High School DxD (Indonesia):Jilid 23 Interview.

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Interview.[edit]

Setelah pertandingan selesai, jurnalis dari setiap golongan menyerbu dan mengepung Rudiger Rosenkreutz yang baru saja keluar dari pintu masuk personil terkait. Para jurnalis membenarkan jawaban supervisor. Setelah Rudiger Rosenkreutz selesai memberikan salam sederhana, dia berkata

"Kekalahan umumnya terbagi menjadi dua jenis. Ada jenis kekalahan di mana orang menyadari kekuatan lawan mereka dan berharap untuk tidak menjumpai mereka lagi karena takut. Jenis lainnya adalah di mana orang berjalan pergi dengan rasa prestasi agar bisa menang pada kesempatan berikutnya. Di bawah komando saya, awalnya saya ingin memberi Sekiryuutei dan yang lainnya yang pertama. —Tetapi pada akhirnya, mereka memperoleh yang terakhir. —Jika ada pertemuan lain, mereka akan menjadi lawan kuat yang jauh lebih kuat dari sekarang."

Saat mengevaluasi tim lain, Rudiger Rosenkreutz selalu bersikap kritis dan tumpul, jadi sangat tidak biasa jika dia memuji orang lain sedemikian rupa, dan ini membuat semua jurnalis terkejut. Seorang jurnalis tertentu bertanya

"Saya telah mendengar bahwa pemain bagus bisa tumbuh bukan hanya tim mereka sendiri, tapi juga tim lawan mereka dalam sebuah game. Supervisor Rosenkreutz, mungkinkah para Malaikat, dan juga tim Sekiryuutei bisa belajar sesuatu dari game ini?"

Mendengar pertanyaan jurnalis itu, Rudiger tersenyum senang.

"Bahkan Anda memberi saya terlalu banyak pujian. Tapi, itu benar... sepertinya beberapa pemuda yang menjanjikan memiliki kemungkinan untuk menyebabkan Giant Killing, dan ini adalah sesuatu yang diinginkan oleh penggemar di seluruh dunia. Pertandingan hari ini tidak lain hanyalah sebuah awal, dan merupakan kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian dari itu."

Saat itu, mata Rudiger Rosenkreutz melihat ke kejauhan saat dia berkata

"...Champion Diehauser Belial sering berbicara tentang tim yang tumbuh, tim yang tidak diduga kuat, dan tim yang penuh dengan pemuda... terlepas dari apakah itu tim saya atau tim Sekiryuutei, semua itu berlaku untuk keduanya."

Rudiger Rosenkreutz memejamkan mata seolah sedang berbicara dengan seseorang dalam pikirannya.

"Dia tidak hanya menonton pertandingan ini, tapi keseluruhan turnamen... tidak, meskipun dia hanya bisa mendengar rumor.... Itu hanya angan-angan saya. Dia menginginkan Giant Killing lebih dari orang lain—"

Rudiger meninggalkan kata-kata itu dan meninggalkan tempat itu.

—Giant Killing.

Mungkin pria yang dianggap sebagai pahlawan di kalangan Iblis reinkarnasi ini meramalkan tren masa depan dalam game. Setelah ini, Giant Killing akan terus ditunjukkan di turnamen—.