High School DxD (Indonesia):Jilid 23 Each impression.

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Each impression.[edit]

Setelah kami selesai menonton pertandingan, aku—Kiba Yuuto dan semua anggota tim Rias Gremory terdiam karena kekalahan tim Ise-kun.

Ekspresi Rias-neesan juga tampak menunjukkan bahwa dia kehabisan kata-kata. Rudiger Rosenkreutz-shi menyipitkan matanya dan berbicara sendiri

"Begitu ya, teknik utama Nakiri Ouryuu dan Xenovia Quarta, pertumbuhan Bova Tannin dan Shidou Irina, dan penguatan putri keluarga Karnstein serta Asia Argento yang hampir tidak memiliki pertahanan—"

Rudiger-shi tersenyum dengan sikap kritis.

"Bagi seseorang yang sedikit pandai sepertiku, itu langkah yang sangat efektif. Hyodou Issei benar-benar bertemu dengan sekelompok teman yang sangat baik."

Rias-neesan menggelengkan kepalanya.

"Tidak, taktik Anda telah menyebabkan Ise dan yang lainnya dikalahkan. ...Rudiger Rosenkreutz-sama, kemampuan Anda telah membuatku menyadari itu."

Rias-neesan mengulurkan tangannya.

"Nah, untuk masing-masing. Dia benar-benar teman yang luar biasa. Dia pasti akan menjadi fondasi yang kuat bagi masa depan Keluarga Gremory."

Rudiger-shi menjabat tangan Rias-neesan saat dia berbicara.

"Ise telah menyatakan bahwa kamu adalah salah satu tujuannya. Aku yakin ini akan meninggalkan kesan mendalam di dalam benaknya."

Setelah Rudiger-shi mendengarnya, dia menjawab

"Ini adalah sebuah kehormatan."

Dan kemudian berdiri. Saat dia bersiap untuk pergi, dia menatapku dan bertanya

"Aku akan bertanya lagi, bukan kepada Putri Rias, tapi juga kepada anak laki-laki pedang suci-iblis itu. Setelah menonton pertandingan itu, apa pendapatmu?"

—Hmm. ...Kesanku tentang pertandingan. Dia bertanya tentang apa yang kurasakan tentang game itu.

"...Berjuang, dalam Rating Game, ini adalah tabrakan Anda dan 'jantung' lawan Anda... hanya itu yang bisa kukatakan, dan akan lebih baik jika sesederhana itu."

Rudiger-shi melihat ke belakang ke layar besar, dan menunjukkan pada itu adalah bayangan wajah Ravel-san yang tampaknya mempertahankan tekad yang kuat saat dia keluar dari tempat itu.

"Kalau kamu memberi tahu Ravel Phoenix bahwa dia kalah hanya karena 'jantung'-nya lemah, aku penasaran apakah itu cukup untuk menghiburnya.... Game tadi, akan sangat mudah jika kamu harus jumlahkan hanya dalam hal 'jantung'."

Matanya tampak penuh dengan emosi kompleks yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata—.Rias-neesan berkata

"Aku harap kami bisa menerima ajaran Anda lain kali di tempat lain di luar turnamen. Ise tentu punya alasan tersendiri untuk mengagumi Anda."

Setelah Rudiger-shi menyelesaikan persiapannya untuk pergi, dia tersenyum kecil.

"Anda menyanjungku berlebihan, Putri Rias. —Aku, yang ingin kulakukan adalah membuat Dulio Gesualdo menang karena anakku percaya kepadanya."

Setelah mengatakan itu, Rudiger-shi berjalan menuju pintu. Sebelum dia melangkah melewati pintu, dia menengok ke belakang dan berkata hanya satu hal terakhir.

"Semua anggota tim Gremory, jika kita bertemu di pentas turnamen, maka aku akan memberi banyak panduan. Baiklah, aku permisi dulu."

...Dianggap sebagai [Upsetting Sorcerer], dia tidak banyak membicarakan keadaan pribadinya. Namun, timnya telah menunjukkan hasil itu. Tapi, hasil itu—untuk kami di masa depan, dan juga untuk Ise-kun dan yang lainnya di masa depan, ini adalah keuntungan yang luar biasa.