High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 6 Life.0

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Life.0[edit]

Bagian 1[edit]

Aku terbangun di ruangan bergaya Jepang yang elegan. Lantai tatami yang tertata rapi, vas vas kelas tinggi, dan bahkan ada taman diluar dengan bambu penangkap air kecil yang berbunyi ‘klak’.

“Ise-san.” Asia duduk di depanku mengenakan kimono pernikahan putih bersih, duduk dengan elegan sambil membungkukkan kepalanya.

Si cantik luar negeri Asia, berambut pirang, bermata hijau, semakin sempurna saat mengenakan dandanan pernikahan.

Dengan mata berair, Asia menatap mataku dan berkata “Terima kasih sudah memperhatikanku selama ini. Hari ini, aku akan menikah.”

...!!

Apa yang terjadi!?

Orangtuaku tengah menangis bahagia. ”Asia, kamu sangat elegan.”

“Dan cantik!”

Buchou juga nampak menangis. ”Asia, jangan lupa kalau kami akan selalu menerimamu.”

“Asia-chan, jangan khawatir tentang kami.” Ujar Akeno-san.

Apa yang sebenarnya terjadi!? Asia!?

Kemudian Ibu menoleh ke arahku. ”Oke, Ise.Sebaiknya kamu mengatakan sesuatu pada Asia. Dia sudah seperti adik perempuanmu,kan?”

Apa yang harus kukatakan di saat seperti ini? Apa Asia benar benar akan menikah!?

Siapa!? Siapa yang mencuri Asia ku........!?

Pintu ruangan terbuka dan seorang pria tampan muncul.

“Kakak ipar, senang bertemu denganmu. Aku Diodora Astaroth. Iblis yang SANGAT elit dan SANGAT elegan! Ha ha ha, mohon serahkan Asia padaku. Aku akan memberinya kebahagiaan!”

Pria ini adalah Iblis kelas tinggi!

Kalau kuingat baik baik, dia adalah pewaris Astaroth. Bagian dari cabang keluarga Maou Beelzebub saat ini.

Sekarang aku ingat. Di akhir musim panas, di hari kami kembali dari Dunia Bawah, Diodora melamar Asia.

“Begitu tampan! Terima kasih Tuhan!”

“Ah, asal kamu kaya maka tak ada masalah lagi. Kamu akan mampu hidup sejahtera sampai tua.”

Aku tak bisa mempercayai ucapan kedua orangtuaku.

“Kalau dia Diodora, aku bisa percayakan Asia padanya.”

“Aku setuju.”

Buchou dan Akeno-san menganggukkan kepala mereka.

“Mari, Asia. Mari kita mulai upacara pernikahannya. Menuju masa depan bahagia kita.”

Pewaris muda Astaroth menggendong Asia di lengannya dan bersiap siap pergi.

“Hei! Tunggu! Aku tak bisa menerima ini!”

Aku mencoba mengejar mereka, namun Asia melambai tanda perpisahan.

“Ise-san! Terima kasih untuk semuanya! Aku sangat bahagia sekarang!”

Eh!? Tunggu aku!

“Asia! Sebagai kakakmu aku tak bisa menerima pernikahan ini!”

Aku mengejar mereka sambil menangis, namun tetap tak terkejar.

Kenapa, kenapa..........Asia.........

Asia, Asia kecilku tersayang, menikahi orang lain.......

Bagian 2[edit]

“Ise-san, apa kamu tak apa apa?”

Aku tiba tiba bangun dan mendapati Asia dalam piyamanya.

“Asia!”

“Ya. Aku ada disini. Kamu terus memanggilku dalam tidur.”

Begitu, aku hanya bermimpi buruk.

Saat aku duduk, tanpa kusadari air mata jatuh mengalir di pipiku.

“Aku bermimpi kalau kamu menikahi seseorang. Mimpi yang sangat buruk.”

Dengan wajah cemas, Asia tertawa terpaksa dan berkata “Jangan khawatir, Ise-san. Tidak masalah. Aku tak ingin menikahi siapa siapa kok.”

“Sungguh? Aku tak akan mati kesepian?”

“Ya. Kalau Ise-san sampai mati kesepian itu akan jadi masalah besar.”

Asia menjawab dengan senyuman tulus. Oh, Asia yang manis!

“.....meow?”

Aku merasakan sesuatu di tubuh bawahku.......Koneko-chan!? Kapan dia naik ke ranjangku?

Koneko menyeka matanya dan tertidur lagi, sambil memeluk dadaku.

Tubuh kecil Koneko-chan sangat lembut! Apa yang harus kulakukan dalam situasi ini!?

Koneko-chan hanya mengenakan kemeja putih, dan aku bisa merasa kalau dia tak mengenakan apa apa di bawahnya.

“......meow.”

Telinga kucing Koneko-chan bergoyang, dan ekor putih dengan lembut berayun ayun. Sejak aku mengetahui jati dirinya, dia terlihat begitu manis sampai terasa membunuhku!

Kalau aku bisa melihat ekornya apa yang terjadi pada celana dalamnya? Tidak, aku tak boleh memikirkannya lebih jauh lagi.

Setelah piknik, Koneko-chan sudah tinggal bersama kami.

Kapanpun dia punya kesempatan, dia duduk di pangkuanku, atau naik ke ranjang bersamaku.

Dia memang Koneko-chan berlidah tajam yang sama, namun apa dia akhirnya sudah melunak padaku?

Meski tak ada perubahan pada sikap Koneko-chan yang biasanya, namun aku penasaran apa aku harus memanjakannya sampai seperti ini. Bukan karena itu membuatku tidak senang sih.....

Aku menghela nafas sambil mengelus kepala Koneko-chan.

“Itu hanya mimpi.” Buchou yang sudah bangun lebih awal tengah membawa sebundel surat.

Buchou mendesah dan menjelaskan kalau Diodora terus menerus mengirimkan surat cinta dengan tiket bioskop, undangan makan malam, dan voucher belanja.

Bahkan ada beberapa hadiah mahal yang ditinggalkan di depan pintu rumah.

Pikiranku mengingat kembali wajah putih pucat Diodora.

Si brengsek itu! Orang yang mengajukan lamaran pada Asia di hari pertama kembali dari piknik!

Asia merasa sedikit canggung, dan dia meminta maaf padaku setiap kali dia menerima sesuatu darinya.

Asia, itu bukan salahmu! Bagaimana mungkin itu salahmu!

Dua minggu berlalu, liburan musim panas berakhir, dan semester baru telah dimulai.

Aku merasa diriku semakin kesal hari demi hari karena semua hal ini.

Aku bangun dari ranjang dengan mata berair, dan berteriak “Takkan kuberikan Asiaku tersayang padamu!”