High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Life 1

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.1: Berhenti Menjadi Manusia[edit]

"Bangun! Bangun! Kalau kamu tidak mau bangun, nanti.... aku.... cium lho"

"Ummm...."

Sebuah jam weker dengan suara seorang Tsundere[1] yang berfungsi untuk membangunkan seseorang, namun sayangnya jam itu tidak bisa membangunkan pemiliknya. "Pemilik" tersebut berguman dilantai karena dia jatuh dari ranjangnya. Itulah aku. Benar benar mimpi yang tidak mengenakkan..... Aku melihat mimpi buruk itu lagi. Akhir-akhir ini mimpiku selalu sama. Mimpi dimana aku dibunuh oleh Yuma-chan. Tapi aku masih ada disini, jadi pastilah itu mimpi.

"Issei! Bangun!"

Suara ibu dari tangga, seperti tiap pagi biasanya.

"Iya aku tahu! Aku sudah bangun!"

Setelah menjawab ibu, aku bangun dari lantai.

Haa... Sepertinya hari ini akan dimulai dengan awal yang buruk. Aku merasa lesu..... Aku menghela nafas panjang sambil memasukan lenganku ke seragamku.

"Aku berangkat."

Aku meninggalkan rumah sambil menguap. Selama berjalan kesekolah, aku menutup mataku karena cahaya matahari.

Ya ampun, sungguh merepotkan. Akhir akhir ini matahari selalu memberiku perasaan tidak enak. Cahayanya seakan menusuk kulitku dan aku tidak tahan. Pokoknya cahaya matahari pagi tidak baik untukku dan aku tidak bisa bangun pagi.

Karena aku tidak bisa bangun, akhir-akhir ini ibuku selalu datang dan membangunkanku dengan kasar. Sebaliknya pada waktu malam, aku menjadi lebih "kuat". serasa ada sesuatu memancar dari dalam tubuhku dan membuatku begitu bersemangat. aku benar benar menjadi pria "malam". Aneh, ada yang salah. aku memang sering begadang hingga larut malam, tapi adalah suatu "keajaiban" kalau aku bisa terjaga hingga pukul satu dini hari. namun akhir-akhir ini mudah sekali bagiku untuk terjaga hingga pukul empat dini hari. Akhir-akhir ini, aku aku selalu tertidur saat matahari mulai muncul, dan itu menjadi kebiasaan rutinku. Aku tidak kecanduan game online atau pertunjukan tengah malam. Apa yang telah terjadi pada tubuhku? Apakah otakku memerintahkan tubuhku tidak tidur agar aku tidak perlu melihat mimpi dimana pacarku membunuhku? Tidak mungkin itu cuma perasaan pribadiku, jadi aku rasa bukan. Karena adalah alami bagi tubuh seseorang untuk merasakan kebutuhan akan tidur.

Suasana malam benar - benar berbeda dari sebelumnya. Untuk mengujinya aku keluar pada malam hari dan kecepatan langkah kakiku lebih cepat dari biasanya dan hatiku jadi bergembira saat aku pergi ke tempat gelap pada malam hari. Ketika berlari aku terkejut karena lariku sangat kencang. Kalau aku masuk klub Lari, aku dengan mudah bisa menjadi nomor satu. Aku bahkan bisa berlari marathon tanpa kehabisan stamina. Aku jadi terlalu percaya-diri tetapi pada saat berlari pada pagi hari, dengan cepat aku menjadi lelah. memang itu adalah kecepatan rata rata bagi siswa SMU, tetapi ada perbedaan besar antara "diriku saat malam" dan "diriku saat siang". Aku menjadi aneh pada malam harinya. kedengarannya mungkin aneh, tetapi suasana malam merubahku menjadi orang yang berbeda.

Ahgg... Cahaya matahari masih terik. Tidak seperti malam harinya, aku menjadi benar benar "lemah" pada siang hari. Semejak kencanku dengan Yuma-chan aku terus kepikiran bahwa ada sesuatu yang berubah dalam tubuhku.

Sekolah yang kudatangi adalah sekolah swasta, SMU Kuou. Sebelumnya, sekolah ini adalah SMU khusus anak perempuan, tetapi sekarang menjadi campur. Jadi rasio perbandingan siswa perempuan lebih besar dari pada siswa laki - laki, tetapi tahun demi tahun jumlah siswa laki - laki terus meningkat. Namun secara keseluruhan, tetap jumlah siswa perempuan lebih banyak dari pada siswa laki - laki. Aku adalah siswa kelas XI, dan dikelasku rasio perbandingan perempuan dan laki laki adalah 7:3. Dikelas XII malah 8:2. Bahkan sekarangpun,siswa perempuan punya kewenangan yang lebih besar dan anggota OSIS pun kebanyakan adalah perempuan, bahkan ketua OSIS sekolah pun adalah perempuan. Ini adalah sekolah dimana siswa laki - laki tidak bisa berbuat seenaknya tapi aku tetap mendaftar di sekolah ini. Alasanya sederhana. Disekolah ini ada banyak perempuan, dan itu adalah hal yang sangat luar biasa. Walaupun katanya sangat sulit untuk diterima disekolah ini, tetapi aku bisa berhasil masuk karena niat burukku, yaitu bisa belajar dikelilingi oleh banyak perempuan. Hanya untuk alasan itu, aku datang kesekolah ini.

Apa salahnya hal itu!? Apa salahnya menjadi laki - laki mesum!? Ini hidupku! orang lain tidak berhak mengomentarinya! Aku akan membangun Harem di sekolah ini! Dan itu adalah misiku pada saat mendaftar di sekolah ini. Tetapi sekarang aku merasa depresi. Karena ada banyak perempuan disini, kupikir mudah mendapatkan paling tidak 2 atau 3 pacar.

Tetapi aku salah. Walaupun hanya ada satu grup pria ganteng yang populer, tetapi para perempuan bahkan tidak mau melihatku. Tepatnya, mereka mengacuhkanku seperti seonggok sampah yang tergeletak dilantai. Sial! ini tidak seperti rencanaku! Tidak mungkin! Dalam rencanaku, seharusnya aku bisa langsung dapat pacar seketika aku masuk kesekolah ini! Kemudian aku putus dengannya dan mulai mencari perempuan lain, begitu terus. Dan pada saat aku lulus ada banyak perempuan yang yang berkelahi memperebutkan aku di pertandingan Battle Royal! Kalau begini terus, cita - citaku cuma akan jadi mimpi! Tunggu jangan jangan sudah jadi mimpi? Apa yang salah? Era jaman aku lahir? Atau ada yang salah pada diriku.....? Tidak....! Aku tidak ingin memikirkannya! Itulah hal - hal yang kupikirkan setiap harinya.

Aku tiba di kelasku sambil menghela nafas panjang, aku duduk di bangkuku.

"Halo, Sobat. Bagaimana video porno yang kupinjamkan padamu? Bagus kan?"

Laki-laki yang berbicara padaku dengan kepalanya yang botak ini adalah sahabatku yang nomor 1: Matsuda. Sepintas dia seperti atlit berpengalaman, tapi sebenarnya dia adalah pria mesum yang mengatakan hal yang melecehkan secara seksual setiap harinya. Pada waktu SMP dia adalah atlit super, dan dia pernah mencetak beberapa rekor tetapi sekarang dia adalah anggota klub fotografi. Dia ingin mengambil foto perempuan dari berbagai sudut sehingga dia dijuluki "Si Botak Mesum" dan "Paparazi Peleceh Seksual".

"Hmm, pagi ini anginnya cukup kencang ya? Karena itu aku bisa melihat pemandangan bagus, celana dalam perempuan"

Laki-laki berkacamata yang sok keren ini adalah sahabatku nomor 2: Motohama. Kacamatanya punnya kemampuan untuk mendapatkan data ukuran perempuan. Julukannya adalah "Si Kacamata Mesum", dan "Kalkulator BWH". Mereka adalah sahabatku. benar benar deh, setiap melihat mereka berdua aku merasa seperti "pecundang".

"Aku punya barang bagus".

Matsuda mengeluarkan setumpuk majalah porno dan DVD dari tasnya, dan tanpa ragu dia menaruhnya diatas mejaku.

"Heee!"

Ada teriakan kecil dari seorang perempuan di sisi lain kelas. Ya, itu adalah reaksi normal, karena hal semacam "ini" terjadi dari pagi.

"Bocah gila."

"Mati saja kalian binatang kotor!"

Diikuti teriakan, ada banyak komentar negatif dari para siswi.

"Diam! ini adalah hiburan kami! perempuan dan anak - anak menyingkir saja dan tidak boleh lihat! kalau tidak kuperkosa kalian dalam imaginasiku nanti!"

Kata-kata pelecehan seksual yang hebat seperti biasa, Matsuda-kun. Kalau dulu, mungkin aku akan mengatakan "Wow, dari mana kalian mendapatkan harta ini?" dengan mata berkaca-kaca. Tetapi karena keadaan pagiku yang buruk, aku enggan meributkan hal itu. Matsuda menghela nafas ketika melihat wajahku.

"Ada apa denganmu? Ada segini banyak harta didepanmu tapi ekspresimu membosankan begitu."

"Ada apa denganmu? Kamu tidak seperti biasanya belakangan ini. Benar-benar aneh."

Motohama juga berkomentar sambil memegang kacamatanya.

"Aku juga ingin bersemangat dengan semua ini, tapi belakangan ini aku tidak punya tenaga untuk bersemangat."

"Kamu sakit? Tidak mungkin. Laki-laki yang adalah 'perwujudan semua nafsu seksual' sepertimu tidak mungkin sakit."

Motohama mengeluarkan komentar kasar padaku. Orang ini benar-benar tidak sopan.

"Oh, itu ya? Halusinasi tentang pacar khayalanmu. Yuma-chan kan? Apakah ini efek samping dari itu?"

"Kalian sungguh tidak ingat Yuma-chan?"

Mereka berdua mulai melihatku dengan mata kasihan setelah pertanyaanku.

"Kami sungguh tidak mengenalnya. Kamu harus seera pergi kedokter. Ya kan Motohama?"

"Ya, dan kami sudah bilang berkali-kali kalau kami tidak kenal nama itu."

Mereka selalu seperti ini, setiap aku tanya tentang Yuma-chan. Awalnya aku pikir mereka bercanda. Tapi setelah berbicara serius dengan mereka, aku tahu kalau mereka mengatakan yang sejujurnya. Aku ingat betul mengenalkan Yuma-chan ke mereka. Mereka mengatakan "Bagaimana mungkin perempuan cantik seperti dia bisa pacaran dengan Ise!" dan "Pasti ada kesalahan sistem. Issei, kamu tidak melakukan hal ilegal kan?" dan terus mengatakan hal-hal tidak sopan. Aku ingat saat itu dengan sangat jelas. Tetapi mereka lupa. Mereka bahkan melupakan Yuma-chan. Seakan-akan Yuma Amano tidak pernah ada. Sepertinya waktu yang kulalui bersama Yuma-chan cuma halusinasi seperti yang dikatakan kedua orang ini. Seperti yang dibuktikan kedua orang ini, tidak ada nomor telepon atau alamat email Yuma-chan di ponselku. Apakah terhapus dari memori? Apakah sesorang sengaja menghapusnya? Tidak mungkin! Aku tidak pernah menghapusnya, jadi siapa?

Aku menelepon nomor yang kuingat, tetapi nomor itu sedang tidak digunakan. Jadi ini artinya dia memang tidak ada? Berati semua cuma imajinaski? Hal gila macam itu tidak mungkin terjadi, tetapi selain ingatanku, tidak ada bukti yang menunjukan kalau dia pernah ada. Kalau kupikir lagi, aku tidak tahu alamat rumahnya, aku menemukan sekolah yang memakai seragam yang sama dengannya. Jadi aku menanyakan kepada siswa disana tentang Yuma-chan, tetapi mereka mengatakan tidak ada siswi dengan nama itu. Jadi siapa pacarku? Siapa yang kukencani? Jadi mimpi yang kulihat cuma imajinasi yang kubuat. Aku berbicara pada Motohama dan matsuda seakan dia nyata? Kalau begitu berati aku gila. Aku ingat betul wajahnya. Ada sesuatu yang salah dengan semua ini, dan ada juga kekuatan aneh yang kudapat saat malam hari. Tetapi apa itu? Sambil terus memikirkan hal ini, Matsuda menaruh tangannya di pundakku.

"Mau bagaimana lagi. Kita sedang dimasa puber kita, jadi wajarlah kalau kita bertingkah seperti ini. OK, kalau begitu, kalian berdua datanglah kerumahku. Akan kutunjukan koleksi rahasiaku."

"Itu ide yang luar biasa, Matsuda-kun. kamu harus mengajak Issei juga."

"Tentu Motohama-kun. kita laki - laki yang dipenuhi dengan nafsu seksual. Kalau kita tisak melakukan sesuatu dengan hal itu, artinya tidak sopan pada orang tua yang telah melahirkan kita."

Dua orang ini menyeringai. Mereka sungguh mesum. Bagaimanapun kalian melihatnya, mereka adalah kumpulan orang aneh dan mesum. Dan sayangnya aku juga termasuk. Ya..., siapa peduli karena tujuan hidupku juga itu.

"OK! Hari ini, kita tidak perlu menahan diri! Kita akan minum minum sambil menonton video porno!"

"Ya, benar! Ini baru Issei yang kami kenal!"

"Itu baru semangat. Kita harus merayakan kebahagiaan karena telah lahir sebagai seorang pria."

Matsuda dan Motohama menjadi begitu besemangat. Aku akan melupakan inisiden dengan Yuma-chan sejenak. Sesekali aku perlu beristirahat juga! Hari ini aku akan melupakan segalanya dan fokus ke video porno!

Sambil semua ini terjadi. Setelah kami selesai membuat rencana untuk nanti sore, ada rambut merah pekat yang menarik perhatianku. Dari jendela kelas, aku memandang seorang perempuan, yang ada di halaman sekolah. Aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari gadis yang sedang berjalan menuju gedung sekolah itu. Dia mempunyai rambut yang merah pekat, dan kecantikannya seakan akan bukan milik manusia. Proporsi tubuhnya seperti bukan orang jepang. Tentu saja karena dia bukan orang jepang, dan banyak yang mengatakan kalau dia berasal dari eropa utara. Hati semua orang pasti akan terpikat, setelah memandang kecantikannya. Namanya adalah Rias Gremory, idola sekolah kami. Dia siswi kelas XII, jadi dia adalah seniorku. Aku tahu bahwa semua orang memandangnya, laki - laki maupun perempuan. Matsuda dan Motohama juga memandangnya. Ini terjadi setiap hari. Semua orang melihatnya ketika dia berjalan melewati mereka. Beberapa malah sampai menghentikan pembicaraan mereka untuk melihatnya berjalan melewati mereka. Angin meniup lembut rambutnya, ketika semua orang memandangnya. Kemudian rambutnya terurai hingga ke pinggulnya lalu tertiup angin kembali. Seakan akan semua pemandangan disekitarnya juga ikut memerah, seperti rambutnya. Kulit cantiknya yang seputih salju juga sangat indah. Cantik, hanya itulah kata yang tepat untuk menggambarkan dia dalam satu kata. Dan hanya itulah kata yang diperlukan. Aku selalu menghentikan semua aktifitasku setiap kali melihatnya. Tetapi belakangan ini, caraku memandangnya berubah. Dia cantik, tetapi dia terlalu cantik. Kecantikannya membuatku takut, dan aku sedikit taku ketika aku melihatnya. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku mulai merasa takut semenjak menghilangnya Yuma-chan. Kemudian matanya bergerak kearah gedung kami dan menangkapku. Aku merasa seakan-akan jantungku di pegang olehnya. ini adalah perasaan ketika seseorang yang lebih unggul berdiri didepanmu. Mata birunya berubah dan mulutnya sedikit tersenyum. Senyum itu untukku? Tidak mungkin, karena aku sama sekali belum pernah bicara dengannya. Kemudian tiba-tiba aku teringat mimpiku semalam. Di akhir mimpiku ada seseorang dengan rambut merah bicara padaku. Seseorang yang kelihatan lembut, tetapi juga menakutkan. Ketika aku mengingat-ingat, dia sudah tidak kelihatan lagi.

"Aku sungguh ingin meremas dada!"

Sambil menonton video porno, aku memeluk matsuda yag terus menangis. Awalnya kami tidak terlalu bersemagat dan bahagia ketika mulai menonton selepas pulang sekolah. seraya kami menonton kami malah menjadi depresi karena pertanyaan "Mengapa kami tidak punya pacar?" muncul dalam diskusi kami.

Kami membahasnya dengan serius, dan aku serasa mau menangis. Matsuda malah sudah menangis sejak tiga video sebelumnya. Motohama masih sok keren, tetapi di balik kaca matanya bisa terlihat air-matanya berlinang.

Tiga puluh menit seelumnya Motohama mengatakan, "Aku pernah diajak ke belakang gedung olahraga oleh seorang perempuan, dan itulah pertama kalinya aku di rampok perempuan...." dengan suara yang sangat kecil. Bahkan aku juga hampir menangis, setelah mendengarnya. Aku jadi ingin tahu laki - laki seperti apa yang cemberut padahal sedang menonton video porno? Tentu sja jawabanya adalah tiga laki-laki tidak populer. Aku mulai membenci dunia ini, ketika memikirkan bahwa mungkin ada juga laki-laki seusia kami yang melakukan hubungan sex dengan perempuan saat ini. ketika memikirkan hal ini, tidak terasa film terakhir selesai dan langit telah menjadi gelap. Ketika kulihat arlojiku, ternyata sudah pukul 10 malam. Aku sudah memberi tahu orangtuaku kalau aku pergi kerumah Matsuda, tapi kalau berada disini lebih lama, aku cuma akan merepotkan keluarganya dan aku bisa telat datang kesekolah besok.

"Kalau begitu, aku pulang sekarang."

Setelah aka mengatakan itu, kami semua berdiri dan mulai berkemas.

"Sampai jumpa."

Setelah kami berpisah dengan Matsuda diteras, Motohama dan aku pulang.

"Ini adalah malam yang indah. Dan oleh karena itu, wajar kalau menonton video porno."

Motohama mengatakan hal aneh sambil melihat langit dengan nafas panjang. Dia benar-benar kelihatan depresi. Mungkin besok, Motohama dan Matsuda akan kembali ke diri mereka biasanya jadi kupikir tidak apa-apa.

"Sampai jumpa besok."

"Ya, selamat bermimpi indah."

Motohama melambaikan tangannya, tetapi aku tahu kalau dia masih depresi. Mungkin aku akan mengiriminya SMS untuk menghiburnya nanti.

Beberapa menit setelah berpisah dengan motohama, aku masih berjalan pulang. Tetapi aku bisa merasakan aliran enerji aneh dalam diriku. Ini adalah gejala "Menjadi manusia super di malam hari". Pasti ada sesuatu yang salah dengan tubuhku. Ini buka fenomena normal. Mataku menjadi lebih jelas dan ke empat indraku lainnya juga menjadi lebih tajam. Khususnya mataku dan telingaku menjadi sangat tajam. aku bahkan bisa mendengar percakapan sesorang didalam rumah mereka, dan aku bahkan bisa melihat jalan meskipun malam hari. AKu bahkan bisa melihat tempat dimana tidak ada cahaya sama sekali, jadi ini benar - benar aneh! Aku merasa kekuatan ini semakin besar dari hari ke hari. Ini bukan hanya perasaanku. karena rindingan yang kurasakan disekujur tubuhku begitu nyata!

Aku bisa merasakan sedang diawasi oleh seseorang. Orang ini melihatku dengan tatapan dinginnya. Aku bisa merasakan hawa aneh didepanku. Tubuhku mulai gemetar, dan getarannya semakin kuat ketika aku maju kedepan. Ada seorang laki - laki. Seorang laki - laki memakai jas yang melihatku dengan tatapan buas, dam matanya sungguh menakutkan. Seakan akan tubuhku bisa langsung membeku kalau aku melihat matanya. Inikah yang disebut hawa membunuh? AKu bisa merasakan kalau dia melihatku seakan - akan aku adalah musuhnya. Tidak, ini sesuatu yang lebih berbahaya. Ini benar benar hawa membunuh. Laki - laki itu berjalan mendekat, dengan lamban. Tetapi dia sungguh mendekatiku! dan dia menargetku! Orang mesum!? Orang berbahaya!? Aku pasti berada dalam bahaya karena tubuhku tidak mau berhenti gemetar! Mengapa aku harus bertemu orang yang berbahaya daam perjalanan pulangku!?

"Jarang sekali. Bertemu seseorang sepertimu ditempat seperti ini."

"...?"

Apa yang dia katakan? Tidak, tidak, tidaklah aneh kalau orang gila sepertinya berbicara hal yang tidak masuk akal. Jadi dia memang orang berbahaya! Sial! Apa yang harus kulakukan kalau dia mengeluarkan pisau? Aku tidak tahu ilmu bela diri apapun, dan aku tudak pernah berkelahi sebelumnya! Oh aku tahu! Tubuhku kan jadi sangat kuat kalau malam, jadi aku lari saja! Aku berjalan mundur unruk mengambil jarak darinya. Laki-laki misterius itu mulai berjalan dengan kecepatan normal.

"Apa, mau coba lari? Siapa tuanmu? Pasti dia orang rangking rendahan atau dengan hobi aneh yang memilih tempat seperti ini sebagai wilayah. Jadi siapa tuanmu?"

Aku bahkan tidak mengerti apa yang dia bicarakan! Aku berbalik dan berlari ke arah aku datang dengan kecepatan penuh. Cepat. Sangat cepat sekali. Walaupun aneh bila aku mengatakan ini, tapi kecepatan berlariku pada malam hari gila. Aku terus berlari sampai ke jalan yang tidak aku kenal. Aku tidak lelah sedikitpun. Aku masih bisa terus berlari. Kalau begitu, aku akan terus berlari sampai ada jarak yang jauh diantara kami. Setelah kira-kira 15 menit, aku sampai di daerah yang luas. Sebuah taman. Aku berhenti berlari, dan mulai berjalan. Aku naik ke kolam pancuran dan menarik nafas. Aku melihat sekeliling taman dibawah cahaya lampu. Ada sesuatu yang misterius dengan taman ini. Aku tahu taman ini. Ya ini adalah tempat terakhir yang kudatangi pada saat kencan bersama Yuma-chan! Benar-benar suatu kebetulan, atau malah keajaiban? Apakah tanpa sadar aku mendatangi tempat ini? Tidak mungkin...

Hawa dingin.

Aku merasakan hawa dingin dibelakangku. Aku merasa ada sesuatu dibelakangku. Aku berbalik perlahan, dan aku melihat bulu hitam jatuh didepanku. Apakah ini sayap gagak? Ternyata bukan.

"Kamu pikir aku akan membiarkanmu lari? Karena inilah mahluk rendahan memang merepotkan."

Orang yang muncul didepanku memakai jas dan dia punya sayap hitam tumbuh di punggungnya. Dia adalah orang mencurigakan yang tadi. Malaikat.... Bukan, ini bukan kisah dongeng jadi tidak mungkin!? Apakah itu cosplay? Tapi itu terlalu tampak asli untuk cosplay[2]. Apakah itu sayap sungguhan? Tidak mungkin!?

"Beri tahu nama tuanmu. Bisa merepotkan kalau nanti diganggu oleh kelompokmu. Karena itu kami akan.... Tunggu apakah kamu 'Ex'[3]? Kalau kamu, kamu tidak punya tuan, maka itu akan menjelaskan ekspresi khawatir diwajahmu."

Orang mencurigakan itu berguman sendiri. Jangan membuat perkiraan semaumu sendiri! Ini situasi yang serius, tapi tiba tiba aku teringat kejadian pada saat kencan di mimpuku. Mimpi dimana aku dibunuh oleh Yuma-chan. Tepat didepan kolam pancuran ini. Ya oleh Yuma-chan yang mempunyai sayap hitam. Dan sekarang ada laki - laki dengan sayap hitam didepanku. Apakah ini berarti mimpiku menjadi kenyataan? Hey, hey kenapa perempuan cantik menjadi laki-laki!? Tidak, itu tidak penting! Yang terpenting adalah situasi ku sekarang! Kalau menurut mimpiku, apa yang akan terjadi berikutnya adalah....

"Hmph. Aku tidak merasakan keberadaannya tuanmu ataupun kelompokmu. Aku juga tidak merasakan ada yang mencoba menyembunyikan keberadaannya juga. Berdasarkan situasi sekarang, kamu adalah 'Ex'. Jadi tidak masalah kalau aku membunuhmu."

Laki-laki yang baru mengatakan hal aneh itu mengangkat tangannya. Dilihat bagaimanapun, tangannya diarahkan kepadaku! Aku bisa mendengar suara bising. Aku tahu fenomena ini. Itu adalah benda yang seperti kumpulan cahaya berkumpul ditangannya. Tunggu sebentar, bagian yang seperti cerita fantasi ini seharusnya tetap sebagai bagian dari mimpi saja! Kemudian cahaya itu membentuk suatu benda yang kelihatan seperti tombak. Sebuah tombak... memang sebuah tombak! Aku ditusuk oleh benda itu dimimpiku, dan aku mengalami krisis mengerikan! Aku akan dibunuh! Tetapi perutku sudah tertusuk benda itu selagi aku memikirkan hal - hal ini. Kemudian sesuatu keluar dari mulutku. Gohou!? Banyak darah keluar dari mulutku, diikuti rasa sakit yang hebat.

Sakit. Sakit sekali! aku jatuh berlutut. Aku bisa merasakan perutku terbakar. rasa sakit menjalar kesekujur tubuhku, dan rasanya sakit tidak tertahankan. Aku mencoba mencabut tombak itu dari dalam tubhku, tapi tanganku merasa sakit saat aku menyentuhnya. Panas, panas sekali. Ditempat aku memegang tombak itu mendapat luka bakar.

"Guu....aaah......"

Aku mulai mengerang, karena sakit. Sakit sekali! Tanganku terbakar parah, jadi mungkin bagian dalam tubuhku lebih terbakar lebih dari pada tanganku. kemudian aku merasakan lebih banyak rasa sakit. Jadi ini rasanya kalau bagian dalam tubuh terbakar, huh? Karena rasa sakit yang sangat, air mata mulai menetes dari mataku. Tep, tep. Ada suara langkah kaki mendekatiku. Aku menengok keatas, dan orang misterius itu membuat tombak lain dan memegangnya di tangannya.

"Pasti sakit. Cahaya adalah racun bagi mahluk sepertimu. Terkena ini akan menyebabkan luka fatal. Aku pikir tombak ini akan membunuhmu, walaupun aku telah kukurangi tenaganya. Tubuhmu lebih kuat dari dugaanku. Kalau begiu aku akan menyerangmu lagi dengan ini. Tapi sekarang akan kutambah sedikit tenaganya, Sekarang tamatlah kamu."

Apakah dia akan menamatkanku!? Aku akan terbunuh, kalau aku terkena benda itu lagi! Selagi aku berpikir, aku mulai teringat mimpiku dan teringat tentang warna merah pekat itu.

Merah pekat menyala yang didekatku... dia tidak akan menolongku. Itu cuma mimpi. Kalau begitu apakah ini juga mimpi? Kalau ini mimpi tolonglah aku. Meskipun cuma dalam mimpi, aku tidak ingin berada di situasi seperti ini!

Wuush!.

Aku pikir aku mendengar suara angin, tetapi ternyata ada ledakan didepanku. ketika aku melihat keatas, ada asap keluar dari telapak tangan orang itu. Dan ada darah mengalir dari tangannhya.

"Jangan berani kau menyentuhnya."

Ada seorang perempuan berjalan mendekatiku. Dia punya warna rambut merah pekat. Aku kenal dia, walaupun hanya dari punggungnya. Orang yang kutemui dimimpiku. Aku tidak tahu siapa sebenarnya dia karena aku tidak bisa melihat wajahnya. Tetapi sekarang aku aku yakin, kalau dia adalah orang dari mimpiku.

"...Rambut Merah Pekat...... Kau pasti wanita dari keluarga Gremory...."

Laki-laki itu mulai melihat ke wanita Berambut merah tua dengan mata penuh kebencian

"Namaku adalah Rias Gremory. Apa kabar tuan Da-Tenshi[4]!? kalau kau mencoba melukai anak ini, aku tidak akan menahan diri."

Rias Gremory. Ya, dia adalah siswi senior disekolahku dan adalah sicantik berambut merah pekat.

"Fufufufu..... Ya, ya. Jadi anak ini milikmu. Jadi kota ini juga wilayahmu, huh? Kalau begitu malam ini aku akan meminta maaf. Tetapi aku sarankankan agar tidak membiarkan pelayamu berkeliaran. Orang sepertiku bisa tidak sengaja membunuhnya ketika berjalan-jalan."

"Terima kasih sarannya. Kota ini berada dibawah pengawasnku, jadi kalau kamu menghalagi, aku tidak akan menahan diri."

"Aku juga akan mengatakan hal yang sama padamu, Penerus Keluarga Gremory. Namaku Donnasiege. Aku berharap kita bisa bertemu lagi."

Laki-laki itu mulai mengepakkan sayap hitamnya, dan tubuhnya mulai melayang. kemudian dia terbang ke langit. Jadi sekarang sudah aman.... Aku merasa sedikit lega, tetapi mataku menjadi kabur dan rasanya kesadaranku mulai menghilang. Hey, bukannya ini gawat? Ini benar-benar gawat.

"Oh, kamu sudah hampir pingsan? Ini memang luka yang fatal. Mau bagaimana lagi. Hey, rumahmu dimana?"

Aku terkulai di tanah, dan senpai berbicara padaku. Tetapi aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan. kemudian kesadaranku hilang.

BANGUN ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU....... BANGUN ATAU AKU AKAN MEMOTONG-MOTONGMU.....

Ketika aku terbangun, sekarang telah pagi. Apa ini? apakah aku bermimpi buruk? Itu pasti mimpi. Tetapi kelihatan sangat nyata sekali. Sekarang aku disini tidur diranjangku. Aku terbangun oleh jam weker suara rekaman Yandere[5], jadi semuanya memang adalah mimpi. Kali ini bukan Yuma-chan, tetapi laki-laki aneh yang mengejarku. Tetapi mereka sama-sama memiliki sayap hitam. Kemudian aku menggelengkan kepalaku. Kuatkanlah dirimu, diriku. Kenapa aku terus mendapatkan mimpi seperti itu? Kalau diingat - ingat aku pergi kesekolah seperti biasa, sekolah juga normal seperti biasa. Setelah sekolah aku pergi kerumah Matsuda dan menonton video porno secara maraton bersama Matsuda dan Motohama. kemudian pada saat pulang, aku diserang oleh orang aneh bersayap... Kemudian aku menyadari keadaan anehku. Aku telanjang. Tidak mengenakan apa-apa. Bahkan pakaian dalampun tidak. Apa yang terjadi!? Aku telanjang bulat. Aku tidak ingat kapan aku pulang. Apakah aku sudah pikun diusia segini? Aku juga tidak punya kebiasaan tidur telanjang.

"Unnn...."

Hah! Aku mendengar suara manis. Kemudian aku melihat kesebelahku dengan hati-hati.

Zzzzzzz......zzzzzzzz.

Ada perempuan berambut merah pekat tidur disebelahku. Dan dia telanjang..... Kulit putihnya yang seputih salju sangat cemerlang. Kulitnya kelihatan sangat halus dan sangat tidak baik untuk mataku.

.......Dilihat bagaimanapun, dia adalah Senpai[6], idola sekolah kami. Rambut merah pekatnya yang tersebar di atas bantal kelihatan sangat indah. Rias Gremory senpai.... Hah? Hah? Hah? Tenanglah diriku. Menghitung bilangan prima bisa membantu membuatku tenang. 2, 3, 5 ,7, 11, 13, 17, 19, 23.... Daaaah!! Tidak bisa!! Aku tidak bisa tenang! Kenapa aku tidur dengan Rias-senpai!? Apa yang terjadi!? Apa yang telah kulakukan!? Apakah aku telah melakukan sesuatu!? Tapi aku tidak ingat! Aku tidak ingat sedikitpun! Kenapaaaaa!? Aku harus mengingat apa yang telah kulakukan! Tidak! Keapa aku bisa berada di situasi ini!? Apakah aku telah berhubungan seks dengan senpai!? Hah? Apakah orang kehilangan keperjakaannya seperti ini!? Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Ingatlah, diriku! Cobalah ingat kenangan berharga itu, diriku! Apa yang telah kulakukan!? Hal apa saja yang bisa kulakukan!? Kepalaku pusing, tetapi untuk sejenak aku lebih tersudut lagi.

"Ise! Bangun! Waktunya kesekolah!"

"Sayang, apakah Ise masih dikamarnya?"

"Sayang, sepatunya ada di teras jadi dia sudah pulang. Menginap di rumah teman sampai larut malam! Dan ditambah lagi telat kesekolah! Itu, tidak akan kumaafkan!"

Percakapan orang-tuaku dilantai satu, yang bisa kudengar dari sini. Kemudian diikuti langkah kaki menaiki tangga. Suara langkah itu membawa amarah didalamnya, dan dengan cepat naik kesini dengan ribut. Ibu kesini! Tunggu! Tunggu sebentar! Kalau dia melihat situasi ini, bisa sangat gawat!

"Tunggu! Aku sudah bangun! Aku akan segera turun!"

"Ibu tidak akan memaafkanmu lagi! Kita harus bicara sebentar tentang hal ini!"

Ibu kesal! Dia datang! Dia menuju kamarku! Aku tidak boleh memperlihatkan situasiku sekarang!

"Unnnn.....Apakah sudah pagi?"

!! Senpai Mengusap matanya disebelahku! Dia Bangun! Dia terbangun!

Ckreck.

Pintuku dibuka dengan keras, dan pada waktu yang sama senpai mengangkat setengah bagian tubuh atasnya. Mataku bertatapan dengan mata ibu. Dia kelihatan marah!

"Selamat pagi."

Senpai menyalami ibuku dengan senyuman. Mata ibu berpindah dariku ke arah senpai. Kemudian ekspresi wajah ibuku membeku. Dia mengarahkan matanya kepadaku lagi. Tetapi aku menghindari kontak mata.

"SEGERA BANGUN....."
Senpai menyalami ibuku dengan senyuman.

Ibu membuat suara monoton seperti mesin, dan dia menutup pintu secara perlahan. Setelah itu, ada suara kencang menuruni tangga.

"Sa, Sa, sa! Sayaaaaaaaaaaang!"

"Ada apa sayang? Kamu seperti melihat hantu? Apakah Ise masturbasi lagi pagi ini?"

"Se, se, se! Seeeeeeeeeks!!! Ise melakukannya! Dengan orang luar negri!!!"

"Sayang! Sayang! Apa yang terjadi!?"

"Dengan orang luar negri!! Ise melakukan!!!"

"Sayang!? Sayang!? Sayang, tenanglah!! Sayang!!"

Aku cuma bisa menutupi wajahku dengan tanganku. Aku bisa membayangkan apa yang terjadi di bawah. Bagaimana mungkin!? Sepertinya bakal ada konferensi keluarga setelah ini.... Alasan apa yang bisa kuberikan untuk menjelaskan situasiku sekarang?

"Keluargamu benar-benar ceria di pagi hari"

Senpai bangkit dari ranjangku dan mengambil seragamnya di mejaku. Senpai telanjang. Tubuh telanjang perempuan cantik. Ummm, aku bisa melihat banyak hal.... Pinggang kecil, Kaki yang putih dan panjang, Paha, pantat yang melengkung sempurna, dada yang besar. Aku bahkan bisa melihat putingnya dengan jelas! Kenapa dia tidak menyembunyikannya!? Kalau aku punya kemampuan "Pengukur BWH" Motohama, aku dengan mudah bisa mendapatkan pengukuran yang tepat. Aku menyesal karena tidak punya kemmapuan itu! Tetapi aku tahu satu hgal. Aku telah banyak melihat tubuh telanjang wanita dalam majalah dan video, tetapi tubuh senpai tampak lebih indah dari pada semua itu. Bagaimana bilangnya ya? Seni? Tubuh dengan lengkungan sempurna. Itu seperti tubuh lukisan atau patung yang ada pada museum. Sempurna. Aku hanya bisa mengatakan bahwa kecantikannya masih mengagumkan meski dia telah melepas semua pakaiannya.

"Se, senpai!"

"Ada apa?"

"Aku bisa melihat dadamu dan yang lainnya"

Aku mengatakannya sambil melihat arah lain. Aku ingin melihat, tetapi ini ya ini, itu ya itu. Aku harus menahan diri.

"Kalau kamu mau lihat, silahkan saja."

Senpai mengatakannya sambil memakai seragamnya dengan semringai. ---!!! Aku tidak tahu ada kalimat seperti itu!? Seluruh tubuhku terkejut. Air mata mengalir dari mataku. Kalimat yang tidak pernah kupelajari disekolah. Aku benar-benar tergerak oleh kalimat indah itu.

"Apakah perutmu tidak apa-apa?"

Senpai menayakan tentang perutku. Perut? Aku menyentuh perutku sambil melihatnya berpakaian.

"Kemarin kan kamu tertusuk."

Dengan kalimat itu, aku langsung terbangun. Benar.... Kemarin aku ditusuk oleh orang bersayap di taman. Aku ditusuk oleh tombak yang terbuat dari partikel cahaya. Tetapi tidak ada bekas sama sekali diperutku. Aku yakin kemarin ada lubang.... Itu bukan luka yang bisa sembuh cuma dalam semalam. Padahal ada banyak sekali darah keluar. Apakah itu semua hanya mimpi? Itu cuma mimpi kan?

"Ngomong-ngomong, insiden kemarin itu bukan mimpi lo."

Senpai mengatakannya, seakan bisa membaca pikiranku.

"Aku yakin aku terluka...."

"Aku menyembuhkannya. Memang parah, tetapi berkat tubuh kuatmu, lukamu bisa disembuhkan dengan kekuatanku hanya dengan semalam. Kita berpelukan secara telanjang, dan aku membagi kekuatan sihirku karena keadaanmu sangat lemah. Aku bisa melakukannya, karena kita satu klan."

Perempuan ini bilang apa? Hah? Berpelukan sambil telanjang? ............. Haaaahhhh!!!! Tunggu, apakah itu artinya...!

"Tenang saja, aku masih perawan."

Dia mengatakannya seakan membaca pikiranku lagi. Begitukah? Entah kenapa aku merasa lega. Atau haruskah aku merasa lega?

"Jangan memasang wajah seperti itu. Dunia ini dipenuhi oleh hal misterius yang kamu tidak mengerti."

Senpai mendekatiku dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Jari rampingnya menyentuh pipiku. Wajahku memerah. Mau bagaimana lagi, kalau perempuan secantik dia melakukan itu.

"Namaku Rias Gremory. Aku adalah Iblis."

Iblis? Hah? Bercanda? Atau serius?

"Aku adalah tuanmu. Senang berkenalan denganmu Hyoudou Isei-kun. Atau bolehkan aku memanggilmu Ise?"

Aku tidak yakin, tetapi senyumnya tampak asli.

"Terima kasih sarapannya."

Kepada kakekku disurga. Saat ini ada seorang cantik duduk disebelahku makan di meja makan rumah kami.

"Ini enak sekali, Ibu"

"Ummm. Terima kasih....."

Ekspresi wajah dua orang tuaku yang duduk di sebrangku menjadi aneh. Kakek, aku tidak tahu cara membenahi suasan aneh ini. Ini pertama kalinya aku makan dengan suasana seaneh ini. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dalam situasi seperti ini.

"Ise, ini adalah makanan yang dibuat Oka-sama[7]. Makanlah."

Senpai mengatakannya dengan penuh elegan. Dia bertingkah seperti kakak perempuan.

"Umm, oke."

Aku secepatnya menjawab dan mulai memasukan makanana ke mulutku.

"Jangan makan seperti itu. Makanlah perlahan sehingga kamu bisa merasakan rasa makanannnya. Ini adalah makanan istimewa yangg dibuat oleh Oka-sama untuk kita."

Senpai meng-lap mulutnya dengan sapu tangan. Apa ini? Situasi apa ini?

"Umm, Ise..."

Ayah mulai berbicara kepadaku dengan suara bergetar. Kamu kelihatan tegang sekali yah. Jangan khawatir, aku juga.

"Dari mana datangnya nona ini?"

Setelah mendengarnya, senpai menaruh sumpitnya dan menundukan kepalanya.

"Ya ampun, maaf telat memperkenalkan diri. Aku membuat malu keluarga Gremory. Ijinkan aku memperkenalkan diriku. Oka-sama dan Otou-sama[8], namaku adalah Rias Gremory. Aku datang di sekolah yang sama dengan Ise-kun, senang berjumpa dengan anda."

Senpai tersenyum dan ayah juga ikut tersenyum.

"Begitu.... Hebat. Hahaha. Apakah kamu dari luar negri? Bahasa Jepangmu seperti alami."

"Ya, itu karena aku telah lama tinggal di Jepang karena pekerjaan ayahku."

Wow, sepertinya ayah telah berhasil diyakinkan. Tetapi ibu, yang duduk disebelah ayah tidak.

"Rias.......san, kan?"

"Ya Oka-sama."

"Apa hubunganmu dengan Ise?"

.....Pertanyaan yang bagus yang akan menjawab seluruh situasi dari pagi. Ibu penasaran dengan jawabannya, tetapi senpai masih tersenyum.

"Kami cuma senpai dan kouhai[9] yang cukup dekat satu sama lain, Oka-sama"

"Bohong!"

Ibu segera menolak jawaban itu. Mau bagaimana lagi. Alasan itu tidak akan berhasil, senpai. Alasan itu tidak akan berhasil setelah ibu melihat situasi tadi!

"Ka, ka, ka....karena! Di ranjang, kalian...!"

"Ise bilang dia bermimpi buruk, jadi aku cuma tidur dengannya."

"Cuma tidur bersama!? Kalian berdua telanjang!"

"Dewasa ini, wajar kok orang tidur telanjang bersama."

Itu bohong besar. Kamu hebat sekali, senpai.

"Oh begitu? ...Jadi wajar kalau orang tidur telanjang bersama."

Ibu!? Memangnya tidak apa-apa!? Ibu puas dengan itu!? Kemudian aku menyadari mata ibu terlihat aneh. matanya kosong seperti kerasukan. Kemudian senpai berbisik ke telingaku.

"Maaf... Sepertinya akan menjadi merepotkan, jadi aku menggunakan kekuatanku."

Kekuatan? Aku ingat dia juga mengatakan itu tadi.

-Aku adalah Iblis-

Iblis.... jadi itu artinya semua fenomena itu adalah karena kekuatan Iblis? Senpai melanjutkan sarapannya. Kemudian aku melihat mata ayah. matanya juga kosong. Apakah dia juga menggunakan kekuatannya pada ayah....? Iblis? Apa yang terjadi....

Perjalanan pagi kesekolah.

Aku berjalan kesekolah, tetapi aku merasa tidak enak karena banyak siswa melihatku dengan mata tajam. Mau bagaimana lagi. Disebelahku adalah idola sekolah kami, Gremory-Senpai. Dan aku seperti pelayannya karena membawakan tasnya.

"Kenapa seseorang seperti dia...."

"Kenapa orang vulgar sepertinya di sebelah Rias Onee-Sama[10]..."

Aku bisa mendengar teriakan dari laki-laki dan perempuan dari segala arah. Ada juga siswa yang pingsan karena shock. Apakah seburuk itu kalau aku berjalan disebelah senpai!? Kami berjalan kesekolah dan berpisah di gerbang.

"Aku akan menyuruh seseorang menjemputmu nanti. Sampai jumpa setelah sekolah."

Dia mengatakan itu sambil tersenyum. Menyuruh seseorang? Apa artinya? Aku tidak begitu yakin, tetapi aku berjalan ke arah kelasku. Ketika membuka pintu, semuanya memandangku. Ya itu wajar, karena aku telah bersama Rias-senpai.

Knock!

Seseorang memukul kepalaku dari belakang. Ketika berbalik, ternyata Matsuda. Motohama juga dibelakangnya.

"Beri kami penjelasan!"

Matsuda berteriak, dan dia juga menangis. Dari ekspresinya aku bisa menebak apa yang ingin dia utarakan.

"Sampai kemarin kita adalah rekan 'Persatuan Tidak Populer'!"

"Ise, pertama ceritakannlah pada kami apa yang terjadi kemarin setelah kamu pulang."

Tidak seperti Matsuda yang marah, Motohama tetap tenang sambil membetulkan kacamatanya, walaupun begitu tatap matanya tajam. Kalian berdua menakutkan, dan aku mengatakan hal ini dengan suara keras.

"Kalian, pernahkah melihat dada sungguhan?"

Dengan satu kalimat itu, kedua orang itu langsung terdiam gemetar.

Sepulang Sekolah.

"Halo, apa kabar?"

Aku melihat ke siswa yang datang menemuiku dengan mata setengah tertutup.

Laki-laki didepanku ini adalah pangeran paling ganteng nomor satu disekolah, Kiba Yuuto.

Dia bisa menangkap hati para perempuan dengan senyumnya. Dia seangkatan denganku, tetapi beda kelas. Suara jeritan kegirangan para perempuan bisa terdengar dari kelas dan dari koridor. Diam. Mereka berisik sekali.

"Jadi mau apa kamu disini?"

Aku menjawabnya dengan nada kasar, tetapi dia tetap tersenyum.

"Aku datang kemari atas perintah Rias Gremory."

Dengan satu kalimat itu aku langsung mengerti untuk apa dia kesini. Jadi, dialah orang yang Senpai maksud akan disuruh menjeputku.

"OK, OK. Jadi kamu mau aku melakukan apa?"

"Ikuti aku."

"TIDAK!!!" Ada suara teriakan dari para perempuan.

"Tidak, tidak!! Hyoudou dan Kiba-kun berjalan bersama!"

"Kiba-kun, nanti kamu terinfeksi!"

"Aku tidak setuju dengan pasangan Kiba-kun X Hyoudou!"

"Tetapi kalau pasangan Hyoudou X Kiba-kun!?"

Para perempuan itu berbicara dengan bahasa alien. Benar-benar deh, Diamlah!

"Sigh... Baiklah."

Aku mengatakan kalau aku akan mengikutinya. Sejujurnya, aku benci cowok ganteng. Aku mengikuti Kiba yang sudah berjalan didepanku.

"He, Hey Ise!"

Matsuda memanggilku.

"Jangan hawatir sobat. Kami bukan mau berkelahi."

Jadi kalian tidak perlu mengkhawatirkanku.

"Bagaiamana dengan DVD 'Aku, Peleceh, dan Udon' ini?"

Matsuda mengatakan hal itu dengan suara keras sambil mengangkat DVD itu tinggi - tinggi. Segera aku meninggalkan tempat itu.

Aku mengikuti Kiba, dan tempat yang kami tuju adalah belakang gedung sekolah. Disana terdapat bangunan lain yang dikenal sebagai gedung sekolah lama yang dikelilingi oleh banyak pepohonan. Sepertinya sudah lama sekali gedung ini tidak pernah terpakai, dan suasananya menyeramkan sehingga masuk ke daftar "tujuh keajaiban sekolah". Gedung itu tampak sangat tua dan terbuat dari kayu. Tetapi sepertinya tidak ada jendela yang pecah, walaupun aku tidak yakin. Gedung ini tua tetapi kondisinya tidak terlalu buruk.

"Buchou[11] ada disini."

Itulah yang kiba katakan. Buchou? Apakah maksudnya Senpai? Tetapi, Buchou? Apakah Senpai anggota suatu klub? Apakah itu artinya Kiba juga anggota klub itu? Semakin misterius saja. Tetapi asalkan aku mengikutinya, aku bisa bertemu dengan senpai lagi. Kami naik ke lantai dua dan terus kedalam melewati lorong kelas. Bahkan lorong kelasnya kelihatan bersih. Dan ruangan yang tidak terpakaipun kelihatan bersih. Padahal kalau yang namanya bangunan tua, pasti penuh dengan serangga dan sarang laba-laba. Tetapi disini tidak ada sama sekali, pasti mereka cukup sering membersihkan tempat ini. Ketika aku memikirkan semua itu, sepertinya kami sudah sampai ditujuan. Kiba menghentikan langkahnya di depan suatu ruangan kelas. Aku terkejut dengan tulisan dipintu yang bacanya "Klub Peneliti Ilmu-Gaib". Klub Peneliti Ilmu-Gaib!? Hanya dengan membacanya saja membuatku penasaran. Maksudku bukan karena klub aneh ini, tetapi aneh kalau senpai adalah anggota klub seperti ini....

"Buchou, saya sudah menjemputnya."

Kiba mengatakannya didepan pintu. Kemudian ada balasan dari senpai.

"Silahkan masuk."

Sepertinya senpai memang didalam. Kiba memasuki ruangan itu dan aku mengikutinya. Aku terkejut ketika memasuki ruangan itu. Ada banyak tulisan dan simbol aneh diseluruh ruangan. Lantai, tembok, dan langit-langit dipenuhi dengan lambang aneh. Dan yang paling kelihatan aneh adalah lambang lingkaran di tengah ruangan. Kelihatannya itu seperti lambang lingkaran sihir yang memenuhi hampir seluruh ruangan. Suasana di ruangan ini menyeramkan. Ada juga beberapa sofa dan meja didalam sini. Hah? Sepertinya ada yang duduk disalah satu sofa. Dia adalah perempuan dengan perawakan kecil. Aku Tahu dia..... Aku tahu perempuan itu! Dia adalah adik angkatanku Toujou Koneko-chan! Dia siswi kelas X tetapi lebih kelihatan seperti anak SD karena wajahnya yang kekanakan dan perawakannya yang kecil. Dia populer dikalangan laki-laki tertentu. Dan dia juga populer dikalangan perempuan dan dianggap sebagai "Maskot". Dia sedang memakan Youkan (Kue Jepang) dengan tenang,. Seperti biasa dia kelihatan mengantuk. Dia tidak menunjukan ekspresi apapun. Tetapi dia menyadari kehadiranku, dan mata kami bertemu.
Perempuan itu adalah adik angkatanku Tojou Koneko-chan!

"Dia adalah Hyodou Isei-kun."

Kiba mengenalkanku kepadanya. Koneko-chan menundukan kepalanya.

"Ah, salam kenal."

Aku juga menundukan kepalaku. Setelah itu dia melanjutkan makannya. Seperti yang kudengar, dia tidak banyak bicara.

Kemudian aku mendengar suara air mengalir dari belakang ruangan. Sepertinya ini suara pancuran mandi? Kemudian kusadari terdapat tirai mandi di belakang ruangan. Di tirai itu terdapat bayangan seseorang. Itu adalah bayangan seorang perempuan. Ada perempuan sedang mandi. Hah!? Mandi!? Di ruang kelas ini ada kamar mandinya!? Kemudian suara air itu terhenti.

"Silahkan Buchou."

Hah? Ada seseorang selain dia? Aku mendengar suara lain selain suara senpai.

"Terima kasih Akeno."

Sepertinya senpai sedang memakai baju di balik tirai. Kemudian aku teringat apa yang terjadi pagi tadi, dan mukaku mulai memerah. Benar-benar tubuh yang mengaggumkan senpai. Sepertinya untuk sementara waktu aku tidak perlu majalah porno.

".........Benar-benar wajah mesum."

Suatu suara nada rendah mengatakannya. Ketika aku menoleh kearah datangnya suara itu, ternyata Toujou Koneko-chan. Aku memandangnya, tetapi dia terus memakan Youkan. Begitu ya...... Sepertinya aku punya wajah mesum? Maaf kalau begitu.

Kemudian tirai itu terbuka. Disana berdiri senpai dengan seragamnya. Dia kelihatan sangat seksi dengan rambut basahnya. Kemudian dia melihatku, dan tersenyum.

"Maaf ya. Kemarin malam aku tidak sempat mandi karena aku menginap dirumahmu. Jadi aku mandi sekarang."

Oh iya. yang tadi mengganjalku adalah, kenapa ada pancuran mandi didalam ruangan kelas. Kemudian aku melihat kebelakang senpai. Ada seseorang dibelakangnya.......... Serius nih!? Aku terkejut hingga kehilangan kata-kata. Rambut hitam dengan model ekor-kuda-pony! Model ekor-kuda-pony yang katanya hampir punah! Perempuan yang disebut - sebut sebagai pemilik model ekor-kuda-pony terakhir disekolah! Wajah cantik yang selalu tersenyum! Perempuan yang disebut sebagai Yamato Nadeshiko walaupun masih siswa! Salah satu idola sekolah, Himejima Akeno-senpai! Perempuan yang disebut sebagai salah satu dari "Dua Onee-sama tertinggi" bersama Rias-senpai! Perempuan yang menjadi idola baik laki-laki maupun perempuan!

"Ara, Apa kabar? Namaku Himejima Akeno, senang berkenalan denganmu."

Dia memperkenalkan dirinya dengan sopan dengan wajah penuh senyum. Nada suaranya terdengar memukau.

"Oh.... Namaku Hyoudou Issei. Salam kenal!"

Aku memperkenalkan diriku meskipun sangat grogi. Setelah Rias-senpai memastikan kami semua sudah saling berkenalan, dia mulai berbicara.

"Sepertinya semuanya telah hadir. Hyoudou Issei-kun, ijinkan aku memanggilmu Ise"

"Ah, baik."

"Kami, Klub Peneliti Ilmu-Gaib senang menyambutmu."

"Um, OK."

"Sebagai iblis"

....Ayah dan Ibu. Sepertinya aku terlibat dengan sesuatu yang besar.

"Silahkan tehnya."

"Oh, terima kasih."

Aku duduk di atas sofa, dan Himejima-senpai membuatkan teh untukku.

"Rasanya enak."

"Ara. Terima kasih."

Himejima-senpai tertawa bahagia. Aku, Kiba, Koneko-chan, dan Rias-senpai duduk disofa mengelilingi meja.

"Akeno, kamu juga duduklah disini."

"Baiklah buchou"

Himejima-senpai duduk disebelah Rias-buchou. Kemudia mereka menatapku. Umm... ada apa ya? Aku menjadi grogi karena mereka semua menatapku seperti itu ditempat seperti ini. Kemudian Rias-senpai mulai membuka mulutnya.

"Langsung saja kukatakan. Kita semua adalah Iblis."

Ya.... Senpai terlalu langsung mengatakannya.

"Dari ekspresimu sepertinya kamu tidak percaya apa yang kukatakan. Tetapi itu wajar. Kemarin kamu juga melihat laki-laki bersayap itu kan?"

Senpai benar. Kalau kejadian itu bukan mimpi, berati aku benar-benar melihatnya.

"Dia adalah [Da-Tenshi]' Mereka dulunya melayani [Kami][12], tetapi mereka jatuh ke neraka karena memiliki niat buruk. Mereka juga musuh kita para iblis."

Sekarang kami malah berbicara soal [Da-Tenshi]. Sepertinya kami sudah mulai mengarah ke aliran fantasi.

"Kita, para iblis, telah berperang melawan Malaikat Jatuh sejak jaman dahulu kala. Kita berperang memperbutkan kepemilikan kekuasaan dunia-bawah, atau di dunia manusia dikenal juga sebagai neraka. Jadi dunia-bawah terbagi menjadi dua daerah yaitu daerah para iblis, dan malaikat jatuh. Para iblis mengadakan perjanjian dengam manusia dan menerima korban mereka untuk meningkatkan kekuatan. Sebaliknya malaikat jatuh mengendalikan manusia untuk membasmi iblis. Dan kemudian ada para malaikat yang ingin menghancurkan kedua pihak atas perintah Tuhan. Jadi perang ini terbagi dalam tiga kelompok : iblis, malaikat jatuh, dan malaikat. Dan ini telah berlangsung sejak jaman purba."

"Umm senpai. Cerita seperti itu agak sulit diterima oleh siswa normal sepertiku. huh? Apakah ini kegiatan anggota klub peneliti ilmu-gaib?"

Jadi percakapan ini termasuk kegiatan klub.

"Klub penelitian ilmu-gaib cuma kamuflasi. Itu cuma hobiku. Tetapi kami semua adalah iblis."

Umm... Bukan, bukan. Kalau begitu senpai masih berbicara mengenai kegiatan klub.

"Amano Yuma...."

Ketika aku mendengar nama itu aku menyadari kalau ini semua bukan gurauan. Dari mana senpai mendengar nama itu?

"Hari itu, kamu berkencan dengan Amano Yuma, kan?"

Kalau senpai masih bercanda, lebih baik hentikan.... Aku tidak mau membicarakan hal itu dalam suasana seperti ini.

Suaraku mengandung kemarahan. Karena untuk saat ini topik ini tabu bagiku. Ketika aku mengatakannya, tidak ada yang percaya, dan tidak ada yang mengingatnya. Semuanya mengatakan itu cuma mimpi. Itu cuma halusinasiku. Tidak ada yang percaya dan tidak ada yang mengingatnya keberadaannya. Aku tidak tahu senpai mendengar dari mana, tetapi kalau dia mau mengatakan itu adalah peristiwa gaib, aku akan marah.

"Memang, dia ada."

Rias-senpai mengatakannya dengan jelas.

"Walaupun sepertinya dia mencoba menghapus semua bukti keberadaannya disekitarmu."

Rias-senpai memetik jarinya, dan kemudian Himejima-senpai mengambil selembar foto dari sakunya.

"Ini dia kan? Amano Yuma-chan."

Senpai benar. Orang difoto itu adalah pacarku yang tidak bisa kutemukan dimanapun. Aku pernah mengfotonya dengan kamera ponselku tetapi entah kenapa foto itu hilang. Di foto itu jelas terlihat gambarnya dan dipunggungnya ada sayap hitam.

"Perempuan ini adalah..., Tidak dia adalah [Da-Tenshi]. Sejenis dengan yang menyerangmu kemarin malam."

[Da-Tenshi]? Yuma-chan adalah Malaikat Jatuh? Rias-senpai meneruskan perkataannya.

[Da-Tenshi] ini menemuimu untuk menyelesaikan tujuannya. Setelah tujuannya tercapai, dia menyingkirkan semua bukti dan catatan tentang keberadaan dirinya.

"Tujuan?"

"Untuk membunuhmu."

Apa, apa-apaan itu!!!

"Untuk apa dia membunuhku!?"

"Tenangkan dirimu Ise. Mau bagaimana lagi.... Tidak kamu saja yang terlalu sial. Ada juga pemilik yang tidak terbunuh."

"Apa maksudmu aku sedang sial!?"

Apakah senpai mau mengatakan kalau aku sedang sial karena terbunuh oleh Yuma-chan pada hari itu? Hah....? Terbunuh....? tetapi aku masih hidup? Aku masih ada disini.

"Pada hari kalian berkencan ditaman dan kamudian kamu terbunuh dengan tombak cahaya."

"Tetapi aku masih hidup! Dan kenapa aku harus diburu?"

Ya, benar. Tidak ada alasan bagiku untuk diburu olehnya. Kenapa aku diburu oleh [Da-Tenshi]!?

"Alasan nyawamu diincar adalah untuk memastikan apakah ada benda berbahaya didalam tubuhmu. Karena responnya lemah, Dia membutuhkan waktu untuk memastikannya. Kemudian dia yakin. Kamu adalah manusia yang memiliki '[Sacred Gear]'."

[Sacred Gear].... Rasanya aku pernah dengar istilah itu.

-Maaf ya. Kamu adalah ancaman bagi kami, jadi kami memutuskan untuk segera menyingkirkanmu. Jadi kalau kamu mau dendam. dendamlah kepada [Kami] yang menaruh [Sacred Gear] didalam tubuhmu.-

Itulah yang yuma katakan waktu itu. Ada [Sacred Gear] ditubuhku? Kemudian Kiba mulai berbicara.

"[Sacred Gear] adalah kekuatan tidak alami yang diberikan kepada manusia tertentu. Misalnya adalah kebanyakan orang yang namanya ditulis dalam sejarah katanya adalah pemilik dari [Sacred Gear]. Mereka menggunakan kekuatan [Sacred Gear] mereka untuk mencatat nama mereka dalam sejarah."

"Saat inipun ada manusia yang memiliki [Sacred Gear] didalam tubuhnya. Kamu tahu orang orang yang berperan penting dalam dunia ini? Kebanyakan dari mereka memiliki [Sacred Gear] ditubuh mereka."

Himejima-senpai meneruskan kata-kata Kiba. Kemudian Rias-senpai melanjutkan diskusi ini.

"Kebanyakan [Sacred Gear] punya fungsi yang hanya bermanfaat di dunia manusia. Tetapi ada beberapa [Sacred Gear] yang bisa menjadi jerat bagi iblis atau malaikat jatuh. Ise, coba angkat tanganmu tingg- tinggi."

Hah? Mengangkat tanganku? Untuk apa?

"Cepat lakukan."

Rias-senpai mendesakku melakukannya. Jadi aku mengangkat tanganku.

"Tutup matamu dan bayangkan hal yang kamu anggap paling kuat."

"Paling kuat? Ummmm, Son Goku dari Dragon Ball?"

"Kalau begitu bayangkan tokoh itu. Kemudian bayangkan pose tertentu yang membuatnya tampak paling kuat."

"......"

Aku membayangkan Goku menembakkan Kamehameha. Cukup begini?

"Turunkan tanganmu perlahan, dan berdirilah."

Aku bangkit dari sofa.

"Sekarang tirukan gaya tokoh tersebut. Kamu harus menirunya dengan sempurna, dan jangan menahan diri."

Ya ampun. Ada banyak orang disekitarku, dan aku harus menirukan gaya Goku menembakkan kamehameha diusiaku!?

Ya ampun, aku terlalu malu untuk melakukannya! Walaupun aku menutup mata, bukan berati yang lain tidak akan menertawaiku.

"Cepat lakukan."

Rias-senpai mendesakku lagi. Heyyy! Apa senpai serius!? Aku harus benar-benar melakukannya!? Sial! Kalau begitu lihat! Ini adalah pertama dan terakhir kalinya Hyoudou Isei melakukan kamehameha.

Aku menyatukan kedua tanganku yang terbuka dan mendorongnya kedepan dadaku. Kemudian aku menyelesaikan gaya ini dengan meneriakan kamehameha.

"Kamehameha!"

"Sekarang buka matamu. Karena tempat ini dipenuhi kekuatan sihir, perlengkapan sucimu akan lebih mudah muncul."

Aku membuka mataku seperti perintah Rias-senpai. Shiing! Tangan kiriku mulai bersinar! Apaaaa!! Apa ini!? Apa-apaan ini!? Apakah aku bisa mengeluarkan kamehameha!? Cahaya itu membentuk sesuatu dan membungkus tangan kiriku. Ketika cahaya itu berhenti bersinar, tangan kiriku terbungkus oleh sarung tangan merah. yang dilengkapi dengan benda yang kelihatan keren. Kalau diperhatikan ini seperti bagian dari kostum kosplay yag terbuat dengan sangat bagus. Di bagian yang menutupi belakang telapakku terdapatsemacam perhiasan yang tertanan. Sebenarnya itu malah terlihat seperti permata.

"APA INI!!!!!!!"

Aku terkejut dan berteriak dengan keras. Tentu saja! Aku pikir aku akan mengeluarkan kamehameha, dan sekarang malah ada benda yang dipakai oleh pahlawan super ditanganku! Apakah ini sebenarnya!?

"Itu adalah [Sacred Gear], dan itu milikmu. Kalau sudah muncul, kamu bisa menggunakannya kapanpun dimanapun."

Hah..... Inikah [Sacred Gear]....? Ummm...... Aku masih belum mempercayainya. Aku menembakkan kamehameha dan kemudian aku.... aku.....

"Kamu dibunuh karena [Sacred Gear]mu yang adalah ancaman besar bagi para malaikat jatuh, Amano Yuma."

Jadi insiden dengan Yuma-chan dan tentang Perlengkapan Suci semuanya adalah nyata.......? Jadi tentang aku yang terbunuh olehnya itu juga nyata.......? Jadi bagaimana aku masih hidup?

"Kamu memanggilku di detik-detik kematianmu. Aku terpanggil dengan poster ini."

Rias-senpai mengeluarkan selembar selebaran. Aku ingat selebaran itu. Sambil menunggu Yuma-chan di tempat pertemuan, Seseorang memberiku selebaran itu padaku. Itu adalah selebaran dengan gambar lambang aneh dan kata-kata yang bunyinya: "Kami akan mengabulkan keinginanmu!" Setelah kulihat lagi, lingkaran sihir di selebaran itu sama dengan lingkaran sihir yang ada di lantai.

"Selebaran ini adalah salah satu yang kami bagikan. Lingkaran sihir itu digunakan untuk memanggil kami, para iblis, dewasa ini tidak banyak lagi orang yang bisa menggambar lingkaran sihir ini untuk memanggil iblis. Jadi kami memberikan brosur ini ke orang yang kelihatannya ingin memanggil iblis. Lingkaran sihir ini aman dan mudah digunakan. Pada hari itu salah satu peliharan kami yang meenyamar sebagai manusia membagikan ini di daerah bisnis. Kamu mendapatkannya pada waktu itu, Ise. Kemudian kamu diserang oleh malaikat jatuh. Dan ketika diujung kematianmu kamu memanggilku. Biasanyasih Akeno atau yang lainnya yang dipanggil."

Waktu itu aku ditusuk dengan tombak cahaya, dan aku berdoa dengan sungguh–sungguh..... Kemudian tanganku bersimbah darah, dan yang terlintas dikepalaku adalah “Warna Merah Pekat”. Aku menginginkan perempuan dengan warna rambut merah pekat, Rias Gremory. Jadi mimpi itu...... Tidak...... Kejadian itu ketika seseorang dengan warna rambut merah pekat muncul ternyata adalah senpai.

"Ketika aku dipanggil dan melihatmu, aku langsung menyadari kalau kamu diserang oleh malaikat jatuh dan kamu adalah pemilik Perlengkapan Suci. Tetapi ada sedikit masalah, yaitu kamu berada di kondisi seujung rambut dari kematian. Bukan hanya para iblis, tetapi manusia juga akan langsung terbunuh begit ditusuk oleh Tombak Cahaya. Kamu dikondisi seperti itu, jadi aku memutuskan menyelamatkan nyawamu."

Menyelamatkan nyawaku? Jadi Senpailah yang menyelamatkanku? Jadi karena itu aku masih hidup.

"Aku menyelamatkan hidupmu sebagai Iblis. Ise, kamu yang sekarang telah terlahir kembali sebagai Iblis milikku, Rias Gremory, adalah pelayanku dan seorang iblis."

Pan!

Seketika itu ada sayap yang tumbuh dari semuanya selain aku. Kelihatannya berbeda dengan sayap milik [Da-Tenshi],. Sayap itu seperti sayap kelelawar. Serius nih...... Aku sekarang adalah iblis, dan bukan manusia lagi?

"Aku akan mengenalkan mereka lagi padamu. Yuuto. " Kiba tersenyum setelah senpai memanggil namanya.

"Nama saya adalah Kiba Yuuto. Saya adalah siswa kelas XI seperti yang kamu tahu, Hyoudou isei-kun. Saya juga seorang iblis, salam kenal."

"Kelas X...... Toujou Koneko...... Salam kenal...... dan saya adalah iblis......" Toujou Koneko-chan menundukan kepalanya.

"Nama saya adalah Himejima Akeno, dan saya adalah siswi kelas XII. Saya juga wakil ketua klub penelitian ini. Salam kenal. Meskipun seperti ini, saya juga seorang iblis. Ara..."

Himejima-senpai menundukan kepalanya dengan sangat sopan. Terakhir, adalah giliran Rias-senpai. Dia mengibaskan rambut merah pekatnya dan mengatakannya dengan tegas.

"Dan aku adalah tuan mereka, namaku Rias Gremory dari keluarga Gremory. Keluargaku bergelar bangsawan. Kita akan saling membantu mulai dari sekarang."

Sepertinya aku ditengah situasi yang tak terbayangkan.


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. "Tsundere": Tsun-Tsun lalu Dere-Dere, marah-marah tapi suka.
  2. "Cosplay": Costume Play, memakai kostum buatan sendiri dari tokoh karakter anime/manga/game sebagai hobi
  3. "Exiled": Yang diasingkan
  4. "Da-Tenshi": Fallen Angel, Malaikat yang jatuh
  5. "Yandere": Dere-Dere (Love affectionous) namun juga Psikopat dan over posesif
  6. "Senpai": Senior
  7. "Oka-sama": Panggilan hormat terhadap ibu.
  8. "Otou-sama": Panggilan hormat terhadap ayah.
  9. "Kouhai": Junior
  10. "Onee-sama": Panggilan hormat terhadap perempuan yang lebih tua.
  11. "Buchou": Ketua klub, panggilan lainnya kepada Rias
  12. "Kami": Secara literal Tuhan, disini kami gunakan kata "Kami"