High School DxD (Indonesia):Jilid 23 Singularity.

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Singularity.[edit]

Di sisi lain, pada waktu itu—.

Rias Gremory mengunjungi sebuah peternakan terpencil di suatu tempat di Italia. Di pertanian—bekerja di bidang anggur adalah pria setinggi dua meter dengan tubuh kokoh yang tengah mengenakan pakaian kerja. Meski penampilannya masih muda, ia sebenarnya adalah pria berusia delapan puluh tujuh tahun. Pria tua itu—setelah Vasco Strada memerhatikan Rias Gremory, sebuah senyuman muncul di wajahnya.

"Halo, Yang Mulia Vasco Strada."

"Well well... bukankah ini Putri Gremory. Apakah kamu sehat akhir-akhir ini?"

Strada menyambut Rias ke rumahnya yang terpencil, dan mereka memulai pesta minum teh di balkon. Setelah mereka berdua duduk, Strada mengangkat teko agar bisa menuang secangkir teh hitam untuk Rias. Meski Strada telah menuangkan secangkir untuk Rias, Rias langsung memotong apa yang dia inginkan.

"Aku tidak datang ke sini untuk minum teh hari ini."

Strada meletakkan tangannya di meja saat dia menunjukkan senyum ramah.

"Oh."

Rias bertanya langsung

"—Apakah Anda pernah mendengar tentang Rating Game World Tournament, Yang Mulia?"

Strada mengangkat kepalanya saat melihat ke langit.

"Fufufu, kukira kamu tidak tahu tentang jumlah tamu yang pernah kumiliki, Putri..."

"Sepertinya Anda menolak semua tawaran itu, Yang Mulia. Mengingat kemampuan Anda sendiri, aku yakin Anda bisa membayangkan godaannya."

Keinginan Strada adalah menghabiskan sisa harinya dengan damai di sini sebagai manusia. Ini adalah sesuatu yang Rias tahu. Jadi Strada pada gilirannya meminta Rias

"Karena kamu terutama datang jauh-jauh kemari meskipun mengetahui alasan pria tua ini... kukira kamu punya cara untuk meyakinkan diriku? Aku tidak semuda si bocah Sekiryuutei. Pria tua ini telah mengabdikan seluruh hidupnya kepada Tuhan, dan dia juga mengerti bahwa misinya sudah berakhir. Evil Dragon War adalah pertempuran terakhirku."

Mungkin itulah yang Strada percaya. Tapi Rias berpikir

Apakah ini yang benar-benar dipikirkan olehnya? Apakah dia benar-benar tidak memiliki nostalgia? —Dengan Evil Dragon War benar-benar dianggap sebagai pertempuran terakhir hidupnya?

Dia telah melewati pertempuran para prajurit Gereja, sebuah pertarungan melawan Arthur Pendragon, dan Evil Dragon War yang telah terjadi belum lama ini. Rias sudah sangat terpesona oleh 'pedang' Vasco Strada. Rias berkata

"—Di posisi prima Yang Mulia, Anda dapat benar-benar mengalahkan kader Malaikat Jatuh, dan juga Iblis Kelas Ultimate. Bahkan Maou takut pada pedang Anda."

Legenda tentang Vasco Strada selalu bisa didengar di Dunia Bawah. Beberapa telah memanggilnya

[Perangkat Kekejaman Gereja]

Yang lain mengatakan bahwa dia adalah

[Kekejaman Surga]

Yang lain mengatakan bahwa dia adalah

[Pembunuh Kejahatan Vatikan]

Yang lain mengatakan bahwa dia adalah

[Mr. Durandal]

Dan beberapa telah memanggilnya

[Iblis Sejati]

Iblis yang bertahan meski melihat sosoknya dalam pertempuran merasa sangat takut saat itu, dan mereka gemetar saat mereka mengatakan ini.

—Aku tidak pernah ingin melihat pria itu lagi.

Iblis merasa takut dari lubuk hati mereka saat melihat Vasco Strada muda. Iblis memanggilnya 'Iblis'. Memang, mereka memanggilnya 'Iblis'—. Tapi, 'Iblis' itu akan menjadi bagian dari sejarah. Dia ingin hidupnya berakhir di sini. Dia berharap hal itu bisa berakhir seperti ini. Rias dengan sungguh-sungguh berpikir

—Apakah ini tidak terlalu menyedihkan?

Strada meneguk secangkir teh hitam saat dia berkata

"Kamu ingin mendengar cerita heroik pertempuran di masa mudaku ya... tapi sepertinya hal itu tidak terjadi. Nah, Putri. Adik perempuan Maou. Apa yang ingin kamu tanyakan padaku? Apa yang ingin kamu katakan padaku?"

Rias — sungguh-sungguh berkata

"—[Knight]-ku Kiba Yuuto, pengguna Durandal saat ini Xenovia, pengguna Hauteclere Irina, Cao Cao yang dianggap sebagai jenius tak tertandingi, dan pengguna Pedang Raja Suci Collbrande Arthur Pendragon. Setelah Anda menjadi seorang eksekutif Vatikan, banyak orang berbakat telah muncul—. Saat Yang Mulia masih muda, Anda menganggap pertempuran lebih hebat daripada yang lainnya, aku yakin inilah yang Vasco Strada percaya."

Rias berdiri, dan dia semakin bersemangat semakin dia berbicara

"Sebagai prajurit, dan sebagai pendekar pedang, Anda harus melakukan yang terbaik untuk melawan mereka!"

Kata-kata penuh gairah Rias dicurahkan, dan volume suaranya pun terangkat. Setelah Strada mendengar ucapan Rias, dia terdiam. Dia dengan tenang menatap langit. Rias menunggu jawabannya dengan diam. Strada mengangkat topi jerami dari meja dan meletakkannya di atas, dan hanya berbicara setelah menutupi bagian atas wajahnya.

"...Putri para Iblis. Apa yang akan kukatakan mungkin menjadi tabu bagi orang beriman di Gereja. Tapi, tolong anggap mereka sebagai kata-kata yang tertinggal jauh di hati mantan pendekar pedang saat kamu mendengarkannya."

Setelah terdiam beberapa saat, Strada, pria yang dikenal sebagai [Kekejaman Surga], mengatakan

"—Kalau aku lahir enam puluh tahun, tidak, lima puluh tahun kemudian, maka aku bisa menikmati era di mana begitu banyak orang kuat berkumpul. ...Adalah suatu kebohongan untuk mengatakan bahwa aku tidak menyesal. Ketika aku beradu pedamg dengan Arthur Pendragon—aku ingin memotongnya karena hatiku dipenuhi dengan gairah yang berputar-putar, dan itu bisa saja dinyalakan seandainya saja aku lahir bahkan baru tiga puluh tahun kemudian."

Setelah akhirnya mendengar kata-katanya yang sebenarnya, Rias santai saat dia membisikkan godaan Iblis kepada Strada.

"Kalau aku bilang bahwa aku bisa meremajakan Yang Mulia, apa yang akan Anda lakukan? Tentu saja, daripada menggunakan metode Iblis, itu seperti pekerjaan Tuhan—"

Kata-kata ini menyebabkan Strada menatap Rias dari bawah ujung topinya. Rias melanjutkan

"—Dengan kekuatan [Sephiroth Graal] dan Dewa Iblis Balor, bersama dengan senjutsu, bisa saja untuk semantara mengembalikan Anda ke masa muda Anda, bukan? Ini bukan metode Iblis. Ini hanyalah sebuah aplikasi dari Sacred Gear System yang diciptakan oleh Tuhan Alkitab dan kekuatan seorang pertapa."

Inilah kemungkinan baru yang Rias jelajahi dengan anggota timnya sampai sekarang. Itu juga merupakan pernyataan kuat untuk meyakinkan Strada. Melihat secercah harapan, Rias datang ke sini untuk mendapatkan potongan terakhir dari teka-teki itu. Rias meletakkan tangannya di atas meja dan menciptakan lingkaran sihir transportasi kecil, dari mana sebuah benda muncul. Tas itu panjang dan ramping. Rias membuka kunci dan membiarkan Strada melihat isinya. Di dalam—ada dua pedang panjang. Salah satunya adalah pedang dengan bilah merah. Yang satunya lagi pedang dengan bilah biru yang sepertinya memancarkan aura suci yang agresif—. Rias menunjuk pedang suci yang mengeluarkan aura suci.

"Ini adalah pedang suci terbaru yang telah diciptakan Gereja—Durandal II. Yang Mulia, ini adalah evolusi Durandal yang Anda pegang sebelumnya. ...Ada banyak orang di Gereja yang ingin melihat Anda dalam posisi prima Anda. Pedang ini bisa digambarkan sebagai mahakarya yang dipersembahkan untuk Anda. —Orang beriman ingin melihat kemampuan pedang Anda yang disebut keajaiban hidup."

Saat melihat Durandal yang baru, Strada seperti ayah yang telah bersatu kembali dengan anaknya. Baginya, itulah eksistensi Durandal. Durandal asli saat ini berada di tangan penggantinya (Xenovia). Tapi, Durandal di depan matanya—adalah sebuah mahakarya yang dimiliki oleh orang-orang muda di Gereja untuknya—. Saat tangannya bergerak ke arah pedang, dia bisa merasakan auranya. Dengan begitu, dia bisa merasakan sedikit perasaan yang telah masuk ke dalam pedang. Dia pasti bisa mengerti. Strada menatap langit. Dengan rasa malu dan kegirangan, suara yang keluar dari mulutnya dicampur dengan penyesalan dan kegembiraan.

"...... Oh, ya Tuhan. Aku tidak pernah membayangkan bahwa bisikan Iblis akan sangat manis.... Seperti yang diharapkan dari adik perempuan Maou Lucifer.... pria tua ini belum pernah mendengar kata-kata persuasif yang mengerikan itu!"

Rias tidak mundur. Dia sama sekali tidak akan mundur seperti ini. Dalam benaknya, pemandangan tertentu muncul kembali.

Tidak lama setelah pertandingan antara tim Ise dan tim Malaikat Reinkarnasi berakhir, Rias pergi untuk mencari orang tertentu. Di koridor untuk personil bersangkutan di stadion, Rias dan orang itu—Bina Lessthan bertemu. Rias sudah tahu identitas aslinya. Karena topengnya sudah pecah di tengah game, Rias sempat melihat wajah yang berada di balik topeng. Wajah itu—sangat mirip dengan penampilannya yang lebih muda. —Tidak, itu dia.

[...Grayfia-oneesama.]

Bina Lessthan—Grayfia Lucifugus melepas topeng mirip naga dan mengungkapkan wajahnya di hadapan Rias. Meskipun dia tampak seperti gadis remaja yang umurnya sama dengannya... wajah itu identik dengan wajah wajah kakak iparnya di masa lalu. Kakak ipar perempuannya, Grayfia Lucifugus telah menggunakan sihir untuk mengubah penampilannya kembali ke sosok saat dia masih remaja, dan menjadi [Queen] tim [Sekiryuutei of the Blazing Truth] dengan mengambil nama Bina Lessthan. Grayfia memasang topeng itu, lalu berkata pada Rias

[...Rias, aku tidak akan mengatakan terlalu banyak. Tapi, ingat satu hal.]

Grayfia melangkah maju dan berdiri di samping Rias sehingga dia bisa berbicara dari jarak dekat

[—Aku akan membuat Hyodou Issei-kun seorang Maou.]

Setelah mendengar pengakuan kakak iparnya, dia menyipitkan matanya dan mengerutkan kening.

[...Aku tidak percaya bahwa ini adalah niat Ise sendiri, kan?]

[Itu benar, ini adalah niatku sendiri. Tapi, aku percaya bahwa ini pada akhirnya akan menjadi tujuan seluruh Dunia Bawah. Aku akan mendukungnya sebagai [Queen]-nya.]

Mengapa dia memiliki pemikiran seperti itu, dan mengapa dia memiliki perasaan seperti itu? Semua yang Rias tahu yaitu—setelah kakak iparnya kehilangan kakaknya, Sirzechs, sebuah gambar telah tersimpan dalam benaknya. Apalagi orang yang bisa mewujudkannya—adalah Ise. Meski dia mencoba membujuk kakaknya, dia tidak mau mendengarkan; Itu adalah sesuatu yang Rias tahu lebih jelas daripada orang lain. Bagaimanapun, dia telah menjaganya sejak dia masih muda—. Dia selalu mengaguminya sejak saat itu—. Oleh karena itu, Rias mulai memikirkannya sejak saat itu. —Dia datang untuk memastikan perasaan sejatinya tepat setelah pertandingan. Mata Rias dipenuhi dengan tekad saat ia menyatakan kepada Grayfia

[...Selama aku bertarung, meskipun lawanku adalah Onee-sama, dan meskipun lawanku adalah Ise, aku akan menang.]

Grayfia, kakak iparnya, dan Bina Lessthan mengungkapkan senyuman tak kenal takut saat menerima pernyataan perang dari adik perempuannya.

[Baik. Inilah yang kuharapkan dari saudari iparku.] (TN: kagak tau siapa yg ngomong jadi pake saudari..)

Memang, Rias membuat sebuah deklarasi perang melawan kakak iparnya yang berharga. Dia menantikan untuk bertarung melawan orang yang dia cintai. Oleh karena itu, Rias mencari sebuah kekuatan yang mampu menggulingkan kekasihnya yang perkasa dan kakak iparnya—. Jika kekuatan itu bisa membantu membebaskan kekuatan yang Rias dan yang lainnya melangkah lebih jauh, maka itu akan memberi mereka kekuatan lebih dari sebelumnya.

Vasco Strada sepertinya membuat konfirmasi akhir saat ia meminta Rias dengan datar

"Aku mungkin akan mengayunkan pedangnya pada calon suami-dono Putri, apakah itu baik-baik saja? Selama pedangku bertemu—tanpa kecuali, itu akan dipotong. Meski dia menguasai kekuatan infinity, selama aku kembali ke sosok mudaku, aku akan bisa memotongnya tanpa masalah. —Tidak, itu akan dipotong."

Rias tak segan menjawabnya secara langsung

"Orang yang menjadi suamiku harus mengatasi kesulitan ini."

Kalimat yang satu ini menandai kesimpulan. Strada berdiri, dan senyum ramah yang ada di wajahnya lenyap dan langsung berubah menjadi wajah prajurit.

"......Jawaban yang bagus...! Dari sini, Vasco Strada harus berdiri di hadapanmu sebagai rintangan untuk latihan pengantin suami-dono!"

"Bisakah kita sepakat bahwa negosiasi ini berhasil?"

Pada hari ini, pendekar pedang terkuat dalam sejarah Vatikan mengumumkan niatnya untuk berpartisipasi dalam Rating Game World Tournament. Setelah negosiasi, Rias dan Strada menghela napas. Strada prihatin dengan pedang lain yang ada di koper, jadi dia bertanya tentang pedang merah itu.

"Omong-omong, bagaimana dengan senjata ini? Tampaknya pedang."

Rias membalas dengan cara yang sedikit malu.

"Setelah aku bertunangan dengan Ise, Surga memberiku pedang dengan bilah merah sebagai berkat. Ini sudah disesuaikan agar Iblis bisa menggunakannya. —Tapi, baik Ise maupun aku tidak akan menguasainya... Jadi, mungkin anak-anak masa depan kita bisa menggunakannya?"

"Begitu, lumayan juga. Kalau aku bisa hidup sampai usia tersebut, mohon aku memberkati anak-anak masa depanmu."

"Akan ada banyak masalah jika Yang Mulia memberkati mereka. Bagaimanapun, kami adalah Iblis."

"Benar juga."

Sama seperti mereka berdua mengobrol seperti itu—. Telepon genggam Rias menerima pesan. Saat dia mengeluarkannya untuk diperiksa, apa yang muncul—adalah berita mengejutkan yang dikirim Akeno.

"...Ini kan!"

"Ada apa?"

Menanggapi pertanyaan Strada, Rias tersenyum masam.

"......Fufufu, dari hal-hal yang terlihat, tidak mudah bagiku masuk ke final Turnamen. Yang Mulia, aku telah menerima beberapa berita."

Rias memberitahu Vasco Strada secara langsung tanpa bermaksud menyembunyikan apapun.

"—Sang Champion mungkin kembali."

Pesan yang diterima Rias yaitu 'Sang Champion Diehauser Belial telah dilepas sementara'.

"—Hmm. ...Ini benar-benar sangat bagus."

Anggota tim barunya hanya mengungkapkan senyum berani untuk menunjukkan bahwa dia menyambutnya. Turnamen itu masih penuh dengan kekacauan dan antusiasme—.