High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 4 Life 5

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life 5: Welsh Dragon dan Vanishing Dragon[edit]

Bagian 1[edit]

Saat aku menyadarinya, kami sudah berada di dalam ruang klub.

Memang membuat banyak kebisingan, namun transfer telah berhasil. Meskipun begitu—

“--! Mustahil! Mereka sudah berpindah kesini!?”

“—Iblis sialan!”

Bagian dalam ruangan telah dikuasai oleh para Penyihir yang mengenakan jubah aneh! Heeeeeey! Sudah kuduga, tempat ini sudah menjadi basis musuh!

“B-Buchou! Ise-senpai!”

Suara Gasper! Ketika aku menolehkan kepalaku ke arah datangnya suara, si pria berpakaian wanita Gasper sedang terikat di kursi. Kantong kertas berlubang berada di kepalanya! Ja-jadi dia memang mengenakannya........?!

Buchou memastikan keamanan Gasper dan tampak lega.

“Gasper, syukurlah kamu selamat.”

“Buchou........sudah terlambat.......”

Namun, Gasper malah menangis.

“Lebih baik kalau.....aku mati. Tolong, Buchou, senpai, bunuhlah aku......karena kekuatan ini, aku tak bisa berteman dengan siapapun......aku hanya pengganggu..........dan penakut.......”

Gasper menangis sesenggukan. Ditangkap dan digunakan oleh musuh, ia menganggap dirinya pengganggu bagi kami. Buchou tersenyum simpul pada Gasper.

“Jangan katakan hal bodoh itu. Aku tak akan mengabaikanmu, tahu? Saat aku memindahkanmu ke keluargaku, aku pernah mengatakannya kan? Bahwa—karena kamu sudah terlahir kembali, kamu akan hidup untukku, dan menemukan cara hidup yang sesuai denganmu.”

Tapi kata-kata Buchou tak sampai pada Gasper, dan ia menggeleng kepalanya.

“........Aku tak bisa menemukannya. Bagiku, yang hanya bisa membuat masalah........memiliki arti dalam hidup itu........”

“Kamu adalah budakku dan bagian keluargaku. Aku tak akan mengabaikanmu semudah itu. Bahkan sekarang sudah mungkin bagimu untuk hidup bebas.”

“Itu benar, Gasper! Aku dan Buchou takkan mengabaikanmu!”

Itu benar! Kamu adalah juniorku! Meskipun kamu tak bisa menggunakan Sacred Gearmu dengan baik, kami akan menghentikanmu—

Gan!

Tepat di depan mataku, Gasper diserang oleh seorang penyihir wanita. Penyihir itu menjambak rambut Gasper dan tersenyum sinis. Kalau kulihat lihat, semua penyihir disini adalah wanita! Penyihir wanita! Itu juga bagus!

“Kalian sungguh bodoh. Sungguh tolol cara kalian menggunakan kekuatan setengah Vampir secara normal. Seperti yang golongan Maou lama katakan. Keluarga Gremory sangat bodoh karena mereka sangat mendambakan dan menyukai kekuatan.”

Penyihir itu melecehkan Buchou dengan tatapan sinisnya.

“Mungkin kalian akan lebih beruntung kalau kalian segera mencuci otak setengah Vampire ini dan memakainya sebagai alat, tahu? Kalau kalian membuat Sacred Gear lepas kendali sambil melemparkan anak ini ke wilayah Malaikat Jatuh lawan, dia mungkin bisa menjatuhkan pemimpin mereka. Kenapa kalian belum melakukan itu? Mungkinkah kalian memperlakukan budak sebagai teman dekat?”

“I—ini....”

Aku mencoba menyerang balik pernyataannya, namun Buchou menahanku dengan tangannya.

Kenapa, Buchou? Meskipun dia tak memahami apapun tentang Buchou, dia hanya mengatakan hal-hal buruk! Aku tak bisa memaafkannya! Tak peduli meski dia seorang wanita, ada hal hal yang boleh dan tidak boleh kau katakan, sialan!

“Aku.......menghargai Budakku.”

Buchou menimpali dengan tenang. Mohon marahlah! Tak ada untungnya bersikap kalem pada orang semacam ini!

Hyuh! Bon!

Si penyihir menembakkan peluru sihir kecil pada Buchou! Seragam Buchou sedikit robek, dan tampak kulitnya yang putih......pa-payudaranya bisa terlihat sedikit!

“Mulutmu sungguh congkak. Juga, aku tak suka melihatmu cantik meskipun kau adalah Iblis, Rias Gremory.”

Kata kata penyihir itu dilapisi kecemburuan. Penyihir itu menaruh pisau di leher Gasper.

“Kau bergerak dan anak ini mati. Mari kita bersenang senang sedikit.”

Penyihir itu mengacungkan tangannya dan mulai meluncurkan sihirnya lagi! Buchou sama sekali tak menghindarinya! Sial! Ketika peluru sihir ditembakkan lagi, aku akan berdiri di depan Buchou dan menjadi tamengnya!

Bon!

Peluru itu sedikit mengenai leherku. Oww! Tapi, ini bukan apa-apa! Justru, lokasinya! Dia mengincar wajah Buchou! Tak termaafkan! Sampai harus mengincar wajah Buchou!

Aku marah dalam jiwa dan ragaku, namun Buchou maju dari belakangku dan berbicara pada Gasper.

“Gasper, berilah aku masalah lagi. Aku akan memarahimu lagi dan lagi. Aku akan menghiburmu!—Aku takkan pernah mau melepaskanmu!”

.....! B-Buchou! Ugh, meski dia tak mengatakannya padaku, aku sangat tersentuh! Sudah kuduga, majikanku adalah yang terbaik! Baiklah, Gasper! Kamu sudah membuat Buchou berbicara sebanyak ini! Bagaimana tanggapanmu!?

“B-Buchou......aku.....aku.....”

Gasper menangis tersedu. Tapi, itu bukan tangis kesedihan atau ketakutan—bahkan aku bisa melihat kalau dia menangis bahagia.

Baiklah, baiklah! Kalau begitu, Gasper. Selanjutnya adalah hadiah semangat bertarung dariku.

“Gaspeeeeeeeeeeeeeeeer!”

Aku berteriak keras sampai menggema dalam ruangan! Gasper! Perasaanku! Akan kusampaikan melalui kata-kata ini dan memberikannya padamu sampai ke jiwamu!

“Jangan takut! Jangan kabur! Jangan menangis! Aku! Buchou! Akeno-san! Asia! Kiba! Koneko-chan! Dan Zenovia juga! Kami semua temanmu! Kami pasti takkan pernah mengabaikanmu! Kami takkan melakukan sesuatu seperti meninggalkanmu sendiri!”

Aku mengangkat tangan kiriku tinggi-tinggi! Aktifkan, Sacred Gear-ku!

“Boosted Gear!”

[Boost!]

Gauntlet merah terpasang di tangan kiriku.

Selanjutnya. Promotion.

“Buchou! Aku meminta Promotion menjadi [Ratu]!”

Buchou mengangguk dan kekuatanku meningkat! Kalau begitu, ada satu hal yang tersisa!

“Ascalon!”

[Blade!]

Bersama dengan suara baru, senjata baruku Ascalon keluar dari cangkang Sacred Gear-ku.

Si penyihir wanita dengan teliti mengawasiku. Namun, aku memindahkan arah ujung pedang dari musuh ke tanganku sendiri.

Zashu!

Untuk sementara aku menekan kekuatan pedang dan secara pribadi menebas tangan kananku dengan pedang.......itu sakit. Tapi! Darah mengucur dari tanganku.

“Ise.......?”

Buchou melihat tindakanku dengan cemas. Tolong jangan khawatir. Ini adalah hadiah untuk Gasper.

“Namun Gasper, tak ada gunanya kalau kamu tidak bangkit sendiri, tahu!? Setelah mendapat dukungan dari seorang wanita, setelah itu bangkitlah! Bukankah kamu memiliki sepasang b*la yang hebaaaaaaat!!??”

Aku mengacungkan tangan kiriku dan mengulurkan Ascalon yang ternoda darahku ke arah Gasper.

Lebih cepat sebelum penyihir itu bereaksi, darah, yang melekat pada Ascalon, menempel di mulut Gasper.

“—Minumlah. Darahku yang memiliki Naga terkuat. Dan tunjukkan padaku kalau kamu adalah laki-laki!”

Gasper mengangguk oleh ucapanku dengan tatapan kuat. Gasper menjilat darahku yang berada di mulutnya dengan lidahnya. Tak lama usai Gasper menelan darahku, suasana dalam ruangan mendadak berubah.

Rasa dingin tak terjelaskan menjalar ke seluruh tubuhku. Saat aku menolehkan mataku ke arah Gasper yang terikat di kursi—

Dia tak ada disana! Gasper tidak sedang duduk di kursi! Dia sudah lenyap! Hanya tali yang mengikat Gasper tersisa! Para penyihir wanita juga kaget karena Gasper mendadak lenyap, dan menoleh ke sekeliling. Mereka menyebarkan pandangan ke penjuru ruangan dan—

Chichichichichichi. Suara berdecit aneh terdengar. Kelelawar tak terhitung jumlahnya bergantungan di langit langit ruangan. Sekelompok kelelawar bermata merah menyerang para penyihir sekaligus.

“Kuh! Jadi dia berubah bentuk, Vampir sialan itu!”

“Brengsek!”

Para wanita itu mengutuk sambil mengacungkan tangan mereka ke arah kelelawar dan mencoba menembakkan peluru sihir, namun mereka ditarik oleh sesuatu dan kehilangan keseimbangannya.

.......Tangan-tangan hitam tak terhitung jumlahnya muncul dari bayangan para penyihir wanita.

Tangan-tangan dari bayangan itu menarik para wanita kedalam bayangan.

“Jadi ini kemampuan Vampir!”

“Rasakan ini!”

Don! Mereka menembakkan peluru sihir pada bayangan, namun bayangan hanya lenyap begitu saja. Sepanjang itu, kelelawar yang mengerubungi para penyihir mulai menggigit bagian bagian tubuh mereka.

“Kau berniat—menghisap darah kami!?”

“Tidak, sihir kita juga sedang dihisap?”

Para penyihir itu nampak kesulitan. Mereka dikeroyok oleh kelelawar dan tangan-tangan yang mencuat dari bayangan.

Ini adalah—Gasper? Kekuatan sejati Gasper?

“Ise, itulah bagian kekuatan Gasper yang tersembunyi. Kekuatan itu bisa dilepaskan karena meminum darahmu.”

Dan itulah ucapan Buchou. Begitu, sudah kuduga, kekuatan sejati Gasper.

“Kuh! Kalau begitu, kita hanya bisa melakukan ini!”

Para penyihir mengarahkan sasaran mereka kesini! Jadi mereka bermaksud menyerang aku dan Buchou?

Doshu! Tak terhitung peluru sihir ditembakkan ke arahku dan Buchou, namun—

Semuanya berhenti di tengah udara.

[Sia sia saja. Aku sudah membaca gerakan dan serangan kalian]

Suara Gasper menggema dalam ruangan. Mata merah kelelawar bersinar cemerlang. Begitu, jadi dia membangkitkan Sacred Gearnya melalui mata kelelawar.

Apalagi, dia sangat brilian dalam menghentikan hanya peluru sihirnya! Jadi dia bisa mengendalikan Sacred Gearnya berkat efek meminum darahku!

[Aku akan menghentikan kalian semua!]

Kah! Semua kelelawar membuat mata mereka bersinar, dan mereka membuat waktu semua penyihir wanita dalam ruangan berhenti.

[Ise-senpai! Lakukan serangan akhir!]

“Serahkan padaku!”

Aku mulai berlari dan menyentuh semua penyihir! Kemudian, sambil memasang pose keren di tengah ruangan, aku berteriak.

“Dress Break!”

Bababah! Pakaian para Penyihir yang waktunya terhenti meletus secara brilian! Sejumlah wanita telanjang berdiri di hadapan mataku! Aku bisa melihatnya sesukaku! Menyentuhnya sesukaku!

Buh! Sambil mimisanku mengucur, aku memberikan senyuman kemenangan.

“Gasper, bersama kita tak terkalahkan!”

[Ya!]

Juniorku menghentikan musuh, dan aku meletuskan pakaian mereka. Kita yang terkuat. Kita tak terkalahkan!

Dengan ini, mimpi yang sangat kurindukan bisa terkabul—

Pechi.

“Apa iya?”

Buchou menyentil dahiku sambil mendesah.

Bagian 2[edit]

“Ngomong-ngomong Ddraig, siapa itu Ophis?”

Aku menanyakannya selagi mengikat para Penyihir dan menempatkan mereka dalam lingkaran sihir dalam ruangan.

[--Ophis. Sungguh nama yang nostalgia]

Jadi siapa dia, orang itu?

[Dia adalah anggota terkuat dari suku Naga]

Bahkan lebih kuat dari Ddraig dan Vanishing Dragon?

[Ya, karena dia juga lebih kuat dari Tuhan. Dialah satu-satunya eksistensi yang tak bisa Tuhan hadapi dengan ceroboh. Dia adalah monster sejati dengan kekuatan mendekati ketidak terbatasan]

“Serius!? Jadi masih ada Naga yang lebih kuat darimu dan Albion?”

[Dialah satu-satunya. Satu-satunya yang melampaui kami. Dialah eksistensi terkuat di dunia ini]

Hah, itu, bagaimana mengatakannya ya........apalagi, dia adalah bos para teroris ini.

Buchou meluncurkan lingkaran sihir dan mengirim para Penyihir ke kantor umum di Dunia Bawah. Dia bilang mereka akan ditahan dalam penjara. Kebetulan, Buchou sudah mengganti pakaiannya dengan seragam cadangan.

Alasannya adalah supaya kita bisa menangkap para teroris sebagai saksi hidup buat jaga-jaga. Tapi, mengikat wanita dengan tali ini.......gufufu. Aku memikirkan banyak hal vulgar.

“Senpai, apa tanganmu tak apa-apa?”

Gasper, yang telah kembali dari kelelawar dan bayangan ke wujud aslinya, bertanya. Karena ia mengenakan cincin yang kuberikan dari Azazel, Sacred Gearnya takkan lepas kendali lagi.

“Ya, aku sudah terbiasa dengan luka seperti ini. Meski aku kelihatan begini, aku pernah dapat lubang di perut dari serangan Malaikat Jatuh.”

“Ueeeeeeh?? Su-sungguh.....? S-senpai memang sudah pengalaman dengan banyak kekerasan.....”

Be-begitukah? Dipikir-pikir, sejak aku menjadi Iblis, aku sepertinya menjalani hidup penuh kekerasan.....aku tak terlalu mengkhawatirkannya karena aku hidup bahagia bersama Buchou dan yang lainnya, tapi kesempatan bagiku untuk berada di ambang kematian juga tinggi kan?

Ugh, itu hanya imajinasiku, imajinasiku. Aku takkan memikirkannya terlalu dalam!

“Bagaimana rasanya meminum darahku?”

“Ya, kekuatanku untuk sementara mengalir dengan deras, tapi.......aku sudah kembali normal sekarang.”

Begitu. Jadi ada batas waktunya. Biarpun begitu, dia menjadi sangat berguna setelah meminum darahku.

“Ya. Mereka semua sudah dipindahkan kesana! Baiklah, Ise, Gasper! Mari kembali pada Maou-sama!”

Itulah Buchou. Terima kasih untuk kerja kerasnya!

[Ya!]

Aku dan Gasper menimpali, dan mengikuti di belakang Buchou.

Kami meninggalkan ruangan dan bergerak menuju pintu masuk gedung sekolah lama......sementara itu, Gasper lengket di punggungku......entah kenapa akhir-akhir ini ada banyak anak-anak yang lengket di punggungku. Ada Asia, dan dia juga. Pokoknya, aku harus perbaiki sifat hikikomori anak ini lebih dulu!

Tepat saat kami mencapai pintu masuk—

Dogaaaaaaaaaaaannnnnn!!!!!

Sesuatu jatuh tepat di hadapan kami! Setelah awan debu yang mengepul lenyap, terdapat—

“.....Cih, jadi kau mengkhianatiku karena alasan itu, Vali.”

Itu adalah sang Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh yang penuh dengan luka.

“Itu benar, Azazel.”

Sambil memancarkan cahaya menyilaukan, sang Hakuryuukou berdiri di hadapan kami. Ada wanita yang tak kukenali berdiri di sampingnya juga.

“Sekali kau memilih perdamaian, pengaturan dibuat untuk membangkitkan dari setengah Vampir yang diculik dan memulai serangan teroris. Hakuryuukou mulai menggila bersamaku setelah kami melihat kesempatan yang bagus. Akan bagus kalau kami bisa menghabisi salah satu pemimpin dari tiga kekuatan besar. Tak masalah meski pertemuan harus hancur karena itu.”

Ooh! Sungguh pakaian yang seksi! Pakaian yang sangat mengekspos payudaranya! Se-selain itu belahan di bawahannya juga tinggi! Su-sungguh kaki yang bagus!

“Aku merasakan tatapan vulgar—apa anak ini adalah Sekiryutei, Vali?”

“Ya, meski disesalkan, itu benar. Dia memang pemilik yang paling disesalkan.”

“Jangan seenaknya bilang disesalkan, disesalkan! Bahkan aku menjalani kehidupanku dengan baik! ....Tapi yang jelas, kenapa kau dan Azazel malah saling adu tanding? Terus, siapa Onee-san ini?”

Si Onee-san menatap ke arahku yang jengkel ini dengan mata mengasihani.

“Begitu. Dia memang anak yang disesalkan. Vali, maukah kau membunuhnya?”

“Perasaanku tak terlalu bersemangat melawannya. Jujur saja, aku tak menduga dia berada disini.”

Heh? Aku tak paham sama sekali. Apa yang terjadi?

“Astaga, aku juga kehilangan harga diriku. Sampai salah satu pengikutku melakukan ini.........”

Azazel tertawa pada dirinya. Eh? Berarti Hakuryuukou ini memang rekan para teroris? Onee-san itu juga musuh? Vali menggeser topeng di helmnya dengan suara clang dan menunjukkan wajahnya.

“Kapan? Kapan kau memutuskan melakukan ini?”

“Aku dapat tawaran selagi mengembalikan Kokabiel ke markas pusat. Maaf, Azazel, kelompok mereka sepertinya menarik buatku.”

“Vali, sudahkah [Vanishing Dragon] memihak pada Ophis?”

“Tidak, aku hanya bersikeras untuk bekerjasama. Mereka memberikan tawaran menggiurkan “Maukah kau melawan Asgard?” saat mereka mengatakan itu, sebagai orang yang ingin menguji kekuatanku, aku tak bisa menolak. Azazel, kau tak suka ide bertarung melawan Valhalla—sang Asgard kan? Kau tak menyukai peperangan.”

“Aku menyuruhmu untuk ‘menjadi kuat’, namun aku seharusnya juga mengatakan ‘jangan hanya membuat faktor yang akan menghancurkan dunia’.”

“Itu tak ada hubungannya. Aku hanya ingin bertarung selama lamanya.”

“......Begitu. Tidak, aku pernah mengantisipasi dalam hatiku kalau kau suatu saat akan meninggalkanku—sejak kita bertemu sampai sekarang, kau hanya ingin bertarung dengan orang kuat.”

“Persiapan dan informasi tentang pertemuan ini berkat Hakuryuukou. Sangat bodoh kalau kau meninggalkannya sendiri meski kau memahami sifat aslinya. Sebagai hasilnya, kau menggantung lehermu sendiri.”

Dan lalu wanita itu tersenyum sinis pada Azazel.

Mengabaikan Azazel yang tersenyum pahit, Vali memukulkan tangannya ke dadanya dan berbicara padaku.

“Nama sejatiku adalah Vali—Vali Lucifer.”

......A-apa? Lucifer?

“Aku adalah keturunan dari Maou Lucifer generasi sebelumnya yang tewas. Namun, aku anak berdarah campuran dari ayah yang merupakan cucu Maou dan ibu manusia—aku mendapatkan kekuatan Sacred Gear [Vanishing Dragon] karena aku separuh manusia. Itu hanya kebetulan. Namun aku, yang merupakan kerabat darah sejati dari Lucifer dan juga seorang [Vanishing Dragon], terlahir. Kalau ada yang dinamakan takdir dan keajaiban, itulah aku—Cuma bercanda.”

Sambil ia mengatakan itu, beberapa lipat sayap Iblis tumbuh dari punggungnya bersama sayap cahayanya.

.....................

I-Iblis? Si Hakuryuukou adalah....? Apalagi, dia bilang Lucifer? ......Bukankah itu Maou yang dulu?

“Tak mungkin........itu mustahil.........”

Buchou juga memasang wajah tak percaya di wajahnya. Namun, Azazel memastikannya.

“Itu benar. Kalau ada eksistensi menggelikan, itulah dia. Dia akan menjadi Hakuryuukou terkuat diantara yang kukenal sejak dulu sampai sekarang, dan mungkin sepanjang waktu juga.”

.....Bi-biarpun kau mengatakannya.......ja-jadi dia memang yang terkuat?........

Entah kenapa, aku tak bisa menangkap banyak hal-hal rumit terjadi yang tak kuketahui akhir-akhir ini!

Atau lebih tepatnya, ada banyak makhluk separuh disekitarku seperti Gasper, Akeno-san, dan pria ini.

“Sudahkah kau menyerah, Azazel?”

Si wanita masih tersenyum sinis pada Azazel. Siapa orang ini? Bahkan aku bisa memahami kalau hasrat membunuhnya sangat tinggi!

“......Cih. Volume aura yang kau keluarkan tadi, apa yang kau dapatkan dari si keparat Ophis itu?”

Si wanita tersenyum oleh pertanyaan Azazel.

“Ya, dialah Naga yang memiliki kekuatan tak terhingga. Demi penataan ulang dunia, aku meminjam sedikit kekuatannya. Berkat itulah aku bisa bertarung denganmu. Mungkin juga aku bisa mengalahkan Sirzechs dan Michael. Mereka sungguh Gubernur Jenderal idiot, sama sepertimu.”

“.....Itulah aku. Aku mungkin idiot. Aku tak bisa berbuat apa-apa tanpa Shemhaza. Aku hanya penggila Sacred Gear—Tapi tahukah kau, apa kau benar-benar berpikir kalau Sirzechs dan Michael adalah idiot? Setidaknya mereka jauh lebih tangguh dari kurcaci sepertimu.”

Wajah si wanita mengernyit oleh pernyataan Azazel.

“Omong kosong! Baiklah, aku akan memberimu serangan penghabisan disini dan sekarang. Aku akan menghancurkanmu, Gubernur Malaikat Jatuh, sebagai langkah pertama menciptakan dunia baru!”

Si wanita berbicara dengan nada kuat. Namun, Azazel terlihat cukup senang.

Azazel mengeluarkan sesuatu yang terlihat seperti pisau kecil dari dalam sakunya.

“Itu—“

Azazel mengacungkan ujung pisau ke arah si wanita yang melihatnya dengan penuh kecurigaan.

“........Aku sudah kebablasan sebagai penggila Sacred Gear. Aku juga memproduksinya sendiri. Aku sudah membuat replikanya. Ya, hampir semuanya cuma jadi sampah. Tuhan, yang membuat Sacred Gear sungguh hebat. Itulah satu-satunya hal yang kuhormati darinya—Namun, mereka tidak sempurna. Karena Tuhan dan Maou tewas sambil meninggalkan ‘error’ yang bisa mengacaukan keseimbangan dunia seperti [Longinus] dan [Balance Breaker]. Yah, justru itulah yang membuat Sacred Gear begitu menarik bagiku.”

“Jangan khawatir. Hal bernama Sacred Gear pasti takkan dibuat di dunia baru. Bahkan tanpa hal semacam itu, dunia tetap berjalan—pada akhirnya, kami akan membuat Odin di Eropa Utara bergerak juga dan dunia akan harus berubah.”

Setelah sengaja memperbincangkan topik dengan senyum kepuasan, Azazel meludah,

“Semakin kudengar semakin ingin aku meludahi tujuan kalian. Valhalla? Dewa Bumi? Jadi kalian berniat mencuri segalanya melalui Odin dari sisi. Ketimbang itu, orang yang sudah mencuri hiburanku—pergi dan lenyaplah.”

Pisau yang Azazel pegang berubah bentuknya! Bagian bagiannya terpisah dan memancarkan cahaya.

“--! Mu-mustahil! Azazel, kau—“

Disekitar tubuhnya muncul sekelebat bayangan, sang Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh melafalkan sebuah kata dengan kekuatan!

“Balance Break.......!”

Wilayah sekitar tertutupi oleh cahaya seketika. Usai cahaya padam, terdapat seseorang berdiri sambil mengenakan armor lempeng emas—

Ia memiliki kemilau berwarna keemasan dan berbentuk seperti makhluk—seperti Naga.

Bah! Seluruh dua belas sayap hitam legam membentang dari punggungnya. Bulu-bulu hitam bertebaran di sekelilingnya.

Armor emas-yang meniru Naga itu mengepakkan sayap hitamnya. Kupikir dia sangat keren. Azazel dilengkapi dengan armor Naga! Tombak cahaya raksasa muncul di tangannya.

“Aku mempelajari [Vanishing Dragon] dan Sacred Gear tipe-Naga lain sebelum memproduksi ini, Sacred Gear terkuat buatanku. Ini adalah [Downfall Dragon Spear],dan dalam kondisi Balance Breaker bernama [Downfall Dragon Spear Armor]!”

Aku bisa merasakan hawa Naga dari armor itu. Itu tidak biasa! Aura tangguh kelas-top sampai nampak menakjubkan tengah dipancarkan dari sekujur tubuhnya yang berada di atas yang telah kurasakan sampai sekarang. Dia bisa dengan mudah mengalahkan Kokabiel!

Uoooh! Itu seperti pasar obral Balance Breaker! Bukankah itu fenomena yang langka?!

[Tidak. Itu bukan Balance Breaker sejati]

Apa maksudmu, Ddraig?

[Ia menyeret Sacred Gear menuju wujud terkuatnya dan melakukan kebangkitan paksa. Semacam kelepasan kendali. Sacred Gearnya akan lenyap kalau digunakan seperti itu. Apa dia berniat memakai yang bernama Sacred Gear buatan itu hanya sekali pakai?]

Jadi itu Sacred Gear sekali pakai? Meski begitu, yang tak kupahami adalah bagaimana ia bisa memancarkan aura Naga. Namun, pengembangan Sacred Gear Azazel sungguh tak terduga.

Kebetulan, kecuali pemilik Sacred Gear tipe-reinkarnasi tewas, ia akan beregenerasi tak peduli berapa kalipun hancur.

Kebalikannya, kalau kamu mencuri Sacred Gear melalui metode pengambilan istimewa, mereka akan mati.

Berlian di gauntlet lengan kiriku dan sejumlah berlian yang terdapat di armor Balance Breaker-ku tak hanya memiliki satu fungsi dan bisa beregenerasi meskipun hancur. Kalau dia eksistensi lawan bebuyutanku, maka Hakuryuukou pastinya juga sama.

“Hahaha! Memang begitulah Azazel! Kau memang luar biasa!”

Vali tertawa. Dia tertawa di depan orang sekuat ini! Apa dia tak kenal takut? Tidak, dia gila!

Azazel menoleh untuk menghadapi Vali.

“Vali, aku ingin menjadi lawanmu, tapi.......tolong akurlah dengan sang [Welsh Dragon].”

Jangan bercanda! Aku tak mau akur dengan orang macam dia!

“Tapi, bertarung melawan Azazel sepertinya menyenangkan.”

Vali juga mengatakan itu. Kalau begitu, lakukan saja! Aku tak tertarik dengan yang namanya pertarungan rival!

“.........Itu kekuatan yang berbasis dari Naga kan?”

“Iya, aku hanya menyegel [Gigantis Dragon] Fafnir kedalam Sacred Gear buatan ini. Aku menyalinnya dari Sacred Gear dua Heavenly Dragon—sang [Welsh Dragon] dan [Vanishing Dragon]. Aku tak yakin bisa berhasil atau tidak.”

Dia menyalin Boosted Gear? Juga, dia menyebutkan nama Naga yang tak kuketahui........

[Dia adalah satu dari “Five Great Dragon Kings”. Azazel pernah berbicara tentang Vritra tempo hari kan? Untuk tambahan terdapat “Chaos Karma Dragon” Tiamat, sang “Mischievous Dragon” Yu-Long, dan “Sleeping Dragon” Midgarsormr. Meski aku mengatakan itu, Vritra sudah lama dilenyapkan dan disegel entah dimana. Kalau ucapan Azazel benar, berarti Fafnir juga ikut disegel. Meski pada dasarnya, ada enam “Dragon Kings”.”

Aah, entah kenapa, aku jadi makin bingung. Aku tak akan paham kalau kamu mengatakan hal semacam itu tiba-tiba.

Aku pernah dengar tentang Tiamat entah dimana sebelumnya. Yang lainnya tak kukenal sama sekali.

[Tanpa diduga, mungkin kamu akan menemui mereka segera. Karena Tiamat membenciku]

Uwah, aku baru saja mendengar ucapan tidak perlu. Aagh, cukup sudah menemui makhluk makhluk ini atau Naga yang lain!

Ah, jadi karena itukah Michael-san memberikan Pedang Ascalon padaku?

“Azazel! Meskipun kau memiliki kekuatan sebesar itu, kau!”

“—Cattleya, kau sendiri bilang kalau kau sudah membuat perjanjian dengan [Ouroboros Dragon].”

“.......Penelitian tentang Sacred Gear tak mungkin berkembang sampai sejauh itu........”

“Dari tatapan itu, sepertinya kelompok yang mengkhianati organisasiku mencuri beberapa penelitian Sacred Gear. Namun, itu sia-sia saja. Hanya aku dan Shemhaza yang menyimpan semua data.”

Aura hitam-kebiruan menutupi tubuh si wanita sembari ia menjentikkan lidahnya.

“Akulah yang merupakan keturunan Leviathan sejati! Cattleya Leviathan! Aku takkan kalah pada Malaikat Jatuh menyebalkan sepertimu!”

Si wanita berteriak! Atau mungkin, orang ini Leviathan-sama? Y-yaa, dia memang dekat dengan Leviathan-sama yang kubayangkan. Azazel menantang si wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai Cattleya.

“Sini.”

“Jangan meremehkan aku!”

Si wanita mengenakan aura ekstra besar, dan terbang dalam kecepatan ekstrim.

Zan!

Peristiwa seketika. Wanita bernama Cattleya menyerbu ke arah Azazel, dan Azazel juga meresponnya dengan tombak cahaya yang ia pegang.

Dalam sekejap—Bushu! Darah segar mengucur dari tubuh si wanita. Dia jatuh tersungkur diatas lututnya.

Saat aku melihat, tanah terbelah sangat jauh di belakang si wanita. Tanah telah dihancurkan oleh goncangan dari serangan Azazel. Luar biasa, kekuatan yang hebat! Serangan dan pertahanan telah terjadi dalam waktu seketika, dan sepertinya hampir berakhir.

“—Masih belum berakhir.”

Cattleya mengubah lengannya menjadi seperti tentakel dan membungkus tangan kiri Azazel.

Pola mencurigakan muncul dari tubuh si wanita.

“Itu ramuan teknik-penghancuran diri.”

Buchou mengatakan itu. Serius?! itu untuk penghancuran diri!? Jadi itukah wasiat dari wanita ini!?

Azazel mencoba merobek tentakel, namun tak ada tanda-tanda bisa dilepaskan.

“Azazel, biarpun kau mencoba membunuhku dalam kondisi ini, itu tak berguna! Sekarang karena kau sudah tersambung denganku, sihir kuat ini akan aktif dan membunuhmu juga saat aku mati!”

“—Jadi, kau ingin melukaiku dengan resiko pengorbanan diri? Itu cara berpikir menggelikan, namun hasilnya cukup mengerikan bagiku.”

“Ise, Gasper! Menjauh dari sini! Kalau tidak, kita akan terkena ledakannya juga!”

“Tapi, Buchou, bagaimana dengan Azazel!?”

“Kalau dia Gubernur Jenderal dari organisasinya, dia pasti bisa menanganinya sendiri! Namun, kalau kita sampai kena, kita akan mati!”

Itu serius! Akan menyenangkan kalau mati bersama Buchou, namun aku tak mau mati di tempat seperti ini, apalagi karena terjebak dalam pertarungan orang lain!

Kami dengan cepat mengambil jarak sejauh mungkin. Bahkan meski kami sudah sangat jauh, Buchou melepaskan beberapa lapis perisai perlindungan dan mulai mempersiapkan kejutan paska ledakan.

“Wah!”

Gasper berteriak! Saat aku melihat, beberapa pola sihir tertempa di mata Gasper.

“Maaf, tapi aku akan menyegel itu. Akan menyusahkan kalau waktu berhenti.”

.........Sial! Itu Vali!

“Tapi tahukah kamu, kalau kau menyadari kondisi kekuatan dan pengaktifannya, Sacred Gear itu bukanlah barang bagus. Ia penuh titik lemah. Ada banyak teknik yang bisa menyegel pandangan seseorang. Juga, kalau sihirnya dikuras, ia akan berubah menjadi pedang bermata dua yang melukai temannya juga.”

Pria itu sedang terbang di udara. Itu yang terbaik! Atau mungkin, seperti katanya, Gasper dalam kondisinya sekarang penuh akan titik lemah sepertiku. [Sacred Gear kuat = Kekuatan] hanyalah ilusi dalam kepalaku.

Azazel, sesuai ucapanmu. Meskipun Sacred Gearnya kuat, tak ada artinya kalau pemiliknya tak berguna.

Apalagi, aku masih belum bisa terbang di udara! Sial! Aku tak bisa berkata apa-apa pada Gasper juga! Aku masih kurang latihan!

Kami mengawasi situasi Azazel dari tempat kami kabur. Azazel masih tak bisa mencabut tentakel. Sepertinya tak berefek apa-apa meski dia mencoba memotongnya dengan tombak cahayanya.

“Tentakel itu spesial karena juga menyerap nyawaku. Itu takkan patah.”

Si wanita tertawa sinis. Menyerah melepaskannya, Azazel mengangkat bahunya. Tak lama kemudian—

Bashu!

Tentakel terpotong bersama dengan tangan kirinya! Uwah! Yang benar saja! Dia memotong tangan kirinya sendiri!?

Darah segar mengucur dari luka lengan kiri Azazel. Lengannya yang terpotong berubah menjadi debu.

“!? Kau memotong lenganmu sendiri?”

Cattleya terkejut, namun perutnya tertembus oleh tombak cahaya yang Azazel lempar.

“Setidaknya kuberikan kau lenganku.”

Shuwa!

Tubuh Cattleya meledak, kemudian berubah menjadi debu dan lenyap ke langit. Karena ia mendapat serangan hebat dari kekuatan cahaya, tubuhnya lenyap. Karena bagi Iblis, cahaya adalah racun mematikan. Dan tak ada perkecualian baginya juga.

Kah! Armor Azazel mulai lepas. Gubernur Jenderal Malaikat Jatuh sepertinya tak menyesali lengannya yang hilang, dia hanya menjentikkan lidahnya.

“Cih. Jadi inikah batas Sacred Gear buatan. Masih ada banyak ruang untuk peningkatan.....selama berlian intinya masih aman, bisa kubuat ulang lagi. Aku akan membuatmu menemaniku lebih lama lagi, [Gigantis Dragon] Fafnir.”

Dan ia dengan enteng mengecup objek seperti berlian di tangannya.

..........Itulah hasil diantara wanita yang menyebut dirinya Cattleya Leviathan dan Azazel. Maka yang masih tersisa adalah—

Vali dengan armor putih yang turun dari langit.

“Memang begitulah Azazel. Namun, armormu sudah lepas. Jadi Sacred Gear buatanmu masih perlu dipelajari lagi.”

Azazel menunjuk pada Vali.

“Baiklah, Vali, apa yang akan kau lakukan? Haruskah aku maju lagi? Meski aku tanpa armor dan hanya bertangan satu, aku masih bisa menang melawanmu.”

Azazel memunculkan tombak cahaya di tangannya dan mengarahkan ujungnya pada Vali. Kau masih mau bertarung meski dengan luka itu!? Sungguh semangat bertarung! Vali menatap Azazel yang memasang kuda-kuda bertarung dan mengajukan pertanyaan.

“Tapi bukankah menurutmu takdir itu kejam?”

.......? Apa-apaan itu, tiba-tiba seperti itu. Apa yang dia bicarakan?

“Di satu sisi, terdapat eksistensi terkuat yang merupakan gabungan seorang Maou + Naga Legendaris sepertiku, dan di sisi lain, terdapat manusia biasa sepertimu yang memiliki Naga Legendaris juga. Katakan apa yang kau mau, tapi kupikir kecelakaan takdir ini sungguh kejam. Meski kita adalah rival dengan Sacred Gear tipe-Naga, jarak diantara dua pemiliknya terlalu besar.”

Ma-maksudmu aku? Aku menunjuk diriku sendiri. Vali mengangguk dengan senang.

“Aku sedikit menyelidiki asal usulmu. Ayahmu hanya pegawai kantoran biasa. Ibumu terkadang bekerja paruh waktu selain menjadi ibu rumah tangga. Hubungan darah diantara kedua orangtuamu biasa-biasa saja. Juga tak ada pengguna kekuatan atau praktisi sihir diantara pendahulumu. Tentu saja, pendahulumu tak ada hubungannya dengan Iblis atau Malaikat juga. Kau sangat biasa. Teman-temanmu juga tidak istimewa. Kau hanyalah siswa sekolah normal sampai hari kau terlahir kembali sebagai Iblis—dengan perkecualian Sacred Gear, kau bukanlah apa-apa.”

Pria itu tertawa dengan ekspresi mengasihani.

“Membosankan. Saat aku mengetahui siapa dirimu, yang luar biasa membosankan, aku tertawa karena kekecewaan. ’Ah, jadi ini rivalku, aku menyerah saja’. Kalau orangtuamu setidaknya Penyihir, mungkin cerita itu bisa sedikit berubah. Itu benar! Bagaimana kalau setting yang seperti ini!? Kau bisa menjadi Pembalas Dendam!”

......? Aku tak paham apa katanya. Bagaimana mengatakannya ya, aku merasa orang ini pandai dalam cara berbeda. Aku tak bisa memahaminya sama sekali.

Aku bisa paham kalau dia berbeda dari Akeno-san dan Gasper, bahwa dia tak membenci asal usulnya.

Tanpa ragu, dia sangat bangga pada garis darahnya. Kalau ada yang menderita karena kelahirannya, ada juga yang membanggakannya. Dunia ini begitu rumit sampai tak bisa diproses dalam kepalaku.

Tapi bahkan aku bisa memahami maksud ucapannya. Cukup jelas.

“Akan kubunuh orangtuamu. Kalau kulakukan itu, sejarah pribadimu akan menjadi sedikit lebih menarik. Kalau orangtuamu terbunuh oleh eksistensi berharga sepertiku, bukankah menurutmu kau akan mengabdikan dirimu hanya demi satu takdir? Ya, akan kulakukan itu. Apalagi, orangtuamu pasti, dari sekarang dan selanjutnya, hidup secara biasa, menjadi tua secara biasa, dan mati juga secara biasa. Setting yang kubicarakan ini jauh lebih menarik dari kehidupanmu yang membosankan, bukan?”

...............

Aku tak bisa mengungkapkannya. Aku tak bisa mengungkapkan perasaan yang muncul dalam hatiku ini.

Perasaan dalam yang tak pernah kudapatkan sebelumnya mulai tercipta dalam diriku.

Aku hanya bisa mengatakan ini.

“Akan kubunuh kau, bajingan!”

Aku dengan tenang melafalkan itu di mulutku.

Pada saat itu, kepalaku akhirnya paham. Ah, jadi inikah yang sering disebut ‘nafsu membunuh’?

“......Seperti katamu, ayahku hanya pegawai kantoran yang bekerja dari pagi sampai sore demi keluarga kami. Ibuku hanya ibu rumah tangga biasa yang memasak makanan enak untuk keluarga di pagi, siang, dan malam. Namun, mereka sudah membesarkanku sampai seperti ini. Bagiku, merekalah orangtua terbaik di dunia.”

Kenapa kedua orangtuaku harus dibunuh oleh Bajingan macam dia!?

Itu juga alasan yang bodoh. Ayah dan Ibuku tak punya urusan sama sekali denganmu.

“.......Membunuh mereka? Ayah dan Ibuku? Kenapa mereka harus terlibat dalam urusan orang sepertimu dan terbunuh? Persetan dengan hal bernama takdir atau garis darah!”

Dialah orang yang tak bisa kumaafkan. Vali Lucifer.

“Mana bisa kubiarkan kau melakukannya.”

Dialah satu-satunya orang yang pasti takkan kuampuni!

“Aku akan terhina kalau membiarkan orangtuaku terbunuh oleh orang macam kauuuuuuuuuu!!!”

[Welsh Dragon Over Booster!]

Seolah merespon kemarahanku, Sacred Gearku mulai memancarkan aura merah yang kuat.

Dengan gelang yang kuperoleh dari Azazel, aku melengkapi [Boosted Gear Scale Mail] tanpa harus mengorbankan apapun.

Namun, sesuatu seperti hitungan mundur muncul di berlian gauntlet tangan kananku. Melihat waktunya, aku bahkan tak punya 15 menit. Meskipun masih lebih baik daripada 10 detik Balance Breaker tak sempurnaku.

“--. Lihat, Albion. Kekuatan Hyodou Issei meningkat secara drastis. Alasan biasa dan sederhana bernama kemarahan adalah pemicunya tapi ini........hahahaha, sungguh kekuatan Naga!”

[Sacred Gear hanya menggunakan emosi yang kuat sebagai sumber makanan atau kekuatan. Kemarahan Hyodou Issei sudah mencapai batasnya, dan diarahkan padamu. Hanya orang berpikiran lurus yang bisa mengeluarkan kekuatan Naga]

“Begitu, jadi afinitas besarnya dengan Naganya juga terjelaskan oleh alasan ini.”

Mana kutahu! Pokoknya, kalau tak kulakukan sesuatu pada pria ini, sekelilingku akan menjadi bencana! Takkan kubiarkan itu!

“Namun! Kau masih belum pandai, Issei Hyodou! Kecerdasanmu masih kurang dalam mengendalikan Ddraig! Itu adalah dosa!”

“Berhenti mengoceh dan mengatakan hal yang tak kupahamiiiiiiiiiii!!!”

“Ya! Karena itulah kau disebut sebagai idiot!”

Menyemburkan aura dari kekuatan sihir di punggungku, aku menyerbu ke arah Vali! Vali menutup wajahnya dengan topengnya. Jadi dia siap bertarung! Ini kedua kalinya aku memakai Balance Breaker, namun seranganku tak boleh gagal lagi seperti waktu bertanding dengan Raizer!

Namun, Vali dengan mudah mengelak dari seranganku! Masih belum!

Aku mengembalikan keseimbanganku di udara dan menyerbu kembali ke arah Vali yang baru saja mengelak! Aku mengacungkan Ascalon dari gauntlet-ku dan meluncurkan serangan dengan senjata tanpa keahlianku!

Namun, aku tak berhasil mendaratkan satupun serangan dengan hanya mengayunkan tebasan pada Vali karena dia mengelak dengan gerakan ringan.

[Vali, pedang itu membawa kekuatan pembunuh-Naga. Kalau mengenaimu sekali saja, kau pasti mendapat luka serius!]

“Begitukah, Albion? Tapi tak ada artinya kalau serangannya tidak kena!”

Seperti katanya, aku takkan bisa menyerangnya dengan keahlianku. Sial! kalau begini terus, aku harusnya lebih banyak belajar pedang pada Kiba! Lain kali aku harus berlatih lebih serius lagi!

Dalam kondisi Balance Breaker ini, untuk sementara bisa menggunakan kekuatan pengganda kapanpun dan dimanapun aku inginkan.

[Namun, kapanpun kau memakainya stamina atau kekuatan sihirmu akan terkuras. Kemampuan pengganda akan terus menyedot staminamu setiap waktu. Itulah kemampuan Balance Breaker asliku. Meski ini kondisi Balance Breaker sementara, bukankah kau hanya melakukan hal sia-sia dengan menghabiskan energi yang mempertahankan armor dengan hanya sekali pakai? Bahkan gelang yang kau dapat dari Azazel memiliki batas. Kapanpun kau memakainya, waktu pemakaian Balance Breaker akan berkurang]

Jadi mempertahankan kondisi ini saja menguras staminaku? Pihak Vali pasti punya banyak keuntungan!

[Lawanmu Vali sepertinya memiliki kekuatan sihir sangat banyak. Sebagai eksistensi pasangannya, Hakuryuukou juga akan membagi kekuatannya kapanpun ia menggunakan kemampuannya, tapi kalau stamina pemiliknya besar, maka waktu dimana dia bisa menggunakannya akan sangat besar]

Cih....! Kenyataan merepotkan! Perbedaan kekuatan diantara aku dan Vali terlalu besar! Sudah kuduga, aku jauh lebih lemah! Itu sudah jelas. Dia punya Balance Breaker sempurna. Aku sendiri perlu bantuan dan memiliki Balance Breaker dengan banyak pembatasan. Tidak, sebelum itu, aku dan orang ini—asal usul kami sudah berbeda.

Don!

Guah! Dalam sekejap itu, aku tercekik. Serangan besar menghantam dadaku! Berat sekali! Juga, terlalu cepat untuk dilihat olehku. Tembakan macam apa itu! Kakiku gemetar hanya karena ini! A-ada juga retakan di armorku! Kalau aku menerima banyak serangan seperti ini, habislah sudah!

“Jadi inikah rivalku! Hahahaha! Sungguh memalukan! Lemah! Terlalu lemah!”

Vali mengejekku habis-habisan. Namun, aku tak perlu memikirkan hal itu!

“Ise!”

Buchou sepertinya khawatir selagi menontonku. Aku tak ingin menunjukkan penampilan tidak keren di depan orang yang kusayangi itu!

Aku terlahir diantara orangtua biasa, terlahir kembali sebagai Iblis, dan secara kebetulan memiliki kekuatan Naga.

Ia terlahir dari garis darah Maou dan memiliki kekuatan Naga Legendaris.

Tak ada bakat padaku. Sedangkan dia diberkahi segudang bakat mengagumkan.

Pemilik terkuat yang bisa mengendalikan Sacred Gearnya, eksistensi yang ideal. Itulah Vali.

[Divide!]

Aku mendengar suara dari gauntlet Hakuryuukou, dan kekuatanku mendadak lenyap. Apa dia mengambil kekuatanku? Apa itu diaktifkan dari serangan yang kuterima di dadaku tadi!?

[Boost!]

Namun, aku juga mengaktifkan Sacred Gearku dan kekuatanku pulih kembali.

[Partner, kekuatan yang dibagi dua bisa dipulihkan, tapi—kemampuan lain dari [Vanishing Dragon] sangat merepotkan]

Ddraig, apa maksudmu?

[Orang itu membagi dua kekuatan lawannya dan mengambil kekuatan yang dibagi pada dirinya. Dengan kata lain, kekuatanmu diambil dan diubah menjadi kekuatannya sendiri. Stamina tak bisa dipulihkan. Hanya kekuatan untuk mengakhiri]

Ka-kalau begitu, bahkan meski aku pulih dari minus, pria itu akan menjadi plus!?

[Itu benar. Namun, sekuat apapun pemiliknya, dia tetap punya batas. Kekuatan yang melebihi kapasitasnya dilepaskan dari sayap cahaya di punggungnya dan ia tetap mempertahankan batas kekuatannya tanpa merusak tubuhnya sendiri]

Jadi dia selalu menjaga kekuatannya tetap di puncaknya tanpa meledakkan atau menghancurkan dirinya sendiri.......?

“Ayolah, ayolah!”

Sepertinya menikmati dirinya, Vali menembakkan tak terhitung peluru sihir. Aku tak bisa kabur seperti yang kuinginkan juga. Peluru demi peluru yang dia tembakkan padaku menyisakan kerusakan berat. Aku bisa dengan mudah membayangkan kalau tubuhku akan penuh luka-luka.

Kuh....! Aku ingin menghujaninya dengan kekuatanku bagaimanapun juga. Kalau tidak, aku tak akan bisa menahan benda gelap yang terlahir dalam hatiku ini......!

Sambil Vali terus menyerang, ia melanjutkan nada menyebalkannya.

“Seranganmu juga tumpul. Kau hanya bisa menyerbu maju. Tak ada artinya kalau seperti itu. Sungguh buang-buang harta karun. Penggunaan kekuatanmu juga payah!”

Ah, begitukah? Aku memang payah, bukan? Kalau hanya itu sih, aku juga tahu.

“Kalau begini pertarungan rival diantara Sekiryutei dan Hakuryuukou akan—“

Gooooooooooooo!

Sebelum dia selesai bicara, aku membuat kekuatan sihir mendadak menyembur dari jet di punggungku dan menerjang serangan peluru. Peluru sihir menyerang seluruh bagian tubuhku.

Itu sakit! Tapi, bagaimana lagi! Hanya satu serangan—satu serangan saja tak apa-apa!

Aku dengan kuat menggenggam tangan kiriku. Kekuatan dengan ini saja sudah cukup. Selain itu, aku tak butuh kekuatan untuk berbalik!

Aku juga membuang semua pertahananku sekarang.

Peluru sihir ditembakkan ke armorku, dan armorku hancur sedikit demi sedikit. Area wajahku juga kena dan bagian topengnya sudah berceceran.

“Jadi kau benar-benar menyerbu? Dia yang tahu sedikit benar-benar suka mengulanginya. Hal semacam itu—“

Vali meluncurkan sesuatu yang nampak seperti perisai cahaya di depannya dan mencoba bertahan namun—

“Ddraig! Transfer kekuatan pada Ascalon yang kusimpan ini!”

[Paham!]

[Transfer!]

Dokun! Kekuatan besar mengalir ke tangan kiriku. Bagaimanapun juga, aku tak punya pengetahuan apa-apa tentang pedang. Kalau begitu, aku hanya perlu memusatkan tenaga ke tinjuku, ke tempat pedang yang tersimpan dalam Gauntlet-ku.

Kalau hanya mengenainya, aku pasti bisa melakukannya!

Gon!

Tinjuku menghancurkan perisai cahayanya tanpa masalah dan aku membuat wajahnya mencicipi pukulan keras.

“--???????”

Entah karena ia menerima hantaman tak terduga atau tidak, postur pria itu menjadi tak stabil.

Baki....

Retakan menyebar dari sudut helm Hakuryuukou, dan sebagian wajah Vali nampak dari bagian yang remuk.

........Ini dia!

Aku mengacungkan tanganku ke arah sayap cahaya Hakuryuukou yang katanya berfungsi membuang kelebihan energi.

“Pada dasarnya efek dari Sacred Gearmu datang dari sini. Kalau begitu!”

[Transfer!]

Aku mentransfer kekuatanku pada Vanishing Dragon Scale Mail sebelum ia membuangnya. Pada sekejap itu, aku diserang oleh perasaan kalau kekuatanku tiba-tiba tercabut dari tubuhku. Jadi hal ini menghabiskan banyak stamina dan kekuatan sihir! Tapi, ini saja tak masalah!

“Aku akan menaikkan kekuatan yang kau serap dan kekuatan yang kau keluarkan sekaligus! Sampai kau tak bisa menanganinya!”

“Kuh!”

Biiiinnn!

Semua berlian Vanishing Dragon Scale Mail mulai secara mendadak bersinar putih, merah, biru, kuning, terus dan terus lagi. Karena hal itu, kekuatan Naga yang kurasakan dari tubuhnya, sampai terasa sangat tidak masuk akal, lenyap.

Aku sudah memaksanya mengaktifkan kekuatan spesial Sacred Gearnya.

Kemampuannya mencuri kekuatan lawan dan memakainya sebagai bahan bakarnya sendiri. Namun, karena batas kekuatan yang dia tambahkan sudah diputuskan, itu tergantung kapasitas pemiliknya. Kekuatan yang berada diluar batas mengalir dari kedua sayap cahayanya dan dibuang.

Lantas, apa yang akan terjadi kalau kamu mempercepat kekuatan mencurinya dan membuangnya di saat yang sama?

Ia mencuri begitu banyak kekuatan sampai ia tak bisa memprosesnya, dan di saat yang sama dia membuang kekuatannya kalau berlebihan. Sebagai hasilnya, Vanishing Dragon Scale Mail berhenti berfungsi.

[--Apa-apaan itu!......Vali, pertahankan kondisimu!]

Vali bereaksi pada suara Albion dan mencoba bertahan dengan menyilangkan tangannya, namun—

Bagan!

Aku mengayunkan tinju yang terisi oleh kekuatan Ascalon dan dengan mudah menghancurkan pertahanan Vali termasuk Gauntlet di kedua tangannya, dan menonjok perutnya. Vanishing Dragon Scale Mail tidak cukup kuat dan hancur.

Inikah kekuatan dari pedang pembunuh-Naga? Seolah olah armor lawan terbuat dari kertas!

Goboh.....!

Darah segar mengucur dari mulut Vali. Dia melangkah mundur tidak stabil sambil memegangi perutnya. Selagi darah mengalir dari sudut mulutnya, Vali tersenyum seolah bergembira.

“.....Hahaha! Luar biasa! Sacred Gearku dihancurkan! Jadi kau bisa melakukannya kalau kau mencoba! Itulah yang kuharapkan, rivalku.....”

Gan! Tinju tanpa ampunku menghantam langsung wajah pria itu.

“......Aku membuatnya sampai dan menghajarmu. Kaulah satu-satunya yang membuatku tak puas kalau tinjuku tak bisa mencapaimu!”

Baiklah! Sekarang, aku sudah membayar kembali hal bodoh yang ia katakan tentang orangtuaku. Namun, Ddraig menjentikkan lidahnya.

Karena selagi aku melakukan ini, armor Vali sekali lagi kembali ke kondisi sebelumnya.

Tak mungkin, bagian yang rusak itu pulih lagi!? Mustahil, jadi aku takkan pernah bisa mengalahkannya berapa kalipun aku menghancurkannya!?

[Pertarungan tak berakhir sampai si pemilik tak mampu bertarung lagi. Sia-sia kalau sudah begini. Kamu tak membuat kemajuan. Selanjutnya mustahil bagimu untuk mengalahkannya dalam batas waktu gelang itu. Rencana terbaik adalah lari, tapi kamu tak akan melakukan itu kan?]

Tentu saja! Tak mungkin aku bisa meninggalkan Buchou begitu saja! Apalagi, dimana aku harus kabur dalam wilayah perisai perlindungan ini?

[Lantas, apa yang akan kamu lakukan? Perbedaan kekuatannya masih jauh. Kamu bisa melakukan sesuatu berkat gelang itu, tapi batas waktunya juga harus diperhitungkan—akankah kamu menyerah?]

.........Aku harus apa? Pada saat itu, sesuatu dalam bidang pandangku tercermin dengan jelas.

Dalam sekejap, sebuah ide melintas di pikiranku.......Haruskah aku mengujinya? Tidak, inilah ujiannya.

Pokoknya, waktuku akan habis dan kalau begini aku bisa kalah! Aku harus lakukan sesuatu sebelum itu!

“Hei, Ddraig. Sacred Gear merespon perasaan penggunanya dan berevolusi kan?”

[Ya, itu benar........memangnya kenapa?]

Aku mengambil benda yang tergeletak di kakiku—berlian dari [Vanishing Dragon]. Tadi, saat aku memukulnya, armornya rusak dan benda ini terjatuh. Armor tubuhnya sepertinya sudah memulihkan bagian yang rusak termasuk berliannya.

Sejauh yang Vali ketahui, berlian ini akan menjadi debu seiring waktu berjalan, jadi itu tidak konsekuensial. Namun, setidaknya masih ada sedikit kekuatan Hakuryuukou tersisa dalam berlian ini.

“Aku mentransmisi image-nya padamu—Mari kita coba!”

Aku mentransmisi benda yang kubayangkan dalam pikiranku pada Ddraig yang berada di dalam diriku! Aku membayangkannya keras-keras!

Kalau image ini mungkin, aku—

[Partner—kamu sudah memberiku image yang berbahaya. Tapi, cukup menarik! Kita mungkin mati, tapi apa kamu sudah yakin dengan ini?]

“Mana bisa aku mati! Aku belum berhubungan seks dengan Buchou—kalau itu sakit, aku akan menahannya! Asal aku bisa mengungguli bajingan sialan di depanku ini!”

[Fuhahahahahahaha! Keputusan yang bagus! Kalau begitu, aku juga akan meyakinkan diriku! Ini bukan notifikasi karakterku, tapi—aku adalah Red Dragon Emperor yang disebut sebagai kumpulan kekuatan! Mari tunjukkan pada mereka kalau kita akan hidup dan melampaui mereka bersama, partner, bukan, Hyodou Issei!]

“Iya!”

“Apa yang kau rencanakan?”

Vali menanyakan itu, sepertinya tertarik.

“[Vanishing Dragon]! Albion! Aku akan mengambil kekuatanmu!”

Aku meremuk berlian Sekiryutei di punggung tanganku berkeping keping, dan memasukkan kedalamnya berlian [Vanishing Dragon] yang kuambil sebelumnya!

.....Kekuatanmu adalah Vanishing (Melenyapkan)! Akan kutransplantasikan kedalam Sacred Gearku!

Sambil bertarung, aku mengingat sebuah adegan dalam pikiranku. Pertandingan melawan Kokabiel tempo hari. Dalam pertarungan itu, Kiba telah mendapatkan gabungan pedang suci dan Iblis yang sebenarnya sangat mustahil!

Aura perak memancar dari tanganku dan membungkus disekitar bagian kanan tubuhku. Fenomena dari berlian ini?

Dokun. Sesuatu berdetak dalam diriku, seperti rasa sakit-yang-sulit dijelaskan mengalir sepanjang tubuhku dari berlian yang ditanamkan di tangan kananku dalam sekejap........!

Guh........ah...........

“Ugaaaaaaaaaaaaaa!”

Sakit! Sakit! Sakit! Sakit! Sialan! Brengsek! Apa ini!?

“Nugaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ahhhhhhh ahhhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhhhhh......!!!!!!!!!”

High school dxd v4 289.jpg

Pikiranku membubung tinggi dalam bentuk teriakan kesakitan.

Owowowowowowow! Dibandingkan ini, kerusakan dari tombak cahaya sebelumnya hanyalah........guh, ah, gaaaaaaaaaaaaaaaaah!

“! Kau berniat mengambil kekuatanku?”

Menyadari apa yang ingin kulakukan, Vali menunjukkan ekspresi terkejut.

[Sungguh hal ceroboh, Ddraig, kita adalah eksistensi yang saling berlawanan. Itu tak lebih dari tindakan penghancuran diri—apa kau berniat melenyapkan dirimu dengan melakukan hal seperti itu?]

Albion berbicara tanpa ekspresi.

[Guoooooooooooooooh!]

Ddraig juga berteriak kesakitan. Jadi Naga yang bersemayam dalam Sacred Gearku juga merasakan sakit? Namun, selagi Ddraig mengeluarkan teriakan kesakitan, ia juga berisi tawa.

[Albion! Kau tak fleksibel seperti biasanya! Setelah kesempatan tak terhitung jumlahnya, kita berpindah pemilik dan bertarung terus menerus! Itu pengulangan hal yang sama setiap waktu!]

[Itu benar, Ddraig. Itulah takdir kita. Bahkan meski pemilik kita berbeda, cara kita bertarung tetap sama. Kau menaikkan kekuatan, aku mencuri kekuatan. Pihak yang terampil menggunakan Sacred Gearnya memberikan serangan akhir dan selesailah. Sejak dulu memang selalu seperti itu, dan akan selalu seperti itu]

Ddraig mengeluarkan tertawa lebar atas pernyataan Albion.

[Sejak bertemu dengan pemilikku yang satu ini—dengan Hyodou Issei, aku telah mempelajari satu hal!—Bahwa apapun bisa dilakukan dengan ditentukan oleh kebodohan]

Bodoh juga tak apa-apa! Kalau tak bisa menang dari segi kemampuan, aku akan unggul melalui kebodohan!

“Jawablah perasaankuuuuuuuuuuuuu!!!!”

[Kekuatan Vanishing Dragon sudah diambil!]

Tangan kananku terbungkus oleh cahaya putih menyilaukan! Cahaya putih murni mengelilingi lengan kananku!

Kemudian—Gauntlet putih muncul di lengan kananku.

“.......Hehehe, jadi inikah [Dividing Gear]?”

Namun, hanya memiliki bagian putih sampai sikut tangan kanan di armor merahku ini membuatnya terlihat tidak keren.

[Mustahil! Hal semacam itu mustahil!]

Albion mengeluarkan suara penuh kekagetan.

“Tidak, meski hanya sedikit, namun masih mungkin. Temanku menggabungkan suci dan Iblis bersama, dan menghasilkan hal seperti Pedang Iblis-Suci. Sepertinya aku bisa mencapainya karena keseimbangan telah runtuh dari ketiadaan Tuhan. Ya, kalau aku meminjam kata kata para pemimpin, ini adalah kondisi dimana terdapat error atau gangguan program? Aku hanya sedikit memodelnya.”

[....Jadi maksudmu kau memanfaatkan ketidaksempurnaan “Program Sacred Gear” dan mencapai ini? Tidak, tapi hal semacam itu......bahkan kalau kau melakukannya, itu sungguh bodoh. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi dengan menggabungkan kekuatan yang saling berlawanan. Kalau itu sesuatu tentang Naga, kau bisa mati, tahu? Tidak, seharusnya tadi kau mati]

Albion sepertinya masih tak bisa mempercayainya. Ya, jujur saja, aku juga mati-matian melakukannya.

“Ya, itu memang ceroboh—tapi aku masih hidup.”

Ddraig mendesah pada kata-kataku.

[Namun, ini membuat sisa hidupmu memendek. Banyak bahkan bagi Iblis yang hidup hampir abadi]

“Aku tak punya niat hidup selama sepuluh seribu tahun. Tapi, karena ada banyak hal yang ingin kulakukan, aku ingin hidup selama setidaknya sepuluh seribu tahun.”

Pachipachipachipachi.

Vali menepukkan tangannya padaku. Apa niatmu?

“Menarik. Kalau begitu aku juga akan sedikit serius! Kalau aku unggul, aku akan membagi semua darimu dan segalanya yang mengelilingimu dengan kekuatan Hakuryuukou!”

Vali terbang ke udara dan membuka tangannya lebar lebar. Sayap cahayanya juga nampak melebar!

“Membagi? Itu berbeda dari kekuatanku, tapi apa maksudmu dengan membagi dua sekelilingku?”

Pria itu tertawa oleh pertanyaanku.

“Kebodohan itu menyeramkan! Mungkin tak buruk bagimu mati tanpa mengetahui apapun!”

Entah kenapa aku merasa disindir! Pria itu seenaknya membuatku terlihat bagai idiot!

[Half Dimension]

Dikelilingi oleh aura menyilaukan bersama dengan suara dari berliannya, Vali mengacungkan tangannya pada pepohonan di bawahnya.

Guban!

Ketebalan pohon terbagi dua dalam sekejap! Ooh! Benar-benar dibagi!

Gubababababan!

Lebih banyak pepohonan yang ditekan dan dibagi dua! Jangan rusak pemandangan wilayah sekolahku!

“Sekiryutei, Hyodou Issei, biar kujelaskan secara mudah buatmu.”

Azazel berbicara. Ooh, si Gubernur Jenderal. Tolong lakukan. Dengan cara yang bisa dipahami oleh aku yang bodoh ini.

“Kemampuan itu membagi dua apapun di sekelilingnya. Dengan kata lain, kalau Hakuryuukou menjadi serius, maka payudara Rias Gremory juga akan dibagi dua.”

............

...........


.......

Ya? Pikiranku membubung lebih dari yang pernah sebelumnya, dan pikiranku dipenuhi oleh tanda tanya (?)

Aku tak bisa memahami. Pembicaraan yang merusak pandangan duniaku secara keseluruhan. Aku betul-betul tak bisa memahaminya. Namun, kemarahan tak biasa yang muncul dari lubuk hatiku mendadak menguasai seluruh tubuhku.


Payudara akan dibagi dua.


Payudara Buchou akan dibagi dua.


Aku menggerakkan tanganku secara mekanik dan menolehkan mataku ke arah Buchou. Setelah Buchou melihat ekspresiku, dia sedikit bergetar ketakutan. Ya, payudara Buchou. Payudara fantastis itu. Payudara kesukaanku itu.

Segalaku. Duniaku. Dan—mereka akan dibagi dua......? Payudara Buchou?

..........

“Jangan.”

Ya. Sudah kuputuskan.

“Jangan bercanda dengankuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!!!”

Akan kubunuh Vali!—Akan benar-benar kubunuh Vali--!”

“Brengsek kau! Buchoooooooou! Jadi kau berniat membagi dua ukuran payudara Buchoooooooou!!”

[BoostBoostBoostBoostBoostBoost!!!!!!]

Suara dari berlian di beberapa tempat di armorku terus bersahut sahutan.

“Takkan kumaafkan kau! Kau satu-satunya orang yang tak mungkin kumaafkan! Aku akan menghajarmu! Aku akan menghancurkanmu! Valiiiiiiiiiiiiii!!!!!”

[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!!!!!!!]

Sekelilingku beterbangan! Tanah tempatku berpijak juga bergetar kuat dan berubah menjadi kawah.

Jendela bangunan sekolah lama menjadi pecah-pecah, dan dinding luarnya nyaris runtuh.

Seluruh tubuhku terbungkus kumpulan aura terbesar yang pernah kumiliki.

“Ahahaha! Apa-apaan itu!? Yang benar saja! Kekuatan Naganya meningkat pesat karena payudara majikannya akan mengecil?!”

Azazel meledak dan tertawa terbahak-bahak.

Ini bukan hal yang lucu! Ini benar-benar bukan hal yang lucu! Bagiku, ini lebih serius dari surga dan bumi ditabrakkan! Ya, kehancuran! Inilah krisis terbesar yang mungkin ada!

Karena itulah ia tak termaafkan! Membagi dua payudara Buchou!? Itu tak terampuni! Payudara itu adalah milikku! Mana bisa mereka kubiarkan kecil! Aku masih belum cukup meremasnya! Aku juga masih belum mengisapnya! Aku masih belum memegangnya di jariku juga!

Jangan bawa pergi impianku, brengseeeeeeekkkkkkk!!!!!

Aku menyadarinya sekali lagi. Dia dan aku tak pernah saling memahami! Aku bermimpi menggandakan ukuran payudara Buchou! Namun dia bilang kalau pria ini akan membagi dua payudara Buchou.

Aku mengacungkan jariku pada Vali! Pepohonan di kejauhan beterbangan oleh kekuatan kejutan dari mengacungkan jari itu.

“Coba saja menyentuh Rias Gremory! Aku akan menghancurkanmu habis-habisan sampai kau takkan bisa bereinkarnasi lagiiiiiiiiiiiii! Kau maniak pembagiiiiiiiiiiiiiii!!!!”

Awan di langit malam terpecah-pecah oleh teriakanku barusan. Bulan purnama yang sejak tadi tersembunyi mulai tampak.

“Hari ini penuh kejutan. Siapa yang menyangka kalau kekuatan sebesar ini akan muncul hanya karena payudara wanita. Tapi, ini menarik!”

Si Hakuryuukou terbang ke arahku.—Aku tak merasa lambat.

Bah! Aku menyingkir dari posisi itu dan menendang Vali di samping selagi ia terbang.

“Cepat! Apa kau sudah melampaui kecepatanku!?”

Mana kutahu! Kagetlah sesukamu! Mana bisa kumaafkan! Mana bisa kuampuni pria ini! Kalau kubiarkan dia sendiri, bukan hanya Buchou, tapi juga payudara Akeno-san akan dibagi dua.

Kuh! Hanya membayangkannya membuatku makin emosi! Itu tindakan tak termaafkan bahkan kalau Tuhan membagi dua payudara fantastis itu! Aku mengejar Vali yang bergerak pada kecepatan cahaya tanpa masalah.

“Ini untuk payudara Buchou!”

Pukulan ke arah perut Vali di tangan kananku! Dalam pikiranku, payudara Buchou berguncang.

High school dxd v4 000e.jpg

[Divide!]

Di saat yang sama aku mengaktifkan kekuatan Hakuryuukou yang baru kutanamkan dan merasakan aura yang menutupi Vali berkurang dengan tajam.

“Guha!”

Vali memuntahkan darah dari mulutnya! Aku terus menyerang seperti itu tanpa halangan!

“Ini untuk payudara Akeno-san!”

Pukulan ke wajah! Baiklah! Aku sudah meremukkan helmnya! Dalam pikiranku, payudara Akeno-san memantul mantul.

“Ini untuk payudara Asia yang masih tumbuh!”

Jet di punggungnya dimana sayap cahayanya berasal hancur! Dalam pikiranku, payudara Asia tumbuh.

“Ini untuk payudara Zenovia!”

Aku dengan keras menendangnya tinggi di udara! Dalam pikiranku, payudara Zenovia sangat lembut.

“Akhirnya! Ini untuk payudara Koneko-chan yang akan menghilang kalau mereka dibagi duaaaaaaaa!!!!!!”

Aku menghantamnya dengan kecepatan penuh! Dalam pikiranku, payudara Koneko-chan menangis!

“Gaha!”

Vali memuntahkan darah oleh hantaman ekstrimku. Yah, kena telak buatmu!

Dagan!

Vali jatuh menghantam tanah. Kemarahanku belum mereda, dan aku mendekatinya dan menyatakan,

“Koneko-chan! Dia begitu mengkhawatirkan payudaranya, tahu!? Kau akan membaginya!? Takkan kubiarkan! Jangan bawa pergi payudara dari anak itu! Tak bisakah kau memahami rasa sakit itu!? Dasar maniak pembagi dua!”

Sial! Kemarahanku masih belum mereda juga! Haruskah aku menghajarnya sekali lagi!?

Kebalikan dariku yang marah marah, Vali justru memberikan senyum kesenangan. Itu memuakkan!

“.......Menarik. Sungguh menarik.”

[Vali, aku selesai menganalisa kekuatan pembaginya. Kalau dibandingkan dengan metode kendali kekuatanmu, kau bisa menanganinya]

“Begitu. Aku tak perlu takut padanya dengan ini.”

Tak mungkin, tak ada efeknya lagi! Meskipun kupikir aku sudah memberinya serangan sekuat itu!

“Albion, apa menurutmu dia cukup layak untuk ditunjukkan [Juggernaut Drive] Hakuryuukou kalau itu adalah Hyodou Issei yang sekarang?”

[Vali, itu bukan pilihan yang tepat di tempat ini. Kalau kau nekat memasuki “Juggernaut Drive”, kutukan Ddraig mungkin akan tercabut]

“Akan kujamin berhasil, Albion.—[Aku, yang hendak bangkit, dalam keadilan sejati--]”

Apa? Si brengsek Vali itu melafalkan sesuatu.

[Jangan ceroboh, Vali! Apakah ini harapanmu dengan meminta ampun kekuatanku?]

Albion marah? Aku tak tahu apa yang terjadi tapi aku akan menjatuhkannya sebelum dia menyiapkan serangan baru! Saat aku mencoba meluncurkan serangan terakhir pada Vali—

Dengan bulan yang mengapung di langit sebagai latar belakangnya, sesosok figur turun ke lokasi kami. Ia datang di ruang antara Vali dan aku. Ia adalah lelaki mengenakan armor yang biasanya dikenakan dalam film Romance of the Three Kingdom[1].

“Vali, aku sudah datang untukmu.”

Ia adalah pria muda dengan wajah yang nampak menyegarkan. Ia berbicara pada Vali dengan nada riang.

“Ternyata Bikou. Untuk apa datang kesini?”

Vali berdiri sambil menyeka darah di sudut mulutnya.

“Bukankah itu kejam? Aku membuat perjalanan panjang dan datang jauh-jauh ke negara kepulauan ini karena partnerku sedang terjepit, tahu? Orang-orang yang lain sedang bikin keributan di markas pusat, tahu? Karena kita bergabung bersama untuk melawan para Dewa negara utara, kau seharusnya sudah terbang dan kembali secepatnya kalau misi gagal kan? Cattleya gagal melenyapkan Michael, Azazel, dan Lucifer kan? Kalau begitu, peran observasimu sudah selesai. Kembalilah bersamaku.”

“......Begitu, ternyata sudah waktunya.”

Apa yang mereka bicarakan sesuka hati mereka?

“Siapa kau?”

Aku menunjuk pada orang yang baru saja muncul dan menanyakan itu.

“—Dia adalah keturunan dari [Victorious Fighting Buddha][2].”

Yang menjawab tadi adalah Azazel. Hah? Itu tidak familiar sama sekali kan?

“Biar kukatakan dengan nama yang bisa kamu kenali. Dia adalah Son Goku. Monyet terkenal dalam cerita Journey to the West[3].”

.....Eh? Eehhhhhhh????

“S-S-Son Goku??”

Aku begitu terkejut sampai kemarahanku mendadak lenyap! Karena, dia adalah orang dalam cerita terkenal itu!

“Lebih tepatnya, dia adalah Youkai Monyet yang telah mewarisi kekuatan Son Goku. Namun, akan jadi akhir dunia bahkan kalau kau sudah bergabung dalam [Chaos Brigade]. Tidak, kau adalah Son Goku-nya [Vanishing Dragon]. Kalian tampak sangat serasi.”

Pria itu tertawa pada kata kata Azazel dengan senyuman.

“Aku berbeda dari generasi pertama yang menjadi Buddha. Aku hanya hidup sesukaku. Namaku adalah Bikou, senang bertemu denganmu, Sekiryutei.”

Dia menyapaku dengan ramah.

Youkai bernama Bikou itu memutar tongkat yang muncul di tangannya, dan menusuk tanah.

Sekejap, kegelapan hitam menyebar di tanah. Ia menutupi Vali dan Bikou, dan membuat mereka benar-benar tenggelam kedalamnya. Jadi mereka berniat kabur? Jangan bercanda! Aku masih harus memberinya doktrin payudara sekali lagi!

“Tunggu, mana bisa kubiarkan lolos!”

Aku mencoba menangkapnya namun—

Kah! Sacred Gearku terlepas. Armorku lenyap, dan gelang yang membantuku juga hancur. Kondisi Balance Breaker yang disokong oleh gelang itu telah musnah.

“Azazel! Apa anda tak punya gelang seperti ini lagi? Aku tak bisa membiarkan dia kabur!”

“Perlu banyak waktu untuk membuat yang baru, tahu? Aku juga tak bisa membuat dalam jumlah besar. Dan kalaupun bisa, kemungkinan mencapai Balance Breaker akan lenyap kalau digunakan terlalu sering.—Pada akhirnya, itu hanya bisa dipakai di saat darurat.”

“Saat ini darurat! Aku sudah dijelek jelekkan olehnya! Mana bisa kubiarkan dia kabur!”

.....Tiba-tiba, aku diserang rasa kelelahan hebat.......kekuatan di kakiku hilang sama sekali. Aku tak bisa merasakan telapak tanganku juga.....

“Kalau kamu menggunakan kekuatan sebesar itu dalam sekejap, staminamu akan menjadi kosong. Dengan dirimu sekarang, yang bisa kamu simpan masih terbatas dan pertarungan jangka panjang itu mustahil.”

Itulah penjelasan Azazel.......tapi bukankah Vali mengenakan armor sepanjang waktu?

.........Begitu. Itulah jarak lebar diantara aku dan Vali, sudah kuduga. Tak ada artinya kalau aku tak bisa mempertahankan periode waktu dimana aku bisa melampauinya hanya untuk sesaat.

“Aku sebagai Hakuryuukou dipekerjakan oleh kerabat darah golongan Maou lama. Musuhnya bukan hanya Malaikat, Malaikat Jatuh, maupun Iblis. Suatu saat kita akan bertarung lagi, tapi pada saat itu akan lebih dahsyat. Masing-masing dari kita akan menjadi lebih kuat—“

Berhenti di tengah kalimat seperti itu, Hakuuryukou lenyap kedalam kegelapan bersama dengan Son Goku.

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Novel historis terkenal di Cina yang ditulis di abad ke-14 oleh Luo Guanzhong [1]
  2. Kanjinya tertulis dengan 闘戦勝仏 dimana di furigana tertulis とうせんしょうぶつ. Nama "Victorious Fighting Buddha", satu dari titel Son Goku, diambil dari terjemahan teks Cina asli. [2]
  3. Teman-teman pernah menonton 'Kera Sakti'?. 'Journey of the West' adalah dongeng Cina yang ditulis oleh Wu Cheng En di abad ke-16 dan satu dari empat Novel Klasikal terbesar dalam sejarah sastra Cina. [3]