High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 4 Life 4

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life 4: Pertemuan VIP Dimulai![edit]

Bagian 1[edit]

Pagi-pagi sekali, aku dan Gasper tengah melakukan latihan Penghentian Waktu di hutan yang mengelilingi gedung sekolah lama.

“Guuuuu............Ise-senpai..............aku capeeeek.”

Gasper sedang mengusap matanya.

“Jangan mengeluarkan suara lemah! Kita harus memenuhi impian kita!”

Tanpa banyak berpikir aku terus melemparkan bola.

“Ise-san, ini bolanya.”

Asia yang menyertai kami di pagi hari sedang melemparkan bola padaku.

Seperti biasa ini adalah latihan dimana aku melempar bola pada Gasper dan dia menghentikannya di tengah udara.

Dia sekarang mampu berhasil sekali setiap 20 kali. Kerja keras terbayar. Dibandingkan kali pertama, ini adalah kemajuan yang pesat.

Aku bagaimanapun harus membuat ia bisa menggunakan Sacred Gear-nya. Kalau tidak, maka tujuanku tak akan bisa tercapai.

Aku ingin membuatnya bisa memakai penghentian waktu sesegera mungkin, dan menyentuh tubuh para gadis yang terhenti.

Poin-poin bagus para gadis di sekolahku sudah kutentukan. Aku sudah membuat jadwal untuk tempat yang akan dihentikan, dan periode waktunya dibuat sampai ke menitnya! Aku juga tahu waktu ketika mereka sendirian! Yang tersisa hanyalah menghentikan mereka! Hanya menghentikaaaaaaaaan!

Ngomong-ngomong, semua targetku adalah para bidadari sekolah dengan poin tertinggi. Tentu saja, yang akan aku hentikan adalah para gadis dengan payudara besar.

Setelah berlatih dengannya, aku tak bisa tidur sepanjang malam. Tak mampu menghentikan ilusi penghentian waktuku, aku terus menerus khawatir sepanjang hari.

Meskipun Asia dan Buchou setiap malam tidur di sampingku, ini ya ini, itu ya itu.

Kenyataannya aku ingin memeluk Buchou dari belakang dan meremas payudaranya tapi........Asia pasti akan marah padaku...........

Apalagi, setelah insiden itu, esok harinya, sampai sepulang sekolah Buchou tak mau mendengarkanku seolah pendengarannya dibawa entah kemana.

Berpikir kalau aku mungkin dibenci olehnya, aku sedih dari lubuk hatiku. Setelah itu, tanpa insiden, dia kembali menjadi Buchou yang biasanya tapi, aku sudah membuat sedih Buchou.

Hah? Aku merasa ada yang aneh di tanganku. Hanya tanganku yang tidak bisa bergerak. Entah kenapa, sepertinya Gasper tanpa sengaja menghentikan tanganku.

“E-eeeeekk..........maaffffff!”

Dia berbaring di tanah dan menggulung dirinya. Aku mengatakannya sambil tersenyum pahit.

“Karena itu, bukankah sudah kukatakan kalau aku tak keberatan meski kamu menghentikanku? Kita sedang latihan, dan kamu masih pemula jadi tidak apa-apa. Yaa, kalau seluruh tubuhku dihentikan aku akan kerepotan. Jumlah kesalahan yang terjadi juga sudah menurun kan? Mari kita lanjutkan latihannya.”

Tanpa menantang Gasper, aku melanjutkan.

Namun, Gasper berbicara dengan ekspresi wajah rumit.

“.........Ka-karena aku tak sempurna sebagai manusia yang memiliki Sacred Gear, dan sebagai Vampir juga, aku hanya membuat masalah bagi kalian........a-aku harus lebih mengendalikan kekuatanku..............su-sungguh eksistensi tak berguna diriku ini............hiks.”

Aah, dia menangis lagi.

.............Berpikir lagi, dia dan Akeno-san juga adalah makhluk separuh yang terlahir dari spesies berbeda. Merasa ragu dalam eksistensi mereka, mereka mungkin membenci diri mereka sendiri....

Itu adalah sesuatu yang sangat sulit dipahami tapi setidaknya aku tahu kalau mereka berdua selalu merasa terbebani sepanjang waktu. Dan karena itulah mereka pasti cukup menderita.

Tapi, aku—

“Gasper, aku menyukaimu! Jangan terlalu dipikirkan! Sebelum kamu terjatuh, seranglah aku! Kalau kamu berpikir, kamu akan kalah! Aku juga tak tahu banyak soal itu, jadi tidak apa-apa!”

Aku hanya bisa mengatakan itu. Pikiran terdalamku. Seperti apapun identitas sejati Akeno-san, tak peduli siapa Gasper itu, aku tak punya alasan untuk membenci mereka.

Y-yaa, Gasper sedikit ragu ragu dan terkadang menyebalkan, tapi aku tidak membencinya.

“Kita berdua anggota dari klub yang sama, juga budak Rias Gremory dan teman! Datanglah padaku dengan ‘bam’!”

Aku mengatakannya seperti biasa sambil membusungkan dadaku. Aku tak bisa mengatakan apapun yang bekerja di hati namun, apapun juga, lebih baik kukatakan semuanya. Kalau aku mulai ragu, maka pria ini akan semakin hancur. Aku adalah senior pria ini. Aku harus membimbingnya! Yah, sebagai Iblis dia adalah seniorku, sih.

Melihat itu, Gasper mengusap air matanya dan berdiri.

“Ise-senpai! Aku akan berjuang yang terbaik............”

“Oke! Sampai sekolah dimulai, aku akan melempar 100 bola!”

“Aku paham! Ka-kalau begitu aku akan mengenakan kantong kertas ini dan lakukan pemanasan—“

“Jangan! Kalau Asia melihatnya, dia akan menangis!”

Asia dan Gasper memasang ekspresi penuh tanda tanya. Aku takkan pernah menunjukkan Gasper berkantong kertas pada Asia! Aku tak keberatan menjadi orang posesif!

“Berjuanglah! Ise-san! Gasper-kun!”

“Gasper! Karena sang bishojo, Asia-senpai menyorakimu juga, bersemangatlah!”

“Y-yaaaaa! Terima kasih banyak, Asia-senpai!”

Kemudian, kami melanjutkan latihan.

Gasper! Mari kita lakukan bersama! Lalu, kita akan menghentikan para gadis!

Namun, kupikir—majikan kami, aku ingin seseorang yang akan menjadi guru kami. Lebih jauh lagi, orang yang tahu banyak soal Sacred Gear, juga tahu banyak tentang Naga, tak adakah orang yang seperti itu?

Diluar dugaan, si pria bersayap hitam masuk dalam pikiranku namun.......aku segera menggelengkan kepalaku dan menolak pemikiran itu. Tak mungkin! Orang itu adalah musuh bebuyutan kita.........Namun, harus kuakui kalau pengetahuannya memang luas.

Kalau ada seorang ‘Guru’, maka kami pasti akan menjadi lebih kuat lagi.


Bagian 2[edit]

“----Kalau begitu, kita berangkat.”

Semua anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib sudah berkumpul di ruang klub. Kami mengangguk pada ucapan Buchou.

Itu benar. Hari ini adalah hari konferensi dari tiga kekuatan besar. Hari ini akhirnya datang juga.

Lokasinya terletak di ruang pertemuan staf gedung sekolah baru Akademi Kuou. Hari ini hari libur. Waktunya sudah larut malam. Sepertinya pemimpin masing-masing golongan sudah berkumpul di ruangan lobi bangunan.

Juga, yang tak kalah penting, sekolah ini sudah dilapisi oleh perisai yang sangat kuat, dan tak seorangpun bisa masuk. Tentu saja, sampai pertemuan berakhir, tak seorangpun boleh keluar juga.

Diluar perisai, pasukan Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh tengah mengelilingi seluruh sekolah. Melihat suasana yang nampak seperti situasi kritis, Kiba berkata,

“Kalau misalnya sesuatu terjadi dalam konferensi hari ini, kalau konferensi menemui jalan buntu, tempat ini pasti akan menjadi medan pertempuran.”

S-seram! Ternyata bisa menjadi sehebat itu! Rasa realitanya tidak terlalu kuat tapi, ini adalah hari yang penting. Aku harus bersiap siap juga!

Kami mengikuti Buchou keluar dari ruang klub.

[Bu-Buchoou! Teman-temaaaaaan!]

Sebuah kotak kardus ditinggalkan dalam ruangan. Tentu saja, si Vampir hikikomori ada di dalamnya.

“Gasper, pertemuan hari ini sangat penting jadi, karena kamu belum bisa mengendalikan Sacred Gear pengendali waktumu, kamu tak boleh ikut serta, tahu?”

Itulah yang Buchou katakan dengan lembut.

Memang, kalau Gasper yang tak bisa mengendalikan Sacred Gearnya kalau sampai menimbulkan kekacauan dalam pertemuan, hasilnya akan jadi sangat mengerikan. Karena inilah, pria ini disuruh menjaga ruang klub.

“Gasper, jadilah anak baik. Oke?”

“I-iya, Ise-senpai.....”

“Aku sudah meninggalkan Game Portable di ruang klub kalau kamu memainkannya, juga ada permen, kamu bisa memakannya. Aku juga meninggalkan kantong kertasnya jadi kalau kamu kesepian, mainkanlah sesuka hatimu.”

“I-iyaaaa......”

Bagus. Aku mengangguk dan mengikuti Buchou yang meninggalkan ruang klub.

Kiba menggumam padaku sambil tersenyum.

“Ise-kun, ternyata kamu sangat peduli.”

“Serahkan padaku, aku akan melakukan sesuatu dengan Kouhai-ku yang satu ini—“

Kukatakan itu dengan penuh percaya diri tapi, itu hanya gertakan. Aku merasa tak nyaman soal berapa lama bisa mengurusnya. Biar begitupun, aku ingin melakukan sesuatu pada Gasper.


Bagian 3[edit]

Ketuk, ketuk. Buchou mengetuk pintu ruang pertemuan.

“Permisi.”

Buchou membuka pintu, dan disana terdapat—

Meja yang luas dan terlihat mewah. Dan berada di sekelilingnya, orang-orang yang kukenali tengah duduk. Udara disini sangat tenang dan semua orang memasang wajah serius.

Glek. Aku juga menelan air liurku karena sangat gugup. Asia juga memegang lengan bajuku seolah merasa tak nyaman. Aku sedikit menggenggam tangannya untuk menenangkannya.

Pihak Iblis. Sirzechs-sama, Leviathan-sama. Ah, juga sang maid Grayfia-san. Ia tengah berdiri disamping kereta pengantar teh.

Pihak Malaikat. Malaikat bersayap emas Michael-san dan gadis Malaikat tak kukenali-san. Malaikat normal ternyata memiliki sayap berwarna putih. Apalagi, dia luar biasa cantik. Kecantikannya sungguh kelas Malaikat! Ah, dia kan memang Malaikat.

Pihak Malaikat Jatuh, Azazel dengan 12 sayap hitamnya yang menekuk dan sang Vanishing Dragon, Vali.

Melirik ke arahku, bibir Azazel bergerak sedikit seperti agak senang. Ooh, hari ini dia tak mengenakan yukata namun jubah hitam dengan banyak ornamen. Sudah kuduga, dia tak mungkin mengenakan yukata dalam pertemuan seperti ini.

Sirzechs-sama dan Leviathan-sama juga mengenakan jubah yang dihiasi banyak ornamen.

“Adik perempuanku, dan keluarganya.”

Sirzechs-sama memperkenalkan Buchou pada para VIP golongan lain. Buchou mengangguk.

“Dalam serangan Kokabiel beberapa hari yang lalu, mereka terlibat dalam penyerbuan.”

“Aku sudah mendengar laporannya. Kuucapkan terima kasih sekali lagi.”

Michael-san mengucapkan terima kasihnya pada Buchou. Buchou tetap bersikap kalem, dan sekali lagi membungkukkan badannya.

“Maaf, Kokabiel di pihakku sudah bikin masalah.”

Tanpa malu-malu, Azazel mengucapkan itu. Orang macam apa ini!

Buchou juga mengerucutkan bibirnya.

“Duduklah di kursi sebelah sana.”

Mengambil arah yang ditunjuk Sirzechs-sama, Grayfia-san meminta kami menempati kursi di dekat dinding. Sona-Kaichou juga sudah duduk di salah satu kursi disana.

Buchou duduk di samping Kaichou. Buchou menyuruhku duduk di sampingnya. Setelah itu Akeno-san, Kiba, Asia, Zenovia, dan Koneko-chan duduk.

Usai mengkonfirmasi itu, Sirzechs-sama berkata,

“Karena semuanya sudah hadir, akan kuucapkan beberapa patah kata. Orang-orang yang berada disini telah menyadari subjek paling penting dan perihal terlarang, yakni ketiadaan Tuhan.”

Hah? Kaichou juga mengetahuinya?—Aku menatap ke arah kaichou namun ekspresinya tidak tampak terkejut.

Apa dia sudah diberitahu sebelumnya oleh Buchou atau kakaknya, Leviathan-sama?

Juga nampak biasa, Grayfia-san terlihat seperti dia sudah memahami tentang hal itu.

“Lalu, karena sudah mengetahui itu, mari lanjutkan percakapan ini.”

Kemudian, dengan kalimat Sirzechs-sama, konferensi diantara ketiga kekuatan besar dimulai—

Konferensi berjalan dengan lancar.

“Seperti itu, Kami Malaikat—“

Michael-san mengatakan itu.

“Itu benar. Cara itu lebih baik. Kalau seperti sekarang, sudah pasti 3 kekuatan besar akan mengalami jalan kehancuran—“

Sirzechs-sama juga mengatakan itu.

“Yeah, kita tak punya apa-apa disini untuk diributkan.”

Terkadang terjadi situasi di ruangan ini membeku ketika Azazel berbicara seenaknya seperti itu, tapi aku berpikir kalau si Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh ini sengaja membuat atmosfir itu dan tampak menikmatinya.

Ooh, para VIP tengah melakukan percakapan sangat penting namun jujur saja subjeknya terlalu rumit bagiku. Karena sejarah Iblisku masih rendah. Aku tak paham apa yang tengah mereka bicarakan.

Iblis, Malaikat, Malaikat Jatuh, mungkin itu adalah percakapan berharga bagi mereka namun aku tak paham sama sekali. Tidak, tak peduli apa yang terjadi lebih baik aku terus menjaga pikiranku tetap disini namun otakku tak bisa memprosesnya sama sekali............

Ya........karena aku tak tahu apa-apa, aku melihat payudara Buchou yang ada di sampingku.

Aah, payudara Buchou.........memang besar. Tubuhku yang mengetahui rasa mereka, aku harusnya bisa segera mencicipinya tapi...........kondisi saat ini tak memungkinkanku.

Buchou menyadari tatapanku pada payudaranya, dan tersenyum pahit. Dia mengambil tanganku, dan menggenggamnya. Tangan Buchou sedikit gemetaran—apa dia gugup?

Ikut serta dalam pertemuan ini, dan harus memberi laporan juga, mungkin itu alami. Bahkan Buchou akan menjadi gugup. Karena sepertinya konferensi ini akan tercantum dalam sejarah.

Aku juga menggenggam tangan Buchou tanpa berkata apapun. Buchou, kalau kamu tak keberatan, aku akan pinjamkan tanganku kapan saja.

(Ara ara. Buchou dan Ise-kun tengah bermadu cinta di tengah-tengah pertemuan)

Akeno-san mengatakannya dengan bisikan kecil sambil tersenyum.

(Aku sedang mengeluarkan keberanian dari tangan Ise. Apalagi ini adalah cara yang paling efektif)

Buchou! Itu suatu kehormatan! Kalau kamu menginginkan keberanianku, ambillah sebanyak yang kamu inginkan!

Apalagi, sebelum aku menyadarinya Buchou dan Akeno-san sudah berbaikan lagi, syukurlah. Woah, aku hampir menyundul payudaranya. Konferensi berlanjut, dan sekarang giliran Buchou berbicara.

“Baiklah, Rias. Bisakah kamu melaporkan insiden tempo hari itu?”

“Baik, Lucifer-sama.”

Setelah diminta oleh Sirzechs-sama, Buchou, Kaichou, dan Akeno-san berdiri, mereka membicarakan setiap bagian secara berkelanjutan, tentang serangan Kokabiel waktu itu. Dan semua orang yang termasuk dalam ketiga kekuatan besar mendengarkannya.

Buchou berbicara tentang ulasan insiden yang ia alami secara jelas dengan kalem. Mungkin karena tingkat kegugupan yang tinggi, kedua tangannya nampak sedikit gemetaran.

Karena pidatonya, sesuatu dengan 3 kekuatan besar mungkin berubah. Tak peduli betapa beraninya Buchou, atmosfir disini sangat menekan. Selain itu, Buchou mungkin seusia denganku—dan seorang wanita.

Masing-masing VIP golongan yang mendengarkan laporan, mendesah pelan, tersenyum, terdiam—Masing-masing orang memberikan reaksi berbeda.

“----Itu saja. Laporan yang saya, Rias Gremory dan keluarga Iblis saya alami.”

Buchou yang sudah menyelesaikan ucapannya akhirnya duduk usai ucapan Sirzechs-sama, ”Kerja bagus. Duduklah.”. Kerja bagus, Buchou!

“Makasih, Rias-chan☆”

Leviathan-sama juga berkedip kepada Buchou.

“Baiklah, Azazel. Setelah mendengarkan laporan ini, aku ingin mendengar pendapatmu sebagai Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh.”

Usai mendengar pertanyaan Sirzechs-sama, tatapan semua orang tertuju pada Gubernur Jenderal berambut hitam itu.

Azazel mulai berbicara setelah mengeluarkan senyuman malas.

“Tentang insiden beberapa hari yang lalu, Kokabiel, pemimpin organisasi pusat kami, Grigori, tetap diam pada pemimpin yang lain, termasuk aku, sang Gubernur Jenderal, dan bertindak secara independen. Penangkapannya dilakukan oleh Vali. Setelah itu, dalam pengadilan Organisasi hukumannya sudah dijatuhkan. Hukumannya adalah pembekuan abadi dalam Cochytes. Dia tak akan keluar lagi. Penjelasan untuk itu, semuanya sudah tertulis dalam material yang ditujukan padamu kan? Sekian saja.”

Michael-san berujar sambil mendesah.

“Menurut penjelasan, itu adalah kategori terburuk tapi—aku tahu cerita tentangmu yang secara pribadi tak ingin membuat hal besar terjadi pada kami. Apa itu benar?”

“Aah, aku tak tertarik dengan peperangan. Saat Kokabiel membangkangku, bukankah kalian juga sudah membaca laporannya?”

Ya, sesuai ucapan Azazel, Kokabiel mengucapkan cukup banyak hal tentang bosnya.

Dia adalah orang yang pasif tentang perang, dan hanya tertarik dengan Sacred Gear—

“Azazel, aku ingin menanyakan satu hal tapi, kenapa kamu terus mengumpulkan para pemilik Sacred Gear selama beberapa dekade ini? Awalnya kupikir kamu bermaksud mengumpulkan manusia, dan mencoba memperkuat potensial bertarungmu. Aku bahkan mengantisipasimu mengangkat perang melawan Surga atau kami tapi........”

“Ya, tak peduli berapapun waktu berlalu, kamu tak mengangkat perang melawan kami. Saat aku dengar kamu membesarkan sang Vanishing Dragon, aku dihantui rasa kewaspadaan tinggi.”

Opini Michael-san sama dengan Sirzechs-sama.

Mendengarkan opini keduanya, Azazel tersenyum pahit.

“Itu semua demi penelitian Sacred Gear. Kalau begitu, bagaimana kalau kukirimkan bagian material penelitianku pada kalian juga? Biarpun aku melakukan penelitian, aku takkan berperang melawan kalian atau semacamnya. Aku tak tertarik pada perang di jam selarut ini. Aku sudah puas dengan dunia yang sekarang ini. Aku sudah memerintahkan dengan keras pada bawahanku ‘Jangan ikut campur dengan urusan dunia manusia’, tahu? Aku tak punya niat ikut campur dalam keagamaan juga, atau mempengaruhi bisnis para Iblis—Sial! Apa aku yang paling tidak dipercaya diantara ketiga kekuatan besar ini?”

“Itu benar.”

“Sangat benar.”

“Itu sangat benar☆.”

Opini Sirzechs-sama, Michael-sama, dan Leviathan-sama sangat kompak. Seberapa jauh dia tidak dipercayai, Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh ini...........

Usai mendengar itu, Azazel dengan santai mengorek lubang telinganya.

“Cih. Kupikir kalian lebih baik dari Tuhan atau Lucifer generasi sebelumnya, ternyata kalian orang-orang merepotkan juga. Diam-diam meneliti tak membuat kalian nyaman rupanya, ya. Ah, aku paham—Kalau begitu, kita berdamai saja. Sejak awal niat kita seperti itu kan? Malaikat dan Iblis juga?—

....................

Kedamaian. Tunggu, bukankah itu berarti mereka mengharapkan perdamaian bersama?

Oleh kalimat Azazel, tiap-tiap golongan terkejut untuk jeda sesaat.

Buchou di sampingku, dan bahkan Kaichou di sampingnya juga sangat terkejut. Sepertinya ucapan Azazel tentang perdamaian adalah sesuatu yang harus dikejutkan. Tak mungkin, sepertinya—kalau dia yang mengucapkannya.

Yeah, bahkan bagiku yang tak mengerti apa-apa tentang situasi ini, kupikir kalau bos salah satu golongan mengajukan itu, maka itu adalah hal yang hebat. Mungkin, aku menyaksikan momen bersejarah?

Michael-san yang terkejut pada pernyataan Azazel tersenyum.

“Ya, aku juga bermaksud mengajukan perdamaian pada pihak Iblis dan Grigori. Kalau kita terus melanjutkan hubungan ketiga golongan seperti sebelumnya, hal itu akan menimbulkan kekacauan pada dunia ini. Aku, pemimpin para Malaikat mengatakan itu karena—penyebab awal peperangan, Tuhan dan Maou-sama telah lenyap.”

Michael-san berkata kalau ia menginginkan kedamaian pada interval ini.

Azazel tertawa terbahak-bahak karena ucapan Michael-san.

“Ha! Si keras kepala Michael itu mulai angkat bicara juga. Biarpun dia hanya berkutat soal Tuhan, Tuhan, Tuhan, sebelumnya.”

“.............Aku sudah kehilangan banyak hal. Namun, tak ada artinya mencari hal-hal yang saat ini tidak ada. Tugas kamilah untuk membimbing manusia. Kami anggota Seraph memiliki pendapat yang sama bahwa hal terpenting adalah mengawasi anak-anak Tuhan mulai dari sekarang dan seterusnya, serta membimbing mereka.”

“Hei, hei, dengan pidatomu tadi, kamu akan ‘jatuh’ tahu?—Aku memikirkan itu, tapi kamu yang mengambil alih [Sistem] kan? Ini menjadi dunia yang bagus. Benar-benar berbeda dari waktu ketika kami ‘jatuh’.”

Entah kenapa, karena semua istilah spesial itu, yang tak kupahami, sepertinya berkembang menjadi pembicaraan penuh lelucon.

Sirzechs-sama juga mengucapkan opini yang sama.

“Kami juga sama. Biarpun Maou yang asli tidak ada, demi melanjutkan spesies, Iblis juga harus tetap bergerak maju. Bahkan kami tak menginginkan perang—Kalau kami sampai berperang, maka Iblis akan musnah.”

Oleh ucapan Sirzechs-sama, Azazel juga mengangguk,

“Ya. Kalau kita harus berperang lagi, ketiga golongan akan sama-sama musnah. Dan kemudian, hal itu akan mempengaruhi dunia manusia, lalu dunia akan berakhir. Kita tak boleh berperang sekarang.”

Beberapa saat lalu Azazel nampak santai, namun berubah secara drastis dan sekarang ekspresinya menjadi sangat serius.

“Apa menurut kalian dunia tanpa Tuhan itu salah? Apa menurut kalian dunia tanpa Tuhan akan runtuh? Maaf sudah mengatakannya namun itulah masalahnya. Aku dan kalian semua tetap hidup dengan sehat seperti ini.”

Azazel mengucapkannya sambil membuka tangannya.

“----Dunia bergerak bahkan tanpa Tuhan.”

............Entah kenapa aku paham hanya dengan kata-kata itu.

Bahkan tanpa Tuhan aku tetap hidup di dunia ini. Aku merasa kalau hidup orang lain tak mengalami perubahan juga. Diantara semua pembicaraan rumit ini, aku merasa kalau ucapan Azazel “Dunia bergerak bahkan tanpa Tuhan” terpatri kuat kedalam otakku.

Setelah itu, percakapan berpindah pada potensi peperangan dan kekuatan militer. Entah kenapa, kekuatan militer saat ini dan interaksi antar golongan, tengah membicarakan tentang gambaran kekuatan mereka mulai dari sekarang.

Dibanding beberapa saat yang lalu, perasaan gugup sudah agak berkurang. Mungkin mereka paham kalau tak ada yang menginginkan perang.

“-----Dan, sekian sajakah?”

Oleh kalimat Sirzechs-sama, para VIP mendesah dalam-dalam. Kemungkinan, menurutku percakapan penting sejak tadi akhirnya selesai.

Apa 1 jam sudah berlalu sejak konferensi dimulai? Memang terasa sangat lama. Aku tak suka hal-hal yang lama. Lebih asyik bergerak kemana-mana.

Sembari Grayfia-san menyajikan teh sebagai pramusaji, Michael-san mengarahkan tatapannya padaku.

“Baiklah, diskusi ini telah berhasil diselesaikan dalam arah yang baik, tak apa-apakah kalau kita mendengar pendapat dari Sekiryutei-dono?”

Tatapan semua orang tertuju padaku. Owah! A-aku sangat gugup! Apalagi, dia benar-benar mengingat persoalan yang kita diskusikan di kuil. Memang betul-betul pemimpin para Malaikat!

Hal yang ingin kutanyakan pada Michael-san adalah—aku menolehkan kepalaku ke arah Asia, dan mempersiapkan diriku. Sebelum datang kesini, aku sudah meminta konfirmasi dari Asia sebelumnya.

“Asia, tak apa-apakah kalau aku bertanya pada Michael-san tentangmu?”

Asia tampak kaget namun ia menyetujui.

“Kalau Ise-san ingin menanyakannya, maka aku tidak keberatan. Karena aku percaya pada Ise-san.”

Sambil tersenyum Asia memberikan izin. Karena itulah, harus kutanyakan padanya.

“Kenapa anda mengeluarkan Asia?”

Oleh pertanyaanku Michael-san, semua orang memasang wajah sangat kaget “Kenapa dia membicarakan hal itu sekarang?”

Maaf. Namun, apapun yang terjadi aku ingin menanyakannya pada pihak Malaikat sekarang juga.

...........Asia yang begitu mempercayai Tuhan, kenapa dia harus dikeluarkan dari Gereja?

Disamping para Malaikat Jatuh yang sudah membunuh Asia, aku merasa ada bagian tak termaafkan pada pihak Malaikat juga.

Michael-san membalas dengan nada meminta maaf.

“Aku hanya bisa meminta maaf untuk itu............setelah Tuhan tiada, hanya sistem yang mengatur perlindungan agama, ampunan, dan keajaiban yang tersisa. Sistem ini adalah, kalau kujelaskan secara sederhana, sistem yang menghasilkan keajaiban, dan sebagainya. Tuhan melakukannya. Tuhan yang membuat Sistem itu, menggunakannya untuk menciptakan keajaiban di muka bumi. Menggunakan efek benda suci seperti Exorcism, salib, dan sebagainya. Ini juga adalah kekuatan Sistem itu.......”

Begitu, rasa sakit yang kami Iblis dapatkan setelah menyentuh salib adalah efek Sistem itu. Dan mari memberi bos Malaikat ini lebih banyak pertanyaan.

“Setelah Tuhan mati, didalam............Sistem itu ada masalah terjadi.........itukah yang ingin anda katakan?”

Oleh pertanyaanku, Michael-san mengangguk.

“Jujur saja, ia memberi beban berat pada siapapun yang menggunakannya dengan perkecualian Tuhan. Dengan aku sebagai pusatnya, semua anggota Seraph entah bagaimana berhasil memulai Sistem itu kembali tapi............dibandingkan ketika Tuhan masih ada, perlindungan dan ampunan bagi mereka yang mempercayai Tuhan tidak sempurna—Itu hal yang sangat disayangkan sehingga, mereka yang bisa diberi ampunan jumlahnya sangat terbatas.”

Kalau diingat ingat, Kokabiel juga pernah mengatakan hal itu.

Sesuatu tentang ketiadaan Tuhan, ada batasan jumlah orang yang bisa diselamatkan.

“Karena itu, ada kebutuhan untuk menjauhkan orang-orang yang berhubungan dengan Gereja dari hal-hal yang mungkin bisa mempengaruhi Sistem. Sebagai contoh mereka yang bisa mempengaruhi Sistem, para pemilik Sacred Gear—Twilight Healing milik Asia Argento juga termasuk diantaranya. Begitupun Boosted Gearmu dan Divine Dividing.”

“Asia termasuk kedalamnya karena dia bisa menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh juga?”

Oleh pertanyaanku, Michael-san sekali lagi mengangguk.

“Ya, kalau ada orang yang bisa menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh diantara para umat, hal itu akan mempengaruhi kepercayaan orang-orang disekitarnya. Sumber kehidupan kami di Surga adalah kepercayaan dari para penganut kami. Karena itulah, Twilight Healing menjadi Sacred Gear terlarang yang bisa mempengaruhi Sistem. Dan juga, sebagai contoh pengaruh pada Sistem—“

Zenovia menginterupsi Michael-san dan berkata,

“Orang-orang yang mengetahui tentang ketiadaan Tuhan kan?”

“Ya. Itu benar, Zenovia. Kehilangan dirimu adalah pukulan berat bagi kami tapi disamping kami, Seraph dan bagian Malaikat peringkat tinggi, beberapa orang yang mengetahui ketiadaan Tuhan mendekati tempat dengan hubungan langsung maka akan memberi efek besar pada Sistem—Aku minta maaf, tak ada cara lain selain mengeluarkan kamu dan Asia Argento.”

Michael-san membungkukkan kepalanya pada Asia dan Zenovia.

High school dxd v4 217.jpg

Ooh, orang tertinggi dalam Malaikat meminta maaf pada Asia dan Zenovia! Kedua orang yang dibahas itu juga menatap dalam keheranan. Memang mereka akan kebingungan bagaimana harus merespon. Namun, Zenovia segera mengguncang lehernya ke samping dan tersenyum.

“Tidak, Michael-sama, tolong jangan meminta maaf. Bahkan seperti ini, sampai saya mencapai usia ini saya sudah dibesarkan di gereja. Saya entah kenapa merasa agak tak rasional namun kalau anda tahu alasannya maka tidak perlu meminta maaf.”

“Fakta kalau kamu tereinkarnasi sebagai Iblis, itu adalah kesalahan kami.”

“Itu benar.........saya sedikit menyesalinya namun hal-hal yang tak bisa saya lakukan ketika saya masih melayani gereja, hal-hal yang disegel pada saya sekarang sudah mewarnai kehidupan sehari-hari saya. Kalau saya mengucapkan kata-kata ini, saya mungkin membuat marah umat yang lain tapi.......saya tetap merasa puas dengan kehidupan yang sekarang ini.”

Zenovia begitu memikirkan kehidupannya bersama kami......

Ada juga bagian darinya yang aneh dan susah kumengerti namun dia gadis yang baik.

“Michael-sama. Saya juga merasa bahagia. Karena saya sekarang memiliki banyak orang-orang penting. Dan juga saya sudah bertemu dan berbicara dengan Michael-sama yang saya kagumi. Itu adalah suatu kehormatan.”

Oleh ucapan Asia dan Zenovia, Michael-san menunjukkan wajah kelegaan.

“Maaf. Aku berterima kasih pada pemberian maaf kalian. Kuserahkan Durandal padamu, Zenovia. Karena kamu adalah keluarga adik Sirzechs, aku merasa lega karena pedang itu takkan digunakan oleh tangan tangan jahat.”

Azazel melihat ke arah Asia. Asia juga menyadarinya, dan tubuhnya gemetaran.

“Sepertinya bawahanku membunuhnya selagi tetap diam. Aku menerima laporannya juga.”

Kukatakan pada Azazel dengan jelas.

“Itu benar. Asia pernah mati. Ba-bahkan aku dibunuh oleh Malaikat Jatuh tapi diatas itu Asia! Itu mungkin terjadi di tempat yang tidak anda ketahui namun gadis Malaikat Jatuh yang mengagumi anda membunuh Asia demi anda!”

Aku tahu kalau aku tak punya hak mengatakannya dalam konferensi ini. Yang terjadi barusan adalah kesalahan kecil Michael-san. Namun saat ini benar-benar murni dendam pribadiku.

Buchou juga mencoba memperingatkanku dengan mengatakan “Tenanglah, Ise....”

Maaf, Buchou, tapi apapun yang terjadi aku harus.........

“Memang benar kami Malaikat Jatuh melenyapkan para pengguna Sacred Gear yang mungkin membahayakan kami. Sebagai organisasi itu hal yang jelas kan? Merasakan kalau seseorang bisa jadi ancaman di masa mendatang, maka kalau kami menyadarinya sebelumnya, kamu pasti akan melenyapkannya. Dan karena itulah kamu mati. Alasannya adalah, manusia tanpa bakat sepertimu bisa saja lepas kendali dengan kekuatan Sekiryutei tanpa bisa mengendalikannya, dan memberi dampak buruk bagi kami atau dunia ini.”

“Berkat itulah sekarang aku menjadi Iblis.”

“Jadi kamu tak menyukainya? Setidaknya, mereka disekitarmu sangat senang karena kamu menjadi Iblis.”

Memang benar kalau Buchou, Sirzechs-sama juga dan teman-temanku senang karena aku menjadi Iblis. Seperti yang Azazel katakan, kalau kekuatan Ddraig masih ada padaku yang seorang manusia, maka aku tak tahu apa yang akan terjadi. Bahkan setelah menjadi Iblis, aku masih belum bisa mengendalikannya tapi, kalau aku masih sebagai manusia, mungkin hasilnya akan lebih buruk lagi.

“A-aku bukan tak menyukainya! Semua temanku adalah orang baik dan aku tahu kalau aku mendapatkan perlakuan menyenangkan. Namun!”

“Biarpun aku minta maaf sekarang, rasanya sudah terlambat. Karena itu, aku berpikir untuk melakukan sesuatu yang hanya bisa kulakukan untuk membuatmu berdiri di atas kedua kakimu.”

? Aku tak memahami niat sejati Azazel. Apa maksud ucapannya tadi?

“Baiklah, sekarang waktunya kita mendengarkan opini dari orang selain kita, mereka yang sepertinya bisa mempengaruhi dunia. Dari sang Naga-sama yang luar biasa. Pertama, Vali, apa yang ingin kamu lakukan pada dunia?”

Oleh pertanyaan Azazel, sang Hakuryuukou, Vali tersenyum.

“Asal bisa bertarung dengan orang-orang kuat, itu tak apa-apa.”

.............Jawaban macam apa itu? Kamu benar-benar hanya menyukai pertarungan? Itu rasanya seperti gangguan pada orang lain. Tatapan Azazel kali ini mengarah padaku.

“Kemudian, Sekiryutei, bagaimana denganmu?”

Biarpun anda menanyakan itu...........aku membalas sambil menggaruk pipiku.

“Jujur saja, aku tak terlalu memahaminya. Entah kenapa karena semua hal rumit ini membuat otakku jadi kacau. Ditambah lagi, aku agak frustasi mengurus junior Iblisku, jadi kalau aku ditanya apa yang akan kulakukan dengan dunia, bagaimana bilangnya ya, aku tak punya ambisi apapun tentang itu.”

Itulah pemikiran jujurku. Bahkan kalau aku ditanya apa yang kupikirkan tentang dunia, aku tak terlalu mempermasalahkan hal itu.

“Namun, kamu adalah salah satu yang mempunyai kekuatan untuk mengubah dunia. Kalau kamu tak membuat pilihan maka akan sulit bagi mereka yang berdiri di puncak masing-masing kekuatan besar sepertiku untuk bergerak.”

Meskipun Azazel mengatakan itu, tetap saja aku bingung.

“Hyodou Issei, kalau begitu biar kujelaskan dengan cara yang lebih gampang. Kalau kita berperang, maka ada kemungkinan kamu harus berperang di garis terdepan. Kalau itu terjadi, kamu tak akan bisa tidur dengan Rias Gremory.”

“-------“

A.........pa............kata..............mu?

“Kalau kita berdamai, maka tak akan perlu peperangan lagi. Kalau itu terjadi, maka hal penting yang tersisa adalah kesejahteraan dan kelanjutan spesies. Kamu mungkin bisa bersenang senang dan membuat anak dengan Rias Gremory setiap hari. Bagaimana? Mudah dipahami kan? Kalau ada peperangan, maka tak ada seks. Kalau ada kedamaian, maka kamu bisa berhubungan seks kapan saja. Mana yang akan kamu pilih?”

Untuk pertamakalinya aku memahami bahasa Azazel dari lubuk hatiku! Begitu! Kalau ada kedamaian maka aku bisa melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou sepanjang waktu! Tidak, bisakah aku melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou!? Apa aku ada dalam posisi itu?

Namun! Kalau kedamaian berlanjut maka suatu hari aku akan bisa melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou! Harapan itu sangat besar!

“Aku ingin bagian yang damai saja, tolong! Ya! Kedamaian saja! Kedamaian yang terbaik! Aku ingin melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou!”

Aku mengatakan hawa nafsuku apa adanya. Aku tak memikirkan Buchou di sampingku. Wajah Buchou menjadi memerah malu.

“Ise-kun, Sirzechs-sama masih ada di tempat ini, tahu?”

Kiba mengatakannya dengan “Oh Boy” dan senyuman pahit.

Ah...........Benar juga.

Sirzechs-sama tertawa kecil. Ini buruk! Aku harus secepatnya membuat alasan! Aku harus memberikan cerita yang serius!

“Um.........aku, karena aku ini bodoh, arti dari 90% isi dari konferensi ini tak jelas bagiku. Namun, yang aku ingin katakan adalah, kekuatan yang tersimpan di dalamku ini sangat kuat maka akan kugunakan demi teman-temanku. Buchou, Akeno-san, Asia, dan anggota lainnya juga, kalau mereka menemui masalah maka aku akan membantu mereka! ......Tunggu, aku masih lemah sih. Namun, hanya itu yang bisa kulakukan. Meskipun harus mengorbankan nyawaku, aku akan hidup bersama teman-temanku—

Selagi aku terus memberondong segala ucapanku, sensasi itu menyerang.

.............Fungsi tubuhku berhenti untuk sesaat.

Itu benar. Ini adalah sensasi ketika tubuhku dihentikan oleh Gasper.


Bagian 4[edit]

“......Eh?”

Saat aku menyadarinya, bagian dalam ruang staf pertemuan terasa berubah sedikit.

Michael-san sedang melihat ke arah luar jendela, dan Sirzechs-sama dan Azazel tengah berbicara serius dengan wajah tegang karena alasan tertentu.

“Oh, Sang Sekiryutei sudah kembali.”

Azazel melihatku dan mengatakan itu.

“A-apa sesuatu terjadi?”

Melihat sekitarku, orang orang terbagi menjadi mereka yang bisa bergerak dan mereka yang masih terhenti. Semua orang kuat masih bergerak. Sirzechs-sama, Leviathan-sama, Grayfia-san, Michael-san, dan Azazel, beserta si Vanishing Dragon, sepertinya bisa bergerak.

Sedangkan anggota klub adalah—

“Sepertinya hanya aku, Ise, Yuuto, dan Zenovia yang bisa bergerak dari keluargaku.”

Tunggu, Buchou! Syukurlah kamu masih bisa bergerak!

Kebalikannya, Asia, Akeno-san, Koneko-chan, dan Kaichou semuanya terhenti. Sampai-sampai Akeno-san juga turut terhenti.

“Sepertinya alasan kamu aman adalah karena Ise adalah pemilik dari Sekiryutei dan karena Yuuto memiliki Pedang Suci Iblis tak beraturan yang mencapai Balance Breaker. Zenovia membangkitkan Durandal tepat sebelum itu terjadi.”

Seperti yang Buchou katakan, Zenovia sedang memegang benda yang sangat berbahaya yang terus mengeluarkan aura suci. Dia sepertinya memakainya di saat yang tepat, dan pedang suci itu kembali pada area waktu yang sebenarnya.

“Rasa penghentian waktu entah kenapa masih diingat oleh tubuhku—Saat waktu hampir terhenti, kupikir aku bisa menggunakan kekuatan Durandal untuk melindungi diriku, ternyata keputusanku itu benar.”

Gadis ini mengingat waktu tubuhnya dihentikan dalam sekejap? Seperti biasanya, kemampuan tubuhnya sungguh mengerikan......

“Ngomong-ngomong, Buchou. Apa yang terjadi?”

“Sepertinya ada—“

“Serangan teroris.”

Menginterupsi Buchou seolah ia sepertinya menjawab pertanyaanku, Azazel mengatakan ini.

........Tunggu! Serangan teroriiiiiiiiiiiis!!?? Sepanjang konferensi penting yang akan sangat mempengaruhi masa depan dan kestabilan dunia ini!?

“Sebaiknya kamu melihat ke arah luar.”

Azazel menunjuk jendela dengan dagunya. Aku mendekati jendela kaca ruang pertemuan dan—

Kah! Kilatan cahaya mendadak menyerang mataku! Owah! Apa!? Bangunan sekolah baru ini sepertinya sedikit bergetar.

“Kita sedang diserang. Di era manapun ketika sebuah kekuatan ingin membentuk pakta perdamaian dengan kekuatan lain, akan datang juga mereka yang tak setuju dan berusaha mengacaukannya.”

Azazel menunjuk ke arah luar. Saat aku mengarahkan mataku ke lokasi yang ia tuju, terdapat beberapa sosok manusia yang telah muncul di lapangan sekolah dan di udara. Melihat lebih dekat, orang orang penyihir yang berdandan dalam jubah hitam itu sepertinya menembakkan sesuatu pada kami yang mirip dengan peluru sihir.

Beruntungnya, semua serangan itu tak terlihat seperti akan merusak bangunan sekolah. Tapi, aku juga tak bisa melihat tanda tanda serangan berkurang. Apa mereka terorisnya? Apa tujuan mereka sebenarnya.........? Sudah jelas, untuk mengacaukan pertemuan ini kan?

Azazel, yang berdiri di sampingku sebelum aku menyadarinya, memberikan senyum tanpa takut.

“Orang-orang itu adalah yang disebut Penyihir. Itu adalah jenis sihir[1] yang pada dasarnya dikembangkan dari dari sistem sihir Iblis oleh Penyihir Legendaris “Merlin Ambrosius” dan direkonstruksi sebagai sihir[2]..........Dari kekuatan sihir yang mereka pancarkan, kurasa masing-masing dari mereka memiliki kekuatan sihir selevel Iblis kelas-menengah.”

Jadi kenyataannya orang-orang itu lebih kuat dari aku yang lemah ini? Jumlahnya ada banyak lagi.

“Singkat kata, artinya manusia bisa menggunakan kekuatan yang digunakan oleh Iblis. Namun, tentu saja, kekuatan mereka tetap tak bisa mengimbangi Iblis sungguhan. Yang lebih merepotkan adalah kalau pengguna Sacred Gear mempelajari sihir. Ya, serangan mereka takkan bisa merusak bangunan sekolah ini. Karena perisai terkuat yang dipasang oleh aku, Sirzechs, dan Michael, melindungi seluruh tempat ini. Namun, karena itu juga, kita jadi tak bisa meninggalkan tempat ini.”

Gubernur Jenderal ini sungguh tahu banyak. Sangat alami kalau dia bisa menempati posisi teratas, tapi dia juga bisa menjelaskan semua hal-hal dengan terperinci.

“Ka-kalau begitu, bagaimana dengan penghentian waktu yang sebelumnya?”

“Mungkin saja, mereka memakai Sacred Gear atau sihir yang mentransfer kekuatan pada bocah separuh Vampir itu dan dengan paksa membuatnya masuk kondisi Balance Breaker. Itu hanya mode Balance Breaker sementara, meski begitu, sampai bisa mempengaruhi orang-orang di dalam objek pada bidang pandangnya............ternyata potensi anak separuh Vampir itu sangat tinggi. Ya, sepertinya dia tak punya kekuatan untuk melawan orang-orang yang menggunakannya.”

Tak mungkin! Berarti Gasper yang berada di ruang klub di gedung sekolah lama sudah tertangkap dan sedang digunakan?

“Tapi, mereka memindahkan kekuatan? Adakah Sacred Gear dengan kemampuan seperti itu?”

“Boosted Gear menggabungkan bersama dua kekuatan pengganda nyaris tanpa akhir dan kekuatan transfer. Ada juga Sacred Gear independen dengan kedua kekuatan tersebut. Sacred Gear pengganda dan Sacred Gear pentransfer. Semua Longinus hanyalah kombinasi dari satu kemampuan dengan kemampuan yang lainnya. Pada dasarnya, mereka menggabungkan kemampuan besar yang tak seharusnya digabungkan. Mungkin [Longinus] tercipta karena adanya error, gangguan dalam program [Sacred Gear] yang diciptakan oleh Tuhan. Itulah salah satu opini kami dari ‘Grigori’. Kalau aku harus mengatakannya dengan cara-yang-gampang-kamu-pahami, itu adalah fakta kalau ada kekuatan lain yang bisa mentransfer.”

Terima kasih banyak untuk penjelasan-yang-begitu-mudah-dipahami itu!—Yang jelas, Gasper sedang digunakan seperti dugaanku!? Buchou datang ke sisiku.

“Gasper telah dijadikan senjata teroris di gedung sekolah lama........darimana mereka mendapatkan informasi penting tentang budakku?.........Apalagi, mereka sampai menggunakan kekuatan itu dalam pertemuan penting ini.........! Aku tak pernah merasa terhina seperti ini!”

Ooh! Onee-sama membuat gelombang aura merah dari seluruh tubuhnya! Se-seram!

“Selain itu, pasukan dari Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh diluar gedung sekolah ini sepertinya juga terhenti. Astaga, keluarga Rias Gremory sungguh mengerikan.”

Azazel menaruh tangannya di bahu Buchou dan menepuk-nepuknya, namun Buchou tanpa ampun menyingkirkan tangannya.

Tangannya disingkirkan, Azazel menoleh ke arah jendela dengan desahan. Kemudian, tombak cahaya tak terhitung jumlahnya muncul di langit luar gedung—

Baa! Hujan cahaya menghujani semuanya di saat yang sama saat Azazel menurunkan tangannya, dan mereka menghujani para Penyihir.

Para teroris juga membuat perisai pertahanan, namun serangan itu menembus tanpa masalah dan seluruh penyihir lenyap tanpa bekas! Uwah! Luar biasaaaaaaaaa! Hanya dalam sekejap!

Mayat-mayat kaku penyihir tak terhitung jumlahnya berceceran di seluruh halaman sekolah! Tiba-tiba berubah menjadi adegan yang sadis! Atau lebih tepatnya, dia luar biasa kuat, si Gubernur Jenderal ini! Apa dia mesin pemusnah monster! Dia menghabisi semuanya dengan sekali tindakan tanpa membuat persiapan apapun.

“Sekolah ini dilapisi oleh perisai. Tapi, meski begitu, mereka muncul di dalam perisai. Pasti ada lingkaran sihir tipe transfer atau seseorang menyambungkan gerbang kedalam wilayah ini. Yang manapun, kalau mereka meningkatkan efek dari [Forbidden Balor View] lebih dari ini, dikhawatirkan kalau mereka juga bisa menghentikan orang seperti kami juga. Dengan menghentikan kami disini dengan serangan cepat mereka, mereka berniat melenyapkan masing-masing gedung sekolah ketika waktu kita terhenti. Mereka sepertinya memakai kekuatan militer yang patut diperhitungkan.”

Melihat tatapan Azazel, lingkaran sihir bermunculan di beberapa tempat di wilayah sekolah, dan mulai bersinar dengan cerah. Dari lingkaran sihir muncul sosok-sosok yang sama dengan kelompok Penyihir yang Azazel habisi sebelumnya. Atau, mereka adalah Penyihir yang sebelumnya? Ada lebih banyak yang muncul! Masih ada banyak dari mereka yang bermunculan!

“Yang terjadi hanya pengulangan. Mereka akan terus muncul bahkan meski kita sudah menghabisi dan membantai mereka. Namun, meski keahlian dan waktu para teroris itu bagus, mungkin saja mereka mendapatkan informasi dari orang dalam. Apa ada pengkhianat tak terduga disini?”

Azazel mengucapkan hal mengejutkan. Pengkhianat? Tolong jangan katakan hal mengejutkan itu.

“Tak bisakah kita lolos dari sini?”

Azazel menggelengkan kepalanya atas pertanyaanku.

“Kita tak bisa kabur. Selama perisai yang melindungi seluruh sekolah tidak dilelehkan, kita tak bisa keluar. Tapi, kalau perisai dilelehkan, kerusakan akan dirasakan oleh dunia manusia. Kita harus menunggu sampai bos musuh muncul dulu. Kalau kita mengurung diri kita sementara, mereka akan lelah menunggu dan menampakkan wajahnya. Aku ingin tahu siapa otak di balik ini dengan cepat. Selain itu, kalau kita keluar dan bertarung sesuka hati, bisa saja kita melakukan apa yang musuh harapkan.”

S-sungguh terperinci. Jadi kita hanya perlu menunggu sampai musuh menunjukkan batang hidungnya!?

“Selain itu, kami para pemimpin tak bisa bergerak selagi membuat persiapan. Namun, tujuan pertama kita adalah mengambil kembali Gasper dari gedung sekolah lama yang sudah menjadi markas teroris.”

Dan itulah ucapan Sirzechs-sama. Begitu, jadi situasi sekarang sudah membuat dia (Gasper) kembali menjadi orang berbahaya nomor satu? Kalau kita mendapat serangan selagi para pimpinan terhenti, hal itu akan sangat serius!

“Onii-sama. Biar aku yang pergi. Gasper adalah budakku. Tanggung jawabkulah untuk membawanya kembali.”

Buchou menampakkan kehendak kuat di matanya dan ia mengajukan dirinya. Sirzechs-sama tiba-tiba tertawa.

“Kupikir aku mengatakannya sebelumnya. Aku paham kepribadian adikku—Namun, bagaimana kamu akan menuju gedung sekolah lama? Disana terisi oleh Penyihir diluar gedung sekolah ini. Transfer yang biasa juga terblokir oleh sihir kami.”

“Bangunan sekolah lama—basis ruang klubku punya bidak [Benteng] tersisa yang tak terpakai masih tersimpan aman di dalamnya.”

“Begitu, [Castling] ya? Karena mereka pasti sudah menduga kalau kita akan mengambil Gasper, ini bisa membuat lawan kelabakan. Mereka akan mengantisipasi sistem trik tertentu.”

Aku pernah dengar ini. Castling—teknik yang dapat secara seketika memindahkan lokasi [Raja] dan [Benteng]. Dikatakan kalau itu adalah teknik spesial dari Rating Game.

Dengan kata lain, Buchou bisa berpindah ke gedung sekolah lama dalam sekejap! Hebat! Betul-betul Buchou!

Kalau teleportasi, kita tak perlu pergi ke luar! Serbuan seketika ke markas musuh! Musuh juga akan terkejut oleh ini! Mungkin otak rencana yang Azazel sebutkan juga akan terkejut dan keluar!

“Baiklah. Namun, sangat ceroboh untuk pergi sendiri. Grayfia, mungkinkah mentransfer lebih dari satu orang melalui [Castling] dengan sistem sihirku?”

“Ya. Sepertinya kita hanya bisa meluncurkan upacara teknis sederhana disini, tapi masih bisa mentransfer Ojou-sama dan orang lain.”

“Jadi Rias dan seseorang lagi.......”

“Sirzechs-sama, biar aku yang pergi!”

Aku mengangkat tanganku dan berteriak. Ia adalah juniorku yang penting. Aku akan menolongnya bersama dengan Buchou!

Mata Sirzechs-sama menatapku untuk sesaat, namun kemudian berpindah ke arah Azazel.

“Azazel, menurut rumor, kamu sudah meneliti bagaimana cara menggunakan Sacred Gear secara bebas untuk waktu yang terbatas kan?”

“Ya. Itu benar. Memangnya ada apa?”

“Mungkinkah mengendalikan Sekiryutei?”

“............”

Azazel terdiam menanggapi pernyataan Sirzechs-sama. Namun, Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh mengaduk kedalam saku bajunya dan—

“Oi, Sekiryutei.”

Azazel memanggilku.

“Sa-saya Hyodou Issei.”

“Kalau begitu, Hyodou Issei, ambillah ini.”

Azazel melempar sesuatu padaku. Aku menangkapnya dan melihat—mereka sepertinya cincin lebar yang ditaruh di pergelangan tangan. Beberapa lapis pola-pola aneh tertempa padanya. Perhiasan?? Sambil berpikir dengan ragu-ragu, Azazel berbicara padaku.

“Itu adalah gelang dengan kemampuan mengendalikan Sacred Gear sampai poin tertentu. Kalau kamu menemukan si separo Vampire itu, kenakan padanya. Itu mungkin bisa sedikit membantunya mengendalikan kekuatannya.”

“Tapi, kenapa ada dua........?”

Ya. Ada dua gelang. Yang satu untuk Gasper. Dan yang satunya—

“Yang satunya untukmu. Kamu belum menguasai kekuatan si [Welsh Dragon] kan? Kalau begitu, kenakanlah. Kalau hanya untuk sesaat, masih mungkin mencapai kondisi Balance Breaker tanpa membayar harga apapun. Ini akan digunakan sebagai ganti harga itu.”

.......Hei, ma-masa sih!? Kalau aku mengenakan gelang ini di tanganku, aku akan bisa mencapai mode Balance Breaker?

“Sebagai efek sampingnya, kamu juga akan melepas segel yang dipasang padamu. Kekuatan [Pion] mu dibatasi kan?”

Darimana dia dapat informasi itu? Aku adalah [Pion] yang menghabiskan 8 pion, tapi karena aku tidak memiliki kekuatan untuk mengimbangi kekuatan itu, kekuatanku dibatasi oleh Buchou.

“Ini hanya opini pribadiku, tapi dari segi pembagian bidak, Ddraig dapat tujuh sedangkan satu untukmu, kan? Tidak, mungkin 7, 9 dan 0,1.[Promotion] juga membangun dasar yang perlu untuk mewujudkan kekuatan sejati Ddraig. Yang manapun, faktanya melepaskan kekuatan Ddraig juga akan melepaskan segel bidaknya, ya kan, Rias Gremory?”

Buchou hanya menyempitkan matanya menanggapi pernyataan Azazel dan tak memberi jawaban apa-apa.

“Pakai itu sebagai pamungkas terakhirmu. Karena itu tak bisa mengatur konsumsi staminamu, kamu hanya akan menghabiskan tenagamu sia-sia kalau mengaktifkannya tiba-tiba. Ia akan mengonsumsi jumlah stamina dan kekuatan sihirmu secara drastis ketika kamu berada dalam mode [Armor].”

Dan itulah penjelasan tambahan Azazel. Begitu. Karena aku tak paham apa yang akan terjadi, lebih baik mentransformasi diriku di saat terjepit saja. Azazel berbicara lagi untuk menegaskan maksudnya.

“Ingat ini baik-baik. Kamu yang sekarang adalah Iblis yang tereinkarnasi dari manusia biasa. Dengan memiliki Sacred Gear tangguh sekalipun, tak ada artinya kalau pemiliknya tak berguna. Kalau lawan yang melawan dirimu yang sekarang ini kurang berpengalaman, kamu hanya perlu memusatkan kekuatan Ddraig untuk menang, namun hati-hatilah pada orang yang lebih kuat dan yang memahami kekuatanmu baik-baik. Pokoknya, kamu sendiri adalah titik lemah Sacred Gearmu—penyebab kelemahanmu adalah ketidakmampuanmu menguasainya. Pada akhirnya kamu akan mati kalau tak mampu menjinakkan kekuatan itu.”

“A-aku paham.”

Ya, aku paham semua kata menyakitkan itu. Namun, mengatakannya lagi akan meruntuhkan hatiku. Ya, aku memahaminya. Aku bukan orang yang hebat. Justru Ddraig-lah yang hebat.

Namun, Malaikat Jatuh Azazel ini berbicara dengan cara yang gampang dipahami dan memberi penjelasan serinci mungkin. Bukankah dia lebih cocok menjadi Guru atau Pengajar?

“Azazel, seberapa jauh kamu sudah mempelajari Sacred Gear?”

Michael-san bertanya pada Azazel sambil mendesah, tapi si Gubernur Jenderal hanya tersenyum santai.

“Tak apa-apa kan? Tuhan, si pembuat Sacred Gear, tak ada lagi disini kan? Bukankah lebih baik kalau ada seseorang yang bisa menjelaskan tentang Sacred Gear meski hanya sedikit? Kudengar masih ada banyak hal yang bahkan belum kamu mengerti kan?”

“Kupikir masalahnya adalah kamu yang menelitinya.........”

Dan lalu para orang-orang kuat ini saling mengobrol, tapi aku hanya merasa sedikit kebahagiaan pada eksistensi gelang ini.......

........Dengan ini, aku bisa berguna bagi Buchou!

Buchou menerima ramuan teknis istimewa dari dahinya oleh Grayfia-san.

“Ojou-sama, tolong tunggu sebentar.”

“Cepatlah, Grayfia.”

Dimana kami yang di dalam sudah siap, Azazel dan Hakuryuukou nampak tengah berbicara.

“Vali.”

“Ada apa Azazel?”

“Kamu pergilah alihkan perhatian musuh diluar. Kalau si Hakuryuukou maju ke garis depan, itu akan sedikit merusak strategi mereka. Juga, sesuatu mungkin bergerak.”

“Jadi orang itu juga akan sadar kalau aku ada disini?”

“Kalau kamu lakukan itu, mereka takkan menduga Sekiryutei berpindah ke area tengah menggunakan [Castling]. Itu juga akan sedikit menarik perhatian mereka.”

“Bukankah lebih cepat dengan meledakkan semua musuh di gedung sekolah lama dan separuh Vampir biang masalah itu?”

Sang Albion mengatakannya dengan alami. Apa yang dia katakan, si keparat ini!?

“Cukup sudah, mumpung kita masih bersatu dalam kedamaian. Kalau situasinya memburuk, kita akan lakukan itu, tapi kalau kita bisa menolong anggota keluarga Maou, menyelamatkannya akan memberi kita keuntungan di masa depan.”

“Oke, oke, aku paham.”

Vali setuju pada saran Azazel sambil mendesah panjang.

Kah! Sayap cahaya mulai membentang di punggung Vali. Jadi itukah Sacred Gearnya?

“—Balance Break.”

[Vanishing Dragon Balance Breaker!!!!]

Setelah suara itu, aura seperti salju menutupi sosok Vali! Ketika cahaya berhenti, tubuhnya terlapisi armor serba putih yang memancarkan cahaya putih menyilaukan.

.........Jadi itukah Balance Breakernya?

Orang ini yang.........adalah sainganku bisa memasuki Balance Breaker semudah itu. Aku masih tak bisa melakukannya. Biarpun bisa, ada harga yang harus kubayar.

Setelah menatapku, Vali membuka jendela ruang pertemuan dan menyerbu ke langit.

Dalam sekejap itu—

Dododododododon!

Gelombang kejut tercipta di luar! Saat aku melihatnya, sekelompok penyihir dibantai habis-habisan oleh pria dalam armor putih.

Ia menyerbu ke kerumunan kelompok musuh sambil membentuk jalur cahaya di langit malam, dan sosok prajurit yang tangguh tengah terlihat jelas.

...........Kuat. Bahkan aku dalam sekejap menyadari betapa kuatnya orang itu. Ia menari di udara tanpa khawatir dengan tembakan para penyihir sama sekali, dan sejumlah besar peluru sihir berjatuhan sepanjang halaman sekolah.

Tanpa mendapatkan apapun, para penyihir terus dilenyapkan, namun lingkaran sihir muncul tak lama kemudian dan sekelompok penyihir baru bermunculan. Mereka tak ada habis-habisnya!

“Azazel, lanjutkan percakapan tentang sebelumnya.”

Sirzechs-sama bertanya pada Azazel.

“Ya. Memangnya soal apa?”

“Apa yang kamu rencanakan dengan mengumpulkan Sacred Gear? Kamu sudah mengumpulkan pemilik [Longinus] juga kan? Apa kamu berniat membunuh Tuhan meskipun Tuhan sudah tak ada lagi?”

Azazel menggeleng kepalanya atas pertanyaan itu.

“Untuk persiapan.”

“Persiapan? Itu ucapan yang memicu ketidaknyamanan, meskipun kamu menolak peperangan.”

Michael-san mengucapkan ini dengan ekspresi rumit.

“Sudah kukatakan bukan? Aku tak mau berperang melawan kalian. Aku juga takkan membuat perang disini—Namun, cara-cara pertahanan diri juga penting. Jujur saja, haruskah kukatakan kalau kami tidak hanya mempersiapkan serangan darimu?”

“Lantas?”

“—[Chaos Brigade].”

“.......Chaos Brigade?”

Itu nama yang belum pernah kudengar sebelumnya, tapi sepertinya Sirzechs-sama tak tahu juga melihat alisnya yang menekuk.

“Aku hanya mengkonfirmasi nama dan latar belakang organisasi itu baru-baru ini, namun wakil Gubernurku Shemhaza juga sudah mewaspadai organisasi mencurigakan dari sebelum itu. Dikatakan kalau mereka mengumpulkan anggota-anggota berbahaya dari ketiga kekuatan besar. Beberapa manusia pemilik Sacred Gear yang sudah mencapai Balance Breaker juga sepertinya termasuk. Aku juga sudah mengkonfirmasi sejumlah pengguna [Longinus] diantara mereka.”

“Lalu tujuan mereka?”

Michael-san menanyakan itu.

“Kehancuran dan kekacauan. Sesederhana itu, tahu? Mereka tak menyukai kedamaian dunia ini. Mereka adalah teroris. Lebih lagi mereka memiliki sifat jahat yang ekstrim.”

Jadi, mungkinkah serangan teroris kali ini juga........?

“Pemimpin organisasinya adalah Naga langit tangguh yang sebanding dengan [Welsh Dragon] dan [Vanishing Dragon].”

[--!]

Semua orang di sampingku menjadi diam membisu oleh ucapan Azazel. Eh? Ada apa ini?

“......Begitu. Jadi orang itu sudah bergerak. Sang [Ouroboros Dragon] Ophis—Naga yang ditakuti oleh Tuhan...........seorang yang terus menduduki titel terkuat sejak dunia ini bermula.”

Sirzechs-sama juga memasang ekspresi rumit.

Apa, apa? Wajah semua orang menjadi suram. Atau, mereka agak ketakutan? Apakah Naga-Ouroboro-apalah itu memang sekuat itu? Posisi yang terkuat. Orang terkuat yang Vali sebutkan sebelumnya.

Saat aku bingung dengan reaksi semua orang, sebuah suara yang tak kukenali menembus kedalam telingaku.

[Ya, Ophis adalah ketua dari “Chaos Brigade”]

Gah! Lingkaran sihir mendadak muncul di lantai ruang pertemuan di waktu bersamaan dengan suara itu! Apa ini, Iblis?

Lingkaran sihir yang tak pernah kulihat sebelumnya! Atau mungkin, aku tak terlalu memahami Iblis yang lain tapi—

“Begitu. Jadi kau sudah datang! Otak dari semua kejadian ini—“

Sirzechs-sama menjentikkan lidahnya. Eh? Kenapa dia melakukan hal itu tiba-tiba?

“Grayfia, lekas transfer Rias dan Ise-kun!”

“Ya!”

Grayfia-san menyuruh aku dan Buchou pergi ke sudut ruang pertemuan, dan lingkaran sihir kecil tercipta di lantai.

Ukurannya sangat tepat untuk memuat dua orang kedalamnya.

“Ojou-sama. Kuharap anda beruntung dalam pertarungan ini.”

“Tu-tunggu, Grayfia! Onii-sama!”

Aku dan Buchou terselimuti oleh cahaya ketika melakukan transfer—

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. 'Sihir' disini dalam bahasa Inggris tertulis sebagai 'Magic'.
  2. 'Sihir' disini dalam bahasa Inggris tertulis sebagai 'Sorcery'.