High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 4

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Ilustrasi Novel[edit]

Ini adalah gambar Ilustrasi yang disertakan dalam "High School DxD Jilid 4".


Apa kalian pikir sebuah dunia tanpa Tuhan itu salah? Apa kalian pikir sebuah dunia tanpa Tuhan akan runtuh?

Maaf sudah mengatakannya namun itulah masalahnya. Aku dan kalian semua tetap hidup dengan sehat seperti ini.

Dunia bergerak bahkan tanpa Tuhan.

Life.0[edit]

Bagian 1[edit]

Hari yang baik, semuanya. Aku Hyodo Issei. Aku mulai menjadi Iblis di musim semi; sekarang sudah musim panas. Musim rasanya berlalu dengan cepat........

Aku sedang mencoba menghentikan darah yang mengucur dari hidungku dengan jemariku.

“Ara, Asia kulitmu begitu indah. Aku jadi iri.”

“Ti-tidak mungkin, Buchou, kulitmu putih dan teksturnya lebih lembut.”

“Ufufu, kata katamu membuatku senang.”

Sambil berbicara di depanku, para bishojo berambut pirang dan merah tengah berdiri dan membersihkan diri mereka, tertutupi oleh busa dari sabun badan.

Ya! Buchou dan Asia sedang telanjang! Tepat di depan mataku! Kedua gadis ini! Apa ini Shangri-la? Atau hanya ilusi? Situasi impian ini tengah terjadi tepat di hadapanku. Aku merasa air mata hampir mengalir dari mataku! Bukan, kenyataannya air mataku memang sudah meleleh. Aku tak mungkin bisa lebih bahagia dari ini!

Situasi dalam kamar mandi! Aku tahu kalau tak ada Tuhan di dunia ini, tapi bagaimana bisa tak ada Tuhan disana? Apa yang aku pikirkan? Ini adalah hadiah dari surga sendiri! Bukan, bukan, situasi ini adalah hadiah dari Maou-sama.

Tunggu.........Maou-sama kan kakak laki-lakinya Buchou!

Untuk menjelaskan situasi lebih baik, saat aku hendak mandi, aku bertemu Asia sewaktu ia sedang melepas pakaiannya. ”Maaf!” setelah minta maaf, saat aku bermaksud keluar.......

“Ise, kamu mau mandi juga? Ara, Asia juga?”

Aku menemui Buchou yang bermaksud memasuki kamar mandi.

“Karena kalian berdua sepertinya ingin mandi bersama, akan lebih cepat kalau kita bertiga masuk.”

.....Adalah saran Buchou yang sulit dipercaya. Dan seperti itulah, kami memasuki kamar mandi. Normalnya ini adalah situasi yang mustahil. Namun, bahkan setelah aku menatap tubuh telanjang mereka, mereka sepertinya tidak malu-malu. Perkembangan ini seperti keajaiban dan impian yang digabungkan bersama.

Bahkan aku, yang disebut dengan reinkarnasi bejat, kerepotan bagaimana menangani keberuntungan luar biasa di hadapanku ini! Aku mencoba sebisa mungkin untuk tidak menatap mereka. Kenyataannya aku ingin melihat! Aku ingin menatap mereka! Aku ingin menempa tubuh mereka kedalam mata dan otakku! Lalu aku ingin menggunakannya sebagai fantasi pribadiku di malam hari!

Namun,kalau aku melakukan itu, hidungku akan terus mengucurkan darah sampai bak mandi berwarna merah. Aku tak mau hal mencurigakan seperti itu terjadi dalam situasi ini!

Aku ingin atmosfir ini berlangsung selama mungkin! Bahkan meski melihat langsung ke wajah mereka adalah racun mematikan, aku tak merasakan atmosfir itu di dalam kamar mandi! Aku ingin melanjutkannya selama mungkin! Situasi ini betul betul berharga! Bahkan meski aku hanya harus mendengarkan percakapan kedua gadis itu!

Sambil menatap langit-langit kamar mandi, usai aku membuat keputusan, aku mendengar suara seseorang memasuki ruang ganti.......dengan suara kecipak aku mendengar seseorang masuk.

[Clak]

Beban menekan tubuhku dan sensasi lembut, yang terbaik terasa menstimulasi kulitku.

Ketakutan mengkonfirmasinya........Buchou berada dalam bak mandi sambil bersandar di tubuhku.

Uooooooooooooooooooooooooooo!! A-aku sedang mandi bersama seorang gadis dan selain itu aku tengah menjalin kontak dengan tubuhnyaaaaaaaaaaaaa!!

“Aku ingin masuk ke bak mandi dengan Ise seperti ini sesekali.” Dengan senyum di wajahnya Buchou semakin menekankan tubuhnya! Uooooh! Dari rambut Buchou mengeluarkan aroma sampo! Sentuhan dari tubuh Buchou terlalu menstimulasi dan otakku sudah mencapai batasnya! Ughh, aku tak mungkin lagi bisa menahan situasi ini!

“Hey Ise, apa kamu tidak suka masuk ke bak mandi bersamaku?”

“Sama sekali tidak! Justru ini yang terbaik!”

Namun, benar juga kalau tubuhku tak kuasa menahannya! Aku luar biasa bahagia tapi, kalau sudah begini, aku akan mati karena kehilangan banyak darah! Tidak, tunggu, bukankah itu adalah hasrat terdalam sebagai laki-laki?

Melihat Asia, ia sepertinya sedang rajin membasuh tubuhnya, tapi kadang kadang ia melemparkan tatapan tajam ke arahku. Apa Asia marah?

“Mendengar itu saja aku senang. Aku ingin mandi dengan Ise-kun seperti ini tiap hari.”

Seolah memanjakanku, Buchou semakin menekankan tubuhnya! Uooooh!

Gush! Darah lagi-lagi mengucur! Aku tak akan bisa terus bertahan seperti ini!

“Tapi sepertinya tubuhmu tak kuat menahannya. Tiap hari sepertinya mustahil. Bagaimana kalau 3 hari sekali? Atau sekali dalam 5 hari? Aku tak akan suka kalau hanya sekali seminggu.”

Bu-buchou dengan egois mencoba menulis ulang jadwalku! Aku merasa Buchou sangat egois! Terimakasih banyak!

Celaka! Karena Asia ada disini aku tak bisa melakukan gerakan seenaknya! Kalau saja aku punya keberanian lebih dan tenaga mesum ekstra, aku pasti akan........

“Apa kamu ingin menyerangku?”

Ujar Buchou seolah membaca hatiku. Seperti biasa, sepertinya pikiranku memang mudah dibaca.

“Kalau Asia tak ada disini, aku pasti sudah diserang.......sepertinya saat kita berduaan saja........”

[Buka]

Sambil Buchou mengucapkan itu, sesuatu yang dahsyat memasuki bak mandi.

Squeeze! Sesuatu sedang mendekapku! Aku ingat sensasi lembut ini! Menoleh, Asia ternyata sedang memelukku!

“Aku benci dikesampingkan! Ba-bahkan meski aku ingin masuk bak mandi bersama juga!”

Asia? Hal besar apa yang kamu katakan! Uoooh! Aku tengah dimanjakan oleh dua gadis dalam bak mandi, tolong akuuuuuu!

Wajah Buchou berubah menjadi ekspresi tajam. Ia kemudian mengangkat alisnya.

“Minggirlah Asia; Dalam situasi ini akan kukatakan terus terang saja. Pria ini adalah milikku. Keluargaku dan budakku. Ia adalah Iseku, paham?”

Itu benar. Aku budak Buchou. Bagi Buchou, aku hanyalah piaraan. Sebagai piaraan, ia menaruh cukup banyak usaha tapi mungkin semua gadis Iblis seperti ini. Apalagi, Buchou tak suka kalau barang miliknya disentuh orang lain.

Dia mungkin memaafkan Iblis lain karena menyentuh bagian luarku, tapi di bagian dalam, aku pernah dengar kalau dia takkan tinggal diam, khususnya kalau wanita. Sudah melebihi batasannya.

Kurasa aku hanya bagian dari koleksi terbaiknya. Karena aku memiliki kekuatan kelewat langka, ia mungkin ingin memperlakukan aku secara penting.

Sepertinya dia terbiasa memperlakukanku sebagai piaraan tapi sekarang.......pasti hanya imajinasiku. Ya. Karena aku ingin berpikir seperti itu, aku merasakan hal itu.

“Itu mungkin benar. Tapi dia adalah Ise-sanku juga!!”

Asia juga menyayangiku. Saat aku tidur siang di kamarku, tanpa kusadari, dia menyelinap dan tidur dengan tenang di sampingku. Saat aku bangun dan berkata “Kembalilah dan tidur di kamarmu.”, ia berkata dengan wajah mengantuk. ”Gendong aku ke kamarku......” seperti itulah dia sangat menyayangiku.

Kupikir aku akan mati pada waktu itu! Ya, aku menggendongnya ke kamarnya!

Namun, saat aku mengobrol dengan gadis lain, dia sering menggembungkan pipinya. Kurasa itu karena dia tak mau onii-channya diambil orang lain. Dalam manga dan anime ada karakter dengan sifat seperti itu. Masalahnya adalah sulit untuk meningkatkannya menjadi hubungan cinta. Yah, aku sudah bersumpah melindungi Asia sebagai misiku, jadi takkan kubiarkan hal itu terjadi!

Aku lebih dari bahagia dimanjakan seperti ini olehnya! Ah, sungguh menyenangkan disayangi oleh bishojo berambut emas!

Usai mendengar ucapan Asia, Buchou memicingkan matanya. Onee-sama, aku takut! Bukankah mereka teman dekat sampai beberapa saat yang lalu! Kenapa harus jadi seperti ini!

Bak mandi mungil ini menjadi area perang bagi dua gadissss!

“Asia, itu karena biasanya kamu disayangi oleh Ise. Setidaknya serahkan dia di saat seperti ini. Aku sembuh hanya dengan bersama Ise. Ia melepaskan semua rasa lelahku juga!”

Buchou mencoba untuk sedikit memisahkan Asia dariku tapi Asia dengan keras hati bergelayut padaku! Uwaa, dadanya Asia begitu lembuuuuuuttttt!

“Tidak, tidak! Aku memegangnya juga! Aku juga ingin bersama dengan Ise-san!”

Asia menggelengkan kepalanya ke samping dan memelukku erat-erat! Ah, terserahlah! Aku mimisan!

Asia melihatku dengan mata sendu seolah ingin berkata sesuatu padaku.

Jangan melihatku dengan mata itu. Aku jadi semakin ingin menyayangimu lagi.

“............”

Bahkan meski ia tak mengucapkan apapun, wajah Buchou mengernyit. Tiba-tiba dia merebut tanganku dan........

[Boing!]

Dia menempatkan tanganku ke dadanya! Jari dan telapak tanganku merasakan kelembutan ekstrim! Selagi tanganku tertidur, ia sedang memijat dadanya, tapi Buchou tak memprotes sama sekali!

“Apa Asia pernah melakukan ini? Hubunganku dengan Ise sudah sampai kita bisa melakukan hal ini.”

Seram! Sambil berbicara dengan nada biasa, Buchou menyembunyikan duri dalam ucapannya! Tunggu, dadanya Buchou, dadanya Buchooouuuuu!!

Sambil melihat adegan ini, seluruh tubuh Asia bergetar. Pipinya bengkak dan menggembung seolah sudah mencapai batasannya!

Asia juga merebut tanganku yang lainnya.........

[Boing!]

Ia menempatkannya di dadanya juga! Asiaaaaaaa? Sungguh gadis yang hebat kamu.........bukan, kamu melakukan sesuatu yang tidak boleh! Apa kamu sudah jadi gadis mesum! Tanpa ragu ini pasti pengaruh Buchou dan Akeno-san! Bahkan meski kamu adalah gadis yang lugu!

Su-sudah tumbuh sampai seperti ini!

“Ise-san, di antara dadaku dan Buchou, mana yang lebih baik? Ukuranku kalah, tapi aku tak akan kalah di hal yang lain!”

“Ara, Ise suka yang lebih besar. Dia sudah bilang berkali-kali kalau dia suka dadaku, ya kan Ise?”

........*tes* Mustahil. Dari dalam lubang hidungku serasa ada sesuatu yang meletus.

Tes tes tes

.......Dan begitulah jadinya. Banyak darah tumpah dari hidungku dan bak mandi menjadi berwarna merah. Dengan darah dimana-mana, aku mulai kehilangan kesadaran.

“Hei, Ise!”

“Ise-san, bertahanlah!”

..........Aku sudah puas.

Namun tubuhku sudah tak lagi bisa menahannya. Kalau gadis-gadis ini tak tahu cara menghentikan pendarahanku, aku akan mati! Aku butuh pertolongan!

Bagian 2[edit]

Esok harinya, aku melaju ke arah klien di atas sepedaku saat larut malam untuk melaksanakan tugasku sebagai Iblis.

Aku berada di pertengahan kerja hebat!

Saat pagi, darahku rendah dan itu cukup menyusahkan. Hidupku dengan Buchou dan Asia menyenangkan tapi stimulusnya terlalu berlebihan. Kalau aku seorang playboy, aku akan bisa memuaskan mereka berdua di waktu dan tempat yang sama.

Tapi mereka berdua datang dari dunia yang berbeda nilainya satu sama lain. Perkembangan saat mandi itu mungkin bisa mengarah pada seks. Kalau aku berani menyentuh mereka dengan motif seks maka kupikir rumah tanggaku akan hancur dan tak akan ada jejak dari penerus kami.

Buchou suka memperlakukanku seperti yang dia lakukan pada budaknya dan Asia pasti menganggapku sebagai keluarga.......dan dia menyayangiku seperti kakak laki-laki. Aku tak boleh mengusili keluarga yang tinggal seatap! Tapi sepertinya mereka lebih agresif mengenai hal tentang hubungan tubuh. Namun stimulusnya kelewat kuat........Kalau aku tak bisa menahan ini, maka aku tak akan pernah bisa membuat harem! Dalam situasi ini, aku bahkan tak bisa bermimpi menjadi Raja Harem! Impian itu masih sangat jauh!

Yah,tak apa-apalah. Saat ini aku harus fokus pada pekerjaanku! Kalau aku terus melakukan pekerjaan ini, peringkatku akan naik! Pertama cari posisi dulu! Aku akan bekerja keras agar bisa menjadi Iblis kelas tinggi.

Saat ini aku berjalan naik sepeda, tapi aku sudah terbiasa dengan urusan Iblis seperti ini, dan layananku pada klien juga berjalan lancar.

“Yo, Iblis-kun, maaf untuk hari ini juga.”

Setelah melihat klien, aku mendesah kecil.

Klienku adalah pria berambut hitam dengan penampilan ‘pria nakal’. Melihatnya, kuduga usianya sekitar 20.

Ah, orang ini orang asing jadi aku tak bisa menebak usia aslinya. Biarpun orang asing, dia hanya mengenakan yukata. Yah, akhir-akhir ini udaranya memang panas.

Kupikir dia pria yang tampan. Mungkin wajahnya lebih menarik dari si “Pangeran Tampan” Kiba. Namun, atmosfir dari seluruh tubuhnya terasa bagai ‘pria nakal’, yang sangat berbeda dari Kiba, tapi gadis yang menyukai pria nakal pasti akan jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.

Dan, aku dipanggil oleh orang ini setiap hari.

Saat ini aku berada dalam kamar di mansionnya.

Dan orang yang dia tunjuk adalah aku. Sepertinya dia menyukaiku. Aku tak paham kenapa dia menyukaiku dan meski ia tak pernah punya permintaan besar, dia memanggilku tiap hari.

Kemarin dia menyuruhku membeli roti di malam hari! Dan sebelum itu, dia berkata “Ayo memancing!” dan membuatku menemaninya ke area pemancingan terdekat! Dan sebelumnya....

Aku tak mau mengingatnya lagi! Tunggu, begitu besarkah persoalanmu sampai harus memanggil Iblis?

Tidak, bisnis kami adalah memenuhi permintaan manusia. Aku tak seharusnya protes. Majikanku Buchou akan memarahiku dan demi mencapai tujuanku sebagai Raja Harem, aku akan melewati hidup bisnis yang ketat ini!

“Iblis-kun, apa kamu mau bermain game denganku? Tadi siang aku beli Racing Game dan aku kesepian tanpa lawan main.”

Heeeii, permintaan seperti itu lagi! Tunggu, memprotes itu hal yang buruk!

“Ya, aku datang.”

Sejujurnya, ini adalah klien yang baik untuk kontrak. Ia memberi kembali lebih banyak dari yang kami minta.

Ia memulainya dari lukisan yang tampak kelas tinggi, dan lalu berlian, lalu kepingan emas. Bahkan Buchou dan yang lainnya terkejut. Berkat orang ini, tanpa ragu nilaiku akan meningkat juga.

Yeah, kurasa aku bersyukur padanya karena hal itu. Baiklah, mari selesaikan ini dengan mudah hari ini dan menapaki satu langkah maju di jalan untuk menjadi Raja Harem!

Klien sedang mempersiapkan game. Oh iya, dia bahkan belum pernah menyebutkan namanya. Mungkin aku akan jadi pelanggan pribadinya dari sekarang seterusnya. Mengetahui namanya adalah hal yang jelas.

“Baiklah, game sudah kusiapkan. Beruntung ada banyak hal untuk membuang waktu di Jepang. Ini bukan tempat yang buruk. Nih, ambil controllernya.”

“Ah, terimakasih. Tahukah anda kalau saya ahli dalam game seperti ini.”

“Heh, kalau begitu akan lebih menyenangkan. Aku masih pemula jadi agak ringanlah padaku.”

Ya. Aku jago dalam Racing Game. Legenda Kecepatan Top Ise. Aku sudah bermain di setiap Game Center! Fufufu, akan kutunjukkan padanya, kekuatan yang kupatri dalam zona perang bernama Game Center!

“MAJU!”

Dan meski aku memulai dengan baik, posisiku semakin turun seiring balapan berlanjut.

Pada awalnya, aku sudah mengembangkan posisiku yang menguntungkan namun........

“Aku sedikit ingat sekarang, seharusnya aku bisa menyusulmu sebentar lagi.”

Omong kosong apa yang dia katakan sambil berpikir kalau.......

“Uooohh! Tak mungkin!”

Mobilku perlahan lahan disalipnya! Sungguh situasi yang sulit dipercaya! Dikalahkan seperti ini oleh seorang pemula!

“MENANG!”

Ia dengan mudah mencapai garis akhir! Ia pasti pakar dalam balapan jarak pendek!

“Sepertinya aku yang menang, Iblis-kun.”

“Masih belum!”

“Oh! Semangat bertarungmu sepertinya mulai tumbuh. Mau balapan lagi, Iblis-kun.........bukan, Sekiryutei.”

...........Eh?..........Ba-barusan, apa yang dia katakan.......?

Kata-kata yang keluar dari bibir pria ini. Usai mendengar itu, sensasi dingin menjalar ke tubuhku.

Pria ini, siapa dia sebenarnya.......? Kenapa dia tahu soal itu.......? Dia bukan manusia?

Aku menelan ludah dan bertanya dengan ketakutan.

“........Siapa kau?”

Pria itu hanya sedikit membuka mulutnya. Sambil menatap TV, dia berujar.........

“Azazel, pemimpin para Malaikat Jatuh. Senang bertemu denganmu, sang Sekiryutei, Hyodo Issei.”

“MENANG!”

Jauh dari garis akhir, mobil pria itu dengan mudah menyalip mobilku yang berhenti dan melewati garis akhir di lintasan keduanya.

Dalam sekejap, 12 sayap hitam legam menyebar dari punggung pria itu.


Life 1. Musim panas! Baju renang! Aku dalam masalah?[edit]

Bagian 1[edit]

“Ini bukan bercanda!”

Bishojo-sama berambut merah mengangkat alisnya dengan ekspresi kemarahan di wajahnya.

Rias Gremory-Buchou. Ia adalah majikanku dan onee-sama kelas tinggi. Di sekolah, dia adalah ketua dari klub Penelitian Ilmu-Gaib.

Ia orang yang tegas namun sangat lemah lembut. Ialah yang paling kuinginkan!

Dan, Bishojo-sama yang paling kuinginkan itu tengah memberiku bantal paha...........seperti biasa, bantal paha Buchou begitu lembut dan membuatku emosional seperti sebelumnya!

Ngomong-ngomong, kami sudah berganti ke seragam musim panas dan berlengan pendek. Memang musim yang menakjubkan dimana kami berpakaian lebih sedikit!

“Memang, meski sudah diputuskan kalau pertemuan para Pemimpin Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh akan diselenggarakan di kota ini, sampai tiba-tiba Jenderal Gubernur Malaikat Jatuh akan menyerbu ke wilayahku dan ikut campur dalam urusan kami......!”

Buchou bergetar dalam kemarahan. Ooh, dia begitu menyeramkan........

Beberapa hari yang lalu, karena peristiwa di kota ini yang terjadi diantara Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh, hubungan dari tiga golongan telah terpengaruh sampai titik tertentu. Sebagai hasilnya, pimpinan dari masing-masing golongan akan berkumpul bersama untuk mendiskusikan masa depan.

Kami terlibat dalam insiden itu...........tapi yang lebih penting, kami harus hadir dalam pertemuan itu dan melaporkan rincian tentang insiden.

Sebelum tanggal pertemuan, Azazel tiba-tiba mengontak kami. Ya, dia juga adalah klien kontrakku. Ia menyembunyikan kehadiran dan identitasnya saat mengontak kami. Tepat dibilang kalau itu sudah ikut campur dengan urusan orang lain. Belum lagi, karena dia adalah Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh, topik berkembang menuju level yang sangat berbeda. Tak akan berakhir hanya dengan percekcokan saja.

Namun, keluarga Buchou sepertinya tak merasa terganggu dengan peristiwa itu.

“Dan selain itu, mencoba mengganggu Iseku yang manis, harganya adalah kematian! Aku pernah dengar kalau Azazel sangat tertarik dengan Sacred Gear sampai ia harus mengontak kita.......Tak akan apa-apa Ise. Aku pasti akan melindungimu, Ise.”

Buchou mengatakan itu sambil membelai kepalaku.

Buchou adalah Iblis kelas tinggi yang sangat menyayangi budaknya dan memperlakukan mereka seperti bagian keluarganya. Ia benci kalau barang miliknya disentuh oleh orang lain.

Khususnya karena Buchou memperlakukanku penuh kasih sayang, ia jadi kelewat sensitif dengan cerita semacam itu.

Aku senang, tapi terasa rumit, karena aku menghormati Buchou, tapi Buchou mungkin tak memikirkanku dengan cara yang sama. Itu adalah hubungan Majikan-Budak diantara Iblis, kan? .....Pemilik dan anjingnya.

Haa......kalau Buchou mendapat pacar, dia pasti tak akan tertarik padaku lagi dan akan membuangku.......

Kalau aku tidak menjadi Raja Harem sebelum itu, aku akan kesepian.

“Sepertinya Azazel memang mengincar Sacred Gear-ku. Dia Gubernur Jenderal para Malaikat Jatuh kan?”

Aku melepaskan kekhawatiranku. Kalau aku tertangkap Azazel, bagaimana nasibku? Aku ketakutan diluar imajinasiku......setelah mendengar kekhawatiranku, anggota laki-laki lain dalam klub, sang Pangeran Tampan Kiba membuka mulutnya.

“Aku dengar dari seseorang kalau Azazel memiliki pengetahuan mendalam tentang Sacred Gear. Aku juga dengar kalau dia mengumpulkan pemilik Sacred Gear potensial. Tapi tak akan apa-apa.”

Terus melanjutkan ucapannya, Kiba melihatku seolah akan kehilangan aku.

“Aku akan melindungimu.”

.........Kiba, ucapanmu terasa menjijikkan.

“........Tidak, umm, aku senang tapi.....bagaimana bilangnya ya.......kalau aku mendengar hal itu dari laki-laki dengan wajah tulus aku akan kebingungan untuk meresponnya........”

“Sudah jelas kalau aku akan mengucapkannya dengan wajah tulus. Kamu sudah menolongku. Kamu adalah temanku yang berharga. Kalau aku tak bisa menolong teman yang kesulitan maka aku tak bisa menyebut diriku Ksatria dari keluarga Gremory.”

Iya, aku paham itu tapi.......asal tahu saja, nada bicaramu tidak cocok diarahkan pada teman, atau rekan, belum lagi aku ini laki-laki. Sudah jelas kamu harus mengatakan itu pada Tuan Putri. Tanpa mempedulikan itu, Kiba melanjutkan,

“Tak ada masalah. Sacred Gear-ku yang mencapai Balance Breaker dan Boosted Gear Ise-kun, kalau kita gabungkan keduanya, aku merasa kita bisa melampaui semua kesulitan berbahaya......Fufu, aku bukan tipe yang mengatakan hal seperti itu sebelumnya. Setelah berteman denganmu, kesiapanku pada rekan tim juga berubah. Tapi aku tak paham kenapa aku tak bisa membenci itu.........kadang terasa hangat di bagian dadaku.”

“......Me-menjijikkan. Kamu.......ja-jangan dekat-dekat aku! Jangan sentuh aku!”

Pergilah, tinggalkan aku sendiri! Kamu dan aku nanti bisa menyebarkan rumor tak senonoh diantara kelompok gadis! Aku tak sudi lagi terlibat denganmu apalagi sampai perkembangan ke BL[1]!

Dan entah kenapa, pria ini, setelah episode penyerbuan pemimpin Malaikat Jatuh terselesaikan, sikapnya padaku semakin aneh! Apa yang kamu rencanakan dengan bersikap manis padaku! Lakukan dengan klienmu sana!

“T-tak mungkin, Ise-kun........”

Kamu gampang frustasi juga, perasaan tak perlu itu buruk buatmu! Dan, kenapa kamu benar-benar ingin berada disini?

“Namun, aku penasaran apa yang terjadi........di samping tak mengetahui pergerakan mereka, sulit untuk bergerak di sini juga. Pihak lain itu adalah Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh. Kita bahkan tak bisa mengontak mereka.”

Buchou sedang bimbang. Kita tak bisa memecahkan hubungan antara Iblis dan Malaikat jatuh lebih jauh lagi dengan usaha kita.

Karena Buchou sangat tegas pada topik itu, kalau tak ada pergerakan besar dari pihak mereka, maka kita tak akan bergerak juga.

“Azazel memang selalu seperti itu, Rias.”

Tiba-tiba, kami mendengar suara yang bukan berasal dari kami. Semua orang melihat ke arah datangnya suara dan.........Pria berambut merah tengah tersenyum simpul.

Aku mengingat wajah ini. Tunggu, Akeno-san dan yang lainnya tiba-tiba berlutut, hanya Asia dan aku yang kebingungan dengan situasi ini. Anggota baru, Zenovia juga memasang ekspresi bingung.

Bam! Ugh! Sambil menjatuhkan kepalaku, Buchou berdiri.

“O-O-Onii-sama!”

Ia mengeluarkan suara kekagetan.

Ya, dia adalah Onii-sama Buchou dan Maou saat ini dari pihak Iblis, ’Sirzechs Lucifer’-sama, dia orang itu! Ooh, bisa menemui Maou-sama lagi di tempat seperti ini!

“Azazel tak akan bertingkah seperti yang Kokabiel lakukan beberapa hari lalu. Dia mungkin suka membuat lelucon seperti sebelumnya, sih. Gubernur Jenderal akan datang lebih awal dari tanggal yang direncanakan.”

Itulah yang Maou-sama ucapkan. Dibelakang Maou-sama terdapat Maid berambut perak, Grayfia-san juga. Sudah jelas karena ia adalah Ratu dari Maou-sama. Aku juga buru-buru, seperti Akeno-san dan yang lainnya untuk berlutut. Usai melihat tindakanku, Asia juga menirunya.

“Santai saja. Aku datang karena urusan pribadi hari ini.”

Angkat kepala kalian, tidak perlu terlalu formal, itulah yang ia sarankan. Semuanya patuh dan kemudian berdiri.

“Hei, adik perempuanku. Ruangan ini tampak seperti adegan pembunuhan. Aku heran bagaimana bisa tempat ini begitu penuh oleh Lingkaran Sihir meski banyak gadis muda berkumpul disini.”

Sambil menganalisa ruangan, Maou-sama memasang senyuman pahit. Ya, memang benar. Aku sudah terbiasa tapi ruangan ini memang sangat aneh.

“Onii-sama, ke-kenapa bisa ada disini?”

Buchou bertanya dengan ragu. Ya, cukup ajaib juga. Tak mungkin bagi Maou-sama yang memikul masyarakat Iblis muncul begitu saja di dunia manusia di ruangan klub sekolah.

Usai mengucapkan itu, Maou-sama menyerahkan selembar formulir cetak yang kosong.

“Bicara apa kamu. Kunjungan kelas sudah dekat kan? Aku juga ingin ikut serta. Apalagi aku ingin melihat adik perempuanku bekerja keras dalam pendidikannya dari jarak dekat.”

Ah, kalau dipikir-pikir, Kunjungan Sekolah memang sudah dekat. Ayahku juga penuh semangat, sampai-sampai dia bermaksud mengambil cuti kerja agar bisa hadir.

Terserahlah, toh dia hanya ingin melihat kehidupan sekolah Asia daripada aku. Usai mendapat anak perempuan, orangtuaku suka bikin keributan seperti festival tiap kali ada sesuatu yang terjadi.

“Grayfia kan? Kamu yang menceritakan hal ini pada Onii-sama?”

Tunggu dulu, Grayfia-san merespon Buchou yang ngambek dengan cepat.

“Ya, laporan dari sekolah datang padaku yang sudah dipercayakan dengan jadwal keluarga Gremory. Tentu saja karena aku adalah Ratu Sirzechs-sama, hal itu kulaporkan pada Majikanku.”

Usai mendengar itu Buchou mendesah. Eh? Buchou tidak tertarik dengan kunjungan sekolah? Apa dia tidak suka keluarganya datang menemuinya?

“Meskipun tugasku sebagai Maou itu berat, biarpun harus mengambil izin dari pekerjaan, aku ingin hadir di Kunjungan kelas adik perempuanku, jangan khawatir, Otou-ue[2] akan datang juga.”

Oooh! Ayahnya Buchou juga! Aku sudah pernah melihat wajahnya sebelumnya. Di Pesta Pertunangan yang lalu saat aku menyerbu masuk. Ia sepertinya adalah ayah yang penuh perhatian.

“I-itu tidak benar. Bukankah Onii-sama adalah Maou? Meninggalkan pekerjaan dan datang kesini? Maou tak bisa memperlakukan satu Iblis saja secara istimewa.”

Begitu, karena Onii-sama Buchou adalah Maou, tak peduli meski mereka saudara sedarah, ia tak bisa begitu saja menerima diperlakukan secara istimewa. Namun, Maou menolehkan kepalanya ke samping.

“Tidak, tidak. Ini juga pekerjaanku, Rias. Sebetulnya aku bermaksud mengadakan konferensi diantara 3 golongan di sekolah ini. Aku datang untuk menginspeksi tempat pertemuan.”

A-a-apaaa? Yang benar saja? Aku tak bisa menyembunyikan kekagetanku. Bukan, bukan hanya aku, semua orang di sini juga kaget.

Akan dilakukan di sini! Di sekolah, Malaikat, Iblis, dan Malaikat Jatuh, pertemuan akan diselenggarakan di tempat ini!?

“........Di sini? Sungguh?”

Buchou juga melebarkan matanya. Tentu kalau mendengar itu kamu akan mencoba dan mengkonfirmasinya sekali lagi.

“Ah, sekolah ini entah kenapa sangat diikat oleh takdir. Adik perempuanku, kamu, sang Sekiryutei legendaris, pengguna Pedang Suci, pengguna Pedang Suci Durandal, adik perempuan Maou Serafall Leviathan juga berdomisili di sini, Kokabiel dan Hakuryuukou menyerang tempat ini. Ini adalah fenomena yang kurang tepat disebut sebagai kebetulan. Kekuatan besar terus berkumpul, seperti gerakan gelombang. Kupikir orang yang menggerakkan arus ini adalah sang Sekiryutei—Hyodo Issei-kun.”

Maou-sama menatapku. Kalau Maou-sama menatapku aku akan menjadi gugup.........

“Apa anda sang Setan? Senang bertemu anda. Saya Zenovia.”

Seorang yang memotong percakapan, gadis dengan rambut biru berantakan, adalah Iblis yang baru tereinkarnasi Zenovia.

Pada pandangan pertama dia adalah seorang Bishojo, tapi disamping wajahnya dia adalah pemegang dari pedang legendaris, Durandal. Ia adalah anggota keluarga dan Bidak Kuda baru Buchou.

“Sama-sama, Zenovia. Aku Sirzechs Lucifer. Aku dapat laporan dari Rias. Pemegang pedang legendaris Durandal tereinkarnasi menjadi Iblis, apalagi dia menjadi keluarga adik perempuanku.........jujur saja, aku meragukan telingaku saat aku mendengarnya untuk yang pertama kalinya.”

“Saya juga tidak menyangka akan menjadi Iblis. Bereinkarnasi menjadi golongan yang selama ini saya bunuh, biar begitupun, saya terkadang menyesalinya dan itu adalah langkah yang keliru......Iya, itu dia. Kenapa aku menjadi Iblis? Putus asa? Namun pada saat itu, jujur saja, yang manapun tak apa-apa.....tapi, tidak apa-apakah untuk menjadi Iblis?”

........Ah, dia sekali lagi berpikir mendalam dengan kepala di tangannya. Gadis ini mengatakan hal secara blak-blakan tapi selalu menyesalinya beberapa saat kemudian. Dia gadis yang susah dipahami seperti biasanya.

“Hahaha, baguslah kalau keluarga adikku memiliki banyak orang menarik! Zenovia, karena kamu baru bereinkarnasi kamu belum akan paham banyak hal tapi aku ingin kamu mendukung keluarga Gremory sebagai bawahan Rias. Aku akan mengandalkanmu.”

“Kalau saya diminta oleh Maou legendaris yang tertulis dalam Injil, maka aku hanya perlu melakukannya. Saya tidak tahu berapa banyak yang bisa saya lakukan tapi izinkan saya melakukan apapun yang sesuai kemampuan saya.”

Usai mendengar ucapan Zenovia, Maou-sama tersenyum. Senyumnya sama persis dengan Buchou.

“Terima kasih.”

Setelah mendengar terima kasih Maou-sama, pipi Zenovia tampak bersemu kemerahan.

“Baiklah, mari kita lanjutkan percakapan di tempat yang lain. Hm, namun, biarpun sudah datang ke dunia manusia, sekarang sudah malam. Apa ada tempat penginapan yang buka pada saat ini?”

Tempat penginapan ya.........mungkin masih ada yang buka tapi akan perlu waktu untuk mencarinya.

Hm, lalu......hal yang sejak tadi ada dalam pikiranku, aku mengangkat tanganku dan berujar.

“Ah, kalau begitu, bagaimana kalau......”

Bagian 2[edit]

“Begitu, syukurlah adik perempuan saya tidak memberi anda masalah.”

“Tidak mungkin, Onii-san! Rias-san adalah gadis yang sangat baik.”

“Ya. Rias-san adalah gadis yang begitu luar biasa sampai tidak layak untuk Ise.”

Di ruang tamu rumahku, Maou-sama legendaris dan orang tuaku tengah mengobrol hangat. Buchou duduk disamping Maou-sama. Di belakangnya ada Grayfia-san yang berdiri tenang.

Setelah itu, aku memberikan saran,

“Kalau begitu, bagaimana kalau menginap saja di rumahku.” ........Itulah yang kukatakan.

Awalnya Maou-sama membulatkan matanya tapi mungkin usai mengingat kalau Buchou tinggal di rumahku, ”Boleh-boleh saja. Aku ingin menyapa pasangan suami istri yang mengizinkan adik perempuanku tinggal.” Itulah yang ia katakan dan sudah mengizinkan.

“Tidak! Tidak!” Buchou menolak dengan imut tapi tak mungkin kamu bisa menghentikan Maou-sama dan Grayfia-san; setelah urusan Iblis selesai, kami datang kemari ke rumah keluarga Hyodo. Wajahmu yang memerah itu begitu imut. Secara alami kamu pasti ketakutan dengan kakakmu, yang juga seorang Maou, termasuk ucapannya.

Untuk sementara waktu, tentang info pribadi Sirzechs-sama, kami buat seolah ia adalah Onii-san Buchou, dan pewaris perusahaan besar yang dijalankan ayahnya Buchou.

Ia adalah Sirzechs Gremory. Usai menggunakan nama yang sudah lama ia tanggalkan, Sirzechs-sama kelihatannya sangat senang.

“Kemudian maid yang disana adalah......”

“Ya. Dia adalah Grayfia.”

Maou-sama menjawab pertanyaan ayahku.

“Sebetulnya dia adalah istriku.”

“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!?”

Semua orang selain Buchou mengeluarkan jeritan, namun Grayfia-san dengan tanpa ekspresi mencubit pipi Maou-sama.

“Saya maid, Grayfia. Saya minta maaf karena majikan saya membuat lelucon yang membosankan.”

“Itu sakit, itu sakit,Grayfia.”

Grayfia-san yang kalem namun sedang marah dan Maou-sama yang tersenyum dengan mata berkaca-kaca. Buchou yang duduk di sampingnya menutup wajahnya dengan tangannya karena rasa malu.

Ah, keluarga Buchou sepertinya menarik. Siapa akan menduga kalau Maou-sama akan membuat lelucon seperti tadi? Karena Grayfia-san sepertinya sudah terbiasa dengan hal ini, Maou-sama pasti cukup sering melakukannya.

“Oh iya, Gremory-san, apa anda akan mengikuti Kunjungan Kelas juga?”

Ibu bertanya pada Maou-sama. Tanpa malu, pipinya merona merah. Ibu, apa ibu terpesona oleh wajah tampan Maou-sama? Ya, hal itu sudah jelas karena ia adalah Buchou versi laki-laki, ia pasti sangat keren. Aku tak bisa bilang apa-apa usai melihatnya mengusap pipinya yang bekas dicubit.......

“Ya. Saya sudah ambil cuti dari kerja, jadi saya bermaksud memakai kesempatan ini untuk melihat sekolah adik perempuan saya dan melihat sikapnya di kelas. Di hari kunjungan nanti, ayah saya juga akan datang berkunjung.”

“Ah, ayah dari Rias-san juga?”

“Ayah membantu dalam pendirian Akademi Kuou, seperti saya, sepertinya ini adalah kesempatan bagus bagi beliau untuk datang berkunjung juga. Meskipun jujur saja saya pikir beliau hanya ingin melihat wajah Rias.”

“Gremory-san! Apa anda ingin sake? Kami punya sake yang lezat dari Jepang.”

Ayahku mengeluarkan sake-yang berbentuk-Kotak harta karun dari dapur.

Heey! Ayah! Tiba-tiba mengeluarkan sake! Bukankah itu tidak sopan?

Namun, menjawab kecemasanku, Maou-sama tersenyum lebar.

“Itu sangat bagus! Mari kita minum sepuas hati! Karena alkohol Jepang mudah diteguk dengan mulut yang mampu[3].”

Maou-sama jauh lebih bersahabat dari yang bisa kalian bayangkan.

Bagian 3[edit]

“Ti....tidak mungkin! Aku tak bisa tidur bersama dengan Ise?”

Pesta yang menyenangkan sudah selesai, dan sekarang waktunya untuk tidur.

Di depan kamarku, Buchou sedang mendekati Maou-sama dengan wajah galak.

“Aku ingin sedikit mengobrol dengannya di ranjang. Maaf, Rias. Tapi untuk malam ini saja, pinjamkan Hyodo Ise-kun padaku.”

Begitu. Maou-sama ingin tidur sambil mengobrol denganku, dia sudah mempersiapkan futon untuk tamu di ruanganku.

Buchou selalu tidur di ranjangku denganku tiap malam. Dia sepertinya sedih kalau tak bisa tidur bersamaku. Iya, seperti cintanya pada budaknya berakhir di sini. Terlihat tak mengenakkan bagi Buchou—seperti boneka yang digunakan gadis kecil untuk menemaninya tidur diambil. Namun ia tampak imut.

Ada sesuatu yang Akeno-san katakan padaku. Sepertinya derajat ketergantungan Buchou padaku meningkat hari demi hari. Dia bilang aku sangat imut baginya, di sisi lain aku khawatir apakah aku, bisa menjawab harapannya atau tidak.......

Ngomong-ngomong, bahkan sekarang aku tidur dengan Buchou dan Asia bersama. Setiap malam kami tidur membentuk huruf kanji sungai[4].

Tapi tahu tidak, kalau kami bertiga tidur bersama setiap waktu, anehnya aku merasa lebih lega. Aku paham kalau suami dan istri selalu tidur bersama. Kalau aku punya kakak dan adik perempuan, apa akan seperti ini juga?

Aku sering digunakan oleh Buchou sebagai bantal peluk, Asia yang tak mau kalah ikut memelukku juga, aku sudah membuat banyak memori luar biasa setiap malam tapi......diluar itu tak ada perkembangan apa-apa.........mungkin karena mereka lebih terasa sebagai keluarga.

Buchou bilang kalau dia punya penyakit, kalau dia tidak tidur bersamaku dia akan mati. Asia bilang kalau aku tak berada di sisinya seperti biasanya dia akan sedih dan marah. Apa memelukku memiliki semacam khasiat?

Jadi kepikiran, akhir-akhir ini Matsuda sering membentakku, dengan mata berkaca-kaca.

“Aku mengendus aroma Asia-chan dari Ise! Apa artinya ini!?”

Itu sudah alami. Karena kami tidur bersama setiap malam, tak aneh kalau aku memiliki aroma Asia. Aku terus saja menjawab itu dengan enteng tapi, bukankah nanti akan ada rumor menyebar di kalangan siswa laki-laki?

Fufufu, tak mengherankan kalau para siswa laki-laki di kelasku berpikir kalau aku sudah lulus dari keperjakaanku. Lebih baik kalian berpikir begitu! Tidak buruk kalau mereka berprasangka seperti itu! Meski ternyata aku masih belum lulus!

Kalau itu Kiba atau cowok yang lain, akankah mereka tidur dengan Buchou? Tidak, tidak. Itu tidak benar! Biarpun itu adalah situasi yang luar biasa, perlu langkah langkah untuk melakukannya, kalau aku mengabaikan langkah dan langsung menyerang Buchou itu........

[Kalau dilihat dari nyalimu, kamu bukan Red Dragon Emperor, tapi Red Virgin (perjaka) Emperor, partner]

Tiba-tiba, Ddraig mengatakan sesuatu.

Diam! Biarkan aku sendiri! Untuk sementara waktu aku akan terus melakukan hal ecchi dengan Buchou dan kamu hanya perlu menonton dari sana!

“Ise.......”

Orang yang memelukku adalah Buchou! Ooooh! Aku senang tapi kalau melakukan ini di depan orang lain, aku merasa sangat malu!

Di sekolah dia tampak tegas dan dingin tapi, akhir-akhir ini di rumah dia seperti ini. Mirip wanita kantoran yang bisa menyelesaikan semua hal dengan tenang namun saat pulang ke rumah, di depan piaraannya dia menjadi seperti anak kecil.

“Bisakah kamu tidur sendiri? Apa kamu tak apa-apa tanpa aku di sisimu? Aku merasa ada yang kurang, kalau kamu tidak ada di sampingku........”

“Ojou-sama, sekarang mari kembali ke ruangan kita. Saya akan berada di ruanganmu juga. Saya permisi, Sirzechs-sama, selamat malam.”

Grayfia-san membawa pergi Buchou yang sepertinya ingin berkata sesuatu. Buchou pun menjauh dari tubuhku.

“Aku tahu, Grayfia..........”

Wajah Buchou terlihat kalau dia sangat menyesalinya. Adegan ini sangat mirip dengan film ketika seorang anak dipisahkan dari orang tuanya.

“Ah, um, Ise-san, selamat malam. Aku juga merasa kalau ada yang kurang, tapi malam ini aku akan tidur di ruanganku.”

Sedikit membungkukkan kepalanya, Asia menuju ke kamarnya sambil masih tersenyum.

Yang masih tersisa hanya aku dan Maou-sama.

“Baiklah, bisakah kita masuk ke dalam?”

“I-iya!”

Hanya dengan dia memasuki kamarku aku merasa gugup.

Postur Maou-sama begitu elegan, aura Iblis yang mengelilinginya tampak tenang tapi bahkan amatiran sepertiku bisa merasakan konsentrasi sihirnya yang mengerikan di kulitku.

Mungkin hanya dengan sedikit memusatkan kekuatan sihirnya, aku bisa dihancurkan jadi debu. Tapi aku bisa merasakan ketenangan luar biasa darinya.

Karena orang ini berada di puncak dunia Iblis, kami bisa melanjutkan pekerjaan kami dengan damai seperti biasanya.

Inilah Maou......

Hanya dengan menghirup udara yang sama kamu bisa memahami kalau dia memang berada di kelas yang sangat berbeda.

Sambil aku mempersiapkan diriku untuk tidur bersama dengannya dimana belum pernah bercakap cakap secara akrab sebelumnya, cahaya dimatikan dan aku berbaring di sampingnya.

“Aku dengar kamu bertemu Azazel.”

Maou-sama mengatakan itu padaku,

“.......I-iya.”

Aku mengakui itu dengan patuh.

“Kudengar dia tak berbuat apa-apa padamu, tapi dia mengatakan sesuatu padamu?”

“..........’Kita akan bertemu lagi’, itu yang dia ucapkan.”

“Begitu.......Azazel sangat tertarik dengan Sacred Gear. Boosted Gearmu bukan perkecualian. Sebetulnya, sama denganmu, orang-orang yang memiliki Longinus sudah berkumpul di pihaknya.”

“..........Untuk tujuan apa?”

“Entahlah. Tapi, Azazel adalah Gubernur Jenderal dari organisasi yang dapat mempengaruhi Surga, Dunia Bawah, dan Dunia Manusia. Kalau dia menggunakan itu, akan memunculkan kekacauan. Namun, dia tak menyukai peperangan seperti Kokabiel. Karena hal itulah Malaikat Jatuh adalah yang pertama mundur dari peperangan besar di masa lalu.”

Iya, jujur saja, aku tak sudi punya Majikan baru selain Buchou. Maksudku, aku tak akan bisa datang ke tempat itu. Kalau aku dicuci otak dengan paksa, lalu apa yang akan kulakukan.......

Seolah menyadari kecemasanku, Maou-sama berbicara dengan nada santai,

“Jangan khawatir. Aku menjamin keselamatanmu. Akhirnya Naga Legendaris berada di pihak Iblis jadi aku harus memberimu perlakuan khusus—dan adik perempuanku juga sangat memperhatikan dirimu. Aku belum pernah melihat Rias sebahagia itu, bahkan di Dunia Bawah. Aku yakin kalau dia pasti sesenang itu setiap hari. Aku merasa kalau semua itu berkat dirimu.”

Orang ini pasti sangat mempedulikan Buchou dari dasar hatinya. Barusan aku merasakan kalau ucapannya terisi oleh rasa sayang yang besar.

“Hyodo Issei-kun, uruslah adikku, Rias, baik-baik mulai dari sekarang.”

“Iya!”

Itu sudah jelas, Maou-sama. Aku akan melindungi Buchou dari sekarang. Selalu. Bahkan meski aku menjadi sendirian, itu tak mengubah fakta kalau aku tetaplah bagian dari keluarga Buchou.

Bahkan meski aku menjadi Raja Harem, kalau Buchou mendapat masalah aku akan menyerbu menolongnya.

“Aku.......bukan, aku adalah.........pion dari Rias Gremory.”

“Terimakasih—Oh iya, Hyodo Issei-kun. Tak apa-apakah bagiku untuk memanggilmu Ise-kun seperti yang dilakukan adikku?”

“Te-tentu saja! Itu suatu kehormatan!”

“Begitu. Jadi, Ise-kun, bisakah kamu juga memanggil namaku? Onii-san juga tak apa-apa.”

Onii-san? Apa yang dia pikirkan, apa anda juga Onii-sanku? .......Aku memang tak paham tapi itu adalah suatu kehormatan besar.

“Menurutku itu kurang sopan, jadi bisakah aku memanggilmu Sirzechs-sama saja?”

“Yah, itu juga tak apa-apa. Namun sayang sekali, aku ingin dipanggil Onii-san oleh sang Naga Legendaris...........Meh, tak lama lagi juga akan seperti itu, jadi untuk sementara nama itu juga tak apa-apa.”

“? I-iya?”

Sepertinya Sirzechs-sama entah kenapa mencapai keputusan sendiri. Aku tak paham apa yang dia pikirkan, tapi karena dia adalah Maou itu pasti sesuatu yang level tinggi.

“Ngomong-ngomong, Ise-kun...........”

“I-iya?”

“Boosted Gear bisa mentransfer kekuatan yang ditingkatkan ke orang lain kan?”

“Iya, itu benar.”

“Topiknya agak melenceng, tapi kamu menyukai dada wanita yang besar kan?”

“Iya! Aku sangat suka!”

Ah, aku mengakuinya dengan suara keras di depan Sirzechs-sama! Sungguh tidak sopan! Aku begitu malu! Namun aku sungguh penurut dengan hasrat terdalamku!

“Bahkan sebagai kakaknya aku merasa kalau dada Rias sangat memantul-mantul.”

“Iya, Buchou—dada Majikanku adalah yang terbaik yang pernah kurasakan!”

Onii-san! Payudara Buchou adalah yang terbaik! Memang yang paling baik! Terima kasih banyak karena sudah membesarkannya sampai sekarang! Aku memberikan terima kasih dengan sangat tulus!

“Ini pertanyaan ‘bagaimana kalau’ tapi........kalau kamu mentransfer kekuatan yang ditingkatkan itu ke dada Rias, apa yang akan terjadi? ............Meh, jangan khawatir soal itu.”

“----------------!”

Pada saat itu, kejutan yang belum pernah ada sebelumnya muncul padaku.

..........Menggunakan Boosted Gear pada dada Buchou......? Tak mungkin, hal seperti itu.........apa bisa?

Tidak, tapi! Konsep itu belum pernah terpikirkan! Hadiah untuk payudara! Mentransfer kekuatan Sekiryutei pada payudara! I-itu, apa yang akan terjadi kalau memang bisa dilakukan?

Tak bisa kubayangkan! Tak bisa kuprediksi!

Sial! Level pemikiran Maou-sama memang jauh diatasku! Sungguh kekuatan konsep!

.........Apa ukurannya sekedar bertambah? Tak mungkin, sepasang yang indah itu akan bisa membungkus benda selevel harta karun nasional? Tidak, tidak, apakah mereka akan bersinar kalau diregangkan? Uh, uhhhh, aku tak tahu!

Otakku mengaum keras seolah pikiranku di dalamnya tengah mengamuk. Di sini, aku akan memutar kepalaku kuat-kuat sampai akan menjadi rotasi tercepat yang pernah ada. Jemari di kedua tanganku tanpa sadar terus meregang-regang menghadap langit seolah sedang meremas dada.

Ma-mataku menjadi jelas! Tak bagus! Aku tak bisa tidur! Aku tak bisa tidur! Kalau aku mentransfernya ke dada Buchou, apa yang akan terjadi?

“Selamat malam, Ise-kun.”

Selagi Sirzechs-sama tidur lelap di sampingku, aku terus terjaga sepanjang malam dengan ilusiku tanpa mendapat jawaban apa-apa.

Bagian 4[edit]

Beberapa hari setelah kedatangan Sirzechs-sama.

Sirzechs-sama dan Grayfia-san meninggalkan rumahku sehari setelah menginap di tempatku.

Sepertinya mereka menginvestigasi kota tapi kalau kalian melihatnya dari sudut pandang orang yang menemani Sirzechs-sama selama beberapa hari, kalian akan menganggapnya sebagai cuci mata......

Tidak, karena itu adalah Maou-sama, tanpa ragu ia melakukannya dari sudut pandang yang tak pernah bisa kupahami! Dia bertanding denganku di Game Center (sepertinya dia ingin mendirikan Game Center di Dunia Bawah), di toko hamburger mencicipi semua rasa (dia bilang ingin mendirikan beberapa restoran di Dunia Bawah....), kami berkunjung ke Kuil Shinto (dengan kekuatan Iblis absolut Maou-sama, kekuatan suci dari kuil tersingkir sehingga kami semua bisa masuk. Maou-sama memang serba bisa), bahkan meski pada pandangan pertama tindakannya nampak seperti piknik dan bersenang senang, aku merasa dia serius dalam segalanya.

Aku memang Iblis yang kurang latihan karena memikirkan hal seperti itu!

Ngomong-ngomong, kalau kutransfer ke dada Buchou lalu apa yang akan terjadi? Aku belum dapat jawaban untuk itu.......kalau langsung meminta padanya? Tidak, aku tak mungkin bisa melakukannya.

“Buchou, bolehkah aku menggunakan kekuatan Boosted Gear pada dadamu?”

Idiooooootttttt! Tak mungkin aku bisa mengucapkan kalimat konyol ini!

Tapi, hal itu terus menggangguku! Apa yang nanti akan terjadi? Dadanya Buchou.........

Sambil memikirkan itu sejak pagi, hari libur menjadi hari kerja.

“Kami berangkat!”

Kami bertiga berangkat sekolah dari rumah. Hari ini hari libur tapi, karena ada suatu keperluan, kami berangkat ke sekolah. Guuh! Ini yang paling kutunggu-tunggu dari semua hariku!

Ah, hatiku serasa menari! Jantungku berdegup keras! Tes tes tes, air liurku terus menetes satu demi satu.

Seseorang memanggil kami dengan senyum kaku di wajahnya.

“Selamat pagi.”

Orang yang menemui kami adalah Zenovia. Dia tinggal sendiri di apartemen dekat rumahku.

Dia yang menjadi Iblis karena bermacam macam situasi tak bisa kembali ke tanah Vatikan. Karena hal itulah dia mulai tinggal di kota ini, tapi sepertinya dia tidak suka tinggal di gedung sekolah lama sehingga ia menyewa apartemen.

Meski apartemen itu juga memiliki aura Iblis yang mengerubunginya. Dia tinggal bersebelahan karena majikannya, Buchou dan sama dengannya, Asia juga tinggal di rumahku. Kalau ada sesuatu yang tak ia pahami selagi tinggal di sana, dia tinggal datang ke rumahku karena lokasinya dekat.

Yah, kalau dia tiba-tiba hidup di standar hidup dan budaya yang berbeda, akan ada banyak hal yang ia tidak pahami. Oh iya, Asia dan Zenovia juga sama-sama kaget dengan pembukaan payung di hari berhujan.

Sepertinya di sana mereka tak membuka payungnya bahkan di hari hujan. Setelah melihat payung vinyl dan menjadi sangat ketakutan, kesan itu pasti akan mendalam. Memang, budaya mereka berbeda.

“Asia, apa kamu bisa menyelesaikan pekerjaan rumah yang kemarin?”

“Iya. Kamu sendiri bagaimana, Zenovia-san?”

“Yaa, aku belum paham apa-apa yang ditulis dengan huruf Jepang. Bisa tolong ajari aku?”

“Iya! Serahkan padaku.......! Tapi huruf kanji itu sedikit.........”

“Aku juga. Menyeramkan juga kalau orang Jepang mempelajari struktur rumit seperti itu. Aku cuma sedikit memahaminya sebagai kekuatan ekonomi utama.”

Yang tengah mengobrol adalah Asia dan Zenovia. Awalnya saat bertemu situasi mereka sangat buruk namun lantaran fakta kalau keduanya adalah umat Kristiani menjadi alasan utama hubungan mereka bisa sangat akrab.”

Bahkan diantara siswa laki-laki, ”Si Pendiam Asia”, ”Si Enerjik Zenovia” adalah julukan bagi dua Bishojo dari luar negeri itu.

“Begitu. Ini pasti bimbingan dari Tuhan.”

“Ya, sungguh bimbingan dari Tuhan.”

“Amen.........Ouch!”

Seperti ini, usai melakukan sesuatu mereka berdoa, dan di saat yang sama mereka akan kesakitan.

“Apa yang kalian lakukan............”

Berapa kali aku harus berperan sebagai orang lurus[5], sambil berujar dengan nada rendah, Buchou berkata,

“Baiklah, kalian semua. Hari ini adalah pembukaan terbatas kolam renang.”

Ya! Hari ini kolam renang! Hari yang paling kunantikan selama ini, hari kolam renang!

Kami, Klub Penelitian Ilmu Gaib, diperintah oleh OSIS untuk membersihkan kolam. Ini sudah musim panas dan sekolah akan membuka kolam renang.

Buchou sudah menyetujui pembersihan dengan syarat kami menjadi yang pertama menggunakan kolam renang itu, kami hanya perlu membersihkan sisa-sisa lumut dan mengisi bak airnya.

Beberapa hari yang lalu, Buchou membeli baju renang. Dia menunjukkannya di rumahku tapi meskipun dia tak mengenakannya, hanya dengan melihatnya membuat mimisanku tak mau berhenti.

Karena, itu sungguh luar biasa, sungguh ecchi[6]!

“Nanti kutunjukkan kalau sudah di kolam renang.” Itulah yang Buchou katakan, aku tak sabar menunggu hari ini! Ah, aku terus hidup demi hari ini! Aku mungkin berlebihan tapi aku mungkin bisa sangat beruntung di liburan musim panas ini! Musim panasku yang selalu sepi sampai sekarang demi datangnya hari ini!

Kalau bicara soal liburan musim panas, ini adalah musim dimana para laki-laki lulus dari keperjakaan mereka. Aku juga, di musim panas ini........

Guuuah! Tak seperti tahun lalu, musim panas ini aku akan dikelilingi gadis-gadis! Kalau aku bisa melakukan pengalaman seks dengan Buchou, itulah yang terbaik! Tidak, Akeno-san juga boleh! Aku tak bisa menahannya lagi! Aku terbakar hanya dalam fantasiku! Aku akan meminta bagian Kiba juga yang tak bisa datang hari ini karena ada pekerjaan.

“Ise-san, apa kamu memikirkan hal-hal mesum lagi?”

Asia mencubit pipiku namun ia gagal menghentikan wajah menakutkanku.

Bagian 5[edit]

Kepada kakek di surga.

Sekarang adalah awal musim panas. Matahari yang bersinar memberi kami cahaya yang hangat.

Aku tak kuasa menghentikan air mataku karena adegan di hadapan mataku ini. Air mataku begitu berharga itulah yang kurasakan.

“Hei, Ise, bagaimana baju renangku?”

Puh! Darah mengucur dari hidungku yang terbuka lebar.

Kulit putih Buchou! Desain baju renangnya terlalu terbuka!

Kain merah tipis yang menjadi bra-nya! Pa-payudaranya! Ini bukan level dimana kamu hanya bisa melihat bagian bawah payudaranya! Kakinya yang jenjang juga tampak luar biasa!

“Ara ara. Buchou, sepertinya kamu sangat bersemangat. Ufufu, kamu benar-benar ingin menunjukkannya pada Ise-kun. Ngomong-ngomong Ise, bagaimana penampilanku?”

Dengan itu Akeno-san juga ikut masuk.

Tak seperti Buchou, dia mengenakan pakaian renang ekstrim berwarna putih bersih! Seperti Buchou kainnya juga tipis! Aah, kalau dua Onee-sama dengan tubuh erotis mengenakan itu, banyak pria muda akan mulai menangis terharu.

“Ise-san. A-aku juga sudah mengganti pakaianku.”

Setelah menoleh aku melihat Asia yang berdiri sambil agak gugup.

Asia mengenakan baju renang sekolah. Ya, kalau Bishojo berambut pirang mengenakan baju renang Jepang kalian akan merasakan kekuatan luar biasanya! Nama Asia yang tertulis di dadanya juga tampak bagus!

High school dxd v4 047.jpg

“Asia, kamu sangat manis! Onii-sanmu sangat tersentuh! Benar-benar cocok untukmu!”

Asia tersenyum simpul dan kelihatan senang.

Ooh! Koneko-chan juga mengenakan baju renang seperti Asia! Tulisan nama ‘Koneko’ begitu imut dan bagus juga! Yah, inilah terlahirnya sang maskot tercinta!

“.........Tidak dilihat oleh mata yang mesum membuatku mendapat perasaan yang rumit.”

Sepertinya dia menggerutu dengan perasaan kecewa.......? Hah?

Buchou menempatkan satu tangannya di bahu Koneko-chan, dan sambil tersenyum ia berkata,

“Oh iya Ise, maaf, tapi........”

“Iya?”

Bagian 6[edit]

“Ya, 1, 2, 1, 2,”

Aku sedang memegang tangan Koneko dan membantunya melakukan latihan mengayuh kaki.

Setelah datang ke kolam hal pertama yang diperintahkan padaku adalah mengajari Koneko-chan yang tidak bisa berenang. ”Ise, bantulah Koneko dengan menjadi partnernya.” Itulah yang Buchou perintahkan kepadaku.

Orang yang dibicarakan Koneko-chan sedang mengambil nafas kecil di pertengahan dengan suara ‘puwa!’ dan mengayuh kakinya sepenuh tenaganya. Entah kenapa, melihat dia berusaha keras sangat imut.

“Pertahankan, Koneko-chan!”

Asia sedang menyoraki Koneko dari tepi kolam. Ngomong-ngomong, Asia sendiri juga tak bisa berenang.

Aku harus membantu latihan renang Asia juga. Tunggu, aku sendiri juga tidak ahli dalam berenang.

Iya, bagiku, aku hanya ingin memandang baju renang Buchou dan memuja figurnya saat berenang dalam air.

Aku merasa kalau Buchou berenang di kolam, payudaranya akan bergoyang-goyang dan hal-hal hebat akan terjadi!

“Puwa--..........senpai, maaf sudah membuatmu harus membantuku......”

Koneko-chan mengatakannya dengan nada meminta maaf.

“Tidak, tidak, tak apa-apa. Membantu latihan renang gadis itu sangat menyenangkan, aku tidak keberatan.”

Benar sekali. Aku lebih suka membantu latihan gadis berenang daripada berlatih dengan bocah kecil. Dan khususnya kalau partnernya adalah si imut Asia dan si kouhai Koneko-chan, aku akan melakukannya sepanjang hari!

“Oops, kita sudah sampai di akhir.”

Sudah mengayuh sejauh 25 meter dan masih punya tenaga tersisa, Koneko-chan menabrakku. Bahkan meski hanya kebetulan, dilihat dari manapun kami seperti sedang saling berpelukan.

Awawa, kalau tetap begini seperti biasanya maka “........Tolong jangan sentuh aku.” Aku mungkin dihajar dengan pukulan seperti biasanya! Aku tengah waspada, tapi reaksi Koneko-chan justru berbeda.

“........Ise-senpai, ternyata kamu baik hati juga. Meskipun kamu mesum......”

......Aku tak tahu sedang dipuji atau tidak. Apa hanya imajinasiku kalau pipi Koneko-chan tampak merona kemerahan?

“I-iya, aku juga ingin melakukan sesuatu demi juniorku. Aku selalu membuat masalah untuk Koneko-chan jadi suatu saat aku pasti ingin membantu.”

Aku mengatakannya sambil menepuk kepala Koneko, aku mencoba apa yang biasa Buchou lakukan padaku. Kalau kamu lihat dari sudut pandang orang dibawah, aku akan senang diperlakukan seperti ini oleh senpai dari lawan jenis.

Tunggu, aku tak tahu kalau Koneko-chan tak apa-apa ditepuk kepalanya atau tidak.

Splash! Aku mendengar suara seseorang melompat kedalam kolam.

Di bagian yang lain Buchou tengah berenang dengan elegan! Uoooh! Ini kesempatanku! Aku buru-buru menyelam kedalam air, dan mengaktifkan Boosted Gearku! Aku menaruh Gauntlet di tangan kiriku ke wajahku, dan memindahkan kekuatan yang sudah digandakan.

[Transfer!]

Kekuatan mengalir di kedua mataku, daya pandangku tiba-tiba meningkat! Bidang pandangku juga meluas! Aku bisa melihat Buchou yang berenang jauh di sana! Aku percaya kalau Sacred Gearku difungsikan untuk waktu-waktu seperti ini.

Menghadapi hambatan air, dengan gerakan memantul payudara Buchou bergoyang dengan elegan! Ah, ini dia, ini! Hambatan yang tercipta di air! Dan goncangan payudara oleh hal itu! Aku sangat merindukan ini! Payudara raksasa itu bergerak dengan bebas dalam air! Sungguh metode goncangan yang luar biasa! Sial! Buchou, terima kasih banyak! Kedua bendamu itu terlalu menakjubkan! Baiklah, setelah kembali akan kulakukan lima kali lagi! ........Simpan dalam otak, di gudang memori.

Guh, di dalam kepalaku kejutan tak terduga mendadak muncul. Guh! Nafasku lepas dalam air! Melihat ke atas, aku mendapati Koneko-chan dalam posisi tangan seperti mengiris.

“............Bisa tolong urus latihan renang Asia-senpai?...........”

Koneko-chan sepertinya cemberut. Di tepi kolam Asia juga tampak berurai mata.

“Uh, bahkan aku...........bahkan aku........”

Ah, entah kenapa Asia juga tampak cemberut.

Usai terbatuk-batuk, aku sekali lagi mengatakannya pada Asia.

“Baiklah. Selanjutnya Asia. Apa kamu siap?”

“.........Ya. Tolong perhatikan aku baik-baik.”

Seperti ini, kami melanjutkan ke pelajaran renang Asia.

Bagian 7[edit]

“..............Aaaaah, aku capek!”

Disamping tepi kolam Asia hendak tidur di atas tikar vinyl yang dibentangkan.

Aku membantunya berlath mengayuh kaki dengan memegang tangannya tapi mungkin karena dia terlalu bersemangat diluar dugaanku, kami menyelesaikan jalur berkali-kali.

Latihan kolam memang menguras lebih banyak energi daripada latihan di darat. Bagi Asia yang fisiknya tidak terlalu kuat, hal itu pasti sangat melelahkan.

Koneko-chan juga berada di tepi kolam dibawah tenda peristirahatan sambil membaca buku.

Fuu.....aku juga menghembuskan nafasku dan duduk di samping Asia. Kupikir setelah menjadi Iblis kekuatan fisikku meningkat sedikit, tapi kali ini aku betul-betul kelelahan.

Berlatih seorang diri dan membantu latihan orang lain adalah dua hal yang sangat berbeda. Belum lagi kalau partnernya adalah wanita.

[z..........zz.........]

Suara tertidur? Melihat ke samping, Asia tengah tertidur karena kelelahan. Waw, wajah tidurnya betul-betul imut. Aku pasti tak akan mengirimnya untuk pernikahan.

Kelelawar merah datang ke arahku yang tengah dipulihkan oleh wajah tidur Asia. Itu adalah kelelawar familiar Buchou.

Usai tiba-tiba merasakan tatapan seseorang ke arahku, aku menolehkan kepalaku, di sisi lain kolam terdapat Buchou. Ada sesuatu yang terlihat seperti botol kecil di tangannya. Apa itu-----minyak? Krim?

Sambil tersenyum, ia mengundangku. Mulutnya bergerak dengan tenang.

---Datanglah kemari,

Uooooooooohhh! Tak mungkin!

Merasakan sesuatu karena intuisi, aku berlari ke sisi Buchou dengan kecepatan dewa! Hanya ada satu hal yang kuduga dalam pikiranku! Itu dia! Tak ada hal selain itu!

--Meminyaki di tengah tengah musim panas!

Tak mungkin hal lain kecuali meminyaki tubuh Buchou!

Anggap saja kalau pijatan berminyak adalah sesuatu yang sering kalian bayangkan dalam mimpi!

Bagi diriku yang tidak populer hal itu hampir seperti ilusi.

Untuk berpikir kalau aku bisa menggunakan kedua tanganku di tubuh lembut Buchou sesukaku! Uoooh! Hanya dengan fantasi itu saja darah mengucur dari hidungku!

“Hyo-Hyodo Issei telah datang!”

Melihat budak yang berbahagia di hadapannya, Buchou menunjukkan ekspresi terkejut untuk sesaat namun kemudian tersenyum dengan aneh.

“Aduh kamu ini. Aku baru mau mengundangmu kesini, tahu?”

“Ap...........”

Hatiku terbaca olehnya. Wajahku seketika memerah. Uwaah, aku maluuuuuuuuuuuuuu! A-aku yakin kalau dia bermaksud menyuruhku untuk mengoleskan minyak padanya!

Ini terasa menyedihkan. Tidak, bukan itu saja. Karena sudah dipanggil oleh Buchou, aku ingin melakukan perintahnya. Karena aku pion dari Buchou........tapi, meminyaki........

“Jangan buat wajah seperti itu Ise. Alasan aku memanggilmu adalah itu.”

“Hah?”

Suaraku keluar dalam jeda. Apa maksudnya itu?

“Iblis tak akan terbakar matahari. Tapi, sinar matahari adalah musuh asing.”

Buchou menyerahkan botol di tangannya padaku.

“Itu minyak kecantikan spesial. Maukah kamu mengoleskannya di punggungku?”

“Iya! Dengan senang hati!”

Aku membalas tanpa menarik nafas! Itu sudah jelas! Otakku memahami situasi hanya dalam sekejap!

Aku melakukannya! Mengoleskan minyak memang ada! Kupikir itu hanyalah situasi yang ada dalam mimpiku, tapi kenyataannya memang ada! Air mataku tak mau berhentiiiiiiiiiiiiii!

“Kalau begitu, bisa segera dimulai?”

Dengan lembut, tanpa ragu Buchou melepaskan bra dari bikininya di hadapanku.

Purun!

Karena benda yang menahannya sudah tidak ada, payudara telanjang menunjukkan dirinya! Selamat siang! Sudah berapa kali aku membuat kontak dengan payudara-sama ini?

Tunggu, bukan itu! Buchou! Tak apa-apakah melepaskan bra-mu tanpa ragu di siang bolong di depan aku yang laki-laki ini!

Aliran darahku terus mengalir. Dengan menekan hidungku aku cukup berhasil menghentikannya. Tapi mungkin karena sifat mesumku, tatapanku terus terpusat pada payudara itu! Aaah, Buchou! Di sana terdapat puting susu merah muda yang indah!

“Bu-Buchou! Kalau kamu melepaskan bra-mu tanpa ragu seperti itu bahkan kesiapan jantungku akan........! Tunggu, di tempat ini! Di depan laki-laki! Tak apa apakah melepasnya?”

“Ya. Karena tak ada laki-laki lain selain kamu di sini, aku tak keberatan dengan itu.”

Buchou menjawab kembali dengan tersenyum! Aaah, kalau kamu mengatakan itu, membuatku sangat tersentuh!

Tunggu, apa dia menganggapku sebagai laki-laki? Aku memang laki-laki tapi tak apa-apakah karena aku budaknya? Uh, aku tak paham. Tapi melihat situasinya, ini adalah hadiah yang luar biasa.

Buchou berbaring dengan tubuh depannya di atas tikar vinyl, menyingkirkan rambut merahnya dan punggungnya menghadap ke arahku. Aaaah, kulit yang putih itu begitu menawan! Karena tubuh depannya terbaring, payudara luar biasa itu menyebar sepanjang sisinya. Luar biasa! Aku ingin menekan jariku pada payudara yang menyebar itu! Tunggu, kalau ada kesempatan bukankah aku bisa menggunakan kekuatan pengganda Boosted Gear dan mentransfernya?

“Sekarang, lakukanlah.”

I-izin untuk menyentuh tubuh Buchou baru saja diberikan! Sudah tak apa-apa menyentuh kulit putih lembut itu dengan tanganku! Mungkin aku terlahir demi hari ini! Ibu, ayah, terima kasih banyak! Sekali lagi aku berhasil menapaki satu langkah maju!

Matsuda, Motohama! Aku mendaki jalur kedewasaan terus dan terus! Kalian berdua tinggal merangkak di tanah!

Aku akan terbang hari ini! Dengan menyentuh tubuh Buchou sayapku akan tumbuh!

Setelah menggerak gerakkan jemari di kedua tanganku, aku ingin menyentuh kulit putih Buchou.

Uwaah, luar biasa! Terasa lembut dan licin........aku yakin kalau aku menggosoknya, akan muncul ‘boing boing’.

Aku menaruh formula spesial Iblis di tanganku, dan menggosokkannya di tanganku berkali-kali. Sekarang, ke arah tubuh misterius wanita!

Pito, nyuruuuuuuuu

Setelah menyentuhnya, setelah mengoleskan minyak dan menyebarkannya di sepanjang kulitnya.....

Ah! Sial! Kulit Buchou memang hebat! Setelah meluncur terus tanganku bahkan terasa akan semakin licin! Belum lagi sentuhannya, semua tempat terasa begitu lembut sampai terasa merentang di tanganku! Sambil menekan kulitnya dengan ujung jariku, saraf di ujung jariku terasa luar biasa bahagia dengan mendapatkan elastisitas kelas tinggi diantaranya!

Mengoleskannya secara monoton di punggung, aku mencoba mencari kesempatan meski rasanya agak sia-sia! Aku tak bisa menyentuh sisi payudara itu karena aku tak punya nyali! Beralasan kalau tanganku tergelincir kalau aku menyentuhnya, kalau itu Buchou dia pasti memaafkanku. Tapi, memikirkan perasaan bersalah yang akan muncul, aku jadi tak bisa melakukannya.

Uh! Aku ingin menyentuh payudara yang menyebar di bagian sisi ituuuuuuuuuuuuuu!

Meski aku berencana menggerakkan jariku di punggung Buchou senormal mungkin tanpa arti apapun dibaliknya, tapi kalau aku melakukannya secara mencurigakan, dia pasti akan marah. Tapi, aku ingin menyentuh kulit Buchou selamanya!

“Hei, Ise.”

“I-iya!”

“Di tubuhku, tak ada tempat yang belum kamu sentuh. Entah kenapa tubuh ini seperti dikendalikan oleh Ise.”

“-------“

Dengan ucapan Buchou yang merangsang dan menstimulasi otakku dihajar habis! Kenapa Buchou bisa melafalkan bahasa Jepang seperti itu yang bisa menggelitik hati orang mesum!?

“Apa kamu mau mengoleskan minyak di dadaku juga?”

..............

Bahasa Jepang Buchou yang indah menyerbu telingaku! Air mataku mulai mengalir deras!

“I-iya! Te-tentu saja! Tapi, apa tidak apa-apa?”

Aku bertanya untuk mengkonfirmasi tapi Buchou merespon dengan senyuman disertai anggukan.

“Tak apa-apa. Lakukanlah dengan hati-hati. Ufufu, Ise memang menyukai payudara wanita ya?”

“Ya! Aku sangat menyukainya!”

Aku menegaskannya dengan banjir air mata! Aku memang menyukainya! Aku sangat menyukainya! Itulah hal yang paling kusayangi di dunia ini! Payudara adalah keadilan! Aku ingin meremasnya! Aku ingin mengisapnya!

Ah, Onee-sama! Aku sangat bahagia dimanjakan oleh Buchou! Inilah yang terbaik, Majikanku!

“Ise-kun♪, maukah kamu mengoleskan minyak padaku juga?”

[Squeeze]

Sesuatu yang lembut dan elastis menyentuh punggungku! Pe-perasaan ini! Aku ingat ini! Setelah menolehkan kepalaku, diluar dugaan wajah Akeno-san muncul dari balik bahuku.

Nuaaahhhh! Akeno-san! Sejak kapan!

Squeeze. Dia semakin mempererat tangannya di sekitar tubuhku, dan memelukku dari belakang! Uwaaah! Sensasi payudaranya menyentuh punggungku tersalurkan melalui baju—

Tunggu, baju—tak ada sensasi baju renang di punggungku!? Ja-jangan jangan........sentuhan langsung!?

Akeno-san, apa kamu melepas baju renangmuuuuuuuuuu?!

“Ara, ara, tidak adil kalau hanya Buchou.”

Akeno-san berujar pada Buchou seolah mengkritiknya. Selagi menekan payudaranya ke punggungku! Di punggungku ada objek lembut yang bergerak sesukanya!

Kuh! Dia memang sengaja! Dia sengaja menekannyaaaaaaaaa!! Tunggu, bukan hanya bagian ujungnya, perasaan kaku dan lunaknya juga terasa!

Tanganku berhenti tanpa berbuat apa-apa! Sudah alami! Kalau hal seperti ini dilakukan padamu, bahkan meski kamu di tengah tengah pengolesan minyak sepenuh hati, kamu akan berhenti!

Aaaaah! Payudaranya Akeno-san, elastisitasnya bagus, kelembutannya bagus, aku merasakan eksistensi mahadahsyat, luar biasa! Hanya dengan payudara besar ditekan di punggungmu, kalian bisa merasakan perbedaan ketebalan dan bobotnya!

“H-hei, Akeno! Kamu tahu kalau aku belum selesai kan? Da-dan aku juga sudah menyuruhmu untuk tidak merayu Ise seperti itu, kan?”

Buchou baru mengangkat separuh badan atasnya, bola matanya terlihat sangar. Sangat jelas kalau dia tidak senang!

Tu-tunggu, Buchou! Kalau kamu mengangkat badan atasmu selagi bra-mu masih lepas........

Terlihat dengan jelas! Aku bisa melihat semuanya dari payudaramu!

Di depan mataku, putingnya berayun di tengah udaraaaaa! Luar biasa! Hanya dengan Buchou bergerak sedikit, mereka bergoncang dengan dahsyat.

[Pita]

Akeno-san meletakkan wajahnya di bahuku. Dengan begitu, pipi kami saling bersentuhan, dan saling bergosokan! Di tubuhku sesuatu tak diketahui terasa berputar dengan kencang!

“Hei, Ise-kun. Buchou seram ya? Biasanya aku akan minggir dan capek sendiri, aku hanya ingin melepaskan benda yang mulai bangun di Kouhai-ku yang manis.”

Ya Tuhan.

Guh! Telingaku digigit oleh Akeno-san, akuuuuuuuuu! Akeno-san terlalu erotis, sudah kuduga aku bahkan tak bisa mengelak.

High school dxd v4 000d.jpg

Orang ini sangat erotis, aku sendiri Iblis erotis sehingga pergerakanku benar-benar tersegel.

Aku ingin mencoba memastikan kalau mimisanku tak mulai mengucur! Tapi aneh! Tetes demi tetes dari lubang hidungku terkadang bocor!

“Aduh, Ise-kun sangat manis. Buchou, maukah kamu memberikan Ise-kun padaku? Di masa depan, saat aku berdiri dibawah perintah Buchou sendiri, bagaimanapun juga aku ingin membawa cowok ini bersamaku.”

“Tidak! Cowok itu milikku! Aku pasti tak akan menyerahkannya padamu!”

“Tak ada cowok lain yang jauh lebih manis darinya—kalau begitu, tak apa-apakah bagiku untuk memanjakannya dengan cara-cara ecchi sewaktu-waktu?”

“Itu juga dilarang! Aku tak mau Ise sekarang mengenal gadis lain selain aku! Y-yaa kalau Asia apa boleh buat tapi......tapi, kalau partnernya kamu, Ise akan benar-benar menjadi hewan buas!”

“Ara ara, ucapanmu terlalu ekstrim. Tidakkah kamu pikir laki-laki adalah yang terbaik kalau mereka seperti hewan buas? Selagi Buchou ragu-ragu........kesucian Ise, aku akan—“

“Aku tak akan menyerahkannya! Ini bukan lelucon!”

Uoooooh! Ini peperangan diantara Raja dan Ratu demi aku yang piaraan ini! Aaaaahhh, aku tak keberatan sebagai piaraan! Tolong tetaplah memanggilku vulgar! Tuan putri, Ratu-sama!

“Ngomong-ngomong, Ise-kun.”

Akeno-san! Jangan berbicara dekat-dekat telingaku! Nafasnya serasa menghajar----aku! Jangan meniupkannya kepadaku! Kenapa orang ini begitu erotis?!

“Apa kamu sudah mengisap payudara Buchou?”

“Be-belum, aku tidak bisa mengisapnya.”

“Ara ara, malangnya kamu. Astaga Buchou, meski kamu menyayangi Ise tapi poin-poinmu yang itu, pertahananmu masih kaku.”

Akeno-san mengucapkannya seolah menantang. Selagi berbicara padaku, dia sebetulnya mengarahkannya pada Buchou! Ekspresi wajah Buchou juga perlahan berubah menjadi seringai lebar! Se-seram!

“Kalau begitu, sebagai gantinya kamu boleh mengisap mi-lik-ku.”

.............

Dalam sekejap, pikiranku serasa terbang jauh........Eh? Barusan, apa yang dia katakan?............

Bahkan sebelum aku bisa memahami kata kata Akeno-san, sang Ratu Erotis melanjutkan godaan seksualnya.

“Saat ini, benda yang menempel di punggung Ise-kun, aku akan mengizinkanmu memegangnya di mulutmu. Itulah yang kukatakan bukan? Kamu paham kan?”

Di punggungku, puting Akeno-san tengah menari! Aku paham kalau seluruh tubuhku bersorak sorai. Tak peduli berapa kalipun Akeno-san menggoda Kouhainya, aku, ka-kalau dia melakukan ini........”

“Sambil menggerakkan lidahmu, jilatlah ujungnya, kamu bisa meneteknya seperti anak kecil, hisaplah dengan liar dengan instingmu sebagai hewan......Ini pertama kalinya ada laki-laki mengisap payudaraku jadi aku tak bisa membayangkan yang akan terjadi........”

Mungkin karena suara nafas berat Akeno-san, telingaku diserang habis! A-aku dihajar oleh kata-kata!

Inikah sisi S Akeno-san? Terlalu menstimulasi sampai otakku rasanya mau diterbangkan!

Hyu Bon!

Sesuatu lewat di sampingku, di belakang aku mendengar sesuatu yang remuk berkeping-keping. Menoleh dengan takut, salah satu papan selam kolam telah lenyap.

Menatap ke arah Buchou, di telapak tangannya yang diacungkan terdapat aura Iblis yang besar! Apa kamu baru menghancurkannya?! Menghadap ke arah sini?!

“Akeno, bukankah kamu sudah berlebihan? Kamu, tidakkah kamu lupa kalau kamu adalah budakku?”

Buchou mengeluarkan suara yang hanya bekerja pada DOS. Ma-matanya terlihat kaku! Serammmm!

“Ara ara, kalau kamu bersikap begitu maka aku akan kerepotan, ----Rias, aku tak akan menahan diri?”

Uaaaghhh! Sambil tersenyum Akeno-san menutup matanya, kemudian membukanya kembali! Belum lagi nadanya penuh terisi kemarahan! Ia mengelilingi tubuhnya dengan aura keemasan, kilatan-kilatan muncul dengan suara patahan.

Buchou mengangkat tubuhnya, Akeno-san juga menjauh dari tubuhku dan berdiri!

Dua Bishojo senpai dengan payudara mereka terekspos semua sembari menggunakan kekuatan sihir di seluruh tubuh mereka saling melotot dengan jarak sangat dekat! Uwaaaah! Perkelahian gadis!?

“Aku tak akan memberimu Ise------------Pendeta Petir Vulgar-san.”

“Tak apa-apakah menjadi lebih perhatian-----------Tuan Putri Merah Perawan-san.”

“Bukankah kamu sendiri masih perawan!”

“Ara, kalau kamu mengatakan itu, aku akan minta Ise-kun mengambil keperawananku sekarang juga.”

“Tidak! Ise bilang dia akan mengambil keperawananku!”

Tak lama usai itu, suara destruktif mulai membahana, Buchou dan Akeno terbang ke arah langit dan memulai perkelahian gadis yang sudah tak bisa disebut level perkelahian. Gadis muda tak seharusnya mengucapkan ‘perawan, perawan’.

“Sejak awal Akeno, kamu benci laki-laki! Kenapa dari semua orang kamu hanya tertarik pada Ise!?”

“Kalau kamu bilang begitu, bahkan kamu Rias tak tertarik pada laki-laki, kamu bilang mereka semua terlihat sama saja bagimu.”

“Ise itu istimewa! Dia itu manis!”

“Bahkan bagiku Ise itu manis! Aku akhirnya menemui cowok hingga aku merasa kamu sebaiknya sedikit menyerahkan Ise-kun padaku dan biarkan aku memahami laki-laki!”

Aaaaahhhhhh! Aku sama sekali tak paham tapi sudah berubah jadi pertarungan besar! Dan tunggu, tanpa memikirkan aku di sini, mereka mengeluarkan massa kekuatan Iblis yang berbahaya!

Bam!

Uwah! Kekuatan Iblis terbang sangat dekat denganku! Tepi kolam hancur berkeping-keping!

Ini gawat! Kalau tetap di sini, aku akan mati! Aku ingin menghentikan mereka, tapi aku tak bisa menghentikan mereka, pertarungan gadis-gadis itu! Kalau aku ikut campur dalam pertarungan diluar levelku, aku akan musnah!

Sambil mati-matian meminta maaf dalam hatiku, ”Maaf, Buchou, Akeno-san.”, aku segera kabur kedalam ruang perlengkapan kolam.

Bagian 8[edit]

[Hosh...........hosh.........]

Setelah melampaui batas kematian, aku bernafas dengan berat didalam ruang perlengkapan kolam.

Aku berhasil kabur hidup-hidup! Kedua Onee-sama itu sungguh menyeramkan! Kalau punya kemampuan, aku akan mengolesi mereka berdua secara bersamaan sambil mengatakan sesuatu seperti “Fufufu, di hadapan wajahku, hentikanlah pertarungan ini, my honey.”

Namun, kenyataannya sia-sia. Aku cuma bisa merunduk ketakutan dan kabur seperti tadi.

Yaa, untuk mereka berdua, aku tak ubahnya kucing atau anjing yang mereka pelihara di ruang klub. Karena aku hanya satu, akhirnya mereka harus saling beradu tanding untukku.

Namun, cara Buchou dan Akeno-san dalam menunjukkan rasa sayang mereka pada keluarga Iblis mereka ada diluar bayanganku.

.........Jalan menuju Raja Harem masih sangat jauh.

Tunggu, dalam duniaku, apa hanya ada cewek-cewek menyeramkan?

Aku menghirup nafas panjang tapi tiba-tiba aku merasakan kehadiran seseorang. Zenovia muncul dari dalam.

“Aduh, ada Hyodo Issei ya. Apa yang terjadi? Dan, diluar sepertinya jadi berisik?”

“Lebih baik jangan keluar dulu sekarang. Dan, kamu juga, sedang apa kamu di sini?”

“Iya, ini baju renang pertamaku jadi perlu waktu untuk mengenakannya. Apa ini cocok untukku?”

Bahkan meski ada ruang ganti wanita, dia datang jauh jauh kesini untuk ganti baju?

Itu memang bukan baju renang erotis seperti milik Buchou atau Akeno-san namun bikini yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.

Ah, bagaimanapun juga, gadis ini punya badan yang bagus. Tubuh yang ketat. Namun memberi kesan yang sangat elegan. Payudaranya juga lumayan besar, begitupun rambutnya yang lurus.

“A-aah, kupikir itu cocok untukmu. Apa, ini pertama kalinya kamu mengenakan baju renang? Apa itu karena aturan gereja begitu ketat, hal merangsang seperti itu menjadi dilarang?”

“Yaa itu benar sekali. Meski sebelum aku mengatakan itu, aku sendiri tak tertarik dengan hal seperti ini. Meski banyak gadis belajar di sekitarku, para tentara wanita sering merasa tidak puas karena tak mampu menyentuh benda seperti itu.”

Begitu. Dilihat dari manapun juga, ”Bertarung lebih cocok denganku.” Dia adalah tipe yang akan mengatakan hal seperti itu.

“Tapi, bukan hanya masa depanku berubah, bahkan meski hanya sedikit, aku ingin merasakan hiburan para wanita, itulah yang kurasakan. Itulah yang mulai kurasakan akhir-akhir ini.”

Hah, jadi begitu. Tapi jangan salah paham dulu?—Itulah yang ditunjukkan ekspresi tenang Zenovia.

“Hyodo Issei, ada sesuatu yang ingin kubicarakan.”

“Ise saja, kamu kan sekarang temanku juga.”

“Kalau begitu, Ise. Aku akan mengatakannya, maukah kamu membuat bayi denganku?”

.......................

Hm? Hmm? Apa yang gadis ini katakan barusan?

Zenovia menegakkan kepalanya dengan tegas dan berkata “Kamu tidak dengar? Baiklah.” dan sekali lagi berbicara dengan cepat.

“Ise, mari membuat anak bersama.”

.................

.......Hm? Hmm? Apa telingaku rusak? Saat ini sesuatu yang bisa membuat lelaki manapun senang, datang ke telingaku tapi...........Zenovia berkata untuk yang ketiga kalinya ke arahku yang masih meragukan telingaku.

“Ise, mari membuat anak bersama.”

“Eeeeeeeeeeeeeeehhhhh!!??—Ugh!”

Zenovia mendadak menutup mulutku yang mengeluarkan teriakan keras.

“Shh, jangan keras-keras. Nanti kita bisa kepergok.”

Disuruh tidak bersuara keras, itu mustahil! Apa yang kamu pikirkan! M-m-membuat anak!?

“Ka-kamu tiba-tiba mengatakan itu...........”

Ia mengangguk pada aku yang masih kebingungan.

“Yah, biar kulanjutkan ucapanku.”

Zenovia berbicara,

Aku dilahirkan dan dikirim ke markas pusat dari gereja, Roma, sehingga elemen yang mampu menggunakan Pedang Suci akan terlahir, semenjak kecil, untuk Tuhan, untuk Agama, aku berusaha keras dalam latihan dan pelajaran—Itulah yang dia ucapkan.

“Sejak kanak-kanak, dengan berkata bahwa, mimpi dan tujuan, semuanya diabdikan demi Tuhan dan Agama. Misalnya, mengalahkan Iblis adalah demi Tuhan, dan yang membuat aturan itu, Vatikan, karena mempercayainya, aku tak pernah meragukannya. Karena itu, setelah menjadi Iblis, katakan saja kalau mimpi dan tujuanku telah lenyap.”

“Ah, aku paham itu............Te-terus ap-apa hu-hubungannya dengan me-membuat anak!?”

Kupikir percakapan ini melenceng, tapi ternyata gadis ini juga memikirkan tentang bagian itu.

“Iya, sambil melayani Tuhan, aku sudah membuang satu bagianku, kebahagiaan wanita. Jiwaku, ragaku, aku menyegel semuanya demi keyakinan. Namun, saat ini, aku adalah Iblis. Aku harus apa, awalnya aku tidak tahu. Setelah bertanya pada majikan baruku, Rias-Buchou—“

Iblis adalah makhluk yang memiliki keserakahan, memenuhi keserakahan, menghadiahi keserakahan, dan mengharapkan keserakahan. Cobalah hidup sesuai kehendakmu!

Itulah yang Buchou katakan.

“Karena itu, aku merasa bebas untuk melepaskan, apa yang tersegel dalam diriku, dan menjadi handal dalam hal itu.”

Melepaskan kebahagiaan wanita........?

“Dan kemudian, tujuan, mimpi baruku adalah—untuk mengandung bayi.”

“Ka-kamu ingin melakukan sesuatu yang wanita bisa lakukan, itu yang mau kamu ucapkan? Sampai sekarang, dibawah Agamamu, rasa keyakinanmu begitu kuat jadi kamu tak bisa melakukannya?”

Zenovia mengangguk.

“Ya, aku ingin mengandung bayi. Untuk tujuan itu tentu aku membutuhkan laki-laki, tapi itu bagus kan? Bayi dan di saat yang sama kita bisa saling mengenal lebih baik.”

“Tidak, tidak, tidak. Aku paham ceritanya, tapi kenapa harus aku orangnya?”

“Kamu tidak puas. Biar beginipun, aku cukup percaya diri dengan tubuhku sebagai wanita. Dadaku memang tidak sebesar Buchou tapi lebih besar dari Asia kan? Kupikir layak untuk dilihat, bukan?”

Uh, dia mengucapkannya sambil membusungkan dadanya! Memang kupikir payudaranya lebih condong ke arah besar! Tunggu, memang benar kalau aku ingin meremasnya! Atau memijatnya!

“Ta-tapi, bahkan aku ingin melakukan itu dengan gadis. Tunggu, usai mendengar kalau kamu mengizinkanku melakukannya, aku merasa tidak cocok untukmu! Ta-tapi tak apa-apakah denganku? Aku bukan kekasihmu dan aku belum berpikir untuk memiliki anak di usia ini.”

Bayi............suatu saat mungkin aku akan memilikinya.

Sampai beberapa waktu lalu kupikir aku tak punya peruntungan dengan wanita. Waktu itu aku sudah menyerah namun setelah bereinkarnasi menjadi Iblis, mimpi dan aspirasiku kembali lagi, aku mulai berpikir tentang masa depanku juga!

Setelah konfirmasiku, Zenovia mengangguk.

“Ise tak apa-apa. Kupikir kamu sendiri sadar, tapi kamu punya aura Naga di tubuhmu, mungkin karena kamu membawa Sekiryutei. Aku sudah merasakannya sejak pertama kali bertemu, meski hanya sedikit, tapi aura Nagamu meningkat.”

Be-begitukah? Aku sendiri tak menyadarinya.

“Selain membuat anak, aku ingin mereka menjadi anak yang kuat. Kekuatan khusus dari gen ayahnya atau apa saja aku ingin kekuatan yang besar. Dan disitulah kupikir Ise yang paling tepat. Kekuatan dari Naga Legendaris Sekiryutei. Bahkan meski anak tak mewarisi Sacred Gearnya, mungkin mereka mewarisi auranya? Ini kesempatan bagus. Pasti, ini adalah bimbingan Tuhan—aduh! ............Aku tanpa sadar berdoa dan menjadi kesakitan, pokoknya seperti itu. Dan tak ada kehadiran manusia di sini. Mari mencobanya sesekali dari sekarang. Kalau bisa, makin cepat makin baik.”

Burun!

Tiba-tiba, tanpa ragu sama sekali Zenovia melepas baju renangnya di depan mataku. Payudara Zenovia mulai terekspoooooooos! Mereka memantul-mantul dengan boing boing!

Pu-pu-putingnya.......putingnya berwarna pink indah. Karena dia sudah menyerahkan dirinya pada Tuhan berarti tak seorangpun pernah menyentuhnya, kan........? Sebagai ganti Tuhan, akankah kamu menyerahkannya padaku, huh, gadis ini!

Tes tes.........karena aku mulai berfantasi aneh, mimisanku mulai mengalir. Hari ini, tak masalah berapa literpun darah yang kutumpahkan! Tak peduli soal itu, terus berbicara,

“Aku tahu tentang kelahiran Iblis juga. Sepertinya cukup sulit untuk membuat anak. Khususnya kalau keduanya berdarah murni, akan sulit tapi beruntungnya baik aku dan kamu adalah Iblis tereinkarnasi. Pada dasarnya manusia, dan hasrat seksualmu juga kuat. Aku berpikir kalau kita melakukannya setiap hari, mungkin dalam 10 tahun aku akan hamil. Tidak, dengan hasrat seksualmu yang besar, mungkin dalam sehari, beberapa kali masih mungkin? Kalau menghitung itu kurasa akan mungkin dalam 5 tahun. Aah, tak ada masalah dari pihak si anak juga. Nanti aku yang akan membesarkannya. Namun, kalau si anak menginginkan cinta dari ayahnya, pada saat itu kamu harus mau bermain dengannya. Pokoknya, bagi anak-anak, baik ayah dan ibu sangat diperlukan.”

Eeeeeeehhhhhhh? Kamu sudah menggambarkan hal-hal sampai sejauh itu dalam pikiranmu?

“Sayangnya aku tak punya pengalaman dengan laki-laki. Aku berniat akan mengingatnya mulai dari sekarang, tapi sekarang aku akan berlajar dari Ise yang sepertinya punya pengetahuan tinggi tentang seks.”

Dia ternyata masih perawan! Kenapa disekitarku banyak gadis-gadis seksi namun tanpa pengalaman?

“----Peluklah aku. Kalau kamu mengikuti prosedur pembuatan anak secara benar, aku tak keberatan kamu melakukannya sesuka hatimu.”

Zenovia bergelayut padaku! Uwaaaaaaaaaaaaaaah!

Di dadaku, ada pa-pa-pa-payudara yang melekat padanya! Le-lembut sekali! Sial! Tak apa-apakah untuk membaringkannya!? Apa aku harus mulai mempersiapkan diriku!? Pengalaman pertamaku bukan dengan Buchou, tapi Zenovia?!

Tak ada siapa-siapa di sini! Tidak, bisakah kita melakukannya dengan tenang!? Aku sendiri masih perjaka!

Kalau lelaki dipeluk seperti ini, pikirannya akan mulai kacau! Apakah sudah datang, upacara kelulusanku!? Aah, Matsuda, Motohama! Aku akan terbang jauh! Aku akan melakukan hal ekstrim dengan gadis di musim panas! Demi tujuan inilah banyak cowok sekolahan bisa menyelesaikan pengalaman seksual pertama mereka! Ayo! Ayoooooooooo!

Mempersiapkan diriku secara mental, aku meminta maaf pada Buchou dalam hatiku, sembari membaringkan Zenovia—

Klik—

Mendadak pintu ruang perlengkapan dibuka. Menoleh kebelakang—

“Ise? Apa artinya ini?”

Sambil menunjukkan senyum dipaksakan, Buchou berdiri disana kelelahan. Tubuh Buchou dilapisi oleh lapisan tenaga Iblis kemerahan.

“Ara ara, itu tidak adil, Zenovia-chan. Rencananya aku yang akan mengambil kesucian Ise-kun?”

Akeno-san tersenyum, namun entah kenapa ada aura mengerikan menyelimutinya.

“Hiks, Ise-san.............kamu kejam............Ba-bahkan aku........”

Asia juga sepertinya ingin mengatakan sesuatu sambil bergetar hebat. Seram!

“............Kapanpun dan dimanapun masih mau menyerang..........”

Koneko-chan mengatakannya dengan mata setengah terbuka.

“Ada apa Ise, ayo kita membuat bayi.” Ujar Zenovia dengan ekspresi cuek.

Heeeeei! Situasi ini,baca situasi sedikit.......!

“Ayo membuat bayi.” Usai mendengar kata-kata itu, warna di wajah para gadis mulai berubah.

Gah! Kedua tanganku direbut Buchou dan Akeno-san, dan aku diseret ke arah kolam!

Ada kekuatan besar mengalir di kedua tangan yang menyeretku ini!

“Buchou, ada alasan untuk ini!”

“Aku tahu. Aku yang salah. Salahku karena melepaskan kamu, yang punya hasrat seksual besar, meski hanya sesaat. Tapi kamu tahu, Ise. Aku penasaran apa maksud dari kata ‘membuat bayi’ itu?”

Buchou tersenyum manis! Seram! Dia begitu menyeramkan!

“Oke, aku ingin mendengar isi hatimu sebagai laki-laki. Alasan apa yang terjadi sampai berubah menjadi percakapan tentang membuat bayi itu?”

Akeno-san tersenyum seperti biasanya, tapi intensitasnya mengerikan!

Gun! Tiba-tiba perasaan melayang menyerangku, melihat kakiku, gadis kecil dengan tenaga besar, Koneko-chan mengangkat kakiku dan mulai menyeretku!

“..........Ambil si tersangka.”

Koneko-chan! Apa yang mau kamu lakukan padaku! Hah!? Melihat lebih dekat, aku sedang diangkat oleh para gadis?

“Ya, aku paham. Pertama aku harus menang dari Buchou, Fuku-Buchou, dan Asia. Ini tugas yang berat. Namun, kalau mempunyai banyak saingan, tantangan akan semakin seru.”

Heeeeyyyy! Kenapa kamu berceloteh sendiri di sanaaaaaaaaa!!

Bahkan sejak sebelumnya, Zenovia terus membicarakan hal-hal aneh tapi—

Tidak, salahku juga karena sudah merespon permintaannya.

“Ise, kalau ada kesempatan aku akan membuat bayi denganmu jadi ingatlah itu baik-baik! Persiapkan dirimu juga!”

“Zenoviaaaaaaaaa! Turunkan aku! Tolong akuuuuuuuuu!”

Seperti ini aku mendapat elemen dari Zenovia yang semakin menambah daftar masalahku.

Biarpun aku mengatakan hal itu, jiwa mesumku tetap tak kuasa menolaknya.


Ah, sungguh hari yang menstimulasi.........setelah meninggalkan kolam aku berjalan ke arah gedung sekolah.

Dibandingkan hari-hari aku tanpa keberuntungan dengan gadis, ini adalah surga, serius! Namun, perasaan lelah apa ini yang kurasakan?

Tubuh telanjang gadis-gadis yang kusimpan baik-baik! Belum lagi, kulit para Bishojo-sama! Payudara! Memori dari payudara yang terekspos itu tersimpan dalam otakku tapi entah kenapa hal-hal yang terjadi setelah itu membuat kelelahanku mencapai puncaknya.

Aku mengulang adegan payudara Buchou dan Akeno-san di kepalaku setelah menutup mataku.........sungguh luar biasa tapi setelah itu, ”Pertarungan sengit Buchou dan Fuku-Buchou di atas!” juga diulang dan dimainkan sekaligus.

Onee-sama yang marah memang seram............Ya, aku tak ingin membangkang mereka berdua, tak akan pernah!

Zenovia juga bermasalah. Siapa sangka dia akan seberani itu...........kamu tak bisa memahami sikapnya tapi usai datang ke sini, inisiatifnya bahkan semakin meningkat. Tapi kalau kupikir-pikir, Zenovia memang cantik.

Sambil meninggalkan bangunan sekolah bayangan perak tertangkap oleh mataku. Berada di gerbang sekolah.

“.................”

.....................

Untuk sesaat aku sempat menyalah tafsirkannya sebagai adegan dari film.

Seorang Bishonen[7] yang tampan sedang menatap bangunan sekolah. Rambut perak. Grayfia-san juga berambut perak tapi Bishonen-kun itu nampak lebih tegas, lebih seperti, warna gelapnya lebih kuat.

Dia orang luar negeri jadi usianya tak bisa kuperkirakan tapi mungkin dia sebaya denganku? Atau mungkin lebih muda? Tidak...........

Hanya saja dia sedang menatap bangunan sekolah, tindakan itu saja membuatku merasa kalau dia adalah ilusi. Futo, dia pasti menyadari kehadiranku, matanya berpindah ke arahku. Mata biru itu begitu transparan seolah keluar dari lukisan. Dengan senyuman seperti malaikat dia berbicara padaku sambil berjalan ke arahku.

“Hei, ini sekolah yang bagus ya?”

“Yah.....lumayan sih.......”

Aku membuat senyum dipaksakan dan menjawab seperlunya. Siapa dia? Ada banyak siswa luar negeri di sekolah kami jadi mungkin dia adalah siswa pindahan baru. Aku tak boleh membiarkan kesan sekolahku menjadi buruk.

Sambil kebingungan bagaimana aku harus menjawab pertanyaan yang dia akan ajukan tentang sekolah, dia mengucapkan satu kata yang sama sekali tak pernah aku bayangkan.

“Aku Vali. Sang Hakuuryukou—Vanishing Dragon.”

...............

.......Eh? Apa yang pria ini katakan........

“Ini pertama kalinya kita bertemu ya, Welsh Dragon—Sekiryutei, Hyodo Issei.”

I-ini pasti bohong. Aku merasa tangan kiriku seperti terbakar. Aku bisa paham kalau Ddraig juga merespon isi pikiranku. Hei hei Ddraig, apa memang dia orangnya?

Akankah kamu melakukan ‘Pertarungan Rival’ di tempat ini? Tunggu, jantungku masih belum siap untuk ini. Kalau kita bertarung di sini, Buchou dan yang lainnya juga akan terluka.

Aku tak merasakan tekanan. Namun, perasaan kematian apa yang tengah kurasakan ini?

Kalau kita melakukannya, takkan selesai begitu saja, bukan hanya wajahku namun tubuhku juga bereaksi. Apakah hal-hal yang generai senpai sebelumnya rasakan tersalurkan dari Ddraig dan Sacred Gear?”

Apakah ini yang sering disebut sebagai ‘Takdir’? Jangan bercanda denganku! Aku masih belum melakukan hal ecchi dengan Buchou! Kalau harus mati, aku akan mati setelah bisa meniduri Buchou!

---Aku harus apa?

Selagi aku terus kebingungan si Vanishing Dragon memberikan senyuman aneh.

“Itu benar, untuk contoh, kalau aku menggunakan semacam sihir pada Hyodo Issei di sini—“

Pada momen ketika tangan Vanishing Dragon semakin mendekati hidungku—

Zaaa!

Dua pedang menyerbu ke arah leher Vanishing Dragon.

Kiba dan Zenovia adalah yang muncul dalam sekejap itu. Mereka memegang Pedang Iblis-Suci dan Pedang Iblis Durandal ke arah Vanishing Dragon.

Aku tak merasakan kehadiran mereka sama sekali. Dengan kecepatan Ksatria yang seperti dewa mereka datang menyerbu ke arahku yang sedang dalam masalah?

Pedang Iblis-Suci, Pedang Suci, keduanya memancarkan aura menegangkan. Ke-kedua mata mereka meruncing, sampai terlihat sangat menyeramkan.

“Aku tak tahu apa yang kamu rencanakan, tapi bukankah leluconmu sudah berlebihan?”

“Aku tak bisa membiarkan pertarungan rivalmu dengan Sekiryutei di sini, Hakuuryukou.”

Kiba dan Zenovia berbicara dengan nada yang hanya terdengar dalam DOS.

Namun, bahkan tanpa bergerak sedikitpun, dia—

“Lebih baik kalian hentikan itu—Bukankah tangan kalian berdua gemetaran?”

Seperti yang Vanishing Dragon katakan, tangan Kiba dan Zenovia gemetaran. Pedang yang bisa disebut mengerikan, selagi memegang Pedang Iblis-Suci dan Pedang Iblis, ekspresi mereka menjadi kaku.

“Membual itu tak apa-apa. Tak memahami perbedaan kekuatan dengan lawanmu adalah bukti terkuat—diantara aku dan kalian terdapat perbedaan kekuatan yang jauh. Kalian yang bahkan tak bisa apa-apa di depan orang macam Kokabiel tak akan sanggup melawanku.”

Menghadapi orang macam Kokabiel—

Ia adalah salah satu pimpinan Malaikat Jatuh yang meski kami keluarga Gremory sudah menggabungkan kekuatan tetap tak bisa mengalahkannya. Hanya mengingat pertarungan itu membuatku merinding dan berkeringat. Ia adalah lawan yang entah bisa kukalahkan atau tidak meski sudah dalam mode Boosted Gear Scale Mail. Dia pasti memiliki kekuatan besar untuk bisa memandang rendah Kokabiel dengan ucapan ‘orang macam......’.

“Hyodou Issei, menurutmu berapa peringkat kekuatanmu di dunia ini?”

Tiba-tiba bertanya padaku..........kekuatan? Aku? Entahlah. Aku sudah pernah diberitahu kalau kekuatan Sekiryutei itu abnormal, sudah ditakuti tapi aku tak tahu kekuatan sejatinya. Ada juga kenyataan kalau aku masih tak berpengalaman.

“Dihitung dari atas dalam kondisi Balance Breakermu yang tak sempurna, mungkin bernomor 4 digit—diantara 1000 sampai 1500. Tidak, untuk pemilik mesum, mungkin lebih rendah lagi?”

Aku terus berpikir keras tentang lawan yang motif sejatinya tak kuketahui. Apa yang dia ingin katakan?

“Ada banyak orang-orang kuat di dunia ini. Bahkan sang Satan Merah, Sirzechs Lucifer, tak akan masuk peringkat 10 besar.”

Masih ada orang yang lebih kuat dari Sirzechs-sama? Sejujurnya aku yang sekarang tak mampu membayangkannya. Vanishing Dragon mengangkat satu jarinya.

“Namun, posisi pertama sudah ditentukan—Eksistensi yang tak ada bandingannya.”

“Bicara apa kamu? Kamu mau bilang kalau kamulah posisi pertama itu?”

Ia mengangkat bahunya untuk menanggapi pertanyaanku.

“Suatu saat kamu akan tahu sendiri, namun itu bukan aku—Hyodou Issei, kamu adalah eksistensi yang berharga. Akan lebih baik kalau dia diurus dengan hati-hati, Rias Gremory.”

Vanishing Dragon melihat ke arah di belakangku. Mengikuti tatapannya, Buchou tengah berdiri.

Oooh, ekspresinya tampak tidak senang. Disekitar Buchou, terdapat Asia, Akeno-san, dan Koneko-chan juga. Secara gamblang Asia nampak kebingungan dan kebalikannya, Akeno-san dan Koneko-chan terlihat sudah siap bertarung.

“Hakuryuukou, apa artinya semua ini? Kalau kamu memiliki ikatan dengan Malaikat Jatuh, maka kontak lebih dari yang diperlukan itu—“

“----‘Dua Heavenly Dragon’, Naga yang dijuluki seperti itu. Welsh Dragon dan Vanishing Dragon. Di masa lalu keduanya tak menjalani hidup yang memuaskan—Lantas bagaimana akhir dari dirimu?”

“----“

Menanggapi kata-kata itu seketika Buchou terdiam.

Buchou, apa yang terjadi? Mungkin dia sangat kepikiran padaku......

“Aku tak datang kemari untuk bertarung hari ini. Aku hanya ingin mampir ke sekolah yang kukunjungi sebelumnya. Aku datang ke Jepang sambil menemani Azazel, tapi aku bosan. Aku takkan bertarung dengan Welsh Dragon di sini, apalagi—aku masih banyak pekerjaan.”

Usai mengatakan itu, si Vanishing Dragon memalingkan tumit kakinya dan mulai beranjak pergi.

Meski pria itu sudah pergi, tak satupun jejak kegugupan hilang dari kami. Kiba dan Zenovia menyarungkan pedang mereka namun tak ada kelegaan pada ekspresi mereka.

Asia yang datang dan mendekapku, tanpa bicara langsung merangkul tanganku. Terima kasih, Asia. Sepertinya kegugupanku berkurang sedikit.

Azazel dan Vanishing Dragon. Orang-orang yang tak pernah kubayangkan terus berdatangan.

“..............” Usai kembali ke kamarku, aku duduk di lantai dengan punggung kuletakkan di ranjang.

..........Hakuryuukou.

Vanishing Dragon, eksistensi pasangan Welsh Dragon yang berada di tangan kiriku........itulah yang kudengar. Ditakdirkan bersaing, Boosted Gearku dan Divine Dividing yang ia punya, bertarung sepertinya memang takdir.

Momen kami bertemu, Ddraig bereaksi. Kemarahan? ............Bukan, kurasa hanya hasrat bertarung.

Waktu itu aku paham sesuatu tengah terbakar dalam diriku. Di tempat itu, kalau lawan datang menantang, Ddraig mungkin akan secara paksa membuatku masuk kedalam mode Boosted Gear yang tak sempurna.

Beberapa hari lalu, sepanjang pertarungan dengan Kokabiel saat aku menemuinya, aku tak mendapati rasa permusuhan, tapi kali ini berbeda. Dia mendekatiku dengan rasa tertarik. Kupikir Ddraig juga merasakan hal yang sama.

........Hal bernama takdir, sejujurnya aku tak paham. Sepertinya aku hanya kebetulan mendapat Boosted Gear, senpaiku dari masa lalu yang memilikinya, mengikuti takdirnya, melanjutkan duel antara Welsh Dragon dan Vanishing Dragon, Ddraig menjelaskan hal itu padaku.

Teman-teman disekelilingku juga tampaknya memberi perasaan kalau mereka akan berada di pihakku saat menghadapinya, sang Vanishing Dragon.

Aku tak paham. Ada apa dengan semua kenyataan ini?

Aku Hyodo Issei dan hanya seorang Iblis! Kenapa aku harus terlibat dalam hal berbahaya seperti ini? Tak ada hubungannya! Persetan dengan hal bernama takdir!

Meski aku merasakan itu, aku tak bisa mengabaikan bagian itu. Pada akhirnya aku harus melawannya, kan? Tidak, aku tak punya dendam apa apa. Justru aku harus bersyukur karena dia sudah mengalahkan Kokabiel. Ah, tapi dia kan antek dari Malaikat Jatuh, dan dia sudah mengambil alasan bagiku untuk mengisap payudaranya Buchou. Aku tak bisa memaafkan bagian itu saja............Entah apa yang terjadi.

Bagiku untuk menjadi Iblis kelas tinggi, sepertinya akan muncul banyak rintangan.

Untuk meningkatkan statusku menjadi Iblis kelas tinggi, kalau dibagi secara gamblang, ada tiga cara,

Pertama adalah, terus membuat kontrak dengan manusia dan perlahan mendapat nilai. Itulah yang selalu kulakukan. Bahkan aku sering mengalami kesulitan melakukannya, meningkatkan levelmu dengan membuat kontrak cukup sulit di kesan pertamaku. Sulit juga kalau tak bisa membuat kontrak dengan banyak manusia. Misalnya, presiden, atau sebagainya.....Kontrak dari mereka yang memiliki nama dalam sejarah. Dengan elemen keberuntungan, dan tergantung pada yang majikan katakan, lupakan soal majikan, aku tak merasakan ada orang besar di kota ini.........bahkan dibawah kondisi normal, dunia bisnis kontrak adalah cara yang sangat alot. Tapi karena itu adalah tradisi Iblis, kami tak bisa berhenti begitu saja.

Kedua, terlibat dalam pertarungan penting. Misalnya seperti pertarungan yang terjadi beberapa hari yang lalu dengan serbuan salah satu pemimpin Malaikat Jatuh. Terakhir kali juga, aku cukup dihargai oleh Buchou. Sepertinya aku mendapat banyak poin.......Yah, dia kan sekelas pemimpin dari lawan. Bahkan meski aku mengalahkan pemimpin Malaikat Jatuh sebagai lelucon, aku akan tetap dihargai.

Namun, hanya sedikit yang menjadi Iblis kelas tinggi dengan cara seperti ini. Itu masuk akal. Melawan orang-orang penting dari Malaikat Jatuh itu nyaris mustahil karena status quo dari tiga golongan utama. Bahkan dikatakan kalau pertarungan tak akan terjadi sesekali, jadi itu adalah pengalaman yang langka.

Cara ketiga adalah aktif dalam Rating Game. Kenyataannya ini adalah cara tercepat, menurut yang aku dengar dari Buchou sebelumnya. Intinya, kalau aku ingin mengincar posisi Iblis kelas tinggi, aku harus menaikkan namaku melalui Game.

Di dunia bawah, sepertinya dengan Rating Game ini, menjadi tumpuan bisnis dan ekonomi para Iblis. Bagaimanapun juga, kemenangan dalam Game sangat menentukan. Setiap peringkat keluarga besar sangat ditentukan oleh jumlah kemenangan mereka dalam Rating Game.

Pria ayam bakar itu, keluarga Raizer Phoenix juga salah satu yang menaikkan nama mereka melalui Rating Game.

Mereka yang bereinkarnasi sepertiku juga, banyak dari mereka yang terlibat dalam aktivitas Rating Game sangat dihargai dan diizinkan masuk kelompok Iblis kelas tinggi, dan berdiri sebanding dengan majikan mereka. Dan kemudian, dari Maou-sama mereka mendapatkan Evil Piece untuk membangun budak mereka. Di saat yang sama, mereka menjadi Raja.

Memang, ada aturan dimana mereka harus berpartisipasi sebagai bidak dari majikan mereka dalam pertarungan meski mereka selevel. Dalam dunia Iblis, bagi majikan, fakta kalau mereka adalah bagian keluarganya tak akan pernah berubah. Bahkan meski kuasumsikan aku akan menjadi Raja kelak, dalam Game Buchou, posisiku tetap saja seorang ‘pion’.

Aku dan teman-temanku juga, kelak akan berpartisipasi juga secara formal. Kalau kuingat baik-baik, aku sudah dengar kalau segera setelah Buchou lulus dari SMA, dia akan mulai aktif berpartisipasi, bahkan tak ada 1 tahun tersisa, waktunya terlalu cepat.

Kalau diasumsikan aku bisa menjadi Iblis kelas tinggi, tak ada artinya kalau aku tak menjadi kuat dalam Game. Karena melakukan Game adalah kesukaan para Iblis kelas tinggi.

Dan kalaupun aku menjadi Raja Harem, kalau aku tak punya kekuatan sejati, aku akan ditertawakan oleh orang-orang disekitarku, aku akan menimbulkan masalah bagi majikanku Buchou juga. Jadi apapun yang terjadi aku harus menjadi kuat.

Juga mereka yang memberimu nilai adalah Maou-sama, Great King-sama, Archduke-sama, dan lain-lain.......orang-orang yang penting.

Kusingkat saja, tujuanku pertama adalah menjadi Iblis kelas tinggi. Untuk itu, aku harus terus lakukan apapun yang kubisa, dan terus meningkatkan nilaiku dalam Game yang kita mulai akan ikuti tahun depan.

Ada banyak hal yang harus kulakukan. Disamping semua itu aku masih harus berhadapan dengan Hakuryuukou........

Ah, tapi kalau aku mengalahkan Hakuryuukou akankah nilaiku bertambah? Tidak........tapi itu hal yang pasti sebagai Sekiryuutei, jadi aku harus mengalahkannya..........Vanishing Dragon, kamu benar-benar membuatku susah........

“Kamu masih kepikiran?”

Tiba-tiba, di depan mataku muncul wajah Buchou.

Buchou tengah membaca majalah yang tergeletak di ranjangku. Sepertinya sejak tadi dia melihat wajahku dari ranjang. Kalau Buchou punya waktu luang, dia seringkali mampir ke kamarku.

“Ah, tidak, bagaimana bilangnya ya.......”

Aku menggaruk pipiku. Buchou lalu turun dari ranjang dan duduk di sampingku.

“Aku percaya padamu. Bahkan kalau sesuatu terjadi, dan kalau itu adalah kamu, aku percaya kamu bisa menang menghadapi Hakuryuukou.”

“-------“

Buchou mengucapkannya dengan senyuman.

Bu-Buchou! .....Kata-kata dan senyuman Onee-sama yang menjernihkan semua pikiran dalam hatiku. Buchou! Uh, wajahku mulai terasa panas! Air mataku juga mulai menetes. Buchou menepuk pahanya. Sinyal ini adalah......!

“Kemarilah......”

..........Bu-Buchou!

Bantal paha Buchou! Ruang penyembuhanku! Sambil meneteskan air mata bahagia, aku segera berbaring dan dimanjakan oleh Buchou. Buchou dengan lembut membelai kepalaku. Ooh, Onee-sama........

“Maaf soal yang tadi siang. Aku bermaksud menghiburmu, tapi ternyata malah membuatmu takut.”

Buchou masih khawatir soal itu ya.

“Ti-tidak, aku juga. Aku tak bisa menemui harapan Buchou dan Akeno-san........Ta-tapi aku sangat senang bisa mengoleskan minyak pada Buchou!”

Itu benar, lebih tepatnya, terima kasih banyak karena sudah memuaskanku dalam banyak hal. Aku sangat bahagia.

“Aku akan memintamu untuk meminyakiku lagi. Karena musim panas masih panjang.”

“Oke! Serahkan saja padaku!”

Baiklah! Baiklaaaaaaaaaah! Aku akan bisa mengoleskan minyak pada Buchou lagi! Tak ada kebahagiaan lain seperti ini! Aku begitu kepikiran tentang Hakuryuukou tapi berkat naluri mesum yang mengendalikan pikiranku, aku merasa lebih segar.

Mungkin karena aku merasa lega, perlahan pandanganku mulai kabur........bantal paha Buchou sungguh terasa........nyaman.......

Dan tak lama kemudian, kesadaranku pergi jauh ke alam mimpi.

Life.2: Kunjungan Kelas Dimulai[edit]

Bagian 1[edit]

“Ise, Asia-chan. Ibu akan datang bersama dengan ayah nanti!”

Ibuku sangat bersemangat sejak pagi hari. Tak apa-apa meski ibu tak mengatakan hal seperti ini di depan pintu masuk tapi lebih dariku sepertinya ia ingin melihat kondisi Asia. Ibu bilang kalau ayah akan mengambil cuti kerja hari ini.

Yaa, karena orang tuaku sangat menyayangi Asia seperti putri mereka sendiri, mereka ingin menengoknya sesekali.

Orang yang dibicarakan, Asia menjawab dengan “Ya!” dan senyuman di wajahnya.

“Keluarga” yang tinggal denganmu akan datang sehingga Asia sangat senang dan sudah menunggu hari ini.

Dan seperti itulah, hari kunjungan dimulai.

Mereka menyebutnya Kunjungan Ruang Kelas tapi sebetulnya lebih mirip acara Open House. Wajar kalau orang tua siswa turut datang, tapi juga tak apa-apa bagi siswa di bagian SMP untuk berkunjung dan melihat lihat acara kunjungan. Mungkin juga kalau wali murid siswa SMP akan datang berkunjung; sehingga menjadi acara yang besar.

Bukan hanya orang tua kami, tapi juga karena kouhai dari divisi SMP Akademi Kuou akan datang berkunjung, kami dari divisi SMA menjadi sangat gugup, karena kami tak ingin mengecewakan harapan para kouhai[8] kami.

“...........Aku tak tertarik.”

Sambil mendesah Buchou mengucapkan itu. Ia entah kenapa tak suka Kunjungan Kelas. Meski ayahnya dan Sirzechs-sama berkunjung, sepertinya Buchou tak suka kalau keluarganya melihat seperti apa kelasnya. Kalau dua pria berambut merah mengunjungi kelas, sudah pasti akan jadi topik panas.

Aku bersimpati padamu dari lubuk hatiku.

Kali ini untuk orang tuaku, disamping itu Asia juga akan mengikuti kelas seperti biasanya.

Kami menuju ke ruang kelas setelah berpisah dengan Buchou di pintu gerbang Akademi.

Tak lama setelah duduk di kursiku, Matsuda dan Motohama mendekat,

“Apa orang tuamu datang, Ise?”

“Iya, anggap saja kalau, ayah dan ibuku kemari karena ingin melihat Asia.”

Matsuda mengangguk kuat-kuat pada jawabanku.

“Ah aku paham. Kalau Asia-chan adalah putrimu pasti kamu akan datang untuk menengoknya apapun yang terjadi.”

Itu benar. Kalau aku punya adik perempuan seperti Asia, aku akan memperhatikannya. Tidak, pada dasarnya dia seperti adik perempuanku. Dan aku juga sangat perhatian padanya.

“Hal seperti ini adalah yang pertama bagiku jadi aku sangat senang.”

Asia sepertinya sangat bahagia dari dasar hatinya. Yah, asal bisa melihat Asia bahagia, itu saja sudah cukup buatku.

“Ise.”

Sebelum aku menyadarinya, Zenovia telah mendekati tempat kami berkumpul,

Sejujurnya, Zenovia juga cukup populer di kalangan siswa laki-laki. Karena dia seorang bishojo. Mungkin karena kemampuan fisiknya bagus, dia juga populer di kalangan siswa wanita.

“Ada apa, Zenovia?”

Zenovia merendahkan kepalanya atas responku.

“Maaf sudah mengatakan hal itu secara tiba-tiba tempo hari.”

Hal itu, ah soal itu ya. Soal membuat bayi. Jadi dia meminta maaf untuk itu.

“Aku terus saja berbicara tanpa memikirkan perasaanmu.”

Iya, sejujurnya aku sangat takut waktu itu! Tiba-tiba bicara soal membuat bayi. Tidak! Asal aku bisa melakukan hal-hal ecchi, biarkan aku melakukannya! Berhubungan dengan Zenovia, aku sama sekali tak keberatan! Tapi cara-caranya salah!

“Tiba-tiba melakukan hal seperti itu, menurutku sangat sulit.”

Ya, ya, seperti itu. Benar sekali itu. Untuk sementara waktu, kita harus mengakrabkan diri lebih dulu sebelum bisa melakukan hal-hal ecchi!

Zenovia mengeluarkan sesuatu dari sakunya—Tunggu! Itu kan......

“Mula-mula kita harus berlatih menggunakan ini.”

Zenovia membukanya di depan mataku benda yang terbungkus kantung kecil----Kondom!!

Semua mata di kelas tertuju pada benda yang tengah dipegang oleh Zenovia.

“..........Bodoooooooooooooooohhhhhhh! A-apa yang kamu keluarkan di muka umum seperti itu!?”

Aku belingsatan! Su-sudah jelas, benda semacam itu!

Itu—Ya, itu! Itu adalah benda super ekstrim yang hanya boleh dimiliki oleh siswa SMA dalam kondisi sangat sensitif! Apalagi, sangat buruk untuk menunjukkannya di sekolah!

Kemudian kelas menjadi ribut. Hei, mereka melihatnya! Apalagi, aku yang menjadi pusat perhatian!

“Di tempat tinggalku dulu, ada kecaman untuk menggunakan benda ini. Tapi menggunakannya di Jepang akan lebih memudahkan melihat pola yang digunakan remaja negara ini.”

Masalahnya bukan itu! Lakukan sesuatu dengan atmosfir ini! Semua orang di kelas melihat aku dan kamu dengan tatapan aneh, tahu!?

“Dilihat dengan cara seperti itu, kamu dan aku......Kupikir memang tidak buruk, tapi pikirkan juga soal waktu dan tempatnyaaaaaaaaaaaa!”

Menanggapi ucapanku, Zenovia memiringkan kepalanya, ia sepertinya tak cukup memahaminya.

Tak bagus! Dia mirip sekali Asia yang dulu, tinggal di dunia yang betul-betul terpisah dari dunia luar.

“Akan bagus kalau Asia juga memakainya. Hubungan seksual tanpa perencanaan akan melukai kalian berdua. Hubungan intim di antara pria dan wanita memang sulit.”

Dengan itu Zenovia menyerahkan sepotong pada Asia, ”?” Asia membuat wajah bingung namun si mesum berkacamata Kiryuu, tanpa membiarkan sehelai rambutpun lolos, terus berbisik pada Asia.

Tiba-tiba wajah Asia merona kemerahan,

“.........Uuuuuuuh.”

Ah! Asia pingsan setelah seluruh wajahnya berwarna merah!

“Apa-apa? Apa Hyodo akan melakukan sesuatu yang ekstrim lagi?”

Dengan sangat tertarik, dengan kacamatanya berkilau, si gadis erotis Kiryuu bertanya—

“Tapi, apakah tidak apa-apa? Kalau kamu tidur dengan Zenovia, maka Asia akan.......”

“Kiryu-saaaaaan, tolong hentikaaaaan!”

Ooh! Asia yang mendadak bangun segera menutup mulut Kiryuu. Entah kenapa, dia berada pada level buru-buru ekstrim, tapi soal apa?

“Aduh, Asia. Sudah kubilang kan? Kalau kamu tak lekas bergerak, Hyodo akan semakin lepas kendali. Ada banyak lawan tangguh disekitarnya tahu? Kalau kamu terus berdiam diri, sebelum kamu menyadarinya dia akan dimakan lebih dulu. Kamu takkan menyukai itu kan? Laki-laki dengan aroma perempuan lain?”

“Auw! Kenapa Kiryuu-san terus memberiku serangan hebat seperti itu.......”

“Aku khawatir. Kamu tak apa-apa dengan aku menjadi satu-satunya rekanmu kan? Aku tak apa-apa dengan suasana yang bersih, tapi kamu harus tahu kapan waktunya untuk bertindak! Bahkan kamu, Asia, sudah cukup matang untuk dimakan.”

“A-apa aku cukup matang untuk dimakan?”

Itulah yang Asia tanyakan padaku. Um.......sebenarnya soal apa sih? Aku sama sekali tak paham maksud percakapan mereka....?

“I-iya, mungkin kamu cukup matang untuk dimakan.”

Aku menjawabnya meski kebingungan.

“Bukankah itu hebat, Asia! Kamu akan dimakan!”

Kiryuu terisi oleh emosi mendalam. Apa? Apa? Hei, jangan abaikan aku dan seenaknya melanjutkan percakapan kalian!

“Brengseeeeeek! Asia akan dimakan!”

“Ini akan jadi hal yang besar! ...........”Komite Asia-chan” kita harus melakukan pertemuan darurat dengan rekan-rekan kita dan lakukan serangan balik!”

Baik Matsuda dan Motohama juga terlihat aneh. Mereka bergetar dengan kuat!

“Ada yang tidak beres dengan dunia ini kalau Ise menjadi populer!”

Matsuda berteriak kencang. Ya ampun, aku tak paham sama sekali......

“Tunjukkan tanganmu sebentar dong.”

Kiryuu mengambil tanganku dan kacamatanya berkilau.

“........Cukup bagus, kamu memotong kuku jarimu cukup dalam.”

“Be-begitukah?”

Kenapa kamu begitu peduli pada kuku jariku?

“Laki-laki yang memotong kuku jarinya cukup dalam kudengar suka bermain main dengan tubuh wanita—Ya, meraba raba tubuh wanita, kalau kuku jarimu panjang, hal itu akan menjadi sulit.”

“I-itu tuduhan menyesatkan! I-ini hanya kebetulan—“

Sambil mengatakan itu aku ingat. Itu dia, kuku jariku sering diurus oleh Buchou. Buchou bilang itu latihan memotong kuku atau semacamnya......

Mungkin artinya memang dalam tapi aku tak pernah melakukan apa-apa!

“Ise, dasar keparat sialaaaaaaaan!”

“Cari penyakit dan pergi sana!”

“Seram. Memang binatang buas. Pokoknya jangan menyebarkan penyakitmu pada Asia. Nanti Asia bisa ikut tercemar juga.”

Matsuda, Motohama, dan Kiryuu menghajarku habis! Aagh, penindasan! Padahal aku tak punya satupun pacar, apa artinya ini!? Sihir macam apa ini, yang membuatku seolah seperti orang terkontaminasi!

..........Tunggu, dia bilang aku populer? Aku tak mengerti[9]......

Mulai dari Matsuda dan Motohama, siswa laki-laki lain juga mulai melihat ke arahku dengan kecemburuan. Padahal, aku belum punya kekasih.

Aku bisa paham kenapa Buchou dan Akeno-san menyayangiku tapi, sepertinya mereka hanya gemar menggoda piaraan dan kouhai mereka, yaitu aku. Aku memang dianggap sebagai piaraan.

Karena mendapat mainan yang bagus, tidak heran kalau mereka berdua saling berebutan......

Zenovia itu......karena dia aneh jadi tidak dihitung. Kalau kalian tanya kenapa, sepertinya dia hanya tertarik dengan benda yang tersimpan dalam tubuhku.

Asia. Kita tinggal bersama, dialah gadis yang memiliki hubungan paling dekat denganku. Aku menganggapnya kurang lebih sebagai keluarga. Itu sudah jelas. Kalau kalian tinggal seatap, akan jadi seperti itu. Aku juga menganggapnya adik yang imut. Aku senang dia begitu menyayangiku dari lubuk hatinya!

Bisakah kalian anggap belanja bersama itu kencan? Kami belanja barang kebutuhan sehari hari bersama ke toko diskon, tapi hal itu tak bisa dihitung sebagai kencan.

Dan akan sangat aneh kalau Koneko-chan menyayangiku.

.......Yaa, intinya, ketimbang populer, hanya saja jumlah gadis disekitarku lebih banyak dari sebelumnya. Bukankah itu sangat berbeda dari kehidupan harem yang kuinginkan?

Harem itu, bisa melakukan hal-hal sesukamu dengan gadis-gadis disekitarmu dan berhubungan dengan mereka semauku; itulah yang kupikirkan. Kalau aku bisa melakukan eksperimen, sebagai makanan sehari hariku, sama halnya mengganti gadis yang kusukai setiap hari!

Namun hidupku ini, dibandingkan kehidupanku sebelumnya yang tiada wanita, benar-benar kehidupan yang berbeda; seperti perbedaan bumi dan surga! Dengan perbedaan sebesar ini, aku menikmatinya hanya dengan jalan bareng gadis. Aku puas dengan gaya hidup ini!

Tidak, dengan semua keadaan ini aku tak mungkin bisa menjadi Raja Harem! Baiklah! Mari mencari kekuatan untuk bisa mendapatkan banyak wanita!

..........Kebalikannya, setelah aku mencintai seorang gadis dengan tulus, sekarang aku jadi takut menjalin hubungan dengan gadis manapun. Reynalle, kekasih pertamaku, adalah Malaikat Jatuh yang membunuhku setelah mengelabuiku.

Mungkin karena kejadian itu, bahkan aku yang mesum jadi seperti ini. Bukannya aku takut pada wanita tapi, entah dimana dalam hatiku, aku merasa kalau pada akhirnya dan ujung-ujungnya aku akan dikelabui lagi oleh mereka.

Buchou, Asia, aku tahu kalau gadis-gadis di klub takkan melakukan hal seperti itu. Namun, semakin aku menyukai, semakin khawatir aku jadinya.

........Apa aku dibenci oleh Buchou dan yang lainnya?

Terkadang aku ingin menanyakan itu sendiri. Gadis-gadis yang akrab denganku setelah penantian panjang. Aku tak ingin dibenci. Karena itulah, pada akhirnya, aku tak ingin ada hal-hal aneh dan dibenci oleh mereka. Aku tak ingin hal itu terjadi sekali lagi—

“Teman-teman, Ise-san bukan orang jahat! Tolong jangan ganggu dia!”

Asia berdiri di hadapanku dan melindungiku dari celaan Matsuda.

“Uuh, Asiaaaaaaaaaaa! Kamu memang teman sejatiku!”

“Aku akan mempercayai Ise-san selama lamanya.”

Sungguh gadis yang baik! Dia betul-betul mempercayaiku! Aah, Asia-chan sungguh kawan baikku! Aku sangat sangat senang, Asia!

“........Asia, menyatakan cinta di tengah kekacauan........tidak buruk......”

Kiryuu menggumamkan sesuatu. Aku yakin itu pasti sesuatu yang buruk tentangku.

“Itu dia. Tak peduli seberapa cabulnya Ise, Ise adalah orang yang jujur. Hanya saja hasrat seksualnya sama jujurnya dengan dirinya!”

Zenovia juga mengikutinya setelah itu.......? Entah kenapa, aku merasa agak diejek oleh sudut pandang gadis ini tapi caranya dalam membelaku cukup bagus.

“Dan kalau begitu, kalau sudah waktunya untuk hubungan seksual......”

“Karena itu, jangan katakan hal semacam itu di hadapan orang banyak.........”

Aku membungkus kepalaku dengan tanganku dan memukul meja karena kesal pada Zenovia,yang sepertinya masih tak memahami apa-apa sampai sekarang.

Bagian 2[edit]

Tak lama kemudian kelas dimulai, dan dari pintu belakang yang terbuka, para orang tua dari siswa kelasku terus berdatangan.

Kelasnya adalah Bahasa Inggris. Guru laki-laki yang lebih bersemangat dari biasanya, entah kenapa membagikan objek persegi yang dibungkus dalam kantong kepada para siswa. Hah! Apa ini? Apa ini ada hubungannya dengan Bahasa Inggris?

Bagi Iblis yang bisa berbicara dalam semua bahasa, bahasa Inggris adalah tempat terbaik untuk memamerkannya. Fufufu, hari ini aku akan melakukannya dengan lancar dan fasih.

Tapi, jangan harap soal menulis kata-katanya. Itu mustahil.

Sambil memikirkan itu, melihat objek itu lebih dekat—um, apa ini malam PVC? Guru dengan lugas berujar padaku yang masih bingung memikirkan itu.

“Baiklah, cobalah membuat sesuatu yang kalian suka dengan malam PVC[10] yang tadi diberikan. Hewan tidak apa-apa. Manusia juga bagus. Rumah juga tak apa-apa. Gambar apapun yang kalian pikirkan dalam pikiran kalian saat ini, cobalah membuatnya berbentuk sesuatu. Disanalah letak percakapan bahasa Inggrisnya.”

Mana bisa begitu! Aku tak paham apa maksudmu, sensei! Mari kita lakukan kelas Bahasa Inggris seperti biasanya! Biarkan aku memamerkan kemampuan bahasa Inggrisku pada orang tuaku! Aku tak mau membuat prakarya dengan malam PVC!

Let’s try![11]

Apanya yang Let’s Tryyyyyyyyy! Di dunia mana ada hubungannya bahasa Inggris dengan malam PVC!

“Su-sulit juga.”

Hah!? Asia-chan, dia sudah membuatnya? Seperti biasa cara adaptasinya sungguh cepat!

“Asia-chan, terus maju!”

“Asia-chan, kamu terlihat manis!”

Sambil menoleh ke arah suara yang kukenali, orang tuaku tengah menyorak-nyoraki Asia.

Ooh, kapan kalian memasuki ruangan. Selain itu, biarpun putra mereka ada di sini, mereka menghadapkan kamera videonya ke arah Asia. Ayah.......

Menyadari suara ayah dan ibu, ia menoleh dan melakukannya dengan senang. Bukankah mereka seperti orangtua-anak? Bukan, dengan itu saja aku sudah cukup senang. Adik perempuanku, Asia-chan. Itulah yang terbaik.

Dan, meneliti sekelilingku, semua siswa tampak ogah-ogahan menempa malam PVC mereka. Tak apa-apakah dengan ini, semuanya di kelas!?

[Knit Knit] aku juga mulai membentuknya dengan ogah-ogahan. Sensei menyuruh kami membuat apa?

Dia bilang tak apa-apa untuk membuat apapun yang ada dalam pikiranku. Sambil meliukkan malam, aku menutup mataku dan mulai mendapatkan ide liar. Hal paling pertama yang kubayangkan adalah.......

“Ise♪.”

Adalah Buchou telanjang yang tersenyum padaku.

Aah Buchou, Onee-sama-ku. Membayangkanmu paling awal, majikanku, pikiranku sepenuh hati adalah hal yang nyata. Fufufu, aku bahkan mengingat payudara dan putingnya dengan sempurna. Aku sangat ingat dalam memoriku tentang payudara Buchou, ukurannya, elastisitasnya, dan kelembutannya.

Buchou bilang kalau tak banyak bagian tubuhnya yang belum kusentuh. Memang itu benar. Aku memang sudah menyentuh banyak bagiannya. Begitu lembut dan halus, bahkan penuh dengan elastisitas. Sambil menyadari tetesan benda merah penuh hawa nafsu dari hidungku, aku terus mengulangi image Buchou dalam pikiranku. Selagi menutup mataku, hanya dengan image dalam pikiranku aku menggerakkan tanganku.

Ahh, payudara Buchou! Pinggang langsing Buchou! Pantat Buchou yang difungsikan untuk antaran cepat! Paha Buchou yang sempurna bagiku! Pandangan segalanya terpatri kuat dalam pikiranku.

Aku mengingatnya dengan jelas! Itu sudah alami, setiap hari, aku mengingatnya sepanjang waktu.

“Hyo-Hyodo-kun........”

Tersadar, ada tangan seseorang di bahuku. Membuka mataku dan menoleh aku mendapati sensei.

Apa? Entah kenapa dia terpana melihat sesuatu di tanganku. Aku juga melihat ke arah tanganku dan—terdapat patung Buchou yang begitu menawan!

“Ooh!”

Ada sorak sorai gembira dalam kelas. Lebih seperti, melihat ke arahku mereka menghembuskan nafas kekaguman ”Ooh!”. Luar biasa, ini adalah Buchou mini! Ukuran payudaranya, bentuk bokongnya, dan panjang pahanya begitu sempurna!

A-aku membuat ini.......? Menggerakkan tanganku berdasarkan image Buchou yang terpatri dalam otakku, sebuah keajaiban terjadi.

“Lu-luar biasa Hyodo-kun..........ternyata kamu punya bakat seperti ini...........kelas ini sungguh pilihan yang tepat. Sekali lagi aku berhasil mengeluarkan kemampuan tersembunyi siswaku!”

Sensei mengucapkan itu sambil berlinang air mata.

Memang, tak kusangka ada kekuatan ini bersembunyi dalam diriku...........walaupun kukatakan itu sendiri, sangat mudah mengembangkan bakat yang berdasar pada sikap mesumku.

“I-itu Rias-senpai? Sial! Sudah kuduga, Ise kau mata keranjang! Dengan senpai.......!”

“Tak mungkin! Rias-Oneesama dengan hewan buas itu........?”

Entah kenapa aku bisa mendengar teriakan di sekitarku namun ketika seseorang mulai meneriakkan kata ‘5000’, suasana kelas mulai berubah.

“Tidak, 6000!”

“Akan kubayar 7000! Akan kurawat tubuh Rias-senpai baik-baik!”

“Jangan bercanda, aku yang beli! Malam ini dia akan menghiasi kamarku, 8000!”

Kelas prakarya Bahasa Inggris dengan malam PVC menjadi sangat berbeda, entah kenapa berubah menjadi pasar lelang untuk patung Buchou yang kuciptakan.

Bagian 3[edit]

Istirahat makan siang.

“Bagus juga ya.”

Itulah yang Buchou katakan sambil menyentuh patung yang terbuat dari malam PVC sepanjang kelas. Pada akhirnya, aku tak menjual patung itu pada siswa di kelas. Aku tak bisa menjualnya, karena itu adalah patung Buchou.

Saat aku dan Asia pergi keluar untuk membeli minuman, kami kebetulan menemui Buchou dan Akeno-san di depan mesin penjualan.

“Ara ara, sudah diduga dari Ise-kun yang setiap hari melihat dan menyentuh tubuh Buchou.”

Akeno-san juga tersenyum, kaget pada kualitas patung itu. Tidak, aku tak melakukan hal seperti itu dengan Buchou seperti yang kamu duga...........Saat aku secara pribadi merasakan tubuh yang berharga, aku akan menyimpannya baik-baik dalam otakku.

“Maukah kamu membuatkannya untukku juga? Kalau kamu mau mereplikasi tubuhku aku akan melepas pakaianku. Kamu boleh menyentuhnya kok.”

“Serius, Akeno-san!?”

Itulah yang terbaik! Benar-benar hebat! Sambil mencoba mengatakan itu, Buchou dan Asia mencubit pipiku.

“Nggak boleh!”

“Nggak boleh!”

Gadis-gadis di rumahku memang galak.

“Ngomong-ngomong, Buchou, apa Sirzechs-sama akan datang?”

Karena pertanyaanku, Buchou meletakkan jarinya di dahinya dan mendesah pelan.

“Iya. Dia akan datang bersama ayahku.”

Jadi ayahnya akan datang juga. Kunjungan kelas seperti apa itu, aku penasaran.

“Ah Buchou, sepertinya yang lain juga akan datang.”

Kiba juga muncul. Hm? Apa dia juga mau membeli minuman?

“Ara, Yuuto. Teh?”

Oleh pertanyaan Buchou, Kiba mengacungkan telunjuknya ke arah koridor depan.

“Bukan, sepertinya aku dengar ada Penyihir sedang melakukan event fotografi jadi aku bermaksud untuk melihat-lihat.”

Menanggapi Kiba, aku dan Buchou saling bertukar pandang sambil memiringkan kepala kami.


[Kaccha! Kaccha!]

Kilat terus menyala-nyala, para lelaki yang memegang kamera tengah memotret sesuatu di sudut koridor.

Karena ada kerumunan, aku tak tahu apa yang sedang mereka potret. Menurut cerita Kiba ada ‘Penyihir’ tapi......aku entah kenapa masuk kedalam kerumunan dan terus berjalan ke depan.

Iya, aku bisa melihatnya sedikit. Semakin berjalan ke depan, penampilan yang menyolok mulai tertangkap pandanganku.

Bishojo-chan yang imut sedang mengenakan kostum karakter anime. Kalau kuingat baik-baik itu adalah “Magical Girl, Mil Kiss Viral 7 Alternative’. Hati seorang gadis, tubuh seorang lelaki, ’Miru-tan’ spesial yang menjadi ciri khas anime ini.

Ah, saat kulihat dari dekat dia mirip sekali dengan Mil-Kiss. Ia tengah memutar-mutar tongkatnya atau apalah itu secara terus-menerus. Para kameramen yang mengambil foto itu nampak bersuka cita seperti anak kecil. Aku juga ingin ambil fotonya. Roknya begitu pendek sehingga celana dalamnya beberapa kali terekspos...........

Buchou sampai di sampingku usai menembus kerumunan orang; tak lama usai dia melihat si Magical Girl Mil-Kiss, ia menjadi panik.

“Ap--!”

Karena kepanikannya aku jadi ikut bingung. Buchou sampai terkejut seperti ini..........

“Hei, hei! Kalian, yang melakukan pemotretan di tempat umum!”

Sambil melakukan itu, temanku dari OSIS, Saji datang masuk kedalam kerumunan.

Gadis-gadis yang terlihat seperti para pengurus OSIS juga mulai berdatangan mengikuti Saji menuju tempat pemotretan.

“Hei, hei, bubar, bubar! Hari ini acara menampilkan sekolah pada publik! Jangan membuat kekacauan di tempat semacam ini!”

Saji, dia melakukan tugasnya dengan benar. Kerumunan sebesar itu segera bubar seperti anak-anak laba-laba yang menyebar. Para pria muda dengan kamera yang masih memotret juga perlahan pergi dengan terpaksa karena teriakan Saji.

Orang-orang yang tersisa tinggal kelompok kami dan kelompok Saji, serta si Magical Girl.

“Anda juga, tolong jangan mengenakan kostum seperti itu. Tunggu, apa anda wali murid? Biar begitupun, anda harus paham kode berpakaian di tempat ini. Nanti bisa timbul masalah.”

“Eh, tapi ini kan seragamku☆.”

Saji terus menasehatinya tapi si Mil Kiss sambil terus berpose imut sama sekali tak peduli.

Saji tampak agak emosi namun segera setelah menyadari Buchou ia merendahkan kepalanya.

“Oh, ternyata Rias-senpai. Kamu datang di saat yang tepat. Aku sedang memandu Maou-sama dan ayahnya Senpai.”

Usai Saji menolehkan kepalanya ke belakang, dibawah panduan Sona-kaichou, seorang pria berambut merah datang.

“Apa ini? Saji, aku selalu menyuruhmu menyelesaikan masalah dengan cepat—“

Kaichou yang tegas mengucapkan itu, namun setelah melihat si Mil Kiss, ia berhenti berbicara.

“Sona-chan! Ketemu kamu.”

Usai menemukan Kaichou, Mil Kiss dengan bahagia bergelayut pada Kaichou.

Ooh. Kenalannya Kaichou? Sudah diduga, bahkan Saji memasang ekspresi seolah ia sangat kerepotan menangani semua ini.

.......Hm? Aku baru menyadari ini tapi, huhuh? Eh? Entah kenapa, aku merasa kalau Kaichou dan gadis Cosplay itu agak mirip.........aku berpikir dengan ragu-ragu. Tanpa berpikir panjang, Sirzechs-sama memanggil si Gadis Cosplay.”

“Aah, ternyata anda, Serafall. Anda datang kesini juga rupanya.”

.........Serafall--.........? A-aku sepertinya pernah mendengar nama itu sebelumnya—

“Dia adalah Leviathan-sama.”

............Untuk sesaat, aku tak bisa memahami ucapan Buchou. Buchou mengucapkannya sekali lagi pada aku yang masih bingung ini.

“Orang itu adalah satu dari empat Dai-Maou, Serafall Leviathan-sama. Dan juga, kakak perempuan Sona.”

“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee!!??”

Teriakanku menggema di koridor! Sudah pasti! Seriuskah! Pasti bohong kan!? Maou-sama super cantik yang sering kubayangkan dalam mimpiku adalah orang seperti ini?!

Tidak, dia memang super-cantik! Biarpun dia adalah kakak Kaichou, kecantikannya jelas tak akan kalah dari Buchou! Namun, aku membayangkan Onee-sama yang seksi, menggairahkan, dengan penuh hormon seks! Dan glamor! Payudara juga besar! Sambil memperlihatkan pahanya yang mulus! Aku membayangkan Maou-sama perempuan yang akan mengucapkan kata-kata sensual dari bibirnya!

..........Aku tak menyangka kalau dia adalah gadis mungil mengenakan kostum Cosplay dan berbicara dengan nada imut..........walaupun benar kalau dia memang cantik............

High school dxd v4 109.jpg

“Serafall-sama, lama tak jumpa.”

“Ara, Rias-chan☆. Apa kabar☆ kamu sehat-sehat saja kan?”

Nadanya imut sekali! Buchou juga kelihatan kacau!

“I-iya, terimakasih, apa anda datang untuk mengunjungi Sona hari ini?”

“Iya, Sona-chan☆ memang jahat. Dia nggak bilang apa-apa soal hari ini! Aduuuh! Karena kaget, Onee-sama hampir bermaksud menyerang surga☆.”

Hanya karena itu dia mau menyerang surga!? Aku tak paham dia sedang bercanda atau serius!

“Ise, kenalkanlah dirimu.”

Seperti yang Buchou katakan, aku merendahkan kepalaku dan menyapanya.

“Se-senang bertemu anda, saya Hyodo Issei. Saya budak dari Rias Gremory-sama, ’pion’. Sa-salam kenal.”

“Salam kenal☆! Aku sang Maou Serafall Leviathan☆. Panggil saja aku Levi-tan.”

Sambil berputar-putar, dia membuat tanda ’peace’, si gadis cosplay ini—Bukan, Maou Leviathan-sama.

............A-apa ini? Perkembangan super ringan ini?

“Hei, Sirzechs-chan, apa pria ini si Naga-kun yang dirumorkan itu?”

Dia memanggil Sirzechs-sama dengan ‘chan’?! Bisakah anda memaafkannya? Tidak, karena mereka berdua adalah Maou-sama, jadi tidak apa-apa........?

“Iya, dialah orang dimana sang Welsh Dragon bersemayam, Hyodou Issei-kun.”

Sirzechs-sama juga tak berkata apa-apa tentang penambahan ‘-chan’. Jadi dia selalu dipanggil seperti itu?

“Ara ara, paman Gremory.”

“Iya, Serafall-dono[12]. Sungguh seragam yang unik, saya menganggap anda sebagai Maou tapi........”

“Ara, paman. Tidakkah paman tahu? Ini fashion dari negara ini lho?”

“Ah, begitu rupanya. Sepertinya saya tidak tahu apa-apa.”

“Hahahaha, ayah, jangan percayai itu.”

Dan begitulah........Keluarga Gremory tengah bercakap-cakap dengan Leviathan-sama.

“Bu-Buchou, suasana ringan ini jauh melebihi prediksiku tapi, apa Serafall-sama itu.......”

Buchou juga meminta maaf “Maaf.” Melihat kondisiku yang sangat kebingungan.

“Aku lupa bilang—tidak, aku belum mengatakannya tapi keempat Maou-sama saat ini, mereka semua seperti ini. Di saat-saat pribadi, mereka sangat akrab dan santai, sampai kadang berlebihan.”

Sambil mendesah pelan Buchou mengatakan itu. Mustahil! Tak apa-apakah Maou-sama dari Iblis bersikap seperti itu?!

Malihatnya, wajah Kaichou juga semakin memerah! Seolah dengan melihat kakak perempuannya, cara berbicara dan bersikapnya, akan membuatnya semakin malu! Menyadari itu, Leviathan-sama menatap wajah Kaichou dengan khawatir.

“Sona-chan, ada apa? Wajahmu sangat merah, tahu? Karena sudah lama nggak bertemu dengan Onee-sama, aku, kupikir kamu akan lebih bahagia? ‘Onee-tan’, ’So-tan’, memanggilku seperti itu dan saling berpelukan dengan cara yuri, perkembangan semacam itu tak apa-apa bagiku, Onee-chan!”

.............Itu sangat sulit. Inikah Leviathan-sama?

Kaichou berbicara dengan ekspresi kurang puas. Sambil memicingkan matanya.

“........Onee-sama, ini adalah sekolahku dan aku dipercayakan dengan tugas sebagai Ketua OSIS disini.....tak peduli seberapa dekatnya hubungan kita, tingkah laku Onee-sama itu...........aku tak bisa mengizinkan dandanan semacam itu.”

“Nggak bisa, Sona-chan! Kalau aku dimarahi seperti itu oleh Sona-chan, Onee-chan akan sedih! Sona-chan nggak paham ya kalau Onee-channya sangat dikagumi sebagai Magical Girl! Karena dengan tongkatku yang bercahaya, aku akan melenyapkan Malaikat dan Malaikat Jatuh☆!”

“Onee-sama, tolong jangan begitu. Kalau Onee-sama-ku, Maou bercahaya, nanti negara kecil ini akan hancur berkeping-keping.”

Dia bukan Mahou-Shojo, tapi lebih seperti Maou-Shojo[13]! Maou-Shojo, Leviathan-sama sungguh menyeramkan!

“Hei, Saji, waktu salah satu pimpinan Malaikat Jatuh menyerang, Kaichou tak memanggil kakaknya........apa hubungan diantara keduanya buruk?”

“Justru kebalikannya. Kebalikannya. Karena Serafall-sama sangat menyayangi adiknya, kalau waktu itu dia dipanggil, hasilnya akan jadi lebih mengerikan. Seandainya dia sampai tahu kalau adiknya dilukai oleh Malaikat Jatuh, kita tak akan tahu bagaimana dia akan bereaksi. Mungkin malah jadi peperangan seketika. Memang keputusan benar untuk tidak memanggil Serafall-sama, dan memilih memanggil Sirzechs-sama. Namun, ini pertama kalinya aku bertemu dengannya secara langsung, tapi ini.....”

Ah, begitu. Tunggu! Apa Maou-sama tak keberatan dengan hal itu? Ah, Saji juga terlihat kacau.

“Uuh, aku tak tahan lagi.”

Kaichou yang tegas dan kalem itu matanya mulai berair, dan kabur dari tempatnya.

“Tunggu! Sona-chan! Kemana kamu mau pergi meninggalkan Onee-chan-mu ini!?”

Maou-Shojo-sama berlari di belakangnya.

“Tolong jangan ikuti aku!”

“Tidaaaaaaak! Jangan abaikan Onee-chan-mu ini! Sona-taaaaan!”

“Sudah berapa kali kubilang jangan pakai ‘tan’!”

...........Kejar-kejaran Maou bersaudara. Ini permintaanku, tapi tolong jangan menghapus sekolah ini dengan ritme kalian itu.

“Ya. Keluarga Sitri memang penuh kedamaian, bukankah begitu, Ria-tan.”

“Onii-sama, jangan pakai ‘tan’ di nama kecilku dan tolong panggil aku dengan benar.......”

Kali ini percakapan yang memalukan terjadi pada keluarga Gremory.

“Tak mungkin......Ria-tan, padahal sejak dulu kamu selalu mengikutiku kemana-mana sambil berkata ‘Onii-sama Onii-sama’.......kamu sedang di usia pemberontakan yah......”

Sirzechs-sama nampak shock. Aku merasa akan muncul keributan lagi disini.

“Aduh! Onii-sama! Kenapa kamu harus mengingatkan masa kecilku—“

[Jepret!]

Ayah Buchou mengambil gambar Buchou ketika sedang marah. Itu adalah ekspresi yang penuh dengan emosi.

“Wajah yang bagus, Rias. Bagus, sudah membesarkanmu sampai seperti ini......aku akan mengisi bagian antusiasme istriku karena dia tidak bisa datang hari ini.”

“Ayah! Huuh!”

Keluarga Maou-sama ternyata seperti ini ya. Lebih dari damai, tak ada bedanya dengan orang tua dan anak manusia. Yaa, kalau skalanya menjadi pertarungan sungguhan, negara kecil ini akan terhapus dalam sekejap.

“Maou-sama dan keluarga Maou-sama memiliki kesamaan yang menarik.”

Akeno-san mengatakan itu dengan senang dari lubuk hatinya sambil tersenyum.

“Kesamaan?”

“Maou-sama dan semuanya sangat menyenangkan. Dan juga, adik perempuan anda, tanpa perkecualian adalah orang yang serius. Ufufu, pasti karena kakak laki-lakinya yang santai menjadi Maou-sama, sehingga dia tak bisa menjadi serius.”

Mereka pasti mendapat kesulitan yang sama, baik Buchou atau Kaichou, dan juga keluarga Maou-sama. Dan, di sana—

“Oh, Ise.”

“A-ayah?”

Mungkin mereka sedang berkeliling sekolah, ayah dan ibu muncul sambil melambaikan tangan mereka.

“Hyodou Issei-kun, apakah mereka adalah orangtuamu?”

“I-iya. Mereka adalah orang tuaku.”

“Begitu, ya.”

Ayah Buchou berdiri di depan ayah dan ibuku.....?

“Senang bertemu anda, saya ayahnya Rias.”

Karena hendak berjabat tangan, ayah Buchou mengulurkan tangannya ke arah ayahku.

Mengetahui kalau laki-laki dengan rambut merah itu adalah ayahnya Buchou, ekspresi ayah dan ibuku berubah drastis dari ekspresi sukaria menjadi ekspresi suram. Itu memang wajar. Kalau mereka tiba-tiba menemui ayahnya Buchou, reaksi mereka akan seperti itu.

“I-i-i-i-i-i-ini, terima kasih! Ah, um, saya ayahnya Hyodou Issei! Kami sudah diurus baik-baik oleh Rias-san, um, anu........”

Ayah! Ini rumah kita! Aku tak bisa melihatnya! Suasananya terlihat menegangkan!

“Sama-sama. Terima kasih juga sudah mengurus Rias. Saya sebenarnya bermaksud mengunjungi anda, namun, saya dan Sirzechs sangat sibuk bekerja sehingga belum mendapat kesempatan. Sepertinya pertemuan ini diberkahi oleh keberuntungan. Suatu kehormatan bertemu anda hari ini.”

“Ti-tidak mungkin! Saya juga bermaksud mengunjungi anda sesekali—tidak, tidak, saya sudah berbicara dengan suami soal itu.”

Ibu! Kata katamu begitu aneh! Karena ibu biasanya tidak terbiasa dengan ucapan itu, jadinya aneh seperti tadi! Uwah, aku benar-benar merasa malu!

Wajah Buchou juga memerah! Dia sama denganku! Pertemuan antar orang tua memang terasa sangat memalukan!

“Iya, saya ingin berbicara di tempat yang lebih tenang. Tempat ini terlalu ramai. Disamping itu, sepertinya anak-anak kita sedang malu, bukan?”

Ooh, sungguh ayahnya Buchou! Dia bisa membaca suasana! Dibandingkan dia, ayahku cuma bisa gugup! Ayahnya Buchou mengulurkan tangannya ke arah Kiba.

“Kiba-kun.”

“Iya?”

“Maaf, tapi bisakah tolong bawa kami ke tempat yang lebih tenang?”

“Ya. Kalau begitu silahkan ikuti saya.”

Kiba membungkuk pada ayah dan ibuku kemudian mulai berjalan sepanjang koridor.

“Sampai nanti, Rias, Hyodou Issei-kun. Aku akan kembali setelah mengobrol sebentar. Sirzechs, bisakah kuserahkan sisanya padamu?”

“Baik, ayah.”

Sirzechs-sama akan tetap berada di sini ya. Mereka baru saja bertukar sapa. Kali ini diantara orang tua.

“Ise, aku dan ibumu akan kembali setelah mengobrol sebentar, oke?”

“Serahkan padaku.”

Aku ragu apa dia memang paham, dengan panduan Kiba, ayah, ibu, dan ayahnya Buchou meninggalkan tempat ini.

“Rias.”

“Ada apa, Onii-sama?”

“Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu sebentar. Maaf, Ise-kun, aku ingin meminjam adik perempuanku sebentar. Akeno-kun, maukah kamu ikut bersama kami?”

Ujar Sirzechs-sama.

“Ya.”

Akeno-san mengangguk. Apa yang mereka akan bicarakan? Yaa, kurasa itu sesuatu yang penting tentang dunia Iblis kan? Mereka jelas tak akan memanggil Iblis kelas rendah sepertiku.

“I-iya, silahkan saja......”

Sirzechs-sama membawa Buchou dan Akeno-san, lalu pergi menjauh.

Hanya tinggal aku dan Asia. Asia dan aku saling bertukar tatap.

“Yaa, bagaimana kalau kita kembali ke kelas?”

“Iya.”

Seperti ini, aku dan Asia kembali ke kelas bersama.

Bagian 4[edit]

“Ara, Asia-chan, kamu begitu manis di video!”

Ibuku tampak antusias sambil menonton TV di depannya.

“Hahahaha! Memperhatikan pertumbuhan anak perempuannya adalah tugas orangtua!”

Sambil meminum sake, ayah Buchou tertawa terbahak-bahak. Orang itu, setelah meminum sake menjadi orang ceria yang sangat berbeda........Bahkan meski ia tampak seperti sosok ayah yang tegas sebelumnya.

Setelah makan malam di keluarga Hyodou, pertemuan pengaguman untuk Kunjungan Kelas hari ini telah dimulai.

Pesertanya antara lain ayahku, ibuku, ayahnya Buchou, dan Sirzechs-sama.

Sambil meneguk sake, mereka saling membandingkan video yang mereka ambil.

Gadis-gadis yang tengah dibahas hanya bisa terduduk di sudut ruangan dengan wajah memerah sambil berdoa “Cepatlah selesai! Cepatlah selesai!”. Ini sama saja setengah mati.

Mereka juga seenaknya mengambil gambarku! Jangan ambil gambarku waktu membuat prakarya PVC! Aku tak tahu apa yang orang tuaku dan ayahnya Buchou bicarakan di sekolah tapi sudah jelas kalau mereka sangat serasi dan sudah menjadi dekat. Astaga, apa yang terjadi?

“Ini........Neraka, yang belum pernah ada sebelumnya........”

Seluruh tubuh Buchou bergetar hebat dengan wajahnya memerah sampai maksimum.

“Lihat ini! Ria-tan kita sedang mengangkat tangannya dan menjawab pertanyaan guru!”

Sirzechs-sama! Dia sedang mengomentari pertumbuhan adik perempuannya dengan tegangan tinggi! Ooh! Buchou menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“Aku tak tahan lagi! Onii-sama, kamu bodoh!”

Aah! Buchou kabur karena sudah tak kuat menahannya lagi.

[Bukk]

Sirzechs-sama dipukul oleh Grayfia-san dengan kipas kertasnya.

“Buchou!”

Aku menjadi khawatir dan mengejar Buchou.

Bagian 5[edit]

Buchou sedang duduk di depan kamarku.

Dia menggembungkan pipinya seolah tidak senang. Aku heran apa yang salah.

“Bu-Buchou, maukah kamu memasuki kamarku?”

Buchou mengangguk oleh kata-kataku. Entah kenapa, dia menjadi gadis yang normal.

Setelah memasuki ruangan, Buchou melompat ke ranjang, dan terus terdiam selagi berbaring tengkurap.

Ini adalah situasi yang sulit untuk mengatakan sesuatu. Aku duduk di lantai dan berusaha mencari kata-kata yang sesuai dalam otakku.

“Ibuku, ayahku, dan keluargamu sepertinya tampak rukun sekali.”

“.............”

Uh, tak ada kata-kata. Tidak, aku merasa kalau kamar yang sunyi lebih tidak menyenangkan, jadi tanpa khawatir aku melanjutkan.

“Pertemuan ini.......kurasa bagus. Ayah dan ibu sepertinya sangat menikmatinya. Ayahmu dan yang lainnya juga...........Memang mereka terlalu berlebihan tapi......”

“.........Aku tahu, aku senang juga kalau ayahku dan ayahnya Ise mengobrol dengan sukaria.”

Ah, aku dapat balasan. Baguslah.

“Hei, Ise.”

“Iya?”

“Apa kamu bahagia karena sudah menemuiku?”

.............

Aku tak pernah membayangkan pertanyaan itu. Buchou melanjutkan.

“Aku senang sudah bertemu Ise. Hidup tanpamu terasa mustahil. Kuanggap suatu kehormatan. Kamu mendapat banyak ruang dalam hatiku, tahu?”

Ka-kamu begitu pedulinya padaku? ...........Aku ternyata sangat dihargai sebagai budaknya!

“Suatu kehormatan juga! Aku senang sudah bertemu Buchou! Aku bisa menyatakan ini secara positif! ........Tapi, kalau aku berpikir suatu hari Buchou akan mendapatkan kekasih, aku, aku jadi tidak nyaman.......berpikir kalau Buchou akan pergi jauh entah kemana.”

Buchou mengangkat kepalanya, dan berujar padaku.

“Ara, aku tak akan mencari kekasih, tahu? Lebih dari itu, kalau kamu mengatakan hal seperti itu, aku jadi agak kaget.”

“Eh? Ta-tapi bukankah suatu saat Buchou harus mendapatkan suami?”

“Itu benar, untuk kelanjutan keluarga, mendapatkan putra menantu dalam keluarga sangatlah penting.”

....? Tidak, sekali lagi aku tak memahaminya.

“Sudah kuputuskan untuk memodel putra menantu di keluargaku, sendiri. Kalaupun aku harus melakukannya, aku akan mencarinya sesuai idealku sendiri. Cara itu lebih cepat. Hei, Ise.”

“Haah, begitu.”

Aku tak terlalu paham tapi Buchou memodel putra menantu sendiri, ya. Kalau mau, aku ingin berada di posisi itu tapi itu sendiri sangat sulit. Suami masa depan Buchou...........suami macam apa yang akan terlahir setelah ditempa oleh Buchou?

Tidakkk, aku sangat ingin menempati posisi itu! .........Tapi entahlah kalau itu bisa terjadi.

“Aku sudah memikirkan tentang upacara pernikahanku juga, tahu? Gaya Jepang mungkin bagus. Untuk lokasinya, tempat di Jepang juga bagus. Kalau bicara soal tempat dengan pemandangan indah maka—“

Buchou sudah membayangkannya sampai sejauh itu. Tidak, aku ingin menikahi Buchou!

“-----------“

Mendadak mulutku tersegel. Ia melingkarkan lengannya disekitar leherku, dengan chuu.....aku menerima ciuman Buchou!? Uooooooooh! Aku mencium Buchou sekali lagi!

I-ini! Sensasi dari bibirnya! Bisa mencicipinya lagi! Kontak yang begitu lembut dan sensual!

Ini ciuman keduaku dengan Buchou! Aku melakukannya! Aku menerima ciuman kedua Buchou! Um, tapi ini hadiah untuk apa? Bu-bukan, kesampingkan saja hal kecil itu! A-aku ingin terus menikmati sensasi ini!

Dengan itu, sambil aku bergerak, lidah Buchou sedikit terasa di bibirku! Seperti itu terasa memasuki mulutku!

Guh!

Lidahku dan lidah Buchou saling bertemu kemudian leherku seperti ditarik, dan ciuman yang aku rasa akan lebih mendalam berakhir.

Benang air liur merentang diantara mulutku dan Buchou, Buchou sepertinya memasang ekspresi menyesal.

Uhiiii! Benang air liur dari mulutku dan Buchou! Aku merasa hampir mati setelah merasakan semua ini!

Tidak, mati juga tak apa-apa! Ah, sudah kuduga! Tidak, kalau aku harus mati aku akan melakukannya setelah banyak berkontak lidah dengan Buchou! Apalagi, aku tak ingin melupakan sensasi jilatan Buchou! Itu sangat luar biasa!

“......Uh.”

Orang yang menarik leherku kebelakang adalah Asia. Ia terlihat seperti mau menangis.

“Hei, Asia, jangan ganggu aku sewaktu sedang memberi kasih sayang pada Ise. Biarpun dia sepertinya menikmati ciuman dalam yang sudah lama dinantinya........cukup sulit membuat kesempatan seperti ini, tahu?”

Bu-Buchou! Caramu memberikan kasih sayang pada budakmu begitu menakjubkan! Aku senang! Terima kasih banyak! Tapi, karena stimulasinya menjadi kuat seiring waktu, otakku seperti mati rasa!

“........Tapi........Buchou tidak adil.......”

“Burung yang cepat mendapat ulatnya. Aku mempelajarinya saat bertanding dengan Akeno.”

Apa yang kamu pelajari, Buchou! Oooh! Buchou dan Asia saling melotot! Sekali lagi terjadi Perang gadis di kamarku! Akhir-akhir ini, jadi semakin sering terjadi!

--selagi memikirkan itu, nyonya maid berambut perak masuk,

“Kalian berdua, bertengkar itu tidak baik. Apalagi melakukannya di depan Ise-sama, itu tidak bijaksana.”

Ia memisahkan keduanya yang masih saling memelototi, Grayfia-san menenangkan mereka.

“Itu benar, bertengkar itu tidak baik.”

Selain itu, Sirzechs-sama juga memasuki ruanganku. Apa pertemuan pengagumannya sudah selesai?

“Aku mampir sebentar. Ada sesuatu yang perlu kubicarakan lagi. Rias, ini soal kelanjutan percakapan kita tadi siang.”

Percakapan? Soal apa itu? Ah, Buchou dan Akeno-san dipanggil oleh Sirzechs-sama.

Padaku yang masih mempertanyakan tentang hal itu, Sirzechs-sama mengucapkan sesuatu yang betul-betul diluar dugaan.

“Mari bicarakan tentang [Peluncur] yang lainnya.”


, ternyata, tentang bidak Peluncur misterius yang lebih dulu ada sebelum aku dan Asia bereinkarnasi.

Bagian 6[edit]

Esok hari sepulang sekolah.

Aku berdiri di lantai area ruangan di gedung sekolah tua yang telah dijadikan “Ruang Kelas Tersegel”.

Semua anggota klub telah berkumpul. Bahkan dari luar, kamar ini ditutup secara aman jadi kami tak bisa memasuki ruangan. Untuk apa gunanya, masih belum ada yang menjelaskannya........namun menurut percakapan sebelumnya, ada Peluncur lain di dalamnya.

Peluncur yang lain—sudah cukup lama, ia sudah menjadi anggota misteri bagi Asia dan aku. Karena itulah, kecuali bagi pendatang baru Zenovia, semua anggota sudah tahu tentang hal itu.

Dia sudah ada sebelum aku menjadi Iblis tapi, karena beberapa situasi, dia tak bisa ikut serta dalam Rating Game melawan Keluarga Phoenix dan pertarungan melawan Kokabiel.

Menurut percakapan, sepertinya kemampuannya disebut berbahaya, dan karena Buchou belum mampu mengendalikannya dengan kekuatannya, ia disuruh menyegelnya oleh pihak atasan. Seperti apa dia? Apa dia memang berbahaya?

Tadi malam, Sirzechs-sama menjelaskannya di kamarku, sepertinya Buchou mendapat evaluasi dari empat Maou, keluarga Raja Besar Baal, keluarga Archduke Agares, dan para Iblis kelas tinggi karena pertarungannya melawan Keluarga Phoenix dan pertarungan melawan Kokabiel. Syarat penyegelan Peluncur yang lain itu dihapuskan karena berpikir kalau Buchou mungkin sudah bisa mengendalikannya sekarang. Dan karena itulah sekarang kami berdiri di depan “Ruang Kelas Tersegel” ini.

Plester dengan tulisan ‘KEEP OUT’ direkatkan di pintu dengan segel sihir tertempa padanya.

“Anak itu ada di sana. Sepanjang hari, Peluncur itu tinggal disana. Untuk sementara, kekuatannya menjadi longgar di malam hari, dan kalau hanya dalam gedung tua, dia bisa keluar dari ruangan tapi, anak itu menolak untuk melakukan itu.”

Itulah yang Buchou katakan. Kemudian, ia mengetuk pintu, dan mulai melebarkan lingkaran sihirnya. Ia melepaskan segelnya? Kalau seseorang disegel di ruangan sempit ini meski hanya setengah hari, tidakkah dia menjadi gila? Itu mustahil bagiku. Kalau ada yang berkata bahwa aku bebas melakukan apapun di gedung sekolah tua hanya di malam hari, aku akan berlarian dengan suka ria.

“A-apa orang itu seorang hikikomori[14]?”

Oleh pertanyaanku Buchou mengangguk sambil mendesah pelan. Begitukah? Hikikomori, ya?

Kiba melepaskan plesternya, Akeno-san juga membantu Buchou dalam melepaskan segel.

“Anak di dalam memiliki hasil yang paling banyak diantara para budak.”

Akeno-san mengatakan itu. Serius!? Hasil terbanyak........bagaimana cara orang itu mengumpulkannya?

Akeno-san melanjutkan seolah menjawab pertanyaanku.

“Melalui komputer, anak itu mengambil kontrak spesial dengan manusia. Sebetulnya, itu adalah tipe orang yang tak ingin menemui kita. Tipe orang itu bernegosiasi dengan cara berbeda, dan membuat hubungan secara berbeda. Mereka menyelesaikan masalah melalui komputer. Dalam kesepakatan lewat komputer, diantara para budak Iblis terbaru, anak ini memiliki jumlah kontrak selevel Iblis kelas tinggi.”

Luar biasa! Negosiasi melalui komputer!? Dan dengan itu, anak ini mengambil kontrak dengan manusia ya!?

“-----Kalau begitu, akan kubuka pintunya.”

Segel sihir yang tertempa di pintu menghilang, dan menjadi pintu biasa. Buchou membuka pintu—

“Tidaaaaaaaaaaaaaaaak!!”


! Teriakan sangat kuat terdengar dari dalam! A-apa itu!?

Buchou tidak terkejut, justru mendesah kecil, dan masuk bersama dengan Akeno-san.

“Hari yang baik untukmu. Syukurlah kalau kamu masih enerjik.”

“K-k-kenapa???”

Suara balasan terdengar dari dalam. Menilai dari suaranya, mungkin suara seorang anak SMP......seorang gadis? Atau laki-laki muda? Aku masih belum yakin. Meski aku tahu kalau orang itu sedang kebingungan.

“Ara ara, segelnya sudah dilepaskan, tahu? Kamu bisa keluar sekarang. Ayo, kita keluar bersama.”

Suara lembut Akeno-san. Aku merasakan simpatinya. Aku merasa ia dengan lembut mencoba berkomunikasi dengannya.

Namun—

“Tidaaaaaaaaaaak! Tempat ini sudah baguuuuuuuuuuus! Aku nggak mau keluar! Aku nggak mau menemui siapapuuuuuuuun!”

...........Bukankah itu kasus hikikomori yang ekstrim?

Asia dan aku saling bertukar tatap, dan memiringkan kepala kami. Zenovia juga memasang wajah penuh tanda tanya. Hanya Kiba dan Koneko-chan yang sepertinya bersikap biasa saja. Hah, Kiba tengah tersenyum pahit dan Koneko-chan mendesah kecil.

Aku menguatkan hatiku, dan perlahan mengintip kedalam. Berjalan sedikit, aku bisa melihat bagian dalam ruangan.

Kordennya ditutup rapat sekali. Suram. Tanpa diduga ruangan ini didekorasi dengan gaya sangat imut, seperti ruangan wanita. Boneka boneka juga ada dimana-mana.

Pe-peti mati? Ada peti mati di sudut ruangan yang sepertinya hanya digunakan dalam pemakaman di luar negeri.

Buchou dan Akeno-san masih di dalam. Apa si Peluncur itu ada disana?

Mendekat lebih dalam, seorang yang berada disana adalah—bishojo dengan tampilan elegan, rambut pirang, dan mata merah yang tampak seperti boneka. Ia duduk di lantai, dengan pose seolah ingin kabur dari Buchou dan Akeno-san. Tubuhnya bergetar hebat.

Tunggu, dia mengenakan seragam Akademi Kuou. Selain itu, dia luar biasa cantik!

“Ooh! Ternyata cewek! Apalagi dari luar negeri!”

Luar biasa! Bishojo berambut pirang lagi selain Asia, waw, aku senang! Akan ada dua Peluncur pirang! Tak ada kebahagiaan yang melebihi itu!

Aku sangat senang namun Buchou menoleh ke arahku dan berkata.

“Jangan tertipu penampilannya, anak ini terlihat seperti gadis tapi tanpa ragu dia adalah laki-laki.”

.......Eh? Untuk sesaat, aku meragukan telingaku. Kata-kata absurd menyerang pendengaranku. Bu-Buchou, tolong jangan bercanda. Bu-bukankah anak itu terlihat seperti Bishojo?

“Tidak, tidak, tidak, dilihat dari manapun juga. Dia kan gadis, Buchou.............Eeh! Masa sih!?”

“Dia punya hobi berdandan dengan pakaian wanita.”

Akeno-san mengatakannya dengan kalem..........hobi mengenakan pakaian wanita? Be-berarti anak ini tidak mengenakan seragamnya karena dia wanita tapi—karena hobi!!!???

“Eeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhhh!!!!!!!”

Aku mengeluarkan teriakan keras karena situasi yang menggelikan ini.

“Eeeeeeeeeeek! Ma-maafkan aku! Maafkan akuuuuuuuuuu!”

Si bishojo berambut pirang—bukan, pria berpakaian wanita berambut pirang juga berteriak kencang karena suara kerasku.

Yang benar saja! Dia laki-laki tapi terlihat begini!? Tidak, tidak, dilihat dari manapun, dia lebih seperti bishojo ketimbang laki-laki! Aku sangat sangat tidak paham! Bahkan suaranya seimut perempuan! Postur tubuhnya juga mungil!

“Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaah!!!”

Aku memegang kepalaku dengan kedua tanganku, dan berlutut di tempat itu! Ini tidak masuk akal! Dia laki-laki tapi begitu cantik! Apa Tuhan tak kenal ampun! Tunggu, Tuhan sudah mati! Tapi ini sungguh keterlaluan!

Dia pasti salah mendapat jenis kelaminnya! Saat berada dalam ibunya, ada sesuatu yang nyangkut padanya! Uwaaaaa, aku tak bisa menerima ini!

“Cerita kejam macam apa ini............padahal dia terlihat seperti bishojo...........tapi seorang laki-laki? .........Sampai dia juga memiliki pe**s?”

“........Mengucapkan hal vulgar dilarang keras.”

Auh! Sebelum menyadarinya, Koneko-chan sudah memasuki ruangan.

Maaf Koneko-chan, tapi cerita ini terlalu kejam!

“Ceritanya jadi semakin menyakitkan karena dia punya hobi mengenakan pakaian perempuan! Karena itu sangat cocok dengannya, begitu aku mendengar kebenaran tak penting itu, kejutannya terlalu besar! Biarpun dia hikikomori, dia punya hobi mengenakan pakaian perempuan! Apa pakaian gadis itu hanya untuk tontonan!!??”

Oleh kata-kataku, si laki-laki cantik itu tergagap,

“Ta-ta-tapi pakaian wanita itu sangat imut!”

“Jangan katakan hal-hal tentang imuuuuuuuuuuuuuut! Sial! Biar begitupun kamu adalah laki-laki! Kamu menghancurkan impianku dalam sekejap! A-aku sebenarnya mengimpikanmu bersama Asia, bishojo pirang dobel, tahu!? Kembalikan! Kembalikan semua impianku!!!!”

“.......Menulis dan memimpikan orang-orang untuk sementara.”

“Koneko-chaaaaaan! Itu tidak terdengar seperti sebuah lelucon!”

Namun, ini sungguh keterlaluan! Aku menganggapnya wanita, ternyata cuma laki-laki berpakaian wanita!

“A-a-a-anu, siapa orang ini?”

Pria berpakaian wanita itu bertanya pada Buchou. Buchou mengatakannya sambil menunjuk ke arahku, Asia, dan Zenovia.

“Mereka adalah budak baruku selama kamu berada di sini. Pion, Hyodou Issei; Kuda, Zenovia; dan seperti kamu, Peluncur, Asia.”

Kami berkata ‘salam kenal’ karena kami diperkenalkan tapi, pria berpakaian wanita itu hanya ketakutan sambil “Eeeekkkk, jumlah anggotanya jadi tambah banyak!” tidak, apa dia fobia dengan manusia? Ini sungguh mengerikan.

“Ayolah, bisakah kamu keluar? Oke? Tidak baik bagimu untuk terus tersegel disini, tahu?”

Buchou mengatakannya dengan lembut, namun—

“Tidaaaaaaaaaak! Bagiku pergi ke dunia luar itu mustahiiiiiiiiiil! Aku takut! Aku takut orang luar! Apalagi, kalau aku keluar, nanti bisa membuat masalah untuk kalian semua!”

Entah kenapa, aku menjadi kesal. Aku juga tak bisa memaafkan fakta kalau dia laki-laki! Aku mendekatinya, dan menarik tangannya.

“Hei, Buchou bilang kamu harus keluar—“

Momen ketika aku mencoba menariknya—

“Eeeekkk!”

Disertai teriakan pria berpakaian wanita ini, pemandangan di hadapanku menjadi putih—

........Hm? Hah? Meskipun aku seharusnya sedang memegang tangannya saat ini, si pria berpakaian gadis itu tidak ada.

Melihat lagi, dia tengah gemetaran di sudut ruangan. Hah? Kenapa? Padahal aku baru saja menarik tangannya.........

“Ini aneh. Ada sesuatu pada jeda itu........”

“........Sesuatu memang terjadi.”

Asia, Zenovia, dan aku terkejut oleh fenomena aneh ini, namun anggota yang lain hanya mendesah. Kiba dan yang lainnya pasti tahu sesuatu tentang ini.

“Jangan marah! Jangan marah! Tolong jangan pukul akuuuuuuu!”

Seperti biasanya, pria berpakaian wanita itu hanya berteriak. Apa yang dia lakukan barusan?

Menyadari kebingunganku, Akeno-san berujar,

“Anak itu memiliki Sacred Gear dimana saat dia ketakutan, waktu semuanya dalam bidang pandangnya bisa dihentikan untuk jeda waktu terbatas.”

............Tunggu! Menghentikan waktu? Serius? Anak yang terlihat idiot itu memiliki Sacred Gear sehebat itu?

Ia memiliki Gear semacam itu. Karena itulah, untuk sesaat kami merasa ada yang salah.

Ia menghentikan kami dan kabur, ya. Biarpun kukatakan kabur, kurasa dia punya penyakit serius karena tak bisa meninggalkan ruangan ini. Hal itu, cukup bisa dipahami.

“Karena dia tak bisa mengendalikan Sacred Gearnya, atas perintah Archduke dan Maou, Sirzechs-sama, dia disegel.”

Aku memahami itu berkat penjelasan terperinci Akeno-san. Dia bisa menghentikan waktu. Itu kekuatan yang amat sangat mengerikan. Kalau tak bisa mengendalikannya, bisa saja dia melukai temannya juga. Jadi itukah alasannya tak mau keluar?

Buchou memeluk pria berpakaian wanita itu dari belakang dan berujar pada kami,

“Anak ini namanya Gasper Vladi. Dia adalah bidak Peluncurku. Untuk sementara waktu, dia adalah siswa kelas satu Akademi Kuou—Juga, sebelum bereinkarnasi, dia adalah separuh manusia-separuh Vampire.”

Life 3: Aku Punya Junior (Laki-Laki)[edit]

Bagian 1[edit]

“Forbidden Balor View?”

Buchou mengangguk atas pertanyaanku.

“Ya. Itulah nama Sacred Gear yang dimiliki oleh Gasper, dan itu sangatlah kuat.”

“Bisa menghentikan waktu, bukankah itu hampir sama dengan melanggar aturan?”

Karena ucapanku Buchou merespon.

“Ya, itu benar. Tapi kekuatan pengganda dua milikmu dan kekuatan pembagi dua milik Hakuuryukou juga melanggar aturan, kan?”

I-itu benar tapi........dibilang begitupun, mampu menghentikan waktu, itu melanggar aturan yang terlalu berlebihan.

“Masalahnya adalah dia belum bisa mengendalikannya. Karena itulah Gasper telah disegel sampai sekarang. Tanpa sadar mengaktifkan Sacred Gearnya dipandang sebagai masalah.”

Seperti dugaanku, ya.

“Namun, Buchou ternyata bisa menjadikan orang sekuat itu menjadi budakmu. Belum lagi, bisa melakukannya hanya dengan satu bidak.”

Atas ucapanku Buchou mengeluarkan sebuah buku dari tangannya di tengah udara, membalik halaman buku, dan menunjukkannya terbuka padaku.

Melihat halamannya, isinya adalah penjelasan tentang Evil Piece.

“.........Namanya ‘Mutation Piece’.”

“.......‘Mutation Piece’?”

Kiba menjawab pertanyaanku.

“Bidak yang berbeda dari evil piece biasa, makhluk yang secara jelas memerlukan lebih dari satu bidak untuk direinkarnasikan bisa direinkarnasi cukup dengan satu bidak, bidak itulah yang bisa membuat fenomena aneh semacam itu terjadi.”

“Buchou memiliki bidak itu.”

Itulah yang Akeno-san katakan. Kiba melanjutkan,

“Biasanya, bagi Iblis kelas tinggi, 1 dari 10 Iblis memiliki sebuah bidak. Itu adalah gangguan yang tercipta ketika sistem evil piece diciptakan, semacam error tapi sepertinya dibiarkan saja demi kesenangan. Gasper-kun adalah pengguna bidak itu.”

Oh, artinya Buchou menggunakan tipe bidak langka pada Gasper, ya.

“Masalahnya adalah kemampuan Gasper.”

“Buchou, apa maksudmu?”

“Ia memiliki kemampuan langka dan sepertinya kekuatan Sacred Gearnya meningkat saat ia tidak sadar. Mungkin karena itu, setiap hari kekuatannya meningkat—dari percakapan kita sebelumnya, suatu saat nanti, mungkin saja dia bisa mencapai Balance Breaker.”

..........!

Ba-Balance Breaker? Itu, waktu terbaik untuk benda yang berbahaya, ya? Kalau orang yang tak mampu mengendalikan kekuatannya sendiri berhasil mencapai itu........belum lagi, Sacred Gear yang bisa menghentikan waktu.

Mungkin karena dia memahami dari ekspresi kekagetanku, Buchou juga meletakkan tangannya di dahinya dengan wajah kacau.

“Ya. Situasinya kritis. Namun, karena evaluasiku diterima, sepertinya aku dinilai mampu mengendalikan Gasper sekarang oleh mereka yang mengevaluasiku. Mungkin karena aku membuat Ise dan Yuuto mencapai Balance Breaker.”

Kesampingkan Kiba, punyaku memiliki keterbatasan kondisi, itupun masih belum sempurna, tahu? Ah, kudengar aku juga cukup banyak dihargai saat mengalahkan si brengsek Raizer itu. Majikanku Buchou mungkin mendapat penilaian yang lebih tinggi lagi, kurasa.

Biarpun sang Vanishing Dragon ikut campur, kami mampu bertahan tanpa banyak kehancuran saat pertarungan melawan Kokabiel.

Karena itulah, dengan Buchou yang sekarang, ia mungkin mampu mengendalikan Gasper, itulah yang orang-orang besar itu nilai, rupanya.

“.........Uh, bi-bi-biarpun aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan tentangku........”

Ada kotak kardus besar terletak di sampingku. Ia sedang berbicara dari sana. Aku menendangnya pelan.

“Eeeeeeeeeeeek!”

Suara teriakan terdengar. Milik siapa itu? Sudah jelas dari Gasper-kun.

Karena dia sangat ketakutan dengan dunia luar, sampai dia harus masuk kedalam kotak kardus. Orang ini..........Kalau kamu begitu membencinya, tempatkan diluar ruangan ini!

“Menilai dari kemampuannya, mungkin setelah Akeno dialah selanjutnya. Biarpun kukatakan separuh Vampire, dia dari keluarga Vampire berdarah murni dengan garis keturunan bagus, dan memiliki Sacred Gear tangguh karena separuh diri manusianya. Dia sangat diberkahi banyak kemampuan Vampir, dan dia handal dalam sihir manusia yang digunakan para Penyihir juga. Kalau bukan karena itu, tak mungkin dia bisa menjadi seorang Peluncur hanya dengan satu bidak.”

Itulah yang Buchou katakan. Wow, dia hebat juga ya, Vampir Hikikomori-kun ini.

Ah, tapi, apa dia tak apa-apa dengan cahaya matahari dan sebagainya?

“Buchou, Vampir lemah terhadap matahari kan? Apa dia akan baik-baik saja?”

Buchou mengangguk pada pertanyaanku.

“Dia memiliki darah dari Vampire istimewa bernama DayWalker yang membuatnya bisa hidup di pagi hari, jadi tak ada masalah. Namun, dia mungkin kurang menyukainya.”

DayWalker ya? Ternyata ada jenis Vampire seperti itu.

“Aku benci cahaya matahariiiiiiiii! Lebih baik matahari lenyaaaaap!”

Begitu, begitu. Bahkan bagi Iblis, cahaya matahari adalah musuh alami. Namun, karena kita adalah siswa sekolah ini, tidak bagus kalau kita tidak mengikuti pelajaran di pagi hari, tahu?

“Kamu tidak mengikuti pelajaran kan? Kalau kamu tidak mengendalikan kekuatanmu dan membuka dirimu, hal itu sangat tidak bagus, tahu?”

Ujarku namun dia justru berteriak,

“Tidak! Aku lebih suka dalam kotak kardus ini! Udara dan cahaya di luar adalah musuh alamikuuu! Tolong biarkan aku menjadi anak laki-laki yang tinggal dalam karduuuuus!”

...........Ini mengerikan. Entahlah apa yang salah darinya.

“Juga, bukankah dia butuh darah? Dia Vampir, kan?”

Buchou merespon pertanyaanku.

“Karena dia setengah Vampir, kebutuhan darahnya tidak terlalu banyak. Asal kamu mensuplai darah sekali setiap 10 hari maka tak ada masalah. Meski sebenarnya dia tak terlalu suka meminum darah.”

“Aku benci daraaaaaah! Aku benci ikaaaaaaan! Aku juga benci hatiiiiiiii!”

Kalau kamu Vampir dengan banyak ketidaksukaan lantas apa yang bisa kamu lakukan!

“.........Vampir tidak berguna.”

Koneko-chan menggumamkan ucapan itu. Seperti biasanya, dia tak mengenal ampun.

“Uwaaaaaaaaah! Koneko-chan jahaaaat!”

Apa karena mereka berdua sama-sama siswa kelas satu, dia takkan memberi ampun? Iya ya, biarpun aku kakak kelasnya, dia juga tak pernah memberi ampun padaku.

“Untuk sementara, sampai aku kembali, Ise, Asia, Koneko, Zenovia, akan kuserahkan latihan Gasper pada kalian. Akeno dan aku akan kembali ke tempat pertemuan untuk petinggi 3 golongan. Dan Yuuto, sepertinya Onii-sama ingin mendengar rincian tentang Balance Breakermu, jadi ikuti kami.”

“Ya, Buchou.”

Buchou juga banyak urusan. Tunggu, Kiba dipanggil oleh Maou-sama? Tentang Pedang Suci-Iblis itu?

Ah, kalau kuingat baik-baik, pedang itu, karena pada dasarnya Balance Breaker adalah fenomena yang mustahil, jadi itu adalah Sacred Gear yang tidak beraturan. Memang, ingin menyelidikinya itu alami.

“Ise-kun. Maaf, tapi kuserahkan Gasper padamu.”

“Iya, serahkan padaku, Kiba. Oke, karena Asia, Koneko-chan, dan Zenovia ada disini juga, kami akan melakukan sesuatu, pasti.”

Jujur saja, aku merasa kurang nyaman........si Vampir hikikomori. Aku lebih khawatir dengan masa depan.

“Gasper-kun, kamu harus lebih terbiasa di luar, tahu?”

Akeno-san berbicara langsung pada kotak kardus.

“Akeno Onee-samaaaaa! Tolong jangan katakan hal seperti ituuuuuuuuu!”

“Ara ara, sungguh merepotkan. Ise-kun, akan kuserahkan dia padamu.”

“Ya, kalau aku dimintai bantuan oleh Akeno-san, aku akan melakukan yang terbaik!”

Aku tak boleh mengkhianati harapan Buchou dan Akeno-san.

“Baiklah. Kalau begitu, bolehkan aku sedikit mendisiplinkan dia? Lelaki lemah itu tidak baik. Dan juga, aku ingin berhadapan dengan Vampir sejak kecil. Serahkan perawatannya padaku.”

Kemudian Zenovia menarik tali yang mengikat kotak kardus Gasper. Ingin berhadapan dengan........Tunggu! Apa kamu bermaksud membunuh Gasper!!??

“Eeeeeeek! Ti-ti-tidak mungkin, aku tak mau bertarung dengan pengguna Pedang Suci Durandaaaaaaaal! Aku akan hancuuuuuuur!”

“Jangan teriak, Gasper. Kalau mau, bolehkah aku persiapkan salib dan air suci, juga menyerangmu dengan bawang putih?”

“Eeeeeeeek! Bawang putih? Tidaaaaaaaaaak!”

Dia mungkin sedang sial karena bertemu Zenovia, itulah yang kupikirkan.

Selain itu, Zenovia-san. Kalau Iblis melakukan Exorcism, kamu akan memperoleh rasa sakit juga. Aku semakin khawatir dengan masa depan......


Bagian 2[edit]

“Hei, mulai berlari! Kalau kamu DayWalker berarti kamu bisa berjalan di bawah matahari!”

“Eeeeeek! Jangan mengejarku sambil mengayunkan Durandaaaaaaal!”

Hampir sore hari, si Vampir sedang dikejar oleh pengguna Pedang Suci.

Melihat dari sudut pandang orang luar, tampak seperti perburuan Vampir. Durandal juga mengeluarkan suara berbahaya sambil memancarkan aura suci.

Gasper juga mati matian berlari. Wajar saja sebab kalau dia sampai tertangkap, dia akan lenyap dalam sekejap mata.

Sepertinya Zenovia sedang melatihnya mulai dari kekuatan fisik dengan alasan “Jiwa yang kuat bermula dari fisik yang kuat”.

Dia gadis yang bersemangat seperti biasanya. Gadis ini yang mengayunkan Pedang legendaris sambil mengejarnya sepertinya juga terlihat senang.

Kalau kupikir-pikir, setelah dia terbiasa tinggal disini, Zenovia mengatakan kalau dari yang ia lakukan dan yang harus ia lakukan, semuanya terasa menyenangkan.

Bagian itu mungkin sama seperti Asia ketika dia sudah terbiasa tinggal di kota ini. Karena mereka menjalani hidup mereka dengan sederhana sebagai Umat Kristiani, Jepang dengan hampir tanpa agama, hasilnya akan menyegarkan bagi mereka.

“Meskipun suatu kehormatan untuk bertemu dengan Peluncur-san lain sepertiku, kita bahkan belum bisa saling melihat wajah kita.............*hiks*.”

Asia sepertinya menyesal. Matanya juga berkaca-kaca.

Di rumahku dia sering mengatakannya “Aku ingin bertemu Peluncur-san lain.”, ia sudah mengantisipasi pertemuannya. Meski ini adalah pertemuan yang lama ditunggu, karena hikikomori itu pembenci manusia max, apa boleh buat. Yaa, kami kan Iblis.

Selain itu, bahkan tidak melihat wajah Asia..........Sial! Aku tak bisa mengampuni bagian itu. Namun, aku harus menahannya. Meski dia seniorku sebagai Iblis, dia adalah junior di sekolahku. Ada juga bagian dimana aku harus membimbingnya sebagai seniornya.

Koneko-chan tengah mengejar Gasper bersama Zenovia sambil membawa bawang putih.

“.........Gya-kun, kalau kamu memakan bawang putih, tubuhmu akan sehat.”

“Tidaaaaaaaaaaak! Koneko-chan menjahilikuuuuuuuuuu!”

Apa kedua siswa kelas 1 ini akur-akur saja...........? Aku sudah paham kalau Koneko-chan adalah karakter yang menjengkelkan tapi........apa dia menjahili? Apalagi, Koneko-chan memanggilnya dengan ‘Gya-kun’.

“Oh, oh, mereka ramai sekali.”

Kemudian, seorang pengurus OSIS Saji muncul.

“Oh, kamu rupanya, Saji.”

“Yo, Hyodou. Setelah mendengar kalau ada budak hikikomori yang segelnya dicabut, aku datang untuk melihatnya sebentar.”

“Ah, dia ada disana. Yang sedang dikejar kejar oleh Zenovia itu.”

“Eeeeeek! Jangan mengejarku sambil mengayunkan Durandaaaaaaal!”

“Hei, hei, Zenovia-san, dia mengayunkan pedang sucinya seenaknya, tahu? Apa tidak apa-apa? Hah, oh tunggu, ternyata seorang gadis! Apalagi berambut pirang!”

Saji sepertinya senang. Kamu akan berpikir seperti itu.

“Maaf mengatakan ini, tapi dia adalah laki-laki yang berpakaian wanita.”

Mendengarkan itu, Saji sepertinya menjadi sangat shock. Dia seperti patah hati.

“Yaa, ini menggelikan. Apalagi, karena dia mengenakan pakaian wanita, pasti untuk ditunjukkan pada seseorang kan? Dan karena dia hikikomori, kontradiksinya terlalu banyak. Itu cukup sulit.”

“Itu benar. Kebiasaan berdandan wanita yang sulit dipahami. Juga, aku tak bisa bilang kalau pakaian itu cocok untuknya. Dan, kamu sedang apa, Saji?”

Saji sedang mengenakan jersey, sarung tangan nilon, dan sekop kecil untuk menanam bunga.

“Seperti yang kamu lihat. Aku sedang mengurus taman bunga. Ini sudah jadi perintah Kaichou sejak seminggu yang lalu. Hei, akhir-akhir ini ada banyak event di sekolah kan? Dan juga, setelah ini Maou-sama dan yang lainnya akan berdatangan. Sudah menjadi tugas bagi pion OSIS, aku, untuk membuat sekolah ini nampak indah.”

Ia membusungkan dadanya dan bersikap bangga, tapi bukankah dia disuruh mengurus tugas aneh.......? Meh, aku tak boleh mematahkan semangatnya sehingga aku tetap diam.

[Za......Za.......]

Usai percakapan, ada hawa kehadiran seseorang tengah mendekati kami. Saat aku menggerakkan kepalaku menuju ke arah itu—Aku hampir meragukan mataku.

“Heh. Para Budak Iblis keluarga Maou sedang bermain-main disini rupanya.”

Pria berwajah jahat yang mengenakan yukata—Aku mengenalinya.

“Azazel.......!”

“Yo, Sekiryutei. Lama tak bertemu sejak malam itu.”

Semua orang menatap tak percaya kepadanya yang muncul secara tiba-tiba, dengan satu ucapanku suasana disekitar mulai berubah.

Giii!

Zenovia mempersiapkan pedangnya. Mungkin karena dia merasakan atmosfirnya, Asia bersembunyi di belakangku, aku memunculkan Boosted Gear seolah melindunginya. Kenapa Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh muncul di tempat seperti ini?

Saji juga dengan wajah terkejut mengeluarkan wajah kusut Kadal di tangan kanannya. Itu adalah Sacred Gear milik Saji.

“Hy-Hyodou, katamu Azazel itu berarti—“

“Aku serius, Saji. Aku sudah bertemu dengan orang ini beberapa kali.”

Mungkin karena respon seriusku dia memahami, Saji membuat posisi bertarung juga.

Azazel tersenyum pahit melihat sikap kami. Jangankan rasa haus darah pertarungan, aku bahkan tak bisa merasakan keinginannya untuk melakukan pertarungan.

“Aku sedang tak mau bertarung. Hei, jangan serius begitu, Iblis kelas rendah-kun. Kalian harusnya sudah tahu meskipun kalian mengeroyokku sekaligus, kalian tak akan bisa menang melawanku, kan? Bahkan aku tak punya niat menjahili Iblis kelas rendah. Karena sedang jalan-jalan, aku datang untuk mengunjungi tempat Iblis. Apa si pemilik Pedang Iblis-Suci ada disini? Aku ingin menemuinya.”

Meskipun dia mengatakan semua itu, tak ada satupun yang mengubah kuda-kudanya. Mana bisa kami percaya ucapan Malaikat Jatuh! Apalagi, incaranmu adalah Kiba, kan?

“Kalau Kiba, dia sedang tidak disini! Kalau kamu mengincar Kiba, tak akan kubiarkan itu terjadi!”

Karena Kiba adalah pemilik Balance Breaker langka, apa dia berniat untuk memberinya penawaran?

“............Ya ampun, padahal kalian tak bisa menang melawan Kokabiel, jelas tak mungkin kalian bisa mengalahkanku—Begitu, si pemilik Pedang Iblis-Suci sedang tidak ada. Membosankan sekali.”

Sambil menggaruk kepalanya, Azazel mendekat. Tak ada rasa permusuhan sama sekali. Karena itulah, dia jadi makin seram. Karena rasa takut kedua tanganku gemetaran.

Melawan salah satu pemimpin, Kokabiel, kami tak bisa berbuat apa-apa. Kalau lebih dari itu, lawan level teratas muncul......bahkan kehancuran seketika mungkin terjadi.

Aku tak ingin pergi ke dunia lain segera setelah sayap hitam itu membuka.........Kalau harus mati, maka setidaknya biarkan aku mati setelah bisa melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou.

Azazel menunjuk ke arah pohon tertentu.

“Vampir yang bersembunyi disana.”

Gasper yang bersembunyi dibalik batang pohon panik. Sambil mendekati Gasper, Gubernur Malaikat Jatuh Azazel berkata,

“Kamu pemilik Forbidden Balor View kan? Kalau kamu tak bisa menggunakannya dengan benar, ia akan menimbulkan bahaya bagi orang lain. Sebagai Sacred Gear tipe pendukung, kalau kamu bisa melengkapi aspek yang kurang, pasti tak akan apa-apa tapi...........Kalau kuingat ingat, penelitian tentang Sacred Gear oleh Iblis masih tak ada kemajuan. Kalau kamu membangkitkannya melalui kelima indera, kalau kapasitas pemilik Sacred Gear itu masih rendah, ia akan bergerak secara alami, dan disitulah letak bahayanya.”

Seolah menatap wajah Gasper—Lebih tepatnya Azazel tengah menatap kedua matanya. Gasper sendiri gemetaran dari ujung kepalanya karena pendekatan si Malaikat Jatuh. Kupikir itu reaksi yang jelas.

Namun, aku tak merasakan ada yang aneh atau hawa jahat dari Azazel. Ekspresinya terlihat sangat tertarik. Mungkin karena yang lain juga merasakannya, mereka tak tahu bagaimana harus merespon.

Melihat ke arahnya, Gasper terlihat seperti sedang diserang oleh Malaikat Jatuh, namun......

Azazel menoleh ke arah kami dan menunjuk pada Saji. Sambil ketakutan, Saji membuat kuda-kuda. Namun—

“Apa itu ‘Absorption Line’? Kalau kamu melatihnya, cobalah menggunakannya. Hubungkanlah dengan Vampir ini, kalau dia membangkitkannya selagi kamu menyerap kelebihan energi Sacred Gear, pasti bisa membuatnya lebih terkendali.”

Karena penjelasan Azazel, Saji membuat ekspresi wajah yang rumit.

“...........S-Sacred Gearku, jadi bisa menyerap kekuatan dari Sacred Gear lawan juga? Aku pikir ini hanya bisa menyerap kekuatan lawan dan sekedar melemahkan mereka........”

Mendengarkan itu, Azazel memasang ekspresi heran.

“Astaga, justru karena hal inilah, akhir-akhir ini pengguna Sacred Gear tak mencoba memahami kekuatan Sacred Gear mereka baik-baik. Absorption Line membawa kekuatan satu dari lima Raja Naga, sang Naga Kerangkeng, Vritra. Yaa, aku menemukan ini berkat penelitian baru-baru ini. Benda itu bisa terhubung pada objek manapun, dan bisa memecah kekuatan itu. Kalau hanya sementara, masih mungkin untuk memisahkan sambungan dari sisi pemiliknya, dan menghubungkannya ke objek atau orang lain.”

“Be-berarti, sambungan di sisiku........misalnya aku bisa menghubungkannya dengan Hyodo atau orang lain? Dan kemudian kekuatan akan mengalir pada Hyodou?”

“Iya, kalau kamu tumbuh, jumlah sambungan juga akan bertambah. Kalau kamu melakukan itu hasil penyerapannya akan meningkat juga.”

“............”

Saji menjadi terdiam. Lebih seperti, tentang Sacred Gear Saji, kalau penjelasan Azazel memang benar, bukankah benda itu sangat hebat?

Tidak, tidak. Orang ini adalah Gubernur Jenderal dari Malaikat Jatuh, tahu? Bos dari musuh lama para Iblis! Sudah jelas kalau dia orang jahat!............Aku memikirkan itu, tapi aku tak merasakan hawa permusuhan sama sekali.

Aku khawatir dengan yang Kokabiel katakan waktu itu,

“Hobi mengoleksi Sacred Gearnya sungguh tidak normal”—Itulah yang dia katakan. Apa ada hubungannya dengan ini?

“Dalam meningkatkan Sacred Gear, cara tercepat adalah meminum darah dari pemilik Sekiryutei. Kalau kamu biarkan Vampir meminum darahmu, kekuatan mereka akan bertambah. Oke, lakukan sisanya sendiri.”

Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh-san berkata sebanyak itu dan dengan sekali tatap, ia balik arah dan pergi. Namun, kemudian ia berhenti, dan menolehkan wajahnya ke arahku.

“Maaf soal Vali—Hakuryuukou kami sampai menemuimu atas keinginannya sendiri. Aku yakin kamu pasti terkejut kan? Tak mengapa, dia pria yang aneh tapi dia tak berpikir tentang menyelesaikan persaingan diantara merah dan putih secepatnya.”

Itulah yang Azazel katakan, namun........

“Bagaimana denganmu? Tidakkah kamu meminta maaf karena sudah menemuiku berkali-kali tanpa mengungkapkan identitas aslimu padaku?”

Aku tanpa sadar memprotesnya. Namun, aku sangat terkejut. Kalau kliennya adalah Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh, bercanda itu ada batasannya.

Namun, Azazel menunjukkan senyuman licik dan mengatakan beberapa patah kata.

“Ya, itu hobiku. Jadi aku tak perlu meminta maaf.”

Mengatakan itu, dia pergi berlalu.

.........

Kami ditinggalkan disini. Kami bertukar tatap dan bingung bagaimana harus bereaksi namun Saji setelah mendesah berkata,

“........Untuk sementara waktu, bisakah aku menggunakan Sacred Gearku pada wajah baru-kun disana itu? Dalam kondisi itu, mari coba memakai Sacred Gearnya dan berlatih. Sebagai gantinya, lain kali aku akan meminta kalian membantuku mengurus taman bunga.”

Atas saran Saji, semuanya mengangguk, dan latihan Sacred Gear Gasper dimulai.

Saji menghubungkan lidah Absorption Line pada Gasper, dan menyedot kelebihan tenaga. Seperti ucapan Azazel, penyerapan memang terjadi............Tak kusangka, ternyata dia sangat pakar tentang Sacred Gear, Gubernur Jenderal-san itu.

Usai itu, bola voli yang kami lempar, ketika memasuki bidang pandanga Gasper, terhenti seketika. Objek hanya betul-betul bisa dihentikan dalam jeda beberapa menit. Kalau itu bola, ia terhenti di tengah udara dan tetap seperti itu. Kalau benda hidup, gerakannya dihentikan dan tetap pada posturnya yang sama.

Orang-orang yang dihentikan, dalam jeda itu, mereka benar-benar terhenti, sampai-sampai kesadarannya, mereka tak ingat apapun sepanjang jeda mereka dihentikan. Aku mengalaminya juga jadi aku tahu. Aku bisa merasakan ada yang aneh tapi tidak sampai menyadari apa yang terjadi.

Tak ada masalah dengan objek yang memasuki bidang pandangnya tapi tanpa ragu itu adalah Sacred Gear yang tangguh. Semakin dekat kamu memasuki bidang pandangnya, semakin lama kamu terhenti, semakin jauh dirimu semakin besar jarak pandangan sehingga waktu penghentian semakin pendek.

Karena Gasper tak mampu secara efektif menggunakan Sacred Gearnya, hanya benda-benda tertentu dalam bidang pandangnya yang terhenti. Aku merasa sudah memahami situasi yang sekarang ini.

Karena mustahil baginya untuk membangkitkannya secara sadar, ada juga kasus kecelakaan ketika ia menatap ke arah seseorang dan bagian dari tubuh mereka menjadi sedikit terhenti.

Astaga, maafkanlah aku karena membangkitkannya secara tanpa sadar.

Sepanjang waktu itu, Gasper akan berteriak meminta maaf “Maaaaaf” dan mencoba melarikan diri. Menangkapnya dan membawanya kembali sangatlah merepotkan.

Akan bagus kalau dia hanya menghentikan bola yang datang ke arahnya, tapi sangat sulit. Ini mungkin........lebih sulit dari dugaanku. Kemampuan Sacred Gear adalah salah satunya, namun melatih pemiliknya, Gasper sendiri, sangat sulit.

Namun, karena aku diminta oleh Buchou, aku harus mengurus orang ini. Aku akan menjadikan orang ini pengendali waktu yang hebat! Itulah yang kukatakan untuk menyemangati diriku.

“Bagaimana? Apa ada perkembangan dalam latihannya?”

Buchou datang menemui kami setelah membuatkan sandwich untuk kami. Sepertinya dia sangat khawatir pada Gasper. Orang yang dibicarakan, sedang dihisap kekuatannya terus menerus sambil mengatakan “Eeek! Eekk!”

Kami memakan sandwich ketika waktu istirahat. Kuh! Bumbunya yang ajaib bekerja dengan baik dan rasanya super enak!

“Buchou, enak sekali!”

“Fufufu. Bahan-bahannya tidak banyak jadi aku hanya bisa membuat sesuatu yang simpel.”

Biar begitupun rasanya memang enak. Saji juga berteriak “Lezat!”

Akeno-san dan Kiba yang tak berada disini tengah berada dengan Sirzechs-sama atau entah dimana.

Buchou terkejut tentang Azazel, tapi kemudian dia berkata.

“Aku dengar Azazel punya pengetahuan luas tentang Sacred Gear. Nasehat tentang Sacred Gear.......Mungkin dia punya banyak waktu luang sampai memberi nasehat pada orang lain.”

“Rias-senpai kembali, aku akan kembali untuk mengurus bunga-bunga di taman bunga.”

Usai mengambil 2, tidak 3 sandwich yang Buchou buat di mulutnya, ia mengatakan itu

“Saji-kun. Terima kasih banyak sudah datang jauh-jauh untuk membantu latihan budakku. Terima kasih banyak.”

Si brengsek Saji, setelah membuat Buchou berterima kasih padanya, wajahnya memerah.

“T-tak apa-apa. Kamu adalah teman berharga Kaichou dan aku melihat kemungkinan baru tentang Sacred Gear. Tapi aku harus mengurus taman bunga, jadi........”

Saji memang orang baik. Mulutnya memang buruk tapi dia sudah membantu latihan kami.

“Sampai nanti, Hyodou. Bekerja keraslah!”

“Ya, makasih banyak.”

Usai aku juga berterima kasih, Saji beranjak pergi.

Usai kepergian Saji, Buchou berkata pada Gasper yang tengah beristirahat di bayangan pohon.

“Gasper, kamu masih bisa melanjutkan kan? Setelah dihisap oleh Saji, kekuatanmu sudah diatur sampai level sempurna, untuk waktu yang tersisa aku juga akan menyertai latihanmu.”

Ooh! Buchou, ini menjanjikan! Buchou sungguh perhatian pada budaknya. Disamping itu, ia juga mau menyertai latihan baik-baik! Dia bahkan melakukannya untukku sekarang.

“A-a-akan kulakukan yang terbaik!”

Oleh suara Buchou, sambil kelelahan, Gasper kemudian berdiri.

Baiklah, aku akan menyertainya sampai akhir hari ini!

Kemudian, latihan Sacred Gear Gasper berlanjut sampai malam hari.


Bagian 3[edit]

Malam esok hari.

Aku tengah melakukan pekerjaan Iblisku. Bahkan aku sekarang tak bisa berteleport melalui lingkaran sihir ke tempat klien manusia tapi pekerjaanku berjalan dengan sempurna.

Pertemuan tiga kekuatan besar memang semakin dekat namun kami budak harus terus melanjutkan tugas kami dengan baik. Karena dua Maou-sama yang berada di puncak industri berada di kota yang sama, kami tak bisa melakukan pekerjaan sesuka kami.

“Hah? Kamu hari ini, Ise-kun?”

Itulah yang pria muda yang merupakan klien malam ini—Morisawa-san katakan dalam nada kecewa sambil menjatuhkan bahunya.

Dia pelanggan Koneko-chan dan pelangganku juga. Malam ini giliranku. Tatapan Morisawa-san mendadak mengarah ke bawah. Sepertinya dia penasaran dengan objek yang berada di sisiku—

.........Kotak kardus besar berada di sampingku.

“Apa itu?”

“Ini kotak kardus bicara.”

[Bam] kalau aku menendang kotak kardus dengan ringan dari dalam kamu bisa mendengar suara “Eeeeeek!”

Ya, itu adalah kotak yang dihuni oleh Gasper. Karena Buchou dan yang lain meminta membawanya serta dalam pekerjaan Iblis untuk sementara waktu, aku membawa benda ini dengan mengencangkannya di kursi belakang sepeda dan mengayuhnya kemari, tahu? Aku rasanya ingin menangis. Jujur saja, dia akan berguna hanya sebagai hiasan, selama dia tak mengganggu, takkan apa-apa. Aku akan biarkan kotak kardus ini disini—

“Apa-apa? Apa yang ada di dalamnya?”

Itulah yang Morisawa-san katakan sambil mendekat sebelum aku menyadarinya! Tiba-tiba, dia membuka penutup kotak kardus itu—

Bego!

“...........”

“...........”

Mata Gasper dan Morisawa-san bertemu.

“Fue........”

Orang dengan antrofobia, kalau mereka ditatap oleh orang lain maka mereka akan berurai air mata. Gasper, tahanlah sedikit.

“Kelihatannya memang seperti Bishojo, tapi kenyataannya dia laki-laki. Dia punya hobi mengenakan pakaian perempuan.”

Untuk sementara aku juga memberi penjelasan. Kalau dia tahu jika ia laki-laki sebelumnya, maka dampak yang ia rasakan akan lebih sedikit juga. Morisawa-san memegang kedua bahuku dengan kuat dan berkata,

“Anak seimut ini, tak mungkin dia seorang gadis! Akan lebih baik kalau dia laki-lakiiiiiiiii!”

.......!

Ada apa dengan suara menggelikan itu!? Eh? Tak apa apakah meski dia laki-laki!? Matanya tampak sangat bercahaya!

“Ayo, keluarlah! Onii-san tidak menakutkan, tahu? Mari lakukan hal-hal menyenangkan bersama.”

Morisawa-san berbicara pada Gasper dengan nafas berat di hidungnya. Cara bicara dan tingkah lakunya seperti pria mata keranjang.

“Uuuuuuuuwahhhh..........hiks.........”

Orang yang dibicarakan, Gasper gemetaran. Dia sepertinya takut. Itu sudah alami. Bahkan aku sendiri takut pada Morisawa-san sekarang!

Dia menggetar getarkan kelima jari di kedua tangannya, tangan Morisawa-san meraih Gasper—

“Tidaaaaaaaaaak!”

Teriakan Gasper—Untuk sesaat, inderaku terhenti—

..............

Saat aku menyadarinya, kotak kardus di sampingku sudah lenyap.

“??????”

Morisawa-san juga tak paham apa yang sudah terjadi padanya.

Itu adalah penghentian waktu. Gasper pasti sangat ketakutan dan membangkitkan Sacred Gearnya tanpa disadari.

Waktuku dan Morisawa-san dihentikan selama jeda tertentu. Meneliti ruangan, kotak kardus telah berpindah ke sudut. Kamu kabur kesana rupanya. Aku mendekatinya, dan berbicara pada Kotak Kardus tertutup itu.

“Gasper, maaf. Morisawa-san agak menyeramkan sih,”

“Hiks..........fueeeeee.........”

Dia menangis. Habislah aku. Kalau begini dia tak akan berguna dalam pekerjaan ini.

“Aku menghentikannya lagi.........bodoh, bodoh, bodoh.........aku bodoh. Menghentikan itu tidak bagus.......biarpun aku nggak mau menghentikan........”

Gasper.............karena Buchou mempercayakanmu padaku, aku harus lakukan sesuatu.

Namun, kalau Gasper menjadi ketakutan, dia tak mampu melakukan apapun. Aku juga, aku tak bisa berkata apa-apa padanya pada poin itu.


Bagian 4[edit]

“Gasper, tolong keluarlah. Aku yang salah karena sudah memaksamu ikut bersama Ise.”

Buchou tengah meminta maaf di depan pintu kamar Gasper.

“Fueeeeeee!”

Gasper yang mengunci dirinya di gedung sekolah tua bisa terdengar tengah menangis keras sampai seperti mau mati.

Dia membenci orang-orang, dia tak bisa mengendalikan Sacred Gearnya dan membuat masalah pada orang lain, sepertinya kekhawatirannya banyak. Tidak, sebelum itu, Morisawa-san memang seram. Itu sudah jelas.

Aku dengar dari Buchou,

Ayah Gasper berasal dari keluarga bangsawan Vampir namun karena ibunya adalah gadis manusia, ia tak berdarah murni. Aku dengar mereka membenci yang bukan berdarah murni lebih dari Iblis, Vampir yang memusuhi, bahkan meski saudara mereka sendiri, perlakuan mereka sungguh mendiskriminasi.

Gasper sudah ditindas oleh saudaranya sejak masih kecil, bahkan saat ia pergi ke dunia manusia, ia diperlakukan seperti monster, ia tak punya tempat yang ia sebut rumah.

Namun, ia memiliki kemampuan unik Vampir,dan kemampuan sebagai manusia—Sacred Gear istimewa, karena dia terlahir dengan keduanya, meskipun dia tak menginginkannya, seiring bertambahnya usianya, kudengar kekuatannya juga semakin besar.

Bahkan kalau ia ingin menjadi temanku, jika kebetulan Sacred Gearnya aktif sendiri, dan menghentikan orang lain.

“Hei, Ise, bagaimana perasaanmu kalau bisa menghentikan waktu?”

Aku ditanya seperti itu oleh Buchou.

“.........Aku sedikit takut.”

Biarpun aku membayangkannya, hanya ada gambaran buruk. Kalau aku menghentikan waktu, apa yang akan kulakukan? Selagi waktuku dihentikan, apa yang terjadi padaku? Itu pasti akan sangat menggangguku. Bahkan meski orang lain tak memikirkan itu.

Orang-orang yang dihentikan oleh Gasper pasti juga berpikir seperti itu. Sekali kecurigaan muncul dalam hati, maka persahabatan menjadi mustahil, dan mereka harus mulai takut pada Gasper.

Gasper mengalami waktu itu lagi. Hanya ketidakbahagiaan yang diterima bagi mereka yang memiliki Sacred Gear.

Asia juga sama. Dari dipanggil gadis suci menjadi penyihir—

Sepertinya Sacred Gear adalah berkah dari Tuhan tapi........Kudengar meski Tuhan sudah tidak ada lagi, karena program Sacred Gear yang Tuhan tinggalkan masih ada dan berjalan, Sacred Gear takkan mati.

Memang mereka tangguh sebagai senjata namun konsekuensinya ia juga memiliki kekuatan untuk membuat penggunanya menderita.

“A-a.....aku tak butuh Sacred Gear semacam itu! Ka-karena aku menghentikan semua orang! Aku membuat mereka takut! Aku membuat mereka tak menyukaiku! Aku tak ingin menghentikan te-teman dan re-rekanku lagi........melihat orang orang yang kusayangi dihentikan.......A-aku tak menginginkan itu!”

Gasper menangis sesenggukan dalam kamar.

Dia juga diusir dari rumahnya, di dunia manapun Gasper tak mampu hidup, ia diusir oleh semua orang. Pada saat ia diincar oleh Pemburu Vampir dan kehilangan nyawanya sekali, sepertinya dia dipungut oleh Buchou disana.

Namun, pada hari hari itu, Gasper yang diberkahi kekuatan tak bisa dikendalikan oleh Buchou, dan disuruh untuk disegel oleh para atasan. Dan kemudian, segelnya dibuka saat ini.

“Sungguh disayangkan.........membuat anak ini mengurung dirinya sekali lagi........aku gagal sebagai [Raja].”

Buchou depresi. Buchou tidak salah. Gasper juga tidak salah. Justru yang salah adalah aku. Meskipun mereka memasang harapan tinggi padaku dan membuat dia menyertaiku bekerja, aku tak bisa melakukan apa-apa.

“Buchou, bukankah pertemuanmu dengan Sirzechs-sama dan yang lain sudah semakin dekat?”

“Ya, tapi aku ingin menambahkan waktunya sedikit. Aku harus memastikan Gasper tidak apa-apa lebih dulu—“

“Serahkan sisanya padaku. Akan kulakukan sesuatu tentang itu.”

Atas saranku Buchou juga tak bisa terlalu keberatan. Karena pertemuan juga penting.

Bos dari tiga golongan utama akan berkumpul. Setting itu sangat penting. Kalau hal yang diluar dugaan terjadi di hari yang sama, dengan hanya itu jarak diantara mereka mungkin jadi semakin melebar lagi.

“Baiklah, akhirnya aku dapat junior laki-laki! Akan kulakukan sesuatu untuknya!”

Itulah yang aku nyatakan sambil membusungkan dadaku. Itu hanya gertakan. Sejujurnya, aku tak terlalu percaya diri. Hal semacam ini bukanlah keahlianku. Tapi di depan Buchou, aku harus kelihatan keren.

“Ise. Baiklah, aku paham. Bisakah kuserahkan padamu?”

“Iya!”

Usai mendengar jawaban penuh semangatku, Buchou mengangguk dengan senyuman.

Seolah menyesal dan khawatir, Buchou menatap kamar Gasper sekali kemudian meninggalkan ruangan.

Usai melihat kepergian Buchou, aku menarik nafas panjang, dan duduk di depan pintu.

“Sampai kamu keluar, aku takkan bergerak selangkah pun dari sini!”

Aku berpikir banyak tapi karena aku seorang idiot, hanya ini yang bisa kuperbuat! Duduk! Sederhana dan biasa! Kupikir sejak zaman kuno cara ini adalah yang paling ampuh menghadapi orang yang menutup dirinya! Mungkin saja!

..............

Ini soal perang ketahanan. Dengan itu aku dengan sabar tetap duduk selama satu jam, tapi tak ada perubahan apa-apa. Tak ada tanda dia akan keluar juga.

.........Duduk dengan diam seperti ini tak ada gunanya ya. Sambil merasakan itu, aku mencoba berbicara padanya.

“........Apa kamu takut? Pada Sacred Gear........dan pada kami?”

“............”

Aku bicara diluar pintu.

“Aku juga memiliki Sacred Gear yang dihuni oleh Naga terkuat. Namun, hidupku tidak sehebat dirimu yang Vampir, atau seperti Kiba. Aku hanya siswa SMA yang normal.”

Aku tak tahu berapa banyak yang menjangkaunya. Namun, mari bicarakan perasaan jujurku.

“Aku........jujur saja. Aku takut. Sembari menggunakan kekuatan Naga, aku merasa kalau bagian tertentu tubuhku berubah menjadi sesuatu yang lain. Aku juga tak tahu banyak tentang Iblis saat ini, ataupun tentang Naga. Namun, aku merasa harus terus bergerak maju.”

Karena tak ada apa-apa lagi padaku.

“Kenapa? M-mungkin, kamu mungkin kehilangan sesuatu yang penting, tahu? Kenapa kamu, senpai, begitu ingin menjalani hidup yang bergerak maju ke depan........?”

Oh, dia menjawab, baguslah. Berarti dia mendengarkan ceritaku. Tapi, pertanyaan itu merepotkan.....

“.......Tidak..........karena aku idiot, aku tak bisa memahami hal-hal sulit. Hanya saja—“

“Hanya saja?”

“.......Aku tak mau melihat air mata Buchou sekali lagi. Ketika kami ikut serta dalam Rating Game, kami semua kalah. Kami dikalahkan habis-habisan sampai aku tak ingat apa-apa ketika aku dikalahkan. Aku tak ingin jadi menyedihkan.........biar begitupun, aku hanya mengingat tangisan Buchou.”

Aku meremas tinjuku erat-erat. Waktu itu—bahkan mengingatnya saja membuatku resah.

“.........Rasanya tegang. Begitu terpatri kedalam otakku. Belum lagi, rekan-rekanku terus dikalahkan satu demi satu. Pada akhirnya, hanya aku yang tersisa.........bahkan sekarang, aku melihatnya dalam mimpiku. Mimpi dimana aku berlarian dalam medan tempur sendiri. Aku akhirnya menemukan Buchou tapi, dia sedang menangis dan aku tak mampu melakukan apa-apa.........”

[Giiii]

Dengan suara berdecit pintu terbuka sedikit.

“...........Aku tidak ikut sepanjang waktu itu.”

Sosok Gasper muncul dari balik pintu dan ia terlihat seperti sedang mati-matian menahan air matanya.

“Ah, aku paham. Aku tak menyalahkanmu karena hal itu. Tapi, dari sekarang akan berbeda, kan?”

“........A-aku hanya akan membuat masalah.........aku hanya hikikomori, aku sangat pemalu.......aku tak bisa menggunakan Sacred Gearku dengan benar.........”

Sambil aku menyentuh kepala Gasper, aku melirik kedalam matanya.

Sacred Gearnya ada disini ya. Kemampuan untuk menghentikan waktu.

“Aku tak membencimu. Sebagai senpaimu aku akan mengurusmu baik-baik.......Yaa, sebagai Iblis, kamulah senpainya. Tapi, di kehidupan nyata akulah senpaimu jadi serahkan saja padaku.”

“...........”

Gasper berkedip dalam kekagetan namun aku melanjutkan,

“Pinjamkan aku kekuatanmu. Mari mendukung Buchou bersama. Kalau kamu takut sesuatu maka aku akan mengirimnya terbang jauh. Biarpun begini, aku adalah pemilik kekuatan Naga Legendaris, tahu?

Aku memberikan senyuman namun Gasper nampak bingung bagaimana harus merespon.

“Maukah kamu meminum darahku? Kalau yang si brengsek Azazel katakan itu benar, maka kalau kamu meminum darahku mungkin kamu bisa mengendalikan Sacred Gearmu.”

Waktu itu, dia mengatakan itu. Kalau bisa dilakukan hanya dengan ini kupikir itu harga yang murah....Akankah aku menjadi Vampir? Aku pernah dengar kalau kamu perjaka dan digigit oleh Vampir maka kamu akan menjadi Vampir tapi......

Namun Gasper menggeleng kepalanya secara horizontal.

“........Aku takut. Meminum darah secara langsung dari makhluk hidup. Aku bahkan takut pada kekuatanku sendiri........Kalau ada masalah terjadi lebih dari ini maka..........aku akan.......aku akan........”

“Ya. Kamu tak suka digunakan oleh Sacred Gear ya. Namun sebenarnya aku iri pada kekuatanmu, tahu?”

“............”

Hanya beberapa kata dariku Gasper menunjukkan ekspresi terkejut dari lubuk hatinya. Eh? Ada apa dengan reaksi itu.........

“Apa aku mengatakan hal aneh? Karena, bukankah bagus kalau bisa menghentikan waktu? Kalau aku memiliki Sacred Gear itu maka, akan sangat hebat. Aku bisa menggunakannya pada gadis-gadis di kelasku, bukan, pada semua gadis untuk melakukan hal-hal mesum. Aku bisa memastikan ini. Aku akan merangkak di koridor dan mengintip celana dalam para gadis kurasa. Ah, kalau dengan Sacred Gear itu, aku akan menghentikan Buchou dan menggunakannya pada pa-payudaranya.......! Ah, dengan berpikir kalau aku bisa melakukan apa saja dengan payudara itu, air liurku tak mau berhenti! Itu dia! Pa-payudaranya Akeno-san juga bagus! Selain itu, mengintip celana dalamnya juga bagus! Uwah! Ide-ide liarku tak mau berhenti!”

......Tunggu! Ini bukan waktunya mengatakan hal-hal semacam itu dengan air liur menggantung di mulutku! Aah, Gasper pasti sangat terkejut padaku dan—

Aku memikirkan itu namun dia malah tersenyum dengan senang.

“Ise-senpai, ternyata kamu orang yang baik.”

Ia mengatakannya dengan senyum kualitas terbaik. Uh, biarpun dia laki-laki jantungku jadi deg degan untuk sesaat. Ini berbahaya!

“Ini pertamakalinya ada yang berkata seperti itu. Belum ada orang yang bilang kalau mereka iri padaku. Apalagi memberikan contoh yang kompleks.........Ise-senpai, kamu orang yang lucu.”

Itu mungkin benar. Maaf kalau aku seorang mesum.

“Paham, dengar baik-baik Gasper—Aku ingin mentransfer kekuatan Sekiryutei ke payudaranya Buchou.”

Karena mendengar perasaan lurusku, Gasper mengeluarkan ekspresi terkejut namun perlahan matanya mengembun.

“............Hebat, Ise-senpai. Sambil memiliki Sacred Gear tangguh, mampu berjalan ke depan dengan sikap mesum sampai seperti itu.........Itu proses pemikiran yang tak akan mencapaiku, aku tak tahu kenapa aku merasakan sedikit impian dan harapanmu. Ise-senpai, hasratmu begitu dipenuhi oleh keberanian.”

Hahaha, aku merasa sedang direndahkan, tapi mungkin hanya imajinasiku!

“Ya pasti begitu! Itu Sacred Gear yang tangguh! Aku bisa menggunakannya! Aku akan memakai Sacred Gearku demi memuaskan hasrat seksualku! Aku telah menyatakan pada Naga yang hidup di gauntlet-ku juga! Aku akan mengisap payudara Buchou! Dan kemudian, sebagai tujuan baru aku akan mentransfer kekuatanku pada Payudara Buchou! Tidak, mentransfernya ke payudara Akeno-san juga bagus! Uwah! Impianku semakin meningkaaaaaaaaaaaat!”

Oh, tidak bagus. Aku tanpa sadar membuat pidato mesum dan air liurku menggantung. Tak bagus.

“A-aku juga merasa ada keberanian mengalir padaku. Kenyataannya hanya sedikit sih........”

“Bagus, bagus, kamu anak baik. Sini, lihat tangan kananku. Aku sudah meremas payudara Buchou dengan tangan ini, tahu?”

Gasper melihat dengan tatapan tak percaya ke arah tangan kananku usai mendengar pidatoku. Fufufu, ini ceritaku yang bisa dibanggakan!

Saji juga mendengar cerita ini. Aku senang kalau Gasper juga mendengar cerita ini. Tetap saja dia seorang laki-laki.

“Su-sungguh? T-tak mungkin......Bisa menyentuh Majikanmu yang merupakan Iblis kelas tinggi.......dengan Ise-senpai hanya ada hal-hal mengejutkan yang terjadi......”

“Juga, soal mentransfernya ke payudara, itu adalah ide Maou-sama. Aku sudah berpikir untuk mengikuti Maou-sama seumur hidupku. Orang itu luar biasa! Dia sudah mengeluarkan kemampuanku!”

“T-transfer payudara.......mampu menggunakan kemungkinan dan Longinus diluar kekuatan aslinya.......Maou-sama memang yang terkuat.”

Sebelum aku menyadarinya aku sudah memasuki ruangannya dan bercengkerama dengan Gasper.

“Sudah kuduga dari Ise-kun. Bisa mengobrol akrab dengan Gasper dengan cepat.”

Selagi aku dan Gasper tengah mengobrol tanpa gangguan, orang yang muncul itu adalah Kiba. Ia memasuki ruangan seolah penasaran. Apa dia khawatir? Seperti biasanya dia pria yang baik.

Itu benar, waktu yang sempurna. Karena semua lelaki klub sudah berkumpul, aku akan memulai pengumuman pentingku.

“Kiba, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.”

“Tentang apa, Ise-kun?”

“Aku, kamu, dan Gasper adalah laki-laki.”

“Itu benar. Tapi tiba-tiba mendengar itu, apa yang terjadi?”

“Aku berpikir membentuk aliansi diantara anggota laki-laki keluarga Gremory.”

“Itu.......membuatku agak tertarik. Apa maksudmu?”

Oh, Kiba cukup menerimanya. Baiklah, mari bicarakan tentang rencanaku.

“Pertama, aku mengumpulkan kekuatan. Lalu, setelah mentransfernya pada Gasper, hentikan waktu di sekeliling. Pada saat itu, aku bisa menyentuh wanita yang terhenti sesukaku.”

“............-----Lagi-lagi kamu memikirkan tentang ide-ide ecchi. Soal itu aku paham tapi kalau begitu tak ada tugas untukku, bukan?”

Oleh rencanaku Kiba mengucapkan kata itu dengan ringan........aku menjelaskannya lebih kalem.

“Tidak, ada. Kamu masuk mode Balance Breaker, dan melindungiku. Mungkin selagi aku melakukan hal-hal ecchi ada musuh yang menyerang. Ini kerjasama yang sangat penting.”

“Ise-kun, kalau itu kamu maka aku akan melakukan apa saja tapi........mari bicara tentang masa depan lebih serius—Metodemu menggunakan kekuatanmu terlalu ecchi. Ddraig bisa menangis, tahu?”

[Kiba sungguh pria yang baik]

Jangan mengucapkannya dengan nada memelas, Ddraig! Karena aku adalah pemilikmu, bantulah aku mewujudkan impian ecchiku!

“Kiba, kamu brengsek! Jangan menatapku dengan wajah mengasihani begitu! Kamu si tampan brengsek! Kamu punya muka keren! Kamu bisa memakan gadis manapun sesukamu! Aku bahkan belum memakan satupun!”

“.........Karena itu kamu, sekali kamu menyadarinya, kamu akan ketagihan lho, Buchou dan yang lainnya sepertinya sangat menyayangimu jadi berhentilah mengatakan itu.........Mereka bilang kalau realisasi diri adalah hal yang menakutkan.”

Kiba mengucapkan sesuatu dengan makna yang sulit. Meh, aku tak peduli.

“Baiklah, rekan-rekan priaku, mari bicara terus terang—Ronde pertama [Bagian pertama yang kamu suka dari perempuan]! Pertama adalah aku! Aku suka melihat payudara dan paha wanita!”

Kiba dan Gasper tersenyum dengan pahit namun bukan tidak menyukainya. Tapi aku tak melewatkan fakta kalau Gasper terus mengguncangkan tangannya dari awal sampai akhir.

Kurasa dia mungkin takut. Bukan karena kami, tapi menghentikan kami........

Dia takut pada Sacred Gear Penghenti-Waktunya yang mungkin bisa bangkit kapan saja dari lubuk hatinya. Itulah keputusannya yang diakibatkan oleh Sacred Gear itu.

Kalau dia menghentikan orang lain, dia akan dibenci. Karena rasa takut itu, tubuh dan pikirannya menjadi tersudut.

Namun, mari menikmatinya meski hanya untuk sekarang. Tidak, aku ingin membuat dia menikmatinya.

“Maaf, tapi tak apa-apakah kalau aku berada di dalam kotak kardus? ........Aku tak akan menutup penutupnya. Hanya saja, saat berbicara dengan orang lain, aku merasa lebih tenang didalam kotak kardus.”

Itulah yang Gasper katakan dengan nada meminta maaf.

Cukup disesalkan tapi aku membiarkannya. Apa boleh buat karena ini pertamakali baginya. Memaksanya juga tidak bagus. Mari keluarkan dia dari kotak kardus secara perlahan.

“Ah, ini menenangkan-----. Ini dia----. Kotak kardus adalah oasis hatiku—“

Sampai segitukah! Apa kotak kardus begitu nyamannya bagimu!

........Namun, pria ini, kotak kardus cocok untuknya......lebih seperti aku terbiasa melihatnya di dalamnya. Vampir kotak kardus. Karena ini adalah perkembangan yang sangat baru, aku bingung bagaimana harus bereaksi.

“Kalau kamu begitu tak suka bertemu secara langsung dengan orang lain, bagaimana kalau begini—“

Aku membuat dua lubang di kotak kertas yang terletak dalam ruangan dan menempatkannya di kepala Gasper.

“I-ini........”

Pria muda berpakaian wanita yang mengenakan kotak kertas di kepalanya dalam ruangan bercahaya suram. Kilas merah dari matanya muncul dari bagian yang sudah kuberi lubang.

“Ba-bagaimana? Apa ini cocok untukku--?”

Dia perlahan lahan semakin dekat dengan jalan Zombie! Intensitas macam apa ini! Dilihat dari manapun, itu adalah degenerasi! Aku betul-betul ketakutan!

“Ah, tapi ini..........ini bagus juga. Mungkin cocok untukku............”

“Gasper, untuk pertama kalinya aku merasa kalau kamu sangat hebat.”

“S-sungguh.......? K-kalau aku mengenakan ini berarti nilaiku sebagai Vampir mungkin meningkat..........”

Iya. Lebih dari Vampir, itu adalah mesum dengan kekuatan full power. Habislah aku. Orang-orang disekitarku semuanya aneh.

Kemudian, percakapan tidak senonoh yang hanya diikuti oleh laki-laki di malam hari dimulai.

Aku mengetahuinya tapi secara mengejutkan Kiba sendiri adalah pria mesum.


Bagian 5[edit]

Esok harinya, aku menuju ke tempat tertentu.

Aku dipanggil oleh Akeno-san. Lebih seperti, Buchou berkata kalau pekerjaannya sudah selesai, dia akan datang nanti. Pekerjaan apa itu? Hal pertama yang kupikirkan adalah bayangan ecchi tapi karena Buchou nanti juga datang, kemungkinan itu nihil.

Aku yang berada di antara mereka merasa senang namun juga tak nyaman. Kalau sesuatu terjadi lagi, nanti bisa berubah jadi pertarungan besar seperti tempo hari..........Perang memperebutkan aku, yang seorang piaraan. Aku merasa lebih dari layak sebagai piaraan! Namun sebagai laki-laki, hal itu sangat rumit!

Aku terus berjalan ke arah luar kota............Tunggu, hanya ada satu objek penting di depanku—Ya, sebuah kuil.

Uwaah. Kalau kuil, bukankah itu tempat yang sangat buruk bagi Iblis! Aku masih belum berjalan masuk kedalam kuil tapi kudengar kamu tak bisa masuk dengan mudah. Apalagi, aku pernah dengar dari Buchou tentang tempat tempat yang tak boleh dikunjungi......

Sambil memikirkan itu, mataku menangkap bayangan manusia di atas batu pijakan. Memusatkan mataku dan melihat—itu adalah wajah seseorang yang sangat kukenali.

“Selamat datang, Ise-kun.”

“Ah, Akeno-san!?”

Itu adalah sosok Akeno-san yang mengenakan busana Gadis Kuil.

Aku sedang mendaki tangga. Akeno-san yang berjalan ke depan mengucapkannya tanpa berhenti.

“Maaf, Ise-kun. Tiba-tiba memanggilmu seperti ini.”

“Ah, bukan masalah. Aku juga sedang menganggur. Tapi pekerjaan macam apa ini? Dan juga, Buchou bilang akan datang kemari nanti........”

“Ya, aku tahu. Rias harus melakukan pertemuan akhir dengan Sirzechs-sama tentang persiapan konferensi.”

Tidak, tapi, penampilan gadis kuil Akeno-san adalah yang terbaik! Benar-benar pas untuknya! Dia benar-benar seorang Yamato Nadeshiko[15]

Mungkin, nama aliasnya “Pendeta Halilintar” berasal dari sini? Selain itu, tak apa apakah bagi Iblis berada dalam kuil? Pertanyaanku tak ada habis-habisnya tapi kenapa Akeno-san ada disini?

“Tak apa-apakah untuk tidak mengikuti pertemuan dengan Buchou? Aku berpikir kalau kekuatan [Ratu] mungkin sangat diperlukan........”

“Grayfia-sama yang menggantikanku hari ini, belum lagi kalau derajat kepentingannya semakin tinggi, bahkan tanpa aku tak akan apa-apa. Lebih dari itu, aku harus menemui orang yang sedang menunggu di atas sana.”

High school dxd v4 175.jpg

Itulah yang Akeno-san katakan sambil melihat jauh ke atas tangga. Hah? Siapakah orang itu?

Pintu Gapura semakin dekat. Kalau Iblis mencoba melewati garis ini maka mereka akan menerima kerusakan; mereka bilang jangan dekat-dekat kuil tapi..........

“Tempat ini tak apa-apa. Sebuah persetujuan sudah disepakati, jadi Iblis pun bisa masuk.”

Sambil mengatakan itu Akeno-san berjalan melewati pintu gapura tanpa apapun terjadi. Ooh, ternyata tidak apa-apa ya.

Aku juga melintas dengan agak takut. Ah, ternyata memang tidak apa-apa.

Di depan mataku terdapat bangunan kuil utama yang sangat besar. Aku merasakan ketuaannya tapi tidak mengkhianati setiap bagiannya sama sekali.

“Akeno-san, apa kamu tinggal disini?”

“Iya. Pendeta dari generasi sebelumnya sudah wafat, kemudian Rias mengamankan kuil ini yang tak dihuni siapapun kepadaku.”

“Apa dia Sekiryutei?”

......., Aku menjadi sadar oleh suara orang ketiga, menoleh ke samping, orang yang ada disana adalah—

Sayap berwarna emas yang sangat berkilauan terlihat jelas di hadapanku. Pria muda dengan wajah tampan sedang menatapku lekat-lekat.

Tubuhnya terbungkus jubah putih yang sangat menawan—diatas kepalanya terdapat halo berwarna keemasan mengapung—Tunggu, halo!?

Pria muda itu memberikan senyuman lembut, dan datang untuk berjabat tangan.

“Senang bertemu denganmu, Sekiryutei, Hyodou Issei-kun.”

.........Dia mengetahui namaku. Siapa orang ini?

Merasakan keraguanku, di depan mataku 12 sayap muncul dari punggung si pria muda.

“Aku adalah Michael. Aku adalah pemimpin para Malaikat. Begitu, kualitas aura ini, memang Ddraig. Jadi terkenang masa lalu.......”

Benar-benar diluar dugaanku!


Bagian 6[edit]

Dengan panduan Akeno-san, aku dan Michael........san menuju ke kuil utama.

Sebuah halo adalah bukti seorang Malaikat. Aku dengar ini dari Buchou sebelumnya. Bagi Malaikat, ciri paling mencolok dari mereka adalah halo di atas kepalanya dan sayap berbulu putih, dimana ciri khas Malaikat Jatuh adalah tanpa halo diatas kepala dan sayap hitam. Michael-san memiliki sayap emas. Dia memiliki aura orang luar biasa yang mengapung di sekitarnya.

Didalam kuil utama yang cukup besar terdapat sejumlah pilar besar. Dari tengah, aku merasakan terpaan kekuatan tak diketahui, dan menggelitik kulitku. Aura ini, apa ini? Serasa penuh oleh sinyal berbahaya.

“Sebenarnya, aku berniat menghadiahimu ini.”

Hah? Akankah dia memberiku sesuatu? Aku mengarahkan mataku ke arah yang Michael-san tunjuk dengan jarinya, disana terdapat sebuah pedang mengapung dengan mengeluarkan aura suci.

..........Uwah, ini pasti pedang suci! Bahkan aku yang bodoh ini sangat memahami tekanan kekuatan itu. Sejak aku pernah melihat Pedang seperti Excalibur, Durandal, aku tahu apa arti aura suci itu.

“Ini George—kalau aku mengatakan Saint George mungkin akan lebih tepat? Ini adalah Pedang Suci pembunuh Naga, Ascalon, yang dimiliki orang itu.”

Tidak, aku tak tahu apa-apa tentang George atau Saint George sama sekali, tahu.

[Itu adalah Pembunuh Naga yang terkenal. Ya, kamu harus belajar lebih banyak lagi]

Diam! Dan ada apa dengan Pembunuh Naga? Bukankah itu memiliki aroma berbahaya hanya dengan mendengar namanya sendiri?

[Sekelompok orang yang menjadikan Pembunuhan Naga pekerjaan mereka—dan juga istilah yang digunakan untuk senjata yang mereka gunakan]

........Assasin yang terspesialisasi membunuh Naga ya. Seram. Apa itu berarti aku juga targetnya? Aku jadi semakin tak menyukai ini........

“Sebagai benda istimewa, karena aku memberikan ini, bahkan kamu Iblis yang memiliki kekuatan Naga akan tahu cara menggunakannya. Sebelum kamu memilikinya, menurutmu bisakah kamu menggabungkannya kedalam Boosted Gear?”

Itulah yang Michael-san katakan tapi apa mungkin bisa?

[Itu tergantung padamu. Sacred Gear menjawab perasaanmu. Kalau kamu mengharapkannya, hal itu akan mungkin terjadi]

Begitukah? Ya, bagaimana menggunakannya? Lebih seperti, dengarkan pertanyaanku.

“Kenapa, memberikannya padaku?”

Berapa kalipun berpikir akhirnya aku menanyakannya padanya. Kenapa benda yang sangat berharga ini diberikan padaku? Belum lagi, aku adalah musuh para Malaikat, aku memiliki Naga yang membuat masalah sepanjang peperangan dahulu kala. Kupikir aku adalah eksistensi terburuk bagi mereka. Michael-san menjawab sambil tersenyum.

“Pertemuan kali ini, kupikir ada peluang besar untuk kerjasama diantara 3 kekuatan besar. Kudengar kamu sudah mengetahuinya jadi aku mengatakan ini tapi, kami kehilangan Pencipta kami—Tuhan sepanjang peperangan silam. Musuh kami juga kehilangan Maou dalam pertempuran. Pemimpin Malaikat Jatuh sudah mundur. Azazel juga sudah membuat pernyataan resmi tentang tidak akan berperang. Ini kesempatan, kesempatan menyingkirkan peperangan tak berguna. Kalau pertarungan kecil seperti ini terus terjadi maka ketiga kekuatan besar akan hancur. Bahkan meski bukan itu, kekuatan besar dari pihak lain akan menyerang. Pedang itu adalah hadiah dariku untuk pihak Maou. Tentu saja, aku juga sudah memberi hadiah pada pihak Malaikat Jatuh. Aku mendapat Pedang Suci yang dirumorkan dari pihak Iblis juga, pihak kami cukup bersyukur dengan itu.”

Haa. Michael-san mengucapkan hal yang rumit. Artinya, pertemuan kali ini sangat penting, dan dia ingin berdamai dengan kami Iblis dan Malaikat Jatuh.

Namun, kekuatan besar dari pihak lain? Apa itu? Adakah kekuatan lain selain dari 3 kekuatan besar?

[Tentang itu. Selain kekuatan besar yang tertulis dalam buku Injil, sistem mitologikal yang lain juga ada]

........Apa itu? Ddraig, ini pertama kalinya aku mendengarkan hal itu..........

[Pada dasarnya, mereka tak melenceng dari wilayah mereka. Karena persetujuan implisit anti-perang ada. Namun, kita tak tahu kapan mereka akan bergerak kalau mereka mengetahui bahwa Tuhan dalam buku suci Injil telah tiada. Pembicaraan ini juga untuk memastikan kalau ketiga kekuatan besar tidak membocorkan ketiadaan Tuhan dalam buku suci Injil kepada pihak luar]

?????? Aku tak paham. Aku sama sekali tak paham dengan yang Ddraig ucapkan sejak tadi.

Pikiranku dipenuhi pertanyaan. Aku tak tahu tentang masalah masalah mendalam diantara Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh, tahu?

Michael-san melanjutkan ucapannya padaku yang pertanyaannya masih belum terpecahkan.

“Kami dengar kalau seorang yang melawan kami, sang Welsh Dragon telah menjadi Iblis. Sebagai sapaan, dan sekaligus hadiah kami memberikan pedang itu. Mulai dari sekarang mungkin kamu akan banyak diincar oleh musuh sekelas Naga dan sang Vanishing Dragon. Aku berpikir tentang rumor ‘Pemilik terlemah sepanjang sejarah’, ini mungkin bisa jadi senjata pendukung bagimu.”

Maaf karena menjadi yang terlemah! Bahkan seperti ini aku bekerja keras, tahu?

Semua hal ini masih belum kupahami sama sekali namun ia menyerahkan pedang itu padaku.

Tidak, tapi kenapa aku?

“Tak apa apakah memberikannya padaku? Lebih tepatnya, kenapa aku?”

“Pernah hanya sekali ketiga kekuatan besar berpegangan tangan bersama. Itu sepanjang waktu mereka mengalahkan Naga merah dan putih. Karena kedua Naga yang ikut campur dalam peperangan kami dan membuat alur pertempuran menjadi kacau.”

Aku pernah mendengar cerita itu dari Ddraig sebelumnya. Dan lalu, Ddraig-san, dia mengucapkan sesuatu.

[.......Siapa tahu]

Jadi kamu berpura-pura bodoh ya. Meh, itu bukan urusanku.

“Harapanku kita bisa bekerjasama lagi seperti waktu itu, aku menaruh harapanku padamu—kepada Sekiryutei. Itu tipikal orang Jepang kan?”

Aku memikirkan sesuatu tapi............Karena orang teratas dalam pihak Malaikat mengucapkannya dengan senyum di wajahnya, aku akan percaya kata-katanya.

Aku menolehkan mataku ke arah pedang yang disebutkan. Tapi, bisakah aku menyentuhnya? Bukankah Pedang Suci sangat berbahaya bagi Iblis? Belum lagi, akan semakin buruk karena ini adalah Pedang Pembunuh Naga.

Akeno-san berkata padaku yang masih ragu-ragu untuk mengulurkan tangan.

“Ada penyetelan akhir yang dilakukan pada pedang ini di kuil ini. Upacara bersama dari Maou-sama, Azazel-sama, dan Michael-sama telah dilakukan sehingga meski Iblis yang memiliki kekuatan Naga menyentuhnya, tak akan terjadi apa-apa.”

Serius? Kalau Akeno-san mengatakannya berarti itu pasti benar. Kalau Akeno-san yang mengatakannya maka aku pasti bisa mempercayainya.

Aku dengan takut mengambil pedang suci yang mengapung di tengah udara dengan tanganku.......tak ada yang terjadi. Aku merasakan aura sucinya namun tak ada luka atau efek buruk terjadi padaku. Apa memang tidak apa-apa?

[Partner, fokuskan kesadaranmu pada Boosted Gear. Aku akan mengikuti setelah itu—cobalah membuat pedang di tanganmu bergabung dengan energi dari Sacred Gear]

Kamu mengatakannya tapi bahkan kalau aku diujarkan seperti itu......

Untuk sementara waktu aku berfokus membangkitkan Sacred Gear, dan membuat gauntlet merah muncul. Aku mencoba menggabungkan kekuatan Boosted Gear dengan kekuatan pedang di tanganku.

.........Aura suci mengalir kedalam Sacred Gear. Ia melewati Sacred Gear dan sensasi kekuatan aneh seperti mengalir pada tubuhku tapi.........perlahan-lahan aku mulai terbiasa, dan sensasi seolah ia diambil alih oleh kekuatan Ddraig menyerangku.

Kah!

Setelah mengeluarkan kilatan merah—Gauntlet muncul dengan pedang yang tumbuh dari bagian punggung telapak tanganku.

“..........Benar-benar bergabung.”

Hebat. Sacred Gear dan Pedang Suci bisa bergabung. Sacred Gear muncul dari Boosted Gear!

Setelah mengkonfirmasinya Michael-san menepukkan tangannya.

“Dan, sudah waktunya. Aku harus segera pergi.”

Hah? Dia sudah mau pergi?

......., Ah, ada sesuatu yang ingin kukatakan kalau aku menemui pihak Malaikat.

“U-um, ada sesuatu yang ingin kukatakan pada anda.”

“Sudah waktunya untuk konferensi, mari kita dengarkan usai konferensi nanti. Aku pasti akan mendengarnya. Jangan khawatir.”

Usai mengatakan itu, seluruh tubuh Michael-san terbungkus cahaya, setelah kilatan cahaya untuk sesaat, sang Malaikat nomor satu itu telah menghilang dari tempat ini.


Bagian 7[edit]

“Silakan diminum tehnya.”

“Ah, terima kasih banyak.”

Kami berada di kuil setelah Michael-san pergi. Aku tengah berada di lokasi tempat tinggal Akeno-san.Setelah melewati ruangan bergaya Jepang, aku sedang minum teh di ruangan yang terlihat seperti ruang upacara teh.

Kalau kuingat baik-baik, kamu meminumnya setelah memutar cangkirnya 3 kali kan? 1 kali, 2 kali, 3 kali. Rasanya pahit.

Akeno-san melihat reaksiku dan tertawa dengan suara kecil.

“Apa Akeno-san bekerja dengan Michael........san pada pedang hadiah ini?”

“Ya, di kuil ini upacara modifikasi khusus diselenggarakan untuk Ascalon.”

Menyiapkan konferensi dari tiga kekuatan besar,dan juga pedang ini; pekerjaan Buchou dan Akeno-san sangat banyak dan pasti melelahkan........Inikah misi dari [Raja] dan [Ratu]?

Aku harus bekerja sehingga aku tak menjadi penghalang bagi mereka dan menjadi partner Gasper seperti yang diperintahkan padaku.

........Kami akhirnya berdua saja. Mari mencoba bertanya pada Akeno-san tentang hal-hal yang ingin kutanyakan selagi kami seperti ini.

Aku mempersiapkan diriku dan menanyakan tentang satu hal yang sudah kukhawatirkan sejak pertarungan dengan Kokabiel.

“Boleh aku mengajukan satu pertanyaan?”

“Ya, tentu saja.”

“.......Apa Akeno-san adalah putri dari pemimpin Malaikat Jatuh........”

Oleh pertanyaanku, ekspresi Akeno-san berubah menjadi sangat mendung.

“........Itu benar. Pada dasarnya aku terlahir diantara pemimpin Malaikat Jatuh, Barakiel, dan seorang wanita manusia.”

........Ternyata memang benar. Kokabiel berkata pada Akeno-san “Seorang yang memiliki kekuatan Barakiel”. Akeno-san menatapku dan berkata,

“Ibuku adalah putri dari seorang pendeta kuil di negara ini. Kudengar pada suatu hari, ibuku menolong Barakiel yang jatuh karena terluka parah dan dari takdir hari itu, lahirlah aku.”

Ternyata seperti itu. Akeno-san memiliki kondisi keluarga yang sangat rumit........entah kenapa, jauh beda dengan keluargaku yang normal. Uh, aku sendiri yang bertanya, sekarang aku justru kebingungan bagaimana meresponnya.

Sembari aku menjelajahi otakku untuk mencari kata-kata yang kukatakan setelah ini, Akeno-san membentangkan sayap dari punggungnya.

.............

Berbeda dengan dua sayap Iblis yang biasanya, satu adalah sayap Iblis, sedangkan satunya adalah sayap hitam Malaikat Jatuh.

“Mereka sayap yang kotor........Sayap Iblis dan sayap Malaikat Jatuh. Dan aku memiliki keduanya.”

Seolah menyesali sayap hitam Malaikat Jatuhnya, ia memegangnya dengan tangannya.

“Selagi membenci sayap ini, aku bertemu Rias dan menjadi Iblis—namun yang terlahir adalah sayap Iblis dan Malaikat, makhluk lebih menjijikkan yang memiliki keduanya. Fufufu, ini mungkin cocok bagiku yang memiliki darah kotor mengalir dalam pembuluhnya.”

Akeno-san nampak menyalahkan dirinya. Tak mungkin, Akeno-san. Tolong jangan berkata begitu......

“.......Bagaimana perasaanmu, Ise, setelah mendengar itu? Kamu membenci Malaikat Jatuh kan? Mereka pernah membunuhmu dan Asia-chan, dan mencoba menghancurkan kota ini, tak mungkin kamu bisa memaafkan mereka.”

Aku katakan isi hatiku sejelasnya. Karena aku merasa berbohong itu tidak bagus.

“Ya. Aku membenci Malaikat Jatuh.”

Mendengar itu, ekspresi Akeno-san tampak sendu. Namun, tanpa peduli aku terus berbicara.

“Tapi, aku menyukai Akeno-san.”

“.............”

Akeno-san nampak terkejut karena pernyataanku.

“Aku tak akan menanyakan apapun tentang kelahiranmu. Aku hanya ingin memastikannya jadi.......sebenarnya, aku sudah menanyakan hal buruk sehingga sekarang aku menyesalinya......aku benar-benar minta maaf. Aku sering tidak sensitif jadi.........”

“Bukan itu masalahnya. Aku punya darah Malaikat Jatuh padaku, tahu? Bisakah kamu memaafkanku? Meski aku bereinkarnasi menjadi Iblis, fakta kalau aku memiliki darah Malaikat Jatuh padaku tetap tak berubah.........aku mungkin mendekatimu ingin dibenci, tahu?.........Bukan, itulah masalahnya. Aku adalah wanita terburuk yang pernah ada..........”

“Itu tak ada hubungannya. Ah, bagaimana bilangnya ya, Akeno-san, kamu adalah senpai yang baik hati. Tidak, um, aku memang benci Malaikat Jatuh tapi, aku berpikir kalau Akeno-san itu berbeda, biarpun darah Malaikat Jatuh mengalir dalam dirimu, Akeno-san adalah Akeno-san, dan kamu adalah wakil Presiden Klub Penelitian Ilmu Gaib, aku tak pernah sekalipun berpikir untuk membenci Akeno-san. Meski sudah mendengar tentang Akeno-san yang memiliki darah Malaikat Jatuh aku tak mampu membencimu. Aku tetap menyukaimu jadi, tak ada masalah kan? Hah? Apa yang kukatakan? Maaf, tak akan ada kata sensitif lagi datang dariku.........”

Mendengar kata kataku, Akeno-san—menangis.

Gawat. Apa aku tanpa sengaja sudah melukainya? A-aku harus apa! Aku membuat wanita menangis! Namun, Akeno-san menampakkan senyuman dan menghapus air matanya.

“..........Kamu mengucapkan kata-kata pembunuh..........setelah mendengar itu..........bukankah aku akan jadi serius..............”

Hah, aku tak mendengar bagian keduanya dengan jelas tapi kata-kataku adalah “Kata pembunuh?” apa aku mungkin mengucapkan sesuatu yang buruk?

Setelah Akeno-san bangkit, dia datang ke arahku dan—memelukku!?

“A-Akeno-san.......?”

Akeno-san berbisik di telingaku yang masih bingung untuk bereaksi ini.

“Sudah kuputuskan, sudah kuputuskan. Ise-kun, apa kamu menyukai Rias?”

“Eh!? U-um, i-iya, tentu saja aku menyukainya!”

“...........Itu sudah wajar kan, Rias sangat serius sehingga menjadi istri sah itu mustahil. Ada kemungkinan Asia-chan akan menjadi istri sah juga jadi...........posisi pertama dan posisi kedua tak bisa diubah kurasa...........”

Posisi pertama? Posisi kedua? Memangnya ini soal peringkat apa?

Padaku yang kesulitan mengendalikan wajahnya, sambil bergelayut padaku Akeno-san berkata,

Tunggu, Akeno-san! Aku tak akan bisa menahan diri kalau kamu melakukan terlalu banyak hal stimulatif pada juniormu!

“Hei, Ise-kun.”

“Iya?”

“Aku takkan keberatan menjadi posisi ketiga.”

“........Posisi ketiga?”

P-posisi ketiga? Apa ada hubungannya dengan posisi pertama dan posisi kedua yang tadi? A-aku tak paham!

“Ya. Posisi ketiga. Kupikir itu posisi yang sudah cukup bagus. Disamping itu terdapat perasaan persaingan sehingga akan semakin menyenangkan. Ufufu, Ise-kun, tak apa-apakah kalau aku memanjakanmu? Aku akan memberikanmu bantal pangkuan selain Buchou.”

..............Ini semua kata-kata yang artinya tidak kupahami, tapi setidaknya aku paham bagian terakhir tentang bantal pangku!

“Eh? Su-sungguh?”

Apa kamu serius! Ba-bantal pangku Akeno-san! Uwaaaaaah! Hanya dengan membayangkannya, rasa kebahagiaanku terasa sangat hidup!

“Hei, Ise-kun, bisakah kamu memanggilku ‘Akeno’ saja?”

“Eh? Aku tak bisa memanggil seniorku dengan cara yang kelewat familiar itu!”

“..........Kalau begitu, sekali saja. Tolong.”

Kalau aku diminta dengan tatapan sendu itu...........aku menelan air ludahku dan menggumamkannya setelah memutuskan.

“A-Akeno........”

“.........Aku sangat senang, Ise.........”

[Gyu] dia memelukku semakin erat. Uwah, suara barusan, itu bukan suara [Ufufu, ara ara] ciri khas Akeno-san, namun suara seorang gadis normal!

Sebuah suara yang sangat dahsyat. Dia bukan lagi “Wakil Presiden Himejima Akeno”, namun ia menjadi gadis sekolahan normal. Itu memberikan serangan telak pada otakku. Apalagi, Akeno-san begitu imuuuuuuuut!

Tunggu, perasaan payudara yang menekanku ini! Akeno-san begitu lembut seperti dugaanku! Kemudian, aku menuju pangkuan Akeno-san, persiapan untuk bantal pangku! Uoooooooh! Memikirkan kalau aku akan mendapatkannya untuk yang ketiga kalinya dalam hidupku! Karena ini adalah Akeno-san tercinta, perasaan ini sulit untuk diungkapkan!

Akeno-san membelai kepalaku. Memberikan perasaan yang berbeda dari Buchou juga!

“Ufufu, aku mencuri hak istimewa Rias. Entah kenapa, aku sudah melakukan hal buruk. Ise-kun, apa terasa nyaman?”

“I-iya! Inilah yang terbaik!”

Ah, paha Akeno-san begitu lembut! Tempat tidur yang terbaik...........

“Um, tapi bagaimana kalau........kalau adegan ini dilihat oleh Buchou—“

“Bagaimana dengan........Buchou, hei, Ise?”

.................

Suara ini kan............

Aku merasa tubuhku membeku dalam sekejap. Aku mengangkat tubuhku dan dengan kaku menolehkan kepalaku ke belakang. Dan disana, majikanku, yang mengeluarkan aura merah terburuk yang pernah ada, tengah berdiri, seperti dua penjaga Raja Deva.

...........Aku akan dibunuh!

Aku secara intuisi berpikir dan merasakan itu! Karena, dilihat dari manapun juga, dia tengah mengaktifkan Power of Destruction-nya.

“B-b-b-b-b-b-Buchou!? I-ini um.....”

Buchou menekan jarinya di dahinya dan mendesah berat.

“Tak ada ketidaksiapan atau keraguan...........mendapat bantal pangku selain dariku.........”

Zun! Zun! Dengan perasaan marah di kakinya Buchou mendekatiku.

Munzu! Itu sakit! Pipiku dicubit oleh Buchou sekeras yang ia bisa! Ooouchhh!

Buchou bertanya padaku dengan suara intensitas rendah.

“Bagaimana dengan pedangnya?”

“Su-sudah kudapat!”

“Bagaimana dengan Michael?”

“D-dia sudah pergi!”

“Berarti, tak ada urusan lagi disini! Kita kembali!”

Aku buru-buru mengikuti Buchou yang berbalik arah. Aku membungkuk pada Akeno-san. Maaf, maafkan aku.

“Aku jadi cemburu dengan posisi nomor satu Rias Buchou.”

Akeno-san menggumamkan sesuatu dari belakang. Sudah kembali menjadi suara Akeno-san yang biasanya.

Aku tak mendengarnya dengan jelas namun Buchou berhenti sejenak, kemudian mulai menarik lenganku dan pergi. Sepertinya dia ingin pergi secepat mungkin dari tempat ini.


Bagian 8[edit]

[Tap tap tap tap] suara langkah kaki Buchou menuruni batu tangga tampak penuh oleh amarah.

Aku, yang mengikutinya dari belakang tak bisa berkata apa-apa, dan hanya berusaha supaya tidak ketinggalan.

Buchou benci kalau budaknya, aku disentuh oleh gadis lain. Sepertinya Asia dan Koneko-chan tak apa-apa tapi gadis selain itu, bahkan Akeno-san sekalipun, ia tak menyukainya. Tidak, karena Akeno-san yang paling dekat dengannya, ia tak menyukainya? Tidak, aku tak paham sama sekali isi hati Majikanku ini.

Tapi, kalau kamu melihatnya dari sudut pandang Buchou, majikanku, itu mungkin terlihat sebagai pengkhianatan. Aku harus apa! Tak ada cara selain meminta maaf! Tapi, bagaimana aku meminta maaf!? Aku benar-benar tidak paham! Kalau aku dibenci oleh Buchou maka aku akan mati kesepian!

Aku memikirkan ini dan itu dengan otak kerdilku. Tiba-tiba Buchou berhenti.

Tanpa menoleh ke arahku, Buchou bertanya.

“............Hei, Ise.”

Apa yang dia akan tanyakan? Aku takut! Bagaimana aku akan menjawabnya!? Aku tak bisa menemukan jawabannya!

“I-iya.”

Namun, aku tak pernah menduga ucapan Buchou,

“Akeno itu............Akeno.”

“Iya?”

“Akeno itu fuku-Buchou. Namun dia adalah ‘Akeno’...............dan aku?”

Hah.......? Apa maksudmu? Kupikir Akeno-san memang ‘Akeno-san’ tapi.........?

Karena itu, Buchou adalah—

“Buchou.........apa aku salah?”

Saat aku menjawab ‘Buchou’, aku merasa kalau bahu Buchou bergetar.

“...............Itu benar. Aku adalah Buchou—Tapi, ’Rias’.”

A-ada apa. Nadanya terdengar sangat kecewa. Apa aku mengatakan hal yang salah? Tak bisa menemukan jawaban yang Buchou inginkan, aku menjawab dengan normal.

“Ya. Buchou adalah majikanku dan Iblis kelas tinggi, Rias Gremory..............um, Buchou?”

Menoleh ke belakang, ekspresinya tampak sedih.

“..............Apanya yang ‘posisi nomor 1’..............justru posisiku yang paling jauh............”

Suara itu bukan suara Buchou seperti biasanya yang sangat elegan, namun suara.........gadis normal yang bisa ditemukan dimana saja.

Grigori.1[edit]

"Azazel, apakah aku juga harus menghadiri pertemuan besok?"

"Tentu saja, Vali. Karena kau adalah Hakuryuukou."

"......Hei, Azazel. Apa perang tak akan berlangsung lagi?"

"Kau hanya mencari pertempuran. Kau benar-benar mirip dengan ideal naga. Kau adalah tipe orang yang tak akan hidup lama."

"Tak apa. Aku tak tertarik dengan hidup lama. Hanya saja, aku merasa kecewa karena lahir dalam masa ini. Dunia tanpa Tuhan. -----Aku mau mencoba mengalahkan Tuhan."

"Itu benar-benar seperti Hakuryuukou. Dan, setelah mengalahkan semua orang-orang kuat, apa yang akan kau lakukan?"

"-----Aku akan mati. Aku tak tertarik dengan dunia yang membosankan."


Life 4: Pertemuan VIP Dimulai![edit]

Bagian 1[edit]

Pagi-pagi sekali, aku dan Gasper tengah melakukan latihan Penghentian Waktu di hutan yang mengelilingi gedung sekolah lama.

“Guuuuu............Ise-senpai..............aku capeeeek.”

Gasper sedang mengusap matanya.

“Jangan mengeluarkan suara lemah! Kita harus memenuhi impian kita!”

Tanpa banyak berpikir aku terus melemparkan bola.

“Ise-san, ini bolanya.”

Asia yang menyertai kami di pagi hari sedang melemparkan bola padaku.

Seperti biasa ini adalah latihan dimana aku melempar bola pada Gasper dan dia menghentikannya di tengah udara.

Dia sekarang mampu berhasil sekali setiap 20 kali. Kerja keras terbayar. Dibandingkan kali pertama, ini adalah kemajuan yang pesat.

Aku bagaimanapun harus membuat ia bisa menggunakan Sacred Gear-nya. Kalau tidak, maka tujuanku tak akan bisa tercapai.

Aku ingin membuatnya bisa memakai penghentian waktu sesegera mungkin, dan menyentuh tubuh para gadis yang terhenti.

Poin-poin bagus para gadis di sekolahku sudah kutentukan. Aku sudah membuat jadwal untuk tempat yang akan dihentikan, dan periode waktunya dibuat sampai ke menitnya! Aku juga tahu waktu ketika mereka sendirian! Yang tersisa hanyalah menghentikan mereka! Hanya menghentikaaaaaaaaan!

Ngomong-ngomong, semua targetku adalah para bidadari sekolah dengan poin tertinggi. Tentu saja, yang akan aku hentikan adalah para gadis dengan payudara besar.

Setelah berlatih dengannya, aku tak bisa tidur sepanjang malam. Tak mampu menghentikan ilusi penghentian waktuku, aku terus menerus khawatir sepanjang hari.

Meskipun Asia dan Buchou setiap malam tidur di sampingku, ini ya ini, itu ya itu.

Kenyataannya aku ingin memeluk Buchou dari belakang dan meremas payudaranya tapi........Asia pasti akan marah padaku...........

Apalagi, setelah insiden itu, esok harinya, sampai sepulang sekolah Buchou tak mau mendengarkanku seolah pendengarannya dibawa entah kemana.

Berpikir kalau aku mungkin dibenci olehnya, aku sedih dari lubuk hatiku. Setelah itu, tanpa insiden, dia kembali menjadi Buchou yang biasanya tapi, aku sudah membuat sedih Buchou.

Hah? Aku merasa ada yang aneh di tanganku. Hanya tanganku yang tidak bisa bergerak. Entah kenapa, sepertinya Gasper tanpa sengaja menghentikan tanganku.

“E-eeeeekk..........maaffffff!”

Dia berbaring di tanah dan menggulung dirinya. Aku mengatakannya sambil tersenyum pahit.

“Karena itu, bukankah sudah kukatakan kalau aku tak keberatan meski kamu menghentikanku? Kita sedang latihan, dan kamu masih pemula jadi tidak apa-apa. Yaa, kalau seluruh tubuhku dihentikan aku akan kerepotan. Jumlah kesalahan yang terjadi juga sudah menurun kan? Mari kita lanjutkan latihannya.”

Tanpa menantang Gasper, aku melanjutkan.

Namun, Gasper berbicara dengan ekspresi wajah rumit.

“.........Ka-karena aku tak sempurna sebagai manusia yang memiliki Sacred Gear, dan sebagai Vampir juga, aku hanya membuat masalah bagi kalian........a-aku harus lebih mengendalikan kekuatanku..............su-sungguh eksistensi tak berguna diriku ini............hiks.”

Aah, dia menangis lagi.

.............Berpikir lagi, dia dan Akeno-san juga adalah makhluk separuh yang terlahir dari spesies berbeda. Merasa ragu dalam eksistensi mereka, mereka mungkin membenci diri mereka sendiri....

Itu adalah sesuatu yang sangat sulit dipahami tapi setidaknya aku tahu kalau mereka berdua selalu merasa terbebani sepanjang waktu. Dan karena itulah mereka pasti cukup menderita.

Tapi, aku—

“Gasper, aku menyukaimu! Jangan terlalu dipikirkan! Sebelum kamu terjatuh, seranglah aku! Kalau kamu berpikir, kamu akan kalah! Aku juga tak tahu banyak soal itu, jadi tidak apa-apa!”

Aku hanya bisa mengatakan itu. Pikiran terdalamku. Seperti apapun identitas sejati Akeno-san, tak peduli siapa Gasper itu, aku tak punya alasan untuk membenci mereka.

Y-yaa, Gasper sedikit ragu ragu dan terkadang menyebalkan, tapi aku tidak membencinya.

“Kita berdua anggota dari klub yang sama, juga budak Rias Gremory dan teman! Datanglah padaku dengan ‘bam’!”

Aku mengatakannya seperti biasa sambil membusungkan dadaku. Aku tak bisa mengatakan apapun yang bekerja di hati namun, apapun juga, lebih baik kukatakan semuanya. Kalau aku mulai ragu, maka pria ini akan semakin hancur. Aku adalah senior pria ini. Aku harus membimbingnya! Yah, sebagai Iblis dia adalah seniorku, sih.

Melihat itu, Gasper mengusap air matanya dan berdiri.

“Ise-senpai! Aku akan berjuang yang terbaik............”

“Oke! Sampai sekolah dimulai, aku akan melempar 100 bola!”

“Aku paham! Ka-kalau begitu aku akan mengenakan kantong kertas ini dan lakukan pemanasan—“

“Jangan! Kalau Asia melihatnya, dia akan menangis!”

Asia dan Gasper memasang ekspresi penuh tanda tanya. Aku takkan pernah menunjukkan Gasper berkantong kertas pada Asia! Aku tak keberatan menjadi orang posesif!

“Berjuanglah! Ise-san! Gasper-kun!”

“Gasper! Karena sang bishojo, Asia-senpai menyorakimu juga, bersemangatlah!”

“Y-yaaaaa! Terima kasih banyak, Asia-senpai!”

Kemudian, kami melanjutkan latihan.

Gasper! Mari kita lakukan bersama! Lalu, kita akan menghentikan para gadis!

Namun, kupikir—majikan kami, aku ingin seseorang yang akan menjadi guru kami. Lebih jauh lagi, orang yang tahu banyak soal Sacred Gear, juga tahu banyak tentang Naga, tak adakah orang yang seperti itu?

Diluar dugaan, si pria bersayap hitam masuk dalam pikiranku namun.......aku segera menggelengkan kepalaku dan menolak pemikiran itu. Tak mungkin! Orang itu adalah musuh bebuyutan kita.........Namun, harus kuakui kalau pengetahuannya memang luas.

Kalau ada seorang ‘Guru’, maka kami pasti akan menjadi lebih kuat lagi.


Bagian 2[edit]

“----Kalau begitu, kita berangkat.”

Semua anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib sudah berkumpul di ruang klub. Kami mengangguk pada ucapan Buchou.

Itu benar. Hari ini adalah hari konferensi dari tiga kekuatan besar. Hari ini akhirnya datang juga.

Lokasinya terletak di ruang pertemuan staf gedung sekolah baru Akademi Kuou. Hari ini hari libur. Waktunya sudah larut malam. Sepertinya pemimpin masing-masing golongan sudah berkumpul di ruangan lobi bangunan.

Juga, yang tak kalah penting, sekolah ini sudah dilapisi oleh perisai yang sangat kuat, dan tak seorangpun bisa masuk. Tentu saja, sampai pertemuan berakhir, tak seorangpun boleh keluar juga.

Diluar perisai, pasukan Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh tengah mengelilingi seluruh sekolah. Melihat suasana yang nampak seperti situasi kritis, Kiba berkata,

“Kalau misalnya sesuatu terjadi dalam konferensi hari ini, kalau konferensi menemui jalan buntu, tempat ini pasti akan menjadi medan pertempuran.”

S-seram! Ternyata bisa menjadi sehebat itu! Rasa realitanya tidak terlalu kuat tapi, ini adalah hari yang penting. Aku harus bersiap siap juga!

Kami mengikuti Buchou keluar dari ruang klub.

[Bu-Buchoou! Teman-temaaaaaan!]

Sebuah kotak kardus ditinggalkan dalam ruangan. Tentu saja, si Vampir hikikomori ada di dalamnya.

“Gasper, pertemuan hari ini sangat penting jadi, karena kamu belum bisa mengendalikan Sacred Gear pengendali waktumu, kamu tak boleh ikut serta, tahu?”

Itulah yang Buchou katakan dengan lembut.

Memang, kalau Gasper yang tak bisa mengendalikan Sacred Gearnya kalau sampai menimbulkan kekacauan dalam pertemuan, hasilnya akan jadi sangat mengerikan. Karena inilah, pria ini disuruh menjaga ruang klub.

“Gasper, jadilah anak baik. Oke?”

“I-iya, Ise-senpai.....”

“Aku sudah meninggalkan Game Portable di ruang klub kalau kamu memainkannya, juga ada permen, kamu bisa memakannya. Aku juga meninggalkan kantong kertasnya jadi kalau kamu kesepian, mainkanlah sesuka hatimu.”

“I-iyaaaa......”

Bagus. Aku mengangguk dan mengikuti Buchou yang meninggalkan ruang klub.

Kiba menggumam padaku sambil tersenyum.

“Ise-kun, ternyata kamu sangat peduli.”

“Serahkan padaku, aku akan melakukan sesuatu dengan Kouhai-ku yang satu ini—“

Kukatakan itu dengan penuh percaya diri tapi, itu hanya gertakan. Aku merasa tak nyaman soal berapa lama bisa mengurusnya. Biar begitupun, aku ingin melakukan sesuatu pada Gasper.


Bagian 3[edit]

Ketuk, ketuk. Buchou mengetuk pintu ruang pertemuan.

“Permisi.”

Buchou membuka pintu, dan disana terdapat—

Meja yang luas dan terlihat mewah. Dan berada di sekelilingnya, orang-orang yang kukenali tengah duduk. Udara disini sangat tenang dan semua orang memasang wajah serius.

Glek. Aku juga menelan air liurku karena sangat gugup. Asia juga memegang lengan bajuku seolah merasa tak nyaman. Aku sedikit menggenggam tangannya untuk menenangkannya.

Pihak Iblis. Sirzechs-sama, Leviathan-sama. Ah, juga sang maid Grayfia-san. Ia tengah berdiri disamping kereta pengantar teh.

Pihak Malaikat. Malaikat bersayap emas Michael-san dan gadis Malaikat tak kukenali-san. Malaikat normal ternyata memiliki sayap berwarna putih. Apalagi, dia luar biasa cantik. Kecantikannya sungguh kelas Malaikat! Ah, dia kan memang Malaikat.

Pihak Malaikat Jatuh, Azazel dengan 12 sayap hitamnya yang menekuk dan sang Vanishing Dragon, Vali.

Melirik ke arahku, bibir Azazel bergerak sedikit seperti agak senang. Ooh, hari ini dia tak mengenakan yukata namun jubah hitam dengan banyak ornamen. Sudah kuduga, dia tak mungkin mengenakan yukata dalam pertemuan seperti ini.

Sirzechs-sama dan Leviathan-sama juga mengenakan jubah yang dihiasi banyak ornamen.

“Adik perempuanku, dan keluarganya.”

Sirzechs-sama memperkenalkan Buchou pada para VIP golongan lain. Buchou mengangguk.

“Dalam serangan Kokabiel beberapa hari yang lalu, mereka terlibat dalam penyerbuan.”

“Aku sudah mendengar laporannya. Kuucapkan terima kasih sekali lagi.”

Michael-san mengucapkan terima kasihnya pada Buchou. Buchou tetap bersikap kalem, dan sekali lagi membungkukkan badannya.

“Maaf, Kokabiel di pihakku sudah bikin masalah.”

Tanpa malu-malu, Azazel mengucapkan itu. Orang macam apa ini!

Buchou juga mengerucutkan bibirnya.

“Duduklah di kursi sebelah sana.”

Mengambil arah yang ditunjuk Sirzechs-sama, Grayfia-san meminta kami menempati kursi di dekat dinding. Sona-Kaichou juga sudah duduk di salah satu kursi disana.

Buchou duduk di samping Kaichou. Buchou menyuruhku duduk di sampingnya. Setelah itu Akeno-san, Kiba, Asia, Zenovia, dan Koneko-chan duduk.

Usai mengkonfirmasi itu, Sirzechs-sama berkata,

“Karena semuanya sudah hadir, akan kuucapkan beberapa patah kata. Orang-orang yang berada disini telah menyadari subjek paling penting dan perihal terlarang, yakni ketiadaan Tuhan.”

Hah? Kaichou juga mengetahuinya?—Aku menatap ke arah kaichou namun ekspresinya tidak tampak terkejut.

Apa dia sudah diberitahu sebelumnya oleh Buchou atau kakaknya, Leviathan-sama?

Juga nampak biasa, Grayfia-san terlihat seperti dia sudah memahami tentang hal itu.

“Lalu, karena sudah mengetahui itu, mari lanjutkan percakapan ini.”

Kemudian, dengan kalimat Sirzechs-sama, konferensi diantara ketiga kekuatan besar dimulai—

Konferensi berjalan dengan lancar.

“Seperti itu, Kami Malaikat—“

Michael-san mengatakan itu.

“Itu benar. Cara itu lebih baik. Kalau seperti sekarang, sudah pasti 3 kekuatan besar akan mengalami jalan kehancuran—“

Sirzechs-sama juga mengatakan itu.

“Yeah, kita tak punya apa-apa disini untuk diributkan.”

Terkadang terjadi situasi di ruangan ini membeku ketika Azazel berbicara seenaknya seperti itu, tapi aku berpikir kalau si Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh ini sengaja membuat atmosfir itu dan tampak menikmatinya.

Ooh, para VIP tengah melakukan percakapan sangat penting namun jujur saja subjeknya terlalu rumit bagiku. Karena sejarah Iblisku masih rendah. Aku tak paham apa yang tengah mereka bicarakan.

Iblis, Malaikat, Malaikat Jatuh, mungkin itu adalah percakapan berharga bagi mereka namun aku tak paham sama sekali. Tidak, tak peduli apa yang terjadi lebih baik aku terus menjaga pikiranku tetap disini namun otakku tak bisa memprosesnya sama sekali............

Ya........karena aku tak tahu apa-apa, aku melihat payudara Buchou yang ada di sampingku.

Aah, payudara Buchou.........memang besar. Tubuhku yang mengetahui rasa mereka, aku harusnya bisa segera mencicipinya tapi...........kondisi saat ini tak memungkinkanku.

Buchou menyadari tatapanku pada payudaranya, dan tersenyum pahit. Dia mengambil tanganku, dan menggenggamnya. Tangan Buchou sedikit gemetaran—apa dia gugup?

Ikut serta dalam pertemuan ini, dan harus memberi laporan juga, mungkin itu alami. Bahkan Buchou akan menjadi gugup. Karena sepertinya konferensi ini akan tercantum dalam sejarah.

Aku juga menggenggam tangan Buchou tanpa berkata apapun. Buchou, kalau kamu tak keberatan, aku akan pinjamkan tanganku kapan saja.

(Ara ara. Buchou dan Ise-kun tengah bermadu cinta di tengah-tengah pertemuan)

Akeno-san mengatakannya dengan bisikan kecil sambil tersenyum.

(Aku sedang mengeluarkan keberanian dari tangan Ise. Apalagi ini adalah cara yang paling efektif)

Buchou! Itu suatu kehormatan! Kalau kamu menginginkan keberanianku, ambillah sebanyak yang kamu inginkan!

Apalagi, sebelum aku menyadarinya Buchou dan Akeno-san sudah berbaikan lagi, syukurlah. Woah, aku hampir menyundul payudaranya. Konferensi berlanjut, dan sekarang giliran Buchou berbicara.

“Baiklah, Rias. Bisakah kamu melaporkan insiden tempo hari itu?”

“Baik, Lucifer-sama.”

Setelah diminta oleh Sirzechs-sama, Buchou, Kaichou, dan Akeno-san berdiri, mereka membicarakan setiap bagian secara berkelanjutan, tentang serangan Kokabiel waktu itu. Dan semua orang yang termasuk dalam ketiga kekuatan besar mendengarkannya.

Buchou berbicara tentang ulasan insiden yang ia alami secara jelas dengan kalem. Mungkin karena tingkat kegugupan yang tinggi, kedua tangannya nampak sedikit gemetaran.

Karena pidatonya, sesuatu dengan 3 kekuatan besar mungkin berubah. Tak peduli betapa beraninya Buchou, atmosfir disini sangat menekan. Selain itu, Buchou mungkin seusia denganku—dan seorang wanita.

Masing-masing VIP golongan yang mendengarkan laporan, mendesah pelan, tersenyum, terdiam—Masing-masing orang memberikan reaksi berbeda.

“----Itu saja. Laporan yang saya, Rias Gremory dan keluarga Iblis saya alami.”

Buchou yang sudah menyelesaikan ucapannya akhirnya duduk usai ucapan Sirzechs-sama, ”Kerja bagus. Duduklah.”. Kerja bagus, Buchou!

“Makasih, Rias-chan☆”

Leviathan-sama juga berkedip kepada Buchou.

“Baiklah, Azazel. Setelah mendengarkan laporan ini, aku ingin mendengar pendapatmu sebagai Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh.”

Usai mendengar pertanyaan Sirzechs-sama, tatapan semua orang tertuju pada Gubernur Jenderal berambut hitam itu.

Azazel mulai berbicara setelah mengeluarkan senyuman malas.

“Tentang insiden beberapa hari yang lalu, Kokabiel, pemimpin organisasi pusat kami, Grigori, tetap diam pada pemimpin yang lain, termasuk aku, sang Gubernur Jenderal, dan bertindak secara independen. Penangkapannya dilakukan oleh Vali. Setelah itu, dalam pengadilan Organisasi hukumannya sudah dijatuhkan. Hukumannya adalah pembekuan abadi dalam Cochytes. Dia tak akan keluar lagi. Penjelasan untuk itu, semuanya sudah tertulis dalam material yang ditujukan padamu kan? Sekian saja.”

Michael-san berujar sambil mendesah.

“Menurut penjelasan, itu adalah kategori terburuk tapi—aku tahu cerita tentangmu yang secara pribadi tak ingin membuat hal besar terjadi pada kami. Apa itu benar?”

“Aah, aku tak tertarik dengan peperangan. Saat Kokabiel membangkangku, bukankah kalian juga sudah membaca laporannya?”

Ya, sesuai ucapan Azazel, Kokabiel mengucapkan cukup banyak hal tentang bosnya.

Dia adalah orang yang pasif tentang perang, dan hanya tertarik dengan Sacred Gear—

“Azazel, aku ingin menanyakan satu hal tapi, kenapa kamu terus mengumpulkan para pemilik Sacred Gear selama beberapa dekade ini? Awalnya kupikir kamu bermaksud mengumpulkan manusia, dan mencoba memperkuat potensial bertarungmu. Aku bahkan mengantisipasimu mengangkat perang melawan Surga atau kami tapi........”

“Ya, tak peduli berapapun waktu berlalu, kamu tak mengangkat perang melawan kami. Saat aku dengar kamu membesarkan sang Vanishing Dragon, aku dihantui rasa kewaspadaan tinggi.”

Opini Michael-san sama dengan Sirzechs-sama.

Mendengarkan opini keduanya, Azazel tersenyum pahit.

“Itu semua demi penelitian Sacred Gear. Kalau begitu, bagaimana kalau kukirimkan bagian material penelitianku pada kalian juga? Biarpun aku melakukan penelitian, aku takkan berperang melawan kalian atau semacamnya. Aku tak tertarik pada perang di jam selarut ini. Aku sudah puas dengan dunia yang sekarang ini. Aku sudah memerintahkan dengan keras pada bawahanku ‘Jangan ikut campur dengan urusan dunia manusia’, tahu? Aku tak punya niat ikut campur dalam keagamaan juga, atau mempengaruhi bisnis para Iblis—Sial! Apa aku yang paling tidak dipercaya diantara ketiga kekuatan besar ini?”

“Itu benar.”

“Sangat benar.”

“Itu sangat benar☆.”

Opini Sirzechs-sama, Michael-sama, dan Leviathan-sama sangat kompak. Seberapa jauh dia tidak dipercayai, Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh ini...........

Usai mendengar itu, Azazel dengan santai mengorek lubang telinganya.

“Cih. Kupikir kalian lebih baik dari Tuhan atau Lucifer generasi sebelumnya, ternyata kalian orang-orang merepotkan juga. Diam-diam meneliti tak membuat kalian nyaman rupanya, ya. Ah, aku paham—Kalau begitu, kita berdamai saja. Sejak awal niat kita seperti itu kan? Malaikat dan Iblis juga?—

....................

Kedamaian. Tunggu, bukankah itu berarti mereka mengharapkan perdamaian bersama?

Oleh kalimat Azazel, tiap-tiap golongan terkejut untuk jeda sesaat.

Buchou di sampingku, dan bahkan Kaichou di sampingnya juga sangat terkejut. Sepertinya ucapan Azazel tentang perdamaian adalah sesuatu yang harus dikejutkan. Tak mungkin, sepertinya—kalau dia yang mengucapkannya.

Yeah, bahkan bagiku yang tak mengerti apa-apa tentang situasi ini, kupikir kalau bos salah satu golongan mengajukan itu, maka itu adalah hal yang hebat. Mungkin, aku menyaksikan momen bersejarah?

Michael-san yang terkejut pada pernyataan Azazel tersenyum.

“Ya, aku juga bermaksud mengajukan perdamaian pada pihak Iblis dan Grigori. Kalau kita terus melanjutkan hubungan ketiga golongan seperti sebelumnya, hal itu akan menimbulkan kekacauan pada dunia ini. Aku, pemimpin para Malaikat mengatakan itu karena—penyebab awal peperangan, Tuhan dan Maou-sama telah lenyap.”

Michael-san berkata kalau ia menginginkan kedamaian pada interval ini.

Azazel tertawa terbahak-bahak karena ucapan Michael-san.

“Ha! Si keras kepala Michael itu mulai angkat bicara juga. Biarpun dia hanya berkutat soal Tuhan, Tuhan, Tuhan, sebelumnya.”

“.............Aku sudah kehilangan banyak hal. Namun, tak ada artinya mencari hal-hal yang saat ini tidak ada. Tugas kamilah untuk membimbing manusia. Kami anggota Seraph memiliki pendapat yang sama bahwa hal terpenting adalah mengawasi anak-anak Tuhan mulai dari sekarang dan seterusnya, serta membimbing mereka.”

“Hei, hei, dengan pidatomu tadi, kamu akan ‘jatuh’ tahu?—Aku memikirkan itu, tapi kamu yang mengambil alih [Sistem] kan? Ini menjadi dunia yang bagus. Benar-benar berbeda dari waktu ketika kami ‘jatuh’.”

Entah kenapa, karena semua istilah spesial itu, yang tak kupahami, sepertinya berkembang menjadi pembicaraan penuh lelucon.

Sirzechs-sama juga mengucapkan opini yang sama.

“Kami juga sama. Biarpun Maou yang asli tidak ada, demi melanjutkan spesies, Iblis juga harus tetap bergerak maju. Bahkan kami tak menginginkan perang—Kalau kami sampai berperang, maka Iblis akan musnah.”

Oleh ucapan Sirzechs-sama, Azazel juga mengangguk,

“Ya. Kalau kita harus berperang lagi, ketiga golongan akan sama-sama musnah. Dan kemudian, hal itu akan mempengaruhi dunia manusia, lalu dunia akan berakhir. Kita tak boleh berperang sekarang.”

Beberapa saat lalu Azazel nampak santai, namun berubah secara drastis dan sekarang ekspresinya menjadi sangat serius.

“Apa menurut kalian dunia tanpa Tuhan itu salah? Apa menurut kalian dunia tanpa Tuhan akan runtuh? Maaf sudah mengatakannya namun itulah masalahnya. Aku dan kalian semua tetap hidup dengan sehat seperti ini.”

Azazel mengucapkannya sambil membuka tangannya.

“----Dunia bergerak bahkan tanpa Tuhan.”

............Entah kenapa aku paham hanya dengan kata-kata itu.

Bahkan tanpa Tuhan aku tetap hidup di dunia ini. Aku merasa kalau hidup orang lain tak mengalami perubahan juga. Diantara semua pembicaraan rumit ini, aku merasa kalau ucapan Azazel “Dunia bergerak bahkan tanpa Tuhan” terpatri kuat kedalam otakku.

Setelah itu, percakapan berpindah pada potensi peperangan dan kekuatan militer. Entah kenapa, kekuatan militer saat ini dan interaksi antar golongan, tengah membicarakan tentang gambaran kekuatan mereka mulai dari sekarang.

Dibanding beberapa saat yang lalu, perasaan gugup sudah agak berkurang. Mungkin mereka paham kalau tak ada yang menginginkan perang.

“-----Dan, sekian sajakah?”

Oleh kalimat Sirzechs-sama, para VIP mendesah dalam-dalam. Kemungkinan, menurutku percakapan penting sejak tadi akhirnya selesai.

Apa 1 jam sudah berlalu sejak konferensi dimulai? Memang terasa sangat lama. Aku tak suka hal-hal yang lama. Lebih asyik bergerak kemana-mana.

Sembari Grayfia-san menyajikan teh sebagai pramusaji, Michael-san mengarahkan tatapannya padaku.

“Baiklah, diskusi ini telah berhasil diselesaikan dalam arah yang baik, tak apa-apakah kalau kita mendengar pendapat dari Sekiryutei-dono?”

Tatapan semua orang tertuju padaku. Owah! A-aku sangat gugup! Apalagi, dia benar-benar mengingat persoalan yang kita diskusikan di kuil. Memang betul-betul pemimpin para Malaikat!

Hal yang ingin kutanyakan pada Michael-san adalah—aku menolehkan kepalaku ke arah Asia, dan mempersiapkan diriku. Sebelum datang kesini, aku sudah meminta konfirmasi dari Asia sebelumnya.

“Asia, tak apa-apakah kalau aku bertanya pada Michael-san tentangmu?”

Asia tampak kaget namun ia menyetujui.

“Kalau Ise-san ingin menanyakannya, maka aku tidak keberatan. Karena aku percaya pada Ise-san.”

Sambil tersenyum Asia memberikan izin. Karena itulah, harus kutanyakan padanya.

“Kenapa anda mengeluarkan Asia?”

Oleh pertanyaanku Michael-san, semua orang memasang wajah sangat kaget “Kenapa dia membicarakan hal itu sekarang?”

Maaf. Namun, apapun yang terjadi aku ingin menanyakannya pada pihak Malaikat sekarang juga.

...........Asia yang begitu mempercayai Tuhan, kenapa dia harus dikeluarkan dari Gereja?

Disamping para Malaikat Jatuh yang sudah membunuh Asia, aku merasa ada bagian tak termaafkan pada pihak Malaikat juga.

Michael-san membalas dengan nada meminta maaf.

“Aku hanya bisa meminta maaf untuk itu............setelah Tuhan tiada, hanya sistem yang mengatur perlindungan agama, ampunan, dan keajaiban yang tersisa. Sistem ini adalah, kalau kujelaskan secara sederhana, sistem yang menghasilkan keajaiban, dan sebagainya. Tuhan melakukannya. Tuhan yang membuat Sistem itu, menggunakannya untuk menciptakan keajaiban di muka bumi. Menggunakan efek benda suci seperti Exorcism, salib, dan sebagainya. Ini juga adalah kekuatan Sistem itu.......”

Begitu, rasa sakit yang kami Iblis dapatkan setelah menyentuh salib adalah efek Sistem itu. Dan mari memberi bos Malaikat ini lebih banyak pertanyaan.

“Setelah Tuhan mati, didalam............Sistem itu ada masalah terjadi.........itukah yang ingin anda katakan?”

Oleh pertanyaanku, Michael-san mengangguk.

“Jujur saja, ia memberi beban berat pada siapapun yang menggunakannya dengan perkecualian Tuhan. Dengan aku sebagai pusatnya, semua anggota Seraph entah bagaimana berhasil memulai Sistem itu kembali tapi............dibandingkan ketika Tuhan masih ada, perlindungan dan ampunan bagi mereka yang mempercayai Tuhan tidak sempurna—Itu hal yang sangat disayangkan sehingga, mereka yang bisa diberi ampunan jumlahnya sangat terbatas.”

Kalau diingat ingat, Kokabiel juga pernah mengatakan hal itu.

Sesuatu tentang ketiadaan Tuhan, ada batasan jumlah orang yang bisa diselamatkan.

“Karena itu, ada kebutuhan untuk menjauhkan orang-orang yang berhubungan dengan Gereja dari hal-hal yang mungkin bisa mempengaruhi Sistem. Sebagai contoh mereka yang bisa mempengaruhi Sistem, para pemilik Sacred Gear—Twilight Healing milik Asia Argento juga termasuk diantaranya. Begitupun Boosted Gearmu dan Divine Dividing.”

“Asia termasuk kedalamnya karena dia bisa menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh juga?”

Oleh pertanyaanku, Michael-san sekali lagi mengangguk.

“Ya, kalau ada orang yang bisa menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh diantara para umat, hal itu akan mempengaruhi kepercayaan orang-orang disekitarnya. Sumber kehidupan kami di Surga adalah kepercayaan dari para penganut kami. Karena itulah, Twilight Healing menjadi Sacred Gear terlarang yang bisa mempengaruhi Sistem. Dan juga, sebagai contoh pengaruh pada Sistem—“

Zenovia menginterupsi Michael-san dan berkata,

“Orang-orang yang mengetahui tentang ketiadaan Tuhan kan?”

“Ya. Itu benar, Zenovia. Kehilangan dirimu adalah pukulan berat bagi kami tapi disamping kami, Seraph dan bagian Malaikat peringkat tinggi, beberapa orang yang mengetahui ketiadaan Tuhan mendekati tempat dengan hubungan langsung maka akan memberi efek besar pada Sistem—Aku minta maaf, tak ada cara lain selain mengeluarkan kamu dan Asia Argento.”

Michael-san membungkukkan kepalanya pada Asia dan Zenovia.

High school dxd v4 217.jpg

Ooh, orang tertinggi dalam Malaikat meminta maaf pada Asia dan Zenovia! Kedua orang yang dibahas itu juga menatap dalam keheranan. Memang mereka akan kebingungan bagaimana harus merespon. Namun, Zenovia segera mengguncang lehernya ke samping dan tersenyum.

“Tidak, Michael-sama, tolong jangan meminta maaf. Bahkan seperti ini, sampai saya mencapai usia ini saya sudah dibesarkan di gereja. Saya entah kenapa merasa agak tak rasional namun kalau anda tahu alasannya maka tidak perlu meminta maaf.”

“Fakta kalau kamu tereinkarnasi sebagai Iblis, itu adalah kesalahan kami.”

“Itu benar.........saya sedikit menyesalinya namun hal-hal yang tak bisa saya lakukan ketika saya masih melayani gereja, hal-hal yang disegel pada saya sekarang sudah mewarnai kehidupan sehari-hari saya. Kalau saya mengucapkan kata-kata ini, saya mungkin membuat marah umat yang lain tapi.......saya tetap merasa puas dengan kehidupan yang sekarang ini.”

Zenovia begitu memikirkan kehidupannya bersama kami......

Ada juga bagian darinya yang aneh dan susah kumengerti namun dia gadis yang baik.

“Michael-sama. Saya juga merasa bahagia. Karena saya sekarang memiliki banyak orang-orang penting. Dan juga saya sudah bertemu dan berbicara dengan Michael-sama yang saya kagumi. Itu adalah suatu kehormatan.”

Oleh ucapan Asia dan Zenovia, Michael-san menunjukkan wajah kelegaan.

“Maaf. Aku berterima kasih pada pemberian maaf kalian. Kuserahkan Durandal padamu, Zenovia. Karena kamu adalah keluarga adik Sirzechs, aku merasa lega karena pedang itu takkan digunakan oleh tangan tangan jahat.”

Azazel melihat ke arah Asia. Asia juga menyadarinya, dan tubuhnya gemetaran.

“Sepertinya bawahanku membunuhnya selagi tetap diam. Aku menerima laporannya juga.”

Kukatakan pada Azazel dengan jelas.

“Itu benar. Asia pernah mati. Ba-bahkan aku dibunuh oleh Malaikat Jatuh tapi diatas itu Asia! Itu mungkin terjadi di tempat yang tidak anda ketahui namun gadis Malaikat Jatuh yang mengagumi anda membunuh Asia demi anda!”

Aku tahu kalau aku tak punya hak mengatakannya dalam konferensi ini. Yang terjadi barusan adalah kesalahan kecil Michael-san. Namun saat ini benar-benar murni dendam pribadiku.

Buchou juga mencoba memperingatkanku dengan mengatakan “Tenanglah, Ise....”

Maaf, Buchou, tapi apapun yang terjadi aku harus.........

“Memang benar kami Malaikat Jatuh melenyapkan para pengguna Sacred Gear yang mungkin membahayakan kami. Sebagai organisasi itu hal yang jelas kan? Merasakan kalau seseorang bisa jadi ancaman di masa mendatang, maka kalau kami menyadarinya sebelumnya, kamu pasti akan melenyapkannya. Dan karena itulah kamu mati. Alasannya adalah, manusia tanpa bakat sepertimu bisa saja lepas kendali dengan kekuatan Sekiryutei tanpa bisa mengendalikannya, dan memberi dampak buruk bagi kami atau dunia ini.”

“Berkat itulah sekarang aku menjadi Iblis.”

“Jadi kamu tak menyukainya? Setidaknya, mereka disekitarmu sangat senang karena kamu menjadi Iblis.”

Memang benar kalau Buchou, Sirzechs-sama juga dan teman-temanku senang karena aku menjadi Iblis. Seperti yang Azazel katakan, kalau kekuatan Ddraig masih ada padaku yang seorang manusia, maka aku tak tahu apa yang akan terjadi. Bahkan setelah menjadi Iblis, aku masih belum bisa mengendalikannya tapi, kalau aku masih sebagai manusia, mungkin hasilnya akan lebih buruk lagi.

“A-aku bukan tak menyukainya! Semua temanku adalah orang baik dan aku tahu kalau aku mendapatkan perlakuan menyenangkan. Namun!”

“Biarpun aku minta maaf sekarang, rasanya sudah terlambat. Karena itu, aku berpikir untuk melakukan sesuatu yang hanya bisa kulakukan untuk membuatmu berdiri di atas kedua kakimu.”

? Aku tak memahami niat sejati Azazel. Apa maksud ucapannya tadi?

“Baiklah, sekarang waktunya kita mendengarkan opini dari orang selain kita, mereka yang sepertinya bisa mempengaruhi dunia. Dari sang Naga-sama yang luar biasa. Pertama, Vali, apa yang ingin kamu lakukan pada dunia?”

Oleh pertanyaan Azazel, sang Hakuryuukou, Vali tersenyum.

“Asal bisa bertarung dengan orang-orang kuat, itu tak apa-apa.”

.............Jawaban macam apa itu? Kamu benar-benar hanya menyukai pertarungan? Itu rasanya seperti gangguan pada orang lain. Tatapan Azazel kali ini mengarah padaku.

“Kemudian, Sekiryutei, bagaimana denganmu?”

Biarpun anda menanyakan itu...........aku membalas sambil menggaruk pipiku.

“Jujur saja, aku tak terlalu memahaminya. Entah kenapa karena semua hal rumit ini membuat otakku jadi kacau. Ditambah lagi, aku agak frustasi mengurus junior Iblisku, jadi kalau aku ditanya apa yang akan kulakukan dengan dunia, bagaimana bilangnya ya, aku tak punya ambisi apapun tentang itu.”

Itulah pemikiran jujurku. Bahkan kalau aku ditanya apa yang kupikirkan tentang dunia, aku tak terlalu mempermasalahkan hal itu.

“Namun, kamu adalah salah satu yang mempunyai kekuatan untuk mengubah dunia. Kalau kamu tak membuat pilihan maka akan sulit bagi mereka yang berdiri di puncak masing-masing kekuatan besar sepertiku untuk bergerak.”

Meskipun Azazel mengatakan itu, tetap saja aku bingung.

“Hyodou Issei, kalau begitu biar kujelaskan dengan cara yang lebih gampang. Kalau kita berperang, maka ada kemungkinan kamu harus berperang di garis terdepan. Kalau itu terjadi, kamu tak akan bisa tidur dengan Rias Gremory.”

“-------“

A.........pa............kata..............mu?

“Kalau kita berdamai, maka tak akan perlu peperangan lagi. Kalau itu terjadi, maka hal penting yang tersisa adalah kesejahteraan dan kelanjutan spesies. Kamu mungkin bisa bersenang senang dan membuat anak dengan Rias Gremory setiap hari. Bagaimana? Mudah dipahami kan? Kalau ada peperangan, maka tak ada seks. Kalau ada kedamaian, maka kamu bisa berhubungan seks kapan saja. Mana yang akan kamu pilih?”

Untuk pertamakalinya aku memahami bahasa Azazel dari lubuk hatiku! Begitu! Kalau ada kedamaian maka aku bisa melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou sepanjang waktu! Tidak, bisakah aku melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou!? Apa aku ada dalam posisi itu?

Namun! Kalau kedamaian berlanjut maka suatu hari aku akan bisa melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou! Harapan itu sangat besar!

“Aku ingin bagian yang damai saja, tolong! Ya! Kedamaian saja! Kedamaian yang terbaik! Aku ingin melakukan hal-hal ecchi dengan Buchou!”

Aku mengatakan hawa nafsuku apa adanya. Aku tak memikirkan Buchou di sampingku. Wajah Buchou menjadi memerah malu.

“Ise-kun, Sirzechs-sama masih ada di tempat ini, tahu?”

Kiba mengatakannya dengan “Oh Boy” dan senyuman pahit.

Ah...........Benar juga.

Sirzechs-sama tertawa kecil. Ini buruk! Aku harus secepatnya membuat alasan! Aku harus memberikan cerita yang serius!

“Um.........aku, karena aku ini bodoh, arti dari 90% isi dari konferensi ini tak jelas bagiku. Namun, yang aku ingin katakan adalah, kekuatan yang tersimpan di dalamku ini sangat kuat maka akan kugunakan demi teman-temanku. Buchou, Akeno-san, Asia, dan anggota lainnya juga, kalau mereka menemui masalah maka aku akan membantu mereka! ......Tunggu, aku masih lemah sih. Namun, hanya itu yang bisa kulakukan. Meskipun harus mengorbankan nyawaku, aku akan hidup bersama teman-temanku—

Selagi aku terus memberondong segala ucapanku, sensasi itu menyerang.

.............Fungsi tubuhku berhenti untuk sesaat.

Itu benar. Ini adalah sensasi ketika tubuhku dihentikan oleh Gasper.


Bagian 4[edit]

“......Eh?”

Saat aku menyadarinya, bagian dalam ruang staf pertemuan terasa berubah sedikit.

Michael-san sedang melihat ke arah luar jendela, dan Sirzechs-sama dan Azazel tengah berbicara serius dengan wajah tegang karena alasan tertentu.

“Oh, Sang Sekiryutei sudah kembali.”

Azazel melihatku dan mengatakan itu.

“A-apa sesuatu terjadi?”

Melihat sekitarku, orang orang terbagi menjadi mereka yang bisa bergerak dan mereka yang masih terhenti. Semua orang kuat masih bergerak. Sirzechs-sama, Leviathan-sama, Grayfia-san, Michael-san, dan Azazel, beserta si Vanishing Dragon, sepertinya bisa bergerak.

Sedangkan anggota klub adalah—

“Sepertinya hanya aku, Ise, Yuuto, dan Zenovia yang bisa bergerak dari keluargaku.”

Tunggu, Buchou! Syukurlah kamu masih bisa bergerak!

Kebalikannya, Asia, Akeno-san, Koneko-chan, dan Kaichou semuanya terhenti. Sampai-sampai Akeno-san juga turut terhenti.

“Sepertinya alasan kamu aman adalah karena Ise adalah pemilik dari Sekiryutei dan karena Yuuto memiliki Pedang Suci Iblis tak beraturan yang mencapai Balance Breaker. Zenovia membangkitkan Durandal tepat sebelum itu terjadi.”

Seperti yang Buchou katakan, Zenovia sedang memegang benda yang sangat berbahaya yang terus mengeluarkan aura suci. Dia sepertinya memakainya di saat yang tepat, dan pedang suci itu kembali pada area waktu yang sebenarnya.

“Rasa penghentian waktu entah kenapa masih diingat oleh tubuhku—Saat waktu hampir terhenti, kupikir aku bisa menggunakan kekuatan Durandal untuk melindungi diriku, ternyata keputusanku itu benar.”

Gadis ini mengingat waktu tubuhnya dihentikan dalam sekejap? Seperti biasanya, kemampuan tubuhnya sungguh mengerikan......

“Ngomong-ngomong, Buchou. Apa yang terjadi?”

“Sepertinya ada—“

“Serangan teroris.”

Menginterupsi Buchou seolah ia sepertinya menjawab pertanyaanku, Azazel mengatakan ini.

........Tunggu! Serangan teroriiiiiiiiiiiis!!?? Sepanjang konferensi penting yang akan sangat mempengaruhi masa depan dan kestabilan dunia ini!?

“Sebaiknya kamu melihat ke arah luar.”

Azazel menunjuk jendela dengan dagunya. Aku mendekati jendela kaca ruang pertemuan dan—

Kah! Kilatan cahaya mendadak menyerang mataku! Owah! Apa!? Bangunan sekolah baru ini sepertinya sedikit bergetar.

“Kita sedang diserang. Di era manapun ketika sebuah kekuatan ingin membentuk pakta perdamaian dengan kekuatan lain, akan datang juga mereka yang tak setuju dan berusaha mengacaukannya.”

Azazel menunjuk ke arah luar. Saat aku mengarahkan mataku ke lokasi yang ia tuju, terdapat beberapa sosok manusia yang telah muncul di lapangan sekolah dan di udara. Melihat lebih dekat, orang orang penyihir yang berdandan dalam jubah hitam itu sepertinya menembakkan sesuatu pada kami yang mirip dengan peluru sihir.

Beruntungnya, semua serangan itu tak terlihat seperti akan merusak bangunan sekolah. Tapi, aku juga tak bisa melihat tanda tanda serangan berkurang. Apa mereka terorisnya? Apa tujuan mereka sebenarnya.........? Sudah jelas, untuk mengacaukan pertemuan ini kan?

Azazel, yang berdiri di sampingku sebelum aku menyadarinya, memberikan senyum tanpa takut.

“Orang-orang itu adalah yang disebut Penyihir. Itu adalah jenis sihir[16] yang pada dasarnya dikembangkan dari dari sistem sihir Iblis oleh Penyihir Legendaris “Merlin Ambrosius” dan direkonstruksi sebagai sihir[17]..........Dari kekuatan sihir yang mereka pancarkan, kurasa masing-masing dari mereka memiliki kekuatan sihir selevel Iblis kelas-menengah.”

Jadi kenyataannya orang-orang itu lebih kuat dari aku yang lemah ini? Jumlahnya ada banyak lagi.

“Singkat kata, artinya manusia bisa menggunakan kekuatan yang digunakan oleh Iblis. Namun, tentu saja, kekuatan mereka tetap tak bisa mengimbangi Iblis sungguhan. Yang lebih merepotkan adalah kalau pengguna Sacred Gear mempelajari sihir. Ya, serangan mereka takkan bisa merusak bangunan sekolah ini. Karena perisai terkuat yang dipasang oleh aku, Sirzechs, dan Michael, melindungi seluruh tempat ini. Namun, karena itu juga, kita jadi tak bisa meninggalkan tempat ini.”

Gubernur Jenderal ini sungguh tahu banyak. Sangat alami kalau dia bisa menempati posisi teratas, tapi dia juga bisa menjelaskan semua hal-hal dengan terperinci.

“Ka-kalau begitu, bagaimana dengan penghentian waktu yang sebelumnya?”

“Mungkin saja, mereka memakai Sacred Gear atau sihir yang mentransfer kekuatan pada bocah separuh Vampir itu dan dengan paksa membuatnya masuk kondisi Balance Breaker. Itu hanya mode Balance Breaker sementara, meski begitu, sampai bisa mempengaruhi orang-orang di dalam objek pada bidang pandangnya............ternyata potensi anak separuh Vampir itu sangat tinggi. Ya, sepertinya dia tak punya kekuatan untuk melawan orang-orang yang menggunakannya.”

Tak mungkin! Berarti Gasper yang berada di ruang klub di gedung sekolah lama sudah tertangkap dan sedang digunakan?

“Tapi, mereka memindahkan kekuatan? Adakah Sacred Gear dengan kemampuan seperti itu?”

“Boosted Gear menggabungkan bersama dua kekuatan pengganda nyaris tanpa akhir dan kekuatan transfer. Ada juga Sacred Gear independen dengan kedua kekuatan tersebut. Sacred Gear pengganda dan Sacred Gear pentransfer. Semua Longinus hanyalah kombinasi dari satu kemampuan dengan kemampuan yang lainnya. Pada dasarnya, mereka menggabungkan kemampuan besar yang tak seharusnya digabungkan. Mungkin [Longinus] tercipta karena adanya error, gangguan dalam program [Sacred Gear] yang diciptakan oleh Tuhan. Itulah salah satu opini kami dari ‘Grigori’. Kalau aku harus mengatakannya dengan cara-yang-gampang-kamu-pahami, itu adalah fakta kalau ada kekuatan lain yang bisa mentransfer.”

Terima kasih banyak untuk penjelasan-yang-begitu-mudah-dipahami itu!—Yang jelas, Gasper sedang digunakan seperti dugaanku!? Buchou datang ke sisiku.

“Gasper telah dijadikan senjata teroris di gedung sekolah lama........darimana mereka mendapatkan informasi penting tentang budakku?.........Apalagi, mereka sampai menggunakan kekuatan itu dalam pertemuan penting ini.........! Aku tak pernah merasa terhina seperti ini!”

Ooh! Onee-sama membuat gelombang aura merah dari seluruh tubuhnya! Se-seram!

“Selain itu, pasukan dari Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh diluar gedung sekolah ini sepertinya juga terhenti. Astaga, keluarga Rias Gremory sungguh mengerikan.”

Azazel menaruh tangannya di bahu Buchou dan menepuk-nepuknya, namun Buchou tanpa ampun menyingkirkan tangannya.

Tangannya disingkirkan, Azazel menoleh ke arah jendela dengan desahan. Kemudian, tombak cahaya tak terhitung jumlahnya muncul di langit luar gedung—

Baa! Hujan cahaya menghujani semuanya di saat yang sama saat Azazel menurunkan tangannya, dan mereka menghujani para Penyihir.

Para teroris juga membuat perisai pertahanan, namun serangan itu menembus tanpa masalah dan seluruh penyihir lenyap tanpa bekas! Uwah! Luar biasaaaaaaaaa! Hanya dalam sekejap!

Mayat-mayat kaku penyihir tak terhitung jumlahnya berceceran di seluruh halaman sekolah! Tiba-tiba berubah menjadi adegan yang sadis! Atau lebih tepatnya, dia luar biasa kuat, si Gubernur Jenderal ini! Apa dia mesin pemusnah monster! Dia menghabisi semuanya dengan sekali tindakan tanpa membuat persiapan apapun.

“Sekolah ini dilapisi oleh perisai. Tapi, meski begitu, mereka muncul di dalam perisai. Pasti ada lingkaran sihir tipe transfer atau seseorang menyambungkan gerbang kedalam wilayah ini. Yang manapun, kalau mereka meningkatkan efek dari [Forbidden Balor View] lebih dari ini, dikhawatirkan kalau mereka juga bisa menghentikan orang seperti kami juga. Dengan menghentikan kami disini dengan serangan cepat mereka, mereka berniat melenyapkan masing-masing gedung sekolah ketika waktu kita terhenti. Mereka sepertinya memakai kekuatan militer yang patut diperhitungkan.”

Melihat tatapan Azazel, lingkaran sihir bermunculan di beberapa tempat di wilayah sekolah, dan mulai bersinar dengan cerah. Dari lingkaran sihir muncul sosok-sosok yang sama dengan kelompok Penyihir yang Azazel habisi sebelumnya. Atau, mereka adalah Penyihir yang sebelumnya? Ada lebih banyak yang muncul! Masih ada banyak dari mereka yang bermunculan!

“Yang terjadi hanya pengulangan. Mereka akan terus muncul bahkan meski kita sudah menghabisi dan membantai mereka. Namun, meski keahlian dan waktu para teroris itu bagus, mungkin saja mereka mendapatkan informasi dari orang dalam. Apa ada pengkhianat tak terduga disini?”

Azazel mengucapkan hal mengejutkan. Pengkhianat? Tolong jangan katakan hal mengejutkan itu.

“Tak bisakah kita lolos dari sini?”

Azazel menggelengkan kepalanya atas pertanyaanku.

“Kita tak bisa kabur. Selama perisai yang melindungi seluruh sekolah tidak dilelehkan, kita tak bisa keluar. Tapi, kalau perisai dilelehkan, kerusakan akan dirasakan oleh dunia manusia. Kita harus menunggu sampai bos musuh muncul dulu. Kalau kita mengurung diri kita sementara, mereka akan lelah menunggu dan menampakkan wajahnya. Aku ingin tahu siapa otak di balik ini dengan cepat. Selain itu, kalau kita keluar dan bertarung sesuka hati, bisa saja kita melakukan apa yang musuh harapkan.”

S-sungguh terperinci. Jadi kita hanya perlu menunggu sampai musuh menunjukkan batang hidungnya!?

“Selain itu, kami para pemimpin tak bisa bergerak selagi membuat persiapan. Namun, tujuan pertama kita adalah mengambil kembali Gasper dari gedung sekolah lama yang sudah menjadi markas teroris.”

Dan itulah ucapan Sirzechs-sama. Begitu, jadi situasi sekarang sudah membuat dia (Gasper) kembali menjadi orang berbahaya nomor satu? Kalau kita mendapat serangan selagi para pimpinan terhenti, hal itu akan sangat serius!

“Onii-sama. Biar aku yang pergi. Gasper adalah budakku. Tanggung jawabkulah untuk membawanya kembali.”

Buchou menampakkan kehendak kuat di matanya dan ia mengajukan dirinya. Sirzechs-sama tiba-tiba tertawa.

“Kupikir aku mengatakannya sebelumnya. Aku paham kepribadian adikku—Namun, bagaimana kamu akan menuju gedung sekolah lama? Disana terisi oleh Penyihir diluar gedung sekolah ini. Transfer yang biasa juga terblokir oleh sihir kami.”

“Bangunan sekolah lama—basis ruang klubku punya bidak [Benteng] tersisa yang tak terpakai masih tersimpan aman di dalamnya.”

“Begitu, [Castling] ya? Karena mereka pasti sudah menduga kalau kita akan mengambil Gasper, ini bisa membuat lawan kelabakan. Mereka akan mengantisipasi sistem trik tertentu.”

Aku pernah dengar ini. Castling—teknik yang dapat secara seketika memindahkan lokasi [Raja] dan [Benteng]. Dikatakan kalau itu adalah teknik spesial dari Rating Game.

Dengan kata lain, Buchou bisa berpindah ke gedung sekolah lama dalam sekejap! Hebat! Betul-betul Buchou!

Kalau teleportasi, kita tak perlu pergi ke luar! Serbuan seketika ke markas musuh! Musuh juga akan terkejut oleh ini! Mungkin otak rencana yang Azazel sebutkan juga akan terkejut dan keluar!

“Baiklah. Namun, sangat ceroboh untuk pergi sendiri. Grayfia, mungkinkah mentransfer lebih dari satu orang melalui [Castling] dengan sistem sihirku?”

“Ya. Sepertinya kita hanya bisa meluncurkan upacara teknis sederhana disini, tapi masih bisa mentransfer Ojou-sama dan orang lain.”

“Jadi Rias dan seseorang lagi.......”

“Sirzechs-sama, biar aku yang pergi!”

Aku mengangkat tanganku dan berteriak. Ia adalah juniorku yang penting. Aku akan menolongnya bersama dengan Buchou!

Mata Sirzechs-sama menatapku untuk sesaat, namun kemudian berpindah ke arah Azazel.

“Azazel, menurut rumor, kamu sudah meneliti bagaimana cara menggunakan Sacred Gear secara bebas untuk waktu yang terbatas kan?”

“Ya. Itu benar. Memangnya ada apa?”

“Mungkinkah mengendalikan Sekiryutei?”

“............”

Azazel terdiam menanggapi pernyataan Sirzechs-sama. Namun, Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh mengaduk kedalam saku bajunya dan—

“Oi, Sekiryutei.”

Azazel memanggilku.

“Sa-saya Hyodou Issei.”

“Kalau begitu, Hyodou Issei, ambillah ini.”

Azazel melempar sesuatu padaku. Aku menangkapnya dan melihat—mereka sepertinya cincin lebar yang ditaruh di pergelangan tangan. Beberapa lapis pola-pola aneh tertempa padanya. Perhiasan?? Sambil berpikir dengan ragu-ragu, Azazel berbicara padaku.

“Itu adalah gelang dengan kemampuan mengendalikan Sacred Gear sampai poin tertentu. Kalau kamu menemukan si separo Vampire itu, kenakan padanya. Itu mungkin bisa sedikit membantunya mengendalikan kekuatannya.”

“Tapi, kenapa ada dua........?”

Ya. Ada dua gelang. Yang satu untuk Gasper. Dan yang satunya—

“Yang satunya untukmu. Kamu belum menguasai kekuatan si [Welsh Dragon] kan? Kalau begitu, kenakanlah. Kalau hanya untuk sesaat, masih mungkin mencapai kondisi Balance Breaker tanpa membayar harga apapun. Ini akan digunakan sebagai ganti harga itu.”

.......Hei, ma-masa sih!? Kalau aku mengenakan gelang ini di tanganku, aku akan bisa mencapai mode Balance Breaker?

“Sebagai efek sampingnya, kamu juga akan melepas segel yang dipasang padamu. Kekuatan [Pion] mu dibatasi kan?”

Darimana dia dapat informasi itu? Aku adalah [Pion] yang menghabiskan 8 pion, tapi karena aku tidak memiliki kekuatan untuk mengimbangi kekuatan itu, kekuatanku dibatasi oleh Buchou.

“Ini hanya opini pribadiku, tapi dari segi pembagian bidak, Ddraig dapat tujuh sedangkan satu untukmu, kan? Tidak, mungkin 7, 9 dan 0,1.[Promotion] juga membangun dasar yang perlu untuk mewujudkan kekuatan sejati Ddraig. Yang manapun, faktanya melepaskan kekuatan Ddraig juga akan melepaskan segel bidaknya, ya kan, Rias Gremory?”

Buchou hanya menyempitkan matanya menanggapi pernyataan Azazel dan tak memberi jawaban apa-apa.

“Pakai itu sebagai pamungkas terakhirmu. Karena itu tak bisa mengatur konsumsi staminamu, kamu hanya akan menghabiskan tenagamu sia-sia kalau mengaktifkannya tiba-tiba. Ia akan mengonsumsi jumlah stamina dan kekuatan sihirmu secara drastis ketika kamu berada dalam mode [Armor].”

Dan itulah penjelasan tambahan Azazel. Begitu. Karena aku tak paham apa yang akan terjadi, lebih baik mentransformasi diriku di saat terjepit saja. Azazel berbicara lagi untuk menegaskan maksudnya.

“Ingat ini baik-baik. Kamu yang sekarang adalah Iblis yang tereinkarnasi dari manusia biasa. Dengan memiliki Sacred Gear tangguh sekalipun, tak ada artinya kalau pemiliknya tak berguna. Kalau lawan yang melawan dirimu yang sekarang ini kurang berpengalaman, kamu hanya perlu memusatkan kekuatan Ddraig untuk menang, namun hati-hatilah pada orang yang lebih kuat dan yang memahami kekuatanmu baik-baik. Pokoknya, kamu sendiri adalah titik lemah Sacred Gearmu—penyebab kelemahanmu adalah ketidakmampuanmu menguasainya. Pada akhirnya kamu akan mati kalau tak mampu menjinakkan kekuatan itu.”

“A-aku paham.”

Ya, aku paham semua kata menyakitkan itu. Namun, mengatakannya lagi akan meruntuhkan hatiku. Ya, aku memahaminya. Aku bukan orang yang hebat. Justru Ddraig-lah yang hebat.

Namun, Malaikat Jatuh Azazel ini berbicara dengan cara yang gampang dipahami dan memberi penjelasan serinci mungkin. Bukankah dia lebih cocok menjadi Guru atau Pengajar?

“Azazel, seberapa jauh kamu sudah mempelajari Sacred Gear?”

Michael-san bertanya pada Azazel sambil mendesah, tapi si Gubernur Jenderal hanya tersenyum santai.

“Tak apa-apa kan? Tuhan, si pembuat Sacred Gear, tak ada lagi disini kan? Bukankah lebih baik kalau ada seseorang yang bisa menjelaskan tentang Sacred Gear meski hanya sedikit? Kudengar masih ada banyak hal yang bahkan belum kamu mengerti kan?”

“Kupikir masalahnya adalah kamu yang menelitinya.........”

Dan lalu para orang-orang kuat ini saling mengobrol, tapi aku hanya merasa sedikit kebahagiaan pada eksistensi gelang ini.......

........Dengan ini, aku bisa berguna bagi Buchou!

Buchou menerima ramuan teknis istimewa dari dahinya oleh Grayfia-san.

“Ojou-sama, tolong tunggu sebentar.”

“Cepatlah, Grayfia.”

Dimana kami yang di dalam sudah siap, Azazel dan Hakuryuukou nampak tengah berbicara.

“Vali.”

“Ada apa Azazel?”

“Kamu pergilah alihkan perhatian musuh diluar. Kalau si Hakuryuukou maju ke garis depan, itu akan sedikit merusak strategi mereka. Juga, sesuatu mungkin bergerak.”

“Jadi orang itu juga akan sadar kalau aku ada disini?”

“Kalau kamu lakukan itu, mereka takkan menduga Sekiryutei berpindah ke area tengah menggunakan [Castling]. Itu juga akan sedikit menarik perhatian mereka.”

“Bukankah lebih cepat dengan meledakkan semua musuh di gedung sekolah lama dan separuh Vampir biang masalah itu?”

Sang Albion mengatakannya dengan alami. Apa yang dia katakan, si keparat ini!?

“Cukup sudah, mumpung kita masih bersatu dalam kedamaian. Kalau situasinya memburuk, kita akan lakukan itu, tapi kalau kita bisa menolong anggota keluarga Maou, menyelamatkannya akan memberi kita keuntungan di masa depan.”

“Oke, oke, aku paham.”

Vali setuju pada saran Azazel sambil mendesah panjang.

Kah! Sayap cahaya mulai membentang di punggung Vali. Jadi itukah Sacred Gearnya?

“—Balance Break.”

[Vanishing Dragon Balance Breaker!!!!]

Setelah suara itu, aura seperti salju menutupi sosok Vali! Ketika cahaya berhenti, tubuhnya terlapisi armor serba putih yang memancarkan cahaya putih menyilaukan.

.........Jadi itukah Balance Breakernya?

Orang ini yang.........adalah sainganku bisa memasuki Balance Breaker semudah itu. Aku masih tak bisa melakukannya. Biarpun bisa, ada harga yang harus kubayar.

Setelah menatapku, Vali membuka jendela ruang pertemuan dan menyerbu ke langit.

Dalam sekejap itu—

Dododododododon!

Gelombang kejut tercipta di luar! Saat aku melihatnya, sekelompok penyihir dibantai habis-habisan oleh pria dalam armor putih.

Ia menyerbu ke kerumunan kelompok musuh sambil membentuk jalur cahaya di langit malam, dan sosok prajurit yang tangguh tengah terlihat jelas.

...........Kuat. Bahkan aku dalam sekejap menyadari betapa kuatnya orang itu. Ia menari di udara tanpa khawatir dengan tembakan para penyihir sama sekali, dan sejumlah besar peluru sihir berjatuhan sepanjang halaman sekolah.

Tanpa mendapatkan apapun, para penyihir terus dilenyapkan, namun lingkaran sihir muncul tak lama kemudian dan sekelompok penyihir baru bermunculan. Mereka tak ada habis-habisnya!

“Azazel, lanjutkan percakapan tentang sebelumnya.”

Sirzechs-sama bertanya pada Azazel.

“Ya. Memangnya soal apa?”

“Apa yang kamu rencanakan dengan mengumpulkan Sacred Gear? Kamu sudah mengumpulkan pemilik [Longinus] juga kan? Apa kamu berniat membunuh Tuhan meskipun Tuhan sudah tak ada lagi?”

Azazel menggeleng kepalanya atas pertanyaan itu.

“Untuk persiapan.”

“Persiapan? Itu ucapan yang memicu ketidaknyamanan, meskipun kamu menolak peperangan.”

Michael-san mengucapkan ini dengan ekspresi rumit.

“Sudah kukatakan bukan? Aku tak mau berperang melawan kalian. Aku juga takkan membuat perang disini—Namun, cara-cara pertahanan diri juga penting. Jujur saja, haruskah kukatakan kalau kami tidak hanya mempersiapkan serangan darimu?”

“Lantas?”

“—[Chaos Brigade].”

“.......Chaos Brigade?”

Itu nama yang belum pernah kudengar sebelumnya, tapi sepertinya Sirzechs-sama tak tahu juga melihat alisnya yang menekuk.

“Aku hanya mengkonfirmasi nama dan latar belakang organisasi itu baru-baru ini, namun wakil Gubernurku Shemhaza juga sudah mewaspadai organisasi mencurigakan dari sebelum itu. Dikatakan kalau mereka mengumpulkan anggota-anggota berbahaya dari ketiga kekuatan besar. Beberapa manusia pemilik Sacred Gear yang sudah mencapai Balance Breaker juga sepertinya termasuk. Aku juga sudah mengkonfirmasi sejumlah pengguna [Longinus] diantara mereka.”

“Lalu tujuan mereka?”

Michael-san menanyakan itu.

“Kehancuran dan kekacauan. Sesederhana itu, tahu? Mereka tak menyukai kedamaian dunia ini. Mereka adalah teroris. Lebih lagi mereka memiliki sifat jahat yang ekstrim.”

Jadi, mungkinkah serangan teroris kali ini juga........?

“Pemimpin organisasinya adalah Naga langit tangguh yang sebanding dengan [Welsh Dragon] dan [Vanishing Dragon].”

[--!]

Semua orang di sampingku menjadi diam membisu oleh ucapan Azazel. Eh? Ada apa ini?

“......Begitu. Jadi orang itu sudah bergerak. Sang [Ouroboros Dragon] Ophis—Naga yang ditakuti oleh Tuhan...........seorang yang terus menduduki titel terkuat sejak dunia ini bermula.”

Sirzechs-sama juga memasang ekspresi rumit.

Apa, apa? Wajah semua orang menjadi suram. Atau, mereka agak ketakutan? Apakah Naga-Ouroboro-apalah itu memang sekuat itu? Posisi yang terkuat. Orang terkuat yang Vali sebutkan sebelumnya.

Saat aku bingung dengan reaksi semua orang, sebuah suara yang tak kukenali menembus kedalam telingaku.

[Ya, Ophis adalah ketua dari “Chaos Brigade”]

Gah! Lingkaran sihir mendadak muncul di lantai ruang pertemuan di waktu bersamaan dengan suara itu! Apa ini, Iblis?

Lingkaran sihir yang tak pernah kulihat sebelumnya! Atau mungkin, aku tak terlalu memahami Iblis yang lain tapi—

“Begitu. Jadi kau sudah datang! Otak dari semua kejadian ini—“

Sirzechs-sama menjentikkan lidahnya. Eh? Kenapa dia melakukan hal itu tiba-tiba?

“Grayfia, lekas transfer Rias dan Ise-kun!”

“Ya!”

Grayfia-san menyuruh aku dan Buchou pergi ke sudut ruang pertemuan, dan lingkaran sihir kecil tercipta di lantai.

Ukurannya sangat tepat untuk memuat dua orang kedalamnya.

“Ojou-sama. Kuharap anda beruntung dalam pertarungan ini.”

“Tu-tunggu, Grayfia! Onii-sama!”

Aku dan Buchou terselimuti oleh cahaya ketika melakukan transfer—

Chaos Brigade[edit]

Bagian 1[edit]

Seiring Buchou dan Ise-kun lenyap seketika kedalam lingkaran sihir transfer, perkembangan tak terduga terjadi di hadapanku—di hadapan mata Kiba Yuuto.

Lingkaran sihir yang muncul di lantai ruang pertemuan. Selagi aku melihatnya, semua pemimpin ketiga kekuatan besar terkejut.

Tidak, Azazel tertawa dan Sirzechs-sama memasang wajah masam.

“—Lingkaran sihir Leviathan.”

Eh...? Aku tak bisa mempercayai telingaku saat mendengar ucapan Sirzechs-sama. Setidaknya sejauh yang aku tahu, ini bukan pola lingkaran sihir milik Serafall Leviathan-sama.

Lantas, apa itu—pertanyaanku dengan cepat terjawab,

“Itu sesuatu yang terlihat dalam buku Vatikan. Itu adalah lingkaran sihir milik Maou Leviathan yang asli.”

.......Begitu, aku pernah dengar rumor itu. Ternyata mereka masih ada.

Seorang wanita muncul dari dalam lingkaran sihir. Ia mengenakan pakaian hitam yang potongannya sangat pendek dan belahan yang panjang padanya.

“Bagaimana kabarmu, Maou Sirzechs-dono saat ini?”

Wanita itu menyapa Sirzechs-sama dengan nada tanpa takut.

“Seorang yang mewarisi darah dari Leviathan sebelumnya. Cattleya Leviathan. Apa artinya semua ini?”

Sirzechs-sama mengatakan ini. Sudah kuduga, dia adalah keluarga dari Maou yang asli!

Aku pernah dengar soal itu. Ketika keempat Maou tewas dan mereka mencoba memilih empat Maou baru, mereka bilang mereka melakukan perlawanan mati-matian sampai akhir, orang-orang keturunan Maou sebelumnya itu.

Kudengar kalau Iblis paska-perang, yang kekuatan tempurnya sudah banyak tersita, menyingkirkan semua keluarga dari garis darah pasukan Maou lama ke sudut Dunia Bawah dengan seluruh kekuatan mereka.

Setelah itu, dikatakan kalau masalah itu diselesaikan dengan menerapkan administrasi baru di bagian pusat. Itulah keempat Maou-sama yang sekarang ini.

Si wanita—Cattleya Leviathan, yang merupakan keturunan Leviathan asli, mengeluarkan senyuman sinis dan berbicara.

“Para anggota golongan Maou lama hampir semuanya sudah memutuskan bekerjasama dengan [Chaos Brigade].”

.....Apa! Apa yang tadi dia katakan!? Datang kemari, golongan Maou lama sudah—

“Jadi ini perselisihan diantara Maou lama dan Maou baru yang sudah menjadi berskala besar. Iblis juga sungguh menyulitkan.”

Azazel hanya tersenyum seolah itu bukan urusannya.

“Cattleya, tak apa-apakah untuk mengucapkan kata-kata itu dengan enteng?”

“Sirzechs, seperti yang kukatakan. Kami jugalah yang mendalangi serangan ini sekarang.”

“—Jadi kalian bermaksud melakukan kudeta?”

Ya, ini adalah kudeta. Pemberontakan oleh golongan Maou lama melawan kelompok Maou baru. Menyatakannya di tempat dan waktu semacam ini—lebih jauh lagi, mereka bekerjasama dengan kelompok teroris.

“........Cattleya, kenapa?”

“Sirzechs, kami memiliki ide yang bertentangan dengan pertemuan kalian hari ini. Kami sudah menyepakatinya, karena Tuhan dan Maou yang asli telah lenyap, dunia ini harus ditata ulang.”

Jadi mereka melakukan kudeta ini setelah mengetahui segalanya tentang ketiadaan Tuhan dan konferensi perdamaian dari tiga kekuatan besar.

Lebih jauh lagi, mereka sudah mengambil langkah yang berlawanan, datang kemari sambil mempertimbangkan semua ini.

“Sudahkah Ophis itu melihat jauh ke masa depan? Kurasa tidak juga ya.”

Cattleya hanya menghembuskan nafas menanggapi pertanyaan Azazel.

“Disamping menjadi simbol kekuatan, dia hanya memikul posisi demi pengumpulan kekuatan. Kami sudah meminta bantuannya untuk menghancurkan dunia dan membangunnya lagi—Kamilah yang akan memimpin dunia baru itu.”

..............Apa...!!!!

Hanya demi hal itu terjadi. Jadi semua penyihir yang mengamuk diluar sana pasti mereka yang sangat memuja orang-orang ini.

Kalau cerita Azazel sebelumnya benar, berarti disamping para Maou lama dan Penyihir, pemberontak dari pihak Malaikat dan Malaikat Jatuh juga sudah mulai bermunculan.

..........Apa mereka begitu membenci perdamaian? Sirzechs-sama tersenyum dengan nada mengejek.

“......Jadi kalian mengumpulkan pemberontak Iblis, Malaikat, dan Malaikat Jatuh yang ingin dunia mereka sendiri dan bumi baru yang mereka kuasai. Dan perantara semua ini adalah sang [Ouroboros] Ophis.”

Naga terkuat di puncak kekuatan yang bahkan ditakuti oleh Tuhan—

Aku pernah dengar kalau dia lebih kuat dari [Welsh Dragon] dan [Vanishing Dragon] menurut legenda. Kalau dia adalah Naga yang memiliki kekuatan tak terbatas seperti Tuhan—

“Cattleya-chan! Kenapa kamu melakukan hal seperti ini!?”

Cattleya menunjukkan ekspresi benci pada teriakan Leviathan-sama.

“Serafall, beraninya kau bertindak tak tahu malu begitu, sebagai orang yang mencuri posisi [Leviathan] dariku! Aku adalah keturunan dari Leviathan yang asli! Akulah yang lebih berhak menjadi Maou!”

“Cattleya-chan......aku......aku....”

“Jangan khawatir, Serafall. Hari ini aku akan membunuhmu di tempat ini dan merebut sendiri titel [Leviathan] itu! Lalu, Ophis akan menjadi Tuhan dari dunia yang baru. Tak masalah meski dia hanya menjadi simbol. [Sistem] dan hukum, semua doktrin akan ditentukan oleh kami. Michael, Azazel, dan Lucifer—Sirzechs, zaman kalian sudah berakhir.”

Ekspresi dari Sirzechs-sama, Serafall-sama, dan Michael-sama menjadi gelap atas pernyataan Cattleya.

Namun—hanya ada satu orang yang terlihat senang dan justru tersenyum.

“Ku......kukukukuku......”

Hanya orang itu—

Yang paling terlihat aneh—

Ia menunjukkan senyuman aneh seperti laki-laki nakal.

“Azazel, apanya yang lucu?”

Kemarahan tampak jelas pada raut wajah dan ucapan Cattleya.

“Hahaha, jadi kau—bukan, kalian akan menata ulang dunia ini bersama?”

“Itu benar. Itu sangat benar, Azazel. Dunia ini adalah—“

“Membusuk? Manusia itu bodoh? Bumi akan dihancurkan? Oi, oi, oi, bukankah sudah banyak hal menyenangkan di hari-hari ini?”

Azazel memegangi perutnya sambil tertawa terbahak-bahak. Cattleya memicingkan matanya.

“Azazel, kau masih sama seperti biasanya. Meskipun memiliki kekuatan besar, kau hanya bisa puas dengan dunia yang sekarang ini........”

“Biar kukatakan padamu. Idemu itu terlalu klise dan kasar. Dan juga, hanya sedikit orang-orangmu yang betul-betul kuat kan? Astaga, kalian hanya membuat masalah bagi orang lain. Keturunan Leviathan, kata-katamu itu seperti penjahat yang hampir mati, tahu?”

“Azazel! Beraninya kau menghina kami sejauh itu!”

Cattleya marah besar, dan gelombang aura sihir memancar dari tubuhnya. Itu adalah atmosfir situasi yang sangat panas.

“Sirzechs, Michael, biar aku yang mengurusnya. Jangan bantu aku, oke?”

Azazel berdiri—Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh mulai mengeluarkan aura suram, mirip seperti pemanasan sebelum bertarung.

“.........Cattleya, apa kau berniat untuk menyerah?”

Itulah peringatan terakhir dari Sirzechs-sama. Cattleya menggelengkan kepalanya.

“Benar juga, Sirzechs. Kau adalah Maou yang baik. Namun, kau bukan Maou terbaik. Karena itulah kami berniat menjadi Maou yang baru.”

“Begitu. Sayang sekali.”

Melihat konfirmasi itu, Azazel menunjuk jendela dengan tangannya.

Don! Seluruh area di jendela diledakkan oleh kilatan cahaya! Sungguh hebat!

Azazel membentangkan dua belas sayap hitamnya. Warnanya lebih gelap dari kegelapan tanpa akhir—

“Keturunan dari mantan Maou [Leviathan]. Salah satu [Monster of the End]. Bukan lawan yang buruk. Cattleya Leviathan, apa kau berdandan demi menghadapi kehancuran melawanku?”

Cattleya menanggapi tantangan menegangkan Azazel dengan senyuman tanpa takut di wajahnya.

“Justru itulah yang kuharapkan. Gubernur dari Malaikat yang jatuh.”

Doh! Azazel dan Cattleya Leviathan terbang ke arah luar, dan pertarungan antara Iblis dan cahaya mulai berlangsung di langit halaman sekolah.

Mereka berdua mengeluarkan aura yang sangat luar biasa. Dimensinya jauh berbeda dari kami.

Aku merasa cemas soal dukungan, tapi karena sudah sejauh ini, haruskan aku tetap bersama Maou-sama atau menyertai Buchou?

Sambil masih berpikir, Sirzechs-sama berkata padaku,

“Kiba Yuuto-kun, aku dan Michael akan tetap mempertahankan perisai yang menutupi sekolah ini. Karena Azazel dan Cattleya sudah gila-gilaan, kerusakan mungkin akan menjadi besar. Maaf sekali, tapi sampai Grayfia menyelesaikan lingkaran sihir transfer para Penyihir, bisakah kamu mengurus semua Penyihir diluar sana?”

Anda memerintahkanku untuk mengurus semua penyihir itu? Perintah langsung dari Maou-sama! Suatu kehormatan yang besar!

“Baik, pak.”

“Terima kasih. Aku senang kamu menjadi [Kuda] adikku. Mohon gunakan Balance Breaker itu demi adik perempuanku dan teman-temanmu.”

“Ya! Zenovia, tolong ikutlah bersamaku!”

“Ya, aku juga [Kuda] Rias Gremory. Kiba Yuuto, kita berdua sama-sama Pedang. Sekarang, ayo pergi!”

Setelah aku dan Zenovia saling mengangguk, kami menyerbu ke arah lapangan sekolah dan mulai mengayunkan pedang.


Bagian 2[edit]

“Hah!”

Pedang suci-Iblisku menembus setiap perisai perlindungan sihir dan tubuh para penyihir.

Berapa banyak jumlah mereka? Aku sudah menjatuhkan banyak penyihir, namun penyihir yang baru akan dipanggil dari lingkaran sihir tak lama setelahnya.

“Mereka tak ada habisnya!”

Zubaaaah! Gelombang yang disertai serangan tebasan diluncurkan dari Pedang Suci Durandal dan meratakan bagian kiri dan kanan bangunan sekolah. Serangan itu menghabisi sangat banyak Penyihir.

Zenovia, tolong jangan terlalu merusak bangunan sekolah. Apa Durandal memang sulit digunakan?

Kah! Koh! Dooooooooh!

Dari langit, suara menggema terdengar jelas, diserta cahaya menyilaukan. Ketika melihat ke atas, Azazel dan Cattleya terus menyerang dan bertahan dengan kecepatan luar biasa!

Azazel membuat sejumlah tombak berat dan tebal yang hampir seukuran tubuhnya muncul, dan melemparnya ke arah Cattleya. Cattleya mengeluarkan beberapa lapis lingkaran sihir pertahanan dan memblokir serangan cahaya.

Lapangan sekolah mendapat kerusakan hebat disini dan disana sebagai dampak serangan dan bertahan itu. Kalau Maou-sama dan yang lainnya tidak melindungi bangunan sekolah, pasti akan banyak gedung yang runtuh.

Juga cukup beruntung karena wilayah sekolah dinaungi perisai yang sangat kuat. Kalau tidak, area perumahan manusia disekitar sini juga akan terkena dampaknya.

Sungguh mengerikan melihat serangan maksimum yang Azazel dan Cattleya hindari menghantam perisai perlindungan.

Kupikir Azazel lebih unggul dari segi kekuatan, namun Cattleya bisa bertahan diluar dugaanku.

Disamping itu, takkan aneh kalau Cattleya memiliki keluarga budak Iblis dengannya juga. Namun, aku sudah dengar kalau dia dan golongan Maou lama lainnya menolak penggunaan [Evil Piece] yang digunakan kaum Iblis saat ini.

Cattleya tak memiliki [Ratu] ataupun [Kuda] yang melindunginya secara pribadi.

Cattleya mengambil botol kecil dari kantong sakunya—dia menelan sesuatu yang sepertinya mirip ular hitam kecil dari dalam botol.

Dalam sekejap itu—Don! Ruang bergetar dengan kuat, dan gelombang kekuatan menerjang seluruh wilayah bangunan sekolah.

Kekuatan sihir yang ditelan oleh Cattleya membengkak, dan mengeluarkan aura mengerikan. Energi yang hampir setara dengan Sirzechs-sama dan Serafall-sama.........Ular macam apa yang tadi dia telan?

Azazel menembakkan tak terhitung tombak cahaya ke arahnya, namun semuanya lenyap dengan mudah hanya dengan Cattleya sedikit menggerakkan tangannya ke samping. Kekuatan macam apa itu! Padahal bisa dikatakan kalau kekuatan Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh Azazel adalah pertama atau kedua terkuat di hari ini!

Peristiwa yang lebih mengejutkan terjadi di hadapan mataku—

Azazel, yang tengah bertarung dengan Cattleya di udara. Serangan tak terduga menghantam Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh itu dari samping—


Life 5: Welsh Dragon dan Vanishing Dragon[edit]

Bagian 1[edit]

Saat aku menyadarinya, kami sudah berada di dalam ruang klub.

Memang membuat banyak kebisingan, namun transfer telah berhasil. Meskipun begitu—

“--! Mustahil! Mereka sudah berpindah kesini!?”

“—Iblis sialan!”

Bagian dalam ruangan telah dikuasai oleh para Penyihir yang mengenakan jubah aneh! Heeeeeey! Sudah kuduga, tempat ini sudah menjadi basis musuh!

“B-Buchou! Ise-senpai!”

Suara Gasper! Ketika aku menolehkan kepalaku ke arah datangnya suara, si pria berpakaian wanita Gasper sedang terikat di kursi. Kantong kertas berlubang berada di kepalanya! Ja-jadi dia memang mengenakannya........?!

Buchou memastikan keamanan Gasper dan tampak lega.

“Gasper, syukurlah kamu selamat.”

“Buchou........sudah terlambat.......”

Namun, Gasper malah menangis.

“Lebih baik kalau.....aku mati. Tolong, Buchou, senpai, bunuhlah aku......karena kekuatan ini, aku tak bisa berteman dengan siapapun......aku hanya pengganggu..........dan penakut.......”

Gasper menangis sesenggukan. Ditangkap dan digunakan oleh musuh, ia menganggap dirinya pengganggu bagi kami. Buchou tersenyum simpul pada Gasper.

“Jangan katakan hal bodoh itu. Aku tak akan mengabaikanmu, tahu? Saat aku memindahkanmu ke keluargaku, aku pernah mengatakannya kan? Bahwa—karena kamu sudah terlahir kembali, kamu akan hidup untukku, dan menemukan cara hidup yang sesuai denganmu.”

Tapi kata-kata Buchou tak sampai pada Gasper, dan ia menggeleng kepalanya.

“........Aku tak bisa menemukannya. Bagiku, yang hanya bisa membuat masalah........memiliki arti dalam hidup itu........”

“Kamu adalah budakku dan bagian keluargaku. Aku tak akan mengabaikanmu semudah itu. Bahkan sekarang sudah mungkin bagimu untuk hidup bebas.”

“Itu benar, Gasper! Aku dan Buchou takkan mengabaikanmu!”

Itu benar! Kamu adalah juniorku! Meskipun kamu tak bisa menggunakan Sacred Gearmu dengan baik, kami akan menghentikanmu—

Gan!

Tepat di depan mataku, Gasper diserang oleh seorang penyihir wanita. Penyihir itu menjambak rambut Gasper dan tersenyum sinis. Kalau kulihat lihat, semua penyihir disini adalah wanita! Penyihir wanita! Itu juga bagus!

“Kalian sungguh bodoh. Sungguh tolol cara kalian menggunakan kekuatan setengah Vampir secara normal. Seperti yang golongan Maou lama katakan. Keluarga Gremory sangat bodoh karena mereka sangat mendambakan dan menyukai kekuatan.”

Penyihir itu melecehkan Buchou dengan tatapan sinisnya.

“Mungkin kalian akan lebih beruntung kalau kalian segera mencuci otak setengah Vampire ini dan memakainya sebagai alat, tahu? Kalau kalian membuat Sacred Gear lepas kendali sambil melemparkan anak ini ke wilayah Malaikat Jatuh lawan, dia mungkin bisa menjatuhkan pemimpin mereka. Kenapa kalian belum melakukan itu? Mungkinkah kalian memperlakukan budak sebagai teman dekat?”

“I—ini....”

Aku mencoba menyerang balik pernyataannya, namun Buchou menahanku dengan tangannya.

Kenapa, Buchou? Meskipun dia tak memahami apapun tentang Buchou, dia hanya mengatakan hal-hal buruk! Aku tak bisa memaafkannya! Tak peduli meski dia seorang wanita, ada hal hal yang boleh dan tidak boleh kau katakan, sialan!

“Aku.......menghargai Budakku.”

Buchou menimpali dengan tenang. Mohon marahlah! Tak ada untungnya bersikap kalem pada orang semacam ini!

Hyuh! Bon!

Si penyihir menembakkan peluru sihir kecil pada Buchou! Seragam Buchou sedikit robek, dan tampak kulitnya yang putih......pa-payudaranya bisa terlihat sedikit!

“Mulutmu sungguh congkak. Juga, aku tak suka melihatmu cantik meskipun kau adalah Iblis, Rias Gremory.”

Kata kata penyihir itu dilapisi kecemburuan. Penyihir itu menaruh pisau di leher Gasper.

“Kau bergerak dan anak ini mati. Mari kita bersenang senang sedikit.”

Penyihir itu mengacungkan tangannya dan mulai meluncurkan sihirnya lagi! Buchou sama sekali tak menghindarinya! Sial! Ketika peluru sihir ditembakkan lagi, aku akan berdiri di depan Buchou dan menjadi tamengnya!

Bon!

Peluru itu sedikit mengenai leherku. Oww! Tapi, ini bukan apa-apa! Justru, lokasinya! Dia mengincar wajah Buchou! Tak termaafkan! Sampai harus mengincar wajah Buchou!

Aku marah dalam jiwa dan ragaku, namun Buchou maju dari belakangku dan berbicara pada Gasper.

“Gasper, berilah aku masalah lagi. Aku akan memarahimu lagi dan lagi. Aku akan menghiburmu!—Aku takkan pernah mau melepaskanmu!”

.....! B-Buchou! Ugh, meski dia tak mengatakannya padaku, aku sangat tersentuh! Sudah kuduga, majikanku adalah yang terbaik! Baiklah, Gasper! Kamu sudah membuat Buchou berbicara sebanyak ini! Bagaimana tanggapanmu!?

“B-Buchou......aku.....aku.....”

Gasper menangis tersedu. Tapi, itu bukan tangis kesedihan atau ketakutan—bahkan aku bisa melihat kalau dia menangis bahagia.

Baiklah, baiklah! Kalau begitu, Gasper. Selanjutnya adalah hadiah semangat bertarung dariku.

“Gaspeeeeeeeeeeeeeeeer!”

Aku berteriak keras sampai menggema dalam ruangan! Gasper! Perasaanku! Akan kusampaikan melalui kata-kata ini dan memberikannya padamu sampai ke jiwamu!

“Jangan takut! Jangan kabur! Jangan menangis! Aku! Buchou! Akeno-san! Asia! Kiba! Koneko-chan! Dan Zenovia juga! Kami semua temanmu! Kami pasti takkan pernah mengabaikanmu! Kami takkan melakukan sesuatu seperti meninggalkanmu sendiri!”

Aku mengangkat tangan kiriku tinggi-tinggi! Aktifkan, Sacred Gear-ku!

“Boosted Gear!”

[Boost!]

Gauntlet merah terpasang di tangan kiriku.

Selanjutnya. Promotion.

“Buchou! Aku meminta Promotion menjadi [Ratu]!”

Buchou mengangguk dan kekuatanku meningkat! Kalau begitu, ada satu hal yang tersisa!

“Ascalon!”

[Blade!]

Bersama dengan suara baru, senjata baruku Ascalon keluar dari cangkang Sacred Gear-ku.

Si penyihir wanita dengan teliti mengawasiku. Namun, aku memindahkan arah ujung pedang dari musuh ke tanganku sendiri.

Zashu!

Untuk sementara aku menekan kekuatan pedang dan secara pribadi menebas tangan kananku dengan pedang.......itu sakit. Tapi! Darah mengucur dari tanganku.

“Ise.......?”

Buchou melihat tindakanku dengan cemas. Tolong jangan khawatir. Ini adalah hadiah untuk Gasper.

“Namun Gasper, tak ada gunanya kalau kamu tidak bangkit sendiri, tahu!? Setelah mendapat dukungan dari seorang wanita, setelah itu bangkitlah! Bukankah kamu memiliki sepasang b*la yang hebaaaaaaat!!??”

Aku mengacungkan tangan kiriku dan mengulurkan Ascalon yang ternoda darahku ke arah Gasper.

Lebih cepat sebelum penyihir itu bereaksi, darah, yang melekat pada Ascalon, menempel di mulut Gasper.

“—Minumlah. Darahku yang memiliki Naga terkuat. Dan tunjukkan padaku kalau kamu adalah laki-laki!”

Gasper mengangguk oleh ucapanku dengan tatapan kuat. Gasper menjilat darahku yang berada di mulutnya dengan lidahnya. Tak lama usai Gasper menelan darahku, suasana dalam ruangan mendadak berubah.

Rasa dingin tak terjelaskan menjalar ke seluruh tubuhku. Saat aku menolehkan mataku ke arah Gasper yang terikat di kursi—

Dia tak ada disana! Gasper tidak sedang duduk di kursi! Dia sudah lenyap! Hanya tali yang mengikat Gasper tersisa! Para penyihir wanita juga kaget karena Gasper mendadak lenyap, dan menoleh ke sekeliling. Mereka menyebarkan pandangan ke penjuru ruangan dan—

Chichichichichichi. Suara berdecit aneh terdengar. Kelelawar tak terhitung jumlahnya bergantungan di langit langit ruangan. Sekelompok kelelawar bermata merah menyerang para penyihir sekaligus.

“Kuh! Jadi dia berubah bentuk, Vampir sialan itu!”

“Brengsek!”

Para wanita itu mengutuk sambil mengacungkan tangan mereka ke arah kelelawar dan mencoba menembakkan peluru sihir, namun mereka ditarik oleh sesuatu dan kehilangan keseimbangannya.

.......Tangan-tangan hitam tak terhitung jumlahnya muncul dari bayangan para penyihir wanita.

Tangan-tangan dari bayangan itu menarik para wanita kedalam bayangan.

“Jadi ini kemampuan Vampir!”

“Rasakan ini!”

Don! Mereka menembakkan peluru sihir pada bayangan, namun bayangan hanya lenyap begitu saja. Sepanjang itu, kelelawar yang mengerubungi para penyihir mulai menggigit bagian bagian tubuh mereka.

“Kau berniat—menghisap darah kami!?”

“Tidak, sihir kita juga sedang dihisap?”

Para penyihir itu nampak kesulitan. Mereka dikeroyok oleh kelelawar dan tangan-tangan yang mencuat dari bayangan.

Ini adalah—Gasper? Kekuatan sejati Gasper?

“Ise, itulah bagian kekuatan Gasper yang tersembunyi. Kekuatan itu bisa dilepaskan karena meminum darahmu.”

Dan itulah ucapan Buchou. Begitu, sudah kuduga, kekuatan sejati Gasper.

“Kuh! Kalau begitu, kita hanya bisa melakukan ini!”

Para penyihir mengarahkan sasaran mereka kesini! Jadi mereka bermaksud menyerang aku dan Buchou?

Doshu! Tak terhitung peluru sihir ditembakkan ke arahku dan Buchou, namun—

Semuanya berhenti di tengah udara.

[Sia sia saja. Aku sudah membaca gerakan dan serangan kalian]

Suara Gasper menggema dalam ruangan. Mata merah kelelawar bersinar cemerlang. Begitu, jadi dia membangkitkan Sacred Gearnya melalui mata kelelawar.

Apalagi, dia sangat brilian dalam menghentikan hanya peluru sihirnya! Jadi dia bisa mengendalikan Sacred Gearnya berkat efek meminum darahku!

[Aku akan menghentikan kalian semua!]

Kah! Semua kelelawar membuat mata mereka bersinar, dan mereka membuat waktu semua penyihir wanita dalam ruangan berhenti.

[Ise-senpai! Lakukan serangan akhir!]

“Serahkan padaku!”

Aku mulai berlari dan menyentuh semua penyihir! Kemudian, sambil memasang pose keren di tengah ruangan, aku berteriak.

“Dress Break!”

Bababah! Pakaian para Penyihir yang waktunya terhenti meletus secara brilian! Sejumlah wanita telanjang berdiri di hadapan mataku! Aku bisa melihatnya sesukaku! Menyentuhnya sesukaku!

Buh! Sambil mimisanku mengucur, aku memberikan senyuman kemenangan.

“Gasper, bersama kita tak terkalahkan!”

[Ya!]

Juniorku menghentikan musuh, dan aku meletuskan pakaian mereka. Kita yang terkuat. Kita tak terkalahkan!

Dengan ini, mimpi yang sangat kurindukan bisa terkabul—

Pechi.

“Apa iya?”

Buchou menyentil dahiku sambil mendesah.

Bagian 2[edit]

“Ngomong-ngomong Ddraig, siapa itu Ophis?”

Aku menanyakannya selagi mengikat para Penyihir dan menempatkan mereka dalam lingkaran sihir dalam ruangan.

[--Ophis. Sungguh nama yang nostalgia]

Jadi siapa dia, orang itu?

[Dia adalah anggota terkuat dari suku Naga]

Bahkan lebih kuat dari Ddraig dan Vanishing Dragon?

[Ya, karena dia juga lebih kuat dari Tuhan. Dialah satu-satunya eksistensi yang tak bisa Tuhan hadapi dengan ceroboh. Dia adalah monster sejati dengan kekuatan mendekati ketidak terbatasan]

“Serius!? Jadi masih ada Naga yang lebih kuat darimu dan Albion?”

[Dialah satu-satunya. Satu-satunya yang melampaui kami. Dialah eksistensi terkuat di dunia ini]

Hah, itu, bagaimana mengatakannya ya........apalagi, dia adalah bos para teroris ini.

Buchou meluncurkan lingkaran sihir dan mengirim para Penyihir ke kantor umum di Dunia Bawah. Dia bilang mereka akan ditahan dalam penjara. Kebetulan, Buchou sudah mengganti pakaiannya dengan seragam cadangan.

Alasannya adalah supaya kita bisa menangkap para teroris sebagai saksi hidup buat jaga-jaga. Tapi, mengikat wanita dengan tali ini.......gufufu. Aku memikirkan banyak hal vulgar.

“Senpai, apa tanganmu tak apa-apa?”

Gasper, yang telah kembali dari kelelawar dan bayangan ke wujud aslinya, bertanya. Karena ia mengenakan cincin yang kuberikan dari Azazel, Sacred Gearnya takkan lepas kendali lagi.

“Ya, aku sudah terbiasa dengan luka seperti ini. Meski aku kelihatan begini, aku pernah dapat lubang di perut dari serangan Malaikat Jatuh.”

“Ueeeeeeh?? Su-sungguh.....? S-senpai memang sudah pengalaman dengan banyak kekerasan.....”

Be-begitukah? Dipikir-pikir, sejak aku menjadi Iblis, aku sepertinya menjalani hidup penuh kekerasan.....aku tak terlalu mengkhawatirkannya karena aku hidup bahagia bersama Buchou dan yang lainnya, tapi kesempatan bagiku untuk berada di ambang kematian juga tinggi kan?

Ugh, itu hanya imajinasiku, imajinasiku. Aku takkan memikirkannya terlalu dalam!

“Bagaimana rasanya meminum darahku?”

“Ya, kekuatanku untuk sementara mengalir dengan deras, tapi.......aku sudah kembali normal sekarang.”

Begitu. Jadi ada batas waktunya. Biarpun begitu, dia menjadi sangat berguna setelah meminum darahku.

“Ya. Mereka semua sudah dipindahkan kesana! Baiklah, Ise, Gasper! Mari kembali pada Maou-sama!”

Itulah Buchou. Terima kasih untuk kerja kerasnya!

[Ya!]

Aku dan Gasper menimpali, dan mengikuti di belakang Buchou.

Kami meninggalkan ruangan dan bergerak menuju pintu masuk gedung sekolah lama......sementara itu, Gasper lengket di punggungku......entah kenapa akhir-akhir ini ada banyak anak-anak yang lengket di punggungku. Ada Asia, dan dia juga. Pokoknya, aku harus perbaiki sifat hikikomori anak ini lebih dulu!

Tepat saat kami mencapai pintu masuk—

Dogaaaaaaaaaaaannnnnn!!!!!

Sesuatu jatuh tepat di hadapan kami! Setelah awan debu yang mengepul lenyap, terdapat—

“.....Cih, jadi kau mengkhianatiku karena alasan itu, Vali.”

Itu adalah sang Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh yang penuh dengan luka.

“Itu benar, Azazel.”

Sambil memancarkan cahaya menyilaukan, sang Hakuryuukou berdiri di hadapan kami. Ada wanita yang tak kukenali berdiri di sampingnya juga.

“Sekali kau memilih perdamaian, pengaturan dibuat untuk membangkitkan dari setengah Vampir yang diculik dan memulai serangan teroris. Hakuryuukou mulai menggila bersamaku setelah kami melihat kesempatan yang bagus. Akan bagus kalau kami bisa menghabisi salah satu pemimpin dari tiga kekuatan besar. Tak masalah meski pertemuan harus hancur karena itu.”

Ooh! Sungguh pakaian yang seksi! Pakaian yang sangat mengekspos payudaranya! Se-selain itu belahan di bawahannya juga tinggi! Su-sungguh kaki yang bagus!

“Aku merasakan tatapan vulgar—apa anak ini adalah Sekiryutei, Vali?”

“Ya, meski disesalkan, itu benar. Dia memang pemilik yang paling disesalkan.”

“Jangan seenaknya bilang disesalkan, disesalkan! Bahkan aku menjalani kehidupanku dengan baik! ....Tapi yang jelas, kenapa kau dan Azazel malah saling adu tanding? Terus, siapa Onee-san ini?”

Si Onee-san menatap ke arahku yang jengkel ini dengan mata mengasihani.

“Begitu. Dia memang anak yang disesalkan. Vali, maukah kau membunuhnya?”

“Perasaanku tak terlalu bersemangat melawannya. Jujur saja, aku tak menduga dia berada disini.”

Heh? Aku tak paham sama sekali. Apa yang terjadi?

“Astaga, aku juga kehilangan harga diriku. Sampai salah satu pengikutku melakukan ini.........”

Azazel tertawa pada dirinya. Eh? Berarti Hakuryuukou ini memang rekan para teroris? Onee-san itu juga musuh? Vali menggeser topeng di helmnya dengan suara clang dan menunjukkan wajahnya.

“Kapan? Kapan kau memutuskan melakukan ini?”

“Aku dapat tawaran selagi mengembalikan Kokabiel ke markas pusat. Maaf, Azazel, kelompok mereka sepertinya menarik buatku.”

“Vali, sudahkah [Vanishing Dragon] memihak pada Ophis?”

“Tidak, aku hanya bersikeras untuk bekerjasama. Mereka memberikan tawaran menggiurkan “Maukah kau melawan Asgard?” saat mereka mengatakan itu, sebagai orang yang ingin menguji kekuatanku, aku tak bisa menolak. Azazel, kau tak suka ide bertarung melawan Valhalla—sang Asgard kan? Kau tak menyukai peperangan.”

“Aku menyuruhmu untuk ‘menjadi kuat’, namun aku seharusnya juga mengatakan ‘jangan hanya membuat faktor yang akan menghancurkan dunia’.”

“Itu tak ada hubungannya. Aku hanya ingin bertarung selama lamanya.”

“......Begitu. Tidak, aku pernah mengantisipasi dalam hatiku kalau kau suatu saat akan meninggalkanku—sejak kita bertemu sampai sekarang, kau hanya ingin bertarung dengan orang kuat.”

“Persiapan dan informasi tentang pertemuan ini berkat Hakuryuukou. Sangat bodoh kalau kau meninggalkannya sendiri meski kau memahami sifat aslinya. Sebagai hasilnya, kau menggantung lehermu sendiri.”

Dan lalu wanita itu tersenyum sinis pada Azazel.

Mengabaikan Azazel yang tersenyum pahit, Vali memukulkan tangannya ke dadanya dan berbicara padaku.

“Nama sejatiku adalah Vali—Vali Lucifer.”

......A-apa? Lucifer?

“Aku adalah keturunan dari Maou Lucifer generasi sebelumnya yang tewas. Namun, aku anak berdarah campuran dari ayah yang merupakan cucu Maou dan ibu manusia—aku mendapatkan kekuatan Sacred Gear [Vanishing Dragon] karena aku separuh manusia. Itu hanya kebetulan. Namun aku, yang merupakan kerabat darah sejati dari Lucifer dan juga seorang [Vanishing Dragon], terlahir. Kalau ada yang dinamakan takdir dan keajaiban, itulah aku—Cuma bercanda.”

Sambil ia mengatakan itu, beberapa lipat sayap Iblis tumbuh dari punggungnya bersama sayap cahayanya.

.....................

I-Iblis? Si Hakuryuukou adalah....? Apalagi, dia bilang Lucifer? ......Bukankah itu Maou yang dulu?

“Tak mungkin........itu mustahil.........”

Buchou juga memasang wajah tak percaya di wajahnya. Namun, Azazel memastikannya.

“Itu benar. Kalau ada eksistensi menggelikan, itulah dia. Dia akan menjadi Hakuryuukou terkuat diantara yang kukenal sejak dulu sampai sekarang, dan mungkin sepanjang waktu juga.”

.....Bi-biarpun kau mengatakannya.......ja-jadi dia memang yang terkuat?........

Entah kenapa, aku tak bisa menangkap banyak hal-hal rumit terjadi yang tak kuketahui akhir-akhir ini!

Atau lebih tepatnya, ada banyak makhluk separuh disekitarku seperti Gasper, Akeno-san, dan pria ini.

“Sudahkah kau menyerah, Azazel?”

Si wanita masih tersenyum sinis pada Azazel. Siapa orang ini? Bahkan aku bisa memahami kalau hasrat membunuhnya sangat tinggi!

“......Cih. Volume aura yang kau keluarkan tadi, apa yang kau dapatkan dari si keparat Ophis itu?”

Si wanita tersenyum oleh pertanyaan Azazel.

“Ya, dialah Naga yang memiliki kekuatan tak terhingga. Demi penataan ulang dunia, aku meminjam sedikit kekuatannya. Berkat itulah aku bisa bertarung denganmu. Mungkin juga aku bisa mengalahkan Sirzechs dan Michael. Mereka sungguh Gubernur Jenderal idiot, sama sepertimu.”

“.....Itulah aku. Aku mungkin idiot. Aku tak bisa berbuat apa-apa tanpa Shemhaza. Aku hanya penggila Sacred Gear—Tapi tahukah kau, apa kau benar-benar berpikir kalau Sirzechs dan Michael adalah idiot? Setidaknya mereka jauh lebih tangguh dari kurcaci sepertimu.”

Wajah si wanita mengernyit oleh pernyataan Azazel.

“Omong kosong! Baiklah, aku akan memberimu serangan penghabisan disini dan sekarang. Aku akan menghancurkanmu, Gubernur Malaikat Jatuh, sebagai langkah pertama menciptakan dunia baru!”

Si wanita berbicara dengan nada kuat. Namun, Azazel terlihat cukup senang.

Azazel mengeluarkan sesuatu yang terlihat seperti pisau kecil dari dalam sakunya.

“Itu—“

Azazel mengacungkan ujung pisau ke arah si wanita yang melihatnya dengan penuh kecurigaan.

“........Aku sudah kebablasan sebagai penggila Sacred Gear. Aku juga memproduksinya sendiri. Aku sudah membuat replikanya. Ya, hampir semuanya cuma jadi sampah. Tuhan, yang membuat Sacred Gear sungguh hebat. Itulah satu-satunya hal yang kuhormati darinya—Namun, mereka tidak sempurna. Karena Tuhan dan Maou tewas sambil meninggalkan ‘error’ yang bisa mengacaukan keseimbangan dunia seperti [Longinus] dan [Balance Breaker]. Yah, justru itulah yang membuat Sacred Gear begitu menarik bagiku.”

“Jangan khawatir. Hal bernama Sacred Gear pasti takkan dibuat di dunia baru. Bahkan tanpa hal semacam itu, dunia tetap berjalan—pada akhirnya, kami akan membuat Odin di Eropa Utara bergerak juga dan dunia akan harus berubah.”

Setelah sengaja memperbincangkan topik dengan senyum kepuasan, Azazel meludah,

“Semakin kudengar semakin ingin aku meludahi tujuan kalian. Valhalla? Dewa Bumi? Jadi kalian berniat mencuri segalanya melalui Odin dari sisi. Ketimbang itu, orang yang sudah mencuri hiburanku—pergi dan lenyaplah.”

Pisau yang Azazel pegang berubah bentuknya! Bagian bagiannya terpisah dan memancarkan cahaya.

“--! Mu-mustahil! Azazel, kau—“

Disekitar tubuhnya muncul sekelebat bayangan, sang Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh melafalkan sebuah kata dengan kekuatan!

“Balance Break.......!”

Wilayah sekitar tertutupi oleh cahaya seketika. Usai cahaya padam, terdapat seseorang berdiri sambil mengenakan armor lempeng emas—

Ia memiliki kemilau berwarna keemasan dan berbentuk seperti makhluk—seperti Naga.

Bah! Seluruh dua belas sayap hitam legam membentang dari punggungnya. Bulu-bulu hitam bertebaran di sekelilingnya.

Armor emas-yang meniru Naga itu mengepakkan sayap hitamnya. Kupikir dia sangat keren. Azazel dilengkapi dengan armor Naga! Tombak cahaya raksasa muncul di tangannya.

“Aku mempelajari [Vanishing Dragon] dan Sacred Gear tipe-Naga lain sebelum memproduksi ini, Sacred Gear terkuat buatanku. Ini adalah [Downfall Dragon Spear],dan dalam kondisi Balance Breaker bernama [Downfall Dragon Spear Armor]!”

Aku bisa merasakan hawa Naga dari armor itu. Itu tidak biasa! Aura tangguh kelas-top sampai nampak menakjubkan tengah dipancarkan dari sekujur tubuhnya yang berada di atas yang telah kurasakan sampai sekarang. Dia bisa dengan mudah mengalahkan Kokabiel!

Uoooh! Itu seperti pasar obral Balance Breaker! Bukankah itu fenomena yang langka?!

[Tidak. Itu bukan Balance Breaker sejati]

Apa maksudmu, Ddraig?

[Ia menyeret Sacred Gear menuju wujud terkuatnya dan melakukan kebangkitan paksa. Semacam kelepasan kendali. Sacred Gearnya akan lenyap kalau digunakan seperti itu. Apa dia berniat memakai yang bernama Sacred Gear buatan itu hanya sekali pakai?]

Jadi itu Sacred Gear sekali pakai? Meski begitu, yang tak kupahami adalah bagaimana ia bisa memancarkan aura Naga. Namun, pengembangan Sacred Gear Azazel sungguh tak terduga.

Kebetulan, kecuali pemilik Sacred Gear tipe-reinkarnasi tewas, ia akan beregenerasi tak peduli berapa kalipun hancur.

Kebalikannya, kalau kamu mencuri Sacred Gear melalui metode pengambilan istimewa, mereka akan mati.

Berlian di gauntlet lengan kiriku dan sejumlah berlian yang terdapat di armor Balance Breaker-ku tak hanya memiliki satu fungsi dan bisa beregenerasi meskipun hancur. Kalau dia eksistensi lawan bebuyutanku, maka Hakuryuukou pastinya juga sama.

“Hahaha! Memang begitulah Azazel! Kau memang luar biasa!”

Vali tertawa. Dia tertawa di depan orang sekuat ini! Apa dia tak kenal takut? Tidak, dia gila!

Azazel menoleh untuk menghadapi Vali.

“Vali, aku ingin menjadi lawanmu, tapi.......tolong akurlah dengan sang [Welsh Dragon].”

Jangan bercanda! Aku tak mau akur dengan orang macam dia!

“Tapi, bertarung melawan Azazel sepertinya menyenangkan.”

Vali juga mengatakan itu. Kalau begitu, lakukan saja! Aku tak tertarik dengan yang namanya pertarungan rival!

“.........Itu kekuatan yang berbasis dari Naga kan?”

“Iya, aku hanya menyegel [Gigantis Dragon] Fafnir kedalam Sacred Gear buatan ini. Aku menyalinnya dari Sacred Gear dua Heavenly Dragon—sang [Welsh Dragon] dan [Vanishing Dragon]. Aku tak yakin bisa berhasil atau tidak.”

Dia menyalin Boosted Gear? Juga, dia menyebutkan nama Naga yang tak kuketahui........

[Dia adalah satu dari “Five Great Dragon Kings”. Azazel pernah berbicara tentang Vritra tempo hari kan? Untuk tambahan terdapat “Chaos Karma Dragon” Tiamat, sang “Mischievous Dragon” Yu-Long, dan “Sleeping Dragon” Midgarsormr. Meski aku mengatakan itu, Vritra sudah lama dilenyapkan dan disegel entah dimana. Kalau ucapan Azazel benar, berarti Fafnir juga ikut disegel. Meski pada dasarnya, ada enam “Dragon Kings”.”

Aah, entah kenapa, aku jadi makin bingung. Aku tak akan paham kalau kamu mengatakan hal semacam itu tiba-tiba.

Aku pernah dengar tentang Tiamat entah dimana sebelumnya. Yang lainnya tak kukenal sama sekali.

[Tanpa diduga, mungkin kamu akan menemui mereka segera. Karena Tiamat membenciku]

Uwah, aku baru saja mendengar ucapan tidak perlu. Aagh, cukup sudah menemui makhluk makhluk ini atau Naga yang lain!

Ah, jadi karena itukah Michael-san memberikan Pedang Ascalon padaku?

“Azazel! Meskipun kau memiliki kekuatan sebesar itu, kau!”

“—Cattleya, kau sendiri bilang kalau kau sudah membuat perjanjian dengan [Ouroboros Dragon].”

“.......Penelitian tentang Sacred Gear tak mungkin berkembang sampai sejauh itu........”

“Dari tatapan itu, sepertinya kelompok yang mengkhianati organisasiku mencuri beberapa penelitian Sacred Gear. Namun, itu sia-sia saja. Hanya aku dan Shemhaza yang menyimpan semua data.”

Aura hitam-kebiruan menutupi tubuh si wanita sembari ia menjentikkan lidahnya.

“Akulah yang merupakan keturunan Leviathan sejati! Cattleya Leviathan! Aku takkan kalah pada Malaikat Jatuh menyebalkan sepertimu!”

Si wanita berteriak! Atau mungkin, orang ini Leviathan-sama? Y-yaa, dia memang dekat dengan Leviathan-sama yang kubayangkan. Azazel menantang si wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai Cattleya.

“Sini.”

“Jangan meremehkan aku!”

Si wanita mengenakan aura ekstra besar, dan terbang dalam kecepatan ekstrim.

Zan!

Peristiwa seketika. Wanita bernama Cattleya menyerbu ke arah Azazel, dan Azazel juga meresponnya dengan tombak cahaya yang ia pegang.

Dalam sekejap—Bushu! Darah segar mengucur dari tubuh si wanita. Dia jatuh tersungkur diatas lututnya.

Saat aku melihat, tanah terbelah sangat jauh di belakang si wanita. Tanah telah dihancurkan oleh goncangan dari serangan Azazel. Luar biasa, kekuatan yang hebat! Serangan dan pertahanan telah terjadi dalam waktu seketika, dan sepertinya hampir berakhir.

“—Masih belum berakhir.”

Cattleya mengubah lengannya menjadi seperti tentakel dan membungkus tangan kiri Azazel.

Pola mencurigakan muncul dari tubuh si wanita.

“Itu ramuan teknik-penghancuran diri.”

Buchou mengatakan itu. Serius?! itu untuk penghancuran diri!? Jadi itukah wasiat dari wanita ini!?

Azazel mencoba merobek tentakel, namun tak ada tanda-tanda bisa dilepaskan.

“Azazel, biarpun kau mencoba membunuhku dalam kondisi ini, itu tak berguna! Sekarang karena kau sudah tersambung denganku, sihir kuat ini akan aktif dan membunuhmu juga saat aku mati!”

“—Jadi, kau ingin melukaiku dengan resiko pengorbanan diri? Itu cara berpikir menggelikan, namun hasilnya cukup mengerikan bagiku.”

“Ise, Gasper! Menjauh dari sini! Kalau tidak, kita akan terkena ledakannya juga!”

“Tapi, Buchou, bagaimana dengan Azazel!?”

“Kalau dia Gubernur Jenderal dari organisasinya, dia pasti bisa menanganinya sendiri! Namun, kalau kita sampai kena, kita akan mati!”

Itu serius! Akan menyenangkan kalau mati bersama Buchou, namun aku tak mau mati di tempat seperti ini, apalagi karena terjebak dalam pertarungan orang lain!

Kami dengan cepat mengambil jarak sejauh mungkin. Bahkan meski kami sudah sangat jauh, Buchou melepaskan beberapa lapis perisai perlindungan dan mulai mempersiapkan kejutan paska ledakan.

“Wah!”

Gasper berteriak! Saat aku melihat, beberapa pola sihir tertempa di mata Gasper.

“Maaf, tapi aku akan menyegel itu. Akan menyusahkan kalau waktu berhenti.”

.........Sial! Itu Vali!

“Tapi tahukah kamu, kalau kau menyadari kondisi kekuatan dan pengaktifannya, Sacred Gear itu bukanlah barang bagus. Ia penuh titik lemah. Ada banyak teknik yang bisa menyegel pandangan seseorang. Juga, kalau sihirnya dikuras, ia akan berubah menjadi pedang bermata dua yang melukai temannya juga.”

Pria itu sedang terbang di udara. Itu yang terbaik! Atau mungkin, seperti katanya, Gasper dalam kondisinya sekarang penuh akan titik lemah sepertiku. [Sacred Gear kuat = Kekuatan] hanyalah ilusi dalam kepalaku.

Azazel, sesuai ucapanmu. Meskipun Sacred Gearnya kuat, tak ada artinya kalau pemiliknya tak berguna.

Apalagi, aku masih belum bisa terbang di udara! Sial! Aku tak bisa berkata apa-apa pada Gasper juga! Aku masih kurang latihan!

Kami mengawasi situasi Azazel dari tempat kami kabur. Azazel masih tak bisa mencabut tentakel. Sepertinya tak berefek apa-apa meski dia mencoba memotongnya dengan tombak cahayanya.

“Tentakel itu spesial karena juga menyerap nyawaku. Itu takkan patah.”

Si wanita tertawa sinis. Menyerah melepaskannya, Azazel mengangkat bahunya. Tak lama kemudian—

Bashu!

Tentakel terpotong bersama dengan tangan kirinya! Uwah! Yang benar saja! Dia memotong tangan kirinya sendiri!?

Darah segar mengucur dari luka lengan kiri Azazel. Lengannya yang terpotong berubah menjadi debu.

“!? Kau memotong lenganmu sendiri?”

Cattleya terkejut, namun perutnya tertembus oleh tombak cahaya yang Azazel lempar.

“Setidaknya kuberikan kau lenganku.”

Shuwa!

Tubuh Cattleya meledak, kemudian berubah menjadi debu dan lenyap ke langit. Karena ia mendapat serangan hebat dari kekuatan cahaya, tubuhnya lenyap. Karena bagi Iblis, cahaya adalah racun mematikan. Dan tak ada perkecualian baginya juga.

Kah! Armor Azazel mulai lepas. Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh sepertinya tak menyesali lengannya yang hilang, dia hanya menjentikkan lidahnya.

“Cih. Jadi inikah batas Sacred Gear buatan. Masih ada banyak ruang untuk peningkatan.....selama berlian intinya masih aman, bisa kubuat ulang lagi. Aku akan membuatmu menemaniku lebih lama lagi, [Gigantis Dragon] Fafnir.”

Dan ia dengan enteng mengecup objek seperti berlian di tangannya.

..........Itulah hasil diantara wanita yang menyebut dirinya Cattleya Leviathan dan Azazel. Maka yang masih tersisa adalah—

Vali dengan armor putih yang turun dari langit.

“Memang begitulah Azazel. Namun, armormu sudah lepas. Jadi Sacred Gear buatanmu masih perlu dipelajari lagi.”

Azazel menunjuk pada Vali.

“Baiklah, Vali, apa yang akan kau lakukan? Haruskah aku maju lagi? Meski aku tanpa armor dan hanya bertangan satu, aku masih bisa menang melawanmu.”

Azazel memunculkan tombak cahaya di tangannya dan mengarahkan ujungnya pada Vali. Kau masih mau bertarung meski dengan luka itu!? Sungguh semangat bertarung! Vali menatap Azazel yang memasang kuda-kuda bertarung dan mengajukan pertanyaan.

“Tapi bukankah menurutmu takdir itu kejam?”

.......? Apa-apaan itu, tiba-tiba seperti itu. Apa yang dia bicarakan?

“Di satu sisi, terdapat eksistensi terkuat yang merupakan gabungan seorang Maou + Naga Legendaris sepertiku, dan di sisi lain, terdapat manusia biasa sepertimu yang memiliki Naga Legendaris juga. Katakan apa yang kau mau, tapi kupikir kecelakaan takdir ini sungguh kejam. Meski kita adalah rival dengan Sacred Gear tipe-Naga, jarak diantara dua pemiliknya terlalu besar.”

Ma-maksudmu aku? Aku menunjuk diriku sendiri. Vali mengangguk dengan senang.

“Aku sedikit menyelidiki asal usulmu. Ayahmu hanya pegawai kantoran biasa. Ibumu terkadang bekerja paruh waktu selain menjadi ibu rumah tangga. Hubungan darah diantara kedua orangtuamu biasa-biasa saja. Juga tak ada pengguna kekuatan atau praktisi sihir diantara pendahulumu. Tentu saja, pendahulumu tak ada hubungannya dengan Iblis atau Malaikat juga. Kau sangat biasa. Teman-temanmu juga tidak istimewa. Kau hanyalah siswa sekolah normal sampai hari kau terlahir kembali sebagai Iblis—dengan perkecualian Sacred Gear, kau bukanlah apa-apa.”

Pria itu tertawa dengan ekspresi mengasihani.

“Membosankan. Saat aku mengetahui siapa dirimu, yang luar biasa membosankan, aku tertawa karena kekecewaan. ’Ah, jadi ini rivalku, aku menyerah saja’. Kalau orangtuamu setidaknya Penyihir, mungkin cerita itu bisa sedikit berubah. Itu benar! Bagaimana kalau setting yang seperti ini!? Kau bisa menjadi Pembalas Dendam!”

......? Aku tak paham apa katanya. Bagaimana mengatakannya ya, aku merasa orang ini pandai dalam cara berbeda. Aku tak bisa memahaminya sama sekali.

Aku bisa paham kalau dia berbeda dari Akeno-san dan Gasper, bahwa dia tak membenci asal usulnya.

Tanpa ragu, dia sangat bangga pada garis darahnya. Kalau ada yang menderita karena kelahirannya, ada juga yang membanggakannya. Dunia ini begitu rumit sampai tak bisa diproses dalam kepalaku.

Tapi bahkan aku bisa memahami maksud ucapannya. Cukup jelas.

“Akan kubunuh orangtuamu. Kalau kulakukan itu, sejarah pribadimu akan menjadi sedikit lebih menarik. Kalau orangtuamu terbunuh oleh eksistensi berharga sepertiku, bukankah menurutmu kau akan mengabdikan dirimu hanya demi satu takdir? Ya, akan kulakukan itu. Apalagi, orangtuamu pasti, dari sekarang dan selanjutnya, hidup secara biasa, menjadi tua secara biasa, dan mati juga secara biasa. Setting yang kubicarakan ini jauh lebih menarik dari kehidupanmu yang membosankan, bukan?”

...............

Aku tak bisa mengungkapkannya. Aku tak bisa mengungkapkan perasaan yang muncul dalam hatiku ini.

Perasaan dalam yang tak pernah kudapatkan sebelumnya mulai tercipta dalam diriku.

Aku hanya bisa mengatakan ini.

“Akan kubunuh kau, bajingan!”

Aku dengan tenang melafalkan itu di mulutku.

Pada saat itu, kepalaku akhirnya paham. Ah, jadi inikah yang sering disebut ‘nafsu membunuh’?

“......Seperti katamu, ayahku hanya pegawai kantoran yang bekerja dari pagi sampai sore demi keluarga kami. Ibuku hanya ibu rumah tangga biasa yang memasak makanan enak untuk keluarga di pagi, siang, dan malam. Namun, mereka sudah membesarkanku sampai seperti ini. Bagiku, merekalah orangtua terbaik di dunia.”

Kenapa kedua orangtuaku harus dibunuh oleh Bajingan macam dia!?

Itu juga alasan yang bodoh. Ayah dan Ibuku tak punya urusan sama sekali denganmu.

“.......Membunuh mereka? Ayah dan Ibuku? Kenapa mereka harus terlibat dalam urusan orang sepertimu dan terbunuh? Persetan dengan hal bernama takdir atau garis darah!”

Dialah orang yang tak bisa kumaafkan. Vali Lucifer.

“Mana bisa kubiarkan kau melakukannya.”

Dialah satu-satunya orang yang pasti takkan kuampuni!

“Aku akan terhina kalau membiarkan orangtuaku terbunuh oleh orang macam kauuuuuuuuuu!!!”

[Welsh Dragon Over Booster!]

Seolah merespon kemarahanku, Sacred Gearku mulai memancarkan aura merah yang kuat.

Dengan gelang yang kuperoleh dari Azazel, aku melengkapi [Boosted Gear Scale Mail] tanpa harus mengorbankan apapun.

Namun, sesuatu seperti hitungan mundur muncul di berlian gauntlet tangan kananku. Melihat waktunya, aku bahkan tak punya 15 menit. Meskipun masih lebih baik daripada 10 detik Balance Breaker tak sempurnaku.

“--. Lihat, Albion. Kekuatan Hyodou Issei meningkat secara drastis. Alasan biasa dan sederhana bernama kemarahan adalah pemicunya tapi ini........hahahaha, sungguh kekuatan Naga!”

[Sacred Gear hanya menggunakan emosi yang kuat sebagai sumber makanan atau kekuatan. Kemarahan Hyodou Issei sudah mencapai batasnya, dan diarahkan padamu. Hanya orang berpikiran lurus yang bisa mengeluarkan kekuatan Naga]

“Begitu, jadi afinitas besarnya dengan Naganya juga terjelaskan oleh alasan ini.”

Mana kutahu! Pokoknya, kalau tak kulakukan sesuatu pada pria ini, sekelilingku akan menjadi bencana! Takkan kubiarkan itu!

“Namun! Kau masih belum pandai, Issei Hyodou! Kecerdasanmu masih kurang dalam mengendalikan Ddraig! Itu adalah dosa!”

“Berhenti mengoceh dan mengatakan hal yang tak kupahamiiiiiiiiiii!!!”

“Ya! Karena itulah kau disebut sebagai idiot!”

Menyemburkan aura dari kekuatan sihir di punggungku, aku menyerbu ke arah Vali! Vali menutup wajahnya dengan topengnya. Jadi dia siap bertarung! Ini kedua kalinya aku memakai Balance Breaker, namun seranganku tak boleh gagal lagi seperti waktu bertanding dengan Raizer!

Namun, Vali dengan mudah mengelak dari seranganku! Masih belum!

Aku mengembalikan keseimbanganku di udara dan menyerbu kembali ke arah Vali yang baru saja mengelak! Aku mengacungkan Ascalon dari gauntlet-ku dan meluncurkan serangan dengan senjata tanpa keahlianku!

Namun, aku tak berhasil mendaratkan satupun serangan dengan hanya mengayunkan tebasan pada Vali karena dia mengelak dengan gerakan ringan.

[Vali, pedang itu membawa kekuatan pembunuh-Naga. Kalau mengenaimu sekali saja, kau pasti mendapat luka serius!]

“Begitukah, Albion? Tapi tak ada artinya kalau serangannya tidak kena!”

Seperti katanya, aku takkan bisa menyerangnya dengan keahlianku. Sial! kalau begini terus, aku harusnya lebih banyak belajar pedang pada Kiba! Lain kali aku harus berlatih lebih serius lagi!

Dalam kondisi Balance Breaker ini, untuk sementara bisa menggunakan kekuatan pengganda kapanpun dan dimanapun aku inginkan.

[Namun, kapanpun kau memakainya stamina atau kekuatan sihirmu akan terkuras. Kemampuan pengganda akan terus menyedot staminamu setiap waktu. Itulah kemampuan Balance Breaker asliku. Meski ini kondisi Balance Breaker sementara, bukankah kau hanya melakukan hal sia-sia dengan menghabiskan energi yang mempertahankan armor dengan hanya sekali pakai? Bahkan gelang yang kau dapat dari Azazel memiliki batas. Kapanpun kau memakainya, waktu pemakaian Balance Breaker akan berkurang]

Jadi mempertahankan kondisi ini saja menguras staminaku? Pihak Vali pasti punya banyak keuntungan!

[Lawanmu Vali sepertinya memiliki kekuatan sihir sangat banyak. Sebagai eksistensi pasangannya, Hakuryuukou juga akan membagi kekuatannya kapanpun ia menggunakan kemampuannya, tapi kalau stamina pemiliknya besar, maka waktu dimana dia bisa menggunakannya akan sangat besar]

Cih....! Kenyataan merepotkan! Perbedaan kekuatan diantara aku dan Vali terlalu besar! Sudah kuduga, aku jauh lebih lemah! Itu sudah jelas. Dia punya Balance Breaker sempurna. Aku sendiri perlu bantuan dan memiliki Balance Breaker dengan banyak pembatasan. Tidak, sebelum itu, aku dan orang ini—asal usul kami sudah berbeda.

Don!

Guah! Dalam sekejap itu, aku tercekik. Serangan besar menghantam dadaku! Berat sekali! Juga, terlalu cepat untuk dilihat olehku. Tembakan macam apa itu! Kakiku gemetar hanya karena ini! A-ada juga retakan di armorku! Kalau aku menerima banyak serangan seperti ini, habislah sudah!

“Jadi inikah rivalku! Hahahaha! Sungguh memalukan! Lemah! Terlalu lemah!”

Vali mengejekku habis-habisan. Namun, aku tak perlu memikirkan hal itu!

“Ise!”

Buchou sepertinya khawatir selagi menontonku. Aku tak ingin menunjukkan penampilan tidak keren di depan orang yang kusayangi itu!

Aku terlahir diantara orangtua biasa, terlahir kembali sebagai Iblis, dan secara kebetulan memiliki kekuatan Naga.

Ia terlahir dari garis darah Maou dan memiliki kekuatan Naga Legendaris.

Tak ada bakat padaku. Sedangkan dia diberkahi segudang bakat mengagumkan.

Pemilik terkuat yang bisa mengendalikan Sacred Gearnya, eksistensi yang ideal. Itulah Vali.

[Divide!]

Aku mendengar suara dari gauntlet Hakuryuukou, dan kekuatanku mendadak lenyap. Apa dia mengambil kekuatanku? Apa itu diaktifkan dari serangan yang kuterima di dadaku tadi!?

[Boost!]

Namun, aku juga mengaktifkan Sacred Gearku dan kekuatanku pulih kembali.

[Partner, kekuatan yang dibagi dua bisa dipulihkan, tapi—kemampuan lain dari [Vanishing Dragon] sangat merepotkan]

Ddraig, apa maksudmu?

[Orang itu membagi dua kekuatan lawannya dan mengambil kekuatan yang dibagi pada dirinya. Dengan kata lain, kekuatanmu diambil dan diubah menjadi kekuatannya sendiri. Stamina tak bisa dipulihkan. Hanya kekuatan untuk mengakhiri]

Ka-kalau begitu, bahkan meski aku pulih dari minus, pria itu akan menjadi plus!?

[Itu benar. Namun, sekuat apapun pemiliknya, dia tetap punya batas. Kekuatan yang melebihi kapasitasnya dilepaskan dari sayap cahaya di punggungnya dan ia tetap mempertahankan batas kekuatannya tanpa merusak tubuhnya sendiri]

Jadi dia selalu menjaga kekuatannya tetap di puncaknya tanpa meledakkan atau menghancurkan dirinya sendiri.......?

“Ayolah, ayolah!”

Sepertinya menikmati dirinya, Vali menembakkan tak terhitung peluru sihir. Aku tak bisa kabur seperti yang kuinginkan juga. Peluru demi peluru yang dia tembakkan padaku menyisakan kerusakan berat. Aku bisa dengan mudah membayangkan kalau tubuhku akan penuh luka-luka.

Kuh....! Aku ingin menghujaninya dengan kekuatanku bagaimanapun juga. Kalau tidak, aku tak akan bisa menahan benda gelap yang terlahir dalam hatiku ini......!

Sambil Vali terus menyerang, ia melanjutkan nada menyebalkannya.

“Seranganmu juga tumpul. Kau hanya bisa menyerbu maju. Tak ada artinya kalau seperti itu. Sungguh buang-buang harta karun. Penggunaan kekuatanmu juga payah!”

Ah, begitukah? Aku memang payah, bukan? Kalau hanya itu sih, aku juga tahu.

“Kalau begini pertarungan rival diantara Sekiryutei dan Hakuryuukou akan—“

Gooooooooooooo!

Sebelum dia selesai bicara, aku membuat kekuatan sihir mendadak menyembur dari jet di punggungku dan menerjang serangan peluru. Peluru sihir menyerang seluruh bagian tubuhku.

Itu sakit! Tapi, bagaimana lagi! Hanya satu serangan—satu serangan saja tak apa-apa!

Aku dengan kuat menggenggam tangan kiriku. Kekuatan dengan ini saja sudah cukup. Selain itu, aku tak butuh kekuatan untuk berbalik!

Aku juga membuang semua pertahananku sekarang.

Peluru sihir ditembakkan ke armorku, dan armorku hancur sedikit demi sedikit. Area wajahku juga kena dan bagian topengnya sudah berceceran.

“Jadi kau benar-benar menyerbu? Dia yang tahu sedikit benar-benar suka mengulanginya. Hal semacam itu—“

Vali meluncurkan sesuatu yang nampak seperti perisai cahaya di depannya dan mencoba bertahan namun—

“Ddraig! Transfer kekuatan pada Ascalon yang kusimpan ini!”

[Paham!]

[Transfer!]

Dokun! Kekuatan besar mengalir ke tangan kiriku. Bagaimanapun juga, aku tak punya pengetahuan apa-apa tentang pedang. Kalau begitu, aku hanya perlu memusatkan tenaga ke tinjuku, ke tempat pedang yang tersimpan dalam Gauntlet-ku.

Kalau hanya mengenainya, aku pasti bisa melakukannya!

Gon!

Tinjuku menghancurkan perisai cahayanya tanpa masalah dan aku membuat wajahnya mencicipi pukulan keras.

“--???????”

Entah karena ia menerima hantaman tak terduga atau tidak, postur pria itu menjadi tak stabil.

Baki....

Retakan menyebar dari sudut helm Hakuryuukou, dan sebagian wajah Vali nampak dari bagian yang remuk.

........Ini dia!

Aku mengacungkan tanganku ke arah sayap cahaya Hakuryuukou yang katanya berfungsi membuang kelebihan energi.

“Pada dasarnya efek dari Sacred Gearmu datang dari sini. Kalau begitu!”

[Transfer!]

Aku mentransfer kekuatanku pada Vanishing Dragon Scale Mail sebelum ia membuangnya. Pada sekejap itu, aku diserang oleh perasaan kalau kekuatanku tiba-tiba tercabut dari tubuhku. Jadi hal ini menghabiskan banyak stamina dan kekuatan sihir! Tapi, ini saja tak masalah!

“Aku akan menaikkan kekuatan yang kau serap dan kekuatan yang kau keluarkan sekaligus! Sampai kau tak bisa menanganinya!”

“Kuh!”

Biiiinnn!

Semua berlian Vanishing Dragon Scale Mail mulai secara mendadak bersinar putih, merah, biru, kuning, terus dan terus lagi. Karena hal itu, kekuatan Naga yang kurasakan dari tubuhnya, sampai terasa sangat tidak masuk akal, lenyap.

Aku sudah memaksanya mengaktifkan kekuatan spesial Sacred Gearnya.

Kemampuannya mencuri kekuatan lawan dan memakainya sebagai bahan bakarnya sendiri. Namun, karena batas kekuatan yang dia tambahkan sudah diputuskan, itu tergantung kapasitas pemiliknya. Kekuatan yang berada diluar batas mengalir dari kedua sayap cahayanya dan dibuang.

Lantas, apa yang akan terjadi kalau kamu mempercepat kekuatan mencurinya dan membuangnya di saat yang sama?

Ia mencuri begitu banyak kekuatan sampai ia tak bisa memprosesnya, dan di saat yang sama dia membuang kekuatannya kalau berlebihan. Sebagai hasilnya, Vanishing Dragon Scale Mail berhenti berfungsi.

[--Apa-apaan itu!......Vali, pertahankan kondisimu!]

Vali bereaksi pada suara Albion dan mencoba bertahan dengan menyilangkan tangannya, namun—

Bagan!

Aku mengayunkan tinju yang terisi oleh kekuatan Ascalon dan dengan mudah menghancurkan pertahanan Vali termasuk Gauntlet di kedua tangannya, dan menonjok perutnya. Vanishing Dragon Scale Mail tidak cukup kuat dan hancur.

Inikah kekuatan dari pedang pembunuh-Naga? Seolah olah armor lawan terbuat dari kertas!

Goboh.....!

Darah segar mengucur dari mulut Vali. Dia melangkah mundur tidak stabil sambil memegangi perutnya. Selagi darah mengalir dari sudut mulutnya, Vali tersenyum seolah bergembira.

“.....Hahaha! Luar biasa! Sacred Gearku dihancurkan! Jadi kau bisa melakukannya kalau kau mencoba! Itulah yang kuharapkan, rivalku.....”

Gan! Tinju tanpa ampunku menghantam langsung wajah pria itu.

“......Aku membuatnya sampai dan menghajarmu. Kaulah satu-satunya yang membuatku tak puas kalau tinjuku tak bisa mencapaimu!”

Baiklah! Sekarang, aku sudah membayar kembali hal bodoh yang ia katakan tentang orangtuaku. Namun, Ddraig menjentikkan lidahnya.

Karena selagi aku melakukan ini, armor Vali sekali lagi kembali ke kondisi sebelumnya.

Tak mungkin, bagian yang rusak itu pulih lagi!? Mustahil, jadi aku takkan pernah bisa mengalahkannya berapa kalipun aku menghancurkannya!?

[Pertarungan tak berakhir sampai si pemilik tak mampu bertarung lagi. Sia-sia kalau sudah begini. Kamu tak membuat kemajuan. Selanjutnya mustahil bagimu untuk mengalahkannya dalam batas waktu gelang itu. Rencana terbaik adalah lari, tapi kamu tak akan melakukan itu kan?]

Tentu saja! Tak mungkin aku bisa meninggalkan Buchou begitu saja! Apalagi, dimana aku harus kabur dalam wilayah perisai perlindungan ini?

[Lantas, apa yang akan kamu lakukan? Perbedaan kekuatannya masih jauh. Kamu bisa melakukan sesuatu berkat gelang itu, tapi batas waktunya juga harus diperhitungkan—akankah kamu menyerah?]

.........Aku harus apa? Pada saat itu, sesuatu dalam bidang pandangku tercermin dengan jelas.

Dalam sekejap, sebuah ide melintas di pikiranku.......Haruskah aku mengujinya? Tidak, inilah ujiannya.

Pokoknya, waktuku akan habis dan kalau begini aku bisa kalah! Aku harus lakukan sesuatu sebelum itu!

“Hei, Ddraig. Sacred Gear merespon perasaan penggunanya dan berevolusi kan?”

[Ya, itu benar........memangnya kenapa?]

Aku mengambil benda yang tergeletak di kakiku—berlian dari [Vanishing Dragon]. Tadi, saat aku memukulnya, armornya rusak dan benda ini terjatuh. Armor tubuhnya sepertinya sudah memulihkan bagian yang rusak termasuk berliannya.

Sejauh yang Vali ketahui, berlian ini akan menjadi debu seiring waktu berjalan, jadi itu tidak konsekuensial. Namun, setidaknya masih ada sedikit kekuatan Hakuryuukou tersisa dalam berlian ini.

“Aku mentransmisi image-nya padamu—Mari kita coba!”

Aku mentransmisi benda yang kubayangkan dalam pikiranku pada Ddraig yang berada di dalam diriku! Aku membayangkannya keras-keras!

Kalau image ini mungkin, aku—

[Partner—kamu sudah memberiku image yang berbahaya. Tapi, cukup menarik! Kita mungkin mati, tapi apa kamu sudah yakin dengan ini?]

“Mana bisa aku mati! Aku belum berhubungan seks dengan Buchou—kalau itu sakit, aku akan menahannya! Asal aku bisa mengungguli bajingan sialan di depanku ini!”

[Fuhahahahahahaha! Keputusan yang bagus! Kalau begitu, aku juga akan meyakinkan diriku! Ini bukan notifikasi karakterku, tapi—aku adalah Red Dragon Emperor yang disebut sebagai kumpulan kekuatan! Mari tunjukkan pada mereka kalau kita akan hidup dan melampaui mereka bersama, partner, bukan, Hyodou Issei!]

“Iya!”

“Apa yang kau rencanakan?”

Vali menanyakan itu, sepertinya tertarik.

“[Vanishing Dragon]! Albion! Aku akan mengambil kekuatanmu!”

Aku meremuk berlian Sekiryutei di punggung tanganku berkeping keping, dan memasukkan kedalamnya berlian [Vanishing Dragon] yang kuambil sebelumnya!

.....Kekuatanmu adalah Vanishing (Melenyapkan)! Akan kutransplantasikan kedalam Sacred Gearku!

Sambil bertarung, aku mengingat sebuah adegan dalam pikiranku. Pertandingan melawan Kokabiel tempo hari. Dalam pertarungan itu, Kiba telah mendapatkan gabungan pedang suci dan Iblis yang sebenarnya sangat mustahil!

Aura perak memancar dari tanganku dan membungkus disekitar bagian kanan tubuhku. Fenomena dari berlian ini?

Dokun. Sesuatu berdetak dalam diriku, seperti rasa sakit-yang-sulit dijelaskan mengalir sepanjang tubuhku dari berlian yang ditanamkan di tangan kananku dalam sekejap........!

Guh........ah...........

“Ugaaaaaaaaaaaaaa!”

Sakit! Sakit! Sakit! Sakit! Sialan! Brengsek! Apa ini!?

“Nugaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ahhhhhhh ahhhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhhhhh......!!!!!!!!!”

High school dxd v4 289.jpg

Pikiranku membubung tinggi dalam bentuk teriakan kesakitan.

Owowowowowowow! Dibandingkan ini, kerusakan dari tombak cahaya sebelumnya hanyalah........guh, ah, gaaaaaaaaaaaaaaaaah!

“! Kau berniat mengambil kekuatanku?”

Menyadari apa yang ingin kulakukan, Vali menunjukkan ekspresi terkejut.

[Sungguh hal ceroboh, Ddraig, kita adalah eksistensi yang saling berlawanan. Itu tak lebih dari tindakan penghancuran diri—apa kau berniat melenyapkan dirimu dengan melakukan hal seperti itu?]

Albion berbicara tanpa ekspresi.

[Guoooooooooooooooh!]

Ddraig juga berteriak kesakitan. Jadi Naga yang bersemayam dalam Sacred Gearku juga merasakan sakit? Namun, selagi Ddraig mengeluarkan teriakan kesakitan, ia juga berisi tawa.

[Albion! Kau tak fleksibel seperti biasanya! Setelah kesempatan tak terhitung jumlahnya, kita berpindah pemilik dan bertarung terus menerus! Itu pengulangan hal yang sama setiap waktu!]

[Itu benar, Ddraig. Itulah takdir kita. Bahkan meski pemilik kita berbeda, cara kita bertarung tetap sama. Kau menaikkan kekuatan, aku mencuri kekuatan. Pihak yang terampil menggunakan Sacred Gearnya memberikan serangan akhir dan selesailah. Sejak dulu memang selalu seperti itu, dan akan selalu seperti itu]

Ddraig mengeluarkan tertawa lebar atas pernyataan Albion.

[Sejak bertemu dengan pemilikku yang satu ini—dengan Hyodou Issei, aku telah mempelajari satu hal!—Bahwa apapun bisa dilakukan dengan ditentukan oleh kebodohan]

Bodoh juga tak apa-apa! Kalau tak bisa menang dari segi kemampuan, aku akan unggul melalui kebodohan!

“Jawablah perasaankuuuuuuuuuuuuu!!!!”

[Kekuatan Vanishing Dragon sudah diambil!]

Tangan kananku terbungkus oleh cahaya putih menyilaukan! Cahaya putih murni mengelilingi lengan kananku!

Kemudian—Gauntlet putih muncul di lengan kananku.

“.......Hehehe, jadi inikah [Dividing Gear]?”

Namun, hanya memiliki bagian putih sampai sikut tangan kanan di armor merahku ini membuatnya terlihat tidak keren.

[Mustahil! Hal semacam itu mustahil!]

Albion mengeluarkan suara penuh kekagetan.

“Tidak, meski hanya sedikit, namun masih mungkin. Temanku menggabungkan suci dan Iblis bersama, dan menghasilkan hal seperti Pedang Iblis-Suci. Sepertinya aku bisa mencapainya karena keseimbangan telah runtuh dari ketiadaan Tuhan. Ya, kalau aku meminjam kata kata para pemimpin, ini adalah kondisi dimana terdapat error atau gangguan program? Aku hanya sedikit memodelnya.”

[....Jadi maksudmu kau memanfaatkan ketidaksempurnaan “Program Sacred Gear” dan mencapai ini? Tidak, tapi hal semacam itu......bahkan kalau kau melakukannya, itu sungguh bodoh. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dengan menggabungkan kekuatan yang saling berlawanan. Kalau itu sesuatu tentang Naga, kau bisa mati, tahu? Tidak, seharusnya tadi kau mati]

Albion sepertinya masih tak bisa mempercayainya. Ya, jujur saja, aku juga mati-matian melakukannya.

“Ya, itu memang ceroboh—tapi aku masih hidup.”

Ddraig mendesah pada kata-kataku.

[Namun, ini membuat sisa hidupmu memendek. Banyak bahkan bagi Iblis yang hidup hampir abadi]

“Aku tak punya niat hidup selama sepuluh seribu tahun. Tapi, karena ada banyak hal yang ingin kulakukan, aku ingin hidup selama setidaknya sepuluh seribu tahun.”

Pachipachipachipachi.

Vali menepukkan tangannya padaku. Apa niatmu?

“Menarik. Kalau begitu aku juga akan sedikit serius! Kalau aku unggul, aku akan membagi semua darimu dan segalanya yang mengelilingimu dengan kekuatan Hakuryuukou!”

Vali terbang ke udara dan membuka tangannya lebar lebar. Sayap cahayanya juga nampak melebar!

“Membagi? Itu berbeda dari kekuatanku, tapi apa maksudmu dengan membagi dua sekelilingku?”

Pria itu tertawa oleh pertanyaanku.

“Kebodohan itu menyeramkan! Mungkin tak buruk bagimu mati tanpa mengetahui apapun!”

Entah kenapa aku merasa disindir! Pria itu seenaknya membuatku terlihat bagai idiot!

[Half Dimension]

Dikelilingi oleh aura menyilaukan bersama dengan suara dari berliannya, Vali mengacungkan tangannya pada pepohonan di bawahnya.

Guban!

Ketebalan pohon terbagi dua dalam sekejap! Ooh! Benar-benar dibagi!

Gubababababan!

Lebih banyak pepohonan yang ditekan dan dibagi dua! Jangan rusak pemandangan wilayah sekolahku!

“Sekiryutei, Hyodou Issei, biar kujelaskan secara mudah buatmu.”

Azazel berbicara. Ooh, si Gubernur Jenderal. Tolong lakukan. Dengan cara yang bisa dipahami oleh aku yang bodoh ini.

“Kemampuan itu membagi dua apapun di sekelilingnya. Dengan kata lain, kalau Hakuryuukou menjadi serius, maka payudara Rias Gremory juga akan dibagi dua.”

............

...........


.......

Ya? Pikiranku membubung lebih dari yang pernah sebelumnya, dan pikiranku dipenuhi oleh tanda tanya (?)

Aku tak bisa memahami. Pembicaraan yang merusak pandangan duniaku secara keseluruhan. Aku betul-betul tak bisa memahaminya. Namun, kemarahan tak biasa yang muncul dari lubuk hatiku mendadak menguasai seluruh tubuhku.


Payudara akan dibagi dua.


Payudara Buchou akan dibagi dua.


Aku menggerakkan tanganku secara mekanik dan menolehkan mataku ke arah Buchou. Setelah Buchou melihat ekspresiku, dia sedikit bergetar ketakutan. Ya, payudara Buchou. Payudara fantastis itu. Payudara kesukaanku itu.

Segalaku. Duniaku. Dan—mereka akan dibagi dua......? Payudara Buchou?

..........

“Jangan.”

Ya. Sudah kuputuskan.

“Jangan bercanda dengankuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!”

Akan kubunuh Vali!—Akan benar-benar kubunuh Vali--!”

“Brengsek kau! Buchoooooooou! Jadi kau berniat membagi dua ukuran payudara Buchoooooooou!!”

[BoostBoostBoostBoostBoostBoost!!!!!!]

Suara dari berlian di beberapa tempat di armorku terus bersahut sahutan.

“Takkan kumaafkan kau! Kau satu-satunya orang yang tak mungkin kumaafkan! Aku akan menghajarmu! Aku akan menghancurkanmu! Valiiiiiiiiiiiiii!!!!!”

[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!!!!!!!]

Sekelilingku beterbangan! Tanah tempatku berpijak juga bergetar kuat dan berubah menjadi kawah.

Jendela bangunan sekolah lama menjadi pecah-pecah, dan dinding luarnya nyaris runtuh.

Seluruh tubuhku terbungkus kumpulan aura terbesar yang pernah kumiliki.

“Ahahaha! Apa-apaan itu!? Yang benar saja! Kekuatan Naganya meningkat pesat karena payudara majikannya akan mengecil?!”

Azazel meledak dan tertawa terbahak-bahak.

Ini bukan hal yang lucu! Ini benar-benar bukan hal yang lucu! Bagiku, ini lebih serius dari surga dan bumi ditabrakkan! Ya, kehancuran! Inilah krisis terbesar yang mungkin ada!

Karena itulah ia tak termaafkan! Membagi dua payudara Buchou!? Itu tak terampuni! Payudara itu adalah milikku! Mana bisa mereka kubiarkan kecil! Aku masih belum cukup meremasnya! Aku juga masih belum mengisapnya! Aku masih belum memegangnya di jariku juga!

Jangan bawa pergi impianku, brengseeeeeeekkkkkkk!!!!!

Aku menyadarinya sekali lagi. Dia dan aku tak pernah saling memahami! Aku bermimpi menggandakan ukuran payudara Buchou! Namun dia bilang kalau pria ini akan membagi dua payudara Buchou.

Aku mengacungkan jariku pada Vali! Pepohonan di kejauhan beterbangan oleh kekuatan kejutan dari mengacungkan jari itu.

“Coba saja menyentuh Rias Gremory! Aku akan menghancurkanmu habis-habisan sampai kau takkan bisa bereinkarnasi lagiiiiiiiiiiiii! Kau maniak pembagiiiiiiiiiiiiiii!!!!”

Awan di langit malam terpecah-pecah oleh teriakanku barusan. Bulan purnama yang sejak tadi tersembunyi mulai tampak.

“Hari ini penuh kejutan. Siapa yang menyangka kalau kekuatan sebesar ini akan muncul hanya karena payudara wanita. Tapi, ini menarik!”

Si Hakuryuukou terbang ke arahku.—Aku tak merasa lambat.

Bah! Aku menyingkir dari posisi itu dan menendang Vali di samping selagi ia terbang.

“Cepat! Apa kau sudah melampaui kecepatanku!?”

Mana kutahu! Kagetlah sesukamu! Mana bisa kumaafkan! Mana bisa kuampuni pria ini! Kalau kubiarkan dia sendiri, bukan hanya Buchou, tapi juga payudara Akeno-san akan dibagi dua.

Kuh! Hanya membayangkannya membuatku makin emosi! Itu tindakan tak termaafkan bahkan kalau Tuhan membagi dua payudara fantastis itu! Aku mengejar Vali yang bergerak pada kecepatan cahaya tanpa masalah.

“Ini untuk payudara Buchou!”

Pukulan ke arah perut Vali di tangan kananku! Dalam pikiranku, payudara Buchou berguncang.

High school dxd v4 000e.jpg

[Divide!]

Di saat yang sama aku mengaktifkan kekuatan Hakuryuukou yang baru kutanamkan dan merasakan aura yang menutupi Vali berkurang dengan tajam.

“Guha!”

Vali memuntahkan darah dari mulutnya! Aku terus menyerang seperti itu tanpa halangan!

“Ini untuk payudara Akeno-san!”

Pukulan ke wajah! Baiklah! Aku sudah meremukkan helmnya! Dalam pikiranku, payudara Akeno-san memantul mantul.

“Ini untuk payudara Asia yang masih tumbuh!”

Jet di punggungnya dimana sayap cahayanya berasal hancur! Dalam pikiranku, payudara Asia tumbuh.

“Ini untuk payudara Zenovia!”

Aku dengan keras menendangnya tinggi di udara! Dalam pikiranku, payudara Zenovia sangat lembut.

“Akhirnya! Ini untuk payudara Koneko-chan yang akan menghilang kalau mereka dibagi duaaaaaaaa!!!!!!”

Aku menghantamnya dengan kecepatan penuh! Dalam pikiranku, payudara Koneko-chan menangis!

“Gaha!”

Vali memuntahkan darah oleh hantaman ekstrimku. Yah, kena telak buatmu!

Dagan!

Vali jatuh menghantam tanah. Kemarahanku belum mereda, dan aku mendekatinya dan menyatakan,

“Koneko-chan! Dia begitu mengkhawatirkan payudaranya, tahu!? Kau akan membaginya!? Takkan kubiarkan! Jangan bawa pergi payudara dari anak itu! Tak bisakah kau memahami rasa sakit itu!? Dasar maniak pembagi dua!”

Sial! Kemarahanku masih belum mereda juga! Haruskah aku menghajarnya sekali lagi!?

Kebalikan dariku yang marah marah, Vali justru memberikan senyum kesenangan. Itu memuakkan!

“.......Menarik. Sungguh menarik.”

[Vali, aku selesai menganalisa kekuatan pembaginya. Kalau dibandingkan dengan metode kendali kekuatanmu, kau bisa menanganinya]

“Begitu. Aku tak perlu takut padanya dengan ini.”

Tak mungkin, tak ada efeknya lagi! Meskipun kupikir aku sudah memberinya serangan sekuat itu!

“Albion, apa menurutmu dia cukup layak untuk ditunjukkan [Juggernaut Drive] Hakuryuukou kalau itu adalah Hyodou Issei yang sekarang?”

[Vali, itu bukan pilihan yang tepat di tempat ini. Kalau kau nekat memasuki “Juggernaut Drive”, kutukan Ddraig mungkin akan tercabut]

“Akan kujamin berhasil, Albion.—[Aku, yang hendak bangkit, dalam keadilan sejati--]”

Apa? Si brengsek Vali itu melafalkan sesuatu.

[Jangan ceroboh, Vali! Apakah ini harapanmu dengan meminta ampun kekuatanku?]

Albion marah? Aku tak tahu apa yang terjadi tapi aku akan menjatuhkannya sebelum dia menyiapkan serangan baru! Saat aku mencoba meluncurkan serangan terakhir pada Vali—

Dengan bulan yang mengapung di langit sebagai latar belakangnya, sesosok figur turun ke lokasi kami. Ia datang di ruang antara Vali dan aku. Ia adalah lelaki mengenakan armor yang biasanya dikenakan dalam film Romance of the Three Kingdom[18].

“Vali, aku sudah datang untukmu.”

Ia adalah pria muda dengan wajah yang nampak menyegarkan. Ia berbicara pada Vali dengan nada riang.

“Ternyata Bikou. Untuk apa datang kesini?”

Vali berdiri sambil menyeka darah di sudut mulutnya.

“Bukankah itu kejam? Aku membuat perjalanan panjang dan datang jauh-jauh ke negara kepulauan ini karena partnerku sedang terjepit, tahu? Orang-orang yang lain sedang bikin keributan di markas pusat, tahu? Karena kita bergabung bersama untuk melawan para Dewa negara utara, kau seharusnya sudah terbang dan kembali secepatnya kalau misi gagal kan? Cattleya gagal melenyapkan Michael, Azazel, dan Lucifer kan? Kalau begitu, peran observasimu sudah selesai. Kembalilah bersamaku.”

“......Begitu, ternyata sudah waktunya.”

Apa yang mereka bicarakan sesuka hati mereka?

“Siapa kau?”

Aku menunjuk pada orang yang baru saja muncul dan menanyakan itu.

“—Dia adalah keturunan dari [Victorious Fighting Buddha][19].”

Yang menjawab tadi adalah Azazel. Hah? Itu tidak familiar sama sekali kan?

“Biar kukatakan dengan nama yang bisa kamu kenali. Dia adalah Son Goku. Monyet terkenal dalam cerita Journey to the West[20].”

.....Eh? Eehhhhhhh????

“S-S-Son Goku??”

Aku begitu terkejut sampai kemarahanku mendadak lenyap! Karena, dia adalah orang dalam cerita terkenal itu!

“Lebih tepatnya, dia adalah Youkai Monyet yang telah mewarisi kekuatan Son Goku. Namun, akan jadi akhir dunia bahkan kalau kau sudah bergabung dalam [Chaos Brigade]. Tidak, kau adalah Son Goku-nya [Vanishing Dragon]. Kalian tampak sangat serasi.”

Pria itu tertawa pada kata kata Azazel dengan senyuman.

“Aku berbeda dari generasi pertama yang menjadi Buddha. Aku hanya hidup sesukaku. Namaku adalah Bikou, senang bertemu denganmu, Sekiryutei.”

Dia menyapaku dengan ramah.

Youkai bernama Bikou itu memutar tongkat yang muncul di tangannya, dan menusuk tanah.

Sekejap, kegelapan hitam menyebar di tanah. Ia menutupi Vali dan Bikou, dan membuat mereka benar-benar tenggelam kedalamnya. Jadi mereka berniat kabur? Jangan bercanda! Aku masih harus memberinya doktrin payudara sekali lagi!

“Tunggu, mana bisa kubiarkan lolos!”

Aku mencoba menangkapnya namun—

Kah! Sacred Gearku terlepas. Armorku lenyap, dan gelang yang membantuku juga hancur. Kondisi Balance Breaker yang disokong oleh gelang itu telah musnah.

“Azazel! Apa anda tak punya gelang seperti ini lagi? Aku tak bisa membiarkan dia kabur!”

“Perlu banyak waktu untuk membuat yang baru, tahu? Aku juga tak bisa membuat dalam jumlah besar. Dan kalaupun bisa, kemungkinan mencapai Balance Breaker akan lenyap kalau digunakan terlalu sering.—Pada akhirnya, itu hanya bisa dipakai di saat darurat.”

“Saat ini darurat! Aku sudah dijelek jelekkan olehnya! Mana bisa kubiarkan dia kabur!”

.....Tiba-tiba, aku diserang rasa kelelahan hebat.......kekuatan di kakiku hilang sama sekali. Aku tak bisa merasakan telapak tanganku juga.....

“Kalau kamu menggunakan kekuatan sebesar itu dalam sekejap, staminamu akan menjadi kosong. Dengan dirimu sekarang, yang bisa kamu simpan masih terbatas dan pertarungan jangka panjang itu mustahil.”

Itulah penjelasan Azazel.......tapi bukankah Vali mengenakan armor sepanjang waktu?

.........Begitu. Itulah jarak lebar diantara aku dan Vali, sudah kuduga. Tak ada artinya kalau aku tak bisa mempertahankan periode waktu dimana aku bisa melampauinya hanya untuk sesaat.

“Aku sebagai Hakuryuukou dipekerjakan oleh kerabat darah golongan Maou lama. Musuhnya bukan hanya Malaikat, Malaikat Jatuh, maupun Iblis. Suatu saat kita akan bertarung lagi, tapi pada saat itu akan lebih dahsyat. Masing-masing dari kita akan menjadi lebih kuat—“

Berhenti di tengah kalimat seperti itu, Hakuuryukou lenyap kedalam kegelapan bersama dengan Son Goku.

Festival Selesai[edit]

Saat kami menginjakkan kaki di area sekolah, tentara dari tiga kekuatan besar telah datang dan membereskan semua kekacauan setelah pertempuran.

Mereka membereskan mayat-mayat Penyihir yang tewas, dan terlihat bersih-bersih setelah bertarung.

Saat kami bergerak maju ke tengah lapangan sekolah, Sirzechs-sama, Serafall Leviathan-sama, dan Michael-sama bisa terlihat sedang memberikan perintah pada orang-orang yang sepertinya bawahan mereka.

Saat Sirzechs-sama menyadari kehadiran kami, dia mengangkat tangannya.

“Jadi kalian selamat, syukurlah—Azazel, apa yang terjadi dengan lenganmu?”

Melihat Azazel yang bertangan satu, Sirzechs-sama memberikan perintah pada Asia. Asia menanggapinya dan menerapkan Sacred Gear penyembuhnya pada lubang luka Azazel. Cahaya hijau pucat menyembuhkan luka di lengan Azazel, namun tak mengembalikan tangannya yang hilang.

“Aku tertangkap oleh Cattleya dan nyaris menghancurkan diri bersamanya. Aku tak punya pilihan selain memotongnya.”

“Begitu. Masalahnya ada pada pihak Iblis. Tentang luka itu—“

Sirzechs-sama mencoba mengatakan sesuatu untuk menebusnya dengan cara lain, namun Azazel menolaknya dengan tangannya dan menunjukkan kalau “Hal itu tidak perlu.”

“Aku juga.......membuat masalah dengan Vali.”

“.......Jadi dia mengkhianatimu?”

“Sejak awal, dia hanyalah pria yang hidup dari kekuatan. Kalau dilihat dari hasilnya, masih mungkin dipahami dan mengatakan ‘Begitu’—Namun, tetap saja ini tanggungjawabku karena aku tak menghentikannya terjadi.”

Mata Azazel sepertinya tampak kesepian. Apa dia merasakan sesuatu sepanjang waktunya bersama Vali?

Michael-sama datang diantara Azazel dan Sirzechs-sama.

“Kalau begitu, aku akan kembali ke Surga dan akan mengurus rencana tentang pakta perdamaian dan rencana menghadapi [Chaos Brigade].”

“Maaf, akulah yang sudah mengatur semuanya kali ini. Kami yang menyusun tempat konferensi ini merasa sangat malu.”

“Sirzechs, tolong jangan merasa terlalu bertanggung jawab. Bagiku, aku justru senang karena ketiga kekuatan besar bisa menapaki jalan kedamaian bersama, kan? Dengan ini, jumlah perselisihan juga seharusnya berkurang.”

“Juga, bawahanku yang tak setuju dengan hal itu akan segera pergi.”

Azazel membuat pernyataan sarkastis itu.

“Tak bisa dihindari. Karena kita sudah lama saling membenci. Namun, hal itu harusnya bisa berubah sedikit mulai dari sekarang—Masalahnya adalah [Chaos Brigade] yang tak bisa kita anggap ringan.”

“Kalau begitu mari bekerjasama dan berdiskusi tentang masalah itu.”

Azazel dan Michael-san mengangguk atas saran Sirzechs-sama.

“Kalau begitu, aku akan kembali dulu ke Surga. Aku akan segera kembali, jadi kita akan mengadakan persetujuan kedamaian di saat itu.”

Dan kemudian, aku berbicara pada Michael-san yang sepertinya hampir pergi, meski tidak sopan.

“U-umm, Michael-san.”

“Ada apa, Sekiryutei-kun?”

“Ada satu hal yang ingin saya tanyakan pada anda.”

“Boleh-boleh saja, waktuku sedikit, tapi akan kudengarkan kali ini saja.”

Ada harapan yang aku ingin kabulkan bagaimanapun juga.

“Apakah karena [Sistem] yang membuat Asia dan Zenovia kesakitan saat mereka berdoa pada Tuhan?”

Mereka berdua adalah mantan umat. Kadang-kadang, mereka akan berdoa karena kebiasaan lama tidak menghilang dan mereka akan menjadi kesakitan.

“Ya. Kalau Iblis dan Malaikat Jatuh berdoa pada Tuhan, [Sistem] akan bergerak dan memutuskan memberi mereka kerusakan kecil. Karena ia tetap ada dalam Sistem dengan atau tanpa kehadiran Tuhan, ia akan bergerak secara alami, memangnya ada apa?”

“Bisakah anda membuatnya supaya Zenovia dan Asia tak menjadi kesakitan saat mereka berdoa?”

Itulah harapanku. Aku selalu melihat mereka memaksakan senyum, tapi seperti dugaanku mereka hanya ingin bisa berdoa secara normal. Mereka memang Iblis, tapi kupikir mereka harusnya bebas memiliki sesuatu yang mereka percayai.

“—“

Mendengar harapanku, Michael-san tampak sangat terkejut. Apakah permintaanku aneh?

Asia dan Zenovia yang berada di sampingku juga tak kalah kaget.

Namun, Michael-san justru tertawa kecil dan mengangguk tanda setuju.

“Aku paham. Kalau hanya dua orang, aku pasti bisa melakukan sesuatu tentang itu. Mereka berdua sudah menjadi Iblis dan tak bisa mendekati wilayah Gereja. Asia, Zenovia, biar kutanya kalian. Kalian tahu kalau Tuhan sudah tiada kan? Meski begitu, apakah kalian masih akan berdoa?”

Oleh pertanyaan Michael-san, keduanya mengguncang kepala mereka kemudian mengangguk.

“Ya, aku ingin berdoa meski Tuhan sudah tidak ada.”

“Aku juga. Aku ingin berterima kasih pada Tuhan—bukan, Michael-sama.”

Michael-san tersenyum pada respon mereka berdua.

“Baiklah, aku akan melakukan itu segera setelah kembali ke surga. Fufufu, pasti tak apa-apa kalau hanya ada dua Iblis yang tak kesakitan saat berdoa. Sungguh menarik.”

Baiklah! Dia mengatakannya!

“Dengan ini, kalian bisa berdoa pada Tuhan tanpa masalah, Asia! .....Meski ia sudah tidak ada.”

Mata Asia berkaca kaca lalu ia memelukku.

“Ise-san.”

Sudah, sudah. Aku merangkulnya dengan lembut. Aku turut senang untukmu juga, Asia. Aku akan terus memberikannya kebahagiaan mulai dari sekarang dan selanjutnya

“Ise, terima kasih.”

Zenovia juga mengucapkan rasa syukurnya. Aku dengan lembut mengguncang kepala Asia dan Zenovia.

“Tak apa-apa. Kamu bisa berdoa tanpa pembatasan lagi sekarang.”

Apa pipi Zenovia menjadi bersemu kemerahan karena merasa malu? Hahaha, tak perlu khawatir soal itu!

“Michael-sama, tentang masalah yang didiskusikan sebelumnya, mohon lakukan sesuai ucapan anda.”

Kiba meminta sesuatu dari Michael-san.

“Mengikuti saranmu, aku bersumpah pada Pedang Suci-Iblis yang kamu berikan pada kami kalau aku takkan membiarkan penelitian Pedang Suci menghasilkan lebih banyak korban. Itu semua adalah kesalahan besar kami karena sudah menyia-nyiakan umat yang taat sampai sejauh ini!”

Ooh! Michael-san, jadi anda akan berbuat sejauh itu! Namun, sejak kapan Kiba membicarakan hal itu dengan Michael-san?

“Itu bagus, Kiba!”

“Iya. Terima kasih, Ise.”

Azazel berbicara pada Michael selagi mereka dengan senang melihat obrolan kami.

“Michael, akan kuserahkan penjelasan pada orang orang Valhalla padamu. Karena akan jadi masalah kalau aku yang mengurusnya. Setelah itu, kamu harus menyampaikan apa yang sudah terjadi hari ini pada Gunung Olympus juga.”

“Ya. Karena tak akan ada kekuatan pembujuk kalau Gubernur Malaikat Jatuh atau Maou-sama yang menyampaikannya. Biar aku yang berbicara pada mereka. Selain itu, aku sudah terbiasa sebagai pembawa pesan [Tuhan]”

Tak lama setelah itu, Michael-san memimpin seluruh pasukan besarnya dan terbang menuju Surga.

Azazel menyampaikan pengumumannya pada para pasukan Malaikat Jatuh.

“Aku memilih perdamaian. Malaikat Jatuh takkan bertarung dengan Iblis dan Malaikat lagi mulai dari sekarang. Bagi yang tidak puas kupersilahkan untuk pergi sekarang juga. Namun, aku akan membunuhmu tanpa ampun kalau kita bertemu lagi. Hanya mereka yang ingin mengikutiku datanglah denganku.”

[Kami akan hidup demi Gubernur Azazel sampai hari kematian kami!]

Suara kesetiaan seluruh bawahannya berubah menjadi teriakan. Azazel menyaksikan ini dan mengungkapkan rasa syukurnya dengan ‘terima kasih’ kecil. Sungguh kharisma luar biasa.

Setelah Azazel menyampaikan perintah pada pasukannya, Para Malaikat Jatuh menciptakan lingkaran sihir dan kembali.

Para pasukan Iblis juga sepertinya sudah pergi melalui lingkaran sihir.

Wilayah sekolah yang sejak tadi ramai sesak oleh semua pasukan itu dengan cepat menjadi sunyi, dan hanya sedikit orang yang berkumpul dengan kami tersisa.

Azazel, satu-satunya Malaikat Jatuh yang tersisa, mengeluarkan desahan panjang dan pergi ke arah gerbang sekolah.

“Akan kuserahkan pembersihannya pada Sirzechs. Aku capek, jadi aku mau kembali.”

Ia mencoba melambaikan tangannya dan berjalan kembali, namun ia berhenti sejenak dan mengacungkan telunjuknya padaku.

“Benar juga, Sekiryutei. Karena aku berencana tinggal disini sedikit lebih lama, aku akan membantu [Peluncur] Rias Gremory itu. Karena aku tak tahan, melihat Sacred Gear sebagus itu tak bisa dikendalikan.”

“Eh?”

Itu adalah suara bodohku. Apa yang barusan anda katakan, Tuan Gubernur?

“Untuk merah, adalah perempuan. Untuk putih, adalah kekuatan—Tak satupun dari mereka yang murni sampai terasa mengejutkan.”

Usai hanya mengatakan itu, Azazel pergi sambil bersiul-siul.

Pada saat itu, kukira ucapan Azazel hanya lelucon.


Juli 20XX AD—

Perwakilan Surga Kepala Malaikat Michael, Gubernur Azazel dari organisasi pusat Malaikat Jatuh [Grigori], Perwakilan Dunia Bawah Sirzechs Lucifer, dengan ketiga perwakilan dari ketiga kekuatan besar ini, sebuah kesepakatan telah ditandatangani.

Maka dari itulah, Perselisihan diantara ketiga kekuatan besar sangat dilarang, dengan nama bekerjasama—

Kesepakatan ini mengadopsi namanya dari sekolah kami yang menjadi panggungnya, dan disebut dengan ‘Kesepakatan Kuou’.


New Life[edit]

“Dan, mulai dari sekarang aku akan menjadi pembina Klub Penelitian Ilmu Gaib ini. Tolong panggil aku Azazel-sensei. Atau Gubernur juga tak apa-apa.”

Mengenakan baju yang kucel, Azazel berada di ruang klub Penelitian Ilmu Gaib.

“.......Kenapa kamu bisa disini?”

Meletakkan jarinya di dahinya, Buchou dalam kondisi sangat bingung.

“Hah! Aku diminta untuk mengisi posisi ini oleh adik perempuannya Serafall! Wajar saja, karena aku ini pria super-keren. Dan aku suka berada bersama gadis sekolahan!”

“Itu dilarang! Dan lagi, kenapa Sona harus melakukan hal seperti itu!?”

“Kamu sungguh keras kepala, Rias Gremory. Adik perempuannya Serafall bilang kalau ini adalah permintaan pribadi dari Sirzechs. Karena itulah dia memintaku.”

Kamu diminta menjadi pembina karena hal seperti itu? Niat Kaichou memang susah ditebak.

“Tunggu, bagaimana dengan lenganmu? Bukankah lenganmu hilang satu?”

Aku menunjuk ke arah Aza—tangannya Azazel-sensei. Aku yakin kalau waktu itu terpotong.

“Ah ini. Ini tangan buatan asli yang kuproduksi selagi meneliti tentang Sacred Gear. Ini lengan multi-fungsi yang bisa dimasuki semua jenis senjata laser-ringan sampai misil kecil. Dulu aku ingin melengkapi diriku dengan hal seperti ini. Aku menggunakannya untuk mengenang lenganku yang hilang.”

Bashu! Azazel—lengannya sensei bergerak cepat. Ia juga melakukan sejumlah rotasi sambil berputar ke arah samping.

Ternyata itu lengan mekanik!

“Syarat bagiku tinggal di sekolah ini adalah aku harus membuat Sacred Gear prematur yang dimiliki para Iblis di keluarga Gremory tumbuh. Yaa, pengetahuanku sebagai pakar Sacred Gear sangat berguna. Kalian juga sudah mendengarnya, tapi ada organisasi aneh bernama [Chaos Brigade]. Sebagai rencana masa depan melawan mereka, [Welsh Dragon] dan keluargamu harus menjadi terkenal. Ketimbang itu, aku lebih ahli melawan [Vanishing Dragon]. Dari informasi yang kudapat darinya, aku tahu kalau Vali punya timnya sendiri. Sementara kita sebut saja [Tim Hakuryuukou]. Beberapa orang bergabung dengan orang-orang yang sudah kita identifikasi saat ini, Vali dan Son Goku.”

“Apa Vali dan yang lain akan menyerang tempat ini lagi?”

Gubernur menggeleng kepalanya karena pertanyaanku.

“Mereka tak akan menyerang disini lagi. Itu adalah kesempatan jarang usaha pembunuhan ketiga pemimpin golongan utama di konferensi, tapi itu juga gagal. Lawan mereka saat ini adalah Surga dan Dunia Bawah. Di Dunia Bawah, para Malaikat Jatuh dibawah perintahku sudah bergabung dengan Iblis. Dunia Bawah takkan jatuh dengan mudah. Orang-orang Seraph di Surga juga takkan tinggal diam. Selain itu ada Hewan Suci yang menumpang hidup di Surga dan Dunia Bawah juga.”

“..........Jadi ini peperangan?”

“Belum. Ini masih selevel pemberontakan. Anggap saja kalau kita dan mereka tengah dalam persiapan. Jangan khawatir, hal bernama perang tak akan muncul sampai kalian semua lulus dari universitas, apalagi kalau masih duduk di SMA. Nikmati saja kehidupan sekolah kalian—namun, itu adalah periode persiapan yang lama untuk ditunggu. Jadi, kalian harus melakukan banyak persiapan bukan?”

“Yaa......”

Memiringkan kepalaku dalam kebingungan, aku menjelajahi otakku dan mencoba mencari sesuatu untuk dikatakan, tapi tak ada sama sekali yang terlintas dalam pikiran (!)

“Sekiryutei, jangan terlalu dipikirkan. Pokoknya, karena otakmu kerdil, tak akan ada kemajuan kalau kamu kebanyakan berpikir. Musuh bebuyutanmu adalah sang Hakuryuukou Vali. Yang pasti jangan lupakan satu fakta itu.”

Begitu. Jadi musuhku pria itu. Lebih baik aku memahami tentang hal itu saja.

Bukan hanya dia merendahkan aku dan teman-temanku, dia juga mempermainkanku! Lain kali kita bertemu, aku akan menghajarnya dengan seluruh kekuatanku!

“Kamu kebetulan bisa mengimbangi Vali hanya karena kamu menggabungkan Pedang Pembunuh Naga yang kamu dapat dari Michael dan kekuatan Boosted Gear. Juga, Vali masih menahan kekuatannya. Kalau bukan karena itu, kamu sudah kalah telak. Juga, kamu bisa bertahan karena kebetulan kedua hal itu saling kompatibel. Kalau lawannya bukan Naga dan memiliki kekuatan selevel Vali, kamu sudah mati dari tadi.”

Tepat seperti yang Azazel ucapkan, aku takkan bisa bertarung seimbang kalau bukan karena pedang ini. Pembunuh Naga memang sangat berguna.

“Dan, bisakah kamu menggunakan kekuatan Hakuryuukou karena itu?”

Azazel menanyakan hal ini.

“Tidak, sama sekali tak berfungsi.”

Aku sudah mendapat kekuatan untuk “membagi dua kekuatan lawan” dengan susah payah, namun Gauntlet yang pernah terpasang di tanganku tak muncul lagi sejak itu. Apa hanya bisa dipakai sekali?

“Sudah kuduga, kamu tak bisa menangani hal sekuat itu dengan mudah. Memang menguntungkan mengambil kekuatan Naga lain. Masalah utamanya adalah kamu bisa memakainya secara bebas atau tidak. Kalau digunakan tanpa keahlian, itu akan menjadi keahlian yang lebih sulit ketimbang mencapai Balance Breaker. Namun, kekuatan yang kamu ambil pasti masih tersimpan dalam jiwa Ddraig. Sisanya tergantung dari latihanmu—buat tambahan, pertama kamu harus menyelesaikan latihan berat dalam jangka panjang. Kalau kamu hanya punya semangat tinggi namun tanpa kekuatan, kamu akan mati.”

Maaf kalau aku masih lemah begini, Gubernur. Sial! Biarpun sudah mencuri kekuatan Albion, tak ada artinya kalau tak bisa kugunakan secara bebas. Apalagi, aku belum sepenuhnya bisa mengendalikan kekuatan Ddraig. Masih mustahil bagi aku yang sekarang.

“Kekuatan Sekiryutei-mu juga terlalu tak stabil. Kekuatan penghancurnya memang besar, tapi hanya sementara. Lawan level rendah bisa dijatuhkan dengan mudah dengan itu, tapi takkan berpengaruh pada lawan level tinggi. Kalau kamu mau ikut serta dalam Rating Game dari sekarang, kamu harus menstabilkan kekuatan besar Sekiryutei. Intinya, kamu harus mencapai Balance Breaker dulu. Selain itu, Rating Game juga penuh misteri. Seseorang berstatus [Pion] yang hanya memerlukan satu bidak namun bisa menjatuhkan [Raja] juga terjadi. Semuanya tergantung bagaimana caramu bertarung. Aku harus mengajarimu tentang hal itu juga.”

“Anda sepertinya banyak mengerti tentang Rating Game.”

“Bukan Iblis saja yang menggemari acara itu, tahu? Berkat pakta kedamaian, ada juga Malaikat dan Malaikat Jatuh yang ingin menonton Rating Game secara langsung.”

Cepat atau lambat, bukankah semua Malaikat dan Malaikat Jatuh akan memberikan “Permintaan Ikut Serta” juga?

“Sehingga, untuk sementara waktu, kita akan membangun badanmu sehingga kamu bisa bertarung untuk jangka waktu yang lebih lama.”

“......Ya!”

Itu sangat benar. Kekuatanku memang hanya sementara. Kalau kelak aku ikut serta dalam Game, aku harus bertarung dalam jangka panjang. Aku harus mempertahankan kekuatan itu lebih lama dari sepuluh detik.

Namun, bisakah aku mencapai Balance Breaker sempurna? Karena aku menggunakannya secara paksa dengan kekuatan pinjaman, aku tak bisa bayangkan mencapainya dengan kekuatanku sendiri. Karena aku pada dasarnya lemah.

Aku hanya mantan manusia. Vali adalah keturunan Maou.......Inilah latar belakang kami sejak lahir.

“Bisakah aku menjadi kuat?”

Itulah pertanyaanku. Pertanyaan blak-blakan. Bisakah aku menjadi kuat?

“Akan kujadikan kamu kuat. Karena aku Malaikat Jatuh yang banyak menganggur.”

Azazel menunjukkan senyuman nakal dan agak jahat. Kurasa aku tak punya pilihan selain mematuhi kemauan Gubernur ini.

Yaa, kekuatanku tergantung latihanku dari sekarang. Lalu, aku menunjuk ke arah Gasper.

“Kalau, misalnya, lain kali kita diserang, tak bisakah kita melakukan sesuatu dengan Penghentian-Waktu Gasper?”

“S-s-s-s-s-s-s-senpai! A-a-a-a-a-a-apa yang kamu katakan!? Hiiiii.....!”

Gasper menangis dan berteriak oleh saranku.

“Tidak perlu dipikirkan kalau dia sendirian. Kita tak tahu orang macam apa yang ada dalam [Chaos Brigade].”

Wawaw, sungguh menusuk. Memang, Vali juga berkata kalau Gasper sangat penuh oleh titik lemah.

“Maafkan aku! Maafkan aku karena tak berguna! Aku tak berguna sama sekali! Aku ini sampah! Aku ini makanan babi! Aku benar-benar sudah berkaca lebih dalam dari laut, dan aku memiliki target lebih tinggi dari Evereeeeeeeeeeest! Jadi tolong jangan abaikan akuuuuuuuuuu!”

Gasper mengungsi kedalam kotak kardusnya sambil menangis. Hei, hei, kamu harus segera lulus dari kotak kardus itu.

“Oh iya, bocah Pedang Suci-Iblis, berapa lama kamu bisa mempertahankan kondisi Balance Breaker?”

Kiba menjawab pertanyaan Azazel.

“Saat ini, satu jam adalah batasku.”

“Masih kurang. Setidaknya, kamu harus bisa memastikan kalau kamu bisa terus menggunakannya selama 3 hari berturut-turut, tahu?”

Ooh, ketat sekali! Ekspresi Kiba juga menjadi bersemangat dari kata-kata barusan.

“A-aku hanya bisa mempertahankannya selama 10 detik dibawah kondisi khusus......”

Mata Gubernur menjadi setengah terbuka oleh ucapan ragu-raguku.

“Kamu harus memulai dari awal. Hakuryuukou bisa bertahan dalam Balance Breaker selama sebulan penuh tahu? Itulah perbedaan diantara kalian berdua.”

Satu bulan—jelas-jelas perbedaan yang besar dan sangat jauh ketimbang aku yang hanya 10 detik. Tapi karena aku sudah melihat tujuanku, hal itu jadi mudah dipahami.

Kemudian Azazel menoleh pada Akeno-san.

“Apa kamu masih membenci kami—bukan, Barakiel?”

---.Itu kan nama ayahnya Akeno-san—. Begitu, jadi ayah Akeno-san adalah bawahan Azazel. Akeno-san menjawab dengan ekspresi kaku.

“Aku tak berniat memaafkannya. Karena Ibuku meninggal oleh kesalahan orang itu.”

“Akeno, ketika kamu memilih menjadi Iblis, dia tak berkata apa-apa.”

“Sudah wajar. Orang itu bukan dalam posisi untuk berkata sesuatu padaku.”

“Bukan itu maksudku. Bukan, anu, mungkin sangat lancang bagiku untuk memasuki urusan tentang kalian orang tua dan anak.”

“Aku tak menganggap orang itu sebagai ayahku!”

Akeno-san menyatakan itu dengan tegas.

“Begitu, tapi menurutku tak buruk jika kamu bergabung ke keluarga Gremory. Kalau hal menjadi kebalikannya, apa yang Barakiel akan pikirkan, entahlah?”

“.........”

Akeno-san tak merespon ucapan Azazel. Ia hanya menunjukkan ekspresi rumit dengan tenang. Lalu, kali ini Azazel menolehkan kepalanya ke arahku.

“Hei Sekiryutei—Ise saja tak apa-apa kan? Ise, impianmu adalah menjadi Raja Harem kan?”

“Iya! Benar sekali!”

Ya, Harem adalah tujuan utamaku! Impianku! .......Namun, akhir-akhir ini, aku merasa mimpi itu jadi semakin jauh. Karena aku paham kalau aku tak becus menangani perempuan.

“Bisakah aku mengajarimu tentang Harem? Biarpun aku kelihatan begini, aku adalah lelaki yang dulu pernah membuat ratusan Harem, tahu? Kamu takkan kehilangan apa-apa dengan mendengarnya.”

.......Apa! Gubernur!

“Ma-ma-ma-ma-masa sih!?”

“Iya, aku serius. Apa kamu masih perjaka?”

“I-iya!”

“Baiklah, akan kuajari tentang wanita padamu. Lebih baik menjadi lelaki yang bisa menjerat wanita cantik dengan benar. Cerita kenapa aku bisa jatuh seperti ini adalah karena aku meremas payudara wanita manusia. Aku tak ragu-ragu dalam hal ero.”

“A-a-a-anda jatuh karena hal semacam itu? Eh? Masa sih?”

Buchou mengangguk pada pertanyaanku dengan wajah malas.

“Memang. Menurut legenda, pemimpin para Grigori terpesona oleh wanita manusia dan dijatuhkan karena mengajarkan mereka pengetahuan yang berharga tentang Surga.”

Azazel tersenyum usai mendengarkan itu.

“Waktu itu kami masih muda sih. Kami begitu percaya kalau “Tuhan itu hebat!” dan “Tuhan begitu luar biasa!” dengan keperjakaan kami yang menonjol. Hahaha, setelah kami akhirnya kalah pada godaan dan berhubungan seks dengan wanita, kami kehilangan keperjakaan kami dan kehilangan tempat kami di Surga.”

Luar biasa! Para pemimpin Malaikat Jatuh ternyata sekumpulan orang cabul! Itu sudah jauh melebihi pria-pria nakal!

“Ah, entah kenapa, tiba-tiba aku jadi merasa simpati kepada para Malaikat Jatuh.”

“Ooh, kamu betul-betul perasa ya? Benar sekali, kalau kamu laki-laki, hiduplah dengan hawa nafsumu! Mangsa wanita! Kalau kamu tidur dan berhubungan seks dengan mereka, kekuatan akan muncul beserta kepercayaan dirimu! –Aku akan mengurus upacara kelulusanmu. Aku akan memperkenalkanmu pada beberapa wanita Malaikat Jatuh diantara bawahanku. Mereka mungkin mau berhubungan seks dengan senang hati kalau pasangannya adalah Naga Legendaris.”

Wanita Malaikat Jatuh yang cantik? Tiba-tiba aku ingat Reynalle......tidak, tidak semua wanita seperti itu! Atau mungkin itulah yang ingin kupercaya—Tidak, hal yang sama takkan terjadi dua kali!

“Uoooo!! Serius nih? Aku bisa lulus?! Aku akan mengikutimu, sensei!”

Benar sekali! Orang ini adalah guruku! Azazel-sensei! Guruku! Guru besar yang akan mengajarku soal Sacred Gear dan wanita! Guru yang paling aku inginkan!

“Oh, begitu. Baiklah, mari kita menuju tur kelulusan-keperjakaan kita!”

Apa itu, tur yang terdengar bagai impian? Itu jauh lebih mengasyikkan daripada tur makan-kepiting-sepuasmu! Aku akan ikut! Aku pasti akan ikut! Kalau ada tarif keikutsertaannya, aku akan mulai menabung dan membayarnya! Izinkan aku ikut serta dalam tur itu untuk selama lamanya!

Melihat mataku yang bersinar terang, Buchou justru menjadi panik.

“Tu-tunggu sebentar, Azazel! Tolong jangan beri Ise ide-ide yang aneh!”

Gyuh. Buchou mendadak memelukku dan memastikan aku tidak dekat-dekat dengan Azazel.

“Tak apa-apa, bukan? Di usia seperti ini, sangat menyehatkan untuk berhubungan dengan satu atau dua wanita. Atau ada yang salah kalau budakmu berhubungan dengan wanita?”

“Akulah yang berhak mengurus kesucian Ise! Ise, apa maksudmu dengan membuang kesucianmu di tempat lain setelah kamu melindungi kesucian orang lain!?”

Serius!? Buchou mau mengurus kesucianku?

“Ise-san, apa kamu akan meninggalkanku dan pergi jauh lagi?”

Asia-chan? Apa kamu menyalahartikan tentang tur itu? Aku akan selalu bersamamu, Asia!

“Ara, ara, Ise-kun. Aku akan kesepian kalau kamu ikut serta dalam tur itu.”

Akeno-san! Tolong jangan memasang ekspresi suram seperti itu! Aku tak akan bisa pergi!

“...........Ise-senpai yang terburuk.”

Ow! Maaf, Koneko-chan! Tapi Koneko-chan tidak marah. Dia malah tertawa!

“Kalau Buchou yang mengurusnya, aku tak akan bisa membuat bayi.......muu,”

Zenovia, kamu betul-betul serius dengan hal ‘membuat bayi’ itu?

“Kamu sangat populer, Ise-senpai. Sebagai hikikomori, aku sangat mengagumimu.”

“Tidak, kamu jadi tak perlu berbicara buruk tentangku lagi, kan?”

Ujar Gasper dan Kiba. Aku tak terlalu memahaminya, tapi Gasper, tolong luluslah dari kotak kardusmu itu. Si tampan Kiba sih mati saja sana!

Melihat adegan ini, Azazel tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha! Apa-apaan ini! Begitu, begitu, aku paham sekarang. Naga biasanya melakukan poligami, jadi kamu tak memerlukan ajaranku. Yaa, tempat ini sudah menjadi lokasi untuk perwakilan diantara tiga aliansi utama. Gubernur Malaikat Jatuh, adik perempuan Maou, wakil dari Malaikat, dan Naga Legendaris. Mari kita mulai rukun dari sekarang. Tujuan saat ini adalah penyempurnaan Balance Breaker milik Sekiryutei. Dan supaya kalian semua menjadi kuat, kalian harus berlatih dan memperoleh itu semua sepanjang liburan musim panas.”

Liburan musim panas—benar juga, semester pertama sekolah sudah usai.

Biar begitupun, cukup seram bagaimana Gubernur Malaikat Jatuh begitu cepat akrab dengan kami. Meski dia adalah pimpinan dari organisasi musuh sampai sekarang. Masa depan ternyata tidak buruk-buruk amat.

“Kita harus menjadi lebih kuat juga.”

Azazel juga setuju dengan ucapan Buchou.

“Tak menyakitkan jika kalian menjadi lebih kuat. Jadi, menurut rumor, akan ada pertemuan para Iblis dalam beberapa hari ini kan? Kudengar Rias Gremory termasuk diantara nama nama Iblis muda yang menjanjikan di masa mendatang.”

“Ya. Keluarga bangsawan dan Keluarga lama bertemu bersama dengan para Iblis muda. Sepertinya itu adalah budaya.”

“Tak apa-apakah memikirkan soal Game ketika serangan teroris terjadi?”

Itulah pertanyaanku. Tak apa-apakah, meski ada organisasi aneh datang menyerang? Sensei kemudian menjawab itu.

“Sebetulnya aku merekomendasikannya. Pertarungan dalam Game akan menjadi pengalaman baik untuk Iblis muda saat ini tanpa pengalaman tempur sebelumnya. Karena Iblis muda saat ini dipenuhi oleh Iblis tereinkarnasi dari manusia, Malaikat Jatuh, dan Hewan Iblis. Mereka kesusahan dengan lawannya. Medan Perang yang sesuai sudah dikembangkan dan metode pertarungan sudah dibuat bervariasi menanggapi hal itu. Tak ada lingkungan yang mendukung untuk anak-anak muda seperti ini. Tanpa diduga, Sirzechs dan yang lainnya telah melihat situasi terkini dengan masa depan di pikiran saat mereka menciptakan Game ini. Mereka membuatnya berkompetisi dengan sesama Iblis dan kualitas kekuatan ditingkatkan. Karena mereka kelompok yang rakus, itu cocok dengan mereka—Dasar, mereka orang-orang aneh.”

Aku tak terlalu paham. Tapi pada dasarnya dia berkata kalau mendapat pengalaman dalam Game sama halnya mencegah kekalahan dari teroris. Memang, akan merepotkan kalau seorang tanpa pengalaman tiba-tiba dilemparkan ke tengah medan pertempuran.

“Jangan khawatir, aku akan memandu kalian memakai kekuatan pribadi dan kekuatan Sacred Gear kalian. Dan ada rencana untuk pertandingan selama kamp pelatihan kalian juga. Aku yakin mereka akan melakukannya dalam gaya Rating Game. Aku sudah selesai berdiskusi dengan Sirzechs tentang hal itu.”

Azazel-sensei...........anda memang sudah mempersiapkan semua ini......apa begitu menyenangkan?

“Kukuku, ada Boosted Gear yang memulai evolusi tak diketahui. Dan ada juga Pedang Iblis-Suci. Lebih jauh lagi, ada [Forbidden Balor View]. Aku akan menjalankan penelitianku pada mereka dan mencari tahu bentuk terevolusi orisinil mereka.”

Uwah! Sensei mengeluarkan suara dan tertawa berbahaya! Apa kami kelinci percobaan!?

Dengan begitu banyak kesulitan di depan, aku takut tentang masa depan.........Apa yang akan terjadi pada Akademi Kuou dan Klub Penelitian Ilmu Gaib?


Akademi Kuou, akhir semester pertama[edit]

Sekolah Menengah Atas Akademi Kuou, Klub Penelitian Ilmu Gaib

Guru Pembina : Azazel (Gubernur Malaikat Jatuh)

Presiden : Rias Gremory (Raja), siswi kelas tiga, bidak yang tersisa, 1 [Benteng]

Wakil Presiden : Akeno Himejima (Ratu), siswi kelas tiga

Anggota Klub :

Toujou Koneko (Benteng), siswi kelas satu

Kiba Yuto (Kuda), siswa kelas dua

Zenovia (kuda), siswi kelas dua

Asia Argento (Peluncur), siswi kelas dua

Gasper Vladi (Peluncur), siswa kelas satu

Hyodou Issei (Pion), siswa kelas dua


Grigori.2[edit]

“Maaf sudah menghubungimu seperti ini, Shemhaza. Jadi karena itulah aku akan tinggal disini untuk sementara waktu.”

[Paham. Namun, Azazel. Ada juga bawahan yang tak menghormatimu karena perdamaian ini—]

“Tak apa-apa. Itu bukan masalah. Kesampingkan itu, justru kamulah yang kukhawatirkan—Anakmu akan lahir kan?”

[.....Azazel.......aku......aku....]

“Uruslah istri Iblismu itu. Dia wanita yang baik. Datang jauh-jauh kemari untuk menemuimu meski dia bisa saja terbunuh. Anakmu akan menjadi jembatan antara Iblis dan Malaikat Jatuh.”

[Aku akan lebih senang kalau anda mengusirku saat itu......! Ta-tapi kalau begini......!]

“Jangan menangis, anak buahku. Aku sudah biasa dengan hal itu. Serahkan masalah Akeno padaku juga. Aku akan memikul semuanya dengan kedua belas sayap hitamku ini, jadi tetap tenang dan ikuti aku saja, Shemhaza.”

“—Y-ya! Tuanku!


Valhalla[edit]

“—Dan itulah laporan dari Michael-dono, Odin-sama.”

“Bocah-bocah muda ini mulai berulah rupanya. Berani sekali dia berpura-pura sebagai Tuhan, Michael brengsek itu!”

“Apa yang kita harus lakukan? Sungguh sulit dipercaya kalau Tuhan yang tercatat dalam [Injil] telah tiada.”

“Astaga, dengan bocah Michael itu, si pemalsu Lucifer dan bocah nakal Azazel, ini sama saja sekumpulan permainan bocah-bocah.”

“Lantas, haruskah kita ajarkan pada bocah-bocah itu seperti apa kita Asgard, ”Tuhan” yang sebenarnya ini?”

“Freyr, aku tak akan bisa merespon perang skala besar di dunia setelah begitu lama dengan tubuh tuaku ini. Namun, kekompakan bocah-bocah ini sungguh mengejutkan. Aku akan menonton Rating Game para Iblis itu.”

“Mereka sepertinya menarik, bukan?”

“Sepertinya menyenangkan. Usaha keras bocah-bocah ini yang kehilangan Tuhan mereka. Baiklah, apa yang harus kita lakukan sekarang......?”


Special Life[edit]

Sehari sebelum kami memasuki liburan musim panas. Lebih tepatnya, setelah upacara penutupan selesai.

“Hallo.”

“Hai, aku akan mengandalkanmu mulai dari sekarang.”

Akeno-san dan Zenovia datang ke rumahku sambil membawa koper besar.

Tepat setelah Akeno-san menyapaku.

“Ise-kun.”

Dia memelukku! Owah! Begitu tiba-tiba!

“Akeno. Aku datang disini di sisimu sekarang, Ise-kun.”

To-tolong jangan melihatku dengan tatapan seperti itu.......dadaku jadi bergejolak!

“......A-Akeno dan Zenovia juga akan tinggal di rumah ini dengan kita........I-ini saran dari Onii-sama. Koneko juga berencana datang setelah ini.”

Ujar Buchou yang entah kenapa tampak sangat menyesal.

High school dxd v4 329.jpg

Menurut ceritanya sih, Sirzechs-sama yang mengajukan saran ini demi meningkatkan hubungan fisik dari keluarga kami.

Katanya juga, Buchou berusaha menolaknya habis-habisan, tapi orangtuaku menyetujuinya, dan kepindahan Akeno-san dan Zenovia sudah diatur.

Lalu, belum lama Akeno-san datang ke rumahku, dia terus lengket padaku seperti lem dan tak mau lepas.

Uu, aku sangat bahagia, tapi tatapan yang Buchou dan Asia arahkan padaku begitu menyakitkan......atau harus kusebut menyeramkan.

Akeno-san, kamu terlihat begitu menikmati situasi ini? Tapi perasaan dari payudaramu itu sangat luar biasa!

“Ise-kun♪, aku akan tidur denganmu malam ini. Ufufu♪ aku ingin melakukan ini dan itu dengan Ise-kun di ranjang sepanjang malam kali ini saja.”

“Yang benar!? Uooooo! M-mimisan!!”

“Asia, bolehkah kalau aku membagi kamar yang sama denganmu?”

Zenovia mencoba mengkonfirmasi ini, namun Asia tetap menatapku dan Akeno-san dengan mata berkaca-kaca. Ooh,sepertinya Asia akan marah padaku nanti!

Buchou mendesah sambil mencubit pipiku. Itu sakit, Onee-sama......

“Namun, rumah ini jadi kelihatan lebih kecil bukan? Sudah kuputuskan. Aku akan merekonstruksinya sepanjang liburan musim panas. Aku akan minta bantuan kakakku nanti.”

Eeeeh!? Apa yang akan terjadi pada keluarga Hyodo setelah ini!?

Dengan ini dan itu, liburan musim panas sudah sangat dekat.

Selanjutnya adalah liburan musim panas! Bermain-main seharian semau gue! Karena aku tinggal bersama Buchou dan yang lainnya, banyak hal tentu akan terjadi padaku—Menurut rencanaku. Rencana ini semoga berjalan lancar, semoga......

Bagaimanapun juga, aku adalah budaknya Buchou, hewan piaraannya Akeno-san, dan kakak laki-lakinya Asia.

Sial! Padahal musim panas adalah musim yang penting dimana banyak siswa laki-laki yang akan lulus dari keperjakaan mereka!

Aku tak mau mendengar bualan dari siswa laki-laki di kelasku yang sudah lulus saat musim panas usai! Aku tak menganggapnya mungkin, tapi kalau aku dihajar habis-habisan oleh Matsuda dan Motohama, aku tak punya kepercayaan diri untuk hidup lagi.

Ah, kehidupan pink ‘mufufu’ itu..........semakin musnah karena latihanku.

Namun, aku harus menjadi kuat! Aku harus semakin menyamai Vali meski hanya sedikit! Dan kalau aku mau bertahan di Dunia Iblis, menjadi semakin kuat adalah keharusan. Kalau aku ingin punya harem, pertama aku harus menjadi kuat dulu!

---Namun! Sepanjang liburan musim panas, aku ingin berhubungan seks dengan Buchou! :D


Kata Penutup[edit]

“Payudara datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, dan tuntutan untuk mereka juga sangat bervariasi.”

Pembacaan Musim Gugur! Berikut laporan contoh buku. Aku mungkin akan dipanggil ke kantor guru.


Lama tak jumpa. Ini Ishibumi.

Si Vampir Hikikomori Gasper akhirnya muncul! Sang [Peluncur] misterius yang terus tersembunyi di jilid pertama akhirnya tampil disini. Sebagai cross-dresser, hikikomori, dan Vampir, dia sungguh penuh material.

Gubernur Malaikat Jatuh Azazel telah menjadi Pembina Klub Penelitian Ilmu Gaib! Saya menggunakannya karena saya ingin karakter cerdas yang kuat dan keren. Pada akhirnya, dia mendapatkan peran pelatih, jadi dia tak akan ikut serta dalam Rating Game. Sang posisi guru “Ks*tria Fi*ur”. Dia untuk para pembaca wanita disamping Kiba.

Si Rival Vali. Dia adalah karakter yang benar-benar menyingkirkan semua setting yang masuk akal, tapi itulah yang membuatnya sangat berbeda dari siswa sekolah biasa seperti Ise. Kali ini, dia dihajar habis-habisan karena menyentuh tabu (payudara) pada Ise. Yah, memang Vali yang salah karena itu.

Akeno juga serius memasuki kompetisi demi Ise di jilid keempat ini. Rias tak mungkin tinggal diam saja. Kedua Onee-sama akan melakukan ini dan itu kepada Ise!? Dan Zenovia juga!? Asia juga akan merasa cemas. Impian untuk tinggal bersama begitu berbadai dan penuh drama.

Dalam jilid ini semester sekolah pertama berakhir, jilid selanjutnya adalah kisah liburan musim panas, dan di jilid setelah itu kisah semester sekolah kedua akan dimulai.

Seperti yang tertulis pada kata penutup di jilid pertama, saya sudah berencana untuk memperkenalkan Mitologi Norse. [Chaos Brigade] dan kelompok Ise akan jarang melakukan kontak langsung satu sama lain, mereka kebanyakan akan membuat kontak dengan para anggota keluarga Vali.

Pihak Putih memiliki eksistensi legendaris disamping Son Goku sebagai kawan? Pihak Putih penuh dengan orang orang yang menyingkirkan semua setting yang masuk akal.


Sekarang untuk terima kasih. Jilid keempat setidaknya telah diterbitkan. Miyama Zero-sama, editor utama Saya-sama, mohon terus perhatikan saya dari sekarang dan selanjutnya.

Jilid berikutnya adalah kisah Koneko + Latihan + Pemandian air panas + Rating Game. Setelah memenangkan Akeno, si loli yang berikutnya? Karena ada banyak pertempuran di jilid keempat, selanjutnya saya ingin memasukkan Game dan menggunakan banyak pertarungan. Jilid kelima direncanakan keluar di musim dingin. Sebelum liburan musim dingin, tapi silahkan mengharap pertarungan musim panas yang panas dan hangat. Sampai jumpa lagi di jilid kelima!


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Boys Love = gay
  2. Cara yang sangat sopan untuk menyebut 'ayah' dalam Bahasa Jepang
  3. menghabiskan secangkir kecil sake dalam sekali teguk
  4. Kanji untuk sungai memiliki tiga garis: 川, bandingkan saja sendiri
  5. Mengacu pada stand up comedy 2 orang di Jepang, terdiri atas boke dan tsukkomi. Disebut dengan Manzai, info selengkapnya lihat di sini
  6. Ecchi artinya mesum/bejat, tapi mungkin teman-teman sudah tahu semua
  7. Cowok cantik/laki-laki berpostur fisik menawan
  8. Kouhai itu junior atau adik kelas.
  9. Why is he such a lucky guy and he doesn't even understand that! Damn! All Protagonist in Harem Story should just die! Especially you, Ise!
  10. Lilin sintetis yang biasanya digunakan untuk prakarya sewaktu kalian masih duduk di bangku SD.
  11. Yang ini betulan ditulis dalam bahasa Inggris, lho.
  12. Cara terhormat kuno dalam menyebut seseorang dalam berbicara.
  13. Mahou Shojo = Magical Girl. Maou Shojo = Maou Girl.
  14. Orang yang penyendiri dan menarik diri dari kehidupan sosial, seringkali dengan jalan pengucilan diri yang ekstrim. Info lebih lanjut lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Hikikomori
  15. Figur wanita yang ideal di Jepang. Info lebih lanjut lihat di sini
  16. 'Sihir' disini dalam bahasa Inggris tertulis sebagai 'Magic'.
  17. 'Sihir' disini dalam bahasa Inggris tertulis sebagai 'Sorcery'.
  18. Novel historis terkenal di Cina yang ditulis di abad ke-14 oleh Luo Guanzhong [1]
  19. Kanjinya tertulis dengan 闘戦勝仏 dimana di furigana tertulis とうせんしょうぶつ. Nama "Victorious Fighting Buddha", satu dari titel Son Goku, diambil dari terjemahan teks Cina asli. [2]
  20. Teman-teman pernah menonton 'Kera Sakti'?. 'Journey of the West' adalah dongeng Cina yang ditulis oleh Wu Cheng En di abad ke-16 dan satu dari empat Novel Klasikal terbesar dalam sejarah sastra Cina. [3]