High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 4 New Life

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

New Life[edit]

“Dan, mulai dari sekarang aku akan menjadi pembina Klub Penelitian Ilmu Gaib ini. Tolong panggil aku Azazel-sensei. Atau Gubernur juga tak apa-apa.”

Mengenakan baju yang kucel, Azazel berada di ruang klub Penelitian Ilmu Gaib.

“.......Kenapa kamu bisa disini?”

Meletakkan jarinya di dahinya, Buchou dalam kondisi sangat bingung.

“Hah! Aku diminta untuk mengisi posisi ini oleh adik perempuannya Serafall! Wajar saja, karena aku ini pria super-keren. Dan aku suka berada bersama gadis sekolahan!”

“Itu dilarang! Dan lagi, kenapa Sona harus melakukan hal seperti itu!?”

“Kamu sungguh keras kepala, Rias Gremory. Adik perempuannya Serafall bilang kalau ini adalah permintaan pribadi dari Sirzechs. Karena itulah dia memintaku.”

Kamu diminta menjadi pembina karena hal seperti itu? Niat Kaichou memang susah ditebak.

“Tunggu, bagaimana dengan lenganmu? Bukankah lenganmu hilang satu?”

Aku menunjuk ke arah Aza—tangannya Azazel-sensei. Aku yakin kalau waktu itu terpotong.

“Ah ini. Ini tangan buatan asli yang kuproduksi selagi meneliti tentang Sacred Gear. Ini lengan multi-fungsi yang bisa dimasuki semua jenis senjata laser-ringan sampai misil kecil. Dulu aku ingin melengkapi diriku dengan hal seperti ini. Aku menggunakannya untuk mengenang lenganku yang hilang.”

Bashu! Azazel—lengannya sensei bergerak cepat. Ia juga melakukan sejumlah rotasi sambil berputar ke arah samping.

Ternyata itu lengan mekanik!

“Syarat bagiku tinggal di sekolah ini adalah aku harus membuat Sacred Gear prematur yang dimiliki para Iblis di keluarga Gremory tumbuh. Yaa, pengetahuanku sebagai pakar Sacred Gear sangat berguna. Kalian juga sudah mendengarnya, tapi ada organisasi aneh bernama [Chaos Brigade]. Sebagai rencana masa depan melawan mereka, [Welsh Dragon] dan keluargamu harus menjadi terkenal. Ketimbang itu, aku lebih ahli melawan [Vanishing Dragon]. Dari informasi yang kudapat darinya, aku tahu kalau Vali punya timnya sendiri. Sementara kita sebut saja [Tim Hakuryuukou]. Beberapa orang bergabung dengan orang-orang yang sudah kita identifikasi saat ini, Vali dan Son Goku.”

“Apa Vali dan yang lain akan menyerang tempat ini lagi?”

Gubernur menggeleng kepalanya karena pertanyaanku.

“Mereka tak akan menyerang disini lagi. Itu adalah kesempatan jarang usaha pembunuhan ketiga pemimpin golongan utama di konferensi, tapi itu juga gagal. Lawan mereka saat ini adalah Surga dan Dunia Bawah. Di Dunia Bawah, para Malaikat Jatuh dibawah perintahku sudah bergabung dengan Iblis. Dunia Bawah takkan jatuh dengan mudah. Orang-orang Seraph di Surga juga takkan tinggal diam. Selain itu ada Hewan Suci yang menumpang hidup di Surga dan Dunia Bawah juga.”

“..........Jadi ini peperangan?”

“Belum. Ini masih selevel pemberontakan. Anggap saja kalau kita dan mereka tengah dalam persiapan. Jangan khawatir, hal bernama perang tak akan muncul sampai kalian semua lulus dari universitas, apalagi kalau masih duduk di SMA. Nikmati saja kehidupan sekolah kalian—namun, itu adalah periode persiapan yang lama untuk ditunggu. Jadi, kalian harus melakukan banyak persiapan bukan?”

“Yaa......”

Memiringkan kepalaku dalam kebingungan, aku menjelajahi otakku dan mencoba mencari sesuatu untuk dikatakan, tapi tak ada sama sekali yang terlintas dalam pikiran (!)

“Sekiryutei, jangan terlalu dipikirkan. Pokoknya, karena otakmu kerdil, tak akan ada kemajuan kalau kamu kebanyakan berpikir. Musuh bebuyutanmu adalah sang Hakuryuukou Vali. Yang pasti jangan lupakan satu fakta itu.”

Begitu. Jadi musuhku pria itu. Lebih baik aku memahami tentang hal itu saja.

Bukan hanya dia merendahkan aku dan teman-temanku, dia juga mempermainkanku! Lain kali kita bertemu, aku akan menghajarnya dengan seluruh kekuatanku!

“Kamu kebetulan bisa mengimbangi Vali hanya karena kamu menggabungkan Pedang Pembunuh Naga yang kamu dapat dari Michael dan kekuatan Boosted Gear. Juga, Vali masih menahan kekuatannya. Kalau bukan karena itu, kamu sudah kalah telak. Juga, kamu bisa bertahan karena kebetulan kedua hal itu saling kompatibel. Kalau lawannya bukan Naga dan memiliki kekuatan selevel Vali, kamu sudah mati dari tadi.”

Tepat seperti yang Azazel ucapkan, aku takkan bisa bertarung seimbang kalau bukan karena pedang ini. Pembunuh Naga memang sangat berguna.

“Dan, bisakah kamu menggunakan kekuatan Hakuryuukou karena itu?”

Azazel menanyakan hal ini.

“Tidak, sama sekali tak berfungsi.”

Aku sudah mendapat kekuatan untuk “membagi dua kekuatan lawan” dengan susah payah, namun Gauntlet yang pernah terpasang di tanganku tak muncul lagi sejak itu. Apa hanya bisa dipakai sekali?

“Sudah kuduga, kamu tak bisa menangani hal sekuat itu dengan mudah. Memang menguntungkan mengambil kekuatan Naga lain. Masalah utamanya adalah kamu bisa memakainya secara bebas atau tidak. Kalau digunakan tanpa keahlian, itu akan menjadi keahlian yang lebih sulit ketimbang mencapai Balance Breaker. Namun, kekuatan yang kamu ambil pasti masih tersimpan dalam jiwa Ddraig. Sisanya tergantung dari latihanmu—buat tambahan, pertama kamu harus menyelesaikan latihan berat dalam jangka panjang. Kalau kamu hanya punya semangat tinggi namun tanpa kekuatan, kamu akan mati.”

Maaf kalau aku masih lemah begini, Gubernur. Sial! Biarpun sudah mencuri kekuatan Albion, tak ada artinya kalau tak bisa kugunakan secara bebas. Apalagi, aku belum sepenuhnya bisa mengendalikan kekuatan Ddraig. Masih mustahil bagi aku yang sekarang.

“Kekuatan Sekiryutei-mu juga terlalu tak stabil. Kekuatan penghancurnya memang besar, tapi hanya sementara. Lawan level rendah bisa dijatuhkan dengan mudah dengan itu, tapi takkan berpengaruh pada lawan level tinggi. Kalau kamu mau ikut serta dalam Rating Game dari sekarang, kamu harus menstabilkan kekuatan besar Sekiryutei. Intinya, kamu harus mencapai Balance Breaker dulu. Selain itu, Rating Game juga penuh misteri. Seseorang berstatus [Pion] yang hanya memerlukan satu bidak namun bisa menjatuhkan [Raja] juga terjadi. Semuanya tergantung bagaimana caramu bertarung. Aku harus mengajarimu tentang hal itu juga.”

“Anda sepertinya banyak mengerti tentang Rating Game.”

“Bukan Iblis saja yang menggemari acara itu, tahu? Berkat pakta kedamaian, ada juga Malaikat dan Malaikat Jatuh yang ingin menonton Rating Game secara langsung.”

Cepat atau lambat, bukankah semua Malaikat dan Malaikat Jatuh akan memberikan “Permintaan Ikut Serta” juga?

“Sehingga, untuk sementara waktu, kita akan membangun badanmu sehingga kamu bisa bertarung untuk jangka waktu yang lebih lama.”

“......Ya!”

Itu sangat benar. Kekuatanku memang hanya sementara. Kalau kelak aku ikut serta dalam Game, aku harus bertarung dalam jangka panjang. Aku harus mempertahankan kekuatan itu lebih lama dari sepuluh detik.

Namun, bisakah aku mencapai Balance Breaker sempurna? Karena aku menggunakannya secara paksa dengan kekuatan pinjaman, aku tak bisa bayangkan mencapainya dengan kekuatanku sendiri. Karena aku pada dasarnya lemah.

Aku hanya mantan manusia. Vali adalah keturunan Maou.......Inilah latar belakang kami sejak lahir.

“Bisakah aku menjadi kuat?”

Itulah pertanyaanku. Pertanyaan blak-blakan. Bisakah aku menjadi kuat?

“Akan kujadikan kamu kuat. Karena aku Malaikat Jatuh yang banyak menganggur.”

Azazel menunjukkan senyuman nakal dan agak jahat. Kurasa aku tak punya pilihan selain mematuhi kemauan Gubernur ini.

Yaa, kekuatanku tergantung latihanku dari sekarang. Lalu, aku menunjuk ke arah Gasper.

“Kalau, misalnya, lain kali kita diserang, tak bisakah kita melakukan sesuatu dengan Penghentian-Waktu Gasper?”

“S-s-s-s-s-s-s-senpai! A-a-a-a-a-a-apa yang kamu katakan!? Hiiiii.....!”

Gasper menangis dan berteriak oleh saranku.

“Tidak perlu dipikirkan kalau dia sendirian. Kita tak tahu orang macam apa yang ada dalam [Chaos Brigade].”

Wawaw, sungguh menusuk. Memang, Vali juga berkata kalau Gasper sangat penuh oleh titik lemah.

“Maafkan aku! Maafkan aku karena tak berguna! Aku tak berguna sama sekali! Aku ini sampah! Aku ini makanan babi! Aku benar-benar sudah berkaca lebih dalam dari laut, dan aku memiliki target lebih tinggi dari Evereeeeeeeeeeest! Jadi tolong jangan abaikan akuuuuuuuuuu!”

Gasper mengungsi kedalam kotak kardusnya sambil menangis. Hei, hei, kamu harus segera lulus dari kotak kardus itu.

“Oh iya, bocah Pedang Suci-Iblis, berapa lama kamu bisa mempertahankan kondisi Balance Breaker?”

Kiba menjawab pertanyaan Azazel.

“Saat ini, satu jam adalah batasku.”

“Masih kurang. Setidaknya, kamu harus bisa memastikan kalau kamu bisa terus menggunakannya selama 3 hari berturut-turut, tahu?”

Ooh, ketat sekali! Ekspresi Kiba juga menjadi bersemangat dari kata-kata barusan.

“A-aku hanya bisa mempertahankannya selama 10 detik dibawah kondisi khusus......”

Mata Gubernur menjadi setengah terbuka oleh ucapan ragu-raguku.

“Kamu harus memulai dari awal. Hakuryuukou bisa bertahan dalam Balance Breaker selama sebulan penuh tahu? Itulah perbedaan diantara kalian berdua.”

Satu bulan—jelas-jelas perbedaan yang besar dan sangat jauh ketimbang aku yang hanya 10 detik. Tapi karena aku sudah melihat tujuanku, hal itu jadi mudah dipahami.

Kemudian Azazel menoleh pada Akeno-san.

“Apa kamu masih membenci kami—bukan, Barakiel?”

---.Itu kan nama ayahnya Akeno-san—. Begitu, jadi ayah Akeno-san adalah bawahan Azazel. Akeno-san menjawab dengan ekspresi kaku.

“Aku tak berniat memaafkannya. Karena Ibuku meninggal oleh kesalahan orang itu.”

“Akeno, ketika kamu memilih menjadi Iblis, dia tak berkata apa-apa.”

“Sudah wajar. Orang itu bukan dalam posisi untuk berkata sesuatu padaku.”

“Bukan itu maksudku. Bukan, anu, mungkin sangat lancang bagiku untuk memasuki urusan tentang kalian orang tua dan anak.”

“Aku tak menganggap orang itu sebagai ayahku!”

Akeno-san menyatakan itu dengan tegas.

“Begitu, tapi menurutku tak buruk jika kamu bergabung ke keluarga Gremory. Kalau hal menjadi kebalikannya, apa yang Barakiel akan pikirkan, entahlah?”

“.........”

Akeno-san tak merespon ucapan Azazel. Ia hanya menunjukkan ekspresi rumit dengan tenang. Lalu, kali ini Azazel menolehkan kepalanya ke arahku.

“Hei Sekiryutei—Ise saja tak apa-apa kan? Ise, impianmu adalah menjadi Raja Harem kan?”

“Iya! Benar sekali!”

Ya, Harem adalah tujuan utamaku! Impianku! .......Namun, akhir-akhir ini, aku merasa mimpi itu jadi semakin jauh. Karena aku paham kalau aku tak becus menangani perempuan.

“Bisakah aku mengajarimu tentang Harem? Biarpun aku kelihatan begini, aku adalah lelaki yang dulu pernah membuat ratusan Harem, tahu? Kamu takkan kehilangan apa-apa dengan mendengarnya.”

.......Apa! Gubernur!

“Ma-ma-ma-ma-masa sih!?”

“Iya, aku serius. Apa kamu masih perjaka?”

“I-iya!”

“Baiklah, akan kuajari tentang wanita padamu. Lebih baik menjadi lelaki yang bisa menjerat wanita cantik dengan benar. Cerita kenapa aku bisa jatuh seperti ini adalah karena aku meremas payudara wanita manusia. Aku tak ragu-ragu dalam hal ero.”

“A-a-a-anda jatuh karena hal semacam itu? Eh? Masa sih?”

Buchou mengangguk pada pertanyaanku dengan wajah malas.

“Memang. Menurut legenda, pemimpin para Grigori terpesona oleh wanita manusia dan dijatuhkan karena mengajarkan mereka pengetahuan yang berharga tentang Surga.”

Azazel tersenyum usai mendengarkan itu.

“Waktu itu kami masih muda sih. Kami begitu percaya kalau “Tuhan itu hebat!” dan “Tuhan begitu luar biasa!” dengan keperjakaan kami yang menonjol. Hahaha, setelah kami akhirnya kalah pada godaan dan berhubungan seks dengan wanita, kami kehilangan keperjakaan kami dan kehilangan tempat kami di Surga.”

Luar biasa! Para pemimpin Malaikat Jatuh ternyata sekumpulan orang cabul! Itu sudah jauh melebihi pria-pria nakal!

“Ah, entah kenapa, tiba-tiba aku jadi merasa simpati kepada para Malaikat Jatuh.”

“Ooh, kamu betul-betul perasa ya? Benar sekali, kalau kamu laki-laki, hiduplah dengan hawa nafsumu! Mangsa wanita! Kalau kamu tidur dan berhubungan seks dengan mereka, kekuatan akan muncul beserta kepercayaan dirimu! –Aku akan mengurus upacara kelulusanmu. Aku akan memperkenalkanmu pada beberapa wanita Malaikat Jatuh diantara bawahanku. Mereka mungkin mau berhubungan seks dengan senang hati kalau pasangannya adalah Naga Legendaris.”

Wanita Malaikat Jatuh yang cantik? Tiba-tiba aku ingat Reynalle......tidak, tidak semua wanita seperti itu! Atau mungkin itulah yang ingin kupercaya—Tidak, hal yang sama takkan terjadi dua kali!

“Uoooo!! Serius nih? Aku bisa lulus?! Aku akan mengikutimu, sensei!”

Benar sekali! Orang ini adalah guruku! Azazel-sensei! Guruku! Guru besar yang akan mengajarku soal Sacred Gear dan wanita! Guru yang paling aku inginkan!

“Oh, begitu. Baiklah, mari kita menuju tur kelulusan-keperjakaan kita!”

Apa itu, tur yang terdengar bagai impian? Itu jauh lebih mengasyikkan daripada tur makan-kepiting-sepuasmu! Aku akan ikut! Aku pasti akan ikut! Kalau ada tarif keikutsertaannya, aku akan mulai menabung dan membayarnya! Izinkan aku ikut serta dalam tur itu untuk selama lamanya!

Melihat mataku yang bersinar terang, Buchou justru menjadi panik.

“Tu-tunggu sebentar, Azazel! Tolong jangan beri Ise ide-ide yang aneh!”

Gyuh. Buchou mendadak memelukku dan memastikan aku tidak dekat-dekat dengan Azazel.

“Tak apa-apa, bukan? Di usia seperti ini, sangat menyehatkan untuk berhubungan dengan satu atau dua wanita. Atau ada yang salah kalau budakmu berhubungan dengan wanita?”

“Akulah yang berhak mengurus kesucian Ise! Ise, apa maksudmu dengan membuang kesucianmu di tempat lain setelah kamu melindungi kesucian orang lain!?”

Serius!? Buchou mau mengurus kesucianku?

“Ise-san, apa kamu akan meninggalkanku dan pergi jauh lagi?”

Asia-chan? Apa kamu menyalahartikan tentang tur itu? Aku akan selalu bersamamu, Asia!

“Ara, ara, Ise-kun. Aku akan kesepian kalau kamu ikut serta dalam tur itu.”

Akeno-san! Tolong jangan memasang ekspresi suram seperti itu! Aku tak akan bisa pergi!

“...........Ise-senpai yang terburuk.”

Ow! Maaf, Koneko-chan! Tapi Koneko-chan tidak marah. Dia malah tertawa!

“Kalau Buchou yang mengurusnya, aku tak akan bisa membuat bayi.......muu,”

Zenovia, kamu betul-betul serius dengan hal ‘membuat bayi’ itu?

“Kamu sangat populer, Ise-senpai. Sebagai hikikomori, aku sangat mengagumimu.”

“Tidak, kamu jadi tak perlu berbicara buruk tentangku lagi, kan?”

Ujar Gasper dan Kiba. Aku tak terlalu memahaminya, tapi Gasper, tolong luluslah dari kotak kardusmu itu. Si tampan Kiba sih mati saja sana!

Melihat adegan ini, Azazel tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha! Apa-apaan ini! Begitu, begitu, aku paham sekarang. Naga biasanya melakukan poligami, jadi kamu tak memerlukan ajaranku. Yaa, tempat ini sudah menjadi lokasi untuk perwakilan diantara tiga aliansi utama. Gubernur Malaikat Jatuh, adik perempuan Maou, wakil dari Malaikat, dan Naga Legendaris. Mari kita mulai rukun dari sekarang. Tujuan saat ini adalah penyempurnaan Balance Breaker milik Sekiryutei. Dan supaya kalian semua menjadi kuat, kalian harus berlatih dan memperoleh itu semua sepanjang liburan musim panas.”

Liburan musim panas—benar juga, semester pertama sekolah sudah usai.

Biar begitupun, cukup seram bagaimana Gubernur Malaikat Jatuh begitu cepat akrab dengan kami. Meski dia adalah pimpinan dari organisasi musuh sampai sekarang. Masa depan ternyata tidak buruk-buruk amat.

“Kita harus menjadi lebih kuat juga.”

Azazel juga setuju dengan ucapan Buchou.

“Tak menyakitkan jika kalian menjadi lebih kuat. Jadi, menurut rumor, akan ada pertemuan para Iblis dalam beberapa hari ini kan? Kudengar Rias Gremory termasuk diantara nama nama Iblis muda yang menjanjikan di masa mendatang.”

“Ya. Keluarga bangsawan dan Keluarga lama bertemu bersama dengan para Iblis muda. Sepertinya itu adalah budaya.”

“Tak apa-apakah memikirkan soal Game ketika serangan teroris terjadi?”

Itulah pertanyaanku. Tak apa-apakah, meski ada organisasi aneh datang menyerang? Sensei kemudian menjawab itu.

“Sebetulnya aku merekomendasikannya. Pertarungan dalam Game akan menjadi pengalaman baik untuk Iblis muda saat ini tanpa pengalaman tempur sebelumnya. Karena Iblis muda saat ini dipenuhi oleh Iblis tereinkarnasi dari manusia, Malaikat Jatuh, dan Hewan Iblis. Mereka kesusahan dengan lawannya. Medan Perang yang sesuai sudah dikembangkan dan metode pertarungan sudah dibuat bervariasi menanggapi hal itu. Tak ada lingkungan yang mendukung untuk anak-anak muda seperti ini. Tanpa diduga, Sirzechs dan yang lainnya telah melihat situasi terkini dengan masa depan di pikiran saat mereka menciptakan Game ini. Mereka membuatnya berkompetisi dengan sesama Iblis dan kualitas kekuatan ditingkatkan. Karena mereka kelompok yang rakus, itu cocok dengan mereka—Dasar, mereka orang-orang aneh.”

Aku tak terlalu paham. Tapi pada dasarnya dia berkata kalau mendapat pengalaman dalam Game sama halnya mencegah kekalahan dari teroris. Memang, akan merepotkan kalau seorang tanpa pengalaman tiba-tiba dilemparkan ke tengah medan pertempuran.

“Jangan khawatir, aku akan memandu kalian memakai kekuatan pribadi dan kekuatan Sacred Gear kalian. Dan ada rencana untuk pertandingan selama kamp pelatihan kalian juga. Aku yakin mereka akan melakukannya dalam gaya Rating Game. Aku sudah selesai berdiskusi dengan Sirzechs tentang hal itu.”

Azazel-sensei...........anda memang sudah mempersiapkan semua ini......apa begitu menyenangkan?

“Kukuku, ada Boosted Gear yang memulai evolusi tak diketahui. Dan ada juga Pedang Iblis-Suci. Lebih jauh lagi, ada [Forbidden Balor View]. Aku akan menjalankan penelitianku pada mereka dan mencari tahu bentuk terevolusi orisinil mereka.”

Uwah! Sensei mengeluarkan suara dan tertawa berbahaya! Apa kami kelinci percobaan!?

Dengan begitu banyak kesulitan di depan, aku takut tentang masa depan.........Apa yang akan terjadi pada Akademi Kuou dan Klub Penelitian Ilmu Gaib?


Akademi Kuou, akhir semester pertama[edit]

Sekolah Menengah Atas Akademi Kuou, Klub Penelitian Ilmu Gaib

Guru Pembina : Azazel (Gubernur Malaikat Jatuh)

Presiden : Rias Gremory (Raja), siswi kelas tiga, bidak yang tersisa, 1 [Benteng]

Wakil Presiden : Akeno Himejima (Ratu), siswi kelas tiga

Anggota Klub :

Toujou Koneko (Benteng), siswi kelas satu

Kiba Yuto (Kuda), siswa kelas dua

Zenovia (kuda), siswi kelas dua

Asia Argento (Peluncur), siswi kelas dua

Gasper Vladi (Peluncur), siswa kelas satu

Hyodou Issei (Pion), siswa kelas dua