High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 12 Life.-3

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Aku baik-baik saja! Aku takkan menangis! Oppai-Dragon akan melindungi kita!

Life -3 : Gremory tanpa Sekiryuutei[edit]

Bagian 1[edit]

Dua hari setelah Tes Promosi Iblis Kelas Menengah berakhir, saat ini siang hari.

Aku, Kiba Yuuto, saat ini tengah berada di lantai istana Gremory. Istana Gremory tengah dalam kekacauan. Termasuk para pegawai, para prajurit pribadi Gremory juga tengah dalam kepanikan. Alasannya adalah karena Dunia Bawah saat ini sedang mengalami masa masa krisis.

Monster super raksasa yang diciptakan oleh Shalba Beelzebub dari golongan Maou-Lama memakai [Annihilation Maker] memulai pergerakan mereka dalam menyerang setiap ibu kota dan lokasi penting setelah muncul di Dunia Bawah. Layar lebar Televisi yang terletak di lantai ini tengah menunjukkan kehadiran para monster yang sudah memulai invasi mereka sebagai siaran darurat.

[Mohon lihat! Monster monster raksasa tiba tiba muncul dan terus maju ke arah ibu kota tanpa berhenti!]

Para wartawan tengah melaporkan para monster dari helikopter atau kapal pesawat yang digerakkan dengan generator kekuatan Iblis.

Totalnya, terdapat 13 monster yang diciptakan oleh [Annihilation Maker]. Mereka adalah monster yang dengan mudah melebihi 100 meter. Tiap tiap dari mereka 150 meter tingginya. Televisi tengah menyiarkan tentang tiap tiap dari mereka. Sepertinya kita bisa mencari tahu situasi terkini para monster dari televisi. Saat kami melihat mereka di dimensi buatan, mereka adalah sekelompok monster humanoid yang tertutupi aura hitam. Mungkin penampilan mereka telah berubah saat mereka sampai di Dunia Bawah, namun ada juga tipe humanoid yang juga tipe binatang yang berdiri di atas 4 kaki. Dari segi penampilan tak ada dari mereka yang mirip satu sama lain. Meski tipe humanoid berdiri diatas 4 kaki, kepala mereka nampak seperti makhluk akuatik, atau punya satu mata, atau punya empat lengan. Kalau aku mendeskripsikan mereka dalam satu kata, mereka seperti........”Chimera”. karena monster berkaki empat itu juga bercampur campur dengan makhluk berlainan. Mereka terus bergerak maju ke arah kota dengan langkah lamban tanpa menunjukkan tanda tanda akan berhenti. Monster monster lain juga akan sampai di tujuan mereka esok hari. Yang paling menyebalkan dari mereka adalah banyak monster monster kecil terlahir dengan merobek daging mereka. Mereka hanya berukuran manusia namun jumlahnya sangat banyak. Belasan sampai ratusan dari mereka tercipta dalam sekaligus. Mereka menghancurkan hutan, pegunungan, dan daratan yang mereka lewati dan memangsa hewan hewan yang tinggal disana. Sepertinya penduduk yang tinggal di kota da pedesaan sepanjang jalur monster telah dievakuasi. Namun seluruh kota sudah rata dengan tanah. Setelah mereka meninggalkan tempat itu, nampak begitu berhantu karena tak ada apapun yang tersisa. Makhluk makhluk yang terlalu kuat........jadi inikah kekuatan yang tercipta oleh Longinus Kelas Top, [Annihilation Maker].......Sebagai seseorang yang memiliki Sacred Gear tipe-penciptaan yang sama, kemampuannya membuatku takut. Kekuatan tak wajar yang dikatakan bisa menyaingi Tuhan. Kemampuan yang dapat menghancurkan dunia. Saat ini tengah berlangsung tepat di hadapan mata kami.

Diantara para monster terdapat satu yang jauh lebih besar dari yang lain yang tengah bergerak menuju ibu kota di wilayah Maou, Lilith, dan monster yang sama sekali tak pernah kami duga. Ia adalah tipe humanoid dan ukurannya jauh melebihi monster monster yang lain. Aku bisa memahami ukuran dahsyatnya bahkan dari layar televisi.

Pemerintah dari Dunia Bawah memberi nama monster yang paling besar itu sebagai “Jabberwock”. Kedua belas monster yang lain diberi nama “Bandersnatch”. Ini semua diberi nama oleh Azazel-sensei dengan mengambil nama makhluk makhluk dari karya Lewis Caroll. Dibalik layar televisi, para prajurit dari Dunia Bawah sudah memulai serangan mereka pada “Bandersnatch”. Membentangkan sayap mereka entah langsung menyerbu ke depan, atau dari sisi, atau dari belakang atau menyerang mereka di saat yang sama dengan menyerang mereka memakai rentetan tembakan dari kekuatan Iblis. Kekuatan Iblis yang memenuhi seluruh area disekitar mereka ditembakkan ke arah monster. Tim Penyerang yang mengulangi serangan mereka adalah para Iblis Kelas Tinggi dan para budak mereka. Monster normal pasti akan lenyap setelah menerima serangan seperti itu. namun.........

[Bagaimana bisa begini!? Serangan para Iblis Kelas Tertinggi dan tim mereka tak bekerja!]

Aku bisa mendengar suara wartawan yang ketakutan. Ya. Yang ditunjukkan di televisi adalah para monster yang belum terpengaruh oleh serangan para Iblis Kelas Tertinggi dan budak budak mereka.

.......Seperti saat kami berada di dimensi buatan waktu itu. serangan kami hanya merusak kulit mereka. Mereka tak bisa diberi kerusakan kritis. Tim Penyerang yang diluncurkan seluruhnya adalah Iblis kelas Tertinggi yang memegang peringkat top dalam Rating Game. Biarpun begitu, mereka masih tak bisa memberi luka yang bisa memberi efek. Juga karena mereka cukup disibukkan dengan monster monster kecil yang tercipta........Biarpun begitu, para monster raksasa memiliki tubuh sangat keras. Untuk tiap tiap monster, pasukan telah diluncurkan oleh golongan yang bersekutu dengan Iblis seperti Malaikat Jatuh yang mengirim pasukan mereka, Brave-Saint yang dikirim oleh Surga, dan pasukan Valkyrie yang terdiri atas Gadis gadis petarung yang dikirim dari Valhalla, dan tentara berjumlah besar yang dikirim oleh golongan Yunani. Berkat itu, kami berhasil menghindari skenario terburuk yang mungkin terjadi.

Namun masih ada sejumlah masalah.

Salah satunya adalah “Jabberwock” yang jauh lebih kuat dari monster monster ini.

Tadi malam kelompok yang dipimpin Dihauza Belial telah diluncurkan, namun.........meski mereka bisa menimbulkan kerusakan pada Jabberwock mereka hanya bisa mengulur waktunya selama beberapa detik. Jabberwock meregenerasi dirinya dengan cepat dan menyembuhkan dirinya. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya seolah tak ada apapun terjadi.

Kebenaran itu menjadi hal mencengangkan yang menyebar melalui berita dan berdampak membuat penduduk bahkan merasa lebih tak nyaman. Semua orang berpikir dan percaya kalau “Kalau Kaisar dan para budaknya diluncurkan, maka mereka pasti bisa mengalahkan monster raksasa.” Tak perlu meragukan kekuatan Kaisar Belial dan para budaknya. Bahkan kami, kelompok Gremory, tak bisa mengalahkan mereka biarpun kami berada pada kondisi terbaik kami. Itulah betapa kuatnya mereka. Namun bahkan orang orang seperti mereka tak bisa melakukannya.

Masalah lainnya adalah golongan Maou lama yang memulai kudeta mereka memanfaatkan krisis ini sebagai kesempatan. Lebih tepatnya invasi monster adalah bagian dari rencana mereka dan mereka tengah mengamuk di kota kota disekitarnya. Para prajurit dari Dunia Bawah juga diluncurkan, untuk mengurus mereka semua. Dunia Iblis tengah dalam kekacauan saat ini. Kami juga menerima laporan kalau karena kekacauan ini ada sejumlah budak Iblis kelas Tinggi yang memberontak melawan majikan mereka di beberapa lokasi. Aku bisa dengan mudah membayangkan kalau para pemilik Sacred Gear yang dijadikan budak secara paksa tengah melepaskan kemarahan mereka pada situasi ini. Kalau aku berkata dengan cara Sensei, maka situasi ini adalah pasar obral “Balance Breaker”. Para prajurit dari beragam golongan juga dikirim untuk mengurus mereka.—namun kami takkan mampu kehilangan lebih banyak tenaga bantuan lebih dari ini. Kami harus menghentikan pergerakan monster terlebih dahulu. Kalau kami sampai kehilangan ibu kota dan lokasi penting lainnya, maka takkan ada kesempatan lebih bagus untuk menyerang Dunia Bawah ketimbang momen itu.

........Ya. Pada poin ini, Dunia Bawah tengah mengalami kekacauan serius. Kudeta oleh golongan Maou lama melalui pemakaian monster raksasa.........sepertinya seorang yang menjadi dalang di balik layar adalah Dewa dari Alam Kematian, Hades........dan kami juga tak tahu dimana Khaos Brigade golongan Pahlawan merencanakan gerakan mereka selanjutnya. Dalam dimensi buatan itu, sepertinya golongan Pahlawan dibodohi oleh Hades dan golongan Maou lama, namun apa yang akan para keturunan Pahlawan lakukan di saat seperti ini?

Bagaimanapun juga mereka adalah teroris, jadi mereka akan mengambil tindakan yang kami tak mampu prediksi. Alasan kenapa Tuhan dan Maou-sama tak bisa turun tangan dan mengurus monster sendiri adalah karena kami tak tahu dimana Cao Cao akan mengincar mereka. Tombak itu memiliki kekuatan untuk dengan mudah melenyapkan Maou dan Tuhan. Kalau Tuhan atau Maou sampai terbunuh, kami takkan tahu apa yang akan terjadi pada keseimbangan tiap tiap golongan. Dan kami bahkan tak tahu kapan Hades akan mengirim para Grim Reapernya.......

Yang beruntung adalah evakuasi para penduduk sudah dianggap sebagai prioritas utama dan sampai saat ini belum ada korban jiwa dalam jumlah besar. Kalau para Iblis sampai berkurang jumlahnya lebih dari ini, maka masa depan Iblis akan berada dalam situasi berbahaya. Lebih dari itu, tak mungkin Sirzechs-sama akan memperlakukan keselamatan penduduk sebagai prioritas kedua. Namun kalau terus begini maka Dunia Bawah akan.........jadi ini pasti dendam yang Shalba Beelzebub dan golongan Maou lama miliki kepada pemerintahan Dunia Bawah saat ini.

“Sepertinya para budak Maou-sama akhirnya akan diturunkan untuk mengurus “Jabberwock” dan “Bandersnatch”.”

-! Suara tiba tiba! Saat aku menoleh, Raiser Phenex tengah berdiri disana. Aku tengah berpikir keras sambil menonton televisi dengan serius jadi aku tak menyadari dia sudah sedekat ini. Raiser Phenex menghela nafas panjang.

“Aku datang kemari untuk menyertai kakakku. Aku juga datang untuk mengecek Ravel dan Rias sekalian. Namun karena situasi sudah seperti ini........aku hanya bisa bersimpati padamu Kiba Yuuto.”

Raiser Phenex menyipitkan matanya dan memasang wajah serius.

......Dia......sepertinya kematian Ise-kun sudah mencapai orang ini juga. Ya. Kami kehilangan salah satu teman terpenting kami, Hyodou Issei sang Sekiryuutei, pada poin permulaan krisis ini. Ise-kun pergi untuk merebut Ophis yang diculik oleh Shalba Beelzebub seorang diri. Kami mencoba memanggilnya kembali dengan Gerbang-Naga setelah kembali ke dunia kami........namun yang kembali pada kami adalah evil piece. Hanya 8 pion evil piece.

......Hanya Evil Piece yang kembali, namun beserta evil piece aura Samael juga terdeteksi. Jadi kami hanya bisa berpikir kalau Ise-kun menerima kutukan Samael sepanjang pertarungannya melawan Shalba. Dia tak bisa kembali karena alasan itu........kami tak tahu bagaimana kekuatan kutukan Samael dilepaskan namun aura Samael memang melewati Gerbang Naga. Shalba pasti sudah bersekutu dengan Hades.

......Tak mungkin dia selamat setelah menerima kutukan Samael karena dia memiliki kekuatan Iblis rendah untuk bertahan melawannya. Kami diberitahu secara jelas oleh Azazel-sensei. Di masa lalu terdapat kasus dimana hanya evil piece yang terpanggil, dan aku dengar kalau itu terjadi maka orang yang dipanggil pasti sudah tidak hidup lagi. Budak yang memiliki kehendak kuat untuk mengembalikan hanya evil piecenya bisa membuat fenomena itu terjadi. Dan evil piece yang kembali sudah berhenti berfungsi dan takkan pernah bisa digunakan lagi.

Kami juga meminta Surga untuk mengecek apa yang terjadi pada Roh Sekiryuutei. Itu karena Sekiryuutei Ddraig pergi untuk mencari pemilik baru secara otomatis saat pemilik sebelumnya mati. Informasi seperti itu terekam dalam database Sacred Gear.........meski nampaknya para pemilik Longinus saat ini menjadi sangat kompleks dibandingkan dengan para pemilik di masa lalu dan karena alasan itu informasi seperti itu masih belum datang. Institut penelitian Longinus dari Grigori juga sedang mencari tahu informasi apapun yang tersedia saat ini. Tapi.......kami diberitahu sebelumnya kalau menerima informasi yang pasti akan memerlukan waktu yang lama. Dan keberadaan Ophis yang seharusnya bersama Ise-kun juga tak diketahui. Dia mungkin masih berada di celah dimensional atau dia mungkin lenyap oleh kutukan Samael. Pencarian Dewa-Naga masih berjalan, namun dikatakan kalau kesempatan dia dikirim pada Hades oleh Shalba sangat rendah – itu karena tak mungkin Ise-kun tak berhasil menghabisi Shalba.

Kalau itu dia, dia pasti akan bisa menjatuhkan Shalba. Biarpun dia mempertaruhkan nyawanya padanya. Termasuk aku, semua orang mempercayai itu. Tapi tak peduli bagaimanapun kami mencari, tak ada petunjuk yang bisa menolak informasi kematiannya............!

Kematiannya belum dilaporkan dan hanya satu kelompok orang orang yang mengetahuinya. Tapi kami.......! Tak mungkin kami bisa menerimanya semudah itu........!

“Aku sangat prihatin mendengarnya. Apa kamu mampu menemui Buchou?”

Aku entah kenapa berhasil mengangkat kepalaku dan menanyai Raiser Phenex, namun dia menggeleng kepalanya.

“Aku tak bisa. Dia tak membuka pintu. Dia bahkan tak merespon saat aku memanggilnya........Yah, dia tidak dalam situasi dimana aku bisa menemuinya. Karena lelaki yang dia cintai berakhir seperti itu.”

Kemudian ada seseorang yang meletakkan cangkir teh di atas meja.—Itu Koneko-chan.

“.......Silahkan tehnya.”

Koneko-chan yang memasang ekspresi seperti biasanya beranjak dan duduk di kursi di sudut setelah meletakkan cangkir di atas meja.

“Dengar Ravel. Apapun yang terjadi kamu tak boleh sedih.”

Dua orang lagi muncul. Satu adalah pria. Yang lainnya adalah Ravel-san. Aku familiar dengan pria itu. Meski hanya dari televisi. ia adalah putra tertua dari keluarga Phenex dan merupakan kepala selanjutnya. Ruval Phenex. Dia memiliki wajah menawan, dan tak seperti Raiser yang berdandan seperti preman, dia mengenakan pakaian ala ningrat yang pantas. Dia sepertinya sangat lembut dan dia bersinar hanya dengan berdiri. Ia adalah seseorang yang telah berada di Top 10 dari Rating Game sebelumnya. Ada juga rumor kalau dia akan dipromosikan menjadi Iblis Kelas Tertinggi segera. Begitu. Jadi Raiser Phenex datang sebagai pengantar orang ini. Setelah dia menghibur Ravel-san, ia menyadariku.

“Kamu pasti [Kuda] Rias-san. Karena situasinya seperti ini, kamu seharusnya baik baik saja.”

Ia mengeluarkan beberapa botol kecil dari kantongnya sambil mendekatiku.—itu semua adalah air mata Phoenix.

“Kami datang untuk memberikanmu ini sekalian melihat adik kami dan Rias-san. Karena kita berada dalam situasi seperti ini, kami hanya bisa memberikan ini pada pasukan penyerang balik. Aku merasa prihatin pada pemuda pemuda berbakat seperti kelompokmu.---Segera aku juga akan pergi untuk menyerang balik para monster bersama dengan adik bodohku.”

Jadi Phoenix bersaudara juga akan memulai pengejaran monster. Tentu keluarga Phoenix akan menjadi dukungan besar di garis depan pertarungan.

“.........Maaf karena bodoh.”

Raiser Phenex sangat tak senang pada ucapan kakaknya........Keluarga Phenex punya banyak kakak beradik (empat saudara), yang sangat langka diantara Iblis Kelas Tinggi akhir akhir ini. Putra ketiga dan tertua berpartisipasi dalam Rating Game, dan kudengar kalau putra kedua adalah boss dari media.

Aku menerima air mata dari Ruval.......dia pasti memberikan ini pada kami karena percaya kalau kami juga akan maju ke garis depan. Ruval tersenyum sambil melakukan pukulan karate di kepala Raiser Phenex.

“Rias-san dan juga [Ratu] Rias-san keduanya sangat depresi oleh kematian Sekiryuutei-kun. Seorang yang masih tenang di saat seperti ini hanya kamu. Budak yang memiliki kecintaan besar terhadap rekan rekannya namun bisa bertahan dari kematian rekannya. Cukup bagus.”

“Terima kasih banyak.”

........Sebenarnya aku sudah tak bisa menahannya lebih lama lagi. Itu karena seperti ucapannya, Buchou dan Akeno-san yang tak berada disini tengah tidak dalam kondisi bagus. Buchou terus mengunci diri di dalam kamar di istana sambil memeluk evil piece Ise-kun dan karena Akeno-san juga kehilangan pendukung psikologisnya, dia tengah duduk di sofa di ruang tamu dengan ekspresi kosong. Keduanya sama sekali tak merespon saat aku mengajak mereka bicara. Sulit membayangkan bagaimana perasaan mereka saat ini karena keduanya sangat bergantung pada Ise-kun.........Asia-san juga terus menangis sepanjang waktu ini di ruang tamu.

“........Aku ingin pergi ke sisi Ise-san saat ini juga.........tapi kalau aku pergi ke sisinya.......Ise-san pasti akan marah.........dia berjanji kalau dia akan terus bersama denganku........berarti kupikir aku akan mampu bersamanya kalau aku pergi ke sisinya........Ise-san........aku harus apa...........?”

Dia juga tengah bertarung mati matian melawan kesedihannya.

Xenovia dan Irina-san masih berada di Surga. Aku tak yakin apakah kematian Ise-kun sudah dilaporkan pada mereka.

Aku mendengar alasan kenapa Xenovia (seseorang yang menyadari ketiadaan Tuhan) mampu berada di Surga dimana dia akan memberi pengaruh pada [Sistem] disana adalah karena pengaruh dari Azazel-sensei dan sistem pohon raksasa dari Mitologi Norse, Yggdrasil. Namun dia hanya bisa berada di sana untuk waktu singkat. Biarpun kami menerima banyak kerjasama dari golongan berbeda, masih akan memerlukan waktu untuk membuka sistem Surga yang sangat lembut dan memiliki banyak rahasia.

Rossweisse-san dan Gasper-kun juga tak memanggil kami setelah pergi untuk menjadi lebih kuat. Mereka masih belum diberitahu soal kematian Ise-kun.

.........Kelompok Gremory semuanya terpecah belah. Sampai belakangan ia adalah tim terkuat yang tak perlu kalian minta lebih, namun sekarang bahkan tak kelihatan bayangannya. Biarpun anggota yang tak ada disini sekarang kembali, kami tak tahu apa kami bisa kembali ke situasi semula.......kehilangan Ise-kun yang menjadi dasar utama dari Tim ini sangat besar..........mampukah aku mendukung Tim ini? Ise-kun tolong beri aku sedikit keberanianmu. Keberanian yang kamu miliki yang membuatmu terus berdiri dalam melawan siapapun..........

Ruval kemudian mengatakannya.

“Keluarga kami juga ingin Ravel menjadi budak Sekiryutei-kun dan mungkin mengirim dia padanya kalau kami mampu.”

“Ya. Aku paham itu.”

Ise-kun tak menyadarinya, namun niat dari keluarga Phenex bisa dipahami dari banyak sudut pandang.

“........Apa yang akan terjadi pada masa depan Ravel masih belum diputuskan, namun bisakah kamu mengizinkan dia berada disini dulu? Sepertinya dia punya teman baru. Kupikir nama mereka Koneko-san dan Gasper-kun? Dia sering mengobrol dengan mereka melalui lingkaran sihir. Dia nampaknya sangat senang.”

“Ya. Kami akan mengurus Ravel-san baik baik.”

Ruval tersenyum oleh ucapanku.

“Ya, mari kita berangkat Raiser. Kamu akan harus menunjukkan api mengagumkan dari Phoenix karena kamu juga laki laki dari keluarga Phenex. Kamu tak mau diejek sebagai orang baru naik lebih dari ini kan?”

“Aku paham kakak. Sampai nanti Kiba Yuuto. Uruslah Rias dan yang lain.”

Ruval dan Raiser Phenex pergi setelah mengatakan itu.

Ruangan ini menjadi sunyi sekali lagi. Ravel-san duduk di samping Koneko-chan. Matanya penuh air mata dan dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“........Ini terlalu tak tertahankan bagiku...........aku akhirnya bisa lebih dekat dengan laki laki yang sangat kuhormati dan sangat kusayangi.........”

High school dxd v12 021.jpg

Ravel-san memiliki rasa perhatian besar pada Ise-kun. Dia pasti sangat menghormatinya dengan dalam. Dia biasanya memasang kepribadian tsun, namun dia selalu memandang Ise-kun sebagai pahlawan. Dia pasti ingin hidup dibawahnya sebagai budaknya. Koneko-chan kemudian bergumam.

“.......Aku entah kenapa sudah siap untuk ini.........tak peduli betapa kuatnya Ise-senpai dan Yuuto-senpai, akan ada waktu dimana mereka mencapai batasannya.”

-!.......Koneko-chan. Kamu punya keyakinan seperti itu? jadi dia sudah bersiap. Itu adalah cara berpikir yang wajar mengingat kami sudah melalui banyak situasi hidup dan mati sampai saat ini.

Ise-kun dan aku pernah mengobrolkan ini diam diam sebelumnya.

-Tentang hal hal kalau kami mati.

Mendengar Koneko-chan, Ravel-san berdiri dengan marah. Dia berbicara balik pada Koneko-chan sambil menangis.

“........Kamu menerimanya terlalu cepat.......! Aku tak bisa menjadi sekuat Koneko-san.......!”

Koneko-chan menerima frustasi dari sesama teman sekelasnya. Wajah tanpa emosinya yang biasa mulai berubah, dan dia akhirnya mulai bergetar dan menangis.

“........Aku juga.............aku juga sudah mencapai batasku dalam banyak hal........! Dia mati setelah aku menyatakan perasaanku.........! Ise-senpai bodoh.......! Dia bodoh.....!”

Koneko-chan menyembunyikan matanya dengan lengan bajunya sambil menangis. Dia pasti sudah memaksakan dirinya untuk tetap tenang. Dia terus menyimpan kesedihannya bahkan saat dia menyajikan teh.

........Hal hal yang dia simpan dalam tubuh kecilnya mulai mengalir keluar sekaligus. Melihat itu, Ravel-san dengan lembut memeluk Koneko-chan.

“Koneko-san..........maafkan aku.”

“.........Hiks.......Ravel. Ini terlalu menyakitkan untuk ditahan..........ini sudah keterlaluan..........”

Bagi kedua siswa kelas 1 itu, kematian Ise-kun sangat menyakitkan bagi mereka.

.......! Aku harus menahan diriku lebih lama lagi. Biarpun aku menangis sekarang.........tak ada yang akan dimulai. Ini belum waktunya untuk itu.

“Kiba Yuuto.........-kun.”

Suara orang lain. Saat aku menoleh, salah satu pemimpin Malaikat Jatuh, Barakiel-san, tengah berdiri disana.


“Begitu. Maka Akeno........”

Kami berjalan sepanjang koridor sambil aku menjelaskan situasi pada Barakiel-san. Aku membawanya ke ruang tamu dimana Akeno-san berada. Barakiel-san adalah ayah Akeno-san. Dia memasang ekspresi menyakitkan. Dia sedih mengetahui kabar tentang Ise-kun dan Akeno-san.

Aku meminta Koneko-chan dan Ravel-san untuk mengurus Asia-san. Keduanya tidak dalam kondisi untuk melakukan itu, namun dengan seseorang yang juga mencintai Ise-kun berada dengan Asia-san sepertinya adalah hal yang benar untuk dilakukan.

......Aku sendiri payah. Aku adalah [Kuda] yang seharusnya mendukung para gadis namun aku tak bisa membantu satupun gadis dari kelompok kami........

Karena itu aku berpikir untuk melindungi mereka dengan pedangku. Itulah hal terbaik yang aku bisa lakukan saat ini untuk para gadis. Kami sampai di depan pintu dimana Akeno-san berada dan aku mengetuk pintu. Tak ada respon dari dalam. Barakiel-san dan aku membuka pintu dan masuk. Tak ada cahaya di dalam dan sangat gelap. Akeno-san tengah duduk di sofa yang terletak di sudut ruangan dengan mata kosong. Barakiel-san mendekatinya dan mengguncang bahu putrinya.

High school dxd v12 001.jpg

“........Akeno.”

Mungkin karena dia mendengar suara dari ayahnya namun akhirnya dia merespon untuk yang pertama kalinya.

“........Tou........-sama........”

Dia bergumam sambil mengkonfirmasi wajah ayahnya. Barakiel-san hanya mengangguk dengan tenang dan memeluk Akeno-san.

“Aku sudah dengar ceritanya.”

Mendengar itu, emosi Akeno-san mulai kembali dan dia meletakkan wajahnya di dada ayahnya.

“Tou-sama.......aku.......”

Suaranya bercampur tangisan. Barakiel-san dengan lembut membelai kepala putrinya.

“Kamu bisa menangis sekarang. Ayahmu akan berada disini sampai kamu tenang. Namun kamu adalah [Ratu] dari kelompok Gremory, yang berubah menjadi perwakilan seluruh Iblis muda. Kamu harus menggunakan kekuatan itu untuk Dunia Bawah segera.”

“.........Hiks.......Ise.......Kenapa........”

Akeno-san menangis di lengan Barakiel-san.

...........Kalau Barakiel-san ada disini mungkin Akeno-san bisa lebih baikan. Aku akan mengganggu kalau aku tetap disini lebih lama. Merasakan itu, aku meninggalkan ruangan.

Bagian 2[edit]

Sambil kembali ke lantai tempatku sebelumnya, aku menemui seseorang yang sangat kukenal.

“—Saji-kun.”

“Yo, Kiba.”

“Apa yang membawamu kemari?”

“Yah, Kaichou datang untuk melihat kondisi Rias-senpai. Jadi aku datang menyertainya. Kami menemui orang orang dari keluarga Phoenix sepanjang jalan kemari.”

“Begitu. Terima kasih.”

Jadi Kaichou juga datang untuk melihat kondisi Buchou.

Aku kemudian berjalan bersama Saji-kun. Ia kemudian mengatakannya dengan tatapan teguh.

“Kiba, aku berniat berpartisipasi dalam masalah ini. Aku akan melindungi semua penduduk yang tinggal di kota.”

-! Nampaknya kelompok Sitri juga berdiri untuk menangani krisis Dunia Bawah. Para pemuda dengan kekuatan tengah dipanggil. Tak ada keraguan kalau kelompok Great-King Bael dan Archduke Agares juga akan diluncurkan. Tak akan aneh kalau kelompok Sitri juga akan diturunkan. Sewajarnya kami juga harus berpartisipasi sebagai pemuda dengan kekuatan.

“Kami juga berencana bergabung dengan kalian setelah ini.”

Aku mengatakan itu namun Saji-kun bertanya padaku dengan cemas.

“........Apa Rias-senpai dan yang lainnya sudah bisa bertarung?”

.......Akan wajar untuk berpikir seperti itu jika mengetahui situasi Buchou dan yang lain saat ini. Dia mengetahuinya. Dia tahu kalau kami tak akan bisa bertarung dengan baik dengan situasi saat ini. Biarpun begitu, kami masih harus maju.

“Kami harus bertarung. Semua Iblis dengan kekuatan telah dipanggil. Kita adalah Iblis muda dengan kekuatan.---Kita harus melakukannya.”

“Yeah kamu benar.”

Saji-kun memasang senyum namun kemudian wajahnya menjadi serius.

“Apa kamu tahu orang yang sudah membunuh Hyodou?”

Saji-kun bertanya dengan mata penuh kekuatan.

“Aku tahu, tapi dia tak ada lagi di dunia ini.---Dia pasti sudah dikalahkan oleh Ise-kun.”

Ya, tak mungkin Ise-kun tak bisa menghabisi Shalba. Biarpun dia menerima racun Samael, dia pasti sudah melenyapkan Shalba. Aku mempercayai itu tanpa sedikitpun keraguan. Mata Saji-kun berguncang untuk sesaat oleh jawabanku.

“Yeah. Menyerang balik sambil diserang. Tidak. Tak mungkin dia akan kalah. Dia mati setelah menang kan? tak mungkin dia akan kalah!”

Air mata Saji-kun mengalir deras dari matanya dan dia nampaknya sangat marah. Saji-kun mengatakannya dengan ekspresi keras.

“Jadi orang yang sudah membunuhnya sudah mati. Berarti aku hanya perlu hancurkan Khaos Brigade, yang merupakan kelompok orang yang sudah membunuhnya.”

“Saji-kun. Kamu........”

“Ia adalah targetku. Aku bisa berusaha sekeras ini karena dia. Aku mampu berjuang baik sepanjang pertarungan melawan Agares juga..........! Aku mampu menahan segala bentuk latihan keras karena dia juga [Pion] yang sama yang ada di dekatku!”

.........Dia terus berlari mengejar punggung Ise-kun. Bagi Saji-kun, Ise-kun yang menjadi Iblis di saat yang sama seperti dirinya adalah eksistensi besar baginya. Saji-kun kemudian menumpahkan kata kata kebencian.

“Aku takkan memaafkan orang orang itu yang mengambil targetku dan membunuh temanku! Aku akan membakar mereka semua dengan api Vritra.......! Apiku adalah api hitam terkutuk yang tak akan lenyap meskipun aku mati. Aku akan ambil nyawa mereka biarpun harus mengorbankan nyawaku........!”

Saji-kun memancarkan aura dahsyat dari seluruh tubuhnya. Dia terus mengeluarkan kekuatannya sampai terasa akan meledak sekarang.

“Aku akan kesusahan kalau kamu mati, Saji.”

Saat aku menoleh Sona-Kaichou tengah berdiri di sana.

“Kaichou.”

“Saji, aku bisa paham kalau kamu menjadi emosional namun aku akan kesusahan kalau kamu mati.----Kalau kamu akan melakukannya, bakarlah lawanmu sambil kamu tetap hidup.”

Saji-kun menyeka air matanya dengan lengan bajunya oleh kata kata Kaichou dan menganggukkan kepalanya.

“Ya!”

Sona-Kaichou kemudian menoleh ke arahku.

“Kami akan permisi dulu. Kami sudah diberi perintah dari Serafall Leviathan untuk menuju ke ibukota teritori Maou, Lilith, untuk melindungi kota dan mengevakuasi penduduk sipil.”

Karena orang orang kuat dengan kekuatan Iblis Kelas Tertinggi sudah diturunkan untuk mengurus monster raksasa, pemerintah terus memerintahkan para pemuda dengan kekuatan untuk mengevakuasi penduduk sipil dan melindungi ibukota.

“Jadi sudahkah kamu menemui Buchou?”

Dia mengangguk pelan oleh pertanyaanku.

“Dia terus mengunci diri dalam kamarnya. Dia tak mau merespon biarpun aku mengajak dia bicara.”

.......Jadi Sona-Kaichou yang merupakan teman terbaiknya juga tidak bisa melakukannya.

“Namun aku sudah memanggil seseorang yang paling sesuai untuk saat seperti ini.”

“Paling sesuai?”

Aku bertanya padanya dengan ragu namun dia membuat senyum tipis. Dia tak memberitahuku siapa orang itu..............siapa yang dia panggil?



Saat aku kembali ke lantai, televisi tengah menunjukkan kondisi dari ibukota. Mereka tengah meneruskan evakuasi. Banyak orang tengah dibawa ke tempat keamanan oleh para tentara. Kemudian anak anak di ibukota mulai disiarkan. Wartawan wanita bertanya pada salah satu anak.

[Aku baik baik saja! Oppai-Dragon akan datang dan mengalahkan monster itu untuk kita!]

Anak itu menjawab pertanyaan dengan senyum lebar. Dia memegang mainan “Oppai-Dragon”. Kemudian banyak suara dan wajah enerjik anak anak muncul di layar.

[Ya! Oppai-Dragon akan mengalahkan mereka!]

[Oppai! Oppai!]

Tanpa menunjukkan kecemasan sedikitpun, mereka hanya mempercayai kalau Oppai-Dragon akan datang untuk menyelamatkan mereka.

[Lekaslah datang Oppai Dragon!]

Melihat mereka begitu bersemangat, aku menutupi mulutku...........untuk mati matian menghentikan perasaan yang terus kutekan di dalam diriku.

.......Bisakah kamu melihat ini, Ise-kun? Penampilan anak anak yang menunggumu........Mereka bahkan tak menunjukkan sedikitpun kecemasan. Mereka percaya kalau kamu akan datang dan menolong mereka.........maka kamu harus kembali.......! Kamu harus berada disini......! kenapa kamu tak segera menuju ke arah mereka......!? Kamu adalah pahlawan mereka.......! mohon jawab mereka Ise-kun. Kamu tak boleh menkhianati mereka....!

“Anak anak dari Dunia Bawah ternyata lebih kuat dari dugaan kita.”

-! Suara tiba tiba. Pria itu sudah berdiri di sampingku.

“Anda!?”

“Hyodou Issei sudah meletakkan sesuatu yang sangat berharga di dalam hati anak anak.---Lama tak jumpa, Kiba Yuuto. Aku datang untuk menemui Rias.”

Itu adalah Sairaorg Bael.



Sairaorg Bael yang dipanggil kemari oleh Sona-Kaichou datang di depan kamar Buchou sambil membawaku bersamanya.

“Aku masuk, Rias.”

Hanya mengatakan itu, Sairaorg Bael memasuki kamar Buchou. Ketika kami berjalan ke dalam ruangan........kami mendapati Buchou tengah duduk di atas meja. Matanya bahkan lebih kosong dari Akeno-san dan membengkak merah.........dia pasti terus menangis sepanjang waktu ini. Sairaorg Bael membuat desah kebosanan setelah mendekatinya.

“Kau sudah menunjukkan hal membosankan padaku, Rias.”

Melihat sikapnya, Buchou bertanya padanya dengan wajah dan suara tak mengenakkan.

“........Sairaorg. Kenapa kamu datang kemari........?”

“Aku dapat panggilan dari Souna Sitri. Jangan khawatir. Aku menerima panggilan itu secara pribadi. Jadi tak sedikitpun tentang pria itu sudah dibocorkan pada golongan Great-King.”

Kalau kematian Ise-kun sampai bocor ke kalangan politisi dari golongan Great-King, maka kami tak akan tahu bagaimana mereka akan berargumentasi dengan pemerintahan Maou saat ini setelah kekacauan ini. Ise-kun telah menjadi eksistensi yang sangat besar di Dunia Bawah. Nampaknya orang ini juga memahami itu. kupikir hanya masalah waktu sampai berita itu bocor........Namun meskipun begitu, aku merasa senang karena kepedulian pria ini. Sairaorg Bael berbicara secara langsung pada Buchou.

“—Ayo pergi. Dunia Bawah sedang krisis. Apa gunanya kau yang memiliki budak budak kuat hanya mengurung diri disini dan menjadi tak berguna? Kita adalah Iblis muda dengan kekuatan dan kita harus muncul dan menunjukkannya pada orang orang di belakang kita. Dan kita bisa berdiri sesuai standar para petinggi, Maou-sama, yang terus mengawasi kita dengan tatapan hangat.”

Dia mengatakan sesuatu yang sangat tepat. Buchou yang biasa pasti akan menyetujui itu. namun Buchou hanya membuang wajahnya.

“........Itu bukan urusanku.”

“......Jadi kau akan jatuh serendah ini, hanya karena keberadaan lelakimu itu masih tak diketahui, Rias. Kau seharusnya wanita yang jauh lebih baik dari ini.”

Mendengar Sairaorg Bael mengatakan itu, Buchou melempar bantal ke arah kami dan dia mengamuk.

“Dunia tanpa dia! Aku tak peduli dengan Dunia tanpa Ise!.......Bagiku dia adalah.......orang itu adalah.........Dia lebih penting daripada siapapun. Kalau aku harus hidup tanpa dia..........”

Dia mencoba menenangkan diri sambil menitikkan air mata. Namun.......

“Pria itu.........wanita yang Sekiryuutei, Hyodou Issei, cintai sama sekali bukan wanita seperti ini!”

Sairaorg mengatakannya dengan tegas pada Buchou.

“Pria itu adalah orang kuat yang selalu berdiri dengan penuh keberanian demi impianmu dan berusaha memenuhi harapanmu! bagaimana bisa Majikannya, wanita yang pria itu cintai, memasang penampilan dan kapasitas serendah ini!?”

Buchou sepertinya kaget mendengar kata kata Sairaorg Bael. Sairaorg Bael melanjutkan.

“Berdirilah Rias. Pria itu terus berdiri apapun yang terjadi. Dia terus berjalan maju. Dia hanya terus berjalan maju. Kau seharusnya tahu kalau pria itu, yang mengalahkanku dalam adu tinju habis habisan, adalah yang terbaik!”

Sesuatu yang hanya rival bisa pahami. Sairaorg Bael pasti sudah merasakan sesuatu dengan Ise-kun dalam Rating Game itu melalui tinju mereka dan menyaksikan jalan hidup Ise-kun.

“Dan apa menurutmu pria itu benar benar sudah mati?”

-! Buchou.......dan aku dibuat membisu oleh kata kata Sairaorg Bael. Dia tersenyum sambil melihat reaksi kami.

“Berarti itu sesuatu yang layak ditertawakan. Tak mungkin pria itu akan mati. Aku akan bertanya satu hal padamu. Apa pria itu sudah bercinta denganmu?”

“........Belum, dia belum bercinta denganku.”

Mendengar Buchou mengatakan itu, Sairaorg tertawa terbahak bahak.

“Hahahahahahahahahaha!”

Setelah dia menyelesaikan tawanya, dia kemudian mengatakannya dengan mata penuh kekuatan.

“Berarti pria itu tak mungkin mati. Mana bisa Hyodou Issei akan mati ketika ada kau dan wanita wanita lain yang juga mencintainya. Dia paling ingin bercinta denganmu. Tak mungkin dia akan mati begitu saja tanpa bercinta denganmu.”

-!

.......Itu sesuatu yang sulit dipercaya. Namun kata kata Sairaorg Bael memiliki kekuatan pembujuk yang melebihi apapun.

“Bukankah itu [Oppai Dragon]?”

Dia berbalik setelah mengatakan itu.

“Aku akan menunggu di medan tempur.---Pokoknya datanglah, Rias, dan Tim Gremory! Bagaimana bisa kau menyebut dirimu rekan dari [Oppai Dragon] kalau kau tak melindungi anak anak di Dunia Bawah yang pria itu coba lindungi!”

Setelah mengatakan itu dia pergi.

.........Kesunyian tiba tiba.

Jadi inikah yang Sona-Kaichou maksud dengan orang yang paling sesuai........Ya. Kami bisa mencari lebih jauh untuk memastikan kemungkinan ia masih hidup. Kami harus mencari tahu kebangkitannya biarpun hanya evil piece-nya yang kembali! Bagaimana bisa kami tak menyadari sesuatu yang begitu simpel dan mudah untuk dipahami seperti itu!?

Sepertinya aku melihat sedikit cahaya di mata Buchou.

Dan sedikit harapan mulai kembali padaku.

Sairaorg Bael. Pria yang bertarung hanya memakai tinjunya. Karena itu sepertinya ada sesuatu yang hanya dipahami oleh pria itu..........

Dan hal itu telah menjangkau kami.


Bagian 3[edit]

Setelah mendengar bahwa orang tertentu telah menunjukkan dirinya di dalam istana, aku tengah berjalan ke tempatnya berada. Aku juga tahu alasan kenapa orang itu datang. Lebih tepatnya untuk menyembuhkan kutukan yang dialami pada “orang itu”. Ruangan itu terletak di basemen istana.—Tim Vali berada disana. Setelah insiden itu, ketua mereka Vali berada dalam kondisi sangat tidak baik sehingga kepala keluarga Gremory memutuskan untuk menyembunyikan mereka setelah diminta oleh Sirzechs-sama dan Azazel-sensei. Tentu saja membawa teroris di dalam istana akan menjadi masalah serius. Biarpun begitu, mereka sudah banyak membantu kami...........mereka membantu Buchou. Mendengar itu, kepala keluarga Gremory memutuskan mengurus mereka untuk sementara waktu.

Mereka telah dianggap sebagai pengkhianat dari golongan Pahlawan dan mereka dicari oleh sejumlah kelompok. Saat ini, bersembunyi pasti sangat sulit bagi mereka. Jadi tawaran dari kepala keluarga Gremory itu seperti perahu lewat bagi mereka. Saat aku memasuki kamar dimana Vali tengah beristirahat, aku melihat para anggota Tim Vali dan pria tua berbadan kecil. Dia memiliki wajah sangat berkeriput dengan kacamata tipe-cyber, dan rokok tembakau di mulutnya.

-Ia adalah orang itu sendiri, Sang Sun Wukong pertama.

Ya, orang yang ingin kutemui adalah orang ini. Alasan aku datang ke basemen ini adalah karena ada sesuatu yang ingin kutanyakan padanya. Sang Pertama tengah meletakkan tangannya di tubuh Vali dan ia menggunakan Senjutsu untuk membuat ki mengalir ke dalam tubuh Vali. Dia mengggeser tangannya yang terlapisi touki putih dari perut Vali, ke dadanya, ke lehernya, dan kemudian ke mulutnya.

GOUGH.......

Benda padat hitam muncul dari mulut Vali. Sang Pertama meletakkan benda hitam itu ke dalam bejana transparan dan kemudian menutupnya. Di atas itu ia meletakkan sesuatu yang kelihatan seperti kertas penyegelan dan menyegelnya. Kemungkinan itu adalah racun Samael yang berada di dalam tubuh Vali. Sang Pertama kemudian tersenyum.

“Aku mengeluarkan hampir semua kutukan dengan Senjutsu. Sekarang tubuhmu pasti sudah terasa lebih baik. Astaga. Saat aku pikir kalau si bodoh Bikou mendadak memanggilku, aku tak pernah menduga kalau aku akan diminta mengurus si Vanishing Dragon.”

Bikou yang duduk di kursi di sebelahnya membuka setengah matanya. Sepertinya seorang yang memanggil Sang Pertama adalah Bikou. Kudengar Sang Pertama adalah orang yang tak bisa dia tangani........itu mungkin tindakan yang harus dia ambil untuk menyelamatkan Vali.

“Diamlah pak tua.—Jadi akankah Vali sembuh?”

“Yah pria ini adalah seseorang dengan kekuatan Iblis sangat besar. Kurasa ini saja sudah cukup baginya agar bisa pulih.”

“.......terima kasih, Pertama-dono. Sepertinya aku sudah bisa bertarung dengan ini.”

Vali menyampaikan terima kasihnya pada Sang Pertama dengan penuh hormat. Sampai Hakuryuukou menunjukkan rasa hormat seperti itu.........Bahkan Sang Sun Wukong Pertama adalah eksistensi yang sangat besar baginya. Sang Pertama kemudian mengatakannya sambil memukul kepala Bikou.

“Berpikir soal bertarung setelah kutukan dikeluarkan, Maniak bertarung yang sudah tak bisa diapa apakan.—Kalau begitu aku permisi dulu, karena aku sudah bisa melihat wajah idiot ini.”

“Apa anda mau pergi entah kemana, pak tua?”

“Biarpun aku kelihatan begini, aku adalah pengawal Sakra. Aku hanya mampir sebentar di Dunia Bawah.—sesuatu yang akan kalian sebut, menjatuhkan para teroris. Sakra itu benar benar membuat pak tua ini bekerja keras.”

Jadi Sang Pertama juga akan membantu kali ini. Dia terdengar seperti sekutu yang penting namun ada satu hal yang menggangguku. Vali lah yang justru menyuarakan kecurigaanku.

“.....Pertama-dono, Sakra berhubungan dengan Cao Cao kan? insiden di Kyoto. Pertemuan diantara pihak Youkai dan Sakra. Jadi seperti apakah posisi Cao Cao dalam pikiran Sakra sejak dia ikut campur dalam pertemuan?”

Ya. Sakra dan Cao Cao saling berhubungan. Aku mendengarnya dari Azazel-sensei. Namun insiden di Kyoto tak ada hubungannya. Jadi apa maksudnya? Semakin banyak kami berpikir, semakin misterius jadinya. Sang Pertama hanya tersenyum dengan senang.

“Entahlah. Karena aku hanya pengawal Sakra dan pak tua dengan banyak kebebasan. Aku tak tertarik dengan apa yang si Dewa Militer gundul itu pikirkan.”

Rasanya dia tak menyembunyikan apa apa. Orang ini sejak awal tak memiliki niat jahat. Aku bisa merasakan kepribadian nakalnya seperti Bikou, namun aku tak bisa merasakan sedikitpun aura kejahatan darinya.

.........Meski aku akan setuju kalau dia memakai Senjutsu untuk membuat kami berpikir seperti itu........Sang Pertama mengatakannya sambil meletakkan tangannya di bawah dagunya.

“Namun aku tak berpikir kalau Sakra akan mengamuk, tahu? Aku tak tahu apa yang akan terjadi dari sekarang. Dia mungkin hanya akan menonton dari sisi. Meski Hades sudah berlebihan kali ini.”

-Hades.

Jadi aku tidak salah duga, bahwa “kemarahan”nya menuntun pada insiden ini.......kalau Sakra juga terlibat, maka Dunia Bawah akan mendapat krisis yang jauh lebih parah lagi. Ia adalah Dewa Perang yang dikatakan memiliki kekuatan dimana Yondai-Maou harus menggabungkan kekuatan mereka dan akhirnya mereka akan bisa menandinginya. Saat percakapan Sang Pertama dan Vali selesai, aku menginterupsi diskusi mereka.

“Sang Pertama. Aku datang kemari karena ada sesuatu yang ingin kutanyakan pada anda.”

“Ada apa, pria pedang suci-Iblis? Pak tua ini akan menjawab apa saja semampunya.”

“Aku ingin bertanya pada anda, yang baru menyentuh kutukan Samael.---dalam kondisi apa seorang Naga bisa bertahan hidup setelah menerima kutukan?”

Seorang Dai-Youkai (Youkai Tertinggi) yang menguasai Youjutsu dan Senjutsu. Seorang yang dipromosikan menjadi Tuhan. Qítia-n Dàshèng (Pertapa Agung, Menandingi Surga) Sun Wukong. Apa yang orang ini rasakan setelah dia menyentuh “Ular dari Eden”, kutukan Samael. Aku ingin tanyakan padanya.

“Pertama tama, tubuhnya tak bisa terselamatkan. Dari kepadatan kutukan, tubuh akan lenyap terlebih dulu. Kemudian Rohnya. Tak ada yang lebih rapuh ketimbang Roh yang kehilangan wadahnya. Meski Roh juga akan dimangsa oleh kutukan dan lenyap dengan cepat. Sekarang masalah bermula dari sini.---Kenapa evil piece yang berhubungan dengan Roh tak ikut menerima kutukan? Apa yang terjadi pada Sekiryuutei mencapai telinga pak tua ini juga. bidak itu kembali pada majikannya kan?”

Jadi orang ini sudah tahu semua hal itu.

“Ya. Hanya bidaknya yang merespon pada pemanggilan.”

“Apa kutukan Samael juga terdeteksi dari bidak?”

“Tidak, tak terdeteksi sama sekali. Aura Samael hanya terasa dari Gerbang Naga. Bidaknya sama sekali tak terkena kutukan Samael.”

Hal itu terjadi sesuai dengan jawabanku. Saat evil piece Ise-kun kembali, Sensei menguji evil piece itu, namun tak ada pengaruh kutukan Samael sama sekali.

.......Sensei memasang tatapan tajam setelah mengetahui itu dan kembali ke markas pusat Grigori........

Kalau kupikirkan hal itu sekarang, keraguan kematian Ise-kun telah ada sejak saat itu. kami semua, aku dan rekan rekanku, berpikir kalau kasus seperti kembalinya evil piece artinya kematian. Karena kesedihan dari kehilangan dia dan mempelajari fakta tentang kasus kasus sebelumnya, kami membuang kemungkinan keselamatannya. Sang Pertama meniup asap rokoknya dan tersenyum oleh balasanku.

“—Berarti ada kemungkinan kalau Rohnya masih selamat. Aku tak tahu bagaimana kondisi bocah erotis itu sekarang, tapi dia mungkin tengah terapung apung di celah dimensional.”

........Saat aku mendengar kata kata itu, aku mencoba sangat keras untuk menekan emosi yang hampir keluar dalam diriku. Belum. Masih terlalu awal untuk itu. masih terlalu cepat untuk bergembira...........! Namun masih ada kemungkinan! Kemungkinan kalau teman terbaikku masih hidup!

Sang Pertama tersenyum saat dia melihatku bergetar dan kemudian berbalik.

“Sampai jumpa. Yu-Long sedang menungguku diluar sana. ---Oh, jadi apa yang akan kau lakukan sekarang, Bikou? Kudengar kalian adalah orang orang yang dicari semua golongan dan [Khaos Brigade] kan?”

Bikou menggaruk pipinya saat dia ditanya begitu oleh Sang Pertama. Kuroka yang berada di sampingnya menjawab sambil mengacungkan tinjunya.

“Aku hanya perlu mengikuti pimpinan kami—nyan. Apalagi, aku merasa sangat senang bermain main dalam kelompok ini.”

Si Penyihir, Le Fay, juga mengangguk.

“Ya. Aku juga akan mengikuti semuanya! Bagaimana denganmu, Arthur-Oniisama?”

Arthur yang memasang aura tenang seperti biasanya berkata sambil tersenyum.

“Aku tak sedikitpun suka atau tertarik dengan golongan Pahlawan. Aku akan mampu menemui lawan lawan kuat kalau aku terus disini dan melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan sampai sekarang. Setidaknya bagiku, lebih mudah bersama Vali ketimbang Cao Cao.”

Mendengar opini mereka, Bikou berujar pada Vali.

“Aku juga akan mengikutimu seperti yang kulakukan sampai sekarang. Satu satunya yang bisa memerintah orang orang tak berguna seperti kami hanya kau Vali.”

Mendengar tanggapan rekan rekan timnya, Vali tersenyum tipis.

“........Maafkan aku.”

“Bersikaplah seperti kau yang biasanya! Jangan minta maaf Ketsu-Ryuukou! (Kaisar Naga Bokong)!”

Bikou mengatakannya sambil tertawa lebar dan memukul punggung Vali.

“Hentikan itu. Albion akan menangis. Dia sudah dalam kondisi dimana dia meminta penasehat.”

.......Jadi Albion juga mendapat penyakit hati. Jadi alasan kenapa Albion menjadi sangat tenang di dimensi buatan itu karena dia tak punya energi tersisa padanya?

“Sekiryuutei menarik hati orang orang. Hakuryuukou menarik hati orang orang “buangan”. Dua Naga Langit. Kalian seperti kepala dan ekor. Kalian adalah Naga Langit yang menarik.”

Sang Sun Wukong Pertama pergi setelah mengatakan itu. mengkonfirmasi kalau Sang Pertama telah pergi, aku bertanya pada Vali sekali lagi.

“Vali Lucifer, apa yang akan kau lakukan?”

“.......Akankah kau puas kalau aku akan membalaskan dendam Hyodou Issei, Kiba Yuuto?”

“Bukan. Aku hanya akan menumpahkan dan mengatakannya kalau itu tak seperti dirimu. Dan kalau ada yang menuntut balas dendam, maka itu adalah tugas kami. Bukan. Aku akan jatuhkan mereka semua.”

Dia tersenyum oleh jawabanku.

“Begitu. Benar juga.---Aku hanya ingin melepaskan kekuatan yang tak bisa kulakukan saat itu pada seseorang. Ada banyak orang yang aku kejar dan ada banyak orang yang mengejarku jadi itu bukan masalah besar.”

Vali menunjukkan senyum maniak bertarung yang tak merasa kalau dia akan kalah.



Setelah bertanya pada Sang Pertama tentang yang aku ingin ketahui di ruangan tempat Vali berada, aku keluar dari basemen. Aku berpikir untuk mengirimkan opini yang Sang Pertama berikan pada seseorang. Namun.......

“Yuuto-san. Jadi kamu ada disini.”

Seseorang memanggilku dari belakang.—Itu adalah Grayfia-sama. Namun dia tak mengenakan busana maid seperti biasanya. Dia mengikat rambut kepangnya menjadi satu, dan dia mengenakan busana tempur yang menunjukkan garis tubuhnya. Aku bisa memahaminya hanya dengan sekali tatap. –dia akan turun tangan sebagai budak dari Maou.

“Grayfia-sama..........anda akan maju ke garis depan?”

Grayfia-sama mengangguk oleh pertanyaanku.

“Ya. Karena tombak suci, budak budak Lucifer dan aku akan menyerbu monster, Jabberwock, yang tengah bergerak menuju ibukota karena Sirzechs tak bisa keluar. Setidaknya kami akan menghentikan gerakannya.”

Kalau orang ini mengatakan itu dengan percaya diri, maka aku sangat yakin kalau jadinya akan seperti itu. Pasukan penyerbu lain entah membekukan monster raksasa, memaksa mereka untuk ditransportasi, atau menciptakan lubang besar untuk menyegel pergerakan mereka. Namun semua itu berakhir dalam kegagalan. Aku menerima informasi kalau kekuatan Iblis dan sihir yang berkaitan dengan transportasi secara paksa, ruang, dan waktu tak bisa bekerja pada mereka. Mungkin para monster itu diciptakan dengan mantra dimana teknik teknik semacam itu tak bisa bekerja pada mereka.

........Sampai bisa membuat hal hal mengerikan seperti itu........seperti dugaanku, kemungkinan yang [Annihilation Maker] miliki sangat berbahaya. Aku bisa paham kenapa para petinggi menempatkannya di antara Longinus tingkat tertinggi dan berdiskusi secara serius tentang harus menyegelnya atau tidak. Biarpun begitu, aku mulai berpikir kalau budak budak Lucifer dikatakan sebagai yang terkuat diantara para Iblis bisa menghentikan mereka. Guru Pedangku juga berada di kelompok Lucifer dan dia adalah [Kuda]. Tak ada yang bisa dipotong dengan teknik absolutnya.

“Bisakah kamu berikan ini pada Rias? Ini informasi dari Sirzechs dan Gubernur Azazel.”

Dari Sirzechs-sama............dan Sensei? Grayfia-sama memberikan aku selembar memo dengan informasi di atasnya.

“Ini?”

Mengetahui kalau itu tak sopan, aku mengecek memo yang ditujukan bagi majikanku. Di atasnya, kata kata “Ajuka Beelzebub” dan “Markas” tertulis dalam aksara Iblis.

“Lokasi saat ini dimana Beelzebub saat ini, Ajuka Beelzebub-sama, berada. Aku juga akan menyampaikan pesan padamu dari Gubernur Azazel. “Mintalah dia mengecek evil piece Ise. Kalau itu pria itu, maka dia pasti bisa menganalisa apa yang tersisa pada bidak itu.” Pergilah kesana dengan Rias dan yang lainnya, Yuuto-san. Ajuka-sama pasti bisa memberikan kemungkinan bagus.”

Ya. Maou ini adalah orang yang menciptakan evil piece. Dan dia adalah orang yang ingin aku hubungi.......Jadi Sensei mengumpulkan informasi sebelumnya. Dia sangat peduli pada kami, biarpun dia seharusnya adalah orang tersibuk pada saat ini..........

...........Terima kasih banyak Sensei. Ajuka-sama pasti akan memberitahu kami tentang semua kemungkinan. Grayfia-sama kemudian tersenyum.

“Aku tak akan mengizinkan orang yang akan menjadi adik iparku lenyap karena hal semacam itu. Pergi dan carilah informasi keselamatannya dan buat Rias berdiri di atas kakinya lagi. Sangat bodoh baginya menyebut dirinya sebagai generasi selanjutnya ketika para pemuda dengan kekuatan bahkan tak berdiri untuk krisis di Dunia Bawah.”

........Ise-kun. Kakak iparmu sangat baik namun sangat tegas.