High School DxD (Indonesia):Jilid 23 Life.3

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.3 Sebelum Pertempuran Sengit[edit]

Bagian 1[edit]

Ketika pekerjaan Iblis kita berakhir, dan setelah aku selesai rapat dengan Ravel, aku datang ke pemandian bawah tanah yang besar untuk membersihkan tubuhku. Asia dan yang lainnya sudah mandi lebih dulu saat aku menghadiri pertemuan. Rias dan yang lainnya juga telah menyelesaikan pekerjaan mereka lebih awal dan kembali ke rumah; mereka tidur lebih awal saat mereka berencana bangun pagi-pagi keesokan harinya. Sementara aku menggosok tubuhku di area mandi yang besar, aku melihat ada seseorang yang masuk! Ketika aku berbalik untuk melihat, Akeno-san telah merangkak ke arahku sebelum aku sempat menyadarinya!

"Ufufu, haruskah kita melakukan ini bersama?"

Akeno-san! Cara dia muncul di depanku saat benar-benar menekan kehadirannya membuatku sangat shock! Rias juga telah mempelajari teknik ini dan kadang akan menyelinap untuk memberiku kejutan! Akeno-san — tak perlu dikatakan lagi, dia telanjang bulat! Oppai ukuran ekstra besarnya melonjak di depan mataku, dan aku bahkan bisa melihat putingnya yang merah muda! Aku mencuri tatapan cabul pada mereka saat aku bertanya

"U-Umm, ada apa? Ini sudah tengah malam, jadi bukankah seharusnya kamu tidur, Akeno-san...?"

Akeno-san meremas beberapa sabun tubuh ke handuk dan membusainya saat dia berkata kepadaku

"Ufufu, aku juga ingin segera membantu membersihkan punggung suamiku. Sayangku, punggungmu pasti sangat kaku, kan?"

Kata Akeno-san dengan rajin! Sejak aku menyatakan cinta, Akeno-san kadang-kadang memanggilku 'suami' dan 'sayang', pada dasarnya dia berbicara kepadaku seolah-olah kita sudah menjadi pasangan yang sudah menikah. Dia melepaskan kesan seorang wanita muda Jepang yang sempurna yang melakukan segalanya untuk suaminya.

"L-Lalu, aku akan menyerahkannya padamu!"

Jelas, aku tidak punya alasan untuk menolak, jadi aku dengan keras meminta Akeno-san untuk melanjutkan. Akeno-san tertawa pelan saat ia menjawab

"Ya sayang."

...Cara dia memanggilku 'sayang' membuatku merasa tersipu dan malu...tapi aku pasti sangat senang, meski masih agak awal! —Akeno-san mulai membasuh punggungku dari belakang dengan handuk.

"...aku merasa sangat bahagia saat kupikir aku bisa mencuci punggung Ise-kun seperti ini selamanya..."

Nada suara Akeno-san tampak agak enak

"Ise-kun, tolong angkat tanganmu."

Aku mengikuti instruksi Akeno-san untuk mengizinkannya membersihkan tangan dan ketiakku.... Setiap kali tubuh Akeno-san menempel di tanganku sendiri saat dia menyeka diriku dengan handuk, aku bisa merasakan sensasi lezat dan lembut dari oppai Akeno-san. Perasaan tubuhnya yang sangat lembut karena menempel erat pada tubuhku sendiri sungguh luar biasa. Setelah beberapa saat, Akeno-san mengajukan satu pertanyaan sambil terus membasuh punggungku dari belakang

"Haruskah aku mencuci depan berikutnya?"

—Apa! I-Ini sedikit gawat! Aku masih agak malu dengan hal semacam ini!

"Aku bisa mencuci bagian depan sendiri!"

Setelah mendengar aku mengatakan ini, ekspresi Akeno-san menjadi terganggu.

"Tapi, aku tidak bisa menjadi istri yang baik kalau aku tidak membersihkan setiap bagian tubuh suamiku."

Akeno-san kemudian bergerak ke depanku! Dia berdiri di depanku dengan handuk di tangannya — dan dia mulai dengan penuh perhatian menggosok bagian depan mulai dari dadaku oooohh! Oppai-nya melayang dalam irama yang indah di depan mataku!

"Ara ara, tidak masalah. Aku punya kesempatan melihat tubuh telanjang suamiku, jadi tidak masalah."

Omong-omong, kita sering bertemu di kamar mandi! Ya, ya, jadi tidak masalah untuk melihat! Tapi, diberitahu ini dari Onee-san membuatku merasa agak malu!

"Kalau begitu, selanjutnya — ufufu, tolong siapkan dirimu."

Tangan Akeno-san — melebar ke daerah bawahku! Tidaaaaaaaak! Aku terlalu malu! Meski sangat memalukan, aku juga sempat memikirkan untuk mencobanya karena ini adalah pengalaman yang tidak diketahui—. Aku mengambil keputusan. Tidak peduli apa yang terjadi, kita akan mengatasinya saat itu terjadi!

Splish! Splash!

Suara air datang dari belakang kita! Baik Akeno-san dan aku melihat untuk melihat Ophis (versi loli) dan Lilith keluar dari bak mandi.

"Ini adalah kemenanganku."

"Lilith menang."

Setelah itu, Kunou juga mengeluarkan kepalanya dari bak mandi. Kunou-chan tersentak berat.

"Fu—! Phis-dono dan Lith-dono tidak cocok untukku!"

Sepertinya mereka bertiga berlomba di bak mandi untuk melihat siapa yang bisa bertahan di bawah air untuk waktu yang lama. —Dan Ophis dan Lilith mulai menyanyikan sebuah lagu. Itu adalah lagu unik yang belum pernah kudengar sebelumnya...sepertinya mereka bersenang-senang. Apakah itu lagu yang mereka buat sendiri? Karena ketiga orang ini tiba-tiba muncul, suasana merah muda antara Akeno-san dan aku menghilang saat kami saling memandang dan kemudian tertawa—.

Bagian 2[edit]

Seiring berlalunya waktu sampai pertandingan melawan tim [Trump Card of the Heaven] dengan cepat berlalu, latihan kami berlanjut. Pagi ini, Nakiri juga mengikuti latihan kami. Setelah aku selesai mengikuti sesi latihan dan mandi, aku pergi ke dapur di lantai satu. Aku mengambil sebotol susu buah dari kulkas dan meneguknya dengan cepat, dan baru kemudian aku menyadari bahwa seorang tamu langka tengah duduk di ruang tamu. Seorang gadis dengan rambut berwarna campuran hitam dan putih — Lint Sellzen tengah duduk di sofa. Terakhir kali aku melihatnya, dia masih mengenakan pakaian seorang prajurit Gereja — setelan tempur wanita, tapi dia mengenakan seragam perempuan Akademi Kuoh hari ini. Kami saling berkenalan, jadi aku mengobrol dengannya.

"Umm, Lint...san, boleh aku memanggilmu itu?"

"Tidak, tidak, Lint saja, Sekiryuutei onii-san."

Hahaha, nadanya masih sangat riang. Itu mengingatkan pada pendeta brengsek itu...tapi yang di depan mataku jauh lebih manis jika dibandingkan dengannya.

"Apa kamu datang menemui Rias?"

"Begitulah. Karena Leader Rias menyuruhku menunggu di sini."

Situasi seperti ini terjadi karena dua tim pada dasarnya tinggal di bawah atap yang sama, ya.

"Pakaian itu..."

Tanyaku karena Lint-san yang mengenakan seragam Akademi Kuoh. Lint-san berdiri dan meluruskan seragamnya saat dia berkata

"Kalau ingin berkeliling kota ini pada siang hari, maka seragam ini lebih nyaman jika dibandingkan dengan setelan tempur."

Itu memang benar. Keprihatinan Rias benar. ...Toh, pada saat ini tahun lalu, ada duo tertentu yang diarak berkeliling di jalanan dengan mengenakan setelan tempur. Rias mungkin juga ingat hal yang sama. Aku duduk di sofa juga, agak jauh dari Lint-san. Lalu aku bertanya

"Aku mendengar bahwa kamu berasal dari salah satu institusi pelatihan yang dijalankan oleh Vatikan...dari tempat yang melatih prajurit berambut putih..."

Freed dan Siegfried dari Golongan Pahlawan, serta prajurit berambut putih yang kutemui selama pertempuran melawan prajurit Gereja. Aku pernah mendengar bahwa beberapa institusi pelatihan prajurit telah bergabung ke dalam institusi prajurit berambut putih. Mereka tampaknya telah melakukan reformasi internal.

"Ya ya. Aku, Freed-aniki dan bahkan Sieg-sensei semua berasal dari institusi yang sama."

"Ah, maaf, aku tidak bermaksud mengungkit Freed dan yang lainnya..."

Dia sepertinya tidak keberatan saat dia melambaikan tangannya.

"Oh, tolong jangan dipikirkan. Aku sendiri, aniki adalah aniki, dan sensei adalah sensei. Juga, mereka memberimu sedikit masalah, jadi tolong izinkan aku untuk meminta maaf kepadamu atas nama institusi. Maafkan aku, maafkan aku."

Nada Lint-san masih tetap sama ringan saat dia menundukkan kepalanya.

"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu minta maaf, jadi tolong jangan turunkan kepalamu....aku tidak memperlakukanmu seperti mereka, jadi kamu tidak perlu khawatir."

Setelah aku mengatakan itu, Lint-san segera memberiku hormat.

"Mengerti."

Dan kemudian, waktu berlalu saat keheningan tetap ada di udara di antara kita. ...Aku tidak bisa memikirkan suatu topik untuk percakapan sama sekali. Rasanya agak salah bertanya padanya tentang turnamen, bukan? Saat aku memutar otak untuk memikirkan sesuatu, sebenarnya Lint-san yang berbicara lebih dulu.

"Aku termasuk sebuah tempat bernama [Institusi Sigurd]. Tujuannya adalah untuk menghasilkan [Keturunan Sejati Sigurd], seseorang yang mampu memegang Pedang Kaisar Iblis Gram dari antara mereka yang telah mewarisi darah pahlawan Sigurd."

"Jadi, kamu dan Freed...seperti saudara atau kerabat?"

"Yah, karena kita dilahirkan dari berbagai pola genetik, kamu bisa memanggil kita saudara kandung kalau kam umau, dan juga akan baik untuk menganggap kita sebagai keluarga.... Omong-omong, karena Freed-aniki dan aku sama-sama memiliki gen yang sama persis, kamu bahkan bisa mengatakan bahwa kita adalah orang yang sama."

"Gen yang sama..."

...Sebagai orang beriman yang setia terhadap Gereja dan Vatikan, ini seharusnya merupakan pelanggaran terhadap ajaran Tuhan untuk mengganggu peran genetika. —Namun, ada contoh seperti Valper yang telah melakukan hal seperti itu sampai sekarang. ...Ini adalah produk dari sisi gelap Gereja. Saat ini, keadaan semakin meningkat, karena lembaga penelitian berbahaya dibubarkan satu per satu, dan para periset secara bertahap diperkenalkan ke organisasi lain. Jika ini masalahnya, maka itu akan menjelaskan mengapa gadis ini memiliki kemiripan dengan Freed. Mereka adalah anak berambut putih yang lahir dari faktor genetik yang sama....

"Dengan kata lain, aku adalah bayi tabung percobaan. Lembaga ini secara buatan menghasilkan keturunan Sigurd."

Meskipun dia berbicara tentang hal itu dengan santai, itu sebenarnya topik yang agak berat!

"...Ada orang seperti Valper. Modifikasi genetik ya..."

Wajahku menjadi gelap. Kiba dan Lint-san berada di tim yang sama, jadi dia seharusnya sudah sadar akan keadaannya...Aku bertanya-tanya apa yang Kiba pikirkan. Melihatku seperti ini, Lint-san mulai tertawa terbahak-bahak!

"Iya, hahaha, sudah pasti kacau sebelum Tiga Golongan bersekutu, bahkan Vatikan pun terkecuali. Meskipun itu adalah pelanggaran terhadap ajaran kita, selama hasilnya demi Surga dan Tuhan, orang-orang fanatik tersebut akan didorong oleh keserakahan liar untuk melakukan hal-hal seperti itu."

Benarkah tak masalah untuk membicarakan sisi gelap Gereja dengan cara yang begitu riang!? Dalam arti yang berbeda, gadis ini berada pada level yang sama seperti Freed!

Lint-san menatap langit-langit. Entah bagaimana, dia sepertinya memiliki pandangan yang jauh di matanya.

"Jika kamu hanya melihat hasilnya, maka Sieg-sensei berhasil menarik keluar dan menggunakan Gram dengan satu percobaan. Sejak saat itu, harapan institut yang telah lama ditunggu ini telah selesai. Meski Sieg-sensei dengan antusias mengucapkan selamat tinggal kepada Vatikan setelah itu dan kemudian bergabung dengan barisan teroris."

...Uh, orang itu memang bergabung dengan para teroris. Dan akhirnya, dia dikalahkan oleh Kiba yang juga berasal dari Gereja. Ketika aku menyadari hal ini, aku hanya bisa merasakan bahwa itu adalah hasil takdir yang tak terlukiskan — hanya itu saja. Lint-san melanjutkan

"Karena seseorang yang mampu menangani Gram diproduksi, institut tersebut mengubah tujuannya kemudian menjadi sesuatu yang sesuai dengan kalimat 'Mari kita lihat berapa banyak keturunan pahlawan, Sigurd yang bisa kita coba buat'. —Itu adalah rencana awal mereka, tapi ini benar-benar sebuah takdir aneh yang sekarang dimiliki Gram di tangan Kiba-kyun-paisen."

...Memang, orang itu Kiba, jadi dia memanggilnya 'Kiba-kyun-paisen' sekarang ya... omong-omong, karma Gram sangat aneh, mengingat pemiliknya terus berubah. Tiba-tiba, Lint-san menunjuk jari telunjuknya ke atas, dan di atasnya, api kecil berwarna ungu muncul.

"Kamu tahu tentang ini?"

Aku mengangguk. Ini sudah secara resmi dijelaskan kepada anggota [DxD] beberapa waktu yang lalu. Apa yang dimiliki Lint-san adalah Longinus yang pernah dimiliki Walburga si Api Ungu — [Incinerate Anthem]. Setelah mengalahkan Walburga, Longinus ditemukan kembali oleh Tiga Golongan, dan Sacred Gear yang juga merupakan peninggalan suci disimpan oleh Azazel-sensei saat dia mendiskusikan penggunaan masa depannya dengan sisi Surga. Dan selama pertempuran melawan Trihexa, meski sudah disesuaikan sehingga Valerie bisa menggunakannya, itu hanya tindakan sementara. Awalnya, [Insinerate Anthem] akan berkelana ke pemilik lain sesuai kehendaknya sendiri. Pemilik berikutnya [Incinerate Anthem] diputuskan oleh Sacred Gear itu sendiri, jadi ini adalah eksistensi khusus. Itu juga alasan mengapa Lint-san bisa menanganinya. Sacred Gear memilihnya, dan Tiga Golongan mengakui hal itu.

"Ketika aku mendapatkan api ungu itu, kebetulan saja saat Grigori mencari seseorang yang bisa menggunakannya. Aku pergi ke sana untuk mencobanya, jadi sebenarnya kebetulan, tidak, mungkin tidak dapat dipungkiri bahwa aku terpilih."

Lint-san sepertinya berbicara dengan cara yang agak penuh sukacita. Dia memasang jemarinya, dan kemudian api ungu menyala di setiap ujungnya. Nyala ungu dipicu dari ujung kelima jarinya, dan setelah dia mengangkat telapak tangannya ke atas, nyala api yang terang dan cemerlang berkedip di sana. ...Dia bertingkah seperti ini meskipun semua yang dia bicarakan sangat serius! Aku tidak berpikir bahwa Longinus akan memilihnya justru karena dia memiliki kepribadian yang begitu sembrono!

"Omong-omong, namamu adalah Sellzen...apakah itu nama yang mereka berikan saat masih di institusi?"

Itulah pertanyaanku. Aku sudah tahu bahwa dia dan Freed memiliki gen yang sama, tapi mengapa juga nama belakang mereka sama? Jika nama Freed diungkin, mungkin dia adalah pendeta paling menyebalkan bagi Gereja dan Iblis. Menggabungkan wajah Lint-san beserta nama itu, sangat mudah bagi alarm orang untuk meledak saat mereka mencurigainya memiliki hubungan dengan Freed, jadi seharusnya tidak menjadi hal yang baik. Setelah Lint menutup tangannya, nyala api itu lenyap dari telapak tangannya.

"Hmm, nah, ada berbagai arti di dalamnya. Ketika aku membagikan gen yang sama, aku ingin membawa nama mendiang Freed-aniki, dan juga untuk menebus kejahatan yang dilakukan aniki."

"Aku mengerti."

...Untuk menebus kejahatan pria itu huh. Meskipun sebenarnya Lint-san tidak perlu melakukannya.... Dia tidak tampak seperti gadis jahat. Baik Azazel-sensei dan Surga telah mempercayakan Longinus padanya, dan dia juga bergabung dengan tim Rias, jadi wajar jika dia tidak bisa menjadi orang jahat. Masalah selanjutnya adalah hal-hal apa saja yang telah dilakukan gadis ini di masa lalu. Tidak ada jawaban yang jelas untuk pertanyaan ini. Ravel sudah melakukan penelitian, tapi pada dasarnya tidak ada informasi yang bisa dikonfirmasi. Melihat dari perspektif ini, apakah dia benar-benar termasuk dalam divisi rahasia seperti pembunuhan? Atau apakah dia mata-mata yang melakukan perjalanan antar berbagai negara? Baik Xenovia maupun Irina tidak mengenalinya, jadi sepertinya dia bukan prajurit yang bertempur di garis depan. Jadi aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk bertanya kepadanya tentang masalah ini.

"Ise...dan Lint Sellzen ya."

Tepat pada saat ini, Xenovia dan... Irina muncul di ruang tamu.

"Ara, sungguh kebetulan. Apakah kalian berdua mengobrol?"

Tanya Irina. Setelah Lint-san melihat Xenovia dan Irina, dia berbicara kepada mereka dengan sikap yang agak emosional.

"Oooh, kalau bukan Quarta-paisen dan Shidou-paisen. Aku ingin sekali mengobrol dengan perempuan lain."

Xenovia dan Irina saling pandang, dan kemudian mata mereka bersinar seperti kristal saat mereka mengungkapkan ketertarikan mereka terhadap masalah ini. Xenovia meletakkan tangannya di atas bahu Lint-san saat dia berkata

"Hoho, sekarang ini menarik. Ada banyak hal yang ingin kutanyakan padamu. Pertama, berapa umurmu?"

"Aku tujuh belas, tahun ini."

Ah, jadi setahun lebih muda ya. Yah, aku menduga bahwa kita kira-kira usia yang sama hanya berdasarkan penampilan. Irina tampak sangat gembira saat mendengar ini.

"Lebih muda? Itu bagus bukan? Ya, sebagai seniormu, aku sangat ingin tahu lebih banyak tentang juniorku!"

Xenovia mengangkat lengannya saat dia berkata

"Baik! Sebelum Master Rias datang, kita harus mengobrol dengan baik sebagai sesama rekan seperjuangan! Aku juga akan memperkenalkanmu ke Asia di lantai atas!"

"Ide bagus! Asia dan...jika Sister Mirana juga datang, maka kita bisa memiliki kongregasi yang meriah lagi sebagai sesama orang beriman!"

"Ooh, perasaan ini, apa maksudmu aku bisa berteman? Iya, aku sangat bersyukur."

Seperti itu, Xenovia dan Irina membawa Lint-san ke kamar Asia. Aku ditinggalkan sendirian di ruang tamu. Aku tidak bisa bertanya pada Lint-san tentang bekas afiliasi-nya. ...Trio Gereja, kalian harus mengembalikan Lint-san saat Rias kembali, oke? Meskipun, seperti yang dikatakan Irina, Asia, Xenovia, Irina, Mirana-san dan Lint-san adalah lima gadis dengan usia yang sama dari Gereja yang entah bagaimana berkumpul di dekatnya. Mungkin bagus jika mereka bisa membentuk kelompok kecil. Seperti yang kupikirkan, Ravel mengirimiku jadwal rinci dari luar. Pertandingan sudah dekat — dan persiapan terakhir kami sekarang dimulai.

Bagian 3[edit]

Keesokan harinya—.

Aku pergi ke tempat latihan besar yang didirikan di bawah tanah wilayah Gremory, dan memulai latihan khusus kami sebelum pertandingan dengan anggota timku. Kebetulan, ruang ini adalah ruang yang berbeda dengan tempat yang digunakan oleh Gremory dulu. Untuk merayakan promosiku menjadi Iblis Kelas Atas, keluarga Gremory secara khusus menyiapkan ruang latihan khusus untukku. Rasanya seolah mereka benar-benar mengurusku, dan meski aku merasa terlalu memaksakannya pada mereka, Ravel berkata padaku.

"Kamu harus menerimanya!"

Oleh karena itu, ruang yang seharusnya menjadi area pelatihan eksklusifku — kini telah menjadi ruang latihan bagi tim Hyodou Issei. Kali ini, aku di sini bersama anggota baru timku, Nakiri, untuk berlatih dengannya.

"Hyoudou-senpai, tolong sparing denganku."

"Baiklah, tidak masalah."

Sebelum latihan, kami saling memberi hormat. Aku berubah menjadi bentuk Balance Breaker dan melengkapi armorku, sementara Nakiri mengenakan kemeja lengan panjang untuk atletik. Nakiri berdiri di depanku dengan sikap atlet biasa — tentu saja, pastinya tidak sesederhana hanya berdiri di sana. Touki yang tebal mengelilingi tubuhnya, dan seperti yang diharapkan dari seseorang yang telah membuat kontrak dengan Hewan Suci [Ouryuu], dia mengeluarkan semburan aura naga yang agung. Hewan Suci [Ouryuu] dikatakan mengatur 'bumi'. Dari 'bumi' ini — Nakiri meminjam 'ki' dari urat naga yang mengalir melalui bumi, dan menambahkan touki sendiri ke dalamnya. Bergantung pada kekayaan tanah, dan apakah kondisi lain itu optimal, bisa juga meminjam jumlah 'ki' yang tak ada habisnya.

Kekuatan Nakiri di depanku—. Nakiri menggunakan touki untuk terus meningkatkan kemampuan fisik tubuhnya, sehingga serangan, pertahanan dan kecepatannya semakin tajam, dan kemudian dia menyerangku dengan kecepatan tinggi! Kecepatan Nakiri benar-benar mengejutkanku. Kecepatannya mungkin lebih besar daripada Iblis Kelas Atas, dan Nakiri menyerangku dengan kecepatan ini! Aku menghindar dengan mudah, tapi Nakiri melompat — dan dalam proses menghancurkan tanah dengan menusuknya dengan kawah besar! Cukup melalui peningkatan touki, dia telah meningkatkan kekuatan kakinya sampai tingkat tertentu! Aku terbang ke atas, dan kemudian Nakiri melempar bola aura naga ke arahku! Jadi dia pandai huru-hara serta jarak pertengahan dan jauh! Dia kadang-kadang melompat ke udara untuk mengecilkan jarak di antara kita sehingga dia bisa menyerangku — aku mengalami pukulan berat bahkan melalui armorku. Tapi aku masih mampu menangani sesuatu sejauh ini! Karena dia bisa melakukan pertarungan jarak dekat denganku secara langsung, terkadang kita terlibat dalam pertarungan hampir seperempat dengan tinju dan kaki kita. Aku terkejut bahwa Nakiri mampu menahan pukulanku. Touki-nya benar-benar meningkatkan pertahanan fisiknya sampai tingkat tertentu. Dia benar-benar kuat sebagai manusia murni untuk bisa memiliki kekuatan semacam itu. Tapi, bisa bertarung dengan seseorang seperti dia dari generasi muda membuatku sangat senang. Aku juga memiliki pelatihan semacam ini dengan Gasper, dan aku merasa lebih senang lagi saat itu juga. Karena turnamen, aku tidak bisa berlatih dengan Gya-kun, jadi aku merasa sedikit kesepian. Nakiri juga hebat dalam pertempuran jarak dekat. Aku benar-benar senang! Itu juga gaya bertarung menggunakan touki yang mirip dengan Koneko-chan dan Sairaorg-san. Dengan berlatih bersama Nakiri, itu berarti aku akan memiliki ide bagus tentang apa yang akan kuhadapi jika harus menghadapi Koneko-chan atau Sairaorg-san.

Beberapa jarak jauh adalah pertempuran pura-pura antara pendekar wanita Xenovia dan Irina. Asia dan Rossweisse-san sama-sama mengeksplorasi teknik untuk energi dan sihir iblis. —Aku juga bisa melihat Elmenhilde di sudut mengenakan pakaian olah raga.... Dia melakukan latihan fisik dasar, dan sampai dia bisa memenuhi harapan Ravel, dia terus berlari tanpa mengeluh. Ravel juga berlari bersamanya. Ravel sering melatih dirinya secara rahasia, jadi dia harus memiliki stamina yang cukup banyak, bukan? Tapi dia selalu mengatakan bahwa stamina adalah nilai manajer. Dia selalu merupakan model hebat untuk menciptakan manajer yang sempurna! Sebelum aku mengetahuinya, Nakiri dan aku mulai saling berkomunikasi pada saat bersamaan. Topik — bervariasi. Memang, aku harus mengobrol dengan pendatang baru dulu. Kami saat ini berbicara tentang Lint-san.

"Begitu ya, sehingga [Knight] sisi sana juga memiliki keadaan seperti itu."

"Baiklah, aku akan bertanya tentang di mana dia dulu nanti."

Aku menghindari tendangan Nakiri, dan kemudian bergerak maju untuk melempar pukulan ke Nakiri. Sejujurnya, Nakiri sangat awet. Nakiri berkata padaku

"Kudengar senpai terus-menerus terlibat dalam pertempuran pura-pura dengan Kiba-kyun-senpai. Dan Kiba-kyun-senpai adalah seorang pendekar yang luar biasa juga. Aku berharap memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya."

"...Hei, bagaimana kamu memanggilnya 'Kiba-kyun-senpai', apa itu jadi populer?"

Tanyaku dengan sedikit kebingungan. Lint-san juga memanggilnya 'Kiba-kyun-paisen' sebelumnya. Nakiri menjawab

"Ah, di antara siswi kelas dua, nama 'Kiba-kyun-senpai' menjadi populer di beberapa titik. Jadi, itulah sebabnya siswa kelas dua juga mulai memanggilnya. Mempersingkatnya, itu menjadi 'kyun-pai'. ...Dan dia juga dipanggil itu di tempat lain."

...Dipanggil 'kyun-pai' huh.... Kiba, seberapa jauh popularitasmu di sekolah membawamu? Bova menyaksikan pertempuran pura-pura antara aku dan Nakiri dari sisi, saat menulis catatan.

"Begitu ya... jadi nama [Knight]-dono Rias Gremory-sama adalah 'Kiba-kyun-senpai' huh..."

"Bova, kamu tidak perlu menuliskannya..."

Sebelum pertandingan melawan Dulio, kami terus berlatih dengan cara seperti ini.


Lalu, setelah latihan, semua anggota tim kami berkumpul untuk rapat. Semua orang berkumpul di salah satu sudut ruang latihan, dan kami memulai rapat dengan Ravel di tengah. Setelah keputusan harian kami untuk pertandingan dibuat, kami terus mendiskusikan fakta bahwa karakteristik Malaikat Reinkarnasi didasarkan pada kartu mereka — dan efek yang dihasilkan oleh kombinasi poker mereka. Hari ini, kami sekali lagi mendapatkan pemahaman mendalam tentang hal itu. Tapi kami tidak dapat menemukan strategi pertarungan yang baik, dan tentu saja, ini menjadi hambatan yang tidak diketahui—.

"...supervisor mereka."

Gumam Ravel dengan tatapan tak puas. Ravel mengeluarkan informasi tentang supervisor tim lawan — sebuah berkas yang menyertakan foto Rudiger-san.

"—Rudiger Rosenkreutz-sama. Di antara Iblis reinkarnasi manusia, dia satu-satunya yang memegang peringkat tinggi dalam Rating Game. Dinamai [Upsetting Sorcerer], dia adalah salah satu pemain paling kuat di Dunia Bawah."

Bova juga mengangguk setuju.

"Memang, strategi dan kekuatan pria itu sangat luar biasa sehingga bahkan sang Champion pun hampir gagal menang."

Dia sebenarnya bisa menekan Diehauser Belial.... aku telah melawan sang Champion di Agreas, dan aku tidak cocok untuknya saat itu. Namun, kekuatan seseorang bukanlah faktor mutlak dalam Rating Game....

"Dia pada awalnya adalah anggota dan pendiri organisasi penyihir yang dikenal sebagai [Rosenkreutzer]. Tapi sebelum menjadi Iblis, dia bukan penyihir yang sangat luar biasa... dia bisa digambarkan sebagai penyihir lanjutan."

Bova melanjutkan

"Aku juga mendengar beberapa hal tentang Rudiger-shi dari ayahku. Dia dulu adalah seorang [Bishop] untuk Kepala Keluarga Mammon, salah satu keluarga [Extra Demon]."

Ravel mengangguk.

"Setelah bereinkarnasi menjadi Iblis, dia membuat banyak prestasi, lalu bangkit menjadi Iblis Kelas Atas... tapi cerita heroik pria itu baru dimulai saat dia mulai berpartisipasi dalam Rating Game."

...Jadi dia menjadi menonjol setelah ikut ambil bagian dalam Rating Game huh. Bova berbicara dengan ekspresi pahit

"Sejak dia mulai berpartisipasi dalam Rating Game, dia segera mulai mengecewakan banyak tim berperingkat tinggi, dan hanya dalam beberapa tahun dia telah mencapai posisi sepuluh besar. Ayah pernah bertarung dengannya... timnya sangat sulit dihadapi."

...Begitu ya, Tannin-ossan juga bilang bahwa dia adalah lawan yang sulit. Omong-omong, Tannin-ossan tidak berpartisipasi dalam turnamen ini.

"Apakah ossan menang?"

Mendengar pertanyaanku itu, Bova menjawabku tampak malu

"...Meskipun ia telah menang pada beberapa kesempatan, kebanyakan dari mereka adalah kekalahan. Ketika dia berbicara tentang game itu, ekspresi pahit ayah sangat menyentuhku."

Dibandingkan dengan ekspresi ossan, ekspresi Bova mungkin jauh lebih pahit. Ravel berkata

"Saat kakakku, Ruval-oniisama berbicara tentang Rudiger-sama, dia juga memiliki ekspresi pahit."

...Dia adalah seseorang yang telah membuat ombak tidak hanya di Dunia Bawah, tapi juga di komunitas penyihir di dunia manusia, dan dia tidak berpartisipasi dalam turnamen ini secara langsung, melainkan sebagai supervisor.

"...Meskipun pada awalnya dia adalah manusia, sebagai Iblis, dia sebenarnya menjadi pengawas tim Malaikat yang paling menonjol. Ini jelas menimbulkan banyak pertanyaan."

Xenovia mengangkat tangannya, dan kemudian menyebutkan keraguannya

"Lalu apa alasan kerja sama mereka? Jika tidak ada alasan, maka tidak mungkin mereka bekerja sama, bukan? Kurasa Malaikat tidak memintanya secara sepihak."

Ravel mengusap dagunya saat dia berbicara

"Meskipun kita tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka berdua, mungkin saja maksud atau tujuan yang ingin dicapai Rosenkreutz-sama dan Dulio-sama adalah sama, dan karena itulah mereka bekerja sama."

Irina memiringkan kepala saat ia bertanya

"Lalu apa sebenarnya itu?"

Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ini. ...Jika mereka tidak saling percaya, dan tujuan mereka tidak sesuai, maka dia tidak mungkin menjadi supervisor Malaikat — Dulio. ...Apa hubungan antara Dulio dan Rudiger-san? Sementara pikiranku masih menempel pada kapten [DxD] — sebuah lingkaran sihir teleportasi tiba-tiba muncul di ruang latihan kami. Satu-satunya orang yang tahu tentang tempat ini jelas orang-orang yang hadir, dan tim Gremory yang baru! Apalagi simbol di lingkaran sihir itu belum pernah kulihat sebelumnya! Kami segera waspada, tapi Ravel melangkah maju dan mengulurkan tangannya ke samping untuk menahan kami.

"Sebenarnya, akan ada penasehat yang datang ke sini... atau mungkin akan lebih baik kubilang mereka memaksa masuk..."

Orang yang muncul dari lingkaran sihir itu — wanita cantik mengenakan gaun formal berpotongan tinggi! Berdasarkan penampilannya, dia tampak berusia akhir dua puluhan! Dari segi karakteristik khusus — dia memiliki dua tanduk yang menonjol dari kepalanya, dan rambutnya yang panjang dan berombak ceri-mekar. Yang paling penting, payudaranya yang indah dan pinggangnya yang ramping memberi tubuhnya pesona yang sempurna! Aku kenal orang ini! Lagi pula, aku pernah melihatnya beberapa kali di majalah dan acara TV yang terkait dengan Rating Game! Aku ingat bahwa dia sebelumnya menduduki peringkat kedua dalam Rating Game! Iblis perempuan terkuat, Roygun Belphegor-san! Roygun-san menyambut kami dengan senyum manis.

"Halo, Sekiryuutei dan anggota timnya. Aku adalah Roygun Belphegor."

"K-K-Kenapa mantan pemain peringkat kedua Rating Game di sini!?"

Aku sangat tercengang sehingga bola mataku pun muncul dari soket mereka! Beberapa waktu yang lalu, setelah pengumuman Champion, dia dinyatakan bersalah menggunakan bidak [King] tanpa izin. Tapi dia dengan cepat mengakui kebenaran, dan selama [Evil Dragon War], dia dengan cepat menekan pemain berperingkat tinggi lainnya yang juga menggunakan bidak [King] secara ilegal. Xenovia berkata

"Aku ingat sekarang, setelah kamu dinyatakan bersalah menggunakan [King], kamu telah kehilangan semua gelarmu dari Game, dan kamu tidak lagi dapat langsung berpartisipasi dalam pertandingan..."

Roygun-san mengangguk dalam penegasan dan mengangkat bahu.

"Fungsi bidak [King] juga ditangguhkan. Selain itu, Keluarga Belphegor dikejar, dan statusnya dihapus sebagai Iblis Kelas Ultimate. Kami sekarang hanya Iblis Kelas Atas."

...Orang itu sendiri tidak mencoba menyembunyikan apapun. Mengecam kekacauan di Dunia Bawah tapi masih dilucuti dari berbagai gelar, dan bahkan statusnya sebagai Iblis Kelas Ultimate juga.... Ini hanya salah satu hal yang memiliki banyak latar belakang politik sehingga sulit bagi kita untuk membayangkannya.... Roygun-san mengalihkan tatapannya ke arah Ravel.

"Ruval-kun telah membantuku mencari pekerjaan baru. Datang ke sini adalah salah satunya."

Ravel mengangguk dengan ekspresi rumit di wajahnya.

"...memang begitu. Kakakku — Ruval-oniisama bilang bahwa dia akan meninggalkan Roygun-sama dengan kami..."

Itu adalah permintaan dari putra sulung keluarga Phoenix, dan kepala keluarga berikutnya. Nah, jadi penasehat yang disebut-sebut ini adalah Roygun-san? Melihat ekspresi raguku, Roygun-san tertawa dengan cara yang sinis.

"Benar. Aku punya banyak waktu luang. Rating Game adalah satu-satunya sumber kesenanganku dan mereka telah diambil dariku, jadi hidupku secara alami menjadi agak menyedihkan."

Roygun-san mendekati kami dan kemudian mengambil dokumen untuk dibaca tanpa berkonsultasi dengan kami.

"Kalian akan melawan tim yang diawasi Rudiger, bukan? Meskipun aku tidak bisa langsung menjadi bagian dari kekuatanmu, sementara itu, aku akan menyerahkan semua data permainan yang telah kurekam ke adik perempuan Ruval-kun."

Roygun-san menjentikkan jarinya untuk membuat lingkaran sihir muncul, yang mana berbagai dokumen dan surat kabar muncul. Roygun-san melanjutkan

"Ini adalah informasi tambahan."

Ravel mengulurkan tangan untuk mengambil dokumen dan mengkonfirmasi isinya.

"Roygun-sama, aku bersyukur kita bisa mendapatkan data permainan berharga darimu. Kalau begitu, kami akan dapat membandingkan ini dengan informasi yang kami miliki tentang [Brave Saint] untuk mempertimbangkan strategi kami dalam pertandingan."

Begitu, jadi begitulah penasehat kami akan membantu kami. Roygun-san mendesah dalam-dalam.

"Aku tidak bisa menjadi supervisor kalian. Lagi pula, aku masih dalam pengawasan dan tidak bisa bertindak bebas."

...Roygun-san sebagai supervisor kami huh. Kalau seorang Onee-san yang glamor bisa menjadi supervisor kami, maka aku pasti akan bekerja keras! Namun, Ravel masih bertanggung jawab atas strategi kami untuk saat ini. Aku percaya pada Ravel saat mengambil tanggung jawab berat untuk menjadi [King]. Aku membuat konfirmasi itu sekali lagi di pikiranku saat Roygun-san mendekatiku, dan dia super dekat!

"...Tapi sekali lagi, ufufu."

Sementara Roygun-san dengan hati-hati mengamati wajahku, aku bisa mencium aroma yang memikat di lubang hidungku.... Roygun-san mengangkat daguku dengan jemarinya yang kenyal.

"A-apa?"

Menanggapi sikap Onee-san ini, aku tidak dapat menghentikan detak jantungku untuk tidak terkendali! Lalu, senyum menggoda muncul di wajah Roygun-san saat dia berkata kepadaku

"Sekiryuutei... kamu memiliki wajah yang sangat imut. Sejujurnya — aku menyukainya."

Apa! M-M-M-Menyukaiku-u-u-u!? Aku tak bisa menahan diri untuk tidak merasa terkejut, dan pikiranku langsung berantakan... setelah aku mengerti arti kalimat itu, wajahku langsung berubah menjadi merah! Kenapa aku membiarkan seseorang melihatku dengan reaksi yang memalukan seperti itu, aaaaahhh! T-Tapi! Diberitahu itu oleh Onee-san cantik dari jarak dekat, h-hatiku yang kecil tidak bisa menahannya! Semua gadis yang menyaksikan adegan ini didepan mata mereka menjadi cemas.

"""""—Apa!?"""""

Kalimat dari Roygun-san ini memicu reaksi keras dari Asia, Xenovia, Irina, Rossweisse-san dan Ravel! Semua orang tampak gugup. Ravel menarik pergelangan tanganku untuk menciptakan jarak antara aku dan Roygun-san. Dia juga menggigil saat dia berkata

"...ceroboh. Aku baru ingat, ada rumor tentang Roygun-sama."

Xenovia bertanya

"R-rumor apa? Apa yang terjadi, Ravel!?"

"...Roygun-sama menyukai yang lebih muda darinya. Terutama laki-laki manusia dari mereka yang remaja sampai usia dua puluhan!"

K-kabar bagus sekali! Dia menyukai pria yang lebih muda! Dan remaja juga oke! Bukankah aku benar-benar berada dalam zona itu? Untuk dijadikan sasaran oleh Onee-san cantik, aku mulai melakukan tarian perayaan kecil di dalam pikiranku! Roygun-san sedikit memiringkan kepala dan bertanya sambil tersenyum

"Ufufu, apakah Sekiryuutei tidak menyukai wanita yang lebih tua?"

"T-Tidak, b-bagaimana mungkin itu terjadi!"

"Tapi dari sudut pandangmu, aku adalah seorang wanita tua. Aku wanita tua yang usianya lebih dari seratus tahun."

"T-Tentu tidak! aku tidak tahu sama sekali! Kupikir kamu seorang Onee-san cantik di usia awal dua puluhan!"

Aku tidak akan menganggapnya sebagai wanita tua! Karena aku tahu tentang karakteristik Iblis, kurang lebih... hal kecil seperti selisih seratus tahun sangat dapat dimengerti! Mendengar pengakuanku, Roygun-san mengungkapkan senyuman sepenuh hati.

"Kamu benar-benar mengucapkan beberapa kata yang sangat menghibur. Meski aku tidak terlalu akrab dengan perasaan penuaan manusia, aku masih bisa bilang bahwa kamu memujiku."

...Namun, tatapan tajam padaku juga menjadi kenyataan. Asia tampak cemberut, sementara Xenovia, Irina dan Rossweisse-san memelototiku dengan mata setengah terbuka! Ravel bahkan memegang lenganku dengan kuat untuk menunjukkan bahwa dia tidak akan mundur melawan mantan peringkat kedua seperti sambil dia berkata

"Aku tidak akan memberikannya padamu."

Roygun-san terkikik saat melihat situasi terungkap di depan matanya.... Mungkin dia bisa melihat toleransi ini sebagai orang dewasa! —Pada saat ini, Roygun-san mengubah topik pembicaraan dan berkata

"Namun, bagaimanapun, karena Rudiger telah mengambil peran sebagai supervisor, tim Malaikat Reinkarnasi telah menjadi musuh yang kuat yang tidak dapat diremehkan. Bagaimanapun, di antara mantan Iblis Kelas Atas, dia satu-satunya yang harus ditakuti. Ufufu, kalian seharusnya tidak boleh ceroboh."

Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan membuat lingkaran sihir transportasi. Sepertinya dia kembali. Roygun-san melambaikan tangannya.

"Aku akan menghibur kalian. Tapi, tidak peduli apa hasilnya, kalian harus menikmati pertandingan, oke? Juga—"

Sama seperti Roygun-san di tengah menghilang ke dalam cahaya teleportasi, dia berbalik dan mengedipkan mata.

"Aku akan mengawasi dengan saksama untuk melihat sejauh mana timmu bisa raih, Sekiryuutei—♪"

Kami melihat saat dia melakukan teleportasi. Aku tidak yakin apakah akan merasa senang atau tertekan tentang hal itu.... Meskipun begitu, aku menanti-nantikan pertemuan yang lebih menyegarkan seperti ini!

Bagian 4[edit]

Sehari sebelum pertandingan—.

Aku mengunjungi fasilitas penelitian Beelzebub-sama. Aku tidak datang ke sini untuk mencari Azazel-sensei, Beelzebub-sama yang mengatakan bahwa dia ingin 'memeriksa'. Untuk memeriksa — ini berarti penyelidikan terhadap [Evil Piece] di tubuhku. Beelzebub-sama membuat lingkaran sihir kecil dan meletakkannya di depan dadaku, dan persis seperti yang dia lakukan di masa lalu, dia dapat melihat [Evil Piece]-ku. Saat Beelzebub-sama memeriksanya, dia mengangguk sedikit.

"Hmm, jadi seperti dugaanku."

"A-apa itu?"

"[Evil Piece] di tubuhmu — bidak [Pawn] telah berubah menjadi [Mutation Piece]. Ini mungkin karena efek [Dragon Deification]."

—Apa! ...Semua bidak [Pawn]-ku akhirnya berubah menjadi [Mutation Piece]...! Jadi mungkin karena [Dragon Deification], kan? Beelzebub-sama terus memutar lingkaran sihir untuk memeriksa bidakku.

"Kombinasi delapan [Mutation Piece] karena [Dragon Deification] dapat digambarkan sebagai fenomena menakutkan. Bentukmu benar-benar memiliki kekuatan untuk mengubah dunia."

"Tapi aku masih belum dapat sepenuhnya melepaskan kekuatan itu saat ini..."

Untuk mencegah jatuhnya tubuhku, meski aku bisa mengeluarkan energi yang kuat dari tubuhku sampai tingkat tertentu, aku merasa sangat tidak nyaman menggunakannya. Namun, Beelzebub-sama membuat komentar tak terduga.

"Yah, aku sudah bisa memperkirakan bahwa kamu akan bisa menguasai itu sepenuhnya."

"Beelzebub-sama, apa Anda serius!?"

"Kalau kamu ingin menggunakan semua kekuatan itu dengan baik — akan memakan waktu lama untuk mencapai tingkat itu. Tapi untuk mengatasi batas waktu dan mempertahankan penggunaannya selama mungkin dalam hal stamina, itu adalah sesuatu yang masih memerlukan latihan. Namun, kamu memiliki semua faktor penting di dalam dirimu."

Beelzebub-sama mengangkat jari telunjuknya dan berkata

"Pertama-tama, kamu harus mendapatkan kekuatan Ophis — Lilith."

"...Maksud Anda aku harus meminjam kekuatan darinya?"

Lilith selalu ada di rumah, menonton TV atau bermain game, atau mungkin sedang ngemil berbagai hal. Beelzebub-sama melanjutkan

"Lbih tepatnya, diperlukan Ophis dan Lilith untuk beresonansi, atau mungkin bagi mereka untuk berkoordinasi. Berdasarkan pemeriksaanku, kamu tidak dapat sepenuhnya menggunakan [Dragon Deification] saat ini, tidak banyak karena kemampuan fisik dasarmu kurang, tapi karena kekuatan Ophis telah dipisahkan dan kekuatan aslinya tidak dapat sepenuhnya digunakan."

Inilah rangkaian kejadian yang dipicu oleh Cao Cao dan Samael. Hal itu menyebabkan kekuatan Ophis diambil.

"...Nah, kalau kamu bisa membuat Lilith dan Ophis beresonansi, kamu pasti bisa..."

Tiba-tiba aku teringat sesuatu yang buruk.

"T-Tapi, jika itu terjadi, mungkinkah salah satu dari keduanya akan hilang?"

Saat ini, terlepas dari apakah Ophis atau Lilith yang hilang, seluruh rumah tangga akan merasa kesepian, dan aku tidak menginginkan hal itu terjadi. Beelzebub-sama berkata

"Ini masalah mereka sendiri. Kalau perlu kembali ke keadaan semula, maka itulah yang harus mereka lakukan. Jika tidak mau, maka status quo bisa dipertahankan. Fufufu, kukira bahwa sama sepertimu dan Vali Lucifer tidak menginginkan hal itu terjadi, maka mereka tidak akan berasimilasi. Dia — Dragon God ini tampaknya telah mengabdikan hatinya pada dua Heavenly Dragon."

Aku berharap bahwa mereka akan tetap menjadi teman dan keluargaku selamanya. Jika itu adalah sesuatu yang mereka inginkan sendiri, maka aku tidak punya pilihan lain. Beelzebub-sama menghela napas saat dia berkata

"Nah, ini adalah masalah yang paling baik yang harus mereka selesaikan. ...Yang menarik perhatianku adalah sesuatu yang lain. "

Beelzebub-sama mengangkat satu jari lagi sambil dia berkata

"—Kekuatan Great Red tertanam di dalam tubuhmu, itu adalah kekuatan yang terbengkalai di dalam dirimu dan tidak pernah terbangun."

"...Kekuatan Great Red?"

Tubuhku pernah hancur selama Demonic Beast Riot, tapi menggunakan sepotong daging Great Red, itu benar-benar dibuat ulang. Inilah yang dimaksud Beelzebub-sama. Beelzebub-sama lalu berkata

"Mantan Gubernur Azazel-dono sebelumnya menyebutkan kekuatanmu — BxB, CxC, DxD, mungkin berbagai perubahan setelah ini telah memodifikasi kemampuanmu. Kalau kamu bisa menggunakan delapan [Mutation Piece] untuk melepaskan kekuatan Ophis dan Great Red, maka kamu bisa sepenuhnya menguasai [Dragon Deification] dan mendapatkan bentuk yang lebih kuat lagi — AxA dapat digunakan. Kupikir ini adalah jawaban terakhir bahwa kamu akan sampai pada produk [Ouroboros Dragon] dan [True Red Dragon God Emperor]."

-Ophis, Great Red. Inilah kemungkinan yang bisa diraih dengan membebaskan kekuatan kedua-duanya.

"AxA huh. Jawaban yang akan kudapatkan dengan melepaskan kekuatan Ophis dan Great Red.... Tapi, itu tidak akan menjadi ExE? Kupikir akan terasa lebih cocok jika namanya mengacu pada organisasi yang akan didirikan di masa depan."

Menurut perintah, seharusnya ExE... Axa sebagai jawaban terakhir tidak masuk akal. Beelzebub-sama sepertinya memikirkan sesuatu tentang ExE....

"Sehubungan dengan itu, Mantan Gubernur Azazel-dono sudah memberikan jawaban. Tapi belum waktunya untuk itu muncul di hadapanmu. Namun, akan datang suatu hari kapan akan muncul di hadapanmu."

...Ini belum waktunya? Hmm — mmm, aku ingin tahu apa itu. Mungkin akan memakan waktu lama. Beelzebub-sama berkata

"Bagaimanapun, kamu pasti bisa membangunkan sekilas kekuatan itu di turnamen ini. Bagaimanapun, ini adalah turnamen di mana makhluk sekelas dewa pun ikut berpartisipasi, akal sehat telah dibuang."

"...Kupikir pertandinganku berikutnya adalah pertandingan kunci."

"Tim Malaikat Reinkarnasi yang dipimpin Dulio Gesualdo, bersama Rudiger Rosenkreutz sebagai supervisor mereka. Karena kamu berpartisipasi dalam turnamen ini dan berencana untuk bersaing dalam Rating Game sungguhan, dia adalah seseorang yang harus kamu hadapi."

Beelzebub-sama mengakhiri pemeriksaannya, dan melepaskan lingkaran sihirnya. Dia menatap langit-langit sambil dia berkata

"Rudiger... dia akan menggunakan taktik yang sama sekali berbeda dengan yang kamu dan Rias Gremory gunakan."

"...Aku juga melihat rekaman game sebelumnya... dia memiliki kemiripan dengan Sona-senpai, tapi ada beberapa perbedaan mendasar."

Setelah menyaksikan rekaman game sebelumnya Rudiger-san... dia tidak menang dengan mengandalkan kekuatan, tapi melalui taktik cerdas untuk memanipulasi lawan di telapak tangannya untuk membanjiri mereka. Namun, di situlah perbedaannya dengan metode Sona-senpai. Menggunakan taktik dan strategi untuk menghilangkan kekuatan tempur lawan, keduanya sangat mirip dalam hal itu.... Beelzebub-sama lalu berkata

"Mereka memang mirip dengan cara mereka bertujuan untuk kelemahan lawan mereka. —Namun, Rudiger adalah Iblis yang jauh lebih jahat dari pada Iblis lainnya."

"Anda tidak mengacu pada dendam atau jahat, bukan?"

"Klaim Rizevim huh. Itu tidak lain adalah aspek negatif yang bisa ditemukan dalam mitologi manapun. Hal ini juga terjadi pada manusia. Aku tidak membicarakan hal itu, melainkan kemampuannya untuk membingungkan lawan, dan menipu orang lain. Gaya permainan Rudiger sepenuhnya mencerminkan hal ini."

Sudah mengatakan banyak... mungkin dia sudah mengatakan terlalu banyak; Beelzebub-sama mengakhiri pembicaraan dan menarik napas dalam-dalam.

"Kalau aku memberi banyak nasihat, ini akan menjadi kelalaian dari tugasku sebagai anggota komite pengelola turnamen. Bahkan bertemu denganmu secara pribadi seperti ini hampir menjadi tabu.... Sisanya terserah pada penyelidikanmu sendiri. Rudiger Rosenkreutz dan Dulio Gesualdo, keduanya lawan yang sangat sulit... tapi tidak ada gunanya mengatakan itu sekarang kan?"

"Ya! Anda tidak perlu mengatakan apa-apa lagi! Jadi, aku akan berusaha keras untuk mengalahkan mereka!"

Benar! Tidak masalah siapa lawanku, aku pasti akan mati-matian untuk mendapatkan kemenangan! Ini bukan pertama kalinya aku melawan lawan yang tangguh. Biarkan alam mengambil jalannya dan semuanya akan menjadi yang terbaik! Mendengar deklarasi kemenanganku, Beelzebub-sama tersenyum.

"Fufufu, bagus sekali."

Tapi, AxA huh. Resonansi Ophis dan Lilith, sekaligus pelepasan kekuatan Great Red—. Sepertinya aku masih punya ruang untuk menjadi lebih kuat... selanjutnya, aku harus mengeksplorasi jalan itu. Setelah kembali ke rumah, aku harus berbicara dengan Ravel dan Ddraig serta rekan-rekanku yang lain untuk mendengarkan saran mereka.

Bagian 5[edit]

Kembali ke rumah dari tempat Beelzebub-sama, aku memberi tahu Ravel tentang situasinya, dan aku tidak dapat duduk diam untuk beberapa alasan, jadi aku berjalan menuju ruang latihan di ruang bawah tanah. Sudah saatnya bagi semua orang untuk tidur. Tapi sebelum tidur, aku berbicara dengan Ddraig sendirian, dan bermeditasi sebentar. —Namun, ketika sampai di ruang bawah tanah, aku memperhatikan bahwa lampu di ruang latihan masih menyala. Melihat ke dalam — Asia yang sedang menatap bingkai basket dan berlatih tembakan.

"Asia?"

Setelah mendengar suaraku, Asia berhenti dan berbalik.

"Ah, Ise-san."

"Kamu masih di sini... apa kamu berlatih untuk turnamen bola?"

Bola basket bukan satu-satunya olahraga yang harus dimainkan di turnamen hari itu... tapi mengingat kembali, aku selalu bisa melihat Asia, Xenovia dan Irina berlatih untuk turnamen bola selama waktu latihan tim kami dan waktu bebas lainnya. Terkadang itu handball, kadang itu sepak bola, dan hari ini bola basket — ya. Asia menghapus keringatnya saat dia berkata

"...Karena aku selalu diseret ke belakang, aku ingin membantu Ise-san sedikit, jadi yang bisa kulakukan hanyalah berlatih seperti ini."

Asia melihat keranjang saat dia menyuarakan pikiran sejatinya.

"...Entah aku menjadi Buchou yang baik, aku selalu merasa tidak nyaman... karena aku selalu membandingkan diri dengan Rias-oneesama."

...Begitu ya, tak heran aku sesekali melihat Asia bertindak seperti Rias. Tapi dia juga memperhatikan bahwa ada 'sesuatu yang berbeda'.

"Kiba-san telah menjadi wakil ketua yang sangat baik, dan sebagai pengganti Akeno-san, dia menjalankan tugasnya dengan sangat baik. ...Sejujurnya, aku benar-benar berpikir bahwa Kiba-san akan menjadi Buchou yang jauh lebih baik daripada aku..."

"Asia, apa yang kamu pikirkan adalah—"

Aku ingin menolaknya, tapi Asia menyelaku, dan mengungkapkan sebuah ekspresi yang cerah.

"Aku mengerti. Ini salah. Rias-oneesama memiliki gayanya sendiri sebagai Buchou. Dan aku juga harus menjadi Buchou dengan gayaku sendiri."

Ekspresinya merupakan tekad yang menunjukkan bahwa akhirnya dia berhasil menemukan jawabannya.

"Xenovia juga telah mengangkat perannya sebagai Ketua OSIS dengan sangat baik, dan dia tidak meniru mantan Ketua Sona, dia memiliki cara sendiri untuk melakukan sesuatu untuk menjalankan OSIS. Ise-san juga tidak mengikuti gaya kerja Rias-oneesama, kamu telah menemukan caramu sendiri untuk melakukan pekerjaan Iblismu. Teman baikku dan orang yang kusukai sudah memiliki gagasan semacam itu, jadi aku juga — harus menetapkan itu sebagai tujuanku."

—Hmm. ...Asia, akhirnya kamu bisa mengatasi rintangan itu. kamu memikirkannya sendiri, dan sampai pada jawaban sendiri untuk mengatasi rintangan dan melewati rintangan itu. Awalnya aku bermaksud untuk diam-diam membantunya, tapi Asia telah menggunakan kekuatannya sendiri untuk mengatasi masalahnya. Sudah tentu cukup mengkhawatirkan sebelumnya. Dia tidak pernah bisa berkonsentrasi pada apapun karena pikirannya selalu pada hal lain. Namun, Asia tidak berhenti sampai di situ, dia menemukan jawabannya sendiri dan tumbuh. Aku... tergerak untuk menangis. Pada tahun ini, pertumbuhan Asia tidak hanya tumbuh dalam kekuatan, kemauannya juga semakin kuat. Asia-chan-ku yang paling berharga yang terus aku lindungi saat ini telah menetapkan tekadnya untuk menjadi 'Buchou'....

"... kamu sudah dewasa."

Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa emosional, sementara Asia tersipu dan melambaikan kedua tangannya.

"B-Bukan itu masalahnya! B-Bahkan sekarang, agar akuu tidak mengganggu semua orang ke dalam turnamen bola, aku berlatih secara rahasia seperti ini."

"Untuk bertindak sendiri dan ingin mengubah diri sendiri, hanya orang seperti ini yang bisa menjadi benar-benar kuat. Itulah yang kupikirkan."

Aku mengangguk mendengar kata-kataku sendiri. Dengan kata lain, Asia-chan-ku akhirnya membangunkan kekuatan pikirannya. Itu adalah alasan untuk perayaan! Baiklah, aku juga berlatih untuk turnamen bola!

"Baiklah, Asia. Aku akan berlatih basket bersamamu! Mari kita mulai dengan seratus tembakan!"

"Ya!"

Sama seperti kami berdua akan memulai latihan basket kami, orang lain masuk ke ruang latihan.

"...bolehkah aku juga membantu latihan?"

Itu adalah Elmenhilde.

"Elmenhilde, kamu masih bangun... tidak, pada saat seperti ini, sepertinya tidak tepat untuk mengatakannya pada Vampir sepertimu."

Malam benar-benar waktu Vampir. Tidak ada waktu yang lebih baik dari ini agar tubuh mereka begitu aktif. Elmenhilde mengambil bola basket yang terjatuh ke lantai dengan ekspresi tak terbaca di wajahnya.

"... Aku tak sengaja mendengarkan pembicaraan Asia-san, tapi aku juga memutuskan untuk berubah setelah mendengarnya."

Setelah jeda, akhirnya dia berbicara.

"...aku akan mengatakannya. Alasan mengapa aku ingin berpartisipasi dalam turnamen—"

Jadi Elmenhilde akhirnya ingin memberitahunya ya. Sebelumnya, karena tindakan Qlippoth — Rizevim, masyarakat Vampir dihancurkan karena golongan Tepes patriarkal dan golongan Carmilla matriarkal keduanya terlibat dalam pertempuran yang menghancurkan. Secara khusus, Qlippoth memiliki vampir kelas kelas atas yang manis di kedua sisi untuk memulai gangguan internal secara mendalam, dan akhirnya mengkhianati mereka. Hal ini mengakibatkan semua Vampir bangsawan kelas atas yang selalu membual tentang darah superior mereka berubah menjadi Evil Dragon. Elmenhilde berkata

"...Setelah itu, ketika aku kembali ke rumah, apa yang kulihat adalah — sebuah akhir yang sangat tidak menyenangkan dan menyedihkan. ...Awalnya seorang Vampir berdarah murni, rekan-rekanku yang bangga akan kekuatan mereka sebagai Leluhur Sejati Carmilla-sama... mereka juga benar-benar berubah menjadi Evil Dragon. Orang-orang keluarga Karnstein, dan teman-teman masa kecilku juga keracunan brutal karena mereka berhubungan dengan Qlippoth."

Apa yang dia lihat di tanah airnya adalah — paman, sepupunya, dan bahkan teman-temannya sendiri yang pernah dia anggap sebagai rekan senegaranya, berubah menjadi Evil Dragon yang jelek. Terlepas dari apakah itu pamannya atau sepupunya, keluarga Karnstein... sudah muak dengan bagaimana golongan Carmilla menangani sesuatu. Peran pemimpin aristokrat dari golongan Carmilla selalu digantikan oleh seorang wanita. Ras laki-laki hanya bisa didominasi oleh pemimpin perempuan. Mereka tidak bisa lagi bertahan setelah waktu yang hampir kekal. Mereka mulai menghargai golongan Tepes yang menghormati Vampir laki-laki. Dengan demikian, mereka meminta bantuan Qlippoth untuk memperkuat hak-hak ras laki-laki di golongan Carmilla. Pengkhianatan ini tidak hanya dilakukan oleh paman dan sepupu Elmenhilde, tapi oleh mayoritas ras laki-laki bangsawan.

—Di permukaan, mereka sepertinya menerima bahwa dominasi ras perempuan itu normal, tapi mereka tidak tahan dengan dominasi di dalam. Sentimen yang tumbuh bertahun-tahun ini akhirnya meledak. Hal ini membuat perempuan golongan Carmilla — merasa sangat terkejut. Satu-satunya yang percaya bahwa mereka bergaul dengan baik dengan kekasih, pasangan, saudara kandung, dan anggota keluarga laki-laki mereka adalah wanita dan sebagian kecil pria. Konsep bahwa golongan Carmilla telah didirikan dan nilai-nilai Vampir berdarah murni telah terguncang, dan retak terbentuk. Ini mungkin merupakan perpecahan besar yang terjadi di dalam golongan. Teman dari jenis kelamin yang sama juga setuju dengan bangsawan laki-laki tersebut untuk mengkhianati negara tersebut. Dan kekasih mereka — juga berharap bisa dikuasai oleh para pria. ...Tidak semua Vampir wanita itu kuat. Butuh keberanian yang luar biasa bagi Vampir wanita untuk berdiri di atas Vampir laki-laki sementara Vampir wanita lebih lemah dari Vampir laki-laki. Ini membutuhkan rasa tekad yang kuat—. Itulah sebabnya ada juga begitu banyak Vampir wanita yang tidak tahan. Tidak, ini adalah hasil alami. Itu karena tidak semua bangsawan wanita mampu membiarkan keluarga mereka berkembang. ...Untuk menyaksikan akhir dari teman-temannya yang ingin didominasi oleh Vampir laki-laki... melihat bentuk Evil Dragon, Elmenhilde merasa seolah-olah dia bisa mendengar suara sesuatu yang menghancurkan di dalam tubuhnya. Elmenhilde mengatakan itu — dan kemudian air mata mulai meluap dari mata merahnya.

"...Melihat teman-temanku yang mengorbankan segalanya untuk tanah air, aku merasa marah kepada diri sendiri karena gagal menyadari jenis masalah yang mereka hadapi di dalam dan tidak dapat dengan mudah membocorkannya... dan pada saat bersamaan, setelah aku menyadari niat yang benar, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain menolaknya.... Pada akhirnya, aku tidak bisa menyelamatkan mereka apapun yang kulakukan, dan kenyataan yang pahit ini... membuatku kewalahan. Jadi aku tidak ingin terus tinggal di tanah air, aku diminta untuk bekerja di luar, dan melakukan perjalanan ke berbagai tempat. ...Kalau aku tinggal di tanah air, aku tidak berpikir hatiku pasti bisa bertahan...!"

Elmenhilde menangis sambil berbicara. ...Meskipun awalnya dia memiliki sikap angkuh seperti itu, semua yang dia lakukan adalah demi cita-citanya dan untuk melindungi martabat negaranya. Itu karena dia berpikir bahwa pandangannya sendiri tentang dunia ini benar, dan tidak pernah ada keraguan dalam pikirannya tentang keadilannya. —Namun, semua itu hancur. Pada saat dia tidak sadar, kerabat dan teman-temannya menghadapi stres yang sangat besar yang tidak dapat dilepaskan, mengakibatkan distorsi pikiran mereka, dan akhirnya merupakan akibat dari keseluruhan filsafat negara. Rizevim akan menikmati menghasut kejadian semacam itu untuk terjadi.... ...Nilai Elmenhilde ambruk, jadi tidak mengherankan jika kepribadiannya telah berubah banyak. Setelah dikhianati oleh orang-orang yang telah menemaninya begitu lama... ada kesedihan yang jauh lebih tak bisa dijelaskan daripada kemarahan. Elmenhilde menghapus air matanya saat dia berkata

"...Aku sudah mengatakan hal ini pada Ravel Phoenix-san. Jadi, aku juga harus mengatakan ini padamu karena kamu adalah pemimpin tim."

"…Terima kasih. Kamu memberitahuku meskipun itu sangat sulit bagimu."

"...Tidak perlu berterima kasih padaku, karena semuanya telah terjadi, inilah yang harus kulakukan. Mmm, aku berpikir untuk berpartisipasi dalam turnamen ini untuk mengatasinya... jika ada begitu banyak ras yang berpartisipasi dalam turnamen ini, aku merasa mungkin bisa mendapatkan sesuatu darinya.... Aku harus menjadi lebih kuat. Kalau aku bisa mengubah diriku sendiri, maka aku pasti tidak akan mengulangi kesalahan yang sama."

...Begitu, jadi gadis ini ingin mengubah dirinya seperti Asia, dan ingin menjadi lebih kuat. Setelah mendengar pengakuan Asia, dia terinspirasi untuk jujur ​​padaku. Tapi, aku masih punya satu perhatian, jadi aku bertanya

"Tapi kenapa kamu memilih timku? Bukankah tim lain juga tak masalah?"

Setelah mendengar pertanyaanku, wajah Elmenhilde tiba-tiba memerah dan suaranya juga terdengar lebih tinggi.

"I-itu karena! ...Bagaimana aku harus mengatakan ini... untuk mengatakannya... aku ingin tahu apakah itu benar-benar bisa terjadi..."

Tanggapan Elmenhilde membuatku bingung... sementara di sampingku, Asia sepertinya marah padaku saat dia marah

"Ise-san, kamu masih harus banyak belajar!"

…Apa? Apakah aku satu-satunya orang yang tidak mengerti? —Saat aku merenungkan hal itu, ada orang lain yang datang.

"Apa yang terjadi, aku berpikir untuk mandi di malam hari, tapi aku tidak pernah membayangkan bahwa aku akan melihat Ise, Asia, dan bahkan Elmenhilde berlatih sampai larut malam."

"Aku tidak bisa tidur, jadi aku juga turun ke bawah tanah, tapi aku sedikit khawatir karena inilah satu-satunya tempat yang diterangi cahaya."

Xenovia dan Irina yang muncul. Irina menatapku, Asia, dan Elmenhilde. Saat melihat air mata Elmenhilde dan wajah memerah, dia sepertinya menyadari sesuatu.

"Hah! M-Mungkinkah dia diserang secara seksual...?"

Xenovia menyipitkan mata saat dia menghela napas.

"Seperti yang diharapkan dari si ero-Malaikat Irina. Bahkan aku pun tidak pernah memikirkan hal itu."

"S-Serius! Aku cuma bisa memikirkan itu! kamu tidak perlu melihatku dalam tatapan aneh!"

Xenovia menyingkirkannya dengan "Oke oke" saat ia mengambil bola basket di tanah.

"Apa boleh buat, ayo kita berlatih bersama dengan Asia seperti tiada hari esok!"

Irina juga setuju.

"Saran yang bagus! Yang lainnya... tidak perlu membangunkan mereka, lagipula, ini malam sebelum pertandingan yang sangat penting."

Memang, sebaiknya kita membiarkan orang-orang yang sudah tidur nyenyak sampai keesokan paginya. Asia dengan gembira menundukkan kepalanya.

"S-Semuanya, aku sangat bersyukur! Terlepas dari apakah besok, atau di turnamen bola, aku akan melakukan yang terbaik!"

Asia dan Xenovia bergantian mengambil tembakan satu sama lain.

"Xenovia-san! aku tidak akan kalah darimu di turnamen bola!"

"Itu kalimatku! Mari kita melakukan pertandingan bagus antara Klub Penelitian Ilmu Gaib dan OSIS!"

"Aku partner Asia! Itu juga membuatku menjadi anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib!"

"Hmph! Baiklah, kalau begitu aku akan melawan Asia dan Irina, dan langsung mengalahkan kalian berdua!"'

Elmenhilde berdiri di sisi Xenovia dan berkata

"Karena ini dua lawan satu, aku akan berdiri di sisi Xenovia-san."

Seperti ini, kompetisi dadakan dua lawan dua dimulai di area latihan bawah tanah. Aku tersenyum saat melihat mereka, saat Ravel muncul di sampingku tiba-tiba. Ravel berkata pelan

"Kupikir kita akan menggunakan Elmenhilde-sama di pertandingan ini."

Aku menikmati diriku saat melihat Elmenhilde bermain bola basket sementara aku membalas kata-kata Ravel

"Yeah, ayo kita lakukan itu. Dia ingin mengubah dirinya sendiri, dan juga memilih untuk datang ke sisiku. ...Karena aku tahu alasannya sekarang, aku harus membantunya."

Itu benar, kita harus tumbuh bersama. Tidak peduli situasinya, begitulah rekan-rekanku dan aku mengatasi begitu banyak kesulitan—. Seperti ini, kami maju ke hari pertandingan bersama dengan anggota tim baru kami 'Nakiri Kouchin Ouryuu' dan 'Elmenhilde Karnstein'.