High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 18 Life.4 Membaralah Pedang Suci!

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.4 Membaralah, Pedang Suci![edit]

Bagian 1[edit]

Setelah Aku melewati pintu gerbang tingkat tiga Surga, Aku bergegas menuju ke tingkat empat Surga—Taman Eden. Melihat kedepan sana, disana terdapat warna-warna yang cerah, dan disana penuh dengan berbagai bunga dan pohon-pohon. Lembah dikejauhan dan hutan juga terlihat begitu indah. Sewaktu aku mendekati tingkat lima Surga—dua sosok masuk kedalam tatapanku. Satu diantara mereka merupakan seorang laki-laki yang memegang pedang yang memancarkan aura–Yaegaki. orang lain yang berada disampingnya—ayah Irina. Dia membawanya keluar dari tingkat lima Surga!


“A, Ayah!?”


Yaegaki mengabaikan Irina yang terkejut, yang sedang turun ke Taman Eden.


“….Aku memang ingin datang kesini, untuk melepaskan dendamku ditempat yang disebut ‘Surga’ ini.”


Yaegaki memegang ayah Irina pada rambutnya.


“Ada apa, Touji? Bagaimana pendapatmu tentang permohonan terbesar para pengikut tersebut—untuk mati di Taman Eden? Aku rasa itu terlalu berlebihan.”


Ayah Irina tampak tidak terlihat kalau dia telah sembuh betul dari racunnya, sambil menahan rasa sakit dari racunt ersebut, dia mengatakan:


“…..Yaegaki-kun, jika hanya dengan kau membunuhku, akankah itu menyelesaikan dendammu?”


Mendengarnya mengatakan itu, ekspresi Irina langsung berubah!


“Ayah!? Bagaimana bisa kau mengatakan itu!?”


“Irina, jika Aku bisa menggunakan nyawaku untuk menyelamatkan jiwa laki-laki ini….maka itu sebuah pertukaran yang sangat bernilai.”


Ayah Irina….berharap untuk mengorbankan dirinya sendiri, untuk mengakhiri dendam laki-laki ini, dan aksi terorisnya! Akan tetapi, hal semacam ini! Bagaimana bisa aku hanya duduk diam saja terhadap hal semacam ini! Ayah Irina, dia—meneteskan airmata.


“…..Yaegaki-kun, Aku benar-benar menyesalinya. Tidak hanya itu, mereka-mereka yang memberi sanksinya, mereka pasti juga memiliki penyesalan yang serupa….”


Setelah dia mendengar pidato yang emosional ini…


“Terus kenapa! Kenapa! Apakah kau berpikir Aku akan memaafkanmu!? Bagaimana mungkin Aku bisa memaafkanmu, huh!”


Dia mengayunkan pedangnya, dan aura yang dilepaskan membuat sebuah lubang yang sangat besar ditanah.


Laki-laki itu berteriak keras keatas langit.


“Aku mencintainya! Dan dia mencintaiku! Kami….meskipun kami ini berbeda, kami masih bisa mencintai satu sama lain! Kami saling mencintai!”


Pedang jahat itu telah menanggapi tangisannya, delapan kepala naga berbaur dari pedangnya! Dibandingkan dengan sebelumnya, kepala mereka sekarang telah tumbuh keukuran yang sanga besar! Apakah kekuatan mereka tergantung pada pemilik pedangnya?


[…..Atau mungkin saja, itu telah diubah menjadi sesuatu yang menyerupai sebuah Sacred Gear.”


Ddraig berkata demikian….maksudmu; Melalui Naga Jahat yang ada didalam pedang, itu secara bertahap berubah menjadi sesuatu yang sama dengan sebuah Sacred Gear….!


[Karena itu adalah sesuatu yang mirip dengan sebuah Sacred Gear, itu bisa juga digolongkan sebagai sebuah ‘Sacred Gear’.]


Meski begitu, kita harus menghentikannya. Dia tidak boleh memiliki lebih banyak lagi…..dendam! Yaegaki mengangkat pedangnya kearah ayah Irina!


“…Mmmmdaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh!”


Dia mengeluarkan sebuah raungan yang aneh, mengayunkan pedang Naga Jahatnya! Yamata ni Orochi menghembuskan keluar aura hitam dan beracun, kearah ayah Irina! Pikiran dan tubuh Yaegaki telah dikuasai oleh pedang itu, dan tubuhnya menjadi diselubungi oleh sebuah aura hitam.


“Tidak akan kubiarkan aaaaaaaaaahhhhhh!”


Aku mengembangkan sayap nagaku, dan terbang dengan kecepatan tinggi lurus kedepan! Satu dari delapan kepala naga itu membuka mulutnya, dan hendak melumat ayah Irina dengan tarinya, lalu duo pemegang pedang suci terbang dari belakangku kepada dirinya! Dengan bekerja sama, mereka memenggal satu dari kepala naga tersebut—ini merupakan serangan silang Xenovia dan Irina. Dengan bantuan mereka, Aku jadi dapat berhasil menyelamatkan ayah Irina! Membawa dirinya, Aku memindahkannya ke jarak yang cukup jauh kemudian terbang merendah untuk menurunkannya.


“Tolong, melihatnya dari sini—kita akan mengatasi hal ini!”


Aku mengatakan itu, dan hendak pergi terbang lagi—


“Issei-kun!”


Ayah Irina memanggilku, dan memohon kepadaku;


“….Tolong….hentikan dia….!”


“—Ya.”


Aku menanggapinya, dan terbang kesana. Kepala-kepala yang terpisah itu pulih kembali, dan sekarang menjadi memiliki delapan kepala sekali lagi. Dan semuanya secara bersama-sama, mereka berbelok menuju kearahku, dan api dimuntahkan dari mulut mereka!


Aku mengeluarkan cannon pada punggungku, dan langsung menembakkannya bersama-sama!


“Crimson Blasterrrrr!” [Fang Blast Booster!!!]


Sebuah aura merah yang besar membalasnya dan mengoyak api naga berkepala-delapan itu. …..Sambil menyerang, Aku berpikir suatu hal. …..Jika, dimasa lalu terdapat sebuah pertemuan antara seorang Iblis dan seorang Manusia, seperti Aku dan Rias…. ….Jika, kita jugalah dilarang untuk bertemu satu sama lain, maka itu akan menjadi sebuah situasi seperti ini…. ….Yah, Aku, Aku pastinya akan melakukan hal yang sama seperti dirinya, melarikan diri, melawan. Aku….mengeluarkan airmata yang mengalir melalui pipiku didalam helmku, sambil terus terbang kearah dirinya. ….Aku jatuh cinta pada Rias Gremory. …..Aku bersumpah, kalau akan bersama dengan Rias Gremory selamanya. Aku bertarung melawan kepala Naga tersebut, dan menangis disaat bersamaan—


“Kau…tidak salah! Tapi! Tapi! Meskipun kau melakukan hal semacam itu! …Itu tidak akan berguna sama sekali…. Kau akan hanya mendapatkan, kesedihan…”


Xenovia Menggunakan Ex-Durandal untuk menangkis serangan naga itu, dimana wajahnya dipenuhi oleh airmata.


“Durandal…! Selesaikan hal ini…..!”


Irina sudah berdiri disamping Xenovia, dengan sebuah tatapan tekad yang bulat diwajah dan matanya yang penuh dengan airmata.


“Hauteclaire…jika kau mengakui diriku sebagai majikanmu, maka kumohon padamu, tolong pinjami aku kekuatanmu! Gunakan kekuatanmu untuk menyelamatkan ayah, kekuatan yang juga untuk menolong semua orang— kekuatan untuk membebaskannya dari naga jahat ini, jadi pinjami aku haaaaaaaaaaa!”


Kedua pedang suci beresonansi satu sama lain — dan sebuah aura suci terus menerus membesar dari pedang tersebut. Pedang suci tersebut mengembang ukurannya, kemudian akhirnya menjadi dua pilar cahaya yang mana memanjang keatas langit.


“…..Tuhan, Aku memohon padamu. Aku benar-benar memohon padamu…..!”


Asia memanggil Fafnir, dan disamping Raja Naga itupun dia juga memanjatkan doa kearah langit.


Aku menyerang dengan sebuah pukulan yang kuat!


“Ascalon! Ini saatnya untuk pedang suci ini untuk bertindak!”


Pedang suci pembasmi naga muncul keluar dari sarung tangan kiriku! Tubuh laki-laki itu telah diselimuti oleh sebuah aura jahat dengan delapan kepala, sembari melawan lawannya Xenovia dan Irina — seorang Iblis dan Malaikat yang bertarung sambil meneteskan airmata.


“……Bisakah Aku menjadi seorang Malaikat….?”


Dia mengatakan itu sambil menghadapiku, Xenovia, dan Irina yang melepaskan aura suci, dan itu membuatnya tertelan didalamnya — tiba-tiba, Aku melihat seorang hantu, seorang wanita yang dengan lembut memeluk dirinya — Yaegaki jatuh terjerembab keatas tanah — kekuatan dari Naga Jahat yang telah mengontrol dirinya telah menghilang kedalam tanah. Ddraig berkata.


[…..Kekuatan Yamata no Orochi telah lenyap….. tidak, kebangkitannya belum pasti. Sepertinya, disana sudah tidak tersisa sama sekali kekuatan dari Naga Jahat itu. Sungguh menakutkan, itu pasti karena pedang Malaikat tersebut—.]


Hauteclaire Irina, Itu dikatakan dapat memurnikan pedang lawannya. Bersentuhan dengan pedang Kusanaginya, itu membuatnya kehilangan semua energi jahatnya…ini adalah kemampuan baru Irina…. Meskipun kupikir Ex-Durandal Xenovia dan Ascalonku membantunya melipatgandakan efeknya, tapi kekuatan untuk memurnikan hanya berasal dari Hauteclaire. Berbaring diatas tanah, Yaegaki berkata kepadaku.


“….Aku…. juga mencintai seorang Iblis wanita.”


Dia melanjutkan, dengan suara pelan,


“…..Mungkin, seseorang akan mencoba untuk datang diantara dirimu dan dia. Jika itu terjadi…kau harus—”


Aku mengucapkan hal ini tanpa ragu-ragu.


“—Melindunginya. Meskipun seluruh dunia menentang hubunganku dengan Rias, meskipun ada musuh besar atau rintangan, Aku akan melindunginya.”


Benar sekali. Aku telah memutuskan kalau Aku akan berada terus disisi Rias. Meskipun musuh yang sangat kuat atau rintangan datang diantara kami, Aku akan bersusah payah melaluinya dan mengatasi mereka.


Lalu Yaegaki memalingkan pandangannya ke Irina.


“—Jadi, seorang iblis sepertimu, kau bisa memberi pertolongan kepada pihak Surga?”


Kebingungan ini adalah hal yang tak penting.


“Yah, tentu saja. Aku tidak memiliki hubungan dengan pihak Malaikat. Hal ini belum lama telah disepakati — jika kau tidak ingin pergi, maka tinggalah.”


Tidak ada alasan apapun untuk pergi. Hanya dengan seperti ini. Ini kehidupan yang bahagia. Ini tidak bagus. —Karena kami memang diijinkan untuk melakukannya, Yaegaki — menangis dalam keheningan.


“…Jadi begitukah. Itu benar-benar…kau dan aku itu sama….kecuali, apa yang kami inginkan tidak diijinkan….”


Dia mengarahkan tangannya kepadaku. Ah, ini baik. Aku, Aku dan orang ini — kami memahami satu sama lain. Tentu saja. Meskipun dipikir-pikir itu merupakan sebuah masa yang berbeda, situasi yang kami hadapi memang serupa. Karena, kami berdua jatuh cinta dengan wanita yang berbeda ras —


“…Jika itu masalahnya, kita pastinya bisa memahami satu sama lain. Kau dan Aku, kau dan aku—”


Berkeinginan untuk memegang tanganku, Yaegaki ingin berdiri.


“…Ah, jadi begitu—”


[Boom]


Sebuah suara tumpul mencapai telingaku. Tepat kami hampir menggenggam tangan satu sama lain, sesuatu terbang dari samping—dan membuat sebuah lubang ditengah-tengah dada Yaegaki. Tubuh bagian atas Yaegaki berlubang besar ditengahnya. Kata “Urgh” terdengar dan dari mulutnya ia memuntahkan banyak darah, dan kemudian diapun jatuh tersungkur.


Bagian 2[edit]

“Wooo Hahahahahaha! Ah, oh tidak.”


Sebuah tawa yang tak menyenangkan bergema disekeliling tempat. Tawa ini tidak asing. Ya, Aku tidak mungkin melupakannya. Aku memalingkan kepalaku kearah dimana tawa itu datang berasal, satu-satunya yang ada disana adalah seorang laki-laki paruh baya berambut-perak. dan dia memiliki sebuah senyum yang menyeramkan. Aku meneriakan nama si brengsek ini!


“—Rizevim!”


Si tua bangka ini mengangkat tangannya dan melambai.


“Yo ♪ Aku datang untuk memeriksanya, komedi balas dendam yang indah yang berubah menjadi pemandangan yang menyentuh. Dan ditengah-tengahnya Aku masuk ikut campur!”


Xenovia memegang Yaegaki yang terluka fatal di tangannya. Irina membantu ayahnya dengan memanggul dipundaknya, dan membuatnya duduk disamping Yaegaki.


“….Yaegaki-kun!”


Yaegaki membuat sedikit senyuman kearah ayah Irina.


“….Dengan tidak memiliki hubungan, itu terasa enak.”


Asia dengan cepat berlari, dan melepaskan gelombang cahaya penyembuh. Akan tetapi, lukanya tidak terobati…apakah itu karena tubuhnya telah dihidupkan kembali menggunakan Holy Grail, atau dia —tidak mempan disembuhkan.


“…Ini terlalu menyedihkan…!”


Mata Asia menjadi berair. Yaegaki masih sedikit tersenyum.


“…Kau menangis untukku? ….Sungguh, kau sungguh ramah….”


Perlahan, dan bertahap, tubuhnya mulai runtuh. Tubuhnya runtuh dari bawah keatas—.


“Ah, Aku menginginkan—-hari dan masa-masa….. untuk bertemu denganmu lagi….”


Dan kemudian, tubuhnya berubah menjadi debu. …….Melihat ini, bahkan Aku….belum…kami masih hampir saja memahami satu sama lain. Tidak, kita telah memahami satu sama lain. Disaat paling akhir….! Aku menghantamkan tinjuku ketanah. —Akan tetapi, Rizevim sederhananya tampak terlihat bosan dan menghela nafas.


“Apapun itu, dia telah melakukan tugasnya dengan baik, apa yang terjadi diantara Bael dan pihak Gereja sekarang telah diketahui publik, dan sebagai pengguna Kusanagi—dia sudah tiada.”


….Setiap kata-kata yang dia ucapkan membuatku sebal. Suara laki-laki ini, dan sikapnya, memang menyebalkan dari awal hingga akhir. Dengan suara yang dalam dimana Aku berpikir kalau itu menyeramkan, Aku bertanya padanya…


“…….Kenapa, kau harus membunuhnya?”


Dia tertawa dan tersenyum lebar menyeringai.


“Oh tidak? Kau marah? Oops, lawanku dongkol nih; Sekiryuutei seharusnya lebih santai! Lagian, dia itu telah mati sebelumnya. Itu bukan urusan yang besar meski Aku membunuhnya. Oooooh sungguh menakutkan!”


“…..Jangan bercanda. Kenapa, kau harus melakukan hal semacam itu…. pada Vali, atau sekolah anak-anak di Underworld.”


Tak peduli siapa, semua orang hanya ingin diri mereka menjadi bahagia….jadi kenapa dia harus….laki-laki ini harus membakar semuanya hingga jadi tanah….? Rizevim menanggapinya dengan santai.


“Hmmm~~ Itu karena, itu untuk membuat orang tua sepertiku senang.”


…Ah ah, ya. Jadi begitulah. ….Aku sungguh jengkel. Aku benar-benar tidak dapat memahami bagaimana laki-laki ini berpikir.


“Vali, Hmph, Aku benar-benar bisa memahami bagaimana perasaanmu seluruhnya. jadi itu. itu seperti ini.”


Seluruh tubuhku mulai melepaskan aura liar dan membara, yang sedang berdiri didepannya.


“Rizevim, kau lebih baik mati…..!”


Sebuah aura Crimson memancar keluar, Aku…..memastikan pikiranku dengan jelas untuk menghajar si brengsek ini! Aku benar-benar tidak akan memaafkanmu! Aku pastinya akan menghancurkanmu!


“Oh wow, mata itu dan penampilan itu mengingatkanku pada Vali….!”


Melihat sikapku, si brengsek ini terlihat sangat bersukacita!


“Hmmm sungguh menakutkan! Yah kalau begitu, bagaimana jika laki-laki tua ini beradu denganmu?”


Rizevim merentangkan jarinya, menerima tantanganku.


“Beraninya!”


Aku terbang kedepan! Aku dengan cepat memperkecil jarak, dan mengarah pada wajah yang kubenci—


Tepat ketika Aku hampir mengenainya, dia dengan lembut menyentuh armorku. Dalam sekejap, kekuatan perlahan memudar dari tubuhku. Armorku dalah sekejap menghilang, hanya menyisakan kulitku saja!


“Percuma. Kekuatan yang kau dapat berasal dari Sacred Gearmu yang mana tidak efektif terhadap orang tua ini. Apakah kau lupa?”


—Sacred Gear tidak berguna! hanya dengan sentuhan saja, dan dia telah dapat menghilangkan armorku!


“Hah, tinju Lucifer! Kurasa itu namanya?”


Dia bicara dengan bercanda, sambil dia memberiku sebuah pukulan. yang mengenai abdomenku dalam-dalam.


“…..Woo hah.”


…Aku tidak dapat menahan rasa sakitnya, dan memuntahkan banyak darah segar….sial, Aku sudah lama tidak menerima pukulan yang diarahkan langsung kepadaku dalam waktu lama….! Seluruh tubuhku merasakan rasa sakit! Lalu diatas itu dia menambahkan sebuah tendangan, dan mengirimku melayang! Setelah Aku terpantul ditanah beberapa kali, Aku berdiri kembali, dan mengenakan armorku lagi!


Meskipun kiranya Aku telah terluka, Aku terbang kembali, dan menembakkan keluar sinar energi demonic— tapi si brengsek hanya menyentuhnya dengan tangannya, dan dragon shotku lenyap! Sepanjang kekuatan yang digunakan itu melalui Sacred Gear, meskipun sebuah peluru energi demonic akan menjadi tidak efektif! Setelah figurnya tiba-tiba menghilang, dia dengan tiba-tiba muncul tepat didepanku.


“Aku adalah putra Lucifer. Meskipun tanpa Sacred Gear Canceller-ku, Aku masih terlalu kuat. —- Hya, tendangan Lucifer ♪”


Armorku terlepas sesaat dia menendangku, menghasilkan sebuah pukulan kuat dipunggungku! …. Benturannya membuatku tersedak! Tentu saja, Ini adalah rasa sakit yang telah lama tidak aku rasakan! Aku teringat pertarunganku sebelumnya. Tidak, tidak sekarang! Saat ini dibandingkan dengan masa lalu adalah dua hal yang berbeda! Itu bukan masalahnya, musuhku sekarang ini itu lebih kuat daripada aku!


Setelah aura penyembuh Asia dikirimkan kesini, lukaku sembuh seluruhnya….selanjutnya terserah kalian!


“Ha!”


“Kalau begitu!”


Xenovia dan Irina mengarahkan pedang mereka kearah Lucifer, tapi mereka baru saja mengalahkan Yamata no Orochi, dan belum lama ini mereka melepaskan banyak sekali energinya, jadi stamina mereka belum pulih penuh sekarang! Dihadapkan dengan serangan dua pedang suci—dia menggunakan jarinya untuk menangkis serangan mereka!


“Gadis Iblis dan Malaikat kecil menyerangku secara bergantian! Kerennya! Tapi tapi, dengan serangan seperti ini, tidak mungkin kau bisa mengenai orang tua ini yoo!”


Dia memancarkan energi demonic dari tangannya, dan mengirim si duo terbang melayang!


“Xenovia! Irina!”


Melihat temannya terluka, Asia mengirim mereka sebuah aura penyembuh! Aku bergerak mendekatinya lagi, jadi aku dapat menembangkan sebuah ledakkan kepadanya dengan jarak sangat dekat—akan tetapi, dia hanya menyentuhnya, dan armorku lenyap untuk ketiga kalinya ! Aku kemudian terkena sebuah tembakan energi sihir! ….Sebuah rasa sakit yang tak bisa didiskripsikan menyebar keseluruh tubuhku dan darah segar menyebar tumpah keluar dari tubuhku! Jika ini terus berlanjut, Aku akan tumbang karena kehabisan darah!


“…..Sial, Aku harus bisa setidaknya mendaratkan satu pukulan…..!”


Aku sekali lagi membentuk ulang armorku, dan dengan gemetaran berusaha bangkit diatas kakiku. Rizevim berdesah “uh uh uh” sambil menggoyang-goyangkan jari telunjuknya.


“Mengenakan armor itu, itu tak ada gunanya, percuma? itu percuma, karena–”


Dia menggerakan wajahnya mendekat kepadaku, dan berkata sambil jelas-jelas tertawa.


“Tanpa armormu, kau hanyalah prajurit iblis pecundang.”


…..Dasar sampah, Aku sudah memahaminya, Meski begitu, Aku akan tetap akan memukulmu jatuh…! Jika aku dapat melepaskan kekuatan itu…..! Ddraig, kau perlu bergegas!


“Ise!”


“Ise-kun!”


Xenovia dan Irina meskipun terluka, masih mengangkat kembali pedang suci mereka, dan menghadapi Rizevim!


“Durandal dan Hauteclaire! Ah, dengan diserang oleh kedua pedang itu membuatku merasa bernostalgia! Ketika itu masih Excalibur, itu benar-benar memang….menyenangkan sekali ♪”


Rizevim menggerakan tubuhnya sedikit kesamping, dan menghindari tebasan sengit duo pedang itu! Sungguh begitu sombongnya putra Iblis ini! Pergerakannya yang lincah jauh lebih baik daripadaku!


“Hanya perlu mendaratkan satu kali pukulan….!”


Dengan darah menetes dari pinggir mulutnya, Xenovia masih menebas dengan kecepatan tinggi, dengan sebuah kekuatan penghancur yang luar biasa! Meskipun dia terkadang menggunakan kemampuan Excalibur mimicry, dia masih juga diprediksi dan dihindari sang musuh! Selanjutnya, pedang itu berubah menjadi pedang dengan bentuk cambuk yang mana dapat dihentikan oleh tangan kosongnya. Xenovia ditariknya mendekat kemudian menerima sebuah tendangan di perutnya!


“Uh ah…..!”


Menerima benturan dari tendangannya, Xenovia dikirim melayang kejarak yang jauh!


“Xenovia, Beraninya kau!”


Irina meningkatkan aura suci yang dikeluarkan Hauteclaire, dan menebaskannya kebawah kearah Rizevim. Akan tetapi, ketika mencapai tanganya, serangan itu menjadi lenyap.


“Sejujurnya, teknikmu itu tidaklah buruk. Beneran, untuk dapat mengalahkan Yamata no Orochi, kau mengeluarkan energy terlalu banyak. Tapi, meskipun kau tidak melakukannya juga itu tidaklah cukup.”


Setelah Rizevim mengatakannya, dia menyambar pedang suci itu dari tangan Irina, lalu menusukkan tangannya ke abdomennya.


“….Ha ha!”


Irina, seperti Xenovia dikirim terbang dengan tendangannya yang tiba-tiba.


“….Bagaimana ini bisa jadi begini.”


Karena efek dari racun, apa yang bisa dilakukan oleh ayah Irina hanyalah melihat semuanya terjadi. Aku juga ingin bangkit kembali, dan menghadapinya—


“Hei, Aku dibelakangmu.”


Dia tepat berada dibelakangku! Cahaya dikumpulkan menggunakan sihir yang mana dikumpulkan dibelakangku! Dengan suara boom yang keras, Aku diledakkannya menggunakan itu dan tumbang total….


“…Nghhm”


…Armorku hancur, dan kesadaranku memudar…! Aku terbaring tertelungkup dilantai… ini gawat, jelas sekali luka ini pastinya menyakitkan, tapi itu terasa pudar…dan lamban. Mungkin itu karena Aku telah kehilangan darah berlebihan, semua anggota tubuhku mati rasa… Aku terbaring dilantai. Didalam pandanganku yang kabur, Aku hanya dapat melihat Rizevim perlahan mendatangi Asia.


Bagian 3[edit]

“Bagaimana Aku harus memperlakukan nona ini? Maukah kau bermain dengan orang tua ini?”


Rizevim terus datang mendekat. Didepan Asia — seekor Naga Emas menghalangi jalannya.


[—Asia-tan, Aku disini untuk melindungimu.]


“Oh iya, seekor Raja Naga. Kau berdiri menghalangiku? Ini sungguh menarik. Apakah kau perlu bermain sebuah permainan denganku?”


Rizevim merapal sebuah mantera sihir melawan Fafnir. Fafnir bahkan tidak mengedipkan kelopak matanya, tetap berdiri didepan Asia, dan menerima langsung serangan itu. Raja Naga menerima serangan langsung. Meskipun dia memiliki kulit yang tangguh, yang digunakan sebagai tameng, Itu masih tetap memuntahkan darah. Asia bergegas mulai merawat lukanya. Mungkin Fafnir berpikir kalau bertingkah sebagai sebuah tameng itu hal yang menarik, Rizevim terus menerus menembakkan peluru-peluru sihir!


Fafnir tahu kalau Asia ada dibelakangnya, jadi mundur bukanlah sebuah pilihan, dan dia terus menerima langsung semua serangan itu. …..Tubuh Raja Naga itu berasap. Hampir sekujur tubuhnya telah dibakar oleh sihir Rizevim. Tembakan Rizevim semakin mengecil, tapi jumlahnya semakin meningkat. Menerima hanya satu tembakkan, sebagian besar orang akan terluka parah. Meskipun dia seekor Raja Naga yang kokoh — Fafnir telah menerima semua serangan Rizevim! Asia bangkit berdiri dan berlari, dia ingin membiarkan dirinya menjadi incaran. Tapi Fafnir menggunakan ekornya untuk menghalangi jalannya yang sebagai indikasi kalau ia menolaknya. Jika Asia pergi meninggalkan sisi Fafnir, laki-laki itu akan dengan senang menembaknya jatuh. Fafnir juga memahami hal ini. Jadi apapun itu, dia hanya perlu melindungi Asia dari semua serangannya —.


“Fafnir-san! Ayo cepat dan larilah! Jika kau terus seperti ini…..!”


Asia menangis keras. Meskipun dia menerima perlindungan Raja Naga ini, dia pasti menangis didalam hatinya. Fafnir, dengan nadanya yang seperti biasa mengatakan.


[Tidak apa-apa, Naga tua ini, perlu melindungi Asia-tan.]


Menyaksikan kejadian seperti itu, Rizevim tertawa semakin tak terkontrol.


“Hm hahahahahahaha! Sungguh patut dihargai! Demi melindungi majikan perempuanmu, Raja Naga yang perkasa ini akan tidak mempedulikan dirinya sendiri! Tapi tapi, hanya karena Aku melihat ini itu tidak berarti Aku akan melunak! Nyatanya ini sungguh menarik jadi Aku akan menyerang lebih kuat lagi!”


Intensitas sihirnya meningkat! Seluruh tubuh Fafnir — terus menerus terluka bahkan Asia tidak dapat menyembuhkannya.


“Berhenti! Larilah! Kumohon!”


Tak peduli bagaimana kerasnya Asia menangis, Fafnir hanya mengucapkan satu hal.


[Untuk melindungi, Asia-tan.]


“…..Kenapa, kau harus sampai sejauh ini untukku…..”


Fafnir, sambil diserang dengan sebuah rentetan peluru sihir mengucapkan.


[….Anak perempuan yang tersenyum padaku, Asia-tan adalah yang pertama — jadi itulah kenapa, Aku perlu melindunginya. Naga ini, berkeinginan mengabdikan dirinya sendiri untuk Asia-tan.]


…. …Kau sungguh-sungguh mempercayainya… …Sejak awal, kau punya tekad semacam itu, untuk berdiri didepan Asia….. Mulut Fafnir telah meneteskan darah, tapi dia melanjutkannya.


[….Naga ini, hanya memiliki sebuah tubuh yang besar dan kuat, dan lebih kuat lagi dari para Naga yang lain. Sebelum dia menyadarinya, dia telah menjadi seekor Raja Naga. Dia tidaklah memiliki harga diri seperti naga-naga yang lain. Tapi, untuk dapat melindungi seorang gadis — Itu pastinya, harga diri Raja Naga ini.]


“…Fafnir-san…”


Asia, mendengar tekad Raja Naga ini, hanya dapat menutupi mulutnya dan mulai terisak.


“….Tolong….kau tidak perlu berdiri didepanku lagi…”


Raja Naga tersebut pastinya tidak akan mendengarkannya. Asia tidak dapat menahannya lagi dan mendorong minggir ekor Fafnir, dan berdiri didepan Rizevim. Sekarang dia sedang melindungi Fafnir. Putra Lucifer tertawa ketika ia melihat ini.


“Hehahahaha. Kau patut dipuji. Kau berani berdiri didepanku!”


“….Sudah cukup, tolong berhenti…! Kenapa, kau melakukan hal sampai sejauh ini….?”


“Itu sederhana karena Aku adalah putra Setan. Jika Aku tidak melakukan hal yang buruk maka Aku hanyalah makhluk palsu, benar?”


Asia mengucapkan ini dengan sebuah emosi yang besar.


“…Aku, dan teman-temanku adalah keluarga besar, kami hanya ingin hidup dalam damai…! Melakukan hal yang mengerikan, hanya akan menciptakan kebencian, dan menyebabkan orang terluka…”


“Mmm Hmm, itu benar. Aku harus melakukan hal yang mengerikan. Aku perlu dibenci. Untuk menyebabkan orang terluka — jadi, mengenai itukan?”


Sebuah suara “Pwack” jelas-jelas terdengar. Dia menampar Asia.


“Ah!”


Asia terjatuh ketanah. Kejadian ini…sudahlah cukup menyulut sesuatu didalam hatiku. …Si brengsek ini, sungguh-sungguh…. menampar Asia….! ….Aslinya, kekuatanku sudahlah terkuras habis, tapi Aku dengan otomatis berdiri! …Asiaku sayang, ditampar. Bagaimana bisa Aku hanya berbaring disini….! Aaaarrgh, si brengsek ini, sungguh-sungguh sampahnya sampah! — Aku tidak dapat menahan lagi untuk memberi laki-laki ini sebuah pukulan yaaaaaarrrrggghhhh!


“Asia!”


“….Kau brengsek, beraninya kau menampar Asia….!”


“Asia… Sialan….!”


Xenovia, Aku, dan Irina, semua yang melihat Asia dalam bahaya memiliki tatapan yang sama dimatanya! Bagiku, Asia adalah….seseorang yang penting! Dia tidak akan pernah boleh disakiti! Aku berdiri sedikit, Rizevim tertawa dan mengucapkan.


“Hehahahaha, muka semua orang berubah. Oh tidak, apakah karakter favoritmu terbang melayang? Jika Aku terus melanjutkan, akankah kau semakin marah?”


Si brengsek ini mengacungkan jari tangannya kearah Asia yang sedang tergeletak ditanah! Dia ingin menembakkan sihir!


“Berhenti! Kau bajingan!”


Aku marah besar…. dan beranjak berdiri! Dia menampar Asia…. anggota keluargaku yang berharga, bagaimana bisa aku berbaring disini! Aku tidak akan memaafkanmu! Kau melukai Asia dan keluarganya—!


“Aku pasti tidak akan memaafkanmu ——-!”


Aku berteriak — dan tiba-tiba sebuah hawa dingin menggigil terasa dibelakangku. …Didalam pengelihatanku, Aku dapat melihat sebuah aura yang berbahaya dan sangat menakutkan yang telah dilepaskan dari sebuah tempat. Meskipun jika seluruh tubuhnya berdarah, Fafnir memberikan sebuah tatapan mematikan kepada musuhnya.


[….Kau tidak diijinkan untuk mengganggu Asia-tan… Kau tidak diijinkan untuk mengganggu Asia-tan!]


Aku dapat merasakan sebuah tekanan besar yang terlepas dari seluruh tubuh Fafnir! ….Apa yang terjadi dengannya…?


“Hehahaha, Kau memang benar seekor Raja Naga. Meskipun dengan tubuhmy yang seperti itu, tekananmu sungguh luar biasa. Kau tidak benar-benar serius meminta—”


Rizevim tidak dibiarkan menyelesaikan kalimatnya, Fafnir dengan tiba-tiba terbang tinggi, membuka rahangnya yang besar dan menghujam kebawah! Kekuatannya seharusnya telah habis. Jelas sekali ketika dia sedang bertahan dia seharusnya telah menggunakan seluruh kekuatannya, Naga Emas itu bersinar dengan tatapan mata yang tajam dan menyerbu kearah putra Lucifer!


[Kau membuat Asia-tan menangis….! Kau membuat Asia-tan menangis…!]


Dari bayangan dibawah kaki Rizevim muncul sebuah sosok yang sangat kecil—Itu adalah tiruan Ophis, Lilith!


Lilith berdiri didepan Rizevim, dan membuat sebuah barisan lapisan pelindung — serbuan Fafnir mengenainya dan dia mengoyak lapisan pelindung menggunakan giginya, dan dengan perlahan, perlahan mendatangi Rizevim! Lilith membatalkan lapisan pelindungnya, dan menyerang langsung wajah Fafnir! Sebuah suara yang keras berdengung keseluruh penjuru langit, tapi sang Raja Naga seperti tidak terpengaruh. Dia mengayunkan sebuah tendangan horisontal, dan mengirim Lilith terbang! Sebuah serangan yang brutal! Meskipun Lilith tidak lecet, kenyataan kalau dia dikirim terbang itu benar terjadi! Sebelum Lilith dapat bersiap-siap lagi, Fafnir menghadapi Rizevim dan menembakkan muntahan keluar bola api yang sangat besar! Rizevim bergerak sedikit dan menggunakan sihirnya untuk mengurangi apinya—tapi Raja Naga Emas itu sudah tidak ada lagi didepannya! Dia terbang keatas udara! Tubuh Fafnir yang besar sekali memiliki sebuah sayap yang aneh; dia terbang tinggi diudara, dan kemudian mengarahkan giginya kepada Rizevim yang ada dibawah!


Apa yang muncul dari mulutnya—merupakan pedang dengan aura yang sangat kuat, tombak, dan senjata yang lain! Apa yang dimuntahkan semuanya merupakan senjata legendaris! Rizevim menggunakan sihir untuk mementalkan senjata yang berjatuhan, tapi senjata itu memantul mengubah arah pergerakan mereka dan terbang kembali kearahnya! Dia telah dikepung oleh pedang api dan es, tombak petir, kapak yang melepaskan aura, dan senjata lain yang tidak terhitung diudara yang terbang kearah Rizevim! Tapi, serangan itu tidak hanya melibatkan senjata legendaris, Fafnir juga menyerang kearahnya dengan kecepatan yang membutakan! Bahkan dengan serangan senjata-senjata sihir — Raja Naga sedang menyergap seperti jika dia mengamuk! Matanya terbakar dalam kemarahan…..!


“Hehahahaha! Apa ini, membuatku begitu merasakan tekanan semacam ini!”


Bagi Fafnir yang menyerang langsung kearahnya, Rizevim melepaskan dan menembakkan sebuah bola sihir yang membesar! Itu merupakan sebuah sihir dalam jumlah yang sangat besar! Jika terkenanya secara langsung….~ Tapi, Raja Naga Emas yang menyerang dengan kecepatan tinggi semacam itu dapat membuat dirinya menghindarinya — dalam sekejap, Fafnir bertabrakan dengan sihir Rizevim — dan tidak muncul! Tepat sebelum sihir mengenainya, Fafnir telah menghilang. Itu seperti sebuah fatamorgana—benar sekali, itu merupakan sebuah ilusi! itu membohonginya!


“—! Itu sebenarnya sebuah Ilusi? Jadi itu merupakan sebuah efek dari senjata legendaris yang kau miliki!”


Rizevim menjadi waspada akan kecerobohannya, dan melihat sekeliling. Lalu, sebuah sosok yang sangat besar muncul dari belakang Rizevim Livan Lucifer yang menyerang kearah dirinya! Ketika Rizevim menciptakan sebuah lapisan pelindung pertahanan—sang Raja Naga membuka mulutnya lebar-lebar dan mengoyak lingkaran-sihir dengan rahangnya, lalu melanjutkan menyerang kedepan kearah putra Setan! Wham! — suara yang tumpul itu bergema.


“….Hooo! Tipuan….!?”


Serangan Fafnir, telah menebas Rizevim dari pundak kiri kebawah—


[Orang yang telah membuat Asia-tan menangis, Aku tidak akan membiarkan pergi dengan mudah!]


Serangan bunuh diri Fafnir — bagi Rizevim, itu tampaknya seperti telah melampaui ekspektasinya. Senyuman iblisnya dan sikap yang ada sebelumnya menghilang, meninggalkan sebuah ekspresi keterkejutan. Tekad Raja Naga ini — yang dikenal sebagai Raja Naga Fafnir, amarah yang membara didalam matanya sungguh menakutkan.


[Tidak termaafkan! Tidak termaafkan! Tidak termaafkan!]


Fafnir bergegas mulai mengejarnya! Rizevim mencoba melarikan diri, tapi Fafnir dengan keras kepala mengejarnya! ….Ini, benar-benar sungguh gigih! Tanpa mengalahkan musuhnya menyeluruh, dia tidak akan membiarkannya pergi, sungguh semangat yang membuat kepalaku merasa kencang…..!


— Orang itu hanya melakukan satu hal. Dia menyakiti Asia. Satu hal itu cukup membuat Raja Naga Emas “Lepas kendali”. Aku teringat kata-kata yang sekali diucapkan oleh guruku. —kita harus tidak menyinggung Naga, sebuah ungkapan yang telah digunakan semenjak dahulu kala— “Lepas kendali”,kah itu? Bahkan untuk seekor Naga tingkat rendah, jika disinggung, maka kau akan memahami, Para Naga adalah makhluk yang seharusnya tidak dibuat marah. Seekor Naga yang “Lepas kendali”. Rizevim telah mengalaminya. Kemarahan Fafnir. Sebagai seorang sesama naga yang menyaksikannya. Aku tak tahu harus apa selain merasa sedikit merinding. Lilith yang tanpa emosi sedikit mengerutkan matanya melihat Fafnir yang murka.


“……Rizevim, Naga ini, dan Lilith, satu rasa.”


Mendengarkan kata-katanya, Rizevim tampaknya memahami apa yang dikatakannya. Dia menggunakan sihir untuk memperoleh kembali bagian tubuhnya kesisinya, kemudian menyambungkannya.


“…..Benar sekali, Itu adalah… ‘teman’ Ophis memang cukup merepotkan. Karena dia aslinya ‘teman’ Dewa Naga yang tidak boleh ada. Bagus, Aku telah melihat sesuatu yang bagus. Aku harus mengingat ini.”


Ekspresi Rizevim telah berbeda dari yang sebelumnya, menunjukkan sebuah perasaan serius. —Lalu, Ddraigh didalamku berkata.


[Sobat! Kita harus berterima kasih pada Fafnir untuk itu! Ini waktunya bagiku untuk memulai! —Kekuatan yang Aku lepaskan, kau seharusnya saat ini dapat menggunakannya!]


Agak terlambat, Ddraig. Alasannya karena Asia telah ditampar. Tapi, Itu bagus. Aku ingin mengalahkan laki-laki itu dipuncak mood-ku yaaaaaaaaaaarrggghh! Aku menggunakan armor merahku, dan dengan melihatnya Rizevim hanya tertawa.


“Hohahahahaha! Itu lagi! Aku telah memberitahumu kalau itu percuma, percuma, percuma!”


Aku menerima kata-katanya dan terbang kedepan. Sama seperti sebelumnya, Aku pergi untuk menyerangnya langsung! Rizevim meringis, dan bersiap untuk menyerangku!


“Apapun kekuatanmu selama itu ada kaitannya dengan Sacred Gear — Itu akan percuma!”


Dia melebarkan tangannya untuk menyentuh armorku—meskipun nyatanya armorku menghilang, Aku masih memiliki sarung tanganku yang tersisa! Aku melanjutkan menggunakan seluruh kekuatanku untuk meninju muka Rizevim! Sebuah suara baru terdengar dari kristalku!


[Penetrate!!]


Dia menerima pukulan langsung, dan dari dampak pukulannya dia terkirim terbang kebelakang! Rizevim jatuh keatas tanah.


“…Bagaimana, ini bisa…”


Dia mengatakannya dengan nada tidak percaya, menggosok wajahnya sambil berbaring. Tampaknya darah dari hidungnya telah tercecer keseluruh wajahnya. Aku perlahan mendekatinya saat dia berbaring ditanah, menariknya keatas dengan rambutnya, lalu memukul mukanya lagi. Dia terjerembab ketanah lagi, masih tidak percaya. Sambil Aku berjalan kearahnya Aku berkata.


“—Ini adalah salah satu kemampuan Ddraig ketika dia masih hidup. ‘Penetrate’. Kekuatan seranganku disalurkan langsung ketubuhmu.”


Benar sekali, ini adalah kekuatan yang Ddraig dapatkan kembali. Kemampuan Ddraig— “Boost”, “Transfer”, dan “Penetrate”. Rizevim mengangkat tubuh bagian atasnya, sambil gemetar.


“…Menggunakan kekuatan ‘Penetrate’, untuk melewati ‘Sacred Gear Canceller’-ku…? Bagaimana itu mungkin terjadi! ‘Sacred Gear Canceller’-ku! Tak peduli apapun Sacred Gear, tak peduli apapun peralatan sakral, itu semua! Itu-se-mua, menjadi tidak efektif—”


Sebelum dia dapat melanjutkan kalimatnya, Aku memukulnya diwajahnya lagi. Dengan tujuan untuk lebih baik melepaskan kekuatan Naga, Aku mengubah tangan dan kakiku menjadi wujud naga.


“Wuaarrrrgghhhh!?”


…Mungkin kekuatanku tetaplah sama, dengan setiap pukulan, tubuh yang menerima dampak, dan itu terlihat kalau dia akan jatuh. Tapi dia tidak jatuh-jatuh. Aku terus memberinya beberapa pukulan lagi. lebih keras! Aku mengambil langkah lebih dekat kepada Rizevim yang melemah—lalu memulai dengan sebuah pukulan, dan sebuah tendangan, pukulan lainnya, dan tendangan!


“Ke! He! …bagaimana yang ini, yang ini, dan ini!?”


“Seekor naga biasa, sebuah Sacred Gear tidak dapat menembus tubuhmu sebelumnya.”


Untuk dapat mengalahkan Euclid, Aku telah menggunakan Longinus Smasher, dan semenjak saat itu pemulihanku berjalan lambat. Jadi Aku sedang tidak dalam kondisi normalku.


“Tapi sekarang, Aku memiliki kemampuan ‘Penetrate’, yang mana akan mengalahkanmu.”


Bagian 4[edit]

Aku kembali kewujud seperti seorang bocah laki-laki. Rizevim berpikir seperti jika dia mengingat tentang sesuatu, dia tiba-tiba mulai tertawa.


“…..Jadi begitu ya, Itu seperti saat itu….! Itu adalah, impian tak berakhir seseorang….! Itu adalah, Vali….Itulah kenapa kau begitu kuat! Itulah bagaimana yang kau rasakan!”


Rizevim berteriak. Ddraig berkata dengan suara dimana dia bisa mendengarnya.


[Putra Lucifer. Kau berpikir kau adalah musuhnya? Bahkan Tuhan dalam Kitab Suci menghormati kekuatan mereka—para Naga. Meskipun itu adalah aku, atau Hakuryuukou, atau Fafnir, kau tidak bisa meremehkan kami—Aku dapat melakukannya jika Aku menginginkannya, untuk dapat menghancurkan duni beberapa kali hanya dengan kekuatan brutal. Tapi Aku belum melakukannya jadi, karena dibandingkan denganmu, hidupku lebih menyenangkan seperti ini.]


Ddraig telah sekali memberitahuku.


[—Para Malaikat, para Iblis, mereka sekali merusak kesenanganku.]


Rizevim mendengarkan, sambil dia mengusap darah diwajahnya.


“…Itu terjadi ketika tiga fraksi utama masih dalam peperangan, dua Heavenly Dragon mengucapkan hal semacam itu kepada Tuhan dan Setan.”


Aku lalu menyatakan


“Aku memantapkan pikiranku—untuk menjadi seorang raja harem. tak peduli kau adalah putra Setan, atau seorang dewa. Aku akan mengalahkan kalian semua! Aku perlu bersama-sama dengan Rias, Asia-chan, Akeno-san, Irina-chan dan Xenovia untuk menjalani kehidupan yang bahagia dan menyenangkan!”


Sambil Aku menngucapkan itu kepadanya, ada sebuah kelegaan dibelakangku.


“Ise!”


“Ise-kun!”


Rias, Kiba! Semua orang telah bergegas kesini! Bahkan Cao Cao ada disini!


“Yo, Kita menyusul.”


Dulio juga disini! Lawannya Crom Cruach, saat ini telah berada disini juga! Rizevim, dengan melihat semua anggota “DxD” berkumpul, tertawa kepada dirinya sendiri.


“Hehahahahaha! Jadi semuanya ada disini. Maka Aku akan mengatakan….Alas, Grendel yang dibuat dan Ladon-sama telah dikalahkan? Sungguh menakutkan, terobosan ‘DxD’!”


Diantara konfrontasi diantara kita dan pihak seberang, suara pihak ketiga turun dari langit.


“—Hohoho, sungguh berani kau mengucapkan hal semacam itu di Surga, benar-benar Sekiryuutei.”


Tatapan semua orang beralih kesatu titik—itu adalah Archangel Michael yang sedang terbang turun dari langit!


“—Michael-sama!?”


Ucap Irina yang terkejut. Michael-san berkata.


“Aku datang terlambat. Masalah dengan segel di Surga sekarang sudah terselesaikan. Mereka telah memanipulasi berbagai gerbang Surga, kami percaya mereka menggunakan teknik terlarang Aži Dahāka. Tanpa mempengaruhi ‘sistem’ kita mencoba untuk menyelesaikan masalahnya…tapi rekan-rekanku yang membantuku, ada di tingkat tertinggi—tingkat ketujuh Surga membuat sebuah perlindungan tingkat tinggi, jadi meskipun aku tidak ada disana, kekuatan jahat tidak akan dapat menyerang.”


Michael lalu beralih untuk menghadapi Rizevim.


“Selanjutnya, kau. Lama tidak bertemu. Tidakkah saat terakhir kita bertemu sewaktu perang sebelumnya? Melihatmu telah menginjakkan kaki di wilayah Surga, akankah kau mau bekerja sama….meski dengan mengatakanya, tampaknya kau telah dihajar.”


Ekspresi Michael — menjadi agak dingin.


“Tapi, Aku tidak akan menunjukkan belas kasihan.”


Michael mengangkat tangannya kelangit, dan ditengah-udara — muncul sebuah tombak cahaya yang sangat besar! ….Jika seseorang terkena oleh tombak cahaya yang besar itu, nyawa Iblis seperti apapun akan berada dalam bahaya! Michael-san tanpa belas kasihan menurunkan tangannya. Tombak cahaya yang besar itu terbang kearah Rizevim! Dalam sekejap itu mengenainya, sebuah cahaya dalam jumlah besar telah dilepaskan didalam sebuah ledakan! Michael-san langsung mendirikan sebuah lapisan pelindung, untuk melindungi kita dari dampak ledakan. Itu bukanlah masalah bagi Rizevim, dia menerima langsung serangan dari tombak cahaya raksasa tersebut.


“Ha—hahahahahahahahaha! Hahahhaahahahahahaha!”


Beberapa ledakan lagi timbul didalam Taman Eden, sehingga bahkan pemandangan sekitar berubah secara signifikan. Ditengah-tengah ledakan, orang itu terus tertawa terus menerus. —Lalu, ditengah ledakan dari tombak cahaya, muncul dua belas pilar hitam. Mereka melebar dan kemudian menekuk…seperti sayap. Tidak itu adalah— Setelah serangan dari tombak cahaya berhenti, Aku melihat Rizevim berdiri ditengah-tengah dimana ledakkan berada dengan dua belas sayap hitam merentang keluar. Bentuk sayapnya tidak asing. Benar sekali, Itu sama ketika tiga fraksi membuat perdamaian. Rivalku—Vali, dia memiliki sayap hitam tersebut! Itu adalah sayap hitam…Lucifer! Rizevim selamat dari serangan cahaya. Dengan sayapnya keluar dari punggungnya, dia meletakkan tangannya didagunya.


“Oh tidak, apa yang harus Aku ucapkan… ah, ya—jadi maaf. Aku benar-benar meremehkanmu. Oh tidak, karena ini telah berlangsung beberapa ribu tahun, beberapa ribu tahun tanpa banya berolah-raga, pundakku sedikit nyeri.”


Sambil Rizevim mengucapkannya sembari menggaruk kepalanya, dia lalu menghela nafasnya—dan memberikan sebuah tatapan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.


“Kesenangan berakhir disini. Aku—tidak, sebagai putra Lucifer, kau adalah musuh dari impianku.”


….Apapun nada bicaranya, atau tekanan berat yang dia lepaskan, dia benar-benar berbeda….! Tubuhnya, kenyamanan bersalah diwajahnya, kesannya dan bahkan atmosfernya telah berubah. Akan tetapi, Aku masih mengatakan ini dengan menghina.


“—terus apa. Meskipun jika kau serius sekarang, Kau telah berkomitmen, dan perbuatan yang kau lakukan sekarang akan mengubah masa depan? Jadi, kenapa kau tidak turun kesini, dan mengakhiri semuanya sekarang.”


—Akan tetapi, Rizevim menggelengkan kepalanya.


“Tidak, kali ini kami akan pergi — Aku telah mendapatkan apa yang Aku perlukan.”


Sambil dia berbicara, dia mengeluarkan sebuah benda.


“—Itu adalah!”


Michael-san menunjukkan ekspresi keterkejutan yang amat sangat! Rizevim sedang memegang dua buah.


“Ini adalah buah kebijaksanaan dan buah kehidupan.”


—Hei! Itu adalah, buah yang tertulis didalam Kitab Suci!? Kenapa, orang itu memilikinya!? Tidakkah mereka berhenti ada sejak dahulu kala!?


“Bagaimana itu bisa! Pohonnya seharusnya sudah tidak memiliki buah apapun!”


Irina mengucapkan tepat apa yang ada didalam pikiranku. Rizevim mengelus buah yang ada ditangannya dan mengatakan.


“Hmm, dia memang telah lama tidak menghasilkan buah — tapi, jika ini telah ‘diawetkan’, maka itu adalah masalah yang berbeda.”


Dia tersenyum dan melanjutkan.


“Ibuku Lilith, adalah Lilith yang terekam didalam Kitab Suci. Dimasa lampau, ketika ibuku masih merupakan manusia, dia hidup di Taman Eden. Dia juga dikenal sebagai istri pertama Adam.”


Aku tahu itu. Aku ingat dia adalah mantan-istri Adam. Bukan Lilith tiruan Ophis, tapi Lilith yang sebenarnya. Rizevim melanjutkan lebih jauh.


“….Ketika Aku masih kecil, Aku sering mendengar ibuku Lilith mengatakan: ‘Aku membawa Tuhan, Aku telah menyembunyikan buah kebijaksanaan dan buah kehidupan disuatu tempat’, dia tidak mau memberi tahu. Tapi apakah itu kebenarannya? Aku mencoba untuk menemukannya….dan itu memang ada. Meskipun mereka telah lama layu, energi didalamnya telah hilang…”


Michael-san memotong Rizevim dan mengatakan.


“Kau akan menggunakan Holy Grail untuk memulihkan mereka? Tapi, dimana di Surga itu telah disembunyikan? Aku tidak pernah mengetahuinya selama ini.”


“—Di Purgatory. Jauh didalam Purgatory. Tersembunyi dijalan rahasia ketempat Hades.”


….Tunggu dulu. Purgatory….memiliki sebuah jalan ke Underworld? Lalu, itu, berarti tidak ada alasan untuk menyerang Surga— Mungkin karena menebak pikiranku, Rizevim berkata.


“Disana ada juga sebuah jalan menuju Surga, jadi setelah Aku mengambil buahnya aku juga datang untuk melihat-lihat.”


—Sebuah jalan. Hanya karena ada sebuah jalan menuju Surga, dia datang kesini dan menyerang…! Orang ini sungguh perwujudan kejahatan…! Aku berlari jauh kesini hanya karena laki-laki ini sungguh seorang yang brengsek menyebalkan!


“………”


Semua orang terdiam berdiri didepannya yang penuh dengan semangat—-Akan tetapi, sebuah sosok kecil berdiri didepannya.


“…..Rizevim, Aku akan melindungi.”


—-Lilith. Dia terlihat sama persis seperti Ophis. yang mana menurunkan semangatku untuk bertarung. Karena Lilith berdiri ditengah-tengah, Rizevim menghela nafas.


“….Aku dengan mudah dapat bersenang-senang, anak-anak kehilangan ketertarikan sekali mereka mengambil langkah mundur.”


Sebuah lingkaran-sihir mulai bersinar dibawah kakinya.


“Orang tua ini pergi sekarang. Aku sudah mendapatkan banyak kesenangan—Hyoudou Issei, sampai saatnya kita berjumpa lagi.”


Kau tidak akan lepas begitu saja! Meskipun Aku ingin mengatakannya. Aku tidak memiliki kekuatan yang tersisa, Aku juga mengalami Anemia, dan nyaris bisa berdiri lagi. Mereka yang lain yang masih bisa bergerak ingin menyerangnya, tapi karena Lilith menghalangi, mereka mendapatkan ekspresi campur-aduk yang sama denganku. Michael-san tidak menyerangnya, juga karena Lilith ada disana, dan juga karena seekor Naga Jahat perlahan mendekat—Crom Cruach sudah cukuplah dekat yang mana bayangannya begitu terlihat. Melihat ini, itu antara hasil seri dengan Dulio, atau pemenangnya belumlah diputuskan.


“Lilith, Crom, kita pulang.”


Rizevim mengucapkan itu pada Crom Cruach yang telah datang disini. Akan tetapi, orang itu tidak menanggapi.


“….Crom?”


Dalam menanggapi pertanyaan Rizevim, si Naga Jahat sederhananya menolak undangan dengan diam.


“Baiklah kalau begitu, itu tak apa-apa.”


Rizevim menggelengkan kepalanya, saat dia hampir menghilang kedalam cahaya. Aku akhirnya memberinya kata-kata ini.


“Rizevim—orang yang akan mengalahkanmu bukanlah aku, itu adalah Vali. Kenyataan itu tidak akan berubah.”


Rizevim—hanya saat dia akan menghilang, menunjukkan sebuah senyum yang terlihat kalau dia menantikannya.