High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 4 Life 0

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Apa kalian pikir sebuah dunia tanpa Tuhan itu salah? Apa kalian pikir sebuah dunia tanpa Tuhan akan runtuh?

Maaf sudah mengatakannya namun itulah masalahnya. Aku dan kalian semua tetap hidup dengan sehat seperti ini.

Dunia bergerak bahkan tanpa Tuhan.

Life.0[edit]

Bagian 1[edit]

Hari yang baik, semuanya. Aku Hyodo Issei. Aku mulai menjadi Iblis di musim semi; sekarang sudah musim panas. Musim rasanya berlalu dengan cepat........

Aku sedang mencoba menghentikan darah yang mengucur dari hidungku dengan jemariku.

“Ara, Asia kulitmu begitu indah. Aku jadi iri.”

“Ti-tidak mungkin, Buchou, kulitmu putih dan teksturnya lebih lembut.”

“Ufufu, kata katamu membuatku senang.”

Sambil berbicara di depanku, para bishojo berambut pirang dan merah tengah berdiri dan membersihkan diri mereka, tertutupi oleh busa dari sabun badan.

Ya! Buchou dan Asia sedang telanjang! Tepat di depan mataku! Kedua gadis ini! Apa ini Shangri-la? Atau hanya ilusi? Situasi impian ini tengah terjadi tepat di hadapanku. Aku merasa air mata hampir mengalir dari mataku! Bukan, kenyataannya air mataku memang sudah meleleh. Aku tak mungkin bisa lebih bahagia dari ini!

Situasi dalam kamar mandi! Aku tahu kalau tak ada Tuhan di dunia ini, tapi bagaimana bisa tak ada Tuhan disana? Apa yang aku pikirkan? Ini adalah hadiah dari surga sendiri! Bukan, bukan, situasi ini adalah hadiah dari Maou-sama.

Tunggu.........Maou-sama kan kakak laki-lakinya Buchou!

Untuk menjelaskan situasi lebih baik, saat aku hendak mandi, aku bertemu Asia sewaktu ia sedang melepas pakaiannya. ”Maaf!” setelah minta maaf, saat aku bermaksud keluar.......

“Ise, kamu mau mandi juga? Ara, Asia juga?”

Aku menemui Buchou yang bermaksud memasuki kamar mandi.

“Karena kalian berdua sepertinya ingin mandi bersama, akan lebih cepat kalau kita bertiga masuk.”

.....Adalah saran Buchou yang sulit dipercaya. Dan seperti itulah, kami memasuki kamar mandi. Normalnya ini adalah situasi yang mustahil. Namun, bahkan setelah aku menatap tubuh telanjang mereka, mereka sepertinya tidak malu-malu. Perkembangan ini seperti keajaiban dan impian yang digabungkan bersama.

Bahkan aku, yang disebut dengan reinkarnasi bejat, kerepotan bagaimana menangani keberuntungan luar biasa di hadapanku ini! Aku mencoba sebisa mungkin untuk tidak menatap mereka. Kenyataannya aku ingin melihat! Aku ingin menatap mereka! Aku ingin menempa tubuh mereka kedalam mata dan otakku! Lalu aku ingin menggunakannya sebagai fantasi pribadiku di malam hari!

Namun,kalau aku melakukan itu, hidungku akan terus mengucurkan darah sampai bak mandi berwarna merah. Aku tak mau hal mencurigakan seperti itu terjadi dalam situasi ini!

Aku ingin atmosfir ini berlangsung selama mungkin! Bahkan meski melihat langsung ke wajah mereka adalah racun mematikan, aku tak merasakan atmosfir itu di dalam kamar mandi! Aku ingin melanjutkannya selama mungkin! Situasi ini betul betul berharga! Bahkan meski aku hanya harus mendengarkan percakapan kedua gadis itu!

Sambil menatap langit-langit kamar mandi, usai aku membuat keputusan, aku mendengar suara seseorang memasuki ruang ganti.......dengan suara kecipak aku mendengar seseorang masuk.

[Clak]

Beban menekan tubuhku dan sensasi lembut, yang terbaik terasa menstimulasi kulitku.

Ketakutan mengkonfirmasinya........Buchou berada dalam bak mandi sambil bersandar di tubuhku.

Uooooooooooooooooooooooooooo!! A-aku sedang mandi bersama seorang gadis dan selain itu aku tengah menjalin kontak dengan tubuhnyaaaaaaaaaaaaa!!

“Aku ingin masuk ke bak mandi dengan Ise seperti ini sesekali.” Dengan senyum di wajahnya Buchou semakin menekankan tubuhnya! Uooooh! Dari rambut Buchou mengeluarkan aroma sampo! Sentuhan dari tubuh Buchou terlalu menstimulasi dan otakku sudah mencapai batasnya! Ughh, aku tak mungkin lagi bisa menahan situasi ini!

“Hey Ise, apa kamu tidak suka masuk ke bak mandi bersamaku?”

“Sama sekali tidak! Justru ini yang terbaik!”

Namun, benar juga kalau tubuhku tak kuasa menahannya! Aku luar biasa bahagia tapi, kalau sudah begini, aku akan mati karena kehilangan banyak darah! Tidak, tunggu, bukankah itu adalah hasrat terdalam sebagai laki-laki?

Melihat Asia, ia sepertinya sedang rajin membasuh tubuhnya, tapi kadang kadang ia melemparkan tatapan tajam ke arahku. Apa Asia marah?

“Mendengar itu saja aku senang. Aku ingin mandi dengan Ise-kun seperti ini tiap hari.”

Seolah memanjakanku, Buchou semakin menekankan tubuhnya! Uooooh!

Gush! Darah lagi-lagi mengucur! Aku tak akan bisa terus bertahan seperti ini!

“Tapi sepertinya tubuhmu tak kuat menahannya. Tiap hari sepertinya mustahil. Bagaimana kalau 3 hari sekali? Atau sekali dalam 5 hari? Aku tak akan suka kalau hanya sekali seminggu.”

Bu-buchou dengan egois mencoba menulis ulang jadwalku! Aku merasa Buchou sangat egois! Terimakasih banyak!

Celaka! Karena Asia ada disini aku tak bisa melakukan gerakan seenaknya! Kalau saja aku punya keberanian lebih dan tenaga mesum ekstra, aku pasti akan........

“Apa kamu ingin menyerangku?”

Ujar Buchou seolah membaca hatiku. Seperti biasa, sepertinya pikiranku memang mudah dibaca.

“Kalau Asia tak ada disini, aku pasti sudah diserang.......sepertinya saat kita berduaan saja........”

[Buka]

Sambil Buchou mengucapkan itu, sesuatu yang dahsyat memasuki bak mandi.

Squeeze! Sesuatu sedang mendekapku! Aku ingat sensasi lembut ini! Menoleh, Asia ternyata sedang memelukku!

“Aku benci dikesampingkan! Ba-bahkan meski aku ingin masuk bak mandi bersama juga!”

Asia? Hal besar apa yang kamu katakan! Uoooh! Aku tengah dimanjakan oleh dua gadis dalam bak mandi, tolong akuuuuuu!

Wajah Buchou berubah menjadi ekspresi tajam. Ia kemudian mengangkat alisnya.

“Minggirlah Asia; Dalam situasi ini akan kukatakan terus terang saja. Pria ini adalah milikku. Keluargaku dan budakku. Ia adalah Iseku, paham?”

Itu benar. Aku budak Buchou. Bagi Buchou, aku hanyalah piaraan. Sebagai piaraan, ia menaruh cukup banyak usaha tapi mungkin semua gadis Iblis seperti ini. Apalagi, Buchou tak suka kalau barang miliknya disentuh orang lain.

Dia mungkin memaafkan Iblis lain karena menyentuh bagian luarku, tapi di bagian dalam, aku pernah dengar kalau dia takkan tinggal diam, khususnya kalau wanita. Sudah melebihi batasannya.

Kurasa aku hanya bagian dari koleksi terbaiknya. Karena aku memiliki kekuatan kelewat langka, ia mungkin ingin memperlakukan aku secara penting.

Sepertinya dia terbiasa memperlakukanku sebagai piaraan tapi sekarang.......pasti hanya imajinasiku. Ya. Karena aku ingin berpikir seperti itu, aku merasakan hal itu.

“Itu mungkin benar. Tapi dia adalah Ise-sanku juga!!”

Asia juga menyayangiku. Saat aku tidur siang di kamarku, tanpa kusadari, dia menyelinap dan tidur dengan tenang di sampingku. Saat aku bangun dan berkata “Kembalilah dan tidur di kamarmu.”, ia berkata dengan wajah mengantuk. ”Gendong aku ke kamarku......” seperti itulah dia sangat menyayangiku.

Kupikir aku akan mati pada waktu itu! Ya, aku menggendongnya ke kamarnya!

Namun, saat aku mengobrol dengan gadis lain, dia sering menggembungkan pipinya. Kurasa itu karena dia tak mau onii-channya diambil orang lain. Dalam manga dan anime ada karakter dengan sifat seperti itu. Masalahnya adalah sulit untuk meningkatkannya menjadi hubungan cinta. Yah, aku sudah bersumpah melindungi Asia sebagai misiku, jadi takkan kubiarkan hal itu terjadi!

Aku lebih dari bahagia dimanjakan seperti ini olehnya! Ah, sungguh menyenangkan disayangi oleh bishojo berambut emas!

Usai mendengar ucapan Asia, Buchou memicingkan matanya. Onee-sama, aku takut! Bukankah mereka teman dekat sampai beberapa saat yang lalu! Kenapa harus jadi seperti ini!

Bak mandi mungil ini menjadi area perang bagi dua gadissss!

“Asia, itu karena biasanya kamu disayangi oleh Ise. Setidaknya serahkan dia di saat seperti ini. Aku sembuh hanya dengan bersama Ise. Ia melepaskan semua rasa lelahku juga!”

Buchou mencoba untuk sedikit memisahkan Asia dariku tapi Asia dengan keras hati bergelayut padaku! Uwaa, dadanya Asia begitu lembuuuuuuttttt!

“Tidak, tidak! Aku memegangnya juga! Aku juga ingin bersama dengan Ise-san!”

Asia menggelengkan kepalanya ke samping dan memelukku erat-erat! Ah, terserahlah! Aku mimisan!

Asia melihatku dengan mata sendu seolah ingin berkata sesuatu padaku.

Jangan melihatku dengan mata itu. Aku jadi semakin ingin menyayangimu lagi.

“............”

Bahkan meski ia tak mengucapkan apapun, wajah Buchou mengernyit. Tiba-tiba dia merebut tanganku dan........

[Boing!]

Dia menempatkan tanganku ke dadanya! Jari dan telapak tanganku merasakan kelembutan ekstrim! Selagi tanganku tertidur, ia sedang memijat dadanya, tapi Buchou tak memprotes sama sekali!

“Apa Asia pernah melakukan ini? Hubunganku dengan Ise sudah sampai kita bisa melakukan hal ini.”

Seram! Sambil berbicara dengan nada biasa, Buchou menyembunyikan duri dalam ucapannya! Tunggu, dadanya Buchou, dadanya Buchooouuuuu!!

Sambil melihat adegan ini, seluruh tubuh Asia bergetar. Pipinya bengkak dan menggembung seolah sudah mencapai batasannya!

Asia juga merebut tanganku yang lainnya.........

[Boing!]

Ia menempatkannya di dadanya juga! Asiaaaaaaa? Sungguh gadis yang hebat kamu.........bukan, kamu melakukan sesuatu yang tidak boleh! Apa kamu sudah jadi gadis mesum! Tanpa ragu ini pasti pengaruh Buchou dan Akeno-san! Bahkan meski kamu adalah gadis yang lugu!

Su-sudah tumbuh sampai seperti ini!

“Ise-san, di antara dadaku dan Buchou, mana yang lebih baik? Ukuranku kalah, tapi aku tak akan kalah di hal yang lain!”

“Ara, Ise suka yang lebih besar. Dia sudah bilang berkali-kali kalau dia suka dadaku, ya kan Ise?”

........*tes* Mustahil. Dari dalam lubang hidungku serasa ada sesuatu yang meletus.

Tes tes tes

.......Dan begitulah jadinya. Banyak darah tumpah dari hidungku dan bak mandi menjadi berwarna merah. Dengan darah dimana-mana, aku mulai kehilangan kesadaran.

“Hei, Ise!”

“Ise-san, bertahanlah!”

..........Aku sudah puas.

Namun tubuhku sudah tak lagi bisa menahannya. Kalau gadis-gadis ini tak tahu cara menghentikan pendarahanku, aku akan mati! Aku butuh pertolongan!

Bagian 2[edit]

Esok harinya, aku melaju ke arah klien di atas sepedaku saat larut malam untuk melaksanakan tugasku sebagai Iblis.

Aku berada di pertengahan kerja hebat!

Saat pagi, darahku rendah dan itu cukup menyusahkan. Hidupku dengan Buchou dan Asia menyenangkan tapi stimulusnya terlalu berlebihan. Kalau aku seorang playboy, aku akan bisa memuaskan mereka berdua di waktu dan tempat yang sama.

Tapi mereka berdua datang dari dunia yang berbeda nilainya satu sama lain. Perkembangan saat mandi itu mungkin bisa mengarah pada seks. Kalau aku berani menyentuh mereka dengan motif seks maka kupikir rumah tanggaku akan hancur dan tak akan ada jejak dari penerus kami.

Buchou suka memperlakukanku seperti yang dia lakukan pada budaknya dan Asia pasti menganggapku sebagai keluarga.......dan dia menyayangiku seperti kakak laki-laki. Aku tak boleh mengusili keluarga yang tinggal seatap! Tapi sepertinya mereka lebih agresif mengenai hal tentang hubungan tubuh. Namun stimulusnya kelewat kuat........Kalau aku tak bisa menahan ini, maka aku tak akan pernah bisa membuat harem! Dalam situasi ini, aku bahkan tak bisa bermimpi menjadi Raja Harem! Impian itu masih sangat jauh!

Yah,tak apa-apalah. Saat ini aku harus fokus pada pekerjaanku! Kalau aku terus melakukan pekerjaan ini, peringkatku akan naik! Pertama cari posisi dulu! Aku akan bekerja keras agar bisa menjadi Iblis kelas tinggi.

Saat ini aku berjalan naik sepeda, tapi aku sudah terbiasa dengan urusan Iblis seperti ini, dan layananku pada klien juga berjalan lancar.

“Yo, Iblis-kun, maaf untuk hari ini juga.”

Setelah melihat klien, aku mendesah kecil.

Klienku adalah pria berambut hitam dengan penampilan ‘pria nakal’. Melihatnya, kuduga usianya sekitar 20.

Ah, orang ini orang asing jadi aku tak bisa menebak usia aslinya. Biarpun orang asing, dia hanya mengenakan yukata. Yah, akhir-akhir ini udaranya memang panas.

Kupikir dia pria yang tampan. Mungkin wajahnya lebih menarik dari si “Pangeran Tampan” Kiba. Namun, atmosfir dari seluruh tubuhnya terasa bagai ‘pria nakal’, yang sangat berbeda dari Kiba, tapi gadis yang menyukai pria nakal pasti akan jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.

Dan, aku dipanggil oleh orang ini setiap hari.

Saat ini aku berada dalam kamar di mansionnya.

Dan orang yang dia tunjuk adalah aku. Sepertinya dia menyukaiku. Aku tak paham kenapa dia menyukaiku dan meski ia tak pernah punya permintaan besar, dia memanggilku tiap hari.

Kemarin dia menyuruhku membeli roti di malam hari! Dan sebelum itu, dia berkata “Ayo memancing!” dan membuatku menemaninya ke area pemancingan terdekat! Dan sebelumnya....

Aku tak mau mengingatnya lagi! Tunggu, begitu besarkah persoalanmu sampai harus memanggil Iblis?

Tidak, bisnis kami adalah memenuhi permintaan manusia. Aku tak seharusnya protes. Majikanku Buchou akan memarahiku dan demi mencapai tujuanku sebagai Raja Harem, aku akan melewati hidup bisnis yang ketat ini!

“Iblis-kun, apa kamu mau bermain game denganku? Tadi siang aku beli Racing Game dan aku kesepian tanpa lawan main.”

Heeeii, permintaan seperti itu lagi! Tunggu, memprotes itu hal yang buruk!

“Ya, aku datang.”

Sejujurnya, ini adalah klien yang baik untuk kontrak. Ia memberi kembali lebih banyak dari yang kami minta.

Ia memulainya dari lukisan yang tampak kelas tinggi, dan lalu berlian, lalu kepingan emas. Bahkan Buchou dan yang lainnya terkejut. Berkat orang ini, tanpa ragu nilaiku akan meningkat juga.

Yeah, kurasa aku bersyukur padanya karena hal itu. Baiklah, mari selesaikan ini dengan mudah hari ini dan menapaki satu langkah maju di jalan untuk menjadi Raja Harem!

Klien sedang mempersiapkan game. Oh iya, dia bahkan belum pernah menyebutkan namanya. Mungkin aku akan jadi pelanggan pribadinya dari sekarang seterusnya. Mengetahui namanya adalah hal yang jelas.

“Baiklah, game sudah kusiapkan. Beruntung ada banyak hal untuk membuang waktu di Jepang. Ini bukan tempat yang buruk. Nih, ambil controllernya.”

“Ah, terimakasih. Tahukah anda kalau saya ahli dalam game seperti ini.”

“Heh, kalau begitu akan lebih menyenangkan. Aku masih pemula jadi agak ringanlah padaku.”

Ya. Aku jago dalam Racing Game. Legenda Kecepatan Top Ise. Aku sudah bermain di setiap Game Center! Fufufu, akan kutunjukkan padanya, kekuatan yang kupatri dalam zona perang bernama Game Center!

“MAJU!”

Dan meski aku memulai dengan baik, posisiku semakin turun seiring balapan berlanjut.

Pada awalnya, aku sudah mengembangkan posisiku yang menguntungkan namun........

“Aku sedikit ingat sekarang, seharusnya aku bisa menyusulmu sebentar lagi.”

Omong kosong apa yang dia katakan sambil berpikir kalau.......

“Uooohh! Tak mungkin!”

Mobilku perlahan lahan disalipnya! Sungguh situasi yang sulit dipercaya! Dikalahkan seperti ini oleh seorang pemula!

“MENANG!”

Ia dengan mudah mencapai garis akhir! Ia pasti pakar dalam balapan jarak pendek!

“Sepertinya aku yang menang, Iblis-kun.”

“Masih belum!”

“Oh! Semangat bertarungmu sepertinya mulai tumbuh. Mau balapan lagi, Iblis-kun.........bukan, Sekiryutei.”

...........Eh?..........Ba-barusan, apa yang dia katakan.......?

Kata-kata yang keluar dari bibir pria ini. Usai mendengar itu, sensasi dingin menjalar ke tubuhku.

Pria ini, siapa dia sebenarnya.......? Kenapa dia tahu soal itu.......? Dia bukan manusia?

Aku menelan ludah dan bertanya dengan ketakutan.

“........Siapa kau?”

Pria itu hanya sedikit membuka mulutnya. Sambil menatap TV, dia berujar.........

“Azazel, pemimpin para Malaikat Jatuh. Senang bertemu denganmu, sang Sekiryutei, Hyodo Issei.”

“MENANG!”

Jauh dari garis akhir, mobil pria itu dengan mudah menyalip mobilku yang berhenti dan melewati garis akhir di lintasan keduanya.

Dalam sekejap, 12 sayap hitam legam menyebar dari punggung pria itu.