High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 10 Pion

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Pion[edit]

Aku, Rias Gremory, menyadari bahwa aku merasa lebih lega daripada sedih setelah melihat Sairaorg menggunakan air mata Phoenix di lengan kanannya yang terputus.

Luka yang Yuuto dan lainnya berikan dengan susah payah. Begitu berefek hingga memaksa Sairaorg menggunakan air mata Phoenix.

-Mereka bertarung dengan luar biasa.

Jika itu hanya aku sampai saat ini, maka aku sudah akan penuh dengan kesedihan. Aku tidak akan mampu bertahan dengan kehilangan budak-budakKu.

Tapi sekarang berbeda. Ada bagian besar dariku yang merasa bahagia karena bisa membuat Sairaorg tersudut.

... Apakah aku menjadi kejam? Atau apakah cintaku berkurang?

Kupikir itu tidak satu pun dari hal itu. Melihat budak menggemaskanku berjuang mati-matian untukku dan rekan-rekan mereka mengubah sesuatu dalam diriku secara drastis.

Kupikir aku bisa menjadi lebih kuat. Bukan hanya aku. Kami menjadi lebih kuat bersama-sama. Bukan hanya tubuh kami tapi juga hati kami.

Sekarang, kami beralih ke pertandingan berikutnya. Kali ini, mereka harus mengirimkan [Ratu] mereka. Jadi kami akan mengirimkan Ise ...

Aku terdiam ketika aku melihat ke arahnya.

... Itu karena sesuatu yang terpancar dari tubuh Ise adalah jelas maksud untuk membunuh. Dan permusuhan yang sangat kuat. Hal itu diarahkan ke basis lawan.

Asia juga sedikit gemetar atas perubahan Ise itu.

High school dxd v10 291.jpg

[Sekarang, ini dekat akhir pertandingan! Kedua raja akan memutar dadu mereka silahkan!]

Aku berdiri di depan tribun setelah diminta oleh penyiar. ... Tindakan memutar dadu ini memberi tekanan pada mentalitasku.

Nilai apa yang akan kumunculkan, hanya memprediksi itu membuatku berpikir lebih banyak. Semakin aku berpikir, semakin aku akan terjebak... Bilangan Dadu, ini benar-benar memberikan beban lebih berat pada [Raja] daripada kelihatannya.

Aku memutar dadu di atas tribun. Nilai yang keluar adalah ... 5. Bagaimana dengan Sairaorg?

Ketika aku melihat layar, nilai yang ia keluarkan adalah 4.

Nilai total 9. Kami mendapat nilai ini dengan satu roll. Kami akan mengirimkan Ise dari pihak kami, dan mereka mungkin akan mengirim [Ratu] mereka.

Menggigil ...

Ise mengambil langkah. Wajah saat Ise berputar memiliki intensitas yang kuat di wajahnya.

"Buchou, Asia, aku akan pergi."

Mengatakan itu, ia berjalan menuju lingkaran sihir.

... Momen ia sedang ditransfer. Aku melihat sekilas wajahnya.

-Itu dipenuhi dengan kemarahan.

Medan tempur tempat Ise dipindahkan adalah sebuah colosseum tanpa satupun orang.

Orang yang muncul di hadapannya adalah [Ratu], Kuisha Abaddon.

Dia tampaknya heran pada ketenangan tidak biasa Ise itu.

[Hyoudou Issei, kamu tampaknya benar-benar tenang. Kupikir kamu akan senang untuk memiliki aku yang adalah seorang wanita sebagai lawan ...]

[... Aku senang! Aku menyambut kecantikan kapan saja!]

Setelah beberapa saat jeda, ia menunjukkan senyum yang dipaksakan.

"... Rias-oneesama, Ise-san ..."

"Ya, kamu benar. Aku yakin dia sudah menahannya. "

Asia dan aku mengenal dia dengan sangat baik. Itu sebabnya aku mengerti.

-Dia akan meledak.

Dia adalah seseorang yang sangat menyayangi rekan-rekannya, namun ia belum bertindak panik. Dia, seseorang yang akan marah dan sedih ketika melihat rekan-rekannya dikalahkan, nyaris tidak menunjukkan emosi hari ini.

Wasit muncul diantara keduanya, dan pertandingan akan dimulai.

Ise membentangkan kedua tangannya dan mulai berbicara dengan dirinya sendiri.

[Tidak apa-apa kalau sekarang, kan? Aku tidak harus bertahan lebih lama lagi sekarang, kan? Kiba, Akeno-san, Koneko-chan, Xenovia, Gasper, dan Rossweisse-san. -Aku tidak bisa menahannya lagi.]

Sepertinya Abaddon tampak curiga pada Ise yang berbicara pada dirinya sendiri ...

[Pertandingan ketujuh! Dimulai sekarang!]

Sinyal diberikan! Abaddon tidak melakukan apa-apa dan sedang menunggu Ise untuk bergerak.

[Sekiryuutei, masuklah ke Balance Breaker. Majikanku Sairaorg-sama berharap untuk melihatmu menjadi serius. Lalu aku, [Ratu]nya harus membuat harapannya terwujud.]

Dia wanita dengan ketetapan hati yang kuat. Orang itu, dia pasti memiliki perasaan pada Sairaorg ...

Hitung mundur berakhir, dan Ise mengatakan satu kalimat pada Abaddon setelah memakai armornya.

[... Aku tidak bisa menahannya. Jika kamu tidak ingin mati, tempatkan semua kekuatanmu pada pertahanan. Jika kamu melakukannya, maka kamu akan kalah dengan aman.]

[Anda sungguh bicara besar. Baiklah. Aku juga akan menghentikanmu dengan kekuatan penuhku. Entah itu Sekiryuutei, untuk majikanku aku akan -]

[-Aku telah memperingatkanmu.]

Tubuh Ise ini diselimuti oleh cahaya merah ...

[Welsh Sonicboost Knighhhhhhhhhht!]

[Change Star Sonic!]

Armor dilepas, dan Ise melompat maju dalam kecepatan dewa.

Dengan kecepatan dewa, Ise tiba di depan Abaddon sebelum dia bereaksi. Bahkan aku tidak bisa melihatnya sama sekali sampai ia mendekatinya!

Ise kemudian berteriak sambil membungkus tubuhnya dengan aura merah!

[Welsh Dragonic Roooooooook!]

[Change Solid Impact!]

Armor Ise menjadi lebih tebal.

[Uoooooooooooooooo!]

Ise membuat teriakan keras. Seperti adanya sebuah palu pukul pada gelang bahunya, pukulannya menjadi lebih cepat sambil mengalirkan aura lebih banyak. Seranga itu tanpa ragu-ragu mengarah pada Abaddon ...

FLASH!

Sebelum itu terjadi, tubuh Abaddon ditutupi cahaya dan dia menghilang dari lapangan!

GOOOOOOOOOOOOOOOON!

Serangan memukul udara dan menghancurkan colosseum tanpa jejak.

[[Ratu] Sairaorg Bael kalah.]

Wasit mengumumkan. -Ini kemenangan Ise. Semuanya berakhir seketika. Dia memperpendek jaraknya dengan Abaddon menggunakan Triaina, dan ia juga mencoba untuk menyelesaikan pertandingan secara langsung juga.

Abaddon bahkan tidak punya waktu untuk membuat 'lubang' muncul.

Namun serangan itu tidak memukulnya. Sebelum serangan itu mengenai [Ratu], tampak seperti dia dipaksa untuk mundur oleh seseorang.

Tidak, dia dipaksa untuk mundur. -Oleh Sairaorg majikannya.

Sairaorg muncul di monitor.

Dia menunjukan ekspresi malu.

[... Aku membuat Kuisha mundur dengan paksa. Pada tingkat itu, dia akan dibunuh oleh Sekiryuutei. Kau mencoba membunuhnya, atau tidak?]

Sairaorg mengatakan itu kepada Ise yang berada di lapangan.

Ise menutup topeng helmnya, ia lalu berkata sambil menunjukkan wajahnya.

[Maafkan aku. Aku tidak bisa menahan rasa permusuhanku pada timmu. Tolong maafkan aku karena aku berpikir bahwa tindakan itu kulakukan untuk kepentingan juniorku.]

Aku menggigil karena suara dinginnya dan kata-katanya yang kejam.

... Seperti yang kupikir dia adalah seseorang yang menghargai rekan-rekannya dan ia mengeluarkan kemarahannya yang sudah dia tahan sampai puncaknya

Sairaorg tersenyum gembira setelah menyadari hal itu.

[... Mata itu ...! Itu diisi dengan niat membunuh ...!]

Sairaorg kemudian mengajukan usul di kamera.

[Aku bahkan melihat mimpi tentang mengadu tinjuku dengan Sekiryuutei. -Jadi aku ingin bertanya pada komite. Apakah tidak cukup sekarang? Bodoh untuk membiarkan pria ini bertarung di bawah aturan! -Untuk pertandingan selanjutnya, aku berharap untuk pertempuran tim dengan semua yang ada di sisiku melawan semua yang ada di sisi mereka...!]

-! Pertempuran tim! Maksudnya untuk bertarung melawan aku, Ise dan Asia dengan [Pion] dan dirinya sendiri?

Kemungkinan besar itulah yang terjadi. Niat Sairaorg adalah untuk bertarung dengan ketegangan saat ini selagi dia beristirahat untuk melanjutkan pertarungan.

Dia ingin melawan Sekiryuutei dalam kondisi terbaiknya. Dia pasti berpikir bahwa situasi saat ini adalah waktu yang paling tepat. Kerumunan bersemangat atas saran Sairaorg, dan penyiar juga berteriak.

[Ooo! Kami telah menerima saran dari Sairaorg dalam situasi ini!]

Kaisar Belial mengatakan itu sambil tersenyum.

[Sebenarnya, mudah untuk memprediksi aliran setelah ini. Karena ada aturan bahwa Anda tidak bisa terus menerus berpartisipasi, pertandingan berikutnya adalah antara [Pion] Bael dan [Bishop] Gremory, dan setelahnya ... itu akan menjadi pertempuran terakhir antara Sairaorg dan Sekiryuutei. Itu mudah untuk memprediksi. Disanalah hal yang akan menjadi membosankan.]

Azazel juga memberikan komentarnya sambil meletakkan tangannya di dagunya.

[Jika itu masalahnya, mereka bisa menyelesaikannya dengan pertempuran tim. Itu mudah dimengerti, dan kita dapat terus menonton pertandingan dengan ketegangan ini. Sekarang, akankah para petinggi dari komite memilih aturan yang mudah untuk diprediksi ini, atau akankah mereka memilih untuk mengambil pertempuran tim.]

"Aku juga tidak keberatan, jika itu yang mereka inginkan."

Aku juga setuju pada komentarnya. Soalnya, pertandingan berikutnya akan sia-sia. Putuskan hal itu segera dengan menghapus pertandingan itu. Itu akan lebih mudah untuk dipahami.

Beberapa menit berlalu, dan laporan telah diberikan pada penyiar.

[Eh, ya. Aku baru saja menerima laporan dari panitia. -Sepertinya mereka setuju untuk itu! Pertandingan berikutnya akan menjadi pertempuran tim yang akan menyelesaikan semuanya! Ini akan menjadi pertempuran habis-habisan dengan anggota yang tersisa!]

Stadion ini bergelora dengan pengumuman itu.

Ini adalah reaksi yang jelas karena pertandingan berikutnya akan menjadi pertandingan final.

Mendengar keputusan itu, Sairaorg menyatakan pada Ise tanpa rasa takut.

[-Jadi begitulah. Aku mungkin berlebihan melakukannya. Aku tidak akan berkata jangan menyimpan dendam padaku jika kamu terbunuh, tetapi bersiap-siaplah kamu mungkin akan terbunuh.]

Ise juga menjawab dengan tersenyum.

[-Aku akan menghadapimu dengan niat untuk membunuhmu. Jika aku tidak melakukan itu, maka itu tidak terlihat seperti aku bisa mengalahkanmu dan aku juga tidak akan mampu menemui kawan-kawanku.]

[Aku sungguh tidak bisa menahannya lebih lama lagi ...!]

Pertempuran antara dua laki-laki ... Aku tidak akan bisa menghentikannya lagi.

Pertandingan final akan dimulai ...