High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 7 New Life

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

New Life[edit]

“Ah, piknik sekolah sudah dekat.”

Aku bermalas malasan di ruang Klub Penelitian Ilmu Gaib, dan aku tengah menantikan piknik sekolah yang akan datang. Kakek tua menyelesaikan konferensinya dengan aman dan kembali ke kampung halamannya. Sepertinya dia mendapatkan respon bagus. Aku mengembalikan martil pada kakek tua itu.

Vali.......dia lenyap sambil membawa Fenrir bersamanya. Itu benar benar masalah besar, namun karena kami sudah menangkap Loki, keberadaan Fenrir akan segera diketahui dan cara untuk menghadapinya juga akan dibuat.

Namun si brengsek itu sudah mengincar Fenrir sepanjang waktu ini. Itu kesalahan kami karena tak menyadarinya, namun aku tak bisa memaafkan dia karena sudah memanfaatkan kami. Pria itu, apa yang hendak dia lakukan dengan Fenrir?

Sudah kuduga, aku tak akan pernah bisa memahami pria itu.

Sensei tak ada disini hari ini.

Dia bilang dia akan mengantar pulang Barakiel-san yang sudah menyelesaikan perannya. Kami juga berkata kalau kami akan ikut mengantarnya, tapi dia berkata “Aku saja sudah cukup”.

“Ise-san, kita sangat sibuk belakangan ini, jadi kita harus berbelanja untuk piknik sekolah lain kali.”

Asia mengatakan itu sembari melihat buku panduan untuk piknik sekolah.

“Asia, aku dengar kalau kita harus mengenakan pakaian dalam yang populer saat ini.”

Xenovia mengatakan itu. Wajah Asia menjadi merah setelah mendengar itu.

“Su-Sungguh......?”

“Yup. Sepertinya saat kita pergi ke dalam pemandian dimana kita mandi bersama dengan semua orang, orang orang lain akan menertawai kita nanti kalau kita tak mengenakan pakaian dalam yang tepat. Aku juga tak punya pakaian dalam yang kelihatan manis. Mungkin lebih baik kita berbelanja bersama.”

“Pi.....Piknik sekolah ternyata sangat dalam.”

Hmm. Ini pasti perbuatan Kiryuu. Yah, bagi para gadis hal baik dan buruk tentang celana dalam adalah sesuatu yang harus mereka cek baik baik. Menjadi gadis pasti sangat sulit!

“Putih yang terbaik! Kupikir itu adalah satu satunya pakaian dalam yang Tuhan dan Michael-sama akan katakan ‘Ya’!”

Irina memasuki ruangan dengan nada tinggi.

“Tidak. Aku akan mengenakan celana dalam kemenangan bersama dengan Asia.”

“Eh! A-Aku juga?”

“Tidak, tidak! Warna iman adalah putih! Atau yang mempunyai tanda salib!”

Trio-Gereja tengah berargumen tentang pakaian dalam mereka........apa yang kalian lakukan?

Terasa damai sekali. Tak bisa kupercaya kalau kita menjalani pertarungan sebanyak itu.

Aku kemudian berpikir.

Semakin kuat kami jadinya, semakin aku menyadari kalau ada banyak musuh kuat di dunia ini. Dan entah kenapa mereka semua muncul di hadapan kami.

Bukannya aku ingin menjadi yang terkuat di dunia atau semacamnya. Tapi aku ingin menjadi [Pion] terkuat.

Meski kalau mereka menyerang kami, maka kupikir kami memerlukan kekuatan untuk mengenyahkan mereka. Itulah dasar dasar bagi kelompok untuk bekerja dan bertarung bersama......

Namun aku sendiri juga harus menjadi kuat. Aku ingin semakin mengejar kemungkinan dari Sekiryuutei yang Sensei telah prediksi. Jadi aku akan terus membujuk pikiran para senpai masa laluku yang masih tersisa di dalam Sacred Gear.

Hmm, mungkin aku harus mengembangkan teknik baru? Lain kali, setelah aku mendiskusikannya dengan Sensei, aku harus mencobanya dengan meminta Kiba dan Saji ikut dalam latihanku.

“Habislah aku!”

Saat aku melihat, wanita berambut perak........Rossweisse-san sedang menangis.

“Uuuuuuuuu~! Kejam! Odin-sama sungguh kejam! Kenapa anda meninggalkan saya!?”

Yup. Dia ditinggalkan oleh si kakek tua begitu saja. Mungkin saat ini, si kakek tua baru menyadari kalau Rossweisse-san tak ada bersamanya.......

Tapi kalau dia belum menghubungi kami, maka itu berarti.......

“Dipecat! Ini pasti artinya aku dipecat, kan!? Aku bekerja begitu keras demi Odin-sama dan dia meninggalkanku di Jepang!? Seperti yang dia pikirkan, aku tak bisa melakukan pekerjaanku dengan baik! Aku juga perawan! Aku wanita yang usianya sebanding dengan tahun tahun tanpa pacar!”

Dia terlihat kasihan sekali........

“Mou, jangan menangis Rossweisse. Aku sudah memastikan kalau kamu bisa bekerja di Akademi ini.”

Buchou meletakkan tangannya di bahu Rossweisse-san.

“......Hiks. Sungguh?”

“Ya, seperti yang kamu harapkan. Kamu mau menjadi Guru, kan? Dan bukan siswa?”

“Tentu saja........meski aku terlihat begini, aku sudah lulus dari sekolahku di kampung halamanku dengan melewatkan kelas. Meskipun usiaku masih muda, aku punya kualifikasi untuk mengajar siswa.”

Serius? Dia tak kelihatan lebih tua dari kami sama sekali, tapi dia memilih untuk menjadi Guru.

“Tapi bisakah aku tinggal di negara ini......? Tapi kalau aku kembali ke kampung halamanku semua orang pasti akan memarahiku dan berkata “Berani betul kau menampakkan wajahmu saat kau tiba setelah kedatangan Odin-sama” padaku. Dan mungkin posisiku akan dicabut.....! Uu.....dan aku akhirnya bisa menemukan pekerjaan dimana aku bisa mendapatkan kehidupan stabil.”

Dia nampak depresi. Memang kalau Dewa-Ketua yang seharusnya dia kawal pulang dengan meninggalkan bodyguardnya, akan membuat dia terlihat seperti idiot sejati.

“Ufufu, jadi dari situlah rencana ini muncul.”

Buchou mendekatinya, dan mengeluarkan semacam dokumen dan ditunjukkan padanya.

“Kalau kamu datang ke Dunia Bawah sekarang, kamu bisa mendapat hak istimewa seperti ini dan hak istimewa seperti itu.”

Rossweisse-san memasang wajah kaget setelah mengamati dokumen.

“Sungguh!? Ada asuransi sebanyak ini.........bahkan ada keringanan pajak!”

“Benar sekali. Juga tidakkah menurutmu kalau layanan seperti ini dan sistem seperti ini akan menguntungkan bagimu?”

“Hebat sekali! Jadi I.....Iblis mendapat bayaran sebanyak ini.......! Gaji pokoknya sama sekali berbeda dari kami! Biarpun kamu membandingkannya dengan Valhalla, yang satu ini jauh lebih menjanjikan.”

-Dia sedang menyuap seorang gadis tempur!

B....Buchou.....dia jadi kelihatan seperti agen asuransi jiwa sekarang......jadi inikah yang kalian sebut bisikan setan! Bagaimanapun juga Iblis membuat kontrak dengan manusia dengan keserakahan sebagai pekerjaan mereka. Inilah cara dari Iblis Kelas Tinggi, teknik handal Buchou dalam membujuk orang lain! Kupikir dia sangat berbakat dalam hal ini. Inilah yang kalian sebut Iblis!

“Ngomong ngomong, kalau kamu melayani dibawahku maka kamu juga akan mendapat semua keuntungan ini.”

“........Kudengar Gremory adalah keluarga dimana salah satu anggota keluarga mereka dipromosikan menjadi Maou dan bahwa item spesial yang dibuat di dalam wilayah Gremory sangat populer dan menerima penjualan tinggi.”

“Itu benar. Kamu bahkan bisa melakukan pekerjaan itu sebagai karirmu. Gremory tengah mencari orang orang yang berbakat.”

Buchou yang terus menyuap Rossweisse-san mengeluarkan sebuah.........bidak catur crimson dari sakunya!

“-Jadi begitulah, jadi maukah kamu menjadi budakku sehingga kamu bisa memulai bisnis di Dunia Bawah? Kupikir kamu akan bisa menjadi anggota meriam sihir dengan menerima bidak [Benteng] dan dengan kemampuan sihirmu. Aku hanya berharap kalau itu dimungkinkan dengan hanya satu bidak catur.”

Semua orang terkejut oleh tawaran Buchou! [Benteng] terakhirnya! Jadi dia akan membawa serta Valkyrie yang terspesialisasi dalam sihir!

Tapi kami memang memerlukan lebih banyak pengguna sihir. Tak ada siapapun selain Buchou dan Akeno-san yang merupakan tipe-Wizard dan terspesialisasi dalam sihir.

Dan kalau orang seperti itu menjadi [Benteng], kita memiliki meriam bergerak yang bisa melakukan serangan sihir berskala besar! Sepertinya dia memiliki beragam jurus dan teknik, jadi kekurangan kami akan tertutupi! Lebih tepatnya kami akan mendapatkan banyak hal dengan ini!

Lebih dari itu, dia adalah wanita cantik dan manis sehingga menjadikan itu yang terbaik! Meski dia kikuk biarpun dia terlihat seperti wanita cantik yang cool.

“.......Aku merasa kalau ini takdir. Itu mungkin imajinasi egoisku, namun sejak aku menemuimu di rumah sakit di Dunia Bawah, mungkin sudah diputuskan kalau semuanya akan jadi seperti ini.”

Rossweisse-san menerima bidak catur berwarna crimson itu. kemudian pada momen itu, cahaya crimson menyilaukan bersinar dalam ruangan, dan sayap Iblis muncul di punggung Rossweisse-san.

Hal itu bisa dilakukan hanya dengan satu bidak [Benteng]. Karena dia adalah gadis tempur, kupikir dia akan memerlukan lebih banyak.......

Mungkin kecocokan diantara ‘Evil Piece’ dan mereka dari Norse bekerja dengan cara berbeda?

“Akhir akhir ini diumumkan kalau ‘Evil Piece’ tak terpakai berubah berdasarkan tingkat pertumbuhan dari majikan yang memilikinya. Maou Ajuka Beelzebub yang merupakan penciptanya dikenal karena memasukkan faktor faktor rahasia untuk program teknik.”

Kiba yang berada di sampingku memberikan penjelasan itu. Hmm, jadi masih ada faktor tak diketahui di dalam mereka huh.

Juga dunia Iblis sungguh hebat karena membiarkan faktor faktor semacam itu. Mungkin mereka menjadi hal hal ireguler? Kalau kuingat ingat, Game akan memanas saat penonton menyaksikan pertarungan yang berbeda dari yang normal.

Mantan Valkyrie berambut perak, Rossweisse-san, membungkuk pada kami.

“Semuanya, aku telah bereinkarnasi menjadi Iblis. Aku Rossweisse, mantan Valkyrie. Sepertinya gaji tahunan dari Dunia Bawah dan asuransi mereka jauh lebih menjanjikan daripada di kampung halamanku. Aku punya banyak keamanan sekarang karena kondisi keuangan keluarga Gremory dan masa depanku akan sangat stabil jadi aku telah menjadi Iblis. Jadi mohon kerjasamanya mulai dari sekarang.”

Ekspresinya seolah dia baru saja dicuci otak........

“Dan juga, semuanya, aku – [Benteng] terakhir Rias Gremory adalah dia, Rossweisse.”

Buchou memperkenalkan Rossweisse-san seperti itu dengan tersenyum.

...........Benar benar seorang Iblis. Mereka adalah makhluk terhebat dalam hal mengendalikan keserakahan orang lain!

“Yah, kupikir itu tak apa apa. Bahkan aku bergabung dalam kekacauan.”

Xenovia mengatakan itu dengan santai sambil menyeruput tehnya. Memang, situasinya juga sama seperti barusan.

[Mari mengakrabkan diri!]

Semua orang juga menyambut Rossweisse-san dengan hangat. Aku juga tak punya alasan untuk menolak, dan aku senang karena satu wanita cantik lagi yang masuk ke kelompok kami.

Namun, seperti saat dengan Xenovia dan kali ini dengan Rossweisse-san, bidak bidak bisa digunakan dengan cukup mudah.

“Ufufufufufufufufufu, Odin-sama? Lain kali kita bertemu, saya tak akan memaafkan anda, oke?”

Rossweisse-san memasang senyum menakutkan. Se.....Seram! Dia ditutupi dalam aura mengerikan! Kakek tua mendapat dendam darinya! Rossweisse-san mungkin sedikit yandere.......

Namun dengan ini, kelompok kami sudah lengkap.

Buchou, Akeno-san, Kiba, Asia, Koneko-chan, Xenovia, Gasper, Rossweisse-san, dan aku. Kesembilan anggota telah lengkap.

Kami harus berpikir tentang formasi baru.

Saat aku sedang memikirkan hal seperti itu, Akeno-san memberiku kotak bento.

“Ise-kun. Ini hidangan sisa, tapi tolong terimalah.”

Nikujaga (hidangan daging dan kentang Jepang)? Aku menjumputnya dengan jariku dan memasukkannya ke dalam mulutku.

Rasa yang memiliki cita rasa tepat menyebar di dalam mulutku.

“........Enak! Enak sekali, Akeno-san! Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya, tapi ini memberiku perasaan damai. Ini sedikit berbeda dari hidangan di rumahku, tapi ada rasa keibuan di dalamnya.”

Aku menerima hashi (sumpit) darinya, dan mulai mengganyangnya. Itu karena ini lezat sekali!

Aku tengah makan, dan Akeno-san tersenyum dengan senang di sampingku.

“Aku senang kalau Ise-kun suka.—Oh, bibirmu.”

Hmm? Apa ada sesuatu di wajahku? Aku mencoba menyingkirkannya dengan tanganku, namun wajah Akeno-san mendekat dan..........

CHUU.

Untuk sesaat, bibir Akeno-san dengan ringan menyentuh bibirku.

.............

Memang tak bersentuhan satu sama lain dengan erat, namun ba....ba....barusan tadi kan........

“Ufufu. Itu ciuman pertamaku, kurasa.”

Akeno-san tersenyum dengan pipi bersemu merah.

Ci....Ci....Ciumannnnnn!? Apa itu bisa dihitung sebagai ciuman? Itu bukan ciuman berat, namun barusan bibir kami.........!

Gadis gadis lain melihat itu, dan mereka memusatkan hasrat membunuh mereka padaku!

“Ise?”

“Ise-san?”

“......Senpai?”

“Iya, bisa jelaskan pada kami?”

Buchou dan Asia mendekat sambil tersenyum, dan Koneko-chan dan Xenovia mendekat dengan wajah seram!

Kenapa ini terjadi padakuuuuuuuuuuuuu!?

“Kiba, Gasper, tolong aku!?”

Karena kita tim cowok yang membuat sumpah satu sama lain di latihan itu, jadi mereka pasti akan datang menyelamatkan aku!

Namun Kiba hanya tersenyum dan mengangkat bahunya, dimana Gasper kabur dan masuk ke dalam kotak kardusnya! Apa kesatuan kita selemah itu!?

PELUK!

Aku tengah disudutkan oleh Buchou dan yang lain, namun Akeno-san memelukku dari belakang! Dia sepertinya sangat menikmati situasi ini! Dia kemudian mengatakannya hingga semua orang bisa mendengarnya!

“Ise, aku cinta padamu. Ufufu.”

Mendengar itu, Buchou memasang wajah marah dan menyelimuti tubuhnya dalam aura crimson.

“Mou-! Ise! Akeno! Hari ini, kalian berdua tak akan kuampuni!”

Dan kehidupan sehari hariku menjadi semakin ribut.......