High School DxD (Indonesia):Jilid 21 Y Ddraig Goch & Albion Gwiber

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Y Ddraig Goch & Albion Gwiber[edit]

Aku, Hyoudou Issei membuka mataku, dan hal pertama yang kulihat adalah—langit-langit putih. Aku mencium aroma yang agak khas, dan akhirnya aku mengerti bahwa saat ini aku di sebuah rumah sakit…. Ini pengalaman yang tak menyenangkan yang telah meningkat. Ketika aku menggerakkan tubuh bagian atasku untuk duduk tegak, terdengar suara dari sampingku. Itu Vali yang tengah duduk di kursi di samping tempat tidur untuk menemaniku.

"Akhirnya kau bangun, Hyoudou Issei."

"…Oh, aku tak pernah membayangkan bahwa orang pertama yang akan kulihat setelah bangun adalah dirimu."

Itu bukan Rias, juga bukan Asia, dan bukan juga teman-temanku yang lain, itu adalah Vali yang sungguh tak terduga. Vali tersenyum pahit.

"Usai memastikan bahwa kondisimu kembali normal, anggota tim [DxD], tentu saja termasuk timku dan keluarga Gremory, pergi untuk menangani hasil akhir pertempuran. Kau dan aku dikurung di sini sehingga kita bisa beristirahat dengan tenang."

Oh, untuk mengizinkanku dan Vali beristirahat? Aku ingat bahwa saat Vali pergi ke Eropa untuk menghentikan Trihexa, aku pergi ke Jepang untuk menghentikan Trihexa….

"Ya, membicarakan itu, k-kenapa aku baik-baik saja…? Aku ingat bahwa karena konsekuensi dari Dragon Deification, seharusnya aku…"

Aku menyentuh setiap bagian dari tubuhku dengan panik! Benar juga! Pada saat itu, aku sudah mempersiapkan diri untuk Dragon Deification… dan aku juga bertarung bersama dengan Sirzechs-sama melawan inti Trihexa!

"Ah, membicarakan itu—"

Sama seperti Vali hendak mulai menjelaskan, seseorang tiba-tiba melompat dari bawah tempat tidur dan memanggil

"Ise, kamu bangun?"

Dengan rambut panjang teregerai berwarna hitam, itu adalah wanita cantik yang luar biasa! Dia mengenakan pakaian hitam, dan o-oppai-nya besar sekali! Kenapa Onee-san cantik ini di kamar pasien ini!?

"Apa kamu bangun? Apa kamu bangun?"

Kali ini adalah seorang gadis yang relatif kecil yang muncul dari balik Vali. Seorang gadis yang mirip dan bentukan dari Ophis—Lilith! A-Apakah baik baginya berada di kamar pasien ini…? Pada topik itu, kapan dia juga datang ke sini….

…….

…Lalu aku menyadari perubahan yang terjadi di dalam diriku! —Aku bisa melihat oppai!

High school DxD Volume 21 illustration 3.jpg

Awalnya, karena efek samping dari Dragon Deification, aku tak bisa melihat oppai, apalagi mengatakannya! Selain itu, ini juga merupakan kali kedua aku telah menggunakan Dragon Deification, sehingga takkan mengejutkan kalau aku langsung mati! Biarpun aku diselamatkan dan dibawa kembali, seharusnya aku menderita efek samping jangka panjang selama sisa hidupku! Usai melihat ekspresi bingung di wajahku, Vali menjelaskan kepadaku

"Awalnya kau menderita beban dan dampak dari Dragon Deification, tapi Ophis, yang meminjamkan kekuatan itu menyesuaikannya. Jadi inilah hasilnya."

—Vali menunjuk wanita cantik berambut hitam. Wanita cantik itu memiringkan kepalanya dan berkata "Aku, Ophis? Ise tidak kenal?"….

………….

…….

…Sementara aku berhenti berpikir… Kalau aku melihat dekat wanita cantik ini… dia memang ada kemiripan dengan Ophis, kalau dia dewasa, mungkin saja begini. Tidak, setelah mengatakan itu, akankah Dragon God-sama dewasa? Tidak, jangan membicarakan itu dulu….

"Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhhhh!?"

Aku berteriak kaget! Meskipun tidak baik untuk meningkatkan suara seseorang di sebuah kamar rumah sakit, mau tak mau aku berteriak setelah mendengar itu! Eeeeeeeehhh, Ophis benar-benar menjadi seperti ini!?

"O-O-oooooooooooo-Ophis……itu beneran kamu?"

Aku menunjuk wanita cantik itu dengan jariku—Ophis mengangguk kecil. Itu benar-benar sikap yang akan dilakukan Ophis saja. Vali berkata

"Karena kau melewati batas kekuatan Dragon Deification, keberadaanmu menjadi ambigu, dan hidupmu juga tergantung pada sehelai benang—sehingga pada akhirnya, Ophis memanggul semua efek samping. Akibatnya, ini adalah penampilan yang sekarang dia miliki. Selain itu, sepertinya dia hampir ke dalam tubuh wanita ini."

…Oh, Ophis memanggulnya untukku…. Vali melanjutkan

"Bersarang di dalam tubuhmu adalah kekuatan infiniti, yaitu, kekuatan Dragon Deification, dan bahkan dengan daging Great Red, awalnya kau manusia, sehingga mustahil bagimu untuk menahannya. Saat itulah Ophis datang untuk menyesuaikan, tidak, harus dikatakan bahwa dia menerimanya atas namamu. Dia menyetabilkan kekuatan itu sampai tubuh dan pikiranmu bisa menahannya."

Jadi begitulah. Awalnya, setelah menderita dampak dari Dragon Deification kedua kalinya, biarpun tubuhku… hancur, itu tidak akan mengejutkan.

"Yah, aku tak bisa menggunakan Dragon Deification lagi ya."

"Kalau kau membicarakan output kekuatanmu selama waktu ketika kau bertarung melawan Rizevim atau Trihexa, kau tidak akan bisa menggunakannya lagi kecuali kau menjadi Dewa. Bahkan umurku sudah berkurang banyak. Tapi, aku juga menerima berkat dari Dragon God."

Berkat? Tanda tanya melayang di atas kepalaku. Ophis, yang telah berubah menjadi seorang wanita cantik menjawab pertanyaan itu untukku

"Pada saat itu, kamu membangkitkan armor dengan kekuatanku, dan kamu bisa terus menggunakan bentuk itu. Tapi, kekuatannya sudah berkurang banyak. Tapi, ada juga ruang untuk perbaikan."

Oh, jadi aku masih bisa berubah menjadi armor berlapis merah dan hitam. Tapi, itu tidak akan memiliki kemampuan infiniti, dan kekuatan besar itu juga telah menurun. Tapi itu masih cukup. Biarpun kekuatannya telah berkurang, itu masih sangat kuat. Setidaknya, itu jauh di atas bentuk True Queen-ku. Dan ada juga ruang untuk perbaikan. Sehingga akan baik-baik saja kalau aku hanya melakukan lebih banyak latihan.

"Pseudo Dragon Deification?"

Ophis menggeleng lalu mengangguk sambil mengatakan istilah…. [Pseudo Dragon Deification] ya, ada hal yang tak terlukiskan dalam hal itu, tapi kukira itu benar-benar memiliki semacam perasaan. Vali mengatakan

"Tapi, itu belum setahun penuh sejak kau membangkitkan Sacred Gear-mu, menjadi Iblis Reinkarnasi dan mencapai keadaan dekat sekelas Dewa; dalam situasi seperti ini, tidak hanya tubuhmu, tetapi juga pikiran dan jiwamu tidak dapat menahan perubahan tersebut. —Pertumbuhanmu terlalu mendadak."

…Itu sama seperti pria itu bilang. Dalam setahun terakhir ini, kekuatanku telah terus berkembang. Meskipun bagian dari alasannya adalah karena menghadapi musuh hebat, itu tidak mengherankan bahwa tubuhku akan runtuh dari pertumbuhan yang tak menentu. Itulah kira-kira sebabnya. Iblis yang dapat hidup selama sepuluh ribu tahun telah menjadi seperti ini dalam rentang waktu hanya satu tahun pendek…. Karirku sebagai Iblis benar-benar cukup mengkhawatirkan…. Aku tidak mau setiap tahun menjadi seperti ini selama sepuluh ribu tahun hidupku mendatang…. Mau tak mau aku memegangi kepalaku. Mungkin kelelahan percakapan kami saat ini, Lilith melepaskan ikatan rambut di salah satu sisi kepala dan berkata

"Bersama dengan Lilith lainnya, bersama dengan Lilith lainnya."

Saat bermain dengan rambutnya. Lilith dan Ophis memang terlihat sama ketika rambutnya terurai seperti itu…. Ophis menepuk kepala Lilith. Meskipun banyak hal telah terjadi, dapat dikatakan bahwa semua kekuatan Ophis sekali lagi kembali ke satu tempat. Ekspresi wajah Vali tiba-tiba menjadi agak aneh.

"Hyoudou Issei… ini adalah pesan untukmu. —Dimulai dengan Sirzechs Lucifer, Leviathan saat ini, dan Asmodeus saat ini, tiga Maou serta para pemimpin berbagai Golongan disertai Trihexa ke dimensi lain."

"—Apa!?"

Kata-kata Vali sangat mengejutkanku. Untuk benar-benar menjaga kerusakan dari Trihexa, yang telah memisahkan diri seminimum mungkin, ia dibawa ke penghalang terisolasi khusus. Dan untuk menampungnya, prajurit terpilih dari masing-masing Golongan akan melawannya. Para petinggi dari masing-masing Golongan. Di antara mereka adalah Maou seperti Sirzechs-sama, Serafall-sama, Michael-sama, dan si pak tua Odin. Setelah itu, Vali menjelaskan kepadaku tindakan terakhir para petinggi ambil. …Akhirnya aku ingat adegan waktu itu. Karena aku lumpuh dan telah runtuh sebagai akibat dari Dragon Deification, Sirzechs-sama berbicara dengan nada perpisahan saat di sampingku. Jadi itu… bukan mimpi. …k-kenapa seperti ini, Sirzechs-sama….melihatku terkejut, Vali melanjutkan

"Azazel juga masuk."

"—Apa!! Sensei juga? I-itu…"

"…Sekarang, kita tak bisa lagi melihatnya."

…….

…Aku menatap langit-langit. …Aku tak bisa mengatakan apa-apa. Aku tak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Kalaupun aku ingin mengeluh kepadanya, dia tidak lagi di sini…? Aku menutupi wajahku dengan tanganku, dan bertanya pada Vali

"Berapa lama itu pada saat ini? Setengah tahun atau beberapa tahun?"

"…Menurut Valkyrie di pihakmu… setidaknya itu akan menjadi beberapa ribu tahun, atau mungkin sepuluh ribu tahun. Itulah betapa sulitnya untuk melemahkan Trihexa. Bahkan Tuhan dalam Injil mengeluarkan semua kekuatannya untuk menyegelnya."

…Sepuluh ribu tahun…. …Kita bahkan tak mungkin bisa melihat lagi selama setahun…! Masih ada begitu banyak hal yang ingin kubicarakan dengan Sensei. Aku juga ingin mendengar lebih banyak nasihatnya…! Ini benar-benar akan memakan waktu sepuluh ribu tahun… bagaimana bisa!?

"……Semua itu, bagaimana, bagaimana bisa. Ini benar-benar butuh…b-beberapa ribu tahun, atau bahkan sepuluh ribu tahun…"

Di hatiku, aku ingin melepaskan semua kemarahan, duka, dan kesedihan, tapi aku tidak mampu, dan berbagai emosi berputar-putar di sekitar dada dan pikiranku. Bagaimana Vali mampu tetap begitu tenang sementara aku tengah memikirkan semua hal ini—yang mana adalah ketika aku menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat aneh. Suaranya juga gemetar.

"……Ya. Aku sangat tidak tahan. …Dia selalu mengatakan dan melakukan apapun yang dia mau dengan egois. …Dia mengajarkan kita banyak hal, sampai pergi sendiri…"

Melihat reaksi tak terduga dari rivalku—aku tanpa sadar mulai meneteskan air mata. …Sialan kau, jangan biarkan aku melihatmu dengan reaksi seperti itu…! Ini terlalu mengerikan…! Biasanya, ketika kita berada dalam situasi seperti ini, Sensei akan memanggil saat ia tiba, lalu mulai membuat lelucon. Tapi—tidak peduli berapa lama kita menunggu, Sensei masih tidak muncul di ruang pasien. Vali berkata kepadaku

"…Azazel bilang bahwa kau muridnya yang terakhir, dan yang terbaik…"

……….

……Anda sangat kejam, Sensei…. Aku tak bisa menahan air mata yang mengalir, dan mulai terisak. Aku ingat segala macam pertemuan, sesi pelatihan, saat aku bertarung melawan musuh yang kuat, saat kami berada di Kyoto dan negara Vampir; semua tempat-tempat dimana kita pergi sama-sama muncul di dalam benakku, seolah-olah datang melalui serangkaian pintu putar…. …Aku mengalahkan Apophis…. Apa yang akan biasanya Sensei katakan padaku…? Ophis memegang tanganku.

"…Aku masih di sini. Aku, terlepas dari apakah itu seribu tahun, atau sepuluh ribu tahun, aku akan tetap dengan Ise dan Vali."

"Lalu, Lilith juga ingin sama-sama."

Lilith juga memegang tanganku dan tangan Ophis. …Jadi ini adalah apa yang disebut orang yang kita dapatkan ketika orang lain hilang huh. Vali mendesah

"…Ini akan menjadi waktu yang sangat lama. —Tapi, baik kau dan aku memiliki tubuh yang entah bagaimana akan mampu tahan lama. Sampai ia kembali."

Vali tiba-tiba melihat ke luar jendela, dan suaranya lebih gemetar.

"Paling tidak, kita harus mengeluh kepadanya sekali lagi."

"Ya."

Apa yang menungguku dari sini adalah dunia tanpa Sirzechs-sama dan Azazel-sensei. Ini akan menjadi waktu yang sangat lama dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan bersama dengan mereka, di dunia ini yang kini tanpa mereka—. Kalau kita memiliki kekuatan dan tekad untuk mengalahkan 'musuh' lebih cepat, mungkin kita tidak akan tiba di hasil seperti itu…. Bagiku yang berusia tujuh belas tahun, itu adalah pertama kalinya dalam hidupku aku mengalami tragedi intens dan penyesalan tersebut. Dengan pertempuran ini sebagai titik balik, perubahan yang menentukan terjadi di dalam pikiran Two Heavenly Dragon. Pikiran melindungi sesuatu lahir di dalam Vali, dan bagiku—tekad untuk selalu menghancurkan 'musuh' lahir di dalam diriku. Tentu saja, kalau aku tidak memiliki tekad itu, maka seseorang pasti akan lenyap. Kalau itu terjadi, maka aku harus—.