksa dengannya selagi dia meneriakkan namamu...........”

“Diaaaaaaaaaaaaam!”

[Welsh Dragon Balance Breaker!]

Sesuatu meledak di dalam diriku.

“Diodoraaaaaaaaa! Kau! Kau satu satunya yang tak bisa kuampuni!”

Aku terselimuti dalam aura merah, dan sekarang aku terbungkus oleh pelat armor yang memiliki kekuatan Sekiryuutei di dalamnya. Mungkin Sacred Gear merespon perasaanku, aku berubah ke Balance Breaker sebelum penghitungan dua menit.

“Buchou, semuanya, tolong jangan ikut campur!”

“Ise. Kita akan mengalahkannya bersama.—Itulah yang ingin kukatakan, tapi sepertinya kami tak bisa menghentikanmu.—Jangan menahan dirimu, oke?”

Buchou memberiku jawaban terbaik. Ya, itulah yang aku rencanakan!

“Ddraig, bisakah kau mendengarku?”

[Ada apa partner]

“Biarkan aku berbuat sesukaku untuk hari ini saja!”

[......Baiklah.]

Melihat aku, Diodora tertawa kegirangan. Seluruh tubuhnya terselimuti dalam aura merah gelap.

“Ahahahaha! Hebat! Jadi inikah Sekiryuutei! Tapi aku juga bertambah kuat! Dengan ular yang Ophis berikan padaku! Aku bisa membunuhmu dalam sekejap!”

GOOOOOOOOOOOON!

Aku menyalakan api dari booster di punggungku, dan menutup jarak kami dalam serbuan seketika.

BANG!

Aku memukul keras ke perut Diodora sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya.

“.........Gaa!”

Tubuh Diodora terhuyung. Wajahnya terdistorsi seolah menerima rasa sakit ekstrim. Sepertinya dia tak bisa bereaksi dengan kecepatanku. Aku menekan maju tinjuku, dan mencoba menghancurkan organ dalamnya!

GOUGH.......

Diodora memuntahkan benda di dalam perutnya disertai darah. Aku bertanya sambil menarik mundur tinjuku.

“Inikah pembunuhan seketika yang kau bicarakan?”

Diodora melangkah mundur sambil memegangi perutnya. Ekspresinya tak membawa kepercayaan diri seperti sebelumnya.

“Ku! Hanya begini saja! Aku adalah Iblis Kelas Tinggi! Kerabat darah dari Maou Beelzebub saat ini!”

Diodora mengacungkan tangannya ke depan, dan membuat banyak peluru kekuatan Iblis.

“Tak mungkin darah ningrat sepertiku akan kalah pada Iblis tereinkarnasi rendahan, vulgar, dan menjijikkan sepertimu!”

Tak terhitung jumlah peluru kekuatan Iblis Diodora menghujaniku seperti hujan deras. Aku hanya berjalan ke arahnya tanpa mengelak sama sekali. Aku memantulkan peluru dengan tanganku, dan aku menutup jarak dengannya. Biarpun peluru menghantam armorku, aku terus bergerak maju tanpa peduli.

Terima kasih, paman Tannin. Siksaan yang sudah kau berikan ternyata sangat berguna. Musuhku seharusnya lebih kuat dari Buchou, tapi semua serangannya sama sekali tak menakutkan.

[Itu benar. Latihan dengan Dragon King sudah melatih tubuhmu dengan baik. Dalam pertandingan melawan Sitri kau tak bisa menunjukkan hasil, tapi tanpa pembatasan kau bisa melepaskan seluruh kekuatanmu. Ketahanan armormu lebih stabil dari waktu pertandingan melawan Sitri.]

Ya, Ddraig. Aku tak bisa menggunakan kekuatan penuhku saat melawan Saji. Tapi sekarang berbeda. Dan dengan orang ini sebagai lawanku, aku bisa memukulnya dengan hasrat membunuh.

[Dari segi pertarungan kekuatan sederhana, kau sudah jadi lawan yang sulit saat ini.]

Saat aku tiba tepat di hadapannya, Diodora berhenti menyerang dan mencoba mengambil jarak.

GON!

Aku menyalakan booster di punggungku dan segera mengejar Diodora. Kemudian dia menciptakan banyak perisai pelindung.

“Kelihatan lebih tipis dari perisai pelindung Vali.”

BREAK!

Tinjuku menghancurkan semua perisai pertahanannya dengan mudah.

HIT!

Kemudian aku meninju wajahnya! Aku akhirnya melakukannya! Tak ada pukulan yang lebih membuatku lega selain ini! Karena dampak pukulanku, Diodora terbanting ke tanah. Wajahnya berdarah, dan dia matanya nampak berair.

“......Itu sakit. Itu sakit. Itu sakit! Kenapa! Kekuatan Iblisku mengenaimu! Aku seharusnya sudah meningkatkan kekuatanku secara drastis dengan kekuatan Ophis!”

Aku mengejar tubuh Diodora.......dan memukulnya dengan tinjuku yang terselimuti aura tebal! Pukulan telak ke perutnya!

“Guha! Gaha!”

Kemudian memukul wajahnya! Belum selesai! Aku mengumpulkan aura di tangan kananku, dan aku mencoba memukulnya dengan aura sangat padat!

“Aku takkan dikalahkan oleh naga busuk sialan sepertimu!”

Diodora mengacungkan tangan kirinya ke depan, dan menciptakan dinding aura tebal.

BANG! BREAK! BREAK!

Tinjuku menghantam dinding, dan seranganku terhenti.

Ini........kenapa bisa begini!

“Ahahahahahaha! Apa kau lihat!? Aku punya kekuatan Iblis lebih tinggi dari kau! Tak mungkin idiot kekuatan Sekiryuutei sepertimu bisa mengalahkanku!”

Aku kemudian menggunakan kekuatan Sekiryuutei di depan Diodora yang tersenyum.

“-Kalau begitu bagaimana kalau kutunjukkan kekuatan seorang idiot kekuatan?”

[Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost!]

GOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOON!

Aura dalam jumlah besar meledak dari booster, dan dampak seranganku meningkat.

BANG!

Retakan kecil tercipta di dinding. Dan kemudian........

BREAK!

Dinding itu musnah dengan tinjuku yang sudah diperkuat.

“Maaf. Aku ini idiot kekuatan, jadi aku hanya bisa memakai kekuatanku seperti ini. Tapi kalau kau adalah lawanku, maka ini saja sudah cukup.”

“Hee.”

Diodora mengubah ekspresinya dengan cepat.

“Jangan buat Asia kami menangis!”

Aku melepaskan tinjuku padanya sambil berteriak!

CRUSH!

Aku meremukkan dan membengkokkan tangan kiri Diodora yang diacungkan ke depan, dan dari sana aku mengarahkan tinjuku ke arah wajahnya!

HIT!

Tinjuku menghantam wajahnya! Dengan seranganku, Diodora melayang dan menghantam salah satu pilar. Diodora yang jatuh ke tanah bangkit dan kemudian berteriak.

“Ini pasti bohong! Tak mungkin aku bisa dikalahkan! Aku menang dari Agares! Aku juga berniat menang dari Bael! Tak mungkin aku kalah pada pewaris tak berbakat dari Great-King! Gremory yang memiliki rasa perhatian besar bahkan bukan lawanku! Aku Diodora dari keluarga Astaroth!”

Saat Diodora mengacungkan tangannya ke depan, banyak objek bundar runcing terbuat dari kekuatan Iblis muncul di hadapanku. Objek runcing itu semuanya mengarah padaku, dan datang ke arahku seperti misil!

-Aku takkan bisa menghindari semua ini!

Aku merendahkan kepalaku, atau aku melompat ke sisi untuk menghindarinya. Namun ada batas untuk itu. Aku menangkis benda benda tajam itu dengan pukulan atau tendangan. Pucuk salah satu objek menjeratku, dan melingkar disekitarku seolah memiliki kehendak sendiri.

CRACK!

Ia menyerbu ke arahku menemukan bagian paling tipis dari armor, dan menghancurkannya untuk menembus tubuhku!

Sial.......itu sakit! Jadi dia mengumpulkan kekuatan Iblis ke bagian pucuk, dan membuka lubang kecil di armor dengan itu. karena dia tak bisa menghadapiku dari depan, dia memutuskan mengincar satu poin huh........

Tapi, belum! Aku memakai kedua tanganku untuk mencabut benda tajam itu! karena aku mencabutnya dengan paksa, darahku menetes di tanah. Diodora mencoba melakukan serangan yang sama lagi jadi aku memakai boosterku untuk memperpendek jarak dengannya dan melepaskan tendanganku.

CRUSH...........

Suara keras menggema sepanjang kuil. Tendanganku menghantam paha kiri Diodora dan sepertinya sudah menghancurkan tulangnya.

“Sialaaaaaaaaaaaan!”

Diodora yang memasang ekspresi kesakitan mengacungkan tangannya ke arahku dan mulai mengumpulkan kekuatan Iblis dengan cepat. Dia mencoba menembakkan kekuatan Iblis dengan level tertingginya. Aku juga mengarahkan tanganku padanya. aku mengumpulkan aura ke tanganku!

DOOOOOOOOOON!

Cahaya merah tertembak dari tanganku, dan kekuatan Iblis besar juga tertembak dari tangan Diodora.

DOOOOOOOOON!

Tembakan kami saling bertabrakan dan mendorong satu sama lain......

Namun hanya seperti ini saja..........kau takkan bisa menghentikanku!

“Gooooooooooooo!”

[Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost!]

Kekuatan yang telah ditingkatkan oleh Sacred Gearku menyalur ke dalamnya, dan kekuatan Dragon shotku meningkat!

DON!

Dragon shotku memusnahkan serangannya dan terus melaju ke sisinya. Aura Nagaku yang melewatinya menciptakan lubang besar di salah satu bagian kuil, ia menembus dinding dan terus melaju keluar.

Meski begitu, dia masih mencoba mengumpulkan kekuatan Iblisnya..........

DOOOOOOOOOOOON!

Aku menghantam tinjuku ke lantai. Kuil bergetar kuat. Matanya berkedut saat dia melihat kawah raksasa di lantai. Diodora bergetar kuat dengan gigi bergemeretakan. Aku sengaja melewatkan serangan itu. Aku bisa saja menghabisinya dengan itu.........sial. Aku terlalu baik hati.......

Aku berjalan ke arahnya, dan mencengkeramnya.

Aku membuka bagian topeng helmku, dan memelototinya dengan wajahku terekspos sembari memancakan aura merah dengan kuat.

“Jangan coba coba mendekati Asia lagi! lain kali kau muncul di hadapan kami lagi, maka waktu itu aku akan benar benar menghabisimu!”

Mata Diodora berubah menjadi warna ketakutan......

[Partner. Hatinya sudah hancur.—Matanya seperti orang orang yang sudah dikuasai oleh rasa takut terhadap Naga.]

........Begitu, Ddraig. Aku melepaskan Diodora. Dia hanya menggeleng geleng kepalanya.

“Ise, kenapa kamu tak menghabisinya saja?”

Xenovia menanyaiku sambil mengacungkan Ascalon pada Diodora. Matanya nampak sangat berbahaya! Ini gawat. Hasrat membunuhnya mencapai MAX.

“Dia mungkin mendekati Asia lagi. Bukankah lebih baik demi masa depan kalau kita potong kepalanya disini?”

Xenovia serius. Kalau aku atau Buchou setuju, maka dia akan memenggal kepala Diodora. Tapi aku menggeleng kepalaku ke sisi.

“.......Orang ini juga kerabat dari Maou saat ini. Biarpun dia berpihak pada teroris, nanti akan membuat masalah bagi Buchou dan Sirzechs-sama kalau kita membunuhnya. Aku sudah puas menghajarnya.”

Buchou mengangkat alisnya kemudian menutup matanya. Buchou marah padanya, namun dia pasti memutuskan untuk membiarkan para golongan atas memutuskan hukuman Diodora.

Xenovia nampak sangat menyesal, namun dia menusukkan Ascalon ke lantai. Dia melakukan itu untuk membuang semua kemarahannya.

“.......Aku paham. Kalau Ise mengatakan itu maka aku akan berhenti.—Namun.”

“Ya, itu benar.”

Xenovia dan aku mengacungkan pedang dan tinju kami ke arah Diodora.

“”Jangan coba mendekat atau berbicara dengan Asia lagi!””

Dengan kata kata kami berisi hasrat membunuh, Diodora menggeleng kepalanya berkali kali dengan mata penuh rasa takut. Saat kami melepaskan Diodora, kami berjalan ke arah Asia.

“Asia!”

Beserta denganku, teman temanku juga berkumpul di sekitar perangkat.

“Ise-san!”

Aku dengan lembut menepuk kepala Asia.

“Kami datang untuk menolongmu, Asia. Hahaha, aku sudah berjanji kan. kalau aku pasti akan melindungimu.”

Mungkin karena dia merasa lega, Asia mulai meneteskan air mata kebahagiaan. Tak apa apa. Setelah kami menolong Asia, kami akan kabur ke basemen kuil, dan menunggu sampai Sensei dan yang lain mengurus segalanya.

-Namun tak lama kemudian, ekspresi Kiba berubah.

“.......Aku tak bisa melepas pengekang di tubuhnya.”

Apa!? Mustahil!? Aku mencoba melepaskan pengekang yang menghubungkan Asia dan perangkat....

“Sial! Tak bisa dilepas!”

Tetap tak bisa dilepas bahkan dengan kekuatan Sekiryuutei! Kami semua mencoba melepas pengekang di tubuh Asia, biarpun kami mencoba memotongnya dengan Pedang Suci Iblis atau Pedang Suci atau bahkan memakai kekuatan Iblis, tetap tak bergeming! Pengekang apa ini!? Apa ini dibuat secara spesial!?

Kemudian Diodora mengatakannya dengan suara sangat kecil.

“......Percuma saja. Perangkat itu hanya bisa digunakan sekali karena mekanismenya, namun itu dibuat supaya tak berhenti kecuali kalian memakainya sekali.—ia takkan berhenti kecuali kemampuan Asia diaktifkan.”

“Apa maksudmu?”

Saat aku bertanya, dia menjawab dengan kikuk.

“Perangkat itu adalah salah satu dinding pelindung khusus yang dibuat oleh pengguna Longinus. Dinding pelindung kuat yang melapisi arena ini juga dibuat olehnya. [Dimension Lost] adalah Sacred Gear tipe perisai pelindung. Dengan si pengguna di tengahnya, ia menyebarkan kabut tanpa batas. Ia bisa menyegel apa saja di dalam zonanya dan bahkan bisa menteleport ke dimensi lain. Saat ia mencapai Balance Breaker, ia mengubah kemampuannya dimana ia bisa menciptakan perangkat dinding pelindung apapun yang si pengguna inginkan.—[Dimension Create]. Dinding pelindung yang dibuat tak bisa dihentikan kecuali diaktifkan baik baik sekali lagi.”

Kiba kemudian mempertanyakan Diodora.

“Apa yang diperlukan untuk pengaktifan, dan apa kemampuan dari perangkat ini?”

“..........Yang diperlukan oleh pengaktifan adalah aku atau seseorang yang berkaitan dengan kami memberi sinyal untuk mulai, atau kalau aku dikalahkan. Kemampuan dinding pelindung ini adalah meningkatkan orang yang dikekang di dalamnya, dalam hal ini Asia, dan membalik efeknya.”

-membalik?

Tunggu dulu.......lalu aku memikirkan sebuah kesimpulan buruk.......dalam pertandingan melawan Sitri, kemampuan penyembuh Asia dibalik dan.......

Kiba sepertinya juga menyadarinya, dan dia mempertanyakan sekali lagi.

“Bagaimana dengan jarak efeknya?”

“.......Arena ini, dan ruang pengawasan dimana para pengamat berada.”

-!

Semua orang terkejut pada jawaban itu! ini gawat! Kemampuan Sacred Gear Asia dalam menyembuhkan itu hebat! Ia bahkan bisa menyembuhkan Malaikat Jatuh dan Iblis! Kalau itu diperkuat dan dibalik, dan kalau jarak efeknya adalah sepanjang arena ini dan ruang pengawasan....!

“..........Para pemimpin dari tiap tiap golongan akan dilenyapkan.......!”

Kami menjadi pucat oleh kebenaran mengejutkan itu! kalau itu terjadi di seluruh Dunia manusia, Dunai Bawah dan Surga akan mendapat masalah serius!

“Jadi mereka memikirkan rencana itu seperti pertandingan melawan kaichou!”

Diodora menggeleng kepalanya oleh keraguanku.

“......Tidak. sepertinya kemungkinan tentang itu sudah diprediksi sejak dulu. Kecuali, karena orang orang dalam kelompok Sitri memakainya, rencana itu terbukti akan bekerja.......”

Wajah Buchou berubah menjadi kemarahan.

“Pengkhianat dalam Malaikat Jatuh tetap ada dalam organisasi dan membiarkan Sona meminjam “Pembalik”. Sehingga mereka mengumpulkan data dari itu dan menggunakannya!”

............Keluarga Glasya Labolas. Pertandingan melawan Sitri. Diodora. Jadi Khaos Brigade berada di balik semua ini........

Sial. Jadi perangkat terbuat dari Longinus ini adalah seseorang yang termasuk dalam Khaos Brigade!

Ddraig, tak bisakah kau lakukan sesuatu dengan ini? Kau juga Longinus kan?

[Tidak, Dimension Lost adalah Longinus berperingkat lebih tinggi dari Boosted Gear. Dan kalau ia mencapai Balance Breaker, ia hampir tak terkalahkan. Ingat itu baik baik. Longinus yang lebih kuat dari Boosted Gear yang pernah ada.]

Dari semua tempat, kenapa si brengsek dengan Sacred Gear tangguh itu ada di dalam Khaos Brigade!?

“.......Sial! Sialan........! Apa yang harus kita..........”

Aku menjadi frustasi dan menghajar lantai. Dan kemudian Asia berkata..........

“Ise-san, hancurkan ini beserta........”

“Jangan katakan hal bodoh! Kalau kamu mengatakan itu lagi, maka aku akan kesal! Aku takkan memaafkanmu Asia, biarpun itu kamu!”

“T-T-Tapi kalau terus begini, Sensei dan Michael-sama akan.........dengan kekuatanku.........kalau itu terjadi maka lebih baik aku......”

Aku meletakkan tanganku di bahu Asia dan mengatakannya secara tegas padanya.

“Aku...! Aku.....! Aku membuat sumpah kalau aku takkan membuat Asia sedih lagi! karena itu aku takkan membiarkanmu melakukan itu! aku akan melindungimu! Ya, pasti! Aku pasti akan melindungi Asia!”

Aku berteriak. Tapi aku serius. Aku pasti akan melindungi Asia!

“Ise-san...........”

Asia juga menjadi emosional dan mulai meneteskan air mata. Lalu aku mengatakannya pada Asia dengan senyum.

“Karena itu mari kita pulang bersama. Ibu dan Ayah sedang menunggu di rumah. Mari pulang ke rumah kita.”

GUUUUUUUUUUN!

Perangkat itu mulai aktif dengan tenang! Sial! Ternyata sudah dimulai!

Kami menembakkan kekuatan Iblis dan kekuatan Naga ke arah perangkat itu lagi...........namun tak sedikitpun tergores.

Jadi inikah kekuatan Longinus yang peringkatnya lebih tinggi dari Boosted Gear!

......Tidak. Tunggu.......

Aku kemudian memikirkan sesuatu. Aku menatap Asia. Ya, benda ini melekat secara langsung pada Asia!

“Ddraig, aku percaya padamu.”

[Apa maksudmu, partner?]

Ddraig bertanya dengan heran, dan aku kemudian menyentuh pengekang pada Asia. Kalau mustahil memakai kekuatan Ddraig secara langsung, bagaimana dengan teknik spesial yang diperkuat kekuatan Ddraig dalam imajinasiku?

“Asia. Aku mau minta maaf dulu.”

“Eh?”

Asia memiringkan kepalanya dengan imut........tapi ini semua demi menyelamatkan Asia.

Maafkan aku!

“Meningkatlah! Hasrat seksualku! Hasrat duniawiku!—Dress Break! Balance Breaker-Boost Version!”

[Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost!]

Semua berlian di armorku bersinar merah, dan kekuatan mengalir ke dalam tanganku yang menyentuh pengekang.

Yang kubayangkan adalah tubuh telanjang Asia! Ya, penampilan saat dia terlahir tanpa mengenakan apa apa! Aku menyimpan itu di otakku sebelumnya! Aku mengingat itu dan membayangkannya kuat kuat sambil mimisan!

Kulit putih lembut dan sensitif! Tubuh lembut! Sungguh indah! Warna pink......! Putiiiiiiiiing!

Kemudian........

BREAK! BREAK! TEAR!

Suara logam yang pecah.......dan suara pakaian yang diledakkan! Pengekang di tubuh Asia musnah, dan di saat yang sama busana sisternya juga meletus.

“Iya!”

Asia segera menundukkan badannya!

MIMISAN!

Melihat tubuh telanjang Asia-chan yang masih tumbuh, darah mengucur deras dari hidungku. Ya! Bahkan hari ini, Oppai Asia-chan begitu putih dan cantik!

GUUUUUUUUUUUN........

Mungkin karena Asia terlepas dari perangkat, perangkat itu juga berhenti.

“Ara ara.”

Akeno-san membuatkan Asia pakaian dengan cepat memakai kekuatan Iblisnya.

Buchou kemudian mengetuk armorku dan berkata.

“Bagaimana kamu mendapat ide kalau Dress Break bisa menghancurkannya? Bisakah itu menghancurkan apa saja yang melekat pada tubuh wanita?”

“A-Aku tak terlalu yakin, tapi pengekang ada di kaki dan tangannya, jadi kupikir itu bisa dihitung sebagai bagian pakaiannya. Aku kemudian mengingat tubuh telanjang Asia di dalam kepalaku, dan membayangkan dengan serius kalau aku ingin mengubahnya ke kondisi itu. Mungkin itu takkan bekerja kalau aku melakukannya secara normal. Kupikir aku berhasil karena aku dalam mode Balance Breaker dan karena aku meningkatkannya dengan Boost Version. Rasanya aku sudah berhasil melewati zona abu abu.”

Aku membuat penjelasan seperti itu, tapi kupikir memang seperti itu. bahkan Buchou memiringkan kepalanya sambil berkata “Hmm, mungkin imajinasi dan ide ide liar Ise juga menjadi faktornya.”

Yang pasti, Asia sudah selamat! Aku juga menghancurkan perangkat itu! Diodora juga sudah kalah! Dan kami semua berhasil! Hasrat liarku sudah menolong kawan kawanku! Ya! Berarti misi telah terselesaikan!

“Ise-san!”

“Asia!”

Asia yang mengenakan busana sister baru segera memelukku! Hiks......rasanya memalukan karena aku dipeluk selagi mengenakan armor, tapi aku senang Asia sudah kembali!

“Aku mempercayaimu...........kalau Ise-san akan datang menyelamatkanku.”

“Tentu saja. Tapi maafkan aku. Kamu mendengar hal menyakitkan kan?”

Asia menggeleng kepalanya ke sisi dan kemudian mengatakannya dengan senyum.

“Aku tak apa apa. Aku memang terkejut, tapi aku memiliki Ise-san di sisiku.”

Hiks! Dia sungguh gadis yang berbesar hati! Ugh! Onii-sama ini takkan membiarkanmu menikahi siapapun juga! Aku akan menyayanginya selama dia bersamaku!

Xenovia juga mulai terisak.

“Asia! Aku senang! Kalau kamu sampai lenyap, aku.........”

Asia tersenyum sambil menyeka air mata Xenovia.

“Aku takkan pergi lagi. karena Ise-san dan Xenovia-san akan menyelamatkanku.”

“Ya! Aku akan melindungimu! Pasti!”

Oh, teman terbaik tengah berpelukan. Persahabatan Asia dan Xenovia begitu indah. Kiba dan aku..........persetan, mana sudi aku memeluk Kiba!

“Buchou-san, semuanya. Terima kasih banyak, sudah menolongku........”

Asia membungkuk dan semua orang meresponnya dengan senyum. Kali ini Buchou memeluknya dan dia kemudian mengatakannya dengan tersenyum.

“Asia. Tak apa apa kalau kamu tak memanggilku Buchou di rumah, tahu? Kamu bisa menganggapku sebagai kakak perempuanmu.”

“-! Ya! Rias-Oneesama!”

Buchou dan Asia berpelukan. Sungguh adegan emosional!

“Aku sangat senaaaaaaaaaaang! Aku begitu senaaaaaaaaaaang Asia-senpai kembali!”

Gasper juga menangis dengan keras. Ah, kepalanya bahkan sampai harus ditepuk tepuk oleh Koneko-chan. Ah, sepertinya kami bisa pulang dengan aman. Perangkat sudah hancur, jadi ini sudah berakhir. Mungkin aku harus melepaskan armorku sekali kami bersembunyi di basemen. Mungkin lebih baik berada dalam armor ini sampai menit menit terakhir. Akan menyeramkan kalau seseorang datang dan menyerang kami.

“Sekarang. Asia, mari kita pulang ke rumah.”

“Ya! Tapi sebelum itu, aku harus berdoa.”

Asia sepertinya sedang berdoa ke arah angkasa.

“Asia, apa yang kamu doakan?”

Asia lalu mengatakannya dengan malu malu.

“Itu rahasia.”

Asia berlari ke arahku sambil tersenyum.

FLASH!

Kemudian sesuatu yang sangat menyilaukan muncul. Saat aku melihat, Asia tengah dikelilingi pilar cahaya. Saat pilar cahaya lenyap.......

“.........Asia?”

Tak ada siapapun disana.



Tuhan. Bisa tolong kabulkan permohonanku?


Mohon Lindungi Ise-san selamanya.


Dan juga.........


Mohon izinkan aku terus hidup bersama Ise-san..........