High School DxD (Bahasa Indonesia):Volume 19 Life.0

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.0[edit]

—Di hari Tahun Baru.

Termasuk diriku, Hyoudou Issei, semua anggota Kelompok Peneliti Gaib merayakan Tahun Baru, setelah memutuskan tempat mana yang akan kita kunjungi, kita berangkat pagi-pagi sekali

Dan tujuan kami adalah–.

“Ise! Lama tidak jumpa!”

Seorang anak perempuan dengan rambut pirang dan berekor—Kunou muncul didepan pintu masuk berbentuk pilar kuil. Benar sekali, Tahun Baru ini kami datang mengunjungi Kyoto—Fushimi Inari Taisha. Karena ini merupakan Tahun Baru, semua orang sudah khawatir kalau disini akan menjadi ramai, jadi kami menggunakan sebuah lingkaran sihir untuk berteleportasi kesini dalam sekejap. Um, jumlah torii disini masih sama sehingga terasa cukup menakutkan. Agar tidak terganggu oleh orang lain, Kunou dan Aku telah mempersiapkan sebuah lapisan pelindung yang efeknya membuat orang tetap menjauh.

“Hei—, Kunou. Aku datang kesini untuk memberi hormat.”

“Uh-huh! Kesini Dewa utama, Dewa Ukanomitama (Dewa rubah) pastinya akan senang.”

Setelah kami memberikan hormat, seorang onee-san yang ramah dengan penampilan seekor rubah muncul dari dalam kuil! Rubah berekor-sembilan yang manis ini merupakan pemimpin Youkai di Kyoto—.

“Semuanya yang telah menempuh perjalan jauh untuk mengunjungi tempat ini, selamat datang.”

Itu adalah Ibu Kunou, Yasaka-san! Mmm—, benar sekali, dia begitu cantik! Oppainya juga begitu besar sehingga aku tak tahan melihatnya! Ini telah menjadi sebuah sajian untuk mataku semenjak Tahun Baru dimulai. Itu membuatku ingin membungkuk dan berdoa.

Setelah Yasaka-san menyambut kami, Rias menyapanya dengan sungguh-sungguh.

“Saya selalu menginginkan kesempatan untuk menyapamu. Tapi karena berbagai alasan, saya tidak pernah mendapatkan kesempatan itu, jadi saya menggunakan kesempatan dalam kunjungan Tahun Baru ini untuk menyapa anda.”

Rias sedang mengenakan kimono lengan-panjang! Rambut Crimson panjangnya diikat, dan dia memberikan sebuah atmosfer elegan. Tidak hanya Rias, tapi Asia, Akeno-san, Koneko-chan, Irina, Rossweisse-san, dan Ravel juga mengenakan kimono berlengan-panjang. Ngomong-ngomong, Gya-suke juga berpakaian seperti mereka…..

Aku, Kiba dan Xenovia berpakaian seperti biasa. Kami bertiga telah sepakat.

“““Pergi ke Fushimi Inari? Pilihan terbaik adalah dengan menggunakan pakaian yang memudahkan kita untuk berjalan.”””

Jawaban ini sangat persis dengan gaya pasukan garis-depan. Lagipula, berbicara tentang Fushimi Inari Taisha, itu hampir seperti mendaki gunung.

Aslinya Aku sudah mengundang Azazel-sensei, Kuroka dan Le Fay untuk datang bersama, tapi sensei berkata kalau dia perlu bertemu dengan beberapa orang yang penting dan tidak dapat ikut datang. Kuroka sedang duduk di meja penghangat di kediaman Hyoudou di pagi hari Tahun Baru, memakan kue beras dan jeruk mandarin untuk menikmati kehidupannya yang lapang. Le Fay sedang menemaninya (atau bisa dibilang dia ditahan olehnya).

Sensei selanjutnya mengirimkan kami sebuah foto, ketika dia sedang mabuk, dimana Azazel-sensei yang bertelanjang dada sedang menari bersama Zeus dari Olympus, begitu juga sebuah kejadian yang sangatlah menyenangkan ketika Michael-san, bersama dengan Dewa dari Utara Odin-oyaji yang sedang dipukulnya saat kakek tua itu merentangkan tangannya kearah punggung Serafall Leviathan-sama, dan juga Sirzech-sama yang berpakaian sebagai Setan Merah sedang diceramahi oleh Grayfia-san yang sedang mabuk. Sebuah perkumpulan mewah di hari Tahun Baru, sebuah pemandangan yang tidak biasanya terlihat dikirimkan satu persatu kepada kami. Ini terlalu luar biasa. Hal ini pasti bukanlah gambaran terhormat orang-orang kelas-Dewa yang biasanya terlihat…. Dan Rias menepukkan tangannya keatas dahinya, dengan ekspresi yang bercampur aduk terhadap Tahun Baru ini….

Akan tetapi, melihat Grayfia-san berada diantara mereka, aku merasa lega. Meskipun itu terlihat seperti kekacauan karena mabuk, Itu menunjukkan padaku kalau dia setidaknya telah sedikit pulih dan telah kembali menjadi sesuatu yang lebih santai.

“….Sepertinya Azazel dan para Dewa lain yang mengajaknya. Dia mengatakan kalau itu sekali dalam setahun, jadi mereka perlu merayakan Tahun Baru, yang mana benar-benar membantu kakak iparku.”

Setelah mengatakan itu, Rias tampak lega. Dia telah mengkhawatirkan keadaan Grayfia-san dari lubuk hatinya. Lagian, meskipun adik laki-laki Grayfia-san masih hidup, dia telah memicu banyak sekali ketidak-nyamanan di dunia bawah.

“Uh-huh, Aku akan melakukan yang terbaik untuk menyambutmu!”

Kunou terlihat sangat senang. Sebelumnya dia juga telah mengunjungi kediaman Hyoudou….. Itu terjadi ketika dia dipanggil untuk mendiskusikan masalah yang berhubungan dengan kuil dan bertemu Phis.

“Phis tidak datang?”

Kunou melihat satu persatu orang yang ada disini. Phis — itu adalah Ophis. Karena pertemuan mereka, mereka telah membentuk sebuah hubungan yang baik. Karena kita tidak dapat menjelaskan tubuh Ophis, Aku telah memperkenalkannya sebagai seorang gadis naga muda bernama ‘Phis’.

Aku menggaruk pipiku, kemudian dengan cepat mulai memikirkan alasannya.

“Ah…. Ah benar juga, Phis mengatakan kalau dia harus tinggal dirumah….dia lagi pilek. Jadi dia beristirahat. Dia juga benar-benar ingin bertemu Kunou.”

Apapun itu, kita tidak dapat membawa Ophis keluar. Sekarang ini dia mungkin sedang bermain game bersama Kuroka dan Le Fay. Kunou tampak sedikit kecewa setelah mendengarnya, tapi dia dengan cepat memperoleh semangatnya lagi.

“Aku dengar kalau Naga pilek itu cukup merepotkan. Aku akan pergi dan mempersiapkan sebuah obat spesial Kyoto, tolong tunggu sebentar!”

Setelah mengatakanya, Kunou dengan cepat berlari ke arah kuil. …Dia mungkin saja pulang ke rumah untuk mengambil obat? Dia benar-benar berpikir kalau Ophis adalah temannya. Itu merupakan sebuah hal yang baik. Melihat Kunou, Yasaka-san menunjukan sebuah senyum senang.

“Ufufu, Sekiryuutei-sama, kau tampaknya telah semakin dekat dengan Kunou-ku, itu sebuah kehormatan.”

“Tidak, tidak, bukan begitu. Waktu itu, itu hanyalah sebuah kehormatan bagi kami untuk menjaga anakmu, dan anda telah membantu kami selama masa krisis di Dunia Bawah.”

Bagaimanapun juga, Yasaka-san menolong kami ketika Dunia Bawah sedang melalui sebuah masa-masa krisis. Dia menunjukan sebuah senyum yang memikat — lalu bersandar disamping telingaku! ….Aroma yang mengalir kedalam lubang hidungku merupakan sesuatu yang berasal dari luar dunia ini…! B-Bagaimana bisa a-aroma ini membuat pikiranku begitu gembira hingga aku merasa lumpuh…. I-Ini adalah, apa yang mereka sebut, aroma pesona seorang wanita dewasa….!?

“Sekiryuutei-sama, untuk sementara waktu, bisakah kau menunggu hingga Kunou tumbuh menjadi dewasa? Jika kau tidak bisa menunggu, dapatkah kau membuatku hidup bersamamu…. Ufufufu. Lagipula, Kunou pernah merepotkanku tentang keinginannya untuk memiliki adik laki-laki atau perempuan. Terus terang aku belumlah menyentuh langsung kulit tubuh laki-laki muda akhir-akhir ini…”

Jemari putih Yasaka-san yang ramping dan halus meluncur melewati daguku….! Tatapannya yang menggoda dan suaranya yang provokatif merangsang insting laki-lakiku—. Ini hanya baru awal dari Tahun Baru dan onee-san ini telah menyanderaku! Akan tetapi, Kunou segera kembali dengan cepat dan menyela.

“Okaa-sama! Candaanmu sudah terlalu jauh! Aku yang pertama mendapatkannya!”

Kunou dengan erat memeluk kakiku. Ekspresinya yang sangat imut menunjukan dia menghalangi Yasaka-san.

High school DxD Volume 19 Page 21.png

“Hahaha. Sungguh anak yang bersemangat. Di usia ini kau telah memiliki sebuah daya tarik ‘feminim’. Mungkin itu langkah menjadi seorang wanita dewasa.”

Melihat tindakan anak perempuannya, Yasaka-san menunjukkan sebuah senyum yang tenang.

“…..Bahkan di Kyoto aku tidak bisa bersantai.”

Disebelahku, Rias menghela nafas. —Lalu, Yasaka-san menepuk kedua tangannya, dan bertanya kepada Rias

“Mengesampingkan gosip, Istri resmi Sekiryuutei-sama, tentang masalah sebelumnya, sudahkah kau memiliki jawabannya?”

“Ya, tidak ada alasan bagiku untuk menolaknya.”

Aku bertanya pada Rias yang sedang tersenyum sambil menjawabnya.

“…..A-A-Apa yang terjadi?”

“Oh, Kunou akan mulai masuk SMP di Kuoh Academy tahun ini. Persiapannya telah dilakukan.”

–!? Kabar mengejutkan ini membuatku kehilangan kata-kata! Ini terlalu tidak dapat dipercaya! Itu sungguh tidak terduga, sesuatu seperti ini akan terjadi! Melihatku terkejut dan tidak bisa berkata-kata, Kunou dengan bangga mengangkat tangannya dan berkata.

“Ehem, ini sudah waktunya bagiku untuk belajar mengenai dunia manusia. Kau bisa mengatakan aku ini ingin pergi ke sekolah yang dapat menerima youkai tanpa masalah apapun! Jadi setelah meminta pada Ibu, aku hanya perlu meminta kepada Istri resmi Rias-sama!”

Begitulah katanya, Kunou akan datang ke Kuoh Academy musim semi ini. Lagipula, di sekolah terdapat banyak orang yang dengan diam-diam belajar disana. Dari Youkai sampai Iblis, ada berbagai macam orang. Orang-orang paling spesial mungkin adalah anggota Kelompok Peneliti Gaib dan anggota OSIS. Tidak hanya para Iblis, disana ada juga Malaikat, Youkai, Valkyrie, seorang Werewolf dan bahkan seorang Grim Reaper wanita juga ada…

…Didalam semangat Tahun baru yang membara, tampaknya akan ada banyak hal baru yang terjadi. …Yang mana itu juga berarti sebuah perpisahan yang semakin dekat.

Rias dan Akeno-san, akan segera diwisuda sekitar dua bulan lagi… Orang baru berdatangan, juga para pendahulu kami akan pergi. Meskipun ini adalah sebuah kejadian yang alami, aku tidak menantikannya dan sekarang baru bulan pertama tahun ini.

“Ya, O….phis akan sangat senang sekali.”

Aku harus memberitahu Ophis ketika kami kembali. Meski wajahnya pasti akan tetap tidak beremosi, Dia pasti akan senang didalam hatinya.

“Uh-huh! Aku menantikan untuk bertemu dengan Phis lagi!”

Setelah tanggapan Kunou yang antusias, Aku melepaskan lapisan pelindung dan kembali ke lingkungan normal. Kita mulai lagi mendaki ke puncak Fushimi Inari Taisha. Setelah mencapai setengah jalan, kita melihat sesosok wajah yang tidak asing di Kyoto.

“Ara ara, Rias, kau akhirnya datang kesini juga.”

Itu adalah Sona-kaichou dan anggota keluarganya! Anak-anak perempuan itu juga mengenakan kimono berlengan-panjang. …...Tapi hanya gadis Grim Reaper Bennia yang mengenakan sebuah jaket.

“Kau tahu, Sona. Aku dengar kau juga datang ke Kyoto, tapi aku tidak membayangkan kalau aku bisa bertemu denganmu disini.”

Rias telah bertemu dengan teman baiknya diawal Tahun Baru, dan mereka berdua berdiri disana sambil berbicara.

“Tampaknya mereka sudah tiba disini sepuluh menit sebelum keluarga Gremory.”

Kunou mengatakannya. Begitu ya, jadi mereka tiba disini sedikit lebih awal daripada kami.

“Yo, Ise.”

Saji menyapaku.

“Yo, Saji. Selamat Tahun Baru. Kau juga datang kesini untuk berdoa di Tahun Baru?”

“Ah, ini sungguh menyenangkan. Fushimi Inari Taisha adalah perhentian keempat kami, setelah itu kami berencana untuk pergi ke dua tempat lain sebelum pulang. Tahun Baru itu berarti bagi kami para Iblis untuk pergi keluar, yang mana itu sudah sejatinya.”

Seperti yang dia katakan, Kyoto adalah sebuah tempat melihat-lihat bagi para Iblis sebagai bagian dari Tahun Baru — terutama para Iblis yang menjadi bagian dari ‘DxD’ yang mana banyak tempat yang menerima mereka. Para Dewa disetiap kuil berdedikasi untuk mengekspresikan persetujuan mereka. Karena inilah, meskipun ini bukanlah wisata sekolah, kita masih dapat datang kesini.

Ditambah lagi, kelompok Sitri juga datang ke Kyoto selama Tahun Baru untuk melihat-lihat. Ini tidak begitu buruk. Kita berencana untuk merayakan Tahun Baru di kediaman Hyoudou secara sederhana setelah kita kembali dari perjalanan kami.

“Apa, kau ingin memohon untuk terpilih sebagai Wakil-Presiden?”

Mendengar candaanku tentang dirinya, Saji tertawa.

Tiba-tiba mereka saling melirik, Xenovia dan [Menteri] Kelompok Sitri Momo Hanakai-san saling tatap-menatap. Diantara mereka berdua tampak sebuah ketegangan yang sunyi. Ini tidak terhindarkan. Lagipula, mereka bersaing untuk jabatan Presiden OSIS, dengan kata lain, mereka adalah rival.

“Aku tidak akan kalah olehmu, Xenovia-san.”

“Ah, Momo. Aku juga, pastinya akan menang.”

Keduanya berjabatan tangan. Hmm, pernyataan rivalitas itu baik. Aku merasa mereka penuh dengan semangat bersaing. Tapi berbicara soal itu, Xenovia, kapan dia mulai memanggil Hanakai-san dengan nama depanya…...? Tampaknya anak-anak perempuan Gremory dan Sitri sering berbicara satu sama lain, ketika para anak laki-laki tidak mengetahui tentang itu.

Mendengar pembicaraan kedua anak perempuan itu, Saji mengangkat pundaknya.

“Jadi dipihakku, selain aku; yang lainnya kesini untuk berdoa demi pemilihan. Yah, jika Dewa-Dewi disini benar-benar menunjukkan belas kasihan pada para Iblis, maka kita perlu berterima kasih pada mereka. Sampai nanti, aku perlu turun kebawah sekarang.”

Setelah itu, kelompok Sitri mulai berjalan menuruni bukit. Ada orang selain Saji dan Hanakai-san yang juga ingin terpilih menjadi OSIS. Tapi mereka tidak memiliki banyak kesempatan, jadi pemilihan ini sudah bisa ditebak…. Dengan kata lain, persaingan terdekat dalan pemilihan OSIS, adalah antara Xenovia dan Hanakai-san untuk jabatan Presidennya.

Selanjutnya, kita juga harus lanjut naik keatas menuju puncak kuil.

—Tepat sesaat sebelum aku mulai berjalan, seseorang memeluk tanganku. Itu adalah Irina. Tampaknya dia sedang dalam mood yang sangat baik, begitu baiknya hingga dia mulai bersiul.

“Hum, Kyoto ditahun ini benar-benar bagus. Sayang ♪”

…S-Sayang. …Benar sekali, sejak awal musim dingin, sikap irina kepadaku benar-benar telah berubah, terkadang dia akan memanggilku ‘Sayang ♪’ dan dia bahkan semakin lebih lengket daripada sebelumnya! Dia tiba-tiba belajar bagaimana caranya memasak, dia berencana untuk mandi bersamaku, jika ada sedikit kesempatan , dia akan menyelinap ke tempat tidurku di malam hari! M-Meskipun itu membuatku bahagia, itu membuatku merasa berada dalam masalah yang lebih ruwet. Mengesampingkan semua itu, kata ‘Sayang’ saja sudah cukup untuk membuat seluruh tubuhku menjadi kaku!

“….K-Katakan, Irina.”

“Ada apa ~, Sayang?”

Suara Irina sungguh manis. …Suaranya membuatku ragu untuk menanggapinya.

“Kenapa…. kenapa kau mulai memanggilku ‘Sayang’?”

Aku mengumpulkan keberanian untuk bertanya. Aku ingin memastikannya.

“Menyebalkan. Kau itu memang, Ise-kun. Hee hee ♪”

Hee hee ♪ — itulah apa yang dia katakan! Secara kasar aku paham…kalau aku telah menjadi ‘Sayang’?

“Memanggilku dengan Ise saja itu lebih baik . Selain itu, itu terasa seperti melelehkan otakku...”

Karena pikiranku benar-benar akan meleleh jadi aku berharap dia bisa berhenti. ‘Sayang’ itu terlalu memuakkan. Itu sudah tidak lagi memiliki arti yang sama dengan sebelumnya….

Aku dengan perlahan namun jelas dalam memberitahunya. Sebaliknya Irina terlihat — dia terlihat kecewa, ekspresinya bisa langsung terlihat.

“B-Bagaimana kau bisa…. Bagaimana Ise-kun dapat mengatakannya….! Dan saat aku menciummu kau anggap itu hanya untuk kesenangan!?”

Kenapa dia membawa-bawa hal itu! Kenapa kau mengatakannya disini!? Semua orang disekitar sini hanyalah orang biasa yang pergi menuju kuil!?

“Hei, hei. Kau tidak perlu mengatakannya keras-keras!”

Aku dengan gugup mencoba untuk menenangkan Irina kembali, disampingku Xenovia menghela nafas sambil mengatakan.

“Irina, hanya sebuah ciuman telah mengubah kalian menjadi seorang kekasih, kau sungguh tidak sabaran. Lagipula, Rias-zenbuchou dan Asia juga telah mencium Ise, dan mereka melakukannya lebih mesra dibandingkan dengan Irina.”

Xenovia dengan malas mengucapkannya untuk menanggapi temanya itu.

Uh, ah, Irina dan aku berciuman di Hari Natal.... Setelah itu sikap Irina berubah. Sepengetahuanku, sepertinya dia selalu memandangiku dengan tatapan tertarik. Tapi Irina tidak melanjutkan kejengkelannya, dan malahan membuat sikap untuk berdoa.

“Aku tidak peduli! Cinta terlarang antara Ise-kun dan aku akan terus berlanjut! Meskipun jika ada sebuah rintangan diantara kita, itu tidak akan menjadi masalah sepanjang kita memiliki cinta!”

U-Uh, bahkan matanya berkilau-kilau…! Ini baru saja permulaan tahun dan hal semacam ini telah memanas.

“Itu mengingatkanku, aku belumlah berdoa.”

“Ah, Aku juga.”

“““Oh, Tuhan.”””

Xenovia, Irina, begitu juga dengan Asia, mereka bertiga mulai berdoa!

“Sungguh doa yang khusyuk! Aku juga perlu mencoba!”

“Hahaha, semua orang memang menarik. Aku juga…”

Bahkan Kunou dan Yasaka-san mulai meniru trio Gereja!

…Kenapa ini terjadi di Fushimi Inari Taisha selama Tahun Baru….? Aku hanya tidak dapat memahami hal ini. Hal sepele ini berlanjut sepanjang perjalanan kita, dan akhirnya aku mencapai kuil yang ada dipuncak, kemudian disana aku meletakkan tanganku bersama-sama dan mulai membuat permohonan. Permohonanku adalah….agar semua orang tetap sehat! Itu yang pertama! Lalu aku ingin dapat membuat haremku dengan damai! Itu sangat, sangatlah penting! Ketiga adalah ecchi! Aku berharap tahun ini aku akan dapat bertemu banyak kepuasan ecchi! Jika permohona kecilku ini dapat terkabulkan maka itu akan menjadi yang terbaik!

Didekatku, suara orang saling berbicara dan berdoa terdengar ke dalam telingaku.

“….Ketika kau memohon, kau harus memperkenalkan dirimu dan menyebutkan namamu dengan jelas kepada Dewa, akankah itu lebih baik? Kau paham, Gya-kun?”

“Eh?! A-Aku tidak tahu Koneko-chan! P-Perlu kuulangi lagi!”

Setelah diminta oleh Koneko-chan, Gya-suke bergegas memulai permohonan untuk kedua kalinya.

“Oh ya, Gya-suke. Kuil-kuil ini memiliki beberapa fraksi yang berbeda, yang satu ini berfokus pada Inari, jadi akan lebih baik untuk membuat permohonan yang berhubungan. Tapi, aku pasti akan datang kesini dalam wisata sekolah di musim gugur, jadi aku bisa membuat permohonan yang lain nanti.”

“Ah, aku benar-benar menantikan perjalanan wisata sekolah! Meskipun Kyoto dimusim dingin itu bagus, Aku juga ingin mengadakan tur Kyoto yang baik selama musim gugur!”

Ravel berseru, dengan kedua matanya berkilau.

Benar sekali. Koneko-chan, Gasper, dan Ravel akan menjadi siswa tahun kedua mulai musim semi ini, dan mereka akan mengadakan perjalanan wisata sekolah selama musim gugur. Sungguh menyenangkan, mereka akan pergi ke Kyoto sama seperti Rias dan aku. …Meskipun mereka mungkin tidak akan diserang seperti yang aku alami….

“Aku membuat sebuah permohonan, aku harap Fafnir-san bisa cepat pulih.”

Asia mengucapkannya. Fafnir bertarung dengan tekad untuk mati untuk melindungi Asia dari Rizevim, setelah kehabisan semua kekuatannya, dia memasuki kondisi hibernasi sementara. ….Dia menunjukkan sebuah ‘tekad’ naga — Ketika dia meletakkan semua jerih payahnya untuk melindungi orang-orang yang penting baginya, kejadian itu telah terukir ke dalam pikiranku. Cepatlah pulih, Raja Naga Emas. Bahkan, kau adalah rekan yang penting bagiku. Mataku tiba-tiba terfokus pada orang disebelahku, dimana Xenovia sedang berdoa.

“Apa yang kau mohon?”

Xenovia tetap memejamkan matanya, dan menjawab.

“…Tahun ini, aku pastinya akan memiliki anak darimu.”

“H-Hei! Memohon untuk memperoleh seorang bayi tidak akan menjadi kenyataan! Toh, apa sih permohonanmu…?”

Melihat ekspresiku, Xenovia tertawa.

“Hahahaha, aku setengah bercanda. —Ah, aku harap dapat menjalani pemilihan dengan lancar. Meski dipikir aku tidak yakin jika Dewa disini akan mengabulkan permohonan seorang Iblis.”

Yah disaat ini, itu normal baginya untuk memohon hal tersebut.

“Lalu, kau masih ingin menang dengan kekuatanmu sendiri, kan?”

Mendengar kata-kataku, Xenovia tersenyum dengan percaya diri.

“Tentu saja. Menang atau kalah, itu hanya berarti jika kau menaruh usaha terbaikmu.”

Wajahnya menunjukkan sebuah ekspresi penuh tekad. Luar biasa! Sungguh sebuah ekspresi yang patut dikagumi. Xenovia berencana untuk habis-habisan dalam pemilihan OSIS dari awal Tahun Baru. Ini adalah Xenovia yang tidak kenal takut seperti biasanya!

Setelah berdoa, Xenovia berpaling kepadaku— lalu tiba-tiba menggenggam wajahku dengan kedua tangannya!

“Yah, beri aku nasib baik.”

Lalu, wajahnya mendekat kepadaku — dan bibir kami bersentuhan satu sama lain. Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!? Itu sungguh sebuah pengembangan yang tak terduga, yang membuatku begitu terkejut, dan aku tanpa sadar melangkah mundur! K-K-K-K-Ka-Karena! T-Tiba-tiba berubah menjadi seperti ini! Begitu tiba-tiba — dia menciumku!

Semua orang juga terbelalak dan terkejut olehnya!

“–! A-A-A-A-A-A-A-A-Ap-Ap-Ap-Apa yang kau lakukan!”

Aku benar-benar panik! Aku yakin betul kalau wajahku penuh memerah!

Xenovia meluncurkan jarinya diatas bibirnya, dan tertawa dengan girang.

“Haha,tampaknya kau punya banyak kelemahan, Ise. Supaya permohonanku agar terpilih sebagai presiden menjadi kenyataan, aku akan menerima ciuman itu.”

…Menggunakan sebuah ciuman untuk membuat permohonan! Apa-apaan ini! Beneran! Tahun Baru baru saja mulai dan hal ini telah terjadi….! Apakah permintaan yang aku buat sudah menunjukkan dampaknya secepat ini!? Pertama aku harus berterima kasih kepada Dewa disini, kan?! Tidak, Aku harap kalau aku akan dapat lebih banyak lagi ciuman yang romantis dan mesra! Ah, meskipun kejutannya benar-benar seperti gaya Xenovia!

“Irina, bagaimana rasanya? Aku juga harus mencoba memanggil Ise ‘Sayang’.”

Xenovia membuat tanda ‘V’ dengan tangannya ke arah Irina.

“Uwaaahhhh!”

Mata Irina penuh dengan air mata dan dia tiba-tiba merengut!

Di belakangnya, terdengar Rias menghela nafas dan diikuti oleh suara Akeno-san.

“…Sekarang, tampaknya ini tidak akan semudah tahun lalu.”

“Ara, ayo berharap kau bisa memimpin para anak perempuan yang lain, aku menantikannya, kau tahu?”

Seperti inilah, diiringi Tahun Baru — Semester ketiga akan segera dimulai!