High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 17 Life.2 Sekolah Underworld!

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.2 Sekolah Underworld![edit]

Bagian 1[edit]

Hari berikutnya setelah nenek Rossweisse-san datang mengunjungi kediaman Hyoudou. Saat ini Aku sedang melanjutkan pengecekan terakhir untuk perjanjian antara aku dan Le Fay.


Ravel yang merupakan manajerku duduk diantara kita dan ia mengeluarkan sebuah dokumen dan semacamnya dari lingkaran-sihir personalnya. Aku hanya bisa memberinya ucapan terima kasih untuk kerjanya yang cekatan.


“Serius, perjanjian kita pastinya berjalan sangat mulus berkat kamu, Ravel.”


Ketika Aku mengatakannya, Ravel mengeluarkan sebuah piring bercorak binatang dan lilin yang serbaguna untuk ritual ini (Sepertinya itu adalah sebuah tempurung kura-kura china yang halus yang ia dapat dari sebuah restoran kecil).


Mendapatkan pujian seperti itu, Ravel mulai menggerakan badannya sedikit dan mengatakan..


“Tidak, ini karena kamu diberkahi dengan dapat membuat perjanjian bersama seseorang yang layak seperti Le Fay, dimana ini adalah satu-satunya alasan kenapa hal ini berjalan dengan mulus.”


Dokumen yang akan menjadi kontrak kita, Itu tertulis dalam simbol Iblis. Penjelasan cepatnya isi kontennya itu seperti kontrak yang sering kamu jumpai di dunia manusia yang berbunyi: “Aku akan membuat perjanjian dengan orang ini. Setelah melakukannya, ini adalah hal-hal dimana dapat aku lakukan, dan ini adalah hal yang tidak dapat Aku lakukan”.


Aku meneteskan darahku dengan menggores telapak tanganku menggunakan pisau. Aku menggunakan darah itu untuk menulis namaku dalam simbol Iblis. Le Fay juga menggunakan darahnya sendiri untuk menulis namanya dalam simbol-sihir.


Dengan ini, perjanjian kita lengkap dalam perihal dokumen. Apa yang tersisa adalah ritual resmi. Le Fay dan Aku memasuki lingkaran-sihir untuk perjanjian dimana itu ditulis menggunakan darah binatang. Lalu kita menyebutkan mantera untuk perjanjian tersebut.


Lingkaran-sihir mulai mengerluarkan kilau misterius.


“Atas namaku sendiri, Le Fay Pendragon, Aku mau membuat perjanjian dengan “Prajurit” dari kelompok-Gremory, Hyoudou Issei. Kau harus membuat sebuah perjanjian denganku, dan menjadi teman sejatiku.”


Ucapan manteranya telah dipermudah cukup banyak. Tergantung pada situasi, kau perlu mengucapkan mantera seperti bagaimana seperti isi konten kalau kita membuat sebuah perjanjian. Tapi ini adalah perjanjian yang dilakukan setelah Le Fay dan Aku membangun rasa saling percaya diantara kita berdua, dimana ini berubah menjadi hal yang sederhana.


Aku juga mengucapkan mantera dengan kata-kata yang telah aku ingat-ingat.


“Atas nama Hyoudou Issei, “Prajurit” dari kelompok Rias Gremory, Aku harus berjanji untuk membuat sebuah perjanjian denganmu, Le Fay Pendragon, disini. Dan umm, Ayo berjalan bersama-sama mulai dari sekarang.”


Aku membungkukkan kepalaku pada akhirnya seperti layaknya orang jepang! Le Fay tertawa cekikikan dan juga membungkukan kepalanya.


“Ya, ayo lakukan bersama-sama.”


Simbol Gremory muncul pada pipi-ku dan Le-Fay sembari lingkaran-sihir menghilang sambil memancarkan cahaya karena telah menyelesaikan tugasnya.


……Kita benar-benar, telah mengakhirinya seperti biasa saja, tapi apakah ini benar-benar tidak apa-apa jika selesai seperti ini? Aku melihat kearah Ravel dan ia menganggukan kepalanya. Sepertinya ini sebuah keberhasilan. Kemungkinan itu karena dokumen yang didalamnya terdapat tanda-tangan kita memberikan sebuah kekuatan, dokumen tersebut mengeluarkan cahaya merah.


“……Aku bisa menganggapnya kalau ini sudah selesai?”


Aku mencoba untuk mendapatkan konfirmasi dari Ravel.


“Ya, kau bisa menganggapnya seperti itu. Dengan ini, Ise-sama dan Le Fay-san adalah rekan dalam perihal bisnis.”


Ravel memberitahuku seperti itu.


Jadi begitukah huh. Aku melalui hal ini dengan banyak sekali dokumen, tapi ini berakhir dengan segera ketika Aku menemukan orang dimana aku akan membuat perjanjian dengannya.


Lalu sekarang, itu bagus kalau perjanjian kita telah lengkap, tapi…..


“Jadi kalau begitu, apa yang harus Le Fay dan Aku lakukan sekarang?”


Perjanjian telah lengkap, jadi kita harus meneliti tentang sihir seperti bagaimana seorang rekan melakukannya?


Lalu Ravel mengatakan ini setelah melakukan dehaman.


“Itu akan tergantung pada Le Fay-san. Jika ia memilih untuk melakukan eksperimen pada sihir dari sekarang, maka ia akan perlu memanggilmu setelah ini, tapi jika ia memilih untuk melakukan eksperimen besok, maka ia bisa saja memanggilmu besok.”


Jadi itu tergantung Le Fay.


Ravel menambahkan.


“Ini adalah perjanjian lima tahun. Jika ia menunjukan hasil yang bagus dalam lima tahun, maka ini akan menjadi situasi yang saling menguntungkan untukmu, Ise-sama.”


“Dengan kata lain kita tidak perlu melakukan apapun sekarang juga.”


Aku mengatakan hal itu, jadi Ravel mengangguk.


Yah, Aku rasa kita bisa menyimpulkan kalau kita telah melakukan perjanjian. Aku berharap aku bisa memberikan hasil selama lima tahun bersama dengan Le Fay….. Baiklah, ayo lakukan ini sembari bersantai dalam memikirkannya.


Ravel mengkonfirmasi kalau kita telah menyelesaikan perjanjian dengan selamat dan lalu ia mulai menyiapkan teh. Ia mempersiapkannya dengan mengeluarkan meja-lipat dan menempatkan cangkir dan teh kedalamnya.


“Ayo minum teh untuk merayakan keberhasilan melakukan perjanjian diantara kalian berdua.”


Pesta teh setelah melakukan perjanjian huh. Perjanjian dengan Iblis adalah sebuah imajinasi menyeramkan didalam dunia manusia tapi ini tanpa diduga telah selesai cukup tenang. Itu mungkin karena Gremory cukuplah santai….. bahkan Aku tidak berpikir mencoba melakukan sebuah perjanjian sambil melepaskan atmosfer yang mengerikan. Mereka mengatakan kalau Iblis kelas-Atas dari masa lampau itu berbeda tergantung darimana keluarga mereka berasal, tapi Gremory benar-benar sangat damai.


Setelah perjanjian, pesta teh yang menyenangkan diadakan diantara aku, Ravel, dan Le Fay.


Setelah melakukan beberapa diskusi, inilah apa yang Le Fay katakan.


“Tapi Aku tidak pernah membayangkan kalau nenek Rossweisse-san adalah Gondur-san yang terkenal.”


“Dia terkenal, kah?”


Le Fay menganggukan kepalanya ketika Aku bertanya.


“Dia terkenal sebagai seorang pengguna sihir yang belajar di wilayah Norse seperti gaya-rune, gaya-sihir peri gandol, gaya-sihir spiritual seiz.”


Ravel melanjutkan setelahnya.


“Rossweisse-san pastinya menggunakan gaya-rune bersamaan dengan berbagai jenis sihir berbeda yang diciptakan para “Valkyrie”. Dia mengatakan kalau ia menggunakan sihir sembari menggabungkan mantera yang dia sederhanakan dan pikirkan sendiri.”


Le Fay mengeluar sebuah notes memo dari sakunya dan menunjukan beberapa halaman. Ada banyak lingkaran-sihir yang tertulis didalamnya, dan Aku telah melihat simbol tersebut sebelumnya. —Itu adalah apa yang sering Rossweisse-san gunakan.


“Aku hanya mengingat bagaimana Aku menulisnya semenjak ia memang menggunakan jenis lingkaran-sihir yang langka. Sihir yang Rossweisse-san gunakan pasti sesuatu yang ia pelajari sendiri. Ia hampir sepertinya menggabungkan sihir yang ia lihat dan dengar kedalam formulanya sendiri.”


“Apakah itu hal yang langka?”


Ketika Aku bertanya, Le Fay menggelengkan kepalanya.


“Tidak, ini bukan hal yang langka untuk menemukan seorang Penyihir yang menggunakan formulanya sendiri. Jika kau adalah Penyihir, kau akan bisa setidaknya satu formula yang cocok untukmu. Tapi simbol sihir yang digabungkan kedalam lingkaran-sihir Rossweisse-san adalah level yang sangat tinggi. Formula yang digabungkan kedalam lingkaran-sihir Rossweisse-san gunakan ini adalah sesuatu yang ia temukan dengan caranya sendiri dan itu membuatku berpikir pada formula yang sering Aku gunakan da lam gaya-Norse, tapi kau akan menyadarinya jika itu adalah sesuatu yang dibuat dengan sangat cermat jika kau benar-benar memperhatikannya.”


Le Fay mengatakan itu sembari ia menunjuk pada gambar lingkaran-sihir di memonya…..tapi untuk orang seperti diriku yang tidak kaya akan pengetahuan dalam sihir sederhananya bisa dikatakan tidak paham. Meski Aku cukup memahami simbol sihir yang menggambarkan attribut berkat Ravel dan Le Fay, tapi aku menjadi tidak paham langsung ketika itu berubah menjadi pengetahuan yang lebih detail.


Ravel melanjutkan setelah Le Fay.


“Kuroka-san juga mengatakan ini. Formula Rossweisse-san menurunkan batasan seberapa banyaknya kekuatan sihir yang diperlukan hingga pada batasnya, tapi itu jugalah sesuatu yang pastinya memperkuat kedua kekuatan offensif dan defensifnya. Jika dicontohkan pada permainan RPG yang digunakan di dunia manusia, akan ada sihir dengan MATK 50 membutuhkan 10 MP (Magic Point), maka jika Rossweisse-san menggunakan formula aslinya sendiri ia hanya perlu menggunakan 5 MP untuk melakukan sihir dengan kekuatan yang sama. —Itulah apa yang ia katakan. Jadi ini hanya mampu dilakukan oleh pengguna yang mahir dan juga seseorang yang hanya berpikir kalau tindakan ini adalah sesuatu yang mudah dilakukan.”


Le Fay juga mengangguk pada perkataan Ravel.


Begitu ya, Itu sungguh mudah dimengerti. Jadi Rossweisse-san mengurangi seberapa banyak kekuatan sihir yang ia gunakan sembari tetap membuat kekuatan serangannya sama. …..Rossweisse-san memang telah melepaskan berbagai jenis serangan sihir berbeda tanpa menahannya dan itu bukanlah masalah, tapi ia bahkan menembakan tiap serangannya sambil mengurangi konsumsi energinya huh…..


Lebih penting lagi, si Kuroka itu, ia menggunakan RPG sebagai contoh….. Dia memang telah memainkan permainan konsolku ketika menyelinap kedalam kamarku. Ia terus bermain game sembari Aku tidak mengawasinya.


Bahkan Koneko-chan dan Ravel bersama-sama dengannya, jadi itu bukanlah hal yang jarang bagi kita untuk mengadakan kompetisi game dengan mereka semua yang tinggal di kediaman Hyoudou untuk berpartisipasi didalamnya. Yah, untuk sekarang kita abaikan itu dulu.


…..Melainkan, ada sebuah pertanyaan yang aku miliki mengenai Rossweisse-san.


“…..Aku mengerti jika Rossweisse-san merupakan petarung yang cukup berpengalaman sebagai seseorang yang berada satu kelompok dengannya. Tapi kenapa Rossweisse-san tidak mempelajari sihir yang sama dengan neneknya? Mengabaikan gaya-rune dan gaya-gandol, Aku juga tidak berpikir Aku telah melihat gaya-seiz sering digunakannya juga.”


Aku telah diajari tentang simbol rune dan peri dari Rossweisse-san dan Aku berpikir ia telah menggabungkannya kedalam lingkaran-sihirnya. Tapi Aku tidak ingat Rossweisse-san menggunakan gaya-peri gandol dan semacamnya….. Itu pastinya berbeda ketika memerintahkannya. Tapi Aku tidak ingat ia mengatakan kalau ia pandai menggunakannya.


Aku tidak berpikir kalau itu aneh bagi Rossweisse-san yang merupakan cucu Gondur-san untuk menggunakan rune, gandol, dan seiz semuanya semenjak neneknya adalah Penyihir berpengalaman.


Ravel dan Le Fay tidak memberiku jawaban yang jelas tapi sederhananya saling melihat satu sama lain atas pendapatku. Aku rasa itu berarti mereka merasa kalau itu adalah sebuah hal yang aneh juga.


Hmm. Aku lalu memiringkan kepalaku. Ini hanya aku, atau apakah aku memang belakangan ini sering memiringkan kepalaku mengenai Rossweisse-san? Y-Yah, ini tidaklah aneh bagiku untuk berpikir mengenai dirinya setelah ia mengatakan “Tolong jadilah pacarku”.


Lalu Ravel mengatakan ini selah berdeham sekali.


“Ngomong-ngomong, Ise-sama, Aku dengar kalau kau akan pergi keluar bersama Rossweisse-san setelah ini.”


—!


…..Ya, aku telah merencanakan untuk pergi keluar dengan Rossweisse-san setelah perjanjianku selesai. Ini berubah menjadi sebuah situasi dimana Rossweisse-san tidak bisa mundur kepada apa yang ia katakan kepada neneknya jadi ini telah diputuskan kalau Rossweisse-san dan Aku akan berkencan. Ini semua terjadi tiba-tiba setelah kejadian kemarin.


Selama neneknya tinggal dikota ini, Rossweisse-san memintaku untuk itu semenjak ia ingin menunjukkannya kepada neneknya.


…..Aku tidak bisa menolak jika Rossweisse-san-lah yang memintaku, jadi Aku menerima kencan tersebut dengannya semenjak aku tidak memiliki rencana dari sekarang hingga latihan yang harus aku lakukan malam nanti.


Ravel yang tahu tentang ini mulai menjadi marah dengan cara yang imut.


“Pergi dengan Rossweisse-san mungkin adalah sesuatu yang perlu kamu lakukan dengan tujuan memperdalam hubungan diantara anggota kelompok Gremory. Tapi kau juga perlu memberi perhatian pada Rias-sama dan Akeno-sama! Kau benar-benar harus melakukannya!”


Ravel mendekatkan wajahnya dan terus memberitahuku hal itu.


“…..Aku berpikir kau akan perlu pergi berkencan dengan Rias-sama dan Akeno sama pada kesempatan selanjutnya.”


Y-Yeah. Aku tidak bisa lebih setuju padamu, Ravel-san….. Tadi malam, Ravel pergi untuk menenangkan Akeno-san yang pergi meninggalkan ruang VIP.


Lalu Ravel mengatakan ini dengan wajah memerah.


“……A-Aku juga ingin pergi berbelanja denganmu, Ise-sama…..”


Jantungku mulai berdetak kencang pada manajerku yang baru saja mengatakan itu sambil sedikit berharap!


“Aku pastinya akan pergi berbelanja bersama denganmu berikutnya, Ravel. Aku tentunya akan pergi dengan Rias dan Akeno-san juga—”


Sebelum Aku menyelesaikan kalimatku, Le Fay secara alami mengangkat tangannya disampingku.


“Kau juga Le Fay. Jika ini jadi seperti ini maka Aku akan pergi beberlanja dengan semua yang tinggal dirumah ini. Lagipula, kita semua akan perlu pergi berbelanja untuk akhir tahun, jadi Aku rasa pergi kesuatu tempat pada awal tahun bukanlah ide buruk.”


Aku mengatakan itu pada mereka. Anak perempuan pastinya akan lebih membutuhkan banyak hal selama liburan tahun baru daripada anak laki-laki. Terutama di kediaman Hyoudou semenjak banyak orang yang tinggal disini tahun ini.


Baik Ravel dan Le Fay berdua menunjukan reaksi senang dimana mereka berdua mengatakan “Yay”.


“Aku, juga harus pergi berbelanja.”


Dewa Naga-sama melompat keluar dari lemari! Ophis, sejak kapan kau ada didalam lemari!?


Oh, sepertinya Aku tidak akan punya waktu untuk pergi jalan-jalan dengan Matsuda dan Motohama….. Tidak, Aku akan setidaknya ingin punya satu hari dimana aku bisa jalan-jalan bersama mereka….. meski sepertinya Kiba dan Gasper akan ikut juga.


………


Aku mengatakan ini pada Ravel setelah cukup banyak berpikir mengenainya.


“…..Ravel, maafkan aku tapi bisakah kau membuatkanku jadwal dengan waktu tepat yang mencangkup latihanku untuk liburan tahun baru? Ini sepertinya Aku tidak bisa bertindak dengan benar jika Aku tidak menentukan rencanaku dengan hati-hati…..”


Serius, Sekiryuutei benar-benar memiliki jadwal yang padat. Belakangan aku berpikir kalau aku adalah Sekiryuutei yang memiliki jadwal paling sibuk dalam sejarah.


Bagian 2[edit]

Setelah Aku menyelesaikan perjanjianku dengan Le Fay, Aku pergi ke kamarku untuk berganti pakaian dan sekarang aku menunggu di pintu masuk.


Aku menemukan sepasang sepatu boot panjang yang telah dipersiapkan di pintu masuk….tapi apakah ini mungkin milik Rossweisse-san? Yah, Aku benar-benar tidak bisa membayangkan ia mengenakannya jadi Aku aslinya berpikir kalau itu milik Rias atau Akeno-san.


Singkatnya setelah itu, Aku merasakan kehadiran seseorang yang berjalan menuruni tangga. Ketika aku membalikan badan—.


Aku menyaksikan Rossweisse-san yang mengenakan mantel dan sebuah rok pendek!


……Rossweisse-san yang mengenakan pakaian anak perempuan yang seumuran denganku berdiri tepat didepanku. Ini bukanlah Rossweisse-san yang selama ini lihat ketika dirumah dimana ia selalu mengenakan kaos!


Rambut peraknya tersisir rapi dan bibirnya berkilau, mungkin itu karena ia mengenakan krim bibir.


Ya, Onee-san yang terlihat miskin tidak berdiri didepanku! Semenjak ia mengenakan jenis pakaian yang sama digunakan anak perempuan seumurannya…. ….Jantungku mulai berdetak kencang hanya dengan melihatnya sekali!


“…..U-Umm.”


Aku tidak tahu harus bilang apa. Mungkin karena ia menyadari reaksiku, jadi Rossweisse-san mulai tersipu.


“…..Tolong jangan tiba-tiba bertindak begitu aneh. Ini akan membuatku lebih sulit melakukan ini. Bahkan orang sepertiku bisa berpakaian dengan fashion seperti ini.”


Rossweisse-san yang terlihat sedikit menyesalinya.


Oh, Sungguh kasar diriku. Tapi! Terkejut bukanlah kata yang tepat untuk mendiskripsikan apa yang saat ini aku rasakan terhadap bagaimana Rossweisse-san berpakaian seperti anak perempuan semenjak Aku selalu melihatnya berpakaian dengan cara yang biasa ia lakukan! Revolusi! Sebuah revolusi sedang terjadi tepat didepanku!


“Maafkan aku, h-haruskah kita segera berangkat?”


Ini terjadi ketika Aku mengatakan itu, Aku menangkap sekilas wujud orang di pandanganku.


Ketika Aku melihat kesana—Rias dan Akeno-san muncur dari pojok koridor. Rias yang bersikap seperti layaknya biasa saja dan Akeno-san yang terlihat sedikir sedih.


Lalu Rias mengatakan.


“Kalian berdua perlu kembali saat malam tiba. Kita akan mengadakan pertemuan dulu sebelum kita berangkat ke Underworld.”


“”Ya.””


Rossweisse-san dan Aku menanggapinya. Lalu Rias tiba-tiba menunjukan senyum pahit.


“Aku telah memberi tahu Xenovia dan yang lainnya untuk tidak menghalangi kalian berdua.”


Ah, itu sepertinya kalau mereka akan ikut mengikuti kita….. Mungkin karena ia menyadariku berpikir seperti itu, jadi Rias menghela nafas keluar.


“Aku tidak akan mengikutimu. Bahkan jika sesuatu terjadi, Aku akan percaya pada laki-laki yang aku pilih, dan Aku tidak akan bergeming bahkan jika sesuatu terjadi. Aku memang cemas pada bagaimana Rossweisse berakting dan Aku memang terkejut ketika ia memintamu untuk menjadi pacarnya. Tapi Aku tidak bisa memanggil diriku sendiri Rias Gremory jika Aku bahkan tidak bisa mempercayai Ise.”


Ia tersenyum mengatakan itu….. Ia memang wanita yang baik. Ia mempercayaiku dan kelompoknya dari dasar hatinya yang paling dalam.


“Akan tetapi, Aku berharap kau akan pergi berkencan baik dengan Aku dan Akeno.”


Rias mengedipkan matanya sambil mengatakan itu.


“Tentu saja. Jika kalian berdua tidak masalah.”


“—Pergi berkencan dengan Ise-kun!”


Akeno-san menunjukan ekspresi cerah setelah mendengar balasanku. Aku pastinya akan pergi bersamamu jika itu yang kamu inginkan. …..Kecuali, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi semenjak Aku memiliki jadwal yang sibuk!


Seperti itulah, Rossweisse-san dan Aku meninggal rumah setelahnya…..


Bahkan jika Aku pergi keluar dengan Rossweisse-san, itu tidak berarti kita akan tetap berada di kota ini. Sepertinya Rossweisse-san ingin pergi ke Tokyo, jadi kita pergi ke stasiun transportasi.


Sekitar satu jam setelah kita pergi menggunakan sebuah kereta ke Tokyo dari stasiun terdekat, kita tiba di stasiun Shinjuku.


Kita berganti kereta sekali lagi dari sana untuk menuju ke stasiun dimana itu merupakan tujuan kita—.


“…..Aku berpikir jika ia adalah seorang model dari luar negeri.”


“Dia sunggulah amat cantik…..”


Didalam kereta, semua orang melihat Rossweisse-san. Tentu saja. Semua orang akan melihat padanya semenjak ia sangatlah cantik. Kecuali, semenjak ia juga melepaskan sebuah aura yang dimiliki para gadis cantik untuk mencegah orang mendekatinya, tidak ada seorangpun yang datang untuk berbicara padanya.


Rossweisse-san sendiri terlihat sedikit malu dan bertingkah canggung sejak ia menjadi pusat perhatian orang-orang.


“…..Jika aku mengenakan antara kaosku atau kemejaku, maka Aku tidak akan mendapati diriku sendiri dalam situasi ini…..”


Rossweisse-san mulai bergumam.


“Itu tidak benar. Kau akan tetap seperti itu meski menggunakan apapun karena kau itu manis.”


Aku sederhananya dengan jujur mengatakan kesanku padanya, tapi disisi lain Rossweisse-san,


“………..”


Tersipu dan pipinya memerah!


Hei hei hei hei, Rossweisse-san yang biasanya akan menanggapi kembali dengan berkata “Aku akan menganggapnya sebagai sebuah pujian”!?


Sama juga seperti Akeno-san, tapi ini tidak adil kalau mereka bertingkah seperti ini ketika kita pergi keluar! Bahkan Aku mendapati kesulitan dalam mencoba mempertahankan pembicaraan berlangsung!


Tidak ada pembicaraan yang terjadi selama didalam kereta, dan kita tiba di tujuan lima belas menit setelahnya.


Kita tiba di stasiun yang terletak sedikit jauh dari kota. Ia mengatakan kalau dia ada urusan di toko yang ada pada stasiun ini, jadi kita tiba pada lantai dimana semuanya adalah toko kelontong.


Sesaat kita tiba dilantai ini, Rossweisse-san menunjukan ekspresi gembira.


Dia mulai berbicara dengan suara gemetar dan dengan ekspresi cerah.


“……I-ini adalah toko kelontong yang sangat besar untuk wanita dimana Aku telah memimpikannya…si “Bella”! Itu artinya kecantikan atau keindahan dalam bahasa Italia, dan merek ini hanya memiliki barang-barang fashion untuk wanita yang dijejerkan! Sungguh memukau mendapati sebuah barang berkualitas tinggi yang tidak terlihat seperti barang kelontong jika hanya dilihat sepintas….. oh, lihat! Piring itu terlihat sangat modis! Oh, Kotak penyimpanan pensil itu juga memiliki bentuk yang cantik dimana tidak terdapat cacat padanya! Oh, bahkan yang satu ini memiliki banyak sekali ruang penyimpanan bahkan dengan ukuran seperti ini…..!”


…..D-Dia mulai melihat pada produk-produk itu sambil ia meninggalkanku begitu saja. Ia sungguh ceria dimana Aku tak pernah melihatnya seperti ini. Hanya dengan menatap padanya seperti ini, itu sekali lagi membuatku tersadar kalau dia adalah seorang anak perempuan yang setidaknya seumuran denganku.


…..Kecuali, hobinya itu sedikitnya agak….. Aku tidak pernah menduga kita akan mendatangi toko kelontong hari ini, disini di Tokyo. Karena pakaian yang ia kenakan saat ini itu, Aku berpikir kita akan pergi kesebuah tempat yang lebih terlihat menawan dan modis……


“Tolong lihat ini, Ise-kun! Ini, Ini, dan bahkan ini harganya 100 yen! Tidak ada satu produkpun disini yang harganya akan dijual 200 yen atau 300 yen!”


Rossweisse-san yang saat ini sedang sangat kegirangan. Aku harus bagaimana menyikapinya? Itu membuatku berpikir kalau ia tidak akan pernah dapat mengubah sisi menyedihkannya.


Tapi kepribadiannya itu yang membuatku berpikir kalau itulah Rossweisse-san.


“Aku tidak bisa menahan selain membelanjakan sepuluh ribu yen untuk belanjaku ini….. Seperti yang diduga dari “Bella” Tokyo. Benar-benar menakutkan…..”


Rossweisse-san mengeluh sembari ia melihat kedalam dompetnya.


Setelah melakukan belanja, Rossweisse-san dan Aku beristirahat di sisi teras sebuah cafe.


Barang 100 yen yang bernilai sepuluh ribu yen. Dasarnya, Rossweisse-san membelanjakan 100 macam produk sehingga jika dipikir-pikir ia telah membeli terlalu banyak barang. Jadi ia mengirim barangnya menggunakan jasa pengiriman didekat sini. Itu akan tiba dirumahku keesokan harinya. Yah bongkahan barang kelontong yang besar, begitulah.


…..Tapi itu semua hanya bernilai sepuluh ribu yen huh. Dia mendatangi sampai ke Tokyo ini dan membelanjakan sepuluh ribu yen barang bernilai 100 yen. …..Aku rasa itu tidak masalah semenjak anak perempuan itu sendiri terlihat sangat puas. Tapi Aku jadi membayangkan jika itu tidak apa-apa bagi seorang gadis muda untuk membeli barang seperti itu ketika kita datang jauh-jauh ke Tokyo.


Aku mulai mencemaskan tentang masa depan Rossweisse-san mulai dari sekarang. Lalu Ia berbicara padaku.


“…..A-Apa Aku membuatmu bosan? M-Maafkan aku karena selesai membeli berbagai barang sembari hanya akulah satu-satunya yang merasa senang tentang hal itu…..”


Mungkin itu karena diriku menunjukan sebuah tampang yang membingungan, jadi Rossweisse-san mengatakan itu padaku sembari merasa bersalah terhadapnya.


“Oh, tidak sama sekali. Aku sederhananya hanya senang bisa datang ke Tokyo bersamamu, Rossweisse-san.”


Itu perasaan jujurku. Ini pertama kalinya aku pergi jauh sendirian bersama Rossweisse-san, jadi itu sebuah rasa yang baru. Aku bahkan mendapatkan kesempatan untuk melihat sisi dirinya yang biasanya tidak bisa aku lihat, jadi itu tidak mungkin kalau hal ini membosankan.


Lalu Rossweisse-san mengatakan ini setelah meminum kopinya.


“…..Jika Aku memikirkannya, ini adalah pertama kalinya aku berkencan dengan seorang laki-laki.”


–!


Aku tidak tahu apa yang harus diucapkan setelah mendengarkan sebuah kenyataan yang mengejutkan ini. Itu bahkan membuatku merasa terhormat olehnya. Itu juga membuatku berpikir jika itu tidaklah apa-apa kalau Aku adalah pasangannya untuk kencan pertamanya yang penting.


“benarkah tidak apa-apa jika itu adalah aku?”


Aku tidak tau harus apa selain bertanya. Kiba pastinya bisa menemaninya lebih baik, dan Azazel-sensei bisa mengantarnya ke Tokyo dengan mobil sport yang dibanggakannya itu. Dibandingkan mereka berdua, cara Aku menangani sebuah kencan itu cukuplah biasa saja.


Rossweisse-san lanjut berbicara sembari merasa malu tentangnya.


“J-Jika Aku diminta untuk memilih satu orang untuk berkencan diantara laki-laki disekitarku, maka Aku akan memilihmu, Ise-kun…… T-Tapi tolong jangan salah paham terhadapku! Itu kalau “Jika”! “Jika” seseorang meminta! Ini hanyalah sebuah cerita “Bagaimana Jika” saja!”


Rossweisse-san meminum kopinya sembari mukanya memerah.—Dia tiba-tiba menunjukan sebuah wajah murung setelah mengambil nafas.


“……Aku sederhananya hanya belajar ketika Aku tinggal di kampung halamanku….. Kesatria Perang Perawan, Valkyrie, yang berada disekelilingku mengadakan sebuah diskusi seru tentang pahlawan luar biasa yang telah berubah menjadi pejuang Vahalla….. sedangkan teman sekelasku menyianyiakan waktu mereka pada lawan jenis, Aku sederhananya menggunakan waktu itu semua untuk pendidikanku dengan tujuan semakin dekat pada sasaranku.”


…..Itu pastinya sebuah cerita yang tidak sulit untuk dibayangkan. Aku yakin dia melanjutkan pendidikannya sembari mengatakan pada dirinya sendiri sesuatu dalam garis batas: “Itu jorok! Itu vulgar! Kau akan bergabung dengan kelompok pecundang jika kau tidak belajar!”…..


Lalu Rossweisse-san menatap kekejauhan.


“……Aku bisa menjadi seorang Valkyrie karena memberikan semua masa mudaku untuk belajar, tapi sekarang jika aku melihat kebelakang dan berpikir, seharusnya aku bermain sedikit waktu itu.”


“Apa yang kau katakan? Kau masih muda. Kau hanya lebih tua daripada aku satu atau dua tahun, jadi mulai sekarang, tidak, dari titik ini dan seterusnya kau bisa lanjut untuk menghabiskan masa mudamu.”


Serius, kau masih terlalu muda! Orang-orang disekitarnya dan juga dirinya sendiri melupakan umurnya sebenarnya semenjak dia adalah seorang guru, tapi semenjak dia masih diusia kepala 1 dimana dia masih bisa mengalami masa-masa mudanya, Aku menganggapnya kalau itu masih terlalu dini baginya mengatakan sesuatu yang patut diucapkan oleh orang yang sudah tua.


“Itu juga hal yang mengagumkan kalau kau telah menjadi pengawal si kakek tua Odin yang merupakan Pemimpin para Dewa. Serius, sungguh mengagumkan untuk memiliki sebuah sejarah pekerjaan yang posisinya tepat disamping Pemimpin para Dewa dari sebuah mitologi.”


Sisi ketidakberuntungan Rossweisse-san muncul, tapi jika Aku memikirkan tentangnya–tidak, Aku pastinya tidak perlu memikirkannya semenjak sejarah masa lampaunya dan kemampuannya sungguh hal yang mengagumkan. Aku tidak akan bisa memiliki sebuah posisi tinggi seperti menjadi pengawal seorang Pemimpin para Dewa, tak peduli berapa kali aku lahir kembali menjadi seseorang yang baru.


“……Meski begitu dia pergi meninggalkanku.”


Rossweisse-san menjadi sedikit depresi tentang itu.


…..Aku tidak tahu bagaimana harus menanggapi pernyataannya itu. Yah, kau bisa mengatakan kalau kita menjadi rekan berkat hal itu terjadi…..


Rossweisse-san menunjukan sebuah ekspresi sedih.


“…..Juga…..Aku bukanlah seseorang yang meraih setinggi yang kau katakan, Ise-kun.”


Mengatakan hal itu, Rossweisse-san mengeluarkan sebuah lambang dari sakunya. Ada sebuah simbol yang rumit yang terukir padanya. …..Sebuah bentuk yang tampak unik dengan memiliki lingkaran yang terbuat dari simbol rune. Ini pertama kali aku melihatnya…..? Tidak, Aku telah melihat ini tadi malam. …..Ya, simbol yang terukir pada lingkaran-sihir nenek Rossweisse-san, Gondur-san, memiliki hal yang sama.


Rossweisse-san melanjutkan dan mengatakan ini.


“Ini adalah sebuah simbol unik….. sebuah simbol keluarga, yang telah diwariskan melalui keluargaku. Anak tertua keluarga mewarisi simbol ini dan mendapatinya terukir kedalam tubuh dan jiwanya dengan tujuan untuk mewariskannya kepada generasi selanjutnya. …..Aku adalah anak tertua, anak perempuan tertua kalau di perjelas, tapi Aku tidak dapat……”


Rossweisse-san berhenti disitu dan lalu mengatakan ini setelah menurunkan nadanya.


“…..mewarisi simbol ini.”


Rossweisse-san lalu memberitahuku.


Pada wilayah Norse—Asgard, Separuh-Dewa yang hidup disana menciptakan dan mengasah sihir unik, teknik, dan tradisi mereka yang telah diwariskan melalui keluarga mereka dimana mereka itu memiliki aspek tersebut untuk dibawa kepada generasi selanjutnya sebagai prioritas mereka. Dan mereka menggunakannya sebagai simbol untuk mewakili pewarisnya ketika mereka memiliki perubahan generasi dimana mereka perlu mengukir lambang tersebut kedalam tubuh dan jiwanya.


Keluarga Rossweisse-san tidak ada bedanya, jadi mereka memiliki pewaris selanjutnya yang membawa lambang itu pada waktu dimana mereka perlu mewariskannya. Ibu Rossweisse-san juga mewarisi lambang keluarga, jadi ini telah direncanakan untuk Rossweisse-san yang merupakan putri tertua untuk mewarisinya juga.


–Tapi Rossweisse-san tidak dapat mewarisi lambang tersebut.


Tak peduli berapa kalipun ia mencoba ritual untuk mewarisinya, lambang tersebut tidak terukir kedalam tubuh, jiwa, dan lingkaran-sihir Rossweisse-san.


Lalu Rossweisse-san mengatakan ini sambil memegang lambang itu ditangannya.


“…..Aku tidak memiliki saudara kandung, jadi sepupu jauhku akhirnya yang mewarisi lambang tersebut. Anak itu menyelesaikan ritual untuk mewariskannya segera, dan Aku mengingatnya sangat baik karena tidak ada satupun seperti diriku atau mereka yang disekelilingku yang bisa mengeluh mengenainya. …..Aku aslinya buruk dalam menggunakan sihir yang merupakan kepiawaian mereka yang berada di keluargaku….. Aku tidak bisa atau mungkin dikatakan aku buruk dalam kecocokan terhadap hal itu, tapi Aku masih tidak bisa terbiasa pada gaya-sihir spiritual seiz. Aku belajar bagaimana cara menggunakan gaya-rune dan gaya-gandol, tapi apa yang membuatku sangat terkejut adalah kalau Aku dengan mudah terbiasa pada sihir penyerangan para petarung wanita di keluargaku yang digunakan untuk keperluan bertarung….. Saat ini, Aku telah menjadi pengguna satu-satunya sihir penyerangan terkuat didalam keluargaku….. Didalam keluargaku yang telah menggunakan ketiga gaya-rune, gandol, dan seiz, Aku merupakan satu-satunya yang lain dari biasanya. Aku memang menjadi cocok pada sihir yang sering digunakan keluargaku….. Aku telah cukup beruntung untuk menjadi seorang Valkyrie…. tapi hasil yang aku miliki tidak ada apa-apanya jika dibandingkan pada nenekku disaat masa kejayaannya…..”


Rossweisse-san mengungkapkan itu sambil merasa kecewa.


…..Dia buruk dalam kecocokan pada sihir yang telah diwariskan turun-temurun oleh keluarganya, dan setidaknya bakatnya mekar pada departemen yang berbeda. Sairaorg-san terlintas dipikiranku dalam hal situasi yang sama, tapi itu pastinya berbeda semenjak keluarganya memiliki sebuah peran penting sebagai Raja Besar yang memiliki peran penting dalam hal terlibat didalam politik Underworld….. Bagiku yang terlahir didalam keluarga biasa, masalah pewarisan adalah sesuatu yang sangat sulit semenjak Aku tidak bisa memahaminya.


Aku juga mengetahui kalau Rossweisse-san buruk saat mengumpulkan jiwa pahlawan dimasa ia menjadi seorang Valkyrie. Ia mendapati sebuah situasi tidak menguntungkan hingga ia dipanggil oleh kakek tua Odin.


Tapi Aku jadi merasa kalau ini sebuah takdir. Mungkin itu sudah takdir baginya untuk datang kedalam kelompok Gremory yang memiliki kekuatan tempur besar. Seorang Valkyrie yang terus mempelajari sihir penyerangan! Aku hanya bisa berpikir kalau Rias ditakdirkan bertemu semua yang bergantung pada hal itu.


Lalu Rossweisse-san mengatakan ini sambil tersipu malu.


“…..Pelaku mantera dari keluargaku sangat lihai berkomunikasi dengan para peri dan menggunakan sihir spiritual. Akan tetapi, Aku istimewa semenjak Aku mulai mempelajari sihir penyerang seperti seorang yang mengemis…..jadi Aku mulai menjadi makin bersinar dari sebelumnya sejak Aku menjadi mampu untuk mengembangkan prestasiku dan menghemat energiku. Ayah dan ibuku menanggapinya dengan memujiku dan begitu pula dengan terkejut juga.”


Lalu Aku mengatakan ini sambil menggaruk pipiku.


“T-Tapi kau telah mempelajari sihir pertahanan ketika kau kembali ke kampung halamanmu dulu.”


“Ya, itu benar…… Agar singkat, kekuatanku telah jauh dialihkan dari apa yang ada pada keluargaku….. Aku memiliki pemikiran yang samar-samar untuk mewariskan tradisi keluargaku ketika Aku masih kanak-kanak dan untuk menjadi seorang Valkyrie seperti nenekku merupakan sesuatu yang alami untuk terjadi. Mereka yang berada disekelilingku juga memiliki ekspektasi besar kepadaku. Tapi itu tidak terjadi. Apa yang seharusnya terjadi tidak terjadi. …..Bahkan hingga hari ini, Aku bahkan tidak tahu akan menjadi apa dan apa yang harus dilakukan. Aku memiliki sebuah perasaan cemas kepada masa depanku ini jadi aku melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepadaku dengan benar dan mulai mengumpulkan uang sebagai hal yang serius.”


Ia memiliki bakat. Tapi itu bukanlah sebuah bakat yang diharapkan oleh mereka yang berada disekitarnya. Namun demikian, semenjak ia dianugrahi oleh kemampuannya itu, ia jadi dapat memperoleh sebuah pekerjaan. Tapi ia masih tidak bisa menemukan jawaban apa yang ia benar-benar ingin lakukan—.


Rossweisse-san yang cemas memiliki sesuatu sebagai orang yang mampu. Sebelumnya Aku berpikir kalau ia mirip kepada Sairaorg-san, tapi Aku rasa sumbernya saja yang berbeda.


Rossweisse-san melanjutkan sambil meletakan Lambang itu.


“…..Tidak seorangpun dari orang tuaku, orang-orang di clanku, dan nenekku menyalahkanku, dan mereka masih memperlakukan aku seperti biasa. ……Keluargaku menerima situasiku ini secara langsung dengan mengatakan, “Yah, akan ada waktunya ketika seorang anak seperti dirinya akan muncul didalam sebuah clan”. Itu membuatku senang…..tapi mungkin Aku dapat bisa mendapatkan gaya hidup berbeda jika mereka setidaknya memberiku sebuah kritik. …..Tidak, gaya hidupku saat ini miliki mungkin akan berbeda juga……”


Mungkin alasan kenapa ia menjadi seorang Iblis itu karena ia menginginkan memperoleh perubahan.


“Aku memang sangat senang ketika Aku terpilih sebagai pengawal dari Odin-sama. …..Dia memang pastinya orang yang merepotkan, tapi Aku benar-benar merasakan kalau itu adalah pekerjaan yang pantas dilakukan. …..Meski akhirnya dia meninggalkanku.”


Ia memang satu-satunya yang mampu mengawalnya—Itu adalah sesuatu yang aku dengar kemudian. Agaknya, Rossweisse-san adalah Valkyrie yang paling lama menjadi pengawalnya. Karena itulah, Aku dengar kalau Valkyrie yang lain mengalami masa-masa yang sulit.


Rossweisse-san melihat dan melihat lagi pada kehidupannya sembari ia menghela nafas.


“…..Aku lulus dengan melompat kelas di kampung halamanku tanpa menikmati masa mudaku, sekarang Aku tidak dapat mewariskan Lambang keluargaku. Meskipun dipikir Aku tidak menghasilkan hasil yang khas selama waktuku sebagai seorang Valkyrie, Aku telah dapat menjadi pengawal Odin-sama. …..Aku datang ke Jepang untuk mengawal Odin-sama dan menjadi seorang guru di dunia manusia setelah terlahir kembali sebagai seorang Iblis. …..Melihat kebelakang lagi, Aku benar-benar tidak tahu aku bisa menjadi apa dan apa yang bisa aku lakukan semenjak aku hanya bergerak berputar-putar didalam lingkaran.”


Rossweisse-san menertawakan dirinya sendiri. Ia pastinya berputar-putar didalam lingkaran. Ada saat diatas dan dibawah diantara seluruh anggota kelompok Gremory, jadi itu benar-benar sebuah kelompok yang mereka adalah kumpulan orang yang memiliki sebuah persoalan.


“…..Aku pastinya merasa kalau diriku perlu meminta maaf kepada ibuku. Aku tidak berpikir sudah hidup seperti apa yang diharapkannya…..”


Rossweisse-san mengatakan itu sambil melihat kebawah.


…..Itu terlihat seperti kalau ia merasa bersalah tentang bagaimana dia tidak dapat mewarisi lambang keluarganya.


Lalu Rossweisse-san melihat kearah wajahku dan meminta maaf seperti jika ia menyadari sesuatu.


“…..Maafkan aku. Aku berbicara sangat panjang tentang kehidupanku padamu, Ise-kun….. Aku mencoba menghindari berbicara tentang ini bahkan kepada mereka yang dekat denganku…… Aku rasa Aku ingin membaginya kepada seseorang karena kedatangan nenekku.”


“Tidak, Aku tidak mempermasalahkannya sama sekali. Melainkan, itu membuatku senang karena itu membuatku merasa aku dapat lebih mengetahui tentang dirimu, Rossweisse-san.”


Rossweisse-san sangat jarang berbicara tentang dirinya sendiri. Ia pastinya menunjukan padaku sisinya dimana ia sangat menyukai toko kelontong dan kalau ia tidak tahan terlalu banyak alcohol, tapi ia tidak pernah berbicara tentang dirinya sendiri. Kencan hari ini sepertinya akan menjadi suatu hal yang sangat bernilai.


Lalu Rossweisse-san melanjutkan sembari sambil merasa malu.


“Kau tahu, Aku tidak merasa menyesal menjadi seorang Iblis? Program kesejahteraan didunia Iblis telah dibentuk dengan benar dan gajiku sangat mengagumkan. Orang di kelompok Gremory penuh dengan orang baik dan keadaan lingkungan dimana aku beradapun juga sangat mengagumkan. …..Yah, kelompok Gremory itu penuh dengan kejutan semenjak kita ikut terseret kedalam banyak situasi….. Tapi memiliki sebuah gaya hidup sebagai seorang guru di Kuou Academy itu adalah sesuatu yang pantas dilakukan daripada apa yang awalnya Aku pikirkan.”


“Menjadi seorang guru itu menyenangkan?”


“Ya, Aku tidak pernah berpikir kalau mengajar itu akan begitu menyenangkan.”


Peringkat Rossweisse-san yang didapatnya dari murid-murid tinggi. Rossweisse-san adalah seorang guru teladan yang baik dalam mengajar dan sejak ia mempersempit titik kunci dari topik yang dia ajarkan, kelas yang diajarnya mendapatkan nilai yang tinggi untuk ujiannya. Terlebih lagi, semenjak usianya tidaklah begitu berbeda dari para murid, ia menerima popularitas sebagai guru luar negeri yang cantik. Ia mungkin memperingati banyak orang dan ia mungkin memberikan pendapat yang kritis, tapi sangat jarang ada murid yang melawannya dan menerima pendapatnya dengan serius.


Itu sepertinya membuat ia dijadikan contoh oleh guru-guru seniornya, dan guru yang lain memandangnya tinggi sejak ia adalah seseorang yang bisa menyampaikan pendapatnya kepada Azazel-sensei yang merupakan orang yang cukup aneh.


Berbicara soal guru…… Aku lalu berkata sebuah hal yang terlintas dipikiranku.


“Akankah kau menerima tawaran Sona-kaichou?”


Ya, Rossweisse-san telah mendapatkan sebuah tawaran untuk menjadi seorang kandidat yang akan menjadi guru disekolah Sona-kaichou dirikan dimasa depan. Ia menginginkan Rossweisse-san menjadi seorang guru sihir.


“Aku masih memikirkan hal itu. Yang pasti itu bukanlah sesuatu yang ia minta kepadaku untuk diputuskan hanya dalam kurun waktu setahun atau dua tahun…… Tentunya, semenjak kita akan segera pergi ke sekolah itu, Aku perlu memutuskan untuk memikirkan hal itu sewaktu Aku meninjau disana.”


Yah, Aku juga menduga begitu. Itu akan sungguh kasar mengubah pikirannya setelah ia menerima tawaran itu dengan ringan hati. Itu pastinya ia perlu membuat keputusan setelah ia meninjau sekolah tersebut dengan matanya sendiri. Tapi ia jugalah diminta untuk menjadi guru sihir dari Sairaorg-san, jadi itu membuktikan bagaimana orang menilai tinggi dirinya.


“Aku masih tidak tahu apa yang mampu aku lakukan, tapi mengajar adalah sesuatu yang aku suka lakukan. Tidak, Aku jadi menyukainya. Itulah mengapa aku menantikan acara yang akan datang dimana kita akan membantu mereka.”


Rossweisse-san mengatakan itu sambil ia tersenyum.


Pastinya banyak sekali hal yang terjadi di hidupnya. Tapi itu rasanya seperti jika ia mencoba untuk menantikan masa depan sebagai dirinya yang sekarang.


“Aku akan juga datang dan berdiskusi denganmu jia sesuatu terjadi. Jadi tolong tak perlu sungkan untuk berdiskusi apapun denganku bahkan jika itu adalah sebuah keluhan yang kau miliki.”


“Kalau begitu Aku akan mengajakmu berbelanja lagi bersamaku. Melakukan belanja barang kelontong denganmu bukanlah hal yang jelek sama sekali. Dan itu akan juga menjadi alasan yang bagus kepada nenekku.”


Ahahahahaha….. Toko kelontong lagi, huh….. Tidak, Itu tidak apa-apa. kupikir pergi menonton bioskop atau pergi ke suatu tempat untuk melihat-lihat saja bukanlah ide yang buruk. Ya sudahlah, semenjak itu sepertinya ia menikmatinya sendiri, mungkinkah ini juga tidak apa-apa?


“–Tidak ada satu halpun kalau kau inferior terhadap nenekmu.”


–!


……Sebuah suara orang lain. Ketika Aku mencoba untuk melihat keorang yang mengucapkan itu dengan mataku. Aku merasakan kehadiran seseorang yang duduk dibangku dibelakangku. …..Dia datang dibelakangku dan Aku tidak dapat menyadarinya. Perasaan ini jelas-jelas bukanlah milik seseorang yang dimana aku bisa anggap remeh terhadapnya.


Rossweisse-san juga menjadi langsung waspada.


Ketika aku berbalik badan, orang yang duduk dibelakangku adalah–seorang laki-laki muda dengan rambut perak. Seorang pria berwajah tampan yang mengenakan setelan pakaian. Aku mengetahuinya. Dia adalah seseorang yang aku lawan di Romania.


Laki-laki itu—Euclid Lucifugus, menyapa kita dengan senyumannya.


“Bagaimana kabarmu, Hyoudou Issei si Sekiryuutei, dan juga mantan Valkyrie Rossweisse.”


…..Kenapa dia bisa ada disini!? Dia menunjukan dirinya sendiri di Tokyo di siang hari ini!


Aku ingin mengaktifkan Sacred Gearku, tapi ada banyak orang disekelilingku. Aku tidak bisa mulai bertarung disini.


Aku menatap tajam padanya sembari tetap waspada kepadanya. Lalu dia tertawa cekikikan.


“Aku tidak datang kesini hari ini untuk melihatmu. Hyoudou Issei. Aku punya urusan dengan orang disampingmu.”


Euclid melihat kearah Rossweisse-san.


Lalu dia mengatakan ini sembari dia menyodorkan tangannya kedepan.


“Aku akang langsung saja. —Rossweisse, akankah kau datang kepihak kami?”


—!


A-Apa-apaan…..! Dia merekrutnya!? Ditempat seperti ini!? Dan kenapa Rossweisse-san!? Kenapa dia hanya merekrut Rossweisse-san disaat seperti ini!? Aku jadi punya banyak sekali pertanyaan—dan wajah Rossweisse-san berubah menjadi pucat.


…..Apakah Rossweisse-san punya alasan yang layak membuatnya merekrut dirinya?


“—Inilah kebijaksanaan. Ia yang memperoleh pemahaman, biarkan ia menghitung jumlah binatang buas. Baginya itu adalah sebuah angka seorang manusia: dan angkanya itu adalah enam ratus enam puluh enam.”


…..666? Euclid mengatakan itu sembari meletakan tangannya di dahinya.


“Itu adalah baris dari Malapetaka. …..Itu pastinya membuat sakit kepala bagi seorang Iblis jika kau mengatakan baris kalimat yang kau temui didalam Kitab…..”


…..Bahkan Aku sedikit sakit kepala hanya dengan mendengarnya. Seorang Iblis seharusnya tidak membaca suatu hal seperti itu dengan tiba-tiba!


Malapetaka…… Satu hal yang dikutip dari Kitab Wahyu dan juga tentang Great Red huh. Oh iya, Trihexa juga disebut disana.


Dia melanjutkan sambil menatap mata Rossweisse-san.


“Aku dengar kau menulis sebuah esai sewaktu kau menjalani waktumu sebagai siswa di Asgard. Dan judul dari esaimu itu adalah “Mengenai Makhluk Buas Malapetaka”.”


…..Serius? Jadi Rossweisse-san menulis tentang hal semacam itu ketika ia masih seorang siswa dimasa itu huh.


—!


Lalu aku menjadi yakin. Itu lalu terhubung dengan berita soal Rossweisse-san yang terlihat diperpustakaan yang disebut-sebut oleh Matsuda dan Motohama. Rossweisse-san membaca buku yang berhubungan dengan Kitab Suci. …..Jadi itulah alasannya huh. Ia sepertinya teringat tentang esainya ketika ia mendengar nama Trihexa di Romania.


Lalu Rossweisse-san mengatakan ini dengan suara gemetaran.


“A-Aku menyingkirkannya karena Aku tidak dapat menulis kesimpulan yang tepat. Apa yang aku masukan adalah sebuah esai yang berbeda. …..Tapi kenapa orang-orang sepertimu mengetahui tentangnya…?”


Euclid menunjukan senyum seringai yang menjijikan pada pertanyaan Rossweisse-san itu.


“Kami adalah orang yang mengumpulkan setiap informasi mengenai Trihexa. Bahkan jika itu sebuah esai yang telah dibuang dimasa lampau, kami akan pergi dan mengambilnya bahkan jika tempat itu ada diujung dunia.”


Rossweisse-san gemetaran dalam ketakutan mendengar hal itu.


“…..Aku berbicara sedikit tentang konten dari esai itu kepada teman sekamarku saat itu. Jangan katakan kalau kau……!”


Dia mengangkat pundaknya kepada pertanyaan Rossweisse-san.


“Kami melakukan penelitian kami sendiri melalui ingatannya tapi kami hanya mendapatkan serpihan informasi. Karena itulah kenapa kami mengubah metodenya dengan merekrutmu untuk kepihak kami secara langsung.”


Rossweisse-san menyodorkan tangan kanannya kedepan setelah mendengarnya. Matanya telah dipenuhi dengan keinginan untuk bertarung.


“…..Jadi kalian ini menyerangnya? Dasar sampah, Aku akan menjatuhkanmu disini sekarang–”


Euclid tertawa dan melihat sekeliling tempat dengan matanya. Ada banyak orang yang melihat kearah kita dengan mata tajam karena kita menyebabkan sebuah kegaduhan. …..Bertarung disini akan menjadi ide yang buruk.


Rossweisse-san menurunkan tangannya perlahan. Ya, itu keputusan yang tepat. Jika kita menyerangnya pertama, maka dia tidak akan menahan-nahan untuk menyerang balik sembari menyeret orang-orang disekitar kita kedalamnya.


Euclid berdiri dari tempat duduknya dan membungkukkan kepalanya ke orang-orang disekeliling kita.


“Maafkan aku menyebabkan sebuah masalah. Aku akan pergi sekarang.”


Sambil ia melangkah melewati kita, dia bergumam.


“…..Dia aman. Kita tidak membawanya sebagai sandera. Kecuali—”

DxD v17 107.jpg

Euclid mengusap rambut Rossweisse-san dengan tangannya.


“Aku menginginkan kemampuanmu. Kau itu istimewa. Lebih dari yang kau pikirkan.—Dan rambut perak yang indah ini. Ini pastinya seperti…..”


—!


Tanganku bergerak kearahnya tanpa berpikir. Euclid menghindari tanganku dengan lincah.


“Selamat tinggal, Sekiryuutei, Rossweisse. Mari berjumpa lagi. Tolong putuskan jawabannya disaat itu.”


Mengucapkan hal itu, Euclid Lucifugus menghilang kedalam kerumunan orang.


Aku……menghubungi Rias langsung setelah Aku menarik nafas—.

Bagian 3[edit]

Rossweisse-san dan Aku kembali ke rumah kami. Sekarang senja dan anggota Kelompok Peneliti Gaib berkumpul dikamarku.


“…..Dia sampai muncul di Tokyo. Aku telah teledor.”


Rias yang mendengar tentang pertemuan kita dengan Euclid menyesali kekurang-waspadaannya.


…..Kota ini telah diserang sekali, dan semenjak ini aslinya didalam area dari Tiga Pihak Kekuatan Besar, pengamanan disini telah ditingkatkan. Tentu saja Tokyo yang merupakan Ibu Kota Jepang telah menerima kerjasama dari setiap pihak kekuatan sehingga merekapun mewaspadainya (Terutama pasukan utama kelompok supernatural yang diorganisir oleh petinggi Jepang telah dalam kondisi waspada).


Meski begitu, dia……muncul didepan kita dengan santainya disiang hari!


Irina mengatakan ini sambil menyipitkan matanya.


“…..Mereka jelas-jelas berbeda bagi makhluk supernatural yang telah menimbulkan terorisme hingga saat ini. Mereka, Qlippoth sepertinya tidak segan-segan dalam meninggalkan pengaruh kepada dunia manusia dan menyebabkan timbul korban jiwa.”


Pastinya seperti itu sesuai yang Irina katakan. Mereka itu berbeda dengan teroris yang telah kita hadapi hingga saat ini. Mereka yang kita lawan hingga saat ini mempunyai target yang jelas dan mengonsentrasikan penyerangan mereka disini. Jika itu adalah fraksi Maou-Lama, maka mereka tentu akan melakukan serangan utamanya ke Tiga Pihak Kekuatan Besar, dan jika itu adalah fraksi Pahlawan mereka tentu akan menantang makhluk supernatural.


Mereka, Qlippoth, itu berbeda. Dalam rangka memenuhi tujuannya, mereka terang-terangan akan menunjukan niat jahatnya kepada manusia dan dunianya. Tidak, untuk semua makhluk hidup. Semuanya hanya untuk mencapai kepuasan nafsu mereka.


Seperti hasilnya, dunia Vampir yang hampir saja musnah.


Jika kita harus bertarung melawan mereka disana dan membuat mereka memanggil Naga Jahat….. Bencana tidak akan cukup untuk mendiskripsikan situasi apa yang akan terjadi. Korban fatal tidak akan hanya berdampak minimal seratus atau dua ratus orang…..


…..Benarkah tindakanku dan Rossweisse-san ceroboh…..?


Aku menggantungkan kepalaku tapi kemudian Rias mengatakan ini kepadaku.


“Ise, kau harus tidak membiarkan itu mempengaruhimu. Mereka itu teroris yang punya kekuatan, dengan tanpa basa-basi, mereka dapat saja muncul dimana saja jika mereka berpikir tentang itu dan mendapatinya muncul dan berhadapan denganmu sepanjang waktu pribadimu adalah suatu hal yang tidak pernah kita antisipasi.”


Akeno-san melanjutkan setelahnya.


“Ya, tindakan itu juga akan menempatkan resiko pada mereka. Bahkan jika mereka dapat menyusup kedalam setiap kota besar, itu bukanlah sesuatu yang bisa sering mereka lakukan. Jika mereka melakukannya sekali, maka itu akan membawa mereka kehilangan kesempatan kedua mereka semenjak kita akan memperkuat kekuatan di lokasi tersebut. Kecuali kalau mereka perlu melakukannya, mereka tidak akan bergerak untuk saat ini.”


Seperti yang Akeno-san katakan, tingkat kewaspadaan Tokyo terhadap Qlippoth menjadi lebih tinggi karena kemunculan mereka. Tidak, tingkat kewaspadaannya memang sudah tinggi, tapi Aku dengar kalau mereka membuatnya menjadi lebih tinggi lagi.


Lalu Ravel menggerakan tatapannya kearah Rossweisse-san.


“…..Mereka mendatangi Rossweisse-san bahkan sampai batasnya untuk mengambil resiko itu….. Aku menduga ini menunjukan seberapa besar mereka menganggap esai yang ditulis oleh Rossweisse-san selama masa sekolahnya sebagai informasi yang krusial, benar?”


Rias melanjutkan setelahnya.


“Menilai dari kata-katanya, itu hal yang wajar untuk berpikir kalau ada kemungkinan besar esai tersebut memiliki nilai yang besar bagi mereka. Ini sudah waktunya Azazel akan memberi kita panggilan seperti biasanya sekarang, jadi ayo dengar apa yang akan dia katakan mengenai ini. Rossweisse, bisakah kau berbicara pada Azazel tentang itu?”


“Ya.”


Rossweisse-san mengangguk pada perintah Rias. …..Rossweisse-san telah menunjukan ekspresi kesulitan semenjak ia bertemu Euclid.


Beberapa menit kemudian, kita menerima panggilan reguler dari Azazel-sensei. Kenyataannya sih, Azazel-sensei sedang tidak ada dikota ini sekarang. Dia kembali ke Underworld dan telah melakukan pembicaraan yang sedang berlangsung dengan peneliti Grigori mengenai hal-hal Sacred Gear, dunia yang lain, dan pergerakan Qlippoth pada hari itu.


Wajah Azazel-sensei muncul dari lingkaran-sihir bertipe komunikasi. Kita menjelaskan seluruh hal tersebut padanya.


[.....Begitu ya, jadi Rossweisse sedang diincar.]


Sensei menyipitkan matanya sambil meletakan tangannya dibawah dagunya.


[Tahukah kalian semua tentang kejadian yang berkaitan dengan bagaimana Penyihir berpengalaman pada menghilang?]


Kita mengangguk akan pertanyaan itu. Kita mendengar tentang itu dari Rias dan Gondur-san di kemarin hari itu.


[Ada satu kesamaan diantara kejadian-kejadian itu. ---Mereka semua adalah orang yang telah meniliti "Si Mahkluk Angka", 666. Dan mereka merupakan peneliti yang telah menginvestigasi dari metode yang lain daripada yang pada umumnya. Rasanya mereka yang datang untuk kepertemuan penyihir itu merupakan para peneliti tersebut.]


–!


…..Aku menjadi tak bisa berkata-kata pada laporan Sensei. …..Ada kaitan yang jelas sekarang. Menurut Euclid, Rossweisse-san menulis sebuah esai mengenai 666. Dan semenjak Penyihir yang telah hilang itu berbagi kesamaan dalam melakukan penelitian tentang 666–.


“Dengan kata lain mereka menculik Penyihir yang memegang informasi tentang “Si Makhluk Angka”–Trihexa.”


Sensei mengangguk pada perkataan Rias.


[Kau bisa membayangkan seperti apa segel yang telah digunakan jika kau tahu tentang konten dari Malapetaka dan Tuhan dalam Kitab. Meski demikan Aku juga berpendapat kalau ada 23 segel kuat yang berbeda yang telah membuat mereka dari Qlippoth mengalami kesulitan dalam melepasnya. Kita saat ini sedang mengadakan pertemuan disini dan menghitung berapa banyak waktu tersisa yang kita miliki sampai 666 berhasil dilepaskan dengan menghitung dari informasi-informasi tersebut. Kita tidak berencana membiarkan mereka-mereka itu membawa kembali 666, tapi kita pastinya perlu bersiap-siap untuk hal terburuk.]


…..Jika 666 dibawa kembali dan bertarung melawan Great Red, apa yang akan terjadi pada dunia ini……?


Sensei tertawa keras setelah melihat bagaimana tidaknyamannya perasaan kita.


[Masih terlalu dini untuk depresi, anak muda. Kita berencana untuk mengambil sebuah "jaminan" yang disiapkan selain dari kalian semua, untuk jaga-jaga. Aku perlu mempersiapkannya secepatnya, tapi Aku akan berdiskusi tentang ini dengan kalian semua lebih jauh dimasa akan datang.]


Apakah Sensei mempunyai sebuah rencana? Jika laki-laki ini yang sedang kita bicarakan. Itu serasa kalau dia akan melakukan sebuah “jaminan” dengan cara yang berbeda.


[Yah, Aku bahkan tidak tahu jika Aku bahkan bisa mempercayai jawaban yang kita dapat diakhir pertemuan ini. Toh kita bahkan tidak tahu seperti apa pengaruh yang akan dilakukan para Penyihir yang diculik itu pada segelnya juga.]


Aku mengira-ngira apa yang akan terjadi kepada orang-orang yang telah ditangkap oleh mereka. Qlippoth yang sedang kita bicarakan ini. Aku hanya bisa berpikir mereka menggunakan sebuah cara yang tidak benar untuk membuat orang-orang tersebut melakukan apa yang mereka katakan.


Lalu Sensei bertanya pada Rossweisse-san.


[Aku akan hanya bertanya padamu satu pertanyaan sederhana. Rossweisse, bagaimana bisa kau mencoba untuk meng-encode si angka 666?]


Rossweisse-san membuka bibirnya yang tertutup rapat-rapat.


“…..Aku menelitinya dengan menggunakan angka “616″ yang mana memiliki sebuah pendekatan yang berbeda. Aku menggunakan angka itu untuk membandingkannya dengan dokumen dan kejadian yang muncul didalam setiap pihak kekuatan seperti Aku membuat sebuah formula numerik dan formula teknik.”


[--!...........Begitu ya, seperti yang Aku pikirkan.]


Sepertinya Sensei memprediksi sebagian besar apa yang akan Rossweisse-san katakan.


…..Apa, Ada apa dengan 616? bukankah harusnya 666?


Aku penuh dengan kecurigaan tapi Sensei mengatakan ini padaku.


[Ketika banyak dari peneliti Malapetaka sedang terfokus pada angka 666, sebagian dari Penyihir kelihatannya menggunakan pendekatan berbeda dengan menggunakan angka 616 untuk meneliti hal itu. Mereka yang telah diculik pada kejadian ini semuanya peneliti yang meneliti tentang "si Makhluk Angka" dengan menggunakan angka "616".]


Pendekatan berbeda! Jadi ada hal semacam itu….. Dan salah satu dari mereka yang meneliti dengan pendekatan berbeda itu adalah Rossweisse-san.


Sensei melanjutkan sembari ia menggaruk dagunya.


[Mayoritas dari para peneliti tidak melihat angka "616" adalah cara yang benar. Bahkan kita, Grigori, berpikir demikian. ..... Tapi melihat orang-orang itu melakukan pergerakan mereka, apakah Tuhan dalam Kitab melakukan segelnya terhadap 666 dengan menggunakan angka "616".....?]


Sensei mengatakan itu seperti jika ia berbicara dengan dirinya sendiri. Daripada menjelaskan itu kepada kita, itu sepertinya dia berbicara sambil dirinya sendiri terkejut pada hipotesisnya sendiri.


Mungkin dia menyadari kalau ia berbicara semuanya keluar, jadi setelah dia membuat sebuah dehaman, dia mengatakan ini pada Rossweisse-san.


[Baiklah, Pertama-tama, Rossweisse. Tulis semua yang kau ingat tentang esai yang kamu tulis ketika kau masih seorang siswa diselembar kertas dan kirim itu kesini. Aku akan memeriksanya disini untuk melihat seberapa besar itu berhubungan dengan 666.]


“…..Aku telah menulisnya sejak beberapa saat lalu.”


Rossweisse-san meletakan sebuah tumpukan laporan dimana terdapat simbol-sihir yang terlihat rumit dan formula tertulis padanya diatas sebuah lingkaran-sihir teleportasi kecil dan kemudian mengirimnya pergi. Dari lingkaran-sihir bertipe-komunikasi, laporan tersebut muncul ditangan Azazel-sensei bersamaan dengan sebuah kilauan. Sepertinya pengirimannya sukses.


Sensei mengatakan ini pada Rossweisse-san setelah ia menerima laporan itu.


[Tapi yah, kau sungguh mengagumkan. Untukmu melakukan penelitian tentang hal yang sama seperti yang dilakukan nenekmu secara alami. Aku rasa keluarga itu sungguh mirip.]


–~


Lalu Aku menyadari salah satu alasan kenapa Rossweisse-san menunjukan sebuah ekspresi yang rumit untuk pertama kalinya setelah mendengar kata-kata sensei.


Kemiripan antara Penyihir yang telah diincar untuk kejadian kali ini adalah–fakta kalau mereka telah meneliti tentang 666. Begitu pula untuk mereka-mereka yang akan berkumpul di pertemuan yang akan diselenggarakan di Underworld. Dengan kata lain, nenek Rossweisse-san juga telah…..meneliti tentang 666.


“………….”


Malam itu, Rossweisse-san lanjut menunjukan ekspresi sedang kesulitan dan ia tidak pernah bicara setelahnya.


Bagian 4[edit]

“Sekolah Rating Game yang dimana siapapun bisa mengikutinya” yang merupakan impian dari kelompok Sitri, lebih spesifik lagi Sona-kaichou, berlokasi ditempat tak terduga yang berada didalam teritori Agares.


Biasanya, hal itu tidak akan menjadi hal aneh jika sekolahnya didirikan di teritori Sitri, yang mana merupakan milik penerus Kepala Keluarga Sitri selanjutnya yang juga merupakan orang yang mengharapkan hal itu terjadi, tapi isu politik telah terlibat disini juga. Malahan, itu telah berubah menjadi sebuah situasi rumit yang cukup besar.


Mungkin alasan bagi Sona-kaichou mendirikan sekolah ini sedikitnya mungkin terdapat niatan dari Serafall Leviathan-sama yang mana merupakan kakaknya?– Tampaknya ada dari mereka yang mengucapkan hal semacam itu.


Nyatanya, Leviathan-sama yang selalu mendukung penuh Sona-kaichou telah bersikap positif tentang pendirian sekolah ini.


Akan tetapi, tindakan ini akan menstimulasi para politikus, para petinggi yang telah menganggap pentingnya hubungan darah lama. Dari pandangan mata mereka, sebuah “Sekolah Rating Game yang dimana siapapun bisa bergabung tanpa memperhatikan tingkatan mereka” akan menjadi sesuatu yang mereka tidak akan sukai. Jelasnya akan ada pendapat dan tekanan yang mana itu akan melawan hal ini. Jika Leviathan-sama menjadi keras kepala dan mendebat mereka kembali, maka hal itu tidak akan aneh jika mereka akan menganggap tindakannya sebagai “tindakan politik Leviathan”.


Alasan kenapa Rias, dari Gremory, tidak dapat ikut campur kedalam masalah ini juga karena alasan tersebut. Jika para petinggi menganggap ini sebagai niatan dari Gremory, dilain kata Sirzechs-sama, maka mereka berasumsi kalau ada kesempatan munculnya perselisihan diantara fraksi Empat Maou Besar yang mungkin akan memanas.


Pada akhirnya, Rias…..hanya bisa membantu sampai batas dimana ia tidak menarik cukup banyak perhatian.


Aku dengar kalau Sona-kaichou dengan serius berpikir tentang meninggalkan impiannya ini. Tampaknya melakukan sesuatu yang mana hasilnya akan berdampak pada kedudukan politik kakaknya adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh penerus Kepala Keluarga Sitri dan itu termasuk kedalam sebuah tindakan yang bodoh.


Akan tetapi, sang penyelamat muncul.


“Jika itu kasusnya, kita akan menjadi orang penengah dan membangun sekolah didalam teritori kami dan melakukannya dengan serius sambil memberi perhatian kepada para petinggi.”


–Dan orang yang mengeluarkan kata-kata itu kepada mereka merupakan Kepala Keluarga Agares saat ini. Seperti yang diduga dari orang yang memiliki pekerjaan sebagai seorang penengah. Kepercayaan para politikus dari setiap fraksi Maou kepada Arch Duke Agares sungguh besar. Ia memperoleh dukungan dari Keluarga Raja Besar yang berdiri dipuncak dalam perihal garis keturunan dan mendirikan “Sekolah Rating Game untuk siapapun bisa hadir didalamnya” yang pertama.


Karena itulah kami, Kelompok Peneliti Gaib (Kelompok Gremory + Irina + Ravel), berangkat pergi ke Underworld untuk memberi bantuan pada hari merasakan bersekolah yang pertama. Kita berteleportasi beberapa kali setelah tiba pada kastil Gremory dan melangkahkan kaki kedalam teritori Agares. Telah dijadwalkan kalau kita akan membantu untuk hari ini dan esok jadi kita akan menginap.


Tempat dimana sekolah telah dibangun terletak sangat dekat dengan kota langit Agreas yang merupakan tempat kelompok Gremory dan kelompok Bael melakukan Rating Game.


Auros–itulah nama kotanya. Aku dengar kalau itu merupakan salah satu tempat yang merepresentasikan teritori Agares yang dikatakan memiliki produk agrikultural terbaik di Underworld.


Ada banyak penduduk yang menjalani kehidupan mereka dengan pekerjaan utamanya sebagai petani, tapi populasi disini tidaklah begitu tinggi. Itu tidak akan menjadi aneh jika kota ini di bangun dengan mengubahnya menjadi sebuah lokasi dengan pemandangan untuk para turis semenjak kota ini dekat ke kota langit Agares, yang merupakan tempat utama untuk Rating Game. Tapi sayangnya, kota yang bertindak sebagai lokasi pemandangan terletak di sisi berlawanan dari tempat ini sedangkan kota langit Agares berlokasi diantara dua kota kecil. Juga, semenjak turis yang datang untuk melihat Aga res akan menghabiskan waktu mereka menikmati Agares, Aku dengar kalau mereka jarang turun kebawah ke kota disekitarnya.


Dengan kata lain, kota ini cukup tenang dan tempat yang damai meskipun terletak dekat dengan kota langit yang terkenal.


Tempat kita diteleportasi adalah tempat paling atas dari menara pengawas yang diposisikan pada tengah-tengah kota. Ladang yang menghasilkan tanaman yang berbeda tersebar disekeliling kota dan kau juga bisa melihat banyak kincir angin yang berdiri menonjol. Tempat ini tidaklah menonjol tapi merupakan sebuah tempat yang tenang dan damai.


Aku rasa kota ini memiliki lingkungan yang bagus untuk membangun sebuah sekolah.


Staff resmi pemerintahan kota ini yang telah menunggu kita didepan lingkaran-sihir membawa kita turun menuruni menara pengawas. Orang yang telah menunggu kita dibawah menara adalah–


“Hei, Hyoudou.”


Itu adalah Saji.


Akan menjadi hal yang tampak normal jika walikota dari kota ini yang menyambut kita jika Rias, yang merupakan putri Gremory, datang ke kota ini. Sayangnya, walikotanya pergi ke pertemuan Penyihir yang telah disebutkan sebelumnya jadi ia tidak dapat datang kesini. Rias juga tidak datang kesini untuk urusan publik, jadi ia memberitahu walikota kota ini kalau “Kita tidak perlu sebuah sambutan formal”.


Staff resmi pemerintahan menyerahkan perannya ke Saji dan kita melanjutkan kedalam kota.


Tanaman, kincir angin, dan rumah bergaya-Eropa yang terbuat dari batu. Tidak ada bahkan satupun kebisingan dan hiruk-pikuk yang sering kamu dengar jika berada dikota besar yang mana ini menunjukan betapa bagaimana damainya kota ini.


Lalu saji mengatakan.


“Tempat yang bagus,kan? Sebuah kota pedesaan di Underworld! Meskipun itu tidak berarti kalau tidak terkenal sama sekali. Aku dengar akan diadakan presentasi dan semacamnya di kota ini dengan tujuan untuk membiarkan pertemuan Penyihir untuk diselenggarakan. Tampaknya walikota pertama kota ini suka melakukan hal seperti pertemuan-pertemuan jadi tempat ini berubah menjadi sebuah tempat dimana dikenal oleh beberapa kelompok orang tertentu. Juga, kau bisa melihat panggung raksasa untuk Rating Game, Agreas, disekitar, jadi kau bisa menyebut pemandangan ini sebagai tempat paling cocok untukmu bisa mendatanginya.


Suara Saji penuh dengan energi. Aku rasa dia menyukai kota ini. Ini pastinya sebuah kota yang bagus. Sepertinya tidak akan ada pertengkaran apapun semenjak tempat ini sungguh damai.


“Aku yakin akan suka melakukan bercocok-tanam ditempat seperti ini.”


Asia melihat sekeliling kota sembari matanya berkilau-kilau. Satu mimpi Asia adalah untuk hidup di daerah pedesaan. Bahkan Aku berpikir untuk hidup di sebuah kota seperti ini sambil melakukan bercocok-tanam dengan Asia belakangan ini.


Xenovia lalu melanjutkan.


“Aku juga berpikir kalau itu akan sungguh menyenangkan melakukan bercocok-tanam dengan Asia. Hidup kita sebagai seorang Iblis akan lama. Mungkin melupakan hal sebagai seorang ahli pedang wanita untuk sekali dan bertani adalah ide yang bagus. Aku yakin Ise akan bilang ia akan pergi untuk hidup dengan Asia, jadi tidak akan ada rasa kehilangan apapun bagiku untuk ikut.”


Jadi dia mengatakan itu sembari mendapatiku mengikuti Asia! Yah, Aku juga ingin hidup dengan Asia di sebuah pedesaan!


Irina juga mengatakan ini sambil ia menatap keatas langit.


“Mungkin Aku juga harus hidup disebuah pedesaan dimasa depan? Tapi itu rasanya sulit untuk seorang Malaikat untuk hidup di Underworld, jadi Aku rasa itu akan menarik untuk membantu Ise-kun dan Asia-san dalam bertani ketika Aku menerima pekerjaan untuk datang ke Underworld.”


Sepertinya trio-Gereja telah merasa terkagum-kagum dengan kota pedesaan ini.


Rias dan Akeno-san ketawa cekikikan.


“Kalian semua, ini masih jauh dari awal untuk berpikir apa yang akan kalian lakukan sekali kalian pensiun.”


Serius, itu benar. Tidak ada gunanya untuk berdiskusi tentang sesuatu yang mana siapapun belum tahu akan terjadi. Aku yakin kita mulai merasa seperti ini akibat tertangkap oleh pemandangan ini.


Setelah beberapa saat mengikuti Saji dan berbicara tentang hal semacam itu, sebuah konstruksi bangunan baru muncul di sebuah bagian selatan dari kota ini.


Kita semua terkejut melihat bangunan itu.–Itu karena sebuah sekolah yang terlihat identik telah dibangun disana.


Itu terlihat sedikit lebih kecil daripada ukuran Kuou academy, tapi menilai dari bangunan yang tampak sepertinya merupakan gedung olah raga dan juga lokasi dari lapangan olah raganya, lokasi fasilitasnya sepertinya didasari dari sekolah kami.


Digerbang sekolah sebuah papan nama dengan kata “Auros Academy” tertulis didalam simbol Iblis. Jadi mereka menggunakan nama kota ini untuk sekolahnya. Aku rasa itu sebuah nama yang pantas. Aku yakin orang yang suka ribut tidak akan diam jika mereka menggunakan nama antara Bael atau Sitri.


Kita masuk melalui gerbang sekolah dan kemudian kedalam gedung utama.


Di lapangan olahraga, telah ada anak-anak yang melakukan hal seperti berlari dan juga berkompetisi dengan menggunakan kekuatan-demonic mereka. Melihat dengan teliti, Aku bisa melihat anggota kelompok Sitri dan Bael yang menjaga anak-anak itu. Anak-anak itu pasti partisipan dari acara hari ini.


Ketika kita masuk ke bangunan utama, Sona-kaichou menyambut kita di pintu masuk.


Lalu Saji memberitahu Kaichou.


“Kaichou, Aku telah membawa anggota Kelompok Peneliti Gaib.”


“Terima kasih, Saji. Silahkan menuju lokasi dimana kau telah ditugaskan.”


Mendengarnya, Saji bergegas pergi dari sini sambil berkata “Sampai nanti” dan melambaikan tangannya kepada kita.


Kita melihat sekeliling interior bangunan ini. Ini sungguh tercium bau baru. Itu membuktikan kalau ini baru saja dibuat. Aku bisa melihat banyak sekali aspek yang mana berdasarkan dari Kuou academy seperti pintu masuk dan interior bangunan ini. Bahkan meskipun ini merupakan tempat baru bagi kami, Aku hanya bisa berpikir kalau ini adalah sesuatu yang mana kita telah sangat sering lihat.


Rias memberikan tangannya dengan senyuman dan kemudian berkata;


“Biarkan aku mengucapkan ini lagi, Selamat ya, Sona.”


Kaichou juga tersenyum bersamaan dia bersalaman dengan tangan Buchou.


“Terima kasih, Rias. Ini masih hanya sekolah pertama dan pembukaan sekolah ini masih akan cukup jauh, kita baru dapat mengatur hari percobaan ini.”


Sona-kaichou mengatakan ini sambil ia merentangkan tangannya kearah interior bangunan.


“Kalau begitu sekarang, biarkan aku menunjukan dalamnya.”


Lalu kita mulai berjalan didalam interior sekolah dimana Kaichou memimpin kami.


Anak-anak dan orang tua mereka datang dan pergi meninggalkan koridor. Aku bisa melihat orang dari kelompok Bael yang bertindak sebagai seorang pengajar dan ia mengajar anak-anak sesuatu diluar ruang kelas. Anak-anak–mendengarkan pengajar mereka sambil menunjukan muka serius. Orang tua mereka yang mengamatinya dari sisi belakang ruang kelas juga menunjukan ekspresi serius. Tiap pengajar khusus anggota kelompok Bael yang dipanggil oleh Sona-kaichou bertindak sebagai pengajar utama se dangkan anggota kelompok Sitri membantu mereka. Yah, anggota kelompok Sitri semuanya masih seorang pelajar. Mereka tidak akan bisa maju kedepan sebagai seorang pengajar. Juga staff relawan yang telah dikumpulkan oleh Sona-kaichou sedang bergerak dengan alasan tertentu yang mana mereka terlihat sedang sibuk.


Sebagian besar anak-anak disini berumur sekitar sepuluh tahun. Di dunia manusia, mereka akan berada diusia dimana mereka akan pergi ke SMP. Ada juga diantara mereka yang berada diusia pertengahan kepala 1, tapi anak yang menonjol itu sepertinya memang seorang siswa SMP.


“Berapa banyak mereka yang ada disini?”


Rias bertanya pada Kaichou.


“Ini merupakan hari percobaan dimana orang sederhananya mendengar dari rumor atau dari orang lain tapi jumlah mereka yang datang kesini lebih daripada yang Aku bayangkan. Ada sekiranya sekitar 150 anak-anak hari ini. Jika kita memasukan orang tua mereka dan saudaranya, maka jumlah orang yang ada disini akan melebihi 400.”


Wow, sungguh rame sekali disini! Begitu ya, jadi jumlah anak-anaknya hari ini melebihi 100 huh. Tapi begitu banyak orang yang datang ketika mereka bahkan tidak melakukan iklan resmi untuk mengumpulkan murid baru….. Mereka mengatakan kalau anak-anak Iblis sungguh berharga, jadi figur itu sungguh berpengaruh jika kita menganggapnya demikian. Pastinya ada banyak anak-anak yang tidak bisa hadir di sekolah meskipun mereka tidak menginginkannya….. Ini serasa Aku melihat bagian gelap dari dunia Iblis.


Ada orang yang bersama anak mereka menjadi terkejut ketika melihatku dan Rias (Oppai Dragon dan Putri Saklar), tapi Aku tetap merendahkan diriku dan setidaknya hanya melambaikan tanganku pada mereka. Aku tidak akan dapat berkeliling melihat sekolah ini jika sesi tanda tangan dan salaman dimulai disini. Tapi alasan kami membantu disini hari ini adalah untuk melakukan banyak hal yang berhubungan dengan itu.


Dengan kata lain, kau bisa mengatakan kalau itu adalah kunjungan special dari kelompok Rias Gremory yang terkenal di Underworld, dan kau juga bisa mengatakan kalau itu adalah acara kejutan yang Sona-kaichou rancang. Aku rasa akan lebih layak jika menyebut kita sebagai tamu special. Nyatanya ini akan menolong sesuatu yang dimohon oleh Sona-kaichou yang juga merupakan kesempatan untuk Rias yang ingin membantu temannya.


Kita berjalan sepanjang koridor yang mana terhubung ke bangunan yang lain dan memasuki gedung olahraga dimana kita bisa mendengar sebuah sura yang penuh dengan semangat.


“Dengarkan! Dalam rangka untuk melakukan pukulan, kalian akan perlu mencondongkan pinggangmu dan melepas tinjumu langsung kedepan seperti jika kau memukul dengan seluruh tubuhmu!”


“””””””””””Ya!”””””””””””


Orang yang mengajarkan anak-anak bagaimana untuk melakukan sebuah pukulan yang benar di gedung olah raga adalah Sairaorg-san!


Anak-anak juga melempar pukulan di waktu yang sama bersamaan dengan Sairaorg-san yang bersemangat meskipun mereka menghadapi kesulitan.


“Ha!Ha!Ha!”


Sairaorg-san yang juga meninju bersama anak-anak menyadari kehadiran kami. Dia menghentikan kuda-kudanya dan menunjukan senyum gembira kepada kami.


“Oh, jadi Rias dan kalian semua datang.”


Sairaorg-san lalu mengatakan ini kepada anak-anak.


“Lihat, itu Oppai Dragon dan kawan-kawannya.”


Langsung setelah anak-anak mendengar kata-kata itu, perhatian mereka beralih ke kita.


“Wooooooooow! Itu Oppai Dragon~!”


“Putri Saklar juga disini!”


“Ah! Kesatria Taring Gelap juga disini! Apa mereka akan bertarung!?”


Anak-anak berkumpul mengelilingi kita.


Suasana langsung berubah menjadi acara Oppai Dragon!


“Oppai Dragon! Tekan saklarnya, saklarnya!”


“Ayo berubahlah!”


Anak-anak disekeliling kita memiliki semangat tinggi. Sona-kaichou mencoba untuk menenangkan mereka dengan berkata “Tolong jangan dorong-dorongan dan ayo bikin barisan”. Tapi ia tidak bisa menghentikan anak-anak yang sudah terlanjur bersemangat, jadi…..


“Tolong serahkan ini padaku!”


Orang yang datang diantara aku dan anak-anak adalah manajerku yang bisa diandalkan, Ravel! Oh, itulah manajerku! Ia pastinya akan menenangkan situasi ini!–Itu apa yang Aku pikirkan.


“Ayo berbaris dalam barisan untuk tanda tangan dan bersalaman! Tolong juga siapkan meja dan kursi! Ayo masuk barisan! Oppai Dragon tidak akan pergi kemana-mana! Rias-sama–Ayo buat barisan untuk Putri Saklar! Kalau begitu baiklah, Ise-sama, Rias-sama, ini bolpoinnya!”


Ravel mengeluarkan Bolpoin dengan cepat dari sakunya dan membuat anak-anak berbaris bersamaan dengan ia memberi perintah kepada kita!


Dibawah perintah Ravel manajer yang bisa diandal, Gedung olahraga langsung berubah menjadi tempat diselenggarakannya acara semacam itu–.


Setelah berakhirnya acara “Oppai Dragon” yang tiba-tiba dimulai, Aku berpindah ke sebuah pojok didalam halaman untuk beristirahat. …..Setelah itu, Aku tak punya pilihan lain selain mengubah diriku sendiri jadi Akhirnya Aku mengadakan sebuah pertunjukan dengan menggunakan Balance Break. Semenjak Kiba mengajukan diri untuk menjadi lawan peranku, Aku rasa itu merupakan pertunjukan bagus untuk sesuatu yang dimulai dengan tiba-tiba. Yah, Aku rasa ini salah satu pekerjaan yang dimintakan kepada kita. Bahkan anak-anak merasa senang dengan ini, jadi Aku rasa ini tidak masalah.


Pemandangan yang bisa Aku lihat dari lapangan olahraga sekolah. Sekarang ini, anak-anak menerima pelajaran dari para pengajar dimana mereka menggerakan badan mereka dengan serius dan bersemangat.


Dari apa yang aku lihat hingga sampai disini, ada kelas yang mengajarkan bagaimana menggunakan kekuatan-demonic dan juga prinsip dasar dibalik sihir. Melihat anak-anak yang kurang dalam hal kekuatan-demonic mencobanya dengan serius untuk menghadapi kekuatan spesial itu mengingatkanku pada diriku dan Asia ketika kita baru saja berubah menjadi seorang Iblis.


Aku sedang dalam masa istirahatku. Anggota yang lain pergi ke tempat pelajaran masing-masing dimana merekan dapat membantu para staff. Itu direncanakan juga bagiku untuk dikirim kesuatu tempat sekali masa istirahatku selesai.


“Hyoudou Issei”.


Orang yang datang untuk berbicara padaku adalah–Sairaorg-san. Dia muncul sambil menggantungkan sebuah handuk disekeliling lehernya. Sona-kaichou dan Shinra-fukukaichou juga bersama dirinya. Mungkin mereka disini sedang berjalan bersama sambil melakukan sebuah diskusi?


Mereka bertiga datang kesampingku. Kaichou menanyaiku sambil melihat ke sekeliling sekolah.


“Ise-kun, terima kasih banyak untuk sebelumnya. Jadi, bagaimana rasanya? Apa yang kau pikirkan tentang sekolah ini?”


“Ini tempat yang bagus. Anak-anak yang datang untuk melihat penuh dengan semangat dan yang lebih penting lagi, lingkungan dari tempat ini sungguh damai dan itu luar biasa.”


Anak-anak benar-benar serius tentang ini. Aku bisa mendengar tawa mereka disaat ini, tapi Aku bisa melihat mereka mendengarkan pengajar mereka disepanjang waktu ini.


Shinra-fukubuchou kemudian mengatakan.


“…..Tidak hanya ada anak-anak yang ingin mengambil pelajaran Rating Game disini, tapi ada juga anak-anak yang telah ditolak untuk memasuki segala macam institusi pendidikan. Sederhananya karena mereka kurang dalam hal kemampuan dan kekuatan-demonic……ada anak yang mendapati masa depannya tertutup hanya karena berasal dari keluarga kelas-bawah. Ada juga dari mereka yang datang dari keluarga kelas-atas tapi akhirnya keluar dari sekolah karena telah disudutkan oleh mereka yang berada disekitarnya, ada juga mereka yang dikaruniai bakat tapi tidak berasal dari sebuah keluarga kelas-atas.”


…..Anak-anak yang ada disini hari ini pasti punya isu yang rumit dan datang kesini dengan perasaan putus-asa.


Bagi keluarga bangsawan yang bekerja sebagai petinggi dan menganggap penting garis keturunan mereka, sebuah institusi yang membesarkan Iblis “kelas-bawah” dan “Tidak berbakat” adalah sesuatu yang mereka tidak ingin perhatikan baik-baik.


Ada sebuah kesempatan yang mana seorang Iblis akan lebih kuat daripada Iblis Kelas-Atas jika dipupuk diantara mereka ketika potensi mereka keluar. Jika itu terjadi, Iblis seperti itu akan mengambil tempat para Iblis bangsawan yang merupakan perwakilan dari Underworld semenjak apa yang dibutuhkan dunia Iblis saat ini adalah kekuatan.


Karena itulah ada banyak penolakan kuat terhadap didirikannya sebuah sekolah seperti yang satu ini dimana siapapun bisa masuk didalamnya.


Lalu Sona-kaichou bergumam.


“…..Jepang adalah sebuah negara yang indah. Siapapun punya hak untuk belajar. Negara dimana kau, Tsubaki, dan yang lainnya dibesarkan didalamnya merupakan sebuah tempat yang memiliki kesempatan pendidikan yang lebih baik daripada Underworld.”


…..Aku juga merasa begitu. Aku tidak pernah berada dalam situasi dimana Aku tidak bisa masuk kesekolah atau tidak bisa belajar meski jika Aku menginginkannya. Sekolahan ada sama seperti kalau itu adalah hal yang alami, dan ada orang-orang yang mengajari kita sama seperti jika itu merupakan hal yang alami.


Anak-anak yang datang kesini hari ini telah hidup tanpa memperoleh kesempatan yang mana telah aku terima dengan alami.


Sairaorg-san melihat kesekolah.


“Pendirian sekolah ini belum pernah dilakukan sebelumnya sehingga memiliki arti besar dibelakangnya. Aku harap suatu hari contoh yang satu ini akan menyebar kesetiap wilayah. Tidak, kita harus memastikannya.”


Mata Sona-kaichou dan Sairaorg-san–berisi kehendak yang kuat. Mereka pasti ingin meningkatkan jumlah sekolah seperti ini. Aku yakin mereka berdua adalah orang-orang yang tentunya akan mengubah apa yang telah mereka tentukan menjadi kenyataan. Tidak, Aku percaya mereka akan melakukannya. Mereka akan memastikan diri mereka selangkah lebih dekat kepada impian mereka.


Sairaorg-san lalu tersenyum sambil ia meremas tinjunya.


“–Aku mengajari mereka bertarung jarak dekat.”


Lalu aku mengingat bagaimana Sairaorg-san telah mengajari mereka bagaimana melakukan pukulan di gedung olahraga tadi.


“Jika mereka kurang berbakat. maka mereka bisa menggunakan sesuatu yang lain untuk menutupinya. Itu bisa saja kebijaksanaan, Itu bisa saja kekuatan. …..Aku yang bertugas dibagian kekuatan. Aku mengajari anak-anak yang telah datang untuk hari ujicoba ini. Meski ini kali pertamaku melakukan sesuatu yang dilakukan seorang guru. Aku mengajari mereka sambil membaca sebuah buku yang mana menunjukanku contoh bagaimana melakukan hal ini.”


Senyumnya menunjukan kalau ia bersenang-senang. Ia pasti benar-benar menikmati mengajari anak-anak.


“Mereka melakukan ini dengan benar-benar serius. Setiap anak melakukan pukulan dengan serius.”


“Ya, Aku juga merasakan hal yang sama ketika Aku melihat mereka.”


Sairaorg-san mengatakan ini sambil ia melihat ketinjunya.


“Tinjuku yang besar, kasar, dan jelek ini merupakan sesuatu yang telah Aku latih untuk tujuan mencapai sejauh ini. …..Tapi, sewaktu Aku lagi mengajari pertarungan jarak dekat kepada anak-anak, Aku berpikir Aku akhirnya menyadarinya. –Ya, Aku, yang telah dilahirkan tanpa kekuatan-kehancuran, pasti telah dilahirkan untuk tujuan mengajari mereka hal ini. Aku mungkin melebih-lebihkan, tapi Aku merasa Aku telah diberkati untuk menemukan kalau tinjuku memiliki nilai semacam itu.”


…..Hidup orang ini telah dipenuhi dengan masalah yang serius yang mana kau tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Semenjak Sairaorg-san yang memiliki hidup semacam itu tersenyum seperti ini, dia pasti telah menemukan bagian yang berharga untuk terlibat di hari percobaan ini.


Sona-kaichou melihat kesekolah sekali lagi. Sepertinya ia benar-benar bangga kepadanya.


“Ayo kita lakukan yang terbaik. Kita bahkan belum memulainya. Kita akan mengatasi berbagai rintangan satu dan yang lainnya.”


Aku tidak pernah menduga ia akan mengatakan sesuatu yang biasanya Rias lakukan….. Itu menunjukan bagaimana gairah yang dimilikinya dalam mendirikan sekolah ini.


Aku juga menyatakan ini kepada Kaichou setelah Aku berdiri.


“kalau begitu, Aku akan juga membangkitkan semangat disini!”


Hari ini, Aku akan mendukung sekolah ini sebanyak yang Aku bisa!


–Lalu, sebuah teriakan aneh mencapai telingaku. Ketika kita melihat kearah sana, kita melihat anak-anak berkumpul didalam satu tempat. Bahkan anak-anak yang sedang belajar pergi kesana.


Ada apa? Apa yang terjadi? Aku melihat kesana dengan keraguan, tapi Kaichou, Shinra-senpai, dan Sairaorg-san sepertinya mereka tahu apa yang terjadi jadi mereka mengangguk satu sama lain sambil mereka berkata. “Sepertinya ia telah datang”, dan “Ya”.


Kaichou dan Sairaorg-san berjalan kearah sana jadi Aku mengikuti dibelakang mereka, dan Aku mendapati kenapa anak-anak semuanya berkumpul disana.


Orang yang yang berdiri ditengah adalah orang dengan mata dan rambut berwarna abu-abu yang juga memiliki wajah yang tampan. Aku mengenalinya. Lebih lagi wajahnya membara kedalam mataku.


–Sebagai orang yang menjadi targetku, begitulah.


“Hei, Aku datang untuk melihat.”


Laki-laki yang mengangkat keatas tangannya seperti ia menyadari kehadiran kami. Orang yang menunjukan senyum menyejukan adalah–Emperor Belial. Juara Rating Game saat ini! Tuan Diehauser Belial!


Serius!? Sang Juara muncul disini adalah sesuatu yang tidak pernah Aku bayangkan! Aku tidak mendengar apapun tentang ini! Bahkan Aku sendiri menjadi ikut bergembira! Seperti jika Aku ingin mendapatkan tangannya setelah ini!


Sairaorg-san dan Kaichou bersalaman dengan Sang Juara.


“Diehauser-sama, Aku berterima kasih dari dasar hatiku untuk kunjunganmu kesini hari ini.”


Sairaorg-san berterima kasih padanya. Sang Juara tersenyum dan melihat sekeliling kampus.


“Ini sekolah yang bagus. Dan juga sepertinya murid berbakat akan berkumpul disini.”


“””””Emperor! Emperor!”””””


Anak-anak semuanya gembira. Tentu saja. Didalam sekolah ini yang penuh dengan anak-anak yang ingin belajar tentang Rating Game, adalah hal yang alami jika mereka menjadi begitu heboh jika Sang Juara saat ini muncul seperti ini!


“…..Tapi yah, itu sungguh luar biasa bagi sang Juara itu sendiri datang untuk berkunjung.”


Shinra-senpai berbisik ketelingaku akan gumamanku itu.


“Sebenarnya, akan ada pengambilan gambar sebuah film besok di kota langit Agreas dimana Tuan Diehuaser Belial akan berakting sebagai pemeran utama. Ia datang untuk mengunjungi sini dalam rangka perjalanannya kesana.”


Hmm, film Sang Juara! Aku rasa orang akan memintamu melakukan banyak hal dan kau juga perlu melakukan banyak hal ketika kau menjadi seorang Juara. Seperti yang diduga dari seorang bintang semenjak ia bisa juga muncul didalam sebuah film!


Aku membayangkan jika Aku bisa melakukan banyak hal sekali Aku menjadi seorang Juara. Tunggu, Aku telah muncul dalam sebuah film….. Meskipun Aku bukanlah karakter utamanya. Menjadi seorang karakter utama dalam sebuah film merupakan hal yang bagus!


Sang Juara mengatakan ini kepada kita sambil ia melihat kita secara langsung.


“Aku juga akan membantu sejauh yang Aku bisa. Mendapati pemain-game dengan potensi muncul akan menjadi hal yang mengagumkan.”


Emperor Belial juga menyalami tanganku dan Shinra-senpai! Ah, dia sepertinya orang yang baik! Menjadi seorang Juara pastinya membuatnya tampak elegan!


Kita mendapati sebuah kunjungan tiba-tiba dari Juara Rating Game saat ini, tapi Aku menunjukan semangatku semenjak Aku akan membantu dalamsebuah pelajaran.


Pelajarannya–.


“–Jadi, Apa yang menjadi pertunjukanku adalah seorang “Pion”.”


Sekali Aku mengubah diriku, Aku menggunakan promosi untuk menunjukan sifat seorang “Pion” kepada anak-anak. Aku berubah menjadi “Kesatria” dan bergerak berkeliling dengan cepat. Aku berubah menjadi “Menteri” untuk menghembuskan nafas api. Dan lalu Aku berubah menjadi “Benteng” untuk meremukan batu besar.


Anak-anak memperhatikanku baik-baik bersamaan dengan mereka memberiku tepuk tangan dan sorakan.


Sekali Aku selesai dengan pertunjukanku, Pengajar mulai memberikan penjelasannya.


“–Oppai Dragon-san, terima kasih atas pertunjukanmu. Seperti itulah, sifat dari “Pion” adalah untuk berpromosi dan–”


Pengajar melanjutkan pelajaran. Semenjak tugasku selesai disini, Aku kembali ke normal dan keluar dari kelas sambil Aku melambaikan tanganku ke anak-anak.


Lalu sekarang, Ada kelas lain dibawah yang harus dibantu. Yah, satu-satunya hal yang bisa Aku lakukan adalah dengan menunjukan apa yang diminta pengajar kepadaku. Tugas utamaku disini adalah untuk menggunakan Balance Break dan bergerak berkeliling. Pelajaran yang melibatkan penggunaan “Karakter” dapat diambil dengan baik oleh anak-anak, terlebih lagi itu membuatnya lebih mudah dalam melakukan pelajaran. Kenyataannya adalaj, anak-anak mendengarkan pengajar dengan antusias ketika Aku mempertunjukannya selama penjelasan berlangsung.


Lalu sekarang, pelajaranku selanjutnya adalah….. Aku bergerak berkeliling sambil Aku melihat pada memo dengan jadwal pelajaran, tapi ia muncul didalam jangkauan pandanganku.


“Baiklah, semuanya? Diantara manusia dan manusia campuran (hybrid), mereka memiliki kekuatan spesial seperti ini yang disebut Sacred Gear yang mana itu berbeda dengan kekuatan seorang Iblis.”


“””””Ya!”””””


Orang yang berbicara kepada anak-anak disudut lapangan olahraga adalah Saji. Ia memberi mereka sebuah penjelasan sambil mengaktifkan Sacred Gearnya ditangan kanannya dimana itu membuat ular hitam muncul banyak darinya.


Sekali Saji menyelesaikan pertunjukannya menggunakan Sacred Gearnya, pengajar yang lain mulai menjelaskan (Pemilik Sacred Gear yang juga sebagai ahli-pedang-sihir dari kelompok-Bael, Liban Crocell). Peran Saji dalam pelajarn ini pasti pertunjukannya menggunakan Sacred Gearnya.


Saji yang telah menyelesaikan perannya menangkap keberadaanku. Ia mengangkat tangannya dan bergegas kedepanku.


“Hei, kerja bagus.”


Ketika Aku mengatakan itu, ia menanggapi kembali dengan bersemangat dengan mengatakan, “Ya, kau juga”.


Kita berbicara sambil kita berjalan kearah gedung sekolah.


Saji bergumam sambil ia melihat ke sekolah dengan bangga.


“……..Hei, Hyoudou.”


“Hmm?”


Ia mengatakan sambil ia menggaruk kepala bagian belakangnya sembari merasa malu.


“……Anak-anak memanggilku “sensei”. …..Mereka memanggilku “sensei” dengan sebuah senyuman. Meskipun……Aku masih jauh menjadi guru.”


Saji sepertinya senng sambil ia mengatakannya.


Impiannya adalah untuk menjadi seorang guru di Sekolah Rating Game. Ia masih belum mendapat lisensi untuk menjadi seorang guru, tapi ia selalu penuh dengan semangat semenjak ia ingin mendapatkan lisensinya suatu hari nanti.


Akan tetapi, Saji pasti telah menemukan kalau hari ujicoba ini layak untuk dilakukan–tidak, Aku yakin ia menyadari impiannya sekali lagi. Itu karena matanya sekarang seperti jika penuh dengan semangat.


“Hyoudou, Aku jadi menyadari ini sekali lagi setelah Aku melihat keanak-anak disini beberapa kali. Aku akan pastinya menjadi seorang guru. Meski Aku perlu mendapatkan promosi dan menjadi Iblis kelas-menengah. Tapi Aku pastinya akan menjadi itu. Tak peduli berapa lama itu dibutuhkan, Aku pastinya akan menjadi Iblis kelas-Menengah.”


“Ya. jika itu kau, Maka kau akan dapat melakukannya.”


Ketika Aku mengatakan itu dari dasar hatiku, Saji menggaruk pipinya dengan rasa malu.


–Lalu Aku mendengarkan suara penuh semangat. Ketika Aku melihat kearah sana, orang yang berkumpul disana ada sekelompok anak-anak dan trio-Gereja.


“Keluarkan Naga Emas! Naga Emas!”


Anak-anak mengucapkan itu.


“Ya, Aku bisa melakukannya.”


Ketika Asia merapal mantera pemanggil, itu membuat cahaya emas keluar, dan Raja-Naga itu menunjukan dirinya sendiri. Seekor Naga besar dengan sisik emas. Anak-anak menjadi lebih bergairah dengan kemunculan Naga.


Asia mengatakan ini ke Naga itu, Fafnir.


“Fafnir-san, akankah kau bermain dengan anak-anak?”


Inilah apa yang dikatakan si mesum bersamaan ia membuka mulut besarnya.


[Tentu, Tapi, Aku, kekurangan PP (Pantsu Poiny).]


…..Yang disebut PP yang juga dikenal sebagai Poin Pantsu yang si brengsek ciptakan baru-baru ini sepertnya adalah energi meter yang berfungsi didalam dirinya. Itu terbuat dari celana dalam Asia, dan ia tiba-tiba kehilangan kekuatan sekali ia kekurangan barang itu. Ya ampun, ia benar-benar pengacau!


Asia panik pada klaim Fafnir.


“P, PP……”


Asia mulai melihat kedalam tasnya meskipun mukanya memerah. Tidak! Bahkan Aku mulai merasa kasihan padanya didalam kejadian memalukan semacam itu. Aku mencoba lari untuk menolong dan menghentikan ini, tapi Asia mengeluarkan celana dalam dari tasnya dan menyerahkan itu ke Fafnir!


Aku yakin ia mengambil tindakan itu dan membuat keputusan demikian untuk anak-anak.


Fafnir mulai untuk–mengunyah celana dalamnya.


Anak-anak mulai tertawa terbahak-bahak.


“Wow, lihat Naga ini! Ia memakan sebuah celana dalam!”


“Ahahahahahaha, ia memakan celana dalam!”


Aaaaaaaaah! Asia terlihat tak bernyawa dan ia hampir jatuh! Xenovia dan Irina menangkapnya dengan tangan mereka!


“……Ufufufu, untuk sebuah alasan, Aku jadi sangat lelah belakangan.”


Xenovia dan Irina memegang tangan Asia yang bersuara lemah dan lalu mengatakan ini dengan suara keras.


“Asia! Kau lakukan yang terbaik! Kau tidak boleh membiarkan ini mengalahkanmu!”


“I-Ia benar! Ini akan menjadi sebuah pembelajaran bagus untuk anak-anak mendapati Naga pencinta-celana dalam muncul di hari uji coba ini!”


Anak-anak menaiki Naga itu dan sepertinya mereka bersenang-senang. terpisah dari sifat mesum alaminya, Fafnir tak diduga sangat patuh jadi dia pasti cocok untuk mengatasi anak-anak. …..Meskipun Asia harus membayar harga untuk itu semenjak kekhawatirannya tidak mau menghilang……


“…….Vritra sering mengatakan kalau si Fafnir itu telah berubah.”


Saji mengatakan itu disampingku sambil matanya setengah terbuka. …..Yup, si Ddraig-san juga banyak mengatakan itu.


Y-Yah, Aku akan menyerahkan Asia pada Xenovia dan Irina. Saji dan Aku lalu pergi ke dalam gedung sekolah. Ketika kita melewati sebuah ruang kelas tertentu, kita menyaksikan sebuah pelajaran yang mana sangat populer bahkan hingga ada anak-anak dikoridor.


Saji Lalu berkata.


“Oh ini, materinya: Sihir. Itu salah satu materi yang populer sebagai pelajaran Rating Game untuk hari ujicoba ini. Banyak orang ingin ambil bagian didalamnya untuk setiap hari percobaan, jadi kita menambahkan jumlah pengajar dan pelajaran yang akan kita adakan untuk dua materi itu. Pembelajaran Dasar Sihir menjadi sangat populer.”


Hmm, sebuah pelajaran sihir huh. Itu juga membuatku penasaran jadi Aku melihat kedalam dari luar kerumunan.


“Rossweisse-sensei!”


“Sensei, tolong ajarkan kami lebih banyak!”


Aku menyaksikan Rossweisse-san yang dikelilingi oleh anak-anak.


“Api keluar! Itu Api! itu kecil, tapi sebuah api keluar!”


Sepertinya anak-anak menjadi mampu mengeluarkan api sesungguhnya setelah mempelajari dasar sihir.


Lalu Aku mengingat kembali. Itu terjadi ketika tim “D×D” telah dibentuk. Setelah formasi tim, inilah apa yang Sairaorg-san katakan kepada Rossweisse-san.


["Benteng" Rias, Rossweisse, Aku ingin kau memikirkan tentang itu sekali lagi.--Akankah kau menjadi guru disekolah yang kita dirikan di Underworld?]


Ya, itu merupakan sebuah tawaran dari Sairaorg-san. Rossweisse-san yang telah menerima tawaran serupa dari Sona-kaichou lagi diminta oleh Sairaorg-san juga.


[Aku tidak meminta menjadi salah satu guru sekarang. Tapi itu akan sangat bagus jika kau bisa membantu dimasa depan.]


[.....Untuk mengajar sihir ke Iblis?]


Sairaorg-san melanjutkan berbicara kepada Rossweisse-san yang sedang berpikir tentang itu.


[Mungkin terdengar aneh. Bagi seorang Iblis yang merupakan sumber dari sihir untuk belajar sihir. Tapi juga ada kenyataan kalau ada Iblis yang buruk dalam menggunakan kekuatan-demonic. Ada juga anak-anak yang tidak bisa menggunakan kekuatan-demonic seperti diriku. Itulah kenapa Aku ingin mengajari fondasi sihir kepada anak-anak itu. Bahkan jika mereka tidak bisa menggunakan kekuatan-demonic, ada sebuah kesempatan yang mana mereka bisa menggunakan sihir. Meskipun jika mereka tidak bisa mendapatkan sihir, pengetahuan mereka dibelakang itu akan menjadi sebuah senjata yang kuat untuk mereka. Aku tidak peduli setelah beberapa tahun itu dibutuhkan. Akankan kau mengambil peran seorang guru?]


Rossweisse-san belum bisa memberinya sebuah jawaban secara langsung saat itu.


[Kau tidak perlu memberku jawabannya sekarang. Aku akan senang jika kau mau memikirkannya dalam-dalam tentang itu.]


Sairaorg-san tidak mengatakan apapun lagi saat itu dan pergi. Rossweisse-san juga tidak menolaknya. Semenjak ia tidak perlu memberi jawabannya langsung. Aku rasa ia akan memikirkan tentang itu setelah ia bekerja di Kuou Academy untuk beberapa tahun.


Dibalik anak-anak yang terlihat girang tentang itu, Aku menemukan seorang anak laki-laki yang terdapat sebuah jarak dengan anak-anak yang lain dan sedang sekuat tenaga melakukan sebuah rapalan sambil ia meletakan tangannya kedepan. Sepertinya ia sekuat tenaga mencoba untuk melepaskan sihir…..tapi tidak ada sedikitpun tanda kalau itu terjadi. Anak itu rasanya akrap. Dimasa lalu ketika ada seorang anak laki-laki yang sedang menagis di acara “Oppai Dragon” yang diadakan di Underworld. Ya, Aku yakin namanya adalah Lirenkus. …..Begitu ya, jadi anak itu juga datang kesini hari ini. Dari apa yang bisa Aku lihat, ia rasanya sedang mengalami kesulitan dalam menggunakan sihir. Jadi ada banyak sekali air mata dimatanya akibat frustrasi itu.


“Ya ampun, ini sebuah kejutan.”


–Dan seseorang berbicara padaku. Ketika Aku berbalik badan–itu adalah seorang perempuan berambut perak, Gondur-san! Nenek Rossweisse-san berdiri dibelakangku. Ia datang dibelakangku tanpa membuat sebuah suara. Seperti yang bisa diduga dari Nenek Rossweisse-san.


Mungkin entah bagaimana ia merasakannya, jadi Rossweisse-san melihat kearah sini. Lalu Ia mengeluarkan suara karena terkejut.


“N-Nek……Nenek, Kau ada disini?”


Gondur-san mengatakan ini sambil ia memasuki ruangan.


“Aku berjanji untuk menjadi pengajar spesial untuk acara ini. Aku yakin akan mengisi waktu luang yang baik sebelum pertemuan besok.”


Begitu ya, pertemuan yang dirumorkan akan diadakan besok huh. Jadi ia ingin melakukan pengajaran hari ini.


–Lalu, sebuah mahkluk-seperti peri yang mengeluarkan aura hijau muncul didalam ruang kelas. Peri itu mengepakan sayap untuk terbang dengan lincah diantara anak-anak dan turun di pojok ruang kelas.


Gondur-san berdiri sebagai seorang guru dan ia mengelus peri itu dengan lembut. Ia langsung menjadi perhatian anak-anak. Gondur-san berbicara dengan tenang sambil ia menunjukan ekspresi ramah.


“Sumber dari sihir–bagaimana bisa terjadinya sihir? Pada tahukah alasannya semua?”


“Aku dengar kalau itu berasal dari meramal dan ilmu sihir!”


Gondur-san mengangguk dengan wajah senang pada jawaban itu. Ia melanjutkan sambil ia memberitahu anak-anak dengan ramah.


“Ya, itu benar. Sihir telah lahir dari meramal dan jimat. Aku ingin dapat mengetahui sesuatu tentang ini, Aku ingin dapat melakukan sesuatu seperti ini, Aku ingin melakukan ini untuk orang itu, Aku ingin melakukan ini untuk orang lain……Itu adalah sesuatu yang telah diciptakan para penyihir yang berkeinginan untuk membantu banyak orang.”


Ceramah Gondur-san sungguh halus sehingga anak-anak, orang dewasa dan bahkan kita membuka telinga kita lebar-lebar.


“Tentunya ada superioritas dan inferioritas di sihir masa kini dimana ada sebuah pembeda yang jelas diantara mereka. Tapi Aku ingin kalian semua untuk pertama-tama mengingat ini. –Tak peduli sihir apa itu, itu akan pastinya membantu penyihir dan mereka yang ada disekitarnya. Tidak ada sebuah sihir tidak berguna apapun didunia ini.”


Senyumnya penuh dengan kasih sayang yang mana itu adalah sesuatu yang tidak pernah aku duga untuk dilihat dari Gondur-san yang memiliki ekspresi tegas hingga sekarang.


……Tidak ada satupun sihir tidak berguna didunia ini, huh. Itu sungguh kalimat yang bagus.


Aku lalu sekilas melihat ke Rossweisse-san dan–sepertinya ia tersenyum sedikit. …..Aku membayangkan bagaimana Rossweisse-san menganggap kata-kata Gondur-san sekarang ini. Aku penasaran tentang itu tapi Gondur-san melanjutkan.


“Lalu sekarang, ayo akhiri topik ini disini, Sekarang, ini mungkin saja kasar, tapi berapa banyak diantara kalian yang ingin menjadi teman dengan seekor peri?”


“”””””Aku, aku, aku, aku!””””””


Anak-anak langsung bersama-sama mengangkat tangannya keatas. Aku juga mau mengangkat tanganku keatas tapi Saji meletakan tangannya dipundakku.


“Hyoudou, Aku juga ingin mendengarkannya, tapi ini waktunya kita perlu pergi ke lokasi lain.”


Oh, Itu benar.


Aku benar-benar ingin mendengarkan apa yang akan Gondur-san katakan, tapi kita masih punya tugas yang perlu kita selesaikan. Meskipun Saji dan Aku merasa menyesal dalam meninggalkan tempat ini, kita meninggalkan tempat kejadian itu dengan tujuan menuju ke tempat pelajaran selanjutnya.


Bagian 5[edit]

Malam hari setelahnya–.


Setelah menyelesaikan program terakhir hari ini, Kelompok Gremory, Sitri dan pengajar memasuki waktu makan malam dimana itu menjadi waktu bebas untuk setiap orang setelahnya. Setelah mendapatkan konfirmasi terakhir tentang apa yang akan kita lakukan keesokan hari, ini menjadi waktu yang tepat untuk mandi.


Gedung dimana kita menginap didalamnya adalah bangunan yang terdapat didalam lantai dasar sekolah dan telah direncanakan akan menjadi asrama siswa. Didalam gedung telah memiliki perlengkapan yang mengagumkan dan ada juga sebuah bak mandi untuk digunakan orang.


“Ah, akhirnya selesai…..”


Aku didalam bak mandi di asrama laki-laki.


Membantu seharian. Aku cukup kelelahan semenjak Aku berubah berkali-kali dan bergerak berkeliling ke berbagai tempat hari ini. Semenjak Aku berkerja keras diluar bertarung hari ini, Aku kecapaian meskipun Aku menggunakan hanya Balance Breaker biasa.


Menilai dari jadwal, Aku akan juga sibuk besok. Meski begitu, Aku merasa Aku perlu bekerja lebih keras ketika Aku melihat anak-anak itu mengikuti pelajaran dengan serius. Aku setidaknya diberkahi lingkungan dimana aku bisa berada didalamnya.


Hidupku sebagai seorang manusia mungkin telah berakhir, tapi untungnya orang yang mengambilku merupakan seorang majikan yang baik yang juga merupakan kepala keluarga Gremory selanjutnya–Riasku tersayang. Hal ini penuh dengan kerja keras dan Aku telah melewati banyak situasi hidup dan mati. Tapi Aku benar-benar berpikir Aku diberkati dalam konteks lingkungan dimana aku tinggal didalamnya. Aku juga akhirnya menyadari apa yang terjadi didalam pikiran para bangsawan yang menganggap pentingnya garis keturunan mereka. Semenjak ada sosialita bangsawan yang masih menganggap garis keturunan mereka sebagai prioritas, kerenggangan antara kelas masih belum dibenahi–.


Bahkan jika satu yang ingin berpartisipasi didalam Rating Game, ada banyak yang tidak bisa berpartisipasi didalamnya. Normalnya seorang Iblis kelas-Atas bisa berpartisipasi didalamnya (Pilar 72 keluarga-lama atau reinkarnasi Iblis yang mendapatkan sebuah promosi dan menjadi independen). itu hal yang sangat krusial bagi mereka untuk menerima Evil Piece dengan tujuan membangun kelompok mereka.


Sekolah ini dibentuk dengan tujuan untuk mendapati seorangpun menjadi bisa pergi ke dunia semacam itu. Mereka utamanya akan mengembangkan murid dan memperkenalkan mereka ke Iblis kelas-Atas sebagai seorang kandidat bagi pengikut mereka. Bahkan jika ada bangsawan yang membenci Iblis kelas-Bawah yang memiliki popularitas, ini juga kenyataan kalau ada mereka yang dari arus-atas sosialita yang mencari orang potensial. Kenyataannya adalah, sekolah ini didukung oleh Iblis kelas-Atas yang dipercaya yang mana memiliki keinginan semacam itu.(Ada Iblis kelas-Atas yang menanggung ongkos transport dan akomodasi untuk mereka yang menjadi relawan untuk hari percobaan ini). Yah, itu berarti ada bermacam-macam jenis Iblis yang berbeda.


Itulah kenapa ada sebuah alasan bagi sekolah ini. Akan ada permintaan. Reinkarnasi Iblis yang dipromosikan menjadi Iblis kelas-Atas tidak akan memiliki keluhan semacam itu. Itu tak apa-apa sepanjang mereka kuat. Tidak akan menjadi masalah jika mereka berguna. Ada banyak sekali kesempatan bagi murid-murid untuk mendapati potensi mereka yang dibawa keluar untuk dikirim kedunia dimana akan ada tantangan. –Sona-kaichou dan Sairaorg-san mengatakan itu seperti jika mereka meyakininya.


Tentu saja, sekolah ini tidak hanya ada untuk mendidik peserta Rating Game tapi itu juga memiliki keinginan untuk mengembangkan mereka yang bisa membawa keuntungan bagi Underworld. Jika murid yang telah dibangun disini menjadi layak untuk mendapatkan pekerjaan atau pergi ke industri yang mereka inginkan, maka itu akan menjadi sebuah hal yang indah.


Sekolah yang dibuat untuk mengijinkan mereka menggapai impian mereka–.


……Aku harap Aku bisa membantu meskipun sedikit.


Ketika Aku telah berpikir hal semacam itu. Aku dengar suara pintu kamar mandi ini terbuka.


Oh, Kiba-kah? Atau Gya-suke? atau itu Saji? atau mungkin Rugal-san?


Ketika Aku menengok kearah sana untuk melihat siapa itu–.


“……..Itukah kamu, Ise-kun?”


Itu Rossweisse-saaaaaaaaaaaan!


K-K-K-Kenapa Rossweisse-san masuk ke kamar mandi laki-laki!? Kamar mandi perempuan seharusnya berada di asrama perempuan! Untuknya datang kesini ke kamar mandi laki-laki…..!


Aku tak tahu harus bagaimana selain melihat tubuh telanjangnya meskipun aku sedang panik! Kau dapat membayangkan Rossweisse-san yang langsing, tapi sebuah hal luar biasa didalam pakaiannya! Meskipun ia memiliki sebuah tubuh ramping, payudaranya sungguh besar! Kakinya yang indah yang tidak begitu kurus dan itu memiliki bentuk yang bagus!


Rias juga memiliki sebuah proporsi yang terlihat seperti seni, tapi tubuh Rossweisse-san membuatmu berpikir sesuatu yang keramat. Oh yeah, ia seorang mantan setengah-Dewa yang juga seorang Valkyrie. Itu tidak akan menjadi hal aneh baginya untuk dapat memiliki tubuh yang menawan!


Ya ampun, itu membuatku ingin meraba-rabanya……tidak! Aku langsung mengatakan ini sambil membalikkan badan lagi dalam panik.


“I-Ini kamar mandi laki-laki, kau tahu? Bukankah kamar mandi perempuan ada di asrama perempuan?”


“I-Itu seharusnya seperti itu…..tapi air panasnya berhenti keluar di kamar mandi asrama perempuan, jadi Aku telah diberitahu untuk pergi ke kamar mandi anak laki-laki…..Aku dengar kalau tidak ada seorangpun yang akan menggunakannya sekarang…..”


Kamar mandi perempuan rusak! Jadi ia telah diberitahu untuk menggunakan yang ini semenjak tak seorangpun akan menggunakannya?


Tidak, seseorang sedang menggunakannya! Aku sedang mandi! Ada sebuah informasi keliru disana!


Aku pikir dia akan pergi–tapi kemudian aku mulai mendengar suara shower. Ketika Aku menengok, Aku menyaksikan Rossweisse-san yang sedang membasuh tubuhnya! Kau tidak apa-apa denganku disni!?


“…..Aku berpikir untuk mandi cepat semenjak Aku tidak punya waktu. Tolong jangan menatapku sebanyak itu.”


Rossweisse-san melanjutkan untuk mandi sambil merasa malu tentang itu!


Aku berpikir Rossweisse-san akan langsung pergi setelah ia memasuh tubuhnya–tapi kemudian air terciprat!


Aku menengok kesana perlahan untuk menemukan Rossweisse-san di bagian terjauh bak mandi!


“K-Kamar mandi Underworld tidak buruk juga.”


Semenjak ia bertanya padaku.


“Y-Ya…..kau benar.”


Aku menanggapinya kembali dengan nada tinggi!


“Pelajaran sihir sungguh populer.”


“B-Begitulah. Aku tidak dapat beristirahat semenjak kita tidak memiliki orang yang cukup.”


“T-Tapi sepertinya anak-anak sudah bersenang-senang, kau tau?”


“…..Ada seorang anak yang tidak dapat melakukan dasar sihir paling dasar yang mana membuatku khawatir…..”


Ia pasti berbicara tentang Lirenkus. …..Hmm, kekuatan-demonic dan sihir itu mirip, tapi syarat untuk mengaktifkannya berbeda. Aku dengar kalau akan mendapati masa sulit jika kau tidak mendapat kan pemahaman tentang itu. Bahkan aku sendiri mendapati itu sulit.


“…………….”


“…………….”


Lalu untuk beberapa saat, menjadi hening!


…..Mandi sendirian bersama Rossweisse-san adalah sesuatu yang tidak aku antisipasi, jadi pembicaraan kita tidak bisa lama semenjak aku gugup!


“Tolong biarkan aku menanyaimu sebuah pertanyaan. Kenapa kau meneliti tentang 666?”


Rossweisse-san terlihat lesu akan pertanyaanku dan kemudian mulai untuk berbicara.


“…..Ise-kun, kau mungkin telah menyadarinya, tapi keberadaan dari 666 hanya telah dikatakan dan tidak pernah terkonfirmasi. Akan tetapi, Great Red yang juga muncul di malapetaka yang sama ternyata ada. Itulah apa yang menggerakanku untuk meneliti tentang tu. Menemukannya adalah sesuatu yang tidak mungkin. Tapi Aku ingin menemukan seperti apa perwujudan 666, jadi Aku menggunakan angka 666 dan 616 untuk meneliti dokumen yang berkaitan dengan itu.”


Ya, seperti yang dikatakan Rossweisse-san, 666 merupakan sebuah keberadaan yang telah dipikirkan sebagai “yang mungkin ada” dari setiap fraksi, tak satupun tahu dimana itu.


Rossweisse-san menunjukan sebuah senyum pahit.


“…..Meskipun Aku tidak mendapatkan jawaban apapun. …..Tapi mungkin alasan dibalik kalkulasi dan formula yang aku tidab bisa pecahkan memiliki sebuah rahasia yang dikejar orang-orang itu.”


Aku bertanya pada Ophis tentang 666. Itu sebuah keberadaan yang muncul bersama dengan Great Red. Aku berpikir Ophis yang mengejar Great Red mungkin tahu sesuatu tentang itu.


Tapi si Dewa-Naga mengatakan,


“Aku, tidak tahu banyak, tentang 666. Aku tidak pernah, bertemu dengannya.”


Ia sederhananya hanya menggeleng-gelengkan kepalnya.


…..Ya, Jika Ophis tahu bagaimana mengalahkan Great Red dan lokasi 666, maka fraksi Maou-lama dan fraksi-Pahlawan akan telah bertanya padanya dan menggunakannya sebagai senjata mereka. Ophis benar-benar belum bertemu 666.


Rossweisse-san lalu bergumam.


“Hei, Ise-kun. Jika Aku pernah dimanfaatkan oleh mereka…..akankah kau bisa membunuhku?”


–!


…..Aku menjadi terkejut dan sedih pada permintaannya……Aku bahkan merasa marah.


Aku mendekati Rossweisse-san tanpa mempedulikannya dan kemudian memberitahunya.


“……Jika Aku telah dimanfaatkan oleh mereka untuk melukai kawan-kawanku dan menyebabkan masalah ke dunia ini, Aku akan memilih mati. Aku tidak akan bisa menanggung semua orang mati untuk orang sepertiku……”


Ekspresinya penuh dengan kesedihan–mata yang penuh dengan keinginan kuat. Itu malahan membuatku……sedih dan Aku tidak bisa memaafkannya.


Aku memberitahu Rossweisse-san langsung.


“……Tolong jangan mengucapkan hal semacam itu. Jangan mengatakan hal seperti “untuk orang sepertiku” atau “Aku akan memilih mati”! Jangan mengatakan hal semacam itu dengan ringan kepala! Tidak ada alasan bagimu untuk mati!”


“Tapi jika Aku ditangkap oleh Euclid Lucifugus, Aku akan pastinya dimanfaatkan olehnya–”


Aku mengingat kembali laki-laki itu yang membelai rambut perak Rossweisse-san.


Aku lalu menggigit kuat-kuat dan membuat pernyataan kuat kepada Rossweisse-san.


“Aku tidak akan menyerahkanmu padanya.”


Aku mengambil tangan Rossweisse-san yang ada didalam bak dan kemudian melanjutkan.


“Aku tidak akan menyerahkanmu padanya. Jika laki-laki itu muncul didepanmu lagi, Aku akan pastinya mengalahkannya.”

High school DxD v17 002-003.jpg

“–!”


Aku menyadari kalau wajah Rossweisse-san memerah meskipun ia terkejut jadi Aku melepaskan tangannya!


A-Apa-apaan yang aku lakukan dikondisi telanjang seperti ini!? Mendekatinya sambil memberitahunya kalau “Aku tidak akan menyerahkanmu” itu lebih seperti pernyataan cinta! ya ampun, ya ampun, uwaah! Aku sungguh malu!


Aku menjadi malu akibat tindakan yang baru saja aku lakukan!


Rossweisse-san melenturkan ekspresi kekhawatirannya.


“Terima kasih, Ise-kun. Tapi, Aku–”


Sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, Aku mendengar suara pintu kamar mandi ini terbuka sekali lagi.


“Mandi, mandi.”


“Hmm, mungkin kamar mandi laki-laki tidaklah buruk juga!”


“Ada orang didalam?”


“…..Ise-senpai mungkin ada didalam jadi jika ia melihat kita dengan mata mesumnya, jadi itu tidak akan menjadi masalah jika kita memukulnya dan kemudian memandikan punggungnya.”


“A-Aku akan memandikan punggung Ise-sama!”


Trio-Gereja, Koneko-chan, dan Ravel masuk kedalam!


Mata mereka menangkap pemandanganku dan Rossweisse-san. Kita berdua mendekatkan badan kita dengan dekat satu sama lain dan sedang berendam–itulah apa yang mungkin seperti mata mereka lihat.


Sekali kelimanya terkejut, mereka bergegas masuk sambil menunjukan wajah tidak senang!


“””””Aku juga akan pergi mandi!”””””


Asia, Xenovia, Irina, Koneko-chan, dan Ravel melompat kedalam bak mandi dengan semangat! Tolong tenang didalam bak!


Begitulah, hari pertama untuk membantu acara hari percobaan menjadi semakin ribut didalam kamar mandi!