High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 9 Life 3

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life 3 : Kelompok Pahlawan Telah Tiba![edit]

Bagian 1[edit]

“Bagus! Lanjutkan!”

“Ya!”

Saat ini masih pagi buta di hari kedua piknik. Langit baru saja bercahaya. Asia dan aku tengah menggunakan atap hotel untuk latihan.

Singkat kata, kami sedang melatih gerakan dasar dari awal sampai selesai. Asia akan berlatih mengembangkan refleks untuk melepaskan kekuatan sihir dari jarak dekat. Di sisi lain, aku mengulang melatih reaksiku dan menghindari serangan yang ditembakkan dari jarak sangat dekat.

Plus latihan dasar, sesi latihan ini akan berlanjut sampai hari pertandingan. Ini semua harus dilakukan di siang dan malam! Berlatih apapun yang terjadi. Aku percaya kalau itu semua diperlukan untuk mengejar Sairaorg-san dan Vali!

--Aku akan menjadi kuat!

Biarpun harus dilakukan selangkah demi selangkah, itu tak apa apa. Demi perkembangan konstan ini, aku harus berlatih!

“Maaf Asia. Mengambil waktumu untuk membantuku latihan bahkan di piknik sekolah.”

Aku berbicara sambil bernafas terengah engah. Asia menggeleng kepalanya.

“Tak masalah. Aku senang bisa bersama dengan Ise-san di Kyoto sejak pagi hari.”

Asia tersenyum cerah. Ah ah, dia sungguh gadis yang hebat! Asia-chan adalah Asia-chan ku yang paling paling paling penting, aku sungguh bangga padanya!

“Lebih efisien untuk memiliki partner berlatih, kan?”

Itu suara Kiba. Melihat dengan seksama, bukan hanya Kiba, namun Xenovia juga ada disini.

“Karena aku sudah membeli pedang kayu, tak bisakah kita melatih diri kita asal tak sampai merusak tempat ini? Pertandingan berikutnya melawan pewaris keluarga Great King akan dilakukan tak lama lagi.”

Xenovia......aku tahu kamu sedang senang, tapi apa kamu berniat membawa pedang kayu kemana mana untuk bertamasya? Tapi apa boleh buat, sepertinya tak ada cara lain untuk bertahan dari serangan musuh tanpa menghancurkan tujuan tujuan pariwisata.

Saat aku memikirkan itu, Kiba menciptakan pedang pendek di tangannya.

“Xenovia, kalau sesuatu terjadi, pakailah saja ini untuk bertarung.”

“Ah, pedang suci pendek? Dengan ini akan mudah disimpan dalam tas sekolah. Terima kasih.”

Menerima pedang pendek dari Kiba, Xenovia memutarnya sejenak di tangannya dengan lihai. Saat Kiba memasuki Balance Breaker, dia tak hanya bisa menciptakan Pedang Iblis namun juga Pedang Suci hingga kaliber tertentu. Namun, dibandingkan Pedang Suci Legendaris, pedang Kiba masih kalah jauh.......

--Namun, musuh?

Saat pikiranku mencapai poin itu, itu membuatku merasa gugup.

Bahkan disini, pertarungan bisa saja berlangsung. Apa kah karena kekuatan Naga yang menarik semua masalah ini?........Aku membenci kemungkinan itu.

Menampar wajahku, aku memperbarui semangatku. Aku harus lebih bersemangat lagi!

“Ya! Mari kita latih tanding sejenak sebelum berkumpul di pagi hari!”

Dan seperti itu, latihan pagi kami dimulai sekali lagi.


Bagian 2[edit]

“—Jadi anak anak, ayo pergi!”

“ “ “ Ya! “ “ “

Kiryuu dengan kacamata berkilau menunjuk pada terminal bus, dan kami para lelaki berteriak meresponnya.

Meski insiden di hari pertama sangat disayangkan, namun karena Sensei dan para orang dewasa sudah mengatakannya, kami harus menikmati piknik sebisa mungkin. Kudengar Saji dan kelompoknya juga mengunjungi banyak tempat hari ini.

Aktivitas hari kedua dimulai dengan menaiki bus dari dekat stasiun Kyoto ke perhentian Kiyomizu-dera[1] Kami membeli tiket bus satu hari di stasiun Kyoto, dan kemudian mengantri untuk bus dengan para siswa lain.

Kami menaiki bus dan terus melaju sampai ke Kiyomizu-dera. Sambil kami melihat lihat untuk menghargai pemandangan baru, bus akhirnya mencapai tujuannya.

Setelah mencari cari sejenak, kami menemukan jalur yang landai menuju ke Kiyomizu-dera. Oh, rumah rumah Jepang yang dibangun di kedua sisinya itu terlihat sangat menarik.

“Kudengar ini yang disebut dengan Lereng Tiga Tahun. Kalau kalian jatuh disini, itu artinya kalian akan mati dalam tiga tahun, eh?”

Ujar Kiryuu.

“Oooh waaaaaaa! Seram sekali!”

Asia nampak ketakutan, dan memeluk lenganku. Eh, eh, eh, ini kan hanya legenda. Asia adalah anak kikuk dan sering jatuh tersandung, jadi sudah wajar kalau dia akan ketakutan. Memegang lenganku mungkin terasa lebih aman baginya.

--Tapi kemudian, Xenovia juga, memegang lenganku yang lain.

“A-Ada apa ya? Xenovia?”

Aku bertanya dengan kaget, namun dengan tanpa ekspresi, Xenovia bergumam pada dirinya sendiri.

“....Orang Jepang ternyata suka memasang mantra seram di jalur berlereng mereka.”

Dia ternyata mempercayainya! Xenovia-san, itu hanya kesalahpahaman! Namun, kupikir ini salah satu poin manisnya.

Dan kemudian, ini menjadi situasi dimana aku mendaki lereng dengan dua gadis cantik, satu di setiap lengan. Sepanjang waktu ini, aku bisa merasakan kedua brengsek itu memelototiku dengan kebencian murni.......Fufufu, diserang dengan kecemburuan entah kenapa terasa nyaman!

Di akhir jalan yang berlereng, gerbang besar nampak! Inilah Kiyomizu-dera!

Berjalan melewati pintu gerbang – Gerbang Niou, mari menuju ke Kiyomizu-dera!

“Lihat, Asia! Kuil ini mengumpulkan esensi dari budaya pagan!”

“Ya, ya! Kamu bisa merasakan sejarahnya dari penampilannya!”

“Hore untuk pagan!”

Dalam keriangan mereka, trio Gereja membuat komentar komentar tak layak! Kalian, hei kalian, kami-sama dan Buddha-sama ada disini! Aku bisa merasa kalau mereka menyaksikan, jadi jangan bersikap terlalu tak sopan, oke?

Ini adalah panggung Kiyomizu yang pernah kulihat di televisi! melihat ke bawah dari sana.......Ya, meski sangat tinggi, namun bagi aku yang sekarang, jatuh seharusnya bukan masalah lagi? kenapa pikiranku terus memikirkan hal hal seperti itu? Tak bagus. Hal hal yang berkaitan dengan pertarungan sepertinya sudah terukir ke dalam tulangku!

“Sepertinya ada banyak yang jatuh dari sini dan selamat.”

Kiryuu memberikan penjelasan itu. Eh, jadi manusia takkan apa apa. Ngomong ngomong, banyak orang jatuh dari sini?

Di dalam kuil, terdapat kuil kecil yang digunakan untuk berdoa untuk lulus ujian dan permohonan cinta.

Mungkin sebaiknya aku juga melempar receh ke dalam kotak persembahan dan membuat permohonan. Toh aku ini siswa SMA. Tapi karena aku Iblis, aku tak tahu apa Buddha-sama akan mengabulkan permohonanku atau tidak. Tapi tetap saja, aku ingin bisa masuk universitas.

“Hyodou, kenapa kamu tak mencoba prediksi kecocokan cinta dengan Asia?”

Oleh desakan Kiryuu, Asia dan aku menarik prediksi cinta........bagaimana kecocokannya?

“Dikatakan kalau peluangnya tinggi dan sangat memungkinkan. Sepertinya kita sangat cocok, Asia.”

Aku menerangkan isi prediksi dan menjelaskannya pada Asia – wajah Asia menjadi merah, dan terlihat sangat senang.

“Ya! Aku sangat senang........senang sekali, sungguh.......”

Memegang stick ramalan dengan sangat sayang, air mata muncul di matanya! Oh oh, dia sampai sesenang itu, aku jadi merasa malu! Namun, biarkan aku berterima kasih pada Buddha-sama disini karena menjamin hubunganku dengan Asia. Sungguh terima kasih! Aku sekali lagi kowtow[2] dan menyampaikan rasa hormat kepada Buddha.

“Ini hebat.”

“Eh eh, bagus sekali.”

“Aku merasa sedikit lega.”

Xenovia, Irina, dan Kiryuu menganggukkan kepala mereka tanda menyetujui. Bisakah kalian hentikan itu, itu sangat memalukan.

“.......Apa kita saja yang tidak kebagian?”

“Jangan menangis, Matsuda. Mari kita hajar saja Ise saat kita kembali ke hotel.”

Ah, kedua cowok tengah cemberut dengan murung di sudut gelap.

Kami mengitari kuil dengan cepat, membeli sejumlah suvenir, dan kemudian berjalan ke terminal bus.

“Perhentian berikutnya adalah Ginkaku-ji[3], Kuil Paviliun Perak. Kalau kita tak buru buru, waktu akan berlalu dalam sekejap mata.”

Kiryuu menuntun arah sambil melihat jam tangannya. Memang benar, tanpa sadar waktu sudah jam sepuluh pagi. Kalau kami hendak mengunjungi satu atau dua tujuan lagi, itu takkan bekerja kecuali kami buru buru seperti ucapan Kiryuu.

Selanjutnya adalah Ginkaku-ji! Dengan menaiki bus menuju kesana, kami meninggalkan Kiyomizu-dera!


“Sebenarnya tidak perak?”

Mencapai Ginkaku-ji dan melihat kuil, itulah kata kata pertama Xenovia.

Tidak, memang benar kalau Ginkaku-ji tidak perak. Xenovia entah kenapa nampak kecewa, dengan mulut terbuka lebar.

“....Mata Xenovia-san nampak bersinar ketika dia terus berkata pada dirinya sendiri ‘Ginkaku-ji terbuat dari perak, dan Kinkaku-ji[4] terbuat dari emas. Mereka pasti sangat menyilaukan.”

Asia memeluk bahu Xenovia yang bergetar dan menjelaskan.

Begitu. Dia memiliki fantasi yang terlalu hebat.

“Ada juga rumor, seperti kematian biksu Ashikaga yang terlibat dalam pembangunan kuil, atau karena pemerintahan Bakufu kehabisan uang pada waktu itu. yang pasti, itu bukan perak.”

Kiryuu menjelaskan. Waw, bukankah si gadis berkacamata ini sudah menyelidiki semua hal sebelumnya, sampai bisa tahu semua hal tentang atraksi terkenal itu?

Namun, pemikiran sudah memasuki pikiranku di Fushimi Inari, pemandangan musim gugur Kyoto dengan semua pegunungan dan pepohonan sungguh rupa yang indah sekali.

Setelah berkeliling sejenak di Ginkaku-ji, kami berhenti untuk makan siang di dekatnya dan melanjutkan ke tujuan berikutnya, Kinkaku-ji. Tentu saja, kami juga membeli suvenir yang berkaitan dengan Ginkaku-ji.


“Emas! Kali ini benar benar emas!”

Mencapai Kinkaku-ji, Kuil Paviliun Emas, itulah kata kata pertama Xenovia yang dia teriakkan.

Sama sekali berbeda dengan tadi, dia terlihat sangat heboh. Tidak, itu kebahagiaan yang ekstrim.

“Itu memang emaaaaaaaaaaaas!”

Xenovia mengangkat kedua tangannya, dengan wajah berseri seri. Kinkaku-ji memang berkilau dan emas, begitu cerah! Meski aku pernah melihatnya di televisi sebelumnya, namun kecerahan dari objek yang sesungguhnya memang lebih kuat.

Para siswa lain juga berada disini dan mereka semua sibuk mengambil foto. Matsuda menjepret foto demi foto seolah kerasukan. Aku juga mengambil beberapa foto untuk kenang kenangan. Kemudian aku mengirimnya via SMS ke anggota lain dari Klub Penelitian Ilmu Gaib di Akademi Kuou.

Kami mengelilingi tempat ini, membeli suvenir, dan kemudian berhenti di rumah teh untuk istirahat.

“Silahkan dinikmati.”

Nona berbusana kimono mempersiapkan teh hijau berbubuk dan menyajikannya pada kami. Ada juga sejumlah snack Jepang.

Mencicipi teh – rasanya tak sepahit bayanganku. Justru, harus kukatakan kalau, mencicipi teh dengan snack Jepang membuat rasanya lebih tepat.

“Ya, sangat baik.”

Irina sepertinya menikmatinya juga.

“Sedikit pahit.”

Asia nampak belum terbiasa. Namun, dia masih meminumnya sedikit demi sedikit, jadi seharusnya tak terlalu buruk untuknya.

“.....Itu memang emas dan bersinar.”

Xenovia nampaknya dalam kondisi bermimpi dan masih terpesona oleh glamor emas dari Kinkaku-ji. Matanya bersinar dengan cahaya berseri seri dan bahkan belum menyentuh tehnya.

Hari ini Xenovia benar benar menunjukkan sisi langka yang belum pernah terlihat sebelumnya. Begitu menarik. Seorang yang paling menikmati kehidupan sebagai siswa mungkin adalah Xenovia.

“Xenovia, mari kita berdoa untuk merayakan.”

“Ide bagus.”

“Mari berdoa.”

Asia bergabung, dan mereka bertiga mulai “Oh Tuhan!” trio Gereja itu berdoa terhadap Surga, perayaan macam apa itu.......

Ah, sudah jam dua siang. Meski kami sudah mengelilingi semua lokasi lokasi wisata dengan sangat cepat, sekali ada sesuatu yang menangkap mata kami, waktu sepertinya berlalu dengan sangat cepat.

Kalau dipikir pikir, kami sudah pergi untuk membunyikan lonceng segera setelah memasuki Kinkaku-ji, namun kupikir antrian yang panjang membuat waktu kami tersita lebih banyak dari dugaan.

“Ah, mesum! Hentai!”

Suara wanita. Dengan sangat kaget, aku melihat sekeliling untuk mendapati seorang pria tengah dihentikan oleh sejumlah staf.

“Op-Oppai! Beri aku Oppai!”

Bahkan Kinkaku-ji memiliki orang mesum. Waw, jadi merusak mood untuk bertamasya.

“Orang mesum lagi. Bicara soal itu, berita televisi pagi ini juga melaporkan tentang mereka. Ada seorang di kuil Sensoji juga. Dan di stasiun kereta kemarin. Sepertinya ada terlalu banyak jumlah orang mesum.”

Pada kata kata Matsuda, Motohama menekan kacamatanya dan memprotes.

“Bicara apa kamu. Kamulah orang yang menyerangku di kereta peluru kemarin.”

Jadi itu yang terjadi kemarin.

“Tidak, bagaimana aku harus menjelaskannya? Pada saat itu aku pasti ngelindur saat tidur, tapi tiba tiba aku mendapat hasrat untuk meremas payudara. Ada apa ya, dengan perasaan itu?”

Matsuda memiringkan kepalanya, nampak bingung. Yah, aku percaya kalau sebagai lelaki, ingin menyentuh payudara adalah hal normal.

“Inilah masa muda.”

Motohama mendeklarasikan, dan Matsuda berkata “Kesalahan masa muda!” dan mengangguk. Namun kumohon, jangan menyerah lalu meremas dada laki laki.

Saat aku hendak mengangguk bersama mereka – ponselku berbunyi.

Ah, Akeno-san yang memanggil. Ada masalah apa?

“Ya, hallo, apa ada yang masalah, Akeno-san?”

[Hallo, Ise-kun. Tidak, tak ada yang serius.......barusan Koneko-chan baru mendapati keganjilan]

“Keganjilan?”

[Ya, kamu baru mengirim foto foto itu, kan?]

“Ya, waktu di Kinkaku-ji. Apa ada masalah?”

Akeno-san membalas kekagetanku.

[Pada foto itu, nampaknya kamu menangkap sesuatu]

“Menangkap sesuatu?”

[Ya, di pemandangan latar belakang sepertinya ada beberapa youkai rubah. Apa yang terjadi? Meski youkai rubah memang tidak langka di Kyoto.....]

Suara Akeno-san terdengar cukup cemas.

Setelah menerima panggilannya, aku merasa bergidik.

“Tidak, kami tak apa apa. Ah, Asia sepertinya memanggilku. Mari bicara lagi nanti.”

[....Kalau sesuatu terjadi, hubungi aku ya?]

“Ya.”

Aku menutup telepon setelah itu.......dipanggil oleh Asia sebenarnya bohong.

Mengecek foto foto yang kuambil tadi, semuanya nampak seperti pemandangan normal dari Kinkaku-ji......Aku tak bisa melihat ada keganjilan. Apa itu seperti foto paranormal yang hanya bisa dilihat orang orang tertentu? Apalagi, hanya seorang nekomata – Koneko-chan yang bisa melihat mereka.

Yang pasti, aku harus memperingatkan Asia dan yang lain tentang informasi Akeno-san.

Melihat kembali ke rumah teh – Matsuda, Motohama, dan Kiryuu sudah tertidur pulas! Tak mungkin karena mereka kelelahan.......mustahil mereka tertidur dengan cepat saat aku tengah menelepon.

Asia dan yang lain masih bangun, namun Xenovia tengah memelototi pelayan wanita dengan ekspresi seram.

Dia sudah menunjukkan telinga dan ekor hewannya.......bukan manusia. Melihat lebih seksama, makin banyak orang orang bertelinga hewan bermunculan dan semua turis normal tertidur.

.....hahaha, naif sekali bagi kami untuk berpikir kalau mereka takkan menyerang di tujuan atraksi turis paling terkenal. Apa kinkaku-ji bagian dari wilayah youkai?

Xenovia dengan cepat mencabut pedang suci pendek dari tasnya dan menyembunyikan Asia di belakangnya.

Aku menyiapkan tangan kiriku, dan hampir memanggil gauntlet—

“Tunggu sebentar.”

Mendengar suara familiar, aku melirik. Yang muncul adalah – Rossweisse-san!

“Rossweisse-san! Kenapa kamu ada disini?”

Dengan terengah engah, Rossweisse-san menjawab.

“Ya, aku dipanggil oleh Azazel-sensei untuk menyambut kalian semua.”

“Dipanggil oleh Sensei? Apa yang terjadi?”

Aku bertanya sambil melihat sekeliling.......kalau kupikir pikir, tak ada hawa permusuhan, beda dari para youkai yang menyerang kami kemarin.

“Gencatan senjata. Atau dengan kata lain, kesalahpahaman telah diselesaikan – Putri Kyuubi ingin meminta maaf pada kalian semua.”

Itulah jawaban Rossweisse-san.

Ah, gencatan senjata? Kesalahpahaman selesai? Berarti dengan kata lain, tak ada lagi rubah yang akan menyerang?

Pada keraguan panjangku, seorang nona berkuping hewan mendekat dan membungkukkan kepalanya dalam dalam.

“Saya adalah youkai rubah yang melayani Raja sang Kyuubi. Kami mohon maaf untuk sebelumnya. Mohon ikut bersama kami karena Tuan Putri kami ingin meminta maaf pada anda sekalian.”

Ikut dengan mereka? Kemana? – saat aku memikirkan itu, seorang onee-sama rubah melanjutkan ucapannya.

“Ke Ibukota pusat dimana kami youkai Kyoto tinggal. Maou-sama dan Gubernur Malaikat Jatuh telah berada disana.”


Bagian 3[edit]

Tempat yang kami tuju – adalah tempat yang hanya bisa dideskripsikan sebagai dunia lain.

Seperti jalanan dari periode Edo, rumah rumah kuno berbaris, dan makhluk makhluk aneh menampakkan wajah wajah mereka dari pintu, jendela, dan lorong lorong jalan.

Melalui torii tersembunyi di Kinkaku-ji, kami lewat melalui sana dan memasuki dunia lain.

Ruang gelap dengan atmosfir unik. Makhluk makhluk yang baru kusebutkan itu. banyak penghuni menyapa kami......Youkai bermata satu dengan wajah besar, youkai seperti kappa dengan makanan di kepala mereka, tanuki yang berjalan tegak dan makhluk makhluk lain dari legenda.

Semua orang tengah mengawasi kami dengan penuh rasa penasaran.

Kami mengikuti si Nona rubah ke arah kediaman Tuan Putri. Disini agak gelap, dan satu satunya sumber cahaya adalah lampu yang bergerak sepanjang jalan di depan kami.

“Wooshashashashasha!”

Wa! Membuatku takut! Lentera itu tiba tiba menampakkan mata dan mulutnya dan mulai tertawa! Apa itu hewan lentera legendaris?

“Mohon maaf. Youkai disini memang suka bergurau......meski saya rasa tak satupun dari mereka bisa menjadi ancaman bagi kalian semua......”

Nona rubah yang memandu kami meminta maaf sambil terus berjalan.

“Jadi ini dunia para youkai?”

Itulah pertanyaanku. Meski aku menyadari kalau ruang ini terhubung dengan Kyoto.

Onee-sama rubah memberikan jawaban berikut;

“Ya, ini adalah tempat dimana sebagian besar youkai tinggal. Saya ingat kalian para Iblis juga memakai ruang khusus dalam Rating Game. Jadi kenapa tak menganggap ruang ini sebagai sesuatu yang dibuat dengan cara yang sama. Kami menyebut tempat ini “Jalan belakang” atau “Ibukota pusat” dan nama nama lain. Tentu saja, seperti Iblis, ada juga mereka yang tinggal di permukaan Kyoto.”

Ibukota pusat? Begitu. Sesuatu yang mirip dengan arena Game dalam Rating Game.

“.....Apa mereka manusia?”

“Tidak, kudengar mereka Iblis.”

“Iblis eh? Jarang sekali bisa melihat mereka.”

“Apa gadis bule cantik itu juga Iblis?”

“Naga, itu pasti hawa kehadiran Naga. Iblis dan Naga......”

Dari kasak kusuk para youkai yang kudengar, Iblis pasti langka disini. Benar, bagaimanapun juga ini wilayah youkai, sehingga hal itu wajar saja.

Berjalan melewati beberapa baris perumahan, kami memasuki hutan dengan sungai yang mengalir melaluinya. Berjalan semakin dalam, sebuah torii merah besar muncul.

Di hadapan kami terdapat mansion besar, yang memberikan perasaan kebangsawanan kuno.

Ah, di depan torii, Azazel-sensei dan Leviathan-sama dalam kimono sudah ada disana!

“Oh, kalian sudah sampai.”

“Ah, hello semuanya.”

Biarpun mereka datang ke dunia youkai, sikap mereka masih tetap sama.

Diantara mereka terdapat seorang gadis pirang. Seorang yang memimpin serangan sebelumnya. Haruskah aku memanggilnya Kyuubi-san?

Kali ini ia tidak mengenakan busana pendeta wanita, namun mengenakan kimono berbulu mencolok seperti Tuan Putri dari Era Peperangan Negara.

Ah, dia benar benar terlihat seperti Tuan Putri kecil.

“Kunou-sama, saya sudah membawa mereka semua kemari.”

Nona rubah melaporkan – kemudian menghilang dalam kobaran api......Apa itu? itukah yang disebut rubah api?

Si tuan putri melangkah ke depan dan mulai berbicara.

“Aku Kunou, putri dari Yasaka, administrator dari youkai yang tinggal di dalam dan luar Kyoto.”

Setelah perkenalan dirinya, dia membungkukkan kepalanya dalam dalam.

“Mohon maaf untuk sebelumnya. Menyerang kalian tanpa menyelidiki terlebih dulu, mohon maafkan aku.”

Jadi, dia meminta maaf pada kami.........aku menunjukkan ekspresi bingung dan menggaruk wajahku.

“Tak masalah. Bukankah bagus karena kesalahpahaman sudah selesai? Aku tak keberatan selama kami bisa menikmati piknik kami di Kyoto tanpa insiden lebih jauh.”

Xenovia mengatakan itu, dia mungkin tak punya keinginan untuk bertarung di Kyoto.

“Ya. Hati yang memaafkan itu sangat penting bagi Malaikat. Aku tak punya dendam pada Tuan Putri-sama.”

Irina melanjutkan. Asia juga berbicara, penuh dengan senyum.

“Ya, kedamaian itu sangat penting.”

Karena mereka bertiga sudah berbicara, aku tak punya alasan untuk tak setuju. Ngomong ngomong, membiarkan mereka bicara lebih dulu, aku merasa malu sebagai lelaki.

“Jadi itulah yang kami rasakan, aku juga tak apa apa. Mohon angkat kepalamu.”

“Tapi, tapi.......”

Hmm, insiden itu membuatnya lebih resah dari kami. Aku berlutut dan membuat kontak mata dengan si gadis muda – Kunou.

“Jadi, namamu Kunou kan? Begini, Kunou, kamu sangat mencemaskan Ibumu kan?”

“Ya, tentu saja.”

“Kalau memang begitu, maka membuat kesalahan itu wajar saja. Tentu saja, ini bisa membuat masalah dan membuat tak nyaman orang lain. Tapi Kunou, kamu sudah meminta maaf. Kamu meminta maaf karena kamu memahami kamu sudah salah, begitu kan?”

“Tentu saja.”

Aku menempatkan tanganku di bahunya sambil tersenyum, dan melanjutkan.

“Kalau itu masalahnya, maka kami takkan menyalahkan Kunou.”

Mendengar kata kataku, wajah Kunou menjadi merah dan berbicara dengan suara kikuk.

“.....Terima kasih.”

Oke, kesalahpahaman sudah terselesaikan.

Aku berdiri namun Azazel-sensei mencolekku.

“Benar benar Oppai Dragon. Kamu benar benar ahli mengurus anak anak.”

“Tolong, tolong jangan bergurau. Aku pusing memikirkan kata kata itu, tahu!”

“Jangan malu malu, kamu kan hidup dengan nama Oppai Dragon.”

“Ya, sungguh Oppai Dragon! Aku sangat tersentuh!”

“Astaga, cowok ini jago mengurus anak anak.”

Terhadapku yang merasa malu, Xenovia, Asia, dan Irina menganggukkan kepala mereka dan memberi pujian.

“Kamu benar benar mengejutkanku tadi. Sebagai Guru aku bangga padamu.”

Bahkan kesan Rossweisse-san sudah meningkat sedikit......berapa buruk kesannya padaku selama ini? Kalau aku bisa mencari topik percakapan soal toko 100 yen, mungkin opininya padaku bisa lebih membaik.......?

“A-Aku takkan kalah! Oppai Dragon sedang berpromosi bahkan di tempat seperti ini! Acara Televisiku ‘Magical Levi-tan’ takkan kalah!”

Leviathan-sama nampaknya bersemangat dengan semacam impuls yang sangat aneh? Astaga, para Iblis ini benar benar terlalu damai!

Dengan malu malu, Kunou berbicara.

“.....Meski aku mohon maaf untuk kesalahanku........tapi tolong, kumohon pada kalian semua! Mohon pinjamkan kekuatan kalian untuk menyelamatkan Ibuku!”

Tangisan kesakitan tanda meminta bantuan dari seorang gadis.


Pemimpin youkai di Kyoto adalah Kyuubi (Rubah berekor sembilan) Yasaka. Dia meninggalkan rumahnya beberapa hari lalu dengan pembawa pesan Sakra dari Gunung Meru.

Namun, Yasaka-san gagal muncul di tempat pertemuan. Para youkai mulai menyelidiki dan menemukan salah satu pengawalnya yang sedang sekarat, karasu-tengu.

Sebelum embusan nafas terakhirnya, si karasu tengu memberitahu youkai lain kalau Yasaka-san telah diserang dan diculik.

Pada saat itulah mereka mulai menyelidiki pendatang baru mencurigakan dan akhirnya menyerang kelompok kami.

Setelah itu, Azazel-sensei dan Leviathan-sama bernegosiasi dengan Kunou, menyangkal keterlibatan Dunia Bawah, serta menyediakan petunjuk kalau kemungkinan itu adalah ulah Khaos Brigade.

“......Sepertinya, masalah sudah menjadi serius.”

Setelah mendengar semua hal tentang insiden ini, itulah opiniku.

Kami telah dibawa ke dalam mansion. Di aula besar, Kunou telah mengambil tempat duduknya.

“Huh, sekali sejumlah golongan mulai bersekutu, hal semacam ini jadi terus terjadi. Terakhir kali dengan Odin, Loki datang kan? kali ini, musuhnya adalah teroris.”

Sensei komplain dengan tak senang. Sensei yang menyukai kedamaian, pastinya takkan memaafkan para teroris ini. Kupikir pikirannya pasti penuh oleh kemarahan.

Di sisi Kunou terdapat si nona rubah yang sebelumnya dan pria tua berhidung panjang. Pria tua itu adalah pemimpin tengu, dan memiliki hubungan kuat dengan kyuubi sejak zaman dulu. Dia terlihat sangat khawatir tentang penculikan Yasaka-san serta putrinya Kunou.

“Gubernur-dono, Maou-dono, bisakah anda membantu menemukan cara untuk menolong Yasaka-hime? Tak peduli apa, kami menjanjikan kerjasama penuh kami.”

Si tengu tua membuat permintaan seperti itu.

Dia menyerahkan selembar foto pada kami. Seorang onee-sama pirang cantik dalam busana rahib wanita! Telinga hewan menyembul di kepalanya! J-Jangan jangan ini.......

“Ini adalah foto dari Yasaka-hime.”

Sungguh! Bukankah payudaranya besar!? Bahkan kelihatan jelas dari balik busana mikonya! Apa yang para teroris itu inginkan dengan Tuan Putri rubah berdada besar ini!? Ka-kalau kalian berbuat macam macam, aku takkan ampuni kalian semua!

“Yang bisa kami yakini, adalah para penculik masih berada di Kyoto.”

Sensei berbicara.

“Kenapa anda berpikir seperti itu?”

Itulah pertanyaanku. Sensei mengangguk dan menjelaskan.

“Aliran ki di semua wilayah Kyoto masih stabil. Rubah berekor sembilan adalah eksistensi yang bertanggung jawab dalam mempertahankan keseimbangan aliran ki dari area berbeda di wilayah ini. Kyoto sendiri bisa dianggap sebagai medan energi berskala besar. Kalau kyuubi yang menjaga tanah ini pergi atau terbunuh, maka Kyoto akan mengalami perubahan drastis. Karena tak ada tanda tanda itu, artinya Yasaka-hime masih baik baik saja, dan para penculik kemungkinan masih ada disini.”

K-Kyoto ternyata kota seperti itu! ini semua pernyataan yang mengejutkan!

Namun, kalau Yasaka-san masih tak apa apa, berarti masih ada kesempatan untuk menolongnya.

“Serafall, level investigasi apa yang para Iblis sudah lakukan disana?”

“Aku sudah perintahkan mereka untuk menginvestigasi secara rinci. Para Iblis yang familiar dengan Kyoto juga sudah diturunkan.”

Sensei mengalihkan tatapannya dan memandang kami semua.

“Sepertinya kali ini kalian akan terlibat lagi, karena kita kekurangan tenaga orang. Khususnya karena kalian berpengalaman dalam melawan orang orang kuat, dan kami akan membutuhkan kekuatan kalian melawan golongan Pahlawan. Ini sangat disayangkan, tapi mohon bersiaplah untuk kemungkinan terburuk. Nanti biar aku yang menghubungi Kiba dan para budak Sitri yang tak berada disini. Sebelum itu, silahkan menikmati piknik kalian, tapi kami akan mengandalkan kalian dalam situasi darurat.”

“Ya!”

Kami setuju pada kata kata sensei!

Pada akhirnya, ini bukan piknik sederhana. Yah, mengunjungi semua lokasi lokasi penting lebih dulu adalah keputusan yang pandai.

Kunou mengatupkan tangannya dan membungkukkan kepalanya dalam dalam. Nona rubah dan tengu tua juga membungkuk dengannya.

“.....Kumohon pada kalian semua. Mohon........mohon pinjamkan kekuatan kalian untuk menolong Ibuku.......Tidak, tolong pinjamkan kekuatan kalian padaku. Kumohon.”

--

Anak sekecil itu membungkukkan kepalanya dan memohon dengan berlinang air mata dalam suara bergetar.

Meski dia berbicara seperti Tuan Putri kelas tinggi, dia pasti berada di usia yang masih bergantung pada kasih sayang Ibunya.

....Kemarahan di hatiku bergejolak.

Para brengsek Khaos Brigade ini, meski aku tak tahu apa rencana kalian, akan kuhabisi kalian! Sampai menculik Onee-sama berdada besar itu, tak termaafkan!

Dan kemudian aku berpikir! Saat kita menyelamatkan Yasaka-san, dia pasti akan memberiku semacam hadiah!

‘Ufufu, kamu Sekiryuutei? Kamu sudah menolongku? Luar biasa, kalau begitu, bagaimana aku harus menghadiahimu......Hm, kamu menatap tubuhku.......jadi begitu, kamu menginginkan tubuhku? Ufufufu, tak masalah, kamu boleh menikmatinya sepuas hatimu.’

Tes tes. Dengan khayalan erotis memasuki otakku, darah menetes dari hidungku. Dengan menggoda melepas kimononya, imej onee-sama kyubi menjadi luar biasa! Payudara! Payudara!

“....Ise-san, apa kamu sedang memikirkan hal hal mesum?”

Asia tengah menatapku dengan wajah tidak senang. Asia-chan, dalam area ini, instingmu kadang kadang sangat tajam!

Aku menggeleng kepalaku. Tak mungkin, tak mungkin! Ini permintaan Tuan Putri kecil!

Dengan pemikiran seperti itu, aku memperbarui keyakinanku, dan mempersiapkan diriku untuk pertarungan sepanjang piknik ini.

Tapi tapi, kemana perginya kemungkinanku saat itu.......tak ada tanda tanda mereka akan kembali sejauh ini. Apa mereka masih berada di Kyoto......?

Namun entah kenapa, mereka terasa tak begitu jauh......


“Wow,--aku makan kenyang sekali.”

Malam itu, aku tengah terbaring di kasur di kamarku. Setelah menyelesaikan makan malam dan mandi. Makan malamnya sangat lezat. Dan semuanya terlihat berkelas tinggi.

.....Setelah mengunjungi dunia youkai, kami kembali ke Kinkaku-ji sekali lagi. membangunkan Matsuda dan yang lainnya yang tertidur, kami melanjutkan piknik kami, membeli suvenir, dan menghabiskan waktu kami di area itu sampai waktunya kembali.

Kembali ke hotel, kami bertemu dengan Kiba dan para budak Sitri untuk merencanakan langkah berikutnya.

Kami akan melanjutkan piknik sesuai rencana untuk esok hari, namun akan membawa lingkaran sihir versi portabel sehingga kami bisa kembali ke hotel dengan cepat. Usai kami menerima kabar dari pemimpin kami Azazel-sensei, kami harus segera kembali ke hotel.

Astaga, ini semua jadi merusak suasana bertamasya.......besok kami berniat mengunjungi Gunung Badai, Arashiyama[5], dan sepertinya Kunou akan menemui kami disana sebagai pemandu wisata.

Sepertinya Kunou ingin meminta maaf dengan menjadi pemandu kami. Sebenarnya kami ingin menolak tapi dia bersikeras kalau itu tak apa apa. Karena dia tetap ingin melakukannya, kami hanya bisa menerima tawarannya. Namun, sebenarnya Sensei yang menyuruh kami untuk menerima lebih dulu.

Sesuatu tentang ini menjadi langkah pertama dalam kerjasama Dunia Bawah dengan para youkai. Putri dari pemimpin Youkai adalah super VIP. Sehingga misi itu diserahkan pada kami.........besok kami harus memastikan untuk tak melakukan hal hal memalukan.

......Apa yang Buchou sedang lakukan saat ini? Akeno-san.......juga Koneko-chan......Ah, Gasper juga. Aku jadi merindukan anggota klub yang masih berada di Akademi Kuou.

Mereka mungkin tak pernah membayangkan kalau kami akan terlibat dengan Khaos Brigade. Sayang sekali kejadian seperti ini masih harus terjadi.

......Mm, aku jadi merindukan payudara Buchou. Saat kembali aku harus mengubur wajahku ke dalam payudaranya!

Bagaimana aku harus membunuh waktu sebelum tidur? Matsuda dan Motohama sepertinya sudah pergi, katanya mau mengintip pemandian wanita.......aku tak pergi kali ini. Namun kalau kupikir pikir, mungkin akan asyik untuk menantang Rossweisse-san dan seluruh tim pertahanan Sitri.....Hmm –apa yang harus kulakukan?

Saat aku merenung untuk mengintip pemandian wanita atau tidak—

Ketok ketok.

Seseorang tengah mengetuk pintu.

“Masuk.”

Usai menjawab ketukan—

“Ise-san, ini aku.”

Itu suara Asia. Ada apa?

“Masuklah.”

Asia masuk, dan dia hanya mengenakan gaun malam.

“Ada apa, Asia?”

“Aku datang untuk bermain. Xenovia-san dan Irina-san sebentar lagi juga datang. Kiryuu bilang dia sibuk bergosip dengan para gadis lain dari kelas lain, jadi dia tak bisa datang.”

Astaga! Tiga gadis cantik akan datang bermain ke kamarku! Ini menakjubkan! Apa yang kita harus lakukan? Ya, ya! Batu-gunting-kertas menelanjangi......hehehe! Aktivitas seperti itu sangat sempurna dalam situasi seperti ini!

Saat aku membuat rencana mesum—

“Ise!”

“Kita akan ketahuan!”

--! Itu suara Matsuda dan Motohama dari arah koridor! Apa mereka mau memasuki kamarku!?

“A-Asia! Kesini!”

“Eh? I-Ise-san?”

--Entah kenapa, aku tiba tiba tak ingin kelihatan oleh kedua brengsek itu, dan menarik Asia ke dalam kloset.

Menutup pintu geser dari dalam, aku mengangkat jariku dan berkata ‘shhh’—di dalam cahaya suram untuk menyuruh Asia tetap diam.

Setelah beberapa saat, Matsuda dan Motohama membuka pintu dan langkah kaki mereka yang memasuki ruangan bisa terdengar.

“Ah, Ise tak ada disini.”

“Jangan jangan, si brengsek itu tahu tempat lama yang sama untuk mengintip di pemandian wanita?”

“Apa!? Itu gawat! Apa dia mau mencicipi tubuh para gadis itu sebelum kita!?”

“Ah, pasti begitu! Ayo pergi, Matsuda!”

“Ya!”

Tap tap. Terdapat suara langkah kaki cepat dan terburu buru saat mereka menyerbu keluar dari kamar. Mereka berdua nampaknya sudah pergi.

Selain itu, tempat lama yang sama untuk mengintip!? Apa maksudnya itu!? Tempat semacam itu benar benar ada........sialan! Kenapa aku tak menyadarinya!? Itu membuatku sangat kepikiran!

Sambil aku memutar otakku untuk menyesali kebodohanku, Asia mendadak menggenggam lenganku erat erat.

Aku menoleh ke wajah Asia – dia kelihatan seperti ingin mengatakan sesuatu. Dan kemudian dia nampaknya sudah membuat keputusan, dan berbicara.

“....Ise-san, saat kamu bersama Rias-oneesama di peron stasiun kereta......kalian berciuman, kan?”

--A-Apa dia melihatnya!? Apa dia menyadari sesuatu, kembali ke peron, dan tak sengaja menyaksikannya!? Apapun yang terjadi, sepertinya Asia melihat adegan itu!

“Ah, itu ciuman perpisahan.......”

“....B-Begitu. Bisa berciuman begitu intim........Benar, Ise-san dan Rias-oneesama memang.....Tapi aku juga—“

Asia menatap lurus padaku, dan ekspresinya entah kenapa nampak sangat menggairahkan.

“Bisakah kamu.......memberiku ciuman juga?”

Usai dia menyelesaikan kata katanya, Asia mendekatkan wajahnya.

Ciuman kedua.

Dengan alami – bibir kami melekat bersama dengan sangat alami. Tanpa hawa nafsu atau kepura puraan, ciuman ini hanya mengkomunikasikan rasa sayang kami terhadap satu sama lain—

Dalam sekejap bibir kami bertemu, penuh oleh perasaan lembut, rasa realita yang menakutkan mengelilingiku. Perasaan itu sungguh mengesankanku tentang betapa pentingnya Asia padaku, betapa berharganya dia.

Asia—

Asia ku. Kami harus bersama selamanya. Entah itu ratusan, ribuan, atau puluhan ribu tahun—

Kami harus tetap bersama.

Saat aku menenggelamkan diriku dalam atmosfir romantis—

Pintu terbuka!

“Ah yaya! Umm, Xe-Xenovia, lekaslah lihat ini!”

Dengan rambut tergerai dan mengenakan gaun malam, Irina mendorong pintu dan kami mulai menatap satu sama lain.

“Ada apa, Irina? Ooh, ini momen ciuman berharga Asia. Asia, jadi inikah yang kamu maksudkan dengan bermain di kamar Ise? Aku sangat terkesan.”

Seorang yang berbicara adalah Xenovia, juga dalam pakaian tidur!

Asia dan aku – berciuman di depan mereka!

Apa apaan ini!!!!!!!

Bagaimana mereka masuk tanpa membuat suara!? Benar juga, Asia berkata kalau mereka akan datang dengan cepat!

Ceroboh sekali! Terlalu banyak celah dalam momen menggairahkan itu!

Mereka melihat! Mereka melihat semuanya dengan jelas! Saat Asia dan aku berciuman.

Aku dengan panik memisahkan bibirku dengan Asia. Sial! Air liur kami menetes! Selain itu, lidah kami, lidah kami hampir bertautan saat pintu kloset dibuka!

“Sepertinya itu bukan yang kali pertama? Hmm.......Asia selalu lebih dulu dariku......”

“Ya ya! Asia kadang kadang sangat berani, dan melaju dengan pesat dalam area ini!”

Xenovia dan Irina sepertinya mendiskusikan hal itu dengan sangat tertarik, begitu heboh sampai wajah mereka memerah!

Bang!

Sesuatu sepertinya baru saja meledak! Wajah Asia memerah sampai batasnya!

“Ah, ah, ahahahahahahaha, Fuwuwuwuwuwuwuwu.......”

Ah--! Mata Asia berputar putar dengan rasa malu teramat sangat, dan dia jatuh tak sadarkan diri!

“Asia! Hei Asia, bertahanlah! Kamu harus membagi rasa malu denganku juga! namun, ini mungkin jenis situasi yang Asia tak mungkin bisa tahan!”

“Maaf sudah mengganggu.”

“Aku juga minta maaf.”

Saat aku mencoba membangunkan Asia – Xenovia dan Irina juga ikut masuk dalam kloset!?!?!?!

Dan kemudian dengan cermat menutup pintu geser dari dalam!

“Maaf, kami datang ke kamarmu untuk bermain, tapi kamu sepertinya absen, jadi kami membuka klosetnya.”

Xenovia dengan kalem menjelaskan seolah itu hal yang sangat beralasan.

Ruanganku seharusnya digunakan untuk situasi darurat, namun siapa sangka situasi darurat ternyata sedang berlangsung disini!

--! Xenovia perlahan mendekat.

High school dxd v9 000e.jpg

“A-Apa yang mau kamu lakukan, Xenovia!?”

Xenovia menampakkan ekspresi kalem oleh kekagetanku dan membalas:

“Aku setelah Asia. Apa itu akan berciuman atau yang lebih seksi? Irina yang berikutnya.”

Apa, bicara apa kamu!!!!!!? Kenapa ujung ujungnya jadi begini!?

“Eh!? Aku juga!? kamu pasti bercanda!”

Mata Irina nyaris menyembul oleh kekagetan pada ucapan Xenovia. Dia juga sepertinya telah terjebak dalam sesuatu diluar pemahamannya.

“Ini kesempatan bagus, Irina, kamu harus lebih memahami laki laki.”

“Memahami, bukankah itu akan menjadikanku Malaikat Jatuh?”

“Yah, kamu harus bisa melawannya dengan semangat. Mungkin kamu tak akan berubah menjadi Malaikat Jatuh untuk bisa melakukannya.”

“Memakai semangat!? Ya, ya pasti seperti itu.......tapi, tapi, kalau, kalau aku melakukan hal vulgar, bagaimana bisa aku, sebagai [As] Michael-sama..........!”

Dengan pelan bergumam pada dirinya, Irina sepertinya sedang berjuang dengan dirinya.

“Ise adalah pilihan bagus. Lelaki bagus, dan juga seorang Sekiryuutei. Kalau kamu memiliki anak dari Naga Legendaris, mungkin itu bisa berkontribusi pada potensi tempur Surga di masa depan?”

“....Ise.....anak Sekiryuutei.......potensi tempur Surga......”

Aaaaaaaah, Irina mulai nampak tersiksa! Apa apaan itu! Apa arti eksistensiku terletak disana!?

“Oke, bagaimana kita harus lakukan ini. Di ruang sempit ini kita punya satu pria dan tiga wanita.”

“Hei, hei, Xenovia! Bagaimana dengan para Guru diluar?”

Ya, mereka melarang kontak pria wanita. Siapa tahu apa yang akan mereka lakukan kalau sampai menemukan pria dan wanita muda saja dalam satu ruangan.

Kamar siswa laki laki dan wanita dipisahkan oleh lantai dan para Guru terus mengawasi dengan ketat. Bahkan sepanjang periode waktu bebas sebelum waktu tidur mereka bergiliran mengecek setiap ruangan. Akan gawat kalau mereka sampai menemukan situasi ini!

“Ah, maksudmu si Guru laki laki. Kami sudah memakai kekuatan Iblis dan Malaikat kami untuk menyegel kamar ini dalam perisai. Tak ada apapun terjadi tak peduli siapapun yang mendekat. Tak masalah. Biarpun erangan keluar dari kamar ini, takkan ada yang masuk.”

“Aku tak terlalu paham, tapi ruang ini saat ini terisi dengan sihir Iblis dan kekuatan suci!”

Xenovia dan Irina mengangkat jempol tanda sepaham! Apa kalian idiot!? Mereka memang idiot! Dua Gereja yang menerapkan inisiatif mereka dengan cara seperti itu!

Sembari aku mengkritik keras sikap gila keduanya, Xenovia menutup jarak diantara aku dan dia!

“Oke....pertama......mari kita mulai dengan berciuman?”

....Hmm, aku tak tahu kenapa, namun bibir Xenovia nampak sangat seksi hari ini. Mungkin karena ciuman barusan dengan Asia, dan jantungku yang belum tenang?

“Eh!? Xenovia, kamu sudah bersiap untuk berciuman!?”

Irina sepertinya belum siap.

“Ya, aku harus berlatih membuat bayi dengan Ise. Bukankah Kiryuu berkata kalau melakukan hal ini sepanjang piknik akan terasa ekstra spesial?”

Kiryuu!!!!!! Si mesum sialan itu! Bukankah sudah kuberitahu supaya tak mengisi otak orang orang ini dengan informasi tak berguna seperti itu!!!!!! Tapi sekali lagi, terima kasih banyak! Apa yang akan terjadi kalau Xenovia melanjutkan!? Akankah aku akhirnya bisa berhubungan seks!?

“Itu, itu benar! Ini penting! Tapi, aku ini Malaikat, serta bawahan dari Michael-sama........seorang Kristen! Hal, hal seperti ini.......”

“Kalau begitu kamu boleh menonton dari sisi. Aku akan membuat bayi di bawah pengawasan Malaikat. Hoho, bukankah ini seolah membuat bayi yang dipilih oleh Surga? Irina, kamu bisa menyaksikan adegan penting pembuatan bayi Iblis. Mohon berkahi adegan ini karuniamu kalau kamu bisa.”

Xenovia mulai melepas pakaiannya! Kulitnya perlahan lahan nampak......lekuk sempurna itu selalu mencuri hatiku kapanpun ia muncul! Kami Iblis sehingga kami bisa melihat jelas dalam kegelapan. Pasti karena itu, segalanya begitu jelas!

Mendengar kata kata Xenovia, Irina membentangkan sayap Malaikat dan halonya. Kecerahan sayapnya semakin membuat panas suasana! Betapa praktis, kekuatan Malaikat itu!

“—Mohon serahkan padaku! Aku selalu ingin menyaksikan, seperti Gabriel-sama, momen penting ketika kehidupan baru terbentuk! Ah ah, ini juga berkaitan dengan tiga golongan, dengan Surga, dan kepercayaan Tuhan!”

Plop!

Xenovia sudah melepas BH-nya.

Uwaaa! Mimisan! Bocah ini payudaranya bagus sekali, brengsek!

Xenovia tak mempedulikan Asia yang pingsan dan memelukku! Ah, ah, ah, ah, ah, perasaan dari payudaranya tersalurkan ke tubuhku! Kelembutannya membuat otakku kelu!

“Ini kesempatan langka. Kamu juga harus memeluknya seperti ini kalau Asia bangun. Karena ini waktu pertama untuk kamu dan Asia, mungkin akan tragis kalau kamu tak berpengalaman. Pelajarilah wanita melalui aku dan kemudian peluklah Asia memakai pengetahuan itu. ini demi keamanan Asia.”

“Ah ah, Xenovia! Kamu begitu mengorbankan diri!”

Apa yang mereka berdua katakan!? Xenovia melepas pakaiannya sambil membelai tubuhku. Begitu merangsang! Dan, dan menekan tanganku diantara kedua pahanya! Perasaan lunak, dan lembut itu membuat pikiranku blank!

“....Ahh.....ternyata, kulit laki laki – kulitmu membuatku merasa nyaman. Menyentuhmu jadi membuatku terasa bagai wanita.”

Tes tes.

Mimisanku tak bisa dihentikan. Orang, orang ini bisa secara alami membunuh laki laki hanya melalui kata katanya!

Kalau, kalau sudah begini, aku bisa apa selain menerima ini!? Hal besar akan segera terjadi dengan Asia dan Xenovia di dalam kloset sempit ini!

Aku menelan air liurku keras keras, menyesuaikan nafasku, dan mencondongkan tubuhku untuk memeluk Xenovia—

“Ooooo, mmmm.......Eh, aku—“

Asia bangun! Duduk dengan perlahan. Tepat saat aku hendak berbaring dengan Xenovia, mata kami bertemu!

Menyaksikan kami, mata Asia terbelalak lebar!

“Oh – Asia, kamu bangun. Aku hendak mengambil beberapa materi genetik dari Ise disini.”

Xenovia sama sekali tak peduli! M-Material genetik, ka-kamu, bicara apa kamu!?

“Mate, mate, mate, material genetik.....!”

Suara Asia melengking.

“Tinggal sebentar lagi. santai, aku takkan mengambil semuanya. Mungkin aku akan hamil dengan beberapa ronde ekstraksi?”

Xenovia!!!!!!!! Berbicaralah seperti wanita, tolong! Kamu, itu kata kata yang sangat aneh, tahu!?

“Tidak, tidak boleh!! Ise-san......tidak kuizinkan!”

Asia berteriak dengan mata berair.

“Ayolah, apa masalahnya dengan berbagi denganku?”

Xenovia mengangkat alisnya, nampak sedikit kesal.

Mereka berdua mulai berantem.

“Tidak, bukan itu masalahnya! Tapi untuk mengekstraknya.......berarti, berarti kamu harus melakukan “itu” dengan Ise-san.......takkan kuizinkan!”

“Asia ternyata kamu tahu banyak juga. Kamu sudah lulus dari mempercayai bangau yang mengantar bayi.”

“Kamu, kamu jangan meremehkan aku. Aku memahami semuanya! Kalau kamu begitu menginginkannya akan kunyatakan saat ini juga!”

Memelukku, Asia berteriak keras keras:

“Aku ingin memiliki anak Ise-san!”

........dalam sekejap, Xenovia, Irina, dan aku kaget setengah mati oleh pernyataan berani Asia. Belum lagi dia melepas gaun malamnya! Kulitnya yang seputih salju kelihatan jelas!

Dalam sekejap, mimisanku mulai mengucur deras.

Te-tentu saja! Karena Asia benar benar berkata dia ingin, ingin, ingin memiliki anakku.......! Aku paham wajahku pasti sedang memerah sampai max!

“Hebat......ini pertarungan diantara wanita untuk memperebutkan material genetik. Luar biasa.....!”

Irina menyaksikan kami dengan canggung. Berisik! Kamu kan Malaikat disini!

“Ise-san, karena kita akan bersama selamanya. Bukankah wajar untuk memiliki anak?”

Asia menanyaiku. Aku sudah kehilangan semua akal sehatku, dan menjawab dengan lirih;

“A, apa iya......? Apa iya......?”

“Oke, Xenovia, aku akan mengandung bayi Ise-san! Aku akan memiliki banyak bayi!”

Xenovia menggenggam lenganku. Pa-payudaranya bersandar di lenganku!!!!!

“Tidak, kalau seperti itu maka kamu harus memberiku ronde material genetik. Aku ingin anak juga. aku juga seorang wanita, dan ingin mengalami memiliki anak. Aku juga ingin mengalami membesarkan anak.”

Pe, perkembangan macam apa ini.....? Aku sangat senang, tapi apa perasaan mencekik ini? Kloset ini bukan hanya sempit, namun udaranya semakin menipis! Situasi saat ini begitu mirip dengan Buchou, Asia, Akeno-san, dan Koneko-chan di kamarku memperebutkanku di malam sebelum piknik.......! Gadis gadis sungguh sulit dipahami!

Xenovia dan Asia melotot satu sama lain. Aku menjauhkan diri dari mereka, berharap bisa mengambil jarak, namun kepalaku membentur panel kayu dengan suara keras.

Ouch.......disini terlalu sesak, apa yang kubentur tadi........Saat aku jatuh kebawah—

Tanganku mendarat di atas perasaan yang super lembut.....

“....Wa, I-Ise-kun......”

-- Di depan mataku terdapat Irina dengan wajah merah padam! Usai aku jatuh di atas Irina – tubuhku saat ini menindih Irina! Aku melirik kebawah – gaun malamnya terbuka, payudara putih murninya dengan jelas bisa terlihat! Wow, besar sekali, punyanya Irina sungguh gede! Luar biasa! Ini puting Malaikat!? Perasaan lembutnya terasa jelas! Ngomong ngomong, tanganku saat ini sedang sibuk meremas salah satu payudaranyaaaaa!!!!!!!

Ini terjadi karena kecelakaan, karena ruang kloset ini teramat kecil!

Payudara Irina terasa lembut namun elastis! Perasaan seluruh tanganku tenggelam ke payudaranya! Kelembutan itu, perasaan gemetar namun elastis itu seperti puding yang baru matang!

Kelembutan dan kemulusannya benar benar menyaingi Akeno-san, Irina!!!!!!

Ah, sayap Malaikatnya berkedip kedip lagi! apa dia mendekati tepi berbahaya menjadi Malaikat Jatuh lagi!

“.....Aku, ini waktu pertamaku......jadi aku tak tahu harus berbuat apa, Ise-kun.......apa kamu ingin aku menjadi ‘jatuh’.....?”

Wajah Irina terisi penuh oleh pesona wanita mengesankan! Ini gawat! Irina yang biasanya naif dan manis menunjukkan ekspresi itu terlalu kuat, itu membuat kekuatan luar biasa mengalir ke seluruh tubuhku! Plus rambutnya sedang tergerai, ini menggandakan pesona menggodanya beberapa kali!

“M-Maaf!”

Aku mencoba minta maaf dan melepas tanganku – ouch......aku membentur kepalaku di panel kayu lagi......

Wajahku jatuh oleh hantaman itu. Tentu saja, aku jatuh di—

Payudara irina. Sensasi elastisitas luar biasa itu diteruskan ke wajaku! ......Ah ah, payudara Irina begitu besar dan lunak dan lembut.......Inikah rasanya memeluk seorang Malaikat?

Pandanganku menjadi kabur, bahkan kesadaranku juga.......

Aku pasti membentur kepalaku terlalu keras, plus mimisan tak terhentikan ini.......

“Ise-san! Apa kamu tak apa apa!? Ise-san!”

“Hei, pingsan dengan memeluk Irina untuk yang kali pertama, aku secara pribadi tak bisa menerima itu—“

“Apa aku akan ‘jatuh’.......Ah ah, Tuhan, mohon ampuni aku—“

Ketiga suara mulai bersahut sahutan—

Trio Gereja kekuatan tempur kooperatif mereka benar benar menyeramkan!


Bagian 4[edit]

Esok harinya, kami berangkat dari hotel ke stasiun Kyoto.

(Ah--, tadi malam terasa begitu......)

Aku merasa tengah dalam mimpi dan belum bangun. Tadi malam, aku mengalami semua jenis hal hal erotis dengan trio Gereja di dalam kloset. Itu situasi yang merangsang, tapi di saat yang sama juga mencekikku......

Setelah melalui kehilangan darah dalam jumlah besar dan benturan di kepala berkali kali, aku bangun untuk mendapati diriku di bawah selimut di pagi hari. Ternyata Rossweisse-san waktu itu datang dan mengirim trio Gereja kembali ke kamar mereka dan mengurusku. Rossweisse-san sungguh pakar dalam mengurus orang lain......

Namun, mendengar pernyataan Asia ‘aku ingin mengandung bayi’ membuatku merinding tadi malam. Tapi itu sangat membuatku senang......dari lubuk hatiku. Meski terasa sangat rumit, aku benar benar tersentuh!

Kapanpun hal seperti itu terjadi padaku, aku akan berpikir. Bagaimana bilangnya ya, aku selalu gugup pada momen momen kritis. Aku sangat menyadari itu. Tapi aku hanya tak bisa mengambil langkah ke depan......mengikatku, itu pasti pengalaman traumatis dari lubuk hatiku. Setiap saat aku bertanya tanya kalau mengambil langkah berikutnya akan membuat para gadis membenciku, aku menjadi sangat ketakutan.

--Kehidupan saat ini adalah yang terbaik.

Karena itulah aku tak mau menghancurkan situasi saat kini.

Raja Harem akan mustahil kalau ini berlanjut! Aku juga tahu itu!

....Tapi kalau memang begitu, hubunganku dengan Buchou takkan pernah.......mustahil untuk dijangkau. Oh yah, itu juga tak apa apa.

Bagi Buchou aku akan selalu—

....Mungkin kalau ada kesempatan, aku akan mengambil keberanian untuk membuat langkah ke depan itu?

--Ronde berikutnya.

Kalau kami menang melawan Sairaorg-san, maka dengan Buchou aku akan—

“Hei, Ise, kenapa kamu terlihat seperti mau menangis?”

Matsuda menampakkan wajahnya di depanku dan mempertanyakan.

“Ah, bukan apa apa.......tapi wajahmu dan Motohama nampak menakutkan.....”

“Bukan apa apa.”

“Ini luka luka kehormatan.”

Wajah Matsuda dan Motohama bengkak dan ditutupi oleh banyak plester luka.

Mereka berdua menuju ke tempat yang disebut tempat lama untuk mengintip di pemandian wanita, namun OSIS – para budak Sitri sudah mengamankan area itu, namun mereka berdua masih mencoba untuk menyerbu kesana. Itulah sebab wajah lebam dan luka mereka.

....Mereka tak mungkin menang melawan gadis gadis Sitri. Setelah itu, bahkan aku menjadi tersangka, tapi berkat Rossweisse-san datang ke kamarku, aku mendapat bukti ketidak terlibatan.

Namun sayangnya, pagi ini aku dan trio Gereja dipanggil oleh Rossweisse-san untuk dinasehati.

Rossweisse-san memang seperti kakak perempuan hebat bagi kami. Maaf sudah banyak menyusahkanmu.

Ngomong ngomong, kenapa aku dianggap terlibat dengan kegiatan dua idiot itu!? apa boleh buat saat kami terkenal sebagai trio mesum!

Apa aku punya kepercayaan karena aku selalu kelihatan mesum?

Pokoknya, hentikan dulu pikiran pikiran ini.

Jadi, kuatkan diriku dan lanjutkan tamasyanya. Hari ini kami menuju ke Arashiyama, dan tujuan pertama adalah Kuil Naga Langit, Tenryuu-ji[6]

“Bagaimana kita menuju ke Tenryuu-ji?”

Aku menanyai Kiryuu. Dia melihat jadwal dan membalas.

“Ya – naik dari stasiun Kyoto ke arah Arashiyama, kemudian turun di perhentian terdekat ke Arashiyama. Kemudian berjalan ke arah sana.”

“Paham. Berarti kita pergi ke stasiun sekarang. Buchou menyebutkan itu sebelumnya, namun sebenarnya ada bus dan trem listrik dimana mana.”

“Jadi, semua tujuan tamasyanya adalah tempat tempat ini?”

Matsuda mendengar komentarku dan berbicara. Itu benar. Semuanya seperti ini.

Di stasiun Kyoto, kami menaiki trem listrik ke arah Arashiyama dan menuju ke tempat tujuan.

“Ini dia.”

Setelah turun, kami harus berjalan ke Tenryuu-ji. Ada banyak tanda sehingga kami takkan kesasar disini.

Kemudian, kami akhirnya sampai di Tenryuu-ji. Gerbang elegan menyapa kami.

“Inilah Tenryuu-ji (Kuil Naga Langit). Jadi apa nama ini memiliki signifikansi spesial?”

[Entahlah. Mungkin kami pernah bertarung disini, mungkin tidak]

Ddraig, mungkin memorinya kabur. Biarpun mereka pernah bertarung disini itu pasti sudah berabad abad lampau, dan pemandangan disini pasti sudah sama sekali berbeda. Sudah wajar untuk lupa.

Aku menanyai Ddraig kalau dia tahu bagaimana kuil ini diberi nama.

Kami telah melewati gerbang besar dan membayar tiket masuk.

“Hello, ternyata kalian datang juga.”

Itu adalah suara kecil yang pernah kudengar sebelumnya. Menolehkan kepalaku, aku melihat di belakang kami seorang gadis pirang dalam busana rahib wanita – Kunou.

“Itu Kunou.”

“Ya, sesuai perjanjian, aku akan jadi pemandu wisata kalian untuk sekeliling Arashiyama.”

Hari ini dia menyembunyikan telinga dan ekornya. Tentu saja, karena ada banyak manusia normal di sekitar kami.

Matsuda dan Motohama nampak kaget melihat loli blonde imut itu.

“Wow – gadis yang manis sekali! Hei Ise, kamu pergi dan merayu anak kecil ini!?”

Kasar sekali si botak ini. Kami melalui banyak hal tahu? Di sisi lain, Motohama—

“....Begitu loli, sungguh mempesona......haha......”

Nafasnya menjadi tidak teratur!? Aku lupa! Pria ini sebenarnya lolicon tak tertolong lagi!

Tipe Kunou pasti sesuai dengan seleranya! Kacamata Motohama memancarkan cahaya berbahaya! Namun, seseorang mendorong Motohama ke samping dan memeluk Kunou. Itu Kiryuu.

“Ah--! Manis sekali! Hyodou, dimana kamu menemukan dia?”

Memeluk dan menggosokkan wajah mereka bersama! Kiryuu, kamu pecinta loli juga!?

“Le, lepaskan aku! Jangan sok akrab, cewek rendahan!”

Kunou nampak ogah ogahan, namun Kiryuu menjadi semakin girang.

“Memprotes memakai cara bicara Tuan Putri itu yang terbaik! Imej yang sempurna!”

......Sia sia saja. Cewek berkacamata ini.

Mendesah, aku menjauhkan Kiryuu dari tubuh Kunou, dan melanjutkan percakapan.

“Ini Kunou, dia sudah mengenal Asia dan yang lain.”

“Namaku Kunou. Senang bertemu kalian.”

Kunou ternyata sangat serius. Sungguh Tuan Putri. Sikapnya membawa udara acuh tak acuh.

“Ah, kamu mengenal Gremory-senpai? Kudengar hotel itu berkaitan dengan perusahaan yang orang tua senpai jalankan.”

“Kira kira seperti itu.”

Kesimpulan cepat Kiryuu ternyata berguna juga. dengan begitu aku tak perlu menjelaskan terlalu banyak.

“Jadi Kunou, kamu bilang kamu akan jadi pemandu wisata kami, lalu apa yang akan kami lakukan?”

Kunou dengan bangga membusungkan dadanya dan berbicara dengan percaya diri.

“Aku akan menyertai kalian semua dan mengunjungi semua tempat tempat terkenal!”

....Begitu rupanya. Aku jadi merasa terhormat.

Terserahlah, bagaimanapun juga ini dihitung sebagai interaksi budaya.

“Kalau begitu tolong pandu kami disekitar Tenryuu-ji ini.”

“Tentu saja!”

Usai mengatakan itu, Kunou menampakkan senyum cerah dan senang.


Kemudian, dibawah kepemimpinan Kunou kami mengunjungi Tenryuu-ji. Kunou dengan percaya diri mengisahkan cerita tentang tempat ini dan mencoba keras menyampaikannya pada kami. Itu membuatnya nampak bisa diandalkan.

Di saat yang sama, terasa nyaman melihat dia mencoba yang terbaik untuk mendeskripsikan sejumlah tempat di Kyoto.

Taman di dalam biara besar terlihat sangat indah. Didekorasi dengan daun daun merah musim gugur, naungan taman bergaya Jepang di musim gugur terasa sangat mempesona. Karper yang berenang di dalam kolam adalah sentuhan luar biasa yang menyempurnakan adegan ini.

“Pemandangan ini sangat bagus. Bagaimanapun juga, ini adalah situs warisan dunia.”

Kunou menjelaskan. Warisan dunia!? Hebat, jadi itukah kenapa tempat ini sangat indah. Biar aku mengambil foto dengan ponselku!

Setelah mengelilingi taman, kami dibawa ke aula pengajaran. Masuk, aku menengadahkan kepalaku untuk melihat langit langit – dalam sekejap, desain Naga paling spektakuler tertangkap pandanganku. Naga timur dengan tubuh langsing panjang!

Naga itu terlihat seolah memandangku dengan tatapan menakutkan.

“Ini adalah Unryuu-zu yang terkenal, atau ‘Imej dari Naga Kabut’, tak peduli ke arah mana, kalian akan merasa seolah Naga ini tengah menatap kalian. Karena itulah disebut juga “Mengawasi Enam Arah”.”

Seperti yang Kunou jelaskan, tak peduli dari arah mana kalian melihatnya, naga itu terus menatap lurus pada kami!

Uhuk – hebat. Hei, Ddraig, apa semua Naga timur memiliki perasaan seperti itu?

[Ya, mereka kebanyakan seperti itu. ini mengingatkanku pada Dragon King Yu Long sang Naga Giok]

Jadi Naga Giok seperti itu. Naga Timur memang berbeda dari Naga barat. Ketimbang menyeramkan, mereka lebih memiliki aura yang misterius.

Sayangnya, mengambil foto itu dilarang di Unryuu-zi dan aku tak bisa menjepret foto.

Setelah mengunjungi Unryuu-zi, kami bergerak keluar.

“Kunou, kemana kita akan pergi berikutnya?”

Aku bertanya. Kunou menunjuk ke banyak lokasi bagus, dan dengan senang berkata:

“Nison-in[7] Jalur Bambu! Jojakko-ji![8]! Aku akan membawa kalian ke semua tempat!”

Oh—sungguh penuh semangat. Sekarang kamu terlihat seperti gadis seusiamu.

Sehingga, di bawah kepemimpinan Kunou kami melanjutkan perjalanan di sekitar Arashiyama.


Bagian 5[edit]

“Wow, kita benar benar mengunjungi banyak tempat!”

Matsuda melepas desahan leganya. Kami tengah makan siang di tempat hot pot tahu yang direkomendasikan oleh Kunou.

Setelah meninggalkan Tenryuu-ji, Kunou membawa kami berkeliling disekitar Arashiyama. Melihat patung Siddharta Gautama dan Buddha yang dipuja di Nison-in, mengendara angkong sepanjang jalur bambu. Mendengar suara embusan angin yang melewati dedaunan bambu terasa sangat elegan.

Itu kali pertama aku bisa menaiki angkong, sehingga sangat menyenangkan. Orang yang menarik angkong sangat ramah tamah, dan mendeskripsikan pemandangan sepanjang jalan. Menyaksikan pemandangan Arashiyama dari angkong adalah salah satu pengalaman terbaik. Ah – syukurlah musim gugur telah datang.

“Anu, hot pot disini sebenarnya cukup rapuh.”

Kunou menyumpit tahu keluar dari pot dengan sumpitnya dan mendistribusikannya ke piring piring kami. Haha, bahkan sepanjang makan kamu tetap bertindak sebagai host. Kunou nampaknya sangat senang. Ini pasti senyumnya yang biasanya. Lebih tepatnya karena ini, aku jadi merasa tak tega saat melihat dia memohon kami menyelamatkan Ibunya.

....Kalau saja kami bisa membawa kembali Ibumu segera......

Tahu yang Kunou berikan pada kami harus segera dimakan. Hmm, tahu Kyoto benar benar harum. Dan ini bahkan lebih enak daripada di hotel! Aku dengar tahu lebih baik dimakan mentah, sepertinya yang ini juga belum lama dibuat.

“Ini sangat memiliki rasa Jepang. Enak sekali.”

“Ya, berbeda dari tahu yang biasa, rasanya segar dan sangat enak.”

“Tahu ini enak.......”

Wajah Xenovia, Irina, dan Asia nampak senang. Tanpa sadar, tatapanku bertemu dengan Irina—

“....”

Wajah Irina menjadi merah! Ini terus terjadi sepanjang hari, pasti karena kejadian tadi malam. Itu sudah wajar, hal seperti itu pasti akan menjadi insiden besar bagi Malaikat yang berhubungan dengan Gereja seperti Irina. Karena dia selalu hidup dalam kesucian, membiarkan payudaranya disentuh olehku pasti menjadi persoalan serius.......

.....Namun perasaan payudara Irina masih terngiang dalam kepalaku. Begitu lembut. Lembut dan elastis. Terasa seolah jemariku akan tenggelam ke dalam payudara........

Satu satunya cara untuk meringkasnya adalah – “Payudara Malaikat”. Terdengar seperti sejenis produk, namun itulah satu satunya cara untuk menggambarkannya.

Irina, terima kasih banyak. Tepat saat aku tengah berterima kasih pada Irina di hatiku—

“Ah, Ise-kun.”

Tiba tiba seseorang memanggilku. Suara ini adalah—

“Ohoh, Kiba rupanya. Oh iya, kalian hari ini juga pergi ke Arashiyama kan.”

Kelompok Kiba kebetulan sedang makan siang di meja sebelah.

“Ya. Kalian sudah pergi ke Tenryuu-ji?”

“Ya, ada gambar Naga spektakuler di langit langitnya.”

“Kami berencana mengunjungi Tenryuu-ji setelah melihat Togetsukyou (Jembatan Lintas Bulan). Aku sangat menantikan itu.”

“Ah Togetsukyou, kami akan pergi kesana setelah selesai makan.”

Saat kami mengobrol, suara familiar lain berkata “musim gugur di Arashiyama sangat elegan”.

“Oh, jadi kalian semua sudah menikmati Arashiyama?”

Azazel-sensei! Minum sake di siang bolong!

“Sensei! Sensei, anda datang juga!? tapi bukankah buruk kalau seorang Guru minum di siang bolong!?”

Tepat usai aku mengatakannya, wanita di seberang Sensei menyetujui.

-- Itu Rossweisse-san!

“Orang ini, aku tak tahu sudah berapa kali aku memberitahunya tapi dia tak mau dengar. Aku terus memintanya supaya tak bersikap tak bertanggung jawab di depan semua siswa.....”

Pembuluh darah di jidat Rossweisse-san berkedut dalam kemarahan!

“Ayolah, ini hanya break sejenak setelah mengunjungi Arashiyama.”

Apa Sensei benar benar sedang menginvestigasi Khaos Brigade?

“Tapi ngomong ngomong, Rossweisse, kamu juga harus bersikap lebih manis. Bukankah karena ini kamu belum bisa menemukan laki laki sejauh ini?”

Crash! Mendengar komentar Sensei, wajah Rossweisse-san menjadi merah dan tinjunya menghantam meja!

“Ini, ini, ini tak ada hubungannya dengan kekasih! Jangan mempermainkan aku! Kalau anda mau minum, aku juga!”

Ah! Dia merebut cangkir Sensei dan mulai minum!

Meneguknya perlahan, postur meminumnya sangat elegan........

“Puwaaa--.....heyy, shikapmu yang biasha itwu tidhak baghus....”

Dia, dia mabuk!? Cepat sekali! Dia bahkan berbicara ngawur!

“Kamu, kamu mabuk hanya karena satu cangkir!?”

Sensei terkejut karena Rossweisse-san menuangkan lagi dan meneguknya dalam sekejap! Matanya menatap lurus ke depan, dan Rossweisse-san mulai menumpahkan emosinya pada Sensei.

“Aku tidak mabuk! Aku sudah terbiasa minum dengan dhia sejak aku menjadi Odin bodyguard tua bangka itu.....Akku jadddi ingatt, pak tua itu. Aku reepot repot mengurusnya kemana mana, tapi seperti orang idiott dia selalu mengatakan omong kosssongg seperti ‘Ah, Nonaaaa! Ah, minuman kerasss! Ah payudaraaa!’ Sama sekali tak tahu maluuuu! Semua Valkyrieeee lain di Valhalla memanggilku wanita pelaaayan si tua bangka. Dengan gaji kecilkuuuu, aku bahkan harus mengurus kehidupan sehari harinyaaa? Itu sssemua sssalahnya! Kkkarena itu aku tak punya kekasih, tak punya kekasih, tak punya kekasiihhhh!!!!!!! Oohhhhhhhhhhhhhhhhhhh!”

.....dia menangis gila gilaan......membuat kami dan Azazel-sensei tak yakin bagaimana harus mengurusnya......

Sensei menggaruk kepalanya dan berkata.

“Aku paham aku paham. Aku akan mendengar semua protesmu, katakan saja semuanya.”

Mendengar ucapan Sensei, Rossweisse-san tiba tiba menjadi senang.

“Sungguh? Azazel-senseeeeei, aku tak tahu anda punya poinnn baghusss juga. Pelayannn, sepuluh botol lagi tolongggg—“

Minum lagi!? I-Ini jadi semakin lepas kendali.......Siapa tahu kalau Rossweisse-san ternyata peminum lemah.

“Kalian, segeralah pergi setelah makan. Biar kuurus ini.”

Sensei berbicara sambil mendesah.

Semua orang melihat satu sama lain dan melakukan sesuai ucapan Sensei. Dengan cepat menyelesaikan makan kami, kami meninggalkan toko.

“Tokkkko 100 yennnn itu yang terbaik! Ahaha!”

Tepat saat kami meninggalkan pintu, suara tawa mabuk Rossweisse-san bisa terdengar.


Meninggalkan toko, kami mencapai Togetsukyou.

“Rossweisse-san ternyata bisa membuat kehebohan.”

“Ya, siapa sangka ternyata dia peminum yang lemah.”

Matsuda dan Motohama nampak kecewa. Karena Rossweisse-san sangat populer diantara siswa laki laki dan perempuan, pasti sangat sulit bagi para laki laki untuk menerima imej yang mereka baru lihat. Bahkan aku juga sangat kaget.

“Jangan melihat penampilan luarnya saja, namun Rossweisse-san mungkin pernah mengalami hidup yang sulit. Apalagi disana ada Azazel-sensei, jadi dia pasti sedikit terpengaruh oleh sikapnya.”

Kiryuu mengangguk, sangat bersimpati pada Rossweisse-san. Namun, itu pasti bukan hanya karena Azazel-sensei. Lebih tepatnya karena boss aslinya adalah pak tua mesum. Ditambah fakta kalau dia diperlakukan semena mena di Valhalla semenjak dia menjadi bawahan pak tua Odin.......diluar dugaan, sepertinya dia sudah melalui banyak kesulitan.

“Kalian para budak sepertinya merasa kagok.”

Kunou bertanya.

“....Ya, se-sedikit.....”

Aku hanya bisa menjawab seperti itu. ada banyak orang orang baik di dalam budak Gremory, tapi memang benar kalau beberapa dari mereka memiliki keunikan.

Pokoknya, mari jangan bicara soal Rossweisse-san sekarang. Perhentian selanjutnya adalah Togetsukyou! Meninggalkan restoran dan berjalan sepanjang jalan utama selama beberapa menit, sungai Katsura muncul di hadapan kami.

Jembatan kayu bergaya tradisional itu, penuh akan perasaan historis, pasti Togetsukyou. Ngomong ngomong, pemandangan gunung dari sini sangat hebat! Garis merah yang membentang sepanjang gunung memberi kesan musim gugur yang kuat!

“Apa kalian tahu? Dikatakan kalau kalian tak boleh menoleh kebelakang di tengah tengah jembatan Togetsukyou.”

Ujar Kiryuu. Asia bertanya.

“Kenapa begitu?”

“Asia, sebenarnya begini. Kalau kamu menoleh kebelakang saat melintasi jembatan, kecerdasan yang dianugerahkan dari Surga akan diambil kembali. Kalau trio mesum menoleh kebelakang, itu akan jadi akhir bagi mereka. Mereka akan menjadi idiot sejati.”

“Diam!”

Matsuda, Motohama, dan aku menimpali bersamaan!

Kiryuu sama sekali cuek, bahkan melanjutkan.

“Legenda lain mengatakan bahwa kalau kamu menoleh kebelakang, dua kekasih akan terpisahkan. Hmm, tapi yang satu ini agak mencurigakan—“

“Aku takkan pernah menoleh kebelakang!”

Asia mengintrupsi penjelasan Kiryuu, dan dengan mata berair menggenggam lenganku.

“Tak apa, tak apa apa, Asia, itu kan hanya legenda.”

Meski aku menghiburnya, namun Asia menggeleng kepalanya dan berkata “Tidak bisa”, dan semakin erat menggenggam lenganku. Manis sekali! Itulah Asia manisku! Ah—aku begitu senang!

Saat kami mulai melintasi Togetsukyou, kelompok Kiba bisa terlihat tidak jauh di depan sana.

Sembari melintasi jembatan, Asia nampak teguh untuk tak menoleh kebelakang.

“Sial, Ise dan si manis Asia, mereka jadi kelihatan seperti kekasih......!”

“Bikin aku marah saja, tapi sepertinya mereka akan memasuki tahap cinta bodoh yang buta.”

Matsuda dan Motohama sedang mengutuk di belakangku. Apa! Apanya yang cinta bodoh dan buta! Aku jadi merasa ingin berbalik untuk menjotos mereka, tapi aku menahannya. Menoleh kebelakang sekarang akan membuat Asia menangis!

“Kupikir kamu tak perlu terlalu memikirkan itu. legenda kekasih itu hanya dongeng.”

Meski Kunou mengatakan itu, namun Asia sangat lugu dalam hal seperti ini.

Kami akhirnya selesai, dan dengan aman melintas sampai ke seberang. Asia menghembuskan nafas panjang, seolah sangat lega, tapi kita harus melintasi ini lagi saat kembali nanti? Petualangan besar Asia masih belum usai!

Tiba tiba, perasaan licin dan hangat menyelimuti seluruh tubuhku.

...Apa apaan itu, barusan....? Aku berpikir dengan kaget, dan melihat ke sekeliling – selain aku, Asia, Xenovia, Irina, Kunou, dan Kiba yang ada disana, semua orang yang lain telah menghilang!

Matsuda, Motohama, dan Kiryuu dan para turis normal lain semuanya lenyap!

Apa!? Apa ini!? Apa yang sedang terjadi!?

Semua budak yang lain juga kaget sepertiku, dan mempersiapkan diri kami......Meski kami mensurvei sekeliling, namun tak ada orang orang mencurigakan di dekat sini.

Setelah beberapa saat, kabut aneh sepertinya mengambang dari bawah kaki kami.

“Kabut ini.....”

Melihat kabut, Asia nampak terkejut.

“Perasaan ini, tak diragukan lagi. Saat aku diculik oleh Diodora, perangkat di bagian terdalam kuil yang menjebakku juga mengeluarkan kabut seperti ini.”

“.....Dimension Lost.”

Ujar Kiba sambil berjalan kemari.

“Salah satu Longinus, bukankah Sensei dan Diodora Astaroth menyebutkannya? Aku takut kalau ini......”

Kiba berlutut dan mencoba menyentuh kabut dengan tangannya. Longinus......Itu sesuatu yang sama hebatnya dengan Sacred Gearku dan Vali.

Hal semacam itu sedang diaktifkan disini?

“Hei, apa kalian semua tak apa apa?”

Suara dari angkasa. Menengadah, Sensei tengah terbang di langit, mengepakkan sayap hitam legamnya.

Dia mendarat di tempat kami berada, dan melipat sayapnya kemudian berbicara.

“Semuanya selain kita sudah lenyap secara sempurna. Kemungkinan kita ditransfer secara paksa ke dimensi alternatif dan disegel di dalamnya........Dari situasi sekeliling, ini adalah dimensi alternatif yang merupakan replika sejati dari Togetsukyou dan sekelilingnya.”

Sungguh? Tak ada tanda tanda transfer sebelumnya. Usai merasakan perasaan hangat tahu tahu sudah jadi begini – ditransfer kemari.

“Jadi ini dibuat dari sesuatu seperti area Rating Game Iblis?”

Aku menanyai Sensei. Aku tak bisa merasakan ada kemiripan diantara mereka.

“Ah ya. Teknik dari kami tiga golongan kemungkinan sudah bocor. Tempat ini nampaknya menerapkan metode arena Game. – jadi, kekuatan kabut seharusnya juga ditransfer ke wilayah yang direplikasi ini. Bisakah kabut Dimension Lost mentransfer semua hal yang terselimuti di dalamnya? .....Mampu mentransfer aku dan para budak Rias sekaligus ke tempat ini tanpa peringatan apa apa........Longinus benar benar mengerikan.”

Sensei menjelaskan. Begitu, jadi dimensi semacam ini benar benar penerapan dari teknik arena Game. Teknik pembuatan mereka nampaknya sama bagusnya dengan para Iblis.

Selain aku, Kunou berbicara dengan suara gemetar.

“.....Di ambang kematiannya, pengawal Ibu yang sekarat melaporkan kalau mereka juga terjebak dalam kabut tanpa peringatan.”

Jadi, fenomena ini adalah........selain itu, orang yang menggunakan ini seharusnya—

Firasat tak mengenakkanku sepertinya sudah terwujud.

Dari balik Togetsukyou, penampilan beberapa sosok baru bisa terasa. Dari kabut tipis, beberapa sosok mendekat dan menampakkan diri mereka pada kami.

“Senang menemuimu untuk yang pertamakalinya, Gubernur Azazel dan Sekiryuutei.”

Mengenakan seragam yang sepertinya mirip dengan pakaian China Han. Itu, pasti disebut dengan pakaian Han, bukan? Di SMP, Guru sejarahku sangat banyak tahu soal sejarah China dan menjelaskan pada kami secara terperinci tentang gaya berpakaian mereka. Sepertinya itu adalah tipe busana tradisional China.

Membawa tombak di tangannya.........tombak itu memancarkan perasaan tak mengenakkan. Itu pasti bukan tombak biasa.

Pria berambut hitam itu sangat muda. Sepertinya dia hanya dua tahun lebih tua dariku? Tidak, mustahil untuk menebak usianya hanya dari penampilannya.

High school dxd v9 161.jpg

Rekan rekannya juga mengenakan pakaian yang mirip dengan seragam sekolah. Pria dan wanita, juga terlihat seumuran anak SMA.

.....Mereka memancarkan hawa kehadiran aneh, berbeda dari kami Iblis maupun Naga.

Sensei melangkah ke depan.

“Apa kalian golongan Pahlawan dalam rumor itu?”

Si pemuda di tengah menepuk nepuk tombak di bahunya sambil menjawab pertanyaan Sensei.

“Namaku Cao Cao, keturunan dari Cao Cao terkenal, Cao Mengde, tercatat dalam Records of Three Kingdom. Anggap saja begitu.”

Cao Cao – Cao Cao....? Eh, Record of Three Kingdom!? Dengan rasa kaget, aku lekas bertanya pada Sensei.

“Sensei, orang itu adalah.......?”

Sensei tak melepaskan matanya dari lawannya, dan berujar pada kami.

“Dengarkan baik baik semuanya, hati hatilah pada tombak pria itu, True Longinus. Longinus terkuat yang dikatakan mampu membantai Tuhan. Aku sudah lama tak pernah melihatnya........Tapi tak kusangka sekarang sudah jatuh ke tangan para teroris.”

“--!?”

Kata kata Sensei membuat semua orang tercekam. Pria itu sendiri sudah cukup mengerikan, namun kami semua menatap kaget pada tombaknya.

“Itu Tombak Suci yang sangat ditakuti oleh Seraphim dari Surga......?”

Irina berbicara, tak mampu menahan getaran tubuhnya. Xenovia melanjutkan, sambil berbisik.

“Aku juga pernah mendengarnya sejak masih kecil. Tombak yang membunuh Yesus. Tombak yang membawa darah Yesus – Tombak absolut yang menembus tubuh Tuhan!”

A-Apa benda itu memang sekuat itu!? kupikir Buchou juga pernah menyebutkan soal tombak itu sebelumnya. Sesuatu tentang Tombak Legendaris yang menusuk Christ. K-Kalau dipikir pikir, ini berkaitan erat dengan akar kepercayaan tempat Irina dan Xenovia berasal. Bagi mereka yang terlibat dengan Gereja, mungkin takkan salah menyebut tombak itu sebagai eksistensi tertinggi.

“Itu Tombak Suci.....”

Di sampingku, Asia sepertinya terpaku pada Tombak seolah kesadarannya sudah disedot keluar, dan hanya bisa terdiam kaku—

Clap.

Sensei dengan cepat menutup mata Asia dengan tangannya.

“Asia, orang orang dengan iman kuat tak boleh memandang tombak itu. Mereka akan kehilangan akal sehat mereka. Bagaimanapun juga, itu adalah salah satu holy relic diantara True Cross, Holy Chalice, Holy Nails, dan Shroud of Turin.”

Kunou dengan marah berteriak pada si pemuda bertombak – Cao Cao.

“Hei kamu! Aku ada pertanyaan untukmu!”

“Arara, Tuan Putri kecil ini, ada masalah apa? Kalau bisa, aku akan coba jawab semua pertanyaanmu.”

Meski Cao Cao terdengar kalem, dia jelas jelas mengetahui sesuatu.

“Apa kalian yang sudah menculik Ibuku?”

“Benar sekali.”

Dia mengakuinya seenteng itu. Ternyata memang ulah orang orang ini!

“Apa yang kalian rencanakan pada Ibuku!?”

“Kami hanya ingin Ibumu bekerjasama dalam eksperimen kami.”

“Eksperimen? Apa yang kalian ingin lakukan!?”

“Mengabulkan permohonan dari atasan kami, itulah ide utamanya.”

Mendengar itu, Kunou menampakkan taringnya, dengan marah. Matanya melotot tajam dengan berair. Sepertinya dia marah besar. Bukan saja Ibunya dibawa pergi, namun dia juga akan digunakan untuk suatu eksperimen mencurigakan.

“Atasan........Apa itu Ophis? Dan kenapa kalian muncul di hadapan kami?”

Sensei bertanya dengan tajam.

“Tidak, tak perlu lagi untuk bersembunyi. Kami hanya ingin mengucap halo sebelum eksperimen. Mari kita bekerjasama sedikit. Aku juga ingin menemui Gubernur Azazel dan Sekiryuutei Legendaris.”

......Si brengsek ini benar benar pandai bicara.

Ngomong ngomong, apa aku setenar itu? Ah, meski aku mengalahkan pemimpin Maou lama sepanjang efek Juggernaut. Hanya saja aku tak terlalu ingat banyak tentang adegan itu.

Sensei membentuk tombak di tangannya.

“Mari kita persingkat saja. Tolong kembalikan pemimpin Kyuubi. Kami tengah berusaha keras untuk bekerjasama dengan para youkai.”

Melihat Sensei bersiap bertarung, semua orang berkumpul ke dalam formasi dan mempersiapkan diri mereka. Aku juga memanggil Boosted Gear dan memulai penghitungan Balance Breaker. Dan kemudian, memanggil Ascalon—

“Xenovia!”

“Terima kasih!”

Xenovia menangkap Ascalon, dan memasang posisi bertarung.

......Ngomong ngomong, Rossweisse-san tak ada disini.

“Sensei, dimana Rossweisse-san?”

Sensei mendesah panjang oleh pertanyaanku.

“Orang itu juga ikut ditransfer kemari, tapi dia masih tertidur nyenyak di restoran. Aku menempatkan perisai kuat di sekitarnya, jadi untuk sekarang pasti takkan apa apa.”

Ja-Jadi itu yang terjadi........Be-benar, akan sangat tak wajar kalau dia bertarung dalam kondisi mabuk itu. Kalau begitu Sensei, aku yang akan bertanggung jawab di posisi support.

Kontras dengan sikap siaga kami, pihak disana justru tak membuat tanda tanda bersiap siap.

.....Apa mereka begitu percaya diri? Atau mereka punya senjata rahasia? Bagaimanapun juga, golongan pahlawan telah mengumpulkan banyak pengguna Sacred Gear. Memang merepotkan untuk bertarung dengan Sacred Gear. Ada banyak kekuatan aneh yang membuat situasi jadi sulit diprediksi. Itulah hal yang paling menakutkan.

Yang jelas, kami tak boleh menunjukkan tanda tanda kelemahan!

--Seorang anak lelaki pendek berdiri di samping Cao Cao. Cao Cao berkata padanya.

“Leonardo, akan kubiarkan kau mengurus para Iblis dengan monster monstermu.”

Hanya satu permintaan, namun si anak lelaki tetap tanpa ekspresi, dan mengangguk pelan. – Dalam sekejap, bayangan bermunculan di bawah kakinya dan dengan cepat menyebar.

.....Aku merasakan sensasi seolah sesuatu yang dingin merangkak di punggungku. Bagaimana mengatakannya ya, rasa takut tertentu bisa terasa dari dalam bayangan.

Seiring bayangan tumbuh, ia mencapai level yang menutupi seluruh Togetsukyou. Dan kemudian mereka menyebar dan perlahan mengambil bentuk!

Lengan, kaki, kepala, bola mata, rahang lebar, berpisah – bukan hanya satu! tapi puluhan, bukan ratusan!

“Guuuu........”

“Chomp!”

“Gobble!”

Dengan raungan memekakkan, para monster ini bermunculan dari bayangan!......Bayangan dengan monster bermunculan dari dalamnya, huh! ketimbang muncul, mungkin diciptakan atau “Dibuat” adalah deskripsi yang cocok! Para monster dengan kulit hitam dan berdiri di atas dua kaki. Tubuh mereka dengan padat terbentuk sangat kaku dan tebal. Mereka juga memiliki cakar tajam dan memperlihatkan taring mereka. Para monster ini membentuk barisan dan berdiri di garis depan.

....Apa apaan ini, kekuatan si anak laki laki itu.......?

Aku hanya bisa menelan ludah di kerongkonganku karena terkejut pada kekuatan bocah itu. Sensei berbicara perlahan kali ini.

“Annihilation Maker.......”

Annihilation......? Maker........? Maker artinya penciptaan kan?

Cao Cao tertawa melihat reaksi kami.

“Benar, anak ini membawa salah satu Longinus. Ancaman berbeda dibandingkan True Longinus ku, namun tetap saja Sacred Gear yang mematikan.”

Longinus—anak ini juga memiliki Longinus. Pengguna Longinus, eh.....?

Apa apaan ini! Apa ini pasar bebas Longinus sekarang!? Aku sama sekali tak tahu soal mereka selain milik Vali dan punyaku sendiri, jadi perkembangan baru ini benar benar merepotkan......

Dan kemudian, penghitungan selesai dan aku memasuki Balance Breaker! Aura merah menyelimutiku dan membentuk armor.

Sekarang aku bisa bertarung dengan baik, namun.......

“S-Sensei, ada sesuatu yang masih tak kupahami......”

Dengan kebingungan, aku menanyai Sensei. Sensei mulai menjelaskan.

“Sepertimu, anak itu memiliki salah satu Longinus. Saat ini, ada tiga belas Longinus terkonfirmasi – diantara Grigori, ada juga pemilik Longinus. Dan diantara semua pengguna Longinus ini, properti yang dimiliki bocah disana itu – dengan kata lain, kemampuannya, lebih mematikan daripada Boosted Gear atau Divine Dividing.”

“Le-Lebih kuat dariku?”

“Dari segi kekuatan murni, tentu saja Boosted Gearmu dan Vali jauh lebih tangguh. Namun dari segi kemampuan.......Sword Birth Kiba bisa menciptakan tak terhitung pedang pedang Iblis, ini bisa kamu pahami, kan?”

“Ya ya.”

“Annihilation Maker juga sama. Ia bisa menciptakan tak terhitung hewan hewan Iblis. Untuk contoh, monster raksasa penghembus api setinggi 100 meter yang sering kamu lihat di TV itu bisa diciptakan hanya dengan kehendak kuat. Kekuatan untuk menciptakan monster hanya dari imajinasi, bukanka itu bencana? Kemampuan ini, tergantung pada kemampuan penggunanya, bisa menciptakan skala ratusan atau bahkan ribuan. Seperti Dimension Lost, yang satu ini adalah error terburuk dalam sistem Sacred Gear. Dimension Lost juga sangat berbahaya tergantung dari penggunanya. Sekali kabut mencapai skala sebuah negara, ia bisa mentransfer seluruh negara dan para penduduknya ke celah dimensi untuk dihancurkan.”

--! Su-Sukar dipercaya!

“Tak peduli yang manapun, bukankah mereka Sacred Gear terburuk!?”

Sensei hanya tertawa kering.

“Yah, sampai saat ini, tak satupun dari mereka telah mencapai level seperti itu, meski di masa lalu ada beberapa yang hampir mencapainya. Namun, sulit dibayangkan kalau tiga dari empat Longinus peringkat top – True Longinus, Dimension Lost, dan Annihilation Maker berkumpul sekaligus. Semenjak lahir para pemiliknya seharusnya berada dibawah pengawasan Malaikat Jatuh, Malaikat, dan Iblis.......namun dua puluh tahu sudah berlalu, apa kami terlalu ceroboh......atau seseorang dengan sengaja menyembunyikan mereka.......dibandingkan masa lalu, hampir semua pemilik Longinus saat ini sulid untuk ditemukan.”

Sensei melihat ke arahku.

....Jadi pada dasarnya, aku juga salah satu dari mereka yang dengan sukses diklasifikasikan sebagai “Sacred Gear berbahaya, bunuh dia” dan kemudian “Sebenarnya tidak” dan akhirnya “Tidak, itu memang Longinus!”

Apa ada kaitannya dengan ini? Sensei melanjutkan.

“.....Pasti ada semacam hubungan sebab akibat yang terjadi pada masa kini? Bisa dikatakan kalau Sacred Gear Longinus pertama adalah error atau gangguan dalam sistem. Atau mungkin, para Longinus ini memiliki perkembangan tersendiri yang melebihi dugaan kami? Meski ini hanya harapan dan bukan hipotesis secara keseluruhan.......menyaksikan perkembangan Ise, membuat aku merasa kalau semua Longinus saat ini tengah melewati perubahan besar.......gangguan, error, bukan, evolusi? Tak peduli apa, meski itu juga termasuk aku, mungkin mereka yang bertugas meneliti dan mempertahankan sistem sudah terlalu naif? Michael, Sirzechs.”

Sensei sepertinya sudah memasuki dialog tanpa akhir dengan dirinya sendiri.

Tapi tak peduli bagaimana kalian melihatnya, bukankah Sacred Gear yang bisa membuat monster sangat aneh dan berbahaya? Dan bahkan dikatakan lebih berbahaya dari Sacred Gearku! Selain itu, tergantung pada penggunanya, ia bisa menciptakan monster seperti Dragon King – Tannin-ossan dan Fenrir si serigala monster pada skala produksi massal! Annihilation (Pemusnahan)! Dunia ini bisa saja dimusnahkan!

“Sensei, apa kelemahan yang para Sacred Gear mematikan ini miliki?”

Kalau Boosted Gear dan Divine Dividing memiliki kelemahan, maka mereka juga........?

“Serang tubuh penggunanya – tentu saja, ada kasus dimana tubuhnya sangat kuat, namun masih tak ada apa apanya dibandingkan ancaman Sacred Gearnya. Pengguna Annihilation Maker saat ini masih menjalani proses pertumbuhan. Kalau dia sudah menguasainya, maka mereka pasti sudah mengirim pasukan hewan hewan Iblis ke setiap golongan sekarang – satu satunya cara mengalahkannya adalah menyerangnya secara langsung sebelum dia dewasa.”

Cao Cao tertawa masam usai mendengar kata kata Sensei.

“Arara, sepertinya kelemahan Annihilation Maker sudah ketahuan. Sesuai ucapanmu, Gubernur dari Malaikat Jatuh. Anak ini masih belum mendewasakan imajinasi atau produktivitasnya – kecuali dia sudah berfokus pada satu spesialitas. Monster yang menyerang kelemahan target – antimonster. Hewan hewan Iblis saat ini adalah para makhluk yang bisa melawan Iblis.”

Cao Cao mengarahkan jarinya pada toko di area itu.

Monster membuka mulutnya—

Bzzzzzzt!

Beam cahaya muncul. Dan dalam sekejap itu—

Boom......!

Toko itu hancur dalam sekejap oleh ledakan luar biasa itu!

“Serangan cahaya – makhluk ini!”

Diantara angin kuat di tengah ledakan, Sensei berteriak dengan marah.

“Cao Cao brengsek kau! Kau mengirim assasin ke semua golongan utama untuk mengumpulkan data anti monster!”

“Kau setengah betul. Bukankah ada anggota berjubah hitam diantara pengguna Sacred Gear yang kami kirimkan?”

Ya! Para petarung hitam itu! benda benda menyebalkan yang melebur menjadi kabut saat terkena serangan!

“Itu semua juga monster yang diciptakan oleh anak ini. Para monster itu dengan sengaja menerima serangan dari sejumlah golongan – Malaikat, Malaikat Jatuh, Iblis, Naga, dan Dewa Dewa dari semua mitologis. Meski mereka semua dimusnahkan, mereka sudah mengumpulkan cukup banyak data untuk Sacred Gear anak ini.”

“—Orang orang hitam aneh itu untuk mengumpulkan data!?”

“Bukan saja jumlah pengguna Balance Breaker bertambah, namun perkembangan dari antimonster juga meningkat pesat. Berkat itulah, antimonster yang mengincar Iblis, Malaikat, dan Naga sudah diciptakan – pada output maksimum, antimonster anti-Iblis saat ini bisa menghasilkan cahaya yang sebanding dengan Malaikat Kelas Menengah.”

Mengumpulkan data untuk menciptakan antimonster dan di saat yang sama menambah jumlah Balance Breaker diantara para pengguna Sacred Gear.

....Apa dia ingin memamerkan pada kami betapa siap atau cerdiknya mereka? Orang orang ini, mereka berbahaya diluar kewajaran.

Sensei melotot dengan amarah namun segera mulai tertawa.

“Tapi Cao Cao, itu artinya kau belum menciptakan hewan hewan Pembunuh Dewa.”

“....”

Cao Cao tak menyangkal ucapan Sensei.

“Bagaimana anda bisa menyadari itu?”

Sensei membalasku dengan suara lelah.

“Kalau mereka bisa, mereka pasti sudah melakukan itu. Dan mereka pasti saat ini akan memakainya juga. Tak ada alasan mereka takkan mencobanya kalau mereka memiliki sumber daya untuk meluncurkan serangan sekaligus pada sejumlah golongan berbeda. Dan siapa tahu apa yang akan terjadi kalau Dewa Dewa dari sejumlah mitologi terbunuh – sampai poin waktu ini, mereka masih belum bisa menciptakan hewan hewan Iblis pembunuh Dewa. Meski hanya ini yang kita tahu, ini masih tetap berita penting.”

Begitu! Mereka tak punya hewan hewan Iblis pembunuh Dewa! Ah, tapi hal seperti itu memang ada. Imej serigala raksasa melintas dalam pikiranku.

Cao Cao mengacungkan tombaknya pada kami.

“Kalau itu Dewa maka aku akan membunuhnya dengan tombak ini. Kemari, kita mulai pertarungan – sekarang!”

Inilah pernyataan perang!

“Gobble!”

Membuat raungan memekakkan, para antimonster menyerbu ke arah kami! Kiba dan Xenovia melaju dan berdiri di garis depan.

“Kiba, tolong buatkan aku Pedang Suci!”

“Paham. Bagaimanapun juga, kamu lebih cocok dengan Gaya dua pedang!”

Kiba dengan cepat menciptakan pedang di tangannya dan melemparnya pada Xenovia yang sudah mulai menyerbu.

Menangkap pedang di tengah udara, Xenovia memegangnya bersama Ascalon dan melaju lurus ke tengah kawanan musuh!

Ditebas oleh serangan sapuan Xenovia, sejumlah besar antimonster dilenyapkan dengan mudah! Memang [Kuda] tipe kekuatan! Kekuatan penetratif ini sungguh sulit dipercaya!

Ah, seekor monster membuka mulutnya untuk melepaskan beam cahaya—

Bzzzt!

Beam itu menyerbu lurus pada Xenovia, namun Kiba menangkisnya dengan Pedang Suci Iblisnya, dan memantulkannya ke bangunan di kejauhan, membuatnya runtuh.

“Kalau hanya level cahaya seperti ini, tak masalah asalkan kita tak sampai kena.”

Benar benar [Kuda] yang tampan dan cool! Benar juga! memiliki kecepatan seperti dewa, tak ada masalah asalkan Kiba tak sampai terkena serangan!

“Tidak, bunuh saja mereka sebelum mereka mengenai kita.”

Menebas dan mencincang para monster dengan Ascalon dan Pedang Suci, Xenovia menjawab seperti itu.

Meski keduanya sama sama [Kuda], gaya bertarung mereka sama sekali berbeda! Dan filosofi mereka berdua terdengar begitu kompak!

“Cao Cao, bagaimana kalau beradu tanding denganku?”

Sensei mengeluarkan permata Naga – permata Fafnir, dan seluruh tubuhnya terbungkus dalam armor emas dari Sacred Gear buatan. Di saat yang sama, dia membentangkan kedua belas sayap hitamnya dan menyerbu Cao Cao dengan kecepatan ekstrim.

“Itu suatu kehormatan besar! Mampu bertarung dengan Gubernur Malaikat Jatuh yang tercatat dalam Injil!”

Cao Cao mendarat di tepi sungai Katsura, dengan wajah tersenyum berani sambil mengangkat Tombak Sucinya – bagian depan True Longinus terbuka dan melepaskan aura emas yang membentuk dirinya menjadi bilah tombak!

Dalam sekejap ia terbuka, seolah seluruh udara berguncang kuat!

......Itu hanya bisa dideskripsikan sebagai suci dan khidmat! Hanya menatapnya membuat tubuh terasa tegang dan sesak! Bahkan bagi non-umat, pengaruh dari tombak itu sekuat itu?

Crash......!

Tombak cahaya Sensei bertumbukan dengan Tombak Suci Cao Cao, gelombang kejut keras tercipta! Hantaman itu menciptakan gelombang dan dentuman di sungai Katsura, menghempaskan air kemana mana! Tetes tetes air berjatuhan di atas Kogetsukyou seperti badai hujan keras.

Seiring Sensei dan Cao Cao menyerang satu sama lain dan melanjutkan pertarungan mereka, mereka perlahan bergerak lurus sepanjang tepi sungai.

Akan kuserahkan Cao Cao pada Sensei, mari kita urus yang lainnya!

Prioritas pertama adalah kunci pertarungan tim kita – memasang dinding pertahanan untuk Asia yang bertanggung jawab untuk penyembuhan. Normalnya tim kami memiliki Buchou yang memberi komando dengan Akeno-san mendukungnya dan menyediakan tembakan belakang, Koneko-chan menyediakan serangan dan support, dan Gasper di peran pengintaian dan support. Bahkan bombardir jarak jauh dari Rossweisse-san tak ada disini.

Meski kami memiliki Sensei dan Irina yang menyediakan serangan super kuat, keseimbangan tim ini telah pecah oleh ketiadaan mereka berlima. Kami memerlukan formasi baru.

Kunou juga harus dilindungi apapun yang terjadi. Di tempat ini, dia lebih penting daripada kami. Dia harus ditempatkan di belakang Asia.

Seandainya ada Xenovia yang menjadi pengawal mereka—

.....Pikir baik baik, pikir baik baik, pikir baik baik! Kata kata seperti “Aku tak paham!” atau “Aku tak bisa melakukannya!” tak cocok untuk Raja masa depan! Kalau itu Buchou, bagaimana dia akan bertindak? Apa yang dia akan lakukan pada saat seperti ini!? Aku harus memikirkannya dengan cermat!

Oooooh.....! Di pucuk akal sehatku aku akhirnya menemukan sebuah strategi!

“Xenovia! Kamu akan melindungi Asia dan Kunou! Juga, gunakan aura suci untuk mengenyahkan semua musuh yang mencoba mendekat!”

Aku memberi perintah pada Xenovia! Biarpun aku bukan Buchou, tapi tolong, Xenovia, dengarkan aku!

“—Aku paham!”

Oh oh! Xenovia menjawabku, dan dengan cepat mundur untuk melindungi Asia!

Pikirkan lagi! Apa yang Buchou akan lakukan kalau dia ada disini!? Meski ini situasi tiba tiba, ini adalah pertarungan nyata! Aku harus memanfaatkan para siswa kelas dua secara penuh disini!

Sel sel otak kerdilku mulai bekerja dengan cepat sekali lagi!

Spurt! Hidungku mimisan karena berpikir terlalu keras! .....Eh? Mimisan, jadi aku tetap bisa mimisan bahkan diluar situasi erotis!

Lawan lawan kami telah memasang antimonster anti-Iblis. Tak peduli bagaimana kami menangkis serangan mereka, luka yang kami terima akan sangat besar kalau sampai kena.

Tiba tiba, kemampuan Kiba melintas dalam pikiranku!

“Kiba! Kamu bisa membuat pedang pedang Iblis pemangsa cahaya, kan!?”

“Eh? Ya.—Aku paham!”

Kiba dengan cepat memahami pertanyaanku. Mengesankan sekali, Kiba!

Dibawah kaki Kiba muncul beberapa pedang pedang kegelapan yang dia gunakan melawan Freed dalam pertarungan melawan Reynalle, dan dia melemparkannya ke rekan rekan Iblisnya!

“Pedang pedang ini hanya memiliki gagang saja pada kondisi normal! Kalian harus memasukkan kekuatan Iblis ke dalamnya untuk membentuk bilah kegelapan!”

Kiba menambahkan. Di saat yang sama, aku terus memberi perintah.

“Xenovia, di saat bahaya gunakan ini sebagai tameng untuk menyerap cahaya. Asia, biarpun kamu tak terbiasa dengan pedang, peganglah ini! Lebih baik dari tak membawa apa apa!”

“Aku paham, Ise!”

“Ya,ya.”

Xenovia dan Asia menjawabku! Xenovia meletakkan gagang pedang ke dalam saku roknya. Dia akan menggunakannya di saat darurat!

Aku memegang pedang Kiba.

“Hei, Ddraig. Mari terapkan kekuatan pedang ini pada Gauntlet.”

[Tindakan sembrono seperti itu bisa membahayakan nyawamu.......tapi dalam kasus ini, mungkin tak apa apa untuk sementara waktu. Tapi jangan memaksakan diri.]

“Itu sudah cukup bagus. Aku akan memasukkannya ke dalam Gauntlet dimana Ascalon diekstrak.”

Aku menempatkan pedang pemangsa cahaya ke dalam soket Ascalon! Dengan cepat – sesuatu seperti perisai berbayang gelap muncul di gauntlet kiri – itu bekerja!

Ini sudah cukup menyediakan pertahanan bagiku. Selanjutnya--!

--Si Malaikat Irina!

Aku menoleh pada Irina!

“Irina! Maaf, tapi bisakah kamu gantikan posisi Xenovia di garis depan bersama Kiba!? Sebagai Malaikat, cahaya bukan kelemahanmu, kan!?”

“Meski Malaikat masih bisa dilukai dengan cahaya, namun itu bukan kelemahan kritikal seperti pada Iblis – Paham! A-Aku akan maju! Aku adalah [As] Michael-sama!”

Irina mengepakkan sayap putih murninya dan terbang ke posisi garis depan Xenovia sebelumnya.

Memanggil pedang cahaya, Irina menyerbu kiri dan kanan dari udara, memecah mecah formasi para antimonster, dan kemudian mencari kesempatan untuk membantai mereka dalam satu ayunan.

....Bagus! Meskipun taktiknya sedikit rumit, tapi aku sudah memberi mereka semua perintah! Aku tak pernah membuang waktuku hanya dengan melihat Buchou memberi komando! Selanjutnya aku! Posisi diantara kelompok depan Kiba dan kelompok penjaga Asia – posisi tengah!

“Asia, promosikan aku ke [Peluncur]!”

“Ya!”

Usai aku berbicara dan Asia menyetujui, aku menjadi [Peluncur]! Batas kekuatan Iblis di tubuhku ditingkatkan. Alasan aku memakai mode [peluncur] adalah untuk berfokus pada Dragon Shot!

Rasakanlah ini! Aku sangat memahami kemampuan di dalam kekuatan Iblisku, yakni sekedar serangan kikuk dari sihir terkonsentrasi murni – dari segi kekuatan murni ini sama sekali tidak buruk!

“Ayo maju! Dragon Shot luncurkan!”

“Doooo”!”Doooooooon”!”Dooooo”!

Sambil memakai tameng kegelapan, aku membombardir para antimonster dan golongan Pahlawan dengan rentetan massa kekuatan Iblis medium!

Meski semua anggota golongan Pahlawan mengelak, banyak antimonster terserang oleh seranganku dan hancur! Di saat yang sama, perisai kegelapan menyerap seluruh cahaya yang ditembakkan oleh musuh! Bagus sekali!

Beam cahaya yang diarahkan ke Kunou juga ditangkis oleh Dragon Missile ku.

“Kunou! Tolong melangkah mundur agak jauh!”

“M-Maaf.”

Kalau Tuan Putri Kyoto sampai terluka, masalah akan makin serius. Bagaimanapun juga, dia hanya anak kecil, sama sekali tidak layak untuk memasuki medan pertarungan.

Xenovia juga menyerang dari belakang, memakai tebasan Pedang Suci untuk menghabisi antimonster di depannya.

Terhantam oleh seranganku dan Xenovia, pasukan antimonster dengan cepat menghilang.

Namun, bayangan terus muncul di bawah anak itu dan menciptakan monster baru lagi dan lagi. Sialan! Apa ini tak ada habisnya!? Tapi kamu tak boleh menyerah!

Untuk memproduksi massal makhluk makhluk ini, pasti ada batas pada stamina dan konsentrasinya! Namun tingkat anak ini benar benar cepat!

Serangan antimonster terkadang mengenai kelompok kami tapi Asia bisa menyembuhkan mereka dengan sekejap, jadi itu bukan masalah.

Ya, Asia adalah penyambung hidup kami! Sungguh, Asia-chan sangat mengagumkan!

.....Hanya mengirim antimonster ke arah kami. Sampai saat ini, para brengsek golongan Pahlawan itu tak melakukan apa apa selain menghindari serangan kami. Itu membuatku marah! Apa mereka hanya menyerahkan pertarungan pada para monster dan hanya menonton disana!?

--Tepat saat aku berpikir itu sambil menembakkan Dragon Shot, beberapa sosok berbayang tiba tiba menyerbu ke arahku! Gadis gadis berbusana seragam. Apa pakaian itu adalah seragam dari golongan Pahlawan?

“Mari kita habisi Sekiryuutei!”

Tombak – serta pedang berkilau dengan cahaya menakutkan seiring mereka menyerangku.

“—Hentikan. Wanita tak bisa menang melawan Sekiryuutei!”

Seorang pria tampan dengan rambut putih dan beberapa pedang di pinggangnya memperingatkan mereka.

Hmph, itu benar sekali. Wanita tak bisa mengalahkanku! Aku dengan cepat memusatkan sihir di otakku, inilah salah satu tipe sihir yang paling aku kuasai—

“Payudara, bebaskan kata kata kalian! Bilingual!”

Aku melepaskan sihir ke arah gadis gadis itu, dan dalam sekejap ruang misterius muncul dengan aku sebagai pusatnya! Teknik ini terlalu sempurna!

“Kemarilah, payudara para gadis! Biar aku mendengar isi pikiran kalian!”

Para payudara mulai berbicara dengan suara yang hanya bisa didengar oleh aku dan Ddraig!

“Memakai serangan tipuan untuk mengelabuinya dan kemudian menyerang sekaligus.”

Ah, jadi mereka berniat menyerang sekaligus.

“Aku akan menyerang dari kanan.”

Yang satu ini dari kanan!

“Aku akan menyerang lurus dari depan.”

Yang satu ini lurus dari depan!

Muahaha! Mendengar suara suara payudara, aku mendapat perasaan kemahatahuan! Hmph, izinkan aku membaca seluruh payudara kalian!

“Yo! Ho!”

Semua serangan mereka bisa kuhindari!

“Mustahil! Bagaimana bisa dia membaca semua gerakan kita!?”

Salah satu gadis nampak sangat kaget!

“Mustahil, bagaimana kita bisa terbaca! Serangan gabungan kita seharusnya tak punya celah!”

Aku menampakkan senyum kebosanan terhadap gadis gadis kaget ini.

“tentu saja bisa! Biar kutunjukkan! Payudara kalian! Maju! Dress Break!”

Aku meneriakkan nama jurus itu! ya, selagi aku menghindari serangan mereka aku sudah membuat kontak dengan pakaian kalian!

Dengan suara “bababah”, pakaian mereka musnah seketika dengan sangat spektakuler!

“I-Iyaaaaaaah!”

“Dia memakai sihirnya pada pakaian kita.......semuanya lenyap!”

Para gadis berteriak sambil mencoba menutupi tubuh telanjang mereka! Woohoo! Mereka semua sudah terlatih dengan baik, proporsi tubuh yang bagus! Oh, mimisan........mimisanku keluar lagi.....!

Kalah oleh rasa malu, para gadis itu kabur ke rumah terdekat.

Hmph, selama lawannya perempuan, tangan dan otakku takkan beristirahat! Dimana lagi kalian bisa menemukan waktu menyenangkan dalam mengalahkan musuh dengan teknik dewa spektakuler ini!? Bilingual dan Dress Break itu tak terkalahkan!

“S-Sungguh teknik vulgar! Aku belum pernah melihat hal semenjijikkan itu........”

Kunou benar benar shock melihat jurusku. Dideskripsikan seperti itu oleh gadis kecil, aku mendapat pukulan berat pada harga diriku.

“Memang, mustahil bagi wanita untuk menang melawan Sekiryuutei. Kecuali mereka punya niat baja dan kemampuan mengabaikan rasa malu........memang sulit bagi wanita muda. Memang pantas mendapat nama Chichiryuutei, aku baru saja menyaksikan teknik payudara legendaris. Tapi itu semua takkan berguna melawan laki laki.”

Gentleman elegan itu berbicara. Meskipun........itu adalah analisis dengan tenang, itu masih membuatku merasa malu.

“Siapa yang mau memakai jurus itu pada laki laki!”

Aku menjawab dengan paksa! Pria itu tersenyum seolah sangat terhibur!

Pria itu tersenyum dan berbalik ke arah golongan Pahlawan untuk berbicara.

“Kalian semua hati hatilah. Dia adalah Sekiryuutei. Paling tak berbakat dan berkekuatan tersedikit dalam sejarah – namun, dia tak terbius pada kekuatan dan merupakan Sekiryuutei berbahaya yang tidak lepas kendali. Seorang yang memiliki kekuatan besar namun tak jatuh pada arogansi yang tak takut pada apapun. Jangan sembrono menghadapinya.”

.......

Astaga, ini sangat memalukan, pujianmu terlalu banyak.

“....Sampai dideskripsikan seperti itu oleh musuh.”

Ya, itu kali pertama aku dipuji seperti itu oleh musuh. Tidak, itu bukan benar benar pujian, namun lebih seperti pengingat.......tetap saja, itu yang pertama kalinya.

Pria itu sedikit memiringkan kepalanya, dan mendengar kata kataku.

“Apa iya? Sekiryuutei masa kini, dalam pandangan kami kau jauh lebih berbahaya dari yang kau bayangkan. Selain itu, rekanmu – Vali juga sama.”

Ra-Rasanya seperti duduk di atas ranjang paku! Apa yang terjadi, ini yang pertama kalinya! Meski Sairaorg-san juga memujiku, namun teroris bahkan juga mengatakan itu.......

Orang orang ini yang tak memandang rendah aku, justru yang paling berbahaya!

“Berikutnya, kurasa sudah waktuku untuk beraksi!”

Pria itu melangkah ke depan, dan melepaskan pedang dari ikat pinggangnya.

“Senang bertemu kalian untuk pertamakalinya. Para budak Gremory. Aku Sig, keturunan dari pahlawan Siegfried. Rekan rekanku memanggilku Siegfried. Kalian mau memanggilku apa itu terserah kalian.”

Gentleman yang nampak lembut itu – wajah Siegfried, membuat Xenovia menyadari sesuatu karena dia menampakkan kekagetan dan shock.

“.....Aku merasa pernah melihatmu sebelumnya. Ternyata itu memang benar?”

Pada pertanyaan Xenovia, Irina mengangguk.

“Ya, pasti begitu. Dari sejumlah Pedang Iblis di pinggangnya, tak ada keraguan lagi.”

.....? Apa yang terjadi? Karena dia punya rambut putih, aku hanya bisa teringat pada orang itu – Freed.

“Ada apa, kalian berdua? Kalian tahu sesuatu tentang pria tampan yang seperti Kiba putih itu?”

“Kiba putih.......itu terlalu berlebihan, Ise-kun.”

Jangan bicara seperti itu, Kiba. Itu kan hanya contoh.

Xenovia merespon rasa penasaranku.

“Pria itu adalah Exorcist – mantan almamater Irina dan aku. Prajurit top di Gereja Katolik, Protestan, dan Orthodox. “Kaisar Iblis Sig”. Dia memiliki warna rambut sama dengan Freed karena mereka dilatih oleh organisasi yang sama. Sepertinya itu adalah semacam efek samping dari sebuah eksperimen.”

--! Exorcist! Seorang yang berhubungan dengan Gereja! Ngomong ngomong, berarti dia mirip dengan Freed? Berpikir soal orang itu membuatku muak.

“Sig-san! Kau mengkhianati Gereja – Mengkhianati Surga!?”

Irina berteriak. Bibir Siegfried melengkung dengan senang.

“Kurasa kalian bisa menyebutnya pengkhianatan. Sekarang aku bergabung di Khaos Brigade, itulah kenapa.”

Mendengar kata kata itu, Irina menjadi marah.

“.....Kenapa! Mengkhianati Gereja dan bergabung ke organisasi jahat akan membuat dosamu tak terampuni!”

“.....Itu membuat telingaku sakit.”

Siegfried tertawa.

“Ada apa dengan itu? bahkan tanpa aku, Gereja masih memiliki prajurit terkuat. Selama orang seperti itu masih ada, ketiadaan aku dan pengguna Durandal Xenovia bisa tertutupi. Namun, siapa yang akan menduga kalau orang itu akan menjadi kandidat Joker untuk Brave Saints? –Pokoknya, cukup disini saja ngobrolnya, bukankah kalian para pengguna pedang cukup hebat? Xenovia sang pengguna Durandal, Shidou Irina sang [As] Michael sang pemimpin Malaikat, dan Kiba Yuuto dari Pedang Suci Iblis.”

Menantang para pendekar pedang – tidak, tiga orang yang berhubungan dengan Gereja, pedang Siegfried di tangannya mulai mengumpulkan kekuatan Iblis.

.....Pedang ini memiliki aura tak mengenakkan. Pedang Iblis? Perasaannya sama dengan pedang buatan Kiba.

--! Tiba tiba, Pedang Suci Iblis Kiba mengayun dengan kecepatan seperti dewa.

Memblokir Pedang Suci Iblis secara langsung, tak ada kerusakan sama sekali pada kekuatan Iblis tak mengenakkan yang terkumpul di Pedang Siegfried.

“Pedang Kaisar Iblis Gram. Bagi Pedang Iblis Terkuat, serangan dari Pedang Suci Iblis bukanlah apa apa.”

Keduanya memasuki pertarungan jarak dekat.......sudah lama sejak terakhir kali aku menyaksikan Kiba bertarung begitu sengit dengan seseorang!

Keduanya segera mundur dan memasang posisi. Kemudian mereka mulai adu tanding dengan kencang, menciptakan percikan percikan dimana mana.

“....Bisa menandingi Kiba......Tidak!”

Perlahan lahan, Kiba semakin tertekan, dan ekspresi serius langka bisa terlihat di wajah Kiba! Gerakan berkecepatan Dewa Kiba – mulai terkejar! Dengan gerakan dan serangan ayunan lebih cepat dari yang mata bisa ikuti, lawannya masih bisa mengimbangi dalam ekspresi biasa biasa saja. Bisakah ia melihat kecepatan tinggi Kiba dengan jelas.......?

Bahkan saat dia berpura pura menyerang, tak satupun gerak tipu Kiba berhasil dalam memancing Siegfried!

Di sisi lain, dia menggunakan pergerakan minimum yang diperlukan untuk mengelak dari serangan Kiba. Saat dia menikamkan Pedang Iblis di tangannya, Kiba harus mengelak dengan perhatian penuh, tak ada celah untuk menyerang balik!

.....Bahkan Kiba dalam Balance Breaker semakin ditekan....!

Salah satu golongan Pahlawan menjelaskan pada aku yang terbengong bengong ini.

“Dalam organisasi kami, meski mereka berada di organisasi berbeda, ‘Pedang Royal Suci’ Arthur dan ‘Pedang Kaisar Iblis’ Siegfried sebenarnya berperingkat teratas. Pedang Suci Iblis Kiba sama sekali bukan tandingan mereka.’

Sebanding dengan Arthur itu? Pria itu, yang dengan enteng mempermainkan Fenrir! Be-Berarti Kiba sekarang—

Meski aku cemas, seseorang muncul untuk ikut serta dalam duel mereka – Xenovia.

Menebas tanpa keraguan dari sisi, dia mulai mendukung Kiba.

“Xenovia!”

“Kiba! Kamu tak bisa menang sendiri! Bahkan melawan kemauanmu, aku harus ikut serta!”

“.....Uh, terima kasih!”

Pada momen ini, Kiba mengesampingkan kehormatannya sebagai pendekar pedang, dan menyerang bertubi tubi dengan Xenovia.

“Aku juga akan bergabung!”

Dari wilayah perbatasan, Irina juga memasuki pertarungan, membentuk situasi tiga lawan satu.

Teknik dua pedang Xenovia, Pedang Suci Iblis Kiba, Pedang cahaya Irina, mereka bertiga menyerang sekaligus!

Sudah tak bisa lagi untuk menangkap kecepatan gerakan mereka dengan mataku seiring mereka berempat bertarung dengan sengit........Namun bahkan menghadapi tiga lawan, Siegfried hanya menggunakan satu pedang!

Kecepatan dewa Kiba menciptakan bayangan sisa seiring ia berulang ulang mencoba mengacaukan serangan Siegfried dari sudut mati. Dari atas, Xenovia mengayunkan pedangnya dengan aura pedang suci besar! Lebih jauh lagi, Irina meluncur sepanjang udara dengan cepat sambil menikamkan pedang cahayanya ke arah punggung tangan Siegfried!

Serangan bertubi tubi ini—

Aku yakin mereka akan menang. Namun, Siegfried mengayunkan lengannya dan dengan santai memblokir serangan Irina bahkan tanpa menolehkan kepalanya!

Di saat yang sama, ia mencabut pedang lain di pinggangnya memakai tangannya yang masih bebas.

Dengan kilauan perak – salah satu pedang Xenovia yang menebas ke bawah patah!

Itu Pedang Suci yang Kiba ciptakan! Dengan suara fantastis seperti kaca pecah, ia hancur berkeping keping!

Siegfried dengan kalem berbicara.

“—Balmung. Ini adalah kekuatan satu serangan dari Pedang Iblis dari legenda Norse.”

--! Pedang Iblis lainnya! Namun, serangan sudut mati Kiba masih belum berakhir! Ada sebuah celah dan seharusnya mustahil untuk mengelak, karena kedua lengan Siegfried tengah memegang dua Pedang Iblis! Dengan sabetan horizontal, Kiba menebas ke arah perutnya, dalam sekejap itu—

Clang!

Suara logam.

Pedang Suci Iblis Kiba dihentikan oleh Pedang Iblis yang Siegfried baru cabut dari sarung pedangnya!

“Nothung. Ini juga Pedang Iblis Legendaris.”

Pedang Iblis ketiga! Tidak, yang bahkan lebih mengejutkan adalah dua lengan Siegfried saat ini sudah memegang dua pedang, dan tak mungkin memegang pedang ketiga. Kedua tangannya sudah penuh.

Namun, lengan ketiga tumbuh dari punggungnya untuk mencabut pedang itu, memblokir serangan Kiba!

...Le-Lengan apa itu? lengan yang tertutupi oleh sesuatu seperti sisik sisik perak. Hampir seperti lengan kiriku saat berubah menjadi lengan Naga!

Lengan itu tumbuh dari punggung Siegfried!

Siegfried tertawa melihat kekagetan kami!

“Lengan Naga ini? Ini Twice Critical, Sacred Gear yang sangat umum namun punyaku sedikit berbeda, yakni sub-species. Ia menumbuhkan sesuatu seperti lengan Naga dari punggungku.”

--Twice Critical! Aku pernah mendengarnya! Sacred Gear inferior dibawah Boosted Gearku!? Sacred Gear yang seharusnya dalam bentuk gauntlet......sub species! Menumbuhkan lengan dari punggung seseorang!?

Siegfried memegang dua Pedang Iblis di tiap tiap lengan, dengan lengan di punggungnya memegang yang ketiga........teknik tiga pedang!

Menyaksikan adegan ini, ekspresi Kiba menjadi semakin serius.

“.....Kita berdua sesama pengguna Sacred Gear. Namun, kesampingkan properti pedangnya, apa aku tak mampu melampauinya bahkan dalam penggunaan Sacred Gear.......”

“Ngomong ngomong, aku belum memasuki mode Balance Breaker.”

-- Pengingat yang keras sekali! Terus menerus mengulangi eksperimen mereka, para anggota golongan Pahlawan tak mungkin tak bisa menggunakan Balance Breaker mereka!

Mendominasi Kiba, Xenovia, dan Irina sekaligus hanya dalam kondisi normalnya! Orang ini kelewat kuat!

Dengan suara hantaman keras.

Sensei mendarat di depan kami yang terjebak dalam krisis. Di saat yang sama, Cao Cao kembali ke tengah para golongan Pahlawan. Usai mengulangi serangan mereka, apa mereka berniat ke poin semula? Aku melirik aliran sungai tempat mereka datang – tanah di tempat itu sudah berubah menjadi ladang gersang!

Waaaaaah! Sejak saat tadi terus menerus terdengar suara benturan keras yang membuatku curiga adanya kejadian dramatis. Pemandangan Arashiyama sudah hancur sepenuhnya!

Sensei paham kalau ini hanya ruang buatan, jadi dia memakai kekuatannya tanpa ampun.......

Beberapa titik pada armor Sensei sudah remuk......sayap hitamnya juga nampak berantakan sekali.

Seragam dan busana China Han Cao Cao juga sobek di banyak lokasi......Namun aku merasa heran kalau manusia biasa bisa bertahan menghadapi Gubernur Malaikat Jatuh legendaris!......Jadi inikah golongan Pahlawan.......pahlawan........True Longinus......

“Jangan cemas, Ise. Kami berdua tak mengerahkan seluruh kekuatan kami. Kami hanya mengetes satu sama lain sedikit.”

Yang Sensei sebut tes kecil, berdampak pada kehancuran di area sepanjang sungai!

Cao Cao menyentakkan lehernya dengan keras, dan berkata:

“Sungguh tim Iblis yang hebat. Kurasa kalian adalah budak Rias Gremory, yang terkenal diantara generasi Iblis muda. Kami berniat bertarung tanpa memaksakan diri kami, tapi kalian ternyata lebih kuat dari dugaan kami. Kalau teoriku benar, seorang yang mengumpulkan kelompok yang kuat diluar kewajaran ini adalah Hyodou Issei – kekuatanmu. Meski kau tak punya bakat atau kekuatan Iblis, aku percaya kemampuanmu dalam menarik orang lain dengan kekuatan Naga berperingkat top diantara para Sekiryuutei masa lalu. Lihat, bukankah Naga sedang mengumpulkan kekuatan saat ini? Memang berdampak pada situasi yang baik dan buruk. Sebagai salah satu dari eksistensi legendaris, dan kau menemui tiap tiap Dragon King, dan mengumpulkan semua pendukung Chichiryuutei ini. Ini semua adalah bukti hal itu. bahkan meski [Raja] kalian tak ada, kau bisa menangani situasi dan mengatur para budak dengan ketenangan sempurna. Cara berpikirmu memang lemah dan lamban.......namun tetap saja kau akan menjadi lawan mengerikan kalau dilatih baik baik di masa depan.”

“...”

Aku tak pernah memikirkan hal seperti itu. Semua hal yang terjadi sejauh ini.........Karena aku?

Tombak Cao Cao diarahkan padaku.

“Karena itu, kami berniat tak membuat kesalahan yang sama seperti golongan Maou lama. Kami sangat percaya, kalau di masa depan, kau akan menjadi Sekiryuutei paling berbahaya. Ini berlaku pada para budak yang lainnya juga. kalau kami melenyapkan kalian semua sekarang, mungkin kami bisa mengumpulkan beberapa data berguna untuk analisa?”

Begitukah cara dia melihat perkembangan aku, bukan kami? Memang benar kalau ada perbedaan mendasar dalam cara mereka memperlakukan kami, tak seperti golongan Maou lama yang memandang kami sebagai sekumpulan anak anak bodoh.

.....Mengesalkan! Bagaimana aku menangani lawan seperti ini!? Sampai saat ini, aku terus menghadapi lawan yang memperlakukanku sebagai idiot, sehingga memiliki banyak celah.......

Sensei mempertanyakan Cao Cao.

“Satu pertanyaan lagi. Apa sebenarnya motif dari kalian para golongan Pahlawan?”

Cao Cao menyipitkan matanya dan berkata.

“Gubernur Malaikat Jatuh. Kau mungkin menganggapnya mengejutkan, tapi sederhana saja, kami hanya ingin mengetahui batas apa artinya menjadi ‘manusia’ dan menantangnya. Lebih jauh lagi, manusialah yang akan mengalahkan Iblis, Naga, Malaikat Jatuh, dan ras ras supernatural lain. – Tidak, pasti, manusialah yang akan menang.”

“Kalian ingin menjadi Pahlawan? Toh, kalian memang keturunan dari, uhuk, Pahlawan.”

Cao Cao mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk pada langit di atas kepalanya.

“—Ini hanya tantangan kecil yang diberikan pada manusia manusia rapuh. Dibawah Surga, seberapa jauh manusia bisa melaju, itulah yang kami ingin coba.”

--Manusia, eh.

.....Sebagai manusia, sejauh mana mereka bisa melaju.......apa inikah tujuan mereka?

Tidak, pasti masih ada motif yang lain.

Sensei mendesah dan berkata padaku.

“.....Ise, jangan ceroboh. Orang ini adalah musuh yang lebih buruk dari golongan Maou lama – Shalba Beelzebub. Semua lawanmu disini sangat kuat, khususnya orang ini yang sama berbahayanya dengan Vali.”

Sama dengan Vali........Vali juga terasa memancarkan aura yang sama dengan pria ini.

Memiliki Tombak Suci adalah ancaman nyata......

Usai Sensei mengumpulkan kelompok kami, golongan Pahlawan juga mengubah formasi mereka. Sepanjang waktu ini, mereka tak ada habisnya menciptakan antimonster. Terasa tak ada habisnya. Juga, golongan Pahlawan masih menahan diri tanpa menyerang.

Namun, lawan lawan kami sepertinya sudah siap.—Nampaknya gelombang kedua akan menjadi pertarungan sebenarnya. Mereka punya lebih banyak pengguna Sacred Gear, kan? Dan semuanya bisa memasuki mode Balance Breaker.

Aku terus terjebak dalam krisis seperti ini. Akankah Dewi itu muncul untuk menolongku lagi? tidak, itu tak benar, aku tentu tak mau menerima perlindungan langsung dari Chichigami[9].

Tepat saat aku tengah berpikir—

Clap.

Tepat di antara kami dan golongan Pahlawan, lingkaran sihir menyilaukan muncul......simbol yang belum pernah kulihat sebelumnya.

“—Ini.”

Sensei nampaknya tahu. Siapa? Malaikat Jatuh? Seiring kami menyaksikan dengan terkejut pada cahaya di hadapan kami – gadis bule yang sangat manis muncul, berdandan seperti penyihir.

....Se-seorang gadis? Aku terkejut.

Gadis itu mengenakan topi dan jubah lebar. Itu memang busana penyihir.......Usianya terlihat seperti anak SMP? Tubuhnya juga kecil.

Gadis itu menoleh pada kami yang berkumpul disekitar lingkaran, dan membungkukkan kepalanya dalam dalam.

Ia tersenyum cerah pada kami.

“Senang bertemu kalian untuk yang pertamakalinya. Aku Le Fay. Le Fay Pendragon. Penyihir yang tergabung dalam Tim Vali. Mohon kerjasamanya.”

--! Ti-Ti-Tim Vali!? Kenapa, kenapa bawahan Vali harus datang ke tempat seperti ini!?

Sensei menanyai gadis itu – Le Fay.

“...Pendragon? Kau siapanya Arthur?”

“Ya, Arthur adalah kakak laki lakiku, dia selalu menjagaku baik baik.”

Adik perempuan gentleman cool itu! tak kusangka dia punya adik perempuan semanis ini!

Sensei menggaruk dagunya dan berkata:

“Jadi Le Fay. Seperti penyihir legendaris itu, Morgana Le Fay? Dikatakan kalau Morgana dan Raja Pahlawan, Arthur Pendragon memiliki hubungan darah.......”

Ada kelap kelip bintang di mata Le Fay saat dia memandang ke arahku.

“Um, ummm.......”

Dia berjalan ke arahku dan mengulurkan tangannya.

“A-A-Aku penggemar Chichiryuutei, Oppai Dragon! Ka-kalau kamu tidak keberatan, bisa tolong jabat tangan denganku?”

.......

Eh, ini.....

Aku sama sekali kaget dan tak tahu bagaimana harus bereaksi. Sampai hal sekonyol itu dikatakan di tengah tengah pertempuran menegangkan ini......

Tetap saja, aku berkata ‘terima kasih......’ dan menjabat tangannya.

“Makasih!”

Dia sangat senang......Hmm?......Apa yang anak ini inginkan?

Pihak Cao Cao juga terbengong bengong dan kebingungan melihat perubahan situasi ini.......Akhirnya, Cao Cao menggaruk kepalanya dan berkata:

“Jadi pihak Vali ya, ada masalah apa?”

Tanpa ragu ragu, Le Fay merespon Cao Cao dengan senyum lebar.

“Ya! Aku datang membawa pesan dari Vali-sama! ‘Kupikir aku menyuruhmu supaya tak menggangguku!’ – itulah pesannya oh♪ -- kalian harus dihukum karena menempatkan kami dibawah pengawasan oh~~”

Crash......!

Tak lama setelah pengumuman mencengangkan Le Fay, tanah mulai berguncang dengan keras!

Apa yang berguncang ini!? Gempa bumi!? Jadi sulit untuk berdiri! Asia dan Kunou tak bisa mempertahankan keseimbangan mereka dan jatuh di atas pantat mereka.

Crack!

Itu adalah suara sesuatu yang dirobek terbuka! Melihat ke arah sana, tanah telah membengkak, seolah benda raksasa mencoba menyembul keluar! Merobek tanah berkeping keping dan menciptakan kabut debu, yang muncul adalah--!

“Guuuuuuuuuuutz!”

Benda seperti raksasa besar tengah mengaum!

Benda benda benda benda benda benda benda benda benda apa itu!? Benda berukuran sebesar itu.....Raksasa!? Batu!? Tanah!? Tak jelas material apa tapi dia pasti direkonstruksi dari material anorganik. Lengan dan kakinya juga sangat besar!

Setidaknya berukuran sepuluh meter! Sensei menengadah pada si raksasa dan berteriak!

“—Itu Gogmagog!”

Le Fay menjawab perlahan.

“Ya. Ini adalah salah satu karakter kuat dalam kelompok kami, Gogmagog atau Gogz-kun♪”

Gogz-kun♪, ada nama panggilan semanis itu?

“Sensei, raksasa batu bergerak itu........”

Sensei menjelaskan padaku. Maaf Sensei, aku terus meminta penjelasan darimu hari ini!

“Gogmagog. Sesuatu seperti Gargoyle yang ditempatkan di celah dimensional. Mengapung dalam kondisi mati di celah dimensional. Sepertinya itu adalah senjata penghancuran produksi massal yang diciptakan oleh Dewa Dewa kuno.......mereka seharusnya sudah tak aktif lagi sekarang.”

Golem! Begitu! Karena itu dia terasa anorganik!

“Benda semacam itu ada di celah dimensional!? Apanya yang tidak aktif, makhluk itu bergerak!”

“Ah, ini pertama yang bisa bergerak yang kutemukan, aku punya terlalu banyak pertanyaan. Meski dikatakan kalau mereka tidak diaktifkan dan ditempatkan di celah dimensional.......tapi yang ini bisa bergerak! Ini membuatku jadi tertarik.....!”

Oh tidak, lagi lagi begini, mata Sensei berbinar binar seperti anak kecil.......Sensei terus tergila gila dengan hal hal seperti ciptaan Dewata, senjata kuno, dan hal hal semacam itu.

Namun, dia segera pulih dan mulai bergumam sendiri.

“Begitu. Terakhir kali yang Vali cek ketika berkeliaran di dalam celah dimensional bukan hanya Great Red.......”

Le Fay menjawab gumaman Sensei.

“Ya, Vali-sama lah yang mendeteksi eksistensi Gogz-kun. Ophis-sama pernah menyebutkan penemuan raksasa ini yang bisa bergerak dalam celah dimensional, jadi kami pergi ke sana lagi untuk mencarinya.”

“Hei. Jadi siapa lagi yang ada di tim kalian......?”

Aku menanyai Le Fay. Selain Bikou, Fenrir, dan golem ini sekarang. Mengetahui kalau suatu hari nanti aku akan melawan Vali......itu jadi membuatku tak tenang.

“Ya......saat ini ada Vali-sama, Bikou-sama, Arthur-niisama, Kuroka-san, Fenrir-chan, Gogz-kun, serta aku, totalnya ada tujuh orang.”

Begitu rupanya. Hanya tujuh dari mereka. Itu saja? Tapi tetap saja, itu kebanyakan! Vali itu, dia terus mengumpulkan kriminal kriminal ini!

“Tapi Sensei, kalau Great Red ada disana, kenapa celah dimensional memiliki raksasa semacam itu......”

“Celah dimensional itu cukup menyusahkan untuk diurus, tapi sebenarnya ada cukup banyak kelonggaran. Yang Great Red ingin lakukan hanyalah berenang dengan bebas di celah dimensional, dan tak memberi ancaman apa apa. Dia adalah eksistensi spesial sehingga tak satupun golongan menempatkan Great Red di peringkat atau kategori mereka. Yang dia pedulikan hanyalah terbang bebas tanpa gangguan dalam celah dimensional.”

Tepat saat Sensei berbicara sampai poin ini, si golem mengangkat tinju raksasanya pada golongan Pahlawan.

Roar!!!

Disertai oleh suara hantaman yang memekakkan telinga, si golem menghancurkan Togetsukyou dalam satu pukulan!

Oh tidaaaaaak! Itu lokasi penting di Arashiyama! Syukurlah, ini hanya dimensi yang mereplikasi Arashiyama.

Seranga Gragoyle menghancurkan sejumlah besar antimonster selagi para anggota golongan Pahlawan mundur, bersembunyi di sisi lain sungai.

“Hahaha! Vali mengamuk! Sepertinya pengintaian kita sudah ketahuan!”

Cao Cao tertawa dengan suara keras, dan mengarahkan tombaknya pada si golem.

“Memanjang!”

Wooosh!

Ujung tombak tiba tiba memanjang, dan menusuk bahu si golem!

Si golem raksasa kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah! Wow, jatuhnya keras sekali! Golem itu pasti sangat berat! Hanya dengan jatuhnya, ia menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat, dan semua benda di sekitarnya berguncang kuat!

Tombak itu, menjatuhkan si golem hanya dengan satu serangan! Ia bisa memanjang, dan bisa menghasilkan bilah energi, begitu banyak fungsinya!

Namun, jembatan hancur lebur. Jadi kita hanya bisa terbang ke seberang, kan?

Saat aku memikirkan langkah berikutnya, sebuah sosok muncul di tepi sungai. Di depan golongan Pahlawan, ada seseorang yang teler dan terhuyung huyung, tak bisa berjalan dengan benar.

Seorang wanita berambut perak – Rossweisse-san!

“.....Hei. Berisssssik sekhalli orang jadi tak bisa tidurrrrrr (hic!) nyenyak disini!”

Kedatangan si mabuk membuat para anggota golongan Pahlawan memandang satu sama lain dengan kebingungan. namun, mereka berniat untuk menyerang, entah dia berhubungan dengan budak Gremory atau tidak!

I-Ini gawat! Dalam kondisi mabuk itu, Rossweisse-san dalam bahaya!

Aku harus pergi kesana untuk menolong! – Usai memikirkan itu, kami semua menyerbu ke arahnya. Namun.....

“Ada apwaa!? Kalian mau bertarung? shini! Akan kutunjukkkan kekwuatan Valkyrie mantann bodyguard pak tua Odinnn!”

Usai Rossweisse-san berteriak, tak terhitung jumlah lingkaran sihir bermunculan di sekitarnya. Bukan hanya sepuluh atau dua puluh!

“Rassssakan sihir Norseku yang bissssa melawaannnn semwa atribut, semua periiiiii, dan semuwa eksistensi dewaaataaaaa!”

Dari jumlah lingkaran sihir yang menakutkan, muncullah tak terhitung jumlah serangan sihir yang mengisi langit, mengubah arah serangan mereka, dan akhirnya berjatuhan pada golongan Pahlawan seperti hujan badai deras!

W-Woah! Ini sukar dipercaya! Serangan api, air, angin, halilintar, dan sihir dengan semua jenis atribut mengenyahkan semua di jalurnya, dan mendekati golongan Pahlawan!

Entah itu rumah, toko, jalan, atau tiang tiang listrik, semuanya berubah menjadi abu dan lenyap tanpa jejak!

........Meski aku sudah tahu kalau dia adalah pakar dalam sihir, ah, aku tak pernah menduga kalau Valkyrie-san ini bisa meratakan seluruh kota!

Berpikir soal itu, seharusnya sudah jelas dari cara dia ambil bagian dalam pertarungan melawan Loki.

B-Buchou, benar benar sudah mengumpulkan orang kuat.......kalau memang begitu, dia pasti akan bersinar dalam Rating Game.

Kabut muncul pada pandanganku. Meski rasanya serangan sihir hampir mengenai golongan Pahlawan, namun seorang pemuda berseragam dengan jubah berbulu menghasilkan kabut dari tangannya dan menangkis semua serangan sihir!

--! Itu si pengguna kabut! Dia bisa bertahan dari serangan sihir seperti itu!

Kabut perlahan menyebar dari tangan si pengguna, pada akhirnya menutupi seluruh golongan Pahlawan.

Cao Cao berbicara dari dalam kabut.

“Ada terlalu banyak gangguan – namun, itu sungguh upacara pembukaan yang menyenangkan, Gubernur Azazel.”

Seolah menikmati situasi, orang itu mengumumkan pada kami.

“Malam ini kami akan menggunakan medan energi spesial Kyoto dan pemimpin Kyuubi, dan mengubah Istana Nijou[10] menjadi eksperimen besar! Kalau ingin menghentikan kami, datang dan ikut sertalah!”

Kabut semakin menebal. Kabut yang muncul di bawah kaki kami menyebar ke dada dan mendekati wajah kami.

Dan kemudian perlahan lahan, seluruh pandangan kami terblokir oleh kabut dan segalanya lenyap.

“Hei, semua orang sudah dikembalikan ke realita semula! Turunkan senjata kalian!”

Sensei mengingatkan kami. Kami akhirnya kembali ke Arashiyama yang sesungguhnya! I-Ini gawat! Aku segera melepaskan armorku—

.....

Dalam sekejap mata, kabut lenyap – dan kami kembali ke jalanan ramai di samping Togetsukyou. Selain kami, para turis tengah melintasi jembatan seolah tak ada apapun terjadi.

.....Jembatannya masih ada. Semua hal telah kembali ke dunia nyata.

“Hei, Ise, ada apa? Kamu membuat wajah super-seram?”

Matsuda menatap wajahku. Be-begitu. Kami baru saja melintasi Togetsukyou.

“.....Tidak. sama sekali tak ada apa apa.”

Usai menjawab, aku menghela nafas panjang. Semua budak yang lain masih memasang ekspresi serius juga. pertarungan tadi teramat berbahaya. Mustahil untuk mengembalikan mood kami dengan mudah.

....Le Fay sudah pergi. Sama halnya benda raksasa itu. apa mereka menghilang di saat yang sama dengan kabut?

Crash!

Sensei dengan marah memukul sebuah tiang listrik.

“....Berbicara seenaknya.....! Bereksperimen di Kyoto.....? Jangan remehkan kami, bocah bocah!”

Wow......Sensei benar benar marah! Aku sudah lama tak melihat Sensei semarah itu!

“.....Ibu. Ibu tak melakukan apa apa......tapi kenapa.....”

tubuh Kunou berguncang. Aku hanya bisa membelai kepalanya, dan tak mampu melakukan selain itu.

Serangan tiba tiba Cao Cao, dan pengumumannya tentang eksperimen di istana Nijou.

Buchou, nampaknya piknik sekolah kami telah mencapai klimaks yang tak terduga.

Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. Kiyomizu-dera: Kuil Buddha di Kyoto timur.[1]
  2. kowtow: Berlutut dan menyentuh tanah dengan dahi orang tersebut, suatu sikap penghormatan.[2]
  3. Ginkaku-ji:Kuil Buddha Zen yang terletak di Kyoto. Namanya berarti “Kuil Paviliun Perak” secara harfiah. Dinamakan seperti itu karena rencana semula yakni membuat “Kuil Paviliun Emas” dan menutupinya dengan lapisan perak. [3]
  4. Kinkaku-ji: Kuil Zen Buddha yang terletak di Kyoto. Namanya secara harfiah berarti “Kuil Paviliun Emas”.[4]
  5. Arashiyama:Mengacu pada distrik di perbatasan barat Kyoto. Gunung itu, yang memberi nama distrik itu, bertindak sebagai latar belakang pemandangan area tersebut. Namanya berarti “Gunung Badai”.[5]
  6. Tenryuu-ji:Terletak di Kyoto, merupakan kuil utama dari cabang Tenryuu dalam Buddhisme Zen Rinzai. Namanya berarti “Kuil Naga Langit” secara harfiah.[6]
  7. Nison-in: Kuil Buddha Tendai di Kyoto Barat.[7]
  8. Jojakko-ji: Kuil Buddha yang dibangun di sisi pegunungan, terkenal karena pemandangan dedaunan musim gugur.[8]
  9. Dewa Payudara.
  10. Nijou Castle: Istana di dataran rendah Kyoto, merupakan kediaman Shogun Tokugawa di Kyoto.[9]