High School DxD (Indonesia):Jilid 24 Life.3

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.3 Kebenaran Kucing, Permainan Dimulai[edit]

Bagian 1[edit]

Kami pulang dari ruang pelatihan. Setelah meninggalkan pemulihan, perbaikan dan investigasi selanjutnya kepada Keluarga Gremory dan pemerintahan Dunia Bawah, kami pulang ke kediaman Hyoudou. Karena daerah sekitarnya telah diserang, beberapa penghalang yang kuat telah didirikan di sekitar kediaman Hyoudou, dan kami juga meminjam beberapa penjaga dari Tiga Golongan. Untuk mencegah orang-orang biasa dari memperhatikan, Iblis dan Malaikat berjaga di taman dan di gerbang depan menggunakan teknik untuk menyembunyikan kehadiran mereka dari manusia. Untuk mencegah orangtuaku diserang lagi, mereka akan ditemani oleh penjaga yang tak terlihat setiap kali mereka keluar. Ini adalah status siaga tertinggi kami sejak perang melawan Qlippoth. Khususnya, penjaga di kebun kami adalah budak-budak Roygun Belphegor-san yang datang ke sini pada tempo hari untuk bergabung dengan tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] kami. Tapi, seperti yang dikatakan Xenovia, mustahil menyebabkan kerusakan apapun kecuali itu adalah situasi terburuk di mana rumah kami diserang oleh sekelas Dewa yang paling kuat. Untuk alasannya, itu karena kami masih memiliki Ophis dan Lilith di sini. Tidak ada banyak Dewa yang mampu berdiri di hadapan Dragon God bersaudari ini. Walau mereka adalah barisan pertahanan terakhir dan terkuat kami, masih perlu untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat berapa kali kami telah diserbu sejauh ini. Sial, darimana informasi pada semua penghalang ini bocor keluar!? Dalam keadaan seperti itu, kami berkumpul di ruang VIP saat kami bersiap untuk menghubungi Alam Baka. Sepertinya kami berkumpul di ruang VIP setiap kali terjadi sesuatu, walaupun ini adalah tujuan asli ruangan itu. Bennia memunculkan lingkaran sihir tipe komunikasi di meja, dan setelah akhirnya kami menghubungi sisi lain, kami mulai fokus pada mereka. Wajah dari sisi lain muncul di atas lingkaran sihir. Wajah yang diproyeksikan adalah—Grim Reaper yang topeng tengkoraknya bahkan lebih mewah dan megah daripada Bennia. Grim Reaper yang memberikan kesan agak otoritatif tetap tanpa ekspresi ketika mereka berbicara.

<<Karena terhubung ke saluranku via Apollon…. Ada masalah apa?>>

Cara dia berbicara tenang dan anggun, seperti yang diharapkan dari salah satu Grim Reaper Kelas Ultimate—Orcus. Orang yang berhadapan dengan wajah proyeksi Orcus adalah Bennia.

<<Lama tidak bertemu, papa-dono.>>

—Papa-dono. ...Cara dia memanggilnya sungguh tak terduga! Aku memikirkannya sendiri, tapi Grem Reaper yang dipanggil dengan nama itu tampak kaget oleh kemunculan tiba-tiba putrinya, dan ekspresi wajahnya membeku.

<<…………>>

Setelah beberapa saat diam—. Ayah Bennia mengubah nada awalnya yang berwibawa dan dia mulai berbicara dengan cara bingung dan kewalahan!

<<B-Bennia-tan, mustahil, aku tidak membayangkan kamulah orang yang menghubungiku...>>

—Bennia-tan!? ...Dia menambahkan ‘tan’! Aku tidak mengerti itu sama sekali! Atmosfer megah sebelumnya telah lenyap, dan dia mulai menyayangi putrinya! Aku selalu berpikir bahwa Grim Reaper adalah orang yang berbahaya dan dingin...tapi kelihatannya aku salah tentang itu. Bennia langsung ke intinya.

<<Papa-dono, ada yang ingin kutanyakan padamu. —Kami diserang oleh Thanatos, apakah kamu tahu tentang itu?>>

<<—Hmm!>>

Orcus tampak agak terkejut, tapi setelah beberapa saat berpikir, dia berkata

<<...Thanatos ya. Hmm, aku mengerti.>>

Orcus memperhatikan orang-orang yang berdiri di sekitar Bennia.

<<Kalian semua adalah anggota [DxD], bukan? Putriku ada di tangan kalian. Bagaimanapun...baiklah. Ini adalah kesempatan langka, jadi izinkan aku untuk berbicara dengan kalian sebentar.>>

Orcus lalu mulai berbicara.

<<Thanatos adalah seorang eksekutif dari apa yang disebut faksi militan. Dia sering mengambil tindakan yang melampaui kehendak Hades-sama, dan dia hampir tidak pernah mendengarkan perintah Hades-sama.>>

Ooh, dia mengatakan itu pada kami dengan santai! Mungkin itu karena Bennia hadir, tapi aku merasa tergerak oleh fakta bahwa ada seorang Grim Reaper yang bisa berkomunikasi dengan tenang. Rias bertanya

“Orcus-sama, apa maksudmu mengatakan itu sebagai Grim Reaper Kelas Ultimate, kamu juga tidak tahu apa motif Thanatos?”

<<Grim Reaper Kelas Ultimate—dengan kata lain, para eksekutif dari Alam Baka. Karena jabatan dan tugas masing-masing, sulit untuk pergi. Tapi, biarpun kami tahu tentang beberapa hal, kami tidak bisa campur tangan karena posisi kami.>>

Menanggapi hal ini, Xenovia dengan sedih mengangkat bahu.

“Jadi itulah mengapa Pluto menyerang kami selama ‘Kerusuhan Demonic Beast’.”

Orcus membalas

<<Kamu telah mencapai titik menyedihkan, tapi Alam Baka tidak sepenuhnya bersatu. Ada faksi progresif yang mendengarkan semua perintah Hades-sama dan bertindak atas mereka, dan ada juga faksi konservatif yang mengadopsi pendekatan tunggu dan lihat. Aku tidak tahu apakah kalian akan percaya ini, tapi aku yang terakhir. Bagaimanapun, kami adalah Dewa yang mengelola kematian di Olympus. Berbagai reaksi berantai akan dimulai jika aku menyebabkan kematian dengan sengaja.>>

Orcus ikut faksi konservatif—. Aku memilih untuk percaya itu, karena dia adalah Grim Reaper pertama yang layak yang pernah kulihat, dan dia juga bertindak sangat sopan. Kalau dia mampu membesarkan Bennia menjadi seperti dia, dia seharusnya sama dengan yang aku percayai.... Dia mungkin tidak mengizinkan Bennia untuk menemui Grim Reaper yang abnormal di Alam Baka. Setelah pertandingan melawan tim Bael, aku bertemu Hades untuk pertama kalinya di Agreas dan memiliki kesan yang mengerikan terhadapnya, dan aku juga diserang oleh Pluto di Alam Baka. —setiap kali, aku tak pernah memiliki kesan positif tentang para Grim Reaper. Bennia memprotes apa yang dikatakan ayahnya

<<Bukan cuma kamu melakukan apapun untuk mencegah mereka melakukan hal-hal buruk ini, kamu juga menyebabkan mitologi lain terlibat...dan kamu berani bilang bahwa kamu adalah anggota dari faksi konservatif.>>

Orcus...tidak membuat alasan dan malah melanjutkan

<<...Dalam hal apapun, aku akan memberitahu kalian tentang gerakan Thanatos setelah melihat masalah ini. Lagipula, putriku telah berada dalam tanggung jawab kalian, jadi peranku sebagai ayah untuk membantu kalian juga. Tapi, karena isu-isu politik dari Alam Baka, kerja sama kami tidak dapat dipublikasikan di permukaan…. Aku juga akan bekerja dengan Pluto generasi kedua.>>

Itu sangat membantu bahwa kami telah mampu memperoleh beberapa tingkat bantuan dari Alam Baka. Itu juga merupakan kejutan yang tak terduga. Aku bersedia untuk percaya pada ayah Bennia. Jika dia benar-benar mengkhianati kami, kurasa Bennia pasti akan memutuskan hubungan ayah-anak mereka. Tapi setiap ayah yang dapat memanggil putri mereka dengan ‘tan’ mustahil itu orang jahat. Namun, aku agak penasaran dengan satu hal yang disebutkan Orcus. Aku diam-diam bertanya pada Kiba yang ada disampingku

(...Ada Pluto generasi kedua?)

Pluto...generasi pertama telah dimusnahkan oleh Vali selama ‘Kerusuhan Demonic Beast’. Kiba dengan tenang menjawab pertanyaanku.

(Terlepas dari mitologi, ada banyak Dewa yang memiliki anak. Bahkan dalam kasus Bennia-san, dia adalah anak Orcus.)

Ah, aku mengerti. Para Dewa juga memiliki anak. Terlepas dari apakah itu kakek tua Odin atau Zeus, keduanya sudah memiliki anak. Bennia terus menatap ayahnya sendiri dengan mata sipit.

<<Papa-dono, apa Hades-sama memikirkan sesuatu yang buruk lagi?>>

Orcus melihat langsung ke putrinya saat dia berkata

<<...Bennia-tan, aku tidak sepenuhnya memahami cara berpikir Hades-sama. Tapi, yah, lebih baik waspada terhadap Thanatos dan Hades-sama. Semuanya, hal yang sama berlaku untuk kalian juga.>>

“Aku akan mengingat nasihatmu, tapi jika pemimpinmu mendengar apa yang baru saja kamu katakan, tidakkah dia akan menghukummu?”

Setelah Orcus mendengarkan pertanyaan Rias, meskipun wajahnya masih tetap tanpa ekspresi, dia mengeluarkan suara yang diwarnai tawa

<<Aku akan menyeberangi jembatan itu ketika aku datang ke sana. Tapi, justru karena Alam Baka tidak bersatu, aku bisa mengatakan itu, dan jelas, Hades-sama sudah lama menyadari hal ini.>>

...Para Grim Reaper yang tinggal di Alam Baka masing-masing memiliki aturan dan hubungan unik mereka sendiri. Cara Hades melihat berbeda antara kami dan para Grim Reaper, dan di antara para Grim Reaper pun, ada perbedaan antara faksi konservatif dan faksi militan. Kami mendapat kerja sama ayah Bennia, Orcus, dan dia akan memberitahu kami tentang berita Thanatos. Kami dipaksa untuk membatalkan sesi latihan kami, dan saat kami mempertimbangkan apa yang harus dilakukan selanjutnya, kami menerima pesan dari budak-budak Sitri. Mereka telah menemukan Ungaikyo berikutnya—.

Bagian 2[edit]

Denganku, Rias, Akeno-san, dan Ravel dalam kelompok, kami berempat pindah ke tempat yang Sona-senpai dan Shinra-senpai telah katakan kepada kami melalui lingkaran sihir. Tujuannya adalah kuil tua yang terletak jauh di pegunungan wilayah Tohoku di Jepang. Kami dikelilingi oleh hutan lebat yang diselimuti kabut. ...Kabut sudah cukup untuk membuatku segera menyadari bahwa kami telah memasuki wilayah supranatural. Saat kami berempat berjalan ke kuil, kami menyadari bahwa Sona-senpai dan Shinra-senpai sudah menunggu kami. Cermin elips raksasa berdiri di tengah dan mengeluarkan cahaya menakutkan—ada mulut dan mata di cermin. Sona-senpai berkata

“Ini adalah Ungaikyo saat ini yang telah mewarisi kemampuannya.”

Setelah diperkenalkan, Ungaikyo membuka mulutnya dan berbicara saat melihatku dengan intrik

<<Naga dengan kekuatan yang luar biasa.>>

Kami segera memberitahu Ungaikyo tentang alasan mengapa kami datang, berharap bahwa itu akan dapat memanggil kerabat dekat yang tahu tentang keadaan Koneko-chan. Kami tidak membawa Koneko-chan bersama kami. Mungkin kami akan menyentuh subjek yang lebih baik tidak dia ketahui, jadi kami tidak membawanya hanya jika itu terjadi. Lagi pula, kami mencari orangtua Koneko-chan yang sudah meninggal, atau mungkin hanya salah satu dari mereka. Akan tetapi—.

<<Maaf, tapi aku tidak bisa memenuhi permintaanmu.>>

Tanggapan kami adalah penolakan. Kami merasa bingung. Setelah mendengar respon Ungaikyo, Sona-senpai diam-diam bergumam

“Sudah kuduga, itu tidak bagus ya.”

Ungaikyo melanjutkan

<<Belum lagi yang hidup, teknik rahasia untuk berkomunikasi dengan orang mati terkait dengan nilai klanku. Aku tidak bisa menggunakannya dengan begitu bebas.>>

Shinra-senpai bertanya

“Tapi generasi sebelumnya menunjukkan pada kami...”

<<Generasi sebelumnya adalah generasi sebelumnya, dan tidak seperti generasi sebelumnya, aku tidak akan melakukan apapun yang diminta dariku. Setelah mewarisi kemampuan ini yang bahkan diawasi oleh Shaka Nyorai dan Raja Agung Enma, aku sudah lama ingin menghilang.>>

Ia mengatakan nama-nama Shaka-sama dan Enma-sama yang kukenal. Kukira itu adalah masalah yang sulit untuk bertemu dengan orang mati. Ravel berkata

“Youkai dan Iblis... begitu supranatural mati, mereka dianggap telah punah, jadi sangat sulit untuk memanggil jiwa mereka lagi.”

Ya, benar juga. Ibu Koneko-chan adalah seorang Nekomata, dan itulah mengapa sulit bagi Ungaikyo memanggilnya. Kami juga penasaran tentang menggunakan Holy Grail milik Valerie untuk mencobanya...tapi kami menyerah pada ide karena itu mungkin memiliki efek buruk pada Valerie. Membangkitkan seseorang yang semula mati tentu akan memiliki pengaruh buruk pada dunia saat ini. Ini adalah sesuatu yang sangat kupahami dari Perang Evil Dragon. Meskipun aku tidak berpikir orangtua Koneko-chan adalah orang jahat...melakukan hal itu akan menyusahkan pikiran dan tubuh Valerie, jadi lebih baik menyerah. Saat kami merasa terganggu oleh ini, sesosok kecil tiba-tiba muncul. Itu adalah kucing kaliko dengan tujuh ekor. Aku pernah melihat kucing ini sebelumnya! Benar, ini adalah—! Kucing kaliko itu berdiri di depan cermin dan berbicara dalam bahasa manusia.

“Cermin muda, bisakah kamu mendengarkan permintaan anak-anak ini?”

Ungaikyo tampak terkejut oleh sosok kucing ini.

<<M-Magari-sama...>>

Kucing kaliko—kucing Youkai tujuh ekor bernama Magari memandang kami.

“Lama tidak bertemu, Ryuutei boy.”

Tetua kucing Youkai, Magari-san! Dia adalah Youkai berusia delapan ratus tahun! Dia adalah salah satu Youkai yang kutemui, kami berdamai dengan Youkai Jepang. Saat ini, Koneko-chan dan Kuroka kadang-kadang mengunjunginya untuk pelatihan reguler. Jika mereka berdua mengatakan bahwa mereka akan pergi ke gunung, maka kemungkinan besar mereka akan berlatih dengan Magari-san. Meskipun Kuroka sepertinya tidak segan setiap kali!

“Kenapa kamu di sini?”

Saat aku bertanya, Magari-san menyipitkan mata saat dia berkata

“Bukan apa-apa, aku hanya kebetulan mendengar bahwa kamu ingin mencari tahu tentang situasi di balik mereka bersaudari, Kuroka dan Shirone.”

Lalu Sona-senpai berkata

“Jika kita ingin mengetahui lebih banyak tentang latar belakang Koneko-san dan Kuroka-san, aku berpikir bahwa kekuatan seekor kucing Youkai yang lebih tua akan diperlukan, jadi aku mengundangnya.”

Aku mengerti, jika itu adalah Magari-san, maka aku yakin dia akan tahu tentang ibu Koneko-chan. Magari-san berkata

“Sebagai tetua dari Youkai, aku tidak bisa mengabaikan masalah itu. Jadi, apa yang akan kamu lakukan, cermin?”

Setelah mendengar kata-kata Magari-san, Ungaikyo saat ini menjawab dengan tegas

<<Aku mengerti.>>

Sepertinya Magari-san memiliki pengaruh yang agak kuat pada Youkai lainnya. Lebih baik mengandalkan Youkai lain untuk apa yang disebut menolong dan membujuk, kurasa. Ungaikyo menerima permintaan kami, memungkinkan kami untuk menceritakan tentang detail Koneko-chan dan Kuroka, lalu menggunakan kemampuannya untuk mulai mencari. Cermin itu bersinar dengan cahaya bersinar dan Ungaikyo berkata

<<...Situasi orangtua mereka cukup rumit. Agama yang dimiliki keluarga ayah adalah agama Buddha, jadi perlu untuk melakukan negosiasi dengan neraka sisi itu.>>

Omong-omong, mitologi Buddha dan Hindu juga memiliki Surga—firdaus dan neraka. Tergantung pada agama seseorang, tempat di mana mereka akan pergi setelah kematian juga berbeda. Magari-san, yang sepertinya tahu sedikit tentang keadaan Koneko-chan dan Kuroka bertanya

“Bisakah kamu memanggilnya? Menurutku ibu Fujimai akan lebih sulit.”

—Fujimai.

Jadi itulah nama ibu Koneko-chan. Ungaikyo berkata dengan getir

<<Pihak ayah... Aku tidak tahu apa yang dia lakukan selama hidup, tapi jiwanya terikat dengan segel yang merepotkan. Biarpun aku memanggilnya ke sini, dia tidak akan bisa berbicara dengan baik.>>

Ada segel pada jiwa ayah Koneko-chan? Apa yang dia lakukan selama hidup...? Magari-san berkata pada Ungaikyo

“Kurasa aku akan pergi dan meminta Raja Agung Enma untuk sedikit bantuan.”

<<Aku menghargainya.>>

“Nekomata sering dianggap sebagai Youkai yang mengatur kematian manusia, jadi aku telah mengadakan beberapa pertemuan dengan Raja Agung Enma di masa lalu.”

Magari-san meminta kami menyiapkan bak berisi air, jadi aku cepat-cepat kembali ke rumah dan kembali dengan bak mandi. Setelah bak diisi dengan air, Magari-san menatap menuju kedalaman air.

“——”

Mulutnya terus bergerak saat dia meneriakkan deretan panjang mantra. Setelah sekitar sepuluh menit, Magari-san mengangkat kepalanya dan berkata kepada kami

“...Mungkin, sepertinya pihak itu juga tidak bisa berbuat apa-apa tentang jiwa itu. Konon beberapa lapisan energi Iblis yang dikombinasikan dengan segel penyihir telah digunakan untuk membuat jiwa itu tersegel. Pihak Raja Agung Enma pun tidak bisa berbuat apa-apa.”

Sepertinya ini agak rumit! Masalah orangtua Koneko-chan lebih serius daripada yang aku duga, dan kami berenam saling memandang dengan ekspresi serius. Magari-san menambahkan

“Kalau kita bisa mendapatkan kerja sama dari Maou-san dan asosiasi penyihir, mungkin ada kelonggaran.”

Setelah mendengar ini, Rias segera berkata

“Untung kami bagian dari [DxD]. Aku akan pergi dan meminta mereka.”

Setelah mengatakan itu, semua orang kecuali aku—Rias, Akeno-san, Ravel, Sona-senpai, dan Shinra-senpai menggunakan saluran mereka masing-masing untuk mulai mencari bantuan. Sementara aku menunggu, Magari-san berkata padaku

“Karena itu akan memakan waktu, apakah kamu ingin memanggil orang lain?”

Seseorang yang kukenal juga dapat dipanggil dengan Ungaikyo? Rias menciptakan lingkaran sihir saat dia berkata kepadaku

“Benar juga, Ise, kakekmu sudah meninggal, kan? Keluargamu juga Buddha, jadi bisakah kamu memanggilnya?”

“J-Jii-chan? Ah, aku mengerti, aku bisa memanggilnya.”

Aku akan meminta Ungaikyo memanggil Jii-chan! Sementara kami mendiskusikan upacara pernikahan, Jii-chan juga menjadi salah satu topik pembicaraan. …Kakekku. Sudah cukup lama sejak dia meninggal. ...Saat aku mengingat senyuman Jii-chan ketika dia masih hidup, rasanya aku makin ingin melihatnya lagi. Jika bisa, maka aku sangat ingin melihatnya. Ungaikyo berkata

<<Jika kamu ingin aku memanggilnya, maka beri tahu aku nama dan alamat rumah tempat dia tinggal. Itu akan membuatnya lebih mudah ditemukan.>>

Jadi jika aku mengatakannya maka aku akan bisa memanggil Jii-chan ya. Karena ini kesempatan langka, kukira aku akan memanfaatkannya.

“Yah, aku dengan hormat akan menerima tawaran itu. Umm—”

Setelah aku memutuskan, aku memberitahu Ungaikyo tentang detail Jii-chan. Ungaikyo terdiam beberapa saat—.

“Terhubung. Lalu, sekarang aku akan mencerminkan gambaran kakek Sekiryuutei.”

Setelah mengatakan itu, bayangan wajahku di cermin mulai melengkung. Waaah! Sudah mulai! Jadi mungkin bagi seseorang untuk dipanggil begitu cepat jika mereka tidak melakukan sesuatu yang bermasalah selama hidup mereka! Aku bergegas duduk di depan cermin dalam seiza! Aku merasa agak gugup! Detik berikutnya—sebuah suara datang dari cermin.

[—ai-. —Oppa—]

“J-Jii-chan..?”

Aku mencoba berbicara—.

[Zoom zoom iyaan!]

Sosok lelaki tua yang familier tercermin saat dia menyanyikan lagu yang familier di cermin! Dia adalah lelaki tua yang wajahnya sangat mirip dengan wajahku dan Tou-san—itu beneran Jii-chan! Jii-chan menatapku, dan dia masih memiliki senyum yang sama sambil dia berkata

[Lama tidak bertemu, Ise! Kamu semakin besar! Apakah kamu tidak apa-apa?]

…….

Uuh, Jii-chan! Itu suara dan wajah Jii-chan! Sama seperti ketika dia masih hidup. Dihadapkan dengan perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, aku mengeluarkan air mata sukacita!

“Uuh, Jii-chan! Itu beneran Jii-chan! Mmm, aku baik-baik saja! Tapi, kenapa Jii-chan menyanyikan lagu itu?”

Nada yang kakek nyanyikan adalah lagu ‘Oppai Dragon’, dan aku hanya bisa bertanya. Kakek dengan penuh semangat tertawa

[Hahahahaha! Perbuatanmu bahkan telah mencapai dunia Buddha-sama! Belakangan ini, aku selalu dipanggil oleh Bodhisattva-sama untuk menerima pujian! Semakin kamu aktif di dunia saat ini, semakin nyaman aku berada di sini! Bagaimanapun, aku menerima gelar sebagai kakek Sekiryuutei setelah mati! Dengan lagu Oppai Dragon sebagai latar belakang, aku telah bernyanyi dan menari setiap hari di dunia yang indah!]

Jii-chan berbicara dengan semangat yang sama seperti ketika dia masih hidup. Begitu, jadi aku menjadi terkenal bahkan di dunia Buddha-sama! Kalau begitu, kakek sudah tahu identitas asliku.... Kakek Sekiryuutei ya, ini sudah sangat menakjubkan…. Dan di sisi itu, dia selalu menggunakan laguku sebagai latar belakang untuk bernyanyi dan menari! Jii-chan lalu menjelaskan kepadaku bahwa di surga dunia orang Buddha, Sekiryuutei—kesuksesanku sangat terkenal, dan mereka tahu segalanya tentang pertempuranku melawan Qlippoth. Hampir semua Dewa dan Dewi tahu, dan Dewa-Dewa terkenal akan datang mengunjungi setiap hari ganjil untuk bertanya tentang masa kecilku. Kukira itu bukan hal yang buruk bahwa kegiatanku telah memungkinkan Jii-chan merasa nyaman setelah kematiannya, bukan? Jii-chan yang menikmati hidupnya di surga berbicara kepada Rias yang ada di sampingku

[Yang di sana, apa kamu salah satu calon pengantin Ise? Senang bertemu denganmu, aku kakek Ise.]

“Ah, ya, senang bertemu denganmu juga. Aku Rias Gremory, Ojii-sama.”

Rias menyapa Jii-chan seperti itu. Dia bahkan tahu bahwa dia adalah salah satu calon istriku! ...Dia sungguh tahu segalanya tentangku. Jii-chan melihat dada—Rias, lalu dia juga melihat dada Akeno-san yang tidak terlalu jauh. Dia mengangguk berkali-kali dengan senyum puas.

[Mmm! Mmmhmm! Ise! Saat kamu kecil, kamu selalu berkata ‘Aku ingin menikahi Onee-san dengan oppai besar’, dan sekarang impianmu akan menjadi kenyataan! Terlepas dari apakah itu gadis berambut merah atau gadis berekor kuda, keduanya memiliki oppai yang indah! Ketika nenekmu masih muda, dia juga memiliki oppai yang indah, tapi keduanya tidak kalah dengan nenekmu!]

Jii-chan berkata—

<<Sudah hampir waktunya. Aku akan dimarahi oleh Raja Agung Enma, jadi tolong ucapkan selamat tinggal.>>

Setelah periode yang singkat, Ungaikyo menyampaikan bahwa waktu kami sudah habis.

“Eh? Sudah habis!?”

Aku terkejut! Aku hanya harus mendengarkan pencapaian bangga kakekku!? Rias berkata padaku

“Agama cukup ketat ketika berbicara dengan orang mati. Kamu juga Iblis, jadi mustahil bagimu untuk menghubungi dunia orang Buddha.”

…Sungguh aku…telah bereinkarnasi menjadi Iblis, dan kini aku adalah Iblis Kelas Atas dari budak-budak Gremory, dan aku termasuk mitologi Injil, Kekristenan. Meskipun waktu kita untuk berpisah telah tiba, Jii-chan masih sangat ceria.

[Kita belum berbicara cukup, tapi kita mungkin memiliki kesempatan untuk bertemu lagi di masa depan. Jangan khawatir, jika terjadi sesuatu, Jii-chan akan pergi menolongmu, jadi serahkan padaku! Ise!]

“B-Baiklah.”

Jii-chan membuat gerakan meraba oppai di udara saat dia berkata

[—Rasakan sebanyak mungkin oppai. Ketika aku masih muda, banyak oppai—]

Sebelum dia bisa menyelesaikannya, komunikasi terputus.

<<Sambungan telah kedaluwarsa. Maaf, tapi itu sejauh yang kami bisa.>>

Aku meraih sisi Ungaikyo dan menampakkan diri ke Jii-chan!

“Apa yang terjadi ketika kamu masih muda!? Oppai apa yang kamu lihat!? Jii-chaaaan!”

Sial! Dia masih Jii-chan yang mesum! Tapi, dia masih sangat energik! Jika kegiatanku saat ini dapat memungkinkan Jii-chan untuk hidup dengan nyaman setelah kematian, aku akan bangga dengan itu dan melakukan lebih banyak lagi! Seperti ini, reuni singkatku dengan Jii-chan berakhir—


Setelah Rias mendapatkan kerja sama dari Golongan lain, kami berbicara dengan Ungaikyo lagi.

“—Tampaknya mereka akan membantu. Segel sihir akan dianalisis dengan teknik mereka.”

Ungaikyo lalu berkata

<<Sepertinya kami akan mengendalikannya.>>

Lalu bersiap untuk menggunakan kemampuannya lagi.

<<Karena ingatan jiwa telah dikenakan segel yang kuat, mereka mungkin tidak normal. Dan karena mereka juga sudah mati, mereka mungkin tidak memberimu jawaban yang akurat, jadi harap ingat itu.>>

Setelah mengatakan itu, ia menggunakan kemampuannya lagi, dan orang itu tercermin di cermin. ...Berdasarkan informasi yang kami dapatkan sebelumnya, ayah Koneko-chan dan Kuroka adalah seorang manusia. Tapi, mereka bukan hibrida manusia dan Nekomata. Karakteristik khusus dari Nekomata adalah mereka bisa bereproduksi dengan ras supranatural lainnya, tetapi jika itu adalah manusia, maka anak yang lahir dari mereka akan tetap menjadi Nekomata. Jika mereka kawin dengan ras selain manusia, maka anak yang lahir dari mereka akan memiliki karakteristik ras itu. Itulah mengapa Kuroka mendorong dirinya ke arahku dan Vali, dia berharap untuk mendapatkan gen kuat dari seekor naga. Permukaan cermin hampir seperti layar televisi, agak kasar dan sulit untuk melihat orang di sisi lain. Itu benar-benar berbeda ketika aku melihat Jii-chan beberapa saat yang lalu.

[...A-Aku...Aku...]

Mereka akhirnya berbicara...tapi ada terlalu banyak ketidakjelasan dan aku tak bisa mendengarnya dengan benar. Ungaikyo menambahkan

<<Sepertinya dia pun lupa namanya sendiri. Bicaranya juga terpecah-pecah, jadi dia mungkin hanya bisa mendengarkan.>>

...Kenapa seperti ini? Apa yang dia lakukan? Rias menghadapi pria yang bahkan tidak memiliki sosok yang jelas dan berkata

“Toujou…tidak, apa kamu ingat Nekomata bersaudari Shirone dan Kuroka?”

Ada keheningan singkat. Suara kabur itu lalu menjawab

[...Neko-mata...Fujimai...]

Sepertinya dia masih bisa mengingat nama istrinya...tapi Koneko-chan dan Kuroka—dia sepertinya lupa nama-nama anaknya? Magari-san bertanya

“Benar. Mereka adalah Nekomata yang kau ambil. ...Apa yang kau lakukan pada gadis-gadis itu? Tidak, ini adalah bagaimana aku harus bertanya. Apa yang kau lakukan pada anak-anak itu setelah membawa mereka pergi ke tempat itu?”

Lalu kami—belajar kebenaran yang mengejutkan.

[...... Membawa mereka ke...Keluarga Naberius....Di sana...Aku... ingin...membuat Iblis Super... memperoleh metode artifisial, untuk membuat Iblis yang dimodifikasi...Aku melakukan semacam...penelitian...]

......Iblis Super, metode artifisial, dan Iblis yang dimodifikasi...?

“Iblis Super bisa dibuat secara artifisial!?”

Aku berteriak! Ayah Koneko-chan dikaitkan dengan penelitian yang bekas majikan Kuroka dari keluarga cabang Keluarga Naberius...? Dan penelitian itu dilakukan—secara artifisial menghasilkan Iblis Super setelah lahir...! I-Ini agak diluar yang kita bayangkan, bukan? Baik Rias, Akeno-san, Ravel, Sona-senpai, maupun Shinra-senpai telah membayangkan bahwa ini akan menjadi kasusnya, dan mereka semua sangat terkejut. Rias menyipitkan matanya saat dia berkata

“...Sepertinya kita telah melangkah ke area yang seharusnya tidak dirambah oleh orang.”

...Sepertinya itu masalahnya. Ini adalah penelitian super top secret. Ah, jadi itu sebabnya tentara Maou-sama bergegas menghancurkan sebagian besar bahan penelitian. Seseorang merasa ada sesuatu yang salah, dan itulah mengapa perintah itu diberikan agar dihancurkan. Ketika topik mulai membelok ke arah yang buruk, aku merasakan detak jantungku semakin cepat. Sebagian kecil dari para petinggi di Dunia Bawah sadar akan situasi internal, dan itulah mengapa teori tertentu muncul dan mereka ingin menyingkirkan Kuroka dan Koneko-chan. Akan sangat merepotkan jika penelitian rahasia dalam artifisial menciptakan Iblis Super setelah lahir tidak sepenuhnya terhapus. Ayah Koneko-chan melanjutkan.

[Itu...keinginan orang dari Keluarga Naberius...dan juga...perintah...eksternal...dari...Nebiros.]

Nebiros...! Nama itu muncul di sini...!

Rias dan yang lainnya sangat terkejut. Selain aku, sepertinya semua Iblis tahu tentang nama itu. Melihat ekspresi bingungku, Rias menjelaskan

“...Kamu tahu bahwa Keluarga Lucifugus melayani Lucifer generasi pertama, kan? Pada zaman kuno, ada total enam Keluarga, termasuk Lucifugus yang melayani Lucifer.”

Enam Keluarga itu adalah Lucifugus, Agaliarept, Satanachia, Fleurety, Sargatanas dan Nebiros. Beberapa dari keluarga tersebut masih hidup hari ini, meskipun ada juga beberapa keluarga yang memutuskan hubungan dengan pemerintah dalam Perang Sipil Iblis sebelumnya dan telah menghilang. Dan Nebiros adalah salah satu keluarga yang hilang entah kemana. Sona-senpai berbicara dengan nada spekulatif sambil memegang tangannya di dagunya

“...Keluarga cabang Naberius dan Nebiros terhubung…. Aku pernah mendengar desas-desus bahwa selama Perang Besar Tiga Golongan, pengikut Keluarga Nebiros termasuk Keluarga Naberius.”

Ayah Koneko-chan terus berbicara dengan cara rusak.

[...Fujimai adalah Nekomata yang baik...penelitian untuk menciptakan Iblis Super artifisial...bukan hanya dia membantuku...dia sendiri...juga sepertinya jatuh cinta padaku...dan akan melakukan apapun yang kukatakan.]

Sepertinya ibu Koneko-chan membantu suaminya dengan penelitiannya. Aku bertanya pada Magari-san

“Apakah kamu tahu tentang ini?”

“Aku tidak begitu tahu tentang hal itu. Tapi, aku hanya tahu bahwa Fujimai jatuh cinta dengan seorang manusia yang meneliti hal-hal buruk. Aku juga menyarankan dia untuk tidak melanjutkan.”

…Begitu ya. Sepertinya ibu Koneko-chan jatuh cinta pada orang jahat. Aku memiliki sesuatu yang mengkhawatirkan di benakku, jadi aku bertanya kepada orang itu

“U-Umm, Kone—Shirone dan Kuroka, nama-nama kedua Nekomata itu...mereka adalah anak-anak yang kau miliki dengan Fujimai-san, apa kau ingat!?”

Setelah tenang, dia membalasku

[...Setelah kamu menyebutkannya...Fujimai...memang melahirkan dua kucing.]

—Apa! ...T-Tentu saja! Itu tidak akan berubah! Dia mengatakan dua-hiki! Bukankah itu terlalu aneh!? Aku tidak bisa menahan diri untuk meraih cermin dan berteriak

“Apa kau tidak ingat!? Dua orang itu, mereka adalah gadis-gadis manis, satu dengan telinga dan ekor hitam, dan yang lainnya dengan telinga dan ekor seputih salju! Bukankah mereka putrimu!?”

[...Aku tidak ingat...nama mereka...Aku juga tidak ingat...meskipun kamu sudah menyebutkannya, Fujimai memang menyebutkan nama itu...]

…….

...A-Aku tidak mungkin memaafkan kata-kata seperti itu.. Istrinya...tidak, dia membawa Nekomata pergi untuk penelitian...dia jelas punya anak, tapi itu pun tidak tahu. Koreksi, dia tidak mengakuinya. ...Sesuatu seperti ini, tidak mungkin aku bisa memberitahu Koneko-chan... ...Ayahmu menggunakan ibumu untuk kepentingan penelitiannya, dan meskipun dia adalah ayahmu, dia hampir tidak bisa mengingat apapun tentangmu...! Aku sudah menggigil dan terbakar karena marah. Ravel juga memegang tanganku dengan ekspresi sedih. Ravel merasakan hal yang sama denganku. Ayah Koneko-chan melanjutkan

[...Benar juga, aku ingat satu hal...Fujimai...memberikan hiasan rambut untuk...kucing hitam...jika terjadi sesuatu...untuk menyembunyikan hasil penelitian...orang yang tahu ini...Naberius...dan orang itu...Nebiros...]

Hiasan rambut Koneko-chan cocok dengan informasi ini—. Penjepit rambut berbentuk kucing itu sebenarnya dimaksudkan untuk menyembunyikan hasil penelitian...? Rias dan Sona-senpai sepertinya telah mencapai kesimpulan.

“Alasan kenapa para Grim Reaper menargetkan Koneko-chan adalah...karena itu. Hiasan rambut gadis itu selalu diperlakukan sebagai kenang-kenangan dari ibunya.”

“Tujuan Thanatos mungkin adalah penelitian tentang menciptakan Iblis Super artifisial. Meskipun kami tidak tahu dari mana dia mendengar informasi ini, setidaknya itu adalah langkah maju yang besar sekarang setelah kami tahu alasannya.”

Sungguh panen yang bagus untuk mengetahui motif Thanatos. ...Meskipun aku tidak bisa mengatakan apa-apa karena aku masih shock...Namun, aku ingin tahu tentang sesuatu, jadi aku menanyai Rias

“Jepit rambut Koneko-chan, bukankah kamu memberikan itu padanya, Rias? Dulu, Koneko-chan memberitahuku bahwa dia mendapatkannya darimu.”

“Yang biasanya dia pakai adalah yang kuberikan padanya. Tapi dia juga punya yang lain. Aku tidak ingin merusak kenang-kenangan itu, jadi aku membuat replika untuk diberikan kepadanya. Kenang-kenangan harus dihargai.”

Jadi begitulah. Aku belajar hal lain tentang Koneko-chan. Ungaikyo berkata

<<Waktu hampir habis, aku harus memutuskan sambungan.>>

Di cermin, ayah Koneko-chan—.

[...Ah, penelitian itu...apa yang terjadi? Setelah aku meninggal...apakah ada hasil...? …Siapa saja…. …Buat Iblis Super selain Rizevim, Sirzechs, Ajuka…Iblis Super artifisial…tolong…]

Kemampuan Ungaikyo terputus, dan percakapan kami dengan ayah Koneko-chan juga berakhir. Sampai akhir...dia masih seorang pria yang hanya mengurus penelitiannya—. Setelah percakapan dengannya berakhir, kami mulai mendiskusikan masa depan.

“Jepit rambut Koneko-chan menyembunyikan data penelitian tentang cara menghasilkan Iblis Super setelah lahir, dan hanya mengetahui ini adalah peningkatan...!”

Bagaimanapun, kita harus mengkomunikasikan hal ini kepada organisasi yang dapat dipercaya lalu memungkinkan mereka untuk menganalisis informasi. Beelzebub-sama dan Grigori seharusnya sangat cocok. Semua orang mengangguk setuju dengan saran itu. Sementara setengah penuh dengan kegembiraan bersatu kembali dengan Jii-chan, dan juga setengah penuh dengan duka mendengar kisah ayah Koneko-chan, kami memulai perjalanan pulang—.

Bagian 3[edit]

Setelah pulang ke kediaman Hyoudou, kami memberitahu teman kami tentang apa yang baru saja kami pelajari. Adapun Koneko-chan, kami menghindari menyebutkan ayahnya, kami hanya mengatakan bahwa orangtua Koneko-chan pernah melakukan penelitian tentang menciptakan Iblis Super dan juga berbicara tentang bagaimana menangani jepit rambut itu. bagi Koneko-chan, ini adalah kenang-kenangan dari ibunya, tapi Koneko-chan setuju untuk menyerahkannya, jadi kami memutuskan untuk meminjamkan jepit rambut ke Ajuka Beelzebub-sama.

“Apa ini baik-baik saja?”

“Apa tidak apa-apa?”

Rias dan aku sama-sama mengkhawatirkan Koneko-chan yang harus menyerahkan kenang-kenangannya. Tapi, Koneko-chan tersenyum saat dia menjawab

“Tidak masalah. Karena aku masih memiliki jepit rambut yang Rias-neesama berikan padaku.”

—Balasnya. ...Kami belum memberitahunya tentang kebenaran ayahnya...sebuah pertandingan penting akan segera tiba, jadi bagaimana aku bisa mengatakan sesuatu padanya seperti itu? Tapi, biarpun tidak ada permainan, aku tidak berpikir aku tidak bisa membuat diriku mengatakan itu...! Perasaan sakit berputar di dalam hatiku. Tepat pada saat itu, Kuroka dan Le Fay kembali ke kediaman Hyoudou. Ada periode waktu yang adil di mana kami tidak dapat menghubungi Kuroka dan yang lainnya. Setelah bertanya tentang alasannya—.

“Kami...pergi ke tempat yang jauh di dalam dunia Youkai China.”

Balas Le Fay. Setelah bertanya lebih lanjut, ternyata mereka pergi berlatih dengan tim mereka, Zhu Bajie saat ini dan Sha Wujing saat ini. Mereka juga melakukan pertempuran berskala besar dengan faksi Raja Siluman Kerbau! Ada kerusuhan yang terjadi. Karena Raja Siluman Kerbau mengamuk di sana, mereka dengan sengaja pergi ke lokasi kerusuhan sehingga mereka bisa menindasnya dan pada saat yang sama, juga meningkatkan kohesi tim mereka. Setelah kami memberitahu Kuroka tentang serangan Grim Reaper pada Koneko-chan, dia agak terkejut. Dia dengan ringan menarik pipi Koneko-chan.

“Yah, sepertinya kamu baik-baik saja. Aku lega, nyan.”

“...Nya, twong bwhwti.”

Dengan pipinya yang ditarik oleh kakaknya, wajahnya tampak dipenuhi ketidaksenangan. Rias berkata

“Thanatos juga mengejarmu, Kuroka, tapi aku tidak berpikir dia berharap kamu akan pergi ke kedalaman Cina untuk melawan Raja Siluman Kerbau.”

Karena Thanatos tengah mencari data penelitian itu, sudah pasti dia menargetkan Koneko-chan dan Kuroka. Dia hanya menyerang kami karena dia sudah tahu di mana kami berada.

“Kuroka, bisakah aku berbicara denganmu sebentar?”

“Arara, sepertinya serius.”

Setelah itu, Rias hanya memanggil Kuroka ke ruang terpisah untuk mengatakan yang sebenarnya—.


Malam itu—

Pertandingan antara tim Rias dan tim Vali akan segera dimulai, jadi aku bertanya pada gadis-gadis di sekitar rumah jika mereka telah menemui Kuroka. Setelah mengetahui bahwa Kuroka telah terlihat di atap, aku pergi menuju atap rumahku—. Kuroka duduk di atas atap, menikmati angin malam yang sejuk. Saat aku mendekat, Kuroka memperhatikanku lalu berkata

“Sekiryuutei-chan juga tahu tentang ayah kami ya.”

“Ya.”

“Untuk sekarang, tolong jangan beri tahu Shirone. Shirone selalu percaya bahwa ibu kami jatuh cinta dan hamil, tetapi kemudian meninggal karena kecelakaan.”

“Koneko-chan...dia tidak tahu tentang kebenaran orangtuanya sama sekali...?”

Kuroka menggelengkan kepalanya. Ekspresi di wajahnya tertutup misteri.

“...Sekiryuutei-chan, kamu berbicara dengan makhluk itu...ayah kami melalui Ungaikyo, kan? Jadi, kamu harus mengerti. Dia bukan orang baik. Dia bahkan tidak menyadari fakta bahwa kami telah dilahirkan. Aku mendengar banyak hal dari Keluarga Naberius sesudahnya. Dia adalah seorang pria yang sangat bersemangat dalam penelitian. Tidak—”

Dengan mata penuh cinta dan benci, Kuroka menyatakan

“Dia hanya tertarik pada penelitian, dan semua yang ada di luar itu tidak terlihat olehnya.”

Kuroka mendongak ke langit saat dia melanjutkan

“Bahkan ibu kami yang melahirkan aku dan Shirone juga...itu hanya hasil dari seorang pria yang terbawa oleh nafsu dan dilepaskan menuju seorang Nekomata. Apa yang lebih mengganggu adalah ibu kami meninggalkan kami dan pergi bersama pria itu.”

Ibu Koneko-chan dan Kuroka—Fujimai-san, dia telah membawa putrinya untuk melihat ayah mereka beberapa kali, tetapi ayah mereka tetap tidak peduli. Pada akhirnya, karena eksperimen berskala besar, Fujimai-san tidak dapat membawa Koneko-chan dan Kuroka, jadi yang bisa dia lakukan adalah mempercayakan mereka kepada mantan asosiasi pria itu—sebuah fasilitas penelitian yang dijalankan oleh keluarga cabang Keluarga Naberius. Lalu—karena kecelakaan yang disebabkan oleh kegagalan eksperimental, baik dia dan suaminya kehilangan nyawa mereka. Dengan ibu mereka tidak dapat kembali ke sisi mereka, Koneko-chan dan Kuroka kehilangan seseorang untuk diandalkan.

“Pada akhirnya, kedua orangtua kami meninggal karena ledakan dalam percobaan, nyan.”

Tapi cerita itu belum berakhir di sana. Iblis dari keluarga cabang Keluarga Naberius masih melanjutkan penelitian.

“Setelah Keluarga Naberius mengetahui tentang kehilangan mereka berdua, mereka membujuk kami untuk menjadi budak mereka. ...Saat itu, aku tidak memiliki keluarga atau kekuatan, jadi pilihan untuk menolak tidak ada.”

Agar dia bisa membiarkan adiknya memiliki makanan, Kuroka menjadi budak Iblis. Setelah itu, ketika Kuroka membangunkan kekuatannya, dia membunuh majikannya dan menjadi target dari pemerintahan Dunia Bawah. Mata Kuroka dipenuhi dengan kesedihan.

“Fujimai…aku masih ingat ketika ibu memperkenalkanku dan bayi Shirone kepada lelaki itu. …Ibu mengira bahwa kami adalah anak-anak yang lahir dari dia dan orang yang dicintainya, dan dia berharap bahwa dia ingin melihat kami...tapi orang itu tidak tertarik sama sekali. Kami adalah anak-anaknya, tapi kecuali dia diberitahu, dia mungkin sudah tahu.”

Setelah mengatakan itu, mata Kuroka kehilangan kilau mereka.

“Tidak, pria itu seharusnya tahu. Tapi dia pura-pura tidak tahu. ...Selain dari penelitian, keberadaan lain hanyalah halangan.... Ibu sementara mempercayakan kami kepada orang lain agar dia bisa bersama pria itu. Dia tidak mengejar pria itu sehingga dia bisa menelantarkan kami, dia melakukannya karena dia ingin pria itu mengakui aku dan Shirone.”

Berkaitan dengan ini, Magari-san juga memberitahuku tentang hal itu

[Fujimai...di antara Nekomata, dia adalah seorang anak yang unggul dalam senjutsu. Tapi, meskipun dia pandai dalam hal itu, dia adalah anak yang baik dan lembut yang tidak suka berkelahi.]

…Dalam hal apapun, dia menginginkan pria yang dia cintai untuk mengakui putri di antara mereka…. Itulah mengapa dia terus mengikutinya. Kuroka tahu segalanya tentang orangtuanya dengan sangat jelas. Meskipun dia biasanya tersenyum dan lumayan santai, dia tahu tentang hal-hal seperti itu secara menyeluruh….

“...Kamu sudah mengerti ini dengan baik, jadi kenapa kamu tidak memberitahu Koneko-chan tentang ibumu?”

“Justru karena aku tahu, aku tidak memberitahunya. ...Kalau aku membicarakan ibu kami, maka itu pasti melibatkan ayah kami, kan? Shirone…sangat lemah. Meskipun dia sangat kuat, dia juga bisa sangat lemah...”

Kuroka—memelukku dan berbisik

“...Tolong Sekiryuutei-chan. ...Aku ingin tetap tinggal di sini dengan Shirone dengan damai. Tentu saja aku juga akan menebus semua masalah yang kuberikan sejauh ini, dan aku juga akan melawan ancaman yang mungkin datang di masa depan denganmu. Tapi, selain itu...aku hanya ingin hidup normal dengan damai dan tenang...”

Kucing nakal ini selalu sangat nakal, tapi sekarang setelah dia berada dalam pelukanku, dia tampak sangat rapuh dan sangat kecil. Aku diam-diam memeluknya, lalu berkata

“Ya aku mengerti. Kalau kamu suka, kamu bisa tinggal di sini selama yang kamu inginkan, juga— “

Aku siap menegaskan

“Tidak peduli apakah kamu atau Koneko-chan yang terancam, aku akan bangkit untuk bertarung. Karena kita keluarga yang tinggal bersama.”

Setelah mendengar kata-kataku, Kuroka—.

“Ahaha, itu benar-benar sesuatu yang bisa kamu katakan sebagai Iblis Kelas Atas. ...Lalu, aku akan tetap di sisimu. Sebagai keluargamu.”

Setelah dengan sembrono mengatakan itu, Kuroka menambahkan dengan cara yang agak menawan—.

“Tolong biarkan aku tinggal seperti ini untuk sementara waktu.”


Setelah berbicara dengan Kuroka, aku memutuskan untuk pergi mandi untuk bersantai dan mengubah suasana hatiku, jadi itulah mengapa aku datang ke pemandian bawah tanah yang besar. Karena rumah kami telah menjadi sangat besar, kami pun memiliki pemandian bersama yang besar, dan dapat secara pribadi menikmatinya sendiri di malam hari adalah hal yang menyenangkan. Mampu mandi campuran dengan gadis-gadis juga bagus. aku sangat menyambutnya! Terkadang, kami bahkan saling membantu mencuci tubuh kami (tentu saja, gadis-gadis selalu mengatakan ‘Aku juga’, jadi itu menjadi sangat sibuk). Itu yang terbaik! Tapi aku masih harus mengatakan, dalam pemandian yang sangat besar, itu juga bagus ketika aku bisa menikmatinya untuk diriku sendiri! Di pemandian umum dan resor sumber air panas, sangat jarang untuk menghadapi situasi seperti ini di mana satu orang dapat memiliki semuanya untuk diri mereka sendiri. Jadi ketika ada pemandian besar di rumahku sendiri, terkadang aku ingin menikmatinya sendiri! Aku hanya ingin menempati pusat mandi, atau bahkan berenang, meskipun tidak sopan. Aku hanya ingin bersantai sejenak. Yah, senang mengubah suasana hatiku sebelum sesuatu yang besar terjadi. Meskipun ada banyak orang yang tinggal di rumahku, aku kira-kira tahu jam berapa semua orang mandi. Pada saat ini, tidak ada orang lain di sini untuk mandi. Aku dengan rapi menanggalkan pakaianku di ruang ganti, dan mulai bersenandung saat aku berjalan menuju pemandian besar, lalu duduk di bawah kepala pancuran. Setelah menyadari bahwa sampo sudah habis, aku tidak punya pilihan selain meraih sampo dari area cuci yang berdekatan—.

“...Ini.”

Sebotol sampo ditempatkan di tanganku ditemani oleh suara seseorang.

“Terima kasih!”

Setelah aku membalasnya—. Aku tiba-tiba kembali sadar dan melihat ke sisiku—Koneko-chan yang telanjang bulat berdiri di sana! Aku tidak merasakan kehadirannya sama sekali, dan itulah mengapa kupikir aku adalah satu-satunya orang di sini! Seharusnya aku lebih memperhatikan ruang ganti! Oppai-nya yang kecil dibaringkan di depan mataku! Koneko-chan bergumam malu-malu

“...Awalnya aku di sudut kamar mandi, di mana aku tidak akan terlihat.... lalu aku mendengar Ise-senpai bersenandung ketika kamu datang ke sini...”

A-Aku mengerti! Koneko-chan sangat kecil, dan dia juga di tempat yang tidak terlihat dari pintu masuk, jadi itu sebabnya aku tidak menyadarinya! Setelah mengatakan itu, Koneko-chan kembali ke bak mandi lagi. Jadi dia bangun hanya untuk memberiku sampo ya. Rasanya agak canggung…. Aku dengan cepat membasuh kepala dan tubuhku lalu tenggelam ke dalam bak mandi, agak jauh dari Koneko-chan. Ada udara canggung di antara kami berdua.... Setelah aku memutuskan, aku memulai percakapan dengan Koneko-chan.

“...Koneko-chan, permainannya sebentar lagi kan?”

Koneko-chan menatapku dengan tulus.

“Ya, aku [Rook] Rias-neesama dan juga keluarganya. Jadi itu sebabnya aku pasti akan membiarkannya menang.”

Lalu tekad mulai mengisi matanya.

“Aku juga akan mengalahkan Kuroka-neesama.”

Tapi, begitu dia berkata sampai di sana, dia mengungkapkan ekspresi yang rumit.

“...Meskipun aku telah berdamai dengan Kuroka-neesama, aku tidak bisa mengatakan bahwa semua dendam di antara kami hilang. Untuk menghapus semua pikiran yang kumiliki saat itu...memang tidak mungkin. Tapi Kuroka-neesama masih sama dengan Kuroka-neesama yang lembut saat itu, dan hanya mengetahui itu sudah cukup.”

Dia sedang berbicara tentang bagaimana Kuroka membunuh mantan manjikannya. Koneko-chan sudah mengerti bahwa itu dilakukan demi melindunginya. Tapi rasa takut yang dia rasakan saat itu adalah asli. Koneko-chan merasa takut pada kakaknya, dari kekuatan Nekomata. Koneko-chan mengepalkan tinjunya dan berkata

“...Rasa takut, kesedihan, kesepian dan keputusasaan yang kurasakan saat itu...adalah sesuatu yang Rias-neesama dan semuanya membantuku untuk memutuskan sedikit demi sedikit...dan untuk mengatasi itu sepenuhnya—untuk melampaui diri masa lalu, aku harus mengalahkan Kuroka-neesama dengan adil.”

Rasa takut yang dia rasakan saat itu—hanya dengan menghadapi Kuroka dan melawannya, dia bisa mengatasi masa lalu dan menghilangkannya.

High school DxD Volume 24 illustration 3.jpg

Untuk melampaui diri masa lalunya—.

“Hmm, jika Koneko-chan sudah memutuskannya, maka aku akan mendukungmu. Meskipun aku juga harus menyemangati Kuroka.”

Koneko-chan tertawa pelan lalu berkata

“Ya, tolong pastikan untuk mendukung Kuroka-neesama juga. ...Tapi, kuharap kamu bisa bersorak untukku sedikit lebih dari dia.”

Setelah itu, kami kembali terdiam sejenak. Yang pertama berbicara adalah Koneko-chan.

“...Apakah kamu tahu tentang apa yang terjadi dengan ayah dan ibu?”

—Hmm. ...Koneko-chan bertanya padaku tentang orangtuanya huh. Aku—mengangguk tanpa membuat alasan. Koneko-chan melihat ke langit-langit saat dia berkata

“Kuroka-neesama selalu agak tidak jelas pada orang macam apa mereka…. Tapi biarpun dia tidak memberitahuku, aku sedikit banyak mengerti. ...Dalam hal apapun, itu adalah orang macam mereka, dan itulah mengapa Kuroka-neesama tidak mau memberitahuku, tapi aku agak menyadari hal itu.”

“Koneko-chan, tapi ibumu—”

Aku ingin setidaknya memberitahunya tentang itu, tapi Koneko-chan—menggelengkan kepalanya. Dengan senyum berseri-seri, Koneko-chan berkata kepadaku

“Tidak apa-apa kalau kamu tidak memberitahuku. Karena aku bahagia sekarang. Aku punya banyak saudara perempuan di sekitarku, dan Yuuto-senpai seperti saudara laki-laki. Aku telah banyak berteman, dan yang paling penting...ada juga seseorang yang kucintai.”

Dengan pipinya yang diwarnai sedikit merah, Koneko-chan berkata padaku

“Dengan begitu banyak anggota keluarga di sekitarku, aku bisa bertarung dengan baik. Aku bisa hidup dengan baik.”

Kuroka—. Koneko-chan kuat. Dia lebih kuat dari yang kamu pikirkan. Tidak, dia menjadi kuat. Karena dia memiliki Rias dan kita semua di sisinya—. Suatu hari, biarpun kami mengatakan padanya tentang kebenaran orangtuanya, menurutku dia pasti akan bisa menerimanya. Jika itu dariku...maka memang, itu tidak akan berhasil. Kuroka-lah yang seharusnya mengatakan itu. Koneko-chan mengarungi kamar mandi, dan secara bertahap mendekatiku, sedikit demi sedikit. Dia menghadap diriku dan bertanya

“Ise-senpai, apa kamu masih ingat apa yang terjadi selama ‘Kerusuhan Demonic Beast’? Apa yang kukatakan.”

—Saat aku bertambah besar, izinkan aku untuk menjadi pengantinmu.

Saat itu, itulah yang Koneko-chan katakan padaku. Tentu saja, tidak mungkin bisa kulupakan.

“Tentu saja, aku ingat itu dengan jelas.”

Wajah Koneko-chan menjadi sangat merah saat dia menyatakannya padaku dengan keras

“Ketika saatnya tiba, tolong beri aku jawaban.”

Setelah mengatakan itu, dia cepat-cepat keluar dari kamar mandi dan menuju kamar ganti.

“Juga, Rias-neesama ada di ruang sauna!”

Setelah mengatakan itu, dia meninggalkanku sendirian di kamar mandi! Seperti yang telah Koneko-chan sebutkan, aku mengintip ke arah ruang sauna—dan aku kebetulan melihat Rias yang baru saja membuka pintu dan telanjang bulat! Tidak peduli berapa kali aku melihat oppai besar miliknya, aku tidak pernah merasa puas karena itu adalah pemandangan yang menakjubkan untuk melihat puting pink yang cantik! Di mataku, dia juga memiliki paha yang sempurna, dan tubuh cantiknya adalah permen mata utama!

“Maaf, aku tidak berencana menguping...tapi aku tidak bisa menemukan waktu yang tepat untuk keluar.”

Dia mengatakan itu saat dia berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci keringatnya. Lalu dia melangkah untuk bergabung denganku di bak mandi. Kebetulan permainan itu akan segera dimulai, jadi ini adalah kesempatan bagus bagi kami untuk berbicara.

“Aku akan bersorak untukmu di dalam permainan. Yah, kamu tahu itu.”

“Ufufu, tentu saja aku tahu.”

Rias mengedip ke arahku, lalu tanpa gentar berkata

“Jangan membenciku biarpun aku mengalahkan lawanmu yang ditakdirkan, mengerti?”

“Kalau memang begitu, kurasa itu akan menjadi perkembangan yang sangat menarik.”

Setelah mengatakan itu...rasanya atmosfer di antara kami berangsur-angsur berkembang ke arah yang baik. Dan seperti itu, kami bergerak lebih dekat, dan tepat saat bibir kami hendak bersentuhan—.

“Sangat menyenangkan mandi di tengah malam juga!”

“Itu benar! Aku marah ketika kamu tiba-tiba menyeretku untuk mandi, tapi setelah aku memikirkannya, mandi di tengah malam juga bagus!”

“...Aku sangat mengantuk, tapi aku akan menemanimu.”

Trio Gereja yang terdiri dari Xenovia, Irina dan Asia (mode mengantuk) datang! Mereka bertiga kaget saat melihat kami.

“I-Ini sudah larut, tapi kalian ada kencan telanjang di kamar mandi!?”

“Tidak mungkin, jadi sesuatu seperti ini sedang terjadi!?”

“O-Onee-sama! Maaf mengganggumu!”

Saat situasi terbuka, Rias dan aku saling menatap dan tertawa terbahak-bahak. Pada akhirnya, aku tidak bisa menikmati mandi besar sendirian...tapi aku bisa mendengarkan pikiran Koneko-chan, dan memberikan kata-kata dukungan kepada Rias, jadi aku merasa senang tentang itu—.

Bagian 4[edit]

Lalu, dimulailah hari pertandingan antara tim Rias dan tim Vali—. Untuk menghibur Rias, dan juga untuk bertindak sebagai penjaga, aku tiba di tempat pertandingan. Tempat untuk pertandingan adalah stadion yang baru dibangun di wilayah Dunia Bawah milik Malaikat Jatuh—[Fafnir Stadium]. Nama ini berasal dari Dragon King yang pernah membantu Azazel-sensei di masa lalu. Di pintu masuk, ada patung emas Fafnir dan Azazel-sensei yang memakai Down Fall Dragon Another Armor. ...Segera setelah aku melihat ini, aku tahu itu adalah salah satu usulan Sensei sendiri. Gayanya terlalu mencolok! Itu benar, alasan mengapa kami datang ke sini untuk bertindak sebagai penjaga juga karena beberapa saran yang diberikan Ikuse-san kepada kami.

[Aku telah menerima kabar bahwa kelompok Grim Reaper dari Thanatos menargetkan permainan antara tim Rias Gremory dan tim Vali. Meskipun keasliannya belum dikonfirmasi...mungkin mereka menyerang, berdasarkan pengalamanku bekerja di belakang layar.]

...Aku juga merasa ada sesuatu yang keliru, jadi aku datang dengan semua anggota timku sambil tetap berhati-hati. Akan lebih baik jika tidak ada yang terjadi. Siaran langsung dari permainan juga bisa ditonton di ponsel. Sial! Aku ingin melihat permainan dengan mataku sendiri, tapi yang bisa kulakukan hanyalah menonton siaran di ponselku saat ini! Tapi itu layak jika ini memungkinkan Rias dan Vali untuk memiliki permainan yang mulus. Karena informasi itu belum dipastikan, peremainan belum dibatalkan. Tentu saja, ada juga keamanan ketat untuk setiap pertandingan di Turnamen. Dalam kejadian yang tidak mungkin sesuatu terjadi, permainan akan ditangguhkan, dan tim kami akan bergabung Rias dan Vali untuk melawan faksi Thanatos. Namun, karena ini adalah pertandingan utama, ini akan menjadi yang terbaik jika mereka berdua dan penonton dapat menikmatinya semaksimal mungkin. Itulah mengapa ini adalah misi rahasia [DxD]. Lawan kami adalah faksi Thanatos. ...Aku tidak tahu apakah mereka akan datang, tapi jika mereka datang, aku pasti akan mengalahkan mereka! Tentang topik itu, kami tidak mendapat bantuan dari Sairaorg-san atau Dulio kali ini. Mereka awalnya ingin datang juga, tetapi karena Iblis misterius menyebabkan masalah di daerah di bawah yurisdiksi mereka, mereka tidak mampu memberikan bantuan. Budak-budak Sitri juga telah diserang oleh Iblis misterius sambil melindungi Kota Kuoh, jadi mereka tetap di dunia manusia. Tapi, untungnya mereka masih bisa meminjamkan Bennia kepada kami. Oleh karena itu, kami harus menangani masalah ini sendiri. Kami mungkin harus berjuang melawan mereka yang bisa menerobos hambatan lagi. Teknik apa yang mereka gunakan untuk melewati penghalang di berbagai lokasi? Anggota [Sekiryuutei of the Blazing Truth] kami berkumpul di sekitar venue (Bova mempertahankan bentuk naga mini-nya). Meskipun saat ini kami tidak berpartisipasi dalam pertandingan atau latihan, Bina-shi dan Roygun Belphegor-san juga datang untuk bergabung dengan kami. Aku berterima kasih pada Roygun-san

“Aku sangat menyesal, meskipun beritanya belum dikonfirmasi, aku masih bersikeras berjaga-jaga di sini. Dan kamu menerima itu dengan bergabung kami juga.”

Roygun-san tersenyum saat dia menjawabku

“Tidak masalah. Lagipula aku punya banyak waktu. Selain itu, jika tidak ada yang terjadi, maka itu yang terbaik, bukan?”

Tepat saat kami hendak memutuskan penempatan penjaga kami—.

“Aku juga datang untuk membantu, Hyoudou Issei-kun.”

—Ketika mengatakan itu, orang-orang yang muncul di hadapan kita adalah Ikuse-san dan beberapa agen lainnya!

“Ikuse-san!”

Setelah Ikuse-san memberitahu anjing hitam—Jin untuk duduk, dia berkata kepada kami

“Karena lawan kita ahli dalam penyerangan dan pembunuhan, kalian juga membutuhkan ahli dalam memburu mereka.”

Ikuse-san melihat ke arah stadion dan tersenyum saat dia berkata

“Juga—aku tidak ingin melihat gangguan yang tidak perlu menjalar ke permainan Vali dan yang lain.”

Ya! Itu sangat menggembirakan untuk didengar! Tim Slash Dog datang untuk membantu kami melindungi lokasi!

“Tepat! Kita tidak bisa membiarkan mereka menghalangi permainan Va-kun.”

Orang yang mengatakan itu adalah seorang penyihir berambut pirang yang cantik yang mengenakan topi dan jubah penyihir berwarna putih—Lavinia Reni-san. Orang berikutnya yang menyambut kami adalah Onee-san cantik dan bersemangat tinggi yang rambutnya diikat ke belakang dan mengenakan seragam agen.

“Namaku Minagawa Natsume! Jadi kamu Oppai Dragon-kun? Aku sangat ingin bertemu denganmu! Aku telah mengikuti semua acara TV-mu, lho?”

Setelah dia, orang berikutnya untuk menyambut kami adalah seorang pria berambut coklat dengan kucing putih duduk di atas bahunya. Dia adalah pria tampan yang terlihat seperti berandalan.

“Ah—, namaku Samejima Kouki. Yah, aku juga suka payudara besar kurasa.”

Minagawa-san mengencangkan cengkeraman tangannya di sekitar kepala Samejima-san lalu berkata

“Masih ada beberapa anggota resmi lainnya dari tim. Kami akan memperkenalkannya kepada kalian semua nanti.”

Meskipun tim Slash Dog telah datang untuk membantu kami, aku tetap ingin menolak tawaran itu.

“Ikuse-san, ini adalah sesuatu yang kami lakukan sendiri. Kami hanya datang untuk menjaga tempat ini karena kami khawatir bahwa permainan itu bisa menjadi sasaran serangan. ...Kalian semua adalah agen penting dari Grigori, jadi aku akan merasa tidak enak jika kalian datang untuk menjaga tempat ini bersama kami ketika kami bahkan tidak tahu apakah akan ada kegiatan musuh—”

Sebelum aku selesai, Ikuse-san memotongku

“Kami di sini untuk menemanimu. Justru karena kalian berencana melakukan yang terbaik, kami memutuskan untuk menemanimu. Apa yang kukatakan sebelumnya juga adalah intuisiku.”

“—.”

...Aku terdiam. Semua anggota tim Slash Dog juga mengangguk setuju dengan pemimpin mereka. Antusiasme mereka sangat menggerakkanku! Ikuse-san berkata

“Sebelum Azazel pergi, dia juga mengatakan ini kepadaku. —Kamu harus bergabung dengan petualangan mereka kadang-kadang.”

Samejima-san membelai kepala kucing kecil di pundaknya saat dia berkata

“Gadis Nekomata itu menjadi sasaran para Grim Reaper, jadi sebagai pria, kita harus melawan balik Grim Reaper dengan semua yang kita miliki. Sebagai pengguna kucing, aku pasti akan membantu kalian.”

Minagawa-san juga mengangguk dengan antusias

“Yep, itu benar, kami mungkin adalah satuan tugas khusus yang khusus memata-matai dan pembunuhan, tapi kami selalu menikmati pertempuran penuh gairah!”

Ikuse-san menepuk tinjunya.

“Mari kita biarkan mereka melakukan pertarungan yang luar biasa. Tergantung kalian dan kami untuk melindungi mereka. Akan lebih baik jika tidak ada yang terjadi. Tapi jika ada sesuatu yang terjadi—”

Aku juga menepuk tinjuku dan menabrak tangan Ikuse-san.

“Kita akan mengalahkan mereka.”

“Kita akan memotongnya.”

Ikuse-san dan aku menyatakan pada saat yang sama saat kami memutuskan! Seperti ini, kami menjaga tempat ini bersama dengan tim yang dipimpin oleh Ikuse-san untuk menghadapi musuh yang masih belum kami yakini, Thanatos—. Kuharap kalian melakukan permainan yang luar biasa. —Vali, Rias!